PEMANFAATAN SLUDGE FLY ASH UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOK.

Gratis

0
1
12
2 years ago
Preview
Full text

  

PEMANFAATAN SLUDGE FLY ASH

UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOK

Srie Subekti, Boedi Wibowo

  

Teknik Sipil, D3 Institut Teknologi Sepuluh Nopember

ABSTRACT

  The waste of an industrial process that becomes serious problem is the increasingly accumulating

sludge fly ash of PT Tjiwi Kimia. The sludge fly ash that physically resembles sand is used as an additive

of sand in making paving blocks. The research method is based on SNI 03-0691-1996, the quality and and

the test mode are obtained by adding 0%,20%,30%,40% of sludge fly ash into the mixture of 1PC : 4 rock

ash : 4 gravel : 4 sand and 1PC : 3 rock ash : 3 gravel : 3 sand. The speciment of mortar with 5x5x5 cm

size, and the paving block with a dimension of L=21cm, W=10,5cm, H=6cm.

  The compression strength test made on 7 and 28 days old. The research indicates that the highest

value ov compressive strength is obtained from the mixture composition of 1PC : 3 rock ash : 3 gravel : 3

sand on the addition of 20% sludge fly ash with an average of compressive strength ammounting to

2

304,07 Kg/Cm . The mixture mix conforms with the quality-standard requirement of the paving block with

  B quality classification on SNI SNI 03-0691-1996.

  Key words : Paving block, Pressure Strength test ; Fly Ash Sludge, Infiltation Test

  ABSTRAK Limbah dari suatu proses industri yang menjadi masalah serius adalah sludge fly ash milik PT. TJIWI KIMIA yang semakin menumpuk. Sludge fly ash yang secara fisik menyerupai pasir dimanfaatkan sebagai bahan penambah pasir dalam pembuatan paving blok. Metode penelitian berdasarkan SNI 03- 0691-1996, mutu dan cara uji paving blok dengan menambah 0%,20%,30%,40% sludge fly ash ke dalam campuran 1 PC : 4 Abu batu : 4 Kerikil : 4 Pasir serta 1 PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil : 3 Pasir. Benda uji mortar dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm serta paving blok dengan ukuran P = 21 cm, L = 10,5 cm dan T = 6 cm.

  Uji kuat tekan pada umur 7 dan 28 hari. Dari hasil penelitian nilai kuat tekan tertinggi adalah komposisi campuran 1 PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil : 3 Pasir pada penambahan 20% sludge fly ash dengan 2 kuat tekan rata-rata sebesar 304.07 Kg/Cm . Campuran tersebut memenuhi persyaratan standart mutu

  paving blok dengan klasifikasi mutu B pada SNI 03-0691-1996.

  : Paving block ; SLUDGE Fly Ash ; Uji Kuat tekan ; Uji resapan

  Kata Kunci

  PEMANFAATAN SLUDGE FLY ASH UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOK Srie Subekti, Boedi Wibowo

  PENDAHULUAN Pemakaian secara terus-menerus sumber daya alam untuk bahan bangunan berpengaruh pada keseimbangan kelestarian alam.

  Salah satunya adalah sludge fly ash milik PT. Tjiwi Kimia sebagai pengganti sumber daya alam untuk bahan bangunan, hal inilah mendorong untuk meneliti tentang pengolahan sludge fly ash tersebut. Dari hasil beberapa penelitian terdahulu diketahui bahwa sludge fly ash memiliki kadar silikat (SiO 2

  a. Ukuran benda uji mortar yang digunakan 5 cm x 5 cm x 5 cm ) tinggi. Paving blok merupakan bahan bangunan yang digunakan sebagai lapisan atas struktur jalan yang mengganti aspal. Campuran untuk paving blok adalah PC, pasir, kerikil dan abu batu. Tujuan dilakukannya penelitian ini pertama, Memanfaatkan sludge fly ash milik PT. Tjiwi Kimia sebagai bahan tambahan pembuatan paving blok, kedua mendapatkan komposisi campuran dengan kuat tekan optimal pada pembuatan paving blok. Untuk mendapatkan hasi penelitian yang optimal, perlu adanya pembatasan penelitian.

