Dampak penerapan Blended Learning dalam pembelajaran gerak lurus beraturan terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar peserta didik di kelas X IPA SMAN 1 Nagawutung - USD Repository

Gratis

0
0
204
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAMPAK PENERAPAN BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN GERAK LURUS BERATURAN TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS X IPA SMAN 1 NAGAWUTUNG SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : Maria Pere Toby NIM : 141424036 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “Forgiving comes from the heart, Forgetting from the mind. Do both” (Daniel Zechariah) Puji dan syukur kepada Tuhan sumber pengharapan dan kekuatanku. Hasil karya dan perjuanganku, kupersembahkan untuk: Kedua orang tuaku Bapak Paulus Kia Toby dan Mama Benedikta Burong Ketiga saudaraku Virgi, Ina, dan Grace, Tanta Yosefa Siga dan Om Piter Lam Terima kasih untuk setiap doa, dukungan, cinta, kerja keras dan pengorbanannya iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Maria Pere Toby. 2018. Dampak Penerapan Blended Learning Dalam Pembelajaran Gerak Lurus Beraturan Terhadap Hasil Belajar Dan Kemandirian Belajar Peserta Didik Di Kelas X IPA Sman 1 Nagawutung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak penerapan Blended Learning terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar peserta didik kelas X IPA pada pokok bahasan gerak lurus beraturan. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA SMAN 1 Nagawutung tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah subyek 18 peserta didik. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 Juli sampai dengan 10 Agutus 2018. Penelitian ini menerapkan treatment Blended Learning dalam pembelajaran pada pokok bahasan gerak lurus beraturan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kualitatif mengenai deskripsi pengamatan kemandirian belajar peserta didik selama di kelas. Penelitian kuantitatif mengenai hasil belajar dan kuesioner kemandirian belajar. Hasil belajar peserta didik berupa pretest-posttest dianalisis menggunakan Uji T untuk kelompok dependen dengan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Blended Learning pada peserta didik kelas X IPA SMAN 1 Nagawutung pada pokok bahasan gerak lurus beraturan adalah dapat meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar peserta didik. Kata kunci: Blended Learning, Kemandirian Belajar, Hasil Belajar vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Maria Pere Toby.2018.The Impact of Blended Learning Application on Learning Process Towards Learning Result and Student’s Independence Learning in Class X IPA of SMAN 1 Nagawutung. This study aims to determine how the impact of Blended Learning on learning result and student’s independence learning of class X on the Uniform Linear Motion subject. The subjects of this study were student of class X IPA in SMAN 1 Nagawutung at 2018/2019 academic year, which total of 18 subjects. The research was held on July to August , 2018. The research used quantitative and qualitative research design. The qualitative research regarding to the description of students' learning independent observation during class. The quantitative research regarding to the learning result and learning independence questionnaire. Student’s learning result which shape of several pretest-posttest were analyzed using the T test for the dependent group. The result shows that the application of Blended Learning in class X IPA of SMAN 1 Nagawutung on the Uniform Linear Motion subject was able to improve the learning result and student’s independence learning. Keywords: Blended Learning, independent learning, learning result viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, rahmat dan penyertaannya selama ini penulisan skripsi yang berjudul “DAMPAK PENERAPAN BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN GERAK LURUS BERATURAN TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS X IPA SMAN 1 NAGAWUTUNG” dapat diselesaikan. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak hanya hasil kerja keras dari penulis saja melainkan bantuan berupa waktu, tenaga, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmatnya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan, 2. Bapak Drs. Tarsisius Sarkim M.Ed., Ph.D., selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, pikiran, dan memberikan bimbingan, bantuan, serta saran sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi, 3. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang selalu memantau perkembangan penulisan skripsi mahasiswa-mahasisiwinya, 4. Bapak Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S selaku Ketua Program studi Pendidikan Fisika, dan segenap dosen Pendidikan Fisika yang telah membimbing, ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Segenap karyawan sekretariat JPMIPA yang dengan keramahan dan kesabaran telah membantu dalam segala hal terkait administrasi penulis 6. Ibu Maria Banak S.Pd selaku Kepala SMAN 1 Nagawutung yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian di SMA tersebut, 7. Ibu Bernadete Rete S.Pd selaku guru mata pelajaran fisika SMAN 1 Nagawutung yang telah membantu penulis selama pengambilan data skripsi, 8. Peserta didik kelas X IPA SMAN 1 Nagawutung yang telah bersedia meluangkan waktu dan pikiran sebagai subjek penelitian, 9. Keluarga besar SMAN 1 Nagawutung atas bantuan dan kerjasamanya, 10. Teman Rosni Moron atas bantuan menganalisis data menggunakan SPSS, 11. Bapak Paulus Kia dan mama Benedikta Burong, Virgi, Ina, dan Grace, Tanta Yosefa Siga dan Om Piter Lam yang selalu mendoakan, memberikan semangat dan memantau perkembangan penyusunan skripsi, 12. Sahabat-sahabat, Angel, Arlin, Grace, Ria, Salven, Arni, Cintia, Ria cantik, Ina Kuma, Lilis, Ersa, Rina, Marita, dan Icha yang selalu x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI JUDUL............................................................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING............................................................ii HALAMAN PENGESAHAN......................................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN...................................................................................iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.......................................................................iv LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS................................................................v ABSTRAK..................................................................................................................vii ABSTRACT.................................................................................................................viii KATA PENGANTAR.................................................................................................ix DAFTAR ISI...............................................................................................................xi DAFTAR TABEL......................................................................................................xvi DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................xviii BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1 A. LATAR BELAKANG........................................................................................1 B. RUMUSAN MASALAH....................................................................................3 C. BATASAN MASALAH.....................................................................................3 D. TUJUAN.............................................................................................................4 E. MANFAAT.........................................................................................................4 BAB II LANDASAN TEORI.......................................................................................5 A. PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR...................5 B. BLENDED LEARNING....................................................................................6 1. Pengertian Blended Learning.........................................................................6 2. Kelebihan dan kekurangan.............................................................................8 C. HASIL BELAJAR..............................................................................................9 D. BELAJAR MANDIRI......................................................................................11 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. GERAK LURUS BERATURAN.....................................................................13 1. Pengertian Gerak...........................................................................................13 2. Jarak dan Perpindahan..................................................................................13 3. Kelajuan dan Kecepatan...............................................................................16 4. Percepatan.....................................................................................................20 5. Gerak Lurus Beraturan (GLB) .....................................................................21 F. PENELITIAN TERKAIT.................................................................................23 BAB III METODE PENELITIAN..............................................................................27 A. DESAIN PENELITIAN...................................................................................27 B PARTISIPAN PENELITIAN..............................................................................28 C. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN........................................................28 D. TREATMENT PENELITIAN...........................................................................28 E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA................................................................30 1. Tes Tertulis...................................................................................................30 2. Dokumentasi .................................................................................................31 3. F. Kuesioner......................................................................................................31 DESAIN PEMBELAJARAN...........................................................................32 G. INSTRUMEN PENELITIAN...........................................................................35 1. Soal pilihan ganda untuk pretest dan post-test..............................................35 2. Lembar Observasi Kemandirian Belajar Peserta Didik ...............................36 3. 4. Kuesioner Kemandirian Belajar Peserta didik..............................................36 Instrumen Pembelajaran................................................................................37 H Validitas................................................................................................................... 37 I. Metode Analisis Data.......................................................................................38 1. Skor hasil belajar peserta didik ................................................................. 39 2. Hasil pengamatan kemandirian belajar di kelas..........................................41 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Skor Hasil Kuesioner...............................................................................41 BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN.......44 A. PELAKSANAAN PENELITIAN...........................................................................44 B ANALISIS DAN PEMBAHASAAN .............................................................49 1. 2. 3. 4. 5. Pretest .............................................................................................................49 Implementasi Pembelajaran Blended Learning di Kelas................................53 Posttest............................................................................................................66 Mengukur Keberhasilan Model Pembelajan Blended Learning.................... 69 Kemandirian Belajar...................................................................................... 71 BAB 5 PENUTUP......................................................................................................83 A. KESIMPULAN......................................................................................................83 B. SARAN..................................................................................................................84 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................85 LAMPIRAN...............................................................................................................87 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Skema Indikator Kemandirian Belajar .................................................... 12 Gambar 2.2 Benda Bergerak ke Arah Kanan ............................................................. 13 Gambar 2.3 Benda Bergerak ke Arah Kiri .................................................................. 14 Gambar 2.4 Benda yang Bergerak pada Sumbu-X dan Sumbu-Y .............................. 15 Gambar 2.5 Grafik kecepatan terhadap waktu pada gerak lurus beraturan ................ 22 Gambar 2.6 Grafik hubungan jarak tempuh terhadap waktu ...................................... 23 Gambar 4.1 Kegiatan Peserta Didik Selama Mengikuti Pretest ................................. 52 Gambar 4.2 Pembelajaran Bleneded learning Pertama di Kelas ................................ 55 Gambar 4.3 Pembelajaran Blended Learning Kedua di Kelas .................................... 58 Gambar 4.4 Pembelajaran Blended Learning Ketiga di Kelas ................................... 60 Gambar 4.5 Pembelajaran Blended Learning Keempat di Kelas ................................ 63 Gambar 4.6 Pembelajaran Blended Learning Kelima di Kelas .................................. 65 Gambar 4.7 Kegiatan Posttest Di Kelas ...................................................................... 67 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Desain Pembelajaran Dengan Blended Learning........................................ 32 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Soal untuk Pretest/ Post-Test ...................................................... 35 Tabel 3.3 Lembar Observasi Kemandirian Belajar Peserta Didik…………………...36 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kuesioner Kemandirian Belajar Peserta didik ............................ 37 Tabel 3.5 Tabel Klasifikasi Pemahaman Peserta didik Berdasarkan Skor ................. 40 Tabel 3.6 Bobot Penilaian Kuesioner Kemandirian Belajar ....................................... 42 Tabel 3.7 Kategori Kemandirian Belajar Kelas ......................................................... 43 Tabel 4.1 Pelaksanaan Penelitian…………………………………………………...44 Tabel 4.2 Implementasi Pembelajaran Blended Learning di Kelas ............................ 46 Tabel 4.3 Tingkat Pemahaman Awal Peserta didik Berdasarkan Persentase Skor Peserta didik .................................................................................................... 51 Tabel 4.4 Implementasi Pembelajaran Blended learning pada Pertemuan Pertama di Kelas ................................................................................................................ 53 Tabel 4.5 Implementasi Pembelajaran Blended learning pada Pertemuan Kedua di Kelas ................................................................................................................ 55 Tabel 4.6 Implementasi Pembelajaran Blended learning pada Pertemuan Ketiga di Kelas ................................................................................................................ 59 Tabel 4.7 Implementasi Pembelajaran Blended learning pada Pertemuan Keempat di Kelas ................................................................................................................ 61 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.8 Implementasi Pembelajaran Blended learning pada Pertemuan Kelima di Kelas ................................................................................................................ 63 Tabel 4.9 Tingkat Pemahaman Akhir Peserta didik Berdasarkan Persentase Skor Peserta didik .................................................................................................... 67 Tabel 4.10 Data Pretest Dan Posttest Kelas X Ipa ………………………………….70 Tabel 4.11 Pengamatan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas X IPA di Kelas Pertemuan Pertama…………………………………………………………..72 Tabel 4.12 Pengamatan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas X IPA di Kelas Pertemuan Kedua…………………………………………………………….73 Tabel 4.13 Pengamatan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas X IPA di Kelas Pertemuan Ketiga…………………………………………………………….75 Tabel 4.14 Pengamatan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas X IPA di Kelas Pertemuan Keempat………………………………………………………….76 Tabel 4.15 Pengamatan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas X IPA di Kelas Pertemuan Kelima……………………………………………………………77 Tabel 4.16 Skor Kemandirian Belajar Kelas X IPA 1 Tiap Pernyataan……………..78 Tabel 4.17 Kemandirian Belajar Kelas X IPA………………………………………79 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAN………………….88 LAMPIRAN 2 SURAT PERIZINAN PELAKSANAAN PENELITIAN……………………………………………………………...89 LAMPIRAN 3 SURAT KETERANGAN TELAH MELAKSANAKAN PENELITIAN………………………………………………………………90 LAMPIRAN 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN……………..92 LAMPIRAN 5 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK…………………………..109 LAMPIRAN 6 SOAL PRETEST/POST-TEST…………………………………..119 LAMPIRAN 7 SOAL LATIHAN DAN TUGAS RUMAH……………………..130 LAMPIRAN 8 KUESIONER KEMANDIRIAN BELAJAR……………………148 LAMPIRAN 9 JAWABAN PRETEST PESERTA DIDIK……………………..151 LAMPIRAN 10 JAWABAN POSTTEST PESERTA DIDIK………………….157 LAMPIRAN 11 JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA……………………..168 LAMPIRAN 9 LEMBAR PERNYATAAN KUESIONER KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK…………………………………………….180 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Fisika mempelajari fenomena-fenomena yang terjadi di alam, sehingga pembelajaran fisika memerlukan media peraga atau alat penunjang, sumber belajar dan metode pembelajaran untuk memudahkan memahami fenomenafenomena alam yang terjadi. Di satu sisi, eksperimen merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memudahkan pemahaman, tetapi dalam kenyataannya metode ini terdapat beberapa kendala diantaranya keterbatasan waktu yang tersedia dan peralatan yang kurang memadai. Disamping itu pendidikan yang sampai saat ini masih ada yang menggunakan satu sumber belajar, yaitu hanya bersumber dari guru dengan menggunakan metode ceramah. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, SMAN 1 Nagawutung merupakan salah satu sekolah negeri yang sudah dilengkapi dengan laboratorium komputer dan akses internet. Maksud dan tujuan pihak sekolah membangun laboratorium komputer dan akses internet lengkap dengan fasilitasnya adalah agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar. Jadi para peserta didik akan lebih mudah mengakses materi-materi pelajaran yang tidak didapatkan dari guru. Selain itu peserta didik akan lebih semangat dalam belajar karena menggunakan produk hasil perkembangan IPTEK. 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Namun demikian, laboratorium komputer dan sarana internet belum dimanfaatkan oleh pihak sekolah dalam menunjang proses pembelajaran dan kurangnya antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran fisika karena model pembelajaran yang kurang menarik. Model pembelajaran yang kurang menarik disebabkan karena proses pembelajaran hanya menggunakan satu sumber belajar yaitu bersumber dari guru dengan menggunakan metode ceramah. Salah satu metode pembelajaran yang memanfaatkan laboratorium komputer dan sarana internet adalah Blended Learning. Penggunaan sumber belajar pada Blended Learnig tidak terbatas pada satu sumber, karena Blended Learning merupakan perpaduan dari dua metode tradisional dan e-learning (Graham 2006). Dengan dimanfaatkannya Blended Learning peserta didik tidak hanya memperoleh informasi tentang fisika dari guru atau buku refrensi tapi juga dari internet, yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Berkaitan dengan belum dimanfaatkannya laboratorium komputer dan sarana internet yang disediakan oleh sekolah, dan model pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Dampak Penerapan Blended Learning dalam Pembelajaran terhadap Hasil Belajar dan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas X IPA SMAN 1 Nagawutung”. Dengan diterapkannya Blended Learning dalam pembelajaran fisika, diharapkan mampu memberikan kemandirian belajar dan hasil belajar peserta didik yang tinggi terhadap materi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 yang diajarkan dikelas, karena pada zaman sekarang ini peserta didik lebih antusias jika pembelajaran dikaitkan dengan yang berhubungan dengan teknologi. A. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana dampak penerapan Blended Learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas X IPA di SMAN 1 Nagawutung pada pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan? 2. Bagaimana dampak penerapan Blended Learning terhadap kemandirian belajar peserta didik kelas X IPA di SMAN 1 Nagawutung pada pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan? B. BATASAN MASALAH Permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada penerapan Blended Learning terhadap hasil belajar kognitif dan kemandirian belajar peserta didik kelas X IPA di SMAN 1 Nagawutung pada pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui dampak dari penerapan Blended Learning terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas X IPA di SMAN 1 Nagawutung pada pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan 2. Untuk mengetahui dampak dari penerapan Blended Learning terhadap kemandirian belajar peserta didik kelas X IPA di SMAN 1 Nagawutung pada pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan D. MANFAAT 1. Bagi guru mata pelajaran fisika, dapat meningkatkan mutu pembelajaran fisika dengan menggunakan metode mengajar yang inovatif, menyenangkan, dan menciptakan situasi belajar yang dapat memotivasi peserta didik sehingga tingkat penguasaan peserta didik yang selama ini ada dapat diperbaiki dan diharapkan prestasi belajar fisika peserta didik dapat meningkat. 2. Bagi peserta didik agar dapat memanfaatkan teknologi informasi berupa internet yang berkembang pesat sebagai sumber belajar fisika agar dimanfaatkan secara optimal. 3. Bagi sekolah agar dapat memfasilitasi sarana pembelajaran semaksimal mungkin sesuai dengan perkembangan teknologi informasi

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 BAB II LANDASAN TEORI A. PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR Guru sekarang ini dapat mengajarkan bahan atau materi pelajaran dengan bantuan internet. Peserta didik diberi tugas untuk mencari bahan dari internet dan juga simulasi yang ada di internet. Dengan model ini peserta didik lebih aktif, belajar mengerti bahan yang ada di internet, dan menjelaskannya di depan kelas. Banyak lembaga pendidikan yang menggunakan media ini untuk meningkatkan daya saingnya, meningkatkan pelayanan kepada peserta didik atau stakeholders serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran nyata. Akses internet yang cepat dan mudah melalui internet membuka peluang untuk peningkatkan pembelajaran atau yang disebut dengan e-learning (Munir, 2013: 193). E-learning membantu peserta didik belajar tidak selalu di kelas, dapat lebih santai, dapat diulang tanpa harus ada guru, maka peserta didik dapat terus belajar. Internet banyak membantu dalam mencari bahan fisika dan model pembelajaran modern fisika. Melalui internet peserta didik dibantu untuk mencari sumber lain. Teknologi ini perlu digunakan dalam proses pembelajaran sains sehingga pembelajaran sains lebih menarik, bervariasi, dan peserta didik dapat belajar dimanapun. Model pembelajaran dengan simulasi komputer, lewat internet, lewat web, dapat digunakan untuk mengembangkan 5

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 pembelajaran sains (Suparno, 2007). Kelemahan yang dimiliki oleh sistem elearning ini yaitu hilangnya nuansa pendidikan yang terjadi antara pendidik dengan peserta didik, karena yang menjadi unsur utama dalam e-learning adalah pembelajaran. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan kendala hambatan dan kelemahan sistem e-learning, dikemukakan suatu pokok pikiran atau ide untuk mengkolaborasikan e-learning dengan sistem pembelajaran tradisional menggunakan ruangan kelas (class-learning), dalam arti kata jaringan internet dimanfaatkan sebagai sumber dan sarana pembelajaran, sedangkan proses pembelajaran tetap dilakukan melalui classroom. Dalam hal ini internet dijadikan sebagai sumber informasi yang akan disampaikan kepada peserta didik dalam proses belajar dan pembelajaran. Berkaitan dengan topik sistem pembelajaran klasikal (class-learning), maka pemanfaataan jaringan internet sebagai sumber, dapat diimplemetasikan dengan browsing, resourcing, searching, consulting dan communicating. B. BLENDED LEARNING 1. Pengertian Blended Learning Makna umum Blended Learning mengacu pada belajar yang menggabungkan pembelajaran tatap muka (face to face) dan pembelajaran berbasis komputer (online dan offline) (Graham, 2006).

