Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 6 Yogyakarta pada bahasan sistem imunitas manusia melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share - USD Repository

Gratis

0
1
151
11 months ago
Preview
Full text

  

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA

SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA PADA BAHASAN SISTEM IMUNITAS

MANUSIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

TIPE THINK-PAIR-SHARE

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Biologi

  

Oleh :

MARIA CHRISNA SETYA SEFIASANTI

NIM : 081434008

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

P ER SEM BA H A N

T uha n Y esus K r i st us a t a s ber ka t da n a n uger a h Y a n g t ela h di ber i ka n kepa da pen y usun

  Ba pa k da n I bu

T er i m a ka si h a t a s ci n t a da n ka si h sa y a n g sela m a i n i

K uper sem ba hka n ba kt i k u un t uk m em ba la s sem ua pen gor ba n a n ka li a n y a n g t a k t er n i la i ha r ga n y a

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

M OT T O

Ta n On o K a n g L u w i h Én d a h

R i n on ce Su l u r N i a t Su ci

  A m et h a K em ba n g K a n g A sr i R i n en gga A r u m -a r u m Ja n ji Su m er ba k N geba k i A t i Ta n A n a K a n g L u w i h M r a n a n i

  Ta n A n a K a n g L u w i h Én d a h M u n g Tu l u s I k h l a s K a n g Gu m el a r Jr on i n g A t u r Sem ba h B ek t i K i d u n g A d i

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka ,sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 29 Agustus 2012 Penulis

  Maria Chrisna Setya Sefiasanti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Maria Chrisna Setya Sefiasanti Nomor Mahasiswa : 081434008

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Unversitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul “MENINGKATKAN

  

PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 6

YOGYAKARTA PADA BAHASAN SISTEM IMUNITAS MANUSIA

MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-

PAIR-SHARE”. Dengan demikian saya memberikan kepada Perustakaan

  Univeristas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 29 Agustus 2012 Yang menyatakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA

NEGERI 6 YOGYAKARTA PADA BAHASAN SISTEM IMUNITAS

MANUSIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

TIPE THINK-PAIR-SHARE

Maria Chrisna S. S

  

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2012

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar biologi siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think

  Pair Share (TPS) pada bahasan sistem imunitas manusia.

  Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPA 3, SMA NEGERI 6 Yogyakarta Tahun Ajaran 2011/2012. Komponen-komponen utama dalam pembelajaran kooperatif tipe TPS adalah lembar kerja siswa, pembagian kelompok, presentasi materi, dan penghargaan kepada kelompok. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan siswa, hasil tes awal dan tes akhir siswa di setiap siklus, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan pengujian komparasi dan didukung dengan uji t.

  Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Nilai rata-rata untuk aspek kognitif dilihat dari tes awal adalah 29,67; tes akhir siklus I adalah 85,83; dan tes akhir siklus II adalah 91,83. Prestasi siswa pada siklus I dan II untuk aspek kognitif telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 100% siswa telah tuntas dengan rata-rata kelas 85,83 dan pada siklus II rata-rata kelas meningkat menjadi 91,83. Interpretasi prestasi belajar siswa aspek afektif dan psikomotorik mengalami peningkatan dari siklus I yaitu 86,67 % siswa masuk dalam kategori tinggi dan 13,33 % siswa masih masuk dalam kategori sedang menjadi 100% siswa masuk dalam kategori tinggi pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut maka ada peningkatan prestasi belajar siswa sesudah diberi pengajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

  

IMPROVING STUDENT’S ACHIEVEMENT OF LEARNING ON THE

SECOND GRADE OF STATE HIGH SCHOOL OF 6 YOGYAKARTA IN

THE HUMAN IMMUNITY SYSTEM SUBJECT TROUGH

COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE THINK-PAIR-SHARE

  

Maria Chrisna S. S

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2012

  This research aims to know how the achiement of the students on learning biology with main topic of disscussion and investment through cooperative learning model Think Pair Share (TPS) in the human immunity subject.

  This research was done at the students of XI Science 3, State High School of 6, Yogyakarta, academic year 2011/2012. The main components of the cooperative learning type TPS werestudent worksheets, group sharing, material presentation, and the appreciation to the group. The implementation of this classroom action research was done in two cycles which consist of four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The data collection were done by using observation sheets of student’s activities, mark of pre-test and post- test of student, and interview. The data which obtained were analyzed by using descriptive and statistic analysis with t-test.

  Based on the analysis, the result of the research can be concluded as follows : The mean of the pre-test was 29,67; the mean of the post-test first cycle was 85,83; and the mean of the post-test second cycle 91,83. Achievement learning of student in first and second cycle from cognitive aspect had achieved success indicator that is 100% of student had succeed and the mean of class is 85,83 in first cycle. In the second cycle, the mean becomes 91,83. Interpretation of achievement learning of student from affection and psychomotor aspects get off the ground from first cycle is 86,67% of student categorize in high category and 13,13% of student categorize in middle category become 100% student categorize in high category in second cycle. There can be concluded that implementation cooperative learning type Think-Pair-Share has been able to improve the achievement in the human immunity subject of the students of XI Science 3, State High School of 6, Yogyakarta, academic year 2011/2012.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur kepada Tuhan atas kasih-Nya yang besar, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA PADA BAHASAN SISTEM IMUNITAS MANUSIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE”.

  Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Biologi. Penulis menyadari bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penyusun mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Ibu Dra. Maslichah Asy’ari, M. Pd, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi dan dosen pembimbing skripsi yang telah berkenan meluangkan waktu memberikan pengarahan dan dengan penuh sabar membimbing penulis menyusun skripsi.

  2. Segenap Dosen dan Staf Sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak Drs. Rubiyatno, M. M, selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian di SMA Negeri 6 Yogyakarta.

  4. Bapak Harsono, S. Pd, selaku guru biologi yang telah membantu dan memberikan pengarahan kepada penulis dalam melaksanakan penelitian di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Siswa-Siswi kelas XI IPA

3 SMA Negeri 6 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian.

  6. Seluruh keluargaku, kedua orangtuaku Bapak Felik Iswadi dan Ibu FO.

  Sularsih, serta adikku Nico demus Chrisna Astya Sakti, terima kasih atas doa, semangat, dukungan materiil dan dukungan moral yang telah diberikan selama ini.

  7. Sahabat kecilku Brigitta Rival Alpinda terima kasih untuk segala bantuan, semangat, motivasi, dukungan, doa, fasilitas dan akomodasi yang telah diberikan selama ini.

  8. Teman-teman yang telah membantu Atik, Martha, Lusi, Luluk, dan seluruh teman-teman Pendidikan Biologi angkatan 2008 yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Terima kasih atas kebersamaan yang telah kita lewati selama empat tahun serta kenangan indah yang telah kita ukir bersama-sama di Universitas Sanata Dharma tercinta ini.

  9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dan mendukung penulis selama penyusunan skripsi.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis senantiasa menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna bagi semua pihak yang berkepentingan.

  Penulis Maria Chrisna S. S

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO ................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ......................... vii ABSTRAK ................................................................................................... viii

  

ABSTRACT ................................................................................................... ix

  KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ........................................................................................ xv DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvii

  BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................... 4 C. Batasan Masalah ............................................................................. 4 D. Tujuan Penelitian ............................................................................ 5 E. Manfaat Penelitian .......................................................................... 5 F. Hipotesis ......................................................................................... 6 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 7 A. Belajar ............................................................................................ 7 B. Prestasi Belajar................................................................................ 8 C. Model Pembelajaran Kooperatif ...................................................... 14

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB III. METODE PENELITIAN ............................................................... 22 A. Jenis Penelitian................................................................................ 22 B. Setting Penelitian ............................................................................ 22 C. Rancangan Penelitian ...................................................................... 23 D. Instrumen Penelitian ........................................................................ 29 E. Analisis Data ................................................................................... 31 F. Indikator Ketercapaian .................................................................... 35 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 36 A. Deskripsi Hasil Penelitian .............................................................. 36

  1. Siklus Pertama ............................................................................ 38

  a. Perencanaan......................................................................... 38

  b. Tindakan ............................................................................ 39

  c. Observasi dan Tes ................................................................ 44

  d. Refleksi ............................................................................... 46

  2. Siklus Kedua .............................................................................. 46

  a. Perencanaan......................................................................... 47

  b. Tindakan ............................................................................. 47

  c. Observasi dan Tes ................................................................ 49

  d. Refleksi ............................................................................... 52

  B. Analisis Hasil Prestasi Belajar Siswa ............................................... 52

  C. Pembahasan .................................................................................... 58

  BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 62 A. Kesimpulan ..................................................................................... 62 B. Saran ............................................................................................... 62 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 64 LAMPIRAN

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kriteria Hasil Presentase Skor Observasi Aspek Psikomotorik

  Siswa Terhadap Pembelajaran ....................................................... 33

Tabel 3.2 Kriteria Hasil Presentase Skor Observasi Aspek Afektif

  Siswa Terhadap Pembelajaran ....................................................... 34

Tabel 3.3 Indikator Keberhasilan, Metode Pengukuran dan Evaluasi ............. 35Tabel 4.1 Daftar Nilai Tes Awal Siswa ......................................................... 36Tabel 4.2 Tabel Data Hasil Observasi Siswa Siklus I .................................... 44Tabel 4.3 Data Hasil Tes Akhir Siswa Siklus I .............................................. 45Tabel 4.4 Tabel Data Hasil Observasi Siswa Siklus II ................................... 50Tabel 4.5 Data Hasil Tes Akhir Siswa Siklus II ............................................. 51Tabel 4.6. Tabel Perbandingan Rata-Rata Nilai Tes Siswa ............................. 53Tabel 4.7 Hasil Analisis Aspek Afektif Setiap Siklus .................................... 58Tabel 4.8 Hasil Analisis Aspek Psikomotor Setiap Siklus ............................. 59

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Rancangan PTK Model Kemmis dan Mc Taggart ...................... 24Gambar 4.1 Siswa Mengerjakan Soal LKS 1 Secara Mandiri ........................ 40Gambar 4.2 Siswa Berdiskusi Dalam Kelompok ........................................... 41Gambar 4.3 Siswa Mengoreksi Jawaban Temannya ...................................... 42Gambar 4.4 Presentasi Kelompok 7 .............................................................. 43Gambar 4.5 Siswa Mengerjakan LKS 2 Secara Mandiri ................................ 48Gambar 4.6 Guru Membantu Kesulitan Kelompok ........................................ 48Gambar 4.7 Presentasi Kelompok 2 .............................................................. 49Gambar 4.8 Diagram Afektif Siswa .............................................................. 59Gambar 4.9 Diagram Psikomotor Siswa ........................................................ 59

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Silabus ..................................................................................... 66 Lampiran 2 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ......................................... 68 Lampiran 3 : Lembar Kerja Siswa 1dan Kunci Jawaban ................................ 82 Lampiran 4 : Lembar Kerja Siswa 2 dan Kunci Jawaban ............................... 87 Lampiran 5 : Kisi-kisi penyusunan soal awal dan akhir ................................. 94 Lampiran 6 : Soal tes awal serta tes akhir ...................................................... 96 Lampiran 7 : Lembar observasi siswa ........................................................... 102 Lampiran 8 : Pedoman penyusunan dan lembar wawancara siswa ................. 106 Lampiran 9 : Panduang skoring ..................................................................... 108 Lampiran 10 : Hasil Observasi ...................................................................... 114 Lampiran 11 : Hasil Tes awal, tes akhir siklus I, dan siklus II siswa .............. 120 Lampiran 12 : Hasil Wawancara ................................................................... 126 Lampiran 13 : Surat Ijin Penelitian Sekolah .................................................. 133

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah SMA Negeri 6 Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012 merupakan

  salah satu institusi sekolah yang merupakan target lokasi PPL. Selama melakukan kegiatan PPL, peneliti telah melaksanakan beberapa observasi dan wawancara dengan guru pembimbing. Dari hasil observasi dan wawancara ditemukan bahwa salah satu materi yang komplek adalah materi sistem imunitas. Materi ini merupakan materi penggabungan antara materi sistem peredaran darah dan virus. Isi materi sistem imunitas yang komplek tersebut mengakibatkan hasil ulangan harian siswa materi sistem imunitas banyak yang tidak tuntas.

  Kriteria nilai penguasaan ranah kognitif dari siswa Kelas XI IPA SMA NEGERI 6 Yogyakarta yaitu 75. Masalah yang terjadi pada siswa kelas XI SMA NEGERI 6 Yogyakarta pada materi sistem imunitas masih banyak yang memperoleh nilai

  ≤ 75, yaitu berkisar 63%. Rendahnya pencapaian ketuntasan siswa kelas XI SMA NEGERI 6 Yogyakarta diduga disebabkan oleh : 1) Penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat oleh guru. Berhasilnya suatu tujuan pendidikan tergantung pada bagaimana proses belajar mengajar yang dialami oleh siswa. Seorang guru dituntut untuk teliti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menciptakan hasil belajar yang efektif merupakan tugas dan kewajiban guru. Menurut Slameto (2003) selama ini metode yang digunakan dalam pembelajaran biologi adalah ceramah. Metode ceramah masih menjadi pilihan dalam penyampaian materi, sehingga siswa cenderung bosan, dan kurang bersemangat untuk belajar. Hal ini akan membuat hasil belajar siswa akan menurun. 2) Siswa mengalami kesulitan dalam menerima masukan materi pokok mata pelajaran biologi yang menurut siswa merupakan mata pelajaran hafalan.

  Salah satu langkah dalam mengatasi permasalahan tersebut di atas adalah dengan mengubah model pembelajaran dengan metode yang dipandang lebih efektif dalam penyampaian materi pokok bahasan sistem imunitas manusia. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif.

  Model pembelajaran kooperatif menekankan perilaku bersama di antara siswa dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok yang angota-anggotanya bersifat heterogen. Kerjasama dalam kelompok sangat penting dalam mengatasi permasalahan bersama. Beberapa unsur pembelajaran kooperatif adalah : (1) adanya saling ketergantungan secara positif, (2) adanya tanggungjawab perseorangan, (3) adanya tatap muka diantara anggota, (4) adanya komunikasi anatara anggota, dan (5) adanya saling evaluasi dalam proses kelompok ( Lie, 2005 :31).

  Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif adalah tipe Think-Pair-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Biologi di SMA NEGERI 6 Yogyakarta. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share ini memiliki tujuan untuk meningkatan partisipasi siswa dalam kelas melalui diskusi, baik dengan pasangan diskusinya maupun dengan seluruh kelas. Siswa akan terbiasa berkomunikasi dengan siswa lain serta mampu menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan, memahami konsep, dan bekerjasama dengan baik dengan teman diskusinya.

  Pembelajaran kooperatif dengan tipe Think-Pair-Share terdiri dari tiga tahap kegiatan siswa yang menekankan pada apa yang dikerjakan siswa pada setiap tahapannya. Tahap yang pertama adalah berpikir (Think). Pada tahap ini guru mengajukan pertanyaan yang terkait dengan pelajaran dan siswa berpikir sendiri mengenai jawaban tersebut. Waktu berpikir ditentukan oleh guru. Pada tahap selanjutnya siswa berpasangan (pair) dengan temannya dan mendiskusikan mengenai jawaban masing-masing. Sedangkan pada tahap terakhir, siswa berbagi (share) yaitu guru meminta pasangan-pasangan tersebut untuk berbagi atau bekerja sama dengan kelas secara keseluruhan untuk mengungkapkan mengenai apa yang telah mereka diskusikan. Dengan berdiskusi dan berpikir sendiri dengan teman, diharapkan siswa lebih bisa memahami konsep, menambah pengetahuan, menemukan kemungkinan solusi dari permasalahan serta semakin percaya diri dalam mengemukakan pengetahuan kepada teman lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan : Apakah Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Sistem Imunitas Manusia Kelas XI IPA 3 SMA NEGERI 6 Yogyakarta ? C.

   Batasan Masalah

  Agar penelitian ini tidak terlalu luas ruang lingkupnya, maka dibatasi pada permasalahan sebagai berikut :

  1. Subjek Penelian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA

  3 SMA NEGERI 6 Yogyakarta Tahun Ajaran 2011/2012.

  2. Objek Penelitian Obyek penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share menurut Trianto.

  3. Parameter Parameter yang digunakan adalah hasil belajar Biologi siswa kelas XI IPA

  3 SMA NEGERI 6 Yogyakarta Tahun Ajaran 2011/2012 yang ditunjukkan dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotor.

  4. Materi Pokok Sistem imunitas manusia kompetensi dasar 3.8 yaitu menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit. Sub bab antigen dan antibodi, mekanisme sistem kekebalan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tubuh, macam-macam sistem kekebalan tubuh, penyakit akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh

  D. Tujuan Penelitian

  Sesuai dengan perumusan dan pembatasan masalah yang telah dikemukakan, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut, “Untuk Mengetahui Peningkatan Prestasi Belajar Biologi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share pada Siswa Kelas XI IPA 3 SMA NEGERI 6 Yogyakarta Tahun Ajaran 2011/2012 Pada Bahasan Sistem Imunitas Manusia”.

  E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini dapat bermanfaat langsung bagi sekolah yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran biologi.

  2. Bagi Siswa Siswa dapat memperoleh pembelajaran biologi yang lebih menarik dan menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar biologi

  3. Bagi Guru Guru dapat memperoleh suatu variasi strategi pembelajaran yang menyenangkan dalam pembelajaran.

  4. Bagi Peneliti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Peneliti memperoleh jawaban dari permasalahan yang ada dan pengalaman langsung menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TPS pada pembelajaran biologi.

F. Hipotesis

  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Sistem Imunitas Manusia Kelas XI IPA SMA NEGERI 6 Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak terpisahkan dari kehidupan

  manusia. Untuk memenuhi kebutuhan dan sekaligus mengembangkan dirinya, manusia telah melakukan kegiatan belajar sejak dilahirkan. Belajar pada dasarnya merupakan peristiwa yang bersifat individual, yakni peristiwa terjadinya perubahan tingkah laku sebagai dampak dari pengalaman individu.

  Definisi belajar menurut John B. Watson (dalam Djiwandono 2006 : 129) adalah suatu proses dari conditioning reflect (respon) melalui pergantian dari suatu stimulus kepada yang lain.

  Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang yang ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahanan, sikap dan tingkah laku, ketrampilan, kecakapan, kemampuan dan aspek lain yang ada pada diri individu (Sudjana , 1987 : 28).

