PENGARUH FAKTOR PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi dan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di BEI) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syar

Gratis

0
0
120
6 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PENGARUH FAKTOR PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UKURAN

PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA

(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi

dan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di BEI)

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Mempe roleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

  

Oleh :

Galih Taufan Aringga Pratomo

082114138

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

  

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PENGARUH FAKTOR PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi dan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di BEI) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Oleh : Galih Taufan Aringga Pratomo 082114138 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

A. Motto

  “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22) “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.” (Lukas 6:37-42). dan waspadalah terhadap segala

  “Berjaga-jagalah ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15)

  B. Persembahan Tulisan ini dipersembahkan untuk:

  Negara Republik Indonesia… Keluargaku terutama ayah dan ibu… Seluruh pihak yang membutuhkan… Kekasihku Dian Aning beserta keluarga…

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN AKUNTANSI-PROGRAM STUDI AKUNTANSI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI

  Yang bertanda tangan dibawah ini, saya menyatakan bahwa skripsi saya dengan judul: PENGARUH FAKTOR PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi dan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di BEI) dan dimajukan untuk diuji tanggal 28 Agustus 2013 adalah hasil karya saya.

  Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 30 Agustus 2013 Yang membuat pernyataan,

  Galih Taufan Aringga Pratomo

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Galih Taufan Aringga Pratomo NIM : 082114138 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada

  Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGARUH FAKTOR PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi dan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di BEI).

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perusahaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pengkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan tidak mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis perlu meminta izin dari penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

  Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 30 Agustus 2013 Yang menyatakan, Galih Taufan Aringga Pratomo

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur kepada Yesus Kristus yang telah melimpahkan berkat dan rahmat- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul PENGARUH FAKTOR PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA. Skripsi ini merupakan studi empiris diperusahaan manufaktur sektor barang konsumsi dan sektor aneka industri, serta merupakan salah satu syarat memperoleh gelar sarjana ekonomi Program Studi Akuntansi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Dalam proses penyelesaian skripsi ini tentu saja tidak terlepas dari peranan berbagai pihak yang dengan tulus ikhlas membantu, membimbing, memotivasi, dan memberikan dukungan kepada penulis. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

  1. Bapak Dr. Herry Maridjo, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak Drs. Y.P, Supardiyono, M.Si., Akt., Q.I.A., selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma.

  3. Ir. Drs. Hansiadi Yuli Hartanto , M.Si., Akt., QIA, selaku Dosen Pembimbing yang dengan sabar telah meluangkan waktu dalam membantu dan membimbing penulis hingga terselesaikannya skripsi ini.

  4. Ir. Rachmat Pratomo dan Anastasia Suparmi selaku orangtua yang telah mendoakan, mendukung dan membiayai hingga terselesaikannya skripsi ini.

  5. Gigih Unggul Wahyu Nur Pratomo, S.T dan Gagat Ragil Andaru Pratomo S.Ked

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Drg. Wening Murtiwi dan Satiti Utami

  7. Dian Aning Pratami yang selalu memotivasi penulis supaya terselesaikan skripsi ini 8. Segenap dosen pengajar Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  9. Segenap karyawan sekretariat dan perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  10. Seluruh karyawan Pojok BEJ Sanata Dharma Yogyakarta

  11. Teman-teman Akuntansi 2008 yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini terutama Deby, Sisilia, Vincent, Dian Micilia, Anang, Dimas, Diaz, Yoga.

  12. Dan berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk skripsi ini agar lebih baik. Akhir kata penulis berharap skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

  Yogyakarta, 31 Agustus 2013 Penulis

  Galih Taufan Aringga Pratomo

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS .................... v HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI ................................................ vi HALAMAN KATA PENGANTAR ............................................................. vii HALAMAN DAFTAR ISI ............................................................................ ix HALAMAN DAFTAR TABEL ................................................................... xi HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ........................................................... xiii ABSTRAK ..................................................................................................... xiv ABSTRACT ................................................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN ......................................................................

  1 A. Latar Belakang Masalah ........................................................

  1 B. Rumusan Masalah..................................................................

  5 C. Tujuan Penelitian ...................................................................

  5 D. Manfaat Penelitian .................................................................

  5 E. Sistematika Penulisan ............................................................

  5 BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................

  7 A. Laporan Keuangan .................................................................

  7 1. Pengertian Laporan Keuangan ........................................

  7

  2. Jenis-jenis Laporan Keuangan ........................................ 10

  3. Distorsi Laporan Keuangan ............................................ 12

  B. Laba ....................................................................................... 12

  1. Definisi Laba ................................................................... 12

  2. Karakteristik Laba Akuntansi .......................................... 14

  3. Tujuan Pelaporan Laba .................................................... 15

  E. Manajemen Laba ................................................................... 18

  8. Mendeteksi PerataanLaba ................................................ 33

  3. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Perataan Laba . 40

  2. Pengaruh Leverage Terhadap Perataan Laba .................. 39

  1. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Perataan Laba ............ 38

  I. Ukuran Perusahaan ................................................................ 38 J. Pengembangan Hipotesis ....................................................... 38

  H. Leverage ................................................................................ 36

  G. Profitabilitas........................................................................... 34

  7. Teknik Perataan Laba ...................................................... 31

  1. Pola Manajemen Laba ..................................................... 21

  6. Kendala yang Menjadi Motivasi Perataan Laba .............. 31

  5. Motivasi Manajemen Melakukan Perataan Laba ................... 29

  4. Tujuan Perataan Laba ...................................................... 28

  3. Sasaran Praktik Perataan Laba ........................................ 27

  2. Jenis-jenis Perataan Laba ................................................. 26

  1. Definisi Perataan Laba ..................................................... 24

  F. Perataan Laba ........................................................................ 24

  

BAB III METODE PENELITIAN .......................................................... 41

A. Jenis Penelitian dan Tempat Penelitian ................................. 41 B. Jenis Data ............................................................................... 41 C. Metode Pengumpulan Data ................................................... 41 D. Populasi dan Sampel .............................................................. 42 E. Data Panel .............................................................................. 42 F. Metode Logistic Regression .................................................. 43 G. Pemodelan ............................................................................. 44 H. Variabel Penelitian ................................................................ 44 I. Metode Analisis Data ............................................................ 48

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ................................... 52

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Klasifikasi Sampel ........................................................... 74

  2. Analisis Deskriptif ........................................................... 75

  3. Analisis Kelayakan Model ............................................... 75

  4. Analisis Uji Keseluruhan Model ..................................... 76

  5. Uji Hipotesis Simultan..................................................... 77

  6. Uji Hipotesis Parsial ........................................................ 78

  7. Analisis Koefisien Determinasi ....................................... 79

  B. Pembahasan ........................................................................... 82

  

BAB VI PENUTUP ................................................................................... 88

A. Kesimpulan ............................................................................ 88 B. Keterbatasan Penelitian ......................................................... 88 C. Saran ...................................................................................... 88

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 89

LAMPIRAN.................................................................................................. . 93

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 5.1 : Klasifikasi Sampel Berdasarkan jenis Industri dan Indeks Eckel ....... 74Tabel 5.2 : Analisis Deskriptif Keseluruhan Perusahaan yang Menjadi Sampel .. 74Tabel 5.3 : Hasil Uji Kelayakan Model ................................................................ 75Tabel 5.4 : Tabel Number 0................................................................................... 76Tabel 5.5 : Tabel Number 1................................................................................... 77Tabel 5.6 : Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan ................................................... 78Tabel 5.7 : Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial ...................................................... 80Tabel 5.8 : Hasil Pengujian Koefisien Determinasi .............................................. 81

  Tabel 5.9: Model Sumary ...................................................................................... 82

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

  LAMPIRAN I : Daftar Perusahaan dan kode perusahaan .................................. 93 LAMPIRAN II : Perhitungan Indeks Eckel......................................................... 94 LAMPIRAN III: Data Perusahaan Sampel ........................................................... 98 LAMPIRAN iV: Tabel Chi Square ...................................................................102

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

PENGARUH FAKTOR PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UKURAN

PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA

Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi

dan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di BEI

Galih Taufan Aringga Pratomo

  

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2013

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap praktik perataan laba. Penelitian ini melibatkan 43 perusahaan yang terdaftar pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi dan sektor aneka industri yang terdaftar di bursa efek Indonesia dengan mengambil 3 tahun penelitian mulai tahun 2009 sampai dengan tahun 2011. Penelitian ini menggunakan Indeks Eckel untuk mengklasifikasikan perusahaan yang melakukan atau tidak melakukan praktek perataan laba. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perataan laba, profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan. Analisa statistik yang digunakan adalah dengan uji regresi logistik. Hasil dari uji regresi logistik secara simultan profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan mempengaruhi perataan laba. Hasil uji regresi logistik secara parsial variabel profitabilitas dan leverage berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba, sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba.

  Kata kunci: perataan laba, profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, regresi logistik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

INCOME SMOOTHING PRACTICE

An Empirical Study on Manufacturing Industry of Consumer Goods and

Miscellaneous Sector Listed on The Indonesia Stock Exchange

  

Galih Taufan Aringga Pratomo

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2013

  

This research aims to find out whether the profitability, leverage and firm size a

positive effect on the income smoothing practice. This research involved 43 companies

of manufacturing industry within the consumer good and miscellaneous sectors listed

in the Indonesia Stock Exchange during 2009 to 2011. This Research employs Ecke

lindex to classify company that does or does not practice income smoothing. Variables

examined in this research was income smoothing, profitability, leverage and the firm

size. The statistical analysis employed was the logistic regression. The results of

simultaneous logistic regression shows that the variable of profitability leverage and

firm size do affecting the income smoothing, while the results of partial logistic

regression shows that the variable of profitability and leverage do positively effecting

the income smoothing practices, while the variable of firm size has no effect on the

income smoothing practices.

  Keywords: income smoothing, profitability, leverage, firm size, logistic regression

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan gambaran kondisi perusahaan yang

  berisikan informasi-informasi penting yang digunakan oleh manajemen, pemegang saham, kreditur, pemerintah, pemasok, konsumen dan masyarakat untuk mengambil keputusan. Pada perkembangannya, penggunaan informasi akuntansi telah menyebabkan timbulnya perilaku manipulatif terutama dari kalangan manajer yang kinerjanya diukur beradasarkan informasi tersebut.

  Informasi laba dan komponen-komponennya menjadi subyek manipulasi karena merupakan salah satu fokus utama dalam pelaporan keuangan dan banyak diperhatikan dan digunakan oleh pemakai laporan keuangan. Para investor, kreditor dan pengguna lainnya menggunakan informasi itu untuk menilai prospek aliran kas, mengevaluasi kinerja manajemen, mengestimasi earning power dan memprediksi laba masa depan.

  Informasi laba juga banyak digunakan oleh pemakai untuk mengkonfirmasi, menilai resiko dan mengubah atau merevisi prediksi. Budhiasih (2009), menyatakan laba adalah salah satu informasi yang paling dipertimbangkan oleh investor dalam untuk mengambil keputusan apakah akan melakukan investasi atau tidak. Pengguna laporan keuangan lebih berfokus terhadap laba daripada item laporan keuangan lainnya. Nasser dan Herlina (2003),

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  laba juga membantu pemilik perusahaan atau pihak lainnya dalam menaksir “earnings power” perusahaan di masa yang akan datang.

  Barnea, Ronen dan Sadan (1976) dalam Budhijono (2006) menyatakan perataan laba dilakukan oleh manajer untuk mengurangi fluktuasi dari laba yang dilaporkan dan meningkatkan kemampuan investor untuk meramalkan arus kas di masa mendatang. Praktik perataan laba pada intinya ini dapat memberikan pengaruh yang menguntungkan bagi nilai saham serta penilaian kinerja manajer. Tujuan manajer melakukan perataan laba antara lain mencapai keuntungan pajak, memperoleh kesan baik, memperoleh kemakmuran.

  Motif manajer dalam meratakan laba yaitu bonus, kontrak hutang jangka panjang, politik, pajak, pergantian jabatan, penawaran saham perdana.

  Tujuan dan alasan yang melatar belakangi manajemen melakukan perataan laba, tetap saja tindakan tersebut dapat merubah kandungan informasi atas laba yang dihasilkan perusahaan. Perubahan kandungan informasi atas laba perlu diwaspadai oleh pengguna laporan keuangan, karena informasi yang telah mengalami penambahan atau pengurangan tersebut dapat menyesatkan pengambilan keputusan yang akan diambil, tidak jarang perilaku seseorang menunjukkan perilaku oportunis dalam praktik akuntansi, yaitu perilaku mencari keuntungan pribadi, hal ini telah diungkapkan oleh Jensen dan Meckling (1976) yang lebih dikenal dengan teory agency (Lako, 2011).

  Berdasarkan teori keagenan, prinsipal (pemilik perusahaan atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  melakukan pengambilan keputusan. Hubungan antara pemilik perusahaan dan manajer dapat menimbulkan asimetri informasi dimana individu-individu memaksimalkan kepentingan individu, karena manajer mempunyai informasi yang lebih lengkap daripada pemegang saham, maka manajer dapat berperilaku yang tidak semestinya demi memaksimumkan kepentingan diri sendiri. Menurut Lako (2011) dalam beberapa survey akuntansi menunjukkan bahwa konflik kepentingan menjadi pengaruh manajemen laba.

  Praktik perataan laba merupakan salah satu tindakan yang umum dilakukan oleh manajer, karena praktik seperti ini dapat mempengaruhi pengambilan keputusan khususnya pada pihak eksternal. Usaha manajer melakukan perataan laba dibedakan menjadi dua yaitu usaha memaksimumkan atau meminimumkan laba untuk mengurangi fluktuasi laba. Kegiatan perataan laba merupakan usaha untuk mengurangi fluktuasi laba agar laba dalam suatu periode tidak terlalu berbeda dengan laba pada periode sebelumnya.

  Penelitian sebelumnya yang menguji faktor-faktor yang mendorong praktik perataan laba, Budiasih (2009) menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh positif sedangkan leverage tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba, Suwito dan Herawati (2005), menyimpulkan ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba sedangkan penelitian Herikaningsih (2008), menyimpulkan hanya variabel leverage yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  Penelitian ini mengacu pada penelitian Suwito dan Herawati (2005), yang berjudul analisis pengaruh karakteristik perusahaan terhadap tindakan perataan laba yang dilakukan oleh perusahaan yang terdaftar di bursa efek Jakarta, yang membedakan skripsi ini dengan penelitian sebelumnya, dari segi variabel independen penelitian sebelumnya menggunakan variabel independen: jenis usaha,ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas, sedangkan dalam penelitian ini hanya menggunakan variabel profitabilitas,

  leverage dan ukuran perusahaan, dari segi objek: objek penelitian sebelumnya

  yaitu perusahaan manufaktur sedangkan penelitian ini hanya mengambil perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi dan sektor aneka industri,dan dari segi proxy variabel indepen: proxy yang digunakan penelitian sebelumnya adalah total aktiva, ROA, total aset dan leverage operasi sedangkan penelitian ini menggunakan ROA untuk variabel profitabilitas, DTAR untuk variabel leverage dan Ln total aktiva untuk variabel ukuran perusahaan.

  Banyak penelitian empiris sebelumnya yang menguji faktor-faktor yang mendorong praktik perataan laba, tetapi belum ada temuan empiris yang diperoleh dapat disepakati, hal ini disebabkan karena beberapa faktor masih disimpulkan berpengaruh positif dan tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Maka dari itu penulis tertarik untuk mengkaji dan meneliti ulang agar dapat mengetahui lebih jauh faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perataan laba terhadap seperti profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

  C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

  D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk pihak-pihak yang memiliki kepentingan kaitannya dengan penelitian ini antara lain hasil penelitian ini diharapkan memberi gambaran perlakuan informasi laba. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mengetahui kebijakaan manajer dalam melakukan praktik perataan laba. Bagi kalangan akademisi yang melakukan penelitian dengan topik sejenis, diharapkan bahwa penelitian ini dapat memberikan informasi dan referensi tambahan.

  E. Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi 6 bab yang meliputi:

  Bab 1: Pendahuluan Bab pendahuluan berisikan latar belakang permasalahan, rumusan masalah, tujuan penelitian serta manfaat penelitian dan sistematika penulisan. Bab II: Landasan Teori

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

  profitabilitas, pengertian leverage dan pengertian ukuran perusahaan dan pengembangan hipotesis.

  Bab III: Metode Penelitian Bab metode penelitian berisikan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Uraian bab ini berisikan jenis penelitian, tempat penelitian teknik pengumpulan data, jenis data, populasi dan sampel, pemilihan sampel, pemodelan, variabel penelitian dan metode analisis data.

  Bab IV: Gambaran Umum Objek Penelitian Bab gambaran umum objek penelitian ini berisi penjelasan tentang garis besar objek yang diteliti, seperti sejarah perusahaan, bidang usaha, alamat kantor dan sebagainya.

  Bab V: Analisis Data dan Pembahasan Bab analisis data dan pembahasan berisi deskripsi data, analisis data, hasil penelitian dan pembahasan yang terdiri dari analisis faktor-faktor profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan serta pengaruh terhadap tindakan perataan laba.

  Bab VI: Penutup Bab penutup merupakan bagian akhir dari penelitian, yang memuat kesimpulan, keterbatasan dan saran.

  

BAB II

LANDASAN TEORI Bab ini akan dibahas landasan teori yang mendasari pemikiran dalam

  membahas dan menyelesaikan permasalahan penelitian. Bab landasan teori berisikan pembahasan tentang laporan keuangan, laba, teori keagenan, asimetri informasi, manajemen laba, perataan laba, pengertian profitabilitas, pengertian leverage dan pengertian ukuran perusahaan dan pengembangan hipotesis. Bab ini menjadi dasar teori dari penelitian ini.

  A. Laporan Keuangan

  1. Pengertian Laporan Keuangan

  Laporan keuangan merupakan gambaran dari kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau pada periode tertentu.

  Jenis laporan keuangan yang lazim dikenal yaitu: neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal serta catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan media yang paling penting untuk menilai kondisi dan prestasi ekonomi suatu perusahaan.

  Pada tahap pertama, seorang pengguna tidak akan mampu mengamati langsung ke dalam perusahaan. Seandainya mampu dilakukan, pengguna tidak akan mengetahui banyak tentang informasi perusahaan. Hal ini

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menyebabkan media laporan keuangan menjadi penting. Laporan keuangan inilah yang menjadi sarana informasi bagi pengguna dalam mengambil keputusan. Laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan, hasil usaha perusahaan dalam satu periode, dan arus dana (kas) dalam periode tertentu. Berikut ini adalah pengguna laporan keuangan:

  a. Penanam modal (Investor) Para investor berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Investor membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.

  b. Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.

  c. Pemberi pinjaman Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. Pemasok dan kreditor Pemasok dan Kreditor tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.

  e. Pelanggan Pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.

  f. Pemerintah dan lembaga Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.

  g. Masyarakat Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara.

  Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

2. Jenis-jenis Laporan Keuangan

  Jenis-jenis laporan keuangan terdiri dari:

  a. Neraca Neraca merupakan laporan keuangan yang menggambarkan posisi aktiva, kewajiban dan modal suatu perusahaan, agar mudah dipahami oleh pengguna informasi akuntansi, unsur-unsur laporan keuangan dikelompokkan menurut jenis dan likuiditasnya. Informasi utama dalam neraca adalah aset yaitu segala sesuatu yang dimiliki perusahaan yang memiliki nilai ekonomis, dan berasal dari transaksi masa lalu. Kewajiban yaitu segala pengorbanan ekonomis dimasa yang akan datang dari hasil transaksi atau kejadian di masa sekarang sedangkan ekuitas yaitu nilai aset dikurangi kewajiban.

  b. Laporan laba rugi Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang berisikan informasi tentang keuntungan atau kerugian yang diderita oleh perusahaan dalam satu periode tertentu. Laporan ini mensajikan data pendapatan sebagai hasil usaha perusahaan dan beban sebagai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pengeluaran operasional perusahaan. Laporan laba rugi dibuat dalam dua bentuk yaitu single step dan multiple step.

  c. Laporan arus kas Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan.

  d. Laporan perubahan modal Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan keadaan modal pada suatu periode. Hal-hal yang mengubah posisi keuangan adalah laba atau rugi yang sedang dialami perusahaan. Umumnya perusahaan sedang menanggung rugi maka modal berkurang sebaliknya jika perusahaan memperoleh laba maka modal akan bertambah.

  e. Catatan atas laporan keuangan Catatan atas laporan keuangan merupakan komponen laporan keuangan yang menjelaskan berbagai kebijakan akuntansi dan penjelasan atas pos-pos laporan keuangan yang disajikan sebagai informasi tambahan yang bersifat keuangan maupun non keuangan.

  Catatan atas laporan keuangan ini juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komponen laporan keuangan lainnya. Informasi yang disajikan dalam ke empat laporan tersebut harus secara bersama-sama dengan informasi yang disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.

  3. Distorsi Laporan Keuangan

  Distorsi laporan keuangan adalah penyimpangan informasi dari laporan keuangan terhadap realitas usaha sebenarnya. Distorsi ini timbul dari sifat akuntansi akrual yang meliputi standar, kesalahan estimasi, keseimbangan antara relevan dan andal serta kebebasan dalam aplikasinya. Distorsi akuntansi muncul dalam tiga bentuk yaitu kesalahan estimasi manajemen,

  window dressing, manajemen laba, standar akuntansi yang gagal dalam menangkap realitas ekonomi.

  B. Laba

  1. Definisi Laba

  Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang merniliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Laba pada umumnya dipandang sebagai suatu dasar perpajakan, determinan pada kebijakan pembayaran dividen, pedoman investasi, dan pengambilan keputusan, dan unsur prediksi. Informasi laba merupakan komponen laporan keuangan yang disediakan dengan tujuan membantu menyediakan informasi untuk menilai kinerja manajemen, mengestimasi kemampuan laba yang

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  representatif dalam jangka panjang dan menaksir resiko dalam investasi atau kredit. Pengertian laba secara konvensional adalah nilai maksimum yang dapat dibagi atau dikonsumsi selama satu periode akuntansi dimana keadaan pada akhir periode masih sama seperti pada awal periode. Laba dalam teori akuntansi biasanya lebih menunjuk pada FASB yang disebut dengan laba komprehensif karena lebih umum dan cakupannya lebih luas. Laba komprehensif dimaknai sebagai kenaikan aset bersih selain yang berasal dari transaksi dengan pemilik. Sedangkan earning adalah laba yang diakumulasikan selama beberapa periode atau kenaikan ekuitas atau aktiva neto suatu perusahaan yang disebabkan karena aktivitas operasi maupun aktivitas di luar usaha selama periode tertentu. Earning merupakan pengertian yang paling sempit sedangkan laba komprehensif merupakan pengertian paling luas. Pengertian laba yang dianut oleh struktur akuntansi sekarang ini adalah laba akuntansi yang merupakan selisih pengukuran pendapatan dan biaya.

  Fisher dan Bedford (1953) dalam Dewi dan Zulaikha (2010), menyatakan pada dasarnya ada tiga sifat laba yang umum dibicarakan dan digunakan dalam ekonomi. Ketiga sifat tersebut semuanya penting. Ketiga sifat tersebut adalah Psychic income menunjukkan konsumsi barang dan jasa yang dapat memenuhi kepuasan dan keinginan individu. Real income, yang menunjukkan kenaikan dalam kemakmuran ekonomi yang ditunjukkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  oleh kenaikan biaya hidup. Money income, yang menunjukkan kenaikan nilai sumber-sumber ekonomi yang digunakan konsumsi yang sesuai dengan biaya hidup.

2. Karakteristik Laba Akuntansi

  Laba akuntansi berbeda dengan laba ekonomi, lba akuntansi memiliki karakteristik yang berbeda dengan laba ekonomi. Belkaoui (1984) dalam Salno dan Baridwan (2000), menyebutkan bahwa laba akuntansi mempunyai lima karakteristik sebagai berikut: a. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual terutama yang berasal dari penjualan barang atau jasa.

  b. Laba akuntansi didasarkan pada periodisasi dan mengacu pada kinerja perusahaan selama satu periode tertentu.

  c. Laba akuntansi didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus mengenai definisi, pengukuran dan pengakuan pendapatan.

  d. Laba akuntansi memerlukan pengukuran tentang biaya dalam bentuk cost historis.

  e. Laba akuntansi menghendaki adanya perbandingan (matching) antara pendapatan dengan biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Tujuan Pelaporan Laba

  Tujuan utama pelaporan laba, yaitu memberikan informasi yang berguna bagi mereka yang saling berkepentingan dengan laporan keuangan.

  Tujuan informasi laba juga dapat digunakan untuk input utama dalam model- model evaluasi investor, infomasi laba juga digunakan direksi, komisaris dan para investor institutional untuk mengukur kinerja korporasi dan kualitas manajemen. Tujuan umum penggunaan laba untuk pengukuran efisiensi manajemen dan untuk membantu peramalan di masa depan atau pembagian deviden di masa depan. Tujuan khusus yaitu penggunaan laba sebagai pengukur keberhasilan serta sebagai pedoman pengambilan keputusan manajerial di masa yang akan datang.

  Informasi laba merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang, menaksir risiko dalam investasi atau meminjamkan dana. Menurut Suwarjono (2011), tujuan pelaporan laba diharapkan dapat digunakan antara lain untuk: indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanam dalam perusahaan kemudian diwujudkan dalam tingkat kembalian atas investasi (rate of retun on inuested

  capital). Pengukur prestasi atau kinerja badan usaha dan manajemen, dasar

  penentuan besarnya pengenaan pajak, alat pengendalian alokasi sumber daya ekonomik suatu negara, alat pengendalian terhadap debitor dalam kontrak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hutang, dasar kompensasi dan pembagian bonus. alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan dan dasar pembagian dividen.

C. Teori Keagenan

  Teori keagenan menyangkut dua pihak yaitu prinsipal dan agen. Agen merupakan pihak yang bertugas mengelola perusahaan. Berjalannya perusahaan paling besar tergantung kepada agen atau tindakan yang dilakukan agen sebagai patokan untuk berkembang atau tidaknya perusahaan. Performa agen sering menjadi perhatian berbagai pihak dalam melihat kemajuan perusahaan. Sebaliknya, pemilik perusahaan atau penyetor dana pada perusahaan sering disebut sebagai prinsipal. Keinginan prinsipal yang harus dijalankan oleh agen agar prinsipal mendapatkan pengembalian atas investasi yang telah ditanamkan.

  Masalah konflik agensi dalam korporasi biasanya terjadi pemilik perusahaan tidak berperan aktif dalam manajemen perusahaan prinsipal mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab pengolahan perusahaan pada agen atau manajer profesional untuk bekerja atas nama dan kepentingannya.

  Pendelegasian ini menimbulkan para manajer memiliki insentif untuk membuat keputusan-keputusan strategik, taktikal, dan operasional untuk mencapai kepentingan dirinya sendiri. Akibatnya muncul konflik agensi yang sulit diselaraskan. Menurut Anthony dan Govindarajan (2005) dalam Budiasih (2009), teori keagenan adalah hubungan atau kontrak antara prinsipal dan agen. Teori

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  termotivasi oleh kepentingan dirinya sendiri sehingga menimbulkan konflik kepentingan antara prinsipal dan agen.

  Manurung (2012) dalam Wulandari (2013) menyatakan manajer perusahaan seharusnya bertindak demi kepentingan pemegang saham tetapi dalam kenyataannya sebagian manajer lebih melakukan tindakan-tindakan untuk kepentingan diri sendiri. Hanaa M. Salno (2000) dalam Marlina (2001) menyatakan pertentangan kepentingan yang dapat terjadi antara pihak-pihak manajemen (agen) dengan pihak pemegang saham, kreditor dan pemerintah (prinsipal), salah satunya, pemegang saham menginginkan tercapainya tingkat profitabilitas yang meningkat, sedangkan agen berusaha untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan psikologis melalui kontrak kompensasi.

D. Asimetri Informasi

  Asimetri informasi merupakan ketimpangan informasi antara manajer dan pemegang saham, dimana manajer lebih mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan dimasa depan dibandingkan pemegang saham tersebut. Manajemen laba merupakan intervensi manajemen dalam proses menyusun pelaporan keuangan eksternal sehingga dapat menaikkan atau menurunkan laba akuntansi sesuai dengan kepentingan pelaksanaan manajemen tersebut. Menurut Scott (2000) dalam Wisnumurti (2010), terdapat dua macam asimetri informasi yaitu adverse selection, yaitu dimana kondisi para manajer serta orang-orang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perusahaan dibandingkan investor pihak luar dan fakta yang mungkin dapat mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh pemegang saham tersebut tidak disampaikan informasinya kepada pemegang saham dan moral hazard, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer tidak seluruhnya diketahui oleh pemegang saham maupun pemberi pinjaman. Sehingga manajer dapat melakukan tindakan diluar pengetahuan pemegang saham dengan melanggar kontrak dan sebenarnya secara etika atau norma mungkin tidak layak dilakukan.

  Kedua masalah ini muncul akibat pemisahan kepemilikan dan hak kontrol terhadap pengelolaan korporasi. Terjadinya adverse selection dan moral hazard dapat menimbulkan implikasi yang serius terhadap kinerja dan sustainbilitas perusahaan. Dua masalah tersebut dapat mendorong manajer untuk melakukan tindakan yang tidak etis, selain itu manajer juga dapat membiaskan atau mendistorsi informasi tentang peluang investasi dan prospek perusahaan.

E. Manajemen Laba

  Menurut prespektif teori akuntansi manajemen laba merupakan pilihan yang dilakukan oleh manajer terhadap kebijakan-kebijakan yang diperkenankan sehingga dapat mencapai tujuan spesifiknya. Secara konseptual ada dua motif utama manajer mendorong melakukan manajemen laba. Pertama motif oportunistik untuk memaksimumkan bonus mereka dalam menghadapi kontrak kompensasi, kontrak hutang dan political cost. Kedua, motif antisipasi manajer

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam menghadapi kontrak yang efisien misalnya dalam kontrak kompensasi eksekutif dan kontrak hutang.

  Scott (2000) dalam Kusuma dan Wigiya (2003) menyatakan dalam manajemen laba, manajemen dapat mengambil kebijakan menaikkan atau menurunkan laba sesuai dengan kepentingannya. Teori keagenan menyatakan bahwa praktik manajemen laba dipengaruhi oleh adanya konflik kepentingan antara agen dengan prinsipal yang timbul ketika setiap pihak berusaha untuk mencapai atau mempertahankan tingkat kemakmuran yang dikehendakinya.

  Asimetri informasi timbul dalam hubungan keagenan, dimana manajer memiliki informasi internal perusahaan yang lebih banyak dan mengetahui informasi tersebut lebih cepat dibandingkan pihak eksternal. Kondisi ini memberikan kesempatan kepada manajer untuk menggunakan informasi yang diketahuinya untuk memanipulasi laporan keuangan sebagai usaha untuk memaksimalkan kepentingannya. Menurut Skousen dan Stice (2004) dalam Wulandari (2013), alasan yang mendorong manajer perusahaan melakukan manajemen laba adalah sebagai berikut: a. Memenuhi Target Internal

  Target laba internal merupakan alat penting dalam memotivasi para manajer untuk meningkatkan usaha penjualan, pengendalian biaya, dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Perhitungan bonus internal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  seorang manajer yang menjadi subjek rencana bonus atas dasar laba cenderung untuk menaikkan laba jika mereka sudah berada dalam posisi mendekati batasan bonus dan akan menurunkan laba jika laba yang akan dilaporkan berada diatas batas bonus maksimal. Kecenderungan ini pada dasarnya menunjukkan bahwa para manajer memiliki tendensi untuk menunda pengakuan laba di periode yang baik untuk berjaga-jaga apabila hasil operasi periode berikutnya tidak begitu memuaskan.

  b. Memenuhi Harapan Eksternal

  Stakeholders eksternal memiliki kepentingan terhadap kinerja

  keuangan perusahaan. Para pegawai dan pelanggan menginginkan perusahaan tetap berjalan dengan baik sehingga dapat bertahan dalam jangka panjang dan melaksanakan kewajiban pensiun dan garansinya. Para pemasok menginginkan jaminan atas pembayaran dan perusahaan akan tetap menjadi pembeli yang dapat diandalkan selama bertahun-tahun ke depan.

  Bagi pihak yang berkepentingan, adanya tanda dari kelemahan keuangan, seperti pelaporan rugi, benar-benar merupakan suatu berita buruk terutama bagi analis keuangan. Pihak analis akan merekomendasikan untuk menjual atau membeli saham perusahaan berdasarkan estimasi atas laba perusahaan. Pelaporan laba yang lebih kecil dibandingkan laba yang diestimasi oleh analis akan menyebabkan turunnya harga saham. Oleh karena itu, perusahaan memiliki intensif untuk melakukan manajemen laba guna

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  diperkirakan oleh para analis. Kemampuan perusahaan yang luar biasa untuk secara konsisten memenuhi target laba seperti yang diperkirakan oleh pihak- pihak yang berkepentingan tidak mungkin terjadi jika perusahaan tidak melakukan paling tidak satu jenis manajemen laba.

  c. Mengurangi gejolak laba Menurut pandangan tradisional laporan keuangan yang bergejolak memiliki resiko yang tinggi, sehingga premium saham dan harga saham terdiskon. Beberapa alasan yang dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa manajer melakukan perataan laba yaitu tindakan meratakan laba dapat dilakukan sepanjang manajemen mencapai peramalan analis. Laba yang grafiknya meningkat dianggap penting oleh pasar saham. Apabila tidakan perataan laba berhasil memandu peramalan analis agar sesuai dengan harapan labanya, maka bentuk manajemen laba ini bisa dikatakan berhasil. Motivasi yang mendorong dilakukannya perataan laba adalah untuk memperbaiki hubungan perusahaan dengan kreditor, investor dan karyawan.

1. Pola manajemen laba

  Menurut Scoot (2000) dalam Lako (2011), merangkum pola manajemen laba menjadi empat kegiatan yaitu: a. Pola taking a bath

  Taking a bath adalah pola manajemen laba yang dilakukan dengan

  cara menjadikan laba perusahaan pada periode berjalan menjadi sangat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan laba pada periode sebelumnya atau sesudahnya. Taking a bath terjadi selama periode adanya tekanan organisasi atau pada saat terjadinya reorganisasi, seperti pergantian CEO baru.

  Teknik taking a bath mengakui adanya biaya-biaya pada periode yang akan datang dan kerugian pada periode berjalan ketika terjadi keadaan buruk yang tidak menguntungkan dan tidak bisa dihindari pada periode berjalan. Konsekuensinya, manajemen menghapus beberapa aktiva, membebankan perkiraan-perkiraan biaya mendatang. Akibat dari pola ini, laba pada periode berikutnya akan lebih tinggi dari seharusnya.

  b. Pola Income Minimization

  Income minimization adalah pola manajemen laba yang dilakukan

  dengan cara menjadikan laba pada laporan keuangan periode berjalan lebih rendah daripada laba sesungguhnya. Income minimization biasanya dilakukan pada saat profitabilitas perusahaan sangat tinggi dengan maksud agar tidak mendapat perhatian secara politis.

  Kebijakan yang diambil dapat berupa penghapusan atas barang modal dan aktiva tak berwujud, pembebanan pengeluaran iklan. Pola ini mirip dengan taking a bath tetapi lebih halus. Income minimization ini dilakukan pada saat profitabilitas perusahaan sangat tinggi, sehingga jika periode yang akan datang diperkirakan laba turun drastis dapat diatasi dengan mengambil laba periode sebelumnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Maksimisasi laba (income maximization) adalah pola manajemen laba yang dilakukan dengan cara menjadikan laba pada laporan keuangan periode berjalan lebih tinggi daripada laba sesungguhnya. Income

  maximization dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh bonus yang

  lebih besar, meningkatkan keuntungan, dan untuk menghindari dari pelanggaran atas kontrak hutang jangka panjang. Income maximization dilakukan dengan cara mempercepat pencatatan pendapatan, menunda biaya dan memindahkan biaya untuk periode lain.

  Pola income maximization dilakukan pada saat laba menurun. Tindakan atas income maximization bertujuan untuk melaporkan laba bersih yang meningkat untuk tujuan bonus yang besar. Pola ini dilakukan oleh perusahaan yang melakukan pelanggaran perjanjian hutang.

  d. Pola Income Smoothing

  Income smoothing atau perataan laba merupakan salah satu

  bentuk manajemen laba yang dilakukan dengan cara membuat laba akuntansi relatif konsisten dari periode ke periode. Pihak manajemen dengan sengaja menurunkan atau meningkatkan laba untuk mengurangi gejolak dalam pelaporan laba, sehingga perusahaan terlihat stabil atau tidak berisiko tinggi. Sebagai contoh, ketika penghasilan saat sekarang relatif rendah, tetapi penghasilan di masa mendatang diperkirakan relatif tinggi, maka pihak manajer akan melakukan pemilihan metode akuntansi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dampaknya, manajer dalam lingkungan pekerjaan seperti ini akan meminjam penghasilannya di masa mendatang jika pada saat sekarang penghasilan relatif bernilai tinggi, tetapi penghasilan dimasa mendatang diperkirakan relatif rendah, maka pihak manajer akan melakukan pemilihan metode akuntansi yang dapat menurunkan discretionary

  accruals untuk saat sekarang. Pihak manajer dengan efektif akan

  menabung penghasilannya saat sekarang untuk kemungkinan penggunaan di masa mendatang. Pola Income Smoothing dilakukan perusahaan dengan cara meratakan laba yang dilaporkan sehingga dapat mengurangi fluktuasi laba yang terlalu besar karena pada umumnya investor lebih menyukai laba yang relatif stabil.

F. Perataan Laba

1. Definisi Perataan Laba

  Praktik perataan laba merupkan tindakan yang dilakukan manajemen dengan menambah atau mengurangi laba utuk mengurangi fluktuasi laba, demi tercapainya tujuan dan motivasi tertentu.Menurut Linda dan Sovi (2008), perataan laba merupakan suatu bentuk manajemen laba yang mencerminkan hasil ekonomi, tidak sebagaimana keadaannya, tetapi merupakan penampilan yang diinginkan manajemen, lebih lanjut dikatakan bahwa income smoothing mengandalkan tidak pada pemalsuan atau penyimpangan, tetapi pada peluang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (PABU). Menurut Beidleman (1973) dalam Masodah (2007), meratakan

  earning yang dilaporkan sebagai pengurangan secara sengaja fluktuasi di sekitar tingkat earning tertentu yang dianggap normal bagi sebuah perusahaan.