  Batasan penelitian ini hanya meliputi limbah padat PT. Tjiwi Kimia berupa sludge fly ash dan pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan dan resapan air, sedangkan materi yang digunakan sebagai obyek uji dengan kriteria :

  b. Ukuran benda uji paving blok yang digunakan 21 cm x 10.5 cm x 6 cm c. Penelitian ini tidak meninjau biaya Dalam penelitian ini pengadukan campuran dilakukan dengan tangan dan pencetakan dikerjakan secara mekanis.

  TINJAUAN PUSTAKA Sludge Fly Ash Sludge fly ash adalah limbah padat hasil sisa pembakaran batu bara terdiri dari : fly ash (abu terbang), sludge fly ash dan bottom ash.

  Mutu sludge fly ash tergantung dari : − Mutu / Jenis batu bara − Efisiensi pembakaran dan kehalusan serbuk batu bara Syarat Mutu Obyek Uji.

  Dalam pengujian kuat tekan dan resapan air paving blok dengan bahan tambahan Slidge Fly ash, obyek uji memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :  Sifat Tampak Paving blok tidak boleh ada retak- retak dan cacat, bagian sudut serta rusuknya tidak mudah direpihkan dengan kekuatan jari tangan.

   Bentuk Dan Ukuran Bentuk dan ukuran paving blok untuk lantai tergantung dari persetujuan

  

JURNAL REKAYASA PERENCANAAN, Vol 4, No. 2, Februari 2008

antara pemakai dan produsen. Paving blok mempunyai tebal minimum 60 mm dengan toleransi ± 8 %.  Sifat Fisik Paving blok mempunyai mutu kuat tekan dan penyerapan air seperti pada tabel (SNI 03–0691–1996) :

  8 D 10 8,5

   Ukuran Digunakan peralatan kapiler atau sejenisnya dengan ketelitian 0,1 mm. Tahap pengujian dilakukan seperti diagram alir berikut : Kuat tekan = 2 / c m k g

  Untuk memperoleh hasil uji yang akurat, diperlukan pengamatan yang cermat dengan memperhatikan :  Sifat Tampak Pemeriksaan dan pengamatan. Paving blok disusun di atas permukaan yang rata.

  A = luas bidang tekan (cm 2 ) METODOLOGI

  Kuat tekan benda uji dihitung dengan rumus : dimana : P = besarnya beban tekan (kg)

  Pengujian Kuat Tekan Uji tekan hancur dilakukan terhadap 5 buah benda uji pada umur 7 dan 28 hari.

   Semen portland Semen Portland type I sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam SNI 15-2049- 94 dan ASTM C150-81.

  dilakukan terhadap tiga tempat yang berbeda dan diambil nilai rata-rata.  Dimensi tungku Sifat fisik dan kimia dari sludge fly ash bergantung pada temperatur dan lama pembakaran, jenis batubara, cara penggilingan batubara.  Pasir Mengacu pada ASTM C 33 – 86 : Agregat halus tidak boleh mengandung bagian yang lolos

  10 Pengukuran panjang, lebar dan tebal

  6 C 15 12,5

  Tabel 1. Mutu Kuat Tekan Dan Penyerapan air

  17

  20

  3 B

  35

  40

  A

  Penyerapan air rata - rata maks Rata - rata Min %

  Mutu Kuat tekan ( Mpa )

  A P PEMANFAATAN SLUDGE FLY ASH UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOK Srie Subekti, Boedi Wibowo

  Diagram Alir Pelaksanaan Hasil Penelitian terhadap Sifat Fisik MULAI Bahan

  a. Semen portland type I sesuai dengan (Fly Ash, Sludge Fly Ash, Sludge Kertas) PENGAMBILAN LIMBAH syarat yang ditentukan dalam SNI 15-2049- UJI KIMIA LIMBAH 94 dan ASTM C150-81. (PC, Pasir, Batu Pecah, Abu Batu, Sludge Fly Ash) PENGADAAN BAHAN BAKU Tabel 2. Hasil Uji Fisik Semen Uji Fisik Hasil Keterangan PC, Pasir, Batu Pecah, Abu Batu, Sludge Fly Ash : UJI FISIK BAHAN BAKU • Berat Jenis 3.063 Syarat SNI - Konsistensi Normal - Berat Jenis

  15-2049-94 70 cc Bj 3.05-3.25

  • - Pengikatan Awal • Konsistensi Normal Awal : 140 Kon normal RENCANA KOMPOSISI CAMPURAN

