Modifikasi Perancangan Struktur Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Untuk Dibangun Di Jayapura - ITS Repository

Gratis

0
0
291
1 month ago
Preview
Full text
(1))3 :J..{, I/H(or TUGASAKBIR MODunKASIPERANCANGANSTRUKTURGEDUNG FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS UNnJK DIBANGUN DI JAYAPURA OLEH : AGUNG PRIO LAKSONO 3103 109 525 RSS" C'JC. 13 Led;. {'!11 p!I.P\ISTAII.AAJ I f S "'~1,. DOSEN Dftri ,, gead• P rp. 7? Ir. KETIJT DUNIA PD.Eng.D PROGRAM SARJANA { S-1) EKSTENSI LINTAS JALUR JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2005 z. .! f ()

(2) TUGASAKHIR MODIFIKASI PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS UNTUK DIBANGUN DI JAYAPURA OLEO: AGUNG PRIO LAKSONO 3103.109.525 SURABAYA, JUN12005 MENGETAHUII MENYETUJlJI: lr. KETUT OUNIA PD.Eag.D IJ0.53l.Ol9 PROGRAM SARJANA ( S-1) EKSTENSI LINTAS JALUR JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTSENI~DPRC INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2005

(3) . .~, ) .. PROGRAM SARJA,"JA EKSTENSl LIJ'\TAS .J ALVR JlJRU::it\N TEKNI K SJ I'lL FTSi' -I'I'S FORl\1tJLIR KEG IATAN ASISTENSI Nama Mahnsiswa NRP Dibcrikan Tgl. No T~tL As is: en ~IVG" P(l.JO LIHt.soND Z!OJ ~ s~- Nnma/M\lC"m Tuli;1s 0 lk ~:1iu 0 I)~S.1in :J IK~:l lb _ !G\Ior~f ~- AsiMcn

(4) PROGRAM SARJANA EKSTENSI LINTAS JALUR JURUSAN TEIC'IIK S!PIL ITSP-ITS BERITA ACARA UJIA: TUGAS AKHlR PERIOD£ TEl\GA H SEMESTER GE:-IAP 200-'12005 --- Hari ---Sen in Pad a Tanggal 13·6-2005 . --J Pukul ~ 18.30-selesaJ - -- ~ Tempat l-101 telah dilaksanakan Ujian Tugas Akhtr oleh mahasiswa dibawah ini - -- Nama Mahasiswa Agung Pno Laksono rI NRP I 3103109525 1 jU
(5)

(6) MODIFIKASI PERA NCANGAN STRUKTUR GEDUNG FAKULTAS EKONOMI UNJVERSITAS BRAWIJAYA MALANG DENGA\' SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KBUSUS UNTUK DIDANGUN Dl JAYAPURA Oleh: AGUNG PRIO l.AKSONO 3103 109 525 ABSTRAK Modifikasi perencanaan struktur gedung ruang kuliah Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) , mcrupakan salah satu aplikasi mata kuliah strill:tur beton bertulang yang diberikan di lnstitut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Struktur gedung ruang kuliab Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang yang sudah ada, menggunakan sistim daktilitas terbatas dengan jumlah lantai 4 lantai + atap, dan akan dirnodifikasi menjadi 6 lantai + lantai atap Ruang lingkup dalam modifikasi perencanaan struktur gedung ruang kuliah Fakultas Ekonomi Universitas Brav•ijaya Malang ini meliputi : pekerjaan kolom, balok, pelat, tangga dan pondasi, dimana perhitungannya mengacu pada SNl : 03-2847-2002 dan SNl : 03-1n6-2002. Dalam penyelcsaian perhitungan modifikasi perencanaan struktur ini, menggunakan metodologi pencarian data, ·study kepustakaan, modifikasi struktur, perencanaan dan perhitungan struktur sekunder dan utama, perhitungan pondasi dan penggambaran. Diharapkan dan perhitungan dengan menggunakan system rangka pemikul momen khusus ini dapat diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya pada daerah rawan gempa tinggi. Kata kunci : SRPMK, Modifikasi, Ruang kuliah, Beton.

(7)

(8) KATA PENGANTAR Alhamduhllaht Rabbtl Alamtin, Segala Puji hanya Bagi Allah Pemelihara alam semesta besena tsmya, karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesatkan penyusunan Tugas Akhtr yang mengambil judul " MODIFIKASI PERAl'iCAJiiGAl'i STRUKTUR GEDt:NG U:'o!I VERSITAS BRAIJAYA 1\
(9) Penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan - kesalahan dalam pengerjaan Tugas Akhir mi. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi rekan mahasiswa pada khususnya dan para pembaca pada umumnya. Surabaya, Penulis Juni 2005

(10)

(11) Daftar lsi Halaman Judul Lembar Pengesahan Abstrak Kata Pengantar 11 Daftar lsi IV Daftar Lampiran vii Daftar Notasi VIII BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan masalah 2 Tujuan 2 Li ngk up Pembahasan dan Batasan Pem1asalahan 2 BAB U Trl"JAUAN PUSTAKA 4 !1. I. Pembebanan U. I.J. Beban Vertikal 4 11.1.2. Beban Horisontal 4 11.2. Ketentuan khusus untuk perencanaan gempa dengan system rangka pemikul momen khusus 5 1!.2.1. Komponen Struktur Lentur 5 11.2.2. Komponen Struktur Yang Menerima Kombinasi Lentur dan Behan Aksial 9 11.2.3. Hubungan Balok Kolom II 11.2.4. Pondasi 13 BAB m M.ETODOLOGI lll.l. Umum 17 UI.2. Peraturan Yang Digunakan 18 III.3. Pemode1an Struktur 18 [11.4. Pembebanan 19 IIL5. Analisa Struktur 19 IV

(12) 111.6. Diagram Alur Perencanaan Struktur BAB IV 19 DESAI!'i STRUKTUR SEKUNDER IV. I Umum 21 IV.2. Desain Pelat 21 IV.2 I Prelimmary Design 21 IV.2.2. Perhitungan Tebal Pelat 26 IV.2.3. Pemodclan dan Analisa Struktur Pelat 37 IV.2 4 Penulangan Pelat 39 IV.3. Desam Tangga lV.3.1. Data Perencanaan Tangga .51 IV.3.2. Pembcbanan Tangga dan Bordes 54 IV.3.3. Ana lisa Struktur Tangga 56 IV.3.4. Penulangan Tangga 58 IV.3.5. Penulangan Balok Bordes 66 IV.4. Perencanaan 13alok Anak IV.4.l. Pembebanan Balok Anak 74 IV.4 2. Analisa Strul..-tur Balok Anak 77 IV.4.3. Pcnulangan Balok Anak 77 BAB V DESAIN STRUKTUR UTA MA 81 V. I. Analisa Struktur Utama V 1.1 Umum 81 V 1.2 Pennodelan Strul..-tur 81 V 1.3. Data - Data Perencanaan 81 V. l.4. Perhitungan Pcmbcbanan Vertikal Pada Struktur 82 V.1.5. Perhitungan Gaya Lateral Pada Stru.J.-tur 84 91 91 V.2. Analisa Gaya - Gaya Dalam V.3. Perhitungan Penulangan V.3.1. Redistribusi Momen Tumpuan Balok 91 V.3.2. Penulangan Lentur Balok 93 V.3.3. Penulangan Lentur Kolom 99 V.3.4. Penulangan Transversal Kolom 101 V.3.5. Sambungan Balok Kolom 104 v

(13) BAB VI PERENCANAAN PONOASI VI. I. Perhitungan Pondasi Kolom Eksterior 108 VI. I. I. Data - Data Perencanaan 108 V1.1 .2. Daya Dukung Tiang Pancang 108 V1 I 3 Jumlah Tiang Pancang 109 V1.1.4 Perhitungan Poer Ill V1.1 .4.1. Data - Data Perencanaan Ill V1 1.4.2. Kontrol Oeser Ponds Ill Vl.1.4.3. Penulangan Lentur Poer 112 VL.I .5. Perhitungan Sloof Ill VI. I.5. 1. Data - Data Perencanaan 113 VI.l.5.2. Penulangan Lentur Sloof 114 V1.1.5.3. Penulangan Oeser Sloof 114 VI. I. Perhitungan Pondasi Kolom Interior 115 V 1. I. I. Data - Data Perencanaan 115 Vl. l.2. Daya Dukung Tiang Pancang 115 VI.I.3. Jumlah Tiang Pancang 116 VI.1.4. Perhitungan Poer 118 V1.1.4.1. Data - Data Perencanaan 118 VI.I.4.2 Kontrol Oeser Ponds 119 V1.1.4.3. Penulangan Lentur Poer 119 VI 1.5. Perhitungan Sloof BAB VU KES IMP V1.1.5.1. Data- Data Perencanaan 122 VI.1.5.2. Penulangan Lentur Sloof 122 V1.1.5.3 Penulangan Oeser Sloof 123 ULA.~ VII.! Kesimpulan V11.2 Saran Revisi Dafta r Pustaka Lampiran Ill DAN SARAN

(14)

(15) DAFTAR LAMPI RAN LAMPIRAN I • PCACOL V2.30 LAMPIRAN H • Tabel Penulangan Plat Lantai 2 s/d 5 • Tabel Penulangan Plat Lantai 6 • Tabel Penulangan Plat Atap LAMPIRAN Ill • Tabel Redistribusi Momen Balok Melintang • Tabcl Redistribusi Momen Balok Memanjang LAMPTRANfV • Tabel Penulangan Lentur dan Oeser Balok Melintang • Tabel Penulangan Lentur dan Oeser Balok Memanjang LAMPIRAN V • Tabel Penulangan Lentur dan Oeser Kolom LAMPlRANVT • GAMBAR vii

(16)

(17) DAFTARNOT ASl
(18) E, fc' r, F..x h, h., Is lb lc .. Modulus Elastisitas Baja -= - Tegangan Hancur Beton = Tinggi Total Oedung "' Momen lnersia Penampang Utuh - Momen lnersia Balok & - Tegangan Leleh Baja Tulangan Oaya Oempa Terdistribusi pada lantai ke-i,x Tingg• lantai ke-i Momen lnersia Kolom 1.. = Momen Jnersia Penampang Retak Ln = Panjang Bentang Bersih M, MP' Mu My PFI Pu q.k s T w v v. v, Va -= = = .. = = - Momen Nominal Probable Moment Strength akibat tulangan terpasang Momen Ultimate Momen Leleh Participation Factor untuk Natural Mode-l Gaya Aksial Ultimate yang bekerja pada elemen Struktur Beban Merata Ekuivalen jarak spasi tulangan sengkang Tebal Pelat Lantai Periode Stru~.: Seismic Dead Load "' Oaya Oeser pada elemen struktur = Kuat Oeser Beton = Kuat Oeser dari Tulangan s Gaya geser dasar Gempa

(19)

(20) BABI P E ~OAIUL I. U A~ LATA R BELAKANG Untuh. menunjang kemajuan pcndidikan di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Brav.ijaya 'vlalang. maka pcrlu dilakukan pembenahan sarana dan prasarana vang mendukungnya Salah satunya adalah pembangunan gedung Fal..ulta> Ekonomi Umversitas Brav. ijaya Malang mi. vang dalam hal ini perencanaan yang ada mcnggunakan Sistem Rangka Pcmikul Momen Khusus ( SRP~IK) Perencanaan pembangunan gedung bertingkat harus memenuhi ketentuan kctcntuan yang telah ditetapkan, untuk daerah dengan resiko gempa rendah mcnggunakan sistem rangka pemikul momcn biasa, untuk daerah dcngan rcsiko gcmpa , menengah menggunakan sistem rangka pemikul momen menengah I khusus dan unwk daerah dengan resiko gcmpa tinggi menggunakan sistem rangka pemikul momen khusu::. Sistem rangka pcm1f..ul mom en adalah sistem rangka ruang dalam d1mana komponen - komponen struktur dan JOIIl joinnya menaban gaya - gaya yang bekerja melalui aksi lentur. gcser dan al..,lal Penetapan suatu tarafbeban gempa rencana yang menjamin suatu \truktur agar , ( ~truk tidal.. rusak karena gempa gempa kecil atau sedang dan saat dilanda gempa kuat ~ckaligus tersebut mampu berperilaku daktail dengan memencarkan energi gcmpH mcmbatasi beban gempa yang masuk ke dalam struktur. ~a,/ 7 Proyck pembangunan gedung pcrkuliahan Fakultas Ekonomi Universitas Bnt\\ ijaya Malang akan digunakan scbagai bahan tugas akhir. modifikasi yang dilak-ukan antara lain zone gempa dalam Tala Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SVI OJ - 1726 - 2002) daerah Malang masuk gempa mencngah (zone:!) dimoditikas1 mcnjadi daerah dengan gempa resiko tinggi (zone 6) dan perubahan lantai dari 4 lantai ... atap menjadi 6 lantai + lanta1 atap · ·-

(21) 1.1 PERll:\fl:SAA )L\SALA II Dalam penyu~a Tugas Akhir ini. permasalahan yang perlu diperhatikan ada ian Bagairnana rnemodiftkasi percncanaan struktur gedung Fakultas Ekonorni l :ni\'ersitas Brawijaya Malang dengan Sistern Rangka Pemikul Momcn Khusus 2 Bagaimana merencanakan momen khusus > llagatmana rnerencanakan komponcn balok- balok portal 4 Bagaimana merencanakan komponcn kolom- kolom portal ' Bagaimana merencanakan hubungan balok - kolom. o Bagaimana merencanakan pondasi yang mcnyalurkan beban gempa 1.2 Tl.J LIA .~ "-1aksud penulisan Tuga~ Akhir ini adalah sebagai syarat untuk menyele;.atkan program studi di jurusan Te~nik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Surabaya Adapun tujuan yang diharapkan dari perencanaan strukwr gedung ini adalah sebagat berikut Dapat merencanakan ~1rul. gcdung dengan Sistem Rangka Pemtkul \llomen Khusu; Dapat merencanakan komponen plat, balok dan kolom ·'' Dapat merencanakan pondasi yang cfisicn dan aman untuk menahan beban yang terjadi pada struktur 1.3 LI NGKU P P EM BAII ASAN Didalam penulisan Tugas i\khtr ini. Perencanaan struk
(22) ·'' Sedangkan bat~n masalah yang digunakan dalam pcnyusunan Tuga~ Akhir ini adalah \lcnggunakan Sastem Rangka Pemakul Momen Khusus untuk daerah dengan gempa ungga ~ J -l Tidak hum~i mebah~ taktor ckonomis gedung gaya lateral yang dominan adalah gaya gempa Program bantu yang digunakan adalah SAP 2000 dan PCA COL 5 Peraturan gempa yang digunakan adalah 5).1 I 03 - 1726- 2002 6 Peraturan yang dipakai adalah SNI 03 2847-2002 dan PBI 1971 re~ao

(23)

(24) BAB II TI~JAl - AN Pl iSTAKA 11.1 PE'\rBEBM\ \I\ pembebanan Jem~ diperhtung~a yang dipakai dalam perencanaan yang haru> dalam perencanaan stru"-1ur gedung Fakultas Ekonomi lJnivcrstta> Bra•Java \1alang_ ini adalah 11.1.1 Beban \'ertikal. a. Beban Muti (l'f>lliG 1983 ps.I.O.( I)). Beban 'vlati adalah benu da ri semua gedung yang bersifat tetap, termasuk scgala un ~ur tambahan, penyelesaian - penyelesaian, mesin - mesin scrta pcralatan tetap yang mcrupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung itu B~ban b. Hidup (PI'IliG 1983 ps.L0.(2)). Beban Hidup adalah semua beban yang terjadi akibar penghunian atau pcnggunaan suatu gedung dan ke dalamnya termasuk beban- beban pada lan1ai vang bcra,al dan barang - barang yang dapat berpindah. mesin - mcsin scrta peralaran ~ang tidak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung dan dapat digami sclama masa hidup dari gedung itu, sehingga mengakibatkan pcrubahan dalam pcmbcbanan lantai dan atap tersebut Khusus pada atap ~c dalam beban hidup dapat tcrmasuk beban yang berasal dari air hujan, bail ali bat g~:na maupun aktbat tekanan jatuh (energi kinetik) but iran air 11. 1.2 Beban Horisonrnl. a. Behan Angin (PPil G 1983 ps.I.O.(J)). Bcban An gin adalah scmua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang discbabkan oleh selisih dalam tekanan udara. h. Beban Gem1111 (PPlliG 1983 ps.l.0.(4)). l3cban Gcmpa adalah semua beban slatik ekivalen yang bekerja pada gedung atau bagian gcdung yang mcnirukan pengaruh dari gerakan tanah akibat gcmpa illl Dalam hal pengaruh gempa pada struktur gedung ditentukan berda~kn

(25) ;uatu analisa dmamik. maJ..a yang diartikan dengan beban gempa di sini adalah g.a~ gaya dalam >truktur tersebul yang terjadi oleh gerakan tanah akibat 01 gempa nu Perhnungan gt!mpa dtdasarJ..an pada S:-..1 03-1126-200::! dengan analisa bcban statil.: I!(JUi\ alt!n I' I \' a - - II; R Dimana \' Gaya geser dasar total (ton) Wr B~ra total ( ton ) Faktor k~u R 11.2 t amn struktur (lihat SNI 03-1726-2002) Fak tor reduksi gempa maksimum (Sl'l 03-1726-2002 ) KH LISUS I INTUK PERENCANAAl'i GE.\1PA KF.TR~liAN DEl'iG A~ SISTF.M RANGKA PF.:vtiKUI. ""IOMET\ KHUSUS 11.2.1 KO\IPO'IEN STRllKTrR LENTIIR Ruang hngkup a Komponen J..omponen struktur yang mt!mikul gaya akibat beban gempa "' dtrencanakan untuk memiJ..-ullentur b Komponen struktur rersebur harus memenuhi syarat svarat gaya aJ..sial tekan terfaktor pada komponen struktur tidak bolch melebihi 0.1 As fc' '" 0.1 Ax .fi:' "' ben tang bersih komponen struktur tidak boleh kurang dari em pat kali tinggi efektifnya 3 perbandingan Iebar terhadap tinggi tidak boleh kurang dari 0,3 4 lcba rn ya tidak boleh kurang dari 25u mm.

(26) 6 ., rulangan longitudinal a Jumlah tulangantarik {As) tidak boleh kurang dari \.fc' b d 4))' .·h - - II Dan udal. boleh kurang dan .4\.... - ~hl'd fi. Dan ra>io tulangan p tidal. boleh melebihi Pm•x ~ 0,025 b "-uat lemur posiuf l..omponen struktur lemur pada mul..a kolom ridak boleh leb1h l..ecil dari setengah kuat lentur negatifnya pada muka tersebut Bail.. l.uat lemur negatif maupun k1.1at lentur posit if pada sctiap pcnampang di scpanjang bcntang tidak boleh kurang dari scpcrcmpat l.uat lcntur tcrbesar yang disediakan pada kedua muka kolom rersebut c. Spa~i ~engka ' Y•d at au I00 mm. )ambungan lewatan tidak boleh digunakan : I padn daerah hubungan balok - kolom. :! . pada daerah hingga jaral.. dua kali tinggi balok dari muka kolom 3 pada tcmpat tempat vang berdasarkan anal isis, memperlihatkan kemungkinan terjadinya leleh lentur akibat perpindahan lateral inelastis strul.1ur rangka 3 Tulangan tran~' a ersal 'ien!{kang hanh dipa!>Bng pada komponen struk1ur pada daerah - dacrah di bawah mi I pada daerah hingga dua kali tinggi balok diul,.'l.lr dari muka tumpuan ke arah tengah bentang di kedua ujung komponen struktur lemur :! di sepanjang dat:rah dua kali tinggi balok pada kedua sisi dari suatu pcnampang dimana leleh lentur diharapkan dapat terjadi sehubungan dengan terjadinya deformas1 inelastik stru!..'ttlr rangka

(27) 7 2h ( r.amh.ar I flh I d.a~ d.:h1fl1'-"'1 IOC~l. dunma. lddt I~ """l.tur r-.ut~J t...~J al.Jbill b Scngkang pertama hams dipasang:::: SO mm dari muka tumpuan Jarak maks1mum scngkang (Smoa~.) Sm.•• _ 8 kali diameter terkecil tulangan memanjang 24 kali diameter batang tulangan sengkang. < c 300 mm Scngkang pada dacrah lcbih dari dua kali tinggi balok diukur dari muka tumpuan pada kedua sisi dari suatu penampang dcngan kait gempa pada kcdua ujungnya hams dipasang dengan spasi tidak lcbih dari ' ' d di,cpan~g bcntang komponen stmk1Ur ini. 4 Pcrsyaratan kuat gescr a Gaya rencana gaya gc,cr rcncana (\'e) harus ditcntukan dari peninjauan gaya statik pada bag ian komponcn stmk1ur antara dua muka rumpuan Momcn - momen dengan tanda berla"'anan sehubungan dengan kuat lemur maksimum (\I hams dianggap bckcrja pada muka - muka tumpuan, dan komponen struktur ter,ebul d1bebani dengan beban gravitasi terful-1or di sepanjang bcntangnya

(28) 8 t lntu AI r._ df ~· J. balot.. I· ~ tW - 'L - r·- Llcban g.ra,itasi W : 1,2D • - t 2 LO L . .• • • Ve Ve Mpr1 Mpr2 l l 111111.. "~'10 I ·e ~ ,\/. +M H Ve Ve Pu Mpr3 -i H Oottlll':U'l p,.,...u ~.u\a:UJt"f Pu Mpr4 UOhl); ha1ol..- l:olom arah gay a ge>er Ve tergantung pada besar relatif beban gravitasi dan gc~er yang diha~lkn mumen oleh momen momen UJung momt!n UJung Ml" didasarkan pada tegangan tarik I,:!~ d1mana fy adalah kuat leleh yang disyaratkan (kedua momen ujung harus diperhuungkan untuk kedua arah. yaitu searah jarum jam dan bcrlawnan arah jarum jam) 3 momen - momen ujung \ip, untul.. kolom tidak perlu lebih hesar danpada momen yang diha~lkn oleh ~t., balok yang merangt..a pada hubungan balok - kolom Ve tidak boleh lebih kecil daripada nilai yang dubutuhkan bcrdasarkan hasil analisa struktur. b T ulangan transversal tulangan trans\'ersal sepan1ang daerah dua kali tinggi balok diukur dari muka tumpuan harus dirancang untuk memikul gescr dengan menganggap Vc - 0, hila.

(29) () I g 6 ~'v1 ~ ~\1. adalah Jumlah momen pada muka balok hubungan balok kolom, schubungan dengan kuat lentur nominal kolom yang merangka pada hubungan balok - kolom tersebut. Kuat lemur kolom harus dihitung untuk ga\ a aksial tcrfaktor. yang sesuai dengan arab gaya - gaya lateral ~ang ditinjau, )ang menghasilkan nilai lmat lemur yang terkecil ! \1 adalah jumlah momen pada muka kolom hubungan balok - kolom. 'ehubungan dcngan k'llat lemur nominal balok - kolom yang merangka pada hubungan balok kolom tersebut Kuat lentur harus dijumlahkan sedcmikian hingga momen kolom berlawanan dcngan momen balok Syarat tersebut harus dipenuhi untuk kedua arah momen balok yang bckerja pada bidang rangka yang di1 injau.

(30) 10 3 fulangan longitudinal penulangan 0,01 5 p 5 0,06 Ra~10 a b Sambungan le"atan hanya diizinkan di lokasi serengah panjang elcmcn ~truk yang berada ditengah 4 Tulangan a tran~>e s al Ketemuan mengenai jurnlah tulangan transversal di ba"'ah mi harus dipenuh1 I ras1o tulangan tida~ boleh kurang dari 0,12(c' .[r dan tidak boleh kurang dari : , r] fc:'fy OA s ~l AK f), Ac: fy 5 400 Mpa luas total penampang sengkang tida~ botch kurang ~1 -0 . I J' \ - 1 I (i.'Jrr -S · - .. , fy 0~-"I Ag-\- 1 I _, Ac:h J J 0C: \ .fc' .fy b 1 ulangan trans' ersal haru~ diletakan dengan spasi tidal. lebih daripada • dan dirncnsi tcrkecil komponcn strul.:ttJr "' enarn kal i diameter tulangan longitudinal ( 350-h ' 3 danmlaiS, 100mm ;5 S,= IOO + , < !50mm ' .> ) c Tulangan transversal harus dipasang sepanJang :l.o dari setiap muka hubungan balok - kolom dan juga sepanjang l.o pada kedua siM dari setiap penampang yang berpotensi mernbenn1k leleh lentur akibat delormasi lateral ine la~tis struk:tur rangka. Panjang /,o ditentukan tidak kurang daripada:

(31) II tinggi penampang komponen struktur pada muka hubungan baloJ.. kolom atau pada >egmen yang berpotensi membentuk leleh lentur 2 1'6 bentang ber>l h komponen struktur 3 500 mm 5 Pcrsyaratan kuat ge~r a I gcscr rcncana (\"e) harus ditcntukan dengan memperhatikan ~a gaya gaya maksimum yang dapat retjadi pada muka hubungan balok - kolom pada setiap ujung komponen struk-tur. ' gaya - gaya pada muka hubungan balok- kolom tersebut harus ditcntukan menggunakan kuat momen maksimum (MP') dari komponcn struktur tersebut yang terkait dengan rentang beban hcban aksial terfaktor yang bekerja. 3 gaya gcscr rcncana terscbut tidak perlu lebih besar daripada gaya gescr rencana yang ditcntukan dari kuat hubungan balok kolom bcrdasarkan kuat momen maksimum (Mp,). dari komponen struktur trans\crsal yang merangka pada hubungan balok - kolom tersebut -1 gaya gcscr rcncana (Ve) tidak bolch lebih kecil daripada geser tcrfaktor hasil perhitungan analisis struktur b Tulangan transversal pada komponen struktural sepanjang /..o haru> direncanakan untuk mem1kul geser dengan menganggap Vc ~ 0. bila I ga~ geser akibat gempa mewakili SO"o atau lebih kuat geser perlu maksirnum pada bagian sepanjang A.o tersebut :! gaya tekan aksial tcrfaklor tennasuk akibat pengaruh gempa tidal.. melampaui I '20 Ag fc' 11.2.3 Ill BLING \Ill BALOK KOLOI\1 Ketcntuan umum a Gaya ga)a pada tulangan longitudinal balok di muka hubungan balok kolom harus ditentukan dengan menganggap bahwa tegangan pada tulangan tarik lentur adalah 1.25 IV b Tolangan longitudinal balok yang berhenti pada suatu kolom harus ditcntukan hingga mencapai sisi jauh dari kolom

(32) 12 c I b1la tulangan longitudinal balok diteruskan hingga melewati hubungan balok - kolom dimensi kolom dalam arah pararel terhadap tulangan lon£itudinal balok tidak boleh k'llrang daripada 20 kali diameter tumngan ion!litudinal terbesar balok untuk beton berat normal 2 bila diuunakan bet on ~ rins.~a - - maka dimensi tersebut tidak boleh kuranl! daripada 26 kali diameter tulangan longitudinal terbesar balok ~ Tulangan trans\crsal a 1ulangan trans,crsal haru~ dipasang di dalam daerah hubungan balok kolom kccuali bila hubungan balok - kolom tersebut dikekang oleh komponcn - komponen struktur antara lain : 1 pada hubungan balok kolom dimana balok balok, dengan Iebar tidaknya scbesar '!. Iebar kolom. merangka pada keempat ~t:idak sisinya, hams dipasang tulangan transversal sctidak- tidaknya ~cjurnlah sctcngah dari yang ditentukan 2. tulangan transversal ini dipasang di dacrah hubungan balok- kolom disctinggi balok tcrcndah yang mcrangka ke hubungan tersebut 1 pada daerah tersebut spasi tulangan transversal dapat diperb~a mcniadi I ~0 mm b Pada hubungan balok - kolom, dengan Iebar balok lebih besar daripada Iebar kolom, tulangan trans\ersal ha111s dipasang pada hubungan ter,ebut untuk membenkan kekangan tcrhadap tulangan longitudinal balok ) ang berada diluar dacrah kolom 3 Kuat geser a Kuat geser nominal hubungan balok- kolom tidak boleh diambil leb1h besar daripada kctemuan berikut \lntuk hubungan balok kolom yang terkekang pada kccmpat 1,7 r....;.fc \, . 1.25 if A, 1 umul.. hubungan lainnya . ....... .. ........ " ......... ... ""' " ... 1,5 .Jjr· AI. untul.. hubungan yang terkckang pada ketiga sisinya atau dua ~si yang bcrlawanan

(33) 13 balok yang merangka pada suatu hubungan balok - kolom ~uat dianggap membcrikan kekangan bila setidak - tidaknya ~;. bidang muka hubungan balok - kolom tersebut tertutupi oleh balok yang merangka tcr~ebu hubungan balol.: - kolom dapat dianggap terkekang bila ada empat balok yang mcrangka pada kcempat sisi hubungan balok kolom tersebut b Untuk bcton ringan, kuat geser nominal hubungan balok- kolom tidak boleh diambillcbth bcsar daripada '• nilai nilai yang ditentukan. 4 Panjang pcnyaluran tulangan tarik a Panjang pcnyaluran 0-..Jh) dengan kait. I untuk bcron berar normal ' 8 db t~ ..1h ~ 150 m1n .f.)• dh 5,4J.fc' untuk diameter tulangan sebesar I 0 mm - 36 mm. ' umuk bcton ringan )..,th ~ 10 db ' 190 IIIITI > 1,25 fi.·db 5.4\ .fc' b Panjang penvaluran ()..-,) tanpa kait I bila kctebalan pcngecoran betOn diba"ah tulangan tersebut kurang daripada JOO mm, maka />db 2,5 kali f.-db yang tclah ditentukan diatas :! btla ketebalan pengecoran bet on dibawah tulangan tersebut lebih daripada 300 mm, mal.a /'
(34) 14 ., Pocr a I ulangan longitudinal kolom dan dinding srruktur yang menyalurJ..an beban-beban ~tempa harus ditanamkan secara penuh kedalarn poer b Kolom yang d•rencanakan dengan anggapan jepit pada perltakn~ bilamana dialmn~ a. ' diperlukan kait maka tulangan lentur harus diberikan kait 90' didasar pondasi atau poer dengan ujung kaitnya mcngarah l..epu,at kolom c Kolom atau komponen batas dari dinding struk-tural khusus yang berada didaerah M:tengah tebal pondasi/poer dari tepi pondasi/poer haru~ tulangan trans~e,l diberi yang dipasang dibawah tepi at as pondasi/poer. l'ulangan ini harus masuk kedalam pondasi/poer sejauh suatu nilai yang tidaJ.. kurang daripada nilai terkecil dari ketebalan poer. atau panjang penanaman tarik tulangan longitudinal terbesar d llila beban-beban gempa menyebabkan gaya uplift pada komponen bat as dinding mukwr khusus at au kolom-kolom maka tulangan Jentur ha1 U> diadakan pada sisi atas pondasi telapak atau poer untuk memikul bebanbcban yang berasal dari kombinasi beban rencana 3 Pancang a Pancan!! )31\g menahan beban tarik harus memiliki tulangan tariJ.. vang rneneru-. d1sepanjang bagian yang mcmik-ul gaya tarik tersebut Tulangan longitudinal han1s didetailkan untuk menyalurkan gaya tarik didalam poer kepada komponen strul.:tur yang diduk-ungnya b 81la ga\ a tarik yang diakibatkan beban gempa disalurkan antara poer at au ponda~i )811!1 telapak dan tiang pancang dengan menggunakan tulangan dHnJeksi atau d1pasang belakangan pada kepala pancang, maka haru' dapat dibuk1ikan secara eksperimen bahwa bahan sistern injeksi terM!but dapat menyalurkan 125 °1o k-uat leleh tulangan yang digunakan c Pancang harus memiliki tulangan transversal pada lokasi-lokasi berikut in i . I Pada bagian ujung at as clcmcn struktur sejarak minimal lima kuli dimensi penampang, tapi tidak kurang daripada 2m dibawah sisi bawah poer

(35) IS 2 tinggi bcbas dan unruk bagian elemen struk'tur didalam D•~epanJg tanah atau dtudara dan didalam air yang tidak mampu memberikan kckan!lan lateral Poc:r dengan pancang miring harus direncanakan untuk mcmikul kuat tekan penuh pancang miring yang bekerja sebagat kolom ~clurh pcndek Kdangsingan pancang miring harus diperhitungkan untuk bag ian uang yang berada d1dalam tanah, atau didalam air atau diudara bebas yang tidak dapat memberikan kekangan lateral 4 Pcrhitungan Pondasi a Kcmampuan Tiang I. Krku:llan Bahan ""·"'" fct Atp 2. Kt•kuntan T a nah AtpxCn KtpxJI IP 3 5 - -+---'"-'----'-'- Ket Ktp Kel iling tiang pancang r\tp Luas tiang pancang Cn 1\ila• Conus JIIP Jumlah Hambatan Pelekat fc' '\ lutu bet on tct Tegangan bcton 1\ \tutu baja - Kcmampuan tiang (P111m)- nilai terkecil dari P"'"G & P,..., 11 b Percncanaan Ttang Pancang Kelompok (Pile Group) Kontrol kcbutu han tiang pancang 11 Y:.f' I'Ifill

(36) 16 c Pcrhitungan jarak an tar tiang (Joseph E. Bowles- Analisa Dan Dtsatn Pondasi II hal 354). I 57 • D • m .-11 - 2D . :...._:....__.,..-:..:.:... . dtmana D - dimensi tiang pancang s (m~n - 2) · \ s s - - - - -+'< m = ban,·aknya kolom S' n = s· s s banyakn\'a baris =jarak antar tiang pancang d Pcrlutungan daya du kung pile berdasarkan etisiensi dengan metodc AASTIIO. I . Pile Group '!,/' .._ My. x..,_,k + l'vlx . Ym.•k p II L/ I;x 2 - '£!' ~ My.><,,., ~ Mx . Y,,,, 11 Lx ~ Ly: Pm.tk '!,[' 'vi) x,...L 11 '£x 2 < Pijin < Pijin ., Effisienst (I]) = Efiisienst (11) e l)imana I] =1-9 1 _ 9 tn-1) m+!_m-l)n 90 m n - arc tg D·S (n -1) m- (m - I) n 90 m. n Ket 0 - Dne~i liang pancang m - Banyaknya kolom n Banyaknya baris S Jarak antar tiang pancang. --+ Q tiang ~ 11 P !'iang > Pmak

(37)

(38) 17 BAB Ill ~l E TODLGI 111.1 l \ll \1 Data-data gcdung yang digunakan 'ama Prove~ Pembangunan Gedung Fakultas Ekonom1 Uni,·ersua' 13rawijaya ~1alng Loka>i Proyek Jalan Mayjen Haryono 167- 169 Malang Diskrips1 Provck Pro}ek ini terdiri dari bangunan 4 lantai + atap, dimodifikasi menjadi 6 lantai + lantai atap Strui-tur Ponda~ Pondasi tiang pancang. 1\truktur Atap . Atap baja dimodifikasi menjadi Plat beton. Mutu bcton (fc') · 22,5 Mpa Mutu baja (f:V) · 240 Mpa untuk tulangan polos · J20 Mpa untuk tulangan ulir • Fungsi gedung Perkuliahan • Siatem gedung Rangka !'emtkul Momen K/111.111.1' • Data gempa Zona gempa 6 ( S\Jl 03 - 1726- 2002 ) • \turan khusus untuk tangga Tangga dalam perencanan ini diasumsikan bersifat non rigid dengan perlcta~n ~endi - rol Schingga. dalam perencanaan gedung im. tangga tidak dianggap sebagai strui-tur utama tetapi sebagai beban unn•k mcnghllung gaya dalam pada stru~ utama yang ada.