  Budiasih (2009), mengatakan bahwa perataan laba merupakan tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk mengurangi variabilitas laba yang dilaporkan agar dapat mengurangi risiko pasar atas saham perusahaan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan harga saham perusahaan. Perataan laba juga didefinisikan sebagai upaya yang sengaja dilakukan untuk memperkecil fluktuasi pada tingkat laba yang dianggap normal bagi perusahaan, serta sebuah praktik dengan menggunakan teknik-teknik akuntansi untuk mengurangi fluktuasi laba bersih selama beberapa periode waktu. Menurut Koch (1981) dalam Suwito dan Herawati (2005), perataan laba dapat didefinisikan sebagai cara yang digunakan oleh manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan agar sesuai dengan target yang diinginkan baik secara artifisial melalui metode akuntansi, maupun secara riil melalui transaksi. Mc Nichols dan Wilson (1998) dalam Budhijono (2005), menyatakan bahwa usaha manajemen itu dibedakan menjadi dua, yaitu usaha untuk memaksimumkan atau meminimumkan laba dan usaha untuk mengurangi fluktuasi laba (perataan laba). Berdasarkan konsep perataan laba, pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan cenderung bersifat risk averse, yaitu menghindari risiko yang tinggi sehingga mereka lebih meminati perusahaan dengan laba yang stabil dibandingkan laba

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Laba yang stabil mencerminkan keadaan yang lebih pasti dan tidak berisiko tinggi untuk masa depan. Praktik perataan laba oleh manajemen juga didorong oleh adanya konflik kepentingan antara prinsipal dan agen . Menurut teori keagenan, prinsipal mendelegasikan wewenang untuk mengelola perusahaan kepada agen. Konteks perilaku oportunis (the opportunistic

  behaviour), manajer diasumsikan berusaha untuk memaksimalkan

  kemakmuran pribadinya, yang mana kemakmuran tersebut sangat tergantung pada seberapa besar kinerja yang dicapai terkait dengan bonus tunai (the

  bonus plan), sama halnya dengan agen, prinsipal juga memiliki kepentingan

  yaitu menginginkan laba perusahaan selalu stabil agar dana yang telah diinvestasikan di perusahaan tersebut tetap aman (safety) dan dapat menghasilkan tingkat return yang diharapkan. Konflik antara prinsipal dan agen diperparah oleh adanya asimetri informasi, yaitu ketika manajer sebagai agen mempunyai informasi yang lebih cepat dan lebih banyak dibandingkan pihak eksternal, manajer kemudian menggunakan informasi yang diketahuinya untuk melakukan tindakan disfunctional behavior (Wulandari, 2011).

2. Jenis-jenis Perataan Laba

  Menurut Eckel (1981) dalam Mujiono (2010), terdapat dua jenis perataan laba yaitu naturally smooth dan intentionally smooth (perataan laba

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan real smoothing. Aliran perataan laba yang alami (naturally smooth) secara sederhana menyatakan bahwa sifat dari proses menghasilkan laba itu sendiri yang menimbulkan aliran laba yang rata sedangkan artificial smoothing dan

  real smoothing merupakan aliran perataan yang dibuat oleh manajemen. Real smoothing adalah perataan laba yang dilakukan melalui transaksi keuangan

  sesungguhnya dengan mempengaruhi laba melalui perubahan dengan sengaja atas kebijakan operasi dan waktunya. Beberapa perusahaan terbukti melakukan perataan laba dengan menggunakan cara diatas, misalnya seorang manajer memutuskan mengeluarkan sejumlah uang atau dana untuk biaya riset dan pengembangan untuk suatu tahun tertentu. Sedangkan artificial

  smoothing atau sering juga disebut sebagai accounting smoothing adalah

  perataan laba melalui prosedur akuntansi yang ditetapkan untuk memindahkan biaya dan atau pendapatan dari suatu periode ke periode yang lain.

3. Sasaran Praktik Perataan Laba

  Sasaran praktik perataan laba meliputi kegiatan-kegiatan yang dapat mempengaruhi informasi. Usaha tersebut dilakukan dengan memasukkan informasi yang seharusnya dilaporkan dalam periode masa depan atau tidak melaporkan informasi yang seharusnya dilaporkan pada periode sekarang.

  Foster (1986) dalam Silviana (2011), mengklasifikasikan unsur-unsur laporan keuangan yang seringkali menjadi sasaran untuk melakukan perataan laba

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a. Unsur Penjualan 1) Pembuatan faktur, misalnya penjualan yang sebenarnya untuk periode yang akan datang, pembuatan fakturnya dilakukan pada periode ini dan dilaporkan sebagai penjualan periode ini. 2) Pembuatan pesanan atau penjualan fiktif. 3) Penurunan (downgrading) produk, misalnya dengan cara mengklasifikasikan produk yang belum rusak ke dalam produk rusak dan selanjutnya dilaporkan telah terjual dengan harga yang lebih rendah dari harga yang sebenarnya.

  b. Unsur Biaya 1) Memecah-mecah faktur, misalnya faktur untuk sebuah pembelian pesanan dipecah menjadi beberapa pembelian atau pesanan dan selanjutnya dibuatkan beberapa faktur dengan tanggal yang berbeda kemudian dilaporkan dalam beberapa periode akuntansi.

  2) Mencatat biaya dibayar dimuka (prepayment) sebagai biaya. Misalnya melaporkan biaya advertensi dibayar dimuka untuk tahun depan sebagai biaya advertensi tahun ini.

4. Tujuan Perataan Laba

  Menurut Januarti (2005), perataan laba merupakan tindakan yang memiliki beragam tujuan yaitu mencapai keuntungan pajak, untuk memberikan kesan baik dari pemilik dan kreditor terhadap kinerja manajemen, mengurangi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang tinggi menarik perhatian pasar untuk menghasilkan pertumbuhan profit yang stabil untuk menjaga posisi atau kedudukkan mereka dalam perusahaan.

  Sedangkan menurut Foster (1986) dalam Suwito dan Herawaty (2005), tujuan praktik perataan laba untuk memberikan informasi yang relevan dalam melakukan prediksi terhadap laba di masa yang akan datang, memperbaiki citra perusahaan dimata pihak luar bahwa perusahaan tersebut memiliki resiko yang rendah, meningkatkan presepsi pihak eksternal terhadap kemajuan manajemen, meningkatkan kepuasan relasi bisnis dan meningkatkan kompensasi bagi pihak manajemen.

5. Motivasi Manajemen Melakukan Perataan Laba

  Manajemen melakukan praktik perataan laba tidak semata-mata untuk menstabilkan laba tetapi manajemen memiliki motivasi utuk melakukan praktik perataan laba. Beberapa faktor yang dapat memotivasi manajer melakukan manajemen laba (Scott 2000 dalam Lestari 2011), yaitu: a. Rencana bonus (Bonus scheme)

  Para manajer yang bekerja pada perusahaan yang menerapkan rencana bonus akan berusaha mengatur laba yang dilaporkannya dengan tujuan dapat memaksimalkan jumlah bonus yang akan diterimanya.

  b. Kontrak hutang jangka panjang (Debt covenant).

  Semakin dekat suatu perusahaan terhadap waktu pelanggaran perjanjian hutang maka para manajer akan cenderung untuk memilih metode

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  akuntansi yang dapat memindahkan laba periode mendatang ke periode berjalan dengan harapan dapat mengurangi kemungkinan perusahaan mengalami pelanggaran kontrak hutang.

  c. Motivasi politik (Political motivation) Perusahaan-perusahaan dengan skala besar dan industri strategis cenderung untuk menurunkan laba guna mengurangi tingkat visibilitasnya terutama saat periode kemakmuran yang tinggi. Upaya ini dilakukan dengan harapan memperoleh kemudahan serta fasilitas dari pemerintah.

  d. Motivasi perpajakan (Taxation motivation) Perpajakan merupakan salah satu motivasi mengapa perusahaan mengurangi laba yang dilaporkan. Tujuannya adalah dapat meminimalkan jumlah pajak yang harus dibayar.

  e. Pergantian Chief Executive Officer (CEO) CEO yang akan pensiun atau masa kontraknya menjelang berakhir biasanya akan melakukan strategi memaksimalkan jumlah pelaporan laba guna meningkatkan jumlah bonus yang akan mereka terima. Hal yang sama akan dilakukan oleh manajer dengan kinerja yang buruk. Tujuannya adalah menghindarkan diri dari pemecatan sehingga mereka cenderung untuk menaikkan jumlah laba yang dilaporkan.

  f. Penawaran saham perdana (Initial public offering) Menyatakan bahwa pada awal perusahaan menjual sahamnya kepada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  merupakan sumber informasi yang sangat penting. Informasi ini penting karena dapat dimanfaatkan sebagai sinyal kepada investor potensial terkait dengan nilai perusahaan.

  6. Kendala yang Menjadi Motivasi Tindakan perataan Laba

  Menurut Belkaoui dalam Masodah (2007), manajemen memiliki tugas untuk menghindari kendala-kendala prinsip akuntansi berterima umum dengan berusaha untuk meratakan angka income sedemikian rupa membawa ekspetasi mereka atas arus kas masa depan, mempertinggi proses prediksi berdasarkan serial angka-angka rataan yang diobservasi dengan reliabilitas yang nyata. Tiga kendala yang dianggap memotivasi manajer melakukan perataan laba adalah mekanisme pasar kompetitif, yang mengurangi opsi yang tersedia bagi manajemen. Skema kompensasi manajemen, yang terkait langsung dengan kinerja perusahaan dan ancaman penggantian manajemen.

  7. Teknik Perataan Laba

  Teknik Perataan laba dibagi dalam beberapa dimensi yaitu dimensi keterjadian atau pengakuan ,waktu dan klasifikasi.berdasarkan dimensi tersebut manajer meratakan laba dengan bermacam-macam teknik . Barnea et al, (1976) dalam Rachmawati (2002) membagi perataan laba menjadi 3 dimensi yaitu: a. Perataan melalui keterjadian atau pengakuan suatu peristiwa.

  Manajemen dapat menentukan waktu terjadinya transaksi aktual sehingga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sepanjang waktu. Misalnya seorang manajer memutuskan pengeluaran sejumlah uang atau dana untuk biaya riset dan pengembangan suatu tahun tertentu. Selain itu banyak juga perusahaan yang menggunakan kebijakan diskon dan kredit, sehingga hal ini dapat menyebabkan meningkatnya jumlah piutang dan penjualan pada bulan terakhir setiap kuarter dan laba kelihatan stabil pada periode tertentu b. Perataan melalui alokasi waktu

  Berdasar terjadinya dan diakuinya peristiwa tertentu, manajemen memiliki media pengendalian tertentu dalam penentuan laba pada periode yang terpengaruh oleh kuantifikasi peristiwa tersebut, misalnya jika penjualan meningkat, maka manajemen dapat membebankan biaya riset dan penelitian serta amortisasi goodwill pada periode tersebut untuk menstabilkan harga c. Perataan melalui klasifikasi

  Angka-angka dalam laporan laba rugi selain laba bersih merupakan obyek dari perataan laba, maka manajemen dapat dengan mudah mengklasifikasikan elemen-elemen dalam laporan laba rugi sehingga dapat mengurangi variasi laba setiap periodenya, misalnya jika pendapatan non operasi sulit untuk didefinisikan, maka manajer dapat mengklasifikasikan pos itu pada pendapatan operasi atau pendapatan non operasi dan hal ini dapat digunakan sewaktu-waktu untuk meratakan laba

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  juga dapat mengelompokkan pos-pos laba tertentu dalam kategori yang berbeda, misalnya antara pos-pos biasa (ordinary items) dan pos-pos luar biasa (extra ordinary items).

8. Mendeteksi perataan laba

  Secara umum terdapat tiga pendekatan yang berkaitan dalam mendeteksi perilaku dan praktik perataan laba. Ketiga pendekatan ini menjadi alat untuk para peneliti atau analis dalam mendeteksi praktik perataan laba. Albercht dan Richardson 1990, dalam Christian (2011) membagi tiga pendekatan, yaitu: a. Pendekatan klasik, yaitu melihat atau meneliti praktik perataan laba dengan menggunakan pengamatan langsung terhadap hubungan antara pemilihan variabel perata laba dan pengaruhnya pada laba yang akan dilaporkan.

  b. Pendekatan variabilitas laba, yaitu menekankan pengamatan dan penelitian kedalam variabel dari obyek perata laba untuk mendeteksi prilaku manajemen dalam melakukan praktik perataan laba.

  c. Pendekatan yang membagi sistem bisnis menjadi dua (Core dan

  Pheriphery) yang disebut juga pendekatan dual economy. Pendekatan dual economy dilakukan dengan membandingkan perubahan laba operasi dan

  laba normal dengan perubahan-perubahan biaya pada perusahaan- perusahaan berdasarkan sektor-sektor. Core sector terdiri dari perusahaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kapital yang intensif, cenderung melakukan monopoli, dan memiliki serikat atau perkumpulan tenaga kerja yang baik yang termasuk dalam

  core sector adalah industri yang mengolah hasil alam. Periphery sector

  terdiri dari perusahaan kecil, produktifitas yang rendah, intensitas tenaga kerja yang rendah, laba yang rendah, dan sedikitnya atau rendahnya biaya riset dan pengembangan, yang termasuk dalam periphery sector adalah industri pertanian dan industri eceran.

  Di dalam penelitian ini, akan menggunakan pendekatan yang kedua yaitu pendekatan variabilitas laba,yaitu dalam menentukan ada tidaknya praktik perataan laba pada suatu perusahaan akan digunakan perhitungan dengan indeks Eckel.

G. Profitabilitas

  Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba penjualan yang mencerminkan kinerja perusahaan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, namun demikian profitabilitas jangka panjang menjadi perhatian khusus oleh pemegang saham. Profitabilitas keuangan perusahaan dituangkan dalam bentuk laporan laba-rugi, yang dapat digunakan oleh semua pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan. Profitabilitas keuangan perusahaan merupakan pencerminan dari kinerja perusahaan yang ditinjau dari kondisi keuangan perusahaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Mengukur rasio profitabilitas memerlukan analisis laporan keuangan dengan memperhitungkan rasionya untuk mengukur profitabilitas. Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan, rasio profitabilitas juga mencerminkan tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Rasio Profitabilitas meliputi:

  a. Return on Equity (ROE) Return on Equity adalah tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh

  perusahaan untuk setiap satuan mata uang yang menjadi modal perusahaan. ROE merupakan kemampuan seberapa besar perusahaan memberikan imbal hasil tiap tahunnya per satu mata uang yang diinvestasikan investor ke perusahaan tersebut.

  Return on equity =

  b. Earnings Per Share (EPS) Laba per lembar saham adalah tingkat keuntungan bersih untuk tiap lembar sahamnya yang mampu diraih perusahaan pada saat menjalankan operasinya. Laba per lembar saham atau EPS diperoleh dari laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa dibagi dengan jumlah rata-rata saham biasa yang beredar. EPS ini juga merupakan alat untuk menganalisa tingkat profitibilitas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perusahaan, di mana EPS juga termasuk salah satu dari dua alat ukur yang umum digunakan dalam mengevaluasi saham biasa.

  Ȃ Earning per share=

  c. Return On Asset (ROA) ROA merupakan rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan atas modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba. Dalam perhitungannya ROA hanya menggunakan laba bersih setelah pajak dibagi dengan total aktiva perusahaan.

  Rumus dalam menghitung ROA:

H. Leverage

  Menurut Suad Husnan (1994) dalam Marlina (2001) leverage finacial dapat diartikan sebagai penggunaan asset dan sumber dana (source of fund) dengan beban tetap dengan harapan akan memperoleh keuntungan yang lebih besar dari beban tetap tersebut. Leverage diproksikan dengan debt to total asset yang diperoleh melalui total hutang dibagi dengan total aktiva. Penggunaan leverage pada suatu perusahaan dikatakan menguntungkan apabila pendapatan yang diterima dari penggunaan dana melalui hutang tersebut mengalami peningkatan dari beban tetap penggunaan hutang tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Semakin tinggi perusahaan melakukan pembiayaan dengan hutang, maka akan menambah resiko pada saham biasa. Penggunaan hutang tersebut akan menciptakan leverage. Leverage tidak mempengaruhi resiko atau tingkat pengembalian yang diharapkan dari aktiva perusahaan, tetapi leverage ini akan mendorong resiko dari saham biasa dan mendorong pemegang saham untuk meminta tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Leverage akan mempengaruhi laba perlembar saham yang diharapkan perusahaan, resiko laba tersebut dan mempengaruhi harga saham perusahaan.

a. Total Debt to Total Asset Ratio

  Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibiayai oleh hutang.

  b. Total Debt to Equity Ratio Total debt to equity ratio merupakan perbandingan antara hutang-hutang dan

  ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

I. Ukuran Perusahaan

  Ukuran perusahaan merupakan besar kecilnya perusahaan yang ditentukan berdasarkan total aktiva, ln size, nilai pasar saham. Ukuran perusahaan terbagi dalam tiga kategori yaitu perusahaan besar, perusahaan menegah dan perusahaan kecil. Semakin besar ukuran perusahaan semakin besar perhatian pihak-pihak eksternal. Salah satunya pemegang saham, pemegang saham cenderung lebih tertarik menanamkan modal kepada perusahaan yang berukuran besar, begitu pula pemerintah, pemerintah cenderung membebankan pajak yang besar untuk perusahaan yang berukuran besar. Ukuran perusahaan dapat dihitung dengan ln total aktiva, total aktiva dan nilai pasar saham.

  J. Pengembangan Hipotesis

1. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Praktik Perataan Laba Profitabilitas diduga dapat mendorong terjadinya praktik perataan laba.

  Hal ini dilakukan untuk tujuan untuk menstabilkan laba, karena profitabilitas sebagai salah satu patokan utama pihak-pihak ekstern untuk mengambil keputusan. Semakin stabilnya laba pihak ekstern semakin tertarik untuk mengambil keputusan pinjaman atau tidak. Kustono (2009) dalam Wulandari (2013) menyebutkan bahwa perusahaan dengan profitabilitas yang besar biasanya dikategorikan sebagai perusahaan besar. Perusahaan besar biasanya memiliki The Political Cost, dimana perusahaan besar akan mendapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perhatian lebih dari pihak luar, sehingga perusahaan besar akan berusaha menjaga nilai perusahaan agar tetap terlihat baik bagi pihak eksternal.

  Penelitian sebelumnya, Budiasih (2009) menyimpulkan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap praktik perataan laba. Jatiningrum (2000) dalam Herikaningsih (2008) menemukan profitabilitas merupakan faktor perataaan laba. Prabayanti (2011) profitabilitas berpengaruh terhadap perataan laba. Berdasarkan penjelasan dan penelitian sebelumnya maka ditetapkan hipotesisnya adalah :

  H1: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

2. Pengaruh Leverage Terhadap Praktik Perataan Laba

  Menurut Sartono (2001) dalam Budiasih (2009) leverage menunjukkan proporsi penggunaan hutang untuk membiayai investasinya. Semakin besar hutang perusahaan maka semakin besar pula risiko yang dihadapi investor sehingga investor akan meminta tingkat keuntungan yang semakin tinggi.

  Akibat kondisi tersebut perusahaan cenderung untuk melakukan praktik perataan laba. Karena semakin tinggi leverage maka semakin besar risiko yang harus ditanggung oleh investor yang akan berinvestasi pada perusahaan, sehingga untuk mengimbangi risiko yang tinggi tersebut manajer cendrung untuk meratakan laba. Perusahaan dengan leverage yang tinggi membuat perusahaan berusaha untuk memberikan informasi laba yang lebih baik, agar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tersebut. Semakin tinggi leverage, maka perusahaan semakin melakukan perataan laba. Penelitian sebelumnya Herikaningsih (2008) menyimpulkan bahwa leverage berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Berdasarkan penjelasan dan penelitian sebelumnya maka ditetapkan hipotesisnya adalah :

  H2: Leverage berpengaruh positif terhadap praktik perataaan laba.

3. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Praktik Perataan Laba

  Ukuran perusahaan diduga dapat mendorong praktik perataan laba, sebab perusahan besar cenderung melakukan praktik perataan laba dari pada perusahaan kecil. Praktik perataan laba ini dilakukan karena perusahaan besar selalu dipantau oleh pihak ekstern sehingga perusahaan cenderung meratakan laba dengan tujuan untuk mempertahankan atau membangun citra perusahaan. Menurut hasil penelitian sebelumnya Albretch dan Richardson (1990) dalam Linda dan Sovi (2008), menemukan bahwa perusahaan yang lebih besar memiliki dorongan untuk melakukan perataan laba dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang lebih kecil karena perusahaan yang lebih besar diteliti dan dipandang dengan lebih kritis oleh para investor. Budhijono (2006) menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba. Berdasarkan penjelasan dan penelitian sebelumnya maka ditetapkan hipotesisnya adalah:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Tempat Penelitian Jenis penelitian ini adalah studi empiris di perusahaan manufaktur pada

  sektor barang konsumsi dan sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di pojok Bursa Efek Indonesia Universitas Sanata Dharma serta Universitas lainnya yang memiliki fasilitas Bursa Efek Indonesia. Subjek penelitian yang digunakan adalah perusaahaan manufaktur pada sektor barang konsumsi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.

  B. Jenis Data

  Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung yaitu melalui media perantara, biasanya diperoleh dan dicatat oleh pihak lain. Objek penelitian ini adalah data laporan keuangan tahun 2009-2011 yang menghasilkan informasi profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan.

  C. Metode Pengumpulan Data

  Data diambil dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan laporan keuangan masing-masing perusahaan. Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, mempelajari dan memahami data akuntansi. Data laporan keuangan yang dipakai adalah data penjualan bersih, laba bersih setelah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  D. Populasi dan Sampel

  Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur pada sektor barang konsumsi dan sektor aneka industri dari tahun 2009-2011 di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari 68 perusahaan. Populasi tersebut nantinya akan diambil sejumlah perusahaan untuk dijadikan sampel penelitian. Sampel dipilih berdasarkan purposive sampling yaitu penarikkan sampel dengan pertimbangan tertentu yang didasarkan pada kepentingan dan memenuhi tujuan penelitian yang benar, kriteria pemilihan sampel ditentukan sebagai berikut:

  1. Sampel perusahaan masih terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia akhir periode tahun 2009-2011.

  2. Sampel perusahaan menerbitkan laporan keuangan yang mencakup data yang dibutuhkan dalam penelitian.

  3. Sampel perusahaan tidak melakukan restrukturisasi perusahaan atau penggabungan perusahaan dalam bentuk apapun.

  4. Sampel perusahaan tidak mengalami kerugian selama tiga tahun berturut- turut.

  5. Sampel perusahaan dikategorikan sektor barang konsumsi dan sektor aneka industri.

  E. Data Panel

  Penelitian ini digunakan regresi logistik data panel. Data panel adalah data yang memiliki jumlah crossection dan jumlah time series data dikumpulkan dalam rentang waktu terhadap individu. Ada dua macam panel data yaitu data panel balance dan data panel unbalance. Data panel balance adalah keadaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dimana unit cross sectional memiliki jumlah observasi time series yang sama. Sedangkan data panel unbalance adalah keadaan dimana unit cross sectional memiliki jumlah observasi time series yang tidak sama.

F. Metode Logistic Regression (Regresi Logistik)

  Penulis mencoba untuk menunjukkan pengaruh dari profitabilitas,

  leverage dan ukuran perusahaan terhadap praktik perataan laba. Praktik perataan

  laba dikotomikan dalam kelompok bukan perata laba yang diberikan status 0 dan kelompok perata laba yang diberikan status 1. Penelitian ini dibuat dengan menggunakan model regresi logistik yang didalam pengujiannya akan digunakan program SPSS 16.

  Metode regresi logistik adalah suatu metode analisis statistika yang mendeskripsikan hubungan antara variabel dependen dalam skala kategori dengan variabel independen berskala kategori atau interval. Regresi logistik sebenarnya sama dengan analisis regresi berganda, hanya variabel terikatnya merupakan variabel dummy (0 dan 1). Regresi logistik tidak memerlukan asumsi normalitas, Kuncoro (2001) dalam Wulandari (2013) menyatakan bahwa regresi logistik tidak memiliki asumsi normalitas atas variabel bebas yang digunakan dalam model.

  Artinya, variabel penjelas tidak harus terdistribusi normal. Uji asumsi klasik tidak perlu dilakukan karena uji asumsi klasik berkaitan dengan nilai residualnya.

  Regresi logistik adalah regresi di mana variabel terikatnya adalah dummy, yaitu 1 dan 0 dengan demikian, residualnya yang merupakan selisih antara nilai prediksi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan nilai sebenarnya jadi dalam regresi logistik tidak perlu dilakukan uji asumsi klasik.

  G. Pemodelan

  Sebelum melakukan regresi logistic dengan bantuan program SPSS 16 dan dapat mengimpretasikan hasil analisis tersebut, maka perlu dibangun sebuah model. Pemodelan tersebut dinyatakan sebagai berikut ini:

  Ln α1+α2dADES+ α3dAISA …. β1PROF+β2LEV+β3SIZE+e

  Keterangan:

  Ln = Status: 0 bukan perataan laba atau 1 praktik perata laba P = Probabilitas atau kemungkinan tindakan perataan laba

  d = dummy perusahaan SIZE = Ukuran Perusahaan PROF = Profitabilitas LEV = Leverage e = eror

  H. Variabel Penelitian

  1. Variabel independen Variabel independen dalam penelitian ini adalah, profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan. Masing-masing variabel independen dihitung dengan: a. Profitabilitas

  Profitabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal. Variabel

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dipilihnya profitabilitas (ROA) merupakan indikator penting dari laporan keuangan yang memiliki berbagai kegunaan. Rasio ROA digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan, semakin besar ROA suatu perusahaan semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan aktiva. Laba pada umumnya dipakai sebagai suatu dasar pengambilan keputusan dan prediksi untuk meramalkan perubahan laba yang akan datang. ROA dapat dihitung dengan rumus:

b. Laverage

  Rasio ini digunakan untuk menggambarkan seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh hutang atau pihak eksternal dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan dalam modal. Dalam penelitian ini variabel leverage diukur dengan Debt to Asset Ratio. Alasan penggunaan rasio ini karena merupakan indikator penting dari laporan keuangan yang memiliki peran penting dalam menggambil keputusan struktur modal yang secara langsung berpengaruh terhadap besarnya risiko yang ditanggung pemegang saham serta besarnya tingkat pengembalian atau keuntungan yang diharapkan. Debt to Asset Ratio diukur dengan mengitung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Ukuran perusahaan Variabel ukuran perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan Ln total aktiva. Alasan penggunaan Ln total aktiva karena Ln total aktiva cukup mencerminkan ukuran perusahaan yang sebenarnya. Ukuran perusahaan= Ln Total Aktiva

  2. Variabel Dependen Variabel dependen penelitian ini variabel dependennya adalah laba yang diukur dengan indeks Eckel (1981) dimana nilai indeks digunakan untuk menentukan kelompok perata laba dan bukan perata laba. Kelompok bukan perata laba diberikan status 0 dan kelompok perata laba diberikan status 1.

  Dalam penelitian ini sampel yang masuk dalam kriteria diukur dengan mengunakan indeks Eckel (1981). Index Eckel (1981) dihitung dengan rumus sebagai berikut :

  Indeks Eckel (1981) untuk perusahaan bukan perata laba adalah memiliki nilai indeks ≥ 1, sedangkan untuk perusahaan perata laba adalah memiliki nilai indeks < 1.

  Keterangan: ΔI =Perubahan laba dalam satu periode. ΔS =Perubahan penjualan dalam satu periode.

CV =Koefisien variasi dari variabel yaitu standar deviasi dibagi dengan

mean.

  CV ∆I =Koefisien variasi untuk perubahan laba. CV ∆S =Koefisien variasi untuk perubahan penjualan.

  Index Eckel

  =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sedangkan CV ∆I dan CV ∆S dapat dihitung sebagai berikut:

  CV ∆I dan CV ∆S= Atau

  CV ∆I dan CV ∆S =

  Ȃ keterangan: Δx

  =Perubahan penghasilan bersih/laba (I) atau penjualan (S) antara tahun n dan n -1. ΔX = Rata-rata perubahan penghasilan bersih/laba (I) atau penjualan

  (S) antaratahun n dan n-1. N = Banyaknya tahun yang diamati.

  Penggunaan indeks Eckel (1981) untuk mengetahui nilai indeks, ini didasari alasan yang telah dikemukakan oleh Ashari (1994) yaitu:

  1. Indeks Eckel obyektif dan berdasarkan pada statistik dengan pemisahan yang jelas antara perusahaan perata dan bukan perata laba.

  2. Indeks Eckel mengukur terjadinya tindakan perataan laba tanpa memaksakan prediksi pendapatan, pembuatan model dari laba yang diharapkan, pengujian biaya atau pertimbangan yang subyektif.

  3. Indeks Eckel mengukur perataan laba dengan menjumlahkan pengaruh dari beberapa variabel perata laba yang potensial dan menyelidiki pola dari perilaku perataan laba selama periode waktu tertentu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

I. Metode Analisis Data

  1. Setelah pengumpulan data yang diseleksi sesuai kriteria, maka dilakukan penghitungan nilai indeks sebagai variabel dependen dengan menghitung indeks Eckel (1981) untuk perusahaan bukan perata laba adalah ≥ 1 diberikan status 0, sedangkan untuk perusahaan yang meratakan laba adalah ≤ 1 diberikan status 1.

  CV ∆I : CV ∆S

  keterangan : ΔI = Perubahan laba dalam satu periode. ΔS

= Perubahan penjualan dalam satu periode.

CV = Koefisien variasi dari variabel yaitu standar deviasi dibagi

dengan nilai yangdiharapkan.

  2. Menghitung profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan setiap tahun.

  3. Melakukan uji statistik pertama yaitu statistik deskriptif untuk tujuan mengetahui karakteristik dari perusahaan sampel.

  4. Melakukan uji statistik kedua yaitu statistik inferensi berupa pengujian regresi logistik yang sebelumnya dilakukan uji kelayakan model regresi (Hosmer and

  Lemeshow Goodness of Fit Test) dan pengujian menilai keseluruhan model (Overall Model Fit). Pengujian kelayakan model regresi (Hosmer and Lemeshow Goodness of Fit Test) ini bertujuan untuk menguji ketepatan dan

  kecakupan data pada model regresi logistik. Apabila nilai probabilitas kurang dari 0,05 maka model regresi logistik tidak menunjukkan kecakupan data, bila nilai probabilitas lebih dari 0,05 maka regresi logistik menunjukkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  model fit adalah: Ho: Model yang dihipotesakan menunjukkan kecakupan data. Ha: Model yang dihipotesakan tidak menunjukkan kecakupan data.

  Dasar pengambilan keputusan: Jika probabilitas > 0,05 H0 tidak ditolak. Jika probabilitas <0,05 H0 ditolak.

  5. Menilai Keseluruhan Model (Overall Model Fit) Pengujian ini dilakukan untuk menilai model yang dihipotesiskan fit dengan data atau tidak. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai antara -2 log likelihood pada awal (blok number= 0) dengan nilai -2 log

  likelihood pada akhir (blok number= 1). Pengurangan nilai antara -2 log likelihood awal (initial -2LL function) dengan nilai -2 log likelihood pada

  langkah awal berikutnya menunjukkan bahwa variabel yang dihipotesiskan fit dengan data. Penurunan log likelihood menunjukkan model regresi semakin baik. Hipotesis untuk menilai model fit adalah: H0: Model yang dihipotesakan fit dengan data. Ha: Model yang dihipotesakan tidak fit dengan data.

  6. Uji Hipotesis Secara Simultan (Omnibus Tests Of Model Coefficients) Pengujian ini berfungsi untuk menguji pengaruh dari seluruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen, maka dilakukan uji p-value dengan tingkat signifikan 0,05. Dasar pengambilan keputusan dapat dilakukan sebagai berikut: Jika nilai p-value<0,05 Ho ditolak. Jika nilai

  p-value>0,05 Ho tidak ditolak.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menentukan hipotesis alternatif yang dirumuskan dalam: Ho1: Profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan secara bersama- sama tidak memiliki pengaruh terhadap praktik perataan laba.

  Ha1: Profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan secara bersama- sama memiliki pengaruh terhadap praktik perataan laba.

  7. Uji Hipotesis Secara Parsial (Variabel In The Equetion) Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui bahwa variabel independen secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen dengan menggunakan Wald statistic dan nilai probabilitas. Wald

  statistic memberikan tingkat signifikansi secara statistik untuk masing-masing

  koefisien. Nilai Wald statistic dibandingkan dengan tabel Chi Square, sedangkan nilai probabilitas dibandingkan dengan α 0.05 (5%). Pada tahap pengujian regresi logistik dilakukan tahap-tahap sebagai berikut:

  a. Menentukan hipotesis alternatif yang dirumuskan dalam: Ha1: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

  Ha2: Leverage perusahaan berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

  Ha3: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

  b. Menentukan tingkat signifikan ( ) sebesar 5% (0,05)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Menentukan kriteria pengujian 1) Berdasarkan probabilitas Jika P < maka Ho ditolak.

  Jika P ≥ maka Ho tidak ditolak. 2) Berdasarkan perbandingan wald hitung dengan Chi square tabel Jika Wald hitung ≥ Chi square tabel maka Ho ditolak.

  Jika Wald hitung < Chi square tabel maka Ho tidak ditolak.

  8. Model Summary

  Model summary dalam regresi logistik sama dengan pengujian R2

  pada persamaan regresi linier. Tujuan dari model summary adalah untuk mengetahui seberapa besar kombinasi variabel independen mampu menjelaskan variasi variabel dependen.

  9. Menarik Kesimpulan Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini, apabila Ho ditolak maka profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan, berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba. Sedangkan jika Ho tidak ditolak maka profitabilitas,

  leverage dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

  1. PT. Akasha Wira International Tbk

  PT Akasha Wira International Tbk (ADES) didirikan dengan nama PT Alfindo Putra setia pada tahun 1985. Nama perusahaan diubah menjadi PT Akasha Wira International Tbk. Ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah industri air minum dalam kemasan, industri roti dan kue, kembang gula, makaroni, kosmetik dan perdagangan besar. Saat ini kegiatan utama perusahaan adalah bergerak dalam bidang usaha pengolahan dan distribusi air minum dalam kemasan serta perdagangan besar produk-produk kosmetika. Produksi air minum dalam kemasan secara komersial dimulai pada tahun 1986 sedangkan perdagangan produk kosmetika dimulai pada tahun 2010.

  2. PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

  PT. Tiga Pilar Sejahtera (AISA) didirikan pada tahun 1992 dan menjadi perusahaan publik pada 2003. Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi usaha bidang perdagangan, perindustrian, peternakan, perkebunan, pertanian, perikanan dan jasa. Sedangkan kegiatan usaha entitas anak meliputi usaha industri mie dan perdagangan mie, khususnya mie kering, mie instan dan bihun, snack, industri biskuit, permen, perkebunan kelapa sawit, pembangkit tenaga listrik, pengolahan dan distribusi beras.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  53

  Kantor pusat perusahaan berada di Jakarta. Lokasi pabrik mie kering, biskuit dan permen terletak di Sragen, Jawa Tengah. Usaha perkebunan kelapa sawit terletak di beberapa lokasi di Sumatera dan Kalimantan. Usaha pengolahan dan distribusi beras terletak di Cikarang, Jawa Barat dan Sragen, Jawa Tengah.

  3. PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk

  PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk sebelumnya PT Cahaya Kalbar Tbk (CEKA) didirikan 03 Februari 1968 dengan nama CV Tjahaja Kalbar dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1971. Kantor pusat CEKA terletak di Kawasan Industri Jababeka II, Jl. Industri Selatan 3 Blok GG No.1, Cikarang, Bekasi 17550, Jawa Barat. Lokasi pabrik CEKA terletak di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat dan Pontianak, Kalimantan Barat. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan CEKA meliputi bidang industri makanan berupa industri minyak nabati dan minyak nabati spesialitas, termasuk perdagangan umum, impor dan ekspor.

  4. PT. Delta Djakarta Tbk

  PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) didirikan tanggal 15 Juni 1970 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1933. Kantor pusat PT Delta Djakarta Tbk dan pabriknya berlokasi di Jalan Inspeksi Tarum Barat, Bekasi Timur–Jawa Barat. Dalam perkembangannya, kepemilikan dari pabrik ini telah mengalami beberapa kali perubahan sehingga berbentuk PT Delta Djakarta pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  54

  memproduksi dan menjual bir pilsener dan bir hitam dengan merek “Anker”,

  “Carlsberg”, “San Miguel”, “San Mig Light” dan “Kuda Putih”. PT Delta

  Djakarta Tbk juga memproduksi dan menjual produk minuman non alkohol dengan merek “Sodaku”.

  5. PT Indofood Sukses Makmur Tbk

  PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) didirikan tanggal 14 Agustus 1990 dengan nama PT Panganjaya Intikusuma dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1990. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan INDF antara lain terdiri dari mendirikan dan menjalankan industri makanan olahan, bumbu penyedap, minuman ringan, kemasan, minyak goreng, penggilingan biji gandum dan tekstil pembuatan karung terigu. Kantor pusat INDF berlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, lantai 27, Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78, Jakarta. Sedangkan pabrik dan perkebunan INDF dan anak usaha berlokasi di berbagai tempat di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Malaysia.

  6. PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)

  PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) didirikan 03 Juni 1929 dengan nama N.V. Nederlandsch Indische Bierbrouwerijen dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1929. Kantor pusat MLBI berlokasi di Talavera Office Park Lantai 20, Jl. Let. Jend. TB. Simatupang Kav. 22-26, Jakarta 12430, sedangkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  55

  Mojosari- Pacet KM. 50, Sampang Agung, Jawa Timur. MLBI adalah bagian dari Grup Asia Pacific Breweries dan Heineken, dimana pemegang saham utama adalah Fraser & Neave Ltd. (Asia Pacific Breweries) dan Heineken N.V.

  (Heineken) Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan MLBI beroperasi dalam industri bir dan minuman lainnya.

  7. PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk

  PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) didirikan dengan nama PT Aneka Bumi Asih berdasarkan akta notaris Paul Tamara No. 7 tanggal 16 april 1974.

  Pada tanggal 29 Desember 1993 terjadi perubahan nama perusahaan menjadi PT Prasidha Aneka Niaga. Pada tanggal 27 Januari 2005 perusahaan mencatatkan diri di Bursa Efek Jakarta. Perusahaan yang berdomisili di Jalan Ki Kemas Rindho, Kertapati, Palembang ini, bergerak dalam bidang pengolahan dan perdagangan hasil bumi. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974.

  Alamat perusahaan berada di Gedung Plaza Sentral Lt. 20.

