Pengembangan modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis logis pada siswa berprestasi rendah kelas III DI SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta

Gratis

0
0
167
2 years ago
Preview
Full text

PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR IPS BERBASIS

INTELIGENSI MATEMATIS-LOGIS PADA SISWA BERPRESTASI RENDAH KELAS III DI SD KRISTEN KALAM KUDUS YOGYAKARTASKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu SyaratMemperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah DasarOleh: Agustinus Cahyo KrisdiantoroNIM: 101134118 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA2014

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Bapak dan ibu tersayang yang selalu memberikan doa, kasih sayang, dan dukungan kepada saya. Dosen pembimbing yang selalu membantu dan memberi pengarahan.

4. Teman-teman seperjuanganku PGSD 2010

  5. Almamater tercinta Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

HALAMAN MOTTO

  Uji coba produk melibatkan 9 siswa yang terdiri dari 1 siswa berprestasi rendah dan 8 siswa yang memiliki inteligensi matematis-logis dominan kelas III SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan instrument sebagai berikut: (1) kuesioner validasi ahli (expert judgement) untuk mengetahui hasil validasi kualitas produkmodul yang dikembangkan, (2) pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang materi jenis-jenis pekerjaan.

3 Grade Christian Kalam Kudus Yogyakarta of Primary

  This research used research and development methods Trial products of 9 involving students who consisted of 1 underachieving Students and th 8 students in 3 grade Christian Kalam Kudus Yogyakarta primary school who have logical-mathematical dominant. The trial module th 3 can improve the understanding underachieving students in grade ChristianKalam Kudus Yogyakarta primary school material about the kinds of work and can improve students understanding.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat serta kasih karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengembangan Modul Bimbingan Belajar IPS Berbasis Inteligensi Matematis- Logis Pada Siswa Berprestasi Rendah Kelas III di SD Kristen Kalam KudusYogyakarta. Pd selaku guru kelas SDKristen Kalam Kudus Yogyakarta yang telah memberikan masukan dan saran sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian dengan baik.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi

  Dari teori itu dapat ditarik kesimpulanbahwa siswa yang memiliki matematis-logis dominan, mereka akan lebih mudah mempelajari materi IPS yang disajikan dengan model inteligensimatematis-logis yaitu berpikir rasional, secara skematis, menghitung, dan grafik. Berdasarkan hasil dokumentasi yang berupa nilai rapor kelas III semester 1 tahun ajaran 2013-2014 di SD Kristen Kalam KudusYogyakarta, ditemukan 8 siswa yang memiliki nilai matematika tinggi dengan skor rata-rata 86 tetapi nilai IPS tidak setinggi nilai matematikadengan skor rata-rata 79.

B. Rumusan Masalah

  Apakah uji coba produk “modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis-logis pada siswa berprestasi rendah kelas III diSD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta ” dapat meningkatkan pemahaman tentang materi jenis-jenis pekerjaan? Apakah uji coba produk “modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis-logis pada siswa yang memiliki inteligensi matematis-logis dominan kelas III di SD Kristen Kalam KudusYogyakarta ” dapat meningkatkan pemahaman tentang materi jenis- jenis pekerjaan?

D. Manfaat Penelitian

  Bagi SekolahHasil penelitian ini dapat menambah referensi SD Kristen KalamKudus Yogyakarta terkait dengan penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R & D) dan produk modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis-logis pada siswa berprestasirendah kelas III. Bagi GuruProduk yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat digunakan oleh guru sebagai modul bimbingan belajar berbasis inteligensi matematis-logis pada siswa berprestasi rendah kelas III SD Kristen Kalam KudusYogyakarta.

E. Definisi Operasional

  Modul adalah paket belajar mandiri yang disajikan sesuai dengan tipe belajar matematis-logis yaitu berpikir rasional, secara skematis, bagan,menghitung, dan grafik pada mata pelajaran IPS tentang materi jenis- jenis pekerjaan. Siswa berprestasi rendah adalah siswa yang memperoleh nilai mata pelajaran IPS yang tidak tuntas menurut kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan oleh SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta.

