PENGGUNAAN PEMODELAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI BANGUN DATAR DENGAN PENDEKATAN PMRI KELAS V-C SD NEGERI UNGARAN 1 YOGYAKARTA

Gratis

0
3
334
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGGUNAAN PEMODELAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI BANGUN DATAR DENGAN PENDEKATAN PMRI KELAS V-C SD NEGERI UNGARAN 1 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Lidia Rosita Dianningsih NIM. 101134166 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGGUNAAN PEMODELAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI BANGUN DATAR DENGAN PENDEKATAN PMRI KELAS V-C SD NEGERI UNGARAN 1 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Lidia Rosita Dianningsih NIM. 101134166 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Halaman Persembahan Skripsi ini dipersembahkan untuk: Tuhan YME Bapak dan Ibu tercinta Keluargaku tersayang Kekasih hatiku Teman-teman seperjuanganku PGSD ‘10 Kelas E Dan tentunya ALMAMATERKU Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Mimpi harus kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh, bukan orang lain yang akan memperjuangkannya, namun diri kita sendiri yang harus terus berjuang sampai mimpi-mimpi itu menjadi nyata Tidak ada manusia sempurna, namun kita bisa membuat hidup kita sempurna Tidak ada yang tidak mungkin, selagi kita yakin, hal itu akan menjadi mungkin v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SURAT PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 23 Juli 2014 Lidia Rosita Dianningsih vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Lidia Rosita Dianningsih Nomor Mahasiswa : 101134166 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGGUNAAN PEMODELAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI BANGUN DATAR DENGAN PENDEKATAN PMRI KELAS V-C SD NEGERI UNGARAN 1 YOGYAKARTA Beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada Tanggal 23 Juli 2014 Yang menyatakan, (Lidia Rosita Dianningsih) vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Dianningsih, Lidia Rosita. (2014). Penggunaan Pemodelan untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep Geometri Bangun Datar dengan Pendekatan PMRI Kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar siswa dengan menggunakan pendekatan PMRI karakteristik pemodelan pada siswa kelas V-C SDN Ungaran 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V-C semester genap SDN Ungaran 1 Yogyakarta yang berjumlah 30 siswa. Objek penelitiannya adalah kemampuan memahami konsep geometri bangun datar. Peneliti melaksanakan penelitian dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes kemampuan memahami bangun datar, kuesioner respon siswa, observasi pembelajaran, dan wawancara dengan guru kelas V-C. Data hasil tes kemampuan memahami bangun datar dianalisis dengan cara menghitung banyaknya siswa yang memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap indikator kemampuan memahami. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar dengan menggunakan pemodelan dalam pendekatan PMRI. Indikator memberikan contoh suatu konsep mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 70% menjadi 86,2%. Indikator menggambarkan konsep dengan suatu model mengalami peningkatan dari kondisi awal 70% menjadi 89,6%. Indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain mengalami peningkatan dari kondisi awal 70% menjadi 100%. Indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep mengalami peningkatan dari kondisi awal 70% menjadi 93,1%. Indikator menyatakan ulang suatu konsep mengalami peningkatan dari kondisi awal 70% menjadi 100%. Data ini menunjukkan hasil peningkatan kemampuan memahami dari kondisi awal ke kondisi akhir siklus. Kata kunci: Pemodelan, Kemampuan Memahami, Konsep Geometri Bangun Datar, Pendekatan PMRI viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Dianningsih, Lidia Rosita. (2014). Use of Modeling to Improve Understanding the Geometrical Concept Using PMRI Approach in Class V-C of SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta. Thesis. Yogyakarta: Elementary School Teacher Education Program, The Faculty of Teacher Training and Education, University of Sanata Dharma. This study purposed to determine the increase in the ability to understand the concept of geometrical using modeling by PMRI approach to students in grade V-C SDN Unggaran 1 Yogyakarta academic year 2013/2014. This research was a Classroom Action Research (CAR). The subjects were 30 students of grade V-C in semester two at SDN Unggaran 1 Yogyakarta. The research object was the ability to understand the concept of geometrical. Researcher conducted the research in two cycles. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques in this study used a test's ability to understand the geometrical, student response questionnaires, observational learning, and interviews with teachers of V-C class. Ability to understand the test results data of geometrical were analyzed by calculating the number of students scoring above a minimum completeness criteria (KKM) for each indicator's ability to understand. The results showed an increase in the ability to understand the concept of geometrical using the modeling in PMRI approach. Giving an example of a concept indicator the initial conditions increased from 70% to 86,2%. Illustrating the concept with a model indicator the initial conditions from 70% to 89,6%. Transforming a form to another indicator the initial conditions from 70% to 100%. Comparing several forms in a concept indicator the initial conditions from 70% to 93,1%. Declaring reexamined a concept indicator the initial conditions from 70% to 100%. The data shows the results of the ability to understand improvement of the initial conditions and the end of cycle. Keywords: Modeling, Understanding the Capabilities, Concept of Geometrical, Approaches PMRI ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Penggunaan Pemodelan untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep Geometri Bangun Datar dengan Pendekatan PMRI di SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta” ini dengan lancar tanpa halangan suatu apapun. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari adanya kerjasama, bimbingan, dan bantuan dari berbagai pihak. Peneliti tidak mungkin dapat menyelesaikan skripsi ini tanpa adanya bantuan, bimbingan, serta dukungan tersebut. Oleh karena itu, pada kesempatan ini ijinkan peneliti untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, bimbingan, serta dukungannya kepada peneliti dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ucapan terimakasih ini peneliti sampaikan kepada: 1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan FKIP yang telah memberikan ijin dilaksanakannya penelitian ini, 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. selaku Kaprodi PGSD yang telah memberikan ijin sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan lancar, 3. Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd. selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing peneliti dengan penuh kesabaran sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik, 4. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku dosen pembimbing II yang selalu memberikan bimbingan dan masukan dalam penyusunan skripsi ini sehingga dapat selesai dengan baik, x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Eny Winarti, M.Hum., Ph.D. selaku dosen penguji yang telah memberikan banyak masukan kepada peneliti untuk memperbaiki skripsi ini, 6. Para validator yang telah melakukan validasi instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar, 7. Kuswandi, S.Pd. selaku Kepala SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian di SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta, 8. Supriyanti, S.Pd. selaku wali kelas V-C yang telah bersedia membantu pelaksanaan penelitian di kelas V-C, 9. Zeny Nurahmawati, S.H. selaku wali kelas V-B yang telah mengijinkan untuk dilaksanakannya uji validitas di kelas V-B, 10. Seluruh siswa kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang telah bersedia menjadi subjek penelitian ini, 11. Kedua orangtuaku (Bapak Markus Ngadeno dan Ibu Susana Watri) yang selalu mendoakan tanpa henti, kakakku Maria Puji Setianingsih yang selalu menjadi teman berbagi cerita, keponakanku Dian dan Fajar yang selalu memberikan tawa riangnya, serta Bulek Sriwati yang selalu memberikan dukungan. Keluargaku tercinta yang selalu mendoakan, mendukung, dan menyemangati peneliti sehingga skripsi ini dapat segera terselesaikan dengan baik, 12. Kekasihku sahabatku Dwi Kuncoro Jati yang selalu mendoakan, membantu, mendukung, menasihati, memarahi, memberikan semangat dalam penyelesaian skripsi ini, serta tidak pernah lelah mendengarkan dan menerima keluh kesah, emosi, marah, kecewa peneliti dalam melaksanakan penelitian dan penyusunan skripsi ini. Thankyou honey, 13. Sahabatku (Shintia, Wulan, dan Puput) yang selalu membantu dengan tulus dalam setiap kesempatan, teman seperjuangan satu payung (Ida dan Avi) yang memacu peneliti untuk segera menyelesaikan skripsi ini, teman-temanku PPL (Maya, Yudit, dan Deo) yang telah memberikan bantuan kepada peneliti, serta xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI teman-teman kelas E PGSD ’10 yang telah bersedia bertukar pikiran selama penyusunan skripsi ini, 14. Kakak kosku (Mbak Ita) yang sudah membantu keterbatasan peneliti dalam penyusunan skripsi ini, 15. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah membantu selama proses penelitian dan penyusunan skripsi ini. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, peneliti megharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. Yogyakarta, 23 Juli 2014 Peneliti, (Lidia Rosita Dianningsih) xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI......................................... vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv DAFTAR TABEL .......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .............................................................................. 1 B. Pembatasan Masalah ................................................................................... 6 C. Rumusan Masalah ....................................................................................... 7 D. Tujuan Penelitian......................................................................................... 7 E. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 7 F. Definisi Operasional .................................................................................... 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................... 11 A. Kajian Teori................................................................................................. 11 B. Penelitian yang Relevan .............................................................................. 28 C. Kerangka Berpikir ....................................................................................... 30 D. Hipotesis Tindakan ...................................................................................... 32 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 33 A. Jenis Penelitian ............................................................................................ 33 B. Setting Penelitian ......................................................................................... 34 C. Rencana Tindakan ....................................................................................... 35 D. Indikator Keberhasilan dan Pengukurannya ............................................... 43 E. Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 44 F. Instrumen Penelitian .................................................................................... 46 G. Validitas, Reliabilitas, dan Indeks Kesukaran ............................................. 52 H. Teknik Analisis Data ................................................................................... 57 BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN ........ 62 A. Hasil Penelitian ........................................................................................... 62 B. Pembahasan ................................................................................................ 123 C. Keterbatasan dalam Penelitian .................................................................... 129 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 130 A. Kesimpulan ................................................................................................. 130 B. Saran ............................................................................................................ 131 Daftar Pustaka ................................................................................................ 132 Lampiran ........................................................................................................ (1) xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Diagram Penelitian yang Relevan ................................................ 30 Gambar 3.1 Model PTK oleh Kemmis & Mc Taggart..................................... 33 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Indikator keberhasilan .................................................................... 43 Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Tes Siklus I dan II .......................................... 47 Tabel 3.3 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Masalah Kontekstual ................. 48 Tabel 3.4 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Model ......................................... 49 Tabel 3.5 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Kontribusi Siswa........................ 49 Tabel 3.6 Kisi-kisi Observasi Interaktivitas ................................................... 50 Tabel 3.7 Kisi-kisi Observasi Intertwining dalam Pembelajaran................... 50 Tabel 3.8 Kisi-kisi Instrumen Kuesioner Respon Siswa ................................ 51 Tabel 3.9 Kisi-kisi Instrumen Pengumpulan Wawancara ............................. 51 Tabel 3.10 Kriteria Reliabilitas ........................................................................ 54 Tabel 3.11 Kualifikasi Indeks Kesukaran ........................................................ 56 Tabel 3.12 Kategori Sikap Siswa Menurut Skala Likert.................................. 60 Tabel 4.1 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator memberikan contoh dari suatu konsep ............................................................... 71 Tabel 4.2 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menggambarkan konsep dengan suatu model ............................... 73 Tabel 4.3 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain ........................................................... 74 Tabel 4.4 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep ............. 75 Tabel 4.5 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep...................................................................... 77 Tabel 4.6 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan intertwining 78 Tabel 4.7 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan interaktivitas siswa ........................................................................ 79 Tabel 4.8 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan pemodelan .. 80 Tabel 4.9 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan kontribusi siswa .............................................................................................. 81 Tabel 4.10 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan masalah kontekstual ....................................................................... 82 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.11 Hasil observasi penggunaan konteks ............................................. 84 Tabel 4.12 Hasil observasi penggunaan model ................................................ 85 Tabel 4.13 Hasil observasi penggunaan kontribusi siswa ................................ 86 Tabel 4.14 Hasil observasi interaktivitas siswa ............................................... 88 Tabel 4.15 Hasil observasi penggunaan intertwining ...................................... 90 Tabel 4.16 Hasil wawancara dengan guru matematika .................................... 91 Tabel 4.17 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator memberikan contoh dari suatu konsep ............................................................... 102 Tabel 4.18 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menggambarkan konsep dengan suatu model ............................... 103 Tabel 4.19 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain ........................................................... 104 Tabel 4.20 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep ............. 105 Tabel 4.21 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep...................................................................... 106 Tabel 4.22 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan intertwining 108 Tabel 4.23 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan interaktivitas siswa ........................................................................ 109 Tabel 4.24 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan pemodelan .. 110 Tabel 4.25 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan kontribusi siswa .............................................................................................. 111 Tabel 4.26 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan masalah kontekstual ...................................................................... 112 Tabel 4.27 Hasil observasi penggunaan konteks ............................................. 113 Tabel 4.28 Hasil observasi penggunaan model ................................................ 115 Tabel 4.29 Hasil observasi penggunaan kontribusi siswa ................................ 116 Tabel 4.30 Hasil observasi interaktivitas siswa ............................................... 118 Tabel 4.31 Observasi penggunaan intertwining ............................................... 119 Tabel 4.32 Hasil wawancara dengan guru matematika.................................... 121 Tabel 4.33 Hasil pencapaian akhir siklus ......................................................... 126 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Validasi Ahli ............................................................................ (2) 1. Validasi instrumen tes .................................................................................. (3) 2. Validasi instrumen kueasioner ..................................................................... (8) 3. Validasi instrumen wawancara .................................................................... (10) 4. Validasi perangkat pembelajaran ................................................................. (16) Lampiran 2 : Uji Coba Validitas dan Reliabilitas ...................................... (19) 1. Instrumen Uji Coba Tes Kemampuan Memahami....................................... (20) 2. Hasil Pengisian Uji Coba Tes Kemampuan Memahami .............................. (27) 3. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami ....................................................................... (33) 4. Rincian Hasil Validitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami ................. (39) Lampiran 3 : Tes, Observasi, Kuesioner, Wawancara .............................. (41) 1. Instrumen Tes Kemampuan Memahami ...................................................... (42) 2. Hasil Pengisian Tes Kemampuan Memahami ............................................. (49) 3. Instrumen Kuesioner .................................................................................... (57) 4. Hasil Pengisian Lembar Kuesioner .............................................................. (60) 5. Instrumen Observasi..................................................................................... (66) 6. Hasil Pengisian Lembar Observasi .............................................................. (72) 7. Instrumen Wawancara .................................................................................. (112) 8. Verbatim Hasil Wawancara ......................................................................... (113) Lampiran 4 : Silabus dan RPP .................................................................... (117) 1. Silabus Siklus 1 ............................................................................................ (118) 2. RPP Siklus I ................................................................................................. (123) 3. Silabus Siklus II ........................................................................................... (158) 4. RPP Siklus II ................................................................................................ (163) Lampiran 5 : Dokumentasi dan Surat-surat .............................................. (188) 1. Foto-foto....................................................................................................... (189) 2. Surat Penelitian ............................................................................................ (190) Lampiran 6 : Daftar Riwayat Hidup............................................................ (192) xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sekolah Dasar (SD) merupakan salah satu lembaga formal penyelenggara pendidikan yang berada di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional dengan tugas untuk mengemban misi dasar dalam memberikan konstribusi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional (Amin, 2004: 1). Pendidikan tersebut dilaksanakan melalui proses belajar mengajar yang dilakukan sesuai dengan kurikulum sekolah. Melalui pengajaran yang dilaksanakan di sekolah, siswa SD yang sedang berada pada tahap perkembangan operasional konkret dapat memperoleh bekal ilmu pengetahuan dasar dan keterampilan dasar yang dapat menjadi persiapan untuk proses belajar pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan dasar siswa diperoleh dari berbagai macam mata pelajaran yang terdapat di SD, salah satunya adalah matematika. Menurut Fowler (dalam Muslich, 2009: 221), matematika merupakan mata pelajaran yang bersifat abstrak sehingga dituntut kemampuan guru untuk dapat mengupayakan metode yang tepat sesuai dengan tingkat perkembangan mental siswa. Berdasarkan pendapat tersebut, diketahui bahwa karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak. Menurut Rosser (dalam Sagala, 2003: 73), konsep adalah suatu abstraksi yang mewakili satu kelas objek-objek, kejadian-kejadian, kegiatan-kegiatan, atau hubungan-hubungan yang mempunyai atribut-atribut yang sama. Kemampuan siswa juga mempunyai pengaruh pada pemahaman konsep siswa. Siswa yang 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 kurang berbakat matematika atau kurang mampu dalam mempelajari matematika, sering mengalami kesulitan menangkap dan memahami konsep yang benar dalam proses belajar, sehingga proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung dengan baik. Oleh sebab itu, pelaksanaan proses pembelajaran harus sesuai dengan perkembangan dalam dunia pendidikan sekarang ini serta harus dapat menerapkan pendekatan proses pembelajaran yang relevan dengan paradigma pendidikan saat ini, yang lebih mengaktifkan siswa. Sehingga, hasil belajar yang diperoleh siswa akan memuaskan serta pemahaman konsep siswa akan meningkat. Peneliti melaksanakan observasi pembelajaran Matematika di kelas V-C SDN Ungaran 1 Yogyakarta pada tanggal 4 Desember 2013 dengan pembelajaran mengenai materi bangun datar. Berdasarkan hasil observasi, terlihat bahwa sebagian siswa menyimak dan memperhatikan guru pada saat pembelajaran dimulai. Pembelajaran yang berlangsung cenderung didominasi oleh guru dengan menggunakan metode ceramah, sehingga ketika pertengahan proses pembelajaran siswa mulai tidak fokus belajar. Sebagian besar siswa tidak ramai di kelas, namun terlihat melakukan kesibukan sendiri yang tidak berkaitan dengan pelajaran Matematika yang sedang diikuti. Walaupun guru berusaha menggunakan media pembelajaran, namun siswa masih terlihat pasif dengan media yang digunakan. Ketika guru menunjukkan cara mengerjakan soal di depan kelas, siswa terlihat mendengarkan. Namun, ketika siswa diminta mengerjakan beberapa soal, siswa masih mengalami kesulitan untuk mengerjakannya. Siswa yang kesulitan mengerjakan soal tidak langsung bertanya kepada guru, namun hanya diam saja sampai waktu pergantian jam mata pelajaran tiba. Berdasarkan observasi yang

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 dilakukan, terlihat bahwa siswa masih kurang aktif mengikuti pembelajaran. Pembelajaran yang berlangsung masih fokus kepada guru, sehingga siswa belum memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan mereka sendiri berdasarkan media yang digunakan dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan siswa tidak bersemangat mengikuti pembelajaran dan siswa kurang mampu memahami materi yang dipelajari. Selain melakukan observasi, peneliti juga melakukan wawancara dengan guru kelas V-C di SDN Ungaran 1 Yogyakarta. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa di kelas V-C masih mengalami kesulitan untuk memahami materi pelajaran yang diberikan. Sebagian siswa masih kesulitan untuk memahami materi walaupun guru sudah berusaha memberikan penjelasan kepada siswa, serta menyediakan media pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam belajar. Namun media yang ada kurang efektif dalam pembelajaran, karena siswa yang kesulitan memahami materi cenderung menggunakan media pembelajaran sebagai mainan di dalam kelas. Selain itu, siswa masih terlihat pasif dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Hal ini tentu menjadi salah satu masalah yang dihadapi guru kelas V-C di SDN Ungaran 1 Yogyakarta. Guru merasa sudah kehabisan ide untuk membuat siswa mudah memahami materi Matematika. Berdasarkan hasil penilaian siswa di kelas V-C SDN Ungaran 1 Yogyakarta semester dua tahun pelajaran 2012/2013, dari 37 siswa kelas V-C ada 22 siswa yang masih mendapatkan nilai ulangan harian di bawah KKM, yaitu 72. Sehingga hanya ada 40,5% siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Perolehan nilai ulangan harian tersebut dapat menggambarkan kemampuan memahami siswa, karena setelah materi pelajaran selesai diberikan, maka dilaksanakan ulangan harian untuk melihat seberapa besar tingkat kemampuan memahami siswa terhadap materi pelajaran tersebut. Oleh karena itu, peneliti melaksanakan penelitian di SDN Ungaran 1 Yogyakarta dengan menerapkan pendekatan PMRI untuk meningkatkan kemampuan memahami siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan paradigma pendidikan saat ini. PMRI menginginkan adanya perubahan dalam paradigma pembelajaran, yaitu dari paradigma mengajar menjadi paradigma belajar (Marpaung, 2004). PMRI merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang relatif baru, sehingga belum semua kalangan dalam dunia pendidikan mengenal pendekatan tersebut. Namun untuk saat ini, sudah banyak seminar-seminar yang dilakukan oleh pemerintah untuk lebih mengenalkan PMRI pada para pendidik, sehingga PMRI sudah mulai diterapkan dalam dunia pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran matematika. Melalui pendekatan PMRI, siswa tidak hanya dilatih untuk membangun pengetahuannya sendiri tetapi siswa juga dilatih untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diperoleh dalam setiap proses pembelajaran yang diikuti. Selain itu, PMRI menekankan untuk membawa matematika pada pengajaran bermakna dengan mengaitkannya dalam kehidupan nyata sehari-hari yang bersifat realistik. Kata realistik disini dimaksudkan sebagai

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 suatu situasi yang dapat dibayangkan oleh siswa atau menggambarkan situasi dalam dunia nyata. Pendekatan PMRI memiliki lima karakteristik menurut De Lange (Zulkardi, 2005: 14), yaitu 1) The use of context (menggunakan masalah kontekstual), 2) The use of models (menggunakan berbagai model), 3) Student contributions (kontribusi siswa), 4) Interactivity (interaktivitas), dan 5) Intertwining (keterkaitan). Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan penelitian pada karakteristik yang kedua, yaitu The use of models (menggunakan berbagai model/ pemodelan). Pemilihan karakteristik ini mengacu pada hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, yang menjelaskan bahwa siswa masih kurang aktif mengikuti pembelajaran, serta siswa belum memperoleh kesempatan untuk mengembangkan sendiri pengetahuan yang diperoleh. Hal ini sejalan dengan karakteristik tersebut yang lebih menekankan pada pengembangan sendiri model matematika oleh siswa. PMRI dimulai dengan suatu hal yang nyata dan dekat dengan siswa, oleh karena itu siswa dapat mengembangkan sendiri model matematika yang mereka peroleh. Melalui pengembangan sendiri model-model matematika oleh siswa, maka siswa dapat menambah pemahamannya terhadap materi matematika. Penelitian ini menerapkan pendekatan PMRI karakteristik pemodelan dalam pembelajaran Matematika untuk materi geometri bangun datar kelas V SDN Ungaran 1. Pengambilan materi geometri bangun datar ini dilandasi dengan alasan, karena siswa masih belum mampu memahami konsep geometri bangun datar dengan baik. Selain itu, bangun datar banyak terdapat di lingkungan sekitar

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 siswa dan sering dijumpai siswa. Penerapan PMRI karakteristik pemodelan dalam materi geometri bangun datar dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan sendiri model-model yang diperoleh, sehingga kemampuan memahami konsep geometri bangun datar dapat meningkat. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang telah diungkapkan di atas, penelitian ini berjudul ”Penggunaan Pemodelan untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep Geometri Bangun Datar dengan Pendekatan PMRI Kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta”. B. PEMBATASAN MASALAH Agar permasalahan dalam penelitian ini tidak meluas dan menyimpang dari sasaran yang diharapkan, maka peneliti membatasi permasalahan pada hal-hal berikut: 1. Peningkatan yang dimaksud yaitu adanya peningkatan pemahaman konsep geometri bangun datar dalam pembelajaran matematika siswa kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014. 2. Pemahaman siswa terhadap konsep geometri bangun datar dapat dilihat dari hasil tes kemampuan memahami yang memiliki lima indikator pemahaman konsep dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI. 3. Peningkatan pemahaman konsep geometri bangun datar pada standar kompetensi “Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun”, kompetensi dasar “Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar” dan

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 “Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar dan bangun ruang sederhana”. C. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang timbul adalah: “Bagaimana penerapan pendekatan PMRI karakteristik Pemodelan dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar siswa kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta pada tahun ajaran 2013/2014?”. D. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar siswa kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta pada tahun ajaran 2013/2014 dalam proses pembelajaran matematika dengan menerapan pendekatan PMRI Pemodelan. E. MANFAAT PENELITIAN Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain: 1. Manfaat Praktis a. Bagi sekolah tempat penelitian, sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan dan menyempurnakan program pengajaran matematika di sekolah.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 b. Bagi guru mata pelajaran, sebagai informasi dan acuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dalam proses pembelajaran matematika. c. Bagi peneliti, sebagai pengalaman langsung dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan yang realistik untuk siswa. 2. Manfaat Teoritis a. Bagi program studi, sebagai gambaran pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan PMRI Pemodelan di Sekolah Dasar. b. Bagi peneliti lanjutan, sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya yang relevan. c. Bagi dunia pendidikan, sebagai sumbangan peneliti untuk mensosialisasikan PMRI pada masyarakat. F. DEFINISI OPERASIONAL 1. Pemahaman konsep. Siswa dikatakan mampu memahami apabila siswa mampu memberikan contoh dari suatu konsep, menggambarkan konsep dengan suatu model, mengubah suatu bentuk ke bentuk lain, membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep, dan menyatakan ulang sebuah konsep.Pemahaman konsep adalah kemampuan siswa yang berupa penguasaan sejumlah materi pelajaran, tetapi mampu mengungkapkan kembali dalam bentuk lain yang mudah dimengerti, memberikan intepretasi data dan mampu mengaplikasi konsep yang sesuai denan struktur kognitif yang dimilikinya (Sanjaya, 2009).

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 2. Konsep geometri adalah salah satu struktur matematika yang memuat banyak konsep mengenai penyajian abstraksi dari pengalaman visual dan spasial yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 3. Karakteristik siswa SD yang berada dalam tahap operasional konkret memiliki ciri khusus, yaitu siswa memiliki kemampuan berpikir logis dengan menggunakan benda-benda konkret, serta mampu untuk memanipulasi gambaran yang ada di dalam dirinya. 4. Pembelajaran matematika adalah pembelajaran yang bersifat abstrak, yang diajarkan secara bertahap dengan menggunakan metode spiral, serta menggunakan penyampaian pembelajaran yang bermakna, sehingga siswa lebih cepat untuk memahami. 5. Pendekatan PMRI adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran matematika yang menekankan bagaimana siswa menemukan konsep atau prosedur dalam matematika melalui masalah kontekstual yang dipahami siswa untuk memperlancar pembelajaran matematika. 6. Prinsip PMRI yang diterapkan dalam penelitian ini adalah prinsip aktivitas, prinsip realitas, prinsip berjenjang, prinsip jalinan, prinsip interaksi, dan prinsip bimbingan. 7. Karakteristik PMRI yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penggunaan masalah kontektual, penggunaan berbagai model, penggunaan kontribusi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan. 8. Pendekatan PMRI pemodelan dalam penelitian ini adalah jembatan yang menghubungkan pengetahuan informal siswa yang dikembangkan dan

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 disempurnakan sendiri oleh siswa menjadi bentuk pengetahuan formal dengan bimbingan guru. 9. Langkah-langkah PMRI yang diterapkan dalam penelitian ini adalah mengkondisikan siswa untuk belajar, mengajukan masalah kontekstual, membimbing siswa untuk menyelesaikan masalah kontekstual, meminta siswa menyajikan penyelesaian masalah, membandingkan dan mendiskusikan penyelesaian masalah, dan bernegosiasi.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka pada bab ini terdiri dari kajian teori, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan. Kajian teori menjelaskan mengenai berbagai pengertian yang dikaji oleh peneliti. A. KAJIAN TEORI 1. Pemahaman Konsep Sanjaya (2009) mengemukakan bahwa pemahaman konsep adalah kemampuan siswa yang berupa penguasaan sejumlah materi pelajaran, tetapi mampu mengungkapkan kembali dalam bentuk lain yang mudah dimengerti, memberikan intepretasi data dan mampu mengaplikasi konsep yang sesuai dengan struktur kognitif yang dimilikinya. Indikator pemahaman konsep menurut Sanjaya (2009) adalah: a. Mampu menerangkan secara verbal mengenai apa yang telah dicapainya b. Mampu menyajikan situasi matematika ke dalam berbagai cara serta mengetahui perbedaan c. Mampu mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut d. Mampu menerapkan hubungan antara konsep dan prosedur e. Mampu memberikan contoh dan kontra dari konsep yang dipelajari 11

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 f. Mampu menerapkan konsep secara alogaritma g. Mampu mengembangkan konsep yang telah dipelajari Sedangkan indikator pemahaman konsep menurut Kurikulum 2006 (dalam Kesumawati, 2010), yaitu: a. Menyatakan ulang sebuah konsep b. Mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya) c. Memberikan contoh dan non contoh dari konsep d. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis e. Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep f. Menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu g. Mengaplikasikan konsep atau alogaritma pemecahan masalah. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Untuk mengevaluasi hasil belajar siswa yang diharapkan, diperlukan tujuan yang bersifat operasional yaitu tujuan berupa tingkah laku yang dapat dikerjakan dan diukur. Tujuan berkaitan dengan sifat secara operasional dan tujuan pembelajaran khusus (Subiyanto, 1986: 46). Benyamin Bloom mengklasifikasikan kemampuan hasil belajar ke dalam tiga kategori, yaitu: a. Ranah kognitif, meliputi kemampuan menyatakan kembali konsep atau prinsip yang telah dipelajari dan kemampuan intelektual.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 b. Ranah afektif, berkenaan dengan sikap dan nilai yang terdiri atas aspek penerimaan, tanggapan, penilaian, pengelolaan, dan penghayatan (karakterisasi). c. Ranah psikomotorik, mencakup kemampuan yang berupa keterampilan fisik (motorik) yang terdiri dari gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, ketepatan, keterampilan kompleks, serta ekspresif dan interperatif. Taksonomi tujuan pembelajaran dalam kawasan kognitif menurut Bloom terdiri atas enam tingkatan yaitu (1) Pengetahuan, (2) Pemahaman, (3) Penerapan, (4) Analisis, (5) Sintesis, dan (6) Evaluasi. Pemahaman adalah kemampuan untuk memahami segala pengetahuan yang diajarkan seperti kemampuan mengungkapkan dengan struktur kalimat lain, membandingkan, menafsirkan, dan sebagainya. Kemampuan memahami dapat juga disebut dengan istilah “mengerti”. Kemampuan-kemampuan yang tergolong dalam taksonomi ini, mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi ialah: a) Translasi, yaitu kemampuan untuk mengubah simbol tertentu menjadi simbol lain tanpa perubahan makna. b) Interpretasi, yaitu kemampuan untuk menjelaskan makna yang terdapat di dalam simbol, baik simbol verbal maupun non verbal. c) Ekstrapolasi, yaitu kemampuan untuk melihat kecenderungan atau arah atau kelanjutan dari suatu temuan. Berdasarkan penjelasan dari para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa dikatakan mampu memahami apabila siswa mampu memberikan contoh

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 dari suatu konsep, menggambarkan konsep dengan suatu model, mengubah suatu bentuk ke bentuk lain, membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep, dan menyatakan ulang sebuah konsep. 2. Konsep Geometri Bangun Datar Travers dkk (1987: 6) menyatakan bahwa: “Geometry is the study of the relationships among points, lines, angles, surfaces, and solids”. Geometri adalah ilmu yang membahas tentang hubungan antara titik, garis, sudut, bidang dan bangun-bangun ruang. Geometri menempati posisi khusus dalam kurikulum matematika, karena banyaknya konsep-konsep yang termuat di dalamnya. Dari sudut pandang psikologi, geometri merupakan penyajian abstraksi dari pengalaman visual dan spasial, misalnya bidang, pola, pengukuran dan pemetaan. Sedangkan dari sudut pandang matematik, geometri menyediakan pendekatan-pendekatan untuk pemecahan masalah, misalnya gambar-gambar, diagram, sistem koordinat, vektor, dan transformasi. Geometri juga merupakan lingkungan untuk mempelajari struktur matematika (Burger & Shaughnessy, 1993:140). Hal ini berarti bahwa geometri merupakan suatu lingkup materi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari struktur matematika. Dengan mempelajari struktur matematika, siswa akan terlatih untuk berpikir logis, sistematis, dan kritis, yang sangat membantu dalam mengembangkan pengetahuan siswa. Alders (1961, dalam Intan & Bagus, 2012: 2) menyatakan bahwa ”Geometri adalah salah satu cabang matematika yang mempelajari tentang titik, garis, bidang dan benda-benda ruang beserta sifat-sifatnya, ukuran-ukurannya, dan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 hubungannya antara yang satu dengan yang lain”. Ada dua macam geometri, yaitu geometri datar dan geometri ruang. Geometri bidang (geometri datar atau geometri dimensi dua) membicarakan bangun-bangun datar, sedangkan geometri ruang membicarakan bangun-bangun ruang dan bangun-bangun datar yang merupakan bagian dari bangun ruang. Suatu bangun disebut bangun datar apabila keseluruhan bangun itu terletak pada satu bidang. Suatu bangun disebut bangun ruang apabila titik-titik yang membentuk bangun itu tidak semuanya terletak pada satu bidang yang sama. Geometri digunakan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Ilmuwan, arsitek, artis, insinyur, dan pengembang perumahan adalah sebagian kecil contoh profesi yang menggunakan geometri secara reguler. Dalam kehidupan sehari-hari, geometri digunakan untuk mendesain rumah, taman, atau dekorasi (Van de Walle, 1990:269). Usiskin (1987:26-27) mengemukakan bahwa geometri adalah (1) cabang matematika yang mempelajari pola-pola visual, (2) cabang matematika yang menghubungkan matematika dengan dunia fisik atau dunia nyata, (3) suatu cara penyajian fenomena yang tidak tampak atau tidak bersifat fisik, dan (4) suatu contoh sistem matematika. Tujuan pembelajaran geometri adalah agar siswa memperoleh rasa percaya diri mengenai kemampuan matematikanya, menjadi pemecah masalah yang baik, dapat berkomunikasi secara matematik, dan dapat bernalar secara matematik (Bobango, 1992:148). Sedangkan Budiarto (2000:439) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran geometri adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, mengembangkan intuisi keruangan, menanamkan pengetahuan untuk menunjang

