Formulasi emulgel minyak cengkeh (Oleum caryophylli): pengaruh lama dan kecepatan putar pada proses pencampuran terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik.

Gratis

0
3
111
2 years ago
Preview
Full text

HALAM AN PERSEM BAHAN

  PRAKATA Puji syukur ke hadirat Allah Bapa atas berkat dan penyertaan yang diberikan kepada penulis, sehingga penulis bisa menyelesaikan laporan akhir yangberjudul “Formulasi Emulgel Minyak Cengkeh Minyak (Oleum cariophylli):Pengaruh Lama dan Kecepatan Putar pada Proses Pencampuran terhadap Sifat Fisik dan Stabilitas Fisik” dengan baik. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh lama dan kecepatan putar pada level yang diteliti terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik emulgel minyak cengkeh.

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Penampilan wajah menjadi faktor penting yang saat ini mendapatkan

  Hal inikarena emulsi yang dibuat pada emulgel memiliki sistem reologi non-Newtonian sehingga rheologi dan viskositas sangat dipengaruhi oleh berbagai prosespencampuran terutama oleh adanya gaya geser yang dihasilkan oleh kecepatan putar alat. Gaya geser yang diaplikasikan selama proses pencampuran tersebutdapat menurunkan viskositas emulgel dan selanjutnya berpengaruh pada kualitas sediaan yang terbentuk (Amiji dan Sandmann, 2003).

1. Perumusan masalah

  Apakah diperoleh formula yang memenuhi persyaratan sifat fisik dan stabilitas fisik yang sesuai dengan kriteria? Apakah variasi lama dan kecepatan putar pada level yang diteliti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik dan stabilitasfisik emulgel minyak cengkeh (Oleum caryophylli)?

2. Keaslian penelitian

  Hasilnya adalah konsentrasi minyak cengkeh 15% dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dan diperoleh kesimpulan bahwa krim antiacne dan emulgel antiacne minyak minyakcengkeh tidak berbeda dalam kemampuannya menghambat Staphylococcus epidermidis. Namun, sejauh penelusuran pustaka yang dilakukan penulis, penelitian tentang Formulasi Emulgel Minyak Cengkeh Minyak (Oleum caryophylli): Pengaruh Lama dan Kecepatan Putar pada Proses Pencampuran terhadap Sifat Fisik dan Stabilitas Fisik belum pernah dilakukan.

3. Manfaat

a. Manfaat teoretis

  Memberikan sumbangan pengetahuan tentang pengaruh lama dan kecepatan putar pada proses pencampuran emulgel terhadap sifat fisik 6dan stabilitas emulgel minyak cengkeh agar dapat dihasilkan emulgel dengan sifat yang diinginkan dan dapat diterima oleh konsumen. Manfaat metodologis Memberikan contoh aplikasi penerapan desain faktorial dan uji statistika dalam mengamati pengaruh lama dan kecepatan putar padaproses pencampuran emulgel terhadap sifat fisik dan stabilitas emulgel minyak cengkeh.

B. Tujuan

  Tujuan Umum Terbentuknya sediaan emulgel dengan zat aktif minyak cengkeh(Oleum caryophylli) dengan sifat fisik (viskositas dan daya sebar) serta stabilitas fisik (pergeseran viskositas) yang memenuhi kriteria. Tujuan Khusus Untuk mengetahui signifikansi pengaruh lama dan kecepatan putar pada level yang diteliti terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik emulgel minyakcengkeh (Oleum caryophylli).

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Jerawat Jerawat merupakan peradangan yang terjadi pada kulit karena adanya

  Paling tidak ada empat faktor penting yang menyebabkan terjadinya jerawat, yaitu tersumbatnya folikel rambut oleh sel yang secara normal mengalamideskuamasi, hiperaktivitas kelenjar sebasea, proliferasi bakteri di dalam sebum, dan inflamasi (American Academy of Family Phisicians, 2000). Propionibacterium acnes dan Staphyloccocus epidermidis adalah dua strain bakteri yang dapat menginduksi terjadinya jerawat (Bialecka, et al., 2005).