  Menurut Witherington (dalam Sukmadinata 2009 : 155) “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola- pola respons yang baru yang berbentuk ketrampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan”

  Belajar juga didefinisikan oleh Cronbach (dalam Suprijono 2009 : 2) sebagai perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Winkel (1987 : 36) mengatakan bahwa,” Belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, ketrampilan, dan nilai-sikap”.

  Dari pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa seseorang dikatakan telah belajar apabila telah terjadi suatu perubahan pada dirinya. Menurut Darsono (2001 : 10) Perubahan tersebut terjadi berkat adanya interaksi dengan orang lain atau lingkungannya sehingga untuk dapat belajar seorang pelajar tidak dapat terlepas dari orang lain, dalam hal ini guru dan teman belajar. Dengan demikian dapat dikatakan seorang pelajar tidak dapat belajar dengan baik bila hanya sendirian saja, dia juga perlu guru untuk membimbing dan teman untuk berdiskusi.

  Bertolak dari berbagai definisi yang telah diuraikan tadi, secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif, afektif, dan psikomotorik.

B. Prestasi Belajar

  Menurut Erman S. (dalam Taniredja, 2010 : 106) hasil belajar mencakup aspek yang berkenaan dengan perubahan kemampuan yang telah dimiliki siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perubahan kemampuan yang telah dimiliki tersebut dapat berupa komunikasi, interaksi, kreativitas, dan sebagainya. Prestasi belajar merupakan sebagian dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perubahan kemampuan, yaitu berkenaan dengan hasil tes yang mencerminkan kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran.

  Prestasi Belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002 : 895) adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. Lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan guru. Kegiatan pengukuran prestasi belajar siswa dilakukan antara lain melalui ulangan, ujian, tugas, dan sebagainya (Masidjo, 1995 : 13) kemampuan-kemampuan siswa digolongkan dalam hal informasi verbal, kemahiran intelektual, pengaturan kegiatan kognitif, kemampuan psikomotorik, dan sikap. Kemampuan tersebut merupakan kemampuan internal yang perlu dinyatakan dalam suatu prestasi (Gagne dalam Winkel, 1987 : 71).

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah penguasaan kemampuan dalam hal informasi verbal, kemahiran intelektual, pengaturan kegiatan kognitif, kemampuan psikomotorik, dan sikap yang dikembangkan oleh mata pelajaran lazimnya ditunjukkan dengan nilai/angka hasil tes yang diberikan guru. Keberhasilan dalam kegiatan yang disebut belajar akan tampak dalam prestasi belajar yang diraihnya. Prestasi belajar dapat diketahui hasilnya dari evaluasi hasil belajar salah satunya dengan tes. Hasil tes ini merupakan data yang diwujudkan dalam bentuk angka-angka yang disebut prestasi belajar. Prestasi belajar siswa di sekolahnya sifatnya relatif, artinya dapat berubah setiap saat karena berbagai kemampuan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dimiliki siswa berbeda-beda. Hal ini terjadi karena hasil tes belajar siswa mencerminkan kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran.

  Menurut Slameto (2003) dan Dimyati dan Mujiono (1999 : 236-254) secara garis besarnya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  a. Faktor Internal Faktor yang menyangkut seluruh pribadi termasuk kondisi fisik maupun mental atau psikis. Faktor internal ini sering disebut faktor instrinsik yang meliputi kondisi fisiologi dan kondisi psikologis yang mencakup minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan lain-lain.

  1. Kondisi Fisiologis Secara Umum Kondisi fisiologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar seseorang. Orang yang ada dalam keadaan segar jasmaninya akan berlainan belajarnya dari orang yang ada dalam keadaan lelah. Anak-anak yang kekurangan gizi ternyata kemampuannya berada dibawah anak-anak yang tidak kekurangan gizi. Anakanak yang kurang gizi mudah lelah, mudah mengantuk, dan tidak mudah menerima pelajaran.

  2. Kondisi Psikologis Belajar pada hakikatnya adalah proses psikologi. Oleh karena itu semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja mempengaruhi belajar seseorang.

  Itu berarti belajar bukanlah berdiri sendiri, terlepas dari faktor lain seperti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam tentu saja merupakan hal yang utama dalam menentukan intensitas belajar seorang anak. Meski faktor luar mendukung, tetapi faktor psikologis tidak mendukung maka faktor luar itu akan kurang signifikan. Oleh karena itu minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan kemampukan- kemampuan kognitif adalah faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses dan hasil belajar mahasiswa.

  3. Kondisi Panca Indera Disamping kondisi fisiologis umum, hal yang tak kalah pentingnya adalah kondisi panca indera terutama penglihatan dan pendengaran. Sebagian besar yang dipelajari manusia dipelari menggunakan penglihatan dan pendengaran. Orang belajar dengan membaca, melihat contoh atau model, melakukan observasi, mengamati hasil eksperimen, mendengarkan keterangan guru dan orang lain, mendengarkan ceramah, dan lain sebagainya.

  4. Intelegensi/Kecerdasan Intelegensi adalah suatu kemampuan umum dari seseorang untuk belajar dan memecahkan suatu permasalahan. Jika intelegensi seseorang rendah bagaimanapun usaha yang dilakukan dalam kegiatan belajar, jika tidak ada bantuan orang tua atau pendidik niscaya usaha belajar tidak akan berhasil.

  5. Bakat Bakat merupakan kemampuan yang menonjol disuatu bidang tertentu misalnya bidang studi matematika atau bahasa asing. Bakat adalah suatu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perpaduan taraf intelegensi. Pada umumnya komponen intelegensi tertentu dipengaruhi oleh pendidikan dalam kelas, sekolah, dan minat subyek itu sendiri. Bakat yang dimiliki seseorang akan tetap tersembunyi bahkan lama-kelamaan akan menghilang apabila tidak mendapat kesempatan untuk berkembang.

  6. Motivasi Motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat, dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energy yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Mahasiswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal dalam belajarnya. Kuat lemahnya motivasi belajar seseorang turut mempengaruhi keberhasilan belajar. Karena itu motivasi belajar perlu diusahakan terutama yang berasal dari dalam diri (motivasi intrinsik) dengan cara senantiasa memikirkan masa depan yang penuh tantangan dan harus untuk mencapai cita-cita. Senantiasa memasang tekat bulat dan selalu optimis bahwa cita-cita dapat dicapai dengan belajar. Bila ada mahasiswa yang kurang memiliki motivasi instrinsik diperlukan dorongan dari luar yaitu motivasi ekstrinsik agar mahasiswa termotivasi untuk belajar.

  b. Faktor Eksternal Faktor yang bersumber dari luar diri individu yang bersangkutan. Faktor ini sering disebut dengan faktor ekstrinsik yang meliputi segala sesuatu yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berasal dari luar diri individu yang dapat mempengaruhi prestasi belajarnya baik itu di lingkungan sosial maupun lingkungan lain.

  1. Faktor Lingkungan Faktor lingkungan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu:

  1) Lingkungan Alami Lingkungan alami seperti keadaan suhu, kelembaban udara berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Belajar pada keadaan udara yang segar akan lebih baik hasilnya daripada belajar pada suhu udara yang lebih panas dan pengap.

  2) Lingkungan Sosial Lingkungan sosial, baik yang berwujud manusia dan representasinya

  (wakilnya), walaupun yang berwujud hal yang lain langsung berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Seseorang yang sedang belajar memecahkan soal akan terganggu bila ada orang lain yang mondar-mandir di dekatnya atau keluar masuk kamar. Representasi manusia misalnya memotret, tulisan, dan rekaman suara juga berpengaruh terhadap hasil belajar.

  2. Faktor Instrumental Faktor-faktor instrumental adalah yang penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan yang telah dirancang. Faktor-faktor ini dapat berupa :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) perangkat keras /hard ware misalnya gedung, perlengkapan belajar, alat-alat praktikum, dan sebagainya.

  Perangkat lunak/soft ware seperti kurikulum, program, dan pedoman belajar lainnya.

C. Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif bernaung dalam teori kontruktivis.

  Pembelajaran ini muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks.

  Di dalam kelas kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok- kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang siswa yang sederajat tetapi heterogen, kemampuan, jenis kelamin, suku/ras, dan satu sama lain saling membantu (Trianto, 2009 : 56). Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan kegiatan belajar.

  Menurut Eggen dan Kauchak (dalam Trianto 2009 : 58 ) Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pembelajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya.

  Agar siswa dapat bekerjasama dengan baik didalam kelompoknya perlu diajarkan ketrampilan-ketrampilan kooperatif pada peserta didik.

  Ketrampilan-ketrampilan tersebut adalah: (1) berada dalam tugas, yaitu siswa tetap berada dalam kerja kelompok, merumuskan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dengan melatih ketrampilan ini siswa akan menyelesaikan tugas dalam waktu yang tepat dengan karakteristik yang lebih baik, (2) mengambil giliran dan berbagi tugas, yaitu siswa bersedia menerima tugas dan membantu menyelesaikan tugas sehingga kegiatan akan terselesaikan pada waktunya, (3) mendorong partisipasi, yaitu memotivasi teman sekelompok untuk memberikan kontribusi tugas kelompok, (4) mendengarkan dengan aktif, yaitu memperhatikan informasi yang disampaikan teman sehingga anggota kelompok yang menjadi pembicara akan merasa senang karena apa yang mereka sumbangkan itu berharga, (5) bertanya, yaitu siswa menanyakan informasi atau penjelasan lebih lanjut dari teman sekelompok apabila teman sekelompok tidak tahu jawabannya, baru menanyakan pada guru, hal ini penting karena siswa yang pasif dapat didorong untuk ikut aktif.

  Model pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar kelompok (Joyce, 2009 : 28-29). Ada unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan pembelajaran biasa. Roger dan David Johnson dalam Lie (2010 : 31) mengatakan bahwa untuk mencapai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diterapkan yaitu: (1) Saling ketergantungan positif, yakni untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri dan saling bekerjasama dalam kelompok, siswa dalam kelompok saling bekerjasama dan mereka menyadari bahwa diantara mereka saling membutuhkan satu sama lain dalam bekerja untuk mencapai kesuksesan bersama. (2) Tanggung jawab perseorangan, yakni seorang guru dalam pembelajaran kooperatif perlu membuat tugas sedemikian rupa agar setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka masing-masing sebagai sumbang saran dalam kelompok untuk mencapai kesuksesan bersama.

  (3) Tatap muka, yakni setiap kelompok harus diberi kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi, saling mengenal dan menerima satu sama lain dalam kegiatan tatap muka dan interaksi antar pribadi. (4) Komunikasi antar anggota, yakni menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan ketrampilan berkomunikasi, karena tidak setiap siswa mempunyai keahlian mendengarkan dan berbicara. (5) Evaluasi proses kelompok, yakni pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok agar selanjutnya bisa bekerjasama secara efektif.

  Setiap siswa dalam pembelajaran kooperatif akan mempunyai tanggung jawab untuk tugasnya apabila dilakukan dengan menganut unsur- unsur tersebut secara sempurna serta berpeluang mempunyai pengetahuan yang lain melelui kelompok yang berbeda.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru memainkan peran yang menentukan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif yang efektif. Materi harus disusun agar setiap siswa dapat bekerja untuk memberikan sumbangan pemikirannya kepada kelompoknya. Guru harus mengatur ruang kelas agar setiap anggota kelompok duduk berdekatan sehingga dapat bekerja dengan nyaman. Jarak antara kelompok yang satu dengan yang lain jangan terlalu berdekatan agar tidak saling mengganggu.

D. Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS)

  Tipe pembelajaran Think Pair Share (TPS) atau Berpikir-Berpasangan Berbagi, merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. (Direktorat PLP modul SN-38 dalam Trianto, 2009 : 81).

  Model pembelajaran Think-Pair-Share merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif sederhana. Teknik ini memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Keunggulan teknik ini adalah optimalisasi partisipasi siswa (Lie, 2010:57).

  Tahap utama dalam pembelajaran Think-Pair-Share adalah sebagai berikut:

  1. Thingking (berpikir) Guru mengajukan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran. Kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan atau isu tersebut secara mandiri untuk beberapa saat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama. Dalam tahap ini, setiap anggota pada kelompok membandingkan jawaban atau hasil pemikiran mereka dengan mendefinisikan jawaban yang dianggap paling benar, paling meyakinkan, atau paling unik. Biasanya guru memberi waktu 4-5 menit untuk berpasangan.

  3. Sharing (berbagi) Pada tahap akhir, guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka bicarakan. Keterampilan berbagi dalam seluruh kelas dapat dilakukan dengan menunjuk pasangan yang secara sukarela bersedia melaporkan hasil kerja kelompoknya atau bergiliran pasangan demi pasangan hingga sekitar seperempat pasangan telah mendapat kesempatan untuk melaporkan.

  Menurut Suryosubroto (dalam Trianto, 2009 : 133) manfaat Think-

  Pair-Share adalah:

  1. Para siswa menggunakan waktu yang lebih banyak untuk mengerjakan tugasnya dan untuk mendengarkan satu sama lain ketika mereka terlibat dalam kegiatan Think-Pair-Share lebih banyak siswa yang mengangkat tangan mereka untuk menjawab setelah berlatih dalam pasangannya. Para siswa mungkin mengingat secara lebih seiring penambahan waktu tunggu dan kualitas jawaban mungkin menjadi lebih baik

  2. Para guru juga mungkin mempunyai waktu yang lebih banyak untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berkonsentrasi mendengarkan jawaban siswa, mengamati reaksi siswa, dan mengajukan pertanyaaan tingkat tinggi.

E. Sistem Imunitas Manusia

  Materi pembelajaran dalam penelitian ini adalah Kompetensi Dasar: Mengkaitkan struktur fungsi, proses dan kelainan / penyakit yang dapat terjadi pada sistem imunitas manusia manusia. Dengan Materi pokok pembelajaran Sistem imunitas manusia, berdasarkan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) untuk kelas XI IPA semester 2.

  Sistem Imunitas (Priadi dan Silawati 2007 : 295)

  Salah satu sistem terpenting yang terus menerus melakukan tugas dan kegiatan dan tidak pernah melalaikan tugas-nya adalah sistem kekebalan tubuh atau biasa kita sebut dengan sistem imun. Sistem ini melindungi tubuh sepanjang waktu dari semua jenis penyerang yang berpotensi menimbulkan penyakit pada tubuh kita. Ia bekerja bagi tubuh bagaikan pasukan tempur yang mempunyai persenjataan lengkap.

  Sistem imun sangat diperlukan bagi tubuh kita. Sistem imun adalah sekumpulan sel, jaringan, dan organ yang terdiri atas :

  1. Pertahanan lini pertama tubuh

  2. Pertahanan lini kedua tubuh Secara umum, sistem imun manusia dibagi menjadi 2, yaitu sistem imun alamiah (innate/natural immunity) dan sistem imun adaptif (spesific

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sistem imun adalah serangkaian molekul, sel dan organ yang bekerja sama dalam mempertahankan tubuh dari serangan luar yang dapat mengakibatkan penyakit, seperti bakteri, jamur dan virus. Kesehatan tubuh bergantung pada kemampuan sistem imun untuk mengenali dan menghancurkankan serangan ini. Sistem imun memiliki beberapa fungsi bagi tubuh, yaitu sebagai:

  1. Penangkal “benda” asing yang masuk ke dalam tubuh

  2. Untuk keseimbangan fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh yang telah tua

  3. Sebagai pendeteksi adanya sel-sel abnormal, termutasi atau ganas, serta menghancurkannya.

  Sistem imun menyediakan kekebalan terhadap suatu penyakit yang disebut imunitas. Respon imun adalah suatu cara yang dilakukan tubuh untuk memberi respon terhadap masuknya patogen atau antigen tertentu ke dalam tubuh.

  Sistem pertahanan tubuh terbagi atas 2 bagian yaitu:

  a. Pertahanan non spesifik

  b. Pertahanan spesifik

  Komponen Dalam Sistem Imun

  Komponen utama dalam sistem imun selain yang telah disebutkan diatas, adalah sel darah putih. Sistem kekebalan tubuh berkaitan dengan sel darah putih atau leukosit. Berdasarkan adanya bintik-bintik atau granular,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Leukosit terbagi atas: Granular, Agranular, Macrophage(makrofag), Sel Pemuncul Antigen (Antigen Presenting Cells), Antibodi.

  Mekanisme Pertahanan Tubuh

  Sistem imun menyediakan kekebalan terhadap suatu penyakit yang disebut imunitas. Respon imun adalah suatu cara yang dilakukan tubuh untuk memberi respon terhadap masuknya patogen atau antigen tertentu ke dalam tubuh.

  Sistem pertahanan tubuh terbagi atas 2 bagian yaitu:

  a. Pertahanan non spesifik

  b. Pertahanan spesifik

  Kelainan Sistem Imun

  1. Alergi Alergi, kadang disebut hipersensitivitas, disebabkan respon imun terhadap antigen. Antigen yang memicu alergi disebut allergen. Reaksi alregi terbagi atas 2 jenus yaitu:

  a. Reaksi alergi langsung

  b. Reaksi alergi tertunda

  2. Penolakan organ transplantasi

  3. Defisiensi Imun

  4. Penyakit Autoimun

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Istilah penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu sebuah kegiatan penelitian

  yang dilakukan di kelas. Ciri-ciri penelitian tindakan kelas (PTK) adalah adanya tindakan yang nyata, tindakan dilakukan pada situasi yang alami yang ditujukan untuk memecahkan masalah praktis. Tindakan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu dan dilaksanakan dalam rangkaian siklus kegiatan (Hopkins, 2008 : 44).

B. Seting Penelitian

  1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMA NEGERI 6

  Yogyakarta. Penulis mengambil sekolah di SMA NEGERI 6 Yogyakarta dengan pertimbangan sekolah tersebut merupakan tempat penulis melakukan PPL. Hal tersebut dapat memudahkan dalam pencarian data, peluang waktu yang luas dan subyek penelitian yang sesuai dengan profesi penulis kelak.

  2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2012.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA NEGERI 6 Yogyakarta tahun ajaran 2011-2012 dengan jumlah 30 siswa.

