UNJUK KERJA MESIN PENYEJUK UDARA DENGAN SIKLUS KOMPRESI UAP MENGGUNAKAN DAYA KOMPRESOR 15 PK DAN MENGGUNAKAN VARIASI ICE PACK SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1 Teknik Mesin

Gratis

0
0
117
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI UNJUK KERJA MESIN PENYEJUK UDARA DENGAN SIKLUS KOMPRESI UAP MENGGUNAKAN DAYA KOMPRESOR 1/5 PK DAN MENGGUNAKAN VARIASI ICE PACK SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1 Teknik Mesin Oleh MUSA ALFONOVSKY SITUMORANG NIM : 135214023 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI INSTRUCTIONS FOR WORKING AIR CONDITIONING MACHINES WITH STEAM COMPRESSION CYCLE USING COMPRESSOR POWER 1/5 PK AND USING VARIATION ICE PACK FINAL PROJECT As partial fulfillment of the reqruitment to obtain the Sarjana Teknik degree in Mechanical Engineering by MUSA ALFONOVSKY SITUMORANG Student Number : 135214023 MECHANICAL ENGINEERING STUDY PROGRAM FACULTY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA 2019

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Udara adalah suatu energi yang berasal dari alam. Semua mahluk hidup membutuhkan udara. Terlebih pada manusia udara tidak hanya digunakan untuk bernapas tetapi udara dapat juga mempengaruhi tingkat kenyamanan. Udara dingin dalam suatu ruangan mampu menambah tingkat kenyamanan seseorang terlebih dalam melakukan pekerjaan yang menguras energi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Merancang dan merakit mesin penyejuk udara sederhana dengan daya listrik yang rendah. (b) Mendapatkan lama waktu mesin penyejuk udara bekerja yang menghasilkan suhu udara keluar mesin lebih rendah dari 22ºC. (c) Mendapatkan karakteristik dari mesin penyejuk yang telah dirakit, yang menghasilkan waktu paling lama dengan suhu udara lebih rendah dari 22ºC. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Perpindahan Panas Teknik Mesin, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Mesin penyejuk udara lokal bekerja dengan siklus kompresi uap. Mesin penyejuk udara lokal yang di rancang menggunakan daya kompresor 1/5 PK. Mesin dirancang dengan ukuran p x l x t : 67cm x 46cm x 117cm. Penelitian pada mesin penyejuk udara lokal dilakukan dengan variasi ice pack : (a) tanpa menggunakan ice pack, (b) menggunakan 10 ice pack, (c) menggunakan 20 ice pack. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa (a) mesin penyejuk udara lokal menggunakan komponen mesin kulkas dengan daya kompresor 1/5 PK dan ice pack berhasil dibuat dan dapat bekerja dengan baik. (b) Suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara tanpa ice pack dari menit ke 0 sampai dengan menit ke 180 adalah 18,5ºC sampai dengan 22ºC. Suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara menggunakan 10 ice pack dari menit ke 0 sampai dengan menit ke 300 adalah 14,2ºC sampai dengan 22ºC. Dan suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara menggunakan 20 ice pack dari menit ke 0 sampai dengan menit ke 380 adalah 9,3ºC sampai dengan 22ºC. Kata Kunci : Mesin penyejuk udara, Siklus Kompresi Uap, P-h Diagram, Ice pack dan COP vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Air is an energy that comes from nature. All living things need air. Especially in humans air is not only used for breathing but air can also affect the level of comfort. Cold air in a room can increase a person's level of comfort in doing energy-draining work. The objectives of this study are: (a) Designing and assembling simple air conditioning machines with low electrical power. (b) It takes a long time for the air conditioning machine to work which results in the engine's air outlet temperature being lower than 22ºC. (c) Obtain characteristics of the assembled cooling engine, which results in the longest time with air temperatures lower than 22ºC. This research was conducted at the Mechanical Engineering Heat Transfer Laboratory, Sanata Dharma University, Yogyakarta. The local air conditioning machine works with a vapor cycle. Local air conditioning machines designed using compressor power 1/5 PK. The machine is designed with a size p x l x t : 67cm x 46cm x 117cm. Research on local air conditioning machines is carried out with variations of ice pack: (a) without using ice packs, (b) using 10 ice packs, (c) using 20 ice packs. The results of the study can be concluded that (a) local air conditioning machines use refrigerator engine components with compressor power 1/5 PK and ice packs are successfully made and can work well. (b) The air temperature produced by air conditioning machines without ice packs from minute 0 to 180 minutes is 18.5ºC to 22ºC. The air temperature produced by the air conditioning machine uses 10 ice packs from 0 to 300 minutes to 14.2ºC to 22ºC. And the air temperature produced by air conditioning machines uses 20 ice packs from minutes to 0 to 380 minutes, 9.3ºC to 22ºC. Keywords : Air Conditioning, Steam Compression Cycle, P-h Diagram, Ice pack and COP viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penyusunan Skripsi yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana S-1 pada Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. Penulis merasa bahwa penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian yang tidak mudah, karena pada penelitian ini penulis melakukan banyak hal, seperti pembuatan mesin penyejuk udara lokal, pengujian, pengambilan data, dan melakukan pembahasan solusi terhadap masalah yang dihadapi. Penulis menyadari bahwa dalam penyelesaian penelitian dan penyusunan skripsi berjudul “Unjuk Kerja Mesin Penyejuk Udara dengan Siklus Kompresi Uap Menggunakan Daya Kompresor 1/5 PK dan Variasi Ice Pack” ini melibatkan banyak pihak. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Sudi Mungkasi, S.Si., M.Math.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 2. Ir. Petrus Kanisius Purwadi, M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta dan sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Skripsi, yang telah dengan sabar, tekun, tulus dan ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikiran memberikan bimbingan, motivasi, arahan, dan saran-saran yang sangat berharga kepada penulis selama menyusun Skripsi. 3. Raden Benedictus Dwiseno Wihadi S.T., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik. 4. Seluruh Pengajar Prodi Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang telah mendidik dan memberikan berbagai ilmu pengetahuan yang sangat membantu penulis dalam penyusunan Skripsi ini. 5. Orang tua dan kedua kakak penulis yang telah memberikan dukungan, baik secara doa, semangat dan secara materi. 6. Rekan-rekan mahasiswa Prodi Teknik Mesin dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyusunan Skripsi ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyelesaian dan penyusunan Skripsi ini masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, untuk itu kami mengharapkan masukan, ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kritik, dan saran dari berbagai pihak untuk dapat menyempurnakannya. Semoga Skripsi ini dapat bermanfaat, baik bagi penulis maupun pembaca. Terima kasih. Yogyakarta, 28 Januari 2019 Penulis x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Hal HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i TITLE PAGE ........................................................................................................ ii HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................. iii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ............... vi ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ABSTRAK ....................................................................................................... vii ABSTRACT ....................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ......................................................................................... ix DAFTAR ISI ....................................................................................................... xi DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xiv DAFTAR TABEL ................................................................................................ xviii BAB I BAB II PENDAHULUAN .......................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah .......................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah .................................................................... 2 1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................... 2 1.4 Batasan-batasan Dalam Pembuatan Mesin .............................. 3 1.5 Manfaat Penelitian ................................................................... 4 DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA ............................ 5 2.1 Dasar Teori .............................................................................. 5 2.1.1 Mesin Penyejuk Udara ...................................................... 5 2.1.2 Kompresi Uap ................................................................... 9 2.1.3 Perhitungan Siklus Kompresi Uap .................................... 13 2.1.4 Komponen Mesin Penyejuk Siklus Kompresi Uap ........... 16 xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.5 Komponen Pendukung Mesin Penyejuk Siklus ................ 27 Kompresi Uap BAB III 2.2 Tinjauan Pustaka ...................................................................... 29 PEMBUATAN ALAT .................................................................... 33 3.1 Persiapan Komponen Utama Mesin Penyejuk Udara .............. 33 Lokal 3.2 Peralatan Pendukung Pembuatan Mesin Penyejuk .............. 38 Udara Lokal BAB IV BAB V 3.3 Pembuatan Mesin Penyejuk Udara Lokal ................................ 44 METODOLOGI PENELITIAN ..................................................... 47 4.1 Objek Penelitian ....................................................................... 47 4.2 Alat Bantu Penelitian ............................................................... 48 4.3 Alur Penelitian ......................................................................... 51 4.4 Variasi Penelitian ..................................................................... 52 4.5 Cara Pengambilan Data ........................................................... 52 4.6 Cara Mengolah Data ................................................................ 53 4.7 Cara Mendapatkan Kesimpulan Dan Saran ............................. 55 HASIL PENELITIAN, PERHITUNGAN, DAN ........................... 56 PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian ........................................................................ 56 5.2 Pengolahan Data Hasil Penelitian ............................................ 60 5.3 Pembahasan .............................................................................. 74 KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 80 6.1 Kesimpulan .............................................................................. 80 6.2 Saran ........................................................................................ 82 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 83 LAMPIRAN ......................................................................................................... 84 BAB VI xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Lampiran 1 P-h diagram variasi tanpa mengguanakan ............. ice pack menit ke 40 b. Lampiran 1 P-h diagram variasi tanpa mengguanakan ............. ice pack menit ke 80 c. Lampiran 1 P-h diagram variasi tanpa mengguanakan ............. ice pack menit ke 120 d. Lampiran 1 P-h diagram variasi tanpa mengguanakan ............. ice pack menit ke 160 e. Lampiran 1 P-h diagram variasi tanpa mengguanakan ............. ice pack menit ke 180 f. Lampiran 1 P-h diagram variasi mengguanakan 10 ice pack ... menit ke 60 g. Lampiran 1 P-h diagram variasi mengguanakan 10 ice pack ... menit ke 120 h. Lampiran 1 P-h diagram variasi mengguanakan 10 ice pack ... menit ke 180 i. Lampiran 1 P-h diagram variasi mengguanakan 10 ice pack ... menit ke 240 j. Lampiran 1 P-h diagram variasi mengguanakan 10 ice pack ... menit ke 300 k. Lampiran 1 P-h diagram variasi mengguanakan 20 ice pack ... menit ke 80 l. Lampiran 1 P-h diagram variasi mengguanakan 20 ice pack ... menit ke 160 m. Lampiran 1 P-h diagram variasi mengguanakan 20 ice pack ... menit ke 240 n. Lampiran 1 P-h diagram variasi mengguanakan 20 ice pack ... menit ke 320 o. Lampiran 1 P-h diagram variasi mengguanakan 20 ice pack ... menit ke 380 xiii 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Mesin penyejuk udara lokal .......................................................... 6 Gambar 2.2 AC Split Wall, AC Standding Floor, AC Cassete, ........................ 7 AC Split Duct/Central, AC VRV Gambar 2.3 Skematik rangkaian komponen siklus kompresi uap ................... 9 Gambar 2.4 Siklus kompresi uap pada diagram P-h ........................................ 10 Gambar 2.5 Siklus kompresi uap pada diagram T-s ........................................ 10 Gambar 2.6 Kompresor hermetik ..................................................................... 18 Gambar 2.7 Kompresor semi hermetik ............................................................ 19 Gambar 2.8 Air cooler ...................................................................................... 20 Gambar 2.9 Water cooler ................................................................................. 21 Gambar 2.10 Evaporative cooler ....................................................................... 23 Gambar 2.11 Kondensor 12 U ............................................................................ 23 Gambar 2.12 Pipa kapiler ................................................................................... 23 Gambar 2.13 Evaporator kering ......................................................................... 25 Gambar 2.14 Evaporator basah .......................................................................... 26 Gambar 2.15 Evaporator plat ............................................................................. 26 Gambar 2.16 Thermostat .................................................................................... 27 Gambar 2.17 Filter ............................................................................................. 28 Gambar 2.18 Refrigeran R134a .......................................................................... 29 Gambar 2.19 Fan/kipas angin ............................................................................ 29 Gambar 3.1 Kompresor hermetik jenis torak ................................................... 33 Gambar 3.2 Kondensor ..................................................................................... 34 Gambar 3.3 Pipa kapiler ................................................................................... 35 Gambar 3.4 Evaporator .................................................................................... 36 Gambar 3.5 Filter ............................................................................................. 37 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 3.6 Tabung berisi refrigeran R134a .................................................... 38 Gambar 3.7 Pemotong pipa (tube cutter) ......................................................... 38 Gambar 3.8 Pelebar pipa (tube expander) ........................................................ 39 Gambar 3.9 Manifold gauge ............................................................................. 40 Gambar 3.10 Thermostat .................................................................................... 40 Gambar 3.11 Kipas (fan) .................................................................................... 41 Gambar 3.12 Alat las .......................................................................................... 42 Gambar 3.13 Pompa vakum ............................................................................... 42 Gambar 3.14 Plat besi siku ................................................................................. 43 Gambar 3.15 Acrilyc ........................................................................................... 43 Gambar 3.16 Styrofoam ...................................................................................... 44 Gambar 4.1 Mesin penyejuk udara local .......................................................... 47 Gambar 4.2 Termokopel dan penampil suhu digital ........................................ 48 Gambar 4.3 Stopwatch ..................................................................................... 49 Gambar 4.4 Termokopel bola basah dan bola kering ....................................... 49 Gambar 4.5 Ice pack ......................................................................................... 50 Gambar 4.6 Skema alur pembuatan dan penelitian mesin penyejuk udara ...... 51 lokal Gambar 5.1 P-h diagram dengan variasi tanpa ice pack menit ke 40 .............. 62 Gambar 5.2 Suhu udara yang dihasilkan dari 3 variasi .................................... 73 Gambar 5.3 Perbandingan Win dari 3 variasi ................................................... 74 Gambar 5.4 Perbandingan Qout dari 3 variasi ................................................... 75 Gambar 5.5 Perbandingan Qin dari 3 variasi .................................................... 76 Gambar 5.6 Perbandingan COPaktual dari 3 variasi ........................................... 76 Gambar 5.7 Perbandingan COPideal dari 3 variasi ............................................ 77 Gambar 5.8 Perbandingan efisiensi (η) dari 3 variasi ...................................... 78 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Variasi penelitian ............................................................................ 52 Tabel 4.2 Pencatatan hasil penelitian alat ....................................................... 53 Tabel 5.1 Hasil data dari percobaan tanpa menggunakan ice pack ................ 56 Tabel 5.2 Hasil data dari percobaan menggunakan 10 ice pack .................... 57 Tabel 5.3 Hasil data dari percobaan menggunakan 20 ice pack ..................... 58 Tabel 5.4 hasil variasi 1 tanpa menggunakan ice pack yang telah ................. 61 dikonversikan dari satuan Psi ke satuan bar Tabel 5.5 hasil variasi 2 menggunakan 10 ice pack yang telah ...................... 61 dikonversikan dari satuan Psi ke satuan bar Tabel 5.6 hasil variasi 3 menggunakan 20 ice pack yang telah ...................... 61 dikonversikan dari satuan Psi ke satuan bar Tabel 5.7 Nilai-nilai entalpi refrigeran siklus kompresi uap .......................... 63 dengan variasi tanpa menggunakan ice pack Tabel 5.8 Nilai-nilai entalpi refrigeran siklus kompresi uap .......................... 63 dengan variasi menggunakan 10 ice pack Tabel 5.9 Nilai-nilai entalpi refrigeran siklus kompresi uap .......................... 63 dengan variasi menggunakan 20 ice pack Tabel 5.10 Nilai suhu kerja kompresor dan evaporator dengan ....................... 64 variasi tanpa ice pack Tabel 5.11 Nilai suhu kerja kompresor dan evaporator dengan ....................... 64 variasi 10 ice pack Tabel 5.12 Nilai suhu kerja kompresor dan evaporator dengan ....................... 64 variasi 20 ice pack Tabel 5.13 Nilai kerja kompresor persatuan massa refrigeran ......................... (Win) tanpa menggunakan ice pack xvi 65

