SKRIPSI DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN UPAYA REMEDIASI BAGI SISWA KELAS VIII C SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20182019 PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS

Gratis

0
0
173
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN UPAYA REMEDIASI BAGI SISWA KELAS VIII C SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun oleh : Antonia Handhita Puspitarini 141414046 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN UPAYA REMEDIASI BAGI SISWA KELAS VIII C SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun oleh : Antonia Handhita Puspitarini 141414046 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN UPAYA REMEDIASI BAGI SISWA KELAS VIII C SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS Disusun oleh: Antonia Handhita Puspitarini 141414046 Telah disetujui oleh: tanggal, 15 Januari 2019 ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” ~ Amsal 16 : 3 Puji syukur kepada Tuhan, dengan ini skripsi saya persembahkan untuk : Tuhan Yesus Kristus, kedua orangtuaku Bapak Yohanes Sujihandana dan Ibu Linda Diah Pitaloka yang selalu mendukung dan memberikan motivasi, serta sahabat- sahabatku yang telah berjuang dalam suka maupun duka. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 18 Januari 2019 Penulis Antonia Handhita Puspitarini v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Antonia Handhita Puspitarini NIM : 141414046 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN UPAYA REMEDIASI BAGI SISWA KELAS VIII C SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019 PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta, Pada tanggal 18 Januari 2019 Yang menyatakan Antonia Handhita Puspitarini vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Antonia Handhita Puspitarini, 2019. Diagnosis Kesulitan Belajar dan Upaya Remediasi Bagi Siswa Kelas VIII C SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Pada Materi Koordinat Kartesius. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kesalahan-kasalahan yang dilakukan siswa ketika mengerjakan soal koordinat kartesius, (2) mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar pada siswa, dan (3) mengetahui bagaimana pengaruh pembelajaran remedial yang dilaksanakan dalam membantu mengatasi kesulitan belajar siswa ketika mengerjakan soal koordinat kartesius. Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan tes awal yang berfungsi juga sebagai tes diagnostik untuk mengetahui kesulitan belajar siswa dalam mengerjakan soal koordinat kartesius, wawancara siswa dan guru untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar, lalu tes remedial yang digunakan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran remedial yang dilaksanakan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa (1) kesalahan yang dialami siswa terletak pada kesalahan dalam memahami materi koordinat kartesius, karena kurangnya pemahaman konsep pada materi koordinat kartesius, (2) faktor-faktor penyebab kesulitan siswa antara lain faktor internal yaitu kurangnya persiapan belajar, kurangnya motivasi belajar, kurangnya penguasaan terhadap materi. Faktor eksternal yaitu suasana belajar di sekolah maupun di rumah yang kurang mendukung, dan (3) Pembelajaran remedial yang dilakukan dengan metode tanya jawab dapat membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa, ditandai dengan adanya penurunan kesalahan siswa serta adanya peningkatan hasil belajar pada materi koordinat kartesius setelah diadakannya pembelajaran remedial. Hal ini dapat terlihat dari perbandingan hasil tes awal dan hasil tes remedial. Kata kunci: diagnosis kesulitan belajar, koordinat kartesius, remedial. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Antonia Handhita Puspitarini. 2019. Diagnosis on Learning Difficulties and Remediation Efforts for Students of Class VIII C BOPKRI 3 Yogyakarta Junior High School Academic Year 2018/2019 in The Topic of Cartesian Coordinate. Thesis. Mathematics Education Study Program, Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta. The research aimed (1) to know students mistakes in doing test about Cartesian coordinate, (2) to know the factors of students difficulties in learning, and (3) to know how remedial learning helps the students to overcome the learning difficulties in doing test about Cartesian coordinate. This research was conducted by giving a preliminary test that also functions as a diagnostic test to determine student learning difficulties in working on the Cartesian coordinate questions, interviewing students and teachers to find out the factors of students difficulties learning, then remedial tests used to determine the effect of remedial learning carried out in overcoming student learning difficulties. Based on the results of the study, it was found that (1) the errors experienced by students lay in errors in understanding the Cartesian coordinate material, due to a lack of conceptual understanding of the Cartesian coordinate material, (2) the factors causing student difficulties include internal factors, lack of preparation, lack of motivation learning, lack of mastery of material. External factors, namely the learning atmosphere at school and at home that is not supportive, and (3) Remedial learning conducted by the question and answer method can help overcome the difficulties experienced by students, marked by a decrease in student errors and an increase in learning outcomes in the material Cartesian coordinate after the holding of remedial learning. This can be seen from the comparison of the results of the initial tests and remedial test results. Keywords: diagnosis of learning difficulties, Cartesian coordinate, remedial. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Diagnosis Kesulitan Belajar dan Upaya Remediasi Bagi Siswa Kelas VIII C SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Pada Materi Koordinat Kartesius.” Pembuatan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama penulisan skripsi ini banyak hambatan dan rintangan yang penulis alami. Namun, tentunya banyak pihak yang telah membantu dan membimbing penulis. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 3. Bapak Beni Utomo, M.Sc. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika dan juga selaku dosen pembimbing yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membimbing penulisan skripsi ini. 4. Ibu Atun Pratiwi, M.PdK selaku Kepala SMP BOPKRI 3 Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Ibu Dra. Adjeng Prihatanti Siwi selaku Guru Bidang Studi Matematika SMP BOPKRI 3 Yogyakarta yang telah membantu dalam melaksanakan penelitian. 6. Siswa – siswa SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2018/2019 yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian. 7. Kedua orang tuaku, Yohanes Sujihandana dan Linda Diah Pitaloka serta seluruh keluarga yang selalu memberikan doa, dukungan, kasih sayang, dan dorongan kepada penulis. 8. Sahabat – sahabatku Nadia, Elen, Siwi, Ambar, Raras, dan Geima yang sudah memberikan makna persahabatan serta semangat dan kebersamaannya selama ini. 9. Seluruh teman – teman Pendidikan Matematika angkatan 2014 yang telah berjuang bersama selama ini. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan yang telah berperan dalam penulisan skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Yogyakarta, 18 Januari 2019 Penulis x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................ vi ABSTRAK ........................................................................................................... vii ABSTRACT ......................................................................................................... viii KATA PENGANTAR .......................................................................................... ix DAFTAR ISI ......................................................................................................... xi DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian ..................................................................................... 4 D. Pembatasan Masalah ............................................................................... 4 E. Batasan Istilah ......................................................................................... 5 F. Manfaat Penelitian ................................................................................... 6 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................... 7 A. Belajar ..................................................................................................... 7 B. Belajar Tuntas .......................................................................................... 8 C. Kesulitan Belajar ..................................................................................... 9 1. Pengertian Kesulitan Belajar ........................................................... 9 2. Faktor Penyebab Kesulitan Belajar ............................................... 10 D. Diagnosis Kesulitan Belajar .................................................................. 11 E. Koordinat Kartesius ............................................................................... 17 xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Pembelajaran Remedial ......................................................................... 20 G. Kategori Jenis Kesalahan ...................................................................... 22 H. Kerangka Berpikir ................................................................................. 23 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 25 A. Jenis Penelitian ...................................................................................... 25 B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ............................................................ 25 C. Objek dan Subjek Penelitian ................................................................. 25 D. Metode Pengumpulan Data ................................................................... 26 1. Metode Tes .................................................................................... 26 2. Metode Wawancara ....................................................................... 26 E. Instrumen Pengumpulan Data ............................................................... 27 1. Tes Awal ....................................................................................... 27 2. Tes Remedial ................................................................................. 28 3. Wawancara .................................................................................... 28 F. Validitas dan Reliabilitas....................................................................... 29 G. Teknik Analisis Data ............................................................................. 32 H. Prosedur Pengumpulan Data ................................................................. 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 35 A. Pelaksanaan Penelitian .......................................................................... 35 B. Hasil Analisis Data ................................................................................ 37 C. Hasil Penelitian dan Pembahasan .......................................................... 39 BAB V PENUTUP ............................................................................................... 66 A. Kesimpulan ............................................................................................ 66 B. Saran ...................................................................................................... 67 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 69 LAMPIRAN ......................................................................................................... 71 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Soal Uji Coba ....................................................................................72 Lampiran 2. Kunci Jawaban Soal Uji Coba ...........................................................74 Lampiran 3. Rekap Jawaban Siswa Kelas VIII B Dalam Soal Uji Coba...............77 Lampiran 4. Perhitungan Validitas Soal Uji Coba .................................................78 Lampiran 5. Perhitungan Reliabilitas Uji Coba Tes Hasil Belajar ........................86 Lampiran 6. Validitas dan Reliabilitas Soal Uji Coba Menggunakan SPSS ........92 Lampiran 7. Soal Tes Diagnostik ...........................................................................94 Lampiran 8. Lembar Jawaban Tes Diagnostik.......................................................96 Lampiran 9. Soal Tes Remedial ...........................................................................115 Lampiran 10.Kunci Jawaban Soal Tes Remedial ................................................117 Lampiran 11.Lembar Jawaban Tes Remedial ......................................................122 Lampiran 12.Pedoman Wawancara .....................................................................136 Lampiran 13.Transkrip Wawancara Guru ...........................................................137 Lampiran 14.Transkrip Wawancara Siswa ..........................................................138 Lampiran 15.Lembar validasi dosen ....................................................................147 Lampiran 16.Lembar validasi guru ......................................................................151 Lampiran 17.Dokumentasi kegiatan ....................................................................155 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Jarak Titik Terhadap Sumbu-X dan Sumbu-Y....................................... 18 Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Tes Awal ........................................................................ 27 Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Tes Remedial .................................................................. 28 Tabel 3.3 Tabel Tingkat Korelasi.......................................................................... 30 Tabel 3.4 Interpretasi Reliabilitas ......................................................................... 32 Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian .............................................................. 35 Tabel 4.2 Validitas Uji Coba Soal......................................................................... 36 Tabel 4.3 Nilai Tes Awal Kelas VIII C ................................................................ 38 Tabel 4.4 Nilai Tes Remedial Kelas VIII C .......................................................... 39 Tabel 4.5 Ketuntasan Tes Awal Kelas VIII C....................................................... 40 Tabel 4.6 Daftar Nilai Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar ........................ 41 Tabel 4.7 Analisis Kesalahan Belajar Siswa pada Materi Koordinat Kartesius ... 42 Tabel 4.8 Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal.......................................... 56 Tabel 4.9 Rekapitulasi Kesalahan Yang Dilakukan Siswa ................................... 57 Tabel 4.10 Skor dan Nilai Tes Remedial Siswa Kelas VIII C .............................. 61 Tabel 4.11 Kesulitan Siswa Pada Tes Diagnostik dan Tes Remedial ................... 62 Tabel 4.12 Nilai Tes Diagnostik dan Tes Remedial Kelas VIII C ........................ 64 Tabel 4. 13 Perbandingan Rata-rata Tes Diagnostik dan Tes Remedial ............... 65 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Koordinat Kartesius........................................................................... 17 Gambar 2.2 Koordinat Titik-Titik pada Koordinat Kartesius ............................... 18 Gambar 2.3 Absis dan Ordinat .............................................................................. 19 Gambar 2.4 Empat Kuadran Bidang Koordinat .................................................... 20 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang mengandung banyak konsep-konsep abstrak dan menggunakan pola pikir deduktif dalam mempelajarinya artinya suatu teori matematika dapat diterima kebenarannya apabila telah dibuktikan secara umum, sehingga matematika dinilai sebagai mata pelajaran yang tidak mudah untuk dipelajari oleh peserta didik di sekolah. Pelajaran matematika merupakan pelajaran yang pokok dan wajib dipelajari di setiap jenjang pendidikan mulai dari SD hingga perguruan tinggi karena ilmu dasar matematika penting digunakan di dalam semua aspek kehidupan. Materi matematika yang dipelajari sifatnya berkesinambungan, dalam artian materi-materi dasar yang sudah dipelajari di sekolah dasar akan digunakan di jenjang pendidikan menengah pertama dan menengah atas. Unsur matematika yang abstrak dan membutuhkan pengetahuan matematis yang kuat mengharuskan siswa untuk dapat menguasai setiap pokok materi pembelajaran matematika dengan baik, supaya jenjang-jenjang selanjutnya siswa tidak mengalami kesulitan. Namun dalam proses pembelajaran, khususnya mata pelajaran matematika tidak jarang terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi, meskipun begitu ada juga siswa yang bisa menguasai materi. Menurut Entang (1984 : 13) kesulitan belajar bisa dipengaruhi oleh 1

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 banyak hal, baik dari dalam maupun dari luar diri siswa sendiri. Faktor dari dalam diri siswa misalnya, intelegensi, kelemahan fisik, gangguan yang bersifat emosional, sifat dan kebiasaan yang salah dalam mempelajari bahan pelajaran-pelajaran tertentu. Sedangkan faktor dari luar antara lain, proses belajar mengajar yang tidak merangsang murid untuk aktif antisipatif, beban belajar yang terlalu berat, metode mengajar yang kurang memadai, kurangnya alat dan sumber belajar, serta situasi rumah yang kurang mendorong untuk melakukan aktivitas belajar. Untuk mengetahui kesulitan-kesulitan siswa, guru perlu mendiagnosa kesulitan yang dialami oleh siswa. Beberapa materi pada pelajaran matematika yang dianggap sulit salah satunya adalah materi mengenai sistem koordinat kartesius. Sistem koordinat kartesius adalah suatu sistem untuk menentukan posisi titik atau benda dalam bidang koordinat menggunakan dua bilangan yang dinyatakan sebagai pasangan terurut (𝑥, 𝑦). Kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa dalam materi ini adalah menjelaskan kedudukan titik dalam bidang koordinat kartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual. Dengan diberikannya materi ini, diharapkan siswa mampu untuk dapat menguasainya, antara lain memahami konsep dan dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah yang ada pada materi koordinat kartesius. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika kelas VIII yang mengajar di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta yang dilakukan dalam rangka untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa ketika menyelesaikan soal-soal terkait materi koordinat kartesius yang menyebabkan