  Pertimbangan mengambil subyek penelitian tersebut adalah siswa

  XI telah mengalami program penjurusan. Siswa XI IPA akan mempelajari materi tentang Sains sehingga materi pelajaran biologi yang merupakan salah satu materi pelajaran sains juga akan diberikan secara intensif. Selain itu kelas tersebut merupakan kelas yang dulu pernah menjadi kelas bagi penulis untuk melakukan praktek mengajar sehingga penulis telah mengetahui kondisi kelas tersebut dengan baik.

  4. Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah tentang peningkatan prestasi siswa khususnya pada pokok bahasan sistem imunitas manusia.

C. Rancangan Penelitian

  Rancangan Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robbin McTaggart. Model Kemmis dan Mc Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin (Hopkins, 2008). Namun komponen acting (tindakan) dengan observing merupakan dua bagian kegiatan yang tidak terpisahkan sehingga dijadikan sebagai satu kesatuan. Maksudnya, kedua kegiatan haruslah dilakukan dalam satu kesatuan waktu, begitu berlangsungnya suatu tindakan begitu pula observasi juga harus dilaksanakan.

  Untuk lebih tepatnya, berikut ini dikemukakan bentuk modelnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 3.1. Rancangan PTK Model Kemmis dan Mc Taggart

  Tindakan penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Hal tersebut dilakukan karena materi sistem imunitas merupakan materi akhir untuk kelas

  XI IPA sehingga waktu yang disediakan untuk dilakukannya penelitian terbatas. Siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi/pengamatan dan refleksi.

1. Siklus I

  a. Perencanaan 1) Menyusun rencana pembelajaran 2) Merancang pembelajaran dengan membentuk kelompok belajar siswa, tiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa. Pembagian kelompok dilakukan dengan tingkat kecerdasan menyebar, yaitu siswa-siswa yang unggul dalam hal prestasi disebar dalam tiap-tiap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Menentukan kolaborasi dengan teman sejawat sebagai observer/pengamat.

  4) Menyusun lembar observasi 5) Menyusun lembar kerja siswa 6) Merancang soal-soal latihan 7) Merancang soal pre-test dan post-test

  b. Pelaksanaan/Tindakan 1) Guru mengadakan presensi terhadap kehadiran siswa dan pretest 2) Guru memberikan apersepsi 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 4) Guru meminta siswa mengerjakan soal LKS 1 secara mandiri 5) Guru meminta mendiskusikan hasil pemikirannya sendiri dengan pasangannya 6) Setelah berdiskusi dengan teman sebangkunya, guru meminta siswa mendiskusikan hasil pemikirannya dalam kelompok 7) Guru meminta masing-masing wakil dari kelompok secara bergiliran mempresentasikan hasil diskusi kelompok 8) Kelompok lain secara aktif mengikuti presentasi dan menanggapi hasil presentasi 9) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang aktif dalam forum presentasi 10) Guru membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11) Guru memberikan post-test kepada siswa 12) Guru memberikan pekerjaan rumah

  c. Pengamatan Pengamatan dilakukan terhadap siswa. Pengamatan terhadap siswa dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Aspek-aspek yang diamati meliputi :

  a) Perhatian terhadap penjelasan guru

  b) Antusiasme dalam mengerjakan tugas

  c) Kerjasama terhadap siswa lain

  d) Keberanian untuk mempresentasikan di depan kelas

  e) Keberanian untuk menanggapi saat kegiatan presentasi berlangsung d. Refleksi

  Refleksi adalah pemaknaan analisis hasil tindakan yang telah dilakukan. Analisis tersebut dilakukan untuk mengukur kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada siklus I, kemudian hasil analisis tersebut digunakan sebagai pedoman untuk perbaikan pada pelaksanaan siklus II.

2. Siklus II

  a. Perencanaan 1) Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan refleksi pada siklus I

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Merancang kembali pembelajaran dengan membentuk kelompok belajar siswa, tiap kelompok 4-5 siswa dengan kecerdasan menyebar. 3) Merancang lembar kerja siswa (LKS) 2 4) Merancang soal-soal latihan 5) Merancang soal post-test

  b. Pelaksanaan 1) Guru mengadakan presensi terhadap kehadiran siswa 2) Guru dan siswa membahas pekerjaan rumah yang sulit 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 4) Guru menjelaskan secara singkat materi tentang sistem imunitas subbab macam-macam kekebalan tubuh 5) Guru meminta siswa mengerjakan soal LKS 2 secara mandiri 6) Guru meminta mendiskusikan hasil pemikirannya sendiri dengan pasangannya 7) Setelah berdiskusi dengan teman sebangkunya, guru meminta siswa mendiskusikan hasil pemikirannya dalam kelompok 8) Guru meminta masing-masing wakil dari kelompok secara bergiliran mempresentasikan hasil diskusi kelompok 9) Kelompok lain secara aktif mengikuti presentasi dan menanggapi hasil presentasi 10) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang aktif dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11) Guru membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran dan merefleksikannya 12) Guru memberikan post-test kepada siswa 13) Guru memberikan pekerjaan rumah

  c. Pengamatan Pengamatan dilakukan terhadap siswa. Pengamatan terhadap siswa dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Aspek-aspek yang diamati meliputi :

  a) Perhatian terhadap penjelasan guru

  b) Antusiasme dalam mengerjakan tugas

  c) Kerjasama terhadap siswa lain

  d) Keberanian untuk mempresentasikan di depan kelas

  e) Keberanian untuk menangapi saat kegiatan presentasi berlangsung d. Refleksi

  Refleksi merupakan pemaknaan analisis hasil tindakan yang telah dilakukan. Analisis tersebut dilakukan untuk mengukur kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada siklus II, kemudian hasil analisis tersebut digunakan sebagai pedoman untuk perbaikan pada pelaksanaan siklus selanjutnya sampai indikator keberhasilan tercapai. Diharapkan pada akhir siklus ini prestasi belajar siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 6 Yogyakarta meningkat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Instrumen

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data.

  1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran dalam penelitian ini berupa silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (lampiran 1 dan 2) yang disusun oleh peneliti dengan mengacu pada pembelajaran yang menggunakan metode kooperatif tipe TPS yang dilengkapi dengan lembar kerja siswa (LKS) yang dapat dilihat pada lampiran 3.

  2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data penelitian tindakan kelas menggunakan 2 teknik yaitu tes dan non-tes.

  a. Tes Tes digunakan sebagai alat pengukur terhadap peserta didik.

  Tes tersebut berhubungan dengan fungsinya mengukur tingkat kemajuan atau perkembangan yang dicapai oleh peserta didik setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Pada setiap siklus guru memberikan tes untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi sistem imunitas. Tes yang digunakan untuk penelitian ini adalah tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test).

  Tes awal dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang materi yang akan diajarkan. Tes awal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tes akhir dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa setelah diajarkan materi pelajaran. Tes awal yaitu 9 soal uraian singkat dan 1 soal menjodohkan. Soal tes akhir siklus I terdiri dari 7 soal uraian singkat dan 1 soal menjodohkan dan soal tes akhir siklus II terdiri dari 8 soal uraian singkat dan 1 soal menjodohkan. Jumlah bobot soal tes masing-masing adalah 20. Kisi- kisi penyusunan soal awal dan lembar soal awal dapat dilihat pada

  lampiran 4 dan soal tes awal serta tes akhir dapat dilihat pada lampiran 5 . Dengan cara demikian maka akan diketahui perkembangan hasil

  belajar siswa. Jika hasil tes akhir lebih baik dibandingkan dengan tes awal, maka dapat diartikan tingkat kemajuan yang dicapai siswa meningkat dan program pengajaran telah berhasil.

  b. Non-Tes Teknik non-tes yang dipilih pada penelitian ini ada 2 cara yaitu dengan pengamatan langsung (observation), dan wawancara

  (interview). 1) Lembar observasi

  Lembar observasi digunakan untuk menilai aktivitas dan respon siswa terhadap pemahaman materi sistem inmunitas dan model pembelajaran guru dengan menggunakan model pembelajaran tipe

  Think-Pair-Share . Pedoman penyusunan dan lembar observasi siswa dapat dilihat pada lampiran 6.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jenis wawancara yang digunakan sebagai alat evaluasi adalah wawancara terstruktur. Dalam wawancara ini, evaluator yaitu peneliti melakukan tanya jawab lisan dengan siswa dalam rangka menghimpun bahan-bahan keterangan untuk mendukung penilaian terhadap siswa. Pedoman penyusunan dan lembar wawancara siswa dapat dilihat pada lampiran 7.

E. Analisis Data

  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif sehingga analisis data yang digunakan adalah analisis untuk menguji hipotesis deskriptif. Data dari siklus I dan siklus II dibandingkan. Analisis data tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat dilakukan dengan membandingkan skor ketercapaian siklus I dan siklus II.

  Data hasil belajar dalam penelitian ini mencakup 3 ranah, yaitu ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif. Setiap ranah mempunyai pedoman penilaian berbeda. Untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa pada ranah kognitif berpedoman pada hasil tes tulis dalam bentuk uraian, untuk mengetahui tingkat hasil belajar ranah psikomotorik dan afektif berpedoman pada lembar observasi dan wawancara. Penghitungan hasil belajar pada setiap ranah adalah sebagai berikut.

  1. Ranah Kognitif Pengukuran hasil belajar siswa pada ranah kognitif menggunakan tes tulis. Panduang skoring dapat dilihat pada lampiran 8. Adapun teknik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Skor = 100 Keterangan : B : Banyaknya jumlah nilai butir soal yang dijawab benar N : Jumlah total nilai soal (Sudjana , 1987) Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa, digunakan uji komparasi. Dalam prosesnya, uji ini membandingkan nilai rata kelas dari nilai pre-test, nilai post-test siklus I dan post-test siklus II. Untuk mendukung uji komparasi digunakan pula uji t menggunakan spss yang bertujuan melihat perbedaan hasil belajar biologi siswa setiap siklus.

  2. Ranah Psikomotorik Data penguasaan ranah psikomotorik diambil dari data hasil observasi yang dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan pemaparan (deskripsi) data/informasi tentang suatu gejala yang diamati dalam proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan tingkat keberhasilan metode kooperatif TPS sebagaimana adanya bentuk paparan naratif maupun tabel.

  Penilaian dapat dilihat dari skor pada lembar observasi aspek psikomotorik yang digunakan. Persentase perolehan skor pada lembar observasi aspek psikomotorik dikualifikasi untuk menentukan seberapa besar partisipasi dan tanggapan siswa dalam mengikuti proses

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  observasi aspek psikomotorik ini dianalisis dengan pedoman kriteria sebagai berikut. Berdasarkan pedoman penskoran yang telah dibuat, maka dalam menghitung persentase skor hasil observasi aspek psikomotorik digunakan cara sebagai berikut :

  = 100

  q = persentase skor hasil observasi partisipasi kelompok siswa r = jumlah keseluruhan skor yang diperoleh kelompok T = skor maksimal (skor total)

Tabel 3.1. Kriteria Hasil Presentase Skor Observasi Aspek Psikomotorik Siswa Terhadap Pembelajaran

  

Presentase Yang Diperoleh Keterangan

  66,68 Tinggi ≤ q ≤ 100

  33,34 Sedang ≤ q ≤ 66,67

  Rendah ≤ q ≤ 33,33

  (Suharsimi, 2007)

  3. Ranah Afektif Data penguasaan ranah afektif diambil dari 2 data yaitu data hasil observasi aspek afektif dan wawancara. Data penguasaan ranah afektif yang diambil dari data hasil observasi yang dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan pemaparan (deskripsi)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  metode kooperatif TPS sebagaimana adanya bentuk paparan naratif maupun tabel.

  Penilaian dapat dilihat dari skor pada lembar observasi aspek afektif yang digunakan. Persentase perolehan skor pada lembar observasi aspek afektif dikualifikasi untuk menentukan seberapa besar aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Untuk setiap siklus persentase diperoleh dari rata-rata persentase aktivitas siswa pada tiap pertemuan pembelajaran. Hasil data observasi aspek afektif ini dianalisis dengan pedoman kriteria sebagai berikut. Berdasarkan pedoman penskoran yang telah dibuat, maka dalam menghitung persentase skor hasil observasi aspek afektif digunakan cara sebagai berikut :

  = 100

  q = persentase skor hasil observasi aktivitas kelompok siswa r = jumlah keseluruhan skor yang diperoleh kelompok T = skor maksimal (skor total)

Tabel 3.2. Kriteria Hasil Presentase Skor Observasi Aspek Afektif Siswa Terhadap Pembelajaran

  

Presentase Yang Diperoleh Keterangan

  66,68 Tinggi ≤ q ≤ 100

  33,34 Sedang ≤ q ≤ 66,67

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk mendukung aspek afektif siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe Think-Pair-Share. Wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Hasil wawancara akan dituangkan dalam bentuk transkrip kemudian diolah dan dianalisis untuk dibuat kesimpulan.

F. Indikator Ketercapaian

Tabel 3.3. Indikator Keberhasilan Penelitian Variabel Data Indikator Ketercapaian

  Prestasi belajar siswa Pre test dan post test siklus I Siswa mencapai nilai aspek kognitif dan II ketuntasan minimal 75 dan 75% jumlah siswa mencapai ketuntasan minimal

  Prestasi belajar siswa Lembar observasi Partisipasi siswa selama aspek psikomotorik mengikuti proses pembelajaran masuk dalam kategori tinggi di akhir siklus

  Prestasi belajar siswa Lembar observasi Sikap siswa selama aspek afektif mengikuti proses pembelajaran masuk dalam kategori tinggi di akhir siklus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dimulai pada tanggal 23 Mei 2012 dan dilaksanakan

  dalam dua siklus. Sebelum penelitian dimulai, guru memberikan tes awal dengan materi sistem imunitas. Semua siswa mengikuti tes awal tersebut. Tes akhir diberikan setiap akhir siklus.

  Dari hasil tes awal yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa persentase rata-rata skor yang diperoleh siswa adalah 29,67 % dan termasuk dalam kualifikasi rendah sehingga perlu ditingkatkan.

  Guru dan peneliti menentukan pembagian kelomok berdasarkan hasil nilai tes awal siswa kelas XI IPA . Siswa dibagi menjadi tujuh kelompok,

  3

  masing-masing kelompok terdiri dari empat sampai lima siswa. Kelompok dibuat heterogen berdasarkan kemampuan awal siswa dari hasil tes awal.

  Sedangkan aspek lain seperti jenis kelamin, ras atau budaya tidak diperhatikan.

  Nilai tes awal siswa dapat disajikan sebagai berikut :

Tabel 4.1. Daftar Nilai Tes Awal Siswa Siswa ke - Nilai Tes Awal

  30

  1

  30

  2

  35

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25

  20

  20

  21

  20

  22

  25

  23

  25

  24

  20

  40

  19

  26

  50

  27

  30

  28

  25

  29

  35

  30

  30 Rata-rata 29,67 Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus I dan siklus II terdiri

  25

  6

  25

  12

  7

  20

  8

  30

  9

  40

  10

  45

  11

  10

  20

  18

  13

  25

  14

  30

  15

  50

  16

  40

  17

  35

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Deskripsi penelitian tindakan kelas tentang pembelajaran biologi materi sistem imunitas dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share adalah sebagai berikut :

1. Siklus I

  a. Perencanaan Sebelum melaksanakan tindakan, terlebih dahulu peneliti melakukan perencanaan. Berikut kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan : 1) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan digunakan guru sebagai acuan dalam pelaksanaan pembeljaran.

  RPP tersebut memuat model pembelajaran kooperatif tipe Think- Pair-Share dalam kegiatan pembelajarannya.

  2) Penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan sebagai bahan diskusi kelompok. LKS ini dikonsultasikan dengan guru dan dosen pembimbing. 3) Menyusun instrumen penelitian yang terdiri atas lembar observasi siswa dan tes a. Lembar Observasi Siswa

  Lembar observasi siswa ini terdiri dari lembar observasi untuk penilaian aspek afektif dan psikomotorik. Lembar observasi ini digunakan observer dalam melaksanakan observasi serta untuk mencatat hasil observasi siswa saat pembelajaran biologi materi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Tes Soal tes disusun oleh peneliti dengan bimbingan dari dosen dan guru pelajaran biologi kelas XI IPA

  3 . Soal tes terdiri dari 10 soal tes awal dan 8 soal tes akhir siklus I.

  4) Melakukan koordinasi dengan guru mata pelajaran biologi yang akan bertindak sebagai guru dan peneliti sebagai observer selama proses pembelajaran tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

  5) Menyiapkan alat dokumentasi yang diperlukan

  c. Pelaksanaan Setelah perencanaan selesai, dilanjutkan dengan pelaksaan tindakan.

  Pelakasanaan tindakan merupakan penerapan rancangan tindakan yang akan dilakasanakan oleh guru pelajaran biologi. Selama tindakan berlangsung peneliti bertindak sebagai observer yang akan mengamati selamat proses tindakan berlangsung. Berikut kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan tindakan :

  Pra Pembelajaran

  Guru menyapa siswa dan mengajak siswa mempersiapkan buku dan alat tulis masing-masing. Untuk mengecek pemahaman siswa sebelum masuk ke inti pembelajaran, guru memberikan apersepsi sesuai dengan RPP yang telah ada. Setelah itu guru menjelaskan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran siswa tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok kemudian mempresentasikan hasil kelompok dalam diskusi kelas.

  Tahap Berpikir (Think) Guru membagikan LKS 1 kepada setiap siswa. Setelah setiap siswa menerima LKS, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu siswa dapat menjelaskan fungsi sistem imun tubuh, mengidentifikasi komponen sistem pertahanan tubuh, dan menjelaskan mekanisme kekebalan non spesifik dan spesifik pada sistem imun.Siswa mengerjakan LKS 1 secara mandiri terlihat pada gambar.

Gambar 4.1. Siswa mengerjakan Soal LKS Secara Mandiri

  Tahap Berpasangan (Pair)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dilakukan oleh guru. 1 kelompok terdiri dari 4 siswa. Karena jumlah siswa ada 30 orang maka jumlah kelompok ada 7 kelompok. 2 kelompok terdiri dari 5 siswa. Siswa berdiskusi dalam kelompok masing-masing seperti terlihat pada gambar.

Gambar 4.2. Siswa berdiskusi dalam kelompok

  Dalam kelompok, siswa mengungkapkan pendapatnya dan ada teman lain yang menjelaskan atau mengoreksi jawaban temannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 4.3. Siswa Mengoreksi Jawaban Temannya Guru berkeliling mengamati siswa dalam kelompok.

