EVALUASI SISTEM PEMBAYARAN BERBASIS ELEK

 0  0  61  2018-09-16 23:03:18 Report infringing document

FORM PENILAIAN KARYA TULIS

  Lomba Karya Ilmiah Antar Perguruan TinggiBank Indonesia – CKC (Campus Knowledge Competition) Tahun 2015 Nomor: ……………………. Judul Karya Tulis: Evaluasi Sistem Pembayaran Berbasis Elektronik dalam Mendukung Gerakan Nasional Non Tunai : Universitas Trilogi 3.

2. Universitas

  yang telah memberikan curahan rahmat, taufiq dan hidayah kepada penulis untuk dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini untuk mengikutikegiatan: “Lomba Karya Tulis Bank Indonesia – Campus KnowledgeCompetition 2015”, dengan judul penelitian: “Evaluasi Sistem PembayaranBerbasis Elektronik dalam Mendukung Gerakan Nasional Non Tunai”. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memberi masukan dan pertimbangan teknis kepada AnggotaDewan Gubernur dalam pengambilan langkah dan kebijakan strategis untuk menyikapi dinamika situasi terkini, yaitu untuk mengarahkan industri agar mampubergerak efisien; mendorong iklim yang kondusif bagi sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi keuangan; serta memperkuat perlindungan konsumen,dengan tetap berprinsip kepada kepentingan nasional.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Tetapi yang menarikadalah investasi tinggi, kerumitan teknologi dan kehandalan SDM tersebut hanyalah berlaku di wilayah back-end sebuah bank dan menjadi tanggungjawab pada ahli-ahli TIK dan pengelola bank. GNNT ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis dan juga lembaga-lembaga pemerintah terhadap penggunaaninstrumen non tunai, sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society ) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya.

1.2 Perumusan masalah

  Apalagi dalam era globalisasi yang ditandai denganperubahan-perubahan yang sangat cepat dimana masyarakat menjadi semakin kritis dan kompetisi yang semakin ketat juga terjadi. 1.3 Tujuan Penulisan Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk memberi masukan dan pertimbangan teknis kepada Anggota Dewan Gubernur dalam pengambilanlangkah dan kebijakan strategis untuk menyikapi dinamika situasi terkini, yaitu untuk mengarahkan industri agar mampu bergerak efisien; mendorong iklim yangkondusif bagi sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi keuangan; serta memperkuat perlindungan konsumen, dengan tetap berprinsip kepada kepentingannasional.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Digital Economy Menurut Hermana (2007 : 1) OECD mendefinisikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, selanjutnya

  Selanjutnya dikatakan bahwa untuk meningkatkan keuangan inklusif di Indonesia, dipilih cara komprehensif dengan menyusun suatustrategi nasional yang disusun bersama antara Bank Indonesia, kantor wakil presiden (Tim Nasional Percepatan PenanggulanganKemiskinan/TNP2K) dan Kementerian Keuangan yang disebut denganStrategi Nasional Keuangan Inklusif. Keuangan Inklusif dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif didefinisikan sebagai:Hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan terjangkaubiayanya, dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabatnya.

2.3. Kerangka Nasional Keuangan Inklusif

  Beberapa aspek pada pilar ini meliputi: a) fasilitasi forum intermediasi denganmempertemukan lembaga keuangan dengan kelompok masyarakat produktif (layak dan unbanked) untuk mengatasi masalah informasi yangasimetris, b) peningkatan kerjasama antar lembaga keuangan untuk meningkatkan skala usaha, c) eksplorasi berbagai kemungkinan produk,layanan, jasa dan saluran distribusi inovatif dengan tetap memberikan perhatian pada prinsip kehati-hatian. Dengan SNKI dimaksud, diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas dan kualitas hidup dari kelompok the bottom of diary , mengelola keuangan sederhana yang diperkuat dengan program yaitu menyimpan uang di dalam rumah menjadi account-based, yaitu menyimpan uang dalam bentuk rekening uang elektronik.