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 siswa mengalami kesulitan, guru mengungkapkan bahwa kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal tersebut disebabkan karena siswa belum memahami konsep. Dengan minimnya pemahaman siswa terhadap konsep matematika menimbulkan kesulitan. Siswa yang mengalami kesulitan dapat melakukan kesalahan dalam menjawab soal-soal yang diberikan. Kesalahankesalahan yang ditimbulkan dapat berbeda-beda sesuai dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Misalnya siswa diminta untuk menentukan jarak terhadap sumbu-sumbu koordinat, seringkali siswa terbalik dalam menentukan jarak terhadap sumbu-x dan sumbu-y, kemudian siswa juga melakukan kesalahan dalam menentukan titik pada sumbu-x dan sumbuy. Permasalahan lain yang ditemukan oleh guru adalah kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Ada beberapa siswa yang belum memahami materi tetapi tidak mau bertanya ke guru maupun ke teman sehingga siswa mengalami kesulitan. Berdasarkan paparan tersebut, maka penulis hendak melakukan penelitian dan menerapkan pembelajaran remedial kepada siswa-siswa sekolah menengah pertama yang mengalami kesulitan belajar matematika khususnya pada materi koordinat kartesius yang kemudian ditindak lanjuti dengan upaya remedial. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Diagnosis Kesulitan Belajar dan Upaya Remediasi Bagi Siswa Kelas VIII C SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Pada Materi Koordinat Kartesius”.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dalam penelitian ini, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Kesalahan apa saja yang dilakukan oleh siswa ketika mengerjakan soal koordinat kartesius? 2. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar matematika materi koordinat kartesius? 3. Apakah pengajaran remedial dapat membantu mengatasi kesulitan belajar matematika pada materi koordinat kartesius yang dialami subjek? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukan oleh siswa ketika mengerjakan soal koordinat kartesius. 2. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar matematika materi koordinat kartesius. 3. Mengetahui apakah pengajaran remedial dapat membantu mengatasi kesulitan belajar matematika pada materi koordinat kartesius yang dialami subjek. D. Pembatasan Masalah Permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada upaya menemukan kesulitan belajar matematika dalam mengerjakan soal mengenai materi koordinat kartesius, menemukan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 kesulitan belajar tersebut. Setelah kesulitan belajar diidentifikasi, peneliti menyusun upaya-upaya untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan melaksanakan pembelajaran remedial. E. Batasan Istilah Pada penelitian ini, peneliti membatasi istilah-istilah sebagai berikut: 1. Kesulitan Belajar Kesulitan belajar adalah suatu kondisi yang menimbulkan hambatan dalam proses belajar seseorang. Hambatan itu menyebabkan orang tersebut mengalami kegagalan atau setidaknya kurang berhasil dalam mencapai tujuan belajar. 2. Diagnosis Kesulitan Belajar Diagnosis kesulitan belajar adalah upaya untuk menemukan kelemahan yang dialami oleh siswa dalam belajar dan menemukan faktor-faktor penyebabnya baik dari dalam diri siswa maupun dari luar siswa (Entang, 1984 : 10) 3. Pembelajaran Remedial Pembelajaran remedial adalah upaya pendidik dalam membantu siswa yang mendapat kesulitan dalam belajar dan mengerjakan soal-soal yang kemudian diarahkan pada pencapaian hasil yang optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa (Entang, 1984 : 11). Berdasarkan istilah-istilah yang dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa maksud dari judul penelitian ini adalah mendiagnosis siswa untuk

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 menentukan kesulitan belajar siswa, mencari faktor-faktor penyebabnya, serta meremediasi kesulitan belajar siswa kelas VIII C SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 pada materi koordinat kartesius. F. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Siswa Penelitian ini dapat membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar terutama pada materi koordinat kartesius. 2. Bagi Guru Penelitian ini dapat digunakan sebagai wawasan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dan dapat digunakan juga ketika mengadakan diagnosis dan remediasi. 3. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peneliti ketika kelak menjadi guru dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswanya.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar Pada dasarnya belajar merupakan tahapan perubahan perilaku manusia yang relatif positif dan mantap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif (Syah, 2003), dengan kata lain belajar merupakan kegiatan berproses yang terdiri dari beberapa tahap. Tahapan dalam belajar tergantung pada fase-fase belajar, salah satu tahapannya adalah yang dikemukakan oleh Witing, yaitu: (a) tahap acquisition, yaitu tahapan perolehan informasi; (b) tahap storage, yaitu tahapan penyimpanan informasi. Menurut James O. Whittaker dalam Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2013 : 126) belajar dapat didefinisikan sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Menurut Burton dalam Evelin Siregar dan Hartini Nara (2010 : 4) belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu karena adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannnya. Dari ketiga definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. 7

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 B. Belajar Tuntas Belajar tuntas merupakan salah satu inovasi pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi serta usaha belajar siswa guna mencapai ketuntasan dalam belajar (Ischak dan Warji, 1987 : 6). Biasanya tiap jenis mata pelajaran menetapkan tingkat ketuntasan yang berbeda sesuai dengan persepsi terhadap tingkat kesukaran mata pelajaran tersebut. dalam konsep KTSP kriteria ini disebut sebagai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Prinsip-prinsip belajar tuntas yang harus dilaksanakan guru, antara lain (Suyono dan Hariyanto, 2011 : 133) : 1. Sebagian besar siswa dalam situasi dan kondisi belajar yang normal dapat menguasai sebagian besar bahan yang diajarkan. 2. Guru menyusun strategi pembelajaran tuntas dimulai dengan menetapkan tujuan-tujuan khusus (dalam KTSP adalah indikatorindikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan SK dan KD) yang hendaknya dikuasai oleh siswa. Guru juga harus menetapkan KKM yang harus dicapai siswa. 3. Guru memperinci bahan ajar menjadi satuan-satuan pembelajaran yang mendukung tujuan khusus tersebut. 4. Selain bahan ajar untuk kegiatan belajar utama, juga disusun bahan ajar untuk kegiatan perbaikan dan pengayaan. Tujuan ditetapkannya prinsip belajar tuntas adalah agar standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator pembelajaran yang hendak

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 dicapai dapat tercapai secara optimal. Dengan prinsip belajar tuntas ini, maka (1) nilai rata-rata seluruh siswa dalam satuan kelas dapat ditingkatkan; (2) jarak antara siswa yang cepat belajar dan lambat belajar semakin pendek. C. Kesulitan Belajar 1. Pengertian Kesulitan Belajar Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena faktor inteligensi yang rendah (kelainan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor non inteligensi (Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 2013 : 77). Tidak hanya anak-anak yang hasil belajarnya jelas di bawah teman seusia-sekelasnya dianggap mempunyai kesukaran belajar, tetapi juga anak-anak yang dianggap mempunyai kemampuan tinggi (misalnya intelegensinya tinggi) sering dianggap juga sudah mempunyai kesukaran belajar kalau mereka hanya mencapai sama dengan rata-rata kelasnya dan tidak dapat mencapai taraf kemampuannya sendiri yang telah didugakan kepadanya (Koestoer Partodisastro dan Hadisuparto, 1984 : 48). Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya sehingga tidak mencapai hasil belajar dengan baik, yang disebabkan karena adanya gangguan baik berasal dari faktor internal siswa maupun faktor eksternal siswa.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 2. Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Menurut Entang (1984 : 28), penyebab kesulitan belajar dapat timbul dari dua hal, yaitu: a. Faktor internal, yaitu faktor yang berada dan terletak pada diri siswa itu sendiri. Hal ini mungkin disebabkan oleh: 1) Kelemahan mental, faktor kecerdasan, intelegensi atau kecakapan/bakat khusus yang dapat diktahui melalui tes tertentu. 2) Kelemahan fisik, pancaindra, syaraf, kecacatan atau karena sakit. 3) Gangguan yang bersift emosional. 4) Sikap dan kebiasaan yang salah dalam mempelajari bahan pelajaran-pelajaran tertentu. 5) Belum memiliki pengetahuan dan kecakapan dasar yang dibutuhkan untuk memahami bahan lebih lanjut. b. Faktor eksternal, yaitu faktor yang datang dari luar yang menyebabkan timbulnya hambatan atau kesulitan. Faktor ini meliputi: 1) Situasi atau proses belajar mengajar yang tidak merangsang siswa untuk aktif antisipatif. 2) Sifat kurikulum yang kurang fleksibel. 3) Ketidakseragaman pola dan standar administrasi. 4) Beban belajar yang terlalu berat. 5) Metode mengajar yang kurang memadai. 6) Sering pindah sekolah.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 7) Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar mengajar. 8) Situasi rumah yang kurang mendorong untuk melakukan aktivitas belajar. D. Diagnosis Kesulitan Belajar Sebelum menetapkan alternatif pemecahan masalah kesulitan belajar siswa, guru sangat dianjurkan untuk terlebih dahulu melakukan identifikasi (upaya mengenali gejala dengan cermat) terhadap fenomena yang menunjukkan kemungkinan adanya kesulitan belajar yang melanda siswa tersebut (Muhibbin Syah, 2003 : 186). Upaya seperti ini disebut diagnosis yang bertujuan menetapkan “jenis penyakit” yakni jenis kesulitan belajar siswa. Menurut Entang (1984 : 10), diagnosis kesulitan belajar adalah upaya untuk menemukan kelemahan yang dialami oleh siswa dalam belajar dengan cara yang sistematis yang berdasarkan gejala yang nampak yang kemudian diarahkan dalam menemukan letak kesulitan siswa dan berusaha untuk menemukan faktor penyebabnya baik yang mungkin terletak pada diri siswa itu sendiri atau yang berasal dari luar diri siswa yang bersangkutan. Langkah-langkah pokok prosedur dan teknik diagnosis kesulitan belajar menurut Entang (1984 : 19-30) adalah sebagai berikut: 1. Identifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam mengidentifikasi siswa yang diperkirakan mengalami kesulitan yaitu dengan menandai

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 siswa dalam satu kelas atau dalam satu kelompok yang diperkirakan mengalami kesulitan dalam belajar baik yang sifatnya umum maupun yang sifatnya khusus dalam mata pelajaran tertentu, atau dengan teknik meneliti nilai ujian yang tercantum dalam catatan akademik, menganalisis hasil ujian dengan melihat tipe kesalahan yang dibuatnya, memeriksa buku catatan pribadi, observasi pada saat proses belajar mengajar, dan melaksanakan sosiometris untuk melihat hubungan sosial psikologis yang terdapat pada para siswa. 2. Melokalisasikan letaknya kesulitan (permasalahan) Setelah menemukan kelas atau individu siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar, maka persoalan selanjutnya yang perlu ditelaah adalah : a. Dalam mata pelajaran (bidang studi) manakah letak kesulitan terjadi. Dengan membandingkan angka nilai prestasi individu yang bersangkutan dari bidang studi tertentu, sehingga akan ditemukan pada bidang studi mana individu mengalami kesulitan. b. Pada kawasan tujuan belajar (aspek perilaku) yang manakan kesulitan itu terjadi. Seperti dikatakan oleh Burton, bahwa pada langkah ini pendekatan yang paling tepat (jika ada) adalah menggunakan tes diagnostik. Seperti telah dijelaskan bahwa tes diagnostik itu pada hakekatnya

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 adalah tes prestasi belajar. Dengan demikian dalam keadaan belum tersedia tes diagnostik yang khusus dipersiapkan untuk keperluan ini, maka analisa masih tetap dapat dilangsungkan dengan menggunakan naskah jawaban ujian tengah semester atau akhir semester. c. Pada bagian (ruang lingkup bahan) yang manakah kesulitan itu terjadi. d. Dalam segi-segi proses belajar manakah kesulitan itu terjadi. Dalam pelaksanaannya dapat ditempuh dengan beberapa strategi pendekatan, yaitu pelaksanaan pengumpulan informasi dalam rangka mengidentifikasi kasus dan permasalahan ini dapat dilakukan dengan cara evaluasi reflektif, formatif, dan sumatif, atau dengan desain pre-post-test dan dilakukan dengan tes diagnostik. 3. Lokalisasi jenis faktor dan sifat yang menyebabkan mereka mengalami berbagai kesulitan. Pada garis besarnya penyebab kesulitan dapat timbul dari dua hal yaitu : a. Faktor internal yaitu faktor yang berada dan terletak pada diri siswa itu sendiri. Hal ini antara lain mungkin disebabkan oleh : 1) Kelemahan mental, faktor kecerdasan, intelogensi, atau kecakapan/bakat khusus tertentu yang dapat diketahui melalui tes tertentu.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 2) Kelemahan fisik, pancaindra, syaraf, kecacatan, karena sakit dan sebagainya. 3) Gangguan yang bersifat emosional. 4) Sikap dan kebiasaan yang slaah dlaam mempelajari bahan pelajaran-pelajaran tertentu. 5) Belum memiliki pengetahuan dan kecakapan dasar yang dibutuhkan untuk memahami bahan lebih lanjut. b. Faktor ekstrenal yaitu faktor yang datang dari luar yang menyebabkan timbulnya hambatan atau kesulitan. Faktor eksternal antara lain meliputi : 1) Situasi atau proses belajar mengajar yang tidak merangsang siswa untuk aktif antisifatif (kurang kemungkinannya siswa belajar secara aktif “student active learning”). 2) Sifat kurikulum yang kurang fleksibel. 3) Ketidakseragaman pola dan standar administrasi. 4) Beban studi yang terlampau berat. 5) Metode mengajar yang kurang memadai. 6) Sering pindah sekolah. 7) Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar mengajar. 8) Situasi rumah yang kurang mendorong untuk melakukan aktivitas belajar.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Untuk mengenal semua faktor di atas dapat dipergunakan berbagai cara dan alat, baik yang dapat oleh guru maupun yang telah dikerjakan oleh orang lain yang tersedia di sekolah. Mungkin juga data di atas dapat diperoleh dengan bantuan orang atau lembaga yang mempunyai hubungan erat dengan kehidupan sekolah. Cara dan alat tersebut antara lain: tes kecerdasan, tes bakat khusus, skala sikap baik yang sudah standar maupun yang secara sederhana bisa dibuat oleh guru, inventory, wawancara dengan siswa yang bersangkutan, mengadakan observasi yang intensif baik di dalam maupun di luar kelas, wawancara dengan guru dan wali kelas, dan dengan orang tua atau teman-temannya bila dipandang perlu. 4. Perkiraan kemungkinan bantuan Setelah menelaah mengenai letak kesulitan yang dialami siswa, jenis dan sifat kesulitan dengan latar belakangnya, faktor-faktor yang menyebabkannya, maka dapat diperkirakan : a. Siswa tersebut masih mungkin ditolong untuk mengatasi kesulitannya atau tidak. b. Waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa tertentu. c. Waktu dan tempat pertolongan tersebut dapat diberikan. d. Orang yang memberikan pertolongan. e. Cara untuk menolong siswa agar dapat dilaksanakan secara efektif.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 f. 5. Yang harus diikut sertakan dalam menolong siswa tersebut. Penetapan kemungkinan cara mengatasinya Setelah memperkirakan bantuan yang akan diberikan langkah selanjutnya adalah langkah menyusun satu rencana atau beberapa alternatif rencana yang dapat dilaksanakan untuk membantu mengatasi kesulitan yang dialami siswa tertentu. Rencana ini hendaknya berisi: a. Cara-cara yang harus ditempuh untuk menyembuhkan kesulitan yang dialami siswa tersebut. b. Menjaga agar kesulitan yang serupa tidak terulang. Ada baiknya jika rencana ini dapat didiskusikan dan dikomunikasikan dengan pihak-pihak yang dipandang berkepentingan yang kelak diperkirakan akan terlibat dalam pemberian bantuan kepada yang bersangkutan seperti penasehat akademis, guru, orangtua, pembimbing penyuluh dan ahli lain. 6. Tindak lanjut (pelaksanaan kegiatan pemberian bantuan) Kegiatan tindak lanjut adalah kegiatan melakukan pengajaran remedial yang diperkirakan paling tepat dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Kegiatan tindak lanjut ini dapat berupa: a. Melaksanakan bantuan berupa melaksanakan pengajaran remedial untuk mata pelajaran tertentu.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 b. Membagi tugas dan peranan orang-orang tertentu (guru/dosen) dalam memberikan bantuan kepada siswa yang sedang melaksanakan kegiatan remedial. c. Senantiasa mencek kemajuan siswa baik pemahaman mereka terhadap bantuan yang diberikan berupa bahan, maupun mencek tepat guna program remedial yang dilakukan untuk setiap saat diadakan revisi dan improvisasi. d. Mentransfer atau mengirim (referal case) siswa yang menurut perkiraan tidak mungkin lagi ditolong karena di luar kemampuan dan wewenang guru maupun guru pembimbing atau guru BK di sekolah. Transfer khusus semacam itu bisa dilakukan kepada orang atau lembaga lain (psikolog, psikiater, lembaga bimbingan, dan sebagainya) yang diperkirakan akan lebih dapat dan lebih tepat membantu siswa yang dihadapi. E. Koordinat Kartesius Koordinat Kartesius digunakan untuk menentukan posisi atau letak titik pada suatu bidang datar, posisi tersebut ditentukan oleh dua buah garis yang ditarik secara horizontal dan vertikal, dimana titik pusatnya berada pada titik O (0,0) atau yang disebut sebagai titik asal. 𝑦 𝑥 𝐴(𝑥, 𝑦) 𝑦 O Gambar 2.1 Koordinat Kartesius 𝑥