(39) 18 • Aturan khusus u111ul.. dmding Dindmg dalam perencanaan ini diasumsikan bersifat nonrigid dcngan mcmberikan dilatasi antara dinding dengan struktur utama. Hal ini (tilakukan agar pada saar terjadi defleksi pada struktur utama. dinding tidak turut mengalamt dcflckst. schingga tidak mengganggu pergerakan stml..tur ) ang ada Hal ini berarti kekuatan dinding untuk menahan defleksi tidal,; diperhuungkan dan dtnding pada perencanaan difungsikan han} a sebagai bcban untuk menghitung gaya dalam suuktur utama. • Leta!.. gedung dcl..at dengan pantai 111.2 I'EI{A l lii{AI\ Y A 'jG OIGUNAKAl'i Perencanaun dnlam tugas akh ir ini meng,gunakan peraruran yang berlaku yaitu • s!\I 03 284 7 200:! • SNI 03 1726 2002 • Pcraturan Pcmbcbanan Indonesia Untuk Gedung 1983 • Peraturan Beton Bertu lang lndonesia ( PBJ) 197 1 Selain peraturan diaHis, dalam tugas akhir ini juga digunakan program bantu berupa software, vaitu 111.3 • PC -\COL • S \P :!000 STRl"KTUR PE~tOLA:\ \dapun pcmodelan strulnur yang digunakan dalam gedung ini adalah a Stmktur at~ utama Gcdung yang al..an dtrencanal..an ini adalah suatu strul..1ur gedung \ ang mcnggunakan tipc Raugka Pomukul Momeu Klm.\tl\. Dimana dalam pcrhitungannya Mrul..tur utama yang akan dianalisa adalah meliputi kolom. balol.. indul.. melintang. dan balok induk memanjang. b Strttl..tur Sel..under Srruktur sckundcr adalah struktur pendukung yang hanya rnenyalurkan beban gempa yang ada Adapun dalam gedung ini struktur sekunder yang akan dianalisa ada lah balo" anak, tangga dan pelat. Dimana dalam perhitungannya harus dipisahkan dengan struktur utama.

(40) l \dapun dalam perhitungan beban yang ada mengacu pada SKSt-.1 03 - ::oo I xv~C - J)imana d1dalamnya disebutkan bahwa struktur gedung akan mcncrima beban vang tcrdiri dari beban mati. beban hidup. beban angin. dan bcban gempa lfl.5 A:"' A LISA STIH, KTUR Pada 5aat analisa su·uJ..tur kita akan menghitung kebutuhan tulangan yang ada. Lntuk itu diperlukan data gaya dalam yang te~adi pada struktur ya ng ada Untuk mcmpcrmudah pcrhitungan maka digunakan program bantu SAP 2000 untuk membantu mcndapatkan gaya dalam tersebut. Dimana hasil akhir dari analisa struktur adalah didapatkannya pendetailan tulangan yang dibutuhkan oleh struktur yang ada 111.6 OL\GRA \-1 \lliR PER~ CA:'I A i' GEDUN G \lctodologi ·' ang dipaka1 dalam penyusunan tugas akhir ini adalah · I Pcngumpulan dan pencarian data data yang diperlukan untuk pcrcncanaan Denah ar)itektural dan gambar struk1ural Data talldh :! l\1odilil.asi muktur J'inggi bangunan Pcrcncanaan dimensi struktur. Model atap Kriteria pembtlbanan

(41) 1 Pcrcncanaan dan oerhitungan struktur sek·under dan struk
(42)

(43) 22 BAB IV DESAI!\ STRUKTUR SEKUNDER IV.l Umum Struktur gedung terbagi menjadi dua yaitu struktur utama (dibahas pada bab benkutnya) dan struktur sekunder. Struktur sekunder merupakan bagian dan struktur gedung yang udak menahan kekuatan secara keseluruhan, namun tetap mengalamt tegangan-tegangan akibat pembebanan yang bekerja pada bagian tersebut sccara langsung, ataupun tegangan akibat perubahan bentuk dari struktur primer. Bagian dari struktur sckundcr meliputi pelat, tangga, balok anak dan atap. JV.2 Dcsain Pelut Pcrancangan gedung Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang ini menggunakan pclat cor set.:mpat yang dalam perhitungan dibagi menjadi dua macam yaitu: I. Pelat satu arah, yaitu pelat yang rasio panjang dengan lebarnya sama dengan 2 a tau lebih dari 2. Pada pelat satu arah, pembebanan yang diterima pelat akan diteruskan pada balok-balok (pemikul bagian yang lcbih panjang) dan hanya sebagian kecil saja yang akan diteruskan pada gelagar (pemikul pada bagian panel yang lebih pendek). 2. Pelat dua arab, yaitu pelat yang rasio panjang dengan lebamya kurang dari 2, sehmgga besar pembebanan yang diterima diteruskan pada keseluruban pemikul disekeliling panel dari pelat. Pemodclan struktur yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen, dimana pelat difokuskan hanya menerima beban gravitasi. Pelat pada sisi-sisinya diasumsikan merupakan perletakan jepit elastis. IV.2.1 Preliminary Design Sebelum mcnentukan dimensi pelat, perlu diadakan preliminary design untuk menentukan bcsarnya pembebanan pada pelat.

(44) a. Perenca naan Oimensi Balok • Oimensi Bnlok lnduk ~1enu per,)aratan Sl\ I 03-2847-2002 tabel 8 unruk dimensi balol.. pada dua tumpuan sederhana adalah scbagai bcrik-ut It =~ SNI 03-2847-2002 tabel 8 16 umul. fr sclain 400 \ lpa nilain,·a harus dikalikan dengan " J (o. 4-: (Wang- Salmon) • Balok tnduk melintang h J A ·(0.4+ .fj: 16 700 800 ( 240' • 0,4 + - ) - 37,143 em"' 60 em 16 700 ., 33,33 em - • 50 3 "'40 em Dircncanakan dimensi balok induk melintang 40 /60 • 13alok mduk memanjang h A xl 16 , 0,4 l f)' 7oo J 240 ) =27.8:>- em =-600 · ( 0 ' 4-+-16 700 ., ., b - - • h - - 'iO 3 3 = 33.34 em "'60 em "40 em Oirencanakan dimensi balok indul. memanjang 40/60 Dtmana A f} h b bcntang kotor balok I em) - mutu tulangan baja (\1Pa) tim~g balok (em) - Iebar balok (em) 11' \ 700 )

(45) • Oimcnsi Balok Anak \1cnunn pcrsyaratan SNI 03-2847-2002 untuk dimensi balok kedua ujung mcncrus adalah sebagai bcrikut II ). = S:-.11 03-2847-2002 tabel g 21 untuk fy .. ~elain 400 1\lpa nilain)a harus dikalikan dengan - (o.h fi. ) (Wang - Salmon) • Ba h anal. mcmanjang l o~ ). • ( 0.4 21 \ I /)' ) 700 600 ' ( 04+ -240) =21.22cm "'40 em 21 \ . 700 . b ~ ~ J 3 ~ • h - - , 35 - 23,34 em "'30 em Direncanakan dtmensi balok anak memanjang 30/40 Dimana '· • bcntang lo.otor balok Iem} (\' .. mutu tulangan baja (MPa) h = tlnlll(i balok (em) b ~ -- Iebar balolo. (em) 700

(46) b. Perencanaan Oimensi Kolom • Kolom Struktur untuk lantai t I . ~ L L .,~ I hh' I; _ hh I~ -100 2:. 800 I I ,. 12 I~ .j()() • 3 5 ' 50' 800 h :> "'2187500 2:. 38,45 em => dipakai h = 75 em Dircncanakun dimensi kolom adalah 75 I 75 P..:rnbulltlan tin!_otgi => k~ats dimaksudkan agar penampang mampu menampung bcban gcmpa karcna bcban gcmpa bclum termasuk dalam perhitungan ini c Perencanaan Oimt>nsi Pelat Untu~ memcnuh1 svarill lendutan ketebalan minimum dari pelat hams memcnuhi pcrsyaratan SJ'-1 03-2847-2002 pasal II 5(3(3)), yaitu • um ~ It = 2,1 o.s+ 11'· 1 1500 36 - 9ft dan tidak boleh kurang dari 90 mm

(47) Dimana '"' =panjang. bcmang bcr,ih dalam arah memanjang dari konstruksi dua arah ~ ra>~o bemang bers1h dalam dalam arah memanjang terhadap arah mcmcndci-. pada pelat dua arah Um nilai rata-rata a umuk semua balok pada tepi-tepi dari suatu panel • t;, muru rulangan baja ('\IPa) \ 1cnurut S\11 03-2847-2002 pasal 10 10(2) dan pasal 10.10(3) disebutkan beberapa kritena mcncntukan Iebar efektif(be) dari balok T lntet·i11r tS'\1 : -- --'be 111 - 2X·P - 211112, IIJ !Ill r bet - I -1 , l.h h bel - g t be.• bw + ,Y: ' (1.1> - /nt•) _ F.kstcrior (S\1 103 bct - } 12 2847 2002, 10 10) 3 _ __ ./h l be' 6t be• b" + I< ,. (/ h - hw) _ll\\ _ 1 h b\\ I - •hu • II .;, 12 '" /.1 (Wang Salmon) =12I • hD / l 1 ( be ) ( t ) h _ + bw k- (W ang [.J. - tf t ) 4( t )~ '\ h + h - - Salmon) ( be ) ( t ) '] + bw - 1 h t) I + ( bwbe 1) ( h (Wang - Salmon)

(48) Dimana be • Iebar efektif, harga m.nimum (em) b\\ • Iebar balok (ern) = tebal rcncana pdat h - ting!ti balok (cml 1\',2.2 P erhitun~ • n (em) Tebal Pelat Pelru Lantai Diambil contoh perhitungan untuk pelat lantai type C (-'tt ¥ 1 ..j(l 1.>0 300 2 D l.n ,. 600 Sn E 40 r\ 2 40\ 1 = 540 em :! .,. - 30' -+-J = 275 em 2 ' ' 40 .>00 2 1 j3 - Ln - :>40 - I 96 Sn 275 • Dircneanakan tebal plat lantai. t - 12 em Dengan fc' = 22.5 \1pa fY - 240Mpa A Balok Tengah 30 / -10 (I" - D - E) be ·- ------ · u ·HI

(49) '17 bc1 ~ c: • l.h ,Y.;' x 600 be: 150 em • 8t 8' 12 • bw • }~ be• 96 em • (l.h - hit') , 1 ( ,- 40+401'1 .>0 ... ) '_:: • 600 - .J) = 3 I 0 2 C/1/ be d1ambil 96 em ( menentukan ) )r r) 4 Jt) ,(t)' (be l)lft)'l I+(be 1. bw , h \ h '1h +1. bw - h I+(,bw be -I-)(I) h - 1 1 - 0.667 lb k. h •12 b\~ 40' .. 0.667 • 30 • - 12 = , 106720 em I h • bs • 1'1 ( I '0 ... 150) • Ut "' ~ b p -=~ = 1067'10 = 247 43 200 43 200 cm4

(50) B Oalok Tcngah -10 /60 (2 D E) be u - -1• 0 bet .. ~ • }~ .Jh • 600 - ISO em bcz S.t - 8' 12 - 96cm be• bw+ ~ -10 ... <(Lb - bw) ),< < ( 600 - [40 -'-40-,) = 320 C:/11 - \ 2 J be diambil 96 em ( menentukan ) ~ , .. 96)( 12 "\ -1 - k- ( o~ \ oo J L {'2) oo I- 96 (96 -4 ( 12 )~ \ 60 - 40 '\ fJ2' ( 40 -I JI ,60j h 12 lb - " . b\\ • - 60' I 77 • -10 • - 12 1274400 cm 4 t' ls = bs' - 12 ( 150 + ISO) x ~ 4 12 43 200cm .. 177

(51) 29 lb h C Balok I:!74400 _ _ 29 5 43 :!00 r· - 2 ) Tenuah 40 160 ( D - be ... u ~ 12 .jll bc1 I 4 ' 1.1> )· 1 <300 = 75 em bel 8.t 8xl2 - 96crn bw - ~ be.• _ 40 + x (l.h hw) r: .r 1 - 300 _ 30 : 40 ~, _ 172.5 C/11 _,; ~ \ be diambil 75 em ( rnenenlukan) { I l~- ( be r be )(1 ' ~- ' k_ 1 ~ ( be ) ( l b\\ I \ 4- \. h ) I 1 ( -'- 4 - - h) \ h) bw I bw b) = 1.69 lb - ~ ' bw ' h' 12 60' 1.69 ' 40 " 12 12 16800 ern 4 -1 ) ( I ) \. h l

(52) 30 12 . 12 =I .•' 00 ~ ' 00 ) • .> 1216800 86 400 e Is 86.400 em• - = 14 08 D Salol. Tengah 40 / 60 (F. - I" - 2) be LJ 6(J -10 ~ be1 y Y.; be2 J( Ih 300 - 75 ('/// 8t 8x 12 - 96cm be1 bl\ - 40 - be diamb1l 1+ L( I (l.h - hw) J,~·( Jo -~ \, b\\ J h J ft)' + ( be \.hI \h ) be \(1 ( t\ 4 6 .. t - -1 \ bW - . 1- II ]) =1725c:m 40 75 em ( menentukan) ( be l( ' k =- ; 30 I. b\\ I j \f tJ'. jlh - \. h ('2 J' I4 - 6(12 ) -4f (2 \.' + (75 - l)(12\'l (75) 10 \ 60 60 I. 60) 40 60) ~ l 11 ( 1.69 75 40 1 )(~ 1 60)

(53) 3l . -h' lb 12 1 60 - 1.69 • 40 x - 1216800cm' 1:! b~ t' ~- 12 .. ( 300- 300) • Ul ., 12 12 -86.400 em• = 1:16800 _ 1408 lb b 86.400 4 - 2 47 f 29 s 14.08+ 14.08 = 15.03 4 llntuk am " 2 maka : lnun1 In( 0,8 1 fy \ I'\00; 3o t 9P '<•'UI 0,8- 1500 240 I 36-91,96 99.24 mm lnnn: ~ (untuk am 90 rnm ~ 2,0) Svarat lnnnl = 99.2-l rnm S t,.,.; =90 111111 ~ Dcngan t mel~biha I~ 120 mm. t- 120 mm . . .. (ol..) . ..... (ok) 120 mm ternyata memenuhi persyaratan minimal dan tidak batas maksimal sehingga tidak perlu dikontrol terhadap lendutan

(54) ·'"} • Prlat Atap Oiambil cont oh perhitungan unluk pelat lantai type E r ~ l' ' ~ I (•I) r ~ " ... ~ () ~ · J{l (>11 ()0 3 B -\ • • l.n 350 Sn 300 p l.n ~'I ( 10 40\ ( 40 40 ' \ 2 2 ) +-) = 310em 2 2 310 260 Sn 260 em 1, 19 Direncannkan teba l plat lantai. t = 10 em Dcngan lc' - 22,5 Mpa fv - 240 Mpa F Balok Tcngah 40 I 60 (2 A B) be ·------- · ... u - ... • 10 • 4'J • ~ -1/x fh /4 bc2 be• - 8 t - 8 x I0 b\~ -~ - 40 .,. 4 x 350 ~ 87.5cm 80 em ~ • (l.h- hll') <( 350 -[ 40 40 ; be diambil 80 em ( mencntukan ) ]J =195 C/11

(55) 33 1+ ( be ) ( t I h) • b11 4_ 6 ~ \ h1 j' + 4( h1) ' ~ (\ ~ bw _ 1'j lr h1 'j' J _ r be _ )( t 1 1 1 bw )\h ) 1- ( 80'1 f JO\ ~ 40) ,60} k 4- ~ ( JO \. 60; ( JO ) - -4 60 ,. . (so _1\( to-J' 40 J , 60 • I 68 h - lb .. ~ ' bll • 12 60 1,<>8· 40 ' - 1209600 cm4 12 1> t' bs , 12 ( I '0 ~ 150 ) " Cl t F 10" 12 = 25 OOOcm' lb 1209600 = - = - - - 48 38 Is 25 000 Balok Tengah 40 I 60 (3 -A- B) be .. u - ~ be• be: ~ "' 8 t .. 10 <350 - 87.5cm 8' 10 = 80cm 401 L( /350 [ I ~ ~ ]l-195cm 40 40 + 2 ; 1 1 - ( 80 - 1){ J0 ) 40 \ 60 "

(56) 34 be diambil 80 em C menentukan ) +(so40 _1)(10) 1 4(IO)! 1_(so)flo)[ 4_6'10)+ 40 \ 60 \ 60 60 60 k-I)(JoJ' 1.Jso 1. 40 60 1 I <>8 lb 1.. • h bw • - 12 60 12 1.68 • 40 • = 1209600 em" t\ bs · 12 ( I 'iO lb ~ 10 ' = 25 000 em' 12 150 ) x =48 38 1209600 25 000 b (, Balok Tepi35 / 50 ( A - ~ - 3 b~ 3' bet = / 1/I~ ·l.h Ji: d."O - 29,17 em bc2 =6l - 6 , 10 60 em J

(57) 35 I }~' - 40 350 40+40]'I = 19:>- Cf/1 ) 2 be d1ambil 29.17 em ( menentukan ) 11 1 \ b'~ bc '( ' )l~ J ftl 4-6.,. h h I ( be - { r)= + 1) (I h)\ h '(r''- f be -1 , bw ; h; _ bw- (10) (10)-+ (29.17 - 1'\ IJO ) '" +4 I+ f 29,17 • 1 10 ' 4 6 1. 40 ; 1. 60 J L 60 60 k 1- ( 29,17 _,'(10) 40 ) 60 -- l - 1,4 1 lb ~ • bw • h' 12 60 . = 1.4 1 • 40 < - -IO I5200cm' 12 I Is b' ' 12 = ( 17 ') • 10' - "' 14 ·',34 em 1: 4 < lb 10 15200 -.. =o9 6 Is ' 14 583.34 II Ba1ol\ 1 engah -10 / 60 ( B - 2 - 3 ) be u 40 ) i. 60 J

(58) be1 = I ~ ·f.h ~ 87.5cm - )(; >< 350 be2 - 81 - g x 10 80 em •(l.h - hw) b'' ~ l~ be• r . 40+40]1 9 _ I = I 'C/11 40 - /11' ' 3' 0 - \ 2 ) be diambil 80 em ( mcnentukan) I(t) t) 1 1 f be le 4 6( ( t )' ( be )( ) - h + 4 h + bw - 1 h + \ bv. 1 h l+rbe \. bw k ., II ( SO) , 60 J 60 I + ( 80 _ 1') ( 10 \ 40 ) 60 ) = 1.68 h 1:! 1 = 1.68 • 40 K 60 ~ 1209600 cm 4 12 - I l> • bs • 12 10' - (150- 150)• 12 Ct., - -lbIs um 25.000cmJ 1209600 - 48.38 25 000 ] -I')( hI) r I0 \ r 4 - 6( 10 '\ -4l( 10 ) ~ 40 \ C>O J L 1 + ( 80 40 \ (I 0 \ '] J \ 60 1 - 1

(59) .17 48 38 + 48 38 + 69 6- 48.38 = ~3 .68 J L:ntuk am ~ :! maka 11 , ~ o.8 = - -~ 24o 1500 36 - 9 1.19 I -' 64 74 mm lmonl - 90 mm (untuk am 2: 2,0) Syarat: l,;,, 99,24 mm < t- 100 mm ...... (ok) '"''"2 - 90 mm < t Dengan t JOO mm ..... ..... (ok) I00 mm ternyata memenuhi persyaratan minimal dan tidak rnelebihr batas maksimal sehingga tidak perlu dikontrol terhadap lcndutan 1\'.2.3 Pemodelan dan Analisa Stru ktur Pelat Peraturan yang digunal-an sebagai acuan dalam menentukan besar beban yang bekerJa pada struktur pelat adalah Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPit:G 1983) Pcrlctakan pada pelat diasumsikan sebagai perletakanjepit • Ptmbebanan Petal Lantni 2 sld 5 Beban Mau (01.) - Bcrar scndiri =288 kglm·• 0 12 "2400 - Penutup lantai teg.el - Spesi (r - Plafon 2 em) penggantung ::! x 21 II • 7 - Dueling i\C + prpa DL = 48 kg/m2 = 42 kg/m: = 18 kglm 2 = 30 kg!m2 = 426 kg/m 2

(60) .18 Beban llidup (LL) ~ = 250 kg!m 1 Kombinasi Pembebanan Kombinas1 pcrnbebanan Qu = I :!DL • digunakan berdasarkan S!\1 03-2847-2002 pasal II I( I 1 I 6LL (I 2 x 426) Qu \an~ (I Cn 250) 911 20 kgi m2 Pem beba na n Pr la t Lantai 6 Beban l\1au (01 ) - Bcrat ~endir 0 11 "( 2400 - Penutup lantai tegel 2 X 24 - Spesi (t 2 - Plafon 2 em) 1 pcnggantung - Ducting AC' = 288 kglm: = 48 kg!m2 21 - 42 kglm"' II + 7 - 18 kgtm·' = 30 k!!.lm X pipa DL 2 - 426 kg/m 2 = 400 kg/m2 2 13eban Hidup (LL) Kombinasi Pernbl•banan Kombinasi pembebanan yang digunakan berdasarkan SNI 03-2847-2002 pasal II I( I) I 2DL Qu I 6LL 426) + (I 6 x 400) - 1151.2 l..glm2 Qu - (I h • Pernbebunan Pelat \ tap Beban l\1au (OJ ) - Berat sendiri 0 I 0 x 2400 -240 kglm - Plafon + pcnggamung II - 7 - 18 kgim: = 30 kg/m~ - Ducting AC + pipa OL 2 Beban H1dup (LI ) 1 = 288 kgtm1 = 100 kg!m-' Kombin asi Pem bebnnnn Kombinasi pembcbanan vang digunakan berdasarkan Sl\1 03-2847-2002 pasalll I( I) Qu I 201. """ I 6LL Qu (I 2 x 288) , - 505.6 l..gtm· ( I 6' 100)

(61) 39 1\'.2.4 Penulangan Pelat Tahapan vang digunakan dalam menemukan tulangan lentur pelat amara lain l\.1enentukan data-data d, h-. tc· dan \lu \fcnentukan ~ harga tulangan dengan menggunakan ras1o tulangan yang bat~n d•,varatkan sebaga1 btmkut p, ''-' , 600 =-0 _8:-_· -'/-'''......;;.. ./.1· \ tJOO fy 1 Sl\1 03-2847-2002 pasal 10 4(3) t SNl 03 -2847-2002 pasal 12 3(3 l P.,.., - 075 p , I-I SNl 03-2847-2002 pasal 12.3(41 .fr Hitung rasio tulanu.an yanu. dibutuhkan. --- I ( p Ill .~ . --- ~ r I /1 2 \1 111 ..... Rn /1' J (Wang-Salmon) Menenwkan luas tulangan (As) dari p yang didapat A.v p - h
(62) 40 u - (j ' ' 85 '0 85 < 2.~ ::40 ( 600 ) - 0 048 600.,. 240 P .,., - 0 75 rO 048 - 0 0~6 I~ I4 n n~R 2-IO ft. C b • 3.00m (>.00 m 1.~ L n _ S40 _ I Sn 275 96 Dengan menggunakan "-oetisien momen PBI 1971 tabel 13.3 2 didapat persamaa n mom en \11x- 0 00 I q lx2 X . dengan nilai X- 62 M ly 0.00 I q Jxz X. dengan nilai X= 34 \ltx • 0 00 I q lx2 X. dengan nilai X= 62 Mtv · 0 001 q lx 2 X. dengan nilai X 34 Schingga = 508.45 k~'lT = 278.83 kgm Ml~ \It' - 0001 \911 20 x Y' x62 -508.45 kgm 1\lty • 0 001 911 20 X 32 X 34 = -278.83 kgm X Pr nulan_e:w arah \ • Tulangan lapangan 1\lu = 508.45 "- t~-m '< _ 5 084 500 Alu 0 g, 1 0·95~ 0.8 ·IOOO•dx 1111 - - /II 5 084 500 'imm - .fy 0.85 • .t<·' 240 _....:__- 12.55 0 85' 22,5 = O7 MPa .

(63) -II I II ~ I 12 5S "1' ' '07 ' 1- - - '' . = 0 0028 240 P < Pmin < P=' \I aka digunakan P.,.n • 0 0058 \ "-~· - ,, b d 0 0058' 1000 ' 95 = 551 mm= '.1enurut S'l 03- 284 7-2002 pasal 12 5(4) disebutkan < 3 x tebal pelat =3 x 120 =360 mm Jarak tulangan 450 mm Dtgunakan tulangan lentur 010-125 j'f iOOOj' • fl..!_• ff • IOl 4 ' 125 ... Ok! Kontrol Kekuat an 628 - 0.0066 > Pm;n 1000 • 95 ( a' 2 (Wang-Sa lmon) \1n - Asfv d --j 'l a- .\sfv . 0 85fc'b (Wang-Salmon) 628 • 240 - 7.88 0 8'\ • 22,5 d 000 7,88 ) I fn = 628 • 240 9 5 -...- - 13 724 )63.2 "'mm ¢Ain - 0 8 • 13 724 563,2 =I0 979 650.56 Nmm > 5 084 500 1\mm . 01-.1 \!u • Tulangan tumpuan 508.4 5 kgm \1u Rn = Ill Mu = 0 7 MPa . 0 8•1000 ·95' 5 084 500 08dOOO • tlr fy 0 85 • fc' 5 0 84 500Nmm 240 0 85 · 22,5 12 55

(64) P- r I I "<; 1- ,, I 1.,- ). \ \ 2 240 y \1aka digunakan p. \s,.._.,.. 07 · - 0.0028 P < Pmon < p.,., I 00058 pbd = 00058' 1000,95 = 551 mm: t\lcnurut St\1 03-2847-2002 pasal 12 5(4) disebutkan: Jaral- tulangan 3 'tebal pelat- 3 x 120 ~ 360 mm 450 mm DI£LH1al-an tulangan lcntur 0 10-125 • ( 4•JT·Io· Jl m) - 628 mrn 2 55 1 mm 2 I ] 1 1000 ' . Ok! Koner·ol Kekuatan p \In a (/ .4.1' ' ,.~ 628 -- 0.006o > Pmon 1000·95 .. t A~fv r l d- a\ 2J (Wang-Salmon) ..\51} (Wang-Salmonl 0.85fc'b 628 • 240 -- 7.88 0 85 • 225 I 000 7.88 \ \fit = 628 · 240 95 - - - 13 7:!4 563.2 !1'mm 2 ) ,\/u " ¢.\In - 0 8 IJ 724 563.2 ::: 10 979 650.56Nmm > 5.084.500 1\mm . 01-' Penulangan arah y • Tulangan lapangan \1u - 278.83 kgm A·Ill 2.788 300 Nmm __ 2 788.300 = O 48 MPa 0 8•1000x85' ' 0 8 ·IOOO•dl'

(65) 43 m- -·fl' 240 0 85 r 22,5 oJ85 fc' 1255 l \ __ l _f l P 12 5~ 1- 2 12'' 0.48 J\ -0002 2-tO ~ p < Pmm < p,., \taka digunakan p = 0 0058 '""·' - pb d 0 0058 x 1000 x 85 : 493 mm2 \1enunu Sl\1 03-28-t7-2002 pasal 12 5(4) disebutkan· tulangan Jar~ 3 'tebal pelat- 3 x 120:360 mm -l'iO mm Diguna~ tulanganlentur 0 10-150 ( I I : \)( I 000 \ l ( / [ '1( I 0 \,_ 4 \,_ J 50 1 • 523,3 mm 2 493 mm 2 . Ok t Kontrol Kekuutan p 523) _:..::.:_:::.._ - 0 006 1 > 1000 · 85 h·tl Pomn a) r Mn - As tV . d - -') (Wang-Salmon) .f\ J.''i· (Wang-Salmon) \. II = 0 8'\ ~ ~ fi:' h 523.3 . 240 u --- 0 85' 22.5 1000 \In 5:!3.3 '240 8' \ ,\fu = ¢:1!11 • 6.5 6 51 · = 10 267 146,-\'mm 2 ) =0 8 • 10 267 l.t6 - 8 213 116.8Nmm > 2. 788 300 "'mm fulangan tumpuan Mu = 278,83 l
(66) 44 m- /1 240 _..:._-- 12 0 85 x22.5 0 85 fi:' P--'-(t- I, 12 5~ ~5 ., I ' '.:; 0.48 - 0 002 240 , ~ p< p,.,< p.... \1aka digunakan p - 0 0058 pbd A"""'" • 0 0058 x 1000' 85-493 mm2 1\lenurut Sl\1 03-2847-2002 pasal 12 5(4) disebutkan. Jarak tulangan < 3 x tebal pel at = 3 x 120 - 360 mm < 450 mm Oigunakan tu langan lentur 0 10-150 = (I 4 •tr• 10 : )( 1000) 150 521,3 mm 2 > 493 mm2 .. Ok! Kontrol Krkuac an p A.1 ,...... h·d =- 523.3 10·8~ OOO - 61 > Pmon (Wang-Salmon) a- ll - ·h .f.r (Wang-Salmon) 0 8:' "' h 5~3, . ~40 -65 085· 225·1000 ( ,\In - 523.3 • 240 85 A/11 = t/>Ain 6 ~ \ ·· 2 = 10 267 146Nmm j 0 8' 10 267 146 ~ 8 213 716.8Nmm > 2.788.300 "fmm Ok

(67) 4S , Penulangan Pelat Atap -\dapun data-data pcrancangan untuk penulangan pelat atap • Dimcnsi pclat J.S x 3 m= • I ebal pel at I 00 mm • l'cbal cledan[! 20 mm • Diameter tulangan rencana 8 nun • \ lutu tulangan baJa fy • Mutu beton fc • dx-100 240 MPa 22,5 \1l>a. ~ - 0.85 20 (~·8)-76m dy - 100 20 8 ( •8) 68mm Tulangan Lentur Pehtt Qu S05.6 kg!m 2 dx - 76 mm dy - 68 mm ) = 0 85 < 0.85. 225 ( 240 I ' 1. 600 + p " - 0 75 r 0 048 I' 14 14 2411 -- =- f.\ \11 265 240 UOI~R L' • 3,00m \:\6 m '" 'J;;; 0.048 0 036 E 1~ 600 1.19

(68) 46 Dcngan mcnggunakan koefhien momen PBI 1971 label 13 3.2 didapat pcrsamaan mom en \llx- 0 00 I q lx: X dengan nila1 X- 4o 0 001 q lx. X dengan nilai X : 38 \tly \1tx - - 0 00 I q lx" X dengan mlai X 46 \lty--0001 q I\~:. dengan nilai X - 38 Sehingga \1lx; 0.00 1 '505 6' .1 1 x 46 Mly- () 00 I ' ~05 6 , X J• X , 209.3 kgm 38 172 9 kgm \1tx -- 000 1 x 50' 6 x 3' x 46 -209.3 kgm l\'1ty -- 0.001 \ 505 6" :;- \ 38 -172.9 kgm , Penulnngnn nrah x • Tulangan lapangan Mu - 209.3 kgm 2 093 000 Nmrn M11 2 093 000 • _ 0.4S Ml'a 0.8< 1000x76' 0 8 • 1000
(69) 47 Kontrol Kekuatan I' ,... - p - h·d \In a - 'i02 4 1000 ·76 -0.0066 >pmon ~) h(\ d (Wang-Salmon) As f)· (Wang-Salmon) 0 8Sfc'b 502 4 _x_24_0___ = J 6 0 85 . 22.5 •1000 ( 6 J) 502 4 • 240 76 "" 8. 783 961.6 Nmm Afn 2 ) \ ¢Mn - 0.8 • 8 783 96 1,6 =7 027 169,28 Nmm > 2 093.000 Kmm . Okl Tulangan tumpua n • Mu - 209..'1 kgm Ji.n Ill 2 09.1.000 Nmm Mu _ 2 093 000 0 8 • I000 • cl.r • 0 8
(70) 48 Kontrol Ktkulllnn 502 4 =0 0066 > i).,,. - 1000• 7o '" p h ·d a\ \1n - Asfv d ( (Wang-Salmon) 2, a - -As" -· (V.'ang-Salmon) o 8~ lc'b (/ - ~02 -1 2-10 085 ·2:!.5· 1000 Alii 502 4. 240176 \ Afu - ¢A/n 63 l 63 =8 783 961.6 Nmm 2 ) 0.8•8.783.961.6=7027169,28Nmm >2093000"\fmm .Ok' Penulflngan arah y • ruJangan lapangan Mu ~ Hn = 172.9 kgm I 729 000 l\mm Mu 1.729 000 , -0,47 MPa 0.8 Iooo. 68' 0.8 .: S;J'( JOOO \ 40 I.92 mn? - 125 ) 394 4 mm 2 .. Ok'

(71) -19 Kontrol Ktkuatnn p 401 9:! =0 0059 > p.,., =.rl.\h .cJ"' =1000.,6!) \In =, rd -\~IV a) 2 \. (/ - ll • . . . "' ..., ,.... I ~ noOulU" - (Wang-Salmon) 240 0 85.22.5' 1000 401 92 50 Mu 5 40192·2·t0(6s- °) - 63 l8l82.4ll/mm 2 :\111 1/JMu 0 8 <6.3 18 182,4-5.054 545,92 Nmm > 1.729.000 Nmm . Okl Tulangan tumpuan 172 9 kgm ' = I \II Ill -~ (Wang-Salmon) A' ..[I 0 85 {<" h ~1u ...... " ' ,.. ., ~ ...., , , ., r e " NOt 0<.. l 729 000 Nnun A'" I 729 000 ' 0.8 < 1000 x68· ~ 0.8 • I 000 'cJx· fy 2-10 0 85 fc' 0 85 r22.5 ~ 0.4 7 MPa - 12.55 ~ I' - . 0 '7 ' I - - " ... = 0 002 \ 2-10 I f I' p 1~5 j P < Pnnn < Pm." \1aka digunakan p - 0 0058 =pb d 0.0058' 1000 x 68 394 4 mm2 l\1enurut <:;'11 03-2847-2002 pasal 12 5(4) disebutkan Jarak tulangan 3 x tebal pel at - 3 x 120 - 360 mm "- 450 mm Digunakan tulangan lentur 0 8- 125 )r . 1000' I = ( v1(;. 8 4 \ 125 ) .. Okl I I

(72) 50 Kontrol h.ekuatan P- 401 92 =1000•68 - - 0 00:>9_ > Pnoo A' h ·tl \In = As f./. d -~) ~ (Wang-Salmon) 2 .·h [I' a---·· 0.85 k' h a- (Wang-Salmon) 401 92 '240 0 85>< 22.5' 1000 ( Mn 40 I 92 • 240168 :\J11 ¢Ain ~.0 <; 0) 2 = 6.318182.4l'-imm 08•6.3 18 182,4 - 5054545.92Nmm > 1729.000Nmm 0~!