B. Minyak Cengkeh ( Oleum caryophilli) Minyak cengkeh merupakan produk samping dari tanaman cengkeh

  Struktur kimia komponen terbesar minyak cengkeh (eugenol,eugenol asetat, caryophyllene) (Ayoola, et al., 2008) Minyak cengkeh yang diperoleh dari bagian tanaman yang berbeda memiliki kandungan kimia dengan presentase yang berbeda pula. Komposisi minyak yang dihasilkan bervariasi tergantung darikeadaan daun serta cara destilasinya, minyak yang dihasilkan biasanya mengandung eugenol antara 80-88% dengan kadar eugenol asetat yang rendahtetapi kadar caryophyllene yang tinggi.

C. Emulgel

  Sediaan bentuk emulgel lebih stabil dan merupakan pembawa yang lebih baik bagi obat yang bersifat hidrofobik atau tidak larut air (Deveda et al.,2010). Gel mengandung komposisi air dalam jumlah tinggi sehingga dapat meningkatkan disolusi obat dan juga memudahkan migrasi obat melalui basisyang utamanya berbentuk cair, dibandingkan dengan salep atau krim.

D. Bahan Formulasi

1. Emulsifying agent

  Emulsifying agent adalah suatu molekul yang memiliki rantai hidrokarbon nonpolar dan polar pada tiap ujung rantai molekulnya. Kombinasi emulsifying agent dipilih karena dapat menghasilkan tipe emulsi yang diinginkan, yaitu M/A atau A/M sesuai dengan proporsi emulsifying agent yang digunakan (Martin, Swarbick, dan Cammarata, 1983).

2. Gelling agent

  Perubahan suhu dan pH selama pembuatan 13dan penggunaan preservative tidak boleh mengubah rheologinya, ekonomis, membentuk gel yang tidak berwarna, menimbulkan sensasi dingin saatdigunakan di tempat aplikasi, dan bau yang menyenangkan (Mahalingam, Li, dan Jasti, 2008). Unit monomer asam akrilat dari polimer carbopol (Rowe, et al., 2009) Carbopol 940 merupakan tipe carbopol yang paling efisien karena viskositasnya yang tinggi yaitu 40.000-60.000 cps (pada kadar 0,5% denganpH 7,5) dan menghasilkan gel dengan penampilan yang jernih (Allen Jr, 1999).

3. Triethanolamin

  Sebelum netralisasi, carbopol di dalam air akan ada dalam bentuk tak terion pada pH sekitar 3. Hasilnya adalah ion yangtolak menolak dari gugus karboksilat dan polimer menjadi kaku dan rigid, sehingga meningkatkan viskositas (Osborne, 1990).

4. Parafin cair

  Paraffin liquidum juga dapat berfungsi emolien, yang mencegah dehidrasi pada saat sediaan diaplikasikan ke kulit (Anonim, 2012). Padaformulasi sediaan topical dan kosmetika, gliserin digunakan sebagai humektan atau emolien.

6. Preservative

  Metil paraben (Rowe, et al., 2009) Metil paraben secara luas digunakan sebagai antimikroba pada kosmetik, produk makanan, dan sediaan farmasi. Paraben efektif padarange pH yang luas dan memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas, meskipun paraben paling efektif menghambat yeast dan fungi.

E. Pencampuran

  Pencampuran merupakan suatu proses yang bertujuan untuk menangani dua atau lebih komponen, yang belum bercampur atau sebagianbercampur, sehingga setiap unit (partikel, molekul, dan lain-lain) dari komponen terletak sedekat mungkin berinteraksi dengan unit lain dari komponen (Aulton,2007). Selain itu, peralatan dapat didesain dan dibuat sesuai dengan kebutuhan tiap individu berdasarkan tipedata yang dibutuhkan, rute administrasi, luas permukaan yang ditutupi, dan pertimbangan model membran.

