Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository

Gratis

0
0
215
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Nama NIM : Novean Raharjo : 101134127 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Nama NIM : Novean Raharjo : 101134127 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii SKRIPSI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Disusun oleh: Novean Raharjo NIM: 101134127 Telah disetujui oleh: Pembimbing I, Tanggal………..2014 (Drs. Y.B. Adimasana, M.A. Pembimbing II, Tanggal………..2014 ( Rusmawan, S.Pd., M.Pd. ) ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii SKRIPSI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Disusun oleh Novena Raharjo NIM: 101134127 Telah dipertahankan di depan panitia penguji Pada tanggal,10 Juni 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama lengkap TandaTangan Ketua : Gregorius Ari Nugrahanta,S.J., S.S., BST., M.A. ......................... Sekretaris : E. Catur Rismiati,S.Pd., M.A. Ed.D. ......................... Anggota 1 : Drs. Y.B. Adimasana, M. A. ......................... Anggota 2 : Rusmawan, S.Pd., M.Pd. ......................... Anggota 3 : Brigitta Erlita Tri Anggadewi, M.Psi. ......................... Yogyakarta….2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Rohandi, Ph.D. iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iv HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ilmiah sederhana ini Penulis persembahkan kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberkati dan menyertai setiap langkahku, memberikan kesehatan, serta mendengarkan dan mengabulkan permohonanku. 2. Kedua orangtua dan Kakak yang selalu memberikan semangat dan banyak dukungan. 3. Semua sahabat yang selalu memberikan banyak dukungan dan bantuan. 4. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v HALAMAN MOTTO “Sukses bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaanlah kunci menuju sukses. Jika Anda mencintai apa yang Anda kerjakan, Anda akan menjadi orang sukses.” “”Kita tidak diperkenankan memilih bingkai dari takdir kita sendiri. Tapi dengan apa mengisi bingkai tersebut, itulah kewajiban kita.” Dag Hammarskjold (1905-1961), negarawan Swedia “Jika Anda ingin membuat kapal, jangan mengerahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bersama-sama. Jangan pula memberi mereka tugas dan pekerjaan, tapi ajarilah mereka untuk merindukan lautan luas tanpa batas.” Antoine de Saint (1900-1944), pilot dan penulis Prancis v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi PERNYATAAN HASIL KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya yang saya tulis ini tidak memuat hasil karya atau bagian karya orang lain, kecuali telah disebutkan dalam kutipan dalam daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, Yang menyatakan, Novean Raharjo vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI HASIL ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Novean Raharjo NIM : 101134127 Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul:PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, Yang menyatakan, Novean Raharjo vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI viii ABSTRAK Raharjo, Novean. (2014). Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Dengan Penerapan Model Pemebelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II. Skripsi: Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum diketahuinya perbedaan prestasi belajar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II atau kelompok eksperimen dan yang tidak menggunakannya atau kelompok kontrol dalam hal prestasi belajar siswa khususnya kelas IV SD pada mata pelajaran IPS materi mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan populasi penelitiannya adalah seluruh siswa kelas IV SD N Tegalrejo II pada tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 62. Sampel penelitian untuk kelompok eksperimen adalah kelas IV B dengan jumlah siswa 31 dan sampel penelitian untuk kelompok kontrol adalah kelas IV A dengan jumlah siswa 31. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes tertulis objektif (pretest dan posttest) pada setiap kelompok. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS 20 dan melalui 3 langkah yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda posttest menggunakan independent t-test pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok yang menggunakan metode Jigsaw II dengan kelompok yang tidak menggunakannya, terlihat dari hasil analisis data yang menunjukkan sebesar 0,004 atau < 0,05. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD denganpenerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Kata Kunci: prestasi belajar, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ix ABSTRACT Raharjo,Novean. (2014). The Differences of IPS (Social Science) Learning Achievement in 4th grade students of Primary School by the Application of Jigsaw type II Cooperative Learning Model. Thesis: Yogyakarta: Primary School Teacher Education Study Program, Sanata Dharma University. The background of this study because unknown the difference of learning achievement of social sciences of students of grade IV elementary school and the application of cooperative learning model Jigsaw II type. This study was conducted to know the difference between classes using model of cooperative learning type of Jigsaw II or experimental group and classes that did not use it or controlled groups achievement in term of students learning achievement, especially for grade of IV elementary school in the subject of social sciences concerning about the important of cooperation to increase society‟s prosperity. The used kind of research was quasy experimental with the population of all students of grade IV elementary school of Tegalrejo II, academic year of 2013/2014 that consisted of 62 students. The sample of experimental group was grade IVB consisting of 31 studentss and sample of controlled group was grade IVA consisting of 31 students. The collecting data technic used objective written tests (pretest and posttest) performed in all groups. We performed data analysis by using program of SPPS and conducted through 3 stages: test of normality, test of homogenity, and differential test of posttest using independent sample t-test in all groups. The results showed that there were significance differences between group using Jigsaw type II Cooperative Learning Model with that of not using Jigsaw type II Cooperative Learning Model, it could be seen from the results of data analysis showed as many as 0,004 or <0,05. Based on results of those data analysis, it could be concluded that there were differences of IPS (Social Science) Learning Achievementin 4th grade students which was related to the application of Jigsaw type II Cooperative Learning Model Keywords: learning achievement, cooperative learning model of jigsaw II type. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI x KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis haturkan kepada Allah AWT atas berkat rahmat serta karunianya-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian eksperimen ini dengan judul “PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II”. Skripsi ini disusun untuk emperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini tidak mungkin selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Rohandi, Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 4. Drs. Y.B. Adimassana, M.A., dosen pembimbing I, yang telah memberikan arahan, dorongan semangat, serta sumbangan pemikiran yang penulis butuhkan untuk menyelesaikan skripsi ini. 5. Rusmawan, S.Pd., M.Pd. dosen pembimbing II, yang telah memberikan bantuan ide, saran, kritik, serta bimbingannya yang sangat berguna selama penelitian maupun dalam penyusunan skripsi ini. 6. Drs. Sukawit, M.A., kepala sekolah SD N Tegalrejo II Yogyakarta yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian ini di kelas IV SD N Tegalrejo II. 7. Mugi Rahayu, S.Pd., wali kelas IV B yang telah memberikan bantuan waktu, dan masukan-masukan yang bermanfaat bagi penulis. 8. Eny Mulyati, S.Pd., wali kelas IV A yang telah memberikan masukan dan bantuan waktu kepada penulis. 9. Siswa kelas IV SD N Tegalrejo II yang telah bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini. 10. Bapak, Ibu, dan kakak yang telah memberikan fasilitas serta dukungan yang tidak pernah berhenti selama melakukan penelitian ini. 11. Teman-teman penulis, terutama teman-teman kelompok penelitian kolaboratif (Carolus Boromeus Fajar TP, Ursula Wahyu, Irene Ika Kusuma Y, Seapti Widiasari, Crhistina Inggriani, Aarmawan, Ardina, Novia Catur, dan x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi Oca)yang telah memberikan masukan ide, semangat, dan dorongan untuk menyelesaikan penelitian ini. 12. Teman-teman kelompok PPL di SD N Tegalrejo II (Nur Hidayatama, Carolus Boromeus Fajar, Christina Inggriani, Taufik, Zulfan, Apriani, dan Siska), yang memberikan keceriaan ditengah-tengah waktu pelaksanaan penelitian. 13. Teman yang memberikan keceriaan di luar kuliah (Metta Kusumawati, Paskasius Wahyu Triadi, Yosevin Melisa, Dodik Prasetyo, Yanuarius Bintang, Nur Tri Budi Anta, dan lainnya). 14. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama penelitian ini. Penulis menyatakan bahwa skripsi ini mash jauh dari kesempurnaan. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi siapa saja yang membaca. Terima Kasih. Yogyakarta, Penulis, Novean Raharjo xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii DAFTAR ISI HALAMAN HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv HALAMAN MOTTO ....................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN ................................................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................ viii ABSTRACT ......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ...................................................................................... x DAFTAR ISI ..................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xv DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ...................................................................... 1 1.2 Pembatasan Masalah .............................................................................. 5 1.3 Rumusan Masalah .................................................................................. 6 1.4 Tujuan Penelitian .................................................................................... 6 1.5 Manfaat Penelitian .................................................................................. 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Teori ............................................................................................. 8 2.1.1 Belajar ........................................................................................... 8 2.1.1.1 Pengertian Belajar.................................................................. 8 2.1.1.2 Prestasi Belajar ...................................................................... 9 2.1.1.3 Faktor yang Mempengaruhi Belajar ...................................... 10 2.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif ................................................... 12 2.1.2.1 Definisi Pembelajaran Kooperatif ......................................... 12 2.1.2.2 Unsur Pembelajaran Kooperatif ............................................ 13 2.1.2.3 Macam-macam Model Pembelajaran Kooperatif .................. 15 2.1.2.4 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II…………….. 17 2.1.3 IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) ...................................................... 23 2.1.3.1 Hakekat IPS ........................................................................... 23 2.1.3.2 Ruang LingkupIPS di Sekolah Dasar .................................... 24 2.1.3.3Materi Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar ............................ 24 2.1.4 Pembelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II ......................................................................................... 25 2.1.5 Hasil Penelitian Sebelumnya ......................................................... 28 2.2 Kerangka Berpikir ................................................................................... 34 2.3 Hipotesis Penelitian ................................................................................. 36 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ....................................................................................... 37 3.2 Setting Penelitian .................................................................................... 38 3.2.1 Tempat Penelitian .......................................................................... 38 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xiii 3.2.2 Waktu Penelitian ........................................................................... 38 3.3 Populasi dan Sampel .............................................................................. 39 3.4 Variabel Penelitian ................................................................................. 40 3.5 Definisi Operasional ............................................................................... 41 3.6 Instrumen Penelitian ................................................................................ 42 3.7 Validitas dan Reliabilitas ........................................................................ 43 3.7.1 Uji Validitas Instrumen ................................................................. 43 3.7.2 Uji Reliabilitas Instrumen ............................................................. 47 3.8 Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 48 3.9 Teknik Analisa Data ............................................................................... 49 3.9.1 Statistik Deskriptif......................................................................... 49 3.9.2 Statistik Inferensial ........................................................................ 49 3.9.2.1 Uji Prasyarat Analisis ............................................................ 50 3.9.2.2 Uji Beda Kemampuan Awal .................................................. 51 3.9.2.3Uji Hipotesis ........................................................................... 52 3.9.2.4 Uji Besar Pengaruh ................................................................ 53 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ....................................................................................... 55 4.1.1 Deskripsi Hasil Penelitian ............................................................. 55 4.1.2 Analisis Data Penelitian ................................................................ 57 4.1.2.1 Uji Normalitas ....................................................................... 57 4.1.2.2 Uji Homogenitas .................................................................... 61 4.1.2.3 Uji Kemampuan Awal ........................................................... 62 4.1.2.4 Uji Hipotesis .......................................................................... 63 4.1.2.5 Uji ......................................................................................... 65 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian .................................................................. 66 4.3 Pembahasan ............................................................................................. 67 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 71 5.2 Saran ........................................................................................................ 72 5.3 Keterbatasan Peneliti ............................................................................... 72 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 74 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xiv DAFTAR TABEL HALAMAN Tabel 1. Target Penelitian .................................................................................. 39 Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan Penelitian dan Pengambilan Data ....................... 39 Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Penelitian .............................................................. 43 Tabel 4. Tabel Interpretasi Skor ......................................................................... 45 Tabel 5. Hasil Uji Validitas Instrumen .............................................................. 46 Tabel 6. Klasifikasi Koefisien Korelasi Reliabilitas .......................................... 47 Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen .......................................................... 48 Table 8. Pengumpula Data Kelompok Eksperimen dan Kontrol ...................... 48 Table 9. Kriteria Nilai Effect Size...................................................................... 54 Tabel 10. Data Prestasi Belajar .......................................................................... 56 Tabel 11. Hasil Uji Normalitas Data PretestKelompok Eksperimen ................ 57 Tabel 12. Hasil Uji Normalitas Data Posttest Kelompok Eksperimen .............. 58 Tabel 13. Hasil Uji Normalitas Data Pretest Kelompok Kontrol....................... 59 Tabel 14. Hasil Uji Normalitas Data Posttest Kelompok Kontrol ..................... 59 Tabel 15. Uji Homogenitas Pretest .................................................................... 61 Tabel 16. Uji Perbedaan nilai pretest ................................................................. 62 Tabel 17. Perbandingan Nilai Posttest Kelompok Ekaperimen dan Kelompok Kontrol Variabel Prestasi Belajar (Hasil Uji Hipotesis) .................................... 64 Tabel 18. Rangkuman Homogenitas Pretest ...................................................... 66 Tabel 19. Rangkuman Pretest dan Posttest ........................................................ 67 Tabel 20. Rangkuman Perbandingan Skor Posttest ........................................... 67 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xv DAFTAR GAMBAR HALAMAN Gambar 1. Literatur Map.................................................................................... 33 Gambar 2. Design Penelitian.............................................................................. 37 Gambar 3. Skema Variabel Penelitian ............................................................... 41 Gambar 4. Kurva Uji NormalitasPretest Kelompok Eksperimen ...................... 57 Gambar 5. Kurva Uji NormalitasPosttest Kelompok Eksperimen .................... 58 Gambar 6. Kurva Uji NormalitasPretest Kelompok Eksperimen ...................... 59 Gambar 7. Kurva Uji NormalitasPosttest Kelompok Eksperimen .................... 60 Gambar 8. Perbandingan Nilai Pretest dan Posttest Kelompok eksperimen dan Kelompok Kontrol ............................................................................................. 65 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xvi DAFTAR LAMPIRAN HALAMAN Lampiran 1. Surat Izin Penelitian....................................................................... 76 Lampiran 2. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ............................. 77 Lampiran 3. Silabus Kelompok Eksperimen ..................................................... 78 Lampiran 4. Silabus Kelompok Kontrol ............................................................ 83 Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Eksperimen ........ 88 Lampiran 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Kontrol............... 114 Lampiran 7. Materi Ajar .................................................................................... 138 Lampiran 8. Instrumen Validitas........................................................................ 146 Lampiran 9. Hasil ValiditasInstrumen Penelitian .............................................. 153 Lampiran 10. Soal Pretest dan Posttest ............................................................. 156 Lampiran 11. Tabulasi Data Hasil Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen ........................................................................................................ 161 Lampiran 12. Tabulasi Data Hasil Preetest dan Posttest Kelompok Kontrol.... 165 Lampiran 13. Hasil Data Penghitungan Prestasi Belajar ................................... 169 A. Uji Normalitas Kelompok Eksperimen .................................................. 169 B. Uji Normalitas Kelompok Kontrol ......................................................... 169 C. Perbandingan Skor Pretest (Uji homogenitas) ....................................... 170 D. Uji Kemampuan Awal ............................................................................ 170 E. Perbandingan Skor Posttest Kelompok Eksperimen dan Kontrol ......... 171 F. Efferct Size.............................................................................................. 171 Lampiran 14. Lembar Pengamatan Pelaksanaan Proses Jigsaw II .................... 172 Lampiran 15. Hasil Expert Judgement ............................................................... 174 Lampiran 16. Foto Pelaksanaan Penelitian ........................................................ 186 Lampiran 17. Daftar Riwayat Hidup .................................................................. 188 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Melalui pendidikan, setiap individu disediakan berbagai kesempatan belajar sepanjang hayat, baik untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap maupun untuk dapat menyesuaikan diri dengan dunia khususnya masyarakat dan perkembangan IPTEK. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pendidikan yang benar-benar sesuai untuk kebutuhan dan perkembangan hidup manuisa. UNESCO dalam Lasmawan (2009), beranggapan bahwa pendidikan yang relevan berdasar pada empat pilar, yaitu (1) learning to know, (2) learning to do, (3) learning to be, dan (4) earning to live together. Learning to know lebih menekankan pada pemerolehan pengetahuan, learning to do menekankan pada penggunaan pengetahuan untuk mendapat keterampilan hidup, learning to be menekankan pada penggunaan pengetahuan dan keterampilan untuk hidup, dan learning to livetogether lebih menekankan pada pembelajaran untuk hidup bersama dan saling bergantung antar sesama manusia. Pendidikan yang menerapkan keempat pilar tersebut saat ini sangat diharapkan agar dalam prakteknya tidak semata-mata hanya mencerminkan pengetahuan saja, tetapi juga harus mengembangkan aspek sikap, dan keterampilan dari peserta didik. Praktek sebuah pendidikan pembelajaran. Disinilah sering seringkali dikaitkan dengan proses terjadi penafsiran bahwa ketidakberhasilan pendidikan adalah dikarenakan oleh proses pembelajaran yang kurang tepat. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak benar juga apabila dikatakan 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 itulah yang menyebabkan sebuah pendidikan kurang bermutu. Seorang guru juga menjadi aspek penting dalam sebuah praktek pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Guru menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sebuah pendidikan, sehingga seorang guru perlu memiliki wawasan luas bagaimana harus membuat sebuah pembelajaran itu efektif dan optimal dan akhirnya pembelajaran yang dilakukan dapat dikatakan sukses. Pembelajaran dikatakan sukses apabila siswa mampu mencapai prestasi belajar yang tinggi. Tugas guru berkaitan dengan bagaimana mereka harus dapat mengembangkan cara-cara dan strategi mengajar yang baik sehingga peserta didik dapat belajar dengan menyenangkan dan dapat meraih prestasi belajar yang memuaskan. Syah (2001:132) mengemukakan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan belajar. Menurutnya prestasi belajar salah satunya dipengaruhi oleh metode ataupun pendekatan dalam belajar.Adanya sebuah strategi ataupun model pembelajaran yang digunakan menuntut anak aktif dalam memperoleh pengetahuan mereka sendiri, maka dimungkinkan pencapaian hasil belajar dan prestasi belajar akan lebih baik. Semakin tepat sebuah strategi, model, ataupun metode yang digunakan dalam aktivitas belajar, maka semakin besar peluang siswa mendapat prestasi belajar yang baik(Syah, 2001:132). IPS merupakan kajian yang luas tentang manusia dan dunianya. IPS juga merupakan pelajaran yang mengkaji, menelaah, menyoroti, dan membahas tentang kehidupan dan masalah-masalah social dari berbagai aspek kehidupan (Hasan, 1991:3). Dilihat dari hal tersebut, sebenarnya IPS adalah mata pelajaran

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 yang menarik. Banyak hal yang berkaitan dengan siswa ataupun lingkungannya untuk dapat dikaji dan menjadi fokus pembelajaran. Permasalahan yang sering muncul mungkin dikarenakan oleh luasnya kajian dan banyaknya materi dalam pelajaran IPS yang harus siswa kuasai. Materi yang bersifat hafalan seperti deskripsi dan narasi dalam mata pelajaran ini, mengindikasikan bahwa proses pembelajaran IPS akan monoton dan apabila guru tidak bisa membuat pembelajaran yang menarik, maka proses pembelajaran akan bersifat konvensional. Banyak kasus menunjukkan dalam pembelajaran IPS yang menjadi pusat pembelajarn adalah guru, padahal pembelajaran yang baik haruslah berpusat pada siswa. Guru harus benar-benar tahu bagaimana memusatkan pembelajaran agar peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran. Guru juga harus pintarpintar membuat kondisi yang aktif, inovatif efektif, dan menyenangkan untuk para peserta didik agar mereka terlibat dalam keseluruhan kegiatan belajar. Lasmawan (2010:296) menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah salah satu model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran (student oriented). Dengan itu siswa akan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, dan secara langsung siswa dapat mengalami pengalaman belajar untuk memudahkan pemahaman mereka. Model pembelajaran kooperatif khususnya memiliki ciri yaitu mengutamakan kerjasama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, sehingga biasanya siswa dibentuk dalam kelompok dan dalam kelompok tersebut siswa bekerja sama guna memecahkan masalah. Siswa secara berkelompok mengembangkan kecakapan hidupnya, seperti menemukan, dapat memecahkan masalah, dalam pengambilan keputusan,

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 berpikir logis, berkomunikasi efektif, dan bekerja sama.Johnson & Johnson dalam Trianto (2009:57) menyatakan bahwa tujuan utama belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akademik dan pemahaman, baik secara individu maupun secara kelompok. Dimungkinkan dengan penerapan pembelajaran kooperatif akan dapat memaksimalkan aktivitas belajar peserta didik sehingga prestasi belajar akan meningkat. Salah satu jenis model pembelajaran kooperatif yang efektif dalam pembelajaran IPS adalah Jigsaw tipe II. Menurut Slavin, Robert E (2010:237), “pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II sebagai pembelajaran dalam sebuah tim yang heterogen sebagaimana pembelajaran kooperatif yang biasa. Jigsaw II merupakan adaptasi dari Jigsaw, yang lebih praktis dan mudah”. Model pembelajaran ini akan sangat cocok digunakan dalam pelajaran IPS karena keseluruhan materi dalam pelajaran ini yang berupa cerita, narasi, biografi, ataupun materi deskriptif.Jigsaw II juga memiliki kelebihan antara lain meningkatkan tanggung jawab, rasa toleran, keterkaitan antar siswa, penguasaan materi yang lebih mendalam, dan penghargaan untuk dapat diterapkan agar kualitas pembelajaran lebih baik, dan dapat meningkatkan prestasi belajar tentunya. Penelitian-penelitian terdahulu tentang pembelajaran kooperatif tipe Jigsawmemrbuktikanbahwa model ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Mashudi dan Olyn Suyanti (2013) yang meneliti tentang model pembelajaran tipe Jigsaw, menemukan hasil bahwa Jigsaw lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional dan juga dapat meningkatkan prestasi belajar. Penelitian yang

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 dilakukan oleh Juwita (2012), Nyoman Arinata (2012), dan Haryanta (2013) yang meneliti tentang penerapan Jigsaw II juga menyimpulkan bahwa model pembelajaran ini memiliki pengaruh dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa secara signifikan. Penerapan model pembelajaran ini memberikan perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok eksperimen yang menggunakan metode Jigsaw II dengan kelas control yang menggunakan pembelajaran biasa (konvensional). Peneliti merasa tertarik untuk membuktikan bahwa adanya perbedaan prestasi belajar IPS siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw IIdan yang menggunakan model pembelajaran konvensional atau biasa. Untuk itu peneliti akan melakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Adapun judul dalam penelitian ini adalah “Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II”. 1.2. Pembatasan masalah Dikarenakan keterbatasan waktu dan banyaknya materi pada mata pelajaran IPS, peneliti membatasi permasalahan hanya pada untuk melihat adanya perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Materi IPS dibatasi hanya pada materi

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 semester 2 KD 2 yaitu mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 1.3. Rumusan penelitian Berdasarkan Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut di atas, dapat dituliskan rumusan masalah penelitian sebagai berikut: Apakah ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II? 1.4. Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan moodel pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 1.5. Manfaat penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut. 1. Secara Teoritis a. Memberikan tambahan informasi mengenai perbedaan pengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw IIdan yang tidak menggunakannya. b. Memberikan sumbangan terhadap pembaharuan pendidikan mengenai strategi dan metode mengajar yang efektif meningkatkan prestasi belajar dan menekankan pada keaktifan siswa sebagai pusat perhatian.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 2. Secara Praktis a. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi orang tua maupun pihak sekolah untuk mengetahui tentang model pembelajaran kooperatif. Orang tua dan pihak sekolah dapat memberikan dukungan yang positif kepada siswa dalam hal memberikan motivasi belajar kepada siswa melalui penerapan pembelajaran kooperatif. b. Memberikan dorongan bagi guru agar lebih mengoptimalkan proses belajar mengajar dengan penggunaan kooperatif dalam proses belajar mengajar. model-model pemelajaran