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 5.14 Nilai kerja kompresor persatuan massa refrigeran ......................... 66 (Win) menggunakan 10 ice pack Tebel 5.15 Nilai kerja kompresor persatuan massa refrigeran ......................... 66 (Win) menggunakan 20 ice pack Tabel 5.16 Nilai energi kalor yang dilepas kondensor persatuan ..................... 67 massa refrigeran (Qout) tanpa menggunakan ice pack Tabel 5.17 Nilai energi kalor yang dilepas kondensor persatuan ..................... 67 massa refrigeran (Qout) menggunakan 10 ice pack Tabel 5.18 Nilai energi kalor yang dilepas kondensor persatuan ..................... 67 massa refrigeran (Qout) menggunakan 20 ice pack Tabel 5.19 Kalor yang diserap evaporator persatuan massa ............................. 68 refrigeran (Qin) tanpa menggunakan ice pack Tabel 5.20 Kalor yang diserap evaporator persatuan massa ............................. 68 refrigeran (Qin) menggunakan 10 ice pack Tabel 5.21 Kalor yang diserap evaporator persatuan massa ............................. 69 refrigeran (Qin) menggunakan 20 ice pack Tabel 5.22 COPaktual mesin siklus kompresi uap dengan variasi ...................... 69 tanpa menggunakan ice pack Tabel 5.23 COPaktual mesin siklus kompresi uap dengan variasi ...................... 70 Menggunakan 10 ice pack Tabel 5.24 COPaktual mesin siklus kompresi uap dengan variasi ...................... 70 menggunakan 20 ice pack Tabel 5.25 COPideal mesin siklus kompresi uap dengan variasi ........................ 71 tanpa menggunakan ice pack Tabel 5.26 COPideal mesin siklus kompresi uap dengan variasi ........................ Menggunakan 10 ice pack xvii 71

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 5.27 COPideal mesin siklus kompresi uap dengan variasi ........................ 71 menggunakan 20 ice pack Tabel 5.28 Efisiensi mesin siklus kompresi uap (η) dengan ............................. 72 variasi tanpa menggunakan ice pack Tabel 5.29 Efisiensi mesin siklus kompresi uap (η) dengan ............................. 72 variasi menggunakan 10 ice pack Tabel 5.30 Efisiensi mesin siklus kompresi uap (η) dengan ............................. variasi menggunakan 20 ice pack xviii 73

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi yang semakin berkembang kebutuhan manusia akan teknologi kian meningkat, seperti kebutuhan terhadap mesin penyejuk udara. Penggunaan mesin penyejuk udara dibutuhkan untuk menunjang manusia dalam beraktifitas. Mesin penyejuk udara adalah suatu alat yang berfungsi untuk membuat suhu udara ruangan, seperti yang digunakan. Air Conditioner (AC) adalah mesin penyejuk yang difokuskan untuk mengkondisikan suhu ruangan, kesegaran dan kebersihan ruangan, sehingga ruangan tersebut terasa sejuk dan segar. AC merupakan solusi utama dalam mengkondisikan udara di dalam suatu rungan. Penggunaan AC kini sudah tersebar di seluruh dunia, AC dapat di pasang pada rumah-rumah tangga, rumah sakit, gedung bioskop, gedung olahraga, perkantoran, mall, alat transportasi, industri, hotel dan masih banyak lagi. Pemasangan AC juga tidak begitu sulit serta harganya pun kini bermacam-macam dari yang murah hingga yang mahal. Melihat peranan mesin penyejuk udara atau AC yang begitu penting bagi kenyamanan masyarakat saat ini, maka penulis tertarik untuk lebih memahami tentang mesin penyejuk ruangan. Pada saat ini penggunaan mesin penyejuk udara AC memerlukan daya listrik yang cukup besar. Hal ini menyebabkan AC hanya di pergunakan oleh masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas. Padahal 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 masyarakat kelas ekonomi ke bawah juga ingin merasakan mesin AC. Oleh karenanya penulis terdorong untuk mencari solusi terhadap masalah ini, dengan melakukan penelitian terhadap mesin penyejuk udara dengan listrik yang rendah. 1.2 Rumusan Masalah Bagaimanakah merancang dan merakit mesin penyejuk udara yang menggunakan daya listrik yang rendah dan bagaimanakah karateristiknya. 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah sebagai berikut : a. Merancang dan merakit mesin penyejuk udara sederhana dengan daya listrik yang rendah. b. Mendapatkan lama waktu mesin penyejuk udara bekerja yang menghasilkan suhu udara keluar mesin lebih rendah dari 22ºC c. Mendapatkan karakteristik dari mesin penyejuk yang telah dirakit, yang menghasilkan waktu paling lama dengan suhu udara lebih rendah dari 22ºC meliputi : 1. Kerja kompresor (Win) persatuan massa refrigeran pada mesin penyejuk udara yang dirakit. 2. Kalor yang diserap evaporator (Qin) persatuan massa refrigeran pada mesin penyejuk udara. 3. Kalor yang dilepaskan oleh kondensor (Qout) persatuan massa refrigeran pada mesin penyejuk udara.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 4. Mencari nilai COPaktual pada mesin siklus kompresi uap yang diperoleh pada mesin penyejuk udara. 5. Mencari nilai COPideal pada mesin siklus kompresi uap. 6. Mencari nilai Efisiensi (η) mesin siklus kompresi uap. 1.4 Batasan-batasan Dalam Pembuatan Mesin Batasan-batasan yang dilakukan dalam pembuatan mesin penyejuk udara dengan daya siklus rendah ; a. Mesin penyejuk udara dirancang dengan ukuran p x l x t : 67cm x 46cm x 117cm, bekerja dengan mempergunakan mesin siklus kompresi uap dan ditambah dengan ice pack. b. Komponen utama mesin siklus kompresi uap yaitu: kompresor, kondensor, filter, pipa kapiler, evaporator dan kipas. c. Kompresor berdaya 1/5 PK dengan jenis hermetik torak, komponen utama yang lain menyesuaikan ukuran dengan besarnya daya kompresor. d. Menggunakan pipa kapiler dengan panjang 1m dan diameter 0,028 inch. e. Refrigeran yang digunakan adalah R134a. f. Kipas yang digunakan untuk menyedot udara luar untuk masuk ke dalam ruangan evaporator, memiliki ukuran p x l x t = 25cm x 8cm x 25cm dengan diameter baling-baling 20 cm. g. Variasi yang digunakan pada penelitian adalah mesin penyejuk udara bekerja tanpa ice pack, menggunakan 10 ice pack, dan menggunakan 20 ice pack.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat meneliti sebagai berikut : a. Bagi penulis dapat menambah wawasan tentang mesin penyejuk udara dengan daya listrik rendah. b. Dihasilkannya teknologi tepat guna berupa mesin penyejuk udara dengan daya listrik rendah. c. Hasil penelitian dapat dipergunakan sebagai referensi bagi para peneliti lain. d. Hasil penelitian dapat ditempatkan di perpustakaan untuk menambah kasanah ilmu pengetahuan tentang mesin penyejuk udara dengan daya listrik rendah ataupun dapat dipublikasikan pada kalayak ramai melalui prosiding atau jurnal ilmiah.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori 2.1.1 Mesin penyejuk udara Penggunaan mesin penyejuk udara kini sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Ruangan yang sejuk banyak diminati oleh masyarakat. Hal inilah yang mendorong terciptanya Air Conditioner. Mesin penyejuk udara sederhana adalah mesin yang berfungsi untuk mendinginkan suhu udara pada suatu ruangan sehingga ruangan yang terkena hembusan udara dari mesin tersebut akan terasa sejuk. Mesin penyejuk udara sederhana memiliki beberapa komponen pendukung untuk terbentuknya udara yang dingin, seperti evaporator yang berfungsi sebagai penyerap kalor serta sebagai penghasil udara dingin. Dinginnya evaporator dihasilkan oleh perubahan fase refrigeran dari cair menjadi gas. Evaporator yang sudah dingin karena pengaruh refrigeran diteruskan menuju kompresor. Di sini gas refrigeran dikompresi sehingga meiliki tekanan serta suhu yang tinggi. Pada kondisi ini refrigeran dalam keadaan tekanan tinggi dan panas akan dialirkan menuju kondensor. Di sini kondensor memiliki peran untuk melepas kalor panas yang disebabkan oleh refrigeran. Pelepasan kalor di banti oleh udara luar sehingga terjadi pertukaran kalor. Pertukaran kalor ini akan menurunkan suhu refrigeran. Proses selanjutnya yaitu kondensasi. Kondensasi adalah perubahan wujud refrigeran dari fasa gas menjadi fasa cair dengan tekanan tetap tinggi. Refrigeran 5

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 cair bertekanan tinggi dialirkan menuju saringan (filter) dan dilanjutkan menuju pipa kapiler yang berdiameter kecil. Pipa kapiler berfungsi untuk menurunkan tekanan pada refrigeran. Refregeran yang bertekanan rendah ini akan dialirkan menuju evaporator. Di evaporator refrigreran akan menyerap kalor dari udara yang berada pada ruangan di sekeliling evaporator sehingga menimbulkan perubahan fase refrigeran dari campuran cair dan menjadi gas. Proses ini dilakukan secara terus-menerus dan ini disebut sebagai siklus kompresi uap. Kipas Evaporator Pipa kapiler Filter Manifold Gauge Kondensor kompresor Gambar 2.1 Mesin Penyejuk Udara Lokal AC memiliki macam-macam jenis tergantung dari jenis ruangan dan kegunaannya. Beberapa contoh dari AC yang ada di pasaran disajikan Gambar 2.2.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 Gambar 2.2 AC Split Wall, AC Standding Floor, AC Cassete, AC Split Duct / Central, AC VRV (sumber:http://www.alkonusa.com) a. AC Split Wall AC Split Wall merupakan AC yang umum digunakan pada rumah tangga, perkantoran dan industri. AC ini banyak digunakan karena perawatannya yang mudah. AC Split Wall terdiri dari 2 bagian : - Bagian yang ada di dalam ruangan (indoor), meliputi : evaporator. - Bagian yang ada di luar ruangan (outdoor), meliputi : kompresor, pipa kapiler dan kondensor.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 b. AC Standding Floor AC Standding Floor adalah AC yang mudah dipindah kemana-mana karena unit ini sendiri. Karena praktis AC jenis ini banyak dipakai dalam acara-acara pesta dll. c. AC Cassete AC Cassete adalah AC yang bagian dalamnya menempel pada plafon. AC Cassete memiliki variasi ukuran daya yang berbeda - beda mulai dari 1,5 PK sampai dengan 6 PK. Cara memasang AC Cassete ini memerlukan keahlian khusus serta tenaga yang lebih extra, tidak seperti memasang AC rumah tangga maupun AC Split, yang lebih mudah dipasang. d. AC Split Duct/Central AC Split Duct/Central adalah AC yang pendistribusian hawa dinginnya memakai sistem Ducting, yaitu tidak mempunyai pengatur suhu sendiri-sendiri tetapi dikontrol pada satu titik. Alat ini berfungsi sebagai penghantar dari sumber udara dingin maupun udara panas ke ruang yang akan dikondisikan. AC Split Duct biasanya dipakai di mall maupun gedung-gedung yang mempunyai ruangan luas. e. AC VRV AC VRV adalah AC yang memiliki sistem canggih. AC VRV Daikin memiliki satu outdoor dan beberapa unit Indoor dengan berbagai tipe seperti split wall, Cassete, Standding Floor, dll. AC VRV (Variable Refrigerant Volume) merupakan

