Korelasi abdominal skinfold thickness dengan kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.

Gratis

0
0
113
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Abdominal skinfold thickness (AST)adalah bagian dari metode antropometri yang digunakan untuk mengukur massa lemak tubuh dan digunakan sebagai pendeteksian dini penyakit yang berkaitandengan profil lipid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya korelasi positif tidak bermakna dengan kekuatan korelasi sangat lemah antara abdominal skinfold thicknessterhadap kadar trigliserida pada responden pria dengan r= 0,074 dan p= 0,647.

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Diabetes melitus tipe 2 menjadi salah satu penyakit yang paling sering

  Penelitian tentang korelasi metode antropometri dengan profil lipid pada Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan dan pencegahan komplikasi dengan pemantauan yang lebih intensif pada DM tipe 2, makadilakukan penelitian mengenai korelasi antara pengukuran abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida. Perumusan masalah Berdasarkan uraian yang tercantum dalam latar belakang di atas, maka permasalahan yang diangkat oleh peneliti dalam penelitian ini adalah :Apakah terdapat korelasi antara abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung?

3. Manfaat penelitian

  Manfaat Teoretis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan acuan penelitian lebih lanjut bagi paraakademisi mengenai korelasi abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida pada DM tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.

B. Tujuan Penelitian

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Diabetes Melitus Tipe 2 Diabetes melitus adalah penyakit gangguan kronik pada metabolisme

  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait korelasi antara abdominal skinfold thickness dengan kadar trigliserida dalam darah padadiabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. Gangguan metabolisme karbohidrat (guladarah) terlebih pada lansia meliputi tiga hal yaitu resistensi insulin, hilangnya pelepasan insulin pada fase pertama sehingga lonjakan awal insulin postprandialtidak terjadi pada lansia dengan DM , dan peningkatan kadar glukosa postprandial dengan kadar glukosa puasa normal.

B. Dislipidemia

  Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai peningkatan kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida di atas normal serta penurunankolesterol HDL di dalam darah (Shah, Devrajani, Devrajani, dan Bibi 2008; IDF. Tabel I.

1. Diabetes melitus tipe 2 dengan dislipidemia

  Pada tabel ini juga ditunjukkan bahwa konsumsi alkohol, gagal ginjal kronik, obesitas, dan diabetes mellitus dapat menjadi faktor penyebab terjadinyapeningkatan trigliserida dan kondisi dislipidemia. Hal ini terjadi karena pada keadaan resistensi insulin, hormon sensitif lipase di jaringan adiposa akan menjadi aktif sehingga lipolisis trigliserida di jaringan adiposa semakin meningkat (Grundy, et.al., 2004; Soegondo dan Gustaviani, 2006).

1 Pc), protein ini berfungsi sebagai faktor

  Pada dasarnya, trigliserida yang disintesis di hati, kemudian dibawa bersama dengan kolesterol dari depot simpanan kolesterol, fosfolipid dan apoB-100 menjadi VLDL yang kemudian disekresikan ke dalam darah. Pola dislipidemia seperti ini sering disebut diabetic dislipidemia atau tipe B yang berhubungan erat dengan penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantungkoroner dan keadaan ini ekivalen dengan kadar LDL kolesterol antara 150-220 mg/dL (Adiels, 2006; PERKENI, 2005 ).

C. Trigliserida

  Oleh karena itu, trigliserida yang tinggi cenderung disertai dengan VLDL dan LDL yang tinggipula (Goodman, 2000). Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah antara lain adalah berat badan, umur, konsumsi alkohol, genetik, konsumsi obat-obat tertentu (vitamin C, kofribat, penformin, metformin), mengidap penyakit tertentu (hipertensi, hipotiroidisme, thrombosis serebral, sindrom metabolik), dangaya hidup yang tidak sehat.

