Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
144
11 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP

TERHADAP KEMAMPUANMENGINGAT DAN MEMAHAMI

PADA MATA PELAJARAN IPA

DI SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Karya ilmiah sederhana ini Penulis persembahkan kepada:

  1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria karena selalu memberikan rahmat dan kasih yang melimpah di dalam kehidupan ini.

  2. Ibu, Bapak, yang telah setia mendampingi dan tidak pernah berhenti memberikan dukungan kepada saya sampai saat ini.

  3. Kakak-kakak, Adik, dan saudara yang telah mendukung saya selama ini.

  4. Teman-teman yang telah mendukung dalam doa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTTO

„ Bergembiralah!!!Janganlah pikirkan kegagalan hari ini, pikirkanlah

kesuksesan yang akan datang esok. Sukses akan diraih jika engkau

gigih dan akan engkau temukan kegembiraan dalam menaklukkan

berbagai rintangan...”

  • -HELEN KELLER-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Trisnawati, Arista. 2012. PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND

MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA

MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  

Kata kunci : mind map, kemampuan kognitif mengingat, kemampuan kognitif

memahami, mata pelajaran IPA.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pada mata pelajaran IPA tentang materi jenis-jenis tanah yang berkaitan mind map

dengan kemampuan kognitif antara lain : kemampuan mengingat dan kemampuan

memahami pada siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta pada tahun ajaran

2011/2012.

  Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian Quasi

eksperimental tipe non-equivalent control design. Subjek penelitian ini adalah

kelas VA sebagai kelompok eksperimen berjumlah 28 siswa dan kelas VB sebagai

kelas kontrol berjumlah 28 siswa. Pengumpul data pada masing-masing kelas

dengan menggunakan pretest dan posttest dengan dua soal essai. Kemudian

hasilnya dianalisis menggunakan program komputer PASW (SPSS) 18 for

dengan menggunakan tiga tahap yaitu : 1) uji perbedaan pretest

  Windows

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2) uji perbedaan dari pretest ke

posttest pada masing-masing kelompok. 3) uji perbedaan posttest kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mind map berpengaruh terhadap

proses kognitif mengingat dan memahami. Hal itu ditunjukkan dengan harga

sig.(2-tailed) kemampuan mengingat <0,05 yaitu 0,000. Sehingga H i diterima

maka H null ditolak. Dengan kata lain metode mind map berpengaruh secara

signifikan terhadap kemampuan mengingat. Begitu juga pada kemampuan

memahami, hasil analisis statistik menunjukkan signifikansi data harga sig.(2-

tailed)<0,05 yaitu 0,000. Sehingga H diterima maka H ditolak dengan kata

i null

lain bahwa metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Trisnawati, Arista. 2012. THE INFLUENCE OF USING MIND MAP

METHOD ON THE STUDENTS’ ABILITY OF REMEMBERING AND

UNDERSTANDING ON SCIENCE IN SD KANISIUS SOROWAJAN

YOGYAKARTA. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Keywords : mind map method, remember ability, understand ability, science.

  This study is conducted to find out the effect of mind map method of

science about matter of soil types which connected with cognitif ability include :

remembering and understaning the students’ class V SDK Sorowajan Yogyakarta

in academic year 2011/2012.

  Research conducted using this type of research kuantatif by experimental

methods with non-equivalent control design quasi eksperimental type. The subject

of this study is the VA class of the experimental group which consist of 28 students

and the VB class of the control group which consist of 28 students. Data

collectors in each class by using a pretest and posttest with two essays question.

Then the results were analyzed using PASW (SPSS) 18 for Windows a computer

program by using the three stages: 1) pretest differences test in the experimental

group and control group . 2) the difference test from pretest to posttest in each

group. 3) posttest differences test in control group and in the experimental group.

  The results showed that the mind map considering the effect on the cognitif

ability of remembering and understanding. This is indicated by a price sig. (2-

tailed) of remember ability<0.05 is 0.000. Hi so accepted then Hnull was reject.

In other words, mind map method significantly influence of remember ability. So

is the ability of understanding, the results of statistical analysis showed the

significance of price data sig. (2-tailed) <0.05 is 0.000. Hi so accepted then Hnull

was reject in other words that the mind map method significantly influence of

understanding ability.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa atas

karunia serta rahmat yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Metode Mind Map Terhadap

Kemampuan Mengingat Dan Memahami Pada Mata Pelajaran IPA Di SD

Kanisius Sorowajan Yogyakarta ”. Penyusunan skripsi ini sebagai salah satu syarat

kelulusan dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. Penulis menyadari bahwa

penulisan skripsi ini tidak akan selesai dengan baik tanpa adanya dukungan dan

bantuan dari berbagai pihak, maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih

kepada :

  1. Rohandi, Ph.D., Selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program studi Pendidikan Sekolah Dasar dan dosen pembimbing I yang telah

membimbing dan membantu sehingga karya ilmiah ini dapat selesai.

  3. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., selaku Wakil Ketua Program studi Pendidikan Sekolah Dasar dan dosen pembimbing II yang telah membimbing, membantu dengan sabar dan memotivasi penulis sehingga karya ilmiah ini dapat selesai.

  4. Ir. Sri Sulandari S., M.Si. yang telah membimbing dalam pengerjaan karya ilmiah ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9. Teman-teman satu kelompok payung IPA (Nita, Septi, Monica, Evi, Ratih, Susi, Danik, Nana) yang banyak membantu dalam melaksanakan penelitian dan memberikan dukungan dalam mengerjakan karya ilmiah ini. Penulis sadar penuh bahwa karya ilmiah ini belum sempurna karena masih

banyak kekurangan. Namun, penulis berharap karya ilmiah ini dapat bermanfaat

bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang akan melakukan penelitian

ilmiah.

  Penulis

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN

  

HALAMAN JUDUL.................................................................................................i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING......................................................ii

HALAMAN PENGESAHAN................................................................................iii

HALAMAN PERSEMBAHAN.............................................................................iv

HALAMAN MOTTO..............................................................................................v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.................................................................vi

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKAS...................................................vii

ABSTRAK............................................................................................................viii

ABSTRAC..............................................................................................................ix

KATA PENGANTAR.............................................................................................x

DAFTAR ISI..........................................................................................................xii

DAFTAR TABEL.................................................................................................xiv

DAFTAR GAMBAR.............................................................................................xv

DAFTAR LAMPIRAN.........................................................................................xvi

BAB I PENDAHULUAN

  

1.1 Latar Belakang Penelitian..................................................................................1

  

1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................3

  

1.3 Tujuan Penelitian...............................................................................................3

  

1.4 Manfaat Penelitian.............................................................................................4

  BAB II LANDASAN TEORI

  

2.1 Kajian Pustaka....................................................................................................5

  2.1.1 Teori-teori yang Mendukung...................................................................5

  2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak...............................................................5

  2.1.1.2 Metode Pembelajaran.......................................................................7

  2.1.1.3 Metode Mind Map............................................................................8

  2.1.2 Proses Kognitif Mengingat dan Memahami............................................9

  2.1.2.1 Proses Kognitif Benjamin S. Bloom................................................9

  2.1.2.2 Kemampuan Mengingat.................................................................11

  4.1.2.3 Kemampuan Memahami................................................................11

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

3.4 Variabel Penelitian...........................................................................................21

  

3.5 Definisi Operasional.........................................................................................21

  

3.6 Instrumen Penelitian.........................................................................................22

  

3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas...........................................................................23

  

3.8 Teknik Pengumpulan Data...............................................................................24

  

3.9 Teknis Analisis Data........................................................................................25

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  

4.1 Hasil Penelitian................................................................................................28

  4.1.1 Pengaruh Penggunaan Mind map Terhadap Kemampuan Mengingat .................................................................................28

  4.1.1.1 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mengingat.....................31

  4.1.1.2 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat.............................................................................32

  4.1.1.3 Perbandingan Posttest Kemampuan Mengingat............................33

  4.1.2 Pengaruh Penggunaan Mind map Terhadap Kemampuan Memahami.................................................................................35

  4.1.2.1 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Memahami....................36

  4.1.2.2 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami............................................................................37

  4.1.2.3 Perbandingan Posttest Kemampuan Memahami...........................39

  4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian..................................................................40

  

4.2 Pembahasan......................................................................................................41

  4.2.1 Kemampuan Mengingat.........................................................................41

  4.2.2 Kemampuan Memahami........................................................................42

  

4.3 Keterbatasan Penelitian....................................................................................44

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  

5.1 Kesimpulan......................................................................................................45

  

5.2 Saran.................................................................................................................45

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................46

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

  

Tabel 1. Pengaruh Perlakuan.................................................................................19

Tabel 2 : Jadwal Penelitian....................................................................................20

Tabel 3: Matrik Pengembangan Instrumen............................................................22

Tabel 4. Tabel Korelasi..........................................................................................23

Tabel 5. Hasil Uji Daya Beda di SD Kanisius Sengkan........................................24

Tabel 6.Tabel Reliabilitas......................................................................................24

Tabel 7. Tabel Pengumpulan Data.........................................................................25

Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Pada kemampuan Mengingat

Dengan Kolmogorov-Smirnov...............................................................................30

Tabel 9. Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mengingat...............................32

Tabel 10. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest

Kemampuan Mengingat.........................................................................................33

Tabel 11. Perbandingan Skor Posttest

Kelompok Mengingat.............................................................................................34

Tabel 12. Hasil Uji Normalitas Pada

Kemampuan Memahami Dengan Kolmogorov-Smirnov......................................35

Tabel 13 . Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Memahami...........................37

Tabel 14. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest

Kemampuan Memahami........................................................................................39

Tabel 15. Perbandingan Skor Posttest Kemampuan Memahami...........................38

Tabel 16. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest

Aspek Kemampuan Mengingat dan Memahami....................................................40

Tabel 17. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest ke Posttest

Aspek Kemampuan Mengingat..............................................................................40

Tabel 18. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest ke Posttest

Aspek Kemampuan Memahami............................................................................40

Tabel 19. Rangkuman Perbandingan Skor Posttest

Aspek Kemampuan Mengingat dan Memahami...................................................41

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

  

Gambar1. Contoh Mind Map...................................................................................9

Gambar 2. Literature Map dari Penelitian yang Dahulu........................................17

Gambar 3. Piramida Berpikir Deduktif..................................................................18

Gambar 4. Variabel Penelitian...............................................................................21

Gambar 5. Perbandingan Antara Skor Pretest dan Posttest Pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen

Kemampuan Mengingat........................................................................................35

Gambar 6. Perbandingan Antara Skor Pretest dan Posttest Pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen

Kemampuan Memahami........................................................................................40

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

  

Lampiran 1: Silabus Kelompok Kontrol................................................................48

Lampiaran 2: Silabus kelompok Eksperimen........................................................53

Lampiaran 3: RPP Kelompok Kontrol...................................................................62

Lampiran 4: RPP Kelompok Eksperimen..............................................................77

Lampiran 5: Artikel Soal........................................................................................95

Lampiran 6: Soal Essai Penelitian..........................................................................97

Lampiran 7: Rubrik Penilaian................................................................................98

Lampiran 8: Kunci awaban Soal..........................................................................100

Lampiran 9: Hasil Analisis Data dengan SPSS

Kemampuan Mengingat.......................................................................................102

Lampiran 10: Hasil Analisis Data dengan SPSS

Kemampuan Memahami......................................................................................105

Lampiran 11: Rekapan Nilai Kemampuan Mengingat

Kelompok Kontrol...............................................................................................109

Lampiran 12: Rekapan Nilai Kemampuan Mengingat

Kelompok Eksperimen.........................................................................................111

Lampiran 13: Rekapan Nilai Kemampuan Memahami

Kelompok Kontrol...............................................................................................113

Lampiran 14: Rekapan Nilai Kemampuan Memahami

Kelompok Eksperimen.........................................................................................115

Lampiran 15: Gambar Mind Map Anak...............................................................117

Lampiran 16: Gambar Penelitian Kelas Kontrol..................................................120

Lampiran 17: Gambar Penelitian kelas Eksperimen............................................123

Lampiran 18: Surat Ijin Penelitian.......................................................................126

Lampiran 19: Surat Keterangan Penelitian..........................................................127

Lampiran 20: Curriculum Vitae...........................................................................128

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Pendidikan memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari

karena pendidikan memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu

manusia dalam mengembangkan potensinya. Melalui pendidikan siswa belajar

untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan kognitif yang lebih

baik. Pendidikan yang baik dapat tercermin dari proses pembelajaran yang dapat

membantu mengembangkan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh siswa dari

tahap yang paling rendah sampai pada tahap yang paling tinggi, antara lain

mengingat, memahami, menganalisis, mengaplikasi, mengevaluasi, dan mencipta,

sehingga kemampuan kognitif yang dimiliki oleh siswa dapat berkembang secara

menyeluruh. Selain itu, dalam melaksanakan proses pembelajaran harus

diperhatikan karakteristik peserta didik yang mengikuti pembelajaran. Pada

proses pembelajaran hendaknya diterapkan prinsip pembelajaran yang

menyenangkan serta berdasarkan pengalaman langsung, mengingat usia siswa

Sekolah Dasar menurut Piaget dalam Yusuf (2009:6) termasuk pada tahap pra-

operasional konkret karena usia siswa Sekolah Dasar antara 6-11 tahun.

