PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP MINAT DAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI PADA SISWA SD KELAS IV

Gratis

0
0
153
9 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP MINAT DAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI PADA SISWA SD KELAS IV SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  Disusun Oleh : Desi Natalia

  091134100

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP MINAT DAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI PADA SISWA SD KELAS IV SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  Disusun Oleh : Desi Natalia

  091134100

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Karya sederhana ini saya persembahkan kepada :

  1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang senantiasa memberikan rahmat dan kasih yang melimpah, serta menjaga dan menyertaiku dalam segala hal.

  2. Papa dan Mamaku tercinta yang telah membesarkanku dan tak pernah berhenti memberikan doa serta dukungan padaku sampai saat ini.

  3. Adik-adikku yang kukasihi

  4. Keluargaku tercinta

  5. Almamaterku Universitas Sanata Dharma

  6. Sahabat dan orang-orang yang selalu memotivasiku dan menyayangiku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”

  (Markus 11:24) “Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah”

  (Lessing)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagai layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 30 Juli 2013 Penulis,

  Desi Natalia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Desi Natalia Nomor Mahasiswa : 091134100 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

TERHADAP MINAT DAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI

GLOBALISASI PADA SISWA SD KELAS IV

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu minta ijin dari saya meupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 30 Juli 2013 Yang menyatakan, Desi Natalia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Natalia, Desi. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Terhadap Minat dan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Pada Siswa SD

Kelas IV. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Kata kunci: Model PBM, minat, kesadaran siswa akan nilai globalisasi, mata pelajaran PKn.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBM terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD Bopkri Demangan III Yogyakarta pada tahun ajaran 2012/2013.

  Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian Quasi eksperimental tipe non-equivalent control design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Bopkri Demangan III sebagai kelas eksperimen berjumlah 30 siswa dan siswa kelas IV SDN Sinduadi 1 sebagai kelas kontrol berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data pada masing-masing kelas menggunakan pretest dan posttest dengan kuesioner, yaitu kuesioner untuk aspek minat dan kuesioner aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Kemudian hasilnya dianalisis menggunakan program komputer PASW (SPSS) 20 for Windowsdengan menggunakan tiga tahap yaitu : 1) Uji perbedaanpretestkelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2) uji perbedaan dari pretestke posttestantara masing- masing. 3) Uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 4) Uji besar pengaruh baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBM berpengaruh terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Hal itu ditunjukan dengan harga i pada aspek minat <0,05 yaitu 0,000. Sehingga H diterima maka

  sig.(2-tailed) null

  H ditolak. Dengan kata lain model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap minat dengan besar pengaruhnya 23,04%. Begitu juga pada aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi hasil analisis statistik menunjukkan harga sig.(2- i null

  

tailed) <0,05 yaitu 0,010. Sehingga H diterima maka H ditolak. Dengan kata lain

  model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi dengan besar pengaruh sebesar 80,4%.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Natalia, Desi.(2013). The Influence of Problem Based Learning Model toward

  Student’s Interest and Awareness of Globalization Value of Grade IV students .Yogyakarta:Sanata Dharma University

  Keywords:Problem based learning Model, interest, awareness of globalization value, civics education.

  The aim of the research was to find out the influence 0f problem based learning model toward students’ interest and awareness of globalization value of grade91 IV students of BOPKRI Demangan III year 2012/2013.

  The type of the research was a non-equivalent control design typed quasi experimental research. The subjects of the research were 30 students of grade IV of BOPKRI Demangan III as the experimental class and 31 students of grade IV of Sinduadi I Public Elementary School as the controller class. Data sampling of each class was taken by using pretest and posttest using questionnaire, which were the interest aspect questionnaires and student s’ awareness of globalization value aspects questionnaires. The result of the questionnaires was analyzed using the

  PASW (SPSS) 20 for Windows through several processes: 1)The test of the differences of pretest result of controller group and experimental group. 2) The test of the differences of pretest and posttest result og each group. 3) The test of the difference of posttest result of controller group and experimental grou., 4)The test of the lever in both controller group and experimental group.

  The result of the research showed that the problem based learning model has influenced students’ interest and awareness of globalization value. The conclusion is showed through the sig. (2-tailed) value of the interest aspect < 0,05 which was at 0,000. So that H i was accepted and H null wasreject. In other words, the problem based learning model has significant influence toward students’ interest, showed through the 23,04% level of i nfluence. The students’ awareness of globalization value aspects showed that sig. (2-tailed) value < 0,05was at 0,010. So that H i was accepted and H was reject. In other words, the problem based learning model

  null

  has significant influence toward students’ awareness of globalization value aspects, showed through the 80,4% level of influence.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan segala berkat, rahmat dan kasih karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Model PBM Terhadap Minat dan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Pada Siswa Kelas IV SD BOPKRI Demangan III” tepat pada waktunya.

  Penulis menyadari bahwa banyak pihak yang telah memberi bantuan, bimbingan serta masukan saran dan kritik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan hati yang tulus penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Rohandi Ph.D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J.,S.S.,BST.,M.A, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. E. Catur Rismiati, S.Pd.,M.A.,Ed.D selaku Wakaprodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  4. Drs. Paulus Wahana, M. Hum., selaku dosen pembimbing I yang telah begitu baik bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan pengetahuan, dorongan, semangat serta masukan yang menginspirasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  5. Elisabeth Desiana Mayasari S.Psi.,M.A selaku dosen pembimbing II yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing peneliti, serta selalu memotivasi serta penuh kesabaran dan perhatian sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  6. Sekretariat PGSD yang telah membantu proses perijinan hingga skripsi ini dapat selesai dengan baik.

  7. Ibu Jajuk Triningsih, S.Th selaku Kepala Sekolah SD BOPKRI Demangan

  III yang telah memberi ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian di kelas IV.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Ibu Endah selaku guru kelas IV SD BOPKRI Demangan III yang telah memberikan bantuan sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar serta memberikan masukan-masukan yang bermanfaat bagi penulis.

  9. Siswa-siswi kelas IV SD BOPKRI Demangan III yang telah bekerjasama dalam penelitian ini sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar.

  10. Papa Gregorius Gudau, Mama Genoveva G, Adik Damianus Gandi dan Margaretha Phillea Putri terima kasih untuk cinta, kasih sayang, nasehat, kebaikan, dukungan serta doa untuk menyelesaikan skripsi.

  11. Sahabat terbaikku Andriana Putri Arumsari terimakasih atas kebersamaan dan selalu membantu serta mengingatkanku untuk menyelesaikan skripsi.

  12. Teman-teman satu kelompok payung PKn (Nila, Nia, Catrin, Mayang, Ita, Ima, Putri, Vitalis) yang banyak memberi masukan dan bantuan kepada peneliti dalam melakukan penelitian dan memberikan dukungan dalam mengerjakan skripsi ini.

  13. Para Frater Kongregasi CMM yang telah memberikan bantuan, dukungan serta semangat dan doa selama peneliti kuliah hingga menyelesaikan skripsi ini.

  14. Teman-teman seperjuanganku PGSD kelas A angkatan 2009 terimakasih atas kebersamaan dan keceriaannya.

  15. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, penulis ucapkan terimakasih. Tuhan memberkati.

  Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis dengan rendah hati bersedia menerima sumbangan baik pemikiran, kritik maupun saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi siapa saja.

  Yogyakarta, 30 Juli 2013 Penulis, Desi Natalia

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR ISI

   HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .. Error! Bookmark not defined. HALAMA

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

  

  

   PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

  Tabel 1 Langkah-langkah PBM .......................................................................... 12 Tabel 2 Pengaruh Perlakuan ............................................................................... 29 Tabel 3 Jadwal Penelitian ................................................................................... 30 Tabel 4 Validitas Iem Kuesioner Minat .............................................................. 33 Tabel 5Validitas Item Kuesioner Kesadaran Siswa Akan Nilai Gloalisasi ........ 34 Tabel 6 Kriteria Koefisien Reliabilitas ............................................................... 36 Tabel 7 Reliabilitas Aspek Minat ....................................................................... 36 Tabel 8 Reliabilitas Aspek Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi ................ 37 Tabel 9 Sebaran Item Kuesiner Minat ................................................................ 39 Tabel 10 Sebaran Item KuesinerKesadaran ........................................................ 42 Tabel 11 Kisi-kisi instrumen minat .................................................................... 43 Tabel 12 Kisi-kisi Instrumen Kesadaran ............................................................ 44 Tabel 13 Hasil Uji Normalitas Aspek Minat Dengan Kolmogorov-Smirnov ..... 53 Tabel 14 Perbandingan skor pretest pada aspek minat ....................................... 55

  Tabel 15 Perbandingan Skor Pretest ke Postest aspek minat ............................. 56 Tabel 16 Skor Perbandingan antara kelompok kontrol aspek minat .................. 58 Tabel 17 Skor Perbandingan antara kelompok kelompok eksperimen aspek minat

  ……………………………………………………………………………58 Tabel 18 Perbandingan Skor Posttest Aspek Minat .......................................... 60 Tabel 19 Hasil Uji Besar Pengaruh Model PBM terhadap Minat...................... 60 Tabel 20 Hasil Uji Normalitas Aspek Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Dengan Kolmogorov-Smirnov ............................................................................ 62 Tabel 21 Perbandingan skor pretest kesadaran siswa akan nilai globalisasi. ..... 63 Tabel 22 Perbandingan Skor Pretest ke Postest aspek kesadaran siswa akan nilai

  ……………………………………………………………………………65 Tabel 23 Skor Perbandingan antara kelompok kontrol aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi .......................................................................................... 66 Tabel 24 Skor Perbandingan antara kelompok eksperimen aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi

  …………………………………………………………...66 Tabel 25 Perbandingan Skor Posttest Aspek Kesadaran Siswa Akan

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 26 Hasil Uji Besar Pengaruh Model PBM terhadap Kesadaran Siswa akan Nilai 68

  Tabel 27 Rangkuman Perbandingan Skor Pretest Aspek Minat dan Kesadaran

  ……………………………………………………………………… 69 Tabel 28 Rangkuman Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Aspek Minat dan

  Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi ........................................................... 69 Tabel 29 Rangkuman skor perbandingan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen aspek minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi

  ………….70 Tabel 30 Rangkuman Perbandingan Skor Posttest Aspek Minat dan

  Kesadaran ……....................................................................................................70

  Tabel 31 Rangkuman Uji Besar Pengaruh Model PBM Terhadap Minat dan Kesadaran Siswa

  ………………………………………………………………..70

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR GAMBAR

  Gambar 1 Variabel Penelitian ............................................................................. 32 Gambar 2 Perbandingan skor pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen pada aspek minat............................................................................. 57

  Gambar 3 Perbandingan skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan eksperimen pada aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi. ....................... 65

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Silabus Kelompok Eksperimen ....................................................... 81 Lampiran 2 RPP Kelas Eksperimen ................................................................... 87 Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa ........................................................................ 94 Lampiran 4 Instrumen Pengumpulan Data ......................................................... 97 Lampiran 5 Hasil SPSS Uji Validitas dan Reliabilitas ..................................... 106 Lampiran 6 Hasil Analisis Data Dengan SPSS ................................................ 111 Lampiran 7 Lembar Kuesioner Siswa .............................................................. 120 Lampiran 8 Foto-foto Penelitian ....................................................................... 125 Lampiran 9 Surat Ijin Penelitian ....................................................................... 130 Lampiran 10 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ........................... 131 Lampiran 11 Riwayat Hidup Penulis ................................................................ 132

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam UU No 20/2003 tentang pendidikan Pasal 1 ayat 1 (dalam Aryani,

  2010:10) mengatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Sukmadinata (2007:24)juga mengemukakan bahwa Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang berintikan interaksi antara peserta didik dengan para pendidik serta berbagai sumber pendidikan. Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan pola tingkah laku seorang atau kelompok orang dalam mendewasakan manusia melalui pembelajaran serta proses yang berjalan.

  Pendidikan Kewarganegaraan atau yang lebih dikenal dengan istilah PKn merupakan salah satu mata pelajaran penting di tingkat sekolah yang ada diberbagai tingkatan, mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. PKn merupakan program pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan dapat menjadi jati diri yang diwujudkan dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari para siswa, baik sebagai individu, sebagai anggota masyarakat, dan sebagai umat manusia makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dalam pembelajaran PKn hendaknya lebih memberikan kebebasan dalam berpikir dan mengarah kepada kemandirian siswa, dimana dalam proses pembelajaran tidak lagi hanya berpusat pada guru melainkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat berperan aktif dalam memahami dan mendapatkan pengalaman belajar sesuai dengan kemampuannya sehingga dapat menemukan pengetahuan baru.

  Hakikat dari pembelajaran PKn itu sendiri adalah nilai dan moral. Sebagai pendidikan nilai, pembelajaran PKn ini akan membantu siswa dalam mengembangkan kesadaran siswa akan nilai-nilai yang termuat dalam hal pembelajaran PKn itu sendiri terkait dengan hal yang dipelajarinya.Nilai merupakan kualitas yang memiliki daya tarik serta dasar bagi tindakan manusia serta untuk mendorong manusia untuk mewujudkannya, karena nilai memiliki kesesuaian dengan kecenderungan kodrat manusia (Wahana, 2004:84).Nilai moral merupakan penilaian terhadap tindakan yang umumnya diyakini oleh para anggota suatu masyarakat tertentu sebagai yang salah atau yang benar (Berkowitz dalam Kohlberg, 1994 : 44).

  Adapun tujuan yang diharapkan dari pembelajaran PKn itu adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengembangan kemampuan dalam memahami, menghayati, dan meyakini nilai-nilai pancasila sebagai pedoman perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga menjadi warga negara yang bertanggungjawab dan dapat diandalkan.

  Peranan pendidikan pada era globalisasi saat ini sangatlah penting,

dimana pendidikan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas sumber

daya manusia yang lebih baik , dimana pengaruh globalisasi, kemajuan teknologi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan informasi serta perubahan nilai-nilai sosial harus diperhitungkan dalam penyelenggaran pendidikan, apalagi tanggung jawab dunia pendidikan untuk mencapai tujuan melahirkan manusia yang berkualitas.

  Pada pengamatan yang dilakukan pada tanggal 18 dan 21 Februari tahun 2013, peneliti melihat pada kenyataannya pembelajaran PKn belum menerapkan model-model pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran.Dalam proses pembelajaran guru cenderung menggunakan pembelajaran yang tradisional dimana lebih menekankan penggunaan metode ceramah dan tanya jawab.

  Keadaan tersebut membuat siswa tidak berminat dan cenderung diam, menjadi cepat bosan dan tidak aktif saat pembelajaran berlangsung, masih terlihat siswa yang bicara sendiri dengan temannya ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, ada yang mengantuk, dan mengobrol dengan teman sebangku.

  Dalam hal ini proses pembelajaran tidak hanya terjadi pada satu pihak saja akan tetapi adanya hubungan timbal balik antara guru dan siswa karena belajar bukanlah proses menyerap pengetahuan yang sudah ada dan yang hanya dibentuk oleh guru, tetapi belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. (Slameto, 2010: 2).

  Pembelajaran hendaknya divariasi dengan menggunakan model-model pembelajaran inovatif agar siswa merasa senang saat mengikuti pembelajaran, berpartisipasi secara aktif dan tidak membosankan bagi siswa serta siswa terdorong untuk memiliki rasa ingin tahu. Salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah model pembelajaran berbasis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  masalah (PBM). Pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu model dalam pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Dalam usaha memecahkan masalah tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan atas masalah tersebut.

  Pada umumnya, seseorang merasa senang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan minatnya. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh (Slameto, 2010:180). Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, maka minat akan semakin kuat. Apabila seseorang memiliki minat belajar yang tinggi maka orang tersebut akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan tentunya hasil yang lebih baik sehingga prestasi belajar yang dicapai juga lebih baik.

  Slameto (2010:57) mengemukakan bahwa minat juga besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. Dalam mencapai prestasi belajar, minat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhinya. Siswa yang berminat dalam kegiatan pembelajaran akan nampak berbeda dengan siswa yang kurang berminat, dimana siswa yang memiliki minat belajar akan terus berusaha tekun dalam belajar dengan adanya dorongan dalam diri siswa dan tidak akan hanya menerima pelajaran yang diberikan begitu saja tanpa adanya perlakuan. Oleh karena itu,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  siswa harus mempunyai minat terhadap pelajaran sehingga siswa akan terdorong terus untuk terus belajar.

  Dewasa ini, kita tahu bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin kencangnya arus globalisasi dunia membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Oleh sebab itu, proses pembelajaran diharapkan dapat mencapai tujuan yang diharapkan yaitu menghasilkan manusia yang berkualitas dengan menanamkan nilai-nilai kepada siswa.