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 materi yang lain, dan dapat membaca serta menginterpretasikan argumen-argumen matematik. Berdasarkan pengertian para ahli diatas, maka konsep geometri bangun datar adalah salah satu cabang matematika yang mempelajari titik, garis, dan sudut, yang terletak pada satu bidang. 3. Karakteristik Siswa SD Menurut Piaget (Budiningsih, 2004), proses belajar seseorang akan mengikuti pola dan tahap-tahap perkembangan sesuai dengan umurnya. Pola dan tahap-tahap tersebut bersifat hirarkis, artinya harus dilalui berdasarkan urutan tertentu dan seseorang tidak dapat belajar sesuatu yan berada di luar tahap perkembangan kognitifnya. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif menjadi empat tahap, yaitu: a. Tahap sensorimotor (usia 0 – 2 tahun), pada tahap ini bayi mengorganisasikan skema tindakan fisiknya seperti menghisap, menggenggam, dan memukul untuk menghadapi dunia yang ada di hadapannya. b. Tahap preoperasional (usia 2 – 7/8 tahun), pada tahap ini seorang anak belajar berpikir menggunakan simbol-simbol dan pencitraan batiniah, namun pikiran anak masih tidak sistematis dan tidak logis. c. Tahap operasional konkret (usia 7/8 tahun – 11/12 tahun), dalam tahap ini seorang anak dapat mengembangkan kemampuan berpikir sistematis,

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 namun hanya ketika anak dapat mengacu kepada objek-objek atau aktivitas konkret. d. Tahap operasional formal (usia 11/12 tahun – 18 tahun), pada tahap ini seorang anak dapat mengembangkan kemampuan untuk berpikir sistematis menurut rancangan yang murni abstrak dan hipotesis. Siswa SD yang berada pada tahap operasional konkret memiliki beberapa ciri pokok, diantaranya: (1) Anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis, yang ditandai dengan adanya reversible dan kekekalan, (2) Anak telah memiliki kecakapan berpikir logis, akan tetapi hanya dengan benda-benda yang bersifat konkret, (3) Anak dapat memanipulasi objek atau gambaran yang ada di dalam dirinya, (4) Anak dapat menangani sistem klasifikasi, (5) Anak sudah tidak perlu coba-coba dan membuat kesalahan, karena anak sudah dapat berpikir dengan menggunakan model “kemungkinan” dalam melakukan kegiatan tertentu. Dalam penelitian ini, karakteristik siswa SD yang berada dalam tahap operasional konkret memiliki ciri khusus, yaitu siswa memiliki kemampuan berpikir logis dengan menggunakan benda-benda konkret, serta mampu untuk memanipulasi gambaran yang ada di dalam dirinya. 4. Pembelajaran Matematika Siswa SD yang berada pada umur 7/8 tahun sampai umur 11/12 tahun, perkembangan kognitifnya sedang berada pada tahap operasional konkret.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Kemampuan yang tampak dalam fase ini adalah kemampuan dalam proses berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika, meskipun masih terikat dengan objek yang bersifat konkret (Heruman, 2008). Siswa SD masih terikat dengan objek yang ditangkap dengan pancaindra, sehingga sangat diharapkan dalam pembelajaran matematika yang bersifat abstrak, siswa lebih banyak menggunakan media belajar sebagai alat bantu, dan penggunaan alat peraga. Penggunaan media belajar dan alat peraga dapat memperjelas apa yang disampaikan oleh guru, sehingga siswa lebih cepat memahaminya. Suwangsih dan Tiurlina (2006) menyatakan ciri-ciri pembelajaran matematika SD yaitu: 1) Pembelajaran matematika menggunakan metode spiral Pendekatan spiral dalam pembelajaran matematika merupakan pendekatan di mana pembelajaran konsep atau suatu topik matematika selalu mengaitkan atau menghubungkan dengan topik sebelumnya, topik sebelumnya merupakan prasyarat untuk topik baru, topik baru merupakan pendalaman dan perluasan dari topik sebelumnya. Konsep yang diberikan dimulai dengan benda-benda konkret kemudian konsep itu diajarkan kembali dengan bentuk pemahaman yang lebih abstrak dengan menggunakan notasi yang lebih umum digunakan dalam matematika. 2) Pembelajaran matematika bertahap Materi pelajaran matematika diajarkan secara bertahap yaitu dimulai dari konsep-konsep yang sederhana, menuju konsep yang lebih sulit, selain pembelajaran matematika dimulai dari yang konkret, ke semi konkret, dan akhirnya kepada konsep abstrak.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 3) Pembelajaran matematika menggunakan metode induktif Matematika merupakan ilmu deduktif. Namun karena sesuai tahap perkembangan siswa maka pada pembelajaran matematika di SD digunakan pendekatan induktif. 4) Pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi Kebenaran matematika merupakan kebenaran yang konsisten artinya pertentangan antara kebenaran yang satu dengan kebenaran yang lainnya. Suatu pernyataan dianggap benar jika didasarkan kepada pernyataanpernyataan sebelumnya yang telah diterima kebenarannya. Meskipun di SD pembelajaran matematika dilakukan dengan cara induktif tetapi pada jenjang selanjutnya generalisasi suatu konsep harus secara deduktif. 5) Pembelajaran matematika hendaknya bermakna Pembelajaran matematika secara bermakna merupakan cara mengajarkan materi pelajaran yang mengutamakan pengertian dari pada hafalan. Dalam belajar bermakna, aturan-aturan dan dalil-dalil tidak diberikan dalam bentuk jadi, tetapi sebaliknya aturan-aturan dan dalil-dalil ditemukan oleh siswa melalui contoh-contoh secara induktif di SD, kemudian dibuktikan secara deduktif pada jenjang selanjutnya. Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri di atas, maka pembelajaran matematika adalah pembelajaran yang bersifat abstrak, yang diajarkan secara bertahap dengan menggunakan metode spiral, serta menggunakan penyampaian pembelajaran yang bermakna, sehingga siswa lebih cepat untuk memahami.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 5. Pendekatan PMRI Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan salah satu pendekatan dalam pendidikan matematika yang telah dikembangkan di Belanda selama kurang lebih 35 tahun yang lalu. PMRI merupakan hasil pengembangan pembelajaran matematika yang berasal dari pandangan Freudenthal tentang matematika, yaitu matematika merupakan aktivitas manusia, dan banyak berhubungan dengan realita. Ini berarti matematika harus dekat dengan anak dan relevan dengan situasi anak sehari-hari. Menurut Freudenthal (1973), pembelajaran matematika harus dipandang sebagai proses. Materi matematika yang disajikan kepada siswa harus berupa suatu "proses" bukan sebagai barang 'jadi' yang siap "disuapkan" kepada siswa (Yuwono, 2001). PMRI adalah pendekatan pembelajaran matematika yang menekankan bagaimana siswa menemukan konsep-konsep atau prosedur-prosedur dalam matematika melalui masalah-masalah kontekstual. Soedjadi (2001) mengemukakan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik pada dasarnya adalah pemanfaatan realita dan lingkungan yang dipahami peserta didik untuk memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan matematika secara lebih baik daripada masa yang lalu. Realita merupakan hal-hal yang nyata atau konkret yang dapat diamati atau dipahami siswa lewat membayangkan. Sedangkan yang dimaksud dengan lingkungan adalah lingkungan tempat peserta didik berada baik lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat yang dapat dipahami peserta didik.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Berdasarkan pengertian para ahli di atas, pendekatan PMRI adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran matematika yang menekankan bagaimana siswa menemukan konsep atau prosedur dalam matematika melalui masalah kontekstual yang dipahami siswa untuk memperlancar pembelajaran matematika. 6. Prinsip dan Karakteristik PMRI Prinsip PMRI menurut Heuvel-Panhuizen (1996) dalam Kemendiknas (2010: 10) adalah sebagai berikut: a. Prinsip aktivitas, yaitu matematika adalah aktivitas manusia. Pembelajar harus aktif baik secara mental maupun fisik dalam pembelajaran matematika. b. Prinsip realitas, yaitu pembelajaran seyogianya dimulai dengan masalahmasalah yang relistik atau dapat dibayangkan oleh siswa. Masalah realistik lebih menarik bagi siswa daripada masalah-masalah matematis formal tanpa makna. c. Prinsip berjenjang, artinya dalam belajar matemtika siswa melewati berbagai jenjang pemahaman, yaitu dari mampu menemukan solusi suatu masalah kontekstual atau relistik secara informal, melalui skematisasi memperoleh pengetahuan tentang hal-hal yang mendasar sampai mampu menemukan solusi suatu masalah matematis secara formal. d. Prinsip jalinan, artinya berbagai aspek atau topik dalam matematika jangan dipandang dan dipelajari sebagai bagian-bagian yang terpisah, tetapi terjalin satu sama lain sehingga siswa dapat melihat hubungan antara materi-materi itu secara lebih baik.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 e. Prinsip interaksi, yaitu matematika dipandang sebagai aktivitas sosial. Siswa perlu dan harus diberikan kesempatan menyampaikan strateginya dalam menyelesaikan suatu masalah kepada yang lain untuk ditanggapi, dan menyimak apa yang ditemukan orang lain dan strateginya menemukan itu serta menanggapinya. f. Prinsip bimbingan, yaitu siswa perlu diberi kesempatan untuk menemukan kembali (reinvention) pengetahuan matematika terbimbing. Sejalan dengan pendapat ahli di atas, maka prinsip PMRI yang diterapkan dalam penelitian ini adalah prinsip aktivitas, prinsip realitas, prinsip berjenjang, prinsip jalinan, prinsip interaksi, dan prinsip bimbingan. Karakteristik PMRI menurut de Lange dalam Zulkardi (2005: 14) ada lima, yaitu: 1) The use of context (menggunakan masalah kontekstual), masalah kontekstual berfungsi untuk memanfaatkan realitas sebagai sumber aplikasi matematika. Selain itu juga untuk melatih kemampuan siswa khususnya dalam menerapkan matematika pada situasi nyata. 2) The use of models (menggunakan berbagai model), istilah model berkaitan dengan model matematika yang merupakan jembatan bagi siswa dari situasi informal ke formal. 3) Student contributions (kontribusi siswa), menggunakan kontribusi siswa dimana siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan strategi-strategi informal dalam menyelesaikan masalah yang dapat mengarahkan mereka pada

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 pengkontribusian prosedur pemecahan, dengan bimbingan guru diharapkan siswa bisa menemukan. 4) Interactivity (interaktivitas), interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru serta siswa dengan perangkat pembelajaran juga harus ada dalam pembelajaran. Bentuk-bentuk interaksi misalnya diskusi, penjelasan, persetujuan, pertanyaan, dan sebagainya digunakan untuk mencapai bentuk pengetahuan matematika formal dari bentuk-bentuk pengetahuan matematika informal yang ditentukan sendiri oleh siswa. 5) Intertwining (keterkaitan), struktur dan konsep matematika saling berkaitan, biasanya pembahasan suatu topik (unit pelajaran) harus dieksplorasi untuk mendukung terjadinya proses pembelajaran yang lebih bermakna. Sedangkan menurut Treffers (1987) dalam Wijaya (2013: 21-23) karakteristik PMRI, yaitu 1) penggunaan konteks, 2) penggunaan model untuk matematisasi progresif, 3) pemanfaatan hasil konstruksi siswa, 4) interaktivitas, dan 5) keterkaitan. Konteks atau permasalahan realistik digunakan sebagai titik awal pembelajaran matematika, melalui penggunaan konteks siswa dilibatkan secara aktif untuk melakukan kegiatan eksplorasi permasalahan. Penggunaan model berfungsi sebagai jembatan (bridge) dari pengetahuan matematika tingkat konkrit menuju pengetahuan matematika tingkat formal. Hasil konstruksi siswa menunjukkan pengembangan aktivitas dan kreativitas siswa. Dalam interaktivitas, belajar bukan hanya suatu proses individu namun juga proses sosial. PMRI juga mengandung karakteristik keterkaitan, artinya konsep-konsep dalam matematika tidak bersifat parsial melainkan memiliki keterkaitan dengan konsep-konsep lain.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Berdasarkan pendapat para ahli di atas, karakteristik PMRI yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penggunaan masalah kontektual, penggunaan berbagai model, penggunaan kontribusi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan. 7. Pendekatan PMRI Karakteristik Pemodelan Dalam karakteristik ini, siswa diberi kesempatan untuk menjalani proses yang disebut matematisasi yang biasanya dimulai dari matematisasi horizontal lalu dilanjutkan matematisasi vertikal. Dalam proses matematisasi tersebut, digunakan model of (model of situation) yang dikembangkan menjadi model for (model for formal mathematics). Dalam model of, pengetahuan yang dikembangkan masih dalam bentuk pengetahuan informal yang kemudian akan dikembangkan dan disempurnakan sendiri oleh siswa menjadi bentuk matematika formal dalam bentuk model for dengan bimbingan guru. Keberagaman jenis model yang digunakan dapat bergeser dari model konkret, semi konkret, semi abstrak, sampai kemodel abstrak, merupakan ciri dari terjadinya proses matematisasi yang berangkat dari situasi yang pada awalnya tidak terstruktur, general, dan formal. Penggunaan berbagai model of situation untuk menuju pada matematika formal merupakan sesuatu yang esensial. Hal ini berarti bahwa model dapat dipandang sebagai suatu alat atau jembatan (Gravemeijer, 1994) yang menghubungkan bagian konkret ataupun informal dengan bagian abstrak atau bagian formal.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Berdasarkan pendapat ahli di atas, pendekatan PMRI pemodelan dalam penelitian ini adalah jembatan yang menghubungkan pengetahuan informal siswa yang dikembangkan dan disempurnakan sendiri oleh siswa menjadi bentuk pengetahuan formal dengan bimbingan guru. 8. Langkah–Langkah PMRI Menurut Amin (2004), langkah-Langkah dalam kegiatan PMRI adalah sebagai berikut. 1) Mengkondisikan siswa untuk belajar. Guru mengkondisikan siswa untuk belajar dengan menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai, memotivasi siswa, mengingatkan materi prasyarat yang harus dimiliki siswa, dan mempersiapkan kelengkapan belajar/ alat peraga yang diperlukan dalam pembelajaran. 2) Mengajukan masalah kontekstual. Guru selalu mengawali pembelajaran dengan pengajuan masalah kontekstual. Masalah kontekstual tersebut sebagai pemicu terjadinya penemuan kembali (re-invention) matematika oleh siswa. Masalah kontekstual yang diajukan oleh guru hendaknya masalah yang divergen. Masalah tersebut juga memberi peluang untuk memunculkan berbagai strategi pemecahan masalah. Karakteristik PMRI yang tergolong pada langkah ini adalah menggunakan masalah kontekstual yang diangkat sebagai masalah awal dalam pembelajaran untuk menuju ke matematika formal sampai ke pembentukan konsep. 3) Membimbing siswa untuk menyelesaikan masalah kontekstual. Dalam memahami masalah, mungkin ada siswa yang kesulitan. Guru hanya memberi

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 petunjuk seperlunya terhadap bagian-bagian situasi dan kondisi masalah (soal) yang belum dipahami siswa. Dengan demikian terdapat kesatuan pemahaman terhadap masalah kontekstual. Guru juga dapat meminta siswa untuk menjelaskan atau mendiskripsikan masalah kontekstual dengan bahasa mereka sendiri. Karakteristik PMRI yang tergolong pada langkah ini adalah karakteristik keempat, yaitu adanya interaksi antara guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa. 4) Meminta siswa menyajikan penyelesaian atau selesaian masalah. Siswa secara individu atau kelompok menyelesaikan masalah kontekstual yang disajikan oleh guru dengan cara mereka sendiri, sehingga sangat mungkin terjadi perbedaan dalam penyelesaian masalah antara siswa yang satu dengan yang lain. Guru mengamati dan memotivasi siswa memperoleh penyelesaian soal. Misalnya, "bagaimana kamu tahu?", "bagaimana kamu mendapatkanya?", "mengapa kamu berfikir demikian?". Pada tahap ini siswa dibimbing untuk dilakukan "re-invention" atau menemukan kembali ide/ konsep/ definisi matematika. Pada langkah ini siswa diarahkan menggunakan model-model, gambar, simbol-simbol atau skema-skema yang dikembangkan oleh siswa sendiri sesuai dengan pengetahuan yang dimiliknya untuk memudahkan mereka menyelesaikan masalah. Guru tidak perlu memberi tahu penyelesaian masalah (soal), sebelum siswa memperoleh penyelesaian sendiri. Karakteristik PMRI yang tergolong pada langkah ini adalah karakteristik kedua dan ketiga, yaitu menggunakan model dan menggunakan produksi dan kontruksi oleh siswa.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 5) Membandingkan dan mendiskusikan penyelesaian atau selesaian masalah. Guru memberikan waktu dan kesempatan kepada siswa untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban soal secara berkelompok, untuk selanjutnya dibandingkan (memeriksa, memperbaiki) dan didiskusikan dalam kelas. Kemudian guru sebagai fasilitator dan moderator mengarahkan siswa berdiskusi dan membimbing siswa sehingga diperoleh jawaban yang benar. Pada tahap ini akan tampak penggunaan ide atau kotribusi siswa, sebagai upaya untuk mengaktifkan siswa melalui optimalisasi interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru dan siswa dengan sarana prasarana. Karakteristik yang tergolong pada langkah ini adalah karakteristik ketiga dan keempat, yaitu mengunakan produksi dan kontruksi oleh siswa dan interaksi. 6) Bernegosiasi. Berdasarkan hasil diskusi kelompok atau diskusi kelas yang telah dilakukan, guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan tentang suatu konsep/ teorema/ prinsip matematika yang terkait dengan masalah kontekstual yang baru diselesaikan. Karakteristik PMRI yang tergolong pada langkah ini adalah karakteristik keempat yaitu terdapat interaksi antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa lain. Sejalan dengan langkah-langkah PMRI di atas, maka langkah-langkah PMRI yang diterapkan dalam penelitian ini adalah mengkondisikan siswa untuk belajar, mengajukan masalah kontekstual, membimbing siswa untuk menyelesaikan masalah kontekstual, meminta siswa menyajikan penyelesaian masalah, membandingkan dan mendiskusikan penyelesaian masalah, dan bernegosiasi.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 B. PENELITIAN YANG RELEVAN Penelitian mengenai penerapan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika bukanlah penelitian yang pertama kali dilakukan. Beberapa penelitian mengenai pendekatan PMRI telah dilakukan sebelumnya, meskipun dalam pembahasan yang berbeda. Berikut ini beberapa penelitian, yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti yang relevan dengan penelitian ini. Penelitian yang dilakukan oleh Fuadiah, Zulkardi, Hiltrimartin dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pada Materi Geometri Dan Pengukuran Dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia Di SD Negeri 179 Palembang”. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis data observasi aktivitas siswa mencapai skor rata-rata 6,47 dan berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan untuk hasil analisis data tes yang dilakukan menggunakan buku siswa, mencapai skor ratarata 90,70 dengan kategori sangat baik. Penelitian yang dilakukan oleh Danoebroto dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Pendekatan PMRI dan Pelatihan Metakognitif”. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa rata-rata pretes PMRI mencapai 17,55 dan rata-rata postes PMRI mencapai 22,91, yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian yang dilakukan oleh Warli dengan judul “Pembelajaran Realistik Materi Geometri Kelas IV MI”. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa skor ketuntasan kelas mencapai 88%, yang berarti

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 bahwa ketuntasan secara klasikal tergolong efektif. Aktivitas siswa dalam pembelajaran efektif, dan rata-rata aktivitas guru dalam proses pembelajaran sangat efektif. Apabila penelitian ini dibandingkan dengan penelitian relevan lainnya, maka penelitian ini merupakan sebuah penelitian yang dilakukan untuk melengkapi penelitian yang sudah ada. Jika penelitian-penelitian yang sebelumnya mengenai pengembangan perangkat pembelajaran, peningkatan kemampuan pemecahan masalah, dan pembelajaran geometri, maka penelitian ini merupakan penelitian untuk melihat kemampuan memahami siswa dalam materi geometri bangun datar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar siswa kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta pada tahun ajaran 2013/2014 dengan menerapkan pendekatan PMRI karakteristik pemodelan dalam pembelajaran matematika. Dengan kata lain, bahwa penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya. Desain diagram penelitian yang relevan pada penelitian ini dapat dilihat dalam gambar berikut.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Pembelajaran Realistik Materi Geometri Kelas IV MI Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Pendekatan PMRI dan Pelatihan Metakognitif Penelitian yang dilakukan oleh peneliti: Penggunaan Pemodelan Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep Geometri Bangun Datar Dengan Pendekatan PMRI Di SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pada Materi Geometri Dan Pengukuran Dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia Di SD Negeri 179 Palembang Gambar 2.1 Diagram Penelitian Yang Relevan C. KERANGKA BERPIKIR Matematika merupakan mata pelajaran yang penting untuk dipelajari. Materi pelajaran yang ada dalam matematika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, siswa hendaknya memiliki kemampuan memahami konsep yang baik dan tepat, serta cara berpikir abstrak yang tepat dalam mempelajari materi pelajaran matematika, misalnya dalam materi bangun datar. Dalam mempelajari materi tersebut, diperlukan proses pembelajaran yang menarik sehingga dapat membantu siswa untuk memahami konsep dengan tepat.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Pembelajaran yang hanya dilakukan secara konvensional dengan metode ceramah akan membuat siswa merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Proses pembelajaran yang ada di kelas kurang menarik sehingga siswa cenderung ramai sendiri dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Siswa cenderung menerima materi yang diberikan guru dan menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang diberikan guru tanpa ada upaya untuk menyelesaikannya dengan cara sendiri. Hal ini mengakibatkan kemampuan memahami konsep yang baik dan tepat kurang dimiliki oleh siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan menerapkan pendekatan PMRI dalam proses pembelajaran matematika. Pendekatan PMRI merupakan sebuah strategi pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa. Dalam pembelajaran PMRI memandang matematika sebagai sebuah aktivitas manusia yang bermakna bagi siswa, dan disesuaikan dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia. Penerapan pendekatan PMRI ini diharapkan dapat menjadikan pembelajaran matematika menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Selain itu, melalui penerapan pendekatan PMRI ini diharapkan dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar menjadi lebih baik.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 D. HIPOTESIS TINDAKAN Berdasarkan beberapa fakta dan kajian teori yang telah dilakukan, hipotesis penelitian ini adalah penerapan pendekatan PMRI karakteristik pemodelan dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar siswa kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014, dengan langkah-langkah: mengkondisikan siswa untuk belajar, mengajukan masalah kontekstual, membimbing siswa untuk menyelesaikan masalah kontekstual, meminta siswa menyajikan penyelesaian masalah kontekstual, membandingkan dan mendiskusikan penyelesaian masalah kontekstual, serta bernegosiasi tentang penyelesaian masalah kontekstual.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada bagian ini, peneliti memaparkan mengenai jenis penelitian, setting penelitian, rencana penelitian, persiapan, rencana setiap siklus, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan indikator keberhasilan. A. JENIS PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat tahap dan merupakan satu siklus. Keempat tahap ini yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berikut ini merupakan bagan model penelitian menurut Kemmis dan Mc. Taggart: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Tindakan Observasi Perencanaan Refleksi SIKLUS II Tindakan Observasi ? Gambar 3.1 Model PTK oleh Kemmis & Mc. Taggart 33

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Dalam model penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, terdapat pembagian siklus pada setiap pelaksanaan di kelas. Jika rancangan kegiatan pada siklus I belum berhasil, maka peneliti dapat melanjutkan siklus II dengan pertimbangan perbaikan atau peningkatan tindakan pada siklus I. Jika rancangan kegiatan pada siklus II belum berhasil juga, maka peneliti melanjutkan siklus selanjutnya dengan pertimbangan perbaikan tindakan pada siklus I dan siklus II. Penelitian akan tetap dilanjutkan ke siklus selanjutnya apabila hasil yang diperoleh belum memenuhi target capaian akhir siklus yang telah ditentukan di awal penelitian. B. SETTING PENELITIAN 1. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SD Negeri Ungaran I Yogyakarta yang terletak di Jalan Serma Taruna Ramli No. 03 Kotabaru, Yogyakarta. Peneliti memilih SDN Ungaran 1 Yogyakarta sebagai tempat penelitian karena berdasarkan observasi yang dilakukan, guru di SDN Ungaran 1 Yogyakarta belum sepenuhnya menerapkan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, peneliti menerapkan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar, terutama untuk siswa Kelas V-C SDN Ungaran 1 Yogyakarta. 2. Subjek Penelitian Siswa kelas V-C SDN Ungaran I Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 siswa, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 3. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan memahami konsep geometri bangun datar siswa kelas V-C SDN Ungaran 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 melalui penerapan pendekatan PMRI. C. RENCANA TINDAKAN 1. Persiapan Sebelum melaksanakan penelitian ini, peneliti melakukan beberapa persiapan diantaranya, yaitu: a. Menyiapkan surat izin dari Universitas Sanata Dharma untuk melaksanakan penelitian di SDN Ungaran 1 Yogyakarta. b. Meminta izin serta menyerahkan surat izin kepada Kepala SDN Ungaran 1 Yogyakarta untuk melaksanakan penelitian. c. Melakukan observasi kegiatan pembelajaran Matematika di kelas V-C SDN Ungaran 1 Yogyakarta dan mewawancarai guru kelas V-C. d. Mengidentifikasi masalah pembelajaran Matematika yang ada di kelas VC. e. Merumuskan masalah. f. Menyusun rencana tindakan tiap siklus. g. Menyusun silabus, RPP, kisi-kisi soal, instrumen penilaian, serta instrumen penelitian. h. Menyiapkan media dan alat peraga pembelajaran.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 2. Rencana Tiap Siklus Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus terlebih dahulu. Penelitian ini dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara awal, maka ditentukan bahwa tindakan akan difokuskan untuk meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar siswa kelas V-C SDN Ungaran 1 Yogyakarta dengan menerapkan pendekatan PMRI dalam proses pembelajaran. Rencana tiap siklus yang dilaksanakan dalam penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut. a. Siklus I Siklus I dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. 1) Tahap Perencanaan Pada tahap perencanaan, peneliti melakukan studi pendahuluan dengan melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran matematika pada siswa kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta. Setelah melakukan tahap ini, peneliti akan menemui masalah-masalah yang terjadi pada proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan yang ditemui, peneliti menyiapkan hal-hal yang diperlukan dalam penelitian, diantaranya yaitu: menyusun silabus, menyusun RPP matematika materi bangun datar dengan menggunakan pendekatan PMRI, membuat dan menyiapkan lembar kerja siswa (LKS), menyiapkan kunci jawaban, menyiapkan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 instrumen pengumpulan data yang berupa rubrik pengamatan, lembar observasi, wawancara, dan tes. 2) Tahap pelaksanaan Pada tahap ini, peneliti bekerjasama dengan guru kelas untuk melaksanakan tindakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun pada silabus, RPP, dan LKS yang dibuat dengan menerapkan pendekatan PMRI. Pelaksanaan tahap ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pembelajaran dengan materi mengenai “Contoh-contoh benda yang bentuknya menyerupai bangun datar”, dengan alokasi waktu 2x35 menit. Pertemuan kedua dilaksanakan pembelajaran dengan materi mengenai “Sifat-sifat bangun datar”, dengan alokasi waktu 2x35 menit. Pertemuan ketiga dilaksanakan pembelajaran dengan materi mengenai “Menggambar bangun datar”, dengan alokasi waktu 2x35 menit. Uraian kegiatan dalam setiap pertemuan, diantaranya sebagai berikut. a) Kegiatan Awal (1) Salam, doa, dan presensi (2) Guru melakukan tanya jawab dengan siswa dengan pertanyaanpertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa. (3) Guru mengajak siswa untuk melakukan permainan sederhana sebagai pemanasan. (4) Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari beserta dengan tujuan pembelajaran

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 (5) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok berdasarkan tempat duduknya. b) Kegiatan Inti (1) Guru menunjukkan beberapa benda yang bentuk permukaannya menyerupai bangun datar (2) Siswa mengamati benda-benda tersebut dan menyebutkan bentuk bangun datar yang menyerupainya (3) Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mendaftar benda-benda di sekolah, rumah, dan tempat umum yang bentuk permukaannya menyerupai bangun datar (4) Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok (5) Guru memberikan sebuah bangun datar kepada setiap kelompok (6) Siswa mengamati bangun datar yang diperoleh (7) Siswa dalam kelompok berdiskusi mengenai sifat-sifat bangun datar yang diperoleh (8) Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok c) Kegiatan Akhir (1) Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang presentasi (2) Guru melakukan evaluasi singkat mengenai pembelajaran yang telah dilakukan (3) Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari (4) Guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 3) Tahap Observasi Selama tahap pelaksanaan, peneliti melakukan observasi terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Dalam melaksanakan observasi, peneliti harus memperhatikan setiap detail pembelajaran agar hasil yang diperoleh dapat tergambar dengan baik di dalam lembar observasi yang telah disiapkan oleh peneliti. Kegiatan observasi diantaranya mengamati kegiatan belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta mencatat hal-hal penting yang ditemukan ketika melaksanakan observasi. 4) Tahap Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, selanjutnya peneliti melakukan refleksi atas proses dan hasil pembelajaran yang dicapai pada siklus ini. Refleksi yang dilakukan merupakan proses berpikir ulang mengenai kegiatan yang telah dilakukan selama siklus I berlangsung, apa yang sudah dicapai, apa yang belum dicapai, dan masalah apa yang belum terpecahkan. Dalam tahap ini peneliti melihat kesesuaian antara tahap perencanaan dengan tahap tindakan Dalam siklus I ini, peneliti melihat bahwa hasil tes kemampuan memahami belum memenuhi target indikator pencapaian. Berdasarkan hasil ini, maka penelitian dilanjutkan pada siklus II. Peneliti menentukan hal-hal yang harus dipertahankan dan ditingkatkan, serta hal-hal yang perlu diperbaiki sebagai acuan dalam merancang dan mempersiapkan kegiatan untuk siklus II.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 b. Siklus II Siklus I dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. 1) Tahap Perencanaan Peneliti menyiapkan kegiatan sebagaimana yang dilakukan pada siklus I, yaitu menyiapkan semua keperluan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar melalui pendekatan PMRI pada pembelajaran Matematika, seperti perangkat pembelajaran, lembar observasi, serta lembar soal sesuai dengan hasil refleksi yang telah dilakukan pada siklus I 2) Tahap pelaksanaan Pada tahap ini, peneliti bekerjasama dengan guru kelas untuk melaksanakan tindakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun pada silabus, RPP, dan LKS yang dibuat dengan menerapkan pendekatan PMRI. Pelaksanaan tahap ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pembelajaran dengan materi mengenai “Permasalahan bangun datar dalam kehidupan sehari-hari”, dengan alokasi waktu 2x35 menit. Pertemuan kedua dilaksanakan pembelajaran dengan materi mengenai “penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan rumus bangun datar”, dengan alokasi waktu 2x35 menit. Pertemuan ketiga dilaksanakan pembelajaran dengan materi mengenai “Menggambar bangun datar dalam permasalahan sehari-hari”, dengan alokasi waktu 2x35 menit. Uraian kegiatan dalam setiap pertemuan, diantaranya sebagai berikut.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 a) Kegiatan Awal (1) Salam, doa, dan presensi (2) Guru melakukan tanya jawab dengan siswa dengan pertanyaanpertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa. (3) Guru mengajak siswa untuk melakukan permainan sederhana sebagai pemanasan. (4) Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari beserta dengan tujuan pembelajaran (5) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok berdasarkan tempat duduknya. b) Kegiatan Inti (1) Guru menunjukkan beberapa gambar yang sering dijumpai anak dalam kehidupan sehari-hari (2) Siswa mengamati gambar tersebut dan menyebutkan bentuk bangun datar yang menyerupainya (3) Guru membagikan soal permasalahan bangun datar dalam kehidupan sehari-hari kepada setiap kelompok (4) Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan soal yang diperoleh dengan menggunakan rumus bangun datar (5) Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok c) Kegiatan Akhir (1) Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang presentasi

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 (2) Guru melakukan evaluasi singkat mengenai pembelajaran yang telah dilakukan (3) Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari (4) Guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran 3) Tahap Observasi Selama tahap pelaksanaan, peneliti melakukan observasi terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Dalam melaksanakan observasi, peneliti harus memperhatikan setiap detail pembelajaran agar hasil yang diperoleh dapat tergambar dengan baik di dalam lembar observasi yang telah disiapkan oleh peneliti. Kegiatan observasi diantaranya mengamati kegiatan belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta mencatat hal-hal penting yang ditemukan ketika melaksanakan observasi. 4) Tahap Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, selanjutnya peneliti melakukan refleksi atas proses dan hasil pembelajaran yang dicapai pada siklus ini. Refleksi yang dilakukan merupakan proses berpikir ulang mengenai kegiatan yang telah dilakukan selama siklus II berlangsung, apa yang sudah dicapai, apa yang belum dicapai, dan masalah apa yang belum terpecahkan. Dalam tahap ini peneliti melihat kesesuaian antara tahap perencanaan dengan tahap tindakan. Dalam siklus II ini, peneliti melihat bahwa hasil tes kemampuan memahami sudah memenuhi target indikator pencapaian. Berdasarkan

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 hasil ini, maka peneliti memutuskan bahwa penelitian ini dihentikan sampai di siklus II. D. INDIKATOR KEBERHASILAN DAN PENGUKURANNYA Indikator keberhasilan merupakan rumusan kinerja yang dijadikan acuan atau tolak ukur dalam keberhasilan penelitian yang dilakukan (Suwandi, 2010: 61). Indikator keberhasilan dalam penelitian ini meliputi keberhasilan kemampuan memahami siswa yang diukur melalui tes evaluasi kemampuan memahami dalam bentuk soal uraian. Dalam menentukan target pencapaian, peneliti melakukan diskusi dengan guru kelas V-C. Adapun indikator kemampuan memahami yang diukur dalam penelitian ini, yaitu 1) memberikan contoh dari suatu konsep, 2) menggambarkan konsep dengan suatu model, 3) mengubah suatu bentuk ke bentuk lain, 4) membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep, dan 5) menyatakan ulang sebuah konsep. Rincian indikator keberhasilan dan pengukurannya peneliti sajikan dalam tabel berikut ini. Tabel 3.1 Indikator Keberhasilan Indikator Target Capaian Akhir Siklus Deskriptor Instrumen Tes 40,5% 70% Siswa mampu memberikan contoh benda sehari-hari yang permukaannya menyerupai bangun datar 40,5% 70% Siswa mampu mengidentifikasi konsep Tes Kondisi Awal Memberikan contoh dari suatu konsep Menggambarkan konsep dengan suatu