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 Elena Mosa (2006) menyampaikan bahwa yang dimaksudkan dengan blended learning yakni pembelajaran di kelas (classroom lesson) dengan online learning. Pembelajaran di kelas dengan online learning yang dimaksud adalah pembelajaran secara konvensional (classroom lesson) yang biasa dilakukan di dalam ruangan kelas, dengan menggunakan sarana prasarana teknologi informasi dan komunikasi. Blended Learning adalah campuran dari teknologi e-learning dan multimedia, seperti video dan animasi teks online yang dikombinasikan dengan pelatihan di kelas (Thorne, 2003). Blended Learning merupakan pembelajaran bukan hanya berbasis pada tatap muka, tetapi dikombinasikan dengan sumber belajar, metode belajar, dan media belajar yang bersifat online. Sumber belajar pada Blended Learning tidak bergantung pada guru dan buku saja, tetapi dapat bersumber dari internet. Sama halnya dengan sumber belajar, metode belajar yang diterapkan dalam Blended Learning bukan hanya metode ceramah/tatap muka, tetapi campuran dari metode konvensional dan e-learning, yakni ada tanya jawab, diskusi, dan e-learning. Media pembelajaran yang digunakan dalam Blended Learning adalah audio visual berupa video dari internet, yang di akses menggunakan komputer, laptop, dan handphone. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa Blended Learning merupakan pembelajaran tatap muka (pembelajaran secara konvensional) di kelas dengan memanfaatkan teknologi informasi yang dilakukan secara online dimana terdapat perpaduan dari sumber belajar, metode belajar dan media

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 pembelajaran. Peserta didik mengakses video pembelajaran dari internet menggunakan media komputer dan handphone berdasarkan panduan dari Lembar Kerja Siswa. Peserta didik belajar memahami contoh-contoh penyelesaian soal dari video di internet, kemudian mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh guru. Penugasan kepada peserta didik dilakukan tidak hanya di kelas saja, tetapi di luar jam sekolah atau di rumah, dengan memanfaatkan laptop atau handphone peserta didik diharapkan untuk belajar mandiri dengan memanfaatkan internet dan buku sebagai sumber belajar. Dengan memanfaatkan handphone peserta didik dapat berkomunikasi dengan guru diluar jam sekolah untuk kepentingan belajarnya, misalnya informasi mengenai tugas, materi pelajaran, maupun sumber belajar dari internet dan informasi yang lainnya. 2. Kelebihan dan kekurangan Blended Learning Berikut adalah kelebihan dan kekurangan blended learning menurut Neumeier (2005): a. Kelebihan Blended Learning: 1) Pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional, yang keduanya memiliki kelebihan yang dapat saling melengkapi. 2) Pembelajaran lebih efektif dan efisien

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 3) Meningkatkan aksesibilitas. Dengan adanya Blended Learning maka peserta belajar semakin mudah dalam mengakses materi pembelajaran. 4) Media yang dibutuhkan sangat beragam, namun semua tidak harus dipenuhi sehingga sangat membantu misalnya jika tidak memiliki laptop dapat menggunakan handphone. b. Kekurangan Blended Learning: 1) Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet. Padahal dalam Blended Learning diperlukan akses internet yang memadai, apabila jaringan kurang memadai akan menyulitkan peserta dalam mengikuti pembelajaran mandiri via online. 2) Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi C. HASIL BELAJAR Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Nana Sudjana (2009: 3), mendefinisikan hasil belajar peserta didik pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimyati dan Mudjiono (2006: 3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi peserta didik, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar. Menurut Benjamin S. Bloom (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 26-27), hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah receiving (sikap manerima), responding (memberikan respons) valuing (nilai), organization (organisasi), charaterization (karakterisasi). Domain psikomotor meliputi initiatory, pre – routine, dan rountinized. Psikomotr juga mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manajerial, dan intelektual. Tipe hasil belajar yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif ranah kognitif dan afektif khususnya mengenai kemandirian belajar peserta didik. Ranah kognitif terdapat enam aspek atau jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi, enam aspektersebut antara lain: a. Pengetahuan (Knowledge), mencakup ingatan akal hal-hal yang dipelajari dan disimpan dalam ingatan. b. Pemahaman (Comprehension), mengacu pada kemampuan memahami makna materi.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 c. Penerapan (Application), mengacu pada kemampuan menggunakan atau menerapkan materi yang sudah dipelajari pada situasi yang baru dan menyangkut penggunaan atau dan prinsip. d. Analisis (Analysis), mengacu pada kemampuan menguraikan materi ke dalam hubungan diantara bagian yang satu dengan lainnya sehingga struktur dan aturannya dapat lebih dimengerti. e. Sintesis (Synthesis), mengacu pada kemampuan memadukan konsep atau komponen-komponen sehingga membentuk suatu pola struktur atau bentuk baru. f. Evaluasi (Evaluation), mengacu pada kemampuan memberikan pertimbangan terhadap nilai-nilai materi untuk tujuan tertentu. D. BELAJAR MANDIRI Wedemeyer (1973, dalam Uwes 2003) menjelaskan bahwa belajar mandiri adalah cara belajar yang memberikan derajat kebebasan, tanggung jawab dan kewenangan yang lebih besar kepada peserta didik dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan belajarnya. Peserta didik mendapat bantuan bimbingan dari guru atau orang lain tetapi bukan berarti harus tergantung kepada mereka. Dari pendapat ahli di atas, disimpulkan bahwa dalam pendidikan dengan sistem belajar mandiri, peserta didik diberikan kemandirian (baik individu atau kelompok) dalam menentukan tujuan belajarnya (apa yang harus dicapai), materi dan sumber belajar (apa saja yang harus dipelajari dan

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 darimana sumber belajarnya), strategi belajar (bagaimana mencapainya), dan evaluasi (kapan serta bagaimana keberhasilan belajarnya diukur). Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan insiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan-keputusan sendiri serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain (Desmita, 2009: 185). Berdasarkan uraian tersebut, maka secara rinci indikator kemandirian belajar dapat dilihat dalam skema berikut: Indikator Kemandirian Memiliki hastrat atau keinginan yang kuat untuk belajar demi kemajuan diri Bertanggung jawab dalam setiap aktivitas belajar Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk menghadapi permasalahan Gambar 2.1 Skema Indikator Kemandirian Belajar Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugas secara mandiri

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 E. GERAK LURUS BERATURAN 1. Pengertian Gerak Sebuah benda dikatakan bergerak jika kedudukan benda dalam selang waktu tertentu berubah terhadap suatu titik acuan. Pembahasan mengenai benda yang bergerak berhubungan erat dengan posisi, jarak, dan perpindahan. 2. Posisi, Jarak, dan Perpindahan Posisi diartikan sebagai letak (kedudukan) suatu benda pada waktu tertentu terhadap acuan. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh suatu benda yang bergerak, sedangkan perpindahan adalah perubahan kedudukan atau posisi suatu benda diukur dari posisi awal ke posisi akhir benda atau dengan kata lain jarak hanya memperhitungkan panjang lintasan yang ditempuh dengan tanpa memperhatikan arah, sedangkan perpindahan adalah perubahan posisi atau kedudukan suatu benda dengan memperhatikan arah. Perpindahan merupakan besaran vektor sedangkan jarak merupakan besaran skalar. Jadi kedua besaran tersebut berbeda. Perhatikan gambar 2.2 di bawah: Gambar 2.2 Benda Bergerak ke Kanan

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Jika sebuah benda bergerak ke kanan selama selang waktu tertentu, misalnya pada saat t1 benda berada pada sumbu x di titik x1 pada sistem koordinat yang ditunjukkan oleh Gambar 2.2. Pada waktu t2 benda berada pada titik x2. Titik x1 merupakan titik acuan di mana benda mulai bergerak. Di sini, misalnya seseorang mulai dari titik x1 = 10 m dan bergerak ke kanan sampai titik x2 = 30 m. Dalam hal ini jarak orang tersebut adalah 20 m dan perpindahan orang tersebut dapat dituliskan: ⃗⃗⃗⃗⃗ = ⃗⃗⃗⃗ – ⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ = 30 – 10 = 20 m. Jadi perpindahan orang tersebut adalah 20 m ke kanan. Sekarang kita lihat situasi yang berbeda, sebuah benda bergerak ke kiri seperti ditunjukkan Gambar 2.3. Gambar 2.3 Benda Bergerak ke Kiri Di sini, misalnya seseorang mulai dari titik x1 = 30 m dan bergerak ke kiri sampai titik x2 = 10 m. Dalam hal ini perpindahan orang itu adalah: ⃗⃗⃗⃗⃗ = ⃗⃗⃗⃗ – ⃗⃗⃗ = 10 m – 30 m = -20 m.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Tanda negatif menunjukkan arah perpindahan. Jadi perpindahan orang tersebut adalah 20 m ke kiri. Sedangkan jarak yang ditempuh adalah panjang lintasan dari x1 menuju x2 sebesar 20 m Bagaimana perpindahan dan jarak untuk sebuah benda yang bergerak pada sumbu-x dan sumbu-y? Perhatikan gambar 2.4 Gambar 2.4 Benda yang Bergerak pada Sumbu-X dan Sumbu-Y Erna berjalan dari A ke B. Kemudian dilanjutkan dari arah B ke C. Apakah perpindahan Erna dari A ke C sama dengan jarak lintasannya dari arah A ke B, kemudian dilanjutkan ke C? Jarak yang ditempuh Erna dari dari A ke B = 4m dan dari B ke C = 3 m. Jadi, jarak lintasan dari A ke C adalah 4m + 3m = 7m. Sedangkan perpindahan dari A ke C adalah resultan vektor AB + BC, yaitu AC dengan besar AC = √ √ =√ =5m = √ = Jadi perpindahan Erna dari titik awalnya (A) ke titik akhirnya (C), berbeda dengan jarak lintasan yang ditempuhnya.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 3. Kelajuan dan Kecepatan Dalam kehidupan sehari-hari, kata kecepatan dan kelajuan sering disamaartikan. Padahal kecepatan dan kelajuan merupakan dua pengertian yang berbeda. Kecepatan (velocity) merupakan besaran vektor, yaitu besaran yang memperhitungkan arah geraknya, sedangkan kelajuan (speed) merupakan besaran skalar, yaitu besaran yang hanya memiliki besar tanpa memperhatikan arah gerak benda. Dengan kata lain, kelajuan suatu benda hanya ditentukan oleh jarak tempuh benda dan selang waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tersebut tanpa memperhatikan arah perpindahannya. Kelajuan rata-rata ν dengan = = ν = kelajuan (m/s) x = jarak yang ditempuh (m) t = waktu tempuh (s) Sementara itu, kecepatan tergantung pada arah benda yang bergerak. Kecepatan benda didefinisikan sebagai besarnya perpindahan yang ditempuh dalam selang waktu tertentu. Kecepatan rata-rata ⃗⃗⃗⃗⃗

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Pada umumnya benda yang sedang bergerak tidak selalu bergerak dengan kelajuan tetap. Tetapi berubah-ubah, bergantung pada kondisi lingkungan. Misalnya ketika anda sedang bersepeda di jalan yang mendatar, anda dapat melajukan sepeda anda dengan kencang, tetapi ketika menghadapi jalan mendaki, kelajuan sepeda anda pasti berkurang. Bagaimanakah kita menghitung kelajuan benda yang tidak selalu tetap tersebut? Perhatikan contoh seorang pelari berlari menempuh jarak 100 m dalam 12 s. kemudian berbalik dan berjoging sejauh 50 m ke arah titik awal selama 30 s. Berapa kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata untuk seluruh perjalanannya? Jarak total yang ditempuh adalah 100 m+ 50 m = 150 m, dan waktu total yang dibutuhkan adalah 30 s + 12 s = 42 s. Oleh karena itu kelajuan rata-ratanya adalah rata-rata = = = 3,57 Untuk mendapat kecepatan rata-ata kita cari dulu perpindahan total. Jika titik awal x1 adalah 0, maka titik akhir x2 adalah 50 m. Sehingga perpindahan totalnya adalah ⃗⃗⃗⃗ = ⃗⃗⃗⃗ – ⃗⃗⃗ = 50 m. – 0 m = 50 m.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Jadi kecepatan rata-rata adalah Vrata-rata = = = = 2,78 m/s ke titik awal. Gerakan sebuah mobil yang bergerak dari kota A ke kota B yang terpisah sejauh 60 km jika kita tarik garis lurus dari A ke B. Kita pilih kota A sebagai titik asal dan arah dari A ke B sebagai arah positif. Setelah mencapai kota B yang ditempuh dalam waktu 60 menit, pengemudi mencatat bahwa tachometer telah bertambah sebesar 75 km/jam. Berarti, jarak yang telah ditempuh mobil tersebut sama dengan75 km/jam. dalam perjalanan dari kota A ke kota B, sudah pasti bahwa kelajuan mobil tidak tetap; ketika di jalan yang lurus, kelajuannya besar, tetapi ketika di jalan yang berkelok, kelajuannya berkurang. Dari sinilah kita definisikan kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata. Kelajuan rata-rata (vrata-rata) mobil yang bergerak dari kota A ke kota B di atas adalah rata-rata = = = = 20,8 Adapun kecepatan rata-rata (vrata-rata) mobil tersebut adalah: rata-rata =

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 ke arah kota B = = = 16,7 ke arah kota B Sampai sejauh ini kita telah mendiskusikan kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata, yang berkaitan dengan keseluruhan gerak benda. Bagaimana jika kita ingin mengetahui kelajuan dan kecepatan benda pada waktu tertentu? Misalnya sebuah mobil bergerak dari A ke B yang jaraknya 40 m dalam waktu 2 detik, berarti kelajuan rata-rata mobil sama dengan 20 m/s. Berapakah kelajuan mobil pada saat 1 detik setelah mulai bergerak? Atau 1,5 detik setelah mulai bergerak? Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama kali kita akan membahas dua besaran yang disebut kelajuan sesaat dan kecepatan sesaat. Kecepatan sesaat sebuah benda yang sedang bergerak didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh suatu benda pada suatu satuan waktu. Sementara itu, kelajuan sesaat adalah besarnya kecepatan sesaat. Perpindahan bergantung pada perubahan waktu mendekti nol, demikian juga . Rasio / . Ketika mendekati kemiringan garis yang menyinggung pada kurva. Karena kemiringan garis singgung adalah limit rasio / adalah limit rasio jika t mendekati nol, dapat dinyatakan kecepatan sesaat / jika mendekti nol. Secara matematis = terhadap t. = kemiringan garis yang menyinggung kurva x

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Limit ini dinamakan turunan x terhadap t, dalam notasi kalkulus turunan biasa ditulis dx/dt . = = Pada sebuah grafik yang berupa garis lurus dikenal adanya istilah slopen (gradien) atau kemiringan garis yang didefinisikan sebagai m = / . Jika data jarak dan waktu dari gerakan sebuah benda dibuatkan grafiknya yaitu jarak pada sumbu y dan waktu pada sumbu x, kemiringan garis sama dengan kelajuan gerak benda karena m = / . 4. Percepatan Sebuah benda yang sedang bergerak terkadang mengubah kecepatannya sehingga dikatakan benda tersebut dipercepat atau diperlambat. Percepatan rata-rata untuk selang waktu tertentu sebagai rasio , dengan = 2 - 1 = t2 – t1 didefinisikan adalah perubahan kecepatan sesaat untuk selang waktu tersebut. arata-rata = Satuan yang umum adalah m/s2. Percepatan sesaat adalah limit rasio dengan mendekati nol. Jika digambar grafik kecepatan terhadap waktu, percepataan sesaat pada saat t didefinisikan sebagai kemiringan garis yang menyinggung kurva pada saat itu. at = terhadap t. = kemiringan garis yang menyinggung kurva v

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Jadi percepatan adalah turunan kecepatan terhadap waktu. Notasi kalkulus untuk turunan ini adalah dv/dt. Karena kecepatan adalah turunan posisi x terhadap t, percepatan adalah turunan kedua x terhadap t, yang biasa ditulis d2x/dt2. a= = = 5. Gerak Lurus Beraturan (GLB) Suatu benda dikatakan mengalami gerak lurus beraturan jika lintasan yang ditempuh oleh benda itu berupa garis lurus dan kecepatannya selalu tetap setiap saat. Sebuah benda yang bergerak lurus menempuh jarak yang sama untuk selang waktu yang sama. Sebagai contoh, apabila dalam waktu 5 sekon pertama sebuah mobil menempuh jarak 100 m, maka untuk waktu 5 sekon berikutnya mobil itu juga menempuh jarak 100 m. Dalam kehidupan sehari-hari, sangat sulit untuk mendapatkan sebuah benda yang bergerak lurus beraturan secara ideal. Misalnya, sebuah mobil yang sedang bergerak dengan kelajuan 80 km/jam terpaksa harus mengurangi kelajuannya ketika didepannya ada mobil lain. Atau mobil tersebut harus menambah kelajuannya ketika akan mendahului mobil lain didepannya. Dengan demikian kelajuan mobil tidak selamanya tetap, tetapi berubah-ubah. Namun demikian, untuk selang waktu tertentu, kelajuan mobil tersebut bisa dikatakan tetap, sehingga dikatakan mobil bergerak lurus beraturan. Secara matematis, persamaan gerak lurus beraturan (GLB) adalah:

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 x = .t atau = dengan: x = jarak yang ditempuh (m) = kecepatan (m/s) t = waktu yang diperlukan (s) Jika kecepatan v mobil yang bergerak dengan laju konstan selama selang waktu t sekon, diilustrasikan dalam sebuah grafik v-t, akan diperoleh sebuah garis lurus, tampak seperti pada Gambar 2.5. Gambar 2.5 Grafik kecepatan terhadap waktu pada gerak lurus beraturan Grafik hubungan v-t tersebut menunjukkan bahwa kecepatan benda selalu tetap, tidak tergantung pada waktu, sehingga grafiknya merupakan garis lurus yang sejajar dengan sumbu t (waktu). Sementara itu, hubungan jarak yang ditempuh s dengan waktu t, diilustrasikan dalam sebuah grafik s-t, sehingga diperoleh sebuah garis diagonal ke atas, tampak seperti pada Gambar 2.6.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Gambar 2.6 Grafik hubungan jarak tempuh terhadap waktu Dari grafik hubungan s-t tampak pada Gambar 2.6, dapat dikatakan jarak yang ditempuh s benda berbanding lurus dengan waktu tempuh t. Makin besar waktunya makin besar jarak yang ditempuh. F. PENELITIAN TERKAIT Salah satu penelitian yang berkaitan dengan Blended Learning dilakukan oleh Ester Lilis Chorniantini Program Studi Pendidikan Matematika yang berjudul “Pemanfaatan Metode Pembelajaran Blended Learning yang Dilengkapi dengan Aplikasi Edmodo Pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar di Kelas VIII C SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017”. Penelitian tersebut memberikan hasil yaitu pembelajaran selama menggunakan metode Blended Learning interaksi dengan aplikasi edmodo terlihat baik dengan dengan perolehan persentase sebesar

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 63,33% dengan kategori tinggi. Hasil belajar peserta didik ketika menggunakan metode pembelajaran Blended Learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar berada pada kategori cukup baik dengan nilai tertinggi peserta didik yaitu 98,29 dan nilai terendah peserta didik yaitu 72,87. Tanggapan peserta didik terhadap penggunaan metode pembelajaran Blended Learning yang dilengkapi dengan aplikasi edmodo terlihat baik dengan perolehan persentasi sebesar 79,5% dengan kategori tinggi. dimana terdapat 35 peserta didik yang mencapai target dengan kata lain tanggapan peserta didik tersebut memperoleh kategori tinggi dan sangat tinggi. Berdasarakan penelitian terdahulu diatas, penelitian ini akan menerapkan pembelajaran Blended Learning pada mata pelajaran fisika kelas X mengenai gerak lurus beraturan dengan sumber belajar dari internet. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pengalaman peneliti selama menempuh pendidikan di jenjang SMA dan berdasarkan wawancara dengan seorang peserta didik dari SMAN 1 Nagawutung. Dari pengelaman dan hasil wawancara diketahui bahwa pada umumnya pembelajaran di SMAN 1 Nagawutung masih menerapkan metode konvensional. Dalam hal ini, sumber belajar berpusat pada satu sumber yaitu guru. Penggunaan buku-buku panduan dan media lain dalam pembelajaran masih sangat minim. Sarana laboratorium, perpustakaan dan internet yang disediakan sekolah belum dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam pembelajaran. Sehingga informasi

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 yang diperoleh peserta didik dalam pembelajaran masih sangat minim karena kurangnya sumber informasi. Oleh karena itu, akan diteliti bagaimana jika sarana berupa internet yang disediakan oleh sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dengan metode Blended Learning. Penelitian metode Blended Learning ini akan dilaksanakan pada kelas X SMAN 1 Nagawutung. Metode yang digunakan untuk pengambilan data pada penelitian ini adalah metode tes tertulis untuk pretest dan posttest, pengamatan di kelas dan kuesioner. Pretest diadakan pada awal pertemuan sebelum pembelajaran dimulai mengenai gerak lurus beraturan. Tujuan diadakan pretest ini untuk mengetahui pemahaman awal peserta didik mengenai gerak lurus beraturan. Instrument dalam preteset ini berupa tes pilihan ganda dan uraian. Setelah pretest peserta didik memulai pembelajaran dengan metode Blended Learning yang sumber belajarnya dari internet, guru dan buku. Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran yaitu komputer/laptop dan handphone yang terakses internet. Posttest diadakan pada akhir pertemuan guna mengetahui hasil belajar peserta didik apakah mengalami peningkatan atau penurunan dari pretest yang telah dilakukan pada awal pertemuan. Kemandirian belajar peserta didik akan diamati selama pembelajaran berlangsung di kelas. Kemandirian belajar diukur menggunakan kuesioner kemandirian belajar yang akan diisi oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menggunakan Blended Learning. Penerapan Blended Learning