  Tahap Berbagi (Share)

  Siswa mempresentasikan hasil diskusinya. Guru menunjuk kelompok 7 untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok 7 mempresentasikan hasil diskusi soal LKS nomor 1. Kelompok 7 mempresentasikan hasil diskusinya dalam bentuk gambar sehingga dapat menarik perhatian teman-teman kelompok lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 4.4. Presentasi Kelompok 7

  Pada saat presentasi sesi tanya-jawab kelompok lain juga terlibat aktif baik dalam hal bertanya ketika ada beberapa hal yang belum dimengerti atau menyanggah suatu argumen dari presentator. Kelompok lain juga aktif dalam memberikan informasi-informasi yang berguna pada materi pembelajaran sistem imunitas.

  Penutup

  Guru memberikan soal akhir di akhir siklus I. soal tersebut digunakan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan prestasi belajar siswa seteah diberikan materi pembelajaran sistem imunitas dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share. Setelah selesai diberikan mengerjakan soal, guru mengajak siswa merangkum

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16 42 87,5 T

  10 40 83,3 T 14 87,5 T

  11 39 81,3 T 13 81,3 T

  12 40 83,3 T 14 87,5 T

  13 32 66,67 S 14 87,5 T

  14 40 83,3 T 14 87,5 T

  15 45 93,7 T 15 93,7 T

  12

  

73 T

14 87,5 T

  75 T

  17 32 66,67 S 14 87,5 T

  18 45 93,7 T 15 93,7 T

  19 40 83,3 T 10 62,5 S

  20 40 83,3 T 10 62,5 S

  21 45 93,7 T 15 93,7 T

  9 40 83,3 T 10 62,5 S

  pertemuan guru memberika tugas rumah untuk merangkum materi sistem imunitas dari berbagai sumber.

  d. Observasi dan Tes

  3 39 81,3 T 13 81,3 T

  a) Data Hasil Observasi Peneliti bertindak sebagai observer melakukan observasi terhadap kegiatan siswa yaitu aspek afektif dan psikomotorik selama berlangsungnya proses pembelajaran di kelas. Berikut hasil observasi yang telah dilakukan peneliti selama pembelajaran pada siklus I :

Tabel 4.2. Tabel Data Hasil Observasi Siswa Siklus I Siswa ke - Siklus I Afektif Psikomotor Skor % Ket Skor % Ket

  1

  35

  

73 T

14 87,5 T

  2 32 66,67 S 14 87,5 T

  4

  8

  36

  

75 T

14 87,5 T

  5 39 81,3 T 13 81,3 T

  6 40 83,3 T 14 87,5 T

  7 42 87,5 T

  12

  75 T

  35

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25

  35

  

73 T

14 87,5 T

  26 39 81,3 T 13 81,3 T

  27

  35

  

73 T

14 87,5 T

  28 40 83,3 T 10 62,5 S

  29 45 93,7 T 15 93,7 T

  30 39 81,3 T 13 81,3 T Rata-

  • 38,9 81,05 - 13,17 82,3

  rata

  Pada aspek afektif dan psikomotorik terdapat 4 siswa yang termasuk dalam kategori sedang dan 26 siswa masuk dalam kategori tinggi. Persentase rata-rata aspek afektif dan psikomotorik adalah 81,05% dan 82,3%.

  b) Data Hasil Tes Siklus I Hasil tes siswa untuk siklus I mencapai kategori tinggi dengan rata-rata pencapaian kompetensi sebesar 85,83 %.

Tabel 4.3. Data Hasil Tes Akhir Siswa Siklus I Nilai Tes Akhir Siswa ke - Siklu I

  95

  1

  75

  2

  80

  3

  90

  4

  85

  5

  85

  6

  90

  7

  8

  95

  9

  95

  10

  75

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95

  24

  90

  25

  95

  26

  80

  27

  28

  23

  75

  29

  85

  30

  85 Rata-rata 85,83

  e. Refleksi Berdasarkan analisis ketuntasan minimal siswa dari hasil tes siklus I diketahui persentase ketuntasan klasikal siswa yaitu 100%.

  Meskipun presentase tersebut sudah mencapai indikator keberhasilan, masih ada 4 siswa yang memperoleh nilai sedang pada penilaian aspek afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu diadakan siklus II.

  95

  13

  90

  90

  14

  85

  15

  85

  16

  75

  17

  18

  22

  85

  19

  90

  20

  85

  21

  85

  75

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada tahap perencanaan siklus II, secara umum kegiatan yang dilakukan peneliti sama dengan kegiatan perencanaan pada siklus I. sedangkan soal tes akhir siklus II berupa 9 jawaban singkat.

  b. Pelaksanaan Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Mei 2012. Pada pertemuan ini guru biologi sebagai pengajar dan peneliti sebagai observer. Berikut deskripsi pembelajaran biologi yang telah dilakukan berdasarkan RPP yang telah disusun :

  Pra Pembelajaran

  Guru menyapa siswa dan mengajak siswa mempersiapkan buku dan alat tulis masing-masing. Untuk mengecek kembali pemahaman siswa sebelum masuk ke inti pembelajaran, guru memberikan apersepsi sesuai dengan RPP yang telah ada.

  Tahap Berpikir (Think) Pada tahap ini guru membagikan LKS 2 kepada setiap siswa.

  Setelah setiap siswa menerima LKS, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu siswa menyebutkan macam- macam kekebalan tubuh menyebutkan gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem kekekebalan tubuh manusia, dan menyebutkan berbagai upaya untuk pencegahan penyakit. Siswa mengerjakan LKS 2 secara mandiri terlihat pada gambar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 4.5. Siswa mengerjakan LKS 2 Secara Mandiri

  Tahap Berpasangan (Pair)

  Lima belas menit kemudian siswa bergabung dengan kelompok yang ditentukan secara bebas oleh siswa sendiri untuk berdiskusi dengan jumlah siswa tiap kelompok sama seperti pertemuan sebelumnya. Guru berkeliling mengamati dan membantu jika ada kelompok yang mengalami kesulitan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tahap Berbagi (Share)

  Siswa mempresentaikan hasil diskusi kelompoknya. Kelompok 2 mempresentasikan soal diskusi dengan gambar dan keterangan sehingga dapat menarik perhatian kelompok lain.

Gambar 4.7. Presentasi Kelompok 2

  Penutup

  Guru memberikan soal akhir di akhir siklus II. Setelah siswa selesai mengerjakan soal, guru mengajak siswa merangkum apa saja yang dipelajari pada pertemuan tersebut.

  c. Observasi dan Tes

  a) Data Hasil Observasi Secara umum berikut adalah hasil observasi yang telah dilakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

  17 39 81,3 T 14 87,5 T

  18

  18 41 85,4 T 14 87,5 T

  19

  19 42 87,5 T 13 81,3 T

  20

  20 39 81,3 T 14 87,5 T

  21

  21 42 87,5 T 13 81,3 T

  22

  22 42 87,5 T 13 81,3 T

  23

  23 41 85,4 T 14 87,5 T

  24 41 85,4 T 14 87,5 T

  16 39 81,3 T 14 87,5 T

  25

  25 41 85,4 T 14 87,5 T

  26

  26 39 81,3 T 14 87,5 T

  27

  27 42 87,5 T 13 81,3 T

  28

  28 42 87,5 T 13 81,3 T

  29

  29 39 81,3 T 14 87,5 T

  30

  30 41 85,4 T 14 87,5 T Rata-rata 41,07 85,6 - 14 87,5 -

  Pada aspek afektif dan psikomotorik, semua siswa masuk dalam kategori tinggi. Persentase rata-rata afektif naik dari 81,05% menjadi

  85,6% dan persentase rata-rata psikomotor naik dari 82,3% menjadi

  17

Tabel 4.4. Tabel Data Hasil Observasi Siswa Siklus II No Siswa ke - Siklus II Afektif Psikomotor

  

Skor %

Ke t Skor % Ket

  7 41 85,4 T 14 87,5 T

  1

  1 39 81,3 T 14 87,5 T

  2

  2 39 81,3 T 14 87,5 T

  3

  3 44 91,7 T 16 100 T

  4

  4 41 85,4 T 14 87,5 T

  5

  5 41 85,4 T 14 87,5 T

  6

  6 44 91,7 T 16 100 T

  7

  8

  15 44 91,7 T 16 100 T

  8 42 87,5 T 13 81,3 T

  9

  9 44 91,7 T 16 100 T

  10

  10 41 85,4 T 14 87,5 T

  11

  11 39 81,3 T 14 87,5 T

  12

  12 42 87,5 T 13 81,3 T

  13

  13 39 81,3 T 14 87,5 T

  14

  14 42 87,5 T 13 81,3 T

  15

  16

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95

  19

  90

  20

  90

  21

  90

  22

  90

  23

  90

  24

  25

  17

  95

  26

  95

  27

  90

  28

  90

  29

  80

  30

  90 Rata-rata 91,83

  85 18 100

  Hasil tes akhir siswa untuk siklus ini mencapai kategori tinggi dengan persentase rata-rata sebesar 91,83%. Tidak terdapat siswa yang termasuk dalam kategori rendah dan sedang.

Tabel 4.5. Data Hasil Tes Akhir Siswa Siklus II

  8

  

Siswa ke -

Nilai Tes Akhir Siklus II

  1

  90

  2

  90

  3

  85 4 100 5 100

  6

  95

  7

  95

  90

  16

  9

  95 10 100

  11

  90

  12

  90

  13

  90

  14

  95

  15

  95

  85

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Refleksi Refleksi pada siklus II ini dilakukan oleh observer dan guru mata pelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti sendiri, proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share pada siklus II berjalan optimal. Setiap langkah dari pembelajaran dengan tipe pembelajaran ini berjalan baik sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.

  Berdasarkan refleksi pada siklus I, pelaksanaan tindakan pada siklus II telah mengalami perbaikan, baik dalam proses pembelajaran maupun hasil tes siswa. Dengan perbaikan tersebut terlihat terjadi peningkatan prestasi belajar siswa ditinjau dari aspek kognitif pada siklus I sebesar 85,83 % meningkat pada siklus II menjadi 91,83%. Ditinjau dari aspek afektif peningkatan prestasi belajar siswa pada

  81,05% menjadi 85,6% dan

  siklus I sebesar meningkat pada siklus II peningkatan prestasi belajar siswa ditinjau dari aspek psikomotor naik

  dari 82,3% meningkat pada siklus II menjadi 87,5%.

B. Analisis Hasil Prestasi Belajar Siswa

  Setelah penelitian selesai, peneliti memeriksa hasil tes awal dan akhir kemudian melakukan uji komparasi. Analisis komparasi dilakukan untuk melihat perkembangan peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I dan siklus II dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-

  Share . Dari tahapan siklus tersebut kemudian dibandingkan bagaimana prestasi belajar siswa dalam penelitian tindakan ini menggunakan soal awal dan soal akhir. Berikut tabel analisis perbandingan rata-rata nilai tes siswa :

Tabel 4.6. Tabel Perbandingan Rata-Rata Nilai Tes Siswa Siswa

  15

  85

  75

  40

  16

  95

  85

  50

  95

  35

  85

  30

  14

  90

  90

  25

  13

  17

  90

  85

  90

  75

  25

  22

  90

  85

  20

  21

  85

  85

  20

  20

  90

  90

  25

  19

  30 85 100

  18

  90

  20

  ke - Nilai Tes Awal Nilai Tes Akhir Siklu I Nilai Tes Akhir Siklus II

  35

  6

  20 85 100

  5

  30 90 100

  4

  85

  80

  3

  85

  90

  75

  30

  2

  90

  95

  30

  1

  25

  95

  12

  95

  90

  80

  10

  11

  45 75 100

  10

  95

  40

  7

  9

  90

  95

  30

  8

  95

  90

  20

  90 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25

  40

  95

  95

  26

  50

  80

  95

  27

  30

  95

  90

  28

  25

  75

  90

  29

  35

  85

  80

  30

  30

  85

  90 Rata-

  29,67 85,83 91,83 rata

  Nilai rata-rata tes awal adalah 29,67; tes akhir siklus I adalah 85,83; dan tes akhir siklus II adalah 91,83. Nilai rata-rata tes akhir siklus II lebih besar dari pada tes akhir siklus I dan nilai tes akhir siklus I lebih besar dari pada nilai tes awal maka ada peningkatan prestasi belajar siswa sesudah diberi pengajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-

  Share . Untuk mendukung data uji komparasi maka dilakukan uji t menggunakan program spss.

  Menurut Suharsimi (dalam Desi Kisworo, 2010 : 30-31)Jika t < - t

  hit tabel

  atau t hit > t tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara tes awal dan tes akhir setelah siswa mempelajari materi sistem imunitas manusia menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share. Jika t hit < t tabel maka dapat disimpulkan bahwa sebelum maupun sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share hasil prestasi belajar siswa sama saja atau tidak ada perbedaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tersebut dapat diketahui skor total yang diperoleh masing-masing siswa dari pre-test dan post-test. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa, digunakan uji t dengan taraf nyata 0,05.

  Uji t-Test H : µ = µ atau µ = µ - µ = 0

  1

  2

  1

  2 α H 1 : µ

  1 2 atau µ = µ 1 - µ

  2

  ≠ µ α ≠ 0

  α = 0,05 xx

    1 2 Mencari t hit

  = ∑

  ∑

  ( )

  Wilayah Kritik : dengan Df = 29 maka t hit < - t tabel atau t hit > t tabel

  t hit < - t atau t hit > t t hit < -2,04 atau t hit > 2,04

  1. Perhitungan t Perhitungan t hitung dengan program computer SPSS (Statistical Package for Social Science ).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  T-TEST PAIRS=TesAwal WITH TesAkhir (PAIRED) /CRITERIA=CI(.9500) /MISSING=ANALYSIS.

  T-Test [DataSet0]

  Paired Samples Statistics Std. Error Mean N Std. Deviation Mean

  Pair 1 Hasil Tes Awal Siswa

  29.67 30 9.371 1.711 Hasil Tes Akhir Siswa 85.83 30 6.706 1.224 Siklus I

  

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence Interval of the

  Difference Std. Error Mean Std. Deviation Mean Lower Upper t df Sig. (2-tailed) Pair 1 Hasil Tes Awal Siswa - -56.167 11.940 2.180 -60.625 -51.708 -25.766

  29 .000 Hasil Tes Akhir Siswa Siklus I NEW FILE. T-TEST PAIRS=TesAkhir1 WITH TesAkhir2 (PAIRED) /CRITERIA=CI(.9500) /MISSING=ANALYSIS.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  T-Test Paired Samples Statistics Std. Error Mean N Std. Deviation Mean

  Pair 1 Hasil Tes Akhir Siswa

  85.83 30 6.706 1.224 Siklus I Hasil Tes Akhir Siswa

  91.83 30 4.822 .880 Siklus II Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 Hasil Tes Akhir Siswa 30 .084 .657 Siklus I & Hasil Tes Akhir Siswa Siklus II

  

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence Interval of the

  Difference Std. Error Mean Std. Deviation Mean Lower Upper t df Sig. (2-tailed) Pair 1 Hasil Tes Akhir Siswa -6.000 7.922 1.446 -8.958 -3.042 -4.148

  29 .000 Siklus I - Hasil Tes Akhir Siswa Siklus II

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Pengambilan keputusan Dari perhitungan SPSS diperoleh t hit (tes awal – tes akhir) = -

  25,766 dan t tabel = 2,04 dan t hit (tes akhir siklus I-tes akhir siklus II) = - 4,148 dan t tabel = 2,04. Karena t hit < - t tabel maka ada perbedaan skor antara tes awal dan tes akhir serta ada perbedaan skor antara tes akhir siklus I dan tes akhir siklus II. Karena rata-rata tes akhir lebih besar dari pada tes awal dan tes akhir siklus II lebih besar dari pada tes akhir siklus I maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan prestasi belajar siswa sesudah diberi pengajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share.

C. Pembahasan 1. Aspek Afektif dan Psikomotorik

  Dari hasil observasi penelitian aspek afektif dan pskomotorik siswa selama proses pembelajaran siklus I dan siklus II diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 4.7. Hasil Analisis Aspek Afektif Setiap Siklus Rata-rata Afektif Siswa Setiap Siklus (%) Kriteria Siklus I Siklus II

  Tinggi (T) 86,67 100 Sedang (S) 13,33 Rendah (R)

  Berdasarkan data pada tabel di atas, dapat dibuat diagram psikomotor siswa setiap siklus sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 4.8. Diagram Afektif SiswaTabel 4.8. Hasil Analisis Aspek Psikomotor Setiap Siklus Kriteria Rata-rata Psikomotor Siswa Setiap Siklus (%) Siklus I Siklus II

  Tinggi (T) 86,67 100 Sedang (S) 13,33 Rendah (R)

  Berdasarkan data pada tabel di atas, dapat dibuat diagram psikomotor siswa setiap siklus sebagai berikut.

Gambar 4.9. Diagram Psikomotor Siswa

  20

  40

  60

  80 100 120

  Tinggi (T) Sedang (S) Rendah (R) Rat a-rat a Afekt if Sisw a (%) Siklus I Rat a-rat a Afekt if Sisw a (%) Siklus II

  20

  40

  60

  80 100 120

  Rata-rata Psikomotor Siswa (%) Siklus I Rata-rata Psikomotor Siswa (%) Siklus II

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari tabel dan grafik di atas diperoleh hasil bahwa afektif dan psikomotor siswa secara kelompok mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I aspek afektif dan psikomotor siswa ada yang masuk ke dalam kriteria sedang namun pada siklus II semua siswa masuk dalam kriteria tinggi untuk aspek afektif dan psikomotor. Dari kedua aspek tersebut tidak ada siswa yang masuk dalam kriteria rendah.

  Dari hal tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan prestasi siswa aspek afektif dan psikomotor siswa. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kriteria aspek afektif dan psikomotor siswa dari siklus I ke siklus II yaitu pada siklus I terdapat 13,33% jumlah siswa yang masih masuk dalam kriteria sedang dan 86,67% masuk dalam kriteria tinggi. Pada siklus II 100% siswa masuk dalam kriteria tinggi.

2. Aspek Kognitif

  Peningkatan prestasi belajar aspek kognitif pada pokok bahasan sistem imunitas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

  Think-Pair-Share diukur melalui peningkatan skor tes awal, tes akhir I, dan tes akhir II yang dilaksanakan di awal dan di akhir setiap siklus.