1. Hipertrigliserida

  Pada dasarnya, trigliserida plasma yaitu eksogen yang dibawa oleh kilomikron (misalnya lemak makanan) maupun endogen (dari hati) yang dibawaoleh very-low density lipoprotein (VLDL). Dalam kondisi setelah makan, lebih dari 90% trigliserida yang bersirkulasi, berasal dari usus dan disekresikan olehkilomikron, sedangkan saat puasa, trigliserida endogen disekresikan melalui oleh hati VLDL.

D. Antropometri

  Faktor-faktor yang mempengaruhi variasi dimensi tubuh manusia, diantaranya adalah usia, jenis kelamin, suku bangsa (ras), kondisipatologis, dan kehamilan (Wickens, et.al., 2004). Pengukuran antropometri meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan(berdiri), panjang badan (berbaring), skinfold thickness, lingkar kepala dan lengan, panjang lengan, lebar bahu, pergelangan tangan, dan lain-lain (NHANES, 2007).

1. Skinfold thickness

  Abdominal skinfold thickness tersusun atas lemak abdominal yang terdiri dari lemak subkutan abdominal dan lemak intraabdominal (Kuk, Sojung, Heymsfield, dan Ross, 2005)Ketebalan lemak diukur dengan cara mencubit bagian abdomen secara vertikal kira-kira 5cm dari umbilicus. Pengukuran skinfold thickness pada semua usia berkorelasi dengan persen lemak tubuh dengan r=0,8 dan berkorelasi dengan lemak subkutan dengan r=0,75 (Budiman, 2008).

E. Landasan Teori

  Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan intoleransi glukosa yang terjadi karena adanya kelainan padakelenjar pankreas atau insulin. Berdasarkan data yang diambil dari bagian rekam medis, diketahui bahwa prevalensi DM tipe 2 di RSUDKabupaten Temanggung termasuk tinggi dan menduduki peringkat ketiga setelah diare dan hipertensi pada data tahun 2012 lalu.

F. Hipotesis

Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah ada korelasi antara abdominal skinfold thickness dengan kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitan ini merupakan jenis penelitian observasional analitik (non

  Penelitian dilakukan dengan menganalisis korelasi antara abdominal skinfold thickness dengan kadar trigliserida pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Faktor resiko dalam penelitian ini adalah abdominal skinfold thickness, sedangkan kadar trigliserida sebagai faktor efek.

B. Variabel Penelitian

  2) Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah kadar trigliserida dalam darah responden. 2) Variabel pengacau tidak terkendali dalam penelitian ini adalah kondisi patologis, aktivitas dan gaya hidup responden, obat-obat yang dikonsumsi.

C. Definisi Operasional

  Responden adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit UmumDaerah Kabupaten Temanggung, dengan rentang umur 40 tahun ke atas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian ini. Pengukuran dan standar yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain : Nilai normal yang digunakan untuk abdominal skinfold thickness pada pria dan wanita adalah nilai median abdominal skinfold thickness yang didapat darihasil penelitian.

D. Responden Penelitian

  Kriteria inklusi yang telah ditentukan antara lain penyandangdiabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung dengan rentang usia di atas 40 tahun, bersedia berpuasa 8-10 jam sebelum pengambilan data dan bersediauntuk bekerjasama dalam penelitian ini. Minggu ke- Jumlah Jumlah Jumlah Responden Responden responden Pria Wanita Minggu ke-1 8 8 16 1 2 Minggu ke-2 8 2 10 3 Minggu ke-3 8 8 16 4 Minggu ke-4 5 9 14 5 Minggu ke-5 6 9 15 Minggu ke-6 10 25 35 6 Jumlah Total Responden 106 Jumlah keseluruhan responden adalah 106, dimana dari 106 responden, 5 responden di eksklusi dikarenakan tidak hadir pada saat pengambilan datapenelitian.

E. Lokasi dan Waktu Penelitian

F. Ruang Lingkup Penelitian

  Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian payung Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan judul “Korelasi Pengukuran Antropometri terhadap Profil Lipid, Kadar Glukosa Darah Puasa, dan Tekanan Darah pada Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung”. Penelitian ini dilakukan oleh 14 orang peneliti dengan kajian yang berbeda.

