Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)XI TKJ(Modul_Ajar_Teknologi_Jaringan_Nirkabel)

Gratis

7
32
112
1 year ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Buku ini disusun untuk sebagai bagian dari serangkaian kegiatan International Leadership Training (ILT) yangberlangsung selama 24 bulan dan merupakan salah satu lehrmittel yang digunakan untuk melakukan kegiatan Transferprojekt. Pada Modul ini dibahas tentang dasar-dasar jaringan wireless, antena dan propagasi, merakit mini towerantena, merakit antena grid, memasang antena grid pada mini tower antena, mengkonfigurasi berbagai perangkatjaringan wireless dan tentunya melakukan testing.

BAB I PENDAHULUAN Tujuan Diklat Setelah selesai Pelatihan ini, diharapkan peserta dapat :

  Memahami perbedaan antara WiFI dan WiMAX Waktu Diklat Diklat ini direncanakan selama 5 jam Pelajaran. Materi Diklat Materi diklat ini terdiri dari beberapa sub pokok bahasan seperti halaman berikut ini.

1. Jaringan Tanpa Kabel (Wireless)

  Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yangmampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Bahkan hardware terbaru,terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali kebeberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalamsuatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.

1.2. Perkembangan Teknologi Wireless

  Beberapa contohperkembangan WiFi adalah seperti berikut ini : 1.2.1 WiFi 802.11g WiFi seri 802.11g mempunyai karakteristik sebagai berikut :a. Application Wireless LAN 1.2.2 WiMAX 802.16-2004* WiMax versi 802.16-2004 mempunyai karakteristik sebagai berikut :a.

1.2.5 WCDMA/ UMTS

  Gambar 1.2 Standar-standar yang ada dengan spesifikasi yang mendukung komunikasi sampai tingkat MAN disatukan dengan standar WiMAX Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untukmenyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau broadband wireless access (BWA). Yang paling banyak dipakaiadalah IEEE 802.11b dengan kecepatan 11 Mbps, hanya mencapai cakupan area tidak lebih dari ratusan meter Pada awalnya standard IEEE 802.16 beroperasi ada frekuensi 10-66 GHz dan memerlukan tower line of sight,tetapi pengembangan IEEE 802.16a yang disahkan pada bulan Maret 2004, menggunakan frekuensi yang lebihrendah yaitu sebesar 2-11 GHz, sehingga mudah diatur, dan tidak memerlukan line-of-sight.

BAB II TEORI DASAR ANTENNA Tujuan Diklat Setelah selesai Pelatihan ini, diharapkan peserta dapat :

  Menjelaskan tentang Teknologi Wireless LAN Waktu Diklat Diklat ini direncanakan selama 20 jam Pelajaran. Materi Diklat Materi diklat ini terdiri dari 9 sub pokok bahasan yang dijelaskan pada halaman berikutnya.

2.1 Pendahuluan

  Dalam perancangan suatu antena, baberapa hal yang harusdiperhatikan antara lain :  bentuk dan arah radiasi yang diinginkan, polarisasi yang dimiliki, frekuensi kerja, lebar band (bandwidth),  impedansi input yang dimiliki. Untuk antena yang bekerja pada band VLF, LF, HF, VHF dan UHF bawah, jenis antena kawat (wire antenna)dalam prakteknya sering digunakan, seperti halnya antena dipole 1/2 , antena monopole dengan ground plane, antena loop, antena Yagi-Uda array, antena log periodik dan sebagainya.

2.2 Radiasi Gelombang Elektromagnetik

  Struktur pemancaran gelombang elektromagnetik yang paling sederhana adalah radiasi gelombang yangditimbulkan oleh sebuah elemen aus kecil yang berubah- ubah secara harmonik. Jika medan yangditimbulkan oleh setiap sumber elementer di dalam suatu konduktor antena dapat dijumlahkan secara Timbulnya radiasi karena adanya sumber yang berupa arus bolak-balik ini diketahui secara matematis daripenyelesaian gelombang Helmhotz.

2.3 Pola Radiasi

  Polaradiasi dapat disebut sebagai pola medan (field pattern) apabila yang digambarkan adalah kuat medan dandisebut pola daya (power pattern) apabila yang digambarkan adalah pointing vektor. Antena yang mempunyai pola radiasi dimana arah maksimum main lobe berada diantara bentuk broad side dan end fire yang disebut dengan intermediate.