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kajian teori 2.1.1. Belajar 2.1.1.1. Pengertian belajar Menurut Tanlain (2007:6) belajar adalah latihan-latihan yang dilakukan sendiri oleh tiap orang dengan tujuan memperoleh pengetahuan, pemecahan masalah, keterampilan, sikap dan pola tingkah laku. Sejalan dengan hal tersebut, Hilgard dalam Tanlain (2007:6) mengatakan bahwa belajar (leraning) adalah sebagai proses yang didalamnya terbentuk tingkah laku atau terjadi perubahan tingkah laku melalui praktek atau latihan. Slameto (2010:2) mengungkapkan bahwa belajar merupakan proses usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam menemukan perubahan perilaku yang baru secara menyeluruh melalui pengalaman yang diperoleh dari pengalaman berinteraksi dengan lingkungannya. Keseluruhan dari pendapat para ahli daiatas menekankan bahwa belajar adalah sebuah proses perubahan tingkah laku. Traver dalam Suprijono (2009:2) juga mengemukakan hal yang sama yaitu belajar adalah proses penghasilan penyesuaian tingkah laku. Kesimpulan yang peneliti ambil berdasarkan beberapa pendapat mengenai pengertian belajar diatas yaitu belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang berkesinambungan dimana perubahan tersebut terjadi dalam aktivitas-aktivitas ataupun latihan-latihan. Dapat diartikan pula bahwa proses atau aktivitas terstruktur dalam sebuah lingkungan yang dilakukan seseorang dan kemudian 8

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 akan menghasilkan sebuah pengalaman baru ataupun sebuah tingkah laku baru yang menjadi tujuan adanya aktivitas tersebut. 2.1.1.2. Prestasi belajar Sebelum menjelaskan tentang prestasi belajar, terlebih dahulu akan dibahas mengenai prestasi. Prestasi menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti hasil yang telah dicapai. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai setelah melakukan aktivitas belajar. Belajar dapat diamati melalui praktek atau latihan sehingga terbentuk tingkah laku baru sebagai hasil dari aktivitas belajar tersebut. Prestasi belajar sering dikaitkan dengan kegiatan belajar, karena prestasi belajar disini adalah sebagai hasil dari sebuah proses belajar yang dilakukan individu. Prestasi belajar (achivement) berbeda dengan hasil belajar (learning outcome). Prestasi belajar pada umumnya berkaitan dengan aspek pengetahuan, sedangkan hasil belajar meliputi aspek pembentukan watak siswa (Arifin, 2009:12). Menurut Winkel (dalam Hartanto, 2011), prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan dalam aktivitas belajar yang dilakukan individu/siswa yang sesuai dengan bobot yang dicapainya. Menurut Hartanto prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak, dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan dalam mempelajari sesuatu yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau rapor. Peneliti menyimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam sebuah aktivitas belajar yang dapat berupa nilai ataupun dalam

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 bentuk pengalaman/perubahan tingkah laku baru sebagai hasil dari apa yang telah dipelajari. 2.1.1.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar Syah (2001:132) mengungkapkan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh tiga macam faktor, yaitu faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar. Berikut penjelasan dari ketiga faktor yang mempengaruhi prestasi belajar: 2.1.1.3.1. Faktor internal Faktor internal berasal dari dalam diri individu. Faktor ini membuktikan adanya peningkatan prestasi menjadi lebih baik atau tinggi. Faktor internal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar antara lain (1) Bakat atau kemampuan siswa untuk belajar. (2) Kecerdasan, yaitu potensi dasar yang dimiliki oleh setiap siswa. (3) Minat, yaitu suatu ketertarikan atau perhatian padasuatu objek yang cenderung bersifat menetap yang didalamnya ada unsur rasa senang. Dan (4) Motivasi, yaitu suatu tenaga atau keinginan yang mendorong individu bertindak atau berbuat sesuatu untuk tujuan tertentu. Keempat faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar ini memiliki pengaruh kuat dalam peningkatan prestasi belajar individu karena dalam keempat faktor interen ini lebih berkaitan dengan keadaan diri individu, bagaimana dia belajar, ketertarikan terhadap sesuatu, kemampuan yang dimiliki, dan keinginan akan belajar yang menjadi kekuatan besar untuk menjadikan prestasi belajar lebih baik.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 2.1.1.3.2. Faktor eksternal Berbeda dengan faktor internal yang memiliki pengaruh besar terhadap prestasi belajar individu, faktor eksternal hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap prestasi. Faktor eksternal tersebut antara lain: (1) Kualitas guru dalam penguasaan materi, (2) metode yang digunakan dalam mengajar, (3) fasilitas mengajar, dan (4) lingkungan yang mendukung. Walaupaun pengaruhnya tidak terlalu besar tetapi terkadang faktor eksternal ini ikut menentukan prestasi belajar individu. Oleh karena itu faktor eksternal ini tetap memiliki bagian penting dalam pengembangan kemampuan anak terutama prestasi belajarnya. Faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Akan lebih baik keempat faktor tersebut dapat dimaksimalkan keberadaannya dalam upaya meningkatkan prestasi belajar individu, sehingga pencapaiannya akan lebih optimal. 2.1.1.3.3. Faktor pendekatan belajar Aktivitas yang dilakukan siswa dalam belajar mempengaruhi prestasi belajar yang dicapai siswa. Faktor pendekatan belajar lebih menekankan pada upaya untuk melibatkan secara optimal strategi dan metode belajar yang digunakan anak dalam belajar. Adanya sebuah strategi ataupun model pembelajaran yang digunakan menuntut anak aktif dalam memperoleh pengetahuan mereka sendiri, maka dimungkinkan pencapaian hasil belajar dan prestasi belajar akan lebih baik. Semakin tepat sebuah strategi, model, ataupun metode yang digunakan dalam aktivitas belajar, maka semakin besar peluang siswa mendapat prestasi belajar yang baik.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 2.1.2. Model pembelajaran kooperatif 2.1.2.1. Definisi pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif berlandaskan teori konstruktivisme, yaitu suatu pendekatan belajar dimana siswa dituntut untuk menemukan dan mentransformasikan pengetahuan melalui kegiatan diskusi ataupun kegiatan interaksi dengan teman (Rusman, 2010:201). Rusman (2010:202) mengungkapkan bahwa “pembelajaran kooperatif adalah bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen”. Sejalan dengan pendapat Rusman, Nurulhayati (dalam Rusman, 2010:203) menegaskan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang lebih melibatkan partisipasi siswa dalam sebuah kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Menurut Rogerdalam Huda (2011:29) pembelajaran kooperatif merupakan aktivitas pembelajaran dalam kelompok yang terorganisir melalui satu prinsip yaitu bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara sosial dalam setiap kelompok, dan didalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota kelompok lainnya. Lie (2010:28) mengungkapkan bahwa sistem pengajaran yang memungkinkan adanya kesempatan bagi anak didik untuk saling bekerjasama dengan siswa lain dalam berbagai tugas yang terstruktur disebut sebagai sistem “pembelajaran gotong royong” atau cooperative learning , dan guru bertindak

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 sebagai fasilitator”. Pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok, terdapat unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakan dengan belajar kelompok biasa. Penerapan dasar pembelajaran kooperatif dengan baik akan memberikan bantuan kepada guru untuk dapat mengelola kelas dengan baik dan efektif. Peneliti menyimpulkan bahwa hal pokok dalam pembelejaran kooperatif adalah siswa bekerja sama untuk belajar dan bertanggunag jawab pada kemajuan belajar temannya. Belajar kooperatif ini menekankan pada tujuan dan keberhasilan kelompok, yang hanya bisa dicapai dengan dicapainya tujuan atau penguasaan materi semua anggota kelompok. (Slavin dalam Trianto, 2009:57). 2.1.2.2. Unsur-unsur pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif berbeda dengan belajar berkelompok biasa, tidak semua kerja kelompok dapat dikatakan sebagai pembelajaran kooperatif. Roger dan Johnson dalam Lie (2010: 31-37) membahas tentang unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif, yaitu: a. Saling ketergantungan positif. Keberhasilan sebuah karya dalam pembelajaran kooperatif sangat bergantung pada usaha setiap anggota dalam kelompok tersebut. Terdapat tugas masingmasing anggota kelompok agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sehingga pemberian tugas yang berbeda kepada masing-masing anggota kelompok akan menuntut mereka untuk saling bergantung satu dengan lainnya. Sehingga secara tidak langsung pembelajaran kooperatif akan menuntut

(31) 14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ketergantungan terutama dalam hal yang positif guna mencapai keberhasilan belajar dalam kelompok. b. Tanggung jawab perseorangan. Unsur ini dapat dikatakan sebagai akibat dari unsur yang pertama. Dengan persiapan yang matang dan penyusunan tugas sedemikian rupa dalam pembelajaran kooperatif, menuntut setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas tugasnya agar kegiatan selanjutnya dapat dilakukan bersama kelompok. Sehingga siswa akan merasa memiliki tanggung jawab atas keberhasilan dan tugas bersama kelompoknya. c. Tatap muka Tatap muka yaitu memberikan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk menguntungkan. bertatap Sinegi muka ini lebih membentuk sinergi kearah menghargai yang saling perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing-masing anggota kelompok. Untuk dapat memaksimalkan sinergi tersebut, diperlukan waktu untuk saling mengerti antar anggota kelompok dalam kegiatan tatap muka dan interaksipribadi. d. Komunikasi antar anggota Unsur ini menghendaki para siswa dikenalkan dengan keterampilan berkomunikasi. Siswa dilatih untuk dapat mendengarkan dan juga dituntut untuk dapat mengutarakan pendapat mereka dalam kelompok. Dengan itu keberhasilan kelompok dalam kegiatan pembelajaran akan semakin besar.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 e. Evaluasi proses kelompok Evaluasi merupakan unsur yang terakhir. Diperlukan adanya sebuah penjadwalan bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya dapat bekerja lebih efektif.Evaluasi dapat dilakukan dalam beberapa selang waktu pembelajaran kooperatif. Bentuk evaluasi juga bermacam-macam dan dapat disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa. 2.1.2.3. Macam-macam model pembelajaran kooperatif 2.1.2.3.1. Student Team Achievement Devision (STAD) Model pembelajaran tipe STAD dikembangkan oleh Slavin. Siswa masuk dalam kelompok yang heterogen dengan gender, ras, kemampuan latar belakang yang berbeda-beda. Pertama-tama siswa mengerjakan soal pretest, kemudian siswa dalam kelompok mempelajari materi bersama dengan teman dan saling membelajarkan. Setelah itu siswa secara mandiri mengerjakan kuis yang disediakan guru, siswa tidak boleh saling membantu. Skor kuis kemudian dibandingkan dengan nilai pretest. Peningkatan nilai tiap siswa dibandingkan dengan poin kemajuan siswa. Kelompok yang unggul dalam pembelajaran diberikan penghargaan kelompok sehingga siswa termotivasi untuk memperoleh skor tim tinggi. 2.1.2.3.2. Team Accelerated Instruction (TAI) Pada mulanya TAI dterapkan khusus untuk mata pelajaran matematika/keterampilan hitung. Dalam TAI siswa saling bekerjasama untuk saling mengecek tugas temannya dan saling memberi bantuan jika dibutuhkan.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Pemberian nilai dilakukan dengan memberikan tes individu dan guru memperhatikan setiap siswa. Perhatian itu bukan hanya sejauh mana siswa dapat menyelesaikan tugas, namun juga bagaimana siswa dapat mengerjakan tugas secara mandiri tanpa mancontek. Kelompok yang unggul dalam rata-rata nilai atas kontribusi tiap siswa diberi penghargaan (reward). 2.1.2.3.3. Teams Games Turnament (TGT) Praktek STAD dan TGT sebenarnya tidak jauh berbeda, yang membedakan adalah jika pada STAD terdapat kuis, maka dalam TGT diganti dengan istilah game akademik. Siswa dalam tim yang berjumlahkan 5 anggota memainkan game di meja turnament. Sebelum memainkan game turnament kelompok belajar bersama untuk mempersiapkan diri dengan mempelajari lember materi. Dalam TGT tiap siswa memiliki taggungjawab individual untuk memperoleh nilai tinggi. Nilai tiap siswa nantinya akan berkontribusi bagi nilai kelompok, karena kelompok yang unggul nilainya akan diberi serifikat penghargaan. 2.1.2.3.4. Jigsaw Aronson (2011) mengatakan bahwa esensi dari Jigsaw I adalah dimana setiap siswa dalam kelompok memeiliki satu potongan gambaran informasi khusus yang masing-masing berbeda, lalu siswa tersebut bertangging jawab untuk dapat mengajarkannya kepada teman dalam kelompoknya. Seluruh gambaran informasi yang bergabung tersebut seperti layaknya puzzle utuh. Isdjoni (2007) menambahkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I siswa berkelompok 4-6 anggota kelompok yang heterogen, karena

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 kelompok dengan angota 4-6 orang lebih sepaham dalam menyelesaikan permasalahan dibandingkan 2-4 orang saja. Kunci dari jigsaw adalah saling ketergantungan, yaitu setiap siswa bergantung pada teman satu kelompoknya utuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Dalam pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw I siswa bekerja dalam tim yang heterogen. Para siswa diberi tugas untuk membaca beberapa bab atau unit, kemudian diberi lembar ahli yang terdiri atas topik-topik yang berbeda. Topik-topik tersebut yang akan menjadi fokus perhatian masing-masing anggota tim saat mereka membaca. 2.1.2.4. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II 2.1.2.4.1. Definisi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Jigsaw tipe II ini dikembangkan oleh Robert E. Slavin. Jigsaw tipe ini paling efektif untuk materi pelajaran yang berbentuk narasi tertulis seperti pelajaran ilmu sosial, literatur, sebagian pelajaran ilmu pengetahuan ilmiah, dan bidang-bidang lainnya yang bertujuan lebih kepada penguasaan konsep dari pada penguasaan kemampuan. Sumber belajar atau bahan baku untuk Jigsaw II ini biasanya harus berupa sebuah bab, cerita, biografi atau materi narasi. Slavin (2008) berpendapat bahwa Jigsaw II yang merupakan adaptasidari Jigsaw lebih praktis dan mudah dari Jigsaw. Dalam Jigsaw I, pemberian materi diberikan acak kepada salah satu anggota kelompok yang kemudian menjadi “ahli” pada suatu aspek tertentu dalam materi. Setelah itu, para ahli dari kelompok lain berkumpul untuk mendiskusikan keseluruhan materi yang dipelajari masingmasing ahli tersebut. Setelah itu para ahli kembali ke kelompok asal untuk mengajarkan topik yang sudah mereka kuasai kepada teman sekelompoknya.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Langkah terakhir diberikan tes atau assesment yang mencakup semua bahasan topik (Trianto, 2009:75-76). Jigsaw I ini menekankan setiapkelompok ahli membaca bagian atau materi yang berbeda-beda. Slavin (2008) berpendapat bahwa hal yang paling sulit dalam Jigsaw I adalah setiap bagian atau materi harus ditulis ataupun diringkas agar dengan sendirinya dapat dengan mudah dipahami. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, menekankan para siswa bekerja dalam tim. Masing-masing anggota diberikan “lembar ahli” yang terdiri atas topik-topik berbeda dan harus menjadi fokus perhatian masing-masing anggota kelompok. Siswa berkumpul dalam kelompok ahli yang memiliki topik atau bagian materi yang sama.Ketika diskusi telah selesai, maka para ahli tersebut berkumpul ke kelompok awal (asal) mereka untuk mengajari teman satu kelompoknya. Setiap siswa bergantian dalam menjelaskan topik yang sudah mereka diskusikan dalam kelompok ahli sebelumnya. Tahap terakhir adalah para siswa menerima penilaian yang mencakup seluruh topik bahasan, dan skor kuis yang didapatkan menjadi skor kelompok. Penilaian ini sama seperti dalam STAD, skor-skor yang dikontribusikan para siswa kepada kelompoknya didasarkan pada sistem skor perkembangan individual, dan kelompok yang mendapat skor tinggi akan mendapat sertifikat atau bentuk-bentuk rekognisi atau penghargaan. Kunci dari metode ini adalah interdependensi yaitu setiap siswa saling bergantung pada teman satu kelompoknya untuk dapat memberikan informasi yang diperlukan supaya dapat berkinerja baik dalam penilaian. (Slavin, 2008) Perbedaan mendasar dari kedua tipe ini adalah terdapat pada sistem pembagian tugas yaitu para ahli dalam setiap kelompok. Pada Jigsaw I, yang

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 bertugas menjadi ahli harus berdiskusi dengan para ahli dari kelompok lain untuk membahas topik yang berbeda-beda dan kemudian harus menguasai keseluruhan aspek untuk diajarkan kepada teman satu kelompok asalnya. Pembagian tugas pada Jigsaw tipe II ini lebih menekankan kerjasama kelompok, karena setiapanggota memiliki tugasnya masing-masing dalam memahami materi pelajaran. Setelah itu setiap anggota kelompok berkumpul dengan para ahli dengan materi yang sama. Setelah diskusi, siswa kembali ke kelompok asal kemudian setiap anggota kelompok bergantian mengulas sebagian materi yang menjadi tugas mereka. Perbedaan lain terlihat saat akhir pembelajaran, yaitu adanya penghargaan atau repetisi yang diberikan kepada kelompok yang memilliki skor tertinggi pada modelpembelajaran Jigsaw II, sedangkan pada Jigsaw I tidak terdapat penghargaan kelompok. Slavin (2008) mengemukakan kelebihan dari pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II adalah bahwa semua anggota kelompok membaca materi yang dibagikan, dan akan membentuk konsep-konsep yang telah disatukan menjadi lebih mudah dipahami. Dapat diartikan bahwa dengan kontribusi siswa dalam mengartikan atau mengerti bagian materi yang sudah menjadi tugasnya, maka akan muncul konsep-konsep yang kemudian mudah disatukan dan mudah untuk dipahami oleh semua anggota kelompok. 2.1.2.4.2. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Trianto (2009:75-76) membahas mengenai langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Langkah-langkah tersebut antara lain:

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 a. Orientasi Kegiatan yang dilakukan dalam orientasi cenderung untuk membuka pembelajaran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diberikan dan memberikan gambaran tentang metode Jigsaw II yang akan digunakan saat kegiatan belajar. Peserta didik diminta berkerjasama, bertanggung jawab,dan kritis dalam kegiatan belajar. b. Pengelompokan Pengelompokan didasarkan atas taraf kemampuan siswa atau dapat dikatakan pembagian kelompok secara heterogen. Pembagian kelompok yang heterogen tersebut bertujuan untuk menyetarakan kemampuan masing-masing kelompok. Masing-masing kelompok dihimpun dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Sebagai contoh pengelompokan dalam satu kelas akan dibagai menjadi 5 kelompok (A-E) dan setiap kelompok berjumlah 4 siswa (apabila jumlah siswa 20). Pembagian kelompok secara heterogen dilakukan dengan memberikan label 1 pada siswa dalam kelompok yang sangat baik, label 2 untuk kelompok baik, label 3 untuk kelompok sedang, dan label 4 untuk kelompok rendah. Dengan catatan pemberian label berdasar atas rangking ataskemampuan siswa yang sudah guru buat sebelumnya. Maka tiap grup akan berisi: Grup A (A1, A2, A3, A4) Grup B (B1, B2, B3, B4) Grup C (C1, C2, C3, C4)

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Grup D (D1, D2, D3, D4)3e Grup E (E1, E2, E3, E4) c. Pembentukan dan pembinaan kelompok expert (ahli) Tahap ketiga dalam pelaksanaan Jigsaw IIini, grup/kelompok tersebut dipecah menjadi kelompok yang akan mempelajari materi dan kemudian dibina supaya menjadi kelompok expert (ahli), berdasarkan indeks/label kemampuannya. Pembagian materi dalam pengelompokan ini didasarkan pada taraf kemampuan siswa. Siswa yang memiliki label 1 atau berkemampuan sangat baik atau tinggi, berkumpul dengan siswa dari kelompok lain yang juga memiliki label 1. Berikut gambaran pembentukan kelompok ahli dalam Jigsaw II: Kelompok 1 {A1, B1, C1, D1, E1} Kelompok 2 {A2, B2, C2, D2, E2} Kelompok 3 {A3, B3, C3, D3, E3} Kelompok 4 {A4, B4, C4, D4, E4} Setiap kelompok diberi konsep materi sesuai kemampuannya, misalnya kelompok 1 diberikan materi yang sulit atau membutuhkan kemampuan yang tinngi, dan selanjutnya sampai kelompok 4 diberikan materiyang lebih mudah. Diharapkan setiap kelompok mampu belajar topik atau materi dengan sebaik-baiknya sebelum mereka kembali ke kelompok awal sebagai tim ahli, dan disini peran pendidik sangat penting dalam membimbing siswa. d. Diskusi (pemaparan) kelompok ahli dalam grup Siswa yang sudah berdiskusi sesuai dengan kelompok ahli dapat dinamakan peserta didik ahli (expertist). Pada fase ini, kelima kelompok/grup (A-E) memiliki

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 ahli dalam masing-masing konsep tertentu. Dalam kelompok asal, masing-masing siswa secara bergantian dipersilahkan untuk mempresentasikan hasil atau keahlian mereka terhadap konsep yang sudah dipelajarinya. Selama proses ini diharapkan akan terjadi pertukaran pengetahuan atau proses saling belajar antar setiap siswa dalam kelompok. Dalam fase initerdapat aturan-aturan yang diberlakukan untuk seluruh anggota kelompok, yaitu: a) Setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap anggota kelompok mempelajari dan mengerti materi yang disampaikan. b) Memperoleh pengetahuan baru adalah tanggung jawab bersama, jadi setiap anggota harus belajar terus sampai mereka semua menguasai materi yang diberikan. c) Tanyakan atau sharingkan kepada anggota grupsebelum bertanya kepada pendidik. d) Pembicaraan dikondisikan dengan baik agar tidak mengganggu grup lain. e) Akhiri diskusi dengan “merayakannya” agar memperoleh kepuasan. e. Tes (penilaian) Pada tahap ini guru memberikan tes tulis yang memuat keseluruhan konsep atau materi yang telah didiskusikan. Siswa tidak boleh bekerja sama dengan teman lain karena tes bersifat individu. f. Pengakuan kelompok Penilaian pembelajaran kooperatif ini didasarkan pada skor peningkatan individu, tidak didasarkan pada skor akhir yang diperoleh siswa. Seberapa jauh

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 skor yang didapat tersebut melampaui rata-rata skor sebelumnya, menjadi dasar penilaian. Setiap siswa dapat memberikan kontribusi poin maksimum pada kelompoknya dalam sistem skor kelompok. Siswa memperoleh skor untuk kelompok didasarkan pada skor kuis mereka melampaui skor dasar mereka. 2.1.3. IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial ) 2.1.3.1. Hakekat IPS Pada dasarnya IPS adalah ilmu yang mempelajari tentang tatanan sosial dalam masyarakat. IPS juga mempelajari tentang hubungan antar manusia dalam lingkungan hidupnya. Pembelajaran IPS diberikan di semua jenjang pendidikan, dari SD sampai perguruan tinggi. IPS tidak menekankan pada aspek toeritis saja, melainkan lebih ditekankan kepada segi praktis mempelajari, menelaah, mengkaji gejala, dan masalah sosial yang disesuaikan dengan jenjang pendidikannya. Menurut Trianto (2010:171), “IPS merupakan integrasi dari berbagai bidang cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum,dan budaya. Ilmu pengetahuan sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang diwujudkan dalam salah satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya)”. IPS merupakan kajian yang luas tentang manusia dan dunianya. IPS juga merupakan pelajaran yang mengkaji, menelaah, menyoroti, dan membahas tentang kehidupan dan masalah-masalah social dari berbagai aspek kehidupan (Hasan, 1991:3).