  Kesadaran akan nilai itu merupakan hal yang penting dalam pembelajaran PKn sebagai pendidikan nilai, dimana diharapkan siswa mampu mengembangkan nilai-nilai yang terdapat dalam jati diri yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari siswa, maka perlu diusahakan persiapan, perencanaan, serta penyelenggaraan pembelajaran PKn yang sesuai dan mampu meningkatkan kesadaran siswa akan nilai terkait dengan hal yang dipelajarinya. Kegiatan ini berusaha meneliti peningkatan kesadaran siswa akan nilai terkait dengan hal yang dipelajarinya, setelah mengikuti pembelajaran PKn.

  Berdasarkan uraian di atas, peneliti melaksanakan penelitian tentang pengaruh penggunaan model PBMterhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Dengan model PBM diharapkan dapat memberi pengaruh terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

B. Batasan Masalah

  Dalam penelitian ini hanya dibatasi pada pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD BOPKRI Demangan III Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 pada mata pelajaran PKn KD 4.1. Memberikan contoh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sederhana pengaruh globalisasi di lingkungan dan KD 4.3. Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya.

  C. Rumusan Masalah

  Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Apakah penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap minat pada siswa kelas IV SD BOPKRI Demangan III semester genap tahun ajaran 2012/2013 ?

  2. Apakah penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD BOPKRI Demangan III semester genap tahun ajaran 2012/2013 ?

  3. Apakah kelompok eksperimen yang menggunakan model PBM memiliki pengaruh terhadap minat lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab?

  4. Apakah kelompok eksperimen yang menggunakan model PBM memiliki pengaruh terhadap kesadaran akan nilai globalisasi lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab?

  D. Definisi Operasional

  1. Kesadaran Siswa akan Nilai adalah kesadaran akan berbagai hal yang berkaitan dengan nilai, antara lain: menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik bagi manusia untuk mewujudkannya, menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju, menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  nilai yang diharapkan, serta menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuannya.

  2. Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.

  3. Model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran.

  4. Pendidikan Kewarganegaraan dapat diartikan sebagai mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia.

  5. Globalisasi adalah proses menyatunya warga dunia secara umum dan menyeluruh menjadi kelompok masyarakat

E. Tujuan Penelitian

  Sesuai dengan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui pengaruh penggunaan model PBM terhadap minat pada siswa kelas IV SD BOPKRI Demangan III semester genap tahun ajaran 2012/2013.

  2. Mengetahui pengaruh penggunaan model PBM terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD BOPKRI Demangan III semester genap tahun ajaran 2012/2013.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Mengetahui apakah kelompok eksperimen yang menggunakan model PBM memiliki pengaruh terhadap minat lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.

  4. Mengetahui apakah kelompok eksperimen yang menggunakan model PBM memiliki pengaruh terhadap kesadaran akan nilai globalisasi lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.

F. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Peneliti Menambah wawasan dan pengalaman dalam menerapkan model pembelajaran inovatif.

  2. Bagi Siswa Siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berharga dapat belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah.

  3. Bagi Guru Dapat menambah wawasan guru serta memberikan inspirasi bagi guru untuk mengembangkan model-model pembelajaran inovatif lainya dalam upaya mengembangkan sekolah sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

  4. Bagi Sekolah Dapat memberikan sumbangan informasi dalam meningkatkan dan menentukan rencana pendidikan kedepannya serta menambah bahan bacaan yang terkait dengan pengaruh penggunaan model PBM dalam pembelajan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB II

LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas kajian pustaka, penelitian yang terdahulu atau

  relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis. Kajian pustaka berisi teori-teori yang berkaitan dengan model pembelajaran, minat, kesadaran siswa akan nilai terkait dengan yang dipelajarinya, dan hakikat mata pelajaran PKn.

  A. Kajian Pustaka

  1. Teori-teori yang mendukung

  a. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) 1) Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)

  Model pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai titik pijak untuk melakukan kegiatan pembelajaran lebih lanjut, sebagai kegiatan berpikir untuk menemukan solusi yang tepat.

  Dutch dalam Amir (2009:21) mengatakan bahwa PBL merupakan metode instruksional yang menantang mahasiswa agar “belajar untuk belajar”, bekerja sama dengan kelompok untuk mencari solusi bagi masalah yang nyata. Masalah ini digunakan untuk mengaitkan rasa keingintahuan serta kemampuan análisis mahasiswa dan inisiatif atas materi pelajaran. PBL mempersiapkan siswa untuk berpikir kritis dan análisis, dan untuk mencari serta menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai.

  Menurut Tan dalam Rusman (2011:227), pembelajaran berbasis masalah merupakan penggunaan berbagai macam kecerdasan yang diperlukan untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru dan kompleksitas yang ada.

  Punaji Setyosari (2006: 1) menyatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah suatu metode atau cara pembelajaran yang ditandai oleh adanya masalah nyata, a real-world problems sebagai konteks bagi siswa untuk belajar kritis dan ketrampilan memecahkan masalah dan memperoleh pengetahuan.

  Ibrahim dan Nur dalam Rusman (2011:229) mengatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi yang berorientasi pada masalah dunia nyata, termasuk di dalamnya belajar.

  Moffit dalam Rusman (2011:230) mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran.

  Pembelajaran berbasis masalah mempunyai tujuan untuk mengembangkan dan menerapkan kecakapan yang penting yaitu pemecahan masalah berdasarkan keterampilan belajar sendiri atau kerjasama kelompok dam memperoleh pengetahuan yang luas.

  Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata agar siswa dapat berpikir kritis dalam menemukan pengetahuan yang baru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Karakteristik Pembelajaran Berbasis Masalah

  Tan dalam Rusman (2011:232) mengatakan bahwa karakteristik dalam PBM adalah permasalahan menjadi starting point dalam belajar. Permasalahan yang diangkat merupakan permasalahan dunia nyata yang tidak terstruktur dan membutuhkan perspektif ganda (multiple perspective). Selain itu juga menantang pengetahuan yang dimiliki oleh siswa, sikap, dan kompetensi yeng kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar. Belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama. Pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang emosional dalam PBM.

  Belajar adalah kolaboratif, komunikasi, dan kooperatif. Pengembangan keterampilan inquiry dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan. Keterbukaan proses dalam PBM meliputi sintesis dan integrasi dari sebuah proses belajar, dan PBM juga melibatkan evaluasi dan review pengalaman siswa dan proses belajar.

  3) Langkah Pembelajaran Berbasis Masalah

  Menurut Amir (2009:24-26),ada tujuh langkah yang dilakukan dalam setiap kelompok kecil yaitu yang pertama mengklarifikasi istilah dan konsep yang belum jelas. Setelah itu merumuskan masalah dan menganalisis masalah. Langkah selanjutnya adalah menata gagasan dan menganalisisnya secara sistematis.

  Selanjutnya memformulasikan tujuan pembelajaran kemudian mencari informasi tambahan dan yang terakhir adalah mensintesa (menggabungkan) dan menguji informasi baru, dan membuat laporan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Langkah-langkah PBM menurut Ibrahim dan Nur (2000:13) dan Ismail (2002:1) dalam Rusman dapat diuraikan dalam tabel berikut :

  Tabel 1: Langkah-langkah PBM

  Fase Indikator Tingkah Laku Guru

  Menjelaskan tujuan pembelajaran,menjelaskan logistik 1 yang diperlukan, dan memotivasi

  Orientasi siswa pada masalah siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah Membantu siswa mendefinisikan dan

  Mengorganisasi siswa untuk 2 mengorganisasikan tugas belajar yang belajar berhubungan dengan masalah tersebut

  Mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, Membimbing pengalaman 3 melakukan eksperimen untuk individu atau kelompok mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan hasil karya yang

  Mengembangkan dan 4 sesuai seperti laporan, dan membantu menyajikan hasil karya mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.

  Membantu siswa untuk melakukan Menganalisis dan refleksi atau evaluasi terhadap

  5 mengevaluasi proses penyelidikan mereka dengan proses pemecahan masalah yang mereka gunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Minat 1) Pengertian Minat

  Winkel (1984:30) menyatakan minat adalah kecenderungan yang menetap terhadap objek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Minat sangat berhubungan dengan perasaan siswa. Perasaan yang berpengaruh terhadap semangat dan gairah untuk belajar.

  Dengan perasaan, siswa dapat memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperolehnya. Perasaan senang akan menimbulkan minat yang positif atau baik, jika perasaan tidak senang maka akan menimbulkan minat yang negatif atau kurang baik.

  Slameto (2010:57) mengemukakan bahwa minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Seiring dengan ini Slameto (2010: 180) juga mennyatakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

  Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, maka minat akan semakin kuat.

  Moh. Surya (2003:67) minat diartikan sebagai rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu objek. Prinsip dasarnya ialah bahwa motivasi seseorang cenderung akan meningkat apabila yang bersangkutan memiliki minat yang besar dalam melakukan tindakannya.

  Dari beberapa pengertian minat di atas, dapat disimpulkan bahwa minat adalah suatu ketertarikan atau perhatian pada suatu objek yang cenderung bersifat menetap yang didalamnya ada unsur rasa senang. Rasa tertarik pada suatu objek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mempengaruhi semangat dan gairah terhadap suatu objek. Semakin tertarik dengan suatu objek, maka semakin kuat minat terhadap objek tersebut dimana didalamnya terdapat unsure rasa senang terhadap objek tersebut.

  2) Cara Meningkatkan Minat Siswa

  Slameto (2010:180-181), beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada.

  Di samping memanfaatkan minat yang telah ada, Tanner & Tanner (1975) dalam Slameto (2010:181) menyarankan agar para pengajar juga berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa dengan jalan memberikan informasi pada siswa mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan dengan bahan pengajaran yang lalu, menguraikan kegunaannya bagi siswa si masa yang akan datang.

  Sardiman (1986:95) menjelaskan beberapa cara untuk menciptakan minat, antara lain: (a) Membangkitkan adanya suatu kebutuhan untuk belajar. (b) Menghubungkan pengalamannya dengan persoalan atau masalah pada masa lampau.

  (c) Memberi kesempatan kepada siswa untuk berlomba mendapatkan hasil yang lebih baik .

  (d) Menggunakan berbagai macam cara mengajar

  3) Ciri-ciri Minat

  Hurlock (1995:115) menjelaskan bahwa ciri-ciri minat antara lain sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (a) Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental Pada dasarnya minat di semua bidang tetap berubah. Perubahan minat terjadi selama perubahan fisik dan mental siswa berkembang. Dengan demikian perkembangan fisik dan mental seorang siswa akan tumbuh bersamaan dengan minat siswa.

  (b) Minat bergantung pada kesiapan belajar Siswa tidak akan mempunyai minat sebelum mereka siap secara fisik dan mental untuk belajar. Misalnya: siswa tidak akan mempunyai minat yang sungguh-sungguh untuk belajar IPA, sampai siswa tersebut memiliki pengetahuan dan keinginan untuk belajar IPA sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

  (c) Minat bergantung pada kesempatan belajar Kesempatan untuk belajar bergantung pada lingkungan dan minat, baik siswa maupun orang dewasa. Minat berasal dari lingkungan, dimana siswa tinggal .

  Lingkungan siswa sebagian besar terbatas pada rumah. Minat mereka tumbuh dari rumah. Dengan bertambah luasnya lingkup sosial, siswa lebih tertarik pada minat orang yang berada di luar rumah, yang mulai mereka kenal. Jadi, minat bergantung pada seseorang untuk mencari situasi baru untuk belajar.

  (d) Perkembangan minat mungkin terbatas Ketidakmampuan fisik dan mental serta pengalaman sosial yang terbatas akan membatasi minat siswa. Misalnya pada siswa yang memiliki cacat fisik, siswa tersebut mungkin mempunyai minat yang terbatas dibandingkan dengan teman sebayanya yang memiliki perkembangan fisik normal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (e) Minat dipengaruhi pengaruh budaya Siswa mendapat kesempatan dari orang tua, guru, dan orang dewasa lain untuk belajar mengenai apa saja oleh kelompok budaya mereka yang dianggap benar atau sesuai. Dengan demikian, siswa tidak diberi kesempatan untuk menekuni minat yang mereka anggap tidak sesuai. Minat siswa tergantung pada lingkup budayanya yang mereka tekuni dengan baik.

  (f) Minat berbobot emosional Bobot emosional merupakan aspek afektif dari minat yang menentukan kekuatanya. Bobot emosional yang tidak menyenangkan akan melemahkan minat siswa. Sebaliknya, jika bobot emosional seorang siswa menyenangkan maka akan memperkuat minat seorang siswa tersebut.

  (g) Minat itu egosentris Sepanjang masa kanak-kanak, bahwa minat itu bersifat egosentris. Minat akan menuntun mereka ke arah tujuannya. Misalnya, minat siswa pada mata pelajaran tertentu, kepandaian mereka di bidang tersebut di sekolah menjadi langkah penting untuk menuju kedudukan yang baik dan menguntungkan di bidang yang diminati siswa.

4) Aspek-aspek Minat

  Hurlock (1978: 116) menjelaskan adanya dua sapek minat belajar, yaitu : (a) Aspek kognitif

  Aspek kognitif didasarkan atas konsep yang dikembangkan anak mengenai bidang yang berkaitan dengan minat. Sebagai contoh, bila anak menganggap sekolah sebagai tempat dimana ia dapat belajar tentang semua hal yang yang dapat menimbulkan rasa ingin tahu mereka sebagai tempat bagi mereka untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dapat berinteraksi dengan teman sebaya yang tidak mereka dapatkan di bangku prasekolah.

  (b) Aspek afektif Aspek afektif atau bobot emosional adalah konsep yang membangun aspek kognitif minat yang dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. Seperti halnya aspek kognitif, aspek afektif juga berkembang dari pengalaman pribadi.

c. Kesadaran Siswa Akan Nilai 1) Kesadaran

  Sadar diartikan merasa, tahu, ingat kepada keadaan yang sebenarnya, atau ingat (tahu) akan keadaan dirinya. Kesadaran diartikan keadaan tahu, mengerti dan merasa. Widjaja (1984:

  14) mengatakan bahwa “Kesadaran merupakan sikap/perilaku mengetahui atau mengerti taat dan patuh pada peraturan dan ketentuan perundangan yang ada pula merupakan sikap/perilaku mengetahui atau mengerti, taat dan patuh pada adat istiadat dan kebiasaan yang hidup dalam masyarakat.

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1983:1820) kesadaran mempunyai arti (1) keinsafan; keadaan mengerti: akan harga dirinya timbul karena ia diperlakukan secara tidak adil; (2) hal yang dirasakan atau dialami oleh seseorang.

  Kesadaran moral merupakan faktor penting untuk memungkinkan tindakan manusia selalu bermoral, berperilaku susila, lagi pula tindakannya akan sesuai dengan norma yang berlaku (Zubair,1987: 51). Kesadaran moral didasarkan atas nilai-nilai yang benar-benar esensial, fundamental.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kesadaran adalah suatu keadaan mengerti, merasakan akan keadaan yang terjadi pada dirinya, sadar akan berbagai hal yang perlu diusahakanserta menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya suatu tujuan.

2) Nilai (a) Pengertian Nilai

  Syahrial (2009: 33) mengatakan bahwa “Nilai adalah sesuatu yang berharga, berguna, indah, memperkaya batin, dan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya. Nilai bersumber pada pada budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan sikap dan perilaku manusia.

  Nilai merupakan kualitas yang memiliki daya tarik serta dasar bagi tindakan manusia serta untuk mendorong manusia untuk mewujudkannya, karena nilai memiliki kesesuaian dengan kecenderungan kodrat manusia (Wahana, 2004:84).

  Menurut (Takdir,1966:3) Teori nilai menyelidiki proses dan isi penilaian, yaitu proses yang mendahului dan menentukan semua kelakuan manusia. Karena itu teori nilai menghadapi manusia sebagai makhluk yang berkelakuan sebagai objeknya. Dibandingkan dengan kelakuan hewan yang menggunakan insting yang membuat hubungan antara hewan dan sekitarnya saling melengkapi, kemampuan manusia yang menggunakan akal budi berada dalam suasana kebebasan yang lebih besar. Kehidupan hewan dengan instingnya lebih tetap terikat pada sekitarnya, dalam hidup manusia selalu ada proses pengaruh-mempengaruhi yang dinamik antara akal budinya dengan lingkungan alamnya, lingkungan masyarakatnya dan lingkungan kebudayaannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (b) Peranan Nilai dalam Kehidupan Manusia

  Wahana (2004:70-94) mengatakan bahwa peranan nilai dalam kehidupan sehari-hari itu sangatlah penting untuk pembentukan diri manusia melalui tindakan-tindakannya.

  (1) Tanggapan Manusia Terhadap Nilai

  a. Cara manusia memahami nilai Dalam perwujudannya nilai tidak berada pada dirinya sendiri, melainkan selalu tampak pada kita sebagai yang ada pada pembawa nilai, atau objek bernilai.

