PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BANYUMAS PRINGSEWU - Raden Intan Repository

Gratis

0
0
108
2 months ago
Preview
Full text

Skripsi

Skripsi Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam Ilmu Pendidikan Matematika Oleh

YULIA NINGSIH

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

  Kemampuan awal matematis adalah kemampuan pengetahuan mula-mula yang harus dimiliki seorang siswa yang merupakan prasyarat untuk mempelajaripelajaran yang lebih lanjut. Berdasarkan pra penelitian menunjukan bahwa kemampuan penalaran adaptif matematis siswa SMP N 1 Banyumas masih rendah, maka penulis tertarik untuk menerapkan model pembelajaran yang dapatmeningkatkan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa.

3. Almamaterku tercinta IAIN Raden Intan Lampung yang ku banggakan

  Pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Sinarmulya dan lulus pada tahun 2006, melanjutkan pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) N 1Banyumas lulus pada tahun 2009, kemudian melanjutkan kembali pada jenjangSekolah Menengah Atas (SMA) PGRI 2 Pringsewu lulus pada tahun 2012. Pada tahun 2012 melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Institut AgamaIslam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan JurusanPendidikan Matematika.

KATA PENGANTAR

  Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah Segala puji hanya bagi Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dalamrangka memenuhi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) padaFakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Raden IntanLampung. Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan yang sangat berharga dari berbagai pihak.

3. Bapak Drs. Zulhannan, MA,selaku pembimbing I dan Ibu Rany Widyastuti

  Bapak dan Ibu dosen di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (khususnya jurusan Pendidikan Matematika) yang telah memberikan ilmu pengetahuankepada penulis selama menuntut ilmu di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu oleh peneliti yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai

  Menurut hasil analisis Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2011 rata-rata skor matematika siswa di Indonesia untuk setiap kemampuan kognitif yaitu kemampuan pengetahuan, penerapan, dan penalaran masih di bawah skor matematika siswa internasional. Berdasarkan hasilTIMSS 2011 yang menyatakan bahwa kemampuan rata-rata presentase yang paling rendah dicapai siswa Indonesia pada domain kognitif pada level penalaran, yaitu 4 17%.

5 Matematika merupakan suatu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap

  Penggunaan penalaran dalam dalam pelajaran matematika sangat penting untuk diterapkan, karena matematika dan penalaran matematikamerupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, yaitu materi matematika dipahami melalui penalaran dan penalaran dipahami dan dilatih melalui belajar materi5 Hamzah B. Kemampuan mengajukan dugaan, menarik kesimpulan, dan memeriksa Salah satu langkah yang bisa dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa adalah dengan menggunakan model yang tepatdalam pembelajaran.

B. Identifikasi Masalah

  Proses pembelajaran masih menggunakan model pembelajaran konvensional yang berperan aktif adalah guru sedangkan siswa cenderung bersifat pasif 4. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang bervariasi sehingga menyebabkan pembelajaran yang monoton.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan mengingat keterbatasan yang ada pada penulis, baik waktu, biaya, maka penulis membatasi masalah yang akan ditelitiyaitu:

1. Model problem based learning 2

  Kemampuan penalaran adaptif matematis siswa 3. Kemampuan awal matematis.

D. Rumusan Masalah

Dari pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran problem based

  Apakah terdapat pengaruh kemampuan awal matematis siswa kelompok tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan penalaran adaptif matematis? Apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematis terhadap kemampuanpenalaran adaptif matematis?

E. Tujuan Penelitian

  Untuk mengetahui pengaruh kemampuan awal matematis siswa kelompok tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan penalaran adaptif matematis. Bagi guruMelalui penelitian ini diharapkan dapat memberdayakan guru matematika SMPNegeri 1 Banyumas dalam menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa.

G. Ruang Lingkup Penelitian

  Untuk mengetahui pengaruh masalah yang dimaksud dan memperhatikan judul dalam penelitian ini, maka ruang lingkup dari penelitia ini adalah: 1. Objek PenelitianObjek penelitian ini menitikberatkan pada kemampuan awal dan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa.