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Suatu titik A dapat dinyatakan sebagai pasangan terurut 𝐴(𝑥, 𝑦), jika jarak 𝑥 merupakan jarak titik 𝐴 terhadap sumbu-𝑌 dan jarak 𝑦 merupakan jarak titik 𝐴 terhadap sumbu-𝑋. Gambar 2.2 Koordinat Titik-Titik pada Koordinat Kartesius Dari gambar di atas dapat ditulis posisi titik – titik, sebagai berikut No Koordinat titik Jarak ke sumbu-x Jarak ke sumbu-y 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. A(2, 6) B(5, 5) C(−4, 3) D(−5, 6) E(−3, −3) F(−5, −6) G(5, −4) H(3, −6) 6 satuan 5 satuan 3 satuan 6 satuan 3 satuan 6 satuan 4 satuan 6 satuan 2 satuan 5 satuan 4 satuan 5 satuan 3 satuan 5 satuan 5 satuan 3 satuan Tabel 2.1 Jarak Titik Terhadap Sumbu-X dan Sumbu-Y

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Absis adalah jarak tegak lurus suatu titik dari sumbu-y. Absis merupakan unsur pertama dari pasangan terurut dari dua suku (𝑥. 𝑦) untuk menunjukkan suatu titik pada sistem koordinat kartesius. Absis juga dikenal sebagai koordinat "𝑥" suatu titik, yang ditunjukkan pada garis horizontal. Ordinat adalah jarak tegak lurus suatu titik dari sumbu-x. Ordinat merupakan unsur kedua dari pasangan terurut dua suku (𝑥. 𝑦) untuk menunjukkan suatu titik pada sistem koordinat kartesius. Ordinat juga dikenal sebagai koordinat "𝑦" suatu titik, yang ditunjukkan pada garis vertikal. 𝑦 2 1 -2 -1 -1 absis 𝐴(1,1) 0 1 2 ordinat 𝑥 -2 Gambar 2.3 Absis dan Ordinat Pada gambar 2.3 menunjukkan letak sumbu-x dan sumbu-y serta menunjukkan absis dan ordinat pada titik 𝐴(1,1). Pada gambar 2.3 juga dapat dilihat titik potong kedua garis yang digunakan sebagai titik pusat 𝑂(0,0). Bilangan positif ditempatkan pada sebelah kanan titik 𝑂 di atas titik 𝑂. Sedangkan bilangan negatif ditempatkan pada sebelah kiri titik 𝑂 dan di bawah titik 𝑂. Dua garis yang bersilangan itu disebut sumbu koordinat.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Karena kedua sumbu tegak lurus maka bidang 𝑥𝑦 terbagi menjadi empat bagian yang disebut dengan kuadran. 𝑦 Kuadran II (−𝑥, 𝑦) Kuadran III (−𝑥, −𝑦) Kuadran I (𝑥, 𝑦) Kuadran IV 𝑥 (𝑥, −𝑦) Gambar 2.4 Empat Kuadran Bidang Koordinat Kuadran I kedua koordinat bernilai positif (𝑥, 𝑦), kuadran II koordinat x bernilai negatif dan koordinat y bernilai positif (−𝑥, 𝑦), kuadran III kedua koordinat bernilai negatif (−𝑥, −𝑦), kuadran IV koordinat x bernilai positif dan koordinat y bernilai negatif (𝑥, −𝑦). F. Pembelajaran Remedial Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2013 : 152-153) pembelajaran remedial adalah suatu bentuk pembelajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan atau dengan singkat pembelajaran yang membuat menjadi baik. Menurut Entang (1984 : 11) pembelajaran remedial adalah upaya pendidik dalam membantu siswa yang mendapat kesulitan dalam belajar dengan jalan mengulang atau mencari alternatif kegiatan lain sehingga siswa yang bersangkutan dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin dan dapat memenuhi kriteria tingkat keberhasilan minimal yang diharapkan.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Dengan demikian remedial diarahkan kepada pencapaian hasil yang optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa melalui keseluruhan proses belajar mengajar dan keseluruhan pribadi siswa. Pengajaran remedial merupakan langkah lanjutan dari kegiatan diagnosis kesulitan belajar dan memang kegiatan ini harus dilandasi dengan kegiatan diagnosis. Untuk itu, dalam melaksanakan kegiatan pengajaran remedial, seorang guru dituntut untuk: 1. Menelaah kembali siswa yang akan diberi bantuan. Kegiatan ini dimaksudkan agar kita memperoleh gambaran yang lebh definitif tentang seorang siswa dengan permasalahan yang dihadapinya, kelemahan yang dideritanya, letak kelemahannya, faktor utama penyebab kelemahan tersebut apakah masih bisa ditolong guru atau memerlukan bantuan orang lain, berapa lama bantuan harus diberikan, kapan, oleh siapa, dan sebagainya. 2. Alternatif tindakan Jika telah mendapatkan gambaran yang lengkap tentang siswa yang memerlukan bantuan, barulah direncanakan alternatif tindakan sesuai dengan karakteristik kesulitan yang dihadapinya. Alternatif tindakan ini bisa berupa: a. Mengulangi bahan yang telah diberikan. b. Mencoba alternatif kegiatan lain yang setara dengan kegiatan belajar mengajar yang sudah ditempuhnya dan mempunyai tujuan yang sama baik yang sifatnya instruksional maupun efek pengiring.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 c. Bila kesulitan belajar siswa yang bersangkutan bukan semata-mata kesulitan dalam belajar akan tetapi disebabkan juga karena hal lain seperti kesulitan belajar karena berlatar belakang sikap negatif terhadap guru, pelajaran dan situasi belajar, kebiasaan belajar yang salah atau masalah lain dalam hubungan dengan orang tua, teman sebaya, dan sebagainya. 3. Evaluasi pengajaran remedial Pada akhir pengajaran remedial hendaknya dilakukan evaluasi kembali sampai sejauh mana pengajaran remedial tersebut dapat meningkatkan prestasi mereka. G. Kategori Jenis Kesalahan Hadar dkk (1987) mengklasifikasikan jenis kesalahan sebagai berikut: 1. Kesalahan data Kategori ini meliputi kesalahan-kesalahan yang dapat dihubungkan dengan ketidaksesuaian antara data yang diketahui dengan data yang dikutip, seperti menambah data yang tidak ada hubungannya dengan soal, mengabaikan data penting yang diberikan, salah menyalin soal. 2. Kesalahan menggunakan teorema, definisi, dan konsep Jenis kesalahan ini merupakan penyimpangan dari prinsip, aturan, teorema atau definisi yang pokok, seperti tidak teliti atau tidak tepat dalam penulisan definisi, rumus, atau teorema. 3. Penyelesaian tidak diperiksa kembali

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Jenis kesalahan ini berkaitan dengan kesalahan yang terjadi ketika langkah yang ditempuh siswa benar namun hasil akhir yang diberikan bukan penyelesaian dari soal tersebut. 4. Kesalahan menginterpretasikan bahasa Jenis kesalahan ini dikarenakan siswa tidak memahami soal dan mengartikan soal tersebut lain, sehingga tidak sesuai dengan soal. H. Kerangka Berpikir Banyak orang yang memandang matematika sebagai bidang studi yang paling sulit. Meskipun demikian, semua orang harus mempelajarinya karena merupakan sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Seperti halnya bahasa, membaca, dan menulis, kesulitan belajar matematika harus diatasi sedini mungkin. Jika tidak, maka anak akan menghadapi banyak masalah kaena hampir semua bidang studi memerlukan matematika. Terdapat siswa yang mampu belajar matematika dengan baik, namun adapula siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari dan memahami matematika. Siswa dikatakan mengalami kesulitan belajar matematika dapat dilihat dari nilai akademis yang diperolehnya jauh dibawah nilai standar atau kriteria yang ditetapkan oleh sekolah, serta sulitnya siswa menguasai suatu materi pembelajaran tersebut, sehingga gur perlu memberikan remedial untuk dapat mengatasi kesulitan belajar tersebut dan diharapkan kesulitan belajar tersebut dapat dicegah dan tidak akan muncul kembali.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Oleh karena itu, untuk membantu mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa, guru perlu melakukan kegiatan diagnosis, yaitu menemukan letak dan penyebab kesulitan belajar kemudian merancang dan menentukan langkah kegiatan remediasi yang sesuai yaitu upaya untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. Dengan demikian, hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah kegiatan diagnosis dan remedial yang dilakukan peneliti dapat membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar matematika pada materi koordinat kartesius melalui proses pengajaran remedial.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan peneliti lakukan adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2009 : 4), penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang digunakan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa dari kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal koordinat kartesius, serta dapat mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar dari hasil wawancara, sedangkan penelitian kuantitatif digunakan dalam proses analisis data hasil belajar siswa. B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Pengambilan data ini dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2018/2019 pada bulan Juli-September. Tempat penelitian dilaksanakan di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. C. Objek dan Subjek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah kesulitan-kesulitan belajar yang dialami siswa dalam materi koordinat kartesius serta pembelajaran remedial yang diberikan. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII 25

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 C di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta sebanyak 23 siswa yang sedang menempuh pelajaran matematika pada semester gasal tahun ajaran 2018/2019. D. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah suatu cara yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes yang berupa tes awal yang juga sekaligus sebagai tes diagnostik, tes remedial, serta metode wawancara. 1. Metode Tes a. Tes awal, tes ini juga sekaligus sebagai tes diagnostik yang digunakan untuk memperoleh nilai hasil belajar siswa serta untuk menentukan siswa-siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal koordinat kartesius. b. Tes remedial, digunakan untuk mengetahui apakah kesulitan belajar siswa dalam mengerjakan soal koordinat kartesius sudah teratasi atau sebaliknya. 2. Metode Wawancara Wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana cara berpikir siswa dalam menyelesaikan soal-soal koordinat kartesius. Pada penelitian ini wawancara dilakukan peneliti kepada siswa untuk mengetahui apa saja kesulitan yang dialami oleh siswa dan mengapa siswa bisa mengalami keulitan-kesulitan dalam mengerjakan soal koordinat kartesius. Wawancara ini ditujukan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar tersebut.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 E. Instrumen Pengumpulan Data Untuk memperoleh data tersebut, peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data sebagai berikut: 1. Tes Awal Tes ini juga digunakan sebagai tes diagnostik. Tes ini digunakan untuk mengetahui kesulitan apa saja yang dialami oleh siswa pada materi koordinat kartesius dengan melihat kesalahan-kesalahan yang dilakukan ketika mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi, serta mengetahui subjek-subjek yang akan mengikuti proses remedial. Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Tes Awal Kompetensi Dasar 3.2 Menjelaskan kedudukan titik dalam bidang koordinat Kartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual Indikator Pencapaian Kompetensi Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan titik dalam bidang koordinat Kartesius Materi Indikator Soal Nomor soal Koordinat kartesius Menentukan jarak titik terhadap sumbu-x dan jarak titik terhadap sumbu-y 2 Menjelaskan pengertian koordinat suatu benda Melukis koordinat suatu benda/bangun datar pada bidang koordinat Menentukan koordinat suatu benda/bangun datar pada bidang koordinat 1 3 4

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 2. Tes Remedial Tes remedial dilaksanakan setelah pembelajaran remedial dan ditujukan bagi siswa yang mengalami kesulitan. Tes remedial ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari pembelajaran remedial yang telah dilaksanakan dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Tes Remedial Kompetensi Dasar 3.2 Menjelaskan kedudukan titik dalam bidang koordinat Kartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan titik dalam bidang koordinat Kartesius Materi Koordinat kartesius Indikator Soal Nomor soal Menggambar titik–titik pada koordinat Kartesius Menentukan jarak titik terhadap sumbu-x dan jarak titik terhadap sumbu-y Menentukan titik koordinat dan kuadran berdasarkan gambar Menentukan koordinat suatu benda/bangun datar pada bidang koordinat 1 2 3 4 Wawancara Penelitian ini menggunakan pedoman wawancara semiterstruktur, yaitu wawancara dimana peneliti memiliki pedoman wawancara yang telah tersusun namun dapat berkembang dalam pelaksanaannya di lapangan. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 besar permasalahan yang akan ditanyakan serta disusun dengan melihat hasil analisis dari tes diagnostik yang sebelumnya telah dikerjakan siswa. Wawancara ini ditujukan bagi siswa yang mengalami kesulitan dan dilakukan secara bergantian. Proses wawancara ini dilakukan sebelum siswa mengikuti pembelajaran remedial, hal itu dilakukan karena peneliti ingin mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa yang kemudian dapat dibantu melalui proses remediasi. Hasil wawancara ini kemudian dibuat transkrip wawancara. F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas a. Pengertian Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria (Arikunto, 1999 : 65). b. Cara menentukan validitas Untuk menguji validitas setiap butir soal maka skor-skor yang ada pada butir yang dimaksud dikorelasikan dengan skor totalnya. Skor tiap butir soal dinyatakan skor X dan skor total dinyatakan sebagai skor Y, dengan diperolehnya indeks validitas setiap butir soal, dapat diketahui butir-butir soal manakah yang