  Pada kenyataannya pembelajaran di sekolah-sekolah sampai saat ini belum

menerapkan pembelajaran yang berdasarkan karakter dari tahapan usia

perkembangan anak. Pembelajaran tidak menggembangkan pembelajaran yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

kemampuan kognitif siswa secara menyeluruh dari tahap yang paling rendah

sampai pada tahap yang tinggi seperti pada taksonomi Bloom.

  Selain metode ceramah ada banyak sekali metode yang sebenarnya dapat

diterapkan untuk memfasilitasi siswa dalam belajar. Pendidik atau guru sebelum

mengajar harus menmpertimbangkan metode yang akan digunakan agar dapat

membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh

siswa. Metode yang dipilih harus disesuaikan dengan materi ajar yang akan

diajarkan serta karakteristik dari siswa. Metode yang digunakan harus membuat

siswa belajar secara aktif, tidak membosankan bagi siswa, dan membuat siswa

merasa senang dalam mengikuti pembelajaran serta dapat mendorong siswa

dalam memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

  Salah satu mata pelajaran wajib di sekolah dasar adalah mata pelajaran

  

IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Di sekolah-sekolah dasar banyak kita jumpai

pembelajaran materi IPA (Ilmu pengetahuan Alam) yang masih diajarkan dengan

menggunakan metode ceramah. Siswa diminta untuk memperhatikan penjelasan

guru, mencatat hal-hal penting dan mengerjakan soal sesuai dengan penjelasan,

sehingga siswa menjadi bosan dalam mengikuti pembelajaran, siswa juga tidak

dapat mengembangkan kemampuan kognitif secara maksimal khususnya pada

kemampuan mengingat dan memahami.

  Pembelajaran hendaknya divariasi dengan menggunakan metode-metode

lain dan tidak hanya dengan menggunakan metode ceramah. Salah satu metode

yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu metode mind map. Metode mind

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

kompetensi dasar: 7.2 mengidentifikasi jenis-jenis tanah. Penerapan mind map

tersebut untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan

kognitif siswa pada taksonomi Bloom. Namun, peneliti membatasi fokus

penelitian hanya untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map

terhadap kemampuan kognitif mengingat dan memahami.

  1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti merumuskan masalah dalam penelitian, antara lain:

  

1.2.1 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan

terhadap proses kognitif kemampuan mengingat pada siswa kelas VA SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta pada pembelajaran IPA untuk kompetensi dasar

  “mengidentifikasi jenis-jenis tanah” pada semester genap tahun ajaran 2011/2012?

  

1.2.2 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan

terhadap proses kognitif kemampuan memahami pada siswa kelas VA SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta pada pembelajaran IPA untuk kompetensi dasar

  “mengidentifikasi jenis-jenis tanah” pada semester genap tahun ajaran 2011/2012?

  1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap proses

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1.4 Manfaat Penelitian

  1. Bagi siswa : Mendapatkan pengalaman yang baru dalam belajar dengan menggunakan metode mind map sehingga dapat mengembangkan kreatifitas yang dimiliki.

  2. Bagi guru : Guru menjadi mengetahui metode mind map dan dapat menerapkan metode tersebut pada mata pelajaran yang lain. Sehingga dapat menambah variasi mengajar guru dalam menggunakan metode.

  3. Bagi Sekolah : Sekolah dapat menambah sumber bacaan dan referesi yang ada di sekolah dan warga sekolah dapat meningkatkan wawasan tentang metode pembelajaran.

  4. Bagi peneliti : Memberikan pengalaman dalam menerapkan metode mind map dalam pembelajaran IPA. Sehingga dapat lebih memahami metode mind map dan kelak dapat menerapkan metode tersebut dengan lebih baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas kajian pustaka, penelitian yang terdahulu atau

  

relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis. Kajian pustaka berisi teori-teori yang

berkaitan dengan metode pembelajaran, proses kognitif, dan hakikat mata

pelajaran IPA. Penelitian yang terdahulu berkaitan dengan penelitian-penelitian

tentang Mind map, penelitian-penelitian tentang proses kognitif, dan literature

Map . Kerangka berpikir berisikan rumusan atau landasan berpikir dari umum ke

khusus. Hipotesis berisi dugaan sementara tentang jawaban suatu rumusan

masalah.

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Teori-teori yang mendukung

  Sebelum membahas metode pembelajaran mind map akan dibahas terlebih

dahulu teori perkembangan anak dan metode pembelajaran yang pada umumnya

sering diterapkan oleh guru pada saat pembelajaran.

2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak

  Setiap anak mempunyai pengetahuan. Anak mempunyai kemampuan

untuk menginterpretasikan pengetahuan yang telah diperoleh berdasarkan

pengalaman anak. Piaget dalam Suparno (2001:13) mengatakan bahwa setiap

anak mempunyai cara berpikir yang berbeda karena dipengaruhi oleh tahap-tahap

perkembangan kognitif anak. Seorang anak yang menemukan pengetahuan baru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Perkembangan kognitif tiap anak sesuai dengan tahapnya Piaget dalam

Yusuf (2009:6) membagi empat tahap perkembangan anak yang harus dilalui

seorang anak, yaitu a) Tahap sesorimotor yaitu pada anak usia 0 sampai 2 tahun

merupakan tahap di mana seorang anak memperoleh pengetahuan melalui

interaksi fisik dari orang lain maupun benda yang berada di sekitar, b) Tahap pra-

operasional yaitu pada anak usia 2 sampai 6 tahun merupakan tahap di mana

seorang anak sudah mulai menggunakan simbol-simbol dalam mengartikan

pengetahuan yang diperoleh. Simbol-simbol untuk menggantikan objek, peristiwa

dan kejadian atau kegiatan (tingkah laku yang nampak), c) Tahap operasional

konkret yaitu pada anak usia 6 sampai 11 tahun di mana anak sudah dapat

membentuk operasi-operasi mental atas pengetahuan yang mereka miliki. Anak

sudah mampu menambah, mengurangi serta mengubah operasi yang mereka

ketahui. Operasi ini memungkinkan untuk dapat memecahkan masalah secara

logis, d) Tahap usia formal yaitu pada usia 11 tahun sampai dewasa merupakan

operasi mental tingkat tinggi. Pada tahap ini anak sudah dapat berhubungan

dengan peristiwa-peristiwa hipotesis atau abstrak, tidak hanya dengan objek-objek

konkret. Remaja sudah dapat berpikir abstrak dan memecahkan masalah melalui

pengujian semua alternatif yang ada. Dari pendapat Piaget di atas dapat

dimengerti bahwa semakin tinggi tahap perkembangan anak, akan semakin

kompleks pula tingkat kemampuan kognitif yang dimiliki oleh anak.

  Dari penggolongan perkembangan kognitif menurut Piaget di atas dapat

diketahui bahwa anak usia SD ( Sekolah Dasar) berada pada tahap oprasional

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.1.1.2 Metode Pembelajaran

  Sanjaya (2006:145) mendefinisikan metode sebagai cara yang digunakan

untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata

agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Beberapa metode

pembelajaran (Sanjaya, 2006:145) antara lain:

a. Ceramah merupakan metode yang menyajikan pelajaran melalui penjelasan langsung dalam kelas yang melibatkan seluruh siswa dalam satu kelas.

  Kelebihan metode ceramah yaitu mudah dilakukan, guru dapat mengontrol keadaan kelas, organisasi kelas saat ceramah dapat diatur dengan sederhana, dapat menyajikan materi yang luas, dan dapat memberikan pokok materi yang perlu ditonjolkan. Kelemahan metode ceramah yaitu materi yang dikuasai oleh siswa menjadi terbatas karena tergantung pada materi yang dikuasai oleh guru, setiap siswa memiliki pemahaman yang berbeda-beda dalam menangkap materi pembelajaran atau menjadi verbalisme, merupakan metode yang membosankan, dan sulit untuk mengetahui apakah siswa sudah memahami materi atau belum.

  

b. Demonstrasi merupakan metode yang menyajikan suatu pelajaran dengan

memeragakan kepada siswa tentang suatu proses, situasi dengan sebenarnya maupun dengan tiruan. Kelebihan metode ini, yaitu tidak terjadi verbalisme, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, adanya kesempatan mengamati secara langsung. Kelemahan metode demonstrasi, yaitu memerlukan persiapan yang matang, memerlukan peralatan, bahan dan tempat yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memerlukan waktu yang lama, sering terjadi perbedaan pendapat yang kadang dapat mengganggu pembelajaran.

  

d. Simulasi merupakan cara pengajaran guru yang menyajikan materi

berdasarkan pengalaman siswa dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami materi pelajaran. Kelebihan dari simulasi, yaitu mengembangkan kreativitas siswa, memupuk keberanian siswa, dan memperkaya pengetahuan, sikap serta keterampilan dalam menghadapi situasi sosial. Kelemahan simulasi, yaitu pengalaman yang diperoleh tidak selalu tepat, pengelolaan yang kurang baik sehingga simulasi menjadi hiburan, siswa merasa malu dan takut saat simulasi.

  Sanjaya telah mengungkapkan beberapa metode yang sering diterapkan

dalam pembelajaran. Namun, belum ada penjelasan yang membahas tentang

metode mind map. Padahal mind map termasuk dalam salah satu metode yang

dapat digunakan dalam pembelajaran. Maka dari itu peneliti membahas metode

mind map tidak pada sub-bab metode pembelajaran namun pada sub-bab yang

berbeda agar metode mind map dimengerti lebih jelas.

2.1.1.3 Metode Pembelajaran Mind map

  Buzan menjelaskan mind map merupakan peta rute bagi ingatan yang

mewakili pikiran-pikiran utama dalam proses pemikiran dan mewakili ide penting

yang dapat membantu mempermudah dalam mengingat suatu pengetahuan, ada

tujuh langkah dalam membuat mind map (Buzan, 2008:15), antara lain :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

c. Menggunakan warna karena bagi otak, warna sama menariknya dengan

gambar. Warna dapat menambah energi kepada pemikiran kreatif dan menyenangkan.

  

d. Menghubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan

cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua dan seterusnya karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga atau empat) hal sekaligus. Bila menghubungkan cabang-cabang, maka akan lebih mudah mengerti dan mengingat.

  

e. Membuat garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus karena garis

lurus akan membosankan otak.

  

f. Menggunakan satu kata kunci utuk setiap garis karena kata kunci tunggal

memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map.

  

g. Menggunakan gambar karena seperti gambar sentral, setiap gambar

mempunyai makna seribu kata.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

(Anderson, 2010:99) menyatakan bahwa 6 tahapan dalam proses kognitif tersebut,

yaitu :

  1. Mengingat Proses mengingat adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang. Mengingat merupakan proses kognitif yang paling sederhana. Proses kognitif ini meliputi : mengenali dan mengingat kembali.

  2. Memahami Proses memahami adalah mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, dituliskan, dan disampaikan oleh pengajar atau guru, buku atau layar komputer. Proses mengingat meliputi : menafsirkan, mencontoh atau meniru, mengklasifikasi, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan.