  Untuk menemukan dan memahami nilai, kita dapat dan harus memisahkan antara pemahaman terhadap objek nyata dengan nilai yang termuat di dalamnya, dan mempertanyakan apakah keduanya dapat diketahui dengan cara yang sama, misalnya secara rasional indrawi. Misalnya, kila kita melihat dua buah apel, kita melihat masing-masing buah tersebut dengan mata, tetapi kesamaan antara kedua buah apel tersebut dapat diketahui hanya dengan mata, melainkan perlu juga dengan pikiran.

  b. Sarana manusia memahami nilai Hati manusia merupakan suatu kesejajaran yang tepat antara keteraturan hati yang bersifat apriori dengan susunan nilai yang bersifat hierarkis objektif.

  Hati memiliki dalam dirinya sendiri suatu analog yang tepat dengan pikiran, meskipun tidak dipinjam dari logika pikiran. Terdapat hukum yang ditulis dalam hati yang berhubungan dengan rencana yang sesuai dengan dunia yang dibangun, yaitu dunia nilai.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Sikap manusia terhadap nilai Nilai harus dicintai dan diwujudkan dalam hidup manusia sesuai dengan tingkatan tinggi rendahnya; tingkatan yang lebih tinggi harus didahulukan daripada yang lebih rendah.

  (2) Peranan Nilai bagi Manusia

  Nilai memiliki peranan sebagai daya tarik serta dasar bagi tindakan manusia, serta mendorong manusia untuk mewujudkan nilai-nilai yang ditemukannya dalam tindakan-tindakannya.

  a. Peranan nilai bagi tindakan manusia Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan merasakan yang terarah.

  Tersedianya nilai positif memungkinkan orang menangkap dan merasakan nilai tersebut, dan mendorong bertindak untuk mewujudkannya dalam realitas, sedangkan terwujudnya nilai egatif mendorong orang yang merasakannya untuk bertindak menghapuskannya dari realitas kehidupan.

  b. Peranan nilai bagi pembentukan diri manusia Segala tindakan manusia terarah untuk merespon nilai yang ditemukan dan dirasakannya, yang mengandung suatu keharusan untuk mewujudkannya

  (terhadap nilai positif) serta untuk menghilangkannya atau menghapuskannya (terhadap nilai negatif). Ini berarti bahwa nilai-nilai memeiliki peran mengarahkan dan memberi daya tarik pada manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan-tindakannya.

  c. Tipe-tipe person bernilai sebagai model pembentukan manusia.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Ada 5 nilai tipe person, yaitu (1) nilai kesenangan artis, (2) niali kegunaan pemimpin, (3) nilai kehidupan pahlawan, (4) nilai kehidupan pahlawan, (5) nilai spiritual jenius, dan (6) nilai kekudusan santo.

3) Kesadaran Siswa Akan Nilai

  Kesadaran siswa akan nilai adalah kesadaran akan berbagai hal yang berkaitan dengan nilai, antara lain: menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik bagi manusia untuk mewujudkannya, menyadari akan sarana-sarana serta cara- cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju, menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan, serta menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuannya.

  d. Pendidikan Kewarganegaraan

  a. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan

  Fathurrohman dan Wuryandami (2011:1-7) mengatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia dan suku bangsa untuk menjadi warga Negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

  Menurut wahab (1995:11) PKn dapat diartikan sebagai mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

  Secara umum tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah membawa peserta didik untuk menjadi ilmuan dan professional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokratis dan berkeadaban; dan menjadi warganegara yang memiliki daya saing; berdisiplin, berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan system nilai pancasila (Wiharyanto, 2007: 5).

  Wahab (2011:315) mengemukakan bahwa dalam sistem pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan saat ini, tujuan PKn mengacu pada standar isi mata pelajaran PKn. Mata pelajaran PKn bertujuan agar peserta didik :

  1) Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.

  2) Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi. 3) Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya. 4) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Materi Ajar (Globalisasi) 1) PengertianGlobalisasi

  Sumiati (2008: 77) mengatakan bahwa kata “globalisasi” yang diamnil dari kata globe yang artinya bola bumi tiruan atau dunia tiruan. Kemudian kata globe menjadi global, yaitu berarti universal atau keseluruhan yang saling berkaitan.

  Jadi, globalisasi adalah proses menyatunya warga dunia secara umum dan menyeluruh menjadi kelompok masyarakat.

  Sunarso (2009:68) mengatakan bahwa istilah globalisasi berasal dari kata “globe” (peta dunia yang berbantuk bola). Dari kata “globe”yang selanjutnya lahir istilah “global” (yang artinya meliputi seluruh dunia). Globalisasi berasal dari kata

  

global (meliputi seluruh dunia)dan sasi (proses). Jadi, globalisasi berarti proses

yang melanda seluruh dunia.

2) Dampak positif dari globalisasi

  Dampak positif yang merupakan pengaruh yang menguntungkan bagi seluruh masyarakat. Dampak positif globalisasi antara lain : (a) Hubungan Komunikasi Menjadi Lebih Mudah Kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi memudahkan semua orang melakukan hubungan dengan orang lain meskipun berbeda tempat.

  (b) Pertukaran Informasi Antarnegara Sangat Lancar Kemajuan dibidang informasi menyebabkan kita dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi di negara lain dengan mudah dan cepat.

  (c) Harga Barang Menjadi Lebih Murah Globalisasi menjadikan banyak Negara berlomba memproduksi barang yang murah. Meski murah, mutu tetap terjamin.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3) Dampak negatif globalisasi

  Dampak negatif merupakan pengaruh yang merugikan hampir seluruh masyarakat di dunia. Dampak negatif dari globalisasi antara lain : (a) Jati Diri Bangsa Terkikis (b) Industri Dalam Negeri Terancam (c) Batas-batas Antarnegara Menjadi Tidak Jelas 2.

   Penelitian Yang Relevan

  Dalam penelitian ini, peneliti akan memaparkan beberapa hasil penelitian yang relevan.

  Fachrurazi (2011) meneliti penerapan model PBM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis siswa sekolah dasar.

  Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan

  

nonequivalent control group design . Hasil analisis menunjukkan bahwa (1)

  perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis berdasarkan pembelajaran menunjukkan bahwa nilai t sebesar 6,042 dengan nilai signifikan sebesar 0,000.

  Nilai signifikan ini kurang dari taraf signifikan 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol yang menyatakan tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis berdasarkan faktor pembelajaran ditolak. Ini berarti bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar matematika menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. (2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis berdasarkan pembelajaran pada siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah terdapat perbedaan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional dengan nilai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  rata-rata pada kelas eksperimen 0,414 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 0,241.

  Ambarsari (2012) menelit

  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada pengaruh positif menggunakan model Problem Based Learning dan model Coperative Learning tipe Think Pair Share terhadap prestasi belajar IPA siswa (F hitung> F tabel atau 15, 48> 4.07), (2) Ada pengaruh siswa yang memiliki minat tinggi, sedang, rendah terhadap prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam (F hitung> F tabel atau 17,7281> 3,21), (3) Tidak ada interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan minat siswa terhadap prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam (F hitung> F tabel atau 2,36 <3,21).

  Penelitian yang dilakukan oleh Windu Pratama (2012) program studi Pendidikan Sejarah dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Siswa Kelas XI IPS-2 SMAN 1 Godean”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan minat belajar sejarah dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah yaitu sebesar 4,7% dengan kondisi awal minat belajar dengan skor rata-rata mencapai 180,83% (75,34%) menjadi 192,09% (80,04%) pada keadaan akhirnya.

  Penelitian yang dilakukan oleh Agustinus Ari Fajar Kristiawan (2012) dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Materi Globalisasi Menggunakan Media Audiovisual Mata Pelajaran PKn Kelas IV SDN Kledokan Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012. Hasil penelitiannya adalah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penggunaan media audiovisual dapat meningkatkan minat pada materi globalisasi dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari: (1) perolehan minat rata-rata kondisi awal adalah 8,5, sedangkan perolehan minat pada siklus I sebesar 12,78 dengan kriteria tinggi. Pada siklus II diperoleh rata- rata minat sebesar 14,34 yang termasuk dalam kriteria tinggi, sehingga dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II menunjukan perubahan minat yang signifikan.

  (2) perolehan nilai rata-rata pada kondisi awal tahun 2010/2011 yaitu sebesar 70,93 dan siswa yang mencapai KKM sebesar 43,75%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai rata-rata siswa kelas IV tahun pelajaran 2011/2012 meningkat menjadi 78,33 dan siswa yang telah mencapai KKM sekitar 68,75%. Pada siklus II terjadi peningkatan dari siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 81,85 dan siswa yang mencapai KKM sebesar 81,25%.

  Kekhasan dalam penelitian ini adalah meneliti tentang pengaruh model PBM terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi, dimana peneliti ingin melihat apakah penggunaan model PBM berpengaruh terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi dan seberapa besar sumbangan pengaruh dari model yang digunakan dalam penelitian terkait dengan apa yang dipelajarinya.

3. Kerangka Berpikir

  Model PBM yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai langkah- langkah yaitu : 1) Orientasi siswa pada masalah, 2) Mengorganisasi siswa untuk belajar, 3) Membimbing pengalaman individu atau kelompok, 4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, 5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  model dalam pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Dalam usaha memecahkan masalah tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan atas masalah tersebut. Langkah-langkah pada model PBM dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) materi globalisasi akan membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran dengan suatu permasalahan yang nyata di sekitar siswa serta memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam pemecahan suatu permasalahan. Belajar dengan PBM juga mendorong siswa untuk bisa mengumpulkan informasi yang sesuai serta membantu siswa merencanakan dan menyiapkan hasil seperti laporan dari suatu permasalahan yang telah disajikan dengan bekerja secara kelompok.

  Melalui model PBM ini siswa dapat terlibat secara aktif di kelas dengan melihat suatu permasalahan yang nyata sehingga siswa berminat dalam mengikuti proses pembelajaran, dilihat dari sikap siswa yang cenderung memperhatikan (Slameto, 2010) karena minat memainkan peran yang penting dalam kehidupan seseorang yang mempunyai dampak yang besar atas perilaku dan sikap (Hurlock, 1978:114). Siswa juga memiliki kesadaran akan nilai terkait dengan apa yang dipelajarinya. Kesadaran moral merupakan faktor penting untuk memungkinkan tindakan manusia selalu bermoral, berperilaku susila, lagi pula tindakannya akan sesuai dengan norma yang berlaku (Zubair, 1987: 51).

  Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti ingin melihat lebih jauh, apakah penggunaan model PBM berpengaruh terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai terkait dengan yang dipelajarinya. Penggunaan model PBM bertujuan untuk mendorong siswa untuk lebih mudah belajar dengan menggunakan permasalahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang nyata yang ada di sekitar mereka sehingga siswa lebih berminat dalam kegiatan pembelajaran serta memiliki kesadaran akan nilai terkait dengan apa yang dipelajarinya.

4. Hipotesis

  a. Penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap minat pada siswa kelas IV SD Bopkri Demangan III semester genap tahun ajaran 2012/2013.H diterima maka H ditolak.

  i null

  b. Penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD Bopkri Demangan III semester genap tahun ajaran 2012/2013.H i diterima maka H null ditolak.

  c. Penggunaan model PBM pada kelompok eksperimen memiliki pengaruh terhadap minat lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab pada siswa kelas IV SD Bopkri Demangan III semester genap tahun ajaran 2012/2013.

  d. Penggunaan model PBM pada kelompok eksperimen memiliki pengaruh terhadap kesadaran akan nilai globalisasi lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab pada siswa kelas IV SD Bopkri Demangan III semester genap tahun ajaran 2012/2013.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

  eksperimental jenis quasi-experimental design dengan tipe non-equivalent control

  

group design) (Sugiyono, 2010:114-116). Penelitian ini mengambil dua kelompok

  yang tidak dipilih secara random atau acak yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Eksperimen ini disebut kuasi, karena bukan merupakan eksperimen murni tetapi tetap seperti murni, seolah-olah murni (Sukmadinata, 2008:207). Eksperimen ini bisa disebut eksperimen semu. Pada awal penelitian siswa diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal siswa apakah ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak ada perbedaan yang signifikan. Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan yaitu dengan menerapkan pembelajaran dengan mengunakan model PBM, sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Setelah diberikan perlakuan, dilakukan

  

posttest pada masing-masing kelompok. Posttest digunakan untuk mengetahui

pengaruh perlakuan yang telah dilakukan pada kelas eksperimen.

  Tabel 2. Pengaruh Perlakuan O

  1 x O

  2 O

  3 O

  4 Keterangan : X= Perlakuan dengan model PBM

  O1 = Rerata pretest kelompok eksperimen O2 = Rerata posttest kelompok eksperimen O3 = Rerata pretest kelompok kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian

  Penelitian ini akan dilaksanakan di SD BOPKRI Demangan III Yogyakarta yang beralamatkan di Jalan Ampel 4 Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman.

2. Waktu Penelitian

  Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Februari-Agustus 2013. Berikut adalah susunan jadwal kegiatan yang telah dibuat peneliti dalam melakukan penelitian:

  Tabel 3. Jadwal Penelitian

No Kegiatan Feb. Mar. Apr. Mei Juni Juli Agts.

Pemilihan judul 1. Penyusunan 2. proposal Penyusunan kuesionerdan

  3.

  perangkat pembelajaran

  4. Validasikuesioner

  Pengumpulan 5. data penelitian

  6. Analisis data

  Ujian 7. Revisi 8. Penulisan artikel.

  9.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Populasi dan Sampel

  Menurut sugiyono (2010:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD.

  Menurut Sugiyono(2010:118)sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik dari populasi yang dipilih oleh peneliti untuk diamati yang dapat mewakili populasi. Sampel penelitian ini ada dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yaitu siswa kelas IV SD Bopkri Demangan III yang berjumlah 30 siswa, sedangkan kelompok kontrol yaitu siswa kelas IV SDN Sinduadi I yang berjumlah 31 siswa.

  D. Variabel Penelitian

  Menurut Sugiyono (2010:61) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Variabel bebas (independent variable) Menurut Sugiyono(2010:61) variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi dan menjadi sebab adanya perubahan atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis masalah (PBM).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Variabel terikat (dependent variable) Menurut Sugiyono (2010: 61) variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat siswa dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

  Variabel Bebas Variabel Terikat Minat Siswa

  Penggunaan PBM Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Gambar 1: Variabel Penelitian

E. Instrumen Penelitian

  Menurut Margono (2003:115) instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang digunakan untuk mengukur minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Peneliti membuat instrumen penelitian dengan menggunakan 2 kuesioner yaitu kuesioner aspek minat yang berjumlah 30 pernyataan dan kuesioner aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi berjumlah 25 pernyataan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

  7, 10, 13, 16,

  2, 11, 39, 50

  14, 17, 19, 28, 31, 37,

  14 5, 8,

  7

  7

  2 Partisipasi dalam suatu aktivitas

  39, 42

  Menurut Sukardi (2008:30) instrumen dikatakanvalid jika instrumen digunakan dapat mengukur apa yang akan diukur, sedangkan Furchan (2007:310) mengemukakan bahwa reliabilitas suatu alat ukur derajat keajegan alat tersebut dalam mengukur apa saja yang diukurnya.