2.6. Mandat Bank Indonesia

  Penguatan Sistem Pembayaran dituangkan kepada empat pilar, yaitu pertama: Sistem Pengelolaan Uang yang Efektif dan Efisien, kedua:Perluasan Elektronifikasi Pembayaran, ketiga: Infrastruktur Pembayaran yang handal dan aman, dan pilar keempat adalah Pengawasan dan Oversight yang Kuat dan Tajam (Rigorous). Terkait Perluasan Elektronifikasi Pembayaran tersebut, salah satu visi Bank Indonesia di bidang non tunai adalah mewujudkan masyarakat yang memiliki preferensi tinggi dalam menggunakan instrumen dan sarana pembayaran non-tunai dalam melakukan transaksi keuangan, atau yangdikenal dengan Less Cash Society.

2.7. Elektronifikasi

  Elektronifikasi adalah suatu upaya yang terpadu dan terintegrasi untuk mengubah pembayaran dari tunai menjadi non tunai. Perluasanpenggunaan elektronifikasi diartikan sebagai upaya untuk mengubah sebagian besar mekanisme pembayaran dari fisik menjadi digital, atau darimanual menjadi elektronik, dan meningkatkan akses keuangan yang terbatas menjadi luas (inklusif).

2. Re-engineering harus fokus pada cross functional untuk membentuk

  Salah satu aspek yang berkembang adalah dengan adanya gerakan menciptakan organisasi yang berpusat pada pelanggan denganstruktur yang memberi cerminan sehingga tanggap terhadap pasar yang berbeda daripada perbedaan fungsi. CP&L memulai proyek re-nya dengan mengidentifikasi aktivitas-aktivitas kunci, engineering yang kemudian diuraikan atau dijabarkan ke dalam proses-proses yang didasari oleh keseluruhan tujuan strategik organisasi.

4. Membangun kredibilitas secara internal dan eksternal dengan mendemonstrasikan respon atau tanggapan awal yang substansial

  Melalui unit-unit kerja yang powerful, mereka dapat menawarkan/memberikan keseluruhan layanan yang lebih baik(tingkatan yang lebih fleksibel dan melayani berdasarkan kebutuhan spesifik customers). Business Process Re-engineering dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk menurunkan biaya dan meningkatkan daya saing organisasi apabila digunakan dengan benar sebagai pelengkap dari alatlainnya untuk mencapai keunggulan bisnis.

2.9. Agen Perubahan (Change Agent)

  Pengertian menurut Griffin dan Pareek, dalam Wibowo (2006 : 114 - 115) tentang agen perubahan adalah orang profesional yang tugasnyamembantu masyarakat atau kelompok merencanakan pembangunan atau membentuk kembali sasaran, memfokus pada masalah, mencaripemecahan yang mungkin, mengatur bantuan, merencanakan tindakan 16 yang dimaksudkan untuk memperbaiki situasi, mengatasi kesulitan, danmengevaluasi hasil dari usaha terencana. Namun, kesalahan yang mungkin terjadi dalammelakukan perubahan perlu dihindari dan perubahan harus dilakukan secara bertahap.

BAB II I METODE PENULISAN 3.1. Metode Penulisan Karya tulis ilmiah ini merupakan suatu literature study (hasil telaah

  Action Research merupakan suatu upaya untuk mempelajari masalah- masalah yang muncul yang bertujuan untuk mengarahkan, mengkoreksi, dan mengevaluasi keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan organisasi tersebut. Implementasi yang efektif akan mengarah pada hasil yang konsisten dengan apa yang diinginkan; 4).

2. Mengumpulkan atau mengkoleksi data

  Peluang ini juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat di remote area 20 Adapun tantangan untuk hal ini adalah terdapat faktor penghambat akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan tersebut antara lain tingkatpengetahuan keuangan (financial literacy) yang rendah; dan psikologi dan budaya yang belum terbiasa menggunakan layanan perbankan. Secara umum bahwa dampak dari kebijakan tersebut adalah peningkatan performance , profitabilitas, efisiensi dan Stabilitas Sistem Keuangan yang saat ini telah terjaga dengan baik, yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Peluang sistem pembayaran non tunai di Indonesia

  Perkembangan transaksi secara non tunai secara card based dan electronic based di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang cukupbaik seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut ini (berdasarkan data dari Bank Indonesia): Gambar 4.1 Nilai Transaksi Non Tunai Per Hari, Sumber: Bank Indonesia Dari segi nilai transaksi per hari, transaksi dengan menggunakan kartu debit mendominasi dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,5triliun/hari pada tahun 2010. Bank lainnya yakniBNI dengan produk TapCash, BRI dengan produk BRIZZI, Bank CIMBNiaga dengan rekening ponselnya, Bank DKI dengan JackCard yang bisa digunakan untuk membayar angkutan umum Busway dan beberapa jalurkereta api, dan bank-bank lainnya.

