Pemanfaatan program geogebra dalam remedial matematika kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno materi bangun ruang sisi datar - USD Repository

Gratis

0
0
186
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA DALAM REMEDIAL MATEMATIKA KELAS IX SMP KANISIUS ST. ALOYSIUS BATURETNO MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun Oleh: Robertus Marga Hutama NIM:141414049 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA DALAM REMEDIAL MATEMATIKA KELAS IX SMP KANISIUS ST. ALOYSIUS BATURETNO MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun Oleh: Robertus Marga Hutama NIM:141414049 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto: Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa. (Roma 12:12) Kegagalan juga menyenangkan, hidup dengan kepercayaan bahwa cobaan itu berguna untuk menempa diri sendiri. (Jiraiya Sensei – Naruto) Dengan penuh syukur, skripsi ini dipersembahkan untuk: Keluarga, teman-teman, dan semua orang terdekatku. Terimakasih atas segala doa, dukungan, dan cinta yang selalu menyertaiku. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang sudah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 18 Januari 2019 Penulis, Robertus Marga Hutama v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Robertus Marga Hutama Nim : 141414049 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA DALAM REMEDIAL MATEMATIKA KELAS IX SMP KANISIUS ST. ALOYSIUS BATURETNO MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 18 Januari 2019 Yang menyatakan, Robertus Marga Hutama vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Hutama, Robertus Marga. 2019. Pemanfaatan Program Geogebra dalam Remedial Matematika Kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno Materi Bangun Ruang Sisi Datar. Skripsi. Yogyakarta: Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan belajar yang dialami siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan program GeoGebra dalam mengatasi kesulitan belajar bangun ruang sisi datar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno tahun ajaran 2018/2019 yang tidak memenuhi batas KKM berdasarkan hasil tes pengukuran awal yang diberikan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, tes, dan angket. Penelitian ini menggunakan teori analisis kesalahan menurut Hadar dalam menentukan kesulitan belajar yang dialami siswa. Langkah-langkah program remedial dilakukan dengan menelaah kesulitan siswa, melakukan alternatif tindakan menggunakan program GeoGebra, dan evaluasi pembelajaran remedial. Metode yang digunakan dalam pembelajaran remedial adalah metode instruksional maupun efek pengiring memanfaatkan program GeoGebra. Sehingga dalam tes pengukuran akhir akan menunjukkan apakah kesulitan yang dialami siswa dapat teratasi atau tidak dengan melihat jawaban siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan program GeoGebra dapat mengatasi kesulitan belajar siswa. Kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa pada materi bangun ruang sisi datar adalah sebagai berikut: membedakan bentuk-bentuk bangun ruang sisi datar, memahami unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, memahami sifat-sifat bangun datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, menggambar jaring-jaring bangun ruang sisi datar, memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah, menyebutkan rumus luas permukaan: kubus dan prisma, menyebutkan rumus volume: limas dan balok, mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal, memahami maksud soal, memahami pola hitung, dan menghitung operasi aljabar. Kata kunci: kesulitan belajar, pembelajaran remedial, program GeoGebra. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Hutama, Robertus Marga. 2019. The Use of Geogebra Program in the Remedial Learning of Mathematics on Flat-Faced Three-Dimensional Shapes for the Students of Kanisius St. Aloysius Junior High School, Baturetno. Undergraduate Thesis. Yogyakarta: Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University. This research aims to figure out students’ difficulties on learning flat-faced three-dimensional shapes. Besides, this research aims to assess the impacts of the implementation of GeoGebra program to address such issue. The type of research used is qualitative descriptive research. The subject of this research is the third-grade students of Kanisius St. Aloysius Junior High School Baturetno academic year 2018/2019 who did not meet the competence standard in the preliminary test. The data gathering methods in this research are interview, test, and questionnaire. To investigate the students’ problem in learning, the researchs used the theory about error analysis. The steps taken in the remedial program consist of analyzing the students’ difficulties, taking alternative actions using GeoGebra program, and evaluating the remedial learning. The remedial learning employs the method of instructional and nurturant effects using GeoGebra program to figure out whether the learning difficulties are addressed by examining the student’s answers in the final test. The research finding shows that the application of GeoGebra program can address the students’ difficulties on learning flat-faced three-dimensional shapes. Such difficulties are: differentiating flat-faced three-dimensional shapes, comprehending the parts, differentiating the parts, comprehending the characteristics, comprehending the characteristics of the nets, drawing the nets, choosing the correct formula for problem solving, identifying the formula for the surface area of cube and prism, identifying the formula for the volume of pyramid and rectangular prism, finding the data required for problem solving, comprehending the given problems, comprehending the formula, and dealing with algebraic operations. Keywords: learning difficulty, remedial learning, GeoGebra program viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur atas kasih Tuhan Yesus Kristus yang telah memberkati usaha dan pikiran sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Atas kasih-Nya yang tak berkesudahan itulah penulis dapat menyelesaikan dan mempersembahakan penelitian ini. Keberhasilan menyelesaikan penelitian ini tak lepas dari dari bimbingan, bantuan, nasihat, dukungan, dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma. 2. Beni Utomo, M.Sc., selaku ketua Program Studi Pendidikan Matematika. 3. Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd., selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan memberikan saran kepada penulis sehingga skripsi dapat diselesaikan dengan baik. 4. Para dosen dan karyawan Pendidikan Matematika yang dengan penuh kesabaran mendidik dan mendampingi selama menimba ilmu di Universitas Sanata Dharma. 5. Kepala sekolah, guru matematika, dan siswa kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno karena telah memberikan ijin dan memperkenankan penulis untuk melaksanakan penelitian. 6. Bapak Laurentius Yustinianus Gananto, Ibu Christina Terdolinde Sumarsi, Petrus Kanisius Prima Hari Suryoko, Brigita Retnavia Anita Pawestri, Arya ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gumilar Wicaksana, dan segenap keluarga besar Mbah Madiorejo dan Mbah Darso Sentono atas doa dan dukungan. 7. Teman-teman satu angkatan dan teman-teman satu bimbingan yang selalu memberikan dukungan dan kerjasama yang luar biasa. 8. Andrea Vicky Novianti yang telah mendoakan, mendampingi dan memberi semangat dari awal sampai selesainya penulisan skripsi ini. 9. Diki, Oscar, Robert, Hansen, Andi, Br. Andiko, Arum, Ratna, Ria, Ellen, Sona, Dian, Sinta, Boncel, Rany, Tika, dan Wicak yang selalu membantu dan tempat berkeluh kesah selama kuliah. 10. Pihak-pihak lain yang telah membantu yang tak dapat disebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Walaupun demikian, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pihakpihak yang membutuhkan. Yogyakarta, 18 Januari 2019 Penulis, Robertus Marga Hutama x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN .............................. Error! Bookmark not defined. MOTTO DAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ................................................... vi ABSTRAK ........................................................................................................... vii ABSTRACT ......................................................................................................... viii KATA PENGANTAR .......................................................................................... ix DAFTAR ISI ......................................................................................................... xi DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang ............................................................................................ 1 B. Pembatasan Masalah ................................................................................... 4 C. Perumusan Masalah ..................................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian......................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian....................................................................................... 6 F. Batasan Istilah ............................................................................................. 7 G. Sistematika Penulisan .................................................................................. 7 BAB II KAJIAN TEORI ...................................................................................... 9 A. Belajar dan Pembelajaran ............................................................................ 9 B. Kesulitan Belajar ....................................................................................... 11 C. Diagnosis Kesulitan Belajar ...................................................................... 15 xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Pembelajaran Remedial ............................................................................. 24 E. Media Belajar ............................................................................................ 31 F. Program GeoGebra ................................................................................... 32 G. Bangun Ruang Sisi Datar .......................................................................... 33 H. Kerangka Berfikir ...................................................................................... 56 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 58 A. Jenis Penelitian .......................................................................................... 58 B. Subjek Penelitian ....................................................................................... 58 C. Objek Penelitian ........................................................................................ 58 D. Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................... 59 E. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................ 59 F. Instrumen Penelitian .................................................................................. 60 G. Teknik Analisis Data ................................................................................. 63 H. Prosedur Penelitian .................................................................................... 64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 67 A. Pelaksaan Penelitian .................................................................................. 67 B. Hasil Penelitian ......................................................................................... 68 C. Pembahasan ............................................................................................. 119 D. Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 124 E. Refleksi.................................................................................................... 124 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 129 A. Kesimpulan.............................................................................................. 129 B. Saran ........................................................................................................ 130 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 132 LAMPIRAN ....................................................................................................... 135 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3. 1 Instrumen Penelitian ............................................................................ 60 Tabel 3. 2 Indikator Tes Pengukuran Awal .......................................................... 62 Tabel 3. 3 Indikator Tes Pengukuran Akhir .......................................................... 62 Tabel 3. 4 Indikator Angket .................................................................................. 63 Tabel 4. 1 Pelaksanaan Penelitian ......................................................................... 68 Tabel 4. 2 Hasil Tes Pengukuran Awal ................................................................. 71 Tabel 4. 3 Kesulitan Belajar Siswa 1 Soal Pilihan Ganda .................................... 72 Tabel 4. 4 Kesulitan Belajar Siswa 1 Soal Uraian ................................................ 73 Tabel 4. 5 Kesulitan Belajar Siswa 2 Soal Pilihan Ganda .................................... 75 Tabel 4. 6 Kesulitan Belajar Siswa 2 Soal Uraian ................................................ 76 Tabel 4. 7 Kesulitan Belajar Siswa 3 Soal Pilihan Ganda .................................... 77 Tabel 4. 8 Kesulitan Belajar Siswa 3 Soal Uraian ................................................ 78 Tabel 4. 9 Kesulitan Belajar Siswa 4 Soal Pilihan Ganda .................................... 79 Tabel 4. 10 Kesulitan Belajar Siswa 4 Soal Uraian .............................................. 81 Tabel 4. 11 Kesulitan Belajar Siswa 5 Soal Pilihan Ganda .................................. 83 Tabel 4. 12 Kesulitan Belajar Siswa 5 Soal Uraian .............................................. 83 Tabel 4. 13 Kesulitan Belajar Siswa 6 Soal Pilihan Ganda .................................. 85 Tabel 4. 14 Kesulitan Belajar Siswa 6 Soal Uraian .............................................. 87 Tabel 4. 15 Kesulitan Belajar Siswa 7 Soal Pilihan Ganda .................................. 89 Tabel 4. 16 Kesulitan Belajar Siswa 7 Soal Uraian .............................................. 90 Tabel 4. 17 Kesulitan Belajar Siswa 8 Soal Pilihan Ganda .................................. 92 Tabel 4. 18 Kesulitan Belajar Siswa 8 Soal Uraian .............................................. 93 Tabel 4. 19 Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Pertemuan Pertama................. 95 Tabel 4. 20 Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Pertemuan Kedua ................... 97 Tabel 4. 21 Hasil Tes Pengukuran Akhir ............................................................ 102 Tabel 4. 22 Keberhasilan Remedial Siswa 1 ....................................................... 103 Tabel 4. 23 Keberhasilan Remedial Siswa 2 ....................................................... 105 Tabel 4. 24 Keberhasilan Remedial Siswa 3 ....................................................... 106 Tabel 4. 25 Keberhasilan Remedial Siswa 4 ....................................................... 108 Tabel 4. 26 Keberhasilan Remedial Siswa 5 ....................................................... 109 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4. 27 Keberhasilan Remedial Siswa 6 ....................................................... 111 Tabel 4. 28 Keberhasilan Remedial Siswa 7 ....................................................... 113 Tabel 4. 29 Keberhasilan Remedial Siswa 8 ....................................................... 114 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2. 1 Sisi, Rusuk, Titik Sudut, dan Diagonal Bidang dalam Kubus ......... 33 Gambar 2. 2 Diagonal Ruang dalam Kubus.......................................................... 35 Gambar 2. 3 Bidang Diagonal dalam Kubus ........................................................ 35 Gambar 2. 4 Sifat-sifat Kubus............................................................................... 36 Gambar 2. 5 Langkah-langkah Menggambar Kubus ............................................ 38 Gambar 2. 6 Jaring-jaring Kubus .......................................................................... 38 Gambar 2. 7 Sisi, Rusuk, Titik Sudut, dan Diagonal Bidang dalam Balok .......... 39 Gambar 2. 8 Diagonal Ruang dalam Balok .......................................................... 41 Gambar 2. 9 Bidang Diagonal dalam Balok ......................................................... 41 Gambar 2. 10 Sifat-sifat Balok.............................................................................. 42 Gambar 2. 11 Jaring-jaring Balok ......................................................................... 43 Gambar 2. 12 Sisi, Rusuk, Titik Sudut, Diagonal Bidang, dan Bidang Diagonal dalam Prisma ......................................................................................................... 45 Gambar 2. 13 Sifat-sifat Prisma ............................................................................ 46 Gambar 2. 14 Langkah-langkah Menggambar Prisma ......................................... 48 Gambar 2. 15 Jaring-jaring Prisma ....................................................................... 48 Gambar 2. 16 Luas Permukaan Prisma ................................................................. 49 Gambar 2. 17 Volume Prisma ............................................................................... 50 Gambar 2. 18 Sisi, Rusuk, dan Titik Sudut dalam Limas ..................................... 51 Gambar 2. 19 Sifat-sifat Limas ............................................................................. 52 Gambar 2. 20 Langkah-langkah Menggambar Limas........................................... 53 Gambar 2. 21 Jaring-jaring Limas ........................................................................ 54 Gambar 2. 22 Luas Permukaan Limas .................................................................. 54 Gambar 2. 23 Volume Limas ................................................................................ 55 Gambar 4. 1 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Uraian Nomor 1.C .................................... 73 Gambar 4. 2 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Nomor 1.D ................................................ 73 Gambar 4. 3 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Nomor 1.E ................................................ 73 Gambar 4. 4 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Uraian Nomor 2 ........................................ 74 Gambar 4. 5 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Uraian Nomor 3 ........................................ 74 Gambar 4. 6 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Uraian Nomor 1.D .................................... 78 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4. 7 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Uraian Nomor 1.E .................................... 78 Gambar 4. 8 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Uraian Nomor 3 ........................................ 79 Gambar 4. 9 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Uraian Nomor 1.D .................................... 81 Gambar 4. 10 Hasil Pekerjaan Siswa 4 Uraian Nomor 1.E .................................. 81 Gambar 4. 11 Hasil Pekerjaan Siswa 4 Uraian Nomor 3 ...................................... 82 Gambar 4. 12 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Nomor 2 .................................................. 84 Gambar 4. 13 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Uraian Nomor 3 ...................................... 84 Gambar 4. 14 Hasil Pekerjaan Siswa 6 Uraian Nomor 1.C .................................. 87 Gambar 4. 15 Hasil Pekerjaan Siswa 6 Uraian Nomor 1.E .................................. 87 Gambar 4. 16 Hasil Pekerjaan Siswa 6 Uraian Nomor 3 ...................................... 88 Gambar 4. 17 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Uraian Nomor 1.B .................................. 90 Gambar 4. 18 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Uraian Nomor 1.C .................................. 90 Gambar 4. 19 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Nomor 1.D .............................................. 90 Gambar 4. 20 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Nomor 1.E .............................................. 90 Gambar 4. 21 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Uraian Nomor 2 ...................................... 91 Gambar 4. 22 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Uraian Nomor 3 ...................................... 91 Gambar 4. 23 Hasil Pekerjaan Siswa 8 Uraian Nomor 1.C .................................. 93 Gambar 4. 24 Hasil Pekerjaan Siswa 8 Uraian Nomor 1.D .................................. 94 Gambar 4. 25 Hasil Pekerjaan Siswa 8 Uraian Nomor 1.E .................................. 94 Gambar 4. 26 Hasil Pekerjaan Siswa 8 Uraian Nomor 3 ...................................... 94 Gambar 4. 27 Antusias Siswa di Grup WhatsApp (WA)...................................... 97 Gambar 4. 28 Pembelajaran Remedial Pertemuan Kedua .................................. 101 Gambar 4. 29 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Nomor 1 ................................................ 103 Gambar 4. 30 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Nomor 2 ................................................ 104 Gambar 4. 31 Hasil Pekerjaan Siswa 2 Nomor 1 ................................................ 105 Gambar 4. 32 Hasil Pekerjaan Siswa 2 Nomor 2 ................................................ 105 Gambar 4. 33 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Nomor 2 ................................................ 107 Gambar 4. 34 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Nomor 3 ................................................ 107 Gambar 4. 35 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Nomor 1.A ............................................ 110 Gambar 4. 36 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Nomor 1.B, 1.C, 1.D, dan 1.E .............. 110 Gambar 4. 37 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Nomor 1.F ............................................ 110 Gambar 4. 38 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Nomor 3 ................................................ 111 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4. 39 Hasil Pekerjaan Siswa 6 Nomor 2 ................................................ 112 Gambar 4. 40 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Nomor 1.B, 1.C, 1.D, dan 1.E .............. 113 Gambar 4. 41 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Nomor 2 ................................................ 113 Gambar 4. 42 Hasil Pekerjaan Siswa 8 Nomor 3 ................................................ 115 Gambar 4. 43 Pemanfaatan GeoGebra Sebagai Media Demonstrasi dan Visualisasi ........................................................................................................... 121 Gambar 4. 44 Pemanfaatan GeoGebra Sebagai Alat Bantu Konstruksi ............. 122 Gambar 4. 45 Pemanfaatan GeoGebra Sebagai Alat Bantu Penemuan .............. 123 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Selama ini matematika selalu menjadi momok yang sangat menakutkan bagi siswa, seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang sangat sulit. Matematika sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Matematika secara umum mulai dipelajari dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang meliputi berbagai materi geometri, kalkulus, aljabar, dan lain-lain. Dalam dunia pendidikan yang dinamis ini, setiap siswa memiliki ciri khas dan kemampuan yang beragam. Ada siswa yang memiliki kecerdasan yang tinggi, normal, dan rendah dalam belajar. Terlebih tujuan nasional pendidikan di Indonesia adalah meningkatkan kecerdasan bangsa, oleh karena itu dunia pendidikan harus melihat hal tersebut sebagai suatu tantangan yang harus dicari solusi pemecahan masalahnya, supaya tujuan tersebut dapat tercapai. Salah satu masalah dalam mempelajari matematika adalah siswa mudah bosan dan tidak tertarik dengan metode yang biasa digunakan oleh guru. Materi geometri misalnya, siswa akan sangat sulit bila dibawakan secara abstrak. Perlu adanya media pembelajaran dalam menyampaikan materi tersebut agar siswa tidak lagi kebingungan dalam memahami materi yang diajarkan. 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Setiap saat kita melihat berbagai bentuk bangun ruang di sekitar kita. Beberapa bangun ruang mungkin sulit didefinisikan secara tepat, namun bangun ruang tersebut dapat didefinisikan melalui sifat-sifat atau proses terbentuknya. Sebagian dari bangun-bangun ruang tersebut ada yang terkategori bangun ruang dengan sisi datar seperti bangun ruang beraturan (platonic solid), bangun ruang semi beraturan (archimedian solid), prismoid, dan sebagainya (Untung Trisna Suwaji, 2009: 5). Namun dalam bagian ini hanya akan dibahas materi bangun ruang yang terkait dengan geometri ruang di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan pengalaman peneliti saat masih sekolah dahulu, siswa kelas IX masih memiliki kesulitan dalam memahami materi geometri. Geometri meliputi berbagai pokok bahasan, salah satunya adalah bangun ruang sisi datar. Siswa masih kebingungan dalam memahami bangun ruang sisi datar yang diajarkan guru dengan mengambarkannya di papan tulis. Padahal bangun ruang merupakan bangun tiga dimensi, sehingga ketika hanya menggunakan papan tulis yang merupakan media dua dimensi siswa akan kebingungan. Misalnya saat guru menggambarkan sebuah bangun ruang sisi datar yang memiliki diagonal yang berpotongan dan diagonal yang berseberangan, siswa akan kesulitan dalam menentukannya ketika digambarkan pada dua dimensi. Selain itu, siswa kelas IX seharusnya sudah menguasai bangun ruang sisi datar dengan baik karena siswa kelas IX akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Tentunya dalam meningkatkan pemahaman siswa-siswa yang memiliki kesulitan dalam memahami materi geometri tersebut, guru akan mengadakan