  Dalam penelitian ini, jenis validitas yang digunakan adalah validitas konstruk dan validitas isi. Menurut Sugiyono (2010:177) untuk menguji validitas konstruk, dapat digunakan pendapat dari ahli (experts judgment). Azwar (2013:45) untuk menguji validitas isi dapat lewat pengujian terhadap isi tes dan analisis rasional/lewat professional judment. Untuk mempermudah perhitungan validitas isi peneliti menggunakan program SPSS 16 untuk menghitung kuesioner kesadaran dan menggunakan SPSS 20 untuk menghitung minat siswa, dengan hasil perhitungan sebagai berikut:

  12 1, 4,

  6

  6

  1 Lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya

  Jumlah Keterangan Valid Tidak Valid

  Jumlah pernyataan unfavorable

  No. Indikator Jumlah pernyataan favorable

  Tabel 4. Validitas Item Kuesioner Minat Belajar Siswa

  27, 30, 33, 36

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jumlah Jumlah Keterangan No. Indikator pernyataan pernyataan Jumlah Tidak Valid favorable unfavorable

  Valid

  43,45 Memberik

  9, 20, an 3, 6,

  21, 22, perhatian 12, 15,

  23, 32, yang lebih 18, 24,

  3

  13

  13 26 35, 44, besar 29, 38,

  48, 49, terhadap 41, 46,

  50, 26, subyek 47, 25

  51, 52 Jumlah

  26

  26

  52

  30

  22 Tabel 5. Validitas Item Kuesioner Kesadaran Siswa Akan Nilai Gloalisasi

  Keterangan Jumlah Jumlah No. Indikator pernyataan pernyataan Jumlah Tidak Valid favorable unfavorable

  Valid

  Menyadari akan adanya 15, 22, 1,6,19 nilai sebagai

  21, 44, ,20,

  1

  7

  7

  14 kualitas 43, 42, 23, yang perlu

  41 28, 37 diusahakan Menyadari akan

  7, 16, 2, 11, 2 peranan nilai

  4

  4 8 44, 29, 33, yang

  38 menjadi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jumlah Jumlah Keterangan No. Indikator pernyataan pernyataan Jumlah Tidak Valid favorable unfavorable

  Valid

  daya tarik manusia untuk mewujudkan nya Menyadari akan sarana- sarana / penunjang / wujud serta cara-cara

  12, 25,

  3

  3

  3 6 3, 8 yang perlu 30, 34 diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju Menyadari sikap / sebelum melakukan yang

  13, 17, 4, 9,

  4

  4

  4

  8 diperlukan 31, 39 35, 26 demi terwujudnya nilai yang diharapkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jumlah Jumlah Keterangan No. Indikator pernyataan pernyataan Jumlah Tidak Valid favorable unfavorable

  Valid

  Menyadari tindakan yang perlu dilakukan

  5, 14, 10, demi

  5

  4

  4 8 27, 36, 18, 32 terwujudnya

  40 nilai yang menjadi tujuan

  26 Jumlah

  26

  52

  30

  22 Numally (dalam Ghonzali, 2009:46) menyatakan bahwa suatu konstruk disebut reliabel atau memiliki reliabilitas jika memenuhi harga Alpha

  Cronbach’s>0,60.

  Tabel 6. Kriteria Koefisien Reliabilitas

  Koefisien Korelasi Kualifikasi

0,91 Sangat tinggi

  • – 1,00

    0,71 Tinggi

    – 0,90

    0,41 Cukup

    – 0,70

    0,21 – 0,40 Rendah

    negatif Sangat rendah

  • – 0,20

  Tabel 7: Reliabilitas Aspek Minat

  Cronbach Alpha Kualifikasi 0,956 Sangat Tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 8: Reliabilitas Aspek Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Cronbach Alpha Kualifikasi 0,869 Sangat Tinggi

  Berdasarkan tabel diatas, reliabilitas pada aspek minat yaitu 0,957 dengan kualifikasi sangat tinggi, sedangkan pada aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi yaitu 0,869 dengan kualifikasi sangat tinggi. Setelah melalui uji validitas dan reliabilitas deperoleh kesimpilan bahwa instrumen yang digunakan untuk penelitian dinyatakan valid dan reliabel.

G. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang akan digunakan sebagai pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pretest dilakukan pada awal pertemuan di kelas kontrol dan kelas eksperimen, kemudian hasil pretest dianalisis dengan uji normalitas data, uji statistik untuk uji beda. Setelah itu diberikan perlakuan yang membedakan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yaitu pada pembelajaran kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran berbasis masalah(PBM) sedangkan pada kelompok kontrol menggunakan pembelajaran yang tidak menggunakan model PBM atau hanya menggunakan metode pembelajaran yang tradisional seperti ceramah.Pada akhir pertemuan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tersebut diberikan diberikan posttest untuk mengetahui pengaruh PBM terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

  Menurut Margono (2007:167), kuesioner merupakan suatu alat pengumpul informasi dengan cara meyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur / responden (Mustaqim, 2011:171).Menurut Margono (2007:167), kuesioner merupakan suatu alat pengumpul informasi dengan cara meyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk menjawab secara tertulis oleh responden. Begitu pula Masidjo (1995:70) mengatakan bahwa angket adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya.

  Kuesioner yang digunakan padapenenlitian ini merupakan kuesioner berstruktur atau kuesioner tertutup. Kuesioner berstruktur berisi pernyataan- pernyataan yang disertai dengan pilihan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut (Furchan, 2007:260). Pada penelitian ini, responden membubuhkan tanda cek (√) pada kolom yang telah sesuai dengan pilihannya.

  Pada penelitian ini kami menggunakan dua kuesioner, yaitu kuesioner untuk minatdankuesioner kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Kuesioner minat terdiri dari tiga indikator yang kemudian dijabarkan kedalam 54 pernyataan, sedangkan kuesioner kesadaran akan nilai globalisasi terdiri lima indikator yang dijabarkan kedalam 44 pernyataan. Pernyataan-pernyataan ini terdiri dari pernyataan favourable dan pernyataan unfavourable.

  Kuesioner ini disusun berdasarkan Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2010:134). Skala Likert disusun dalam bentuk suatu pernyataan dan diikuti oleh pilihan respon yang menunjukkan suatu tingkatan.

  Terdapat empat alternatif ja waban yaitu “Sangat Setuju (SS)”, “Setuju (S)”,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Indikator Yang Disukai Yang Tidak Disukai

   Sayamembicarakan pelajaran PKn di luar kelas daripada pelajaran  Saya tidak membicarakan pelajaran PKn di

   Saya memperhatikan guru saat pelajaran PKn daripada saat pelajaran lainnya  Saya memikiran hal lain ketika guru sedang menjelaskan materi PKn

   Saya suka belajar PKn daripada belajar pelajaran lainnya  Saya kurang berminat belajar PKn

  PKn daripada pelajaran lainnya  Saya malas mengerjakan PR PKn

   Saya senang ketika pelajaran Pkn usai  Saya suka jika diberi PR

   Saya menyukai pelajaran PKn daripada pelajaran lainnya

  1. Lebih menyukai suatuhal daripada hal lainnya

  “Tidak Setuju (TS)”, “ Sangat Tidak Setuju (STS)”. Berikut ini skor untuk pernyataan favourable dan pernyataan unfavourable: 1) Pernyataan favourable, dengan pilihan jawaban dan skor:

  a. Sangat Setuju (SS) : skor 4

  d. Tidak Setuju (TS) : skor 4 Berikut ini kisi-kisi dari kuesioner yang akan divaliditas kepada responden.

  c. Kurang Setuju (KS) : skor 3

  b. Setuju (S) : skor 2

  a. Sangat Setuju (SS) : skor 1

  d. Tidak Setuju (TS) : skor 1 2) Pernyataan unfavourable, dengan pilihan jawaban dan skor:

  c. Kurang Setuju (KS) : skor 2

  b. Setuju (S) : skor 3

  Tabel 9. Sebaran Item Kuesiner Minat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   Saya mencatat materi penting tentang pelajaran PKn  Saya malas mencatat materi tentang pelajaran PKn.

   Saya akan bertanya tentang materi yang saya anggap sulit sampai mendapat jawaban  Saya enggan bertanya ketika ada materi yang saya angap sulit

   Saya akan mengulang kembali materi yang belum saya pahami  Saya malas belajar untuk materi PKn yang belum saya pahami

   Saya bertanya tentang materi yang belum saya pahami kepada orang lain  Saya tidak mau bertanya untuk materi yang belum saya pahami

  3. Memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek

   Saya kurang berminat mencari jawaban atas pertanyaan yang diberikan guru

   Saya belajar dengan teman untuk mencari jawaban atas pertanyaan guru.

  Indikator Yang Disukai Yang Tidak Disukai

   Saya menyukai membaca buku tentang PKn daripada membaca buku pelajaran lainya  Saya kurang tertarik membaca buku

   Saya aktif bertanya dalam pembelajaran PKn  Saya hanya diam saat mengikuti pembelajaran PKn

   Saya mengerjakan tugas- tugas yang diberikan guru  Saya malas mengerjakan tugas- tugas yang diberikan guru

   Saya berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru  Saya acuh ketika tidak dapatmenjawab pertanyaan dari guru

   Saya memperhatikan guru saat kegiatan pembelajaran  Berbicara atau ramai saat kegiatan pembelajaran

   Saya mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh guru  Saya tidak mengerjakan latihan soal yang diberikan guru.

  2. Partisipasi dalam suatu aktivitas

   Saya senang membaca buku PKn  Saya malas membaca buku PKn

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Indikator Yang Disukai Yang Tidak Disukai

  mendiskusikan materi mendiskusikan pembelajaran Pkn materi pembelajaran PKn

   Selalu memperhatikan  Saya mengerjakan guru ketika guru sedang hal lain ketika guru menjelaskan pelajaran sedang menjelaskan PKn pelajaran PKn  Saya mencari buku untuk  Saya tidak berusaha memahami materi PKn memahami materi yang sulit yang sulit mempelajari kurang  Saya  Saya pelajaran PKn sebelum berminat pembelajaran di mulai mempersiapkan diri mempelajari materi yang akan diajarkan.

   Saya mengulang kembali  Saya tidak pernah materi yang sudah mengulang materi diajarkan oleh guru yang sudah disampaikan oleh guru  Saya mengerjakan tugas  Saya terlambat yang diberikan oleh guru mengumpulkan secara tepat waktu tugas yang diberikan guru  Saya belajar dengan  Saya tidak peduli sunguh-sunguh untuk terhadap nilai PKn mendapatkan nilai yang yang akan saya memuaskan peroleh  Saya rajin membaca buku  Saya malas di perpustakaan untuk membaca buku di mendukung prestasi perpustakaan dalam belajar PKn mendukung prestasi belajar PKn  Saya senang belajar PKn  Saya tidak berminat mempelajari PKn

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 10. Sebaran Item Kuesioner Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Indikator Yang Disukai Yang Tidak Disukai

  1. Menyadari akan  Makanan cepat saji  Saya selalu adanya nilai

  (KFC, Pizza Hut, dll) membeli pakaian sebagai kualitas adalah makanan yang model terbaru yang perlu tidak sehat

   Saya diusahakan  Permainan tradisional menggunakan adalah permainan yang internet untuk menarik membuka permainan online  Saya menyadari bahwa tarian tradisional dan hal-hal yang tidak bermanfaat merupakan salah satu kekayan budaya  Bermain Indonesia playstastion hingga lupa waktu

   Tarian tradisional adalah tarian kuno yang tidak layak dipelajari  Pakaian buatan luar negeri lebih baik daripada buatan dalam negeri

  2. Menyadari akan  Pakaian buatan luar  Saya memakai peranan nilai negeri lebih baik seragam sekolah yang menjadi daripada buatan dalam tidak sesuai daya tarik negeri dengan aturan/tata manusia untuk tertib sekolah

   Saya bersemangat untuk mewujudkannya mempelajari tarian  Malu mempelajari tradisional Indonesia tarian negeri sendiri  Tarian tradisional kurang menarik

  3. Menyadari akan hal-hal  Mengambil  Saya tidak pernah sarana-sarana / positif dari internet mencuci baju

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26 penunjang / wujud serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju

   Lebih bangga menggunakan produk luar negeri  Menggunakan telepon dengan boros  Saya tidak suka mengenakan pakaian batik

   Bangga menggunakan produk dalam negeri  Saya menggunakan telepon dengan seperlunya

  5. Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan

   Senang menonton televisi secara berlebihan  Saya tidak suka membantu orang lain yang kesusahan

   Menggunakan internet sesuai dengan tujuan yang positif  Memiliki sikap ramah dan hormat terhadap orang lain

  4. Menyadari sikap / sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan

   Mencontoh hal-hal yang buruk dari siaran TV  Menggunakan internet untuk melakukan hal yang kurang baik (menggunakan facebook untuk mengejek teman)

  Tabel 11. Kisi-kisi instrumen minat.

  No Indikator Favorable Unfavorable

  52 Jumlah

  29, 32, 35, 38, 41, 44, 46, 47, 48, 49, 50, 51,

  3, 6, 9, 12, 15, 18, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26

  3 Memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek

  40, 43, 45

  2 Partisipasi dalam suatu aktivitas 2, 5, 8, 11, 14, 17, 19, 28, 31, 34, 37,

  39, 42

  1 Lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya 1, 4, 7, 10, 13, 16 27, 30, 33, 36,

  26

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 12. Kisi-kisi Instrumen Kesadaran

  

No Indikator Unfavorable

Favorable

  Menyadari akan adanya nilai sebagai 1, 6, 15, 19,20, 23, 26, 28, 1 kualitas yang perlu diusahakan 21, 22 37, 41, 42, 43, 44

  Menyadari akan peranan nilai yang 2, 7, 11, 16, 24, 29, 33,

  2 menjadi daya tarik manusia untuk 38 mewujudkannya

  Menyadari akan sarana-sarana / 3, 8, 12 25, 27, 30, penunjang / wujud serta cara-cara yang

  34

  3 perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju Menyadari sikap / sebelum melakukan 4, 9, 13, 17 31, 35, 39

  4 yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan Menyadari tindakan yang perlu 5, 10, 14, 18 32, 36, 40

  5 dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan

  22

  22 Jumlah H.

   Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data menggunakan program komputer IBM SPSS Statistic 20

  forWindows . Teknik analisis data meliputi beberapa langkah, yaitu:

  1. Uji Normalitas Uji normalitas data dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov.

  Peneliti menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dengan tujuan untuk menentukan jenis ststistik yang akan digunakan (Sarwono, 2010:27), kriteria yang digunakan dalam teknik Kolmogorov-Smirnov antara lain:

  a. Jika harga sig.(2-tailed)> 0,05, distribusi data normal. Jika distribusi data normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik parametik uji t

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05, distribusi data tidak normal. Jika distribusi data tidak normal, teknik statistik yang digunakan adalah statistik non parametrik yaitu Mann-Whitney, Wilcoxon, atau Kruskal-Wallis.

  2. Uji Statistik

  a. Uji persamaan data pretest Uji persamaan data pretest dilakukan untuk mengetahui apakah skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai titik pijak yang sama atau berbeda. Kriteria untuk menilai persamaan data sebagai berikut:

  1) Jika sig.(2-tailed) > 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain kedua kelompok data memiliki persamaan. 2) Jika sig.(2-tailed)< 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain kedua kelompok data tidak terdapat persamaan atau berbeda.

  b. Uji perbedaan data pretest ke posttest Uji perbedaan data pretest ke posttest digunakan untuk mengetahui apakah ada kenaikan yang terjadi dalamkelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Kriteria untuk menilai persamaan data sebagai berikut: 1) Jika sig.(2-tailed) > 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan posttest, dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara nilai pretest ke posttest. 2) Jika sig.(2-tailed)< 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest, dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara nilai pretest ke posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Uji pengaruh perlakuan Uji perlakuan dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Kriteria untuk menarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Jika sig.(2-tailed) > 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada skor post-test kelompok kontrol dan eksperimen, dengan kata lain penggunaan modelPBM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

  2) Jika sig.(2-tailed)< 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan pada skor post-test kelompok kontrol dan eksperimen, dengan kata lain penggunaan modelPBMberpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

  d. Uji besar pengaruh Uji besar pengaruh dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh model

  PBMterhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dan kelompok eksperimen yang menggunakan model PBM. Pengujian ini dilakukan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Untuk mengetahui besar pengaruh model PBM pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Rumus yang digunakan untuk data yang terdistribusi normal (Field, A. 2009:57,179) :

  √

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Keterangan: r = effect size(dengan menggunakan koefisien Pearson) t = harga uji t df = harga derajad kebebasan

  Rumus untuk data yang terdistribusi tidak normal (Field, 2009:550): √

  Keterangan: r = effect size (dengan menggunakan koefesien korelasi Pearson) Z = harga konversi dari Standar Deviasi (diperoleh dari SPSS uji

  Wilxocon )

  N = jumlah total observasi(2x jumlah siswa) Sedangkan untuk mengetahui presentase pengaruh tersebut digunakan koefisien determinasi ( ) dengan rumus sebagai berikut:

  = Kriteria yang digunakan untuk menentukan besar pengaruh (Field,

  2009:179) adalah:

1. Jika r = 0,10 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki kecil atau

  setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Jika r = 0,30 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki menengah atau

  setara dengan 9% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen.

  3. Jika r = 0,50 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki besar atau

  setara dengan 25% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen

  3. Uji selisih skor Uji selisih skor dilakukan jika terdapat perbedaan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok ekserimen, atau dengan kata lain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak berasal dari titik pijak yang sama sehingga tidak digunakan analisis pengaruh perlakuan namun menggunakan perhitungan selisih skor pretest dan posttest pada masing-masing kelompok. Kriteria untuk menarik kesimpulan sebagai berikut:

  1) Jika sig.(2-tailed) > 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada skor posttest kelompok kontrol dan eksperimen, dengan kata lain penggunaan model PBM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

  2) Jika sig.(2-tailed)< 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan pada skor posttest kelompok kontrol dan eksperimen, dengan kata lain penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadapminat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

I. Prosedur Penelitian

  Penelitian ini akan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Memilih SK (standar kompetensi) serta KD (kompetensi dasar) terkait dengan matapelajaran PKn di SD yang tersedia pada semester genap tahun 2012/2013, khususnya yang akan diselenggarakan mulai bulan Februari 2013, yaitu : untuk kelas IV memilih SK “Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya”

  2) Menyusun instrumen penelitian untuk mengukur minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

  3) Melakukan uji validitas serta uji reliabilitas terkait dengan kedua instrumen di atas, yang selanjutnya dapat memperoleh butir-butir instrumen yang valid dan reliabel untuk digunakan dalam penelitian. 4) Menyebarkan instrumen yang telah valid dan reliabel untuk kelas kontrol maupun kelas eksperimen, sebelum kegiatan pembelajaran PKn, untuk mengetahui tingkat kesadaran siswa akan nilai maupun minat belajar siswa sebelum pembelajaran PKn dilakukan.