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 memenuhi syarat dilihat dari indeks validitasnya (Arikunto, 1999 : 78). Teknik yang digunakan untuk menguji validitas instrument adalah teknik korelasi Product Moment Pearson, sebagai berikut: 𝑟𝑋𝑌 = 𝑁 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋). (∑ 𝑌) √{𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 }. {𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)2 } Keterangan: 𝑟𝑋𝑌 ∑𝑋 : koefisien validitas : jumlah skor dalam sebaran x (item skor per butir soal) ∑𝑌 : jumlah skor dalam sebaran y (item skor total) ∑ 𝑋2 : jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x ∑ 𝑋𝑌 : jumlah hasil kali skor x dan skor y berpasangan ∑ 𝑌2 𝑁 : jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y : banyaknya subjek/sampel Tabel 3.3 Tabel Tingkat Korelasi Koefisien Korelasi 0,80 < 𝑟𝑋𝑌 ≤ 1,00 0,60 < 𝑟𝑋𝑌 ≤ 0,80 0,40 < 𝑟𝑋𝑌 ≤ 0,60 0,20 < 𝑟𝑋𝑌 ≤ 0,40 𝑟𝑋𝑌 ≤ 0,20 Kriteria Validitas Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 2. Reliabilitas a. Pengertian Reliabilitas tes adalah tingkat keajegan (konsistensi) suatu tes, yakni sejauh mana suatu tes dapat dipercaya untuk menghasilkan skor yang ajeg, relatif tidak berubah walaupun diujikan pada situasi yang berbeda-beda. Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsisten hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketetapan dan ketelitian hasil. Reliabilitas tes berhubungan dengan ketetapan hasil tes. Reliabilitas tes dapat juga ditentukan dengan menggunakan perhitungan Alpha Cronbach sebagai berikut: ∑ 𝜎𝑖 2 𝑛 𝑟11 = ( ) (1 − ) (𝑛 − 1) 𝜎𝑡 2 Keterangan: n : banyaknya butir soal 𝜎𝑖 2 : jumlah varians skor tiap soal 𝜎𝑡 2 : varians skor total Rumus untuk mencari varians adalah:

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 𝜎𝑖 2 = (∑ 𝑥)2 𝑛 𝑛 ∑ 𝑥2 − Adapun tolak ukut untuk menginterpretasikan derajat reliabilitas instrumen yang diperoleh sesuai dengan tabel berikut. Tabel 3.4 Interpretasi Reliabilitas Koefisien Korelasi 0,90 < 𝑟11 ≤ 1,00 0,70 < 𝑟11 ≤ 0,90 0,40 < 𝑟11 ≤ 0,70 0,20 < 𝑟11 ≤ 0,40 𝑟11 ≤ 0,20 G. Kriteria reliabilitas Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Teknik Analisis Data 1. Tes Awal Tes ini merupakan tes awal sekaligus tes diagnostik. Penilaian pada setiap soal bernilai 10. Penilaian akhir dihitung dari: Nilai akhir : 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑜𝑎𝑙 × 100 Siswa dinyatakan mengalami kesulitan belajar jika nilai akhirnya kurang dari nilai KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah yakni 70. Siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar kemudian diberi tes remedial, yang sebelumnya dilakukan pembelajaran remedial terlebih dahulu. 2. Tes Remedial

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Tes remedial ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari pembelajaran remedial yang telah dilaksanakan dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. 3. Wawancara Dari hasil wawancara ini dianalisis kesalahan-kesalahan apa saja yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal koordinat kartesius, apa penyebabnya dan mengapa siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal tersebut untuk kemudian dicari kesulitan apa saja yang dialami siswa sehingga melakukan suatu kesalahan. H. Prosedur Pengumpulan Data Berikut rencana kegiatan selama penelitian berlangsung: 1. Tahap Persiapan a. Peneliti meminta ijin untuk melakukan penelitian di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta kepada kepala sekolah. b. Bertemu dengan guru yang bersangkutan untuk meminta ijin untuk melakukan penelitian dan melakukan uji coba instrumen di kelas lain yang diampu guru tersebut. c. 2. Peneliti dan guru menyesuaikan jadwal pengambilan data. Tahap Pelaksanaan dan Pengambilan Data a. Peneliti melakukan uji coba soal tes awal untuk menguji validitas dan reliabilitas soal. Uji coba soal dilakukan di kelas VIII B dengan jumlah siswa sebanyak 23 siswa.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 b. Melakukan uji validitas dan reliabilitas soal. c. Peneliti melakukan validasi pakar yaitu validasi soal yang sudah diperbaiki kepada guru dan dosen sebelum digunakan sebagai tes awal. d. Peneliti melakukan tes awal kepada siswa kelas VIII C dengan jumlah siswa sebanyak 23 siswa untuk menentukan subjek penelitian. 3. e. Peneliti melakukan wawancara dengan subjek. f. Melakukan pengajaran remedial dan tes akhir kepada subjek. Tahap Pengolahan Data Dari data-data yang diperoleh selama penelitian, peneliti mengolah data hingga diperoleh kesimpulan. 4. Penyusunan Laporan Penelitian.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Peneliti melaksanakan penelitian di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. Jadwal penelitian yang dilaksanakan peneliti dirangkum dalam tabel berikut. Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian No 1. Kegiatan Wawancara Guru Waktu Senin, 6 Agustus 2018 - 2. Uji Coba Tes Awal Selasa, 14 Agustus 2018 - 3. Pelaksanaan Tes Awal Rabu, 15 Agustus 2018 - 4. Wawancara Siswa Senin, 27 Agustus 2018 - 5. Pembelajaran Remedial Rabu, 12 September 2018 - 6. Tes Remedial Rabu, 12 September 2018 - 35 Keterangan wawancara dengan guru matematika yang bersangkutan yaitu Ibu Dra. Adjeng Prihatanti Siwi dilaksanakan di kelas VIII B dan waktu pengerjaan selama 40 menit. diikuti oleh 23 siswa dilaksanakan di kelas VIII C dan waktu pengerjaan selama 40 menit diikuti oleh 23 siswa dilaksanakan secara bergantian untuk subjek bertempat di depan kelas VIII C dilaksanakan di ruang kelas VIII C diikuti oleh subjek penelitian dilaksanakan di ruang kelas VIII C diikuti oleh subjek setelah pembelajaran remedial

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Penelitian dimulai dengan uji coba tes awal, uji coba tes ini dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Agustus 2018 di kelas VIII B. Uji coba tes ini bertujuan untuk menguji soal agar soal layak untuk digunakan sebagai soal tes awal. Soal uji coba ini berjumlah 4 soal yang berbentuk uraian. Soal ini diberikan kepada siswa-siswa kelas VIII B yang berjumlah 23 siswa dengan waktu pengerjaan 40 menit. Suasana kelas saat mengerjakan uji coba tes ini cukup tenang, masing-masing siswa mengerjakan soalnya sendiri dan dijaga oleh peneliti dan teman peneliti. Setelah uji coba tes ini selesai, hasil pekerjaan siswa dikumpulkan dan dibawa oleh peneliti untuk kemudian dikoreksi. Setelah hasil pekerjaan siswa dikoreksi, peneliti kemudian menganalisis soal tersebut untuk mengetahui apakah soal-soal tersebut valid atau tidak untuk setiap nomornya dan bagaimana reliabilitas dari soal tersebut. Berikut tabel perhitungan validitas soal. Tabel 4.2 Validitas Uji Coba Soal Nomor Soal 1. 2. 3. 4. 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 0,817 0,595 0,531 0,485 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 0,413 Keterangan Valid Valid Valid Valid Dari hasil uji coba soal tersebut diketahui seluruh item soal valid, sehingga tidak diperlukan perubahan soal. Untuk mencari reliabilitas soal tersebut menggunakan perhitungan uji Alpha Cronbach dan didapat 0,438 sehingga reliabilitas soal tersebut dapat dikategorikan sedang, berdasarkan interpretasi nilai reliabilitas yang dijelaskan pada bab sebelumnya.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Setelah melakukan uji coba tes awal, peneliti melaksanakan kegiatan selanjutnya yaitu pelaksanaan tes awal. Pelaksanaan tes awal ini dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Agustus 2018 di kelas VIII C dengan jumlah siswa 23 siswa. Soal tes awal ini berjumlah 4 soal berbentuk uraian. Tes ini digunakan sebagai tes awal untuk mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar yang kemudian akan diberikan layanan bantuan dengan melihat banyaknya kesalahan siswa dalam mengerjakan tes diagnostik. Siswa yang mengalami kesulitan belajar adalah siswa yang memperoleh nilai kurang dari KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah yakni 70. Untuk lebih mengetahui mengenai kesulitan-kesulitan siswa serta faktor-faktor penyebab kesulitan tersebut terjadi, peneliti kemudian melakukan wawancara kepada subjek yang dilakukan pada hari Senin, 27 Agustus 2018. Setelah kegiatan wawancara selesai, peneliti melakukan pembelajaran remedial yang ditujukan bagi siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar tersebut. Pembelajaran remedial ini dilakukan pada hari Rabu, 12 September 2018. Pada pembelajaran remedial ini peneliti menjelaskan dan mengulang bagian-bagian yang dianggap sulit oleh siswa. Setelah kegiatan pembelajaran remedial selesai, peneliti memberikan tes remedial kepada siswa. B. Hasil Analisis Data 1. Hasil Pelaksanaan Tes Awal

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Setelah peneliti memberikan tes awal kepada siswa kelas VIII C, kemudian peneliti memeriksa jawaban-jawaban siswa. Berikut tabel nilai tes awal kelas VIII C. Tabel 4.3 Nilai Tes Awal Kelas VIII C Skor 1 2 3 4 Skor Total Benar Nilai S1 9 9 10 10 38 95 2 S2 5 5 10 10 30 75 3 S3 7 5 5 1 18 45 4 S4 9 9 0 0 18 45 5 S5 10 9 5 10 34 85 6 S6 5 7 10 10 32 80 7 S7 10 9 5 10 34 85 8 S8 10 10 10 10 40 100 9 S9 7 7 3 2 19 47.5 10 S10 9 10 5 10 34 85 11 S11 9 9 10 0 28 70 12 S12 2 2 5 10 19 47.5 13 S13 5 5 5 1 16 40 14 S14 5 5 5 10 25 62.5 15 S15 9 9 10 10 38 95 16 S16 10 10 5 10 35 87.5 17 S17 9 10 10 1 30 75 18 S18 9 10 10 10 39 97.5 19 S19 9 10 10 1 30 75 20 S20 5 5 3 0 13 32.5 21 S21 5 5 2 0 12 30 22 S22 7 9 5 10 31 77.5 23 S23 5 7 10 10 32 80 No Nama 1 Dari 23 siswa kelas VIII C, 8 siswa belum mencapai batas tuntas. Secara teoritis 8 siswa ini merupakan siswa-siswa yang mengalami

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 kesulitan belajar. Jadi, 34,78% siswa kelas VIII C belum mencapai batas tuntas dalam belajar dan mengalami kesulitan belajar. 2. Hasil Tes Remedial Selanjutnya peneliti memberikan tes remedial kepada 8 siswa yang digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah melaksanakan pembelajaran remedial. Tabel 4.4 Nilai Tes Remedial Kelas VIII C Skor 1 2 3 4 Skor Nilai Benar Nilai S3 10 10 10 2 32 80 2 S4 10 7 8 4 29 72.5 3 S9 8 6 10 3 27 67.5 4 S12 10 3 7 0 20 50 5 S13 10 10 8 3 31 77.5 6 S14 10 6 9 8 33 82.5 7 S20 10 7 5 6 28 70 8 S21 10 10 0 0 20 50 No Nama 1 Dari tabel 4.4 dapat dilihat hasil tes remedial dari 8 siswa setelah melaksanakan pembelajaran remedial. C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Selanjutnya, langkah-langkah yang dilakukan peneliti melakukan diagnosis kesulitan belajar siswa adalah sebagai berikut. 1. Mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar dalam

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Berdasarkan hasil jawaban siswa dalam tes awal, dari 23 siswa terdapat 1 siswa yang memperoleh nilai tertinggi yakni 100, dan terdapat 1 siswa dengan nilai terendah yakni 30. Berikut tabel ketuntasan tes awal kelas VIII C. Tabel 4.5 Ketuntasan Tes Awal Kelas VIII C No Nama Siswa Total Skor Nilai Keterangan 1 S1 38 95 Tuntas 2 S2 30 75 Tuntas 3 S3 18 45 Tidak Tuntas 4 S4 18 45 Tidak Tuntas 5 S5 34 85 Tuntas 6 S6 32 80 Tuntas 7 S7 34 85 Tuntas 8 S8 40 100 Tuntas 9 S9 19 47.5 Tidak Tuntas 10 S10 34 85 Tuntas 11 S11 28 70 Tuntas 12 S12 19 47.5 Tidak Tuntas 13 S13 16 40 Tidak Tuntas 14 S14 25 62.5 Tidak Tuntas 15 S15 38 95 Tuntas 16 S16 35 87.5 Tuntas 17 S17 30 75 Tuntas 18 S18 39 97.5 Tuntas 19 S19 30 75 Tuntas 20 S20 13 32.5 Tidak Tuntas 21 S21 12 30 Tidak Tuntas 22 S22 31 77.5 Tuntas 23 S23 32 80 Tuntas Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa terdapat 8 siswa yang mendapatkan nilai tidak tuntas dan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal koordinat kartesius. Sedangkan siswa yang

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 memperoleh nilai tuntas sebanyak 15 siswa. Berikut daftar nilai siswa yang mengalami kesulitan. Tabel 4.6 Daftar Nilai Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar No Nama Siswa Total Skor Nilai Keterangan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. S3 S4 S9 S12 S13 S14 S20 S21 18 18 19 19 16 25 13 12 45 45 47.5 47.5 40 62.5 32.5 30 Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Dari tabel 4.6 peneliti mengelompokkan siswa-siswa yang belum mencapai batas tuntas ketika mengerjakan soal koordinat kartesius. 2. Identifikasi Masalah Selanjutnya untuk mengetahui letak kesulitan siswa dalam mengerjakan soal-soal koordinat kartesius, peneliti menganalisis pekerjaan siswa berdasarkan tes diagnostik. Peneliti mengelompokkan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa ketika mengerjakan soal tes diagnostik. Berikut tabel yang memperlihatkan kesalahan-kesalahan siswa dalam mengerjakan soal-soal koordinat kartesius.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.7 Analisis Kesalahan Belajar Siswa pada Materi Koordinat Kartesius No Soal 1. Jenis Kesalahan Kesalahan Konsep Nama Siswa S3 Analisis Kesalahan S9 42

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Soal Jenis Kesalahan Nama Siswa Analisis Kesalahan Berdasarkan jawaban siswa di atas, ditunjukkan bahwa siswa masih belum memahami cara menentukan jarak titik terhadap sumbu-x dan terhadap sumbu-y. Di soal diketahui koordinat titik B (4,5) kemudian siswa menjawab titik B berjarak 4 satuan dari sumbu-x dan berjarak 5 satuan dari sumbu-y begitu seterusnya. S12 Dari jawaban siswa di atas, dapat dilihat siswa menjawab “karena sama-sama di koordinat 1”, seperti yang diketahui bahwa koordinat merupakan bilangan yang dipakai untuk menunjukkan lokasi suatu titik dalam garis, permukaan atau ruang. Maka jawaban siswa di atas dinyatakan tidak tepat. 43

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Soal Jenis Kesalahan Nama Siswa Analisis Kesalahan Kesalahan Konsep S13 S20 44

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Soal Jenis Kesalahan Nama Siswa Analisis Kesalahan S21 Dari jawaban siswa, dapat dilihat bahwa siswa melakukan kesalahan dalam menuliskan jawaban. Di soal tertulis koordinat titik B (4,5) jawaban siswa yakni titik B berjarak 5 satuan dari sumbu-y dan berjarak 5 satuan dari sumbu-x. Seharusnya jawaban yang benar adalah berjarak 4 satuan dari sumbu-y, disini terlihat bahwa siswa masih kurang teliti dalam mengerjakan soal. 45

