Data Pers_2014 Dewan Pers

Gratis

0
0
331
7 months ago
Preview
Full text
DATA PERS NASIONAL 2014 DATA PERS NASIONAL 2014 Data Pers Nasional 2014 |I II Data Pers Nasional 2014 DATA PERS NASIONAL 2014 Diterbitkan Oleh: Dewan Pers Data Pers Nasional 2014 |III DATA PERS NASIONAL 2014 Penyusun: Tim Dewan Pers Cetakan pertama: Desember 2014 Hak Cipta pada ©Dewan Pers Data Pers Nasional 2014 Penyusun: Tim Dewan Pers -Cet. I. Jakarta: Dewan Pers; 2014 XXVIII +302 halaman; 17.5 x 24 cm ISBN: 978-602-8721-25-7 Dewan Pers Gedung Dewan Pers Lantai 7-8 Jl. Kebon Sirih No. 32-34, Jakarta Pusat Telp. 021) 3504874-75, 77 Faks. 021) 3452030 www.dewanpers.or.id |www.presscouncil.or.id sekretariat@dewanpers.or.id Twitter: dewanpers IV Data Pers Nasional 2014 Daftar Isi DAFTAR ISI Pengantar Pendataan Pers Nasional Tahun 2014 .IX Tim Pendataan Pembuka Badan Usaha Pers .XIX Bagir Manan Standar Perusahaan Pers .XXIV Surat Edaran Dewan Pers Tentang Pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers .XXVI Seruan Dewan Pers Tentang Penggunaan Nama Penerbitan Pers .XXVIII DATA PERS CETAK 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Nanggroe Aceh Darussalam.Sumatera Utara.Sumatera Barat.Riau.Kepulauan Riau.Jambi.Sumatera Selatan.Bangka Belitung.Bengkulu.Lampung .Banten.DKI Jakarta.Jawa Barat.Jawa Tengah.Yogyakarta.Jawa Timur.Bali.Nusa Tenggara Barat.Nusa Tenggara Timur.Kalimantan Barat.3 7 13 19 25 29 33 45 49 53 59 63 87 95 101 105 117 123 127 131 Data Pers Nasional 2014 |V Daftar Isi 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. Kalimantan Selatan .Kalimantan Tengah.Kalimantan Timur.Sulawesi Selatan.Sulawesi Tenggara.Sulawesi Tengah.Gorontalo.Sulawesi Utara.Sulawesi Barat.Maluku.Maluku Utara.Papua.Papua Barat.Kalimantan Utara.129 139 143 147 153 157 161 165 169 173 177 181 185 189 DATA PERS TELEVISI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. VI Nanggroe Aceh Darussalam.Sumatera Utara.Sumatera Barat.Riau.Kepulauan Riau.Jambi.Sumatera Selatan.Bangka Belitung.Bengkulu.Lampung .Banten.DKI Jakarta.Jawa Barat.Jawa Tengah.Yogyakarta.Jawa Timur.Bali.Nusa Tenggara Barat.Nusa Tenggara Timur.Kalimantan Barat.Kalimantan Selatan .Kalimantan Tengah.Kalimantan Timur.Sulawesi Selatan.Sulawesi Tenggara.Sulawesi Tengah.Data Pers Nasional 2014 194 194 195 195 196 196 197 197 197 198 198 199 201 202 202 203 204 205 205 205 206 207 208 209 209 209 Daftar Isi 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. Gorontalo.Sulawesi Utara.Sulawesi Barat.Maluku.Maluku Utara.Papua.Papua Barat.Kalimantan Utara.210 210 210 211 211 211 212 212 DATA PERS RADIO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. Nanggroe Aceh Darussalam.Sumatera Utara.Sumatera Barat.Riau.Kepulauan Riau.Jambi.Sumatera Selatan.Bangka Belitung.Bengkulu.Lampung .Banten.DKI Jakarta.Jawa Barat.Jawa Tengah.Yogyakarta.Jawa Timur.Bali.Nusa Tenggara Barat.Nusa Tenggara Timur.Kalimantan Barat.Kalimantan Selatan .Kalimantan Tengah.Kalimantan Timur.Sulawesi Selatan.Sulawesi Tenggara.Sulawesi Tengah.Gorontalo.Sulawesi Utara.Sulawesi Barat.Maluku.Maluku Utara.Papua.215 217 221 223 225 227 229 231 233 234 237 239 243 251 259 262 268 271 272 274 276 278 279 282 284 285 285 286 287 287 287 288 Data Pers Nasional 2014 |VII Daftar Isi 33. Papua Barat.34. Kalimantan Utara.288 288 DATA PERS SIBER 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. VIII Nanggroe Aceh Darussalam.Sumatera Utara.Sumatera Barat.Riau.Kepulauan Riau.Jambi.Sumatera Selatan.Bangka Belitung.Bengkulu.Lampung .Banten.DKI Jakarta.Jawa Barat.Jawa Tengah.Yogyakarta.Jawa Timur.Bali.Nusa Tenggara Barat.Nusa Tenggara Timur.Kalimantan Barat.Kalimantan Selatan .Kalimantan Tengah.Kalimantan Timur.Sulawesi Selatan.Sulawesi Tenggara.Sulawesi Tengah.Gorontalo.Sulawesi Utara.Sulawesi Barat.Maluku.Maluku Utara.Papua.Papua Barat.Kalimantan Utara.Data Pers Nasional 2014 291 291 291 292 292 292 292 293 293 293 294 294 298 298 298 298 299 299 299 300 300 300 300 301 301 301 301 301 302 302 302 302 302 302 Pengantar PENGANTAR DATA PERS NASIONAL 2014 Setiap akhir tahun, Dewan Pers menerbitkan buku Data Pers Nasional. Penerbitan buku ini, yang menjadi bagian dari Program Pendataan, merupakan pelaksanaan Pasal 15 ayat (2) huruf (g) Undang-Undang No. 40/1999 tentang Pers yang menyebut salah satu fungsi Dewan Pers adalah “mendata perusahaan pers”.Program Pendataan juga sejalan dengan semangat Piagam Palembang tahun 2010 yang menegaskan komitmen perusahaan pers untuk melaksanakan empat Peraturan Dewan Pers, yakni Standar Perusahaan Pers, Standar Kompetensi Wartawan, Standar Perlindungan Profesi Wartawan dan Kode Etik Jurnalistik Dalam sistem kehidupan pers yang tidak mengharuskan adanya izin terbit untuk media cetak—yang dulu dikenal sebagai Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP)—kegiatan pendataan pers ini menjadi sangat penting. Data yang dikumpulkan Dewan Pers dapat menjadi rujukan banyak pihak, baik untuk tujuan penelitian ataupun pedoman dalam menyikapi pers dan wartawan di setiap daerah, baik yang profesional maupun yang cuma mengaku profesional. Penyusunan buku ini didahului dengan proses pengumpulan dan verifikasi data selama kurang lebih enam bulan. Tim pelaksana pendataan bekerja dengan supervisi Komisi Pendataan Pers, Dewan Pers. Seperti tahun lalu, program pendataan tahun 2014 meliputi empat jenis media yaitu cetak, televisi, radio dan siber. Kriteria utama yang digunakan untuk menilai media yang dapat masuk ke dalam buku ini, merupakan pengembangan dari kriteria tahun sebelumnya. Hal ini sesuai dengan target Dewan Pers dalam beberapa tahun ke depan untuk lebih menekankan hasil pendataan pada aspek data kualitatif daripada kuantitatif. Berikut sejumlah kriteria bagi perusahaan pers untuk dapat masuk ke dalam Data Pers Nasional Tahun 2014: 1. Berbadan hukum Indonesia. Sesuai Pasal 9 UU Pers, Setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia”.Badan hukum Indonesia yang dimaksud yaitu dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT),Koperasi atau Yayasan. Badan hukum tersebut harus dicantumkan secara terbuka di boks redaksi masing-masing perusahaan pers. 2. Memuat nama penanggung jawab, alamat, dan percetakan. Pasal 12 UU Pers secara tegas menyebutkan “Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; Data Pers Nasional 2014 |IX Pengantar khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan”.Penjelasan terhadap Pasal 12 UU Pers ini menerangkan bahwa pengumuman secara terbuka dilakukan dengan cara: a. media cetak memuat kolom nama, alamat, dan penanggung jawab penerbitan serta nama dan alamat percetakan; b. media elektronik menyiarkan nama, alamat, dan penanggungjawabnya pada