KETERLIBATAN SISWA DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DENGAN MEMANFAATKAN PROGRAM GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII A SMP BOPKRI 1

Gratis

0
0
272
4 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KETERLIBATAN SISWA DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS

  PROGRAM GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII A SMP BOPKRI 1 YOGYAKARTA SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Matematika

  Disusun oleh : ANTONIUS HERMAN PRIYANTO NIM : 091414001 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KETERLIBATAN SISWA DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS

  PROGRAM GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII A SMP BOPKRI 1 YOGYAKARTA SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Matematika

  Disusun oleh : ANTONIUS HERMAN PRIYANTO NIM : 091414001 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dengan Penuh Syukur Skripsi ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria.

  Keluargaku tersayang: Bapak, Ibu, Tina, dan saudara- saudaraku lainnya.

  Sahabat terdekatku Ana Easti yang selalu mendukungku. Teman-teman seperjuangan PMAT 09 yang saling mendukung dan bekerja sama.

  Teman-teman di Wisma Santi selalu membawa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian orang lain kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagai layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 7 November 2013 Penulis

  Antonius Herman Priyanto

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI

KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan dibawah ini saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Antonius Herman Priyanto Nomor Mahasiswa : 091414001 Demi perkembangan ilmu pengetahuan saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya Ilmiah saya yang berjudul:

  

“Keterlibatan Siswa dalam Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan Memanfaatkan

Program GeoGebra untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok

Bahasan Teorema Pythagoras di Kelas VIII A SMP BOPKRI 1 Yogyakarta

  

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin kepada saya maupun membayar royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 7 November 2013 Yang menyatakan, Antonius Herman Priyanto

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Antonius Herman Priyanto. 2013. Keterlibatan Siswa dalam Penerapan

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions

(STAD) dengan Memanfaatkan Program GeoGebra untuk Meningkatkan

Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Teorema Pythagoras di Kelas VIII

A SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Pendidikan

Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD), tingkat keterlibatan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif dibantu dengan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 dengan pokok bahasan teorema Pythagoras. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas VIII A SMP BOPKRI 1 Yogyakarta yang berjumlah 22 siswa.

  Instrumen dalam penelitian ini meliputi instrumen pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS) dan instrumen pengumpulan data berupa non tes meliputi lembar pengamatan keterlaksanaan RPP, lembar pengamatan keterlibatan siswa, wawancara, dan tes meliputi Tes Kemampuan Awal (TKA), kuis, Tes Evaluasi (TE). Sebelum digunakan, semua instrumen telah divalidasi baik dengan uji pakar maupun uji butir. Setelah melalui tahap validasi, dinyatakan bahwa semua instrumen memenuhi syarat yang ditetapkan.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) telah dan dapat berjalan dengan baik dengan persentase rata-rata keterlaksanaan RPP sebesar 95,45%. (2) Tingkat keterlibatan siswa dalam model pembelajaran kooperatif tipe

  Student Teams Achievement Divisions

  (STAD) tergolong tinggi. Hal ini dapat dilihat dari persentase hasil keterlibatan siswa dalam kelompok, sebesar 27,28% kelompok memiliki tingkat keterlibatan Tinggi Sekali (TS), 22,72% kelompok tingkat keterlibatannya Tinggi (T), 27,28% kelompok tingkat keterlibatannya Rendah (R) dan 22,72% kelompok tingkat keterlibatannya Rendah Sekali (RS).(3) Hasil belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  

Achievement Divisions (STAD) meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-

  rata nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) yaitu 57,45 dan rata-rata nilai Tes Evaluasi (TE) yaitu 76,77 menunjukkan bahwa terdapat kenaikan 19,32. Serta Tes Evaluasi (TE) terbesar terdapat pada kriteria Tinggi Sekali (TS) yaitu sebesar 45,45%, kriteria Tinggi (T) sebesar 22,72%, kriteria Sedang (S) sebesar 18,18%, sedangkan pada kriteria Rendah (R) sebesar 4,55% dan kriteria Rendah Sekali (RS) sebesar 9,1%.

  Student Teams Achievement Divisions

Kata kunci : (STAD), Keterlibatan, Hasil

Belajar, Teorema Pythagoras

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Antonius Herman Priyanto, 2013. Students Involvement in Application of

Cooperative Learning Model Type Student Teams Achievement Divisions

(STAD) by Utilizing GeoGebra Program to Improve Learning Result of

Students in main subject: Pythagorean Theorem in Class VIII A SMP

BOPKRI 1 Yogyakarta. Thesis. Mathematics Education Study Program,

Department of Mathematics Education and Science, Faculty of Teacher

Training and Educational Science Sanata Dharma University, Yogyakarta.

  This research is aimed to know the learning process, the involvement level of students in the cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD), student

  ‟s involvement and learning result in learning process. This research is classified into descriptive-qualitative research with quantitative assisted. This research had been done on the first semester of the academic year 2013/2014 with the main subject: Pythagorean theorem. The subjects of this research are the students of Class A of the grade VIII in SMP BOPKRI 1 Yogyakarta and there are 22 students in the class.

  Instruments in this research include a learning instruments such as the learning lesson plan and the student worksheet and data collection instrument such as non test include the realization of lesson planning observation sheets, students involvement observation sheet, interviews, and test intruments include the beginning competency test, quizzes, evaluation test. Prior to the use in the research, all instruments are well validated by expert test and test items and then all intruments are considered passing the required condition.

  The result of this research show that (1) The application of cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD) has been and can be done well with the overall percentage of the realization of the lesson planning is about 95,45%. (2) The student

  ‟s involvement level in cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD) is consider high. It can be seen from the percentage of the students involvement in the group is about 27,28% group has a very high involvement level, 22,72% group has a high involvement level, 27,28% group has low involvement level, and 22,72% group has very low involvement level. (3) The student`s learning results in cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD) increases. It can be seen from the results of the average value of the beginning competency test is 57,45 and the average evaluation test is 76,77 indicates that there is an increase 19,32. The greatest evaluation test in very high criteria of 45,45%, high criteria of 22,72%, the medium criteria of 18,18%, while low criteria (R) of 4,55% and very low criteria of 9,1%.

  

Key word: Student Teams Achievement Divisions (STAD), Involvement, The

Learning Result, Pythagorean Theorem

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

  Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

  Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma.

  Dalam penyusunan skripsi ini penulis mendapat banyak kendala akan tetapi berkat bantuan, dukungan, doa, dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu, diantaranya:

1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

  Pendidikan; 2. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M.Si., selaku Kepala Jurusan Pendidikan

  Matematika dan IPA; 3. Bapak Dr. M. Andy Rudhito, S.Pd., selaku Kepala Program Studi

  Pendidikan Matematika; 4. Bapak D. Arif Budi Prasetyo, S.Si.,M.Si. selaku dosen pembimbing akademik;

  5. Bapak Drs. Sukardjono, M.Pd., selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membimbing penulis dengan penuh kesabaran selama penyusunan skripsi ini; 6. Segenap dosen dan karyawan JPMIPA Universitas Sanata Dharma, yang telah membimbing, membantu, serta memberikan ilmunya selama belajar di

  Universitas Sanata Dharma;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7. Ibu Dra. Sukami, selaku Kepala SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014, yang telah memberikan kesempatan serta izin untuk mengadakan observasi sebelum memulai penelitian;

  8. Bapak Ariyanto selaku guru matematika di SMP BOPKRI 1 Yogyakarta, yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, dan bantuan selama proses penelitian; 9. Siswa-siswi kelas VIII A SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran

  2013/2014, yang telah membantu penulis selama penulis melakukan penelitian;

  10. Kedua orang tuaku, Adikku Tina, atas dukungan, doa, semangat, dan cinta kasih yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini; 11. Sahabatku yang dengan rela membantuku dalam pelaksanaan penelitian; 12. Teman-teman Pendidikan Matematika angkatan 2009 dan Teman kos

  Wisma Santi yang telah banyak membantu penulis selama penulis menyelesaikan skripsi ini;

  13. Semua pihak yang telah membantu selama penyusunan skripsi ini sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan baik.

  Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat digunakan sebagai acuan penelitian selanjutnya.

  Yogyakarta, 30 September 2013 Penulis

  Antonius Herman Priyanto

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ………………………………………………………. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING …………………………… ii HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………… iii HALAMAN PERSEMBAHAN …………………………………………… iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA …………………………………… v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ……………… vi ABSTRAK ………………………………………………………………..... vii ABSTRACT ……………………………………………………………….. viii KATA PENGANTAR ……………………………………………………... ix DAFTAR ISI ……………………………………………………………….. xi DAFTAR TABEL ………………………………………………………….. xv DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK ……………………….…………….. xvii DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………….. xviii

  BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………….. 1 A. Latar Belakang ……………………………………………………….. 1 B. Identifikasi Masalah ………………………………………………….. 4 C. Pembatasan Masalah …………………………………………………. 5 D. Rumusan Masalah …………………………………………………..... 5 E. Tujuan Penelitian ……………………………………………………... 5 F. Batasan Istilah ………………………………………………………... 6 G. Manfaat Hasil Penelitian ……………………………………………... 8

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB II LANDASAN TEORI ……………………………………………… 9 A.

  Belajar ……………………………………………………………….. 9 B. Pembelajaran ………………………………………………………… 13 C. Model Pembelajaran …………………………………………………. 14 D. Pembelajaran Kooperatif …………………………………………….. 16 E. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement

  Divisions (STAD) …………………………………………………….

  25 F. Keterlibatan Siswa …………………………………………………… 29 G.

  Hasil Belajar …………………………………………………………. 30 H. GeoGebra ……………………………………………………………. 31 I. Teorema Pythagoras …………………………………………………. 37 J. Kerangka Berpikir …………………………………………………… 41

  BAB III METODE PENELITIAN ………………………………………... 43 A. Jenis Penelitian ………………………………………......................... 43 B. Waktu dan Tempat Penelitian ……………………………………….. 43 C. Subyek dan Obyek Penelitian ………………………………………... 44 D. Variabel Penelitian ………………………………………................... 44 E.

  44 Instrumen Penelitian ……………………………………….................

  1.

  45 Instrumen Tes ………………………………………......................

  2.

  48 Instrumen Non Tes ………………………………………..............

  F.

  55 Teknik Pengumpulan Data ……………………………………….......

  1.

  55 Observasi/ Pengamatan …………………………………………… 2.

  55 Data Tes Kemampuan Awal (TKA), Kuis, dan Tes Evaluasi (TE)..

  3.

  55 Wawancara ………………………………………..........................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G.

  56 Validitas dan Reliabilitas Tes ………………………………………...

  1.

  56 Validitas Tes ………………………………………........................

  2.

  58 Reliabilitas Tes ………………………………………....................

  H.

  59 Teknik Analisis Data ………………………………………................

  1.

  59 Analisis Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran …… 2.

  59 Analisis Data Keterlibatan Siswa ………………………………… 3.

  60 Analisis Data Hasil Belajar Siswa ………………………………...

  4.

  62 Analisis Korelasi Keterlibatan dan Hasil Belajar Siswa ………….

  5.

  63 Analisis Hasil Wawancara ………………………………………..

  BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN PEMBAHASAN …………………………….

  64 A. Pelaksanaan Penelitian ………………………………………............. 64 B.

  75 Penyajian Data ………………………………………..........................

  1.

  75 Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ……… 2.

  76 Data Keterlibatan Siswa …………………………………………..

  3.

  78 Data Tes Kemampuan Awal (TKA) ……………………………… 4.

  79 Data Kuis Individu ………………………………………………...

  5.

  80 Data Tes Evaluasi ………………………………………………… 6.

  81 Data Penghargaan Kelompok ……………………………………..

  7.

  82 Data Wawancara ………………………………………………….

  C.

  82 Analisis Data dan Pembahasan ……………………………………….

  1. Analisis Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  83 ……………………………………………………………… 2.

  87 Analisis Data Keterlibatan Siswa ………………………………… 3. Analisis Hasil belajar dalam model pembelajaran kooperatif tipe

  Student Teams Achievement Divisions

  (STAD)

  92 …………………..

  4.

  98 Analisis Data Penghargaan Kelompok …………………………… 5. Analisis Korelasi antara Keterlibatan Siswa dan Hasil Belajar

  Siswa

  99 ……………………………………………………………… 6.

  101 Analisis Hasil Wawancara ………………………………………..

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  D.

  Keterbatasan Penelitian ………………………………………............ 109

  BAB V PENUTUP ………………………………………............................ 110 A. Kesimpulan ………………………………………............................... 110 B. Saran ………………………………………......................................... 111 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………........................ 112

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif

  …………… 22

Tabel 2.2 Menentukan Teorema Pythagoras

  …………………………….. 38

Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Tes Kemampuan Awal (TKA)

  ………………… 45

Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Tes Evaluasi (TE)

  ……………………………… 47

Tabel 3.3 Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP

  ……………………. 49

Tabel 3.4 Lembar Pengamatan Keterlibatan Siswa dalam Kelompok

  …... 52

Tabel 3.5 Kriteria Poin

  …………………..……...……………………...... 61

Tabel 4.1 Pembagian Kelompok Heterogen

  ……………………..……..... 66

Tabel 4.2 Kriteria Penghargaan Kelompok

  ……………………………… 74

Tabel 4.3 Data Mentah Keterlaksanaan RPP

  …………………………… 76

Tabel 4.4 Data Mentah Pengamatan Tingkat Keterlibatan Siswa

  Kelompok Merah

  76 ………………………………………………

Tabel 4.5 Data Mentah Pengamatan Tingkat Keterlibatan Siswa

  Kelompok Hijau 77 ………………………………………………..

Tabel 4.6 Data Mentah Pengamatan Tingkat Keterlibatan Siswa

  Kelompok Biru …………………………………………………

  77 Tabel 4.7 Data Mentah Pengamatan Tingkat Keterlibatan Siswa Kelompok Kuning

  78 ……………………………………………...

Tabel 4.8 Perhitungan Jumlah Masing-masing Jenis Keterlibatan .............. 78Tabel 4.9 Data Mentah Hasil Tes Kemampuan Awal ................................. 79Tabel 4.10 Data Hasil Kuis Individu Kelas VIII A ....................................... 79

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.11 Data Mentah Hasil Tes Evaluasi (TE) VIII A ............................ 81Tabel 4.12 Skor peningkatan Siswa ............................................................. 82Tabel 4.13 Persentase Keterlaksanaan RPP ................................................. 86Tabel 4.14 Data Keterlibatan Kelompok Secara Keseluruhan ..................... 87Tabel 4.15 Kriteria Tingkat Keterlibatan Kelompok .................................... 88Tabel 4.16 Persentase Tingkat Keterlibatan Kelompok ............................... 88Tabel 4.17 Tingkat Keterlibatan Masing-masing Siswa .............................. 89Tabel 4.18 Persentase Tingkat Keterlibatan Masing-masing Siswa ............. 90Tabel 4.19 Jumlah Masing-masing Jenis Keterlibatan Siswa dalam Kelompok ...................................................................................

  91 Tabel 4.20 Nilai TKA dan TE VIII A .......................................................... 92

Tabel 4.21 Kriteria Hasil Belajar Siswa ....................................................... 96Tabel 4.22 Persentase Hasil Belajar Siswa ................................................... 96Tabel 4.23 Peningkatan Kelompok Merah ................................................... 98Tabel 4.24 Peningkatan Kelompok Hijau ..................................................... 98Tabel 4.25 Peningkatan Kelompok Biru ...................................................... 99Tabel 4.26 Peningkatan Kelompok Kuning ................................................. 99Tabel 4.27 Penghargaan Kelompok .............................................................. 99Tabel 4.28 Korelasi antara Keterlibatan Siswa dan Hasil Belajar Siswa ..... 100

  

DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK

Gambar 2.1 Area Kerja GeoGebra ...............................................................

  34 Gambar 2.2 Menu Bar, Toolbar, dan Input GeoGebra .................................

  35 Gambar 2.3 Toolbar GeoGebra ....................................................................

  36 Gambar 2.4 Tool yang sedang aktif ..............................................................

  37 Gambar 2.5 Mengenal Teorema Pythagoras ................................................. 37

Gambar 2.6 Menghitung Panjang Sisi Segitiga Siku-Siku Jika Dua Sisi Lain Diketahui ..........................................................................

  38 Gambar 2.7 Mengenal Kebalikan Teorema Pythagoras ...............................

  39 Gambar 2.8 Perbandingan sisi-sisi segitiga khusus sudut 30 dan 60 pada segitiga siku-siku ......................................................................

  40 Gambar 2.9 Perbandingan sisi-sisi segitiga khusus sudut 45 ......................

  41 Grafik 4.1 Tingkat Keterlibatan Siswa dalam Kelompok .............................

  88 Grafik 4.2 Tingkat Keterlibatan Masing-masing Siswa ...............................

  90 Grafik 4.3 Hasil Belajar Siswa ......................................................................

  97 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

  L.55 L.66 LAMPIRAN D 1.

  L.74 L.82 L.98

  3. Transkrip Wawancara ......................................................................

  2. Hasil Pengamatan Keterlibatan Siswa ............................................

  Hasil Pengamatan Keterlaksanaan RPP ..........................................

  L.69 L.69 L.71 L.72 LAMPIRAN E 1.

  4. Perhitungan Skor Penghargaan Kelompok ......................................

  3. Daftar Nilai Tes Evaluasi Kelas VIII A ...........................................

  2. Daftar Nilai Kuis 1 dan Kuis 2 Kelas VIII A ..................................

  Daftar Nilai Tes Kemampuan Awal Kelas VIII A ..........................

  2. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov .............................................

  LAMPIRAN A 1.

  Validitas dan Reliabilitas Soal Tes Evaluasi (TE) ..........................

  L.42 L.45 L.49 L.51 LAMPIRAN C 1.

  4. Soal Tes Evaluasi (TE) dan Kunci Jawaban ...................................

  3. Soal Tes Uji Coba ............................................................................

  2. Soal Kuis dan Kunci Jawaban .........................................................

  Soal Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Kunci Jawaban ................

  L.1 L.16 L.37 LAMPIRAN B 1.

  3. Instrumen Observasi/ Pengamatan ..................................................

  2. Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Kunci Jawaban .............................

  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .....................................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN F 1.

  Contoh Hasil Kerja LKS .................................................................

  2. Contoh Hasil Kerja TKA .................................................................

  3. Contoh Hasil Kerja Kuis ..................................................................

  4. Contoh Hasil Kerja TE ....................................................................

  5. Foto-foto Pelaksanaan Pembelajaran ...............................................

  L.104 L.118 L.121 L.127 L.130 LAMPIRAN G 1.

  Surat Ijin Penelitian .........................................................................

  2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ..........................

  L.131 L.132

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada kehidupan yang semakin modern ini, pembelajaran matematika

  memiliki fungsi sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif, dan bekerja sama yang diperlukan siswa untuk mengarungi persaingan globalisasi di masa yang akan datang. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Oleh karena itu pembelajaran matematika memiliki sumbangan yang penting untuk perkembangan kemampuan berpikir kreatif dalam diri setiap individu siswa agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

  Matematika merupakan ilmu yang bagi sebagian orang dipandang sebagai ilmu yang sulit. Karena itu, diperlukan keterampilan dari guru untuk dapat mengembangkan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan membuat siswa merasa senang dan tertarik untuk belajar matematika.

  Keberhasilan tujuan pembelajaran tentunya tidak terlepas dari peran guru. Guru harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar sehingga dengan persiapan yang matang maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran akan tercapai. Guru harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  mengajar sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Guru juga harus bisa memilih metode dan model pembelajaran serta media pembelajaran yang tepat agar dapat menarik minat belajar siswa sehingga dapat meningkatkan peluang tercapainya tujuan pembelajaran.

  Menurut Anita Lie (2002: 8), salah satu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif menurut Slavin (2005: 4-8) merujuk pada berbagai macam model pembelajaran di mana para siswa bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari berbagai tingkat prestasi, jenis kelamin, dan latar belakang etnik yang berbeda untuk saling membantu satu sama lain dalam mempelajari materi pelajaran. Dalam kelas kooperatif, para siswa diharapkan dapat saling membantu, saling mendiskusikan dan berargumentasi, untuk mengasah pengetahuan yang mereka kuasai saat itu dan menutup kesenjangan dalam pemahaman masing-masing. Tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya (Slavin, 1995). Model pembelajaran kooperatif ini ada berbagai tipe, salah satunya tipe Student

  Teams-Achievement Division

  (STAD), STAD merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, sehingga tipe ini dapat digunakan oleh guru-guru yang baru mulai menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif.

  Hasil observasi pembelajaran matematika yang telah dilakukan peneliti menunjukan bahwa pembelajaran masih berpusat pada guru. Siswa hanya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  menerima apa yang guru berikan, sehingga pembelajaran dirasa kurang efektif karena siswa terlalu pasif dan hanya guru yang terlihat aktif. Dalam pembelajaran, guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi.

  Sekali-kali guru mengambil waktu tanya jawab untuk mencari tahu apakah jelas atau tidak kaitan antara ide-ide siswa dan konten yang sedang dibahas.

  Metode yang digunakan guru cukup bagus karena guru menjelaskan dengan baik, siswa memperhatikan saat guru menerangkan, menanggapi saat guru bertanya dan berani bertanya jika ada penjelasan yang kurang dimengerti. Respon siswa juga cukup baik, hal ini terlihat dari siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran, siswa berani bertanya jika ada kesulitan dan ada yang kurang jelas dari penjelasan guru, dan siswa menjawab pertanyaan guru. Namun disisi lain ada juga siswa yang tidak memperhatikan guru ketika mengajar dan hanya sibuk sendiri, melamun dan mengobrol dengan temannya di luar materi yang bicarakan. Di akhir proses pembelajaran guru memberi pekerjaan rumah (PR) untuk latihan siswa di rumah dan pertemuan selanjutnya guru membahas PR tersebut guna memberikan umpan balik terhadap apa yang dikerjakan siswa.

  Lingkungan sekolah dan kondisi kelas juga mendukung berlangsungnya pembelajaran yang kondusif dengan jumlah 22 siswa perkelas cukup ideal dalam kegiatan belajar mengajar sarana dan prasarananya pun sudah cukup lengkap dengan papan tulis whiteboard, buku paket, dan lcd viewer yang dapat mendukung berlangsungnya pembelajaran. Ada baiknya bila guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  mengoptimalkan sarana dan prasarananya untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran.

  Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Divisions

  (STAD) dengan memanfaatkan program GeoGebra pokok bahasan teorema Pythagoras untuk mengetahui keterlibatan siswa dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa-siswi kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.

B. Identifikasi Masalah 1.

  Perlunya metode atau model yang tepat untuk digunakan pada saat proses pembelajaran matematika di kela sehingga dapat menarik minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

  2. Perlunya media pembelajaran untuk menunjang pembelajaran dan untuk membantu pemahaman konsep siswa.

  3. Kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang disebabkan minat siswa terhadap pelajaran matematika masih rendah.

  4. Kurangnya kemauan siswa untuk bertanya kepada guru maupun temannya sehingga membuat siswa kurang memahami materi.

  5. Kurangnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, beberapa siswa aktif mengikuti proses pembelajaran dan yang lainnya belum fokus terhadap pembelajaran.

  6. Siswa kurang memanfaatkan sumber belajar lainnya selain catatan yang diberikan oleh guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 C. Pembatasan Masalah

  Dari sekian banyaknya masalah yang telah diidentifikasi, karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, maka penelitian ini dibatasi pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Divisions

  (STAD) dengan memanfaatkan program GeoGebra pokok bahasan teorema Pythagoras untuk mengetahui keterlibatan siswa dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa-siswi kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.

  D. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD?

2. Bagaimana tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe

  STAD? 3. Bagaimana pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa?

E. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui:

  1. Proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan alat peraga program GeoGebra pada pokok bahasan Teorema Pythagoras.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

  2. Tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras.

  3. Pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras.

F. Batasan Istilah 1.

  Belajar Menurut Gagne (1984) di dalam buku karangan Suprijono (2012: 2) belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman.

  2. Pembelajaran Proses interaksi siswa dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (pasal 1 butir 20 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dalam Udin S. Winatapura, dkk, 2008).

  3. Model Pembelajaran Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di kelas. (Suprijono, 2009: 41).

  4. Pembelajaran Kooperatif Roger, dkk. (1992) dalam buku karangan Miftahul Huda (2012), menyatakan pembelajaran kooperatif merupakan aktifitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh suatu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara rasional di antara kelompok-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7

  kelompok pembelajar yang didalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota-anggota yang lain.

  5. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement

  Divisions

  (STAD) Pembelajaran kooperatif STAD merupakan tipe pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa yang heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok.

  6. Keterlibatan Siswa Keterlibatan adalah tingkat dimana siswa secara aktif berpartisipasi didalam kegiatan pembelajaran, menghasilkan pembelajaran dan minat yang kian meningkat (Lutz, Guthrie, & Davies, 2006).

  7. Hasil belajar Menurut Bloom (Suprijana, 2012), hasil belajar kognitif adalah

  knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman,

  menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai).

  8. GeoGebra GeoGebra merupakan program komputer yang dikembangkan oleh

  Markus Hohenwarter. Menurut Hohenwarter (2008), GeoGebra adalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8

  program komputer untuk membelajarkan matematika khususnya geometri dan aljabar. Program ini dapat diunduh dari

  Komputer harus terlebih dahulu diinstal program Java Runtime Environtment (JRE) untuk menjalankannya.

9. Teorema Pythagoras

  Teorema Pythagoras adalah salah satu pokok bahasan yang dipelajari siswa-siswi kelas VIII semester gasal tahun ajaran 2013/2014 SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.

G. Manfaat Hasil Penelitian

  Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

  Bagi Peneliti Merupakan wahana untuk belajar membuat karangan ilmiah dan belajar berpikir secara sistematis.

  2. Bagi Sekolah Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan variasi dalam proses pembelajaran. Jika model pembelajaran kooperatif ini tepat guna, maka model ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk merancang kegiatan pembelajaran selanjutnya. Sehingga pembelajaran akan lebih bervariasi.

  3. Bagi Universitas Sanata Dharma Penelitian ini dapat digunakan sebagai khazanah ilmu pengetahuan dan sebagai tambahan wawasan bagi para pembaca khususnya dikalangan Universitas Sanata Dharma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar 1. Pengertian Belajar Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung

  dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan- perubahan dalam pengertian, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap (Winkel, 1995:53). Menurut Gagne (Suprijono, 2012: 2) belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Sedangkan belajar menurut Slavin (2008) adalah perubahan dalam diri seseorang yang disebabkan oleh pengalaman.

  Dari berbagai perspektif pengertian belajar sebagaimana dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental dari seorang individu yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang bersifat relatif konstan.

2. Teori-teori Belajar

  Beberapa teori-teori belajar, antara lain: a.

   Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget (Suyono dan Hariyanto, 2011)

  Menurut Piaget, setiap anak mengembangkan kemampuan berpikir menurut tahapan yang teratur. Proses berpikir anak merupakan suatu aktifitas gradual, tahap demi tahap dari fungsi intelektual, dari konkret

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10

  menuju abstrak. Pada suatu tahap dari perkembangan tertentu akan muncul skema atau struktur kognitif tertentu yang keberhasilannya pada suatu tahap amat bergantung kepada pencapaian tahap sebelumnya.

  Secara garis besar tahapan-tahapan perkembangan kognitif Piaget sebagai berikut: 1)

  Tahap Sensori Motor (berlangsung sejak lahir sampai usia 2 tahun) Dalam dua tahun pertama kehidupannya, bayi dapat memahami lingkungannya dengan jalan melihat, meraba, memegang, mengecap, mencium, mendengarkan dan menggerakan anggota tubuh. Dengan kata lain, pengalaman diperoleh melalui perbuatan fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra).

  2) Tahap Pra-operasional (sekitar usia 2-7 tahun)

  Perkembangan kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menyatakan objek-objek dunia. Dengan adanya perkembangan bahasa dan ingatan, anak pun mampu mengingat banyak hal tentang lingkungannya tetapi intelektual anak dibatasi oleh egosentrisnya yaitu bahwa ia tidak menyadari jika orang lain dapat berpandangan berbeda dengannya tentang sesuatu objek atau fenomena yang sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  11

  3) Tahap Operasional Konkret (berlangsung sekitar 7-11 tahun) Pada kurun waktu ini pikiran logis anak mulai berkembang.

  Anak sudah mampu berpikir secara operasi konkret dan dalam pemecahan masalah tidak begitu dibatasi oleh keegosentrisan.

  Anak seringkali dapat mengikuti logika dan penalaran, dan anak telah dapat melakukan klasifikasi, pengelompokan, dan pengaturan masalah. 4)

  Tahap Operasional Formal (mulai usia 11 tahun dan seterusnya) Pada tahap ini anak sudah mampu berpikir abstrak, yaitu berpikir mengenai ide, mereka sudah mampu memikirkan beberapa alternatif pemecahan masalah. Penalaran yang terjadi dengan struktur kognitifnya telah mampu menggunakan simbol- simbol, ide-ide, abstraksi, dan generalisasi. Anak sudah dapat bekerja secara efektif dan sistematis, secara proposional, serta menarik generalisasi secara mendasar.

b. Teori Belajar Penemuan Jerome S. Bruner (Suyono dan Hariyanto, 2011: 88)

  Menurut Bruner, anak harus berperan secara aktif saat belajar di kelas. Konsepnya adalah belajar dengan menemukan (discovery learning), siswa mengorganisasikan bahan pelajaran yang dipelajarinya dengan suatu bentuk akhir yang sesuai dengan tingkat kemajuan berpikir anak. Menurut Bruner seiring dengan terjadinya pertumbuhan kognitif para pembelajar harus melalui tiga tahapan pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12

  Ketiga tahapan perkembangan intelektual itu menutut Bruner meliputi: 1)

  Enaktif Seseorang belajar tentang dunia melalui respon atau aksi-aksi terhadap suatu objek. Dalam memahami dunia sekitar anak menggunakan ketrampilan motorik seperti meraba, memegang, menyentuh dan sebagainya. Anak-anak harus diberi kesempatan bermain dengan berbagai bahan/alat pembelajaran tertentu agar dapat memahami bagaimana bahan/alat itu bekerja.