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Sumaatmadja (dalam Lestari, 2011) juga mengatakan bahwa ilmu sosial yang mempelajari bidang keilmuan yang mempelajari manusia dalam masyarakat, dan manusia sebagai anggota masyarakat. Sepaham dengan Suatmadja, Haryanto (2011) berpendapat bahwa IPS adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat dan hubungan manusia dalam masyarakat tersebut. Peneliti menyimpulkan bahwa IPS adalah ilmu pengetahuan ataupun pelajaran yang mempelajari manusia sebagai masyarakat dan hubungan manusia dengan lingkungannya, IPS juga mencakup beberapa materi dan ilmu yang berkaitan dengan sosial lainnya seperti geografi, sejarah, dan ekonomi yang semuanya berhubungan erat dengan masyarakat ataupun sosial. 2.1.3.2. Ruang lingkup IPS di Sekolah Dasar IPS merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Di Sekolah Dasar, mata pelajaran ini diharapkan dapat mengembangakn sikap peka dan tanggap untuk bertanggung jawab dalam memecahkan masalahmasalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disebutkan bahwa ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai berikut: 1) Manusia, Tempat, dan Lingkungan 2) Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan 3) Sistem Sosial dan Budaya 4) Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Keterkaitan kehidupan siswa dengan keempat aspek tersebut sangatlah erat. Banyak hal yang mampu dikaji terkait kehidupan siswa dengan materi IPS.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.3.3. 25 Materi pembelajaran IPS di Sekolah Dasar SK : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi KD : 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalammeningkatkan kesejahteraan masyarakat 2.1.4. Pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatiftipe Jigsaw II Pembelajaran IPS yang cakupan materinya cukup luas memberikan pengaruh terhadap pemahaman siswa dalam belajar IPS. Hal tersebut akan menjadi hambatan bagi guru dalam usahanya meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya dalam pembelajaran IPS. Adanya model pembelajaran kooperatif yang dapat memanfaatkan luasnya materi mata pelajaran IPS yang bersifat narasi maupun deskripsi, memberikan jalan keluar akan sulitnya meningkatkan prestasi belajar khususnya dalam pelajaran IPS. Model pembelajaran ini akan coba saya terapkan dalam pembelajaran di kelas IV SD N Tegalrejo 2, untuk melihat apakah ada perbedaan pengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dalam penelitian yang sudah ada sebelumnya, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini memang memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar siswa di SDN 1 dan 2 Rendang, model pembelajaran ini juga dikatakan memiliki perbedaan hasil belajar yang signifikan dengan pembelajaran konvensional (Olyn Suyanti Darmada, dkk).

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II yang saya terapkan di SD N Tegalrejo 2, diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran IPS pada materi tentang mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Materi tentang koperasi yang bersifat hafalan dan deskripsi, dapat dioptimalkan melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini. Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama yang akan saya terapkan dalam kelas eksperimen, yaitu sebagai berikut: 1. Orientasi Guru menyampaiankan tujuan pembelajaran dan memberikan gambaran tentang metode Jigsaw II yang digunakan saat kegiatan pembelajaran. Siswa diberikan materi yang akan dipelajari dan mempelajarinya agar memperoleh gambaran keseluruhan dari konsep atau materi 2. Pengelompokan - Guru membagi siswa dalam kelompok berdasarkan taraf kemampuan siswa dan cakupan materi yang akan dipelajari. - Setiap anggota dalam kelompok dibagikan tugas untuk mempelajari bagian meteri yang berbeda (pembagian materi: (1) Sendi-sendi koperasi (pengertian, tujuan, manfaaat), (2) pentingnya usaha bersama dalam koperasi (hak dan kewajiban, wewenang), (3) perbedaan koperasi dengan badan usaha lain, dan (4) jenis-jenis koperasi) - Setiap siswa dalam kelompok melakukan studi pustaka tentang bagian materi yang sudah menjadi tugasnya

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 3. Pembentukan dan pembinaan kelompok expert (ahli) - Siswa berkumpul dalam kelompok expert (ahli) Ahli 1 Ahli 2 111111 Ahli 4 222222 333333 Ahli 5 444444 - Ahli 3 555555 Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli sesuai dengan bagian materi yang menjadi tugas masing-masing anggota kelompok 2. Diskusi (pemaparan) kelompok ahli dalam grup - Siswa kembali ke kelompok asal - Setiap siswa dengan tugasnya masing-masing bergantian mengkomunikasikan hasil diskusi dalam kelompok ahli kepada kelompok asal - Setiap siswa diharapkan mampu menjelaskan bagian materinya masingmasing dengan ringkas dan jelas sehingga anggota kelompok yang lain mudah memahami. 3. Tes (penilaian) - Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa - Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan - Evaluasi , siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 28 Guru memberikan penilaian/pencapaian skor setiap kelompok 4. Pengakuan kelompok - Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat skor tertinggi berdasarkan hasil dari evaluasi individu dan peningkatan hasil dari kelompok Dalam pelaksanaan pembelajaran pertemuan kedua, kegiatan yang dilaksanakan hampir sama, yang membedakan adalah materi yang digunakan sebagai sumber belajar siswa. Materi yang dibahas adalah organisasi koperasi, lambang koperasi, dan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw II ini, dimungkinkan akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Adanya pengenalan materi untuk pemahaman konsep awal dan adanya sistem kompetisi antar kelompok serta pemberian penghargaan akan lebih memicu siswa untuk dapat menguasai materi. Sehingga siswa akan mampu menguasai materi dan prestasi belajar mereka akan meningkat. Hasil tersebut mungkinakan berbeda pada kelas kontrol yang hanya menggunakan model pembelajaran yang konvensiaonal. Tidak adanya sistem kompetisi antar kelompok, tidak adanya pembagian materi, dan kurangnya kesempatan siswa untuk belajar secara mandiri sekaligus bekerjasama dengan kelompok akan membuat sulitnya pemahaman pada siswa. Secara spontan hal tersebut akan mempengaruhi hasil yang akan didapat. Akan terlihat ada perbedaan prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Jigsaw II dengan siswa yang hanya menggunakan pembelajaran yang biasa atau konvensional. 2.1.5. Hasil penelitian sebelumnya Beberapa penelitian yang mendukung ataupun relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh: Nyoman Arinata (2012) membahas tentang pengaruh Teknik Jigsaw II terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris dengan pengendalian sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Teknik Jigsaw II terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris dengan pengendalian sikap. Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah metode penelitian eksperimen dengan kategori penelitian semu (quasi eksperiment) karena tidak semua variabel (gejala yang muncul) dan kondisi eksperimen dapat diatur dan dikontrol secara ketat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen dalam bentuk the posttesr-only control group design. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca bahasa inggris antara siswa yang mengikuti model pembelajran kooperatif teknik Jigsaw II dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran ini dapat meningkatkan prestasi maupun hasil belajar peserta didik. Juju Juwita (2012) melakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dan mengetahui peningkatan

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 aktivitas peserta didik selama proses pembalajaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen berbentuk post-test control group design. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelas kontrol memperoleh pembelajaran langsung. Hasil penelitian yang diperoleh adalah : 1) terdapat pengaruh positif penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik peserta didik, 2) ada peningkatan aktivitas peserta didik selama pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II memiliki pengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar maupun hasil belajar paserta didik. Penelitian yang dilakukan oleh Mashudi meneliti tentang optimalisasi pembelajaran IPS melalui kooperatif tipe Jigsaw pada SD N 24 Pontianak Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di kelas 4 SD Negeri 24 Pontianak Tenggara dengan jumlah siswa 32 anak. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya selisih presentase keaktifan antara siklus I dan siklus II sebesar 15,60 %. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw juga dapat meningkatkan hasil belajar ataupun prestasi belajar siswa dengan ditunjukkan persentase ketuntasannya yaitu terjadi peningkatan dari siklus I dan siklus II sebesar 25%. Jadi pembelajaran kooperatif

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 tipe Jigsaw terbukti dapat meningkatkan hasil belajar dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Olyn Suyanti Darmada, dkk (2013) meneliti tentang pengaruh model pembelajaran cooperativelearning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran cooperative learning tipeJigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Rendang di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013, yang terdiri atas 67 siswa. Setelah dilakukan uji kesetaraan sampel, sebanyak 58 siswa dipilih sebagai sampel. Dengan teknik random sampling diperoleh SD Negeri 1 Rendang sebagai kelas kontrol dan SD Negeri 2 Rendang sebagai kelas eksperimen. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional, dengan t hitung sebesar 4,78 sedangkan t tabel sebesar 2,00. Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS di SD Negeri 2 Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Hayanta, Rochman Noor (2013) meneliti tentang perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II. Jenis penelitian ini

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 adalah kuasi eksperimen tipe non equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Wates IV tahun ajaran2012/2013, yang terdiri atas 56 siswa. Sampel penelitian adalah kelas IV A sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 29 siswa, dan kelas IV B sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis pada (pretest dan posttest) pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara kelompok yang menggunakan metode Jigsaw II dan yang tidak menggunakannya terlihat dari hasil analisis data yang menunjukkan sebesar 0.00 atau < 0.05.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Literature Map Pengaruh Model Kooperatif Teknik Jigsaw II Terhadap Kemampuan Membaca Ditinjau „ dari Sikap (Studi Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas XI di SMA N I Tegallalang Gianyar. Oleh Nyoman Arinata (2012) Optimalisasi Pembelajaran IPS Melalui Kooperatif Tipe Jigsaw pada SD N 24 Pontianak Tenggara. Oleh H. Mashudi Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaaw II terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Pesrta Didik (Penelitian terhadap Peserta Didik Kelas X SMKN 1 Maja – Majalengka Tahun Pelajaran 2012/2013). Oleh Juju Juwita (2012) Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di SDN 1 dan 2 Rendang Perbedaan Prestasi Belajar IPS siswa atas Penerapan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw II. Oleh Olyn Suyanti Haryanta, Rochman Noor (2013) Yang perlu diteliti: Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Gambar 1. Gambar literatur map dari penelitian relevan 33

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 2.2. Kerangka berpikir Ilmu Pengetahuan Sosial adalah mata pelajaran yang keseluruhan materinya berupa narasi tertulis seperti pelajaran ilmu sosial, literatur, sebagian pelajaran ilmu pengetahuan ilmiah, dan bidang-bidang lainnya yang bertujuan lebih kepada penguasaan konsep dari pada penguasaan kemampuan.Dengan hal tersebut, IPS dapat dikatakan mata pelajaran yang sulit bagi siswa untuk dipelajari. Tujuan dari sebuah pembelajaran pada hakikatnya adalah untuk mencapai keberhasilan belajar peserta didik ataupun tercapainya hasil belajar dengan terpenuhinya nilai siswa diatas kriteria ketuntasan. Maka dengan itu sebuah pembelajaran dapat dikatakan berhasil dan pencapaian prestasi siswa juga dapat dikatakan baik. Prestasi belajar dikatakan rendah apabila nilai-nilai yang didapat siswa belum memenuhi kriteria yang ditentukan guru. Dilihat dari keseluruhan materi dalam mata pelajaran IPS yang bersifat abstrak dan berbentuk deskripsi narasi, serta lebih menekankan pada penguasaan konsep, maka dimungkinkan pembelajaran IPS adalah mata pelajaran yang sering mengalami ketidak tercapaian tujuan pembelajaran. Dalam pelaksanaannya pembelajaran IPS juga dimungkinkan masih menggunakan pembelajaran yang biasa atau konvensional. Penerapan metode ataupun model pembelajaran yang kurang tepat dalam pembelajaran ini, akan memberikan dampak kurang maksimalnya prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Walaupun dimungkinkan ada peningkatan prestasi melalui model pembelajaran yang biasa, tetapi pencapaiannya akan tetap kurang maksimal.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Dibutuhkan sebuah kegiatan pembelajaran yang dapat memanfaatkan materi-materi IPS yang berupa narasi tersebut untuk digunakan sebagai kunci pembelajaran dalam memaksimalkan pencapaian tujuan pembelajaran sehingga prestasi belajar siswapun akan mencapai peningkatan yang lebih maksimal. Salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk membuat kegiatan belajar memanfaatkan materi IPS yang keseluruhan berupa narasi dan memanfaatkan keaktifan siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar mereka adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dalam pembelajaran. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini, sangat efektif apabila diterapkan dalam pembelajaran IPS karena sumber belajar atau bahan baku untuk Jigsaw II ini biasanya harus berupa sebuah bab, cerita, biografi atau materi narasi. Slavin (dalam Rusman, 2010: 205) juga mengatakan bahwa Jigsaw II ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terutama dalam pembelajaran IPS. Sependapat dengan itu, Johnson & Johnson (dalam Trianto, 2009: 57) juga menyatakan bahwa tujuan utama atau tujuan pokok belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok. Keunggulan dari model pembelajaran ini adalah adanya pemberian materi di awal pembelajaran dan adanya sistem kompetisi yang sekaligus terdapat sebuah reward bagi kelompok yang mencapai nilai tertinggi di akhir pembelajaran, memberikan peluang adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Pembelajaran kooperatif tipe ini juga akan meningkatkan kerja sama dan kepedulian siswa terhadap teman lain

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 sehingga ada kemungkinan terjadi kerjasama positif antar siswa dalam mencapai tujuan pemebelajaran atau prestasi dengan baik. Berdasarkan hal tersebut, diduga penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dalam pembelajaran IPS memiliki perbedaan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa secara lebih signifikan dari pada pembelajaran IPS dengan metode yang biasa ataupun konvensional. 2.3. Hipotesis penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan kajian teori yang sudah dijelaskan di atas, hipotesis penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IVSD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan tipe nonequivalen control group design. Penelitian kuasi eksperimen dengan tipe ini menekankan pada pemilihan sampel yang tidak menggunakan random. Penelitian ini menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, akan tetapi dalam metode ini kelompok kontrol tidak dapat sepenuhnya berfungsi sebagai pengontrol variabel-variabel luar yang dapat mempengaruhi pelaksanaan eksperimen (Sugiyono, 2008:77). Kedua kelompok tersebut diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal sebelum adanya perlakuan. Hasil kedua pretest itu kemudian dibandingkan. Hasil pretest dikatakan baik jika tidak ada perbedaan yang signifikan di antara hasil pretest kedua kelompok itu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesetaraan antara kedua kelompok tersebut.Kelompok eksperimen diberikan treatment atau perlakuan yaitu dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Desain penelitian jenis ini digambarkan dengan gambar berikut: X ------------- Gambar 2. Design Penelitian (Tukiran Taniredja, 2011:56) 37

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Keterangan: = Rerata skor pretest kelompok eksperimen = Rerata skor posttest kelompok eksperimen X = Perlakuan (treatment) penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II = Rerata skor pretest kelompok kontrol = Rerata skor posttest kelompok kontrol Penelitian diakhiri dengan memberikan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui perbedaan rata-rata prestasi belajar siswa antar kedua kelompok. Hasil pretest dan posttest kedua kelompok menjadi data yang akan dianalisis sehingga dapat diketahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa datas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 3.2. Setting penelitian 3.2.1. Tempat Penelitian Penelitian tentang perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini, telah dilaksanakan di kelas IVA dan kelas IVB SD Negeri Tegalrejo yang beralamat di Jl. Wiratama No. 27, Tegalrejo, Yogyakarta. 3.2.2. Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November – Februari di SD N Tegalrejo 2 pada semester dua tahun pelajaran 2015/2014. Berikut jadwal penelitiannya:

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Tabel 1. Target penelitian 1. 2. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Juni Mei April Maret Februari Januari Kegiatan Desember No. November Bulan Penyusunan bab I Penyusunan bab II Penyusunan bab III Validasi instrument Pelaksanaan penelitian Penyusunan bab IV Penyusunan bab V Ujian pendadaran dan penyusunan artikel ilmiah Berikut ini rincian waktu pelaksanaan penelitian dan pengambilan data di kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dilaksanakan pada bulan januariFebruari 2014 : Tabel 2. Jadwal pelaksanaan penelitian dan pengambilan data Jadwal pelaksanaan penelitian No. Kelompok Pertemuan 1 1 Kelompok kontrol 23 Januari 2014 2 Kelompok eksperimen 7 Februari 2014 Jadwal pengambilan data No. Kelompok Pre test 1 Kelompok kontrol 18 Januari 2014 2. Kelompok eksperimen 31 Februari 2014 Pertemuan 2 29 Januari 2014 21 Februari 2014 Post test 5 Februari 2014 7Maret 2014 3.3. Populasi dan sampel Sugiyono (2010:297), mengemukakan bahwa populasi adalah wilayah dari suatu objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi tertentu. Sampel dari penelitian ini ada dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV A dan IV B SD N Tegalrejo II. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu sampel kelompok kontrol dan sampel kelompok eksperimen. Penentuan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan dengan cara diundi. Kelompok kontrol adalah kelas IV A dan kelompok eksperimen adalah siswa kelas IV B. Peneliti menggunakan cara undian untuk menentukan kelas kontrol dan kelas eksperimen. 3.4. Variabel penelitian Menurut Sugiyono (2011:38) “variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut dan kemudian ditarik kesimpulan. Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini ada dua yaitu: 3.4.1. Variabel independent (bebas) Sugiyono (2011:39) mengatakan, variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 3.4.2. Variabel dependent (terikat) Sugiyono (2011:39) mengemukakan bahwa variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI X Y Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Prestasi Belajar 41 Gambar 3. Skema variable penelitian 3.5. Definisi operasional Untuk membatasi masalah agar setiap variabel tidak mengalami makna yang terlalu luas, maka peneliti akan memberikan pengertian dari setiap variabel dalam penelitian ini. 3.5.1. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Model pembelajaran kooperatif adalah adalah bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw IImerupakan adaptasi dari JigsawI. Pada Jigsaw II seluruh siswa dalam kelompok memiliki tugas untuk mempelajari sebuah bagian dalam materi belajar.Jigsaw II juga menekankan adanya kerjasama dalam kelompok untuk bertanggung jawab atas kinerja masingmasing anggota kelompok, terdapat juga pemberian hadiah atau penghargaan bagi kelompok yang menunjukkan kemajuan ataupun kelompok yang memperoleh nilai tertinggi.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 3.5.2. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam sebuah aktivitas belajar yang dapat berupa nilai ataupun dalam bentuk pengalaman/perubahan tingkah laku baru sebagai hasil dari apa yang telah dipelajarinya. 3.6. Instrumen penelitian Sugiyono (2011:102) mengemukakan instrument penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial dialami. Dalam penelitian ini yang materi IPS yang akan saya terapkan dalam pembelajaran adalah materi tentang koperasi yaitu SK 2 KD 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Instrumenyang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes yang berjenis tes formatif. Tes formatif adalah tes untuk mengukur sejauh mana siswa telah menguasai bahan pelajaran, setelah mengikutisuatu program instruksional tertentu (Masidjo: 2007). Bentuk soal yang digunakan dalam tes adalah tes objektif pilihan ganda atau multiple-choice test. Peneliti telah menyusun 45 soal kemudian diujikan ke kelas V SD N Tegalrejo II dan kemudian diperoleh hasil 25 soal valid. Berikut ini adalah kisi-kisi soal ataupun indikator butir soal yang peneliti gunakan dalam tes untuk mengukur prestasi belajar melalui pretest dan posttest.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Tabel 3. Kisi-kisi instrumen penelitian Mata pelajaram Kelas Semester Standar kompetensi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) IV (Empat) Genap 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dankemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi. Kompetensi dasar No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Indikator Nomer Soal Jumlah Soal Memahami sendi-sendi koperasi 1, 2, 3, 4, 8, 5 Memahami pentingnya usaha bersama 5, 6, 7, 9, 11, 12, 11 dalam koperasi 33, 34, 35, 36, 37, 39 Membedakan koperasi dengan jenis 10, 43, 24, 38 4 usaha lain Memahami organisasi dan lambang 21, 22, 23, 24, 25, 12 dalam koperasi 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32 Memahami jenis-jenis koperasi 13, 14, 15, 16, 17, 8 18, 19, 20 Memahami peran koperasi beserta 40, 41, 42, 44, 45 5 kelebihan dan kekuranag koperasi di Indonesia Jumlah 45 3.7. Validitas dan reliabilitas instrumen 3.7.1. Ujivaliditas instrument Menurut Masidjo (2007:242), validitas suatu tes adalah taraf untuk mengukur sampai di mana suatu tes dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Menurut Saifuddin Azwar (2008: 45-53) validitas dibagi menjadi tiga jenis, yaitu validitas isi, validitas konstruk, dan validitas kriteria. Dalam penelitian ini, validitas yang digunakan adalah validitas konstruk, validitas isi, dan validitas kriteria atau empiris.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.7.1.1. 44 Validitas konstruk dan validitas isi Sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruk apabila butir-butir soal yang membangun tes tersebut mengukur setiap aspek berpikir seperti dalam yang disebutkan dalam tujuan pembelajaran atau mengukur sesuatu sesuai definisi yang digunakan. Validitas konstruk mencakup pada pengukuran konsep dari suatu teori yang menjadi penyusun instrumen (Widiyoko, 2009:131-132). Penelitian ini menggunakan angket atau kuisioner untuk uji konstruk. Menurut Riduwan (2002:25-26) , angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Sugiyono(2010:353) mengemukakan instrumen yang berbentuk test, pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang akan diajarkan. Kedua validitas dalam penelitian ini dilakukan bersamaan dengan responden yang sama. Penelitian ini menggunakan expert judgement atau pendapat ahli untuk uji validitas konstruk dan validitas isinya. Penelitian ini menggunakan perangkat pembelajaran dalam pelaksanaan penelitian, sehingga perangkat pembelajaran yang di expert judgement antara lain silabus, RPP, dan instrumen penelitian yaitu soal pretest dan posttest. Pendapat ahli yang digunakan disini adalah dosen pembimbing, kepala sekolah, dan guru kelas IV A dan kelas IV B SD N Tegalrejo II. Penentuan kriteria kelayakan instrumen ataupun interpretasi skor yang digunakan peneliti adalah kriteria interpretasi skor menurut Riduwan (2002). Berikut kriteria interpretasi skor menurut Riduwan (2002: 12-15):