(73) 51 D ESA 1\'.3 I~ TAI\GGA 1\'.3.1 Data Pertncannan Tangga • Tangea lantAi I s,arat perencanaan tangga '1.1 I =:xiS = 66 / - 66 1 - 30wl ' , , • "· Mutu bet on fc · ~ ' .. , , 22.5 \1Pa • \1utu baJa tulangan ( fy ) 320 MPa • 4.00m Elc\'asi antar lantat • Tinggt bordcs • • • • Tebal Plat Bordes • Jumlah Tanjal.;an (n T) Lebar lnjal.;an 30 em ranJakan ( 1 ) 18 em rebal Plat Tangga I~ • Jumlah lnjal.;an (n I) • Panjang Horizontal l'a ngga • · 2,00m Panjang Miring Tangga • Lebar Bordes em 15em 200 18 (nT) I 1,1 l "' 12buah 1=12- 1= 11 30 x ll - 330 em . ~(-:.o' + 330:) 170 em =385,88 em

(74) • Lebar fan~ 165 em • Sudut Kcmiringan • Jumlah tanjakan borde~ Arc tg 200 \ \ 330) I -- ~ 31.2 ~ kebawah - keatas • l'cbal Plat rata-rata Sin a I~ ' - I 'i x Sm 31,22 Tebal rata - rata plat tangga = 7 77 em 15 -r 7 77 = 22 77em -15 15 / IS / .... ' 22.77 3122 • Tnngga lantni 2,3.4 dan 5 Syarat perencanaan tangga· 21 + I ~xiS I 66 1 = 66 =30 ,m • • 10

(75) .~' _, • Mutu beton fc' • l\1utu baJa 1Ulangan ( fy ) 22.5 'v1Pa 320 \-1Pa • Ele\asi antar lantai • Ti nggi bordes 3.60 m · 1.80m • Lebar lnjakan 30cm • TanJakan ( t ) 18cm • Tebal Plat Tangga · 15 em • Tebal Plat Bordes 15 em • Jumlah TanJakan (n T) • Jum lah I njakan (n I) • Panjang HonLonUtl Tangga 180 10 18 · (nT)-1 = 10-1 =9 30 x 10 = 300 em ~( 1 :)0~ • Panjang \It iring Tangga + 30~) • Lebar Uordes · 200 em • Lebar Tangga . 165 em • Sudut Kerniringan :Arc tg ( ~ 270 • Jumlah tanJakan bordcs kebawah - keatas • Tebal Plat rata-rata Sin a = 349.86 em 180 ) = 33.69° .. _ " l:'i 15 ' Sm 33.69 Tebal rata rata plat tangga = 8.32 em =23.32em =15~8.32 - 15 ,._-15 - 33 o9 2332

(76) 'i4 1\'.3.2 Pembrbanun Tam;j!a IV.3.2. 1 T an~g v' Lantai I Ucban mau CDL) • 0 Berat 'endan 2~7h40 cos31.22" = 639 02 kg/m1 S pest. ( '_ em) lox2x21 = 672 kg/m2 Tegel (:!em) I 6' 2 x 24 - 76.8 kl!!m: - 50 .Sanda ran ~ kgLm: = 833.02 kglm 2 • Bcban llidup I.L • K o mb - :;oJ.g t m~ i n a~i Q ult J 2 x Dl. + J 6 x LL I 2 " 833 02 + I 6 X 300 1479.62 kglm 1 .!' • Lanlni 2.3,4 dnn 5 Beban mati (OL) 0 .2322x2400 Bcrat 'endiri cos33,69° = 669 77 kglm" Spesi ( 2 em) 16x2,21 = 67.2 kgtm= Tegel ( 2 em) I 6' 2' 24 - 768 kgtm=' - 50 Sandaran kgfm1 = 863.77 kgtm· • Beban Hidup Ll 300 kg I m= • Kombinasi Q ult l 2 x Dl I2 X l 6 , LL 863 77 .... 1.6 - 1516,52 kg/m: X 300

(77) IV.J.2.2 B o r dt' ~ "' Lant ai I • Beban \-1au 0 15 '( :!-100 = 360 k Spcsi ( 2 em) :! ' 21 = 42 kglrn2 Tegel ( :! em ) :; \ :!4 = 48 kgtm= Sandaran = 500 kgJm· Beban Hidup LL • g~m· 50 kgfm' DL • , Berat 5end 1ri '00 \..g I m: K o m b i na~ i 1.2 x Dl. I 6 x LL Qu I 2 x 500 + I 6 x 300 I 080 kg/m: Lnnt a i 2,3,4 dan 5 V' • Beban Mati Berat sendiri 0 15 )( 2400 Spesi ( 2 em) 2 X 21 Tegel ( 2 em) 2 \ 24 Sandaran = DL • 'lOO kg / m: Kombinasi Qu = I 2 ' DL I 6 ' LL = I 2 ' 500 + I 6 x 300 = I 080 kg;m' 50 kgfm2 2 - 500kg!m Beban H1dup Ll • = 360 kg/m2 = 42 kg/m2 = 48 kg!m'

(78) 56 IV.J.J An:~lisa Struktur Tllnj!ga Pada proses analisa ~truk tangga ini. menggunakan program Bantu SAP 2000 Untuk perlctakan tang.ga menggunakan Sendi-Rol Dimana pembebanan tangga dan output dari S .\P :!000 ~epni diba,\ah 1111 "' Lant:1i I q = 1479 62 k!Ym ,,,,,,,,,,, q= ' l__LL! ' 1" tOS k ~ ' 2.00 3.30 ' 1,70 4233.02 kgm 4941 14 kgrn 2 00 ' 3.l> 1,70 ' 200 4137,48 kg 3,30 1.70

(79) 57 ./ l.antai 2.3.4 dnn 5 q: 1516 52 kg'm ' ' ' ' ' ' ' '' ' ' q = 10801<9/m I I I I I I I I II ,_ ~ 100 ' , 270 230 ~ 459857 kgm 4750,38 kgn I 80 ' , 2 70 2,30 ISO I , 4163,72 kg

(80) T\',3.4 Prnulangan .t.J..t. I Tang~ Plat Tangga Penula~ ./ Lantai I Data Perencanaan • fc ~: • 'l.lu 49-11 , 1-1 kgm <; • $ \tPa 16mm dx - I50-20-( 16i2) 12: nun 150-20-1 0-( 16/2) = 1 I d} p - 0 85 .f<: fl, ( 600 /.1 mm ', Sl\1 03-2847-2002 pasal 10 4(3) \ 600 ... .f.i·) 0 8Sx22,5x0 p ~ no 85( 600 ~ 0 033 600 ... J 20 I SNl 03-2847-2002 pasal 12 3(3) PIT' - () 75p, P.,.._ - 0.75 rO 033 - 0 ~5 0 ,.. f ~ I-I , -r. .1.1' 1 -1 - 0 0043 320 \rah \: -1941 14 kgm Mu .\fn = m- 49 411 400 =49411 400 "lmm 08 61.76-1 _{) 320 0 85 fc' 0 85x22.5 ~50 . , \m = 167 Rn = .\ In = ~ 764 250 = 4 1 '\ h d : I 000 d 22 ' P- r I I 16 7 I. Asp«lu 1 111 I ~1'6h4 ,1 5l 320 } - 0 .0 < I:J > Pnun p bd 0 015 x 1000 x 122 = 1830 mm2

(81) \1enurut SNJ OJ-2847-2002 pasal 12.5(4) disebutkan: Jarak tulan!!,an 3 x tcbal pel at - 3 x 200 - 600 mm 45() mm Digunakan tulangan lemur 0 16-100 f I \. 4 XlTXI6" '\( 1000 --) ) 100 2 009.6 mm 1 1830 m~ Ql...l Kontrol Kel..uatan P - vln a {/ = M11 A.1 . .. ' r • hxd ., 009 6 . - -=0 0 16> Pmon 1000xl22 ( A~IY ld ;) (Wang-Salmon) Asfy (Wang-Salmon) 0.8:'ifc'b 2.009,6x320 0.8Sx22,5xl000 33,62 ( 2.009,6 ..\'320 122 33 62 · ' - 67 644.743,68 .11/mm \ 2 ) .\lu = ¢.\111 - 0 8 r6 7 644 743,68 - ~4 115 794.94 Nmm > 49 411 400 "'mm Ql..' o\rah Y Karena I ~ l.x > :!, maka untuk penulangan dengan arah y di pasang tulangan susut dimana tulangn susut yang dipasang sebesar A'> tulangan susut - 0,00:! ' b X h - 0.00:!' 1000 x ISO~ \lenurut $\II 03-2847-2002 pa~l 300 mm: 12 5(4) disebutkan Jarak tulangan ::; 3 x tebal pel at = 3 x 200 = 600 mm 450 mm Digunakan tulangan lemur 0 12-250 Asl"':~Lu I .v;r.•·l?_ · )( IOOOj' ( 4 \ ·\ ~ 250 .. 452 16 mm 2 • 300 111111 2 .. Ql..!

(82) 60 La nta i 2.3.4 dan 5 v' Data Perencanaan MPa • fc :!:! • t\ 120 \.1Pa • l\lu 4 750,38 kgm • c; 16 111111 1~0 d' ~ 2) • 1:!2 mm - 20-(16 d) I~0-21 0-( 16;2) • 112 111111 P _ o 85. fc' f l /1' P _ 085r2.~x 6 ~) ( SNl 03 -2847-2002 pasa1 10 4(3) 600 + .f.\' ( ~ 320 ) - OOJJ 600 , 120 P,.,. - 0 75p1 Sl\:1 03 -2847-2002 pasa1 12 3(3) 0. 75 xO 033 PN" I4 I 4 0 00-11 Pm"' - -ji • - "'0 '} 0 25 ·'- Arah X Mu 4 750,38 kg111 \Jn 47 503 800 - 59 379 7~0Nm 08 Ill - fy 0 85 (c' .\In I'\11 - hd : 320 0 85x225 - A>,.~l u 167 59 379 750 - '~ . 99 1000d22 . P - _ 1_r1 16 7 47 503 800 \!111m \ I, 2xl6 7d,99 )-o014 > 320 P,run pbd - 0 014 x 100' 122 1708 m1112 Menurut S"' l 03-2847-2002 pasal 12.5(4) disebutkan: Jarak tulangan < 3 x tebal pclat = 3 x 200 450 111111 600 m111

(83) 61 Digunakan tu langan lcntur 0 16-100 AS;· •, = -1 r:rd6 'l-lOOO ' ) 1. -* 100 , 2 009.6 mm 2 > 1708 mm 2 . Okt Kontrol Kt'kuatan :! 009.6 p = h r cJ - I 000 d 22 1\ . Mn - 1\sfy ( d ~ a- 0 016 > Pmm a (Wang-Salmon) ., Asfy 085fc'b (Wang-Salmon) a - -2.009,6.d20 .33.62 0 85x22,5xl000 :\..f11 - ., 33,62) \ =67.644 743,68 mnm " - \ (12"w _ _o 0v,6x320• \. :\lu - ¢Mn 2 08x67644 .74.!,68 =- 54. 115794.94Nmm >47503.800Nmm. Qkl Ar·a h V Karena L~ /l.x ... 2, maka untuk penulangan dengan arah y di pasang tulangan susul dim ana tulangn !>Usut vang d1pasang sebesar . As tulangan ~U!>t 0.002 X b '\ h = 0.002' 1000' 150 300 mm" "-fenurut SX:I OJ-284 7-:!002 pasal 12 5(4) disebutkan: Jarak tulangan _ -' ' tcbal pel at = 3 ' 200- 600 mm S 450 mm Digunakan tulangan lcntur 0 12-250 ASr·•" = ( -l '( ;T X 12 ·)r iOOO \4 \ 250 = 452 16 mm 2 100 mml . Ok 1

(84) D2 IV.3.4.2 Ptnulnngnn Pial Bordes ./ lantai I Data P4:rencanaan • f' c :!:! s I\1Pa • 1\ 3:!0 \IPa • \1u 4 .,__,_,, .. 0.,- k,gm • ql 16mm d'-150-20-(16/:!) 122mm d\ 150-20-10-(16/2) = 112 mm p o.85 /<'' 11 l' 6oo I }t' 600 +.f.r I p _ 0.8Sx22.5x0 85 ( 320 1\,, - SNl 03 -2847-2002 pasal 10.4(31 60.2.._ \ _ \600+320) 0 033 o.75p. SNl 03-2847-2002 pasal I2.:1(3) Pm"'- 0.75x0 033 J-1.,.. = ~- 0 25 ..!..:.::.- 0 0043 r. J.l' 320 Arah X 4 ::!3J.o:; kgm =42 330 200 \imm \fu _ -12 BO :!00 ·\ 1II - Ill- 08 .t.r 0 85 {c' R11- As~'" p \In hd - ,., ·'- ., , \' 91 - 7 ' 0 /IIIII 320 0 s~ \'22 ~ - 16 7 52.912 750 ' ' - , '6 1000 rl22 . . . __l_ r 1_ /1_2x l67x3.56 J=OO IZ > 16 7l V 320 · Pm"' - pbd - 0 0 12 :.. I000 'C I22 I 464 mm•

(85) t>3 \1enurut SNI 03-2847-2002 pa>al12 5(4) disebutkan. Jarak tulangan _ 3 x tebal pel at 3 x 120 360 mm < 450 mm Duwnakan tulanl(an lentur 0 16-125 ~ ~ l As,..L>, l x,Txl6"• )f iOOO -1 \. 12$ ) I 607 68 mm: > I 464 mm: Ok' Kontroll\ekuntan P- AI I 607.68 F·''·" = hxd 1000xl22 \1n - a- a ,\In A~ I\ d ( a\ (Wang-Salmon} 2) Asty. (Wang-Salmon) osstc'b 1.607 68.1' 320 - 26 89 0.85x225 riOOO ( I 607 68x320I 122 \ Afu 0 013 > Pn>on ¢.\111 26.89\ ~ 1-55 846.944.77Nmm ~ I 0 8x '\'i 846 944 77 = 44 677 555 82 Nmm > 42.330.200 l\mm. Okl Arah Y Karena L) 2. maka untuk penulangan dengan arah y di pasang tulangan susut L' d1mana tulangn 'llsut yang d1pasang sebcsar As n•langan susut -0.002 ' b ' h • 0.002' 1000 x 150 = 300 mmz 1\lenurut St-.. I 03-2847-2002 pasal 12 5(4) disebutkan· Jarak tulangan 3 x tcbal pclat - 3 ' 200 = 600 mm 4'\0 mm Digunakan tulangan lentur 0 12-250 Asr·''·"- r .!..orxl2 : \4 )rlooo' 250) . 452.16 mm· \ > 300 mm·' .. Ql..!

(86) 64 Lanrai 2,3,4 da n S v' Data Perencanaan f'c. 225 \ fPa 0 f~ 0 320 \IPa 0 \ 1u 4 S98.57 kgm 0 41 16 nun dx- 150-20-(16'2)- 122mm d~ -150-20-10-( 16i2) • 112mm P _ 0 85 fc' I· .b' l' j 600 600+ jy, S:-ll 03 -2847-2002 pasal 10 4 (3) _ 085x22,5x0.85l' 600 )\-O.OJJ 320 600 + 320 p p'""- o 75p SNI 03 -2847-2002 pasal 12.3(3) P,," = 0. 75 xO 03.1 1.4 Pntn - - 14 0 2~ 0.0043 1 .Y Arah X \1u- ·l '\98,57 kgm -t'i 985 700 ,\1/1 45 985 700 Nmm 'i7 482 125 ,\'/11/11 08 .h. Ill - 085 k' I ' \In 'i7 ~82 125 '" - htl - 1000 ---;=.3.86 122 y p -'-r'- .,_ = 16 7 \ As,.,,,, \ Y3.~6, 2 Yl6 7 320 ) "'o.012> Pmm p bd - I 607.68 mm' I .464 mm' Menu rut SNI 03-284 7-2002 pasal 12 5(4) discbutkan· Jaral. tulangan · 3 x tebal pelm · 450 mm 3 x 120 360 mm

(87) 65 Digunakan tulangan lemur 0 16-100 A~, 1000' • -I x,7xl6 ' )(,. \4 100 .. - 2 OOQ,6 mm 2 I 464 mm 2 Qkl Komrol Kckuatan P - ~ 009.6 -00 16>Pmm =1000xl2:! r/1 • hxd a) Mn- Asfvf d - ' a a = (\Vang-Salmon) ? I. - Asfy (Wang-Salmon) 0 S~fc'b :!009.6x120 _ . 33 62 0.85 \'22,5 X I000 Afn- 2 009,6x 320(122 Mu = 1/!Mn 3 1 62 ·; J=67 644 743,68 Nmm () 8x67.64.J 743,68 - 54.1 15.794,94 Nmm > 45.985.700 Nmm . Okl Arah \ Karena Lv I L' '> 2. mal.. a untuk penulangan dcngan arah y di pasang wlangan susut dimana tulangn susut yang d1pasang sebesar As tulangan susut -0,002 \ b X h -0,002 x 1000 x 150-300 mm: \lcnurut S:XI OJ-28-17-2002 pasaf Jarak tulangan I~ 5(4) disebutkan 3 ' tebal pelat - 3 x 200 = 600 mm 450 mm Digunakan tulangan lentur 0 12-250 , 'r 1000' A"••h• = - x:rr12· J \4 \ 250 ' 452 16 mm' .100 mm·' .. Qkl

(88) IV.3.5 Penulnn!lan Balok Bordes 4.3.5. 1 Pembrbanan Bnlok Bordes "' Lantai I Beban yang bckerJa adalah beban mau Beban dinding I '2 bata - 2,0x250 Beban pelat borde, = = 500 kgJm 3.408.01 k!!lm <1d = 3 908,01 kg/m quit I 2 qd - I 2 :-. 1 908,0 I 4 689.6 kg/m 1\fomcn yang terjadr I V1tumr 12 I 8 I I qu I , - 4 689,6 X 3,5" = 4 787,3 12 qu I 8 kJ,'III 4.689.61'3,5 ' = 7 180.95 kgm Gaya Gcscr dari balok borde; qu 1 2 x 500 kg/m 600 ~g/m I - .1'600 .1' 1 900 k)l " Gaya Gcscr dari plat bordes qu- 1 2 '< 3 408,.Q_1 kg/m 1' \ u,, ~· 1 ., -I 4 089,6 d 4 089,6 kg/m =6134,4 ~g 900 - 6 13-1.4 7 034.4 kg ./ Lantai 2.3,4 dan 5 Beban >ang bekerJa ada1ah bcban mati Beban dinding 112 bata = 1 8 '( 250 Bt:ban pclat borde, quit 1 2 qd = 450 kgim = 3.241.38 kg/m qd = 3 691.38 kgim I 2 x 3 691.38 - 4 429,6 kglm \1omcn yang terjadi I - qu f 12 , I ' 4.429,6xJY- 4 52l,88kgm 12

(89) 67 c,a\a Ueser dari balok borde~ qu I :! x 450 kg/m \ = ...- x~403 i ·qo kg.'m 810kg Gay a Geser dari plat bordes qu - 1 :; x l ::!41 .JSJ..s m - 3 889,6 I' I = -1'3 ... 889.6 d • 5 83-1.5 k.l! \'u. •UI - 8) 0 + 5 8J.I,5 6 644. ~ kg IV.3.S.2 Per!'n<'a na an Oimens i Balok Bord!'S 350 - 29.17 ""' 12 h= I I 12 0 4 em b - JOcm Dipal.ai balol. bordes 30/40 4.3.5.3 Penula n!!.n n Bnlok Bol'dcs ../ Lnntai I Data Perencanaan • fc' 22.5 MPa • fy 320 I\.1Pa Ctulangan utama) • fy 240 \1Pa (tulangan geser) Scngkang • I0 nun. dcngan tulangan utama- 16 mm d - 400-40-1 0-( 161:;) 0 85 .f
(90) 68 Penulangan Lrntur Daerah Tumpuan ~gm \1u - 4 787,3 • 47 873 000 .N mm 47 873 000 \In 08 b· Ill - ~ 32 .• 0 85 .fc' 841 150 ,..,,, ~9 =1 6 i 0 85 x22.5 Mn Rn - - hd I r p; _QOOS6 > pnun "'2X 16 7 X I. 70 l1-. no ) . j 1- \/1 16 7 \ ' ASp pmrn pbd - 0.0087 x 300 x 342 Tulangan pasang 50 u ; (As 892 .62 mm 2 I 004.8 mm 2 )

(91) 69 As' "' 0.5 As • o 5 x 892 .62 mm' Tulangan pa~ng 446 31 nun' 3 0 16 (As = 602.88 mm:J Penu langa n Geser Daerah lumpuan =70 34-1 N \ 'u - 7 034,4 J.:g Kontrol dimensi .. ; ~ \ lc' he/ = 0 6 ~ -{22.5 x300x342 =243.337.27 !I' 'i 111 ¢ :.... , /i:' h d 6 . <. .. dimens• OK Vc .!_.;fc'bd /',. I v22,5 dOO \'342 = 8 1 112,42N 6 ~bl'c () 0 6x8 1.112,428 48.667,45 N - l'u ;:: ¢ l'c SNI 03-2847-2002 pasal 13.5 5(6) maka, diperlukan tulangan gcscr Direncanakan d•ameter wlangan gcser 10 rnrn dengan sengkang 2 kaki. I 2x - :tiO· 4 11 t =157 08mm ;r·c = /'11 70 344 - 48 667,45 06 06 36 127.58 Jarak tulangan gcscr ·', = ·h·frc/ . - 157.08 ( ~40 1'1 \'.142 36 127.58 =~s~ 6.88 , , Dengan ketcntuan S,,., u':: 34212 = 111 mm Pakai tulangan gcser 0 1 0- 1 2~ Daerah Lapangan Vu lap 1700 850 x70 344 = 35.172 N 1700

(92) 70 05¢1'c = 05x06x81112.42 - 24333.73N ¢1L 06.r81112.42 - -l8667,47N 12¢ I 'c < I 'u < ¢ I 'c Sl\1 03-2847-2002 pasal 13 55( 1) maka. d•pasang tulangan gcser mmimum Dm:ncanakan diameter tulangan geser I 0 mm dengan sengkang 2 kak1 I • -"' = :!x - rriO 1~7 4 1 r:1 08mm · h"'" =.!.300 r 342 3 .) 1-1200 :\' Jarak tulangan ge~r ,. •l ,.J••.fj·d ~ = 15708 r240 d42 - 37699 • IIIII/ 34200 Dengan ketentuan Sm." ... d/2 342/:! 171 mm Pakai wlangan g.cscr 0 10 ISO .._ o' ::;; • • • •- - • • t ..QJh "-Oih 8 .. ;:-, g OIH-1~' "t Olu-1
(93) 71 ./ l.a nt ai 2.3,4 dnn 5 Pcrcncanaan Data • fc ::!2. 5 \fPa • t~ 320 \1Pa (tulangan utama) • f~ ::!40 \1Pa (tulangan geser) Sengkang - 10 mm. dengan tulangan utama- 16 mm d - 400--l0-1 0-( 16/:!) - 34:! mm P o.J.i· = 85 fc' 1 l~ o 600 + .fy ) SNI 03 -2847-2002 pasal 10.4("1) P = 0 85x2::.5x0 8'i r 600 ~ _ 0.0 33 J20 \ 600 I .)20 ) Pm., = 0 75p,, SNI 03-2847-2002 pasal 12.3(3) p,_" - 0. 75x0 033 PIT In ~ I -1 ./.r P e nula ~a 0 2~ = 0.0041 320 n Lcntur Daerah lumpuan Mu \In Ill - 4 52 U!8 kgm - 45 ::! 18 800 "lmm 45 :!18 800 08 • /r 320 0 85 fc' 085x22'i Rn - \In h.d - 16 7 '6 523 500 - 1.61 300 t342 ,r r P16 7\. I 523 500 Nmm ~6 \·" 2xl6 1'1-1.61 ~ 320 ) - 0 0 "~ 3 > Pnun AS;'"'" - phd 0 0053 ~ 300' 342 - 543.78 mm 2 Tu langan pasang 3016 (As 602 88 mm 2)

(94) 72 0 5 A;, \s 0 S" '\41 78 mm 2 271 89 mm 2 Tulangan pasang 2016 (As = 401 ,92 mm 2) Daerah Lapangan \1u 6 782.8 kgm \1n Ill Rn p =67 828 000 'lmm 67 828 000 • 96 897142,86 08 • /.I 320 - 16 7 0 8S Y22 5 0 85 (c' \In 96 897142,86 100x342 . hd 1\'mm 2,76 1, 2xl6.7x2.76) _ 00094 I (I ~ - - -320 - . >p""'' 16 7 \, pod 0 0094 " 100 x 342 - 964.44 mml l'ulangan pasang 5016 (As - 1.004 8 mm 2 ) 0.5 As :\s - 0.5" 964 44 mm 2 482.22 mm 2 Tulangan pasang 3016 (A~ 602 88 mm 2) Penulanean Geser Dacrah Turnpuan \ 'u = 6 644,5 kg - 66 445 N . . 5 ,-KonrroI drmcnsr - ; , tc' hd 6 . '\ \ u <~.: l'c • ¢1'c 6 vfc'bd ~2 - dimensi OK ' I .-6 <; 0 6- '- 22,5 X 300 X 342 = 243 337,27 ,"t 6 ,5 - o 6r81 dOO d42 112,428 81 112,42 N 48 667,45 N l 'u :2: ¢ Vc maka. dipcrlukan Ill Iangan gcscr SNT 03 -2847-2002 pasal 13 5 5!6)

(95) - --- - -- 73 Direncanakan diameter tulangan geser 10 mm dcngan sengkang 2 kaki A\ :h I 4 1~7 ltlO ' 08mm · 64~ - 49173 06 31 = 52 546.15 Jarak llllangan gcser ~1'/rd ·· • 1'1 157 08x:!40x34:! ':! 546 15 = 245 36 mm Dengan ketentuan s...." d/2 - >4212 - 111 mm rulangan geser 0 10- J25 P~ka1 Dacrah Lapangan Vu lap - 1500 750 1'66 445 - 33 222.5 N 1500 0 5¢/ 'c 0 5 rO 6x81 11:!,42 ¢1, - 06r81112,42 1.2¢ 24.333.73 N -18667.47.tv· l'c < l'u < ¢ Vc S:-Jl 03-2847-2002 pasal 13 5 5(1) maka, dipasang tulangan gescr minimum Direncanakan diameter tulangan geser I0 mm dengan sengkang 2 kaki ;:, I .j , JtiO · . = 15708mm · 1\ - .!.hu d = !.Joo d42 3 3 34200X Jarak tulangan geser 15 7 08r :!40 X 34:! 34200 s Dcngan kctentuan s""" . d/2 342/2 171 mm S,,, · · 600 rnnt Pakai tu langan geser 0 10-150 376.99111111

(96) 74 . o· • • ..,._ • • • • ].()I r. 0111-l '" T - • • ••••• ;::," .., '" 11111 rY.4 PJ:RINCA~ ,,, ~· Tu langan Tumpuan 5-011· Tulangan lapangan BALOK ANAK rY.4. I t>embl'bnnnn Balok Anak Beban yang bck~ja pada balok anak ada lah berat sendiri dari balok anak dan semua beban mcrata pada pela1 (termasuk bcrat sendiri pelat dan bcban hidup diatbnya) Distribusi beban pada balok pendukung sedemikian rupa sehingga dapat dianggap sebagai bcban ~egita pada lajur pendek serta beban trapezium pada laJur yang panjang bcban-beban yang berbentuk trapezium maupun yang berbemuk segitiga tersebut J..emudian diubah menjad1 beban merata ekivalen dengan menyamakan momen mal..simum Beban eki' alen tcrscbut digunakan sebagai bban merata pada balok anal.. maupun balok mduJ.. untuk mempcrhitunglkan analisa struktumya. Adapun perumusan beban el..l\ alen dapat dnemukan sebagai berikut • Beban F.ktvalcn Seguiga Weq p p a ' ; 0,5 LX ' ' / •) 5 Lx ' ' ' t , O,S.Weql.J< / ' 05Weqlx Lx /

(97) 75 I J - bq p - a - L' - " I( I ., ~ \ R ) I ) 4 a 1:~ p I R- h p ., Mma' \I max cq M max I ~ f l \) 2 Lx ) =2.. \\'cq Lx 2.. Lx 2 2 = 1 2 l- a Lx - Lx - ( -1 a Lx \ f l ) I 4 2 \\ eq( 1 2 .Lx). I I ) 6 Lx \ 4 =- =.!..weq.Lx ~ 8 \.1 max cq I , I I qf.x · = - - 4 I r 12 2 8 Weq = q.eq I :l q I, r • Beban J-:kivalcn Double Segitiga ' F a ' • 2.lx lx a• < ' I ., Lxq I .. - qL' R= P= I .. . q Lx · RL' P I 2 1 I • I l . Lx =- qLx · L,,- - q.Lx · Lx.-.Lx = -.qLx Weq Lx L'< 4 I 2 , WcqLx · 4 2 • 1 = Weq.Lx· - - 2 8 • Weq Lx· 12 a L, .