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 model geometri bangun datar dengan menggunakan model gambar-gambar dalam kehidupan seharihari Mengubah bentuk ke lain suatu bentuk Membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep Menyatakan ulang sebuah konsep 40,5% 40,5% 40,5% Tes 70% Siswa mampu menggambarkan dan memberi nama bangun datar mampu bangun ciri-ciri bangun Tes 70% Siswa membandingkan datar berdasarkan yang dimiliki datar Tes 70% Siswa mampu mendefinisikan konsep geometri bangun datar secara tertulis Berdasarkan tabel indikator keberhasilan di atas, pembelajaran dengan pendekatan PMRI ini dikatakan berhasil apabila hasil tes evaluasi kemampuan memahami mencapai target capaian akhir siklus yang telah ditentukan. E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes dan teknik nontes. Teknik nontes yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, kuesioner, dan wawancara, yang digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan pendekatan PMRI dalam pembelajaran Matematika. 1. Tes Teknik tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan memahami siswa terhadap konsep geometri bangun datar. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi bentuk uraian. Tes prestasi

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 adalah tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu (Arikunto, 2010: 194). 2. Observasi Sutrisno Hadi (1986) dalam Sugiyono (2010: 310) menyatakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Sedangkan menurut Masidjo (2010: 59) observasi adalah suatu teknik pengamatan yang dilakukan secara langsung atau tidak langsung dan secara teliti terhadap suatu gejala dalam situasi di suatu tempat. Teknik observasi digunakan peneliti untuk melihat secara langsung proses pembelajaran Matematika di kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta. Peneliti mengumpulkan data dengan mencatat kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa dan guru, serta komunikasi yang terjadi antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. 3. Kuesioner Kuesioner disusun untuk menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih spesifik dan tunggal (Arikunto, 2010: 272). Kuesioner digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran Matematika, cara guru menyampaikan pelajaran, evaluasi pembelajaran, dan suasana selama pembelajaran berlangsung. Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan pendekatan PMRI dalam pembelajaran Matematika.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 4. Wawancara Masidjo (2010: 72) mendeskripsikan pengertian wawancara sebagai proses sepihak antara pewawancara (interviewer) dan yang diwawancarai (interviewee), yang dilaksanakan sambil bertatap muka, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan maksud memperoleh jawaban dari interviewee. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara dengan guru Matematika kelas V-C SDN Ungaran 1 Yogyakarta untuk mengetahui proses pembelajaran yang telah dilakukan, terkait dengan penggunaan karakteristik pemodelan dalam pendekatan PMRI. F. INSTRUMEN PENELITIAN Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2010: 147). Berdasarkan teknik pengumpulan data yang telah direncanakan, maka instrumen penelitian dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut. 1. Tes Menurut Masidjo (2010: 38) tes adalah suatu alat pengukur berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara sengaja dalam suatu situasi yang distandarisasikan, dan yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu atau kelompok. Jenis tes yang digunakan dalam penelitian yaitu tes karangan atau uraian (essay test). Tes karangan atau tes uraian merupakan suatu tes yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengorganisasikan jawabannya secara bebas

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 sesuai dengan kemampuannya dengan bahasanya sendiri atau sejumlah item yang relatif kecil dan tuntutan jawaban yang benar, relevan, lengkap, berstruktur, dan jelas (Masidjo, 2010: 46). Berikut adalah kisi-kisi yang digunakan peneliti dalam membuat soal evaluasi setiap akhir siklus. Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Tes Siklus I dan II Standar Kompetensi: 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar: 6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar No. Indikator Deskriptor No. Item Siklus I No. Item Siklus II 1 Memberikan contoh dari Siswa mampu memberikan suatu konsep contoh benda sehari-hari yang permukaannya menyerupai bangun datar 1,2 1,2 2 Menggambarkan konsep Siswa mampu mengidentifikasi dengan suatu model konsep geometri bangun datar dengan menggunakan model gambar-gambar dalam kehidupan sehari-hari 3 3 3 Mengubah suatu bentuk Siswa mampu menggambarkan ke bentuk lain dan memberi nama bangun datar 4,5 4,5,6 4 Membandingkan Siswa mampu membandingkan beberapa bentuk dalam bangun datar berdasarkan cirisebuah konsep ciri yang dimiliki bangun datar 6,7 7,8 5 Menyatakan sebuah konsep 8,9,10 9,10 10 10 ulang Siswa mampu mendefinisikan konsep geometri bangun datar secara tertulis Jumlah

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Berdasarkan tabel kisi-kisi instrumen tes di atas, dapat diketahui bahwa peneliti menggunakan 10 soal tes uraian (lampiran hal (35) – (41)) pada setiap akhir siklus untuk mengukur peningkatan kemampuan memahami siswa. 2. Lembar Observasi Arikunto (2010: 272) mengatakan bahwa dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan. Namun kegiatan obseravasi bukanlah sekedar mencatat, tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat. Lembar observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan penerapan pendekatan PMRI dalam pembelajaran Matematika untuk materi konsep geometri bangun datar di kelas V-C. Lembar observasi dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi PMRI pada penelitian sebelumnya, dengan judul penelitian “Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Mengakomodasi Pemodelan dalam Menyelesaikan Masalah Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI Kelas IV-A SD Negeri Adisucipto 1” oleh Erni Kurniasih. Kisi-kisi lembar observasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.3 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Masalah Kontekstual No. Peubah 1 Penggun aan Masalah Konteks tual Sebagai Starting Point Indikator Menggunakan masalah kontekstual No. Item 1a, 1b, 1c Menggunakan permainan 2a, 2b Menggunakan media dan alat peraga 3a, 3b Menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa 4a Mengaitkan masalah kontekstual dengan materi matematika yang dipelajari 5 Jumlah 9

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Tabel 3.4 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Model No. Peubah Indikator No. Item 1 Penggunaan Model Penggunaan strategi informal oleh siswa dalam pemecahan masalah 1 Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah 2a, 2b, 2c Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal 3a, 3b, 3c Jumlah 7 Tabel 3.5 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Kontribusi Siswa No. 1 Peubah Penggunaan Kontribusi Siswa Indikator Pengungkapan berbagai strategi digunakan dalam pemecahan masalah No. Item yang 1a, 1b, 1c Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan 2a, 2b Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah 3a Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat 4 Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran 5 Jumlah 8

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Tabel 3.6 Kisi-kisi Observasi Interaktivitas No. 1 Peubah Indikator Interaktivitas No. Item Berinteraksi antara guru dan siswa 1a, 1b, 1c, 1d, 1e, 1f, 1g, 1h Berinteraksi antara siswa dan siswa 2a, 2b, 2c, 2d, 2e Jumlah 13 Tabel 3.7 Kisi-kisi Observasi Intertwining No. 1 Peubah Indikator No. Item Intertwining Adanya kaitan materi geometri ruang dengan materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika 1a, 1b, 1c Adanya kaitan materi bangun ruang dengan materi dari mata pelajaran diluar matematika 2a, 2b Jumlah 5 Berdasarkan tabel-tabel di atas, dapat diketahui bahwa masing-masing karakteristik memiliki item pernyataan observasi dengan jumlah yang berbedabeda. Pada karakteristik penggunaan masalah kontekstual terdapat 9 item. Pada karakteristik penggunaan model terdapat 7 item. Pada karakteristik penggunaan kontribusi siswa terdapat 8 item. Pada karakteristik interaktivitas siswa terdapat 13 item. Pada karakteristik keterkaitan terdapat 5 item. 3. Lembar Kuesioner Menurut Arikunto (2010: 194) angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Kisi-kisi lembar kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.8 Kisi-kisi Instrumen Kuesioner Respon Siswa Peubah Pendekatan PMRI Indikator No. Item Penggunaan Intertwining 1-6 Penggunaan Interaktivitas Siswa 7-12 Penggunaan Pemodelan 13-18 Penggunaan Kontribusi Siswa 19-24 Penggunaan Masalah Kontekstual 25-30 Jumlah 30 Berdasarkan tabel kisi-kisi instrumen kuesioner di atas, dapat diketahui bahwa lembar kuesioner yang diberikan kepada siswa berjumlah 30 item. Setiap indikator terdiri dari 6 item pernyataan. 4. Pedoman Wawancara Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (Arikunto, 2010: 193). Kisi-kisi pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut. Tabel 3.9 Kisi-kisi Instrumen Wawancara Peubah Penggunaan Pemodelan Kisi-kisi No.Item Penggunaan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar 1 Media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar 2 Pengadaan media pembelajaran 3

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Suasana kelas ketika proses pembelajaran berlangsung 4 Penggunaan contoh kokret dalam pembelajaran 5 Pemahaman siswa dengan contoh konkret yang digunakan 6 Macam-macam contoh konkret yang diberikan kepada siswa 7 Kemampuan siswa dalam menyimpulkan sendiri materi pelajaran yang telah dipelajari 8 Kemampuan siswa dalam merumuskan sendiri contoh konkret yang dipahami menjadi kalimat matematika 9 Kendala yang dihadapai ketika mengajar dengan menerapkan pendekatan PMRI terkait penyampaian contoh konkret 10 Keuntungan yang diperoleh ketika menggunakan contoh-contoh konkret 11 Tingkat pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang menjabarkan contoh-contoh konkret 12 Berdasarkan tabel kisi-kisi instrumen wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pertanyaan yang diajukan kepada guru dalam penelitian ini berjumlah 12 pertanyaan. G. VALIDITAS, RELIABILITAS, DAN INDEKS KESUKARAN 1. Validitas Menurut Masidjo (2010: 242) validitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Suatu tes dikatakan valid setelah diperbandingkan dengan suatu tes lain yang telah valid. Apabila tes tersebut setelah diperbandingkan menunjukkan kesesuaian mengenai hal apa yang akan diukur, maka dapat dikatakan bahwa tes tersebut memiliki taraf

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 validitas tertentu. Azwar (2009), mengatakan bahwa validitas ditentukan oleh ketepatan dan kecermatan hasil pengukuran. Pada tahun 1954, The American Psychological Association (APA) (dalam Surapranata, 2004) mengemukakan empat muka validitas (four face of validity) yang digunakan untuk menentukan validitas, yaitu 1) validitas isi (content validity), validasi ini diukur dengan melihat soal-soal yang membentuk tes tersebut. Jika keseluruhan soal nampak mengukur apa yang seharusnya tes itu gunakan, maka validasi isi telah terpenuhi, 2) validitas konstruk (construct validity), suatu alat ukur dikatakan memenuhi validitas konstruk apabila soalsoalnya mengukur setiap aspek berpikir seperti yang diuraikan dalam standar kompetensi, kompetensi dasar, maupun indikator yang terdapat dalam kurikulum, 3) validitas prediksi (predictive validity), sebuah tes dikatakan memiliki validitas prediksi apabila mempunyai kemampuan untuk memprediksikan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, dan 4) validitas konkuren (concurrent validity), validitas ini juga disebut sebagai validitas empiris. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas konkuren apabila hasilnya sesuai dengan pengalaman. Berdasarkan macam-macam validitas di atas, penelitian ini menggunakan validitas isi (content validity), validitas konstuk (construct validity), dan validitas konkuren (concurrent validity) atau validitas empiris. Peneliti menggunakan validitas isi (content validity) dan validitas konstruk (construct validity) untuk menguji perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, dan soal evaluasi. Peneliti mengujikan perangkat pembelajaran ini dengan meminta pertimbangan ahli (expert judgment) yang terdiri dari dosen dan guru. Soal evaluasi yang

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 digunakan dalam penelitian ini, selain mengunakan validitas isi dan validitas konstruk juga menggunakan validitas konkuren (concurrent validity) atau validitas empiris. Validitas dilakukan dengan cara membagikan soal evaluasi kepada siswa dari kelas yang berbeda dengan kelas penelitian. Kelas yang digunakan untuk mengujikan soal evaluasi yang berupa soal uraian adalah kelas V-B SDN Ungaran 1 Yogyakarta. 2. Reliabilitas Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil (Masidjo, 2010: 208). Suatu tes dikatakan reliabel apabila tes tersebut menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Menurut Purwanto (2009: 154), reliabilitas berhubungan dengan ketepatan dan konsistensi. Berdasarkan pengertian di atas, dapat diketahui bahwa suatu tes dikatakan reliabel apabila hasil tes yang diberikan kepada kelompok yang sama menunjukkan pengukuran yang relatif tetap secara konsisten, walaupun diberikan pada waktu dan kesempatan yang berbeda. Kualifikasi reliabilitas suatu soal dapat dilihat pada interval koefisien reliabilitas (Masidjo, 2010: 209), yang terdapat dalam tabel berikut. Tabel 3.10 Kriteria Reliabilitas Interval Koefisien Reliabilitas Kualifikasi 0,91 – 1,00 Sangat tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah 0 – 0,20 Sangat rendah Berdasarkan tabel di atas, maka suatu tes dikatakan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi apabila hasil yang diperoleh termasuk dalam interval koefisien antara 0,91 – 1,00. Suatu tes dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi apabila hasil yang diperoleh termasuk dalam interval koefisien antara 0,71 – 0,90. Suatu tes dikatakan memiliki reliabilitas yang cukup apabila hasil yang diperoleh termasuk dalam interval koefisien antara 0,41 – 0,70. Suatu tes dikatakan memiliki reliabilitas yang rendah apabila hasil yang diperoleh termasuk dalam interval koefisien antara 0,21 – 0,40. Suatu tes dikatakan memiliki reliabilitas yang sangat rendah apabila hasil yang diperoleh termasuk dalam interval koefisien antara 0 – 0,20. 3. Indeks Kesukaran (IK) Menurut Arikunto (2010), indeks kesukaran adalah bilangan yang menunjukkan sukar mudahnya suatu soal. Besar indeks kesukaran antara 0,00 sampai dengan 1,00. Suatu tes tidak boleh terlalu mudah dan tidak boleh terlalu sukar. Sebuah item yang terlalu mudah sehingga dapat dijawab dengan benar oleh siswa bukan merupakan item soal yang baik. Begitu pula dengan item yang terlalu sukar sehingga tidak dapat dijawab oleh semua siswa juga bukan merupakan item yang baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa, item yang baik adalah item yang mempunyai derajat kesukaran tertentu.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Dalam penghitungan Indeks Kesukaran, digunakan penghitungan dengan menggunakan rumus: Rumus IK = Keterangan: I = Indeks kesukaran untuk setiap butir soal B = Banyaknya siswa yang menjawab benar pada setiap butir soal N = Banyaknya siswa yang menjawab pada setiap butir soal Kriteria yang digunakan dalam penghitungan Indeks Kesukaran, yaitu 1) Semakin kecil indeks yang diperoleh, semakin sulit soal tersebut, dan 2) Semakin besar indeks yang diperoleh, semakin mudah soal tersebut Tabel 3.11 Kualifikasi Indeks Kesukaran IK Kualifikasi 0,81-100 Sangat Mudah (SM) 0,61-0,80 Mudah (Md) 0,41-0,61 Cukup (C) 0,21 – 0,40 Sukar (Sk) 0,00 – 0,20 Sangat Sukar (SS) Perhitungan indeks kesukaran soal adalah pengukuran seberapa besar derajar kesukaran suatu soal. Jika suatu soal memiliki tingkat kesukaran seimbang, maka dapat dikatakan bahwa soal tersebut baik. Satu soal tes hendaknya tidak terlalu sukar da tidak terlalu mudah.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 H. TEKNIK ANALISIS DATA Menurut Bungin (2001: 196), analisis data merupakan analisis terhadap data yang berhasil dikumpulkan oleh peneliti melalui perangkat metodologi tertentu. Sedangkan Emzir (2012: 85), mengemukakan bahwa analisis data merupakan proses sistematis pencarian dan pengaturan transkripsi wawancara, catatan lapangan, dan materi-materi lain yang telah dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman peneliti mengenai materi-materi tersebut dan memungkinkan peneliti untuk menyajikan apa yang sudah ditemukan. Menurut Sukmadinata (2008: 155), analisis data dalam penelitian kualitatif berbeda dengan kuantitatif. Analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan statistik, menghitung korelasi, regresi, uji perbedaan, analisis jalur, dll. Sedangkan penelitian tindakan dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis data bersifat naratif-kualitatif. Selain itu, Menurut Geoffreey E. Mills (2000), dalam Sukmadinata (2008: 156), mengemukakan beberapa teknik analisis data, yaitu 1) mengidentifikasi tema-tema berdasarkan data yang dikumpulkan secara induktif, 2) membuat kode pada hasil survei interview, dan angket, 3) mengajukan pertanyaan kunci, seperti siapa, apa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana, untuk membantu mensistematisasikan data sehingga membentuk satu kesatuan yang bermakna, 4) membuat review keorganisasian dari unit yang diteliti (sekolah), 5) membuat peta konsep, 6) menganalisis faktor yang mendahului dan mengikuti, 7) membuat bentuk-bentuk penyajian dari temuan, 8) kemukakan apa yang belum atau tidak ditemukan.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Berdasarkan keterangan ahli di atas, maka penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif digunakan untuk menghitung data hasil tes kemampuan memahami siswa dan data kuesioner respon siswa. Sedangkan analisis data kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil observasi dan data hasil wawancara. 1. Analisis Data Hasil Tes Kemampuan Memahami Peningkatan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar siswa dilihat berdasarkan hasil tes kemampuan memahami yang dilaksanakan di setiap akhir siklus. Item soal tes kemampuan memahami dianalisis berdasarkan masingmasing indikator. Indikator kemampuan memahami yang dianalisis adalah 1) memberikan contoh dari suatu konsep, 2) menggambarkan konsep dengan suatu model, 3) mengubah suatu bentuk ke bentuk lain, 4) membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep, dan 5) menyatakan ulang sebuah konsep. Peneliti memeriksa hasil jawaban siswa dalam mengerjakan soal tes kemampuan memahami berdasarkan rubrik penilaian yang telah disusun. Setiap soal yang dijawab oleh siswa diberi skor berdasarkan patokan skor maksimal 4 dan skor minimal 1. Berdasarkan skor yang diperoleh siswa, peneliti memberikan penilaian kepada setiap siswa. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM dinyatakan tuntas, sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM dinyatakan belum tuntas. Setelah itu, peneliti menghitung rata-rata nilai untuk setiap indikatornya. Jika persentase hasil setiap indikator lebih dari 70%, maka hasil setiap indikator tersebut telah memenuhi target capaian nilai akhir siklus.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 2. Analisis Data Hasil Observasi Data hasil observasi pembelajaran PMRI yang diperoleh berdadasarkan pengamatan langsung selama proses belajar mengajar diuraikan untuk menjelaskan keterlaksanaan penerapan pendekatan PMRI dalam pembelajaran Matematika konsep geometri bangun datar. Langkah analisis data hasil observasi penelitian dilakukan berdasarkan langkah analisis data pada penelitian sebelumnya, dengan judul penelitian “Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Mengakomodasi Pemodelan dalam Menyelesaikan Masalah Penjumlahan Pecahan dengan Pendekatan PMRI Kelas IV-A SD Negeri Adisucipto 1” oleh Erni Kurniasih. 3. Analisis Data Hasil Kuesioner Respon Siswa Kuesioner respon siswa dilakukan untuk melihat keterlibatan siswa dalam pembelajaran Matematika dengan penerapan pendekatan PMRI dalam konsep geometri bangun datar. Menurut Mardapi (2008: 122), menafsirkan hasil pengukuran dalam kuesioner diperlukan sebuah kriteria. Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan kriteria skala Likert dengan empat pilihan untuk mengukur sikap siswa, yaitu Sangat Setuju (4), Setuju (3), Tidak Setuju (2), Sangat Tidak Setuju (1). Dalam pernyataan favorabel, jawaban STS diberi skor 1, jawaban TS diberi skor 2, jawaban S diberi skor 3, dan jawaban SS diberi skor 4. Sebaliknya, untuk pernyataan unfavorabel, jawaban STS diberi skor 4, jawaban TS diberi skor 3, jawaban S diberi skor 2, dan jawaban SS diberi skor 1.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Instrumen kuesioner yang telah diisi kemudian dicari skor keseluruhannya, sehingga setiap siswa memiliki skor. Selanjutnya dicari rerata skor keseluruhan siswa dalam satu kelas, serta simpangan bakunya. Kategorisasi hasil pengukuran dengan skala Likert menggunakan ketentuan seperti tabel berikut Mardapi (2008: 123). Tabel 3.12 Kategori Sikap Siswa Menurut Skala Likert No. Skor Siswa Kategori Sikap 1 X ≥ R + 1.SBx Sangat Tinggi 2 R + 1.SBx > X ≥ R Tinggi 3 R > X ≥ R - 1.SBx Rendah 4 X < R - 1.SBx Sangat Rendah Keterangan Tabel: R = adalah rerata skor keseluruhan siswa dalam satu kelas SBx = adalah simpangan baku skor keseluruhan siswa dalam satu kelas X = adalah skor yang dicapai siswa Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui sikap siswa terhadap penerapan pendekatan PMRI dalam pembelajaran Matematika dalam konsep geometri bangun datar. Jika sikap siswa tergolong rendah, maka pembelajaran harus lebih ditingkatkan. Jika sikap siswa tergolong tinggi, maka pembelajaran harus dipertahankan.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 4. Analisis Data Hasil Wawancara Analisis data hasil wawancara dengan guru dilakukan dengan cara menjabarkan dokumentasi wawancara menjadi bentuk uraian yang informatif (lampiran hal (105) – (108)). Wawancara dengan guru dilakukan untuk mengetahui tanggapan guru terhadap pembelajaran Matematika dengan penerapan pendekatan PMRI. Selain itu, melalui wawancara yang dilakukan dengan guru, peneliti dapat mengetahui tanggapan guru mengenai sikap siswa selama pembelajaan Matematika dengan penerapan pendekatan PMRI dalam mamahami konsep geometri bangun datar berlangsung.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini, peneliti memaparkan mengenai hasil penelitian, pembahasan, dan keterbatasan dalam penelitian. A. HASIL PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Penggunaan Pemodelan untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep Geometri Bangun Datar dengan Pendekatan PMRI di SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta” dilaksanakan selama lima bulan. Pelaksanaan penelitian dimulai dari tanggal 4 Desember 2013 sampai dengan tanggal 22 April 2014. 1. Siklus I Penelitian pada siklus I dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, yaitu tanggal 8 April 2014, 10 April 2014, dan 12 April 2014.Materi geometri bangun datar yang diajarkan pada siklus I, yaitu mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar.Rincian kegiatan pada siklus I sebagai berikut. a. Perencanaan Perencanaan yang dilakukan dalam penelitian siklus I ini adalah mempersiapkan materi pelajaran mengenai mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar. Selain itu, peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), soal evaluasi, 62

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 lembar observasi, lembar kuesioner, dan media pembelajaran yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan penelitian. b. Tindakan Pelaksanaan penelitian siklus I ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, dengan rincian sebagai berikut. 1) Pertemuan 1 Kegiatan belajar pada pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 8 April 2014 pukul 07.00 – 08.10 WIB, dengan berpedoman pada RPP yang telah disusun dan media pembelajaran yang telah disiapkan oleh peneliti. Pada pertemuan pertama siklus I ini, siswa dikondisikan untuk belajar Matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI.Materi yang dipelajari pada pertemuan pertama ini yaitu benda-benda disekitar siswa yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan pertama, yaitu sebagai berikut. a) Kegiatan Awal Siswa dan guru memulai kegiatan pembelajaran dengan berdoa, mengucapkan salam, dan dilanjutkan dengan guru mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan motivasi belajar yang diberikan oleh guru. b) Motivasi Motivasi belajar dilakukan untuk membangkitkan semangat siswa agar dapat termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.Dalam kegiatan motivasi ini,

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 guru memberikan sebuah kalimat motivasi yang diucapkan dengan penuh semangat, yaitu “mari belajar karena kita anak hebat”.Kalimat ini diucapkan oleh guru dan siswa secara bersama-sama. c) Apersepsi Apersepsi dilakukan untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan dipelajari. Dalam kegiatan ini, guru melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai benda-benda yang ada di dalam kelas. Setelah itu siswa menyebutkan nama-nama benda yang ada di dalam kelas misalnya papan tulis, papan data, lemari, meja, kursi, penghapus, buku, televisi, kotak P3K, gambar pahlawan, hiasan dinding, dan jam dinding. Kemudian guru melakukan tanya jawab mengenai bentuk benda yang menyerupai bangun datar. Dalam kegiatan ini, guru dapat mengajak siswa untuk mengingat kembali materi tentang macam-macam benda yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar.Apersepsi sederhana tersebut dapat mengantarkan siswa untuk masuk pada materi pelajaran yaitu menyebutkan benda-benda yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar. d) Kegiatan Inti Kegiatan inti diawali dengan guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 siswa.Setelah itu guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada setiap kelompok.Pada kegiatan ini, siswa harus berdiskusi dan mengamati ruang kelas serta media yang ada untuk menyebutkan benda-benda yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar.Selama siswa bekerja dalam kelompok, guru berkeliling kelas untuk melihat

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 pekerjaan siswa dan berlaku sebagai fasilitator, yaitu membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah. Setelah kegiatan diskusi selesai, setiap kelompok diminta maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Kelompok lain yang tidak presentasi diminta untuk memperhatikan dan memberikan tanggapan atau komentar terhadap hasil pekerjaan kelompok yang sedang presentasi di depan kelas. Dalam kegiatan ini, ada beberapa siswa yang berkomentar sudah benar semua, dan ada pula siswa yang memberikan masukan bahwa ada jawaban yang kurang tepat dan perlu diperbaiki.Pada kesempatan ini, guru juga memberikan masukan kepada kelompok yang presentasi. Guru membetulkan jawaban yang masih kurang tepat dan meminta kelompok untuk memperbaiki lagi. Setelah seluruh kelompok melaksanakan kegiatan presentasi, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari, yaitu mengenai bendabenda di sekitar siswa yang permukaannya menyerupai bangun datar.Kegiatan ini diakhiri dengan siswa mengerjakan soal-soal yang ada di LKS masingmasing.Setelah selesai mengerjakan, siswa mengumpulkan LKS kepada guru. e) Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir, siswa diajak untuk melakukan refleksi kegiatan pembelajaran secara lisan.Siswa juga diminta untuk mempelajari materi selanjutnya mengenai sifat-sifat bangun datar. Kegiatan akhir ditutup dengan mengucapkan salam antara guru dan siswa.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 2) Pertemuan 2 Kegiatan belajar pada pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 10 April 2014 pukul 07.00 – 08.10 WIB, dengan berpedoman pada RPP yang telah disusun dan media pembelajaran yang telah disiapkan oleh peneliti.Pada pertemuan kedua siklus I ini, siswa dikondisikan untuk belajar Matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI.Materi yang dipelajari pada pertemuan kedua ini yaitu mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan kedua, yaitu sebagai berikut. a) Kegiatan Awal Siswa dan guru memulai kegiatan pembelajaran dengan berdoa, mengucapkan salam, dan dilanjutkan dengan guru mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan motivasi belajar yang dilakukan oleh guru. b) Motivasi Motivasi belajar dilakukan untuk membangkitkan semangat siswa agar dapat termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan motivasi ini, guru memberikan sebuah permainan singkat untuk menyebutkan nama benda yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar. Setiap anak bergiliran untuk menyebutkan contoh benda yang dimaksud dengan kesempatan menjawab selama 5 detik. Jika siswa tidak mampu menjawab selama waktu yang ditentukan, maka siswa akan langsung dilewati.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 c) Apersepsi Apersepsi pada pertemuan kedua ini dilakukan untuk menggali pengetahuan awal siswa. Selain itu, dengan kegiatan apersepsi guru dapat mengantarkan siswa pada materi yang akan dipelajari yaitu mengenai sifat-sifat bangun datar. Pada kegiatan ini, guru melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bangun datar. Setelah itu siswa menyebutkan macam-macam bentuk bangun datar.Pada kegiatan ini, guru dapat mengajak siswa untuk mengingat kembali materi tentang bentuk-bentuk bangun datar.Apersepsi sederhana tersebut dapat mengantarkan siswa untuk masuk pada materi pelajaran yaitu mengidentifikasi sifatsifat bangun datar. d) Kegiatan Inti Kegiatan inti diawali dengan guru membagi siswa ke dalam 8 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 3-4 siswa.Setelah itu guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada setiap kelompok.Selain itu, setiap kelompok mendapatkan media pembelajaran yaitu satu bangun datar untuk setiap kelompok.Setiap kelompok yang melakukan diskusi memiliki tugas untuk menyebutkan sifat-sifat satu bangun datar yang diperoleh.Selama siswa bekerja dalam kelompok, guru berkeliling kelas untuk melihat pekerjaan siswa dan berlaku sebagai fasilitator, yaitu membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah. Setelah kegiatan diskusi selesai, setiap kelompok diminta maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Kelompok lain yang tidak melakukan presentasi diminta untuk memperhatikan dan menuliskan sifat-

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 sifat bangun datar yang dibacakan oleh kelompok yang presentasi ke dalam buku masing-masing, serta memberikan tanggapan atau komentar terhadap hasil pekerjaan kelompok yang sedang presentasi di depan kelas. Dalam kegiatan ini, ada beberapa siswa yang berkomentar sudah benar semua, dan ada siswa yang memberikan masukan bahwa ada jawaban yang kurang tepat dan perlu diperbaiki.Pada kesempatan ini, guru juga memberikan masukan kepada kelompok yang presentasi. Guru membetulkan jawaban yang masih kurang tepat serta menambahkan jawaban yang belum disebutkan, dan meminta kelompok untuk memperbaiki lagi. Setelah seluruh kelompok presentasi, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari, yaitu mengenai sifat-sifat bangun datar.Kegiatan ini diakhiri dengan siswa mengumpulkan LKS kepada guru. e) Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir, siswa diajak untuk melakukan refleksi kegiatan pembelajaran secara lisan. Siswa juga diminta untuk mempelajari semua materi yang telah dipelajari pada pertemuan pertama dan kedua, karena pada pertemuan ketiga siswa akan mengerjakan soal Tes Kemampuan mengenai sifat-sifat bangun datar untuk mengukur sampai sejauh mana siswa memahami materi bangun datar. Kegiatan akhir ditutup dengan mengucapkan salam antara guru dan siswa. 3) Pertemuan 3 Kegiatan belajar pada pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 12 April 2014 pukul 09.00 – 10.10 WIB, dengan berpedoman pada RPP yang telah disusun dan media pembelajaran yang telah disiapkan peneliti.Pada pertemuan ketiga,

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 siswa diajak untuk mengulas kembali materi sifat-sifat bangun datar yang telah dipelajari pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 dengan menggunakan pendekatan PMRI.Selanjutnya, siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi yang berupa soal Tes Kemampuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang sifat-sifat bangun datar. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan ketiga, yaitu sebagai berikut. a) Kegiatan Awal Siswa dan guru memulai kegiatan pembelajaran dengan berdoa, mengucapkan salam bersama dilanjutkan dengan guru mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, dilanjutkan dengan motivasi belajar. b) Motivasi Motivasi belajar dilakukan untuk membangkitkan semangat siswa agar dapat termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.Pada kegiatan motivasi ini, guru memberikan sebuah cerita singkat mengenai kehidupan seseorang yang rajin belajar dan selalu mendapatkan nilai bagus dan sempurna dalam mengerjakan tugasnya. c) Apersepsi Apersepsi pada pertemuan ketiga ini dilakukan untuk mengarahkan siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan 1 dan pertemuan 2. Guru menanyakan kepada siswa mengenai benda-benda di sekitar siswa yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar. Guru juga bertanya kepada siswa mengenai sifat-sifat bangun datar.Beberapa siswa dapat menjawab secara lisan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 dengan benar, namun ada juga beberapa siswa yang tidak menjawab dan kelihatan bingung. d) Kegiatan Inti Kegiatan inti diawali dengan guru meminta siswa untuk menyiapkan alat tulis masing-masing dan meminta siswa untuk duduk dengan rapi.Setelah itu, guru membagikan soal evaluasi kepada setiap siswa untuk dikerjakan secara individu.Kegiatan inti diakhiri dengan kegiatan siswa mengumpulkan soal evaluasi yang telah selesai dikerjakan. e) Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir, guru dan siswa merefleksikan kegiatan yang telah selesai dilaksanakan. Guru bertanya kepada siswa apakah ada siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal evaluasi. Beberapa siswa menjawab tidak mengalami kesulitan, namun masih ada beberapa siswa yang berkata bahwa mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal tes kemampuan memahami nomor 8 dan 9. c. Observasi Sejalan dengan proses kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, peneliti dibantu oleh guru kelas dan dua orang teman melakukan kegiatan observasi. Kegiatan observasi ini dilakukan sebagai salah satu cara peneliti untuk mengecek keterlaksanaan PMRI selama pembelajaran berlangsung. Pengamat membantu peneliti untuk mengamati penggunaan masalah kontekstual dalam pembelajaran, penggunaan berbagai model dalam pembelajaran, kontribusi siswa selama

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 pembelajaran, interaktivitas antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru serta siswa dengan perangkat pembelajaran, serta keterkaitan materi pembelajaran dengan materi dalam Matematika atau dengan mata pelajaran lain. Observasi dilakukan dengan berpedoman pada format observasi yang telah dibuat. Pada kegiatanini, ada empat data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilaksanakan pada siklus I yaitu hasil tes kemampuan memahami yang diperoleh melalui pelaksanaan tes kemampuan memahami diakhir siklus, serta hasil keterlaksanaan PMRI yang diperoleh dari observasi, kuesioner, dan wawancara dengan guru. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator memberikan contoh dari suatu konsep dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.1 Hasil Tes Kemampuan Memahami pada Indikator Memberikan Contoh dari Suatu Konsep No Responden 1 1 2 Nilai Ketuntasan 4 4 100 Tuntas 2 4 4 100 Tuntas 3 3 3 75 Tuntas 4 4 4 100 Tuntas 6 4 3 87,5 Tuntas 7 4 4 100 Tuntas 5