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Tabel 4. Kriteria interpretasi skor Angka 0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 80% - 100% Keterangan Sangat Kurang Layak Kurang Layak Cukup Layak Layak Sanagat Layak Hasil validasi konstruk yang telah dilakukan kepada kelapa sekolah, guru kelas IV A dan kelas IV B, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang berkaitan dengan materi dalam penelitian ini sangat layak untuk digunakan. Hasil dari ketiga expert judgement berturut-turut adalah 88,6%, 86,4%, dan 84,8%. Hasil validitas tersebut apabila dilihat dengan tabel interpretasi skor Riduwan, memiliki kriteria sangat layak untuk diujikan atau digunakan. 3.7.1.2. Validitas Empiris Penelitian ini menggunakan tes prestasi dengan bentuk soal pilihan ganda (multiple choice) yang memiliki 2 kategori data yaitu benar dan salah. Menurut Field (2009:182) data dikotomi merupakan data yang memiliki 2 kategori yaitu benar dan salah. Perhitungan statistik untuk data dikotomi menggunakan validitas point biserial karena hanya memiliki 2 kategori jawaban yakni benar dan salah. Selanjutnya perhitungan statistik menggunakan program SPSS statistic 20.00 for windows.Dalam output data, item dikatakan valid apabila taraf signifikansinya lebih dari atau sama dengan 0,361. Berikut hasil uji validitas instrumen dalam penelitian ini:

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Tabel 5. Hasil uji validitas instrumen No item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Nilai korelasi (r) 0,364* 0,177 0,459* -0,047 0,182 0,349 0,486** 0,246 0,614** -0,144 0,5** -0,361* 0,207 0,726** 0,683** 0,317 0,453* 0,438* 0,670** 0,649** 0,098 0,341 0,628** 0,490** 0,190 0,469** 0,375* 0,486** 0,430* -0,225 0,510** 0,5** -0,059 0,770** 0,705** 0,776** -0,522** 0,429* r tabel 0,361 Keterangan Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel uji validitas menunjukkan bahwa didapat item yang valid berjumlah 25 soal, yaitu soal nomor 1, 5, 9, 12, 14, 15, 17, 18, 20, 21, 24, 25, 29, 30, 33, 34,

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 35, 36, 38, 39, 41, 42, 43, 44, dan 45. Selanjutnya ke-25 soal tersebut dilakukan uji reliabilitas untuk mengetahui tingkat kepercayaan atau ketetapannya. 3.7.2. Uji reliabilitas instrumen Menurut Masidjo (1995:209) reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran yang diperlihatkan dalam taraf ketetapan dan ketelitian hasil.Reliabiltas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kepercayaan suatu instrumen (Kasmidi,2013). Pengujian reliabilitas item dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach alpha karena jawaban atau data berbentuk dikotomi (0 dan 1), dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows. Koefisien korelasii (rxy) pengujian reliabilitas berkisar dari angka 0sampai dengan 1,00 dengan pengelompokan dari sangat rendah sampai sangat tinggi. Berikut tabel klasifikasi koefisien reliabilitas menurut Masidjo (2006:209) Tabel 6. Klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas (Masidjo, 2006:209) Interval Koefisien Reliabilitas ±0,91 – ±1,00 ±0,71 – ±0,90 ±0,41 – ±0,70 ±0,21 – ±0,40 0 – ±0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Pengujian reliabilitas instrumen menggunakan item yang valid saja, yaitu 25 dari 45 item soal. Berikut ini hasi reliabilitas instrumen yang diolah dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows pilihan ganda : dengan rumus Alpha Cronbach untuk soal

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Table 7. Hasil uji reliabilitas instrumen Berdasarkan tabel Cronbach’s Alpha diatas maka dapat diketahui reliabilitas item pilihan ganda adalah 0,866. Hal ini menunjukkan bahwa 25 soal pilihan ganda ini layak untuk digunakan sebagai instrumen pengumpul data karena memiliki kualifikasi reliabilitas yang tinggi. 3.8. Teknik pengumpulan data Penelitian untuk mengukur perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD ataspenerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, penelitimenggunakan teknik pengumpulan data berupa tes. Tes digunakan untuk melihat perbedaan prestasi belajar sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran keooperatif tipe Jigsaw II tersebut. Peneliti menggunakan teknik pretest dan posttest yang diberikan kepada kelompok eksperimen dan kontrol dengan soal yang sama. Pengumpulan data dapat dilihat pada table berikut: Tabel 8. Pengumpulan data kelompok Eksperimen dan kontrol No 1 2 3 4 Kelompok Eksperimen Kontrol Variabel Prestasi Belajar Data yang Diperoleh Skor pretest Skor posttest Skor pretest Skor posttest Pengukuran Data Pretest Postest Pretest Postest Instrumen yang Digunakan Soal Objektif (25 soal) Soal Objektif (25 soal) Soal Objektif (25 soal) Soal Objektif (25 soal)

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 3.9. Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif dan inferensial. Sugiyono (2011:147) mengemukakan bahwa analisis data deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul sabagaimana adanya tanpa ada maksud menyimpulkan. Statistik inferensial digunakan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan atau menyimpulkan data sampel sebagai kesimpulan untuk populasi. Teknik analisis data yang akan digunakan adalah uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. 3.9.1. Statistik deskriptif Stastistik deskriptif adalah ststistik yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya (Sugiyono, 2008:147). Statistik deskriptif tidak digunakan untuk menarik kesimpulan, hanya bertujuan untuk menyajikan data lebih ringkas dan jelas. Statistik deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah mean, median, serta modus. Teknik analisis data yang menggunakanbantuan program SPSS 20.0 for windows. 3.9.2. Statistik inferensial Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan kemudian digunakan untuk menarik kesimpulan untuk populasi (Sugiyono, 2008:148). Kesimpulan yang diambil digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS 20.0 for windows yang meliputi beberapa langkah berikut:

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.9.2.1. 50 Uji prasyarat analisis 3.9.2.1.1. Uji normalitasdata Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Ada 2 cara yang dapat dilakukan untuk melakukan uji normalitas yaitu melalui histogram dan perhitungan rumus One Sample Kolgomorov-Smirnov Test. Dalam melakukan uji normalitas menggunakan program SPSS. Kriteria dalam uji normalitas ini adalah jika signifikansi > 0,05 maka data memiliki distribusi normal dan jika signifikansi < 0,05 data memiliki distribusi tidak normal. Selanjutnya apabila data berdistribusi normal maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrikyaitu uji t atau t-test, tetapi apabila data berdistribusi tidak normal maka analisis yang digunakan adalah statistik nonparametrik yaitu Mann-Whitney atau Wilcoxon. (Sugiyono, 2008:150). 3.9.2.1.2. Uji homogenitas data Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah suatu sampel berasaldari populasi yang homogen atau tidak dan memiliki titik pijak yang sama atau tidak. Analisis statistik yang digunakan menggunakan Lavene’s test. Uji homgenitas dilakukan dengan membandingkan data pretest kelompok eksperrimen dan data pretest kelompok kontrol.Penentuan homogenitas dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi dengan r tabel yaitu sig. (2tailed) > 0.05. Kriteria untuk uji homogenitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka data homogen dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, maka data tidak homogen dan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.9.2.2. Uji beda kemampuan awal Uji beda pretest ini digunakan untuk melihat apakah ada perbedaan rata-rata antara sampel atau data dari kedua kelompok. Uji perbedaan ini dilakukan dengan menganalisis hasil pretest yang dilakukan oleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu Independent samples t-test karena untuk menguji perbedaan rata-rata dari dua kelompok data atau sampel yang independen (Priyatno, 2010:93). Statistik parametrik Independent samples t-test digunakan untuk distribusi data normal dan statistik non parametrik Mann-Whitney U test atau Wilcoxon digunakan untuk distribusi data tidak normal. Penentuan perbedaan dalam uji beda ini dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi dengan r tabel yaitu sig. (2tailed) > 0.05(Priyatno, 2010:40).Kriteria untuk uji beda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Kriteria untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: Jika harga sig.(2-tailed)<0,05, ditolak artinya terdapat perbedaan yang antara nilai pretestantara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, gagal ditolak artinya tidak terdapat perbedaan antara nilai pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kondisi yang ideal adalah jika tidak ada perbedaan kemampuan awal pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga kedua kelompok dapat dibandingkan. 3.9.2.3. Uji hipotesis Penelitian ini menggunakan teknik Independent t-test untuk menguji hipotesisnya karena dalam penelitian ini terdapat 2 data dari 2 kelompok dan telah memenuhi uji prasyarat yaitu uji homogenitas dan uji normalitas. Uji independen t-test ini digunanakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata prestasi belajar pada dua kelompok yang berbeda. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan apakah terdapat perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria dalam uji t ini adalah sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jika harga sig.(2-tailed)<0,05, 53 ditolak artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, gagal ditolak artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai post test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.9.2.4. Uji besar pengaruh perlakuan (Effect Size) Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigasaw IIterhadap prestasi belajar. Teknik pengujian klasik untuk mengetahui signifikansi pengaruh tidak dengan sendirinya apakah pengaruh tersebut cukup substantif atau tidak. Pentingnya suatu pengaruh ini sering disebut sebagai effect size. Effect size adalah suatu ukuran objektif dan terstandarisasi untuk mengetahui besarnya efek yang dihasilkan (Field, 2009:56-57). Untuk mengetahui effect size digunakan koefisien korelasi dari Pearson dengan kriteria r = 0.10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen, r = 0.30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = 0.50 (efek besar) yang setara dengan 25% (Field, 2009: 179). Koefisien korelasi r dipilih karena koefisien korelasi ini cukup mudah digunakan untuk mengetahui besarnya efek yang terentang antara harga 0 (tidak ada efek) dan 1 (efek sempurna). Berikut kriteria nilai efek size (Field, 2009: 57)

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel 9. Kriteria nilai effect size Nilai 0.1-0,29 0.3-0,49 0.5-…. Kriteria Kecil Sedang besar Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi adalah sebagai berikut. Jika distribusi data normal, harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332). √ Keterangan : r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson t = harga uji t df = derajat kebebasan (degree of freedom) Jika distribusi data tidak normal digunakan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 550). r= √ Keterangan: Z = harga konversi dari standar deviasi (dari uji statistik Wilcoxon) N = jumlah total observasi (2 x jumlah siswa)

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian untuk melihat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV ataspenerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw IIini, dilakuakan dengan memberikan pretest dan postest kepada dua kelas yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok yang dipilih sebagai kelompok eksperimen adalah kelas IV B dengan jumlah siswa 31dan kelompok kontrol adalah kelas IV A dengan jumlah 31 siswa. Instrumenpretest dan postest digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa kelompok eksperimen yang menggunakan metode Jigsaw II dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran biasa atau dengan ceramah. Signifikansi data diukur dengan menggunakan statistik dan dilihat dari perubahan nilai pretest ke nilai posttest atau dilihat dari perbedaan skor posttest antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Variable independen dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Hipotesis sementara yaitu ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelas yang tidak menggunakannya di SD N Tegalrejo II. tidak ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelas yang tidak menggunakannya di SD N Tegalrejo II. 55

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Table 10. Data prestasi belajar Total Rata-rata Standar deviasi Nilai maximal Nilai minimal KKM Kelompok Eksperimen n: 31 Skor Pretest Skor Posttest 1088 2452 35,09 79,09 9,837 5,907 56 88 20 68 65 65 Kelompok Kontrol n: 31 Skor Pretest Skor Posttest 1104 2312 35,61 74,58 10,947 5,982 56 84 20 64 65 65 Table data prestasi belajar siswa di atas, jumlah responden kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sama yaitu berjumlah 31 siswa. Berdasarkan paparan tabel diatas, dalam pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, nilai tertinggi dan nilai terendah yang diperoleh siswa sama yaitu 56 dan 20. Rata-rata skor pretest yang didapat kedua kelompok berbeda yaitu untuk kelompok eksperimen sebesar 35,09 dan untuk kelompok kontrol sebesar 35,61. Untuk skor posttest kelompok eksperimen nilai tertinggi sebesar 88 dan skor terendah sebesar 68 dengan rata-rata 79,09. Untuk kelompok kontrol skortertinggi sebesar 84 dan skor terendah sebesar 64 dengan rata-rata 74,58. Apabila dilihat dari KKM mata pelajaran ini, hasil pretest kedua kelompok seluruhnya masih di bawah KKM. Untuk posttest setelah dilakukan treatmen, keseluruhan siswa di kedua kelompok sudah memenuhi KKM, tetapi masih ada beberapa siswa yang nilainya berada di bawah KKM yaitu pada kelompok kontrol.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 4.1.2. Analisis Data Penelitian 4.1.2.1. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahuai apakah data dari kedua kelas berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows. Dalam program ini, uji normalitas dihitung menggunakan metode kolgomorov-Smirnov dengan kriteria, jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 data berdistribusi normal, maka analisis data menggunakan statistik parametric. Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 data berdistribusi tidak normal maka analisis data menggunakan statistik nonparametric. Berikut hasil uji normalitas data dalam penelitian ini: Tabel 11. Hasil uji normalitas data pretest kelompok eksperimen No 1. Aspek Pretest kelompok Eksperimen Nilai signifikansi 0,121 Keterangan Normal Gambar 4. Kurva uji normalitaspretest kelompok eksperimen

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Penghitungan normalitas pretest kelompok eksperimen menggunakan klogomorov-smirnov dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows. Dari perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai signifikansi 0,121. Nilai tersebut > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa datapretest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Hal tersebut juga terlihat dari kurva normalitas yang terdapat dalam histogram. Tabel 12. Hasil uji normalitas dataposttest kelompok eksperimen No 1. Aspek Posttest kelompok Eksperimen Nilai signifikansi 0,067 Keterangan Normal Gambar 5. Kurva uji normalitasposttes kelompok eksperimen Penghitungan normalitas posttest kelompok eksperimen menggunakan klogomorov-smirnov dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows. Dari perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai signifikansi 0,067. Nilai tersebut > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa dataposttest kelompok eksperimen

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 berdistribusi normal. Hal tersebut juga terlihat dari kurva normalitas yang terdapat dalam histogram. Tabel 13. Hasil uji normalitas data pretest kelompok kontrol No 1. Aspek Pretes kelompok Kontrol Nilai signifikansi 0,091 Keterangan Normal Gambar 6. Kurva uji normalitaspretest kelompok kontrol Penghitungan normalitas pretest kelompok kontrol menggunakan klogomorov-smirnov dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows. Dari perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai signifikansi 0,091. Nilai tersebut > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data pretest kelompok kontrol berdistribusi normal. Hal tersebut juga terlihat dari kurva normalitas yang terdapat dalam histogram. Tabel 14. Hasil uji normalitas data posttest kelompok kontrol No 1. Aspek Posttest kelompok Kotrol Nilai signifikansi 0,112 Keterangan Normal

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Gambar 7. Kurva berdistribusi normal posttest kelompok kontrol Penghitungan normalitas posttest kelompok eksperimen menggunakan klogomorov-smirnov dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows. Dari perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai signifikansi 0,067. Nilai tersebut > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa dataposttest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Hal tersebut juga terlihat dari kurva normalitas yang terdapat dalam histogram. Data dari kedua kelas tersebut yaitu pretestdan posttest kelompok eksperimen dan kelompok memiliki distribusi normal, karena harga sig. (2-tailed) > 0.05. Data pretest tersebut juga dapat dilihat melalui kurva yang menunjukkan data pretestdan posttest dari kedua kelompok tersebut berdistribusi normal. Kurva menunjukkan sebaran skor pretest dan posttest setiap kelompok yang didapat siswa. Selanjutnya akan dilakukan uji homogenitas untuk mengetahui data berasal dari kelompok yang homogen atau tidak.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 4.1.2.2. Uji Homogenitas Analisis data selanjutnya adalah uji homogenitas antara pretest kelas eksprerimen dan pretest kelas kontrol variabel prestasi belajar. Uji homogenitas ini untuk mengetahui apakah data yang dianalisis memiliki data yang sama atau homogen sehingga dapat dibuat perbandingan. Pengujian homogenitas dilakukan menggunakan program SPSS 20.0 for windows yaitu metode Lavene’test dengan kriteria sig. (2-tailed) > 0.05 maka kedua data tidak memiliki perbedaan. Berikut hipotesis uji homogenitas: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut, jika harga sig. (2-taled) < 0.05, maka ditolak atau gagal ditolak. Artinya ada perbedaan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok . Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05, maka gagal ditolak atau ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tabel15. Uji homogenitas pretest Nilai signifikansi Keterangan 0,390 Tidak berbeda/homogen Hasil yang didapat dari hasil uji homogenitasadalah skorpretest kedua kelompok berada pada level yang sama atau homogen. Hal tersebut dapat dilihat dari harga sig. (2-tailed) sebesar 0,390 atau > 0,05, sehingga selanjutnya akan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 digunakan analisis perbandingan skor posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk uji hipotesisnya. 4.1.2.3. Uji beda kemampuan awal Langkah pertama yang dilakukan yaitu menguji kemampuan awal kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menggunakan hasil pretest untuk memastikan bahwa kedua kelompok apakah memiliki kemampuan awal yang sama. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik independen samples t-test. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretestpada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama. Tabel 16. Uji Perbedaan Skor Pretest Hasil Pretest Sig. (2-tailed) Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,846 Tidak ada perberbedaan Berdasarkan analisis uji perbedaan skor pretest, hasil perbandingan skor pretestkelompok eksperimen dan kelompok kontrol, kedua kelompok berada pada kemampuan awal yang sama. Hal tersebut ditunjukkan dengan besarnya harga sig. (2-tailed) yaitu 0,846 atau > 0,05 (atau p> 0,05) sehingga gagal ditolak Hal itu berarti tidak ada perbedaan antara skor pretestkelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kata lain skor pretestkedua kelompok memiliki titik pijak yang sama untuk dilakukan perbandingan.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 4.1.2.4. Uji Hipotesis (uji pengaruh perlakuan) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis statistik untuk menguji hipotesis menggunakan analisis statistik parametric independent sample t-test apabila data berdistribusi normal, atau menggunakan analisis statistik nonparametric Mann Whitney apabila data tidak berdistribusi normal. Berdasarkan uji asumsi yaitu uji normalitas dan uji homogenitas yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, maka dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik parametric yaitu independent sample t-test. Peneliti menggunakan program SPSS 16.0 for windows untuk melakukan uji hipotesis. Dalam uji hipotesis ini, kedua skor posttest memiliki perbedaan apabila harga sig. (2-tailed) < 0.05. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw IIdapat secara signifikan meningkatkan prestasi belajar siswa. Selanjutnya ditarik kesimpulan apakah hasil penelitian ini menerima atau menolak hipotesis. Berikut kriteria pengujian hipotesis dalam penelitian ini: : Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut, Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05, maka ditolak atau gagal ditolak. Artinya ada

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat juga dikatakan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw secara IIdapat signifikan meningkatkan prestasi belajar. Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05, maka gagal ditolak atau ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol. Dapat juga dikatakan bahwa tidak ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe Jigsaw II. Berikut hasil perbandingan nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol variable prestasi belajar: Tabel17. Perbandingan nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol variabel prestasi belajar (hasil uji hipotesis) Hasil Posttest Kelompok eksperimen Nilai signifikansi Keterangan 0,004 Berbeda Kelompok kontrol Dari data diatas, dihasilkan harga sig. (2-tailed) adalah 0,004 atau hasil tersebut < 0.05, maka ditolak atau gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan pula bahwa ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Hasil analisis data diatas digunakan untuk menarik kesimpulan yang seperti sudah dirumuskan. Kesimpulan yang diambil hendaknya menyatakan ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV atas penerapan variabel model

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Berikut ini adalah diagram nilai pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 90 80 70 60 50 kontrol 40 eksperimen 30 20 10 0 pretest postest Gambar 8. Perbandingan nilai pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 4.1.2.5. Uji besar efek perlakuan (Effect Size) Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk melihat apakah pengaruh yang ditimbulkan dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasui belajar siswa. Penghitungan uji besar efek perlakuan ini dilakukan dengan membandingkan selisih rata-rata posttestpada kedua kelompok. Penghitungan besar efek perlakuan dalam penelitian ini menggunakan rumus √ , hasilnya adalah signifikan t(60) = 0,378. Hasil tersebut apabila dilihat dari kriteria besar efek perlakuan menurut Field, memiliki besar pengaruh sedang. Artinya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II memiliki pengaruh sedang terhadap prestasi belajar siswa, sedangkan pembelajaran

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 konvensional kurang bepengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar. Dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II memiliki pengaruh atau dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Selanjutnya hal yang mungkin berpengaruh terhadap hasil dalam penelitian ini adalah dikarenakan oleh faktor lain di luar pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 4.2. Rangkuman Hasil Penelitian Berikut ini adalah pemaparaan hasil analisis data pada penelitian ini. Pada perhitungan pretest variabel prestasi belajar, hasilnya menunjukkan bahwa keduanya berasal atau berada pada titik pijak yang sama ataupun dapat dikatakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berasal dari kondisi yang sama/tidak berbeda. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikan 0.360 atau > 0.05 untuk variabel prestasi belajar, maka diterima dan ditolak yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan anta Berdasarkan pemaparan di atas, dapat diambil keimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Berikut ini rangkuman dari hasil analisis data Tabel 18. Rangkuman homogenitas pretest No Variabel Nilai Keterangan signifikansi 1. Prestasi belajar 0.360 Tidak berbeda/ Homogen

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Tabel 19. Rangkuman pretest dan postest No 1. Variabel Prestasi belajar Kelompok Eksperimen Kontrol (%) Rerata Peningkatan Pretest 35,09 Postest 79,09 Prestes 35,61 Postest 74,58 44% 38,97% Tabel 20. Rangkuman perbandingan skor postest No Variabel Hasil Nilai Keterangan signifikansi 1. Prestasi Perbandingan postest belajar kelompok eksperimen 0.004 Berbeda dan kelompok kontrol 4.3. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara kelompok yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan yang tidak menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw II dalam prestasi belajar siswa. Dalam menganalisis data digunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas data yang selanjutnya digunakan uji pengaruh perlakuan atau uji beda postetst. Cara ini digunakan karena dari hasil uji pretest dari kedua kelompok tidak berbeda dan pada taraf atau titik pijak yang sama sehingga dilakukan perbandingan nilai postest. Pada penghitungan nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Artinya dengan penerapan model