BAB II LANDASAN TEORI A. Inteligensi Kesadaran akan pentingnya inteligensi atau kecerdasan anak, sering kali tidak dibarengi dengan kejelasan pemahaman tentang apa itu inteligensi. Inteligensi diartikan dalam berbagai dimensi oleh para ahli. Menurut David Wechsler (dalam Subini, 2012:11), mengatakan bahwa inteligensi adalah

  Gardner (dalam Suparno, 2004:17) mengatakan bahwa inteligensi merupakan kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkanproduk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata. Berdasarkan uraian di atas, dapatlah dikatakan bahwa inteligensi pada umumnya berkaitan dengan kemampuan kognitif seseorang, dimana ia dapatberpikir dan bertindak untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk yang dihadapinya di dalam situasi yang nyata.

B. Teori Inteligensi Ganda

  Gardner (dalam Suparno, 2004: 19, 45 dan 49) mengungkapkan teori inteligensi ganda dan pengaruhnya dalam pembelajaran. Gardner mengungkapkanbahwa setiap orang dapat mempelajari sesuatu bahan dengan lebih mudah kalau bahan itu disajikan dengan menggunakan inteligensi mereka yangdominan.

C. Inteligensi Matematis-Logis

  Menurut Gardner, inteligensi matematis-logis adalah kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika secara efektif,seperti dipunyai seorang matematikus, saintis, programmer, dan logikus.(Suparno, 2004: 29). Anak ini biasanya suka belajar skema, bagan, dan tidakbegitu suka dengan bacaan yang panjang kalimatnya.

D. Modul

Modul menurut Mulyasa (2002) adalah paket belajar mandiri yang meliputi serangkaian pengalaman belajar yang direncanakan dan dirancangsecara sistematis untuk membantu siswa mencapai tujuan belajar dan disertai dengan pedoman penggunaannya untuk para guru.

1. Ciri-Ciri Modul

  Penggunaan berbagai macam media, yaitu penggunaan media yang dapat diklasifikasikan: bahan cetakan berupa buku-buku pegangansiswa dan buku pegangan yang disediakan oleh pihak sekolah, bahan visual, benda tiruan atau yang sebenarnya dan interaksi langsungantara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa. Adanya konfirmasi langsung terhadap respon siswa yaitu siswa secara langsung mendapatkan konfirmasi atas jawaban atau kegiatanyang benar, dan mendapatkan konfirmasi atas jawaban-jawaban atau kegiatan yang benar, dan mendapatkan koreksi langsung ataskesalahan jawaban atau kegiatan yang dilakukan.

2. Unsur-Unsur yang Terdapat dalam Modul

  Penyusunan materi pelajaran ini disesuaikandengan tujuan-tujuan instruksional yang akan dicapai yang telah dirumuskan dalam modul itu, materi pelajaran juga disusun secarateratur langkah demi langkah sehingga dapat diikuti dengan mudah oleh siswa. Lembar KerjaLembar kerja yang disertai lembar kegiatan siswa digunakan untuk menjawab atau mengerjakan tugas yang harus dipecahkan.

E. Bimbingan Belajar

  Harol Alberty (dalam Hamalik, 2009:193), mengungkapkan bahwa bimbingan di sekolah merupakan aspek program pendidikan yangberkenaan dengan bantuan terhadap para siswa agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapinya dan untuk merencanakan masadepannya sesuai dengan minat, kemampuan, dan kebutuhan sosialnya. Senada dengan pendapat di atas, Stikes dan Dorcy (dalamHamalik, 2009), menjelaskan bahwa bimbingan adalah suatu proses untuk menolong individu dan kelompok supaya individu itu dapat menyesuaikandiri dan memecahkan masalah-masalahnya.

F. Prestasi Belajar Siswa 1. Belajar

  Menurut Winkel (1997:162)mengatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnyasesuai dengan bobot yang dicapainya. Prestasi Belajar Rendah Siswa berprestasi rendah adalah siswa yang memperoleh nilai mata pelajaran IPS yang tidak tuntas menurut kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan oleh SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta.

G. Mengenal Jenis-Jenis Pekerjaan

  Mata pelajaran yang akan diteliti adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kelas III SD, kompetensi dasar yaitu 2.1 mengenal jenis-jenispekerjaan. Materi yang akan dibahas adalah jenis-jenis pekerjaan.