(98) 76 1\1 max \I max C
(99) 77 Pcmbc:banan q ckl\alcn Jenis Pembcbanan Mall Hldu Ck!lfnn Lan1a1 2·~ 2 5~ .2 ~10 L1mao 585.15 22 sso ()() 256.65 326.20 89 12 11326 u f> ~10 385 18 Hu an f A tap . 15 ~: 17 82 2265 ... ... J lV.-1.2 Annlisa S truktur Balok Anak Pacta prose~ analisa struktur balok anak. digunakan prO!ifam Bantu SAP 2000 IV.4.3 Penulanga n Balok Anak Sebagai comoh pcrhitungan, diambil balok anak lantai 2 dengan bentang 6 m, As( I · B C) dan dim ensi 10/40, sedangkan untuk balok anak lainnya akan disamakan. Batas harga pcrbandingan tu langan . SNT 03-2847-2002 pasal 10.4(3) P,, p _ 0 85 '1'22.5 rO 85 ( 320 600 'j _ O.OJJ 600 .,. 320 S:l\1 03-2847-2002 pasal 12 3(3) p ' - 0 7'p. p._ = 0 75 rO 033 - ~ p .fy - I -1 320 0 25 0 0043 Dafrah Tumpuan t\1u Ill 1153 7 98 kgm - 1153 79800 Nmm .l.i 0 85..fc' = 320 0 85x22.5 - 16 73 d - h decking - tul scngkang - .!. tul. Lentur 2 = 400 40 I0-.!. 19 - 340.5mm l

(100) 78 RII 115379800 , _ Mu _ - - - --. 15 ¢hd 08d00\"3405 ' _ _1_'"1_ 11_ :?xlo7h415 J _ > """ 0015 16 73 \ 320 p p ASratu ; Pr-'flu b d 0 01 ~ '300' 340 5 ., 1532 25 01~ Tu1angan pa<;ang 6D 19 7h284 l - 00098 > """ 320 p bd 0 0098 x 300' 140 'i - 1001.07 mm1 Tulangan pasang 4DJ 9 (As As 1133 54 mm 1} 0.5 As 0 5 x 1001 07 mm· - 500.535 mm 2 Tulangan pasang 2019 (As - 566.77 mm 2)

(101) 79 Penulrmgnn (;eur Oaerah Tumpuan 11035:!1 kg \'u 110.152 I l\ '\ Komrol dimen,i .- '\ -- ¢ :... , ' tc' I> d - 0 6:.., 22 S x 300 x 340.5 - 242269 99 N 6 . 6 ' fc'bd +:.., \ u dimensi OK I 6 1 Vc k' 6 "fc' b d . - - r 300 1".>4 '0.5 -,1:!2,5 = -I 6 ¢1 c =0 6x80756.67 l'u :2:: =80756 6 7 •V 48454 002 N ¢ Vc SNI 03-2847-2002 pasal 13.5 5(6) maka, dipcrlukan tulangan ge~r Dircncanakan diameter tulangan gcscr 10 mm dengan sengkang 2 kaki. Av - 2x I 4 , :tJO·= I5708mm l'tt - ¢1'c ! I0352 I 06 . 48454 002 ~ I .4 N 03163 9 06 Jarak tulangan geser s ~240Y3 5 .1\ =1)7 08103163 = I 24 43 49 h · fyd IIIII/ Ucngan l..erentuan S.. , ' d·2 s••, 340 5/:! = 170 25 mm 600 mm J>akai tulangan gescr 0 10-120 Daerah Lapanj!an \u = 64 79. 10-1 kg ~ 6-1791.0-l /1. ·u ::::: ¢ l'c SNl 03-2847-2002 pasal 13.5 5(6) maka, t.liperlukan !lllangan geser Direncanakan diamet er tulangan gescr I0 mm dengan sengkang 2 kaki:

(102) 80 I'; = l'u-¢1<· _ 64791 04 4845·1002 = 06 06 _N 27228 4 Jarak tulangan gc,cr " 11'<1 I\ s - -·· = 15 7 08 \' 240 X l..,O 5 = 471 4-1 mm 27~8 4 Dengan kctcntuan S,. , d12 - 3_,0 512 Sm., 600 mm I 70 :?5 mm •• • • •• • ..,81 ,,t:\'1 • -·· "' '" • • • • • • ... ~:1 J . ~ \1 I lulaug:m Tumpuan I Tt~au •I' Lapangan

(103)

(104) 82 BA BV DESAIN STRlJKTUR UTAMA .. V.l A~LI S A STR KTt ' R UTAMA V.l.l l 'mum Di dalam anahsa struktur, struktur utama merupakan komponen utama dimana kekakukannya mempengaruhi penlak'U dari geduog tersebut. Struk'lur utama im berfungsi untuk menahan pembebanan yang berasal dari beban gra\ itasi dan bcban lateral berupa bcban gempa mauplm angin. Komponen struktur utama ini terdiri dari balok, dan kolom. Di dalam analisa struktur utama dari gedung ini, pemodelan struktur mengacu pada pcraturan SNI 03- 1726-2002 dcngan sistem yang dipergunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momcn. V. 1.2 l'erm odelan Struktur Perencanaan gcdung ini dimodelkan scbagai Sistem Rangka Pcmikul Momen, yattu ststem struktur yang pada dasarnya memiliki rangka ruang pemikul beban mati dan hidup atau b>Tavttasi secara lengkap dan beban lateral juga dipikul olch rangka tersebut. Permodelan struktur ini mengambil peraturan yang diisyaratkan dalam SNI 03- 1726-2002. V. J.3 Data-data l'ereocanaan Perancangan Struktur Gedung Fak'Ultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang dtdasarkan atas data-data sebagai berikut I Mutu beton 2. Mutu baJa tulangan : 22.5 MPa 240 MPa (untuk tulangan sengkang) 320 Mpa (untuk tulangan utama) 3. Jumlah lantai : 6 lantai 4. Tinggi tiap lantai : 4.0 m (untuk lantai I) 3.6 m (untuk lantai 2 s!d 6) 5. Tinggi bangunan :22.00 m 6. Luas bangunan : 43 m x 19m 7. Dimensi kolom : 75 em x 75 em

(105) 83 : 30 em x 40 em (balok anak) 8. Dimensi balok 40 em x 60 em (balok induk) · a>na 6 9. Wilayah gempa V.l.4 Perhitungan Pembebanao Ve rtikal Pada Struktur Pcmbcbanan \entcal struktur pada Sistem Rangka Pemikul Momen hanya diterima oleh frame SaJa, dunana pembebanan pada pelat akan dihitung menggunakan metode tnbut3!') area hasll perhitungan tersebut akan dibebankan secara mcrata pada frame, sedangkan umuk bcrat sendiri dari balok dan kolom, akan diperhitungkan lewat program analisa strul..'tur SAP 2000. •:• Perhitungan Pembcbanan Pelat lantai 2 s/d 5 Be ban mati (qD) ~ 426 kglm2 Bcban hidup (qL) • 250 kg!m 2 •:• Pcrhitungan Pcmbeba nan Pclat la ntai 6 Beban mati (qD) =426 kglm2 Beban hidup (qL) .. 400 kg/m2 •:• Perhitungnn Pembebanan Pelat atap Bcban mati (qD) - 288 kg!m 2 Beban htdup (qL) .. 100 kg/m2 Pembebanan Tributary Area • Beban Ekivalen Scgitiga l p Weq a I / I r t I a = - .Lx.q 2 0,5 1.>, ~ I I J !1 ! I 0,5.Weq.l.J< 0,5.We
(106) 83 I 4 R a l.x p I aLx·• - I ) - ( -' alx \ -l Lx- f -t .alx ) -I- - 2 Lx 4 2 \. 4 6.Lx 12 \I max I I \I max eq =- Wcq L\. - Lx :! 2 1\l max l 8 qf.x· I Weq ( I Lx ): = -I Weq Lx · 2 2 8 \1 ma\ ecr =-1:!I -:!I If I \' Weq = q.C!. ec1 • 1\.1 max R I ') I I f I )' . . Weq .L"J -., l.v - Weer 2 Lv= -8I .WecJ.Lv· .., • - - \, (I l- \)- P: ( -(Ly-Lx) l ) Lv p -') .l.v. 2 3 Lx 4 \ I -

(107) 84 I ( 1 a Ly· -- L' ) 8 \ . 3 \1 I -' = 16I q ( Ly·. - 3Lx:J max - M rna\ eq \\'eq ~ L I eq "' ,I q Lx 1\:mbcb;man 1 -~ I r Lx )" 3 \ L) J q ckl\ 17.82 22 65 Area \'.1.!' t>l'rhitungan Gaya Lateral Pada Struktur V.I.!'. I Perhitungan Bera t Total Bangunan Berat Atap Beban Mati Balok anak - (0 40-0 10) x 0.30' (43 x 4) x 2400 = 196080 00 kg = 3715200J.,g Balok mc1imang = Pelat 0 10 x 43' 19' 2400 Balok mcmanjang (0 60·0 I0) x 0.40 x (19 x 9) x 2400 (0 6·0 10) x 0.40 x (43 x 4) x 2400 Ko lom - 22 x 0.75 x 0 75 x 2400 x 1 8 Dueling AC tPipa 43 x 19 x 30 82080 00 kg = 82560.00 kg - 53460 00 kg 24510.00 kg =475842 00 kg I ~ ...

(108) 85 Beban llidup
(109) 86 Bcban Hid up (Reduksi = 0 5) 0S'l43'll9,400 - 163400.00 kg 712909 98 - 163400 00 = 876309.98 kg Berat Total Berat Total
(110) 87 \'.1.5.3 Gayn Geser Tiap Lantai PcrhiCun~a ga'-a gcscr dasar yang telah didapatkan pada perhitungan akan didistribusikan secara ,·cnikal I.e uap-tiap lantai Penyebaran gaya lateral sesuai dengan perumusan S\11 03-1726-2002 pasal 6 I 3 11 Ft = • ' =1- 1' SNI 03- 1726-2002 pasal6 I 3 ) ,, :t ..... Dimana Fi gaya gcscr uap lantat • Wi L.i berar ltap lantai dil.ali tinggi tiap lantai • LW' :1 ~ jumlah berat tiap lantai dikali tinggi tiap lantai I Lan111i (i) :unp ,, ~ 4 ' 2 Total WI :ti v•.v,· (kl() (m) (kg) Wizi (kgm) 480794 H76109.WI M15014.98 XI51J:\4.98 ~ 150'\4.98 M15034 98 1()577468 22 '25923. I 11\A J25923 I 16}2-1103.63 14.8 325'.123.1 12062517.7 I I 2 325'.123.1 9 128:'9 I. 776 76 325923.1 6 194265.8-18 -1 325923. I 3260139.92 57346886.88 Tat>el 5.1 Ga, a Ge-.cr T•ap Lantat Fix,Fi) (kg} 60 I 15.576 91639. 11 3 68555.65 1 51879.952 3520-1.253 18528,554 325923.I 11lami fundamenhtl Wakht ~etar Waktu g.ctar alamt fundamental slruktur gedung beraturan dalam arah masing sumbu utama dapat ditentukan dcngan rumus Rayleigh sebag.U berib:ut lt • ( 1, ~' - ~ -, ,/i ; - J.! _ F,di Berdasarl;an formula diatas, didapatkan harga Ti scperti dalam table . Lantai \\ i (i) (I..J!) illtlP 4~H7'1 (> 1!7(,109 ~l! ' 8151114 98 81511'4 9S lll5!n4 9R HJ5014 98 4 3 2 Total Fh.i~ (ke) @J ~ .nt. di tli-' Widi' (Fix.Fi) )di (em) (cm1 ) (k!!Cm1 ) (ki!Cm) 0 21!Wl () 2100 0 1800 () 14()() 0 0800 0.05 0.04 13826.583 386-15.27 19244.214 ().03 26407.133 12340017 15974.686 7263.19B 1!.02 15204.~ 001 5216.2239 2816.3403 (),()() fli52X 554 0 0110 887.573()') 6 I IA422
(111) 88 I / -_ ..u~ , v' ,12564 89 unr~ Jadi '~610 981 ~elanJUi\ , 0 - 789 J dalam mclakukan analisa dimana gava ge~rnva dihuung menggunakan T Lanlai \\ i 7i (i) ( l.j!) (m) ( I.I!) 22 9777693 :lltlp 1 1~ ~l\1'7 digunakan bcban gcmpa s1ruktur, = 0.3 \ 'x.V) Wi zi Fix.Fiy (kgm) (k g) 105i~8 1 803~6.7 Il~ ')77769.3 162~(). 2U917.34 ~ 117(> ~()9 98 Ill '111'4 .911 Ia 97'769 ..1 120625 18 205666.95 4 lll '11114 'IX II 2 977769.:1 9128391 8 155639.86 1 xl~tn4 7(, Y7776'J.J 619425.~ 1056 12.76 2 8 1'i0149X 4 977769' 3260139.9 (, 98 Total 573~8 55585.663 977769.:. 8 7 Tnbrl distribu si GnyR Geser Per Portal Ke Tiap Lantai : Anh y Tm~ h.\ Polf1,11 I p,'fl;•l H I .. 7~ kll ~l." 2"11,.$ h6 ~s lK1(,0.~6 li'19~ "7 • 2U 4 ft(,f, ')~ Xl~' 1 ~M·)C. ' l0 4 hl! ..t~ _'\II J7 h "" llO tz.nc N M\ J"\ \IJU..~ I, I~R ~4<)( {o '"'' l•Nnol !l.f;) 1~n-•h '' l"'-4•)t" 1-J : p.,.,,, D PM:~l( .. , "f\N.to'J 0 Oll.lp 1\ • .,~ ::1tt2 21 1~\.!,l 2Z7190~ ' "· ~' fol41• :>i Pvnod[ F Pon~d Pvri<~ 641 6'43 6 41 tkOI CkR) (l;R) (lgl :~16 ~6 Fo,, rl.u) atap 18n~t. 7) (> 274~1 5 105111>(> 'l'i I 556 W XI> l05(JI2 7h ~ 1 2 ~ 'i'i'iX'i.M1 nn<>91 Porlill I ~ 1'1 Cl.gl 17'167 71 57!177 n ~12'X 11 127M> 2'1 22214 27 11 702.24 J \ 1,\ 1 ~l 7~ 4_1 ,, ·~ •I (l..,j) ') 2516-H.G 2SICHM• PN2l Ol 7."'1') (,') IXM lh.71 3836() 56 .18360.56 :WU,N7H r I J~r-.· z-.a·JJ ~ \' .28697."1 28697 71 2271902 >.T'~H ~, ::K69i 71 2M~7) 2-8697 71 Zl7l7 19 2171719 21717 19 2l11'19 2\71"' 19 1719:!,.., f•H4 Ul I':'t.:N l51 .aZ9l 14 ,~. Ponal2 ~ 4 7~ M 1.1 "'7756.1.a Arah ~ l.;u l~td Pl-.rl.d II 3836() 56 2~104 1R.l6Q 9'"'"6') \ Ttng I O r~.n Ponall 55/19 ..., ~19 (I.~) 'i221l5.1>1 7'15M I H W.'i1'i 17 45051.6-1 10572. 1 I 1641'J115'1 52205 (>1 79~81 11 5'15.15 17 ~ 503.6~ 30572 I I 1(,()90 59 \'Lx Ponal ~ 4119 (l.g) 37967.73 57l!77.33 4.12983 I 32766.2'1 2223U7 Jl 702.2-l (k g) 1803~.7 274917.34 205666 95 1 563'1.~ 1056 12.76 55585.66 I" l'~ ;u"-tor.C• '}~ 7t) H
(112) 89 V.1.5.4 Kontrol Simpnngan An tar Tingkat Simpangan antar tmgkat harus dihitung dari simpangan struktur gedung akibat pembcbanan g.cmpa nommal. dikalikan dcngan fak'tor pengali ; - unruk gedung beraturan ..,: 07 R Sl\1 03-1726-2002 pasal 8 2 I R - 8 ~ untuk concretl! dcngan system rangka pemikul momen khusu, ..l\1 ~ ..lS Dan tidal- balch lebih dari 0 02 kali tinggi tingkat (SNI 03-1726-2002 pasal 8 2 2) ~\1 .:0 02h • 0 02 X J60Q :. 72 mm Kontrol tcrhadap simpangan selanjurnya ditabelkan. T ~ inAk:u ~- -~ c ~. Ill Ill I Hlit 2 !- 6 2. 1 02 0.:1 5 I8 OA ~- - r 6S mm Hli l{·J, OA7 CIOU 00 ()() '' mm Batas mm 1.19 1.79 2.38 72 72 72 3.57 2.80 72 AM I ~ 6~ (}()() 71 72 72 Kcternnj!un I OK I OK l OK l OK I OKI OKJ OK I -- -

(113) 90 \ ·. I. SA Pt>rhiun~a gaya lateral pad a struktur akibat be ban an gin ·:· Beban angin tckan kolom dimana W = 40 kglm> qJc09'W'L ·:· Beban angin hisap kolom q2 • -0 4 ' \\ x L • Bcban angin arah Y ..., A• ah'y Pi 40 6 4,75 216 171 96 B6 76 I 40 175 63 28 96 96 Beban angin arah X Arah X Titlglll q tusap L tekan 40 4 144 64 2 40 198 3 40 55 55 198 • 88 88 40 4 144 64 Tabel distribusi Ga) a T!ngatat q w Ponar Ge~r POflaiA f ltkan nlsap F Per Portal Ke Tiap Lantai : POflaiB F Portal C lekan (kg) (kg) (kOJ lltol lkol (ltQ) (ka) (Ita) (1\o) (kg) atap 22 184 148 11 2 76 4 504 100.8 1008 100 8 100 8 307.8 6 5 4 1134 2288 2268 2268 2268 6156 6156 6156 6156 1368 273.8 273.6 273 6 2736 388.8 7776 777.6 7776 7776 172.8 345.6 3456 3456 3456 388.8 777.6 777.6 7776 777 6 172.8 345.6 345.6 3456 3456 3888 777.6 7776 7776 7776 1728 3456 3456 3456 3456 239.4 106 4 6498 2888 820.8 3648 820.8 3848 8208 3648 2 F lekan hisop PO
(114) 91 I PortaiF f h,.ap • ItKin lkOl Portal G F F lel
(115) dibuat hampir bernilai sama Secara sederhana redistribusi momen dilakukan dengan cara mcngurangt momcn maksimum absolute (biasanya momen negatif )dan dikompcnsat~ d~nga menambah mlai momen didaerah non-kritis ( biasanya momen posit if) Bebarapa hal penting }ang pcrlu diperhatikan dalam melakukan redistribusi momcn amant lam \lenurut Paulay Priest!~ nilai reduksi momen negatif maksimum tidak boleh mclcbihi 30 •. dan nilat momcn tersebut Batasan ini diambil umuk memastikan agar sendi plastis tidak timbil terlalu dini pada balok hanya akibat gempa kedl/ sedang EJ..'19(1616 ~ = I tlhd 5. I A/omen fi1mpuan Balok Lamai 3 Dicoba untuk BLASS. disamakan nilai momen positif dan negatif = 86000 kg.m Ce~ momen negatif j(90.148 :?0-86000) 90348 20] x 100%=4.81 °o<30°o0K' Sisa mom en yang ada \1a~ \1omen posit if disam~n 36 I027 - (·h86000) 17027 2 = 17027 kg.m 8500 kg m dengan demiJ..ian momcn tumpuan balok lantai 3 hasil redistribusi menjadi Balok Mom(·} Mom(+) BL484 86000 8500 BL485 BL486 86000 86000 86000 8500 361000 r I I ahc-1 5.2. Momm lumpuan Halok Lamm 3 Hast! Redistrihusi

(116) 94 V.J.2 Pcnulangan Lcnt ur Balo k Data data yang digunakan untuk penulangan balok melintang lantai 3 : o Tmgg1 balok - 60 em o Lebar balok ~ • fc' - 22.5 Mpa fy - 320 MPa (tulangan utama) • D tul utama ~ ( As= 490.625 ) • D tul sengkang = IP 12mm • Decking = 40mm • d = 600- 40- 12-25 -(25/2) = 510.5 mm o p = = 0.85x22,5x0.85 ( 320 f • p,.,. = 0. 75pb p,.._ =0.75x0 033 =~ P.... =.!....:!. fy 320 D25mm 600 ) 600 + .fy (y • 1 0.85.fc'./]l ( 40cm (As= 113.04) SNI 03-2847-2002 pasal 104(3) 600 )=O.OJJ 600 + 320 - SNI 03-2847-2002 pasal 12.3(3) 0.025 0.0043 Beberapa persyaratan yang perlu dipenuht untuk kornponen struktur pada system rangka pernikul momen khusus (SRPMK) yang rnernikul gaya akibat bcban gcmpa dan direncanal..an untuk nu:mikul lentur, seperti yang disyaratkan dalarn SNI 03-2847-2002 pasal 23.3.1 adalah . I) Gaya aksial tekan terfak"tor pada kornponen struktur lcntur tidak botch rnclebihi O. IAgfc' 2) Bentang bersih minimum balok - 800 em > 4 d = 4 x 51.05 = 204.2 ern OK! 3) Perbandingan Iebar I tinggi balok = 60/40 = 1.5 > 0.3 OK! 4) a) Iebar =400 mm > 250 mm OK! b)lebar ~ 40cm < 75 + (3/4 x 60) ~ 120 em OK!

(117) 95 Sclain itu scsuai dcngan persyaratan yang ditetapkan dalam SNl 03-2847-2002 pasal 12.6. 1 luasan tulangan sepanjang balok tidak boleh kurang dari : • As min • • As min • ,{iJ bwcl= ..fifj x400 x535.5=793.78nun 1 4x320 ~bwcl 4 fj = ~x4053 fy 5=937.12mm2 320 (menentukanj V.3.2. 1 Penulangan Tum puan Balok Untuk mengantis1pasi pcrubahan arah gaya gempa yang bekerja, maka penulangan kcdua UJung sebuah balok d1desain sama. Mu = 86000 kgm =860000000 Nmm Mn m= 860000000 = 1075000000 Nmm 0.8 - jy 0.85 fi'' 320 .. )6.7 0.85 X 22,5 = Rn= (1-o)Mu = (1 - 0.5)x860000000 0.8x400x510.5 2 ¢bd 2 ,o0 = J..(l m = _ I- 2m Rll) " _l_x(lfj• 16.7 5 16 _ 2xl6.7 x5.16.) = _ 1 0 019 320 Rasio tulangan tckan: , P= oMu 0.5x860000000 = ¢ jy(d - d')bd 0.8x320x(510.5- 89.5)x400x510.5 Mcnghitung tulangan tank dan tekan pada tumpuan Tulangan tumpuan bawah· Rasio tulangan tank • ,oO + p'= 0.019 + 0.019 = 0.038 > Pmin As= p b d ~ 0 025 x 400 x 510.5 = 5105 mm2 Dipakai tulangan I I 025 (As = 5396.875 mm2) Tulangan rumpuan atas: As = p' b d • 0.019 x 400 x 510.5 = 3665.0 1 mm 2 Dipakai tulangan 80 25 (As • 3925 mm1 ) 0.01 9 > p"""

(118) 96 V.3.2.2Penulangan Lapangan Balok Menurut SNI 03-2847-2002 pasal 23.3.2(2) menyatakan bahwa baik nilai momen posit if maupun negative sepanjang balok tidak boleh kurang dari 25% nilai momen maksimum pada kedua muka tumpuan Untuk balok mehntang lanta1 3 dari output SAP 2000 diperoleh nilai momen maks1mum lapangan 20014 51 kgm < 25% x 86000 ~ 21000 kgm. Jadi dipakar mom en lapangan 21000 kgm - 210000000 Nmm. Untuk penulangan lapangan, balok akan dianalisa sebagai balok T. Dimana Iebar flens efcktif didapat dari · (SNI 03-2847-2002 pasal I 0.10.2) -y,; be ~ bw -t bw ~ X 8t .., X (!.h - bw) be diambi l 135 em x 800 = 200 em 40 .._ (8 x 12) ~ 135 em 40 ~ [x x(soo-[ 40 ; 40 ])] = 420 em (menen/ ukan) Pcrenca naan Tulangan Mu Mn m= 21000 kgm • 210000000 Nmm - 210000000 = 262500000 Nmm 0.8 fy 0.85 fc' = 320 = 16.7 0 85x 22,5 Rn= (l -o)Mu = {t -0.5)x210000000 = 1.2 6 0.8x 400x5l0.5 2 9/Jt/ 2 1_ 2xl6.7xl.26 ) = 0.004 l < 320 Pmm Tulangan lapangan bawah: As - p b d = 0.0043 X 400 X 510.5 = 878.06 mm2 Dipakai tulangan 4025 (As - 1962.5 mm2 ) Tulangan lapangan atas: 1\.s' = 0.5 p b d • 0.5 x 0.0043 x 400 x 510.5 = 439.03 mm 2 Dipakai tulangan 2D25 (1\.s "' 981.25 mm 2)

(119) 96 Kontrol lo.eku ntnn c __ A.\, ./.1· 1962 :-_ 3_20_ _ P•085· fi:' •he 0 85 •0 85•22.5•1350 Karena c < • 22 075 1 22 075mm mm ..... 120 mm, maka balok tersebut adalah balok T palsu dan dianggap scbagai balol. per~g• bia:;a a = c x j3 = II Oh 0 8S • 19 76 mm ~>32 .\fn = 1<>62 af s10 . 3 P e nul n , n~ . = M, 1 ' = 314702175 /l'mm 210000000 Nmm ... Ok' Ges H Bnlok n + IA I w.. - 1.20 I ,. J 2S1761740 Nmm > :'vfu Perhitungan ~l .M 2 \ ¢.\In - 0 8 • J 14702~ \' .32 18 76 \ 5 )'l l 1, gestr pada tump uan balok _ 1 W ~ 2 l.OL ( (/ \1 A . I 25 .1.''r d -? \ -1 A (1 2~ ./.1· ) 0 g~ .fi . /) a- I) \to men tum puan nega tive Untuk balok lantai 3 pada tumpuan momen negative diperoleh <7 5396 875 (I 25 • 320 ) "8" _ _ 19 mm 0 85 22 . 5 400 M _ = 5396 875 I 25 >320 ' ( 510 5- 28 ~· 19 ) = 797453538 /l'mm 2) \l omen tumpuan positif L' ntuk balol. lanta1 J. pad a tumpuan mom en posit if diperolch · (/ 1415 625 (1 25 '320) '>30 88 • 111111 0.85 22 5 400 !II,, = 441562S•I2Sd20x(5105 230.88) = 697772647 Nmm 2 \

(120) 97 , Prnula nga n j!ese r Syarat spa~i maksimum tulangan geser balok menurut S~l 03-2847-2002 pa~l 23 3.3(2) SI OS/4 = 12762mm a) s < d'4 ( menemukan) b) ' < 8cp tulangan mcmanjang = 8 x 25 = 200 mm c) s < 24cp rulangan sengkang- 24 x 12 = 288 mm d) s < 300 mm e) sengkang pcnama harus dipasang tidak lebih dari SO mm dari muku tumpuan pada daerah lapangan syarat maksimum tulangan geser balok menurut SNI 0328-17-2002 pasal23 3 3(4) ' 510 5/2 d/ 2 ( menemukcm) 255.25 mm Gaya gt>ser l oCal didaer·nh muka hrmiJuan ( muka kolom s/d 2h ) Wu~l . - 1' 2 I. . .l148127 kg ~ 3 1 4812.7N _ 797453518 697772647 " - = \ 'c J~S 0 + ., _ , - - ... .1 7250 7945 (dart ou1put SAl' 2000) 69724 I 48 L 7 - 521 OSO "N .7 .., 314812.7 = 108574.61N 7250 (kemampuan ge>er beton didaerah muka tumpuan dianggap \'c· 0 mcnurur S"-1 03-2847-2002 pasal 23 3 4(2)) \\ v.
(121) 98 Gaya ~e s er totnl didaernh lapangan ( > 2h ) Langkah penama adalah menentukan besarnya gaya geser yang bekerja pada jarak 120 em dari muka kolom \'1~o "' \ ', , ( 1200· L)(\'< ,) = 521050 79 (1200,7'\00)( 521050 79) =416836 93 " Dtmana umuk dacrah ini. kuat geser beton turut diperhitungkan yaitu sebesar <1 6)•tc' b,. d \'c ( lt6) ..;22 5 x -100 ' 5 I 0 5 161434 271\ -116836.93/0 6 161434 27 3'96 11 89!\ Diameter scngkang Av 12 mm 2 x 113 04 mm fy 2 226.08 mm 2 320 'VI pa , ·' = At·.fj·d 226.08d20·510 5 - - 1'1 Jadi dipa>ang 2

- 120) 150 150000mm3 > Smaks

(122) 99 2 ~"' 2 b\\(h- t) + be t l I !/II c-"' 'I' Tu ~0 1::!02 ~ 111600000 mm 3 n~o" 400 (600-120) : - - 0 6X( I X I :!0 ' .ft-' "' L.. n. $Tc ,ns X 111600000)" =I 5880958 41 /1111111 Torsi diabaikan Dipasang tulangan pral-.1~ (menentukan) ' 20 12 Karena torsi sangat J...ecil o,cJ...ah jadi gaya torsi akan dibcbankan pada tulangan lemur kolom Sehingga tidaJ... perlu A, I~ a/2) (d A(, dimana ll - 0 85f' h maka 5396 87 )( 320 a -- 0,85 • 22 - • 400 - :!25.75 mm 0)<5' 'i39o 87' 3:!0 (S 10 5-225.75 I 2) = 583692419 r;.l/, Momen di ~ A~ kolom $.1/._,..t.,.... 8000 7250 X A/,, , 1 ''""' 8000 I 7250 ;o..
(123) 100 • ': '5'...\f. - 599121624 5 "l.mm :\1omen muka joint $\/.,..,. n- 3000 /3600 $;\1. = 499268020 N mm Akibat tulangan terpa\ilng pada balok memanJang lantai 3 (/ = 5396 87. 3:!0 2:5 75 mm 0.85 ~ 22 5. 400 cpA/,· HJ<~ '53% 87 x 320 (510 5 225 75 12) = 583692419 N.mm Jf••, '"'"" \!omen di As kolom a - 350012750 xcpM; = 742881261 \i mm 294 ~ 7C. '320 - 123 14 mm 0,85 < 22 5 • 400 cp:\1, 0.1!5 x 2943 75x 320 (510 5-123. 14 I 2) 359459350N mm ,,.1omcn di As knlom . cpAf,.."k"i"''' 'i.M, 74288 1261 -3500 I 2750 x
(124) 101 \'.3.4 'Transversal Kolom Penul~ Pers)'.nratan \linimum Peraturao Berda~k.n Sesua• S\il 03-:2847-:!00:2 pasal 234.4{4) penulangan transversal khusu> oibutuhkan SCJarak i.v dari kcdua UJung kolom. dimana I. h - 600 mm ( meueulukan' ) 1..., I I/6) '" :o~m = ( I / 6 )( 3600 - 600 ) = 500 mm '· 500 mm sehingga A. akan d1ambil sejarak 600 mm dari muka joint Dan sesuai S\1 0.3-2847-2002 pasal 23 4 4(2). spasi maksimum yang diijinkan untuk tulangan transversal dalam jarak 600 mm tersebut adalah . s ' •,. dimcnsi tcrkccill..omponen struktur - Y. 750 - 187.5 mm 6 x diameter tulangan longitudinal I ua~n = 180 mm (meuenlukaull) 6 x 30 pcnampang minimum tulangan transversal (A_,.) adalah yang yang terb~a dari kedua pcrsamaan SNl 03-2847-2002 pasal23 4 4( l(b)) 0 . 3\~ .f,,. l r , ~J' A.. ;; - ~ ....l A• dimana s 0 09,!1 I ' 1.• - jaral.. spas1 tulangan trans,·ersal h, • dimensi potongan mclintaog dari inti kolom., diukur dari pusat ke pusat dari tulangan pengekang tersebut \ - lua> penampang kolom lua, penampang kolom diukur dari daerah terluar tulangan \,h rransversal l~h • kuat leleh tulangan transversal = 320 Wa. deking beton SO mm, 012 (A . = 113 04 mm 2). akan dipcrolch · IJengan menggunal\an spasi 80 mm, ./;• dircncanal..an tu langan rransversal 0.3' 100, [750 (2 • 50) - 12]><22 Jzo s'"( 750' l,<7so- toW )\ -I] dan

(125) 102 ,. .• 0.09 • I 00 < (7 ~0 = 403 73 I 00 - 12) X 22 s - -~o - _,_ mm 2 (menentukan 11) maka digunakan 012 dcngan 2 tulangan silang (A -4 * 113.04- 452. 1<> mm: ) dcngan :;pasi IOOmm ( lihat gambar 5.5 untuk sket penulangan trans•ersal ) Untul. dacrah di luar i ~ . ~euai Sr-.'I 03 -284 7-2002 pasal 23 4 4(6), tulangan transversal harus dopasang dcngan tidal. melebihi 6 x diameter tulangan memanJang ( 6 • 10 - 180 mm) arau 150 mm ;..1aka unmk daerah di luar i. ~ akan dipasang tulangan trans\ersal 012 - spasi 1SO mm • BrrdasarJ..an Kebutuhan Gaya Gcser Sama halnya scpcni pada balok, gaya gescr desain untuk kolom akan ditentukan dcngan mempertimbangkan gaya-gaya maksimum yang dapat timbul di muka joint pada tiap-tiap ujung kolom SNl 03-2847-2002 pasal 23.4.5 Gaya gaya pada joint akan ditenrukan dengan berdasarkan mome111 S/l't'llf.!lil) bai~ A~., a~ibt Mpr (maximum prohah/e tulangan tcrpasang pada kolom maupun pada balo~. akibat tulangan terpasang pada kolom dihitung dengan faktor reduksi kdwatan - I 0 dan dia~umskn bahwa tegangan pada tulangan tarik 400 '.fPa Dcngan mengasumsikan bahwa Mpr I 25 /, adalah sama dengan nilai momen pada titil. kcscm1bangan. maka dari gambar dapar diambil nilai MP' = 1042 k "< m \ Ia~ a diperoleh nilai 1·. pada UJung kolom bcrdasar M"' · I" t Scdang . I' ~" - ( I 04:! X 2 ) I ( 3 6 0,6 ) = 694.67 kl\ akibar tulangan 1erpasang pada balok yang berada pada JOont kolom didapat dari ( unluk nilai .\/,., dan M"' liha1 kembali bab 5.7 3 ) I ~ .....A = ( It,.., -, \~ . ')I , ( 697 77 + 797 45 ) I ( 3 6- 0.6) J •u.:'.) - (M,.. = 498.4 I kN + M;- ' ) I I. ( 510 49 1:,. yang dircrima J..olom t 79745) 1( 3.6 r~.; + r~4J . 1 435.98 ki\' 0.6) = 934.39 kN

(126) 104 Dengan membandingkan nilai ~ ~ dqan I ;,! maka yang menentukan adalah yang terbcsar vakni I;,_, Karena gaya-gaya aksial berfaktor ( akibat kombinasi dan 2 ) untuk l..olom lcbih besar daripada AJ'c I 20 = (750 x 750) x 22.5 I 20 632812 5 ' 632 8125 k\l . maka sesuai Sl'H 03-2847-2002 pasal23 4 5(2) nilai I , harus diambil \ ·c T 0 r;.} v11 ,r~ ( I +-_! 1-IAg A 6 • rI + d ~ , ?67696 14 >
(127) 105 V.3.5 Sambungan Balok - Kolom I. Interior SNI 03-2847-2002 pasal 23.5.2(1) mensyaratkan bahwa tulangan transversal scpcrtt yang dinnct datam ps. 23.4 4 harus dipasang pula dalam sambungan antara balok-kolom. kecuali jika sambun1,'lln tersebut dikekang oleh komponen struktural sepcni yang dtsyaratkan dalam ps. 23.5.2.(2) Pada sambungan balok-kolom interior dimana terdapat pada kcempat sisi kolom tcrdapat balok, sesuai ps. 23.5.2.(2), spasi maksimum dtperbolchkan mencapai 150 mm. Selanjutnya perlu dtcek 1-.ekuatan geser sambungan. ( lihat gam bar 5.4 ) . "' - . 1(.,.., J) ' ·':::'..:_.=_____;::.'======::i _., (.:•r2~ ., - - - - - - ,) '1K0 •: - --"!:===-;----=:::;;;:::::-=:: ,. a .. _J-=1,., l ·- ....__."' Gambar 5. -1. Anal~ Geser pada Beam Colomn Joint lntenor lafllOI 3 Dari pcrhitungan sebelurnnya ( bab 5.3.4 ) didapatkan : Mp; "" 797453538 N.mm Mpr - 697772647 N.mm Maka didapat M,, = (Mp,· + Mpr- ) I 2 = 747613092.5 N. mm f/1, ... 2.M,, I (3600 - 600) ~ 498408.73 N

(128) 106 ( 11025): T, - ~ 1.25 j;, A,, 2158750N (9025) : C:1 - T1 - 1.25 f, A,1 = 1766250 N Gaya geser bcrsih pada joint : v.i T1 + C2- Vh = 3426591 .27 N Bcrdasar SNI 03-2847-2002 pasal23.5.3( 1) untuk hubungan balok-kolom yang tcrkekang kedua s1smya, mla i kekuatan gesernya dihituog bcrdasarkan : q Vc - ~ 1,7 -lfc ' AJ - 0,85 • 1,7x \22.5x (750x750) - 3855502.22 N > V.1 . Perencanaan Snmbuogan Balok Kolom Lebar joint (bj ) Bj =bk - 750 mm Bj 2 b + 0.5 bk = 400 + 0.5 x 750 • 775 mm V1!i = 342659 1.27 _6 _10 Nfmmz Vj h - 750x750 b;xbk < 1.5 ..Jfc ' = 7.12 N/mm 2 Tegangan Gcscr Y11ng Dipikullletoo .!. (Nn,k Ych Ag 3 )-o I (c' = · .!. ( 395 1360 )-0. 1x 22.5= 1.46 N!mm 2 3 750x 750 Ysh - Yjh - Vch - 6 10- 1.46 a 4.64 N/mm 2 Spesi yang tersedia untuk tulaogan joint : dl ~ d2 40 - 1 2+5 2 5+2 = 127mm 5 = 127 mm 40 • 12 ... 25 + 25 + 25 ho =600-( 127 + 127 ) ~ 346m Dircncanakan tulangan joint dipasang 5 lapis sehingga : S = 346- (2x 5x12) =37mm 6 < 30mm Penu1angan geser yang diperlukan . Ash = 4.64x 750x37 =402 375 mmz 320 . Jadi dipasang 5 lapis sengkang dengan dua tulangan silang 0 12 (40 12) As "' 452. 16 mrn 2 ( OK!' ) . OK!!!