  • Waktu Ikat
  • 1 PC : 4 Batu Pecah : 4 Abu Batu : 4 Pasir : 0% Sludge Fly Ash menit 65 – 70 cc 1 PC : 4 Batu Pecah : 4 Abu Batu : 4 Pasir : 30% Sludge Fly Ash 1 PC : 4 Batu Pecah : 4 Abu Batu : 4 Pasir : 20% Sludge Fly Ash Akhir: 240 Akhir : 225 – 1 PC : 4 Batu Pecah : 4 Abu Batu : 4 Pasir : 40% Sludge Fly Ash 1 PC : 3 Batu Pecah : 3 Abu Batu : 3 Pasir : 30% Sludge Fly Ash 1 PC : 3 Batu Pecah : 3 Abu Batu : 3 Pasir : 20% Sludge Fly Ash 1 PC : 3 Batu Pecah : 3 Abu Batu : 3 Pasir : 0% Sludge Fly Ash menit 250 Ok ! 1 PC : 3 Batu Pecah : 3 Abu Batu : 3 Pasir : 40% Sludge Fly Ash Tabel 3. Hasil Uji Fisik PC & Sludge fly Ash Pembuatan Benda Uji Mortar 5cm x 5cm x 5cm Pembuatan Benda Uji Paving Blok Tiap Komposisi 6 Buah 21cm x 10,5cm x 6cm Tiap Komposisi 20 Buah Uji fisik Hasil Ket.

      Konsistensi normal semen

      85 cc

    • 20% sludge fly ash

      Awal : 140 menit > 1 Jam , Tes Kuat Tekan Benda Uji Mortar dan Paving Waktu Ikat Akhir : 260 menit Umur 7 Hari dan 28 Hari

      OK ! Konsistensi normal semen

      90 cc Tes Resapan Benda Uji Paving blok Umur 7 Hari dan 28 Hari + 30% sludge fly ash Awal : 140 menit

      Waktu Ikat Analisa Hasil

      Akhir : 300 menit

      Konsistensi normal semen

      95 cc Kesimpulan + 40% sludge fly ash Awal : 155 menit

      Waktu Ikat

      Akhir : 315 menit

    HASIL DAN PEMBAHASAN

      

    JURNAL REKAYASA PERENCANAAN, Vol 4, No. 2, Februari 2008

      3. Kadar Organik Sedikit Organik

      e. Sludge fly ash

      5. Resapan air 3,05%

      4. Kadar lumpur 4,46%

      Sedikit Organik

      3. Kadar Organik

      2. Isi lepas 1,44 kg/dm Yang dipersyaratkan 3

      2,63 Tidak ada standart

      1. Berat Jenis

      Uji Fisik Hasil Keterangan

      d. Abu batu Tabel 6. Hasil Uji Abu batu

      5. Resapan air 2,86%

      4. Kadar lumpur 0,9%

      2. Isi lepas 0,57 kg/dm 3

      Agregat halus yang digunakan berasal dari mojokerto.

      PBI ‘71

      1. Berat Jenis 2,06 Sesuai dengan

      Uji Fisik Hasil Keterangan

    b. Agregat halus (pasir)

       Agregat kasar (kerikil) Tabel 5. Hasil Uji Agregat kasar (kerikil)

      6. Analisa ayakan Masuk zona 2 c.

      5. Resapan air 2,73%

      4. Kadar lumpur 1,6%

      3. Kadar Organik Sedikit Organik

      2. Isi lepas 1,19 kg/dm3

      PBI ‘71

      1. Berat Jenis 2,3 Sesuai dengan

      Tabel 4. Hasil Uji Agregat Halus (Pasir) Uji Fisik Hasil Keterangan

      

    PEMANFAATAN SLUDGE FLY ASH UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOK

    Srie Subekti, Boedi Wibowo

      Pengujian dilakukan di lab uji beton Teknik Sipil ITS – Sukolilo

      Gambar 5. Hubungan Kuat tekan paving

      Kom posisi Pem banding 2 (1PC:3Kr:3Ab:3Ps) 203,87 289,89 183,02 304,07 157,54 251,94 134,37 198,85 120 170 220 270 7 K 28 Umur hari u at t ekan (kg /cm 2) 0% 20% 30% 40%

      blok dengan umur hari (komposisi pembanding 1)

