Perubahan konsep siswa SMA Santa Maria Yogyakarta dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa - USD Repository

Gratis

0
0
278
3 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PERUBAHAN KONSEP SISWA SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA

DALAM PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN

KONSTRUKTIVISTIK PADA POKOK BAHASAN PEMBIASAN

CAHAYA PADA LENSA

Skripsi

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Fisika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Wahai Bintang.... Engkau Cahaya dalam Kegelapan Malam Seperti Kekuatan dan Keikhlasanku.........

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

  Mustikaningtyas, Irene. (2009). Perubahan Konsep Siswa SMA Santa Maria

  

Yogyakarta dalam Pembelajaran dengan Menggunakan Pendekatan

Konstruktivistik pada Pokok Bahasan Pembiasan Cahaya pada Lensa . Program

  Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta (2009).

  Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui adanya perubahan konsep siswa melalui pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa ditinjau dari segi kuantitatif dan kualitatif. Pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik adalah pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri selama mengikuti suatu kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, guru tidak dapat memindahkan pengetahuannya kepada siswa sehingga belajar merupakan proses aktif membentuk pengetahuan konsep siswa melalui suatu kegiatan yang sudah didesain menggunakan media Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan mengajar adalah membantu siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan mereka secara cepat dan efektif.

  Penelitian ini dilaksanakan di SMA Santa Maria Yogyakarta pada tanggal 1 - 30 April 2009, pada siswa kelas XC yang berjumlah 21 siswa. Peneliti memberikan treatment kepada siswa melalui kegiatan pembelajaran di kelas dengan menggunakan media Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Untuk mengetahui perubahan konsep siswa digunakan soal pretest dan posttest.

  Penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan konsep siswa setelah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa, dengan klasifikasi perubahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

  Mustikaningtyas, Irene. (2009). Concept of Changing of Santa Maria Senior High

  

School Students Yogyakarta in Learning using Constructivist Approach on Lens

Light Refraction Learning Subject. Physics Education Study Programme

  Mathematics and Science Education, Teaching and Education Faculty of Sanata Dharma University. Yogyakarta (2009).

  This research was resembled to know of student’s concept changing through learning lesson using constructivist approach on lens’ light refraction learning subject, which is observed by quantitative and qualitative aspects. Learning using constructivist approach is a study directing the students to understand their own knowledge as long as they participating a learning process. In this case, teachers cannot transfer their knowledge to their students directly so learning process is an active process to from a knowledge concept of students themselves through activity which is designed using Student Activity Sheet and teaching process is used to help the students on constructing their knowledge quickly and effectively.

  This research was resembled to the third grade students of Santa Maria Senior High School Yogyakarta on April, 1 – 30. 2009, which the total amount of them are 21 students. Researcher gave a treatment to students through learning activity in class using Student Activity Sheet. To know the student’s concept changing, the researcher using pretest and posttest questions.

  The research shows that there is a changing of concept of students’ learning after they learnt using constructivist approach on lens’ light refraction learning subject, with classification of changing of concept as follows: wrong – right (40%), wrong – not complete (40%), and not complete – right (20%).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk memenuhi prasyarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Skripsi ini membahas tentang “Perubahan Konsep Siswa SMA Santa Maria Yogyakarta dengan Menggunakan Pendekatan Konstruktivistik pada Pokok Bahasan Pembiasan Cahaya pada Lensa”

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa proses yang panjang dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis secara khusus mengucapkan banyak terima kasih, kepada:

  1. Bapak Drs. Fr. Y. Kartika Budi, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, mengoreksi, saran dan kritik selama proses penulisan skripsi ini, dan nasehat selama masa perkuliahan.

  2. Sr. M. Cornelia OSF, S.Ag selaku kepala sekolah SMA Santa Maria Yogyakarta yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada penulis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Mas Dedy yang selalu membantuku dan memberiku dukungan selalu.

  9. Om Puspo yang selalu memberi dukungan baik secara materiil dan spirituil kepadaku.

  10. Ibu Palma yang telah membantuku selalu dalam hal materiil selama masa perkuliahan.

  11. Adik- adikku (Felis, Angel, Frans, dan Acha), Tante Veny, Bulek Susi, serta Om Joko yang selalu memberiku dukungan dan nasihat – nasihat.

  12. Keluarga Besar Nanggulan, Boto, Muntilan, dan Jakarta, yang selalu memberikan dukungan serta doanya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  13. Sahabatku Otty dan Ika, yang selalu membantu penulis dalam pelaksanaan penelitian, serta teman- teman seperjuanganku angkatan 2005: Asih, Melly, Rita, Diny, Prapti, Eni, Wisnu, Tutik, Nori, Era, dkk. Terimakasih atas kebersamaan yang kalian berikan selama ini.

  14. Bu Eko dan Dek Bagas, serta teman- teman Kost Merah: Clara, Mbak Padmi, Mbak Ika, Mbak Aris, dan Cicil yang selalu memberi dukungan kepada penulis selama di kost.

  15. Mbak Rini yang selalu mengingatkanku untuk berangkat bimbingan.

  Terimakasih mbak, atas dukungannya selama ini.

  16. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... v HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA................................. vi ABSTRAK .................................................................................................... vii ABSTRACT .................................................................................................. viii KATA PENGANTAR .................................................................................. ix DAFTAR ISI ................................................................................................. xi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xiv DAFTAR TABEL ......................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvi

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Konsep dan Miskonsepsi. ........................................................... 7

  3. Teori Perubahan Konsep dalam Pembelajaran Sains .................. 9

  B. Pembelajaran yang Konstruktivistik

  1. Filsafat Konstruktivisme ............................................................. 11

  2. Pembelajaran Menurut Filsafat Konstruktivisme........................ 12

  3. Pembelajaran Fisika Menurut Filsafat Konstruktivisme ............. 14

  C. Eksperimen............................................................................................ 21

  D. Pembiasan Cahaya pada Lensa

  1. Jenis- jenis Lensa ........................................................................ 26

  2. Melukis Pembentukan Bayangan pada Lensa ............................. 28

  3. Rumus Untuk Lensa Tipis ........................................................... 30

  4. Kuat Lensa .................................................................................. 31

  BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 32 B. Setting Penelitian ................................................................................. 32

  BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian ......................................................................... 68 B. Data dan Analisis

  1. Ada Tidaknya Perubahan Konsep ............................................... 74

  2. Klasifikasi Perubahan Konsep .................................................... 77

  C. Pembahasan

  1. Pelaksanaan Pembelajaran.......................................................... 130

  2. Perubahan Konsep...................................................................... . 159

  3. Klasifikasi Perubahan Konsep.................................................... 160

  BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .......................................................................................... 163 B. Saran ..................................................................................................... 163 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 164 LAMPIRAN .................................................................................................. 166 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Surat Permohonan Ijin Penelitian.......................................... 166 Lampiran 2 Surat Ijin Penelitian ............................................................... 167 Lampiran 3 Silabus Pembelajaran Pembiasan Cahaya pada Lensa .......... 168 Lampiran 4.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 1 ................ 172 Lampiran 4.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 2 ................ 176 Lampiran 4.3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 3 ................ 180 Lampiran 4.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 4 ............... 184 Lampiran 4.5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 5 ................ 188 Lampiran 4.6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 6 ................ 192 Lampiran 5.1 Soal Pretest ............................................................................ 196

  5.2 Soal Posttest............................................................................ 197 Lampiran 6 Jawaban Soal Pretest dan Posttest ......................................... 198 Lampiran 7 Daftar Nilai Siswa ................................................................. 207

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

  Tabel

  1 Distribusi Soal Menurut Sub Materi Pembelajaran ................. 37 Tabel

  2 Konsep, Pertanyaan, Aspek yang diukur dan Skornya ............ 38 Tabel

  3 Konsep, Indikator, Soal, Aspek yang diukur, Kriteria Penilaian dan Skornya .................................................................................... 42

  Tabel

  4 Analisis Data Skor .................................................................. 66 Tabel

  5 Perubahan Konsep Siswa Sebelum Dilakukan Pembelajaran dan Sesudah Pembelajaran .............................................................. 67

  Tabel

  6 Rangkuman Hasil Analisis Nilai Siswa . ................................. 75 Tabel

  7 Rangkuman Hasil Perubahan Konsep Siswa Sebelum Dilakukan Pembelajaran dan Sesudah Pembelajaran ................................ 78

  Tabel

  8 Persentase Jenis Perubahan Konsep ......................................... 129

  DAFTAR GAMBAR

  Gambar

  1 Hubungan antara Proses Keilmuan, Sikap Keilmuan dan Produk Keilmuan ............................................................................... 14

  Gambar

  2 Tiga Bentuk Lensa Cembung atau Lensa Konveks .............. 27 Gambar

  3 Tiga Bentuk Lensa Cekung atau Lensa Konkaf.................... 28 Gambar

  4 Pembiasan pada Lensa Cembung .......................................... 28 Gambar

  5 Sinar Istimewa pada Lensa Cembung ................................... 28 Gambar

  6 Pembiasan Lensa Cekung ..................................................... 29 Gambar 7 Sinar Istimewa Lensa Cekung................................................ 29 Gambar

  8 Siswa Mengerjakan Pretest dengan Sungguh- sungguh........ 156 Gambar 9 Siswa Mengerjakan Posttest dengan Sungguh- sungguh...... 156 Gambar 10 Diskusi pada Saat Melakukan Eksperimen............................. 157 Gambar 11 Siswa Melakukan Eksperimen untuk Mencari Pembentukan

  Bayangan................................................................................ 158

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Salah satu Kompetensi Dasar yang harus diajarkan pada Pendidikan Fisika untuk siswa kelas X SMA adalah: Menerapkan prinsip - prinsip kerja alat optik. Pemahaman atas konsep- konsep fisika merupakan hal yang sangat

  penting di dalam pembelajaran fisika. Siswa dikatakan paham atau mengerti jika siswa tersebut mampu menangkap dan menggunakan suatu konsep dengan baik. Seorang siswa maupun mahasiswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran fisika secara formal di sekolah atau di kampus sudah membawa konsep awal tentang fisika. Namun konsep awal yang mereka miliki atau konsep yang dibawa kadang-kadang tidak sesuai atau bertentangan dengan konsep para ahli.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  konsep yang telah ada untuk menghadapi gejala baru dengan suatu perubahan kecil yang berupa penyesuaian.

  Dalam akomodasi, siswa harus mengganti atau mengubah konsep- konsep pokok mereka yang lama karena tidak cocok lagi dengan persoalan yang baru. Di sisi ada perubahan secara drastis dan siswa sungguh- sungguh mengubah konsep yang telah mereka miliki. Hal ini bisa terjadi bila siswa mempunyai konsep yang tidak cocok dengan konsep ilmiah.

  Konsep awal yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah biasanya disebut miskonsepsi atau salah konsep. Di dalam proses pembelajaran sering kali dijumpai miskonsepsi pada siswa. Hal ini akan menghambat proses belajar mengajar dalam pembelajaran Fisika. Oleh karena itu, peneliti ingin mencari solusi untuk mengatasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa sehingga miskonsepsi tersebut dapat diminimalisir. Untuk membantu siswa dalam perubahan konsep, peneliti akan menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik. Hal ini karena pembelajaran konstuktivistik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  suatu proses aktif dan konstruktif”. Teori Konstruktivisme menunjukkan bahwa pembentukan suatu pengetahuan tidak hanya melalui satu langkah saja, tetapi banyak proses di dalamnya hingga individu yang mempelajarinya menjadi paham akan suatu ilmu. Oleh karena itu, pembelajaran haruslah merupakan kegiatan yang menciptakan kondisi untuk memberi peluang kepada siswa agar secara aktif mengkonstruksi pengetahuan, melalui serangkaian proses baik mental maupun fisik, ketika siswa berinteraksi dengan lingkungan. Selain itu belajar merupakan suatu proses konstruksi pengetahuan melalui pengalaman belajar yang berpusat pada siswa yang ditunjukkan pada Makalah Seminar Pendidikan Matematika dan Fisika “Pembelajaran Kontekstual” dalam Maria Herni (2007:2).

  Selama ini, dalam mengajarkan Fisika di sekolah, guru masih menggunakan metode pembelajaran yang konvensional. Dalam pembelajaran tersebut hanya guru yang berproses sehingga guru dirasa sebagai seseorang yang paling benar, yang paling mengerti mengenai materi yang diajarkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  persamaan yang ada cenderung dihafalkan oleh siswa tanpa mengerti kegunaannya serta dari mana persamaan tersebut diperoleh.

  Dalam penelitian ini, penulis akan mendesain pembelajaran Fisika SMA kelas X semester 2 yang meliputi pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa dengan pendekatan konstruktivistik. Selain itu, peneliti juga ingin meneliti perubahan konsep siswa setelah mengikuti pembelajaran yang konstruktivistik.

  Dalam proses pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik siswa dituntut untuk aktif dalam melakukan suatu kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti menggunakan media LKS (Lembar Kegiatan Siswa) yang bertujuan agar siswa aktif dalam mengikuti proses pembelajaran untuk membangun suatu konsep. Selain LKS, peneliti juga menggunakan metode eksperimen untuk memotivasi siswa dalam membangun konsep sehingga, proses pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik dapat tercapai.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. TUJUAN PENELITIAN

  Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan di atas, maka tujuan utama penelitian yang ingin dicapai adalah: Untuk mengetahui apakah terjadi perubahan konsep pada siswa setelah melakukan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik.

  D. MANFAAT PENELITIAN

  1. Membantu guru dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan yang dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap pelajaran Fisika.

  2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pemahamannya sendiri mengenai materi yang diajarkan oleh guru, sehingga siswa menjadi lebih memahami materi yang diajarkan.

  3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan segala keingintahuan, pendapat, ide ke dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan penelitian untuk membangun pemahamannya sendiri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II DASAR TEORI A. PERUBAHAN KONSEP

1. Memahami Konsep

  Guru fisika akan dapat menanamkan konsep fisika dengan benar bila mereka sendiri memiliki konsep- konsep yang benar. Oleh karena itu, pemahaman konsep secara benar sangat penting bagi guru. Menurut Euwe van den Berg (1991:11) kriteria seseorang dapat dikatakan memahami konsep yaitu :

  a. Dapat mendefinisikan konsep yang bersangkutan dengan kata- kata sendiri.

  b. Dapat menjelaskan perbedaan antara konsep yang bersangkutan dengan konsep-konsep yang lain.

  c. Dapat menjelaskan hubungan konsep yang satu dengan konsep yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Konsep dan Miskonsepsi

  Konsep adalah segala yang sudah ada mengenai benda- benda, gejala- gejala, peristiwa- peristiwa, kondisi- kondisi, dan ciri- cirri menurut Euwe van den Berg (1991:8) yang menjadi obyek dalam proses belajar mengajar fisika, penelitian, dan penerapannya untuk berbagai kepentingan.

  Konsep merupakan penyajian- penyajian internal dari sekelompok stimulus- stimulus dalam Dahar (1989:79). Konsep- konsep itu tidak dapat diamati, konsep- konsep harus disimpulkan dari perilaku. Macam- macam konsep yang kita pelajari tidak terbatas. Vygotsky seperti yang dikutip oleh Suparno (1997:52) membedakan konsep menjadi dua jenis konsep, yaitu konsep spontan dan konsep sainstifik. Konsep spontan adalah konsep yang dipunyai siswa karena pergaulannya setiap hari pada situasi tertentu tanpa struktur yang sistematik. Sedangkan konsep sainstifik didapat di bangku sekolah sacara sistematik struktural. Kedua konsep itu saling

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diperoleh secara spontan dari pengalaman sebelum mendapatkan pelajaran formal di sekolah.

  Menurut Berg (1991:10) tidak semua pemahaman siswa itu salah meskipun konsepsi siswa itu berbeda dengan konsepsi fisikawan. Jika konsepsi siswa itu sama dengan konsepsi fisikawan yang disederhanakan, maka konsepsi siswa tersebut tidak dapat dikatakan salah. Hanya konsespsi siswa yang bertentangan dengan konsepsi para pakar fisika saja yang dikatakan sebagai miskonsepsi. Sedangkan menurut Katu (2000) seperti yang dikutip oleh Masil dan Asma dalam Evarius Heru Pambudi (2007:6) untuk mendeteksi miskonsepsi dapat dilakukan dengan beberapa cara: a. Memberikan tes diagnostik pada awal perkuliahan atau pada setiap akhir suatu perkuliahan. Bentuknya dapat berupa tes objektif pilihan ganda atau bentuk lain seperti menggambarkan diagram fisis atau vektoris, grafik atau penjelasan dengan kata- kata.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  e. Dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan terbuka secara lisan kepada siswa maupun mahasiswa.

  f. Dengan mewawancarai misalnya dengan menggunakan kartu pertanyaan.

  Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan awal konsep siswa dapat mempengaruhi perkembangan konsep siswa selanjutnya. Akan tetapi, jika konsep tersebut diarahkan perlahan- lahan sehingga konsep siswa tersebut menjadi lebih maju dan lengkap, maka dapat mengurangi miskonsepsi siswa. Untuk mendeteksi miskonsepsi siswa ditunjukkan pada uraian di atas.

3. Teori Perubahan Konsep dalam Pembelajaran Sains

  Teori perubahan konsep dalam pembelajaran sains menurut Posner dkk. (1982) yang dikutip oleh Suparno (2005:87), dalam proses pembelajaran ada dua proses perubahan konsep. Dalam pembelajaran ada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut Posner dkk, yang dikutip oleh Suparno (2005:90) menjelaskan bahwa proses akomodasi memerlukan keadaan tertentu untuk dapat terjadi, antara lain:

  a. Harus ada ketidakpuasan terhadap konsep yang ada. Siswa merubah konsep mereka jika mereka percaya bahwa konsep yang telah mereka punyai tidak dapat lagi digunakan dalam menghadapi situasi, pengalaman atau gejala baru.

  b. Konsep baru harus intelligible (dapat dimengerti). Siswa dapat mengerti bagaimana pengalaman – pengalaman baru dapat didekati dengan konsep – konsep baru tersebut.

  c. Konsep yang baru harus masuk akal, yaitu mempunyai kemampuan untuk memecahkan persoalan – persoalan yang dimunculkan oleh para pendahulu, dan konsisten dengan teori dan pengetahuan lain atau dengan pengalaman yang lama.

  d. Konsep baru harus berguna untuk progrm riset dan mempunyai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dimiliki. Sedangkan pada proses akomodasi, siswa harus merubah konsep yang telah mereka punyai karena konsep tersebut tidak sesuai dengan konsep ilmiah. Oleh karena itu pada proses akomodasi tersebut, perubahan konsep siswa sangat tampak sekali, karena konsep siswa yang salah harus mengalami perubahan menjadi konsep yang sesuai dengan konsep ilmiah. Selain itu, proses akomodasi memerlukan keadaan tertentu untuk dapat terjadi seperti yang telah dijelaskan oleh Posner.

B. PEMBELAJARAN YANG KONSTRUKTIVISTIK

1. Filsafat Konstruktivisme

  Menurut Von Glasersfeld (dalam Suparno, 1997:18) konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan siswa adalah konstruksi (bentukkan) siswa sendiri, ia menegaskan bahwa pengetahuan bukan suatu tiruan dari kenyataan.

  Para konstruktivis percaya bahwa pengetahuan itu ada dalam diri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Pembelajaran Menurut Filsafat Konstruktivisme

  Belajar menurut filsafat konstruktivisme, yaitu bahwa pengetahuan yang diperoleh siswa merupakan konstruksi atau bentukan dari kita yang mengetahui sesuatu. Jadi pengetahuan bukan suatu fakta yang tinggal ditemukan saja, tetapi merupakan hasil bentukan yang dipelajari. Bila orang sedang mempelajari sesuatu, berarti orang tersebut sedang mengkonstruksi apa yang dipelajarinya menjadi suatu pengetahuan yang baru, dan pengertian yang baru tersebut muncul sebagai pengetahuan yang baru. (Fosnot, 1996 dan Shapiro, 1994 dikutip oleh Suparno, 1997:15).

  Mengajar dalam filsafat konstruktivisme, bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Mengajar berarti partisipasi dengan siswa dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  seberapa tinggi kualitas dan seberapa besar kuantitas keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (Dalam Suparno, 2000:44).

  Dalam pembelajaran yang konstruktivistik, diperlukan guru yang konstruktivis yang harus memiliki sikap-sikap, antara lain 1) guru yang selalu mendorong kemandirian siswa; 2) menjadikan siswa sebagai problem solver bahkan harus ditingkatkan menjadi problem finder; 3) menggunakan gejala alam untuk abstraksi menjadi konsep, hukum, dan teori; 4) lebih banyak menggunakan pertanyaan terbuka; 5) sabar untuk tidak segera menyalahkan dan memberitahukan yang benar; 6) menjadikan kondisi awal siswa sebagai entry point; 7) membiasakan siswa untuk berdialog dalam kelompok; 8) menciptakan kondisi yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa (Brooks, 1993 dikutip oleh Kartika Budi, 2000:45).

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mengajar dengan pendekatan konstruktivistik adalah prorses pembelajaran yang bertujuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Pembelajaran Fisika Menurut Filsafat Konstruktivisme

  Pembelajaran fisika yang konstruktivis, sangat sesuai dengan hakikat sains yaitu sebagai kesatuan proses, sikap dan hasil yang saling berhubungan. Keterkaitan dapat digambarkan sebagai berikut:

  

Gambar1. Hubungan antara proses keilmuan, sikap keilmuan, dan produk keilmuan

  Dari gambar tersebut dapat diartikan: dengan dilandasi sikap keilmuan, proses keilmuan, menghasilkan produk keilmuan. Produk keilmuan mendorong proses keilmuan selanjutnya dan menumbuhkan atau membangun sikap keilmuan. Proses keilmuan berikutnya akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dapat melibatkan siswa secara aktif dan berkesinambungan dalam melakukan proses, terutama proses sains (Kartika Budi, 2000:46-56).

  Kegiatan-kegiatan yang bervariasi tersebut antara lain:

  a. Membaca sendiri Siswa membaca sendiri pokok-pokok bahasan tertentu dan membaca contoh-contoh soal tertentu yang memungkinkan untuk dapat dibaca sendiri. Untuk itu perlu tersedia bacaan yang sesuai yaitu bacaan dengan pengungkapan gagasan, kerangka berpikir, gaya bahasa yang sesuai dengan kemampuan siswa. Kegiatan membaca ini dapat dilakukan dengan mengambil tempat dan bacaan yang sesuai. Tempatnya bisa di dalam kelas, di luar kelas, maupun di luar sekolah. Bacaan dapat dipilih sendiri oleh siswa dari sumber manapun asalkan sesuai dengan topik yang sedang dibahas. Dengan membaca sendiri dalam situasi kebebasan, siswa akan bekerja dan maju sesuai dengan potensinya b. Mendorong siswa untuk selalu bertanya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sudah dipelajari maupun yang belum dipelajari dan menghadirkan suatu gejala atau fenomena yang memungkinkan siswa untuk bertanya.

  c. Membiasakan siswa untuk berani mengemukakan pendapat atau gagasan Siswa perlu sekali untuk diberi kesempatan dan dorongan untuk berani mengungkapkan gagasan, karena mengungkapkan gagasan merupakan salah satu bentuk pengungkapan potensi. Salah satu bentuk pengungkapan gagasan misalnya merumuskan definisi atau suatu konsep atau hukum yang telah dibangun. Hal ini penting karena definisi atau konsep atau hukum, tidak untuk dihafal melainkan sesuatu yang harus dibangun dan dipahami. Guru harus sabar untuk tidak memberikan definisi tersebut, sampai ada siswa yang mengusulkannya.

  d. Membangun peta konsep Salah satu tujuan pembelajaran fisika adalah memahami konsep- konsep dan hukum-hukum serta keterkaitannya. Peta konsep dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebagai salah satu kegiatan siswa, maka perlu dilatih terlebih dahulu. Pelatihan tersebut dapat dilakukan melalui tahap-tahap (1) dijelaskan lebih dahulu apa yang dimaksud dengan peta konsep, bagaimana cara membangunnya, syarat apa yang harus dipenuhi, dan contoh proses pembuatannya (2) siswa berlatih membuat peta konsep dengan langkah- langkah dari yang sederhana sampai yang komplek. Siswa diberi dua atau tiga konsep dan kemudian berkembang lagi menjadi lebih banyak lagi konsep yang saling berhubungan dan siswa ditugasi untuk menentukan hubungan proporsionalnya. Setelah itu siswa diberikan konsep tanpa diketahui hubungannya, dan siswa harus menentukan sendiri hubungannya. Setelah itu siswa mengidentifikasi sendiri konsep-konsep penting yang akan dipetakan, menentukan konsep-konsep mana yang memiliki hubungan, menentukan di mana konsep-konsep yang mempunyai hubungan diletakkan, dan merumuskan sendiri hubungannya. Pelatihan ini dimulai dengan pokok bahasan yang sedikit mengandung konsep

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f. Merancang dan melaksanakan percobaan Untuk pembelajaran dengan demonstrasi atau eksperimen siswa secara kelompok diberi tugas untuk merancang percobaannya yaitu menentukan besaran yang akan diukur, alat-alat yang akan dipakai, rangkaian percobaan dan jalan percobaan. Bila dilakukan eksperimen, setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan rancangannya. Dan apabila dilakukan demonstrasi, dipilih salah satu hasil rancangan terbaik untuk didemonstrasikan. Sebelum eksperimen dilakukan siswa (kelompok siswa) ditugasi untuk menentukan alat yang dipakai dan jumlahnya, rangkaiannya, apa yang harus diukur, cara mengukurnya, tabel yang diperlukan untuk merekam data. Dalam hal ini konsep-konsep dibangun melalui eksperimen.

  g. Memilih dan menentukan sendiri kegiatan yang akan dilakukan Kebebasan merupakan salah satu dari hakikat manusia. Oleh karena itu kebebasan yang bertanggung jawab perlu diberi peluang untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang diperoleh, hal menarik apa yang ditemukan, masalah apa yang ditemui, pengalaman apa yang dimiliki, dan melaporkanya secara tertulis.

  h. Penyelesaian soal secara sistematis Soal fisika adalah soal yang berkaitan dengan peristiwa. Dari suatu peristiwa muncul masalah, dari masalah tersebut diketahui data-data dan untuk menetapkan langkah-langkah penyelesaian dilakukan analisis. Dalam menentukan penyelesaian, dipilih konsep, hukum, persamaan yang sesuai. Langkah-langkah penyelesaian soal fisika dapat dilakukan dengan pola: peristiwa, masalah, data, analisis penyelesaian, dan realisasi penyelesaian. Peristiwa dapat dinyatakan dengan kalimat, gambar, atau diagram. Masalah dapat dinyatakan dengan pernyataan mencari, menghitung, membuktikan, dan sebagainya. Analisis dapat dilakukan dengan dua pendekatan. Pendekatan pertama meliputi langkah-langkah: spesifikasi peristiwa, menetapkan masalah utama yang terdapat pada peristiwa tertentu, menentukan atau memilih persamaan atau hukum yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menjamin kepastian langkah, menghindari penyelesaian yang bersifat trial and error, dan membangun kemampuan berpikir analitis. i. Eksperimen dan demonstrasi

  Sejauh sarana memungkinkan, eksperimen dan demonstrasi dapat dilakukan sesering mungkin. Dalam demonstrasi guru atau sekelompok siswa menunjukkan sesuatu kepada orang atau kelompok lain. Sedangkan dalam eksperimen setiap siswa secara individual atau dalam kelompok kecil melakukan sendiri percobaan. Eksperimen dan demonstrasi memberi peluang lebih besar akan timbulnya masalah, diperolehnya data, dan dimungkinkan proses analisis untuk menarik kesimpulan, menyatakan atau merumuskan sendiri suatu definisi atau hukum. Eksperimen tidak harus dengan alat canggih dan alat yang canggih pada umumnya mahal, dan alat yang mahal pada umumnya tidak tersedia dalam jumlah yang besar. Bila alat terbatas lakukan demonstrasi (Kartika Budi dalam Sumaji dkk 1998:170-175).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dapat digunakan dalam eksperimen, pemecahan permasalahan, pembuatan makalah, merancang alat dan lain sebagainya.

  Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konstruktivistik adalah keterlibatan siswa pada proses pembelajaran dalam membangun pengetahuan. Supaya pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik dapat tercipta, diperlukan merancang variasi kegiatan yang memotivasi keaktifan siswa. Variasi kegiatan tersebut dapat dilihat pada uraian di atas. Peneliti juga menggunakan beberapa variasi kegiatan tersebut, antara lain: membaca sendiri, mendorong siswa untuk selalu bertanya, melatih atau membiasakan siswa untuk berani mengemukakan pendapat atau gagasan, menganalisis data dan menarik kesimpulan, merancang dan melaksanakan percobaan, penyelesaian soal secara sistematis, eksperimen, dan belajar kelompok. Peneliti menggunakan variasi kegiatan tersebut, yang bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang konstruktivistik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1982; Browner, 1984; McClelland, 1985 dalam Suparno 2005:114, percobaan atau pengalaman lapangan adalah cara yang baik untuk mengontraskan pengertian siswa dengan kenyataan. Menurut Jusuf Djajadisastra (1982:10), metode eksperimen adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan sendiri suatu fakta yang diperlukan atau ingin diketahui.

  Menurut Amien, 1987:105 suatu eksperimen merupakan salah satu kegiatan yang dimaksudkan untuk memperoleh informasi atau data dalam memecahkan suatu masalah. Eksperimen dilaksanakan terutama untuk mempelajari dan memecahkan suatu masalah, dimana penelitiannya sendiri belum mengetahui jawabannya, atau baru mengetahui jawaban sementaranya. Sukarno, dkk, 1973, 50 dalam Sarkim, 2004 berpendapat bahwa eksperimen adalah suatu pekerjaan mempergunakan alat - alat sains dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu yang baru (setidak-tidaknya bagi murid, meskipun tidak baru bagi orang lain), atau untuk mengetahui apa yang terjadi apabila

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa (LKS) sehingga siswa tidak akan bingung akan langkah-langkah yang akan dibuat, peralatan yang harus digunakan, serta apa yang harus diamati dan diukur. Sedangkan dalam eksperimen bebas, guru tidak memberikan petunjuk pelaksanaan percobaan secara rinci.

  Siswa harus lebih berpikir sendiri, bagaimana akan merangkai rangkaian, apa yang harus diamati, diukur, dan dianalisis, serta disimpulkan (Suparno, 2007: 81).

  Menurut bentuknya, eksperimen dapat dibagi ke dalam:

  a. Eksperimen gagasan Dalam eksperimen ini persoalannya berupa pemikiran teoritis murni untuk menjelaskan suatu masalah. Di dalam kegiatan pembelajaran, situasi khas yang mengarah kepada eksperimen gagasan adalah pertanyaan antara lain dari jenis : “Apa yang akan terjadi apabila….”. keuntungan besar eksperimen gagasan ialah bahwa semua pengarah yang mengganggu (gesekan, bidang penyebaran, dan lain-lain) ditiadakan. Cara pengamatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  apabila eksperiman yang sesungguhnya terlalu banyak membutuhkan waktu, terlalu mahal, atau secara teknis tidak dapat dilaksanakan.

  c. Eksperimen nyata Eksperimen nyata adalah eksperimen yang sesungguhnya dilakukan. Dalam pelaksanaannya eksperimen seringkali memerlukan banyak waktu dan persiapan yang teliti. Karena eksperimen tidak selalu berhasil, maka unsur-unsur yang penting diperhatikan adalah perencanaan yang matang, pelaksanaan dengan cermat, dan diskusi secara kritis atas hasilnya (Sarkim,2004, dalam Elysabet Dian, 2007:7).

  Eksperimen dalam pelajaran fisika dapat dibedakan menurut tempat dan cara melaksanakannya, yaitu:

  1. Eksperimen murid Eksperimen ini biasanya dilakukan oleh para murid sendiri dalam suatu kelompok. Bagi kebanyakan murid, eksperimen ini (yang sederhana)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Eksperimen demonstrasi Eksperimen ini biasanya dilakukan oleh guru. Guru fisika akan mempersiapkan eksperimen untuk diperlihatkan di hadapan para murid.

  Peranan murid adalah memperhatikan benar-benar pelaksanaan eksperimen, dan bila mungkin membantu pelaksanaannya serta secara bersama-sama mendiskusikan hasil eksperimen itu (Sarkim, 2004, dalam Elysabet Dian, 2007:7).

  Percobaan dan pengamatan dapat menghilangkan miskonsepsi intuitif siswa (Suparno, 2005:114). Eksperimen yang dapt dilakukan untuk menyadarkan siswa akan miskonsepsi mereka dengan lebih cepat adalah yang dapat memberikan hasil yang berbeda dengan yang mereka pikirkan dan konsepkan sebelumnya. Apabila siswa mengalami dan mengamati percobaan yang hasilnya terus-menerus berbeda, maka siswa akan tertantang untuk mengubah gagasan atau konsep mereka.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan uraian diatas, penulis berniat untuk membantu siswa melakukan perubahan konsep pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa dengan menggunakan eksperimen terbimbing menurut macamnya, eksperimen nyata menurut bentuknya, dan eksperimen murid menurut tempat dan cara melakukannya.

D. PEMBIASAN CAHAYA PADA LENSA Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang lengkung.

  Dua bidang lengkung yang membentuk lensa dapat berbentuk silindris atau bola. Lensa tipis adalah lensa dengan ketebalan dapat diabaikan terhadap diameter lengkung lensa, sehingga sinar- sinar sejajar sumbu utama hampir tepat difokuskan ke suatu titik, yaitu titik fokus.

1. Jenis- jenis Lensa

  Garis yang menghubungkan pusat kedua bola yang membentuk permukaan lensa disebut sumbu utama lensa. Titik pada sumbu utama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tepinya. Sinar- sinar bias pada lensa ini bersifat mengumpul (konvergen). Oleh karena itu, lensa cembung disebut juga lensa konvergen.

  Lensa cekung (konkaf) memiliki bagian tengah lebih tipis daripada bagian tepinya. Sinar- sinar bias pada lensa ini bersifat memencar (divergen). Oleh karena itu, lensa cekung disebut juga lensa divergen.

  Lensa dibatasi oleh dua bidang. Kedua bidang itu dapat cembung atau cekung, atau yang satu cembung dan lainnya cekung, atau yang satu datar dan lainnya dapat cembung atau cekung. Berdasarkan hal ini, lensa cembung atau lensa cekung dapat digolongkan lagi menjadi tiga golongan.

  Cembung Cembung datar Cembung cekung rangkap atau atau plan- atau konkaf- bikonveks konveks konveks

  Gambar 2. Tiga bentuk lensa cembung atau lensa konveks

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Melukis Pembentukan Bayangan Pada Lensa

a. Pembiasan lensa cembung (lensa konvergen)

  Lensa cembung memiliki bagian tengah lebih tebal dari pada bagian tepinya. Sinar-sinar bias pada lensa ini bersifat mengumpul seperti gambar di bawah ini:

  

Gambar 4. Pembiasan pada Lensa Cembung

  Tiga sinar istimewanya: (1) Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan melalui titik fokus aktif (F

  1 ). (2) Sinar datang melalui

  titik fokus pasif (F

  2 ) dibiaskan sejajar sumbu utama. (3) Sinar datang

  melalui titik pusat optik diteruskan tanpa pembiasan. Sinar-sinar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lensa cekung memiliki bagian tengah lebih tipis dari pada bagian tepinya. Sinar-sinar bias pada lensa ini bersifat memencar seperti gambar di bawah ini:

  Gambar 6. Pembiasan Lensa Cekung

  Tiga sinar istimewa pada lensa cekung: (1) Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus aktif (F

  1 ). (2) Sinar datang seakan-akan menuju ke titik fokus pasif (F 2 )

  dibiaskan sejajar sumbu utama. (3) Sinar datang melalui titik pusat optik diteruskan tanpa mengalami pembiasan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Rumus- rumus yang berlaku untuk cermin lengkung, yaitu:

  1

  1

  1

  • Rumus umum

  =

s sf

h s

  − Perbesaran linear M

  = = hs

  Rumus tersebut juga berlaku untuk lensa tipis. Seperti halnya cermin lengkung, untuk menggunakan kedua persamaan tersebut pada lensa tipis, perlu juga memperhatikan perjanjian tanda.

  Perjanjian tanda untuk menggunakan rumus lensa tipis s bertanda positif jika benda terletak di depan lensa (benda nyata)

s bertanda negatif jika benda terletak di belakang lensa (benda maya)

s’ bertanda positif jika bayangan terletak di belakang lensa (bayangan

  nyata)

  s’ beranda negatif jika bayangan terletak di depan lensa (bayangan maya)

f bertanda positif untuk lensa cembung atau konveks atau konvergen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Besaran yang menyatakan ukuran lensa dinamakan kuat lensa (diberi lambang P) yang didefinisikan sebagai kebalikan jarak fokus (f).

  Secara matematis dituliskan:

  f P

  1

  =

  Dengan P = kuat lensa (dioptri) f = jarak fokus (m) Jarak fokus lensa cembung bernilai (+) sehingga kuat lensa cembung bernilai (+). Sebaliknya, jarak fokus lensa cekung bernilai (-) sehingga kuat lensa cekung bernilai (-).

  Kuat lensa menggambarkan kemampuan lensa untuk membelokkan sinar. Untuk lensa cembung, makin kuat lensanya makin kuat lensa itu dalam mengumpulkan sinar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan analisis secara kuantitatif. B. SETTING PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2009 di SMA Santa Maria Yogyakarta, pada siswa Kelas XC Semester 2 yang bejumlah 21 siswa. C. TREATMENT PENELITIAN Treatment dari penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan

  perlakuan-perlakuan kepada siswa yang akan diteliti, agar nantinya dapat memperoleh data yang diharapkan. Treatment yang digunakan adalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Siswa diaktifkan dalam eksperimen pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa yang akan dibagi dalam kelompok kecil.

  3. Setiap pembelajaran, siswa mengerjakan LKS (Lembar Kegiatan Siswa), kemudian dilanjutkan dengan pembahasan LKS.

  4. Peneliti mengajukan pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan hasil pembahasan LKS tersebut.

  5. Pada akhir kegiatan, siswa diajak untuk menyimpulkan seluruh materi yang telah dipelajari oleh siswa. Kemudian dilanjutkan peneliti menyampaikan kesimpulannya.

  D.

INSTRUMENT PENELITIAN

  Pada penelitian ini, instrument penelitian dibagi menjadi dua:

1. Instrument Pembelajaran

  Peneliti menggunakan media Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Hal tersebut dilaksanakan karena bertujuan untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Instrument pengumpulan data Pretest dan Posttest

  Dalam penelitian ini digunakan pretest dan posttest yang dibuat untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik. Pertanyaan dibuat dalam bentuk uraian yang disesuaikan dengan isi materi pelajaran yang disajikan serta disesuaikan dengan beberapa aspek, yaitu ingatan (pengetahuan), pemahaman, penerapan (aplikasi), analisis, sintesis, dan evaluasi. Dimana: a. Aspek ingatan

  Aspek pengetahuan atau ingatan mengacu pada kemampuan siswa mengingat kembali, memunculkan kembali, menyatakan kembali, apa yang pernah dilihatnya, didengarnya, dan dilakukannya. Bila dalam ulangan guru menanyakan definisi, sifat-sifat suatu obyek, perbedaan antara dua hal; yang semuanya sudah dijelaskan dan secara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lain (a) mampu menjelaskan maknanya, mampu menyatakan pengertian dengan kata-kata atau kalimatnya sendiri, dapat membedakan konsep yang benar dan yang salah. Siswa yang hafal persis pernyataan suatu hukum belum tentu ia memahaminya, tetapi bila ia memahami dengan baik hukum tersebut, pasti dapat menyatakannya dengan kalimatnya sendiri.

  c. Aspek penerapan Aspek penerapan mengacu pada kemampuan siswa menerapkan konsep, prinsip, hukum, dan teori yang telah difahaminya untuk memecahkan masalah baru, atau memecahkan masalah yang sama seperti yang dihadapi ketika konsep dibangun dalam sitiasi baru.

  Aplikasi dapat dibedakan atas aplikasi dalam arti sempit dan dalam arti luas. Aplikasi dalam arti sempit merupakan aplikasi yang berkaitan dengan matapelajarannya dan materi pokoknya. d.Aspek analisis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  langkah yang harus ditempuh, dan konsep, hukum, teori, rumus (persamaan) yang diperlukan pada setiap langkah.

  e. Aspek sintetis Aspek sintetis mengacu pada kemampuan siswa menggabungkan, menghubungkan, menyatukan, mensintesiskan bagian-bagian menjadi keutuhan atau kesatuan. Dalam proses mengarang artikel ilmiah (misalnya pada penilaian portofolio), yang dilakukan adalah menggabungkan, menghubungkan, mensintesiskan pengetahuan untuk membangun suatu kebulatan (unity). Dalam memecahkan soal yang kompleks, tahap realisasi (perhitungan) setiap bagian dari hasil analisis sehingga akhirnya secara keseluruhan (masalah pokok) terselesaikan, merupakan langkah sintetis. Dalam memecahkan masalah yang kompleks proses analisis dan sintesis terjadi sekaligus.

  f. Aspek evaluasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  negatifnya, keuntungan dan kelemahannya, kesulitan dan kemudahannya, dibandingkan, kemudian diambil keputusan berupa pilihan.

  Tabel 1. Distribusi Soal Menurut Sub Materi Pembelajaran

  Materi Jumlah Soal Nomor Soal

  Jenis- Jenis Lensa

  2 1,2

  Pembentukan Bayangan Pada Lensa

  3 3,4,5

  Kuat Lensa

  2 6,7

  Persamaan Lensa Tipis dan Perbesaran Linier

  1

  8 ( Soal lihat pada lampiran 5 hal. 196-197 )

  Pada pokok bahasan “Pembiasan Cahaya Pada Lensa“, mencakup materi jenis- jenis lensa, pembentukan bayangan pada lensa, kuat lensa, dan persamaan lensa tipis dan perbesaran linier. Pada materi persamaan untuk lensa tipis, hanya satu soal saja tetapi soal yang diajukan memiliki tingkat kedalaman materi yang lebih dari pada soal-soal yang lainnya.

  Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang diajukan serta kesesuaian dengan materi yang dipelajari.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 2. Konsep, Pertanyaan, Aspek yang diukur dan Skornya

  Konsep Pertanyaan Aspek yang Skor diukur

  Jenis- Jenis Lensa

  1. Mengapa lensa Ingatan/

  10 . cembung disebut juga pengetahuan lensa konvergen, dan dan pemahaman lensa cekung disebut dengan lensa divergen? Jelaskan !

  2. Sebutkan dan Ingatan/

  5 gambarkan tiga bentuk pengetahuan lensa cembung dan lensa cekung!

  3.Sebutkan dan gambarkan Ingatan dan

  10 Pembentukan

  Bayangan Pada tiga sinar istimewa pemahaman Lensa pada:

  a. Lensa cembung b.Lensa cekung

  4. Lukislah pembentukan Pengetahuan,

  15 bayangan pada lensa pemahaman, cekung dengan dan penerapan menggunakan sedikitnya dua sinar istimewa jika benda diletakkan di depan lensa, tepatnya di 2F

  2

  atau berada pada pusat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Raka seorang pelajar Pengetahuan

  10 Kuat Lensa SMA menggunakan dan pemahaman kacamata dari lensa yang mempunyai titik api -200 cm. Hitung daya lensa kacamata tersebut!

  7. Pak Agus adalah seorang guru yang menggunakan kacamata

  • 3/4 dioptri. Hitung titik api dari kacamata tersebut!

  Persamaan Lensa

  8. Sebuah benda Pengetahuan,

  30 Tipis dan diletakkan 10 cm di pemahaman,

  Perbesaran Linier depan sebuah lensa penerapan,

  yang mempunyai analisis, panjang focus 5 cm, dan sintesis, dan panjang jari- jari evaluasi kelengkungan lensa adalah dua kali panjang focus. Tentukan letak bayangan, perbesaran bayangan dan sifat- sifat bayangan yang terbentuk jika lensa tersebut adalah:

  a. Lensa cembung b.Lensa cekung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Skor total yang dapat diperoleh siswa apabila menjawab seluruh pertanyaan dengan lengkap dan tepat adalah 100, dimana setiap soal memiliki skor maksimal masing-masing. Pemberian skor total 100 dan pembagian skor pada masing-masing soal dilakukan untuk memudahkan perhitungan nilai siswa. Penskoran soal dilakukan berdasarkan tingkat kedalaman materi serta aspek yang diukur melalui suatu soal. Berikut kisi- kisi soal:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  KISI- KISI SOAL PRE- TEST DAN POST- TEST Konsep:

  1. Jenis- Jenis Lensa

  2. Pembentukan Bayangan pada Lensa

  3. Kekuatan Lensa

  4. Persamaan Lensa Tipis dan Perbesaran Linier Indikator Hasil Belajar:

  

1. Siswa dapat menyebutkan dan menjelaskan perbedaan lensa cembung dan lensa

cekung.

  2. Siswa dapat membedakan bentuk fisik lensa cembung dan lensa cekung.

  3. Siswa dapat menyebutkan tiga bentuk lensa cembung.

  4. Siswa dapat menyebutkan tiga bentuk lensa cekung.

  

5. Siswa dapat menyebutkan dan menggambarkan tiga sinar istimewa pada lensa

cembung.

  

6. Siswa dapat menyebutkan dan menggambarkan tiga sinar istimewa pada lensa

cekung.

  7. Siswa dapat memahami pembentukan bayangan pada lensa cekung.

  

8. Siswa dapat memahami letak titik fokus lensa, jarak fokus, pusat optik, pusat

kelengkungan lensa, dan jari- jari kelengkungan lensa.

  

9. Siswa mampu menerapkan pemahaman tiga sinar istimewa pada lensa dalam

menganalisis pembentukan bayangan.

  10. Siswa mampu menganalisis permasalahan pada lensa cembung dan lensa cekung untuk menentukan pembentukan bayangannya.

  4. Aspek analisis.

  5. Aspek sintesis.

  6. Aspek evaluasi.

  Tabel 3.Konsep, Indikator, Soal, Aspek yang Diukur, Kriteria Penilaian, dan Skornya Konsep

  IHB Soal Aspek Jawaban yang diharapkan Skoring Penilaian 1 1,2

1. Jelaskan mengapa: 1,2

  a. Lensa cembung (konveks) memilki bagian tengah Terdiri dari 3 komponen: lebih tebal daripada bagian tepinya. Sehingga a. lensa cembung disebut

  1. Memiliki bagian tengah sinar- sinar bias pada lensa ini bersifat juga lensa konvergan, lebih tebal daripada bagian mengumpul (konvergen). Oleh karena itu, lensa dan tepinya. cembung disebut juga lensa konvergen.

  b. lensa cekung disebut

  2. Sinar- sinar bias bersifat dengan lensa divergen mengumpul (konvergen).

  3. Oleh karena itu, lensa cembung disebut juga lensa konvergen. Skor:

  • 3 komponen benar skor 5
  • 2 komponen benar skor 3
  • 1 komponen benar skor 2

  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1

  Skor maksimal : 5

  b. Lensa cekung (konkaf) memiliki bagian tengah Terdiri dari 3 komponen: lebih tipis daripada bagian tepinya. Sehingga

sinar- sinar bias pada lensa ini bersifat memencar

  1. Memiliki bagian tengah (divergen). Oleh karena itu, lensa cekung disebut lebih tipis daripada bagian juga lensa divergen. tepinya.

  2. Sinar- sinar bias bersifat memencar (divergen).

  3. Oleh karena itu, lensa cekung disebut juga lensa divergen. Skor:

  • 3 komponen benar skor 5
  • 2 komponen benar skor 3
  • 1 komponen benarskor 2
  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen
salah skor 1 Skor maksimal : 5 Skor Total: 10

  3,4

2.Sebutkan dan gambarkan:

  1

a. Tiga bentuk lensa cembung: Terdiri dari 3 komponen:

  a. tiga bentuk lensa cembung

  1. Menggambar dan dan menyebutkan bentuk cembung rangkap atau b. tiga bentuk lensa cekung bikonveks.

  Cembung rangkap cembung datar cembung cekung

  2. Menggambar atau atau bikonveks atau plan konveks atau konkaf- konveks menyebutkan bentuk cembung datar atau plan konveks.

  3. Menggambar atau menyebutkan bentuk cembung cekung atau konkaf konveks.

  Skor:

  • 3 komponen benar skor
  • 2 komponen benar skor 2
  • 1 komponen benar skor 1,5
  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1

  Cekung rangkap Cekung datar Cekung cembung atau bikonkaf atau plan- Konkraf atau Konveks- Konkraf

  2,5

  Skor maksimal : 2,5 Terdiri dari 3 komponen:

b. Tiga bentuk lensa cekung:

  1. Menggambar dan menyebutkan bentuk cekung rangkap atau bikonkaf.

  2. Menggambar atau menyebutkan bentuk cekung datar atau plan konkaf.

  3. Menggambar atau menyebutkan bentuk cekung cembung atau konveks konkaf. Skor:

  • 3 komponen benar skor 2,5
  • 2 komponen benar skor 2
  • 1 komponen benar skor
  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1

  Skor maksimal : 2,5 Skor Total: 5 2 5,6

  3.Sebutkan dan gambarkan 1,2 Pada lensa cembung: Terdiri dari 9 komponen: tiga sinar istimewa pada:

1. Suatu sinar datang sejajar sumbu utama lensa,

  1. Sinar datang sejajar sumbu

  a. Lensa cembung akan dibiaskan melalui titik fokus aktif (F ) di utama akan dibiaskan 1 belakang lensa. melalui titik fokus aktif.

  b. Lensa cekung

  2. Menggambarkan jalannya sinar pada komponen no.1.

  3. Gambar sinar komponen no.1 lengkap dengan arah sinar dan pembagian ruang.

  2F F F 2 2 1

  2F 1

  4. Sinar datang melalui titik

  2. Suatu sinar datang melalui titik fokus pasif (F 2 ) di fokus akan dibiaskan

depan lensa akan dibiaskan sejajar sumbu utama.

sejajar sumbu utama.

  5. Menggambarkan jalannya sinar pada komponen no.

  2.

  2F 2 F 2 F 1

  2F 1

  6. Gambar sinar komponen no. 2 lengkap dengan arah sinar dan pembagian ruang.

3. Suatu sinar datang melalui pusat obtik lensa (O) akan diteruskan tanpa dibiaskan.

  7. Sinar datang melalui pusat optik lensa akan diteruskan tanpa dibiaskan.

  2F F F 2 2 1

  2F 1

  8. Menggambarkan jalannya sinar pada komponen no.

  3.

  9. Gambar sinar komponen no. 3 lengkap dengan arah sinar dan pembagian ruang. Skor:

  • 9 komponen benar skor 5
  • 6 komponen benar sk>3 komponen benar skor 3
  • 1 komponen benar sk
  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1

  Skor maksimal : 5 Terdiri dari 9 komponen: Pada lensa cekung:

  1. Sinar datang sejajar sumbu utama lensa akan

  1. Suatu sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan seolah- olah akan dibiaskan seolah- olah berasal dari titik berasal dari titik fokus fokus aktif (F 1 ) di depan lensa. aktif.