(129) 107 2. Eksterior SNI 03-2847-2002 pasal 23.5.2( I) mensyaratkan bahwa tulangan transversal sepcrh yang dirinc1 dalam ps. 23.4.4. harus dipasang pula dalam sambungan antara balok-kolom, ke<:uali jiJ..a sambungan tersebut dikekang oleh komponen strubural sepert1 yang d1syaratkan dalam ps. 23.5.2.(2) Pada sambungan balok-kolom mterior dimana terdapat pada keempat sis1 kolom tcrdapat balok, sesua1 ps. 23.5.2.(2), spasi maksimum diperbolehkan mencapa1 150 mm. Selanjutnya perlu dicek kekuatan geser sambungan. ( lihat gambar 5.3) - rl Gombar 5.3. Analisa Cieser pada Beam Colomn Joint Eksterwr lan1a1 3 Dari perhitungan sebelumnya ( bab 5.3.4 ) didapatkan : M,.; • 797453538 N.mm M,..• - 6977i2647 N.mm Maka didapat (Mpr. - Mpr- ) / 2 Mu ~ v,, " 2.M. I (3600- 600) (11025): 7'1 (9025) : C1 ~ ~ 1.25 J; A, 1 I] = 1.25 /y A,z = 747613092.5 N.mm = 498408.73 N = 2158750N = 1766250 N Gaya geser bersih pada joint : V,q - 1'1 - v, = 1660341.27 N

(130) 108 Bcrdasar SNI 03-2847-2002 pasal23.5.3(1) untuk hubungan balok-kolom yang tcrkekang kcdua sisinya, nilai kekuatan gesernya dihitung berdasarkan : ~v , "' ~P 1,25 ~ ' rc · Aj 0,85 • 1,25 xv'22.5 x (750 x750) = 2834928.10 N > v"' ...OK'!! Perencanaan Sa mbuogan Balok Kolom Lebar joint (bJ) Bj - bk = 750 mm Bj- b T 0.5 bk = 400 + 0.5 x 750 775 mm k 'l -VJ1 VL!f - 1660341.27 t') xbk 750x 750 2 .95 Nl. mml < 1.5 ~fc' = 7. 12 N/mm 2 Tcgangan Geser Yang Oipikul Beton Vch ~ 2676960 2 3.3 (Nn,k) -O .Ifc'=!. ( )-o .J x 22.5= 1.06 N/mm Ag 3 750x750 Vsh = Vjh Vch ~ 2.95 - 1.06 - 1.89 N/mm 2 S pesi yang terscdia untuk tulaogan joint: d 1 - 40 + 12 ·.-25 + 25 t 25 d2 = 40 + 12 ~ 25 + 25 + 25 = 127 mm = 127 mm ho = 600 - ( 127 + 127) c 346mm Direncanakan tulangan joint dipasang 2 lapis sehiogga : S= 346-{2x2x12)=99mm 3 < 30mm ( OK!!) Pen ulan gan geser yang diperlukan : Ash . 1.89x750x99 = 438.54 mm2 320 Jadi dipasang 2 lapis sengkang deogan dua tulangan silang 012 (4012) As '-" 452.16 mm2

(131)

(132) 108 BAB VI PERNCA~ PONDASI Vl.l PERffiTl.NGAN PO:\DA$1 KOL~ t EKSTERIOR Vl. l.l Data-data Perrnca naan Pcrhitungan daya dukung tiang pancang direncanakan memakai uang pancang produksi WIKt\ tipe 500 90-A I dcngan spesifikasi bahan sebagai beril-:ur • Tiang pancang beton pratekan (Prestressed Concrete Pile) dengan bcntuk pcnampang bulat berongga (Round Hollow) • Mutu beton tiang pancang K-600 (concrete cube compressive strength is 600 kg/em! at 28 days) Klasi!i kasi liang pancang D~ em 50 M,.,,,.k - I 0.05 trn Mull;m•re = p 15.76 tm 18530! VI. I .2 Daya Dukung Tiang l'ancaug Sebagai contoh perhitungan pondasi tiang pancang joint 8. Gaya-gaya dalam diperoleh dari analisa SAP 2000 sebagai beril;ut: p ~ Mx = 17 .9tm 258 62 t My - 86.51 tm llx = 1.66 t Hy = 27 6 t Perhitungan daya dukung tiang pancang ini dilakukan berdasarkan hasil uji sondir (Cone Penetration Test) Dari grafik sondir terlampir, direncanakan pemancangan sedalam H = II rn dengan Pu•• 1 tiang adalah: JHP = 2350 kg/cm 2 Cn(z "' 10 .s/d - 12) SSi 95 +lOO = 93.34 kg/cm 2 3

(133) 109 " r.·~tln-.'oi - A XCII 0 r./1/P J +- -S 19..:6.::. 2.::.5.:..0x..:9..:3..:.:.3--4 157 x2350 , k + • = lJ4 849.92 g 3 ) - 134 851 < 17-1901 \"1.1.3 Jumlah Tiang Pnncang Rencana Jum1ah tiang pancang 258 62 /' II - - - P"'"b.,.;.. - - I 92 >< 4 liang [XIIIC.OII[( - 134 85 Jarak as J..e as tiang terpasang s - 3x0 5* 15rn Jarak tcpi ke tepi pocr: s, - 0.75m Rencana dimcnsi pocr w 3 x 3 x I y ·\ I 1 I~ I I -..._... 10.75 0 -[ill I 0 r 0.75 0 I I 0.75 I ! ISO Kekuatan group tiang pancang: ,Jo.s) arctolTS (z - .!._.!.)=0.80 90 o PijinJ g10llll = Pijin IIMijl X EfT = 134.85 X 0.8 = 107.88 t 2 2

(134) 110 Beban maksimum tiang Bcban yang bel.eJa pada pilecap - Beban poer = 3 x 3 x I I P = 258.62 L>·' 4~075 LY: = 4x0 75 x 21 6o t ' '< 24 = 21.60t 28o 221 225m ' ~ = 225m ' - 0 15m "''" Y..,., = 015m n =4 buah p - l:P - ± Mrx . LX: /1 Mxy :5: ,, j - L..t• ·' 1/ l ~!l •on • f" ---1 ) ~ - - - - 1-:-SO- - ~ 0 1150 0.75 P, 280.22 _ 86.51x0.75 _ 17.9x0.75 4 2.25 2.25 _ 280.22 P, - 4 86.51x0.75 17 9x0.75 7 8 + = 411 2 25 2.25 p _ 280.22 ·~ 86.51x0.75 3 4 =35.251 2.25 17.9~·0 .75 2.25 =n .nt 0.75 X

(135) Ill 280.22 /' ' -~ .j 86 51 \'0 75 2 25 17.9x0 75 = 2.25 _ 104 85 1 P. ; 10-1 85 t < P,,"'¥''""' = 107 88 t Pm.x Vl.1.4 Perhitungan Poer (Pile Cap) \ l .l.4.1 Data-data Perencanaan p - 258.62 t Dimensi - 3x3xl Jumlah tiang pancang - 4 buah Dimcnst kolom - 750 X 750 beton (fc ') ~1ut = 22.5 MPa = 390 MPa Mutu baja (fy) Tulanga n uatama 025 Seli mut beton 70 Ti nggi cfekt if (d) 1000 - 70 - 111111 1 /2 25 = 9 17.5 mm Vt.l.4.2 Kontr·ol Gcscr Pons Dalam mercncanakan tebal pocr, harus memenuhi persyaratan bahwa kekuatan gaya geser nomi nal haru; lcbih besar dari geser pons yang terjadi. Kuat gcser yang disumbangkan beton diambiltcrkecil dari: Vc (t fJc!__l) Jfr6bod = + Vc =( cr, d + z ) .,[idbod bo Vc ~ I r:- vfc' bod .) 6 SJ'..1" 03-3847-2002 pasall3 12.2(1(a)) SJ'..1" 03-3847-2002 pasal 13.12.2{1{b)) SNT 03 -3847-2002 pasal 13. 12.2{1 {c)) Dimana· Pc = rasio dari sisi panjang terhadap sisi pendek bcton 750 - =1 =- 750 bo .., keliling dari penampang kritis pada poer =2 (bk +d) ~ 2 (hk + d) = 2 x (750 + 9 17.5) + 2 x (750 + 917.5) = 6670 mm a, = 40, untuk kolom dalam

(136) 112 rc _(,. ~)/2." 1. 5x66701'917.5 - 14514202.24N I 6 )J'22 5x6670x917 5 = 36296385_81 N lc -(40x917 ~ _ 2 6670 ~ l'c = 3 6 ,122 5 x6670 1"917 5 =9676134 83.83 N menentukan! ¢1 'c - 0 6 x9676134 83 - 5805680 90 N = 580 57 t > Pu = 258.62t Ok I Ketebalan dan ukuran peer memenuhi syarat terhadap geser. Vl.l.4.3 Penulangan Lentur Poer Pada penulangan lentur,pocr dianalisa sebagai balok kantilever dcngan perletakan jcpit pada kolom. Beban ya ng bekerja adalah beban tcrpusat dari tiang scbasar P dan berat scndiri poer sebesar q. Oerbitungan gaya dalam pada poer diperolc h dcngan mekanika sa tais tertcntu rp = 2Prnax - h I04.85 209.7 t q - 3 x I x 2 4 - 7.2 t/m q:72tlm 0.75 Momen yang bekerja Mu - (209 7 X 0.75) z p nun e/2 X 7.2 X I 52) 149.175 tm = 1491750000 Nmm 1.4 I 4 =- = Jy 320 = 00044 Rn = Mu = ¢bd 2 m= J.v "" 0.85.fc' 149 1750000 .., 0 73 0.8x3000x917.5l · 320 = 16.7 0 8Sx22.5 lrP 0.75

(137) 113 I Pm r ~,. I D1pakai P~ ~ /1f - 2mNn \ .f.r 1 ~ - I ( I 167 / _ 2xl6.7x0.73J\ ~ 320 V1 017 < P,,. .. - 0 004-1 As = phd - 0 0044 r3000 r917 5 ~ 12111mm' Dipal.ai tulangan 250 25 (As = 12265 625 mmz) Jaral. pemasangan tulangan s= 3000 (2x70) 15 - 1144mm ~ Dipasangjarak 100 mm Penulangan arah x dan arah y sama. karena bentuk poer yang bujur sangkar. Vl .J.S Perhitun gan Sloof (Tie Bea m) VI. I .S. I Data-data Pcrcncanaan P • IO%x258.62 - 25 862 Panjang sloor - sm Dimensi sloof - 400 X 600 Mutu beton (fc) I 22.5 MPa Mtut baja (fy) = 320 MPa Tulangan utama = 025 Tulangan sengkang =0 10 Sclimut beton = 40mm d = 600 - 40 - I 0 1 h 25 = 537.5 mm Tcgangan ijin tarik beton fr ~ 0 10,/'fo' = 0.70x./22 5 = 3.32MPa Tegangan tarik yang te~adi Pu fr=- = ¢bh 258620 = 1.35MPa
(138) 114 Vl.l.S.2 J>c nulnngn n Lcntu r Sloof Penulangan ~lof didasarkan pada kondisi pembebanan dimana beban yang diterima adalah beban aksial dan lemur sehingga penulangannya seperti penulangan pada kolom. Beban )ang duenma sloof - berat ~endir i - 0 4 x 0 6 x 2400 - berat dinding qu = 1 2 x I Alu 12 157 6 . quJ· 18 9 1 576 kglm = 1000 kg/m = 1576 kg!m 4 '( 250 ~ - H g/m I . - J8QI 2xS· 12 10086 4k&1111 = 100864000Nmm Pu,1oor 258620 N kx - Mu Ag lr l'u ky -= A~ - 100864000 400 x600 x 600 258620 400x600 0.70 1.07 Dari diagram interaksi M-N didapat p = 0.0 1 As • p b d = 001 x 400 x 537.5 = 2150 mm2 Dipakai tulangan 50 25 (As = 2453. 125 mm2) 1075 mm 2 As'= 0.5 x As - 0 5 x 2150 Dipakai tulangan 3D25 (As ~ 1471 875 mm2 ) VI. I.S.3 Pcnulanga n Geser Sloof Vu = 0.5 X 1891 2 >. 8 - 7564 8 kg = 75648 r--, l Nu I _ 258620 Vc = 2x ,{jdbwd r 1+ -- ] = 2x .J22.5x400x537.) [ I+ ] = 368295.84N 6 · l 14Ag 6 14x400x600 O . S~Vc 112¢ • 0.5 x 0.6 x 368295.84 = 110488.75 N Vc > Vu maka, dipasang tulangan prak'1is Dipasang tula ngan prak tis 0 10-200

(139) 115 VI.2 PERIIITUNGAN PO ~ D AS I KOLOM INTERIOR V1.2. l Da ta-datn Perrnra na an Perhitungan daya dukung tiang pancang direncanakan memakai tiang pancang produksi WTKA tipc 500 90-A I dengan spesifikasi bahan sebagai berilnll: • fiang pancang beton pratekan (Prestressed Concrete Pile) dengan bentuk penampang bulat berongga (Round Hollow). • Mutu beton tiang pancang K-600 (concrete cube compressive strength is 600 kg/em: at 28 day>) Klasifk~ tiang pancang D = SO em M.~- - IO.OS tm 15 76 1111 Mul111nM< p ~ 185.30 l Vl. 2.2 Daya l)ukun!!, Tinng Pancltng Sebagai contoh pcrhitungan pondasi tiang pancang joi nt 92 dan joint ISS. Gayagaya dalam diperolch dari analisa SAP 2000 sebagai berikut: p e p = 332.08 t Mx =30.92 tm My =92.63 1111 Hx = 7.07 t Hy =28.64 t 229.50 I Mx • 42 23 tm My = 92 63 tm Hx - 14.96 l Hy =28.64 t Perhitungan daya dul'Ung tiang pancang ini dilal'Ukan berdasarkan hasil UJI sondir (Cone Penetration Test). Dari grafik sondir terlampir, direncanakan pemancangan sedalam II = II m dengan P,J"' I tiang adalah: Jill> = 2350 kglcm2 Cn(z p IJIIIl/J,liiJ 10 sld - 12) - 85 9 + S+IOO 3 93.34kglcm 2 _ AxCn + OxJHP = 1962.50x93.34 + 157 x2350 _ 3 5 = 148.35/ < 18S.30/ 3 5 _ kg 14350 92

(140) 116 VI.2.3 J umlah Ti nng Pan r nng Rencana jurnlah tiang pancang n- ~. P - - 229 5 1 332 OS . . 148.35 = 4 16"' 9uang pancang Jarak as I.e as tiang terpasang 15m s - 3'1.05 Jarak tepi kc tepa pocr s, - 0 75m Rencana dimcnsi poer 4 S x 7.5 x I \ 300 300_ __ ~ 7 _:. 5 J I' I 11 1 ! '• ,.~- I "'.... I I 0 ' r ':'J ~ llii ~, tV 1~ - ' "' ~ G \ 1:··:) · ( kekuatan group tiang pancang nrah x Ef/ = 1 - !._90 ( z - ~ m - .! =) II Pv..JsrooP •- ro.s'J lr z-~ arctg 3 \. 90o .> .> ) =0. 8 =Pv111 ,...,. x Elf '" 148.35 X 0.88 - 130.55 I Kekuatan group tiang pancang arah y: 0.5) ( arc rg 1.5 (z- _!_ - .!.) = 0.73 90o 148.35 x 0. 73 - I08.30 l 3 3 J::

(141) 117 13eban maksimum liang. Beban yang bcl..cja pada pilecap = 81t - Beban pocr - 4 5 x 7 S x I x 2 4 2_P L:X 229 5 t 332 08+81 (6 d ~ L>- 642.58/ ·) =54m· (6 d f )=13 sIll . n = 4 buah p_ L I' ...- ~My x" i L..x- 11 ~ Mx1:._ ~ <; 1' I) J( WN~ L..Y 75 ! \ 300 300 ., ~ PI d *l..:h v 1~ I P.:! r' 1. P7 } '-" .1 •- ~ p )d -1 \() w • M: • II': c:1 1 ..... ~ ~ • :-. ) 0 '' LiD -I 0 . /"'" \ [21 + T 75 e \() ~ e ,_ \() j Arah y : M1x -=Mx1 +Mxl +(P: xe:)-( ~1 xe1 )= 42 23 + 30.92+(332.08x1.5)-(229.5x1.5)= 227.02/m Mfy;. l,\.(1•1~ My2 = 92.63+92.63 = 185.26 tm P. = 642.58 _ 185.26x3 + 227.02xi.S = . 86 331 ' 9 54 13.5 Pz = 642 58 _ 185.26x3 + 227.02x0 _ . 70 25 1 9 54 13.5

(142) 118 1' 642.58 q P J P, 642 58 185 26x0 227 02xl 5 + + 54 13 5 9 54 , _ 642 58 1 • 9 1 96 92 I = 642 58 + 185.26 ~o _ 227 02x0 =71 401 9 p 227.02xl.S ,. . 35 861 13 5 185.26x3 54 i 13 5 185.26x 0 54 227.02xl.5 = 4617 1 13 5 = 642 58 + 185 26x3 + 227 02xl 54 9 642.58 + 185.26x3 9 54 p8 642.58 9 i· 5_ 13.5 + . 106 935 1 227.02x0 = 1. 8 691 13.5 185 26x3 _ 227 02xl.S 54 13.5 = 56 .46 1 P"'" = P1 = I06 935 t < P,J"' 81 ,.,1' - I08.30 t A rn h x : t.ivfx .=.Mxl + Mx2 = 42.23 1 30 92 = 73 151m t.\My = My l l My2 =92 63 + 92.63 = 185.26 tm = 642.58 _ 185.26x3 i p I 9 54 P, _ 642.58 • 9 185.26x3 + 73. 15x0 54 13.5 p = 642.58 1 73. 15xl.5 J3 .5 =69.231 = 61 111 9 185.26x3 _ 73. 15xl.5 _ . 52 981 54 13.5 642 58 + 185.26x0 + 73 15xl 5 = . 79 531 9 54 13 5 P. = 642.58 + 185.26x0 + 73. 15x0 = 1.401 7 < 9 54 13.5 P = 642.58 + 185.26x0 • 9 54 P, _ 642.58 + 185.26x3 9 54 P. = 6~ 8 9 73. 15x1.5 = . 63 27 1 13.5 1 1 73 15x1 5 = . 89 82 1 13.5 185.26x3 + 73.1Sx0 =S l. 691 54 13.5

(143) 11 9 P., _ 642.58 + 185 26 x 3 54 <) 73. 15x1.5 _ _ 13 5 - 7 .3. ) 61 Pma, ~ P1 89.82 t < P,,.,.,.,..r - 130 55 t VJ.2.4 Pfrhitungnn Porr ( Pile Cap) \'1.2.4. 1 Data-data Pcrrnrnnaan p ~ 562 30 I Dimensi -l Jumlah tiang pancang 9 buah Dimensi kolom ~ 5 X 7.5 X I 750 X 750 22 5 MPa Mutu beton (fc' ) Mutu baja (fy ) - 320 MPa Tulangan uatama w Selimut beton - 70 mm Tinggi cfcktif (d) ~ 1000 - 70 - 025 1 /2 25 = 917.5 111111 Vl. 2.4.2 Kon trol Gcser l'o ns Dalam mercncanakan tebal pocr, harus memenuhi persyaratan bahwa kekuatan gaya geser nominal harus Icbih besar dari geser pons yang terj adi . Kuat geser yang disumbangkan belOn diambi l terkecil dari · Vc - 2 'I fjdbo d l t 1-( /Jc ) 6 S'\fl 03 -3847-2002 pasal 13. 12.2(l(a)) a, d ) .ffc' bo d Vc= ( - -+ 2 - - Sl\1 03-3847-2002 pasal 13. 12 2(1(b)) Vc= ~ 3 vifdbo .w d S:-11 03-3847-2002 pasal 13. 12.2{1{c)) bo 6 Dimana: l3c ~ rasio dari sisi panjang terhadap sisi pendek beton = 750 = I 750 bo = keliling dari penampang kritis pada pocr ~ 2 (bk + d) i 2 (hk + d) s 2 X (750 + 9 17.5) + 2 x(750 + 9 17.5) = 6670 mm

(144) 120 o.,- ·~ l'c= umuJ,. J..olom dalam 0. r l~ ~ 'l , i 2 . Sx67091 5 ,... 1451420224,\' lj 0 . ;V \ .J22 5 x6670x917.5 = l'c _ ( 40x917 5 2 36296385 81 6670 I 6 l'c = 1 3 J-12 5 x6670 \'917 5 = 9676134 83 83N menentukan! 0 6 .r9676134 83 - 5805680 90 N - 580.571 > Pu ¢1 'c = 562.301 Ok I Ketebalan dan ukuran pocr memenuhi syarat terhadap geser. Vl.2.4.3 Penul angan Lentur Pocr Pada penulangan lentur,poer dianalisa sebagai balok kantilever dcngan perlctakan jcpit pada kolom Bcban yang bekerja adalah beban terpusat dari tiang sebasar P dan bcrat scndiri pocr scbcsar q. Oerhitungan gaya dalam pada pocr dipcrolch dcngan rnekanika satais tcrtentu. Arn h y : !P = P1 + P ~ + P? .. 106.935 + 8169 +56 46 = 245.085 t q = 7.5 X I X 24 w p 18 t/m ~ II I ~ ·l J I.EP 0.75 3 Momen yang bekerja. Mu = (245 085 X 3) - e/2 X 18 X 3 75 2) - ( 332.08 X 1.5) - 110 57 tm =1105700000 Nmm = 0.85x22,5x0.85(..___i_OO P, 320 )=O.OJJ 600 + 320 SN'I 03-284 7-2002 pasal 12 3(3) Pm" = 0.75x0.033 = 0.025 P.,.. =0.= ~ fy 320 0.0044

(145) 121 Rn _ A-/11 "' !Phd' II 05700000 _O 22 0 8 r7'i00x917 .5' jjl Ill " 320 = 16.7 0 8Sx22 S ·- - - - 0 85jc' p = ..!_f 1_ f"2 mRn'_ 1 ml V dipakai P ,~ . .b ) 1(I-JI 2xl6.7x0.22 ) =0.0007 < ~?0 16 7 .)_ P ..., =0.0044 As = phd = 0 0044 r7500x917 5 - 30277.5nun 1 Dipakai tulangan 63025 (As = 30909.375 mm 2) Jarak pcmasangan tu langan· s = 7500 - (2x70) 63 =116 82 mm - > Dipasang jarak I 00 mm r T_,.,. 1 ~- J ~ I r;;-L I5 0.75 Momen yang bekerja. Mu : (245.085 X 1.5) - e /2 X 18 X 2.25 2) = 322 06 tm = 3220600000 Nmm P, " 0.85x22,5x0 85( 600 ) = 0 033 320 600+320 p""" = 0 75pb P,.., Prn., SNI 03-2847-2002 pasal 12.3(3) =0 025 ~ 0 75x0.033 - ~ Jy = ~ 320 - 0 . 04 3220600000 R!l • _!!.!.!_ = ¢bd 2 0.8x7500x917.5 2 = 0.64

(146) 122 m - - f_.l' 0.85 (c' p = 320 ~ 167 0 85x22.5 J _1.(1 {I Ill 2mRn \ _ _ 1_ ( 1 )= 0.0020 < 1 2xl6.7x064 P,..., 320 ir ) 16 7 v ~ dipakai p..., As ~ 0 0044 phd - 0 0044 X 7500 Y917 5 ~ 3027.Sm~ Dtpakai 1ulangan 63025 (As - 30909 375 mm1) Jarak pcmasangan 1ulangan. s= 7500 (2 x70) 63 = 11682mm 4 Dipasangjarak 100 mm Jadi pcnulangan lcntur poer arah y baik dikontrol dari 1engah sumbu maupun dari as kolom adalah sama ya itu menggunakan 63D25 (As = 30909.375 mm2) dipasang dengan jarak 100 nun. Arah x : r r = P, + Ps + P9- 89.821 q - 4.5 X J X 2 4 ~ 81 .69 + 73.56 = 245.07 t JQ 8 1/m Momen yang bck~a Mu - {245 07 x I 5) ( 1/ 2 x 10.8 x 2.25 2) = 340.27 1m P, = 0 . 85x2 3402700000 Nmm ,5x0.8(~ 320 Pm"' =0.75ph Pm., = 0.75x0.033 - 600+320 )=O.OJ 3 SNI 03-2847-2002 pasal 12.3(3) 0.025

(147) 123 P~ ~" 4 - I : ~ - 0 0044 fy 320 3402700000 0 8 x4 ~0 x 9 =I 12 1 7 5' 320 _..:...:...;_- 167 0 85r22 5 m - _ fy 0 8 ~/c' 2xl6.7xl.l2 'I = _ < 0 0036 320 ) P.,., dipakai p ,., ~ 0 0044 As = phd = 0.0044x4500x9 17.5 - 18 166 S m ~ Dipakai tulangan 39025 (As : 19 134.375 mm 2) Jarak pcmasangan tulangan. s- 4500 - (2x70) 39 = I l l 80 mm ~ D ipasang jarak I 00 mm VI.2.S Pcrhitungan Sloof (Tie Beam) Vl.2.5.1 Dllta-data Per encannan p = 10% X 562.30 = 56.23 t Panjang sloof = 8m D imensi sloof = Mutu bcton (fc) = 22.5 MPa Mtut baja (fy) = 320 M Pa Tulangan utama = D25 Tulangan sengkang = 010 Sclimut beton = 40mm d = 600 - 40 - 10 - 1/225 = 537.5 mm 400 X 600 Tegangan ijin tarik beton: fr 0.70 Jft' = 0 70x ./22.5 : 3 32MPa Tegangan tarik yang terjadi Pu 562300 fr = - = - = 2.3 4 MPa < ft· 1/!hh 0.8x400x600 v•• Dimcnsi slooftelah meme nuhi . = 3.83MPa Ok .. !

(148) 124 V1.2.S.2 l'cnuhlngan Lcntur Sloof Pcnulangan sloof didasarl-.. an pada kondisi pembebanan dimana beban yang diteri111a adalah beban aksial dan lentur schingga penulangannya seperti penulangan pada 1-.. olom Bcban yang diterima sloof - berat scndiri = 0 4 "< 0 6 x 2400 - - berat dinding - 4 "< 250 = 1000 kglm = 1576 kg/m 576 kglm qu = I 2 x 1576 - 189 1 2 kgim I • I Mu = - qui - - l89 l. 2xs- = 10086.4kgm = 100864000Nmm 12 12 Pu,loof 562300 N kx = A4u _ ~8640 A~c:h : O. 400x600x600 70 '· _ !'11 _ 562300 , •J' - - 2, J 4 AK '400x600 Dari diagram i111 craksi M-N didapat p ~ 0 01 As = p b d - 0 0 1 x 400 x 537.5 • 2150 mm2 Dipakai tulangan 5025 (As - 2453. 125 111111 2) As' - 0.5 x As - 0.5 x 2150 = 1075 1111112 Dipakai tulangan 3025 (As = 1471 875 mm 2) Vl.2.5.3 Penu1angan Geser Sloof Vu = 0.5 x 1891.2 x 8 = 7564.8 kg = 75648 N ,.-;:; [ 1+ - NuVc = 2x-I -vfc'bwd ~ = 2x -1 "22.5x 400x537.5 [ l+ 0.5$Vc = 0.5 X 0.6 X 396835 02 = 119050 50 6 I4Ag j 6 112¢ Vc > Vu maka, dipasang tulangan praktis Dipasang tu langan praktis 0 10-200 562300 14x400x600 ] =39683502N

(149)

(150) 125 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN VU.t KESIMPlLAN Dan penge!Jaan Tugas Aldm 1m, btsa disunpulkan beberapa kelebihan yang dimilikt oleh S1stem Rangka Pem11cul Momen Khusus : o Dalam perencanaan penulangan balok dan kolom, kita menggunakan konsep strong column-weak beam, yang mana perencanaan tulangan pengekangannya dtdasarkan pada momen leleh balok. Sehingga dengan konsep ini, jumlah kebutuhan tulangan pengekangan sudah pasti berlebih. Seharusnya kita cukup menulangi kebutuhan tulangan sengkang sesuai kebutuhan rotasinya saja. namun karena perencanaan yang dilakukan menggunakan persyaratan minimum, maka penulangan geser tetap akan menggunakan perencanaan seperti semula o Analisa ini dapat memberikan gambaran secara menyelurub tentang perilaku struktur pada saat sedang mengalami gaya gempa, mulai dari simpangan total yang mampu diterima struktur hingga gaya gempa dasar yang dialami struktur sebelum mengalami keruntuhan. o Dengan mengetahut kemampuan gedung sesungguhnya akibat gempa yang terjadt, diharapkan kegagalan struktur di Juar desain I perencanaan dapat dthindari. Sehmgga keselamatan jtwa para penghuninya pun dapat semakm dttmgkatkan.

(151) 126 VIL2 SARAN Dalam Tugas Akh1r m1 banyak diambil asumsi-asumsi penyederhanaan dan aspek yang d1kaJ1 pun terbatas. Oleh karena itu, ada beberapa saran yang dirasa perlu diaJukan oleh Penuhs sehubungan dengan 10p1k yang ada dalam buku ini antara lain : • Dalam metode Swem Ranglw Pemikul Momen Khusus ini sebetulnya mas1h belum bias d1katakan sempuma karena belum mengetahui Performance-based de.\1gn yang sesungguhnya. Disarankan pada masa rnendatang perhirungan dengan analisa 101 bias ikut disertakan dengan anallsa pushover sehingga kita dapat mengetahui perfonnance sesungguhnya dari gedung tersebut.

