Simbolisasi dalam Kumpulan Cerpen “Filosofi Kopi” Karya Dee : Sebuah Tinjauan Semiotik

Gratis

1
14
131
11 months ago
Preview
Full text

SIMBOLISASI DALAM KUMPULAN CERPEN

  Hal-hal yang bukan karya saya dalam skripsi ini diberi tanda citasi (kutipan)dan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan skripsi dan gelar yang diperolehdari skripsi tersebut.

SEBUAH TINJAUAN SEMIOTIK SKRIPSI

  Hal-hal yang bukan karya saya dalam skripsi ini diberi tanda citasi (kutipan)dan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan skripsi dan gelar yang diperolehdari skripsi tersebut.

KATA PENGANTAR

  Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan alur, penokohan, latar, tema dan amanat dalam empat cerpen dari delapan belas kumpulan cerpen Filosofi Kopi (2) Mendeskripsikan simbol-simbol dalam empat cerpen dari delapan belas kumpulan cerpen Filosofi Kopi (3) Mendeskripsikan makna yang terkandung dalam empat cerpen dari delapan belas kumpulan cerpen Filosofi Kopi. penarikan kesimpulan/verifikasiDari analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Unsur-unsur yang membangun dari empat cerpen tersebut yaitu alur, penokohan, latar, tema danamanat yang menunjukkan keterjalinan yang erat dalam menyampaikan deskripsi kehidupan manusia juga filosofi kehidupan manusia.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan karya seni yang mempergunakan bahasa

  Beberapa dari karya mereka ini memunculkan Kumpulan cerpen Filosofi Kopi ini memunculkan beberapa simbol yang mempunyai tujuan sama dengan semua pengarang yaitu mendapatkankebebasan menyampaikan pesan pada pembaca melalui interpretasi makna dari simbol-simbol yang ada dan menjadi semacam gaya bahasa pengarang. Menurut Rachmat DjokoPradopo, studi sastra juga bersifat semiotik yaitu usaha untuk menganalisis Karya sastra mempunyai kekhasan yang memerlukan analisis unsur intrinsik secara mendalam melalui pendekatan struktural, yang dilanjutkanpemaknaan dari simbol-simbol yang muncul dalam karya sastra.

B. Pembatasan Masalah

  Masalah semiotik yang mengkaji simbolisasi dalam cerpen “Filosofi Kopi”, “Sikat Gigi”, “Mencari Herman”, dan “Rico de Coro”. Masalah semiotik yang mengkaji makna simbolisasi dalam cerpen“Filosofi Kopi”, “Sikat Gigi”, “Mencari Herman”, dan “Rico de Coro”.

C. Rumusan Masalah 1

  Bagaimana alur, penokohan, latar, tema dan amanat dalam empat cerpen dari delapan belas kumpulan cerpen FK? Bagaimana makna yang terkandung dalam empat cerpen dari delapan belas kumpulan cerpen FK?

D. Tujuan Penelitian 1

  Mendeskripsikan alur, penokohan, latar, tema dan amanat dalam empat cerpen dari delapan belas kumpulan cerpen FK. Mendeskripsikan makna yang terkandung dalam empat cerpen dari delapan belas kumpulan cerpen FK.

2. Manfaat Praktis

Manfaat praktis penelitian ini adalah dapat memberi wawasan dan pemahaman terhadap karya sastra, selain itu dapat mengetahui amanatyang terkandung dalam kumpulan cerpen tersebut yaitu sebuah proses tranformasi dari diri seorang juga kisah cinta yang bukan sekedar sebuahproses emosi, tetapi juga proses pencarian jati diri.

F. Sistematika Penelitian

  Pembatasan masalah menguraikan pembatasan masalah-masalah yang diteliti, yang meliputi simbol-simbol yang terdapatdalam kumpulan cerpen Filosofi Kopi. Kajian pustaka berisi teori-teori-teori yang berkaitan denganpermasalahan yang hendak dibahas dalam penelitian ini, yang terdiri dari beberapa pendekatan yaitu pendekatan semiotik Charles Sander Pierce,pengertian simbol.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Terdahulu Penelitian dengan menggunakan objek kumpulan cerpen

  Analisis ini membahasunsur alur dalam cerpen tersebut dan hubungannya dengan unsur-unsur pembangun cerita lainnya, yaitu latar dan tokoh serta tema, sebagai cerpenkontemporer yang memiliki struktur alur yang kompleks sarat akan pergeseran nilai. (2) makna simbolisasimoral dari keempat cerpen dalam kumpulan cerpen Mereka Bilang, Saya Pierce (3) hubungan intertekstualitas dalam kumpulan cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet!