4.2. Tantangan dan Upaya Menuju Less Cash Society

  Kebijakan Bank Indonesia Mendorong Less Cash Society Kewenangan Bank Indonesia di bidang sistem pembayaran yang diejawantahkan dalam 4 peran yakni: (1) penetapan kebijakan, (2)kewenangan dalam entry dan exit policy industri sistem pembayaran, (3) operator sistem pembayaran dan (4) pengawasan. Bank Indonesia akan memastikan bahwa standar yang ditetapkansejalan dengan kepentingan nasional dan diimplementasikan sesuai target waktu yang ditetapkan.

4.4. Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai)

  Agen Laku Pandai bisa berasal dari perorangan,jaringan outlet besar, lembaga keuangan dan toko-toko di daerah setempat, yang memiliki izin dari OJK dan izin dari bank untuk menjadi agen LakuPandai. Badan usaha tersebut juga harus memiliki kegiatan usaha di lokasi, memiliki teknologi informasi yang memadai serta memiliki reputasi dan integritas yang baik.

4.5. Reputasi Seorang Agen

  Proses PerubahanManagement of change dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dapat dikatakan sebagai perubahan dalam produk dan jasa atau pelayanan serta perubahan dalam ukuran dan struktur organisasi. Perubahan struktur yang dilakukan diantaranya adalah menggabungkan atau mengkombinasikan tanggung jawab departemen,eliminasi level-level organisasi atau memperlebar spans of control dengan tujuan untuk menjadikan organisasi yang lebih ramping(flatter) dan kurang birokratis.

3. Merubah Orang-orang adalah pilihan ketiga dan terakhir a

  Pengembangan Organisasi fokus pada teknik-teknik atau program- program yang bertujuan untuk merubah orang-orang dan karakterserta kualitas hubungan kerja antar personal. Tigavariabel yang seharusnya dipakai untuk menstimulasi inovasi, yakni; struktur organisasi, budaya, dan praktek-praktek sumber daya manusia(Robbins, 2005 : 327).

4.7. Manfaat Pembayaran non-tunai

  Bank Indonesia saat ini juga telah melakukan perluasan elektronifikasi pembayaran melaluipengembangan Electronic Bill Presentment and Payment guna mengintegrasikan pembayaran untuk bill payment. Strategi yang digunakan yaitu melalui peningkatan awareness dan acceptance masyarakat, pelayanan e-government, perluasan fasilitas pembayaran, pengembangan infrastruktur, dan insentif penggunaan non tunai.

1. Aspek keamanan dan kenyamanan pembayaran non-tunai a

  Dan untuk saat ini trend uang non tunai memang memiliki momentum yang tepat, Beberapa perbankan nasional pun telahmemiliki uang elektronik yang bisa dipergunakan multifungsi yang dapat dipakai untuk transaksi diberbagai tempat, mulai daritransaksi di gerai minimarket hingga pembayaran transportasi/penerbangan dan terasa banyak sekali manfatnya danyang jelas lebih praktis. Untuk mencapai semuanya itu, Bank Indonesia berusaha menyasar penggunaan instrumen dan channel non tunai yaitumasyarakat dan pemerintah melalui penggunaan APMK, UangElektronik, Mobile Payment/Banking, Internet Payment/Banking, dan Electronic Fund Transfer (EFT) melalui RTGS dan SKNBI.

3. Regulasi dan kebijakan yang mendukung pengembangan e-commerce

  Berkaitan dengan tumbuhnya perdagangan daring, pemerintah dinilai perlu fokusmenata lisensi produk luar yang masuk ke Indonesia, baik melalui perdagangan maupun penjualan daring, untuk mengantisipasimaraknya bisnis antarwilayah dan antarnegara yang tidak mendapatkan izin penjualan. Menurut AKBP Rusharyanto dari Sub Direktorat Industri danPerdagangan, Markas Besar Polri, "Kita perlu penataan lisensi, pihak yang terlibat perdagangan mengimpor dan mengekspor ketika onlinesudah tanpa batas begini semuanya bebas." Ia mengatakan penataan lisensi itu untuk menghindari bisnis yang hanya ingin mengambilkeuntungan tetapi tidak membayar pajak maupun tidak ada dasar perlindungan terhadap konsumen.