  2) Ikonik

  Pembelajaran terjadi melalui penggunaan model-model dan gambar-gambar serta visualisasi verbal. Anak-anak mencoba memahami dunia sekitarnya melalui bentuk-bentuk perbandingan (komparasi) dan perumpamaan (tamsil) dan tidak lagi memerlukan manipulasi objek-objek pembelajaran secara langsung. 3)

  Simbolik Pembelajaran dimana anak sudah mampu menggambarkan kapasitas berpikir dalam istilah-istilah yang abstrak. Dalam memahami dunia sekitarnya anak-anak belajar melalui simbol- simbol bahasa, logika, matematika dan sebagainya. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan banyak sistem simbol.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13

  Dalam penelitian ini, subyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta yang rata-rata berumur 13 tahun. Menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget anak berada dalam tahap operasial formal (mulai usia 11 tahun dan seterusnya). Pada tahap ini, kemampuan anak sudah semakin berkembang hingga memasuki tahap pemikiran operasional formal, yaitu anak sudah mampu berfikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang sudah tersedia dan ia mampu berfikir apa yang terjadi atau apa yang akan terjadi.

  Menurut Jerome S. Bruner, dalam memahami dunia sekitarnya anak-anak belajar melalui simbol-simbol bahasa, logika, matematika dan sebagainya. Mereka sudah mampu berpikir masa akan datang dan mampu menggunakan simbol untuk sesuatu benda yang belum diketahui.

B. Pembelajaran

  Pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian- kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel, 1991). Sementara Gagne (1985), mendefinisikan pembelajaran sebagai pengaturan peristiwa secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuatnya berhasil guna.

  Pengertian pembelajaran yang dikemukakan oleh Miarso (1993), menyatakan bahwa pembelajaran adalah usaha pendidikan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14

  dilaksanakan secara sengaja, dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksanaannya terkendali.

  Dari pengertian pembelajaran menurut beberapa para ahli maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan usaha yang dilaksanakan secara sengaja, terarah dan terencana, dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksanaannya terkendali, dengan maksud agar terjadi belajar pada diri seseorang.

C. Model Pembelajaran

  Mills di dalam buku karangan Suprijono (2012) berpendapat bahwa model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau kelompok mencoba bertindak berdasarkan model itu. Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di kelas.

  Model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas. Dari pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ialah pedoman bagi guru dalam merencanakan aktivitas pembelajaran di kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15

  Menurut Kardi dan Nur (2009) dalam buku karangan Trianto (2011:23), istilah model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dimiliki oleh strategi, metode atau prosedur. Ciri-ciri tersebut antara lain: 1.

  Rasional teoritis logis yang disusun oleh para pencipta dan pengembangnya.

  2. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai).

  3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.

  4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

  Berikut ini adalah beberapa macam model pembelajaran: 1.

  Model Pembelajaran Langsung Model pembelajaran langsung mengacu pada gaya mengajar di mana guru terlibat aktif dalam mengusung isi pelajaran kepada peserta didik dan mengajarkannya secara langsung kepada seluruh kelas (Suprijono, 2012: 46).

  2. Model Pembelajaran Kooperatif Artz dan Newman (1990) di dalam buku karangan Miftahul

  (2011) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai kelompok kecil siswa yang bekerja sama dalam satu tim untuk mengatasi suatu masalah, menyelesaikan sebuah tugas, atau mencapai tujuan bersama-sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

3. Model Pembelajaran Berbasis Masalah

  Pembelajaran berbasis masalah berorientasi pada kecakapan siswa memproses informasi. Pemrosesan masalah mengacu pada cara orang-orang menangani stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, melihat masalah, melihat masalah, mengembangkan konsep dan memecahkan masalah (Bruner dalam Suprijono, 2012).

D. Pembelajaran Kooperatif

  Roger, dkk. (1992) di dalam buku karangan Miftahul (2011) menyatakan pembelajaran kooperatif merupakan aktifitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh suatu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara rasional di antara kelompok- kelompok pembelajar yang didalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota-anggota yang lain. Artz dan Newman (1990) di dalam buku karangan Miftahul (2011) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai kelompok kecil pembelajar/siswa yang bekerja sama dalam satu tim untuk mengatasi suatu masalah, menyelesaikan sebuah tugas, atau mencapai tujuan bersama-sama. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif memengacu pada metode pembelajaran di mana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil dan saling membantu dalam belajar untuk mengatasi suatu masalah atau menyelesaikan sebuah tugas demi mencapai tujuan pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17

  Ada beberapa elemen dasar yang membuat pembelajaran kooperatif lebih produktif dibandingkan dengan pembelajaran kompetitif dan individual. Menurut Slavin (Miftahul, 2011) elemen-elemen tersebut antara lain:

  1. Interpedensi/ketergantungan positif Interpedensi positif muncul ketika siswa merasa bahwa mereka terhubung dengan semua anggota kelompoknya, bahwa mereka tidak akan sukses mengerjakan tugas tertentu jika ada anggota lain tidak berhasil mengerjakannya (begitu pula sebaliknya). Siswa merasa bahwa meraka saling membutuhkan satu sama lain, dan setiap anggota kelompok bergantung dan bertanggung jawab terhadap anggota yang lainnya dalam kelompok itu.

  2. Interaksi promotif Interaksi promotif dapat didefinisikan sebagai suatu interaksi dalam kelompok di mana setiap anggota kelompok saling mendorong, menyelesaikan, dan menghasilkan sesuatu untuk tujuan bersama.

  Interaksi promotif muncul ketika anggota-anggota kelompok saling memberikan bantuan yang efektif dan efisien bagi anggota- anggota lain yang membutuhkan, seperti saling berbagi-tukar dan memproses informasi/ pengetahuan baru dengan efektif dan efisien, saling memberikan refleksi untuk mengimprovisasi performa sebelumnya yang mungkin kurang baik, dan saling percaya dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18

  menjaga emosi antar anggota kelompok sehingga terhindar dari konflik internal.

  3. Akuntabilitas individu Dalam kelompok kooperatif, akuntabilitas ini muncul ketika performa setiap anggota dinilai dan hasilnya diberikan kembali kepada mereka dan kelompoknya. Hasil ini didasarkan atas rata-rata hasil belajar semua anggotanya, dari hasil inilah setiap anggota bisa berefleksi kembali untuk meningkatkan performanya agar mampu memberikan sumbangan secara maksimal demi kemajuan kelompok.

  4. Keterampilan interpersonal dan kelompok kecil Untuk mengoordinasi setiap usaha demi mencapai tujuan kelompok, siswa harus memiliki keterampilan sosial seperti saling mengerti dan percaya satu sama lain, berkomunikasi dengan jelas dan tidak ambigu sehingga tidak terjadi miskonsepsi, saling menerima dan mendukung satu sama lain, dan mendamaikan perdebatan yang sekiranya menghasilkan konflik (Johnson & F.

  Johnson, 1991).

  5. Pemrosesan kelompok Dalam pembelajaran kooperatif, pemrosesan kelompok dapat didefinisikan sebagai refleksi kelompok dalam mendeskripsikan tindakan apa saja yang membantu dan tidak terlalu membantu dalam kegiatan berkelompok, dan membuat keputusan tentang tindakan apa saja yang dapat dilanjutkan atau perlu diubah. Tujuan pemrosesan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19

  kelompok adalah mengklarifikasi dan meningkatkan efektivitas kerja sama antaranggota kelompok untuk mencapai tujuan kelompok.

  Slavin (2005) mengemukakan tujuan yang paling penting dari model pembelajaran kooperatif adalah untuk memberikan para siswa pengetahuan, konsep, kemampuan, dan pemahaman yang mereka butuhkan supaya bisa menjadi anggota masyarakat yang bahagia dan memberikan kontribusi.

  Pembelajaran kooperatif dipandang sebagai sarana untuk memotivasi pembelajaran dan memberikan pengaruh positif terhadap iklim ruang kelas yang pada saatnya akan turut mendorong pencapaian yang lebih besar, meningkatkan sikap-sikap positif dan harga diri yang lebih dalam, mengembangkan skill-skill kolaboratif yang lebih baik, dan mendorong motivasi sosial yang lebih besar kepada orang lain yang membutuhkan (Ministry of Education, 1997).

  Sadker (Miftahul, 2011: 66) menjabarkan beberapa manfaat pembelajaran kooperatif. Menurut mereka, selain meningkatkan keterampilan kognitif dan afekatif siswa, pembelajaran kooperatif juga memberikan manfaat-manfaat besar lain seperti berikut ini.

1. Siswa yang diajari dengan dan dalam struktur-struktur kooperatif akan memperoleh hasil yang lebih tinggi.

  2. Siswa yang berpartisipasi dalam pembelajaran kooperatif akan memiliki sikap harga diri yang lebih tinggi dan motivasi yang lebih besar untuk belajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20

  3. Siswa menjadi peduli dengan teman-temannya, di antara mereka akan terbangun rasa ketergantungan positif untuk proses belajar mereka.

  4. Pembelajaran kooperatif meningkatkan rasa penerimaan siswa terhadap teman-temannya yang berasal dari latar belakang ras dan etnik yang berbeda-beda. Slavin (Miftahul, 2011: 68) mengidentifikasi tiga kendala utama terkait dengan pembelajaran kooperatif sebagai berikut:

  1. Free Rider (pengendara bebas)

  Free Rider

  (pengendara bebas) adalah beberapa siswa yang tidak bertanggung jawab secara personal pada tugas kelompoknya.

  Jadi mereka hanya “mengekor” saja apa yang dilakukan oleh teman-teman satu kelompok yang lain dan tidak memberi sumbangan atau kontribusi apapun.

  2. Diffusion of Responsibility (penyebaran tanggung jawab)

  Diffusion of Responsibility (penyebaran tanggung jawab) yang

  dimaksudkan disini adalah suatu kondisi di mana beberapa anggota yang dianggap tidak mampu cenderung diabaikan oleh anggota lain yang lebih mampu.

  3. Learning a Part of Task Specialization Dalam beberapa metode tertentu, seperti Jigsaw, Group

  Investigation , dan metode lai yang terkait, setiap kelompok

  ditugaskan untuk mempelajari atau mengerjakan bagian materi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21

  yang berbeda satu sama lain. Pembagian macam ini semacam ini sering kali membuat siswa hanya fokus pada bagian materi yang menjadi tanggung jawabnya, sementara bagian materi yang lain yang dikerjakan oleh kelompok lain hampir tidak diperhatikan, padahal semua materi tersebut berkaitan satu sama lain. Menurut Gulley dalam Jack R Gibb (1960) model pembelajaran kooperatif mempunyai banyak keuntungan diantaranya:

  1. Anggota-anggota kelompok mempunyai lebih banyak sumber belajar daripada individual

  2. Anggota kelompok sering terstimulus oleh anggota yang lain.

  3. Kelompok lebih mungkin menghasilkan keputusan yang lebih baik.

  4. Komitmen anggota kelompok mungkin merasa lebih kuat.

  5. Partisipasi dapat meningkatkan pemahaman personal dan sosial. Sementara itu kelemahan dari model pembelajaran kooperatif ini adalah:

  1. Diskusi dapat memakan banyak waktu.

  2. Diskusi dapat menekan keyakinan.

  3. Diskusi dapat sia-sia. Guru yang ingin menggunakan model kooperatif ini untuk materi pembelajarannya harus benar-benar menguasai langkah-langkah umum penerapan pembelajaran kooperatif. Menurut Trianto (2011) langkah- langkah pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22

Tabel 2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif

  

Fase Indikator Perilaku Guru

  Fase 1 Menyampaikan tujuan dan Guru menyampaikan semua memotivasi siswa tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Fase 2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Fase 3 Mengorganisasikan siswa Guru menjelaskan kepada ke dalam kelompok siswa bagaimana caranya kooperatif membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Fase 4 Membimbing kelompok Guru membimbing kelompok- bekerja dan belajar kelompok belajar pada saat siswa mengerjakan tugas. Fase 5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing- masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Fase 6 Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu kelompok.

  Sumber: Ibrahim, dkk (2000)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  23

  Walaupun prinsip dasar pembelajaran kooperatif tidak berubah, terdapat beberapa variasi model tersebut (Trianto, 2011), diantaranya adalah sebagai berikut: 1.

  Student Team Achievement Divisions (STAD) Pembelajaran kooperatif STAD merupakan tipe pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa yang heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok.

  Slavin (dalam Nur, 2000: 26) menyatakan bahwa pada STAD siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan 4-5 orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku.

2. Tim Ahli (Jigsaw)

  Dalam tipe jigsaw, siswa dibagi atas beberapa kelompok dengan beranggotakan 5-6 orang. Materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam teks yang sudah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab. Siswa bekerja dalam satu kelompok yaitu ada kelompok asal dan kelompok ahli, dan setiap kelompok asal anggotanya heterogen. Setiap siswa dalam kelompok asal, anggotanya diberi tugas untuk menjadi tim ahli pada suatu topik atau materi pembelajaran. Setelah mempelajari dalam kelompok ahli, masing-masing siswa kembali ke kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

  asal untuk menyampaikan/ menjelaskan materi yang telah mereka pelajari dalam kelompok ahli.

  3. Investigasi Kelompok (Group Investigation) Dalam implementasi tipe investigasi kelompok, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok dengan beranggotakan 5-6 orang yang heterogen. Kelompok di sini dapat dibentuk dengan mempertimbangkan keakraban persahabatan atau minat yang sama dalam topic tertentu. Selanjutnya siswa memilih topik untuk diselidiki, dan melakukan penyelidikan yang mendalam terhadap topik yang dipilih, selanjutnya ia menyiapkan dan mempresentasikan laporannya kepada seluruh kelas.

  4. Numbered Heads Together (NHT)

  Numbered Heads Together (NHT) atau penomoran berpikir

  bersama merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman siswa terhadap isi pelajaran tersebut. Diawali dengan penomoran, guru membagi siswa kedalam kelompok dengan beranggotakan 3-5 dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1-5. Guru mengajukan pertanyaan/ persoalan, kemudian siswa berpikir bersama menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu.

  Guru memanggil suatu nomor tertentu kemudian siswa yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25

  nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.

5. Team Games Tournament (TGT)

  TGT dikembangkan oleh Vries, Edwards, dan Slavin (1987,1995). Tipe TGT pada prinsipnya hampir sama dengan STAD, yang berbeda hanyalah cara mengetahui kemampuan pemahaman siswanya saja. Kalau STAD diakhiri dengan pemberian penghargaan kelompok berdasarkan skor peningkatan kuis individu, sedangkan TGT diakhiri dengan permainan atau turnamen yang pesertanya merupakan perwakilan dari masing-masing kelompok yang tingkat kemampuannya setara..

  E.

  

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement

Divisions (STAD)

  Pembelajaran kooperatif STAD merupakan tipe pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa yang heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok.

  Slavin (dalam Nur, 2000: 26) menyatakan bahwa pada STAD siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan 4-5 orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Guru menyajikan pelajaran, dan kemudian siswa bekerja dalam tim mereka dan memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai materi tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26

  Kemudian seluruh siswa diberikan tes tentang materi tersebut, pada saat tes mereka tidak boleh saling membantu.

  Suatu strategi pambelajaran mempunyai keunggulan dan kekurangan. Demikian pula dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Uraian secara rinci kelebihan model ini ialah:

  1. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi yang substansial kepada kelompoknya, dan posisi anggota kelompok adalah setara. (Allport, 1954 dalam Slavin, 2005:103).

  2. Menggalakkan interaksi secara aktif dan positif dan kerjasama anggota kelompok menjadi lebih baik (Slavin, 2005:105).

  3. Membantu siswa untuk memperoleh hubungan pertemanan lintas rasial yang lebih banyak (Slavin, 2005:105)

  4. Melatih siswa dalam mengembangkan aspek kecakapan sosial di samping kecakapan kognitif (Isjoni, 2010:72).

  5. Peran guru juga menjadi lebih aktif dan lebih terfokus sebagai fasilitator, mediator, motivator dan evaluator (Isjoni, 2010:62).

  6. Dalam model ini, siswa memiliki dua bentuk tanggung jawab belajar, yaitu belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar (Rusman, 2011: 203).

  7. Dalam model ini, siswa saling membelajarkan sesama siswa lainnya atau pembelajaran oleh rekan sebaya (peerteaching) yang lebih efektif daripada pembelajaran oleh guru (Rusman, 2011: 204).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  27

  8. Pengelompokan siswa secara heterogen membuat kompetisi yang terjadi di kelas menjadi lebih hidup.

  9. Prestasi dan hasil belajar yang baik bisa didapatkan oleh semua anggota kelompok.

  10. Kuis yang terdapat pada langkah pembelajaran membuat siswa lebih termotivasi.

  11. Kuis tersebut juga meningkatkan tanggung jawab individu karena nilai akhir kelompok dipengaruhi nilai kuis yang dikerjakan secara individu.

  12. Adanya penghargaan dari guru, sehingga siswa lebih termotivasi untuk aktif dalam pembelajaran.

  13. Anggota kelompok dengan prestasi dan hasil belajar rendah memiliki tanggung jawab besar agar nilai yang didapatkan tidak rendah supaya nilai kelompok baik.

  14. Siswa dapat saling membelajarkan sesama siswa lainnya atau pembelajaran oleh rekan sebaya (peerteaching) yang lebih efektif daripada pembelajaran oleh guru (Rusman, 2011: 204).

  15. Model ini dapat mengurangi sifat individualistis siswa. Belakangan ini, siswa cenderung berkompetisi secara individual, bersikap tertutup terhadap teman, kurang memberi perhatian ke teman sekelas, bergaul hanya dengan orang tertentu, ingin menang sendiri, dan sebagainya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28

  Selain berbagai kelebihan, model STAD ini juga memiliki kelemahan. Semua model pembelajaran memang diciptakan untuk memberi manfaat yang baik atau positif pada pembelajaran, tidak terkecuali model STAD ini.

  Namun, terkadang pada sudut pandang tertentu, langkah-langkah model tersebut tidak menutup kemungkinan terbukanya sebuah kelemahan, seperti yang dipaparkan di bawah ini.

  1. Berdasarkan karakteristik STAD jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional (yang hanya penyajian materi dari guru), pembelajaran menggunakan model ini membutuhkan waktu yang relatif lama, dengan memperhatikan tiga langkah STAD yang menguras waktu seperti penyajian materi dari guru, kerja kelompok dan tes individual/kuis. Penggunaan waktu yang lebih lama dapat sedikit diminimalisir dengan menyediakan lembar kegiatan siswa (LKS) sehingga siswa dapat bekerja secara efektif dan efisien.

  Sedangkan pembentukan kelompok dan penataan ruang kelas sesuai kelompok yang ada dapat dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Dengan demikian, dalam kegiatan pembelajaran tidak ada waktu yang terbuang untuk pembentukan kelompok dan penataan ruang kelas.

  2. Model ini memerlukan kemampuan khusus dari guru. Guru dituntut sebagai fasilitator, mediator, motivator dan evaluator (Isjoni, 2010:62). Dengan asumsi tidak semua guru mampu menjadi fasilitator, mediator, motivator dan evaluator dengan baik. Solusi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29

  yang dapat di jalankan adalah meningkatkan mutu guru oleh pemerintah seperti mengadakan kegiatan-kegiatan akademik yang bersifat wajib dan tidak membebankan biaya kepada guru serta melakukan pengawasan rutin secara insindental. Disamping itu, guru sendiri perlu lebih aktif lagi dalam mengembangkan kemampuannya tentang pembelajaran.

F. Keterlibatan Siswa

  Keterlibatan adalah tingkat dimana siswa secara aktif berpartisipasi didalam kegiatan pembelajaran, menghasilkan pembelajaran dan minat yang kian meningkat (Lutz, Guthrie, & Davies, 2006). Keterlibatan siswa bisa diartikan sebagai siswa berperan aktif sebagai partisipan dalam proses belajar mengajar. Menurut Herman (1991), keterlibatan adalah suatu proses yang mengikutsertakan setiap siswa secara serempak dalam proses belajar mengajar. Dalam proses belajar, siswa harus terlibat aktif dalam membangun pemahaman konsep/ prinsip matematika. Oleh karena itu, dalam proses belajar siswa harus diberi waktu yang memadahi untuk membangun makna dan pemahaman, sekaligus membangun keterampilan dari pengetahuan yang telah diperolehnya.

  Berdasarkan uraian diatas, keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika adalah suatu proses seseorang ikut berperan secara aktif dan serempak dalam suatu kegiatan belajar mengajar demi membangun pemahaman konsep/ prinsip matematika dan juga keterlibatan siswa dilihat dari kemampuan dan kemauan siswa dalam mengajukan pertanyaan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  30

  menjawab pertanyaan, berdiskusi dalam kelompok, memberikan tanggapan, menanggapi pendapat, dan membantu teman.

G. Hasil belajar

  Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian- pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui hasil belajar siswa dari aspek kognitifnya. Merujuk pemikiran Gagne di dalam buku karangan Suprijono (2012), hasil belajar kognitif berupa:

  1. Keterampilan Intelektual Keterampilan intelektual yaitu kemampuan memprensentasikan konsep dan lambang. Keterampilan intelektual terdiri dari kemampuan mengkategori, kemampuan analitis-sintesis fakta-konsep dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan.

  Keterampilan intelektual merupakan melakukan aktifitas kognitif bersifat khas.

  2. Strategi Kognitif Strategi kognitif adalah kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri.

  Menurut Bloom (Suprijana, 2012), hasil belajar kemampuan kognitif adalah knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31

  Dari pendapat beberapa ahli mengenai pengertian hasil belajar dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusian saja.

  H.

   GeoGebra GeoGebra

  merupakan program komputer yang dikembangkan oleh Markus Hohenwarter. Menurut Hohenwarter (2008), GeoGebra adalah program komputer untuk membelajarkan matematika khususnya geometri dan aljabar. Program ini dapat dimanfaatkan secara bebas yang dapat diunduh daGeoGebra merupakan salah satu aplikasi yang berjalan pada Java Runtime sehingga sebelum melakukan instalasi

  GeoGebra , komputer harus terlebih dahulu diinstal program Java Runtime Environtment (JRE). JRE dapat diunduh dari situs http://java.com . Berkas

  dapat disimpan dalam format “.ggb” atau halaman web dinamis.

  Menurut Hohenwarter (2008), program GeoGebra sangat bermanfaat bagi guru maupun siswa. Bagi guru, GeoGebra menawarkan kesempatan yang efektif untuk mengkreasi lingkungan belajar online interaktif yang memungkinkan siswa mengeksplorasi berbagai konsep-konsep matematis.

  Program komputer yang bersifat dinamis dan interaktif untuk mendukung pembelajaran dan penyelesaian persoalan matematika khususnya geometri, aljabar, dan kalkulus. Sebagai sistem geometri dinamik, konstruksi pada GeoGebra dapat dilakukan dengan titik, vektor, ruas garis, garis, irisan kerucut, fungsi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  32

  Pemanfaatan program GeoGebra memberikan beberapa keuntungan, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Lukisan-lukisan geometri yang biasanya dihasilkan dengan dengan cepat dan teliti dibandingkan dengan menggunakan pensil, penggaris, atau jangka.

  2. Adanya fasilitas animasi dan gerakan-gerakan manipulasi (dragging) pada program GeoGebra dapat memberikan pengalaman visual yang lebih jelas kepada siswa dalam memahami konsep geometri.

  3. Dapat dimanfaatkan sebagai balikan/evaluasi untuk memastikan bahwa lukisan yang telah dibuat benar.

  4. Mempermudah guru/siswa untuk menyelidiki atau menunjukkan sifat-sifat yang berlaku pada suatu objek geometri.

  Menurut Hohenwarter & Fuchs (2004), GeoGebra sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran matematika dengan beragam aktivitas sebagai berikut.

  1. Sebagai media demonstrasi dan visualisasi Dalam hal ini, dalam pembelajaran yang bersifat tradisional, guru

  GeoGebra

  memanfaatkan untuk mendemonstrasikan dan memvisualisasikan konsep-konsep matematika tertentu.

  2. Sebagai alat bantu konstruksi Dalam hal ini GeoGebra digunakan untuk memvisualisasikan konstruksi konsep matematika tertentu, misalnya mengkonstruksi lingkaran dalam maupun lingkaran luar segitiga, atau garis singgung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33

  3. Sebagai alat bantu proses penemuan Dalam hal ini GeoGebra digunakan sebagai alat bantu bagi siswa untuk menemukan suatu konsep matematis, misalnya tempat kedudukan titik-titik atau karakteristik parabola.

  4. Sebagai alat bantu untuk mempersiapkan bahan ajar

  GeoGebra mendorong para guru untuk mempersiapkan bahan-bahan

  untuk proses pembelajaran dan menggunakannya sebagai alat kerjasama, komunikasi dan representasi.

  Berikut adalah penjelasan tentang pengenalan program GeoGebra menurut Bimtek P4TK (2012).

  1. Area Kerja Tampilan

  Tampilan Aljabar

  Grafik

Gambar 2.1 Area Kerja GeoGebra Sumber: Bimtek P4TK (2012)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  34

  Tampilan Aljabar (Algebra View) adalah deskripsi objek pada tampilan grafik yang ditampilkan. Tampilan Grafik (Graphics View) adalah tempat untuk kontruksi, gambar, grafik yang ditampilkan (area kerja).

2. Menu, Toolbar dan Tool

  Seperti pada aplikasi lain, menu bar GeoGebra berada pada bagian atas terdiri atas menu File, Edit, Options, Tools, Window dan

  Help . Di bawahnya terdapat Toolbar yang berisi menu untuk

  membangun, menggambar, mengukur dan memanipulasi objek. Pada setiap kategori yang ada di Toolbar terdapat beberapa tool lain yang tersembunyi, untuk menampilkannya kita dapat mengklik tanda panah kecil di bagian kanan bawah setiap kotak tool yang ada di

  Toolbar .

Gambar 2.2 Menu Bar, Toolbar, dan Input GeoGebra Sumber: Bimtek P4TK (2012)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35 Menu Bar digunakan untuk mengelola file, edit file dan

  pengaturan modifikasi. Toolbar merupakan alat-alat yang digunakan untuk menggambar, membangun, mengukur dan memanipulasi objek.

Gambar 2.3 Toolbar GeoGebra Sumber: Bimtek P4TK (2012)

  Tool

  yang sedang aktif ditandai dengan adanya kotak biru pada

  tool tersebut. Selama tool itu sedang aktif kita bisa menggunakannya

  untuk melakukan tugasnya. Sehingga anda tidak perlu mengklik lagi untuk membuat objek yang sama. Setiap tool yang ada dan sedang aktif akan dijelaskan nama tool disamping kanan dari Toolbar itu sendiri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  36

Gambar 2.4 Tool yang sedang aktif Sumber: Bimtek P4TK (2012)

I. Teorema Pythagoras 1. Mengenal Teorema Pythagoras

  Perhatikan gambar di bawah!

  Segitiga siku-siku mempunyai sebuah persegi pada setiap A sisinya. Persegi pada sisi miring c b merupakan persegi terbesar. B C a

  Gambar 2.5

  Hubungan ketiga persegi itu disebut Teorema Pythagoras, yaitu : Luas persegi pada Hipotenusa (sisi terpanjang) = Jumlah luas persegi pada sisi lainnya.

  Oleh karena itu dalam segitiga siku-siku berlaku: Kuadrat Hipotenusa (sisi terpanjang) = jumlah kuadrat dua sisi lainnya

  

2

  2

  2

  c = a + b

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37

  Ilustrasinya sebagai berikut: (i) (ii)

  Gambar 2.5.1

  Dari gambar diatas dapat dihitung luas persegi pada tiap sisi segitiga, dan hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabel 2.2 Menentukan Teorema Pythagoras

  Jumlah luas Luas daerah Luas daerah Luas daerah daerah persegi pada persegi pada persegi pada Gambar persegi pada salah satu sisi sisi siku-siku sisi miring kedua sisi siku-siku yang lain (hipotenusa) siku-siku

  (i) 3 x 3 = 9 4 x 4 = 16 5 x 5 = 25 9 + 16 = 25 (ii) 6 x 6 = 36 8 x 8 = 64 10 x 10 = 100 36 + 64 = 100

  Dari tabel 2.2 dapat dinyatakan teorema Pythagoras sebagai berikut: Pada setiap segitiga siku-siku, luas daerah persegi pada sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah luas daerah pada kedua sisi siku-siku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38

  2. Menghitung Panjang Sisi Segitiga Siku-Siku Jika Dua Sisi Lain Diketahui

  A c b

  C B a

  Gambar 2.6

  Jika ABC adalah segitiga siku-siku dengan b panjang sisi miring, sedangkan a dan c panjang sisi siku-sikunya, maka berlaku:

  3. Mengenal Kebalikan Teorema Pythagoras

  A c b

  C B a

   Gambar 2.7

  Teorema Pythagoras menyatakan hubungan antara panjang setiap sisi sebuah segitiga siku-siku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  39

  Perhatikan segitiga siku-siku ACB dengan . Berikut ini: 2 2 2 C = 90

  c = a + b

2

2 2 b = c - a

2

2 2 a = c - b

  Kebalikan teorema Pythagoras dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu segitiga siku-siku atau bukan, jika diketahui ketiga sisinya.

  Jenis Segitiga : 2 2 2 Hubungan nilai c dengan (a + b ) dapat digunakan untuk menentukan jenis segitiga. Jika a, b dab c adalah panjang sisi-sisi suatu segitiga a.

  2 2 2 c = a + b , maka segitiga tersebut, merupakan segitiga siku-siku.

  b.

  2 2 2 c < a + b , maka segitiga tersebut, merupakan segitiga lancip.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  40

  c.

  2 2 2 c > a + b , maka segitiga tersebut, merupakan segitiga tumpul.

  4. Mengenal Triple Pythagoras

  Tripel Pythagoras adalah tiga bilangan asli yang tepat untuk menyatakan ukuran panjang dari hipotenusa dan sisi-sisi yang lain.

  Bilangan-bilangan asli a, b, dan c yang memenuhi hubungan disebut bilangan tripel Pythagoras.

  Cara mendapatkan triple Pythagoras adalah sebagai berikut: Tetapkan dua bilangan asli m dan n, dimana m n. Kemudian, hitunglah masing-masing nilai , . Hasil

  , dan perhitungannya merupakan Tripel Pythagoras.