  3. Mengaplikasi Proses mengaplikasi adalah menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu. Proses kognitif ini meliputi : mengeksekusi dan mengimplementasikan.

  4. Menganalisis Proses menganalisis adalah memecah-mecah materi menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian itu dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dan keseluruhan struktur. Proses kognitif ini meliputi : membedakan, mengorganisasi, dan mengatribusikan.

5. Mengevaluasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Namun, peneliti membatasi penelitian ini hanya berfokus pada kemampuan

kognitif mengingat dan memahami yang dimiliki siswa.

  2.1.2.2 Kemampuan Mengingat Anderson (2010:99) menuliskan bahwa mengingat merupakan suatu

proses untuk mengambil kembali atau proses meretensi pengetahuan yang

dibutuhkan dari memori jangka panjang yang dimiliki. Mengingat merupakan

proses kognitif yang paling rendah atau yang paling sederhana karena anak atau

seseorang diminta mengenali kembali pengetahuan yang dipelajari dengan kondisi

yang sama. Mengingat dapat dibagi atau dikategorikan menjadi dua kegiatan

antara lain :

  

1. Mengenali merupakan suatu proses mengambil pengetahuan dari memori

jangka panjang sesuai dengan pengetahuan yang dibutuhkan, kemudian untuk dibandingkan dengan pengetahuan baru yang diperoleh. Mengenali disebut juga dengan mengidentifikasi.

  

2. Mengingat kembali merupakan suatu proses mengambil pengetahuan yang

ada dari memori jangka panjang. Pengetahuan yang diambil adalah pengetahuan yang dibutuhkan untuk memperoleh informasi yang dikehendaki. Mengingat kembali sering disebut dengan mengambil pengetahuan.

  2.1.2.3 Kemampuan Memahami

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Mencontoh atau meniru merupakan proses kognitif siswa memberikan contoh atau memilih contoh yang belum pernah siswa jumpai dalam pembelajaran berdasarkan sebuah konsep atau prinsip.

  

3. Mengklasifikasikan merupakan proses kognitif yang melengkapi proses

mencontoh. Mengklasifikasikan dimulai dengan konsep atau prinsip umum dan mengharuskan siswa menemukan konsep atau prinsip umum.

  

4. Merangkum merupakan proses kognitif membuat ringkasan dari informasi

yang diperoleh. Merangkum terjadi ketika siswa mengemukakan suatu informasi dengan menggunakan kalimat yang singkat berdasarkan informasi yang diperoleh.

  

5. Menyimpulkan merupakan proses kognitif yang berpusat pada penarikan

informasi yang disuguhkan. Proses ini terjadi ketika seorang siswa mengabstraksikan sebuah konsep yang menerangkan contoh-contoh dengan mencermati ciri-ciri dari masing-masing contoh. Kemudian mencari

hubungan antara contoh dan ciri-ciri yang dimiliki oleh contoh tersebut.

  

6. Membandingkan merupakan proses kognitif yang melibatkan proses

mendeteksi atau menduga antara perbedaan dan persamaan yang berkaitan dengan dua hal atau lebih tentang suatu objek, peristiwa, gagasan, masalah, ide, situasi dan lain sebagainya.

7. Menjelaskan merupakan proses kognitif yang berlangsung ketika siswa mampu menggunakan sebab-akibat dalam suatu sistem.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  IPA disebut sebagai produk karena IPA selalu menghasilkan pengetahuan baru yang berdasarkan proses yang sistematik. Produk-produk IPA antara lain yaitu fakta, konsep, prinsip dan hukum. Fakta dalam IPA yaitu pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar-benar ada atau peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi dan sudah dikonfirmasi secara objektif. Konsep IPA adalah suatu ide yang menggabungkan fakta-fakta yang ada sehingga saling berhubungan. Prinsip IPA adalah deskripsi yang paling tepat tentang objek atau kejadian. Hukum sering merupakan prinsip- prinsip yang sudah mengalami pengujian.

  2. IPA sebagai Proses

  IPA dikatakan sebagai proses karena pada pembelajaran, cara kerja untuk memperoleh suatu hasil dalam IPA mengembangkan keterampilan- keterampilan dalam penyelidikan. Keterampilan proses dalam IPA berkaitan dengan mengamati, mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan variabel, merumuskan hipotesis, membuat grafik, melakukan eksperiman.

  3. IPA sebagai dimensi sikap

  IPA sebagai dimensi sikap karena IPA mengembangkan kemampuan sikap yang dimiliki siswa seperti rasa ingin tahu, ketelitian, dan rasa tanggung jawab.

2.1.3.2.Tujuan Pembelajaran IPA

  Tujuan pembelajaran IPA yaitu untuk membantu setiap orang mempunyai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sehingga dari beberapa sikap ilmiah yang ada dapat membentuk seseorang

menjadi pribadi yang dapat berpikir kritis dalam menghadapi suatu masalah, serta

membentuk pribadi secara keseluruhan.

2.1.3.3.Materi Ajar Kelas V Materi ajar kelas V yang diteliti yaitu pada standar kompetensi 7.

  

“memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan

penggunaan sumber daya alam”. Kompetensi dasar yang diteliti 7.1

“mengidentifikasi jenis-jenis tanah”. Untuk mengetahui beberapa jenis tanah,

  Soewandi (2011:150) mengidentifikasi jenis-jenis tanah sebagai berikut : 1.

   Tanah Humus merupakan tanah yang paling atau sangat subur, terbentuk dari pelapukan daun dan pohon atau makhluk hidup. Serta tanah tersebut banyak mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tumbuh- tumbuhan agar dapat hidup.

2. Tanah pasir merupakan tanah yang terbentuk dari batuan beku sedimen

  yang memiliki butiran kasar dan berkerikil. Tanah ini kurang baik untuk bidang pertanian karena tidak ada kandungan unsur hara.

  

3. Tanah alluvial atau tanah endapan terbentuk dari proses mengendapnya

lumpur sungai di dataran rendah. Tanah alluvial memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk digunakan sebagai lahan pertanian.

  

4. Tanah podzolik terbentuk akibat pengaruh curah hujan yang tinggi dan

suhu yang rendah. Tanah podzolik termasuk tanah yang subur karena

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Tanah Gambut merupakan tanah yang terbentuk dari proses pelapukan tumbuhan rawa. Tanah ini kurang baik untuk pertanian karena kurang subur dan selalu tergenang air.

2.2 Hasil Penelitian yang Sebelumnya

2.2.1 Penelitian-penelitian Tentang Metode Mind map

  Maryudani (2010) meneliti peningkatan prestasi belajar mata pelajaran IPS

menggunakan teknik mind mapping. Subjek yang diteliti yaitu siswa kelas V SD

Kanisius Kintelan, yang berjumlah 32 siswa. Nilai rata-rata test siswa pada siklus

I setelah menggunakan teknik mind mapping menjadi 69,00. Hasil penelitian pada

siklus I menunjukkan peningkatan prestasi belajar siswa sebanyak 18,58% dari

nilai rata-rata awal 50,42 dengan KKM 61,00. Pada siklus II mengalami kenaikan

sebanyak 29,58% dari nilai awal. Nilai rata-rata siswa pada siklus II menjadi

80,00.

  Widyaningsih (2006) meneliti media mind map dalam meningkatkan

motivasi dan prestasi belajar. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XII IPS

  2 SMA Taman Madya Jetis yang berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian siklus I

menunjukkan peningkatan motivasi tercapai dengan deskriptor cukup dengan skor

rata-rata 90,39, dan peningkatan prestasi dari situasi awal dengan skor rata-rata

65,34 menjadi 73,80. Pada siklus II menunjukkan motivasi dalam kategori tinggi

dengan skor rata-rata 98,10, dan prestasi belajar meninggkat menjadi 89,70.

  Kusuma (2010) meneliti penggunaan media mind map dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.2.2. Penelitian-penelitian Tentang Proses Kognitif

  Aryani (2011) meneliti pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap

prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata

pelajaran IPA. Subjek penelitian yang diteliti oleh peneliti adalah siswa kelas VA

dan VB SD Kanisius Wirobrajan yang berjumlah 66 siswa. Hasil penelitian yang

dilakukan oleh peneliti menunjukkan ada pengaruh penerapan metode inkuiri

terhadap prestasi belajar siswa dengan ditunjukkan harga sig.(2 tailed) sebesar

0,001 atau (< 0,05) dan ada pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap

kemampuan berpikir kritis kognitif yang ditunjukkan dengan harga sig.(2 tailed)

0,000 atau (< 0,05).

  Lestari (2011) meneliti pengaruh penggunaan metode inkuiri pada mata

  

pelajaran IPA terhadap pretasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori

kognitif. Subjek penelitian yang diteliti adalah kelas VA dan VB SDK Ganjuran

Yogyakarta dengan jumlah 54 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya

pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap pretasi belajar siswa dengan

ditunjukkan harga sig.(2 tailed) sebesar 0,000 atau (< 0,05) dan pengaruh

penerapan metode kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis kognitif

ditunjukkan dengan harga sig.(2 tailed) 0,000 atau (< 0,05).

  Wahyuningsih (2009) meneliti perbedaan metode ceramah dengan metode

simulasi komputer terhadap kemampuan kognitif hasil belajar fisika. Subjek

penelitian siswa kelas X SMA N 1 dengan jumlah siswa kelas ceramah 28 siswa

dan jumlah siswa pada kelas simulasi komputer 28 siswa. Hasil penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.2.3. Literature Map

  Penggunaan MIND MAP Kemampuan Mengingat dan Memahami

  Maryudani (2010) Aryani (2011)

  Mind map – Peningkatan Prestasi belajar dan berpikir prestasi belajar kritis

  Widyaningsih (2006) Lestari (2011)

  Mind map – Peningkatan

  Prestasi belajar dan berpikir Motivasi dan prestasi belajar kritis

  Wahyuningsih (2009) Kusuma (2010)

  Prestasi belajar dan

  Mind map

  • – Peningkatan Kemampuan kognitif motivasi dan prestasi belajar

  Yang akan diteliti: Mind map

  • – kemampuan Mengingat dan memahami

  Gambar 2 : Literature Map dari Penelitian yang Dahulu

2.3 Kerangka Berpikir

  Metode mind map diterapkan dengan menggunakan kata-kata kunci dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.4 Hipotesis

  

2.4.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap

proses kognitif kemampuan mengingat siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar “mengidentifikasi jenis-jenis tanah” semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  

2.4.2 Penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap

proses kognitif kemampuan memahami siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar “mengidentifikasi jenis-jenis tanah” semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  Landasan teori bab II dapat digambarkan dengan menggunakan piramida

terbalik dengan mengikuti logika berpikir deduktif yang menjadi dasar dari

penelitain quasi eksperimental yang dimulai dari kajian pustaka, penelitian yang

relevan, kerangka berpikir dan hipotesis yang ada, sebagai berikut :

  map

  Variabel Kemampuan Kognitif Mengingat dan memahami

  • Variabel Metode mind

  Kajian Pustaka Penelitian sebelumnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

  Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian quasi

eksperimental tipe nonequivalent control design (Sugiyono 2010:114-116).

Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental karena penelitian ini

menggunakan desain penelitian dengan dua kelompok dan pemilihan kelompok

eksperimen dan kelompok kontrol tidak secara random. Kedua kelompok tersebut

kemudian diberi pretest dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal dari

masing-masing kelompok serta untuk mengetahui adanya atau tidaknya perbedaan

antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain pretest

digunakan untuk mengetahui titik tolak atau titik pijak dari kedua kelompok

tersebut sama atau berbeda. Kemudian kelompok pertama (kelas eksperimen/kelas

  

VA) diberi perlakukan atau treatment yaitu dengan menerapkan pembelajaran

menggunakan mind map. Kelompok kedua (kelas kontrol/kelas VB) tidak diberi

perlakuan dengan menggunakan mind map. Setelah diberikan perlakuan dilakukan

posttest pada masing-masing kelompok. Posttest untuk mengetahui pengaruh

perlakuan atau treatment yang telah dilakukan pada kelas eksperimen. Pengaruh

perlakuan yang diperoleh dihitung dengan cara : (O

  2 -O 1 )-(O 4 -O 3 ).