  8. PT Sekar Laut Tbk (SKLT)

  PT Sekar Laut Tbk (SKLT) didirikan 19 Juli 1976 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976. Kantor pusat SKLT berlokasi di Wisma Nugra Santana, Lt. 7, Suite 707, Jln. Jend. Sudirman Kav. 7-8, Jakarta 10220 dan kantor cabang berlokasi di Jalan Raya Darmo No. 23-25, Surabaya, serta pabrik berlokasi di Jalan Jenggolo II/17 Sidoarjo. SKLT tergabung dalam Sekar Grup. Berdasarkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  56

  pembuatan kerupuk, saos tomat, sambal dan bumbu masak serta menjual produknya di dalam negeri maupun di luar negeri.

9. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk.

  PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) didirikan tanggal 2 november 1971 dan mulai beroperasi secara komersial pada awal tahun 1974. Perusahaan memiliki kantor pusat dan pabrik yang berlokasi di Jl. Raya Cimareme 131 Padalarang Kabupaten Bandung 40552. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman. Perusahaan memproduksi rupa-rupa jenis minuman seperti susu cair, sari buah, teh, minuman tradisional dan minuman kesehatan, yang diolah dengan teknologi UHT (Ultra High Temperature) dan dikemas dalam kemasan karton aseptik. Di bidang makanan Perusahaan memproduksi susu kental manis, susu bubuk, dan konsentrat buah-buahan tropis. Perusahaan memasarkan hasil produksinya dengan cara penjualan langsung (direct

  selling), melalui pasar modern (modern trade). Penjualan langsung dilakukan ke

  toko-toko, P&D, kios-kios,dan pasar tradisional lain dengan menggunakan armada milik Perusahaan. Penjualan tidak langsung dilakukan melalui agen/ distributor yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Perusahaan juga melakukan penjualan ekspor ke beberapa negara.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  57

  10. PT. Gudang Garam Tbk

  PT Gudang Garam Tbk (GGRM) didirikan tanggal 26 Juni 1958 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1958. Ruang lingkup kegiatan PT. Gudang Garam Tbk bergerak di bidang industri rokok dan yang terkait dengan industri rokok. Kantor pusat PT. Gudang Garam Tbk beralamat di di Jl. Semampir

  II / 1, Kediri, Jawa Timur, serta memiliki pabrik yang berlokasi di Kediri, Gempol, Solo-Kartasura, Karanganyar dan Sumenep. PT. Gudang Garam Tbk juga memiliki kantor-kantor perwakilan yaitu kantor perwakilan Jakarta di Jl. Jenderal A. Yani 79, Jakarta dan kantor perwakilan Surabaya di Jl. Pengenal 7-15, Surabaya, Jawa Timur.

  11. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

  PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) didirikan tanggal 27 Maret 1905 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1913 di Surabaya sebagai industri rumah tangga. Kantor pusat HMSP berlokasi di Jl. Rungkut Industri Raya No. 18, Surabaya, serta memiliki pabrik yang berlokasi di Surabaya, Pasuruan, Malang, Karawang, Probolinggo dan Lumajang. HMSP juga memiliki kantor perwakilan korporasi di One Pacific Place, lantai 18, Sudirman Central

  Business District (SCBD), Jln. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190.

  Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan HMSP meliputi manufaktur dan perdagangan rokok serta investasi saham pada perusahaan- perusahaan lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  58

  12. PT Bentoel Internasional Investama Tbk

  PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) didirikan 19 Januari 1979 dengan nama PT Rimba Niaga Idola dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1989 (bergerak dalam bidang industri rotan). Kantor pusat RMBA berlokasi di Plaza Bapindo, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55, Jakarta sedangkan pabrik berlokasi di Malang, Jawa Timur. Entitas induk langsung RMBA adalah

  British American Tobacco (2009 PCA) Ltd, sedangkan entitas induk utama RMBA adalah British American Tobacco p.l.c., berdomisili di Inggris.

  Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan RMBA adalah perdagangan umum, industri dan jasa, kecuali jasa di bidang hukum dan pajak.

  13. PT. Darya Varia Laboratoria Tbk

  PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) didirikan tanggal 30 April 1976 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1976. Kantor pusat PT. Darya Varia Laboratoria Tbk beralamat di Talavera Office Park, Lantai 8-10, Jln. Letjend. T.B. Simatupang No. 22-26, Jakarta 12430 dan pabrik berada di Bogor. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan ruang lingkup kegiatan PT. Darya Varia Laboratoria Tbk adalah bergerak dalam bidang manufaktur, perdagangan, jasa dan distribusi produk-produk farmasi, produk-produk kimia yang berhubungan dengan farmasi, dan perawatan kesehatan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  59

  14. PT. Indofarma TBK

  PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) disebut juga “Indofarma” telah melayani masyarakat dengan penyediaan obat-obatan bermutu selama hampir sembilan dasawarsa. Cikal bakal perusahaan farmasi yang menjadi salah satu pilar penunjang sistem kesehatan nasional ini adalah pabrik obat manggarai yang didirikan pada 1918. Alamat kantor pusat dan pabrik Jalan Indofarma No. 1, Cikarang Barat 17530 Telepon (021) 8832 3971.

  15. PT. Kalbe Farma Tbk

  PT. Kalbe Farma Tbk (KLBF) didirikan pada tahun 1966 oleh enam bersaudara yaitu Khouw Lip Tjoen, Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. PT Kalbe Farma telah jauh berkembang dari awal mulanya sebagai usaha farmasi yang dikelola di garasi rumah pendirinya di wilayah Tanjung Priok Jakarta Utara. PT. Kalbe Farma Tbk merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi produk farmasi, suplemen, nutrisi dan layanan kesehatan yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam-macam bahan farmasi. Alamat kantor: Kawasan Industri Delta Silicon Jl. MH Thamrin Blok A3-I Lippo Cikarang Bekasi 17550 Indonesia.

  16. PT Kimia Farma (Persero) Tbk

  PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) didirikan tanggal 16 Agustus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  60

  KAEF beralamat di Jln. Veteran No. 9, Jakarta 10110. Unit produksi KAEF berlokasi di Jakarta, Bandung, Semarang, Watudakon (Mojokerto), dan Tanjung Morawa-Medan. KAEF mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1817 yang pada saat itu bergerak dalam bidang distribusi obat dan bahan baku obat. Pada tahun 1958, pada saat Pemerintah Indonesia menasionalisasikan semua perusahaan Belanda, status KAEF tersebut diubah menjadi beberapa Perusahaan Negara (PN).

  Pada tahun 1969, beberapa perusahaan Negara (PN) tersebut diubah menjadi satu perusahaan yaitu perusahaan negara farmasi dan alat kesehatan bhinneka kimia farma disingkat PN farmasi kimia farma. Pada tahun 1971, berdasarkan peraturan pemerintah status perusahaan negara tersebut diubah menjadi persero dengan nama PT Kimia Farma (Persero). Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan KAEF adalah menyediakan barang danatau jasa yang bermutu tinggi khususnya bidang industri kimia, farmasi, biologi, kesehatan, industri makanan serta minuman.

17. PT Merck Tbk

  PT Merck Indonesia Tbk (MERK) didirikan 14 Oktober 1970 dalam rangka Penanaman Modal Asing “PMA” dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1974. Kantor pusat MERK berlokasi di Jl. T.B. Simatupang No. 8, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan MERK adalah bergerak dalam bidang industri farmasi dan perdagangan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  61

  18. PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk

  PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (dahulu PT Schering-Plough Indonesia Tbk) (SCPI) didirikan 07 Maret 1972 dalam rangka Penanaman Modal Asing “PMA” dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1975.

  Kantor pusat SCPI berlokasi di Wisma BNI 46, Lt. 27 Jalan Jendral Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 dan pabrik berlokasi di Pandaan, Jawa Timur. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan SCPI meliputi: Pembuatan, pengemasan dan pengembangan produk farmasi untuk manusia dan hewan, produk kebersihan, kosmetik, keperluan rumah tangga dan sejenisnya.

  Memasarkan di dalam negeri dan mengekspor produk farmasi tersebut. Distributor utama atas alat-alat kesehatan; Mengimpor bahan baku, barang jadi dan alatalat kesehatan terkait. Menyediakan pemberian jasa konsultasi bisnis dan manajemen.

  19. PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk

  PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk SQBI (saham preferen) didirikan tanggal 08 Juli 1970 dengan nama PT Squibb Indonesia dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1972. Kantor pusat SQBB dan SQBI terletak di Wisma Tamara Lt. 10, JI. Jenderal Sudirman Kav. 24, Jakarta 12920 sedangkan pabrik berlokasi di JI. Raya Bogor Km. 38, Cilangkap Depok-16958. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan SQBB dan SQBI adalah mengembangkan, mendaftarkan, memproses, memproduksi dan menjual produk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62

  20. PT Mustika Ratu Tbk

  PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) didirikan 14 Maret 1978 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1978. Kantor pusat MRAT berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan dan pabrik berlokasi di Jalan Raya Bogor KM. 26,4 Ciracas, Jakarta Timur. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan MRAT meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan.

  21. PT. Mandom Indonesia Tbk

  PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) berdiri sebagai perusahaan joint

  venture antara Mandom Corporation, Jepang dan PT The City Factory. Perseroan

  berdiri dengan nama PT Tancho Indonesia dan pada tahun 2001 berganti menjadi PT Mandom Indonesia Tbk. Pada tahun 1993, perseroan menjadi perusahaan ke- 167 dan perusahaan joint venture Jepang ke-11 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kegiatan produksi komersial perseroan dimulai pada tahun 1971 dimana pada awalnya perseroan menghasilkan produk perawatan rambut, kemudian berkembang dengan memproduksi produk wangi-wangian dan kosmetik. Merek utama Perseroan antara lain Gatsby, Pixy, dan Pucelle. Selain itu, perseroan juga memproduksi berbagai macam produk lain dengan merek Tancho,

  Mandom, Spalding, Lovillea, Miratone, dan juga beberapa merek yang khusus diproduksi untuk ekspor.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  63

  22. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

  PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) didirikan pada tanggal 5 Desember 1933 dengan nama Lever’s Zeepfabrieken N.V. dan mulai beroperasi secara komersial tahun 1933. Kantor perusahaan berlokasi di Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 15, Jakarta. Pabrik perusahaan berlokasi di Jalan Jababeka 9 Blok D, Jalan Jababeka Raya Blok O, Jalan Jababeka V Blok V no. 14-16, Kawasan Industri Jababeka Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dan Jalan Rungkut Industri IV No. 5-11, Kawasan Industri Rungkut, Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha perusahaan meliputi bidang produksi, pemasaran dan distribusi barang-barang konsumsi yang meliputi sabun, deterjen, margarin, makanan berinti susu, es krim, produk-produk kosmetik, minuman dengan bahan pokok teh dan minuman sari buah.

  23. PT Kedawung Setia Industrial Tbk

  PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI) merupakan salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang industri peralatan rumah tangga berlapis enamel di Indonesia yang berlokasi di Surabaya. Perseroan yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 37 tahun dengan standar dan kualitas yang tidak diragukan lagi dalam semua segmen pasar. Saat ini perseroan menempati areal di Jalan Mastrip No.862, Warugunung-Karang pilang, Surabaya. Perseroan juga mengembangkan usahanya dengan memproduksi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  64

  24. PT. Goodyear Indonesia Tbk

  PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) telah berdiri sejak tahun 1935 dan merupakan produsen pertama ban di Indonesia, memproduksi berbagai jenis ban yang berkualitas tinggi. Kantor pusat dan pabrik berlokasi di Bogor, Jawa Barat, di atas area tanah seluas 172.000 meter persegi. PT.Goodyear Indonesia Tbk mendapatkan dukungan penuh dari pusat penelitian dan pengembangan produk yang terletak di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Dukungan inilah yang tetap menjadikan PT Goodyear Indonesia Tbk selalu terdepan dalam menghasilkan produk ban berkualitas tinggi serta pelayanan yang baik bagi pelanggan. PT Goodyear Indonesia Tbk beralamatkan kantor di Jl. Pemuda No. 27 Bogor 16161.

  25. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

  GJTL didirikan tanggal 24 Agustus 1951 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1953. Kantor pusat GJTL beralamat di Wisma Hayam Wuruk, Lantai 10 Jl. Hayam Wuruk 8, Jakarta dengan pabrik berlokasi di Tangerang dan Serang. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan GJTL terutama meliputi bidang industri pembuatan barang-barang dari karet, termasuk ban dalam dan luar segala jenis kendaraan, barang atau alat.

  26. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65

  Industri Tbk (IMII) dan PT Indomobil Investment Corporation (IIC) di mana IMII adalah perusahaan yang melanjutkan usaha. IMII didirikan pada tanggal 20 Maret 1987 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1990. Kantor pusat

  IMAS terletak di Wisma Indomobil, Jl. MT. Haryono Kav. 8, Jakarta. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan IMAS melakukan penyertaan saham dalam perusahaan-perusahaan atau kegiatan lainnya yang terkait dengan industri otomotif. Saat ini, IMAS dan anak usaha bergerak dalam bidang perakitan dan distribusi kendaraan bermotor roda empat, bis dan truk, serta alat berat dengan merek “Suzuki”, “Nissan”, “Volvo”, “Volkswagen (VW)”, “SsangYong”,

  “AUDI”, “Hino”, “Renault”, “Manitou”, “Kalmar”, “Foton”, “Great Wall”

  dan “Mack” dan/atau kendaraan bermotor roda dua beserta suku cadangnya, perbengkelan, alat-alat berat, jasa keuangan, pembiayaan konsumen, penyewaan dan jual beli kendaraan bekas pakai.

27. PT Indospring Tbk (INDS)

  PT Indospring Tbk (INDS) didirikan tanggal 05 Mei 1978 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1979. Kantor pusat INDS terletak di Jalan Mayjend Sungkono No. 10, Segoromadu, Gresik 61123, Jawa Timur. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan INDS bergerak dalam bidang industri spare parts kendaraan bermotor khususnya pegas, yang berupa leaf spring (pegas daun) dan coil spring (pegas spiral).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  66

  28. PT Multi Prima Sejahtera Tbk

  PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) didirikan tanggal 07 Januari 1982 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1987. Kantor pusat LPIN berdomisili di di Karawaci Office Park Blok M No. 39-50 Lippo Karawaci, Tangerang, sedangkan pabriknya berlokasi di Jl. Kabupaten No. 454, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Bogor Jawa Barat. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan LPIN meliputi, antara lain: Manufaktur busi dan suku cadang kendaraan bermotor. Perdagangan barang-barang hasil produksi sendiri dan/atau perusahaan yang mempunyai hubungan berelasi. Penyertaan dalam perusahaan-perusahaan dan/atau badan hukum lain.

  29. PT Multistrada Arah Sarana Tbk

  (MASA) didirikan tanggal 20 Juni 1988 dengan nama PT Oroban Perkasa dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1995. Kantor pusat MASA terletak Jl. Raya Lemahabang KM 58,3, Cikarang Timur, Propinsi Jawa Barat. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan MASA adalah menjalankan usaha di bidang industri pembuatan ban untuk semua jenis kendaraan bermotor, dan pengusahaan dan pengelolaan Hutan Tanaman Industri (“HTI”). Saat ini, MASA bergerak dalam bidang industri pembuatan ban kendaraan bermotor. Hasil produksi MASA dipasarkan di dalam dan di luar negeri, termasuk Timur Tengah, Eropa, Australia, Afrika, Asia dan Amerika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67

  30. PT. Ever Shine Tex Tbk

  PT. Ever Shine Tex Tbk (ESTI) didirikan tanggal 11 Desember 1973 dengan nama PT Ever Shine Textile Industry dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1975. Kantor pusat dan pabrik PT. Ever Shine Tex Tbk berlokasi di Cijujung, Sukaraja, Bogor. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan PT. Ever Shine Tex Tbk meliputi industri dan perdagangan tekstil.

  31. PT Panasia Indo Resources Tbk

  PT Panasia Indo Resources Tbk dahulu PT Panasia Indosyntec Tbk (HDTX) didirikan tanggal 06 April 1973 dan mulai beroperasi secara komersil pada tahun 1974. Kantor pusat HDTX terletak di Jl. Moh Toha KM 6 Kabupaten Bandung. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan HDTX meliputi usaha dalam bidang proses bahan baku serat (polimerisasi), twisting, pemintalan, pertenunan, industri tekstil, pertambangan, energi dan perdagangan umum.

32. PT Indo-Rama Synthetics Tbk

  PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) didirikan tanggal 03 April 1974 dalam rangka Penanaman Modal Asing ‘PMA” dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1976. Kantor pusat INDR terletak di Graha Irama, Lantai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68

  pemintalan benang, benang polyester filamen (termasuk benang mikrofilamen),

  polyester staple fibre, pet resin, tekstil grade chips dan kain polyester (grey dan

  kain jadi), investasi dan pengoperasian dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

  33. PT Pan Brothers Tbk (PBRX)

  PT Pan Brothers Tbk didirikan 21 Agustus 1980 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 14 September 1989. Kantor pusat dan pabrik PBRX berlokasi di Jl. Siliwangi No. 178 Alam Jaya, Jatiuwung – Tangerang dan mempunyai cabang di DK Dawangan, Purwosuman, Sragen – Jawa Tengah dan DK Butuh Rt 001 Rw 002 Butuh, Boyolali – Jawa Tengah. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan PBRX meliputi perindustrian, perdagangan hasil usaha industri tersebut, mengimpor alat-alat, pengangkutan dan perwakilan atau keagenan, jasa pengelolaan dan penyewaan gedung perkantoran, taman hiburan atau rekreasi dan kawasan berikat. Saat ini, Perusahaan berusaha di industri garmen.

  34. PT Asia Pacific Fibers Tbk

  PT Asia Pacific Fibers Tbk (dahulu PT Polysindo Eka Perkasa Tbk) (POLY) didirikan tanggal 15 Februari 1984 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1986. Kantor pusat POLY terletak di Kendal, Jawa Tengah dan pabrik berlokasi di Kendal, Jawa Tengah dan Karawang, Jawa Barat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69

  Mega Kuningan Kav. E-3 No. 1, Jakarta. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan POLY adalah meliputi industri kimia dan serat sintetis, pertenunan dan perajutan serta industri tekstil lainnya. Hasil produksi POLY dipasarkan di dalam dan di luar negeri, diantaranya ke Eropa, Amerika Serikat, Asia, Australia dan Timur Tengah.

35. PT. Ricky Putra Globalindo Tbk

  PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) didirikan 22 Desember 1987 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1988. Kantor pusat PT. Ricky Putra Globalindo Tbk berlokasi di Jln. Sawah Lio II No. 29 – 37 Jembatan Lima, Tambora, Jakarta 11250 sedangkan pabrik berlokasi di Citeureup-Bogor dan Cicalengka Bandung. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan PT. Ricky Putra Globalindo Tbk terutama bergerak dalam bidang industri pembuatan pakaian dalam dan pakaian jadi (fashion wear). Saat ini, PT. Ricky Putra Globalindo Tbk mempunyai 2 bidang usaha, yaitu pakaian jadi yang dapat dikelompokkan menjadi 3 produk utama, yaitu produk pakaian dalam pria dengan segmen produk utama untuk melayani pasar domestik, dengan merek Ricky, GT

  Man, Ricsony, GT Man Kid, GT Kid, GT Man Sport dan BUM Equipment. Produk pakaian jadi, yang terdiri dari baju berlisensi internasional dan merek sendiri.