H. Definisi Operasional

  Model pembelajaran problem based learning adalah pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik sehingga siswa dapatmengembangkan keterampilan berpikir dan menyusun pengetahuannya sendiri. Kemampuan penalaran adaptif matematis adalah kemampuan matematis untuk mengajukan dugaan, memberikan alasan mengenai jawaban yang diberikan,menarik kesimpulan dari suatu pernyataan setta memeriksa kesahihan dari suatu argumen.

4. Kemampuan awal matematis adalah kemampuan pengetahuan mula-mula yang

pelajaran yang lebih lanjut dan agar dapat dengan mudah melanjutkan ke jenjang berikutnya.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori 1. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) a. Pengertian Model Pembelajaran Menurut Soekamto dan Winataputra mendefinisikan model pembelajaran

  Menurut Rusman model pembelajaran problem basedlearning adalah model pembelajaran yang berbasis masalah yang akan memacucara berpikir siswa melalui penguasaan konsep yang dimiliki, serta cara siswa dalam menyikapi dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupansehari-hari. Pembelajaran ini juga menuntut untuk siswa agar berpikir kritis, berpikir sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, serta melatih agar memilikisikap sosial karena melalui proses kerja kelompok dapat menyatukan kemampuan berpikir yang berbeda-beda yang menjadi berkesinambungan.

9 Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dalam penelitian ini langkah-langkah

  Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahanmasalahnya 4. 9 Manfaat Problem Based Learning Manfaat dari model pembelajaran problem based learning adalah sebagaiberikut: 1) Menjadi lebih ingat dan meningkat pemahamannya atas materi ajar 2)Meningkatkan fokus pada pengetahuan yang relevan 3)Mendorong untuk berpikir 4)Membangun kerja tim, kepemimpinan, dan keterampilan sosial 5)Membangun kecakapan belajar 106) Memotivasi siswaSetiap model pembelajaran memiliki manfaat atau kegunaan tersendiri pada setiap proses pembelajaran.

3. Problem based learning dapat meningkatkan aktivitaspembelajaran 4

  Apabila siswa mengalami kegagalan ataukurang percaya diri dengan minat yang rendahmala siswa enggan untuk mencoba lagi 2. Suatu model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti model pembelajaran berbasis masalah yang memiliki beberapa kelebihan diantaranyamemberikan kemampuan meningkatkan pengetahuan siswa serta memiliki beberapa kekurangan dimana sebagian dari siswa tidak memiliki kepercayaandiri sehingga ilmu yang mereka pelajari sulit dikuasai.

2. Kemampuan Penalaran Adaptif Matematis a. Kemampuan Penalaran

  Kemampuan dasar matematika yang juga dirasa perlu dikaji dalam penelitian ini adalahkemampuan penalaran, karena menurut Ball danBass“kemampuanpenalaran adalah keterampilan dasar matematika yang diperlukan untuk beberapa tujuan, yaituuntuk memahami konsep-konsepmatematika, untuk menggunakan ide-ide dan prosedurmatematika secara fleksibel, dan untuk merekonstruksi pengetahuan matematika11 12 sebelumnya”. Berdasarkan penjelasan teori-teori penalaran adaptif di atas, kemampuan yang tidak hanya meliputi kemampuan penarikan kesimpulan secara logis saja,akan tetapi meliputi kemampuan siswa untuk memperkirakan jawaban, memberikan penjelasan mengenai konsep yang diberikan, dan membuktikansecara matematis.

c. Indikator Penalaran Adaptif

  Menurut Killpatrick dalam Vennisa dan Mawarsari, indikator yang terdapat dalam penalaran adaptif, yaitu: 1. Siswa mampu memberikan alasan mengenai jawaban yang diberikan.