4. Aspek insentif bagi pengguna pembayaran non tunai

  Diakhir tahun 2012 Bank Indonesia mengeluarkan Pengaturan multilicense dan pembukaan jaringan kantor diarahkan untuk mendorong Bank agar meningkatkan efisiensi kegiatanoperasionalnya dan daya saing dengan ditunjang oleh permodalan yang kuat. Kebijakan Perizinan Berjenjang (Multilicense), mengatur perbankan nasional dengan melakukan penggolongan (segregration)perbankan Indonesia berdasarkan modal inti dan mengkaitkannya dalam kegiatan usaha yang boleh dilakukan oleh masing-masingindividual bank.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Management of Change dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)

  dapat dikatakan sebagai perubahan-perubahan fundamental, sesuai dengan namanya, merupakan perubahan yang strategis, visioner, dan transformasional. Penetrasi dan penerimaan GNNT selain dipengaruhi oleh karakteristik demografi dan sosioekonomi, juga dipengaruhi oleh persepsi masyarakat tentangteknologi tersebut serta karakteristik dari berbagai jenis layanan GNNT itu sendiri.

5.2. Saran

  Akan tetapi, lebih pada memberikan inspirasikepada mereka untuk melakukan lebih baik daripada yang mungkin mereka capai, dan memberikan dukungan moral yang memungkinkanhal tersebut terjadi. Untuk mencapai hal tersebut, pemimpin harus mempunyai empati yang kuat dengan orang yang akan diberi inspirasi, dan membayangkanmelihat sesuatu dari sudut pandang mereka.

5.2.2. Memimpin Perubahan berbasis Budaya

  Sistem kerja yang mencakup desain kerja yang akan memberi para karyawan perasaan yang menyenangkan dalam pekerjaan mereka (a 44 Selanjutnya menurut Kerr dan Slocum, Terdapat keterkaitan antara sistem reward dengan budaya organisasi (Kerr dan Slocum, 1985 :99). Untuk mengembangkan budaya, organisasi harus mempertimbangkan sistem penilaian kinerja yang dapat memberikan kontribusi terhadapperubahan budaya dan untuk mengembangkan budaya yang tepat dalam organisasi, sistem penilaian kinerja tersebut adalah bagaimana kinerja parakaryawan dievaluasi dan dikembangkan.

F. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir

  Judul Buku TahunJumlah HalamanPenerbit 1 Sukses Mengembangkan Soft Skill diPerguruan Tinggi 2013 180 nulisbuku.com &Self Publishing M izan 50 Lampiran 2. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir PendanaanJudul Pengabdian Kepada No.

D. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir

  9 No. 2, 4 Akademik Perguruan Tinggi XYZStudi Sistem Informasi Agustus 2013 Berdasarkan Domain ME COBIT ISSN: 1979-1496 VERSI 5.0Jurnal UBM Teknologi Penerapan Metode GreedyInformasi Program Vol.

E. Pemakalah Seminar Ilmiah ( Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir No

Judul Artikel IlmiahWaktu dan (AHP)6-8 Februari 2015 diSTMIK AMIKOMYogyakarta 26-28Februari 2015 di UniversitasKlabatSulawesiUtara Decision Making (MCDM) (AHP) dan Multi-Criteria Analytical Hierarchy Process ISSN: 1907-9613Sistem Penunjang KeputusanPemilihan PerangkatPemrosesan DataMenggunakan Metode 3 Konferensi Nasional SistemInformasi (KNSI 2015) Multi-Criteria Decision Making (MCDM) danAnalytical Hierarchy Process Tempat ISSN : 2302-3805Sistem Penunjang KeputusanPemilihan Perangkat LunakPengolah Citra Dengan Metode 2 Seminar Nasional TeknologiInformasi dan Multimedia(Semnasteknomedia 2015) Nama PertemuanIlmiah/Seminar Komposisi Buah-Buahan PadaMasalah Penyimpanan LemariPendingin Knapsack Dalam Menentukan ISBN 979-458-762-1Penerapan Metode Greedy 1 Seminar Nasional LiterasiInformasi (SENARAI 2014) Desember 2014 diUniversitasSumateraUtara
Dokumen baru
Dokumen yang terkait

EVALUASI SISTEM PEMBAYARAN BERBASIS ELEK

Gratis

Feedback