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesalahan Konsep S14 Berdasarkan jawaban siswa di atas, siswa menjawab titik B terletak di garis koordinat-x yang berangka 4 dan titik y yang berangka 5. Dalam hal tersebut siswa salah dalam menjawab soal, seharusnya koordinat-x bernilai 4 dan koordinat-y bernilai 5. 46

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Soal 2. Jenis Kesalahan Kesalahan Menginterpretasikan Bahasa Nama Siswa Analisis Kesalahan S3 S9 47

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Soal Jenis Kesalahan Nama Siswa Analisis Kesalahan S13 S14 S20 S21 S12 S 2 1 SBerdasarkan hasil jawaban siswa, dapat dilihat bahwa siswa masih belum memahami isi (permintaan) dari 1soal tersebut. Siswa melakukan kesalahan dalam interpretasi bahasa, sehingga siswa kesulitan dalam 2mengerjakan soal. 48

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesalahan Konsep S4 Dari jawaban siswa di atas, ditunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan dalam menjawab pertanyaan dari soal tersebut. Jawaban siswa yakni, berjarak −7 satuan dari sumbu-y, perlu diingat bahwa menetukan jarak tidak boleh negatif. 49

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Soal 3. Jenis Kesalahan Kesalahan Konsep Nama Siswa Analisis Kesalahan S13 50

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Soal Jenis Kesalahan Nama Siswa S14 Analisis Kesalahan Dari jawaban siswa di atas, dapat dilihat bahwa siswa salah dalam menuliskan data, seharusnya koordinat titik S(2, −1) namun jawaban siswa menjadi S(1, −1). Hal ini menunjukkan siswa kurang teliti dalam membaca dan menyalin soal. 51

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesalahan Konsep S9 S20 52

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI S21 Dari jawaban siswa di atas, dapat dilihat bahwa siswa salah dalam menuliskan data, seharusnya koordinat titik S(2, −1) dan koordinat titik R(4, −1) namun jawaban siswa menjadi S(−1, 2) dan R(−1, 4). Hal ini menujukkan siswa kurang teliti dalam membaca dan menyalin soal. 53

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Soal Jenis Kesalahan Penyelesaian Tidak Diperiksa Kembali Nama Siswa S3 Analisis Kesalahan Dari jawaban siswa, dapat dilihat bahwa siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal. Lebih tepatnya siswa tidak menjawab hasil akhir dari soal tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih kurang teliti. 54

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Penyelesaian Tidak Diperiksa Kembali S3 S9 Berdasarkan jawaban siswa di atas, dapat dilihat bahwa siswa melakukan kesalahan yakni siswa kurang teliti dalam menuliskan hasil akhir, siswa menuliskan hasil akhirnya yaitu koordinat titik H(−5,8) seharusnya jika dilihat dari gambar yang dibuat oleh siswa koordinat titik H(8,5). 55

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Setelah peneliti menganalisis kesulitan-kesulitan siswa tersebut, kemudian peneliti merekapitulasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal tes awal. Hal ini dilakukan untuk mengetahui banyaknya siswa yang mengalami kesalahan pada tiap jenis kesalahan. Tabel 4.8 Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal Nama Siswa S3 S4 1 Kesalahan Konsep S9 Benar Kesalahan Konsep S12 Kesalahan Konsep S13 Kesalahan Konsep S14 Kesalahan Konsep S20 Kesalahan Konsep Kesalahan Konsep S21 Nomor Soal 2 3 Kesalahan Penyelesaian Menginterpretasikan Tidak Diperiksa Bahasa Kembali Kesalahan Konsep Tidak Dijawab Kesalahan Kesalahan Konsep Menginterpretasikan Bahasa Kesalahan Benar Menginterpretasikan Bahasa Kesalahan Kesalahan Konsep Menginterpretasikan Bahasa Kesalahan Kesalahan Konsep Menginterpretasikan Bahasa Kesalahan Kesalahan Konsep Menginterpretasikan Bahasa Kesalahan Kesalahan Konsep Menginterpretasikan Bahasa 4 Penyelesaian Tidak Diperiksa Kembali Tidak Dijawab Penyelesaian Tidak Diperiksa Kembali Benar Tidak Dijawab Tidak Dijawab Tidak Dijawab Tidak Dijawab Pada tabel 4.8 dapat dilihat jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa pada setiap nomor soal. Tabel ini digunakan untuk mengetahui letak kesalahan yang dilakukan siswa pada setiap nomor soal.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 4.9 Rekapitulasi Kesalahan Yang Dilakukan Siswa Nomor Soal Kesalahan Konsep Kesalahan Menginterpretasikan Bahasa Penyelesaian Tidak Diperiksa Kembali Jawaban Benar Soal Tidak Dijawab 1 7 Siswa 2 1 Siswa 7 Siswa 1 Siswa 3 5 Siswa 4 1 Siswa 2 Siswa 1 Siswa 1 Siswa 1 Siswa 5 Siswa Tabel 4.9 menunjukkan banyaknya siswa yang melakukan kesalahan pada setiap nomor soal. Tabel ini digunkan untuk mengetahui jenis kesalahan mana yang paling banyak dilakukan oleh siswa. Dari hasil tes diagnostik terdapat 8 siswa yang belum mencapai batas KKM yang telah ditentukan oleh sekolah. Berdasarkan hasil tes diagnostik tersebut juga secara umum kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa saat mengerjakan soal tes diagnostik adalah sebagai berikut: 1. Siswa kesulitan dalam menentukan posisi titik terhadap sumbu-x dan posisi titik terhadap sumbu-y. 2. Siswa kesulitan dalam menggambar titik koordinat. 3. Siswa kesulitan dalam menggambar bangun datar pada bidang koordinat. 4. Siswa kesulitan dalam menentukan suatu gambar bangun datar berdasarkan titik koordinat. 5. Siswa kesulitan menentukan titik koordinat berdasarkan gambar. 6. Siswa masih kurang teliti dalam membaca dan menyalin soal.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 7. 3. Siswa masih kurang memahami isi dari soal yang diberikan. Identifikasi Penyebab Masalah a. Hasil Wawancara Siswa Setelah melaksanakan tes awal atau tes diagnostik terhadap siswa yang bertujuan untuk mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar dan didapatkan 8 siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal koordinat kartesius, peneliti kemudian melakukan wawancara dengan para siswa tersebut untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Dikarenakan waktu yang terbatas, maka jika ada siswa yang jenis kesalahannya dalam satu nomor yang sama dengan siswa lainnya maka peneliti hanya mengambil salah satu siswa sebagai sampelnya. Transkrip wawancara dapat dilihat pada lampiran. Dari hasil wawancara dengan siswa dapat diketahui: 1) Penyebab kesulitan dari dalam diri siswa itu sendiri yaitu kebiasaan belajar siswa diluar jam pelajaran yang masih kurang. Siswa-siswa yang diwawancarai tidak memiliki kegiatan belajar mengajar, seperti bimbel di luar sekolah. Mereka cenderung hanya belajar soal-soal matematika di rumah saja, itupun mereka lakukan dengan belajar sendiri.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 2) Siswa kurang berlatih mengerjakan soal-soal yang diberikan. Siswa hanya belajar matematika ketika akan ulangan saja. 3) Faktor penyebab yang lain yaitu suasana belajar di sekolah maupun di rumah yang kurang mendukung. b. Hasil Wawancara Guru Selain melakukan wawancara dengan siswa-siswa yang menjadi subjek penelitian, untuk mengetahui penyebab kesulitan yang terjadi, peneliti juga mewawancarai guru yang bersangkutan. Guru yang diwawancarai adalah Ibu Dra. Adjeng Prihatanti Siwi selaku guru mata pelajaran matematika. Hasil wawancara ini juga turut menentukan upaya remediasi yang akan dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar subjek. Dari hasil wawancara didapatkan bahwa subjek masih kesulitan untuk memahami materi koordinat kartesius, terutama dalam menentukan titik-titik pada bidang kartesius. Selain itu juga siswa-siswa tersebut kurang mau banyak berlatih yang menyebabkan mereka tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan. Siswa-siswa tersebut memang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Menurut beliau, tidak ada masalah dengan sikap subjek saat pembelajaran berlangsung, namun keaktifan subjek selama pembelajaran berlangsung masih sangat kurang. Beliau mengatakan bahwa ada beberapa siswa yang selalu remidi setiap kali tes, sejauh ini beliau hanya melihat dari hasil tes saja. Beliau

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 juga berpendapat bahwa penyebab kesulitan belajar adalah karena adanya faktor dari bimbingan orang tua di rumah, kurangnya pengetahuan dasar yang dimilikinya, serta adanya pengaruh dari faktor lingkungan baik itu lingkungan sekolah maupun lingkungan di rumahnya. 4. Perkiraan Bantuan dengan Pembelajaran Remedial Setelah menelaah mengenai letak kesulitan yang dialami siswa, jenis kesulitan serta faktor-faktor yang menyebabkannya, kemudian peneliti melakukan pembelajaran remedial terhadap siswa-siswa yang sudah diwawancarai. Pembelajaran remedial ini dimaksudkan untuk membantu siswa-siswa yang mengalami kesulitan agar kesulitan belajar yang dialaminya dapat teratasi. Pada pembelajaran remedial ini, peneliti mengulangi bahan yang telah diberikan yaitu mengulang materi yang dianggap sulit oleh subjek, karena peneliti lebih menekankan pada kesalahan-kesalahan yang dialami oleh subjek dan peneliti menunjukkan bagian-bagian yang dianggap penting dan merupakan kelemahan bagi subjek. Dalam pembelajarn remedial ini juga peneliti melakukan alternatif kegiatan lain yang setara dengan kegiatan belajar mengajar yaitu pembelajaran remedial dengan metode tanya jawab dengan subjek. 5. Pemberian Bantuan dengan Tes Remedial

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan tindak lanjut dari pembelajaran remedial, yakni memberikan tes akhir atau tes remedial kepada subjek. Tes ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari pembelajaran remedial yang telah dilaksanakan. Tabel 4.10 Skor dan Nilai Tes Remedial Siswa Kelas VIII C Skor 1 2 3 4 Skor Nilai Benar Nilai S3 10 10 10 2 32 80 2 S4 10 7 8 4 29 72.5 3 S9 8 6 10 3 27 67.5 50 No Nama 1 4 S12 10 3 7 0 20 5 S13 10 10 8 3 31 77.5 6 S14 10 6 9 8 33 82.5 7 S20 10 7 5 6 28 70 8 S21 10 10 0 0 20 50 Tabel 4.10 di atas memperlihatkan skor dan nilai tes remedial 8 siswa yang sebelumnya sudah mengikuti pembelajaran remedial. Dapat dilihat dari tabel tersebut terdapat 3 siswa dari 8 siswa yang belum memenuhi kriteria kelulusan minimal. Kemudian, peneliti membandingkan hasil belajar siswa pada tes diagnostik dan tes remedial, hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah kesulitan belajar yang dialami siswa sudah teratasi atau sebaliknya.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.11 Kesulitan Siswa Pada Tes Diagnostik dan Tes Remedial No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jenis Kesulitan Kesulitan dalam menentukan jarak titik terhadap sumbu-x dan jarak titik terhadap sumbu-y Kesulitan dalam menggambar titik koordinat Kesulitan dalam menggambar bangun datar pada bidang koordinat Kesulitan dalam menentukan suatu gambar bangun datar berdasarkan titik koordinat Kesulitan menentukan titik koordinat berdasarkan gambar Kurang teliti dalam membaca dan menyalin soal Kurang memahami isi dari soal yang diberikan Nama Siswa S12 S13 − √ S3 √ S4 0 S9 − S14 − S20 − S21 √ 0 0 0 0 − √ 0 0 √ √ 0 0 0 0 √ − 0 − 0 0 − √ √ − 0 0 0 0 0 0 0 − √ 0 √ 0 0 √ √ √ √ 0 √ 0 0 √ √ √ Keterangan : √ : sudah teratasi, − : belum teratasi, 0 : tidak mengalami kesulitan 62

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat dilihat pada tabel 4.9 diketahui bahwa kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa adalah kesalahan menginterpretasikan bahasa dan kesalahan konsep. Ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal terkait dengan materi koordinat kartesius. Diantaranya adalah siswa tidak memahami materi dengan baik, siswa kurang teliti dalam membaca soal sehingga menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal yang diberikan. Dari pada tabel 4.11, dapat dilihat pengaruh dari pembelajaran remedial pada materi koordinat kartesius. Dari tabel tersebut dapat dilihat sebagian kesulitan-kesulitan siswa sudah teratasi. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa sudah berkurang. Pada materi menggambar titik-titik koordinat siswa sudah mulai memahami materi tersebut. Siswa juga sudah teliti dalam membaca dan memahami isi dari soal tersebut sehingga mereka dapat mengerjakan soal tes remedial dengan baik. Selain itu, beberapa siswa yang pada tes awal tidak menjawab soal, pada tes remedial ini mereka menjawabnya dengan baik. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, kesulitan siswa dalam mengerjakan soal koordinat kartesius disebabkan karena kurangnya pemahaman siswa mengenai materi tersebut, tidak teliti dalam membaca soal. Selain dari faktor internal, penyebab kesulitan siswa juga disebabkan oleh faktor eksternal yaitu suasana kelas ketika proses pembelajaran berlangsung yang ramai sehingga siswa kurang dapat mendengar penjelasan dari guru,

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 kebiasaan belajar siswa yang masih belum baik, serta situasi rumah yang kurang mendorong siswa untuk belajar. Setelah menganalisis penyebabnya, peneliti kesulitan belajar siswa serta faktor kemudian menyusun rencana pembelajaran yang dilakukan dengan membahas materi koordinat kartesius yang lebih menekankan pada kesalahan-kesalahan siswa dalam mengerjakan soal terkait materi tersebut. Setelah itu peneliti memberikan tes remedial yang digunakan sebagai evaluasi dari pembelajaran remedial. Berikut data nilai tes diagnostik dan tes remedial siswa kelas VIII C. Tabel 4.12 Nilai Tes Diagnostik dan Tes Remedial Kelas VIII C No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Siswa S3 S4 S9 S12 S13 S14 S20 S21 Nilai Tes Diagnostik 45 45 47.5 47.5 40 62.5 32,5 30 Nilai Tes Remedial 80 72.5 67.5 50 77.5 82.5 70 50 Kategori Kriteria Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Dari hasil tes remedial yang telah dilaksanakan, nilai dari seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran remedial mengalami peningkatan hal ini dapat dilihat pada tabel 4.12, dari 8 siswa masih terdapat 3 siswa yang belum mencapai ketuntasan nilai yang ditetapkan oleh sekolah (nilai kurang dari 70), yakni S9, S12, dan S21. Persentase ketuntasan belajar siswa adalah 62,5%. Berikut perbandingan rata-rata kelas VIII C dari hasil tes diagnostik dan tes remedial yang disajikan pada tabel.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Tabel 4. 13 Perbandingan Rata-rata Tes Diagnostik dan Tes Remedial Kriteria Banyak Siswa Rata-rata Tes Diagnostik 23 43.75 Tes Remedial 8 68.75 Dari tabel 4.13, dapat diketahui nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas VIII C mengalami kemajuan hasil belajar setelah diadakannya pembelajaran remedial. Dengan demikian, berdasarkan peningkatan hasil belajar siswa di atas (tabel 4.13). maka dapat disimpulkan bahwa diagnosis kesulitan dan pembelajaran remedial pada materi koordinat kartesius cukup dapat membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa kelas VIII C SMP BOPKRI 3 Yogyakarta pada materi koordinat kartesius, faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar tersebut dapat terjadi dan pembelajaran remedial bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal koordinat kartesius. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Dari hasil tes awal yang juga sebagai tes diagnostik dapat diketahui letak kesulitan belajar siswa. Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa didasarkan pada letak kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa ketika mengerjakan soal koordinat kartesius. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa diantaranya: a. Kesalahan dalam menentukan jarak terhadap sumbu-sumbu koordinat. Siswa seringkali terbalik dalam menentukan jarak terhadap sumbu-x dan sumbu-y. b. Kesalahan dalam menentukan koordinat titik pada sumbu-x dan sumbu-y. c. Kesalahan dalam memahami isi (permintaan) dari soal yang diberikan, sehingga siswa salah dalam menginterpretasikan bahasa dan kesulitan dalam menyelesaikan soal. 66