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 sistem kerja refrigeran yang berubah-ubah. VRV sistem ialah sebuah teknologi yang sudah dilengkapi dengan CPU dan Computer Inverter. 2.1.2 Kompresi Uap Kompresi uap adalah siklus yang sangat penting dan digunakan dalam mesin penyejuk. Siklus kompresi uap memiliki beberapa proses yaitu, kompresi, kondensasi, penurunan tekanan dan penguapan. Siklus kompesi uap secara skematik ditunjukkan pada Gambar 2.3, Gambar 2.4, dan Gambar 2.5. Gambar 2.3 Skematik rangkaian komponen siklus kompresi uap Pada Gambar 2.3, Gambar 2.4 dan Gambar 2.5, Qin adalah besarnya kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran, Win adalah kerja yang dilakukan kompresor persatuan massa refrigeran dan Q out adalah besarnya kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran. Besarnya Qout adalah penjumlahan Qin dan Win.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Gambar 2.4 Siklus kompresi uap pada diagram P-h Gambar 2.5 Siklus kompresi uap pada diagram T-s Siklus kompresi uap pada Gambar 2.3, Gambar 2.4, dan Gambar 2.5 tersusun atas beberapa proses seperti: proses kompresi, proses pendinginan atau penurunan

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 suhu, proses kondensasi, proses desuperheating lanjut, proses ekspansi (proses penurunan tekanan), evaporasi, dan proses pemanasan lanjut. Proses-proses yang terjadi pada siklus kompresi uap: a. Proses Kompresi 1 - 2 Proses kompresi terjadi pada tahap 1-2 dari Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Refrigeran yang berbentuk gas panas lanjut masuk ke kompresor. Pada proses ini kompresor akan memberi tekanan pada gas refrigeran sehingga temperatur refrigeran akan naik dan membuat temperature refrigeran lebih tinggi dari temperatur lingkungan (refrigeran berada di fasa superheated/gas panas lanjut). Proses kompresi berlangsung pada entropi yang konstan (iso-entropi). Suhu refrigeran yang keluar dari kompresor adalah suhu yang paling tinggi, dengan kondisi gas panas lanjut. b. Proses (2-2a) Proses (2-2a) adalah proses pendinginan gas panas lanjut (desuperheating). Desuperheating adalah proses perubahan gas panas lanjut menjadi gas jenuh, yang berlangsung pada tekanan tetap. Proses ini terjadi di tahap 2-2a dari Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Penurunan suhu refrigeran terjadi pada tekanan tetap. Penurunan suhu refrigeran terjadi karena adanya kalor yang mengalir ke lingkungan. Perpindahan kalor ini terjadi karena suhu refrigeran lebih tinggi dari suhu lingkungan.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 c. Proses Kondensasi (2a-2b) Pada tahap 2a - 2b gas jenuh mengalami perubahan wujud menjadi cair jenuh. Proses berlangsung pada suhu dan tekanan yang tetap. Kalor dari kondensor keluar menuju lingkungan karena suhu kondensor lebih tinggi dari suhu udara lingkungan. Penurunan suhu yang terjadi di kondensor tidak menyebabkan suhu refrigeran menjadi turun, tapi menyebabkan refrigeran mengalami perubahan fase dari gas menjadi cair. d. Proses Pendinginan Lanjut Proses (2b-3) adalah proses pendinginan lanjut. Pada proses ini refrigeran mengalami penurunan suhu dari keadaan cair jenuh menjadi refrigeran cair. Di proses ini tekanan berlangsung secara konstan. Proses ini sangat penting karena seluruh refrigeran akan diubah wujudnya menjadi cair lanjut sehingga refrigeran dapat mengalir pada pipa kapiler. e. Penurunan Tekanan Refrigeran (3-4) Proses penurunan tekanan terjadi di tahap 3-4 pada Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Pada fase cair, refrigeran dialirkan menuju pipa kapiler, refrigeran mengalami penurunan suhu dan tekanan sehingga suhu refrigeran yang semula tinggi menjadi lebih rendah dari temperatur lingkungan udara luar. Di tahap ini refrigeran berubah wujud menjadi fase campuran yaitu cair dan gas. Proses ini berjalan dengan nilai entalpi yang tetap (iso entalpi atau isentalpi).

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 f. Proses Evaporasi (4-4a) Evaporasi terjadi pada tahap 4-4a pada Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Refrigeran yang berada dalam fasa campuran dialirkan menuju evaporator. Pada proses ini refrigeran akan menerima kalor dari lingkungan sehingga berubah fase menjadi gas jenuh. Proses ini berlangsung dengan tekanan dan suhu yang tetap. Suhu ruangan yang terdapat evaporator mengalami penurunan suhu sehingga menjadi dingin karena suhu ruangan lebih tinggi dibandingkan suhu evaporator maka terjadi pertukaran kalor di dalam ruangan. g. Pemanasan Lanjut (4a-1) Pemanasan lanjut terjadi pada tahap 4a-1 pada Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Refrigeran akan mengalir meninggalkan evaporator sehingga terjadi proses pamanasan lanjut. Refrigeran yang berada dalam fase gas jenuh akan berubah menjadi fase gas panas lanjut karena mendapatkan kalor lanjut dari lingkungan. Sebelum masuk ke dalam kompresor refrigeran harus berubah wujud sepenuhnya menjadi gas. 2.1.3 Perhitungan Siklus Kompresi Uap Dari Gambar 2.4 dan Gambar 2.5 dapat diketahui perhitungan kinerja kompresor Win, banyaknya kalor yang dilepas oleh kondensor Qout, serta banyaknya jumlah kalor yang diserap oleh evaporator Qin, COP dan Efisiensi.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 a. Kerja Kompresor (Win) Kerja kompresor persatuan massa refrigeran, dapat dihitung dengan Persamaan (2.1) : Win = h2 – h1 ....(2.1) Pada Persamaan (2.1) : Win : kerja kompresor persatuan massa refrigeran, kJ/kg h2 : entalpi refrigeran saat keluar kompresor, kJ/kg h1 : entalpi refrigeran saat masuk kompresor, kJ/kg b. Banyaknya kalor yang dilepas oleh kondensor persatuan massa refrigeran (Qout) Banyaknya energi kalor persatuan massa refrigeran yang dilepas oleh kondensor dihitung dengan Persamaan (2.2): Qout = h2 – h3 ....(2.2) Pada Persamaan (2.2): Qout : kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran, kJ/kg h2 : entalpi refrigeran saat masuk kondensor, kJ/kg h3 : entalpi refrigeran saat keluar kondensor, kJ/kg c. Kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran (Qin) Besarnya kalor persatuan massa refrigeran yang diserap evaporator dapat dihitung dengan Persamaan (2.3): Qin = h1 - h4 = h1 - h3 ….(2.3)

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Pada Persamaan (2.3): Qin : kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran, kJ/kg h1 : entalpi refrigeran saat keluar evaporator atau sama dengan entalpi saat masuk kompresor, kJ/kg h4 : entalpi refrigeran saat masuk evaporator atau sama dengan entalpi saat keluar pipa kapiler, kJ/kg d. COP aktual siklus kompresi uap (COPaktual) COP aktual adalah perbandingan antara panasnya kalor yang diserap oleh evaporator dengan konsumsi listrik yang digunakan sebagai penggerak kompresor. Nilai COP dapat dihitung dengan Persamaan (2.4): COPaktual = Qin / Win = (h1 – h4) / (h2 – h1) .…(2.4) Pada Persamaan (2.4): Win : kerja kompresor persatuan massa refrigeran, kJ/kg Qin e. : kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran, kJ/kg COP ideal (COPideal) COP ideal adalah COP maksimal dari kinerja mesin siklus kompresi uap, dapat dihitung dengan Persamaan (2.5): COPideal = Te Tc−Te Pada Persamaan (2.5): Te : suhu mutlak evaporator, oK Tc : suhu mutlak kondensor, oK ….(2.5)

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 f. Efisiensi mesin siklus kompresi uap (η) Efisiensi siklus kompresi uap lokal dihitung dengan Persamaan (2.6): η = (COPAktual / COPIdeal) x 100% …. (2.6) Pada persamaan (2.6) : η : efisiensi mesin siklus kompresi uap COPaktual : koefisien prestasi mesin siklus kompresi uap COPideal : koefisien prestasi maksimum dari mesin siklus kompresi uap 2.1.4 Komponen Mesin Penyejuk Siklus Kompresi Uap Komponen utama yang sangat penting dari siklus kompresi uap yaitu seperti : kompresor, kondensor, evaporator, dan pipa kapiler. a. Kompresor Kompresor merupakan komponen utama yang berfungsi untuk menaikkan tekanan, selain itu kompresor juga berfungsi memompa refrigeran keseluruh komponen mesin penyejuk. Kompresor memiliki 3 macam jenis yang biasa digunakan dalam mesin penyejuk, yaitu kompresor sentrifugal, kompresor rotary, dan kompresor bertorak. Dari ketiga kompresor dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu: 1. Kompresor jenis terbuka ( Open type compressor ) Kompresor jenis terbuka ini terpisah dari sumber tenaga penggeraknya. Kompresor pada umumnya menggunakan tenaga penggerak motor listrik. Cara kerja kompresor terbuka yaitu, salah satu ujung poros dari kompresor yang

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 menonjol keluar dipasangkan sebuah puli. Puli pada kompresor berfungsi sebagai roda gaya yang digunakan sebagai daun kipas untuk mendinginkan kondesor dan kompresor sendiri. Karena ujung poros keluar dari rumah kompresor, maka harus diberi pelapis agar refrigeran tidak bocor keluar. Keuntungan kompresor jenis terbuka: 1. Putaran kompresor dapat disesuaikan dengan mengganti diameter puli. 2. Ketinggian minyak pelumas dapat diketahui dengan mudah. 3. Jika terjadi kerusakan dapat dengan mudah diketahui dan melakukan penggantian komponen. Kerugian kompresor jenis terbuka: 1. Harganya lebih mahal. 2. Bentuk kompresor besar dan berat. 3. Memerlukan ruang yang besar. 2. Kompresor jenis hermatik ( Hermatic type compressor ) Kompresor hermatik adalah kompresor yang banyak digunakan untuk mesin penyejuk seperti kulkas dan showcase. Berbeda dengan kompresor jenis terbuka, kompresor jenis ini bergerak dengan menggunakan tenaga motor listrik dengan komponen-komponen mekanik yang berada dalam satu wadah yang tertutup. Posisi poros dari jenis kompresor ini bisa vertikal maupun horizontal. Seperti digambarkan di Gambar 2.6. Keuntungan kompresor hermatik: 1. Tidak banyak memakan tempat.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 2. Bentuk kompresor kecil dan harga relatif terjangkau. 3. Suara yang dihasilkan kompresor ini relatif kecil sehingga tingkat kebisingan rendah. 4. Tidak memakai sil pada porosnya, sehingga jarang terjadi kebocoran. Kerugian dari kompresor hermatik adalah: 1. Ketinggian minyak pelumas kompresor susah diketahui. 2. Kerusakan sudah diketahui sebelum rumah kompresor dibuka. 3. Digunakan pada mesin penyejuk yang berkapasitas kecil. Gambar 2.6 Kompresor hermetik (http://kangirie.blogspot.com) 3. Kompresor jenis semi hermatik ( Semi hermatic type compressor ) Kompresor jenis ini memiliki motor penggerak dan kompresornya yang berada dalam satu rumahan, akan tetapi motor penggerak terpisah dari kompresor. Kompresor dapat bergerak karena adanya poros penghubung antara motor penggerak dengan kompresor. Gambar 2.7 menunjukkan kompresor semi hermatik Keuntungan dari kompresor semi hermetic:

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 1. bentuk yang ringkas. 2. mudah dalam perbaikan jika kompresor atau motornya rusak. Gambar 2.7 Kompresor semi hermetik (https://www.indotrading.com) b. Kondensor Kondensor adalah komponen pendukung dalam siklus kompresi uap yang berfungsi sebagai alat penukaran kalor. Refrigeran yang awalnya berbentuk gas akan didinginkan dengan kondensor dan akan berubah fase menjadi cair. Penempatan kondensor biasanya ditempatkan diantara kompresor dan pipa kapiler. Hal ini bertujuan agar proses pelepasan kalor bias menjadi lebih cepat, pipa pada kondensor dibuat berliku dengan tujuan refrigeran dapat mengalir di kondensor dalam waktu yang lama dan pertukaran kalor pun dapat dilakukan dengan maksimal,. Bila kondensor kotor harus segera dibersihkan kotoran tersebut akan mempengaruhi proses pelepasan kalor.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Berdasarkan cara pendinginannya kondensor dibagi menjadi tiga yaitu: 1. Kondensor menggunakan penyejuk udara Kondensor bekerja dengan bantuan hembusan udara kondensor ini memiliki diameter pipa dengan ukuran luar 6mm-18mm, biasanya kondensor ini memiliki tambahan sirip di seluruh bagian kondendor, sirip yang terdapat pada kondensor ini bersentuhan langsung dengan pipa kondensor, sehingga pelepasan kalor dan pendinginan dapat lebih maksimal. Gambar 2.8 menunjukkan kondensor Keuntungan: 1. Pendinginan hanya memerlukan udara yang cukup. 2. Perawatan sangat mudah. Kerugian: 1. Pemasangan kondensor hanya bisa digunakan pada kulkas dan freezer untuk rumah tangga. 2. Tekanan yang di timbulkan tinggi jika dibandingkan deangan kondensor pendinginan air, akibatnya kerja kompresor akan memerlukan daya yang besar hal ini berdampak tekanan akan naik serta temperatur kerjanya. Gambar 2.8 Air cooler (http://linasundaritermodinamika.blogspot.co.id)