  Dari data skor tes awal, tes akhir I, dan tes akhir II siswa diperoleh hasil analisis skor tersebut seperti berikut.

  a. Nilai rata-rata tes awal adalah 29,67; tes akhir siklus I adalah 85,83; dan tes akhir siklus II adalah 91,83. Nilai rata-rata tes akhir siklus II

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lebih besar dari pada nilai tes awal maka ada peningkatan prestasi belajar siswa sesudah diberi pengajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share.

  b. Data perhitungan dengan SPSS diperoleh t hit (tes awal – tes akhir) =

  • 25,766 dan t = 2,04 dan t (tes akhir siklus I-tes akhir siklus II)

  tabel hit

  = -4,148 dan t tabel = 2,04. Karena t hit < - t tabel maka ada perbedaan skor tes awal dengan tes akhir dan ada perbedaan antara tes akhir siklus I dengan tes akhir siklus II.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 6 Yogyakarta dapat diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan model

  pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA

  3 . Peningkatan prestasi belajar siswa tersebut

  tampak dari nilai yang dicapai oleh siswa baik dari aspek kognitif, afektif maupun psikomotor. Keberhasilan dalam peningkatan prestasi belajar siswa untuk aspek kognitif tampak dari hasil tes belajar siswa. 100% jumlah siswa telah tuntas yaitu dapat mencapai nilai lebih dari kriteria ketuntasan minimal.

  Keberhasilan dalam peningkatan prestasi belajar siswa pada aspek afektif dan psikomotorik tampak dari hasil observasi yang menyatakan 100% jumlah siswa telah masuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan sistem imunitas manusia kelas XI IPA SMA Negeri 6 Yogyakarta.

B. Saran

  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran yang ditunjukkan pada pihak yang terkait dalam penelitian ini :

  1. Pentingnya perencanaan dan penyusunan alokasi waktu secara efektif dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berlebihan dan menggunakan waktu sesuai dengan kebutuhan sehingga bukan hanya sebagai rencana tetapi dalam implementasinya kegiatan pembelajaran yang diterapkan dengan model pembelajaran kooperatif

  Think-Pair-Share dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan

  prestasi belajar siswa juga dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

  2. Guru dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair- Share sebagai variasi dari model pembelajaran lain.

  3. Hasil penelitian pembelajaran biologi dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share menunjukkan hasil positif sehingga hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai referensi bagi mahasiswa calon guru biologi untuk dapat digunakan dalam pratik mengajar maupun saat sudah menjadi guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Darsono, M. dkk. 2001. Belajar dan Pembelajaran. Semarang Press. Semarang Djiwandono, S. E. W.. 2008. Psikologi Pendidikan. Grasindo. Jakarta Emzir. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan. Rajawali Pers. Jakarta Hopkins, D. 2008. A Teacher’s Guide to Classroom Research 4rth ed. Open

  University Press. London Joyce, B. et. all. 2009. Models of Teaching 8th ed. Pearson. Boston

  Kamus Besar Bahasa Indonesia . 1991. Jakarta: Balai Pustaka

  Kisworo, D.. 2010. Pengaruh Metode Kooperatif Tipe Think-Pair-Share

  Menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) Terhadap Prestasi Belajar Matematika Di SMA Pangudi Luhur Sedayu Kelas X . Skripsi . Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma

  Lie, A.. 2010. Co-Operative Learning. Grasindo. Jakarta Masidjo, Ign. 1995. Pengukuran dan Penilaian Prestasi Belajar di Sekolah.

  Yogyakarta: IKIP Universitas Sanata Dharma Mudjiono, Dimyati, M. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka

  Cipta Priad, A., Silawati, T. 2007. Sains Biologi SMA Kelas XI. Yudhistira : Jakarta Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sudijono, A. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Rajawali Pers. Jakarta Sudjana. 1992. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya.

  Bandung Sugiyanto. 2010. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Yuma Pustaka. Surakarta Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta. Bandung Suharsimi, A. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta Sukmadinata, N. S. 2009. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Remaja

  Rosdakarya. Bandung. 155-156 Suprijono, A. 2009. Kooperatif. Pustaka Pelajar. Yogyakarta Taniredja, T., dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Alfabeta. Bandung Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Kencana.

  Jakarta Winkel. W. S. 1987. Psikologi Pengajaran. Gramedia Widiasarana Indonesia.

  Jakarta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LAMPIRAN

  • -

    LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Menyebutkan fungsi sistem imun tubuh

  Tingkat Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA Mata Pelajaran : Biologi Kelas / Semester : XI (Sebelas) / II Standar Kompetensi : 3. Menjelaskan Struktur Dan Fungsi Organ Manusia Dan Hewan Tertentu , Kelainan/Penyakit Yang Mungkin Terjadi Serta Implikasinya Pada Salingtemas Kompetensi Dasar : 3.8 Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit Alokasi waktu : 4 x 45 menit Kompetensi Sebagai Hasil Belajar Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa Kewirausahaa n/ Ekonomi Kreatif Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar  Mengidentifikasi komponen yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh manusia  Menjelaskan mekanisme kekebalan non spesifik dan spesifik pada sistem imun

   Komponen Sistem kekebalan tubuh meliputi:

   Buku kerja XI, Dyah Aryulina dkk, Esis, Bab XI  Sumber informasi tentang gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem kekekebalan tubuh manusia

   Jenis :

   Diskusi dan presentasi untuk mendeskripsikan sistem kekebalan tubuh manusia

  • Semangat Kerja sama
  • Saling menghargai
  • Lapang
  • Percaya diri

  2. Mengidentifika si komponen sistem pertahanan tubuh

  66 SILABUS KEGIATAN PEMBELAJARAN

  3.Antigen dan Antibodi  Mekanisme sistem kekeblan tubuh :

  1. Uji kompetensi tertulis

  2. Pengamatan sikap

  3. Tugas individu  Instrumen penilaian:

  1. Soal uji 4 x 45 menit

  1.Granular dan agranular

2. Makrofag

  3. Menyebutkan beda limfosit B dan T

1.Sistem kekebalan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  non spesifik

  4. Menjelaskan kompetensi

  2. Sistem kekebalan mekanisme tertulis spesifik kekebalan non

  2. Lembar spesifik dan pengamatan spesifik pada sikap sistem imun

   Menjelaskan macam-  Macam-macam  Diskusi tentang

  1. Menyebutkan macam-macam macam kekebalan kekebalan tubuh : kekebalan alami kekebalan tubuh

  1. Kekebalan alami dan kekebalan

  2. Kekebalan buatan buatan tubuh  Mengidentifikasi

  2. Menyebutkan gangguan atau  Gangguan kekebalan  Diskusi tentang gangguan atau penyakit yang terjadi tubuh gangguan atau penyakit yang pada sistem penyakit yang terjadi pada kekekebalan tubuh terjadi pada sistem manusia da upaya sistem kekekebalan untuk pencegahan kekekebalan tubuh manusia seperti imunisasi tubuh manusia

  3. Menyebutkan berbagai upaya untuk pencegahan penyakit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : XI IPA/ 2 Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (2 x 45 menit) A.

  2. Mempresentasikan hasil diskusi dengan percaya diri.

  1. Melakukan kegiatan diskusi dengan semangat kerja sama dan saling menghargai.

  Psikomotorik 1. Membuat tabel perbedaan limfosit B dan T. Afektif

  1. Mengamati gambar komponen sistem pertahanan tubuh

  Kognitif Proses

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SIKLUS I

STANDAR KOMPETENSI

  7. Menyebutkan beda limfosit B dan T

  6. Mengidentifikasi komponen sistem pertahanan tubuh

  5. Menyebutkan fungsi sistem imun tubuh

   INDIKATOR Kognitif Produk

  D.

  3.8 Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit.

  3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

C. KOMPETENSI DASAR

  8. Menjelaskan mekanisme kekebalan non spesifik dan spesifik pada sistem imun

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk

  1. Dengan melakukan diskusi kelompok (pair), siswa dapat mennyebutkan fungsi sistem imun tubuh.

  2. Melalui kegiatan diskusi kelompok (pair dan share), siswa dapat mengidentifikasi komponen sistem pertahanan tubuh.

  3. Melalui kegiatan diskusi kelompok (share), siswa dapat menjelaskan beda limfosit B dan T.

  4. Melalui kegiatan diskusi kelompok (share), menjelaskan mekanisme kekebalan non spesifik dan spesifik pada sistem imun

  Kognitif Proses

  1. Dengan diberi LKS, siswa dapat mengamati gambar komponen sistem pertahanan tubuh.

  Psikomotorik

  1. Setelah membaca buku, siswa dapat membuat tabel perbedaan limfosit B dan T.

  Afektif

  1. Setelah selesai pembelajaran, rasa saling menghargai dan semangat kerja sama siswa akan meningkat.

  2. Rasa percaya diri siswa meningkat dengan terbiasa berbicara di depan kelas dalam bentuk presentasi hasil diskusi.

  3. Setelah selesai pembelajaran, rasa lapang dada pada diri siswa akan meningkat.

  E. MATERI PEMBELAJARAN Fungsi Sistem Pertahanan Tubuh

  1) Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit, menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal

  Komponen Sistem Kekebalan Tubuh

  1. Granular, memiliki bintik-bintik. Leukosit granular yaitu Basofil, Acidofil/Eosinofil dan Neutrofil.

  2. Agranular, tidak memiliki bintik-bintik . Leukosit Agranular yaitu Monosit dan Limfosit. Limfosit berperan utama dalam respon imun diperantarai sel.

  Limfosit terbagi atas 2 jenis yaitu Limfosit B dan Limfosit T.

  a. Limfosit B Dibuat di sumsum tulang yaitu sel batang yang sifatnya pluripotensi(pluripotent stem cells) dan dimatangkan di sumsum tulang(Bone Marrow). Berperan dalam imunitas humoral. Menyerang antigen yang ada di cairan antar sel. Terdapat 3 jenis sel Limfosit B yaitu : - Limfosit B plasma, memproduksi antibodi.

  • Limfosit B pembelah, menghasilkan Limfosit B dalam jumlah banyak dan cepat.
  • Limfosit B memori, menyimpan mengingat antigen yang pernah masuk ke dalam tubuh.

  b. Limfosit T Dibuat di sumsum tulang dari sel batang yang pluripotensi(pluripotent stem cells) dan dimatangkan di Timus. Berperan dalam imunitas selular. Menyerang antigen yang berada di dalam sel. Terdapat 3 jenis Limfosit T yaitu:

  • Limfosit T pempantu (Helper T cells), berfungsi mengantur sistem imun dan mengontrol kualitas sistem imun.
  • Limfosit T pembunuh(Killer T cells) atau Limfosit T Sitotoksik, menyerang sel tubuh yang terinfeksi oleh pathogen.
  • Limfosit T surpressor (Surpressor T cells), berfungsi menurunkan dan menghentikan respon imun jika infeksi berhasil diatasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kemudian, pada semua limfosit dewasa, permukaannya tertempel reseptor antigen yang hanya dapat mengenali satu antigen.

  4. Antigen adalah berbagai organisme dan substansi asing yang masuk ke dalam tubuh dan mampu merangsang sistem kekebalan untuk menimbulkan respons kebal terhadapnya. Antigen juga disebut imunogen. Cirri penting antigen :  Imunogenisitas, yaitu kemampuan untuk memicu perbanyakan antibodi dan limfosit spesifik  Reaktivitas, yaitu kemampuan untuk bereaksi dengan limfosit yang teraktivasi dan antibodi yang dilepaskan oleh reaksi kekebalan

  5. Antibodi adalah protein yang dibentuk tubuh sebagai respons terhadap suatu antigen dan secara spesifik mengadakan reaksi dengan antigen tersebut. Antibodi juga disebut Imunoglobulin. Imunoglobulin (Ig) ada beberapa macam sebagai berikut :  IgA mampu menetralisasi virus dan menghalangi penempelan bakteri pada epithelium  IgG merupakan pertahanan utama terhadap infeksi untuk bayi pada minggu-minggu pertama kehidupannya yang berasal dari kolostrum  IgD berfungsi sebagai reseptor antigen sel limfosit B dan penting bagi aktivasi sel B tersebut  IgE merupakan antibodi yang menyebabkan reaksi alergi  IgM merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan musuh

  a. Mekanisme Sistem Kekebalan Tubuh (Imunitas) Tubuh memiliki dua macam sistem kekebalan sebagai berikut :

   Sistem kekebalan bawaan (Nonspesifik) Kekebalan bawaan merupakan potensi yang terdapat dari dalam tubuh sendiri. Kekebalan ini ada sejak manusia dilahirkan. Kekebalan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   Sistem kekebalan adaptif (Spesifik) Sistem kekebalan adaptif adalah kekebalan yang diaktifkan oleh sistem kekebalan buatan bawaan. Kekebalan adaptif bersifat spesifik karena mampu mengenali dan menginat pathogen spesifik sehingga dapat bersiap apabila terjadi infeksi oleh pathogen yang sama untuk kemudian hari.

  F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

  Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Metode Pembelajaran : Diskusi (Think-Pair-Share), dan Ceramah

  G. KEGIATAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa Terlaksana/ (waktu) Tidak

  Pendahuluan Menyampaikan

  1. Guru memberikan (20 menit) tujuan dan apersepsi berupa memotivasi siswa menunjukkan gejala flu

  2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

  3. Siswa diminta mengerjakan soal pre- test sistem imunitas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Inti Mengorganisasikan

  4. Fase Think : (60 menit) siswa duduk dalam Guru memberikan soal kelompok belajar (LKS 1) dan meminta dan membimbing siswa menjawab kelompok pertanyaan tersebut pada lembar kertas

  5. Fase Pair : Mengorganisasi siswa duduk dalam pasangan dan tiap-tiap kelompok mendiskusikan hasil pekerjaannya masing- masing. 1 kelompok terdiri dari 4 orang yang ditentukan oleh guru.

  6. Fase Share: 1 wakil dari anggota kelompok mempresentasikan hasil diskusi untuk soal LKS1 dan kelompok lain menanggapinya.

  Evaluasi

  7. Guru memberikan post-test kepada siswa Penutup Penghargaan

  8. Memberikan (10 menit) penghargaan bagi kelompok yang bagus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran dan merefleksikannya

  10. Memberi tugas membaca materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya

  Pengamatan dilakukan saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

H. SUMBER BELAJAR

  1. Buku siswa Biologi SMA, kelas XI

  2. Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 dilengkapi dengan kunci LKS 1

I. PENILAIAN

  1. Ranah Kognitif : Soal pre-test dan post-test (bentuk soal uraian singkat) dan lembar kerja siswa (bentuk soal uraian obyektif), hasil diskusi siswa.

  2. Ranah Afektif : Lembar observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran dan wawancara.

  3. Ranah Psikomotorik : Lembar observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : XI IPA/ 2 Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (2 x 45 menit) A.

STANDAR KOMPETENSI

  3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

B. KOMPETENSI DASAR

  3.8 Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit.

  C.

   INDIKATOR Kognitif Produk

  2. Menyebutkan macam-macam kekebalan tubuh

  3. Menyebutkan gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem kekekebalan tubuh manusia

  4. Menyebutkan berbagai upaya untuk pencegahan penyakit

  Kognitif Proses

  1. Mengidentifikasi gambar berbagai jenis penyakit akibat kegagalan sistem imunitas tubuh.

  Psikomotorik

  1. Mencocokkan gambar dengan nama berbagai jenis penyakit akibat kegagalan sistem imunitas tubuh

  Afektif

  1. Melakukan kegiatan diskusi dengan semangat kerja sama dan saling menghargai.

  2. Mempresentasikan hasil diskusi dengan percaya diri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kognitif Produk

  1. Setelah membaca buku, siswa dapat menyebutkan macam-macam kekebalan tubuh

  2. Dengan melakukan diskusi kelompok (pair), siswa dapat menyebutkan gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem kekekebalan tubuh manusia.

  3. Melalui kegiatan diskusi kelompok (share), siswa dapat menyebutkan berbagai upaya untuk pencegahan penyakit

  Kognitif Proses

  1. Dengan diberi LKS, siswa dapat mengidentifikasi gambar berbagai jenis penyakit akibat kegagalan sistem imunitas tubuh.

  Psikomotorik

  1. Setelah membaca buku, siswa dapat mencocokkan gambar dengan nama berbagai jenis penyakit akibat kegagalan sistem imunitas tubuh

  Afektif

  1. Setelah selesai pembelajaran, rasa saling menghargai dan semangat kerja sama pada siswa akan meningkat.

  2. Rasa percaya diri siswa meningkat dengan terbiasa berbicara di depan kelas dalam bentuk presentasi hasil diskusi.

  3. Setelah selesai pembelajaran, rasa lapang dada pada diri siswa akan meningkat.

E. MATERI PEMBELAJARAN b. Macam-macam kekebalan tubuh.

   Kekebalan aktif adalah kekebalan yang diperoleh karena tubuh membuat antibodi sendiri. Kekebalan aktif dibedakan menjadi 2 macam : 1) Kekebalan aktif alami, diperoleh setelah seseorang sembuh dari serangan suatu penyakit.

  2) Kekebalan aktif buatan, diperoleh dengan vaksinasi, yaitu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mikrorganisme yang dilemahkan, atau mikroorganisme mati sehingga kemudian tubuh aktif menghasilkan antibodi sendiri.  Kekebalan pasif adalah kekebalan yang diperoleh melalui transfer atau pemberian antibodi dari individu lain. Kekebalan pasif dapat terjadi secara alami dan buatan 1) Kekebalan pasif alami, kekebalan yang diperoleh bukan dari tubuhnya sendiri, melainkan dari tubuh orang lain. Misalnya kekebalan timbul ketika antibodi diberikan oleh ibu kepada bayinya melalui plasenta pada waktu dalam kandungan dan ASI setelah melahirkan.

  2) Kandungan pasif buatan, dapat diperoleh dari imunisasi pasif.

  c. Penyebab terjadinya penyakit akibat kegagalan sistem imunitas.

  5. Alergi Alergi, kadang disebut hipersensitivitas, disebabkan respon imun terhadap antigen. Antigen yang memicu alergi disebut allergen. Reaksi alregi terbagi atas 2 jenus yaitu:

  a. Reaksi alergi langsung. Reaksi alergi langsung disebabkan mekanisme imunitas humoral. Reaksi ini disebabkan oleh prosuksi antibodi IgE berlebihan saat seseorang terkena antigen. Antibodi IgE tertempel pada sel Mast,leukosit yang memiliki senyawa histamin. Sel mAst banyak terdapat pada paru-paru sehingga saat antibodi IgE menempel pada sel Mast, Histamin dikeluarkan dan menyebabkan bersin-bersin dan mata berair.

  b. Reaksi alergi tertunda. Reaksi alergi tertunda disebabkan oleh perantara sel. Contoh yang ekstrim adalah saat makrofag tidak dapat menelan antigen atau menghancurkannya. Akhirnya Limfosit T segera memicu pembengkakan pada jaringan.