2.4. Polarisasi Antenna

  Untukantena polarisasi linier, polarisasi silang tegak lurus dengan polarisasi yang diinginkan dan untuk antenapolarisasi lingkaran, polarisasi silang berlawanan dengan arah perputarannya yang diinginkan. Pada materi ini link budget yang akan dihitung adalah sebagai berikut :  Free Space Loss  Fresnel Zone Clearance  RX Signal Level  SOM (System Operating Margin)Untuk lebih jelasnya pada materi ini juga akan disertakan contoh parameter antenna yang dibutuhkan dalamperhitungan tersebut.

2.6.1 System Operating Margin (SOM)

  Sebaiknya  Level sinyal RX (dBm)  Free Space Loss (dB)  Theoretical System Operating Margin (dB)Setelah kita mempunyai semua data / parameter yang dibutuhkan kita dapat menghitung System OperatingMargin (SOM) untuk meyakinkan bahwa sistem yang kita kerjakan akan bekerja secara benar. Dengan menggunakan bantuan software yang ada pada http://www.terabeam.com/ support/ calculations/ som.php#calc, maka diperoleh hasil seperti berikut ini.

2.6.2 Free Space Loss (FSL)

  Redaman itulah yang disebut dengan Free Space Loss (FSL), denganrumus seperti persamaan berikut ini. (2.40) Dengan menggunakan bantuan software yang ada pada alamat http://www.terabeam.

2.6.3 Downtilt Coverage Radius (DCR)

  Downtilt Coverage Radius (DCR) adalah suatu daerah jangkuan yang dapat tercover dari suatu antenna atauBTS yang kita bangun dengan memperhatikan parameter dari kemiringan antenna, propagasi dariantenna dan ketinggian tiang dari antenna tersebut. (2.41) Distance Dengan menggunakan software dari http://www.terabeam.com/support/calculations /downtilt-cover.php#calc , dengan beberapa parameter yang diinputkan, maka diperoleh hasil sebagai berikut : Gambar 2.7.

2.6.4 Antenna Downtilt

  Antenna Downtilt merupakan suatu kemiringan antenna yang dapat mempengaruhi jarak dan target coverage. Antenna Downtilt Beberapa rumus yang dapat digunakan untuk menghitung Downtilt adalah sebagai berikut : Distance = …………………..

2.6.5 Fresnel Clearance Zone (FCZ)

  Fresnel Clearance Zone (FCZ) merupakan suatu daerah yang visualisasi dari hasil penyebaran line of sightdimana signal telah dipancarkan dan diterima oleh suatu antenna. Dengan menggunakan software dari http://www.terabeam.com/support/calculations/ fresnel-zone.php#meters dengan beberapa parameter yang diinputkan, maka diperoleh hasil sebagai berikut : Gambar 2.11.

2.6.6 RX Level Sinyal

Rx sinyal level dapat dihitung dengan cara menambahkan dan mengurangi daya pancar (TX power)dengan berbagai parameter yang ada. Secara matematis dapat dituliskan dengan rumus seperti berikut ini : Rx Tx Power

2.7. Teknologi Wireless LAN

  Pembagian spectrum frekuensi pada teknologi Wireless  Mudah dalam hal Instalasi  Harganya murah dan kecepatan akses mulai meningkat dengan teknologi yang baru. Mode Ad-Hoc dan Infrastruktur Jaringan ad-hoc hanya akan sesuai jika untuk jaringan yan kecil, tetapi untuk jaringan yang besar, mekadiperlukan suatu piranti untuk mengontrol komunikasi didalam wireless tersebut.

2.7.1 IEEE 802.11 a

  Jaringan LAN nirkabel pertama yang berkecepatan tinggi adalah 802.11a, menggunakan teknik Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) untuk mengirimkan sampai dengan 54 Mbps pada pita ISM yang lebih lebar pada frekuensi 5-GHz. Karena transmisi menggunakan cara munculnya frekuensi beberapa pada saat yang sama, teknik inidipandang sebagai bentuk spread spectrum, tetapi  Relatif mahal untuk diimplementasikan jika dibandingkan dengan teknologi lainnya.