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 program remedial. Program remedial adalah program pengajaran khusus yang bertujuan untuk memperbaiki dan mengatasi semua faktor yang menyebabkan adanya kesulitan belajar pada siswa (Irham, 2013: 288). Pada program remedial sendiri, siswa akan lebih mudah ketika proses remedial tersebut menggunakan cara yang berbeda dengan proses pembelajaran sebelumnya. Dalam era digital ini teknologi berkembang sangat cepat di semua kalangan. Pemanfaatan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan, khususnya di Indonesia seringkali hanya digunakan untuk membantu kegiatan administrasi di sekolah saja, tak ubahnya mengantikan mesin ketik konvensional. Bahkan banyak pula sekolah-sekolah maju, yang memiliki laboratorium komputer dengan jumlah komputer yang memadai, hanya memanfaatkan TIK yang ada untuk mengajarkan keterampilan teknologi informasi saja seperti pelatihan internet, perangkat perkantoran kepada para siswanya, tak ubahnya seperti kelas kursus komputer pada umumnya (Gora, 2010: 22). Di kalangan siswa, teknologi juga sudah berkembang dengan sangat pesat, bahkan kebanyakan siswa sudah menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam perkembangannya, teknologi selalu memberikan terobosan-terobosan baru dalam pemanfaatannya. Ada yang dapat dimanfaatkan untuk hiburan, komunikasi, dan bahkan untuk belajar. Di dalam pemanfaatannya untuk belajar adalah dengan menggunakan software. Salah satu pemanfaatannya sebagai media visualisasi. Banyak sekali software yang

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 dapat digunakan dalam pembelajaran matematika, misalnya adalah Winplot, Matlab, Cabri, Sketchpad, GeoGebra, dan lain-lain. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan software GeoGebra sebagai media remedial. GeoGebra merupakan program komputer yang bersifat dinamis dan interaktif untuk mendukung pembelajaran dan penyelesaian persoalan matematika khususnya geometri, aljabar, dan kalkulus. Sebagai sistem geometri dinamik, konstruksi pada GeoGebra dapat dilakukan dengan titik, vektor, ruas garis, garis, irisan kerucut, fungsi. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa kelas IX di SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno tersebut. Peneliti akan menggunakan software GeoGebra sebagai solusi pemecahan masalahnya. Peneliti juga akan menunjukkan kepada siswa bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman dan media belajar. B. Pembatasan Masalah Penelitian dapat berjalan secara efektif, efisien, terarah, dan pengujian dapat dilakukan lebih mendalam maka diperlukan pembatasan masalah, sebagai berikut: 1. Materi yang akan diteliti adalah geometri pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. 2. Program komputer yang digunakan sebagai media pembelajaran adalah GeoGebra. 3. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno yang mengalami kesulitan belajar.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 4. Penelitian ini hanya membahas pemanfaatan program GeoGebra dalam remedial matematika kelas IX materi bangun ruang sisi datar. C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apa saja kesulitan-kesulitan belajar yang dialami siswa kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno pada materi bangun ruang sisi datar? 2. Bagaimana pengaruh pemanfaatan program GeoGebra dalam mengatasi kesulitan belajar bangun ruang sisi datar siswa kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno? D. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui kesulitan-kesulitan belajar yang dialami siswa kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno pada materi bangun ruang sisi datar. 2. Mengetahui pengaruh pemanfaatan program GeoGebra dalam mengatasi kesulitan belajar bangun ruang sisi datar siswa kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Siswa Penelitian dengan pemanfaatan program GeoGebra ini dimaksudkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman materi, khususnya pada bangun ruang sisi datar dan dapat merangsang kreatifitas siswa dalam belajar matematika menggunakan teknologi. 2. Bagi Guru Penelitian ini dimaksudkan agar menjadi terobosan untuk menciptakan proses yang efektif, inovatif, dan kreatif dengan menggunakan teknologi, sehingga proses penyampaian materi menjadi semakin menarik. 3. Bagi Peneliti Penelitian ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan suatu perkembangan teknologi, sehingga dapat direalisasikan dengan baik setelah peneliti menjadi seorang guru. 4. Bagi Pembaca Menambah referensi bagi pembaca supaya dapat dikembangkan dikemudian hari.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 F. Batasan Istilah Agar tidak menimbulkan penafsiran ganda pada penelitian ini, maka peneliti memberikan istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut: 1. Pengajaran Remedial Pengajaran remedial adalah suatu bentuk pengajaran yang memusatkan kepada perbaikan ke seluruh proses belajar mengajar dalam tujuan untuk mencapai hasil belajar yang optimal. 2. Kesulitan Belajar Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana siswa mengalami hambatanhambatan yang menyebabkan proses pembelajaran menjadi tidak optimal. 3. Program GeoGebra Program GeoGebra adalah perangkat lunak matematika dinamis untuk semua tingkat pendidikan yang menyatukan geometri, aljabar, spreadsheet, grafik, statistik dan kalkulus dalam satu paket yang mudah digunakan. G. Sistematika Penulisan BAB I Pendahuluan. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, Batasan istilah dan sistematika penulisan. BAB II Landasan Teori. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai belajar dan pembelajaran, kesulitan belajar, diagnosis kesulitan belajar, pembelajaran remedial, media belajar, program GeoGebra, bangun ruang sisi datar, dan kerangka berfikir. BAB III Metodologi Penelitian. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai jenis penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, waktu dan tempat penelitian,

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 teknik pengumpulan data, instrument penelitian, teknik analisis data, dan prosedur penelitian. BAB IV Hasil dan Pembahasan. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai pelaksanaan penelitian, hasil penelitian, pembahasan, keterbatasan penelitian, dan refleksi. BAB V Kesimpulan. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai kesimpulan dan saran.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI A. Belajar dan Pembelajaran Menurut Sri Rumini dkk. (2006: 59) (dalam Irham (2013: 118)), belajar merupakan sebuah proses yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku, yang mana perilaku hasil belajar tersebut relatif menetap, baik perilaku yang dapat diamati secara langsung maupun tidak dapat diamati secara langsung yang terjadi pada individu sebagai sebuah hasil latihan dan pengalaman sebagai dampak interaksi antar individu dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Suryabrata (1984: 232) definisi belajar selalu mencakup beberapa poin penting sebagai berikut: 1. Proses belajar selalu membawa perubahan perilaku, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. 2. Pada dasarnya yang dimaksud dalam perubahan tersebut pokoknya adalah pada proses mendapatkan kecakapan atau keterampilan baru. 3. Adanya perubahan tersebut karena dilakukan secara sadar dan penuh usaha. Maka dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses internalisasi pengetahuan, penyimpanan informasi atau pengetahuan yang didukung faktor-faktor psikomotor dan sistem indra yang berbeda indera antara satu siswa dengan siswa lainnya dalam berinteraksi dengan lingkungan sebagai sumber belajar. 9

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Belajar merupakan kegiatan orang sehari-hari. Belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup (Miarso, 2004: 550). Terdapat empat rujukan dalam definisi belajar adalah (Miarso, 2004: 550-551): 1. Adanya perubahan atau kemampuan baru. 2. Perubahan atau kemampuan baru tersebut tidak berlangsung sesaat, tetapi menetap dan dapat disimpan (permanen). 3. Perubahan dan kemampuan baru itu terjadi karena adanya usaha. 4. Perubahan dan kemampuan baru tidak hanya timbul karena faktor pertumbuhan. Menurut Rusman (2013) pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi : tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara peserta didik, guru, dan bahan ajar. Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung. Pembelajaran disebut juga kegiatan pemebelajaran (instruksional) adalah usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif dalam kondisi tertentu (Miarso, 2004: 528). Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Depdiknas, 2003). Oleh

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 karena itu, ada lima jenis interaksi yang dapat berlangsung dalam proses belajar dan pembelajaran (Miarso, 2004: 3), yaitu: 1. Interaksi antara pendidik dengan peserta didik. 2. Interaksi antar sesame peserta didik atau antar sejawat. 3. Interaksi peserta didik dengan narasumber. 4. Interaksi peserta didik bersama pendidik dengan sumber belajar yang sengaja dikembangkan. 5. Interaksi peserta didik bersama pendidik dengan lingkungan sosial dan alam. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan adanya kemampuan baru dan berlangsung secara menetap. Kemampuan baru tersebut terjadi karena adanya usaha yang dilakukan. Sedangkan pembelajaran merupakan segala upaya yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri peserta didik dan kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para peserta didiknya. B. Kesulitan Belajar Menurut Entang (1984: 28), faktor penyebab kesulitan belajar secara garis besar yaitu: 1. Faktor internal yaitu faktor yang berada dan terletak pada diri murid itu sendiri. Hal ini antara lain mungkin disebabkan oleh:

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 a. Kelemahan mental, faktor kecerdasan, intelegensi, atau kecakapan/bakat khusus tertentu yang dapat diketahui melalui test tertentu b. Kelemahan fisik, panca indera, syaraf, kecacatan, karena sakit, dan sebagainya. c. Gangguan yang bersifat emosional. d. Sikap dan kebiasaan yang salah dalam mempelajari bahan pelajaranpelajaran tertentu e. Belum memiliki pengetahuan dan kecakapan dasar yang dibutuhkan untuk memahami bahan lebih lanjut. 2. Faktor Eksternal yaitu faktor yang datang dari luar yang menyebabkan timbulnya hambatan atau kesulitan. Faktor eksternal antara lain meliputi: a. Situasi atau proses belajar mengajar yang tidak merangsang murid untuk aktif antisipatif (kurang kemungkinannya siswa belajar secara aktif “student active learning”) b. Sifat kurikulum yang kurang fleksibel c. Ketidakseragaman pola dan standar administrasi d. Beban studi yang terlampau berat e. Metode mengajar yang kurang memadai f. Sering pindah sekolah g. Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar mengajar h. Situasi rumah yang kurang mendorong untuk melakukan aktivitas belajar