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 8 4 4 100 Tuntas 9 4 3 87,5 Tuntas 10 3 3 75 Tuntas 11 3 3 75 Tuntas 12 4 4 100 Tuntas 13 4 3 87,5 Tuntas 14 4 3 87,5 Tuntas 15 3 4 87,5 Tuntas 16 4 4 100 Tuntas 17 4 4 100 Tuntas 18 3 4 87,5 Tuntas 19 4 3 87,5 Tuntas 21 4 4 100 Tuntas 22 4 4 100 Tuntas 23 4 4 100 Tuntas 24 4 3 87,5 Tuntas 25 4 3 87,5 Tuntas 26 4 4 100 Tuntas 27 4 4 100 Tuntas 20

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 28 4 4 100 Tuntas 29 4 3 87,5 Tuntas 30 4 3 87,5 Tuntas Jumlah siswa 28 persentase 100% Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa semua siswa yang mengikuti tes kemampuan memahami mengalami ketuntasan dalam mengerjakan soal untuk indikator memberikan contoh dari suatu konsep.Hal ini membuktikan bahwa siswa mampu memahami materi memberikan contoh dari suatu konsep. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menggambarkan konsep dengan suatu model dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.2 Hasil Tes Kemampuan Memahami padaIndikator Menggambarkan Konsep dengan Suatu Model No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 Nilai Ketuntasan 4 4 4 4 100 100 100 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 3 4 4 4 3 4 4 4 75 100 100 100 75 100 100 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 3 4 4 4 2 100 75 100 100 100 50 3 75 3 75 4 100 4 100 4 100 3 75 4 100 3 75 4 100 3 75 Jumlah siswa tuntas Persentase Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 27 96,4 % Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa 27 siswa dari 28 siswa yang mengikuti tes kemampuan memahami mengalami ketuntasan dalam mengerjakan soal untuk indikator menggambarkan konsep dengan suatu model.Hal ini membuktikan bahwa siswa mampu memahami materi menggambarkan konsep dengan suatu model. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.3 Hasil Tes Kemampuan Memahami pada Indikator Mengubah Suatu Bentuk ke Bentuk Lain No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 4 5 Nilai Ketuntasan 4 4 4 4 3 3 4 4 87,5 87,5 100 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 4 4 3 4 87,5 100 Tuntas Tuntas

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 3 Jumlah siswa tuntas Persentase 100 100 100 100 100 100 87,5 87,5 87,5 100 100 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 100 100 87,5 87,5 100 75 100 100 100 75 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 28 100 % Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa semua siswa yang mengikuti tes kemampuan memahami mengalami ketuntasan dalam mengerjakan soal untuk indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain. Hal ini membuktikan bahwa siswa mampu memahami materi mengubah suatu bentuk ke bentuk lain. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.4 Hasil Tes Kemampuan Memahami pada Indikator Membandingkan Beberapa Bentuk dalam Sebuah Konsep No. Responden 1 6 7 Nilai Ketuntasan 4 3 87,5 Tuntas

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 4 3 3 3 2 87,5 87,5 62,5 Tuntas Tuntas Tidak tuntas 3 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 2 3 2 3 3 3 4 2 4 4 3 75 87,5 100 50 87,5 62,5 87,5 87,5 87,5 100 75 100 100 87,5 Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 62,5 75 100 87,5 87,5 75 100 100 100 50 Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas 23 82,1 % 3 2 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 2 Jumlah siswa tuntas Persentase Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa 23 siswa dari 28 siswa yang mengikuti tes kemampuan memahami mengalami ketuntasan dalam mengerjakan soal untuk indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep.Hal ini membuktikan bahwa siswa mampu memahami materi membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep dapat dilihat pada tabel berikut.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Tabel 4.5 Hasil Tes Kemampuan Memahami pada Indikator Menyatakan Ulang Sebuah Konsep No. 8 9 10 Responden 1 2 3 1 2 4 2 4 3 1 1 1 4 3 4 4 5 6 1 4 3 7 3 2 4 8 1 1 1 9 1 2 3 10 3 1 3 11 3 1 4 12 3 2 4 13 3 1 2 14 3 2 3 15 1 2 1 16 4 2 4 17 1 3 4 18 3 2 3 19 4 2 4 20 21 1 2 1 22 3 1 1 23 3 2 4 24 3 2 1 25 3 1 1 26 3 2 1 27 1 2 3 28 3 4 4 29 3 2 2 30 1 1 2 Jumlah siswa tuntas Persentase Nilai Ketuntasan 50 83,3 25 91,7 Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas 66,7 75 25 50 58,3 66,7 75 50 66,7 33,3 83,3 66,7 66,7 83,3 Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas 33,3 41,7 75 50 41,7 50 50 91,7 58,3 33,3 Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas 8 28,6 % Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa 8 siswa dari 28 siswa yang mengikuti tes kemampuan memahami mengalami ketuntasan dalam mengerjakan soal untuk

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 indikator menyatakan ulang sebuah konsep. Hal ini membuktikan bahwa 71,4 % siswa belum mampu memahami materi menyatakan ulang sebuah konsep. Selain data hasil tes kemampuan memahami, terdapat pula data hasil keterlaksanaan PMRI dengan menggunakan kuesioner respon siswa. Data hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan Intertwining dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.6 Hasil Kuesioner Respon Siswa Mengenai PenggunaanIntertwining No. Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 1 2 3 4 5 6 Jumlah Kategori 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 1 1 2 1 3 3 1 2 2 3 2 3 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 3 3 2 1 1 2 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 1 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 4 4 4 2 2 1 1 2 2 2 3 3 3 3 2 4 3 4 1 3 3 2 3 3 4 4 3 4 4 4 2 3 3 1 2 2 3 3 3 3 4 3 4 4 2 2 2 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 2 2 3 1 3 4 2 1 2 2 3 3 2 4 4 4 3 2 3 4 2 2 3 4 3 17 19 21 19 17 18 15 12 15 14 16 14 16 17 16 15 19 19 17 17 17 17 20 17 17 18 18 18 Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Rendah Sangat Rendah Rendah Tinggi Rendah Sangat Rendah Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 29 30 4 3 2 3 3 2 3 3 Jumlah Rerata Simpangan Baku 3 3 3 3 18 17 Sangat Tinggi Tinggi 510 17 -0,4 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa ada 11 siswa yang memiliki minat yang sangat tinggi, 10 siswa memiliki minat yang tinggi, 3 siswa memiliki minat yang rendah, dan 6 siswa memiliki minat yang sangat rendah terhadap pembelajaran Matematika dengan manggunakan karakteristik penggunaan intertwining. Data hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan interaktivitas dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.7 Hasil Kuesioner Respon Siswa Mengenai Penggunaan Interaktivitas No. Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 7 8 9 10 11 12 Jumlah Kategori 3 4 3 3 4 2 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 2 4 4 4 4 1 4 4 3 2 3 4 4 3 3 3 2 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 1 3 4 3 3 4 4 2 2 1 1 2 1 2 2 1 2 2 3 2 3 3 2 2 1 3 2 2 3 1 1 1 1 2 3 1 1 2 2 2 3 3 1 1 1 4 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 17 15 14 10 15 14 17 13 14 16 16 16 16 19 11 16 16 17 16 15 16 Sangat Tinggi Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Rendah Sangat Rendah Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Rendah Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Rendah Tinggi

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 Jumlah 2 1 1 3 2 2 1 3 2 2 4 2 2 2 3 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 17 18 15 15 15 18 14 17 15 Rerata Simpangan Baku Sangat Tinggi Sangat Tinggi Rendah Rendah Rendah Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Tinggi Rendah 463 15,4 1,05 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa ada 8 siswa yang memiliki minat yang sangat tinggi, 8 siswa memiliki minat yang tinggi, 7 siswa memiliki minat yang rendah, dan 7 siswa memiliki minat yang sangat rendah terhadap pembelajaran Matematika dengan manggunakan karakteristik penggunaan interaktivitas. Data hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan pemodelan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.8 Hasil Kuesioner Respon Siswa Mengenai Penggunaan Pemodelan No. Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 13 14 15 16 17 18 Jumlah Kategori 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 1 1 1 2 2 3 3 1 1 3 2 2 2 2 2 2 2 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 3 3 2 2 1 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 2 4 3 3 1 2 2 2 1 2 2 3 2 4 1 4 16 18 17 18 16 17 17 15 14 16 18 17 16 18 15 18 Rendah Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Sangat Rendah Sangat Rendah Rendah Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Tinggi

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 1 4 1 1 3 1 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 1 4 2 2 3 3 2 3 2 2 3 2 1 4 1 2 3 2 2 3 2 3 3 2 Jumlah Rara-rata Simpangan Baku 4 4 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 4 2 1 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 1 3 2 15 15 15 15 16 15 16 17 15 15 14 16 17 15 Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Rendah Sangat Rendah Rendah Tinggi Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Rendah Tinggi Sangat Rendah 482 16,1 1,423 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa ada 5 siswa yang memiliki minat yang sangat tinggi, 6 siswa memiliki minat yang tinggi, 7 siswa memiliki minat yang rendah, dan 12 siswa memiliki minat yang sangat rendah terhadap pembelajaran Matematika dengan manggunakan karakteristik penggunaan pemodelan. Data hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan kontribusi siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.9 Hasil Kuesioner Respon Siswa Mengenai PenggunaanKontribusi Siswa No. Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 19 20 21 22 23 24 Jumlah Kategori 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 2 2 1 2 2 1 1 2 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 2 4 3 2 2 2 2 2 3 4 4 2 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 2 2 1 1 4 2 2 3 4 2 3 19 16 15 16 17 15 19 19 19 15 19 Tinggi Rendah Rendah Rendah Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tinggi

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 3 3 2 2 4 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 2 2 3 3 3 1 2 3 1 3 2 4 3 3 1 2 4 1 1 4 4 3 4 2 2 3 1 2 3 1 2 4 2 2 3 3 1 4 1 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 1 2 4 2 3 4 4 2 3 2 Jumlah Rerata Simpangan Baku 4 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 1 4 4 1 4 2 2 1 3 2 3 3 4 1 2 1 3 2 18 13 20 16 13 21 18 13 12 17 16 16 19 18 14 14 14 19 16 Tinggi Rendah Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Rendah Rendah Rendah Tinggi Rendah 496 16,5 5,6 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa ada 14 siswa memiliki minat yang tinggi dan 16 siswa memiliki minat yang rendah terhadap pembelajaran Matematika dengan manggunakan karakteristik penggunaan kontribusi siswa. Data hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan masalah kontekstual dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.10 Hasil Kuesioner Respon Siswa Mengenai Penggunaan Masalah Kontekstual No. Resp. 1 2 3 4 5 6 25 26 27 28 29 30 Jumlah Kategori 4 3 3 3 4 3 4 4 2 1 2 2 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 2 1 2 1 1 1 2 20 19 18 17 19 15 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 4 3 3 4 2 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 3 3 1 4 4 1 4 4 2 4 4 2 3 3 1 4 4 3 2 2 2 4 4 4 4 4 1 3 4 2 3 4 1 4 4 1 2 3 2 3 3 2 3 3 2 4 4 3 3 3 1 4 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 1 3 4 2 3 3 2 4 4 1 4 3 Jumlah Rerata Simpangan Baku 3 4 3 3 4 3 2 4 1 1 4 3 3 2 3 2 3 4 3 3 4 4 4 3 1 1 1 2 2 1 4 4 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 3 1 16 18 17 16 19 13 19 23 13 15 18 13 16 14 17 15 18 17 17 18 16 15 20 15 Rendah Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Sangat Tinggi Rendah Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Rendah 506 16,9 5,2 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa ada 1 siswa yang memiliki minat yang sangat tinggi, 16 siswa memiliki minat yang tinggi dan 13 siswa memiliki minat yang rendah terhadap pembelajaran Matematika dengan manggunakan karakteristik penggunaan masalah kontekstual. Keterlaksanaan PMRI dalam penelitian ini juga dilihat melalui observasi yang dilakukan peneliti dan kedua teman selama pembelajaran berlangsung.Data hasil observasi Penggunaan Konteks dapat dilihat pada tabel berikut.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Tabel 4.11 Hasil Observasi Penggunaan Konteks No. 1 2 3 4 Aspek Narasi Singkat Menggunakan masalah kontekstual a. Menggunakan soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa Terlihat ketika guru bercerita mengenai benda-benda yang permukaannya menyerupai bangun datar, seperti piring, gelas, toples, tutup botol, dan mangkok. b. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mampu mengarahkan siswa menemukan konsep Terlihat ketika guru meminta siswa untuk menyebutkan benda-benda yang permukaanya menyerupai bangun datar. Selain itu juga terlihat pada saat membahas benda-benda di sekitar, siswa mampu menemukan konsep mengenai sifat-sifat bangun datar. c. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mudah dimengerti siswa Hal ini terlihat ketika siswa antusias dan mampu menyebutkan benda-benda yang permukaannya menyerupai bangun datar. Menggunakan permainan a. Permainan yang digunakan membangkitkan semangat siswa Hal ini terlihat ketika siswa bergiliran menyebutkan benda-benda yang bentuk permukaannya menyerupai bangun datar. b. Permainan menggambarkan apa yang akan dipelajari Permainan yang dilakukan sangat menggambarkan apa yang akan dipelajari, karena setelah permainan selesai guru langsung melanjutkan pada materi yang dipelajari. Menggunakan media dan alat peraga a. Media dan alat peraga yang digunakan mudah ditemukan/ dekat dengan siswa Media yang digunakan dalam pembelajaran sangat dekat dengan siswa dan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. b. Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa Hal ini terlihat dari antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Menggali pengetahuan awal

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 yang dimiliki siswa a. Pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi Hal ini terlihat pada saat siswa menyebutkan bendabenda di sekitarnya, misalnya di sekolah, rumah, dan yang ditemui di jalan-jalan, yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar. Berdasarkan tabel di atas, dapat terlihat bahwa penggunaan masalah kontekstual dalam pembelajaran sudah sangat baik diterapkan oleh guru.Siswa mampu menyebutkan benda-benda di sekitarnya yang bentuknya menyerupai bangun datar.Kegiatan ini membuat siswa menjadi lebih mudah untuk mempelajari materi sifat-sifat bangun datar. Data hasil observasi Penggunaan Model dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.12 Hasil Observasi Penggunaan Model No. 1 2 Aspek Narasi Singkat Penggunaan strategi Penggunaan strategi informal oleh siswa terlihat informal oleh siswa dalam ketika siswa menyebutkan sifat-sifat bangun pemecahan masalah datar. Siswa melihat secara langsung bendabenda yang ada di dalam kelas untuk merumuskan sifat-sifat yang dimiliki bangun datar. Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah a. Memodelkan masalah Hal ini terlihat ketika siswa merumuskan sifatdalam kalimat sifat bangun datar berdasarkan media yang matematika diperoleh dalam kelompok. b. Menggunakan rumus matematika dalam pemecahan masalah c. Menggunakan langkah-langkah matematis dalam pemecahan masalah Belum terlihat karena baru mempelajari sifatsifat bangun datar. Hal ini terlihat ketika siswa mengerjakan LKS untuk menyebutkan sifat-sifat bangun datar. Siswa menyebutkan sifat-sifat bangun datar secara urut dengan memulainya dari keadaan sisi bangun datar sampai simetri lipat dan

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 simetri putar yang dimiliki bangun datar tersebut. 3 Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal a. Guru memberi pertanyaan yang mengarah ke strategi formal Hal ini terlihat ketika guru menunjukkan sebuah benda yang permukaannya menyerupai bangun datar kepada siswa, kemudian siswa menyebutkan nama bangun datar yang dimaksud. b. Guru memberi soal Hal ini terlihat ketika guru bertanya kepada dengan konteks lain siswa mengenai kegiatan kerjabakti kelas. Guru yang mengarah ke bertanya kepada siswa tentang bentuk strategi formal permukaan tempat sampah. c. Guru memberi contoh Hal ini terlihat ketika guru memberikan contoh analogi yang mengarah menggunakan kertas HVS untuk membedakan ke strategi formal antara simetri lipat dan simetri putar. Berdasarkan data hasil observasi Penggunaan Model tersebut, terlihat bahwa penggunaan karakteristik Pemodelan sudah terlaksana dengan baik di dalam kelas penelitian. Guru dapat menciptakan pembelajaran yang aktif bagi siswa. Siswa sudah mampu aktif merespon guru dengan baik.Siswa mampu menyelesaikan LKS dengan mengandalkan kemampuan siswa sendiri secara berkelompok. Data hasil observasi Penggunaan Kontribusi Siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.13 Hasil Observasi Penggunaan Kontribusi Siswa No. 1. Narasi Singkat Aspek Pengungkapan berbagai strategi yang digunakan

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 dalam pemecahan masalah 2 a. Munculnya berbagai cara yang digunakan dalam pemecahan masalah oleh siswa Terlihat ketika siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan LKS yang diperoleh. Siswa terlihat sangat aktif memberikan masukan dalam kelompok untuk mengerjakan LKS. b. Pemberian waktu mencukupi kepada siswa dalam pemecahan masalah Waktu yang diberikan guru sangat mencukupi dalam diskusi kelompok untuk mengerjakan LKS. c. Pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pengungkapan strategi yang digunakan Terlihat ketika siswa menyebutkan sifat-sifat bangun datar, siswa langsung melihat ke sekeliling kelas untuk mencari benda-benda yang bentuk permukaanya menyerupai bangun datar. Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan a. Siswa memberi Terlihat beberapa siswa memberikan komentar komentar/ saran pada saat ada kelompok lain yang presentasi di terhadap hasil pekerjaan depan kelas. siswa lain b. Siswa menyimpulkan hasil pelajaran (guru hanya mengarahkan siswa) 3 Diakhir pembelajaran, siswa mampu menyimpulkan hasil pelajaran yang telah berlangsung secara mandiri. Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah a. Pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya Terlihat ketika siswa kesulitan menjawab, guru memberikan pertanyaan lain supaya siswa mampu menjawab pertanyaan awal. Selain itu guru memberikan pernyataan yang kurang dapat dipahami siswa, sehingga banyak siswa yang bertanya.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 4 Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat Hal ini sangat terlihat ketika terjadi tanya jawab antara guru dengan siswa. 5 Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran Siswa bertanya kepada guru ketika memahami materi yang dipelajari. belum Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa kontribusi siswa dalam pembelajaran sudah sangat baik. Guru mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa. Siswa sangat aktif mengikuti pembelajaran di dalam kelas.Siswa juga tidak malu bertanya kepada guru ketika belum memahami materi yang dipelajarinya. Data hasil observasi Penggunaan Interaktivitas Siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.14 Hasil Observasi Penggunaan Interaktivitas Siswa No. 1 Aspek Guru dan Siswa a. Membangun norma kelas b. Mengadakan tanya jawab selama pelajaran berlangsung Narasi Singkat Hal ini terlihat ketika guru dan siswa membuat kesepakatan/ aturan kelas selama proses pembelajaran ketika guru bertanya siswa menjawab, dan ketika guru berbicara siswa mendengarkan. Hal ini terlihat ketika guru melakukan tanya jawab dengan siswa. Selain itu, guru juga sering bertanya kepada siswa secara bergantian, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk menjawab pertanyaan guru secara bergiliran. c. Melakukan demonstrasi Terlihat ketika guru menunjukkan sebuah benda dengan menggunakan media lalu menyentuh salah satu permukaan benda pembelajaran tersebut untuk menunjukkan kepada siwa mengenai permukaan benda yang bentuknya

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 menyerupai bentuk bangun datar. 2 d. Membimbing siswa dalam memecahkan masalah berupa soal yang diberikan guru e. Memfasilitasi negosiasi antar siswa Guru mengarahkan siswa untuk mengerjakan LKS, serta guru membimbing siswa untuk menyebutkan sifat-sifat bangun datar. f. Guru mengamati pembelajaran yang terjadi di dalam kelas ketika diskusi kelompok. Melakukan penilaian proses Terlihat ketika siswa melakukan diskusi kelompok, guru memberikan jalan tengah kepada siswa yang mengalami perbedaan pendapat. g. Melakukan penilaian produk Guru memberikan penilaian kepada siswa di akhir pembelajaran. h. Memberikan penguatan Penguatan dilakukan guru secara verbal dengan mengatakan “ya”ketika siswa berhasil menjawab pertanyaan. Siswa dan Siswa a. Mempresentasikan hasil pekerjaan Terlihat dalam kegitan presentasi yang dilakukan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok dalam mengerjakan LKS. b. Melakukan kerjasama dengan siswa lain Terlihat ketika siswa mampu bekerja sama dalam melakukan diskusi kelompok untuk mengerjakan LKS. c. Menyampaikan pendapat atau pertanyaan Siswa bertanya kepada siswa lain dalam kelompok ketika belum memahami materi pelajaran. d. Memberikan apresiasi terhadap teman lain Hal ini terlihat ketika semua siswa memperhatikan dan mendengarkan siswa lain yang sedang presentasi di depan kelas. Selain itu siswa memberikan tepuk tangan ketika siswa telah selesai presentasi. e. Memperhatikan teman yang menyampaikan pendapat Siswa terlihat mendengarkan dan memperhatikan siswa lain ketika berpendapat dalam diskusi kelompok dan juga pada saat ada siswa yang presentasi di depan kelas.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa interkativitas dalam pembelajaran sudah sangat baik. Siswa terlihat aktif melakukan komunikasi dengan guru dalam kegiatan tanya jawab. Selain itu, siswa juga terlihat aktif melakukan komunikasi dengan siswa lain ketika melakukan diskusi kelompok untuk mengerjakan LKS. Data hasil observasi Penggunaan Intertwining dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.15 Hasil Observasi Penggunaan Intertwining No. 1 Aspek Adanya kaitan materi bangun datar dengan materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika Narasi Singkat a. Kaitannya dengan materi bilangan bulat (Penjumlahan Bilangan Bulat) b. Kaitannya dengan materi pecahan c. Kaitannya dengan materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar 2. Hal ini terlihat ketika siswa menyebutkan sifat bangun datar mengenai rumus mencari keliling ataupun luas bangun datar. Adanya kaitan materi bangun datar dengan materi dari mata pelajaran diluar matematika a. Kaitannya dengan materi dimata pelajaran Bahasa Indonesia b. Kaitannya dengan materi di mata pelajaran IPS c. Kaitannya dengan materi di mata pelajaran IPA Hal ini terlihat ketika siswa harus menyusun kalimat untuk merumuskan sifat-sifat bangun datar.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 d. Kaitannya dengan materi di mata pelajaran SBK Hal ini terlihat ketika siswa menggambar bangun datar. Berdasarkan tabel di atas, penggunaan intertwining dalam pembelajaran terlihat belum maksimal.Pembelajaran yang berlangsung hanya berkaitan dengan satu materi dalam pelajaran Matematika, yaitu materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar. Selain itu, keterkaitan pembelajaraan Matematika dengan mata pelajaran lain hanya terkait dengan pelajaran Bahasa Indonesia dan SBK. Pengamatan keterlaksanaan PMRI dalam penelitian ini juga dilihat berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru.Hasil wawancara dengan guru dapat dilihat pada tabel berikut berikut. Tabel 4.16 Hasil Wawancara dengan Guru Matematika No. Pertanyaan 1 Bagaimana menurut Ibu ketika mengajar Matematika menggunakan PMRI, lebih mudah atau justru lebih sulit? 2 Apakah siswa mampu memahami contoh-contoh konkret yang Ibu berikan? 3 4 5 Sebaiknya contoh konkret yang bagaimana yang pantas diberikan kepada siswa? Apakah menurut Ibu siswa mampu menyimpulkan contoh konkret ke dalam pengetahuan matematika? Apakah siswa dapat menyusun kalimat sendiri untuk menyimpulkan materi pembelajaran Matematika dari contoh konkret yang diberikan? Jawaban Lebih mudah karena siswa lebih tertarik mengikuti pembelajaran. Siswa mampu memahami contoh konkret yang dibawa secara langsung, contohnya toples, gelas, piring, mangkok, tutup gelas, tutup botol, dan benda-benda yang ada di kelas. Contoh-contoh yang sering dijumpai siswa. Siswa sudah mampu, hanya saja masih memerlukan bimbingan guru. Beberapa siswa sudah dapat menyusun kalimat sendiri dengan baik. Contohnya ketika menyebutkan sifat-sifat bangun datar.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 6 Apakah kendala yang dihadapi pada saat Ibu menerapkan pendekatan PMRI dalam pembelajaran Matematika? 7 Apa keuntungan memberikan contoh Siswa lebih mudah memahami materi konkret dalam pembelajaran? pelajaran yang diberikan. Contohnya ketika menyebutkan sifat-sifat bangun datar, siswa dapat langsung melihat bangun datarnya secara langsung. 8 Apakah pendekatan PMRI ini baik PMRI baik karena membantu siswa untuk pembelajaran dan untuk siswa? dalam belajar. Hanya saja masih tergantung dengan tingkat pemahaman siswa yang berbeda-beda. 9 Bagaimana tingkat pemahaman siswa ketika Ibu mengajar dengan menggunakan media, serta menerapkan pendekatan PMRI? Apakah Ibu berencana tetap menggunakan pendekatan PMRI dan memberikan contoh konkret dalam pembelajaran? 10 Siswa masih sering kurang memperhatikan pelajaran di kelas. Sulit juga ketika harus menyiapkan mediamedia pembelajaran. Siswa lebih mudah memahami karena dapat melihat secara langsung dan tidak hanya membayangkan saja. Sebisa mungkin akan menggunakan pendekatan PMRI di kelas. Berdasarkan hasil wawancara di atas, terlihat bahwa siswa mampu memahami contoh-contoh konkret yang digunakan dalam pembelajaran denan baik terkait dengan pernyataan guru mengenai kemampuan memahami siswa dalam pembelajaran. Namun, jawaban guru nomer 8 belum dapat menggali tanggapan guru terhadap pembelajaran matematika yang diterapkan di kelas. d. Refleksi Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian pada siklus I, siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.Tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tergolong cukup baik.Namun, siswa terlihat masih canggung dengan pendekatan PMRI yang diterapkan dalam pembelajaran. Pada saat

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 pembentukan kelompok, masih terlihat siswa enggan untuk membentuk kelompok.Diskusi yang dilakukan siswa dalam kelompok terlihat masih kaku.Pada saat siswa mengerjakan soal evaluasi diakhir siklus I, hasil pekerjaan siswa menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa dalam memahami sifat-sifat bangun datar cukup baik. Namun ada beberapa siswa yang masih mendapatkan nilai dibawah KKM, serta target pencapaian nilai setiap indikator belum tercapai dengan baik. Pada siklus I ini, data yang diperoleh dari hasil soal evaluasi tes kemampuan memahami menunjukkan bahwa siswa masih kurang mencapai kriteria keberhasilan yang ditentukan. Melihat hasil akhir siklus yang belum mencapai kriteria keberhasilan ini, peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian ke siklus selanjutnya. 2. Siklus II Penelitian siklus II ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, yaitu tanggal 15 April 2014, 16 April 2014, dan 17 April 2014.Materi yang diajarkan pada siklus II, yaitu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar. a. Perencanaan Perencanaan yang dilakukan dalam siklus II ini adalah mempersiapkan materi pelajaran mengenai menyelesaikkan masalah yang berkaitan dengan bangun datar, perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), soal evaluasi, lembar observasi, lembar kuesioner, dan media pembelajaran yang digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 b. Tindakan Pelaksanaan penelitian siklus I ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, dengan rincian sebagai berikut 1) Pertemuan 1 Kegiatan belajar pada pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 15 April 2014 pukul 07.00 – 08.10 WIB, dengan berpedoman pada RPP yang telah disusun dan media pembelajaran yang telah disiapkan oleh peneliti. Pada pertemuan pertama siklus II ini, siswa dikondisikan untuk belajar Matematika dengan menggunakan Pendekatan PMRI.Materi yang dipelajari pada pertemuan pertama ini yaitu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan pertama, yaitu sebagai berikut. a) Kegiatan Awal Siswa dan guru memulai kegiatan pembelajaran dengan berdoa, mengucapkan salam, dan dilanjutkan dengan guru mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan motivasi belajar yang dilakukan oleh guru. b) Motivasi Motivasi belajar dilakukan untuk membangkitkan semangat siswa agar dapat termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.Pada kegiatan motivasi ini, guru memberikan sebuah yel-yel yang diucapkan oleh siswa dan guru bersama-sama. Yelyel ini yaitu “Matematika, mudah, menyenangkan, yes!”.Ketika guru mengucapkan “Matematika”, siswa langsung menjawab dengan mengucapkan “mudah,

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 menyenangkan”, sambil mengangkat kedua jempol tangan ke atas. Kemudian pada saat mengucapkan kata “yes” kedua tangan ditarik ke bawah dengan penuh semangat. c) Apersepsi Apersepsi dilakukan untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan dipelajari. Pada kegiatan ini, guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai panjang sebuah buku tulis yang dimiliki siswa. Setiap siswa diminta untuk mengukur panjang dan lebar sebuah buku tulis yang dimiliki.Setelah itu guru bertanya kepada siswa mengenai luas masing-masing buku yang dimiliki siswa.Masing-masing siswa menghitung luas buku yang mereka miliki. Kemudian guru melakukan tanya jawab kepada beberapa siswa mengenai luas buku yang sudah dihitung. Siswa memberikan jawaban yang berbeda-beda kepada guru. Pada kegiatan ini, guru dapat mengajak siswa untuk mengingat kembali materi tentang cara menghitung luas persegi panjang. Apersepsi sederhana tersebut dapat mengantarkan siswa untuk masuk pada materi pelajaran yaitu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar. d) Kegiatan Inti Kegiatan inti diawali dengan guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 siswa.Setelah itu guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada setiap kelompok.Pada kegiatan ini, siswa harus berdiskusi untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam LKS mereka.Selama siswa bekerja dalam kelompok, guru berkeliling kelas untuk melihat pekerjaan siswa dan berlaku sebagai fasilitator, yaitu membantu siswa yang

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah. Setelah kegiatan diskusi selesai, setiap kelompok diminta maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Kelompok lain yang tidak presentasi diminta untuk memperhatikan dan memberikan tanggapan atau komentar terhadap hasil pekerjaan kelompok yang sedang presentasi di depan kelas. Ada beberapa siswa yang berkomentar sudah benar semua, dan ada siswa yang memberikan masukan bahwa ada jawaban yang kurang tepat dan perlu diperbaiki.Pada kesempatan ini, guru juga memberikan masukan kepada kelompok yang presentasi. Guru membetulkan jawaban yang masih kurang tepat dan meminta kelompok untuk memperbaiki lagi. Setelah seluruh kelompok presentasi, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari yaitu mengenai penyelesaian masalah yang berkaitan dengan bangun datar.Kegiatan ini diakhiri dengan siswa mengerjakan soal-soal yang ada di LKS masingmasing.Setelah selesai mengerjakan, siswa mengumpulkan LKS kepada guru. e) Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir, siswa diajak untuk melakukan refleksi kegiatan pembelajaran secara lisan.Siswa juga diminta untuk mempelajari materi selanjutnya tentang sifat-sifat bangun datar. Kegiatan akhir ditutup dengan mengucapkan salam antara guru dan siswa. 2) Pertemuan 2 Kegiatan belajar pada pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 16 April 2014 pukul 07.00 – 08.10 WIB, dengan berpedoman pada RPP yang telah disusun dan media pembelajaran yang telah disiapkan oleh peneliti.Pada pertemuan

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 kedua siklus II ini, siswa dikondisikan untuk belajar Matematika dengan menggunakan Pendekatan PMRI.Materi yang dipelajari pada pertemuan pertama ini yaitu menyelasaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan pertama, yaitu sebagai berikut. a) Kegiatan Awal Siswa dan guru memulai kegiatan pembelajaran dengan berdoa, mengucapkan salam, dan dilanjutkan dengan guru mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan motivasi belajar yang dilakukan oleh guru. b) Motivasi Motivasi belajar dilakukan untuk membangkitkan semangat siswa agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan semangat.Pada kegiatan motivasi ini, guru memberikan sebuah permainan singkat yang berjudul “Dor Kalah”.Dalam permainan ini, guru membacakan sebuah pertanyaan. Pertanyaan tersebut akan dijawab oleh siswa yang ditunjuk guru. Ketika menunjuk siswa, guru mengucapkan kata “dor” berulang-ulang dan cepat. Setelah beberapa saat, guru akan mengucapkan kata “kalah” kepada seorang siswa, yang berarti siswa yang ditunjuk harus menjawab pertanyaan guru. c) Apersepsi Apersepsi pada pertemuan kedua ini dilaksanakan untuk menggali pengetahuan awal siswa dan mengantarkan siswa pada materi yang akan dipelajari yaitu mengenai penyelesaian masalah yang berkaitan dengan bangun datar. Pada

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 kegiatan ini, guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai macam-macam bangun datar. Setelah itu, guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi tentang macam-macam bangun datar dan cara mencari luas bangun datar. Apersepsi sederhana tersebut dapat mengantarkan siswa untuk masuk pada materi pelajaran yaitu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar. d) Kegiatan Inti Kegiatan inti diawali dengan guru membagi siswa ke dalam 8 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 3-4 siswa.Setelah itu guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada setiap kelompok.Guru juga membagikan pensil dan penggaris kepada siswa sebagai alat untuk menggambar bangun datar.Selama siswa bekerja dalam kelompok, guru berkeliling kelas untuk melihat pekerjaan siswa dan berlaku sebagai fasilitator, yaitu membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah. Setelah kegiatan diskusi selesai, setiap kelompok diminta maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Kelompok lain yang tidak presentasi diminta untuk memperhatikan dan menuliskan sifat-sifat bangun datar yang dibacakan oleh kelompok yang presentasi ke dalam buku masing-masing, serta memberikan tanggapan atau komentar terhadap hasil pekerjaan kelompok yang sedang presentasi di depan kelas. Ada beberapa siswa yang berkomentar sudah benar semua, dan ada siswa yang memberikan masukan bahwa ada jawaban yang kurang tepat dan perlu diperbaiki.Pada kesempatan ini, guru juga memberikan masukan kepada kelompok yang presentasi. Guru membetulkan jawaban yang masih kurang tepat serta menambahkan jawaban yang belum disebutkan, dan