  Produk pakaian dalam dan pakaian jadi pesanan khusus pembeli, baik untuk pasar luar negeri maupun dalam negeri, seperti baju tidur, pakaian dalam wanita, t-shirt dan polo shirt. Benang rajut yang terdiri dari benang rajut katun dan TC dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  70

  36. PT Nusantara Inti Corpora Tbk

  PT Nusantara Inti Corpora Tbk (dahulu bernama PT United Capital Indonesia Tbk) (UNIT) di dirikan tanggal 30 Mei 1988 dengan nama PT Aneka Kelola dana dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1992. Perusahaan berdomisili di Wisma Metropolitan II Lt. 6 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 29-31 Jakarta 12920. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha kegiatan UNIT dan entitas anak meliputi bidang pemintalan benang, kapas dan lain-lain.

  37. PT Unitex Tbk (UNTX)

  PT Unitex Tbk didirikan dalam rangka Penanaman Modal Asing tanggal 14 Mei 1971. Kantor perusahaan dan pabriknya berlokasi di Ciawi, Bogor.

  Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1972. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha perusahaan meliputi bidang pembuatan benang, tenunan dan kain berbahan baku campuran polyester dan kapas.

  38. PT Primarindo Asia Infrastucture Tbk (BIMA)

  PT Primarindo Asia Infrastucture Tbk didirikan 01 Juli 1988 dan mulai berproduksi secara komersial pada tanggal 1 Oktober 1989. Kantor pusat BIMA beralamat di Gedung Dana Pensiun-Bank Mandiri Lt. 3A jl. Tanjung Karang No.3-4 A, Jakarta. Pabrik berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71

  infrastruktur dan industri. Kegiatan BIMA dari sejak pendirian sampai saat ini meliputi industri alas kaki khususnya produksi sepatu olah raga dan yang berhubungan dengan pengolahan bahan-bahan dasar pembuatan sepatu olah raga tersebut.

  39. PT Sumi Indo Kabel

  PT Sumi Indo Kabel Tbk (dahulu PT IKI Indah Kabel Indonesia) (IKBI) didirikan tanggal 23 Juli 1981 dengan nama PT Industri Kawat Indonesia dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1981. Kantor pusat dan pabrik

  IKBI terletak di Jln. Gatot Subroto Km. 7,8 Desa Pasir Jaya Jatiuwung Tangerang

  • – 15135. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan IKBI adalah memproduksi konduktor, kabel listrik, kabel kontrol dan kabel telekomunikasi. Saat ini, hasil produksi IKBI dipasarkan di pasar lokal dan ekspor, dengan proporsi antara penjualan lokal dan ekspor masing-masing sebesar 36% dan 64%.

  40. PT Jembo Cable Company Tbk (JECC)

  PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) didirikan tanggal 17 April 1973 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974. Kantor pusat JECC beralamat di Mega Glodok Kemayoran, Office Tower B Lantai 6, Jl. Angkasa Kav B-6, Kemayoran, Jakarta Pusat dan pabrik berlokasi di Jl. Pajajaran, Keluarahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Berdasarkan anggaran dasar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72

  perusahaan, ruang lingkup kegiatan JECC adalah bergerak dalam bidang usaha industri kabel listrik dan telekomunikasi.

  41. PT. KMI Wire and Cable Tbk

  PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) didirikan tanggal 09 Januari 1972 dalam rangka penanaman modal asing “PMA” dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974. Kantor pusat KBLI terletak di Wisma Sudirman Lt. 5, Jl. Jendral Sudirman Kav. 34, Jakarta 10220, dengan pabrik berlokasi di Jalan Raya Bekasi Km 23,1, Cakung, Jakarta Timur. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan ruang lingkup kegiatan KBLI terutama meliputi bidang pembuatan kabel dan kawat aluminium dan tembaga serta bahan baku lainnya untuk listrik, elektronika, telekomunikasi, baik yang terbungkus maupun tidak terbungkus, beserta seluruh komponen, suku cadang, assesori yang terkait dan perlengkapan- perlengkapannya, termasuk teknik rekayasa kawat dan kabel.

  42. PT Kabelindo Murni Tbk

  PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) didirikan tanggal 11 Oktober 1979 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1979. Kantor pusat dan pabrik KBLM berlokasi di Jl. Rawagirang No. 2, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan KBLM adalah bergerak dalam bidang industri pembuatan kabel listrik, kabel telepon serta yang berhubungan dengan perlengkapan kabel.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73

43. PT. Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk

  PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) didirikan 9 november 1970 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 2 Oktober 1972. Kantor pusat SCCO berlokasi di Jln. Kebon Sirih 71, Jakarta 10340 sedangkan pabrik berlokasi di beberapa tempat, yaitu di jalan Daan Mogot, Km.16, Jakarta Barat, Jalan Raya Pejuang Km 2, Bekasi, Jalan Raya Cikarang Cibarusah Km 7,5 No. 20A, Cikarang dan Jalan Kalisabi No. 61, Tangerang. Ruang lingkup kegiatan SCCO adalah memproduksi bermacam-macam kabel, produk-produk yang berhubungan berikut bahan bakunya, dan segala macam produk melamin, serta menjual produk-produk tersebut di dalam negeri dan luar negeri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data

1. Klasifikasi Sampel Berdasarkan Jenis Industri dan Indeks Eckel

  Sampel penelitian ini terdapat 129 pengamatan sampel yang terdiri dari 69 pengamatan dari sektor barang konsumsi dan 60 pengamatan sampel dari sektor aneka industri. Tabel 5.1 menunjukkan total dari 129 pengamatan sampel terdapat 49 pengamatan yang melakukan perataan laba dan 80 pengamatan yang tidak melakukan perataan laba, hal ini berarti 38% sampel melakukan praktik perataan laba dan 62% tidak terindikasi melakukan praktik perataan laba dari keseluruhan total sampel.

Tabel 5.1 Klasifikasi Sampel Berdasarkan Jenis Industri dan Indeks Eckel Keterangan Total

  

Sampel

Perata Laba Non Perata Laba

  Jumlah 129

  49

  80 Persentase 100% 37.9845% 62.0155% Sektor Barang Konsumsi

  69

  28

  41 persentase 100% 40.5797% 59.4203% Sektor Aneka industri

  60

  21

  39 persentase 100% 35% 65%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Analisis Deskriptif

Tabel 5.2 analisis deskriptif menunjukkan jumlah keseluruhan sampel dalam penelitian ini sebanyak 129 sampel dengan profitabilitas nilai minimum

  sebesar -0.8144 nilai maksimum sebesar 0.9461, nilai rata-rata sebesar 0.100528 dan standar deviasi 0.1685152. leverage memiliki nilai minimum sebesar 0.0009, nilai maximum 3.2100, nilai rata-rata 0.598592 dan standar deviasi sebesar 0.6251030. Ukuran perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 25.1923, nilai maximum 32.5047, nilai rata-rata sebesar 27.810384 dan nilai standar deviasi sebesar 1.5270417.

Tabel 5.2 Analisis Deskriptif Keseluruhan Perusahaan yang Menjadi Sampel Descriptive Statistics

  N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Profitabilitas 129 -.8144 .9461 .100528 .1685152 Leverage 129 .0009 3.2100 .598592 .6251030 Ln_size 129 25.1923 32.5047 27.810384 1.5270417 Valid N (listwise) 129

  3. Analisis Kelayakan Model (Hosmer and Lemeshow Test)

Tabel 5.3 menunjukkan bahwa nilai Chi-Square sebesar 6.659 dengan nilai sig sebesar 0,574 dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai Chi-Square lebih

  kecil dari pada nilai Chi-Square tabel sebesar 15.50731 dan nilai sig lebih besar dari pada α 0.05 atau 5%, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  itu menunjukkan model regresi logistik bisa digunakan untuk analisis selanjutnya sehingga H0 tidak ditolak yang berarti model yang dihipotesakan menunjukkan kecakupan data.

Tabel 5.3 Hasil Uji Analisis Regresi Logistik Uji Kelayakan Model Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square df Sig.

  1 6.659 8 .574

4. Analisis Keseluruhan Model (Overall Model Fit)

  Berdasarkan tabel 5.4 dan 5.5 menunjukkan perbandingan nilai -2 Log

  likelihood awal pada tabel 5.4 block number 0 sebesar 171.312 dan pada nilai

  • -2 Log likelihood akhir tabel 5.5 block number 1 turun menjadi 98.898,

  Penurunan -2 log likelihood menunjukkan model regresi semakin baik, maka dapat disimpulkan bahwa H0 tidak ditolak yang berarti model yang dihipotesakan fit dengan data.

Tabel 5.4 Blok Number 0

  

a,b,c

Iteration History

  Coefficients Iteration -2 Log likelihood Constant Step 0 1 171.312 -.481 2 171.309 -.490

  3 171.309 -.490 a. Constant is included in the model.

  b. Initial -2 Log Likelihood: 171.309

  c. Estimation terminated at iteration number 3 because parameter estimates changed by less than .001.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.5 Blok Number 1 Iteration History

  a,b,c Iteration

  • 2 Log likelihood Constant Step

  1

  1 116.313 -11.889 2 105.997 -30.913 3 101.218 -63.976 4 99.455 -97.819 5 99.080 -108.550 6 98.964 -109.201 7 98.922 -109.219 8 98.907 -109.219 9 98.901 -109.219

  10 98.899 -109.219 11 98.898 -109.219 12 98.898 -109.219 13 98.898 -109.219 14 98.898 -109.219 15 98.898 -109.219 16 98.898 -109.219 17 98.898 -109.219 18 98.898 -109.219 19 98.898 -109.219 20 98.898 -109.219

5. Uji Hipotesis Secara Simultan (Omnibus Tests Of Model Coefficients)

  Uji omnibus tests of model coefficients dilakukan untuk mengetahui apakah variabel profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan secara bersama-sama berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0,05 (5%) dengan menggunakan tingkat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebesar 0.006 lebih kecil dari taraf nyata sebesar 0.05 dan memiliki nilai Chi-

  Square hitung sebesar 72.746 lebih besar dari nilai tabel sebesar 61.656. Hal

  ini dapat menunjukkan bahwa profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap praktik perataan laba.

Tabel 5.6 Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan Omnibus Tests of Model Coefficients Chi-square df Sig.

  Step 1 Step 72.411 45 .006 Block 72.411 45 .006 Model 72.411 45 .006

6. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji Wald)

  Uji Wald dilakukan untuk mengetahui apakah variabel profitabilitas,

  leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap

  peraktik perataan laba. Tingkat signifikan yang digunakan dalam uji Wald sebesar 0,05 atau 5%. Tabel uji Chi-Square dicari pada α= 5% dengan derajat kebebasan (df) 1, maka diperoleh Chi-Square tabel sebesar 3.841. hasil analisis Uji Wald ditunjukkan dalam tabel 5.8.

  a. Uji Wald untuk Variabel Profitabilitas Variabel profitabilitas memiliki nilai signifikan 0.017 lebih kecil dari taraf nyata 0.05 (5%) dan nilai wald hitung sebesar 5.748 lebih besar dari nilai Chi-Square tabel sebesar 3.841. Berdasarkan dua kriteria

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pengujian dalam pengambilan keputusan maka Ho1 ditolak. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

  b. Uji Wald untuk variabel leverage Variabel leverage memiliki nilai signifikan 0.043 lebih kecil dari taraf nyata 0.05 (5%) dan nilai wald hitung sebesar 4.038 lebih besar dari nilai Chi-Square tabel sebesar 3.841. Berdasarkan dua kriteria pengujian dalam pengambilan keputusan maka Ho2 ditolak. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

  c. Uji Wald untuk variabel ukuran perusahaan Variabel ukuran perusahaan memiliki nilai signifikan 0.70 lebih tinggi dari taraf nyata 0.05 (5%). Nilai wald hitung sebesar 2.390 lebih kecil dari nilai Chi-Square tabel sebesar 3.280. Berdasarkan dua kriteria pengujian dalam pengambilan keputusan maka Ho3 tidak ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba.

  7. Analisis Koefisien Determinasi

Tabel 5.8 menunjukkan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0.584 berarti variasi variabel profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan mampu

  menjelaskan sebesar 58.4% variasi variabel perataan laba. Sedangkan sisanya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebesar 41.6% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model ini.

Tabel 5.7 Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial

  

Variables in the Equation

B S.E. Wald df Sig. Exp(B) Step 1 a dAISA -4.926 4.397 1.255 1 .263 .007 dCEKa -4.911 3.883 1.599 1 .206 .007 dDLTA 1.060 2.972 .127 1 .721 2.887 dINDF -17.493 10.527 2.761 1 .097 .000 dMLBI 11.986 2.257E4 .000 1 1.000 1.606E5 dPSDN .613 2.067 .088 1 .767 1.847 dSKLT -16.161 2.310E4 .000 1 .999 .000 dULTJ -24.169 2.279E4 .000 1 .999 .000 dGGRM -15.457 9.807 2.484 1 .115 .000 dHMSP -18.258 9.380 3.789 1 .052 .000 dRMBA -8.404 6.102 1.897 1 .168 .000 dDVLA -20.699 2.205E4 .000 1 .999 .000 dINAF -1.996 2.825 .499 1 .480 .136 dKAEF -2.406 3.995 .363 1 .547 .090 dKLBF -29.665 2.293E4 .000 1 .999 .000 dMERK -.998 2.624 .145 1 .704 .369 dSCPI 9.352 4.417 4.482 1 .034 1.153E4 dSQBi 22.653 2.248E4 .000 1 .999 6.888E9 dMRAT 4.489 3.282 1.870 1 .171 89.001 dTCID 1.526 3.706 .170 1 .681 4.601 dUNVR -17.171 8.151 4.438 1 .035 .000 dKDSI .683 2.299 .088 1 .766 1.980 dGDYR 16.024 1.918E4 .000 1 .999 9.103E6 dGJTL -11.744 7.562 2.412 1 .120 .000 dIMAS -33.502 2.222E4 .000 1 .999 .000 dINDS -10.240 16.249 .397 1 .529 .000 dLPIN 7.027 3.398 4.277 1 .039 1.127E3 dMASA -28.866 2.022E4 .000 1 .999 .000 dESTI -20.918 2.093E4 .000 1 .999 .000 dHDTX -1.810 3.177 .324 1 .569 .164 dINDR -9.139 6.179 2.187 1 .139 .000

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.7 Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (Lanjutan) Variables in the Equation

  B S.E. Wald df Sig. Exp(B) dPBRX -5.208 3.212 2.628 1 .105 .005 dPOLY -55.877 2.298E4 .000 1 .998 .000 dRICY .161 2.555 .004 1 .950 1.175 dUNIT 5.316 3.222 2.722 1 .099 203.470 dUNTX -8.340 6.416 1.690 1 .194 .000 dBIMA -22.345 12.917 2.993 1 .084 .000 dIKBI 4.667 3.373 1.914 1 .167 106.345 dJECC -2.252 2.488 .819 1 .365 .105 dKBLI -21.816 2.261E4 .000 1 .999 .000 dKBLM -21.095 1.969E4 .000 1 .999 .000 dSCCO -4.982 3.517 2.007 1 .157 .007 Profitabilitas 15.353 6.404 5.748 1 .017 4.652E6 Leverage 10.583 5.238 4.083 1 .043 3.947E4 Ln_size 3.807 2.102 3.280 1 .070 45.001 Constant -109.219 56.816 3.695 1 .055 .000

  

a. Variable(s) entered on step 1: dAISA, dCEKa, dDLTA, dINDF, dMLBI, dPSDN, dSKLT, dULTJ,

dGGRM, dHMSP, dRMBA, dDVLA, dINAF, dKAEF, dKLBF, dMERK, dSCPI, dSQBi, dMRAT, dTCID, dUNVR, dKDSI, dGDYR, dGJTL, dIMAS, dINDS, dLPIN, dMASA, dESTI, dHDTX, dINDR, dPBRX,

dPOLY, dRICY, dUNIT, dUNTX, dBIMA, dIKBI, dJECC, dKBLI, dKBLM, dSCCO, Profitabilitas,

Leverage, Ln_size.

  Berdasarkan hasil analisis Uji Wald, maka dapat disusun persamaan regresi: Ln -109.219+15.353PROF +10.583LEV+3.807SIZE Persamaan regresi untuk perusahaan ADES Ln -109.219+15.353PROF +10.583LEV +3.807SIZE Persamaan regresi untuk perusahaan AISA Ln -109.219-4.926+15.353PROF +10.583LEV +3.807SIZE Persamaan regresi untuk perusahaan CEKA Ln -109.219-4.911+15.353PROF +10.583LEV +3.807SIZE PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Ln -109.219-4.982+15.353PROF +10.583LEV +3.807SIZE Keterangan: Ln = Status 0 bukan perataan laba atau 1 praktik perata laba

  P = Probabilitas atau Kemungkinan tindakan Perataan laba PROF = Profitabilitas LEV = Leverage SIZE = Ukuran Perusahaan

Tabel 5.8 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi

  

Model Summary

Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square a 1 98.898 .430 .584 a. Estimation terminated at iteration number 20 because maximum iterations has been reached. Final solution cannot be found.

  B. Pembahasan

  1. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Praktik Perataan Laba

  Hasil pengujian statistik dengan menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba. Semakin tinggi profitabilitas maka semakin tinggi praktik perataan laba yang dilakukan oleh manajemen. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen cenderung meratakan laba ketika memperoleh laba yang tinggi.

  Praktik perataan laba dilakukan karena kenaikan laba yang terlalu tinggi akan meningkatkan standar bonus atau laba di masa yang akan datang dan ada kekhawatiran manajemen tidak dapat mencapai standar bonus atau laba di masa yang akan datang. Kenaikan laba yang terlalu tinggi juga dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menuntut kenaikan gaji serta pemegang saham akan meminta deviden kas lebih besar dari periode sebelumnya, laba yang terlalu tinggi dan terus- menerus dapat mendatangkan pesaing-pesaing bisnis serupa. Praktik perataan laba dilakukan bertujuan untuk mendapatkan laba yang stabil.

  Perataan laba menguntungkan manajemen karena stabilnya profitabilitas dapat mempertahankan posisi dan jabatan manajer dalam perusahaan, meningkatkan loyalitas konsumen karena mempercayai perusahaan yang bonafit, mengurangi resiko terjadinya gejolak internal, dapat mengurangi membayar kewajiban deviden sehingga kas dapat disuntikkan kembali (Lako, 2011). Menurut Cahyani (2012) secara logika profitabilitas dapat merefleksikan motivasi manajer untuk meratakan laba. Semakin tinggi profitabilitas maka kinerja perusahaan semakin baik, karena tingkat pengembalian return semakin tinggi. Konsekuensinya profitabilitas yang tinggi akan meningkatkan kepercayaan pasar sehingga perusahaan cenderung menjaga konsistensinya ditingkat laba. Hal ini akan mengarah kepada praktik perataan laba sesuai dengan yang diharapkan manajemen.

  Menurut Carlson dan Bathala (1997) dalam Noviana (2011), Tingkat profitabilitas perusahaan merupakan faktor yang mempengaruhi tindakan pengelolaan laba. Hal ini dikarenakan tingkat profitabilitas yang semakin tinggi akan mengakibatkan tingginya harapan dari regulator dan masyarakat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berupa pembayaran pajak kepada regulator dan program sosial kepada masyarakat. Laba yang terlalu tinggi akan meningkatkan pajak yang harus dibayar, Oleh sebab itu, ada kemungkinan manajemen membuat laba yang dilaporkan tidak berfluktuasi dengan cara melakukan perataan laba untuk menghindari pembayaran pajak yang tinggi. Sebaliknya penurunan laba yang terlalu rendah akan memperlihatkan bahwa kinerja manajemen tidak bagus.