18 Venissa Dian Mawarsari

  ,“Peran Pertanyaan Produktif Dari Guru DalamPenggunaan Media Menurut Kaur, dalam Windiari Zeny indikator siswa memiliki kemampuan dalam penalaran adaptifadalah mampu: 1. Mengajukan dugaan Kemampuan mengajukan dugaan merupakan kemampuan siswa dalammerumuskan berbagai kemungkinan pemecahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

5. Menemukan pola atau sifat dari gejala matematis

  Meneliti Dugaan Ketika siswa menyelesaikan soal dalam bentuk menemukan contoh, siswaakantahu penyelesaian akhir sesuai dengan soal yang diberikan, sedangkanketikasiswa meneliti dugaan, siswa tidak akan tahu apakah19 dugaannya benar atau salah. Membuat Dugaan Pada pembelajaran yang menggunakan pendekatan berpusat pada siswa,gurusering menggunakan pembelajaran dengan desain guided-discovery, sehinggasiswa dapat mengeksplorasi konsep dan menemukan pola.

6. Mengoreksi Kesalahan dalam Penalaran

  Pada komponen mengoreksi kesalahan dalam penalaran, yang membedakannya dengan megevaluasi pendapat adalah jika siswamengevaluasi pendapat, siswa tidak tahu pendapat tersebut benar atau tidak, sedangkan pada saat mengoreksi kesalahan dalam penalaran, siswa dapatmengetahui terlebih dahulu bahwa pernyataan yang disajikan itu salah, sehingga siswa harus mengoreksinya. Indikator menurut Thompson yang kedua dan ketiga memiliki makna yang sama yaitutentang meneliti dugaan, sehingga dalam penelitian ini, indikator penalaran adaptif yang digunakan adalah sebagai berikut: No.

3. Kemampuan Awal Matematis a

  Berdasarkan kemampuan itu siswa akan mengalami perkembangan diberbagai bidang kehidupan seperti yang dikemukakan Soegarda poerbakawatja (daya)adalah kesanggupan, kemampuan, yakni, dalam pendidikan kita menghadapi pada anak daya mengamati, daya mengingat, daya mengenal, daya fantasi, dayaberpikir yang dengan daya-daya itu anak memperoleh pengetahuan, kecakapan 21 berbagai paham dan kesanggupan memecahkan soal-soal hidup. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal matematis adalah kemampuan pengetahuan mula-mula yang harus dimilikiseorang siswa yang merupakan prasyarat untuk mempelajari pelajaran yang lebih lanjut dan agar dapat dengan mudah melanjutkan pendidikan ke jenjangberikutnya.

B. Penelitian Yang Relevan

Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini antara lain: 1. Penelitian yang dilakukan Dewi Fatimah, berjudul “Pengaruh MetodePembelajaran Problem Solving dan Problem Posing Terhadap Kemampuan

25 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penalaran Adaptif Matematis”

  bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada aspek kemampuan pemecahan masalah siswa yag diajar dengan menggunakan modelpembelajaran problem based learning dengan pembelajaran konvenional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil kemampuan pemecahan masalah siswa diajarkan dengan model pembelajaran problem based learninglebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional.

26 Nur Faizah

  “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Penguasaan Konsep 27 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan awalmatematis dan motivasi berprestasidengan hasil belajar matematika. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan awalmatematis dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar matematika.

C. Kerangka Berpikir

Uma Sekaran mngemukakan bahwa kerangka berpikir merupakan konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai yang telah diidentifikasisebagai masalah yang penting.

28 Dilihat dari definisi kerangka pikir, maka untuk

  Siswa yang memilikikemampuan awal matematis sedang dan rendah akan lebih aktif bertanya pada siswa yang kemampuan awal matematisnya tinggi, sedangkan siswa yang kemampuanawal matematisnya tinggi akan lebih termotivasi dalam meningkatkan kemampuannya. Berbeda dengan pembelajaran konvensional yang berperan aktifadalah guru sedangkan siswa cenderung pasif karena pembelajaran fokus pada guru, dengan demikian pada pembelajaran konvensional tidak terjadi interaksi antarasiswa yang memiliki kemampuan awal matematis tinggi, sedang dan rendah.