awal atau akhir setiap siaran karya jurnalistik; c. media lainnya menyesuaikan dengan bentuk, sifat dan karakter media yang bersangkutan. Perusahaan pers yang tidak mencantumkan secara terbuka nama penanggung jawab, alamat dan percetakannya, tidak dimuat di dalam buku ini. 3. Teratur terbit atau bersiaran. Kriteria ini merujuk pada angka 15 Standar Perusahaan Pers yaitu “Perusahaan pers yang sudah 6 (enam) bulan berturutturut tidak melakukan kegiatan usaha pers secara teratur dinyatakan bukan perusahaan pers dan kartu pers yang dikeluarkannya tidak berlaku lagi.”4. Diterbitkan untuk umum. Termasuk di dalam kriteria ini adalah media harus dikelola sebagai usaha komersil dan penyebarannya dilakukan terbuka. Media yang terbit untuk kepentingan kehumasan atau media internal organisasi (perusahaan) tidak akan terdata di dalam buku ini. 5. Nama tidak menyerupai lembaga negara. Seruan Dewan Pers Nomor 01/SeruanDP/I/2014 Tentang Penggunaan Nama Penerbitan Pers meminta pengelola penerbitan pers untuk tidak menggunakan nama penerbitan yang menyerupai dengan nama lembaga pemerintahan, lembaga penegak hukum, lembaga sosial atau lembaga publik lain yang sudah dikenal publik. Media yang menggunakan nama, misalnya, KPK (yang tidak ada kaitan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK),BUSER (mirip dengan satuan tugas kepolisian),ICW (mirip LSM Indonesia Corruption Watch/ICW) tidak akan terdata. 6. IPP Tetap. Televisi dan radio yang tercantum di dalam buku ini yang telah mengantongi Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) tetap. Enam kriteria di atas lebih bersifat administratif. Untuk tahun berikutnya, Dewan Pers sedang merancang kriteria pendataan yang memberi perhatian pada aspek administratif sekaligus substantif atau kualitatif. Proses Pendataan Selama kurang lebih enam bulan, Tim bekerja pengumpulkan data perusahaan pers yang diperoleh dari berbagai sumber, antara lain: 1. Data yang dimiliki Dewan Pers tahun 2012-2013. 2. Data yang dikirim oleh perusahaan pers. 3. Data yang diberikan oleh organisasi pers seperti Persatuan Wartawan Indonesia X Data Pers Nasional 2014 Pengantar (PWI),Aliansi Jurnalis Independen (AJI),Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Serikat Perusahaan Pers (SPS),Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI),dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasinonal Indonesia (PRSSNI).4. Data yang dikirim oleh pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota dan provinsi. 5. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di pusat dan daerah. 6. Data dari lapangan, baik dari masyarakat, penjual koran, internet dan sumber lainnya. Data yang telah terkumpul kemudian diolah melalui tahapan: 1. Pengolahan awal. Data perusahaan pers lama maupun baru, yang telah berhasil dikumpulkan, akan diolah oleh Tim inti. Setiap data perusahaan pers tersebut akan diberi catatan sesuai kriteria pendataan yang sudah ditentukan. Pada tahap ini, sudah mulai muncul gambaran perusahaan pers yang memenuhi kriteria dan tidak memenuhi kriteria. 2. Verifikasi tahap pertama. Dilakukan verifikasi pertama terhadap data yang masuk melalui komunikasi telepon, faksimili, surat elektronik. 3. Verifikasi tahap kedua. Pada tahap ini, Tim akan menguji data awal yang sudah didapat dengan berkunjung ke daerah. Mereka melakukan verifikasi lapangan dengan mengunjungi kantor perusahaan pers dan menemui pihak-pihak yang dapat memberi informasi mengenai keberadaan perusahaan pers di masingmasing daerah. 4. Finalisasi. Hasil dari verifikasi pertama dan kedua dibahas dalam rapat khusus Tim pendataan. Rapat inilah yang memutuskan satu perusahaan pers layak atau tidak layak masuk ke dalam buku ini. Hasil pendataan Berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan dan setelah melakukan proses pengumpulan serta pengolahan data awal, Tim berhasil mendata 567 media cetak, 1166 stasiun radio, 394 stasiun televisi, dan 211 media siber selama tahun 2014. Seluruh data perusahaan pers tersebut dimuat di dalam buku ini. Untuk media cetak, rinciannya 312 harian, 173 mingguan dan 82 bulanan. Jumlah ini meningkat 158 media cetak dibanding tahun 2013 yang totalnya ada 409. Peningkatan yang sangat terlihat ada pada suratkabar harian dari sebelumnya 215 menjadi 311 Peningkatan jumlah perusahaan pers juga terjadi pada media penyiaran, radio dan televisi, serta media siber. Pada tahun 2013, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dewan Pers mencatat ada 991 stasiun radio dan 340 stasiun televisi. Sedangkan tahun 2014 meningkat menjadi 1166 stasiun radio dan 394 stasiun televisi. Data Pers Nasional 2014 |XI Pengantar Sedangkan jumlah media siber dari sebelumnya ada 134 menjadi 211. Pendataan untuk media siber baru dilakukan oleh Dewan Pers dua tahun terakhir ini. Karena itu, sangat mungkin ada banyak media siber yang telah memenuhi kriteria namun belum termuat di dalam buku ini. Temuan dan Persoalan Selama proses pendataan, kami mencatat beberapa temuan dan persoalan yang penting untuk dikemukakan sebagai masukan bagi masyarakat, perusahaan pers, dan khususnya Dewan Pers. Temuan atau persoalan ini secara umum masih serupa atau bahkan sama dengan tahun-tahun sebelumnya. 1. Banyak media yang tidak mencantumkan nama penanggung jawab media bersangkutan di dalam kotak redaksi. Padahal, Pasal 12 UU Pers tegas menyebut: Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan.”Pelanggaran Pasal 12 ini dapat dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp100 juta. 2. Banyak media yang masih berbentuk CV (Commanditer Vennootschap).3. Masih ada media cetak yang menggunakan nama yang mirip dengan nama lembaga negara atau pemerintah seperti KPK, BIN, Gegana, Tipikor. 4. Tidak semua perusahaan pers yang dikirimi formulir pendataan mengisi dan mengembalikan formulirnya ke Dewan Pers. Termasuk di antara mereka adalah beberapa media besar di Jakarta dan daerah lainnya. Hal ini turut menjadi kendala, karena Tim harus bekerja lebih keras dalam melalukan verifikasi. 5. Sejumlah pengelola media mengirim formulir pendataan namun tidak menyertakan bukti cetak. Padahal, bukti cetak menjadi syarat penting untuk menunjukkan media bersangkutan masih terbit rutin. 6. Perusahaan pers hanya mencantumkan nomor telepon genggam (handphone) di dalam kotak redaksinya. 7. Tim pendata yang bertugas datang ke daerah, belum mampu menjangkau seluruh perusahaan pers yang berada di kabupaten atau kota yang jauh dari ibu kota provinsi. Sejauh ini, upaya untuk “menemukan” mereka dilakukan antara lain dengan cara: meminta data ke pemerintah kabupaten/kota, menelusuri tempat-tempat penjualan koran, meminta informasi dari setiap jaringan Dewan Pers di daerah, atau menelusuri informasi mereka melalui internet. 