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 2. Kondensor menggunakan pendingin air Kondensor ini menggunakan media pendingin berupa air. Pendinginan menggunakan air karena air memiliki kemampuan untuk memindahkan kalor yang lebih baik jika di bandingkan dengan udara. Kondensor jenis ini memiliki koil pipa pendingin yang terbuat dari tembaga. Gambar 2.9 menunjukkan water cooler. Keuntungan: 1. Bentuknya yang sederhana. 2. Pemasangan yang mudah. 3. Pembuatan pipa pendingin sangat mudah. Kerugian: 1. Susahnya perawatan jika terjadi korosi dan kerusakan pada pipa. 2. Pembersihan pipa harus menggunakan detergen. 3. Susah dalam penggantian pipa. Gambar 2.9 Water cooler (http://4.bp.blogspot.com/)

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 3. Kondensor pendingin campuran air dan udara Kompresor ini bekerja dengan kombinasi kompresor air dengan kompresor udara, air dan udara merupakan media pendinginannya. Gambar 2.10 menunjukkan cara kerja evaporative cooler. Keuntungan: 1. Kinerja kompresor menjadi ringan 2. Tekanan kondensasi dapat dipertahankan supaya tidak terlalu tinggi. Kerugian: 1. Memakan tempat yang luas. 2. Biaya yang mahal. Gambar 2.10 Evaporative cooler (http://frandhoni.blogspot.co.id/) Mesin penyejuk udara lokal yang dirancang menggunakan kondensor berbentuk 12U berjenis pipa dengan tambahan besi penguat. Gambar 2.11 menunjukkan kondensor 12U.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Gambar 2.11 Kondensor 12 U c. Pipa Kapiler Pipa kapiler adalah sebuah pipa tembaga dengan diameter yang kecil yang digunakan mesin penyejuk baik itu kulkas, ac, freezer, showcase, dll (Gambar 2.12). Pipa kapiler berfungsi sebagai alat menurunkan tekanan bahan pendingin cair yang mengalir di dalam pipa tersebut yang berasal dari pipa-pipa kondensor dan melewati proses penyaringan di filter setelah itu baru menuju pipa kapiler. Pipa kapiler yang berada di pasaran mempunyai diameter 0,026 hingga 0.080 inch, namun yang digunakan pada mesin pendingin berdiameter berkisar antara 0,026 atau 0,031 inch. Pipa kapiler yang digunakan showcase yang dirancang berukuran 0,031 inch. Gambar 2.12 Pipa kapiler (https://panduanrefrigerasi.blogspot.co.id)

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 d. Evaporator Evaporator adalah suatu alat dimana bahan pendingin menguap dari cair menjadi gas. Melalui perpindahan panas dari dinding-dindingnya, evaporator mengambil panas dari ruangan di sekitarnya ke dalam sistem, panas tersebut lalu dibawa ke kompresor dan dikeluarkan lagi oleh kondensor. Evaporator dibuat dari bahan logam anti karat, yaitu tembaga dan almunium. Ada beberapa macam evaporator sesuai dengan keadaan refrigeran di dalamnya. Gambar 2.13 menunjukkan evaporator. 1. Evaporator kering (dry expantion evaporator) Keadaan dimana cairan refrigeran yang diekspansikan melalui katup ekspansi pada saat masuk evaporator sudah dalam campuran air dan uap, sehingga pada saat keluar dari evaporator menjadi uap kering Keuntungan dari evaporator kering: 1. Tidak memerlukan banyak refrigeran dalam jumlah besar. 2. Jumlah minyak pelumas yang tertinggal di dalam evaporator sangat kecil. Kerugian dari evaporator kering: 1. Perpindahan kalor yang terjadi tidak begitu besar dibandingkan dengan evaporator basah. 2. Laju perpindahan kalor dalam evaporator lebih rendah dibandingkan dengan evaporator setengah basah.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Gambar 2.13 Evaporator kering (http://linasundaritermodinamika.blogspot.co.id) 1. Evaporator setengah basah Keadaan dimana evaporator berada pada kondisi refrigeran diantara jenis evaporator jenis kering dan evaporator jenis basah, namun selalu terdapat refrigeran cair dalam pipa penguapannya. Keuntungan dan kerugian dari evaporator jenis setengah basah adalah laju perpindahan kalor jenis setengah basah lebih tinggi dari evaporator kering, tetapi laju perpindahan kalor lebih rendah dari evaporator jenis basah. Gambar 2.14 menunjukkan 2. Evaporator basah (flooded evaporator) Dalam evaporator jenis basah sebagian jenis evaporator terisi oleh cairan refrigeran dan proses penguapannya terjadi seperti pada ketel uap. Pada evaporator basah terdapat sebuah akumulator untuk menampung refrigeran cair dan gas. Dari akumulator tersebut bahan pendingin cair mengalir ke evaporator dan menguap di dalamnya. Sisa refrigeran yang tidak sempat menguap di evaporator kembali kedalam akumulator. Di dalam akumulator refrigeran cair berada di bawah tabung sedangkan yang berupa gas berada di atas tabung. Keuntungan dari evaporator basah adalah laju perpindahan kalor jenis basah lebih

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 tinggi dari pada evaporator kering dan evaporator jenis setengah basah. Gambar 2.14 menunjukkan evaporator basah. Gambar 2.14 Evaporator basah (http://www.bppp-tegal.com) 3. Evaporator Plat Ada beberapa macam evaporator berdasarkan bentuk yang banyak digunakan pada mesin penyejuk adalah jenis pipa dengan plat datar atau plate, pipa-pipa, dan pipa dengan sirip-sirip. Evaporator yang digunakan pada showcase dirancang adalah evaporator jenis kering dengan pipa plat datar. Gambar 2.15 menunjukkan evaporator plat. Gambar 2.15 Evaporator plat

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 2.1.5 Komponen Pendukung Mesin Penyejuk Siklus Kompresi Uap Selain komponen utama, mesin penyejuk juga memiliki beberapa komponen pendukung lain yang berfungsi untuk membantu kerja dari mesin penyejuk, yaitu: thermostat, filter, bahan pendingin dan fan. a. Thermostat Thermostat adalah sebuah alat mesin penyejuk yang berfungsi untuk mencegah pembekuan/frosting dan agar temperatur dalam ruangan dapat disetel sesuai dengan suhu yang diinginkan. Prinsip kerja thermostat adalah jika ruang dalam mesin penyejuk mencapai suhu tertentu (dalam evaporator sudah mencapai suhu yang ditentukan) maka terputuslah aliran listrik menuju kompersor dan kompresor akan berhenti bekerja untuk sementara hingga suhu ruang pendingin atau evaporator naik mencapai suhu tertentu. Gambar 2.16 menunjukkan thermostat. Gambar 2.16 Thermostat (http://www.priceza.co.id)

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 b. Filter Filter adalah alat yang mempunyai fungsi menyaring kotoran–kotoran yang berbentuk padat yang terbawa refrigeran. Filter dipasang pada daerah bertekanan tinggi pada ujung pipa kondensor yang menuju pipa kapiler dengan tujuan jika ada kotoran atau ada udara yang terjebak dalam siklus tersebut akan tersaring terlebih dahulu agar pipa kapiler tidak tersumbat. Gambar 2.17 menunjukkan contoh-contoh filter. Gambar 2.17 Filter c. Bahan Pendingin atau Refrigeran Bahan pendingin atau refrigeran adalah suatu zat yang mudah dirubah bentuknya dari gas menjadi cair atau sebaliknya, dipakai untuk mengambil panas dari evaporator dan membuangnya di kondensor. Refrigeran yang sering digunakan dalam mesin penyejuk yaitu R134a. gambar 2.18 menunjukkan refrigerant. Keuntungan menggunakan refrigeran R134a, yaitu: 1. Tidak berbau dan beracun.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 2. Tidak mudah terbakar. 3. Tidak menyebabkan logam korosi. 4. Tidak mengandung CFC (Chloro fluoro carbon) sehingga ramah lingkungan, karena tidak merusak ozon. Gambar 2.18 Refrigeran R134a (https://www.indiamart.com) d. Fan Fan atau kipas angin berfungsi untuk menghisap atau mendorong udara menuju ruang pendingin. Dengan adanya kipas angin maka makanan atau minuman yang ada diruang showcase lebih cepat dingin. Gambar 2.19 Fan/kipas angin

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 2.2 Tinjauan Pustaka Kemas (2014), melakukan penelitian tentang Pengaruh Media Pendingin Air Pada Kondensor Terhadap Kemampuan Kerja Mesin Penyejuk. Metode yang digunakan dilakukan secara eksperimen dengan membuat dan menguji alat mesin penyejuk secara langsung. Pengujian dilakukan dengan mendinginkan kondensor menggunakan pendingin air dan udara, dengan variasi beban pendingin ruangan: 450W, 600W, 750W dan variasi debit aliran air di kondensor: 0,06 l/s, 0,075 l/s dan 0,09 l/s. Dari hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu COP (Coefficient Of Performance) yang tertinggi yaitu 15,43 terjadi pada pendingin air dengan beban 450 watt pada debit 0,09 l/s, sedangkan dengan pendingin udara COP 6,44 pada beban 450W. Temperatur air tertinggi sebesar 38°C terjadi pada debit 0,06 l/s dan pada beban pendingin 750 watt. Anwar (2010), melakukan penelitian mengenai efek beban pendingin terhadap kinerja sistem mesin penyejuk meliputi kapasitas refrigerasi, koefisien prestasi dan waktu pendinginan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan variasi beban pendingin yang diperoleh dengan menempatkan bola lampu 60, 100, 200, 300 dan 400 watt di dalam ruang pendingin Hubungan antara beban pendingin dengan COP sistem membentuk kurva parabolik, di mana posisi COP terbesar terdapat pada beban 200 watt sebesar 2,64 dan kenaikan kapasitas refrigerasi dan daya kompresor terjadi seiring dengan penambahan beban pendingin. Helmi (2010), melakukan penelitian tentang perbandingan COP pada refrigerator rengan refrigeran CFC R12 dan HC R134a untuk diameter pipa

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 kapiler yang berbeda. Metode yang digunakan dengan mengganti refrigeran CFC R12 ke HC R134a pada refrigerator satu pintu dan mengganti ukuran panjang pipa kapiler dengan ukuran 1,75m, 2,00m, 2,25m untuk mengetahui mana yang lebih baik dan efisien dari kedua refrigeran CFC R12 ke HC R134a, serta manakah yang menghasilkan suhu dingin dan COP tertinggi. Dari hasil yang didapat bahwa COP tertinggi 4,06 untuk refrigeran HC R134a dan suhu evaporator terendah -16 untuk refrigeran HC R134a pada pipa yang berukuran panjang 2,25 m. Ridwan (2005), melakukan penelitian untuk mengetahui perbandingan unjuk kerja atau Coefficient Of Performance (COP) refrigeran 12 (R-12) terhadap refrigeran 134a (R-134a) pada suatu refrigerator 75 W. Metode yang dilakukan beban pendinginan berupa air dimasukkan dalam refrigerator dengan variasi volume 100 ml, 200 ml, dan 300 ml pada temperatur 28oC. Penurunan temperatur air dicatat setiap 5 menit hingga temperatur air mencapai 0oC. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa semakin rendah temperatur refrigeran masuk kompressor dan semakin kecil kapasitas pendinginannya. Kerja kompressor semakin kecil. Dari pengolahan data menunjukkan bahwa pada masing-masing variasi beban pendingin COP untuk R-134a lebih tinggi dibanding COP R-12. Nilai COP tertinggi didapat pada beban pendinginan 100 ml baik untuk R-134a maupun R12. Suma (2013), melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh tekanan kerja kompresor terhadap efek pendingin atau pencapaian temperatur pendinginan dan waktu pencapaian temperatur pendingin, serta mendapatkan besar tekanan kompresor yang memberikan nilai koefisien performansi (COP) yang optimum

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 menggunakan metoda eksperimen. Variasi tekanan kompresor ditinjau terhadap kinerja mesin refrigerasi dan suhu refrigerasi yang keluar dari kondensor. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar tekanan suction kompresor maka semakin besar efek refrigerasi yang terjadi dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai temperatur pendinginan rata-rata sama untuk masing-masing tekanan yang menghasilkan tekanan suction 1,4 bar menghasilkan COP 4,15.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III PEMBUATAN ALAT 3.1 Persiapan Komponen Utama Mesin Penyejuk Udara Lokal. Komponen-komponen utama yang digunakan pada pembuatan mesin penyejuk udara sederhana dalam penelitian ini meliputi : kompresor, kondensor, pipa kapiler, evaporator, filter dan refrigeran. a. Kompresor Kompresor adalah sebuah penggerak yang memiliki fungsi yaitu untuk menaikkan tekanan dengan cara memompa refrigeran sehingga akan membuat tekanan atau kompresi pada kompresor. Refrigeran akan dipompa ke seluruh bagian komponen mesin kompresi uap. Gambar 3.1 menunjukkan, Gambar 3.1 Kompresor hermetik jenis torak 33