  6. Penolakan organ transplantasi Sistem imun menyerang sesuatu yang dianggap asing di dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sing dan kemudian diserang. Untuk mengatasi hal ini, ilmuwan mencari donor transplantasi yang MHC punya banyak kesamaan dengan milik si resipien. Resipien organ tranplantasi juga diberi obat untuk menekan sistem imun mereka dan menghindarkan penolakan dari organ transplantasi. Jika organ tranplantasi mengandung Limfosit T yang berbeda jenisnya dengan Limfosit T milik donor seperti pada cangkok sumsum tulang, Limfosit T dari organ tranplantasi ini bisa saja menyerang organ dan jaringan donor. Unutk mengatasi hal ini, ilmuwan meminimalisir reaksi graft versus host (GVH) dengan cara menghilangkan semua Limfosit T dewasa sebelum dilakukan tranplantasi.

  Penolakan tranplantasi dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu penolakan hiper-akut yang terjadi sebagai respon antibodi resipien terhadap donor terkait golongan darah, penolakan akut yang terjadi sebagai respon sel T terhadap perbedaan protein organ donor dengan resipien, dan penolakan kronis yang terjadi karena organ yang ditransplantasikan kehilangan fungsi yang disebabkan oleh darah membeku pada pembuluh darah organ.

  7. Defisiensi Imun Salah satu penyakit defisiensi sistem imun yaitu

  AIDS(Acquired Immune deficiency Syndrome) yang disebabkan oleh HIV(Human Immunodeficiency Virus). HIV menyerang Limfosit T pembantu karena Limfosit T pembantu mengatur jalannya kontrol sistem imun. Dengan diserangkan Limfosit T pembantu, maka pertahanan tubuh akan menjadi lemah. Defisiensi sistem imun dapata terjadi karena radiasi yang menyebabkan turunnya produksi limfosit. Sindrom DiGeorge adalah kelainan sistem imun yang disebabkan karena penderita tidak punya timus dan tidak dapat memproduksi Limfosit T dewasa. Orang dengan kelainan ini hanya bisa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sistem imun yang diturunkan secara genetika adalah Severe Combined Immuno Deficiency (SCIED). Penderita SCID tidak punya Limfosit B dan T maka ia harus diisolasi dari lingkungan luar dan hidup dengan betul-betul steril karena mereka bisa saja mati disebabkan oleh infeksi.

  8. Penyakit autoimun Autoimunitas adalah respon imun tubuh yang berbalik menyerang organ dan jaringan sendiri. Autoimunitas bisa terjadi pada respon imun humoral atau imunitas diperantarai sel. Sebagai contoh, penyakit diabetes tipe 1 terjadi karena tubuh membuat antibodi yang menghancurkan insulin sehingga tubuh penderita tidak bisa membuat gula. Pada myasthenia gravis, sistem imun membuat antibodi yang menyerang jaringan normal seperti neuromuscular dan menyebabkan paralisis dan lemah. Pada demam rheumatik, antibodi menyerang jantung dan bisa menyebabkan kerusakan jantung permanen. Pada Lupus Erythematosus sistemik, biasa disebut lupus, antibodi menyerang bebeagai jaringan yang berbeda, menyebabkan gejalan yang menyebar.

  Imunodefisiensi : keadaan di mana sistem kekebalan seseorang sangat lemah atau tidak mampu melakukan tugasnya melawan infeksi berbahaya.

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

  Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Metode Pembelajaran : Diskusi (Think-Pair-Share), dan Ceramah I.

   KEGIATAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa Terlaksana/ (waktu) Tidak

  Pendahuluan Menyampaikan tujuan

  1. Guru memberikan (20 menit) dan memotivasi aperepsi berupa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

  3. Siswa diminta mengerjakan soal pre- test sistem imunitas tentang macam-macam kekebalan dan penyakit akibat kegagalan sistem imunitas Inti Mengorganisasikan

  4. Fase Think : (60 menit) siswa duduk dalam Guru memberikan soal kelompok belajar (LKS 2) dan meminta dan membimbing siswa menjawab kelompok pertanyaan tersebut pada lembar kertas

  5. Fase Pair : Mengorganisasi siswa duduk dalam kelompok dan tiap-tiap kelompok mendiskusikan hasil pekerjaannya masing- masing. 1 kelompok 4 orang dipilih secara bebas oleh siswa.

  6. Fase Share: Mempresentasikan hasil diskusi untuk soal LKS 2 untuk tiap-tiap kelompok dan kelompok lain

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  test tertulis kepada siswa Penutup Penghargaan

  8. Memberikan (10 menit) penghargaan bagi kelompok yang bagus

  9. Membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran dan merefleksikannya

  10. Memberi tugas membaca materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya

J. SUMBER BELAJAR

   Buku siswa Biologi SMA, kelas XI  Lembar Kerja Siswa (LKS) 2 dilengkapi dengan kunci LKS 2

I. PENILAIAN

  1. Ranah Kognitif : Soal pre-test dan post-test (bentuk soal uraian singkat) dan lembar kerja siswa (bentuk soal uraian obyektif), hasil diskusi siswa.

  2. Ranah Afektif : Lembar observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran dan wawancara.

  3. Ranah Psikomotorik : Lembar observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Sebutkan 5 komponen sistem kekebalan tubuh! Jawab :

  3. Amatilah gambar komponen sistem kekebalan tubuh di bawah ini! a. b. c. d.

  e. …………………………………………

  d. …………………………………………

  c. …………………………………………

  b. …………………………………………

  a. …………………………………………

  LEMBAR KERJA SISWA 1 “Komponen dan Mekanisme Sistem Kekebalan Tubuh” Nama : No. Absen : CARA KERJA 1. Bacalah buku sumber (Buku siswa Biologi SMA, kelas XI) tentang Sistem Imunitas.

  2. Setelah membaca buku sumber, kerjakan soal-soal yang ada dalam LKS!

  b. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………..

  a. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………..

  1. Sebutkan 3 fungsi sistem imun! Jawab :

  SOAL PANDUAN DISKUSI :

  4. Presentasikan hasil diskusi tersebut!

  3. Kemudian diskusikan hasil jawabanmu bersama kelompokmu!

  c. ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………….

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berilah nama pada gambar tersebut!

  a) ……………………………………

  d) ……………………………………

  b) ……………………………………

  e) ……………………………………

  c) ……………………………………

  4. Buatlah tabel perbandingan antara sel limfosit B dan T berdasarkan :

  a. Tempat pematangan

  b. Peranan

  c. Tempat menyerang antigen

  5. Jelaskanlah 2 mekanisme sistem pertahanan tubuh!

  a. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………….

  b. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 1

“Komponen dan Mekanisme Sistem Kekebalan Tubuh”

CARA KERJA : 1. Bacalah buku sumber (Buku siswa Biologi SMA, kelas XI) tentang Sistem Imunitas.

  2. Setelah membaca buku sumber, kerjakan soal-soal yang ada dalam LKS!

  3. Kemudian diskusikan hasil jawabanmu bersama kelompokmu!

  4. Presentasikan hasil diskusi tersebut!

  SOAL PANDUAN DISKUSI :

  1. Sebutkan 3 fungsi sistem imun! Jawab : Sistem Pertahanan Tubuh mempunyai beberapa fungsi, yaitu :

  1) Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit, menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh 2) Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan. 3) Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal

  2. Sebutkan 5 komponen sistem kekebalan tubuh! Jawab :

  a. Granular, memiliki bintik-bintik. Leukosit granular yaitu Basofil, Acidofil/Eosinofil dan Neutrofil.

  b. Agranular, tidak memiliki bintik-bintik . Leukosit Agranular yaitu Monosit dan Limfosit. Limfosit berperan utama dalam respon imun diperantarai sel.

  c. Macrophage(makrofag), yang biasanya berasal dari monosit. Makrofag bersifat fagositosis, menghancurkan sel lain dengan cara memakannya. Kemudian, pada semua limfosit

  d. dewasa, permukaannya tertempel reseptor antigen yang hanya e. dapat mengenali satu antigen.

  f. Antigen adalah berbagai organisme dan substansi asing yang masuk ke dalam tubuh dan mampu merangsang sistem kekebalan untuk menimbulkan respons kebal terhadapnya. Antigen juga disebut imunogen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  85

  3. Amatilah gambar komponen sistem kekebalan tubuh di bawah ini! a. b. c. d.

  e.

  Berilah nama pada gambar tersebut!

  a) Basofil

  b) Monosit

  c) Neutrofil

  d) Eosinofil

  e) Makrofag

  4. Buatlah tabel perbandingan antara sel limfosit B dan T berdasarkan :

  a. Tempat pematangan

  b. Peranan

  c. Tempat menyerang antigen

  

No Pembeda Limfosit B Limfosit T

  Tempat Sumsum Timus 1 pematangan tulang Peranan Imunitas Imunitas

  2 humoral selular Tempat Menyerang

  Menyerang menyerang antigen antigen yang 3 antigen yang berada di berada di dalam sel luar sel

  5. Jelaskanlah 2 mekanisme sistem pertahanan tubuh!  Sistem kekebalan bawaan (Nonspesifik)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  86 dalam tubuh. Kekebalan nonspesifik terdiri dari perlindungan permukaan dan kekebalan tubuh

   Sistem kekebalan adaptif (Spesifik) Sistem kekebalan adaptif adalah kekebalan yang diaktifkan oleh sistem kekebalan buatan bawaan. Kekebalan adaptif bersifat spesifik karena mampu mengenali dan mengingat pathogen spesifik sehingga dapat bersiap apabila terjadi infeksi oleh pathogen yang sama untuk kemudian hari.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LEMBAR KERJA SISWA 2 “Macam Sistem Kekebalan, Penyakit Pada Sistem Kekebalan Tubuh dan Upaya Penanggulangan Penyakit ” CARA KERJA : 1. Bacalah buku sumber (Buku siswa Biologi SMA, kelas XI) tentang Sistem Imunitas.

  2. Setelah membaca buku sumber, kerjakan soal-soal yang ada dalam LKS!

  3. Kemudian diskusikan hasil jawabanmu bersama kelompokmu!

  4. Presentasikan hasil diskusi tersebut!

  SOAL PANDUAN DISKUSI :

  1. Jelaskan 2 macam kekebalan tubuh!

  a. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………

  b. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………

  2. Sebutkan 5 macam antigen! a. ……………………………………………..

  b. ……………………………………………..

  c. ……………………………………………..

  d. ……………………………………………..

  e. ……………………………………………..

  3. Jelaskan 3 penyakit akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh! Jawab :

  a. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………

  c. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………

  4. Jelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi penyakit akibat kegagalan! Jawab :

  ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………

  ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………

  5. Amatilah gambar macam-macam penyakit akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh di bawah ini! a. b. c.

  d.

  Berilah nama pada gambar tersebut!

  a) ……………………………………

  d) ……………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 2

“Macam Sistem Kekebalan, Penyakit Pada Sistem Kekebalan Tubuh

dan Upaya Penanggulangan Penyakit ”

CARA KERJA :

  1. Bacalah buku sumber (Buku siswa Biologi SMA, kelas XI) tentang Sistem Imunitas.

  2. Setelah membaca buku sumber, kerjakan soal-soal yang ada dalam LKS!

  3. Kemudian diskusikan hasil jawabanmu bersama kelompokmu!

  4. Presentasikan hasil diskusi tersebut!

  SOAL PANDUAN DISKUSI :

  1. Jelaskan 2 macam kekebalan tubuh!  Kekebalan aktif adalah kekebalan yang diperoleh karena tubuh membuat antibodi sendiri. Kekebalan aktif dibedakan menjadi 2 macam : 1) Kekebalan aktif alami, diperoleh setelah seseorang sembuh dari serangan suatu penyakit.

  2) Kekebalan aktif buatan, diperoleh dengan vaksinasi, yaitu memasukkan vaksin yang dapat berisi racun bakteri, mikrorganisme yang dilemahkan, atau mikroorganisme mati sehingga kemudian tubuh aktif menghasilkan antibodi sendiri.  Kekebalan pasif adalah kekebalan yang diperoleh melalui transfer atau pemberian antibodi dari individu lain. Kekebalan pasif dapat terjadi secara alami dan buatan 1) Kekebalan pasif alami, kekebalan yang diperoleh bukan dari tubuhnya sendiri, melainkan dari tubuh orang lain. Misalnya kekebalan timbul ketika antibodi diberikan oleh ibu kepada bayinya melalui plasenta pada waktu dalam kandungan dan ASI setelah melahirkan.

  2) Kekebalan pasif buatan, dapat diperoleh dari imunisasi pasif seperti suntik serum tetanus.

  2. Sebutkan 5 macam antigen!

  a. Virus

  d. Jamur

  b. Protozoa

  e. cacing pita

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Jelaskan 3 penyakit akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh! Jawab :

  1. Alergi Alergi, kadang disebut hipersensitivitas, disebabkan respon imun terhadap antigen.

  Antigen yang memicu alergi disebut allergen. Reaksi alregi terbagi atas 2 jenus yaitu: a. Reaksi alergi cepat. Reaksi alergi cepat disebabkan mekanisme imunitas humoral.

  Reaksi ini disebabkan oleh prosuksi antibodi IgE berlebihan saat seseorang terkena antigen. Antibodi IgE tertempel pada sel Mast,leukosit yang memiliki senyawa histamin. Sel mAst banyak terdapat pada paru-paru sehingga saat antibodi IgE menempel pada sel Mast, Histamin dikeluarkan dan menyebabkan bersin-bersin dan mata berair.

  Gbr. Seorang anak alergi terhadap tepung sari

  b. Reaksi alergi tertunda. Reaksi alergi tertunda disebabkan oleh perantara sel.

  Contoh yang ekstrim adalah saat makrofag tidak dapat menelan antigen atau menghancurkannya. Akhirnya Limfosit T segera memicu pembengkakan pada jaringan.

  2. Penolakan organ transplantasi Sistem imun menyerang sesuatu yang dianggap asing di dalam tubuh individu normal, yang diserang adalah organ transplantasi. Saat organ ditransplantasikan,

  MHC organ donor dikenali sebagai senyawa sing dan kemudian diserang. Untuk mengatasi hal ini, ilmuwan mencari donor transplantasi yang MHC punya banyak kesamaan dengan milik si resipien. Resipien organ tranplantasi juga diberi obat untuk menekan sistem imun mereka dan menghindarkan penolakan dari organ transplantasi. Jika organ tranplantasi mengandung Limfosit T yang berbeda jenisnya dengan Limfosit T milik donor seperti pada cangkok sumsum tulang, Limfosit T dari organ tranplantasi ini bisa saja menyerang organ dan jaringan donor. Unutk mengatasi hal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penolakan tranplantasi dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu penolakan hiper-akut yang terjadi sebagai respon antibodi resipien terhadap donor terkait golongan darah, penolakan akut yang terjadi sebagai respon sel T terhadap perbedaan protein organ donor dengan resipien, dan penolakan kronis yang terjadi karena organ yang ditransplantasikan kehilangan fungsi yang disebabkan oleh darah membeku pada pembuluh darah organ.

  3. Defisiensi Imun Salah satu penyakit defisiensi sistem imun yaitu AIDS(Acquired Immune deficiency Syndrome) yang disebabkan oleh HIV(Human Immunodeficiency

  Virus). HIV menyerang Limfosit T pembantu karena Limfosit T pembantu mengatur jalannya kontrol sistem imun. Dengan diserangkan Limfosit T pembantu, maka pertahanan tubuh akan menjadi lemah. Defisiensi sistem imun dapata terjadi karena radiasi yang menyebabkan turunnya produksi limfosit. Sindrom DiGeorge adalah kelainan sistem imun yang disebabkan karena penderita tidak punya timus dan tidak dapat memproduksi Limfosit T dewasa. Orang dengan kelainan ini hanya bisa mengandalkan imunitas humoralnya secara terbatas dan imunitas diperantarai selnya sangat terbatas. Contoh ekstrim penyakit defisiensi sistem imun yang diturunkan secara genetika adalah Severe Combined Immuno Deficiency (SCIED). Penderita SCID tidak punya Limfosit B dan T maka ia harus diisolasi dari lingkungan luar dan hidup dengan betul-betul steril karena mereka bisa saja mati disebabkan oleh infeksi.

  Gbr. Seorang pria yang Gbr. Seorang anak yang mengidap AIDS mengidap SCID

  4. Penyakit autoimun Autoimunitas adalah respon imun tubuh yang berbalik menyerang organ dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tubuh membuat antibodi yang menghancurkan insulin sehingga tubuh penderita tidak bisa membuat gula. Pada myasthenia gravis, sistem imun membuat antibodi yang menyerang jaringan normal seperti neuromuscular dan menyebabkan paralisis dan lemah. Pada demam rheumatik, antibodi menyerang jantung dan bisa menyebabkan kerusakan jantung permanen. Pada Lupus Erythematosus sistemik, biasa disebut lupus, antibodi menyerang bebeagai jaringan yang berbeda, menyebabkan gejalan yang menyebar. Imunodefisiensi : keadaan di mana sistem kekebalan seseorang sangat lemah atau tidak mampu melakukan tugasnya melawan infeksi berbahaya.

  Gbr. Seorang pria yang Gbr. Seorang pria yang mengidap mengidap myasthenia gravis rheumatik

  4. Jelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi penyakit akibat kegagalan! Jawab :

  Imunisasi

  Merupakan salah satu usaha manusia untuk menjadikan individu kebal terhadap suatu penyakit. Imunisasi ini merupakan salah satu program upaya pemerintah untuk mengurangi angka kematian akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh. Imunisasi terbagi 2,yaitu : a. Imunisasi aktif : Diperoleh karena tubuh secara aktif membuat antibodi sendiri.

   Imunisasi aktif Alami : Kekebalan yang Diperoleh seseorang setelah sembuh dari sakit tertentu.  Imunisasi Aktif Buatan : Imunisasi merupakan pemberian mikroorganisme yang telah mati atau dilemahkan ke dalam tubuh manusia supaya tubuh membentuk antibody.

