View of Analisis Location Quotient dalam Penentuan Produk Unggulan pada Beberapa Sektor di Kabupaten Lingga Kepulauan Riau

Gratis

0
1
16
1 year ago
Preview
Full text

Article History

  The results of calculation of LQ, the sectors in the district court that Linga is the potential to be developed in theagricultural sector LQ of 0.91, mining and quarrying, transport and communication with the LQ of 1.5, finance, leasing and services company with a LQ of 1, 06 and the services sector with a LQ of 1.17 is thecalculated average LQ is above 1. Marine aquaculture in the form of seaweed, while the cultivation of freshwater cat fishKey words: Analysis of location quotient, commodities, seed, economic Kondisi wilayah kabupaten Lingga yang memiliki kekayaan melimpah yang masih belumKabupaten Lingga merupakan suatu wilayah dikembangkan, belum tertata baik, berada dalamkabupaten baru di provinsi Kepulauan Riau yang kondisi perekonomian yang masihbaru diresmikan pada tahun 2003.

1. Pendahuluan

  Wilayahnya yang terdiri dari beberapawilayah di Kepulauan Riau dengan membentuk pulau yang terbagi dalam (5) lima kecamatan yaitukabupaten Lingga agar dapat meningkatkan kecamatan Lingga, Lingga Utara, Singkep, Singkeppelayanan kepada masyarakat di bidang Barat dan Senayang. Salah satuyaitu dengan pengembangan ekonomi masyarakat pertimbangan pemekaran tersebut karenayang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ekonomi, potensi daerah, kondisiPendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan sosial budaya, kondisi sosial politik, jumlahDaerah Regional Bruto (PDRB).penduduk, luas daerah, dan kekayaan sumber daya alam yang ada di kabupaten Lingga.

2. Ruang Lingkup

  ObservasiMelakukan observasi dan survei di lokasi di daerah Kabupaten Lingga dengan pemilihanlokasi dilakukan secara purposive di daerah pedesaan dengan pertimbangan jumlah desapotensial, keluarga prasejahtera dan jumlah penduduk per kecamatan. Daerah kecamatanyang diambil sebagai sampel adalahKecamatan Lingga, Lingga Utara, Senayang,Singkep Barat dan Singkep tentang potensi pengembangan ekonomi masyarakat danproduk unggulan pada desa-desa di setiap kecamatan pada Kabupaten Lingga.

3. Metodologi Penelitian

  Rapid Rural Appraisal (RRA), yaitu suatu Data primer merupakan data yang berhubungan dengan lokasi yang akan dipilihdan atau ditetapkan untuk dijadikan sasaran studi, yang tersebar di 5 (lima) wilayahkecamatan Kabupaten Lingga dengan metode Penyebaran kuesioner terhadap masyarakat untuk mendapatkan opini dan aspirasi tentangproduk yang dihasilkan dan pengembangan ekonomi yang dapat menaikkan penghasilanserta taraf hidup masyarakat. Focus Group Discussion (FGD), metodeFGD ini bertujuan untuk mengetahui kondisi wilayah dan perekonomian yang telah adasecara mendalam di setiap wilayah penelitian.

2. Jenis Data : a

5. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui bagaimana analisis Location Quotient untuk menentukan sektor-sektor ekonomi unggulan yang terdapat di kabupaten Lingga.

6. Landasan Teoritis

  Analisis Pembobotan Analisis LQ memiliki kelebihan antara lain merupakan alat analisis sederhana yang dapatmenunjukkan struktur perekonomian suatu daerah dan industri substitusi impor potensial atau produk-produk yang bisa dikembangkan untuk ekspor dan menunjukkan industri-industri potensial (sektoral)untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis LQ ini juga digunakan untuk menghitung potensi produk unggulan dari hasilpemanfaatan sumber daya alam pada sector-sekor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan,kehutanan dan pariwisata pada beberapa wilayah dan dapat diketahui wilayah mana yang palingpotensi untuk produk-produk tertentu sehingga dapat ditetapkan sebagai wilayah/daerah basis ataunon basis.

I. Indikator Perkembangan Produksi, meliputi : a

  Jumlah komoditas unggulan Bahan baku dan persaingan pasarMenggunakan indikator dari analisis pembobotan jumlah komoditas unggulandalam suatu wilayah kecamatan, menggunakan teknik analisis location Bentuk organisasi, profil usaha dan kompensasiIndikator perbandingan jumlah penyerapan tenaga kerja, menggunakan menggunakanteknik analisis location quotient (LQ). LQ > 1 = Sektor basis LQ < 1 = bukan sektor basis LQ = 1 = cukup wilayah itu sendiri d. Hasil Analisis Pembobotan PS Produksi dan Jasa per Kecamatan Kabupaten LinggaKecamatan Prasarana Dan Sarana Kelengkapan Produksi & Jasa 3 JARAK PST-daik JARAK PST-TPI > 120 Menit30 - >120 Menit 1 Lanjutan Tabel 4 KecamatanLokasi A Lokasi B Nilai 2 3 5 5 1 3 5 1 Senayang 2 5 Jam < 2 Jam 5 1 3 5 1 Lingga Utara 2 3 5 5 1 3 5 < 30 Menit> 4 Jam 2 - 4 1 2 5 17.7 2.