  Hasil penelitian ini konsisten dengan Budiasih (2009), Prabayanti (2011), Suwito dan Herawati (2005), Januarti dan Corolina (2005), Budhijono (2006).

2. Pengaruh Leverage Terhadap Praktik Perataan Laba

  Hasil pengujian statistik dengan menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba. Semakin tinggi leverage maka semakin tinggi praktik perataan laba karena perusahaan yang memiliki leverage tinggi dan laba berfluktuasi biasanya memiliki resiko tinggi sehingga mengurangi minat investor untuk menanamkan modalnya.

  Perusahaan yang memiliki leverage tinggi dan laba yang meningkat terlalu tinggi menimbulkan kenaikan batas bawah yang ditentukan oleh kreditor dalam perjanjian kontrak hutang. Diasumsikan perusahaan mengalami masalah keuangan untuk menunjukkan kesulitannya supaya memperoleh jangka waktu yang lebih baik dalam negosiasi ulang kontrak utang atau adanya jaminan bahwa kreditur akan memberikan pembebasan tuntutan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pelanggaran perjanjian utang maka manajer perusahaan akan meratakan labanya dengan menurunkan laba yang dilaporkan. Perusahaan yang memiliki

  leverage tinggi dan laba yang dilaporkan turun telalu rendah, akan berdampak

  pada para kreditor menghentikan pinjaman, tidak memberi tambahan pinjaman atau membiarkan modal kerja dan ekuitas jatuh sehingga mereka dapat mengakuisisinya dengan harga yang rendah (Sulistiawan D, 2011).

  Carlson dan Chenchuramaiah (1997) dalam Salno dan Baridwan (2000), perusahaan dengan menggunakan leverage yang tinggi membuat perusahaan berusaha untuk memberikan informasi laba yang lebih baik, agar para kreditur masih percaya kepada perusahaan tersebut. Semakin tinggi

  leverage, maka perusahaan semakin melakukan perataan laba. Perataan laba

  dilakukan manajemen untuk membuat seolah-olah perusahaan memiliki laba yang stabil untuk menarik investor karena perusahaan yang memiliki leverage tinggi dan laba yang stabil biasanya memiliki resiko yang rendah daripada perusahaan yang memiliki leverage yang tinggi dan labanya berfluktuasi.

  Selain itu kegiatan perataan laba berlaku untuk menjaga perjanjian utang, sebab perusahaan yang mendapatkan pinjaman berkewajiban untuk menjaga keuangannya pada batas bawah tertentu seandainya hal ini dilanggar maka perjanjian utang dapat dibatalkan.

  Assih dan Gudono (1999) dalam Christiana (2012), meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba pada perusahaan yang terdaftar di BEJ,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terhadap praktik perataan laba. Semakin tinggi rasio leverage menggambarkan semakin banyak pembiyaan-pembiayaan yang dibiayai oleh hutang. Hal ini merupakan kondisi yang kurang sehat, dan menyebabkan investor menjadi enggan untuk berinvestasi, maka semakin tinggi rasio leverage semakin tinggi pula dorongan manajer melakukan praktek perataan laba.

  Laba yang stabil memberikan keyakinan yang tinggi kepada kreditur untuk memberikan kredit pada perusahaan, dari pada perusahaan yang labanya berfluktuasi hal ini menyebabkan ketakutan kreditur perusahaan tidak dapat membayar hutang di masa yang akan datang. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Herikaningsih (2008), Jin dan Macfoedz dalam Silviana (2011), Marlina (2002), Masodah (2007) dalam penelitiannya yang menujukan leverage berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

3. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Praktik Perataan Laba

  Hasil pengujian statistik dengan menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Ukuran perusahaan menjadi salah satu perhatian pihak eksternal termasuk pemerintah dalam pengambilan keputusan, sehingga kinerja dan etika manajer sangat diperhatikan oleh pihak-pihak yang berkepentingan maka dari itu semakin besar ukuran perusahaan tidak mendorong manajemen melakukan praktik perataan laba. Herikaningsih (2008) menyatakan ukuran perusahaan tidak menjadi patokan utama investor dalam mengambil keputusan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  investasi sehingga manajer tidak termotivasi untuk melakukan praktik perataan laba.

  Marlina (2002) menyatakan pemerintah di negara berkembang seperti Indonesia tidak menentukan size sebagai pembebanan pajak. Christiana (2012) menyatakan Ukuran perusahaan bukanlah faktor penentu perusahaan akan melakukan praktek perataan laba atau tidak, hal ini disebabkan karena kebanyakan orang kurang memperhatikan besar kecilnya suatu perusahaan.

  Penilaian masyarakat luas atas suatu perusahaan biasanya berdasarkan kinerja dari perusahaan tersebut sehingga manajer tidak termotivasi untuk melakukan praktik perataan laba. Penelitian ini didukung oleh peneltian terdahulu yang dilakukan Ashari, et al. (1994) di Singapura yang tidak berhasil membuktikan bahwa besaran perusahaan merupakan faktor pendorong terjadinya praktik perataan laba, demikian pula halnya di Indonesia dengan penelitian yang dilakukan oleh Jatiningrum (2000), menunjukkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Hasil penelitian menyimpulkan:

  1. Secara simultan variabel profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap praktik perataan laba.

  2. Secara parsial variabel profitabilitas dan leverage berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba, sedangkan variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba.

  B. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini hanya menggunakan pendekatan variabilitas laba dengan indeks Eckel, yang mungkin mempengaruhi nilai variabel dependen praktik perataan laba, sebaiknya penelitian selanjutnya dapat menggunakan pendekatan klasik atau pendekatan dual economy yang membagi sistem bisnis menjadi dua.

  C. Saran

  Saran bagi investor, kreditor, dan pengguna laporan keuangan lainnya dalam menganalisis praktik perataan laba perusahaan disarankan agar mempertimbangkan profitabilitas dan leverage dalam membuat keputusan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89 DAFTAR PUSTAKA

  Ashari, N., Koh H.C., Tan S.L., dan Wong W.H., 1994, Factors Affecting Income

  Smoothing among Listed Companies in Singapore, Journal of Accounting and Business Research, Autumn, 291-304

  Bringham, Eugene F dan Houston, 2013. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi 11.

  Salemba Empat. Jakarta. Budiasih, Igan, 2009. “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba”, Jurnal Akuntansi dan Bisnis, Vol. 4, No. 1: 1 – 14.

  Budhijono, Fongnawati, 2006. “Evaluasi Perataan Laba pada Industri Manufaktur dan Lembaga Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”, Akuntabilitas.

  Vol. 6. (1). September. Hal. 70 – 79. Cahyani, Novita D, 2012. “Pengaruh Profitabilitas, Resiko Keuangan, Nilai

  Perusahaan, Struktur Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, dan Jenis Industri Terhadap Praktik Perataan Laba pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI tahun 2005-2010.Juraksi Universitas Negri Semarang. Vol. 1 No2 Februari Charless W dan Eugene E. 2011. Deteksi Kecurangan Akuntansi. Ppm Manajemen.

  Jakarta Dewi, Prima Sofia dan carina, 2008. “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Praktik

  Perataan Laba pada Perusahaan Manufaktur dan Lembaga Keuangan Lainnya yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta”, Jurnal Akuntansi Tahun XII No 02, Mei 2008: 117-131. Dewi . RK dan Zulaikha, 2010.“Analisa Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perataan

  Laba pada Perusahaan Manufaktur dan Keuangan” Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang

  Herikaningsih, A. Putri. 2008. “Analisis Pengaruh Faktor Ukuran Perusahaan, Profitabilitas dan leverage terhadap income smoothingskripsi. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Hilmi, Utari dan Ali, Syaiful. 2008. “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan”. Simposium Nasional Akuntansi XI Ikatan Akuntan Indonesia. hal.1-22.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  90 Harahap, sofyan syafri. 1997. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan.PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

  Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan per 1 Juli 2009.

  Salemba Empat. Jakarta. Irawati, Zulfa dan Anugerah Maya. 2007. “Analisis Perataan Laba Faktor yang

  Mempengaruhinya Dan Pengaruhnya Terhadap Return dan Resiko Saham Perusahaan Go Public di Bursa Efek Jakarta” A.BENEFIT, Vol. 11, No. 1,Juni. Irene, 2007. “Analisis Pengaruh Dimensi Income Smoothing Terhadap Motivasi Investor dalam berinvestasi di Bursa Efek Jakarta” Skripsi. Universitas Soegijapranata.

  Semarang. Januarti dan Corolina, 2005. “Analisa Faktor–faktor yang Berpengaruh Terhadap

  Perataan Laba (Income smoothing) pada Perusahaan-perusahaan GO Public “Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 7, No. 2, November hal: 148-162. Kusuma, Hadri dan Wigiya Ayu Udiana Sari, 2003. “Manajemen Laba oleh Perusahaan

  Pengakuisisi Sebelum Merger dan Akuisisi di Indonesia”, Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia. Vol 7, No 1 . Lako Andreas, 2007. Laporan Keuangan dan Konflik Kepentingan. Amara Books.

  Yogyakarta Lestari Dewi, Ni Made , 2011. “Praktik Manajemen Laba pada Perusahaan yang Melanggar Perjanjian Utang” Tesis. Universitas Undayana. Denpasar.

  Linda, Deny dan Sovi Ismawati Rahayu, 2008 “Analisis Perataan Laba (Income

  Smoothing) dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya” jurnal Ekonomi dan Bisnis vol. 5, Agustus. Hal 155 – 169.

  Marlina, Nany. 2001.“Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing pada Perusahaan Go Public di Bursa Efek Jakarta” Tesis S– 2 Magister akuntansi.

  Universitas Diponegoro Masodah.2007 ”Praktik Perataan Laba Sektor Industri Perbankan dan Lembaga

  Keuangan Lainnya Dan Faktor yang Mempengaruhinya”. Proceeding PESAT (psikologi, Ekonomi, Arsitek dan sipil ). Vol.2.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91 Mujiono. 2010. “Pengaruh Tindakan Perataan Laba Terhadap Reaksi pasar dengan

  Kualitas Auditor dan Kepemilikan Manajerial sebagai Variabel Moderasi”

  Eksplanasi Volume 5 Nomor 2 Edisi Oktober 2010

  Nasser, Etty M. Dan Herlina, 2003. “Pengaruh Size, Profitabilitas dan Leverage terhadap Perataan Laba pada Perusahaan Go Publik”,Jurnal Ekonomi, Vol. 7,

  No. 3: 291 – 305.

  Noviana S.R. dan Etna. 2011. “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perataan laba”. Jurnal Akuntansi & Auditing Volume 8/No. 1/November 2011 Prabayanti, Ni luh Putu A dan Gerina W. Yasa, 2011. “Perataan Laba (Income

  Smooting) dan Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Studi pada

  Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa efek Indonesia)” jurnal Akuntansi universitas Udayana, januari.Vol 1. Rachmawati, Windasari. 2002. “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perataan

  Laba dan Hubungannya dengan Retrun Saham Perusahaan yang Melakukan dan Tidak Melakukan Perataan Laba pada Perusahaan yang Listing di Bursa Efek Jakarta” Tesis S2 magister Manajemen. Universitas Diponegoro. Subhekti, Yogi. 2008. “Faktor-faktor yang mempengaruhi perataan Laba (income smoothing) dan bukan perataan laba (non-income smoothing). Tesis.

  Universitas Sebelas Maret Silviana, S. 2011. “Analysis of income smoothing (Income Smoothing): Factore

  Affecting Income Smooting In Manufacturing Sector and manufacture of Basic Chemicals Listed In Exchange Indonesia 2005 - 2009 ”, papers.

  Univeritas Gunadarma. Sudana, I Made. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan Teori dan Praktik.

  Erlangga. Jakarta. Sulistiawan. D, Yeni dan Liza. 2011. Creative Accounting Mengungkap Manajemen

  Laba dan Skandal Akuntansi. Salemba empat. Jakarta Suwarjono, 2011. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Edisi ketiga. BPFE. Yogyakarta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  92 Suwito, Edy dan Arleen Herawati. 2005. “Analisis Pengaruh Karakteristik

  Perusahaan Terhadap Tindakan Perataan Laba yang Dilakukan oleh Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”. SNA VIII Solo, 15- 16 September 2005: 136-146.

  Wild John J, Subramanyam KK dan Halsey, Robert F.2005. Finacial Statement Analsis. Edisi 8. Salemba Empat. Jakarta. Wisnumurti, Adhika. 2010. Analisis Pengaruh Corporate Governance terhadap Hubungan Asimetri Informasi dengan Praktik Manajemen Laba. Skripsi.

  Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. Wulandari. 2013. “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Income Smoothing dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Listed di Bursa Efek periode 2008-2011” Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. http://www.Idx.com diakses 4 Oktober 2012 www.pps.unud.ac.id diakses pada 13 oktober 2012 http://akses.ksei.co.id diakses13 oktober 2012 http://www.britama.com diakses 17 November 2012 http://dasar-akuntansi.blogspot.com diakses pada 17 November 2012

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33 PBRX Pan Brothers Tbk Aneka Industri