  5. Menghitung Perbandingan Sisi-Sisi Segitiga Siku-Siku dengan Sudut Istimewa (salah satu sudutnya adalah 30 , 45 , atau 60 ) a.

  dan 60 pada Perbandingan sisi-sisi segitiga khusus sudut 30 segitiga siku-siku

   Gambar 2.8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  41

  Jika suatu segitiga sisi-sisinya berbanding √ atau √ maka segitiga itu adalah segitiga siku-siku dengan sudut 90 menghadap sisi terpanjang (hipotenusa) menghadap

  , sudut 60 sisi siku-siku terpanjang menghadap sisi siku-siku √ , sudut 30 terpendek a.

  b.

  Perbandingan sisi-sisi segitiga khusus sudut 45

   Gambar 2.9

  Jika suatu segitiga sisi-sisinya berbanding √ atau

  √ , maka segitiga itu adalah segitiga siku-siku sama kaki dengan sudut 90 menghadap sisi terpanjang (hipotenusa) √ , dan sudut 45 menghadap sisi siku-sikunya a.

  J. Kerangka Berpikir

  Salah satu tugas guru adalah untuk melaksanakan pembelajaran. Dalam melaksanakan pembelajaran, guru diharapkan paham tentang penerapan strategi dan model pembelajaran. Keberhasilan suatu proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh bagaimana guru dalam menerapakan strategi dan model pembelajaran yang tepat bagi siswa demi tercapainya tujuan pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  42

  Matematika merupakan ilmu yang bagi sebagian orang dipandang sebagai ilmu yang sulit. Banyak siswa yang tidak tertarik dengan pelajaran matematika dan minat siswa terhadap pelajaran matematika dirasa masih kurang. Hal ini berimbas pada menurunnya prestasi atau hasil belajar pelajaran matematika. Dalam mengatasi hal ini, perlu adanya usaha perbaikan dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki keterampilan untuk dapat mengembangkan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan dapat menarik minat siswa untuk belajar matematika.

  Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Divisions (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat

  melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  Achievement Divisions (STAD) dan memanfaatkan program GeoGebra

  pada pokok bahasan Teorema Pythagoras diharapkan dapat membantu pemahaman konsep siswa dan menarik minat siswa dalam pembelajaran matematika sehingga keberhasilan pembelajaran dapat tercapai yaitu meningkatkan hasil belajar siswa.

  .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini digolongkan dalam jenis penelitian deskripstif kualitatif

  dibantu dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian di mana peneliti dalam melakukan penelitiannya menggunakan teknik-teknik observasi, wawancara atau interview, analisis isi, dan metode pengumpul data lainnya untuk menyajikan respons-respons dan perilaku subjek (Punaji, 2010: 34).

  Dalam penelitian ini, penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan keterlibatan dan hasil belajar siswa yang diketahui dari hasil observasi, tes hasil belajar dan wawancara. Penelitian kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil belajar siswa serta keterlibatan siswa yang berupa skor.

B. Waktu dan Tempat Penelitian 1.

  Waktu penelitian direncanakan mulai bulan Juli sampai bulan September 2013.

2. Tempat penelitian adalah SMP BOPKRI 1 Yogyakarta, terletak di Jalan

  Mas Suharto No. 48, Desa Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  44 C. Subyek dan Obyek Penelitian 1.

  Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas VIII A semester gasal SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 22 siswa yang terletak di Jalan Mas Suharto No. 48, Desa Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta serta guru (Peneliti bertindak sebagai guru).

  2. Obyek penelitian adalah keterlibatan siswa dalam model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan memanfaatkan program GeoGebra dan hasil belajar.

  D. Variabel Penelitian 1.

  Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah proses pelaksanaan kegiatan belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  Achievement Divisions (STAD) dengan memanfaatkan program GeoGebra

  .

2. Variabel Terikat

  Variabel terikat dalam penelitian ini adalah tingkat keterlibatan siswa dan hasil belajar.

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen penelitian dapat di kelompokkan menjadi dua, yaitu tes dan non tes. Tes terdiri atas beberapa jenis diantaranya tes tertulis, tes lisan, dan tes tindakan, sedangkan non tes terdiri dari angket, observasi, wawancara, skala sikap, daftar cek, skala penilaian, studi dokumentasi, dan sebagainya.

  4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menghitung kuadrat dan pengkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat.

  2 Jumlah

  Menerapkan keliling luas dan bangun segitiga dalam pemecahan masalah dan dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Menghitung keliling dan luas bangun segitiga serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

  Menerapkan keliling luas dan bangun segiempat dalam pemecahan masalah.

  2. Menghitung keliling dan luas bangun segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

  1

  1 soal no.1

  1. Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan.

  45

  Kompetensi Dasar Indikator Jenjang Kemampuan dan Kesukaran Soal Banyak Soal Penge- tahuan Pema- haman Pene- rapan

Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Tes Kemampuan Awal (TKA) No.

  Tes Kemampuan Awal (TKA) Tes Kemampuan Awal (TKA) dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dan digunakan sebagai pedoman pembuatan kelompok heterogen. Materi yang dipakai adalah materi yang pernah diajarkan di kelas VII. Kisi-kisi soal TKA sebagai berikut:

  a.

  Instrumen tes terdiri atas Tes Kemampuan Awal (TKA), kuis, dan Tes Evaluasi (TE).

   Instrumen Tes

  Instrumen penelitian yang digunakan peneliti adalah sebagai berikut : 1.

  • soal no.4
  • 1
  • soal no.2 soal no.3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  46

  Contoh soal Tes Kemampuan Awal (TKA) sebagai berikut: 1.

  Dengan menggunakan sifat selisih kuadrat, hitunglah: a.

  √ …..

  b.

  √ √ …..

  b.

  Kuis Individu Kuis diberikan di akhir pembelajaran setiap dua pertemuan sekali. Kuis digunakan untuk mengecek pemahaman siswa dan sebagai pedoman dalam menentukan penghargaan kelompok. Kuis ini terdiri dari dua soal uraian tentang pokok bahasan Teorema Pythagoras yang sudah diajarkan sebelumnya.

  Contoh soal kuis: 1.

  Diketahui panjang sisi-sisi suatu segitiga adalah 15 cm, 20 cm dan 25 cm. apakah ketiga bilangan tersebut merupakan tripel Pythagoras? 2. Andi menyandarkan tangga yang panjangnya 5 m pada sebatang pohon. Jarak ujung bawah tangga terhadap pangkal pohon 3 m. Berapa meter tinggi ujang atas tangga dari tanah? c. Tes Evaluasi (TE)

  Tes Evaluasi (TE) diberikan pada pertemuan terakhir setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  Achievement Divisions (STAD). Tes Evaluasi (TE) tersebut terdiri

  dari soal-soal uraian yang disusun oleh peneliti berdasarkan pokok bahasan teorema Pythagoras.

  • Soal no.1
  • Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya.
  • soal no.
  • 1
  • soal no.
  • Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa soal no.3
  • soal no.6, no.7 dan no.8
  • 3 Menyelesaikan masalah sehari-hari dengan menggunakan teorema

    Pythagoras - -

    soal no.4 dan no.5

  2

  2 Jumlah

  Menghitung panjang diagonal pada bangun datar

  2. Memecahkan masalah pada bangun datar dan bangun ruang yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras.

  1

  2

  Menentukan tripel Pythagoras

  1 Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui.

  47

  Soal no.1

  Menentukan Teorema Pythagoras.

  1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi- sisi segitiga siku-siku.

  Kompetensi Dasar Indikator Jenjang Kemampuan dan Kesukaran Soal Banyak Soal Penge- tahuan Pema- haman Pene- rapan

Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Tes Evaluasi (TE) No.

  Adapun kisi-kisi soal tertulis dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

  8 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  48

  Contoh soal Tes Evaluasi (TE) adalah sebagai berikut: 1.

  Apakah ketiga bilangan berikut yaitu 9, 11, 14 merupakan triple Pythagoras?

2. Instrumen Non Tes

  Instrumen non tes terdiri atas lembar pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar pengamatan keterlibatan siswa, dan wawancara.

  a.

  Lembar Pengamatan Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Lembar RPP ini disusun oleh peneliti dengan mengacu pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang didalamnya berisi langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru ketika mengajar di kelas. Lembar pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) digunakan untuk mengamati guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Sebelum digunakan, lembar pengamatan keterlaksanaan RPP ini sudah diujicobakan. Pengamatan keterlaksanaan RPP diamati oleh tiga

  observer . Observer mencatat hasil pengamatan pada lembar

  pengamatan dengan memberi tanda cek pada kolom „Ya untuk kegiatan yang terlaksana atau kolom „Tidak‟ untuk kegiatan yang tidak terlaksana. Contoh instrumen pengamatan keterlaksanaan RPP adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  49

Tabel 3.3 Lembar Pengamatan Keterlaksanaan RPP

  No. Kegiatan Terlaksana Tidak

  1. Kegiatan Awal a.

  Guru mengucapkan salam pembuka.

  b.

  Guru mengecek kehadiran peserta didik.

  c.

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

  2. Kegiatan Inti a.

  Guru menjelaskan materi tentang Teorema Pythagoras dan menggunakan alat peraga GeoGebra .

  b.

  Guru memberikan contoh soal tentang Teorema Pythagoras.

  c.

  Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen yang terdiri dari 4 sampai dengan 5 siswa dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.

  d.

  Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  e.

  Guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.

  f.

  Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  3. Kegiatan akhir a.

  Guru memberikan refleksi dan membuat rangkuman pembelajaran.

  b.

  Guru mengucapkan salam penutup.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  50

  b.

  Lembar Kerja Siswa (LKS) LKS disusun oleh peneliti sebagai bahan aktivitas siswa di kelas ketika mengikuti proses belajar mengajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Isi dari LKS ini meliputi materi dan soal evaluasi.

  c.

  Lembar Pengamatan Keterlibatan Siswa Dalam observasi keterlibatan siswa, digunakan lembar pengamatan keterlibatan siswa. Lembar pengamatan keterlibatan siswa diisi oleh peneliti dan beberapa observer pada saat melakukan pengamatan terhadap keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar saat berdiskusi kelompok pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Pengamatan dilakukan selama 25 menit. Setiap 5 menit sekali, observer menuliskan jumlah siswa pada masing-masing kolom keterlibatan.

  Aspek-aspek keterlibatan siswa yang diamati berdasarkan beberapa indikator yang dapat diukur dan diamati.

  Beberapa indikator yang digunakan adalah sebagai berikut: 1)

  Siswa mengajukan pertanyaan Kegiatan siswa bertanya tentang materi pelajaran baik kepada guru maupun dengan sesama teman.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  51

  2) Siswa menjawab pertanyaan

  Siswa mampu memberikan jawaban/ solusi dari suatu permasalahan yang dialami siswa dalam satu kelompok mengenai materi pelajaran. 3)

  Siswa mengemukakan pendapat Siswa memberi pendapat dan membantu teman dalam menyelesaikan soal.

  4) Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain

  Siswa mampu memberikan tanggapan tentang pendapat yang diajukan oleh teman lain dalam menyelesaikan/ memecahkan persoalan. 5)

  Siswa membantu teman lainnya siswa bersedia untuk menjelaskan kepada teman yang masih mengalami kesulitan, baik dalam memahami materi, soal maupun cara penyelesaian persoalan.

  6) Siswa berdiskusi dalam kelompok

  Kesediaan siswa untuk bekerja sama dan bertukar pikiran dalam menyelesaikan permasalahan dengan anggota kelompoknya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  52

Tabel 3.4 Lembar Pengamatan Keterlibatan Siswa dalam Kelompok

  Menit ke- No. Hal yang diamati 5 10 15 20 25

  1. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru maupun teman

  2. Siswa menjawab pertanyaan teman

  3. Siswa mengemukakan pendapat kepada teman

  4. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain

  5. Siswa membantu teman lainnya

  6. Siswa berdiskusi dalam kelompok d.

  Wawancara Wawancara dilakukan terhadap siswa dengan tujuan mengetahui lebih dalam lagi mengenai pendapat siswa tentang pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang telah diterapkan dan pengaruhnya terhadap keterlibatan siswa selama siswa mengikuti proses pembelajaran serta kemampuan siswa dalam mengerjakan soal evaluasi sehingga dapat dilihat letak kesulitan yang dialami siswa dalam materi teorema Pythagoras dan faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa.

  Wawancara dilakukan pada siswa-siswa yang terpilih berdasarkan hasil pengamatan keterlibatan dan tes hasil belajar.

  Siswa yang terpilih yaitu siswa yang memiliki keterlibatan dan hasil belajar yang tinggi dan siswa yang keterlibatan dan hasil belajar masih kurang, sehingga peneliti bisa memperoleh gambaran secara langsung mengenai pengalaman siswa dan keterlibatan siswa dalam mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  53

  Pedoman pertanyaan dalam wawancara, antara lain: 1)

  Pendapat siswa tentang pembelajaran kooperatif tipe Student

  Teams Achievement Divisions (STAD)

  a) Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?

  b) Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dengan metode pembelajaran tersebut? c)

  Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?

  d) Manfaat apa yang anda peroleh dari pembelajaran kelompok kemarin?

  2) Keterlibatan kelompok selama proses pembelajaran

  a) Jika kamu mengalami kesulitan, Apakah kamu bertanya pada teman lain atau guru? Sering atau tidak? b)

  Apakah kamu mau aktif berdiskusi dengan teman satu kelompokmu? c)

  Pernahkan kamu mengajukan pendapat di dalam kelompokmu? d)

  Apakah kamu menanggapi pendapat teman kamu yang berpendapat? e)

  Jika ada teman yang kesulitan, apakah kamu membantunya?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  54

  f) Jika kamu mengalami kesulitan dalam memahami materi atau dalam pemecahan masalah, kepada siapa kamu akan bertanya?

  g) Apakah kamu mengerjakan soal-soal LKS yang diberikan?

  3) Kemampuan mengerjakan Tes Evaluasi (TE)

  a) Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik? b)

  Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? Mengapa? 4)

  Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa

  a) Dengan siapa saja kamu tinggal di rumah?

  b) Apakah orang tuamu selalu menyuruh kamu belajar? atau kesadaran kamu sendiri? c)

  Apakah orang tuamu selalu bertanya tentang pelajaranmu di sekolah? d)

  Apakah jika ada PR kamu selalu mengerjakannya?

  e) Berapa lama kamu belajar sewaktu dirumah?

  f) Kamu mengikuti les atau tidak?

  g) Apakah kamu suka membaca buku matematika lainnya selain yang kamu pakai disekolah? h)

  Apakah kamu di rumah sering mengulang pelajaran yang dipelajari di sekolah?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  55

  i) Jika saat belajar di rumah, kamu merasa belum paham, apakah yang anda lakukan? j)

  Bagaimana cara anda belajar di rumah? Pertanyaan wawancara berkembang sesuai dengan jawaban siswa saat wawancara berlangsung.

F. Teknik Pengumpulan Data

  Penelitian ini akan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu: 1.

   Observasi/ Pengamatan

  Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  Achievement Divisions (STAD) diamati oleh 2 observer dan keterlibatan

  siswa diamati oleh 2 observer yang kemudian dicatat pada lembar pengamatan. Observer mencatat hasil pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan memberikan tanda cek (

  √) pada kolom „ya‟ untuk kegiatan yang terlaksana atau memberikan tanda cek ( √) pada kolom „tidak‟ untuk kegiatan yang tidak terlaksana. Lembar pengamatan keterlibatan kelompok dicatat dengan memberikan turus pada kolom yang tersedia setiap lima menit dalam jangka waktu 25 menit.

2. Data Tes Kemampuan Awal (TKA), Kuis, dan Tes Evaluasi (TE) Kuis diberikan diakhir pembelajaran setiap dua pertemuan sekali.

  Hasil kuis digunakan untuk mengecek pemahaman siswa dan sebagai pedoman dalam menentukan penghargaan kelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  56

  Kemampuan awal diperoleh dari Tes Kemampuan Awal (TKA) yang diberikan satu kali di awal pertemuan sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Hasil Tes Kemampuan Awal (TKA) digunakan untuk melihat kemampuan awal yang dimiliki siswa dan sebagai pedoman pembuatan kelompok heterogen.

  Hasil belajar diperoleh dari Tes Evaluasi (TE) yang diberikan satu kali pada pertemuan terakhir. Tes Evaluasi (TE) digunakan untuk mengukur hasil belajar yang dicapai setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).

3. Wawancara

  Wawancara dilakukan setelah hasil pengamatan keterlibatan siswa dan Tes Evaluasi (TE) sudah dianalisis. Wawancara dilakukan pada siswa-siswa yang terpilih berdasarkan hasil pengamatan keterlibatan dan tes hasil belajar. Wawancara dilakukan pada siswa yang keterlibatan dan hasil belajarnya diskonkordan (bertentangan) yaitu siswa yang nilai evaluasinya tinggi namun tingkat keterlibatan kelompoknya rendah atau sebaliknya. Wawancara dilakukan diluar jam pelajaran.

G. Validitas dan Reliabilitas Tes 1. Validitas Tes

  Menurut Gay (1983) di dalam buku karangan Sukardi (2008: 121) suatu instrumen dikatakan valid jika intrumen yang digunakan dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  57

  mengukur apa yang hendak diukur. Validitas yang digunakan adalah validitas isi dan validitas butir.

  Validitas isi adalah suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur mencerminkan hal-hal yang mau diukur atau diteskan atau dalam hal ini isi instrumen sudah mewakili cakupan kompetensi dasar yang akan diukur pencapaiannya. Instrumen tes disusun berdasarkan materi yang dipelajari siswa dengan melihat RPP. Alat ukur (tes) haruslah diteliti dengan meminta pendapat ahli dan melakukan uji coba kepada siswa dalam kelas yang berbeda dari yang akan diteliti. Untuk pendapat ahli dilakukan dengan meminta pendapat guru dan dosen.

  Validitas butir dihitung digunakan rumus korelasi product moment dari Pearson dengan rumus :

  √{ }

  Keterangan: = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

  = skor butir ke-i , I = 1, 2, 3, …, n

  = skor total N = banyaknya data

  Suatu soal dikatakan valid atau baik jika nilai koefisien validitasnya lebih dari sama dengan ( ) 0,3, sebaliknya soal dikatakan tidak valid jika nilai koefisien validitasnya kurang dari (

  ) 0,3 dan soal harus direvisi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  58

2. Reliabilitas Tes

  Reliabititas adalah ukuran yang menunjukan seberapa tinggi suatu instrumen dapat dipercaya atau diandalkan, artinya reliabilitas menyangkut ketepatan (dalam pengertian konsisten) alat ukur. Instrumen tes berupa tes uraian dan untuk menghitung taraf reliabilitas suatu tes tersebut dipakai rumus koefisien Alpha sebagai berikut:

  ( ) (

  ) Keterangan :

  = koefisien reliabilitas suatu tes = jumlah soal

  = jumlah kuadrat S dari masing-masing soal = kuadrat S total keseluruhan soal

  Dengan nilai koefisien reliabilitas sebagai berikut : 0,80 <

  1,00 = Sangat tinggi sekali 0,60 <

  0,79 = Tinggi 0,40 <

  0,59 = Cukup 0,20 <

  0,39 = Rendah 0,00 <

  0,20 = Sangat rendah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  59

H. Teknik Analisis Data 1. Analisis Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

  Analisis keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Divisions

  (STAD) adalah sebagai berikut: Dimana, skor 1 apabila tanda cek (

  √) diberikan pada kolom „ya‟ dan skor 0 apabila tanda cek ( √) diberikan pada kolom „tidak‟. Apabila dalam melaksanakan proses pembelajaran kegiatan yang direncanakan dalam

  RPP telah terlaksana lebih dari atau sama dengan ( ) 80% maka dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran telah berjalan/ terlaksana dengan baik.

2. Analisis Data Keterlibatan Siswa

  Tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran kooperatif tipe

  Student Teams Achievement Divisions (STAD) ini dianalisis dari lembar

  observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Proses analisis data keterlibatan siswa dilakukan dengan pemberian skor pada setiap indikator keterlibatan yang tertera dalam lembar pengamatan keterlibatan siswa. Data dari masing-masing pertemuan dijumlahkan menjadi satu kemudian dihitung berdasarkan nilai kelompok, kemudian dianalisis dengan perhitungan skala Likert. Sehingga data keterlibatan siswa berupa data kelompok, dengan aturan sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  60

  A = Jumlah skor terbesar B = Jumlah skor terkecil C = , sehingga didapat lima kriteria keterlibatan yaitu: Rendah Sekali (RS) : B x B + C Rendah (R) : B + C x B + 2C Sedang (S) : B + 2C x B + 3C Tinggi (T) : B + 3C x B + 4C Tinggi Sekali (TS) : B + 4C x B + 5C

3. Analisis Data Hasil Belajar Siswa a.

  Membandingkan hasil Tes Evaluasi (TE) dengan Tes Kemampuan Awal (TKA)

  Rata-rata hasil tes kemampuan awal dianalisis untuk dibandingkan nilai rata-ratanya dengan hasil tes evaluasi untuk menunjukkan adakah peningkatan hasil belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).

  b.

  Hasil Tes Evaluasi Tes evaluasi dilaksanakan pada akhir pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  Achievement Divisions

  (STAD). Hasil evaluasi siswa dianalisis berdasarkan skala Likert 3, dengan ketentuan sebagai berikut: A = Nilai Tertinggi B = Nilai Terendah C = ,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  61

  sehingga didapat lima kriteria hasil belajar yaitu: Rendah Sekali (RS) : B x B + C Rendah (R) : B + C x B + 2C Sedang (S) : B + 2C x B + 3C Tinggi (T) : B + 3C x B + 4C Tinggi Sekali (TS) : B + 4C x B + 5C c.

  Penghargaan Kelompok Penghargaan kelompok dihitung dengan cara:

  1) Menentukan nilai dasar (awal) masing-masing siswa. Nilai dasar (awal) dapat berupa nilai tes kemampuan awal.

  2) Menentukan nilai tes/kuis yang telah dilaksanakan setelah siswa bekerja dalam kelompok, misal nilai kuis I, nilai kuis II, atau rata-rata nilai kuis I dan kuis II kepada setiap siswa.

  3) Menentukan nilai peningkatan hasil belajar yang besarnya ditentukan berdasarkan selisih nilai kuis dan nilai dasar (awal) masing-masing siswa dengan menggunakan kriteria berikut ini.

Tabel 3.5 Kriteria Poin

  Nilai Kriteria Peningkatan

  Nilai kuis turun lebih dari 10 poin di bawah nilai

  5 awal Nilai kuis/tes terkini turun 1 sampai dengan 10 poin

  10 di bawah nilai awal Nilai kuis/tes terkini sama dengan nilai awal

  20 sampai dengan 10 di atas nilai awal Nilai kuis/tes terkini lebih dari 10 di atas nilai awal

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62

  Penghargaan kelompok diberikan berdasarkan rata-rata nilai peningkatan yang diperoleh masing-masing kelompok dengan memberikan predikat cukup, baik, sangat baik, dan sempurna.

  Kriteria untuk status kelompok:

  a) Cukup, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok kurang dari 15 (rata-rata nilai peningkatan kelompok

  15).

  b) Baik, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok antara 15 dan 20 (15 rata-rata nilai peningkatan kelompok 20).

  c) Sangat baik, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok antara 20 dan 25 (20 rata-rata nilai peningkatan kelompok

  25).

  d) Sempurna, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok lebih atau sama dengan 25 (rata-rata nilai peningkatan kelompok

  25).

4. Analisis Korelasi Keterlibatan dan Hasil Belajar Siswa

  Analisis korelasi keterlibatan ini hanya digunakan untuk melihat hubungan antara keterlibatan dan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui adanya korelasi antara keterlibatan dan hasil belajar siswa maka diadakan perhitungan statistik, yaitu dengan uji normalitas dan uji t.

  a.

  Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Uji normalitas dipakai untuk menganalisis apakah pada data keterlibatan dan hasil belajar siswa memenuhi sebaran kurva normal.

  Apabila terbukti normal maka selanjutnya dapat dilakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  63

  perhitungan uji t untuk mengetahui korelasi antara keterlibatan dan hasil belajar siswa tersebut.

  b.

  Uji t Perhitungan uji t untuk mengetahui korelasi antara keterlibatan dan hasil belajar siswa tersebut. Sebelum dilakukan uji t pertama harus dicari dahulu nilai r

  rank

  dengan rumus :

  ∑

  dengan D i = | | dan n = banyaknya subyek. X = keterlibatan siswa, Y = hasil belajar siswa.

  Statistik uji untuk : √ dengan v = n

  • – 2.

5. Analisis Hasil Wawancara

  Tujuan wawancara yaitu mengetahui lebih dalam pendapat siswa tentang pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Divisions (STAD), keterlibatan siswa selama proses pembelajaran,

  kemampuan mengerjakan Tes Evaluasi (TE), dan faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Analisis wawancara dibahas secara deskriptif dan dilakukan dengan menyimpulkan jawaban siswa yang diperoleh saat wawancara.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, PENYAJIAN DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Peneliti melakukan observasi pada bulan Mei terhadap lingkungan

  sekolah, proses pembelajaran matematika di kelas, dan karakteristik siswa kelas VII semester genap tahun ajaran 2012/ 2013. Hasil observasi yang dilakukan peneliti menunjukan bahwa lingkungan sekolah yang berada di tengah kota yang ramai tidak menghalangi proses pembelajaran. Lingkungan sekolah yang bersih dan fasilitas yang memadai seperti ruang kelas yang terang dan tidak panas karena terdapat banyak jendela. Ruang kelas dilengkapi dengan adanya viewer, whiteboard dan adanya alat-alat yang mendukung pelajaran matematika (seperti: pengaris, jangka, busur), buku paket dan lain sebagainya sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

  Proses pembelajaran tidak terlepas juga dari peran guru dan siswa. Metode pembelajaran yang sering digunakan guru antara lain: tanya jawab, diskusi kelompok, dan terlihat pembelajaran masih berpusat kepada guru. Guru lebih sering menggunakan metode ceramah dimana guru menjelaskan dan siswa mendengarkan.

  Karakteristik siswa dari kelas VII menunjukkan adanya keberagaman. Peneliti melihat keberagaman tersebut dari kemampuan siswa dalam memahami suatu materi yang diajarkan guru, terlihat bahwa ada siswa yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65

  cepat paham dan ada juga yang masih kurang dalam memahami materi. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap guru terkait dengan karakteristik siswa dan memang siswa di sini termasuk menunjukkan adanya keberagaman (heterogen).

  Peneliti melakukan observasi kembali pada bulan Juli - Agustus 2013 dengan melakukan proses wawancara dan konsultasi dengan guru kelas, observasi terhadap proses pembelajaran di kelas, dan memberikan tes kemampuan awal sebelum melakukan pengambilan data di kelas VIII A sebagai subyek penelitian.

  Peneliti melihat bahwa siswa masih merasa kesulitan dalam pokok bahasan teorema Pythagoras sehingga peneliti merasa tertarik untuk menggunakan pokok bahasan itu pada penelitian. Peneliti mengharapkan siswa akan lebih paham dan mudah dalam menangkap materi dengan model pembelajaran kooperatif dan dengan bantuan alat peraga.

  Tahap selanjutnya yaitu peneliti membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran beserta soal tes kemampuan awal dan soal evaluasi berdasarkan pertimbangan guru dan dosen pembimbing. Setelah itu, peneliti melaksanakan Tes Kemampuan Awal (TKA) di kelas VIII A pada tanggal 24 Agustus 2013.

  Tes Kemampuan Awal (TKA) ini tentang materi kelas VII yang mereka telah pelajari dan berhubungan dengan Teorema Pythagoras. Tes Kemampuan Awal (TKA) digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan awal siswa tentang berbagai materi yang pernah diajarkan sebelumnya dan sebagai pedoman pembuatan kelompok heterogen. Hasil dari Tes Kemampuan Awal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  66

  (TKA) ini digunakan sebagai dasar penilaian untuk peningkatan nilai kelompok dan juga dipakai dalam pembagian kelompok heterogen seperti tabel dibawah ini:

Tabel 4.1 Pembagian Kelompok Heterogen

  

Kelompok

Merah Hijau Biru Kuning

Siswa 8 Siswa 7 Siswa 11 Siswa 6

Siswa 4 Siswa 15 Siswa 21 Siswa 5

Siswa 2 Siswa 10 Siswa 13 Siswa 20

Siswa 12 Siswa 14 Siswa 22 Siswa 16

Siswa 9 Siswa 19 Siswa 3 Siswa 1

Siswa 18 Siswa 17

  Peneliti sekaligus sebagai guru yang mengajar matematika di kelas VIII A dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  

Achievement Divisions (STAD) dan dibantu oleh dua observer untuk

  mengamati keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan keterlibatan siswa dalam kelompok.

  Proses pengambilan data penelitian dilakukan selama 5 kali pertemuan masing-masing dua jam pelajaran, yaitu 4 kali pertemuan untuk proses pembelajaran materi dan 1 kali pertemuan untuk tes evaluasi. Proses pembelajaran berlangsung selama 2 x 40. Peneliti mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  

Divisions (STAD) pada siswa-siswi kelas VIII A semester gasal tahun ajaran

  2013/ 2014 SMP BOPKRI 1 Yogyakarta adalah sebagai berikut: 1.

  Pertemuan Pertama (2 x 40 menit) Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 3 September 2013 pukul 07.10

  • – 08.30. Pertemuan pertama diikuti oleh 20 siswa kelas VIII

  A. Pembelajaran pada pertemuan ini bertujuan agar siswa mampu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67

  mengenal Teorema Pythagoras dan siswa mampu menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui.

  a.

  Kegiatan Pendahuluan Sebelum memulai pembelajaran guru mengucapkan salam

  Guru mengajak siswa pembuka, dan juga mengecek kehadiran siswa. membahas sebagian Tes Kemampuan Awal (TKA). Guru

  menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan model pembelajaran yang akan digunakan oleh peneliti.

  b.

  Kegiatan Inti Guru menjelaskan materi tentang Teorema Pythagoras dengan menggunakan alat peraga GeoGebra kemudian guru memberikan beberapa contoh penggunaan Teorema Pythagoras. Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka yang terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi sedang, dan rendah. Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS 1) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan

  Diskusi kelompok berlangsung selama 25 menit. Pada bersama-sama. saat diskusi kelompok, 2 observer mengamati keterlibatan siswa dalam kelompok setiap lima menit dengan memberikan turus pada kolom yang tersedia pada lembar pengamatan.