G. Teknik Pengambilan Sampel

  Pada metode ini, tidak semua orang yang memasuki kriteria inklusi mendapat kesempatan yang sama untuk dapat dijadikan sebagai responden. Pada purposive sampling, respoden dipilihberdasarkan pertimbangan subjektif peneliti yaitu bahwa responden tersebut dapat memberikan informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian (Sastroasmoro danIsmael, 2010).

H. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skinfold caliper dengan merk pi zhi hou du ji untuk mengukur abdominal skinfold thickness yangdilakukan oleh peneliti. Spektrofotometer Sysmex Chemix-180 (Jepang), seri :5830-0605 untuk mengukur kadar trigliserida yang dilakukan oleh laboran di laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung.

I. Tata Cara Penelitian

  Pencarian responden dilakukan secara langsung (tatap muka) yaitu dengan menunggu penyandang DM tipe 2 yang kontrol di RSUD KabupatenTemanggung yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Pengambilan sampel darah dan pengukuran parameter Pada penelitian ini, parameter yang digunakan peneliti adalah abdominal skinfold thickness dan kadar trigliserida.

BAB IV PEMBAHASAN Penelitian ini termasuk dalam penelitian payung dengan judul Korelasi Pengukuran Antropometri terhadap Profil Lipid, Kadar Glukosa Darah Puasa, dan Tekanan Darah pada Diabetes Melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung. Penelitian dilakukan di poliklinik penyakit dalam RSUD Djojonegoro Temanggung, Jawa Tengah untuk mengetahui korelasi antara abdominal skinfold thickness dengan kadar trigliserida dalam darah pada diabetes melitus tipe 2. Pengukuran abdominal skinfold thickness merupakan bagian dari metode

  Pada penelitian dilakukan desain potong lintang (cross-sectional), yang merupakan rancangan studiepidemiologi dimana cara pengamatan (observasi) dilakukan serentak pada up) yang dapat diberikan. Tindak lanjut yang dilakukan pada penelitian ini adalah pemberian hasil cek laboratorium dan leaflet pada pasien.

A. Karakteristik Responden

  Profil karakteristik masing- masing kelompok responden (pria dan wanita) dalam penelitian ini meliputi usia, abdominal skinfold thickness, dan kadar trigliserida dalam darah, seperti yang ditunjukkan pada tabel V :Tabel V. Interval ini dapat lebih pendek pada pasien yang berisiko tinggi (terutama dengan Penelitian yang dilakukan oleh Nakanishi, Nakamura, Suzuki, Matsuo, dan Tatara (2000) pada subyek pria normal Jepang dengan usia 25-59 tahunmenunjukkan bahwa adanya korelasi antara umur dengan log triglyceride (mg/dL) yang memberikan nilai p kurang dari 0,001.

3. Kadar trigliserida

  Pada pria kadar kolesterol akan meningkat sampai usia 50 tahun, sedangkan pada wanita sampai sebelum menopause (40-50 Responden Pria :Hasil pengujian normalitas data kadar trigliserida didapatkan nilai rata-rata kadar trigliserida responden pria adalah 132,2 mg/dL dengan standar deviasi + 38,49. Responden Wanita :Pada uji normalitas data kadar trigliserida diketahui bahwa nilai rata-rata kadar trigliserida pada kelompok responden wanita adalah 141,2 mg/dL denganstandar deviasi +55,9.

B. Perbandingan Kadar Trigliserida pada kelompok Abdominal Skinfold

  Berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa kadar trigliserida Penelitian yang berhubungan dengan hal tersebut telah banyak dilakukan, dan sebagian besar peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan jaringan lemakakan berdampak pada akumulasi asam lemak bebas di dalam tubuh yang menyebabkan adanya peningkatan kadar lemak jahat dalam tubuh (Soegondo,2005; Syukran, Mardianto, dan Lindarto, 2004). Apabila dibandingkan dengan Dibandingkan dengan kadar trigliserida pada responden DM tipe 2 dalam penelitian ini, kadar trigliserida pada penelitian Shyamal, Jain, dan Sandhu (2009)lebih rendah.