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Spesifikasi kompresor : Jenis kompresor : Kompresor hermetik jenis torak Seri kompresor : SMHD16525 Voltase : 220-240V Daya kompresor : 1/5 HP b. Kondensor Kondensor adalah sebuah alat yang memiliki fungsi sebagai pelepas kalor yang dihasilkan oleh refrigeran. Kalor tersebut akan dilepas menuju udara luar sehingga refrigeran berubah bentuk dari bentuk gas berubah menjadi cair. Penelitian yang dilakukan pada mesin penyejuk udara sederhana ini menggunakan jenis kondensor 12U berbentuk pipa dengan jari-jari penguat seperti ditunjukkan di Gambar 3.2. Gambar 3.2 Kondensor

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Spesifikasi kondensor : Jumlah sirip : 66 buah Diameter sirip : 1,2 mm Bahan sirip : baja Diameter pipa : 4,8 mm Bahan pipa : besi Panjang kondensor 12U : 92,5 cm c. Pipa Kapiler Pipa kapiler adalah alat yang memiliki fungsi sebagai penurun tekanan pada refrigeran cair yang berasal dari kondensor dan disalurkan menuju evaporator. Pada penelitan ini digunakan pipa kapiler berbahan tembaga dengan panjang 1m dan diameter pipa 0,028 inch. Gambar 3.3 menunjukkan pipa kapiler yang digunakan. Gambar 3.3 Pipa kapiler

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 d. Evaporator Evaporator adalah sebuah alat yang memiliki fungsi sebagai penyerap kalor di dalam ruangan mesin penyejuk udara, penyerapan kalor menyebabkan refrigeran berubah fase dari fase cair berubah menjadi gas. Pada peneitian ini digunakan evaporator jenis kering dengan pipa bersirip. Seperti ditunjukkan di Gambar 3.4 menunjukkan evaporator dalam ruang pendingin. Gambar 3.4 Evaporator Spesifikasi evaporator : Bahan plat evaporator : alumunium Bahan pipa evaporator : tembaga Panjang evaporator : 355 cm Lebar evaporator : 25 cm

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 e. Filter Filter adalah sebuah alat yang memiliki fungsi sebagai penyaring kotoran yang berbentuk padat yang terbawa oleh refrigeran, pemasangan filter bertujuan agar kotoran dapat tersaring dan tidak menyumbat pipa kapiler. Gambar 3.5 menunjukkan contoh-contoh filter. Gambar 3.5 Filter (http://sekawan-servis-pendingin.blogspot.co.id) f. Refrigeran Refrigeran adalah suatu zat yang dengan mudah dirubah bentuknya dari gas menjadi cair atau sebaliknya, refrigeran biasa digunakan untuk mengambil panas dari evaporator dan dibuang pada kondensor. Pada penelitian ini refrigeran yang digunakan R134a. seperti ditunjukkan di Gambar 3.6.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Gambar 3.6 Tabung berisi refrigeran R134a (https://www.indiamart.com) 3.2 Peralatan Pendukung Pembuatan Mesin Penyejuk Udara Lokal Dalam pembuaran mesin penyejuk udara sederhana memerlukan beberapa peralatan pendukung sebagai berikut: a. Pemotong Pipa (Tube Cutter) Tube cutter adalah alat yang diunakan untuk memotong pipa tembaga hasil pemotongan dengan tube cutter rapi dan tidak membuat pipa rusak atau bengkok. Pemotongan dengan tube cutter memudahkan dalam proses pengelasan. Seperti yang ditunjukkan di Gambar 3.7. Gambar 3.7 Pemotong pipa (tube cutter) (https://www.indotrading.com)

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 b. Pelebar Pipa (Tube Expander) Tube expander adalah alat yang berfungsi untuk membesarkan diameter pada ujung pipa tembaga. Pelebaran bertujuan agar pipa tembaga dengan mudah disambungkan pada pipa tembaga yang lainnya. Gambar 3.8 menunjukkan alat pelebar pipa. Gambar 3.8 Pelebar pipa (tube expander) (http://www.klikglodok.com) c. Manifold Gauge Manifold gauge adalah alat untuk mengukur tekanan pada refrigeran. Manifold gauge mengukur tekanan pada saat mesin beroperasi maupun tidak beroperasi. Manifold gauge biru mengukur tekanan evaporator atau tekanan hisap pada

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 kompresor, sedangkan manifold gauge merah mengukur tekanan keluaran pada kompresor. Gambar 3.9 menunjukkan manifold gauge. Gambar 3.9 Manifold gauge d. Thermostat Thermostat adalah alat pendukung dalam mesin pendingin yang mempunyai fungsi sebagai pencegah terjadinya pembekuan/frosting dan sebagai pengatur temperatur dalam ruangan agar dapat disetel sesuai kebutuhan. Gambar 3.10 menunjukkan contoh thermostat. Gambar 3.10 Thermostat

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 e. Kipas (fan) Kipas (fan) memiliki fungsi untuk menghisap udara dan udara akan dihembuskan ke evaporator. Udara yang bersentuhan dengan evaporator akan berubah menjadi dingin dan selanjutnya udara dikeluarkan pada lobang pembuangan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan exhaust fan berdaya 35 watt. Gambar 3.11 menunjukkan contoh kipas yang digunakan. Gambar 3.11 Kipas (fan) f. Alat dan Bahan Las Alat dan bahan las berfungsi untuk memanaskan pipa tembaga, yang nantinya pipa tembaga tersebut bisa disambung atau dilepaskan dan juga dapat menambal pipa tembaga jika terjadi kebocoran. Bahan yang digunakan untuk menyambungkan pipa tembaga adalah bahan kuningan dan borak.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 g. Pompa Vakum Pompa vakum digunakan untuk menyedot refrigeran dari dalam komponen sistem pendinginan. Gas udara dan uap air yang tidak terkondensasi akan di hilangkan. Dengan hilangnya udara dan uap air maka laju aliran refrigerasi nantinya akan ringan dan juga umur filter akan bertambah panjang karena tidak ada uap air yang terjebak di filter. Gambar 3.13 menunjukkan. Gambar 3.13 Pompa vakum (https://indonesian.alibaba.com) h. Plat besi siku Plat siku digunakan sebagai kerangka utama dalam pembuatan mesin penyejuk udara lokal. Gambar 3.14 menggunakan, Gambar 3.14 Plat besi siku (http://www.dimensiharga.com)

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 i. Acrylic Bahan acrylic digunakan sebagai dinding pelinding dari evaporator. inding acrylic dibuat dengan bentuk segi empat dengan tiga lobang yaitu satu lobang masuknya angin dan dua lobang pembuangan angin. Gambar 3.15 menunjukkan Gambar 3.15 Acrylic (https://supremeplastics.com) j. Styrofoam Bahan styrofoam digunakan sebagai pelapis dari acrylic, tujuan pemasangan styrofoam adalah untuk mencegah kalor berlebih masik ke dalam ruangan evaporator, dan juga agar proses pendinginan terjadi semakin cepat. Gambar 3.16 menunjukkan,

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Gambar 3.16 Styrofoam (https://www.panelsystems.co.uk) 3.3 Pembuatan Mesin Penyejuk Udara Lokal Langkah yang harus dilakukan dalam pembuatan mesin penyejuk udara sederhana yaitu: a. Mempersiapkan komponen utama mesin kompresi uap yaitu: kompresor, kondensor, pipa kapiler, evaporator, filter, refrigeran R134a. Alat pendukung dalam sistem kompresi uap juga harus tersedia separti manifold gauge, alat pemotong pipa, pompa vakum, alat las dan alat-alat lainnya yang dipergunakan dalam pembuatan mesin penyejuk udara. b. Membuat kerangka mwsin penyejuk udara, proses ini membutuhkan gerinda potong untuk memotong palat besi, plat siku, mur dan baut sebagai alat untuk menyambungkan plat besi satu dengan yang lainnya.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 c. Kompresor diletakan pada bagian bawah kerangka. Penyambungan kompresor dengan kondensor dilakukan dengan proses pengelasan, pemasangan manifold gauge ditempatkan pada kedua komponen tersebut. d. Kondensor diletakan pada bagian samping kiri mesin, pada pipa masukan kompresor disambungkan dengan filter kemudian pipa kapiler, penyambungan dilakukan dengan cara dilas. e. Evaporator dipasang pada bagian dalam kerangka, dan dihubungkan dengan keluaran pada pipa kapiler dengan di las, dilanjutkan dengan pengelasan pada pipa tembaga keluaran dari evaporator ke pipa tembaga masukan kompresor. f. Pemvakuman dilakukan dengan menggunakan pompa vakum. Fungsi pemvakuman ini adalah untuk mengeluarkan udara yang masih terjebak dalam komponen mesin kompresi uap. Proses ini dilakukan agar proses pendinginan nantinya dapat bekerja dengan maksimal. g. Perancangan mesin penyejuk udara ini menggunakan refrigeran R134a. Refrigeran diperlukan sebagai fluida kerja dari mesin pendingin. Pengisian refrigeran harus sesuai dengan kinerja dari mesin tersebut agar mesin dapat bekerja secara maksimal. h. Pemasangan kipas pada dinding ruangan evaporator berfungsi untuk menghisap udara luar dan dihembuskan ke evaporator. Saat udara terkena evaporator maka suhu udara akan mengalami penurunan dan selanjutnya udara dingin dikeluarkan dari ruangan evaporator melalui lobang keluaran.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 i. Saklar on/off pada mesin kompresi uap berfungsi untuk menyalakan dan mematikan mesin. Pada kipas tak lupa diberi saklar berfungsi untuk menyalakan dan mematikan kipas. j. Pemasangan thermostat sebagai alat pendukung pada mesin penyejuk udara sederhana berfungsi sebagai pengatur suhu. Thermostat berfungsi sebagai pemutus aliran listrik pada kompresor, ketika suhu yang diinginkan pada evaporator telah tercapai maka dengan otomatis kompresor akan berhenti dan menyala kembali pada suhu tertentu.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Objek Penelitian Objek yang diteliti adalah mesin penyejuk udara lokal dengan siklus kompresi uap. Mesin yang dirancang menggunakan komponen standar yang tersedia di pasaran. Mesin penyejuk udara memiliki ukuran: panjang 67cm x lebar 46,5cm x tinggi 117cm. Mesin pendingin udara lokal yang dibuat menggunakan daya kompresor 1/5 PK. Gambar 4.1 menyajikan skematik mesin penyejuk udara lokal yang di gunakan sebagai objek penelitian. Gambar 4.1 Mesin penyejuk udara lokal 47

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 4.2 Alat Bantu Penelitian Penelitian mesin penyejuk ruangan lokal memerlukan alat bantu pengukur yang digunakan untuk menampilkan dan mengambil data selama penelitian berlangsung : a. Termokopel dan penampil suhu digital Termokopel digunakan untuk merubah perbedaan suhu pada benda menjadi tegangan listrik melalui sensor suhu. Penampil suhu digital dugunakan untuk menampilkan suhu benda yang diukur. Termokopel dan penampil suhu digital disajikan pada Gambar 4.2. Gambar 4.2 Termokopel dan Penampil Suhu Digital (http://www.jakartainstrument.com) b. Stopwatch Stopwatch digunakan untuk mengetahui batas waktu dalam pengambilan data saat pengujian mesin penyejuk udara lokal berlangsung, Gambar 4.3.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Gambar 4.3 Stopwatch (https://www.amazon.com) c. Termometer bola basah dan bola kering Termometer bola basah dan bola kering berfungsi untuk menampilkan dan mengukur suhu udara sebelum memasuki kondensor. Gambar 4.4 menunjukkan thermometer bola basah dan bola kering Gambar 4.4 Termometer Bola Basah dan Bola Kering

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 d. Ice pack Ice pack berfungsi sebagai variasi dan alat bantu pendinginan dalam mesin penyejuk udara lokal, Ice pack yang digunakan tipe: C1-420G memiliki panjang 25cm, lebar 14cm dan tinggi 1,5cm. Ice pack terbuat dari campuran beberapa jenis mineral yang bersifat menyerap dingin (refrigerant absorbent). Ice pack dapat menyerap suhu dari dalam freezer hingga -18 C dan menyimpannya dalam waktu yang cukup lama. Friz Jel merupakan bahan ice pack, Gambar 4.5 menunjukkan ice pack yang digunakan. Gambar 4.5 Ice pack (https://www.momoshop.com. )

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 4.3 Alur Penelitian Gambar 4.6 menunjukan diagram alur pembuatan dan penelitian mesin penyejuk udara lokal. Mulai Perancangan mesin penyejuk udara Persiapan alat dan bahan Proses perakitan mesin penyejuk udara Uji coba, mesin baik ? Tidak baik baik Pelaksanaan penelitian Variasi 1 s.d 3 Ya Berlanjut ? Tidak Pengolahan data, analisi data, Pembahasan, kesimpulan dan saran selesai Gambar 4.6 Skema alur pembuatan dan penelitian mesin penyejuk udara lokal