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 2. Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa ini disebabkan karena beberapa hal, diantaranya karena kurangnya siswa dalam berlatih mengerjakan soalsoal latihan baik di dalam kelas maupun di luar kelas, kurangnya ketelitian siswa dalam mengerjakan soal, kurangnya minat dan motivasi siswa sehingga keinginan untuk mengerjakan latihan soal tidak begitu tampak. 3. Pembelajaran remedial yang dilakukan dengan metode tanya jawab dapat membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa ditandai dengan adanya penurunan kesalahan siswa. Untuk melihat kemajuan siswa setelah mengikuti pembelajaran remedial dapat dilihat dengan cara membandingkan hasil tes diagnostik dengan hasil tes remedial. Dari hasil perbandingan tersebut dapat terlihat siswa mengalami peningkatan belajar dan cukup dapat mengatasi kesulitan belajar yang dialami. Dalam penelitian ini, peneliti merasa kurang menggali penyebab- penyebab yang lebih spesifik mengenai kesulitan yang dialami oleh siswa, peneliti hanya mengidentifikasi kesulitan berdasarkan analisis kesalahan siswa ketika mengerjakan soal-soal koordinat kartesius, soal-soal yang diberikan juga hanya terbatas pada soal-soal yang terdapat pada buku matematika kelas VIII yang digunakan sebagai buku pegangan siswa, peneliti juga kurang melakukan observasi serta keterbatasan waktu saat melakukan penelitian. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menyampaikan beberapa saran, diantaranya:

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 1. Guru perlu untuk memberikan tes diagnostik di setiap akhir materi dan menganalisisnya untuk mengetahui dimana letak kesulitan dan kesalahan siswa. Kemudian guru harus mengetahui cara untuk mengatasinya sehingga siswa tidak mengulangi kesulitan tersebut. 2. Guru hendaknya memberikan motivasi kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar, sehingga kesulitan yang dialaminya dapat teratasi. 3. Siswa juga hendaknya bertanya kepada guru dan jangan pernah malu jika ada materi pelajaran yang tidak dimengerti karena jika siswa tidak berani untuk bertanya maka akan mempengaruhi pemahaman materi pelajaran.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, Abu, dan Widodo Supriyono. 2013. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Angelina Dwi M. 2012. Diagnosis Kesulitan Belajar Siswa dan Pembelajaran Remedial dalam Materi Operasi pada Pecahan Bentuk Aljabar di Kelas VIII SMPN 2 Jetis Bantul. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Angelina Hesti P. 2012. Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pembelajaran Remidial Bagi Siswa Kelas VIIB SMP Kanisius Kalasan Tahun Pelajaran 2012/2013 dalam Penyelesaian Soal pada Pokok Bahasan Penjumlahan dan Pengurangan. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 2. Jakarta: PT. Bumi Aksara. As’ar, Abdur Rahman. 2017. Matematika Kelas VIII SMP/MTs Semester 1. Jakarta: Kemdikbud. Entang. 1984. Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial. Jakarta: P2LPTK. Hadar, dkk. 1987. An Empirical Classification Model for Error in High School Mathematics. Journal for Research in Mathematic Education. Ischak dan Warji. 1987. Program Remedial dalam Proses Belajar Mengajar. Yogyakarta: Liberty. Jihad, Asep dan Abdul Haris. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo. Moleong, Lexy J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Partowisastro, Koestoer dan A. Hadisuparto. 1984. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar Jilid 1. Jakarta Pusat: Erlangga. Priyanto, Duwi. 2014. SPSS 22: Pengolahan Data Terpraktis. Yogyakarta: Penerbit Andi. Ricky Antonius Leohani. 2014. Diagnosis Kesulitan Belajar Siswa dan Pembelajaran Remedial dalam Penyelesaian Soal-soal Aplikasi Segiempat di Kelas VII SMP Aloysius Turi. Skripsi.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Siregar, Evelin dan Hartini Nara. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. 69

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Sudjana, Nana. 2012. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 71

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1. Soal Uji Coba Mata Pelajaran : Matematika Hari, Tanggal : 14 Agustus 2018 Materi : Koordinat Kartesius Kelas : VIII B Bentuk Soal : Uraian Waktu : 40 menit Petunjuk : Kerjakan soal – soal di bawah ini. Mulailah dengan soal yang menurut kalian mudah. 1. Apa yang kalian ketahui tentang titik B(4, 5), titik D(3, 4), dan titik H(5, 9)? 2. Perhatikan koordinat Kartesius di bawah ini! Berapa jarak titik G terhadap sumbu-x dan sumbu-y dan terletak di sebelah mana terhadap sumbu-x dan sumbu-y? 3. Gambarlah koordinat Kartesius, kemudian letakkan titik P(2, 1), Q(4, 1), R(4, −1), dan S(2, −1). Jika titik-titik tersebut dihubungkan secara berurutan, bangun apakah yang terbentuk? 72

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 4. Diketahui koordinat titik E(8, 3), F(12, 3), dan G(12, 5). Tentukan koordinat titik H, sehingga jika keempat titik tersebut dihubungkan secara berurutan akan membentuk persegi panjang!

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2. Kunci Jawaban Soal Uji Coba 1. Apa yang kalian ketahui tentang titik B(4, 5), titik D(3, 4), dan titik H(5, 9)? Jawab : Koordinat Keterangan Titik B(4, 5) Titik B berjarak 5 satuan dari sumbu-x dan berjarak 4 satuan dari sumbu-y D(3, 4) Titik D berjarak 4 satuan dari sumbu-x dan berjarak 3 satuan dari sumbu-y H(5, 9) Titik H berjarak 9 satuan dari sumbu-x dan berjarak 5 satuan dari sumbu-y 2. Perhatikan koordinat Kartesius di bawah ini! Berapa jarak titik G terhadap sumbu-x dan sumbu-y dan terletak di sebelah mana terhadap sumbu-x dan sumbu-y? Jawab : 74

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Titik G berjarak 2 satuan dari sumbu-x dan berjarak 7 satuan dari sumbuy, terletak di sebelah kiri sumbu-y dan di atas sumbu-x. 3. Gambarlah koordinat Kartesius, kemudian gambarlah titik P(2, 1), Q(4, 1), R(4, −1), dan S(2, −1). Jika titik-titik tersebut dihubungkan, bangun apakah yang terbentuk? Jawab : 5 4 3 2 Q(4, 1) P(2, 1) 1 -5 -4 -3 -2 -1 -1 -2 1 2 S(2, -1) 3 4 5 R(4, -1) -3 -4 -5 Jika titik – titik tersebut dihubungkan secara berurutan maka akan membentuk bangun persegi. 4. Diketahui koordinat titik E(8, 3), F(12, 3), dan G(12, 5). Tentukan koordinat titik H, sehingga jika keempat titik tersebut dihubungkan akan membentuk persegi panjang! Jawab : Koordinat titik H yang dibutuhkan agar titik – titik tersebut jika dihubungkan akan membentuk bangun persegi panjang adalah H(8, 5).

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 No Jawaban Skor 1. Titik B berjarak 5 satuan dari sumbu-x dan berjarak 4 10 satuan dari sumbu-y, berada di kuadran I Titik D berjarak 4 satuan dari sumbu-x dan berjarak 3 satuan dari sumbu-y, berada di kuadran I Titik H berjarak 9 satuan dari sumbu-x dan berjarak 5 satuan dari sumbu-y, berada di kuadran I 2. Titik G berjarak 2 satuan dari sumbu-x dan berjarak 7 10 satuan dari sumbu-y, terletak di sebelah kiri sumbu-y dan di atas sumbu-x, titik G berada di kuadran II. 3. 5 5 4 3 2 Q(4, 1) P(2, 1) 1 -5 -4 -3 -2 -1 -1 -2 1 2 3 S(2, -1) 4 5 R(4, -1) -3 -4 -5 Jika titik – titik tersebut dihubungkan secara berurutan 5 maka akan membentuk bangun persegi. 4. Koordinat titik H yang dibutuhkan agar titik – titik tersebut jika dihubungkan akan membentuk bangun persegi panjang adalah H(8, 5). 10

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3. Rekap Jawaban Siswa Kelas VIII B Dalam Soal Uji Coba No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Skor Nama Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 1 5 0 7 10 9 10 9 9 10 9 9 9 9 9 9 3 10 3 0 9 9 0 9 2 0 10 10 7 9 7 10 9 9 5 9 7 9 0 7 7 10 3 0 10 10 0 7 3 10 2 5 5 5 10 10 10 10 5 10 10 10 5 0 4 10 10 5 5 10 10 0 4 10 2 10 10 10 5 10 10 10 10 9 5 9 10 10 0 10 10 10 10 10 10 10 Skor Total Benar Nilai 25 14 32 32 33 32 39 38 39 29 37 31 37 24 26 14 40 26 15 34 39 20 26 62.5 35 80 80 82.5 80 97.5 95 97.5 72.5 92.5 77.5 92.5 60 65 35 100 65 37.5 85 97.5 50 65 Hasil analisis di atas didapatkan dari hasil tes uji coba soal yang dilakukan di kelas VIII B kemudian peneliti melakukan uji validitas untuk mengetahui soal yang diberikan valid atau tidak. 77

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4. Perhitungan Validitas Soal Uji Coba Validitas Soal Nomor 1 No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Jumlah X Y X.Y 5 0 7 10 9 10 9 9 10 9 9 9 9 9 9 3 10 3 0 9 9 0 9 166 25 14 32 32 33 32 39 38 39 29 37 31 37 24 26 14 40 26 15 34 39 20 26 682 125 0 224 320 297 320 351 342 390 261 333 279 333 216 234 42 400 78 0 306 351 0 234 5436 Y2 625 196 1024 1024 1089 1024 1521 1444 1521 841 1369 961 1369 576 676 196 1600 676 225 1156 1521 400 676 21710 X2 25 0 49 100 81 100 81 81 100 81 81 81 81 81 81 9 100 9 0 81 81 0 81 1464 (∑ X)2 = 27556 (∑ Y)2 = 465124 Berdasarkan tabel tersebut dapat dicari validitas soal nomor 1 dengan menggunakan rumus : 𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 ∑ 𝑥𝑦 − (∑ 𝑥). (∑ 𝑦) √{𝑁 ∑ 𝑥 2 − (∑ 𝑥)2 }. {𝑁 ∑ 𝑦 2 − (∑ 𝑦)2 } 78

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 = = (23 × 5436) − (166 × 682) √{(23 × 1464) − (166)2 }{(23 × 21710) − (682)2 } 11816 14463,88 = 0,8169314 Berdasarkan tabel r product moment dengan taraf signifikan 5% dan N = 23 maka didapat r tabel = 0,413. Karena r hitung untuk soal nomor 1 adalah 0,817 dan r hitung > r tabel, maka soal ini valid.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Validitas Soal Nomor 2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Jumlah X Y X.Y 0 10 10 7 9 7 10 9 9 5 9 7 9 0 7 7 10 3 0 10 10 0 7 155 25 14 32 32 33 32 39 38 39 29 37 31 37 24 26 14 40 26 15 34 39 20 26 682 0 140 320 224 297 224 390 342 351 145 333 217 333 0 182 98 400 78 0 340 390 0 182 4986 Y2 625 196 1024 1024 1089 1024 1521 1444 1521 841 1369 961 1369 576 676 196 1600 676 225 1156 1521 400 676 21710 X2 0 100 100 49 81 49 100 81 81 25 81 49 81 0 49 49 100 9 0 100 100 0 49 1333 (∑ X)2 = 24025 (∑ Y)2 = 465124 Berdasarkan tabel tersebut dapat dicari validitas soal nomor 2 dengan menggunakan rumus : 𝑟𝑥𝑦 = = 𝑁 ∑ 𝑥𝑦 − (∑ 𝑥). (∑ 𝑦) √{𝑁 ∑ 𝑥 2 − (∑ 𝑥)2 }. {𝑁 ∑ 𝑦 2 − (∑ 𝑦)2 } (23 × 4986) − (155 × 682) √{(23 × 1333) − (155)2 }{(23 × 21710) − (682)2 }

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 = 8968 15063,95 = 0,5953286 Berdasarkan tabel r product moment dengan taraf signifikan 5% dan N = 23 maka didapat r tabel = 0,413. Karena r hitung untuk soal nomor 2 adalah 0,595 dan r hitung > r tabel, maka soal ini valid.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Validitas Soal Nomor 3 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Jumlah X Y X.Y 10 2 5 5 5 10 10 10 10 5 10 10 10 5 0 4 10 10 5 5 10 10 0 161 25 14 32 32 33 32 39 38 39 29 37 31 37 24 26 14 40 26 15 34 39 20 26 682 250 28 160 160 165 320 390 380 390 145 370 310 370 120 0 56 400 260 75 170 390 200 0 5109 Y2 625 196 1024 1024 1089 1024 1521 1444 1521 841 1369 961 1369 576 676 196 1600 676 225 1156 1521 400 676 21710 X2 100 4 25 25 25 100 100 100 100 25 100 100 100 25 0 16 100 100 25 25 100 100 0 1395 (∑ X)2 = 25921 (∑ Y)2 = 465124 Berdasarkan tabel tersebut dapat dicari validitas soal nomor 3 dengan menggunakan rumus : 𝑟𝑥𝑦 = = 𝑁 ∑ 𝑥𝑦 − (∑ 𝑥). (∑ 𝑦) √{𝑁 ∑ 𝑥 2 − (∑ 𝑥)2 }. {𝑁 ∑ 𝑦 2 − (∑ 𝑦)2 } (23 × 5109) − (161 × 682) √{(23 × 1395) − (161)2 }{(23 × 21710) − (682)2 }