1. Jenis-Jenis Pekerjaan

Menurut Sarwiyanto (2009: 95-104) jenis-jenis pekerjaan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu pekerjaan yang menghasilkan barangdan pekerjaan yang menghasilkan jasa.

a. Pekerjaan yang Menghasilkan barang Ada beberapa jenis pekerjaan yang menghasilkan barang

  Peternakmenghasikan telur, daging, susu, kulit, dan pupuk.2) Petani Petani adalah orang yang pekerjannya mengolah tanah atau bercocok tanam. Kegiatan bertani dapat dilakukan di 3) Nelayan Nelayan adalah orang yang pekerjaannya mencari ikan.

b. Pekerjaan yang Menghasilkan Jasa

  Orang menjadi guru karena dididik dan memiliki Dokter adalah seseorang yang berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit. Untuk menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelardalam bidang kedokteran.3) Pedagang Pedagang adalah orang yang pekerjaannya menjual barang.

2. Alasan Orang Harus Bekerja

  Mencukupi Kebutuhan Pada umumnya orang bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Maka, mereka mencari pekerjaan tambahan atau sambilan.

F. Kajian Penelitian yang Relevan 1. Penelitian tentang Modul Pembelajaran

  Dari hasil evaluasi siswa didapatkan bahwa prestasi belajarsiswa tergolong dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 6,60 dan pembelajaran dengan modul ini diminati dengan skor 76,65%. Subjek yang sudah didapat dibagi menjadidua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan metode random assignment, dengan pembagian 25 orang siswa sebagaikelompok eksperimen dan 25 orang siswa sebagai kelompok kontrol.

2. Penelitian tentang Pembelajaran Berbasis Inteligensi Ganda

  Hasil penelitianmenunjukkan bahwa model pembelajaran fisika dengan teori inteligensi ganda untuk pokok bahasan usaha (1) meningkatkan prestasi siswa dengan posttest pretest perbedaan dan secara signifikan, dan (2) mempengaruhi minat siswa terhadap fisika. Penelitian yang telah dilakukan tersebut sama-sama menggunakan teori inteligensi ganda dalam pembelajaran, namun penelitian tersebutbelum ada yang menggunakan jenis penelitian Research and Development (R and D) dengan mengembangkan produk berupa modul bimbingan belajar berbasis inteligensi matematis-logis untuk pembelajaran IPS di SD.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Kristen Kalam Kudus Yogyakarta, jalan Jambon No 41 Tegalrejo Yogyakarta (554349). Waktu

B. Jenis Penelitian

  Penelitian ini mengembangakan modul bimbingan belajar berbasis inteligensi matematis-logis yang berfokus padamata pelajaran IPS materi mengenal jenis-jenis pekerjaan untuk kelas III, dan menguji keefektifan modul tersebut lewat uji coba modul di lapangan. Perkembangan pemahaman siswa tentang mengenal jenis-jenis pekerjaan diukur dengan pretest posttest dan yang diberi skor dan dianalisis dengan statistik uji t sampel berpasangan.

C. Prosedur Pengembangan

  Bagan Langkah-langkah penggunaan penelitian dan pengembangan Sugiyono Langkah-langkah penelitian dan pengembangan Sugiyono dimulai dari potensi dan permasalahan, dari suatu potensi dan permasalahan dilakukanpengumpulan data terhadap hal-hal yang berhubungan dengan potensi dan permasalahan. Potensi dan masalahnya yaitu ada siswa yang mendapat nilai matematika cukup baik tetapi nilai IPS dibawah KKM danbeberapa siswa mendapat nilai matematika yang tinggi tetapi nilai IPS tidak setinggi nilai matematikanya.

D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian

  Populasi merupakan kelompok yang lebih besar dimana hasil penelitian diharapkan berlaku; semua anggota grup yang akan diteliti(Suparno, 2010:43). Dalam penelitian ini yang digunakan penelitian populasi yaitu Semua siswa kelas III SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta.