G. Metode Desain Faktorial

  Desain faktorial dua faktordan dua level berarti ada dua faktor yang masing-masing diuji pada dua level yang berbeda, yaitu level rendah dan level tinggi. Persamaan umum yang digunakan dalam desainfaktorial adalah: Y = B + B 1 X 2 + B 2 X 2 + B 12 X 1 X 2 Y = respon hasil percobaan X1, X2 = level bagian A, level bagian BB1, B2, B12 = koefisien yang dihitung dari hasil percobaan B0 = rata-rata dari semua percobaan (Bolton, 1997).

H. Landasan Teori

  Sifat fisik dan stabilitas emulgel dipengaruhi oleh proses pencampuran yaitu lama pencampuran dan kecepatan putar. Setiap alat pengemulsi memiliki lama dan kecepatan pencampuran yang optimal, sehingga pencampuran yang berlangsung lebih lama pada hakekatnya tidakmemberi perbaikan kualitas emulsi.

I. Hipotesis

Faktor lama dan kecepatan putar pada level rendah dan tinggi serta interaksi kedua faktor memiliki pengaruh yang bermakna terhadap sifat fisik danstabilitas fisik emulgel minyak cengkeh (Oleum caryophylli).

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitan Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian eksperimental murni dengan desain faktorial. B. Variabel Penelitian dan Definisi Penelitian

1. Variabel Penelitian

  Level tinggi dan level rendah dari lama pencampuran dan kecepatan putar. 1) Uji iritasi primer: eritema dan edema2) Uji aktivitas antimikroba: diameter zona hambat3) Uji sifat fisik: viskositas dan daya sebar4) Uji stabilitas fisik: pergeseran viskositas setelah penyimpanan selama satu bulanc.

2. Definisi Operasional

  Emulgel adalah sediaan semisolid hasil emulsifikasi minyak daun cengkeh dengan emulsifying agent Tween 80 dan Span 80 dan penambahanCarbopol 940 sebagai gelling agent yang dibuat sesuai prosedur dalam penelitian ini. Faktor adalah besaran yang mempengaruhi respon, dalam penelitian ini yaitu lama dan kecepatan putar pada prosese pencampuran emulgel.

i. Pengaruh adalah perubahan respon yang disebabkan variasi level dan faktor

  Sifat fisik emulgel adalah parameter yang digunakan untuk mengetahui kualitas fisik emulgel yang meliputi viskositas dan daya sebar. Daya sebar adalah diameter penyebaran 1 gram emulgel yang didiamkan 48 jam setelah pembuatan pada alat uji daya sebar yang diberi beban kaca seberat 55 gram yang didiamkan selama 1 menit.

C. Bahan Penelitian

  Minyak cengkeh (Oleum caryophylli) yang diperoleh dari CVIndaroma Yogyakarta, Carbopol 940 (kualitas farmasetis), gliserin (kualitas farmasetis), Tween 80 dan Span 80 sebagai emulsifying agent, parafin cair,trietanolamin, dan aquadest, media Mueller Hinton Agar (Merck) dan Mueller Hinton Broth (Merck), dan bakteri uji Staphylococcus epidermidis yang diperoleh dari Dinas Kesehatan D. Yogyakarta, Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta.

D. Alat Penelitian

E. Tata Cara Penelitian

  Nilai indeks bias minyak cengkeh ditunjukkan oleh skala yang pada saat terdapat garis batas yang memisahkan sisi terang dan sisigelap pada bagian atas dan bawah. Bobot jenis minyak cengkeh diukur dengan menggunakan piknometer yang telah dikalibrasi, dengan menetapkanO bobot piknometer kosong dan bobot air pada suhu 25O C.