  Guru berkeliling untuk mengawasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68

  kinerja kelompok. Setelah itu, guru meminta perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  c.

  Kegiatan Penutup Guru melakukan penguatan terhadap hasil kerja siswa yang tertera di papan tulis dan materi yang dipelajari, yaitu tentang mengenal Teorema Pythagoras dan menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui. Guru kemudian meminta siswa mengumpulkan LKS 1 dan siswa berdiri dan mengucapkan salam.

2. Pertemuan Kedua (2 x 40 menit)

  Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 September 2013 pukul 08.30

  • – 09.50, dan diikuti oleh 20 siswa kelas VIII A. Pembelajaran pada pertemuan ini bertujuan agar siswa mampu mengenal kebalikan Pythagoras dan mengenal triple Pythagoras.

  a.

  Kegiatan Pendahuluan Sebelum memulai pembelajaran guru mengucapkan salam pembuka dan guru mengecek kehadiran siswa. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar yang diharapkan akan dicapai oleh setiap siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan model pembelajaran yang akan digunakan oleh peneliti.

  Guru mengajak siswa membahas materi sebelumnya dengan tanya jawab.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69

  b.

  Kegiatan Inti Guru menjelaskan materi tentang kebalikan Pythagoras dan triple Pythagoras dengan menggunakan alat peraga GeoGebra. Guru memberikan beberapa contoh. Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka yang terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi sedang, dan rendah. Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS 2) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  Diskusi kelompok berlangsung selama 25 menit. Pada saat diskusi kelompok, 2 observer mengamati keterlibatan siswa dalam kelompok setiap lima menit dengan memberikan turus pada kolom yang tersedia pada lembar pengamatan. Guru berkeliling untuk mengawasi kinerja

  kelompok. Setelah itu, guru meminta beberapa perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  c.

  Kegiatan Penutup Guru melakukan penguatan terhadap hasil kerja siswa yang tertera di papan tulis dan materi yang dipelajari, yaitu tentang kebalikan Pythagoras dan triple Pythagoras. Guru kemudian meminta siswa mengumpulkan LKS 2 dan guru memberikan kuis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  70

  individu yaitu kuis 1 yang terdiri dari dua soal dengan waktu pengerjaan 15 menit. Selanjutnya siswa mengumpulkan kuis 1 dan siswa berdiri dan mengucapkan salam.

3. Pertemuan Ketiga (2 x 40 menit)

  Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Selasa, 10 September 2013 pukul 07.10

  • – 08.30 diikuti oleh 22 siswa kelas VIII A. Pembelajaran pada pertemuan ini bertujuan agar siswa mampu menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa. Pada pertemuan ini, presentasi siswa dan penguatan diakhir proses pembelajaran tidak terlaksana karena waktu telah habis, hal ini dikarenakan banyak siswa yang mengalami kesulitan sehingga guru harus menerangkan dan menjelaskan kembali ke masing-masing kelompok.

  a.

  Kegiatan Pendahuluan Sebelum memulai pembelajaran guru mengucapkan salam pembuka dan guru mengecek kehadiran siswa. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar yang diharapkan akan dicapai oleh setiap siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan model pembelajaran yang akan digunakan oleh peneliti. Guru mengajak siswa membahas materi sebelumnya dengan tanya jawab.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71

  b.

  Kegiatan Inti Guru menjelaskan materi tentang menghitung perbandingan sisi- sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa dengan menggunakan alat peraga GeoGebra kemudian guru memberikan beberapa contoh menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa. Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka yang terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi sedang, dan rendah. Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS 3) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama. Diskusi kelompok

  berlangsung selama 25 menit. Pada saat diskusi kelompok, 2 observer mengamati keterlibatan siswa dalam kelompok setiap lima menit dengan memberikan turus pada kolom yang tersedia pada lembar pengamatan. Guru berkeliling untuk mengawasi kinerja kelompok.

  Ternyata, banyak siswa menemukan kesulitan dalam mengerjakan soal perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa.

  Banyak siswa yang bertanya kepada guru sehingga guru menjelaskan kembali dari kelompok satu ke kelompok lain secara bergantian.

  Oleh karena itu untuk pertemuan ini tidak ada presentasi karena waktu yang hampir habis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72

  c.

  Kegiatan Penutup Guru belum melakukan penguatan terhadap materi yang dipelajari, karena waktu telah habis. Guru kemudian meminta siswa mengumpulkan LKS 3 dan siswa berdiri dan mengucapkan salam.

4. Pertemuan Keempat (2 x 40 menit)

  Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 September 2013 pukul 08.30

  • – 09.50, diikuti oleh 22 siswa kelas VIII A. Pembelajaran pada pertemuan ini bertujuan agar siswa mampu menerapkan Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang, dan dalam kehidupan sehari-hari.

  a.

  Kegiatan Pendahuluan Sebelum memulai pembelajaran guru mengucapkan salam pembuka dan guru mengecek kehadiran siswa. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar yang diharapkan akan dicapai oleh setiap siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan model pembelajaran yang akan digunakan oleh peneliti. Guru mengajak siswa membahas materi sebelumnya yaitu menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa dengan tanya jawab.

  b.

  Kegiatan Inti Guru menjelaskan dan meberi contoh tentang penerapan

  Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang, dan dalam kehidupan sehari-hari. Guru membentuk kelompok belajar yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73

  heterogen dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka yang terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi sedang, dan rendah. Guru membagikan bahan- bahan diskusi kelompok (LKS 4) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  Diskusi kelompok berlangsung selama 25 menit. Pada saat diskusi kelompok, 2 observer mengamati keterlibatan siswa dalam kelompok setiap lima menit dengan memberikan turus pada kolom yang tersedia pada lembar pengamatan.

  Guru berkeliling untuk mengawasi kinerja kelompok. Setelah itu, guru meminta perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  c.

  Kegiatan Penutup Guru melakukan penguatan terhadap hasil kerja siswa yang tertera di papan tulis dan materi yang dipelajari, yaitu tentang penerapan Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang, dan dalam kehidupan sehari-hari. Guru kemudian meminta siswa mengumpulkan LKS 4 dan guru memberikan kuis individu yaitu kuis 2 yang terdiri dari dua soal dengan waktu pengerjaan 15 menit.

  Selanjutnya siswa mengumpulkan kuis 2 dan siswa berdiri dan mengucapkan salam.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  74

5. Pertemuan Kelima

  Peneliti telah melakukan proses pembelajaran sebanyak empat kali pertemuan di kelas VIII A. Pada pertemuan ini dilaksanakan Tes Evaluasi (TE). Guru memberikan tes yang dilaksanakan pada Selasa, 17 September 2013. Tes Evaluasi (TE) dikerjakan secara individu. Tes Evaluasi (TE) ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam mempelajari materi teorema Pythagoras dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).

  Peneliti juga melakukan uji coba soal Tes Evaluasi (TE) di kelas

  VIII B yang berjumlah 23 siswa pada tanggal 24 Agustus 2013 untuk menguji validitas dan reliabilitas soal sebelum tes evaluasi tersebut diberikan. Dari uji validitas terdapat satu soal yang tidak valid yaitu soal nomor 8 kemudian soal tersebut diuji pakar oleh dosen dan direvisi seperti pada lampiran B.

  Peneliti juga memberikan penghargaan kelompok kepada masing- masing kelompok berdasarkan hasil tes kemampuan awal dan peningkatan hasil kuis individu pada masing-masing kelompok setelah tes evaluasi selesai. Penghargaan tiap kelompok ditunjukkan dalam tabel 4.2 di bawah ini:

Tabel 4.2 Kriteria Penghargaan Kelompok

  No. Nama Kelompok Rata-rata Peningkatan Kriteria untuk status kelompok

  1. Merah

  16.5 Baik

  2. Hijau

  25 Sangat Baik

  3. Biru

  26.5 Sempurna

  4. Kuning

  22.9 Sangat Baik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  75

6. Wawancara Siswa

  Peneliti telah selesai mengoreksi hasil Tes Evaluasi (TE) dan menghitung keterlibatan siswa dalam kelompok, kemudian peneliti memutuskan ada 5 siswa yang akan diwawancara berdasarkan hasil tersebut. Ada dua siswa yang nilai evaluasinya tinggi namun tingkat keterlibatan kelompoknya rendah, ada satu siswa yang nilai tes evaluasinya rendah namun tingkat keterlibatan dalam kelompoknya tinggi, ada satu siswa yang nilai tes evaluasinya sedang namun tingkat keterlibatan dalam kelompoknya tinggi, dan ada satu siswa yang nilai tes evaluasinya tinggi namun tingkat keterlibatan dalam kelompoknya sedang. Wawancara dilakukan pada tanggal 21 September 2013.

B. Penyajian Data 1. Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) diamati oleh dua observer selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  Achievement Divisions (STAD) di kelas VIII A semester gasal tahun

  ajaran 2013/ 2014 SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. Perhitungan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan cara memberi skor 1 untuk kegiatan yang terlaksana dan skor 0 untuk kegiatan yang tidak terlaksana kemudian skor djumlahkan dan memperoleh data sebagai berikut sesuai hasil pengamatan keterlaksanaan RPP yang terdapat pada lampiran E.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  1. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru maupun teman 7 5 5

  5

  22

  2. Siswa menjawab pertanyaan teman 6 5 3

  5

  19

  3. Siswa mengemukakan pendapat kepada teman 3 4 5

  14

Tabel 4.3 Data Mentah Keterlaksanaan RPP

  4. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain 4 4 2

  2

  12

  5. Siswa membantu teman lainnya 1 2 2

  3

  8

  6. Siswa berdiskusi dalam kelompok 10 9 7 10

  36 Jumlah 111

  4

  76

Tabel 4.4 Data Mentah Pengamatan Tingkat Keterlibatan Siswa Kelompok Merah

  9

  Observer ke- Skor keterlaksanaan pertemuan ke-

  I II

  III

  IV

  1

  11

  12

  12

  Observer 1

  2

  11

  12

  9

  12 Keterangan : Skor keterlaksanaan keseluruhan pada Pertemuan I adalah 11.

  Skor keterlaksanaan keseluruhan pada Pertemuan II adalah 12. Skor keterlaksanaan keseluruhan pada Pertemuan III adalah 11. Skor keterlaksanaan keseluruhan pada Pertemuan IV adalah 12.

2. Data Keterlibatan Siswa

  Berikut ini merupakan hasil pengamatan tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran sebanyak empat kali pertemuan sesuai dengan hasil pengamatan observer pada lampiran E. Pengamatan dilakukan terhadap masing-masing kelompok pada setiap pertemuan.

  a.

  No. Indikator Keterlibatan Pertemuan ke- Jumlah 1 2 3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  77

Tabel 4.5 Data Mentah Pengamatan Tingkat Keterlibatan Siswa Kelompok Hijau

  Pertemuan ke-

No. Indikator Keterlibatan Jumlah

  1

  2

  3

  4

  1. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru maupun

  8

  10

  8

  9

  35 teman

  2. Siswa menjawab pertanyaan teman

  6

  6

  5

  4

  21

  3. Siswa mengemukakan pendapat kepada teman

  5

  5

  4

  7

  21

  4. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain

  5

  5

  2

  2

  14

  5. Siswa membantu teman lainnya

  4

  5

  3

  3

  15

  6. Siswa berdiskusi dalam kelompok 17 14 17 11

  59 Jumlah 165 b.

  Observer 2

Tabel 4.6 Data Mentah Pengamatan Tingkat Keterlibatan Siswa Kelompok Biru

  Pertemuan ke-

No. Indikator Keterlibatan Jumlah

  1

  2

  3

  4

  1. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru maupun

  7

  7

  6

  8

  28 teman

  2. Siswa menjawab pertanyaan teman

  6

  4

  5

  5

  20

  3. Siswa mengemukakan pendapat kepada teman

  5

  3

  2

  3

  13

  4. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain

  5

  7

  6

  6

  24

  5. Siswa membantu teman lainnya

  3

  2

  3

  3

  11

  6. Siswa berdiskusi dalam kelompok 13 14 14 16

  57 Jumlah 153

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

  21

  20

  23

  83

  3. Siswa mengemukakan pendapat kepada teman

  14

  21

  13

  23

  71

  4. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain

  12

  14

  10

  2. Siswa menjawab pertanyaan teman

  60

  5. Siswa membantu teman lainnya

  8

  15

  11

  8

  42

  6. Siswa berdiskusi dalam kelompok

  36

  59

  57 36 188 3.

   Data Tes Kemampuan Awal (TKA)

  Tes Kemampuan Awal (TKA) dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2013 yang telah divalidasi oleh pakar yaitu dosen pembimbing dan guru.

  Hasilnya dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :

  19

  78

Tabel 4.7 Data Mentah Pengamatan Tingkat Keterlibatan Siswa Kelompok Kuning

  6

  No. Indikator Keterlibatan Pertemuan ke- Jumlah 1 2

  3

  4

  1. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru maupun teman 9 7

  7

  8

  31

  2. Siswa menjawab pertanyaan teman 5 5

  6

  7

  23

  3. Siswa mengemukakan pendapat kepada teman 7 5

  5

  23

  35

  4. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain 2 3

  3

  2

  10

  5. Siswa membantu teman lainnya 2 1

  3

  2

  8

  6. Siswa berdiskusi dalam kelompok 7 8 10 11

  36 Jumlah 131

Tabel 4.8 Perhitungan Jumlah Masing-masing Indikator Keterlibatan

  No. Indikator Keterlibatan Kelompok Jumlah Merah Hijau Biru Kuning

  1. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru maupun teman

  22

  28 31 116

  79

  80 Nilai terendah 26,66

Rata-rata 57,45

Standar Deviasi 14,21

  17. Tidak masuk

  

18. Siswa 18 66,66

  19. Siswa 19

  40

  

20. Siswa 20 46,66

  

21. Siswa 21 73,33

  22. Siswa 22

  60 Nilai tertinggi

  Kuis 1 diberikan pada pertemuan kedua hari Sabtu, 7 September 2013 dan kuis 2 diberikan pada pertemuan keempat hari Sabtu, 14 September 2013.

  60

  Rata-rata hasil kumulatif dari 2 kuis digunakan sebagai perhitungan untuk penghargaan tiap-tiap kelompok. Berikut ini merupakan tabel hasil kuis individu:

Tabel 4.10 Data Hasil Kuis Individu Kelas VIII A

  

No. Nama Siswa Kuis I Kuis II

  1. Siswa 1 80 100

  2. Siswa 2

  80

  3. Siswa 3

  70

  90 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

16. Siswa 16 46,66

  15. Siswa 15

Tabel 4.9 Data Mentah Hasil Tes Kemampuan Awal

  60

  

No. Nama Siswa Nilai

  

1. Siswa 1 46,66

  2. Siswa 2

  60

  3. Siswa 3

  40

  

4. Siswa 4 53,33

  5. Siswa 5

  

6. Siswa 6 73,33

  

14. Siswa 14 66,66

  7. Siswa 7

  80

  8. Siswa 8

  80

  

9. Siswa 9 26,66

  

10. Siswa 10 46,66

  

11. Siswa 11 66,66

  

12. Siswa 12 46,66

  

13. Siswa 13 66,66

4. Data Kuis Individu Kuis diadakan di akhir pembelajaran setiap dua pertemuan sekali.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20. Siswa 20 90 100

  90

  18. Siswa 18

  90

  80

  19. Siswa 19

  80

  90

  21. Siswa 21

  16. Siswa 16 100

  90

  80

  22. Siswa 22

  80 Nilai Tertinggi 100 100 Nilai Terendah Rata-rata 71,36 57,73 Standar Deviasi 35,23 45,56

  Tes Evaluasi (TE) diberikan pada hari Selasa, 17 September 2013setelah dilakukan pertimbangan pakar oleh guru matematika dan dosen pembimbing serta dilakukan uji coba Tes Evaluasi (TE) di kelas

  VIII B pada hari Selasa, 27 Agustus 2013 dan dilakukan uji butir berupa uji validitas dan reliabilitas. Dari uji validitas terdapat satu soal yang tidak valid yaitu soal nomor 8 kemudian soal tersebut diuji pakar oleh dosen dan direvisi seperti pada lampiran B.

  Tes Evaluasi (TE) mencakup pokok bahasan Teorema Pythagoras yang telah dipelajari selama empat pertemuan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions

  17. Siswa 17

  80

  4. Siswa 4

  9. Siswa 9 90 100

  5. Siswa 5 100

  60

  6. Siswa 6

  90

  7. Siswa 7 90 100

  8. Siswa 8

  90

  10. Siswa 10 100 100

  15. Siswa 15

  11. Siswa 11

  90

  12. Siswa 12 100

  13. Siswa 13

  80

  14. Siswa 14

  80

  90

  90

5. Data Tes Evaluasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  81

  (STAD). Tes Evaluasi (TE) ini diikuti oleh 22 siswa. Hasil Tes Evaluasi (TE) adalah sebagai berikut

Tabel 4.11 Data Mentah Hasil Tes Evaluasi (TE) VIII A

  

No. Nama Siswa Nilai

  

1. Siswa 1 74,1

  

2. Siswa 2 88,8

  

3. Siswa 3 25,9

  

4. Siswa 4 74,1

  

5. Siswa 5 85,2

  

6. Siswa 6 81,5

  

7. Siswa 7 94,4

  

8. Siswa 8 81,5

  

9. Siswa 9 74,1

  

10. Siswa 10 55,5

  

11. Siswa 11 62,9

  

12. Siswa 12 51,8

  

13. Siswa 13 66,6

  

14. Siswa 14 90,7

  

15. Siswa 15 100

  

16. Siswa 16 88,8

  

17. Siswa 17 81,5

  

18. Siswa 18 96,2

  

19. Siswa 19 88,8

  

20. Siswa 20 40,7

  

21. Siswa 21 100

  

22. Siswa 22 90,7

Nilai tertinggi 100

Nilai terendah 25,9

Rata-rata 76,98

Standar Deviasi 19,53

6. Data Penghargaan Kelompok

  Penghargaan kelompok dihitung dengan cara melihat kriteria poin peningkatan pada BAB III yang diperoleh dari peningkatan nilai dari Tes Kemampuan Awal (TKA) dan dari kuis 1 serta kuis 2. Dengan melihat kriteria poin peningkatan pada Tabel 3.5, dapat diperoleh skor peningkatan sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19. Siswa 19

  90

  15. Siswa 15

  90

  16. Siswa 16 100

  17. Siswa 17

  90

  18. Siswa 18

  90

  80

  80

  14. Siswa 14

  90

  20. Siswa 20 90 100

  21. Siswa 21

  90

  80

  22. Siswa 22

  80 7.

   Data Wawancara

  Hasil wawancara setelah proses pembelajaran yang berupa transkripsi dapat dilihat pada lampiran E.

  Penelitian berlangsung selama 5 kali pertemuan pembelajaran dan wawancara terhadap siswa kelas VIII A semester gasal tahun ajaran 2013/ 2014 SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. Peneliti telah memperoleh data-data seperti diatas yang akan dianalisis. Analisis data dapat dilakukan apabila paling sedikit 80% siswa mengikuti pembelajaran. Siswa kelas VIII A berjumlah 22 siswa sehingga paling sedikit 20 siswa mengikuti proses pembelajaran. Pada saat Tes Kemampuan Awal (TKA), Tes Evaluasi (TE), dan proses pembelajaran selama

  80

  82

Tabel 4.12 Skor Peningkatan Siswa

  13. Siswa 13

  No. Nama Siswa Peningkatan

  1

  2

  1. Siswa 1 80 100

  2. Siswa 2

  80

  3. Siswa 3

  70

  90

  4. Siswa 4

  5. Siswa 5 100

  60

  6. Siswa 6

  90

  7. Siswa 7 90 100

  8. Siswa 8

  90

  9. Siswa 9 90 100

  

10. Siswa 10 100 100

  11. Siswa 11

  90

  

12. Siswa 12 100

  80

C. Analisis dan Pembahasan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  83

  empat pertemuan sudah diikuti lebih dari 80% siswa sehingga peneliti dapat menganalisis data yang diperoleh.

1. Analisis Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Proses pembelajaran dikatakan terlaksana dengan baik bila lebih dari 80% dari RPP telah terlaksana.

  a.

  Pertemuan Pertama 1.

  Observer 1 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 11.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan pertama adalah 11. Keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  Persentase keterlaksanaan 2. Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 11.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan pertama adalah 11. Keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  Persentase keterlaksanaan Rata-rata persentase keterlaksanaan pada pertemuan pertama adalah sebagai berikut:

  Rata-rata Persentase Keterlaksanaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  84

  b.

  Pertemuan Kedua 1.

  Observer 1 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 12.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan kedua adalah 12. Keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  Persentase keterlaksanaan 2. Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 12.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan kedua adalah 12. Keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  Persentase keterlaksanaan Rata-rata persentase keterlaksanaan pada pertemuan kedua adalah sebagai berikut:

  Rata-rata Persentase Keterlaksanaan c. Pertemuan Ketiga 1.

  Observer 1 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 9.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan ketiga adalah 11. Keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan ketiga menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  85

  Persentase keterlaksanaan 2. Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 9.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan ketiga adalah 11. Keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan ketiga menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

  Persentase keterlaksanaan Rata-rata persentase keterlaksanaan pada pertemuan kedua adalah sebagai berikut:

  Rata-rata Persentase Keterlaksanaan d. Pertemuan Keempat 1.

  Observer 1 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 12.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan keempat adalah 12. Keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan keempat menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

  Persentase keterlaksanaan 2. Observer 2 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 12.

  Skor terlaksana keseluruhan pada pertemuan keempat adalah 12. Keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan keempat menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  86

  Persentase keterlaksanaan Rata-rata persentase keterlaksanaan pada pertemuan keempat adalah sebagai berikut:

  Rata-rata Persentase Keterlaksanaan Dari perhitungan rata-rata keterlaksanaan pertemuan pertama sampai keempat diperoleh keterlaksanaan keseluruhan adalah

  Rata-rata Persentase Keterlaksanaan Keseluruhan

  Tabel 4.13

  Persentase Keterlaksanaan RPP

  Persentase Keterlaksanaan Pertemuan ke- Observer ke-

  I II

  III

  IV 1 100% 100% 81,81% 100% 2 100% 100% 81,81% 100%

  Rata-rata 100% 100% 81,81% 100% Rata-rata Keterlaksanaan 95,45%

  Keseluruhan

  Rata-rata persentase keterlaksanaan keseluruhan didapat 95,45% menunjukkan persentase keterlaksanaan keseluruhan lebih dari 80% maka dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

  Student Teams Achievement Divisions (STAD) telah dan dapat terlaksana

  dengan baik di kelas kelas VIII A semester gasal tahun ajaran 2013/ 2014 SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  87

2. Analisis Data Keterlibatan Siswa

  Dari hasil pengamatan tiap kelompok pada tabel 4.8 diperoleh data keterlibatan siswa sebagai berikut.

Tabel 4.14 Data Keterlibatan Kelompok Secara Keseluruhan

  

No. Nama Kelompok Jumlah Skor Keterlibatan Siswa

  1. Merah 111

  2. Hijau 165

  3. Biru 153

  4. Kuning 131

  Pada tabel 4.14 dapat diperoleh jumlah skor terbesar (A) adalah 165 dan jumlah skor terkecil (B) adalah 111. Maka dengan menggunakan skala Likert dapat diperoleh kriteria tingkat keterlibatan siswa dalam masing- masing kelompok, yaitu sebagai berikut:

  A Jumlah skor terbesar 165

  B Jumlah skor terkecil 111

  C 10,8 sehingga didapat lima kriteria keterlibatan yaitu: Rendah Sekali (RS) : 111 x 121,8 Rendah (R) : 121,8 x 132,6 Sedang (S) : 132,6 x 143,4 Tinggi (T) : 143,4 x 154,2 Tinggi Sekali (TS) : 154,2 x 165

  Kriteria tingkat keterlibatan siswa dalam masing-masing kelompok, yaitu sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  88

Tabel 4.15 Kriteria Tingkat Keterlibatan Kelompok

  

No. Nama Kelompok Kriteria Keterlibatan

  1. Merah Rendah sekali

  2. Hijau Tinggi sekali

  3. Biru Tinggi

  4. Kuning Rendah

Tabel 4.15 menunjukkan bahwa kelompok Hijau masuk dalam kriteria keterlibatan Tinggi Sekali (TS), kelompok Biru masuk dalam kriteria

  keterlibatan Tinggi (T), kelompok Kuning masuk dalam kriteria keterlibatan Rendah (R) dan kelompok Merah masuk dalam kriteria keterlibatan Rendah Sekali (RS). Maka, dapat diperoleh persentase tingkat keterlibatan adalah sebagai berikut:

Tabel 4.16 Persentase Tingkat Keterlibatan Kelompok

  

No. Kriteria Keterlibatan Interval Nilai Jumlah Kelompok Persentase

  1. Tinggi sekali 1 25% 154,2

165

  2. Tinggi 143,4 1 25%

154,2

  3. Sedang 132,6 0%

143,4

  4. Rendah 121,8 1 25%

132,6

  5. Rendah sekali 111 1 25%

121,8

  Grafik tingkat keterlibatan sesuai persentase di atas adalah sebagai berikut:

  Grafik 4.1 Kriteria Tingkat Keterlibatan Siswa dalam Kelompok

Kriteria Tingkat Keterlibatan Siswa dalam

Kelompok

  30% 25% 25% 25% 25% 25% 20% tase

  Rendah sekali sen 15% Per Rendah 10% Sedang Tinggi

  5% Tinggi Sekali 0%

  0% Rendah Rendah Sedang Tinggi Tinggi sekali Sekali

  Kriteria

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89

  Dilihat dari kriteria tingkat keterlibatan dapat disimpulkan bahwa terdapat dua kelompok yaitu Hijau dan Biru masing-masing pada kriteria Tinggi Sekali (TS) dan Tinggi (T) sehingga dapat dikatakan tingkat keterlibatan siswa dalam model pembelajaran kooperatif tipe Student

  Teams Achievement Divisions

  (STAD) pada siswa-siswi kelas VIII A semester gasal tahun ajaran 2013/ 2014 SMP BOPKRI Yogyakarta sudah cukup terlibat dalam pembelajaran.

  Tingkat keterlibatan kelompok pada tabel 4.15, kemudian dirinci menjadi tingkat keterlibatan masing-masing individu dengan menyamaratakan kriteria keterlibatan kelompok pada setiap kelompok

Tabel 4.17 Rincian Tingkat Keterlibatan Masing-masing Siswa

  

No. Nama Siswa Skor Tingkat Keterlibatan

  1. Siswa 1 131 Rendah

  2. Siswa 2 111 Rendah sekali

  3. Siswa 3 165 Tinggi sekali

  4. Siswa 4 111 Rendah sekali

  5. Siswa 5 131 Rendah

  6. Siswa 6 131 Rendah

  7. Siswa 7 153 Tinggi

  8. Siswa 8 111 Rendah sekali

  9. Siswa 9 111 Rendah sekali

  10. Siswa 10 153 Tinggi

  11. Siswa 11 165 Tinggi sekali

  12. Siswa 12 111 Rendah sekali

  13. Siswa 13 165 Tinggi sekali

  14. Siswa 14 153 Tinggi

  15. Siswa 15 153 Tinggi

  16. Siswa 16 131 Rendah

  17. Siswa 17 131 Rendah

  18. Siswa 18 165 Tinggi sekali

  19. Siswa 19 153 Tinggi

  20. Siswa 20 131 Rendah

  21. Siswa 21 165 Tinggi sekali

  22. Siswa 22 165 Tinggi sekali

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  90

Tabel 4.18 Persentase Tingkat Keterlibatan Masing-masing Siswa

  

No. Kriteria Keterlibatan Jumlah Siswa Persentase

  1. Tinggi sekali 6 27,28%

  2. Tinggi 5 22,72%

3. Sedang 0%

  4. Rendah 6 27,28%

  5. Rendah sekali 5 22,72%

Grafik 4.2 Tingkat Keterlibatan Masing-masing Siswa

  Perhitungan tingkat keterlibatan siswa berdasarkan indikator keterlibatan, dengan cara menjumlahkan masing-masing indikator keterlibatan dari empat kelompok tersebut. Ada 6 indikator keterlibatan. Perhitungannya yaitu dari masing-masing indikator keterlibatan pada setiap kelompok dijumlahkan sehingga didapatkan jumlah dari masing- masing indikator keterlibatan seperti tabel 4.8 diatas.

  27.28% 22.72% 0% 27.28%

  22.72% 0% 5%

  10% 15% 20% 25% 30%

  Rendah sekali

Rendah Sedang Tinggi Tinggi

Sekali Per sen tase

  Kriteria

Kriteria Tingkat Keterlibatan Masing-masing

Siswa

  Rendah sekali Rendah Sedang Tinggi Tinggi Sekali

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91

Tabel 4.19 Jumlah Masing-masing Indikator Keterlibatan Siswa dalam Kelompok

  

No. Indikator Keterlibatan Jumlah

  

1. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru maupun teman 116

  2. Siswa menjawab pertanyaan teman

  83

  3. Siswa mengemukakan pendapat kepada teman

  71

  4. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain

  60

  5. Siswa membantu teman lainnya

  42

  

6. Siswa berdiskusi dalam kelompok 188

  Dari Tabel 4.19, terlihat bahwa siswa-siswi kelas VIII A semester gasal tahun ajaran 2013/ 2014 SMP BOPKRI 1 Yogyakarta paling banyak

  berdiskusi dalam kelompok

  melakukan kegiatan pada nomor 6 yaitu . Jumlah indikator keterlibatan nomor 6 yaitu berdiskusi dalam kelompok adalah

  dengan jumlah 188

  yang paling tinggi , sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan berdiskusi dalam kelompok merupakan bentuk keterlibatan yang paling banyak dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran kelompok. Sementara kegiatan membantu teman lainnya merupakan indikator keterlibatan yang jumlahnya paling rendah dengan jumlah 42 . Hal ini menandakan bahwa kegiatan membantu teman lainnya seperti bersedia untuk menjelaskan kepada teman yang masih mengalami kesulitan, baik dalam memahami materi, soal maupun cara penyelesaian persoalan masih jarang dilakukan oleh siswa dalam diskusi kelompok di kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

11. Siswa 11 66,66 62,9

  14,21 19,98

  57,45 76,77 Standar Deviasi

  1206,59 1612,2 Rata-rata

  21. Siswa 22 60 90,7 Jumlah

  

20. Siswa 21 73,33 100

  

19. Siswa 20 46,66 40,7

  18. Siswa 19 40 88,8

  

17. Siswa 18 66,66 96,2

  

16. Siswa 16 46,66 88,8

  15. Siswa 15 60 100

  

14. Siswa 14 66,66 90,7

  

13. Siswa 13 66,66 66,6

  

12. Siswa 12 46,66 51,8

  92

3. Analisis Hasil belajar dalam model pembelajaran kooperatif tipe

  Student Teams Achievement Divisions (STAD) a.