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 meminta kelompok untuk memperbaiki lagi. Setelah seluruh kelompok presentasi, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari yaitu mengenai penyelesaian masalah yang berkaitan dengan bangun datar.Kegiatan ini diakhiri dengan siswa mengumpulkan LKS kepada guru. e) Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir, siswa diajak untuk melakukan refleksi kegiatan pembelajaran secara lisan. Siswa juga diminta untuk mempelajari semua materi yang telah dipelajari pada pertemuan pertama dan kedua, karena pada pertemuan ketiga siswa akan mengerjakan soal tes kemampuan memahami mengenai menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar untuk mengukur sampai sejauh mana siswa memahami materi bangun datar. Kegiatan akhir ditutup dengan mengucapkan salam antara guru dan siswa. 3) Pertemuan 3 Kegiatan belajar pada pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 April 2014 pukul 07.00 – 08.10 WIB, dengan berpedoman pada RPP yang telah disusun dan media pembelajaran yang telah disiapkan peneliti.Pada pertemuan ketiga, siswa diajak untuk mengulas kembali materi sifat-sifat bangun datar yang telah dipelajari pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 dengan menggunakan pendekatan PMRI.Selanjutnya, siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi yang berupa soal tes kemampuan memahami untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan pertama, yaitu sebagai berikut. a) Kegiatan Awal Siswa dan guru memulai kegiatan pembelajaran dengan berdoa, mengucapkan salam, dan dilanjutkan dengan guru mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan motivasi belajar. b) Motivasi Motivasi belajar dilakukan untuk membangkitkan semangat siswa agar dapat termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.Pada kegiatan motivasi ini, guru memberikan sebuah cerita singkat mengenai seorang anak kecil yang gemar membaca buku dan setelah dewasa menjadi orang yang sukses. c) Apersepsi Apersepsi pada pertemuan ketiga ini dilakukan untuk mengarahkan siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan 1 dan pertemuan 2. Guru menanyakan kepada siswa mengenai cara menghitung luas bangun datar, pengubinan, dan perbandingan bangun datar. Beberapa siswa dapat menjawab secara lisan dengan benar, namun ada juga beberapa siswa yang tidak menjawab. d) Kegiatan Inti Kegiatan inti diawali dengan guru meminta siswa untuk menyiapkan alat tulis masing-masing dan meminta siswa untuk duduk dengan rapi.Setelah itu, guru membagikan soal evaluasi kepada setiap siswa untuk dikerjakan secara

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 individu.Kegiatan inti diakhiri dengan kegiatan siswa mengumpulkan soal evaluasi yang telah selesai dikerjakan. e) Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir, guru dan siswa merefleksikan kegiatan yang telah selesai dilaksanakan. Guru bertanya kepada siswa apakah ada siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal evaluasi. Beberapa siswa menjawab tidak mengalami kesulitan, namun masih ada beberapa siswa yang berkata bahwa mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal tes kemampuan memahami nomer 3. c. Observasi Sejalan dengan proses kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, peneliti dibantu oleh guru kelas dan dua orang teman melakukan kegiatan observasi. Kegiatan observasi ini dilakukan sebagai salah satu cara peneliti untuk mengecek keterlaksanaan PMRI selama pembelajaran berlangsung. Pengamat membantu peneliti untuk mengamati penggunaan masalah kontekstual dalam pembelajaran, penggunaan pemodelan dalam pembelajaran, kontribusi siswa selama pembelajaran, interaktivitas antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru serta siswa dengan perangkat pembelajaran, serta keterkaitan materi pembelajaran dengan materi dalam Matematika atau dengan mata pelajaran lain. Observasi dilakukan dengan berpedoman pada format observasi yang telah dibuat. Pada kegiatanini, ada empat data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilaksanakan pada siklus II yaitu data hasil tes kemampuan memahami yang

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 diperoleh melalui pelaksanaan tes kemampuan memahami, serta hasil keterlaksanaan PMRI yang diperoleh dari observasi, kuesioner, dan wawancara dengan guru. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator memberikan contoh dari suatu konsep dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.17 Hasil Tes Kemampuan Memahami pada Indikator Memberikan Contoh dari Suatu Konsep No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 Nilai Ketuntasan 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 1 3 4 4 3 4 3 4 1 3 3 3 2 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 1 4 4 4 87,5 100 87,5 100 62,5 87,5 75 87,5 62,5 87,5 75 100 100 100 87,5 100 75 87,5 87,5 25 87,5 100 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 4 4 4 4 4 2 3 3 4 4 4 2 87,5 87,5 100 100 100 50 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Jumlah siswa tuntas Persentase 25 86,2 % Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa 25 siswa dari 29 siswa yang mengikuti tes kemampuan memahami mengalami ketuntasan dalam mengerjakan soal untuk indikator memberikan contoh dari suatu konsep. Hal ini membuktikan bahwa siswa mampu memahami materi memberikan contoh dari suatu konsep. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menggambarkan konsep dengan suatu model dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.18 Hasil Tes Kemampuan Memahami padaIndikator Menggambarkan Konsep dengan Suatu Model No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 3 Nilai Ketuntasan 3 3 4 4 3 3 4 3 2 4 3 3 1 3 3 4 4 3 3 1 3 4 4 75 75 100 100 75 75 100 75 50 100 75 75 25 75 75 100 100 75 75 25 75 100 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 25 26 27 28 29 30 3 75 3 75 4 100 3 75 3 50 3 50 Jumlah siswa tuntas Persentase Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 26 89,6 % Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa 27 siswa dari 28 siswa yang mengikuti tes kemampuan memahami mengalami ketuntasan dalam mengerjakan soal untuk indikator menggambarkan konsep dengan suatu model. Hal ini membuktikan bahwa siswa mampu memahami materi menggambarkan konsep dengan suatu model. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.19 Hasil Tes Kemampuan Memahami pada Indikator Mengubah Suatu Bentuk ke Bentuk Lain No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 4 5 6 Nilai Ketuntasan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 83,3 100 100 100 100 91,7 100 100 91,7 100 100 100 100 91,7 91,7 100 100 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 Jumlah siswa tuntas Persentase 100 100 100 100 91,7 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 100 100 100 100 100 91,7 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 29 100 % Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa 29 siswa yang mengikuti tes kemampuan memahami mengalami ketuntasan dalam mengerjakan soal untuk indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain. Hal ini membuktikan bahwa semua siswa mampu memahami materi mengubah suatu bentuk ke bentuk lain. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.20 Hasil Tes Kemampuan Memahami pada Indikator Membandingkan Beberapa Bentuk dalam Sebuah Konsep No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 7 8 Nilai Ketuntasan 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 100 100 100 100 100 100 100 100 62,5 100 100 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 Jumlah siswa tuntas Persentase 100 100 87,5 100 100 100 87,5 87,5 100 100 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 100 100 100 100 100 50 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas 27 93,1% Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa 27 siswa dari 29 siswa yang mengikuti tes kemampuan memahami mengalami ketuntasan dalam mengerjakan soal untuk indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain. Hal ini membuktikan bahwa siswa mampu memahami materi mengubah suatu bentuk ke bentuk lain. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 4.21 Hasil Tes Kemampuan Memahami pada Indikator Menyatakan Ulang Sebuah Konsep No. Responden 1 2 3 4 9 10 Nilai Ketuntasan 4 4 4 4 4 4 4 4 100 100 100 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 Jumlah siswa tuntas Persentase 87,5 100 87,5 100 87,5 100 100 100 87,5 100 100 100 100 100 100 100 87,5 87,5 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 100 87,5 100 100 100 87,5 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 29 100 % Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa 29 siswa yang mengikuti tes kemampuan memahami mengalami ketuntasan dalam mengerjakan soal untuk indikator menyatakan ulang sebuah konsep.Hal ini membuktikan bahwa siswa mampu memahami materi menyatakan ulang sebuah konsep. Selain data hasil tes kemampuan memahami, terdapat pula data keterlaksanaan PMRI dengan menggunakan kuesioner respon siswa.Hasil kuesioner respon siswa mengenai Penggunaan Intertwining dapat dilihat pada tabel berikut.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Tabel 4.22 Hasil Kuesioner Respon Siswa Mengenai PenggunaanIntertwining No. Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 4 5 6 Jumlah 3 2 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 3 2 2 3 2 4 2 1 3 3 1 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 3 3 4 4 2 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 3 3 4 4 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 Jumlah Rerata Simpangan Baku 3 4 4 4 2 3 3 1 2 2 3 3 3 3 4 3 4 4 2 2 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 2 3 1 3 4 3 1 2 2 3 3 2 4 4 4 3 2 3 4 2 2 3 4 3 3 3 18 22 24 21 20 17 14 15 16 16 15 15 15 18 17 18 22 22 18 18 11 18 23 16 16 19 21 21 22 18 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 2 3 Kategori Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Tinggi Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 546 18,2 9,2 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa ada 11 siswa memiliki minat yang tinggi dan 19 siswa memiliki minat yang rendah terhadap pembelajaran Matematika dengan manggunakan karakteristik penggunaan intertwining.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Hasil kuesioner respon siswa mengenai Penggunaan interaktivitas siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.23 Hasil Kuesioner Respon Siswa Mengenai Penggunaan Interaktivitas Siswa No. Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 7 3 4 3 3 4 2 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 8 9 10 11 12 Jumlah Kategori 4 4 3 4 3 3 4 4 4 1 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 2 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 2 3 4 3 3 3 2 3 4 2 2 1 3 4 3 3 4 4 4 4 3 2 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 2 3 3 3 Jumlah Rerata Simpangan Baku 2 4 4 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 2 4 4 4 1 3 3 4 3 1 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 20 22 23 19 22 18 20 21 22 21 20 20 16 18 17 21 24 18 18 18 23 20 21 21 18 20 21 23 20 18 Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Rendah Rendah Tinggi Sangat Tinggi Rendah Rendah Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 603 20,1 3,8

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa ada 1 siswa yang memiliki minat yang sangat tinggi, 19 siswa memiliki minat yang tinggi dan 10 siswa memiliki minat yang rendah terhadap pembelajaran Matematika dengan manggunakan karakteristik penggunaan interaktivitas siswa. Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan pemodelan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.24 Hasil Kuesioner Respon Siswa Mengenai Penggunaan Pemodelan No. Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 13 14 15 16 17 18 Jumlah Kategori 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 21 21 22 21 22 19 19 22 21 19 21 20 18 19 20 21 24 21 18 20 19 18 21 20 19 18 21 21 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 29 30 3 3 3 3 3 3 3 3 Jumlah Rata-rata Simpangan Baku 4 3 4 3 20 18 Tinggi Rendah 604 20,1 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa ada 1 siswa yang memiliki minat yang sangat tinggi, 18 siswa memiliki minat yang tinggi, dan 11 siswa memiliki minat yang rendah terhadap pembelajaran Matematika dengan manggunakan karakteristik penggunaan pemodelan. Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan kontribusi siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.25 Hasil Kuesioner Respon Siswa Mengenai Penggunaan Kontribusi Siswa No. Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 19 20 21 22 23 24 Jumlah Kategori 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 2 2 4 3 3 2 3 3 4 2 2 3 3 4 3 3 4 4 3 2 2 3 2 2 3 4 2 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 2 4 3 3 2 3 4 4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 2 1 1 3 3 4 4 1 4 4 1 3 4 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 2 1 3 2 2 4 1 1 4 1 3 3 4 2 3 3 18 17 20 21 21 19 20 18 16 17 19 18 21 12 15 21 18 17 19 19 18 17 23 Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tinggi

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 24 25 26 27 28 29 30 3 2 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 4 1 3 3 3 Jumlah Rerata Simpangan Baku 3 3 3 3 3 3 4 2 1 4 3 4 2 3 15 13 19 19 19 14 19 Rendah Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tinggi 542 18,1 6 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa ada 20 siswa memiliki minat yang tinggi dan 10 siswa memiliki minat yang rendah terhadap pembelajaran Matematika dengan manggunakan karakteristik penggunaan kontribusi siswa. Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan masalah kontekstual dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.26 Hasil Kuesioner Respon Siswa Mengenai Penggunaan Masalah Kontekstual No. Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 25 26 27 28 29 30 Jumlah Kategori 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 3 3 2 3 4 3 1 1 3 4 3 3 4 4 3 3 4 2 3 1 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 2 4 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 2 3 4 3 3 4 3 2 4 1 1 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 1 1 3 3 4 4 21 17 22 23 23 17 22 24 21 18 23 15 17 17 17 17 24 19 Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Tinggi Rendah

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 Jumlah Rerata Simpangan Baku 3 2 3 2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 2 4 18 16 21 17 22 19 19 20 22 19 20 21 Rendah Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Tinggi 591 20 6,5 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa ada 15 siswa memiliki minat yang tinggi dan 15 siswa memiliki minat yang rendah terhadap pembelajaran Matematika dengan manggunakan karakteristik penggunaan masalah kontekstual. Keterlaksanaan PMRI dalam penelitian ini juga dilihat melalui observasi yang dilakukan peneliti dan kedua teman selama pembelajaran berlangsung.Data hasil observasi Penggunaan Konteks dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.27 Hasil Observasi Penggunaan Konteks No. 1 Aspek Narasi Singkat Menggunakan masalah kontekstual a. Menggunakan soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa Terlihat ketika guru bercerita mengenai lapangan sepak bola yang lebar dan penuh penonton, serta terlihat pula ketika guru menggunakan penggaris untuk mrngukur panjang dan lebar meja. b. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mampu mengarahkan siswa Terlihat ketika siswa mampu mengukur dan menghitung luas meja siswa, serta siswa mampu untuk menemukan konsep perbandingan ketika melihat gambar lapangan sepak bola.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 menemukan konsep c. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mudah dimengerti siswa 2 3 4 Hal ini terlihat ketika guru bercerita mengenai seorang penjahit yang melakukan pengukuran badan ketika akan membuat pakaian. Guru juga mempraktekkan cara mengukur badan secara langsung. Menggunakan permainan a. Permainan yang digunakan membangkitkan semangat siswa Hal ini terlihat ketika siswa bergiliran menyebutkan benda-benda yang bentuk permukaannya menyerupai bangun datar. b. Permainan menggambarkan apa yang akan dipelajari Permainan yang dilakukan sangat menggambarkan apa yang akan dipelajari, karena setelah permainan selesai guru langsung melanjutkan pada materi yang dipelajari. Menggunakan media dan alat peraga a. Media dan alat peraga yang digunakan mudah ditemukan/ dekat dengan siswa Media yang digunakan dalam pembelajaran sangat dekat dengan siswa dan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu penggaris, alat ukur penjahit, dan buku siswa. b. Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa Hal ini terlihat dari antusiasme siswa dalam mengukur panjang dan lebar buku masing-masing. Menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa a. Pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi Kegiatan mengukur panjang dan lebar buku siswa sesuai dengan materi untuk mencari luas bangun persegi panjang. Berdasarkan tabel di atas, dapat terlihat bahwa penggunaan masalah kontekstual dalam pembelajaran sudah sangat baik diterapkan oleh guru.Siswa mampu untuk mengikuti pembelajaran dengan aktif di kelas.Selain itu siswa sangat

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 antusias ketika diminta untuk mengukur meja siswa masing-masing. Hal ini sangat baik dalam pembelajaran karena siswa dapat mempraktekkan cara mengukur secara langsung. Data hasil observasi Penggunaan Model dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 4.28 Hasil Observasi Penggunaan Model No. Aspek Narasi Singkat 1 Penggunaan strategi Penggunaan strategi informal oleh siswa terlihat informal oleh siswa dalam ketika guru menggunakan gambar untuk pemecahan masalah mengumpamakan lantai kelas, siswa mencari luasnya dengan cara menggambar kotak-kotak dengan ukuran yang sama di dalam gambar, lalu menghitung jumlah kotak tersebut. 2 Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah a. Memodelkan masalah Hal ini terlihat ketika siswa mengukur panjang dalam kalimat sisi buku. Siswa memodelkan ukuran tersebut ke matematika dalam kalimat matematika yang disusun sendiri. b. Menggunakan rumus Terlihat ketika siswa menghitung luas sampul matematika dalam buku masing-masing. Siswa menggunakan pemecahan masalah rumus persegi panjang untuk menghitung luas sampul buku. c. Menggunakan langkah-langkah matematis dalam pemecahan masalah 3 Hal ini terlihat ketika siswa menghitung luas. siswa terlebih dahulu mengukur panjang buku, lebar buku, lalu dilanjutkan dengan menghitung luas sampul buku berdasarkan nilai panjang yang dimiliki. Siswa menggunakan rumus persegi panjang untuk menghitung luas sampul buku. Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal a. Guru memberi Hal ini terlihat ketika guru bertanya kepada

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 pertanyaan yang mengarah ke strategi formal b. Guru memberi soal dengan konteks lain yang mengarah ke strategi formal siswa mengenai cara menghitung luas sampul buku siswa. Hal ini terlihat ketika guru mengukur meja guru. Guru bertanya kepada siswa mengenai kemungkinan yang akan dilakukan setelah mengetahui ukuran panjang dan lebar meja guru. c. Guru memberi contoh Hal ini terlihat ketika guru mengajjak siswa analogi yang untuk menghitung luas sampul buku siswa. mengarah ke strategi kegiatan tersebut mengarahkan kepada siswa formal untuk menghitung luas sebuah bangun datar. Berdasarkan data hasil observasi Penggunaan Model tersebut, terlihat bahwa penggunaan karakteristik Pemodelan sudah terlaksana dengan baik di dalam kelas penelitian. Guru sudah mampu berperan sebagai fasilitator dengan baik. Selain itu, siswa terlihat lebih terbiasa untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih aktif di dalam kelompok dan di dalam kelas. Tabel 4.29 Hasil Observasi Penggunaan Kontribusi Siswa No. 1. Narasi Singkat Aspek Pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah a. Munculnya berbagai cara yang digunakan dalam pemecahan masalah oleh siswa Ketika siswa berdiskusi dalam kelompok, siswa terlihat beberapa kali mengalami perbedaan cara untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam LKS. b. Pemberian waktu mencukupi kepada siswa dalam pemecahan masalah Waktu yang diberikan guru sangat mencukupi, terbukti siswa mampu menyelesaikan permasalahan yang diperoleh. c. Pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pengungkapan Terlihat ketika siswa memilih sendiri buku yang akan diukur untuk membuktikan panjang dan luas benda.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 strategi yang digunakan 2 3 Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan a. Siswa memberi komentar/ saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain Terlihat beberapa siswa memberikan komentar pada saat ada kelompok lain yang presentasi di depan kelas. b. Siswa menyimpulkan hasil pelajaran (guru hanya mengarahkan siswa) Diakhir pembelajaran, siswa mampu menyimpulkan hasil kegiatan yang telah dilakukan. Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah a. Pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya Terlihat ketika ada siswa yang telah selesai presentasi, guru memancing siswa dengan memberikan untuk bertanya. 4 Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat Hal ini sangat terlihat ketika terjadi tanya jawab antara guru dengan siswa, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. 5 Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran Siswa bertanya kepada guru ketika memahami materi yang dipelajari. belum Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa kontribusi siswa dalam pembelajaran sudah sangat baik. Guru mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa. Siswa sangat aktif mengikuti pembelajaran di dalam

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 kelas.Siswa juga tidak malu bertanya kepada guru ketika belum memahami materi yang dipelajarinya. Data hasil observasi Penggunaan Interaktivitas Siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.30 Hasil Observasi Penggunaan Interaktivitas Siswa No. 1 Aspek Guru dan Siswa a. Membangun norma kelas Narasi Singkat Hal ini terlihat ketika guru dan siswa membuat kesepakatan/ aturan kelas selama proses pembelajaran ketika guru bertanya siswa menjawab, dan ketika guru berbicara siswa mendengarkan. b. Mengadakan tanya jawab selama pelajaran berlangsung Hal ini terlihat ketika guru melakukan tanya jawab dengan siswa. Selain itu, guru juga sering bertanya kepada siswa secara bergantian, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk menjawab pertanyaan guru secara bergiliran. c. Melakukan demonstrasi dengan menggunakan media pembelajaran d. Membimbing siswa dalam memecahkan masalah berupa soal yang diberikan guru e. Memfasilitasi negosiasi antar siswa Terlihat ketika guru menunjukkan cara mengukur meja dan buku, serta cara mencari luasnya.. f. Guru mengamati pembelajaran yang terjadi di dalam kelas ketika diskusi kelompok. Melakukan penilaian proses Terlihat ketika siswa mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah, guru membimbing dan mambantu siswa untuk menyelesaikannya. Terlihat ketika siswa melakukan diskusi kelompok, guru memberikan jalan tengah kepada siswa yang mengalami perbedaan pendapat. g. Melakukan penilaian produk Guru memberikan penilaian kepada siswa di akhir pembelajaran. h. Memberikan penguatan Penguatan dilakukan guru secara verbal dengan mengatakan “ya”ketika siswa berhasil menjawab pertanyaan guru.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 2 Siswa dan Siswa a. Mempresentasikan hasil pekerjaan Terlihat dalam kegitan presentasi yang dilakukan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. b. Melakukan kerjasama dengan siswa lain Terlihat ketika siswa mampu bekerja sama dalam melakukan diskusi kelompok untuk mengerjakan LKS. c. Menyampaikan pendapat atau pertanyaan Siswa bertanya kepada siswa lain dalam kelompok ketika belum memahami materi pelajaran. d. Memberikan apresiasi terhadap teman lain Hal ini terlihat ketika semua siswa memperhatikan dan mendengarkan siswa lain yang sedang presentasi di depan kelas. Selain itu siswa memberikan tepuk tangan ketika siswa telah selesai presentasi. e. Memperhatikan teman yang menyampaikan pendapat Siswa terlihat mendengarkan dan memperhatikan siswa lain ketika berpendapat dalam diskusi kelompok dan juga pada saat ada siswa yang presentasi di depan kelas. Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa interkativitas dalam pembelajaran sudah sangat baik. Siswa terlihat aktif melakukan komunikasi dengan guru dalam kegiatan tanya jawab. Selain itu, siswa juga terlihat aktif melakukan komunikasi dengan siswa lain ketika melakukan diskusi kelompok untuk mengerjakan LKS. Data hasil observasi Penggunaan Intertwining dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.31 Hasil Observasi Penggunaan Intertwining No. 1 Aspek Adanya kaitan materi bangun datar dengan materi lainnya Narasi Singkat

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 dalam satu mata pelajaran matematika a. Kaitannya dengan materi bilangan bulat (Penjumlahan Bilangan Bulat) 2. Terdapat penggunaan materi bilangan bulat ketika siswa mengukur panjang dan lebar meja siswa. b. Kaitannya dengan materi pecahan Penggunaan materi pecahan terdapat dalam kegiatan pengukuran ketika siswa harus menghitung ukuran dan panjang benda yang digambar dengan menggunakan skala perbandingan. c. Kaitannya dengan materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar Hal ini terlihat dalam kegiatan pembelajaran ketika siswa menggambar bentuk bangun datar sesuai ukuran yang telah ditentukan.. Adanya kaitan materi bangun datar dengan materi dari mata pelajaran diluar matematika a. Kaitannya dengan materi dimata pelajaran Bahasa Indonesia Hal ini terlihat ketika siswa harus menyusun kalimat untuk membuat kesimpulan dalam menyelesaikan masalah. Selain itu terdapat dalam kegiatan pembelajaran ketika siswa harus membuat sebuah pertanyaan berdasarkan gambar yang ada. . b. Kaitannya dengan materi di mata pelajaran IPS c. Kaitannya dengan materi di mata pelajaran IPA d. Kaitannya dengan materi di mata pelajaran SBK Terdapat dalam kegiatan pembelajaran ketika siswa menggambar bangun datar dengan ukuran yang telah dihitung dengan skala perbandingan. Berdasarkan tabel di atas, penggunaan intertwining dalam pembelajaran terlihat lebih baik.Pembelajaran yang berlangsung sudah berkaitan dengan materi lain dalam mata pelajaran Matematika, yaitu bilangan bulat, pecahan, dan menyelesaikan

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 masalah yang berkaitan dengan bangun datar. Selain itu, keterkaitan pembelajaraan Matematika dengan mata pelajaran lain hanya terkait dengan pelajaran Bahasa Indonesia dan SBK. Pengamatan keterlaksanaan PMRI dalam penelitian ini juga dilihat berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru.Hasil wawancara dengan guru dapat dilihat sebagai berikut. Tabel 4.32 Hasil Wawancara dengan Guru Matematika No. Pertanyaan 1 Bagaimana menurut Ibu ketika mengajar Matematika menggunakan PMRI, lebih mudah atau justru lebih sulit? 2 Apakah siswa mampu memahami contoh-contoh konkret yang Ibu berikan? 3 4 5 6 7 Sebaiknya contoh konkret yang bagaimana yang pantas diberikan kepada siswa? Apakah menurut Ibu siswa mampu menyimpulkan contoh konkret ke dalam pengetahuan matematika? Apakah siswa dapat menyusun kalimat sendiri untuk menyimpulkan materi pembelajaran Matematika dari contoh konkret yang diberikan? Apakah kendala yang dihadapi pada saat Ibu menerapkan pendekatan PMRI dalam pembelajaran Matematika? Apa keuntungan memberikan contoh konkret dalam pembelajaran? Jawaban Lebih mudah karena siswa mengalami secara langsung. dapat Siswa mampu memahami contoh konkret dengan baik. Terlihat ketika siswa diminta untuk menghitung panjang dan lebar buku, siswa langsung dapat melaksanakannya dengan tepat. Contoh-contoh konkret yang dekat dengan siswa dan berada di lingkunagn siswa. Siswa dapat menyimpulkan sendiri, namun masih perlu bimbingan dari guru. Guru dapat mengarahkan siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajari. Ada beberapa siswa yang sudah mampu menyusun kalimat sendiri, namun ada pula siswa yang belum mampu menyusun kalimat sendiri dan masih membutuhkan bimbingan dari guru. Beberapa siswa kurang konsentrasi dan kurang memperhatikan guru dalam pembelajaran. Siswa juga cenderung cuek dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Siswa langsung dapat mengetahui dan memahami materi yang disampaikan. Terlihat ketika pembelajaran mengenai panjang dan lebar, siswa langsung dapat

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 8 Apakah pendekatan PMRI ini baik untuk pembelajaran dan untuk siswa? 9 Bagaimana tingkat pemahaman siswa ketika Ibu mengajar dengan menggunakan media, serta menerapkan pendekatan PMRI? Apakah Ibu berencana tetap menggunakan pendekatan PMRI dan memberikan contoh konkret dalam pembelajaran? 10 mengetahui dan tidak sekedar membayangkan saja. Pendekatan PMRI sudah baik, hanya saja masih tergantung kepada setiap siswa, karena kemampuan setiap siswa itu berbeda-beda. Jika ada alat dan medianya, pemahaman siswa lebih meningkat karena siswa dapat melihat bendanya secara langsung dan tidak hanya membayangkan saja. Sedapat mungkin akan diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil wawancara di atas, terlihat bahwa guru sudah mampu menerapkan pembelajaran PMRI dengan baik.Selain itu, dapat dilihat pula bahwa siswa dapat lebih semangat mengikuti pembelajaran.Siswa juga lebih mudah memahami materi pembelajaran karena siswa dapat melihat secara langsung media yang digunakan dan tidak hanya membeyangkan saja. b. Refleksi Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian siklus II ini, siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.Tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tergolong meningkat dan sudah baik.Siswa sudah terbiasa dengan pendekatan PMRI yang diterapkan dalam pembelajaran.Pada saat pembentukan kelompok, siswa terlihat tidak mengalami kesulitan dan dapat segera membentuk kelompok dengan rapi.Diskusi yang dilakukan siswa dalam kelompok terlihat sudah berjalan dengan lancar dan terlihat setiap anggota kelompok mendapatkan pembagian tugas yang baik.Pada saat siswa mengerjakan soal evaluasi

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 diakhir siklus II, hasil pekerjaan siswa menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa dalam memahami materi meyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar sudah baik. Penerapan pendekatan PMRI dalam pembelajaran Matematika ini dapat berjalan dengan baik karena siswa yang sudah terbiasa dengan kegiatan pembelajaran yang diberikan. Siswa dapat memecahkan permasalahan soal cerita kontekstual dengan baik, dengan menggunakan cara mereka sendiri. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa dapat dikondisikan dengan baik untuk mengikuti pembelajaran. Pada siklus II ini, data yang diperoleh dari hasil soal evaluasi tes kemampuan memahami menunjukkan bahwa siswa sudah mencapai kriteria keberhasilan yang ditentukan. Kegiatan pembelajaran yang telah disusun peneliti mampu meningkatkan tingkat pemahaman siswa terhadap materi bangun datar.Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai siswa untuk setiap indikator.Melihat hasil akhir siklus yang sudah mencapai kriteria keberhasilan ini, peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan penelitian ke siklus selanjutnya. B. PEMBAHASAN Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan judul “Penggunaan Pemodelan untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep Geometri Bangun Datar dengan Pendekatan PMRI di SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta”, memperoleh hasil seperti yang telah dijabarkan di atas.Pembahasan dilakukan untuk melihat hasil

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 tes kemampuan memahami dan keterlaksanaan PMRI dalam pembelajaran Matematika, yang diuraikan sebagai berikut. 1. Kemampuan Memahami Peneliti memperoleh data tentang tingkat kemampuan memahami siswa dengan menggunakan Soal Evaluasi Tes Kemampuan Memahami. Soal evaluasi yang digunakan peneliti memuat lima indikator memahami yang harus dimiliki seorang siswa untuk membuktikan bahwa siswa mampu memahami konsep geometri bangun datar, yaitu (1) memberikan contoh dari suatu konsep, (2) menggambarkan konsep dengan suatu model, (3) mengubah suatu bentuk ke bentuk lain, (4) membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep, dan (5) menyatakan ulang sebuah konsep. Seorang siswa dikatakan mampu memahami konsep bangun datar jika menguasai kelima indikator tersebut. Kelima indikator ini kemudian dijabarkan menjadi sepuluh soal tes uraian tertulis yang diberikan kepada siswa disetiap akhir siklus.Seorang siswa dikatakan mampu memahami materi jika nilai setiap indikator dapat mencapai nilai di atas KKM.KKM yang ditentukan peneliti sesuai dengan KKM mata pelajaran Matematika di sekolah dasar tempat penelitian, yaitu 72. Pada siklus I, indikator memberikan contoh dari suatu konsep dituangkan dalam soal nomor 1 dan 2, dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 100%. Indikator menggambarkan konsep dengan suatu model dituangkan dalam soal nomor 3, dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 96,4%. Indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain dituangkan dalam soal nomor 4 dan 5, dengan

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 100%. Indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep dituangkan dalam soal nomor 6 dan 7, dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 82,1%. Indikator menyatakan ulang sebuah konsep dituangkan dalam soal nomor 8, 9, dan 10, dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 28,6%. Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa kemampuan memahami siswa untuk indikator menyatakan ulang sebuah konsep masih belum tercapai. Pada siklus II, indikator memberikan contoh dari suatu konsep dituangkan dalam soal nomor 1 dan 2, dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 86,2%. Indikator menggambarkan konsep dengan suatu model dituangkan dalam soal nomor 3, dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 89,6%. Indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain dituangkan dalam soal nomor 4, 5, dan 6, dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 100%. Indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep dituangkan dalam soal nomor 7 dan 8, dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 93,1%. Indikator menyatakan ulang sebuah konsep dituangkan dalam soal nomor 9 dan 10, dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 100%. Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan kemampuan memahami siswa untuk indikator menyatakan ulang sebuah konsep. Data persentase hasil tes kemampuan mamahami untuk kelima indikator dalam tiap siklus dapat dilihat dalam tabel berikut.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Tabel 4.33 Hasil Pencapaian Akhir Siklus Peubah Indikator Kemampuan Memberikan contoh memahami dari suatu konsep Menggambarkan konsep dengan suatu model Mengubah suatu bentuk ke bentuk lain Membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep Menyatakan ulang sebuah konsep 40,5% Target Capaian Akhir Siklus 70% 40,5% 70% 96,4% 89,6% 40,5% 70% 100% 100% 40,5% 70% 82,1% 93,1% 40,5% 70% 28,6% 100% Kondisi Awal Akhir Siklus I Akhir Siklus II 100% 86,2% Berdasarkan data yang telah diperoleh selama penelitian, dapat diketahui adanya peningkatan antara persentase jumlah siswa tuntas pada kondisi awal dengan persentase jumlah siswa tuntas pada akhir siklus II.Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan pemodelan dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar dengan pendekatan PMRI pada siswa kelas V-C SDN Ungaran 1 Yogyakarta. 2. Keterlaksanaan Penggunaan Pemodelan dengan Pendekatan PMRI Terdapat lima karakteristik pendekatan PMRI, yaitu (1) penggunaan masalah kontekstual, (2) penggunaan pemodelan, (3) penggunaan kontribusi siswa, (4) penggunaan interaktivitas siswa, dan (5) intertwining. Penelitian ini menggunakan karakteristik penggunaan pemodelan.Keterlaksanaan penggunaan pemodelan dalam penelitian dengan pendekatan PMRI ini, dapat dilihat melalui tiga data, yaitu hasil