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 4.4 Variasi Penelitian Pengujian mesin penyejuk ruangan ini dilakukan dengan beberapa variasi. Suhu udara yang dihasilkan dicatat dalam setiap variasinya. Pengambilan data-data yang lain juga diperlukan untuk menggambarkan diagram P-h dan proses siklus udara pada diagram psychrometric chart. Tabel 4.1 menunjukkan variasi penelitian. Tabel 4.1 Variasi penelitian Variasi 1 2 3 Kondisi Mesin Menyala Tanpa menggunakan ice pack Menggunakan 10 ice pack Menggunakan 20 ice pack 4.5 Cara Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan dengan proses sebagai berikut : a. Persiapan termokopel, termometer bola basah dan bola kering, dan kanel rol. b. Persiapan pemasangan termokopel ke penampil suhu digital, peletakan termometer bola basah dan bola kering di atas mesin, dan mengkoneksikan mesin ke tegangan listrik. c. Menghidupkan mesin penyejuk udara dan mulai pengambilan data. Data yang di catat dalam proses pengujian: Pevap : Tekanan refrigeran masuk kompresor. Pkond : Tekanan refrigeran keluar kompresor.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Tw : Temperatur bola basah. Tdb : Temperatur bola kering. T5 : Temperatur suhu udara yang di hembuskan kipas dari ruang evaporator. Tabel 4.2 Tabel pencatatan hasil pengujian alat. Waktu (menit) Pevap (Psi g) Pkond (Psi g) T5 ( C) o Twb (oC) Tdb (oC) 10 20 30 40 50 60 70 80 … 4.6 Cara Mengolah Data Pengolahan data dan pembahasan dilakukan selama penelitian berlangsung : a. Data yang diperoleh pada mesin penyejuk udara lokal selanjutnya dimasukan pada Tabel 4.2.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 b. Menggambarkan hasil proses siklus kompresi uap pada p-h diagram. c. Dari hasil gambar pada p-h diagram maka data yang diperoleh adalah nilai entalpi (h1, h2, h3, dan h4), suhu kondensor (Tc), dan suhu evaporator (Te). d. Setelah nilai entalpi diketahui langkah berikutnya adalah menghitung kerja kompresor (Win), energi kalor yang diserap evaporator (Qin), energi kalor yang dilepaskan oleh kondensor (Qout), COPaktual dan COPideal , efisiensi (η) dari mesin penyejuk udara lokal. Perhitungan data dilakukan dengan menggunakan perhitungan pada Persamaan (2.1) kerja kompresor persatuan massa refrigeran, Persamaan (2.2) banyaknya energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran, Persamaan (2.3) kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran, Persamaan (2.4) menghitung (COP aktual), Persamaan (2.5) menghitung (COPideal), dan Persamaan (2.6) menghitung efisiensi mesin penyejuk udara lokal. e. Hasil dari perhitungan selanjutnya digambarkan dalam bentuk grafik terhadap waktu, hal ini bertujuan agar hasil dari penggambaran grafik dapat dibahas dengan mempertimbangkan dari hasil-hasil sebelumnya dan akan mengacu pada tujuan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam langkah pembuatan pembahasan.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 4.8 Cara Mendapatkan Kesimpulan dan Saran Kesimpulan diperoleh dari pembahasan, hasil-hasil data yang diperoleh mengacu selama penelitian sedang berlangsung. Kesimpulan adalah intisari dari pembahasan dan kesimpulan harus dapat menjawab dari tujuan penelitian. Saran bertujuan untuk memberikan pendapat dari hasil-hasil penelitian sebelumnya, sehingga dalam penelituan selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih baik.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V HASIL PENELITIAN, PERHITUNGAN, DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian Hasil dari penelitian pada mesin penyejuk udara lokal dengan menggunakan siklus kompresi uap dengan variasi tanpa menggunakan ice pack, menggunakan 10 ice pack, menggunakan 20 ice pack yang meliputi: suhu udara lingkungan sekitar (Tdb), (Twb), suhu udara mesin penyejuk udara yang dihasilkan (T5), tekanan refrigeran masuk kompresor (Pevap), tekanan refrigeran keluar kompresor (Pkond). Disajikan pada Tabel 5.1 sampai Tabel 5.3. Tabel 5.1 Hasil data dari percobaan tanpa menggunakan ice pack. Waktu Pevap Pkond Tdb Twb T5 (menit) (Psi g) (Psi g) (oC) (oC) (oC) 10 12 245 24 23 18,5 20 12 245 24 23 19 30 12 245 24 23 19,3 40 12 245 24 23 19,7 50 12 245 24 23 20 60 12 245 24 23,5 20,2 70 12 245 24 23,5 20,5 80 12 245 24 23,5 20,9 90 12 245 25 24 21,1 100 12 245 25 24 21,5 110 12 245 25 24 21,6 120 12 245 25 24 21,7 56

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Waktu Pevap Pkond Tdb Twb T5 (menit) (Psi g) (Psi g) (oC) (oC) (oC) 130 12 245 25,5 24 21,4 140 12 245 25,5 24,5 21,8 150 12 245 25,5 24,5 21,9 160 12 245 25,5 24,5 21,9 170 12 245 25,5 24,5 22 180 12 245 25,5 24,5 22 Tabel 5.2 Hasil data dari percobaan dengan menggunakan 10 ice pack. Waktu (menit) Pevap (Psi g) Pkond (Psi g) Tdb (oC) Twb (oC) T5 (oC) 10 12 220 24 22 14,2 20 12 220 24 22 14,8 30 12 220 24 22 15,1 40 12 220 24 22 15,3 50 12 220 24,5 22 15,6 60 12 220 24,5 22 16 70 12 220 24,5 22 16,4 80 12 220 24,5 22 16,6 90 12 220 25 22,5 17,1 100 12 220 25 22,5 17,3 110 12 220 25 22,5 17,5 120 12 220 25 22,5 17,8 130 12 220 25 22,5 18 140 12 220 25 22,5 18,1 150 12 220 25 22,5 18,4 160 12 220 25 23 18,7 170 12 220 25,5 23 19 180 12 220 25,5 23 19,3

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Waktu Pevap Pkond Tdb Twb T5 (menit) 190 (Psi g) 12 (Psi g) 220 (oC) 25,5 (oC) 23 (oC) 19,5 200 12 220 25,5 23 19,8 210 12 220 25,5 23,5 20 220 12 220 25,5 23,5 20,2 230 12 220 25,5 23,5 20,5 240 12 220 25,5 23,5 20,7 250 12 220 26 23,5 21 260 12 220 26 23,5 21,4 270 12 220 26 24 21,6 280 12 220 26 24 21,8 290 12 220 26 24 22 300 12 220 26 24 22 Tabel 5.3 Hasil data dari percobaan dengan menggunakan 20 ice pack. Waktu Pevap Pkond Tdb Twb T5 (menit) (Psi g) (Psi g) (oC) (oC) (oC) 10 12 230 24,5 22 9,3 20 12 230 24,5 22 9,6 30 12 230 24,5 22 10 40 12 230 24,5 22 10,5 50 12 230 24,5 22 10,8 60 12 230 24,5 22 11,3 70 12 230 24,5 22 11,9 80 12 230 24,5 22 12,3 90 12 230 24,5 22 12,8 100 12 230 25 22 13 110 12 230 25 22.5 13,4 120 12 230 25 22.5 13,9

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Waktu Pevap Pkond Tdb Twb T5 (menit) (Psi g) (Psi g) (oC) (oC) (oC) 130 12 230 25 22,5 14,3 140 12 230 25 22,5 14,7 150 12 230 25 22,5 15 160 12 230 25 22,5 15,4 170 12 230 25 22,5 15,7 180 12 230 25 22,5 16 190 12 230 25 23 16,4 200 12 230 25 23 16,8 210 12 230 25 23 17,1 220 12 230 25 23 17,6 230 12 230 25,5 23 18 240 12 230 25,5 23 18,4 250 12 230 25,5 23 18,7 260 12 230 25,5 23 19 270 12 230 25,5 23 19,5 280 12 230 25,5 23 19,6 290 12 230 25,5 24 20,1 300 12 230 25,5 24 20,5 310 12 230 25,5 24 20,6 320 12 230 25,5 24 20,8 330 12 230 26 24 21 340 12 230 26 24 21,3 350 12 230 26 24 21,6 360 12 230 26 24 21,7 370 12 230 26 24 21,9 380 12 230 26 24 22

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 5.2 Pengolahan Data Hasil Penelitian a. Perhitungan Siklus Kompresi Uap Perhitungan yang dilakukan pada siklus kompresi uap dapat diselesaikajn dengan menggunakan perhitungan pada P-h diagram dengan acuan menggunakan data yang telah diperoleh selama penelitian. Pada P-h diagram data yang digunakan meliputi tekanan kondensor dan tekanan evaporator, sedangkan pada P-h diagram data didapat setelah melakukan penggambaran adalah suhu kerja kondensor (Tkond), suhu kerja evaporator (Tevap), nilai entalpi refrigeran pada saat keluar evaporator (h1), nilai entalpi refrigeran pada saat masuk kondensor (h2), nilai entalpi refrigeran pada saat keluar kondensor (h3), dan nilai entalpi refrigeran pada saat masuk evaporator (h4). Perhitungan yang dilakukan dalam pencarian suhu kerja kondensor (Tkond) dan suhu kerja evaporator (Tevap) menggunakan data dari Pout dan Pin, data yang diperoleh menggunakan satuan Psi, dan disajikan pada Tabel 5.6 sampai 5.6. Sebelum hasil data digambarkan pada P-H diagram data Pout dan Pin dapat diubah menjadi tekanan absolut dengan satuan bar, berikut cara konversi: 𝑏𝑎𝑟 Pin = (12 + 14,7) x 0,0689476 = 1,84 bar 𝑃𝑠𝑖 𝑏𝑎𝑟 Pout = (245 + 14,7) x 0,0689476 = 17,9 bar 𝑃𝑠𝑖

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Tabel 5.4 Hasil variasi 1 tanpa menggunakan ice pack yang telah dikonversikan dari satuan Psi ke satuan bar. No. 1 2 3 4 5 Waktu Tekanan (Psi g) (menit) Pkond Pevap Pkond Pevap 40 80 120 160 180 245 245 245 245 245 12 12 12 12 12 17,9 17,9 17,9 17,9 17,9 1,84 1,84 1,84 1,84 1,84 Tekanan (bar) Tabel 5.5 Hasil variasi 2 menggunakan 10 ice pack yang telah dikonversikan dari satuan psi ke satuan bar. No. 1 2 3 4 5 Waktu Tekanan (Psi g) (menit) Pkond Pevap Pkond Pevap 60 120 180 240 300 220 220 220 220 220 12 12 12 12 12 16,18 16,18 16,18 16,18 16,18 1,84 1,84 1,84 1,84 1,84 Tekanan (bar) Tabel 5.6 Hasil variasi 3 menggunakan 20 ice pack yang telah dikonversikan dari satuan Psi ke satuan bar. No. 1 2 3 4 5 Waktu Tekanan (Psi g) (menit) Pkond Pevap Pkond Pevap 80 160 240 320 380 230 230 230 230 230 12 12 12 12 12 16,87 16,87 16,87 16,87 16,87 1,84 1,84 1,84 1,84 1,84 Tekanan (bar) Setelah dilakukan konversi dari satuan Psi ke satuan bar, maka selanjutnya adalah dengan membuat P-h diagram dan mencari data entalpi seperti: suhu kerja pada kondensor (Tkond), suhu kerja pada evaporator (Tevap), nilai entalpi refrigeran pada saat keluar evaporator (h1), nilai entalpi refrigeran pada saat masuk

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 kondensor (h2), nilai entalpi refrigeran pada saat keluar kondensor (h3), dan nilai entalpi refrigeran pada saat masuk evaporator (h4). Gambar 5.1 menunjukkan grafik P-h diagram dengan variasi tanpa ice pack. Gambar 5.1 P-h diagram dengan variasi tanpa ice pack menit ke 40 Dari gambar P-h diagram yang disajikan pada Gambar 5.1, dengan variasi tanpa menggunakan ice pack yang diambil pada menit ke 100 diperoleh data suhu kerja pada kondensor (Tkond), suhu kerja pada evaporator (Tevap), dan nilai-nilai entalpi refrigeran yang terjadi pada siklus kompresi uap yaitu: nilai entalpi refrigeran pada saat keluar evaporator (h1), nilai entalpi refrigeran pada saat masuk kondensor (h2), nilai entalpi refrigeran pada saat keluar kondensor (h3), dan nilai entalpi refrigeran pada saat masuk evaporator (h4). Tabel 5.7 sampai 5.12 menunjukkan nilai entalpi dan nilai suhu.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Tabel 5.7 Nilai-nilai entalpi refrigeran siklus kompresi uap dengan variasi tanpa menggunakan ice pack. No. 1 2 3 4 5 Waktu Entalpi (kJ/kg) (menit) h1 h2 h3 h4 40 80 120 160 180 391 391 391 391 391 427 427 427 427 427 290 290 290 290 290 290 290 290 290 290 Tabel 5.8 Nilai-nilai entalpi refrigeran siklus kompresi uap dengan variasi menggunakan 10 ice pack. No. 1 2 3 4 5 Waktu Entalpi (kJ/kg) (menit) h1 h2 h3 h4 60 120 180 240 300 391 391 391 391 391 426 426 426 426 426 284 284 284 284 284 284 284 284 284 284 Tabel 5.9 Nilai-nilai entalpi refrigeran siklus kompresi uap dengan variasi menggunakan 20 ice pack. No. 1 2 3 4 5 Waktu Entalpi (kJ/kg) (menit) h1 h2 h3 h4 80 160 240 320 380 391 391 391 391 391 426 426 426 426 426 287 287 287 287 287 287 287 287 287 287