3. Makna Simbolisasi Batu dalam Kumpulan Cerpen “Hikayat Batu-batu”

  Untuk membedakan dengan penelitian ini adalah bahwa penelitian ini meneliti karya sastra cerpen yang berjumlah empat buahyaitu “Filosofi Kopi”, “Sikat Gigi”, “Mencari Herman”, “Rico de Coro”. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan semiotik Charles Sanders Pierce, dengan analisis melalui beberapatahapan yaitu membedah cerpen tersebut dengan aspek struktural yaitu alur, penokohan, latar, tema dan amanat; mendeskripsikan beberapa simbol yangterdapat dalam empat cerpen dengan teori semiotik Charles Sanders Pierce yaitu ikon, indeks dan simbol atau lambang serta mendeskripsikan makna yangterkandung dari empat cerpen tersebut.

B. Landasan Teori 1. Pendekatan Semiotika

  Mereka mempunyai perbedaan-perbedaan yang penting, terutama dalam penerapankonsep-konsep, antara hasil karya para ahli semiotika yang berkiblat padaPeirce di satu pihak dan hasil karya para pengikut Saussure di pihak yang lain(Burhan Nurgiyantoro, 2005). Pandangan terhadap realitas yang dihadapinya terbagi dalam tiga kategori, yaitu pemahaman yang mengandalkan intuisi atau perasaan,kemudian pemahaman yang mempertimbangkan pengalaman berdasar atas kenyataan yang dihadapi, dan pemahaman yang mempergunakan penyelesaianatau aturan dari konvensi yang telah disepakati.

2. Teori Struktural

  Penokohan yang baik adalah penokohan yang berhasil menggambarkan tokoh-tokoh yang kelihatan nyata dalam membawaperan, yang oleh pengarang dilukiskan secara dramatik maupun analitik dan perkembangan watak dari tokoh-tokoh tersebut yangmewakili tipe-tipe manusia yang dikehendaki tema dan amanat yang ingin disampaikan (Mursal Esten, 1990:27). Pelukisan tokoh mengenai fisik, psikologis, lingkungan sosial, pikiran-pikirannya, tingkah laku, nama, dan semua hal yangberhubungan dengan tokoh dalam cerpen merupakan simbolisasi yang memiliki makna lebih dari yang tampak, bisa diketahui denganmenganalisisnya dengan pendekatan semiotik.2) LatarLatar dalam cerita rekaan menunjukkan pada pembaca tempat dan bilamana terjadinya suatu peristiwa atau tindakan yang akan diceritakan.

C. Kerangka Pikir

  Teori yang digunakan dalam penelitianini adalah Struktural yang meliputi alur, penokohan, latar, tema dan amanat. Dari bentuk penulisan sebuah cerpen yang tidak gramatikal (sesuai dengan tata bahasa) tersebut, penulisancerpen diubah ke dalam bentuk yang gramatikal sebagai usaha untuk memahami dan menafsirkan simbol yang bermakna dalam cerpen.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek material penelitian ini adalah kumpulan cerpen Filosofi Kopi karya Dee yang mengindikasikan simbol-simbol yang terdapat di dalamnya. Adapun

  Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpenDee yang berjudul Filosofi Kopi. Data Data penelitian sastra adalah bahan penelitian atau bahan jadi penelitian yang terdapat dalam karya-karya sastra yang akan diteliti (Sangidu, 2004: 61).

D. Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif

  Dalam penelitian ini, data berupatulisan, kata-kata dan kalimat yang menunjukkan adanya simbol-simbol yaitu cerpen “ Filosofi Kopi”, “Sikat Gigi”, “Mencari Herman”, dan “Rico de Coro”sehubungan dengan teori semiotika dari Charles Sanders Pierce berdasarkan ikon, indeks dan lambang atau simbol. Tahap Pengumpulan DataTahap ini merupakan tahap mengumpulkan data-data yang relevan, akurat yang digunakan dalam menemukan makna yang terdapat pada cerpen“Filosofi Kopi”, “Sikat Gigi”, “Mencari Herman”, dan “Rico de Coro”.