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 ini untuk mengetahui bagaimana dampak Blended Learning terhadap kemandirian belajar dan hasil belajar peserta didik apakah posttest lebih baik dari pretest atau sebaliknya mengalami penurunan, atau sama dengan pretest.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. DESAIN PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah desain riset yang menggunakan data berupa skor atau angka yang kemudian akan dianalisis dengan statistik (Suparno, 2010: 135). Penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Data dikumpulkan dalam bentuk kata-kata, gambar, keadaan, daripada bilangan. Data yang dikumpulkan dapat berupa transkip wawancara, catatan lapangan, foto, videotapes, dokumen pribadi, memo dan record lain. (Suparno, 2010: 154). Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk melihat pengaruh penerapan Blended Learning terhadap hasil belajar kognitif peserta didik dan melihat apakah ada korelasi antara kemandirian belajar dan hasil belajar peserta didik Kelas X IPA SMAN 1 Nagawutung pada materi gerak lurus beraturan. Penelitian kuantitatif dalam penelitian ini berupa skor hasil pretest dan posttest mengenai gerak lurus beraturan dan kuesioner mengenai kemandirian belajar menggunakan metode Blended Learning. 27

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 B. Partisipan Penelitian Partisipan penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA SMAN 1 Nagawutung. C. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2018 di SMAN 1 Nagawutung, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. D. TREATMENT PENELITIAN Treatment adalah perlakuan peneliti kepada subyek yang akan diteliti agar nantinya didapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2010: 51). Treatment yang diberikan dalam penelitian ini berupa metode pengajaran Blended Learning kepada peserta didik, untuk melihat bagaimana dampak penerapan metode Blended Learning terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar peserta didik. Pembelajaran Blended Learning ini menggunakan media pembelajaran yang bersumber dari internet, guru, dan buku. Sumber belajar dari internet yang digunakan adalah video. Digunakan video karena dengan video pembelajaran fisika dapat dipahami, karena video dapat mendemonstrasikan fenomena-fenomena alam yang terjadi. Pertemuan pertama di kelas dengan metode Blended Learning peserta didik mengaskes internet secara individu yang berkaitan dengan materi

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 pengertian gerak, jarak, dan perpindahan berupa video sesuai petunjuk yang ada di Lembar Kerja Siswa. Presentasi dilakukan oleh peserta didik secara berkelompok berdasarkan apa yang telah dipelajari sesuai petunjuk dalam Lembar Kerja Siswa. Pertemuan kedua, peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengakses internet yang berkaitan dengan materi latihan soal gerak, jarak, dan perpindahan sesuai dengan petunjuk yang ada di Lembar Kerja Siswa, kemudian peserta didik mengerjakan latihan soal yang nantinya akan dibahas bersama. Pertemuan ketiga peserta didik mengakses internet secara individu yang berkaitan dengan materi kelajuan dan kecepatan, kemudian dipresentasikan secara individu. Kemudian peserta didik juga mengakses contoh latihan soal mengenai kelajuan dan kecepatan. setelah itu peserta didik mengerjakan latihan soal kelajuan dan kecepatan, kemudian dibahas bersama di depan kelas. Pertemuan keempat peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengakses internet mengenai materi percepatan dan gerak lurus beraturan kemudian dipresentasikan secara berkelompok. Kemudian peserta didik mengakses contoh penyelesaian latihan soal, kemudian mengerjakan latihan soal mengenai percepatan dan GLB yang nantinya akan dibahas bersama di depan kelas. Pembelajaran yang diperoleh dari video di internet berupa materi pelajaran dan latihan soal-soal. Di rumah peserta didik juga diharapkan belajar secara mandiri dengan mengakses internet mengenai materi yang sudah dipelajari maupun yang akan dipelajari.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan kemandirian peserta didik setelah diberi perlakuan dengan metode pembelajaran Blended Learning. Data hasil belajar kognitif diperoleh dari tes tertulis dan data kemandirian belajar diperoleh dari lembar pengamatan di kelas dan kuesioner. 1. Tes Tertulis Tes adalah suatu teknik pengukuran yang di dalamnya terdapat berbagai pertanyaan, pernyataan, atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh responden yang ingin diketahui (Arifin, Z., 2011.,226). Tes yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes tertulis pilihan ganda dan uraian untuk pretest dan post-test. Tes tertulis ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Tujuan digunakannya tes tertulis pilihan ganda untuk mengecoh jawaban peserta didik dan uraian digunakan untuk melihat proses berpikir peserta didik dalam menyelesaikan persoalan. Pretest ini diadakan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik mengenai Gerak Lurus Beraturan. Posttest diadakan untuk mengetahui pemahaman akhir peserta didik setelah diadakan pembelajaran Gerak Lurus Beraturan menggunakan metode Blended Learning. Jadi pretest dan posttest ini diadakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada materi Gerak Lurus Beraturan menggunakan metode Blended Learning. Jumlah soal tes

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 dalam penelitian ini ada 15 butir soal mengenai Gerak Lurus Beraturan, 10 butir adalah pilihan ganda dan 5 butir uraian. 2. Dokumentasi Dokumentasi adalah pengumpulan data-data lewat pengumpulan benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, notulen catatan harian, daftar nilai, foto-foto, dll. (Suparno, 2010:61). Dokumentasi dalam penelitian ini berupa foto, video, dan catatan lapangan selama proses pembelajaran. 3. Kuesioner Kuesioner adalah instrumen penelitian yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan untuk menjaring data atau informasi yang harus dijawab responden secara bebas sesuai dengan pendapatnya (Arifin, 2011.,228). Dalam penelitian ini jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, yaitu responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan. Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui kemandirian belajar peserta didik, baik di rumah maupun sekolah. Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui kemandirian belajar peserta didik.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 F. DESAIN PEMBELAJARAN Tabel 3.1 Desain Pembelajaran dengan Blended Learning Jenis pertemuan Pertemuan 1 Pertemuan 2 Materi Kegiatan pembelajaran Sumber belajar Pengertian gerak, posisi, jarak, dan perpindahan 1. Peserta didik diberi apersepsi mengenai gerak lurus beraturan yang akan di pelajari. (Pengertian gerak semu dan gerak sebenarnya, gerak berdasarkan linatasan) 1. https://www. youtube.com/ watch?v=VI QPOT4iM1E &index=7&li st=PLYd4PUzs1NEV q9S0KqRa4v kL-ovR2Kay 2. Peserta didik mengakses internet secara individu yang berkaitan dengan materi pengertian gerak, jarak, dan perpindahan sesuai petunjuk yang ada pada LKS 3. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok untuk berdiskusi mengenai video yang telah ditonton. 4. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. 5. Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada pertemuan tersebut Latihan soal 1. Guru mengingatkan gerak, jarak, peserta didik mengenai dan materi yang telah perpindahan dipelajari pada pertemuan sebelumnya 2. Peserta didik mengakses contoh soal dan penyelesaian mengenai 2. https://www. youtube.com/ watch?v=8sq D0pTFXx4 3. https://www. youtube.com/ watch?v=wT 67hzlPFhk 1. https://www. youtube.com/ watch?v=lp

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Jenis pertemuan Materi Kegiatan pembelajaran 3. 4. Pertemuan 3 Kelajuan dan kecepatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. pengertian gerak, jarak dan perpindahan yang ada di internet Peserta didik mengerjakan latihan soal yang diberikan sebanyak 5 nomor Peserta didik menyampaikan penyelesaian latihan soal yang telah di kerjakan di depan kelas untuk dibahas bersama Peserta didik diberi apersepsi mengenai kelajuan dan kecepatan (contoh kelajuan pada speedometer motor) Peserta didik secara berkelompok ditugaskan untuk mengakses internet mengenai kelajuan dan kecepatan dengan panduan LKS Peserta didik mendiskusikan video yang telah ditonton Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas Peserta didik mengakses link untuk memahami contoh soal kelajuan dan kecepatan serta penyelesainnya Peserta didik mengerjakan tugas berupa soal latihan kelajuan dan kecepatan Peserta didik menyimpulkan apa yang Sumber belajar M1MRNaj4 M. 1. https://www. youtube.com/ watch?v=Uh xxILcof6Y 2. https://www. youtube.com/ watch?v=tku Wu9-I1nE 3. https://www. youtube.com/ watch?v=9p BHzKW_gjo 4. https://www. youtube.com/ watch?v=Gc 8k46NusSo

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Jenis pertemuan Pertemuan 4 Materi Percepatan dan GLB Kegiatan pembelajaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. tekah dipelajari pada pertemuan tersebut Peserta didik diberi apersepsi mengenai percepatan (contoh percepatan dalam kehidupan sehari-hari) Peserta didik secara berkelompok ditugaskan untuk mengakses internet mengenai percepatan dan GLB dengan panduan LKS Peserta didik mendiskusikan video yang telah ditonton Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas Peserta didik mengakses link untuk memahami contoh soal percepatan dan GLB serta penyelesainnya Peserta didik mengerjakan tugas latihan soal percepatan dan GLB Peserta didik dan guru membahas latihan soal yang telah dikerjakan di depan kelas Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada pertemuan tersebut Sumber belajar 1. https://www. youtu.be/kUa f2iLyhyA (percepatan) 2. https://www. youtu.be/kUa f2iLyhyA (glb) 3. https://www. youtube.com/ watch?v=z1 msC9YvunA 4. https://www. youtube.com/ watch?v=y6o zSEuIiK4

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 G. INSTRUMEN PENELITIAN Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Bentuknya dapat berupa tes, kuesioner, wawancara, dokumentasi, observasi (Suparno, 2010:56). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes tertulis pretest dan posttest untuk mengetahui hasil belajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan kuesioner untuk mengetahui kemandirian belajar menggunakan metode Blended Learning. 1. Soal pilihan ganda untuk pretest dan post-test Kisi-kisi soal pilihan ganda untuk pretest dan posttest ditampilkan pada tabel 3.2 dibawah ini. No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tabel 3.2 Kisi-Kisi Soal untuk Pretest/ Posttest Pokok Bahasan Nomor Soal Perbedaan jarak dan perpindahan 1 dan 2 Peserta didik dapat membaca grafik 6 dan 10 posisi terhadap waktu Peserta didik dapat menganalisis 3, 4, 6, 11 dan kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata 12 Peserta didik dapat membaca grafik 7 dan 14 kecepatan terhadap waktu peserta didik dapat menganalisis 5, 9, 13 dan 14 percepatan suatu benda yang bergerak Peserta didik dapat menganalisis gerak 7, 8,10 dan 15 lurus beraturan (gerak dengan kecepatan konstan)

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 2. Lembar Observasi Kemandirian Belajar Peserta Didik Tabel 3.3 kisi-kisi Observasi Kemandirian Belajar Peserta Didik di Kelas Indikator Percaya diri Disiplin a. b. c. d. e. a. b. Inisiatif c. a. b. c. d. e. Tanggung Jawab f. a. b. c. Aspek yang Diamati Peserta didik berani tampil di muka umum Peserta didik percaya kepada kemampuan diri sendiri Peserta didik berani bertanya saat menemui kesulitan Peserta didik berani mengemukakan pendapat Peserta didik berbicara lancar saat berada dihadapan orang banyak Peserta didik mencari informasi sesuai alamat internet yang diberikan guru pada LKS Peserta didik memperhatikan guru atau teman yang sedang berbicara Peserta didik mengerjakan tugas tepat pada waktu Peserta didik mengerjakan tugas dengan sendiri tanpa menunggu perintah dari guru Peserta didik menyelesaikan tugas tanpa bantuan orang lain Peserta didik mencoba mencari informasi melalui internet bila ada materi yang belum dipahami Peserta didik mencoba mencari informasi melalui buku bila ada materi yang belum dipahami Peserta didik bertanya jika menemukan kesulitan dalam belajar Peserta didik menyukai hal-hal yang baru Peserta didik selalu ikut mengerjakan tugas kelompok dan memberikan pendapat dari hasil pemikirannya sendiri Peserta didik ikut aktif mencari sumber referensi ketika membahas soal atau masalah Peserta didik mampu menyelesaikan masalah atau tugas sendiri

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 3. Kuesioner Kemandirian Belajar Peserta didik Tabel 3.4. Kisi-Kisi Kuesioner Kemandirian Belajar Peserta didik Indikator Keterangan No item Percaya diri 1, 2  Peserta didik belajar tidak tergantung pada orang lain 3,4  Peserta didik yakin terhadap diri sendiri Disiplin 5,6,7  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru ketika pembelajaran 8,9  Peserta didik tidak menunda tugas yang diberikan guru Inisiatif  Peserta didik belajar dengan 10,11,12,1 3 keinginan sendiri 14,15,16  Peserta didik berusaha mencari referensi lain dalam belajar tanpa diperintah guru Tanggung 17,18  Peserta didik memiliki kesadaran jawab diri dalam belajar 19,20  Peserta didik ikut aktif dan bersungguh-sungguh dalam belajar Jumlah item 2 4. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan materi gerak lurus beraturan menggunakan kurikulum 2013 sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh SMAN 1 Nagawutung. H. Validitas Menurut Suparno (2010: 67) validitas dapat mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan. Validitas menunjuk pada kesesuain, penuh arti, 2 3 2 4 3 2 2

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 bergunanya kesimpulan valid bila sesuai dengan tujuan penelitian. Pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan mengadakan preteset dan posttest, dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan validitas isi (content validity). Validitas isi mengukur apakah isi dari instrument yang digunakan sungguh mengukur isi domain yang diukur atau dengan kata lain item tes sungguh mempresentasikan isi yang mau dites (Suparno, 2014: 65). Selain validitas isi tes, validitas juga dilakukan pada bahasa yang digunakan dalam soal. Validitas ini digunakan agar bahasa yang digunakan dalam soal mudah dipahami oleh peserta didik dan mengurangi kemungkinan penggunaan kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian (Kusaer & Suparno, 2012: 138). Dalam penelitian ini, validitas isi yang diukur validitas instrumen tes untuk pretest dan posttest, validitas instrument kuesioner diuji oleh dosen pembimbing dan diuji oleh 10 orang peserta didik kelas X dari sekolah lain. I. Metode Analisis Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data yaitu analisis kuantitatif yang berasal dari tes tertulis pretest dan posttest dan kuesioner.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 1. Skor Hasil Belajar Peserta didik Setelah data pretest dan posttest terkumpul, maka dilakukan analisis terhadap hasil jawaban peserta didik. Kriteria penskoran untuk menentukan baik atau kurang baiknya tingkat pemahaman peserta didik adalah sebagai berikut: Skor Pilihan Ganda Skor = 0, jika pilihan jawaban peserta didik salah Skor = 4, jika pilihan jawaban peserta didik benar Jadi skor maksimal untuk peserta didik pada soal pilihan ganda adalah 40 dan minimal adalah 0. Sedangkan untuk soal uraian kriteria penskoran adalah sebagai berikut: Soal nomor 11 diberi skor = 20 Soal nomor 12 diberi skor = 5 Soal nomor 13 diberi skor = 5 Soal nomor 14 diberi skor = 15 Soal nomor 15 diberi skor = 15 Jadi skor maksimal untuk peserta didik pada soal uraian adalah 60, sehingga total skor maksimal keseluruhan untuk pilihan ganda dan uraian adalah 100. Persentasi nilai hasil belajar peserta didik pretest dan posttest dianalisis dari jumlah skor setiap peserta didik dibagi jumlah skor maksimum dikali seratus persen.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Persentasi nilai hasil belajar peserta didik: 100% (1) PN = Untuk menentukan baik dan kurang baiknya jawaban peserta didik maka skor dinyatakan dalam persentase skor. Berikut adalah klasifikasi penilaian hasil belajar menurut Mundilarto (2012): Tabel 3.5 Tabel Klasifikasi Pemahaman Peserta Didik Berdasarkan Skor Persentase Nilai Hasil Belajar Tingkat pemahaman 87% – 100% Sangat Baik 74% – 86% Baik 56% – 73% Cukup 31% – 55% Kurang Sangat Kurang 30% Data akan dianalisis dengan cara sebagai berikut: Uji-T dependent untuk membandingkan pretest dan posttest apakah mengalami peningkatan setelah diberi treatment. Persamaan umum uji-T untuk kelompok dependent adalah sebagai berikut: (Suparno, 2011:87) Trel = √ ̅ ̅ (2)

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Keterangan: = perbedaan antara skor tiap subjek = Xi1 – Xi2 = jumlah pasang skor (jumlah Pasangan) = nilai pretest = nilai pos-test = Banyaknya data = N-1 = derajat kebebasan Selanjutnya hasil dari akan dibandingkan dengan nilai untuk α = 0,05. Bila nilai lebih besar sama dengan maka hasilnya signifikan. Skor hasil belajar yang dihasilkan dari pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution). Jika p < α (tingkat signifikan α = 0,05) maka signifikan. Hasil signifikan berarti model pembelajaran Blended Learning yang digunakan dalam pembelajaran meningkatkan pemahaman peserta didik. 2. Hasil Pengamatan Kemandirian Belajar di Kelas Untuk mengetahui kemandirian belajar peserta didik di kelas, hasil pengamatan berupa foto dan catatan lapangan kemandirian belajar di kelas

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 dianalisis secara deskriptif. Setiap indikator akan diuraikan secara deskriptif untuk setiap pertemuan. 3. Skor Hasil Kuesioner Skala kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah summated rating scale (skala likert). Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan bentuk checklist yang berupa pernyataan, peserta didik hanya memilih salah satu jawaban dari 4 kategori yang disediakan. Skor jawaban berturut-turut 4 untuk SS (Sangat Setuju), 3 untuk S (Setuju), 2 untuk TS (Tidak Setuju), 1 untuk STS (Sangat Tidak Setuju). Pemberian bobot nilai kemandirian belajar disajikan pada tabel 3.6. Tabel 3.6. Skor Penilaian Kuesioner Kemandirian Belajar Alternatif Jawaban Skor Penilaian SS 4 S 3 TS 2 STS 1 Jumlah pernyataan dalam kuesioner kemandirian belajar peserta didik berjumlah 20 pernyataan, sehingga dapat diketahui skor maksimum = 80 dan skor minimum = 20

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Skor hasil kuesioner = (3) Dari hasil perhitungan yang telah diperoleh, kemudian dikonversikan ke dalam 5 kategori yaitu, sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, sangat rendah. Maka terlebih dahulu ditentukan lebar intervalnya dengan cara: (4) Lebar interval = Lebar interval = Lebar interval = = 12 Dengan lebar interval 12 maka dapat ditentukan skor peserta didik setiap kategori seperti pada tabel 3.7 berikut: Tabel 3.7 Kategori Kemandirian Belajar Kelas Skor Kemandirian Belajar Kategori 20 - 31 Sangat Rendah 32 – 43 Rendah 44 – 55 Cukup 56 – 67 Tinggi 68 – 80 Sangat Tinggi

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN Berikut adalah tabel pelaksanaan kegiatan penelitian di SMAN 1 Nagawutung: Tabel 4.1 Pelaksanaan Penelitian No. 1. 2. 3. 4. 5. Nama Kegiatan Observasi Pretest Pelaksanaan pembelajaran dengan Blended Learning Posttest Pengisian kuesioner kemandirian belajar Waktu Kegiatan 16 – 21 Juli 2018 25 Juli 2018 27 Juli – 10 Agustus 2018 15 Agustus 2018 15 Agustus 2018 Penelitian mulai dilaksanakan pada 16 Juli sampai dengan tanggal 10 Agustus 2018 sebanyak 7 kali pertemuan. Penelitian dimulai dengan observasi kelas. Kelas yang dipilih oleh peneliti adalah kelas X IPA. Kelas X IPA dipilih karena materi gerak lurus berada pada kelas X. Observasi kelas X IPA dilakukan selama satu minggu yakni pada tanggal 16 sampai tanggal 21 Juli 2018. Observasi kelas yang dilakukan peneliti bertujuan untuk mengenal peserta didik. Selama observasi peneliti juga mengecek media komputer dan jaringan Wi-fi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, namun komputer sekolah belum bisa digunakan, sehingga atas saran dari kepala 44