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Jenis-jenis kesulitan belajar menurut Jamaris (2014: 118) adalah sebagai berikut: 1. Kelemahan dalam menghitung Banyak siswa yang memiliki pemahaman yang baik tentang berbagai konsep matematika, tetapi hal ini tidak selalu sama dengan kemampuan dalam berhitung. Siswa tersebut melakukan kesalahan karena mereka salah membaca simbol-simbol matematika dan mengoperasikan angka secara tidak benar. Kesalahan jawaban dari soal yang dikerjakan siswa berujung pada pelayanan remedial, walalupun isswa tersebut memiliki pemahaman materi pada matematika yang baik 2. Kesulitan dalam mentransfer ilmu pengetahuan Salah satu kesulitan yang dialami siswa pada matematika adalah tidak mampu menghubungkan konsep-konsep matematika dengan kenyataan yang ada. Misalnya, pemahaman siswa 3. Pemahaman bahasa matematika yang kurang Sebagian siswa mengalami kesulitan dalam membuat hubunganhubungan yang bermakna matematika. Seperti yang terjadi dalam memecahkan masalah hitungan dengan soal yang disajikan dalam bentuk cerita. Pemahaman tentang cerita perlu diterjemahkan ke dalam operasi matematika yang bermakna. Masalah ini disebabkan oleh masalah yang beritan dengan kemampuan bahasa, seperti kemampuan membaca, menulis, dan berbicara.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 4. Kesulitan dalam persepsi visual Siswa yang mengalami masalah persepsi visual akan mengalami kesulitan dalam memvisualisasikan konsep-konsep matematika. Masalah ini dapat diidentifikasi dari kesulitan yang dialami anak dalam menentukan Panjang garis yang ditampilkan secara sejajar dalam bentik yang berbeda. Sebagian konsep matematika membutuhkan kemampuan dalam menggabungkan kemampuan berpikir abstrak dengan kemampuan persepsi visual. Menurut Mulyadi (2010: 7), ciri-ciri tingkah laku yang merupakan pernyataan manifestasi gejala kesulitan belajar antara lain: 1. Menunjukan hasil belajar yang rendah di bawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompoknya atau di bawah potensi yang dimiliki. 2. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. Mungkin ada murid yang sudah berusaha untuk belajar dengan giat, tetapi nilai yang dicapainya selalu rendah. 3. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar. Selalu tertinggal dari kawan-kawannya dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan. Misalnya rata-rata anak dapat menyelesaikan suatu tugas dalam 40 menit, maka anak yang mengalami kesulitan belajar memerlukan waktu yang lebih lama, kareana dengan waktu yang tersedia ia tidak dapat menyelesaikan tugasnya. 4. Menunjukan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh, menentang, berpura-pura, dusta, dan sebagainya.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 5. Menunjukan tingkah laku yang kurang wajar seperti: membolos, dating terlambat, tidak mengerjakan perkerjaan rumah, mengganggu di dalam atau di luar kelas, tidak mau mencatata pelajaran, tidak tertib dalam kegiatan belajar mengajar, mengasingkan diri, tidak mau bekerja sama, dan sebgainya. Dari penjelasan menurut para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar dapat disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu kesulitan belajar dalam matematika adalah kesulitan dalam menggabungkan kemampuan berfikir abstrak dengan persepsi visual. Ciriciri kesulitan belajar yang dialami siswa salah satunya adalah hasil belajar yang rendah di bawah rata-rata nilai yang dicapai kelompoknya. C. Diagnosis Kesulitan Belajar Menurut Webster dalam Sugihartono (2013: diartikan sebagai proses menentukan hakikat 149), diagnosis kelainan atau ketidakmampuan dengan ujian, dan melalui ujian tersebut dilakukan suatu penelitian yang hati-hati terhadap permasalahan yang dihadapi. Istilah diagnosis dalam dunia pendidikan diartikan sebagai sebuah proses untuk menentukan permasalahan yang dihadapi oleh individu melalui proses analisis data dari gejala-gejala yang tampak serta usaha untuk membantu memecahkan permasalahan tersebut dengan berbagai kemungkinan dan dengan jalan menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebab atau faktor penghambatnya.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Menurut Entang (1984: 10), diagnosis kesulitan belajar merupakan segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis sifat kesulitan belajar, faktor-faktor menetapkan yang menyebabkannya serta cara kemungkinan-kemungkinan mengatasinya, baik secara pencegahan (preventif), secara penyembuhan (kuratif), maupun secara pengembangan (developmental) berdasarkan data dan informasi yang seobjektif dan selengkap mungkin. Diagnosis kesulitan belajar dapat juga diartikan sebagai proses menentukan masalah atau ketidakmampuan peserta didik dalam belajar dengan meneliti latar belakang penyebabnya dan atau dengan cara menganalisis gejala-gejala kesulitan atau hambatan belajar yang nampak (Sugihartono, 2013: 150). Menurut Entang (1984: 19), kegiatan diagnosis kesulitan belajar didasarkan pada prosedur dan langkah-langkah pokok sebagai berikut: 1. Identifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam mengidentifikasi siswa yang diperkirakan mengalami kesulitan adalah sebagai berikut: a. Menandai siswa dalam satu kelas atau dalam satu kelompok yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar baik yang sifatnya umum maupun yang sifatnya lebih khusus. Caranya ialah dengan jalan membandingkan posisi atau kedudukan siswadalam kelompoknya atau dengan kriteria tingkat ketuntasan penugasan yang telah ditetapkan sebelumnya. b. Teknik yang dapat ditempuh bermacam-macam antara lain dengna jalan:

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 1) Meneliti nilai ujian yang tercantum dalam catatan akademik kemudian dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas (Penilaian Acuan Normal atau PAN) atau dengan kriteria tingkat penugasan minimal kompetensi yang dituntut (Penilaian Acuan Patokan atau PAP). 2) Menganalisa hasil ujian dengan melihat tipe atau jenis kesalahan yang dilakukan siswa. 3) Observasi siswa pada saat proses belajar mengajar. 4) Memeriksa buku catatan pribadi yang ada pada petugas bimbingan. 5) Melaksanakan sosiometris untuk melihat hubungan sosial psikologis yang terdapat pada siswa. 2. Melokalisasi letaknya kesulitan Setelah menemukan siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar, maka persoalan selanjutnya yang perlu kita telaah sebagai berikut: a. Mendekati kesulitan belajar pada bidang studi tertentu dengan jalan membandingkan angka nilai prestasi individu yang bersangkutan dari semua mata pelajaran yang diikutinya. b. Menentukan pada kawasan tujuan belajar dan bagian ruang lingkup manakah kesulitan terjadi. Pendekatan yang paling tepat yaitu menggunakan tes diagnostik. Namun dalam keaddaan belum tersedia tes diagnostik yang khusus dipersipakan, maka Analisa masih tetap dapat dilangsungkan dengan menggunakan naskah jawaban ujian tengah semester atau akhir semester.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 c. Analisis terhadap catatan mengenai proses belajar, hasil analisa empiris terhadap catatan keterlambatan, penyelesaian tugas atau soal, ketidakhadiran, kurang aktif dan pertisipatif, kurang penyesuaian social, sudah cukup jelas menunjukkan posisi dari kasus-kasus yang bersangkutan. 3. Lokalisasi jenis faktor dan sifat yang menyebabkan mereka mengalami berbagai kesulitan Untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar dapat dipergunakan berbagai cara dan alat, baik yang dapat dibuat oleh guru maupun yang telah dikerjakan orang lain dan tersedia di sekolah. Mungkin juga data dapat diperoleh dengan bantuan orang atau lembaga lain yang mempunyai hubungan erat dengan kehidupan sekolah. Cara dan alat tersebut antara lain: a. Tes kecerdasan. b. Tes bakat khusus. c. Skala sikap baik yang sudah standar maupun yang sederhana dan biasa dibuat oleh guru. d. Inventory e. Wawancara dengan murid yang bersangkutan. f. Mengadakan observasi yang intensif baik di dalam maupun di luar kelas. g. Wawancara dengan guru dan wali kelas dan dengan orang tua atau teman-temannya bila dipandang perlu.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 4. Perkiraan kemungkinan bantuan Setelah ditelaah tentang letak kesulitan yang dialami siswa, jenis dan sifat kesulitan dengan latar belakangnya, faktor-faktor yang menyebabkannnya, maka dapat diperkirakan: a. Apakah siswa tersebut masih mungkin ditolong untuk mengatasi kesulitannya atau tidak. b. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa tersebut. c. Kapan atau dimana pertolongan itu dapat diberikan. d. Siapa yang dapat memberikan pertolongan. e. Bagaimana cara menolong siswa agar dapat dilaksanakan secara efektif. f. Siapa sajakah yang perlu diikutsertakan dalam menolong siswa tersebut. 5. Penetapan kemungkinan cara mengatasinya Pada langkah disusun satu rencana atau beberapa alternatif rencana yang dapat dilaksanakan untuk membantu mengatasi kesulitan yang dialami siswa tertentu. Rencana ini hendaknya berisi: a. Cara-cara yang harus ditempuh untuk menyembuhkan kesulitan yang dialami siswa tersebut. b. Menjaga agar kesulitan yang serupa jangan sampai terulang. 6. Tindak lanjut Kegiatan tindak lanjut adalah kegiatan melakukan pengajaran remedial yang diperkirakan paling tepat dalam membantu siswa yang

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 mengalami kesulitan dalam belajar. Tindak lanjut ini dapat berupa: a. Melaksanakan bantuan berupa melaksanakan pengajaran remedial untuk mata pelajaran tertentu yang dilakukan oleh guru dan pihak lain yang dianggap dapat menciptakan suasana belajar siswa yang penuh motivasi. b. Membagi tugas dan peranan orang-orang tertentu dalam memberikan bantuan kepada siswa. c. Senantiasa mencek dan recek kemajuan siswa baik pemahaman mereka terhadap bantuan yang diberikan berupa bahan, maupun mencek tepat guna program remedial yang dilakukan untuk setiap saat diadakan revisi dan improvisasi. d. Mentransfer atau mengirim siswa yang menurut perkiraan tidak mungkin lagi ditolong karena di luar kemampuan dan wewenang guru. Pada penelitian ini kesulitan belajar yang dialami didasarkan pada kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa saat tes awal diberikan. Kategori jenis kesalahan menurut Hadar, dkk., (1987) antara lain: 1. Kesalahan data Kategori ini mencakup kesalahan yang berhubungan antara data yang diberikan dengan data yang dikutip oleh siswa. Kategori dari kesalahan tersebut antara lain: a. Menambah data yang tidak relevan atau tidak ada hubungannya dengan soal. b. Mengabaikan data penting yang diberikan untuk mencari solusinya.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 c. Menyatakan syarat yang sebenarnya tidak diperlukan dalam masalah. d. Mengartikan informasi yang tidak sesuai dengan teks yang sebenarnya. e. Memaksakan persyaratan yang tidak sesuai dengan informasi yang diberikan. f. Menggunakan nilai suatu variabel untuk variabel yang lain. g. Salah menyalin data. 2. Kesalahan menginterpretasikan bahasa Kategori ini mencakup kesalahan matematika yang berhubungan dengan mengubah bahasa yang satu kedalam bahasa yang lain. Karakteristik dari kesalahan tersebut sebagai berikut: a. Mengartikan bahasa sehari-hari ke bentuk persamaan matematika dengan makna yang tidak sesuai. b. Menuliskan simbol dari suatu konsep dengan simbol lain yang artinya berbeda. c. Salah mengartikan grafik ke dalam bentuk matematika atau sebaliknya. 3. Kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan Kategori ini mencakup kesalahan yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang tidak logis. Karakteristiknya sebagai berikut: a. Dari pernyataan implikasi 𝑝 → 𝑞, siswa menarik kesimpulan sebagai berikut:

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Bila 𝑞 maka 𝑝 ~𝑝 → ~𝑞 b. Mengambil kesimpulan tidak benar, misalnya memberikan 𝑞 sebagai akibat dari 𝑝 tanpa dapat menjelaskan urutan pembuktian yang benar. 4. Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kategori ini mencakup kesalahan penggunaan teorema, atau definisi. Karakteristik dari kesalahan tersebut sebagai berikut: a. Menerapkan suatu teorema pada kondisi yang tidak sesuai. b. Menerapkan sifat distributif untuk fungsi atau operasi yang bukan distributif. 5. Kesalahan penyelesaian tidak diperiksa kembali Karakterisrik yang utama dalam kesalahan ini adalah setiap langkah dalam pengerjaan sudah benar tetapi hasil akhir yang diberikan bukan merupakan penyelesaian dari permasalahan awal yang dikerjakan. 6. Kesalahan teknis Kategori ini mencakup sebagai berikut: a. Kesalahan perhitungan. b. Kesalahan dalam mengutip data. c. Kesalahan memanipulasi simbol-simbol aljabar dasar. Menurut Soedjaji (2000:13) jenis-jenis kesalahan dengan objek dasar matematika adalah sebagai berikut: 1. Kesalahan Fakta Fakta dalam matematika merupakan perjanjian atau pemufakatan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 yang dibuat dalam matematika, misalnya lambang, nama istilah serta perjanjian. Kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yaitu tentang lambing-lambang atau simbol, huruf dan kata dalam menyelesaikan matematika. 2. Kesalahan Konsep Konsep dalam matematika merupakan pengertian abstrak yang memungkinkan seseorang menggolong-golongkan objek atau peristiwa. Kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yaitu siswa sering melakukan kesalahan tentang bagaimana menangkap konsep dengan benar. 3. Kesalahan Prinsip Prinsip dalam mattematika merupakan pernyataan yang menyatakan berlakunya suatu hubungan antara beberapa konsep. Pernyataan ini dapat menyatakan sifat-sifat suatu konsep atau hukum-hukum atau teorema atau dalil yang berlaku dalam konsep itu. Kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal metematika yang seringnya siswa yang tidak memahami asal-usul suatu prinsip, ia tahu rumusnya tetapi tidak tahu bagaimana menggunakannya. 4. Kesalahan Operasi Operasi adalah pengerjaan aljabar dan pengerjaan matematika yang lain. Dengan kata lain operasi adalah aturan yang memperoleh elemen tunggal dari satu atau lebih elemen yang diketahui. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan, diagnosis kesulitan belajar adalah suatu proses atau upaya untuk memahami jenis serta

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 penyebab kesulitan-kesulitan belajar dengan mengumpuklan data selengkap dan seobjektif mungkin, sehingga mendapatkan keputusan serta mencari alternatif kemungkinan pemecahannya. Cara untuk mendiagnosis kesulitan belajar dapat ditempuh dengan cara: mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar, melokalisasi letak kesulitannya, melokalisasi jenis faktor penyebabnya, memperkirakan kemungkinan bantuan, menetapkan cara mengatasinya, dan memberikan tindak lanjut. Untuk mengetahui jenis faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa dapat dilakukan dengan memberikan tes kepada siswa dan wawancara dengan guru. Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa juga dapat diperoleh dari kesalahan-kesalahan yang dialami siswa dalam mengerjakan tes dan dianalisis kesalahan tersebut. Pada penelitian ini, lebih menggunakan analisis jenis-jenis kesalahan yang dialami siswa dengan menggunakan teori Hadar. Pada teori Hadar lebih mudah untuk dianalisis karena memiliki karakteristik yang jelas dan mudah dipahami. D. Pembelajaran Remedial Remedial tidak lain adalah termasuk pengajaran yang tepat diterapkan, hanya ketika kesulitan dasar para siswa telah diketahui. Kegiatan remedial merupakan tindakan korektif yang diberikan kepada siswa setelah evaluasi diagnosis dilakukan. Remedial pada umumnya mencakup pemahaman kebutuhan kebutuhan individual siswa, ditambah dengan metode pengajaran yang tepat yang diterapkan oleh guru agar

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diterapkan (Sukardi, 2008: 228). Pengajaran Remedial merupakan langkah lanjutan dari kegiatan diagnosis kesulitan belajar. Menurut Sugihartono (2013: 170), Pengajaran remedial merupakan bentuk khusus pengajaran yang bertujuan untuk menyembuhkan atau memperbaiki proses pembelajaran yang menjadi penghambat atau yang dapat menimbulkan masalah atau kesulitan dalam belajar bagi pesera didik. Sedangkan menurut Jamaris (2013: 61), pengajaran remedial adalah salah satu bentuk pengajaran yang bertujuan untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa yang mengalami kesulitan belajar. Menurut Entang (1984) untuk melaksanakan pengajaran remedial harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menelaah kembali siswa yang akan diberi bantuan Kegiatan ini dimaksudkan agar kita memperoleh gambaran yang lebih definitif tentang seorang siswa dengan permasalahan yang dihadapinya, kelemahan yang dideritanya, letak kelemahannya, faktor utama penyebab kelemahan tersebut apakah masih bisa ditolong guru atau memerlukan bantuan orang lain, berapa lama bantuan harus diberikan, kapan, oleh siapa dan sebagainya. 2. Alternatif tindakan Jika telah menetapkan gambaran yang lengkap tentang siswa yang memerlukan bantuan, barulah direncanakan alternatif tindakan sesuai dengan karakteristik kesulitan yang dihadapinya. Alternatif tindakan dapat berupa:

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 a. Disuruh mengulangi bahan yang telah diberikan dengan memberikan petunjuk antara lain: 1) Tentang berbagai istilah yang harus dipahami yang terdapat dalam bacaan. 2) Menandai dan menunjukan bagian-bagian yang dianggap penting dan merupakan kelemahan bagi siswa yang bersangkutan. 3) Memberi dorongan dan semangat untuk belajar. 4) Menyediakan bahan lain yang bisa dibaca agar mempermudah pemahaman terhadap bahan yang sedang dipelajari. 5) Menyediakan waktu untuk berdiskusi dan menjawab pertanyaan siswa bila mendapat kesulitan. b. Disuruh mencoba alternatif kegiatan lain yang setara dengan kegiatan belajar-mengajar yang sudah ditempuhnya dan mempunyai tujuan yang sama baik yang sifatnya instruksional maupun efek pengiring. Demikian pula hendaknya dosen memberikan pengarahan tentang: 1) Kegiatan apa yang harus dikerjakan siswa. 2) Bahan apa yang dapat menunjang kegiatan yang sedang dilakukannya. 3) Bagian mana yang harus mendapat penekanan khusus. 4) Pertanyaan apa yang diajukan untuk lebih memusatkan perhatian terhadap inti masalah. 5) Cara yang sebaiknya untuk menguasai bahan tersebut, dan sebagainya. c. Bila kesulitan belajar siswa yang bersangkutan bukan semata-mata kesulitan dalam belajar akan tetapi disebabkan juga karena hal lain

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 seperti kesulitan belajar karena berlatar belakang sifat negatif terhadap guru pelajaran dan situasi belajar, kebiasaan belajar yang salah atau masalah lain dalam hubungan dengan orang tua, teman sebayanya dan sebagainya, maka: 1) Kepada siswa tersebut harus terlebih dahulu diberikan pelayanan bimbingan dan penyuluhan yang bersifat psikoterapi. Layanan bimbingan ini bisa dalam bentuk pelayanan individual maupun bentuk kelompok. Tentu saja dalam hal ini tidak bisa seluruhnya ditangani oleh guru bidang studi akan tetapi membutuhkan seorang psikiater atau ahli lainnya. 2) Jika masalah ini sudah dapat diatasi barulah dilaksanakan pengajaran remedial seperti butir a dan b. 3. Evaluasi pengajaran remedial Pada akhir kegiatan pengajaran remedial hendaknya dilakukan evaluasi kembali sampai sejauh mana pengajaran remedial tersebut dapat meningkatkan prestasi mereka. Tujuan paling utama adalah dipenuhinya kriteria keberhasilan minimal yang diharapkan misalnya 75% taraf penguasaan. Bila ternyata masih belum berhasil maka hendaknya dilakukan kembali diagnosis, prognosis, dan pengajaran remedial berikutnya. Dan demikian siklus ini akan berulang terus. Menurut Sugihartono (2007: 179-181), metode-metode pengajaran remedial yang sering digunakan antara lain: 1. Metode pemberian tugas Metode ini dilaksanakan dengan cara memberi tugas atau kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Jenis dan sifat tugas yang diberikan harus disesuaikan dengan

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 jenis, sifat, dan latar belakang kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik. Tugas dapat diberikan secara individual ataupun kelompok. Agar tugas yang diberikan kepada peserta didik betul-betul dapat memperbaiki kesulitan belajar, maka tugas tersebut harus dirancang secara baik dan terarah, ada petunjuk cara mengerjakan, ada patokan penilaian pengerjaan tugas. Penilaian dilakukan secara cermat setelah tugas selesai, sehingga kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dapat diketahui. Dengan metode pemberian tugas, peserta didik akan lebih memahami keadaan dirinya, dapat memperluas bahan yang dipelajari, dapat memperbaiki cara belajarnya. 2. Metode diskusi Diskusi adalah suatu bentuk interaksi antar individu dalam kelompok untuk membahas suatu masalah. Diskusi digunakan dalam pengajaran remedial untuk memperbaiki kesulitan belajar dengan memanfaatkan interaksi antar individu dalam kelompok. Dalam kelompok itulah peserta didik saling membantu dalam mengenal dirinya, kesulitan yang dialami, memecahkan masalah, mengembangkan kerjasama antar pribadi, menumbuhkan kepercayaan diri dan memupuk rasa tanggung jawab. 3. Metode tanya jawab Tanya jawab dalam pengajran remedial dilakukan dalam bentuk dialog antara guru dengan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Tanya jawab dilakukan secara individual maupun secara kelompok dengan peserta didik. Dalam pelaksanaannya seorang guru

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 berhadapan dengan sejumlah peserta didik yang megalami kesulitan belajar dan satu atau dua peserta didik yang tidak mengalami kesulitan belajar untuk membantu memecahkan masalah. Suasana tanya jawab hendaknya diusahakan agar menyenangkan, terbuka, penuh pemahaman, dan menggunakan tanya jawab yang bersifat terapeutik. 4. Metode kerja kelompok Kerja kelompok dalam pengajaran remedial diusahakan agar terjadi interaksi diantara anggota dalam kelompok. Kelompok sebaiknya heterogen artinya dalam satu kemlopok terdiri dari pria dan wanita, peserta didik yang tidak berkesulitan belajar dan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Metode kerja kelompok ini dapat meningkatkan pemahaman diri masing-masing anggota, minat belajar, dan rasa tanggung jawab peserta didik. 5. Metode tutor sebaya Tutor sebaya ialah peserta didik yang ditunjuk untuk membantu temannya atau peserta didik lainnya yang mengalami kesulitan belajar. Peserta didik yang ditunjuk menjadi tutor sebaya harus memiliki kemampuan akademik atau penguasaan materi pelajaran dan memiliki keterampilan untuk membantu orang lain. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan peserta didik yang akan dijadikan tutor sebaya: a. Mendapat persetujuan dari siswa yang mengalami program perbaikan, sehingga peserta didik tidak merasa takut atau enggan bertanya kepadanya.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 b. Mempunyai prestasi akademik yang baik, kreatif, dan dapat menerangkan bahan perbaikan yang dibutuhkan oleh peserta didik yang mnegikuti program perbaikan. c. Tidak sombong, sabar, telaten, hubungan sosialnya bagus, tidak pelit, dan suka menolong sesama teman. 6. Metode pengajaran individual Pengajaran individual dalam pengajaran remedial yaitu proses pembelajaran yang hanya melibatkan seorang guru dan seorang peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Metode ini sangat intensif karena pelayanan yang diberikan disesuaikan dengan kesulitan dan kemampuan peserta didik. Dengan demikian metode pengajaran individual, pelayanann pembelajarannya akan berbeda-beda diantara peserta didik yang satu dengan yang lainnya. Pengajaran individual dalam pengajaran remedial bersfiat penyembuhan artinya memperbaiki cara belajar, dengan mengulang bahan pelajaran yang telah diberikan atau latihan mengerjakan soal atau mungkin memberikan materi baru. Dalam hal ini, guru dituntut memiliki kemampuan membimbing, sabar, telaten, sikap menerima, memahami keaadaan peserta didik, bertanggung jawab, dan mempunyai wawasan luas yang berkaitan dengan permasalahan belajar peserta didik. Di samping itu guru harus memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana hubungan yang baik dengan peserta didik dalam proses pengajaran remedial. Dari uraian diatas dapat disimpulkan pengajaran remedial sebagai suatu bentuk pengajaran yang memusatkan kepada perbaikan keseluruh

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 proses belajar mengajar dalam tujuan untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Untuk melaksanakan pemebelajaran remedial harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: menelaah kembali siswa yang akan diberi bantuan, memberikan alternatif tindakan, dan mengevaluasi pengajaran remedial yang telah dilakukan. E. Media Belajar Menurut Latuheru (1988: 14-15), media belajar adalah semua alat (bantu) atau benda yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Dilihat dari segi penggunaannya, ada tiga kecenderungan umum untuk penggunaan media, yaitu: 1. Yang dapat dipakai secara massal, misalnya radio, televisi. 2. Yang dapat dipakai dalam kelompok kecil maupun besar, misalnya film, slide, OHP, video, tape-recorder. 3. Yang dapat dipakai secara individual, misalnya komputer, kaset recorder (untuk pelajaran bahasa), modul. Dapat disimpulkan bahwa media belajar adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembelajaran. Salah satu media belajar yang dapat digunakan adalah komputer atau laptop. Komputer atau laptop dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran jika digunakan dengan menghubungkannya dengan materi yang akan dipelajari.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 F. Program GeoGebra Menurut Hohenwarter (2008) dalam Ali (2016: 2), GeoGebra adalah program komputer untuk membelajarkan matematika khususnya geometri dan aljabar. Program ini dapat digunakan bebas dan dapat diunduh dari www.geogebra.com. Program GeoGebra ini sangat terkenal, sehingga kerap dikunjungi dan telah digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia, baik pelajar, mahasiswa, guru, dosen, dan yang berkepentingan menggunakannya. Beberapa manfaat program GeoGebra dalam pembelajaran matematika sebagai berikut: 1. Dapat menghasilkan lukisan-lukisan geometri dengan cepat dan teliti, bahkan yang rumit. 2. Adanya fasilitas animasi dan gerakan-gerakan manipulasi yang dapat memberikan pengalaman visual dengan memahami konsep geometri. 3. Dapat dimanfaatkan sebagai bahan balikan/evaluasi untuk memastikan bahwa lukisan geometri yang telah dibuat memang benar. 4. Mempermudah untuk menyelediki atau menunjukkan sifat-sifat yang berlaku pada suatu objek geometri. Menurut Hohenwarter (2004: 3), Pemanfaatan Geogebra dalam pembelajaran matematika sebagai berikut: 1. Sebagai media demonstrasi dan visualisasi. 2. Sebagai alat bantu konstruksi. 3. Sebagai alat bantu penemuan. 4. Sebagai persiapan materi ajar. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa program GeoGebra

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 adalah sebuah program untuk pembelajaran matematika khususnya materi aljabar dan geometri. Program GeoGebra dapat mempermudah untuk menyelidiki atau menunjukkan sifat-sifat yang berlaku pada suatu objek geometri, misalnya dalam bangun ruang sisi datar. Dalam penelitian ini, program GeoGebra dimanfaatkan: sebagai media demonstrasi dan visualisasi, sebagai alat bantu kontruksi, dan sebagai alat bantu penemuan. G. Bangun Ruang Sisi Datar Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran matematika kelas 8, terdapat salah satu topik mengenai bangun ruang sisi datar dengan beberapa pokok bahasan, sebagai berikut (Agus, 2007): 1. Kubus a. Pengertian Kubus Perhatikan Gambar 2.1 secara saksama. Gambar tersebut menunjukkan sebuah bangun ruang yang semua sisinya berbentuk persegi. Bangun ruang seperti itu dinamakan kubus. Gambar 2. 1 Sisi, Rusuk, Titik Sudut, dan Diagonal Bidang dalam Kubus

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Gambar 2.1 menunjukkan sebuah kubus ABCD.EFGH yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut: 1) Sisi/bidang sisi kubus adalah bidang yang membatasi kubus. Dari Gambar 2.1 terlihat bahwa kubus memiliki 6 buah sisi yang semuanya berbentuk persegi, yaitu ABCD (sisi bawah), EFGH (sisi atas), ABFE (sisi depan), CDHG (sisi belakang), BCGF (sisi samping kiri), dan ADHE (sisi samping kanan). 2) Rusuk-rusuk kubus adalah garis potong antara dua sisi bidang kubus dan terlihat seperti kerangka yang menyusun kubus. Coba perhatikan kembali Gambar 2.1. Kubus ABCD.EFGH memiliki 12 buah rusuk, yaitu AB, BC, CD, DA, EF, FG, GH, HE, AE, BF, CG, dan DH. 3) Titik sudut kubus adalah titik potong antara dua rusuk. Dari Gambar 2.1 terlihat kubus ABCD. EFGH memiliki 8 buah titik sudut, yaitu titik A, B, C, D, E, F, G, dan H. 4) Pada Gambar 2.1 tersebut terdapat ruas garis AF yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan (terletak pada rusuk yang berbeda) dalam satu sisi/bidang. Ruas garis tersebut dinamakan sebagai diagonal bidang.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Gambar 2. 2 Diagonal Ruang dalam Kubus 5) Sekarang perhatikan kubus ABCD.EFGH pada Gambar 2.2. Pada kubus tersebut, terdapat ruas garis HB yang menghubungkan dua titik sudut yang tidak terletak pada sisi yang sama pada satu ruang. Ruas garis tersebut disebut diagonal ruang. Gambar 2. 3 Bidang Diagonal dalam Kubus 6) Perhatikan kubus ABCD.EFGH pada Gambar 2.3 secara saksama. Pada gambar tersebut, terlihat dua buah diagonal bidang pada kubus ABCD. EFGH yaitu AC dan EG. Ternyata, diagonal bidang AC dan EG beserta dua rusuk kubus yang sejajar, yaitu AE dan CG membentuk suatu bidang di dalam ruang kubus bidang ACGE pada kubus ABCD. Bidang ACGE disebut sebagai bidang diagonal.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 b. Sifat-sifat Kubus Untuk memahami sifat-sifat kubus, coba kamu perhatikan Gambar 2.4. Gambar tersebut menunjukkan kubus ABCD.EFGH yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut. Gambar 2. 4 Sifat-sifat Kubus 1) Semua sisi kubus berbentuk persegi. Jika diperhatikan, sisi ABCD, EFGH, ABFE dan seterusnya memiliki bentuk persegi dan memiliki luas yang sama. 2) Semua rusuk kubus berukuran sama panjang. Rusuk-rusuk kubus AB, BC, CD, dan seterusnya memiliki ukuran yang sama panjang. 3) Setiap diagonal bidang pada kubus memiliki ukuran yang sama panjang. Perhatikan ruas garis BG dan CF pada Gambar 2.4. Kedua garis tersebut merupakan diagonal bidang kubus ABCD.EFGH yang memiliki ukuran sama panjang. 4) Setiap diagonal ruang pada kubus memiliki ukuran sama panjang. Dari kubus ABCD.EFGH pada Gambar 2.4 terdapat

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 dua diagonal ruang, yaitu HB dan DF yang keduanya berukuran sama panjang. 5) Setiap bidang diagonal pada kubus memiliki bentuk persegipanjang. Perhatikan bidang diagonal ACGE pada Gambar 2.4 Terlihat dengan jelas bahwa bidang diagonal tersebut memiliki bentuk persegi panjang. c. Menggambar Kubus 1) Gambarlah sebuah persegi, misalkan persegi ABFE yang berperan sebagai sisi depan. Bidang ABFE ini disebut sebagai bidang frontal, artinya bidang yang dibuat sesuai dengan bentuk sebenarnya. Perhatikan Gambar 2.5(a). 2) Langkah selanjutnya, buatlah ruas garis yang sejajar dan sama panjang dari setiap sudut persegi yang telah dibuat sebelumnya. Panjang ruas-ruas garis tersebut kurang lebih setengah dari panjang sisi persegi dengan kemiringan sama dengan 30°. Garis AD digambar putus-putus, ini menunjukkan bahwa ruas garis tersebut terletak di belakang persegi ABFE. Perhatikan Gambar 2.5(b). 3) Kemudian, buatlah persegi dengan cara menghubungkan ujungujung ruas garis yang telah dibuat sebelumnya. Beri nama persegi CDHG. Persegi tersebut berperan sebagai sisi belakang dari kubus yang akan dibuat. Coba perhatikan Gambar 2.5(c). Pada gambar tersebut, terlihat bahwa sisi atas, sisi bawah, dan sisi samping digambarkan berbentuk jajargenjang. Bidang