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 kuesioner respon siswa, hasil observasi, dan hasil wawancara dengan guru. Dalam kuesioner respon siswa, setiap karakteristik dituangkan dalam 6 item pernyataan, sehingga terdapat 30 item pernyataan yang merupakan gabungan dari setiap karakteristik. Dalam lembar observasi, terdapat tujuh pernyataan untuk melihat penggunaan karakteristik pemodelan dalam pembelajaran Matematika.Dalam lembar wawancara dengan guru, terdapat 12 pertanyaan untuk melihat pendapat guru mengenai keterlaksanaan PMRI karakteristik pemodelan dalam pembelajaran Matematika. Dalam kuesioner respon siswa, pernyataan mengenai karakteristik pemodelan terdapat pada pernyataan nomor 13-18.Kategorisasi hasil pengukuran respon siswa menggunakan skala Likert.Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa rata-rata sikap atau minat siswa terhadap pembelajaran Matematika dengan menggunakan karakteristik Pemodelan termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan PMRI penggunaan pemodelan pada siklus I dan siklus II terlihat bahwa guru sudah menggunakan contoh-contoh konkret yang dekat dengan siswa sebagai materi dalam pembelajaran.Siswa sudah dapat menggunakan strategi informalnya untuk menyelesaikan permasalahan matematika dengan baik.Siswa terlihat sudah mampu menyimpulkan sendiri materi yang sudah dipelajari dengan menggunakan bahasa sendiri.Selain itu, guru terlihat sudah menjadi fasilitator yang baik bagi siswa dan mampu menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal siswa dengan baik.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Dalam pembelajaran yang berlangsung di kelas, guru sudah dapat memotivasi siswa dengan kalimat-kalimat penyemangat, cerita-serita singkat, yel-yel, dan permainan singkat dengan baik.Dengan adanya motivasi yang diberikan guru, siswa dapat memiliki semangat untuk mengikuti pembelajaran. Guru sudah mampu menggunakan media pembelajaran dengan baik dan efektif, sehingga siswa dapat memahami konsep geometri bangun datar dengan mudah. Dalam menyelesaikan permasalahan matematika bersama kelompok, terlihat bahwa siswa mampu menemukan sendiri cara-cara untuk menyelesaikan masalah yang ada denagn tepat. Siswa tidak hanya berpatokan dengan materi dan cara yang diberikan guru, namun siswa juga menggunakan caranya sendiri untuk menyelesaikan permasalahan. Setiap siswa dalam kelompok mampu menggunakan cara-caranya sendiri untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru yang dilakukan pada akhir siklus I dan siklus II, dapat diketahui bahwa siswa sudah mampu menyimpulkan sendiri materi yang dipelajari, namun masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari guru.Penggunaan media dan contoh-contoh konkret yang dekat dengan siswa dapat memudahkan siswa untuk memahami materi pelajaran yang mereka pelajari.Tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dapat meningkat ketika guru menggunakan media pembelajaran.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 C. KETERBATASAN DALAM PENELITIAN Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam pelaksanaannya, antara lain sebagai berikut. 1. Kurangnya pengetahuan guru mengenai pendekatan PMRI, sehingga membuat pembelajaran belum maksimal. 2. Ruang kelas yang menggunakan meja dan kursi yang berat membuat siswa mengalami kesulitan pada saat mengatur posisi tempat duduk untuk berkelompok. 3. Kurangnya waktu yang diberikan guru dalam mengerjakan LKS membuat siswa kurang maksimal dalam mengerjakannya.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil yang diperoleh selama penelitian, dapat diperoleh kesimpulan bahwa penerapan pendekatan PMRI karakteristik pemodelan dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun datar siswa kelas V-C SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta pada tahun ajaran 2013/2014, dengan langkah-langkah: mengkondisikan siswa untuk belajar, mengajukan masalah kontekstual, membimbing siswa untuk menyelesaikan masalah kontekstual, meminta siswa menyajikan penyelesaian masalah kontekstual, membandingkan dan mendiskusikan penyelesaian masalah kontekstual, serta bernegosiasi tentang penyelesaian masalah kontekstual. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil tes kemampuan memahami dari kondisi awal ke kondisi akhir siklus. Peningkatan tersebut terjadi pada setiap indikator kemampuan memahami, yang hasilnya melebihi target capaian akhir siklus. Persentase kondisi awal yaitu 40,5%, sedangkan target capaian akhir siklus yaitu 70%. Indikator memberikan contoh suatu konsep mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 70% menjadi 86,2%. Indikator menggambarkan konsep dengan suatu model mengalami peningkatan dari kondisi awal 70% menjadi 89,6%. Indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain mengalami peningkatan dari kondisi awal 130

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 70% menjadi 100%. Indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep mengalami peningkatan dari kondisi awal 70% menjadi 93,1%. Indikator menyatakan ulang suatu konsep mengalami peningkatan dari kondisi awal 70% menjadi 100%. Data ini menunjukkan hasil peningkatan kemampuan memahami dari kondisi awal ke kondisi akhir siklus. B. SARAN Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyampaikan saran sebagai berikut. 1. Bagi peneliti, disarankan untuk melakukan simulasi mengajar dengan pendekatan PMRI yang disaksikan oleh guru, supaya guru memperoleh gambaran mengenai langkah-langkah pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI. 2. Bagi guru, disarankan untuk melihat dan memperhitungkan posisi duduk siswa ketika akan membentuk kelompok, supaya siswa tidak kesulitan dalam memposisikan tempat duduk bersama kelompok. 3. Bagi guru, disarankan untuk memperhitungkan dan membagi waktu dengan baik dalam pembelajaran, terutama pemberian waktu dalam mengerjakan LKS, supaya hasil yang diperoleh siswa dapat maksimal.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Amin, Siti M. 2004. Pembelajaran Matematika Realistik (Upaya memanfaatkan Realitas dan Lingkungan Siswa untuk pembelajaran matematika). Makalah disampaikan pada Raker Kepsek SD sekecamatan Gubeng tanggal 14 Juli 2001. Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta. Budiningsih, Asri. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Rinika Cipta. Bungin, Burhan. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Emzir. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Kesumawati, Nila. 2010. ”Peningkatan Kemampuan Pemahaman, Pemecahan Masalah, dan Disposisi Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik”. Disertasi. Bandung: Tidak Diterbitkan Lorin W. Anderson, David R. Krathwohl. 2010. Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen: Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Mardapi, Djemari. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press. Masidjo. 2010. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Muslich, Masnur. 2009. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara. Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sagala, Saipul. 2010. Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfa Beta. Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Soejadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Suharsimi Arikunto, Suhardjono, Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara 132

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Sukmadinata, Nana Syaodih. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Surapranata, Sumarna. 2004. Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi Hasil Tes: Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya. Suwandi, Sarwiji. 2010. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta: Yuma Pressindo. Tim Pustaka Yustisia. 2007. Panduan lengkap KTSP. Yogyakarta: Pustaka Yustisia. Wijaya, Ariyadi. 2012. Pendidikan Matemarika Realistik. Yogyakarta: Graha Ilmu. Wijaya Kusumah & Dedi Dwitagama. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Indeks Yuwono, Ipung.2001. RME dan Hasil Study Awal Implementasinya di SLTP. Malakah disampaikan pada seminar nasional RME di UNESA tanggal 24 Februari 2001. Yuwono, Ipung. 2001. Realistic Mathematics Education dan Perangkat Pembelajarannya di SLTP dan SMU. Makalah disampaikan dalam Seminar Lokakarya Pembelajaran Matematika Beracuan RME tanggal 15 Maret 2001 Zulkardi. 2005. Pendidikan Matematika Di Indonesia: Beberapa Permasalahan dan Upaya Penyelesaiannya. Palembang: UNSRI

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN (1)

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (2) Lampiran 1: Validasi Ahli 1. 2. 3. 4. Validasi Instrumen Tes Validasi Instrumen Kuesioner Validasi Instrumen Wawancara Validasi Perangkat Pembelajaran

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (3) 1. Validasi Instrumen Tes

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (4)

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (5)

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (6) 2. Validasi Instrumen Kuesioner

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (7)

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (8) 3. Validasi Instrumen Wawancara

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (9)

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (10)

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (11) 4. Validasi Perangkat Pembelajaran

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (12)

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (13)

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2: Uji Coba Validitas dan Reliabilitas 1. Instrumen Uji Coba Tes Kemampuan Memahami 2. Hasil Pengisian Uji Coba Tes Kemampuan Memahami 3. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami 4. Rincian Hasil Validitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami (14)

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (15) 1. Instrumen Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Nama: Tes Kemampuan Memahami Kelas: No. absen: Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang jelas dan tepat! 1. Tuliskan 5 contoh benda-benda yang sering dijumpai di rumah, yang bentuk permukaannya meryerupai bangun datar! 2. Tuliskan 5 contoh benda yang permukaannya menyerupai bangun datar di ruang kelasmu! 3. Kelompokkan benda-benda berikut ini ke dalam kolom yang tepat! meja piring penghapus tanda lalu lintas dilarang parkir tanda lalu lintas traffic light penggaris panjang jam dinding televisi penggaris segitiga

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (16) tanda lalu lintas peyeberangan jalan No. Nama Benda peta Segitiga bingkai foto Segiempat Lingkaran 4. Berilah nama pada setiap bangun datar di bawah ini! ………………. ……………………… …………………

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (17) ………………... …………………………. …………………… 5. Gambarlah bangun datar berikut di dalam kotak yang disediakan! a) Layang-layang b) Trapesium 6. Bandingkanlah kedua bangun di bawah ini dengan menyebutkan sifat-sifatnya!

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (18) 7. Bandingkanlah kedua bangun di bawah ini dengan menyebutkan sifat-sifatnya! 8. Sebutkan pengertian dari bangun persegi panjang, bangun jajar genjang, dan bangun persegi berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki! 9. Gambarlah 3 macam bangun segitiga berdasarkan besar sudutnya! 10. Gambarlah 3 macam bangun trapesium!

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (19) Nama: Tes Kemampuan Memahami Kelas: No. Absen: Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang jelas dan tepat! 1. Sebuah layang-layang dengan panjang diagonal AC 36 cm. Luas layang-layang itu 432 cm². Panjang diagonal BD= …………cm. 2. Budi akan membuat sebuah mainan yang berasal dari kertas karton seperti gambar di bawah ini. Berapa luas kertas karton Budi tersebut? 3. Sebuah kamar berukuran 5 m x 5 m. Pada kamar itu akan dipasang keramik persegi yang panjang sisinya 50 cm. Berapa buah keramik yang diperlukan untuk kamar itu? Gambarlah lantai kamar tersebut dengan keramik yang diperlukan!

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (20) 4. Pak Ramli mempunyai sawah yang panjangnya 80 m, sedangkan lebarnya 60 m. Gambarkan bentuk sawah Pak Ramli dengan ukuran setiap 1 cm mewakili 20 m! 5. Pak Abidin akan membeli tanah yang berukuran 90 m x 90 m. Gambarkan bentuk tanah yang akan dibeli Pak Ramli dengan ukuran setiap 1 cm mewakili 30 m! 6. Seorang tukang kayu membuat sebuah segitiga siku-siku dengan panjang sisi sikusikunya 27 cm dan 18 cm. Gambarkan segitiga tersebut dengan ukuran setiap 1 cm mewakili 9 cm!

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (21) 7. Bu Niko memiliki dua lahan tanah kosong di tepi jalan yang berukuran 200 m x 90 m dan 120 m x 100 m. Bu Niko ingin mendirikan bangunan yang akan digunakan sebagai tempat usahanya. Bu Niko membutuhkan lahan yang luas sebagai tempat usahanya. Dari kedua lahan kosong tersebut, manakah yang cocok untuk tempat usaha Bu Niko? Hitunglah luasnya! 8. Ani akan mengikuti lomba menggambar di sekolah. Ia ingin menggambar pemandangan yang indah pada salah satu kertas gambar yang dimilikinya. Ukuran kedua kertas gambar Ani yaitu 40 cm x 30 cm dan 35 cm x 25 cm. Kertas gambar manakah yang cocok digunakan Ani supaya gambar pemandangannya menjadi lebih besar? 9. 10. Buatlah soal cerita berdasarkan gambar di samping! Buatlah soal cerita berdasarkan gambar di samping!

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (22) 2. Hasil Pengisian Uji Coba Tes Kemampuan Memahami

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (23)

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (24)

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (25)

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (26)

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (27)

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (28) 3. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Hasil Perhitungan Validitas Soal Tes Kemampuan Memahami Siklus I melalui Program SPSS 16 Correlations Total Total Pearson Correlation Item1 1 Sig. (2-tailed) N Item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item2 .462 ** Item3 .483 ** Item4 .530 ** Item5 .575 ** Item6 .648 ** Item7 .778 ** Item8 .732 ** Item9 .748 ** Item10 .483 ** .616 ** .008 .005 .002 .001 .000 .000 .000 .000 .005 .000 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 ** 1 ** .337 .057 .418 * .135 .239 .061 ** .181 .000 .059 .758 .017 .460 .187 .739 .000 .322 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 ** 1 ** .057 .418 * .135 .120 .159 ** .069 .005 .758 .017 .460 .514 .384 .000 .705 32 32 32 32 32 32 32 32 32 ** 1 .264 .291 .382 * .209 .213 ** .048 .145 .106 .031 .252 .241 .005 .792 32 32 32 32 32 * .211 .410 * .057 .269 .028 .024 .247 .020 .758 .136 32 32 32 32 32 32 .462 .008 32 .483 ** .742 .742 .487 .005 .000 32 32 ** .337 .002 .059 .005 32 32 32 32 32 32 ** .057 .057 .264 1 .388 .001 .758 .758 .145 32 32 32 32 .530 .575 .487 32 * .398 .742 1.000 .487

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (29) Item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Item10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .648 ** .418 * .418 * .291 .388 * ** .199 .418 * .226 .030 .010 .275 .017 .214 32 32 32 32 32 32 * 1 ** .135 .353 .000 .000 .460 .047 32 32 32 32 32 ** 1 ** .120 .001 .514 .003 32 32 32 32 ** 1 .159 1 .384 * .451 .000 .017 .017 .106 .028 32 32 32 32 32 ** .135 .135 .382 .000 .460 .460 .031 .024 .030 32 32 32 32 32 32 ** .239 .120 .209 .211 .000 .187 .514 .252 .247 .010 .000 32 32 32 32 32 32 32 ** .061 .159 .213 .410 * .199 .000 .739 .384 .241 .020 .275 .000 .001 32 32 32 32 32 32 32 32 ** .057 .418 * .135 .778 .732 .748 .483 ** .742 ** 1.000 ** .487 * .398 * .384 .451 ** .671 .664 ** .671 .546 ** .664 .546 .516 .586 * ** ** .384 .000 32 32 32 .120 .159 1 .069 .005 .000 .000 .005 .758 .017 .460 .514 .384 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 ** .181 .069 .048 .269 .226 .353 ** .069 1 .000 .322 .705 .792 .136 .214 .047 .003 .000 .705 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 .616 * .516 ** **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Hasil Perhitungan Validitas Soal Tes Kemampuan Memahami Siklus II melalui Program SPSS 20 .586 .705 32

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (30) Correlations Total Pearson Correlation Total Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item2 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item3 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item4 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item5 Sig. (2-tailed) N Item6 30 .481 ** Item2 .481 ** .567 ** Item4 .719 ** .628 ** .581 ** .513 ** .475 ** Item10 .447 * .480 ** .030 .004 .008 .013 .007 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 1 ** .251 .217 .280 .396 * -.131 -.087 .206 .128 .007 .180 .249 .134 .030 .492 .648 .274 .500 30 30 30 30 30 30 30 30 30 1 ** .090 .027 .049 .135 .172 .294 .008 .636 .886 .798 .477 .365 .115 .006 30 30 30 30 30 30 30 30 1 * .301 .208 .346 .429 * .281 .258 .029 .106 .271 .061 .018 .133 .169 30 30 30 30 30 30 30 1 ** ** .251 .089 -.106 -.118 .000 .003 .180 .641 .577 .533 30 30 30 30 30 30 1 ** .040 -.021 -.127 -.039 .000 .833 .911 .505 .837 30 ** .479 .001 .007 30 .479 .477 30 30 ** .251 ** .000 .180 .008 30 30 30 30 * .477 .399 ** .217 .090 .399 .000 .249 .636 .029 30 30 30 30 30 ** .873 .531 .487 ** ** .280 .027 .301 .001 .134 .886 .106 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 * * .049 .208 ** ** 1 .053 -.251 -.286 -.206 .779 .180 .125 .276 30 30 30 30 1 ** .191 .078 .000 .313 .681 30 30 30 .581 .396 .873 .030 .030 .798 .271 .003 .000 30 30 30 30 30 30 N * Item9 .001 Sig. (2-tailed) Sig. (2-tailed) .396 Item8 .000 .396 Pearson Correlation Item7 .000 ** .628 Item6 .001 30 .719 Item5 .007 .007 .567 Item3 Pearson Correlation N Item7 1 Sig. (2-tailed) N Item1 Item1 .531 .649 .649 30 ** -.131 .135 .346 .251 .040 .053 .004 .492 .477 .061 .180 .833 .779 30 30 30 30 30 30 30 .513 30 .612

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (31) ** -.087 .172 .429 * .089 -.021 -.251 .008 .648 .365 .018 .641 .911 .180 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 Pearson Correlation .447 * .206 .294 .281 -.106 -.127 -.286 Sig. (2-tailed) .013 .274 .115 .133 .577 .505 30 30 30 30 Pearson Correlation Item8 Sig. (2-tailed) N Item9 N Pearson Correlation Item10 Sig. (2-tailed) N .475 .612 ** 1 .224 .264 .233 .158 30 30 30 .191 .224 1 .125 .313 .233 30 30 30 30 30 ** 1 30 30 .128 ** .258 -.118 -.039 -.206 .078 .264 .007 .500 .006 .169 .533 .837 .276 .681 .158 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .487 ** .000 ** .480 .649 .649 30

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (32) Hasil Perhitungan Reliabilitas Soal Tes Siklus I melalui Program SPSS 16 Case Processing Summary N Cases % Valid 32 100.0 0 .0 32 100.0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items .809 .826 10 Hasil Perhitungan Reliabilitas Soal Tes Siklus II melalui Program SPSS 20 Case Processing Summary N % Valid Cases 30 100.0 0 .0 30 100.0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's Alpha Alpha Based on N of Items Standardized Items .699 .715 10

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (33) 4. Rincian Hasil Validitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Hasil Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Siklus I Corrected ItemNo. Item Kriteria Valid Keputusan Total Correlation (r tabel) (r hitung) 1. 0,462 0,349 Valid 2. 0,483 0,349 Valid 3. 0,530 0,349 Valid 4. 0,575 0,349 Valid 5. 0,648 0,349 Valid 6. 0,778 0,349 Valid 7. 0,732 0,349 Valid 8. 0,748 0,349 Valid 9. 0,483 0,349 Valid 10. 0,616 0,349 Valid Hasil Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Siklus II Corrected ItemNo. Item Kriteria Valid Keputusan Total Correlation (r tabel) (r hitung) 1. 0,481 0,361 Valid 2. 0,567 0,361 Valid 3. 0,719 0,361 Valid 4. 0,628 0,361 Valid 5. 0,581 0,361 Valid 6. 0,396 0,361 Valid 7. 0,513 0,361 Valid 8. 0,475 0,361 Valid 9. 0,447 0,361 Valid 10. 0,480 0,361 Valid

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3: Tes, Observasi, Kuesioner, Wawancara 1. Instrumen Tes Kemampuan Memahami 2. Hasil Pengisian Tes Kemampuan Memahami 3. Instrumen Observasi 4. Hasil Pengisian Lembar Observasi 5. Instrumen Kuesioner 6. Hail Pengisian Lembar Kuesioner 7. Instrumen Wawancara 8. Verbatim Hasil Wawancara (34)

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (35) 1. Instrumen Tes Kemampuan Memahami Nama: Kelas: Tes Kemampuan Memahami No. absen: Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang jelas dan tepat! 1. Tuliskan 5 contoh benda-benda yang sering dijumpai di rumah, yang bentuk permukaannya meryerupai bangun datar! 2. Tuliskan 5 contoh benda yang permukaannya menyerupai bangun datar di ruang kelasmu! 3. Kelompokkan benda-benda berikut ini ke dalam kolom yang tepat! meja piring tanda lalu lintas dilarang parkir penggaris panjang tanda lalu lintas traffic light jam dinding

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (36) penghapus televisi tanda lalu lintas peyeberangan jalan No. Nama Benda penggaris segitiga peta Segitiga bingkai foto Segiempat 4. Berilah nama pada setiap bangun datar di bawah ini! Lingkaran

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (37) ………………. ……………………… ………………... …………………………. ………………… …………………… 5. Gambarlah bangun datar berikut di dalam kotak yang disediakan! a) Layang-layang b) Trapesium 6. Bandingkanlah kedua bangun di bawah ini dengan menyebutkan sifat-sifatnya!

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (38) 7. Bandingkanlah kedua bangun di bawah ini dengan menyebutkan sifat-sifatnya! 8. Sebutkan pengertian dari bangun persegi panjang, bangun jajar genjang, dan bangun persegi berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki! 9. Gambarlah 3 macam bangun segitiga berdasarkan besar sudutnya! 10. Gambarlah 3 macam bangun trapesium!

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (39) Nama: Tes Kemampuan Memahami Kelas: No. Absen: Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang jelas dan tepat! 1. Sebuah layang-layang dengan panjang diagonal AC 36 cm. Luas layang-layang itu 432 cm². Panjang diagonal BD= …………cm. 2. Budi akan membuat sebuah mainan yang berasal dari kertas karton seperti gambar di bawah ini. Berapa luas kertas karton Budi tersebut? 3. Sebuah kamar berukuran 5 m x 5 m. Pada kamar itu akan dipasang keramik persegi yang panjang sisinya 50 cm. Berapa buah keramik yang diperlukan untuk kamar itu? Gambarlah lantai kamar tersebut dengan keramik yang diperlukan!

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (40) 4. Pak Ramli mempunyai sawah yang panjangnya 80 m, sedangkan lebarnya 60 m. Gambarkan bentuk sawah Pak Ramli dengan ukuran setiap 1 cm mewakili 20 m! 5. Pak Abidin akan membeli tanah yang berukuran 90 m x 90 m. Gambarkan bentuk tanah yang akan dibeli Pak Ramli dengan ukuran setiap 1 cm mewakili 30 m! 6. Seorang tukang kayu membuat sebuah segitiga siku-siku dengan panjang sisi sikusikunya 27 cm dan 18 cm. Gambarkan segitiga tersebut dengan ukuran setiap 1 cm mewakili 9 cm! 7. Bu Niko memiliki dua lahan tanah kosong di tepi jalan yang berukuran 200 m x 90 m dan 120 m x 100 m. Bu Niko ingin mendirikan bangunan yang akan digunakan sebagai tempat usahanya. Bu Niko membutuhkan lahan yang luas sebagai tempat usahanya. Dari

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (41) kedua lahan kosong tersebut, manakah yang cocok untuk tempat usaha Bu Niko? Hitunglah luasnya! 8. Ani akan mengikuti lomba menggambar di sekolah. Ia ingin menggambar pemandangan yang indah pada salah satu kertas gambar yang dimilikinya. Ukuran kedua kertas gambar Ani yaitu 40 cm x 30 cm dan 35 cm x 25 cm. Kertas gambar manakah yang cocok digunakan Ani supaya gambar pemandangannya menjadi lebih besar? 9. 10. Buatlah soal cerita berdasarkan gambar di samping! Buatlah soal cerita berdasarkan gambar di samping!

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (42) 2. Hasil Pengisian Tes Kemampuan Memahami

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (43)

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (44)

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (45)

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (46)

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (47)

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (48)

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (49) 3. Instrumen Kuesioner KUESIONER KETERLAKSANAAN PMRI Bacalah setiap pernyataan dengan teliti dan berilah jawaban dengan cara mencentang (√) pada kolom yang sesuai dengan keadaanmu! Keterangan: SS = Sangat Setuju TS = Tidak Setuju S = Setuju STS = Sangat Tidak Setuju IDENTITAS Nama Sekolah : ………………………………… Nama : ………………………………… Kelas : ……............................................ No 1 Pernyataan Saya paham saat guru menjelaskan materi matematika yang dikaitkan dengan materi matematika lain 2 Saya merasa kesusahan mempelajari matematika saat dikaitkan dengan materi matematika lain 3 Saya merasa mudah mempelajari matematika saat dikaitkan dengan mata pelajaran lain 4 Saya bingung saat guru menjelaskan materi matematika saat dikaitkan dengan mata pelajaran lain 5 Saya senang mengikuti pelajaran matematika yang dikaitkan dengan mata pelajaran lain 6 Saya kesulitan mengaitkan materi matematika dengan mata SS S TS STS

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (50) pelajaran lain 7. Saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru saat pelajaran matematika 8. Saya bertanya kepada guru saat tidak memahami materi yang disampaikan 9. Saya merasa senang jika guru memuji saya saat saya melakukan hal yang benar 10. Saya kurang berani mempresentasikan hasil kerja dengan kelompok saya 11. Saya hanya diam saat teman saya menjawab pertanyaan atau maju ke depan kelas 12. Saya meninggalkan tugas dalam kelompok saat anggota lain menyelesaikan tugas 13. Saya paham saat guru menjelaskan materi pelajaran dengan menggunakan contoh konkret 14 Saya kesulitan memahami konsep matematika dari contoh-contoh konkret 15 Saya mampu menggunakan contoh-contoh yang dijelaskan guru untuk memahami pengetahuan matematika 16 Saya kesulitan menyimpulkan contoh-contoh yang dijelaskan guru menjadi pengetahuan matematika 17 Saya mudah menyimpulkan materi yang dijelaskan dengan bahasa sendiri 18 Saya kesulitan menyusun kalimat dengan bahasa yang baik untuk menyelesaikan masalah matematika 19 Saya mampu memberikan komentar terhadap penjelasan guru maupun teman 20 Saya merasa bingung apabila diminta berpendapat

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (51) 21 Saya mampu memilih informasi yang dapat saya gunakan untuk menyelesaikan soal 22 Saya merasa sulit untuk menemukan cara lain dalam menyelesaikan soal selain cara yang diberikan guru 23 Saya mampu menyampaikan kembali hasil informasi yang saya peroleh dengan bahasa sendiri 24 Saya mudah terpengaruh dengan cara teman dalam menyelesaikan soal 25 Saya menemukan cerita yang disampaikan guru di kehidupan sehari-hari saya 26 Saya asing dengan cerita yang disampaikan guru diawal pembelajaran 27 Masalah nyata yang diceritakan guru membantu saya menyimpulkan isi pelajaran 28 Saya menyimpulkan isi pembelajaran dengan menghafalkan rumus matematika 29 Saya penasaran tentang materi yang akan saya pelajari setelah mendengar guru bercerita diawal pembelajaran 30 Saya bosan mendengarkan guru bercerita diawal pembelajaran

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (52) 4. Hasil Pengisian Lembar Kuesioner

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (53)

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (54)

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (55)

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (56)

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (57)

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (58) 5. Instrumen Observasi Instrumen Observasi PMRI 1. Karakteristik Penggunaan Konteks No. 1 Aspek Menggunakan masalah kontekstual a. Menggunakan soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa b. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mampu mengarahkan siswa menemukan konsep c. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mudah dimengerti siswa 2 Menggunakan permainan a. Permainan yang digunakan membangkitkan semangat siswa b. Permainan menggambarkan apa yang akan dipelajari 3 Menggunakan media dan alat peraga Narasi Singkat

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (59) a. Media dan alat peraga yang digunakan mudah ditemukan/ dekat dengan siswa b. Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa 4 Menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa a. Pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi 2. Karakteristik Penggunaan Model No. 1 Aspek Penggunaan strategi informal oleh siswa dalam pemecahan masalah 2 Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah a. Memodelkan masalah dalam kalimat matematika b. Menggunakan rumus matematika dalam pemecahan masalah c. Menggunakan langkah-langkah matematis dalam pemecahan masalah 3 Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal Narasi Singkat

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (60) siswa ke strategi formal a. Guru memberi pertanyaan yang mengarah ke strategi formal b. Guru memberi soal dengan konteks lain yang mengarah ke strategi formal c. Guru memberi contoh analogi yang mengarah ke strategi formal 3. Karakteristik Penggunaan Kontribusi Siswa No. 1. Aspek Pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah a. Munculnya berbagai cara yang digunakan dalam pemecahan masalah oleh siswa b. Pemberian waktu mencukupi kepada siswa dalam pemecahan masalah c. Pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pengungkapan strategi yang digunakan Narasi Singkat

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (61) 2 Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan a. Siswa memberi komentar/ saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain b. Siswa menyimpulkan hasil pelajaran (guru hanya mengarahkan siswa) 3 Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah a. Pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya 4 Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat 5 Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (62) 4. Karakteristik Penggunaan Interaktivitas Siswa No. 1 Aspek Guru dan Siswa a. Membangun norma kelas b. Mengadakan tanya jawab selama pelajaran berlangsung c. Melakukan demonstrasi dengan menggunakan media pembelajaran d. Membimbing siswa dalam memecahkan masalah berupa soal yang diberikan guru e. Memfasilitasi negosiasi antar siswa f. Melakukan penilaian proses g. Melakukan penilaian produk h. Memberikan penguatan 2 Siswa dan Siswa a. Mempresentasikan hasil pekerjaan b. Melakukan kerjasama dengan siswa lain c. Menyampaikan pendapat atau pertanyaan d. Memberikan apresiasi terhadap teman lain e. Memperhatikan teman yang menyampaikan pendapat Narasi Singkat

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (63) 5. Karakterisik Penggunaan Intertwining No. 1 Aspek Adanya kaitan materi bangun datar dengan materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika a. Kaitannya dengan materi bilangan bulat (Penjumlahan Bilangan Bulat) b. Kaitannya dengan materi pecahan c. Kaitannya dengan materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar 2. Adanya kaitan materi bangun datar dengan materi dari mata pelajaran diluar matematika a. Kaitannya dengan materi dimata pelajaran Bahasa Indonesia b. Kaitannya dengan materi di mata pelajaran IPS c. Kaitannya dengan materi di mata pelajaran IPA d. Kaitannya dengan materi di mata pelajaran SBK Narasi Singkat

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (64) 6. Hasil Pengisian Lembar Observasi

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (65)

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (66)

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (67)

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (68)

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (69)

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (70)

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (71)

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (72)

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (73)

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (74)

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (75)

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (76)

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (77)

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (78)

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (79)

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (80)

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (81)

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (82)

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (83)

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (84)

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (85)

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (86)

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (87)

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (88)

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (89)

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (90)

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (91)

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (92)

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (93)

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (94)

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (95)

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (96)

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (97)

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (98)

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (99)

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (100)

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (101)

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (102)

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (103)

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (104) 7. Instrumen Wawancara Guru Daftar Pertanyaan Wawancara No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Pertanyaan Metode apa yang Anda gunakan pada saat mengajar matematika? Apakah pada saat mengajar Anda menggunakan media sebagai alat bantu mengajar? Bagaimana Anda menyiapkan media tersebut? Bagaimana suasana kelas ketika pembelajaran matematika berlangsung? Apakah sebelumnya Anda pernah mendengar tentang pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika? Apakah siswa dapat memahami contoh konkret yang diberikan dalam pembelajaran? Contoh konkret yang seperti apa yang cocok diberikan kepada siswa? Apakah diakhir pembelajaran siswa sudah mampu menyimpulkan sendiri? Apakah siswa sudah mampu merumuskan sendiri contoh konkret yang mereka pahami menjadi kalimat matematika? Kendala apa yang Anda alami ketika mengajar dengan pendekatan PMRI dalam menggunakan contoh konkret? Apa keuntungan yang diperoleh ketika mengajar dengan pendekatan PMRI dalam menggunakan contoh konkret? Apakah pendekatan PMRI ini baik dan efektif untuk pembelajaran? Bagaimana tingkat pemahaman siswa ketika Anda mengajar dengan menggunakan media/ menerapkan pendekatan PMRI dengan contoh konkret? Apakah Anda berencana tetap menggunakan pendekatan PMRI dan memberikan contoh konkret dalam pembelajaran? Jawaban

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (105) 8. Verbatim Hasil Wawancara VERBATIM SIKLUS 1 Peneliti : “Biasanya Ibu menggunakan metode apa ketika mengajar matematika?” Guru : “Saya sebenarnya hampir sama seperti kemarin, mengarah ke PMRI. Saya memberikan contoh-contoh yang ada di lingkungan sekitar.” Peneliti : “Apakah setiap kali mengajar Ibu menggunakan media pembelajaran?” Guru : “Kalau media tergantung materi pelajarannya. Kalau dapat dilihat di lingkungan, ya menggunakan lingkungan. Kalau tidak, saya ada beberapa kartu untuk pembelajaran pecahan.” Peneliti : “Darimanakah Ibu mendapatkan media pembelajaran tersebut?” Guru : “Kalau yang ada di lingkungan, ya langsung dari lingkungan. Ada juga yang saya buat sendiri, seperti papan berpaku dan plastisin, ini untuk materi geometri. Ada pula kartu domino, ini untuk materi pecahan.” Peneliti : “Bagaimana suasana kelas ketika Ibu mengajar dengan menggunakan media pembelajaran?” Guru : “Ada semangat belajar karena siswa dapat langsung membuktikan bendanya.” Peneliti : “Apakah sebelumnya Ibu pernah mendengar lebih jauh tentang PMRI?” Guru : “Saya pernah membaca tentang PMRI itu di majalah PMRI yang dari PPG Matematika.” Peneliti : “Apakah siswa dapat memahami contoh konkret yang diberikan dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI?” Guru : “Siswa sudah dapat memahami. Namun tergantung siswanya juga, ada yang cepat paham tapi ada pula yang lemah dalam memahami.” Peneliti : “Contoh konkret seperti apa yang cocok diberikan kepada siswa dalam pembelajaran?” Guru : “Kalau untuk matematika itu mudah contoh konkretnya. Contohnya bendabenda yang ada di sekitar kita dan sering kita jumpai. Seperti gelas, piring, toples, itu kan ada di sekitar kita.”