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 sekolah dan guru fisika untuk mengatasinya dengan meminta peserta didik membawa handphone atau laptop. Pada saat observasi, peneliti diberi kesempatan untuk mendampingi peserta didik dalam kegiatan di luar kelas, karena selama 1 bulan kedepan sekolah belum melaksanakan kegiatan belajar mengajar berhubung persiapan memperingati pesta perak sekolah dan kegiatan 17 Agustus tingkat kecamatan. Namun, peneliti diberi kesempatan selama 4 minggu mulai dari tanggal 23 Juli sampai 15 Agustus untuk mengadakan kegiatan belajar mengajar untuk kelas X IPA. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan sebanyak 5 kali dengan pembagian waktu dua kali dalam satu minggu. Setelah observasi diadakan pretest, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran dimana diberi treatment model pembelajaran Blended Learning selama 5 pertemuan yakni 2 45 menit mengenai gerak lurus beraturan. Setelah dilakukan pembelajaran dengan treatment selama 5 pertemuan tersebut, diadakan posttest dan kemudian pengisian kuesioner oleh peserta didik mengenai kemandirian belajar selama menggunakan model pembelajaran Blended Learning. Berikut adalah implementasi pembelajaran Blended Learning dalam 5 pertemuan:

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Tabel 4.2 Implementasi Pembelajaran Blended Learning di Kelas Pertemuan/ Materi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan1/ Gerak, posisi, jarak dan perpindahan Apersepsi, guru bertanya mengenai apa yang dipahami oleh peserta didik mengenai gerak Pembagian kelompok dan LKS Pertemuan2/ Latihan soal mengenai Gerak, posisi, jarak dan perpindahan Akses video pembelajaran dari internet Diskusi kelompok Presentasi hasil diskusi Peserta didik bertanya dan menanggapi hasil diskusi kelompok lain Guru menekankan kembali hal-hal yang telah dipelajari mengenai Gerak, posisi, jarak dan perpindahan Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari Gerak, posisi, jarak dan perpindahan. Guru mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya Pembagian kelompok dan LKS Akses video contoh soal dari internet Peserta didik mengerjakan latihan soal sebanyak 5 nomor Lima peserta didik mengerjakan latihan tersebut di depan kelas Guru menjelaskan ulang rumus Phytagoras yang digunakan dalam menyelesaiakn soal Peserta didik bertanya, kemudian guru dan peserta didik mendemonstrasikan perbedaan jarak dan perpindahan Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada latihan soal mengenai Gerak, posisi, jarak dan perpindahan Alokasi Waktu (menit) 5 5 30 15 15 10 10 10 5 5 20 20 20 Model Pembelajaran Konvensional Internet √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 5 √ 10 √ 5 √ √ √

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Pertemuan/ Materi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu (menit) Pertemuan3/ Apersepsi, guru bertanya mengenai Kecepatan perbedaan kelajuan dan kecepatan dan Pembagian kelompok dan LKS kelajuan Akses video pembelajaran mengenai kecepatan dan kelajuan dari internet Diskusi kelompok Presentasi hasil diskusi Akses video pembelajaran mengenai contoh soal kecepatan dan kelajuan dari internet Peserta didik mengerjakan sekaligus menjelaskan kepada teman-teman contoh soal yang dipelajari dari internet Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari mengenai kelajuan dan kecepatan Pertemuan4/ Guru mengingatkan kembali materi Latihan soal pada pertemuan sebelumnya mengenai Kecepatan kelajuan dan kecepatan dan Pembagian kelompok dan LKS kelajuan Akses video pembelajaran mengenai contoh soal kecepatan dan kelajuan dari internet Peserta didik mengerjakan latihan soal kelajuan dan kecepatan sebanyak 5 nomor Lima Peserta didik mengerjakan di depan kelas sekaligus menjelaskan kepada teman-teman latihan soal yang dikerjakan Akses video pembelajaran mengenai percepatan dari internet Diskusi dan presentasi hasil diskusi Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada latihan soal mengenai kelajuan dan kecepatan, dan percepatan. 5 5 20 15 10 20 10 5 5 5 15 Model Pembelajaran Konvensional √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 15 √ 15 5 √ √ 20 10 Internet √ √ √ √ √ √

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Pertemuan/ Materi Kegiatan Pembelajaran Pertemuan5/ Guru mengingatkan kembali materi Percepatan pada pertemuan sebelumnya mengenai dan GLB percepatan Pembagian kelompok dan LKS Akses video pembelajaran mengenai contoh percepatan dari internet Peserta didik mengerjakan latihan soal percepatan sebanyak 5 nomor Lima Peserta didik mengerjakan di depan kelas sekaligus menjelaskan kepada teman-teman latiahan soal yang dikerjakan Akses video pembelajaran mengenai GLB dari internet Diskusi dan presentasi hasil diskusi Akses video pembelajaran mengenai contoh soal GLB dari internet Peserta didik mengerjakan latihan soal GLB sebanyak 3 nomor Tiga Peserta didik mengerjakan di depan kelas sekaligus menjelaskan kepada teman-teman latiahan soal yang dikerjakan Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada latihan soal mengenai percepatan dan GLB. Alokasi Waktu (menit) Model Pembelajaran Konvensional √ 5 √ 5 15 20 √ 15 √ 15 √ 10 15 15 √ 15 √ 5 √ Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan menggunakan model pembelajaran Blended Learning dengan metode Internet diskusi kelompok. Pembelajaran ini dilaksanakan selama 5 pertemuan dengan alokasi waktu 2 45 menit setiap pertemuan. Pada pembelajaran ini peserta didik menggunakan media pembelajaran berupa handphone dan laptop untuk mengkases internet. √ √ √ √ √

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Setiap pagi ketika akan melaksanakan pembelajaran di kelas sebelum apel pagi, peserta didik mengumpulkan handphone dan laptop di ruang guru, hal ini dilakukan karena sekolah melarang peserta didik membawa handphone dan laptop karena takut disalahgunakan. Setiap pertemuan di kelas, sebelum pembelajaran dimulai di awal pertemuan, peserta didik dibagi dalam 9 kelompok kecil dengan 2 anggota setiap kelompok, karena untuk mengakses video di internet secara individual tidak bisa karena kekurangan handphone. Kemudian dibagikan Lembar Kerja Siswa untuk setiap anggota kelompok untuk dikerjakan. Di dalam Lembar Kerja Siswa terdapat petunjuk untuk mengakses alamat video pembelajaran mengenai Gerak Lurus Beraturan yang akan dipelajari. Setelah mengakses video peserta didik berdiskusi dalam kelompok, kemudian mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya dan menanggapi hasil diskusi kelompok lain. Guru kemudian menekankan ulang hal-hal yang telah dipelajari tersebut, kemudian peserta didik menyimpulkan apa yang telah mereka pelajari pada pertemuan tersebut. B. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1. Pretest Pretest dilaksankan pada tanggal 25 Juli pukul 07.00 – 09.00 WITA. Pretest diikuti oleh 18 peserta didik kelas X IPA 1 SMAN 1 Nagawutung. Pada awal pertemuan ini, peneliti memperkenalkan diri dan tujuan peneliti,

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 dan juga perkenalan para peserta didik selama 15 menit. Setelah perkenalan peserta didik mengerjakan soal pretest berupa pilihan ganda sebanyak 10 nomor dan uraian sebanyak 5 nomor. Peserta didik diberikan waktu maksimal selama 90 menit untuk mengerjakan 10 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Setelah peserta didik mengerjakan pretest, selama 15 menit guru menjelaskan penelitian bahwa selama proses pembelajaran peserta didik diharapkan untuk membawa handphone atau laptop karena komputer di sekolah belum bisa digunakan. Pretest digunakan untuk mengetahui pemahaman awal peserta didik sebelum diadakan pembelajaran dengan model Blended Learning. Dari data pretest kemudian diperoleh tingkat pemahaman awal peserta didik pada pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan. Tingkat pemahaman peserta didik digolongkan berdasarkan nilai pretest peserta didik, dan dinyatakan dalam derajat baik atau kurang baiknya pemahaman peserta didik. Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik, maka pada setiap nomor soal diberi bobot yang menunjukan pemahaman peserta didik. Untuk mendapatkan nilai akhir pada tiap peserta didik dihitung dengan menjumlahkan skor setiap peserta didik dibagi jumlah skor maksimum dikali seratus persen. Skor hasil belajar peserta didik = x 100%

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Adapun hasil perhitungan tingkat pemahaman peserta didik dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini. Tabel 4.3 Tabel Tingkat Pemahaman Awal Peserta Didik Berdasarkan Persentase Skor Peserta Didik Kode Nomor Soal Peserta 1 2 3 4 5 6 7 Didik Presentasi Tingkat 8 9 10 11 12 13 14 15 Skor Pemahaman 1 4 4 4 0 0 4 0 0 0 0 0 0 2 0 0 18% Sangat Kurang 2 4 0 0 0 4 4 0 4 0 0 5,5 2 0 0 0 23.50% Sangat Kurang 3 4 4 4 0 0 4 4 0 0 0 0 0 2 0 0 22% Sangat Kurang 4 4 4 4 4 4 4 0 0 4 4 0 1 2 0 0 35% Kurang 5 4 0 0 0 0 4 0 4 0 0 6,5 1 2 0 0 21.50% Sangat Kurang 6 4 4 4 0 4 0 4 4 0 4 0 0 2 0 0 30% Sangat Kurang 7 4 4 0 0 0 4 0 4 0 0 1 1 2 2 0 22% Sangat Kurang 8 4 4 0 0 0 4 0 4 0 0 1 1 1 1 0 20% Sangat Kurang 9 4 0 4 4 4 4 4 0 0 4 0 1 2 0 0 31% Kurang 10 4 4 0 0 4 4 0 4 0 0 0 0 0 0 0 20% Sangat Kurang 11 4 4 0 0 0 0 0 0 0 0 4,5 0 0 0 0 12.50% Sangat Kurang 12 4 4 4 0 4 0 4 4 0 4 0 2 0 0 0 30% Sangat Kurang 13 14 4 4 4 0 4 4 0 4 4 4 0 4 4 0 4 4 4 4 4 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 32% 32% Kurang Kurang

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Kode Nomor Soal Peserta 1 2 3 4 5 6 7 Didik Presentasi Tingkat 8 9 10 11 12 13 14 15 Skor Pemahaman 15 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 1 0 0 8% Sangat Kurang 16 4 4 4 4 4 4 4 0 0 0 0 1 0 0 0 29% Sangat Kurang 17 4 0 0 0 4 4 0 0 0 0 0 3 0 0 0 15% Sangat Kurang 18 4 4 4 4 4 4 0 4 0 4 2 0 0 0 0 30% Ratarata 23.99% Sangat Kurang Sangat Kurang Dari analisis terhadap jawaban peserta didik untuk setiap soal diperoleh skor rata-rata kelas sangat kurang dengan presentase skor kelas X IPA 1 sebesar 23,99 %, dengan persentase skor tertinggi sebesar 35 % dan persentase skor terendah sebesar 8 %. Sedangkan untuk tingkat pemahaman peserta didik yang diperoleh dari hasil pretest, 4 peserta didik memiliki tingkat pemahaman awal kurang dan 14 peserta didik memiliki tingkat pemahaman awal yang sangat kurang mengenai Gerak Lurus Beraturan. Gambar 4.1 Kegiatan Peserta Didik Selama Mengikuti Pretest

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 2. Implementasi Pembelajaran Blended Learning di Kelas a. Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Pertama di Kelas Berikut adalah tabel Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Pertama di Kelas: Tabel 4.4 Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Pertama di Kelas Materi Gerak, posisi, jarak dan perpindahan Kegiatan Pembelajaran Apersepsi, guru bertanya mengenai apa yang dipahami oleh peserta didik mengenai gerak Pembagian kelompok dan LKS Akses video pembelajaran dari internet Diskusi kelompok Presentasi hasil diskusi Peserta didik bertanya dan menanggapi hasil diskusi kelompok lain Guru menekankan kembali hal-hal yang telah dipelajari mengenai Gerak, posisi, jarak dan perpindahan Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari Gerak, posisi, jarak dan perpindahan. Alokasi Waktu (menit) 5 5 30 15 15 10 Model Pembelajaran Konvensional Internet √ √ √ √ √ 10 √ 10 √ Pada pertemuan ke Pertama tanggal 27 Juli 2018 topik pembelajaran mengenai konsep dasar gerak, posisi, jarak dan perpindahan. Sebelum pembelajaran dimulai, guru mengabsen kehadiran peserta didik, dan 1 orang √ √

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 peserta didik terlambat 15 menit karena masih mengikuti latihan Paskibra. Selanjutnya pada awal pembelajaran guru mencoba memberi apersepsi dengan bertanya mengenai apa yang dipahami oleh peserta didik mengenai gerak. Pada umumnya peserta didik menjawab gerak adalah benda yang berpindah. Kemudian peserta didik dibagi ke dalam 9 kelompok dengan setiap kelompok terdiri dari 2 peserta didik. Selanjutnya guru membagikan Lembar Kerja Siswa untuk mengakses video pembelajaran mengenai pengertian gerak, posisi, jarak, dan perpindahan. Namun sebelum mengakses video, guru menjelaskan panduan yang ada di Lembar Kerja Siswa tersebut. Setelah peserta didik mengakses video pada Lembar Kerja Siswa yang telah dibagikan, setiap kelompok diberi kesempatan untuk berdiskusi selama 15 menit mengenai video yang telah ditonton dengan panduan berupa pertanyaan-pertanyaan yang ada di Lembar Kerja Siswa. Kemudian peserta didik menyampaikan hasil diskusi setiap kelompok, dan diberi kesempatan kepada kelompok yang ingin bertanya. Pada pertemuan ini peserta didik tidak hanya mengerjakan Lembar Kerja Siswa, tetapi perwakilan dari 2 kelompok mendemonstrasikan contoh dari jarak dan perpindahan di depan kelas. Pada akhir pelajaran peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipahami mengenai gerak, posisi, jarak, dan perpindaha yang telah dipelajari dengan cara guru meminta beberapa peserta didik untuk menjelaskan kembali secara singkat apa yang telah dipahami mengenai gerak, posisi, jarak, dan

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 perpindahan. Kemudian peserta didik ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaan rumah sebanyak 5 nomor sebagai tindak lanjut. Gambar 4.2 Pembelajaran Blended Learning Pertama di kelas b. Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Kedua di Kelas Berikut adalah tabel Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Kedua di Kelas: Tabel 4.5 Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Kedua di Kelas Materi Latihan soal mengenai Gerak, posisi, jarak dan perpindahan Kegiatan Pembelajaran Guru mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya Pembagian kelompok dan LKS Akses video contoh soal dari internet Peserta didik mengerjakan latihan soal sebanyak 5 nomor Alokasi Waktu (menit) 5 5 20 20 Model Pembelajaran Konvensional √ √ √ Internet √ √

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Materi Latihan soal mengenai Gerak, posisi, jarak dan perpindahan Kegiatan Pembelajaran Lima peserta didik mengerjakan latihan tersebut di depan kelas Guru menjelaskan ulang rumus Phytagoras yang digunakan dalam menyelesaiakn soal Peserta didik bertanya, kemudian guru dan peserta didik mendemonstrasikan perbedaan jarak dan perpindahan Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada latihan soal mengenai Gerak, posisi, jarak dan perpindahan Alokasi Waktu (menit) 20 5 Model Pembelajaran Konvensional √ √ 10 √ 5 √ Pada pertemuan kedua tanggal 1 Agustus 2018 topik pembelajaran adalah membahas latihan soal mengenai gerak, posisi, jarak dan perpindahan. Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, guru mengabsen 18 peserta didik, dilanjutkan dengan mengulang kembali materi pada pertemuan sebelumnya. Pengingatan kembali materi dilakukan dengan cara guru memberi pertanyaan mengenai pengertian jarak, perpindahan dan posisi, serta contohnya yang dijawab oleh peserta didik secara berebutan, namun guru memilih 3 orang peserta didik untuk menjawabnya. Guru mengecek pekerjaan rumah yang diberikan, namun tidak ada peserta didik yang mengerjakan. Guru kemudian menanyakan alasan tidak dikerjakan tugas tersebut, pada umumnya jawaban peserta didik karena banyak mengikuti Internet

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 kegiatan seperti lomba 17 Agustus dan persiapan pesta perak sekolah sehingga peserta didik tidak sempat mengerjakan. Seperti pada pertemuan pertama, di awal pertemuan peserta didik dibagi dalam 9 kelompok dengan 2 peserta didik setiap kelompok, kemudian dibagikan Lembar Kerja Siswa untuk dikerjakan secara berkelompok. Video yang diakses pada Lembar Kerja Siswa memuat contoh penyelesaian soal mengenai jarak dan perpindahan. Setelah peserta didik memahami contoh soal yang telah ditonton, peserta didik ditugaskan untuk mengerjakan latihan soal sebanyak 5 nomor. Peserta didik diberi kebebasan untuk menggunakan buku atau internet dalam membantu memahami latihan soal yang akan dikerjakan selama mengerjakan latihan soal tersebut, kebanyakan dari peserta didik berdiskusi dengan teman antar kelompok dan ada beberapa yang mencoba mengerjakan sendiri. Setelah peserta didik menyelesaikan latihan soal, kemudian 5 peserta didik mengerjakan di depan kelas untuk dibahas bersama. Ketika dibahas ada sebagaian peserta didik yang kurang paham dalam menyelesaiakan soal mengenai perpindahan yang menggunakan rumus Phytagoras. Mengatasi hal tersebut guru menjelaskan ulang rumus Phytagoras yang digunakan dalam menyelesaiakn soal tersebut. Selanjutnya peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya tentang apa yang belum dipahami dan ada 4 peserta didik yang sulit membedakan antara jarak dan perpindahan ketika benda bergerak dari titik acuan dan kembali ke titik acuan tersebut. Untuk mencoba mengatasi pemahaman

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 peserta didik, guru mendampingi perseta didik tersebut dan didampingi oleh teman yang sudah paham dengan memberikan contoh di depan kelas berupa demonstrasi dan penjelasan gambar di papan tulis. Diakhir pelajaran guru meminta peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada hari itu, dan peserta didik menyimpulkan bahwa jarak dan perpindahan itu adalah dua hal yang berbeda. Gambar 4.3 Pembelajaran Blended Learning Kedua di kelas c. Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Ketiga di Kelas Berikut adalah tabel Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Ketiga di Kelas:

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 4.6 Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Ketiga di Kelas Materi Kecepatan dan kelajuan Alokasi Waktu (menit) Kegiatan Pembelajaran Apersepsi, guru memberi pertanyaa mengenai perbedaan kelajuan dan kecepatan Pembagian kelompok dan LKS Akses video pembelajaran mengenai kecepatan dan kelajuan dari internet Diskusi kelompok Presentasi hasil diskusi Akses video pembelajaran mengenai contoh soal kecepatan dan kelajuan dari internet Peserta didik mengerjakan sekaligus menjelaskan kepada teman-teman contoh soal yang dipelajari dari internet Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari mengenai kelajuan dan kecepatan Model Pembelajaran Konvensional Internet √ 5 √ 5 20 √ √ 15 10 20 10 √ √ 5 Pertemuan ketiga tanggal 3 Agustus 2018 topik pembelajaran mengenai kecepatan dan kelajuan. Samahalnya dengan pertemuan sebelumnya, peserta didik dibagi dalam 9 kelompok kecil dengan 2 anggota tiap kelompok. Pada awal pertemuan guru memberi apersepsi mengenai perbedaan kelajuan dan kecepatan. Yang dipahami peserta didik mengenai kelajuan dan kecepatan itu adalah sama, yakni jarak dibagi waktu. Selanjutnya peserta didik mengakses video mengenai kelajaun dan kecepatan pada Lembar √ √ √

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Kerja Siswa, kemudian didiskusikan dengan teman kelompok. Dari 9 kelompok tersebut, 4 kelompok di pilih untuk mempresentasikan hasilnya, kemudian 5 kelompok yang lainnya menyesuaikan dengan hasil diskusis kelompok lain. Setelah memahami video yang telah ditonton peserta didik dapat membedakan bahwa kelajuan dan kecepatan bukanlah sama melainkan berbeda, karena kelajuan adalah besaran skalar dan kecepatan adalah besaran vektor. Selanjutnya peserta didik mengakses contoh soal kelajuan dan kecepatan pada Lembar Kerja Siswa. Setelah menonton video contoh penyelesaian soal tersebut, seorang peserta didik dipanggil maju untuk mencoba menjelaskan kepada teman-temannya. Pada akhir pelajaran peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari mengenai kelajuan dan kecepatan. Gambar 4.4 Pembelajaran Blended Learning Ketiga di Kelas