      60.3 174.3 161.5 48.3 39.2 25 225 185 145 65 105 20 30 K 40 Komposisi campuran u at t ekan ( kg /cm 2) umur 28 hari Umur 7 hari Komposisi Pembanding 1 (1PC:4Kr:4Ab:4Ps) 165.64 252.91 150.58 225.88 132.05 188.23 122.78 172.79 120 140 160 180 200 220 240 260 280 7 K 28 Umur hari u at t ekan ( kg /cm 2) 20 30 40 Gambar 4. Hubungan Kuat tekan paving

      225.1 239.6 85.3

      Gambar 2. Hub. komposisi campuran dg kuat tekan mortar(komposisi pembanding 1) komposisi pembanding 1PC:3Kr:3Ab:3Ps

       Hasil Pengujian

      Tabel 7. Hasil Uji Sludge fly ash Uji fisik Hasil Keterangan

      < zone 4

      4. Analisa Saringan

      3. Resapan air 0,6%

      2. Isi lepas 1,35 kg/dm Yang dipersyaratkan 3

      2.04 Tidak ada standart

      1. Berat Jenis

    A. Hasil Test Tekan Uji Mortar

      JURNAL REKAYASA PERENCANAAN, Vol 4, No. 2, Februari 2008 Tabel 8. Hasil resapan air paving blok Umur 7 hari ( a )

      Resapan N Komposisi rata-rata o Mutu %

      1

      1PC : 4 Abu batu : 4

      5.03 A Kerikil : 4 Pasir : 0% sludge fly ash

      2

      1PC : 4 Abu batu : 4

      5.1 A Kerikil : 4 Pasir : 20% sludge fly ash

      3

      1PC : 4 Abu batu : 4

      5.13 A Kerikil : 4 Pasir : 30% sludge fly ash

      Gambar 6. Hub. komposisi campuran dgn

      4

      1PC : 4 Abu batu : 4

      5.15 A kuat tekan paving blok (komposisi Kerikil : 4 Pasir : 40% pembanding 1) sludge fly ash

      Tabel 9. Hasil resapan air paving blok Umur 7 hari ( b ) Resapan Komposisi rata-rata % Mutu

      Gambar 7. Hub. komposisi campuran dgn kuat tekan paving blok (komposisi pembanding 2)

      

    PEMANFAATAN SLUDGE FLY ASH UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOK

    Srie Subekti, Boedi Wibowo

      1PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil :

      3.8 A %

      3 Pasir : 0% sludge fly ash

      1

      1PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil : 2,38 A

      1PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil :

      5.27 A

      3 Pasir : 0% sludge fly ash

      3 Pasir : 20% sludge fly ash

      2

      1PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil : 2,75 A

      1PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil :

      5.37 A

      3 Pasir : 20% sludge fly ash

      3 Pasir : 30% sludge fly ash

      1PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil :

      1PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil :

      5.47 A

      3

      3 Pasir : 30% sludge fly ash 2,78 A

      3 Pasir : 40% sludge fly ash

      1PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil :

      3 Pasir : 40% sludge fly ash

      4

      1PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil : 2,83 A

      3 Pasir : 40% sludge fly ash

      Tabel 10. Hasil resapan air paving blok Umur 28 hari ( a ) Resapan Komposisi rata-rata % Mutu

      1PC : 4 Abu batu : 4 Kerikil 2,47 A : 4 Pasir : 0% sludge fly ash

      1PC : 4 Abu batu : 4 Kerikil 2,55 A : 4 Pasir : 20% sludge fly ash

      1PC : 4 Abu batu : 4 Kerikil 2,65 A : 4 Pasir : 30% sludge fly ash

      1PC : 4 Abu batu : 4 Kerikil 2,68 A : 4 Pasir : 40% sludge fly ash

      Gambar 8. Hub. Komposisi campuran dgn

      1PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil resapan air paving blok (komposisi : 3 Pasir : 40% sludge fly pembanding 1) ash

      Tabel 11. Hasil resapan air paving blok Umur 28 hari ( b ) Resapan No Komposisi rata-rata Mutu

      Gambar 9. Hubungan umur hari dengan JURNAL REKAYASA PERENCANAAN, Vol 4, No. 2, Februari 2008

      b. Evaluasi Sifat Fisik Bahan Campuran Semen Portland Untuk campuran 0%, 20%, 30%,40% sludge fly ash, masing-masing campuran mengalami peningkatan kebutuan air yang bervariasi. Hal ini dapat dilihat dari kondisi 0% sludge fly ash dengan kadar air 70 cc, bila ditambahkan 20% sludge fly ash kadar airnya 85 cc, terjadi kenaikan 17,65%. Kemudian ditambahkan sludge fly ash sebesar 30 % dengan kadar air 90 cc

      Gambar 10.Hub. Komposisi campuran dgn

      mengalami kenaikan 5,56%, dan

      resapan air paving blok (komposisi

      penambahan 40 % sludge fly ash dengan

      pembanding 2)

      kadar air 95 cc, mengalami kenaikan 5,26%.