  

1. Siswa 1 46,66 74,1

  Membandingkan hasil Tes Evaluasi (TE) dengan Tes Kemampuan Awal (TKA)

  Perbandingan rata-rata nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Tes Evaluasi (TE) oleh peneliti dibuat untuk 21 siswa karena ada 1 siswa tidak mengikuti salah satu dari tes tersebut yaitu siswa 17.

  Perbandingan rata-rata nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Tes Evaluasi (TE) disajikan sebagai berikut.

Tabel 4.20 Nilai TKA dan TE VIII A

  No. Nama Siswa TKA TE

  2. Siswa 2 60 88,8

  

9. Siswa 9 26,66 74,1

  3. Siswa 3 40 25,9

  

4. Siswa 4 53,33 74,1

  5. Siswa 5 60 85,2

  

6. Siswa 6 73,33 81,4

  7. Siswa 7 80 94,4

  8. Siswa 8 80 81,5

  

10. Siswa 10 46,66 55,5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  93

  Dari data pada Tabel 4.20 dapat diperoleh rata-rata nilai sebagai berikut: 1)

  Rata-rata Tes Kemampuan Awal (TKA) ̅ Standar Deviasi = 14,21

  2) Rata-rata Tes Evaluasi (TE)

  ̅ Standar Deviasi = 19,98

  Dilihat dari hasil rata-rata nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) yaitu 57,45 dengan standar deviasi 14,21 dan rata-rata nilai Tes Evaluasi (TE) yaitu 76,77 dengan standar deviasi 19,98 menunjukan bahwa rata-rata nilai Tes Evaluasi (TE) lebih besar daripada rata-rata nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) dan terdapat kenaikan sebesar 19,32.

  Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan rata-rata dari nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Tes Evaluasi (TE) maka digunakan uji t. Untuk melakukan uji t maka kedua data tersebut harus berdistribusi normal. Uji normalitas kedua data Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Tes Evaluasi (TE) ada di lampiran C.

  = Rata-rata Tes Kemampuan Awal (TKA) = Rata-rata Tes Evaluasi (TE)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  94

  Hipotesis nol dan alternatifnya adalah H : H :

1 Taraf signifikansi

  = 5%, ̅ ̅ .

  Uji sisi kanan, jadi Daerah kritis Daerah penolakan tolak H jika Statistik uji

  ̅ ̅ √

  √

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95

  Perhitungan uji t ̅ ̅

  √ √

  Karena ditolak. Jadi dengan model maka H pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) meningkatkan hasil belajar siswa-siswi kelas VIII A semester gasal tahun ajaran 2013/ 2014 SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.

  b.

  Menggunakan skala Likert Hasil belajar dalam model pembelajaran kooperatif tipe Student

  Teams Achievement Divisions (STAD) menggunakan skala Likert

  hanya melihat dari hasil Tes Evaluasi (TE). Peneliti membuat analisis untuk 22 siswa. Data pada tabel 4.11 diperoleh nilai tertinggi (A) adalah 100 dan nilai terendah (B) adalah 25,9. Untuk menentukan kriteria hasil belajar, dihitung dengan menggunakan skala Likert dengan perhitungan sebagai berikut:

  A Nilai Tertinggi 100

  B Nilai Terendah 25,9

  C 14,82

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

15. Siswa 15 100 Tinggi sekali

  5. Rendah sekali 25,9 40,72 2 9,1%

  4. Rendah 40,72 55,54 1 4,55%

  3. Sedang 55,54 70,36 4 18,18%

  2. Tinggi 70,36 85,11 5 22,72%

  1. Tinggi sekali 85,11 100 10 45,45%

  

No. Kriteria Interval Nilai Jumlah siswa Persentase

Tabel 4.22 Persentase Tingkat Keterlibatan Masing-masing Siswa

  

22. Siswa 22 90,7 Tinggi sekali

  

21. Siswa 21 100 Tinggi sekali

  

20. Siswa 20 40,7 Rendah dekali

  

19. Siswa 19 88,8 Tinggi sekali

  

18. Siswa 18 96,2 Tinggi sekali

  17. Siswa 17 81,5 Tinggi

  

16. Siswa 16 88,8 Tinggi sekali

  96

  sehingga didapat lima kriteria keterlibatan yaitu: Rendah Sekali(RS) : 25,9 x 40,72 Rendah (R) : 40,72 x 55,54 Sedang (S) : 55,54 x 70,36 Tinggi (T) : 70,36 x 85,11 Tinggi Sekali (TS) : 85,11 x 100

  

5. Siswa 5 85,2 Tinggi sekali

Tabel 4.21 Kriteria Hasil Belajar Siswa

  No. Nama Siswa Nilai Kriteria

  1. Siswa 1 74,1 Tinggi

  

2. Siswa 2 88,8 Tinggi sekali

  

3. Siswa 3 25,9 Rendah sekali

  4. Siswa 4 74,1 Sedang

  6. Siswa 6 81,5 Tinggi

  13. Siswa 13 66,6 Sedang

  

7. Siswa 7 94,4 Tinggi sekali

  8. Siswa 8 81,5 Tinggi

  9. Siswa 9 74,1 Tinggi

  10. Siswa 10 55,5 Sedang

  11. Siswa 11 62,9 Sedang

  12. Siswa 12 51,8 Rendah

  

14. Siswa 14 90,7 Tinggi sekali

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  97

  Dari 22 siswa yang kriteria hasil belajarnya Tinggi Sekali (TS) ada 10 siswa atau 45,45% dari jumlah seluruh siswa, kriteria hasil belajarnya Tinggi (T) ada 5 siswa atau 22,72% dari jumlah seluruh siswa, kriteria hasil belajarnya Sedang (S) ada 4 siswa atau 18,18% dari jumlah seluruh siswa, kriteria hasil belajarnya Rendah (R) ada 1 siswa atau 4,55% dari jumlah seluruh siswa, dan kriteria hasil belajarnya Rendah Sekali (RS) ada 2 siswa atau 9,1% dari jumlah seluruh siswa.

  Grafik hasil belajar siswa sesuai presentase hasil belajar adalah sebagai berikut:

  

Grafik 4.3 Hasil Belajar Siswa

  Dari persentase pada Grafik 4.4 dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  9.10% 4.55% 18.18% 22.72%

  45.45% 0% 5%

  10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50%

  Rendah sekali

Rendah Sedang Tinggi Tinggi

Sekali Per sen tase

  Interval Nilai Hasil Belajar Siswa

  Rendah sekali Rendah Sedang Tinggi Tinggi Sekali 25,9 40,72 55,54 70,36 85,11 100

  98 Achievement Divisions (STAD) memberikan pengaruh positif

  terhadap hasil belajar dilihat dari 45,45% siswa kelas VIII A SMP BOPKRI 1 Yogyakarta berada pada kriteria hasil belajar Tinggi Sekali.

4. Analisis Data Penghargaan Kelompok

  Kelompok Merah

  5 Siswa 18

  2 Siswa 3

  30

  30 Siswa 11

  5

  30 Siswa 13

  30

  30

  Siswa Peningkatan

  30 Siswa 21

  30

  20 Siswa 22

  30

  30 Rata-rata Kelompok 25,83 24,16 Rata-rata Akhir

  25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

Tabel 4.24 Peningkatan Kelompok HijauTabel 4.23 Peningkatan Kelompok Merah

  5 Siswa 3

  Siswa Peningkatan

  1

  2 Siswa 8

  20

  5 Siswa 4

  5

  30

  Kelompok Hijau

  5 Siswa 12

  5

  30 Siswa 9

  30

  30 Rata-rata Kelompok

  18

  Pembelajaran telah dilakukan selama empat kali pertemuan, peneliti memberikan penghargaan terhadap kelompok. Penghargaan kelompok diberikan berdasarkan rata-rata nilai peningkatan yang diperoleh masing- masing kelompok dengan memberikan predikat cukup, baik, sangat baik, dan sempurna.

  15 Rata-rata Akhir 16,5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  99

  Kelompok Biru

Tabel 4.25 Peningkatan Kelompok Biru

  Peningkatan Siswa

  1

  2 Siswa 7

  20

  30 Siswa 10

  30

  30 Siswa 14

  30

  30 Siswa 15

  5

  30 Siswa 19

  30

  30 Rata-rata Kelompok

  23

  30 Rata-rata Akhir 26,5

  Kelompok Kuning

Tabel 4.26 Peningkatan Kelompok Kuning

  Peningkatan Siswa

  1

  2 Siswa 1

  30

  30 Siswa 5

  30

  20 Siswa 6

  30

  5 Siswa 16

  30

  5 Siswa 17

  30

  5 Siswa 20

  30

  30 Rata-rata Kelompok 30 15,83 Rata-rata Akhir 22,91

  Sehingga dapat diperoleh kriteria penghargaan kelompok sebagai berikut:

Tabel 4.27 Penghargaan Kelompok

  

No. Kelompok Skor Peningkatan Status Kelompok

  1. Merah 16,5 Baik

  2. Hijau

  25 Sempurna

  3. Biru 26,5 Sempurna

  4. Kuning 22,91 Sangat Baik 5.

   Analisis Korelasi antara Keterlibatan Siswa dan Hasil Belajar Siswa

  Analisis korelasi ini hanya digunakan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan siswa dan hasil belajar siswa. Sebelum dilakukan uji korelasi, data keterlibatan siswa dan Tes Evaluasi (TE) terlebih dahulu dilakukan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov yang terdapat pada lampiran C dengan hasil keterlibatan siswa dan Tes Evaluasi (TE)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5

  9

  5

  2

  16. Siswa 16

  1

  5

  4

  15. Siswa 15

  1

  4

  2

  14. Siswa 14

  4

  3

  5

  13. Siswa 13

  1

  2

  1

  12. Siswa 12

  17. Siswa 17

  4

  3

  1

  korelasi sebagai berikut: ∑

  99 Dengan menggunakan korelasi jenjang, maka diperoleh koefisien

  ∑

  5

  5

  22. Siswa 22

  5

  5

  21. Siswa 21

  1

  4

  2

  20. Siswa 20

  1

  5

  4

  19. Siswa 19

  5

  5

  18. Siswa 18

  4

  100

  berdistribusi normal. Setelah itu, dilakukan uji korelasi dengan melihat

  5

  4

  3

  1

  4. Siswa 4

  16

  1

  5

  3. Siswa 3

  16

  1

  2

  2. Siswa 2

  4

  4

  2

  1. Siswa 1

  No. Nama Siswa Keterlibatan (x) Hasil Belajar (y)

Tabel 4.28 Korelasi antara Keterlibatan Siswa dan Hasil Belajar Siswa

  Rendah (R) dengan skor 2 dan Rendah Sekali (RS) dengan skor 1, maka diperoleh data sebagai berikut:

tabel 4.17 dan tabel 4.21. Dimana ditentukan kriteria Tinggi Sekali (TS) dengan skor 5, Tinggi (T) dengan skor 4, Sedang (S) dengan skor 3,

  5. Siswa 5

  5

  11. Siswa 11

  4

  1

  3

  4

  10. Siswa 10

  9

  4

  1

  9. Siswa 9

  9

  1

  9

  8. Siswa 8

  1

  5

  4

  7. Siswa 7

  4

  4

  2

  6. Siswa 6

  5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  101

  Kemudian dilanjutkan Statistik Uji : √ √

  Dengan derajat kebebasan ( adalah Dilihat dari tabel t, dengan dan diperoleh lebih besar dari t yaitu

  hitung tabel

  . Karena t maka dapat disimpulkan bahwa pada taraf nyata 0,05 terdapat korelasi positif yang tinggi antara keterlibatan dan hasil belajar siswa.

6. Analisis Hasil Wawancara

  Wawancara dilakukan pada lima siswa yang keterlibatan dan hasil belajarnya diskonkordan (bertentangan), yaitu: a.

  Siswa a merupakan siswa yang nilai evaluasinya tinggi namun tingkat keterlibatan kelompoknya rendah.

  b.

  Siswa b merupakan siswa yang nilai evaluasinya tinggi namun tingkat keterlibatan kelompoknya rendah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  102

  c.

  Siswa c merupakan siswa yang nilai tes evaluasinya rendah namun tingkat keterlibatan dalam kelompoknya tinggi.

  d.

  Siswa d merupakan siswa yang nilai tes evaluasinya sedang namun tingkat keterlibatan dalam kelompoknya tinggi.

  e.

  Siswa e merupakan ada satu siswa yang nilai tes evaluasinya tinggi namun tingkat keterlibatan dalam kelompoknya sedang.

  Analisis hasil wawancara kelima siswa tersebut adalah sebagai berikut: a.

  Pendapat Siswa Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).

  1) Siswa a

  P : “Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?” Sa : “Senang, bisa belajar dengan baik.”

  P : “Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dengan metode pembelajaran tersebut? Kayak metode belajar bersama teman-teman tuh lebih mudah paham gak?”

  Sa : “Lebih mudah lah.” P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sa : “Kadang-kadang.” P : “Manfaat apa yang kamu peroleh dari pembelajaran kelompok kemarin? Apakah kamu lebih jelas atau malah bingung?”

  Sa : “Jelas pak.”

  2) Siswa b

  P : “Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?” Sb : “Seru, tambah tau pythagoras.” P :

  “Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  103 pelajaran dengan metode pembelajaran tersebut?” Sb : “Ya.” P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?”

  Sb :

“Setengah pak, kadang-kadang nanya.”

P : “Manfaat apa yang kamu peroleh dari pembelajaran kelompok kemarin?“ Sb : “Paham materi.”

  3) Siswa c

  P : “Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?” Sc : “Senang, baik untuk diri sendiri.” P :

  “Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dengan metode pembelajaran tersebut? Kayak metode belajar bersama teman-teman tuh lebih mudah paham gak?”

  Sc : “Lebih mudah.” P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sc :

  “Aktif pak.” P : “Manfaat apa yang kamu peroleh dari pembelajaran kelompok kemarin thu apa aja?“ Sc : “Membantu dalam memahami pelajaran.”

  4) Siswa d

  P : “Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?” Sd : “Kesannya lumayan bagus.” P :

  “Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dengan metode pembelajaran tersebut? belajar kelompok tuh lebih mudah dong atau malah bingung?” Sd : “Lebih dong.”

  P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sd : “Aktif.” P :

  “Manfaat apa yang kamu peroleh dari pembelajaran kelompok kemarin? : Sd : “Bisa lebih fokus untuk memahami pelajaran.”

  5) Siswa e

  P : “Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?” Se : “Senang.” P : “Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dengan metode pembelajaran tersebut? Kayak metode belajar bersama teman-teman tuh lebih mudah paham gak?” Se : “Lebih mudah memahami.”

  P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Se : “Aktif.” P :

  “Manfaat apa yang kamu peroleh dari pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  104 kelompok kemarin? Apakah kamu lebih jelas atau malah bingung?”

  Se : “Lebih gampang memahami materi.”

  Pendapat kelima siswa tersebut tentang model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) adalah siswa merasa senang karena mendapat suasana baru dalam belajar dan dapat saling bekerja sama dengan teman kelompoknya.

  b.

  Kemampuan Mengerjakan Tes Evaluasi 1) Siswa a

  P : Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? Sa : “Nomor 8 sama nomor 4.” P : “Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik?” Sa : “Ya lumayan pak.”

  2) Siswa b

  P : Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? Sb : “Nomor 5 sama nomor 8 gak ngerti.” P :

  “Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik?atau soalnya terlalu sulit?” Sb : “Bisa, tapi dikit-dikit bingung.”

  3) Siswa c

  P : “Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? “ Sc : “Nomor 6 sama nomor 8.” P : “Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik?atau soalnya terlalu sulit?” Sc : “Mengalami kesulitan, karena gak hapal rumusnya .”

  4) Siswa d

  P : Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? Sd : “Nomor 5 sama nomor 4.” P : “Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik?” Sd : “Ya lumayan pak.”

  5) Siswa e

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  105 P : Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? Se : “Nomor 8 susah rumusnya lupa.” P :

  “Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik?” Se : “Agak susah.”

  Pendapat dari kelima siswa tentang Tes Evaluasi (TE) adalah siswa cukup dapat mengerjakan soal Tes Evaluasi (TE) dengan baik.

  Namun, siswa merasa kesulitan pada soal-soal menerapkan Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang, dan dalam kehidupan sehari-hari, dan mengalami kesulitan untuk mengingat rumus Pythagoras.

  c.

  Keterlibatan Siswa dalam Kelompok Selama Proses Pembelajaran dan Faktor Lain yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa

  1) Siswa a

  Saat proses pembelajaran berlangsung siswa a cenderung malas untuk terlibat dalam kelompok. Siswa a juga jarang menanggapi dan memberikan pendapat dalam diskusi kelompok. Tetapi, saat akan menghadapi ujian, siswa tersebut selalu belajar sehingga mendapat hasil belajar yang cukup baik. Seperti kutipan wawancara berikut ini:

  P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sa : “Kadang-kadang.” P : “Pernahkan kamu mengajukan pendapat di dalam kelompokmu?” Sa : “Enggak.” P :

  “Apakah kamu menanggapi pendapat teman kamu yang berpendapat?” Sa : “Enggak.” P : “Apakah orang tuamu selalu menyuruh kamu belajar? atau kesadaran kamu sendiri??” Sa : “Kesadaran sendiri.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  106

P : “Berapa lama kamu belajar sewaktu dirumah?”

Sa :

  “1 jam.” P : “Bagaimana cara anda belajar di rumah? rutin atau kalau mau ujian doang?” Sa : “Kalau mau ujian doang.”

  2) Siswa b

  Saat proses pembelajaran berlangsung siswa b cenderung kurang terlibat dalam kelompok. Siswa b juga tidak terlalu sering bertanya kepada temannya dalam diskusi kelompok. Tetapi, saat akan menghadapi ujian, siswa tersebut selalu belajar baik belajar sendiri maupun di tempat les sehingga mendapat hasil belajar yang baik. Seperti kutipan wawancara berikut ini:

  P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sb :

“Setengah pak, kadang-kadang nanya.”

P : “Pernahkan kamu mengajukan pendapat di dalam kelompokmu?” Sb : “Kadang-kadang.”

  P : “Berapa lama kamu belajar sewaktu dirumah?” Sb : “1 jam.” P :

  “Kamu mengikuti les atau tidak? ” Sb : “Ikut, les matematika, IPA, fisika.” P : “Jika saat belajar di rumah, kamu merasa belum paham, apakah yang kamu lakukan?” Sb : “Tanya sama tempat les.”

  3) Siswa c

  Saat diskusi kelompok, siswa c sering berdiskusi dengan temannya seperti bertanya kepada temannya maupun guru..

  Tetapi saat akan menghadapi ulangan, siswa tersebut tidak mempersiapkan dengan baik. Siswa tersebut tidak belajar sehingga hasil belajarnya masih kurang. Seperti kutipan wawancara berikut ini:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  107 P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sc :

  “Aktif pak.” P : “Jika kamu mengalami kesulitan, Apakah kamu bertanya pada teman lain atau guru? Sc : “Teman dan guru.”

  P : “Apakah kamu mau aktif berdiskusi dengan teman satu kelompokmu?” Sc : “Iya pak.” P : “Jika ada teman yang kesulitan, apakah kamu membantunya?” Sc : “Ya membantunya, nek ada yang tanya caranya dan jawabannya.” P : “Apakah orang tuamu selalu bertanya tentang pelajaranmu di sekolah?” Sc : “Enggak-enggak.”

  P : “Kamu mengikuti les atau tidak? ” Sc : “Gak, dulu pernah tapi sekarang gak lagi.”

  4) Siswa d

  Siswa d merasa senang dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa tersebut terlihat aktif mengikuti proses pembelajaran maupun diskusi kelompok. Siswa tersebut sering berdiskusi dengan temannya untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan guru. Tetapi saat akan menghadapi ulangan, siswa tersebut mempersiapkannya dengan kurang baik sehingga memperoleh hasil belajar yang cukup tetapi kurang maksimal. Seperti kutipan wawancara berikut ini:

  P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sd : “Aktif.” P : “Apakah kamu mau aktif berdiskusi dengan teman satu kelompokmu?” Sd : “Aktif.”

  P : “Jika kamu mengalami kesulitan dalam memahami materi atau dalam pemecahan masalah, kepada siapa kamu akan bertanya?”

  Sd : “Guru.” P : “Apakah orang tuamu selalu menyuruh kamu belajar? atau kesadaran kamu sendiri??”

  Sd : “Kadang-kadang disuruh orang tua, kadang-kadang kesadaran sendiri.” P : “Apakah orang tuamu selalu bertanya tentang pelajaranmu di sekolah?”

  Sd : “Sering.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  108

P : “Berapa lama kamu belajar sewaktu dirumah?”

Sd :

  “2 jam.” P : “Apakah kamu di rumah sering mengulang pelajaran yang dipelajari di sekolah?” Sd : “He‟em.”

  5) Siswa e

  Saat diskusi kelompok siswa e tidak terlalu aktif dalam berdiskusi, siswa tersebut hanya bertanya dengan temannya saja.

  Tetapi saat akan menghadapi ulangan, siswa tersebut belajar sendiri sehingga memperoleh hasil belajar yang baik. Seperti kutipan wawancara berikut ini:

  P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Se : “Kadang-kadang.” P : “Jika kamu mengalami kesulitan, Apakah kamu bertanya pada teman lain atau guru? Se : “Teman.” P : “Jika ada teman yang kesulitan, apakah kamu membantunya?” Se : “Ya membantunya jika ada teman yang tidak bisa mengerjakan.” P : “Apakah orang tuamu selalu menyuruh kamu belajar? atau kesadaran kamu sendiri??” Se : “Iya, kesadaran sendiri.”

  P : “Berapa lama kamu belajar sewaktu dirumah?” Se : “2 jam.”

  Peneliti menyimpulkan dari keseluruhan wawancara di atas bahwa siswa merasa senang dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Kemampuan siswa mengerjakan Tes Evaluasi (TE) tiap siswa berbeda, pada bagian tertentu siswa masih merasa kesulitan. Dalam diskusi kelompok, tingkat keterlibatan tiap siswa berbeda-beda. Ada yang terlihat antusias dan aktif dalam mengikuti diskusi kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  109

  namun ada juga yang terlihat kurang bersemangat dan malas berdiskusi. Hasil belajar yang diperoleh tiap siswa juga berbeda-beda.

  Tidak semua hasil belajar dipengaruhi oleh model pembelajaran yang diterapkan di kelas dan keterlibatan siswa saat proses pembelajaran tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.

D. Keterbatasan Penelitian

  Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan dalam pengambilan data saat penelitian, antara lain sebagai berikut: 1.

  Waktu pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini terbatas sehingga hasil yang dicapai kurang maksimal.

  2. Jumlah observer dalam penelitian ini dibatasi dikarenakan ruang kelas tidak memungkinkan untuk diamati oleh banyak observer. Pengamatan keterlibatan siswa tidak memungkinkan diamati secara individu, peneliti memutuskan untuk melakukan observasi kelompok. Dengan cara tersebut kemungkinan data yang diperoleh kurang mendeskripsikan hasil keterlibatan masing-masing individu karena pengamatannya secara umum dalam kelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian di kelas VIII A SMP BOPKRI 1 Yogyakarta,

  dapat disimpulkan bahwa: 1.

  Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  Achievement Divisions

  (STAD) pokok bahasan Teorema Pythagoras telah dan dapat terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari persentase keterlaksanaan keseluruhan sebesar 95,45% menunjukkan persentase keterlaksanaan keseluruhan lebih dari 80%.

  2. Tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika dengan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) memiliki kriteria tinggi. Hal ini dapat dilihat dari nilai keterlibatan masing-masing kelompok selama empat kali pertemuan. Dari empat kelompok, ada 2 kelompok yang masing-masing pada kriteria Tinggi Sekali (TS) dan Tinggi (T) memiliki masing-masing kriteria tingkat keterlibatan sebesar 27,28% dan 22,72%, 1 kelompok kriteria tingkat keterlibatan Rendah (R) sebesar 27,28%, dan 1 kelompok kriteria tingkat keterlibatan Rendah Sekali (RS) sebesar 22,72%.

3. Hasil belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif tipe Student

  Teams Achievement Divisions (STAD) meningkat. Hal ini dapat dilihat

  dari hasil perbandingan rata-rata nilai Tes Kemampuan Awal (TKA) dengan rata-rata nilai Tes Evaluasi (TE) yang mengalami kenaikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  111

  sebesar 19,32 dan presentase Tes Evaluasi (TE) terbesar terdapat pada kriteria Tinggi Sekali (TS) yaitu sebesar 45,45%, kriteria Tinggi (T) sebesar 22,72%, kriteria Sedang (S) sebesar 18,18%, sedangkan pada kriteria Rendah (R) sebesar 4,55% dan kriteria Rendah Sekali (RS) sebesar 9,1%.

B. Saran

  Adapun saran yang dapat diberikan oleh peneliti agar penelitian mendatang lebih baik adalah sebagai berikut:

1. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Divisions

  (STAD) dapat diterapkan pada pokok bahasan lain ataupun mata pelajaran lainnya.

  2. Rencana pelaksanaan pembelajaran, instrumen yang diperlukan, dan pemahaman materi harus dipersiapkan dengan baik, agar penelitian dapat berjalan dengan lancar.

  3. Perlu adanya strategi yang dapat membuat siswa aktif terlibat berdiskusi dalam kelompok-kelompok, tidak hanya ikut-ikut saja dan pasif di dalam kelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, I.K, dkk. 2011.

  Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu “Pengaruhnya Terhadap Konsep, Mekanisme, dan Proses Pembelajaran Sekolah Swasta dan Negeri”. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya.

  Beetlestone, Florence. 2012. Creative Learning: Strategi Pembelajaran untuk

  Melesatkan Kreatifitas Siswa . Bandung: Nusa Media.

  Dahar, Ratna Wilis. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Gramedia. Danim, Sudarman. 2010. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Egen, Paul & Kauchak, Don. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran: Mengajarkan Konten dan Keterampilan Berpikir . Jakarta: Indeks. Gibb, Jack R. 1960. Socio Psychological Process of Group Interaction dalam

  Nelson B. Henry (et all. The Dynamics of Interaction Group-Fifty-

  Ninth Yearbook, National Society of the study of Education). Chicago: University of Chicago Press.

  Gredler, Margaret E. 2011. Learning Instruction: Teori dan Aplikasi. Jakarta: kencana. Hohenwarter, M. & Fuchs, K. (2004). Combination of Dynamic Geometry,

  

Algebra, and Calculus in the Software System Geogebra

  . Tersedia: www.geogebra.org/publications/pecs_2004.pdf . [21 april 2013]. Hohenwarter, M., et al. (2008). Teaching and Learning Calculus with Free Dynamic Matgematics Software GeoGebra . Tersedia; http://www.

  

publications.uni.lu/record/2718/files/ICME11-TSG16.pdf

  . [21 april 2013]

  Huda, Miftahul. 2011. Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur dan Model

  Penerapan . Yogyakarta: Pustaka pelajar.

  Hudojo, Herman. 1988. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud. Isjoni. 2010. Cooperative Learning: Efektifitas Pembelajaran Kelompok.

  Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  113

  Lie, Anita. (2002). Cooperatif Learning: Mempraktikkan Cooperatif Learning di Ruang-Ruang Kelas . Jakarta: Grasindo. Riduwan. 2008. Dasar-dasar Statistika. Bandung: PT. Alfabeta. Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru . Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Siregar, Evelin & Hartini, Nara. 2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Slameto. 2010. Belajar Dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. rineka cipta. Slavin, Robert E. 1995. Cooperative Learning Theory, Research, and Practice.

  United States of America. Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktek.

  Bandung: Nusa Media. Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  Sukardi. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Bumi Aksara. Suprijono, Agus. 2009. Cooperative learning: teori & aplikasi PAIKEM.

  Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Suyono & hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

  Tamimuddin, Muh & Khikmawati, Muda. 2012. Modul Pemanfaatan Tik Dalam

  Pembelajaran Matematika Pemanfaatan Software Aplikasi Geogebra I . Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI P4TK.

  Tampomas, Husein. 2006. Matematika Plus SMP Kelas VIII Semester Pertama.

  Jakarta: Yudistira. Trianto, 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

  Winataputra, Udin. S. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka. Winkel, W.S. 1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT Grasindo.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN A 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2. Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Kunci Jawaban 3. Instrumen Observasi/ Pengamatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sekolah : SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester :

  6. Menghitung menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku.

  5. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa.

  4. Mengenal triple Pythagoras.

  3. Mengenal kebalikan Pythagoras.

  2. Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui.

  Mengenal Teorema Pythagoras.

  2. Indikator 1.

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

  5. Peserta didik mampu menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku- siku dengan sudut istimewa.

  4. Peserta didik mampu mengenal triple Pythagoras.

  3. Peserta didik mampu mengenal kebalikan Pythagoras.

  2. Peserta didik mampu menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui.

  Peserta didik mampu membuktikan Teorema Pythagoras.

  3.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku- siku.

  Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar :

  VIII A/ I Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (3 pertemuan) Satandar Kompetensi : 3.

1. Tujuan 1.

  6. Peserta didik mampu menghitung menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran (5 menit)

  (60 menit)

  d. Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS

  terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.

  c. Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen yang

  b. Guru memberikan contoh soal tentang Teorema Pythagoras.

  Guru menjelaskan materi tentang Teorema Pythagoras dan menggunakan GeoGebra.(terlampir)

  2 Kegiatan Inti a.

  3. Materi Ajar Teorema Phytagoras (terlampir).

  4. Metode Pembelajaran 1.

  Guru mengecek kehadiran peserta didik.

  b.

  Guru mengucapkan salam pembuka.