2.7.2 IEEE 802.11 b

  2.7.4 IEEE 802.11 n IEEE 802.11n adalah sebuah perubahan standar jaringan nirkabel 802.11-2.007 IEEE untuk meningkatkan IEEE 802.11n didasarkan pada standar 802.11 sebelumnya dengan menambahkan Multiple-InputMultiple-Output (MIMO) dan 40 MHz ke lapisan saluran fisik (PHY), dan frame agregasi ke MAC layer. Arsitektur couplingMIMO dengan saluran bandwidth yang lebih luas Kelebihan versi 802.11n dibanding 802.11 sebelumnya adalah : Mampu mentransfer data seperti di “jalan tol wireless” sehingga menghemat waktu dan lebih cepat. Terdapat kombinasi dua frekuensi wireless untuk performance yang lebih baik.

2.7.5 IEEE 802.11 ac

  Wireless IEEE 802.11ac adalah standar nirkabel 802.11 yang saat ini sedang dikembangkan yang akanmemberikan throughput yang tinggi pada Wireless Local Area Network (WLAN) dengan frekuensi operasi 5 GHz. Beberapa teknologi baru yang ditsmbshksn pada802.11ac :  Channel bandwidth lebih lebar  Channel bandwith 80 MHz dan 160 MHz (vs maksimum 40 MHz dalam 802.11n), 80 MHz wajib untuk stasiun, 160 MHz opsional  Lebih banyak spasial MIMO stream  Mendukung hingga 8 spasial stream (vs 4 dalam 802.11n)  Multi-user MIMO (MU-MIMO) o Multiple Stasiun, masing-masing dengan satu atau lebih banyak antena, mengirim atau menerima datastream independen secara simultan.

2.8. Metode Pemilihan Antenna untuk Aplikasi ISM

  Industrial, Scientific and Medical (ISM) radio bands adalah suatu band radio (bagian dari spectrum radio)yang bertanggung jawab terhadap pengaturan penggunaan radio frequency (RF) untuk kebutuhanindustrial, scientific dan medical. Antenna merupakan salah satu bagian yang penting dalam suatu sistemkomunikasi radio.

2.8.1 Aplikasi Point to Point

  Dengan adanya sinyal yang kuat, maka akan dapat merekduksi noise ataupun interferensi yang ada disekitarnya. Jenis antenna yang sering digunakan untuk aplikasiPoint to Point adalah Grid Antenna, seperti gambar berikut ini.

2.8.2 Aplikasi Multi-Point

  Sistem multipoint merupakan tipe koneksi yang mempunyai sebuah node (antenna / concentrator) dansejumlah subscriber node. Sebuat node harus mempunyai suatu beam yang cukup agar semua subscriber node dapatberkomunikasi dengan baik kepadanya.

2.8.3 Parameter Pada Antenna

  Antenna mempunyai beberapa parameter yang menunjukkan spesifikasi dan karakteristik yang dimilikioleh suatu antenna. Suatu kemampuan antenna untuk menghande dari terpaan angin dengan bebab yang dimiliki oleh antenna tersebut.

2.11. Soal Latihan

  Jelaskan fungsi dari Antena dan sebutkan jenis-jenis antena berdasarkan pola radiasinya! Apa yang dimaksud dengan Radiasi GelombangElektromagnetik?

2.12. Referensi

John D. Krous, Antenas, McGraw-Hill Book Company,1988.http://www.akateljakarta.weebly.com-uploads-Fantena- bab1.docfile:///C:/CISCO_CCNA/Discovery1_English/theme/cheet ah.html?cid=0400000000&l1=en&l2=none&chapter =7 http://www.afar.net/tutorials/antennas/http://www.wlanmall.com/wireless_faq.php http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/WiFi :_Menghitung_Link_Budgethttp://myteks.wordpress.com/2011/05/17/wireless-lan- 802-11abgny-apa-bedanya/

BAB II I MERAKIT MINI TOWER ANTENA Tujuan Diklat Setelah selesai Pelatihan ini, diharapkan peserta dapat :

  Melakukan perakitan Mini Tower Antena dengan baik dan benar Waktu Diklat Diklat ini direncanakan selama 5 jam Pelajaran. Materi Diklat Materi diklat ini terdiri dari beberapa sub pokok bahasan seperti halaman berikut ini.