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 = 7705 14520,53 = 0,530628 Berdasarkan tabel r product moment dengan taraf signifikan 5% dan N = 23 maka didapat r tabel = 0,413. Karena r hitung untuk soal nomor 3 adalah 0,531 dan r hitung > r tabel, maka soal ini valid.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Validitas Soal Nomor 4 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Jumlah X Y X.Y 10 2 10 10 10 5 10 10 10 10 9 5 9 10 10 0 10 10 10 10 10 10 10 25 14 32 32 33 32 39 38 39 29 37 31 37 24 26 14 40 26 15 34 39 20 26 200 682 250 28 320 320 330 160 390 380 390 290 333 155 333 240 260 0 400 260 150 340 390 200 260 6179 Y2 625 196 1024 1024 1089 1024 1521 1444 1521 841 1369 961 1369 576 676 196 1600 676 225 1156 1521 400 676 21710 X2 100 4 100 100 100 25 100 100 100 100 81 25 81 100 100 0 100 100 100 100 100 100 100 1916 (∑ X)2 = 40000 (∑ Y)2 = 465124 Berdasarkan tabel tersebut dapat dicari validitas soal nomor 3 dengan menggunakan rumus : 𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 ∑ 𝑥𝑦 − (∑ 𝑥). (∑ 𝑦) √{𝑁 ∑ 𝑥 2 − (∑ 𝑥)2 }. {𝑁 ∑ 𝑦 2 − (∑ 𝑦)2 }

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 = = (23 × 6179) − (200 × 682) √{(23 × 1916) − (200)2 }{(23 × 21710) − (682)2 } 5717 11796,19 = 0,4846482 Berdasarkan tabel r product moment dengan taraf signifikan 5% dan N = 23 maka didapat r tabel = 0,413. Karena r hitung untuk soal nomor 4 adalah 0,485 dan r hitung > r tabel, maka soal ini valid.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5. Perhitungan Reliabilitas Uji Coba Tes Hasil Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Jumlah Skor 1 5 0 7 10 9 10 9 9 10 9 9 9 9 9 9 3 10 3 0 9 9 0 9 166 2 0 10 10 7 9 7 10 9 9 5 9 7 9 0 7 7 10 3 0 10 10 0 7 155 3 10 2 5 5 5 10 10 10 10 5 10 10 10 5 0 4 10 10 5 5 10 10 0 161 4 10 2 10 10 10 5 10 10 10 10 9 5 9 10 10 0 10 10 10 10 10 10 10 200 Skor Total Benar 25 14 32 32 33 32 39 38 39 29 37 31 37 24 26 14 40 26 15 34 39 20 26 682 Y2 625 196 1024 1024 1089 1024 1521 1444 1521 841 1369 961 1369 576 676 196 1600 676 225 1156 1521 400 676 21710 Reliabilitas tes dihitung dengan menggunakan rumus reliabilitas untuk tes uraian sebagai berikut: 𝑟11 = [ 𝑆𝑖 2 𝑛 ] [1 − 2 ] 𝑛−1 𝑆𝑡 Rumus untuk mencari varians adalah : 86

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 𝑆𝑖 2 = (∑ 𝑋)2 𝑁 𝑁 ∑ 𝑋2 − Soal nomor 1 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Jumlah X 5 0 7 10 9 10 9 9 10 9 9 9 9 9 9 3 10 3 0 9 9 0 9 166 X2 25 0 49 100 81 100 81 81 100 81 81 81 81 81 81 9 100 9 0 81 81 0 81 1464 Varians soal nomor 1 : 𝑆1 2 = = (166)2 23 23 1464 − 1626 − 1198,087 23 = 11,561

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Soal nomor 2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Jumlah X 0 10 10 7 9 7 10 9 9 5 9 7 9 0 7 7 10 3 0 10 10 0 7 155 X2 0 100 100 49 81 49 100 81 81 25 81 49 81 0 49 49 100 9 0 100 100 0 49 1333 Varians soal nomor 2 : 𝑆2 2 = = (155)2 23 23 1333 − 1333 − 1044,565 23 = 12,541

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Soal nomor 3 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Jumlah X 10 2 5 5 5 10 10 10 10 5 10 10 10 5 0 4 10 10 5 5 10 10 0 161 X2 100 4 25 25 25 100 100 100 100 25 100 100 100 25 0 16 100 100 25 25 100 100 0 1395 Varians soal nomor 3 : 𝑆3 2 = = (161)2 23 23 1395 − 1395 − 1127 23 = 11,652

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Soal nomor 4 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Jumlah X 10 2 10 10 10 5 10 10 10 10 9 5 9 10 10 0 10 10 10 10 10 10 10 200 X2 100 4 100 100 100 25 100 100 100 100 81 25 81 100 100 0 100 100 100 100 100 100 100 1916 Varians soal nomor 4 : 𝑆4 2 = = (200)2 23 23 1916 − 1916 − 1739,130 23 = 7,690 Sehingga : 𝑆𝑖 2 = 11,561 + 12,541 + 11,652 + 7,690 = 43,444 Untuk varians totalnya adalah : 𝑆𝑡 2 = = (∑ 𝑌)2 𝑁 𝑁 ∑ 𝑌2 − (682)2 23 23 21710 −

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 = 64,661 𝑟11 𝑛 𝑆𝑖 2 =[ ] [1 − 2 ] 𝑛−1 𝑆𝑡 = [ 43,444 4 ] [1 − ] 64,661 4−1 = 0,438 Dengan menggunakan perhitungan uji Alpha Cronbach dan didapat 0,438 sehingga reliabilitas soal tersebut dapat dikategorikan sedang, berdasarkan tabel interpretasi nilai reliabilitas (tabel 3.4).

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6. Validitas dan Reliabilitas Soal Uji Coba Menggunakan SPSS Validitas Correlations Soal1 Pearson Correlation Soal1 Soal3 .014 .551 .114 .000 23 23 23 23 23 * 1 -.007 -.159 .974 .470 .003 23 Sig. (2-tailed) .014 .503 23 23 23 23 Pearson Correlation .131 -.007 1 .156 Sig. (2-tailed) .551 .974 23 23 Pearson Correlation .339 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation TotalSkor TotalSkor .339 .503 N Soal4 Soal4 .131 1 Pearson Correlation N Soal3 * Sig. (2-tailed) N Soal2 Soal2 Sig. (2-tailed) N .817 .595 .531 ** ** ** .477 .009 23 23 23 -.159 .156 1 .485 .114 .470 .477 23 23 23 23 23 ** ** ** * 1 .817 .595 .531 .019 .485 .000 .003 .009 .019 23 23 23 23 92 * 23

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Reliabilitas Case Processing Summary N Valid Cases a Excluded Total % 23 100.0 0 .0 23 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .438 4

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7. Soal Tes Diagnostik Mata Pelajaran : Matematika Hari, Tanggal : 15 Agustus 2018 Materi : Koordinat Kartesius Kelas : VIII C Bentuk Soal : Uraian Waktu : 40 menit Petunjuk : Kerjakan soal – soal di bawah ini. Mulailah dengan soal yang menurut kalian mudah. 1. Apa yang kalian ketahui tentang titik B(4, 5), titik D(3, 4), dan titik H(5, 9)? 2. Perhatikan koordinat Kartesius di bawah ini! Berapa jarak titik G terhadap sumbu-x dan sumbu-y dan terletak di sebelah mana terhadap sumbu-x dan sumbu-y? 3. Gambarlah koordinat Kartesius, kemudian letakkan titik P(2, 1), Q(4, 1), R(4, −1), dan S(2, −1). Jika titik-titik tersebut dihubungkan secara berurutan, bangun apakah 94 yang terbentuk?

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 4. Diketahui koordinat titik E(8, 3), F(12, 3), dan G(12, 5). Tentukan koordinat titik H, sehingga jika keempat titik tersebut dihubungkan secara berurutan akan membentuk persegi panjang!

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8. Lembar Jawaban Tes Diagnostik 96

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9. Soal Tes Remedial Materi : Koordinat Kartesius Kelas : VIII C Hari, tanggal : Senin, 12 September 2018 Waktu : 40 menit Petunjuk : Kerjakan soal – soal di bawah ini. Mulailah dengan soal yang menurut kalian mudah. 1. 2. Gambarlah titik – titik berikut pada koordinat Kartesius! a. A(0, 5) b. B(−6, 6) c. C(4, −8) d. D(−5, −1) Diketahui titik B(−3, −5), C(2, 7), dan D(−6, 8). Tentukan jarak setiap titik terhadap sumbu-x dan jarak setiap titik terhadap sumbu-y! 3. Perhatikan koordinat Kartesius di bawah ini! Gambar di atas menunjukkan aliran sungai yang melewati beberapa titik dalam bidang kordinat. a. Sebutkan 3 koordinat titik – titik yang dilalui oleh aliran sungai tersebut. 115

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 b. Sebutkan titik – titik yang dilewati aliran sungai yang berada pada kuadran I, kuadran II, kuadran III, dan kuadran IV. 4. Diketahui K(3, 3), L(5, 0), M (7, 3). Tentukan titik N, sehingga jika keempat titik tersebut dihubungkan akan membentuk belahketupat!

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10. Kunci Jawaban Soal Tes Remedial 1. Gambarlah titik – titik berikut pada koordinat Kartesius! c. A(0, 5) d. B(−6, 6) c. C(4, −8) d. Jawab : D(−5, −1) y A(0, 5) B(−6, 6) x D(−5, −1) C(4, −8) 2. Diketahui titik B(−3, −5), C(2, 7), dan D(−6, 8). Tentukan jarak setiap titik terhadap sumbu-x dan jarak setiap titik terhadap sumbu-y! Jawab : Koordinat Keterangan Titik B(−3, −5) Titik B berjarak 5 satuan dari sumbu-x dan berjarak 3 C(2, 7), Titik C berjarak 7 satuan dari sumbu-x dan berjarak 2 satuan dari sumbu-y satuan dari sumbu-y 117

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 D(−6, 8). Titik D berjarak 8 satuan dari sumbu-x dan berjarak 6 satuan dari sumbu-y 3. Perhatikan koordinat Kartesius di bawah ini! Gambar di atas menunjukkan aliran sungai yang melewati beberapa titik dalam bidang kordinat. a. Sebutkan 3 koordinat titik – titik yang dilalui oleh aliran sungai tersebut. b. Sebutkan titik – titik yang dilewati aliran sungai yang berada pada kuadran I, kuadran II, kuadran III, dan kuadran IV. Jawab : a. Koordinat titik – titik yang dilalui oleh aliran sungai tersebut adalah A(−7, 7) E(2, 4) B(−6, 4) F(5, 5) C(−3, 3) G(6, 2) D(0, 2) H(4, 0) I(4, −4) J(1, −5) K(−2, −4) L(−5, −5) M(−7, −7)

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 b. D(0, 2), E(2, 4), F(5, 5), G(6, 2), Kuadran I H(4, 0) A(−7, 7), B(−6, 4), C(−3, 3), D(0, Kuadran II 2) K(−2, −4), L(−5, −5), M(−7, −7) Kuadran III I(4, −4), J(1, −5), H(4, 0) Kuadran IV 4. Diketahui K(3, 3), L(5, 0), M (7, 3). Tentukan titik N, sehingga jika keempat titik tersebut dihubungkan akan membentuk belahketupat! Jawab : y N(5, 6) K(3, 3) M(7, 3) L(5, 0) x Koordinat titik N yang dibutuhkan agar titik – titik tersebut jika dihubungkan akan membentuk bangun belah ketupat adalah N(5, 6).

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 No Jawaban Skor 1. 10 y A(0, 5) B(−6, 6) x D(−5, −1) C(4, −8) 2. Titik B berjarak 5 satuan dari sumbu-x dan berjarak 3 satuan dari 10 sumbu-y Titik C berjarak 7 satuan dari sumbu-x dan berjarak 2 satuan dari sumbu-y Titik D berjarak 8 satuan dari sumbu-x dan berjarak 6 satuan dari sumbu-y 3. a. Koordinat titik – titik yang dilalui oleh aliran sungai tersebut adalah (5) A(−7, 7) F(5, 5) B(−6, 4) G(6, 2) C(−3, 3) H(4, 0) D(0, 2) I(4, −4) E(2, 4) J(1, −5) K(−2, −4) L(−5, −5) M (−7, −7) 10

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 b) (5) Kuadran I D(0, 2), E(2, 4), F(5, 5), G(6, 2), H(4, 0) Kuadran II A(−7, 7), B(−6, 4), C(−3, 3) Kuadran III K(−2, −4), L(−5, −5), M(−7, Kuadran IV 4. −7) I(4, −4), J(1, −5) 10 y N(5, 6) M(7, K(3, 3) L(5, x Koordinat titik N yang dibutuhkan agar titik – titik tersebut jika dihubungkan akan membentuk bangun belah ketupat adalah N(5, 6).

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11. Lembar Jawaban Tes Remedial 122

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12. Pedoman Wawancara Pedoman Wawancara Guru 1. Bagaimanakah keaktifan siswa dalam mengikuti dalam mengikuti pembelajaran? 2. Apakah siswa mengalami kesulitan pada materi koordinat kartesius? 3. Apakah faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar? Pedoman Wawancara Siswa 1. Apa pendapat anda mengenai matematika? 2. Apakah anda terbiasa belajar matematika di luar jam pelajaran? 3. Bagaimana cara anda belajar di rumah? 4. Bagaimana suasana kelas ketika pelajaran matematika? 5. Apakah anda kesulitan dalam mengerjakan soal matematika? 6. Bagaimana cara anda dalam mengatasi kesulitan tersebut? 136

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13. Transkrip Wawancara Guru P : Bagaimanakah keaktifan siswa di kelas ketika pembelajaran? G : Dalam pembelajaran di kelas biasanya keaktifan siswa masih kurang, ada beberapa siswa yang pasif dan ada juga yang aktif. Biasanya itu terlihat kalau saya beri pertanyaan, yang jawab hanya beberapa yang lainnya diam saja. Karena mereka juga punya karakter yang berbeda-beda, jadi saya harus lebih sabar dalam membimbingnya. P : Apakah menurut ibu siswa-siswa ini mengalami kesulitan dalam belajar materi koordinat kartesius? G : Yang merasa kesulitan pasti ada, itu biasanya mereka sulit dalam menentukan titik-titik koordinat, menggambarkannya di bidang koordinat, tapi ada juga anak yang sudah paham. P : Menurut pendapat ibu, faktor apa yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar? G : Bisa karena adanya faktor dari bimbingan orang tua, mungkin orang tua nya kurang memperhatikan perkembangan belajar anaknya di rumah, bisa juga karena lingkungan di sekolah, karena kan anak segini masih harus diperhatikan baik di sekolah atau di kelas. 137

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14. Transkrip Wawancara Siswa Keterangan: P : Peneliti S : Subjek (S4) P : “Menurut kamu matematika itu bagaimana?” S : “Kadang sulit, kadang bisa.” P : “Sulitnya bagaimana?” S : “Banyak rumusnya.” P : “Cara belajarmu di rumah bagaimana?” S : “Biasanya belajar sendiri, itu pun kadang belajar kadang tidak.” P : “Kalau belajar matematika kapan saja?” S : “Kalau mau ulangan aja baru belajar di rumah.” P : “Kalau misalnya ada materi yang tidak dimengerti bagaimana?” S : “Ya tetap belajar sendiri, kalau gak ya tanya orang tua, atau tanya teman di sekolah.” P : “Cara mengajar guru di kelas bagaimana?” S : “Biasanya dijelasin dulu baru latihan soal.” P : “Kalau guru menjelaskan materi kamu mengerti tidak?” S : “Kadang ngerti kadang gak.” P : “Terus kalau tidak mengerti gitu tanya gurunya langsung tidak?” S : “Gak, tanya teman aja.” P : “Kenapa tidak tanya gurunya langsung?” S : “Malu.” 138

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 P : “Tapi kalau tanya teman mengerti?” S : “Iya, lebih ngerti.” P : “Kamu sering mengerjakan latihan soal di luar jam pelajaran? Atau di luar sekolah, misalnya les atau bimbel?” S : “Gak pernah, kalau mau ulangan aja belajar di rumah.” P : “Berarti kalau tidak ada ulangan?” S : “Ya gak belajar.” P : “Suasana di kelas ketika pelajaran matematika bagaimana?” S : “Kadang rame, kadang diem juga.” P : “Terganggu tidak dengan suasana kelas yang seperti itu?” S : “Ya terganggu. Tapi kadang suka ikut ngomong juga sama teman.” P : “Sikap kamu selama pelajaran bagaimana?” S : “Dengerin kalau gurunya jelasin.” P : “Kalau ulangan gitu sering remidi tidak?” S : “Kadang-kadang remidi, kadang-kadang gak.” P : “Usaha kamu supaya tidak remidi bagaimana?” S : “Ya belajar lagi, ngerjain soal-soal.” P : “Mungkin cukup, terimakasih.” S : “Iya mbak.”