8. Masih cukup banyak perusahan pers yang tidak memiliki laman (website).Padahal, saat ini, eksistensi sebuah perusahaan pers antara lain dapat dilihat dari laman yang dimilikinya. Keberadaan laman tersebut mempermudah tim pendata dalam melakukan verifikasi. 9. Kami menemukan sejumlah pengisian formulir pendataan yang terlihat tidak rasional. Misalnya, terkait jumlah gaji maupun jumlah wartawan. XII Data Pers Nasional 2014 Pengantar 10. Sumber awal data media elektronik (memiliki IPP) yang tercantum di dalam buku ini kami dapatkan dari lembaga resmi seperti KPI, Kementerian Kominfo, dan PRSSNI. Kesulitan muncul apabila data yang didapat dari lembaga-lembaga tersebut, tidak lengkap menyebut alamat dan frekuensi masing-masing media. Di beberapa daerah, kami menemukan kesulitan semacam itu. Tim pendataan menyadari adanya kekurangan dalam proses pendataan ini. Sangat mungkin ada media yang sebenarnya memenuhi kriteria tetapi tidak tercantum di dalam buku ini. Kami terbuka untuk menerima masukan. Perusahaan pers yang merasa memenuhi kriteria namun belum termuat di dalam buku, dapat menyampaikan datanya kepada Dewan Pers. Data tersebut pertama-tama akan dimuat di website Dewan Pers dan selanjutnya di dalam buku data pers nasional tahun depan. Jakarta, Desember 2014 Tim Pendataan Pers Nasional Data Pers Nasional 2014 |XIII XIV Data Pers Nasional 2014 Rekapitulasi REKAPITULASI DATA PERS CETAK TAHUN 2014 No Provinsi Harian Mingguan Bulanan JUMLAH 1 Aceh 3 2 5 2 Sumatera Utara 21 4 25 3 Sumatera Barat 7 9 4 Riau 14 6 20 5 Kepulauan Riau 6 2 8 6 Jambi 8 7 Bengkulu 7 3 8 Sumatera Selatan 23 11 9 Bangka Belitung 67 1 7 10 Lampung 16 3 19 11 Banten 7 1 8 12 DKI Jakarta 32 65 33 130 13 Jawa Barat 15 10 5 30 14 Jawa Tengah 15 3 6 24 18 15 Yogyakarta 6 2 3 11 16 Jawa Timur 22 36 6 63 0 17 Bali 12 2 2 16 18 Nusa Tenggara Barat 7 1 8 19 Nusa Tenggara Timur 4 1 5 20 Kalimantan Barat 7 21 Kalimantan Selatan 7 22 Kalimantan Tengah 7 23 Kalimantan Timur 4 24 Sulawesi Selatan 10 9 25 Sulawesi Tenggara 5 1 17 8 10 17 51 1 8 4 1 12 21 1 109 2 6 9 10 24 5 5 Data Pers Nasional 2014 |XV Rekapitulasi 26 Sulawesi Tengah 6 6 27 Gorontalo 2 2 28 Sulawesi Utara 10 10 29 Sulawesi Barat 1 1 30 Maluku 7 7 31 Maluku Utara 2 2 32 Papua 5 5 33 Papua Barat 6 34 Kalimantan Utara 1 312 TOTAL 289 1 7 1 173 137 82 81 567 507 REKAPITULASI DATA MEDIA PENYIARAN DAN SIBER REKAPITULASI DATA MEDIA PENYIARAN DAN SIBER TAHUN 2014 TAHUN 2014 NO XVI Provinsi Radio Televisi Siber Jumlah 1 NAD 26 6 4 36 2 Sumatera Utara 59 13 9 81 3 Sumatera Barat 35 13 4 52 4 Riau 29 11 3 43 5 Kepulauan Riau 18 13 3 34 6 Jambi 20 9 4 33 7 Bengkulu 13 4 4 21 8 Sumatera Selatan 28 16 5 49 9 Bangka Belitung 21 3 5 29 10 Lampung 40 12 10 62 11 Banten 37 5 5 47 12 DKI Jakarta 40 40 64 144 13 Jawa Barat 153 30 5 188 14 Jawa Tengah 176 16 2 194 Data Pers Nasional 2014 Rekapitulasi 15 DIY 38 12 5 55 16 Jawa Timur 130 13 15 158 17 Bali 60 14 6 80 18 Nusa Tenggara Barat 14 10 1 25 19 Nusa Tenggara Timur 28 7 12 47 20 Kalimantan Barat 20 11 2 33 21 Kalimantan Selatan 37 26 5 68 22 Kalimantan Tengah 15 16 1 32 23 Kalimantan Timur 51 22 3 76 24 Sulawesi Selatan 20 15 5 40 25 Sulawesi Tenggara 18 5 5 28 26 Sulawesi Tengah 5 11 2 18 27 Gorontalo 3 4 2 9 28 Sulawesi Utara 17 13 12 42 29 Sulawesi Barat 2 1 2 5 30 Maluku 5 9 1 15 31 Maluku Utara 2 3 1 6 32 Papua 3 9 3 15 33 Papua Barat 3 2 1 6 34 Kalimantan Utara 0 0 0 0 1166 394 211 1771 Total Data Pers Nasional 2014 |XVII XVIII Data Pers Nasional 2014 Pembuka PEMBUKA BADAN USAHA PERS Bagir Manan Ketua Dewan Pers If the media are to be free from government, they have to be organized as a market, not a state, system, and if they are to serve fully democracy, the should be staffed by professionalis seeking to be accurate, impartial and informative” James Curran, Media And Democracy, Routledge, 2011) 1. Pembukaan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 menentukan perusahaan pers harus berbadan hukum (berbentuk badan hukum) tanpa menyebutkan jenis badan hukum tertentu, misalnya perseroan terbatas (PT).Menurut hukum, cq. undang-undang, ada bermacam-macam (jenis-jenis) badan hukum (PT, Koperasi, Yayasan, BUMN, BUMD, BH. Pendidikan).Di masa Hindia Belanda (sampai beberapa waktu setelah merdeka masih berlaku) selain PT (waktu itu disebut NV sebagai singkatan dari Naamloze Vennootschap) yang diatur dalam KUHDagang (WvK),ada juga badan hukum lain yang diatur dalam IBW (Indische Bedrijfswet) dan ICW (Indische Comptabiliteitswet).Badan hukum menurut IBW, antara lain, seperti jawatan kereta api, perusahaan telegraf dan telepon, sedangkan badan hukum menurut ICW (undang-undang keuangan negara) yaitu perusahaan air minum. Dalam ICW pula kita menemukan penegasan bahwa negara, adalah badan hukum. Di masa Hindia Belanda, ada pula badan hukum khusus untuk gereja (kerkstaat).Demikian, sekedar mengenali aneka ragam badan hukum yang ada dan pernah ada di Indonesia. Pada saat inipun ada berbagai undang-undang yang mengatur badan hukum di tanah air kita. Ada UU PT, UU Koperasi, UU Yayasan, UU BUMN, dan BUMD, UU Perguruan Tinggi. Suatu ketika (sebelum diubah menjadi PT),perusahaan minyak Pertamina, merupakan badan hukum tersendiri. Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Pers Data Pers Nasional 2014 |XIX Pembuka 2. Praktek Badan Usaha Pers Setiap tahun, Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers (Dewan Pers) melakukan –antara lain –pendataan perusahaan pers. Diperoleh data, belum semua perusahaan pers berbadan hukum. Masih ada yang berbentuk Firma (Fa) atau CV (Commanditer Vennootschap).Baik menurut hukum maupun doktrin, Fa dan CV di Indonesia hingga saat ini bukan badan hukum. Dengan demikian, secara formal, perusahaan pers semacam ini belum memenuhi ketentuan UU No. 40 Tahun 1999. Persoalannya: Apakah memang harus berbadan hukum dan mengapa harus berbadan hukum?”diuraikan di bawah).3. Perusahaan Pers Harus atau Tidak Harus Berbadan Hukum Ada etikad baik, pembentuk UU No. 40 Tahun 1999 mengharus-kan perusahaan pers berbentuk badan hukum (sudah semestinya):Pertama; per definisi: Perusahaan adalah kegiatan ekonomi untuk mencari atau memperoleh laba atau keuntungan”.Satu-satunya motif perusahaan adalah motif ekonomi dan motif ekonomi tidak lain mencari dan memperoleh laba. Perusahaan pers sebagai perusahaan (bedrijf, interprise) tidak mungkin luput dari motif itu. Lebih-lebih lagi, perkembangan pers sebagai industri atau sebagai usaha ekonomi. Kedua; bentuk badan hukum, akan memberikan kedudukan hukum dan pertanggungjawaban hukum yang lebih pasti. Hubungan hak dan kewajiban, baik