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 seperti ini disebut bidang ortogonal, artinya bidang yang digambar tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Gambar 2. 5 Langkah-langkah Menggambar Kubus d. Jaring-Jaring Kubus Jaring-jaring kubus adalah rangkaian sisi-sisi suatu kubus yang jika dipadukan akan membentuk suatu kubus. Terdapat berbagai macam bentuk jaring-jaring kubus. Di antaranya sebagai berikut: Gambar 2. 6 Jaring-jaring Kubus e. Luas Permukaan Kubus Untuk mencari luas permukaan kubus, berarti sama saja dengan menghitung luas jaring-jaring kubus tersebut. Oleh karena jaringjaring kubus merupakan 6 buah persegi yang sama dan kongruen maka,

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑃𝑒𝑟𝑚𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 𝑘𝑢𝑏𝑢𝑠 = 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑗𝑎𝑟𝑖𝑛𝑔 − 𝑗𝑎𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑘𝑢𝑏𝑢𝑠 𝐿𝑝 𝑘𝑢𝑏𝑢𝑠 = 6 × (𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑟𝑢𝑠𝑢𝑘 × 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑟𝑢𝑠𝑢𝑘 ) 𝐿𝑝 𝑘𝑢𝑏𝑢𝑠 = 6 × (𝑠 × 𝑠) 𝐿𝑝 𝑘𝑢𝑏𝑢𝑠 = 6 × 𝑠 2 𝐿𝑝 𝑘𝑢𝑏𝑢𝑠 = 6 𝑠 2 f. Volume Kubus Volume atau isi suatu kubus dapat ditentukan dengan cara mengalikan panjang rusuk kubus tersebut sebanyak tiga kali. Sehingga, 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑘𝑢𝑏𝑢𝑠 = 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑟𝑢𝑠𝑢𝑘 × 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑟𝑢𝑠𝑢𝑘 × 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑟𝑢𝑠𝑢𝑘 𝑉 𝑘𝑢𝑏𝑢𝑠 = 𝑠 × 𝑠 × 𝑠 𝑉 𝑘𝑢𝑏𝑢𝑠 = 𝑠 3 2. Balok a. Pengertian Balok Bangun ruang ABCD.EFGH pada gambar tersebut memiliki tiga pasang sisi berhadapan yang sama bentuk dan ukurannya, di mana setiap sisinya berbentuk persegipanjang. Bangun ruang seperti ini disebut balok. Berikut ini adalah unsur-unsur yang dimiliki oleh balok ABCD.EFGH pada Gambar 2.7. Gambar 2. 7 Sisi, Rusuk, Titik Sudut, dan Diagonal Bidang dalam Balok

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 1) Sisi balok adalah bidang yang membatasi suatu balok. Dari Gambar 2.7 terlihat bahwa balok ABCD.EFGH memiliki 6 buah sisi berbentuk persegipanjang. Keenam sisi tersebut adalah ABCD (sisi bawah), EFGH (sisi atas), ABFE (sisi depan), DCGH (sisi belakang), BCGF (sisi samping kiri), dan ADHE (sisi samping kanan). Sebuah balok memiliki tiga pasang sisi yang berhadapan yang sama bentuk dan ukurannya. Ketiga pasang sisi tersebut adalah ABFE dengan DCGH, ABCD dengan EFGH, dan BCGF dengan ADHE. 2) Sama seperti dengan kubus, balok ABCD.EFGH memiliki 12 rusuk. Coba perhatikan kembali Gambar 2.7 secara seksama. Rusuk-rusuk balok ABCD. EFGH adalah AB, BC, CD, DA, EF, FG, GH, HE, AE, BF, CG, dan HD. 3) Dari Gambar 2.7, terlihat bahwa balok ABCD.EFGH memiliki 8 titik sudut, yaitu A, B, C, D, E, F, G, dan H. Sama halnya dengan kubus, balok pun memiliki istilah diagonal bidang, diagonal ruang, dan bidang diagonal. Berikut ini adalah uraian mengenai istilah-istilah berikut. 4) Coba kamu perhatikan Gambar 2.7. Ruas garis AC yang melintang antara dua titik sudut yang saling berhadapan (terletak pada rusuk yang berbeda) dalam satu sisi/bidang, yaitu titik

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 sudut A dan titik sudut C, dinamakan diagonal bidang balok ABCD.EFGH. Gambar 2. 8 Diagonal Ruang dalam Balok 5) Ruas garis CE yang menghubungkan dua titik sudut C dan E pada balok ABCD.EFGH seperti pada Gambar 2.8 disebut diagonal ruang balok tersebut. Jadi, diagonal ruang terbentuk dari ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang tidak terletak pada sisi yang sama pada satu ruang. Gambar 2. 9 Bidang Diagonal dalam Balok 6) Dari Gambar 2.9 tersebut terlihat dua buah diagonal bidang yang sejajar, yaitu diagonal bidang HF dan DB. Kedua diagonal bidang tersebut beserta dua rusuk balok yang sejajar, yaitu DH dan BF membentuk sebuah bidang diagonal. Bidang BDHF adalah bidang diagonal balok ABCD.EFGH.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 b. Sifat-sifat Balok Amatilah balok ABCD. EFGH pada Gambar 2.10. Berikut ini akan diuraikan sifat-sifat balok. Gambar 2. 10 Sifat-sifat Balok 1) Sisi-sisi balok berbentuk persegipanjang. Coba kamu perhatikan sisi ABCD, EFGH, ABFE, dan seterusnya. Sisi-sisi tersebut memiliki bentuk persegi panjang. Dalam balok, minimal memiliki dua pasang sisi yang berbentuk persegipanjang. 2) Rusuk-rusuk yang sejajar memiliki ukuran sama panjang. Perhatikan rusuk-rusuk balok pada gambar disamping Rusukrusuk yang sejajar seperti AB, CD, EF, dan GH memiliki ukuran yang sama panjang begitu pula dengan rusuk AE, BF, CG, dan DH memiliki ukuran yang sama panjang. 3) Setiap diagonal bidang pada sisi yang berhadapan memiliki ukuran sama panjang. Dari gambar terlihat bahwa panjang diagonal bidang pada sisi yang berhadapan, yaitu ABCD dengan EFGH, ABFE dengan DCGH, dan BCFG dengan ADHE memiliki ukuran yang sama panjang.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 4) Setiap diagonal ruang pada balok memiliki ukuran sama panjang. Diagonal ruang pada balok ABCD.EFGH, yaitu AG, EC, DF, dan HB memiliki panjang yang sama. 5) Setiap bidang diagonal pada balok memiliki bentuk persegipanjang. Coba kamu perhatikan balok ABCD.EFGH pada gambar. Bidang diagonal balok EDFC memiliki bentuk persegipanjang. Begitu pula dengan bidang diagonal lainnya. c. Jaring-jaring Balok Jaring-jaring balok tersusun atas rangkaian 6 buah persegipanjang. Rangkaian tersebut terdiri atas tiga pasang persegipanjang yang setiap pasangannya memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Terdapat berbagai macam bentuk jaring-jaring balok. Di antaranya adalah sebagai berikut: Gambar 2. 11 Jaring-jaring Balok d. Luas Permukaan Balok Cara menghitung luas permukaan balok sama dengan cara menghitung luas permukaan kubus, yaitu dengan menghitung semua luas jaring-jaringnya. Misalkan, rusuk-rusuk pada balok diberi nama p (panjang), l (lebar), dan t (tinggi) seperti pada gambar. Dengan demikian, luas permukaan balok tersebut adalah

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 luas permukaan balok = luas persegipanjang 1 + luas persegipanjang 2 + luas persegipanjang 3 + luas persegipanjang 4 + luas persegipanjang 5 + luas persegipanjang 6 𝐿𝑝 𝑏𝑎𝑙𝑜𝑘 = (𝑝 × 𝑙) + (𝑝 × 𝑡) + (𝑙 × 𝑡) + (𝑝 × 𝑙) + (𝑙 × 𝑡) + (𝑝 × 𝑡) 𝐿𝑝 𝑏𝑎𝑙𝑜𝑘 = (𝑝 × 𝑙) + (𝑝 × 𝑙) + (𝑙 × 𝑡) + (𝑙 × 𝑡) + (𝑝 × 𝑡) + (𝑝 × 𝑡) 𝐿𝑝 𝑏𝑎𝑙𝑜𝑘 = 2 (𝑝 × 𝑙) + 2(𝑙 × 𝑡) + 2(𝑝 × 𝑡) 𝐿𝑝 𝑏𝑎𝑙𝑜𝑘 = 2 ((𝑝 × 𝑙) + (𝑙 × 𝑡) + (𝑝 × 𝑡)) 𝐿𝑝 𝑏𝑎𝑙𝑜𝑘 = 2 (𝑝𝑙 + 𝑙𝑡 + 𝑝𝑡) e. Volume Balok Volume atau isi suatu balok dapat ditentukan dengan cara mengalikan panjang rusuk balok tersebut. Sehingga, 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑏𝑎𝑙𝑜𝑘 = 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 × 𝑙𝑒𝑏𝑎𝑟 × 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑉 𝑏𝑎𝑙𝑜𝑘 = 𝑝 × 𝑙 × 𝑡 3. Prisma a. Pengertian Prisma Coba perhatikan bangun ruang tersebut memiliki bentuk alas dan atap yang sama bentuk dan aturannya. Selain itu, semua sisi bagian samping berbentuk persegipanjang bangun ruang ini dinamakan prisma. Coba perhatikan prisma segienam ABCDEF.GHIJKL pada

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Gambar 2.12. Dari gambar tersebut, terlihat bahwa prisma segienam tersebut memiliki unsur-unsur sebagai berikut. Gambar 2. 12 Sisi, Rusuk, Titik Sudut, Diagonal Bidang, dan Bidang Diagonal dalam Prisma 1) Terdapat 8 sisi atau bidang yang dimiliki oleh prisma segienam, yaitu ABCDEF (sisi alas), GHIJKL (sisi atas), BCIH (sisi depan), FEKL (sisi belakang), ABHG (sisi depan kanan), AFLG (sisi belakang kanan), CDJI (sisi depan kiri), dan DEKJ (sisi belakang kiri). 2) Terlihat bahwa prisma segienam ABCDEF.GHIJKL memiliki 18 rusuk, 6 di antaranya adalah rusuk tegak. Rusuk-rusuk tersebut adalah AB, BC, CD, DE, EF, FA, GH, HI, IJ, JK, KL, LG, dan rusuk-rusuk tegaknya adalah AG, BH, CI, DJ, EK, FL. 3) Prisma segienam ABCDEF.GHIJKL memiliki 12 titik sudut. Dari Gambar 12, terlihat bahwa titik-titik sudut tersebut adalah A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, dan L. 4) Dari gambar tersebut terlihat ruas garis BG yang terletak di sisi depan kanan (sisi tegak) ditarik dari dua titik sudut yang saling berhadapan (terletak pada rusuk yang berbeda) dalam satu sisi/bidang, sehingga ruas garis BG disebut sebagai diagonal

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 bidang pada bidang prisma segienam ABCDEF. GHIJKL. Begitu pula dengan ruas garis CJ pada bidang CDIJ. Ruas garis tersebut merupakan diagonal bidang pada prisma segienam ABCDEF. GHIJKL. 5) Pada prisma segienam tersebut, terdapat dua buah diagonal bidang yang sejajar yaitu BI dan FK. Kedua diagonal bidang tersebut beserta ruas garis KI dan FB membentuk suatu bidang di dalam prisma segienam ABCDEF.GHIJKL. Bidang tersebut adalah bidang BFKI yang merupakan bidang diagonal prisma segienam. b. Sifat-sifat Prisma Perhatikan prisma ABC.DEF pada Gambar 2.13. Secara umum, sifat-sifat prisma adalah sebagai berikut. Gambar 2. 13 Sifat-sifat Prisma 1) Prisma memiliki bentuk alas dan atap yang kongruen. Pada gambar terlihat bahwa segitiga ABC dan DEF memiliki ukuran dan bentuk yang sama. 2) Setiap sisi bagian samping prisma berbentuk persegipanjang. Prisma segitiga pada gambar dibatasi oleh tiga persegipanjang di setiap sisi sampingnya, yaitu ABED, BCFE, dan ACFD.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 3) Prisma memiliki rusuk tegak. Perhatikan prisma segitiga pada gambar. Prisma tersebut memiliki tiga buah rusuk tegak, yaitu AD, BE, dan CF. Rusuk tersebut dikatakan tegak karena letaknya tegak lurus terhadap bidang alas dan atas. Dalam kondisi lain, ada juga prisma yang rusuknya tidak tegak, prisma tersebut disebut prisma sisi miring. 4) Setiap diagonal bidang pada sisi yang sama memiliki ukuran yang sama. Prisma segitiga ABC.DEF pada gambar diagonal bidang pada sisi ABED memiliki ukuran yang sama panjang. Perhatikan bahwa AE = BD, BF = CE, dan AF = CD. c. Menggambar Prisma Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menggambar prisma segitiga: 1) Langkah pertama, gambarlah sebuah segitiga, baik segitiga sikusiku, sama sisi, sama kaki, maupun segitiga sebarang. Segitiga tersebut berperan sebagai sisi atas dari sebuah prisma. Pada Gambar 2.14 (a), segitiga yang dibuat adalah segitiga ABC (segitiga sebarang). 2) Kemudian, dari setiap ujung segitiga ABC, yaitu titik A, B, dan C, dibuat garis lurus dengan arah vertikal. Pada Gambar 2.14 (b), terlihat ada tiga ruas garis yang ditarik dari ujung-ujung segitiga ABC. Tiga ruas garis itu adalah ruas garis AD, BE, dan CF yang semuanya memiliki ukuran sama panjang. Tiga ruas tersebut merupakan rusuk tegak dari prisma yang akan dibuat.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 3) Langkah selanjutnya, hubungkan ujung ruas garis yang telah dibuat. Hasilnya adalah sebuah sisi/bidang DEF yang merupakan sisi alas dari prisma segitiga. Perlu diingat garis DF digambar putus-putus karena garis tersebut terletak di belakang prisma. Gambar 2. 14 Langkah-langkah Menggambar Prisma d. Jaring-jaring Prisma Jaring-jaring prisma diperoleh dengan cara mengiris beberapa rusuk prisma tersebut sedemikian sehingga seluruh permukaan prisma terlihat. Misalkan, prisma yang akan dibuat jaring-jaringnya adalah prisma segitiga. Terlihat bahwa jaring-jaring prisma memiliki tiga persegipanjang sebagai sisi tegak dan dua segitiga sebagai sisi alas dan sisi atas. Berikut ini adalah berapa jaring-jaring prisma segitiga yang lain: Gambar 2. 15 Jaring-jaring Prisma