  2. Menggambarkan jalannya sinar pada komponen no.1.

  3. Gambar sinar komponen no.1 lengkap dengan arah sinar dan pembagian ruang.

  2F F F 1 1 2

  2F 2

  4. Sinar datang seolah- olah menuju titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama.

  2. Suatu sinar datang seolah- olah menuju titik fokus pasif (F 2 ) di belakang lensa akan dibiaskan sejajar

  5. Menggambarkan jalannya sumbu utama. sinar pada komponen no.

  2.

  6. Gambar sinar komponen no. 2 lengkap dengan arah sinar dan pembagian

  2F F F 1 1 2

  2F 2 ruang.

  7. Sinar datang melalui pusat

  3. Suatu sinar datang melalui pusat optik lensa (O) optik lensa akan diteruskan akan diteruskan tapa dibiaskan. tanpa dibiaskan.

  8. Menggambarkan jalannya sinar pada komponen no. 3

  2F 1 F 1 F 2

  2F 2

  9. Gambar sinar komponen no. 3 lengkap dengan arah sinar dan pembagian ruang.

  Skor:

  • 9 komponen benar skor 5
  • 6 komponen benar skor 4
  • 3 komponen benar skor 3
  • 1 komponen benar skor 2
  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1

  Skor maksimal : 5 Skor Total: 10 7,8,9 4. Lukislah pembentukan bayangan pada lensa cekung dengan menggunakan tiga sinar istimewa jika benda diletakkan di depan lensa, 1,2,3 Diketahui:

  Benda diletakkan di depan lensa s (positif) = 2F 1 (berada pada pusat kelengkungan lensa/ M) Untuk pembentukan bayangan terdiri dari 5 komponen:

  1. Menggambarkan letak benda di 2F 1 (berada pada pusat kelengkungan lensa). tepatnya di 2F atau berada Ditanyakan: 1

  2. Menggambar sinar pada pusat kelengkungan istimewa: “Suatu sinar

  a. Pembentukan bayangan lensa (M). Sebutkan juga datang sejajar sumbu tiga sifat bayangannya. utama lensa akan

  b. Tiga sifat bayangan dibiaskan seolah- olah berasal dari titik fokus Jawab: aktif (F ) di depan lensa”. 1

  3. Menggambar sinar istimewa: “Suatu sinar

  a. Pembentukan bayangan datang seolah- olah menuju titik fokus pasif (F ) di belakang lensa akan 2 dibiaskan sejajar sumbu utama”.

  4. Menggambar sinar istimewa: “Suatu sinar datang melalui pusat optik

  2F 1 F

1 F

2

  2F 2 lensa (O) akan diteruskan tapa dibiaskan”.

  5. Menggambar lengkap

  b. Sifat- sifat bayangan: tegak, diperkecil, dan maya dengan arah dan pembagian ruang.

  Skor maksimal: 10 Untuk sifat bayangan terdiri dari 3 komponen:

  Skor:

  • 5 komponen benar skor 10
  • 4 komponen benar skor 8
  • 3 komponen benar skor 6
  • 2 komponen benar skor 4
  • 1 komponen benar skor 2
  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1

  1. Tegak

  2. Diperkecil 3. Maya. Skor:

  • 3 komponen benar skor 5
  • 2 komponen benar skor 3
  • 1 komponen benar skor 2
  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1

  Skor maksimal : 5 Skor Total: 15 9,10

5.Sebuah benda tegak dengan 1,2,3,4 Diketahui:

  Untuk pembentukan bayangan tinggi 2 cm, diletakkan terdiri dari 5 komponen: h = 2 cm dengan jarak 30 cm di depan

  1. Menganalisis letak benda sebuah lensa cembung, yang s = + 30 cm (di depan lensa) dan menentukan ruangnya. mempunyai panjang fokus 20 cm. Tentukanlah sifat- f = + 20 cm (lensa cembung)

  2. Menggambarkan letak sifat bayangan tersebut dan benda di antara 2F dan F . 2 2 lukis jalannya sinar dengan

  Ditanyakan: tiga sinar istimewa!

  3. Menggambar sinar

  a. Pembentukan bayangan istimewa: “Suatu sinar datang sejajar sumbu

  b. Sifat- sifat bayangan utama lensa, akan Jawab: dibiaskan melalui titik fokus aktif (F 1 ) di

a. Pembentukan bayangan belakang lensa”.

  4. Menggambar sinar istimewa: “Suatu sinar datang melalui titik fokus pasif (F ) di depan lensa 2

  2F F F 2 2 1

  2F 1 akan dibiaskan sejajar sumbu utama”.

  5. Menggambar sinar

  b. Sifat- sifat bayangan: nyata, terbalik, dan istimewa: “Suatu sinar diperbesar datang melalui pusat optik lensa (O) akan diteruskan tapa dibiaskan”.

  6. Menggambar lengkap dengan arah dan pembagian ruang. Skor:

  • 6 komponen benar skor 15
  • 5 komponen benar skor 12
  • 4 komponen benar skor 9

  • 3 komponen benar skor 6
  • 2 komponen benar skor 3
  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1

  Skor maksimal: 15 Untuk sifat bayangan terdiri dari 3 komponen:

  1. Nyata

  2. Terbalik

  3. Diperbesar Skor:

  • 3 komponen benar skor 5
  • 2 komponen benar skor 3
  • 1 komponen benar skor 2
  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen
salah skor 1 Skor maksimal : 5 Skor Total: 20

  3 8,11

  6. Raka seorang pelajar SMA 1,2 Diketahui: f = -200 cm = - 2m Terdiri dari 4 komponen: menggunakan kacamata Ditanyakan: P = ...... ?

  1. Persamaan dari lensa yang mempunyai titik api – 200 cm. Hitung Jawab:

  2. Perhitungan daya lensa kacamata tersebut!

  3. Hasil akhir

  1 P

  = f

  4. Satuan

  1 Skor:

P

  = 2 m

  −

  • 4 komponen benar skor 5 P = -0,5 dioptri.
  • 3 komponen benar skor 4 Jadi, daya lensa dari kacamata itu -0,5 dioptri.
  • 2 komponen benar skor 3
  • 1 komponen benar skor 2
  • tidak ada komponen yang benar/ semua komponen
salah skor 1 Skor maksimal : 5

  7. Pak Agus adalah seorang Diketahui: Terdiri dari 4 komponen: guru yang menggunakan

  1. Persamaan

  3

  3 P = + dioptri kacamata + dioptri.

  4

  4

  2. Perhitungan Hitung titik api dari kaca

P = + 0,75 dioptri

mata tersebut!

  3. Hasil akhir Ditanyakan: f .......?

  4. Satuan Jawab: Skor:

  1 P

  =

  • 4 komponen benar skor 5

  f

  • 3 komponen benar skor 4

  1 ,

  75

  =

f

  • 2 komponen benar skor 3 ,

  75 f 1 1 komponen benar skor 2 =

  • tidak ada komponen yang

  1

  f = benar/ semua komponen

  ,

  75 salah skor 1

f

1 , 33 meter

  = Skor maksimal : 5

  Jadi, titik api dari lensa kacamata tersebut

besarnya 1,33 meter.

  Skor Total: 10 4 7,9,12

8. Sebuah benda diletakkan 1,2,3,4,

a. Untuk lensa cembung Untuk lensa cembung

  ,13,14 10 cm di depan sebuah 5,6 Diketahui : Letak bayangan lensa yang mempunyai panjang fokus 5 cm, dan s = + 10 cm(di depan lensa) dan f = +5 cm (lensa

  1. Persamaan untuk letak panjang jari- jari cembung) bayangan. kelengkungan lensa adalah dua kali panjang fokus.

  Ditanyakan: 2. Menganalisis letak benda. Tentukan letak bayangan, perbesaran bayangan dan

  3. Perhitungan untuk letak

Letak bayangan

sifat- sifat bayangan yang bayangan. terbentuk jika lensa Perbesaran bayangan tersebut adalah:

  4. Hasil akhir untuk letak

Sifat bayangan

bayangan.

  a. Lensa cembung Letak bayangan

  5. Satuan untuk letak

  b. Lensa cekung bayangan..

  1

  1

  1

  • = Skor:

  s sf

  • 5 komponen benar skor 7 Karena s = +10 cm (di depan lensa) dan f = +5 cm (lensa cembung), maka
  • 4 komponen benar skor 6
  • 3 komponen benar skor 5
  • 2 komponen benar skor 3
  • 1 komponen benar skor 2
  • Tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1

  • s
  • 10
  • 10

  ⇒

  3. Hasil akhir untuk perbesaran bayangan.

  2. Perhitungan untuk perbesaran bayangan.

  1. Persamaan untuk perbesaran bayangan.

  Skor : 7 Perbesaran bayangan

  Sifat bayangan Berdasarkan perhitungan jarak bayangan, dan M =

  − = 1

Jadi, perbesaran bayangan benda adalah 1 kali (sama

besar).

  1

  

=

  10 −

  10

  ′ − =

  Perbesaran bayangan M = s s

  = 10 cm Jadi, bayangan terletak 10 cm di belakang lensa (bayangan nyata).

  s

  

1

  s

  10

  1 = f

  1

  1 =

  5

  1

  1 =

  2

  

10

  1 =

  10

  1

  ⇒

  s

  1 =

  4. Satuan untuk perbesaran bayangan. Skor: s

  10 − ′ −

  = = -1 (negatif = terbalik), maka s

  10

  • 4 komponen benar skor 4 bayangan yang di bentuk adalah nyata, terbalik dan sama besar.
  • 3 komponen benar skor 3,5
  • 2 komponen benar skor 2,5
  • 1 komponen benar skor 2 Tidak ada komponen yang - benar/ semua komponen salah skor 1

  Skor : 4 Sifat bayangan

  1. Perbesaran bayangan benda sama besar.

  2. Dari perhitungan jarak bayangan hasilnya negatif.

  3. Nyata.

  4. Terbalik.

  5. Sama besar. Skor:

  • 5 komponen benar skor 4
  • 4 komponen benar skor 3,5
  • 3 komponen benar sk
  • 2 komponen benar skor 2,5
  • 1 komponen benar skor 2 Tidak ada komponen yang - benar/ semua komponen salah skor 1

  Skor : 4 Skor maksimal : 15

b. Untuk lensa cekung Untuk lensa cekung Letak bayangan

  Diketahui :

s = + 10 cm(di depan lensa) dan f = -5 cm (lensa

  1. Persamaan untuk letak cekung) bayangan.

  Ditanyakan: 2. Menganalisis letak benda.

  Letak bayangan

  3. Perhitungan untuk letak bayangan. Perbesaran bayangan

  4. Hasil akhir untuk letak Sifat bayangan bayangan.

  5. Satuan untuk letak bayangan.

  Letak bayangan Skor:

  1

  1

  1

  = + 5 komponen benar skor 7 s s f

  • 4 komponen benar skor 6

    Karena s = +10 cm (di depan lensa) dan f = -5 cm

    (lensa cekung), maka
  • 3 komponen benar skor 5

  ′

  1

  1

  1

  • 2 komponen benar skor 3 = -

  s f s

  • 1 komponen benar skor 2
  • Tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1
  • 10
  • 10

  − − =

  

10

cm di depan lensa (bayangan maya).

  Perbesaran bayangan M = s s

  ′ − =

  10 )

  3

  10 (

  3

  10 − cm Jadi, bayangan terletak

  1 Jadi, perbesaran bayangan benda adalah

  3

  1 kali (diperkecil) Sifat bayangan

  Skor : 7 Perbesaran bayangan

  1. Persamaan untuk perbesaran bayangan.

  2. Perhitungan untuk perbesaran bayangan.

  3. Hasil akhir untuk perbesaran bayangan.

  

3

  3

  4. Satuan untuk perbesaran bayangan. Skor:

  10

  =

  5

  1 −

  1 = -

  10

  2

  1 =

  3 −

  =

  ⇒

  s

  1 =

  10

  

3

  ⇒

  s

  • 5 komponen benar skor 4
  • 3 komponen benar skor 3,5

  

Berdasarkan perhitungan jarak bayangan dan M =

s s

  • 2 komponen benar skor 2,5
  • 1 komponen benar skor 2
  • Tidak ada komponen yang benar/ semua komponen salah skor 1

  − =

  10 )

  3

  10 (

  − − = +

  

3

  

1

(positif = tegak), maka bayangan bersifat maya, tegak dan diperkecil.

  Skor : 4 Sifat bayangan

  1. Perbesaran bayangan benda diperkecil.

  2. Dari perhitungan jarak bayangan hasilnya positif.

  3. Maya.

  4. Tegak.

  5. Diperkecil. Skor:

  • 5 komponen benar skor 4
  • 4 komponen benar skor 3,5
  • 3 komponen benar skor 3
  • 2 komponen benar skor 2,5
  • 1 komponen benar skor 2 Tidak ada komponen yang - benar/ semua komponen salah skor 1

  Skor : 4 Skor maksimal : 15 Skor total: 30 Jumlah Skor 100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Ada Tidaknya Perubahan Konsep

  Untuk mempermudah dalam menganalisis, data- data yang dibutuhkan dianalisis dengan menggunakan tabel berikut:

  Tabel 4. Analisis Data Skor

  No Kode Siswa 1

  x 2

x

D x x 2 1 i i − = 2 D

  JUMLAH

   Untuk mengetahui apakah ada perubahan konsep atau tidak, akan diuji

  perbedaan mean Pretest dan posttes yang akan diuji dengan uji T-Test Peningkatan pemahaman konsep siswa dianalisis dengan menggunakan T-Test untuk kelompok dependen, yang dirumuskan sebagai berikut:

  ( ) ( )

  N D D T 2 2 1 2 re   

    

  ∑

  −

  ∑

  − = x x al

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jika T real > T critical maka signifikan, berarti terjadi perubahan konsep.

  | | | |

  Jika T < T maka tidak signifikan, berarti tidak terjadi

  | real | | critical | perubahan konsep.

3. Klasifikasi Perubahan Konsep

  Klasifikasi Perubahan Konsep diklasifikasikan atas 3 klasifikasi, yaitu: Salah – Betul, Salah – Kurang Lengkap, dan Kurang Lengkap – Betul.

  Untuk menganalisis digunakan tabel sebagai berikut:

  Tabel 5. Perubahan Konsep Siswa Sebelum Dilakukan Pembelajaran dan Sesudah Pembelajaran Konsep No. Sebelum Pembelajaran Sesudah Pembelajaran Perubahan Soal

  Konsep Konsep Betul/ Jenis Konsep Betul/ Jenis Sebelum Salah Kesalahan Sesudah Salah Kesala han

  Jenis- Jenis Lensa Pembentukan Bayangan pada Lensa Kekuatan Lensa Persamaan Lensa Tipis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Santa Maria Yogyakarta, Jalan Ireda No. 19A Yogyakarta pada tanggal 1 April 2009

  sampai dengan tanggal 30 April 2009. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas X C yang berjumlah 21 siswa.

  Penelitian ini bersifat langsung artinya peneliti memberikan treatment yang berupa perlakuan-perlakuan dalam hal pengajaran langsung kepada siswa-siswa yang terkait. Pembelajaran yang bervariasi diambil sebagai contoh dalam penelitian ini yakni menerapkan pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivistik pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa. Pembelajaran yang dimaksud bervariasi disini berupa pembelajaran menggunakan metode eksperimen dan diskusi. Masing-masing pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Secara keseluruhan siswa tampak kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran dikarenakan siswa hanya duduk, mendengarkan penjelasan materi oleh guru, mencatat materi yang dituliskan guru di papan tulis dan pengerjaan soal-soal latihan. Suasana kelas dalam keadaan tenang dan sepi hanya terdengar suara guru pada saat menjelaskan.

  Penelitian 4 April 2009 diawali dengan perkenalan dengan siswa yang bertujuan untuk memudahkan peneliti untuk mengamati proses perkembangan dari setiap siswa secara menyeluruh. Tahap selanjutnya adalah pengerjaan soal pretest, siswa sangat antusias dalam mengerjakannya, meskipun merasa kasulitan dalam mengerjakannya.

  Pada 6 April 2009 pembelajaran yang hanya 45 menit diawali dengan pengenalan alat untuk melakukan eksperimen dan penjelasan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Pengenalan alat dan penjelasan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) ini dimaksudkan agar siswa mendapatkan gambaran mengenai alat yang akan digunakan, cara kerja alat dan langkah-langkah kegiatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang lainnya. Setelah selesai melakukan beberapa eksperimen yang terbagi dalam beberapa kegiatan dalam Lembar Kegiatan Siswa (LKS), hasil kegiatan tersebut kemudian dibahas dan didiskusikan bersama ke dalam kelompok besar.

  Pada 15 April 2009, pembelajaran yang berlangsung selama 90 menit tersebut, diawali dengan materi pembiasan. Pada pembelajaran tersebut, siswa melanjutkan kegiatan yang ada dalam Lembar Kegiatan Siswa. Pada pertemuan tersebut, siswa sangat antusias dalam melakukan beberapa kegiatan yang ada dalam Lembar Kegiatan Siswa. Siswa saling bertanya dalam kelompok dan antar kelompok bila mengalami kesulitan. Bahkan ada beberapa siswa yang sudah tidak malu lagi untuk maju ke depan dan menjelaskan hasil dari kegiatan tanpa ditunjuk. Dalam hal ini, respon siswa sangat baik dan beberapa siswa yang lain bertanya jika tidak ada yang dimengerti. Pembelajaran diakhiri dengan mengimpulkan materi dalam kelompok besar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bentukan dari kita yang mengetahui sesuatu. Jadi pengetahuan bukan suatu fakta yang tinggal ditemukan saja, melainkan merupakan hasil bentukan yang dipelajari. Bila orang sedang mempelajari sesuatu, berarti orang tersebut sedang mengkonstruksi apa yang dipelajarinya menjadi suatu pengetahuan yang baru dan pengertian yang baru tersebut muncul dari pengetahuan yang lama yang dimengerti dan dikonstruksikan sehingga muncul sebagai pengetahuan yang baru. (Fosnot,1996 dan Shapiro, 1994 dikutip oleh Suparno, 1997: 15).

  Dalam pembelajaran yang berlangsung, peneliti hanya sebagai fasilitator yang membantu siswa untuk mengkonstruksi suatu konsep yang ada. Dalam hal ini, contohnya adalah konsep lensa cembung. Siswa akan mengkonstruksi konsep tersebut dari apa yang siswa lihat dan ketahui dari bentuk fisik lensa cembung tersebut. Lensa cembung memiliki bentuk fisik bagian tengah lebih tebal daripada bagian tepinya, jika diraba dengan tangan.

  Karena memiliki bentuk fisik tersebut, maka sinar- sinar bias pada lensa ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kesulitan tersebut dapat diatasi setelah ada seorang siswa yang maju ke depan untuk melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung di papan tulis.

  Respon siswa sangat baik, siswa antusias dengan pembelajaran tersebut. Hal tersebut terlihat dari respon siswa untuk maju ke depan dan melukis pembentukan bayangan di papan tulis. Pembelajaran yang berlangsung lama tersebut tidak terasa karena siswa merespon dengan baik. Setelah selesai melakukan beberapa kegiatan dalam Lembar Kegiatan Siswa (LKS), siswa dan guru membahas dan menyimpulkan bersama dalam kelompok besar.

  Pada 25 April 2009 pembelajaran hanya berlangsung 45 menit. Pembelajaran diawali dengan mengenal bentuk dan sifat lensa cekung. Disini siswa diminta untuk mengamati bentuk lensa cembung dengan cara meraba dengan tangan dan mengenal sifat lensa cekung yang bersifat menyebarkan sinar bias dengan cara melakukan eksperimen. Respon siswa sangat baik dan siswa sangat antusias dalam melakukan eksperimen. Dalam pembelajaran tersebut, siswa tidak mengalami kesulitan. Pembelajaran diakhiri dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bahwa motivasi siswa dalam menemukan jawaban akan permasalahan yang dihadapi cukup besar. Pada kegiatan 15 yaitu menyelidiki hubungan jarak benda (s), jarak bayangan (s’) dan jarak focus (f) pada lensa, siswa terlihat sangat antusias. Dalam kegitan tersebut siswa terlihat sangat senang karena harus menyusun sumber cahaya, benda, lensa cembung, dan layar dalam bangku optic. Setelah itu siswa diminta untuk mencari bayangan yang paling

  1

  1

  1 focus dan menunjukkan hubungan rumus lensa tipis, yaitu . Dalam

  = + s sf

  kegiatan tersebut siswa saling bertanya dan berdiskusi bersama dalam memecahkan permasalahan yang ada. Pembelajaran diakhiri dengan menyimpulkan materi dalam kelompok besar bersama guru.

  Pada 28 April 2009 pembelajaran hanya berlangsung 30 menit. Pembelajaran diawali dengan kegiatan 16 yaitu membangun konsep kuat lensa 1 h s

  − P dan perbesaran linear M . Dalam kegiatan tersebut,

  = = = f hs

  siswa tidak mengalami kesulitan. Dalam membangun konsep kuat lensa (P),

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengerjakan soal posttest adalah guru dapat mengetahui perubahan konsep siswa setelah menggunakan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik.

  Secara keseluruhan dapat dilihat siswa mengikuti proses pembelajaran dengan penuh antusias. Hal ini dapat dilihat pada saat peneliti kekurangan waktu untuk mengajar, para siswa menyetujui untuk diadakan tambahan jam pelajaran sore hari. Hal ini tentu saja sangat membantu bagi peneliti untuk bisa tetap menyelesaikan materi sesuai jadwal yang diberikan oleh pihak sekolah.

  Ada beberapa kendala yang dialami selama penelitian (proses belajar mengajar) berlangsung antara lain dari segi teknis tanggal 4 sampai tanggal 8 April 2009 para siswa menempuh Ujian Sekolah. Tanggal 9 April 2009 libur hari Raya Waisak, tanggal 20 sampai tanggal 24 April 2009 para siswa kelas X dan XI libur Ujian Nasional kelas XII.

B. Data dan Analisis Data

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16.5 93.4 -76.9 5913.61

  12 NN

  12

  6.25 78.7 -72.45 5249

  13 NN

  13

  10.75 65.5 -54.75 2997.56

  14 NN

  14

  17 74.3 -57.3 3283.29

  15 NN

  15

  16.4 75.1 -58.7 3445.69

  16 NN

  16

  17 NN

  11

  17

  5 21.8 -16.8 282.24

  18 NN

  18

  15.75 89 -73.25 5365.56

  19 NN

  19

  12 37.9 -25.9 670.81

  20 NN

  20

  9 96.8 -87.8 7708.84

  21 NN

  21

  8.75 87.3 -78.55 6170.10 JUMLAH 233,55 1402.8 -1169.25 74116.66

  13.5 64.4 -50.9 2590.81

   Tabel 6. Rangkuman Hasil Analisis Nilai Siswa

  No Kode Siswa 1

  5

  x 2 x D x x 2 1 i i − = 2 D

  1 NN

  1

  5 31.4 -26.4 696.96

  2 NN

  2

  11 82.7 -71.7 5140.89

  3 NN

  3

  18 93.9 -75.9 5760.81

  4 NN

  4

  8.75 69.4 -60.65 3678.42

  5 NN

  8 64 -56 3136

  5 32.5 -27.5 756.25

  6 NN

  6

  13 30 -17 289

  7 NN

  7

  10 64.9 -54.9 3014.01

  8 NN

  8

  8.4 66.8 -58.4 3410.56

  9 NN

  9

  15.5 83 -67.5 4556.25

  10 NN

  10

  11 NN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ( ) 1367145 563 .

  ∑ ∑ N N N D D x x t real

  − − =

     

     

  − − = −

   

  1 2 2 2 1

  55

  68 .

  74116 66 .

  Dimana : 1

  x : Rata-rata nilai pretest siswa 2 x : Rata-rata nilai posttest siswa ( ) 2 1 x x

  ∑ D

  1169 25 . 2 2 = − =

  ( ) ( ) 1367145 563 .

  11 2 1 − = − = − x x

  66 12 .

  55 8 .

  : Perbedaan antara skor tiap subyek 68 .

  D x x − =

  : Selisih rata-rata nilai pretest dan posttest N : Jumlah pasangan skor 2 1 i i

  −

  ( ) ( )

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perubahan konsep siswa pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik.

2. Klasifikasi Perubahan Konsep

  Beberapa perubahan konsep siswa pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa, sebelum dilakukan pembelajaran dan sesudah pembelajaran dapat dilihat melalui tabel di bawah ini:

  Tabel 7. Rangkuman Hasil Perubahan Konsep Siswa Sebelum Dilakukan Pembelajaran dan Sesudah Pembelajaran Konsep No. Soal Sebelum Pembelajaran Sesudah Pembelajaran Perubahan Konsep Konsep Sebelum Betul/ Salah Jenis Kesalahan Konsep Sesudah Betul/ Salah Jenis Kesalahan Jenis- Jenis Lensa

  1.a

  1. Lensa cembung disebut juga lensa konvergen karena lensa cembung bersifat positif.

  • Kurang lengkap dalam menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung.

  2. Lensa cembung disebut juga lensa konvergen karena sinar yang dipantulkan menyebar.

  Salah Salah

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan sifat- sifat sinar biasnya.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan salah dalam menyebutkan sifat sinar biasnya.

  Lensa cembung disebut juga lensa konvergen kerena memiliki bagian tengah yang lebih tebal dari tepinya dan sinar- sinar biasnya bersifat mengumpul.

  Lensa cembung disebut juga lensa konvergen karena bagian tepinya lebih tipis sehingga sinar biasnya mengumpul.