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Transkrip Wawancara Siswa Keterangan: P : Peneliti S : Subjek (S9) P : “Menurut kamu matematika itu bagaimana?” S : “Kalau menurutku matematika itu susah mbak banyak angkanya.” P : “Terus cara kamu belajar di rumah bagaimana?” S : “Kalau ada PR sama ulangan aja belajarnya.” P : “Belajar matematikanya bagaimana?” S : “Ya tadi ngerjain PR nya.” P : “Belajarnya sama siapa?” S : “Sendiri atau gak sama sepupu.” P : “Sama sepupu kamu dibantu belajarnya matematikanya?” S : “Iya, diajarin juga.” P : “Biasanya belajar setiap hari?” S : “Kalau mau ulangan aja baru belajar.” P : “Cara guru kamu mengajar di kelas bagaimana?” S : “Dijelasin dulu terus ngasih soal.” P : “Kalau diberi soal oleh gurumu, kamu bisa mengerjakan?” S : “Kadang-kadang bisa, kadang-kadang gak bisa.” P : “Kalau tidak bisa mengerjakan bagaimana?” S : “Biasanya tanya teman.” P : “Kenapa tidak tanya langsung ke gurunya?”

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 S : “Suka malu kalau mau nanya ke guru.” P : “Terus kalau gitu tanya ke siapa?” S : “Tanya ke teman aja, karena lebih jelas kalau tanya teman.” P : “Kalau suasana di kelas ketika pelajaran matematika bagaimana?” S : “Kalau gak ada gurunya rame, kalau ada ya pada diem.” P : “Kalau rame gitu kamu sering terganggu tidak?” S : “Ya terganggu, apalagi kalau yang cowok-cowok berisik.” P : “Sikap kamu selama pelajaran bagaimana?” S : “Kalau guru jelasin ya dengerin, sama ngerjain soalnya.” P :“Selain di sekolah, kamu belajar matematika dimana? Misalnya les atau bimbel? S : “Gak ada belajarnya paling di rumah aja.” P : “Kalau ulangan gitu sering remidi tidak?” S : “Kadang-kadang remidi.” P : “Terus cara kamu supaya tidak remidi bagaimana?” S : “Rajin belajar, banyak nanya ke guru kalau ada yang gak ngerti.” P : “Oke cukup, terimakasih.”

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Transkrip Wawancara Siswa Keterangan: P : Peneliti S : Subjek (S14) P : “Menurut kamu matematika itu bagaimana sih?” S : “Matematika itu susah mbak.” P : “Susahnya bagaimana?” S : “Ya susah aja banyak rumusnya, kadang gak ngerti sama rumusnya.” P : “Terus kalau susah gitu bagaimana kamu belajarnya?” S : “Ya biasanya belajar sendiri, kadang ngafalin rumusnya.” P :”Kalau di rumah gitu belajarnya bagaimana?” S :”Belajar sendiri.” P: “Belajar sendiri?” S :”Iya.” P : “Kalau ada materi yang tidak mengerti bagaimana?” S : “Kadang tanya sama mama.” P : “Cara mengajar guru di sekolah ketika belajar matematika bagaimana?” S : “Kadang pake alat peraga, kadang di suruh ngerjain soal.” P :“Kalau misalnya kamu tidak mengerti materinya ketika guru menjelaskan, kamu lebih sering tanya gurunya langsung tidak?” S : “Gak.” P : “Terus gimana kalau tidak mengerti?” S : “Biasanya tanya teman.”

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 P : “Kalau tanya teman biasanya kamu mengerti?” S : “Iya biasanya lebih jelas kalau tanya teman.” P : “Kenapa tidak langsung tanya gurunya?” S : “Lebih jelas aja kalau tanya teman.” P : “Tapi kalau guru menjelaskan paham tidak?” S : “Sedikit-sedikit.” P : “Suasana kelasnya bagaimana?” S : “Kadang rame, kadang diem. Kalau pas gurunya lagi keluar ya rame.” P : “Kamu terganggu dengan suasana kelas seperti itu?” S : “Kadang terganggu, kadang ikut ngobrol.” P : “Sikap kamu di kelas bagaimana?” S : “Dengerin gurunya jelasin.” P : “Terus kamu sering belajar matematika di luar sekolah tidak? Misalnya les atau bimbel gitu?” S : “Gak.” P : “Jadi cuma belajar matematika di sekolah sama rumah saja?” S : “Iya.” P : “Kalau belajar matematika biasanya kapan saja?” S : “Biasanya kalau mau ulangan aja.” P : “Kalau nilai ulangannya bagaimana?” S : “Kadang jelek, kadang bagus.” P : “Kalau nilainya jelek, bagaimana?” S : “Disuruh remidi sama gurunya.”

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 P : “Usaha kamu supaya ulangannya tidak remidi bagaimana?” S : “Banyak belajar.” P : “Oke cukup segitu aja, terimakasih ya.” S : “Sama-sama mbak.”

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Transkrip Wawancara Siswa Keterangan: P : Peneliti S : Subjek (S21) P : “Matematika itu menurut kamu bagaimana?” S : “Sulit mbak, banyak rumusnya.” P : “Terus kalau kamu belajar matematika di rumah bagaimana?” S : “Ya buka bukunya aja, ngafalin rumusnya.” P : “Biasa belajar setiap hari?” S : “Gak juga, kalau ada ulangan aja.” P : “Biasanya belajar di rumah sama siapa?” S : “Sendiri, kalau gak ya tanya mama.” P : “Kalau cara mengajar guru di kelas bagaimana?” S : “Biasanya dijelasin terus kasih soal.” P : “Kalau ada materi yang tidak jelas langsung tanya gurunya atau bagaimana?” S : “Kebanyakan suka tanya teman aja.” P : “Kenapa tidak tanya guru langsung?” S : “Gapapa, takut aja.” P : “Selain belajar matematika di sekolah, kamu belajar matematika dimana lagi? Misalnya les atau bimbel gitu?” S : “Gak ada.” P : “Suasana di kelas ketika guru mengajar bagaimana?” S : “Ada yang dengerin ada yang ngobrol juga.”

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 P : “Sikap kamu ketika di kelas bagaimana?” S : “Sering ikutan ngobrol juga.” P : “Kalau ada yang ngobrol gitu gurunya sering marah tidak?” S : “Iya, dikasih tau gitu biar gak pada ngobrol lagi.” P : “Kamu terganggu tidak dengan sikap teman-temanmu itu?” S : “Iya terganggu, karena gak jelas juga gurunya jelasin.” P : “Kalau ulangan gitu sering dapat nilai bagus tidak?” S : “Kalau soalnya mudah iya, kalau susah ya jelek.” P : “Terus kalau nilainya jelek itu bagaimana?” S : “Disuruh ikut remidi sama gurunya.” P : “Supaya nilai kamu bagus terus dan kamu gak ikut remidi usaha kamu bagaimana?” S : “Ya harus rajin belajarnya.” P : “Oke mungkin cukup, terimakasih.”

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15. Lembar Validasi Dosen LEMBAR VALIDASI SOAL TES DIAGNOSTIK Satuan Pendidikan : SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII/I Materi : Koordinat Kartesius Nama Peneliti : Antonia Handhita Puspitarini A. Tujuan Instrumen ini digunakan untuk mengukur kevalidan soal tes diagnostik yang akan dikembangkan oleh peneliti. B. Petunjuk Lembar validasi ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat Bapak/Ibu mengenai beberapa aspek yang disajikan dalam soal tes diagnostik yang akan dikembangkan oleh peneliti. Adapun petunjuk yang dapat membantu Bapak/Ibu dalam memberikan penilaian soal tes diagnostik yaitu: 1. Bapak/Ibu dimohon untuk memberikan penilaian dengan cara memberi tanda ceklist () pada skala penilaian yang sesuai dengan penilaian Bapak/Ibu. 2. Jika menurut Bapak/Ibu terdapat kekurangan pada tes diagnostik yang telah disusun, Bapak/Ibu dimohon untuk menuliskan saran/masukan pada lembar saran yang disediakan. 3. Makna skala penilaian adalah sebagai berikut: 5 : Sangat Baik 4 : Baik 3 : Cukup 2 : Kurang Baik 1 : Sangat Kurang Baik 147

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 LEMBAR VALIDASI SOAL TES REMEDIAL Satuan Pendidikan : SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII/I Materi : Koordinat Kartesius Nama Peneliti : Antonia Handhita Puspitarini A. Tujuan Instrumen ini digunakan untuk mengukur kevalidan soal tes remedial yang akan dikembangkan oleh peneliti. B. Petunjuk Lembar validasi ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat Bapak/Ibu mengenai beberapa aspek yang disajikan dalam soal tes remedial yang akan dikembangkan oleh peneliti. Adapun petunjuk yang dapat membantu Bapak/Ibu dalam memberikan penilaian soal tes remedial yaitu: 1. Bapak/Ibu dimohon untuk memberikan penilaian dengan cara memberi tanda ceklist () pada skala penilaian yang sesuai dengan penilaian Bapak/Ibu. 2. Jika menurut Bapak/Ibu terdapat kekurangan pada tes remedial yang telah disusun, Bapak/Ibu dimohon untuk menuliskan saran/masukan pada lembar saran yang disediakan. 3. Makna skala penilaian adalah sebagai berikut: 5 : Sangat Baik 4 : Baik 3 : Cukup 2 : Kurang Baik 1 : Sangat Kurang Baik

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16. Lembar Validasi Guru LEMBAR VALIDASI SOAL TES DIAGNOSTIK Satuan Pendidikan : SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII/I Materi : Koordinat Kartesius Nama Peneliti : Antonia Handhita Puspitarini A. Tujuan Instrumen ini digunakan untuk mengukur kevalidan soal tes diagnostik yang akan dikembangkan oleh peneliti. B. Petunjuk Lembar validasi ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat Bapak/Ibu mengenai beberapa aspek yang disajikan dalam soal tes diagnostik yang akan dikembangkan oleh peneliti. Adapun petunjuk yang dapat membantu Bapak/Ibu dalam memberikan penilaian soal tes diagnostik yaitu: 1. Bapak/Ibu dimohon untuk memberikan penilaian dengan cara memberi tanda ceklist () pada skala penilaian yang sesuai dengan penilaian Bapak/Ibu. 2. Jika menurut Bapak/Ibu terdapat kekurangan pada tes diagnostik yang telah disusun, Bapak/Ibu dimohon untuk menuliskan saran/masukan pada lembar saran yang disediakan. 3. Makna skala penilaian adalah sebagai berikut: 5 : Sangat Baik 4 : Baik 3 : Cukup 2 : Kurang Baik 1 : Sangat Kurang Baik 151

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 LEMBAR VALIDASI SOAL TES REMEDIAL Satuan Pendidikan : SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII/I Materi : Koordinat Kartesius Nama Peneliti : Antonia Handhita Puspitarini A. Tujuan Instrumen ini digunakan untuk mengukur kevalidan soal tes diagnostik yang akan dikembangkan oleh peneliti. B. Petunjuk Lembar validasi ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat Bapak/Ibu mengenai beberapa aspek yang disajikan dalam soal tes diagnostik yang akan dikembangkan oleh peneliti. Adapun petunjuk yang dapat membantu Bapak/Ibu dalam memberikan penilaian soal tes diagnostik yaitu: 1. Bapak/Ibu dimohon untuk memberikan penilaian dengan cara memberi tanda ceklist () pada skala penilaian yang sesuai dengan penilaian Bapak/Ibu. 2. Jika menurut Bapak/Ibu terdapat kekurangan pada tes diagnostik yang telah disusun, Bapak/Ibu dimohon untuk menuliskan saran/masukan pada lembar saran yang disediakan. 3. Makna skala penilaian adalah sebagai berikut: 5 : Sangat Baik 4 : Baik 3 : Cukup 2 : Kurang Baik 1 : Sangat Kurang Baik

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17. Dokumentasi Kegiatan 155

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(174)

Dokumen baru

Download (173 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS IX SMP PADA MATERI BIOTEKNOLOGI.
2
12
28
PEMBELAJARAN REMEDIAL BERDASARKAN DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR PADA POKOK BAHASAN SISTEM PEMBELAJARAN REMEDIAL BERDASARKAN DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA SISWA KELAS VIII SMP N 2 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 201
0
0
15
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENGGUNAKAN ALAT UKUR MEKANIK KELAS 1 PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF SMK TAMAN SISWA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011.
0
1
87
UPAYA MENGURANGI PERILAKU AGRESIF MELALUI SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 14 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015.
34
314
216
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MURDER PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS KELAS VIII DI SMP DARUL MUTA’ALLIMIN TAMAN SIDOARJO.
0
1
78
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IBADAH MATERI PUASA MELALUI METODE MIND MAPPING PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER I SMP MUHAMMADIYAH SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20182019 SKRIPSI
2
3
146
TINGKAT KESULITAN KEGIATAN BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN JENIS KELAMIN SISWA KELAS II SMU BOPKRI II YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20032004 SKRIPSI
0
0
54
DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20062007 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN SKRIPSI
0
0
115
TINGKAT KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP PANGUDI LUHUR 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20082009 SKRIPSI
0
0
96
TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VIII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20092010
0
0
113
TINGKAT KEBIASAAN BELAJAR PARA SISWA KELAS VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20102011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR KLASIKAL
0
0
86
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA MENYELESAIKAN SOAL PADA POKOK BAHASAN BENTUK ALJABAR UNTUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
179
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LUAS DAN KELILING SEGITIGA DI KELAS VII SMP NEGERI 2 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20112012
0
0
213
DESKRIPSI KONSEP DIRI SISWA KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20122013 DAN IMPLIKASINYA PADA USULAN PROGRAM BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK PENGEMBANGAN KONSEP DIRI SISWA SKRIPSI
0
0
98
PERSEPSI SISWA-SISWI KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014 TERHADAP MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DI KELAS
0
0
123
Show more