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 e. Luas Permukaan Prisma Sama seperti kubus dan balok, luas permukaan prisma dapat dihitung menggunakan jaring-jaring prisma tersebut. Caranya adalah dengan menjumlahkan semua luas bangun datar pada jaringjaring prisma. Coba kamu perhatikan prisma segitiga beserta jaringjaringnya pada Gambar 2.16 berikut ini. Gambar 2. 16 Luas Permukaan Prisma Dari Gambar 2.16 terlihat bahwa prisma segitiga ABC.DEF memiliki sepasang segitiga yang identik dan tiga buah persegipanjang sebagai sisi tegak. Dengan demikian, luas permukaan prisma segitiga tersebut adalah, 𝐿𝑝 𝑝𝑟𝑖𝑠𝑚𝑎 = 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐴𝐵𝐶 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐷𝐸𝐹 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝐸𝐷𝐴𝐵 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝐷𝐹𝐶𝐴 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝐹𝐸𝐵𝐶 𝐿𝑝 𝑝𝑟𝑖𝑠𝑚𝑎 = 2 · 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐴𝐵𝐶 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝐸𝐷𝐵𝐴 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝐷𝐹𝐴𝐶 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝐹𝐸𝐵𝐶 𝐿𝑝 𝑝𝑟𝑖𝑠𝑚𝑎 = (2 · 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑎𝑙𝑎𝑠) + (𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑏𝑖𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑘)

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 f. Volume Prisma Gambar 2. 17 Volume Prisma Gambar 2.17 (a) memperlihatkan sebuah balok ABCD.EFGH yang dibagi dua secara melintang. Ternyata, hasil belahan balok tersebut membentuk prisma segitiga, seperti pada Gambar 2.17 (b). Perhatikan prisma segitiga BCD.FGH pada Gambar 2.17 (c). Dengan demikian, volume prisma segitiga adalah setengah kali volume balok. 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑟𝑖𝑠𝑚𝑎 = 𝑉 𝑝𝑟𝑖𝑠𝑚𝑎 = 1 2 𝑉 𝑝𝑟𝑖𝑠𝑚𝑎 = ( 1 2 × 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑏𝑎𝑙𝑜𝑘 𝐴𝐵𝐶𝐷. 𝐸𝐹𝐺𝐻 × (𝑝 × 𝑙 × 𝑡) 1 2 × 𝑝 × 𝑙) × 𝑡 𝑉 𝑝𝑟𝑖𝑠𝑚𝑎 = 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑎𝑙𝑎𝑠 × 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 4. Limas a. Pengertian Limas Berbeda halnya dengan prisma yang memiliki bidang samping berbentuk persegipanjang, bangun ruang tersebut memiliki bidang samping yang berbentuk segitiga. Bangun ruang tersebut disebut

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 limas segiempat. Gambar 2.18 (b) menunjukan sebuah limas segiempat E. ABCD. Gambar 2. 18 Sisi, Rusuk, dan Titik Sudut dalam Limas Limas-limas yang ditunjukkan pada Gambar 2.18 berturut-turut adalah limas segitiga, limas segilima, dan limas segienam. Secara umum, unsur-unsur yang dimiliki oleh sebuah limas sebagai berikut: 1) Dari gambar tersebut, terlihat bahwa setiap limas memiliki sisi samping yang berbentuk segitiga. Pada limas segiempat E.ABCD, sisi-sisi yang terbentuk adalah sisi ABCD (sisi alas), ABE (sisi depan), DCE (sisi belakang), BCE (sisi samping kiri), dan ADE (sisi samping kanan). 2) Perhatikan kembali limas segiempat E.ABCD pada Gambar 2.18. Limas tersebut memiliki 4 rusuk alas dan 4 rusuk tegak. Rusuk alasnya adalah AB, BC, CD, dan DA. Adapun rusuk tegaknya adalah AE, BE, CE, dan DE. 3) Jumlah titik sudut suatu limas sangat bergantung pada bentuk alasnya. Setiap limas memiliki titik puncak (titik yang letaknya atas). Coba kamu perhatikan limas-limas pada Gambar 2.18. Limas segitiga memiliki 4 titik sudut, limas segiempat memiliki 5 titik sudut, limas segilima memiliki 6 titik sudut, dan limas segienam memiliki 7 titik sudut.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 b. Sifat-sifat Limas Untuk bentuk limas tertentu, misalnya limas segitiga atau limas segiempat, ada beberapa sifat yang perlu kamu ketahui. Gambar 2.19 (a) menunjukkan sebuah limas segitiga D.ABC. Pada limas segitiga D. ABC, semua sisi limas tersebut berbentuk segitiga. Coba kamu amati sisi-sisi limas ABC, ABD, BCD, dan ACD. Semuanya berbentuk segitiga. Jika limas segitiga memiliki semua sisi yang berbentuk segitiga sama sisi, maka limas tersebut disebut limas segitiga beraturan. Perhatikan limas segiempat E. ABCD pada Gambar 2.19 (b) di samping. Dari gambar tersebut terlihat bahwa limas segiempat memiliki alas berbentuk persegipanjang. Sesuai dengan sifatnya, setiap diagonal persegipanjang memiliki ukuran yang sama panjang. Jadi, limas segiempat memiliki diagonal alas yang sama panjang. Perhatikan Gambar 2.19 (b), panjang diagonal alas AC dan BD memiliki ukuran yang sama panjang. Gambar 2. 19 Sifat-sifat Limas c. Menggambar Limas Secara umum yang perlu diperhatikan dalam proses menggambar limas adalah alasnya. Jadi, yang pertama kali dibuat adalah alas limas tersebut. Misalkan limas yang akan dibuat adalah

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 limas segiempat. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menggambar limas adalah sebagai berikut: 1) Buatlah persegipanjang yang akan dijadikan alas limas. Gambar 2.20 (a) menunjukkan persegipanjang ABCD yang akan dijadikan alas limas. Persegipanjang tersebut digambarkan menyerupai jajargenjang. Hal ini disebabkan karena bidang ABCD termasuk bidang orthogonal. 2) Langkah selanjutnya, buatlah garis diagonal pada bidang ABCD yang telah kamu buat. Dari Gambar 2.20 (b), terlihat bahwa garis diagonal yang dimaksud adalah AC dan BD. 3) Dari titik potong dua diagonal yang telah dibuat, misalkan titik O, buatlah ruas garis yang tegak lurus dengan bidang alas ABCD. Ruas garis ini, yaitu ruas garis OE merupakan tinggi limas yang akan dibuat. Perhatikan Gambar 2.20 (c). Titik E merupakan titik puncak limas yang akan dibuat. 4) Langkah terakhir, yaitu membuat ruas garis dari setiap ujung bidang alas limas, yaitu titik A, B, C, dan D ke titik puncak limas (titik E). Dari Gambar 2.20 (d) terlihat bahwa ada 4 ruas garis yang dibuat, yaitu ruas garis AE, BE, CE, dan DE. Gambar 2. 20 Langkah-langkah Menggambar Limas

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 d. Jaring-jaring Limas Seperti bangun ruang lainnya, jaring-jaring limas diperoleh dengan mengiris beberapa rusuknya, kemudian direbahkan. Untuk lebih jelasnya, pelajari Gambar 2.21 berikut. Gambar 2. 21 Jaring-jaring Limas e. Luas Permukaan Limas Gambar 2. 22 Luas Permukaan Limas Gambar 2.22 memperlihatkan sebuah limas segiempat E.ABCD beserta jaring-jaringnya. Dengan demikian, luas permukaan limas tersebut adalah sebagai berikut: 𝐿𝑝 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 = 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝐴𝐵𝐶𝐷 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐴𝐵𝐸 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐵𝐶𝐸 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐶𝐷𝐸 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐴𝐷𝐸 𝐿𝑝 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 = 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝐴𝐵𝐶𝐷 + (𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐴𝐵𝐸 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐵𝐶𝐸 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐶𝐷𝐸 + 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐴𝐷𝐸) 𝐿𝑝 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 = 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑎𝑙𝑎𝑠 + 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑘

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 f. Volume Limas Gambar 2. 23 Volume Limas Gambar 2.23 menunjukkan sebuah kubus ABCD.EFGH. Kubus tersebut memiliki 4 buah diagonal ruang yang saling berpotongan di titik O. Jika diamati secara cermat, keempat diagonal ruang tersebut membentuk 6 buah limas segiempat, yaitu limas segiempat O.ABCD, O.EFGH, O.ABFE, O.BCGF, O.CDHG, dan O.DAEH. Dengan demikian, volume kubus ABCD. EFGH merupakan gabungan volume keenam limas tersebut. 6 × 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 𝑂. 𝐴𝐵𝐶𝐷 = 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑘𝑢𝑏𝑢𝑠 𝐴𝐵𝐶𝐷. 𝐸𝐹𝐺𝐻 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 𝑂. 𝐴𝐵𝐶𝐷 = 𝑉 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 = 𝑉 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 = 𝑉 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 = 1 6 1 × 𝑠 × 𝑠 × 𝑠 6 × 𝑠2 × 𝑠 6 2 1 × 𝑠2 × 2𝑠 1 6 × 𝐴𝐵 × 𝐵𝐶 × 𝐶𝐺

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 𝑉 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 = 𝑉 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 = 2 6 1 3 × 𝑠2 × × 𝑠2 × 𝑠 2 𝑠 2 Oleh karena 𝑠 2 merupakan luas alas kubus ABCD.EFGH dan 𝑠 2 merupakan tinggi limas O.ABCD maka 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 𝑂. 𝐴𝐵𝐶𝐷 = 𝑉 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 = 1 3 1 3 × 𝑠2 × 𝑠 2 × 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑎𝑙𝑎𝑠 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 × 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑙𝑖𝑚𝑎𝑠 H. Kerangka Berfikir Peneliti melakukan kegiatan awal yang meliputi wawancara dan tes pengukuran awal. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran yang bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa. Peneliti memberikan tes pengukuran awal yang kemudian akan dianalisis untuk mendapatkan data terkait kesulitan apa saja yang dilakukan siswa berdasarkan kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan tes pengukuran awal dan siapa saja yang melakukannya. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis tes pengukuran awal, peneliti melakukan pemilihan terhadap beberapa kesulitan siswa yang dapat dibantu dengan program remedial menggunakan program GeoGebra. Pada akhir program remedial akan dilakukan tes pengukuran akhir yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh dampak dari program remedial dalam mengatasi kesulitan belajar siswa berdasarkan kesalahan yang dilakukan siswa. Pada kegiatan akhir penelitian, siswa akan diberikan angket yang berisi isian tentang

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 pendapat siswa terhadap pembelajaran remedial berbantu program Geogebra.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa pada topik bangun ruang sisi datar saat menjawab soal-soal tes pengukuran awal dan tes pengukuran akhir. Pada penelitian ini peneliti memanfaatkan program GeoGebra dalam proses pembelajaran remedial pada topik bangun ruang sisi datar untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. B. Subjek Penelitian Subjek pada penelitian ini adalah 8 siswa kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno tahun ajaran 2018/2019. Siswa tersebut adalah siswa yang memiliki nilai di bawah KKM berdasarkan hasil tes pengukuran awal yang diberikan pada 25 siswa. C. Objek Penelitian Objek penelitian adalah kesulitan-kesulitan belajar yang dialami siswa dalam mengerjakan soal, pemanfaatan program GeoGebra dalam proses remedial, dan hasil belajar siswa setelah memanfaatkan program GeoGebra dalam proses remedial. 58

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 D. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan September di SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno. E. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan suatu kegiatan mencari data di lapangan yang akan digunakan untuk menjawab masalah penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Wawancara Pada penelitian ini, subjek wawancara adalah guru matematika. Wawancara kepada guru bertujuan untuk memperoleh informasi terkait apa saja kesulitan-kesulitan yang dialami siswa. 2. Tes Pada penelitian ini akan diberikan tes sebanyak dua kali yaitu tes pengukuran awal dan tes pengukuran akhir. Tes pengukuran awal yang diberikan bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam mengerjakan soal. Tes pengukuran akhir yang diberikan bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman setelah menggunakan program GeoGebra dalam pembelajaran remedial. 3. Pengisian angket Pemberian angket kepada siswa dimaksudkan untuk mengetahui respon atau tanggapan siswa terhadap pembelajaran remedial dengan menggunakan GeoGebra. Pemberian angket akan dilakukan pada akhir

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 program remedial. F. Instrumen Penelitian Instrument penelitian yang digunakan peneliti untuk menjawab rumusan masalah yang ada adalah sebagai berikut: Tabel 3. 1 Instrumen Penelitian No Rumusan Masalah Instrumen Wawancara 1 2 Apa saja kesulitan belajar yang dialami siswa dalam materi bangun ruang sisi datar? Bagaimana pengaruh pemanfaatan program GeoGebra dalam remedial bangun ruang sisi datar? ✓ Tes Angket ✓ ✓ ✓ 1. Pedoman wawancara Peneliti melakukan wawancara langsung dengan guru mata pelajaran. Pertanyaan yang diajukan peneliti berupa beberapa pokok pertanyaan yang dapat dikembangkan ketika wawancara berlangsung. Berikut pokok pertanyaan yang diajukan peneliti kepada guru mata pelajaran: a. Apakah dalam menjelaskan materi bangun ruang sisi datar kepada siswa itu sulit? b. Apakah pernah menggunakan media dalam menjelaskan materi bangun ruang sisi datar?

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 c. Apa saja kesulitan siswa yang sering ditemukan dalam mempelajari bangun ruang sisi datar? d. Bagaimana cara yang digunakan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mempelajari bangun ruang sisi datar? 2. Soal Tes Peneliti menyusun soal tes berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada kelas VIII di Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yaitu: Standar Kompetensi: 5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagianbagiannya, serta menentukan ukurannya. Kompetensi Dasar: 5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma, dan limas serta bagian-bagiannya. 5.2 Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma, dan limas. 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 a. Tes pengukuran awal Peneliti memberikan 10 soal pilihan ganda (PG) dan 3 soal esai. Berikut adalah indikator dari soal tes pengukuran awal: Tabel 3. 2 Indikator Tes Pengukuran Awal No Indikator Nomor butir soal 1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, PG: 1, 2, 3, 4, prisma dan limas serta bagian-bagiannya. dan 5. Esai: 1a, 1b, 1c, 1d, dan 1e. 2 Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan PG: 6. limas. Esai: 1f. 3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, PG: 7, 8, 9, balok, prisma dan limas. dan 10. Esai: 2 dan 3. b. Tes pengukuran akhir Peneliti memberikan 10 soal pilihan ganda (PG) dan 3 soal esai. Berikut adalah indikator dari soal tes pengukuran akhir: Tabel 3. 3 Indikator Tes Pengukuran Akhir No Indikator Nomor butir soal 1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, PG: 1, 2, 3, 4, prisma dan limas serta bagian-bagiannya. dan 5. Esai: 1a, 1b, 1c, 1d, dan 1e. 2 Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan PG: 6. limas. Esai: 1f. 3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, PG: 7, 8, 9, balok, prisma dan limas. dan 10. Esai: 2 dan 3.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 3. Angket Peneliti memberikan angket terbuka kepada siswa. Pertanyaan yang diajukan peneliti bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan program GeoGebra terhadap pemahaman siswa dan dampak positif siswa dalam menggunakan perkembangan teknologi. Berikut indikator yang digunakan peneliti dalam angket yang diajukan peneliti kepada siswa: Tabel 3. 4 Indikator Angket No 1 2 3 4 Indikator No Butir Pertanyaan Pengalaman siswa tentang penggunaan media untuk belajar matematika Ketertarikan siswa dalam belajar matematika dengan menggunakan media Program GeoGebra membantu siswa memahami materi Rasa senang siswa dalam kegiatan remedial 1 dan 2 3 4 dan 5 6 G. Teknik Analisis Data Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman (Sugiyono, 2013: 246). Teknik analisis data ini digunakan untuk setiap intrumen penelitian. Berikut ini teknik analisis data yang digunakan menurut model Miles and Huberman: 1. Data Reduction (Reduksi Data) Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Dengan reduksi data ini peneliti akan lebih dimudahkan dalam memfokuskan penelitian sesuai dengan rumusan masalah yang ada. 2. Data Display (Penyajian Data) Setelah data yang diperoleh dari lapangan direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Penyajian data ini dimaksudkan untuk membantu peneliti dalam memahami hubungan atau pola antar data yang telah diperoleh di lapangan. Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian, tabel, dan bagan. 3. Conclusion Drawing/Verification (Penarikan Kesimpulan/Verifikasi) Pada tahap ini data yang telah direduksi dan disajikan akan dianalisis dan dicermati dengan baik untuk penarikan kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari materi bangun ruang sisi datar dan pengaruh pemanfaatan program GeoGebra dalam remedial bangun ruang sisi datar. H. Prosedur Penelitian Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini meliputi dua tahapan dan masing masing tahapan terdiri dari persiapan, pelaksanaan, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Berikut adalah penjelasan masingmasing tahapan:

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 1. Tahap pertama a. Persiapan 1) Menghubungi pihak sekolah, yaitu kepala sekolah dan guru mata pelajaran. 2) Mengurus perizinan penelitian. 3) Menyusun instrumen-instrumen pengumpulan data. b. Pengumpulan data dan pelaksanaan 1) Wawancara dengan guru mata pelajaran. 2) Melakukan tes pengukuran awal. c. Analisis data 1) Mendeskripsikan data hasil hasil wawancara. 2) Menganalisis hasil pekerjaan siswa pada tes pengukuran awal untuk mengetahui letak kesulitan siswa berdasarkan kesalahan yang dilakukan siswa. d. Penarikan kesimpulan 1) Menarik kesimpulan dengan menghubungkan deskripsi data hasil analisis wawancara dengan analisis hasil tes pengukuran awal siswa menjadi daftar kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari materi untuk dijadikan dasar menyusun program remedial menggunakan GeoGebra. 2. Tahap kedua a. Persiapan 1) Menyusun program remedial yang sesuai dengan kesulitan belajar siswa.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 b. Pengumpulan data dan pelaksanaan 1) Melakukan tes pengukuran akhir. 2) Membagikan angket. c. Analisis data 1) Menganalisis hasil pekerjaan siswa pada tes pengukuran akhir untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa. 2) Mendiskripsikan data hasil analisis angket. d. Penarikan kesimpulan 1) Menarik kesimpulan dari program remedial menggunakan GeoGebra terhadap peningkatan pemahaman siswa pada materi bangun ruang sisi datar.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksaan Penelitian Penelitian dimulai dengan melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran matematika sebagai narasumber. Wawancara tersebut terkait kesulitan-kesulitan belajar yang sering dialami oleh siswa dalam mempelajari bangun ruang sisi datar. Wawancara dilakukan di SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno pada tanggal 14 September 2018. Tes pengukuran awal (pre-test) dilaksanakan pada tanggal 22 September 2018 di kelas IX SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno. Subjek yang mengikuti tes berjumlah 25 siswa. Tes pengukuran awal untuk menentukan subjek yang tidak mencapai nilai KKM yaitu nilai 75. Selain itu, juga untuk mengetahui kesulitan belajar subjek dalam mempelajari bangun ruang sisi datar dengan analisis kesalahan-kesalahan yang dilakukan subjek. Subjek yang akan mengikuti pembelajaran remedial sebanyak delapan siswa. Setelah mengetahui kesulitan yang dialami subjek, peneliti melakukan remedial dengan memanfaatkan program GeoGebra. Pembelajaran remedial dilakukan sebanyak dua pertemuan di SMP Kanisius St. Aloysius Baturetno. Pertemuan pertama dilakukan pada tanggal 24 September 2018. Pada pertemuan tersebut, pembelajaran difokuskan untuk 67

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 pengenalan program GeoGebra. Pertemuan kedua dilakukan pada tanggal 25 September 2018. Pada pertemuan tersebut, pembelajaran difokuskan untuk membahas kesalahan-kesalahan subjek pada tes pengukuran awal. Tes pengukuran akhir (post-test) dan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2018 di SMP Kanisius Baturetno. Tes pengukuran akhir dan angket digunakan untuk melihat dampak penggunaan program GeoGebra terhadap pemahaman siswa. Berkurangnya kesalahan yang dilakukan oleh siswa dapat menjadi indikator bahwa pembelajaran remedial dengan memanfaatkan program GeoGebra berhasil mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami siswa. Berikut adalah proses penelitan secara garis besar yang dilakukan oleh peneliti dalam bentuk tabel: Tabel 4. 1 Pelaksanaan Penelitian NO Hari, Tanggal 1 Jumat, 14 September 2018 Sabtu, 22 September 2018 Senin, 24 September 2018 Selasa, 25 Setember 2018 2 3 4 5 Jumat, 2018 28 Kegiatan Wawancara guru mata pelajaran Tes pengukuran awal Pertemuan pertama pembelajaran remedial Pertemuan kedua pembelajaran remedial September Tes pengukuran akhir dan angket B. Hasil Penelitian 1. Diagnosis Saat peneliti akan melakukan tes pengukuran awal, kemudian peneliti menjelaskan tujuan penelitian. Banyak siswa yang

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 menyampaikan bahwa lupa mengenai topik bangun ruang sisi datar. Selain itu siswa takut jika tes pengukuran awal ini akan mempengaruhi nilai mereka di sekolah, namun peneliti menjelaskan bahwa tes pengukuran awal ini tidak akan mempengaruhi nilai mereka di sekolah. Saat mengerjakan tes pengukuran awal berlangsung, siswa saling pinjam alat tulis terutama penggaris karena kebanyakan siswa tidak membawa penggaris. Hal tersebut yang membuat beberapa siswa menggambar dengan ala kadarnya. Beberapa siswa juga ada yang bekerjasama dan mengerjakan dengan malas-malasan, namun ketika peneliti menegur atau mendekati mereka. Mereka kemudian mencoba mengerjakannya sendiri, walaupun terlihat dari cara mengerjakannya masih kebinggungan dan malu-malu saat dilihat peneliti. Berikut adalah hasil analisisnya: a. Hasil Analisis Wawancara Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan guru mata pelajaran, dideskripsikan sebagai berikut dan wawancara secara lengkap terdapat pada Lampiran 5: P : Apakah dalam menjelaskan bangun ruang sisi datar itu sulit menurut ibu? G : Sulit sekali, untuk supaya anak-anak mau menerima konsep it utu sulit sekali. Karena apalagi yang berhubungan sama bangun datar yang belah ketupat, layang-layang, sama trapesium. Kalo yang lainnya, anak bisa. P : Bangun ruang sisi datar yang dimaksud di sini itu misalnya kubus, balok itu bu. G : O iya P : Apakah dalam menjelaskan bangun ruang sisi datar itu sulit menurut ibu? G : Susah, susah banget. P : Spakah pernah menggunakan media untuk menjelaskan materi tersebut? G : Pernah. P : Misalnya?

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 G : Alat peraga, saya membawa alat peraga di dalam kelas. Jadi membawa jaring-jaring prisma untuk mencari Luas Permukaan prisma, terus membawa jaring-jaring limas untuk mencari Luas Permukaannya. P : Kalau menggunakan teknologi, aplikasi atau ditampilkan youtube atau aplikasi GeoGebra itu pernah tidak bu? G : Belum, belum pernah. P : Biasanya kesulitan siswa itu yang sering ditemukan dari bangun ruang sisi datar itu apa? G : Yang biasanya susah itu di limas, kalau yang di prisma terus kubus sama balok itu beberapa anak bisa. Tapi kalau yang di limas itu anak tidak bisa membayangkan bangun ruang limas yang alasnya persegi panjang itu seperti apa mereka tidak bisa membayangkan. P : Untuk sifat-sifat apakah ada kesulitan? G : Tidak ada. P : Misalnya untuk rusuknya, terus jumlah sisinya? G : Tidak ada, semua rata-rata bisa. P : Kalau membuat jaring-jaring? G : Bisa. P : Kalau untuk KKM sendiri, disini berapa ya bu? G : Kalau kelas VIII itu 75. P : Kalau kelas IX? G : Kalau kelas IX juga 75. P : Kalau materi bangun ruang sisi datar untuk kelas IX itu ada kesulitan tidak bu? Biasanya dipersiapan ujian nasional itu kan ada materinya, nah itu biasanya masih kesulitan tidak? G : Kalau untuk yang di kubus sama balok bisa. Tapi kalau sudah masuk di prisma dan lima itu, anak-anak tidak hafal rumus, tidak bisa membayangkan bangun ruang secara abstrak. P : Remidi yang pernah ibu berikan kepada siswa itu gimana bu? G : Remidinya itu misalkan, saya memberi 10 soal ulangan harian kemudian ada siswa di nomor tertentu itu nilainya kurang. Ya yang saya ulangi ya yang di nomor ini saja, supaya bagaimana caranya si siswa itu sampai tuntas. P : Diajarkan kembali ya bu? G : Iya, diajarkan kembali. Berdasarkan kutipan wawancara tersebut, kesulitan belajar yang sering ditemui oleh guru mata pelajaran adalah sebagai berikut: siswa tidak bisa membayangkan bangun ruang sisi datar, memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar, dan siswa tidak dapat menyebutkan rumus-rumus dalam bangun ruang sisi datar. Guru menentukan KKM sebesar 75, yang digunakan peneliti untuk menentukan subjek penelitian. Guru juga tidak pernah menggunakan media berbasis teknologi atau aplikasi pada pembelajarannya, guru

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 hanya menggunakan alat peraga sebagai media pembelajarannya. Remedial yang digunakan guru adalah mengulangi bahan yang telah diberikan. Guru tidak pernah menggunakan teknologi atau aplikasi untuk pembelajaran bangun ruang sisi datar. b. Hasil Analisis Tes Pengukuran Awal Nilai dari siswa yang mengikuti tes pengukuran awal dengan batas KKM yang ditentukan di sekolah adalah 75. Berikut tabel nilai tes pengukuran awal siswa: Tabel 4. 2 Hasil Tes Pengukuran Awal No Nama Siswa Nilai Keterangan 1 Siswa 1 65 Belum Tuntas 2 Siswa 2 46 Belum Tuntas 3 Siswa 3 74 Belum Tuntas 4 Siswa 4 69 Belum Tuntas 5 Siswa 5 40 Belum Tuntas 6 Siswa 6 65 Belum Tuntas 7 Siswa 7 54 Belum Tuntas 8 Siswa 8 60 Belum Tuntas 9 Siswa 9 90 Tuntas 10 Siswa 10 80 Tuntas 11 Siswa 11 88 Tuntas 12 Siswa 12 81 Tuntas 13 Siswa 13 82 Tuntas 14 Siswa 14 84 Tuntas 15 Siswa 15 86 Tuntas

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 16 Siswa 16 88 Tuntas 17 Siswa 17 84 Tuntas 18 Siswa 18 88 Tuntas 19 Siswa 19 76 Tuntas 20 Siswa 20 75 Tuntas 21 Siswa 21 76 Tuntas 22 Siswa 22 76 Tuntas 23 Siswa 23 86 Tuntas 24 Siswa 24 82 Tuntas 25 Siswa 25 75 Tuntas * Tidak sesuai dengan absen kelas Dari tabel 4.2 terdapat delapan siswa yang nilainya masih berada di bawah KKM yang ditentukan sekolah yaitu 75. Belum tercapinya batas ketuntasan dapat menjadi indikator kesulitan belajar siswa. Berikut adalah analisis kesulitan belajar yang dialami oleh masingmasing siswa dan untuk beberapa pekerjaan siswa secara lengkap terdapat pada Lampiran 2: 1. Siswa 1 Berikut tabel kesulitan belajar Siswa 1: Tabel 4. 3 Kesulitan Belajar Siswa 1 Soal Pilihan Ganda Kode Soal PG 2 Jawaban Siswa A.12 Jenis Kesalahan Analisis Kesulitan Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa terbalik menyebutkan unsur sudut dengan rusuk

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 pada bangun ruang sisi datar. 6 B.Limas Segitiga Kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan Kesulitan siswa terletak dalam memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa tidak dapat mengubah jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang sisi datar. Tabel 4. 4 Kesulitan Belajar Siswa 1 Soal Uraian Kode Soal 1.C Deskripsi Kesalahan Gambar 4. 1 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Uraian Nomor 1.C Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari rusuk pada bangun ruang. Siswa juga tidak dapat menyebutkan rusuk yang ada limas segiempat O.ABCD. Peneliti menduga kesulitan siswa dalam memahami unsur-unsur bangun ruang sisi datar. 1.D Gambar 4. 2 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Nomor 1.D Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal ruang. Peneliti menduga kesulitan siswa terletak pada siswa yang tidak memahami unsur-unsur bangun ruang sisi datar. 1.E Gambar 4. 3 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Nomor 1.E Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal sisi. Siswa juga tidak dapat menyebutkan diagonal sisi yang ada pada limas segiempat O.ABCD. Peneliti menduga bahwa siswa kesulitan membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. Pada soal ini diagonal sisi dengan rusuk pada limas

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 segiempat O.ABCD, terlihat dari jawaban siswa yang berjumlah 8 seharusnya adalah rusuknya. 2 Gambar 4. 4 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Uraian Nomor 2 Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak pada kesalahan teknis. Siswa menuliskan A2 + B2 + C2 seharusnya siswa menuliskan A2 = - (B2) + C2. Peneliti menduga kesulitan siswa terletak pada memahami pola hitung. 3 Gambar 4. 5 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Uraian Nomor 3 Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa siswa sudah memahami soal dengan baik. Namun siswa tidak melanjutkan untuk mencari panjang sisi lainnya agar soal tersebut dapat dikerjakan. Peneliti menduga kesulitan siswa terletak pada mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal. Berdasarkan penjelasan tabel 4.3 dan 4.4 dapat diperoleh data terkait dugaan-dugaan kesulitan yang alami oleh Siswa 1. Siswa 1 mengalami kesulitan dalam memahami dan membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, memahami pola hitung, dan mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 2. Siswa 2 Berikut tabel kesulitan belajar Siswa 2: Tabel 4. 5 Kesulitan Belajar Siswa 2 Soal Pilihan Ganda Kode Soal PG 3 Jawaban Siswa Jenis Kesalahan Analisis Kesulitan D.12 Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa terbalik menyebutkan unsur sisi dengan rusuk pada bangun ruang sisi datar. 4 C.Prisma Segienam Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam memahami sifatsifat bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa tidak memahami sifat yang dimiliki oleh limas segitiga. 5 D.5 Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa terbalik menyebutkan unsur diagonal bidang dengan sisi pada bangun ruang sisi datar 6 B.Limas Segitiga Kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan Kesulitan siswa terletak dalam memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa tidak dapat mengubah jaring-jaring menjadi

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 sebuah bangun ruang sisi datar. 9 A.50 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam menyebutkan rumus luas permukaan kubus. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa hanya menjawab dengan asalasalan, karena dengan rumus apapun yang ada dalam BAB ini tidak akan menghasilkan hasil tersebut. Tabel 4. 6 Kesulitan Belajar Siswa 2 Soal Uraian Kode Soal 1.B Deskripsi Kesalahan Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat menyebutkan sisi limas segiempat O.ABCD. 1.C Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat menyebutkan rusuk limas segiempat O.ABCD. 1.D Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat menyebutkan diagonal ruang limas segiempat O.ABCD. 1.E Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat menyebutkan diagonal sisi limas segiempat O.ABCD. 1.F Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat menggambar jaring-jaring limas segiempat O.ABCD. 3 Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal, memilih rumus