  5) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PKn berdasar SK yang dipilih di atas dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBM). 6) Melaksanakan kegiatan pembelajaran PKn sesuai RPP yang telah disusun termasuk menggunakan model pembelajaran berbasis masalah.

  7) Menyebarkan instrumen yang telah valid dan reliabel untuk kelas kontrol maupun kelas eksperimen, setelah kegiatan pembelajaran PKn,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  untuk mengetahui tingkat kesadaran siswa akan nilai maupun minat belajar siswa setelah pembelajaran PKn dilakukan.

  8) Mengumpulkan data berdasarkan instrumen yang telah disebarkan baik sebelum maupun setelah pembelajaran PKn dillakukan.

  9) Melakukan pengolahan data .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Peneltian

1. Pengaruh Model PBM Terhadap Minat Siswa

  Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan dua kelompok untuk dibandingkan. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang mendapatkanperlakuan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, sedangkan kelompok eksperimen merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan dengan menggunakan model PBMdalam proses pembelajaran. Beberapa tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diberikan pretest.

  Pretest yang diberikan berupa kuesioner, yaitu kuesioner minat dan

  kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Pada kuesioner minat terdapat 30 butir pernyataan dan pada kuesioner kesadaran terdapat 25 butir pernyataan. Pretest yang diberikan bertujuan untuk mengetahui kondisi kemampuan awal antara dua kelompok.

  b. Setelah diberikan pretest pada kedua kelompok kemudian kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diberi materi pembelajaran yang sama dengan perbedaan perlakuan sebagai berikut: kelompok kontrol menggunakan pembelajaran yang tradisional dengan metode ceramah dan tanya jawab. Sedangkan kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran berbasis masalah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Pada akhir pertemuan setelah materi sudah tersampaikan, pada kedua kelompok diberikan posttest sebagai mengetahui pengaruh perlakuan yang telah diberikan, serta untuk membandingkan hasil dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok penelitian dipilih dengan ditentukan kelas IV SD BOPKRI Demangan III sebagai kelas eksperimen dan SDN Sinduadi I sebagai kelompok kontrol.

  Instrumen yang digunakan oleh peneliti merupakan dua kuesioner yaitu kuesioner minat yang berjumlah 30 butir pernyataan dan kuesioner kesadaran kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang berjumlah 25 butir pernyataan. Kedua kuesioner ini sudah dikonsultasikan dengan ahli, serta telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dua kuesioner tersebut digunakan sebagai instrumen pokok dalam memperoleh data dalam penelitian. Pretest digunakan dengan tujuan memperoleh data untuk mengetahui kemampuan awal dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tersebut berbeda atau tidak, sedangkan posttest digunakan untuk mengetahui 1) Kenaikan antara nilai sebelum mempelajari materi dan nilai sesudah mempelajari materi pada masing-masing kelompok baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. 2) Perbandingan antara nilai kelompok kontrol sesudah menggunakan pembelajaran tradisional dan kelompok eksperimen sesudah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah mempunyai perbedaan nilai yang signifikan atau tidak. Signifikansi hasil tersebut dapat diukur dengan analisis statistik dengan membandingkan nilai posttest nilai kelompok kontrol dengan nilai posttest kelompok eksperimen.

  Data yang diperoleh dari pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer PASW (SPSS) 20 for

Windows. Uji normalitas tersebut untuk menentukan jenis uji statistik yang akan

  digunakan dalam analisis data responden dengan berdasarkan kriteria berikut: 1) Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed)>0,05, distribusi data dikatakan normal.

  2) Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed)<0,05, distribusi data dikatakan tidak normal.

  Berdasarkan kriteria diatas diperoleh data seperti pada tabel dibawah ini: Tabel 13. Hasil Uji Normalitas Aspek Minat Dengan Kolmogorov-Smirnov

  No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  1 Rerata skor Pretest kelompok kontrol 0,398 Normal

  2 Rerata skor Posttest kelompok kontrol 0,481 Normal

  3 Rerata skor Pretest kelompok eksperimen 0,666 Normal

  4 Rerata skor Posttest kelompok eksperimen 0,993 Normal

  Dari analisis satistik di atas menunjukan bahwa pretest dan posttest baik kelompok kontrol maupun eksperimen memiliki distribusi data normal karena semua harga sig. (2-tailed) berada diatas 0,05. Pada aspek minat harga sig. (2- kelompok kontrol berada diatas 0,05 yaitu sebesar 0,398 dan harga

  tailed) pretest

sig. (2-tailed) posttest kelompok kontrol yaitu 0,81. Harga sig. (2-tailed) pada

pretest eksperimen menunjukanberada di atas 0,05 yaitu 0,666 dan data posttest

memiliki harga sig. (2-tailed) berada di atas 0,05 yaitu 0,993.

  Pada aspek minat akan dianalisis dengan menggunakan statatistik parametik t-test. Analisis data aspek minat dilakukan dengan langkah berikut: 1)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

pretest kedua kelompok, baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen

  untuk mengetahui perbedaan kondisi awal siswa sebelum mendapat perlakuan. 2) Uji perbandingan skor pretest dan posttest pada masing-masing kelompok untuk mengetahui kenaikan yanng signifikan pada masing-masing kelompok. 3) Uji perbandingan posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk mengetahui pengaruh yang signifikan penggunaan model PBM. 4) Uji besar pengaruh baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

a. Perbandingan Skor Pretest Aspek Minat

  Langkah pertama yang dilakukan setelah mengetahui normalitas data pretest dan posttest dari masing-masing kelompok yaitu melakukan analisis perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Uji perbandingan skor pretest bertujuan untuk mengetahui kondisi awal atau titik pijak kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdapat perbedaan atau tidak. Jika memiliki titik pijak yang sama dapat dilakukan perbandingan antara skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan dalam uji perbandingan pada aspek minat adalah statistik parametik independent

  

samples t-test . Analisis menggunakan statistik parametik independent samples t-

test karena pada aspek minat harga sig.(2-tailed) pada pretest kelompok kontrol

  yaitu 0,419 dan pretest kelompok eksperimen yaitu 0,666 lebih besar dari 0,05. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut : 1) Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05, H null ditolak dan H i diterima.Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor pretest kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Jika harga sig.(2-tailed)> 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor pretest kelompok kelompok eksperimen.

  Tabel 14. Perbandingan skor pretest pada aspek minat

  Hasil Pretest Signifikansi Keterangan

Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,400 Tidak berbeda

  Dari tabel perbandingan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukan bahwa harga sig.(2-tailed)> 0,05 adalah 0,400, sehingga dapat diketahui bahwa H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor

  

pretest kelompok kelompok eksperimen. Dengan kata lain kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen berawal dari titik pijak yang sama atau homogen.

b. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Aspek Minat

  Langkah kedua dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya kenaikan skor yang signifikan antara skor pretest ke postest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Dari uji perbandingan skor pretest ke postest akan diperlihatkan presentase kenaikan masing-masing. Uji perbandingan ini berkaitan dengan uji normalitas. Pada kelompok kontol dan kelompok eksperimen harga

  

sig.(2-tailed) pada pretest dan posttest >0,05 sehingga data tersebut dikatakan

  normal, sehingga analisis statistk yang digunakan untuk data normal adalah statistik perametik paired t-test dengan tigkat kepercayaan 95%.

  Dengan kriteria sebagai berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest dan posttest. 2) Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, H diterima dan H ditolak. Artinya tidak

  null i

  ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest dan

  posttest.

  Hasil analisis data perbandingan pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen aspek minat dan aspek kesadaran dapat dilihat pada tabel berikut:

  Tabel 15. Perbandingan Skor Pretest ke Postest aspek minat

  Test % No Kelompok Signifikansi Keputusan

  Pretest Posttest Peningkatan

  

1 Kontrol 2,9745 2,9845 -0,33% 0,934 Tidak Berbeda

  2 Eksperimen 3,0787 3,3107 7,53% 0,005 Berbeda

  Tabel di atas menunjukkan bahwa pada aspek minat kelompok kontrol tidak terdapat kenaikan pada pretest ke posttest, hal ini ditunjukan dengan hargasig.(2-

  

tailed) >0,05 yaitu 0,934 sehingga tidak ada kenaikan yang signifikan; sedangkan

  pada kelompok eksperimen terdapat kenaikan yang signifikan dengan harga

  

sig.(2-tailed) <0,05, yaitu 0,005. Maka pada kelompok kontrol H null diterima dan H i

ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest.

  Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok eksperimen H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.4

  3.3

  3.2

  3.1 Kontrol Eksperimen

  3

  2.9

2.8 Pretest Postest

  Gb. 2 Perbandingan skor pretest dan posttest kel. kontrol dan eksperimen pada aspek minat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Skor Perbandingan antara kelompok kontrol dan kelompokeksperimen

  Tabel 16. Skor Perbandingan antara kelompok kontrol aspek minat Tabel 17. Skor Perbandingan antara kelompok eksperimen aspek minat

  • Kelas Kontrol
  • Kelas Eksperimen

  2.83 2.50 -0.33

  14

  3.20

  3.80

  0.60

  12

  3.10

  3.60

  0.50

  13

  3.33 3.27 -0.06

  2.90

  3.33 3.30 -0.03

  3.00

  0.10

  15

  3.10

  3.47

  0.37

  16

  2.73

  2.90

  0.17

  11

  10

  3.30 3.17 -0.13

  1.60

  3

  3.33 3.03 -0.30

  4

  2.97

  3.37

  0.40

  5

  2.23

  3.83

  6

  3.10 3.03 -0.07

  3.50

  3.53

  0.03

  7

  3.23 3.13 -0.10

  8

  2.83

  2.83

  0.00

  9

  17

  18

  3.37

  30

  3.33

  3.60

  0.27

  28

  3.10

  3.27

  0.17

  29

  3.33 3.10 -0.23

  2.97

  0.73

  3.67

  0.70 Total

  92.36

  99.32

  6.96 Rata-rata

  3.08

  3.31

  0.23 Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada kelompok eksperimen yang

  menggunakan model PBM memiliki pengaruh terhadap minat lebih tinggi dari

  No Responden Pretest Posttest Kenaikan

  27

  3.40

  3.47 3.37 -0.10

  3.30 3.23 -0.07

  19

  2.87

  2.97

  0.10

  20

  3.20 3.07 -0.13

  21

  3.37 3.27 -0.10

  22

  23

  2.67

  2.87 2.77 -0.10

  24

  3.20

  3.70

  0.50

  25

  2.70

  3.70

  1.00

  26

  0.47

  2.90

  2

  3.37 2.90 -0.47

  12

  3.67 3.00 -0.67

  13

  2.87 2.30 -0.57

  14

  3.40

  3.57

  0.17

  15

  16

  3.43

  2.80

  3.37

  0.57

  17

  2.77 2.60 -0.17

  18

  2.17

  2.97

  0.80

  19

  0.16

  3.27

  2.63

  6

  3.40 2.70 -0.70

  3

  3.63 2.77 -0.86

  4

  3.23 2.83 -0.40

  5

  1.63

  2.93

  1.30

  3.17

  11

  3.40

  0.23

  7

  3.13 2.83 -0.30

  8

  3.37 3.03 -0.34

  9

  3.10 2.60 -0.50

  10

  3.67 3.47 -0.20

  2.23

  0.40

  2

  0.90 Total

  28

  3.03 2.80 -0.23

  29

  3.70 3.37 -0.33

  30

  3.67 3.33 -0.34

  31

  1.97

  2.87

  92.21

  3.40

  92.52

  0.31 Rata-rata

  2.97

  2.98

  0.01

  No Responden Pretest Posttest Kenaikan

  1

  2.90

  3.57

  1

  0.73

  2.67

  20

  23

  2.00

  3.43

  1.43

  21

  3.13 2.63 -0.50

  22

  2.43

  2.43

  0.00

  3.60 2.93 -0.67

  27

  24

  3.50

  3.53

  0.03

  25

  3.23 2.70 -0.53

  26

  1.57

  3.27

  1.70

  0.67

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  itu dapat dilihat dari rata-rata total kenaikan sebesar 0,23 pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0,01.

d. Perbandingan Posttest Aspek Minat

  Langkah ketiga dilakukan untuk melihat ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest dari kelompok kontrol maupunkelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik yang digunakan dalam uji perbandingan pada aspek minat adalah statistik parametik

  

independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95% karena data pretest

  pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki distribusi normal dengan harga sig.(2-tailed)>0,05 dengan kriteria sebagai berikut: 1) Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok postes kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap minat.

  2) Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok posttest kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan model PBM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat.

  Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model PBM berpengaruh atau tidak secara signifikan terhadap minat. Hasil analisis perbandingan posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan akan digunakan sebagai titik pijak dalam menarik kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis sehingga mengetahui apakah hasil penelitian mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil analisis statistik perbandingan postes kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 18. Perbandingan Skor Posttest Aspek Minat

  Hasil Posttest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,000 Berbeda

  Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa hasil analisis statistik signifikansi data harga sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Sehingga H i diterima maka H null ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap minat dibandingkan dengan kelompok kontrol.

  Ketiga langkah analisis tersebut bisa diringkas dalam tabel yang memperlihatkan skor pretest dan posttest baik dari kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

e. Uji Besar Pengaruh Model PBM terhadap Minat

  Langkah keempat dilakukan untuk mengetahui pengaruh model PBM terhadap minat. Pengujian ini dilakukan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Penghitungan analisis menggunakan rumus effect size diperoleh hasil sebagai berikut:

  Tabel 19. Hasil Uji Besar Pengaruh Model PBM terhadap Minat 2 Presentase

  

No. Kelompok t df r R Keterangan

Efek Size

  1 Kontrol -0,083 30 0,015 0,00025 0,02% Efek r kecil

  2 Eksperimen 3,007 29 0,48 0,2304 23,04% Efek r besar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari hasil pengolahan data uji pengaruh menunjukkan bahwa model PBM memberikan sumbangan besar

  2

  terhadap minat siswa, hal itu ditunjukan dengan harga r =0,48, t(29) =3,007, R = 0,2304 yang masuk dalam kategori efek besar dengan persentase efek sebesar 23,04% dibandingkan dengan metode ceramah dan tanya jawab yang menunjukan

  2

  harga r = 0,015 , t(30) = -0,083,R =0,000225 yang masuk dalam kategori efek kecil dengan persentase efek sebesar 0,02%.

  

2. Pengaruh Penggunaan PBM Terhadap Kesadaran Siswa Akan Nilai

Globalisasi

  Variabel independen kedua yang diteliti yaitu kesadaran siswa akan nilai globalisasi.Untuk mengetahui pengaruh penggunaan model PBMperlu melakukan analisis statistik berdasarkan data yang diperoleh dari pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemudian dianalisis berdasarkan uji normalitas mengunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer

  

PASW (SPSS) 20 for Windows. Uji normalitas tersebut untuk menentukan jenis uji

  statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden dengan berdasarkan kriteria berikut: 1) Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed)>0,05, distribusi data dikatakan normal.

  2) Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed)<0,05, distribusi data dikatakan tidak normal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan kriteria diatas diperoleh data seperti pada tabel dibawah ini: Tabel 20. Hasil Uji Normalitas Aspek Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Dengan Kolmogorov-Smirnov

  

No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  

1 Rerata skor Pretest kelompok kontrol 0,978 Normal

  

2 Rerata skor Posttest kelompok kontrol 0,203 Normal

  

3 Rerata skor Pretest kelompok eksperimen 0,841 Normal

  

4 Rerata skor Posttest kelompok eksperimen 0,685 Normal

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa distribusi semua data kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tersebut merupakan data yang memiliki distribusi normal karena harga sig. (2-tailed)>0,05. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai signifikansi pretest kelompok kontrol yaitu sebesar 0,978 dan harga sig. (2-tailed) posttest kelompok kontrol yaitu 0,203. Pada kelompok eksperimen harga sig. (2-tailed) pada pretest berada di atas 0,05 yaitu 0,841 dan data posttest memiliki harga sig. (2-tailed) berada di atas 0,05 yaitu 0,685. Hargasig. (2-tailed)pretest dan posttest kelompok kontrol dan harga sig. (2-tailed)

  

pretest dan posttest kelompok eksperimen menunjukan keadaan yang normal

  sehingga aspek minat dan kesadaran siswa akan nlai pada kedua kelompok akan dianalisis dengan menggunakan statatistik parametik t-test.