      Dari konsistensi normal diatas dapat dikatakan bahwa penambahan sludge flya ash 0%, 20%, 30%,40% ke dalam semen Komposisi pembanding 1PC:3Kr:3Ab:3Ps bervariasi. menimbulkan kenaikan kadar air yang 5,2 5,37 5,47 5,27 Dengan melihat tabel dan grafik % ) 4,7 dapat dilihat komposisi campuran ai r ( 4,2 penambahan 0%, 20%, 30%,40% sludge an R esap 3,7 3,2 2,2 2,7 3,8 2,38 2,75 2,78 2,83 fly ash mengalami peningkatan waktu

    7 Umur hari

      28

      0% 20% 30% 40% Gambar 11. Hub. umur hari dengan resapan air paving blok (komposisi pembanding 2)

      

    PEMANFAATAN SLUDGE FLY ASH UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOK

    Srie Subekti, Boedi Wibowo pengikatan awal dan akhir sesuai dengan penambahan sludge fly ash, seperti berikut :

      43.40 8.

      22.50 6.

      1 PC : 3 Kr : 3 Ab : 3 Ps : 20%

      161.50 239.60

      32.60 7.

      1 PC : 3 Kr : 3 Ab : 3 Ps : 30%

      48.30

      85.30

      1 PC : 3 Kr : 3 Ab : 3 Ps : 40%

      1 PC : 3 Kr : 3 Ab : 3 Ps

      39.30

      60.30

      34.80 Tabel 13. Evaluasi Pengujian

      Test Tekan Paving Block

      No. Spesifikasi Nilai Kuat Tekan ( Kg / cm 2 )

      7 Hari 28 Hari Kenaikan

      (%)

      174.30 225.10

      38.90 5.

      Untuk campuran 0%, 20%, 30%,40% sludge fly ash, masing-masing campuran ada yang sama dan ada yang mengalami peningkatan waktu ikat awal. Hal ini dapat dilihat dari kondisi 0% sludge fly ash selama 140 menit, bila ditambahkan 20% sludge fly ash pengikatan awal selama 140 menit. Kemudian ditambahkan sludge fly ash sebesar 30 % pengikatan awal selama 140 menit, begitu ditambahkan 40 % sludge fly ash pengikatan awal selama 155 menit, mengalami kenaikan 15 menit.

      44.70

      Untuk campuran 0%, 20%, 30%, 40% sludge fly ash, masing-masing campuran mengalami peningkatan waktu pengikatan akhir.

      Tabel 12. Evaluasi Pengujian Test Tekan Mortar No. Spesifikasi Nilai Kuat Tekan ( Kg / cm 2 )

      1 PC : 4 Kr : 4 Ab : 4 Ps

      54.30

      91.20

      40.50 2.

      1 PC : 4 Kr : 4 Ab : 4 Ps : 20%

      67.20

      49.90

      34.30 3.

      1 PC : 4 Kr : 4 Ab : 4 Ps : 30%

      34.50

      55.10

      37.40 4.

      1 PC : 4 Kr : 4 Ab : 4 Ps : 40%

      30.50

    7 Hari 28 Hari Kenaikan (%) 1.

      JURNAL REKAYASA PERENCANAAN, Vol 4, No. 2, Februari 2008 2

      1 PC : 4 Kr : 4 Ab :

      sebesar 304.07 Kg/cm pada umur 28

      1. 165.64 252.91

      34.50

      4 Ps

      hari dengan klasifikasi mutu B menurut SNI 03-0691-1996 tentang paving blok.

      1 PC : 4 Kr : 4 Ab : 2. 150.58 225.88

      33.30

      4 Ps : 20%

      d. Hendaknya diadakan penelitian lanjutan dengan menambahkan sludge

      3.

