TINJAUAN TEKNIS DAN ALTERNATIF PENANGANAN KELONGSORAN LERENG PADA RUAS JALAN TAWANGMANGU-CEMOROSEWU STA. 4+600.

Gratis

0
0
3
2 years ago
Preview
Full text
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jalan strategis nasional adalah jalan yang melayani kepentingan nasional atas dasar kriteria strategis, yaitu mempunyai peranan untuk membina kesatuan dan keutuhan nasional, melayani daerah-daerah rawan, bagian dari jalan lintas regional atau lintas internasional, melayani kepentingan perbatasan antar negara, serta dalam rangka pertahanan dan keamanan. Salah satu jalan strategis nasional yang sudah dilaksanakan adalah Jalan Tawangmangu-Sarangan. Jalan yang menghubungkan antara Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah dan Sarangan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur tersebut memiliki panjang 16 km, dimana 9,1 km adalah ruas Tawangmangu-Cemorosewu, Jawa Tengah, dan sisanya adalah ruas Cemorosewu-Sarangan, Jawa Timur. Tujuan utama dari pembangunan jalan yang dimulai dari tahun 2004 sampai tahun 2013 tersebut adalah sebagai alternatif jalan lintas provinsi, yang bisa menghemat jarak antara Solo dan Madiun sampai 46 km atau sekitar satu jam perjalanan dibandingkan dengan jalan nasional yang melewati Kabupaten Sragen. Jalan Tawangmangu-Cemorosewu berada di lereng Gunung Lawu dengan ketinggian rerata 2000 dpl dan curah hujan tahunan mencapai 3000 mm. Jalan tersebut berdekatan dan hampir sejajar dengan jalan Tawangmangu-Plaosan. Keunggulan jalan tembus ini yaitu memiliki lebar badan jalan dan alinyemen jalan yang lebih baik dari jalan lama. Akan tetapi terdapat banyak bagian pada jalan tembus ini yang dibangun di daerah galian tinggi dikarenakan kondisi topografinya yang berbukit. Pada sisi yang lain, keterbatasan ruang milik jalan memaksa struktur lereng galian menjadi tidak standar. Beberapa lereng galian memiliki desain dengan kemiringan 2:1 atau bersudut lebih dari 60˚.Kelongsoran lereng sebenarnya sudah terjadi sejak masa pembangunan, dan terulang setiap datangnya musim hujan. Kelongsoran diperkirakan terjadi karena curamnya lereng, tekanan air pori yang tinggi setelah yang mengakibatkan terjadinya penurunan kuat geser tanah dan terjadi longsor. 1 Sampai dengan saat ini jalan tembus tersebut secara resmi belum dibuka dan belum dilaksanakan solusi teknis untuk memecahkan permasalahan kelongsoran, padahal potensi kelongsoran kapan saja bisa terjadi terutama pada musim hujan. Penyelidikan tanah dengan metode geoteknik, yaitu tes sondir maupun pengeboran sangat rawan terkait dengan keamanan pelaksanaan akibat kemiringan lereng dan ketidakstabilan lapisan tanahnya, sehingga diperlukan penyelidikan yang relatif aman dan tidak mengganggu kondisi lereng eksisting, misal dengan penggunaan instrumen geofisika dan dengan pengambilan sampel tanah lereng secara manual untuk mengetahui karakteristik dan kekuatan tanahnya. Hal tersebut yang membuat penulis tertarik untuk mengangkat topik ini sebagai tesis. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimanakah karakter tanah pada lereng galian yang mengalami kelongsoran? 2. Bagaimanakah mekanisme dan penyebab kelongsoran lereng yang sudah terjadi? 3. Bagaimanakah penanganan dengan perubahan geometri lereng yang paling tepat? 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Mengetahui karakter tanah pada lereng galian yang mengalami kelongsoran 2. Mengetahui mekanisme dan penyebab kelongsoran lereng yang sudah terjadi 3. Mengetahui penanganan perubahan geometri lereng yang paling tepat untuk perbaikan stabilitas lereng 1.4. Batasan Masalah Batasan masalah yang dipergunakan dalam penelitian ini diperlukan untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan permasalahan yang ada. Batasan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Penyelidikan lereng menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole 2. Penyelidikan properti dan kekuatan tanah dengan pengambilan sampel di lapangan menggunakan bor manual 2 3. Perbaikan lereng yang dibahas adalah dengan perbaikan geometri/kelandaian lereng dan terasering 4. Tidak memperhitungkan konstruksi perkerasan jalan dan beban kendaraan karena secara visual tidak terjadi kerusakan maupun penurunan (settlement) akibat kejadian kelongsoran lereng 5. Perhitungan analisis dengan komputer dibatasi pada program aplikasi Plaxis versi 8.2 dan GeoStudio versi 7.10 1.5. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah manfaat praktis dan manfaat teoritis sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis, yaitu memberikan kontribusi peningkatan ilmu pengetahuan dan wawasan tentang penyelidikan geolistrik dan alternatif penanganan longsoran lereng secara umum dan teknik rehabilitasi yang tepat pada kasus longsoran lereng pada ruas jalan Tawangmangu-Cemorosewu, Kabupaten Karanganyar. 2. Manfaat Praktis, yaitu memberikan informasi dan alternatif penanganan longsoran lereng bagi stake holder terkait. 3