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 d. Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Keempat di Kelas Berikut adalah tabel Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Keempat di Kelas: Tabel 4.7 Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Keempat di Kelas Materi Latihan soal Kecepatan dan kelajuan Alokasi Waktu (menit) Kegiatan Pembelajaran Guru mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya mengenai kelajuan dan kecepatan Pembagian kelompok dan LKS Akses video pembelajaran mengenai contoh soal kecepatan dan kelajuan dari internet Peserta didik mengerjakan latihan soal kelajuan dan kecepatan sebanyak 5 nomor Lima Peserta didik mengerjakan di depan kelas sekaligus menjelaskan kepada teman-teman latihan soal yang dikerjakan Akses video pembelajaran mengenai percepatan dari internet Diskusi dan presentasi hasil diskusi Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada latihan soal mengenai kelajuan dan kecepatan, dan percepatan. Pertemuan keempat tanggal Konvensional Internet √ 5 √ 5 15 20 √ 15 √ √ √ √ 15 √ 10 Agustus √ √ 5 8 Model Pembelajaran 2018 dengan topik pembelajaran yakni penyelesaian latihan soal mengenai kelajuan dan

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 kecepatan. Pada awal pembelajaran guru mengulang kembali materi jarak dan perpindahan pada pertemuan sebelumnya dengan bertanya kepada peserta didik. Ada beberapa peserta didik yang belum paham mengenai perbedaan kelajuan dan kecepatan, sehinggga guru meminta salah satu peserta didik yang sudah paham untuk menjelaskan kepada beberapa temannya yang belum paham. Selanjutnya peserta didik dibagi dalam 9 kelompok dengan setiap kelompok terdiri dari 2 peserta didik. Peserta didik juga dibagikan Lembar Kerja Siswa untuk mengakses contoh latihan soal mengenai kelajuan dan kecepatan. Setelah memahami contoh penyelesaian soal tersebut, peserta didik ditugaskan untuk mengerjakan latihan soal kecepatan dan kelajuan sebanyak 5 nomor dengan menggunakan sumber belajar dari buku atau internet, kemudian 5 orang dari peserta didik di tentukan untuk mengerjakan di depan kelas untuk dibahas bersama, sembari menjelaskan ke teman-teman. Kemudian dilanjutkan dengan topik mengenai percepatan. Peserta didik mengakses video percepatan dengan panduan Lembar Kerja Peserta didik yang dibagikan. Setelah menonton video tersebut, peserta didik mendiskusikan dengan teman kelompok, selanjutnya 4 kelompok menyampaikan hasil diskusi di depan kelas dan 5 kelompok lainnya menyesuaikan. Bila ada yang pendapat dari kelompok lain maka di beri waktu untuk menyampaikan. Pada akhir pertemuan peserta didik menyimpulkan bahwa kelajuan berbeda dengan kecepatan, dan percepatan.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Gambar 4.5 Pembelajaran Blended Learning Keempat di Kelas e. Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Kelima di Kelas Berikut adalah tabel Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Kelima di Kelas: Tabel 4.8 Implementasi Pembelajaran Blended Learning pada Pertemuan Kelima di Kelas Materi Percepatan dan GLB Kegiatan Pembelajaran Guru mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya mengenai percepatan Pembagian kelompok dan LKS Akses video pembelajaran mengenai contoh percepatan dari internet Peserta didik mengerjakan latihan soal percepatan sebanyak 5 nomor Lima Peserta didik mengerjakan di depan kelas sekaligus menjelaskan kepada teman-teman latiahan soal yang dikerjakan Akses video pembelajaran mengenai GLB dari internet Alokasi Waktu (menit) 5 5 15 Model Pembelajaran Konvensional √ √ 20 √ 15 √ 15 Internet √ √ √

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Materi Kegiatan Pembelajaran Diskusi dan presentasi hasil diskusi Akses video pembelajaran mengenai contoh soal GLB dari internet Peserta didik mengerjakan latihan soal GLB sebanyak 3 nomor Tiga Peserta didik mengerjakan di depan kelas sekaligus menjelaskan kepada teman-teman latiahan soal yang dikerjakan Peserta didik menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada latihan soal mengenai percepatan dan GLB. Pertemuan kelima tanggal 10 Alokasi Waktu (menit) 10 15 Model Pembelajaran Konvensional √ 15 √ 15 √ 5 √ Agustus 2018 Internet dengan √ √ topik pembelajaran penyelesaian contoh soal percepatan dan gerak lurus beraturan. Pada awal pembelajaran guru mengulang kembali materi mengenai percepatan dengan bertanya kepada peserta didik apa yang telah mereka pahami mengenai percepatan. Setelah peserta didik menjawab pertanyaan mengenai percepatan yang telah dipahami, peserta didik dibagi dalam 9 kelompok untuk mengakses contoh penyelesaian soal percepatan, kemudian seorang peserta didik maju mengerjakan untuk dibahas bersama di depan kelas. Selanjutnya peserta didik mengakses video contoh penyelesaian soal mengenai percepatan dengan panduan Lembar Kerja Siswa. Kemudian peserta didik menyelesaikan latihan soal yang diberikan guru sebanyak 5 nomor dengan menggunakan sumber belajar dari buku atau internet, kemudian 5 orang ditentukan untuk mengerjakan di depan kelas.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Setelah membahas penyelesaian latihan soal percepatan, guru bertanya apa yang dipahami peserta didik mengenai gerak lurus beraturan. Pada umumnya peserta didik menjawab bahwa gerak lurus beraturan adalah gerak yang lintasannya berupa garis lurus. Kemudian dilanjutkan dengan mengakses video mengenai gerak lurus beraturan dengan panduan Lembar Kerja Siswa. Sama seperti sebelumnya, peserta didik menonton video tersebut kemudian berdiskusi dan menyampaikan hasilnya di depan kelas. Kemudian dilanjutkan dengan mengakses contoh penyelesaian soal gerak lurus beraturan. Setelah itu, dilanjutkan dengan penyelesaian latihan soal, dimana peserta didik berdiskusi mengerjakan bersama teman antar kelompok, kemudian 3 orang peserta didik mengerjakan di depan kelas untuk dibahas bersama. Pada latihan soal mengenai gerak lurus beraturan ini, peserta didik masih kurang pemahaman dalam perhitungan mengenai pengoperasian bilangan, sehingga guru menjelaskan ulang mengenai pengoperasian bilangan. Gambar 4.6 Pembelajaran Blended Learning Kelima di Kelas Selama pembelajaran peserta didik juga tidak hanya menggunakan sumber belajar dari internet dan guru, tetapi juga menggunakan buku paket

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 yang dimiliki. Hal ini membantu peserta didik dalam belajar, terutama bagi mereka yang tidak mempunyai handphone atau laptop dirumah. Ada beberapa hambatan yang dialami. Hambatan-hambatan tersebut antara lain koneksi Wi-Fi sekolah yang lamban, sehingga peneliti mencari jalan keluar dengan menyambungkan melalui data seluler peneliti, kurangnya media handphone atau laptop sehingga peneliti mengatasinya dengan membagi ke dalam 9 kelompok dengan 2 orang satu handphone atau laptop, namun itu membantu peserta didik dalam diskusi. Pada pertemuan kedua ketika mengakses video, peserta didik cukup lama dalam mengakses karena hampir sebagian yang memasukan alamat salah, namun untuk pertemuan selanjutnya peserta didik sudah terbiasa sehingga ketika mengakses video berjalan dengan lancar. Dalam hal penyelesaian soal, peserta didik kurang dalam perhitungan, sehingga peneliti harus memberi contoh atau penjelasan secara matematika terlebih dahulu. 3. Posttest Setelah diadakan pembelajaran dengan model Blended Learning, maka diadakan posttest untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Postest dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2018. Posttest ini diikuti oleh 18 peserta didik kelas X IPA 1. Posttest digunakan untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta didik dan pemahaman akhir setelah pembelajarn dengan

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 model Blended Learning. Peserta didik mengerjakan soal Posttest yang sama dengan soal pretest berupa 10 nomor pilihan ganda dan uraian 5 nomor. Peserta didik diberikan waktu maksimal selama 90 menit untuk mengerjakan 10 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian tersebut. Gambar 4.7 Kegiatan Posttest di Kelas Adapun hasil belajar posttest untuk setiap peserta didik dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4.9 Tabel Tingkat Pemahaman Akhir (Posttest) Peserta Didik Berdasarkan Persentase Skor Peserta Didik Nomor soal Kode Peserta Didik 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Presentasi Tingkat 11 12 13 14 15 Skor Pemahaman 17,5 20 14 20 19 20 5 5 5 5 5 5 5 4,5 4,5 4 5 5 15 15 15 15 15 14 13 13 10 13 13 10 95.50% 97.50% 84.50% 97% 97% 90% Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Nomor soal Kode 7 Peserta Didik 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Ratarata Presentasi Tingkat 4 4 4 4 4 0 4 4 0 4 5 5 5 15 5 67% Cukup 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Skor Pemahaman 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 0 0 4 4 0 0 4 4 0 4 0 0 4 0 0 0 0 0 4 3 20 13 11,5 17,5 14 13 5 13 5 13 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 15 5 4,5 15 0 4,5 14 0 4,5 15 10 3 15 10 3 14 10 3 14,5 10 3 10 5 5 14 10 5 10 5 4,5 14,5 10 65% 84.50% 64.50% 84% 86.50% 82% 81.50% 60% 79% 62% 87% Cukup Baik Cukup Baik Sangat Baik Baik Baik Cukup Baik Cukup Sangat Baik 81.36% Baik 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 0 4 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 Berdasarkan tabel 4.3 Tingkat Pemahaman Akhir (Posttest) Peserta Didik Berdasarkan Persentase Skor Peserta didik, diketahui bahwa pada soal pilihan ganda nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 7 18 peserta didik menjawab benar dengan skor per soal 4. Kebanyakan peserta didik menjawab soal salah pada soal nomor 8 dan 9 mengenai percepatan dan gerak lurus beraturan dengan masing-masing berjumlah 6 dan 10 peserta didik. Pada soal uraian tingkat pemahaman peserta didik paling tinggi pada soal nomor 12 mengenai menghitung kecepatan rata-rata menggunakan persamaan posisi dengan 18 peserta menjawab benar dengan skor 5. Sedangkan tingkat pemahaman peserta didik terendah pada soal nomor 15

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 mengenai gerak lurus beraturan, dimana skor tertinggi yang diperoleh peserta didik pada soal tersebut yakni 13 sebanyak 2 peserta didik dan skor terendah nol sebanyak 2 peserta didik dari total skor pada soal tersebut adalah 15. Tingkat pemahaman peserta didik berdasarkan skor total adalah sebanyak 8 peserta didik memiliki tingkat pemahaman yang sangat baik dengan skor tertinggi 97,5% dan skor terendah 86,5%. Sebanyak 5 peserta didik memiliki tingkat pemahaman baik dengan skor tertinggi 84,5% dan skor terendah 79% dan sebanyak 5 peserta didik memiliki tingakt pemahaman yang cukup dengan skor tertinggi 67% dan skor terendah 60%. Secara keseluruhan 18 peserta didik ini memperoleh pemahaman yang baik dengan skor rata-rata 81,36%. 4. Mengukur Keberhasilan Model Pembelajaran Blended Learning Setelah pengumpulan data akhir, data pretest dan Posttest kemudian dianalisis menggunakan SPSS 2.0, untuk mengetahui apakah model pembelajaran Blended Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik kelas X IPA pada materi Gerak Lurus Beraturan.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Berikut data Pretest dan Posttest kelas X IPA Tabel 4.10 Data Pretest dan Posttest Kelas X IPA Kode Peserta Didik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Rata-rata Presentasi Skor Pretest 18% 23.50% 22% 35% 21.50% 30% 22% 20% 31% 20% 12.50% 30% 32% 32% 8% 29% 15% 30% 23.99% Presentasi Skor Postest 95.50% 97.50% 84.50% 97% 97% 90% 67% 65% 84.50% 64.50% 84% 86.50% 82% 81.50% 60% 79% 62% 87% 81.36% Data pretest dan posttest tersebut kemudian dianalisis menggunakan uji TDependent Berikut Hasil Analisis data pretest dan Posttest menggunakan SPSS Uji T untuk kelompok dependen.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Pretest 23,972 18 7,6032 Pair 1 Posttest 81,361 18 12,6128 Mean Pair 1 Pretest – -57,3889 Posttest Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Std. Interval of the Std. Error Difference Deviation Mean Lower Upper 11,0061 2,5942 -62,8621 Selanjutnya hasil dari untuk α = 0.05. Bila nilai maka hasilnya signifikan. Karena nilai dan nilai Std. Error Mean 1,7921 2,9729 -51,9157 T df Sig. (2-tailed) -22,122 17 ,000 akan dibandingkan dengan nilai lebih besar sama dengan untuk α = 0.05 adalah 2.110 adalah 22.122 serta tingkat signifikan .000 < α = 0.05 maka dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Blended Learning dapat meningkatkan pemahaman peserta didik. 5. Kemandirian Belajar a. Deskripsi Pengamatan Kemandirian Belajar di Kelas Selama kegiatan pembelajaran di kelas dengan Blended Learning, peserta didik diamati kemandirian belajarnya menggunakan lembar pengamatan

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 dan catatan lapangan. Berikut adalah tabel pengamatan kemandirian belajar peserta didik selama proses pembelajaran di kelas: Tabel 4.11 Pengamatan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas XIPA di Kelas Pertemuan 1 Indikator Percaya diri Disiplin Inisiatif Deskripsi Pengamatan Pada umumnya peserta didik belum berani tampil, ketika ada pertanyaan hanya 3 orang peserta didik yang berani menjawab tanpa ditunjuk. Ketika menemui kesulitan ada 4 kelompok peserta didik cenderung diam tanpa bertanya pada guru. Sama halnya juga ketika mengemukakan pendapat, perserta didik cenderung diam, sehingga guru perlu memilih dan mengajak peserta didik untuk berani menyampaikan pendapat. Karena masih sangat minim jumlah peserta didik yang berani maka ketika berbicara peserta didik cukup lancar, meskipun ada yang masih pelan-pela dan terputus-putus. Peserta didik ketika mencari informasi di internet sesuai dengan alamat yang diberikan pada LKS, namun ada sebagian besar peserta didik yang masih mencari informasi lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Dalam hal ini, guru mengontrol peserta didik hampir setiap saat, karena ketika guru menjauh peserta didik kembali untuk mencari hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Peserta didik pada umumnya sudah baik dalam memperhatikan teman atau guru yang sedang berbicara, namun masih ada satu atau dua orang siswa yang masih sibuk dengan kegiatan pribadinya. Ketika mengerjakan tugas, hampir sebagian besar peserta didik mengerjakan tidak tepat pada waktu, misalnya ketika mengerjakan LKS yang memuat alamat internet untuk mengakses video sebagian besar peserta didik salah memasukkan alamat, sehingga penyelesaian tugas tidak tepat pada waktunya. Ketika mengerjakan tugas yang diberikan, 2 kelompok yang langsung mengerjakan tanpa menunggu perintah dari guru, dan 7 kelompok lainnya masih menunggu perintah dan pengawasan dari guru. Pada umumnya peserta didik, ketika menyelesaikan tugas, karena dibentuk dalam kelompok peserta didik bekerja sama dengan teman kelompok, dan ada yang bertanya dengan guru atau teman dari kelompok lain ketika mengalamai kesulitan. Ada satu kelompok yang berinsiatif ketika mengalami kesulitan, mereka mencari informasi lain dari internet bukan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Indikator Deskripsi Pengamatan Tanggung Jawab dengan alamat yang diberikan guru, tetapi terlebih dahulu bertanya kepada guru apakah sumber informasi yang diperoleh tersebut dapat dipercaya atau tidak. Ketika mengalami kesulitan dalam mengakses alamat internet yang diberikan, 4 kelompok berani bertanya kepada guru dan teman kelompok lainnya. Peserta didik kelihatan menyukai hal-hal yang baru misalnya ketika menggunakan internet dalam pembelajaran ini, hal ini ditunjukkan melalui keaktifan peserta didik ketika mencari informasi pembelajaran di internet meskipun ada sebagian yang masih menggunakan untuk hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Pada umumnya peserta didik ikut mengerjakan tugas kelompok, namun peserta didik masih kesulitan untuk memberikan pendapat dari hasil pemikiran sendiri. Peserta didik kebanyakan mengikuti pendapat dari video yang ditonton, untuk menghasilkan pemikiran sendiri peserta didik masih kesuitan. Hal ini terlihat dalam hasil kerja pada LKS, dimana kalimat yang digunakan masih merujuk pada kalimat yang ada dalam video. Ketika membahas soal atau masalah peserta didik pada umumnya belum aktif mecari sumber referensi, dimana hanya ada satu kelompok yang mencari sumber referensi yang lain, sehingga peserta didik belum mampu menyelesaikan masalah atau tugas secara sendiri tanpa bantuan atau bimbingan dari guru. Tabel 4.12 Pengamatan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas XIPA di Kelas Pertemuan 2 Indikator Percaya diri Deskripsi Pengamatan Pertemuan ke dua ini peserta didik belum sepenuhnya berani, ini ditunjukkan ketika mengerjakan tugas di depan kelas peserta didik belum berani tampil tanpa dipilih oleh guru dan juga belum berani mengemukakan pendapat. Keberanian untuk bertanya mulai terlihat, dimana ketika mengalami kesulitan misalnya dalam mengerjakan tugas latihan. Keberanian untuk berbicara lancar juga mulai terlihat, dimana ketika ada satu orang peserta didik yang sudah menyampaikan pendapat, maka peserta didik yang lain juga ikut menyampaikan pendapat meski ditunjuk terlebih dahulu.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Indikator Disiplin Inisiatif Tanggung Jawab Deskripsi Pengamatan Peserta didik mulai terbiasa mencari informasi sesuai dengan alamat yang diberikan , meskipun masih ada 3 atau 4 orang peserta didik yang masih menggunakan internet untuk hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Ketika guru atau teman sedang berbicara peserta didik memperhatikan, namun ada 3 orang peserta didik yang kadangkadang masih sibuk dengan urusan pribadinya. Pada pertemuan kedua ini, ketika menyelesaikan tugas yang ada pada LKS masih ada 2 kelompok yang mengalami kesulitan dalam memasukkan alamat, sehingga tugas yang diberikan tidak selesai tepat pada waktu. Ketika mengerjakan latihan soal ada sebagaian besar peserta didik yang tidak selesai tepat pada waktu, karena kesulitan dalam berhitung. Ketika dibagikan LKS peserta didik langsung mengerjakan tanpa menunggu perintah dari guru, peserta didik juga mulai mencari informasi melalui internet ketika belum memahami materiyang dipelajari. Ada 2 kelompok yang menggunakan buku paket dalam menyelesaikan latihan soal yang diberikan. Ketika mengalami kesulitan peserta didik mulai berani bertanya pada guru, ada juga yang bertanya pada teman dari kelompok lain. Peserta didik ikut aktif dalam mengerjakan tugas kelompok yang diberikan, namun ada 2 kelompok yang ketika sudah selesai menonton video hanya satu peserta didik yang mengerjakan tugas, sementara peserta didik lainnya mencari informasi lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Peserta didik mulai aktif mencari referensi lain ketika mengerjakan tugas, ada yang berupa video dari youtube, ada yang dalam bentuk teks dari pdf di internet, dan ada 2 kelompok yang menggunakan buku paket. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik mulai mampu menyelesaikan masalah atau tugasnya sendiri, meskipun kadang-kadang ketika mengalami kesulitan peserta didik masih malu bertanya pada guru atau kelompok lain.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Tabel 4.13 Pengamatan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas XIPA di Kelas Pertemuan 3 Indikator Percaya diri Disiplin Inisiatif Tanggung Jawab Deskripsi Pengamatan Ada sebagian peserta didik mulai berani tampil di depan kelas tanpa ditunjuk oleh guru, dan ketika presentasi dari tiap kelompok ada 3 kelompok yang mulai menanggapi presentasi dari kelompok lain. Ketika mengalami kesulitan peserta didik mulai berani bertanya tanpa rasa canggung, dan ketika berbicara peserta didik mulai lancar tanpa gugup. Peserta didik sudah terbiasa mencari informasi sesuai alamat yang diberikan pada LKS dan memperhatikan guru atau teman yang sedang berbicara, namun ada satu dan dua peserta lainnya yang kadang-kadang masih sibuk sendiri. Ketika mengerjakan tugas, perlahan-lahan peserta didik mulai menyelesaikan tugas tepat pada waktu. Peserta didik juga mulai terbiasa mengerjakan tugas tanpa menunggu perintah dari guru, dan pada umumnya mulai mencari informasi dari internet atau buku ketika ada tugas atau materi yang belum dipahami. Peserta didik juga mulai bertanya pada guru atau teman kelompok lain, sehingga proses pembelajaran menjadi aktif. Ketika mengerjakan tugas kelompok peserta didik aktif dan mulai berani memberikan pendapat dari hasil pemikirannya sendiri. Ketika mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas atau menyelesaikan masalah, peserta didik mulai aktif bersama teman kelompok mencari referensi, dan ada 3 orang peserta didik yang masih mencari informasi lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Tabel 4.14 Pengamatan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas XIPA di Kelas Pertemuan 4 Indikator Percaya diri Disiplin Inisiatif Tanggung Jawab Deskripsi Pengamatan Pada umumnya peserta didik berani tampil di depan kelas, ketika mengerjakan tugas atau menyampaikan pendapat. Sama halnya ketika mengalami kesulitan peserta didik berani bertanya pada guru atau bertanya antar teman. Ketika mengerjakan tugas di depan kelas atau mempresentasikan hasil diskusi kelompok, ada peserta didik yang berebutan dengan teman untuk tampil. Ketika mengakses internet peserta didik mengakses sesuai dengan alamat yang diberikan pada LKS, dan ada 2 peserta didik yang masih menggunakan internet untuk hal lain diluar jam pelajaran. Ketika ditegur, peserta didik tersebut langsung menggunakan internet untuk pembelajaran, namun ketika guru tidak mengawasi maka kedua peserta didik tersebut kembali berulah. Untuk mengatasi hal ini, guru tidak lepas mengontrol kedua peserta didik ini, lama-lama kelamaan akhirnya keduanya tidak berulah lagi. Peserta didik memperhatikan guru atau teman yang lagi berbicara, namun ada seorang peserta didik yang kadang-kadang suka sibuk sendiri tidak memperhatikan. Ketika mengerjakan tugas, peserta didik mengerjakan tepat pada waktu, meskipun ada beberapa peserta didik yang kadang belum menyelesaikan tugas sepenuhnya, misalnya pada waktu latihan soal. Untuk mengerjakan LKS pada umumnya peserta didik menyelesaikan tepat waktu, bahkan ada yang menyelesaikan sebelum waktu yang ditentukan. Pada umumnya peserta didik mulai terbiasa mengerjakan tugas tanpa perintah dari guru, namun ada 2 peserta didik yang kadang masih menunggu perintah dari guru, karena kedua peserta didik tersebut menggunakan internet untuk hal-hal lain. Ketika mengerjakan tugas, peserta didik menyelesaikan tugas sendiri terlebih dahulu, ketika mengalami kesulitan kemudian peserta didik bertanya pada guru atau teman, dan ada juga yang mencari informasi melalui internet atau buku. Ketika mengerjakan tugas kelompok, peserta didik terlibat aktif, namun ada 2 peserta didik yang kadang membiarkan teman kelompok sendiri mengerjakan. Ketika belum ada materi atau mengerjakan tugas latihan soal peserta didik mencari referensi dari internet atau buku, sehingga peserta didik mapu menyelesaikan masalahnya.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Tabel 4.15 Pengamatan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas XIPA di Kelas Pertemuan 5 Indikator Percaya diri Disiplin Inisiatif Tanggung Jawab Deskripsi Pengamatan Pertemuan kelima ini, peserta didik terlihat mandiri, dimana peserta didik berani tampil di depan ketika mengerjakan tugas atau presentasi. Samahalnyas ketika mengalami kesulitan, peserta didik tidak segansegan untuk bertanya, lansung bertanya pada guru atau teman. Saat berbicara di depan kelas, peserta didik mulai lancar berbicara, tidak gugup lagi. Peserta didik mencari informasi sesuai dengan alamat internet yang diberikan pada LKS. Kedua peserta didik yang biasa menggunakan internet untuk hal-hal lain tidak lagi menggunakan internet untuk hal tersebut. Peserta didik memperhatikan ketika teman atau guru sedang berbicara, peserta didik berdiskusi dengan teman ketika waktu diskusi, sehingga pembelajaran berjalan dengan baik. Ada sebagian peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan tepat pada waktu dan ada yang tidak selesai pada waktu karena kesulitan dalam berhitung. Peserta didik sudah terbiasa dengan mengerjakan tugas tanpa menunggu perintah atau kontrol dari guru. Ketika menyelesaikan latihan soal ada peserta didik yang mengerjakan sendiri, dan ada yang bertanya dengan teman atau guru. Ketika guru sedang menjelaskan kepada peserta didik lain, peserta didik lainnya mencari informasi melalui internet atau buku, kemudian mengkonfirmasi dengan guru. Pada umunya peserta didik ikut mengerjakan tugas kelompok, dan ketika berdiskusi peserta didik memberikan pendapat hasil pemikirannya sendiri. Ketika membahas soal peserta didik ikut aktif mencari referensi, sehingga peserta didik mampu menyelesaikan tugas sendiri. b. Kuesiner Kemandirian Belajar Kuesioner kemandirian belajar diberikan untuk mengukur tingkat kemandirian belajar peserta didik selama diterapkannya model pembelajaran Blended Learning. Pengisian kuesioner kemandirian belajar pada tanggal 15