  Betul Salah

  Salah – Betul Salah – Kurang Lengkap

  3. Kerena lensa cembung dapat memperbesar bayangan dan terlihat nyata.

  4. Lensa cembung disebut juga lensa konvergen karena mempunyai bayangan cembung.

  5. Karena lensa cembung pada kaca yang konvergen.

  Salah Salah Salah

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan sifat sinar biasnya.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan sifat sinar biasnya.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan sifat sinar biasnya.

  Kerena lensa cembung bagian tengahnya tebal dan bagian pinggirnya tipis, sehingga sifat sinar biasnya mengumpul.

  Lensa cembung disebut juga lensa konvergen karena sinar yang dibiaskan dapat mengumpul.

  Karena pada bagian tengah lensa cembung tebal dan pinggirnya lebih tipis.

  Salah Salah Salah

  Tidak ada penjelasan bahwa lensa cembung merupakan lensa konvergen.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung.

  Tidak menyebutkan sifat sinar bias lensa cembung.

  Salah – Kurang Lengkap Salah – Kurang Lengkap Salah – Kurang Lengkap

  6. Lensa cembung disebut juga lensa konvergen karena mempunyai bayangan cembung.

  7. Karena lensa cembung sama juga dengan lensa konvergen dan hasil bayangannya lebih besar dan jelas.

  Salah Salah

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan sifat sinar biasnya.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan sifat sinar biasnya.

  Karena bagian tengah lebih tebal daripada tepinya, maka sifatnya mengumpul.

  Karena bagian tengahnya lebih tebal daripada tepinya dan memancarkan sinar bias yang bersifat mengumpul, maka disebut juga lensa konvergen.

  Salah Betul

  Tidak ada penjelasan bahwa lensa cembung merupakan lensa konvergen, dan kurangnya penjelasan mengenai sifat sinar bias lensa cembung.

  • Salah – Kurang Lengkap Salah – Betul

  8. Karena lensa cembung untuk melihat benda yang kecil, maka benda yang kita lihat kalau menggunakan lensa cembung akan menjadi besar.

  9. Karena lensa cembung adalah bersifat positif dan memantulkan cahaya.

  10. Karena bayangan pada lensa cembung kelihatan lebih dekat dan lebih besar dari aslinya.

  Salah Salah Salah

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan sifat sinar biasnya.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan sifat sinar biasnya.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan sifat sinar biasnya.

  Karena sinar bias bersifat mengumpul, dan memiliki bagian tengah yang lebih tebal daripada tepinya.

  Karena pada bagian tengahnya lebih tebal dibandingkan di bagian tepi, sehingga sinar biasnya bersifat mengumpulkan cahaya.

  Karena lensa cembung bersifat mengumpulkan cahaya dan bagian tengah lensa lebih tebal daripada

  Salah Salah Salah

  Tidak ada penjelasan bahwa lensa cembung merupakan lensa konvergen.

  Tidak ada penjelasan bahwa lensa cembung merupakan lensa konvergen.

  Tidak ada penjelasan bahwa lensa cembung merupakan lensa

  Salah – Kurang Lengkap Salah – Kurang Lengkap Salah – Kurang Lengkap bagian tepi lensa. konvergen.

  11. Lensa cembung Salah Tidak Karena pada bagian Betul - Kurang disebut juga lensa menyebutkan tengah lensa lebih Lengkap – konvergen karena sifat sinar tebal daripada Betul lensa pada bagian biasnya. bagian tepinya, tengah tebal dan sehingga sifat sinar menipis pada biasnya mengumpul. bagian tepi. Oleh karena itu, lensa cembung disebut juga lensa konvergen.

  12. Karena lensa Salah Tidak Karena bagian Betul Salah – - cembung dapat menyebutkan tengah lensa Betul membuat bayangan ciri- ciri bentuk cembung lebih tebal tampak nyata, lensa cembung dari bagian tepinya, tidak terbalik dan dan sifat sinar sehingga sifat sinar diperbesar. biasnya. biasnya mengumpul

  (konvergen). Oleh karena itu, lensa cembung disebut juga lensa konvergen.

  13. Lensa cembung Salah Tidak Lensa cembung Betul Salah – - adalah lensa yang menyebutkan disebut lensa Betul mempunyai ciri- ciri bentuk konvergen karena bayangan yang lensa cembung bagian tengah lebih berbentuk dan sifat sinar tebal daripada cembung, maka biasnya. bagian tepinya, dari itu lensa sehingga sifat sinar cembung disebut biasnya mengumpul. lensa konvergen.

  • 14. Karena sifat Salah Tidak Lensa cembung Betul Salah – cahaya yang menyebutkan disebut lensa Betul dipantulkan ciri- ciri bentuk konvergen karena bersifat menyebar. lensa cembung dilihat dari bentuk dan sifat sinar lensanya, yaitu biasnya. bagian tengah lensa lebih tebal daripada bagian tepinya, sehingga sinar biasnya mengumpul.

  15. Lensa cembung Salah Tidak Lensa cembung Betul Salah – - disebut juga lensa menyebutkan disebut juga lensa Betul konvergen karena ciri- ciri bentuk konvergen karena positif. lensa cembung memiliki bagian dan sifat sinar tengah lebih tebal biasnya. daripada bagian tepinya, sehingga sinar biasnya mengumpul.

  16. Lensa cembung Salah Tidak Lensa cembung Betul - Salah – disebut juga lensa menyebutkan disebut lensa Betul konvergen karena ciri- ciri bentuk konvergen karena lensa cembung lensa cembung bagian tengah lebih positif. dan sifat sinar tebal daripada biasnya. bagian tepinya, sehingga sinar biasnya bersifat mengumpul.

  17. Lensa cembung Salah

  • Tidak Lensa cembung Betul Salah – disebut lensa menyebutkan disebut dengan lensa Betul konvergen karena ciri- ciri bentuk konvergen karena nyata. lensa cembung bentuk bagian dan sifat sinar tengah lensalebih biasnya. tebal dari pinggirnya sehingga bersifat mengumpulkan cahaya (konvergen). Oleh karena itu,
disebut lensa konvergen.

  18. Lensa konvergen

  • Salah Tidak Lensa cembung Betul Salah - menyebar. menyebutkan disebut juga lensa Betul ciri- ciri bentuk konvergen karena lensa cembung bagian tengah lensa dan sifat sinar lebih tebal daripada biasnya. bagian tepinya, sehingga sifatnya mengumpulkan sinar.

  1.b

  19. Karena lensa Salah Tidak Karena sinar bias Salah Tidak ada Salah - cekung untuk menyebutkan bersifat menyebar, penjelasan Kurang melihat banda ciri- ciri bentuk dan memiliki bagian bahwa lensa Lengkap yang kurang jelas lensa cekung dan tengah yang tipis cekung dan benda yang sifat sinar daripada tepi- merupakan dilihat tidak akan bianya. tepinya. lensa divergen. berubah bentuk.

  20. Karena bayangan Salah Tidak Karena bagian Salah Tidak ada Salah – pada lensa cekung menyebutkan tengah lensa lebih penjelasan Kurang kelihatan lebih ciri- ciri bentuk tipis daripada bagian bahwa lensa Lengkap jauh dan lebih lensa cekung dan tepinya dan lensa cekung kecil dari aslinya. sifat sinar cekung bersifat merupakan biasnya. menyebarkan lensa divergen. cahaya.

  Salah Tidak Lensa cekung Salah Tidak Salah –

  21. Lensa cekung menyebutkan disebut lensa menyebutkan Kurang disebut juga lensa sifat sinar bias divergen karena ciri- ciri bentuk Lengkap divergen karena lensa cekung. sifat- sifat dari sinar lensa cekung. lensa pada bagian biasnya memencar tengah tipis dan atau menyebar. agak tebal pada bagian tepi.

  Salah Tidak Lensa cekung Betul Salah – -

  22. Lensa cekung menyebutkan disebut lensa Betul disebut lensa ciri- ciri bentuk divergen karena divergen karena lensa cekung dan bagian tengah lebih lensa cekung sifat sinar tipis daripada bagian negatif. biasnya. tepinya, sehingga sifat sinar biasnya menyebar.

  Salah Tidak

  • Lensa cekung Betul Salah –

  23. Lensa cekung menyebutkan disebut dengan lensa Betul disebut lensa ciri- ciri bentuk divergen karena divergen karena lensa cekung dan bentuk bagian maya. sifat sinar tengah lensa lebih biasnya. tipis daripada tepinya, sehingga bersifat menyebarkan cahaya. Oleh karena itu, disebut lensa divergen.

  • Salah Tidak Lensa cekung Betul Salah –

  24. Lensa cekung menyebutkan disebut juga lensa Betul disebut dengan ciri- ciri bentuk divergen karena lensa divergen lensa cekung dan memiliki bagian karena lensa sifat sinar tengah yang lebih cekung bersifat biasnya. tipis dari tepinya, negatif. sehingga sinar- sinar biasnya bersifat memencar.

  Salah Tidak Lensa cekung Salah Tidak Salah –

  25. Lensa cekung menyebutkan dissebut lensa menyebutkan Kurang disebut dengan ciri- ciri bentuk divergen karena ciri- ciri bentuk Lengkap lensa divergen lensa cekung dan sinar yang dibiaskan lensa cekung. karena mempunyai sifat sinar menyebar. bayangan cekung. biasnya.

  26. Karena pada lensa cekung berbentuk lensa divergen.

  • Kurang lengkap dalam memberikan penjelasan ciri- ciri bentuk lensa cekung.

  27. Lensa divergen mengumpul.

  28. Lensa cekung disebut dengan lensa divergen karena sinarnya mengumpul.

  Salah Salah Salah

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cekung dan sifat sinar biasnya.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cekung dan sifat sinar biasnya.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cekung dan sifat sinar biasnya.

  Karena pada bagian tengah lensa cekung tipis daripada tepinya.

  Lensa cekung disebut juga lensa divergen karena pada bagian tengah lensa cekung lebih tipis daripada tepinya, sehingga sifatnya menyebarkan sinar.

  Lensa cekung disebut dengan lensa divergen karena bagian tengahnya lebih tipis sehingga sinar biasnya menyebar.

  Salah Betul Salah

  Tidak menyebutkan sifat sinar bias lensa cekung.

  Salah – Kurang Lengkap Salah – Betul Salah – Kurang Lengkap

  29. Karena lensa cekung dapat memperkecil bayangan.

  Karena sifat lensa cekung sinar biasnya menyebar.

  Tidak ada penjelasan bahwa lensa cekung

  Tidak ada penjelasan bahwa lensa cekung merupakan lensa divergen.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cekung.

  Tidak ada penjelasan bahwa lensa cekung merupakan lensa divergen.

  Salah Salah Salah Salah

  Karena pada bagian tengah lensa lebih tipis dibandingkan bagian tepi,

  Karena bagian tengahnya lebih tipis daripada tepinya dan memancarkan sinar bias yang bersifat menyebar.

  Karena lensa cekung bagian pinggirnya tebal dan bagian tengahnya tipis sehingga sifat sinar biasnya memencar.

  30. Lensa cekung disebut lensa divergen karena bayangan cekung.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cekung dan

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cekung dan sifat sinar biasnya.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cekung dan sifat sinar biasnya.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cekung dan sifat sinar biasnya.

  Salah Salah Salah Salah

  32. Karena lensa cekung adalah bersifat negatif dan

  31. Karena lensa cekung sama seperti lensa divergen dan hasil bayangannya kecil dan tidak jelas.

  Salah – Kurang Lengkap Salah – Kurang Lengkap Salah – Kurang Lengkap Salah – Kurang Lengkap memantulkan cahaya.

  • Tidak ada penjelasan bahwa lensa cekung merupakan lensa divergen.

  33. Lensa cekung disebut dengan lensa divergen karena maya.

  34. Karena lensa cekung membuat bayangan menjadi lebih kecil, semu, terbalik.

  Salah Salah sifat sinar biasnya dengan tepat.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cekung dan sifat sinar biasnya dengan tepat.

  Tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cekung dan sifat sinar biasnya dengan tepat. sehingga sinar biasnya bersifat menyebar.

  Karena pada bagian tengah lensa lebih tipis daripada bagian tepinya sehingga sifat sinar biasnya menyebar. Oleh karena itu, lensa cekung disebut juga lensa divergen.

  Karena bagian tengah lensa cekung lebih tipis daripada bagian tepinya, sehingga bersifat menyebarkan sinar bias.

  Betul Salah merupakan lensa divergen.

  Salah - Betul Salah – Kurang Lengkap Lensa cekung - Salah Tidak Betul Salah –

  35. Karena sifat menyebutkan disebut lensa Betul cahaya yang ciri- ciri bentuk divergen karena dipantulkan lensa cekung dan dilihat dari bersifat sifat sinar bentuknya, bagian menyempit. biasnya dengan tengah lensa lebih tepat. tipis daripada tepinya, sehingga sifat sinar biasnya memencar atau menyebar.

  Salah Tidak Lensa cekung Betul Salah - -

  36. Lensa cekung menyebutkan disebut juga lensa Betul disebut dengan ciri- ciri bentuk divergen karena lensa divergen lensa cekung dan memiliki bagian karena bayangan sifat sinar tengah lebih tipis maya. biasnya dengan daripada bagian tepat. tepinya, sehingga sinar biasnya menyebar.

  2.a

  37. Kaca spion, kaca Salah Tidak

  • Betul Salah – mata, kaca helm. menggambar dan

  Betul menyebutkan

  Cembung rangkap

  bentuk lensa cembung rangkap atau bikonveks, cembung datar

  Cembung datar

  atau plan konveks, cembung cekung atau konkaf konveks. Cembung cekung 38.

  • Salah Kurang tepat Betul Kurang menyebutkan

  Lengkap – salah satu bentuk Betul

  Bikonveks Lensa cembung utuh

  lensa, yaitu lensa cembung utuh seharusnya lensa cembung

  plan konveks

  rangkap atau

  Lensa cembung datar bikonveks. konkaf konveks Lensa cambung cekung

  • 39. Salah Tidak Betul Kurang menyebutkan

  Lengkap – ketiga bentuk Betul lensa cembung

  cembung rangkap

  yaitu bikonveks, plan konveks, dan konkaf konveks.

  cembung datar cembung cekung

  40. Salah Tidak Betul - Kurang menyebutkan Lengkap – dan Betul

  cembung rangkap/

  menggambarkan bikonveks kedua bentuk lensa cembung yang lainnya,

  cembung datar/ plan

  yaitu cembung

  

konveks

  rangkap dan cembung cekung, serta

  cembung cekung/

  tidak

  konkaf konveks

  41. Salah menyebutkan nama lensa cembung yang digambarkan, yaitu cembung datar.

  Tidak menyebutkan dan menggambarkan ketiga bentuk lensa cembung yaitu bikonveks, plan konveks, dan konkaf konveks.

  Salah Tidak menyebutkan nama kedua bentuk lensa cembung yang digambar, yaitu bikonveks dan plen konveks, serta salah dalam menggambarkan satu bentuk lensa cembung.

  Salah – Kurang Lengkap

  • 42. Salah Tidak Betul Kurang menyebutkan

  Lengkap – nama kedua Betul

  Cembung rangkap/

  bentuk yang

  

bikonveks

  digambar, yaitu bikonveks dan plan konveks,

  Cembung datar/ plan

  serta tidak

  

konveks

  menyebutkan dan menggambarkan konkaf konveks.

  Cembung cekung/ konkaf konveks

  • 43. Salah Tidak Betul Kurang menyebutkan

  Lengkap –

  Cembung rangkap

  nama kedua Betul bentuk lensa cembung yang digambar, yaitu

  Cembung datar

  bikonveks dan konkaf konveks, serta tidak menyebutkan dan

  Cembung cekung menggambarkan plan konveks.

  Salah Tidak Betul - Salah – 44. menyebutkan

  Betul dan

  Lensa cembung rangkap

  menggambarkan ketiga bentuk lensa cembung yaitu bikonveks,

  Lensa cembung datar

  plan konveks, dan konkaf konveks.

  Lensa cembung cekung

  • 45. Salah Tidak Betul Kurang menyebutkan

  Lengkap – nama kedua Betul

  Cembung rangkap

  bentuk lensa cembung yang digambar, yaitu bikonveks dan

  Cembung datar

  plan konveks, serta tidak menyebutkan dan

  Cembung cekung

  menggambarkan konkaf konveks.

  46. Salah Tidak Betul - Salah - menyebutkan Betul dan

  Cembung rangkap

  menggambarkan ketiga bentuk lensa cembung yaitu bikonveks,

  Cembung datar

  plan konveks, dan konkaf konveks.

  Cembung cekung

  2.b

  47. Kaca lensa foto. Salah Tidak Betul Salah – - menyebutkan Betul dan menggambarkan

  Cekung rangkap

  ketiga bentuk lensa cekung, yaitu cekung rangkap/

  Cekung datar

  bikonkaf, cekung datar/ plan konkaf, dan cekung Cekung cembung cembung/ konveks konkaf.

  48. Salah

  • Kurang tepat Betul Kurang menyebutkan

  Lengkap –

  Lensa cekung rangkap/

  salah satu bentuk Betul

  bikonkaf Lensa cekung utuh

  lensa cekung, yaitu lensa cekung utuh seharusnya lensa

  Lensa cekung datar/ plan

  cekung rangkap/

  konkaf Lensa cekung datar

  bikonkaf.

  Lensa cekung cembung/ Lensa cekung cembung konveks konkaf

  49. Salah Tidak Betul - Kurang menyebutkan Lengkap – bentuk lensa Betul cekung yang

  Cekung rangkap

  digambarkan, serta tidak menyebutkan dan menggambarkan

  Cekung datar

  dua bentuk lensa cekung yang lain, yaitu

  Cekung cembung

  cekung datar dan cekung cembung.

  50.

  • Salah Tidak Betul Salah – menyebutkan

  Betul

  Cembung rangkap

  dan menggambarkan ketiga bentuk lensa cekung, yaitu cekung

  Cembung datar

  rangkap/ bikonkaf, cekung datar/ plan

  Cekung cembung

  konkaf, dan

  51. Lensa berbentuk tipis.

  Salah cekung cembung/ konveks konkaf.

  Tidak menyebutkan dan menggambarkan ketiga bentuk lensa cekung, yaitu cekung rangkap/ bikonkaf, cekung datar/ plan konkaf, dan cekung cembung/ konveks konkaf.

  Salah Tidak menyebutkan nama lensa cekung yang digambar, serta tidak menyebutkan dan menggambarkan kedua bentuk lensa cekung yang lain, yaitu cembung datar dan cembung cekung.

  Salah – Kurang Lengkap

  52. Salah Tidak Betul Kurang - menyebutkan Lengkap – kedua bentuk Betul lensa cekung yang digambar, bikonkaf serta tidak menyebutkan dan menggambarkan

  plan konkaf

  satu bentuk lensa cekung, yaitu konveks konkaf.

  konveks konkaf

  53. Salah Tidak

  • Betul Salah – menyebutkan

  Betul dan menggambarkan ketiga bentuk Cembung rangkap lensa cekung, yaitu bikonkaf, plan konkaf, dan konveks konkaf.

  Cembung datar Cekung cembung

  54. Salah Tidak menyebutkan dan menggambarkan ketiga bentuk lensa cekung, yaitu bikonkaf, plan konkaf, dan konveks konkaf.

  Cekung rangkap Cekung datar Cekung cembung

  Betul - Salah - Betul

  Pembentukan Bayangan pada Lensa

  3.a

  55. Salah Tidak menyebutkan dan menggambarkan tiga sinar istimewa pada lensa cembung.

  Tiga sinar istimewa pada lensa cembung, yaitu:

  a. Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik focus. 2F 2 F 2 F 1 2F 1

  b. Sinar datang melalui titik focus dibiaskan sejajar sumbu utama.

  Salah Kurang tepat dalam menyebutkan salah satu sinar istimewa pada lensa cembung, yaitu sinar datang dari titik pusat lalu langsung dan tidak dibiaskan seharusnya suatu sinar datang melalui pusat optic lensa

  Salah – Kurang Lengkap akan diteruskan 2F F F 2 2 1 2F 1 tanpa dibiaskan.

  c. Sinar datang dari titik pusat lalu langsung dan tidak 2F 2 F dibiaskan. 2 F 1 2F 1 Salah

  Sinar istimewa pada

  56. Salah Tidak Ketiga sinar Salah – lensa cembung: menyebutkan istimewa pada Kurang

  a. Sinar datang yang dan lensa cembung Lengkap sejajar sumbu menggambarkan yang utama akan tiga sinar digambarkan dibiaskan istimewa pada kurang lengkap melewati titik lensa cembung. karena tidak ada fokus yang terletak pembagian di belakang lensa. ruang pada ketiga sinar tersebut. b. Sinar yang datang menuju titik focus akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.

  c. Sinar datang yang melewati titik pusat optic tidak akan dibiaskan, tetapi diteruskan

  • 57. Lensa cembung: Salah Tidak Sinar istimewa pada Betul Kurang menyebutkan lensa cembung: Lengkap – kedua sinar

  a. Sinar datang Betul istimewa yang sejajar sumbu digambar dan utama dibiaskan gambar kedua melalui titik focus. istimewa tersebut kurang lengkap, yaitu 2F 2 F 2 F 1 2F 1 gambar sinar tidak lengkap

  b. Sinar datang dengan arah melalui titik focus sinar dan dibiaskan sejajar pembagian sumbu utama. ruang. Serta kurang menyebutkan dan 2F F F 2 2 1 2F 1 menggambarkan satu sinar

  c. Sinar datang istimewa yaitu melalui titik pusat suatu sinar optic lensa akan datang melalui diteruskan tanpa titik focus di dibiaskan. depan lensa akan dibiaskan sejajar 2F 2 F 2 F 1 2F 1 sumbu utama.

  58. Pada lensa cembung: a. Sinar yang masuk sejajar dengan sumbu utama dipantulkan kembali melalui titik F.

  b. Sinar yang masuk sejajar dengan sumbu utama dipantulkan melalui titik P.

  c. Sinar masuk sejajar dengan sumbu utama.

  Salah Tidak menyebutkan ketiga sinar istimewa dengan tepat serta tidak menggambarkan ketiga sinar istimewa pada lensa cembung.

  Pada lensa cembung: a. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama dibiaskan melalui titik focus.

  2F 2 F 2 F 1 2F 1

  b. Sinar datang melalui pusat optic lensa diteruskan tanpa dibiaskan. 2F 2 F 2 F 1 2F 1

  c. Sinar datang melaui titik focus dibiaskan sejajar dengan sumbu utama. 2F 2 F 2 F 1 2F 1 Betul - Salah –

  Betul

  59. Tiga sinar Salah Tidak Sinar istimewa pada Betul Kurang - istimewa pada menyebutkan lensa cembung: Lengkap - lensa cembung: ketiga sinar

  a. Sinar datang Betul

  a. istimewa pada sejajar dengan lensa cembung sumbu utama akan yang telah dibiaskan menuju 2F F F 2 2 1 2F 1 digambar. titik focus lensa.

  b. 2F F F 2 2 1 2F 1

  b. Sinar menuju 2F F F 2 2 1 2F 1 titik focus lensa akan dibiaskan sejajar sumbu utama. 2F F F 2 c. 2 1 2F 1 2F F F 2 2 1 2F 1

  c. Sinar menuju titik pusat optic lensa akan diteruskan tanpa dibiaskan.

  • Salah - Betul

  60. Maya, tegak, diperbesar.

  Salah Tidak menyebutkan dan menggambarkan ketiga sinar istimewa pada lensa cembung. 2F 2 F 2 F 1 2F 1 Sinar istimewa pada lensa cembung: a. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik focus aktif. 2F 2 F 2 F 1 2F 1

  b. Sinar datang melalui titik focus pasif akan dibiaskan sejajar sumbu utama.

  2F

2 F 2 F 1 2F 1 Betul c. Sinar datang menuju titik pusat lensa akan diteruskan tanpa 2F 2 F dibiaskan. 2 F 1 2F 1

  3.b

  61. Pada lensa Salah Tidak Pada lensa cekung: Salah Gambar ketiga Salah – cekung: menyebutkan a. Sinar datang sinar istimewa Kurang dan seolah- olah pada lensa Lengkap menggambarkan dibiaskan menuju cekung tidak ketiga sinar titik focus. lengkap dengan istimewa pada pembagian lensa cekung. ruang, serta kurang tepat menyebutkan b. Sinar datang salah satu sinar sejajar sumbu istimewa, yaitu utama lensa akan sinar datang dibiaskan seolah- seolah- olah olah berasal dari dibiaskan titik focus. menuju titik focus seharusnya sinar datang seolah- olah menuju c. Sinar datang titik focus akan menuju titik pusat dibiaskan optic lensa tidak sejajar sumbu akan dibiaskan, utama. tetapi diteruskan

  62. Pada lensa Salah Tidak Sinar istimewa pada Betul - Salah – cekung: menyebutkan lensa cekung: Betul dan

  a. Sinar datang menggambarkan sejajar sumbu tiga sinar utama akan istimewa pada dibiaskan seolah- lensa cekung. olah berasal dari 2F F F 1 titik focus. 1 2 2F 2

  b. Sinar datang seolah- olah menuju titik focus akan dibiaskan

  63. Pada lensa cekung:

  Salah Kurang tepat menyebutkan tiga sinar istimewa pada lensa cekung, serta tidak menggambarkan tiga sinar istimewa pada lensa cekung. sejajar sumbu utama. 2F 1 F 1 F 2 2F 2

  c. Sinar datang melalui pusat optic lensa akan diteruskan tanpa dibiaskan. 2F 1 F 1 F 2 2F 2 Pada lensa cekung:

  a. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah- olah berasal dari titik fokus.