  Analisis data pada aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi dilakukan dengan langkah berikut: 1) Uji perbandingan skor pretest, yaitu analisis data yang membandingan skor pretest kedua kelompok, baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen untuk mengetahui perbedaan kondisi awal siswa sebelum mendapat perlakuan. 2) Uji perbandingan skor pretest dan posttest pada masing- masing kelompok untuk mengetahui kenaikan yanng signifikan pada masing- masing kelompok. 3) Uji perbandingan posttest antara kelompok kontrol dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kesadaran. 4) Uji besar pengaruh pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  

a. Perbandingan Skor Pretest Aspek Kesadaran Siswa Akan Nilai

Globalisasi

  Langkah pertama yang dilakukan setelah mengetahui normalitas data pretest dan posttest aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi dari masing-masing kelompok yaitu melakukan analisis perbandingan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Uji perbandingan skor pretest bertujuan untuk mengetahui kondisi awal atau titik pijak kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdapat perbedaan atau tidak. Analisis statistik yang digunakan dalam uji perbandingan aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi adalah statistik parametik independent samples t-test. Analisis menggunakan statistik parametik

  

independent samples t-test karena hasil pretest kelompok kontrol dan kelompok

  eksperimen termasuk dalam distribusi data yang normal. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut : 1) Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima.Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor pretest kelompok eksperimen. 2) Jika harga sig.(2-tailed)> 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor pretest kelompok kelompok eksperimen. Tabel 21. Perbandingan skor pretest pada kesadaran siswa akan nilai globalisasi

  Hasil Pretest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,441 Tidak berbeda

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari tabel perbandingan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukan bahwa harga sig.(2-tailed)> 0,05 adalah 0,441.

  Pada aspek kesadaran harga sig.(2-tailed)> 0,05, sehingga dapat diketahui bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan skor pretest kelompok kelompok eksperimen. Dengan kata lain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berada pada titik pijak yang sama.

b. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Aspek Kesadaran SiswaAkan Nilai Globalisasi

  Langkah kedua dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya kenaikan skor yang signifikan antara skor pretest ke postest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Dari uji perbandingan skor pretest ke postest akan diperlihatkan presentase kenaikan masing-masing kelompok. Uji perbandingan ini berkaitan dengan uji normalitas. Pada kelompok kontol dan kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) pada pretest dan postest> 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal, sehingga analisis statistk yang digunakan untuk data normal adalah statistik perametik paired t-test dengan tigkat kepercayaan 95% dengan kriteria sebagai berikut :

  1) Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya

  null i

  ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest dan

  posttest.

  2) Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest dan posttest.

  Hasil analisis data perbandingan pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 22. Perbandingan Skor Pretest ke Postest aspek kesadaran siswa akan nilai

  Globalisasi

  

Test %

No Kelompok Signifikansi Keputusan Pretest Posttest Peningkatan

  1 Kontrol 2,8710 3,4942 21,70% 0,000 Berbeda

  2 Eksperimen 2,9587 3,6427 23,11% 0,000 Berbeda

  Tabel di atas menunjukkan pada kelompok kontrol dan eksperimen terdapat kenaikan yang signifikan pada pretest ke posttest, hal ini ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed)<0,05, yaitu 0,000. Maka Hnull ditolak dan Hi diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara hasil pretest ke posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara pretest ke posttest.

  4

  3.5

  3

  2.5 Kontrol

  2 Eksperimen

  1.5

  1

  0.5 Pretest Postest

  Gb.3 Perbandingan skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan eksperimen pada aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Skor Perbandingan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

  Tabel 23. Skor Perbandingan kelompok kontrol aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi

  Tabel 24. Skor perbandingan kelompok eksperimen aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi

  • Kelas Kontrol
  • Kelas Eksperimen

  3.56 3.20 -0.36

  3.76

  3.44

  0.12

  11

  2.44

  3.88

  1.44

  12

  3.08

  3.80

  0.72

  13

  2.44

  1.32

  10

  14

  3.20

  3.44

  0.24

  15

  3.00

  3.92

  0.92

  16

  2.84

  3.52

  0.68

  3.32

  0.36

  3.04

  0.80

  0.64

  3

  3.00

  3.28

  0.28

  4

  2.80

  3.60

  0.80

  5

  3.16

  3.96

  6

  3.28

  3.04

  3.76

  0.72

  7

  2.84

  3.60

  0.76

  8

  3.48

  3.48

  0.00

  9

  2.92

  17

  3.80

  2

  0.76

  0.92

  26

  3.08

  3.72

  0.64

  27

  2.72

  3.72

  1.00

  28

  3.00

  3.76

  29

  2.60

  3.52

  3.84

  0.32

  30

  2.96

  3.96

  1.00 Total 88.76 109.28

  20.52 Rata-rata

  2.96

  3.64

  0.68 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Responden Pretest Posttest Kenaikan

  3.52

  25

  0.76

  21

  18

  3.04

  3.40

  0.36

  19

  2.52

  3.40

  0.88

  20

  3.56

  3.92

  0.36

  3.00

  1.08

  3.52

  0.52

  22

  2.68

  3.64

  0.96

  23

  2.88

  3.20

  0.32

  24

  2.76

  3.84

  4.00

  3.36

  2

  3.40

  3.36

  0.72

  11

  2.60

  3.40

  0.80

  12

  2.72

  3.12

  0.40

  13

  2.60

  0.80

  10

  14

  3.68 3.52 -0.16

  15

  2.12

  3.44

  1.32

  16

  3.04

  3.40

  0.36

  17

  2.60

  2.64

  1.32

  0.84

  0.28

  2.20

  3.40

  1.20

  3

  3.36

  3.76

  0.40

  4

  3.60 3.48 -0.12

  5

  3.12

  3.40

  6

  3.96

  1.84

  3.56

  1.72

  7

  3.44

  3.48

  0.04

  8

  3.00

  3.48

  0.48

  9

  2.64

  3.52

  0.92

  18

  2.60

  2.08

  3.96

  1.88

  28

  1.92

  3.60

  1.68

  29

  3.24

  3.56

  0.32

  30

  3.48

  0.56

  0.88

  31

  2.16

  3.68

  1.52 Total 89.00 108.32

  2.87

  3.49

  0.62

  No Responden Pretest Posttest Kenaikan

  1

  2.48

  1

  27

  3.44

  3.56

  3.20

  3.28

  0.28

  19

  2.36

  3.44

  1.08

  20

  3.20

  3.48

  0.28

  21

  2.84

  0.36

  2.88

  22

  3.60 3.40 -0.20

  23

  3.04

  4.00

  0.96

  24

  3.44 3.40 -0.04

  25

  3.32

  3.52

  0.20

  26

  3.32

19.32 Rata-rata

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada kelompok eksperimen yang menggunakan model PBM memiliki minat lebih tinggi dari pada kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Hal itu dapat dilihat dari rata-rata total kenaikan sebesar 0,68 pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0,62.

d. Perbandingan Posttest Aspek Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Langkah ketiga dilakukan untuk melihat ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest dari kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametik

  

independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95% karena data pretest

  pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki distribusi normal dengan harga sig.(2-tailed)>0,05 dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok postes kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

  2. Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttestkelompok kontrol dan kelompok postes kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Hasil analisis statistik perbandingan postes kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 25. Perbandingan Skor Posttest Aspek Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Hasil Posttest Signifikansi Keterangan Kelompk kontrol dan kelompok eksperimen 0,010 Berbeda

  Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa hasil analisis statistik signifikansi data harga sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 dan 0,010. Sehingga H i diterima maka H null ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa penggunaan model PBMberpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

  Ketiga langkah analisis tersebut bisa diringkas dalam tabel yang memperlihatkan skor pretest dan posttest baik dari kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

e. Uji Besar Pengaruh Model PBM terhadap Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Langkah keempat dilakukan untuk mengetahui pengaruh model PBM terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Pengujian ini dilakukan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Penghitungan analisis menggunakan rumus effect size diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 26. Hasil Uji Besar Pengaruh Model PBM terhadap Kesadaran Siswaakan Nilai Globalisasi 2 Presentase Efek

No. Kelompok t df r R Keterangan

  Size

  1 Kontrol 5,549 30 0,711 0,505 50,5% Efek r besar

  2 Eksperimen 10,952 29 0,897 0,804 80,4% Efek r besar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari hasil pengolahan data uji pengaruh menunjukkan bahwa model PBMmemberikan sumbangan besar terhadap minat siswa, hal itu ditunjukan dengan harga r =0,897, t(29) =10,952, R-

  2

  = 0,804 yang masuk dalam kategori efek besar dengan persentase efek sebesar 80,4% dibandingkan dengan metode ceramah dan tanya jawab yang menunjukan

  2

  harga r =0,711, t(30) = 5,549, R =0,505 yang masuk dalam kategori efek besar juga dengan persentase efek lebih kecil dari kelas eksperimen yaitu sebesar 50,5%.

3. Rangkuman Hasil Penelitian

  Hasil dari analisis di atas dapat diketahui bahwa penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

  Tabel 27. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest Aspek Minat dan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Aspek Hasil Pretest Signifikansi Keterangan Minat Kelompok kontrol dan 0,400 Tidak berbeda Kesadaran kelompok eksperimen 0,441 Tidak berbeda

  Tabel 28. Skor Perbandingan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen aspek minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi

  Rata-rata

No Aspek Kelas Kenaikan

Pretest Posttest Kontrol 2,97 2,98 0,01

  1 Minat Eksperimen 3,08 3,31 0,23 Kontrol 2,87 3,49 0,62 Kesadaran Siswa Akan

  2 Nilai Globalisasi Eksperimen 2,96 3,64 0,68

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 29. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Aspek Minat dan KesadaranSiswa Akan Nilai Globalisasi

  Test %

No Aspek Kelompok Signifikansi Keputusan

  Pretest Posttest Peningkatan Kontrol 2,9745 2,9845 -0,33 % 0,934 Tidak Berbeda

  1 Minat Eksperimen 3,0787 3,3107 7,53 % 0,005 Berbeda Kontrol 2,8710 3,4942 21,70 % 0,000 Berbeda

  2 Kesadaran Eksperimen 2,9587 3,6427 23,11 % 0,000 Berbeda

  Tabel 30 . Rangkuman Perbandingan Skor Posttest Aspek Minat dan Kesadaran

  Aspek Hasil Posttest Signifikansi Keterangan Minat Kelompk kontrol dan 0,000 Berbeda kelompok eksperimen Kesadaran 0,010 Berbeda

  Tabel 31. Rangkuman Uji Besar Pengaruh Model PBMTerhadap Minat dan Kesadaran SiswaAkan Nilai Globalisasi R2 Presentase

No Aspek Kelompok t df r Keterangan

  Efek Size Kontrol 0,083 30 0,015 0,00025 0,02% Efek r kecil

  1 Minat Eksperimen 3,007 29 0,48 0,2304 23,04% Efek r besar Kontrol 5,549 30 0,711 0,505 50,5% Efek r besar Kesadaran

  2 Siswa Akan Nilai Glibalisasi Eksperimen 10,952

  29 0,897 0,804 80,4% Efek r besar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Pembahasan 1. Aspek Minat

  Hasil penelitian yang telah diperoleh dari hasil analisis data menggunakan program komputer PASW (SPSS) 20 for Windows menunjukan bahwa ada pengaruh penggunaan model PBM terhadap minat dengan tahap yaitu : 1) Uji perbedaan pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2) uji perbedaan dari pretest ke posttest antara masing-masing. 3) Uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Pada tahap pertama dengan melakukan uji perbedaan antara pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen padaaspekminatmenunjukkan bahwa pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berada pada kondisi yang sama atau berada pada titik pijak yang sama karena harga sig.(2-tailed)>0,05 adalah 0,400.

  Pada uji kedua dengan melakukan perbandingan skor pretest ke posttest dari masing-masing kelompok diperoleh data bahwa pada aspek minat pada kelompok kontrol tidak terdapat kenaikan pada pretest ke posttest, hal ini ditunjukan dengan hargasig.(2-tailed)>0,05, yaitu 0,934, sedangkan pada kelompok eksperimen lebih meningkat dengan harga sig.(2-tailed)<0,05, yaitu 0,005. Persentase kenaikan pada kelompok eksperimen sangat tinggi karena dalam pembelajaran di kelas siswa dilibatkan secara aktif dalam mempelajari materi globalisasi dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah (PBM) untuk membantu siswa dalam memahami materi yang dipelajari, karena dalam proses pembelajaran siswa diminta untuk menanggapi suatu permasalahan dari video/gambar yang disajikan, menemukan solusi, menentukan sikap dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengambil nilai apa saja yang dapat dipetik dari setiap permasalahan yang ada sehingga membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Pada kelompok eksperimen yang menggunakan model PBM memiliki minat lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan rata-rata total kenaikan sebesar 0,23 pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0,01.

  Melalui pembelajaran dengan menyajikan suatu permasalahan yang ada di sekitar siswa lebih memudahkan siswa untuk melihat dan mengetahui pengaruh globalisasi apa saja yang ada pada saat ini. Misalnya dalam penggunaan alat komunikasi, transportasi, gaya hidup, pakaian, dan makanan. Sedangkan pada kelompok kontrol guru melakukan proses pembelajaran secara tradisional dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam proses pembelajaran, sehingga siswa akan mudah merasa bosan.

  Tahap ketiga yaitu uji posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk mengetahui pengaruh perlakuanpada kelompok eksperimen.

  Hasil posttest mempunyai harga sig.(2-tailed )<0,05 yaitu 0,000. Berdasarkan hipotesis statistik Hi diterima maka Hnull ditolak, dengan kata lain penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap minat. Hal ini juga dapat dilihat dari perhitungan keempat yaitu uji besar pengaruh dengan besarnya pengaruh sebesar 23,04% dengan efek r besar.

2. Aspek Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Pada aspek kesadaran siswa akan nilai globalisasi juga dilakukan analisis melalui tahap: 1) Uji perbedaanpretestkelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2) uji perbedaan dari pretest ke posttestantara masing-masing

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok. 3) Uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 4) Uji besar pengaruh.

  Dari uji pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berada pada kondisi yang sama atau berada pada titik pijak yang sama karena harga

  sig.(2-tailed) >0,05 adalah 0,441.

  Pada tahapan kedua dengan melakukan uji perbedaan dari pretest ke

  

posttest antara masing-masing kelompok terdapat kenaikan yang signifikan pada

pretest ke posttest, hal ini ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed)<0,05, yaitu

  0,000 pada kelompok kontrol dan terdapat kenaikan yang signifikan pada pretest ke posttest, hal ini ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed)<0,05, yaitu 0,000 pada kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen yang menggunakan model PBM memiliki kesadaran akan nilai globalisasi lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan rata-rata total kenaikan sebesar 0,68 pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0,62. Kemudian pada tahap ketiga dilakukan uji perbedaan posttest, dari hasil analisis dapat dilihat pengaruh dari hasil perbandingan nilai posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan harga sig.(2-tailed )<0,05 yaitu 0,008. Berdasarkan hipotesis statistik Hi diterima maka Hnull ditolak, dengan kata lain penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi dengan besar pengaruh 80,4% sehingga efek r lebih besar dengan uji besar pengaruh.

  Dari hasil pengolahan data dengan empat tahap tahap yang telah dilakukan dalam analisis data pada aspek minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi, yaitu :1) Uji perbedaanpretestkelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2) uji

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perbedaan dari pretest ke posttestantara masing-masing kelompok. 3) Uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 4) Uji besar pengaruh pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pada aspek minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi dketahui bahwa model PBM berpengaruh terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saat pembembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran hal ini ditunjukan dengan siswa aktif dalam bertanya, menjawab pertanyaan yang diberikan serta berani mencoba menanggapi video/gambar yang dilihat saat penyampaian materi globalisasi. Dengan menggunakan media audiovisual seperti foto dan video juga membuat siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dan membuat siswa lebih memahami materi sehingga materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik. Sedangkan pada kelompok kontrol siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan siswa hanya diminta memperhatikan penjelasan guru, mencatat apa yang penting saja dan kemudian menjawab soal-soal yang diberikan oleh guru, seperti yang diungkapkan oleh Sanjaya (2006:147) ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan, hal itu dikarenakan gaya bertutur guru yang tidak menarik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  1. Penggunaan model PBMberpengaruhsecara signifikan terhadap minatsiswakelas IV SD BOPKRI Demangan III pada mata pelajaran PKn untuk materi globalisasi semester genap tahun ajaran 2012/2013. Hal itu ditunjukan pada hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikansi data harga sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Sehingga H i diterima maka H ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis

  null

  bahwa Penggunaan modelPBM berpengaruhsecara signifikan terhadap minat dengan besar pengaruhnya sebesar 23,04%.