2. Sampel Penelitian Sampel adalah himpunan bagian dari populasi (Suparno, 2010:43)

  Menentukan siswa yang memiliki inteligensi matematis-logis dominan dengan caramelakukan dokumentasi yang berupa nilai rapor kelas III semester 1 yang berfokus pada nilai matematika yang tinggi. Penelitian ini juga (expert judgment) menggunakan kuesioner untuk validasi ahli yang ditujukan kepada guru kelas III SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta,pakar tata bahasa, pakar pembelajaran IPS, dan pakar inteligensi ganda terhadap kualitas modul bimbingan belajar yang dikembangkan.

G. Instrumen Penelitian

  Modul sesuai dengan kebutuhan kecerdasan siswa yang dimiliki siswa yaitu matematis-logis. 2 Desain dan Pengorganisasian 5 4 3 2 Modul merupakan sumber belajar yang baik bagi siswa dan guru.

3 Isi Modul

  Validasi oleh guru IPS dilakukan untuk meningkatkan kualitas desain produk modul pembelajaran yang meliputi:(1) aspek tujuan dan pendekatan, (2) aspek desain dan pengorganisasian, (3) aspek isi, (4) aspek topik, dan (5) aspek metodologi. 4 1 Menyebutkan contoh pekerjaan yang menghasilkan barang 4 Menentukan pekerjaan yang paling banyak diminati dan pekerjaan yang paling sedikit diminati.

1. Data Validasi Guru Kelas III SD dan Revisi Produk

  Namun, ada beberapa saran dari beliau yaitu penggunaan tanda baca untuk kalimat perintah dan kalimat tanyadalam lembar tugas siswa tidak dicantumkan, lembar tugas 1 harus ditukar dengan lembar tugas 2, karena di tugas 1 hanya mendeskripsikanpekerjaan, sedangkan di tugas 2 ditambah kesimpulan untuk membedakan pekerjaan yang menghasilkan barang dan jasa. Berdasarkan komentar yang diberikan oleh guru IPS kelas III SDKristen Kalam Kudus, peneliti melakukan revisi pada bagian-bagian yang Kesimpulan yang diperoleh dari validasi yang dilakukan oleh guru IPS kelas III SD Kristen Kalam Kudus adalah layak untuk digunakan uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.

2. Data Validasi Pakar Tata Bahasa dan Revisi Produk

  Validasi pakar tata bahasadilakukan untuk meningkatkan kualitas desain produk modul pembelajaran yang meliputi (1) aspek tujuan dan pendekatan, (2) aspekdesain dan pengorganisasian, (3) aspek isi, (4) aspek topik, dan (5) aspek metodologi. Komentar Pakar Revisi Desain dan pengorganisasian 1 Ragam tulis yang dipakai Memperbaiki ragam tulis yang dipakai dalam menyusun modul ini dalam menyusun modul pembelajaran.masih perlu diperbaiki Mengganti kata yang tepat sesuai dengan kata baku.

3. Data Validasi Pakar Pembelajaran IPS dan Revisi Produk

  Pd., Hasil validasi yang dilakukan oleh Bpk. Rusmawan diperoleh kualitas desain produk dengan nilai rata-rata 3,88.

4. Data Validasi Pakar Inteligensi Ganda dan Revisi Produk

  Komentar umum dari Romo Paul terkait dengan kualitas desain produk modul pembelajaran adalah pada bagian tujuanpembelajaran yang ditulis siswa dapat menyebutkan paling sedikit 3 contoh pekerjaan. Menyebutkan paling sedikit 3 contoh pekerjaan terlalusedikit, sebab banyak sekali contoh pekerjaan yang ada di masyarakat.

I. Teknik Analisis Data 1. Konversi Data Kuantitatif Menjadi Kualitatif Skala Lima

  Datakualitatif berupa komentar yang dikemukakan oleh pakar pembelajaran IPS, Penelitian dilakukan oleh 9 siswa kelas III SD Kristen Kalam Kudus. Data dianalisis sebagai dasar untuk memperbaiki dan mengetahui kelayakanproduk yang dihasilkan.

2. Paired-Samples t-test (Uji t Sampel Berpasangan)

  Uji t sampel berpasangan adalah prosedur yang digunakan untuk membandingkan rata-rata pretest dan posttest . Setelah diperoleh hasil dari uji t untuk dua kelompok berpasangan pretest posttest untuk dan , maka untuk melakukan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan prosedur, uji selisih rata-rata.