  • Melibatkan pembentukan antibodi di dalam tubuh sebagai respon terhadap masuknya antigen tertentu ke dalam tubuh .
  • Bertujuan untuk merangsang tubuh agar membentuk antibodi yang dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Imunisasi Pasif : kekebalan yang didapat dari pemindahan antibody dari suatu individu ke individu lainnya.

   Imunisasi Pasif Alami : Terjadi pada bayi dalam kandungan, dimana antibodi sang ibu akan masuk ke dalam tubuh bayi melalui plasenta,dan ASI pertama.

  Imunisasi Pasif Buatan : Kekebalan yang diperoleh dengan memasukkan antibodi / serum yang telah kebal penyakit yang dilakukan melalui suntikan.Tujuanya adalah untuk memberikan kekebalan tubuh secepatnya karena tubuh penerima tidak memiliki banyak waktu untuk membentuk antibodi.

  5. Amatilah gambar macam-macam penyakit akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh di bawah ini! b. b. c.

  d.

  Berilah nama pada gambar tersebut!

  a) Myasthenia gravis

  b) AIDS

  c) Alergi

  d) SCID

  94 KISI-KISI SOAL

  5. Membuat tabel perbedaan limfosit B dan T

  1

  9. Menyebutkan berbagai upaya untuk pencegahan penyakit

  8

  1

  Mennyebutkan gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem kekekebalan tubuh manusia

  1 7 8.

  7. Menyebutkan macam-macam kekebalan tubuh

  6

  1

  5 6. Membedakan respon imun non spesifik dan spesifik pada sistem imun

  1

  4

  Nama Sekolah : SMA Negeri 6 Yogyakarta Kelas/Semester : XI IPA 3 /II Mata Pelajaran : Biologi Kurikulum :KTSP Bentuk Soal :Uraian Penyusun :Peneliti

  1

  4. Mengamati komponen sistem pertahanan tubuh

  3

  1

  3. Menyebutkan beda limfosit B dan T

  2

  1

  2. Mengidentifikasi komponen sistem pertahanan tubuh

  1

  1

  1. Menyebutkan fungsi sistem imun tubuh

  No Indikator Ingatan Pemahaman Penerapan Nomor Soal Pre-Test

  9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10. Mengidentifikasi gambar berbagai jenis penyakit akibat kegagalan sistem imunitas tubuh

  7 6. Membedakan respon imun non spesifik dan spesifik pada sistem imun

  1

  8 4. Mengidentifikasi gambar berbagai jenis penyakit akibat kegagalan sistem imunitas tubuh

  1

  3. Mendeskripsikan berbagai upaya untuk pencegahan penyakit

  3 1 4,5,6,7

  1 2 1,2,3 2. Menyebutkan gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem kekekebalan tubuh manusia

  1. Menyebutkan macam-macam kekebalan tubuh

  8 Post-Tes Siklus II

  1

  1

  1

  5. Membuat tabel perbedaan limfosit B dan T

  4. Mengamati komponen sistem pertahanan tubuh 2 5,6

  4

  1

  3. Menyebutkan beda limfosit B dan T

  2. Mengidentifikasi komponen sistem pertahanan tubuh 2 2,3

  1

  1

  1. Menyebutkan fungsi sistem imun tubuh

  10 Post-Tes Siklus I

  9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Komponen yang memiliki ciri-ciri tersebut adalah ……………………………………...

  5. Buatlah tabel perbandingan 2 aspek tentang tempat pematangan dan tempat menyerang antigen sel limfosit B dan T!

  …………… …………….

  b.

  4. Berilah nama pada gambar macam-macam leukosit granular berikut! a.

  3. Beda limfosit B dan T adalah ......................................... dan ........................................

  NAMA : KELAS/NO. :

LEMBARAN SOAL PRETES

  Mata Pelajaran : Biologi Materi : Sistem Imunitas Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA ) Waku : 15 menit

  2. Perhatikan beberapa ciri komponen sistem pertahanan tubuh di bawah ini :

  1. Salah satu fungsi sistem imun bagi tubuh adalah ..............................................................

  Kerjakanlah soal anda pada lembar soal 4. Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru

  2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja 3.

  1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan

  PETUNJUK UMUM

  a. Protein yang dibentuk tubuh yang berfungsi untuk melawan antigen (zat asing/protein asing) yang masuk ke dalam tubuh b. Komponen ini memiliki banyak macam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Perhatikan beberapa mekanisme pertahanan tubuh : 1) potensi yang terdapat dari dalam tubuh sendiri 2) kekebalan yang diaktifkan oleh sistem kekebalan buatan bawaan 3) mampu mengenali dan menginat pathogen tertentu dari beberapa mekanisem pertahanan tersebut, nomor berapakah yang menunjukkan mekanisme pertahanan non-spesifik ……………………………………………………

  7. Salah satu macam kekebalan tubuh adalah ……………………………………………...

  8. Alergi terhadap tepung sari atau binatang seperti kucing yang disebabkan oleh reaksi humoral disebut reaksi alergi ...

  9. Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi timbulnya sejumlah penyakit mematikan adalah adanya program ...

  10. Pasangkan antara gambar dengan nama penyakit akibat kelainan system pertahanan tubuh dengan menghubungkan garis!

  1. a. AIDS

  b. Alergi 2. c. Myasthenia gravis

  d. SCID 3. e. Multiple sklerosis

  f. Rheumatik 4.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  NAMA : KELAS/NO. :

  LEMBARAN SOAL POST-TES SIKLUS I

  Mata Pelajaran : Biologi Materi : Sistem Imunitas Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA ) Waku : 15 menit

  PETUNJUK UMUM

  1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2.

  Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja 3. Kerjakanlah soal anda pada lembar soal

  1. 2 fungsi sistem imun bagi tubuh adalah ............................................................................ dan ……………………………………………………….

  2. Perhatikan beberapa ciri komponen sistem pertahanan tubuh di bawah ini :

  c. Protein yang dibentuk tubuh yang berfungsi untuk melawan antigen (zat asing/protein asing) yang masuk ke dalam tubuh d. Komponen ini memiliki banyak macam

  Komponen yang memiliki ciri-ciri tersebut adalah ……………………………………...

  3. Perhatikan beberapa pernyataan di bawah ini : 1) menghancurkan sel lain dengan cara memakannya 2) berbagai organisme dan substansi asing yang masuk ke dalam tubuh 3) memiliki cirri penting yaitu imunogenisitas dan reaktivitas 4) memproduksi antibodi dari pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri antigen adalah nomor ………………...

  4. Beda limfosit B dan T adalah ......................................... dan ........................................

  5. Berilah nama pada gambar macam-macam leukosit granular berikut! a.

  b.

  c.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Pasangkan antara gambar dengan nama leukosit agranular dengan menghubungkan garis! 1) a. Monosit

  b. Makrofage

  c. Limfosit 2)

  7. Buatlah tabel perbandingan 2 aspek tentang tempat pematangan dan tempat menyerang antigen sel limfosit B dan T!

  8. Perhatikan beberapa mekanisme pertahanan tubuh : 4) Mampu mengenali dan mengingat pathogen tertentu 5) Potensi yang terdapat dari dalam tubuh sendiri 6) Kekebalan yang diaktifkan oleh sistem kekebalan buatan bawaan dari beberapa mekanisme pertahanan tersebut, nomor berapakah yang menunjukkan mekanisme pertahanan spesifik adalah …………………………………………….

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  NAMA : KELAS/NO. :

LEMBARAN SOAL SIKLUS II

  Mata Pelajaran : Biologi Materi : Sistem Imunitas Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA ) Waku : 15 menit

  PETUNJUK UMUM

1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2.

  Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja 3. Kerjakanlah soal anda pada lembar soal

  1. Kekebalan tubuh ada 2 macam yaitu …………………. dan …………………….

  2. Perhatikan pernyataan berikut : 1) kekebalan yang diperoleh bukan dari tubuhnya sendiri, melainkan dari tubuh orang lain 2) diperoleh dari imunisasi pasif 3) timbul ketika antibodi diberikan oleh ibu kepada bayinya melalui plasenta pada waktu dalam kandungan dan ASI setelah melahirkan dari beberapa pernyataan tersebut yang merupakan kekebalan pasif alami adalah …………

  3. Suntik serum tetanus mengakibatkan tubuh memperoleh ……………………………….

  4. Alergi terhadap tepung sari atau binatang seperti kucing yang disebabkan oleh reaksi humoral disebut reaksi alergi .................................... 5. 5 contoh antigen yang dapat menyebabkan penyakit adalah

  ………………………., ………………………, …………………………., ……………………….., dan ……………………….

  6. Kelainan yang disebabkan kesalahan mekanisme sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang jaringan sendiri disebut ………………………….

  7. Penyakit ADIS dapat mengakibatkan kematian karena ………………………………………………………………………………… …….

  8. Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi timbulnya sejumlah penyakit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9. Pasangkan antara gambar dengan nama penyakit akibat kelainan system pertahanan tubuh dengan menghubungkan garis!

  1.

  2.

  3.

  4.

  5. a.

  AIDS b.

  Alergi c.

  Rheumatik d.

  Myasthenia gravis e.

  SCID f.

  Multiple sklerosis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR OBSERVASI SISWA

SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA

SIKLUS I

Hari, tanggal : Observer : Kelompok : PETUNJUK :

  

1. Amati kegiatan kelompok siswa di kelas dalam melaksanakan

pembelajaran!

  

2. Tuliskan tanda lingkaran pada skor yang sesuai dengan keadaan yang

Anda amati!

NO ASPEK YANG DIAMATI SKOR

A. Aspek Afektif A

  1 Fase Think

  1. Siswa antusias menerima Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 2 3 4

  2. Siswa memperhatikan penjelasan guru 1 2 3 4

  A

  2 Fase Pair

  1. Siswa antusias ketika bergabung dalam kelompok 1 2 3 4 masing-masing 4 orang

  2. Siswa percaya diri mengungkapkan pendapatnya dalam 1 2 3 4 kelompok

  3. Siswa menghargai masukan dari teman sekelompoknya 1 2 3 4

  4. Siswa menerima saran dan kritik dari teman 1 2 3 4 kelompoknya dengan lapang dada

  5. Dalam diskusi kelompok tercipta suasana kerjasama 1 2 3 4

  A

  3 Fase Share

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.

  Skor Total

  1 2 3 4 1 2 3 4

  2. Siswa membuat skema saat mempresentasikan hasil diskusi Siswa menggunakan bahasa yang komunikatif saat mempresentasikan hasil diskusi

  3 Fase Share 1.

  B

  2.

  2 Fase Pair

  B

  1. Siswa membuat tabel perbedaan limfosit B dan T 1 2 3 4

  Skor Total

  1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

  5. Kelompok menghargai masukan dari teman lain Kelompok siswa menerima saran dan kritik dari teman kelompok lain dengan lapang dada Kelompok memberi masukan kepada kelompok lain Kelompok menanggapi pembahasan soal yang dipresentasikan kelompok lain

  4.

B. Aspek Psikomotorik B

1 Fase Think

  1. Siswa membuat ringkasan hasil mengerjakan LKS dengan teman kelompoknya 1 2 3 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR OBSERVASI SISWA

SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA

SIKLUS II

Hari, tanggal : Observer : Kelompok : PETUNJUK :

  

1. Amati kegiatan kelompok siswa di kelas dalam melaksanakan

pembelajaran!

  

2. Tuliskan tanda lingkaran pada skor yang sesuai dengan keadaan yang

Anda amati!

NO ASPEK YANG DIAMATI SKOR

A. Aspek Afektif A

  1 Fase Think

  1. Siswa antusias menerima Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 2 3 4

  2. Siswa memperhatikan penjelasan guru 1 2 3 4

  A

  2 Fase Pair

  1. Siswa antusias ketika bergabung dalam kelompok 1 2 3 4 masing-masing 4 orang

  2. Siswa percaya diri mengungkapkan pendapatnya dalam 1 2 3 4 kelompok

  3. Siswa menghargai masukan dari teman sekelompoknya 1 2 3 4

  4. Siswa menerima saran dan kritikdari teman kelompoknya 1 2 3 4 dengan lapang dada

  5. Dalam diskusi kelompok tercipta suasana kerjasama 1 2 3 4

  A

  3 Fase Share

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.

  Skor Total

  1 2 3 4 1 2 3 4

  2. Siswa membuat skema saat mempresentasikan hasil diskusi Siswa menggunakan bahasa yang komunikatif saat mempresentasikan hasil diskusi

  3 Fase Share 1.

  B

  2.

  2 Fase Pair

  B

  1. Siswa mencocokkan gambar dengan nama berbagai jenis penyakit akibat kegagalan sistem imunitas tubuh 1 2 3 4

  Skor Total

  1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

  5. Kelompok menghargai masukan dari teman lain Kelompok siswa menerima saran dan kritik dari teman kelompok lain dengan lapang dada Kelompok memberi masukan kepada kelompok lain Kelompok menanggapi pembahasan soal yang dipresentasikan kelompok lain

  4.

B. Aspek Psikomotorik B

1 Fase Think

  1. Siswa membuat ringkasan hasil mengerjakan LKS dengan teman kelompoknya 1 2 3 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KISI –KISI PEDOMAN WAWANCARA

No Kisi-kisi Indikator Soa l

  Kegiatan siswa

  5. Mengamati gambar komponen sistem pertahanan tubuh

  1 dengan

  

6. Membuat tabel perbedaan limfosit B dan T,

pembelajaran

  7. Mengidentifikasi gambar berbagai jenis penyakit akibat kooperatif tipe kegagalan sistem imunitas tubuh Think-Pair-

  8. Mencocokkan gambar dengan nama berbagai jenis Share penyakit akibat kegagalan sistem imunitas tubuh

  1. Menjelaskan apakah ketika siswa

  2 berpasangan/berkelompok dan berbagi siswa ikut bekerja sama berdiskusi secara aktif dengan kelompok dengan semangat kerja sama, saling menghargai

  1. Memberikan pendapat tentang soal dalam LKS saat

  3 diskusi kelompok

  2. Mempresentasikan hasil diskusi dengan percaya diri.

  4

  3. Menerima saran dan kritik hasil diskusi dari teman dengan lapang dada Sikap dan

  1. Memberikan pendapat mengenai proses pembelajaran

  5 tanggapan siswa yang menggunakan tahapan-tahapan Think-Pair-Share terhadap model (Berpikir-Berpasangan/Berkelompok-Berbagi) pembelajaran

  2. Menjelaskan apa yang menarik dari kegiatan kooperatif tipe pembelajaran berpikir-berpasangan/berkelompok- berbagi ini

  Think-Pair- Share

  1. Menjelaskan letak kelebihan pembelajaran dalam tahap

  6 yaitu berpikir, tahap berpasangan/berkelompok dan tahap berbagi

  1. Menjelaskan letak kesukaran pembelajaran dalam

  7 setiap tahap yaitu berpikir, tahap berpasangan/berkelompok dan tahap berbagi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PEDOMAN WAWANCARA DENGAN SISWA

Data Responden (R) Nama Siswa : No. absen :

  1. Apa saja yang anda lakukan saat mengerjakan LKS yang diberikan oleh guru?

  2. Apa saja yang terjadi saat anda berdiskusi dengan teman kelompokmu?

  3. Apakah anda memberikan pendapat saat berdiskusi dengan teman kelompok? Apa pendapat yang kamu berikan?

  4. Apa saja yang anda lakukan saat presentasi hasil diskusi berlangsung?

  5. Menurutmu, bagaimana proses pembelajaran yang menggunakan tahapan- tahapan Think-Pair-Share (Berpikir-Berpasangan/Berkelompok-Berbagi)?

  6. Menurutmu, apa letak kelebihan proses pembelajaran dalam setiap tahap yaitu Berpikir-Berpasangan/berkelompok-Berbagi?

  7. Menurutmu, apa letak kesukaran proses pembelajaran dalam setiap tahap yaitu Berpikir-Berpasangan/berkelompok-Berbagi?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PANDUAN SKORING

No Soal dan Jawaban Skor Pre-Tes

  1 Salah satu fungsi sistem imun bagi tubuh adalah ... Menyebutkan

1) Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit, satu dari 3

  fungsi yang

  menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta ada bernilai tumor) yang masuk ke dalam tubuh

  1 2) Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan. 3) Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal

  2

  1. Perhatikan beberapa ciri komponen sistem pertahanan tubuh di

  1

  bawah ini :

  a. Protein yang dibentuk tubuh yang berfungsi untuk melawan antigen (zat asing/protein asing) yang masuk ke dalam tubuh b. Komponen ini memiliki banyak macam

  Komponen yang memiliki ciri-ciri tersebut adalah Antibodi

  3 Peranan limfosit B dan T adalah imunitas humoral dan imunitas

  2 selular

  4 Berilah nama pada gambar macam-macam leukosit granular berikut! a. b.

  2 Basofil Neutrofil

  5 Buatlah tabel perbandingan antara sel limfosit B dan T Siswa dapat berdasarkan : membuat

  a. Tempat pematangan tabel dan

  b. Tempat menyerang antigen memberi nama Limfosit B

  Limfosit

  san T

  No Limfosit T B bernilai 2.

  1

2 Siswa dapat

  mengisi

  Limfosit

  tabel dengan

  No Limfosit T B

  jawaban

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Siswa dapat mengisi

  No Limfosit B Limfosit T

  tabel dengan

  Sumsum Timus

  jawaban

  1 tulang

  yang benar

  Menyerang

  pada soal a

  Menyerang antigen

  dan b

  antigen yang 2 yang

  bernilai 6

  berada di berada di dalam sel luar sel

  6 Perhatikan beberapa mekanisme pertahanan tubuh : 1) potensi yang terdapat dari dalam tubuh sendiri 2) kekebalan yang diaktifkan oleh sistem kekebalan buatan bawaan

  1

  3) mampu mengenali dan menginat pathogen tertentu dari beberapa mekanisem pertahanan tersebut, nomor berapakah yang menunjukkan mekanisme pertahanan non-spesifik adalah nomor 1

  7 Salah satu macam kekebalan tubuh adalah aktif atau pasif

  1

  8 Alergi terhadap tepung sari atau binatang seperti kucing yang

  1

  disebabkan oleh reaksi humoral disebut reaksi alergi cepat

  9 Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi timbulnya

  1

  sejumlah penyakit mematikan adalah adanya program imunisasi

  10 Pasangkan antara gambar dengan nama penyakit akibat kelainan system pertahanan tubuh dengan menghubungkan garis! = Alergi = SCID

  4

  = AIDS = Myasthenia gravis

TOTAL SKOR

  2

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c.

  b.