3. Tahap Melaporkan

Tahap ini merupakan tahap melaporkan hasil penelitian terhadap makna yang terdapat pada cerpen “Filosofi Kopi”, “Sikat Gigi”, “MencariHerman ”, dan “Rico de Coro”

BAB IV ANALISIS A. Struktur Cerpen Filosofi Kopi, Sikat Gigi, Mencari Herman dan Rico

  de Coro Penelitian ini diawali dengan analisis struktural dari cerpen, yang meliputi alur, penokohan, latar, tema dan amanat, dalam cerpen karya Dee secarasatu persatu dengan menerapkan pendekatan struktural. Adapun keempat cerpen itu berjudul “Filosofi Kopi”, “Sikat Gigi”, “Mencari Herman”, dan “Rico deCoro”.

1. Struktur Cerpen Filosofi Kopi

  Cerpen “Filosofi Kopi” mempunyai alur back tracking, seperti yang diungkapkan Mursal Esten bahwa alur ini tetap maju dan jenis alurkonvensional, yang tetap urut dari situasi, pelukisan keadaan dari awal, hingga akhir atau penyelesaian, tetapi ada bagian-bagian tertentu yangditarik ke belakang (Mursal Esten, 1990:26). Puncaknya, sebuah jendela kaca besar, bertuliskan nama kopi kami dalam huruf-huruf dicat yang mengingatkanmu pada tempat pangkas rambut zaman Belanda: Kedai Koffie B E N & J O D Y (Dee, 2009: 2-3)T okoh „Ben‟ membuat beberapa sebuah filosofi dalam kopi yang Air muka itu meletup-letup seperti didihan air.

KOPI YANG ANDA MINUM HARI INI

  Dengan adanya kopi tiwus yang dibuatnya lebih enak rasanya dibanding dengan Ben‟s Perfecto yang dibuat oleh seorang ahli kopi dengan kesempurnaan. Tahap akhir adalah bagian cerita yang mendeskripsikan tahap pemecahan dari masalah yang dihadapi tokoh „Ben‟.

KOPI YANG ANDA MINUM HARI INI:

  1)Tokoh Utama Tokoh „Ben‟ merupakan tokoh utama dalam cerpen Filosofi Kopi ini, dilihat dari aspek psikologis yang menonjol dari tokoh ini adalah mempunyai karakter yang perfeksionis, ambisius dan pekerja keras. Tema dari cerpen“Filosofi Kopi” adalah harapan manusia terhadap kesempurnaan yang bertentangan dengan kenyataan yang sesungguhnya Analisis cerpen“Filosofi Kopi” telah mendapatkan dasar-dasar kejelasan sebagai landasan menentukan muatan pesan yang ingindisampaikan pengarang dalam cerpen “Filosofi Kopi”.

2. Struktur Cerpen Sikat Gigi

  Malam yang hening membuatku menjadi awas akan perubahan yang terjadi...(Dee,2009:57) Dari kutipan di atas tampak rutinitas tokoh „Egi‟ yang secara tiba- tiba terhenti karena memikirkan kembali gejolak dihatinya yang selama inimasih terasa. Lewatpernyataan tokoh „Tio‟, „Egi‟ menjadi sadar akan pentingnya menyadari orang-orang di sekitarnya yang selalu menyayanginya dan menyadari Alur maju (progresif) dalam cerpen “Sikat Gigi” ini memaparkanmasalah percintaan yang disampaikan pengarang dengan jelas.

1. Tokoh Tio

  Indah, kan?‟ Latar tempat yang lain adalah tempat tinggal Tio, berikut dengan ruang-ruang yang merupakan bagian dari rumah Tio seperti ruang tamuyang terdapat sofa panjang, kamar mandi dan ruangan pada umumnya.“Suara sikat beradu dengan gigi menggema dari kamar mandi. Tokoh „Tio‟ yang membukakanpikiran tokoh „Egi‟ agar dapat membuka diri dan bersikap bijak dengan Amanat yang sekiranya dapat ditangkap adalah sebagai manusia, mahluk dari Tuhan yang berakal dan berperasaan, hendaknya selalu bijakdalam menghadapi permasalahan di sekitar.

3. Struktur Cerpen Mencari Herman

  Cerpen “Mencari Herman” mempunyai alur back tracking, yaitu jenis alur yang tetap maju dan alur yang konvensional, yang tetap urut darisituasi, pelukisan keadaan dari awal, hingga akhir atau penyelesaian, tetapi ada bagian-bagian tertentu yang ditarik ke belakang. Tak ada pergolakan berarti dalam hidup remaja belasan tahun yang taat pada orang tua, negara, dan agama.(Dee, 2009:31-32) Tampak dalam kutipan tersebut tahap awal cerita yang terdapat pendeskripsian dari salah satu seorang tokoh dalam cerpen tersebut.