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Tabel 5.10 Nilai suhu kerja kondensor dan evaporator dengan variasi tanpa menggunakan ice pack. No. 1 2 3 4 5 Suhu (oC) Waktu (menit) Tc Te 40 80 120 160 180 62 62 62 62 62 -12 -12 -12 -12 -12 Tabel 5.11 Nilai suhu kerja kondensor menggunakan 10 ice pack. No. 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 dengan variasi Suhu (oC) Waktu (menit) Tc Te 60 120 180 240 300 58 58 58 58 58 -12 -12 -12 -12 -12 Tabel 5.12 Nilai suhu kerja kondensor menggunakan 20 ice pack. No. dan evaporator dan evaporator dengan variasi Suhu (oC) Waktu (menit) Tc Te 80 160 240 320 340 60 60 60 60 60 -12 -12 -12 -12 -12 Setelah penggambaran pada P-h diagram selesai maka didapatkan beberapa data yang nantinya dapat digunakan untuk mencari besarnya kerja kompresor (Win), mencari besarnya energi kalor persatuan massa refrigeran yang diserap

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 evaporator (Qin), mencari besarnya energi kalor persatuan massa jenis refrigeran yang dilepaskan oleh kondensor (Qout), mencari besarnya COPactual, mencari besarnya COPideal, mencari besarnya Efisiensi (η) pada mesin bersiklus kompresi uap yang dipergunakan pada mesin penyejuk udara. Contoh perhitungan diambil dari variasi 1 tanpa menggunakan ice pack. 1. Menghitung besarnya kerja kompresor persatuan massa refrigeran (Win) Kerja kompresor persatuan massa refrigeran, dapat dihitung dengan Persamaan (2.1) yaitu: Win = h2 – h1(kJ/kg). Contoh perhitungan diambil dari variasi 1 tanpa menggunakan ice pack menit ke 40. Tabel 5.13 sampai 5.15 menunjukkan nilai Win. Win = h2 - h1 (kJ/kg) Win = (427 – 391) kJ/kg Win = 36 kJ/kg Tabel 5.13 Nilai kerja kompresor persatuan massa refrigeran (Win) tanpa menggunakan ice pack. Entalpi (kJ/kg) No. Waktu (menit) h1 h2 Win 1 2 3 4 5 40 80 120 160 180 391 391 391 391 391 427 427 427 427 427 36 36 36 36 36

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Tabel 5.14 Nilai kerja kompresor persatuan massa refrigeran (Win) dengan menggunakan 10 ice pack. Entalpi (kJ/kg) No Waktu (menit) h1 h2 Win 1 2 3 4 5 60 120 180 240 300 391 391 391 391 391 426 426 426 426 426 35 35 35 35 35 Tabel 5.15 Nilai kerja kompresor persatuan massa refrigeran (Win) dengan menggunakan 20 ice pack. 2. Entalpi (kJ/kg) No Waktu (menit) h1 h2 Win 1 2 3 4 5 80 160 240 320 340 391 391 391 391 391 426 426 426 426 426 35 35 35 35 35 Banyaknya kalor yang dilepas oleh kondensor persatuan massa refrigerant (Qout) Banyaknya energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran dapat dihitung dengan Persamaan (2.2) yaitu: Qout = h2 – h3(kJ/kg). Contoh perhitungan untuk Qout diambil dari variasi 1 tanpa menggunakan ice pack menit ke 40. Tabel 5.16 sampai 5.18 menunjukkan nilai Qout. Qout = h2 - h3 (kJ/kg) Qout = (427 - 290) kJ/kg Qout = 137 kJ/kg.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Tabel 5.16 Nilai energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran (Qout) tanpa menggunakan ice pack. No 1 2 3 4 5 Waktu (menit) 40 80 120 160 180 Entalpi (kJ/kg) h2 427 427 427 427 427 h3 290 290 290 290 290 Qout 137 137 137 137 137 Tabel 5.17 Nilai energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran (Qout) dengan menggunakan 10 ice pack. No Waktu (menit) Entalpi (kJ/kg) h2 h3 Qout 1 60 426 284 142 2 3 4 5 120 180 240 300 426 426 426 426 284 284 284 284 142 142 142 142 Tabel 5.18 Nilai energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran (Qout) dengan menggunakan 20 ice pack. 3. No Waktu (menit) Entalpi (kJ/kg) h2 h3 Qout 1 80 426 287 139 2 160 426 287 139 3 4 5 240 320 340 426 426 426 287 287 287 139 139 139 Energi kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran (Q in) Besarnya kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran dapat dihitung dengan Persamaan (2.3) yaitu: Qin = h1 – h4 = h1 – h3 (kJ/kg).

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Contoh perhitungan untuk Qin diambil dari variasi 1 tanpa menggunakan ice pack menit ke 40. Tabel 5.19 sampai 5.21 menunjukkan kalor yang diserap evaporator Qin. Qin = h1 – h4 = h1– h3 (kJ/kg) Qin = (391 – 290) kJ/kg Qin = 101 kJ/kg Tabel 5.19 Kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran (Qin) tanpa menggunakan ice pack. No Waktu (menit) h1 1 2 3 4 5 40 80 120 160 180 391 391 391 391 391 Entalpi (kJ/kg) h3=h4 290 290 290 290 290 Qin 101 101 101 101 101 Tabel 5.20 Kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran (Qin) dengan menggunakan 10 ice pack. No Waktu (menit) h1 1 2 3 4 5 60 120 180 240 300 391 391 391 391 391 Entalpi (kJ/kg) h3=h4 284 284 284 284 284 Qin 107 107 107 107 107

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Tabel 5.21 Kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran (Qin) dengan menggunakan 20 ice pack. 4. No Waktu (menit) h1 1 2 3 4 5 80 160 240 320 340 391 391 391 391 391 Entalpi (kJ/kg) h3=h4 287 287 287 287 287 Qin 104 104 104 104 104 COPaktual mesin siklus kompresi uap COPaktual adalah perbandingan antara besarnya kalor yang diserap oleh evaporator dengan banyaknya konsumsi listrik yang digunakan sebagai penggerak kompresor dapat dihitung dengan mempergunakan Persamaan (2.4) yaitu COPaktual = Qin / Win = (h1 – h4) / (h2 – h1). Contoh perhitungan untuk COPaktual diambil dari variasi 1 tanpa menggunakan ice pack menit ke 40. Tabel 5.22 sampai 5.24 menunjukkan COPaktual. COPaktual = Qin / Win = (h1 – h4) / (h2 – h1) COPaktual = 101 kJ/kg / 36 kJ/kg COPaktual = 2,80 Tabel 5.22 COPaktual mesin siklus kompresi uap variasi tanpa menggunakan ice pack. Waktu Entalpi (kJ/kg) Qin Win 1 2 (menit) 40 80 101 101 36 36 2,80 2,80 3 120 101 36 2,80 No COPaktual

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 4 5 160 180 101 101 36 36 2,80 2,80 Tabel 5.23 COPaktual mesin siklus kompresi uap variasi dengan menggunakan 10 ice pack. No Waktu Entalpi (kJ/kg) Qin Win COPaktual 1 2 (menit) 60 120 107 107 35 35 3,05 3,05 3 4 5 180 240 300 107 107 107 35 35 35 3,05 3,05 3,05 Tabel 5.24 COPaktual mesin siklus kompresi uap variasi dengan menggunakan 20 ice pack. No 5. Waktu Entalpi (kJ/kg) Qin Win COPaktual 1 2 (menit) 80 160 104 104 35 35 2,97 2,97 3 4 5 240 320 340 104 104 104 35 35 35 2,97 2,97 2,97 COPideal mesin siklus kompresi uap COPideal adalah COP maksimal yang dapat dicapai oleh mesin siklus kompresi uap dapat dihitung dengan Persamaan (2.5) yaitu: COPideal = Te Tc−Te Contoh perhitungan untuk COPideal diambil dari variasi 1 tanpa menggunakan ice pack menit ke 40. Tabel 5.25 sampai 5.27 menunjukkan COPideal. COPideal = (Te) / (Tc – Te) COPideal = (-12+ 273) / ((62+ 273) – (-12+ 273)) COPideal = 3,52

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Tabel 5.25 COPideal mesin siklus menggunakan ice pack. No 1 2 3 4 5 Suhu (oC) Waktu (menit) 40 80 120 160 180 kompresi Tkond Tevap 62 62 62 62 62 -12 -12 -12 -12 -12 uap dengan variasi tanpa COPideal 3,52 3,52 3,52 3,52 3,52 Tabel 5.26 COPideal mesin siklus kompresi uap dengan variasi menggunakan 10 ice pack. No 1 2 3 4 5 Suhu (oC) Waktu (menit) Tkond Tevap 60 120 180 240 300 58 58 58 58 58 -12 -12 -12 -12 -12 COPideal 3,72 3,72 3,72 3,72 3,72 Tabel 5.27 COPideal mesin siklus kompresi uap dengan variasi menggunakan 20 ice pack. No 1 2 3 4 5 Suhu (oC) Waktu (menit) Tkond Tevap 80 160 240 320 340 60 60 60 60 60 -12 -12 -12 -12 -12 COPideal 3,62 3,62 3,62 3,62 3,62

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 6. Efisiensi mesin siklus kompresi uap (η) Efisiensi mesin siklus kompresi uap dapat dihitung dengan Persamaan (2.6) yaitu: η = (COPAktual/COPIdeal) x 100%. Tabel 5.28 sampai 5.30 menunjukkan efisiensi (η) mesin. Contoh perhitungan untuk efisiensi di dapat dari variasi 1 tanpa menggunakan ice pack menit ke 40. η = (COPAktual/COP Ideal) x 100 % η = (2,80/3,52) x 100 % η = 79% Tabel 5.28 Efisiensi mesin siklus kompresi uap (η) dengan variasi tanpa menggunakan ice pack. No 1 2 3 4 5 Waktu Kinerja mesin penyejuk udara (menit) COPaktual COPideal η 40 80 120 160 180 2,80 2,80 2,80 2,80 2,80 3,52 3,52 3,52 3,52 3,52 79 79 79 79 79 Tabel 5.29 Efisiensi mesin siklus kompresi uap (η) dengan variasi menggunakan 10 ice pack. No 1 2 3 4 5 Waktu Kinerja mesin penyejuk udara (menit) COPaktual COPideal η 60 120 180 240 300 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,72 3,72 3,72 3,72 3,72 81 81 81 81 81

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Tabel 5.30 Efisiensi mesin siklus kompresi uap (η) dengan variasi menggunakan 20 ice pack. Waktu No 1 2 3 4 5 Kinerja mesin penyejuk udara (menit) COPaktual COPideal η 80 160 240 320 340 2,97 2,97 2,97 2,97 2,97 3,62 3,62 3,62 3,62 3,62 82 82 82 82 82 25 Suhu (℃) 20 15 10 5 0 0 50 100 150 200 250 300 350 400 Waktu (menit) Tanpa ice pack 10 ice pack 20 ice pack Gambar 5.2 Suhu udara yang dihasilkan dari 3 variasi Dari Gambar 5.2 mesin penyejuk udara lokal dapat diketahui bahwa untuk mencapai suhu 22oC variasi 1 yaitu tanpa menggunakan ice pack membutuhkan waktu 180 menit, pada variasi 1 kondisi awal sebelum mencapai 180 menit adalah

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 18,5oC. Pada variasi 2 yaitu menggunakan 10 ice pack dengan suhu awal keluaran yaitu 14,2oC dan membutuhkan waktu 300 menit untuk mencapai suhu 22oC. Seementara itu pada variasi 3 yaitu menggunakan 20 ice pack dengan suhu awal keluaran yaitu 9,3oC dan membutuhkan waktu 340 menit untuk mencapai suhu 22oC. 5.3 Pembahasan a. Karakteristik Mesin Penyejuk Udara Lokal Hasil dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh data pada P-h diagram. Hasil yang didapat dari P-h diagram meliputi, besarnya kerja kompresor (Win), banyaknya kalor yang dilepas oleh kondensor (Qout), banyaknya kalor yang diserap oleh evaporator (Qin), Coefficient of Performance Actual (COPaktual), Coefficient of performance Ideal (COPideal) dan efisiensi (η) dari mesin siklus kompresi uap. Untuk melihat perbandingan dari setiap variasi dapat dilihat pada Gambar 5.3 - Gambar 5.8. 36,2 36 Win, kJ/kg 36 35,8 35,6 35,4 35,2 35 35 35 34,8 34,6 34,4 Series2 10 ice pack 20 ice pack