  • Sinar datang dipantulkan melalui titik focus.
  • Sinar datang sejajar dengan sumbu utama.
  • Sinar datang dipantulkan

  2F

1 F

1 F 2 2F 2 Betul - Salah -

  Betul melalui titik P.

  b. Sinar datang seolah- olah menuju titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama.

  2F F F

1

1 2 2F 2

  c. Sinar datang melalui pusat optik lensa akan diteruskan tanpa 2F 1 F dibiaskan. 1 F 2 2F 2

  64. Pada lensa Salah Kurang tepat Betul Salah - - Pada lensa cekung: cekung: dalam

  Betul

  a. Sinar datang menggambarkan sejajar sumbu tiga sinar utama akan istimewa pada dibiaskan seolah- lensa cekung, olah berasal dari serta tidak titik fokus. menyebutkan tiga sinar istimewa pada lensa cekung. 2F 1 F 1 F 2 2F 2

  b. Sinar datang seolah- olah menuju titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu 2F F F 1 utama. 1 2 2F 2

  c. Sinar datang melalui pusat optik lensa akan diteruskan tanpa 2F F F 1 dibiaskan. 1 2 2F 2

  4

  65. Pada lensa:

  66. Pembentukan bayangan: Sifat bayangan: maya, tegak, diperkecil.

  Salah Salah

  Tidak menggambarkan pembentukan bayangan dengan tepat dan tidak menentukan sifat- sifat bayangan.

  Tidak menggambarkan pembentukan bayangan dengan tepat.

  Pembentukan bayangan: 2F 1 F 1 F 2 2F 2 Tiga sifat bayangan: maya, tegak, diperkecil.

  Pembentukan bayangan: 2F 1 F 1 F 2 2F 2 Tiga sifat bayangan: maya, tegak, diperkecil.

  Betul Betul

  Salah – Betul Kurang Lengkap - Betul

  67. Sifat bayangan: Salah Tidak Pembentukan Salah Kurang lengkap Salah – terbalik, menggambarkan bayangan: dalam Kurang diperbesar, nyata. pembentukan menggambar Lengkap bayangan pembentukan dengan tepat bayangan serta kurang karena tidak ada tepat pembagian menentukan sifat ruang. bayangan.

  Tiga sifat bayangan: maya, tegak, diperkecil

  5

  68. Sifat bayangan: Salah Tidak Pembentukan Salah Kurang lengkap Salah – maya, tegak. menyebutkan bayangan: dalam Kurang sifat bayangan menggambar Lengkap dengan tepat dan pembentukan tidak bayangan menggambarkan karena tidak ada pembentukan pembagian bayangan. ruang, sehingga tidak dapat

  Sifat bayangan: menganalisis nyata, terbalik, letak benda diperkecil. dengan tepat serta tidak tepat dalam menyebutkan salah satu sifat bayangan, yaitu diperkecil seharusnya diperbesar.

  69. Sifat bayangan: Salah Tidak Pembentukan Salah Kurang lengkap Salah – maya. menyebutkan bayangan: dalam Kurang sifat bayangan menggambar Lengkap dengan tepat dan pembentukan tidak bayangan menggambarkan karena tidaka pembentukan ada pembagian bayangan. Sifat bayangan: ruang, sehingga nyata, terbalik, tidak dapat diperbesar. menganalisis letak benda dengan tepat dan tidak menggambarkan bendanya dan bayangannya.

  70. Sifat bayang: tegak, maya.

  71. Sifat bayangan: nyata, terbalik, diperbesar.

  Salah Salah

  Tidak menyebutkan sifat bayangan dengan tepat dan tidak menggambarkan pembentukan bayangan.

  Tidak menggambarkan pembentukan bayangan.

  Pembentukan bayangan: 2F 2 F 2 F 1 2F 1 Sifat bayangan: nyata, terbalik, diperbesar.

  Pembentukan bayangan: 2F 2 F 2 F 1 2F 1 Sifat bayangan: nyata, terbalik, diperbesar

  Betul Betul

  Salah – Betul Kurang Lengkap - Betul Satuannya kurang tepat, yaitu meter dioptri seharusnya dioptri.

  Salah Betul

  f P

  1 − =

  2

  = m P

  1

  f P

  Diketahui: f = -200 cm = - 2m Ditanyakan: P = ...... ? Jawab:

  P = -0,5 meter dioptri. Jadi, daya lensa dari kacamata itu -0,5 meter dioptri.

  1 − =

  2

  = m P

  1

  Diketahui: f = -200 cm = - 2m Ditanyakan: P = ...... ? Jawab:

  Kuat Lensa

  Titik api seharusnya -2 m, sehingga hasil akhir kurang tepat.

  Tidak menggunakan persamaan dengan tepat, sehingga perhitungan, hasil akhir, dan satuan juga tidak tepat.

  Salah Salah

  1 = P = 0,5 dioptri.

  2

  m P

  73. Menentukkan daya lensa:

  =

  1 200

  m f

  72. Menentukkan daya lensa:

  6

  • Salah – Kurang Lengkap Kurang Lengkap – Betul
P = -0,5 dioptri. Jadi, daya lensa dari kacamata itu -0,5 dioptri.

  Salah Tidak 200 meter. menggunakan f = -200 cm Betul persamaan = - 2m dengan tepat, Ditanyakan: sehingga P = ...... ? perhitungan, Jawab: hasil akhir, dan

  • 74. Kekuatan lensa = Diketahui: Betul Salah –

  1 P

  =

  satuan juga tidak

  f tepat.

  1 P =

  2 m − P = -0,5 dioptri.

  Jadi, daya lensa dari kacamata itu -0,5 dioptri.

  7

  75. Titik api: Salah Tidak Diketahui: Betul Kurang - menentukan Lengkap –

  1 P = + 3 dioptri ,

  75 =

  4 persamaan Betul

  x

  P = + 0,75 dioptri dengan tepat.

  ,

  75

  1 x

  =

  1 Ditanyakan:

  x =

  ,

  75 f .......?

  meter x 33 ,

  

=

f meter f

  Salah Perhitungan dan hasil akhir kurang tepat.

  

=

  1

  f P

  4 3 dioptri P = + 0,75 dioptri Ditanyakan: f .......? Jawab:

  Diketahui: P = +

  Jadi, titik api dari lensa kacamata tersebut besarnya 1,33 meter.

  1

=

  33 ,

  1

  1 =

  75 ,

  1 75 , = f

  =

  1 75 ,

  

=

f

  1

  f P

  Jawab:

  4 3 dioptri Salah Tidak menggunakan persamaan dengan tepat, sehingga perhitungan, hasil akhir, dan satuan juga tidak tepat.

  76. Menentukan titik api: x = +

  Salah – Kurang Lengkap

  77. Menentukan titik api: 0,75 meter.

  Jadi, titik api dari lensa kacamata tersebut besarnya 0,75 meter.

  =

  1 75 ,

  

=

f

  1

  f P

  4 3 dioptri P = + 0,75 dioptri Ditanyakan: f .......? Jawab:

  Diketahui: P = +

  75 ,

=

  Salah Tidak menggunakan persamaan dengan tepat, sehingga perhitungan, hasil akhir, dan satuan juga tidak tepat.

  

=

f meter f

  1

  75 ,

  1

75 ,

= f

  =

  1 75 ,

  f

  Betul - Salah - Betul

  , 75 f

  1 =

  1

  f =

  ,

  75

  f 1 , 33 meter =

  Jadi, titik api dari lensa kacamata tersebut besarnya 1,33 meter.

  Persamaan 8.a

  78. Diketahui : Salah Tidak Diketahui : Salah Dalam Salah –

  

Lensa Tipis s = + 10 cm(di menentukan s = + 10 cm(di menentukan Kurang

dan depan lensa) dan f = letak bayangan, depan lensa) dan f = sifat bayangan Lengkap

  • 5 cm (lensa perbesaran +5 cm (lensa kurang tepat

  Perbesaran Linier cembung) bayangan, dan cembung) karena

  sifat bayangan seharusnya dengan tepat. Ditanyakan: berdasarkan Letak perhitungan bayangan jarak bayangan, Perbesaran s

  −

  dan M = = bayangan

  s

  Sifat bayangan

  10 −

  = -1

  Letak bayangan

  10

  1

  1

  1 (negatif =

  = +

  s sf

  terbalik), maka

  1

  1

  1

  bayangan yang

  • = di bentuk adalah

  sf s

  nyata, terbalik dan sama besar.

  1

  1

  • =

  5

  10

  2

  1

  • =

  10

  10

  1

  = ⇒

  10

  1

  1

  = ⇒

  s

  10 s ′ = 10 cm

  Perbesaran bayangan s

  10 − −

  M = =

  s

  10

  = 1 = 1 kali.

  − Sifat bayangan

  nyata, terbalik dan sama besar.

  79. Sifat bayangan: Salah Tidak Salah Satuan letak Salah –

  Letak bayangan

  maya, dan menentukan bayangannya Kurang

  1

  1

  1

  • = perbesarannya letak bayangan, adalah cm, dan Lengkap

  s sf

  diperbesar. perbesaran satuan

  1

  1

  1

  • = bayangan, dan perbesaran

  sf s

  sifat bayangan Bayangan

  

1

  1

  dengan tepat. adalah kali

  • = bukan cm. Serta

  

5

  10

  dalam

  

2

  1

  • = menentukan

  

10

  10

  sifat bayangan

  

1

  = ⇒ kurang tepat

  

10

  karena

  1

  1

  seharusnya = ⇒

  s

  10

  berdasarkan

  

s ′ = 10

  perhitungan jarak bayangan,

  s ′ −

  dan M = =

  s Perbesaran

  10 − bayangan = -1

  10 s

  10 − ′ −

  M = = (negatif =

  s

  10

  terbalik), maka = 1 = 1cm

  − bayangan yang

  di bentuk adalah nyata, terbalik dan sama besar.

  Sifat bayangan

  nyata, terbalik dan sama besar.

  8.b

  80. Sifat bayangan: Salah Tidak Diketahui : Salah Dalam Salah – nyata, dan menentukan s = + 10 cm(di depan menentukansifat Kurang perbesarannya letak bayangan, lensa) dan f = -5 cm bayangannya Lengkap diperbesar. perbesaran (lensa cekung) kurang tepat, bayangan, dan Ditanyakan: karena sifat bayangan Letak bayangan seharusnya dengan tepat Perbesaran Berdasarkan bayangan perhitungan jarak bayangan

  Sifat bayangan

  s ′ −

  dan M = =

  Letak bayangan s

  

1

  1

  1

  10

  −

  ( )

  • =

  −

  3

  s s f ′ = +

  10

  

1

  1

  1

  • =

  1

  (positif =

  s f s

  3

  1

  1

  tegak), maka

  • =

  5

  10 −

  bayangan

  2

  1

  bersifat maya,

  • = - tegak dan

  10

  10 diperkecil.

  3 −

  = ⇒

  10

  1

  3 −

  =

  s

  10

  10 −

  ⇒

  s ′ = cm

  3 Perbesaran bayangan s

  −

  M = =

  s

  10

  −

  ( )

  −

  1

  3 = kali

  10

  3 Sifat bayangan

  maya, tegak dan diperkecil.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan data pada Tabel. 7, maka ada tiga jenis perubahan yang terjadi, yaitu Salah – Betul, Salah – Kurang Lengkap, dan Kurang Lengkap - Betul. Jenis perubahan dikatakan Salah – Betul jika konsep siswa awalnya salah dan menjadi betul setelah melakukan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik. Peneliti mengetahui konsep siswa tersebut dari salah menjadi betul dapat dilihat dari jawaban siswa yang ada di pretest dan posttest. Contohnya adalah pada konsep jenis- jenis lensa, pada pretest (konsep sebelum pembelajaran) siswa memberikan jawaban: lensa cembung disebut juga lensa konvergen karena lensa cembung bersifat positif. Jawaban tersebut salah, berarti konsep yang dimiliki siswa mengenai mengapa lensa cembung disebut dengan lensa konvergen adalah salah. Konsep yang dimiliki siswa tersebut salah, jenis kesalahannya adalah tidak menyebutkan ciri- ciri bentuk lensa cembung dan sifat- sifat sinar biasnya. Sedangkan pada posttesnya (sesudah pembelajaran) siswa betul dalam menjawab pertanyaan, sehingga konsep yang dibangun siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jenis perubahan dikatakan Salah – Kurang Lengkap bila konsep yang dibangun berawal dari salah menjadi salah. Akan tetapi, salah yang dimaksud adalah kurang lengkap dimana hal tersebut terjadi jika siswa kurang lengkap dalam menjawab pertanyaan, yang berarti konsep siswa belum maksimal. Contohnya adalah pada soal no. 5, pada pretest siswa menjawab sifat bayangannya adalah maya dan tegak, sedangkan disini bukan hanya sekedar menyebutkan sifat bayangannya saja, tetapi siswa diminta untuk menggambarkan pembentukan bayangannya dan menyebutkan sifat- sifat bayangannya. Akan tetapi, pada pretest siswa tidak menggambarkan pembentukan bayangan dan tidak menyebutkan sifat bayangan dengan tepat, sehingga konsep yang dimiliki siswa adalah salah. Melalui kegiatan 8, 9, dan 10 dalam Lembar Kegiatan Siswa (LKS) siswa belajar memahami dan mengkonstruksi suatu konsep lewat eksperimen. Dan sesudah pembelajaran, ternyata konsep siswa juga belum betul karena konsep yang dibangun masih salah. Hal tersebut dapat dilihat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sedangkan pada jenis perubahan Kurang Lengkap – Betul, pada jenis ini siswa sebelum melakukan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik sudah memiliki konsep meskipun konsep yang dimiliki siswa kurang maksimal. Contohnya pada soal menyebutkan dan menggambarkan tiga bentuk lensa cembung. Pada pretest siswa kurang tepat dalam menyebutkan salah satu bentuk lensa, yaitu lensa cembung utuh seharusnya lensa cembung rangkap atau bikonveks. Dalam hal ini konsep siswa belum seutuhnya betul, sehingga dikatakan kurang lengkap.

  Setelah melakukan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik, konsep siswa betul. Hal tersebut tampak pada jawaban pada posttest betul.

  Sehingga jenis perubahan yang terjadi adalah Kurang Lengkap – Betul. Berdasarkan data yang ada, maka persentase jenis perubahan konsep adalah sebagai berikut:

  Tabel 8. Persentase Jenis Perubahan Konsep

  Jenis Perubahan Jumlah Persentase Perubahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang dialami siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode eksperimen. Dari Tabel 8 dapat ditunjukkan bahwa 60% perubahan konsep siswa maksimal karena perubahan konsep siswa menjadi betul yang berarti siswa memiliki konsep yang betul setelah melakukan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik dan 40% perubahan konsep siswa belum maksimal, hal tersebut menunjukkan bahwa konsep yang dibangun siswa masih belum sempurna sehingga perubahan konsep siswa belum maksimal dan belum tepat.

C. Pembahasan

1. Pelaksanaan Pembelajaran

  Pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivistik mengandung pemahaman sebagai berikut: pendekatan konstruktivistik adalah suatu pendekatan mengajar dimana dalam proses belajar siswa dituntut aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri. Dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tujuan dari pembelajaran tersebut adalah agar selama proses kegiatan berlangsung, siswa memiliki sikap yang aktif dan antusias dalam mengikuti kegitan pembelajaran. Dengan sikap aktif dan antusias itu diharapkan pula menjadikan siswa untuk lebih tertarik dalam mempelajari pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa, sehingga dengan sikap yang terbentuk siswa dapat mengkonstruksi kembali pengetahuan yang telah diperoleh atau mungkin pengetahuan yang belum diperoleh siswa tersebut. Selama penelitian berlangsung proses konstruksi juga dapat dilihat saat siswa mampu menyelesaikan eksperimen dengan baik, dengan berpedoman Lembar Kegiatan Siswa (LKS) tanpa sebelumnya diberikan penjelasan materi.

  Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik digunakan oleh peneliti dengan tujuan siswa melakukan suatu kegiatan untuk membangun suatu konsep. Hal tersebut dapat ditunjukkan oleh uraian selama proses pembelajaran berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ditunjukkan bahwa jalannya sinar laser sebelum dan sesudah masuk ke dalam air mengalami pembelokan. Peristiwa tersebut merupakan peristiwa pembiasan cahaya, dan siswa diberikan motivasi untuk mendefinisikan konsep pembiasan cahaya dari eksperimen tersebut. Dari kegiatan tersebut siswa mendefinisikan sendiri konsep pembiasan cahaya, dan dapat menyimpulkan bahwa pembiasan adalah peristiwa pembelokan cahaya masuk ke medium yang berbeda. Kegiatan tersebut sangat membantu siswa dalam mendefinisikan konsep pembiasan, selain itu eksperimen yang dilakukan cukup sederhana dan mudah dilakukan.

  Kegiatan 2 siswa membangun konsep pembiasan cahaya. Dalam kegiatan ini, siswa diminta untuk membangun konsep pembiasan cahaya dengan menggunakan alat dan bahan sebagai berikut: kaca planparalel, kertas putih, busur derajat dan mistar. Dalam kegiatan tersebut siswa diminta untuk membangun konsep pembiasan cahaya pada bidang batas dua medium yang berbeda kerapatannya, yaitu kaca dan udara. Dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dalam kegiatan 3 siswa mengenal istilah- istilah dalam pembiasan cahaya. Tujuan dari kegiatan ini adalah siswa dapat menyebutkan istilah- istilah yang berkaitan dengan peristiwa pembiasan cahaya.

  Pada kegiatan 4, siswa diminta untuk membangun konsep indeks bias. Kegiatan tersebut diawali dengan mengenal trigonometri. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan 4.1, yaitu membangun konsep indeks bias suatu medium. Tujuan kegiatan ini adalah siswa dapat menemukan konsep indeks bias suatu medium. Sebelum melakukan eksperimen ini siswa diminta untuk mempelajari kembali istilah- istilah dalam pembiasan pada kegiatan 2. Setelah siswa dapat membangun konsep indeks bias suatu medium, dilanjutkan dengan kegiatan 4.2, yaitu mencari persamaan indeks bias kaca terhadap air.

  Kemudian dilanjutkan kegiatan 5, yaitu menyelidiki sifat- sifat pembiasan (Hukum Snellius). Tujuan dari kegiatan ini adalah siswa dapat menyatakan hukum Snellius tentang pembiasan. Dari kegiatan tersebut,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  indeks bias lebih besar menuju medium dengan indeks bias lebih kecil, sudut biasnya lebih besar daripada sudut datangnya.

  Kegiatan selanjutnya, yaitu kegiatan 6 mengenal lensa cembung. Dalam kegiatan ini siswa diminta untuk membaca buku fisika, karena bentuk lensa yang tersedia di laboratorium adalah lensa cembung rangkap atau bikonveks. Sehingga untuk mengatasi keterbatasan alat tersebut, peneliti menggunakan buku fisika sebagai sumbernya.

  Kegiatan 7 mengamati cahaya yang dibiaskan oleh lensa cembung. Tujuan dari kegiatan ini adalah siswa dapat menyelidiki sifat cahaya yang dibiaskan oleh lensa cembung. Dalam kegiatan ini siswa membuktikan bahwa sifat lensa cembung adalah mengumpulkan sinar bias, melalui sinar laser yang diarahkan pada lensa cembung dan sinar bias datangkap oleh layar. Dari kegiatan tersebut siswa membangun sendiri konsep lensa cembung yang memiliki sifat konvergen, yaitu konvergen adalah sifat lensa cembung yang mengumpulkan sinar bias.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pada lensa cembung. Dari percobaan tersebut dapat digambarkan sinar datang dan sinar bias serta dapat ditunjukkan letak titik fokusnya (F) pada gambar berikut ini:

  Percobaan 1 Percobaan 2 Arah sinar matahari Arah sinar matahari

  F F Berdasarkan kegiatan tersebut, siswa juga dapat mengenal bagian lensa cembung yang lain, yaitu pusat optik (O), pusat kelengkungan lensa (M), dan jari- jari kelengkungan lensa (R) yang ditunjukkan melalui gambar berikut ini:

  Percobaan 1 Percobaan 2 Arah sinar matahari Arah sinar matahari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  jarak antara matahari dengan lensa sangat jauh. Dari pertanyaan- pertanyaan arahan yang ada dalam LKS membantu siswa dalam membangun konsep sinar istimewa pada lensa cembung. Berikut uraian pertanyaan- pertanyaan arahan yang ada dalam LKS pada kegiatan 9:

  Kegiatan 9 : Membangun konsep sinar istimewa pada lensa cembung

  

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan sungguh-sungguh!

  1. a) Bagaimana jalannya sinar matahari yang jatuh pada permukaan lensa? Berikan alasan atas jawabanmu!

  (jalannya sinar matahari yang menuju permukaan lensa adalah sinar-

  sinar sejajar, hal ini dikarenakan perbandingan besar antara lensa dan matahari sangat besar dan jarak antara matahari dengan lensa sangat jauh)

  b) Kemanakah sinar matahari tersebut akan dibiaskan? (Catatan : pelajaran kembali kegiatan 7)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.a) Apabila sinar datang melalui titik fokus, kemanakah sinar akan dibiaskan? Berikan alasan atas jawabanmu!

  (sinar akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama, karena titik fokus

  berada di tempat yang sangat jauh yaitu di matahari )

  b) Gambarkan sinar datang dan sinar bias tersebut!

  Jawaban yang diharapkan:

  Sinar bias Sinar datang

  Sumbu utama

  F F 3. a) Perhatikan gambar di bawah ini!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawaban yang diharapkan:

  Lensa cembung Sumbu utama

  F F O

  c) Pelajari kembali hukum Snellius tentang pembiasan

  d) Jika sinar melewati pusat optik atau berimpit dengan garis normal apakah sinar dibiaskan? Berikan alasan atas jawabanmu! (Sinar diteruskan tanpa membias karena sinarnya berhimpit dengan garis

  normal)

  d) Gambarkan sinar tersebut!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Ketiga sinar tersebut merupakan sinar-sinar istimewa pada lensa cembung. Gambar dan jelaskan kembali sinar-sinar istimewa tersebut!

  Jawaban yang diharapkan:

  1. Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus

  Sinar datang Sinar bias

  Sumbu utama

  F F

  2. Sinar datang melalui titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama

  Sinar bias Sinar datang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dalam kegiatan tersebut siswa mampu membangun sendiri konsep sinar istimewa pada lensa cembung tanpa ada kesulitan.

  Dalam kegiatan 10, siswa melukis bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung. Dengan menggunakan sinar istimewa pada lensa cembung yang telah dipelajari siswa sebelumnya pada kegiatan 9, siswa dapat menentukan bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung. Berikut contoh uraian kegiatan tersebut:

  

Kegiatan 10 : Melukis bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung

Kegiatan 10.1 : Melukis bayangan titik

  1. Dengan menggunakan dua sinar istimewa, gambarkan bayangan titik di bawah ini!

  • (lensa cembung)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • (lensa cembung)

  M

  2 F

  2 F

  1 M

  1 Kegiatan 10.2 : Melukis bayangan garis

  1. Buatlah 2 buah sinar istimewa yang digambar dari pangkal ujung-ujung garis pada gambar di bawah ini!

  • (lensa cembung) M

  2 F

  2 F

  1 M

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Jawaban yang diharapkan

  • (lensa cembung)

  M

  2 F

  2 F

  1 M

  1 Kegiatan 10.3 : Melukis bayangan garis yang tegak lurus dengan sumbu utama

  1. Dengan langkah kegiatan yang sama dengan kegiatan sebelumnya, gambarkan bayangannya!

  • (lensa cembung)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cembung)

  M F F M

  2

  2

  1

  1

  2. Bagaimana bayangannya? Apakah bayangannya juga tegak lurus? (bayangannya juga tegak lurus)

  Kegiatan 10.4 : Melukis bayangan garis yang tegak lurus dan terletak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cembung)

  M

  2 F

  2 F

  1 M

  1 Dari empat kegiatan yaitu kegiatan 10.1 sampai kegiatan 10.4, bagaimana

  sifat bayangannya? Nyata atau maya? Jelaskan mengapa? (Dari keempat kegiatan tersebut bayangannya nyata, karena bayangan

  terbentuk dari perpotongan sinar bias secara langsung bukan dari perpanjangan sinar bias ke arah depan lensa ).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Gambarkan dua buah sinar istimewa dari titik A 2. Apakah sinar biasnya berpotongan?..................................................

  (tidak berpotongan)

  3. Perpanjang sinar bias ke belakang lensa. Tentukan titik potongnya. Titik potong tersebut merupakan bayangan titik A.

  4. Dari bayangan titik A, tarik garis putus-putus yang tegak lurus menuju sumbu utama. Garis putus-putus tersebut merupakan bayangan garis AB

  5. Bagaimana bayangannya? Nyata atau maya? Berikan alasannya (Bayangannya maya karena bayangan terbentuk dari perpotongan perpanjangan sinar bias ke arah depan lensa ).

  

Jawaban yang diharapkan :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dalam kegiatan 10.1 sampai dengan 10.5, siswa menerapkan konsep sinar istimewa pada lensa cembung melalui melukis bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung. Selain itu, siswa juga melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung di setiap ruang pada kegiatan 10.6 sampai dengan 10.10. tujuan dari kegiatan ini adalah siswa dapat menggambar pembentukan bayangan pada lensa cembung di setiap ruang dengan menggunaakan tiga sinar istimewa pada lensa

  Dalam kegiatan 11, siswa mengenal lensa cekung. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa mengenal bentuk- bentuk lensa cekung.