kedalam maupun keluar lebih memiliki dasar dan kepastian. Hal ini akan lebih menjamin perusahaan pers melaksanakan hak dan kewajiban hukum yang tidak akan merugikan pihak lain. Lebih lanjut, bentuk badan hukum diharapkan memberi kepercayaan (trust) yang lebih besar pada suatu perusahaan pers. Ketiga; bentuk badan hukum memberi dasar yang lebih kuat suatu perusahaan pers berkembang sebagai suatu perusahaan yang manageble, ekonomis, efektif dan efisien. Bagaimana kenyataan yang dihadapi? Pertama; perkembangan teknologi jurnalistik dan jurnalisme tidak selalu “gatuk” match) dengan kegiatan yang bersifat perusahaan. Apakah yang disebut “citizen journalism” atau semua kegiatan media online merupakan aktifitas perusahaan dan harus diberi bentuk sebagai badan usaha? Kedua; didapati berbagai kegiatan yang merupakan suatu fungsi jurnalistik (menjalankan semua aktifitas jurnalistik, tetapi bukan suatu perusahaan pers. Pers kampus (pers mahasiswa).Dalam kenyataan, pers kampus (cetak, siaran, atau online) melakukan kegiatan jurnalistik. Bahkan dari cara kerja, acap kali menunjukkan tata kerja profesional. Apakah pers kampus harus menjadi perusahaan pers dan harus diberi bentuk badan hukum? Mungkin ada contoh-contoh lain. XX Data Pers Nasional 2014 Pembuka Ada beberapa pilihan. Pertama; pers, semacam pers kampus tidak digolongkan sebagai pers. Mereka tidak perlu tunduk pada kode etik jurnalistik dan undang-undang pers. Akibatnya, pers semacam pers kampus, tidak berhak atas perlindungan yang diatur kode etik, undang-undang pers, dan berbagai jaminan kemerdekaan pers. Setelah tahun 1980-an, Mahkamah Agung Amerika Serikat, dalam sejumlah putusan menetapkan terhadap pers kampus tidak berlaku Amandemen Pertama dan membenarkan Rektor (atau pimpinan sekolah) melakukan tindakan terhadap pers kampus (larangan terbit, sensor, breidel).Kedua; melonggarkan kegiatan pers. Pers tidak hanya dilaksanakan oleh atau melalui perusahaan pers. Setiap kegiatan yang memiliki semua kriteria jurnalistik (perorangan, badan usaha tidak berbadan hukum, atau badan usaha berbadan hukum).Kalau konsep semacam ini dapat diterima, harus ada perubahan UU No. 40 Tahun 1999. Dengan demikian, pers semacam pers kampus adalah pers, karena itu wajib tunduk dan berhak mendapat perlindungan kode etik dan hukum (terutama yang berkaitan dengan jaminan dan perlindungan atas kemerdekaan pers).4. Pilihan Bentuk Badan Hukum Pers Sebelum mencatat kemungkinan bentuk-bentuk badan hukum pers, perlu terlebih dahulu diingatkan (kembali) mengenai hal-hal berikut: Pertama; mengenai katagori badan hukum yang dibedakan antara badan hukum publik (publiek rechtspersoon, public corporation atau public legal person atau public legal entity) dan badan hukum keperdataan atau badan hukum privat (privaat rechtspersoon, private legal person atau private legal entity).Badan hukum keperdataan didirikan oleh perorangan (oleh orang atau oleh badan hukum publik atau privat),diatur dan tunduk pada hukum keperdataan dalam arti luas (hukum perdata, dan hukum dagang).Badan hukum publik didirikan oleh badan publik (negara, badanbadan publik otonom),diatur dan tunduk pada hukum publik untuk melaksanakan tugas-tugas publik (state functions).Kedua; badan hukum adalah subyek hukum (pembentuk hak dan kewajiban hukum) terlepas (terpisah) dari pendiri, anggota, atau penyerta (penanam modal).Ketiga; badan hukum mempunyai kekayaan sendiri, terpisah dari kekayaan pendiri, anggota, atau penyerta/penanam modal. Keempat; pengurus badan hukum hanya sebagai wakil atau mewakili (di dalam atau di luar pengadilan).Karena itu tidak bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan oleh atas nama badan hukum, kecuali dapat dibuktikan pengurus bertindak ketika badan hukum belum disahkan, atau bertindak melampaui wewenang, atau mencari keuntungan pribadi dari kegiatan (usaha) badan hukum. Untuk menampung berbagai kenyataan seperti perkembangan sitizen journalism, pers kampus (pers mahasiswa),kapasitas permodalan, perusahaan pers dapat memilih berbagai bentuk badan usaha sebagai berikut: Data Pers Nasional 2014 |XXI Pembuka Pertama; tidak merupakan badan usaha karena merupakan bagian dari organisasi publik atau privat, dan tidak ada motif mencari laba. Termasuk kriteria ini adalah pers kampus yang merupakan bagian organik dari universitas (sekalipun otonom),kegiatan jurnalistik tetap oleh perorangan, seperti website atau media online perorangan. Yang perlu diatur adalah sistem pengendalian dan tanggung jawab agar disatu pihak dijalankan dengan kriteria-kriteria jurnalistik, kewajiban mematuhi kode etik (seperti Pedoman Media Siber yang dibuat Dewan Pers bersama penyelenggara media siber).Kedua; badan usaha yang tidak berbadan hukum baik perorangan (maatschap) atau persekutuan dagang (Firma atau CV).Walaupun tidak berbadan hukum (maatschap, atau CV) adalah badan usaha yang bersifat ekonomi (motif memperoleh laba).Bentuk badan usaha ini untuk menampung keinginan (hasrat) jurnalistik tanpa memerlukan modal yang terlalu besar dan mungkin sekedar untuk memenuhi kebutuhan (media) lokal. Namun ada resiko: Tidak ada pemisahan dengan kekayaan pribadi pemilik atau semua anggota persekutuan. Setiap kewajiban ekonomi (keuangan) terhadap pihak kedua atau ketiga akan mengenai juga kekayaan pribadi dan pertanggungan renteng (hoofdelijk aansprakelijkheid) yaitu setiap peserta bertanggung jawab atas seluruh kewajiban perusahaan (tidak ada pembatasan tanggung jawab).Karena tidak ada kewaiban hukum memenuhi kriteria-kriteria yang harus dipenuhi (menurut undang-undang),mudah sekali disalahgunakan sebagai satu usaha coba-coba, keisengan, atau alat melakukan perbuatan dengan etikad buruk (ter kwader trouw, bad faith).Apalagi ditopang oleh wartawan abal-abal dan lain-lain semacam itu. Ketiga; berbentuk badan hukum. Ada beberapa pilihan. Perseroan Terbatas (PT).Pada saat ini, PT merupakan bentuk yang lazim dikalangan perusahaan pers dan merupakan badan usaha yang berkarakter dan bertujuan ekonomi. Walaupun demikian, sebagai perusahaan pers, wajib menjunjung tinggi fungsi dan tujuan pers sebagai sarana publik. Tanggung jawab yang terbatas (terbagi atau tidak terbagi atas saham) memperkecil resiko pendiri atau peserta. Peluang berkembang lebih besar, apalagi kalau sejak semula telah ditopang modal yang cukup atau besar (secara statuter, modal dasar atau modal statuter secara formal tidak terlalu besar).Bentuk PT lebih mudah meraih kepercayaan publik sebagai badan usaha yang bersungguh-sungguh, disertai pertanggungjawaban yang jelas. Koperasi. Koperasi juga usaha yang bersifat ekonomi. Tetapi tidak sekedar bentuk badan usaha ekonomi. Koperasi menurut