  Tabel 1. Pengaruh Perlakuan

  O x O

  1

  

2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.2 Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono (2010:117) yang dimaksud dengan populasi yaitu

wilayah generalisasi atau menyeluruh yang terdiri atas: objek atau subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi meliputi orang, objek dan

benda-benda yang ada, serta termasuk karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh

objek tersebut. Populasi penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu siswa kelas

  

V SD Kanisius Sorowajan nomor 111 yang berjumlah 56 siswa. Terdiri dari 2

kelas kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing kelas memiliki

siswa berjumlah 28 siswa. Kelas VA menjadi kelas eksperimen dan kelas VB

sebagai kelas kontrol. Kegiatan pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas

kontrol dilaksanakan oleh guru mitra karena guru mitra lebih mengenal

karakteristik siswa yang akan diteliti dan peneliti menjalankan fungsi sebagai

pengamat. Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010:118). Penelitian ini menggunakan seluruh

populasi yang ada yaitu siswa kelas VA dan VB sebagai sampel. Pemilihan

populasi dan sampel tersebut karena disesuaikan dengan berdasarkan tempat PPL

(Program Pengalaman Lapangan) yang dilaksanakan oleh peneliti di SD tersebut.

  3.3 Jadwal Pengambilan Data Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari bulan Februari-Maret 2012 dengan jadwal sebagai berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.4 Variabel Penelitian

  Sugiyono (2010:60) menjelaskan yang dimaksud dengan variabel

penelitian adalah atribut atau segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga memperoleh informasi tentang

hal yang diteliti kemudian ditarik kesimpulan. Variabel disebut atribut yang akan

diteliti oleh peneliti dalam penelitian dibagi menjadi 2 yaitu, variabel independen

dan variabel dependen. Variabel independen merupakan atribut yang

mempengaruhi perubahan yang terjadi pada variabel dependen, dalam penelitian

ini yang menjadi variabel independenya adalah mind map. Variabel dependen

merupakan atribut yang terikat karena merupakan atribut yang dipengaruhi oleh

variabel independen, yang menjadi variabel dependen dalam penelitian ini adalah

kemampuan kognitif mengingat dan memahami.

  Variabel independen Variabel dependen

  Kemampuan Mengingat Penggunaan Mind map

  Kemampuan Memahami Gambar 4 : Variabel Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. IPA adalah mata pelajaran tentang penyelidikan yang terorganisir untuk mencari pola atau keteraturan serta melalui tahap-tahapan yang sistematis.

  4. Kemampuan mengingat adalah daya kekuatan untuk mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang.

  5. Kemampuan memahami adalah mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, dituliskan, dan disampaikan oleh pengajar atau guru, buku, atau layar komputer.

3.6 Instrumen penelitian

  Menurut Margono (2003:155) instrumen penelitian merupakan suatu alat

yang dugunakan dalam mengumpulkan data penelitian. Penelitian ini berdasarkan

standar kompetensi mata pelajaran IPA yaitu: 7. Memahami perubahan yang

terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.

Kompetensi dasar yang akan diteliti yaitu 7.2 mengidentifikasi jenis-jenis tanah.

Peneliti membuat instrumen penelitian dengan menggunakan 6 soal essai yang

digunakan untuk mengukur 6 kemampuan kognitif mengingat, memahami,

mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Dari keenam soal

tersebut hanya dua soal saja yang digunakan sebagai instrumen untuk mengukur

kemampuan mengingat dan memahami yaitu soal nomor satu dan dua (Instrumen

terdapat pada lampiran halaman 95). Enam soal tersebut sudah diujikan sehingga

memenuhi syarat instrumen yang valid dan reliabel. Untuk menunjukkan validitas

isi, peneliti menggunakan matriks pengembangan sebagai berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Memprediksikan pengaruh sampah

  Memprediksi terhadap tingkat kesuburan tanah.

  Membandingkan akibat atau dampak tanah yang mengandung sampah organik Membandingkan dan tanah yang mengandung sampah anorganik. Menjelaskan hubungan antara sampah

  Menjelaskan organik dengan tingkat kesuburan tanah

3.7 Uji validitas dan reliabilitas

  Sukardi (2008:30) menyimpulkan bahwa instrumen dikatakan valid jika

instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang akan diukur, sedangkan

reliabilitas (Sukardi, 2008:43) dapat diartikan sebagai konsistensi atau keajegan.

Instrumen penelitian harus dirancang dengan menperhatikan beberapa hal penting

antara lain masalah atau variabel yang akan diteliti, sumber data atau informasi

yang ingin diketahui, keajegan dari instrumen yang digunakan, jenis data dari

penggunaan instrumen harus jelas, harus mudah dan praktis digunakan. Peneliti

menggunakan instrumen dengan soal essai karena soal essai mempunyai

kelebihan antara lain dapat mengukur kemampuan atau pemahaman kognitif yang

dimiliki oleh siswa sampai pada level kognitif yang paling tinggi. Kelemahan

dari soal essai yang digunakan yaitu soal essai mempunyai validitas dan

reliabilitas yang sulit untuk dicapai sampai pada kriteria tinggi, sehingga peneliti

harus mengujikan enam soal essai tersebut dua kali. Soal-soal tersebut

diujicobakan di SD Kanisius Sengkan dan SD Kanisius Wirobrajan dengan

jumlah siswa di SD Kanisius Sengkan 48 anak, dan SD Kanisius Wirobrajan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Menciptakan 0.686** 0,000 Valid

  Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa hasil Pearson correlation pada

enam soal yang berkaitan dengan enam kemampuan menunjukkan bahwa nilai

masing-masing kemampuan di atas 0,005 serta harga Sig.(2-tailed) pada masing-

masing kemampuan adalah 0,000. Maka instrumen tersebut termasuk instrumen

yang valid (Sugiyono, 2010:177-183).

  Tabel 5. Hasil Uji Daya Beda di SD Kanisius Sengkan

  Levene’s Test for Equality of t-test for Equality of Means Variances

  F Sig df Sig. (2-tailed) SDK Sengkan 3,817 0,065 20 0,000

  Berdasarkan tabel di atas harga sig.(2-tailed) pada SD Kanisius Sengkan

sebesar 0,000. Harga tersebut kurang dari 0,005 (0,000<0,005). Hal itu

menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor atas dan skor bawah.

Artinya item soal tersebut dapat digunakan sebagai instrumen yang telah teruji

validitasnya.

  Tabel 6.Tabel Reliabilitas

  Alpha Cronbach Kualifikasi

  SDK Sengkan 0,690 Cukup

  Numally (dalam Ghonzali, 2009:46) menyatakan bahwa suatu konstruk

disebut reliabel atau memiliki reliabilitas jika memenuhi harga Alpha

Cronbach’s>0,60. Tabel di atas menunjukkan harga Alpha Cronbach’c untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 7. Tabel Pengumpulan Data

  Teknik analisis data yang digunakan peneliti merupakan teknik analisis

data dengan menggunakan program komputer PASW (SPSS) 18 for Windows yang

meliputi beberapa langkah, yaitu:

  Soal essai (nomor 2)

  Posttest

  Skor posttest

  4 Eksperimen Memahami Skor pretest Pretest Soal essai (nomor 2)

  

map atau hanya menggunakan metode pembelajaran yang tradisional seperti

ceramah. Pada pertemuan terakhir kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

tersebut diberikan soal posttest untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind

map atau pengaruh dari treatment yang diberikan. Soal pretest dan soal posttest

yang diberikan merupakan soal yang sama. Dari hasil pretest dan posttest akan

diperoleh 8 data yang ditunjukkan dengan tabel sebagai berikut:

  3 Kontrol Memahami Skor pretest Pretest Soal essai (nomor 2)

  Skor posttest Posttest Soal essai (nomor 1)

  2 Eksperimen Mengingat Skor pretest Pretest Soal essai (nomor 1)

  Skor posttest Posttest Soal essai (nomor 1)

  1 Kontrol Mengingat Skor pretest Pretest Soal essai (nomor 1)

  No. Kelompok Variabel Data yang diperoleh Pengukuran data Instrumen yang digunakan

  Skor posttest Posttest Soal essai (nomor 2)

3.9 Teknik analisis data

1. Uji normalitas data Uji normalitas data dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Uji statistik

  a. Uji perbedaan data pretest Uji perbedaan data pretest dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama sehingga memungkinkan untuk dilakukan pembandingan. Uji perbedaan ini dilakukan dengan menganalisis hasil pretest yang dilakukan oleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari kedua kelompok data adalah sama ( Prayitno, 2008:31). Syarat atau kriteria untuk menilai perbedaan data yaitu :

  1. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain antara

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki perbedaan data.

2. Jika harga sig.(2-tailed)<0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara

  pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki perbedaan data.

  b.

   Uji perbedaan pretest ke posttest Uji perbedaan pretest ke posttest digunakan untuk memastikan apakah ada kenaikan yang terjadi dalam kelompok kontrol dan eksperimen dengan membandingkan hasil skor pretest ke postest. Pengujian ini dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% (Prayitno, 2008:101). Perbandingan tersebut menggunakan kriteria sebagai berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1. Jika harga sig.(2-tailed)<0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara

  posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain perlakuan penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami.

  2. Jika harga sig.(2-tailed)&gt;0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Maka perlakuan penggunaan metode mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami.

  3. Uji selisih skor Uji selisih skor dilakukan jika tidak terdapat persamaan data dari skor pretest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak berasal dari titik pijak yang sama, sehingga tidak menggunakan analisis pengaruh perlakuan. Namun menggunakan perhitungan selisih skor yang dapat dilakukan dengan cara mengurangkan hasil skor posttest dengan pretest pada masing-masing kelompok. Kemudian selisih skor dari kedua kelompok tersebut diuji statistik, jika data yang diperoleh merupakan data yang berdistribusi normal maka data dianalisis dengan menggunakan parametrik uji t atau t-test. Sedangkan, jika distribusi data tersebut tidak normal maka data dianalisis dengan menggunakan analisis nonparametrik Mann-Whitney atau Wilcoxon. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas hasil penelitian dan pembahasan untuk

mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan

kognitif pada taksonomi Bloom yaitu tentang kemampuan mengingat dan

memahami. Hasil penelitian akan menjelaskan derkripsi data dan analisis data

yang dilakukan. Pembahasan pada bab ini memuat pengaruh metode mind map

terhadap kemampuan mengingat dan kemampuan memahami.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Pengaruh Penggunaan Mind Map Terhadap Kemampuan Mengingat

  Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kolaborasi yang

dilakukan dalam kelompok payung IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Penelitian

tersebut dilakukan pada siswa SD (Sekolah Dasar) untuk membuktikan pengaruh

penggunaan metode mind map terhadap kemampuan siswa, antara lain:

kemampuan mengingat, memahami, menganalisis, mengaplikasi, mengevaluasi,

dan mencipta. Peneliti akan lebih memfokuskan pembahasan penelitian tentang

kemampuan siswa dalam mengingat dan memahami. Penelitian yang dilakukan

oleh peneliti merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan dua

kelompok untuk dibandingkan. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok kontrol

dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak

mendapatkan perlakuan atau treatment, sedangkan kelompok eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

menggunakan metode mind map. Mind map tersebut merupakan treatment atau

perlakuan yang membedakan antara kedua kelompok (kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen). 3) Pada akhir pertemuan di mana materi sudah

tersampaikan, pada kedua kelompok diberikan posttest sebagai test untuk

mengetahui pengaruh treatment yang telah diberikan, serta untuk membandingkan

hasil dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok penelitian

dipilih dengan ditentukan kelas A sebagai kelas eksperimen serta kelas B sebagai

kelompok kontrol.