1 Industri Rumah Tangga LQ < LQ > LQ > LQ > LQ >

  Potensi unggulan di wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Lingga berdasarkanaspek potensi lahan pengembangan, jumlah komoditi unggulan, kontribusi terhadapPDRB kabupaten, aksesbilitas dan Sektor pertanian pada saat ini lebih kepada pemenuhan kebutuhan lokal wilayahKabupaten Lingga dan diversifikasi usaha bagi nelayan yang merupakan sebagianbesar mata pencaharian masyarakat Kabupaten Lingga. Keterangan : Tinggi (T) : 5, Sedang (S) : 3, Rendah (R) : 1 5 Sumber : Hasil Analisis 3 Senayang R R R R 100 2 Lingga Utara R R S T 220 4 Lingga R S T S 280 Score Rank (bobot 30) (bobot 30) (bobot 20) (bobot 20)Singkep T T T R 420 Berikut disajikan dalam Tabel 16 dan Tabel 17 hasil pembobotan potensi pengembangansubsector industry kecil dan sub sektor industry rumah tangga.

8. Kesimpulan dan Rekomendasi 1

  Budidaya air laut berupa  Sektor Perikanan dan Kelautan yaitu di Kecamatan Senayang untuk penangkapan laut dan budidaya air laut, sedangkan budidaya air tawar di Kecamatan Lingga Utara dan Lingga yang disinergikan dengan pengembangan sektor pertanian.  Pemanfaatan lahan untuk sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan belum dimaksimalkan karena keterbatasan tenaga kerja, teknologi dan infrastuktur Infrastruktur, sarana prasarana, teknologi, lembaga keuangan dan permodalan, sarana transportasi sangat diperlukan untuk memperlancar pengolahan hasil sumberdaya alam dan pemasarannya terutama pada wilayah kecamatan yang memiliki produk unggulan.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

View of Membangun Aplikasi Berdasarkan Konsep SaaS: Studi Kasus Sistem Billing Rumah Sakit
0
0
6
View of Perancangan Algoritma Untuk Menghitung Harga Opsi Reset dan Opsi Barrier dengan Metode Binomial
0
0
7
Pengembangan Distro Linux “Naulinux” Sebagai Strategi Pemberdayaan TIK berbasis Pendidikan dan Budaya di Dataran Tinggi Toba
0
0
10
View of Sequence Alignment Menggunakan Algoritma Smith Waterman
0
0
6
Arlinta Christy Barus, Rina Sibuea, Tiurma Lumbangaol, Marta Paska Silaban, Bella Rumata Napitupulu, Harry Osmar Sitohang Politeknik Informatika Del Jl Sisingamangaraja, Sitoluama, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara Email: {arlinta, rina, tiur}del.ac.id
0
0
6
1. P ENDAHULUAN - View of Perbandingan Tema Tugas Akhir Diploma 3 dan Diploma 4 Teknik Informatika
0
0
6
View of Errors in the use of Verbs Caused by the Interference of Bahasa Indonesia as the First Language in the Writing of Final Project Abstracts Done by the Batam Polytechnic Students
0
0
7
View of Pengembangan Perangkat Lunak: Gambaran Riil Pelaksanaan Tugas Akhir Program Diploma3 Di Jurusan Teknik Komputer dan Informatika – Polban
0
0
9
View of Tugas Akhir Program Diploma III Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi
0
0
7
83 | Jurnal Integrasi | 2012 Vol. 4(1) 83-98 | ISSN: 2085-3858 Maraknya Praktek Transaksi Ilegal di Kawasan Free Trade Zone Batam
0
1
16
View of Klasifikasi dan Manfaat RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)
0
0
5
1.1 Latar Belakang - View of Pengembangan Pengukuran Kinerja dengan Pendekatan Balance Scorecard (Studi Kasus pada Politeknik Negeri Batam)
0
0
10
View of Portfolio Performance Evaluation pada Reksadana Saham
0
0
7
View of Data Mining untuk Estimasi Biaya Produksi pada Industri Kecil dengan Sistem Produksi Job order
0
0
6
View of Eksperimen Komputasi Parallel dalam Perhitungan Matrik Invers Menggunakan Metoda Eliminasi Gauss Jordan
0
0
6
Show more