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Agustus 2018 diikuti oleh 18 peserta didik. Skor kemandirian peserta didik tiap pernyataan pada tabel dapat dilihat pada tabel 4.16 dan Skor kuesioner kemandirian belajar peserta didik 4.17 Tabel 4.16 Skor Kemandirian Belajar Kelas X IPA Tiap Pernyataan Kode Nomor Pernyataan Peserta 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Didik 1 2 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 2 3 4 3 4 2 3 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 3 4 4 4 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 2 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 2 3 4 4 7 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 8 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 9 2 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 2 4 3 4 10 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 11 3 3 3 3 4 4 3 2 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 12 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 13 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 14 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 15 4 3 4 4 4 4 4 2 4 3 2 3 2 3 4 4 2 3 4 4 16 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 17 2 3 3 3 4 4 4 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 18 4 3 4 4 3 4 3 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 ∑ 53 59 59 63 67 64 66 49 60 54 53 54 51 63 60 61 52 58 62 61

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Tabel 4.17 Kemandirian Belajar Kelas X IPA Kode Peserta Didik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Rata-rata Skor Angket Kemandirian Belajar 62 77 76 57 64 65 69 79 67 58 53 55 75 76 67 57 57 55 64.94 Tingkat Kemandirian Belajar Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Cukup Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Pada tabel 4.16 Skor Kemandirian Belajar Kelas X IPA Tiap Pernyataan, diketahui bahwa skor kemandirian peserta didik terbagi dalam dua tingkat kemandirian yakni tinggi dan cukup. Untuk tingkat kemandirian tinggi berjumlah 13 pernytaan dan tingkat kemandirian cukup berjumlah berjumlah 7 pernyataan.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Dari tingkat kemandirian yang tinggi dilihat 3 urutan paling tinggi adalah 67, 66 dan 64. Ketiga skor tertinggi tersebut berada pada pernyataan nomor 5 yang berbunyi “saya mencari informasi sesuai dengan alamat internet yang diberikan guru”. Pernyataan ini berkaitan dengan indikator kedisiplinan peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik disiplin ketika mengerjakan LKS. Pernyataan nomor 7 “saya memperhatikan guru/teman yang sedang memberikan atau menjelaskan materi pelajaran gerak lurus beraturan”, dan pernyataan nomor 6 “saya mencari informasi dari buku yang berkaitan dengan materi gerak lurus beraturan”. Khusus pada pernyataan nomor 6 melalui pengamatan di kelas pada umumnya setiap peserta didik memiliki buku paket, sehingga ketika latihan soal selain mencari informasi dari internet ada sebagian juga yang mencari melalui buku. Untuk 13 pernyataan yang masuk dalam tingkat kemandirian yang tinggi yakni nomor 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 14, 15, 16, 18, 19, dan 20, didukung dengan pengamatan selama di kelas. Ketika mengerjakan tugas yang diberikan untuk pencarian informasi peserta didik mencari informasi dari internet, buku, teman, dan guru, ketika mengalami kesulitan misalnya belum memahami materi tertentu peserta didik bertanya kepada guru atau teman, juga mencari informasi di buku atau internet. Ketika diminta untuk mengerjakan di depan kelas atau mempresentasikan peserta didik juga berani, meskipun masih ada satu dua peserta didik yang masih malu-malu, namun ketika didekati dan adanya

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 motivasi dari teman-teman peserta didik tersebut akhirnya berani untuk tampil di depan. Untuk tingkat kemandirian kategori cukup, dilihat skor yang diperoleh pada pernyataan nomor 1, 8, 10, 11, 12, 13, dan 17 dengan skor masingmasing 53, 49, 54, 53, 54, 51, dan 52. Pada skor terendah pernyataan 8 “setiap ada tugas dari guru saya langsung kerjakan pada saat itu juga”, dilihat bahwa ketika ada tugas di kelas yang diberikan peserta didik lansung mengerjakan pada saat itu juga, namun untuk PR pada pertemuan kedua tidak ada yang mengumpulkan karena tidak dikerjakan. Pernyataan nomor 8, 10, 11, 12, 13, dan 17 isi keenam pernyataan tersebut mengenai kemandirian belajar peserta didik di rumah. Ini menunjukkan bahwa kurangnya kemandirian belajar peserta didik di rumah, sedangkan pernyataan nomor 1 “saya mengerjakan tugas sendiri tanpa melihat dan bertanya dengan orang lain” dilihat pada pengamatan di kelas pada umumnya peserta didik berdiskusi atau bertanya dengan teman maupun guru ketika mengerjakan tugas, kemandirian untuk mengerjakan tugas sendiri tanpa melihat dan bertanya dengan orang lain masih kurang. Dari tabel 4.17 Tabel Kemandirian Belajar Peserta Didik diketahui bahwa 7 peserta didik memiliki tingkat kemandirian belajar yang sangat tinggi dengan skor dari 69 - 79, sebanyak 7 peserta didik memiliki tingkat kemandirian belajar yang tinggi dengan skor dari 57 - 67, sebanyak 4 peserta didik memiliki tingkat kemandirian belajar yang cukup tinggi dengan skor

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 dari 53 - 55. Secara umum kemandirian 18 peserta didik ini tinggi dengan skor rata-rata 64,94.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 5 PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan data dan analisis data, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Dampak dari penerapan blended learning terhadap hasil belajar peserta didik Kelas X IPA di SMAN 1 Nagawutung pada pokok bahasan gerak lurus beraturan adalah dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dimana hasil belajar peserta didik pada posttest lebih tinggi dari pretest dengan skor ratarata kelas yang diperoleh pada pretest adalah 23.99% dan skor rata-rata posttest adalah 81.36%. Sehingga model pembelajaran Blended Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik kelas X IPA 1 di SMAN 1 Nagawutung dengan tingkat signifikan .000 < = 0.05 dan nilai tobservasi lebih besar dari tkritikal dengan nilai 22.122 > 2.110 2. Dampak penerapan Blended Learning terhadap kemandirian belajar peserta didik kelas X IPA SMAN 1 Nagawutung adalah dapat meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Dimana pada awalnya keberanian, dispilin, inisiatif, dan tanggung jawab peserta didik masih rendah. Selama 5 pertemuan pembelajaran menggunakan Blended Learning, peserta didik terlatih untuk terbiasa dalam hal keberanian, disiplin, inisiatif, dan tanggung jawab. Hasil kuesioner kemandirian belajar peserta didik menunjukkan bahwa kemandirian peserta didik tergolong tinggi dengan skor rata-rata 64.94%. 83

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 B. SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Model pembelajaran Blended Learning dapat digunakan sebagai salah satu model dalam pembelajaran, karena model ini dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dengan ketentuan bahwa adanya pengawasan dan bimbingan dari guru dengan menggunakan panduan Lembar Kerja Siswa. 2. Peserta didik agar dapat memanfaatkan teknologi informasi berupa internet yang berkembang pesat sebagai sumber belajar fisika agar dimanfaatkan secara optimal. 3. Sekolah agar dapat memfasilitasi sarana pembelajaran semaksimal mungkin sesuai dengan perkembangan teknologi informasi 4. Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya perlu dilakukan komunikasi yang lancar antara peneliti dan pihak sekolah, sehingga keterbatasan sarana pembelajaran dapat diatasi sebaik mungkin.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 DAFTAR PUSTAKA Arifin Zainal, dkk. 2011. Penelitian Pendidikan. Metode dan Paradigma Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Elena Mosa. INDIRE, National Documentation Institute For Innovation and Education, via M. Buonarroti 10, 50122 Firenze, Italy Foster, Bob. 2017.Akselerasi Fisika untuk SMA/MA kelas X. Penerbit Duta Graham C. R. 2006. Blended Learning Systems: Definition, Current Trends, and Future Directions. The Handbook of Blended Learning Global Perspectives, Locak Designs. (Ed: C. J. Bonk; C. R. Graham). TOJET: The Turkish Online Journal of Educational Technology – April 2012, volume 11 Issue 2 K. Thorne, Blended learning: How to integrate online and traditional learning, London, Kogan Page, 2003. Mundilarto. 2012. Penilaian hasil belajar fisika. Yogyakarta: UNY Press Munir, 2013. Multimedia dan Konsep Aplikasi Dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta Neumeier, P. (2005). A Closer Look At Blended Learning – Parameters for Designing a Blended Learning Environment for Language Teaching and Learning. ReCALL, 17(2), 163-178. Rooney, J. E. 2003, Blended learning opportunities to enhance educational programming and meetings. Association Management, 55(5), 26-32.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Sanusi Uwes. 2003. Visi Dan Pondasi Pendidikan. Jakarta: Logos Wacana Ilmu dan Pendidikan Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Kontruktivisme & Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2011. Pengantar Statistika untuk Pendidikan dan Psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2008. Riset tindakan untuk pendidik= action research in education. Jakarta: PT Grasindo

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 LAMPIRAN

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 LAMPIRAN 1 SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAN

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 LAMPIRAN 2 SURAT PERIZINAN PELAKSANAAN PENELITIAN

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 LAMPIRAN 3 SURAT KETERANGAN TELAH MELAKSANAKAN PENELITIAN

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 LAMPIRAN 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN A. Identitas Sekolah : SMAN 1 Nagawutung Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : X/1 Materi Pokok : Gerak Lurus Beraturan Alokasi Waktu :8 45 menit B. Kompetensi Inti Kompetensi Inti 3 Kompetensi Inti 4 (Keterampilan) (Pengetahuan) 3. Memahami, menerapkan, menganalisis 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam pengetahuan faktual, konseptual, ranah konkret dan ranah abstrak terkait prosedural berdasarkan rasa ingintahunya dengan pengembangan dari yang tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dipelajarinya di sekolah secara mandiri, budaya, dan humaniora dengan wawasan dan mampu menggunakan metode sesuai kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan kaidah keilmuan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 C. Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar 3.4 Menganalisis besaran-besaran fisis pada gerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan gerak lurus dengan percepatan konstan (tetap) berikut penerapannya dalam kehidupan seharihari misalnya keselamatan lalu lintas Indikator 3.4.1 Peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar gerak 3.4.2 Peserta didik dapat menjelaskan posisi suatu benda yang bergerak 3.4.3 Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan jarak dan perpindahan 3.4.4 Peserta didik dapat menentukan jarak dan perpindahan suatu benda yang bergerak 3.4.5 Peserta didik dapat memberi contoh jarak dan perpindahan suatu benda yang bergerak 3.4.6 Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan kelajuan dan kecepatan 3.4.7 Peserta didik dapat menganalisis kelajaun dan kecepatan gerak suatu benda 3.4.8 peserta didik dapat menganalisis percepatan suatu benda yang bergerak 3.4.9 Peserta didik dapat menganalisis gerak lurus beraturan (gerak dengan kecepatan konstan) 3.4.10 Peserta didik dapat memberi contoh benda yang bergerak dengan kecepatan konstan dalam kehidupan

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Kompetensi Dasar Indikator sehari-hari 4.4 Menyajikan data dan grafik hasil percobaan gerak benda untuk menyelidiki karakteristik gerak lurus dengan 4.4.1 Peserta didik dapat menggambar grafik posisi terhadap waktu 4.4.2 Peserta didik dapat menggambar kecepatan konstan (tetap) dan gerak lurus grafik kecepatan terhadap waktu dengan percepatan konstan (tetap) berikut 4.4.3 Peserta didik dapat menggambar makna fisisnya grafik percepatan terhadap waktu D. Sumber Belajar, Media, Alat / Bahan  Sumber belajar: Buku pegangan peserta didik dan internet  Media: papan tulis, spidol, computer, LCD, layar dan handphone E. Materi Pembelajaran Gerak lurus beraturan : konsep dasar gerak, posisi, jarak dan perpindahan. F. Metode Pembelajaran Diskusi kelompok, e-learning. G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Kegiatan  Guru memasuki kelas dan menyampaikan Sumber Belajar (Alamat Link) Alokasi Waktu 2 menit salam (memperkenalkan diri)  Guru dan peserta didik mengawali 1 menit pembelajaran dengan doa  Guru mengabsensi kehadiran peserta didik 1 menit  Peserta didik mengikuti pretest 35 menit

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Sumber Belajar Kegiatan (Alamat Link) Alokasi Waktu (guru mengecek komputer yang akan digunakan peserta didik siap dipakai)  Peserta didik diberi apersepsi mengenai https://www.youtube.c gerak lurus beraturan yang akan di pelajari. om/watch?v=VIQPOT (Pengertian gerak semu dan gerak 4iM1E&index=7&list sebenarnya, gerak berdasarkan linatasan) =PLYd- 15 menit 4PUzs1NEVq9S0KqR a4vkL-ovR2Kay  Guru menegaskan hal-hal yang akan 5 menit dipelajari yaitu, konsep dasar gerak, jarak, posisi, perpindahan, kelajuan, kecepatan, percepatan, dan gerak lurus beraturan.  Peserta didik ditugaskan untuk mengakses  https://www.youtu internet mengenai konsep dasar gerak, be.com/watch?v=8 posisi, jarak dan perpindahan dengan sqD0pTFXx4 panduan LKS secara berkelompok 20 menit  https://www.youtu be.com/watch?v=w T67hzlPFhk  Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan apa yang telah dipelajari 10 menit dari video yang ditonton.  Peserta didik menyampaikan hasil diskusi (lihat tabel pembagian kelompok)  10 menit Guru dan peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran konsep dasar gerak, posisi, jarak, dan perpindahan. 5 menit

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Pertemuan 2 Kegiatan Sumber Belajar Alokasi (Alamat Link) Waktu  Guru memasuki kelas dan menyampaikan salam 2 menit  Guru dan peserta didik mengawali pembelajaran 1 menit dengan doa  Guru mengabsensi kehadiran peserta didik 1 menit  Guru mengecek komputer yang akan digunakan 5 menit peserta didik siap dipakai  5 menit Guru mengingatkan materi yang telah dipelajari sebelumnya    Peserta didik mengakses link untuk memahami https://www.youtube.c contoh soal dan penyelesaian mengenai jarak dan om/watch?v=lpM1M perpindahan dengan panduan LKS RNaj4M Peserta didik mengerjakan tugas latihan soal yang https://youtu.be/ke317 diberikan guru (lihat tugas 1) XerBGs Peserta didik menyampaikan penyelesaian soal di 20 menit 20 menit 20 menit papan tulis untuk dibahas bersama  Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya  Guru dan peserta didik menyimpulkan hasil 8 menit 8 menit pembelajaran konsep dasar gerak, posisi, jarak, dan perpindahan.  Peserta didik diberi pekerjaan rumah (PR) oleh guru, dikerjakan secara individu dengan bersumber dari internet dan buku, alamatnya disertakan pada lembar jawaban. (lihat tugas rumah 1) 5 menit