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (106) Peneliti : “Apakah diakhir pembelajaran siswa sudah mampu menyimpulkan sendiri materi pelajaran yang telah dipelajari?” Guru : “Sepertinya baru sedikit. Kalau tidak dibimbing masih agak susah. Siswa masih kesulitan untuk menemukan sendiri, sehingga harus tetap dipancing.” Peneliti : “Apakah siswa sudah mampu merumuskan sendiri contoh konkret yang mereka pahami menjadi kalimat matematika?” Guru : “Ada beberapa siswa yang sudah bisa, namun ada pula beberapa siswa yang masih harus dibimbing.” Peneliti : “Kendala apa yang Ibu alami ketika mengajar dengan pendekatan PMRI dalam menggunakan contoh konkret?” Guru : “Kalau contohnya kurang konkret, siswa kurang memperhatikan dan tidak konsentrasi untuk mendengarkan.” Peneliti : “Apa keuntungan yang diperoleh ketika mengajar dengan pendekatan PMRI dalam menggunakan contoh konkret?” Guru : “Karena menggunakan contoh konkret, siswa lebih cepat mengetahui dan memahami materi pelajaran. Kalau konkret lebih menguntungkan karena siswa lebih mudah memahami.” Peneliti : “Apakah pendekatan PMRI sudah baik dan efektif untuk pembelajaran?” Guru : “Bagus, sangat bagus. Namun tetap tergantung kemampuan siswanya, karena kemampuan siswa berbeda-beda.” Peneliti : “Bagaimana tingkat pemahaman siswa ketika mengikuti pembelajaran PMRI dengan menggunakan contoh konkret? Apakah sudah meningkat dan baik, atau malah menurun?” Guru : “Kalau ada alat dan contoh nyata jelas sangat meningkat, karena siswa tidak hanya membayangkan bendanya saja, namun langsung dapat melihatnya.” Peneliti : “Apakah Ibu berminat untuk tetap menerapkan pendekatan PMRI dalam pembelajaran?” Guru : “Sedapat mungkin saya gunakan dan terapkan dalam pembelajaran.”

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (107) VERBATIM SIKLUS 2 Peneliti : “Biasanya Ibu menggunakan metode apa ketika mengajar matematika?” Guru : “Saya menggunakan diskusi, kerjasama kelompok, hampir sama seperti kemarin. Saya biasanya menggunakan contoh-contoh yang ada di lingkungan kita.” Peneliti : “Apakah setiap kali mengajar Ibu menggunakan media pembelajaran?” Guru : “Itu tergantung materinya. Kalau memungkinkan saya menggunakan media yang mudah, bisa juga yang ada di lingkungan sekitar.” Peneliti : “Darimanakah Ibu mendapatkan media pembelajaran tersebut?” Guru : “Ada beberapa yang saya buat sendiri seperti kartu domino untuk materi pecahan. Kalau yang dari lingkungan, ya saya langsung ambil atau ditunjukkan kepada siswa.” Peneliti : “Bagaimana suasana kelas ketika Ibu mengajar dengan menggunakan media pembelajaran?” Guru : “Siswa menjadi semangat belajar, karena tidak hanya mendengarkan guru, tapi bisa langsung membuktikan.” Peneliti : “Apakah sebelumnya Ibu pernah mendengar lebih jauh tentang PMRI?” Guru : “Ya, saya pernah membacanya di majalah PMRI dari PPG Matematika.” Peneliti : “Apakah siswa dapat memahami contoh konkret yang diberikan dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI?” Guru : “Sebagian besar sudah dapat memahami, namun ada pula yang sulit memahami karena kemampuannya juga lemah.” Peneliti : “Contoh konkret seperti apa yang cocok diberikan kepada siswa dalam pembelajaran?” Guru : “Yang sering dilihat siswa tentunya, yang tidak asing. Seperti kemarin ada gambar sawah dan lapangan.” Peneliti : “Apakah diakhir pembelajaran siswa sudah mampu menyimpulkan sendiri materi pelajaran yang telah dipelajari?”

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (108) Guru : “ada yang sudah bisa, nemun banyak juga yang masih kesulitan. Bisa sebenarnya, namun harus dipancing.” Peneliti : “Apakah siswa sudah mampu merumuskan sendiri contoh konkret yang mereka pahami menjadi kalimat matematika?” Guru : “Ada beberapa siswa yang sudah mampu, namun ada pula beberapa siswa yang masih harus dibimbing. Tergantung kemam puan siswanya.” Peneliti : “Kendala apa yang Ibu alami ketika mengajar dengan pendekatan PMRI dalam menggunakan contoh konkret?” Guru : “Jika contohnya kurang konkret, siswa jadi kurang konsentrasi untuk belajar.” Peneliti : “Apa keuntungan yang diperoleh ketika mengajar dengan pendekatan PMRI dalam menggunakan contoh konkret?” Guru : “Siswa jadi cepat memahami materi. Selain itu, kalau dijadikan kelompokkelompok kecil, dapat membantu siswa untuk bekerjasama dengan siswa lain.” Peneliti : “Apakah pendekatan PMRI sudah baik dan efektif untuk pembelajaran?” Guru : “Sangat baik, sangat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.” Peneliti : “Bagaimana tingkat pemahaman siswa ketika mengikuti pembelajaran PMRI dengan menggunakan contoh konkret? Apakah sudah meningkat dan baik, atau malah menurun?” Guru : “Banyak siswa yang kemampuannya meningkat. Siswa juga jadi aktif belajar di kelas..” Peneliti : “Apakah Ibu berminat untuk tetap menerapkan pendekatan PMRI dalam pembelajaran?” Guru : “Jika mungkin dan mudah medianya saya akan menerapkan dalam pembelajaran.”

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4: Silabus dan RPP 1. 2. 3. 4. Silabus Siklus I RPP Siklus I Silabus Siklus II RPP Siklus II (109)

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (110) 1. Silabus Siklus I SILABUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi : SD Negeri Ungaran : Matematika :V : Genap : 6 x 35 menit : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Materi Pokok Kegiatan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Uraian Pembelajaran Materi Benda-benda 1) Siswa Kognitif: 6.1 yang mendiskusikan Mengidentifi permukaannya Menyebutkan benda-benda di dalam benda-benda kasi sifat- menyerupai rumah, yang permukaannya menyerupai yang bangun datar sifat bangun bentuk bangun permukaannya Menyebutkan benda-benda di dalam datar menyerupai datar kelas, yang permukaannya menyerupai bentuk bangun bangun datar datar Menyebutkan rambu-rambu lalu lintas 2) Siswa yang permukaannya menyerupai bangun mendaftar datar benda-benda yang Menyebutkan benda-benda di dalam permukaannya rumah, di dalam kelas, dan rambu-rambu menyerupai lalu lintas ke dalam kelompok bangun bentuk bangun datar datar Menyebutkan macam-macam bangun 3) Siswa datar mempresentasi Afektif: kan hasil Kompetensi Dasar Penila ian Alokasi Waktu Tes tertuli s 2x35 menit Sumber/ Media/ Alat a. Alat Alat tulis b.Media Benda-benda atau gambar yang sering dijumpai di rumah, di sekolah, dan rambu-rambu lalu lintas c.Sumber belajar R.J Sunaryo. 2007. Matematika 5: untuk SD/MI kelas 5.

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (111) diskusi a. Karakter kelompok di Tanggung jawab: siswa dapat depan kelas bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Y.D. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5: untuk kelas V SD/MI/. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor: Sifat-sifat bangun datar 1) Siswa mengamati macammacam bangun datar 2) Siswa mendiskusik an sifat-sifat bangun datar 3) Siswa mempresent asikan hasil diskusi kelompok di depan kelas Mengelompokkan benda-benda yang permukaannya menyerupai bangun datar yang sesuai Mempresentasikan hasil diskusi kelompok Kognitif: Tes tertuli Menyebutkan sifat-sifat bangun datar s Membandingkan sifat-sifat antar bangun datar Afektif: 2x35 menit a. Alat: Alat tulis b.Media: macammacam bangun datar c.Sumber belajar b. Karakter Tanggung jawab: siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial R.J Sunaryo. 2007. Matematika 5: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa Y.D. Sumanto, dkk.

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (112) lain Psikomotor: 2008. Gemar Matematika 5: untuk kelas V SD/MI/. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Menggambar berbagai bentuk bangun datar Mempresentasikan hasil diskusi kelompok Contohcontoh benda yang permukaanya menyerupai bentuk bangun datar dan sifat-sifat bangun datar, 1) Siswa dan Kognitif: Tes guru tertuli Menyebutkan benda-benda di dalam s melakukan kelas, yang permukaannya menyerupai tanya jawab bangun datar mengenai Menyebutkan benda-benda di dalam materi rumah, yang permukaannya menyerupai bangun datar bangun datar yang telah Menyebutkan benda-benda yang dipelajari permukaannya menyerupai kelompok sebelumnya bangun segiempat, segitiga, dan 2) Guru lingkaran menjelaskan aturan dalam Menyebutkan macam-macam bangun mengerjakan datar soal evaluasi Menyebutkan sifat-sifat bangun datar 3) Guru Membandingkan sifat-sifat antar bangun membagikan datar soal evaluasi Afektif: kepada setiap siswa a. Karakter 4) Siswa Tanggung jawab: siswa dapat mengerjakan bertanggungjawab dalam mengerjakan soal evaluasi tugas individu secara Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan individu tugas individu tepat waktu 5) Siswa 2x35 menit Alat: Soal evaluasi, pensil, penggaris, penghapus

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (113) mengumpul b. Keterampilan sosial kan soal Komunikasi: siswa mampu evaluasi berkomunikasi dengan guru dan siswa yang telah lain dikerjakan Psikomotor: kepada guru Menggambar berbagai macam bangun datar

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (114) 2. RPP Siklus I Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Ungaran Hari/ Tanggal : Selasa/ 8 April 2014 Kelas/ Semester : V-C/ Genap Mata Pelajaran : Matematika Pertemuan ke :1 Alokasi Waktu : 2x35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar C. Indikator Kognitif: Menyebutkan benda-benda di dalam rumah, yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar Menyebutkan benda-benda di dalam kelas, yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar Menyebutkan rambu-rambu lalu lintas yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar Menyebutkan benda-benda di dalam rumah, di dalam kelas, dan rambu-rambu lalu lintas ke dalam kelompok bangun datar Menyebutkan macam-macam bangun datar

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (115) Afektif: a. Karakter Tanggung jawab: siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor: Mengelompokkan benda-benda yang permukaannya menyerupai bangun datar yang sesuai Mempresentasikan hasil diskusi kelompok D. Tujuan Pembelajaran Kognitif: Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan benda-benda di dalam kelas yang permukaannya menyerupai bangun datar dengan baik Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan benda-benda di dalam rumah yang permukaannya menyerupai bangun datar dengan baik Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan rambu-rambu lalu lintas yang permukaannya menyerupai bangun datar dengan baik Melalui diskusi kelompok, siswa mampu menyebutkan benda-benda di dalam rumah, di dalam kelas, dan rambu-rambu lalu lintas ke dalam kelompok bangun datar Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan macam-macam bangun datar dengan baik dan tepat Afektif: a. Karakter Melalui penugasan, siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (116) Melalui penugasan, siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Melalui diskusi, siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor : Melalui diskusi kelompok, siswa mampu mengelompokkan benda-benda yang permukaannya menyerupai bangun datar yang sesuai dengan tepat Melalui presentasi kelompok, siswa mampu menjelaskan hasil diskusi kelompok dengan baik E. Materi Ajar Benda-benda yang Permukaannya Menyerupai Bangun Datar Contoh benda-benda dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: meja penggaris televisi rambu dilarang parkir jam dinding rambu penyeberangan jalan rambu traffic light penghapus peta piring penggaris segitiga bingkai foto

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (117) Benda-benda di dalam rumah yang permukaannya menyerupai bangun datar, yaitu: - Permukaan meja - Permukaan lemari - Permukaan tutup toples - Permukaan tempat tidur - Permukaan tutup botol - Permukaan tv - Permukaan bingkai foto - Permukaan piring - Permukaan jam dinding - Permukaan tutup gelas - Permukaan kursi - Permukaan gelas - Permukaan jendela - Permukaan oven Benda-benda di dalam kelas yang permukaannya menyerupai bangun datar, yaitu: - Permukaan papan tulis - Permukaan bingkai foto - Permukaan meja - Permukaan penghapus papan tulis - Permukaan kursi - Permukaan buku - Permukaan jam dinding - Permukaan penggaris - Permukaan poster gambar - Permukaan penghapus karet pahlawan - Permukaan kotak P3K - Permukaan kotak pensil - Permukaan penggaris segitiga Rambu-rambu lalu lintas yang permukaannya menyerupai bangun datar, yaitu: - Permukaan rambu lalu lintas dilarang parkir - Permukaan rambu lalu lintas traffic light - Permukaan rambu lalu lintas penyeberangan jalan Benda-benda di dalam rumah, di dalam kelas, dan rambu-rambu lalu lintas yang permukaannya menyerupai bangun segitiga, yaitu: - Permukaan penggaris segitiga - Permukaan rambu lalu lintas traffic light Benda-benda di dalam rumah, di dalam kelas, dan rambu-rambu lalu lintas yang permukaannya menyerupai bangun segiempat, yaitu: - Permukaan meja - Permukaan tempat tidur - Permukaan bingkai foto - Permukaan tv - Permukaan kursi - Permukaan buku - Permukaan jendela - Permukaan oven - Permukaan lemari - Permukaan papan tulis - Permukaan kotak pensil

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (118) - Permukaan poster gambar pahlawan - Permukaan penghapus karet - Permukaan penggaris - Permukaan kotak P3K - Permukaan penghapus papan tulis - Permukaan rambu lalu lintas penyeberangan jalan Benda-benda di dalam rumah, di dalam kelas, dan rambu-rambu lalu lintas yang permukaannya menyerupai bangun lingkaran, yaitu: - Permukaan tutup toples - Permukaan piring - Permukaan tutup botol - Permukaan gelas - Permukaan tutup gelas - Permukaan rambu lalu lintas - Permukaan jam dinding dilarang parkir Macam-macam bangun datar, yaitu: 1) Segitiga a) Macam-macam segitiga berdasarkan besar sudutnya, yaitu:  Segitiga lancip, yaitu segitiga yang besar tiap sudutnya merupakan sudut lancip atau besar sudutnya antara 0° sampai dengan 90°. Pada gambar, segitiga ABC adalah segitiga lancip. Sudut A, sudut B, dan sudut C adalah sudut-sudut lancip.  Segitiga siku-siku, yaitu segitiga yang salah satu sudutnya siku-siku atau besar sudutnya 90°.

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (119) Pada gambar, segitiga ABC adalah segitiga siku-siku. Sudut A siku-siku, atau sudut A = 90°.  Segitiga tumpul, yaitu segitiga yang salah satu dari tiga sudutnya merupakan sudut tumpul atau besar sudutnya antara 90° sammpai dengan 180°. Pada gambar, segitiga PQR adalah segitiga tumpul. Sudut P merupakan sudut tumpul. b) Macam-macam segitiga berdasarkan panjang sisinya, yaitu:  Segitiga sama sisi, yaitu segitiga yang ketiga sisinya sama panjang. Pada gambar, segitiga KLM adalah segitiga sama sisi. Panjang KL = LM = KM Ketiga sudutnya sama besar, yaitu sudut K = sudut L = sudut M = 60°.  Segitiga sama kaki, yaitu segitiga yang mempunyai dua sisi sama panjang. Pada gambar, segitiga PQR adalah segitiga sama kaki.

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (120) Panjang PQ = PR, PQ dan PR disebut kaki. Besar sudut Q = sudut R, sudut Q dan sudut R disebut sudut-sudut kaki segitiga PQR. Sisi QR disebut alas. Sudut P disebut sudut puncak.  Segitiga sembarang, yaitu segitiga yang ketiga sisinya berbeda panjangnya dan ketiga sudutnya berbeda besarnya. Pada gambar, segitiga ABC adalah segitiga sembarang. Panjang AB tidak sama dengan panjang BC tidak sama dengan panjang AC. Besar sudut A tidak sama dengan sudut B tidak sama dengan sudut C. 2) Persegi Persegi adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh empat buah sisi yang sama panjang dan memiliki empat buah sudut sudut siku-siku. Pada gambar persegi ABCD, panjang AB = BC = CD = AD. Sudut A = sudut B = sudut C = sudut D = 90°.

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (121) 3) Persegi panjang Persegi panjang adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang sisi yang masing-masing sama panjang dengan pasangannya, dan memiliki empat buah sudut siku-siku. Pada gambar persegi panjang ABCD, panjang AB = panjang CD dan panjang AD = panjang BC. 4) Trapesium Trapesium adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh empat buah sisi yang dua diantaranya saling sejajar namun tidak sama panjang. Macam-macam trapesium, yaitu:  Trapesium sama kaki Trapesium sama kaki yaitu trapesium yang mempunyai sepasang sisi yang sama panjang, di samping mempunyai sepasang sisi yang sejajar. Pada gambar, trapesium ABCD adalah trapesium sama kaki. Sisi AB sejajar dengan sisi CD. Panjang sisi AD = panjang sisi BC.  Trapesium siku-siku Trapesium siku-siku yaitu trapesium yang dua di antara keempat sudutnya merupakan sudut siku-siku dan sisi yang sejajar tegak lurus dengan tinggi trapesium.

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (122) Pada gambar, trapesium ABCD adalah trapesium siku-siku. Sudut A = sudut D = sudut siku-siku = 90°. Sisi AB sejajar dengan sisi CD, namun tidak sama panjang.  Trapesium sembarang Trapesium sembarang yaitu trapesium yang keempat sisinya tidak sama panjang. Pada gambar, trapesium ABCD adalah trapesium sembarang. Sisi AB sejajar dengan sisi CD, namun tidak sama panjang. 5) Layang-layang Layang-layang adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang sisi yang masing-masing pasangannya sama panjang dan saling membentuk sudut. Pada gambar layang-layang ABCD, panjang AD = panjang CD dan panjang AB = panjang BC. Sudut A = sudut C = sudut tumpul.

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (123) 6) Belah ketupat Belah ketupat adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh empat buah sisi yang sama panjang, dan memiliki dua pasang sudut bukan siku-siku yang masingmasing sama besar dengan sudut di hadapannya. Pada gambar belah ketupat ABCD, panjang sisi AB = BC = CD = AD. Sudut A =sudut C dan sudut B = sudut D. 7) Jajar genjang Jajar genjang adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang sisi yang masing-masing sama panjang dan sejajar dengan pasangannya, dan memiliki dua pasang sudut bukan siku-siku yang masing-masing sama besar dengan sudut dihadapannya. Pada gambar jajar genjang ABCD, sisi AD sejajar dan sama panjang dengan sisi BC. Sisi AB sejajar dan sama panjang dengan sisi CD. Sudut A = sudut C dan sudut B = sudut D. 8) Lingkaran Lingkaran adalah himpunan semua titik pada suatu bidang dalam jarak tertentu, yang disebut jari-jari, dan dari suatu titik tertentu, yang disebut pusat.

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (124) F. Model Pembelajaran PMRI (Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia) G. Metode Pembelajaran Diskusi, presentasi, tanya jawab, penjelasan singkat, penugasan H. Langkah-langkah Kegiatan No 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Alokasi Waktu 10 menit Guru memberi salam Guru mengajak semua siswa berdoa bersama Guru melakukan absensi siswa Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa tentang benda-benda yang ada di kelas Guru bertanya kepada siswa tentang benda-benda yang permukaannya berbentuk bangun datar Orientasi : Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu belajar tentang benda-benda yang permukaanya menyerupai bangun datar Motivasi Guru memberikan kalimat penyemangat kepada siswa, yaitu “mari belajar karena kita anak hebat”. Kalimat ini diucapkan oleh guru dan siswa secara bersama-sama untuk membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. 2 Kegiatan Inti  Eksplorasi Siswa dibagi dalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri 40 menit

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (125) 3 dari 4-5 siswa Guru menjelaskan mengenai materi apa saja yang akan dipelajari oleh siswa Guru dan siswa membuat kesepakatan selama berlangsungnya pembelajaran Guru menunjukkan berbagai macam benda yang sering dijumpai di rumah, di kelas, dan beberapa rambu-rambu lalu lintas Siswa berdiskusi untuk mengelompokkan benda-benda ke dalam kelompok bangun datar yang sesuai  Elaborasi Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas Guru dan siswa menanggapi hasil diskusi kelompok yang presentasi  Konfirmasi Guru dan siswa mengoreksi hasil diskusi kelompok yang presentasi Siswa mengumpulkan hasil diskusi kelompok kepada guru Kegiatan Akhir 20 menit Siswa dan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti Guru melakukan evaluasi lisan untuk mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang baru saja dipelajari Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru Guru menyampaikan apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya Doa penutup dan salam I. Sumber dan Alat Pembelajaran a. Alat Alat tulis b. Media Benda-benda atau gambar yang sering dijumpai di rumah, di sekolah, dan ramburambu lalu lintas c. Sumber belajar

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (126) R.J Sunaryo. 2007. Matematika 5: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Y.D. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5: untuk kelas V SD/MI/. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. J. Penilaian Hasil Belajar 1. Prosedur Kognitif : Tes 1. Jenis a. Kognitif : Tes b. Afektif : Non Tes c. Keterampilan : Non Tes 2. Teknik a. Kognitif : Tes tertulis b. Afektif : Pengamatan c. Keterampilan : Pengamatan 3. Instrumen a. Kognitif : Soal evaluasi b. Afektif : Rubrik Penilaian c. Keterampilan : Rubrik Penilaian K. Instrumen Penilaian 1. Kognitif Evaluasi lisan 1. Benda apa saja yang sering dijumpai di rumah, yang permukaannya menyerupai bangun datar? 2. Benda apa saja yang sering dijumpai di kelas, yang permukaannya menyerupai bangun datar? 3. Rambu-rambu lalu lintas apa saja yang permukaannya menyerupai bangun datar? 4. Benda apa saja yang sering dijumpai di rumah dan di kelas, yang permukaannya menyerupai bangun segitiga? 5. Benda apa saja yang sering dijumpai di rumah dan di kelas, yang permukaannya menyerupai bangun segiempat?

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (127) 6. Benda apa saja yang sering dijumpai di rumah dan di kelas, yang permukaannya menyerupai bangun lingkaran? 7. Sebutkan macam-macam bangun datar? 8. Sebutkan macam-macam bangun segitiga berdasarkan besar sudutnya? 9. Sebutkan macam-macam bangun segitiga berdasarkan panjang sisinya? 10. Sebutkan macam-macam bangun trapesium? 2. Afektif Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. 1. 2. 3. 4. Aspek Yang Dinilai Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas Ketepatan waktu siswa dalam mengerjakan tugas Sikap siswa pada saat berkomunikasi Sikap siswa dalam menghargai pendapat teman Skor Kriteria Skor  Mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh  Mengerjakan tugas yang diperoleh namun tidak menyelesaikan semuanya  Tidak mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh  Mengerjakan tugas dalam waktu 15 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 20 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 25 menit  Memperhatikan penuh orang yang diajak bicara  Memperhatikan dengan sesekali melihat ke tempat lain  Tidak memperhatikan orang yang diajak bicara  Menerima pendapat teman dengan terbuka  Menerima pendapat teman namun tidak sepenuhnya  Tidak mau menerima pendapat teman Jumlah Skor 3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1 Keterangan : Penilaian Afektif diambil dari keaktifan siswa saat melakukan tanya jawab dan diskusi kelompok

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (128) Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik Skor = (jumlah skor x 10) / 12 = 10 3. Psikomotor Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. Aspek Yang Dinilai Skor Kriteria 1. 2. Kemampuan menggunakan media belajar Ketepatan hasil jawaban yang dikerjakan  Menggunakan media belajar selama diskusi dengan baik  Menggunakan media belajar hanya diawal diskusi saja  Tidak menggunakan media belajar  Menjawab semua tugas tugas yang diperoleh dengan tepat  Menjawab setengah tugas yang diperoleh  Tidak mengerjakan tugas yang diperoleh Jumlah Skor Skor 3 2 1 3 2 1 Keterangan :Penilaian keterampilan diambil pasa saat siswa menggunakan media belajar dan dalam diskusi kelompok Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik skor = (jumlah skor x 10) / 6 = 10

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (129) Nilai Akhir Jumlah Skor Setiap Aspek No. Nama Siswa Kognitif 1 2 3 4 5 dst Nilai Akhir :(jumlah skor x 5) = 100 Afektif Psikomotor Jumlah Nilai Skor Akhir

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (130) Kelompok: …….. Lembar Kerja Siswa Kelas: …… Anggota: ……. Kelompokkan macam-macam benda yang bentuk permukaannya menyerupai bangun datar, ke dalam kolom yang sesuai! No. Nama Benda Segitiga Segiti ga Lancip Segitig a Sikusiku Segitig a Tumpu l Segitig a Sama sisi Segiempat Segitig a Sama kaki Segitig a Sembar ang Persegi Persegi panjan g Trapesi um Layang -layang Belah ketupat Jajar genj ang Lingkara n

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (131) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Ungaran Hari/ Tanggal : Kamis/ 10 April 2014 Kelas/ Semester : V-C/ Genap Mata Pelajaran : Matematika Pertemuan ke :2 Alokasi Waktu : 2x35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar C. Indikator Kognitif: Menyebutkan sifat-sifat bangun datar Membandingkan sifat-sifat antar bangun datar Afektif: c. Karakter Tanggung jawab: siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor: Menggambar berbagai bentuk bangun datar Mempresentasikan hasil diskusi kelompok

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (132) D. Tujuan Pembelajaran Kognitif: Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan sifat-sifat bangun datar dengan baik dan tepat Melalui diskusi kelompok, siswa mampu membandingkan sifat-sifat antar bangun datar dengan tepat Afektif: b. Karakter Melalui penugasan, siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu Melalui penugasan, siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Melalui diskusi, siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor : Melalui diskusi kelompok, siswa mampu menggambar berbagai bentuk bangun datar dengan tepat Melalui presentasi, siswa mampu mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan baik E. Materi Ajar Sifat-Sifat Bangun Datar 1) Segitiga 2) Persegi 3) Persegi panjang 4) Trapesium 5) Layang-layang 6) Belah ketupat 7) Jajar genjang 8) Lingkaran F. Model Pembelajaran PMRI (Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia)

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (133) G. Metode Pembelajaran Diskusi, presentasi, penjelasan singkat, tanya jawab, penugasan H. Langkah-langkah Kegiatan No 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Alokasi Waktu 10 menit Guru memberi salam Guru mengajak semua siswa berdoa bersama Guru melakukan absensi siswa Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa mengenai macam-macam bangun datar. Orientasi : Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu belajar tentang sifat-sifat bangun datar Motivasi 2 Guru membuat permainan singkat untuk menyebutkan nama benda yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar. Siswa menyebutkan nama benda secara bergiliran dengan kesempatan menjawab selama 5 detik. Jika siswa tidak mampu menyebutkan nama benda, guru melewati siswa tersebut dan melanjutkan ke siswa berikutnya. Kegiatan Inti  Eksplorasi Siswa dibagi dalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa Guru menjelaskan mengenai materi apa saja yang akan dipelajari oleh siswa Guru dan siswa membuat kesepakatan selama berlangsungnya pembelajaran Guru membagikan sebuah bangun datar kepada setiap kelompok Siswa berdiskusi untuk mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan menggambar bangun datar di kertas yang sudah tersedia  Elaborasi Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas Guru dan siswa menanggapi hasil diskusi kelompok yang presentasi 40 menit

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (134) 3  Konfirmasi Guru dan siswa mengoreksi hasil diskusi kelompok yang presentasi Siswa mengumpulkan hasil diskusi kelompok kepada guru Kegiatan Akhir 20 menit Siswa dan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti Guru melakukan evaluasi lisan untuk mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang baru saja dipelajari Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru Guru menyampaikan apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya Doa penutup dan salam I. Sumber dan Alat Pembelajaran a. Alat Alat tulis b. Media Macam-macam bangun datar c. Sumber belajar R.J Sunaryo. 2007. Matematika 5: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Y.D. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5: untuk kelas V SD/MI/. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. J. Penilaian Hasil Belajar 1. Prosedur Kognitif : Tes 2.Jenis a. Kognitif : Tes b. Afektif : Non Tes c. Keterampilan : Non Tes

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (135) 3.Teknik a. Kognitif : Tes tertulis b.Afektif : Pengamatan c.Keterampilan : Pengamatan 4. Instrumen a. Kognitif : Soal evaluasi b. Afektif : Rubrik Penilaian c. Keterampilan : Rubrik Penilaian K. Instrumen Penilaian 1. Kognitif Evaluasi lisan 1. Sebutkan macam-macam bangun datar? 2. Sebutkan sifat-sifat persegi? 3. Sebutkan sifat-sifat persegi panjang? 4. Sebutkan sifat-sifat segitiga? 5. Sebutkan sifat-sifat trapesium? 6. Sebutkan sifat-sifat jajar genjang? 7. Sebutkan sifat-sifat layang-layang? 8. Sebutkan sifat-sifat belah ketupat? 9. Sebutkan sifat-sifat lingkaran? 2. Afektif Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. 1. Aspek Yang Dinilai Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas Skor Kriteria Skor  Mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh  Mengerjakan tugas yang diperoleh namun tidak menyelesaikan semuanya  Tidak mengerjakan dan 3 2

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (136) 2. 3. 4. Ketepatan waktu siswa dalam mengerjakan tugas Sikap siswa pada saat berkomunikasi Sikap siswa dalam menghargai pendapat teman menyelesaikan semua tugas yang diperoleh 1  Mengerjakan tugas dalam waktu 15 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 20 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 25 menit  Memperhatikan penuh orang yang diajak bicara  Memperhatikan dengan sesekali melihat ke tempat lain  Tidak memperhatikan orang yang diajak bicara  Menerima pendapat teman dengan terbuka  Menerima pendapat teman namun tidak sepenuhnya  Tidak mau menerima pendapat teman Jumlah Skor 3 2 1 3 2 1 3 2 1 Keterangan : Penilaian Afektif diambil dari keaktifan siswa saat melakukan tanya jawab dan diskusi kelompok Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik Skor = (jumlah skor x 10) / 12 = 10

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (137) 2. Psikomotor Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. Aspek Yang Dinilai Skor Kriteria 1. 2. Kemampuan menggunakan media belajar Ketepatan hasil jawaban yang dikerjakan  Menggunakan media belajar selama diskusi dengan baik  Menggunakan media belajar hanya diawal diskusi saja  Tidak menggunakan media belajar  Menjawab semua tugas tugas yang diperoleh dengan tepat  Menjawab setengah tugas yang diperoleh  Tidak mengerjakan tugas yang diperoleh Jumlah Skor Skor 3 2 1 3 2 1 Keterangan :Penilaian keterampilan diambil pasa saat siswa menggunakan media belajar dan dalam diskusi kelompok Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik skor = (jumlah skor x 10) / 6 = 10

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (138)

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (139) Kelompok: ……….. Lembar Kerja Siswa Kelas: ………… Isilah tabel di bawah ini sesuai bangun datar yang kamu peroleh! Anggota: ………….. No. Gamnbar Bangun Datar Nama Bangun Datar Sifat-Sifat Bangun Datar

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (140) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Ungaran Hari/ Tanggal : Sabtu/ 12 April 2014 Kelas/ Semester : V-C/ Genap Mata Pelajaran : Matematika Pertemuan ke :3 Alokasi Waktu : 2x35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar C. Indikator Kognitif: Menyebutkan benda-benda di dalam kelas, yang permukaannya menyerupai bangun datar Menyebutkan benda-benda di dalam rumah, yang permukaannya menyerupai bangun datar Menyebutkan benda-benda yang permukaannya menyerupai kelompok bangun segiempat, segitiga, dan lingkaran Menyebutkan macam-macam bangun datar Menyebutkan sifat-sifat bangun datar Membandingkan sifat-sifat antar bangun datar Afektif: a. Karakter Tanggung jawab: siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas individu Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan tugas individu tepat waktu

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (141) b. Keterampilan sosial Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor: Menggambar berbagai macam bangun datar D. Tujuan Pembelajaran Kognitif: Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan benda-benda di dalam kelas, yang permukaannya menyerupai bangun datar dengan baik Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan benda-benda di dalam rumah, yang permukaannya menyerupai bangun datar dengan baik Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan benda-benda yang permukaannya menyerupai kelompok bangun segiempat, segitiga, dan lingkaran dengan tepat Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan macam-macam bangun datar dengan baik Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan sifat-sifat bangun datar dengan tepat Melalui tanya jawab, siswa mampu membandingkan sifat-sifat antar bangun datar dengan tepat Afektif: c. Karakter Melalui penugasan, siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas individu Melalui penugasan, siswa dapat menyelesaikan tugas individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Melalui penugasan, siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor : Melalui penugasan, siswa mampu menggambar berbagai macam bangun datar dengan tepat

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (142) E. Materi Ajar Benda-benda di lingkungan sekitar, yang permukaannya menyerupai bangun datar, yaitu: Permukaan meja Permukaan tempat tidur Permukaan tutup toples Permukaan tv Permukaan tutup botol Permukaan piring Permukaan bingkai foto Permukaan tutup gelas Permukaan jam dinding Permukaan gelas Permukaan kursi Permukaan oven Permukaan jendela Permukaan papan tulis Permukaan lemari Permukaan meja Permukaan penghapus karet Permukaan kursi Permukaan kotak pensil Permukaan jam dinding Permukaan penggaris segitiga Permukaan poster gambar Permukaan rambu lalu lintas pahlawan Permukaan kotak P3K Permukaan bingkai foto Permukaan penghapus papan tulis Permukaan buku dilarang parkir Permukaan rambu lalu lintas traffic light Permukaan rambu lalu lintas penyeberangan jalan Permukaan penggaris Macam-macam segitiga berdasarkan besar sudutnya, yaitu: - Segitiga lancip - Segitiga siku-siku - Segitiga tumpul Macam-macam segitiga berdasarkan panjang sisinya, yaitu: - Segitiga sama kaki - Segitiga sama sisi - Segitiga sembarang Macam-macam trapesium, yaitu: - Trapesium sama kaki - Trapesium siku-siku - Trapesium sembarang

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (143) Sifat-Sifat Bangun Datar 1) Segitiga 2) Persegi 3) Persegi panjang 4) Trapesium 5) Layang-layang 6) Belah ketupat 7) Jajar genjang 8) Lingkaran F. Model Pembelajaran PMRI (Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia) G. Metode Pembelajaran Penjelasan singkat, tanya jawab, penugasan H. Langkah-langkah Kegiatan No 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru memberi salam Guru mengajak semua siswa berdoa bersama Guru melakukan absensi siswa Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa, apa yang telah kita pelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya? Orientasi : Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu untuk mengerjakan soal evaluasi mengenai sifat-sifat bangun datar Motivasi Guru bercerita mengenai seorang anak yang rajin belajar dan selalu mendapatkan nilai bagus dan sempurna setiap mengerjakan tugas. Cerita ini untuk membangkitkan semangat siswa dalam mengerjakan soal evaluasi. Alokasi Waktu 10 menit