2. Hipotesis Penelitian a

  Terdapat pengaruh kemampuan awal matematis siswa kelompok tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan penalaran adaptif matematis c. Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematis terhadap kemampuanpenalaran adaptif matematis.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data

  Menurut Sugiyono metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan,dikembangkan dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam 2 bidang pendidikan. Metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakanuntuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang 3 terkendalikan.

1 Sugiyono,Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alpabeta, 2009), h. 2

  Ditinjau dari data dan analisis datanya, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif karena data yang didapat berupa angka-angka danpenganalisisannya berupa analisis statistik. Pada pelaksanaannya dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari dua kelas, dan masing-masing kelas akan menggunakanmodel pembelajaran yang berlainan.

2 B 3 : Hasil tes kemampuan penalaran adaptif matematis melalui model pembelajaran konvensionalpada kemampuan awal matematis siswa rendah

  Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah model pembelajaran (X) yang terdiri atas model problem based learning (X 1 ) dan kemampuan awal matematis (X 2 ). Pada kelas VIII SMP Negeri 1 Banyumas terdiri dari tujuh kelas dan tedapat tiga guru berbeda yang mengajar, peneliti memilih tiga kelas sebagaisampel karena pada tiga kelas tersebut diajar oleh guru yang sama, setelah menentukan sampel kemudian peneliti menggunakan teknik acak kelas.

3. Sampel

10 Dalam penelitian ini diambil dua kelas pada kelas VIII. Kelas VIII.A

  Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. sebagai sampel yang pembelajarannya menggunakan model problem based learning (kelas eksperimen) dan kelas VIII.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Wawancara

  Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik Menurut Sugiyono wawancara dapat dilakukan dengan dua macam cara yaitu 11 wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Wawancara yang diterapkan penulis dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara bebasdimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan datanya.

2. Tes

  Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampian, penegtahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang 12 dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes awal dilakukan untukmengetahui kemampuan awal matematis siswa, tes akhir (posttest) dilakukan untuk mengetahui kemampuan penalaran adaptif matematis siswa setelah dilakukanpenerapan model pembelajaran problem based learning.

3. Dokumentasi

  Metode dokumentasi adalah suatu cara pengumpulan data yang mampu memberikan informasi kuantitatif. Peneliti menggunakan teknikdokumentasi untuk mendapatkan daftar hasil belajar siswa, foto dan hal lain yang diperlukan dalam penelitian.

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam mapun sosial yang diamati. Berikut ini adalah tabel pemberian skor tes kemampuan penalaran adaptif yang dilakukan dalam penelitian ini.

16 N = skor maksimum dari tes tersebut

F. Analisis Data Instrumen

  Sebelum tes kemampuan penalaran adaptif diberikan kepada siswa, terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen kepada siswa diluar sampel yang telah mempelajarimateri tersebut. Mengacu pada pendapat tersebut, penelitian ini menggunakan cara yang kedua, yaitu soal dikatakan valid jika r hitung > r tabel .

2. Uji Reliabilitas

  Tujuan dari uji reliabilitas adalah untuk mengetahui konsistensi dari instrument sebagai alat ukur, sehingga hasil pengukuran dapat18 = koefisien reliabilitas tes= banyak butir item = jumlah varian skor tiap-tiap item 20 = varian totalRumus untuk varian butir ke-iRumus untuk menentukan nilai varian totalKeterangan: : Varian butir ke-i: Jumlah kuadrat butir ke-i : Jumlah butir soal ke-i: Jumlah total kuadrat butir ke-t : Jumlah butir soal ke-t20 : Jumlah siswa 1. 11 lebih besar dari 0,70 berarti tes hasil belajar yang di uji reliabilitasnya Apabila r dinyatakan telah memiliki reliabilitas yang tinggi (reliable).