UUD 1945 dan cita-cita koperasi, adalah sebuah gerakan ekonomi dan sosial rakyat (bukan pemilik modal).Bahkan mengandung pula makna politik. Koperasi sebagai gerakan adalah usaha perubahan ekonomi, sosial, bahkan politik. Bung Hatta mengajarkan, koperasi adalah juga wadah pendidikan politik yaitu wadah menanam tanggung jawab bersama, melaksanakan kedaulatan rakyat secara sehat (pimpiinan koperasi dipilih secara bergilir).Diberbagai XXII Data Pers Nasional 2014 Pembuka negara (seperti di Belanda, negara-negara Skandinavia) menunjuk-kan prestasi yang sangat bagus. Mungkinkah koperasi menjadi wadah perusahaan pers? Sangat mungkin. Koperasi adalah badan hukum dan tata cara mendirikan sederhana. Sejak awal koperasi mengharuskan partisipasi orang banyak (pendiri minimal 22 orang).Badan hukum koperasi dapat lebih menjamin misi idiil pers sebagai sarana publik, dan berkembang serentak, baik sebagai sarana ekonomi maupun sosial. Sayang sekali, saya belum pernah mendengar perusahaan pers yang berbentuk koperasi (mungkin saya salah).Yayasan. Suatu usaha atau kegiatan pers yang semata-mata bersifat sosial, keagamaan, atau kemanusiaan dapat meng-gunakan bentuk yayasan. Sesuai dengan ketentuan undang-undang, kalau ada pers dimiliki atau diterbitkan yayasan, tidak boleh bersifat komersial. Tetapi apabila penerbitan itu secara substantif sangat berwibawa (memiliki otoritas) dapat memperoleh kompensasi (bukan harga ekonomi) yang memadai. Pada saat ini cukup banyak yayasan atau perkumpulan (politik, sosial, ekonomi) yang memiliki penerbitan, tetapi tidak diberi makna sebagai kegiatan pers. Bagi mereka tidak berlaku perlindungan dan jaminan serta kewajiban yang diatur dalam kode etik pers dan peraturan perundang-undangan (5. Penutup Secara normatif, ada pilihan-pilihan badan hukum perusahaan pers (tidak hanya PT).Tetapi secara sosiologis (kenyataan),PT yang paling umum dipergunakan. Sebaliknya, Undang-Undang Pers tidak membuka peluang perusahaan pers yang tidak berbadan hukum. Selama UU No. 40 Tahun 1999 masih berlaku, ada kewajiban hukum, perusahaan pers yang belum berbadan hukum untuk diubah menjadi badan hukum. Tanpa perubahan, berarti pelanggaran terhadap Undang-Undang Pers. Bagi perusahaan pers yang masih –misalnya berbentuk Fa atau CV –berubah menjadi badan hukum –seperti PT –lebih memungkinkan, antara lain, perubahan dari pertanggungjawaban tidak terbatas menjadi pertanggungjawaban terbatas. Namun perlu pula dipikirkan, kemungkinan pers perorangan atau pers yang berkaitan dengan suatu satuan publik (seperti pers kampus),perlu mendapat wadah yang tepat baik untuk kepastian, pertangungjawaban, maupun untuk perkembangan. Menutup catatan ini, barangkali ada baiknya memperhatikan kutipan dari James Curran di atas dengan terjemahan bebas sebagai berikut: Sekiranya media itu harus bebas dari pemerintah, maka harus diselenggarakan menurut (berdasarkan) sistem pasar bukan sistem (yang ditentukan) negara. Apabila dimaksudkan sepenunya sebagai sarana demokrasi, maka harus diselenggarakan oleh pekerja profesional yang bekerja secara akurat, imparsial, dan informatif”.Data Pers Nasional 2014 |XXIII Lampiran Lampiran: PERATURAN DEWAN PERS Nomor: 4/Peraturan-DP/III/2008 tentang STANDAR PERUSAHAAN PERS STANDAR PERUSAHAAN PERS Sebagai wahana komunikasi massa, pelaksana kegiatan jurnalistik, penyebar informasi dan pembentuk opini, pers harus dapat melaksanakan asas, fungsi, kewajiban, dan peranannya demi terwujudnya kemerdekaan pers yang profesional berdasarkan prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum. Untuk mewujudkan kemerdekaan pers yang profesional maka disusunlah standar sebagai pedoman perusahaan pers agar pers mampu menjalankan fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial, serta sebagai lembaga ekonomi. 1. Yang dimaksud perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan atau menyalurkan informasi. 2. Perusahaan pers berbadan hukum perseroan terbatas dan badan-badan hukum yang dibentuk berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3. Perusahaan pers harus mendapat pengesahan dari Departemen Hukum dan HAM atau instansi lain yang berwenang. 4. Perusahaan pers memiliki komitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 5. Perusahaan pers memiliki modal dasar sekurang-kurangnya sebesar Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah) atau ditentukan oleh Peraturan Dewan Pers. 6. Perusahaan pers memiliki kemampuan keuangan yang cukup untuk menjalankan kegiatan perusahaan secara teratur sekurang-kurangnya selama 6 (enam) bulan. 7. Penambahan modal asing pada perusahaan pers media cetak dilakukan melalui pasar modal dan tidak boleh mencapai mayoritas, untuk media penyiaran tidak boleh lebih dari 20% dari seluruh modal. 8. Perusahaan pers wajib memberi upah kepada wartawan dan karyawannya sekurang-kurangnya sesuai dengan upah minimum provinsi minimal 13 kali setahun. XXIV Data Pers Nasional 2014 Lampiran 9. Perusahaan pers memberi kesejahteraan lain kepada wartawan dan karyawannya seperti peningkatan gaji, bonus, asuransi, bentuk kepemilikan saham dan atau pembagian laba bersih, yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama. 10. Perusahaan pers wajib memberikan perlindungan hukum kepada wartawan dan karyawannya yang sedang menjalankan tugas perusahaan. 11. Perusahaan pers dikelola sesuai dengan prinsip ekonomi, agar kualitas pers dan kesejahteraan para wartawan dan karyawannya semakin meningkat dengan tidak meninggalkan kewajiban sosialnya. 12. Perusahaan pers memberikan pendidikan dan atau pelatihan kepada wartawan dan karyawannya untuk meningkatkan profesionalisme. 13. Pemutusan hubungan kerja wartawan dan karyawan perusahaan pers tidak boleh bertentangan dengan prinsip kemerdekaan pers dan harus mengikuti Undang-Undang Ketenagakerjaan. 14. Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat, dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk media cetak ditambah dengan nama dan alamat percetakan. Pengumuman tersebut dimaksudkan sebagai wujud pertanggungjawaban atas karya jurnalistik yang diterbitkan atau disiarkan. 