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Gambar 5.3 Perbandingan Win dari 3 variasi Pada Gambar 5.3 perbandingan pada grafik Win (kJ/kg) dari 3 variasi diperoleh dari nilai rata-rata dari setiap variasi Win, data tertinggi pada grafik tanpa menggunakan ice pack yang mempunyai nilai sebesar 36 kJ/kg dan data terendah pada grafik yaitu menggunakan 10 ice pack yang mempunyai nilai sebesar 35 kJ/kg 143 142 142 Qout, kJ/kg 141 140 139 139 138 137 137 136 135 134 Tanpa ice pack 10 ice pack 20 ice pack Gambar 5.4 Perbandingan Qout dari 3 variasi Pada Gambar 5.4 perbandingan pada grafik Qout (kJ/kg) dari 3 variasi diperoleh dari nilai rata-rata dari setiap variasi Qout, data tertinggi pada grafik menggunakan 10 ice pack yang mempunyai nilai sebesar 142 kJ/kg dan data terendah pada grafik yaitu tanpa menggunakan ice pack yang mempunyai nilai sebesar 137 kJ/kg.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 108 107 107 Qin, kJ/kg 106 105 104 104 103 102 101 101 100 99 98 Tanpa ice pack 10 ice pack 20 ice pack Gambar 5.5 Perbandingan Qin dari 3 variasi Pada Gambar 5.5 perbandingan pada grafik Qin (kJ/kg) dari 3 variasi diperoleh dari nilai rata-rata dari setiap variasi Qin, data tertinggi pada grafik menggunakan 10 ice pack yang mempunyai nilai sebesar 107 kJ/kg dan data terendah pada grafik yaitu tanpa menggunakan ice pack yang mempunyai nilai sebesar 101 kJ/kg. 3,1 3,05 3,05 COPaktual 3 2,97 2,95 2,9 2,85 2,8 2,8 2,75 2,7 2,65 Tanpa ice pack 10 ice pack 20 ice pack Gambar 5.6 Perbandingan COPaktual dari 3 variasi

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Pada Gambar 5.6 perbandingan pada grafik COPaktual dari 3 variasi diperoleh dari nilai rata-rata dari setiap variasi COPaktual, data terendah pada grafik tanpa menggunakan ice pack yang mempunyai nilai sebesar 2,8 dan data tertinggi pada grafik yaitu menggunakan 10 ice pack yang mempunyai nilai sebesar 3,05 3,75 3,72 3,7 COPideal 3,65 3,62 3,6 3,55 3,52 3,5 3,45 3,4 Tanpa ice pack 10 ice pack 20 ice pack Gambar 5.7 Perbandingan COPideal dari 3 variasi Pada Gambar 5.7 perbandingan pada grafik COPideal dari 3 variasi diperoleh dari nilai rata-rata dari setiap variasi COPideal, data terendah pada grafik tanpa menggunakan ice pack yang mempunyai nilai COPideal sebesar 3,52 dan data tertinggi pada grafik yaitu menggunakan 10 ice pack yang mempunyai nilai COPideal sebesar 3,72.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 82,5 82 82 Efisiensi 81,5 81 81 80,5 80 79,5 79 79 78,5 78 77,5 Tanpa ice pack 10 ice pack 20 ice pack Gambar 5.8 Perbandingan efisiensi (η) dari 3 variasi Pada Gambar 5.8 Perbandingan pada grafik efisiensi (η) dari 3 variasi diperoleh dari nilai rata-rata dari setiap variasi efisiensi (η), data tertinggi pada grafik menggunakan 20 ice pack yang mempunyai nilai efisiensi (η) sebesar 82% dan data terendah pada grafik yaitu tanpa menggunakan ice pack yang mempunyai nilai efisiensi (η) sebesar 79%. .b. Suhu Udara Keluar Dari Mesin Penyejuk Udara Lokal Suhu udara yang keluar dari mesin penyejuk udara lokal yang bekerja dengan siklus kompresi uap setelah 180 menit bekerja adalah 22oC dengan kondisi awal suhu keluaran 18,5oC. Gambar 5.2 menjelaskan perjalanan suhu udara yang keluar dari mesin penyejuk udara selama 180 menit, suhu udara tersebut dihasilkan tanpa menggunakan bantuan ice pack. Untuk mesin penyejuk udara lokal dengan bantuan ice pack yang diletakan di dalam ruang evaporator pada mesin penyejuk udara, suhu awal yang dihasilkan dengan menggunakan 10 ice pack adalah 14,2oC

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 dan waktu yang diperlukan untuk kembali ke suhu normal 22oC yaitu selama 300 menit, Gambar 5.2 menjelaskan perjalanan suhu udara yang keluar dari mesin penyejuk udara selama 300 menit, sedangkan suhu awal yang dihasilkan dengan menggunakan 20 ice pack adalah 9,3oC dan waktu yang diperlukan untuk kembali ke suhu normal 22oC yaitu selama 340 menit Gambar 5.2 menjelaskan perjalanan suhu udara yang keluar dari mesin penyejuk udara selama 340 menit.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan pada mesin penyejuk udara, maka dapat diketahui beberapa kesimpulan sebagai berikut : a. Mesin penyejuk udara lokal menggunakan komponen mesin kulkas dengan daya kompresor 1/5 PK dan ice pack berhasil dibuat dan dapat bekerja dengan baik. b. Suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara tanpa ice pack dari menit ke 0 sampai dengan menit ke 180 adalah 18,5oC sampai dengan 22oC. Suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara menggunakan 10 ice pack dari menit ke 0 sampai dengan menit ke 300 adalah 14,2oC sampai dengan 22oC. Dan suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara menggunakan 20 ice pack dari menit ke 0 sampai dengan menit ke 380 adalah 9,3oC sampai dengan 22oC. ● Lama waktu mesin penyejuk udara (tanpa ice pack) dapat menghasilkan suhu udara keluar dari mesin penyejuk dengan suhu di bawah 22 oC adalah 180 menit. 80

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 ● Lama waktu mesin penyejuk udara (dengan 10 ice pack) dapat menghasilkan suhu udara keluar dari mesin penyejuk dengan suhu di bawah 22 oC adalah 300 menit. ● Lama waktu mesin penyejuk udara (dengan 20 ice pack) dapat menghasilkan suhu udara keluar dari mesin penyejuk dengan suhu di bawah 22 oC adalah 380 menit. c. Hasil penelitian karateristik mesin penyejuk udara : 1. Mesin penyejuk udara tanpa ice pack. a. Nilai COPaktual tertinggi sebesar 2,80, yaitu pada menit ke 0 sampai menit ke 180. b. Nilai COPideal tertinggi sebesar 3,52, yaitu pada menit ke 0 sampai menit ke 180. c. Nilai efisiensi adalah sebesar 79%., yaitu pada menit ke 0 sampai ke 180. 2. Mesin penyejuk udara menggunakan 10 ice pack a. Nilai COPaktual tertinggi sebesar 3,05, yaitu pada menit ke 0 sampai menit ke 300. b. Nilai COPideal tertinggi sebesar 3,27, yaitu pada menit ke 0 sampai menit ke 300. c. Nilai efisiensi adalah sebesar 81%. yaitu pada menit ke 0 sampai ke 300.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 3. Mesin penyejuk udara menggunakan 20 ice pack a. Nilai COPaktual tertinggi sebesar 2,97, yaitu pada menit ke 0 sampai menit ke 380. b. Nilai COPideal tertinggi sebesar 3,62, yaitu pada menit ke 0 sampai menit ke 380. c. Nilai efisiensi adalah sebesar 82%, yaitu pada menit ke 0 sampai ke 380. 6.2 Saran Dari hasil penelitian mesin penyejuk udara lokal dapat diperoleh beberapa saran yang dapat dijadikan pengembangan dan perbaikan : a. Menambahkan alat pengatur kecepatan pada kipas penyedot udara sehingga udara yang masuk dapat diatur, dengan adanya pengatur kecepatan pada kipas maka suhu output pada mesin penyejuk udara dapat diatur sesuai keinginan. Semakin kencang rpm pada kipas maka suhu yang dihasilkan tidak efisien cenderung mendekati suhu ruangan. b. Pengisian refrigeran jangan terlalu banyak karena dapat menyebabkan kompresor mengalami panas yang berlebih dan dapat menyebabkan over heat, pengisian ideal pada manifold gauge evaporator (warna biru) antara 5 sampai 10 psi, dan pada manifold gauge condensor (warna merah) antara 120 sampai 200 psi.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 DAFTAR PUSTAKA Anwar, 2010, Efek beban Pendingin Terhadap Kinerja Sistem Mesin Pendingin Meliputi Kapasitas Refrigerasi. Kemas, 2014, Pengaruh Media Pendingin Air pada Kondensor Terhadap Kemampuan Kerja Mesin Penyejuk. Helmi, 2010, Perbandingan COP Pada Refrigerator Dengan Refrigeran CFC R12 dan HC R134a untuk Diameter Pipa Kapiler yang Berbeda. Ridwan, 2005, Perbandingan Unjuk Kerja atau Coefficient Of Performance (COP) Refrigeran 12 (R-12) Terhadap Refrigeran 134a (R-134a) pada Suatu Refrigerator 75 W. Suma, 2013, melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh tekanan kerja kompresor terhadap efek pendingin. Tokopedia.”pipa kapiler ukuran 0,80 mm bahan tembaga (ss112)”. https://panduanrefrigerasi.blogspot.co.id. diunduh tanggal 18 Oktober 2018 Indotaiding. ”Kompresor Hermetic Copeland 6Shh-3500-TFD”. https://www. indotrading.com/product/compressor-semi-hermeticp179399.as px. diunduh tanggal 18 Oktober 2018

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Fathurohman, Apit.”Kondensor berpendingin udara”. http://linasundaritermodinamika.blogspot.co.id/2015/04/kondensorberpendingin-udara.html. diunduh tanggal 18 Oktober 2018 Utomo, Frandhoni.”aplikasi perpindahan panas sistem bioetanol”. http://frandhoni.blogspot.co.id/2015/05/aplikasi-perpindahan-panassistem.html. diunduh tanggal 18 Oktober 2018 Aris prastyo, elga.”Pengertian Kulkas, Bagian-Bagian Kulkas, dan Cara Kerja Kulkas”. http://www.edukasielektronika.com/2015/09/pengertian-kulkasbagian bagian-kulkas.html. diunduh tanggal 18 Oktober 2018 Fathurohman, Apit. ”Evaporator kerin”. http://linasundaritermodinamika.blogspot.co.id/2015/04/evaporator.html. diunduh tanggal 18 Oktober 2018

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 LAMPIRAN a. Lampiran 1 P-h diagram variasi tanpa menggunakan ice pack menit ke 40

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 b. Lampiran 2 P-h diagram variasi tanpa menggunakan ice pack menit ke 80

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 c. Lampiran 3 P-h diagram variasi tanpa menggunakan ice pack menit ke 120

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 d. Lampiran 4 P-h diagram variasi tanpa menggunakan ice pack menit ke 160

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 e. Lampiran 5 P-h diagram variasi tanpa menggunakan ice pack menit ke 180

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 f. Lampiran 6 P-h diagram variasi menggunakan 10 ice pack menit ke 60

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 g. Lampiran 7 P-h diagram variasi menggunakan 10 ice pack menit ke 120

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 h. Lampiran 8 P-h diagram variasi menggunakan 10 ice pack menit ke 180

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 i. Lampiran 9 P-h diagram variasi menggunakan 10 ice pack menit ke 240

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 j. Lampiran 10 P-h diagram variasi menggunakan 10 ice pack menit ke 300

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 k. Lampiran 11 P-h diagram variasi menggunakan 20 ice pack menit ke 80

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 l. Lampiran 12 P-h diagram variasi menggunakan 20 ice pack menit ke 160

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 m. Lampiran 13 P-h diagram variasi menggunakan 20 ice pack menit ke 240

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 n. Lampiran 14 P-h diagram variasi menggunakan 20 ice pack menit ke 320

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 o. Lampiran 15 P-h diagram variasi menggunakan 20 ice pack menit ke 380

(118)

Dokumen baru

Download (117 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PERHITUNGAN HARGA PROSES PRODUKSI PADA MESIN BUBUT SERTA MESIN POTONG CIRCLE KAYU SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik
0
0
16
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN CETAK TERASI KAPASITAS 250 GRAM SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik
0
0
16
PERBANDINGAN EMISI DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BENSIN DAN LPG SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik
0
0
12
SKRIPSI RANCANG BANGUN PERMODELAN PENGENDALI PERALATAN RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN ARDUINO DAN PONSEL PINTAR Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1
0
0
12
SKRIPSI PENGARUH PUTARAN GENERATOR LISTRIK TERHADAP DAYA YANG DIHASILKAN PADA MAGNET PERMANEN JENIS NEODYMIUM (NdFeB) Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1
0
0
16
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1
0
0
16
SKRIPSI APLIKASI PEMESANAN MAKANAN DAN MINUMAN BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS DI KAFE BBG) Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1
0
0
17
MODIFIKASI MESIN PENGERING LADA MENGGUNAKAN RAK YANG BERGERAK DENGAN VARIASI PUTARAN MOTOR SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik
0
0
15
RANCANG BANGUN MESIN CETAK KERICU SEDERHANA DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK ¼ PK SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1
0
0
15
MODIFIKASI RAK MESIN PENGERING LADA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik
0
0
14
SKRIPSI ANALISIS KEKERASAN BETON MENGGUNAKAN SUARA BERBASIS FFT (FAST FOURIER TRANSFORM) Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1
0
0
18
MODIFIKASI MESIN PENCETAK PELET IKAN DENGAN MENGHUBUNGKAN PENGADUK DAN PENCETAK MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Meraih Gelar Derajat Sarjana S-1
0
0
14
MODIFIKASI MESIN PENGERING LADA MENGGUNAKAN ELEMEN PEMANAS DAN BLOWER DENGAN SISTEM ROTARI SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik
0
1
14
SKRIPSI RANCANG BANGUN ALAT PENGENDALIAN LAMPU SERTA MOTOR SERVO MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN APLIKASI ANDROID Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1
1
2
18
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Sosiologi
0
0
14
Show more