BAB IV PELAKSANAAN DAN DATA ANALISIS A. Pelaksanaan Penelitian 1. Sebelum Penelitian Peneliti mencari beberapa siswa yang memiliki inteligensi matematis-

  Berdasarkan hasil pengumpulan data tersebut, peneliti menemukan 9 sampel yang terdiri dari 1 siswa berprestasi rendah yang memiliki nilaimatematika cukup baik tetapi nilai IPS dibawah KKM dan 8 siswa yang memiliki nilai matematika sangat tinggi tetapi nilai IPS tidak setinggi nilaimatematikanya. Atas dasar kebutuhan siswa tersebut, peneliti mengembembangkan modul bimbingan belajar IPS berbasis matematis-logis yang diawali denganmenentukan mata pelajaran dan kompetensi dasar yang akan dikembangkan, yaitu IPS tema pekerjaan kelas III semester genap, dengan kompetensi dasar2.1 mengenal jenis-jenis pekerjaan.

2. Selama Penelitian

  Penelitian menggunakan modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis-logis materi jenis-jenis pekerjaan untuk kelas III SD yang dilaksanakan oleh peneliti secara langsung. Ketika beberapa siswa selesai dengan cepat, siswa yang lain terpancing untuk mengerjakan soal tersebut dengan cepat,sehingga motivasi siswa tinggi ketika melakukan kegiatan tersebut tampak dari perilaku siswa yang serius dalam mengerjakan soal.

B. Data dan Analisis 1. Data Penelitian

  Data skor dan siswa yang memiliki inteligensi matematis-logis dominan setelah mengikuti uji coba modul bimbinganbelajar IPS berbasis matematis-logis tentang mengenal jenis-jenis pekerjaan seperti tabel berikut. Nilai Pretest dan Postest Siswa yang Memiliki Inteligensi Matematis-Logis Dominan Pretest Posttest No Siswa 1 Sampel 2 55 81 2 Sampel 3 52 75 3 Sampel 4 33 36 4 Sampel 5 18 52 5 Sampel 6 55 95 6 Sampel 7 76 96 7 Sampel 8 59 96 8 Sampel 9 28 76 Nilai rata-rata 47 75,88 Uji t untuk dua kelompok berpasangan untuk pretest dan posttest dengan menggunakan program SPSS 16, didapatkan seperti tabelberikut: Tabel Hasil Uji t untuk Paired Samples Paired Samples StatisticsStd.

2. Analisis Data a. Pemahaman awal dan akhir siswa berprestasi rendah

  V SD KalamKudus menentukanpekerjaan yang paling banyakdiminati di kelas VSD Kalam Kudus yaitu dokter danpekerjaan yang paling sedikitdiminati adalah pelukismenentukan pekerjaan yang paling banyakdiminati di kelas V SDKalam Kudus yaitu dokter dan pekerjaanyang paling sedikit diminati adalah pelukis 5 Memberi alasan orang harusbekerja Karena kalau tidak bekerja tidak bisa mencari makan Buat nafkah anak- anaknya dan mencukupi kebutuhansehari-hari. Awalnya siswa dapat menyebutkan saja 1 pekerjaan yang menghasilkan barangyaitu guru, tetapi dalam pemahaman akhir siswa dapatmenyebutkan dan menjelaskan 2 pekerjaan yang menghasilkan barang dan 3pekerjaan yang menghasilkan jasa.4) Menentukan pekerjaan yang paling banyak diminati dan pekerjaan yang paling sedikit diminati di kelas V SD Kalam Kudus.

b. Pemahaman awal dan akhir siswa yang memiliki inteligensi matematis-logis dominan

  Analisis pemahaman awal dan akhir 8 siswa yang memiliki inteligensi matematis-logis dominan setelah melakukan uji coba modulbimbingan belajar IPS berbasis matematis-logis tentang mengenal jenis- jenis pekerjaan. 3 Menjelaskan Pekerjaan yang Pekerjaan yang pekerjaan yang menghasilkan barang menghasilkan barangmenghasilkan yaitu nelayan hasilnya yaitu nelayan hasilnyabarang dan ikan, udang, cumi (3).