  2. Penggunaan model PBMberpengaruhsecara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi siswa kelas IV SD BOPKRI Demangan III pada mata pelajaran PKn untuk materi globalisasi semester genap tahun ajaran 2012/2013. Hal itu ditunjukan pada hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikansi data harga sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,010. Sehingga H i diterima maka H null ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa Penggunaan model PBMberpengaruhsecara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi dengan besar pengaruhnya sebesar 80,4%.

  3. Kelompok eksperimen yang menggunakan model PBM memiliki minat lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Hal itu dapat dilihat dari rata-rata total kenaikan sebesar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  76

  0,23 pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0,01.

  4. Kelompok eksperimen yang menggunakan model PBM memiliki kesadaran akan nilai globalisasi lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Hal itu dapat dilihat dari rata-rata total kenaikan sebesar 0,68 pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0,62.

  B. Keterbatasan Penelitian

  Berikut beberapa keterbatasan penelitian:

  1. Penelitian dilakukan pada jam terakhir pelajaran sehingga pembelajaran kurang efektif dikarenakan siswa sudah merasa lelah di waktu siang hari.

  2. Waktu penelitian dilakukan selama 6JP, dengan rincian kegiatan 1 JP untuk pretest, 4 JP untuk kegiatan pembelajaran, 1 JP untuk posttest.

  Mengingat tahap kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode PBM tidak mudah dan memerlukan waktu yang cukup banyak maka waktu 4 JP untuk menerapkan metode PBM kurang maksimal hasilnya.

  3. Penelitian ini bertepatan dengan jadwal UTS sekolah sehingga jeda antara pertemuan 1 dan 2 adalah 2 minggu, sehingga pada awal pertemuan ke-2 peneliti harus mengulangi materi pada minggu sebelumnya untuk mengingatkan kembali kepada siswa tentang materi yang telah dibahas sebelumnya.

  C. Saran

  Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan adalah:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  77

  1. Bagi Peneliti Selanjutnya Model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dapat dijadikan salah satu cara melaksanakan model pembelajaran inovatif di sekolah untuk mengetahui pengaruh PBM terhadap minat dan kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

  2. Bagi guru Perlu adanya usaha untuk meningkatkan kemampuan dalam menggunakan model dan media pembelajaran untuk kegiatan pembelajaran di sekolah sebagai usaha meningkatkan minat siswa.

  3. Bagi Sekolah Perlunya keterampilan guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif sehingga siswa tidak mudah merasa bosan saat mengikuti proses pembelajaran di kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

  Fathurrohman & Wuri, W. (2011). Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar: untuk PGSD Guru SD.

  sanata Dhrama

  Globalisasi Menggunakan Media Audiovisual Mata Pelajaran PKn Kelas IV SDN Kledokan . Yogyakarta: Skripsi mahasiswa Universitas

  Kristiawan, F. (2012). Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Materi

  Semarang: Universitas Diponegoro. Hurlock, EB. (1995) .Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

  Gonzali, I. (2009). Aplikasi Analisis multivariate dengan program SPSS.

  Bantul: Nuha Litera Field, A. (2009). Discovering statistic using SPSS. Third edition. London: Sage Furchan, A. (2007). Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  Alisjahbana,T. (1966). Antropologi Baru. Jakarta: Dian Rakyat Azwar, S. (2011). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset Ambarsari, RY. (2012)

  

  Diakses tanggal 26 Juni 2013 :

  Fachrurazi.(2012). Penerapan model PBM untuk meningkatkan kemampuan

berpikir kritis dan komunikasi matematis siswa Sekolah Dasar.

  Amir, T. (2009). Inovasi Pendidikan melalui Problem Based Learning. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

  Aryani, I. K. (2010).Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai.Bogor: Ghalia Indonesia

  

  Diakses tanggal 28 Juni 2013 :

  

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  79

  Masidjo. (1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius Pratama, W. (2012). Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Melalui

  Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Siswa Kelas XI IPS-2 SMAN 1 Godean . Skripsi tidak dipublikasikan. Yogyakarta: Skripsi Mahasiswa

  Univeristas Sanata Dharma. Rusman. (2011). Model-model Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sanjaya, W.(2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan . Jakarta: Kencana.

  Sardiman. (2008). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

  Sarwono. (2010). Belajar Statistik Menjjadi Mudah dan Cepat. Yogyakarta: CV.

  Andi Offset. Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:

  Rineka Cipta Sugiyanto. (2010). Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka.

  Sugiyono. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, N. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

  Sumiati, A. (2008). Menjadi Warga Negara yang Baik. Jakarta: Penerbit Erlangga. Sunarso. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 4 Sekolah Dasar. Jakarta: Yudhistira. Surya, M. (2003). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  80

  Syarbaini, S. (2011). Pendidikan Pancasila, Implementasi Nilai-nilai Karakter

  Bangsa di Perguruan Tinggi. Bogor: Ghalia Indonesia Wahab & Sapriya. (2011). Teori & Landasan Pendidikan Kewarganegaraan.

  Bandung: Alfabeta. Wahana, P. (2004). Nilai. Yogyakarta: Kanisius Widjaja, AW. (1984). Kesadaran Hukum Manusia dan Masyarakat Pancasila.

  Jakarta: CV. Era Swasta Zubair, AC. (1987). Kuliah Etika. Jakarta: Rajawali.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  81 LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  80 Lampiran 1 : Silabus Kelompok Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  81

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  82

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  83

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  84

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  85

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  86

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  87 Lampiran 2 : RPP Kelompok Eksperimen

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Satuan Pendidikan :SD BOPKRI Demangan III

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : IV/ 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit Pertemuan Ke : 1 A. Standar Kompetensi

4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya

  B. Kompetensi Dasar

  4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya

  C. Indikator  Menyebutkan pengertian globalisasi  Menyebutkan contoh globalisasi di lingkungan sekitar siswa  Menemukan dampak negatif dan positif dari globalisasi di lingkungan sekitar siswa  Mengelompokkan dampak negatif dan positif dari globalisasi di lingkungannya D.

   Tujuan Pembelajaran  Siswa dapat menyebutkan pengertian globalisasi  Siswa dapat menyebutkan contoh globalisasi di lingkungan sekitar siswa  Siswa dapat menemukan dampak negatif dan positif dari globalisasi di lingkungan sekitar siswa  Siswa dapat mengelompokkan dampak negatif dan positif dari globalisasi di lingkungannya

  E. Materi Pembelajaran Dampak ( positif dan negatif ) globalisasi di lingkungannya

  F. Model dan Metode Pembelajaran

a. Model : PBM

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  88

b. Metode : Tanya jawab, Diskusi, Penugasan

G. Langkah-Langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Awal

   Salam pembuka  Doa, absensi  Apersepsi(tanya jawab tentang hal yang berkaitan dengan globalisasi)  Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa ( dampak negatif dan positif globalisasi )

  2. Kegiatan Inti Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang globalisasi (transportasi, komunikasi, gaya hidup, dan makanan)  Siswa menyebutkan pengaruh globalisasi yang ada di lingkungan sekitar siswa.

   Siswa melihat sebuah video tentang globalisasi Elaborasi  Siswa dibagi dalam 4 kelompok(transportasi, komunikasi, gaya hidup,dan makanan)  Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan kelompok berdasarkan peristiwa yang ada di sekitar mereka Konfirmasi

   Setiap perwakilan kelompok membacakan hasil pekerjaannya  Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi hasil pekerjaan kelompok lain  Siswa dan guru menyimpulkan secara bersama-sama tentang materi yang telah dibahas  Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk bertanya mengenai materi yang belum jelas

  3. Kegiatan Akhir

   Siswa mengerjakan soal evaluasi  Siswa dan guru berefleksi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89

   Doa, salam penutup

H. Sumber dan Media Pembelajaran a. Sumber

   Sarjan dan Agung Nugroho.2008.Pendidikan Kewarganegaraan Bangga menjadi Insan Pancasila SD/ MI IV. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

   Pendidikan Kewarganegaraan (Cemara) kelas 4 semester 2  Bestari, Prayoga dan Ati Sumiati.2008.Pendidikan Kewarganegaraan Menjadi Warga Negara yang Baik SD/ MI IV.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, BSE.

   Dewi, Ressi Kartika, dkk.2008.Pendidikan Kewarganegaraan 4 SD/ MI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, BSE.  Silabus Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IV.

b. Media/Alat Peraga

   Power point  Viewer  Video  Speaker  Gambar-gambar globalisasi

I.Penilaian

   Jenis : Tes dan Non Tes

 Bentuk : Menjodohkan dan Diskusi Kelompok

Mengetahui, Yogyakarta, 03 April 2013

Guru Kelas Peneliti

( Endah Nugrahaning Widi, S.Pd ) (Desi Natalia / 091134100)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  90

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  

( RPP )

Satuan Pendidikan :SD BOPKRI Demangan III

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : IV/ 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit Pertemuan Ke : 2 A. Standar Kompetensi

4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya

  B. Kompetensi Dasar

  4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi dilingkungannya

  C. Indikator  Menyebutkan upaya penanggulangan globalisasi di lingkungan kehidupan  Menyebutkan contoh menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi

   Bertanggung jawab menyelesaikan LKS secara berdiskusi

   Mencatat hasil diskusi pada LKS

  D. Tujuan Pembelajaran  Siswa mampu menyebutkan upaya penanggulangan globalisasi di lingkungan kehidupan  Siswa mampu menyebutkan contoh menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi

 Siswa mampu bertanggung jawab menyelesaikan LKS secara berdiskusi

 Siswa mampu mencatat hasil diskusi pada LKS

  E. Materi Pembelajaran Menentukan sikap menghadapi pengaruh globalisasi

  F. Model dan Metode Pembelajaran

  a. Model : PBM

  b. Metode : Tanya jawab, Diskusi, Penugasan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91

G. Langkah-Langkah Pembelajaran

  1. Kegiatan Awal

   Guru memberi salam pembuka  Doa, absensi  Guru melakukan apersepsi tentang pelajaran sebelumnya tanya jawab

  tentang hal yang berkaitan dengan globalisasi

   Guru menyampaikan tujuan dari pembelajaran yang akan dicapai (menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi)

  2. Kegiatan Inti Eksplorasi

   Siswa melihat sebuah video  Guru menanyakan pendapat siswa mengenai video tersebut (sikap terhadap pengaruh globalisasi)  Siswa mendengarkan guru menjelaskan tentang upaya penanggulangan globalisasi di lingkungan kehidupan  Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang contoh upaya penanggulangan globalisasi di lingkungan kehidupan  Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang contoh menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi

  Elaborasi

   Siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa  Didalam kelompok siswa di beri LKS

   Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan kelompok masing-masing

   Guru mengarahkan, membimbing, dan memantau kegiatan diskusi kelompok

  Konfirmasi

   Setiap perwakilan kelompok membacakan hasil pekerjaannya  Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi hasil pekerjaan kelompok lain  Siswa dan guru menyimpulkan secara bersama-sama tentang materi yang telah dibahas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  92

   Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk bertanya mengenai materi yang belum jelas 3.

   Kegiatan Akhir

   Siswa mengerjakan soal evaluasi  Siswa dan guru berefleksi  Penyampaian rencana tindak lanjut  Doa, salam penutup

H. Sumber dan Media Pembelajaran

  a. Sumber  Sarjan dan Agung Nugroho.2008.Pendidikan Kewarganegaraan Bangga menjadi Insan Pancasila SD/ MI IV. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

   Pendidikan Kewarganegaraan (Cemara) kelas 4 semester 2  Bestari, Prayoga dan Ati Sumiati.2008.Pendidikan Kewarganegaraan Menjadi Warga Negara yang Baik SD/ MI IV.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, BSE.

   Dewi, Ressi Kartika, dkk.2008.Pendidikan Kewarganegaraan 4 SD/ MI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, BSE.  Silabus Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IV.

  b. Media/Alat Peraga

   Power point  Viewer  Video  Speaker  Gambar-gambar globalisasI

I.Penilaian

   Jenis : Tes dan Non Tes  Bentuk : Menjodohkan dan Diskusi Kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  93 Mengetahui, Yogyakarta, 08 April 2013 Guru Kelas Peneliti

( Endah Nugrahaning Widi, S.Pd ) (Desi Natalia / 091134100)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  94 Lampiran 3 : Lembar Kerja Siswa

  

Lembar Kerja Siswa

  (Pertemuan ke-1) Pengaruh Globalisasi Bidang : Nama Anggota Kelompok : Petunjuk : Tuliskan pengaruh Globalisasi (transportasi, komunikasi, gaya hidup, dan

  makanan) yang ada di sekitar kalian !

  ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………..………………

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95 Lembar Kerja Siswa

  (Pertemuan ke-2) Nama Anggota Kelompok : Diskusikanlah bersama teman sekelompokmu dan jawablah pertanyaan- pertanyaan dibawah ini dengan benar !

  1. Sebutkan 3 dampak negatif pengaruh globalisasi? Jawab:......................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ....................................................................................................................................

  2. Sebutkan 3 dampak positif pengaruh globalisasi? Jawab:......................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ...................................................................................................................................

  3. Jelaskan upaya penanggulangan globalisasi di lingkungan sekolah? Jawab:......................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ...................................................................................................................................

  4. Jelaskan upaya penanggulangan globalisasi di lingkungan keluarga? Jawab:......................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ...................................................................................................................................

  5. Sebutkan 3 menentukan sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi ? Jawab:......................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ...................................................................................................................................

  

Selamat Mengerjakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  96 Kunci Jawaban LKS

  1. Orang menjadi sangat individualis, budaya konsumtif dan masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa

  2. Masyarakat menjadi maju, dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik dan semangat kerja meningkat

  3. Sekolah perlu menekankan pelajaran budi pekerti serta pengetahuan tentang globalisasi. Dengan demikian, siswa tidak terjerumus dalam perilaku negatif akibat globalisasi. Untuk itu, peranan orang tua, guru, serta siswa sangat diperlukan.

  4. Untuk mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi dapat dilakukan melalui keluarga dengan cara meningkatkan peran orang tua. Orang tua hendaknya selalu menekankan rasa tanggung jawab pada anak, menerapkan aturan yang tegas pada setiap keluarga tanpa mengurangi kasih sayang. 5. - Selektif dan tidak tergesa

  • – gesa dalam menerima perubahan
    • Mempertebal keimanan dan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa - Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  97 Lampiran 4 : Instrumen Pengumpulan Data

  1. ASPEK MINAT

  • Kuesioner uji coba validitas dan reliabilitas

  PETUNJUK PENGISIAN SKALA Berikut ini akan disajikan sejumlah pernyataan. Baca dan pahamilah baik-baik. Sebelumnya anak-anak diminta untuk mengisi identitas sesuai dengan diri anak- anak. Jawablah dengan jujur. Jawaban yang kalian berikan tidak berpengaruh terhadap nilai karena tidak ada jawaban benar dan salah. Selamat mengerjakan ! Identitas siswa

  1. Nama Lengkap : __________________________

  2. Kelas/No Absen : __________________________ Cara mengisi : berikan jawaban yang paling sesuai dengan cara memberikan tanda centang (√) pada jawaban yang kamu pilih.

  Keterangan : SS = Sangat Setuju KS = Kurang Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju

  No Pernyataan SS S KS TS Saya menyukai pelajaran PKn daripada 1. pelajaran lainnya Saya mengerjakan latihan soal yang 2. diberikan oleh guru Saya belajar dengan teman untuk mencari 3. jawaban atas pertanyaan guru. Saya suka jika diberi PR PKn daripada 4. pelajaran lainnya Saya memperhatikan guru saat kegiatan 5. pembelajaran Saya bertanya tentang materi yang belum 6. saya pahami kepada orang lain Saya suka belajar PKn daripada belajar 7. pelajaran lainnya Saya berusaha menjawab pertanyaan yang 8. diberikan oleh guru Saya akan mengulang kembali materi yang 9. belum saya pahami Saya memperhatikan guru saat pelajaran 10.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25. Saya rajin membaca buku di perpustakaan untuk mendukung prestasi belajar PKn

  35. Saya malas belajar untuk materi PKn yang

  Saya acuh ketika tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru

  33. Saya kurang berminat belajar PKn 34.

  32. Saya tidak mau bertanya untuk materi yang belum saya pahami

  Berbicara atau ramai saat kegiatan pembelajaran

  30. Saya malas mengerjakan PR PKn 31.

  29. Saya kurang berminat mencari jawaban atas pertanyaan yang diberikan guru

  Saya tidak mengerjakan latihan soal yang diberikan guru.