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Alternatif Perkuatan Lereng Pada Ruas Jalan Medan-Berastagi, Desa Sugo KM 25+200
10
96
149
Analisis Kinerja Ruas Jalan Ngumban Surbakti Sebagai Jalan Lingkar Luar (Outer Ring Road)
36
288
173
Dampak Pembangunan Ruas Jalan Medan-Binjai terhadap Pengembangan Wilayah Kota Binjai
8
142
108
Evaluasi Alinemen Horizontal Pada Ruas Jalan Sembahe – Sibolangit
22
199
197
Analisis Dampak Peningkatan Ruas Jalan Simpang Jamburea – Kuta Jungak Terhadap Pengembangan Wilayah Kecamatan Siempat Rube, Kabupaten Pakpak Bharat
3
88
76
TINJAUAN PUSTAKA EVALUASI GEOMETRIK JALAN ( Studi Kasus Ruas Jalan Nioga – Gubume, Kabupaten Puncak Jaya, Papua STA 0+000 Sampai STA 3+500 ).
1
4
4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN BATU AJUANG - SIKALADI KABUPATEN SIJUNJUNG (STA 0+000 - STA 5+600).
0
0
6
ANALISA KEPADATAN ARUS LALU LINTAS PADA RUAS JALAN RAYA MASTRIP STA 2+600 – 3+800 KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN LINIER.
7
37
136
ANALISA STABILITAS LERENG DAN USULAN PERKUATAN (Studi Kasus Ruas Jalan Jatimalang – Karanggede Bts, Jateng) ( STA 2+250 ) ANALISA STABILITAS LERENG DAN USULAN PERKUATAN (Studi Kasus Ruas Jalan Jatimalang – Karanggede Bts, Jateng) ( STA 2+250 ).
0
0
3
EVALUASI DAN ALTERNATIF PENANGANAN KELONGSORAN TANAH DI SIGAR BENCAH TEMBALANG SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)
0
0
4
TINJAUAN KESELAMATAN LALU LINTAS TERHADAP GEOMETRIK JALAN RUAS TORAJA – PALOPO (STUDI KASUS STA. 379+170 – STA. 383+300)
0
0
6
Analisis Stabilitas Lereng dan Penanganan Longsoran Menggunakan Metode Elemen Hingga Plaxis V.8.2 (Studi Kasus : Ruas Jalan Liwa – Simpang Gunung Kemala STA.263+650) Setyanto
2
2
20
ANALISA KEPADATAN ARUS LALU LINTAS PADA RUAS JALAN RAYA MASTRIP STA 2+600 – 3+800 KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN LINIER TUGAS AKHIR - ANALISA KEPADATAN ARUS LALU LINTAS PADA RUAS JALAN RAYA MASTRIP STA 2+600 – 3+800 KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN LINIER
0
0
20
PENINGKATAN GEOMETRIK DAN PERKERASAN RUAS JALAN PENINGGALAN-BATAS JAMBI PROVINSI SUMATERA SELATAN STA 4+450 - STA 10+319
0
0
18
PERENCANAAN ALTERNATIF PERBAIKAN LERENG JALUR TENGGARONG – SAMARINDA (STA. 9 +071 – STA. 9 +119) - ITS Repository
0
0
254
Show more