(152)

(153) Revisi 127 Penulangan Tumpuan Balok Untuk mengantisipas1 perubahan arah gaya gernpa yang bekelja, maka penulangan kedua ujung sebuah balok didesain sama. Mu ~ 86000 kgm - 860000000 Nmm Mn m= ~ 860000000 0.8 =1075000000 Nmm 320 fy = =16.7 0.85 fc' 0.8Sx22,5 Rn = (1 - o}Mu = (l-0.35)x860000000 = . 67 2 ¢bd 0.8x400x 510.5 2 .OO=_!_(I-Jl-2m· Rn)=-l x(lm b 16.7 1_ 2xl6.7x6.7J= 0.0 27 320 Rasio tulangan tekan: p'= oMu = ¢ jy(d - d')h d 0.35x860000000 = O.OI 4 >Pmin 0.8x320x(510.5- 89.5)x400x 510.5 Menghitung tulangan tarik dan tekan pada tumpuan Tulangan tumpuan bawah: Rasio tulangan tarik • .00 + p'= 0.027 + 0.014 = 0.041 As= p b d a 0.025 x 400 x 510.5 = 5105 mm 2 Dipakai tulangan 11025 (As = 5396.875 mm 2) Tulangan tumpuan atas: As= p' b d = 0.014 x 400 x 510.5 ~ 2858.8 rnm 2 Dipaka1 tulangan 6D2S (As 5 2943.75 mm2) > Pmax

(154) Revisi 128 Penulangan Lentur Kolom Untuk contoh perhitungan akan digunakan kolom eksterior lantai 3 Penama-tama akan d1h11ung terlebih dabulu nilai momen ultimate balok akibat tulangan terpasang. Akibattulangan terpasang pada balok melintang lantai 3 : +M. -1• = ~A d1mana , fy (d a= al2) AJ, 0.85/'t b maka : a. = 5396.87 x 320 = 0,85 X 22.5 X 400 ~M. · . mm 225 75 = 0,85 x 5396.87 x 320 (510.5 - 225.75/2) = Momen di As kolom : ~Mn.osklm • a• = 2943.75 x 320 0,85 X 22.5 X 400 ~Mn + = 8000 I 7250 x ~M; 583692419 N.mm = 644074394 N.mm = 123. 14 mm 0,85 X 2943.75 X 320 (510.5- 123.14/2) • = 359459350 N.mm Mom en di As kolom : ~Mn f.M1 jadi • .as tolom + • 8000 I 7250 x ~Mn 644074394 + 396644800 + = 396644800 N.mm 1040719194 N.mm r.M. •-6 r.,\.18 • 1248863032.8 N.mm 5 Diasumsikan bahwa momen balok tersebut ditaban oleh kolom alas dan kolom bawah dengan propors1 terbahk terhadap panjang kolom. Karena panjang kolom adalah sarna maka : • \Ia r.Jvl, = 624431516.4 N.mm Momen mukajoint : ~MnmuAo j oin = 3000 I 3600 ~M. = 520359597 N.mm Aki bat tu1angan terpasang pad a balok memanjang lan tai 3 ~M, 0 • = 5396.87 x 320 0,85 X 22.5 X 400 = . mm 225 75 · = 0,85 x 5396.87 x:320 (510.5 - 225 75 / 2) = 583692419 N.mm

(155) Rcvisi 129 = 3500 /2750 Momen di As kolom : tJM•. m kotom · + a = ~M. 2943.75x320 0,85 X 22.5 X 400 • = 123 . x ~M. .- = 742881261 N.mm I 4 mm = 0,85 x 2943.75x 320 (510.5- 123.14 /2) • 359459350N.mm +Mn.mkoloo. • Momen di As kolom 1:M1 jada = 3500 I 2750 x ~M. - = 457493718 742881261 + 4574937J8 e 1200374979N.mm • 6 5 r.M, ,.- r.M8 • y, EM, • = 1440449974.8 N.mm 720224987.4 N.mm Momen mukajoint · $Mnmukajoin m 3000/3600 $M,. = 600187489.5 N.mm Perhitungan fakor tckuk (k) & =4700 /ft' =4700x·./22.5 = 22294.06 MPa El balok (40/60) I lg ""-x400 x600 12 , =7.2£9 mm, El =0.35 x Ecx lg =035 x 22294.06x 7.2£9 =5.62£13 El kolom (75/75) /g"" _I x750x750J = 2.64£10 mm' 12 £1 = 0.70x Ecx lg = 0 70x 22294.06x 2.64£10 = 4.1£14 Nmm 2 Fal"tor jepatan atas: "~ · (£/) ~ '~• = 2: ( £/ )*"""' lk = If/ A N.mm loluJ. ( 4 . 1£14)+ 3600 4.1£14) 3600 " (5.8£ 13) + (5. 8 £1 3 ) 8000 2 .2£ 11 = 18 I . 93 1:.' I0 + 9 . 7 E I0 - 3000

(156) Rcvisi 130 Fak1or jcpitan bawah: Dari nomogram faktor panjang efektif kolom diperoleh k = I ,52 Kontrol kelangsingan Jenis kolom adaJah kolom tanpa pengaku (unbraced frame) Jari-jari girasi = r '" 0,3 h • 0,3 x 750 =225 mm Nilai kelangsingan - A. = k Ln = 1•52 x(3600 - 600 ) = 20.27 < 22 ,. 225 Jadi pengaruh kelangsingan dapat diabaikan. Sclanjutnya tulangan kolom akan dicari dengan program bantu PCACOL v2.30, dimana data-data yang akan dimasukkan adalah : Pu - 327069 kgf ,_ 3270.69 (dari hasil output SAP2000) - Dimensi kolom = 750 x 750 mm 2 Selimut beton • 50 mm ~M ~ M., •• ~P a 520359597 N.mm - 520.36 KN.m . • 600187489.5 N.mm ~ = 600.19 KN.m 3270.69 KN Maka akan diperoleh nilat tulangan untuk kolom lantai 3 : 12 - D30 (As= 8400 mm 2 , p = 1.49 %)

(157) Revisi 131 Pcrhituogan Poer (Pile Cap) Data-data Pereocanaao p ~ Dimenst = 3 X 3 X 0.8 Jumlah tiang pancang • 4 buah Dimensi kolom '" 750 X 750 Muru beton (fc') = 22.5 MPa Mutu baja (fy) -320 MPa Tulangan uatama e Selimut beton = 70mm Tinggi efektif(d) = 800 - 70 - ( 1h x25)=717.5 mm 258.62 t 025 6.1.4.2 Kontrol Gcser Pons l- Oll I llO , o.n ) 00 Dalam mereocanakan tcbal poer, barus memenuhi persyaratan bahwa kekuatan gaya gcscr nominal harus lebih besar dari geser pons yang terjadi.Asurnsi semua beban dan kolom yang disalurkan ke tiaog pancang melewati penampang kritis dari pondasi. Kuat geser yang disumbangka.n beton diambil terkecil dari: J "c • • -_ ( 1 + /]c2 !fo'•bod 6 SNI 03-3847-2002 pasall3.12.2(1(a)) Vc=(a,d + 2) !fo'bod bo 6 SNI 03-3847-2002 pasall3.122(1(b)) Vc = lffi bod 3 SNI 03-3847-2002 pasal 13.12.2(l(c))

(158) Rcvisi Dimana: l}c ~ rasio dari sisi panjang terhadap sisi pendek beton 750 ,. I 750 = bo keliling dan penampang kntis pada poer a = 2 (bk + d) + 2 (hk + d) = 2 x (750 + 717,5) + 2 x (750 + 717,5) = 5870 mm a, = 30, untuk kolom tepi Vc ! =(I+ T) .J22.5 x 5 Vc=(30 x 717,5 + 2 5870 Vc = ~,)2z.s 70 717 5 x • =9988982.91 N ).J22.5 x5870x717,5 _ 18869024 _22 N 6 = x 5870x717,5 6659321.94 N dipakai nilai Yc yang terkecil yaitu Yc = 6659321.94 N ¢Vc = 0,6x 6659321.94 = 3995593 16 N = 399.559 1 > P = 258.62 1 ... ok. Ketebalan dan ukuran poer memenuhi syarat terhadap geser. Vl.1.4.3 Peoulangan Lentur Poer Pada penulaogan lentur,poer dianalisa sebagai balok kantilever dengan perletakan jepit pada kolom. Beban yang bekerja adalah beban terpusat dari tiang sebasar P dan berat sendiri poer sebesar q. Oerhitungan gaya dalam pada poer diperoleh dengan mekanika satais tertentu. tP = P3 + P4 = 92.92 + 104.85 = 197.77 t q = 3 X 0.8 X 2,4 • 5.76 t/m = 5.76 t/m 1---- -"0.75 l:P 0.75

(159) Revisi 133 Momen yang bekerja: Mu ~ (199.77 x 0.75) - ( 1/ 2 x 5.76 x 1.52) 141.85 tm = 1418500000 Nmm ~ p ... =~ 320 fy Rn = Mu ¢bd 2 m P=.!_( = =0.85fyfc' m Dipakai 1 -~ 1 _2mRnJ=-1 Pmio • = 0 . 04 4 1418500000 0.8x3000x717.5 1 =1.1 5 320 = 16.7 0.85x22.5 fy 16.7 (l- 1_ 2xl6.7 x1.15 J = 0.0037 < p""' 320 0.0044 As = pbd =0.0044x3000x717.5 =9471mm 2 Dipakai tulangan 20025 (As - 9812.5 mm 2) Jarak pemasangan tu1angan: s = 3000- (2x70) - 150.53mm 19 ~ Dipasangjarak 150 mm Penu1angan arah x dan arah y sama, karena bentuk poer yang bujur sangkar.

(160)

(161) DA FTAR Pl ST.\ I<\ I 983, l't•ratwwt /',•mho:hcmun /ndolleHa ( 'muk Bangunan Ged11nK (f'l'll'c i • Depanemen PckerJaan L mum. /983J, Bandung, Yayasan Lembaga Penyclidikan \1asalah Bangunan 19" I P,·tlomun • !lt•/(1/1 /9-1. Depanemen Pekerjaan t:mum. Badan Penelitian dan J>cn!lembangan Depanemcn Pckerjaan Lmum 1989, Po:tlomcmllelon /')89. Depanemen Pekerjaan L.mum, Badan Penehtian • d«n Pengcmbangan Depanemen Pekerjaan Cmum ~0. • 03 law cura l'o:ro:ncallc/C/11 Stmktur Bl!ton Ui1111k Bany;unan (il!duny;, S.Vf 2>1-r 211112. Badan Standardisasi NasionaL Jakarta. Yayasan Lcmbaga Pcnyclidikan Masalah Bangunan • 2002. litIll ( 'ura l'ere11ccmaan Kl!lahanan Gempa Unluk Bangunan Ued11ng .\~V/ 03 r2f>- !Oil!, Badan Standardisasi Nasional, Jakarta, Yayasan Badan Pcncrbit PU • 1997, (;ra{tk dan l'oht'l /'erhiitmgall Reton Berwlong (CUR -1), Gideon Kusuma dan W C' Vis, J>cnerbi t Erlangga, Edisi 6. • 1997 /)(!W//1/ .\tmktur Ha11gka lleto11 Ber/ula11g dt Daerah Rawa11 (ii!IIIJ'U (( 'l R 31. Gideon Ku .. uma dan Takim Andriono, Pencrbit Erlangga. Edisi Kedua • 1990, n/\o/11 H<'lo/1 llenulcm}! Wang. (' K dan Charles G Salmon. Jakana, Pcncrbn Lrlangga. Fd1~ ke 4

(162) ....--;--,•,;":- • ::· '~ • •,:" •, r: >.' " ' /" ; · · w •·:-·""t - ~.,lvr- ., 7~ " . 7 :t h ~; · ':~7." '•' . ' . ' · ~· - · -:· :· ' '• ~-·7:"' IN STITUT TE KNOl OGI SEPUlUII NOPEMBEI! SURii BAYA FAX . ·TEK. SIPil & PERENCANAAN- JURUSAN TE K. SIPil LABORA TORIUM M E KANI~\ I T~. Kar::pus Keputi!1 Su~cli:o 'I.:: T AN .l ~H 5% OS4 Smaba ya GAMBAR PROF1L BOR TITIK SCCR KEDALAM AN l-:£~ SCTY 'i'ViUNG kcning s.co - .. - LEMPUNG BE:RLANAV ke c oi:l~t PASIR BERLANAU 6£RLE:t-!P\.~lG - Y.•J :'l in-;an c o~lat 10 . 00 • PA~!R BE~LAU / PAD~ .. ,1'5 . 00 .:I; . c:=u - a bu .. 25 .oo. -LEMPUNG 30 . 00 ---- --- - --- ,) . . ( N) l

(163) SL'I'..'IJ~Y OF r~: TEST l;,~iftGqy R£~".rS 1 Z. l Sr:ut 1t11• !tr: --------··----------------------·-............-...-----... _.............................-···------......................·-····----.---------------------...............................-- ...............--.........................................--...................... ·-· Dtpl!i Si n r l EIJdia~ Atttr)tr9"' Hl:ln•ttrr fuda9 Sirn Jet. lhiU I ! I ~· J 1iue.:r.at !•ytdqrJ· !~ c-: IBi • fit o tr a.;~­ Trtuifl c~:;.u, fl.nrd hUU• Yitf uu c:u " ,---s-··s;c·-·io····iO····iOO····--u:--·ii:-----·;i·---------------iS-----,l------;;·····;;··---;---·;-···-·i;--··-c-······r··--,-----1-----·;i·-------,;-··-·-;;·-----...-.-.- --·-------------·---·----------·- ----------·-···........ ·····- --··-·---------------------····---------·--------.......···--···--....... -.-. ---- .. --.... -.----·---· 2,,.._!,0 I 1 tl Ito tt tl 14 1$ 1,,82 S! 0l Cl 2,Ul 1, 6:7 !': 61 1,11 1,~ ~,41 t,:c 0 1,'=0 o,•n I,Zt!t"'• " " I • I nl I 1I 1 n 11 100 tt 11 t!,ll l!,ll u, !l CH l,SOS J,Hl 4 1,~4 SS,ll " o,u 11• I,H,O 0 l! II " t1 ll 0,, ll,ll 11,71 (1. 2,,?4 1,~n •z,n J,:t 1,n 53,!1 0,11 lr" IS II !9 t1 II n,•s " II,Hl,O 0 21,11 11,11 sc 1,703 J,,;: 0,!1 :c• U ~1 !t fl. 51 ~.!s z:,t1 " IC,!· t5-1 0 ' ~s,;a Cl. 2,1ct 1,6~' " " " t ,;t Zl ' I~ ff tl n,a " t; •1,:1 (~ z,;:\ J ,? II ~ !i !l s~,c :.),•1 ::,As c~ 11 . roo H 11 U,IS lO,U "•7 !! !l ee,es ~o , o' st,7t !6 81,i! ll 10! 11 1 71 e :- .~ ,o ·7· !l 100 0 1 !6 roo " ------.---ii - , : - :~ 2q~·UI ':; ~ : o 2• ,o \1 n ·~:-. ! 0 ZS ·,~ \: ,~ = ~it. &~;.· G s s ·~ u • Pl • ~ .. .. e :M, ;,.. .. 1 s,!-4,0 1.~-t,o .' 1 · rt~ s;ll!l SlLT • tlil! l!~ !O U ~Jf I'HSTIC Uftll s.?EClflC 6:t~VIlf ..... ··--· ..................................... -~ - n • •n omm r1rt«l II< • 'l!ER CCNI(HI Ill TO • 1!1 ~Sil ltr/ 1 , ~1 " s~,o1 t,t! " " " .. .. " " " ,, .. G ,S~ S ,t6 ,t,1C 01 411 t,Oftf+Ol '·•c o,cu l,J€:!-.34 I ,:t o,;~ ~ . :~-H 1,1:: C,S.;t f,ZI!·~ I, !C: o,;.,;! ~ 1,8'9$ o , 5~s z,:eat:·.)C ~ .. ~.:!-•a 1, 1 1~ 0"~41 I ,!ZlhH " CH 1,1!3 J,l:S H,~ . 1, :1 I,!J 57,13 0,18 0 2,1!! o,3el ZJ:~t-\1 4 " " ............................... ----·-·---······-------------·---...... --.........................-............ -................. -.-......... ·····.......---............. " II -~ -~ C COKfSi~ • f • A~J:il£ f'1 • Ff .!CJIS6U C< • Crl~.£10t ,., ~ I ltqta :J OF SI f!~;.l FiitHJ:t ICt;:u , ah;:tfS) D~rJO.'f P'~tl-.E Hq/et?l COETFit~f llt:El ho:~l't h:•~ OF' ~.!1$0lf:i;r
(164) -~ ., • ltl STI 1 UT TE~ f ~K U LTA S TE~UI( .. i tiO lO GI S EPU LU 1'i" UO P EM 0 ER SIP IL OAtl rEn EUC>\IIAAtl Li\OOTI ATOI\ I U M JV! E li:ANITC/1. TANAI( P?-~Y; K I " £' ' ' " s cT .,. G~A Fi K SO N J!!l l C K.:. SI 6? TIT I K
(165) .' ..:•, " 1/I S! IT UT TEK II OLOG I SE P Ul Uil IIOPWO t R f~ l\U l TA $ !! 1(1111( SI PIL OAII rERfiiCAriAA/1 1. 1\DOlt.\ 'l"On ! U ).t !'.IEI·: .-1.?\:! JC :'\ " 1':. ~! :\!i GRAF IK 5 0."-i!Jf fl lOK.:.S I 2CO T I TIK JUMLNI IIIIMG1\TAN PELt'I\AT - ---?- 1\G/CM ..: " ·~ .:.... ~ . -' ... ho~ ul .

(166) . ·.' • # ~ • •• f .-~ .... ' III ST ITUT TfKIIOlOGI SfPUl.UH NOPfMD EA fi•KUlTA S THil l!( SI P1 l OAN P£Rf11CAI1f.MI L:\nOHATOHIU:I! MEJC!l:>J'IJ(,\ Til. :-;,\H . ' ~MO't: < ' lOK ..\SI l"!~.A S .. .., ':, 7 'tlt I .:!. ~xt#.: .. s~.:;cxo CRAFIK SONC!fl . c-o 2co : x: (~1,.) l:LA:.c;;..::. : 4:t. - J\:U - J U ~I lAt ..·.. .. . .. .. UI\M lM T..IN PELEI\AT - :· ---?• 1\G I Cl-1 - . .... . ... ,, ~ ·-· : ;

(167)

(168) PCACOL V2.30 .;, 0 y --x l 9300 ~ ... c ... ... 7440 - - c x750mm \ p -1 , n I / k N / I I .;---+---i--t--+--+--+7-+---:::7/_ =61 mm = 169 mm _....---
(169) PCACOL V2.30 9889 1 ~ 791 1 y --J- x . ~ x750mm \ t p n k N = 119 mm ~ mm'4 \~7.,+t10 " 7 ~·'"0 mm'4 -3226 !/Mn / / 1104 (63•) (kN-m) -~ To: Licensee name not yet specdied D:\PCACOL\UD.COL Material Properties: Ec =23982 MPa fc = 19.13 MPa Beta1 eu = 0.003 mm/mm Es =199955 MPa =0.85 Stress Profile: Block phi(c) = 0.70, phi(b) = 0.90 - - -

(170) C• 0 0 '"'t 0 +X 0 ··.. 7911 - 0 C· PCACOL V2.30 0 750x750mm p n k N 63i'e+l)10 mm'4 ~:\i'•>+l1n mm'4 -3226 - To: Licensee name not yet spec1fied 0 :\PCACOL\UO COL Material Properties: Time: 10:45:56 Ec = 23982 MPa eu = 0 003 mm/mm fc =19.13 MPa Es Beta1 = 0.85 Stress Profile: Block phi(c) = 0.70, phi(b) slenderness is not considered . slenderness is not considered . =0.90 =199955 MPa

(171) PCACOL V2.30 0 0 0 0 0 0 0 12248 1 . 0 0 0 9799 0 + - - - -- -- .:. . . .__ 0 0 0 -~ ) 1~ l / 1 T mm'4 -6451 1" ~ -~ 1 1708
(172) PCACOL V2 .30 .-, 0 C· 0 0 .;, 0 12248 0 0 y - -x 0 0 9799 0 0 0 \ 750x750mm p n k N hPmoPnt· Tied / = 61 mm =45 mm -6451 - .~- -- · / 1704
(173) PCACOL V2.30 l 0 0 10479 T 0 y 0 8383 ,.. X 0 J ,I p n k N 0::'l,la L 1>1Q mm"4 -4032 - 637'e+l)10 mm'4 1 To Lreensee name not yet specrfred . 0:\PCACOLIUD COL Material Properties: Ec = 23982 MPa fc =19.13 MPa Tome· 10:45·56 Beta1 = 0.85 Stress Profile : Block phi(C) slenderness is not consodercd. slenderness is not considered. = 0.70 , phi(b) =0.90 eu = 0.003 mm/mm Es = 199955 MPa

(174) PCACOL V2.30 9770 .,_.. •. 0 +x y .. 7816 0 \ 0 -h p \ J n I k N I II I ) +·t/ ~ 1042 (45•) (kN-m) -~ -3024 r -- D·\PCACOL\U. COL Material Properties: Time· 15 44·45 =0.003 mmlmm Ec = 23982 MPa eu rc = 19.13 MPa Es = 199955 MPa Beta1 =1.00 Stress Profile : Block phi(c) = 0.70. phi(b) =0.90

(175) PCACOL V2.30 0 c 10517 0 +X (> .... . 8413 0 ····- Q 0 <. ) \ h \ ( k N - -1 ~QMn (52•) (kN-m) -------- ~ - -4032 1 To: Licensee name not yet speclfted 0 :\PCACOLIIT.COL Matenal Properties: Time: 19:24:07 Ec = 23982 MPa eu = 0.003 mm/mm fc = 19.13 MPa Es Beta1 = 1.00 Stress Profile: Block phi(c) mr1P.mP.•• i!'. not r:nm~ic1P.A =0.70. phi(b) =0.90 =199955 MPa ) i 11 9

(176) PCACOL V2.30 0 0 0 .. 0 -l-x 9010 1 0 0 1 0 0 0 0 x750mm c -1 MPa I ~ k N l7o<.n1o mm'4 l7o<.n10 mm'4 -5040 i To: Licensee name not yet specdied. - - -- Material Properties: Ec = 23982 MPa eu Es = 199955 MPa fc = 19.13 MPa Time: 19:24:07 Beta1 = 1 .00 Stress Profile: Block :IPn•ri~> ptli(c) = 0.70. ptli(b} ·• ic;. nnl rrtnc;.ir1ArAO =0.003 mm/mm = 0.90

(177) 13503 -· t "· PCACOL V2.30 0 0 0 0 0 0 0 10802 +- 0 - - - ~ , 0 0 0 0 0 h x750mm P n k - 1---+- - - N t--f / 2000 «Mn (39°) (kN-m) // =61 mm =45mm -8064 - To: Licensee name not yet specified. . 0 :\PCACOL\IT.COL Material Properties: Time: 19:24:07 Ec = 23982 MPa eu = 0 003 mm/mm rc =19.13 MPa Es Beta1 =1.00 Stress Profile: Block phi(C): 0.70. phi(b) =0.90 =199955 MPa

(178)

(179) TABEL PENULANGAN PELAT LANTAI2,3,4dan 5 ty = 240 Mpa fc' = 22.5 Mpa Type lx ly yll. X d (m) (m) D D D D l n 2 2 2 2 6 6 6 6 3 3 3 3 6 6 6 6 6 3 3 3 3 3 6 6 6 6 3 6 3 6 3 6 3 3,5 3 3,5 3 3,5 3 3,5 63 95 3 63 95 3 13 85 3 38 85 2 62 95 2 62 95 2 35 85 2 35 85 2 62 95 2 62 95 2 35 85 2 35 85 2 62 95 3 2 2 2 1,2 1,2 1,2 1,2 qu M"""'" (kg/111' 911 2 911 2 911 2 911 2 911 2 Mill MD< Mly Mty Mbc 9112 9112 911 2 9112 MIX Mly Mty Mix 9112 9112 911,2 911 2 MIX Miy Mly 95 85 85 95 911 2 9 11 ,2 9 11 ,2 911 .2 MIX 46 95 38 85 38 85 9 i 1,2 91 1,2 911.2 62 35 35 46 Mix Miy Mty Mix MIX Miy Miy Mu m Rn ppetlu pmon pmak$ ppa•ao (Nmm) 12,55 0,32 0001336 0.0058 229622• 12.55 0 .32 0.001336 0.0058 • 7382• 12.55 0,08 0~2 0.0058 138502• 12,55 0.2• 0.001005 0.0058 508«96 12,55 0 .70 000299 0.0058 508«96 12.55 0.70 000299 0.0058 2870280 12 55 0,5 0002097 00058 2870280 12.55 0.5 0002097 0.0058 508«96 12.55 0.70 0.00299 0.0058 508«96 12.55 0.70 0 00299 0.0058 2870280 12 .55 0.5 0 002097 0,0058 2870280 12.55 0.5 0.002097 0,0058 5084496 12,55 0.70 0,00299 0.0058 229622• 5084496 12.55 0.70 2870280 12,55 0,5 2870280 12.55 0.5 3772368 12.55 0,52 3772361! 12.55 0.52 3116304 12,55 0,54 31 1630• 12,55 0,54 0.00299 0,002097 0.002097 0.002208 0,002208 0,002279 0,002279 As pet1u (mm') Mangan pasang As posang (mm') 551 • t0-125 551 493 628 628 523.5 523.5 0,0363 0,0363 0,0363 0.0363 0 ,0 363 0.0058 0,0058 0.0058 0,0058 0,0058 551 t 10-125 t 10-150 ot0-150 ot0-125 0,0363 0,0363 0,0363 0.0363 0.0058 0.0058 0,0058 0,0058 551 •93 493 551 t i0-125 t 10-150 +t0-150 +t(}-125 0.0363 0.0363 0.0363 0,0363 0,0058 0.0058 0.0058 0,0058 551 493 493 +10-125 +10-150 +1<1·150 tlu-IL5 0.0058 0,0058 0,0058 0.0058 0.0363 0,0363 0,0363 0,0363 0.0058 0,0058 0,0058 0,0363 0,0363 0,0363 0.0058 0,0058 0.0058 0,0058 0,0058 0.0058 0.0058 •93 551 628 628 523 5 523 5 628 628 523,5 523,5 • Mn (Nmm) 78608 1372•SO..t 7 8608 1372•so. 1 658~ 10266709,6 10266709,6 65~ Mu (pasang) (Nmm) 10979603.28 10979603.28 8213367- ~· 8213367 ~2 7 8608 1372•S0..1 10979603.28 78608 1372.S0..1 10979603,28 65~ 10266709.6 821367~ 10266709,6 8213367 ~2 65~ 78608 13724504,1 10979603 28 7 8608 1372•5a..1 10979603.28 6,5694 10286709.6 8213367 642 6,5894 10266709,6 8213367,642 7,8808 13724504,1 10979603,28 6 1 (}-12~ 628 628 523,5 523.5 628 7.8808 13724504.1 10979603,28 6,5604 10266709,6 82 13367.642 6.5694 10266709,6 82 13367,642 7.8808 13724504,1 10979603,28 610- 125 610-150 +10-150 628 523.5 523,5 7,8808 13724504.1 10979603,28 10266709,6 8213367,642 6.5~ 6.5~ 10286709,6 8213367,642 551 493 493 551 610· 125 610-150 610-150 551 493 493

(180) Type TABEL PENULANGAN PELAT LANTAI6 ty = 240 Mpa tc' = 22 5 Mpa d qu Mom en Mu lx Ly y/L X (kg/m') (m) (m) D D D D n m Rn ppertu pmin Mix M1X Mly 0 0363 0.0058 2901024 0 0363 0,0363 0 0058 0,0058 0.0363 0.0363 0.0058 0,0058 2 6 3 63 95 2 6 6 6 63 95 13 85 38 85 1151,2 2 2 1151.2 1151.2 Mty 12,55 0,40 0 001692 0,005a 598624 12.55 0, 1 0.000433 0,0058 1749824 12,55 0,3 0,001272 0.0058 3 6 3 3 3 2 62 95 1151.2 Mlx 6423696 12,55 0,89 0 ,003798 0.0058 3 6 2 6 6 2 2 62 95 35 85 35 85 1151.2 1151.2 1151.2 Mtx 3 3 3 6 2 62 95 1151.2 62 95 35 85 35 85 1151 2 Mix M1X Miy Mty Mix Mtx Miy Mty Mix Mtx Mly Mty 3 3 6 6 2 2 2 3 6 2 62 95 1151,2 3 6 6 6 2 62 35 35 95 85 85 1151.2 1151 ,2 1151,2 3 3 3 3 3 3 6 2 2 3.5 1,2 46 95 3,5 1.2 46 95 3.5 1,2 36 85 3.5 1.2 36 85 1151.2 1151,2 1151,2 1151,2 1151.2 1151.2 ppakai 2901024 12,55 0,40 0 001692 0,0058 1151,2 3 pmaks (Nmm) Mly Mty As periu tulangan As pasang (mm' ) (mm') posang 55 1 +10·125 628 551 +11).125 493 493 +10.150 +10.150 628 523,5 551 +10. 125 oiD-150 oi0-150 523.5 523 5 a Mn Mu (pasang) (Nmm) (Nmm) 7,8808 13724504,1 10979603.28 523.5 7,8808 13724504.1 10979603,28 6,5694 10266709,6 82 13367,642 6.5694 10266709.6 8213367,642 628 7.8808 13724504.1 10971l603 28 628 6423696 12.55 0.69 0.003798 00058 3626280 12 55 0.63 0,002658 00058 3626280 12 55 0.63 0 .002658 00058 0.0 363 0.0363 0.0363 0.0058 0.0058 0.0058 551 493 493 010.125 6423696 12 55 089 0.003798 0 .005a 0.0363 0.0058 551 010-125 628 7 8808 13724504.1 10979603 28 6.5694 102667096 8213367 642 6.5694 10266709.6 8213367.642 7.8808 13724504 1 10971l603 28 6423696 12 .55 0.69 0.003798 0,005a 3626280 12,55 083 0,002658 0,005a 3626280 12.55 0,63 0.002658 0,005a 0.0363 +10-125 0.0363 0.0363 0.0058 0.0058 0.0058 551 493 493 +10·150 +10·150 628 523,5 523,5 7,8808 13724504 1 10979603 28 6,5694 10266709 6 8213367 642 6,5694 10266709 6 8213367.642 6423696 12.55 0,89 0,003798 0,005a 0.0363 0.0058 551 +10-125 628 7.8808 13724504,1 10979603.28 6423696 12.55 0.89 0,003798 0,0058 3626280 12,55 0,63 0.002658 0.0058 3626280 12.55 0,63 0,00265a 0.0058 4765968 1255 066 0.0028 00058 0.0363 551 493 493 +10 125 0.0363 0.0363 0.0058 0.0058 0.0058 +10· 150 +10-150 628 523,5 523,5 7,8808 13724504,1 10979603,28 6.5694 10266709 6 8213367,842 6.5694 10266709 6 8213367.642 0.0363 0.0058 551 ··0·125 628 0,0058 0,0363 0,0058 00058 0,0058 0.0363 0.0363 0.0058 0.0058 551 493 +10·125 +11).150 628 523.5 493 +1D-150 523.5 4765966 12.55 066 0.0028 3937104 12.55 068 0.002691 3937104 12 .5 5 0 .68 0.002891 7,8608 13724504 I 10979603,28 7,8808 13724504 I 10979603,28 6.5694 10266709 6 8213367 642 6,5694 102667096 8213367 642

(181) TABEL PENULANGAN PELAT ATAP ty = 240 Mpa fc' = 22.5 Mpa Type D D D D l D D Lx Ly lyll (m) (m) • d qu Momen (kglm') Mu m Rn j'l)e~U pmin pmaks ppaka1 (Nmm) As pe<1U (mm') lulangan pasang As pasang (mm') a Mn (Nmm) Mu (pasang) (Nmm) 2 6 3 63 76 505,6 Mix 1274112 12.55 028 0,001157 0,0058 0,0363 0.0058 440,8 +8-100 502,4 6.3046 8783683 7026946,096 2 6 3 127411 2 Mly 5056 Mty 262912 766512 0.0058 0,0058 0,0058 0.0363 0,0363 0,0363 00058 0.0058 4406 394,4 394,4 o8·100 oB-125 Q8·125 502,4 3 3 12,55 028 0,001157 12 55 007 0.000297 12 55 0,21 0,00087 0.0058 6 6 505,6 505,6 Mix 2 2 63 76 13 68 38 68 6.3046 8783683 5.0437 6316075 5,0437 6316075 7026946.096 5052859,71 5052859 .71 3 6 2 62 76 5056 Mix 2821248 12,55 0,61 0 002586 0,0058 0,0363 0,0058 440.8 +8·100 502,4 6.3046 8783683 7026946 096 3 3 3 6 6 6 2 5056 505.6 505.6 Mix 440,8 6,3046 0.0058 0 ,0058 394 4 394 4 +3-100 +8·125 .S.125 502,4 0.0058 00058 401,92 401.92 5.0437 5,0437 8783683 7026946 096 6316075 5052859.71 6316075 5052859.71 3 6 2 505.6 Mix 2821248 12.55 0.61 0.002586 0.0058 0.0363 0.0363 0.0363 0,0363 0,0058 Mty 2821248 12.55 0,61 0 002586 1592640 12.55 0,43 0.001815 1592640 12.55 0.43 0.001815 0,0058 2 2 82 76 35 68 35 M 62 76 0,0058 4408 .a-tuu 502.4 6.3046 8783683 7026946.096 3 3 3 6 2 2 2 62 76 35 68 35 68 505.6 505.6 505.6 Mix 00058 0.0058 0 .0058 0.0363 0,0363 Mty 0.002586 043 0.001815 043 0.001815 0.0058 0.0058 0.0058 394 4 394 4 .a-100 o8-125 oB-125 502.4 401 .92 401 .92 6.3046 50437 5.0437 8783683 7026946.096 6316075 5052859,71 6316075 5052859.71 3 6 2 62 505.6 Mix 2821248 12.55 1592640 12.55 1592640 12.55 2821248 12,55 4408 6 6 061 0,002586 0 .0058 502,4 63046 8783683 7026946.096 505.6 505,6 Mtx 282 1248 12,55 0 61 0.002586 159 2640 12,55 0.43 0,001815 1592640 12.55 0,43 0,0018 15 2093184 12.55 0,45 0.0019 1 0,0058 0,0058 502.4 401,92 401.92 6,3046 5,0437 5.0437 8783683 7026946,096 8316075 5052859.71 6316075 5052859,7 1 3 3 3 3 6 6 6 3,5 2 2 2 1,2 3,5 1,2 45 1,2 38 1.2 38 1.8 61 76 76 62 35 68 35 88 48 78 76 3 3 3 3,5 3,5 2 3.5 2 2 2 3.5 1.8 61 76 3.5 1.8 35 68 35 1.8 35 68 68 68 76 Mly Mly 505.6 505,6 Mly Mty MIX 505,6 505,6 505,6 Mtx 505.6 Mix 505,6 505,6 505,6 Mix Mly Mty Mly ~! ~ Mty 061 0.0058 0,0058 0.0363 0,0363 401 92 401 ,92 0.0058 440,8 o8·100 0,0363 0,0363 0,0363 00058 0,0058 0.0058 440,8 394,4 394,4 oB-100 Q8·125 oB-125 0,0363 0.0058 440,8 o8-100 502.4 6,3046 8783683 7026946,096 440,8 394,4 394,4 o8-100 6.3046 7026946,096 o8-125 oB-125 8783683 6316075 6316075 2093184 12.55 0 45 0.00191 1729152 12,55 0 47 0,001972 1729152 12.55 0 47 0,001972 1233664 12.55 0 27 0.00112 0,0058 0,0058 0,0058 0.0363 0,0363 0.0363 00058 0.0058 0.0058 0,0058 0.0363 00058 440.8 oB-100 502.4 401,92 401.92 5024 1233664 12.55 0 27 0.00112 707840 12.55 0 19 0,000801 707840 12.55 019 0.000801 0,0058 0,0363 0,0363 00058 00058 0 .0058 440.8 394 4 394.4 oB-100 502.4 o&-125 +8·125 401 .92 40192 0.0058 0,0058 0.0363 5,0437 5,0437 5052859.71 5052859,71 6.3046 87e3683 7026946.0 96 6 .3046 87e3683 7026946.0 96 5.0437 6316075 5052859 71 5052859 71 5.0437 6316075