  Instrumen yang digunakan oleh peneliti merupakan dua soal essai yang

yang sudah dikonsultasikan dengan ahli, serta telah diuji validitas dan

reliabilitasnya. Dua soal tersebut digunakan sebagai instrumen pokok dalam

memperoleh data dalam penelitian. Soal tersebut digunakan saat pretest dengan

tujuan memperoleh data untuk mengetahui kemampuan awal dari kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen tersebut berbeda atau tidak. Pada posttest

instrument (dua soal) tersebut digunakan untuk mengetahui 1) Kenaikan antara

nilai sebelum mempelajari materi dan nilai sesudah mempelajari materi pada

masing-masng kelompok baik pada kelompok kontrol maupun kelompok

eksperimen. 2) Perbandingan antara nilai kelompok kontrol sesudah

menggunakan pembelajaran tradisional dan kelompok eksperimen sesudah

menggunakan metode mind map mempunyai perbedaan nilai yang signifikan atau

tidak. Signifikansi hasil tersebut dapat diukur dengan analisis statistik dengan

membandingkan nilai posttest nilai kelompok kontrol dengan nilai posttest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

akan digunakan dalam analisis data responden dengan berdasarkan kriteria

berikut:

  

1. Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed)&gt;0,05, distribusi data

dikatakan normal.

  

2. Jika nilai signifikasi atau harga sig (2-tailed)&lt;0,05, distribusi data dikatakan

tidak normal. Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data seperti pada tabel dibawah ini :

  Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Pada kemampuan Mengingat Dengan Kolmogorov- Smirnov

  Nilai No Aspek Keterangan

  Signifikansi

  1 Rerata skor Pretest kelompok kontrol 0,139 Normal

  2 Rerata skor Posttest kelompok kontrol 0,112 Normal

  3 Rerata skor Pretest kelompok eksperimen 0,082 Normal

  4 Rerata skor Posttest kelompok eksperimen 0,118 Normal

  Dari analisis statistik di atas, aspek pretest kelompok kontrol, dan posttest

kelompok kontrol memiliki distribusi data normal karena harga sig (2-tailed)

pretest kelompok kontrol berada di atas 0,05 yaitu sebesar 0,139 dan harga sig. (2-

tailed) posttest kelompok kontrol yaitu 0,112. Pada kelompok eksperime memiliki

distribusi data yang normal pada pretest maupun posttest. Harga sig. (2-tailed)

pada pretest menunjukkan berada di atas 0,05 yaitu 0,082 dan data posttest

memiliki harga sig. (2-tailed) berada di atas 0,05 yaitu 0,118. Harga sig. (2-tailed)

pretest dan posttest kelompok kontrol dan harga sig. (2-tailed) pretest dan

kelompok eksperimen menunjukkan keadaan yang normal sehingga aspek posttest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.1.1.1 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mengingat

  Langkah pertama yang dilakukan setelah mengetahui normalitas data

pretest dan posttest dari masing-masing kelompok yaitu melakukan analisis

perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok

eksperimen. Uji perbandingan skor pretest bertujuan untuk mengetahui kondisi

awal atau titik pijak antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdapat

perbedaan atau tidak. Jika memiliki titik pijak yang sama dapat dilakukan

perbandingan antara skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis

statistik yang digunakan dalam uji perbandingan pada kemampuan mengingat

adalah statistik parametrik independent samples t-test karena harga sig.(2-tailed)

pada pretest kelompok kontrol yaitu 0,139 dan pretest kelompok eksperimen yaitu

0,082 lebih besar dari 0,05 (&lt;0,05). Analisis data dilakukan dengan tingkat

kepercayaan 95%, dan analisis data menggunakan hipotesi ststistik sebagai

berikut:

H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol

dengan pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

H :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol

i dengan skor pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 9. Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mengingat Hasil Pretest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,749 Tidak berbeda

  Dari tabel perbandingan skor pretest antara kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen menunjukkan bahwa harga (2-tailed) &gt; 0,05 adalah 0,749,

sehingga dapat diketahui bahwa H null diterima dan H i ditolak dan data di atas

dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest

kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen berawal dari titik pijak yang sama.

4.1.1.2 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat

  Langkah kedua dilakukan untuk melihat ada atau tidak adanya kenaikan

skor yang signifikan antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol

maupun kelompok eksperimen. Dari uji perbandingan skor pretest ke posttest

akan diperlihatkan persentase kenaikan masing-masing kelompok. Uji

perbandingan ini berkaitan dengan uji normalitas. Pada kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) pada pretest dan posttest &gt;0,05

sehingga data tersebut dikatakan normal, sehingga Analisis statistik yang

digunakan untuk data normal adalah statistik parametrik paired t-test dengan

tingkat kepercayaan 95%. Analisis data pada kedua kelompok tersebut

menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut :

H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

2. Jika harga sig.(2-tailed) &gt;0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada

perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara pretest ke posttest.

  Hasil analisis data perbandingan pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut :

  Tabel 10. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat Test

  No Kelompok % peningkatan Signifikansi Keputusan

  Pretest Posttest

  1 Kontrol 2,125 2,357 10,92% 0,040 Berbeda

  2 Eksperimen 2,161 2,929 35,54% 0,000 Berbeda

  Tabel di atas menunjukkan bahwa kemampuan mengingat pada kelompok

kontrol maupun kelompok ekperimen terdapat kenaikan yang signifikan pada

pretest ke posttest. Hal itu ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) pada kelompok

eksperimen menunjukkan bahwa harga sig.(2-tailed) &lt;0,05, yaitu 0,000. Maka

H ditolak dan H diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara hasil

null i

data pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang

terjadi antara data pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen.

4.1.1.3 Perbandingan Posttest Kemampuan Mengingat

  Langkah ketiga dilakukan untuk melihat ada atau tidak ada perbedaan

yang signifikan antara skor posttest dari kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah Analisis statistik yang

digunakan dalam uji perbandingan pada kemampuan mengingat adalah statistik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dengan kriteria sebagai berikut :

1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya ada

  null i perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara sifnifikan terhadap kemampuan mengingat.

  

2. Jika harga sig.(2-tailed) &gt;0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada

perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat.

  Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan mind map

berpengaruh atau tidak secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Hasil

analisis perbandingan posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

yang dilakukan akan digunakan sebagai titik pijak dalam menarik kesimpulan

yang berkaitan dengan hipotesis sehingga mengetahui apakah hasil penelitian

mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian.

  Hasil analisis statistik perbandingan posttest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

  Tabel 11. Perbandingan Skor Posttest Kelompok Mengingat Hasil Posttest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,000 Berbeda

  Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa hasil analisis statistik

signifikansi data harga sig.(2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,000. Sehingga H i diterima

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.5

  3

  2.5

  2 Kontrol

  1.5

  1 Eksperimen

  0.5 Pretest Posttest Gambar 5. Perbandingan Antara Skor Pretest dan Posttest Pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Kemampuan Mengingat.

4.1.2 Pengaruh Penggunaan Mind Map Terhadap Kemampuan Memahami Variabel independen kedua yang diteliti yaitu kemampuan memahami.

  

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variabel

dependen yaitu mind map terhadap variabel independen yang diteliti, serta untuk

membuktikan pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan

memahami yang berdasarkan hipotesis bahwa penggunaan mind map dapat

meningkatkan kemampuan memahami siswa secara signifikan.

  Untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map perlu melakukan

analisis statistik berdasarkan data yang diperoleh dari pretest dan posttest pada

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Data hasil test tersebut kemudian

dilakukan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program

komputer PASW (SPSS) 18 for Windows. Uji normalitas tersebut untuk

menentukan jenis uji statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan tabel di atas yang mengacu pada kriteria yang digunakan

dapat diketahui bahwa distribusi semua data kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen tersebut merupakan data yang memiliki distribusi normal karena

harga sig (2-tailed)&gt;0,05. Hal tersebut dapat dilihat dari harga atau nilai

signifikansi pada pretest kelompok kontrol yaitu : 0,201, dan harga signifikansi

pada posttest kelompok kontrol yaitu : 0,253. Pada kelompok ekperimen harga

signifikansi pretest yaitu : 0,314 dan harga signifikansi posttest yaitu : 0,078,

sehingga data pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen pada aspek

memahami dinyatakan sebagai data yang normal dan akan dianalisis dengan

menggunakan statistik parametrik t-test.

  Analisis data pada kemampuan memahami dilakukan dengan

menggunakan tiga langkah berikut: 1) Uji perbandingan skor pretest, yaitu

analisis data yang membandingkan skor pretest kelompok kontrol dengan skor

pretest kelompok eksperimen untuk mengetahui perbedaan kondisi awal siswa

sebelum mendapat perlakuan. 2) Uji perbandingan skor pretest ke posttest pada

masing-masing kelompok untuk mengetahui kenaikan yang signifikan pada

masing-masing kelompok. 3) Uji perbandingan posttest antara kelompok kontrol

dan kelompok eksperimen untuk mengetahui pengaruh yang signifikan

penggunaan mind map terhadap kemampuan memahami.

4.1.2.1 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Memahami

  Langkah pertama yang dilakukan yaitu melakukan analisis perbandingan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol

dengan pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.

H i :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol

dengan skor pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen

  Dengan kriteria sebagai berikut :

  

1. Jika harga sig.(2-tailed) &lt; 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada

perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan yang terjadi antara pretest kelompok kontrol dengan pretest kelompok eksperimen.

  

2. Jika harga sig.(2-tailed) &gt;0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada

perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dengan pretest kelompok eksperimen.

  Hasil analisis data perbandingan pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut :

  Tabel 13 . Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Memahami

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Langkah kedua dilakukan untuk melihat kenaikan skor yang signifikan

antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok

eksperimen tersebut ada atau tidak adanya kenaikan pada masing-masing

kelompok. Dari uji perbandingan skor pretest ke posttest akan diperlihatkan

persentase kenaikan masing-masing kelompok. Uji perbandingan berpijak dari

data uji normalitas. Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen harga

sig.(2-tailed) pada pretest dan posttest &gt;0,05, sehingga data kedua kelompok

tersebut dikatakan normal. Analisis statistik yang digunakan untuk data normal

adalah statistik parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95% dengan

menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut :

H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.

  Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke posttest.

H i :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan

kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke posttest.

  Dengan kriteria sebagai berikut:

  

1. Jika harga sig.(2-tailed) &lt; 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada

kenaikan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest.

  

2. Jika harga sig.(2-tailed) &gt;0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada

kenaikan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

pada kedua kelompok. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi

antara pretest ke posttest.

4.1.2.3 Perbandingan Posttest Kemampuan Memahami

  Langkah ketiga dilakukan untuk melihat ada atau tidak ada perbedaan

yang signifikan antara skor posttest dari kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik

independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95% karena data posttest

pada kedua kelompok merupakan data yang normal, harga sig.(2-tailed) &gt;0,05,

analisis data dengan menggunakan hipotesis statitik sebagai berikut :

H null :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami.

H i :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara sifnifikan terhadap kemampuan memahami. Dengan kriteria sebagai berikut :

  

1. Jika harga sig.(2-tailed) &lt;0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada

perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara sifnifikan terhadap kemampuan memahami.

  

2. Jika harga sig.(2-tailed) &gt;0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada

perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

maka H null ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa metode mind

map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami.

  Ketiga langkah analisis tersebut bisa diringkas dalam tabel yang

memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun

kelompok eksperimen.

  Gambar 6. Perbandingan Antara Skor Pretest dan Posttest Pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen kemampuan memahami.

  Hasil ringkas dari kedua analisis di atas dapat diketahui bahwa

penggunaan metode mind map, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

kemampuan mengingat dan kemampuan memahami mata pelajaran IPA kelas V

pada SDK sorowajan.

  Tabel 16. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest Aspek Kemampuan Mengingat dan Memahami..

  0.5

  1

  1.5

  2

  2.5 Pretest Posttest Kontrol Eksperimen

4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 19. Rangkuman Perbandingan Skor Posttest Aspek Kemampuan Mengingat dan Memahami.