15. Perusahaan pers yang sudah 6 (enam) bulan berturut-turut tidak melakukan kegiatan usaha pers secara teratur dinyatakan bukan perusahaan pers dan kartu pers yang dikeluarkannya tidak berlaku lagi. 16. Industri pornografi yang menggunakan format dan sarana media massa yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi bukan perusahaan pers. 17. Perusahaan pers media cetak diverifikasi oleh organisasi perusahaan pers dan perusahaan pers media penyiaran diverifikasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Jakarta, 6 Desember 2007 Data Pers Nasional 2014 |XXV Lampiran Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 Tentang Pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers Dalam rangka menjamin pelaksanaan kemerdekaan pers dan untuk memenuhi hak masyarakat mendapatkan informasi berkualitas dan adil, Dewan Pers perlu menegaskan kembali beberapa ketentuan tentang perusahaan pers yang ada di dalam UU No.40/1999 tentang Pers dan Standar Perusahaan Pers (Peraturan Dewan Pers No. 4/2008) yang harus dipenuhi oleh perusahaan pers, sebagai berikut: 1. Setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia” Pasal 9 Ayat (2) UU No. 40/1999).Sesuai Standar Perusahaan Pers, badan hukum Indonesia yang dimaksud di atas berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau badan-badan hukum lainnya yang dibentuk berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Badan hukum lainnya yaitu yayasan atau koperasi. Sesuai Pasal 1 angka 2 UU Pers, badan hukum untuk penyelenggaraan usaha pers adalah badan hukum yang “secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi.”Dengan demikian, bentuk badan hukum untuk usaha pers tidak dapat dicampur dengan usaha lain selain di bidang pers. 2. Perusahaan pers memberikan kesejahteraan kepada wartawan dan karyawan pers dalam bentuk kepemilikan saham dan atau pembagian laba bersih serta bentuk kesejahteraan lainnya” Pasal 10 UU No. 40/1999).Ketentuan ini perlu ditekankan, karena Dewan Pers menemukan sejumlah kasus perusahaan pers hanya memberikan kartu pers kepada wartawannya tanpa memberi gaji, dan meminta wartawannya untuk mencari penghasilan sendiri. 3. Perusahaan Pers wajib memberi upah kepada wartawan dan karyawannya sekurang-kurangnya sesuai dengan upah minimum provinsi minimal 13 kali setahun” Butir 8 Standar Perusahaan Pers).Dalam hal ini Dewan Pers mengingatkan, sesuai dengan UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, perusahaan yang memberikan upah lebih rendah dari upah minimum provinsi atau kabupaten/kota dapat dipidana paling rendah 1 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100 juta. 4. Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan” Pasal 12 UU No 40/1999).Perusahaan pers yang melanggar ketentuan Pasal 12 ini dapat dipidana denda sekurangkurangnya Rp100 juta. Dalam hal ini, secara khusus, masih banyak ditemukan perusahaan pers yang tidak mengumumkan nama penanggung jawab secara terbuka melalui medianya. XXVI Data Pers Nasional 2014 Lampiran Sebagai tindaklanjut atas Surat Edaran ini, Dewan Pers hanya akan memasukkan data perusahaan pers yang telah mematuhi ketentuan di atas ke dalam website Dewan Pers dan buku Data Pers Nasional yang diterbitkan setiap tahun. Dewan Pers mengharapkan perusahaan pers yang belum memenuhi ketentuan di atas untuk segera melakukan perbaikan atau pembenahan hingga batas waktu tanggal 1 Juli 2014. Jika di kemudian hari timbul permasalahan atau pengaduan dari masyarakat terhadap perusahaan pers yang tidak memenuhi ketentuan di atas hingga batas waktu 1 Juli 2014, Dewan Pers mempertimbangkan untuk merekomendasikan penanganan-nya kepada aparat penegak hukum. Jakarta, 16 Januari 2014 Dewan Pers Prof. Dr. Bagir Manan, SH. MCL Ketua Data Pers Nasional 2014 |XXVII Lampiran Seruan Dewan Pers Nomor: 01/Seruan-DP/I/2014 Tentang Penggunaan Nama Penerbitan Pers Dewan Pers menemukan dan beberapa kali menerima pengaduan terkait penggunaan nama penerbitan pers yang menggunakan nama atau yang menyerupai nama lembaga pemerintahan, lembaga penegak hukum atau nama yang sudah dikenal atau melekat sebagai identitas suatu lembaga sosial atau publik tertentu, seperti LSM. Nama yang sering digunakan tersebut seperti Suratkabar KPK (yang tidak ada kaitan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK),Suratkabar BUSER (mirip dengan satuan tugas kepolisian),Suratkabar BIN (mirip nama Badan Intelijen Negara/BIN),Suratkabar ICW (mirip LSM Indonesia Corruption Watch/ICW).Penggunaan nama-nama tersebut untuk penerbitan pers dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat dan berpotensi disalahgunakan. Dewan Pers menerima sejumlah pengaduan tentang penyalahgunaan profesi wartawan oleh penerbitan pers yang menggunakan nama yang mirip dengan nama lembaga-lembaga dimaksud. Terkait hal tersebut, Dewan Pers meminta pengelola penerbitan pers untuk tidak menggunakan nama penerbitan yang menyerupai dengan nama lembaga pemerintahan, lembaga penegak hukum, lembaga sosial atau lembaga publik lain yang sudah dikenal publik. Anjuran ini tidak berlaku untuk ‘penerbitan atau media internal’ yang dikelola oleh lembaga pemerintahan, lembaga penegak hukum, lembaga sosial atau lembaga publik bersangkutan. Dewan Pers mempertimbangkan tidak akan memeriksa permohonan penyelesaian kasus pers atau permintaan advokasi yang diajukan oleh penerbitan pers yang menggunakan nama menyerupai lembaga pemerintahan, lembaga penegak hukum, lembaga sosial atau lembaga publik ini. Perlu ditambahkan, perbuatan semacam itu, selain merugikan publik (pengelabuan terhadap publik),juga merupakan perbuatan melanggar hukum. Demikian Seruan Dewan Pers ini untuk menjadi perhatian. Jakarta, 30 Januari 2014 Dewan Pers ttd Bagir Manan Ketua XXVIII Data Pers Nasional 2014 DATA PERS CETAK Data Pers Nasional 2014| 1 2 Data Pers Nasional 2014 NANGGROE ACEH DARUSSALAM Harian 3 Mingguan 2 Bulanan Data Pers Nasional 2014| 3 4 Data Pers Nasional 2014 Nanggroe Aceh Darussalam HARIAN MINGGUAN 1. PROHABA 1. INDEPENDEN TIMES Jl. Raya Lambaro KM. 4,5 Desa Meunasah Manyang, Banda Aceh Telp. 0651) 635644 Faks. 0651) 637170 Surel :prohaba@serambinews.com Laman :www.serambinews.com Jl. Wedana No. 10, Gampong Mibo, Banda Aceh Telp. 0651) 458665 Faks. 0651) 458665 Surel :independentimes@gmail.com Laman :www.independentimes.com Penanggung Jawab :H. Sjamsul Kahar Pemimpin Redaksi :Mawardi Ibrahim :H. Sjamsul Kahar Pemimpin Umum Direktur Utama :H. Sjamsul Kahar Pemimpin Perusahaan :Mohd. Din Badan Hukum :PT. Aceh Media Grafika Akta Notaris :No. 30, tanggal 17 Februari 1989 Percetakan :PT. Aceh Media Grafika (Koran Umum –Kelompok Serambi Indonesia) Penanggung Jawab Pemimpin Redaksi Direktur Utama/Ketua Komisaris/ Pengawas Utama Badan Hukum Akta Notaris Percetakan (Koran Umum) Yulinda :Dedi Rahman. S :Irfan, ST, MT :T. Iskandar Daod :PT. Independen Sarana Media :No. 52, tanggal 28-02-2014 :Gramedia Printing 2. MODUS ACEH 2. RAKYAT ACEH Jl. Sultan Malikussaleh No. 109, Lhong Raya, Banda Aceh 23238 Telp. 0651) 35478 Faks. 0651) 31341 Surel :metroaceh@gmail.com Laman : ang Telp. 0254) 217108 Faks. 0254) 219758 9. www.cumicumi.com Jl. Caringin Barat Kav. 10, Jakarta Selatan 12430 Telp. 021) 75903206, 7690815 Faks. 021) 75819008 