4. Struktur Cerpen Rico de Coro

  Untung Ibu sempat melekatkan telurku di antara lekuk ukiran Tampak dalam kutipan tersebut tahap awal cerita yang menunjukkan terdapatnya kerancuan dalam pendeskripsian tokoh dalam cerpen ini,bersifat karikatural dan cenderung kebinatangan akan tetapi di sini tokoh„aku‟ mempunyai perasaan sama seperti yang dirasakan oleh manusia yaitu dapat merasakan jatuh cinta. Peristiwa-peristiwa dalam cerpen “Rico deCoro ” yang bersifat kausalitas (hubungan sebab akibat) dan kronologis, runtut waktu kejadiannya menjadi pedoman pengarang dalam menuliscerpen dengan tujuan mempermudah pemahaman makna yang terkandung oleh pembaca.

1. Tokoh „Rico‟

  Aspek fisik yang tampak pada tokoh „Rico‟ ini diperlihatkan secara dramatik ciri-ciri fisiknya dan dilukiskan karakter yang dibawasecara su realis yang membawa misi kehidupan ini. (Dee, 2009:108)Aspek psikologis yang menonjol dari tokoh ini adalah mahkluk yang rendah diri bahkan cenderung pengalah, bermoral serta berbudaya,tampak seperti kutipan berikut.

2. Tokoh tambahan

  Selama ini oknum-oknum yang sering memburu kami hanyalah Bi Ipah, Tante danOom Haryanto (pemilik rumah ini),..” (Dee, 2009:109) Tokoh „Hunter‟, dilihat dari aspek fisiknya kecoak laki-laki yang gagah dan perpaduan kecoak hutan yang besar dan kuat dengankecoak rumahan yang pintar. Lala Pita.‟ Suara Petruk bergetar, menyiratkan duka yangdalam.” (Dee, 2009:113) Toko h „Mami Vin‟, tidak banyak yang digambarkan dari tokoh„Mami Vin‟ ini namun dilihat dari aspek psikologisnya adalah ibu tiri dari tokoh „Rico‟ yang baik dan selalu membela apa yang menjadikeputusan tokoh „Rico‟.

d. Tema dan amanat

  Ayah Rico tidak pernah menyukai para manusia yang Rico digambarkan mempunyai hati yang tulus kepada Sarah sekalipun dia hanyalah seekor kecoak yang jelek dan pastinya semua orangakan jijik melihatnya. Maka dari itu amanat yang dapat dipetik dari cerita ini agar saling mencintai dan menyayangi bagi sesama mahluk hidup ciptaan Tuhan,janganlah bersikap egois di dalam kehidupan ini.

B. Analisis Semiotik Cerpen Filosofi Kopi, Sikat Gigi, Mencari Herman dan Rico de Coro

  Pada bab ini merupakan analisis mengenai simbol yang memerlukan interpretasi mengenai makna yang terkandung, dengan teori semiotikdan dilanjutkan dengan pesan yang terkandung. kumpulan cerpen ini menjadi sebuah karya sastra yang penuh makna tentang kehidupan yang terkadang manusia memandang dari segipermukaan saja, memunculkan simbol kopi, sikat gigi, kecoa bahkan tentang penamaan Herman.

1. Simbolisasi dalam cerpen Filosofi Kopi a. Ikon

  Tampak dari kutipan di atas adalah kemurnian dari karakter seorang tokoh „Ben‟ yang awalnya kecintaan pada sebuah kopi yang tulus danhanya ingin membuat seseorang yang meminumnya juga akan bahagia namun berubah menjadi seorang yang penuh ambisius ingin menciptakansebuah kopi yang sempurna di dunia. Ben‟s perfecto ini adalah simbol dari tokoh „Ben‟ yang menciptakan ramuan kopi yang begitu sempurna, maka dari itu kopiramuannya yang paling enak ini diberi nama Ben‟s Perfecto.