  Kelompok No Aspek Signifikansi Keterangan

  Kontrol Eksperimen

  1 Mengingat 2,357 2,929 0,000 Berbeda

  2 Memahami 1,729 2,205 0,000 Berbeda

4.2 Pembahasan

4.2.1 Kemampuan Mengingat

  Hasil penelitian yang telah diperoleh dari hasil analisis data menggunakan

program komputer PASW (SPSS) 18 for Windows dengan menggunakan tiga tahap

yaitu : 1) uji perbedaan pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2)

uji perbedaan dari pretest ke posttest pada masing-masing kelompok. 3) uji

perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tersebut. Pada

tahap pertama dengan melakukan uji perbedaan antara pretest pada kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol

dan eksperimen berada pada kondisi yang sama atau berada titik pijak yang sama

karena harga sig.(2-tailed)&gt; 0,05 adalah 0,749. Pada uji kedua dengan melakukan

perbandingan skor pretest ke posttest dari masing-masing kelompok diperoleh

data bahwa pada kelompok kontrol terdapat peningkatan dengan signifikansi

berada &lt;0,005 yaitu 0,040. Sedangkan kondisi pada kelompok eksperimen lebih

meningkat dan harga signifikansinya &lt;0,005 yaitu 0,000. Harga sig.(2-tailed) dari

kedua kelompok tersebut &lt;0,05. Namun harga sig.(2-tailed) pada kelompok

eksperimen lebih kecil dari pada kelompok kontrol. Maka, kenaikan skor dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

menggunakan kata-kata. Siswa yang membuat mind map dengan menggunakan

banyak gambar akan lebih mudah mengingat. Pada saat menjawab soal-soal siswa

menjawab dengan cepat karena siswa cukup mengingat gambar dan kata kunci

yang terdapat pada ranting-ranting mind map yang telah dibuat. Siswa sudah

mengerti maksud atau makna dari gambar yang telah dibuat, sehingga dalam

proses mengingat kembali dan mengenali siswa menjadi lebih cepat. Tahap ketiga

yaitu uji posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk

mengetahui pengaruh treatment pada kelompok eksperimen. Hasil posttest

kemampuan mengingat mempunyai harga sig.(2-tailed) &lt;0,05 yaitu 0,000 dan

berdasarkan hipotesis statistik H i diterima maka H null ditolak dengan kata lain

mengafirmasi hipotesis bahwa penggunaan metode mind map berpengaruh secara

signifikan kelompok eksperimen. Dengan kata lain metode mind map mempunyai

pengaruh terhadap kemampuan mengingat.

4.2.2 Kemampuan Memahami

  Pada kemampuan memahami juga dilakukan analisis melalui tiga tahap

yaitu : 1) uji perbedaan pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2)

uji perbedaan dari pretest ke posttest pada masing-masing kelompok. 3) uji

perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tersebut. Dari uji

pretest pada kelompok ekperimen dan kelompok kontrol diperoleh signifikansi

&gt;0,005 yaitu 0,757, maka kedua kelompok tersebut berada pada titik pijak yang

sama. Pada tahapan kedua dengan melakukan uji perbedaan dari pretest ke

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

kemampuan memahami karena pada setiap proses pembelajaran dalam kelas

siswa selalu mempelajari materi dengan membuat mind map yang menggunakan

berbagai gambar dan warna. Selain itu dengan membuat mind map sendiri siswa

menjadi paham tentang suatu materi karena siswa membuat pemahaman dengan

cara mengaitkan kata-kata kunci tersebut dengan ranting-ranting dengan berbagai

warna. Ketika siswa membuat mind map sendri dengan menggunakan gambar,

ranting-ranting dengan warna yang benar, kata-kata kunci yang tepat, maka dapat

diketahui bahwa siswa tersebut sudah memahami materi. Dengan membuat

sendiri akan semakin membantu pemahaman cara berpikir siswa terhadap materi

yang sudah dipelajari , sehingga ketika siswa diminta menjelaskan mind map yang

mereka buat tanpa membuka catatan atau buku paket atau sumber lain, siswa bisa

secara langsung menjelaskan apa yang sudah mereka buat. Dengan membuat mind

map siswa menjadi memahami materi tersebut. Pada tahap ketiga yaitu uji

posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk mengetahui

pengaruh treatment pada kelompok eksperimen. Hasil posttest kemampuan

memahami mempunyai harga sig.(2-tailed) &lt;0,05 yaitu 0,000 dan berdasarkan

hipotesis statistik H i diterima maka H null ditolak dengan kata lain mengafirmasi

hipotesis bahwa penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan

kelompok eksperimen. Dengan kata lain metode mind map mempunyai pengaruh

terhadap kemampuan memahami.

  Dari hasil pengolahan data dengan tiga tahap yang telah dilakukan dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

dengan materi. Mind map yang dibuat oleh siswa dibuat sesuai dengan imaginasi

siswa yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Siswa banyak menggunakan

gambar-gambar yang menarik serta kata-kata kunci yang mudah diingat. Serta

dengan membuat sendiri mind map yang menggunakan ukuran ranting yang benar

yaitu semakin mengecil serta warna yang sesuai, akan membuat siswa menjadi

memahami materi yang telah dipelajari tanpa harus bertanya atau mempelajari

materi lagi. Hanya dengan melihat kata kunci, gambar dan ranting warna tersebut

siswa sudah bisa memahami maksud atau materi yang dipelajari. Jika kondisi

siswa pada kelompok eksperimen aktif membuat mind map sesuai dengan

imajinasi siswa yang berkaitan dengan materi, hal itu berbeda dengan kondisi

siswa kelompok kontrol. Pada kelompok kontrol Siswa terlihat kurang antusias

dalam mengikuti pembelajaran. Hal itu dikarenakan siswa hanya diminta

memperhatikan penjelasan guru, mencatat hal-hal yang penting kemudian

menjawab soal-soal yang diberikan oleh guru, seperti yang diungkapkan oleh

Sanjaya (2006:147) ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan,

hal itu dikarenakan gaya bertutur guru yang tidak menarik.

4.3 Keterbatasan Penelitian

  Pada penelitian materi yang diteliti terlalu sempit sedangkan waktu yang

disediakan sebanyak lima kali pertemuan. Sehingga pada kelas kontrol siswa

merasa bosan karena banyak waktu yang masih tersedia sedangkan pada

kelompok eksperimen dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran mengalami

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  

1. Penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap

proses kognitif kemampuan mengingat siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar “mengidentifikasi jenis-jenis tanah” semester genap tahun ajaran 2011/2012. Hal itu ditunjukkan pada hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikansi data harga sig.(2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,000. Sehingga H null diterima maka H i ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat.

  

2. Penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap

proses kognitif kemampuan memahami siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar “mengidentifikasi jenis-jenis tanah” semester genap tahun ajaran 2011/2012. Hal itu ditunjukkan pada hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikansi data harga sig.(2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,000. Sehingga H null diterima maka H i ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR REFERENSI

  

Anderson, L. W. &amp; David, R. K. (2010). Pembelajaran, pengajaran, dan

asesmen . Yogyakarta:Pustaka Pelajar

  

Aryani, D. (2011). Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap prestasi

belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran

  IPA SDK Wirobrajan . Tidak Diterbitkan.

  Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma.

Budd, W. (2004). Mind maps as classroom exercise. The jurnal of economic

Education. 35(1), 34-46.

  Buzan, T. (2005). Braind child. Jakarta:Gramedia. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map untuk anak. Jakarta:Gramedia. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map. Jakarta:Gramedia. Djaali, H. (2007). Psikologi pendidikan. Jakarta : PT.Bumi Aksara.

Depdikbud. (2007). Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) untuk satuan

pendidikan dasar SD/MI . Jakarta:BP. Cipta Jaya.

  

Emzir. (2010). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta:PT.Raja Grafindo

Persada.

Gonzali, I. (2009). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS.

  Semarang: Universitas Diponegoro.

Iskandar, S. M. (2001). Pendidikan ilmu pengetahuan alam .

  Bandung:CV.Maulana.

Kusuma, G. W. (2010). Penggunaan media mind map dalam meningkatkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses

pendidikan . Jakarta:Kencana.

  

Sarwono. (2010). Belajar statistik menjadi mudah dan cepat. Yogyakarta:C.V

Andi Offset. Soewandi, H. &amp; Estu S. (2011). Ilmu kealaman dasar. Bogor:Ghalia Indonesia. Sugiyono. (2010). Metodologi penelitian pendidikan. Bandung:Alfabeta.

Sunardi, A.S. (2005). Sains Ilmu Pengetahuan Alam kelas 5 SD.

  Yogyakarta:Kanisius.

Sukardi, H. M. (2008). Evaluasi pendidikan prinsip dan operasionalnya.

  Yogyakarta:PT.Bumi Aksara.

Suparno, P. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget .

  Yogyakarta:Kanisius.

Wahyuningsih, D. (2009). Perbedaan metode ceramah dengan metode simulasi

komputer terhadap hasil belajar fisika yang menekankan aspek kognitif siswa kelas X SMA N 1 Ngemplak pada pokok bahasan gerak lurus beraturan . : Tidak diterbitkan .Yogyakarta:Universitas sanata Dharma.

  

Widyaningsih, H. (2006). Penggunaan media mind map dalam meningkatkan

motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XII 2 SMA Taman Madya Jetis .

  Tidak diterbitkan. Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma. Yulius, O. (2010). Kompas IT kreatif SPSS 18. Jakarta:Panser Pustaka.

Yusuf, S. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung:PT.

  Remaja Rosdakarya.

Zaini, dkk. (2008). Strategi pembelajaran aktif. Yogyakarta:Pustaka Insan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 1 : Silabus Kelompok Kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 2: Silabus Kelompok Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 3 : RPP Kelompok Kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 4 : RPP kelompok Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 5 : Artikel Soal

ARTIKEL SAMPAH DI TANAH INDONESIA

  Permasalahan sampah di Bandung sudah menjadi permasalahan serius

yang melibatkan setiap keluarga dan setiap warga. Sebenarnya, sebagian sampah

di tanah Indonesia akan hancur dan sebagian lagi tidak mudah hancur. Sampah

yang tidak mudah hancur contohnya adalah plastik. Sebuah keluarga yang

menggali tanahnya untuk tempat sampah dan memasukkan sampah-sampah

plastik ke dalamnya membuat tanah menjadi tercemar (terpolusi). Ketika tanah

yang digali itu penuh dengan sampah dan sampah plastik, keluarga itu

menimbunnya dengan tanah. Mereka pun menggali tanah yang baru di bagian lain

dari halaman rumahnya. Dari tahun ke tahun yang dilakukannya adalah menggali

tanah baru di halamannya. Sampai suatu ketika tidak ada lagi tanah yang belum

digali untuk tempat sampah. Ia pun memutuskan untuk menggali lubang yang

paling awal digali untuk tempat sampah dengan harapan, sampah yang ada di

dalamnya sudah hancur. Tetapi ia menyadari bahwa sampah plastik dan beberapa

jenis sampah lainnya tidak hancur dimakan tanah.

  Jika suatu tanah yang sudah digunakan untuk pembuangan sampah, unsur

hara yang terkandung di dalamnya akan berkurang disebabkan oleh sampah

anorganik yang tidak dapat terurai menjadi satu dengan tanah. Justru kandungan

yang ada di dalam tanah menjadi berkurang karena disebabkan kandungan kimia

pada plastik sehingga tanah menjadi tidak subur. Oleh karena itu seseorang yang

hendak membuang sampah di tanah, mesti membedakan antara sampah organik

dengan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang relatif mudah

hancur dan dapat menambah kesuburan tanah jika kita timbun. Jika ingin tanah

subur kita dapat membuat humus sendiri caranya dengan mengumpulkan sampah

dedaunan dan menimbunnya dalam lubang. Diusahakan lubang dibuat di bawah

pohon yang rindang sebab udara di tempat tersebut lembab sehingga mempercepat

pembusukan. Timbunan sampah organik akan busuk oleh bakteri-bakteri pengurai

yang ada di dalam tanah. Daun akan berubah menjadi gumpalan hitam yang

bercampur dengan tanah. Sehingga tanah menjadi subur atau tidak tercemar, bila

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang.

4. Replace (Mengganti); Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6: Soal Essai Penelitian

Setelah membaca artikel diatas, jawablah pertanyaan berikut ini dengan

tepat!

  

1. Sebutkan 2 penggolongan sampah berdasarkan jenisnya dan berikan contoh-

contohnya! Jawab : ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

........................................................................................................................

  

2. Mengapa sampah organik dapat membantu menambah tingkat kesuburan

tanah? Jawab : ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

........................................................................................................................

  3. Bagaimana cara-cara pemanfaatan sampah anorganik? Jawab : ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

........................................................................................................................