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Pertemuan 3 Kegiatan  Sumber Belajar (Alamat Alokasi Link) Waktu Guru memasuki kelas dan 1 menit menyampaikan salam  Guru dan peserta didik mengawali 1 menit pembelajaran dengan doa   Guru mengabsensi kehadiran peserta 1 menit didik 3 menit guru mengecek komputer yang akan digunakan peserta didik siap dipakai  10 menit Peserta didik diberi apersepsi mengenai kelajuan dan kecepatan (contoh kelajuan pada speedometer 3 menit motor)  Peserta didik menjawab pertanyaan guru mengenai contoh perbedaan kelajuan dan kecepatan dalam kehidupan sehari-hari yang telah 13 menit ditonton  Peserta didik secara berkelompok https://www.youtube.com/ ditugaskan untuk mengakses internet watch?v=UhxxILcof6Y mengenai kelajuan dan kecepatan dengan panduan LKS sekaligus https://www.youtube.com/ mendiskusikan video yang telah watch?v=tkuWu9-I1nE ditonton  Peserta didik menyampaikan hasil 8 menit 5 menit

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Kegiatan Sumber Belajar (Alamat Alokasi Link) Waktu diskusi  15 menit Peserta didik bertanya atau memberi pendapat mengenai hasil presentasi kelompok yang lain.  Peserta didik mengakses link untuk https://www.youtube.com/ memahami contoh soal kelajuan dan watch?v=9pBHzKW_gjo 15 menit https://www.youtube.com/ kecepatan serta penyelesainnya watch?v=Gc8k46NusSo  Peserta didik mengerjakan tugas 15 menit berupa soal latihan kelajuan dan kecepatan yang diberikan oleh guru 5 menit (lihat tugas 2)  Peserta didik dan guru membahas 2 menit soal latihan  Guru dan peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran kelajuan dan kecepatan  Peserta didik diberi tugas rumah dikerjakan secara individu dengan bersumber dari internet dan buku, alamatnya disertakan pada lembar jawaban.(lihat tugas rumah 2)

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Pertemuan 4 Kegiatan  Sumber Belajar Alokasi (Alamat Link) Waktu 1 menit Guru memasuki kelas dan menyampaikan salam  1 menit Guru dan peserta didik mengawali pembelajaran dengan doa   Guru mengabsensi kehadiran peserta 1 menit didik 3 menit guru mengecek komputer yang akan 10 menit digunakan peserta didik siap dipakai  Peserta didik diberi apersepsi mengenai percepatan (contoh percepatan dalam 3 menit kehidupan sehari-hari)  Peserta didik menjawab pertanyaan guru mengenai contoh perceoatan dalam kehidupan sehari-hari yang telah 20 menit ditonton  Peserta didik secara berkelompok ditugaskan untuk mengakses internet mengenai percepatan dan GLB dengan panduan LKS sekaligus mendiskusikan video yang telah ditonton  Peserta didik menyampaikan diskusi (lihat tabel hasil pembagian kelompok)  Peserta didik bertanya atau memberi http://youtu.be/8OnGf30 Sv_4https://www.youtu.b e/kUaf2iLyhyA (percepatan) https://www.youtube.co m/watch?v=YfuhTKjCF 10 menit yU(GLB) 5 menit

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Kegiatan Sumber Belajar Alokasi (Alamat Link) Waktu pendapat mengenai hasil presentasi 15 menit kelompok yang lain.  Peserta didik mengakses link untuk https://www.youtube.co memahami contoh soal percepatan dan m/watch?v=z1msC9Yvu nA GLB serta penyelesainnya https://www.youtube.co 15 menit m/watch?v=y6ozSEuIiK   Peserta didik mengerjakan tugas berupa 4 soal latihan percepatan dan GLB yang 15 menit diberikan oleh guru (lihat tugas 3) 3 menit Peserta didik dan guru membahas soal 3 menit latihan  Guru dan peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran percepatan dan GLB  Peserta didik dikerjakan diberi secara tugas individu rumah dengan bersumber dari internet dan buku, alamatnya disertakan pada jawaban.(lihat tugas rumah 3) lembar

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 LAMPIRAN 5 LEMBAR KERJA SISWA Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1 Nama : Kelas : A. Tujuan : a. Siswa dapat menjelaskan konsep dasar gerak dan posisi b. Siswa dapat memahami perbedaan jarak dan perpindahan B. Petunjuk : a. Akses alamat dibawah ini https://www.youtube.com/watch?v=8sqD0pTFXx4 kemudian nontonlah video tersebut! b. Berdasarkan video yang telah Anda tonton, jawablah pertanyaan dibawah ini pada kolom yang telah disediakan!  Kapan benda dikatakan diam dan kapan benda dikatakan bergerak? Jawaban: Benda dikatakan diam ketika benda tidak mengalami perubahan posisi Benda dikatakan bergerak ketika benda mengalami perubahan posisi. c. Akses alamat dibawah ini https://www.youtube.com/watch?v=wT67hzlPFhk

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 d. Berdasarkan video yang telah Anda tonton, jawablah pertanyaan dibawah ini pada kolom yang telah disediakan!  Apa yang dimaksud dengan posisi suatu benda? Berikan contoh! Jawaban: Posisi suatu benda ditentukan berdasarkan jarak, arah, dan titik acuan, misalnya saya berada 100 m ke selatan dari SMA 25.  Apa yang dimaksud dengan jarak? Berikan contoh! Jawaban: Jarak merupakan panjang seluruh lintasan Contoh: 250 m Jarak merupakan besaran skalar, yaitu besaran yang memiliki nilai tanpa disertai arah.  Apa yang dimaksud dengan perpindahan? Jawaban: Perpindahan merupakan perubahan posisi suatu benda diukur dari posisi awal ke posisi akhir benda. Contoh : 250 m ke selatan Perpindahan merupakan besaran vektor, yaitu besaran yang memiliki nilai dan arah.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 2 Nama : Kelas : C. Tujuan : a. Siswa dapat menjelaskan konsep dasar gerak dan posisi b. Siswa dapat memahami perbedaan jarak dan perpindahan D. Petunjuk : a. Akses alamat berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=lpM1MRNaj4M. b. Setelah anda berhasil mengakses alamat tersebut, nontonlah video tersebut, kemudian catatlah apa yang anda ketahui dari video yang telah Anda tonton, pada kolom yang telah disediakan dibawah ini!  Apa yang diketahui dan ditanyakan pada contoh soal tersebut, dan bagaimana cara menyelesaikan permasalahan pada soal tersebut? Jawaban: Diketahui: Erni berlari sepanjang lapangan yang memilkik panjang 80 m dan lebar 60 m, seperti gambar dibawah ini. Dia berlari dari titik A hingga titik C melalui titik B terlebih dahulu. c.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Ditanya: Jarak = …… Perpindahan = …… Jawab Jarak Jarak = panjang AB + BC Jarak = 60 m + 80 m = 140 m Perpindahan Perpindahan Panjang AC = panjang AC =√ =√ =√ =√ = 100 m ke Barat

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 3 Nama : Kelas : A. Tujuan : a. Siswa dapat menjelaskan perbedaan kelajuan dan kecepatan B. Petunjuk : a. Akses alamat dibawah ini https://www.youtube.com/watch?v=UhxxILcof6Y b. Setelah anda berhasil mengakses alamat tersebut, nontonlah video tersebut, kemudian selesaikan pertanyaan dibawah ini!  Berikan contoh perbedaan kelajuan dan kecepatan dalam kehidupan sehari-hari! Jawaban: Contoh kelajuan dan kecepatan dalam kehidupan sehai-hari misalnya kelajuan yang ditunjukkan oleh jarum speedometer misalnya 20 km/jam, sedangkan kecepatan misalnya 20 km/jam ke arah barat. Kelajuan hanya menunjukkan nilai tanpa memperhatikan arah (skalar), sedangakn kecepatan menunjukkan nilai dan arah (vektor). b. Akses alamat dibawah ini https://www.youtube.com/watch?v=tkuWu9-I1nE c. Setelah anda berhasil mengakses alamat tersebut, nontonlah video tersebut, kemudian selesaikan pertanyaan dibawah ini!  Apa perbedaan kelajaun dan kecepatan?

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Jawaban: Kelajuan adalah jarak tempuh selama waktu tertentu. Contoh: kelajuan mobil yang bergerak adalah 20 m/s. Kecepatan adalah perpindahan benda dalam waktu tertentu. Contoh: Kecepatan mobil yang bergerak adalah 20 m/s kea rah kota B. Kelajuan adalah besaran skalar karena hanya memiliki nilai, sedangkan kecepatan merupakan besaran vektor karena memiliki nilai dan arah.  Bagaimana mengetahui kelajuan benda pada waktu tertentu Jawaban: Kelajuan dan kecepatan benda pada waktu tertentu dapat diketahui dari kelajuan sesaat dan kecepatan sesaat. Kecepatan sesaat sebuah benda yang sedang bergerak di definisikan sebagai perubahan posisi benda pada suatu waktu tertentu. Kelajuan sesaat adalah besarnya kecepatan sesaat.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 4 Nama : Kelas : A. Tujuan : a. Siswa dapat memahami percepatan pada benda b. Siswa dapat menjelaskan gerak lurus beraturan B. Petunjuk : a. Akses alamat dibawah ini https://www.youtu.be/kUaf2iLyhyA b. Setelah anda berhasil mengakses alamat tersebut, nontonlah video tersebut, kemudian selesaikan pertanyaan di bawah ini!  Apa yang dimaksud dengan percepatan, berikan penjelasanmu! Jawaban: Besarnya percepatan rata-rata adalah ̅ = = Percepatan adalah besaran vector, sedangkan nilainya adalah besaran skalar Percepatan sesaaat adalah perubahan kecepatan yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Percepatan sesaat terjadi saat selang waktu mendekati nol. a= c. Akses alamat dibawah ini https://www.youtu.be/kUaf2iLyhyA d. Setelah anda berhasil mengakses alamat tersebut, nontonlah video tersebut, kemudian selesaikan pertanyaan di bawah ini!  Apa yang dimaksud dengan gerak lurus beraturan, berikan penjelasan!

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Jawaban: Gerak lurus beraturan adalah gerak yang lintasannya berupa garis lurus dan kecepatannya tetap.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 LEMBAR KERJA SISWA Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1 Nama : Kelas : E. Tujuan : c. Peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar gerak dan posisi d. Peserta didik dapat memahami perbedaan jarak dan perpindahan F. Petunjuk : e. Akses alamat dibawah ini https://www.youtube.com/watch?v=8sqD0pTFXx4, kemudian nontonlah video tersebut! f. Berdasarkan video yang telah Anda tonton, jawablah pertanyaan dibawah ini pada kolom yang telah disediakan!  Kapan benda dikatakan diam dan kapan benda dikatakan bergerak? Jawaban: ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………............................................................................ g. Akses alamat dibawah ini

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 https://www.youtube.com/watch?v=wT67hzlPFhk h. Berdasarkan video yang telah Anda tonton, jawablah pertanyaan dibawah ini pada kolom yang telah disediakan!  Apa yang dimaksud dengan posisi suatu benda? Berikan contoh! Jawaban: ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ……s………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ……………………………………………………  Apa yang dimaksud dengan jarak? Berikan contoh! Jawaban: ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… …………………………………………………………………

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………….........................................  Apa yang dimaksud dengan perpindahan? Jawaban: ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… …………………………………………………………………

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 2 Nama : Kelas : A. Tujuan : c. Peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar gerak dan posisi d. Peserta didik dapat memahami perbedaan jarak dan perpindahan B. Petunjuk : d. Akses alamat berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=lpM1MRNaj4M. e. Setelah anda berhasil mengakses alamat tersebut, nontonlah video tersebut, kemudian catatlah apa yang anda ketahui dari video yang telah Anda tonton, pada kolom yang telah disediakan dibawah ini! ………………………….  Diketahui :  Ditanya :…………………………………  Penyelesaian : …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… ……………………………………………………………………

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 3 Nama : Kelas : C. Tujuan : c. Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan kelajuan dan kecepatan D. Petunjuk : d. Akses alamat dibawah ini https://www.youtube.com/watch?v=UhxxILcof6Y e. Setelah anda berhasil mengakses alamat tersebut, nontonlah video tersebut, kemudian selesaikan pertanyaan dibawah ini!  Berikan contoh perbedaan kelajuan dan kecepatan dalam kehidupan sehari-hari! Jawaban: ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… …………………………………………………………………

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… f. Akses alamat dibawah ini https://www.youtube.com/watch?v=tkuWu9-I1nE g. Setelah anda berhasil mengakses alamat tersebut, nontonlah video tersebut, kemudian selesaikan pertanyaan dibawah ini!  Apa perbedaan kelajaun dan kecepatan? Jawaban: ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… …………………………………………………………...  Bagaimana mengetahui kelajuan benda pada waktu tertentu Jawaban: ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… …………………………………………………………………

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… …………………………………………………………...

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 4 Nama : Kelas : C. Tujuan : c. Peserta didik dapat memahami percepatan pada benda d. Peserta didik dapat menjelaskan gerak lurus beraturan D. Petunjuk : e. Akses alamat dibawah ini https://www.youtu.be/kUaf2iLyhyA f. Setelah anda berhasil mengakses alamat tersebut, nontonlah video tersebut, kemudian selesaikan pertanyaan di bawah ini!  Apa yang dimaksud dengan percepatan, berikan penjelasanmu! Jawaban: ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… …………………………………………………………………

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 g. Akses alamat dibawah ini https://www.youtu.be/kUaf2iLyhyA h. Setelah anda berhasil mengakses alamat tersebut, nontonlah video tersebut, kemudian selesaikan pertanyaan di bawah ini!  Apa yang dimaksud dengan gerak lurus beraturan, berikan penjelasan! Jawaban: ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… …………………………………………………………………

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 LAMPIRAN 6 SOAL PRETEST/POST-TEST Soal Pretest/Post-test 1. Sebuah mobil bergerak 60 km ke arah timur, kemudian berbalik menempuh jarak 20 km kea rah barat. Perpindahan mobil dari kedudukan semula adalah …. a. 30 km ke arah timur b. 40 km ke arah timur c. 80 km ke arah timur d. 30 km ke arah barat e. 20 km ke arah barat Penyelesaian: 20 km B A 60 km Perpindahan mobil dari kedudukan semula adalah panjang linatasan AB = 60 km – 20 km = 40 km kea rah timur 2. Pada soal nomor 2 di atas, jarak yang ditempuh mobil adalah …. a. 20 km b. 30 km c. 40 km d. 60 km e. 80 km

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Penyelesaian: Jarak yang ditempuh mobil adalah panjang seluruh lintasan yang ditempuh mobil. x = 60 km + 20 km x = 80 km 3. Seseorang berjalan lurus 30 m ke barat dalam waktu 70 detik dan kemudian 20 m ke timur dalam waktu 30 detik. Kelajuan rata-rata dan kecepatan ratarata orang tersebut dalam perjalanannya adalah …. a. 0,5 m/s dan 0,25 m/s ke barat b. 0,1 m/s dan 0,1 m/s ke timur c. 0,1 m/s dan 0,1 m/s ke barat d. 0,5 m/s dan 0,25 m/s ke timur e. 0,5 m/s dan 0,5 m/s ke utara Penyelesaian: 20 km B 30 km Kelajuan rata-rata orang tersebut adalah v = = = = 0,5 m Kecepatan rata-rata orang tersebut adalah = = = = -0,25 m ke barat A

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 4. Sebuah mobil bergerak sepanjang sumbu x sesuai dengan persamaan x = 2t 3 + 5t2 + 5 , dengan x dalam meter dan t dalam detik. Kecepatan rata-rata dalam selang waktu antara 2 detik dan 3 detik adalah …. a. 12 m/s b. 27 m/s c. 31 m/s d. 54 m/s e. 63 m/s Penyelesaian: x = 2t3 + 5t2 + 5 x (t=2 detik) = 2(2)3 + 5(2)2 + 5 = 41 m x (t=3 detik) = 2(3)3 + 5(3)2 + 5 = 104 m Kecepatan rata-rata dalam selang waktu antara 2 detik dan 3 detik adalah Vrata-rata = = = = 63 m/detik 5. Mobil yang bergerak dengan kecepatan awal 10 m/s, setelah 5 detik kecepatannya menjadi 20 m/s. Percepatan mobil adalah a. 1 m/s2 b. 2 m/s2 c. 3 m/s2 d. 4 m/s2 e. 5 m/s2

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Penyelesain: V0 = 10 m/s t0 = 0 s V1 = 20 m/s t1 = 5 s Percepatan mobil adalah a = = = = 2 m/s2 6. X 80 t (s) 0 1 2 3 4 5 Suatu benda bergerak lurus beraturan dengan grafik x-t seperti pada gambar di atas. Kecepatan gerak benda sebesar …. a. 4 m/s b. 10 m/s c. 12 m/s d. 14 m/s e. 16 m/s Penyelesaian: Vrata-rata = = = = 16 m/s

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 7. v (m/s) P Q R T S t (s) Grafik di atas merupakan hubungan kecepatan (v) dan waktu (t) dari suatu gerak lurus. Bagian grafik yang menunjukkan gerak lurus beraturan adalah …. a. P b. Q c. R d. S e. T Penyelesain: Gerak lurus beraturan adalah gerak pada linatasan lurus dengan kecepatan tetap adan percepatan nol. Dari garfik linatasan yang menunjukkan kecepatan konstan adalah linatasan R 8. Dua orang pelari, dari tempat yang sama berlalri menuju arah yang sama. Orang pertama bergerak dengan kecepatan 5 m/s, empat detik kemudian orang kedua bergerak dengan kecepatan 8 m/s. orang kedua bergerak menyusul orang pertama setelah …. a. detik b. detik c. detik

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 d. detik e. detik Penyelesaian: Misalkan kedua pelari tersebut berlari menuju ke kanan. x1 = x2 v1. t1 = v2. t2 5 m/s. (t2 + 4s) = 8 m/s. t2 5 m/s. t2 + 20 m = 8 m/s. t2 20 m = 3 m/s. t2 t2 s = 9. Sebuah kereta api sedang bergerak dengan kelajuan 30 m/s. ketika melewati tanda akan memasuki stasiun, masinis memperlamabat kelajuan kereta api sebesar 4,00 m/s2. Berapa waktu yang diperlukan kereta sampai kereta api benar-benar telah berhenti? a. 7,05 detik b. 10,0 detik c. 7,50 detik d. 8,50 detik e. 12,0 detik Penyelesaian: Kecepatan mula-mual = v1 = 30 m/s Kecepatan akhir = v2 = 0 (berhenti) Percepatan = a = -4,00 m/s (diperlambat) a= atau = = = 7,50 detik 10. Grafik di bawah ini menunjukkan hubungan antara jarak yang ditempuh x dan waktu t untuk sebuah benda yang bergerak dalam suatu garis yang lurus.