11 Apabila r

  21 uji reliabilitasnya dinyatakan belum memiliki reliabilitas yang tinggi. Berdasarkan pendapat tersebut, tes yang digunakan dalam penelitian ini memiliki koefisien reliabilitas lebih dari 0,70.

3. Uji Tingkat Kesukaran

  Untuk menguji taraf kesukaran digunakan rumus berikut : P = i Keterangan :P i = Tingkat kesukaran butir i i = Jumlah skor butir I yang dijawab oleh testee ∑xSm i = Skor maksimum 22 N = Jumlah test 21 Anas Sudijono, Penghantar Evaluasi Pendidikan, ( Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada,2013), h. 20922 23 dan Elizabeth Hagen dalam Anas Sudijono sebagai berikut: Tabel 3.4 Tingkat Kesukaran Besar P Interpretasi P < 0,30 Terlalu SukarCukup (Sedang) 0,30 ≤ P ≤ 0,70P > 0,70 Terlalu Mudah Berdasarkan interprestasi tingkat kesukaran tersebut, butir tes yang digunakan dalam penilitian adalah 25% terlalu mudah, 50% sedang, dan 25% terlalu sekar.

4. Uji Daya Beda

  Rumus yang digunakan untuk menghitung daya beda tes 24 dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :D = = P A - P B Keterangan:D = Daya bedaJ A = Jumlah skor ideal kelompok atas pada butir soal yang terpilihJ B = Jumlah skor ideal kelompok bawah pada butir soal yang terpilihB A = Banyak peserta kelompok atas yang menjawab benar2324 Anas Sudijono, Op. Tes Kemampuan Awal Matematis Penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan awal matematis siswa yang bertujuan untuk mengkategorikan siswa menjadi tiga kategori yaitu, siswa yangmempunyai kemampuan awal matematis tinggi, siswa yang mempunyai kemampuan awal matematis sedang, dan siswa yang mempunyai kemampuan awal matematisrendah.

1. Menjumlah skor semua siswa 2

Mencari nilai rata-rata (Mean) dan simpangan baku (Standar Deviasi)Mean = Keterangan:= Jumlah semua skor N = Banyak siswaSD = Keterangan:SD = Standar Deviasi = Jumlah kuadrat semua skor= Jumlah semua skor N = Banyaknya siswa 3.Menetukan batas-batas kelompok Kemampuan awal matematis tinggi = x≥ Mean + 1 SD Kemampuan awal matematis sedang = Mean 26 Kemampuan awal matematis rendah = x ≤ Mean – 1 SD 26

G. Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu anava. Pada prosedur ini dilihat variansi-variansi yang muncul karena adanya beberapa perlakuan untukmenyimpulkan ada atau tidaknya perbedaan antar rerata populasi.

1. Analisis Data Awal (Uji Prasyarat)

  Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap ini adalah a. Uji NormalitasUji Normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diteliti terdistribusi normal atau tidak.

27 H diterima jika L hitung tabel

  Uji Hipotesis 1)Anava Teknik analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis dalam penelitian ini yaitu dengan anava karena untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan nilai antarkelompok yang diberi perlakuan dan yang tidak diberi perlakuan. Untuk mengetahui mana yang lebih baik antara dua baris yang berbeda, maka cukup melihat rataan marginal antar duabaris tersebut dan tidak perlu uji komparasi ganda antar baris.(2) Komparasi rataan antar kolom F.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Banyumas Kabupaten Pringsewu tahun

  Sebelum instrumen kemampuan penalaran adaptif matematis diberikan pada siswa di kelas sampel, instrumen tersebut di uji coba di luar sampeltetap dalam populasi yang sama yaitu SMP N 1 Banyumas. Uji coba instrumen dilakukan pada siswa di luar kelassampel penelitian yaitu pada siswa kelas IX.