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (144) 2 Kegiatan Inti 50 menit 3  Eksplorasi Guru mengecek kesiapan siswa dengan bertanya mengenai materi pelajaran yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya Siswa dikondisikan untuk duduk dengan rapi Guru membagikan soal evaluasi kepada setiap siswa Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu  Elaborasi Siswa mengumpulkan soal evaluasi yang telah dikerjakan Guru menanggapi proses pembelajaran ketika siswa mengerjakan soal evaluasi  Konfirmasi Guru dan siswa membahas soal yang telah dikerjakan secara singkat Kegiatan Akhir 10 menit Siswa dan guru menyimpulkan kegiatan mengerjakan soal evaluasi Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi soal-soal yang kurang dimengerti Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru Guru menyampaikan apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya Doa penutup dan salam I. Sumber dan Alat Pembelajaran 1. Alat Alat tulis 2. Media Soal evaluasi sifat-sifat bangun datar 3. Sumber belajar R.J Sunaryo. 2007. Matematika 5: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (145) Y.D. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5: untuk kelas V SD/MI/. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. J. Penilaian Hasil Belajar 1. Prosedur Kognitif : Tes 2.Jenis b. Kognitif : Tes c. Afektif : Non Tes d. Keterampilan : Non Tes 3.Teknik a. Kognitif : Tes tertulis b. Afektif : Pengamatan c. Keterampilan : Pengamatan 4.Instrumen a. Kognitif : Soal evaluasi (terlampir) b. Afektif : Rubrik Penilaian c. Keterampilan : Rubrik Penilaian K. Instrumen Penilaian 1. Kognitif Soal evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa memahami konsep geometri bangun datar, yaitu soal tes kemampuan. Rubrik penilaian: Skor setiap nomor adalah 4. Skor = (jumlah skor / 4) x 10 = 10

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (146) 2.Afektif Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. 1. 2. 3. 4. Aspek Yang Dinilai Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas Ketepatan waktu siswa dalam mengerjakan tugas Sikap siswa pada saat berkomunikasi Sikap siswa dalam menghargai pendapat teman Skor Kriteria Skor  Mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh  Mengerjakan tugas yang diperoleh namun tidak menyelesaikan semuanya  Tidak mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh  Mengerjakan tugas dalam waktu 40 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 45 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 50 menit  Memperhatikan penuh orang yang diajak bicara  Memperhatikan dengan sesekali melihat ke tempat lain  Tidak memperhatikan orang yang diajak bicara  Menerima pendapat teman dengan terbuka  Menerima pendapat teman namun tidak sepenuhnya  Tidak mau menerima pendapat teman 3 Jumlah Skor 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (147) Keterangan : Penilaian Afektif diambil dari keaktifan siswa saat melakukan tanya jawab dan mengerjakan soal evaluasi Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik Skor = (jumlah skor x 10) / 12 = 10 3.Psikomotor Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. Aspek Yang Dinilai Skor Kriteria 1. 2. Kemampuan menggunakan media belajar Ketepatan hasil jawaban yang dikerjakan  Menggunakan media belajar selama diskusi dengan baik  Menggunakan media belajar hanya diawal diskusi saja  Tidak menggunakan media belajar  Menjawab semua tugas tugas yang diperoleh dengan tepat  Menjawab setengah tugas yang diperoleh  Tidak mengerjakan tugas yang diperoleh Jumlah Skor Skor 3 2 1 3 2 1 Keterangan :Penilaian keterampilan diambil pasa saat siswa menggunakan media belajar dan dalam diskusi kelompok

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (148) Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik skor = (jumlah skor x 10) / 6 = 10 Nilai Akhir Jumlah Skor Setiap Aspek No. Nama Siswa Kognitif 1 2 3 4 5 dst Nilai Akhir : = 100 Afektif Psikomotor Jumlah Skor Nilai Akhir

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (149) 3.Silabus Siklus II SILABUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 6.5 Menyele saikan masalah yang berkaita n dengan bangun datar dan bangun ruang sederhan : SD Negeri Ungaran : Matematika :V : Genap : 6 x 35 menit : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Materi Pokok Kegiatan Penil dan Uraian Indikator Pencapaian Kompetensi Pembelajaran aian Materi Penggunaan 1) Siswa Kognitif: Tes rumus bangun mendiskusikan tertul Menyebutkan permasalahan matematika is datar untuk soal cerita dalam kehidupan sehari-hari yang menyelesaikan permasalahan menandakan contoh permasalahan bangun permasalahan matematika datar matematika dalam kehidupan Menyebutkan rumus-rumus bangun datar yang dalam sehari-hari yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari kehidupan diperoleh dalam Menyelesaikan soal cerita dari permasalahan sehari-hari kelompok matematika dalam kehidupan sehari-hari 2) Siswa Afektif: menyelesaikan permasalahan d. Karakter matematika Tanggung jawab: siswa dapat dalam kehidupan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas sehari-hari kelompok dan individu dengan Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan menggunakan tugas kelompok dan individu tepat waktu rumus rumus Alokasi Waktu 2x35 menit Sumber/ Media/ Alat a. Alat: Alat tulis b.Media: Lembar rumus matematika, gambar contoh permasalahan matematika c.Sumber belajar R.J Sunaryo. 2007. Matematika 5: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (150) a bangun datar b. Keterampilan sosial 3) Siswa Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi mempresentasik dengan guru dan siswa lain an hasil diskusi Psikomotor: kelompok di depan kelas Menggambar bangun datar dari soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari Mempresentasikan hasil diskusi kelompok Membandingk 1) Siswa an luas mendiskusikan bangun datar permasalahan dan matematika menggambar dalam soal bangun datar cerita yang diperoleh kelompok 2) Siswa membandingka n luas bangun datar bersama kelompok 3) Siswa mempresentasi kan hasil diskusi kelompok di depan kelas Tes tertul Membandingkan luas bangun datar is berdasarkan soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari Menyebutkan rumus-rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari Afektif: Kognitif: a. Karakter Tanggung jawab: siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor: Menggambar bangun datar dari soal cerita permasalahan kehidupan sehari-hari Pendidikan Nasional. 2x35 menit Y.D. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5: untuk kelas V SD/MI/. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. a. Alat: Alat tulis b.Media: Macammacam rumus bangun datar c.Sumber belajar R.J Sunaryo. 2007. Matematika 5: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Y.D. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5: untuk kelas V

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (151) berdasarkan perbandingan yang ditentukan Mempresentasikan hasil diskusi kelompok Permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari, membandingk an luas bangun datar, dan menggambar bangun datar 6) Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai materi bangun datar yang telah dipelajari sebelumnya 7) Guru menjelaskan aturan dalam mengerjakan soal evaluasi 8) Guru membagikan soal evaluasi kepada setiap siswa 9) Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu 10) Siswa mengumpulk an soal evaluasi yang Tes tertul Menyebutkan permasalahan matematika is dalam kehidupan sehari-hari yang menandakan contoh permasalahan bangun datar Menyelesaikan soal cerita dari permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari Membandingkan luas bangun datar berdasarkan soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari Menyebutkan rumus-rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari Afektif: Kognitif: a. Karakter Tanggung jawab: siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas individu Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan tugas individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor: SD/MI/. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 2x35 menit Alat: Soal evaluasi, pensil, penggaris, penghapus

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (152) telah dikerjakan kepada guru Menggambar bangun datar berdasarkan soal cerita permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan ukuran yang ditentukan

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (153) 4.RPP Siklus II Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Ungaran Hari/ Tanggal : Selasa/ 15 April 2014 Kelas/ Semester : V-C/ Genap Mata Pelajaran : Matematika Pertemuan ke :1 Alokasi Waktu : 2x35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar dan bangun ruang sederhana C. Indikator Kognitif: Menyebutkan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari yang menandakan contoh permasalahan bangun datar Menyebutkan rumus-rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari Menyelesaikan soal cerita dari permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari Afektif: e. Karakter Tanggung jawab: siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor:

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (154) Menggambar bangun datar dari soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari Mempresentasikan hasil diskusi kelompok D. Tujuan Pembelajaran Kognitif: Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari yang menandakan contoh permasalahan bangun datar dengan baik Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan rumus-rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan baik Melalui penugasan, siswa mampu menyelesaikan soal cerita dari permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan baik Afektif: a. Karakter Melalui penugasan, siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu Melalui penugasan, siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Melalui diskusi, siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor : Melalui diskusi kelompok, siswa mampu menggambar bangun datar dari soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat Melalui presentasi kelompok, siswa mampu mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan baik E. Materi Ajar Permasalahan Bangun Datar Dalam Kehidupan Sehari-hari Contoh bangun datar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: - Kertas karton - Lantai kamar - Sawah - Layang-layang - Keramik - Tanah/ lahan - Kertas gambar

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (155) Rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: - Luas persegi A D B C L = S x S (sisi x sisi) - Luas persegi panjang A D B C L = p x l (panjang x lebar) C - Luas segitiga C t t A B a A B A L = ½ x alas x tinggi - Luas layang-layang D A C d2 d1 B L = ½ x d1 x d2 (diagonal 1 x diagonal 2)/ 2

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (156) - Luas trapesium a A D tinggi B C b L = (a + b) x t F. Model Pembelajaran PMRI (Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia) G. Metode Pembelajaran Diskusi, presentasi, tanya jawab, penjelasan singkat, penugasan H. Langkah-langkah Kegiatan No 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru memberi salam Guru mengajak semua siswa berdoa bersama Guru melakukan absensi siswa Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa, pelajaran apa yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya? Guru bertanya kepada siswa, siapa yang sudah pernah menghitung luas sampul buku tulis masing-masing? Orientasi : Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu belajar tentang penyelesaian permasalahan matematika dalam kehidupan seharihari Motivasi Guru memberikan sebuah yel-yel kepada siswa, yaitu matematika, mudah, menyenangkan, yes. Ketika guru mengatakan matematika, siswa menjawab dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan kata mudah menyenangkan, lalu menarik kedua tangan ditarik ke bawah secara bersama sambil mengatakan yes. Guru mengajak siswa untuk mengukur panjang sampul buku tulis Alokasi Waktu 10 menit

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (157) 2 masing-masing, lalu siswa diminta menghitung luas sampul buku tersebut. Kegiatan Inti 3  Eksplorasi Siswa dibagi dalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa Guru menjelaskan mengenai materi apa saja yang akan dipelajari oleh siswa Guru dan siswa membuat kesepakatan selama berlangsungnya pembelajaran Guru membagikan soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari kepada setiap kelompok Siswa berdiskusi untuk menyelesaikan soal cerita permasalahan matematika yang diperoleh  Elaborasi Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas Guru dan siswa menanggapi hasil diskusi kelompok yang presentasi  Konfirmasi Guru dan siswa mengoreksi hasil diskusi kelompok yang presentasi Siswa mengumpulkan hasil diskusi kelompok kepada guru Kegiatan Akhir 40 menit 11 Siswa dan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari 12 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti 13 Guru melakukan evaluasi lisan untuk mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang baru saja dipelajari 14 Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru 15 Guru menyampaikan apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya 16 Doa penutup dan salam I. Sumber dan Alat Pembelajaran 1. Alat Alat tulis 2. Media - Soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari - Papan rumus bangun datar yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari 20 eni t

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (158) 3. Sumber belajar R.J Sunaryo. 2007. Matematika 5: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Y.D. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5: untuk kelas V SD/MI/. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. J. Penilaian Hasil Belajar 1. Prosedur Kognitif : Tes 2. Jenis a. Kognitif : Tes b. Afektif : Non Tes c. Keterampilan : Non Tes 3. Teknik a. Kognitif : Tes tertulis b. Afektif : Pengamatan c. Keterampilan : Pengamatan 4. Instrumen a. Kognitif : Soal evaluasi b. Afektif : Rubrik Penilaian c. Keterampilan : Rubrik Penilaian K. Instrumen Penilaian 1. Kognitif Evaluasi lisan 1) Bagaimana cara menghitung luas lahan yang berbentuk persegi panjang? 2) Bagaimana cara menghitung luas layang-layang? 3) Bagaimana cara menghitung luas segitiga?

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (159) 2. Afektif Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. Aspek Yang Dinilai Skor Kriteria 1. 2. 3. 4. Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas Ketepatan waktu siswa dalam mengerjakan tugas Sikap siswa pada saat berkomunikasi Sikap siswa dalam menghargai pendapat teman  Mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh  Mengerjakan tugas yang diperoleh namun tidak menyelesaikan semuanya  Tidak mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh  Mengerjakan tugas dalam waktu 15 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 20 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 25 menit  Memperhatikan penuh orang yang diajak bicara  Memperhatikan dengan sesekali melihat ke tempat lain  Tidak memperhatikan orang yang diajak bicara  Menerima pendapat teman dengan terbuka  Menerima pendapat teman namun tidak sepenuhnya  Tidak mau menerima pendapat teman Jumlah Skor Skor 3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1 Keterangan : Penilaian Afektif diambil dari keaktifan siswa saat melakukan tanya jawab dan diskusi kelompok Skor : 1: kurang baik

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (160) 2: baik 3: sangat baik Skor = (jumlah skor x 10) / 12 = 10 3. Psikomotor Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. Aspek Yang Dinilai Skor Kriteria 1. 2. Kemampuan menggunakan media belajar Ketepatan hasil jawaban yang dikerjakan  Menggunakan media belajar selama diskusi dengan baik  Menggunakan media belajar hanya diawal diskusi saja  Tidak menggunakan media belajar  Menjawab semua tugas tugas yang diperoleh dengan tepat  Menjawab setengah tugas yang diperoleh  Tidak mengerjakan tugas yang diperoleh Jumlah Skor Skor 3 2 1 3 2 1 Keterangan :Penilaian keterampilan diambil pasa saat siswa menggunakan media belajar dan dalam diskusi kelompok Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik skor = (jumlah skor x 10) / 6 = 10

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (161) Nilai Akhir Jumlah Skor Setiap Aspek No. Nama Siswa Kognitif 1 2 3 4 5 dst Nilai Akhir : (jumlah skor x 5) = 100 Afektif Psikomotor Jumlah Nilai Skor Akhir

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (162) Lembar Kerja Siswa Kerjakan soal berikut dengan tepat dan gambarkan bangun datarnya! Soal1 Sebuah layang-layang mempunyai panjang diagonal AC 28 cm dan panjang diagonal BD 48. Hitunglah luas layang-layang tersebut dan gambarkan bentuk bangun datarnya! Soal2 Sebuah kertas karton seperti gambar di bawah ini akan dibentuk menjadi sebuah mainan. Berapa luas kertas karton tersebut? Bangun apa saja yang ada dalam kertas karton ini? Soal3 Sebuah kamar berukuran 3 m x 3 m. Pada kamar itu akan dipasang keramik persegi dengan ukuran 30 cm. Berapa buah keramik yang diperlukan untuk kamar itu? Gambarlah tiruan luas lantai dengan keramik yang diperlukan! Soal 4 Buatlah soal cerita dari gambar di samping! Soal k5 Buatlah soal cerita berdasarkan gambar di samping! Soal6 Sebuah kayu berbentuk segitiga siku-siku berukuran 15 cm x 8 cm. Hitunglah luas kayu segitiga sikusiku tersebut! Soal7 Sebuah kertas karton seperti gambar di bawah ini akan dibentuk mainan. Berapa luas kertas karton tersebut?

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (163) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Ungaran Hari/ Tanggal : Rabu/ 16 April 2014 Kelas/ Semester : V-C/ Genap Mata Pelajaran : Matematika Pertemuan ke :2 Alokasi Waktu : 2x35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar dan bangun ruang sederhana C. Indikator Kognitif: Membandingkan luas bangun datar berdasarkan soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari Menyebutkan rumus-rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari Afektif: a. Karakter Tanggung jawab: siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (164) Psikomotor: Menggambar bangun datar dari soal cerita permasalahan kehidupan sehari-hari berdasarkan perbandingan yang ditentukan Mempresentasikan hasil diskusi kelompok D. Tujuan Pembelajaran Kognitif: Melalui penugasan, siswa mampu membandingkan luas bangun datar berdasarkan soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan baik Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan rumus-rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan baik Afektif: a.Karakter Melalui penugasan, siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas kelompok dan individu Melalui penugasan, siswa dapat menyelesaikan tugas kelompok dan individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Melalui diskusi, siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor : Melalui diskusi kelompok, siswa mampu menggambar bangun datar dari soal cerita permasalahan kehidupan sehari-hari berdasarkan perbandingan yang ditentukan dengan tepat Melalui presentasi kelompok, siswa mampu mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan baik E. Materi Ajar Permasalahan Bangun Datar Dalam Kehidupan Sehari-hari Contoh bangun datar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: Kertas karton, Lantai kamar, Sawah, Layang-layang, Keramik, Tanah/ lahan, Kertas gambar Rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (165) F. Model Pembelajaran PMRI (Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia) G. Metode Pembelajaran Diskusi, presentasi, tanya jawab, penjelasan singkat, penugasan H. Langkah-langkah Kegiatan No 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Alokasi Waktu 10 menit Guru memberi salam Guru mengajak semua siswa berdoa bersama Guru melakukan absensi siswa Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa, pelajaran apa yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya? Guru bertanya kepada siswa, siapa yang sudah pernah menghitung luas sampul buku tulis masing-masing? Orientasi : Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu belajar tentang membandingkan luas bangun datar dalam permasalahan matematika yang sering ditemui dikehidupan sehari-hari Motivasi 2 Guru memberikan permainan singkat yang bernama Dor Kalah. Permainan ini bertujuan untuk menguji kemampuan siswa dalam menyebutkan kembali benda-benda yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar. Guru mengatakan kata dor berulang kali dengan cepat sambil menunjuk siswa secara memutar. Ketika guru menunjuk seorang siswa sambil mengatakan kata kalah, maka siswa tersebut harus menyebutkan sebuah benda yang permukaannya menyerupai bentuk bangun datar. Guru bercerita ketika hendak membeli tanah untuk membangun rumah. Bercerita mengenai kegiatan membandingkan luas tanah yang dilihat. Kegiatan Inti  Eksplorasi Siswa dibagi dalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa Guru menjelaskan mengenai materi apa saja yang akan dipelajari 40 menit

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (166) 3 oleh siswa Guru dan siswa membuat kesepakatan selama berlangsungnya pembelajaran Guru membagikan soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari kepada setiap kelompok Siswa berdiskusi untuk menyelesaikan soal cerita permasalahan matematika yang diperoleh  Elaborasi Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas Guru dan siswa menanggapi hasil diskusi kelompok yang presentasi  Konfirmasi Guru dan siswa mengoreksi hasil diskusi kelompok yang presentasi Siswa mengumpulkan hasil diskusi kelompok kepada guru Kegiatan Akhir 21 Siswa dan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari 22 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti 23 Guru melakukan evaluasi lisan untuk mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang baru saja dipelajari 24 Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru 25 Guru menyampaikan apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya 26 Doa penutup dan salam I. Sumber dan Alat Pembelajaran a. Alat Alat tulis b. Media 1.Soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari 2.Gambar permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari c. Sumber belajar R.J Sunaryo. 2007. Matematika 5: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Y.D. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5: untuk kelas V SD/MI/. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (167) J. Penilaian Hasil Belajar 1. Prosedur Kognitif : Tes 2. Jenis 1. Kognitif : Tes 2. Afektif : Non Tes 3. Keterampilan : Non Tes 3. Teknik 1.Kognitif : Tes tertulis 2.Afektif : Pengamatan 3.Keterampilan : Pengamatan 4.Instrumen a. Kognitif : Soal evaluasi b. Afektif : Rubrik Penilaian c. Keterampilan : Rubrik Penilaian K. Instrumen Penilaian 1. Kognitif Evaluasi lisan 1) Bagaimana cara membandingkan dua tanah yang berbeda? 2) Bagaimana cara menggambar bangun datar dengan ukuran yang sangat panjang? 2. Afektif Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. 1. Aspek Yang Dinilai Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas Skor Kriteria Skor  Mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh  Mengerjakan tugas yang diperoleh namun tidak menyelesaikan semuanya  Tidak mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh 3 2 1

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (168) 2. 3. 4. Ketepatan waktu siswa dalam mengerjakan tugas Sikap siswa pada saat berkomunikasi Sikap siswa dalam menghargai pendapat teman  Mengerjakan tugas dalam waktu 15 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 20 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 25 menit  Memperhatikan penuh orang yang diajak bicara  Memperhatikan dengan sesekali melihat ke tempat lain  Tidak memperhatikan orang yang diajak bicara  Menerima pendapat teman dengan terbuka  Menerima pendapat teman namun tidak sepenuhnya  Tidak mau menerima pendapat teman Jumlah Skor 3 2 1 3 2 1 3 2 1 Keterangan : Penilaian Afektif diambil dari keaktifan siswa saat melakukan tanya jawab dan diskusi kelompok Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik Skor = (jumlah skor x 10) / 12 = 10 3. Psikomotor Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. 1. 2. Aspek Yang Dinilai Kemampuan menggunakan media belajar Ketepatan hasil jawaban yang dikerjakan Skor Kriteria Skor  Menggunakan media belajar selama diskusi dengan baik  Menggunakan media belajar hanya diawal diskusi saja  Tidak menggunakan media belajar 3  Menjawab semua tugas tugas yang diperoleh dengan tepat  Menjawab setengah tugas 3 2 1

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (169) yang diperoleh  Tidak mengerjakan tugas yang diperoleh 2 1 Jumlah Skor Keterangan :Penilaian keterampilan diambil pasa saat siswa menggunakan media belajar dan dalam diskusi kelompok Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik skor = (jumlah skor x 10) / 6 = 10 Nilai Akhir Jumlah Skor Setiap Aspek No. Nama Siswa Kognitif 1 2 3 4 5 dst Nilai Akhir :(jumlah skor x 5) = 100 Afektif Psikomotor Jumlah Skor Nilai Akhir

(322) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (170) Kelompok: …….. Kelas: …… Lembar Kerja Siswa Anggota: …… Kerjakan soal berikut dengan tepat dan gambarkan bangun datarnya! Soal 1 Pak Hasan mempunyai sawah yang panjangnya 30 m dan lebarnya 15 m. Gambarkan bentuk sawah Pak Hasan dengan ukuran setiap 1cm mewakili 3 m! Soal 2 Bu Indah mempunyai pekarangan rumah yang berukuran 40 m x 30 m. Gambarkan bentuk pekarangan Bu Indah dengan ukuran setiap 1cm mewakili 5cm ? Soal 3 Dani mempunyai sebuah mainan dari kayu berbentuk segitiga siku-siku dengan panjang sisi siku-sikunya 50 cm dan 30 cm. Gambarkan bentuk mainan Dani dengan ukuran 1cm mewakili 5cm ! Soal 4 Sebuah rumah yang besar berukuran 60 m x 40 m. Gambarkan bentuk rumah tersebut dengan ukuran 1cm mewakili 10m! Soal 5 Pak Hanif akan membangun sebuah rumah yang luas pada salah satu lahan yang dimilikinya. Dua lahan Pak Hanif berukuran 150 m x 100 m dan 125 m x 110 m. Tanah manakah yang cocok untuk membangun rumah, jika Pak Hanif menginginkan rumah yang luas? Hitunglah luas lahan yang dipilih Pak Hanif! Soal 6 Dini mempunyai dua kertas gambar yang berukuran 30 cm x 20 cm dan 40 cm x 25 cm. Dini ingin membuat sebuah gambar tanaman. Kertas manakah yang cocok digunakan Dini, jika ia menginginkan gambar tanaman yang besar? Hitunglah luas kertas gambar yang dipilih Dini! Soal 7 Pak Abidin mempunyai dua lahan kosong yang berukuran 110 m x 90 m dan 100 m x 95 m. Pak Abidin ingin mendirikan sebuah warung di salah satu lahan yang dimilikinya. Lahan manakah yang cocok untuk mendirikan warung, jika Pak Abidin ingin membuat warung yang tidak terlalu luas? Hitunglah luas lahan yang dipilih Pak Abidin!

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (171) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Ungaran Hari/ Tanggal : Kamis/ 17 April 2014 Kelas/ Semester : V-C/ Genap Mata Pelajaran : Matematika Pertemuan ke :3 Alokasi Waktu : 2x35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi Geometri dan Pengukuran 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar dan bangun ruang sederhana C. Indikator Kognitif: Menyebutkan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari yang menandakan contoh permasalahan bangun datar Menyelesaikan soal cerita dari permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari Membandingkan luas bangun datar berdasarkan soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari Menyebutkan rumus-rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari Afektif: a.Karakter Tanggung jawab: siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas individu Tepat waktu: siswa dapat menyelesaikan tugas individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Komunikasi: siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (172) Psikomotor: Menggambar bangun datar berdasarkan soal cerita permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan ukuran yang ditentukan D. Tujuan Pembelajaran Kognitif: Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari yang menandakan contoh permasalahan bangun datar dengan baik Melalui penugasan, siswa mampu menyelesaikan soal cerita dari permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat Melalui penugasan, siswa mampu membandingkan luas bangun datar berdasarkan soal cerita permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan baik Melalui tanya jawab, siswa mampu menyebutkan rumus-rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat Afektif: 4. Karakter Melalui penugasan, siswa dapat bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas individu Melalui penugasan, siswa dapat menyelesaikan tugas individu tepat waktu b. Keterampilan sosial Melalui penugasan, siswa mampu berkomunikasi dengan guru dan siswa lain Psikomotor : Melalui penugasan, siswa mampu menggambar bangun datar berdasarkan soal cerita permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan ukuran yang ditentukan dengan tepat E. Materi Ajar Permasalahan Bangun Datar Dalam Kehidupan Sehari-hari Contoh bangun datar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: Kertas karton, Lantai kamar, Sawah, Layang-layang, Keramik, Tanah/ lahan, Kertas gambar Rumus bangun datar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari: persegi, persegi panjang, segitiga, layang-layang, trapesium.

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (173) F. Model Pembelajaran PMRI (Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia) G. Metode Pembelajaran Penjelasan singkat, tanya jawab, penugasan H. Langkah-langkah Kegiatan No 1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Alokasi Waktu 10 menit Guru memberi salam Guru mengajak semua siswa berdoa bersama Guru melakukan absensi siswa Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa, apa yang telah kita pelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya? Orientasi : Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu untuk mengerjakan soal evaluasi permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari Motivasi 2 Guru bercerita mengenai kegiatan memilih lahan yang luas untuk membangun sebuah rumah. Guru bercerita mengenai seorang anak kecil yang gemar membaca buku dan setelah dewasa menjadi orang yang sukses. Cerita ini untuk membangkitkan semangat siswa dalam mengerjakan soal evaluasi. Selain itu, cerita ini dapat memotivasi siswa untuk tidak malas membaca soal cerita yang panjang. Kegiatan Inti  Eksplorasi Guru mengecek kesiapan siswa dengan bertanya mengenai materi pelajaran yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya Siswa dikondisikan untuk duduk dengan rapi Guru membagikan soal evaluasi kepada setiap siswa Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu  Elaborasi Siswa mengumpulkan soal evaluasi yang telah dikerjakan Guru menanggapi proses pembelajaran ketika siswa mengerjakan 50 menit

(326) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (174) 3 soal evaluasi  Konfirmasi Guru dan siswa membahas soal yang telah dikerjakan secara singkat Kegiatan Akhir 10 menit 27 Siswa dan guru menyimpulkan kegiatan mengerjakan soal evaluasi 28 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi soal-soal yang kurang dimengerti 29 Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru 30 Guru menyampaikan apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya 31 Doa penutup dan salam I. Sumber dan Alat Pembelajaran 1. Alat Alat tulis 2. Media Soal evaluasi sifat-sifat bangun datar 3. Sumber belajar R.J Sunaryo. 2007. Matematika 5: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Y.D. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5: untuk kelas V SD/MI/. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. J. Penilaian Hasil Belajar 1. Prosedur Kognitif : Tes 2. Jenis a. Kognitif : Tes b. Afektif : Non Tes c. Keterampilan : Non Tes 3. Teknik a. Kognitif : Tes tertulis b. Afektif : Pengamatan c. Keterampilan : Pengamatan

(327) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (175) 4. Instrumen a. Kognitif : Soal evaluasi (terlampir) b. Afektif : Rubrik Penilaian c. Keterampilan : Rubrik Penilaian K. Instrumen Penilaian 1.Kognitif Soal evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa memahami konsep geometri bangun datar. Rubrik penilaian: Skor setiap nomor adalah 4. Skor = (jumlah skor / 4) x 10 = 10 2.Afektif Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. 1. 2. 3. Aspek Yang Dinilai Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas Ketepatan waktu siswa dalam mengerjakan tugas Sikap siswa pada saat berkomunikasi Skor Kriteria Skor  Mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh  Mengerjakan tugas yang diperoleh namun tidak menyelesaikan semuanya  Tidak mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas yang diperoleh  Mengerjakan tugas dalam waktu 40 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 45 menit  Mengerjakan tugas dalam waktu 50 menit 3  Memperhatikan penuh orang yang diajak bicara  Memperhatikan dengan sesekali melihat ke tempat lain  Tidak memperhatikan orang yang diajak bicara 3 2 1 3 2 1 2 1

(328) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (176) 4. Sikap siswa dalam menghargai pendapat teman  Menerima pendapat teman dengan terbuka  Menerima pendapat teman namun tidak sepenuhnya  Tidak mau menerima pendapat teman 3 2 1 Jumlah Skor Keterangan : Penilaian Afektif diambil dari keaktifan siswa saat melakukan tanya jawab dan mengerjakan soal evaluasi Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik Skor = (jumlah skor x 10) / 12 = 10 3.Psikomotor Non Tes (Rubrik penilaian) Kriteria dan Skor No. Aspek Yang Dinilai Skor Kriteria 1. 2. Kemampuan menggunakan media belajar Ketepatan hasil jawaban yang dikerjakan  Menggunakan media belajar selama diskusi dengan baik  Menggunakan media belajar hanya diawal diskusi saja  Tidak menggunakan media belajar  Menjawab semua tugas tugas yang diperoleh dengan tepat  Menjawab setengah tugas yang diperoleh  Tidak mengerjakan tugas yang diperoleh Jumlah Skor Skor 3 2 1 3 2 1 Keterangan :Penilaian keterampilan diambil pasa saat siswa menggunakan media belajar dan dalam diskusi kelompok

(329) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (177) Skor : 1: kurang baik 2: baik 3: sangat baik skor = (jumlah skor x 10) / 6 = 10 Nilai Akhir Jumlah Skor Setiap Aspek No. Nama Siswa Kognitif 1 2 3 4 5 dst Nilai Akhir : = 100 Afektif Psikomotor Jumlah Nilai Skor Akhir

(330) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5: Dokumentasi dan Surat Penelitian 1. Foto 2. Surat Penelitian (178)

(331) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (179) 1. Foto Diskusi kelompok Presentasi Pengerjaan Soal Siklus I Diskusi kelompok Presentasi Pengerjaan Soal Siklus II

(332) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (180) 2. Surat Penelitian

(333) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (181)

(334) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR RIWAYAT HIDUP Lidia Rosita Dianningsih merupakan anak kedua dari pasangan Markus Ngadeno dan Susana Watri. Lahir di Magelang, 22 Juni 1992. Pendidikan awal dimulai di TK Pertiwi Bateh pada tahun 1997-1998. Penulis melanjutkan pendidikan dasar di SD Negeri Beningan pada tahun 1998-2004. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, penulis melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Magelang pada tahun 2004-2007. Pada tahun 2007-2010, penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Magelang. Pada tahun 2010, penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (USD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Selama menempuh pendidikan, penulis aktif mengikuti berbagai macam kegiatan, antara lain pada jenjang SD, penulis aktif mengikuti kegiatan Pramuka. Pada jenjang SMP dan SMA, penulis aktif mengikuti kegiatan Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), dan ekstrakurikuler bulu tangkis. Pada saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi, penulis aktif mengikuti beberapa kegiatan, antara lain Workshop Montessori, Workshop Mendongeng, panitia Sendratari, dan Co-Fasilitator PPKM 2. (182)

(335)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGGUNAAN MEDIA KARTON PERSEGI SATUAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP LUAS BANGUN DATAR SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR.
0
3
28
PENGGUNAAN MEDIA KARTON PERSEGI SATUAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP LUAS BANGUN DATAR SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR.
0
8
26
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOMETRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL BANGUN DATAR PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN.
0
2
33
PENGGUNAAN MEDIA CLAY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BANGUN DATAR PADA ANAK TUNARUNGU KELAS I DI SLB AZ-ZAKIYAH BANDUNG.
0
2
37
PENGGUNAAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TAMANWINANGUN TAHUN AJARAN 2015/2016.
0
0
18
PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MENGENAL BENTUK BANGUN DATAR ANAK AUTIS.
0
0
17
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVINGUNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR SISWA SMP KELAS VIII.
0
1
59
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA REPLIKA BANGUN DATAR TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR PADA SISWA TUNANETRA BUTA TOTAL KELAS 1 SEKOLAH DASAR (SD) DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI 1 BANTUL YOGYAKARTA.
3
15
230
PEMODELAN MOTIF KERAMIK DENGAN TEKNIK PENGGABUNGAN BANGUN-BANGUN GEOMETRI DATAR DENGAN KONSEP TRANSFORMASI Dzurotul Mutimmah
0
3
7
PENERAPAN MACROMEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP KELILING DAN LUAS BANGUN DATAR SISWA KELAS IIIA SD NEGERI WIROPATEN SURAKARTA 20162017
0
0
18
PENGGUNAAN MEDIA GEOBOARD (PAPAN BERPAKU) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS II SD NEGERI SURAKARTA TAHUN AJARAN (20162017)
0
0
20
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 1 SOMAGEDE PADA MATERI BANGUN DATAR SEGI EMPAT
0
0
14
PENGGUNAAN PENDEKATAN PMRI KARAKTERISITK INTERAKTIFITAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP BANGUN RUANG DI SDN UNGARAN 1 YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
343
PENGGUNAAN MASALAH KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PECAHAN DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS V SDK GANJURAN BANTUL
0
6
354
PENGGUNAAN KONTRIBUSI SISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS V SDK NGLINGGI KLATEN
0
6
373
Show more