3.1. Mini Tower Antena

  Mini Tower Antena (MTA) merupakan suatu TowerAntena yang berukuran Mini (kecil), serta digunakan untuk melakukan Praktikum merakit mini tower bagipeserta pelatihan. Model Mini Tower Antena digambarkan sebagai berikut : Gambar 3.1.

3.2. Merakit Mini Tower Antena

  MiniTower Antenna ini dibuat menggunakan plat dengan ketebalan 2 mm dan beton eser dengan diameter 8 mm. Gambar 3.2 Merakit Mini Tower Antena (dudukan), kemudian berurutan sampai ke spit (top off) Mini Tower Antenna. Kuatkan (kencangkan) masing-masing Mur-Baut dengan benar menggunakan kunci pas 14.

BAB IV MERAKIT ANTENA GRID Tujuan Diklat Setelah selesai Pelatihan ini, diharapkan peserta dapat :

  Melakukan perakitan Antenna Grid dengan baik dan benar. Materi Diklat Materi diklat ini terdiri dari beberapa sub pokok bahasan seperti halaman berikut ini.

4.1 Langkah-langkah Merakit Antenna Grid

  Gambar 4.1 Merakit Antenna Grid Untuk melakukan perakitan Antenna Grid, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan (seperangkat grid antenna dan kunci pas ukuran 14). Memasang kedua buah reflector-nya dengan cara menggabungkannya kemudian dikuatkan menggunakan mur baut. Gambar 4.2 Cara memasang Bullet pada Grid Antena  Menyiapkan Mini Tower Antenna dan Antenna Grid yang sudah dirakit. Melepas 2 buah klem Antenna yang ada pada dudukan Antenna Grid, dengan cara melepas keempat Mur yang terpasang pada dudukan Antenna.

BAB V MEMASANG BULLET PADA GRID ANTENA Tujuan Diklat Setelah selesai Pelatihan ini, diharapkan peserta dapat :

  Melakukan pemasangan Bullet pada Grid Antena Waktu Diklat Diklat ini direncanakan selama 5 jam Pelajaran. Materi Diklat Materi diklat ini terdiri dari beberapa sub pokok bahasan seperti halaman berikut ini.

5.1. Bullet

  Bullet merupakan penguat daya Radio Frequency (RF) yang dilengkapi dengan software AirOS yang diproduksioleh Ubiquity Networks. Bullet beserta pengkabelannya dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 5.1 Bullet dan Sistem Pengkabelan Melalui kabel ini, tegangan akan disupplay dari PoE dan juga lalu lintas data baik dari antenna maupun keantenna.

5.2. Memasang Bullet Pada Grid Antena

  Agar Bullet dapat berfungsi dengan baik, maka harus diberikan 2 buah kabel, yaitu kabel UTP dengankonektor RJ 45 dari PoE dan kabel Koaksial RG 8 menuju Antenna Grid atau Antenna lainnya. Langkah-langkah memasang Bullet pada Grid Antena adalah sebagai berikut :  Siapkan Bullet, Grid Antena dan Kabel. Putar kearah kiri pada N-Type Konektor sebelum dimasukkan ke Ujung kabel Koaksial dari Grid Antena.

6.1 Pengantar Tentang Bullet

  Gambar 6.10 View pada Tab System Pada Tab System ini terdapat fasilitas Administrator Username, Current Password, New Password, Verify New Password yang berkaitan dengan pengubahan Username dan Password yang ada pada Bullet. Untuk melakukan scanning terhadap antenna yang dapat diterima oleh antenna yang kita pasang, makadapat dilakukan dengan cara mengklik di Site Survey seperti berikut ini.

7.1. Mengkonfigurasi Access Point

  Gambar 7.1 Linksys Access Point Agar dapat berfungsi dengan baik, maka wireless Access Point ini harus dikonfigurasi dengan benar. Antenna ini mempunyai performance yang baik, harganya murah dan dapat digunakan untuk berbagaiaplikasi.

Dokumen baru