  1 Kegiatan Pendahuluan a.

  No. Kegiatan Alokasi waktu

   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran: Pertemuan Pertama

  Tanya Jawab b. Diskusi c. Pemberian Tugas d. Presentasi e. Kuis 5.

  Model Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).

2. Metode Pembelajaran a.

  c.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Guru mengecek kehadiran peserta didik.

  (60 menit)

  Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen yang terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.

  c.

  Guru memberikan contoh soal tentang kebalikan Pythagoras dan triple Pythagoras.

  b.

  Guru menjelaskan materi tentang kebalikan Pythagoras dan triple Pythagoras.

  2 Kegiatan Inti a.

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran (5 menit)

  c.

  1) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  e. Guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu

  Guru mengucapkan salam pembuka.

  1 Kegiatan Awal a.

  Pertemuan Kedua No. Kegiatan Alokasi waktu

  (15 menit)

  Guru mengucapkan salam penutup.

  b.

  Guru memberikan refleksi dengan cara menunjuk siswa secara acak untuk mengomunikasikan pengalamannya selama diskusi kelompok.

  3 Kegiatan Penutup a.

  f. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.

  b.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1 Kegiatan Awal a.

  Guru memberikan contoh soal tentang menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut (60 menit)

  b.

  Guru menjelaskan materi tentang menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa dan menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku.

  2 Kegiatan Inti a.

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran (5 menit)

  c.

  Guru mengecek kehadiran peserta didik.

  b.

  Guru mengucapkan salam pembuka.

  d.

  Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS 2) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  (15 menit)

  Guru mengucapkan salam penutup.

  c.

  Guru memberikan kuis individual.

  b.

  Guru memberikan refleksi dengan cara menunjuk siswa secara acak untuk mengomunikasikan pengalamannya selama diskusi kelompok.

  Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  f.

  Guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.

  e.

3 Kegiatan akhir a.

  Pertemuan Ketiga No. Kegiatan Alokasi waktu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  istimewa dan menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku.

  c.

  Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen yang terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.

  d.

  Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS 3) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  e.

  Guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.

  f.

  Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  3 Kegiatan akhir (15 menit) a.

  Guru memberikan refleksi dengan cara menunjuk siswa secara acak untuk mengomunikasikan pengalamannya selama diskusi kelompok.

  b.

  Guru mengucapkan salam penutup.

6. Alat/ Bahan/ Sumber/ Media pembelajaran Alat dan Bahan : Spidol, penggaris dan viewer.

  Sumber Belajar :  Tampomas, Husein. 2006. Matematika Plus kelas 2A. Jakarta : Yudhistira.

  (terlampir)  LKS 1, LKS 2, dan LKS 3  Buku referensi lain yang relevan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

7. Penilaian 1.

  Teknik penilaian : a.

  Kuis 1 (terlampir) b.

  Observasi terhadap keterlibatan siswa dikelas dan kelompok menggunakan lembar observasi siswa (terlampir).

  Mengetahui Yogyakarta, 30 Agustus 2013

  Guru Matematika Peneliti Ariyanto Antonius Herman P

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

  Sekolah : SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester :

  VIII A/ I Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 pertemuan) Satandar Kompetensi :

  3. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar :

  3.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku- siku.

  A. Tujuan 1.

  Peserta didik mampu menerapkan Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang, dan dalam kehidupan sehari-hari.

  B. Indikator 1.

  Menerapkan Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang, dan dalam kehidupan sehari-hari.

  C. Materi Ajar Teorema Phytagoras (terlampir).

  D. Metode Pembelajaran 1.

  Model Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).

2. Metode Pembelajaran a.

  Tanya Jawab b.

  Diskusi c. Pemberian Tugas d.

  Presentasi e. Kuis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:

  Pertemuan Keempat Alokasi No. Kegiatan waktu

  1 Kegiatan Pendahuluan (5 menit) a.

  Guru mengucapkan salam pembuka.

  b.

  Guru mengecek kehadiran peserta didik.

  c.

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

  Kegiatan Inti

  2 (60 menit)

  a. Guru menjelaskan materi tentang penerapan Teorema

  Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang, dan dalam kehidupan sehari-hari.

  b. Guru memberikan contoh soal tentang penerapan

  Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang, dan dalam kehidupan sehari-hari.

  c. Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen yang

  terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.

  d. Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS

  4) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  e. Guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu

  siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.

  f. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  3 Kegiatan Penutup (15 menit) a.

  Guru memberikan refleksi dengan cara menunjuk siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  secara acak untuk mengomunikasikan pengalamannya selama diskusi kelompok.

  b.

  Guru memberikan kuis.

  c.

  Guru mengucapkan salam penutup.

F. Alat/ Bahan/ Sumber/ Media pembelajaran Alat dan Bahan : Kapur, Spidol, dan Viewer.

  Sumber Belajar :  Tampomas, Husein. 2006. Matematika Plus kelas 2A. Jakarta : Yudhistira.

  (terlampir)  LKS 4  Buku referensi lain yang relevan G.

   Penilaian 1.

  Teknik penilaian : a.

  Kuis 2 (terlampir) b.

  Observasi terhadap keterlibatan siswa dikelas dan kelompok menggunakan lembar observasi siswa (terlampir).

  Mengetahui Yogyakarta, 30 Agustus 2013

  Guru Matematika Peneliti Ariyanto Antonius Herman P

  Lampiran Materi Ajar Pertemuan pertama A.

   Teorema Pythagoras dengan Geogebra

  Langkah-langkah pembelajaran 1.

  Untuk mencari luas persegi ABDE geser slider a.

  2. Untuk mencari luas persegi ACFG geser slider b.

  3. Luas persegi BCHI diperoleh akibat dari kedua slider tersebut.

  4. Hubungan ketiga persegi itu disebut Teorema Pythagoras, yaitu : Luas persegi pada Hipotenusa (sisi terpanjang) = Jumlah luas persegi pada sisi lainnya. Oleh karena itu dalam segitiga siku-siku berlaku: Kuadrat Hipotenusa (sisi terpanjang) = jumlah kuadrat dua sisi lainnya c

  2

  = a

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • b

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Pembuktian Teorema Pythagoras dengan Geogebra

  Langkah-langkah pembelajaran 1.

  Geser slider untuk melihat langkah-langkah pembuktian.

  2. Dari persegi tersebut dengan panjang sisi (A + B) dibuat empat segitiga siku-siku sehingga terbentuk persegi kecil.

  3. Untuk menentukan luas persegi dengan panjang sisi (A + B) dapat dicari

  dengan Luas persegi kecil dengan panjang sisi C ditambah 4 kali luas segitiga siku-siku 2 2 (A+B) = C + 4

  4. 2 2 2 ( A B ) A + 2AB + B = C + 2AB 2 2 2 A + B = C

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Mengenal Teorema Pythagoras

  Ilustrasinya sebagai berikut:

  Gambar (i) (ii)

  Dari gambar diatas dapat dihitung luas persegi pada tiap sisi segitiga, dan hasilnya adalah sebagai berikut:

   Tabel Menentukan Teorema Pythagoras Luas daerah Luas daerah Luas daerah Jumlah luas persegi pada persegi pada persegi pada daerah Gambar salah satu sisi sisi siku-siku sisi miring persegi pada siku-siku yang lain (hipotenusa) kedua sisi siku-siku (i) 3 x 3 = 9 4 x 4 = 16 5 x 5 = 25 9 + 16 = 25 (ii) 6 x 6 = 36 8 x 8 = 64 10 x 10 = 100 36 + 64 = 100

  Dari tabel diatas dapat dinyatakan teorema Pythagoras sebagai berikut: Pada setiap segitiga siku-siku, luas daerah persegi pada sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah luas daerah pada kedua sisi siku-siku.

  2. Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  A c b

  C B a Jika ABC adalah segitiga siku-siku dengan b panjang sisi miring, sedangkan a dan c panjang sisi siku-sikunya, maka berlaku:

  Pertemuan kedua 3.

   Mengenal Kebalikan Teorema Pythagoras

  A c b

  C B a Teorema Pythagoras menyatakan hubungan antara panjang setiap sisi sebuah segitiga siku-siku.

  Perhatikan segitiga siku-siku ACB dengan . Berikut ini: C = 90

  2

  2

  2

  c = a + b

  2

  2

  2

  b = c a

  2

  2

  2

  a = c b

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kebalikan teorema Pythagoras dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu segitiga siku-siku atau bukan, jika diketahui ketiga sisinya.

  Pada suatu ΔACB di atas berlaku: a.

  Jika kuadrat salah satu sisi sama dengan jumlah kuadrat dua sisi yang lain, maka segitiga tersebut siku-siku.

  2

  

2

  2

  c = a + b b. Jika kuadrat setiap sisi kurang dari jumlah kuadrat dua sisi yang lain, maka segitiga tersebut lancip.

  2

  

2

  2

  c < a b c.

  Jika kuadrat salah satu sisi lebih dari jumlah kuadrat dua sisi yang lain, maka segitiga tersebut tumpul.

  2

  

2

  2

  c > a b

4. Mengenal Triple Pythagoras

  Tripel Pythagoras adalah tiga bilangan asli yang tepat untuk menyatakan ukuran panjang dari hipotenusa dan sisi-sisi yang lain.

  Bilangan-bilangan asli a, b, dan c yang memenuhi hubungan disebut bilangan tripel Pythagoras.

  Cara mendapatkan triple Pythagoras adalah sebagai berikut: Tetapkan dua bilangan asli m dan n, dimana m > n. Kemudian, hitunglah masing-masing nilai , . Hasil

  , dan perhitungannya merupakan Tripel Pythagoras.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pertemuan ketiga 5.

   Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa (salah satu sudutnya adalah 30 , 45 , atau 60 ) a.

  dan 60 pada segitiga Perbandingan sisi-sisi segitiga khusus sudut 30 siku-siku

  Jika suatu segitiga sisi-sisinya berbanding

  atau √

  √ maka segitiga itu adalah segitiga siku-siku dengan sudut 90 menghadap sisi terpanjang (hipotenusa) menghadap

  , sudut 60 sisi siku-siku terpanjang , sudut 30 menghadap sisi siku-siku

  

terpendek a.

  b.

  Perbandingan sisi-sisi segitiga khusus sudut 45 Jika suatu segitiga sisi-sisinya berbanding

  ,

  √ atau √

  maka segitiga itu adalah segitiga siku-siku sama kaki dengan sudut 90 menghadap sisi terpanjang (hipotenusa) , dan sudut 45

  √ menghadap sisi siku-sikunya a.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 1 Indikator :  Mengenal Teorema Pythagoras.

   Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui Tujuan :

 Siswa mampu mengenal Teorema Pythagoras.

 Siswa mampu menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui. Kelas : Nama : Nama Kelompok : PETUNJUK: 1.

  Pythagoras dan Pelajari Lembar Kerja Siswa tentang konsep Teorema Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui secara berdiskusi dengan teman-temanmu satu kelompok!

  2. Diskusikan dan bahas bersama dengan temanmu tentang kesulitan yang kamu temui! Jika dalam kelompokmu belum diperoleh jawabannya, tanyakan pada gurumu, tetapi berusahalah semaksimal mungkin terlebih dahulu! 3. Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

  MATERI Untuk menentukan Teorema Pythagoras, dapat digunakan gambar di bawah ini yaitu pada luas persegi dan luas segitiga siku-siku.

  Dari persegi PQRS dengan panjang sisi (a + b) dibuat empat segitiga siku-siku sehingga terbentuk persegi ABCD.

  Untuk menentukan luas persegi ABCD dapat dicari dengan

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Luas persegi PQRS dikurangi 4 kali luas segitiga siku-siku 2 Luas ABCD = (.....+.....) 2 2 – 4 ( ..... b ) c = a + b + 2ab - ....... c c = ...................... 2 c c = .....................

  Pada uraian di atas diperoleh hubungan antara a, b, c yang merupakan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan c sebagai sisi miring (hipotenusa) serta a dan b merupakan sisi-sisi tegak segitiga.

  Selain menggunakan cara di atas, pembuktian Teorema Pythagoras dapat pula dengan cara sebagai berikut: Perhatikan gambar di bawah! Segitiga siku-siku mempunyai sebuah persegi pada setiap sisinya. Persegi pada sisi miring merupakan persegi terbesar.

  Hubungan ketiga persegi itu disebut Teorema Pythagoras, yaitu : Luas persegi pada Hipotenusa (sisi terpanjang) = Jumlah luas persegi pada sisi lainnya.

  Oleh karena itu dalam segitiga siku-siku berlaku: Kuadrat Hipotenusa (sisi terpanjang) = jumlah kuadrat dua sisi lainnya 2

2

2

c = a + b

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LATIHAN AWAL 1. Hitunglah luas daerah masing-masing bangun persegi di bawah ini.

  a.

  b.

  Jumlah luas Luas daerah persegi Luas daerah persegi Luas daerah daerah persegi Gambar pada salah satu sisi pada sisi siku-siku persegi pada sisi pada kedua sisi siku-siku yang lain miring (hipotenusa) siku-siku a.

  …. …. …. ….

  b.

  100 …. …. ….

2. Hitunglah luas daerah yang ditandai (x) pada gambar berikut ini! a.

  Jawab: Luas persegi pada sisi miring = 225 2 L persegi salah satu siku-siku + L persegi sisi cm

  144

2 siku-siku lain

cm 2 2 225 cm = 144cm + x x x = .......

  ....... 2 x = ....... cm Jawab: b. Jawab: c.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Pada Δ ABC, c merupakan hypotenusa, a dan b merupakan sisi-sisi tegaknya.

  Lengkapilah tabel berikut ini! a 2 6 ... b 3 ...

  15 c ...

  9

  17

  4. Hitunglah panjang sisi yang belum diketahui pada segitiga-segitiga berikut ini! a.

  Jawab: Jawab: b.

  5. Hitunglah panjang sisi yang belum diketahui pada segitiga-segitiga berikut ini! Jawab:

  

2

  2

  2 12 = .... + ....

  144 = .... + ....

  

2

x = ....

  x = ....

  Jawab:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 1 Hitunglah luas daerah masing-masing bangun persegi di bawah ini.

  1. Jumlah luas

  Luas daerah

Luas daerah persegi Luas daerah persegi daerah

persegi pada sisi

  Gambar pada salah satu sisi pada sisi siku-siku persegi pada miring siku-siku yang lain kedua sisi (hipotenusa) siku-siku

  a. 3x3= 9 4x4= 16 25 9+16= 25

b. 6x6=36 8x8=64 100 36+64=100 2.

  Hitunglah luas daerah yang ditandai (x) pada gambar berikut ini! a.

  Jawab: Luas persegi pada sisi miring =

  225 2 L persegi salah satu siku-siku + L persegi cm sisi siku-siku lain

  144 2 cm

  2

  2

  225 cm = 144 cm + x x = 225 144

  2 x

  x = 81 cm

  Jawab: b.

  2

  2

  x = 25 m + 4 m

  2

  x = 29 m

  Jawab: c.

  2

  2

  64 cm = 49 cm + x x = 64

  • – 49

  2

  x = 15 cm

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Pada Δ ABC, c merupakan hypotenusa, a dan b merupakan sisi-sisi tegaknya.

  Lengkapilah tabel berikut ini! a

  2

  6

  8 b

  3

  15 √ c

  9

  17 √

  4. Hitunglah panjang sisi yang belum diketahui pada segitiga-segitiga berikut ini! a.

  Jawab:

  2

  2

  2 AB = 8 + 6

  2 AB = 100

  AB = 10

b. Jawab:

  2

  2

  2 PR = 12 + 9

  2 PR = 225

  PR = 15 5.

  Hitunglah panjang sisi yang belum diketahui pada segitiga-segitiga berikut ini! Jawab:

2

2 2

  12 = x + x 2 144 = 2x

2

x = 72 x =

  √ Jawab:

  

2

  2

  2

  20 = y + y

  2

  400 = 2y

  

2

  y = 200 y =

  √

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 2

Indikator :

   Mengenal kebalikan Pythagoras  Mengenal triple Pythagoras Tujuan :  Siswa mengenal kebalikan Pythagoras  Siswa mengenal triple Pythagoras Kelas : Nama : Nama Kelompok :

  PETUNJUK: 1.

  Teorema Pythagoras Pelajari Lembar Kerja Siswa tentang kebalikan dan triple secara berdiskusi dengan teman-temanmu satu kelompok!

  2. Diskusikan dan bahas bersama dengan temanmu tentang kesulitan yang kamu temui! Jika dalam kelompokmu belum diperoleh jawabannya, tanyakan pada gurumu, tetapi berusahalah semaksimal mungkin terlebih dahulu!

3. Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

  MATERI A. Kebalikan Teorema Pythagoras

  2

  2

  2

  c = a + b

  2

  2

  2

  b = c a

  2

  2

  2

  a = c b

  

Kebalikan teorema Pythagoras dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu segitiga

siku-siku atau bukan, jika diketahui ketiga sisinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada suatu ΔACB di atas berlaku: a.

  Jika kuadrat salah satu sisi sama dengan jumlah kuadrat dua sisi yang lain, maka segitiga tersebut siku-siku.

  2

  2

  2

  c = a + b b.

  Jika kuadrat setiap sisi kurang dari jumlah kuadrat dua sisi yang lain, maka segitiga tersebut lancip.

  2

  2

  2

  c a b

  c.

  Jika kuadrat salah satu sisi lebih dari jumlah kuadrat dua sisi yang lain, maka segitiga tersebut tumpul.

  2

  2

  2

  c a b

  Contoh Soal 1.

  Diketahui sisi segitiga yaitu 6 cm, 5 cm, dan 7 cm, apakah segitiga tersebut siku- siku? Jawab : Kita selidiki apakah kuadrat sisi terpanjang sama dengan kuadrat sisi yang lain atau bukan. 2 2 2 7 = 6 + 5

  Ternyata 49 36 + 25 Jadi untuk segitiga dengan panjang sisi 7 cm, 6 cm, 5 cm bukan merupakan segitiga siku-siku, melainkan segitiga lancip.

  2. Misal panjang sisi segitiga yang diketahui 13 cm, 12 cm, dan 5 cm. apakah segitiga tersebut siku-siku? Jawab : Kita selidiki apakah kuadrat sisi terpanjang sama dengan kuadrat sisi yang lain atau bukan. 2 2 2 13 = 12 + 5

  Ternyata 169 144 + 25 Jadi untuk segitiga dengan panjang sisi 13 cm, 12 cm, 5 cm merupakan segitiga siku- siku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Tripel Pythagoras

  

Tripel Pythagoras adalah tiga bilangan asli yang tepat untuk menyatakan ukuran

panjang dari hipotenusa dan sisi-sisi yang lain. 2 2 2 Bilangan-bilangan asli a, b, dan c yang memenuhi hubungan c = a + b disebut bilangan tripel Pythagoras.

  Cara mendapatkan triple Pythagoras adalah sebagai berikut: Tetapkan dua bilangan asli m dan n, dimana m n. Kemudian, hitunglah masing- masing nilai , . Hasil perhitungannya merupakan Tripel

  , dan Pythagoras .

  Contoh Soal: Salin dan lengkapilah tabel berikut! No. m n

  Tripel Pythagoras 1.

  2

  1

  3

  4 5 3, 4, 5 2.

  3

  2

  5

  12 13 5, 12, 13 3.

  4

  2

  12

  16 20 12, 16, 20 LATIHAN 1.

  Periksalah apakah segitiga di bawah ini siku-siku? a.

  Sebuah segitiga memiliki sisi-sisi yang panjangnya 10 cm, 24 cm dan 26 cm.

  Kita selidiki apakah kuadrat sisi terpanjang sama dengan kuadrat sisi yang lain atau bukan. …… = …... + ....... Ternyata …………………… Jadi untuk segitiga dengan panjang sisi merupakan

  10 cm, 24 cm dan 26 cm

  segitiga ……………………

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b.

  AB = 6 cm, BC = 5 cm, dan AC = 3 cm Kita selidiki apakah kuadrat sisi terpanjang sama dengan kuadrat sisi yang lain atau bukan. …… = …... + ....... Ternyata …………………… Jadi untuk segitiga dengan panjang sisi 10 cm, 6cm, 8 cm merupakan segitiga ……………………

  2. Apakah tripel bilangan berikut ini merupakan Tripel Pythagoras? a.

  12, 5, 13 Jawab: 12, 5, 13 2 2 2

  c = a + b 2 2 2 13 = … + … 169 = … + … 169 = …

  Jadi, 5, 12, 13 merupakan ……………………….

  b.

  13,14,15 Jawab: 3.

  Tentukan nilai x agar triple bilangan berikut ini merupakan triple Pythagoras! x, 2x, dan 10 √

  Jawab:

  2

  2

  2 10 = .... + .....

  √

  2

  ...... = ....... x

  2 3x = .......

  2 x = .......

  x = √ x = .....

  4. Periksalah 10, 20, dan √ merupakan triple Pythagoras? Jawab: 10, 20,

  √

  2 20 = ...... + ......

  ..... = ...... + ...... ..... = ...... Jadi, 10, 20, √ ……………………….

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 2

LATIHAN

  1. Periksalah apakah segitiga di bawah ini siku-siku? a.

  Sebuah segitiga memiliki sisi-sisi yang panjangnya 10 cm, 24 cm dan 26 cm.

  Kita selidiki apakah kuadrat sisi terpanjang sama dengan kuadrat sisi yang lain atau bukan. 2 2 2 26 = 10 + 24 Ternyata 676 = 100 + 576 Jadi untuk segitiga dengan panjang sisi merupakan

  10 cm, 24 cm dan 26 cm segitiga siku-siku.

  b.

  AB = 6 cm, BC = 5 cm, dan AC = 3 cm Kita selidiki apakah kuadrat sisi terpanjang sama dengan kuadrat sisi yang lain atau bukan.

  2

  2

  2

  6 = 5 + 3 Ternyata 36 25 + 9 Jadi untuk segitiga dengan panjang sisi 10 cm, 6 cm, 8 cm merupakan segitiga tumpul.

  2. Apakah tripel bilangan berikut ini merupakan Tripel Pythagoras? a.

  12, 5, 13 Jawab: 12, 5, 13 2 2 2

  13 = 5 + 12 169 = 25 + 144 169 = 169 Jadi, 5, 12, 13 merupakan tripel Pythagoras.

  b.

  13,14,15 Jawab: 13, 14, 15 2 2 2

  15 = 13 + 14 225 = 169 + 196 225 365

  Jadi, 5, 12, 13 bukan merupakan tripel Pythagoras.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Tentukan nilai x agar triple bilangan berikut ini merupakan triple Pythagoras! a. x, x, dan 20

  Jawab: x, x, 20

  2

  2

  2

  20 = x + x

  2

  2

  20 = 2x

  2

  2

  2x = 20

  2

  x = 200 x = 10√2 b. x, 2x, dan 10√

  Jawab:

  2

  2

  2

  10 = x + 2x √

  2

  300 = 3x

  2

  3x = 300

  2

  x = 100 x = 10

  4. Periksalah apakah tiga bilangan yang disajikan berikut ini merupakan triple Pythagoras? a.

  10, 20, dan √ Jawab: 10, 20,

  √

  2

  20 = 400

  2

  2

  10 +( = 100 + 3 √ )

  2

  2

  2

  20 + (

  10 √ )

  Jadi, 10, 20, √ bukan tripel Pythagoras.

  b.

  10,20, dan 10√3 Jawab: 10,20, dan 10√3

  2

  20 = 400

  2

  2

  10 = 100 + 300

  • ( 10√3)

  2

  2

  400

  • (10√3)

10 Jadi, 10, 20, 10√3 merupakan tripel Pythagoras.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 3 Indikator :

   Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa.  Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku. Tujuan  Siswa dapat menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa.

   Siswa dapat menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku. Kelas : Nama : Nama Kelompok : PETUNJUK:

  

1. Pelajari Lembar Kerja Siswa menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku

dengan sudut istimewa secara berdiskusi dengan teman-temanmu satu kelompok!

  2. Diskusikan dan bahas bersama dengan temanmu tentang kesulitan yang kamu temui! Jika dalam kelompokmu belum diperoleh jawabannya, tanyakan pada gurumu, tetapi berusahalah semaksimal mungkin terlebih dahulu! 3. Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

  MATERI A. Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku untuk sudut istimewa 1. dan 60 pada segitiga siku- Perbandingan sisi-sisi segitiga khusus sudut 30 siku

  Jika suatu segitiga sisi-sisinya berbanding √ atau √ maka segitiga itu adalah segitiga siku-siku dengan sudut 90 menghadap sisi terpanjang (hipotenusa) menghadap sisi siku- , sudut 60 siku terpanjang menghadap sisi √ , sudut 30 siku-siku terpendek a.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Perbandingan sisi-sisi segitiga khusus sudut 45

  Jika suatu segitiga sisi-sisinya berbanding √ atau √ , maka segitiga itu adalah segitiga siku-siku sama kaki dengan sudut 90 menghadap sisi terpanjang (hipotenusa) √ , dan sudut 45 menghadap sisi siku-sikunya a.

LATIHAN AWAL 1.

  Salin dan lengkapilah tabel berikut ini! a b c

  12 … … √ … …

  … … √

2. Salin dan lengkapilah tabel berikut ini!

  p q r 6 … … …

  √ … … …

  10

  3. Diberikan ΔABC sama sisi dengan panjang sisinya 20 cm. hitunglah garis tinggi CD!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4.

  , dan . Hitunglah Dari gambar dibawah ini. AB = 12 cm, ACB = 45 ADB = 30 BC, AC, dan AD!

  5. Dari gambar di samping ini, ΔACB siku-siku di C, AD = 40 cm, , dan .

  BAC = 30 BDA = 60 Hitunglah panjang BD, AB, DC, dan BC!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8 √

  √ cm

  √ = 6√ Jadi panjang garis tinggi DC adalah 6

  Menurut perbandingan sisi segitiga khusus sudut 60 , kita memperoleh: AD = AC = 20 = 10 DC = AD

  Diberikan ΔABC sama sisi dengan panjang sisinya 20 cm. hitunglah garis tinggi CD! Jawab:

  10 3.

  5 √

  16

  

KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 3

LATIHAN AWAL

1. Salin dan lengkapilah tabel berikut ini!

  a b c

  6 √

  p q r

  Salin dan lengkapilah tabel berikut ini!

  4 √ 2.

  4

  √ √ √

  12 √

  12

  12

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4.

  , dan . Dari gambar dibawah ini. AB = 12 cm, ACB = 45 ADB = 30

  Hitunglah BC, CA, dan AD! Jawab: BC = AB = 12 cm AC = AB

  √ = 12√ cm AD = 2 x CD = 2 x 12= 24 cm 5. Dari gambar di samping ini,

  ΔACB siku-siku di C, AD = 40 cm, , dan .

  BAC = 30 BDA = 60 Hitunglah panjang BD, AB, DC, dan BC!

  Jawab: Segitiga ABD siku-siku di B maka: Panjang BD = AD karena AD sisi miring

  = 20 cm Panjang AB = BD

  √ = 20√ cm Panjang DC = BD = x 20 = 10 cm Panjang BC = 10

  √ cm

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 4 Indikator :

   Menerapkan Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang dan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan

   Siswa dapat menerapkan Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang dan dalam kehidupan sehari-hari. Kelas : Nama : Nama Kelompok : PETUNJUK: 1.

  Teorema Pythagoras secara berdiskusi Pelajari Lembar Kerja Siswa tentang konsep dengan teman-temanmu satu kelompok!

  

2. Diskusikan dan bahas bersama dengan temanmu tentang kesulitan yang kamu

temui! Jika dalam kelompokmu belum diperoleh jawabannya, tanyakan pada gurumu, tetapi berusahalah semaksimal mungkin terlebih dahulu! 3. Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

LATIHAN AWAL 1.

  Panjang diagonal belah ketupat masing-masing DB = 16 cm dan AC = 30 cm.

  Tentukan panjang sisi belah ketupat itu! Jawab.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Sebuah tiang listrik, agar berdiri tegak ditahan oleh tali kawat baja. Jika jarak dari patok pengikat terhadap tiang listrik adalah 5 m dan tinggi tiang listrik adalah 4 m, maka tentukanlah panjang tali kawat baja minimal yang dibutuhkan!

  Jawab.

  3. Kubus ABCD. EFGH dengan panjang rusuk = 10 cm. Hitunglah panjang diagonal sisi kubus BE dan panjang diagonal ruang kubus!

  Jawab.

  4. Sebuah pesawat terbang kearah utara dengan jarak 80 km kemudian ke timur sejauh 150 km. hitunglah jarak pesawat tersebut dari tempat semula!

  Jawab.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KUNCI LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 4

LATIHAN AWAL

1. Panjang diagonal belah ketupat masing-masing DB = 16 cm dan AC = 30 cm.

  Tentukan panjang sisi belah ketupat itu! 2.

  Sebuah tiang listrik, agar berdiri tegak ditahan oleh tali kawat baja. Jika jarak dari patok pengikat terhadap tiang listrik adalah 5 m dan tinggi tiang listrik adalah 4 m, maka tentukanlah panjang tali kawat baja minimal yang dibutuhkan!

  Jawab: Misalkan titik tengahnya O maka DO = 8 cm, CO = 15cm. CD 2

= CO

2 + DO 2 CD 2

= 15

2 + 8 2 CD 2 = 225 + 64= 289 CD= 17 cm

  Jadi panjang sisi belah ketupat adalah 17 cm.

  Jawab. Misal tali kawat baja dilambangkan dengan b, maka: b 2 = 5 2 + 4

2

b 2 = 25 + 16 b 2 = 41 b=

  √ cm Jadi panjang kawat baja minimal yang dibutuhkan adalah

√ cm

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Kubus ABCD. EFGH dengan panjang rusuk = 10 cm. Hitunglah panjang diagonal sisi kubus BE dan panjang diagonal ruang kubus!

  Jawab. Panjang diagonal sisi kubus 2 2 2 BE = 10 + 10 2 BE = 100 + 100 2 BE = √

  BE = √ Jadi panjang diagonal sisi kubus adalah √ cm. Panjang diagonal ruang kubus 2 2 2 CE = BE + BC 2 CE = 2

  • CE = CE = √ CE = √

  Jadi panjang diagonal sisi kubus adalah √ cm.