      1 PC : 4 Kr : 4 Ab : 132.05 188.23

      29.80

      4 Ps : 30% fly ash sebesar 15 – 25% dari jumlah

      pasir ke dalam komposisi campuran 1

      1 PC : 4 Kr : 4 Ab : 4. 122.78 172.79

      28.90 PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil : 3 pasir.

      4 Ps : 40%

      e. Diadakan penelitian dalam jangka

      1 PC : 3 Kr : 3 Ab : 5. 203.87 289.89

      29.70

      waktu yang panjang, untuk mengetahui

      3 Ps kuat tekan pada umur 60 dan 90 hari.

      1 PC : 3 Kr : 3 Ab : 6. 183.02 304.07

      39.80

      3 Ps : 20%

    DAFTAR PUSTAKA

      1 PC : 3 Kr : 3 Ab :

      Aman Subakti, Ir, Msc. Teknologi Beton

      7. 157.54 251.94

      37.50

      3 Ps : 30% dalam Praktek.

      1 PC : 3 Kr : 3 Ab :

      Edward G Nawi [1990 ], Beton Bertulang ,

      8. 134.37 198.85

      32.40

      3 Ps : 40% Peraturan Beton Indonesia (PBI) 1971.

      Pedoman Beton (1989).

      SIMPULAN Standard Industri Indonesia (SII) 51-005.

      Hasil pengamatan serta analisa dapat 51-74, Standard Cara-cara Penentuan disimpulkan sebagai berikut: Besar Butir Agregat untuk Aduk dan a. Hasil uji fisik dan kimia untuk sludge Beton. fly ash memiliki sifat yang sama Standard Industri Indonesia (SII) 0077-75, dengan pasir.

      Cara Menentukan Kadar Zat Organik

      b. Sludge fly ash dapat digunakan sebagai di dalam Agregat Halus Aduk Beton. bahan penambah pembuatan paving Standard Industri Indonesia (SII) 0013-77, blok, hal ini dapat dilihat dari hasil uji Mutu dan Cara Uji Semen Portland . kuat tekan dan penyerapan air pada Standard Industri Indonesia (SII) 0287-80, benda uji paving blok.

      Mutu dan Cara Uji Pasir Standard .

      c. Penambahan sludge fly ash 20% dari Standard Industri Indonesia (SII) 0819-83, jumlah pasir pada komposisi campuran Paving Blok .

      1 PC : 3 Abu batu : 3 Kerikil : 3 pasir Trimulyono h MT, [2004]; Teknologi menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Beton

      PEMANFAATAN SLUDGE FLY ASH UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOK Srie Subekti, Boedi Wibowo

      SNI 15-t2049-1994, tentang semen Portland.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN HYDRA PULPER KAPASITAS 92KG/JAM
20
204
1
PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PAKAIAN JADI (Study Kasus di UD Hardi, Ternate)
24
206
2
GROUP POSITIVE PSYCHOTHERAPY UNTUK MENINGKATKAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING REMAJA DENGAN ORANG TUA TKI
1
102
9
PELATIHAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI EFEKTIF ORANG TUA KEPADA ANAK
8
133
22
INTENSI ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENIKAHKAN ANAK PEREMPUAN DI BAWAH USIA 20 TAHUN DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN BONDOWOSO
10
104
107
KEADAPTIFAN UNTUK SEPULUH GENOTIPE KEDELAI (Glycine max L.) TERHADAP PRODUKSI
1
89
52
IK PEMBUATAN DNS
1
53
2
PENGAJARAN MATERI FISIKA DASAR UNTUK MAHASISWA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
9
103
43
TEMA 8 UNTUK KELAS 2 K 13
18
201
4
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN PEMANFAATAN SARANA BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK WIYATA KARYA NATAR TAHUN PELAJARAN 2010/2011
10
116
78
PEMBUATAN MESIN PENGADUK ADONAN KERUPUK
30
158
46
HUBUNGAN PEMANFAATAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN DAN SIKAP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 BATANGHARI NUBAN LAMPUNG TIMUR
25
130
93
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TPS UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV B DI SDN 11 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014
6
69
58
EVALUASI ATAS PENERAPAN APLIKASI e-REGISTRASION DALAM RANGKA PEMBUATAN NPWP DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA TANJUNG KARANG TAHUN 2012-2013
9
71
45
PENGARUH PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 WAY
18
107
89
Show more