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II secara signifikan dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa, ataupun dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.Hal tersebut terbukti dari hasil analisis data uji hiipotesis yang menghasilkan nilai signifikansi (2tailed) sebesar 0,004<0,05 yang artinya terdapat perbedaan antara nilai posttest kelompok eksperimen dan nilai posttest kelompok kontrol. Berdasakan diagram, terlihat jelas bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai posttest kelompok eksperimen (mencapai 79) dan nilai posttest kelompok kontrol (mencapai 74). Diagram tersebut menunjukkan ratarata nilai posttest kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan nilai posttest kelompok kontrol. Hasil diatas juga diperkuat dengan adanya efek perklakuan sebesar 0,378 dengan kriteria memiliki pengaruh sedang, yang artinya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Keberhasilan penelitian ini didukung dengan adanya beberapa penelitian terdahulu yang melakukan penelitian tentang Jigsaw, dan dari hasil penelitian tersebut dinyatakan bahwa penerapan metode Jigsaw berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Seperti penelitian yang dilakukan oleh H. Mashudi dan Olyn Suyanti Darmada, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan yang menggunakan pembelajaran biasa. Dengan kata lain pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mempengaruhi dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Penelitian lain yang dapat membuktikan keberhasilan dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II antara lain: Nyoman Arinata (2012) dengan judul pengaruh model kooperatif teknik Jigsaw IIterhadap kemampuan membaca ditinjau dari sikap (Studi Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas XI di SMA N I Tegallalang Gianyar, selanjutnya penelitian oleh Juju Juwita (2012) dengan judul pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaaw II terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik peserta didik (Penelitian terhadap Peserta Didik Kelas X SMKN 1 Maja – Majalengka Tahun Pelajaran 2012/2013), dan penelitian oleh Rochman Noor Haryanta (2013) dengan judul perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II. Hasil ynag ditunjukkan beberapa penelitian tersebut adalah terdapat pengaruh ataupun terdapat perbedaan prestasi belajar dengan digunakannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Dengan kata lain model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini lebih efektif dibandingkan penerapan konvensional, dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal tersebut di atas menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar. Temuan diatas juga mendukung teori yang diutarakan oleh beberapa ahli tentang model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, salah satunya adalah Robert E Slavin (2008). Slavin menguraikan tentang keunggulan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini, yang intinya adalah bahwa model pembelajaran

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran IPS.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap siswa kelas IV SD N Tegalrejo II pada mata pelajaran IPS standar kompetensi: 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi, dan kompetensi dasar: 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD N Tegalrejo II tahun pelajaran 2013/2014 pada materi Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dapat dikatakan pula bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam hal prestasi belajar IPS antara kelompok yang menggunakan model pembelejaran kooperatif tipe Jigsaw II dan yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Dari tabel hasil uji hipotesis diketahui harga sig. (2-tailed) adalah 0.004 atau < 0.05, maka ditolak dan diterima. Artinya ada perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi belajar. Dapat dikatakan juga ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw IIdibandingkan 71

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 dengan penggunaan model pembelajaran konvensional yang lebih menekankan pada ceramah dari guru. 5.2. Saran 5.2.1. Saran untuk sekolah Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini dapat menginspirasi ataupun menjadi referensi bagi guru-guru untuk penerapan model pembelajaran yang inovatif ke dalam pembelajaran, yang mana dapat meningkatan prestasi belajar siswa. 5.2.2. Saran untuk guru Guru dapat mempertimbangkan model pembelajaran ini untuk dapat diterapkan ke dalam kegiatan belajar siswa agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya dalam pembelajaran IPS. 5.2.3. Saran bagi peneliti lain Peneliti perlu mempertimbangkan materi yang akan digunakan dalam penelitian agar dalam penyusunan instrumen pembelajaraan dapat lebih maksimal. Peneliti juga harus memahami kelas beserta karakter siswa, agar dalam pelaksanaan penelitian di kelas peneliti dapat mengatur kelas dengan baik. Selain itu mungkin peneliti dapat meneliti aspek lain yaitu aspek sikap dan keterampilan untuk menjadi fokus penelitian. 5.3. Keterbatasan peneliti Dalam pelaksanaan penelitian di dalam kelas untuk yang pertama, peneliti kesulitan dalam mengkondisikan kelas dan mengajak anak untuk belajar

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 dengan kelompok dikarenakan peneliti belum terlalu mengenal karakter masing-masing siswa. Dekatnya pemberian pretest dan posttest yang dilakukan pada kedua kelompok mungkin berpengaruh memungkinkan adanya invaliditas. terhadap hasil posttest sehingga

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 DAFTAR PUSTAKA Anggoro, Toha, dkk. (2010). Metode penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka. Arifin, Zaenal. (2009). Evaluasi pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Arinata, I., Nyoman. (2012). Pengaruh model kooperatif tipe Jigsaw II terhadap kemampuan membaca ditinjau dari sikap (Studi Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Inggris pada Siswa Kelas XI di SMA Negeri Tegallalang Gianyar. E-Journal. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2013. Azwar, S.(2008). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka pelajar Darmada, Olyn,. S. (2013). Pengaruh model pembelajarancooperatif learning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV di SDN 1 dan 2 Rendang. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. E-Journal Program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Ganesha, vol. 3. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2013. Djamarah, S. (2011). Psikology belajar. Jakarta: Rineke Cipta. Field, Andy. (2009). Discovering statistics using SPSS. London: SAGE Publication Lrd. Hartanto, P. (2011). Peningkatan prestasi belajar IPS materi perkembangan teknologi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SD Mendut Semester genap. Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas sanata Dharma. Juwita, Juju. (2012). Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik peserta didik. Tasikmalaya: Universitas Siliwangi. E-Jurnal Pendidikan. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2013. Kasmiadi& Sunariah, Nia Siti. (2013). Panduan modern penelitian kuantitatif. Bandun: Alfabeta. Kountour, Ronny.(2003). Metode penelitian untuk penulisan skripsi dan tesis. Jakarta: CV Teruna Grafica. Lestari. (2011). Peningkatan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan pada siswa kelas V SD N Bangunrejo I Semester 2 Tahun Ajaran 2010/2011. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Lie, Anita. (2010). Cooperative Learning: Mempraktikkan cooperative learning di ruang-ruang kelas. Jakarta: Penerbit PT Grasindo. Mashudi, H. Optimalisasi pembelajaran IPS melalui kooperatif tipe Jigsaw pada SD Negeri 24 Pontianak Tenggara. Pntianak: Universitas Tanjungpura. EJurnal Pendidikan. Diakses pada tanggal 15 oktober 2013 Masidjo, Ign. (2006). Psikologi belajar dan pembelajaran SD. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Masidjo, I. (2007). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa 75 di sekolah.Yogyakarta: Kanisius Priyatno, D. (2010). Teknik mudah dan cepat melakukan analisis data penelitian dengan SPSS dan tanya jawab ujian pendadaran. Yogyakarta: Gava Media. Riduwan, M.B.A. (2002). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Bandung: Alfabeta. Sadiman, I,. S & Amalia, S.(2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 4: SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Sarwinto, Dkk. (2009). Ayo belajar IPS. Yogyakarta: Kanisius Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Slavin, Robert., E. (2008). Cooperative learning: teori, riset, dan praktik. Bandung: Penerbit Nusa Media. Solehatin, Etin & Raharjo. (2007). Cooperative learning, analisis model pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksoro. Sugiyono. (2010). Statistik untuk penelitian.Bandung: ALFABETA. Sugiyono. (2011). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D.Bandung: ALFABETA Suprijono, A. (2009). Cooperative learning theory dan aplikasi paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Syah, Muhibbin. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Tanlain, Wens. (2007). Modul mata kuliah strtegi belajar mengajar. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: konsep, landasan, dan implementasinya pada kurikulum KTSP. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Widoyoko, s., Eko, Putro. (2009). Evaluasi program pembelajaran: panduan praktis bagi pendidik dan calon pendidik. Yogyakarta: pustaka pelajar. .

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 76

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAAN 1 77

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 2 78

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 LAMPIRAN 3 SILABUS PEMBELAJARAN KELOMPOK EKSPERIMEN Nama Sekolah : SD N Tegalrejo 2 Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Kelas : IV (Empat) Semester : 2 (Dua) Alokasi Waktu: 4 x 35 menit (2 x pertemuan) Standar Kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi. Kompetensi Dasar : 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. penilaian Alokasi Sumber dan media Jenis Bentuk pembelajaran Contoh instrumen waktu tagihan instrumen 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Koperasi 1. Sumber Kognitif Pertemuan pertama o Tes o Pilihan 1. Tujuan utama 2 x 35 menit o Memahami 1. Siswa melakukan o Non ganda didirikannya - New Teaching pengertian koperasi studi pustaka tes o Isian koperasi Resources. o Menyebutkan senditentang materi singka adalah . . . 2007. Ilmu Indikator Materi pokok Kegiatan Pembelajaran

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI o sendi yang ada di yang akan koperasi dipelajari yaitu Sosial Menjelaskan tujuan sendi-sendi Sekolah Dasar dan koperasi Kelas IV Standar Isi manfaat o o t Pengetahuan 2. Berdiskudi dalam koperasi o 80 Menceritakan kelompok ahli 2006. Esis pentingnya usaha tentang (sendi- bersama dalam sendi koperasi, - untuk Jakarta: Tim Bina koperasi jenis koperasi, Karya Guru. Membedakan perbedaan 2007. IPS koperasi dengan koperasi dengan Terpadu untuk jenis usaha lain badan usaha lain, Sekolah Dasar dan pentingnya Kelas Afektif Percaya diri dalam usaha bersama Jakarta: kegiatan dalam koperasi) Penerbit 3. Membagikan 4.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran o Teliti dalam mengidentifikasi sendi-sendi dalam koperasi o Kerjasama dalam kegiatan kelompok o Psikomotor Mengkomunikasikan hasil diskusi kepada kelompok asal tentang (sendi-sendi koperasi, jenis koperasi, perbedaan koperasi dengan badan usaha lain, dan pentingnya usaha bersama dalam koperasi) 4. Mempesentasikan hasil diskusi kelompok . 81 Erlangga - Sarwiyanto, Widyaningtyas, & Setiawan., D. 2009. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Ips Kelas 4. diskusi Yogyakarta: kelompok ahli dalam PENERBIT kegiatan KANISIUS. hasil presentasi di kelompok asal 2. Media - Lembaran sub materi

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 - o Kognitif : Menyebutkan badan atau organisasi dalam koperasi o Menyebutkan organisasi koperasi o Menyebutkan makna gambar pada lambang koperasi o Menyebutkan kegiatan koperasi o Menjelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan Koperasi Pertemuan kedua 1. Siswa melakukan studi pustaka tentang materi yang akan dipelajari yaitu organisasi koperasi, lambang koperasi, dan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2. Berdiskudi dalam kelompok ahli tentang (organisasi koperasi, lambang koperasi, dan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.) 3. Membagikan o Tes o Non tes o Pilihan 2 x 35 menit o 1. Sumber - ganda LKS New Teaching Isian Resources. singka 2007. t 1. Sebutkan Ilmu Pengetahuan badan Sosial organisasi Sekolah Dasar yang terdapat Kelas IV pada Standar Isi koperasi! 2006. untuk Jakarta: Esis - Tim Bina Karya Guru. 2007. IPS

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kesejahteraan masyarakat. o Afektif Percaya diri dalam kegiatan pembelajaran o Teliti dalam mengidentifikasi badan organisasi koperasi o Kerjasama Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Penerbit Erlangga - Sarwiyanto, Widyaningtyas, & Setiawan., D. 2009. Ayo dalam kegiatan kelompok o hasil diskusi kepada kelompok asal tentang (organisasi koperasi, lambang koperasi, dan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.) 4. Mempesentasikan hasil diskusi kelompok 83 Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Ips Psikomotor Mengkomunikasikan Kelas 4. hasil Yogyakarta: diskusi

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 kelompok ahli dalam PENERBIT kegiatan KANISIUS. presentasi di kelompok asal 2. Media - Lembaran sub materi - Gambar lambang koperasi

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 LAMPIRAN 4 SILABUS PEMBELAJARAN KELOMPOK KONTROL Nama Sekolah : SD N Tegalrejo 2 Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Kelas : IV (Empat) Semester : 2 (Dua) Alokasi Waktu: 4 x 35 menit (2 x pertemuan) Standar Kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi. Kompetensi Dasar : 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. penilaian Jenis Bentuk Contoh instrumen tagihan instrumen 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 1. Sendio Tes o Pilihan 2. Tujuan utama Kognitif Pertemuan o Memahami pertama sendi o Non ganda didirikannya 5. Guru pengertian koperasi tes o Isian koperasi menampilkan koperasi 2. Pentingnya singka adalah . . . bagan tentang Indikator Materi pokok Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu 2 x 35 menit Sumber dan media pembelajaran 3. Sumber - New Teaching Resources. 2007. Ilmu

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI o o Menyebutkan usaha sendi-sendi sendi-sendi yang bersama koperasi ada di koperasi dalam Menjelaskan koperasi tujuan dan manfaat 3. Perbedaan o o o 87 t Pengetahuan Sosial 6. Guru Sekolah Dasar menjelaskan Kelas IV materi tentang Standar Isi koperasi koperasi sendi-sendi 2006. Menceritakan dengan koperasi Esis pentingnya usaha badan bersama dalam usaha lain untuk 7. Guru bertanya - Jakarta: Tim Bina jawab dengan Karya Guru. koperasi siswa 2007. IPS Membedakan mengenai Terpadu untuk koperasi dengan pentingnya Sekolah Dasar jenis usaha lain usaha bersama Kelas dalam koperasi Jakarta: 8. Guru membagi Penerbit Afektif Percaya diri dalam 4.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI o kegiatan siswa dalam pembelajaran kelompok Teliti dalam Erlangga - 9. Guru Sarwiyanto, Widyaningtyas, mengidentifikasi membagikan & sendi-sendi dalam LKS D. 2009. Ayo koperasi o 88 10. Dalam LKS Setiawan., Belajar Ilmu siswa Pengetahuan Psikomotor Menceritakan merangkum Sosial Ips kegiatan koperasi hal-hal penting Kelas 4. lingkungan tentang materi Yogyakarta: di sekitar 11. Siswa PENERBIT mempresentasi kan hasil kerja kelompok KANISIUS. 4. Media - Lembaran sub materi

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 - o Kognitif : Menyebutkan  Materi pokok Organisasi badan atau Pertemuan kedua 5. Guru  Lambang koperasi koperasi  Jenis-jenis organisasi koperasi 6. Guru koperasi Menyebutkan koperasi o Memberikan berbagai contoh jenis koperasi o Menyebutkan Pilihan 2 x 35 menit 3. Sumber - ganda New Teaching o Isian Resources. singka 2007. t Pengetahuan Ilmu tentang Menyebutkan pada lambang Non o lambang koperasi makna gambar o tes koperasi o Tes menunjukkan organisasi dalam o o LKS menjelaskan  Peranan koperasi dalam meningkatk an kesejahteraa n materi tentang organisasi 2. Sebutkan Sosial badan untuk Sekolah Dasar organisasi yang terdapat pada koperasi! Kelas IV Standar Isi 2006. Jakarta: koperasi Esis 7. Guru bercerita - Tim Bina tentang Karya Guru. 2007. IPS peranan koperasi dalam

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kegiatan koperasi o meningkatkan Terpadu untuk Menjelaskan kesejahteraan Sekolah Dasar peranan koperasi masyarakat Kelas 8. Guru membagi Jakarta: meningkatkan siswa dalam Penerbit kesejahteraan kelompok Erlangga dalam 9. Siswa masyarakat. o o masyarakat 90 - 4. Sarwiyanto, berdiskusi Widyaningtyas, Afektif Percaya diri dalam tentang arti & kegiatan gambar yang D. 2009. Ayo pembelajaran ada pada Belajar lambang Pengetahuan koperasi Sosial Ips Kelas 4. Teliti dalam mengidentifikasi badan koperasi organisasi 10. Siswa dibagikan LKS Setiawan., Ilmu Yogyakarta:

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI o Kerjasama 91 dalam yang berisi PENERBIT kegiatan kelompok perbedaan KANISIUS. lambang o 4. Media Psikomotor Menggambar koperasi lama lambang dan baru koperasi Lembaran sub materi berseta 11. Siswa - keterangannya mengerjakan Mempresentasikan LKS Gambar lambang o koperasi hasil kelompok kerja 12. Guru dan siswa membahas hasil kerja siswa dalam kelompok

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 LAMPIRAN 5 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELOMPOK EKSPERIMEN Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas I Semester : IV/II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) Pertemuan pertama A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat C. Indikator Pembelajaran    Kognitif - Memahami pengertian koperasi - Menyebutkan sendi-sendi yang ada di koperasi - Menjelaskan tujuan dan manfaat koperasi - Menceritakan pentingnya usaha bersama dalam koperasi - Membedakan koperasi dengan jenis usaha lain Afektif - Percaya diri dalam kegiatan pembelajaran - Teliti dalam mengidentifikasi sendi-sendi dalam koperasi Psikomotor - Mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok ahli dalam kegiatan presentasi di kelompok asal D. Tujuan Pembelajaran  Kognitif - Siswa mampu memahami pengertian koperasi melalui diskusi kelompok

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 94 Siswa mampu menyebutkan minimal 3 sendi-sendi dalam koperasi melalui diskusi kelompok - Siswa mampu menyebutkan minimal 3 tujuan koperasi melalui diskusi kelompok - Siswa mampu menceritakan pentingnya usaha bersama dalam koperasi melalui diskusi kelompok - Siswa mampu membedakan minimal tiga perbedaan antara koperasi dengan jenis usaha lainmelalui diskusi kelompok  Afektif - Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam pelaksanaan prosespembelajaran - Siswa mampu menunjukkan ketelitian ketika mengidentifikasi sendisendi dalam koperasi melalui diskusi kelompok  Psikomotor - Siswa mampu mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok ahli dalam kegiatan presentasi di kelompok asal E. Materi Pokok  Sendi-sendi koperasi  Pentingnya usaha bersama dalam koperasi  Perbedaan koperasi dengan badan usaha lain  Jenis-jenis koperasi F. Metode Pembelajaran 1. Model pembelajaran Cooperative learning 2. Metode pembelajaran Jigsaw II 3. Teknik pembelajaran Penugasan, diskusi, tanya jawab G. Sumber dan Media Belajar 1. Sumber - New Teaching Resources. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk

(112) 95 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sekolah Dasar Kelas IV Standar Isi 2006. Jakarta: Esis - Tim Bina Karya Guru. 2007. IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Penerbit Erlangga - Sarwiyanto, Widyaningtyas, & Setiawan., D. 2009. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Ips Kelas 4. Yogyakarta: PENERBIT KANISIUS. 2. Media - Lembaran sub materi - LKS H. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal - Apersepsi Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan siswa dengan bertanya “siapa yang pernah berbelanja di koperasi” - Orientasi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan gambaran tentang metode Jigsaw II yang akan digunakan saat pembelajaran. - Motivasi Guru memberikan semangat kepada siswa untuk belajar dengan bernyanyi lagu “koperasi 2. Kegiatan Inti  Eksplorasi - Guru melakukan pretes - Guru membagi siswa dalam kelompok berdasarkan taraf kemampuan siswa dan cakupan materi yang akan dipelajari. 1 - Setiap 2 anggota 3 dalam kelompok 4 dibagikan 5 tugas 6 untuk mempelajari bagian meteri yang berbeda (pembagian materi: (1)

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Sendi-sendi koperasi (pengertian, tujuan, manfaaat), (2, 3) pentingnya usaha bersama dalam koperasi (hak dan kewajiban, wewenang), (4) perbedaan koperasi dengan badan usaha lain), (5) jenis-jenis koperasi. Setiap siswa dalam kelompok melakukan studi pustaka tentang - bagian materi yang sudah menjadi tugasnya  Elaborasi Siswa berkumpul dalam kelompok expert (ahli) - Ahli 1 111111 Ahli 4 444444 Ahli 2 222222 Ahli 3 333333 Ahli 5 555555 Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli sesuai dengan bagian - materi yang menjadi tugas masing-masing anggota kelompok - Siswa kembali ke kelompok asal - Setiap siswa dengan tugasnya masing-masing bergantian mengkomunikasikan hasil diskusi dalam kelompok ahli kepada kelompok asal  Konfirmasi - Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa - Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan - Siswa diberikan reward atas keberhasilan kelompok - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. 3. Kegian Akhir - Postes atau evaluasi , siswa mengerjakan lembar evaluasi secara

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI individu. - Guru memberikan penilaian/pencapaian skor setiap kelompok - Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat skor tertinggi - Refleksi kegiatan pembelajaran - Tindak lanjut, guru menginformasikan pembelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya - Penutup I. Penilaian 1. Kognitif Jenis : tes Teknik : tertulis Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) 2. Afektif Jenis : non tes Teknik : observasi Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Psikomotor Jenis : non tes Teknik : kinerja Instrumen : tugas dan rubrik penilaian (terlampir) 97

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 PENILAIAN Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Kognitif  Memahami pengertian Tes tertulis koperasi  Menyebutkan sendisendi yang ada di koperasi  Menjelaskan tujuan dan manfaat koperasi  Menceritakan pentingnya usaha bersama dalam koperasi  Membedakan koperasi dengan jenis usaha lain Afektif  Percaya diri dalam nontes kegiatan pembelajaran  Teliti dalam mengidentifikasi sendisendi koperasi. Non tes Psikomotor  Mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok ahli dalam kegiatan presentasi di kelompok asal Bentuk Penilaian Contoh Instrumen / Soal Uraian/essay, Modal pilihan ganda koperasi berasal dari dua sumber,yaitu ... Rubrik penilaian sikap Rubrik pengamatan 1. Kognitif  Soal 1. Koperasi adalah badan usaha yang berasaskan asas . . . dan . . . 2. Modal koperasi berasal dari dua sumber, yaitu …. dan …. 3. Sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha adalah . . 4. Kekuasaan tertinggi padakoperasi adalah terletak pada . . . 5. Koperasi yang menyediakan barang barang kebutuhan seharihari anggotanya adalah koperasi . .