  4. Sebuah pesawat terbang kearah utara dengan jarak 80 km kemudian ke timur sejauh 150 km. hitunglah jarak pesawat tersebut dari tempat semula!

  Jawab. misalkan jarak terpendek dilambangkan dengan x 2 2 2 x = 80 + 150 2 x = 6400 + 22500 2 x = 27900 x = 170 km

Jadi jarak terpendek pesawat tersebut dari tempat semula adalah 170 km.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (Pertemuan Pertama) Hari/ Tanggal : …………………………………………………….. Observer : ……………………………………………………..

  

No. Kegiatan Terlaksana Tidak

  1 Kegiatan Awal a.

  Guru mengucapkan salam pembuka.

  b.

  Guru mengecek kehadiran peserta didik.

  c.

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

  2 Kegiatan Inti a.

  Guru menjelaskan materi tentang Teorema Pythagoras dan menggunakan alat peraga GeoGebra.

  b.

  Guru memberikan contoh soal tentang Teorema Pythagoras.

  c.

  Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen yang terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.

  d.

  Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS 1) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  e.

  Guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.

  f.

  Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  3 Kegiatan akhir a.

  Guru memberikan refleksi dan membuat rangkuman pembelajaran.

  b.

  Guru mengucapkan salam penutup.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (Pertemuan Kedua) Hari/ Tanggal : …………………………………………………….. Observer : ……………………………………………………..

  

No. Kegiatan Terlaksana Tidak

  1 Kegiatan Awal a.

  Guru mengucapkan salam pembuka.

  b.

  Guru mengecek kehadiran peserta didik.

  c.

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

  2 Kegiatan Inti a.

  Guru menjelaskan materi tentang kebalikan Pythagoras dan triple Pythagoras dengan menggunakan alat peraga GeoGebra.

  b.

  Guru memberikan contoh soal tentang kebalikan Pythagoras dan triple Pythagoras.

  c.

  Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen yang terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.

  d.

  Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS 2) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  e.

  Guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.

  f.

  Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  3 Kegiatan akhir a.

  Guru memberikan refleksi dan membuat rangkuman pembelajaran.

  b.

  Guru memberikan kuis.

  c.

  Guru mengucapkan salam penutup.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (Pertemuan Ketiga) Hari/ Tanggal : …………………………………………………….. Observer : ……………………………………………………..

  

No. Kegiatan Terlaksana Tidak

  1 Kegiatan Awal a.

  Guru mengucapkan salam pembuka.

  b.

  Guru mengecek kehadiran peserta didik.

  c.

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

  2 Kegiatan Inti

  a. menjelaskan materi tentang menghitung Guru perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa dan menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan menggunakan alat peraga GeoGebra.

  b.

  Guru memberikan contoh soal tentang menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut istimewa dan menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku.

  c.

  Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen yang terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.

  d.

  Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS 3) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  e.

  Guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.

  f.

  Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  3 Kegiatan akhir a.

  Guru memberikan refleksi dan membuat rangkuman pembelajaran.

  b.

  Guru mengucapkan salam penutup.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBAR PENGAMATAN KETERLAKSANAAN RPP

  Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok (LKS 4) pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama.

  Guru mengucapkan salam penutup.

  c.

  Guru memberi kuis.

  b.

  Guru memberikan refleksi dan membuat rangkuman pembelajaran.

  3 Kegiatan akhir a.

  Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

  f.

  Guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.

  e.

  (Pertemuan Keempat) Hari/ Tanggal : …………………………………………………….. Observer : ……………………………………………………..

  

No. Kegiatan Terlaksana Tidak

  Guru membentuk kelompok belajar yang heterogen yang terdiri dari 5 sampai dengan 6 siswa dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka.

  c.

  Guru memberikan contoh soal tentang penerapan Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang, dan dalam kehidupan sehari-hari.

  b.

  Guru menjelaskan materi tentang penerapan Teorema Pythagoras pada bangun datar, bangun ruang, dan dalam kehidupan sehari-hari.

  2 Kegiatan Inti a.

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

  c.

  Guru mengecek kehadiran peserta didik.

  b.

  Guru mengucapkan salam pembuka.

  1 Kegiatan Awal a.

  d.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain

  Kesediaan siswa untuk bekerja sama dan bertukarpikiran dalam menyelesaikan permasalahan dengan anggota kelompoknya.

  Siswa mampu memberikan tanggapan tentang pendapat yang diajukan oleh teman lain dalam menyelesaikan/ memecahkan persoalan. 5) Siswa membantu teman lainnya siswa bersedia untuk menjelaskan kepada teman yang masih mengalami kesulitan, baik dalam memahami materi, soal maupun cara penyelesaian persoalan. 6) Siswa berdiskusi dalam kelompok

  Siswa memberi pendapat dan membantu teman dalam menyelesaikan soal. 4) Siswa menanggapi pendapat atau jawaban siswa lain

  Siswa mampu memberikan jawaban/ solusi dari suatu permasalahan yang dialami siswa mengenai materi pelajaran. 3) Siswa mengemukakan pendapat

  Kegiatan siswa bertanya tentang materi pelajaran baik kepada guru maupun dengan sesama teman. 2) Siswa menjawab pertanyaan

  6. Siswa berdiskusi dalam kelompok Jenis Keterlibatan : 1) Siswa mengajukan pertanyaan

  5. Siswa membantu teman lainnya

  

LEMBAR PENGAMATAN KETERLIBATAN SISWA DALAM

KELOMPOK

  Hari/ Tanggal : …………………………………………………….. Observer : …………………………………………………….. Nama Kelompok : ……………………………………………………..

  2. Siswa menjawab pertanyaan teman

  1. Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru maupun teman

  25

  20

  15

  10

  5

  No. Hal yang diamati Menit ke-

  3. Siswa mengemukakan pendapat kepada teman

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN B 1. Soal Tes Kemampuan Awal (TKA) dan Kunci Jawaban 2. Soal Kuis dan Kunci Jawaban 3. Soal Tes Uji Coba 4. Soal Tes Evaluasi (TE) dan Kunci Jawaban

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

SOAL TES KEMAMPUAN AWAL (TKA)

Nama : …………………………………………………….. Kelas/ No. Absen : ……………………................................................

  1. Tentukan nilai dari a.

  √ = … b.

  √ = … c.

  √ = … 2.

  Tentukan luas dari segitiga siku-siku berikut! 3.

  Sebuah taman berbentuk segitiga sama kaki dengan panjang kaki yang sama 13 m, panjang sisi ketiga 24 m. Jika taman tersebut akan ditanami rumput dengan biaya Rp 50.000 per m

  

2

  , hitunglah keseluruhan biaya yang diperlukan!

  4. Dari suatu persegi diketahui luas daerahnya adalah 576 cm

  2

  . Tentukan panjang sisi persegi tersebut!

  4 √

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Soal Skor 1. Tentukan nilai dari

  1 a. √ = 13

  1

  b. = 8889 √

  1

  c. = 300 √ 2.

  Tentukan luas dari segitiga siku-siku berikut!

  √

4 Jawab.

  √

  3 Luas segitiga = = =

  √ 3. Sebuah taman berbentuk segitiga sama kaki dengan panjang kaki yang sama 13 m, panjang sisi ketiga 24 m. Jika taman tersebut akan

  2

  ditanami rumput dengan biaya Rp 50.000/m , hitunglah keseluruhan biaya yang diperlukan! Jawab. Sketsa

  2

  t = 169

  • – 144

  2

  2 t = 25 t = 5 Luas segitiga sama kaki

  2 = =

  2 = 60 m

  2 Biaya yang diperlukan adalah L x Rp 50.000,00 = 60 x Rp 50.000,00 = Rp 3.000.000,00

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 4.

  . Dari suatu persegi diketahui luas daerahnya adalah 576 cm

  Tentukan panjang sisi persegi tersebut! Jawab.

  2 Luas persegi dengan panjang sisi s adalah s .

  2

  s = 576

  2

  s = √

  3 s = 24 cm jadi panjang sisi persegi adalah 24 cm TOTAL

  15 Nilai = 100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

SOAL KUIS 1

1.

  Tentukan panjang BC dari segitiga siku-siku berikut! 2.

  Diketahui sisi-sisi ΔABC yaitu 10, 20, 5. Apakah ketiga bilangan tersebut merupakan triple Pythagoras? Termasuk segitiga apakah ΔABC?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KUNCI JAWABAN SOAL KUIS 1

1.

  Tentukan panjang BC dari segitiga siku-siku berikut! Jawab.

  Skor

  2

  2

  2 BC = AC + AB

  2

  2

  2 BC = 25 + 24

  1

  2 BC = 625 + 576

  2 BC = 49

  1 BC = √

  BC = 7 Total skor

  2 2. Diketahui sisi-sisi ΔABC yaitu 10, 20, 5. Apakah ketiga bilangan tersebut merupakan triple Pythagoras? Termasuk segitiga apakah ΔABC?

  Jawab.

  Skor Misal: a = 13, b = 14, dan c = 15

  2

  2

  2

  c = a + b

  2

  2

  2

  15 = 13 + 14

  1 225= 169 + 196 225

  1 ≠ 365 Jadi, 14, 13, 15 bukan merupakan triple Pythagoras.

  1

  225 < 365 Jadi, 14, 13, 15 merupakan segitiga Lancip.

  Total skor

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

SOAL KUIS 2

1.

  Hitunglah panjang p dan q! 2.

  Budi maju 3 langkah, kemudian berjalan ke kanan 4 langkah. Berapa langkah terdekat Budi agar bisa kembali ketempat semula?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KUNCI JAWABAN KUNCI SOAL KUIS 2

1.

  Hitunglah panjang p dan q!

  Jawab: Skor

  1 p = 2a, q = a √ , a = 6 p = 2

  1 6 = 12 1 p =

  √

  Total Skor

  3 2. Budi maju 3 langkah, kemudian berjalan ke kanan 4 langkah. Berapa langkah terdekat Budi agar bisa kembali ketempat semula?

  Jawab: Skor

  Misal : a = 3, b = 4

  2

  2

  2

  c = a + b

  2

  2

  2

  c = 3 + 4

  1

  2

  c = 9 + 16

  2

  c = 25 1 c =

  √ c = 5

  Total Skor

  5 Nilai =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Perhatikan gambar! Tentukan panjang AC dari segitiga siku-siku berikut! 2.

  Diketahui sisi-sisi ΔABC yaitu 14, 13, 15.

  Tentukanlah apakah ketiga bilangan tersebut merupakan triple Pythagoras? Termasuk segitiga apakah ΔABC? 3.

  Perhatikan ΔPQR siku-siku di P dengan besar dan R = 60 panjang PR = 15 cm. Hitunglah panjang PQ dan QR!

  4. gambar yang Perhatikan menunjukan dinding sebuah rumah. Panjang sisi AB = 6 m, BC = 4 m, dan AD = 6 m. tentukan panjang sisi DC! 5.

  Sebuah pesawat, terbang ke arah utara dengan jarak 80 km kemudian ke timur sejauh 150 km. Hitunglah jarak terpendek pesawat tersebut dari tempat semula! 6. Panjang dan lebar sebuah persegi panjang masing-masing adalah 20 cm dan 10 cm. Hitunglah panjang diagonalnya!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7. Panjang diagonal ruang sebuah belah ketupat 16 cm dan 30 cm. Berapakah panjang sisi belah ketupat tersebut?

  8. Gambar di bawah ini menunjukkan sebuah balok dengan ukuran 8 cm, 6 cm, dan 5

  cm. Hitunglah panjang AC dan AG!!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Perhatikan gambar! Tentukan panjang AC dari segitiga siku-siku berikut! 2.

  Diketahui sisi-sisi ΔABC yaitu 14, 13, 15.

  Tentukanlah apakah ketiga bilangan tersebut merupakan triple Pythagoras? Termasuk segitiga apakah ΔABC? 3.

  Perhatikan ΔPQR siku-siku di P dengan besar dan R = 60 panjang PR = 15 cm. Hitunglah panjang PQ dan QR!

  4. gambar yang Perhatikan menunjukan dinding sebuah rumah. Panjang sisi AB = 6 m, BC = 4 m, dan AD = 6 m. tentukan panjang sisi DC! 5.

  Sebuah pesawat, terbang ke arah utara dengan jarak 80 km kemudian ke timur sejauh 150 km. Hitunglah jarak terpendek pesawat tersebut dari tempat semula! 6. Panjang dan lebar sebuah persegi panjang masing-masing adalah 20 cm dan 10 cm. Hitunglah panjang diagonalnya!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7. Panjang diagonal ruang sebuah belah ketupat 16 cm dan 30 cm. Berapakah panjang sisi belah ketupat tersebut?

  8. Gambar di bawah ini menunjukkan sebuah balok dengan ukuran 8 cm, 6 cm, dan 5

  cm. Dengan menggunakan teorema Pythagoras, hitunglah panjang diagonal sisi AC kemudian dari hasil tersebut hitunglah panjang diagonal ruang AG!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  SOAL JAWABAN SKOR

  2

  2

  2

  1. AC = BC Perhatikan gambar! – AB

  2

  2

  2 Tentukan panjang AC dari AC = 25 – 24

  2

  segitiga siku-siku berikut! AC = 625

  • – 576

  2 AC = 49

  1 AC = √

  1 AC = 7 cm

  2

  2

  2

  2. c = a + b

  1 Diketahui sisi-sisi ΔABC yaitu 14,

  2

  2

  2 13, 15.

  15 = 14 + 13 Tentukanlah: Apakah ketiga bilangan 225 = 196 + 169 tersebut merupakan triple 225

  1 365

  2

  2

  2 Pythagoras? Termasuk segitiga

  Karena c < a + b maka

  1 apakah ΔABC? ΔABC merupakan segitiga lancip.

3. Perhatikan ΔPQR siku-siku di P

  PR = 15 cm dengan besar dan panjang R = 60

  PR = 15 cm. Hitunglah panjang PQ PR : PQ : QR

  1 dan QR! a : a

  √ : 2a 15 : 15 √ : 30

  PQ = 15 √ cm

  1 QR = 30 cm 4. EC = AB AE = BC Perhatikan gambar yang menunjukan dinding sebuah rumah. Panjang sisi EC = 6 m AE = 4 m

  AB = 6 m, BC = 4 m, dan AD = 6 m. tentukan panjang sisi DC!

  DE = AD

  • – AE DE = 6
  • – 4 DE = 2 m Panjang DC

  2

  2

  2 DC = CE + DE

  1

  2

  2

  2 DC = 2 + 6

  2

  1 DC = 4 + 36

  2 DC = 40

  1 DC = √

  DC = √

  DC = √ m

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. U 150 T Sebuah pesawat, terbang ke arah utara dengan jarak 80 km kemudian

  1 ke timur sejauh 150 km. Hitunglah 80 q jarak terpendek pesawat tersebut dari tempat semula! jarak terpendek

  2

  2

  2

  q = 150 + 80

  1

  2

  q = 22500 + 6400

  2

  q = 28900

  1 q = √

  1 q = 170 km maka jarak terpendek pesawat dari tempat semula adalah 170 km.

  6. Misal panjang diagonal = x Panjang dan lebar sebuah persegi

  2

  2

  2

  panjang masing-masing adalah 20 x = 20 + 10

  1

  2

  cm dan 10 cm. Hitunglah panjang x = 400 + 100

  2

  diagonalnya! x = 500

  1

  1 x = √

  1 x = √ cm 7.

  Misal panjang sisi = s Panjang diagonal ruang sebuah belah

  2

  2

  2

  ketupat 16 cm dan 30 cm. Berapakah S = 15 + 8

  1

  2

  panjang sisi belah ketupat tersebut? S = 225 + 64

  2 S = 289

  1

  1 S = √

  1 S = 17 cm 8. Panjang AC Gambar disamping ini menunjukkan

  2

  2

  2

  sebuah balok dengan ukuran 8 cm, 6 AC = AB + BC

  1

  2

  2

  2

  cm, dan 5 cm. Hitunglah panjang AC AC = 8 + 6

  2

  dan AG! AC = 64 + 36

  2 AC = 100

  1 AC = √

  AC = 10 cm Panjang AG

  2

  2

  2

  1 AG = AC + GC

  2

  2

  2 AG = 10 + 5

  2 AG = 100 + 25

  2

  1 AG = 125 AG =

  √ AG =

  √

  1 AG = √ cm

  Jumlah Total skor

  27 Nilai =

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 55

LAMPIRAN C

1.

   Validitas dan Reliabilitas Soal Tes Evaluasi (TE) 2. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

VALIDITAS DAN RELIABILITAS SOAL UJI COBA

  5

  5

  14

  16

  2

  2

  3

  4

  4

  20

  3

  17

  2

  1.5

  2

  3

  4

  4

  4

  5

  4

  2

  18

  1.5

  3

  2

  4

  5

  16

  13

  2

  2

  3

  4

  15

  5

  17.5

  14

  0.5

  3

  3

  4

  5

  15.5

  25.5

  2

  0.5

  4

  3

  2

  4

  5

  18

  22

  2

  1.5

  2

  5

  2

  14.5

  23

  2

  2

  3

  4

  1.5

  1.5

  14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  21

  2

  2

  1.5

  1.5

  4

  5

  16

  19

  2

  1.5

  2

  5

  23.5

  12.5

  20

  2

  1.5

  3

  4

  4

  4

  5

  1.5

  Lampiran | 55

  Daftar Nilai Hasil Uji Coba No.

  4

  3

  2

  1.5

  3

  1

  1

  5

  13.5

  2

  5

  1.5

  3

  4

  4

  4

  18.5

  5

  2

  1.5

  17.5

  4

  1

  1

  Nomor Butir Skor Total

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  1

  4

  1.5

  2

  5

  9.5

  2

  2

  0.5

  1

  1

  1.5

  4

  14.5

  3

  1.5

  3

  2

  1.5

  3

  11.5

  10

  2

  2

  2

  9

  4

  5

  18

  11

  2

  1.5

  2

  4

  5

  0.5

  14

  5

  1.5

  15

  6

  1.5

  1.5

  1

  1.5

  5

  10.5

  7

  1.5

  5

  1.5

  4

  5

  13.5

  8

  2

  3

  2

  2

  12

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28

  18

  51

  4 25.5 650.25

  2

  17

  40

  4 20 400

  2

  16

  4 14 196

  4 16 256

  2

  15

  7.75

  0.25 15.5 240.25

  0.5

  14

  35

  4 17.5 306.25

  2

  2

  32

  8

  22

  Karena maka soal nomor 1 valid.

  37 71 363 6044.5 615 √{ } √

  28 Total

  4 14 196

  2

  23

  29

  4 14.5 210.25

  2

  36

  19

  4 18 324

  2

  21

  47

  4 23.5 552.25

  2

  20

  25

  4 12.5 156.25

  2

  13

  Lampiran | 56 A.

  Uji Validitas Butir Soal 1.

  35

  5

  37

  4 18.5 342.25

  2

  4

  27

  4 13.5 182.25

  2

  3

  4 17.5 306.25

  4 15 225

  2

  2

  90.25

  9.5

  1

  Y

  X X 2 Y Y 2 X

  Siswa

  Uji Validitas Butir Soal No. 1

  2

  30

  0.5

  5.75

  12

  29

  4 14.5 210.25

  2

  11

  36

  4 18 324

  2

  10

  0.25 11.5 132.25

  6 10.5 110.25

  0.5

  9

  28

  4 14 196

  2

  8

  20.3

  2.25 13.5 182.25

  1.5

  7

  0.25 16 256

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

  2.25 25.5 650.25

  1.5

  17

  40

  4 20 400

  2

  15 14 196

  18

  14 15.5 240.25

  35

  4 17.5 306.25

  2

  13

  24

  2.25 16 256

  38.25

  2

  12

  4 18 324

  Karena maka soal nomor 2 valid.

  22.5 38.3 363 6044.5 388.8 √{ } √

  Total

  23 14 196

  22 14.5 210.25

  36

  2

  4 16 256

  21

  35.25

  2.25 23.5 552.25

  1.5

  20

  19 12.5 156.25

  32

  1.5

  Lampiran | 57 2.

  Uji Validitas Butir Soal No. 2

  0.25 17.5 306.25

  4

  20.25

  2.25 13.5 182.25

  1.5

  3

  8.75

  0.5

  2.25 18.5 342.25

  2

  90.25

  9.5

  1

  Y

  X X 2 Y Y 2 X

  Siswa

  1.5

  27.75

  36

  8 14 196

  4 18 324

  2

  10

  17.25

  2.25 11.5 132.25

  1.5

  9

  7 13.5 182.25

  5

  15.75

  2.25 10.5 110.25

  1.5

  6

  22.5

  2.25 15 225

  1.5

  11 14.5 210.25

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20 23.5 552.25

  15 14 196

  16 20 400

  17

  2

  4 25.5 650.25

  51

  18 16 256

  19 12.5 156.25

  21 18 324

  13 17.5 306.25

  22 14.5 210.25

  23

  2

  4 14 196

  28 Total

  5 9 363 6044.5

  96.5 √{ } √

  Karena maka soal nomor 3 valid.

  14 15.5 240.25

  Lampiran | 58 3.

  Uji Validitas Butir Soal No. 3

  1 17.5 306.25

  Siswa

  X X 2 Y Y 2 X

  Y

  1

  9.5

  90.25

  2

  1

  17.5

  11 14.5 210.25

  3 13.5 182.25

  4 18.5 342.25

  5 15 225

  6 10.5 110.25

  7 13.5 182.25

  8 14 196

  9 11.5 132.25

  10 18 324

  12 16 256

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  9 25.5 650.25

  3

  17

  60

  9 20 400

  3

  16

  42

  9 14 196

  15

  18

  46.5

  9 15.5 240.25

  3

  14

  52.5

  9 17.5 306.25

  3

  13

  48

  9 16 256

  76.5

  1.5

  12

  9 18 324

  Karena maka soal nomor 4 valid.

  42 Total 54.5 143.75 363 6044.5 890.3 √{ } √

  9 14 196

  3

  23

  21.75

  2.25 14.5 210.25

  1.5

  22

  54

  3

  2.25 16 256

  21

  70.5

  9 23.5 552.25

  3

  20

  18.75

  2.25 12.5 156.25

  1.5

  19

  24

  3

  Lampiran | 59 4.

  Uji Validitas Butir Soal No. 4

  1 17.5 306.25

  55.5

  9 18.5 342.25

  3

  4

  40.5

  9 13.5 182.25

  3

  3

  17.5

  1

  1.5

  2

  9.5

  90.25

  9.5

  1

  1

  1

  Y

  X X 2 Y Y 2 X

  Siswa

  5

  2.25 15 225

  2.25 14.5 210.25

  42

  1.5

  11

  54

  9 18 324

  3

  10

  34.5

  9 11.5 132.25

  3

  9

  9 14 196

  22.5

  3

  8

  20.25

  2.25 13.5 182.25

  1.5

  7

  15.75

  2.25 10.5 110.25

  1.5

  6

  21.75

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9 15.5 240.25

  16 25.5 650.25 102

  4

  17

  80

  16 20 400

  4

  16

  15 14 196

  46.5

  3

  1.5

  14

  26.25

  2.25 17.5 306.25

  1.5

  13

  32

  4 16 256

  2

  12

  18

  2.25 16 256

  4 14.5 210.25

  36

  Karena maka soal nomor 5 valid.

  56 Total 52 149 363 6044.5 884.3 √{ } √

  16 14 196

  4

  23

  29

  4 14.5 210.25

  2

  22

  4 18 324

  24

  2

  21

  94

  16 23.5 552.25

  4

  20

  25

  4 12.5 156.25

  2

  19

  29

  Lampiran | 60 5.

  Uji Validitas Butir Soal No. 5

  4

  16 18.5 342.25

  4

  4

  13.5

  1 13.5 182.25

  1

  3

  70

  16 17.5 306.25

  2

  5

  14.25

  90.25

  9.5

  2.25

  1.5

  1

  Y

  X X 2 Y Y 2 X

  Siswa

  74

  1

  11

  4 14 196

  36

  4 18 324

  2

  10

  23

  4 11.5 132.25

  2

  9

  28

  2

  1 15 225

  8

  20.25

  2.25 13.5 182.25

  1.5

  7

  10.5

  1 10.5 110.25

  1

  6

  15

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  16 25.5 650.25 102

  4

  17

  80

  16 20 400

  4

  16

  56

  16 14 196

  15

  4

  14 15.5 240.25

  70

  16 17.5 306.25

  4

  13

  64

  16 16 256

  4

  12

  18

  16 16 256

  16 14.5 210.25

  72

  Karena maka soal nomor 6 valid.

  21 Total 71.5 259.75 363 6044.5 1188 √{ } √

  2.25 14 196

  1.5

  23

  58

  16 14.5 210.25

  4

  22

  16 18 324

  64

  4

  21

  94

  16 23.5 552.25

  4

  20

  25

  4 12.5 156.25

  2

  19

  58

  Lampiran | 61 6.

  Uji Validitas Butir Soal No. 6

  4

  16 18.5 342.25

  4

  4

  13.5

  1 13.5 182.25

  1

  3

  70

  16 17.5 306.25

  2

  5

  19

  90.25

  9.5

  4

  2

  1

  Y

  X X 2 Y Y 2 X

  Siswa

  74

  4

  11

  4 14 196

  72

  16 18 324

  4

  10

  17.25

  2.25 11.5 132.25

  1.5

  9

  28

  2

  16 15 225

  8

  54

  16 13.5 182.25

  4

  7

  15.75

  2.25 10.5 110.25

  1.5

  6

  60

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20

  15 14 196

  16 20 400

  17

  4

  16 25.5 650.25 102

  18 16 256

  19 12.5 156.25

  4

  16 15.5 240.25

  16 23.5 552.25

  94

  21 18 324

  22 14.5 210.25

  23 14 196

  Total

  12 48 363 6044.5 258 √{ } √

  Karena maka soal nomor 7 valid.

  62

  Lampiran | 62 7.

  Uji Validitas Butir Soal No. 7

  4 18.5 342.25

  Siswa

  X X 2 Y Y 2 X

  Y

  1

  9.5

  90.25

  2 17.5 306.25

  3 13.5 182.25

  5 15 225

  14

  6 10.5 110.25

  7 13.5 182.25

  8 14 196

  9 11.5 132.25

  10 18 324

  11 14.5 210.25

  12 16 256

  13 17.5 306.25

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  77.5

  5

  17

  25 20 400 100

  5

  16

  70

  25 14 196

  5

  15

  25 15.5 240.25

  18

  5

  14

  87.5

  25 17.5 306.25

  5

  13

  80

  25 16 256

  5

  25 25.5 650.25 127.5

  5

  72.5

  90

  Karena maka soal nomor 8 tidak valid dan harus direvisi.

  21 Total 108.5 527 363 6044.5 1725 √{ } √

  2.25 14 196

  1.5

  23

  72.5

  25 14.5 210.25

  5

  22

  25 18 324

  25 16 256

  5

  21

  25 23.5 552.25 117.5

  5

  20

  62.5

  25 12.5 156.25

  5

  19

  80

  12

  Lampiran | 63 8.

  Uji Validitas Butir Soal No. 8

  25 17.5 306.25

  74

  16 18.5 342.25

  4

  4

  67.5

  25 13.5 182.25

  5

  3

  87.5

  5

  5

  2

  47.5

  90.25

  9.5

  25

  5

  1

  Y

  X X 2 Y Y 2 X

  Siswa

  5

  25 15 225

  5

  70

  11

  90

  25 18 324

  5

  10

  34.5

  9 11.5 132.25

  3

  9

  25 14 196

  75

  5

  8

  67.5

  25 13.5 182.25

  5

  7

  52.5

  25 10.5 110.25

  5

  6

  25 14.5 210.25

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  

4

  4

  5 20 400

  17

  2

  1.5

  2

  

4

  2

  4

  4 5 25.5 650.25

  18

  2

  2

  1.5

  

1.5

  3

  2

  5 16 256

  14

  5 16 256

  13

  2

  2

  3

  

1.5

  4 5 17.5 306.25

  0.5

  16

  3

  

3

  4 5 15.5 240.25

  15

  2

  3

  4

  5 14 196

  4

  19

  

2

  1.5 14 196 Y

  4 5 14.5 210.25

  23

  2

  2

  3

  

4

  1.5

  37

  1.5

  22.5

  5

  54.5

  

52

  71.5 12 108.5 363 6044.5 Y 2

  71

  38.25 9 143.75 149 259.75 48 527

  

2

  2

  2

  

4

  1.5

  

2

  2 5 12.5 156.25

  20

  2

  1.5

  3

  4

  22

  4 5 23.5 552.25

  21

  2

  2

  3

  

2

  4

  5 18 324

  4

  Lampiran | 64 B.

  Uji Reliabilitas Instrumen Soal

  

1

  1

  

4

  4 5 17.5 306.25

  3

  2

  1.5

  3

  1 5 13.5 182.25

  0.5

  4

  2

  1.5

  3

  

4

  4 4 18.5 342.25

  5

  1

  2

  1.5

  7

  Siswa

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  8 X t

  2

  X t 2

  1

  1

  

1.5

  2

  5

  9.5

  90.25

  2

  1.5

  1.5

  

2

  3

  

2

  1.5 3 11.5 132.25

  10

  2

  2

  3

  4

  0.5

  5 18 324

  11

  2

  1.5

  

2

  4 5 14.5 210.25

  12

  0.5

  1.5

  9

  

1

  7

  4

  5 15 225

  6

  1.5

  1.5

  

1

  1.5 5 10.5 110.25

  1.5

  5 14 196

  1.5

  

1.5

  4 5 13.5 182.25

  8

  2

  3

  

2

  2

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jumlah variansi semua item: Variansi total: Disubtitusikan ke dalam rumus Alpha:

  ( ) ) (

  ( ) ( ) ( ) ( )

  Karena maka maka instrumen soal reliabel.

  Lampiran | 65

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

UJI NORMALITAS KOLMOGOROV-SMIRNOV

TES KEMAMPUAN AWAL (TKA )

  H : Data berdistribusi normal H : Data tidak berdistribusi normal

  1

  = 0,05 , n = 21 No.