  Karena keterbatasan alat, maka peneliti menggunakan sumber buku fisika. Dari kegiatan tersebut, siswa dapat menyebutkan dan menggambarkan tiga bentuk lensa cekung, yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  membangun konsep mengenai sifat sinar bias pada lensa cekung adalah divergen, karena sifat sinar bias pada lensa cekung adalah menyebarkan sinar bias yang disebut dengan divergen.

  Pada kegiatan 13 siswa menentukan bagian- bagian lensa cekung. Tujuan dari kegiatan ini adalah siswa dapat mengetahui letak titik fokus (F) lensa cekung, jarak fokus (f), pusat optik (O), pusat kelengkungan lensa (M), dan jari- jari kelengkungan lensa (R). Dalam membangun konsep bagian- bagian lensa cekung, peneliti memberikan pertanyaan- pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam membangun sendiri konsepnya.

  Kegiatan 14 membangun konsep sinar istimewa pada lensa cekung. Dalam kegiatan ini melalui pertanyaan- pertanyaan dalam LKS siswa diharapakan dapat membangun konsep sinar istimewa pada lensa cekung.

  Berikut tiga sinar istimewa pada lensa cekung tersebut:

1. Sinar yang datang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan seolah- olah berasal dari titik fokus.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Sinar yang datang menuju titik fokus akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.

  Sinar datang Sinar bias

  F F

  3. Sinar yang datang melalui titik pusat optik, tidak dibiaskan

  Sinar datang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menerapkan konsep sinar istimewa pada lensa cekung yang telah dibangun pada kegiatan 14.

  Kegiatan 15 menyelidiki hubungan jarak benda (s), jarak bayangan (s’) dan jarak fokus (f) pada lensa. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa dapat mengetahui hubungan jarak benda (s), jarak bayangan (s’) dan jarak fokus (f) pada lensa. Dalam kegiatan ini siswa diminta untuk merancang sebuah eksperimen. Berikut uraian kegiatan pembelajaran tersebut:

  Kegiatan 15 : Menyelidiki hubungan jarak benda (s), jarak bayangan (s’) dan jarak fokus (f) pada lensa Alat dan bahan : Sumber cahaya, lensa cembung, layar. Langkah kerja : 1. Susun peralatan seperti pada gambar.

  Lensa cembung Sumber cahaya

  Layar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Ukur jarak bayangan (s’) yaitu jarak bayangan hingga lensa.

  5. Ulangi langkah kerja nomer 2 – 5 dengan jarak benda 25 cm, 20 cm, 15 cm, dan 10 cm.

  6. Masukkan datanya dalam tabel di bawah ini!

  Jarak benda (s) Jarak bayangan (s’)

  30 cm 25 cm 20 cm 15 cm 10 cm

  1

  

1

  1

  1

  • 7. Dari tabel di atas, hitunglah , , dan , dengan mengisi tabel di

  s s ' s s ' bawah ini.

  1

  1

  • +

    8. Bagaimana perbandingan nilai dari setiap percobaan? Sama, hampir

  '

s s

  sama, atau jauh berbeda?

  Informasi :

  Jika percobaan dilakukan dengan sangat teliti, dan didukung dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Informasi :

  Persamaan ini berlaku pula untuk lensa cekung. Tetapi karena titik fokus (F) dan bayangan (s’) pada lensa cekung bersifat maya, maka jarak fokus (f) dan jarak bayangan (s’) pada lensa cekung bernilai negatif.

  Dari eksperimen pada kegiatan 15 tersebut, siswa dapat membangun

  1

  1

  1

  • konsep persamaan lensa tipis, yaitu . Dalam kegiatan

  = s sf

  tersebut telah ditunjukkan adanya proses siswa dalam mengkonstruksi suatu konsep melalui suatu kegiatan yang dilakukan oleh siswa.

  Kegiatan 16 membangun konsep kuat lensa (P). Dalam kegiatan ini siswa diberikan pertanyaan- pertanyaan arahan yang bertujuan untuk 1 membangun konsep kuat lensa, yaitu P . Berikut uraian kegiatan siswa

  = f

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan 16 : Membangun konsep kuat lensa (P)

  Perhatikan gambar di bawah ini! Lensa Cembung: f f

  Gambar a Gambar b

  Lensa Cekung:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lensa cembung :

  1. Pada gambar lensa cembung diatas, lensa pada gambar manakah yang jarak fokusnya kecil? (gambar a )

  2. Lensa pada gambar mana yang kemampuan mengumpulkan cahaya lebih besar? (gambar a )

  3. Kalau demikian apa hubungan kemampuan mengumpulkan cahaya oleh lensa dengan jarak fokusnya? (lensa yang jarak fokusnya lebih kecil, kemampuan mengumpulkan

  cahayanya lebih besar ) Lensa cekung :

  1. Pada gambar lensa cekung di atas, lensa pada gambar manakah yang jarak fokusnya kecil?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Informasi : Selanjutnya kuat lensa didefinisikan sebagai kebalikan jarak fokus.

1 P Persamaannya yaitu = . P adalah kuat lensa, dan f adalah jarak fokus.

  f

  Untuk lensa cembung, kekuatan lensanya bernilai positif. Sedangkan kekuatan lensa cekung bernilai negatif.

  4. Satuan lensa adalah dioptri. Lensa dikatakan mempunyai kuat lensa 1

  1

  dioptri bila jarak fokusnya 1 m. Jadi

  1 Dioptri =

  1 m

  Dari uraian proses kegiatan 1 sampai dengan 16 dapat ditunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivistik, karena dalam kegiatan tersebut siswa melakukan suatu proses mendefinisikan dan membangun sendiri suatu konsep serta menerapakan suatu konsep yang telah dibangun. Selain itu, siswa juga diaktifkan dengan kegiatan pembelajaran tersebut. Hal tersebut ditunjukkan melalui keaktifan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tersebut guru hanya sebagai fasilitator yang membantu siswa agar dapat mengkonstruksi pengetahuan mereka secara cepat dan efektif Meskipun pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik tersebut belum sempurna, karena ada kendala dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tersebut, tetapi pembelajaran yang dilaksanakan sudah seutuhnya menuju ke pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik.

  Kendala selama melaksanakan kegiatan pembelajaran yaitu kurangnya waktu berpikir siswa dalam merumuskan gagasan mereka sehingga pembelajaran harus dikejar- kejar waktu dan siswa belum terbiasa menggunakan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik sehingga siswa masih sering dipandu oleh guru dalam melakukan eksperimen. Sebagai contohnya adalah pada kegiatan 1 dan kegiatan 2 dalam Lembar Kegiatan Siswa (LKS), pada kegiatan tersebut siswa mencoba mendefinisikan konsep pembiasan cahaya dan membangun konsep pembiasan cahaya, tetapi siswa merasa kesulitan dalam mengungkapkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  adalah gambar siswa mengerjakan soal pre test dan post test dengan sungguh- sungguh

  

Gambar 8. Siswa mengerjakan Pretest dengan sungguh- sungguh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dalam kegiatan pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) sangat membantu dalam membangun konsep pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa. Pada saat siswa melaksanakan eksperimen proses bentukan atau konstruksi salah satunya juga terlihat pada saat siswa belajar untuk mengambil data, mengolah data dan menganalisis data eksperimen. Siswa bersama dengan temannya dalam kelompok mencoba untuk menemukan dan berusaha mengkaji kebenaran dari suatu teori pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa dengan data yang diperolah pada saat eksperimen. Pada saat inilah proses konstruksi siswa terbentuk dari pengetahuan awal mereka dan dari sumber yang di peroleh kemudian di cocokkan dengan hasil eksperimen yang diperoleh.

  Berikut contoh gambar suasana saat kegiatan pembelajaran berlangsung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar

11. Siswa melakukan eksperimen untuk mencari pembentukan bayangan

  Keaktifan dan antusias siswa dengan kegiatan yang ada juga tampak pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Dibawah ini menunjukkan gambar keaktifan siswa selama mengukuti kegiatan pembelajaran:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar 13. Siswa sedang menggambarkan tiga sinar istimewa pada lensa

2. Perubahan Konsep

  Selama proses pembelajaran berlangsung terlihat adanya perubahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  konsep selama mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik.

  Dengan kata lain pembelajaran fisika pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik meningkatkan perubahan konsep siswa sehingga terjadi perubahan konsep siswa sebelum dilakukan pembelajaran dan sesudah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik.

3. Klasifikasi Perubahan Konsep

  Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik dapat meningkatkan perubahan konsep siswa, yaitu dengan melihat jenis- jenis perubahan konsep siswa sebelum dilakukan pembelajaran dan sesudah dilakukan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik melalui media Lembar Kegiatan Siswa (LKS), sehinggga dalam hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media Lembar Kegiatan Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tersebut juga menunjukkan adanya perubahan konsep pada konsep yang dibangun siswa, meskipun konsep yang dibangun tidak tepat tetapi ada perubahan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media Lembar Kegiatan Siswa. Meskipun perubahan tersebut kecil karena konsep yang dibangun juga masih kurang tepat, tetapi konsep yang dibangun siswa tetap ada perubahan meskipun kurang sempurana. Pada jenis perubahan kurang lengkap – betul besar persentase perubahannya adalah 20%. Hal ini juga menunjukkan ada perubahan konsep pada siswa.

  Konsep yang dibangun siswa dari yang kurang tepat atau kurang sempurna menjadi betul pada kegiatan pembelajaran tersebut.

  Dari uraian kegiatan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa yang di dukung menggunakan media LKS (Lembar Kegiatan Siswa) sangat membantu siswa dalam mengkonstruksi suatu konsep sehingga terjadi perubahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari hasil analisis 60% perubahan konsep terjadi secara maksimal, artinya konsep siswa mengalami perubahan dengan maksimal. Sedangkan 40% perubahan konsep siswa masih belum maksimal karena konsep yang dibangun siswa belum mengalami perubahan yang maksimal, hal tersebut ditunjukkan oleh jawaban- jawaban siswa yang kurang lengkap dalam menganalisis soal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian terhadap siswa SMA Santa Maria Yogyakarta yang telah mengikuti pembelajaran fisika menggunakan

  pendekatan konstruktivistik, maka dapat disimpulkan bahwa: Terjadi perubahan konsep siswa setelah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa, dengan klasifikasi perubahan konsep sebagai berikut: Salah

  • – Betul (40%), Salah – Kurang Lengkap (40%), dan Kurang Lengkap – Betul (20%).

B. Saran

  1. Karena dengan pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivistik terjadi perubahan konsep, maka strategi pembelajaran tersebut dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

  Berg, Euwe van den. (1991). Miskonsepsi dan Remidiasi. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. Bismoko dan Supratiknya. 2004. Pedoman Penulisan Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Kartika Budi. 2000. Mengoptimalkan Aspek Dalam pembelajaran Fisika. Dalam Widya Dharma, No.1, Th XI Oktober. Hal. 39- 57. ................... 2007. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP dan MTs Kelas VIII.

  Jakarta: Widya Utama. ................... 2007. Diktat Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran Fisika di Sekolah . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Dahar, Ratna Wilis. 1989. Teori- Teori Belajar. Jakarta: Erlangga. Dian Lestari, Elysabet. 2007. Perubahan Konsep Siswa Tentang pemantulan Cahaya Melalui Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Eksperimen .

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Djajadisastra, Jusuf. 1982. Metode- Metode Mengajar. Bandung: Angkasa. Herni Triana, Maria. 2007. Pembelajaran IPA Terpadu Dengan Menggunakan

  Metode Inkuiri dan Media Komputer pada Topik Wujud Zat dan Kelarutan pada Siswa SMP Katolik Santa Mikail Balikpapan. Yogyakarta: Universitas

  Sanata Dharma. Kanginan, Marthen. 2007. Fisika Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga. Kertiasa, Nyoman. 1994. Fisika I untuk SMU Kelas 1. Jakarta: Balai Pustaka. Lestari, Elysabet Dian. 2007. Perubahan Konsep Siswa tentang Pemantulan Cahaya melalui Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Eksperimen.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Mangunwiyoto, Widagdo dan Suhary. 1989. Fisika untuk SMA Edisi Kedua Jilid 2B Semester 4 . Jakarta: Erlangga.

  Sunardi dan Etsa Indra. 2007. Fisika Bilingual untuk SMA/ MA Kelas X Semester 1 dan 2 . Bandung: Yrama Widya. Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Yuwono, Evarius Heru Pambudi. 2007. Perubahan Konsep Siswa Kelas XI IPA

pada Pokok Bahasan Hukum II Newton Dengan Metode Demontrasi .

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 3 SILABUS PEMBELAJARAN

  Sekolah : SMA Santa Maria Yogyakarta Kelas : X Semester : 2 (dua) Mata Pelajaran : Fisika Materi : Optika Geometris Standar Kompetensi : Menerapkan prinsip kerja alat- alat optik

  Kompetensi Materi Kegiatan Indikator Penilaian Alokasi Sumber dasar pokok/pem- Pembelajaran Teknik Bentuk Contoh instrumen waktu belajar belajaran instrumen

  1. Jelaskan mengapa: 2 x 45 Sumber: alat- alat optik CAHAYA perbedaan lensa tertulis a. Lensa cembung menit Kanginan, menjelaskan secara kualitatif PADA cembung dan disebut juga lensa Marten. perbedaan lensa dan kuantitatif LENSA lensa cekung. konvergen. 2007. cembung dan lensa Jenis- Jenis cekung.

  • Menganalisis PEMBIASAN Mengidentifikasi Menyebutkan dan Tes Essay

  b. Lensa cekung disebut Fisika X.

  • Lensa dengan lensa Erlangga.

  Membedakan bentuk divergen. fisik lensa cembung

  2. Sebutkan dan gambarkan: Alat – alat dan lensa cekung.

  • a. Tiga bentuk lensa laboratori Menyebutkan tiga cembung. um.

  bentuk lensa

  b. Tiga bentuk lensa cembung.

  Menyebutkan tiga bentuk lensa cekung.

  • cekung.

  1. Sebutkan dan gambarkan 5 x 45 Bayangan sinar- sinar tertulis tiga sinar istimewa pada: menit menggambarkan tiga pada Lensa istimewa pada sinar istimewa pada a. Lensa cembung. lensa dalam b. Lensa cekung. lensa cembung.

  • Pembentukan Menerapakan Menyebutkan dan Tes Essay

  2. Lukislah pembentukan Menyebutkan dan bayangan pada bayangan pada lensa menggambarkan tiga lensa. cekung dengan sinar istimewa pada

  • pembentukan
lensa cekung. menggunakan tiga sinar

  • Memahami istimewa jika benda diletakkan di depan lensa, pembentukan bayangan pada lensa tepatnya di 2F atau
  • 1 berada pada pusat cekung dan lensa cembung. kelengkungan lensa (M)
  • Sebutkan juga tiga sifat Memahami letak titik bayangannya.

  fokus lensa, jarak

  3. Sebuah benda tegak fokus, pusat optik, dengan tinggi 2 cm, pusat kelengkungan diletakkan dengan jarak lensa, dan jari- jari 30 cm di depan sebuah kelengkungan lensa.

  • lensa cembung, yang Menerapakan mempunyai panjang fokus pemahaman tiga sinar 20 cm. Tentukanlah sifat- istimewa dalam sifat bayangan tersebut menganalisis dan lukis jalannya sinar pembentukan dengan tiga sinar bayangan.

  Menganalisis permasalahan pada lensa cembung dan cekung untuk menentukan pembentukan bayangan.

  • istimewa.

  Lampiran 4.1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Sekolah : SMA Santa Maria Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Materi Pokok : Alat-alat Optik Kelas : X Semester : 2 ( dua ) Waktu : 2 x 45 menit

  1. Standar Kompetensi :

  Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik

  2. Kompetensi Dasar :

  Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif

  3. Indikator :

  • Menganalisi pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa cekung
  • >Menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa ce
  • Menentukan kekuatan lensa dan perbesaran bayangan

  4. Tujuan Pembelajaran :

  • Siswa dapat menganalisis pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa ce
  • Siswa dapat menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa cekung
  • Siswa dapat menentukan kekuatan lensa
  • Siswa dapat menentukan perbesaran bayangan

  5. Materi Pembelajaran :

  • Pembiasan Cahaya - Hukum Snellius - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cembung - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cekung - Kekuatan Lensa - Perbesaran Bayangan

  6. Metode Pembelajaran :

  Pendekatan yang digunakan adalah :

  1. Pendekatan Konsep

  2. Ketrampilan Proses Dengan menggunakan metode :

  • Diskusi - Ceramah bervariasi
  • Eksperimen

  7. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-1

1. Pendahuluan Perkenalan Pretest Apersepsi : Mengingat kembali bahwa cahaya merambat lurus.

   Motivasi : Kalian tentu pernah mendengar cahaya. Misalnya cahaya matahari atau peristiwa yang terjadi

  akibat pembiasan atau pemantulan cahaya, seperti fatamorgana. Apakah cahaya itu? Adakah hubungan antara cahaya dengan bayangan? Apa yang terjadi ketika cahaya mengalami 5 menit 45 menit 5 menit 5 menit pembiasan atau pemantulan?

  2. Kegiatan Inti

  • 15 menit Siswa melakukan eksperimen kegiatan 1, 2, 3 dan 4 dalam LKS.

  Guru (peneliti) dan siswa membahas bersama

  • 10 menit

  3. Penutup Guru (peneliti) bersama siswa membuat rangkuman

  5 menit

  8. Alat/ Bahan

  Alat : Sinar laser, gelas, kaca planparalel, kertas putih, busur derajat, mistar, lensa cembung, lensa cekung, layar, lampu, bangku optik. Bahan : Susu

  9. Sumber Belajar Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

  Mangunwiyoto, Widagdo. 1987. Pelajaran Fisika untuk SMA Jilid 2B. Jakarta: Erlangga. Sunardi. 2007. Fisika Bilingual Untuk SMA/ MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya.

  10. Penilaian

   a. Teknik : Individu, tertulis, penugasan, keaktifan siswa

   b. Bentuk Instrumen : Essay dan eksperimen

   c. Instrumen : LKS

  Lampiran 4.2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Sekolah : SMA Santa Maria Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Materi Pokok : Alat-alat Optik Kelas : X Semester : 2 ( dua ) Waktu : 2 x 45 menit

  1. Standar Kompetensi :

  Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik

  2. Kompetensi Dasar :

  Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif

  3. Indikator :

  • Menganalisi pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa cekung
  • >Menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa ce
  • Menentukan kekuatan lensa dan perbesaran bayangan

  4. Tujuan Pembelajaran :

  • Siswa dapat menganalisis pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa ce
  • Siswa dapat menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa cekung
  • Siswa dapat menentukan kekuatan lensa
  • Siswa dapat menentukan perbesaran bayangan

  6. Materi Pembelajaran :

  • Pembiasan Cahaya - Hukum Snellius - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cembung - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cekung - Kekuatan Lensa - Perbesaran Bayangan

  6. Metode Pembelajaran :

  Pendekatan yang digunakan adalah :

  10. Pendekatan Konsep

  11. Ketrampilan Proses Dengan menggunakan metode :

  • Diskusi - Ceramah bervariasi
  • Eksperimen

  12. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-2

4. Pendahuluan Apersepsi : Mengingat kembali definisi pembiasan cahaya.

   Motivasi : Mengapa pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air, pensil tersebut terlihat

  bengkok? 5 menit 5 menit

  5. Kegiatan Inti

  • 45 menit Siswa melakukan eksperimen kegiatan 5, 6, 7 dan 8 dalam LKS.

  Guru (peneliti) dan siswa membahas bersama

  • 10 menit

  Guru (peneliti) menjelaskan secara keseluruhan mengenai konsep pembiasan cahaya dan Hukum Snellius.

  • 20 menit

  6. Penutup Guru (peneliti) bersama siswa membuat rangkuman

  5 menit

  13. Alat/ Bahan Alat : Sinar laser, lensa cembung, lensa cekung, layar, lampu, bangku optik.

  14. Sumber Belajar Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

  Mangunwiyoto, Widagdo. 1987. Pelajaran Fisika untuk SMA Jilid 2B. Jakarta: Erlangga. Sunardi. 2007. Fisika Bilingual Untuk SMA/ MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya.

  10. Penilaian

   a. Teknik : Individu, tertulis, penugasan, keaktifan siswa

   b. Bentuk Instrumen : Essay dan eksperimen

   c. Instrumen : LKS

  Lampiran 4.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Sekolah : SMA Santa Maria Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Materi Pokok : Alat-alat Optik Kelas : X Semester : 2 ( dua ) Waktu : 3 x 45 menit

  1. Standar Kompetensi :

  Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik

  2. Kompetensi Dasar :

  Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif

  3. Indikator :

  • Menganalisi pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa cekung
  • >Menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa ce
  • Menentukan kekuatan lensa dan perbesaran bayangan

  4. Tujuan Pembelajaran :

  • Siswa dapat menganalisis pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa ce
  • Siswa dapat menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa cekung
  • Siswa dapat menentukan kekuatan lensa
  • Siswa dapat menetukan perbesaran bayangan

  7. Materi Pembelajaran :

  • Pembiasan Cahaya - Hukum Snellius - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cembung - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cekung - Kekuatan Lensa - Perbesaran Bayangan

  6. Metode Pembelajaran :

  Pendekatan yang digunakan adalah :

  15. Pendekatan Konsep

  16. Ketrampilan Proses Dengan menggunakan metode :

  • Diskusi - Ceramah bervariasi
  • Eksperimen

  17. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-3

7. Pendahuluan Apersepsi : Mengingat kembali Hukum Snellius.

   Motivasi : Mengapa orang yang mengalami gangguan penglihatan biasanya menggunakan kaca mata?

  5 menit 5 menit

  8. Kegiatan Inti

  • 100 menit Siswa melakukan eksperimen kegiatan 9 dan 10 dalam eksperimen.

  Guru (peneliti) dan siswa membahas bersama

  • 20 menit

  9. Penutup Guru (peneliti) bersama siswa membuat rangkuman

  5 menit

  18. Alat/ Bahan Alat : Mistar, lensa cembung, lensa cekung, layar, lampu, bangku optik.

  19. Sumber Belajar Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

  Mangunwiyoto, Widagdo. 1987. Pelajaran Fisika untuk SMA Jilid 2B. Jakarta: Erlangga. Sunardi. 2007. Fisika Bilingual Untuk SMA/ MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya.

  10. Penilaian

   a. Teknik : Individu, tertulis, penugasan, keaktifan siswa

   b. Bentuk Instrumen : Essay dan eksperimen

   c. Instrumen : LKS

  Lampiran 4.4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Sekolah : SMA Santa Maria Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Materi Pokok : Alat-alat Optik Kelas : X Semester : 2 ( dua ) Waktu : 1 x 45 menit

  1. Standar Kompetensi :

  Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik

  2. Kompetensi Dasar :

  Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif

  3. Indikator :

  • Menganalisi pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa cekung
  • >Menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa ce
  • Menentukan kekuatan lensa dan perbesaran bayangan

  4. Tujuan Pembelajaran :

  • Siswa dapat menganalisis pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa ce
  • Siswa dapat menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa cekung
  • Siswa dapat menentukan kekuatan lensa
  • Siswa dapat menentukan perbesaran bayangan

  8. Materi Pembelajaran :

  • Pembiasan Cahaya - Hukum Snellius - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cembung - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cekung - Kekuatan Lensa - Perbesaran Bayangan

  6. Metode Pembelajaran :

  Pendekatan yang digunakan adalah :

  20. Pendekatan Konsep

  21. Ketrampilan Proses Dengan menggunakan metode :

  • Diskusi - Ceramah bervariasi
  • Eksperimen

  22. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-4

10. Pendahuluan Apersepsi : Mengingat kembali sinar- sinar istimewa pada lensa cembung.

   Motivasi : Mengapa lensa cembung disebut dengan lensa konvergen?

  5 menit

  11. Kegiatan Inti

  • 25 menit

  Siswa melakukan eksperimen kegiatan 11, 12 dan 13 dalam LKS

  Guru (peneliti) dan siswa membahas bersama

  • 10 menit

  12. Penutup Guru (peneliti) bersama siswa membuat rangkuman

  5 menit

  23. Alat/ Bahan Alat : Sinar laser, mistar, lensa cekung, layar, lampu, bangku optik.

  24. Sumber Belajar Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

  Mangunwiyoto, Widagdo. 1987. Pelajaran Fisika untuk SMA Jilid 2B. Jakarta: Erlangga. Sunardi. 2007. Fisika Bilingual Untuk SMA/ MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya.

  10. Penilaian

   a. Teknik : Individu, tertulis, penugasan, keaktifan siswa

   b. Bentuk Instrumen : Essay dan eksperimen

   c. Instrumen : LKS

  Lampiran 4.5 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Sekolah : SMA Santa Maria Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Materi Pokok : Alat-alat Optik Kelas : X Semester : 2 ( dua ) Waktu : 3 x 45 menit

  1. Standar Kompetensi :

  Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik

  2. Kompetensi Dasar :

  Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif

  3. Indikator :

  • Menganalisi pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa cekung
  • >Menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa ce
  • Menentukan kekuatan lensa dan perbesaran bayangan

  4. Tujuan Pembelajaran :

  • Siswa dapat menganalisis pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa ce
  • Siswa dapat menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa cekung
  • Siswa dapat menentukan kekuatan lensa
  • Siswa dapat menentukan perbesaran bayangan

  9. Materi Pembelajaran :

  • Pembiasan Cahaya - Hukum Snellius - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cembung - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cekung - Kekuatan Lensa - Perbesaran Bayangan

  6. Metode Pembelajaran :

  Pendekatan yang digunakan adalah :

  25. Pendekatan Konsep

  26. Ketrampilan Proses Dengan menggunakan metode :

  • Diskusi - Ceramah bervariasi
  • Eksperimen

  27. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-5

13. Pendahuluan Apersepsi : Mengingat kembali bentuk- bentuk lensa cekung.

   Motivasi : Mengapa lensa cekung disebut dengan lensa divergen?