25 O C. Dilakukan replikasi sebanyak 3 kali

  Proses pencampuran (emulsifikasi dan penambahan 28Carbopol) dilakukan sesuai dengan level faktor yang telah ditentukan(lama pencampuran : 10 menit dan 30 menit; kecepatan putar 200 rpm dan 500 rpm). Uji Iritasi Primer EmulgelBulu bagian punggung kelinci dicukur kemudian dibagi menjadi 2 sisi (kiri dan kanan) untuk sediaan emulgel dan basis emulgel sebagai kontroldengan area berukuran kira-kira 1 inchi x 1 inchi (2,54 cm x 2,54 cm) di masing-masing sisi.

8. Uji Antimikroba Emulgel terhadap Staphyloccus epidermidis

  Diambil 1 ose koloni bakteri Staphylococcus epidermidis dari stok bakteri, dimasukkan kedalam tabung reaksi yang telah berisi media Mueller Hinton Broth (MHB) o steril, kemudian diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37 C dalam inkubator, selanjutnya kekeruhan suspensi bakteri Staphylococcus 8epidermidis disesuaikan dengan standar 0,5 Mac Farland (1,5 x 10 CFU/mL). Lubang sumuran yang dibuat berjumlah 5, masing-masing diisi dengan emulgel formula 1, formula a,formula b, formula ab, dan kontrol basis.

F. Analisis Hasil

  Pada uji sifat fisik dan stabilitas emulgel,besarnya pengaruh lama dan kecepatan putar pada proses pencampuran dapat dihitung dengan metode desain faktorial menggunakan uji statistik two-wayANOVA. Pada uji aktivitas antimikroba emulgel, untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan zona hambat antara kontrol basis dan keempat formula yang dibuat,digunakan uji one-way ANOVA atau uji Kruskal-Wallis terhadap formula 1, formula a, formula b, formula ab, dan kontrol basis.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identifikasi dan Verifikasi Minyak Cengkeh Penelitian ini menggunakan minyak cengkeh (Eugenia caryophyllata Thunb.) yang diperoleh dari CV Indaroma, Yogyakarta. Identifikasi dibuktikan dengan Certificate of Analysis (CoA) yang terlampir di Lampiran 1. Identifikasi dilakukan dengan pengamatan organoleptis, yang meliputi:

  Hasil verifikasi sifat fisik minyak cengkehLiteratur Sifat fisik (Parthasarathy, CoA Hasil verifikasi 2008 )1,040 - 1,054 1,0207 ± 0,0021 Bobot jenis 1,010 – 1,035 (25 C) (25 C) 1,5231 – 1,5338Indeks bias 1,520 – 1,540 1,534 ± 1,00 (20 C) (20C) Hasil tersebut menunjukkan bahwa verifikasi indeks bias pada suhu 20 C sesuai dengan nilai indeks bias pada suhu 20 C dari studi pustaka yang didapatkan (Parthasarathy, 2008) dan CoA. Hal ini 35mungkin dikarenakan perbedaan kemurnian dan kandungan minyak cengkeh yang diuji dengan minyak cengkeh yang terdapat pada studi pustaka tersebut.

B. Uji Iritasi Primer Formula Optimum

  Hasil ujiiritasi primer menunjukkan bahwa formula yang digunakan tidak mengiritasi ditunjukkan dengan tidak adanya eritema dan edema pada punggung kelinci(Gambar 12 dan Lampiran 5). Skor eritema dan edema keseluruhan ditambahkan dari jam ke-24 sampai jam ke 72 dan skor rata-rata untuk kulit utuh dan lecetdigabungkan, rata-rata gabungan ini disebut indeks iritasi primer (Dewi, 2008).