4 Siswa dapat

  7 Siswa dapat pekerjaan yang menentukan pekerjaan menentukan pekerjaanpaling banyak yang paling banyak yang paling banyakdiminati dan diminati di kelas V SD diminati di kelas V SDpekerjaan yang Kalam Kudus yaitu Kalam Kudus yaitu dokter paling sedikitdokter dan pekerjaan dan pekerjaan yang paling diminati diyang paling sedikit sedikit diminati adalah kelas V SDdiminati adalah pelukis pelukis (7). Beberapa siswa tetap konsisten dengan pemahaman awal mereka yang kurang benar tentang alasanorang harus bekerja dan banyak siswa yang mengalami perubahan pemahaman dari yang kurang benar menjadi benar.

c. Tanggapan Siswa dalam Belajar

  Hal ini terlihat ketika siswa mengerjakan kegiatan tugas siswa, dari kegiatan siswa 1 sampai 4, siswa tersebut berlomba untuk menjadi yangterbaik diantara teman-temannya yang lain. Siswa berkonsentrasi penuh selama pembelajaran menggunakan modul pembelajaran IPS berbasis Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa siswa menjadi lebih senang belajar tentang materi jenis-jenis pekerjaan dengan menggunakanmodul bimbingan belajar IPS berbasis matematis-logis.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

  Pengembangan modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis-logis pada siswa berprestasi rendah kelas III SD Kristen KalamKudus dikembangkan dengan kualitas yang baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPS kelas III berdasarkan validasi daripakar tata bahasa Indonesia, guru kelas III, pakar pembelajaran IPS. Uji coba modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis-logis pada siswa yang memiliki inteligensi matematis-logis dominan dapatmeningkatkan pemahaman tentang materi mengenal jenis-jenis pekerjaan dan siswa senang belajar dengan modul ini.

B. Keterbatasan Penelitian

  Analisis kebutuhan hanya berdasarkan pada dokumentasi yang berupa ledger nilai rapor kelas III semester 1 tahun ajaran 2013-2014. Instrumen dan belum diuji untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya secara empiris.

C. Saran

  Modul bimbingan belajar yang dikembangkan dapat digunakan untuk siswa kelas III SD. Uji coba modul bimbingan belajar yang dikembangkan dilakukan pada sampel dalam jumlah yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA

  LAMPIRAN Lampiran 1Surat Izin Melakukan Penelitian Lampiran 2Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Lampiran 3Dokumentasi Berupa Ledger Rapor Lampiran 4Instrumen Validasi Pakar Tata Bahasa, Pakar Inteligensi Ganda, Pakar Pembelajaran IPS, Guru Kelas III SD Terhadap Kualitas Modul Bimbingan 4 4 Modul sesuai dengan kebutuhan memahami materi jenis-jenis pekerjaan 3 Modul mempermudah siswa 2 Modul sesuai dengan kurikulum 2013. memberi tanda cek (√) pada kolom di bawah bilangan 1, 2, 4, atau 5 serta Petunjuk Penilaian:Mohon Romo/ Bapak/ Ibu berkenan untuk menilai kualitas modul bimbingan belajar IPS berbasis kecerdasan matematik-logis untuk kelas III SD dengan cara kecerdasan yang dimiliki siswa yaitu matematik-logis Modul merupakan sumber 5 belajar yang baik bagi siswa dan guru.

88 Yogyakarta

  1 3 Modul mempermudah siswa memahami materi 1 jenis-jenis pekerjaan 4 Modul sesuai dengan kebutuhan kecerdasan yang 1 dimiliki siswa yaitu matematik-logis 5 Modul merupakan sumber belajar yang baik bagi 1 siswa dan guru. 1 3 Modul mempermudah siswa memahami 1 materi jenis-jenis pekerjaan 4 Modul sesuai dengan kebutuhan kecerdasan 1 yang dimiliki siswa yaitu matematik-logis 5 Modul merupakan sumber belajar yang baik 1 bagi siswa dan guru.