  5 menit 5 menit

  14. Kegiatan Inti

  • 100 menit

  Siswa melakukan eksperimen kegiatan 14, 15 dan 16 dalam LKS

  Guru (peneliti) dan siswa membahas bersama

  • 20 menit

  15. Penutup Guru (peneliti) bersama siswa membuat rangkuman

  5 menit

  28. Alat/ Bahan

  Alat : Sinar laser, mistar, lensa cembung, lensa cekung, layar, lampu, bangku optic

  29. Sumber Belajar Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

  Mangunwiyoto, Widagdo. 1987. Pelajaran Fisika untuk SMA Jilid 2B. Jakarta: Erlangga. Sunardi. 2007. Fisika Bilingual Untuk SMA/ MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya.

  10. Penilaian

   a. Teknik : Individu, tertulis, penugasan, keaktifan siswa

   b. Bentuk Instrumen : Essay dan eksperimen

   c. Instrumen : LKS

  Lampiran 4.6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Sekolah : SMA Santa Maria Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Materi Pokok : Alat-alat Optik Kelas : X Semester : 2 ( dua ) Waktu : 2 x 45 menit

  1. Standar Kompetensi :

  Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik

  2. Kompetensi Dasar :

  Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif

  3. Indikator :

  • Menganalisi pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa cekung
  • >Menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa ce
  • Menentukan kekuatan lensa dan perbesaran bayangan

  4. Tujuan Pembelajaran :

  • Siswa dapat menganalisis pembiasan cahaya pada lensa cembung dan lensa ce
  • Siswa dapat menganalisis pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa cekung
  • Siswa dapat menentukan kekuatan lensa
  • Siswa dapat menentukan perbesaran bayangan

  10. Materi Pembelajaran :

  • Pembiasan Cahaya - Hukum Snellius - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cembung - Pembiasan Cahaya pada Lensa Cekung - Kekuatan Lensa - Perbesaran Bayangan

  6. Metode Pembelajaran :

  Pendekatan yang digunakan adalah :

  30. Pendekatan Konsep

  31. Ketrampilan Proses Dengan menggunakan metode :

  • Diskusi - Ceramah bervariasi
  • Eksperimen

  32. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-6

16. Pendahuluan Apersepsi :

   Siswa telah memahami:

  5 menit

  • Sifat cahaya
  • Pembiasan cahaya

  • Hukum Snellius
  • Jenis- jenis lensa
  • Pembiasan cahaya pada lensa cembung
  • Pembiasan cahaya pada lensa cekung
  • Pembentukan bayangan pada lensa
  • Kekuatan lensa
  • Persamaan lensa tipis dan perbesaran linier

   Motivasi : Siswa mempersiapkan tes akhir

  17. Kegiatan Inti

  Siswa melaksanakan tes akhir 80 menit

  18. Penutup

  Refleksi Siswa membuat catatan singkat kegiatan yang telah dilakukan dan manfaat apa yang diperoleh dari seluruh kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan

  5 menit

  33. Sumber Belajar Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

  Mangunwiyoto, Widagdo. 1987. Pelajaran Fisika untuk SMA Jilid 2B. Jakarta: Erlangga. Sunardi. 2007. Fisika Bilingual Untuk SMA/ MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya.

  10. Penilaian

   a. Teknik : Individu dan tertulis

   b. Bentuk Instrumen : Essay

   c. Instrumen : Soal Pre-test

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 5.1

Soal Pretest

Pembiasan Cahaya pada Lensa

  Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!

  1. Jelaskan mengapa:

  a. lensa cembung disebut juga lensa konvergan, dan

  b. lensa cekung disebut dengan lensa divergen

  2. Sebutkan dan gambarkan:

  a. tiga bentuk lensa cembung dan

  b. tiga bentuk lensa cekung

  3. Sebutkan dan gambarkan tiga sinar istimewa pada:

  a. Lensa cembung

  b. Lensa cekung

  4. Lukislah pembentukan bayangan pada lensa cekung dengan menggunakan tiga sinar istimewa jika benda diletakkan di depan lensa, tepatnya di 2F atau

  1

  berada pada pusat kelengkungan lensa (M). Sebutkan juga tiga sifat bayangannya.

  5. Sebuah benda tegak dengan tinggi 2 cm, diletakkan dengan jarak 30 cm di depan sebuah lensa cembung, yang mempunyai panjang fokus 20 cm.

  Tentukanlah sifat- sifat bayangan tersebut dan lukis jalannya sinar dengan tiga sinar istimewa!

  6. Raka seorang pelajar SMA menggunakan kacamata dari lensa yang mempunyai titik api – 200 cm. Hitung daya lensa kacamata tersebut!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 5.2

Soal Posttest

Pembiasan Cahaya pada Lensa

  Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!

  1. Jelaskan mengapa:

  a. lensa cembung disebut juga lensa konvergan, dan

  b. lensa cekung disebut dengan lensa divergen

  2. Sebutkan dan gambarkan:

  a. tiga bentuk lensa cembung dan

  b. tiga bentuk lensa cekung

  3. Sebutkan dan gambarkan tiga sinar istimewa pada:

  a. Lensa cembung

  b. Lensa cekung

  4. Lukislah pembentukan bayangan pada lensa cekung dengan menggunakan tiga sinar istimewa jika benda diletakkan di depan lensa, tepatnya di 2F

  1

  atau berada pada pusat kelengkungan lensa (M). Sebutkan juga tiga sifat bayangannya.

  5. Sebuah benda tegak dengan tinggi 2 cm, diletakkan dengan jarak 30 cm di depan sebuah lensa cembung, yang mempunyai panjang fokus 20 cm.

  Tentukanlah sifat- sifat bayangan tersebut dan lukis jalannya sinar dengan tiga sinar istimewa!

  6. Raka seorang pelajar SMA menggunakan kacamata dari lensa yang mempunyai titik api – 200 cm. Hitung daya lensa kacamata tersebut!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 6

Jawaban Soal Pretest dan Posttest

  1. Jelaskan mengapa:

  a. lensa cembung disebut juga lensa konvergan

  Lensa cembung (konveks) memilki bagian tengah lebih tebal daripada bagian

tepinya. Sehingga sinar- sinar bias pada lensa ini bersifat mengumpul

(konvergen). Oleh karena itu, lensa cembung disebut juga lensa konvergen.

  b. lensa cekung disebut dengan lensa divergen

  Lensa cekung (konkaf) memiliki bagian tengah lebih tipis daripada bagian tepinya. Sehingga sinar- sinar bias pada lensa ini bersifat memencar (divergen).

  Oleh karena itu, lensa cekung disebut juga lensa divergen.

  2. Sebutkan dan gambarkan:

  a. tiga bentuk lensa cembung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. tiga bentuk lensa cekung

  Cekung rangkap Cekung datar Cekung cembung atau bikonkaf atau plan- Konkraf atau Konveks- Konkraf

  3. Sebutkan dan gambarkan tiga sinar istimewa pada:

  a. Lensa cembung

  1. Suatu sinar datang sejajar sumbu utama lensa, akan dibiaskan melalui titik fokus aktif (F 1 ) di belakang lensa.

  2F F F 2 2

1

  2F 2

2. Suatu sinar datang melalui titik fokus pasif (F 2 ) di depan lensa akan dibiaskan sejajar sumbu utama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Lensa cekung

  1. Suatu sinar datang sejajar sumbu utama lensa akan dibiaskan seolah- olah berasal dari titik fokus aktif (F 1 ) di depan lensa.

  2F F F

  2F

  1

  1

  

2

  2

  2. Suatu sinar datang seolah- olah menuju titik fokus pasif (F

  2 ) di belakang lensa akan dibiaskan sejajar sumbu utama.

  2F

  1 F

  1 F

  

2

  2F

  2

3. Suatu sinar datang melalui pusat optik lensa (O) akan diteruskan tapa dibiaskan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Lukislah pembentukan bayangan pada lensa cekung dengan menggunakan tiga sinar istimewa jika benda diletakkan di depan lensa, tepatnya di 2F

  1

  atau berada pada pusat kelengkungan lensa (M). Sebutkan juga tiga sifat bayangannya.

  Diketahui: Benda diletakkan di depan lensa s (positif) = 2F

  1 (berada pada pusat kelengkungan lensa/ M)

  Ditanyakan:

  a. Pembentukan bayangan

  b. Tiga sifat bayangan Jawab:

  a. Pembentukan bayangan

  2F F F

  2F

  1

  1

  2

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Sebuah benda tegak dengan tinggi 2 cm, diletakkan dengan jarak 30 cm di depan sebuah lensa cembung, yang mempunyai panjang fokus 20 cm.

  Tentukanlah sifat- sifat bayangan tersebut dan lukis jalannya sinar dengan tiga sinar istimewa! Diketahui: h = 2 cm

  s = + 30 cm (di depan lensa) f = + 20 cm (lensa cembung)

  Ditanyakan:

  a. Pembentukan bayangan

  b. Sifat- sifat bayangan Jawab:

  a. Pembentukan bayangan

  2F

  2 F

  2 F

  1

  2F

  

1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Raka seorang pelajar SMA menggunakan kacamata dari lensa yang mempunyai titik api – 200 cm. Hitung daya lensa kacamata tersebut! Diketahui: f = -200 cm = - 2m Ditanyakan: P = ...... ? Jawab:

  1 P

  = f

1 P

  = 2 m

  − P = -0,5 dioptri.

  Jadi, daya lensa dari kacamata itu -0,5 dioptri.

7. Pak Agus adalah seorang guru yang menggunakan kacamata + 3 dioptri.

  4 Hitung titik api dari kacamata tersebut! Diketahui:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  , 75 f

  1 =

  1 f

  = ,

  75 f 1 , 33 meter

  = Jadi, titik api dari lensa kacamata tersebut besarnya 1,33 meter.

  

8. Sebuah benda diletakkan 10 cm di depan sebuah lensa yang mempunyai

panjang fokus 5 cm, dan panjang jari- jari kelengkungan lensa adalah dua kali panjang fokus. Tentukan letak bayangan, perbesaran bayangan dan sifat- sifat bayangan yang terbentuk jika lensa tersebut adalah: a. Lensa cembung Letak bayangan:

  1

  1

  1 = + s sf

  Karena s = +10 cm (di depan lensa) dan f = +5 cm (lensa cembung), maka

  1

  1

  1 = - sf s

  1

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Perbesaran bayangan:

  s

  10 ′ − −

  M = = = 1 = 1

  − s

10 Jadi, perbesaran bayangan benda adalah 1 kali (sama besar).

  Sifat bayangan: s

  10 − −

  Berdasarkan perhitungan jarak bayangan, dan M = = = -1 s

  10 (negatif = terbalik), maka bayangan yang di bentuk adalah nyata, terbalik dan sama besar.

  b. Lensa cekung Letak bayangan:

  1

  1

  1 = + s s f

  ′ Karena s = 10 cm (di depan lensa) dan f = -5 cm (lensa cekung), maka

  1

  1

  1

  • =

  sf s

  1

  1

  • =

  5

  10 −

  2

  1

  • = -

  10

  10

  3

  1

  3

  10 − − −

  = ⇒ = ⇒ = cm

s

  10 s

  10

  3

  10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Perbesaran bayangan:

  10

  −

  ( )

  − s

  1 −

  3 M = = =

  s

  10

  3

  1 Jadi, perbesaran bayangan benda adalah kali (diperkecil)

  3 Sifat bayangan:

  10

  −

  ( )

  − s

  − ′

  3 Berddasarkan perhitungan jarak bayangan dan M = = =

  s

  10

  1 (positif = tegak), maka bayangan bersifat maya, tegak dan + 3 diperkecil.

  Lampiran 7 DAFTAR NILAI SISWA No Kode Siswa Skor dari Pertanyaan Pretest Posttest

  17 6 4.7 7.4

  6

  5

  6.4

  6 8 4.9 3 26.2

  14 NN 14

  2 4.5 2.5 4 4 0 0 0

  4

  2.75 2 2 2 0 0 0

  17 5 5 25.2

  15 NN 15

  4

  3.4 2 3 3 1 0 0

  16.4

  6 5 7.2 15 20 5 3 13.9

  16 NN 16

  10.75

  2

  4.5 7 1 3 0 0 0 16.5 10 4.5 9.9 15 20

  2

  5

  7.5

  6

  4

  1

  4

  11 NN 11

  1.5 2 4 4 0 0 0

  13 NN 13

  13.5 8 4.3 5.9

  6

  8 5 1 26.2

  12 NN 12

  2

  3.25 1 0 0 0 0 0

  6.25 6 4.4 9.9 15 9 4.9 3 26.5

  1

  5

  5

  1

  12

  8

  5

  5.9

  6

  8

  4

  4

  20 NN 20

  2 2 2 3 0 0 0 9 10 4.7 10 15 20 5 4 28.1

  21 NN 21

  1

  2.75 5 0 0 0 0 0

  8.75

  10 5 9.9 15 11 5 4 27.4 JUMLAH 233.55

  2 2 2 1 1 0 0

  19 NN 19

  4

  2.8

  25

  17 NN 17

  2

  2 1 0 0 0 0 0

  5

  3

  5

  4

  27

  4

  18 NN 18 2 2.25 2.5 1 0 4 4 0

  15.75

  6

  5 10 13 18

  5

  5

  5

  2 2 0 0 0 0 0

  1

  26

  3 NN 3

  1 4.5 3.5 4 5 0 0 0 18 10 4.7 10 15 20 4 4 26.2

  4 NN 4

  2

  2.75 2 2 0 0 0 0 8.75 10 4.7 7.8

  5 8 4.9 3

  5 NN 5

  10 5 8.2 15

  1.5 2 2.5 1 1 0 0 0

  8

  6

  5

  7.7

  6

  10 3 1 25.3

  9 5 5 25.5

  11

  2

  7

  2 3 4 5 6 7 8 Jml

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  8

  1 4.5 4.5 1 0 0 0 0

  1 NN 1 1 2 2 0 0 0

  5 6 4.9 4.5

  4

  1

  1

  10

  2 NN 2

  6 NN 6

  2 2 1 4 0 1 1

  1

  2

  8.4

  8

  5

  8

  6

  10 3 1 25.8

  9 NN 9

  2.5 4 1 0 4 2 0

  2

  15.5

  6

  5 10 13 11

  5

  5

  28

  10 NN 10

  3.4 2 1 0 0 0 0

  8 NN 8

  13

  2

  4

  3

  4

  5

  10

  1

  1

  7 NN 7

  8

  1

  3 4 0 2 0 0 0

  10

  10 5 9.9 15

  8

  5

  4

  14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 8

  Lembar Kegiatan Siswa Materi Pokok Pembiasan Cahaya

  a. Kompetensi Dasar Menganalisis alat- alat optik secara kualitatif dan kuantitatif

  b. Indikator 1) Siswa dapat menyebutkan dan menjelaskan perbedaan lensa cembung dan lensa cekung.

  2) Siswa dapat membedakan bentuk fisik lensa cembung dan lensa cekung.

  3) Siswa dapat menyebutkan tiga bentuk lensa cembung. 4) Siswa dapat menyebutkan tiga bentuk lensa cekung. 5) Siswa dapat menyebutkan dan menggambarkan tiga sinar istimewa pada lensa cembung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10) Siswa mampu menganalisis permasalahan pada lensa cembung dan lensa cekung untuk menentukan pembentukan bayangannya.

  11) Siswa dapat memahami dan menerapkan konsep kekuatan lensa. 12) Siswa dapat menerapkan konsep persamaan lensa tipis dan perbesaran linier untuk menganalisis pembentukan bayangan pada lensa.

  13) Siswa mampu menghubungkan/ menyatukan/ mensintesiskan konsep persamaan lensa tipis ke dalam pembentukan bayangan lensa.

  14) Siswa mampu mengambil keputusan untuk menyelesaikan permasalahan dalam pembentukan bayangan pada lensa.

  c. Materi Pokok : Pembiasan Cahaya

  d. Petunjuk Umum Untuk mempelajari pokok bahasan ini, kalian akan melakukan banyak kegiatan. Kegiatan- kegiatan tersebut antara lain: melakukan percobaan, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mempelajari sendiri suatu penjelasan, mempelajari sendiri contoh soal, mencoba

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Mengembangkan rancangan pembelajaran yang disusun oleh Katharina Tri Harjanti

PEMBIASAN

Kegiatan 1 : Mendefinisikan konsep pembiasan cahaya

  Tujuan : Memahami konsep pembiasaan Alat dan bahan : sinar laser, gelas, dan air susu Langkah Kerja :

  1. Isi gelas dengan air susu yang tidak terlalu pekat/kental

  2. Arahkan sinar laser ke dalam gelas dengan posisi miring

  3. Amati jalannya sinar laser sebelum dan sesudah masuk ke air dari samping gelas

  Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini

  1. Bagaimana jalannya sinar laser sebelum dan sesudah masuk ke dalam air? (setelah masuk ke dalam air sinar laser mengalami pembelokan)

  2. Peristiwa di atas merupakan peristiwa pembiasan cahaya. Jelaskan yang dimaksud pembiasan dengan kalimatmu sendiri! (pembiasan adalah peristiwa pembelokan cahaya karena cahaya masuk ke

  )

  medium yang berbeda Kegiatan 2 : Membangun Konsep Pembiasan Cahaya Tujuan : Dapat mendefinisikan pengertian pembiasan cahaya Alat dan bahan : kaca planparalel, kertas putih, busur derajat dan mistar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a

  Udara

  I P Kaca planparalel Kaca

  II Q Udara

  Gambar c c Dilihat dari samping depan (bukan dari atas)

  Garis-garis tersebut mewakili bidang batas antara kaca dan udara. Tandai kedua bidang batas tersebut dengan I dan II.

  3. Buatlah garis a di luar batas I, yang tidak tegak lurus bidang batas

  4. Dengan penggaris, buatlah garis c diluar bidang batas II, yang tampak segaris dengan garis a (melihatnya dari samping (depan), bukan dari atas).

  Lihat gambar c.

  5. Ambilah kaca planparalel dari atas kertas

  6. Namai titik potong garis a dengan bidang batas I dan P, dan titik potong garis c dengan bidang batas II dengan Q. Hubungkan P dan Q dan namai PQ dengan b.

  7. Segariskah garis a dengan b, a dengan c, b dengan c ? ………………………………………………………………

  Informasi :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (pada bidang batas)

  c. Nyatakan definisi pembiasan! (Pembiasan adalah peristiwa pembelokan cahaya pada bidang batas

  antara dua medium yang berbeda kerapatannya ) Kegiatan 3 : Mengenal istilah-istilah dalam pembiasan cahaya

Tujuan : Dapat menyebutkan istilah-istilah yang berkaitan dengan

  peristiwa pembiasan cahaya

  Langkah kerja :

  1. Gambarlah sekali lagi jalannya sinar seperti hasil percobaanmu di atas!

  Jawaban yang diharapkan:

  I Udara P Kaca

  II Udara Q

  2. Buatlah garis tegak lurus pada bidang batas I di titik P dan garis tegak lurus bidang atas II di titik Q.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • Untuk mengetahui mana sinar datang dengan garis normal beri tanda anak panah ( ), yang menyatakan arah jalannya sinar.

  →

  c. Sudut antara sinar datang dengan garis normal, dinamai dengan sudut datang (i), sedangkan sudut antara sinar bias dengan garis normal dinamai sudut bias (r). Bila terdapat lebih dari satu bidang batas, sudut datang dan sudut biasnya dapat dibedakan dengan indeks bidang batasnya.

  Kegiatan 4 : Membangun konsep indeks bias

  Kegiatan awal : Mengenal trigonometri Perhatikan gambar segitiga siku-siku di bawah ini! a c b

  Pada segitiga siku-siku berlaku trigonometri, diantaranya yaitu :

  a b a

  Sin = ; Cos = ; dan Tangen =

  θ θ θ c c b

  Pada kegiatan selanjutnya, trigonometri khususnya sinus akan digunakan untuk membangun konsep indeks bias. Sudut-sudut istimewa sinus yaitu Sin 0 = 0 ; Sin 30 = ½ ; Sin 45 = ½

  2 ; Sin 60 = ½ 3 ; Sin 90 = 1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Buatlah garis pada sisi panjang sehingga bila kaca di ambil terdapat garis seperti pada gambar di bawah ini .

  I Udara

  II Kaca

  3. Garis-garis tersebut mewakili bidang batas antara kaca dan udara. Tandai kedua bidang tersebut dengan I dan II.

  4. Buatlah sinar datang dengan sudut 30 di luar bidang batas I seperti pada gambar di bawah ini.

  o

  30 I Udara

  II Kaca

  5. Letakkan kembali kaca planparalel kemudian dengan penggaris buatlah garis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10. Dengan menggunakan kalkulator, hitung sinus sudut datang (sin i), sinus sudut

  Sin (i)

  bias (sin r), dan

  Sin (r) Sin (i)

  Sudut datang Sudut bias Sin Sin (i) (i) (r) (r) Sin (r)

  30

  45

  60

  75 Sin (i)

  11. Dari tabel, bandingkan nilai dari masing-masing percobaan. Bagaimana

  Sin (r)

  nilainya ?

  Informasi :

  Apabila pengukuran dilakukan dengan sangat teliti, maka perbandingan sin (i) dengan sin (r) nilainya tetap. Perbandingan sin sudut datang dengan sudut bias disebut dengan indeks bias. Indeks bias tersebut merupakan indeks bias kaca terhadap udara atau sering disebut indeks bias kaca saja. Indeks bias medium selalu dibandingkan dengan udara. Sebagai contoh indeks bias kaca terhadap udara ditulis dengan n ku =k atau kaca menyatakan tempat sinar dibiaskan dan u

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan 4.2 : Mencari persamaan indeks bias kaca terhadap air

  Pada kegiatan sebelumnya kalian telah mempelajari indeks bias medium yang selalu dibandingkan dengan udara. Sekarang apabila perbandingannya bukan udara melainkan medium tertentu bagaimana persamaan indeks biasnya? Untuk menjawabnya kerjakan tugas di bawah ini dengan sungguh-sungguh. Perhatikan gambar di bawah ini!

  Air kaca Bagaimana caranya mencari indeks bias kaca terhadap air (n )?

  ka

  1. Anggap ada lapisan udara di antara medium air dan kaca, seperti diperlihatkan gambar di bawah ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Pada bidang batas I, bagaimana persamaan indeks bias udara terhadap air (n ua )?

    Sin (i ) a n ua =   Sin (r ) u  

  3. Nyatakan persamaan yang telah kalian temukan pada nomer 2 dengan n !

  a   n Sin (i ) u a n = = ua   n Sin (r ) a u  

    n Sin (r ) a u n = = a   n Sin (i ) u a  

  4. Pada bidang batas II, carilah persamaan indeks bias kaca terhadap udara (n k )!

    Sin (i ) u n k =   Sin (r ) k  

  5. Dari perasamaan nomer 3 dan nomer 4, apakah nilai sin i u dengan sin r u nilainya sama? Berikan alasanmu! (nilainya sama, karena sudutnya sama)

  6. Tentukan perbandingan indeks bias kaca (n k ) dengan indeks bias air (n a )!

   Sin (i )  u   n Sin (r )  k k 

  =   Sin (r ) n u a  

  Sin (i ) a  

  (Karena sin (i u ) dan sin (r u ) nilainya sama maka dapat disederhanakan menjadi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sin (i ) 1 ( n ) 21 = Sin (r ) 2

  b) Jika sinar datang dari medium 2 ke medium 1, bagaimana persamaan indeks biasnya? r

1 Medium 1

  i

2 Medium 2

  Sin (i ) 2 n 12 = Sin (r ) 1 Kegiatan 5 : Menyelidiki sifat-sifat pembiasan (Hukum Snellius) Tujuan : Dapat menyatakan hukum Snellius tentang pembiasan Kerjakan soal di bawah ini!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penyelesaian :

  1. Gambarkan sinar datang dan sinar bias dari permasalahan di atas!

  

Jawaban yang diharapkan :

  50

  o

  Udara Kaca r

  k

  2. Dengan menggunakan persamaan indeks bias suatu medium, hitung sudut bias dalam kaca! (Persamaan indeks bias kaca : n k = k k k u

  30,7 r ; ) (r sin 50 sin 1,5 ;

  ) r ( sin ) (i sin = = )

  Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

  1. Dari gambarmu, dimanakah letak sinar datang, garis normal, dan sinar bias berada? (sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (sinar datang dari medium dengan indeks bias lebih besar menuju medium dengan indeks bias lebih kecil, maka sudut biasnya lebih besar daripada sudut datangnya)

  5. Jawaban nomer 1 merupakan hukum I Snellius dan jawaban nomer 3 dan nomer 4, merupakan hukum II Snellius. Tuliskan kembali hukum Snellius tentang pembiasan!

  (Hukum I Snellius : sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu

  

bidang datar; Hukum II Snellius : sinar datang dari medium dengan indeks bias

lebih kecil menuju medium dengan indeks bias lebih besar, besar sudut biasnya

lebih kecil daripada sudut datangnya. Dan sinar datang dari medium dengan

indeks bias lebih besar menuju medium dengan indeks bias lebih kecil, sudut

biasnya lebih besar daripada sudut datangnya )

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LENSA CEMBUNG

Kegiatan 6 : Mengenal lensa cembung

  Bacalah buku fisika kelas 1 semester 2 mengenai lensa cembung, kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan sungguh-sungguh.

  1. Ada berapakah bentuk lensa cembung berdasarkan permukaannya? Sebutkan! (Tiga yaitu lensa cembung rangkap atau biconvex, lensa cembung-datar atau

  planconvex, dan lensa cembung-cekung atau concave-convex )

  2. Gambarlah bentuk-bentuk lensa cembung tersebut!

  Jawaban yang diharapkan: Cembung Cembung datar

  Cembung cekung rangkap atau atau plan- atau konkaf- bikonveks konveks konveks

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Nyalakan sinar laser dan arahkan ke lensa.