  27. Saya senang ketika pelajaran Pkn usai 28.

  26. Saya senang belajar PKn

  98

  11. Saya mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru

  23. Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru secara tepat waktu

  22. Saya mengulang kembali materi yang sudah diajarkan oleh guru

  21. Saya mempelajari pelajaran PKn sebelum pembelajaran di mulai

  20. Saya mencari buku untuk memahami materi PKn yang sulit

  19. Saya mencatat materi penting tentang pelajaran PKn

  Selalu memperhatikan guru ketika guru sedang menjelaskan pelajaran PKn

  17. Saya senang membaca buku PKn 18.

  16. Saya menyukai membaca buku tentang PKn daripada membaca buku pelajaran lainya

  Saya senang mendiskusikan materi pembelajaran Pkn

  14. Saya aktif bertanya dalam pembelajaran PKn 15.

  12. Saya akan bertanya tentang materi yang saya anggap sulit sampai mendapat jawaban 13. Saya membicarakan pelajaran PKn di luar kelas daripada pelajaran lainnya

  24. Saya belajar dengan sunguh-sunguh untuk mendapatkan nilai yang memuaskan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  99

  Saya memikiran hal lain ketika guru sedang 36. menjelaskan materi PKn Saya malas mengerjakan tugas-tugas yang 37. diberikan guru Saya enggan bertanya ketika ada materi 38. yang saya angap sulit Saya tidak membicarakan pelajaran PKn di 39. luar kelas Saya hanya diam saat mengikuti 40. pembelajaran PKn Saya jarang mendiskusikan materi 41. pembelajaran PKn

  42. Saya kurang tertarik membaca buku

  43. Saya malas membaca buku PKn Saya mengerjakan hal lain ketika guru 44. sedang menjelaskan pelajaran PKn Saya malas mencatat materi tentang 45. pelajaran PKn. Saya tidak berusaha memahami materi 46. yang sulit Saya kurang berminat mempersiapkan diri 47. mempelajari materi yang akan diajarkan. Saya tidak pernah mengulang materi yang 48. sudah disampaikan oleh guru Saya terlambat mengumpulkan tugas yang 49. diberikan guru Saya tidak peduli terhadap nilai PKn yang 50. akan saya peroleh Saya malas membaca buku di perpustakaan 51. dalam mendukung prestasi belajar PKn

  52. Saya tidak berminat mempelajari PKn

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  100

  • Kuesioner setelah uji validitas dan reliabilitas

  PETUNJUK PENGISIAN SKALA Berikut ini akan disajikan sejumlah pernyataan. Baca dan pahamilah baik- baik. Sebelumnya anak-anak diminta untuk mengisi identitas sesuai dengan diri anak-anak. Jawablah dengan jujur. Jawaban yang kalian berikan tidak berpengaruh terhadap nilai karena tidak ada jawaban benar dan salah. Selamat mengerjakan !

  Identitas siswa

  1. Nama Lengkap : __________________________

  2. Kelas/No Absen : __________________________ Cara mengisi : berikan jawaban yang paling sesuai dengan cara memberikan tanda centang (√) pada jawaban yang kamu pilih.

  Keterangan : SS = Sangat Setuju KS = Kurang Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju

  No Pernyataan SS S KS TS Saya menyukai pelajaran PKn daripada 1. pelajaran lainnya Saya suka jika diberi PR PKn daripada 2. pelajaran lainnya Saya memperhatikan guru saat kegiatan 3. pembelajaran Saya berusaha menjawab pertanyaan yang 4. diberikan oleh guru Saya akan mengulang kembali materi yang 5. belum saya pahami

  6. Saya aktif bertanya dalam pembelajaran PKn

  7. Saya senang membaca buku PKn Saya mencatat materi penting tentang 8. pelajaran PKn Saya mencari buku untuk memahami materi 9. PKn yang sulit Saya mempelajari pelajaran PKn sebelum 10. pembelajaran di mulai Saya mengulang kembali materi yang sudah 11. diajarkan oleh guru Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh 12. guru secara tepat waktu

  13. Saya senang belajar PKn

  14. Saya senang ketika pelajaran Pkn usai Saya tidak mengerjakan latihan soal yang 15. diberikan guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  101

  16 Saya malas mengerjakan PR PKn Berbicara atau ramai saat kegiatan 17. pembelajaran Saya tidak mau bertanya untuk materi yang 18. belum saya pahami

  19. Saya kurang berminat belajar PKn Saya malas belajar untuk materi PKn yang 20. belum saya pahami Saya memikiran hal lain ketika guru sedang 21. menjelaskan materi PKn Saya malas mengerjakan tugas-tugas yang 22. diberikan guru

  23. Saya malas membaca buku PKn Saya mengerjakan hal lain ketika guru sedang 24. menjelaskan pelajaran PKn Saya malas mencatat materi tentang pelajaran 25. PKn. Saya tidak pernah mengulang materi yang 26. sudah disampaikan oleh guru Saya terlambat mengumpulkan tugas yang 27. diberikan guru Saya tidak peduli terhadap nilai PKn yang 28. akan saya peroleh Saya malas membaca buku di perpustakaan 29. dalam mendukung prestasi belajar PKn

  30. Saya tidak berminat mempelajari PKn

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  102

  2. ASPEK KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI

  • Kuesioner uji coba validitas dan reliabilitas

  

PETUNJUK PENGISIAN SKALA

Berikut ini akan disajikan sejumlah pernyataan. Baca dan pahamilah baik-baik.

  Sebelumnya anak-anak diminta untuk mengisi identitas sesuai dengan diri anak- anak. Jawablah dengan jujur. Jawaban yang kalian berikan tidak berpengaruh terhadap nilai karena tidak ada jawaban benar dan salah. Selamat mengerjakan! Identitas Siswa

  1. Nama lengkap : _________________________________

  2. Kelas/No.Absen : _____________________________ Cara mengisi : berikanlah jawaban yang paling sesuai dengan cara memberikan tanda centang ( ) pada jawaban yang kamu pilih.

  Keterangan : SS = Sangat Setuju KS = Kurang Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju

  

No. Pernyataan SS S KS TS

  Globalisasi memperlancar hubungan manusia 1. yang satu dengan yang lain Saya suka menggunakan pakaian dengan rapi 2. agar nyaman dilihat orang lain Merawat semua baju yang saya miliki agar 3. terlihat rapih Sebelum membeli pakaian harus di daftar 4. terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan

  5. Bangga menggunakan produk dalam negeri Globalisasi bisa memperlancar kerjasama 6. antar masyarakat dunia Mempelajari tarian negeri sendiri dengan 7. tekun

  8. Mengambil nilai-nilai positif dari siaran TV

  9. Saya bisa mengatur jam belajar dengan baik Menyaring kebudayaan luar negeri dengan 10. nilai-nilai Pancasila

  11. Saya menyisihkan uang jajan untuk ditabung

  12. Mengambil hal-hal positif dari internet Menggunakan internet sesuai dengan tujuan 13. yang positif Saya menggunakan telepon dengan 14. seperlunya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Mencontoh hal-hal yang buruk dari siaran TV

  Pakaian buatan luar negeri lebih baik daripada buatan dalam negeri

  40. Saya tidak suka mengenakan pakaian batik 41.

  Saya tidak suka membantu orang lain yang kesusahan

  38. Tarian tradisional kurang menarik 39.

  Saya suka sekali mengkonsumsi makanan cepat saji karena praktis

  36. Menggunakan telepon dengan boros 37.

  35. Internet membuat saya malas berpikir

  Menggunakan internet untuk melakukan hal yang kurang baik (menggunakan facebook untuk mengejek teman)

  33. Saya selalu menghabiskan uang jajan 34.

  32. Kebudayaan luar negeri layak kita tolak

  31. Senang menonton televisi secara berlebihan

  103

  adalah makanan yang tidak sehat 16. Saya bersemangat untuk mempelajari tarian tradisional Indonesia

  28. Globalisasi adalah masuknya pengaruh budaya barat ke Negara-negara lain

  27. Lebih bangga menggunakan produk luar negeri

  Saya suka mengahabiskan uang untuk membeli baju baru

  25. Saya tidak pernah mencuci baju 26.

  24. Saya memakai seragam sekolah tidak sesuai dengan aturan/tata tertib sekolah

  23. Globalisasi adalah proses yang merusak moral bangsa

  Saya menyadari bahwa tarian tradisional merupakan salah satu kekayan budaya Indonesia 22. Permainan tradisional adalah permainan yang menarik

  20. Membeli pakaian buatan Indonesia 21.

  19. Saya menyadari internet dapat memperluas wawasan pengetahuan

  18. Bangga menggunakan pakaian batik sebagai produk dalam negeri

  17. Memiliki sikap ramah dan hormat terhadap orang lain

  29. Malu mempelajari tarian negeri sendiri 30.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  104

  tidak layak dipelajari

  43. Bermain playstastion hingga lupa waktu Saya menggunakan internet untuk membuka

  44. permainan online dan hal-hal yang tidak bermanfaat

  • Kuesioner setelah diuji validitas

  

PETUNJUK PENGISIAN SKALA

Berikut ini akan disajikan sejumlah pernyataan. Baca dan pahamilah baik-baik.

  

Sebelumnya anak-anak diminta untuk mengisi identitas sesuai dengan diri anak-anak.

Jawablah dengan jujur. Jawaban yang kalian berikan tidak berpengaruh terhadap nilai

karena tidak ada jawaban benar dan salah. Selamat mengerjakan! Identitas Siswa

  1. Nama lengkap : ___________________________

  2. Kelas/No.Absen : ___________________________

Cara mengisi : berikanlah jawaban yang paling sesuai dengan cara memberikan tanda

centang () pada jawaban yang kamu pilih.

  Keterangan : SS = Sangat Setuju KS = Kurang Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju

  

No Pernyataan SS S KS TS

  1 Bangga menggunakan produk dalam negeri

  2 Mempelajari tarian negeri sendiri dengan tekun

  3 Mengambil hal-hal positif dari internet

  4 Menggunakan internet sesuai dengan tujuan yang positif

  5 Saya menggunakan telepon dengan seperlunya

  6 Saya bersemangat untuk mempelajari tarian tradisional Indonesia

  7 Memiliki sikap ramah dan hormat terhadap orang lain

  8 Saya menyadari bahwa tarian tradisional merupakan salah satu kekayan budaya Indonesia

  9 Permainan tradisional adalah permainan yang menarik

  10 Saya memakai seragam sekolah tidak sesuai dengan aturan/tata tertib sekolah

  11 Saya tidak pernah mencuci baju

  12 Saya suka mengahabiskan uang untuk membeli baju baru

  13 Lebih bangga menggunakan produk luar negeri

  14 Malu mempelajari tarian negeri sendiri

  15 Mencontoh hal-hal yang buruk dari siaran TV

  16 Senang menonton televisi secara berlebihan

  17 Menggunakan internet untuk melakukan hal yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  105 teman)

  18 Menggunakan telepon dengan boros

  19 Saya suka sekali mengkonsumsi makanan cepat saji karena praktis

  20 Tarian tradisional kurang menarik

  21. Saya tidak suka membantu orang lain yang kesusahan

  22 Saya tidak suka mengenakan pakaian batik

  23 Pakaian buatan luar negeri lebih baik daripada buatan dalam negeri

  24 Tarian tradisional adalah tarian kuno yang tidak layak dipelajari

  25 Bermain playstastion hingga lupa waktu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  106 Lampiran 5 : Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

1. Minat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31 NO28 ,743 ** ,000

  31 NO21 ,486 ** ,006

  31 NO22 ,659 ** ,000

  31 NO23 ,137 ,462

  31 NO24 ,400 * ,026

  31 NO25 ,354 ,051

  31 NO26 ,702 ** ,000

  31 NO27 ,456 ** ,010

  31 NO29 ,330 ,070

  31 NO19 ,633 ** ,000

  31 NO30 ,800 ** ,000

  31 NO31 ,764 ** ,000

  31 NO32 ,663 ** ,000

  31 NO33 ,765 ** ,000

  31 NO34 ,476 ** ,007

  31 NO35 ,839 ** ,000

  31 **

  31 NO20 ,647 ** ,000

  107

Correlations

  

TOTAL

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOTAL

  31 NO7 ,264 ,151

  1

  31 NO1 ,346 ,056

  31 NO2 ,293 ,110

  31 NO3 -,296 ,106

  31 NO4 ,422 * ,018

  31 NO5 ,427 * ,016

  31 NO6 ,032 ,862

  31 NO8 ,404 * ,024

  31 NO17 ,565 ** ,001

  31 NO9 ,633 ** ,000

  31 N010 ,224 ,225

  31 NO11 ,333 ,067

  31 NO12 -,179 ,336

  31 NO13 ,182 ,328

  31 NO14 ,521 ** ,003

  31 NO15 ,664 ** ,000

  31 NO16 ,175 ,347

  31 NO18 ,578 ** ,001

  31 NO48 ,524 ** ,002

  31 NO45 ,809 ** ,000

  31 NO51 ,733 ** ,000

  31 NO50 ,498 ** ,004

  31 NO49 ,525 ** ,002

  108 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N N037 ,623

  • ** ,000

  31 NO47 ,554 ** ,001

  31 N046 ,718 ** ,000

  31 NO44 ,581 ** ,001

  31

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  31 NO43 ,867 ** ,000

  31 NO42 ,761 ** ,000

  31 NO41 ,570 ** ,001

  31 NO40 ,323 ,077

  31 NO39 ,255 ,167

  31 NO38 ,277 ,132

  31 NO52 ,647 ** ,000

  • **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Uji reliabilitas

  Case Processing Summary N % Cases

  Valid 31 100,0 Excluded a ,0 Total 31 100,0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha

  N of Items ,956

  38 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  109

2. Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  110

  Reliabilitas

  Case Processing Summary N %

  Cases Valid a

31 100.0

Excluded .0 Total

  

31 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .869

  44

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  111 Lampiran 6 : Hasil Analisis Data Dengan SPSS

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  112

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  113

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  114

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  115

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  116

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  117

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  118

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  119

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  120 Lampiran 7 : Lembar Kuesioner Siswa

1. Kelas Kontrol

   Lembar PretestMinat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  121

   Lembar PretestKesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

  Lembar PosttestMinat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  122 Lembar PosttestKesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  123

2.Kelas Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  124

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  125 Lampiran 8 : Foto-foto Penelitian Kelompok Kontrol

  Guru menjelaskan materi pelajaran Siswa mengerjakan kuesioner

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  126

  Siswa mengerjakan kuesioner Siswa mengerjakan kuesioner

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  127 Kelompok Eksperimen

  Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa menjawab pertanyaan setelah melihat video yang ditayangkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  128

  Siswa menyimak penjelasan guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  129

  Siswa mengerjakan LKS dalam kelompok Siswa sedang mengisi kuesioner

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  130 Lampiran 9 : Surat Ijin Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  131 Lampiran 10 : Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  132 Lampiran 11 : Riwayat Hidup Penulis

  

Riwayat Hidup Penulis

  Desi Natalia merupakan anak pertama dari pasangan Gregorius Gudau dan Genoveva Genok.

  Penulis lahir di Nusa Kenyikap, 25 Desember 1991. Pendidikan awal dimulai di SDN 12 Nusa Kenyikap. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Setya Budi Nanga Pinoh dan melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMAN 01 Nanga Pinoh,

  Melawi, Kalimantan Barat. Kemudian menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar. Selama menempuh pendidikan di PGSD, banyak pengalaman yang penulis dapatkan diantaranya menjadi pribadi yang baik dan bertanggungjawab. Pengalaman yang penulis dapatkan selama menempuh pendidikan seperti mengikuti seminar- seminar pendidikan, PPKM, serta mengikuti kegiatan kampus yang mendukung.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS IV MIS AL-WASHLIYAH TANDAM HILIR II.
0
3
36
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA DI KELAS V SD SWASTA MUHAMMADIYAH 01 PEMATANGSIANTAR.
0
3
25
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BESARAN FISIKA DAN SATUANNYA.
0
5
15
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HUKUM NEWTON.
0
8
15
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMK NEGERI 11 MEDAN.
0
3
48
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN PENALARAN LOGIS SISWA SMP.
0
1
44
STUDI KEBERHASILAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP NILAI KARAKTER DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON.
0
1
25
PENGARUH PEMBELAJARAN EKOSISTEM BERBASIS MASALAH GLOBAL TERHADAP PENGUASAAN KONSEP, KEMAMPUAN PENALARAN DAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA KELAS X.
0
4
54
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP SIKAP ILMIAH SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI SALAMAN 1.
0
3
221
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD 3 TENGGELES MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MATERI PECAHAN
0
0
24
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SOSIOLOGI BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS XI IIS 2
0
1
9
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD
1
1
9
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DI SMA
0
6
9
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN NILAI TANGGUNG JAWAB TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI JIPANG –BANYUMAS
0
0
16
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP TINGKAT KESADARAN AKAN NILAI GLOBALISASI PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS IVA SD NEGERI ADISUCIPTO 1 TAHUN AJARAN 20122013 SKRIPSI
0
2
127
Show more