TAHUN AJARAN 2014

  Menjelaskan pekerjaan yang menghasilkan barang dan jasa. Menentukan pekerjaan yang paling banyak diminati dan pekerjaan yang paling sedikit diminati.

5. Menjelaskan alasan orang harus bekerja

IV. Tujuan Pembelajaran

  Setelah membaca modul dan berdiskusi, siswa dapat menyebutkan paling sedikit 8 contoh pekerjaan yang menghasilkan barang. Setelah menganalisis teks, siswa dapat menentukan pekerjaan yang paling banyak diminati dan pekerjaan yang paling sedikit diminati siswa dikelas V SD Kalam Kudus.

V. Materi pembelajaran

  Siswa mencari informasi tentang pekerjaan yang Siswa mencari informasi tentang pekerjaan yang menghasilkan jasa. Guru memberikan instruksi membuat daftar pekerjaan Siswa bertanya dan mencari informasi tentang cara atau langkah-langkah memecahkan masalah yang berkaitan dengan daftar pekerjaan.

IX. Media dan alat pembelajaran :

  Modul 2. Video tentang contoh-contoh pekerjaan yang ada di masyarakat 3.

X. Penilaian

  Tentukan pekerjaan yang paling banyak diminatidan pekerjaan yang paling sedikit diminati di kelas VSD Kalam Kudus 5. Menentukan pekerjaan yang paling banyakdiminati dan pekerjaan yang paling sedikitdiminati.

a. Skor hasil penilaian :

  Pekerjaan yang menghasilkan jasa adalah (1) guru tugasnya mengajar dan mendidik siswa di sekolah, (2) tukang cukur tugasnya mencukur rambut orang agar lebih rapi, (3) polisi tugasnya menjaga tata tertib, menjagakeamanan, dan pengatur lalu lintas, (4) fotografer tugasnya memotret obyek, wartawan tugasnya mencari dan menyusun berita, (5) doktertugasnya memeriksa dan menyembuhkan orang sakit, satpam tugasnya menjaga keamanan. Tentukan pekerjaan yang paling banyak diminati dan pekerjaan yang paling sedikit diminati di kelas V SD Kalam Kudus!

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Teknik Scaffolding Terhadap Kemampuan Berpikir Logis Matematis Siswa
6
54
244
KESULITAN MENULIS HANZI SEBAGAI PERMASALAHAN DALAM BELAJAR BAHASA MANDARIN DI KELAS VI SD KRISTEN KALAM KUDUS SURAKARTA
0
2
63
Deskripsi kemampuan literasi matematis siswa kelas VIII B DI SMP Kristen Kalam Kudus Surakarta tahun ajaran 2014/2015.
0
0
194
Pengembangan modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis-logis pada siswa berprestasi rendah kelas III DI SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta.
0
0
169
Pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan berbicara bahasa Indonesia kelas V SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta.
0
1
170
FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA BERPRESTASI RENDAH DI KELAS IV SD NEGERI SE-KECAMATAN NGEMPLAK.
0
25
151
MOTIVASI BERPRESTASI SISWA Buku siswa
0
0
9
Kesulitan Belajar Bahasa Mandarin Beserta Solusinya Pada Siswa Kelas 2 Program Internasional SD Kristen Kalam Kudus Surakarta - UNS Institutional Repository
0
2
89
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD KRISTEN KALAM KUDUS TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
175
Pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan berbicara bahasa Indonesia kelas V SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengembangan modul bimbingan belajar PKn berbasis kecerdasan linguistik pada siswa berprestasi rendah di kelas III SD Kanisius Gayam I Yogyakarta - USD Repository
0
0
132
Pengembangan modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan interpersonal pada siswa berprestasi rendah di kelas V SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta - USD Repository
0
0
265
Pengembangan modul bimbingan belajar ipa berbasis kecerdasan musikal pada siswa berprestasi rendah kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta - USD Repository
0
0
177
Pengembangan modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis pada siswa berprestasi rendah kelas III A di SDN Percobaan 3 Pakem - USD Repository
0
0
182
PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS KECERDASAN KINESTETIK- BADANIPADA SISWA BERPRESTASI RENDAH DI KELAS IV SD KANISIUS GAYAM I YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
176
Show more