  25 GJTL Gajah Tunggal Tbk Aneka Industri

  26 IMAS Indomobil Sukses International Tbk Aneka Industri

  27 INDS Indospring Tbk Aneka Industri

  28 LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk Aneka Industri

  29 MASA Multistrada Arah Sarana Tbk Aneka Industri

  30 ESTI Ever Shine Textile Industry Tbk Aneka Industri

  31 HDTX Pan Asia Indosyntec Tbk Aneka Industri

  32 INDR Indo Rama Synthetic Tbk Aneka Industri

  34 POLY Asia Pasific Fibers Tbk Aneka Industri

  23 KDSI Kedawung Setia Industrial Tbk Barang Konsumsi

  35 RICY Ricky Putra Globalindo Tbk Aneka Industri

  36 UNIT Nusantara Inti Corpora Tbk Aneka Industri

  37 UNTX Unitex Tbk Aneka Industri

  38 BIMA Primarindo Asia Infrastructure Tbk Aneka Industri

  39 IKBI Sumi Indo Kabel Tbk Aneka Industri

  40 JECC Jembo Cable Company Tbk Aneka Industri

  41 KBLI KMI Wire and Cable Tbk Aneka Industri

  42 KBLM Kabelindo Murni Tbk Aneka Industri

  24 GDYR Goodyear Indonesia Tbk Aneka Industri

  93 LAMPIRAN I Daftar Perusahaan Sampel dan Kode Perusahaan No Kode Nama Perusahaan Sektor

  1 ADES Akasha Wira International Tbk Barang Konsumsi

  10 GGRM Gudang Garam Tbk Barang Konsumsi

  2 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Barang Konsumsi

  3 CEKA Cahaya Kalbar Tbk Barang Konsumsi

  4 DLTA Delta Djakarta Tbk Barang Konsumsi

  5 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk Barang Konsumsi

  6 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk Barang Konsumsi

  7 PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk Barang Konsumsi

  8 SKLT Sekar Laut Tbk Barang Konsumsi

  9 ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk Barang Konsumsi

  11 HMSP Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk Barang Konsumsi

  21 TCID Mandom Indonesia Tbk Barang Konsumsi

  12 RMBA Bentoel International Investama Tbk Barang Konsumsi

  13 DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk Barang Konsumsi

  14 INAF Indofarma Tbk Barang Konsumsi

  15 KAEF Kimia Farma Tbk Barang Konsumsi

  16 KLBF Kalbe Farma Tbk Barang Konsumsi

  17 MERK Merck Tbk Barang Konsumsi

  18 SCPI Schering Plough Indonesia Tbk Barang Konsumsi

  19 SQBI Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Barang Konsumsi

  20 MRAT Mustika Ratu Tbk Barang Konsumsi

  22 UNVR Unilever Indonesia Tbk Barang Konsumsi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1 Perata Laba

  1 Perata Laba

  18 MLBI 2011 0.3219 0.6141 0.5241

  1 Perata Laba

  19 PSDN 2009 0.1689 -42.9314 -0.0039

  1 Perata Laba

  20 PSDN 2010 17.3295 2.9998 5.7769

  0 Bukan Perata Laba

  21 PSDN 2011 -1.4024 1.2187 -1.1508

  1 Perata Laba

  22 SKLT 2009 2.0035 4.0662 0.4927

  1 Perata Laba

  23 SKLT 2010 41.4493 103.3955 0.4009

  24 SKLT 2011 -1.8873 0.1566 -12.0495

  1 Perata Laba

  1 Perata Laba

  25 ULTJ 2009 23.6629 0.0450 525.3784

  0 Bukan Perata Laba

  26 ULTJ 2010 -2.0756 0.0414 -50.1232

  1 Perata Laba

  27 ULTJ 2011 1.8226 0.1289 14.1431

  0 Bukan Perata Laba

  28 GGRM 2009 0.8001 0.1845 4.3357

  0 Bukan Perata Laba

  29 GGRM 2010 0.5521 0.3797 1.4543

  0 Bukan Perata Laba

  30 GGRM 2011 0.0562 0.0836 0.6729

  1 Perata Laba

  17 MLBI 2010 0.1006 0.3554 0.2830

  94 LAMPIRAN II Perhitungan Indeks Eckel No Kode Perusahaan Tahun CV laba CV SALES indeks status Keterangan

  1 ADES 2009 0.8932 3.3791 0.2643

  8 CEKA 2010 34.6424 -0.3324 -104.2099

  1 Perata Laba

  2 ADES 2010 0.4886 1.2590 0.3881

  1 Perata Laba

  3 ADES 2011 3.1299 0.0313 100.0566

  0 Bukan Perata Laba

  4 AISA 2009 0.2456 1.9817 0.1239

  1 Perata Laba

  5 AISA 2010 0.8612 0.5761 1.4950

  0 Bukan Perata Laba

  6 AISA 2011 0.1843 1.0558 0.1746

  1 Perata Laba

  7 CEKA 2009 1.0500 7.1101 0.1477

  1 Perata Laba

  1 Perata Laba

  0 Bukan Perata Laba

  9 CEKA 2011 2.6160 32.2969 0.0810

  1 Perata Laba

  10 DLTA 2009 0.1130 0.7852 0.1439

  1 Perata Laba

  11 DLTA 2010 0.7526 -2.9168 -0.2580

  1 Perata Laba

  12 DLTA 2011 0.0502 2.2490 0.0223

  1 Perata Laba

  13 INDF 2009 1.2747 1.9196 0.6641

  1 Perata Laba

  14 INDF 2010 0.1212 -10.4337 -0.0116

  1 Perata Laba

  15 INDF 2011 1.0630 0.9783 1.0866

  16 MLBI 2009 0.1092 0.1252 0.8724

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1 Perata Laba

  0 Bukan Perata Laba

  48 KLBF 2011 0.4126 0.3522 1.1716

  0 Bukan Perata Laba

  49 MERK 2009 0.9626 0.1688 5.7018

  0 Bukan Perata Laba

  50 MERK 2010 5.3267 0.6242 8.5335

  0 Bukan Perata Laba

  51 MERK 2011 2.3488 0.6647 3.5334

  0 Bukan Perata Laba

  52 SCPI 2009 0.0200 0.5831 0.0342

  1 Perata Laba

  53 SCPI 2010 -2.2181 2.6492 -0.8373

  54 SCPI 2011 -1.2134 -4.5858 0.2646

  0 Bukan Perata Laba

  1 Perata Laba

  55 SQBI 2009 0.0913 0.3364 0.2714

  1 Perata Laba

  56 SQBI 2010 -65.6758 -4.6151 14.2306

  0 Bukan Perata Laba

  57 SQBI 2011 -8.3378 -2.7421 3.0407

  0 Bukan Perata Laba

  58 MRAT 2009 3.9606 0.2710 14.6139

  0 Bukan Perata Laba

  59 MRAT 2010 0.9806 0.3212 3.0529

  0 Bukan Perata Laba

  60 MRAT 2011 0.0095 0.3064 0.0310

  1 Perata Laba

  47 KLBF 2010 0.3298 0.0425 7.7671

  95 LAMPIRAN II (lanjutan) Perhitungan Indeks Eckel No Kode Perusahaan Tahun CV laba CV SALES indeks status Keterangan

  31 HMSP 2009 0.8899 0.0925 9.6165

  38 DVLA 2010 1.3116 0.9313 1.4083

  0 Bukan Perata Laba

  32 HMSP 2010 0.0795 0.0191 4.1554

  0 Bukan Perata Laba

  33 HMSP 2011 0.1410 0.5160 0.2733

  1 Perata Laba

  34 RMBA 2009 -1.3651 1.1477 -1.1894

  1 Perata Laba

  35 RMBA 2010 -28.0836 1.2797 -21.9451

  1 Perata Laba

  36 RMBA 2011 0.5342 0.5876 0.9091

  1 Perata Laba

  37 DVLA 2009 1.2304 0.8787 1.4003

  0 Bukan Perata Laba

  0 Bukan Perata Laba

  0 Bukan Perata Laba

  39 DVLA 2011 0.8308 0.2321 3.5791

  0 Bukan Perata Laba

  40 INAF 2009 -0.4959 -5.3372 0.0929

  1 Perata Laba

  41 INAF 2010 2.5079 -0.9076 -2.7632

  1 Perata Laba

  42 INAF 2011 0.5671 4.1966 0.1351

  1 Perata Laba

  43 KAEF 2009 0.5356 0.5495 0.9749

  1 Perata Laba

  44 KAEF 2010 1.1728 0.5326 2.2018

  0 Bukan Perata Laba

  45 KAEF 2011 0.5587 0.0731 7.6378

  46 KLBF 2009 1.3999 0.2292 6.1074

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1 Perata Laba

  1 Perata Laba

  78 IMAS 2011 -9.4330 0.1353 -69.7164

  1 Perata Laba

  79 INDS 2009 0.1447 5.8255 0.0248

  1 Perata Laba

  80 INDS 2010 0.5255 12.1651 0.0432

  1 Perata Laba

  81 INDS 2011 0.8479 0.2721 3.1167

  0 Bukan Perata Laba

  82 LPIN 2009 -3.3837 1.7818 -1.8991

  1 Perata Laba

  83 LPIN 2010 0.2323 13.5765 0.0171

  84 LPIN 2011 8.5695 -1.4840 -5.7747

  1 Perata Laba

  1 Perata Laba

  85 MASA 2009 -4.9170 0.1380 -35.6294

  1 Perata Laba

  86 MASA 2010 1.1771 0.0893 13.1830

  0 Bukan Perata Laba

  87 MASAk 2011 2.1672 0.6521 3.3232

  0 Bukan Perata Laba

  88 ESTI 2009 2.2402 3.9813 0.5627

  1 Perata Laba

  89 ESTI 2010 2.1602 3.2186 0.6712

  1 Perata Laba

  90 ESTI 2011 -2.5569 0.1902 -13.4442

  1 Perata Laba

  77 IMAS 2010 0.7859 2.7132 0.2897

  96 LAMPIRAN II (lanjutan) Perhitungan Indeks Eckel No Kode Perusahaan Tahun CV laba CV SALES indeks status Keterangan

  61 TCID 2009 0.6486 0.2768 2.3432

  68 KDSI 2010 0.2007 8.8384 0.0227

  0 Bukan Perata Laba

  62 TCID 2010 0.2493 0.4404 0.5662

  1 Perata Laba

  63 TCID 2011 0.1819 0.5824 0.3123

  1 Perata Laba

  64 UNVR 2009 0.2546 0.0902 2.8208

  0 Bukan Perata Laba

  65 UNVR 2010 0.4244 0.4215 1.0069

  0 Bukan Perata Laba

  66 UNVR 2011 0.5485 0.6325 0.8672

  1 Perata Laba

  67 KDSI 2009 -4.8141 10.3819 -0.4637

  1 Perata Laba

  1 Perata Laba

  0 Bukan Perata Laba

  69 KDSI 2011 0.0384 0.6778 0.0566

  1 Perata Laba

  70 GDYR 2009 2.9091 0.7444 3.9079

  0 Bukan Perata Laba

  71 GDYR 2010 3.7583 1.1363 3.3075

  0 Bukan Perata Laba

  72 GDYR 2011 1.4900 1.4081 1.0581

  0 Bukan Perata Laba

  73 GJTL 2009 -21.0919 1.4741 -14.3081

  1 Perata Laba

  74 GJTL 2010 0.1982 1.4547 0.1363

  1 Perata Laba

  75 GJTL 2011 2.0232 0.0253 79.8515

  76 IMAS 2009 0.8869 3.3312 0.2663

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0 Bukan Perata Laba 118 JECC 2009 -7.7115 39.4366 -0.1955

  0 Bukan Perata Laba 109 UNTX 2009 -4.4731 20.3060 -0.2203

  1 Perata Laba 110 UNTX 2010 1.9530 1.0539 1.8531

  0 Bukan Perata Laba 111 UNTX 2011 -0.2925 0.5271 -0.5548

  1 Perata Laba 112 BIMA 2009 46.1318 21.5671 2.1390

  0 Bukan Perata Laba 113 BIMA 2010 1.7060 4.5727 0.3731

  1 Perata Laba 114 BIMA 2011 -0.5043 -5.2883 0.0954

  1 Perata Laba 115 IKBI 2009 -2.5874 -1.6273 1.5900

  0 Bukan Perata Laba 116 IKBI 2010 -0.6814 -3.8725 0.1759

  1 Perata Laba 117 IKBI 2011 22.3338 0.4594 48.6155

  1 Perata Laba 119 JECC 2010 -41.9456 -2.0521 20.4408

  1 Perata Laba 107 UNIT 2010 -1.4891 2.4761 -0.6014

  0 Bukan Perata Laba 120 JECC 2011 4.8565 1.0344 4.6952

  0 Bukan Perata Laba 121 KBLI 2009 -1.9937 -4.2013 0.4745

  1 Perata Laba 122 KBLI 2010 2.1895 -3.6924 -0.5930

  1 Perata Laba 123 KBLI 2011 0.3924 0.2885 1.3600

  0 Bukan Perata Laba 124 KBLM 2009 -0.3779 -35.4677 0.0107

  1 Perata Laba 125 KBLM 2010 -96.8522 232.2259 -0.4171

  1 Perata Laba 126 KBLM 2011 1.0503 0.2029 5.1755

  0 Bukan Perata Laba 127 SCCO 2009 -1.9878 -0.8473 2.3461

  0 Bukan Perata Laba

  1 Perata Laba 108 UNIT 2011 -50.6996 -1.1168 45.3973

  97 LAMPIRAN II (lanjutan) Perhitungan Indeks Eckel No Kode Perusahaan Tahun CV laba CV SALES indeks status Keterangan

  91 HDTX 2009 -398.9248 20.1273 -19.8201

  96 INDR 2011 218.9364 0.3581 611.3580

  1 Perata Laba

  92 HDTX 2010 1.3987 -0.0229 -61.0534

  1 Perata Laba

  93 HDTX 2011 1.2146 -0.6096 -1.9926

  1 Perata Laba

  94 INDR 2009 0.5515 -27.4718 -0.0201

  1 Perata Laba

  95 INDR 2010 0.9283 -6.3518 -0.1461

  1 Perata Laba

  0 Bukan Perata Laba

  1 Perata Laba 105 RICY 2011 0.9584 0.4733 2.0249

  97 PBRX 2009 7.5444 4.2003 1.7961

  0 Bukan Perata Laba

  98 PBRX 2010 1.3255 -0.0044 -303.5419

  1 Perata Laba

  99 PBRX 2011 1.2385 2.2254 0.5565

  1 Perata Laba 100 POLY 2009 3.0186 -3.8744 -0.7791

  1 Perata Laba 101 POLY 2010 2.3305 2.3315 0.9996

  1 Perata Laba 102 POLY 2011 -2.7746 0.1200 -23.1241

  1 Perata Laba 103 RICY 2009 -2.3824 0.8246 -2.8892

  1 Perata Laba 104 RICY 2010 0.3993 0.8718 0.4580

  0 Bukan Perata Laba 106 UNIT 2009 -1.4623 0.0700 -20.8853

  98 LAMPIRAN III Data Perusahaan Sampel No Nama

  25 ULTJ 2009 28.1807 0.0353 0.3106

  19 PSDN 2009 26.5915 0.0918 0.5086

  20 PSDN 2010 26.7506 0.0312 0.5333

  21 PSDN 2011 26.7668 0.0305 0.5104

  22 SKLT 2009 26.0023 0.0653 0.4216

  23 SKLT 2010 26.0185 0.0242 0.4066

  24 SKLT 2011 26.0903 0.0279 0.4263

  26 ULTJ 2010 28.3275 0.0534 0.3516

  17 MLBI 2010 27.7595 0.3895 0.5855

  27 ULTJ 2011 28.4100 0.0465 0.3564

  28 GGRM 2009 30.9354 0.1269 0.3249

  29 GGRM 2010 31.0566 0.1349 0.3065

  30 GGRM 2011 31.2969 0.1252 0.3719

  31 HMSP 2009 30.5055 0.2872 0.4095

  32 HMSP 2010 30.6527 0.3129 0.5023

  18 MLBI 2011 27.8305 0.4156 0.5656

  16 MLBI 2009 27.6245 0.3427 0.8940

  

Perusahaan Tahun Ln Size Profitabilitas Leverage

  7 CEKA 2009 27.0660 0.0870 0.0470

  1 ADES 2009 25.9067 0.0915 0.6174

  2 ADES 2010 26.5055 0.0976 0.6922

  3 ADES 2011 26.4792 0.0818 0.6021

  4 AISA 2009 28.0814 0.0241 0.5902

  5 AISA 2010 28.2921 0.0388 0.6954

  6 AISA 2011 28.9093 0.0345 0.4895

  8 CEKA 2010 27.4691 0.0348 0.6370

  15 INDF 2011 31.6123 0.0574 0.4101

  9 CEKA 2011 27.4367 0.1170 0.5080

  10 DLTA 2009 27.3571 0.1664 0.2115

  11 DLTA 2010 27.2865 0.1970 0.1626

  12 DLTA 2011 27.2689 0.2179 0.1770

  13 INDF 2009 31.3294 0.0514 0.6163

  14 INDF 2010 31.4870 0.0625 0.4743

  33 HMSP 2011 30.5951 0.4155 0.4735 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  99 LAMPIRAN III (lanjutan) Data Perusahaan Sampel No Nama

  58 MRAT 2009 26.6249 0.0575 0.1346

  52 SCPI 2009 26.0524 0.0523 0.0009

  53 SCPI 2010 26.1775 -0.0344 0.0009

  54 SCPI 2011 26.4679 -0.8144 0.9309

  55 SQBI 2009 26.4882 0.4116 0.1740

  56 SQBI 2010 26.4917 0.2895 0.1593

  57 SQBI 2011 26.6142 0.3319 0.1638

  59 MRAT 2010 26.6800 0.0632 0.1264

  50 MERK 2010 26.7981 0.2732 0.1650

  60 MRAT 2011 26.7694 0.0660 0.1516

  61 TCID 2009 27.6256 0.1253 0.1144

  62 TCID 2010 27.6772 0.1255 0.0943

  63 TCID 2011 27.7540 0.1241 0.0977

  64 UNVR 2009 29.6439 0.4067 0.5045

  65 UNVR 2010 29.7945 0.3893 0.5347

  51 MERK 2011 27.0938 0.3956 0.1544

  49 MERK 2009 26.7962 0.3380 0.1839

  

Perusahaan Tahun Ln Size Profitabilitas Leverage

  40 INAF 2009 27.3217 0.0029 0.5849

  34 RMBA 2009 29.2191 0.0051 0.6096

  35 RMBA 2010 29.2208 0.0446 0.5656

  36 RMBA 2011 29.4769 0.0483 0.6452

  37 DVLA 2009 27.3872 0.0922 0.0366

  38 DVLA 2010 27.4733 0.1298 0.2500

  39 DVLA 2011 27.5566 0.1303 0.2159

  41 INAF 2010 27.3136 0.0172 0.5806

  48 KLBF 2011 29.7442 0.1791 0.2125

  42 INAF 2011 27.7398 0.0331 0.4536

  43 KAEF 2009 28.1362 0.0377 0.3442

  44 KAEF 2010 28.0794 0.0886 0.3469

  45 KAEF 2011 28.2156 0.0957 0.3019

  46 KLBF 2009 29.5001 0.1433 0.2609

  47 KLBF 2010 29.5816 0.1829 0.1792

  66 UNVR 2011 29.9807 0.3973 0.6488 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  100 LAMPIRAN III (lanjutan) Data Perusahaan Sampel No Nama

  91 HDTX 2009 27.7169 0.0005 0.4977

  85 MASA 2009 28.5616 0.0069 0.4244

  86 MASA 2010 28.7424 0.0580 0.4638

  87 MASAk 2011 29.1863 0.0301 0.6269

  88 ESTI 2009 26.9749 0.0148 0.0505

  89 ESTI 2010 27.0919 0.0025 0.5608

  90 ESTI 2011 27.1799 0.0051 0.5958

  92 HDTX 2010 27.6452 0.0012 0.4591

  83 LPIN 2010 25.7401 0.0936 0.2915

  93 HDTX 2011 27.6445 0.0094 0.4423

  94 INDR 2009 29.2683 0.0208 0.5317

  95 INDR 2010 29.2560 0.0458 0.4899

  96 INDR 2011 29.4405 0.0178 0.5610

  97 PBRX 2009 27.4320 0.0406 0.8389

  98 PBRX 2010 27.5114 0.0402 0.8111

  84 LPIN 2011 25.7819 0.0719 0.2486

  82 LPIN 2009 25.6499 0.0740 0.3270

  

Perusahaan Tahun Ln Size Profitabilitas Leverage

  73 GJTL 2009 29.8145 0.0001 0.6992

  67 KDSI 2009 27.0344 0.0191 0.5666

  68 KDSI 2010 27.0471 0.0303 0.5418

  69 KDSI 2011 27.0993 0.0402 0.5249

  70 GDYR 2009 27.7511 0.1074 0.6317

  71 GDYR 2010 27.7676 0.0581 0.6380

  72 GDYR 2011 32.5047 0.0165 0.6393

  74 GJTL 2010 29.9701 0.0801 0.6600

  81 INDS 2011 27.7618 0.1057 0.3996

  75 GJTL 2011 30.0781 0.0592 0.6165

  76 IMAS 2009 29.2589 0.0231 1.0011

  77 IMAS 2010 29.7086 0.0562 0.5563

  78 IMAS 2011 30.1893 0.0001 0.6063

  79 INDS 2009 27.1548 0.0946 0.7333

  80 INDS 2010 27.3704 0.0923 0.7049

  99 PBRX 2011 28.0465 0.0476 0.5483 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  101 LAMPIRAN III (lanjutan) Data Perusahaan Sampel No Nama

  

Perusahaan Tahun Ln Size Profitabilitas Leverage

100 POLY 2009 29.1505 0.2588 2.7244 101 POLY 2010 29.0144 0.0840 2.9838 102 POLY 2011 28.9348 0.1657 2.9934 103 RICY 2009 27.1197 0.0060 0.4542 104 RICY 2010 27.1422 0.0176 0.4489 105 RICY 2011 27.1880 0.0190 0.4545 106 UNIT 2009 26.4608 0.0067 0.2390 107 UNIT 2010 26.4592 0.0044 0.2326 108 UNIT 2011 26.4429 0.0067 0.2124 109 UNTX 2009 25.6908 0.0214 1.9625 110 UNTX 2010 25.7048 -0.0561 2.0117 111 UNTX 2011 25.8024 -0.1574 2.0691 112 BIMA 2009 25.2759 0.1300 3.1293 113 BIMA 2010 25.1923 0.1049 3.2100 114 BIMA 2011 25.2399 0.0266 3.0808 115 IKBI 2009 27.0547 0.0511 0.1243 116 IKBI 2010 27.1216 0.0077 0.1804 117 IKBI 2011 27.0646 0.0563 0.1412 118 JECC 2009 27.0989 0.0270 0.8254 119 JECC 2010 27.0548 -0.0018 0.8244 120 JECC 2011 27.1643 0.0474 0.7967 121 KBLI 2009 26.9191 0.0422 0.5320 122 KBLI 2010 27.1111 0.0813 0.5111 123 KBLI 2011 27.7112 0.0896 0.3356 124 KBLM 2009 26.5948 0.0048 0.3694 125 KBLM 2010 26.7227 0.0097 0.4355 126 KBLM 2011 27.1893 0.0296 0.6199 127 SCCO 2009 27.6729 0.0177 0.6366 128 SCCO 2010 27.7774 0.0525 0.6298 129 SCCO 2011 28.0065 0.0754 0.6433 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  102 LAMPIRAN IV TABEL CHI SQUARE

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  103 LAMPIRAN IV (Lanjutan) TABEL CHI SQUARE

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (120 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENGARUH PEMBAYARAN DIVIDEN TERHADAP KUALITAS LABA (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur: Sektor Kimia, Sektor Aneka Industri, dan Sektor Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010).
0
0
16
PENGARUH LEVERAGE, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syara
0
0
15
PENGARUH ASIMETRI INFORMASI, UKURAN PERUSAHAAN DAN PAJAK TANGGUHAN TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014) - repository perpustakaan
0
0
17
PENGARUH ASIMETRI INFORMASI, UKURAN PERUSAHAAN DAN PAJAK TANGGUHAN TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014) - repository perpustakaan
0
0
21
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI) - repository perpu
0
0
12
ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, FINANCIAL LEVERAGE, DAN PRAKTIK PENGELOLAAN PERUSAHAAN TERHADAP PEMERATAAN LABA (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Barang dan Konsumsi Yang Terdaftar Di BEI Periode 2012-2014)
0
0
16
PERBEDAAN PERILAKU MANAJEMEN LABA BERDASARKAN SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015)
0
0
17
PENGARUH ASIMETRI INFORMASI, UKURAN PERUSAHAAN DAN PAJAK TANGGUHAN TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014) - repository perpustakaan
0
0
17
PENGARUH ASIMETRI INFORMASI, UKURAN PERUSAHAAN DAN PAJAK TANGGUHAN TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014) - repository perpustakaan
0
0
21
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar di BEI tahun 2015 - 2017 - UMBY repository
0
0
29
PENGARUH KEPUTUSAN INVESTASI, KEPUTUSAN PENDANAAN, KEBIJAKAN DIVIDEN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI Periode 2015-2017) - UMBY repository
0
0
9
ANALISIS PENGARUH FAKTOR UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP INCOME SMOOTHING (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang listing di BEI) SKRIPSI
0
0
87
PENGARUH ASIMETRI INFORMASI, UKURAN PERUSAHAAN DAN LEVERAGE TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar
0
0
180
PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
73
PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2008-2010 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program
0
0
90
Show more