  

4. Menurutmu, apakah tanah yang sudah pernah digunakan untuk pembuangan

sampah anorganik akan lebih subur daripada tanah yang tidak digunakan untuk tempat penimbunan dan penguburan sampah? Berikan alasanmu! Jawab : ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

........................................................................................................................

  

5. Bagaimana cara yang lebih efektif untuk membandingkan tanah yang sudah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiaran 7 : Rubrik Penilaian

Variabel Aspek Uraian atau Kriteria Skor

  Jika menyebutkan kedua jenis penggolongan sampah dengan disertai contoh lebih dari 4 empat untuk masing-masing jenis sampah.

  Jika menyebutkan kedua jenis penggolongan sampah dengan disertai contoh kurang dari

  3 Mengidentifikasi tiga untuk masing-masing jenis sampah. jika menyebutkan kedua jenis penggolongan

  2 sampah tanpa disertai contoh. Jika menyebutkan satu jenis sampah tanpa

  1 disertai dengan contoh. Mengingat Jika menyebutkan sampah berdasarkan jenisnya disertai definisi yang tepat pada

  4 setiap jenis sampah dan dilengkapi dengan contohnya pada masing-masing jenisnya. Jika menyebutkan sampah berdasarkan jenisnya disertai definisi yang tepat pada

  3 Mengingat kembali setiap jenis sampah. Jika menyebutkan sampah berdasarkan

  2 jenisnya disertai definisi yang kurang tepat. Jika hanya menyebutkan sampah berdasarkan

  1 jenisnya. Memahami Jika menafsirkan atau menjawab dampak dari kedua jenis sampah yang berpengaruh

  4 terhadap tanah dengan alasan yang tepat. Jika menafsirkan atau menjawab dampak dari kedua jenis sampah yang berpengaruh

  3 terhadap tanah dengan alasan yang kurang tepat. Menafsirkan

  Jika menafsirkan atau menjawab dampak dari salah satu jenis sampah saja yang berpengaruh 2 terhadap tanah dengan alasan yang tepat.

  Jika menafsirkan atau menjawab dampak dari salah satu jenis sampah saja yang berpengaruh 1 terhadap tanah dengan alasan yang kurang tepat. Jika menjawab dengan memberikan contoh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Variabel Aspek Uraian atau Kriteria Skor

  Jika menyebutkan 1-2 contoh sampah yang dapat membantu meningkatkan kesuburan 3 tanah disertai alasanyang tepat.

  Jika menyebutkan 3-4 atau lebih contoh sampah yang dapat membantu meningkatkan 2 kesuburan tanah tanpa disertai alasan.

  Jika menyebutkan 1-2 contoh sampah yang dapat membantu meningkatkan kesuburan 1 tanah tanpa disertai alasan.

  Jika menjawab dengan mengaitkan sampah organik dan kesuburan tanah disertai alasan 4 dan kesimpuan yang tepat.

  Jika menjawab dengan mengaitkan sampah organik dan kesuburan tanah disertai alasan

  3 Merangkum yang tepat. Jika menjawab dengan mengaitkan sampah organik dan kesuburan tanah disertai alasan

  2 yang kurang tepat. Jika hanya menjawab yang berkaitan dengan

  1 sampah organik saja. Jika menjawab benar bila sampah organik berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah

  4 disertai penjelasan yang tepat. Jika menjawab benar bila sampah organik berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah

  3 disertai penjelasan yang kurang tepat. Memprediksi

  Jika menjawab benar bila sampah organik berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah 2 tanpa disertai penjelasan.

  Jika menjawab salah bila sampah organik tidak berpengaruh terhadap tingkat kesuburan 1 tanah.

  Jika menjawab akibat atau dampak tanah yang mengandung kedua jenis sampah saja disertai 4 penjelasan yang tepat.

  Jika menjawab akibat atau dampak tanah yang mengandung kedua jenis sampah saja disertai 3 penjelasan yang kurang tepat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 8 : Kunci Jawaban Soal

  Variabel Aspek Jawaban Sampah digolongkan menjadi dua yaitu sampah organik dan anorganik. Contoh sampah organik antara lain: daun,

  Mengidentifikasi kertas, tisu, sisa makanan, sisa sayuran di dapur. Contoh sampah anorganik: logam, kaleng, pecahan gelas, kaca, plastik. Mengingat Sampah organik adalah sampah yang relaif mudah hancur dan berasal dari makhluk hidup. Contoh sampah

  Mengingat organik antara lain: daun, kertas, tisu, sisa makanan, sisa kembali sayuran di dapur. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah hancur. Contoh sampah anorganik: logam, kaleng, pecahan gelas, kaca, plastik. Jika sampah organik berada di tanah akan memanbah kesuburan tanah karena sampah organik akan membusuk dan bercampur dengan tanah sehingga tanah menjadi

  Menafsirkan lebih subur. Jika sampah anorganik berada di tanah akan mencemari tanah dan kesuburan tanah berkurang karena tanah tercemar oleh zat-zat kimia yang terkandung pada sampah anorganik.

  1. Membuang sampah dengan dipisah-pisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik.

  2. Tidak mengubur semua sampah (sampah organik dan Mencontoh atau anorganik) menjadi satu pada tanah. meniru

  3. Tidak menggunakan tanah sebagai lahan untuk pembakaran sampah anorganik. Memahami

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang ditimbun akan menjadi pupuk bagi tanah sehingga unsur hara pada tanah akan meningkat. Maka tanah yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah organik akan meningkat kesuburannya. Sampah organik berpengaruh terhadap tingkat kesuburan

  Memprediksi tanah karena sampah organik dapat dipakai sebagai pupuk yang akan menambah unsur hara tanah.

  Tanah yang mengandung sampah anorganik sulit untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, perkebunan atau untuk ditanami tumbuhan. Hal itu dikarenakan tanah sudah tercemar zat kimia yang terdapat dalam sampah anorganik sehingga unsur hara yang dibutuhkan oleh

  Membandingkan tumbuhan dan organisme seperti cacing semakin berkurang dan tanah tidak subur lagi. Tanah yang mengandung sampah organik akan menjadi lebih subur karena sampah organik akan menjadi pupuk bagi tanah sehingga tanah bisa ditumbuhi tanaman. Sampah dapat bermanfaat jika sampah dipilah-pilah berdasarkan jenisnya. Pemanfaatan sampah yang benar seperti sampah organik dijadikan pupuk akan menyuburkan tanah. Sedangkan sampah anorganik

  Menjelaskan dimanfaatkan dengan didaul ulang sehingga sampah anorganik tidak hanya dimusnahkan dengan dibakar atau ditimbun dalam tanah karena sisa pembakaran yang berada di tanah juga akan mencemari tanah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  .4436 .4272 .3862 .4454 Most Extreme Differences

  Pretest Kelompok Kontrol 28 2.125 .4436 .0838 Pretest Kelompok Eksperimen 28 2.161 .3862 .0730

  Mean Pretest Kelompok Kontrol Eksperimen

  Deviation Std. Error

  Kelompok N Mean Std.

  b. Uji Perbedaan data

Group Statistics

  Kolmogorov-Smirnov Z 1.154 1.201 1.263 1.190 Asymp. Sig. (2-tailed) .139 .112 .082 .118

  Absolute .218 .227 .239 .225 Positive .218 .227 .233 .225 Negative -.194 -.202 -.239 -.186

  Lampiran 9: Hasil Analisis Data dengan SPSS Kemampuan Mengingat

  a. Uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  28 Normal Parametersa,b

  28

  28

  28

  N

  Posttest kelompok eksperimen

  Posttest kelompok kontrol pretest kelompok eksperimen

  Pretest kelompok Kontrol

  Mean 2.125 2.357 2.161 2.929 Std. Deviation

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  .454 .503 -.321 54 .749 -.0357 .1111 -.2585 .1871 Equal variances not assumed

  2.125 28 .4436 .0838

  2.357 28 .4272 .0807 Pretest kelompk

  1 Posttest kelompok kontrol

  Pair

  Error Mean

  Deviation Std.

  Mean N Std.

  Paired Samples Statistics

  Equal variances assumed

  

Independent Samples Test

  Pretest Kelompok Kontrol Eksperimen

  Difference Lower Upper

  Confidence Interval of the

  Difference 95%

  Difference Std. Error

  (2- tailed) Mean

  F Sig. t df Sig.

  Equality of Variances t-test for Equality of Means

  Levene's Test for

  • .321 52.996 .749 -.0357 .1111 -.2586 .1872

c. Uji kenaikan kelompok kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Paired Samples Test

  Paired Differences 95% Confidence

  Interval of the Std. Sig.

  Difference Std. Error (2-

  Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed) Pair Posttest .2321 .5690 .1075 .0115 .4528 2.159 27 .040 1 kelompok kontrol - Pretest kelompk kontrol

d. Uji Kenaikan Kelompok Eksperimen

  Paired Samples Statistics Std.

  Std. Error Mean N Deviation Mean

  Pair 1 Posttest 2.929 28 .4454 .0842 kelompok Eksperimen

  2.161 28 .3862 .0730 Pretest kelompok Eksperimen

  Paired Samples Correlations

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Paired Samples Test

  Paired Differences t df Sig.

  (2- Mean tailed) Std. Deviation Std.

  Error Mean

  95% Confidence

  Interval of the Difference

  Lower Upper Pair

  1 Posttest kelompok Eksperimen

  .7679 .4611 .0871 .5891 .9467 8.811 27 .000

  • pretest kelompok eksperimen

e. Uji Pengaruh Perlakuan

  Kelompok N Mean Std.

  Deviation Std.

  Error Mean

  PostKelmKontEksp Posttest Kelompok Kontrol 28 2.357 .4272 .0807 Posttest Kelompok Eksperimen 28 2.929 .4454 .0842

  

Independent Samples Test

  Levene's Test for

  Equality of

  Group Statistics

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  .203 .192 .182 .241 Positive .203 .192 .182 .152 Negativ e

  Levene's Test

  

Independent Samples Test

  Pretest Kelompok Eksperimen 28 1.6011 .16529 .03124

  Eksperimen Pretest Kelompok Kontrol 28 1.5868 .17882 .03379

  Kelompok Kontrol

  Mean Pretest

  Deviation Std. Error

  Kelompok N Mean Std.

  b. Uji perbedaan data Group Statistics

  Asymp. Sig. (2-tailed) .201 .253 .314 .078

  Z 1.072 1.016 .961 1.273

  Differences Absolut e

  Lampiran 10: Hasil Analisis Data dengan SPSS Kemampuan Memahami

  Most Extreme

  Deviati on .17882 .16291 .16529 .19346

  ,b Mean 1.5868 1.7286 1.6011 2.2054 Std.

  28 Normal Parametersa

  28

  28

  28

  N

  PretestKelmEk spr PosttestKelmE ksp

  PretestKelmK ont PosttestKelmKo ntr

  a. Uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  • .147 -.147 -.175 -.241 Kolmogorov-Smirnov

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Uji kenaikan kelompok kontrol dan eksperimen

  2 Posttest Kelompok Eksperimen &amp; Pretest Kelompok Eksprimen 28 .127 .518

  Difference

  95% Confidence Interval of the

  Std. Error

  Mean Std.

  Paired Differences t df Sig. (2- tailed)

  

Paired Samples Test

  Paired Samples Statistics

  Mean N Std.

  1 Posttest Kelompok Kontrol &amp; Pretest Kelompok Kontrol 28 .618 .000

  Pair

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pretest Kelompok Eksprimen 1.6011 28 .16529 .03124

  Pair 2 Posttest Kelompok Eksperimen 2.2054 28 .19346 .03656

  Posttest Kelompok Kontrol 1.7286 28 .16291 .03079 Pretest Kelompok Kontrol 1.5868 28 .17882 .03379

  Mean Pair 1

  Deviation Std. Error

  Pair

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

d. Uji pengaruh perlakuan

  Difference Std. Error

  .57267

  Equal variances not assumed

  .735 .395 -9.975 54 .000 -.47679 .04780 - .57261

  Equal variances assumed

  Lower Upper Posttest Kelompok Kontrol Eksperimen

  Interval of the Difference

  Difference 95% Confidence

  (2- tailed) Mean

  Group Statistics

  F Sig. t df Sig.