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Dari grafik itu terlihat bahwa: i. Kecepatan benda tetap ii. Percepatan benda sama dengan nol iii. Selama selang waktu yang sama, benda menempuh jarak yang sama iv. Pada saat t= 0 kecepatan benda sama dengan nol x (m) 0 t (s) Dari pernyataan tersebut, yang benar adalah pernyataan …. a. i, ii, dan iii b. i dan iii c. ii dan iv d. iv e. i, ii, iii, dan iv Soal Esai 11. Seorang pelari berlari pada sebuah jalan lurus dari titik A ke titik B yang berjarak 300 m dalam waktu 2,50 menit. Di titik B ia berbalik arah dan berlari sejauh 100 m ke titik C dalam waktu 1,00 menit. Berapakah kelajaun dan kecepatan rata-rata pelari tersebut a. Dari A ke B Penyelesaian: A C 300 m 100 m B

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Kelajuan: v= = = = 2 m/s Kecepatan rata-rata: Vrata-rata = = = = 2 m/s ke kanan b. Dari A ke C Kelajuan: v= = = = 1,9 m/s Kecepatan rata-rata: Vrata-rata = = = = 2,2 m/s ke kanan 12. Sebuah benda bergerak dengan mengikuti persamaan x = 2t2 + 4t – 2. Diketahui x adalah perpindahan yang ditempuh benda (dalam meter) dan t

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 adalah waktu tempuh (sekon). Tentukanlah kecepatan rata-rata pada saat t = 1 s dan t = 2 s. Penyelesaian: x = 2t2 + 4t – 2 v= = – = 4t – 4 v (t = 1 s) = 4(1) – 4 = 0 m/s v (t = 2 s) = 4(2) – 4 = 4 m/s 13. Sebuah mobil yang sedang bergerak dengan kelajuan 90 km/jam di perlambat sampai dengan kelajuan 40 km/jam dalam waktu 5 detik. Berapakah percepatan rata-ratanya? Penyelesaian: Kecepatan mula-mula = v1 = 90 km/jam = 25 m/s Kecepatan akhir = v2 = 40 km/jam = 11,11 m/s Percepatan rata-rata mobil: a = = = = -2,778 m/s2 14. Grafik kecepatan terhadap waktu dari sebuah benda ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Berapakah percepatan rata-rata benda dalam interval waktu a. t = 5 detik sampai t = 15 detik b. t = 0 sampai t = 20 detik

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Penyelesaian: a. t = 5 detik sampai t = 15 detik a= = = ( ) = = 1,6 m/s2 b. t = 0 sampai t = 20 detik a= = = ( ) = = 0,8 m/s2 15. Ria dan Amel mula-mula berjarak 1.000 m satu sama lain. Ria dan Amel bergerak dengan kecepatan masing-masing 8 m/s dan 4 m/s. kapan dan dimana Ria dan Amel bertemu jika keduanya bergerak saling berhadapan dan Amel berangkat 70 detik lebih dahulu? Penyelesaian:

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Amel berangkat 70 detik lebih dahulu maka tA = tR + 70 (artinya jika Amel bergerak selama t detik maka Ria bergerak setelah (t + 70) detik, yaitu lebih lama 70 detik. KeretaA VA = 80 km/jam VB = 70 km/jam KeretaB 5000 m xR = xA (x0)R + vR . tR = (x0)A + vA . tA 0 + 8 m/s. tR = 1.000 m + (-4m/s) (tR + 70 s) 8m/s. tR = 1000 m – 4 m/s (tR + 70 s) 8m/s. tR = 1000 m – 4m/s. tR – 280 m 12 m/s. tR = 720 m tR xRia = 60 s = (x0)R + vR . tR = 0 m + 8 m/s. 60 s = 480 m Jadi, keduanya bertemu pada jarak 480 m dari tempat saat Ria berangkat mula-mula.

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 LAMPIRAN 7 SOAL LATIHAN DAN TUGAS RUMAH Soal latihan di kelas 1 1. Sebuah truk bergerak 60 km ke arah timur, kemudian berbalik ke barat sejauh 20 km. Tentukanlah a. Jarak total yang ditempuh truk tersebut b. Perpindahan truk dari kedudukan semula Penyelesaian: Truk bergerak ke timur sejauh 60 km (x1), kemudian kembali ke barat sejauh 20 km (x2). a. Jarak total yang ditempuh truk = xtotal = 60 km + 20 km = 80 km b. Perpindahan truk = x = 60 km- 20 km = 40 km ke arah timur 2. Seorang anak berjalan lurus 1 meter ke barat, kemudian belok ke selatan sejauh 3 meter dan belok lagi ke timur sejauh 5 meter. Berapa jarak yang ditempuh dan perpindahan anak tersebut dari posisi awal adalah …

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Penyelesaian: Gambar perjalanan anak sebagai berikut: Jarak yang ditempuh = 1 m + 3 m + 5 m = 9 m Perpindahan =√ =√ 3. =√ = 5 m ke arah tenggara Grafik berikut ini menunjukkan kecepatan benda yang bergerak lurus dalam selang waktu 40 sekon. Jarak yang ditempuh benda tersebut adalah …. Penyelesaian: Jarak yang ditempuh benda sama dengan luas daerah pada grafik.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 x = luas trapesium x = jumlah sisi sejajar  ⁄ tinggi x = (40 +10 ) m.  ( ⁄  15 m) x = 375 m 4. Sebuah titik P bergerak dari A ke titik B, C, kemudian ke titik D. Hitunglah: a. Jarak yang ditempuh oleh titik tersebut, b. Perpindahan saat di titik C, c. Perpindahan saat di titik D Penyelesaian: a. Jarak yang di tempuh oleh titik tersebut adalah x = keliling trapezium sama kaki panjang AB = CD = √ =√ = 5,22

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 x = AB + BC + CD + DA = 5,22 m + 3 m + 5,22 m+ 6 m = 19, 44 m b. Perpindahan saat di titik C adalah panjang garis AC AC = √ =√ = 6, 72 m ke arah C c. Perpindahan saat di titik D adalah panjang lintasan AD AD = 6 m ke arah D 5. Ketinggian sebuah proyektil dihubungkan dengan waktu oleh y = -5 (t-5)2 + 125, dengan y dalam meter dan t dalam sekon. Gambarlah y terhadap t untuk t = 0 sampai t = 10 s. Penyelesaian: y = -5 (t-5)2 + 125 = -5 (t2 – 10t +25) + 125 = -5t2 + 50 t – 125 + 125 = -5t2 + 50 t t (s) 0 1 2 3 y 0 45 80 105 120 (m) 4 5 6 7 8 125 120 105 80 9 10 45 0

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Gambar grafik posisi (y) terhadap waktu (t) Grafik posisi (y) terhadap waktu (t) 140 120 y (m) 100 80 60 40 20 0 0 2 4 6 8 10 12 t (s)

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Tugas Rumah 1 1. Bakri berlari mengintari sebuah lapangan yang berbentuk lingkaran dengan radius 35 m. Ia berangkat dari titik A. karena lelah, akhirnya ia berhenti di titik B. Sementara itu, Hadi berlalri daro titik A sama seperti Bakri, tetapi ia lansung menuju titik B dengan lintasan berupa garis lurus (lihat gambar). Berapakah jarak dan perpindahan yang telah ditempuh kedua anak tersebut? Penyelesaian:  Untuk Bakri, jarak yang telah ditempuhnya sama dengan setengah lingkaran. Berarti, Bakri telah menempuh jarak sejauh x x = keliling lingkaran x = (2 r) x = (2) (35m) x = 110 meter

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 perpindahan Bakri adalah lari dari titik A ke titik B, yang besarnya sama dengan 2r = 70 m dan arahnya dari A ke B.  Untuk Hadi, jarak yang telah ditempuhnya sama dengan jarak AB, yaitu 2r = 70 m. Perpindahan Hadi adalah dari titik A ke titik B, yang besarnya sama dengan 2r 70 m dan arahnya dari A ke B. 2. Seorang professor fisika sedang mengendarai mobilnya 4,94 km ke arah timur, kemudian 3,95 km ke selatan, dan terakhir 1,80 km ke barat. Berapakah perpindahan yang telah ditempuhnya? Penyelesaian: Dari gambar di atas diketahui bahwa perpindahan yang di tempuh profesor fisika tersebut adalah dari titik O ke titik R adalah x

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 x =√ =√ =√ = 5,033 m dari O ke titik R (ke arah tenggara) 3. Seseorang menyatakan bahwa ia telah berjalan sejauh 600 m. dapatkah anda menyatakan posisi akhir orang tersebut? Penyelesaian: Posisi akhir orang tersebut tidak dapat dinyatakan, karena tidak diketahui titik acuan dan arah ke mana orang tersebut berjalan. Artinya yang diketahu hanya jarak yang ditempuh, tetapi perpindahan dan posisi akhir tidak dapat dinyatakan. 4. Sebuah benda bergerak dengan lintasan seperti gambar berikut ini. Hitunglah jarak dari titik awal A sampai titik akhir D.

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Penyelesaian: Jarak AD melalui titik B dan C adalah: Jarak AD = jarak AD + jarak BC + jarak CD =4m+3m+5m = 12 m 5. Perhatikan gambar dibawah ini. Titik A ditetapkan sebagai acuan tetap. Arah ke kanan diberi tanda positif dan ke kiri di beri tanda negatif. Benda mula-mula berada di titik A kemudian bergerak ke titik B dan akhirnya berhenti dititik C. apabila jarak dari A ke B adalah 50 m dan jarak dari B ke C adalah 30 m. Hitunglah perpindahan yang dialami benda tersebut. 50 m C B 30 m Penyelesaian: Perpindahan benda tersebut adalah = xAB - xBC = 50 m - 30 m = 20 m ke titik C atau ke kanan

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Soal Latihan di kelas 2 : 1. Sebuah partikel bergerak dengan persamaan lintasan x = 3t2 – t3. Hitung besar kecepatan partikel pada waktu t = 3 detik. Penyelesaian: Kecepatan adalah turunan dari x = 3t2 – t3 v= = = 6t – 3t2 v ( t= 3) = 6(3) – 3 (3)2 = - 9m/s. tanda minus menunjukkan arah ke kiri. 2. Sebuah benda bergerak lurus dengan kecepatan tetap dan menempuh jarak 100 m dalam waktu 2 sekon. Hitunglah kecepatan dalam menempuh jarak 100 m dan waktu untuk menempuh jarak 25 m. Penyelesaian: Kecepatan dalam menempuh jarak 100 m adalah: x = 100 m t = 2sekon v= = = 50 m/s waktu untuk menempuh jarak 25 m: t= = = 0,5 sekon.

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 3. Sebuah partikel bergerak sepanjang sumbu x. Setelah bergerak selama 10 s, kedudukannya pada posisi 50 m, dan setelah 20 s berada pada posisi 100 m. Hitunglah kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata! Penyelesaian: Pertikel bergerak pada sumbu x, t1 = 10 s x1 = 50 m dan t2 = 20 s dan x2 = 100 m Kelajuan rata-rata partikel sebagai berikut: v= v= = = = 50 m/s Kecepatan rata-rata partikel sebagai berikut: = v= v= = = = 50 m/s 4. Perhatikan gambar dibawah ini. Interval setiap jarak dan waktu adalah satu satuan. a. Nyatakan kelajuan rata-rata saat benda menempuh lintasan OA, AB, BC, dan CD b. Dalam lintasan manakah benda memiliki kelajuan maksimum dan kelajuan minimum, jelaskan alasannya.

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 c. Dalam lintasan manakah benda memiliki kecepatan maksimun dan kecepatan minimum, jelaskan alasannya. Posisi (m) x5 x4 x3 B C x2 A x1 D Waktu (s) O t1 t3 t t4 t5 t6 t7 Penyelesaian: a. Kelajuan rata-rata saat benda menempuh lintasan OA, AB, BC, dan CD vrata-rata OA = = vrata-rata AB = = = = m/s = 2 m/s vrata-rata BC = = = = m/s = 0 m/s = = vrata-rata CD = = = = m/s = 0,5 m/s m/s = - 1,5 m/s Tanda – (negatif) menunjukkan arah ke kiri atau ke bawah.

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 b. Dalam lintasan benda memiliki kelajuan maksimum pada lintasan AB dan kelajuan minimum pada lintasan BC. Karena pada lintasan AB benda memilkii kelajuan terbesar yakni 2 m/s dan pada lintasan BC benda memiliki kelajuan terkecil atau tidak memiliki kelajuan karena pada lintasan BC kelajuan benda sebesar 0 m/s. 5. Ketika cuaca cerah,jarak Jakarta-Bandung dapat ditempuh dlam waktu 2 jam 30 menit dengan kelajuan rata-rata 72 km/jam. Namun, pada saat hujan jarak Jakarta-Bandung terpaksa harus ditempuh dengan kelajuan rata-rata 60 km/jam. Berapa selisih lama perjalanan yang ditempuh pada waktu hujan dengan cuaca cerah tersebut? Penyelesain: Jarak ketika cerah = Jarak ketika hujan xcerah = xhujan vcerah. tcerah = vhujan. thujan 72 km/jam . 2,5 jam = 60 km/jam . thujan 180 km thujan = 60 km/jam . thujan = 3 jam 6. Berdasarkan data posisi sebuah partikel yang bergerak lurus dibawah ini, tentukan kecepatan sesaat partikel tersebut pada a. t = 5,0 s b. t = 16,0 s c. t = 23,0 s

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 t (s) 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 x (cm) 0 4,0 7,8 11,3 14,3 16,8 18,6 19,7 20,0 19,5 18,2 16,2 13,5 10,3 6,7 Penyelesaian: Kecepatan sesaat partikel ketika: a. t = 5,0 s v (t = 5,0 s) = = = = 1,75 cm/s b. t = 16,0 s ketika mencapai titik tertinggi, kecepatan partikel dalam arah sumbu y adalah 0, sedangkan dalam arah sumbu x adalah 0 juga, karena vx = v0. Cos = 0 cm/s c. t = 23,0 s v (t = 23,0 s) = cm/s = = = 1,35

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Latihan soal 3: 1. Sebuah kereta api sedang bergerak dengan kelajuan 30 m/s. ketika melewati tanda akan memasuki stasiun, masinis memperlambat kelajuan kereta api sebesar 4,00 m/s2. Hitunglah waktu yang diperlukan kereta sampai sampai kereta api benar-benar telah berhenti! Penyelesaian: Kecepatan mula-mual = v1 = 30 m/s Kecepatan akhir = v2 = 0 (berhenti) Percepatan = a = -4,00 m/s (diperlambat) atau a= = = = 7,50 detik 2. Sebuah mobil dipercepat dari keadaan diam menjadi berkecepatan 8,8 m/s dalam waktu 3,0 detik, ketika pada posisi gigi kedua. Setelah itu, posisi gigi dipindahkan ke gigi ketiga, dan 8,0 detik dari saat mobil diam, mobil tersebut memiliki kecepatan 22,0 m/s, yang kemudian pindah ke gigi empat. Setelah 7,0 detik pada posisi gigi keempat ini, mobil memilki kecepatan 41,8 m/s. hitunglah percepatan pada tiap posisi gigi. Penyelesaian: Percepatan pada tiap posisi gigi adalah agigi kedua ⁄ = = agigi ketiga = = ⁄ agigi keempat = = ⁄ = 2,93 m/s2 = = = = 2,64 m/s2 = 2,82 m/s2 3. Grafik kecepatan terhadap waktu dari sebuah benda ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Berapakah percepatan rata-rata benda dalam interval waktu a. t = 5 detik sampai t = 15 detik b. t = 0 sampai t = 20 detik

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Penyelesaian: a. t = 5 detik sampai t = 15 detik a= = = ( ) = = 1,6 m/s2 b. t = 0 sampai t = 20 detik a= = = ( ) = = 0,8 m/s2 4. Sebuah mobil menempuh jarak 200 km dengan kecepatan 40 km/jam. Mobil lain yang mulai berangkat 1 jam kemudian, tiba ditempat tujuan yang sama dalam waktu yang bersamaan dengan mobil pertama. Berapakah kelajuan rata-rata mobil kedua? Penyelesaian: Kelajuan rata-rata mobil pertama adalah:

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 v= = = 5 jam Kelajuan rata-rata mobil kedua adalah: v= = = = 50 km/jam 5. Kereta A dan B yang terpisah sejauh 5 km bergerak berlawanan arah saling mendekat. Kereta A bergerak dengan kecepatan 80 km/jam, sedangkan kereta B bergerak dengan kecepatan 70 km/jam. Kapan dan dimana kedua kereta tersebut berpapasan? Penyelesaian: 5 km = 5.000 m kecepatan 80 km/jam = 22,2 m/s kecepatan 70 km/jam = 19,4 m/s xA x0A + vA. tA 0 m + 22,2 m/s. tA 22,2 m/s. tA = xB = x0B + vB. tB = 5000 m + (-19,4m/s. tA) = 5000 m – 19,4 m/s. tA 22,2 m/s. tA + 19,4 m/s. tA = 5000 m 41,6 m/s. tA = 5000 m tA` = 120,19 sekon xA = x0A + vA. tA xA = 0 + 22,2 m/s . 120,19 s= 2.668,218 m

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 Jadi, kedua kereta berpapasan ketika 120,19 sekon dan pada jarak 2.668,218 dari kereta A.

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 LAMPIRAN 8 KUESIONER KEMANDIRIAN BELAJAR Kuesioner Kemandirian Belajar Nama peserta didik Kelas : : Petunjuk 1. Isilah identitas anda pada tempat yang telah disediakan 2. Bacala dengan seksama pernyataan sebelum anda memberikan jawaban 3. Berilah tanda centang (√) pada jawaban yang sesuai, jangan ada yang terlewati: SS = Sangat Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju 4. Isilah dengan benar dan jelas sesuai dengan keadaan anda sebenarnya 5. Terima kasih atas ketersediaan anda menjawab seluruh pernyataan ini. No. Pernyataan SS 1 Saya mengerjakan tugas sendiri tanpa melihat dan bertanya dengan orang lain 2 Saya yakin bahwa setiap tugas yang saya kerjakan adalah benar 3 Saya berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki di depan orang banyak S TS STS

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 No. Pernyataan SS 4 Saya mengerjakan tugas tanpa raguragu dan berusaha mengerjakan dengan maksimal 5 Saya mencari dengan alamat informasi sesuai internet yang diberikan guru 6 Saya mencari informasi dari buku yang berkaitan dengan materi gerak lurus beraturan 7 Saya memperhatikan guru yang sedang memberikan atau menjelaskan materi pelajaran gerak lurus beraturan 8 Setiap ada pekerjaan rumah (PR) atatu tugas dari guru saya lansung kerjakan pada hari itu juga 9 Saya mengumpulkan pekerjaan rumah (PR) / tugas yang diberikan tepat waktu 10 Saya belajar sendiri tanpa diperintah orang tua 11 saya belajar rutin tanpa disuruh oleh orang lain walaupun tidak ada ulangan atau kuis 12 Saya mengulang kembali dirumah pelajaran gerak lurus yang diperoleh di sekolah S TS STS

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 No. Pernyataan SS 13 Saya belajar sesuai jadwal belajar yang saya buat 14 Jika materi pelajaran belum saya pahami, saya mencoba mencari informasi melalui internet yang terpecaya 15 Jika materi pelajaran belum saya pahami, saya mencoba mencari informasi melalui buku pelajaran fisika yang lainnya 16 Saya bertanya jika saya menemukan kesulitan dalam belajar fisika 17 Saya mempelajari terlebih dahulu materi pelajaran gerak lurus bertanggung jawab dalam beraturan 18 Saya menghadapi tugas yang diberikan tanpa bantuan orang lain 19 Saya selalu ikut mengerjakan tugas kelompok dan memberikan pendapat dari hasil pemikiran saya 20 Ketika membahas soal atau masalah secara kelompok, saya ikut aktif mencari sumber (buku/internet) referensi S TS STS

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 LAMPIRAN 9 JAWABAN PRETEST PESERTA DIDIK

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 LAMPIRAN 10 JAWABAN POSTTEST PESERTA DIDIK

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 LEMBAR KUESIONER KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(205)

Dokumen baru

Download (204 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh teknik probing terhadap hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran konsep getaran dan gelombang: quasi eksperimen di SMPN 17 Kota Tengerang Selatan
5
25
77
Pengaruh model guided discovery learning terhadap hasil belajar siswa SMA pada konsep gerak melingkar beraturan
1
18
0
Efekivitas penerapan model pembelajaran multi level learning ditinjau dari keterlaksanaan model pembelajaran, motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Ngaglik pada pokok bahasan persamaan lingkaran.
0
0
239
Peningkatan pemahaman konsep, keterampilan memprediksi dan keterampilan menjelaskan siswa melalui penerapan metode Conceptual Understanding Procedures (CUPs) dalam pembelajaran gerak lurus berubah beraturan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Prambanan.
0
1
150
Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemandirian belajar dan hasil belajar siswa pada materi segitiga kelas
0
8
223
Efekivitas penerapan model pembelajaran multi level learning ditinjau dari keterlaksanaan model pembelajaran, motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Ngaglik pada pokok bahasan persamaan lingkaran
0
0
237
gerak lurus berubah beraturan
0
1
2
pembelajaran bagi peserta didik lamban belajar
0
0
4
Match terhadap minat dan hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik kelas IV
0
0
27
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada meteri gerak lurus - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
11
Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD dan Tipe TAI terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar peserta didik pokok bahasan gerak lurus - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
167
Penerapan model pembelajaran make a match dalam meningkatkan hasil belajar bahasa arab peserta didik kelas X SMA PIRI Jatiagung Lampung Selatan - Raden Intan Repository
0
0
129
Pengembangan perangkat pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe Merry Go Round untuk melatihkan keaktifan dan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi kinematika gerak lurus di SMAK St. Stanislaus Surabaya - Widya Mandala Catholic Unive
0
0
20
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengembangan perangkat pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe Merry Go Round untuk melatihkan keaktifan dan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi kinematika gerak lurus di SMAK St. Stanislau
0
0
8
Perbedaan metode ceramah dengan metode simulasi komputer terhadap hasil belajar fisika yang menekankan aspek kognitif siswa kelas X SMA Negeri I Ngemplak pada pokok bahasan gerak lurus beraturan [GLB] - USD Repository
0
0
139
Show more