2. Simbolisasi dalam cerpen Sikat Gigi a. Ikon

  Tokoh „Egi‟ dan tokoh „Tio‟ adalah seorang yang rasional dengan apa yang dilihat di sekitarnya, keduanya adalah seorang yang sama-samamendambakan sebuah cinta sejati. Berbeda dengan cinta dari segi tokoh „Tio‟ yang menyimpukan bahwa cinta itu tulus dan apa adanya, bukan sekedar hanyadengan logika dan rasio tapi karena cinta itu adalah perasaan yang luar biasa tanpa seorang pun tahu bagaimana mendeskripsikannya.

g. Kamulah tiket sekali jalan.‟ (Dee, 2009:64-

d. Simbolisasi dalam cerpen Mencari Herman 1. Ikon

  Sampai satu sore kami bicara-bicara tentang Herman Felany di teras rumahnya; filmnya yang baru kami tonton; kumisnya yangmengagumkan; yang mengilhamiku beserta seluruh teman abangnya membuat kompetisi untuk dulu-duluan menumbuhkan Herman Felany adalah seorang artis yang menjadi idola di kalangan remaja di era tahun 80an, kumis yang tebal merupakankarakter sekaligus yang menginspirasi remaja pada era tahun 80an tersebut. Sesuatu yang berlebihan inilah yang tidak baikuntuk dijalani, maka dari itu manusia ditakdirkan untuk memilih salah satu yang lebih baik, agar dapat menjadi manusia yang bijak dalammenjalani hidup ini, karena hidup adalah sebuah pilihan walaupun terkadang pilihan itu menyakitkan.

e. Simbolisasi dalam cerpen Rico de Coro 1. Ikon

  Cerpen„Rico de Coro‟ menggambarkan suatu kisah cinta yang berbeda, sebuah bentuk cinta yang bertransformasi, bukan hanya duasejoli yang saling kasmaran, sebuah cinta dalam arti meluas dan sebuah cinta yang absurd. Namun cinta yang diceritakan dalam cerpen iniberbeda, karena seekor coro (kecoa) yang memiliki rasa cinta juga, Tokoh yang ada dalam cerpen Rico de Coro adalah Rico,Hunter, Sarah, Oom Haryanto dan Tante Haryanto, dan masih banyak lagi tokoh lainnya.

a. Cinta Botani

  Setiap pengkajian karya sastra selalu berupaya untuk menggali makna yang terkandung di dalam karya sastra yang dikaji, makna karyasastra selalu bersifat kias, majas, subyektif dan khusus, sehingga untuk dapat mengungkapkan karya sastra diperlukan suatu interpretasi. Berdasarkan interpretasi dalam tanda yang berupa ikon, indeks, dan Cerpen„Filosofi Kopi‟ ini berisi tentang pemahaman mengenai kecintaan seseorang pada sebuah kopiyang digambarkan dari tokoh „Ben‟.

2. Sikat Gigi

  Di sisi lain, terdapat pesan juga pembelajaran Setiap pengkajian karya sastra selalu berupaya untuk menggali makna yang terkandung di dalam karya sastra yang dikaji, maknakarya sastra selalu bersifat kias, majas, subyektif dan khusus, sehingga untuk dapat mengungkapkan karya sastra diperlukan suatu interpretasi. Berdasarkan interpretasi dalam tanda yang berupa ikon, indeks, dan simbol, serta hubungan unsur-unsur pembangun cerpen dengansimbol-simbol yang ada, makna yang dapat ditemukan dalam cerpen Sikat Gigi adalah sebagai berikut.

3. Mencari Herman

  Setiap pengkajian karya sastra selalu berupaya untuk menggali makna yang terkandung di dalam karya sastra yang dikaji, makna karyasastra selalu bersifat kias, majas, subyektif dan khusus, sehingga untuk dapat mengungkapkan karya sastra diperlukan suatu interpretasi. Berdasarkan interpretasi dalam tanda yang berupa ikon, indeks, dan Cerpen Mencari Herman ini menceritakan seorang gadis yang terobsesi mencari seseorang bernama Herman.

4. Rico de Coro

  Cinta dari seekor kecoa bukan dengan kecoa betina melainkan kepada anak pemilik rumah yang diatumpangi. Rico adalah seekor kecoa ningrat yang tidak ingin disebut dirinya sebagai kecoa toilet, karena dia sekalipun tidakpernah menempati ruangan itu.

a. Cinta hewani

  Setiap pengkajian karya sastra selalu berupaya untuk menggali makna yang terkandung di dalam karya sastra yang dikaji, makna karyasastra selalu bersifat kias, majas, subyektif dan khusus, sehingga untuk dapat mengungkapkan karya sastra diperlukan suatu interpretasi. Berdasarkan interpretasi dalam tanda yang berupa ikon, indeks, dan simbol, serta hubungan unsur-unsur pembangun novel dengan simbol-simbol yang ada, makna y ang dapat ditemukan dalam cerpen „Rico deCoro‟ adalah sebagai berikut.

BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan permasalahan yang telah dianalisis, dapat ditarik simpulan sebagai berikut

1. Alur, penokohan, latar, tema dan amanat dari cerpen Filosofi Kopi, Sikat

  Simbolisasi cerpen Filosofi Kopi, Sikat Gigi, Mencari Herman, dan Rico de Coro menceritakan kisah cinta namun dalam bentuk yang berbeda-beda yang menjadi simbol-simbol romantisme dalam sebuah cinta. Makna dari cerpen Filosofi Kopi, Sikat Gigi, Mencari Herman, dan Rico de Coro mempunyai ciri khas yang menonjol dalam menggambarkan kehidupan yang ingin disampaikan pada pembaca lewat simbol-simbol yang disajikan pengarang.

2. Penulis menyadari masih banyak kekurangan serta kelemahan dalam

  Penulis menyarankan, masih ada peneliti yang ingin mengkaji kumpulan cerpen Filosofi Kopi untuk dikajilebih lanjut secara lebih mendalam, yaitu dengan pendekatan estetika, stilistika, sosiologi sastra, resepsi sastra, ataupun intertekstualitas. Dalampenelitian ini penulis hanya meneliti empat cerpen saja, oleh karena itu disarankan masih ada peneliti yang ingin meneliti selain empat cerpentersebut.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Academicopter : Mesin Pencarian Meta Untuk Akademik Dengan Peringkasan Otomatis Pdf Jurnal Ilmiah
0
1
63
PERSETUJUAN Skripsi dengan judul : Hubungan Kecanduan Online Game dengan Depresi pada Remaja Laki-laki Pengunjung Game Centre di Kelurahan Jebres
1
2
65
Analisis dan Implementasi Community Detection menggunakan Spectral Clustering Method dalam Social Network
0
0
20
Kata kunci : Deteksi Komunitas, Algoritma CNM-Centrality, Damping factor, Modularity
0
0
8
PERANCANGAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PADA LAYANAN MARKETPLACE BUSINESS TO BUSINESS MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 DOMAIN EVALUATE, DIRECT AND MONITOR (EDM) DAN MONITOR, EVALUATE AND ASSESS (MEA) (Studi Kasus : CV Kabita Informatika) DESIGN INFO
0
0
8
ANALISIS DAN PERANCANGAN SPACE PLANNING PADA DATA CENTER DI PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BERDASARKAN STANDAR ANSIBICSI 002 DENGAN METODE PPDIOO STUDI KASUS : DISKOMINFO PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG ANALYSIS AND DESIGN OF SPACE PLANNING IN DATA CENTER IN T
0
0
8
ANALISIS DAN PERANCANGAN SECURITY SYSTEM DALAM RANCANGAN BERDASARKAN STANDAR EN506002-5 DENGAN METODE PPDIOO LIFE- CYCLE APPROACH STUDI KASUS : DISKOMINFO PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG ANALYSIS AND DESIGN OF SECURITY SYSTEM IN DESIGN BASED ON EN506002-5 ST
0
0
8
ANALISIS DAN PERANCANGAN FASILITAS DATA CENTER BERDASARKAN SITE SELECTION STANDAR ANSIBICSI 002 DENGAN METODE PPDIOO STUDI KASUS : DISKOMINFO PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG ANALYSIS AND DESIGN OF DATA CENTER FACILITY BASED ON SITE SELECTION ANSIBICSI 002 ST
0
0
8
Kata kunci : malware, malware analysis, cyber crime, clustering, deteksi malware, malware signature,
0
0
10
Tinjauan Tentang Perjanjian Pemberian Kredit Bagi Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Pada Pd. Bpr Bank Pasar Kabupaten Kudus
0
0
115
Analisis Novel Incest Karya I Wayan Artika : (Kajian Struktural Dan Perubahan Sosial)
0
5
77
SKRIPSI REPRESENTASI PLURALISME DALAM FILM ” ? ” (Studi Analisis Semiotika tentang Pluralisme dalam Film ” ? ”)
1
1
121
KAJIAN TERHADAP HAK IMUNITAS DAN MALPRAKTEK ADVOKAT ( Studi Kasus dalam Putusan DKC IKADIN No.01PutDKC.Ikadin2006Ska )
0
0
109
Sikap Masyarakat terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam Sekolah Inklusi di Kabupaten Wonogiri
0
1
95
Sri Soemantri. 2008. "Lembaga Negara dan State Auxiliary Bodies dalam Sistem Ketatanegaraan Menurut
0
0
20
Show more