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 6. Koperasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu berdasarkan . . . dan . . . 7. Pengelolaan koperasi dilakukan secara terbuka dan .... 8. Simpanan anggota pada koperasi yang harus dibayarkan setiap bulan adalah .... 9. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, koperasi dapat juga menyejahterakan . . . 10. Koperasi yang beranggotakan para pegawai negeri adalah koperasi . . .  Kunci jawaban 1. Kekeluargaan dan gotong royong 2. Modal sendiri dan modal pinjaman 3. Dana cadangan 4. Rapat anggota 5. Koperasi konsumsi 6. Jenis usaha dan keanggotaannya 7. Demokratis 8. Simpanan wajib 9. Masyarakat 10. Pegawai negri Nilai = jumlah soal benar x 10 2. Afektif Rubrik pengamatan No Nama Siswa 1 2 3 Keterangan : Aspek yang dinilai Percaya diri Teliti 1 2 3 1 2 Skor 3

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  101 Percaya diri - 1 : siswa kurang aktif, dan takut untuk berpendapat - 2 : siswa kurang aktif tetapi berani mengungkapkan pendapat - 3 : siswa aktif dalam kegiatan, berani mengungkapkan pendapat dan tidak takut slah ketika menjawab pertanyaan  Teliti - 1 : siswa tidak menunjukkan ketelitian dan memberikan pendapat dengan asal - 2 : siswa sudah mulai menunjukkan ketelitian dengan berhati- hati mencari informasi dan menunjukkan sikap berpikir dalam mencerna informasi dalam kelompok ahli - 3 : siswa cermat dalam menanggapi pendapat dalam kelompok ahli, dan menunjukkan ketelitian dalam mengumpulkan dan menafsirkan informsi dan kemudian mengkomunikasikannya kembali dalam kelompok awal. Nilai = 3. Psikomotor  Mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok ahli dalam kegiatan presentasi di kelompok asal - Penilaian dilakukan oleh teman satu kelompok Nama penilai : Dari kelompok : No Nama anggota kelompok Aspek yang dinilai Cara penyampaian 1 2 3 Jumlah skor 1 2 3 Keterangan: 1 : cara penyampaian sudah cukup baik, tetapi masih terlihat penggunaan bahasa yang kurang mudah dipahami dan

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 kurang menunjukkan penguasaan atas materi 2 :cara penyampaian sudah baik, penggunaan bahasa juga sudah jelas, tetapi masih kurang menunjukkan penguasaan atas materi 3 : cara penyampaian sudah sangat baik, terlihat penggunaan bahasa yang jelas dan mudah dipahami serta memperlihatkan penguasaan atas materi Nilai =

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 LEMBAR EVALUASI Nama : No : Lembar Evaluasi 1. Koperasi adalah badan usaha yang berasaskan asas . . . dan . . . 2. Modal koperasi berasal dari dua sumber, yaitu …. dan …. 3. Sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha adalah . . . 4. Kekuasaan tertinggi padakoperasi adalah terletak pada . . 5. Koperasi yang menyediakan barang barang kebutuhan sehari-hari anggotanya adalah koperasi . . . 6. Koperasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu berdasarkan . . . dan . . . 7. Pengelolaan koperasi dilakukan secara terbuka dan .... 8. Simpanan anggota pada koperasi yang harus dibayarkan setiap bulan adalah .... 9. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, koperasi dapat juga menyejahterakan . . . 10.Koperasi yang beranggotakan para pegawai negeri adalah koperasi ...

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR KERJA SISWA Nama Anggota kelompok : Lembar Kerja Siswa  Kegiatan Belajar 1 Bedakan yang mana koperasi dan yang mana badan usaha bukan koperasi Kunci Koperasi Jenis usaha lain Dasar pendirian . Keanggotaan Modal Kekuasaan tertinggi Pembagian keuntungan 104

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pasangkan pertanyaan yang berada di samping kiri, dengan jawaban yang ada di samping kanan! Badan usaha yang beranggotakan orang 1 a. Ketentuan yang berdasarkan atas asas kekeluargaan perundang-undangan Simpanan yang dibayarkan pada awal 2 masuk menjadi anggota b. Sifat terbuka Koperasi yang menyediakan barang 3 dan demokratis kebutuhan sehari-hari anggotanya Pengelolaan koperasi dilakukan atas 4 c. KUD kehendak dan kepurtusan para anggota Untuk meningkatkan kesejahteraan 5 anggota pada khususnya dan masyarakat d. Fungsi pada umumnya Koperasi Koperasi merupakan usaha bersama yang e. Koperasi produksi 6 terorganisasi, terencana, dan dilaksanakan terus menerus berdasarkan f. Koperasi konsumsi 7 Kekuasaan tertinggi koperasi Koperasi bersifat sukarela yang berarti 8 seluruh anggota masyarakat dapat g. Sifat menjadi anggota kemandirian Simpanan yang harus disetorkan dalam koperasi 9 jangka waktu yang telah ditentukan h. Koperasi Simpanan pokok, simpanan wajib, dana 10 cadangan, dan hibah merupakan . . . i. Sisa hasil Koperasi yang beranggotakan warga 11 usaha masyarakat pedesaan j. Rapat anggota Mempermudah para anggota untuk memperoleh modal usaha dan 12 menghindarkan anggota dari praktik k. Modal sendiri rentenir Koperasi adalah organisasi yang dapat l. Simpanan 13 berdiri sendiri tanpa bergantung pada wajib pihak lain m. Simpanan 14 Laba atau keuntungan koperasi Koperasi yang menghasilkan atau pokok 15 memasarkan barang dari anggotanya n. Sifat keanggotaan koperasi o. Tujuan Koperasi 105

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas I Semester : IV/II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) Pertemuan ke-dua A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat C. Indikator Pembelajaran  Kognitif - Menyebutkan organisasi koperasi - Menyebutkan makna gambar pada lambang koperasi - Menjelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.   Afektif - Percaya diri dalam kegiatan pembelajaran - Teliti dalam mengidentifikasi badan organisasi koperasi - Kerjasama dalam kegiatan kelompok Psikomotor - Mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok ahli dalam kegiatan presentasi di kelompok asal D. Tujuan Pembelajaran  Kognitif - Siswa mampu menyebutkan badan organisasi dalam koperasi memalui diskusi kelompok - Siswa mampu menyebutkan minimal 4 makna gambar pada lambang

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 koperasi melalui diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Afektif - Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam pelaksanaan prosespembelajaran - Siswa mampu menunjukkan ketelitian ketika mengidentifikasi organisasi koperasi melalui diskusi kelompok  Siswa mampu menunjukkan kerjasama melalui kegiatan kelompok Psikomotor - Siswa mampu mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok ahli dalam kegiatan presentasi di kelompok asal E. Materi Pokok  Organisasi koperasi  Lambang koperasi  Peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat F. Metode Pembelajaran 1. Model pembelajaran Cooperative learning 2. Metode pembelajaran Jigsaw II 3. Teknik pembelajaran Penugasan, diskusi, tanya jawab G. Sumber dan Media Belajar 1. Sumber - New Teaching Resources. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV Standar Isi 2006. Jakarta: Esis - Tim Bina Karya Guru. 2007. IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Penerbit Erlangga - Sarwiyanto, Widyaningtyas, & Setiawan., D. 2009. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Ips Kelas 4. Yogyakarta: PENERBIT

(125) 108 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KANISIUS. 2. Media - Lembaran sub materi - Gambar lambang koperasi H. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal - Pendahuluan : salam, doa, presensi - Apersepsi Guru bertanya kepada siswa “siapa yang pernah melihat lambang koperasi?” siapa yang pernah ikut serta dalam kegiatan koperasi?” - Orientasi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan gambaran tentang metode Jigsaw II yang akan digunakan saat pembelajaran. - Motivasi Guru memberikan semangat kepada siswa dengan bernyanyi ataupun dengan pujian 2. Kegiatan Inti  Eksplorasi  Guru melakukan pretes  Guru membagi siswa dalam kelompok berdasarkan taraf kemampuan siswa dan cakupan materi yang akan dipelajari. 1  Setiap 2 anggota 3 dalam kelompok 4 dibagikan tugas untuk mempelajari bagian meteri yang berbeda (pembagian materi: (1) organisasi koperasi, (2) lambang koperasi, (3) jenis koperasi, (4) peranan koperasi)  Setiap siswa dalam kelompok melakukan studi pustaka tentang bagian materi yang sudah menjadi tugasnya

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  109 Elaborasi - - Siswa berkumpul dalam kelompok expert (ahli) Ahli 1 Ahli 2 111111 222222 Ahli 4 Ahli 5 444444 5 5 5 5 55 Ahli 3 333333 Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli sesuai dengan bagian materi yang menjadi tugas masing-masing anggota kelompok - Siswa kembali ke kelompok asal - Setiap siswa dengan tugasnya masing-masing bergantian mengkomunikasikan hasil diskusi dalam kelompok ahli kepada kelompok asal  Konfirmasi - Siswa dan guru bertanya jawab terkait materi yang belum dipahami. - Siswa dan guru meluruskan kesalahan jawaban . - Siswa diberikan reward atas keberhasilan kelompok - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. 3. Kegian Akhir - Evaluasi atau postes - Guru memberikan penilaian/pencapaian skor setiap kelompok - Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapat skor tertinggi - Refleksi - Tindak lanjut : guru memberikan tugas atau menginformasikan materi pembelajaan selanjutnya

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Penutup I. Penilaian 1. Kognitif Jenis : tes Teknik : tertulis Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) 2. Afektif Jenis : non tes Teknik : observasi Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Psikomotor Jenis : non tes Teknik : kinerja Instrumen : tugas dan rubrik penilaian (terlampir) 110

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Lampiran 1. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Kognitif  Menyebutkan organisasi Tes tertulis koperasi  Menyebutkan makna gambar pada lambang koperasi  Memberikan berbagai contoh jenis koperasi  Menjelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Afektif  Percaya diri dalam kegiatan pembelajaran  Teliti dalam nontes mengidentifikasi gambar lambang koperasi.  Kerjasama dalam kegiatan kelompok Psikomotor  Mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok Non tes ahli dalam kegiatan presentasi di kelompok asal Bentuk Penilaian Contoh Instrumen / Soal Jelaskan 3 gambar dari Uraian/essay, lambang pilihan ganda koperasi, dan jelaskan maknanya! Rubrik penilaian sikap Rubrik pengamatan 1. Kognitif  Soal 1. Sebutkan badan organisasi yang terdapat pada koperasi! 2. Jelaskan 3 gambar dari lambang koperasi, dan jelaskan maknanya! 3. Apa perbedaan dari tugas pengawas dan tugas pengurus koperasi? 4. jelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 masyarat!  Kunci jawaban 1. Organisasi koperasi terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas. 2. Makna 3 gambar dalam lambang koperasi  Rantai melambangkan persahabatan yang kekal.  Gigi roda melambangkan usaha/karya yang terus-menerus  Kapas dan padi melambangkan kemakmuran yang diusahakan dan yang harus dicapai oleh koperasi. 3. Tugas pengurus lebih cenderung melaksanakan kegiatan kopersi, antara lain: Mengelola koperasi dan usahanya. Menggunakan rancangan kerja. Menyelenggarakan rapat anggota. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban. Menyelenggarakan perbukuan keuangan dan inventaris secara tertib. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus. Tugas pengawas adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi 4. Peranan koperasi antara lain:  Menyelenggarakan kehidupan ekonomi secara demokratis  Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat  Meningkatkan penghasilan rakyat  Meningkatkan pendidikan rakyat  Mengembangkan usaha perorangan atau kelompok  Menciptakan lapangan pekerjaan.

(130) 113 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Afektif Rubrik pengamatan Aspek yang dinilai Nama No Percaya diri Siswa 1 2 3 Teliti 1 2 Jumlah Kerjasama 3 1 2 Skor 3 1 2 3 4 Keterangan :  Percaya diri - 1 : siswa kurang aktif, dan takut untuk berpendapat - 2 : siswa kurang aktif tetapi berani mengungkapkan pendapat - 3 : siswa aktif dalam kegiatan, berani mengungkapkan pendapat dan tidak takut slah ketika menjawab pertanyaan  Teliti - 1 : siswa tidak menunjukkan ketelitian dan memberikan pendapat dengan asal - 2 : siswa sudah mulai menunjukkan ketelitian dengan berhati- hati mencari informasi dan menunjukkan sikap berpikir dalam mencerna informasi dalam kelompok ahli - 3 : siswa cermat dalam menanggapi pendapat dalam kelompok ahli, dan menunjukkan ketelitian dalam mengumpulkan dan menafsirkan informsi dan kemudian mengkomunikasikannya kembali dalam kelompok awal.  Kerjasama - 1 : siswa kurang menunjukkan kerja sama dalam kelompok, masih terlihat ada anak yang tidak berpartisipasi dalam kelompok

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 2 114 : siswa sudah menunjukkan kerja sama dalam kelompok, tetapi kurang menunjukkan kebersamaan dan saling membantu antar anggota kelompok - 3 : kerja sama kelompok sudah terjalin baik, siswa sudah saling membantu dalam tugas dan saling berpartisipasi aktif dalam kelompok Nilai = 爠 3. Psikomotor  Mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok ahli dalam kegiatan presentasi di kelompok asal - Penilaian dilakukan oleh teman satu kelompok Nama penilai : Dari kelompok : No Nama anggota kelompok Aspek yang dinilai Cara penyampaian 1 2 3 skor 1 2 3 4 5 Keterangan: 1 : cara penyampaian sudah cukup baik, tetapi masih terlihat penggunaan bahasa yang kurang mudah dipahami dan kurang menunjukkan penguasaan atas materi 2 :cara penyampaian sudah baik, penggunaan bahasa juga sudah jelas, tetapi masih kurang menunjukkan penguasaan atas materi 3 : cara penyampaian sudah sangat baik, terlihat penggunaan

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 bahasa yang jelas dan mudah dipahami serta memperlihatkan penguasaan atas materi Nilai =

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Nama : No : Lembar Evaluasi 1. Sebutkan badan organisasi yang terdapat pada koperasi! 2. Jelaskan 3 gambar dari lambang koperasi, dan jelaskan maknanya! 3. Apa perbedaan dari tugas pengawas dan tugas pengurus koperasi? 4. jelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarat! JAWAB Lembar Kerja Siswa Nama Anggota kelompok :  Kegiatan Belajar 1 Perhatikan beberapa hal di bawah ini! (a) Mengelola koperasi dan usahanya (b) Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfataan koperasi sesuai tanggung jawab dari keputusan rapat anggota. (c) Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan. (d) Menyelenggarakan perbukuan keuangan dan inventaris secara tertib. (e) Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 (f) Melalui keputusan rapat anggota, pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola yang bertanggung jawab kepada pengurus. (g) Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban (h) Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai anggaran dasar. (i) Menggunakan rancangan kerja. Diskusikan bersama kelompokmu, Bedakan antara Tugas dan Wewenang pengurus Koperasi. Isikan tabel dibawah ini! Tugas Pengurus Koperasi Wewenang pengurus Koperasi  Kegiatan Belajar 2 Kamu sudah belajar tentang Lambang Koperasi. Gambarlah salah satu diantara lambang koperasi baru dan lambang koperasi lama! Tuliskan arti dari gambar tersebut secara singkat saja!

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pernahkah kalian ikut serta dalam kegiatan koperasi? Menurut kelompokmu, apakahperan koperasi dalam masyarakat yang telah kamu pelajari benar-benar terbukti dimasyarakat? Tuliskan pendapatmu! 118

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 LAMPIRAN 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELOMPOK KONTROL Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas I Semester : IV/II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) Pertemuan pertama A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat C. Indikator Pembelajaran    Kognitif - Memahami pengertian koperasi - Menyebutkan sendi-sendi yang ada di koperasi - Menjelaskan tujuan dan manfaat koperasi - Menceritakan pentingnya usaha bersama dalam koperasi - Membedakan koperasi dengan jenis usaha lain Afektif - Percaya diri dalam kegiatan pembelajaran - Teliti dalam mengidentifikasi sendi-sendi koperasi Psikomotor - Menceritakan kegiatan koperasi di lingkungan sekitar D. Tujuan Pembelajaran  Kognitif - Siswa mampu memahami pengertian koperasi melalui diskusi kelompok

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 120 Siswa mampu menyebutkan minimal 3 sendi-sendi dalam koperasi melalui diskusi kelompok - Siswa mampu menyebutkan minimal 3 tujuan koperasi melalui diskusi kelompok - Siswa mampu menceritakan pentingnya usaha bersama dalam koperasi melalui diskusi kelompok - Siswa mampu membedakan minimal tiga perbedaan antara koperasi dengan jenis usaha lainmelalui diskusi kelompok  Afektif - Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam pelaksanaan prosespembelajaran - Siswa mampu menunjukkan ketelitian ketika mengidentifikasi sendisendi dalam koperasi melalui diskusi kelompok  Psikomotor - Siswa mampu menceritakan tentang koperasi yang ada dilingkungan sekitarnya melalui kegiatan presentasi E. Materi Pokok  Sendi-sendi koperasi  Pentingnya usaha bersama dalam koperasi  Perbedaan koperasi dengan badan usaha lain F. Metode Pembelajaran - Penugasan - Diskusi - tanya jawab G. Sumber dan Media Belajar 1. Sumber - New Teaching Resources. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV Standar Isi 2006. Jakarta: Esis - Tim Bina Karya Guru. 2007. IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Penerbit Erlangga - Sarwiyanto, Widyaningtyas, & Setiawan., D. 2009. Ayo Belajar Ilmu

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Pengetahuan Sosial Ips Kelas 4. Yogyakarta: PENERBIT KANISIUS. 2. Media - Lembaran sub materi - LKS H. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal - Apersepsi Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan siswa dengan bertanya “siapa yang pernah berbelanja di koperasi” - Orientasi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan gambaran tentang metode Jigsaw II yang akan digunakan saat pembelajaran. - Motivasi Guru memberikan semangat kepada siswa untuk belajar dengan bernyanyi lagu “koperasi” 2. Kegiatan Inti  Eksplorasi - Guru menampilkan bagan tentang sendi-sendi koperasi - Guru menjelaskan materi tentang sendi-sendi koperasi - Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pentingnya usaha bersama dalam koperasi   Elaborasi - Guru membagi siswa dalam kelompok - Guru membagikan LKS - Dalam LKS siswa merangkum hal-hal penting tentang materi - Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok Konfirmasi - Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. 3. Kegian Akhir - Evaluasi , siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. - Refleksi kegiatan pembelajaran - Tindak lanjut, guru menginformasikan pembelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya - Penutup I. Penilaian 1. Kognitif Jenis : tes Teknik : tertulis Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) 2. Afektif Jenis : non tes Teknik : observasi Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Psikomotor Jenis : non tes Teknik : kinerja Instrumen : tugas dan rubrik penilaian (terlampir) 122

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Lampiran 1. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Kognitif  Memahami Bentuk Penilaian Tes tertulis Uraian/essay, pilihan ganda pengertian koperasi  Menyebutkan sendi Jenis Penilaian yang sendiada di koperasi  Menjelaskan tujuan dan manfaat koperasi nontes Rubrik penilaian sikap Non tes Rubrik pengamatan  Menceritakan pentingnya usaha bersama dalam koperasi  Membedakan koperasi dengan jenis usaha lain Afektif  Percaya diri dalam kegiatan pembelajaran  Teliti dalam mengidentifikasi sendisendi koperasi. Psikomotor  Menceritakan kegiatan koperasi di lingkungan sekitar Contoh Instrumen / Soal Sebutkan tiga manfaat koperasi!

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 1. Kognitif  Soal 1. Koperasi adalah badan usaha yang berasaskan asas . . . dan . . . 2. Modal koperasi berasal dari dua sumber, yaitu …. dan …. 3. Sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha adalah . . . 4. Kekuasaan tertinggi padakoperasi adalah terletak pada . . 5. Koperasi yang menyediakan barang barang kebutuhan sehari-hari anggotanya adalah koperasi . . . 6. Koperasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu berdasarkan . . . dan . . 7. Pengelolaan koperasi dilakukan secara terbuka dan .... 8. Simpanan anggota pada koperasi yang harus dibayarkan setiap bulan adalah .... 9. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, koperasi dapat juga menyejahterakan . . . 10. Koperasi yang beranggotakan para pegawai negeri adalah koperasi . . .  Kunci jawaban 1. Kekeluargaan dan gotong royong 2. Modal sendiri dan modal pinjaman 3. Dana cadangan 4. Rapat anggota 5. Koperasi konsumsi 6. Jenis usaha dan keanggotaannya 7. Demokratis 8. Simpanan wajib 9. Masyarakat 10. Pegawai negri 2. Afektif

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Rubrik pengamatan No Nama Siswa Aspek yang dinilai Percaya diri Teliti 1 2 3 1 2 Skor 3 1 2 3 4 Keterangan :  Percaya diri - 1 : siswa kurang aktif, dan takut untuk berpendapat - 2 : siswa kurang aktif tetapi berani mengungkapkan pendapat - 3 : siswa aktif dalam kegiatan, berani mengungkapkan pendapat dan tidak takut slah ketika menjawab pertanyaan  Teliti - 1 : siswa tidak menunjukkan ketelitian dan memberikan pendapat dengan asal - 2 : siswa sudah mulai menunjukkan ketelitian dengan berhati- hati mencari informasi dan menunjukkan sikap berpikir dalam mencerna informasi dalam kelompok ahli - 3 : siswa cermat dalam menanggapi pendapat dalam kelompok ahli, dan menunjukkan ketelitian dalam mengumpulkan dan menafsirkan informsi dan kemudian mengkomunikasikannya kembali dalam kelompok awal.  Kerjasama - 1 : siswa kurang menunjukkan kerja sama dalam kelompok, masih terlihat ada anak yang tidak berpartisipasi dalam kelompok - 2 : siswa sudah menunjukkan kerja sama dalam kelompok, tetapi kurang menunjukkan kebersamaan dan saling membantu antar anggota kelompok

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 3 127 : kerja sama kelompok sudah terjalin baik, siswa sudah saling membantu dalam tugas dan saling berpartisipasi aktif dalam kelompok Nilai = 3. Psikomotor  Kemampuan bercerita - Penilaian dilakukan oleh teman satu kelompok Nama penilai : Dari kelompok : No Nama anggota kelompok Aspek yang dinilai Cara penyampaian 1 2 3 Jumlah skor 1 2 3 4 5 Keterangan: 1 : cara penyampaian sudah cukup baik, tetapi masih terlihat penggunaan bahasa yang kurang mudah dipahami dan kurang menunjukkan penguasaan atas materi 2 :cara penyampaian sudah baik, penggunaan bahasa juga sudah jelas, tetapi masih kurang menunjukkan penguasaan atas materi 3 : cara penyampaian sudah sangat baik, terlihat penggunaan bahasa yang jelas dan mudah dipahami serta memperlihatkan penguasaan atas materi Nilai =

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Lembar Evaluasi 1. Koperasi adalah badan usaha yang berasaskan asas . . . dan . . . 2. Modal koperasi berasal dari dua sumber, yaitu …. dan …. 3. Sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha adalah . . . 4. Kekuasaan tertinggi padakoperasi adalah terletak pada . . 5. Koperasi yang menyediakan barang barang kebutuhan sehari-hari anggotanya adalah koperasi . . . 6. Koperasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu berdasarkan . . . dan . . 7. Pengelolaan koperasi dilakukan secara terbuka dan .... 8. Simpanan anggota pada koperasi yang harus dibayarkan setiap bulan adalah .... 9. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, koperasi dapat juga menyejahterakan . . . 10. ... Koperasi yang beranggotakan para pegawai negeri adalah koperasi

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Lembar Kerja Siswa 1. Diskusikan dalam timmu mengenai sendi-sendi koperasi dan jelaskan setiap maksud didalamnya! Rangkum pendapat teman dalam kelompok ahli dalam kotak berikut! 2. Diskusikan dalam timmu mengenai pentingnya usaha bersama dalam koperasi! Rangkum pendapat teman dalam kelompok ahli dalam kotak berikut! 3. Diskusikan dalam timmu mengenai perbedaan koperasi dengan badan usaha lainnya! Rangkum pendapat teman dalam kelompok ahli dalam kotak berikut!