5. www.xposeindonesia.com Jl. Lembah Cireundeu Permai II No. 2, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Telp. 021) 7500214 Surel :sayabens@yahoo.co.id 10. www.detik.com Aldevco Octagon Building Lt. 2 Jl. Warung Buncit Raya No. 75, Jakarta Selatan 12740 Telp. 021) 7941177 (hunting) Faks. 021) 7494472 Surel :redaksi@detik.com DKI JAKARTA 1. www.antarafoto.com Jl. Antara No. 57 Pasar Baru 10710 Telp. 021) 34833607 Surel :foto@antara.co.id 11. www.fiskal.co.id 294| Data Pers Nasional 2014 MNC Tower Lt. 21, Jl. Kebon Sirih 17, Jakarta Telp. 021) 94490556 Surel redaksi@fiskal.co.id Siber 12. www.gatra.com 21. www.jakpro.id Jl. Kalibata Timur IV/15, Jakarta Selatan 12740 Telp. 021) 7973535 Faks. 021) 79196941-2 Surel :redaksi@gatra.com 13. www.gentademokrasi.com Gd. Manggala Wanabhakti Lt. 2 R. 205 Jl. Jendral Gatot Subroto, Gelora, Tanah Abang 10270 Telp. 021) 71653495 Faks. 021) 5721332 Surel :redaksi.jakpro@gmail.com 22. www.jitunews.com Jl. Swasembada timur XII No. 56, Jakarta Utara 14320 Telp. 021) 43909425 Faks. 021) 43909425 Surel :redaksi@gentademokrasi.com 14. www.hukumonline.com Puri Imperium Office Plaza G-7 Jl. Kuningan Madya Kav. 2-6, Kuningan, Jakarta 12980 Telp. 021) 83701827 Faks. 021) 83701826 Surel :redaksi@hukumonline.com Jl. Tebet Raya No. 18B, Jakarta Selatan 12810 Telp. 021) 83708060 Faks. 021) 83786994 Surel :redaksi@jitunews.com 23. www.jpnn.com Graha Pena Jawa Pos Group Building, 5th floor Jl. Raya Kebayoran Lama 12, Jakarta Selatan Telp. 021) 53699607 Faks. 021) 53651465 24. www.jurnalparlemen.com 15. www.indonesiarayanews.com Jl. Iskandarsyah I No. 15, Kebayoran Baru, Jakarta 12160 Telp. 021) 7200060 16. www.indopos.co.id Gedung Graha Pena Indopos Lt. 10 Jl. Raya Kebayoran Lama No. 12, Jakarta Selatan 12210 Telp. 021) 53699556 Faks. 021) 5332234 17. www.infosatu.com Gedung Anugerah Lantai 6, Jl. Raya Pasar Minggu No. 17, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 12780 Telp. 021) 90608300 The Bellezza Shopping Arcade 2nd floor, Unit SA 0265, Permata Hijau, Jakarta Selatan Telp. 021) 25675566 Faks. 021) 25675566 25. www.jurnas.com Jl. Johar No. 8 Menteng, Jakarta Pusat 10340 Telp. 021) 31907599 26. www.kabar24.com Wisma Bisnis Indonesia Lantai 9 Jl. Mas Mansyur No. 12 A, Karet Tengsin, Jakarta Pusat 10220 Telp. 021) 57901023 ext: 865, 866 Faks. 021) 57901025 27. www.kapanlagi.com 18. www.inilah.com Jl. Rimba No. 42 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12150 Telp. 021) 7222338 (hunting) Faks. 021) 7222659 19. www.jakartaglobe.com Berita Satu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36, Jakarta 12650 Telp. 021) 29957500 Faks. 021) 5200467 20. www.jakartapress.com Jl. Rimba No. 42 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12150 Telp. 021) 7222338 (hunting) Faks. 021) 7222659 Surel :redaksi@jakartapress.com Jl. Tebet Barat IV No. 3, Jakarta Selatan 12810 Telp. 021) 83795245 Faks. 021) 83795246 28. www.kompas.com Gedung Kompas Gramedia, Unit II Lt. 5 Jl. Palmerah Selatan No. 22-28, Jakarta 10270 Telp. 021) 53699200/5350377 Faks. 021) 5360678 29. www.libas-online.com Jl. Kp. Rawa Selatan I No. 10 Kel. Galur, Kec. Johar Baru, Jakarta Pusat 10530 Telp. 021) 99331014 Surel :redaksi_libass@yahoo.com 30. www.liputan6.com Telp. 021) 7229681 Faks. 021) 7229697 Surel :redaksi@liputan6.com Data Pers Nasional 2014| 295 Siber 31. www.mediaindonesia.com Komplek Delta Kedoya, Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11520 Telp. 021) 5812088 (hunting) Faks. 021) 5812102, 5812105 (redaksi) Surel :redaksi@mediaindonesia.com 40. www.poskotanews.com Jl. Gajah Mada 98-100, Jakarta Barat 11140 Telp. 021) 6341940, 6300168, 6349770 Faks. 021) 6340252 Surel :redaksi@poskotanews.com 41. www.puanpertiwi.com 32. www.merdeka.com Jl. Tebet Barat IV No. 3, Jakarta Selatan 12810 Telp. 021) 83795245 Faks. 021) 83795246 Surel :redaksi@merdeka.com 33. www.metrotvnews.com Jl. Bungur Besar Raya Blok B.3 No. 85, Lt. 4 Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat Telp. 021) 4225473 Faks. 021) 4225468 42. www.rakyatkita.com Jl. Pilar Mas Raya Kav. A-D, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta 11520 Telp. 021) 58300077 Faks. 021) 58300066 Surel :redaksi@metronews.com 34. www.mimbar-rakyat.com Wisma Kopana, Jl. Pasar Minggu Km 18 No. 18, Jakarta Selatan Telp. 021) 79184601 Faks. 021) 7983633 Surel :rakyatkita.jakarta@yahoo.com 43. www.republika.co.id Jl. Soesilo 2 No. 49, Jakarta 11440 Telp. 0818 933026 Faks. 021) 87983445 Surel :kumpulankawanlama@yahoo.com Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakrta 12510 Telp. 021) 7803747 (hunting) Faks. 021) 7800649 44. www.skornews.com 35. www.nonstop-online.com Ruan Permata Boulevard Blok BM Jl. Pos Pengumben No. 1, Jakarta Barat Telp. 021) 58901572/73 Faks. 021) 58901575 Jl. SMA 14 No. 16 RT. 09 RW. 09, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, 13630 Telp. 021) 42095520 Faks. 021) 42095520 45. www.sumbernews.com 36. www.okezone.com High End Building Lt. 4 Jl. Kebon Sirih Kav. 17-19, Jakarta 10340 Telp. 021) 3902275 Faks. 021) 3902295 Surel :redaksi@okezone.com 37. www.otosia.com Jl. Tebet Barat IV No. 3, Jakarta Selatan 12810 Telp. 021) 83795245 Faks. 021) 83795246 38. www.patroli86.com 46. www.tempo.co Kebayoran Centre Blok A11-A15 Jl. Kebayoran Baru Mayestik, Jakarta 12240 Telp. 021) 7255625 Faks. 021) 7255645/50 Surel :koran@tempo.co.id 47. www.tribunnews.com Jl. Tanjung Duren Raya No. 25, Jakarta Barat Telp. 0351) 465869, 0819 3265 8331 Faks. 0351) 465869 Surel :redaksi@patroli86.com 39. www.pedomannews.com Gedung Kompas Gramedia Jl. Palmerah Selatan No. 3, Jakarta Pusat 10270 Telp. 021) 5359525 Faks. 021) 5359523 48. www.vemale.com Wisma Kodel lt. 8, Kav. B-4 Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan 12910 Telp. 021) 5214508 Faks. 021) 5214508 Surel :redaksi@pedomannews.com 296| Data Pers Nasional Gedung Graha Mampang Jl. Mampang Prapatan 100, Jakarta Selatan Telp. 021) 36012669 Surel :info@hspnet.net 2014 Jl. Tebet Barat IV No. 3, Jakarta Selatan 12810 Telp. 021) 83795245 Faks. 021) 83795246 Siber 49. www.vivanews.com Kawasan Industri Pulo Gadung, Gd. tvOne Jl. Rawa Terate II No. 2, Jakarta Timur 13260 Telp. 021) 4601326 ext. 100 Faks. 021) 4601326 Surel :redaksi@vivanews.com 50. www.wartabuana.com Rukan Puri Kencana Niaga I Blok D01 No. 1 I-J Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat 11620 Telp. 021) 5862010, 5862011 Faks. 021) 5857407 Surel :redaksi@wartabuana.com 51. www.yangmuda.com Jl. Rimba No. 42 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12150 Telp. 021) 7222338 (hunting) Faks. 021) 7222659 57. www.rmol.co Graha Pena, Lt. 9, Jalan Raya Kebayoran Lama No. 12, Jakarta Selatan, Telp. 021) 5348460, 021-53650921 Faks. 021) 53671716 Surel :redaksi@rmol.co 58. www.sinarharapan.com Jl. Raden Saleh No.1B–1D Cikini, Jakarta Pusat 10430 Telp :021) 3913880, Hunting) Faks. 021) 315-3581 Surel :redaksi@sinarharapan.co.id 59. www.sindonews.com Jalan Wahid Hasyim No 38, Gedung SINDO Lantai 4, Jakarta Pusat 10340 Telp. 021) 392 6955 Faks. 021) 392 9758 Surel :redaksi.sindonews@mncgroup.com 60. www.suarakarya-online.com 52. www.beritajakarta.com Jl. Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. 2 Jakarta Telp. 021) 3822988, 3822488 Faks. 021) 3822788, 3822846 Surel :redaksi@beritajakarta.com 53. www.investor.co.id BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36, Jakarta 12950 Telp. 021) 29957555 Faks. 021) 5200072 Surel :subscription.services@ beritasatumedia.com Jalan Bangka Raya No 2 Kebayoran Baru, Jakarta 12720 Telp. 021) 7191352, 7192656 Faks. 021) 71790746 Surel :redaksi@suarakarya-online.com 61. www.suarapembaruan.com Berita Satu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36, Jakarta 12950 Telp. 021) 57851555 ,29957555 Faks :021) 5200072 Surel :portalsp@suarapembaruan.com 62. www.thejakartaglobe.beritasatu.com 54. www.kontanonline.com Gedung KONTAN, Jalan Kebayoran Lama No. 1119, Jakarta 12210 Telp. 021) 535 7636, 532 8134 Faks. 021) 535 7633 Surel :red@kontan.co.id BeritaSatu Plaza, 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36, Jakarta 12650 Telp. 021) 29957500 Faks. 021) 5200072 Surel :letters@thejakartaglobe.com 63. www.thejakartapost.com 55. www.koran-jakarta.com Jl. Wahid Hasyim No. 125, Jakarta Pusat Telp. 021) 3152550 Faks. 021) 3158567 Surel :redaksi@koran-jakarta.com Jl. Palmerah Barat No. 142 -143, Jakarta 10270 Telp. 021) 5300-476/78 Faks. 021) 535-0050 Surel :editorial@thejakartapost.com 64. www.bareksa.com 56. www.peliataonline.com Jagakarsa Residence, Blok B-1 No 22 Jl. Kebagusan Raya No. 24, Jakarta Selatan 12620 Telp. 021) 78889976 Faks. 021) 78892067 Surel :redaksi@pelitaonline.com pelitaonline1@yahoo.com Wisma Lembawai Jl. Bangka Raya No. 27 G-H Kemang, Jakarta 12720 Telp. 021) 71790970 Faks. 021) 71790973 Surel :cs@bareksa.com Data Pers Nasional 2014| 297 Siber JAWA BARAT 3. www.kr.co.id 1. www.bogorplus.com Jl. Ciparahiang No. 1 Cidangiang, Kelurahan Tegal Lega, Kec. Bogor Tengah 16124 Telp. 021) 8311688 Faks. 021) 8379564 2. www.koranjabar.com Jl. Mayjen Lili Kusumah No. 009 Banjar Jl. Pejaten Timur 02 Jakarta Selatan Telp. 0265) 744149 3. www.nias-bangkit.com Taman Permata Cikunir, Blok A9 No. 15, Jakamulya, Bekasi Selatan 16146 Surel :redaksi@nias-bangkit.com 4. www.pikiranrakyat.com Jl. Soekarno Hatta No. 147, Bandung 40223 Telp. 021) 6037755, 4219194 Faks. 021) 6031004, 4230632 5. www.wartamerdekanews.com Jl. Dahlia Indah 4 No. 17 Harapan Indah Kota Bekasi Telp. 021) 88878166 Faks. 021) 88878203 Surel :wartamerdekanews@yahoo.com 4. www.radarjogja.co.id Jl. Ring Road Utara (Lingkar Utara) No. 88, Yogyakarta 55283 Telp. 0274) 4477780 Faks. 0274) 4477780 5. www.suara-muhammadiyah.com Jl. KHA Dahlan No. 43, Yogyakarta 55122 Telp. 0274) 376955 Faks. 0274) 411306 JAWA TIMUR 1. www.adakitanews.com Jl. Puring No. 5 Tulungrejo Pare, Kediri Telp. 0354) 7660003 2. www.antarajatim.com Jl. Kombes Pol. M. Duryat No. 41 A-B Surabaya Telp. 031) 5468833, 5469499 Faks. 031) 5468833 Surel :jawatimur@antara.co.id 3. www.beritametro.co.id JAWA TENGAH Jl. Tunjungan No. 86, Surabaya Telp. 031) 5318686, 5323414 Faks. 031) 5323415 1. www.antarajateng.com Jl. Veteran 1B, Semarang 50231 Telp. 024) 8313257 Faks. 024) 8318249 Surel :semarang@antara.co.id 4. www.bisnissurabaya.net 2. www.radarbanyumas.co.id Jl. Soeparjo Roestam, Sokaraja Kulon Telp. 0281) 6441267, 6440962 Faks. 0281) 6441168 YOGYAKARTA Permata Darmo Bintoro 22-23 Jl. Ketampon Surabaya, 60264 Telp. 031) 5668432, 5633456 Faks. 031) 5675240 5. www.dutaonline.com Jl. Gayungsari Timur 35, Surabaya 62931 Telp. 031) 8299982 Faks. 031) 8299987 6. www.global-energi.com 1. www.antarayogya.com Kantor Perum LKBN Antara Biro D.I. Yogyakarta Jl. Taman Siswa No. 123, Yogyakarta 55151 Telp. 0274) 375173, 377165, 377166 Faks. 0274) 377164 Surel :yogyakarta@antara.co.id 2. www.harianjogya.com Jl. Ipda Tut Harsono No. 52 Timoho, Yogyakarta 55000 Telp. 0274) 3155882 Faks. 0274) 563775 298| Data Pers Nasional Jl. P. Mangkubumi No. 40-46 Yogyakarta Telp. 0274) 550

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (331 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Peranan Dewan Perwakilan Daerah Dikaitkan Dengan Sistem Perwakilan Bikameral Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia
0
0
13
KAJIAN MACAM SPESIES URET DAN MUSUH ALAMINYA PADA TANAMAN STROBERI DI DESA KALISORO TAWANGMANGU KARANGANYAR yang dipersiapkan dan disusun oleh Budi Harianto H 0104010 telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal : dan dinyatakan telah memenuhi
0
0
48
Data Visualization of Poverty Level at Provinces in Indonesia from The year 2013-2015
0
0
5
Pembangunan Web Service Data Masyarakat Menggunakan REST API dengan Access Token
0
1
8
Strategi Komunikasi Serikat Pekerja Pers dalam Menyelesaikan Konflik Hubungan Industrial di Perusahaan Media
0
0
20
Menakar Kadar Kebebasan Pers Indonesia 1998-2003
0
0
10
Peran Pers Islam dalam Upaya Mendorong Proses Demokratisasi di Indonesia
0
0
22
Tabel: Pergeseran Term inologis dalam U U Pokok Pers 1966 dan U U Pokok Pers 1982
0
0
12
Perlawanan Pers Islam pada Masa Orde Baru
0
0
14
Pelaksanaan Sistem Pembiayaan Murabahah Menurut Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor.04/Dsn-Mui/Iv/2000 Tentang Murabahah (Studi Kasus Di BMT AL-HUDA Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang) - Repository UIN Sumatera Utara
0
0
110
BAB IV TEMUAN DAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Temuan Umum Penelitian 1.1 Sejarah Berdirinya SD Negeri 298 Batuloting Kecamatan. Lingga Bayu, - PENERAPAN PENILAIAN HASIL BELAJAR SIKAP SOSIAL DALAM KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGA
0
0
20
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Temuan Umum a) Profil Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan - Hubungan kegiatan ekstrakuler KKD dengan pengembangan sikap spiritual siswa di MAN 1 MEDAN - Repository UIN Sumatera Utara
2
5
26
Nomor : Tahun 2018 TENTANG HASIL SELEKSI KOMPETENSI DASAR DAN PELAKSANAAN SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS TAHUN ANGGARAN 2018 Berdasarkan Berita Acara Hasil Rekonsiliasi Data Hasil Sele
0
0
72
Dewan Pengawas atau anggota Komisaris dan anggota Direksi dilakukan melalui seleksi dan diatur dalam
0
0
37
DAFTAR ISI - System Manajemen Basis Data
0
0
262
Show more