(182)

(183) Tabel Hasil Redistribusi Momen Tumpuan Balok Mellntang Balok Mom • Mom( + BL481 79000 1000 BL482 79000 79000 BL483 79000 600 Tabel Momen Lapangan Balok BL481 BL482 BL483 19750 19750 19750 <-- Persyaralan mon !! 22491,34 · 1908,38 20263,98 <- hasil SAP2000 22491,34 19750 20263,98 <-· yang dopakao'' Bl484 21500 20014,51 21500 BL486 Bl485 21625 21500 <-· Persyaratan mm • 1210,15 22087,81 <- hasil SAP2000 21625 22087,81 <- yang dopakal'! Balok Mom I·) Mom i+) BL487 80000 3600 BL488 78000 80000 BL489 80000 3600 BL487 20000 20192,97 20192,97 BL488 BL489 19500 20000 <··· Persyaratan mm.l! 1317,79 21954,09 <··· hasil SAP2000 19500 21954,09 <··· yang dlpakao!! Balok Mom(·) Mom(+' BL490 70000 1 BL491 60000 60000 BL492 70000 1 BL4!JO 17500 20409,30 20409,3 BL491 BL492 15000 17500 <··· Persyaralan min.l! 1328,97 21702,83 <··· hasil SAP2000 15000 21702,83 <··· yang dipakao!! Balok Mom · Mom I+ BL493 63000 1 BL494 31500 31500 BL495 63000 1 BL493 15750 20654,11 20654,11 BL494 7875 1077,81 7875 t:!L4!Jb 9500 12587,91 12587,91 BL4!:!7 BL498 3500 9500 <-· Persyaratan mon 1' 1658,59 12935,68 <··· hasll SAP2000 12935,68 <- yang d1pakao10 3500 BL495 15750 <··· Persyaralan mon 21263,50 <-· hasil SAP2000 21263,5 <- yang dipakail' 1•

(184) Mom(-) Mom(+ 281 282 283 284 285 286 287 58000 53000 45000 31000 45000 31000 45000 31000 45000 31000 45000 31000 45000 31000 4~ 53000 30~ Balok 289 290 291 292 293 294 295 Mom(-) Mom(+ 45000 40000 38400 25000 38400 20000 38400 20000 38400 20000 38400 20000 38400 20000 40000 S.lnl 7Q7 Mom Mom + 26000 16000 30000 12500 30000 7500 30000 7500 30000 7000 30000 7500 30000 12500 26000 301 tFo

(185) Tabel Momen Lapangan Balok Lbb ~/b) 15000 2420,75 ___!?000 ~50 1 11250 3988,27 11250_ Lb/ L__ L~ Lb~ 11250 5937,14 11250 11250 11250 5849,61 5859,70 11250 _ 1_1250 12500 12500 5867,55 5855,85 12500 . _12soo_ -------- l/4 12500 4075,49 12500 - - - ---- -------- 12500 5923,69 12500 --------------- 14500 2234,70 14500 11250 4150,79 11250 11250 5922,73 11250 11250 5862,26 11250 11250 5853,57 11250 2074,35 11250 9600 4247,87 9600 9600 5910,15 9600 9600 5855,12 9600 6500 1724,99 6500 7500 4896,02 7500 7500 6501,35 7500 2625 1241,36 2625 ~ 3281,16 4000 l/1 11250 5834,36 11250 11250 6338,50 11250 l/1 l/3 15000 2339,33 15000 ------------- JU) l/0 15000 <·· Persyaratan min.! 67,26 <·· hasil SAP2000 15000 • <·· yang dipakai!! l/9 12500 6255,92 12500 . 15000 51,01 150QO <·- Persyaratan min I <- haSll SAP2000 I <.. yang dipakarl! 11250 5855,86 11250 11250 6213,30 11250 11250 129,83 11250 <- Persyaratan min.! <- hasil SAP2000 <-- yang dipakai!! 9600 5826,50 9600 9600 5871,76 9600 9600 6140,95 9600 300,09 7500 <- Persyaratan min.! <- hasil SAP2000 <- yang dipakai!! 7500 6434,25 7500 7500 6510,74 7500 7500 4762,14 7500 7500 4982,29 7500 4250 890,78 4250 <·· Persyaratan min.! <- hasil SAP2000 <-- yang dipakai!! 4AN JIU Jll Jll 3875 2882,22 3875 4000 4000 2975,00 4000 4250 3016,35 4250 1375 97,48 1375 jU/ 3875 2827,03 3875 l/L 2850,40 4000 12500 5858,04 12500 ------ 7~ 1 <- Persyaratan min .! <- hasrl SAP2000 <-· yang dipakai!l

(186)

(187) TABEL PENULANGAN LENTUR BALOK INOUK MELINTANG Data 1\fomen Tumpuan yang relah didisrribusi tantai Momcn Tumpuan ~- 2 3 4 5 6 a tap 79000 86500 80000 70000 63000 38000 Tinggi Balok = Lebar lhlok lkotaog = Bentang Bersih = D rul Utama = D ml Sengk:mg = m u m beron (fc') = mutu baja (ty) = de king = = J' d + 79000 86500 80000 60000 31500 8500 i\1 = = pb = 0,033131 0.5 pb = 0,016565 pmax = 0,025 = & 0,5 l\lomt·n J.apangan 22491 22088 21954 21703 21264 12936 60 em = 40 em -:: 8m 7250 mm 25 mm ·-> I. = 12 mm ·-> L 22,5 MPa 320 MPa 40mm 40 I 12 + 25125/2 600-89.5 = = = ~ i\s,min 1\s,1nin "'·rna\ = = mm 400 mm 8000 mm (J()() 490,625 mm2 113,04 mm2 = 4,90625 cm2 - 1, 1304 cm2 89,5 mm 5 10,5 mm 756,7232 mm2 l\93,375 mm2 5105 (men en tukan)

(188) Penulangan Lent ur tmnpuan Negatif (L =8 m ) I ..tnt.u \lu Rn po ., -'XII HI -1 ,7-l HC.'iiHI 5. ItJ .j 8(1()11(1 -1.80 .) 6 711()11(1 63000 .ll.tp 38000 0,0 I 7092'JHH 11.0 1')0:;-l:!O) 11,0 I 1'40:\5 ' 1.20 3,78 2,28 Pc nulangan l .entur Lapang:cn (L < 1, -11. hw + l(•t be :..: hw + 1/ 21 Jl d' HI = d I .:mr:11 \lu ( kg.m) 2 3 I :; 6 .II.If' + 22·19 I 220H8 2195-l 21711.) 212CH I:!'H(, p nD.:!'i \~ '~" U.(ll 'J~H (1,11\111-l I 11.1125 11.01'J6.'>2 o.cnx7o6 0,112'i 11,011! 17'\ 0.11 \'\'\2'i 11.02-l o,o l :;\I') 1012.9'i3 )7 J 1..10 l .\2-17,17<. 2CJ22,72'J 17(12,9 16 nD.:!'l " 1\ 3925 4415 625 3925 3434,375 2943,75 1962.5 ? H 7 6 .j = 800 em) 21111 1/· 1 ' !«HI · Il ~ .j(J T 21»~ (Ill mm w 12 1\(t / 2 HCJ.'i = '"" ('-.mrn) nD25 22-1 C) 11-100 220H7HIOO 219 'i HJ1lilfl 21702H \(HI 212h "ilKKI 12'H'i6!«KI -1 (,()(J p !! H9.1 mm ,:; 105 llllll \g I%2,5 1962..) 1962.5 1?62.5 1%25 .j -1 ·I .j ,) nwt·ruko~ 01111 l-"1,8~'i ,I IH,7(,377 IH.76177 IH,76m IR,76'F 7 U(76J77 I.J,Oi2X' ----·- c 22.07503 22,07'i03 22.fl7'i0.) 22.07:,03 22Jt"''>03 16. 'i56T $\In ('l.mm) 2517617-10 2-l 17617-10 2117617-10 2'ii7617-IO 251761710 18?"7fl:)I~C l'ul. c~k Of..!!I ()f.:!!! l1 1-JII ( ll-..'1! OK'!' l't·kan 1!111.250 9H 1.2~ 1)H I ,.:!'ill C)!; 1,2'iU 1)!11 .2'iO 7.\'i.'l\1; - - _.__01-.. 11 1 II D25 .\ 's pak.u 2 2 2 2 2 2 'JH 1.25 981.25 'J!lU:'> C)8f.2'i 981.25 'JHU'i

(189) TABEL PENULANGAN GESER BALOK INOUK MELINTANG Data Gap Geser 13alok Lantai 2 3 4 5 6 a tao Y rav 31428,370 31481.270 3 1545,1Xl0i 31574,9301 3:2983,0801 17428,7401 Tinggi 13alok I ,ebar Balok Bentang Benrang Bersih D tul Utama D tul Sengkang = 60cm = = = .JO em = = 600mm 400mm 8000 mm 8m 7250mm 25 mm --> L 12 mm ·> I. 2:2.5 Mfla 320 MPa 40 mm 50 + 12 + 25+25/2 800 -i\9.5 = = mmu bewn (fc') = mutu baja (fy) = deking = tl' d = = = = Sya rat Spasi maksimum mlan1,>a11 gescr s < d/4 127,625 mm > s < d/2 255,25 mm -> s < S.~tuL I.Jtama 200 mm s < 24 . ~Sengka = 28R mm = = 490,625 mm2 226,08 mm2 = = 4,90625 cm2 1,1304 cm2 89,5 mm 5 10,5 mm Tumpuan Lapangan be = be = be= bx = 2000 mm 13(>0 mm (m~nc.1k 4200 mm 480 mm 1 l)

(190) Pcrhitungan M 0 ; 1• pada Balok ~ ! omen Negatif l.anrai :ti Lemur Mr,~ h l.(·ntur (t'\mm) 5396,875 797453537,6 5396.875 7945~>3,( 5396.875 797453537.6 5396.875 ~97453.6 s.w6.11-s 7974SJSr.6 3.J34,375 5""953684.6 (mm') 2 3 4 5 6 a rap V gempa i\ lomcn Posiu f (mml 4~1 3925 'i,625 '\925 3·13-1,)75 2943.75 1962,5 1 I t\ lr, (t'\mm) 640Jil0 124,8 697772647,1 640380-124,8 5"'7953684.6 510492426.5 361).166356,2 \'a= -Vb (t'\) 198321,9259 206238,0944 191!321,9259 189711,3-11 18{).1()(i,3399 129437,2.J7 Y gravi~ V gcmp:• + V_gl"avirasi \'a= \'b Ya Vh ( t'\ ) 3 14283.700 31 4812,700 315450,000 3157-19,300 329830,800 174287,400 ( N) 512605,626 521050,794 513771.?26 505460,64 I 510237.140 303724,647 ( N) Pcnolaru!'an --- G - - - -~ ~- - ~- - B 2 3 4 5 6 a rap Tulangan (jcscr Tumpuan \'uh ( :-J ) 5 12605,6259 52 1050,7944 513771,9259 505460,641 510237, 1399 303724,647 \'c (N) 0 u () 0 () 0 \ 's ( N) 640757,0323 651313,493 6422 14,9073 631825,80 12 637796,4248 379655,801\8 s cck (mm) s rerpasang ( mm ) 11 5,277 4825 11 3,4090701 11 5,01579-12 116,9069979 115,8 125927 194,5574278 OK!! OK!! OK!! OKJ! OK!! OK!! - ~-· 100 100 100 100 100 100 115961.774 101!57.j.(,(}(, 117 128,074 126037,959 149 ~12 4 .460 44850.153

(191) B' '1 ulangan ( icsc r . 2 3 4 5 6 a rap 408566.8838 416836,9351 409347,0983 400936,"':348 40 \ 'c \'u b ( N) 1 051. ~ - ,6 2-16029,51177 ( N) 161434,27 46 161434,2746 16 1434.2746 161-13-1.2746 16143-1,2746 161434,2746 \'s (N) '\.19274,33112 359611,89-14 3511249.5983 339736,6-139 33981!0,4199 146102.6101 l.a ~ :m g :m s (mm) 2 11.48()<)226 205,4015976 210.8920552 217,4179881 217,3260033 5115,5683643 cek s rerpasang (mrn) O K !! 200 200 200 OK !! OK!! OK!! OK!! O K!! I 200 200 200 PENULANGAN TORSI Interio r B 2 3 4 5 6 atap Tu Imerior ( 1\:mm } 688900 747000 656900 480800 284700 114500 Lx"2y r xy"2 p:1kai ko ntrol cpTc interio r ( mm"3} 151296000 15 1296000 15'1 296000 15'1 296000 151296000 15 1296000 ( mm"3) 111744000 I 11 744000 I I 1744(){)0 111744000 111744000 111 744000 (mm"3) 11 174-i()OO 11 1744000 111744000 111 744000 111744000 11 1744000 (~ m ) 15901449,97 15901449,97 15901 449,97 1590 1449,97 15901449,97 15901449,97 T ul P ralruis T ul Praktris T ul Praka:is T ul P rakcris T ul Praktris T ul P rakrris u 21)1 2 2D I2 2012 2() 12 2D 12 2D 12

(192) cksterior ~- · - - ~- B Tu Ekstcrior ( Nmm } 2 688900 3 74 7()()() 4 5 6 656900 480800 284700 amp 114500 LXA2) L X)'A2 (mmA3} 206592(K)l) 2<><>592000 206592000 2065<)2()()() 206592000 206592()()() pak.'li (m"3~ ( mm"3) 66<>24000 6662-1000 66624000 6662400o.l 6(>624000 66624000 6(.624000 66624000 62~)( 6662-1000 62~)( 6(>624000 c:J kontrol E kslcnor 0101 9480761,407 ')48076 1,407 9480761 .407 9480761.407 9480761,407 9 4 80 ~ 6 1 . 407 T ul P raJ..-tis Tul Praktis Tul J>raktis T ul Praktis T ul PrakhS Tul Praktis L 2012 2D I2 201 2 2 Dl 2 20 12 21)12

(193) Pcnulangan Lentur nnnpuan N cgatif (L =6 m) LancaJ 1\lu Rn p() p' 2 60000 3 4 5 {,()()()() 3.60 3.60 3.48 6 JOOOO ap 17000 0,0124591 0,0124591 0,0119955 0,0090775 0,0058932 0,0032689 0,013631 0,013631 0,013177 0,010224 0,006816 0,003862 <~t 58000 45000 2,70 1.80 1,02 p pPc
(194) TABEL PENULANGAN LENTUR BALOK INOUK MEMANJANG D~ta !\!omen Lantai Tump~n yang tclah didistribusi .\!omen Tumpuon :'\lomcn ' \I .,_ 1\1 Lapangan 60000 60000 58000 45000 30000 17000 2 3 4 5 6 atap = = = = = = = = 55000 60000 53000 40000 26000 12000 15000 15000 14500 11250 7500 4250 em 600 mm = 40 em 400 mm = 13cntang 6m 6000 mm = Benrang Bersih 5250 mm D tul C tarn a 25 mm --> L = -190,625 mrn2 D tul Sengkang 12 rnm > I. 113,04 mm2 22,5 l\IPa mutu bcton (fc) mutu baja (fy) 320 \IPa dcking = 40 mm d' = 40 + 12 + 25+25/2 : 89,5 rnm = (,()() !l
(195) TABEL PENULANGAN GESER BALOK INDUK MEMANJANG Data Gap Geser Balok Lantai 2 3 4 5 6 ~p __ \ Gra,...tUSI .... 32843.17 373!\8,1!4 28780,18 20113,62 9\191,15 1801!.80 = = lmggi Balok 60 em = I .char Balok = 40 em Benmng = 6m Bemang Bersth 5600 mm 25 mm ·> I. . D tull'cama D rul Sengkang = 12mm --> L = 22,5 l\(1'~ mutu betun (fc') muru baja (fy) 320 l\1Pn deking 40 mm d' = 40 + 12 + 25 I 25/2 ~ d = 60() 89.5 Sya rat Sp11si maksimum rulangan gcser s < d/4 = 127.625 mm --> ~ < d/2 255.25 mm --> s < 8.~tl Ctama 200 mm s < 24.~Sengka 288 mm = = = 600mm 400 mm 6000 mm 490,625 mm2 226,01! mm2 -1,90625 cm2 1,1304 cm2 = = = 89,5 mm 5 I 0.5 mm '1 umpuan J.apangan be = be= be = bx = I SOO 1360 3200 480 mm mm (mcncnrubn) mm mm

(196) Perhituogan M,:'· pada Balok !\!omen Ncgatif Lantai .-\~ Lcnt\lr (nunl 2 3 .j 5 6 a rap 5396,875 5396.875 5396,875 3950 29-U,75 1471.875 :\lr; f.'mm) 797453537,6 7 97453537,6 797453537,6 6-1342660 1,3 510492426,5 27790154-l,l Momcn Posicif .\~ \ ' gr:witasi V gempa \lr; f'lmm) Va = -Vb Va=Vb \'a \'b ( N) (:-I) ( 'i ) (I\ ) 510492426 510492426 510492426 437996650 2.77901544 233561.7793 233561,7793 2.33561,7793 19311 I ,2949 14tP84,6376 83607,8 I 396 328431,700 373888,400 287801,800 201136,200 9091l,SlXl 18088.000 561993.479 607450.179 521363,579 394247,495 231696,138 101695,81-1 - -~ 94!!69,92 1 140.)26,621 54240.021 80:!4,905 -498?3,138 65519,814 - Lentur (mm"} 29-1:1,75 :!943,75 29·13,75 2453,125 1·1" 1,875 9!11,2.5 1')0~2. P enu lanmtn G - - -- EJ 2 3 4 5 6 arap Tubngan Vub ( N) \'c (I\ ) 561993,4793 607450, 1793 521363,5793 394247,4949 231696,1376 101695,814 () 0 0 0 0 0 v~ Ge~r f \' gravit~ V gcmpa Tumpu3n s (mm) (N) 702491,84? I 105, 146925 7593 12,7241 97,2785721 65 1 70 ~,47 4 1 113.341032 492809,3687 149,885254 289620.172 255,040445 1271 19.7674 581,065078 cek OK!I OK!! OK!! OK!! OK!I OK!! s tcrpasang ( mm ) 80 80 80 80 80 80 --- -

(197) B 2 3 4 5 6 atap Vub ( ~ \'c (N) ) -t21237,mM 447212,2936 398019,9507 308046,2664 171359,8643 65863,89369 16 1 43,27~6 161434,27-«1 161434,27-IU 16-4,2~« 161 434,27-16 161434,2"'46 'l'ulangan Geser Lapangan Vs s _( I'. ) {mm) _,65 112,021 397581,()<)2-t .H6090,(>6W 223623,5584 52765,555KK -7910-1,-1(1"' 44 202,307383 1BS,iB564 219,776583 330,30!!927 1399,86884 93 . ~(>-12. cek s tcrpa~ng (nun) OK!1 OK!! OK!! OK!! OK!! OK!! i 175 175 175 175 175 PS PENULANGAN TORSI I ntc:rior B 2 3 4 5 6 a tap J'u Interior LXA2y LxyA2 (1\:mm) (mmA3) 151296000 151296000 151296000 151296000 151296000 151296000 ( mmA3) 688900 747000 656900 480800 284700 114500 111744000 I 11744(Kl() I I 1744000 I I I 74-1000 111744000 I I I 744000 pak:u J.mmA3J 11 1744000 111 744000 11 1744000 1 I 1744000 11 1744000 11 1744000 c:J komrol interior l 1590 1449,97 15901449,97 1590 1449.97 15901449,97 15901449,97 15901449,97 Tu1 Prakuis Tul Prakrris T u1 Praktris T ul Prakn is T ul Pra krris T ul P rakrris L 20 12 2D 12 2012 2D 12 2D I2 2D1 2

(198) ekstcno r I Lanrru I 2 3 ... :> 6 arap Tu I :kstcno r _(:--J mm ) 688900 7-POOO 656<)(](1 480800 2847()() 114500 Lx"2y Lxyl"'.2 pakru (mm"U (mm"3) M6241MJO 66624000 6662-llMMl 6662-IUOO 6662-1000 6662-lllOO ( mm"J) 206592000 2065?2001! 206592000 20659201MJ 206592000 21l(>5
(199)

(200) TABEL PENULANGAN LENTUR KOLOM I >nnenq Balok ~lthn.ae ' '"l'l" Rolok l. X 10 ml'n > I. 12 tniU '• I. = 225 (\tp,, - 706,5 utm2 113,04 m m 7,0t.s cm2 = ~ 1, 1 lH·l un2 5(1 mm 36UU 300cm •I· a p d;~ B~ lo k M mm 1000 mm = c hnt • n~e (8 m ) \fomrn ~C'jtJ•f l.aoui .\s.Lcutw ~rnm:) 2 ' 4 5 6 mp lll1ll em 32U (\IP.l l(Alcm Pcthirunga;a ~ 1,. 600 mm 400 mm = ?S = = = em (, m l )ioH:rht Kolom = D rul l'tama Scoghtlg mutu hcton (fc') mutu b~1:t (t\·) 6(1 ..I(J 2!;(1 n'IOl S2C,U nun H<.'llCtmCn>l lhJok .\tcm;,nl~ l.rl>.u llalcok ... 60 em "'0 un • (fnm\ ;}96.875 5396.875 5396.875 5.1% .875 5396,875 } 134.375 22S.'I 16l l 225,75 163-1 22>,75 1(>1 1 225,75 163•1 225,75 16.14 143,660131 \fiNnn'\ +Mn (Nmm) • \1,_ \.1\.l¥.-.lll (i': mm) 5836n4 19,4 58369241 9,4 >81692·11 ?,4 58%92419,4 583(>924 19,4 IO'J78H 19,4 644074393,9 644074393,9 6-1407-1393,9 644074393,9 644074393,9 45217491 8 • -\< l.t'fl:ur lnnnl 3925 4-11 5.625 3925 34.14,37S 2943.75 1962,5 +Mn ( IU91181.1 RM mehotang kolom75 •"· ,... .,,_, ....... '"' ..:· ~ ~' (1\mm) ''.018665.1 59912 1624,5 11-1)78(,65,1 >1812•1655,9 520359596,9 361316591,6 \t 1lllilb!
(201) .. ,. ;;; ~ • ~ :.. ~ -c d --"'c .., ~ 0' <0 :r: ·~ ::: ::: "' ;;: <0 "' - ~ ~ .. ~ 0 = ¢ § "'"' "",_ " "' oo !.... ..."' "'~ ....,. :;! •"' ::.: " - "' .... : ~ "":. <0 ~ 0 0 ~ I ~ 1', j ;; or. "'· .. -;! :;:: E ¢ ~ ~ ~ ,.. "' "' ..,"" ' s "' .... .."' "',. ."' "'"'.. ....,......."' "'"..,. .. . .."" ' "' "' "' -"' 0 N ~ ~ •n N •n ~· ~ r 0 E "' "' ,,,.~ ..."' .,.,"""" ~ .., .., N ~ " ' ~ 4" t -"'· o o 0\ ,.: o- c·~ ,_ ~; ~ ~. of ~ <> 00 oc .. e ;;; I' $ '¢ ~ ~ . , ,.~ N <0 ¢ .., .. .. .. ' ' ... s ' '.. '- "" "'..."' " ... s ' ..... -•·· - -- """... • ... "' ..... .., e ,.. s ..... .. '" "' ...,.., "'.."' §:8 "' "' "'.,. ,,"'.,. .,'" "' ..., ..., ..,. ....""· e "' "· - e ·-:g .. r;~ ....."" ,........ "'.,. .."'"' "' '".. ' ....'"..,. "'•• " ,. "' "' ".... .. 8 • .. :;:: ~ ;:;; ~8 ; ~ :;:: ~ c ~."' •1"1 f' l <0 0 0 •n <0 - ;:; I' !:! - "'< •n .....~ 0 0 (" I ..:> <> E 0 ~ - r·· roo ·-~ ; :;:: ~ ::! ~ : ¢ ..,. ~ !!!' ..0 c oe !.... ;; :;! ~ / c. r ~ ;; ;; oo ~ ='. c ..... ~ ~ ~ 1 e ' "' ~ ;! .:- N 0 "' r ~ - t"l ~l 00 ;•e "''" •n'""' "',,.,,,.,~ ''~ "" ,,.,,,.,"' "''" ; e "' ''\ ,...._ ~, .. .... .. .... .. .. .... .. .. .. -.. , .., n ... 0 0 0 ~ "' "· ".... -·I' "' '" "'""' "'""' "''",.. ,_ "' "" ' .. '' ' '' •·"" ;;!; ;_. ~ ~ ... ... "'. . .... "': e ., -- "'.,. .... c ;; e "' / ~ " "' "' "' ,. ~ .... ~ "' "' ,. ~% I' "" """ "' " "' "' ..,. .,. E !:;:: ..,. - :;:"' ...."' "' "' .-."'- .... "' ~ · "' '" ,; '" ,; "' .r ,; ' .., ' "' '" ~ •• •• " " •• •• •r. Ol 0 0 N 00 ~ "'~ ~ ~ 0 ~- 01 ,_ ' ''" ' . •· "' ~ ~ ~~ ;;: ~ ~ ~ .... ,,., ,,"' ,,"' .... "' .., "' .,. -~ = '" '" '" "' s -"• <0 -- .,..,..,. --- ~ "' 0··~ r~." • t"i -~ ..... .... .,. "' -"' .,. "' 01 "' r1 +-"!. N ~ "< I • ~ ..,. ~ v. ,._ ~ ""' I ~ U'\ it\ or-, ~ v. ~ ? .; .; .; ~. ·.J'~!: I·, e-~r e __ 8 8_ •n ..~ -.. -"' ..., "'_ "' -"' -"' l e "' "- " -- ... rl £ ,.., "' •~ o.n t--• ~I"! ~fi .,~ of";.,.. t-~ t· "" '"" '"f't -oc.- .... "' N I ..-\-'lO "" "

(202) p didapat dari prog ram PCA COL Type A p Tul p Type B Arah X " Type C Tul Type o Arah X p RM mehntang k010m7S

(203) RM mel•ntang k01om75

(204) 1 inggi kolo rn tinggi Balok = = 300 em hn= Dimensi Kolom = A.. > J,. > = ( 1/6) In kolom ?"'o > = 180 mm = 150 mm 187,5 mm s< 180 mm <\g fc'/20 = 600 mm = 7,065 an2 4.5216 cm2 (menenlukan!!) tumpuan (menentukan!!) lapangan 500 mm dipakai s= (menentukanll) (menentukan!l 632812,5 N Mpr didapal dari PCACOL syarat : 13 = fy = 1.25•fy = p kondisi balance = "' 89,5 mm M0.5 mm 500 mm s< 445,939349 403.734375 = = = = A..,> 1..0> Ash = Ash = 75 em "'06,5 mm2 152,16 mm2 \ 50 T 750 ·77 h batok 600 mm 3ll mm --> J.12 mm > L= 22,5 ~IP1 320 \IP;t 50 mm 12 + 25+25/2 = = .1600 mm .10ll0 mm 75 D tuJlitama D rul Sengkang motu heron (fc) muru baja (fy) = dckmg d' d = 360 em 60 em = < As 632,8125 K N 1 400 Mpa 100 mm

(205) Type A Arah X ( melint ang ) p Lantai ( kN ) 1 5/d 6 3270,69 Muk ( N.mm) Tul Mpr ( N.mm) 499268020 12030 1042 Arah Y ( m emanjang ) Tul ~ni Type B Arah X ( melintang ) p a i ~nt ( kN ) _ Ul d_ ~ 3270L69 Muk ( N.mm) Tul 499268020 16030 Mpr ( N.mm} · 1199 : Arah Y ( mem anjang ) 1 s Type c Arah X ( melintang ) p ~nta i ( kN ) 1 S/d 6 3270,69 Muk ( N.m m) Tul 499 2680 20 160 30 Arah Y ( memanj ang ) Lantai 1 s Muk Tul Mpr · ( N. mm ) . 1199

(206) Type 0 Arah X ( melintang ) p Lantai ( kN ) 1 S/d 6 4953,25 Muk ( N.mm) Tul 1,103E+09 32030 Arah Y ( memanjang ) Lantai Mpr ( N.m~ 2000 Muk Tul Muk ( N.mm) Tul Mpr ( N.mmj_ 1 103E+09 32030 2000 1 S/d 6 Type E Arah X ( metintang ) p Lantai ( kN ) 1 S/d 6 4953 25 Arah Y ( memanjang ) p Lantai Muk ( kN ) ( N.mm) 1 S/d 6 4953,25 3270 69 .:ll030 LUUU Muk ( N.mm) Tu l Mpr ( N.mm) 1 103E +09 20030 1400 Arah Y ( m ema njimg) Lantai 1s __{N.m~ 968261654 Type F Arah X ( melintang ) p Lantai ( kN ) 1 s/d 6 Mpr Tu l Tu l

(207) Type A Mpr Vukolom Vu balok melintang Vu balok memanjang Vu balok Vu maks chek Vc Vs s { KN) ( K N) (KN) (K N ) ( KN ) (KN) ( K N) (KN) ( K N) ( mm ) 651 .25 694,6666667 694,6666667 694.6666667 694.6666667 694.6666667 449,3231133 498,4087282 479,2779875 458,4690741 435.981988 312.8066803 408,733114 435,981988 435.981988 435.981988 435 .981988 435 .981988 858.05623 934,39072 915 25998 894,45106 871 ,96398 748,78867 858,0562 934.3907 915.26 894,4511 871,964 748.7887 407,8937 404,941 401 ,9349 398,965 396 0937 393,3429 407,8937 404.941 401.9349 398.965 396.0937 393.3429 1022,2 1152.377 1123,498 1091 ,787 1057,18 854.6382 93 49299 82.93167 85,06335 87,53407 90,39953 111.8234 4cp80 480 4q>80 Mpr Vu kolom Vu balok meltntang Vu balok memanjang Vu balok Vu maks chek Vc Vs s Pakat ( K N) ( K N) ( K N) ( K N) ( K N) (KN) ( K N) { K N) i K N) ( mm) 1199 1199 1199 1199 1199 1199 749.375 799,3333333 799,3333333 799,3333333 799,3333333 799,3333333 449,3231133 498,4087282 479,2779875 458,4690741 435,981988 312,8066803 408,733114 435,981988 435,981988 435,981988 435,981988 435,981988 858.05623 934,39072 915,25998 894,45106 871,96398 748,78867 858,0562 934,3907 915,26 894,4511 871,964 799,3333 407,8937 404,941 401 ,9349 398,965 396,0937 393,3429 Lanrai 2 3 4 5 6 ataj) .. 1042 1042 1042 1042 1042 1042 ----------------- Pakat Type B Lantai 2 3 4 5 6 _ 1\tal'_ . 407.8937 1022,2 404.941 1152,377 401 ,9349 1123,498 398,965 1091 '787 396,0937 1057,18 393,3429 938,8793 ------------- ------------ 93,49299 82,93167 85,06335 87,53407 90,39953 101,79 . --- ----------- 4q>80 4cp80 4q>80 4q>80 4qJ80 4q~80

(208) Type C Mpr Vukolom ( K N) ( KN) l.antai 2 3 . 5 6 arap Vu balok mehntang (KN) Vu balok memanjang ( K N) Vu balok Vu maks (K N ) ( KN) 858,0562 934,3907 91526 894,4511 871 ,964 799,3333 Vc Vs s (KN) (KN) ( K N) (mm) 407,8937 404.941 401 ,9349 398,965 396.0937 393,3429 407,8937 404,941 401 ,9349 398.965 396,0937 393,3429 1022,2 1152,377 1123,498 1091.787 1057,18 938,8793 93 49299 82.93167 85,06335 87,53407 90,39953 101 ,79 4
(209) Type E Vu balok memanjang (KN) Vu balok Vumaks chek Vc Vs s ( K N) Vu balok melintang ( K N) ( K N) ( K N) ( K N) (KN) ( K N) (mm) 2000 2000 2000 2000 2000 2000 1250 1333,333333 1333,333333 1333,333333 1333.333333 1333,333333 449,3231133 498,4087282 479,2779875 458,4690741 435 .981988 312,8066803 408.733114 435,981988 435.981988 435,981988 435.981988 435,981988 858,05623 934,39072 915,25998 894,45106 871.96398 748,78867 1250 1333,333 1333,333 1333,333 1333,333 1333,333 416,2611 411 ,2787 406,1254 401 ,3222 397,1017 393,4536 416 2611 41 1,2787 406.1254 401 ,3222 397.1017 393,4536 1667 072 1810,944 1816.097 1820,9 1825,121 1828.769 57 32717 52,77279 52,62304 52,48423 52,36286 52,25841 4q>50 4q>50 4q>50 4q>50 4q>50 4q>50 Mpr Vu kolom Vu maks chek Vc Vs s Paka1 ( K N) vu balok memanJang ( KN) Vu balok ( K N) Vu balok melintang ( K N) ( K N) ( K N) ( K N) ( KN) (KNl j_mml 1400 1400 1400 1400 1400 1400 875 933,3333333 933,3333333 933.3333333 933,3333333 933,3333333 449,3231 133 498,4087282 479,2779875 458,46907 41 435,981988 312,8066803 408,7331 14 435,981988 435,981988 435,981988 435,981988 435,981988 858,05623 934 ,39072 915,25998 894,45106 871,96398 748,78867 875 934,3907 933,3333 933,3333 933,3333 933,3333 407,8937 404,941 401 ,9349 398,965 396,0937 393,3429 407,8937 404,941 401,9349 398,965 396,0937 393,3429 1050,44 1152,377 1153,621 1156,591 1159,462 1162,213 90,97956 82,93167 82,84225 82,62953 82,42491 82,22982 Mpr Vukolom ( K N) Lantai 2 3 4 5 6 atap Pakai Type F Lamai 2 3 4 5 6 atap 4q>80 4q>80 4q>80 4cp80 4q>80 4q>80

(210)