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas I Semester : IV/II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) Pertemuan ke-dua A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat C. Indikator Pembelajaran  Kognitif - Menyebutkan organisasi koperasi - Menyebutkan makna gambar pada lambang koperasi - Memberikan berbagai contoh jenis koperasi - Menyebutkan kegiatan koperasi - Menjelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.   Afektif - Percaya diri dalam kegiatan pembelajaran - Teliti dalam mengidentifikasi badan organisasi koperasi - Kerjasama dalam kegiatan kelompok Psikomotor - Menggambar lambang koperasi berseta keterangannya - Mempresentasikan hasil kerja kelompok D. Tujuan Pembelajaran  Kognitif

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 131 Siswa mampu menyebutkan badan organisasi dalam koperasi memalui diskusi kelompok - Siswa mampu menyebutkan minimal 4 makna gambar pada lambang koperasi melalui diskusi kelompok - Siswa mampu memberikan minimal 3 contoh koperasi berdasarkan pengelompokannya melalui diskusi kelompok - Siswa mampu menyebutkan minimal 3 kegiatan yang dilakuakn koperasi mellalui diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Afektif - Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam pelaksanaan prosespembelajaran - Siswa mampu menunjukkan ketelitian ketika mengidentifikasi organisasi koperasi melalui diskusi kelompok  Siswa mampu menunjukkan kerjasama melalui kegiatan kelompok Psikomotor - Siswa mampu mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok ahli dalam kegiatan presentasi di kelompok asal E. Materi Pokok  Organisasi koperasi  Lambang koperasi  Jenis-jenis koperasi  Peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat F. Metode Pembelajaran - Tanya jawab - Diskusi - Penugasan G. Sumber dan Media Belajar 1. Sumber - New Teaching Resources. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Sekolah Dasar Kelas IV Standar Isi 2006. Jakarta: Esis - Tim Bina Karya Guru. 2007. IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Penerbit Erlangga - Sarwiyanto, Widyaningtyas, & Setiawan., D. 2009. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Ips Kelas 4. Yogyakarta: PENERBIT KANISIUS. 2. Media - LKS - Gambar lambang koperasi H. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal - Pendahuluan : salam, doa, presensi - Apersepsi Guru bertanya kepada siswa “siapa yang pernah melihat lambang koperasi?” siapa yang pernah ikut serta dalam kegiatan koperasi?” - Orientasi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Motivasi Guru memberikan semangat kepada siswa dengan bernyanyi ataupun dengan pujian 2. Kegiatan Inti  Eksplorasi - Guru menunjukkan lambang tentang koperasi - Guru menjelaskan materi tentang organisasi koperasi - Guru bercerita tentang peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat  Elaborasi - Guru membagi siswa dalam kelompok - Siswa berdiskusi tentang arti gambar yang ada pada lambang koperasi

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Siswa dibagikan LKS yang berisi perbedaan lambang koperasi lama dan baru - Siswa mengerjakan LKS - Guru dan siswa membahas hasil kerja siswa dalam kelompok  Konfirmasi - Siswa dan guru bertanya jawab terkait materi yang belum dipahami. - Siswa dan guru meluruskan kesalahan jawaban . - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. 3. Kegian Akhir - Evaluasi, siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu - Refleksi - Tindak lanjut, guru memberikan tugas - Penutup I. Penilaian 1. Kognitif Jenis : tes Teknik : tertulis Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) 2. Afektif Jenis : non tes Teknik : observasi Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Psikomotor Jenis : non tes Teknik : kinerja Instrumen : tugas dan rubrik penilaian (terlampir) 133

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 1. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Kognitif  Menyebutkan organisasi koperasi Tes tertulis Uraian/essay, pilihan ganda nontes Rubrik penilaian sikap Non tes Rubrik pengamatan  Menyebutkan makna gambar pada lambang koperasi  Memberikan berbagai contoh jenis koperasi  Menyebutkan kegiatan koperasi  Menjelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  a bersama dalam koperasi  Membedakan koperasi dengan jenis usaha diri dalam lain Afektif  Percaya Contoh Instrumen / Soal Jelaskan 3 gambar dari lambang koperasi, dan jelaskan maknanya!

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 kegiatan pembelajaran  Teliti dalam mengidentifikasi sendi-sendi koperasi.  Kerjasama dalam kegiatan kelompok Psikomotor  Menceritakan kegiatan koperasi di lingkungan sekitar 1. Kognitif  Soal 1. Sebutkan badan organisasi yang terdapat pada koperasi! 2. Jelaskan 3 gambar dari lambang koperasi, dan jelaskan maknanya! 3. Sebutkan perbedaan tugas dari pengurus dan pengawas koperaai! 4. jelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarat!  Kunci jawaban 1. Organisasi koperasi terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas. 2. Makna 3 gambar dalam lambang koperasi  Rantai melambangkan persahabatan yang kekal.  Gigi roda melambangkan usaha/karya yang terus-menerus  Kapas dan padi melambangkan kemakmuran yang diusahakan dan yang harus dicapai oleh koperasi. 5. Tugas pengurus lebih cenderung melaksanakan kegiatan kopersi,

(154) 137 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI antara lain: Mengelola koperasi dan usahanya. Menggunakan rancangan kerja. Menyelenggarakan rapat anggota. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban. Menyelenggarakan perbukuan keuangan dan inventaris secara tertib. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus. Tugas pengawas adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi 3. Peranan koperasi antara lain:  Menyelenggarakan kehidupan ekonomi secara demokratis  Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat  Meningkatkan penghasilan rakyat  Meningkatkan pendidikan rakyat  Mengembangkan usaha perorangan atau kelompok  Menciptakan lapangan pekerjaan. 2. Afektif Rubrik pengamatan Nama Siswa No Percaya diri 1 2 3 Aspek yang dinilai Teliti Kerjasama 1 2 3 1 2 3 Jumlah Skor 1 2 3 4 Keterangan :  Percaya diri - 1 : siswa kurang aktif, dan takut untuk berpendapat - 2 : siswa kurang aktif tetapi berani mengungkapkan pendapat - 3 : siswa aktif dalam kegiatan, berani mengungkapkan pendapat dan tidak takut slah ketika menjawab pertanyaan

(155) 138 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  Teliti - 1 : siswa tidak menunjukkan ketelitian dan memberikan pendapat dengan asal - 2 : siswa sudah mulai menunjukkan ketelitian dengan berhati- hati mencari informasi dan menunjukkan sikap berpikir dalam mencerna informasi dalam kelompok ahli - 3 : siswa cermat dalam menanggapi pendapat dalam kelompok ahli, dan menunjukkan ketelitian dalam mengumpulkan dan menafsirkan informsi dan kemudian mengkomunikasikannya kembali dalam kelompok awal.  Kerjasama - 1 : siswa kurang menunjukkan kerja sama dalam kelompok, masih terlihat ada anak yang tidak berpartisipasi dalam kelompok - 2 : siswa sudah menunjukkan kerja sama dalam kelompok, tetapi kurang menunjukkan kebersamaan dan saling membantu antar anggota kelompok - 3 : kerja sama kelompok sudah terjalin baik, siswa sudah saling membantu dalam tugas dan saling berpartisipasi aktif dalam kelompok Nilai = 3. Psikomotor  Gambar lambang koperasi No Aspek yang dinilai SB . 1. Kerapian 2. Penggunaan warna Keterangan : SB : Sangat baik :5 B : Baik :4 B CB KB TB

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  CB : Cukup baik :3 KB : Kurang baik :2 TB : Tidak baik :1 139 Mengkomunikasikan No Nama anggota kelompok Aspek yang dinilai Cara penyampaian 1 2 3 skor 1 2 3 4 5 Keterangan: 1. : cara penyampaian sudah cukup baik, tetapi masih terlihat penggunaan bahasa yang kurang mudah dipahami dan kurang menunjukkan penguasaan atas materi 2. :cara penyampaian sudah baik, penggunaan bahasa juga sudah jelas, tetapi masih kurang menunjukkan penguasaan atas materi 3. : cara penyampaian sudah sangat baik, terlihat penggunaan bahasa yang jelas dan mudah dipahami serta memperlihatkan penguasaan atas materi

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lembar Evaluasi 1. Sebutkan badan organisasi yang terdapat pada koperasi! 2. Jelaskan 3 gambar dari lambang koperasi, dan jelaskan maknanya! 3. Apa perbedaan dari tugas pengawas dan tugas pengurus koperasi? 4. jelaskan peranan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarat! JAWAB 140

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Nama Anggota kelompok : Lembar Kerja Siswa  Kegiatan Belajar 1 Perhatikan beberapa hal di bawah ini! (j) Mengelola koperasi dan usahanya (k) Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfataan koperasi sesuai tanggung jawab dari keputusan rapat anggota. (l) Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan. (m) Menyelenggarakan perbukuan keuangan dan inventaris secara tertib. (n) Memelihara daftar buku anggota dan pengurus. (o) Melalui keputusan rapat anggota, pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola yang bertanggung jawab kepada pengurus. (p) Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban (q) Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai anggaran dasar. (r) Menggunakan rancangan kerja. Diskusikan bersama kelompokmu, Bedakan antara Tugas dan Wewenang pengurus Koperasi. Isikan tabel dibawah ini! Tugas Pengurus Koperasi Wewenang pengurus Koperasi

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142  Kegiatan Belajar 2 Kamu sudah belajar tentang Lambang Koperasi. Gambarlah salah satu diantara lambang koperasi baru dan lambang koperasi lama! Tuliskan arti dari gambar tersebut secara singkat saja! Pernahkah kalian ikut serta dalam kegiatan koperasi? Menurut kelompokmu, apakahperan koperasi dalam masyarakat yang telah kamu pelajari benar-benar terbukti dimasyarakat? Tuliskan pendapatmu!

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 LAMPIRAN 7 MATERI AJAR KOPERASI A. Sendi-sendi Koperasi  Pengertian Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan..  Tujuan Koperasi Tujuan koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Selain itu, juga ikut membangun tatanan perekonomian nasional mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur yang berlandaskan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Fungsi koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 sebagai berikut. a. Meningkatkan kesejahteraan anggota b. Menyediakan kebutuhan para anggota c. Mempermudah para anggota untuk memperoleh modal usaha d. Mengembangkan usaha para anggota e. Menghindarkan anggota dari praktik rentenir dan lintah darat B. Pentingnya Usaha bersama dalam koperasi Koperasi merupakan bentuk kerjasama dalam berusaha yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Beberapa kelebihan usaha bersama melalui koperasi dibandingkan jenis usaha lain diantaranya sebagai berikut: 1. dasa Dengan demikian kesejahteraan bersama dapat ditingkatkan.

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 2. Koperasi merupakan usaha bersama yang terorganisasi, terencana, dan dilaksanakan terus menerus berdasarkan ketentuan perundang-undangan koperasi. 3. Koperasi memiliki keunggulan dari segi ekonomi dan sosial. Dari segiekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang menyelenggarakan usaha bersama untuk kesejahteraan anggota. Dari segi sosial, koperasi merupakan perkumpulan orang-orang yang bekerjasama dalam organisasi yang berasaskan kekeluargaan. 4. Koperasi dilaksanakan secara demokratis. Maksutnya pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan kepurtusan para anggota. 5. Setiap anggota koperasi memiliki hak dan kewajiban yang sama.  Hak anggota: Adapun hak seorang anggota adalah sebagai berikut. a. Menghadiri, berpendapat, dan memberikan suara dalam rapat anggota. b. Memilih atau dipilih menjadi pengurus atau pengawas c. Memberikan pendapat atau saran kepada pengurus dan pengawas di luar rapat anggota. d. Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antar sesame anggota. e. Mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi menurut ketentuan dalam anggaran dasar.  Kewajiban anggota Kewajiban seorang anggota adalah sebagai berikut. a. Memenuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta keputusan yangtelah disepakati. b. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan. 6. Koperasi merupakan organisasi mandiri. Maksudnya, koperasi adalah organisasi yang dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada pihak lain. 7. Modal koperasi dihimpun melalui simpanan anggota (modal sendiri) dan modal pinjaman.

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 a. Modal sendiri dapat berasal dari: 1) Simpanan pokok, adalah simpanan yang dibayarkan pada awal masuk menjadi anggota. 2) Simpanan wajib, a.dalah simpanan yang harus disetorkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan 3) Dana cadangan, adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha (SHU) 4) Hibah, yaitu bantuan kepada koperasi oleh individu (perorangan) atau kelompok secara sukarela. b. Modal pinjaman dapat berasal dari: 1) Anggota, 2) Koperasi lainnya, 3) Bank dan lembaga keuangan lainnya, 4) Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, dan 5) Sumber lain yang sah. Selain modal sendiri dan modal pinjaman, koperasi dapat melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan. Modal penyertaan bersumber dari pemerintah maupun masyarakat 8. Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil, artinya pembagiannya tidak hanya berdasarkan besarnya modal yang dimiliki anggota, melainkan juga berdasarkan pertimbangan jasa usaha masing-masing anggota. C. Perbedaan Koperasi dengan Badan Usaha Lain Koperasi berbeda dengan jenis usaha lain. perbedaannya tersebut dapat dilihat dari dasar pendirian dan tujuan, sifat keanggotaan, perolehan modal, kekuasaan tertinggi, maupun pembagian keuntungan. Berikut perbedaan dapat dilihat dalam tabel:  Koperasi Dasar pendiriannya adalah  kesamaan cita-cita dan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong Jenis usaha lain Dasar pendiriannya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  Sifat keanggotaan koperasi adalah sukarela. Seluruh anggota masyarakat dapat menjadi anggota koperasi. Modal dikumpulkan dari simpanan para anggota koperasi. Kekuasaan tertinggi ada pada rapat anggota. Pembagian keuntungan berdasarkan besar kecilnya jasa masing-masing anggota.    146  Sifat keanggotaan bersifat tertutup. Tidak semua orang boleh menjadi anggota.  Modal dikumpulkan dari hasil penjualan saham. Kekuasaan tertinggi ada pada rapat pemegang saham. Pembagian keuntungan berdasarkan besar kecilnya modal dari setiap anggota.   D. Organisasi Koperasi Organisasi koperasi terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Kekuasaan tertinggi dalam koperasi adalah rapat anggota. Rapat tersebut dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya telah diatur dalam anggaran dasar. Rapat anggota dilaksanakan paling sedikit sekali dalam satu tahun. 1. Pengurus Pengurus mempunyai tugas dan wewenang. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. Pengurus sebagai pemegang kuasa rapat anggota. Masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun. Tugas pengurus koperasi adalah sebagai berikut. a. Mengelola koperasi dan usahanya. b. Menggunakan rancangan kerja. c. Menyelenggarakan rapat anggota. d. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban. e. Menyelenggarakan perbukuan keuangan dan inventaris secara tertib. f. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus. Wewenang pengurus koperasi, adalah sebagai berikut. a. Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan. b. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai anggaran dasar. c. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfataan koperasi sesuai tanggung jawab dari keputusan rapat anggota.

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 d. Melalui keputusan rapat anggota, pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola yang bertanggung jawab kepada pengurus. 2. Pengawas Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. Persyaratan untuk dapat dipilih menjadi pengawas, ditetapkan dalam anggaran dasar. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota.Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi. Wewenang pengawas meneliti catatan yang ada pada koperasi. Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. 3. Rapat Anggota Unsur lain selain pengurus dan pengawas yang berperan dalam koperasi adalah rapat anggota. Rapat anggota dilaksanakan untuk menetapkan beberapa hal, antara lain a. Anggaran dasar. b. Kebijaksanaan umum. c. Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas. d. Membuat rencana kerja. e. Pengesahan pertanggungjawaban. f. Pembagian sisa hasil usaha. Pelaksanaan rapat anggota memiliki sifat sebagai berikut keputusan berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila mufakat tidak tercapai dilakukan pengambilan suara terbanyak. E. Lambang Koperasi  Lambang Koperasi Lama Gambar lambang koperasi Indonesia

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 a. Rantai melambangkan persahabatan yang kekal. b. Gigi roda melambangkan usaha/karya yang terus-menerus c. Kapas dan padi melambangkan kemakmuran yang diusahakan dan yang harus dicapai oleh koperasi. d. Timbangan melambangkan keadilan sosial. e. Bintang dan perisai melambangkan Pancasila. f. Pohon beringin melambangkan sifat kemasyarakatan berkepribadian Indonesia yang kokoh dan berakar. g. Tulisan Koperasi Indonesia melambangkan kepribadian Koperasi Rakyat Indonesia. h.  Merah putih melambangkan sifat nasional koperasi. Lambang Koperasi Baru Arti Gambar dan penjelasan lambang koperasi :

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 149 Bentuk gambar bunga mengandung makna bahwa koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi. - Gambar 4 sudut pandang melambangkan arah mata angin yang bermaksud bahwa Koperasi Indonesia :  Sebagai gerakan koperasi di Indonesia untuk menyalurkan aspirasi  Sebagai dasar perekonomia nasional yang bersifat kerakyatan  Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan, kemandirian, keadilan dan demokrasi  Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global - Teks Koperasi Indonesia. member kesan dinamis modern, menyiratkan kemajuan untuk terus berkembang serta mengikuti kemajuan jaman yang bercermin pada perekonomian yang bersemangat tinggi, teks Koperasi Indonesia yang berkesinambungan sejajar rapi mengandung makna adanya ikatan yang kuat. - Warna pastel. Member kesan kalem sekaligus berwibawa, selain itu warna pastel melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan, kemauan dan kemajuan serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal. - Menggambarkan falsafah hidup berkoperasi Tulisan : Koperasi Indonesia yang merupakan identitas lambang Gambar : 4 kuncup bunga yang saling bertaut dihubungkan bentuk sebuah lingkaran yang menghubungkan satu kuncup dengan kuncup lainnya,

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 menggambarkan seluruh pemangku kepentingan saling bekerja sama secara terpadu dan berkoordinasi secara harmonis dalam membangun koperasi Indonesia. F. Jenis-jenis Koperasi Koperasi dikelompokkan menjadi 2, yaitu berdasarkan jenis usahanya dan keanggotaannya. Berdasarkan jenis usahanya, koperasi dapat kita bedakan sebagai berikut: 1. Koperasi Produksi, yaitu koperasi yang menghasilkan atau memasarkan barang dari anggotanya 2. Koperasi Konsumsi, yaitu koperasi yang menyediakan barang kebutuhan sehari-hari anggotanya 3. Koperasi Simpan Pinjam, yaitu koperasi yang menghimpun dana dari anggota dan meminjamkannya kembali kepada anggotanya dengan syarat mudah, bunga rendah, dan angsuran ringan 4. Koperasi Serba Usaha, yaitu koperasi yang melakukan beberapa usaha sekaligus. Berdasarkan keanggotaannya, koperasi dibedakan sebagai berikut: 1. Koperasi Pegawai Negeri (KPN), beranggotakan pegawai negeri. 2. Koperasi Pasar (Koppas), beranggotakan para pedagang pasar. 3. Koperasi Unit Desa (KUD), beranggotakan warga/masyarakat pedesaan. 4. Koperasi Sekolah, beranggotakan warga sekolah. 5. Koperasi pensiunan, beranggotakan para pensiunan. G. Peranan Koperasi Koperasi sangat berperan dalam kehidupan perekonomian masyarakat. Adapun perana koperasi, antara lain: 1. Menyelenggarakan kehidupan ekonomi secara demokratis 2. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat 3. Meningkatkan penghasilan rakyat 4. Meningkatkan pendidikan rakyat 5. Mengembangkan usaha perorangan atau kelompok 6. Menciptakan lapangan pekerjaan.

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 LAMPIRAN 8 Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas : IV (Empat) Semester : Genap Standar Kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi. Kompetensi Dasar : 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kisi-kisi soal No 1. 2. Indikator Memahami sendi-sendi koperasi Memahami pentingnya usaha bersama dalam koperasi 3. Membedakan koperasi dengan jenis usaha lain Memahami organisasi dan lambang dalam koperasi 4. 5. Memahami jenis-jenis koperasi 6. Memahami peran koperasi beserta kelebihan dan kekuranag koperasi di Indonesia Jumlah Nomer Soal 1, 2, 3, 4, 8, 5, 6, 7, 9, 11, 12, 33, 34, 35, 36, 37, 39 10, 43, 24, 38 Jumlah Soal 5 11 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 40, 41, 42, 44, 45 12 4 8 5 45 Item soal 1. Badan usaha yang disusun secara bersama-sama dan berazaskan kekeluargaan ialah . . . a. Koperasi c. Warung b. Koperasi sekolah d. Pasar 2. Bapak koperasi Indonesia adalah . . . a. Prof. Dr. Soemitro c. Drs Mohammad Hatta b. Jedral Soeharto d. Ir. Soekarno

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 3. Hari koperasi di peringati setiap tanggal . . . a. 14 Juli c. 1 Juni b. 12 Juli d. 13 Juli 4. Tujuan dibentuknya koperasi adalah untuk . . . a. Memperoleh keuntungan besar b. Meningkatkan kesejahteraan pengurus c. Meningkatkan kesejahteraan anggota d. Menjual barang dagangan 5. Yang bukan merupakan hak anggota dalam sebuah koperasi adalah . . . a. Tidak harus berpartisipasi dalam rapat anggota b. Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antar sesama anggota c. Mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi menurut ketentuan dalam anggaran dasar d. Memilih atau dipilih menjadi pengurus atau pengawas 6. Yang bukan merupakan keunggulan koperasi berdasarkan pentingnya usaha bersama dalam koperasi adalah . . . a. Pengelolaan dilakukan secara demokratis b. Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan jasa usaha masing-masing anggota c. Keanggotaan bersifat sukarela d. Pembagian SHU dibagikan sama rata ke semua anggota 7. Pembagian keuntungan koperasi berdasarkan . . .