  X i f F S N (X i ) Z F (X i ) S N (X i )- F (X i ) S N (X i -1)- F (X i -1)

  1 26,66 1 1 0,047619

  • 2,1661 0,0154 0,032219 -0,0154

  2

  40

  2 3 0,142857 -1,22782 0,1093 0,033557 -0,06168

  3 46,66 5 8 0,380952 -0,75939 0,2236 0,157352

  • 0,08074

  4 53,33 1 9 0,428571 -0,29025 0,3859 0,042671 -0,00495

  5

  60

  • -0,14283

  4 13 0,619048 0,178887 0,5714 0,047648

  6 66,66 4 17 0,809524 0,647321 0,7422 0,067324 -0,12315 7 73,33 2 19 0,904762 1,116459 0,8665

  0,038262 -0,05698

  8

  80 2 21 1 1,585597 0,9429 0,0571 -0,03814

  Rata-rata = 57,4566667 Standar Deviasi = 14,2175653 Daerah penolakan H ditolak jika D > 0,287 D max

  | | | | = 0,157 Karena D = 0,157 < 0,287, maka H diterima, Jadi data Tes Kemampuan Awal (TKA) berdistribusi normal.

  Lampiran | 66

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0,409091 -0,14781 0,4404 -0,03131 -0,16767

  | | | | = 0,181 Karena D = 0,181 < 0,281, maka H diterima, Jadi data Tes Evaluasil (TE) berdistribusi normal.

  Rata-rata = 76,9863636 Standar Deviasi = 19,5277408 Daerah penolakan H ditolak jika D > 0,281 D max

  14 100 2 22 1 1,17851 0,8810 0,119 0,030091

  0,072591 0,027136

  12

94,4 1 19 0,863636 0,891738 0,8133 0,050336 0,004882

13 96,2 1 20 0,909091 0,983915 0,8365

  0,758 0,060182 -0,03073

  10

88,8 3 16 0,727273 0,604967 0,7257 0,001573 -0,13479

11 90,7 2 18 0,818182 0,702264

  8

81,5 3 12 0,545455 0,23114 0,591 -0,04555 -0,18191

9 85,2 1 13 0,590909 0,420614 0,6628

  6

66,6 1 6 0,272727 -0,53188 0,2981 -0,02537 -0,07083

7 74,1 3 9

  Lampiran | 67

UJI NORMALITAS KOLMOGOROV-SMIRNOV

TES EVALUASI (TE )

  0,227273 -0,72135 0,2358 -0,00853 -0,05398

  4

55,5 1 4 0,181818 -1,1003 0,1357 0,046118 0,000664

5 62,9 1 5

  3 51,8 1 3 0,136364 -1,28977 0,1003 0,036064 -0,00939

  2 0,090909 -1,8582 0,0322 0,058709 0,013255

  1 25,9 1 1 0,045455 -2,61609 0,0045 0,040955 -0,0045 2 40,7 1

  X i f F S N (X i ) Z F (X i ) S N (X i )- F (X i ) S N (X i -1)- F (X i -1)

  : Data tidak berdistribusi normal = 0,05 , n = 22 No.

  1

  H : Data berdistribusi normal H

  • 0,07189 -0,11735

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

UJI NORMALITAS KOLMOGOROV- SMIRNOV

KETERLIBATAN SISWA

  H : Data berdistribusi normal H

  1 : Data tidak berdistribusi normal

  = 0,05 , n = 6 No.

  X i f F S N (X i ) Z F (X i ) S N (X i )- F (X i ) S N (X i -1)- F (X i -1) 1 42 1 1 0,166667 -0,97615 0,1635 0,003167 -0,1635 2 60 1 2 0,333333 -0,63386 0,2643 0,069033 -0,09763 3 71 1 3 0,5 -0,42469 0,3372 0,1628 -0,00387 4 83 1 4 0,666667 -0,1965 0,4207 0,245967 0,0793 5 116 1 5 0,833333 0,431026 0,6664 0,166933 0,000267 6 188 1 6

  1 1,800167 0,9641 0,0359 -0,13077

  Rata-rata = 93.3333333 Standar Deviasi = 52.5877045 Daerah penolakan H ditolak jika D > 0,519 D max

  | | | | = 0,245 Karena D = 0,245 < 0,519, maka H diterima, Jadi data Keterlibatan Siswa berdistribusi normal.

  Lampiran | 68

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN D 1. Daftar Nilai Tes Kemampuan Awal Kelas VIII A 2. Daftar Nilai Kuis 1 dan Kuis 2 Kelas VIII A 3. Daftar Nilai Tes Evaluasi Kelas VIII A 4. Perhitungan Skor Penghargaan Kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19 Siswa 19 2

  3

  2

  22 Siswa 22 2

  2 11 73,33

  4

  2

  21 Siswa 21 3

  2 7 46,66

  2

  20 Siswa 20 3

  40

  6

  2

  2

  5 10 66,66

  9

  2

  18 Siswa 18 3

  17 Siswa 17 - - - - - -

  2 8 46,66

  3

  16 Siswa 16 3

  60

  10

  2

  3

  2

  15 Siswa 15 3

  2 10 66,66

  3

  2

  60 DAFTAR NILAI KUIS 1 KELAS VIII A No, Nama Siswa Soal Jumlah Skor Nilai

  14 Siswa 14 2

  2

  12 Siswa 12

  11 Siswa 11

  

3

5 100

  2

  10 Siswa 10

  90

  9 Siswa 9 2 2,5 4,5

  90

  8 Siswa 8 2 2,5 4,5

  90

  7 Siswa 7 2 2,5 4,5

  90

  6 Siswa 6 2 2,5 4,5

  

3

5 100

  5 Siswa 5

  1

  4 Siswa 4

  70

  3 Siswa 3 1,5 2 3,5

  80

  4

  

2

  2

  2 Siswa 2

  80

  4

  

2

  2

  1 Siswa 1

  

2

  3

  Lampiran | 69 DAFTAR NILAI TES KEMAMPUAN AWAL KELAS VIII A No, Nama Soal Jumlah Skor Nilai

  1

  2

  11

  2

  4

  2

  3

  5 Siswa 5

  3 8 53,33

  2

  3

  4 Siswa 4

  40

  6

  2

  2

  3 Siswa 3

  6 Siswa 6

  60

  9

  3

  2

  2

  2

  2 Siswa 2

  1 7 46,66

  3

  3

  1 Siswa 1

  4

  3

  2

  60

  3

  3

  9 Siswa 9

  2

  13 Siswa 13 3

  1 7 46,66

  3

  12 Siswa 12 3

  2 10 66,66

  3

  2

  11 Siswa 11 3

  2 7 46,66

  2

  10 Siswa 10 3

  2 4 26,66

  2

  80

  2

  2

  4

  2 11 73,33

  7 Siswa 7

  3

  3

  4

  12

  12

  80

  8 Siswa 8

  3

  2

  5

  2

  2 10 66,66

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

2

  13 Siswa 13

  5 100

  

2

  3

  12 Siswa 12

  90

  11 Siswa 11 2,5 2 4,5

  5 100

  3

  90

  10 Siswa 10

  5 100

  

2

  3

  9 Siswa 9

  8 Siswa 8

  5 100

  

2

  3

  14 Siswa 14 2,5 2 4,5

  15 Siswa 15 2,5 2 4,5

  6 Siswa 6

  3

  22 Siswa 22

  80

  4

  

2

  2

  21 Siswa 21

  5 100

  

2

  20 Siswa 20

  90

  90

  19 Siswa 19 2,5 2 4,5

  80

  4

  

2

  2

  18 Siswa 18

  17 Siswa 17

  16 Siswa 16

  7 Siswa 7

  Lampiran | 70

  13 Siswa 13

  16 Siswa 16

  2

  19 Siswa 19

  90

  18 Siswa 18 2 2,5 4,5

  90

  17 Siswa 17 2 2,5 4,5

  

3

5 100

  2

  15 Siswa 15

  4

  80

  4

  

2

  2

  14 Siswa 14

  80

  4

  

2

  2

  

2

  80

  3

  1 Siswa 1

  3

  5 Siswa 5

  4 Siswa 4

  90

  3 Siswa 3 3 1,5 4,5

  2 Siswa 2

  5 100

  

2

  3

  

2

  20 Siswa 20 2 2,5 4,5

  1

  80 DAFTAR NILAI KUIS 2 KELAS VIII A No, Nama Siswa Soal Jumlah Skor Nilai

  4

  

2

  2

  22 Siswa 22

  90

  21 Siswa 21 2 2,5 4,5

  90

  60

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR NILAI TES EVALUASI KELAS VIII A Soal No, Nama Siswa Jumlah Skor Nilai

  1

2 3 4 5 6 7 8

  74,1

  1 Siswa 1 1,5 2,5 0 0 4 3 4 5

  20

  2 88,8

  Siswa 2

3 2 3 4 3 4 5

  24

  3 25,9

  Siswa 3

  2

2 0 0 0 0 3 0

  7 74,1

  20 85,2

  4 Siswa 4 2 2 3 4 0 4 5

  5 Siswa 5 0,5 2,5 2 2 4 4 4 2

  23 81,5

  6 Siswa 6

  2

2 2 3 4 0 4 5

  22 94,4

  7 Siswa 7 1 2,5 2 3 4 4 4 5 25,5

  8 81,5

  Siswa 8 0,5 2,5 2 4 4 0 4 5

  22

  9 74,1

  Siswa 9 2 0 3 4 2 4 5

  20

  10 55,5

  Siswa 10

2 0 0 4 4 0 5

  15 62,9

  11 Siswa 11 2 3 4 3 0 5

  17 51,8

  12 Siswa 12 2 3 0 0 4 5

  14 66,6

  13 Siswa 13

  2

2 2 3 0 0 4 5

  18 90,7

  14 Siswa 14 0,5 3 2 3 4 3 4 5 24,5

  15 100

  Siswa 15

  2

3 2 3 4 4 4 5

  27

  16 88,8

  Siswa 16 2 2 3 4 4 4 5

  24

  17 81,5

  Siswa 17 0,5 2,5 2 3 4 4 4 2

  22 96,2

  18 Siswa 18

  2

3 1 3 4 4 4 5

  26 88,8

  19 Siswa 19

  1

2 2 3 4 3 4 5

  24 40,7

  20 Siswa 20 2 3 1 0 0 5

  11

  21 100

  Siswa 21

  2

3 2 3 4 4 4 5

  27

  22 90,7

  Siswa 22

  0.5

3 2 3 4 3 4 5

  24.5 Lampiran | 71

SKOR PENGHARGAAN KELOMPOK

  30

  30

  80

  60

  22 Siswa 22

  20

  30

  80

  90

  21 Siswa 21 73,33

  30

  30

  20 Siswa 20 46,66 90 100

  30

  90

  berikut:

  80

  40

  19 Siswa 19

  30

  30

  80

  90

  18 Siswa 18 66,66

  5

  30

  90

  17 Siswa 17 -

  5

  30 Berdasarkan masing-masing kelompok, dapat dihitung nilai peningkatannya sebagai

  Kelompok Kuning Peningkatan

  16 Siswa 16 46,66 100

  2 Siswa 3

  25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  30 Rata-rata Kelompok 25,83 24,16 Rata-rata Akhir

  30

  20 Siswa 22

  30

  30 Siswa 21

  30

  5 Siswa 18

  30

  30 Siswa 13

  5

  30 Siswa 11

  30

  1

  1

  Peningkatan

  30 Rata-rata Kelompok 30 15,83 Rata-rata Akhir 22,91 Kelompok Hijau

  30

  5 Siswa 20

  30

  5 Siswa 17

  30

  5 Siswa 16

  30

  20 Siswa 6

  30

  30 Siswa 5

  30

  2 Siswa 1

  30

  Lampiran | 72

  No, Nama Siswa Tes Awal Kuis Nilai Peningkatan

  70

  5

  30

  90

  6 Siswa 6 73,33

  20

  30

  5 Siswa 5 60 100 60

  5

  5

  4 Siswa 4 53,33

  30

  30

  90

  40

  20

  3 Siswa 3

  5

  30

  80

  60

  2 Siswa 2

  30

  30

  1 Siswa 1 46,66 80 100

  2

  1

  2

  1

  7 Siswa 7 80 90 100

  30

  5

  5

  90

  60

  15 Siswa 15

  30

  30

  90

  80

  14 Siswa 14 66,66

  5

  30

  80

  13 Siswa 13 66,66

  30

  12 Siswa 12 46,66 100

  8 Siswa 8

  30

  5

  90

  11 Siswa 11 66,66

  30

  30

  10 Siswa 10 46,66 100 100

  30

  30

  9 Siswa 9 26,66 90 100

  5

  20

  90

  80

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 Siswa 8

  15 Rata-rata Akhir 16,5

  18

  30 Rata-rata Kelompok

  30

  30 Siswa 9

  5

  5 Siswa 12

  30

  5 Siswa 3

  5

  5 Siswa 4

  20

  Lampiran | 73 Piagam Penghargaan Kelompok Biru Peningkatan

  1

  30 Rata-rata Akhir 26,5 Kelompok Merah Peningkatan

  23

  30 Rata-rata Kelompok

  30

  30 Siswa 19

  5

  30 Siswa 15

  30

  30 Siswa 14

  30

  30 Siswa 10

  20

  2 Siswa 7

  1

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN E 1. Hasil Pengamatan Keterlaksanaan RPP 2. Hasil Pengamatan Keterlibatan Siswa 3. Transkrip Wawancara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HASIL PENGAMATAN KETERLAKSANAAN RPP

  Lampiran | 74

  Pertemuan Pertama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 75

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 76 Pertemuan Kedua

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 77

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 78 Pertemuan Ketiga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 79

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 80 Pertemuan Keempat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 81

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HASIL PENGAMATAN KETERLIBATAN SISWA

  Lampiran | 82

  Pertemuan Pertama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 83

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 84

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 85

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 86 Pertemuan Kedua

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 87

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 88

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 89

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 90 Pertemuan Ketiga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 91

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 92

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 93

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 94 Pertemuan Keempat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 95

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 96

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 97

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

TRANSKRIP WAWANCARA 1.

  Lampiran | 98

  Siswa a

  P : “Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?” Sa : “Senang, bisa belajar dengan baik.” P :

  “Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dengan metode pembelajaran tersebut? Kayak metode belajar bersama teman-teman tuh lebih mudah paham gak?” Sa : “Lebih mudah lah.”

  P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sa : “Kadang-kadang.” P :

  “Manfaat apa yang kamu peroleh dari pembelajaran kelompok kemarin? Apakah kamu lebih jelas atau malah bingung?” Sa : “Jelas pak.” P : “Jika kamu mengalami kesulitan, Apakah kamu bertanya pada teman lain atau guru? Sa :

  “Teman.” P : “Lebih seringnya bertanya kepada siapa?” Sa : “Sama teman pak.” P : “Apakah kamu mau aktif berdiskusi dengan teman satu kelompokmu?” Sa :

  “Mau pak.” P : “Pernahkan kamu mengajukan pendapat di dalam kelompokmu?” Sa : “Enggak.” P : “Apakah kamu menanggapi pendapat teman kamu yang berpendapat?” Sa :

  “Enggak.” P : “Jika ada teman yang kesulitan, apakah kamu membantunya?” Sa : “Ya membantunya pak”

P : “Jika kamu mengalami kesulitan dalam memahami materi atau dalam pemecahan masalah,

kepada siapa kamu akan bertanya?” Sa : “Guru” P :

  “Apakah kamu mengerjakan soal-soal LKS yang diberikan?” Sa : “Iya-iya.” P : Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? Sa : “Nomor 8 sama nomor 4.” P : “Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik?” Sa : “Ya lumayan pak.” P :

  “Kalau di rumah dengan siapa saja kamu tinggal?” Sa : “Orang tua, kakak, adik” P : “Apakah orang tuamu selalu menyuruh kamu belajar? atau kesadaran kamu sendiri??” Sa : “Kesadaran sendiri.” P :

  “Gak pernah disuruh gitu?” Sa : “Gak pernah.” P : “Apakah orang tuamu selalu bertanya tentang pelajaranmu di sekolah?” Sa : “Gak.” P :

  “Kalau ada PR bagaimana?” Sa : “Ngerjakan pak.” P : “Ngerjakannya dimana?” Sa : “Kadang-kadang di rumah, kadang-kadang di sekolah.” P :

  “Berapa lama kamu belajar sewaktu dirumah?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 99 Sa : “1 jam.” P :

  “Jam berapa?” Sa : “Jam 7 sampai jam 8.” P : “Kamu mengikuti les atau tidak? ” Sa : “Gak.” P :

  “Apakah kamu suka membaca buku matematika lainnya selain yang kamu pakai disekolah?” Sa : “Gak ada.” P : “Apakah kamu di rumah sering mengulang pelajaran yang dipelajari di sekolah?” Sa :

  “Gak pak.” P : “Jika saat belajar di rumah, kamu merasa belum paham, apakah yang anda lakukan?” Sa : “Membaca buku.” P : “Bagaimana cara anda belajar di rumah? rutin atau kalau mau ujian doang?” Sa : “Kalau mau ujian doang.”

2. Siswa b

  

P : “Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?”

Sb : “Seru, tambah tau pythagoras.” P : “Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dengan metode pembelajaran tersebut?” Sb : “Ya.”

  P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sb : “Setengah pak, kadang-kadang nanya.” P :

  “Manfaat apa yang kamu peroleh dari pembelajaran kelompok kemarin?“ Sb : “Paham materi.” P : “Jika kamu mengalami kesulitan, Apakah kamu bertanya pada teman lain atau guru? Sb : “Pertama teman tapi kalau gak tau ya guru.” P :

  “Lebih seringnya bertanya kepada siapa?” Sb : “Guru.” P : “Apakah kamu mau aktif berdiskusi dengan teman satu kelompokmu?” Sb : “Iya.” P :

  “Pernahkan kamu mengajukan pendapat di dalam kelompokmu?” Sb : “Kadang-kadang.” P : “Apakah kamu menanggapi pendapat teman kamu yang berpendapat?” Sb : “Iya.” P :

  “Jika ada teman yang kesulitan, apakah kamu membantunya?” Sb : “Ya membantunya.” P : “Jika kamu mengalami kesulitan dalam memahami materi atau dalam pemecahan masalah, kepada siapa kamu akan bertanya?” Sb : “Guru” P : “Apakah kamu mengerjakan soal-soal LKS yang diberikan?”

  Sb : “Ngerjain semua.” P : Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? Sb :

  “Nomor 5 sama nomor 8 gak ngerti.”

P : “Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik?atau soalnya terlalu sulit?”

Sb : “Bisa, tapi dikit-dikit bingung.” P : “Kalau di rumah dengan siapa saja kamu tinggal?” Sb :

  “Ibu sama kakak sepupu”

P : “Apakah orang tuamu selalu menyuruh kamu belajar? atau kesadaran kamu sendiri??”

Sb : “Disuruh tapi juga belajar sendiri..” P : “Apakah orang tuamu selalu bertanya tentang pelajaranmu di sekolah?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 100 Sb : “Iya.” P :

  “Kalau ada PR bagaimana?” Sb : “Ya ngerjain pak.” P : “Ngerjakannya dimana?” Sb : “Ngerjakan di rumah” P :

  “Berapa lama kamu belajar sewaktu dirumah?” Sb : “1 jam.” P : “Kamu mengikuti les atau tidak? ” Sb : “Ikut, les matematika, IPA, fisika.” P :

  “Apakah kamu suka membaca buku matematika lainnya selain yang kamu pakai disekolah?” Sb : “Di rumah ada.” P : “Apakah kamu di rumah sering mengulang pelajaran yang dipelajari di sekolah?” Sb : “Tidur dulu, ya kalau bangun ya belajar.”

P : “Jika saat belajar di rumah, kamu merasa belum paham, apakah yang kamu lakukan?”

Sb :

  “Tanya sama tempat les.” P : “Bagaimana cara anda belajar di rumah? Sb : “Fokus belajar tapi gak konsen.”

3. Siswa c

  

P : “Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?”

Sc : “Senang, baik untuk diri sendiri.”

P : “Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dengan metode

pembelajaran tersebut? Kayak metode belajar bersama teman-teman tuh lebih mudah paham gak?”

  Sc : “Lebih mudah.” P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sc :

  “Aktif pak.” P : “Manfaat apa yang kamu peroleh dari pembelajaran kelompok kemarin thu apa aja?“ Sc : “Membantu dalam memahami pelajaran.” P : “Jika kamu mengalami kesulitan, Apakah kamu bertanya pada teman lain atau guru? Sc :

  “Teman dan guru.” P : “Lebih seringnya bertanya kepada siapa?” Sc : “Guru.” P : “Apakah kamu mau aktif berdiskusi dengan teman satu kelompokmu?” Sc :

  “Iya pak.” P : “Pernahkan kamu mengajukan pendapat di dalam kelompokmu?” Sc : “Pernah.” P : “Apakah kamu menanggapi pendapat teman kamu yang berpendapat?” Sc :

  “Iya.” P : “Jika ada teman yang kesulitan, apakah kamu membantunya?” Sc : “Ya membantunya, nek ada yang tanya caranya dan jawabannya.”

P : “Jika kamu mengalami kesulitan dalam memahami materi atau dalam pemecahan masalah,

kepada siapa kamu akan bertanya?” Sc : “Guru” P :

  “Apakah kamu mengerjakan soal-soal LKS yang diberikan?” Sc : “Iya mengerjakan.” P : “Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? “ Sc : “Nomor 6 sama nomor 8.” P :

  “Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik?atau soalnya terlalu sulit?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 101 Sc : “Mengalami kesulitan, karena gak hapal rumusnya .” P :

  “Kalau di rumah dengan siapa saja kamu tinggal?” Sc : “Orang tua, tante, nenek” P : “Apakah orang tuamu selalu menyuruh kamu belajar? atau kesadaran kamu sendiri??” Sc : “Nyuruh tapi juga kesadaran sendiri..” P :

  “Bagus kalau begitu.” Sc : “Iya.” P : “Apakah orang tuamu selalu bertanya tentang pelajaranmu di sekolah?” Sc : “Enggak-enggak.” P :

  “Kalau ada PR bagaimana?” Sc : “Ngerjakan pak.” P : “Ngerjakannya dimana?” Sc : “Ngerjakan di rumah, kalau di sekolah didenda je.” P : “Berapa lama kamu belajar sewaktu dirumah?” Sc : “2-3 jam.” P :

  “Jam berapa?” Sc : “Jam 6 sampai jam 9 tergantung pak.” P : “Kamu mengikuti les atau tidak? ” Sc : “Gak, dulu pernah tapi sekarang gak lagi.”

P : “Apakah kamu suka membaca buku matematika lainnya selain yang kamu pakai

disekolah?” Sc : “Ada, buku kumpulan soal-soal.” P : “Apakah kamu di rumah sering mengulang pelajaran yang dipelajari di sekolah?”

  Sc : “Mengulang tapi waktu belajar itu tadi.” P : “Jika saat belajar di rumah, kamu merasa belum paham, apakah yang kamu lakukan?” Sc : “Tanya ke tante.” P : “Bagaimana cara anda belajar di rumah? Sc :

  “Fokus belajar sama gak mau diganggu.” 4.

  Siswa d

  

P : “Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?”

Sd : “Kesannya lumayan bagus.” P : “Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dengan metode pembelajaran tersebut? belajar kelompok tuh lebih mudah dong atau malah bingung?” Sd : “Lebih dong.”

  P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?” Sd : “Aktif.” P :

  “Manfaat apa yang kamu peroleh dari pembelajaran kelompok kemarin? : Sd : “Bisa lebih fokus untuk memahami pelajaran.” P : “Jika kamu mengalami kesulitan, Apakah kamu bertanya pada teman lain atau guru? Sd : “Guru.” P :

  “Lebih seringnya bertanya kepada siapa?” Sd : “Guru pak.” P : “Kenapa gak sama teman?” Sd : “Kalau sama teman belum ngerti, jadi sama-sama bingung.” P :

  “Apakah kamu mau aktif berdiskusi dengan teman satu kelompokmu?” Sd : “Aktif.” P : “Pernahkan kamu mengajukan pendapat di dalam kelompokmu?” Sd : “Ya.” P :

  “Apakah kamu menanggapi pendapat teman kamu yang berpendapat?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 102 Sd : “Ya.” P :

  “Jika ada teman yang kesulitan, apakah kamu membantunya?” Sd : “Ya membantunya pak” P : “Jika kamu mengalami kesulitan dalam memahami materi atau dalam pemecahan masalah, kep ada siapa kamu akan bertanya?” Sd : “Guru.” P : “Apakah kamu mengerjakan soal-soal LKS yang diberikan?”

  Sd : “Iya.” P : Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? Sd :

  “Nomor 5 sama nomor 4.” P : “Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik?” Sd : “Ya lumayan pak.” P : “Dengan siapa saja kamu tinggal di rumah?” Sd : “Orang tua.” P : “Adik atau Kakak?” Sd :

  “Gak ada, aku tunggal.”

P : “Apakah orang tuamu selalu menyuruh kamu belajar? atau kesadaran kamu sendiri??”

Sd : “Kadang-kadang disuruh orang tua, kadang-kadang kesadaran sendiri.” P : “Apakah orang tuamu selalu bertanya tentang pelajaranmu di sekolah?” Sd : “Sering.” P : “Kalau ada PR bagaimana?” Sd :

  “Tak kerjain.” P : “Ngerjakannya dimana?” Sd : “Ya Ngerjakan di rumah masa di sekolah.” P : “Berapa lama kamu belajar sewaktu dirumah?” Sd : “2 jam.” P : “Jam berapa?” Sd :

  “Kadang-kadang jam 3 sampai jam 5, kadang-kadang jam 7 sampai jam 9.” P : “Kalau belajar tu rutin atau kalau mau ujian doang? ” “ya rutin tapi kadang-kadang.” P : “Kamu mengikuti les atau tidak? ”

  Sd : “Ndak.” P : “Apakah kamu suka membaca buku matematika lainnya selain yang kamu pakai disekolah?” Sd : “ya.”

  P :

“Apakah kamu di rumah sering mengulang pelajaran yang dipelajari di sekolah?”

Sd : “He‟em.” P : “Jika saat belajar di rumah, kamu merasa belum paham, apakah yang anda lakukan?” Sd : “Tanya orang tua.” P :

  “Bagaimana cara kamu belajar di rumah?” Sd : Aku kalau belajar sambil dengar lagu.”

5. Siswa e

  P : “Bagaimana kesan kamu setelah mengikuti pembelajaran berkelompok seperti kemarin?” Se : “Senang.” P :

  “Apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran dengan metode pembelajaran tersebut? Kayak metode belajar bersama teman-teman tuh lebih mudah paham gak?” Se : “Lebih mudah memahami.”

  P : “Apakah kamu terlibat aktif dalam proses pembelajaran?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran | 103 Se : “Kadang-kadang.” P :

  “Manfaat apa yang kamu peroleh dari pembelajaran kelompok kemarin? Apakah kamu lebih jelas atau malah bingung?” Se : “Lebih gampang memahami materi.” P : “Jika kamu mengalami kesulitan, Apakah kamu bertanya pada teman lain atau guru? Se :

  “Teman.” P : “Lebih seringnya bertanya kepada siapa?” Se : “Sama teman.” P : “Apakah kamu mau aktif berdiskusi dengan teman satu kelompokmu?” Se :

  “Iya.” P : “Pernahkan kamu mengajukan pendapat di dalam kelompokmu?” Se : “Iya.” P : “Apakah kamu menanggapi pendapat teman kamu yang berpendapat?” Se : “Iya.” P : “Jika ada teman yang kesulitan, apakah kamu membantunya?” Se :

  “Ya membantunya jika ada teman yang tidak bisa mengerjakan.”

P : “Jika kamu mengalami kesulitan dalam memahami materi atau dalam pemecahan masalah,

kepada siapa kamu akan bertanya?” Se : “Guru”

  P : “Apakah kamu mengerjakan soal-soal LKS yang diberikan?” Se : “Iya-iya.” P : Dari soal tes evaluasi, soal manakah yang kamu rasa paling sulit? Se : “Nomor 8 susah rumusnya lupa.” P : “Apakah kamu bisa mengerjakan soal tes evaluasi dengan baik?” Se : “Agak susah.” P : “Kalau di rumah dengan siapa saja kamu tinggal?” Se : “Orang tua, kakak, adik” P :

  

“Apakah orang tuamu selalu menyuruh kamu belajar? atau kesadaran kamu sendiri??”

Se : “Iya, kesadaran sendiri.” P : “Apakah orang tuamu selalu bertanya tentang pelajaranmu di sekolah?” Se : “Iya.” P : “Kalau ada PR bagaimana?” Se : “Ngerjakan pak.” P :

  “Ngerjakannya dimana?” Se : “Di rumah.” P : “Berapa lama kamu belajar sewaktu dirumah?” Se : “2 jam.” P : “Jam berapa?” Se : “Jam 7 sampai jam 9.” P :

  “Kamu mengikuti les atau tidak? ” Se : “Gak.” P : “Apakah kamu suka membaca buku matematika lainnya selain yang kamu pakai disekolah?” Se : “Gak ada.” P : “Apakah kamu di rumah sering mengulang pelajaran yang dipelajari di sekolah?”

  Se : “Iya sering.” P : “Jika saat belajar di rumah, kamu merasa belum paham, apakah yang anda lakukan?” Se : “Tanya guru besoknya.” P : “Bagaimana cara anda belajar di rumah? rutin atau kalau mau ujian doang?” Se :

  “Kalau belajar kadang-kadang kalau lagi mau.”

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (272 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL
0
2
126
MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL KELAS
0
7
92
EFEKTIVITAS METODE KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI POKOK BAHASAN LINGKUNGAN
0
9
124
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DI KELAS VIII SMP YAYASAN PERGURUAN AL-HIDAYAH MEDAN T.A. 2016/2017.
0
3
26
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) BERBANTUAN ANIMASI FLASH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA
0
4
87
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DIBANDINGKAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACIVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR STURUKTUR ATOM SISWA KELAS X.
0
1
15
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LINTONGNIHUTA T.A. 2013/2014.
0
1
23
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.
0
1
34
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SIFAT-SIFAT CAHAYA.
0
1
38
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS V A SD 2 SUNGAPAN KABUPATEN BANTUL.
0
0
255
KOMPARASI KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) PADA SISWA SMP
0
0
8
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA
0
0
8
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA POKOK BAHASAN USAHA DAN ENERGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SKRIPSI
0
0
18
KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ‘THINK-PAIR-SQUARE’ PADA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS
0
0
473
KETERLIBATAN SISWA DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN GARIS DAN SUDUT DI KELAS VII B SMP KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Me
0
0
271
Show more