  Equality of Variances t-test for Equality of Means

  Levene's Test for

  

Independent Samples Test

  Posttest Kelompok Kontrol 28 1.7286 .16291 .03079 Posttest Kelompok Eksperimen 28 2.2054 .19346 .03656

  Mean Posttest Kelompok Kontrol Eksperimen

  Deviation Std. Error

  Kelompok N Mean Std.

  • .38096
  • 9.975 52.480 .000 -.47679 .04780 -
  • .38090

  Lampiran 11: Rekapan Nilai Kemampuan Mengingat Kelompok Kontrol 1. Nilai Pretest No.res Aspek Total Nilai (rata-rata) Mengidentifikasi

Mengingat

kembali

  3

  2.5

  5

  1

  4

  17

  2.0

  4

  1

  3

  16

  1.5

  1

  2

  2

  15

  2.0

  4

  1

  3

  14

  2.5

  5

  2

  3

  13

  18

  1

  4

  1

  4

  1

  3

  23

  2.0

  4

  1

  3

  22

  2.5

  5

  4

  3

  21

  2.5

  5

  1

  4

  20

  1.5

  3

  1

  2

  19

  1.5

  2.0

  1

  1

  1.5

  6

  3.0

  6

  2

  4

  5

  2.5

  5

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  2

  3

  2.0

  4

  2

  2

  2

  1.5

  3

  1

  2

  2

  4

  3

  5

  12

  3.0

  6

  2

  4

  11

  2.5

  5

  2

  3

  10

  2.5

  3

  2.0

  2

  9

  2.0

  4

  1

  3

  8

  2.5

  5

  1

  4

  7

  2.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Nilai posttest No.res Aspek Total Nilai (rata- rata) Mengidentifikasi Mengingat kmbli

  17

  2

  2

  19

  2.5

  5

  2

  3

  18

  2.0

  4

  3

  1

  2.5

  2.0

  5

  1

  4

  16

  2.5

  5

  2

  3

  15

  2.5

  5

  2

  3

  4

  20

  2.0

  3

  2.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  2

  2

  25

  2.0

  4

  1

  3

  24

  2.5

  5

  2

  23

  2

  3.0

  6

  2

  4

  22

  2.5

  5

  2

  3

  21

  2.0

  4

  2

  14

  1

  3

  3

  2.5

  5

  2

  3

  6

  2.0

  4

  2

  2

  5

  2.5

  5

  2

  4

  2

  1.5

  3

  2

  1

  3

  3.0

  6

  2

  4

  2

  2.5

  5

  2

  7

  2

  1

  4

  3

  13

  2.5

  5

  2

  3

  12

  3.5

  7

  3

  4

  11

  2.0

  2

  4

  2

  10

  3.0

  6

  3

  3

  9

  2.5

  5

  2

  3

  8

  2.0

  4

  Lampiran 12: Rekapan Nilai Kemampuan Mengingat Kelompok Eksperimen 1. Nilai Pretest No. res Aspek Total Nilai (rata- rata) Mengidentifikasi Mengingat kembali

  4

  2.5

  5

  

2

  3

  17

  2.5

  5

  

2

  3

  16

  2.0

  

2

  2

  2

  15

  3.0

  6

  

2

  4

  14

  1.5

  3

  

2

  1

  13

  18

  

2

  5

  

2

  4

  

2

  2

  23

  2.0

  4

  

2

  2

  22

  2.5

  5

  3

  4

  21

  2.5

  5

  

2

  3

  20

  2.0

  4

  

2

  2

  19

  2.0

  2.5

  

2

  1

  2.0

  6

  2.0

  4

  

2

  2

  5

  2.5

  5

  

2

  3

  4

  4

  

2

  

2

  2

  3

  2.5

  5

  

3

  2

  2

  2.0

  4

  

2

  2

  2

  4

  3

  5

  12

  2.5

  5

  

2

  3

  11

  3.0

  6

  

2

  4

  10

  2.5

  

2

  2.0

  3

  9

  1.5

  3

  

1

  2

  8

  1.5

  3

  

2

  1

  7

  2.0 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Nilai Posttest No. res Aspek Total Nilai (rata- rata) Mengidentifikasi

  3

  5

  2

  3

  18

  2.5

  5

  2

  3

  17

  3.5

  7

  4

  16

  19

  2.5

  5

  2

  3

  15

  3.0

  6

  2

  4

  14

  2.5

  5

  2.5

  3

  3

  3

  3.5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7

  3

  4

  24

  2.5

  5

  2

  3

  23

  3.0

  6

  3

  2

  22

  3.5

  7

  4

  3

  21

  3.5

  7

  3

  4

  20

  2.5

  5

  2

  

Mengingat

kembali

  1

  4

  3

  3

  6

  3.5

  7

  4

  3

  5

  3.5

  7

  4

  3

  2.5

  3.0

  5

  2

  3

  3

  3.5

  7

  3

  4

  2

  2.0

  4

  1

  3

  6

  7

  3.0

  3

  6

  3

  3

  12

  3.0

  6

  2

  4

  11

  3.0

  6

  3

  10

  3

  2.5

  5

  2

  3

  9

  3.0

  6

  2

  4

  8

  2.5

  5

  2

  13

  Lampiran 13: Rekapan Nilai Kemampuan Memahami Kelompok Kontrol 1. Nilai Pretest No. res Aspek Total Nilai (rata- rata) Menafsir kan Meniru Mengklasi fikasi Merang kum Mempre diksi Memban dingkan Menjelas kan

  2

  1

  1

  10

  1.43

  16

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  11

  2

  1.57

  17

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  12

  1.71

  18

  2

  1

  1

  12

  2

  10

  1.43

  13

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  1.71

  1

  14

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  3

  13

  1.86

  15

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  13

  1.86

  22

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  11

  1.57

  23

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  12

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  12

  1.71

  19

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  21

  11

  1.57

  20

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  12

  1.71

  1

  2

  1

  2

  4

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  10

  1.43

  5

  1

  12

  1

  2

  1

  1

  2

  10

  1.43

  6

  1

  2

  2

  3

  1.71

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  10

  1.43

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  11

  1.57

  3

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  1

  1.86

  9

  1.29

  10

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  3

  13

  11

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  9

  1.29

  12

  1

  1

  1

  2

  13

  8

  1.86

  7

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  3

  13

  1.86

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  10

  1.43

  9

  1

  1

  1

  1.71 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Nilai Posttest No. res Aspek Total Nilai (rata- rata) Menafsir kan Meniru Mengklasi fikasi Merang kum Mempre diksi Memban dingkan Menjelas kan

  1

  17

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  11

  1.57

  18

  2

  1

  13

  3

  2

  1

  3

  13

  1.86

  19

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1.86

  2

  11

  2

  14

  2.00

  14

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  3

  14

  2.00

  15

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  12

  1.71

  16

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  1.57

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  14

  2.00

  24

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  3

  13

  1.86

  25

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  12

  1.71 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  23

  20

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  12

  1.71

  21

  2

  1

  1

  2

  1.71

  2

  3

  14

  2.00

  22

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  12

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  10

  1.43

  5

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  11

  1.57

  6

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  13

  1.86

  7

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  11

  1.57

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  4

  2

  11

  1.57

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  13

  1.86

  2

  1

  3

  1.57

  3

  13

  1.86

  11

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  11

  12

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  12

  1.71

  13

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  12

  2

  1

  3

  12

  1.71

  8

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1.71

  1

  9

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  12

  1.71

  10

  1

  1

  2

  Lampiran 14: Rekapan Nilai Kemampuan Memahami Kelompok Eksperimen 1. Nilai Pretest No. res Aspek Total Nilai (rata- rata) Menafsir kan Meniru Mengklasi fikasi Merang kum Mempre diksi Memban dingkan Menjelas kan

  3

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  10

  1.43

  17

  2

  1

  1

  2

  16

  2

  2

  13

  1.86

  18

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1.71

  1.57

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  12

  1.71

  14

  2

  1

  1

  1

  12

  1

  2

  11

  1.57

  15

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  11

  19

  13

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  11

  1.57

  23

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  10

  1.43

  24

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  9

  1

  22

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  11

  1.57

  20

  2

  1

  1

  2

  1.57

  1

  2

  12

  1.71

  21

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  11

  2

  1.71

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  11

  1.57

  5

  2

  1

  1

  1.57

  2

  1

  2

  10

  1.43

  6

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  4

  11

  12

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  12

  1.71

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  13

  1.86

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1.71

  12

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  11

  1.57

  11

  2

  1

  1

  2

  10

  1

  2

  11

  1.57

  12

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  2

  2.00

  7

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  12

  1.71

  8

  2

  1

  1

  14

  1

  1

  2

  9

  1.29

  9

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  3

  1.29 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Nilai Posttest No. res Aspek Total Nilai (rata- rata) Menafsir kan Meniru Mengklasi fikasi Merang kum Mempre diksi Memban dingkan Menjelas kan

  2.29

  2

  4

  16

  2.29

  18

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  16

  19

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  4

  17

  2.43

  20

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  4

  17

  2.43

  15

  2

  1

  1

  2

  4

  3

  2

  15

  2.14

  16

  2

  2

  1

  3

  4

  2

  3

  17

  2.43

  17

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  3

  4

  2

  3

  16

  2.29

  25

  2

  1

  1

  3

  1.71

  2

  3

  15

  2.14

  26

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  15

  2.14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

  12

  3

  2

  14

  2.00

  21

  2

  1

  1

  3

  4

  2

  3

  16

  2.29

  22

  1

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  15

  2.14

  23

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  17

  3

  2

  3

  16

  2.29

  5

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  4

  2.43

  1

  6

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  16

  2.29

  7

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  3

  14

  2.00

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  15

  2.14

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  14

  2.00

  4

  3

  4

  2.29

  1

  11

  2

  1

  1

  3

  3

  2

  4

  16

  2.29

  12

  2

  1

  3

  14

  2

  2

  3

  14

  2.00

  13

  2

  1

  1

  3

  4

  2

  3

  16

  2.00

  3

  2

  9

  3

  18

  2.57

  8

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  13

  1.86

  2

  2

  1

  1

  3

  4

  2

  3

  16

  2.29

  10

  1

  2

  1

  2

  3

  14

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 15: Gambar Mind map Anak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 16: Gambar Penelitian Kelas Kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 17: Gambar Penelitian Kelas Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 18: Surat Ijin Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 19: Surat Keterangan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 20: Daftar Riwayat Hidup

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Arista Trisnawati merupakan anak kesembilan dari pasangan Trisnowiyono dan Tuminem. Lahir di Sleman, 6 April 1990. Pendidikan awal dimulai di SD Negeri Somohitan, Turi, Sleman tahun 1997-2002. Dilanjutkan ke jenjang pendidkan Sekolah Lanjut Tingkat Pertama St. Aloysius Turi, Sleman, Yogyakarta pada tahun 2002-2005. Tahun 2005-2008 penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas Stella Duce Bantul. Kemudian menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar pada tahun 2008. Selama menempuh pendidikan sudah banyak

kegiatan organisasi yang telah diikuti oleh penulis, antara lain saat SMP penulis

mengikuti OSIS dan kelompok paduan suara sekolah, serta aktif dalam kegiatan

putra-putri altar. Saat SMA penulis mengikuti OSIS dan kelompok paduan suara

sekolah serta mengikuti beberapa lomba paduan suara antar sekolah maupun antar

yayasan Tarakanita. Saat di Perguruan Tinggi banyak kegiatan organisasi yang

sudah diikuti, antara lain menjadi panitian dalam seminar matematika, menjadi

pendamping kelompok dalam lomba parade gamelan anak dalam 2 periode, serta

menjadi panitian dalam seminar mendongeng.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan mengingat dan memahami kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
1
3
182
Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan membangun empati dan memahami diri pada pelajaran IPA di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
0
149
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
3
146
Pengaruh penggunaan metode gerak dan lagu terhadap kemampuan mengingat dan memahami pelajaran ipa pada siswa kelas IV SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta
0
1
157
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
3
69
161
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
148
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta.
0
0
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
170
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
0
1
143
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
149
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta
0
2
159
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
144
Show more