1. Kemampuan Awal Matematis (KAM)

  Pd mengemukakan bahwa instrumen soal penalaran adaptif matematis sudah baik dan sesuai dengan indikator, tetapi pada soalnomor 2 diperbaiki karena ada tabel yang tidak perlu digunakan dan soal nomor 3 diperbaiki karena penulisan pada tabel salah. b)Validitas Konstruk Upaya untuk mendapatkan data yang akurat maka tes yang digunakan dalam penelitian ini harus memenuhi kriteria yang baik.

B. Deskripsi Data Amatan Pengambilan data dilakukan setelah proses pembelajaran pada materi peluang

  Setelah data kemampuan awal matematis dan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa pada materi peluang terkumpul baik dari kelas eksperimen maupundari kelas kontrol, diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Nilai tengah (median) siswa kelas eksperimen adalah 40 dan kontrol adalah 41,25 Nilai yang sering muncul (modus) kelas eksperimen adalah 40 dan kelas kontrol adalah 42,50.

C. Analisis Data Hasil Penelitian

  Uji Normalitas Kemampuan Penalaran Adaptif MatematisUji normalitas data dengan menggunakan metode lilliefors terhadap hasil tes kemampuan penalaran adaptif matematis siswa yang dilakukan pada masing-masingkelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji Normalitas Kemampuan Awal Matematis Kelas Eksperimen dan KontrolUji normalitas data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan ujililliefors.

2. Uji Homogenitas a

  Berdasarkan hasil analisis data homogenitas, diperoleh bahwa hasil≤L pengujian uji homogenitas kemampuan penalaran adaptif matematis dengan tarafsignifikansi ( ) = 0,05 dan derajat kebebasan (dk)= 1 diperoleh = 3,481 dan hasil perhitungan =0,283. Uji homogenitas dilakukan pada data kemampuan awalmatematis (KAM) siswa tinggi, sedang, dan rendah pada kedua sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.

D. Uji Hipotesis Penelitian

  Setelah diketahui data berasal dari populasi berdistribusi normal dan dari populasi yang sama (homogen), maka dapat dilanjutkan uji hipotesis dengan mengguanakanuji analisis variansi (anava). Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji analisis variansi (anava) dua jalan.

1. Uji Analisis Variansi Dua Jalan

  Rangkuman hasil perhitungan uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dapat dilihat pada Tabel 4.9: Tabel 4.9 Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan Sumber JK Dk Rk F F tabel hitung Model Pembelajaran (A) 1.456,399 1 1.456,399 F a = 8,856 4,001KAM (B) 1.913,120 2 956,560 F = 5,817 3,150 b Interaksi (AB) 440,828 2 220,414 F ab = 1,340 3,150 60 - 164,445 Berdasarkan hasil analisis data pada Tabel 4.9 dapat disimpulkan sebagai berikut: a. Dengan demikian dapat│F diambil kesimpulan bahwa H 0B ditolak, artinyaterdapat pengaruh kemampuan awal matematis siswa kelompok tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan penalaran adaptif matematis.

2. Uji Komparasi Ganda Metode Scheffe’

  Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa H ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan penalaran adaptifmatematis antara siswa yang memiliki kemampuan awal matematis tinggi dan sedang pada siswa yang memperoleh model pembelajaran problem based learning dan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan rataan marginal pada uji komparasi ganda pada Tabel 4.10 diketahui rataan marginal siswa yang memiliki kemampuan awal matematis tinggi lebih baik dari siswa yang memilikikemampuan awal matematis sedang dan perbedaan tersebut berbeda secara signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kemampuanawal matematis tinggi lebih baik dari siswa yang memiliki kemampuan awal matematis sedang terhadap kemampuan penalaran adaptif matematis.