  3. Geser layar ke kanan atau ke kiri dan amati sinar yang keluar dari lensa atau sinar biasnya pada layar.

  4. Bagaimana sifat sinar biasnya? Menyebar atau mengumpul?

  5. Sifat seperti ini dinamakan konvergen. Jelaskan yang dimaksud dengan konvergen dengan kalimatmu! (konvergen adalah sifat lensa cembung yang mengumpulkan sinar bias)

  Kegiatan 8 : Mengenal bagian-bagian lensa cembung

Tujuan : Dapat mengetahui letak titik fokus (F) lensa cembung, jarak

  fokus (f), pusat optik (0), pusat kelengkungan lensa (M), dan jari-jari kelengkungan lensa (R).

  Alat dan Bahan : lensa cembung rangkap, kertas putih sebagai layar Langkah kerja : Percobaan 8.1

  1. Susun peralatan seperti gambar berikut ini!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Percobaan 8.2

  5. Baliklah permukaan lensa dan ganti layarnya kemudian lakukan percobaan yang sama seperti pada percobaan!

  6. Apa yang terjadi pada layar?

  7. Tempat dimana kertas menjadi terbakar itu disebut dengan titik api atau titik fokus (F). Kalau demikian ada berapakah titik fokus (F) pada lensa cembung? (dua)

  8. Nyata atau mayakah titik fokus lensa cembung? Berikan alasan atas jawabannya! (titik fokusnya nyata karena dapat ditangkap oleh layar)

  9. Berdasarkan percobaan di atas, gambarkan sinar datang dan sinar bias dan tunjukkan letak titik fokusnya (F) pada gambar lensa cembung di bawah ini!

  Percobaan 1 Percobaan 2 Arah sinar matahari Arah sinar matahari Jawaban yang diharapkan:

  Percobaan 1 Percobaan 2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Titik potong sumbu utama dengan lensa merupakan pusat optik. Beri tanda pusat optik dengan O.

  d. Jarak titik fokus sampai dengan pusat optik lensa disebut dengan jarak fokus (f).

  Tunjukkan pada gambarmu jarak fokusnya dan beri tanda jarak fokus pada percobaan 1 dengan f

  2 dan pada percobaan 2 dengan f 1 .

  Informasi :

  Dari perhitungan ditemukan bahwa jari-jari kelengkungan lensa R adalah 2 kali jarak fokus. (R = 2f) e. Pusat kelengkungan lensa (M) terletak di titik yang berjarak 2 kali jarak fokus (2f) pada sumbu utama. Tunjukkan pada gambarmu letak pusat kelengkungan lensa dan beri tanda pusat kelengkungan lensa pada percobaan 1 dengan M dan pada percobaan 2 dengan M .

  2

  1

  f. Jari-jari kelengkungan lensa adalah jarak antara pusat optik (O) dengan pusat kelengkungan lensa (M). Tunjukkan pada gambarmu jari-jari kelengkungan lensanya dan beri tanda jari-jari kelengkungan lensa pada percobaan 1 dengan R dan percobaan 2 dengan R .

  2

  1 Jawaban yang diharapkan: Percobaan 1 Percobaan 2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sinar datang F

2 F

  1 Kegiatan 9 : Membangun konsep sinar istimewa pada lensa cembung Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan sungguh-sungguh!

  1. a) Bagaimana jalannya sinar matahari yang jatuh pada permukaan lensa? Berikan alasan atas jawabanmu! (jalannya sinar matahari yang menuju permukaan lensa adalah sinar-

  sinar sejajar, hal ini dikarenakan perbandingan besar antara lensa dan matahari sangat besar dan jarak antara matahari dengan lensa sangat jauh)

  b) Kemanakah sinar matahari tersebut akan dibiaskan? (Catatan : pelajaran kembali kegiatan 7) (sinar matahari tersebut akan dibiaskan melewati titik fokus) c) Gambarkan sinar datang dan sinar bias tersebut.

  Jawaban yang diharapkan:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (sinar akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama, karena titik fokus

  berada di tempat yang sangat jauh yaitu di matahari )

  b) Gambarkan sinar datang dan sinar bias tersebut!

  Jawaban yang diharapkan:

  Sinar bias Sinar datang

  Sumbu utama

  F F 3. a) Perhatikan gambar di bawah ini!

  Lensa cembung Sumbu utama

  F F O

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) Pelajari kembali hukum Snellius tentang pembiasan

  d) Jika sinar melewati pusat optik atau berimpit dengan garis normal apakah sinar dibiaskan? Berikan alasan atas jawabanmu! (Sinar diteruskan tanpa membias karena sinarnya berhimpit dengan garis

  normal)

  e) Gambarkan sinar tersebut!

  

Jawaban yang diharapkan

  N Lensa cembung

  Sumbu utama F F O Ketiga sinar tersebut merupakan sinar-sinar istimewa pada lensa cembung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Sinar datang melalui titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama

  Sinar bias Sinar datang

  Sumbu utama

  F F

  3. Sinar datang melalui titik pusat lensa (O) diteruskan tanpa membias

  Sinar datang Lensa cembung

  Sumbu utama F F

  Pusat optik lensa

  

Kegiatan 10 : Melukis bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung

  Kegiatan 10.1 : Melukis bayangan titik

  1. Dengan menggunakan dua sinar istimewa, gambarkan bayangan titik di bawah ini!

  • (lensa cembung)

  M

  2 F

  2 F

  1 M

  1

  2. Tentukan titik potong sinar biasnya

  3. Perpotongan sinar bias tersebut merupakan bayangan titik tersebut

  • (lensa cembung)

  M

  2 F

  2 F

  1 M

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Dari sinar bias tersebut tentukan titik potongnya

  3. Perpotongan sinar bias tersebut merupakan bayangan ujung-ujung garis

  4. Hubungkan kedua perpotongan sinar bias tersebut

  5. Garis hubung tersebut merupakan bayangan garisnya

  

Jawaban yang diharapkan

  • (lensa cembung)

  M

  2 F

  2 F

  1 M

  1 Kegiatan 10.3 : Melukis bayangan garis yang tegak lurus dengan sumbu utama

  4. Dengan langkah kegiatan yang sama dengan kegiatan sebelumnya, gambarkan bayangannya!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cembung)

  M

  2 F

  2 F

  1 M

  1

  5. Bagaimana bayangannya? Apakah bayangannya juga tegak lurus? (bayangannya juga tegak lurus)

  

Kegiatan 10.4 : Melukis bayangan garis yang tegak lurus dan terletak

pada sumbu utama

  Apabila benda terletak pada sumbu utama, maka bayangannya juga akan terletak pada sumbu utama. Dengan cara yang sama, gambarkan bayangan benda di bawah ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cembung)

  M

  2 F

  2 F

  1 M

  1 Dari empat kegiatan yaitu kegiatan 10.1 sampai kegiatan 10.4, bagaimana

  sifat bayangannya? Nyata atau maya? Jelaskan mengapa? (Dari keempat kegiatan tersebut bayangannya nyata, karena bayangan terbentuk

  

dari perpotongan sinar bias secara langsung bukan dari perpanjangan sinar bias

ke arah depan lensa )

Kegiatan 10.5 : Melukis bayangan benda yang terletak diantara O dan

F

  Perhatikan gambar di bawah ini!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Gambarkan dua buah sinar istimewa dari titik A 7. Apakah sinar biasnya berpotongan?..................................................

  (tidak berpotongan)

  8. Perpanjang sinar bias ke belakang lensa. Tentukan titik potongnya. Titik potong tersebut merupakan bayangan titik A.

  9. Dari bayangan titik A, tarik garis putus-putus yang tegak lurus menuju sumbu utama. Garis putus-putus tersebut merupakan bayangan garis AB

  10. Bagaimana bayangannya? Nyata atau maya? Berikan alasannya (Bayangannya maya karena bayangan terbentuk dari perpotongan perpanjangan sinar bias ke arah depan lensa ).

  

Jawaban yang diharapkan :

  • (lensa cembung) A B M

  2 F

  2 F

  1 M

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (IV) O Keterangan:

  I, II, III : nomor ruang untuk meletakkan benda

  1 dan R 2 : jari- jari kelengkungan lensa

  R

  1 dan O-f 2 : f = jarak titik api lensa

  : titik api (fokus) lensa O-f

  2

  dan f

  1

  SU : sumbu utama O : titik pusat optik lensa f

  Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung di Setiap Ruang

  Setiap lensa mempunyai dua buah titik fokus di sebelah kiri dan kanannya, tetapi ke dua jarak fokus ke lensanya sama. Agar lebih mudah memahami pembentukan bayangan yang terjadi, maka perhatikan bagian- bagian lensa cembung di bawah ini:

  1 M

  f

  2

  f

  2

  M

  1 SU

  II I R

  III

  1 R 2 (I) (II) (III)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cembung) M

  2 F

  2 F

  1 M

  1

  2. Bagaimana sifat bayangannya? (nyata, terbalik,diperkecil)

  

Kegiatan 10.7 : Melukis bayangan benda yang terletak di jari- jari

kelengkungan lensa

  1. Dengan langkah yang sama dengan kegiatan sebelumnya, gambarkan bayangannya dengan menggunakan tiga sinar istimewa!

  • (lensa cembung)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Bagaimana sifat bayangannya? (nyata, terbalik, sama besar)

  Kegiatan 10.8 : Melukis bayangan benda yang terletak di ruang II

  1. Perhatikan gambar di bawah ini! Gambarkan bayangannya dengan menggunakan tiga sinar istimewa!

  • (lensa cembung) M

  2 F

  2 F

  1 M

  1 Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cembung) M

  2 F

  2 F

  1 M

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Kegiatan 10.9 : Melukis bayangan benda yang terletak di titik api

(fokus) lensa

  Perhatikan gambar di bawah ini!

  • (lensa cembung) P Q M

  2 F

  2 F

  1 M

  1

  1. Gambarkan dua buah sinar istimewa dari titik P 2. Apakah sinar biasnya dapat berpotongan?..................................................

  (tidak dapat berpotongan)

  3. Apakah perpanjang sinar bias ke belakang lensa dapat berpotongan juga?.........................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan 10.10 : Melukis bayangan untuk suatu benda maya

  1. Perhatikan gambar di bawah ini! Gambarkan bayangannya dengan menggunakan tiga sinar istimewa!

  • (lensa cembung)

  Benda maya M

  2 F

  2 F

  1 M

  1 Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cembung)

  Benda maya M F F M

  2

  2

  1

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LENSA CEKUNG

Kegiatan 11 : Mengenal lensa cekung

  Bacalah buku fisika kelas I semester 2 mengenai lensa cekung, kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan sungguh-sungguh.

  1. Ada berapakah bentuk lensa cekung berdasarkan permukaannya? Sebutkan! (Tiga, yaitu lensa cekung-rangkap atau bikonkaf, lensa cekung-datar atau

  plankonkaf, dan lensa cekung-cembung atau convex-concave )

  2. Gambarlah bentuk-bentuk lensa cekung tersebut!

  Cekung rangkap atau Cekung datar atau Cekung cembung

bikonkaf plan- konkaf atau konveks konkaf

Kegiatan 12 : Mengamati sifat cahaya yang dibiaskan oleh lensa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Nyalakan sinar laser dan arahkan ke lensa

  3. Geser layar ke kanan atau ke kiri

  4. Amati sinar yang keluar dari lensa pada layar

  5. Bagaimana sifat sinar biasnya? Menyebar atau mengumpul? ……………………………………………………..

  6. Sifat seperti ini dinamakan divergen. Jelaskan yang dimaksud dengan divergen dengan kalimatmu! (divergen adalah sifat lensa cekung yang menyebarkan sinar bias)

  Kegiatan 13 : Menentukan bagian-bagian lensa cekung

Tujuan : Dapat mengetahui letak titik fokus (F) lensa cekung, jarak

  fokus (f), pusat optik (O), pusat kelengkungan lensa (M), dan jari-jari kelengkungan lensa (R)

  Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan sungguh-sungguh!

  1. Gambar di bawah ini adalah ilustrasi dari sinar datang yang berasal dari matahari dan sinar biasnya. Dari gambar tersebut, perpanjang sinar biasnya ke arah kiri lensa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawaban yang diharapkan:

  Sinar datang (Arah sinar matahari)

  Sinar- sinar bias

  2. Jika sinar datang dari arah kanan lensa, sinar biasnya seperti pada gambar berikut ini.

  Sinar datang (arah sinar matahari) Sinar bias

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Titik potong perpanjangan sinar bias tersebut merupakan titik fokusnya. Jika demikian ada berapakah titik fokus lensa cekung?..................................................

  4. Nyata atau mayakah titik fokusnya? Jelaskan! (titik fokusnya maya, karena tidak dapat ditangkap oleh layar dan terbentuk

  dari titik potong perpanjangan sinar bias )

  5. Gambarkan sekali lagi letak titik fokus pada gambar di bawah ini!

  Sinar datang Sinar datang

(Arah sinar matahari) (Arah sinar matahari)

Jawaban yang diharapkan:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Beri nama titik fokus yang berasal dari sinar datang dari arah kiri dengan F

  1 dan dari arah kanan dengan F

  2

  b. Buat garis lurus melalui lensa yang menghubungkan F dan F . Garis

  1

  2 hubung dan perpanjangannya merupakan sumbu utama.

  c. Titik potong sumbu utama dengan lensa merupakan pusat optik. Beri tanda pusat optik dengan O.

  d. Jarak titik fokus sampai dengan lensa disebut dengan jarak fokus (f).

  Tunjukkan pada gambarmu jarak fokusnya dan beri tanda jarak fokus dengan f

  1 dan f 2 .

  Informasi :

  Dari perhitungan ditemukan bahwa jari-jari kelengkungan lensa R adalah 2 kali jarak fokus. (R = 2f).

  e. Pusat kelengkungan lensa (M) terletak di titik yang berjarak 2 kali jarak fokus pada sumbu utama. Tunjukkan pada gambarmu letak pusat kelengkungan lensa dan beri tanda pusat kelengkungan lensa dengan M

  1

  dan M 2 .

  f. Jari-jari kelengkungan lensa adalah jarak dari pusat optik (O) hingga pusat kelengkungan cermin (M). Tunjukkan pada gambarmu jari-jari kelengkungan lensanya dan beri tanda jari-jari kelengkungan lensa dengan R dan R .

  1

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Jawaban yang diharapkan

Sinar datang Sinar datang

(Arah sinar matahari) (Arah sinar matahari)

  M

  1 F

  1 O F

  2 M

  2

  f f

  1

  2 R

1 R

  2 Kegiatan 14 : Membangun konsep sinar istimewa pada lensa cekung

  Jawablah pertanyaan di bawah ini : 1. a) Kita ketahui bahwa sinar matahari adalah sinar sejajar. Bila mengenai lensa cekung bagaimana arah sinar biasnya?

  (Sinar sejajar yang jatuh ke lensa cekung akan dibiaskan seolah-olah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. a) Telah kita ketahui bahwa sifat lensa cekung adalah menyebarkan sinar bias. Apabila sinar datang menuju titik fokus bagaimana sinar biasnya? (Sinar biasnya akan sejajar dengan sumbu utama)

  b) Gambarkan sinar-sinar tersebut!

  Jawaban yang diharapkan:

  Sinar datang Sinar bias

  F F 3. a) Perhatikan gambar di bawah ini!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jawaban yang diharapkan: Garis normal

  F

1 O F

  2

  c) Pelajari kembali hukum Snellius tentang pembiasan

  d) Jika sinar melewati pusat optik atau berhimpit dengan garis normal, apakah sinar dibiaskan? Berikan alasan atas jawabanmu! (Sinar diteruskan tanpa membias karena sinarnya berhimpit dengan garis

  normal )

  e) Gambarkan sinar tersebut!

  Jawaban yang diharapkan:

  Garis normal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sinar datang Sinar bias F O F

2. Sinar yang datang menuju titik fokus akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.

  Sinar datang

  Sinar bias F F

  3. Sinar yang datang melalui titik pusat optik, tidak dibiaskan Sinar datang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan 14.1 : Melukis bayangan titik

  1. Gambarlah dua sinar istimewa yang berasal dari titik beserta sinar biasnya! Lensa cekung (-)

  M

  1 F

  1 O F

  2 M

  2

  2. Perpanjang sinar bias dan tentukan titik potongnya

  3. Perpotongan sinar bias merupakan bayangan titiknya

  Jawaban yang diharapkan :

  Lensa cekung (-)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan 14.2 : Melukis bayangan garis

  1. Buatlah 2 buah sinar istimewa yang digambar dari pangkal ujung-ujung garis pada gambar di bawah ini! Lensa cekung (-)

  M

  1 F

  1 O F

  2 M

  2 2. Perpanjang sinar biasnya.

  3. Dari sinar bias tersebut carilah titik potongnya. Perpotongan sinar bias merupakan bayangan ujung-ujung garis.

  4. Hubungkan kedua perpotongan sinar bias tersebut. Garis hubung tersebut merupakan bayangan garisnya

  Jawaban yang diharapkan:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Kegiatan 14.3 : Melukis bayangan garis yang tegak lurus dengan sumbu

utama

  1. Dengan cara yang sama dengan kegiatan diatas, gambarkan bayangannya.

  Lensa cekung (-) M

  1 F

  1 O F

  2 M

  2 Jawaban yang diharapkan:

  Lensa cekung (-)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Gambarkan bayangan benda pada gambar di bawah ini! Lensa cekung (-)

  M

  1 F

  1 O F

  2 M

  2 Jawaban yang diharapkan:

  Lensa cekung (-) M

  1 F

  1 O F

  2 M

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  III

  II I R

  2 M f

  SU

  1

  1

  f

  2 M

  2 R

1 Keterangan:

  O SU : sumbu utama O : titik pusat optik lensa f

  1 dan f 2 : titik api (fokus) lensa

  O-f dan O-f : f = jarak titik api lensa

  1

  2 R 1 dan R 2 : jari- jari kelengkungan lensa

  I, II, III : nomor ruang untuk meletakkan benda

  Kegiatan 14.4 : Melukis bayangan benda yang terletak di ruang III

  1. Dengan langkah kegiatan yang sama dengan kegiatan sebelumnya, gambarkan bayangannya dengan menggunakan tiga sinar istimewa!

  • (lensa cekung) M F F M

  1

  1

  2

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Bagaimana sifat bayangannya? (maya, tegak, diperkecil)

  

Kegiatan 14.5 : Melukis bayangan benda yang terletak di jari- jari

kelengkungan lensa

  1. Dengan langkah yang sama dengan kegiatan sebelumnya, gambarkan bayangannya dengan menggunakan tiga sinar istimewa!

  • (lensa cekung) M

  1 F

  1 F

  2 M

  2 Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cekung)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan 14.6 : Melukis bayangan benda yang terletak di ruang II

  1. Perhatikan gambar di bawah ini! Gambarkan bayangannya dengan menggunakan tiga sinar istimewa!

  • (lensa cekung) M

  1 F

  1 F

  2 M

  2 Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cekung)

  M F F M

  1

  1

  2

  2 Bayangan

  2. Bagaimana sifat bayangannya?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan 14.7 : Melukis bayangan benda yang terletak di titik api (fokus) lensa

  Perhatikan gambar di bawah ini! Gambarkan bayangannya dengan menggunakan tiga sinar istimewa!

  • (lensa cekung)

  M

  1 F

  1 F

  2 M

  2 Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cekung)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan 14.8 : Melukis bayangan benda yang terletak di ruang I

  1. Perhatikan gambar di bawah ini! Gambarkan bayangannya dengan menggunakan tiga sinar istimewa!

  • (lensa cekung) M F F M

  1

  1

  2

  2 Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cekung)

  M

  1 F 1 bayangan F

  2 M

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan 14.9 : Melukis bayangan untuk suatu benda maya

  1. Perhatikan gambar di bawah ini! Gambarkan bayangannya dengan menggunakan tiga sinar istimewa!

  • (lensa cekung)

  Benda maya M

  1 F

  1 F

  2 M

  2 Jawaban yang diharapkan:

  • (lensa cekung)

  Benda maya M F F M

  1

  1

  2

  2 bayangan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Kegiatan 15 : Menyelidiki hubungan jarak benda (s), jarak

bayangan (s’) dan jarak fokus (f) pada lensa

Tujuan : Dapat mengetahui hubungan jarak benda (s) jarak

bayangan (s’), dan jarak fokus (f) pada lensa. Alat dan bahan : Sumber cahaya, lensa cembung, layar. Langkah kerja : 1. Susun peralatan seperti pada gambar.

  Lensa cembung Sumber cahaya

  Layar

  2. Letakkan sumber cahaya dengan jarak 30 cm dan lensa. Jarak ini merupakan jarak benda (s).

  3. Nyalakan sumber cahaya dan arahkan ke lensa kemudian geser-geser layar dan temukan bayangannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  1

  1

  1

  • 7. Dari tabel di atas, hitunglah , , dan , dengan mengisi tabel di bawah

  

s s ' s s '

ini.

  1

  

1

  • 8. Bagaimana perbandingan nilai dari setiap percobaan? Sama, hampir

  s s '

  sama, atau jauh berbeda?

  Informasi :

  Jika percobaan dilakukan dengan sangat teliti, dan didukung dengan peralatan

  1

  1

  • yang ideal, masing-masing nilai akan mendekati tetap. Nilai tetap ini

  '

s s

  1

  merupakan nilai dimana f adalah jarak fokus lensa cembung. Persamaan

  f

  1

  1

  1 = + dituliskan : . f s s '

  9. Dari persamaan tersebut carilah persamaan bayangan (s’)!

  1

  1

  1

  1

  1

  1 1 f s 1 f s s f

  = = − = − = = = f s s ' s s ' f s ' sf sf ' s' sf fs

  • ( , , , , s' ( f-s ) sf , s ' )

  Informasi :

  Persamaan ini berlaku pula untuk lensa cekung. Tetapi karena titik fokus (F) dan bayangan (s’) pada lensa cekung bersifat maya, maka jarak fokus (f) dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan 16 : Membangun konsep kuat lensa (P)

  Perhatikan gambar di bawah ini! Lensa Cembung: f f

  Gambar a Gambar b

  Lensa Cekung:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lensa cembung :

  1. Pada gambar lensa cembung diatas, lensa pada gambar manakah yang jarak fokusnya kecil? (gambar a )

  2. Lensa pada gambar mana yang kemampuan mengumpulkan cahaya lebih besar? (gambar a )

  3. Kalau demikian apa hubungan kemampuan mengumpulkan cahaya oleh lensa dengan jarak fokusnya? (lensa yang jarak fokusnya lebih kecil, kemampuan mengumpulkan cahayanya

  lebih besar ) Lensa cekung :

  1. Pada gambar lensa cekung di atas, lensa pada gambar manakah yang jarak fokusnya kecil? (gambar c)

  2. Lensa cekung pada gambar mana yang kemampuan menyebarkan cahaya lebih besar? (gambar c)

  3. Kalau demikian apa hubungan kemampuan menyebarkan cahaya oleh lensa cekung dengan jarak fokusnya?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 9 DOKUMENTASI

Dokumen baru

Download (278 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan pecahan malalui pendekatan palkam pada siswa SD
1
8
200
Pendidikan karakter dalam pembelajaran fisika dengan pendekatan guru sebagai model di SMA Santa Maria Yogyakarta.
1
7
192
Efektivitas pemanfaatan video dalam pembelajaran pokok bahasan pembiasan pada jenjang SMP dan SMA.
0
0
147
Peningkatan prestasi belajar fisika siswa pada pokok bahasan pemantulan cahaya dan pembiasan cahaya melalui animasi gambar Powerpoint pada kelas X SMA BOPKRI 2 Yogyakarta.
0
1
232
Penggunaan metode pembelajaran problem solving dalam peningkatan pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan gerak jatuh bebas di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta.
0
3
125
Identifikasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika pokok bahasan persamaan kuadrat pada siswa kelas XA tahun ajaran 2012/2013 SMA Santa Maria Yogyakarta.
1
3
139
Efektifitas pembelajaran yang menggunakan teori Van Hiele dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan kesebangunan pada siswa kelas IX di SMP Budya Wacana Yogyakarta
0
1
249
Peningkatan prestasi belajar fisika siswa pada pokok bahasan pemantulan cahaya dan pembiasan cahaya melalui animasi gambar Powerpoint pada kelas X SMA BOPKRI 2 Yogyakarta
0
4
230
Pengaruh model pembelajaran fisika dengan teori inteligensi ganda pada pokok bahasan zat dan wujudnya terhadap minat, sikap, dan hasil belajar siswa Kelas VII SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta - USD Repository
0
0
156
Latihan soal terbimbing dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada pokok bahasan kalor - USD Repository
0
0
103
Pembelajaran fisika menggunakan model inteligensi ganda yang konstruktivis dalam pokok bahasan pemantulan dan pembiasan cahaya pada siswa kelas X6 SMA N 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
212
Efektivitas metode pembelajaran dalam hal perubahan konsep dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa pada pokok bahasan getaran - USD Repository
0
0
119
Perubahan konsep siswa dalam pembelajaran fisika pokok bahasan rangkaian seri dan rangkaian paralel menggunakan metode demonstrasi - USD Repository
0
0
219
Identifikasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal fisika bahasan gerak lurus pada siswa kelas XA dan XB SMA Santa Maria Yogyakarta - USD Repository
0
0
143
Peningkatan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta pada pokok bahasan zat dan wujudnya melalui pembelajaran dengan metode kooperatif tipe Jigsaw II - USD Repository
0
0
287
Show more