  5 Berilah nama pada gambar macam-macam leukosit granular berikut! a.

  2

  selular

  4 Peranan limfosit B dan T adalah imunitas humoral dan imunitas

  20 Post-Tes Siklus I

  1 2 fungsi sistem imun bagi tubuh adalah ............................................................................ dan ……………………………………………………….

  3

  1

  Komponen yang memiliki ciri-ciri tersebut adalah antibodi

  2 Perhatikan beberapa ciri komponen sistem pertahanan tubuh di bawah ini : a. Protein yang dibentuk tubuh yang berfungsi untuk melawan antigen (zat asing/protein asing) yang masuk ke dalam tubuh b. Komponen ini memiliki banyak macam

  2

  Menyebutkan dua dari 3 fungsi yang ada bernilai

  3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal

  1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit, menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh 2. Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan.

  1. Perhatikan beberapa pernyataan di bawah ini : 1) menghancurkan sel lain dengan cara memakannya 2) berbagai organisme dan substansi asing yang masuk ke dalam tubuh 3) memiliki cirri penting yaitu imunogenisitas dan reaktivitas 4) memproduksi antibodi dari pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri antigen adalah nomor 2 dan 3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6 Pasangkan antara gambar dengan nama leukosit agranular dengan menghubungkan garis! 1) = Limfosit

  2

  2) = Monosit

  7 Buatlah tabel perbandingan antara sel limfosit B dan T Siswa dapat berdasarkan : membuat

  a. Tempat pematangan tabel dan

  b. Tempat menyerang antigen memberi nama Limfosit B

  Limfosit

  san T

  No Limfosit T B bernilai 2.

  1

2 Siswa dapat

  mengisi

  Limfosit

  tabel dengan

  No Limfosit T B

  jawaban

  Sumsum Timus

  yang benar

  1 tulang

  pada soal a

  2 bernilai 2.

  Siswa dapat mengisi

  No Limfosit B Limfosit T

  tabel dengan

  1

  jawaban

  Menyerang

  yang benar

  Menyerang antigen

  pada soal b

  antigen yang 2 yang bernilai 2. berada di berada di dalam sel luar sel

  Total nilai yaitu 6

  8 Perhatikan beberapa mekanisme pertahanan tubuh : 1) Mampu mengenali dan mengingat pathogen tertentu 2) Potensi yang terdapat dari dalam tubuh sendiri 3) Kekebalan yang diaktifkan oleh sistem kekebalan buatan

  2

  bawaan

TOTAL SKOR

  5

  5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9 Pasangkan antara gambar dengan nama penyakit akibat kelainan system pertahanan tubuh dengan menghubungkan garis! = Alergi = SCID = AIDS

  1

  8 Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi timbulnya sejumlah penyakit mematikan adalah adanya program imunisasi

  2

  kekebalan tubuh tidak berfungsi/bekerja atau sistem pertahanan tubuh lemah

  7 Penyakit ADIS dapat mengakibatkan kematian karena sistem

  1

  6 Kelainan yang disebabkan kesalahan mekanisme sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang jaringan sendiri disebut autoimunitas

  20 Post-Tes Siklus II

  1 Kekebalan tubuh ada 2 macam yaitu aktif dan pasif

  5 5 contoh antigen yang dapat menyebabkan penyakit adalah virus,

  1

  4 Alergi terhadap tepung sari atau binatang seperti kucing yang disebabkan oleh reaksi humoral disebut reaksi alergi cepat

  1

  pasif buatan

  3 Suntik serum tetanus mengakibatkan tubuh memperoleh kekebalan

  2

  1. Perhatikan pernyataan berikut : 1) kekebalan yang diperoleh bukan dari tubuhnya sendiri, melainkan dari tubuh orang lain 2) diperoleh dari imunisasi pasif 3) timbul ketika antibodi diberikan oleh ibu kepada bayinya melalui plasenta pada waktu dalam kandungan dan ASI setelah melahirkan dari beberapa pernyataan tersebut yang merupakan kekebalan alami adalah 1 dan 3

  2

  2

  protozoa, bakteri, jamur, cacing pita

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  = Rheumatik

TOTAL SKOR

  20 Nilai =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR OBSERVASI SISWA

SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA

SIKLUS I

Hari, tanggal : Rabu, 23 Mei 2012 Observer : Maria Chrisna Setya S. Kelompok : I (3, 5, 11, 26, 30) PETUNJUK :

  

1. Amati kegiatan kelompok siswa di kelas dalam melaksanakan

pembelajaran!

2. Tuliskan tanda lingkaran pada skor yang sesuai dengan keadaan yang Anda amati!

NO ASPEK YANG DIAMATI SKOR

A. Aspek Afektif A Fase Think

  1

  1. Siswa antusias menerima Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 2 3 4

  2. Siswa memperhatikan penjelasan guru 1 2 3 4

  A Fase Pair

  2

  1. Siswa antusias ketika bergabung dalam kelompok 1 2 3 4 masing-masing 4 orang

  2. Siswa percaya diri mengungkapkan pendapatnya dalam 1 2 3 4 kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompoknya dengan lapang dada

  5. Dalam diskusi kelompok tercipta suasana kerjasama 1 2 3 4

  A Fase Share

  3

  1. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dalam 1 2 3 4 diskusi kelas dengan percaya diri

  2. Kelompok menghargai masukan dari teman lain 1 2 3 4

  3. Kelompok siswa menerima saran dan kritik dari teman 1 2 3 4 kelompok lain dengan lapang dada

  4. Kelompok memberi masukan kepada kelompok lain 1 2 3 4

  5. Kelompok menanggapi pembahasan soal yang 1 2 3 4 dipresentasikan kelompok lain

  Skor Total

  39 B. Aspek Psikomotorik B

1 Fase Think

  1. Siswa membuat tabel perbedaan limfosit B dan T 1 2 3 4

  B

2 Fase Pair

  1. Siswa membuat ringkasan hasil mengerjakan LKS 1 2 3 4 dengan teman kelompoknya

  B Fase Share

  3

  1. Siswa membuat skema saat mempresentasikan hasil 1 2 3 4 diskusi

  Skor Total

  13 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR OBSERVASI SISWA

SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA

SIKLUS II

Hari, tanggal : Rabu, 30 Mei 2012 Observer : Maria Chrisna Setya S. Kelompok : I (18, 5, 10, 4, 7) PETUNJUK :

  

3. Amati kegiatan kelompok siswa di kelas dalam melaksanakan

pembelajaran!

4. Tuliskan tanda lingkaran pada skor yang sesuai dengan keadaan yang Anda amati!

NO ASPEK YANG DIAMATI SKOR

A. Aspek Afektif A Fase Think

  1

  1. Siswa antusias menerima Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 2 3 4

  2. Siswa memperhatikan penjelasan guru 1 2 3 4

  A Fase Pair

  2

  1. Siswa antusias ketika bergabung dalam kelompok 1 2 3 4 masing-masing 4 orang

  2. Siswa percaya diri mengungkapkan pendapatnya dalam 1 2 3 4 kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan lapang dada

  5. Dalam diskusi kelompok tercipta suasana kerjasama 1 2 3 4

  A Fase Share

  3

  1. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dalam 1 2 3 4 diskusi kelas dengan percaya diri

  2. Kelompok menghargai masukan dari teman lain 1 2 3 4

  3. Kelompok siswa menerima saran dan kritik dari teman 1 2 3 4 kelompok lain dengan lapang dada

  4. Kelompok memberi masukan kepada kelompok lain 1 2 3 4

  5. Kelompok menanggapi pembahasan soal yang 1 2 3 4 dipresentasikan kelompok lain

  Skor Total

  41 B. Aspek Psikomotorik B

1 Fase Think

  1. Siswa mencocokkan gambar dengan nama berbagai jenis 1 2 3 4 penyakit akibat kegagalan sistem imunitas tubuh

  B Fase Pair

  2

  1. Siswa membuat ringkasan hasil mengerjakan LKS 1 2 3 4 dengan teman kelompoknya

  B

3 Fase Share

  1. Siswa membuat skema saat mempresentasikan hasil 1 2 3 4 mempresentasikan hasil diskusi

  Skor Total

  14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

HASIL WAWANCARA

Keterangan :

  P : Peneliti S4 : Siswa ke-4 S1 : Siswa ke-1 S5 : Siswa ke-5 S2 : Siswa ke-2 S6 : Siswake-6 S3 : Siswa ke-3

  Wawancara dengan siswa 1, siswa 2, dan siswa 3 :

  P : Selamat Pagi S1, 2,3 : Pagi P : Apa saja yang kamu lakukan ketika guru memberikan LKS kepada kamu? S1 : Dibaca, lalu ditandai yang penting-penting kemudian dihafalkan. P : Didalam LKS terdapat beberapa soal, soal itu memberikan perintah apa saja? S1 : Menyebutkan, menjelaskan, saya juga disuruh buat tabel P : Bagaimana dengan kamu, apa Apa saja yang kamu lakukan ketika guru memberikan LKS kepada kamu S2 : saat guru memberikan LKS kepada saya saat itu saya mencoba membaca berulang-ulang dan memahami. Di dalam soal terdapat banyak variasi.

  Ada tulisan dan ada gambar-gambar juga ada tabel. Kalau tulisan ya saya hafalkan, kalau tabel saya beri point.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S3 : Saya perhatikan yang penting saat soal diberikan. Saya tandai yang penting yang sekiranya akan keluar di ujian.

  P : Setelah melakukan kegiatan tersebut, apa yang kalian lakukan selanjutnya? S1,2,3: kami diskusi kelompok P : Apa yang terjadi saat diskusi kelompok S1 : Kita ada sedikit perdebatan ketika menentukan gambar ini apa. Apakah limfosit atau bukan? Lalu akhirnya ada yang menyampaikan sesuatu, menjelaskan sesuatu maka permasalahan selesai

  P : apakah didalam kelompok ada teman yang belum mengerti lalu kamu mengajari? S1 : tidak ada, karena kelompok kami cukup bisa mengerjakan dan LKSnya cukup gampang P : Bagaimana denganmu? S2 : Kita berdiskusi kebetulan LKS yang diberikan lumayan gampang, kami lancar mengerjakan. Kata-kata dalam LKS juga gampang dipahami.

  P : Apakah ada yang membuat rangkuman dalam kelompok? S2 : Semua membuat rangkuman P : Bagaimana denganmu? S3 : Kami mudah mengerjakan, soal menggunakan bahasa yang dipahami P : Apakah saat berdiskusi ada yang menyampaikan pendapat? S1 : Ya, saya menyampaikan pendapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S2 : Ya, saya menyampaikan pendapat tentang soal bergambar sesuai yang ada di LKS S3 : Ya P : Apa saja yang anda lakukan saat presentasi hasil diskusi berlangsung? S1 : Saya sebagai presentator untuk kelompok saya. Saat saya presentasi saya memberikan gambar-gambar dan bagan. Tujuannya agar teman-teman yang lain tertarik dengan presentasi kelompok kami. S2 : Saya juga sebagai presentator dalam kelompok. Saya menyampaikan apa yang telah kami rangkum sebelumnya. Saya tidak membuat bagan saat presentasi jadi saya menjelaskan saja dan teman-teman yang lain juga sudah mengerti.

  S3 : Saat presentasi saya bertugas untuk menampung pertanyaan teman-teman sekaligus menjawab pertanyaan. Kadang saya kesulitan menjawab sehingga dibantu teman dari kelompok lain. P : Menurutmu, bagaimana proses pembelajaran yang menggunakan tahapan-tahapan Think-Pair-Share (Berpikir-Berpasangan/Berkelompok-

  Berbagi)? S1 : Sangat efektif karena kita tidak hanya diajak untuk berpikir sendiri tetapi juga berkelompok.

  S2 : Sangat baik, karena kita dapat menjadi aktif tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga dengan orang lain

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S3 : Baik, karena metode ini dapat membuat saya lebih mudah memahami materi yang diajarkan sehingga jika ada suatu permasalahan tidak hanya diselesaikan sendiri tapi juga diselesaikan dalam kelompok. P : Baik, sudah selesai. Terima kasih ya.

  Wawancara dengan siswa 4, siswa 5, dan siswa 6 :

  P : Apa saja yang kamu lakukan ketika guru memberikan LKS kepada kamu? S4 : Saya melihat LKS kemudian meringkas jawaban soal-soal dalam LKS S5 : Saya membaca terlebih dahulu, kemudian mengerjakan soal tersebut.

  Dalam mengerjakan soal saya ambil dari beberapa sumber buku kemudian saya rangkum jadi LKS tersebut sekaligus menjadi catatan rangkuman saya. S6 : Saya membaca kemudian mengerjakannya. P : Setelah mengerjakan LKS kalian kemudian masuk ke fase diskusi. Apa yang terjadi saat diskusi? S5 : Saat diskusi inginnya cepat-cepat selesai. Saat diskusi saya juga memberikan pendapat tentang imunisasi.

  S6 : Mencocokkan masing-masing jawaban kemudian jika ada yang belum dijawab maka dikerjakan bersama.

  P : Apakah ada temanmu yang kesulitan? S3 : Ada, tentang mekanisme sistem imun. Teman saya yang menjelaskan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  P : Apakah kamu mengeluarkan pendapat saat diskusi? S4 : Ya, saya menjelaskan tentang perbedaan antigen dan antibodi P : Saat presentasi apa yang kalian lakukan? S4 : Kelompok saya mendapat tugas menyanggah dan memberikan pertanyaan pada kelompok presentator. Sebelumnya saya dengan kelompok mendiskusikan sebuah pertanyaan waktu itu berkaitan dengan alergi.

  S5 : Saat presentasi saya mendapat tugas sebagai penanggap pertanyaan dari kelompok lain.

  S6 : Saya mendapat kelompok yang bertugas sebagai penyanggah dan memberikan pertanyaan. Sebelumnya saya dengan kelompok mendiskusikan sebuah pertanyaan kemudian menyampaikan kepada kelompok presentator.

  P : Apa kelebihan dan kekurangan metode TPS? S6 : Kita dapat berdiskusi, dalam diskusi bisa saling tanya. Saat presentasi juga dapat saling bertanya. Kekurangannya adalah tidak semua siswa aktif.

  Kalau seperti saya saya cenderung mendengarkan. Biasanya kalau saya tanya tidak pada teman kelompok yang presentator tetapi bertanya pada kelompok sendiri. S5 : Kalau saya, dari metode itu kita tidak ada rasa jaim. Kita sama-sama

  enak . Dapat pendapat dari berbagai sumber. Cuma kadang karena kita seumuran terjadi perdebadatan oleh karena itu sumber lain penting seperti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  S4 : Metode ini mengasah kemampuan kita terutama di bidang talking (berbicara), kemampuan berinteraksi dengan orang lain merupakan hal baru dalam biologi. Biologi hanya di kelas dan menghafalkan. Metode tersebut jarang digunakan. Jadi kreatif gitu. Kalau kekurangannya hanya sedikit dan tidak berlaku bagi semua orang. Hanya untuk orang-orang yang jaim.

  Kesimpulan :

  Setelah peneliti melakukan wawancara kepada enam orang siswa maka hasil wawancara yang diperoleh sebagai berikut :

  1. Saat fase mandiri, siswa melakukan kegiatan seperti membaca berulang-ulang, memberi poin penting pada soal dan jawaban, meringkas jawaban LKS, mengerjakan LKS.

  2. Saat berdiskusi, kelompok siswa terjadi kegiatan diskusi. Siswa menemukan permasalahan dan mengungkapakannya dalam kelompok. Kelompok siswa juga mengalami perdebatan saat kelompok namun terselesaikan dengan mencari sumber dari buku atau internet. Saat diskusi siswa juga merangkum hasil diskusi.

  3. Saat presentasi, kelompok siswa sangat aktif dan percaya diri. Terbukti dari kelompok yang menyediakan pertanyaan bagi kelompok presentator, presentator yang kreatif dengan menunjukkan berbagai gambar untuk menarik perhatian siswa kelompok lain, mencari sumber di internet secara langsung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Siswa mengungkapkan kelebihan dari model pembelajaran kooperatif tipe

  Think-Pair-Share adalah sangat efektif karena siswa tidak hanya diajak untuk

  berpikir sendiri tetapi juga berkelompok, selain itu siswa dapat menjadi aktif tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga dengan orang lain dan metode ini dapat membuat siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan sehingga jika ada suatu permasalahan tidak hanya diselesaikan sendiri tapi juga diselesaikan dalam kelompok. Metode ini juga mengasah kemampuan siswa terutama di bidang talking (berbicara), kemampuan berinteraksi dengan orang lain merupakan hal baru dalam biologi. Biologi hanya di kelas dan menghafalkan. Metode tersebut jarang digunakan.

  5. Siswa mengungkapkan beberapa kelemahan dari model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share diantaranya bagi siswa yang pasif (mendenngarkan), siswa tidak mengungkapkan dalam forum presentasi tetapi mengungkapkan dalam kelompoknya sendiri. Selain itu kekurangan dari tipe pembelajaran ini adalah bagi beberapa siswa yang jaim (menjaga image).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas VB SD K Sengkan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
1
304
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V B SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
2
314
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Ungaran 1 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
7
402
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
2
305
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
1
355
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
9
245
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKN melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas 6 di SDN Gejayan Yogyakarta.
0
1
284
Meningkatkan keaktifan dan hasil belajar biologi siswa kelas X-D SMA Negeri Depok Yogyakarta pada pokok bahasan ekosistem melalui pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation.
0
1
245
Meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD pokok bahasan kingdom animalia pada siswa kelas XI SMA Sang Timur Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012.
0
0
223
Peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Sang Timur Yogyakarta pada materi sistem reproduksi manusia melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT.
1
14
205
Meningkatkan keaktifan dan hasil belajar biologi siswa kelas X D SMA Negeri Depok Yogyakarta pada pokok bahasan ekosistem melalui pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation
0
5
243
Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe stad dalam upaya meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Bantul tahun pembelajaran 2013/2014
0
0
8
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi di kelas XI SMA Negeri 11 Yogyakarta - USD Repository
0
0
225
Tingkat minat, keaktifan, dan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan statistika dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk siswa kelas XI IPA 1 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
246
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan rumus-rumus trigonometri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
1
300
Show more