(211) ellS ~ I 1- - I fUU'W "ltofY'(JQ -i ~.,_ .............. ~ .. 1.(0 0 q Od 'tll.noJ lXil" • .......,., 0 0 0 0 >'llll tl':"'"-1&lC"U':1Yn o:•~f1Vtd8 S't1~·• t -- r at.·r~-'3 S'll 1fi'Yo:·; IJ~t:.fliBd " 1.li1-aJI) }M u -.r(j dL" 't:~IJo.l( - lt()l'lo' - - -1- 0 'I'J.\!'8':do'l') di~C t .rntN' ~ ~ ih 3d fhHIS!;O'\. N ~l 1110 1 .:1!~ lt.81~ ' IJ .~ "' IN \1~ J I IN A ~1 J.nI~ M Stt l \Hf:t IS 1 1 V~I1 d o'lf n

(212) 051 : l - - -- ~ \flV>IS l't!N'tl H'1N3a czo· NWM'VH oro· ., .. ·. b- oro· ~,' .W~>! :l.'\ 1'~ 0 ll\;IH 0 TN ·:·Jif N3SOO M .· F- ~ ' 009 !\'"'! NWI\11\;IH ~ _] 8 osc 009 0 L. = 1= 0

(213) zo ~£ ellS l'kf t t ~ Vl 3:'1 1).. ::1 I IUt .., ~(\.:t;'l 11 u"<'off:9 Q ru.,... u~•aJr.,'f1-: S\'TN ll -~'JtS ~V1 t·. , 1 :i ~ I Ul •t ''lf'llf •rt\':~ ,,.... l.C.i3 £; .1 1( ~'f:t S':'lS.:B~JtiO • ut..13"... ~·U 1~':"!.-ltfd 1it'r:tJ s: ;..:....;___, b '=' •1;1 X t"i •• CJIH >N S'i81U 009 'IJ.l81df~ ;j.J'il,.iktl knlo'id]l: IX•l: t J~I Hl111S"Ill tl\'\'l:C\'Ht::3J t;;r) "'ldiS l!IIJ'II3J S\I'Jlli'II'I:J 1~S T t;.fl:s~· '11Nlf1! tJof:)l•~n' '~ 009

(214) OSt : 1 Vl\015 S 0/S Z I'V!N'V1 H'VN30 iii/ I" I ... vvr}t 'N .•. t ... w '"~ =el:"".a==j__F= I I ~ ~ 009 IJ" ~ I JJ:'t lt li~"B t f. = I- 009 ---:=--1 OS& 0

(215) ellS "'' tiYJllt'l HI'IOO 9 Q&Jj Od y IJ:O Dill" • ......,., vr~l • ll>'IWI3S I TI•r-1 'fl:t'\d
(216) 051 : l VlV>IS lN'v'1 H'v'N30 ot 81• OHI • l'lroll:!Ol'o'CIOO>'l = ~- IH~ =~ = HI• 11'-l'.id uv - ~F= = ·~ ~l -~J .t~l r~·•aoh G) - - - 009 !- (i) = r=rr F•• • & 0 009 E*? I J1 J ~ 009 C2) § 051: 0 8 ~I 0

(217) ~ ~ .IURIJSAIJ 1EKN h $1f\l Sl (H1Fl'l51 ~.ikl!LIA t tKNit; S!NL~ourtj;'KJ.W I 11'1SllfiJT lf.;ti\ I t.x"l ';EPUl\lH tNPEMfi[R ·. · ~fi4':. TUGASAKHIR .,_!(·IJ~ ..il'l(lol,_.i.. Asl f'EP..Ioti('A..·,.~ fJ~ . l 1 T.'Sl $Tf,\Jt IUR Gf(lt•,.:; 9-0r.()UIIII'Ih£RSTAS EIP.\.\IJAl' A. u.;,..:..•t-300tJ,t.:, $Qf~.! :- l't,: Cl8'tr:'Ut t1 ~YI.Pt . IRA - - ----4 l'f\1>1 MENGETAIIUII MENYETLI.Vt t"(,tt.$.1 ., J ffi'l' (1\hJo PHM 1:\ • ~tvoO. -~ ....";;,JtJ";Pft.ot.t.,sqr; "'=~ ..:::____ JJDlA. M•tw< I I SI.OV. r J.i/J>It.k Tt~ I 1.S:. !r;QO( QM Nf) LO&t STR 31 - -+- I A c. l 9.e:~ I 04

(218) - - ~nWil 051: 1 \fl't;f)lS >fV'dW\fl

(219) t!lS ~ ~I 1 - -- - 'SI!3~ Yd .J'fl~­ IOV"PMJQ't)JN1 to.ldi 1.;~e_:j , J'f'?':tl 't l:rt\'1~ 4 .. S•l.:J3'~1 11'1<.11.):<3 ~ <"Wlt);,t. lof~ d,'\JMIl~ lh':lh;.U•d3J IS'< I J OC t~ ,,.,.Jii 1 .1.':'3Vi:KIS 03'21\],J(J, Hn10d3:;. 19Jl'll !3J 1 1 1 Ul~. t.l t.i\o\>l.W.:N3!:1Jd fi\"Q 11diS "'tiJ'1'f:t r•:ti:US'H • lS 1L.Ji< ' I 'G l i i ~SO MI1 1

(220) OS t : t \fl'V)IS 1'V~f8 >i'fdW'f1

(221) OSl : l lflV>IS

(222) 0 JI.IRVSAil l FI-N·I. SIA<. $1 ·EKSTFIJS1 f ~ • VLr.t.:.; 1 £ ~' 1!\ l~',f l EI I '"l~ S!PIL O.l.tl tEFiU~IlA •r ~ ~ l '!fl"l ~1Ili .iUPAS.!rA E.U6 R TUGASAKHIR JIJ(.!l'l. J.l IO·f•t w rEF~":.t• .TfiJt: f\.IP CEr"JHG F.:.t-.lt.,. T:.J 9 . t:~rM o-;:.~F'SIU)c w~\IJt."f-' SNr.w .,.r. . v.:·~car,u v~t.-n:u JAUPtlft..:. PEV'SI CII&I:AfiS••oiU ........ A?J!!C!!!QWSO!!? AMPAK SELATAN .uJVt. <;Al.•IW! S1<..:u ,...,Naq'f'A 1-N sa.
(223) o l 'iJ'· [ n.oo J JUIWSAN TEKNIK S!Pll - l3.00 S l • EKSTENSI AKULTAS TEKNIK SlPlll>AN PERI~ f~5 l lTU T CA it A T£KNOLOGI 5£PULUH NC.>I11+1& S\.IRABAYA TUGAS AKHIR _ _ _: J ~ UD _ L _ _ + 18•..0 -'> MOO!AKASI PEIW«:A/JGAN SlRIJI(l\JR GE00N:; FAKVLTAS EkONOMI VNIVERSITAS SRAWIJAYA 1-1."-LANG OfN(;I>.N SRPt-11( REVISI + 1.~ +7.~ +
(224) 0 0 POTONGAN ME LINTANG SKALA 1: 150

(225) ~ JURS~ ~ TEKNIK SIPIL Sl • EKSTEilSI A.r.ULTAS TEt
(226) .... • II ."' . ~ . ... ~ ·3~ - ~- - ~- -1 - - ~ - - ~-60 -r POTONGAN MEMANJANG SKALA 1: 150 ~-

(227) voo J..f.OJHE" I IP l .1 Eh>TElH F s.l't~; TEHil~ lllj.f ~IPlLt·F[,i' ,o.:~V-1 r,r f£1 1tClCGI 1(P lll"fli ({l.•tEF S1P~"'!:;· TUGASAKHIR ...O.l LtOC: ~•AS f'9tAI1..41.,;.:1 S.'"f\lJ..T'JRC£'" !G fO:.}.Ul T•S E~otA Utl,f;" ..'IllS 6P4','M"'.:. t.:l· ----·· · ·--------.1 ...... .. ---------------.t ..... . ~ N:tt:.:.• SRF'Mo W-4Tll. C'IFWI':ii.IU(II .J.;'iAF'UF!.t ................................. ,_,_ ___ _______ ________ _ _ ................................ - J ' ............. ........ .. . .................. r\ ................. 0 ~ ' ' .. :::::: ... 0 :: .. ::::: :::: o::: ::::::::::::::0:::::: ' ' . .. '' ' ' ' ' --- ··-·· ········" .r·---------·· ······" r··········-·····-., r······ .......... 'i '' '' ' ' .. · -~ ,.r·- .............................. '\ ~-·~-·, - ~ t.EHGETAiiUI 1r.£thETUIJI JJOUL GAMBAA KOOtGBR OO. LEl.$R JU U),I(!AR STR 31 09

(228) 0- ..................... . ' .. .. .. ~ '- I . ' .. ... .... ........ .... .. . . . . .. ..!' ....... '------ --- . . . . . .. . . . .J '-- -- · I.. • • ' ••• • J '- . . . . . . . . ,J ._ c . . ..... .. ' ' 0 :IT?: ' ' : : ..... . ... . :-- ..................... . .... J •••••• ···•• • a·' ..... .. -.. . ----. -o' ' - - - . . . ....... . . 11' . .................... . . . . . . ·or · ------ -- · -····-- .... .............. · --·{-.,!-··· ' ' I ' I j ' ' r ' D ' ' ' . L,l: ::: ... .... ::::::: 0:::::: ::::::::: :: 0 ... :: ::: ::::: . .. :0:::::::::::: ' ' ................... ... - .. .. .. .. .. .. • • ~-· ~· I ' __ , .'· ··· ----- -- ·· ·· ·· · ·' ,--- -- -- --······ · --- .. .... J ' '. ' ' ' ' ' ' ,-------· · ········-,'' r············ ,----- - - · · · · · · · · · · - , r•• .... ' · -- · ·· · ······ ., ........................ .. ......... ......·- ......... .,, ,··· ---- - - - -···-· -- "1 ..-- ------- --···-------, ~· 0 ,-· . • - - - - - ·~ • • . , ' ' 04 RENCANAPEMBALOKAN--- SKALA 1: 150

(229) JIRU~Atl Tea.:" $..Fll S' EKS.T:;NSI F/ir:\ll Jo\S lEI
(230) J---3'-'50 - ! - I 0 -Tit--- ••. ·-l-J 600 Y---=600 600 - ••...•... F 0 \. ' ! ·~ ...~ - ....... .... ......... . ..' .. .... ····" "'·--· .... J ' ' . . J '- - - .. ··- -- -- ---.1 .' r- ---· ·---; .. . ........... .............. . .' •••••1 I •• ••• • ••••••• ~ ·- ..... ' ' ' -----.,_-..- .... - - - .. - .... - .. . ..... ' ~ :: ' '. . . •' •' 0 •' .- ...... .' .' ••j : : :~ ~=- . .................. .......... ....... .••• •' ..,. ...... . ------ --------- ' ... ....... ....... .. ...... ,,. ,.,.' ....................... ...... ............. . ·.· .· .· .·: .,- ........ --··-.. ---·.. ·...... ---.. .. -.. ...... .... ,-. ,.,- --.. ...... .. .... ............. .. .................. . ...... . . ......... . .............. .. .......... .. 1.. ...... .. .,• D ;•• • '- J c ·· ·- -- -- -- ··..... --·- -*• • ·- --- --- - -- ·, ........ - - - - - ...... . - - - _,' < • ~ ' ,_ - '- . . . -4 '- -- .................... .. r············· •' ' ·- --- ---- -- ---- -- . ... -....... . 4 300 RENCANA PEMBALOKAN AT SKALA 1: 150

(231) J•JliUSI.II reuur. l',1e1,., St • e;s•e•s• F4U.U.ot; i£t'NI~ SIP.OJtF£~·• L'CSTUT -e·•IQ.OO .:.tP\.'l.lf.o •,;FE~Jea: 8 s.rvu Stfi.\6..\•'- TUGASAKHIR Fll '-5I f'ER,IIICAI f'-"1 STRUJ T\JP GEl4J•l., F.:>Ul1>$El')tiC!•• IJI, ,iJ'$1.;$ eR.:.'/,lJII.(.\ UAt..&."4'.:J ( El+:>tolt SRF1.41 l'NTUI< vii!NI<)Jt, L~ 1.('~ JAYAf\IOV' PEVISI ~- MENGEl 011\11/I.IEH\'ElU.IJI ......,........, AWtiG f"'11 l,L~-$(.1) 310)t:f~ .IJDUL GI\I.'BAR PB.tBEBAN.\ EMV6LEN WITAI 2$'1)5 flO l 8·6AR STR 31 1 1!1) U.l EJ,!(lllt 11

(232) Q 0 r ~-·< •:+? ~ ~ : : ' 'II I ' ·1< q2 q2 q7 q2 q2 q2 q1 q1 4,300 PEMBEBANAN EKIVALEN LAN SKALA 1 :150

(233) TEltll• Sl!='il Jl *AU~tl Sl 0 FLl' .lUoS l£1<~ lhSTI'I."f STEt~l S Pll,. C.to\'IPEf.'V" ;.,tM;"I .' .. IE¥~)._l' ~:0\lJM,.IE(P li1Pio6A.f' TUG,t,S .t..KHIR J.,[,'l. 1---_ _ --1 ~ _:,. IJOO!F'I-A.. E;~ ...·J~f tA;..t,I,'4-'H{)t .,.:-li SI'TMK ~ITVi [•181,1l•) dl 0t J•v -'1'\JPA MElt GETAHJI I Lle~UJ ,........ -1- "l.rnJTf"'_• lJ'ttfMO - JUDUL GAMSAA -1~ SKALA 1' 150 STR 31 12

(234) ( ~I ~1 0 4 '114 ~ 1<1 1IJ ; ql4 :' ~I ql4 J qll __ __ ______ ;··- --ql4 ql4 •' qll: q14 ql4 q14 q14 q15 0- qiG 4.300 PEMBEBANAN EKIVALEN LA SKALA 1: 150

(235) J•IRUS~N T~l.fh SIF-1t S I • EKoTEilSI F/IMJI T/.~ rr ;mrK $1PIL OMI FE~irCAN IIJSTI TUT TEt>tl·::tOOI SEPI.ILIJH t t)f'€1h:tiP S~l. &.: tJ. TUGA~KHIR Ml(JIFir..AS: PERANC•.:J~I 'TRIJP.l:GEOUt;~ FliP II T;..E. Et:O.<~l OR~'.i iJ AY~ IJf'. ' ,•'ER~ I.~:LA ,.=;C~ ·T:.,' tl il! )':II IQit&b JUOUL GAMB>'R 1
(236) 0 -, >-.-.-~ -<. >--"(lj-':_·";;] >---q< q7 : z qi .... ........... . -~ -~ ' ' 1 q7 q7 q8 ........ . ........... qS ~ ' ~ ' q' q7 '' '' q' q7 q7 ' ' ' ' q8 .. ........ ... ~ q8 q? <(6 q8 q8 qiO qm qiO qiO qiO qiO ... -.......... .......... ~ ........ ........... PEMBEBANAN EKIVALEN AT SKALA 1 : 150

(237) JtiRUSAII 'EWKSICil S1~ Er,s!fi.."SI f;,l'iJllAS TEt-IHk. SIPtl CJ\1.; PEf EJ.CAI~V' u.silTUT TEJr'iJt.CGI ::S:U.t.llii«Jffl FS.. 9 ..~$YA TUGASAKHIR U:O.Fit~SI F:.~ ~f.·CN• S Til' ,rill GED..NG .tfA.S E!ii'JfOJ: ur.,~R)IfA': SR.ANM.&\·A ~LAto;C€"J:'.r 1 SRP 1~ lJ
(238) ® 0 ~ I. .... ... . . . . . ..... .. - - 0 PENULANGAN PLAT LANTAI SKALA 1: 150

(239) JURUSAII "EmY $1Pll SI·EI t~ TUGASAKHIR 1.1001'11 •ZI PEIWOt~ 5TR'k.Tl.f! Gfro() F•H.U>SEl I.AIIG CHI'•'II W'IJKIJIITUI\ DIBAIIG:J'I[• J6.YAP'fSJ. !I!EHGETAHVI /l.tENYETVJ.r .. .,,.,, AG t! NG PbOIA~ JUDIJL GAMI!AA t tOO KOOE GSR STR 31 15

(240) ~ 0 I 350 ~ __----><6.!20._ _ _ _ _z6 0~ - -~ - r~;n:JtITD 1 - ~c 0 0 co Jl~ , . . .. . ' ' ' _!:;60 \!._ !I~ _ ~ 1_ ~ = = ~ ~ #l=h~ ·- --- --- - ©• 0 0 (X) ~- - - - -=4,30 ~0 - -~ PENULANGAN PLAT ATAP SKALA 1: 150

(241) I! J!JRI.JSAII TErti> $lOlL 51. E~STIC F•HILT~ 1) , ;: l•• '. T&HJI' Sl!O•Ui:PI~tW IIISTIT\JT TEHI( 041WIG\.tl D JAY~ REVISI . IAENGETNfJI/!ENY£7U.UI JUDVL GAMSAA OETAit PEI
(242) DETAIL A SKALA 1: 100 DETAIL B SKALA 1: 100

(243) "' - JJRUSAII TEKNK SIFIL St. f'STFt<'il srP\. o.Au "l'"'CI,;.A'IUU ltiSTITOT TE"IICt.OGI SEF1lUH r.:l'e.fel F.L!o,IJLiJ.S r:~M._ SlJfi.~AY 0 ~ TUGASAKHIR j Ml\Jl LIC(_lj;:l• :.sl PERAI.cN~ >TR\H'-'1 GEW
(244) 90 ' 300 0 ..,"' ~ s ~L:H T ANGGA I POTONGAN A - A SKALA I : 50

(245) ..._ ~, ~J ~•u • 101·- a 30 ,-- , Tulangan Up.,qan J... J a··..... ,~ Je ••- .MlUSAH T£1(/11( SIPL S1-EKSTEHSI FMUI.TAS TEKI«
(246) 012 mm - 250 016 nun · IOO .tO.OO · 0.20 DETAIL POTONGAN A SKALA 1 : 50

(247) ~ ~ Jl.1lUSPI re m s ~ 1 ~1. 51· EKSTWS. F" KULT• s TEI(fll"' SIPIL ('~t. ft_QOlCA'I.AA'I I'ISTifiJT TO'JIOlOGi SEF\.lUI-I '1•1fft.IIER SIJRlli'YA I 6 TUGASAKHIR f IIO!JFI'"SI P£RJ.N.A•.r.ll STR\:,r~IG F!J
(248) OIO• tlO 0 ! Q- 150 0 10· llO NGAN M SKALA 1: SO r (\J L ¢10-150 010 -120 .- -300l-- - POTONGAN A - A SKALA 1: 10

(249) JJRUSAN TEKNlK SIPIL SI • EKSTENSI FAI
(250) ·~ • 1120 .' .... .... rt DETAIL PENULANGAN

(251) JURUSAN TEKNiK SlPIL S1 • EKSreNSI FAKULTAS TEKNIK SIPILOANI'ERENCAAM/1 INSTrM TEKNOLOGISEPUI.ltil¥ll'aAlER SURABAYA TUGASAKHIR JUDU. MOOIFI<.ASI PERANC~G SmUKTUR GEOUNG FAKULTAS EXON~I UNIVERSITAS llAAWI.IAYA MIII.»>G OENGAN SRPt.t< UNTUKDIBANGUN Ot JAYAPURA REVIS! - A k(M 0\!i!A PQ&g 0 .,_, ooeottt• tetG ' ' ' ' '' AOOHO PRIO VKSa..-o UUIHQt JUDUL GAMB.\R SKALA 1(00£ aft HO. LEMB.AA JML lE.\ISfiA STR 31 21

(252) tI II ' ' DETAIL PENULANGAN ARAH SKALA 1 : ISO

(253) .AJRUSAN TEKNIK Slf'IL S I • E~STNI FAl\UI.TAS TW•K SIPIL DAN P€Rl:It ~i'EI.& R SURASAYA TUGASAKHIR MOOifi\A$1 PERANCANGAN STRUI(TURGE!JUNG FAK!ATAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWLII.YA MAI.ANG DENGAN SRPI.t\ UNTUI( DISANGUN Dl JAYAPURA LT.JIL , I REVIS! I I -_ .. XiMQUN!A"P§pQ _.. !r JUOULGAMBAR STR 31 SI
(254) LT L T-32 T-22 DETAIL A SKALA I : 50

(255) JURUSAN TS.G SlllUI(TUR GEOUNG FAXUL lAS EKONOMI UNIVERSITAS I!RAWIJAYA MAI.ANG OENGAN SRPI.t< UNTUKOIBANGUN 01 JAyf
(256) LT.e?-, T-62 I LT-111:'-' T-62 4025 2030 KF·; T-152 1025 SKALA I : 50

(257) JIJR'JSAIH EK" ' ~ PIL 51· El! Htlltl.T"S T< r..StPIL (),1.Uffi.'F11tJ.m.41 I•ISOfUT TfJtr_,ut,CI JAYF'.I~ - ~ REVISI -~ II 025 II 0 25 SALOK INOUK MEMANJANG H<> I 219 ~ .. I M 9 1GE T ~ I/ f.£11YETUJJI OLOM INTERIOR 12'l STR 31 24

(258) ; L0 f.1 750 mm , 750 n111 SLAPIS 401 l f- .g[ f': I )~ ~ -'-'' BALOK INOUK MELINTAN() 50 750 t~ TULANGAN JOIN BALOK SKALA I . ~5

(259) JUR~'N TE ' I~ ~ _ rll 51·E~SW'>I f.:.!o.'utTA!i TE,IIIIII. Sif"t. OI.JIF€R81C.\I,'J.U ••STITIJT TEl 'IOCOGI Sti'.~I IW~.f()t I !P\fA.Y" TUGASAKHIR Ll ~Fit _BAtOK UI OUK !.IELIIITA»G A$1 PERAit"'JN ~ SW!I.TcRCC').to, F:.~>'trenML• I I ~ KOlOM 7~ mm x 750 nrn ,e~;sn &P.;."'• ».., ~ "tAwr; ocn.;.;•t ;RP•.t~ urm..v CH~Ar.,:J ..tiOt JA'(AP\ftA REVISI Jl 0 • V> 0 0 v :- .. . ..,...._ o ~ [ ' _!.l.Q.!S I I 0 25 BALOK INOUK MEMANJANG 400 IJEtiGET.AHIJI/I.ENYFlUJ.!I KOLOM EKSTERIOR JUOUL G.AI~R SKALA T\A,ANC.AN 9AL()t( KOI.OU EK S TERI~ STR HO. LEI.t'AA .tll&IOI\ft 31 25

(260) - 1<01.OM i50ml'ft'l 7SOnwn 2lAPIS 4 012 .,.o ,- ·- I I I" 0 0
(261) !UR\1\Ul T45 "&Ill'\ SIPit. 0J.JjftR8 •.:A~MU IHSTTUlTE! I> 0 I ~:·- lL JY~.F\RA REVISI ll ' lr . " !'!" ''' D 25 Ut.I\ERSI'& S BRA1,•,• J.\ YJ. a.tAU.l,jo; QE~.,J ..:..•• SRI'l.l< UIITIJ< DIS:.IOJII[Il ' 8... ;I ~ PEW-JCA:~" STRIJ\~ca:<.fG ! .J L.l.L£15 BAlOK IHOUK MEt.IANJANG 1? 400 1? --t WGTNiUII ~ENY DETAIL SENGKANG EKSTERIOR ETU J I """""""" AGUNO Ffi'JOlJ.1.SC:trl Ml:~ SKALA I 25 DETAIL S6~ liS BAI.OI< '()."' t:OOE OOR 110 l EI.eAA Jl.l tO !IV
(262) B.'llot. INOUK MEliHTAtiG 32030 ' L_ 11 025 11 025 BAlOK INOUK MEMAHJANG 40 . 4oo 1? I DETAIL SENGKANG INTERIOR SKALA 1.15

(263) JURU$o\U TEK'4' ·; Pll S1 · EKSTEIISI I •Kl~ lAS T(kU" S Pil o•mtRWCVIUII IIISfiTUT lEKIIOlOGI SEPJlUH NOFS.Wl ::..U!U;S,).Y,t., TUGASAKHIR I.IOOIFlKlSI Pffi'NC,.:J>">'JI STF;UKTUR :3EWI.G FAI Ul TA.S EKOIIC'NI c~ I'•,R. ,
(264) DAN TABEL Detail Balok " · ·u~ lef li XI!~ ;t\1, "0~ .."ll$ • • .... D8!.£!!at! l J.PANG.4H D. PENULANGAN B. IND :;!(ALA I : 51.1 Detail Balok t.AP.A NGAH D. PENULANGAN B. IND :"KAL A I : 50

(265) JUl\I$Ak IEIIC' !:lrtt. ;':..t S1· fAHJliAS I!)Jill\ 5tf":l C'lfUtJIO: o s.ra ~I IUSnrur lf-;U!XQ(·I !.FntcJH!I ..:f'S E€R $l'IH8-'Y.l TUGASAKHIR ..UOL'I =-~ M0l'IFIKASI PERN.::•NG.
(266) DETAIL DAN TABEL PENULANGAN KOLOM Ty.:pe ':-'' - -KO
(267) ~liDU,SH' - SI·Et :!l!PN 0' t:•JlA.T-'$f~"0 \1~ l't$1 TVt '"a ft,:\.OGI ~E;:.Jl1Hitcf'B C•MIFS':Bk"!t,.A~ ER s.tr·o\(IA,~ TUGAS AKHIR JIJDl'L o-o -o -o--o 0 0 0 0 0 0 0 -G MC•OIFIK•SI PEF'-"1'01»1.11 S TR l'KT~ IR GEOUIIG FAt ULTAS!J;CtM.I· LtiiJERSHAS SR.<','!JA'iA M ·\LAI~> Dftl:;t.:t SRI'Mt UNTil~ ()t6!1~A I 01 o: Q J~YAf'lVI REVISI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ' ' ' ' ' 0: 0 0 MENGEl AHUI I MEIIYETWJI 0 0 0 0--0 0 0 -0- 0 .Q. 0 0 o: """''""' in 1\"ftytPYf!lo\fO(,•lP ~ltM'W -G--- G STR 31 29

(268) 0> ~
(269) J~Srl FAKUlTAS m~l TEKIU< SIP1l $1 · EKSTENISTrT\:T TEUIOI.OGI SEI'Jl\JI' 'IOFtl llEl1 Sl.:RA8AYA TUGASAKHIR \ '' . 7. • It .D 'I i . 13025 1/ uotJf'rASI "EAA'l "''"'" S:10.~ T~ GEL'I.II.l F'lo \.liAS ElLAI.G OOI:.AJI SRI'II.K U11T\JK OISAJ i
(270) PAl . y 0 0 0 0 : ,.-----, 0 : '-....../ 0 --------- ~ ' -~ r l , \ .. ~/ 1-- -·---+1- --~/ 0 - 1 =" 1 ' I RENCANA PONDASI EXTERIOR Slo..ALA I 50 r

(271) -. JURI.'SAil TEKIJ~ Slf l S I • EhST8lSI (AI

    .Ul1A$ EKC.ICMI LNIVEP:;IT•s £.1R.AWIJA.Yio J.l;.l!ll·t3 OEU~N &F<.rMK UIHUK OIB•HJLtiDI JAVftrLR• 0 REVISI TNTER10R ~ I , f• ~ ~. "·'" ) ~ - . '- ·,: r ~ \..: \ '\ till .........• '\ 71 ... 32025 63025 . l_ - ~ ~ TIANG CA N G MENGT~I/t . EJIYT t ..nUT D'-'IM PCIENO ace. 'f.~ JUDULGftMBAA SKALA Li'5 POTONGAN PONDASJ C - C S!;.A,LA I -; t.OOEOOR 110 l O.eAA JIA.lEIJBt.P STR 31 31

    (272) f! 1 Vl~S 1 0- 0 ISVGNOd NVONOJ.Od ~ r1. J = 8 /}. /} I ' I _j = 8 8 N'i8 N'id d'i:) ll'id

    (273)

    (274) .AIRUSNI TEKNI~ S!Pl $1 . EKSTENSI fAXU.TASlt(ftl< S4PI.l'ER~ INST11VT TUNOUXll SEPU.U.NOPEt.IBER SUWIAY• TUGASAKHIR JUDUL MOOIFIKA$1PERANC/ING!oll STRU~ GEOOtiG FAXULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWI..Io\YA MAlANG OENGNI SRPiot< UNTIA< OBNGIN 01 JAYASVlA REVIS I _ MENGETAHUII MENYETWUI Olflt1111t54 ........ ~ Krnrt QWIA PQ fp 0 JUOUL GAMSAA SKAlA 1 110 STR 31 14

    (275) 'L . . ............... .. ........ .. ------ --- ----··-- PENULANGAN PLAT LANTAI SKALA 1: 150

    (276) AAUSAN TS
    (277) rc•~· •· - · - 0 '' ' ' ' L . . . . . . . . .. .. . . . . .. .. . . . . .. - 4 PENULANGAN PLAT ATAP SKALA 1: 150

    (278) JURUSAN TEKNIK SIPl S1 -EKSTENSI FAKU.TAS TEKNIK SIPI. DANPERENCANAAN INSmUT TEKNOLOOI SEP\JllttiQ'EMSER SURABAYA TUGASAKHIR WOFIKASI PERANCANGAN STRUKTUR GEOUNG FAKULTAS EKONot.!J UNIVERSITAS BRAWIJAYA WJ.ANG OENGAN SRPt.t< UNTUK OIS.ANOVN 01 JAYAPURA RI:VISI JUOUL GAMBAR SKAlA I 100 STR 31 16

    (279) DETAIL A SKALA 1: 100 - ----- - DETAIL 8 SKALA 1 : 100

    (280) JJRUSAN TEXNIK SIPl SI-EKSTWSI FAA\.lTAS TEKHIK$lPI. ON< PERENCANM/1 INStmJT TEKNJLOGI S£l'l.tUl NOPEMBEit ~J SU\ASAYA ~- TUGASAKHIR TUtiJI'Igltl l!p!!!l!" l • lo ~ llofoc* JUOUl t.IOOFIKASI PEA~'l STRUKIVR GEOUNG FN<.IJlTAS EKOHOMI UNIVERSITAS SRA~Y WINIG GENGAN SRPt.t< UHT\JK OIBANQJN 01 JAYAPOAA REVIS I DETAIL A .. <--<-<-=- .:: ' " ,_ DETAlLB JUO\Jl GAMBAA OETAI.POTOt
    (281) • 400 -1- • 2.00 _...L_ DETAIL POTONGAN A SKALA I : 50

    (282) JURUSAN TEKNIK SIPIL $1-El.YA loWNIO OEIIOAN SRPI.t< UNTUK OIBAIIOUN ~ JAYAi'lJAA REVISI IAENGT~U t.ENY£TUJUI .......... - It qruT Olb.~!P &RD OQIIIii".........C '' " "'""PR>O WS(N) l'U-U'I JUOUt CAA!BAR PORI"'-MELlNT.oNO STR 31 SKALA 1 1f0 20

    (283) ~., I · q"' ... .... • • .'" ~ ~:L I PENULANGAN

    (284) .AJIUS~ TEKNIK S'Pil S1 · EKSTENSI FAJ(\,\TAS TiKH~ SlPI. 0AH FEAI:NCANMH IN$nM Ttl
    (285) I ~ LT-41 N
    (286) JURUSAN TEKI>IIK SIPl S1 • EKSTEIISI FAl
    (287) y I I --------- - - - - -· 010 -~ 't__ - ~ u R ENC~: -- -- ____X ~ : ~ ~ ONDASI EXTERJOR ~

    (288) JURUSAN TEl
    (289) DETAIL PENULANGAN ARAH SKALA I : 150

    (290) JURUSAN TB
    (291) L T-62 4025 1025 12 2 SKALA 1: 50

    (292)

Dokumen baru

Download (291 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM)
6
104
101
PENDAHULUAN Perencanaan Struktur Gedung Rumah Susun 4 Lantai Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB) di Wilayah Wonogiri.
0
2
4
PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG PERKULIAHAN 4 LANTAI DENGAN METODE SISTEM RANGKA PEMIKUL Perancangan Struktur Gedung Perkuliahan 4 Lantai Dengan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) di Wilayah Sukoharjo.
0
4
24
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERKANTORAN 4 LANTAI DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH Perencanaan Struktur Gedung Perkantoran 4 Lantai Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) Di Wilayah Sukoharjo.
0
3
23
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERKANTORAN 4 LANTAI DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM) Perencanaan Struktur Gedung Perkantoran 4 Lantai Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) Di Wilayah Sukoharjo.
3
9
18
PENDAHULUAN Perencanaan Struktur Gedung Perkantoran 4 Lantai Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) Di Wilayah Sukoharjo.
0
2
4
PENDAHULUAN Perencanaan Struktur Apartemen 5 Lantai +1 Basement Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) Di Sukoharjo.
0
2
4
Studi Perbandingan Berat Profil Pada Struktur Gedung Baja Yang Didesain Sebagai Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dan Sistem Rangka Pemikul Momen Terbatas.
1
3
18
Faktor Kinerja Seismik Pada Struktur Beton dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan Sistem Ganda Berdasarkan Prosedur FEMA P695.
0
0
2
Evaluasi Kinerja Struktur Baja dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang Menggunakan Reduced Beam Section di Wilayah 6 Peta Gempa Indonesia - Scientific Repository
0
0
50
Evaluasi Kinerja Struktur Baja dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang Menggunakan Reduced Beam Section di Wilayah 2 Peta Gempa Indonesia - Scientific Repository
0
0
50
Evaluasi Kinerja Struktur Baja dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang Menggunakan Reduced Beam Section di Wilayah 6 Peta Gempa Indonesia - Scientific Repository
0
0
8
BAB I PENDAHULUAN - Evaluasi Kinerja Struktur Baja dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang Menggunakan Reduced Beam Section di Wilayah 6 Peta Gempa Indonesia - Scientific Repository
0
0
41
Evaluasi Kinerja Struktur Baja dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang Menggunakan Reduced Beam Section di Wilayah 2 Peta Gempa Indonesia - Scientific Repository
0
0
8
BAB I PENDAHULUAN - Evaluasi Kinerja Struktur Baja dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang Menggunakan Reduced Beam Section di Wilayah 2 Peta Gempa Indonesia - Scientific Repository
0
0
41
Show more