C. Formulasi Emulgel dengan Kombinasi Lama Pencampuran dan Kecepatan Putar Mixer

  Kombinasi emulsifying agent dipilih karena dapat menghasilkan tipe emulsi yang diinginkan, yaitu M/A sesuai dengan proporsi tween dan span yang digunakan(Martin, Swarbick, dan Cammarata, 1983). Struktur skematik Carbopol sebelum netralisasi (kiri) dan sesudah netralisasi dengan basa (Noveon, 2002)Preservative yang digunakan pada pembuatan emulgel ini adalah metil paraben dan propil paraben.

D. Uji pH

  Seluruh formula dalam sediaan emulgel pada penelitian ini memiliki pH antara 5 – 6 yang diuji denganmenggunakan indikator kertas pH sehingga karena masuk dalam pH kulit yaitu 4 - 7 (Lambers, et al., 2006) maka emulgel tidak mengiritasi kulit dan nyaman saatdigunakan. Untuk daya sebar, semua formula juga menunjukkan memenuhi range daya sebar yang diharapkan, dengan dayasebar terbesar pada formula 1 dan daya sebar terkecil pada formula ab.

F. Uji Stabilitas Fisik Emulgel

  Stabilitas emulgel menunjukkan kemampuan emulgel dalam menjaga sifatfisik yang sesuai dengan kriteria dan menjamin kualitas serta kemurniannya. Penampilan emulgel setelah pembuatan (kiri) dan setelah penyimpanan satu bulan (kanan) 48Stabilitas fisik emulgel diukur secara kuantitatif dengan melihat pergeseran viskositas setelah penyimpanan selama 1 bulan.

G. Pengaruh Lama Pencampuran dan Kecepatan Putar terhadap Viskositas, Daya Sebar, dan Pergeseran Viskositas

  Formula 1 dan formula a dibandingkan untuk mengetahui pengaruh lama pencampuran pada level rendah kecepatan putar, dimana formula 1 danformula a memiliki nilai kecepatan putar yang sama yaitu 200 rpm dan memiliki variasi lama pencampuran. Wilcoxon rank sum test viskositasFormula W p-value Formula 1 : formula a 2 0.1967 Formula b : formula ab 0,5 0.07652Formula 1 : formula b 9 0.0463 Formula a : formula ab 8 0.1046 Pengaruh kecepatan putar pada level rendah lama pencampuran dapat diketahui dengan membandingkan formula 1 dan formula b.

H. Uji Antimikroba Emulgel terhadap Staphylococcus epidermidis

  Zona hambat yang dihasilkan tiap formula dibandingkan dengan kontrol basisFormula Rata-rata zona hambat ± SD (mm) Kontrol basis 0 ± 0 Formula 1 6,67 ± 0,58Formula a 6,67 ± 0,58 Formula b 8 ± 1,00 Formula ab 7 ± 1,00 61Untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas antimikroba emulgel dibandingkan dengan kontrol basis dilihat ada tidaknya perbedaan yang signifikanzona hambat yang dihasilkan dari keempat formula dan basis. Selanjutnya untuk melihat pengaruh lama dankecepatan putar dilakukan uji Kruskal-wallis terhadap 4 formula, hasilnya adalah 62p>0,05 yang artinya hasil berbeda tidak bermakna antara keempat formula, sehingga dapat dikatakan bahwa lama dan kecepatan putar pada prosespencampuran emugel tidak berpengaruh terhadap aktivitas antimikroba emulgel terhadap Staphylococcus epidermidis.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  Formula 1 merupakan formula yang memenuhi syarat sifat fisik dan stabilitas fisik sesuai kriteria. Faktor lama pencampuran signifikan berpengaruhterhadap respon daya sebar pada level rendah kecepatan putar, faktor kecepatan putar signifikan berpengaruh terhadap respon daya sebar pada levelrendah maupun level tinggi lama pencampuran.

B. Saran

  Sebaiknya dilakukan pengujian dengan replikasi yang lebih banyak sehingga dapat memperkecil kemungkinan didapatkan distribusi data yang tidaknormal. Sebaiknya dilakukan optimasi proses (suhu, lama, dan kecepatan putar) emulgel sehingga didapatkan proses yang optimum.