C. Korelasi Abdominal Skinfold Thickness dengan Kadar Trigliserida pada Diabetes Melitus tipe 2

  Pengujian korelasi abdominal skinfold thickness dan kadar trigliserida dilakukan dengan analisis stastistik uji korelasi Spearman. Hal ini sesuai dengan skinfold thickness dengan kadar trigliserida pada Diabetes Mellitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.

1. Korelasi abdominal skinfold thickness dengan kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 pada responden pria

  (2009) dengan responden wanita dan pria dewasa di Spanyol menyatakan bahwa terdapatkorelasi bermakna antara jaringan adiposa pada subscapular dan tricep terhadap kadar trigliserida responden dengan nilai r=0,132 dan nilai p=0,006 yang berartibahwa adanya korelasi positif bermakna dengan kekuatan lemah. Korelasi abdominal skinfold thickness dengan kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 pada responden wanita Hasil uji korelasi Spearman didapatkan adalah nilai signifikansi sebesar p=0,649 yang menunjukkan adanya korelasi yang tidak bermakna antara ASTdan kadar Trigliserida.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya korelasi positif tidak

  bermakna dengan kekuatan korelasi sangat lemah antara abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida pada responden pria dengan nilai r= 0,074 dan p= 0,647. Korelasi positif tidak bermakna juga ditemukan pada responden wanita dengan nilai r=0,060 dan nilai p=0,649.

B. Saran

  Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menyeimbangkan jumlah responden antara pria dan wanita agar didapatkan hasil penelitian yanglebih kuat ketika dilakukan perbandingan antara pria dan wanita. Pada pemilihan responden sebaiknya dibuat rentang usia tertentu untuk membatasi, sehingga dapat diperoleh data yang lebih spesifik dan tidakmenimbulkan bias.

DAFTAR PUSTAKA

  Anastasia, F., 2010, Korelasi Body Mass Index (BMI) dan Triceps Skinfold Thickness terhadap Kadar Trigliserida, Skripsi, 52-69, Fakultas Farmasi,Universitas Sanata Dharma Antonios, N., Angiolillo, D. Demura, S., dan Sato, S., 2007, Suprailiac or Abdominal Skinfold Thickness Measured with a Skinfold Caliper as a Predictor of Body Density in Japanese Adults, Tohoku J.

01 Mei 23

  Setyandri, D., 2009, Hubungan Presentase Lemak Tubuh dan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Trigliserida Darah pada Wanita Menopause (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Srondol Kecamatan Banyumanik KotaSemarang), http://eprints.undip.ac.id/6402/ , diakses tanggal 29 April 2013. Soeharto, I., 2002, Kolesterol dan Lemak Jahat, Kolesterol dan Lemak Baik dan Proses Terjadinya Serangan Jantung dan Stroke, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, pp.48, 72-74, 120, 124.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peran Konseling Farmasis Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Ditinjau dari Analisis Biaya Terapi di RSUD dr. Djoelham Binjai
1
40
104
Perbandingan Kadar LDL Kolesterol pada DM tipe 2 dengan atau tanpa hipertensi
1
66
87
Korelasi body mass index terhadap tekanan darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
2
3
152
Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap rasio kadar LDL/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
0
1
2
Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap tekanan darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
0
1
121
Korelasi lingkar pingang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung.
0
0
157
Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap rasio kadar LDL HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
0
1
Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap tekanan darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
1
119
Korelasi lingkar pingang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
1
155
Korelasi abdominal skinfold thickness dengan kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
0
111
Korelasi body mass index terhadap tekanan darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung
0
1
150
Korelasi Body Mass Index (BMI) dan abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida pada staf wanita Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
117
Korelasi Body Mass Index terhadap kadar trigliserida pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository
0
0
93
Korelasi abdominal skinfold thickness dan Body Mass Index terhadap kadar glukosa darah puasa pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository
0
0
104
Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Temanggung - USD Repository
0
0
138
Show more