E. Pembahasan 1. Hipotesis Pertama

  Dengan adanya LAS maka siswa akan berusaha mengembangkan kemampuan penalarannya, diantaranya menuntut siswa agar menjelaskan setiap jawaban yang Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagaialat komunikasi lisan antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran di SMP N 1 Banyumas. Hal ini sesuai dengan penelitianterdahulu yang dilakukan oleh Nur Faizah yang dilakukan pada kelas VII MTs Al-Muhajirin Bandar Sakti Agung Surakarta Lampung Utarabahwa siswa yang memperoleh model pembelajaran problem based learninglebih baik daripada siswayang memperoleh model pembelajaran konvensional terhadap penguasaan konsep.

2. Hipotesis Kedua

  Pada hasil yang lain, tidak terdapatperbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki kemampuan awal matematis tinggi dan rendah serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yangmemiliki kemampuan awal matematis sedang dan rendah. Hal tersebut tidak sesuai Pada hasil penelitian, siswa yang masuk dalam kategori memiliki kemampuan awal matematis rendah memiliki nilai kemampuan penalaran adaptif matematis yanglebih baik dari siswa yang memiliki kemampuan awal matematis sedang.

3. Hipotesis Ketiga

  Siswa yang memiliki kemampuan awal matematis tinggi dan sedang lebih cocok dengan modelpembelajaranproblem based learning, namun tidak cocok untuk siswa yang memiliki kemampuan awal matematis rendah. Berdasarkan teori tersebut, siswa yang memiliki Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terlihat bahwa tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematis terhadap kemampuanpenalaran adaptif matematis.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka

  Hasil penelitianmenunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan awal matematis tinggi lebih baik dari siswa yang memiliki kemampuan awal matematis sedang. Siswayang memiliki kemampuan awal matematis tinggi sama baiknya dengan siswa yang memiliki kemampuan awal matematis rendah, dan siswa yang memilikikemampuan awal matematis sedangsama baiknya dengan siswa yang memiliki kemampuan awal matematis rendah.

B. Saran

  Guru harus lebih kreatif dalam memilih model pembelajaran yang dapat menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan positif dalam pembelajaran matematikasehingga kecenderungan siswa untuk berpikir, bersikap, dan bertindak positif terhadap pembelajaran matematika pun menjadi lebih baik. Siswa harus meningkatkan kemampuan awal matematisnya, karena kemampuan awal matematis yang baik akan berpengaruh terhadap kemampuan penalaranadaptif matematis siswa.

5. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran problem

based learning pada pokok bahasan yang lain, meningkatkan kemampuan penalaran adaptif matematis khususnya bagi siswa yang kemampuan penalaran adaptif matematisnya rendah, serta mengembangkan aspek kemampuan yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

  Hubungan Antara Kemampuan Awal Matematika dan Motivasi Berprestasi dengan Hasil Belajar Matematika. Penalaran, Pemecahan Masalah, dan Komunikasi dalam Pembelajaran Matematika.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (108 Halaman)
Gratis

Tags

Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas Viii Smp Negeri 01 Selakau Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Smp

Dokumen yang terkait

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA
2
25
61
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA
6
31
56
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BRAIN-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH RAMBAH
0
0
5
PENGARUH PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA FISIKA SISWA KELAS VIII SMP
0
0
9
KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH KELAS VIII SMP PONTIANAK
0
0
12
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF SISWA SMP
0
0
15
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 01 SELAKAU
0
2
13
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PENALARAN MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X SMA - repo unpas
0
0
6
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 5 TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - Raden Intan Repository
0
1
224
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs N 1 PRINGSEWU - Raden Intan Repository
0
0
127
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MODIFIKASI METODE TUTOR SEBAYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 5 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2015/2016 - Raden Intan Repository
0
0
16
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK - Raden Intan Repository
1
0
178
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESETA DIDIK SMP - Raden Intan Repository
0
0
92
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) MODIFIKASI PROBLEM BASED LEARNING (PBL)TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs N 1 PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN
0
0
129
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP TAMAN SISWA TELUK BETUNG - Raden Intan Repository
0
0
205
Show more