DAFTAR PUSTAKA

  Wilcoxon Rank Sum Test  Membandingkan formula 1: formula a dan formula fb : formula ab untuk melihat pengaruh lama pada level rendah dan level tinggikecepatan putar 78 Membandingkan formula 1 : formula b dan formula a : formula ab untuk melihat pengaruh kecepatan putar pada level rendah danlevel tinggi lama pencampuran. Wilcoxon Rank Sum Test  Membandingkan formula 1: formula a dan formula fb : formula ab untuk melihat pengaruh lama pada level rendah dan level tinggikecepatan putar 80 a.

BIOGRAFI PENULIS

  Selama kuliah, penulis pernah menjadi asisten Praktikum KimiaDasar pada tahun 2010-2012, asisten Praktikum Kimia Organik pada tahun 2011, dan asisten Praktikum Formulasi Teknologi Sediaan Solid-A pada tahun 2011. Penulis juga pernah menjadi seksi konsumsi pada acara Pelepasan Wisuda pada tahun 2009, seksi acara pada Kampanye Informasi Obat pada tahun 2010, danKetua Komisi Pemilihan Umum Gubernur BEMF dan Ketua DPMF pada tahun2011.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh lama pengeringan dan lama penyimpanan terhadap perkecambahan biji dan pertumbuhan bibit manggis (Garcinia mangostana L.)
1
27
66
Analisis pengaruh persepsi kualitas dan hambatan berpindah (switching barrier) terhadap loyalitas konsumen pengguna minyak pelumas Top 1 pada mahasiswa Politeknik Negeri Medan
2
41
72
Analisis kelayakan usahatani cengkeh dan kontribusinya terhadap pendapatan petani di kabuapten Trenggalek
4
42
169
Kajian sifat fisik dan fungsional tepung instan biji nangka kunir(Artocarpus heterophyllus LAMK) pada berbagai lama gelatinisasi
0
4
59
Kajian sifat fisik dan organoleptif bandeng presto-asap dan bandeng asap -presto dengan dengan variasi konsentrasi asap cair dan lama pemasakan
1
12
59
Evaluasi pengaruh Gelling Agent terhadap stabilitas fisik dan profil difusi sedian gel minyak biji jinten hitam (Nigella Sativa Linn)
5
25
79
Kajian sifat fisikokimia daging sapi terhadap lama penyimpanan
2
15
115
Analisis pengaruh inflasi, nilai tukar, suku bunga, harga minyak dan harga emas terhadap return saham (studi pada pasar modal Indonesia)
0
9
142
pengaruh religiusitas dan family support terhadap happiness pada lansia di panti werdha
13
92
121
ANAMNESIS dan pemeriksaan fisik
0
4
2
Efektuivitas penggunaan arang kayu dan arang batok kelapa sebagai penghambat kerusakan fisik dan kimia pada dedek padi selama proses penyimpanan 8 minggu.
0
9
49
C. Berdasarkan hasil tersebut terdapat pengaruh penambahan serat cangkang sawit terhadap sifat mekanik dan stabilitas termal untuk resin epoksi pada aplikasi papan partikel. - Pengaruh Penambahan Serat Cangkang Kelapa Sawit (Palm Kernel Fiber) Terhadap Si
0
0
5
MasyarakatIktiologi Indonesia Efektivitas pemberian zeolit, arang aktif, dan minyak cengkeh terhadap hormon kortisol dan gambaran darah benih ikan patin Pangasionodon hyppophthalmus pada pengangkutan dengan kepadatan tinggi
0
0
9
desain produk minyak atsiri dari cengkeh
3
4
10
Masyarakat Iktiologi Indonesia Pemanfaatan minyak cengkeh Syzigium aromaticum untuk meningkatkan efisiensi pakan pada ikan patin Pangasianodon hypophthalmus (Sauvage, 1876)
0
0
10
Show more