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Jasanya c. Usianya b. Modalnya d. jabatannya 153 8. Manfaat koperasi antara lain, kecuali . . . a. Dapat menyejahterakan anggotanya b. Pada akhir tahun setiap anggota mendapatkan keuntungan yang disebut SHU c. Setiap anggota dapat berlatih bertanggung jawab d. Setiap anggota dapat berlatih berorganisasi dan bergotong royong 9. Kemajuan dan perkembangan koperasi menjadi tanggung jawab . . . a. Pengurus koperasi c. Karyawan b. Badan pengawas d. Anggota dan pengurus 10. Sifat keanggotaan koperasi adalah . . . a. Wajib c. Sukarela b. Paksaan d. Ancaman 11. Membayar simpanan pokok bagi anggota merupakan . . . a. Kebiasaan c. kebersamaan b. Kewajiban d. Ketentuan 12. Manakah yang termasuk hak anggota dalam koperasi! 1. Memilih pengurus 2. Memanfaatkan koperasi 3. Mendapat pelayanan yang sama 4. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha 5. Mengembangkan usaha

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. 1, 2, 3 c. 1, 5 b. 1, 4, 5 d. 1, 3 154 13. Pengelompokan koperasi dpat dibedakan menjadi . . . jenis a. 3 c. 2 b. 5 d. 4 14. Koperasi kredit merupakan koperasi yang memiliki usaha . . . a. Menjual kebutuhan sehari-hari b. Simpan pinjam uang/barang c. Di bidang jasa d. Memproduksi barang 15. Koperasi yang bergerak dibidang usaha disebut . . . a. Koperasi produksi c. Koperasi distribusi b. Koperasi simpan pinjam d. Koperasi konsumsi 16. Koperasi yang menyediakan barang kebutuhan sehari-hari disebut koperasi . . . a. Kredit c. produksi b. Konsumsi d. Serba usaha 17. Salah satu koperasi yang digolongkan berdasarkan keanggotaan adalah koperasi . . . a. Koperasi Unit Desa c. Koperasi simpan pinjam b. Koperasi konsumsi d. Koperasi produksi 18. Tugas pokok KUD adalah . . . a. Memberikan penyuluhan kepada para petani

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 b. Memberikan bimbingan kepada KUD-KUD c. Menyalurkan sarana produksi pertanian, seperti pupuk danpestisida d. Memberikan bimbingan kepada Pusat Koperasi Unit Desa 19. Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya terdiri atas . . . a. Orang dalam satu kelompok b. Petani c. Siswa-siswa dalam sekolah d. Gabungan selurung anggota koperasi dalam satu daerah 20. Tujuan didirikannya koperasi sekolah adalah . . . a. Mendapatkan keuntungan bagi sekolah b. Membantu siswa dalam mencari uang c. Ajang kompetisi antar siswa d. Mendidik dan melatih siswa dalam berkoperasi 21. Dibawah ini yang termasuk koperasi berdasarkan jenis anggotanya adalah . . . 1. Koperasi pegawai negeri 4. Koperasi unit desa 2. Koperasi sekolah 5. Koperasi produksi 3. Koperasi konsumsi 6. Koperasi kredit a. 1, 4, dan 5 c. 2, 4, dan 6 b. 1, 2, dan 4 d. 1, 3, dan 5 22. Struktur organisasi koperasi terdiri atas . . . a. Pengurus, pengawas, anggota b. Anggota, pengurus, pengawas, rapat anggota c. Anggota, pengawas, rapat anggota

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 d. Pengurus, pengawas, rapat anggota 23. Berikut yang merupakan tugas yang harus dilakukan oleh pengurus koperasi adalah . . . a. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas b. Mengawasi pelaksanan dan pengelolaan koperasi c. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai anggaran dasar d. Meneliti catatan yang ada pada koperasi 24. Perhatikan pernyataan berikut, 1. sifat keanggotaan bersifat tertutup 2. modal berasal dari simpanan para anggota koperasi 3. pembagian keuntungan berdasarkan besar kecilnya jasa masing-masing anggota 4. dasar pendiriannya untuk mendapat keuntungan yang sebersar-besarnya 5. modal dikumpulkan dari hasil penjualan saham Yang termasuk ciri jenis usaha bukan koperasi adalah . . . a. 1, 3, dan 5 c. 1, 4, dan 5 b. 2, 4, dan 5 d. 1, 2, dan 3 25. Kekuasaan tertinggi pada koperasi adalah . . . a. Pengawas c. Pengurus b. Rapat anggota d. Anggota 26. Seorang pengurus koperasi memiliki masa jabatan selama . . .

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. 5 tahun c. 4 tahun b. 2 tahun d. 1 tahun 157 27. Yang bukan merupakan wewenang dalam rapat anggota dalam koperasi adalah . . . a. Menetapkan anggaran dasar b. Membuat rencana kerja c. Peneriamaan anggota baru d. Pembagian sisa hasil usaha 28. Pada lambang koperasi lama, gambar yang menunjukkan usaha dan karya yang terus menerus adalah . . . a. Rantai c. Bintang dan perisai b. Pohon beringin d. Gigi roda 29. Pohon beringin pada lambang koperasi lama, melambangkan . . . a. Sifat nasional koperasi b. Sifat kemasyarakatan berkepribadian Indonesia yang kokoh dan berakar c. Selalu menuju pada keunggulan dan persaingan global d. Keadilan sosial 30. Gambar yang melambangkan Pancasila pada lambang koperasi lama adalah . . a. Bintang dan perisai. b. Bunga c. 4 kuncup bunga d. Padi dan kapas

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 31. Lambang koperasi baru, yang menunjukkan koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya adalah gambar . . . a. 4 sudut pandang/ arah mata angin b. Pohon beringin c. Bunga d. 4 kuncup bunga 32. Gambar 4 kuncup bunga yang saling berhubungan pada lambang koperasi yang baru menggambarkan arti . . . a. Falsafah hidup berkoperasi b. Koperasi indonesia harus selalu berkembang sesuai kamajuan dunia c. Gerakan koperasi untuk menyalurkan aspirasi d. Dasar perekonomian nasional yang bersifat kerakyatan 33. Yang bukan termasuk arti gambar 4 sudut pandang melambangkan arah mata angin adalah . . . a. Sebagai dasar perekonomian nasional yang bersifat kerakyatan b. Sebagai lambang adanya suatu keinginan, ketabahan, kemauan dan kemajuan serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal. c. Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global d. Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan, kemandirian, keadilan dan demokrasi 34. Koperasi memiliki modal yang berasal dari . . .

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 a. Modal sendiri b. Iuran para anggota c. Dana hibah d. Modal sendiri dan modal pinjaman 35. Uang yang diperoleh dengan cara menyisihkan SHU di koperasi disebut . . . a. Dana cadangan c. Uang iuran b. Uang pinjaman d. Simpanan pokok 36. Yang bukan merupakan modal sendiri adalah . . . a. Simpanan pokok c. Simpanan wajib b. Pinjaman dari bank d. Hibah 37. Berikut yang merupakan modal sendiri dari koperasi adalah . . .  Hibah  Simpanan pokok  Pinjaman dari anggota  Pinjaman dari bank  Simpanan wajib a. 1, 2, dan 5 c. 3, 4, dan 5 b. 2, 5 d. 2, 3 38. Sifat keanggotaan bersifat tertutup, artinya tidak semua orang boleh menjadi anggota. Itu merupakan . . . a. Ciri badan usaha bukan koperasi b. Ciri koperasi c. Keunggulan koperasi

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Kelemahan koperasi 39. Pentingnya usaha bersama dalam koperasi dantara lain: 1. Koperasi berusaha mengatasi kesulitan-kesulitan dengan cara bekerja sama. 2. Berasaskan kekeluargaan 3. Modal didapat dari pihak perorangan 4. Setiap anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama 5. Pembagian SHU secara adil sesuai jasa anggota a. 1, 5 c. 3,4, dan 5 b. 1, 4, dan 5 d. 3, 5 40. Salah satu kelemahan koperasi adalah terbatasnya …. a. Modal c. Dukungan masyarakat b. Anggota d. Tempat 41. Salah satu kelebihan koperasi adalah . . . a. Kerjasama pengurus, pengawas, dan anggota kurang b. Setiap anggota mendapat suara berdasarkan modalnya c. Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib tidak memberatkan anggota d. Tenaga pengurus yang kurang kompeten 42. Sesuai dengan azas koperasi yang berdasarkan kekeluargaan, maka tujuan utama koperasi adalah untuk . . . a. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat b. Mendapatkan laba yang sebesar-besarnya 160

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 c. Memperoleh anggota yang banyak d. Mendapatkan relasi dengan badan usaha lain 43. Berikut ini terdapat beberapa hal yang mencirikan perbedaan koperasi dengan jenis usaha lainnya. Ciri tersebut tertera pada nomor . . . 1. Dasar pendirian 4. Pembagian keuntungan 2. Sifat keanngotaannya 5. Jumlah anggotanya 3. Pendirinya a. 1, 3, dan 5 c. 3, 4, dan 5 b. 1, 2, dan 4 d. 2, 3, dan 4 44. Salah satu peran koperasi adalah. . . a. memberikan pinjaman kepada anggota b. mencari keuntungan yang besar c. menggalang dana d. mengembangkan usaha perorangan atau kelompok 45. Yang bukan merupakan usaha koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah . . . a. Menciptakan lapangan pekerjaan b. Meningkatkan penghasilan rakyat c. Mengembangkan usaha perorangan atau kelompok d. Mengembangkan usaha koperasi

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 9 HASIL VALIDITAS INSTRUMEN PENELITIAN Output Uji Validitas 162

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 LAMPIRAN 10 SOAL PRETEST DAN POSTTEST Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar, isikan jawaban di lembar jawaban yang sudah tersedia dengan memberi tanda sialang (x) pada jawaban yang benar! 1. Badan usaha yang disusun secara bersama-sama dan berazaskan kekeluargaan ialah . . . a. Koperasi b. Koperasi sekolah c. Warung d. Pasar 2. Yang bukan merupakan hak anggota dalam sebuah koperasi adalah . . . a. Tidak harus berpartisipasi dalam rapat anggota b. Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antar sesama anggota c. Mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi menurut ketentuan dalam anggaran dasar d. Memilih atau dipilih menjadi pengurus atau pengawas 3. Kemajuan dan perkembangan koperasi menjadi tanggung jawab . . . a. Pengurus koperasi b. Badan pengawas c. Karyawan d. Anggota dan pengurus 4. Manakah yang termasuk hak anggota dalam koperasi! 1. Memilih pengurus 2. Memanfaatkan koperasi 3. Mendapat pelayanan yang sama 4. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha 5. Mengembangkan usaha a. 1, 2, 3 b. 1, 4, 5 c. 1, 5 d. 1, 3 5. Koperasi kredit merupakan koperasi yang memiliki usaha . . . a. Menjual kebutuhan sehari-hari b. Simpan pinjam uang/barang c. Di bidang jasa d. Memproduksi barang

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 6. Koperasi yang bergerak dibidang usaha disebut . . . a. Koperasi produksi b. Koperasi simpan pinjam c. Koperasi distribusi d. Koperasi konsumsi 7. Salah satu koperasi yang digolongkan berdasarkan keanggotaan adalah koperasi . . . a. Koperasi Unit Desa b. Koperasi konsumsi c. Koperasi simpan pinjam d. Koperasi produksi 8. Tugas pokok KUD adalah . . . a. Memberikan penyuluhan kepada para petani b. Memberikan bimbingan kepada KUD-KUD c. Menyalurkan sarana produksi pertanian, seperti pupuk danpestisida d. Memberikan bimbingan kepada Pusat Koperasi Unit Desa 9. Tujuan didirikannya koperasi sekolah adalah . . . a. Mendapatkan keuntungan bagi sekolah b. Membantu siswa dalam mencari uang c. Ajang kompetisi antar siswa d. Mendidikdan melatih siswa dalamberkoperasi 10. Dibawah ini yang termasuk koperasi berdasarkan jenis anggotanya adalah . . . 1. Koperasi pegawai negeri 4. Koperasi unit desa 2. Koperasi sekolah 5. Koperasi produksi 3. Koperasi konsumsi 6. Koperasi kredit a. 1, 4, dan 5 c. 2, 4, dan 6 b. 1, 2, dan 4 d. 1, 3, dan 5 11. Perhatikan pernyataan berikut, 1. sifat keanggotaan bersifat tertutup 2. modal berasal dari simpanan para anggota koperasi 3. pembagian keuntungan berdasarkan besar kecilnya jasa masing-masing anggota 4. dasar pendiriannya untuk mendapat keuntungan yang sebersar-besarnya 5. modal dikumpulkan dari hasil penjualan saham Yang termasuk ciri jenis usaha bukan koperasi adalah . . . a. 1, 3, dan 5 c. 1, 4, dan 5 b. 2, 4, dan 5 d. 1, 2, dan 3

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 12. Kekuasaan tertinggi pada koperasi adalah . . . a. Pengawas b. Rapat anggota c. Pengurus d. Anggota 13. Pohon beringin pada lambang koperasi lama, melambangkan . . . a. Sifat nasional koperasi b. Sifat kemasyarakatan berkepribadian Indonesia yang kokoh dan berakar c. Selalu menuju pada keunggulan dan persaingan global d. Keadilan sosial 14. Gambar yang melambangkan Pancasila pada lambang koperasi lama adalah . . a. Bintang dan perisai. b. Bunga c. 4 kuncup bunga d. Padi dan kapas 15. Yang bukan termasuk arti gambar 4 sudut pandang melambangkan arah mata angin adalah . . . a. Sebagai dasar perekonomian nasional yang bersifat kerakyatan b. Sebagai lambang adanya suatu keinginan, ketabahan, kemauan dan kemajuan serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal. c. Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global d. Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan, kemandirian, keadilan dan demokrasi 16. Koperasi memiliki modal yang berasal dari . . . a. Modal sendiri b. Iuran para anggota c. Dana hibah d. Modal sendiri dan modal pinjaman 17. Uang yang diperoleh dengan cara menyisihkan SHU di koperasi disebut . . . a. Dana cadangan b. Uang pinjaman c. Uang iuran d. Simpanan pokok

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 18. Yang bukan merupakan modal sendiri adalah . . . a. Simpanan pokok b. Pinjaman dari bank c. Simpanan wajib d. Hibah 19. Sifat keanggotaan bersifat tertutup, artinya tidak semua orang boleh menjadi anggota. Itu merupakan . . . a. Ciri badan usaha bukan koperasi c. Keunggulan koperasi b. Ciri koperasi d. Kelemahan koperasi 20. Pentingnya usaha bersama dalam koperasi dantara lain: 1. Koperasi berusaha mengatasi kesulitan-kesulitan dengan cara bekerja sama. 2. Berasaskan kekeluargaan 3. Modal didapat dari pihak perorangan 4. Setiap anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama 5. Pembagian SHU secara adil sesuai jasa anggota a. 1, 5 c. 3,4, dan 5 b. 1, 4, dan 5 d. 3, 5 21. Salah satu kelebihan koperasi adalah . . . a. Kerjasama pengurus, pengawas, dan anggota kurang b. Setiap anggota mendapat suara berdasarkan modalnya c. Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib tidak memberatkan anggota d. Tenaga pengurus yang kurang kompeten 22. Sesuai dengan azas koperasi yang berdasarkan kekeluargaan, maka tujuan utama koperasi adalah untuk . . . a. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat b. Mendapatkan laba yang sebesar-besarnya c. Memperoleh anggota yang banyak d. Mendapatkan relasi dengan badan usaha lain 23. Berikut ini terdapat beberapa hal yang mencirikan perbedaan koperasi dengan jenis usaha lainnya. Ciri tersebut tertera pada nomor . . . 1. Dasar pendirian 4. Pembagian keuntungan 2. Sifat keanngotaannya 5. Jumlah anggotanya 3. Pendirinya a. 1, 3, dan 5 c. 3, 4, dan 5 b. 1, 2, dan 4 d. 2, 3, dan 4

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. Salah satu peran koperasi adalah. . . a. Memberikan pinjaman kepada anggota b. Mencari keuntungan yang besar c. Menggalang dana d. Mengembangkan usaha perorangan atau kelompok 25. Yang bukan merupakan usaha koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah . . . a. Menciptakan lapangan pekerjaan b. Meningkatkan penghasilan rakyat c. Mengembangkan usaha perorangan atau kelompok d. Mengembangkan usaha koperasi Kunci Jawaban 1. A 11. C 21. C 2. A 12. B 22. A 3. D 13. B 23. B 4. D 14. A 24. D 5. B 15. B 25. D 6. A 16. D 7. A 17. A 8. C 18. B 9. D 19. A 10. B 20. B 169

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 LAMPIRAN 11 TABULASI DATA HASIL PRETEST DAN POSTTEST KELOMPOK EKSPERIMEN Tabulasi Data Hasil Pretest Nama Lisaini Rahma Vian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Jumlah NILAI 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 6 24 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 9 36 Naufal 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 11 44 Adam 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 6 24 Adinda 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 8 32 Ailsa 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 7 28 Alvin 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 5 20 Adriyano Dimas Fayis Dimas Hidayat Erika Nia 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 9 36 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 12 48 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 7 28 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 11 44 Adi 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 36 Ficky 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 6 24 Yogi Karina Masita Kenzha 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 14 56 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 7 28 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 8 32

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Ade 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 11 44 Hanry 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 9 36 M Irvan 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 13 52 Risang 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 6 24 Riyandita 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 9 36 Vito 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 5 20 Siska M 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 11 44 Amel 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 9 36 Ellisa 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 8 32 Sallsabilla Verlyan Jovana Salma Nur S anisa Shopie Aprodhita Stefanie 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 7 28 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 11 44 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 10 40 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 6 24 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 0 9 36 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 13 52

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 Tabulasi Data Hasil Posttest siswa, NO Lisaini Rahma Vian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Jumlah NILAI 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 19 76 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 21 Naufal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 20 Adam 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 18 Adinda 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 17 Ailsa 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 20 Alvin 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 Adriyano Dimas Fayis Dimas Hidayat Erika Nia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 22 84 80 72 68 80 76 88 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 19 76 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 20 80 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 20 Adi 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 21 Ficky 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 20 Yogi Karina Masita Kenzha Shafika Ade 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 21 80 84 80 84 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 21 84 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 20 80 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 19 Hanry 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 18 76 72

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 M Irvan 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 21 Risang 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 18 Riyandita 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 19 Vito 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 22 Siska M 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 18 Amel 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 19 Ellisa 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 18 Sallsabilla Verlyan Jovana Salma Nur S anisa Shopie Aprodhita Stefanie 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 17 84 72 76 88 72 76 72 68 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 21 84 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 21 84 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 80 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 22 88 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 JUMLAH 31 24 26 25 24 22 25 23 26 21 26 22 26 24 23 19 28 26 19 27 25 26 22 27 26 88 76

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 LAMPIRAN 12 TABULASI DATA HASIL PRETEST DAN POSTTEST KELOMPOK KONTROL Tabulasi Data Hasil Pretest siswa, NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Jumlah NILAI Hamet 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 6 Devansyah 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 5 24 20 Andika Prayoga 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 12 48 Varel 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 11 Adit 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 6 Daru 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 5 Sulkhan 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 9 Ahmad 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 10 Anissyah M 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 9 Dadang 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 6 44 24 20 36 40 36 24 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 12 48 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 8 32 Febrian F 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 8 Fildzah 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 9 32 36 Freya Oktavia M 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 13 52 Irkham 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 5 20 Danenin Branenda Fadila Nur A

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Karina Dwi S Latifah Nur R 175 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 13 52 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 12 48 Muh Arbifa 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 7 Bintang 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 12 28 48 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 9 36 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 5 20 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 8 32 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 10 40 Rendi 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 6 Rijai 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 8 24 32 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 11 44 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 14 56 Vino 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 6 Farid Nur A 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 10 M Ghulam 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 11 24 40 44 JUMLAH 23 9 12 3 17 13 16 8 17 7 6 4 9 10 11 6 8 16 11 14 6 18 13 8 11 Nuraeni Indah Nurul Faidah Putri Tresianda Reina Khairunisa Risky Afanda Septia Nur C

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 Tabulasi Data Hasil Posttest Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Jumlah NILAI Hamet 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 16 Devansyah 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 19 64 76 Andika Prayoga 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 20 80 Varel 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 18 Adit 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 16 Daru 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 19 Sulkhan 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 18 Ahmad 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 21 72 64 76 72 84 Anissyah M 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 19 76 Dadang 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 18 72 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 20 80 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 17 68 Febrian F 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 20 Fildzah 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 18 80 72 Freya Oktavia M 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 17 68 Irkham 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 20 80 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 19 76 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 18 72 Danenin Branenda Fadila Nur A Karina Dwi S Latifah Nur R

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 Muh Arbifa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 20 80 Bintang 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 18 72 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 80 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 18 72 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 16 64 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 19 76 Rendi 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 19 Rijai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 21 76 84 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 18 72 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 21 84 Nuraeni Indah Nurul Faidah Putri Tresianda Reina Khairunisa Risky Afanda Septia Nur C Vino 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 20 80 Farid Nur A 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 16 64 M Ghulam 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 19 76 JUMLAH 31 24 24 26 23 22 22 21 25 16 24 24 23 25 22 21 26 23 17 20 27 22 23 22 25

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 13 HASIL DATA PENGHITUNGAN PRESTASI BELAJAR A. Uji Normalitas Kelompok Eksperimen Uji normalitas pretest Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic pretest df .141 Shapiro-Wilk Sig. 31 Statistic .121 df .950 Sig. 31 .156 Uji normalitas posttest Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic posttest df .152 Shapiro-Wilk Sig. 31 Statistic .067 df .934 Sig. 31 .056 B. Uji Normalitas Kelompok Kontrol Uji normalitas pretest Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic pretest df .146 Shapiro-Wilk Sig. 31 Statistic .091 df .938 Sig. 31 .075 Uji normalitas posttest Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic posttest .142 df Shapiro-Wilk Sig. 31 .112 Statistic .925 df Sig. 31 .031 178

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 C. Perbandingan Skor Pretest (Uji Homogenitas) Test of Homogeneity of Variances nilai Levene Statistic df1 df2 .749 Sig. 1 60 .390 D. Uji Kemampuan Awal E. Independent Samples Test Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Variances Means F Equal variances assumed nilai Sig. t ,749 ,390 Equal variances not assumed df -,195 60 -,195 59,326 Independent Samples Test t-test for Equality of Means Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error 95% Confidence Difference Interval of the Difference Lower Equal variances assumed nilai Equal variances not assumed ,846 -,516 2,643 -5,804 ,846 -,516 2,643 -5,805

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 Independent Samples Test t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference Upper Equal variances assumed 4,771 Equal variances not assumed 4,773 nilai F. Perbandingan Skor Posttest (Uji Hipotesis/ Independent t-test) G. Effect Size √ √ √ √

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 14 LEMBAR PENGAMATAN PELAKSANAAN JIGSAW II 181

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 15 HASIL EXPERT JUDGEMENT 183

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195 LAMPIRAN 16 FOTO PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN JIGSAW II Guru memberikn gambaran tentang Jigsaw II dan kajian materi yang akan dipelajari Pengelompokan kelompok asal dan pembagian materi Siswa berada dalam kelompok asal dan melakukan studi pustaka materi bagiannya Pembagian kelompok ahli Siswa melakukan sharing dan diskusi dalam kelompok ahli Siswa kembali dalam kelompok asal

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pengerjaan LKS dan diskusi kelompok dalam kelompok asal Diskusi dan pemaparan tim ahli dalam kelompok asal Presentasi kelompok (penilaian) Tes kemampuan 196 Penghargaan dengan sertifikat

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 LAMPIRAN 17 Daftar Riwayat Hidup Novean Raharjo merupakan anak kedua dari pasangan Suparyono (Alm) dan Komiyatun. Lahir di Magelang, 11 November 1989. Pendidikan awal dimulai di SD Negeri 4 Ringinputih Borobudur tahun 1996-2001 Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjut Tingkat Pertama Negeri I Borobudur tahun 2002-2005. Pada jenjang Sekolah Menengah Atas penulis melanjutkan di SMA N I Salaman tahun 20052007. Kemudian penulis menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada tahun 2010. Selama menempuh pendidikan penulis tidak banyak mengikuti kegiatan, hanya mengikuti kegiatan yang bersifat formal. Pada saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi, penulis mulai banyak mengikuti kegiatan antara lain panitia Parade Gamelan, panitia Insipro, peserta KMD, peserta workshop, peserta seminar-seminar, dan lain-lain

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI cxcviii

(216)

Dokumen baru

Download (215 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas III B SD Negeri Denggung.
0
0
2
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
2
305
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
1
355
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
7
245
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Kanisius Klepu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.
0
0
291
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
153
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
155
Peningkatan minat dan prestasi belajar melalui penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II dalam pembelajaran PKN pada siswa kelas IV SD Kanisius Minggir.
0
2
288
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
151
Peningkatan minat dan prestasi belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw materi koperasi pada siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
324
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
250
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
193
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
206
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
258
Show more