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 yang tepat untuk menyelesaikan masalah, dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. Berdasarkan penjelasan tabel 4.5 dan 4.6 dapat diperoleh data terkait dugaan-dugaan kesulitan yang alami oleh Siswa 2. Siswa 2 mengalami kesulitan dalam memahami dan membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, menyebutkan rumus luas permukaan kubus, memahami maksud soal, memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah, dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. 3. Siswa 3 Berikut tabel kesulitan belajar Siswa 3: Tabel 4. 7 Kesulitan Belajar Siswa 3 Soal Pilihan Ganda Kode Soal PG 1 4 Jawaban Siswa Jenis Kesalahan Analisis Kesulitan D.Limas Segitiga Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam memahami sifatsifat bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa tidak memahami sifat yang dimiliki oleh prisma segitiga. C.Prisma Segienam Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam memahami sifatsifat bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa tidak memahami sifat yang dimiliki oleh limas segitiga.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 5 C.8 Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa terbalik menyebutkan unsur diagonal bidang dengan rusuk pada bangun ruang sisi datar 6 B.Limas Segitiga Kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan Kesulitan siswa terletak dalam memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa tidak dapat mengubah jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang sisi datar. Tabel 4. 8 Kesulitan Belajar Siswa 3 Soal Uraian Kode Soal 1.D Deskripsi Kesalahan Gambar 4. 6 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Uraian Nomor 1.D Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal ruang. Peneliti menduga kesulitan siswa terletak pada siswa yang tidak dapat membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. 1.E Gambar 4. 7 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Uraian Nomor 1.E Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal sisi. Peneliti menduga bahwa siswa kesulitan membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Pada soal ini diagonal sisi pada limas segiempat O.ABCD berjumlah 2 yaitu AC dan BD. Namun terlihat dari jawaban siswa menyebutkan bahwa

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 diagonal sisinya adalah AOD, AOB, dan BOC, padahal nama tersebut adalah nama dari sisi limas segiempat O.ABCD. 3 Gambar 4. 8 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Uraian Nomor 3 Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa siswa sudah memahami soal dengan baik. Siswa juga sudah dapat mencari panjang sisi yang dibutuhkan dalam menjawab soal dan menuliskan rumus luas permukaan prisma segitiga dengan benar. Namun siswa tidak melanjutkan untuk menghitungnya. Peneliti menduga bahwa siswa kesulitan menghitung operasi aljabar. Berdasarkan penjelasan tabel 4.7 dan 4.8 dapat diperoleh data terkait dugaan-dugaan kesulitan yang alami oleh Siswa 3. Siswa 3 mengalami kesulitan dalam memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar, membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, dan menghitung operasi aljabar. 4. Siswa 4 Berikut tabel kesulitan belajar Siswa 4: Tabel 4. 9 Kesulitan Belajar Siswa 4 Soal Pilihan Ganda Kode Soal PG 4 Jawaban Siswa B.Kubus Jenis Kesalahan Kesalahan menggunakan Analisis Kesulitan Kesulitan siswa terletak dalam memahami sifatsifat bangun ruang sisi

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 definisi teorema atau datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa tidak memahami sifat yang dimiliki oleh limas segitiga. 5 A.1 Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam memahami unsurunsur bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa hanya asal dalam menjawab, karena tidak ada unsur dari limas segiempat yang berjumlah 1. 8 D.1800 cm3 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam menyebutkan rumus volume limas. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa menjawabnya denga asalasalan, karena jawaban siswa tidak diperoleh dari rumus volume atau luas permukaan dari limas. 9 A.50 cm2 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam menyebutkan rumus luas permukaan kubus. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa hanya menjawab dengan asal-asalan, karena dengan rumus apapun yang ada dalam BAB ini tidak akan menghasilkan hasil tersebut. 10 D.325 cm3 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam menyebutkan rumus volume balok. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa hanya menjawab dengan asal-

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 asalan, karena dengan rumus apapun yang ada dalam BAB ini tidak akan menghasilkan hasil tersebut. Tabel 4. 10 Kesulitan Belajar Siswa 4 Soal Uraian Kode Soal 1.D Deskripsi Kesalahan Gambar 4. 9 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Uraian Nomor 1.D Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal ruang. Peneliti menduga kesulitan siswa terletak pada siswa yang tidak dapat membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. 1.E Gambar 4. 10 Hasil Pekerjaan Siswa 4 Uraian Nomor 1.E Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal sisi. Peneliti menduga bahwa siswa kesulitan membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Pada soal ini diagonal sisi pada limas segiempat O.ABCD berjumlah 2 yaitu AC dan BD. Namun terlihat dari jawaban siswa menyebutkan bahwa diagonal sisinya adalah DA, AB, BC, dan CD, padahal nama tersebut adalah nama dari rusuk yang terdapat pada limas segiempat O.ABCD.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 3 Gambar 4. 11 Hasil Pekerjaan Siswa 4 Uraian Nomor 3 Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa siswa sudah memahami soal dengan baik. Siswa juga sudah dapat mencari panjang sisi yang dibutuhkan dalam menjawab soal. Namun, siswa tidak dapat menuliskan rumus luas permukaan prisma segitiga dengan benar. Namun siswa tidak melanjutkan untuk menghitungnya. Peneliti menduga bahwa siswa kesulitan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. Berdasarkan penjelasan tabel 4.9 dan 4.10 dapat diperoleh data terkait dugaan-dugaan kesulitan yang alami oleh Siswa 4. Siswa 4 mengalami kesulitan dalam memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar, membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar, menyebutkan rumus volume limas, menyebutkan rumus luas permukaan kubus, menyebutkan rumus volume balok, dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 5. Siswa 5 Berikut tabel kesulitan belajar Siswa 5: Tabel 4. 11 Kesulitan Belajar Siswa 5 Soal Pilihan Ganda Kode Soal PG 4 Jawaban Siswa Jenis Kesalahan Analisis Kesulitan - Tidak jawaban ada Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami soal dan siswa tidak mengetahui sifat-sifat bangun ruang sisi datar. 5 - Tidak jawaban ada Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami soal dan siswa tidak memahami unsur-unsur bangun ruang sisi datar. Tabel 4. 12 Kesulitan Belajar Siswa 5 Soal Uraian Kode Deskripsi Kesalahan Soal 1.A Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat membedakan bentuk-bentuk bangun ruang sisi datar. 1.B Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat menyebutkan sisi limas segiempat O.ABCD. 1.C Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat menyebutkan rusuk limas segiempat O.ABCD. 1.D Tidak ada jawaban

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat menyebutkan diagonal ruang limas segiempat O.ABCD. 1.E Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat menyebutkan diagonal sisi limas segiempat O.ABCD. 1.F Tidak ada jawaban Ada beberapa dugaan kesulitan yang dialami siswa, antara lain: siswa tidak memahami maksud soal dan siswa tidak dapat menggambar jaring-jaring bangun ruang sisi datar. 2 Gambar 4. 12 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Nomor 2 Dari jawaban siswa yang hanya menuliskan hasil akhir membuat peneliti tidak dapat menduga kesulitan yang dialami siswa. Karena jawaban siswa benar secara hasil akhir, namun tidak disertai dengan langkah-langkahnya. 3 Gambar 4. 13 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Uraian Nomor 3 Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa siswa sudah memahami soal dengan baik. Siswa juga sudah dapat mencari panjang sisi yang dibutuhkan dalam menjawab soal. Namun, siswa tidak dapat menuliskan rumus luas permukaan prisma segitiga dengan benar. Namun siswa tidak melanjutkan untuk menghitungnya. Peneliti menduga bahwa siswa kesulitan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. Berdasarkan penjelasan tabel 4.11 dan 4.12 dapat diperoleh data terkait dugaan-dugaan kesulitan yang alami oleh Siswa 5.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Siswa 5 mengalami kesulitan dalam memahami sifat-sifat bangun datar, memahami unsur-unsur bangun ruang sisi datar, memahami maksud soal, membedakan bentuk-bentuk bangun ruang sisi datar, menyebutkan unsur-unsur bangun ruang sisi datar, menggambar jaring-jaring bangun ruang sisi datar, dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. 6. Siswa 6 Berikut tabel kesulitan belajar Siswa 6: Tabel 4. 13 Kesulitan Belajar Siswa 6 Soal Pilihan Ganda Kode Soal PG 3 Jawaban Siswa Jenis Kesalahan Analisis Kesulitan D.12 Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa terbalik menyebutkan unsur sisi dengan rusuk pada bangun ruang sisi datar. 5 C.8 Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa terbalik menyebutkan unsur diagonal bidang dengan rusuk pada bangun ruang sisi datar 6 D.Balok Kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan Kesulitan siswa terletak dalam memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa tidak dapat mengubah

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang sisi datar. 8 C.10800 cm3 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa menjawabnya dengan menggunakan rumus luas permukaan prisma. 9 A.50 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam menyebutkan rumus luas permukaan kubus. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa hanya menjawab dengan asalasalan, karena dengan rumus apapun yang ada dalam BAB ini tidak akan menghasilkan hasil tersebut. 10 D.325 cm3 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam menyebutkan rumus volume balok. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa hanya menjawab dengan asalasalan, karena dengan rumus apapun yang ada dalam BAB ini tidak akan menghasilkan hasil tersebut.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Tabel 4. 14 Kesulitan Belajar Siswa 6 Soal Uraian Kode Soal 1.C Deskripsi Kesalahan Gambar 4. 14 Hasil Pekerjaan Siswa 6 Uraian Nomor 1.C Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam penyelesaian tidak diperiksa kembali. Siswa sudah dapat menyebutkan beberapa rusuk yang ada limas segiempat O.ABCD dengan benar. Namun, siswa kurang lengkap menyebutkan rusuk yang ada. Peneliti menduga kesulitan siswa dalam memahami unsur-unsur bangun ruang sisi datar. 1.E Gambar 4. 15 Hasil Pekerjaan Siswa 6 Uraian Nomor 1.E Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal sisi. Siswa juga tidak dapat menyebutkan diagonal sisi yang ada pada limas segiempat O.ABCD. Peneliti menduga bahwa siswa kesulitan membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. Pada soal ini diagonal sisi dengan diagonal ruang pada limas segiempat O.ABCD.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 3 Gambar 4. 16 Hasil Pekerjaan Siswa 6 Uraian Nomor 3 Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa siswa sudah memahami soal dengan baik. Siswa juga sudah dapat mencari panjang sisi yang dibutuhkan dalam menjawab soal dan menuliskan rumus luas permukaan prisma segitiga dengan benar. Namun siswa tidak melanjutkan untuk menghitungnya. Peneliti menduga bahwa siswa kesulitan menghitung operasi aljabar. Berdasarkan penjelasan tabel 4.13 dan 4.14 dapat diperoleh data terkait dugaan-dugaan kesulitan yang alami oleh Siswa 6. Siswa 6 mengalami kesulitan dalam membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah, menyebutkan rumus luas permukaan kubus, menyebutkan rumus volume balok, dan menghitung operasi aljabar.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 7. Siswa 7 Berikut tabel kesulitan belajar Siswa 7: Tabel 4. 15 Kesulitan Belajar Siswa 7 Soal Pilihan Ganda Kode Soal PG 2 Jawaban Siswa Jenis Kesalahan Analisis Kesulitan C.6 Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa terbalik menyebutkan unsur sudut dengan sisi pada bangun ruang sisi datar. 6 B.Limas Segitiga Kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan Kesulitan siswa terletak dalam memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa tidak dapat mengubah jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang sisi datar. 8 B.3200 cm3 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam menyebutkan rumus volume limas. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa menjawabnya denga asal-asalan, karena jawaban siswa tidak diperoleh dari rumus volume atau luas permukaan dari limas.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Tabel 4. 16 Kesulitan Belajar Siswa 7 Soal Uraian Kode Soal 1.B Deskripsi Kesalahan Gambar 4. 17 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Uraian Nomor 1.B Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari sisi pada bangun ruang sisi datar. Peneliti menduga kesulitan siswa terletak pada siswa yang tidak dapat membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. 1.C Gambar 4. 18 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Uraian Nomor 1.C Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam penyelesaian tidak diperiksa kembali. Siswa sudah dapat menyebutkan beberapa rusuk yang ada limas segiempat O.ABCD dengan benar. Namun, siswa kurang lengkap menyebutkan rusuk yang ada dan siswa juga tidak dapat membedakan kesamaan dari nama rusuknya. Peneliti menduga kesulitan siswa dalam memahami unsur-unsur bangun ruang sisi datar. 1.D Gambar 4. 19 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Nomor 1.D Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal ruang. Peneliti menduga kesulitan siswa terletak pada siswa yang tidak dapat membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. 1.E Gambar 4. 20 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Nomor 1.E Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal ruang. Peneliti menduga kesulitan siswa terletak pada siswa

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 yang tidak dapat membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. U2 Gambar 4. 21 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Uraian Nomor 2 Dari jawaban siswa yang hanya menuliskan pengerjaan rumus volumenya dan hasil akhir membuat peneliti tidak dapat menduga kesulitan yang dialami siswa. Karena jawaban siswa benar secara hasil akhir, namun tidak disertai dengan langkahlangkahnya mencari t. U3 Gambar 4. 22 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Uraian Nomor 3 Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa siswa sudah memahami soal dengan baik. Namun siswa tidak melanjutkan untuk mencari panjang sisi lainnya agar soal tersebut dapat dikerjakan. Peneliti menduga kesulitan siswa terletak pada mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal. Berdasarkan penjelasan tabel 4.15 dan 4.16 dapat diperoleh data terkait dugaan-dugaan kesulitan yang alami oleh Siswa 7. Siswa 7 mengalami kesulitan dalam memahami dan membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, dan mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 8. Siswa 8 Berikut tabel kesulitan belajar Siswa 8: Tabel 4. 17 Kesulitan Belajar Siswa 8 Soal Pilihan Ganda Kode Soal PG 3 Jawaban Siswa Jenis Kesalahan Analisis Kesulitan D.12 Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa terbalik menyebutkan unsur sisi dengan rusuk pada bangun ruang sisi datar. 5 C.8 Kesalahan menggunakan definisi atau teorema Kesulitan siswa terletak dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa terbalik menyebutkan unsur diagonal bidang dengan rusuk pada bangun ruang sisi datar 6 B.Limas Segitiga Kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan Kesulitan siswa terletak dalam memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa tidak dapat mengubah jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang sisi datar. 8 C.10800 cm3 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa menjawabnya dengan

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 menggunakan rumus luas permukaan prisma. 9 A.50 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam menyebutkan rumus luas permukaan kubus. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa hanya menjawab dengan asalasalan, karena dengan rumus apapun yang ada dalam BAB ini tidak akan menghasilkan hasil tersebut. 10 D.325 cm3 Kesalahan menggunakan definisi dan teorema Kesulitan siswa terletak dalam menyebutkan rumus volume balok. Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa hanya menjawab dengan asalasalan, karena dengan rumus apapun yang ada dalam BAB ini tidak akan menghasilkan hasil tersebut. Tabel 4. 18 Kesulitan Belajar Siswa 8 Soal Uraian Kode Soal 1.C Deskripsi Kesalahan Gambar 4. 23 Hasil Pekerjaan Siswa 8 Uraian Nomor 1.C Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam penyelesaian tidak diperiksa kembali. Siswa sudah dapat menyebutkan beberapa rusuk yang ada limas segiempat O.ABCD dengan benar. Namun, siswa kurang lengkap menyebutkan rusuk yang ada. Peneliti menduga kesulitan siswa dalam memahami unsur-unsur bangun ruang sisi datar.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 1.D Gambar 4. 24 Hasil Pekerjaan Siswa 8 Uraian Nomor 1.D Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal ruang. Peneliti menduga kesulitan siswa terletak pada siswa yang tidak dapat membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. 1.E Gambar 4. 25 Hasil Pekerjaan Siswa 8 Uraian Nomor 1.E Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa jenis kesalahan siswa terletak dalam menggunakan definisi dari diagonal sisi. Peneliti menduga bahwa siswa kesulitan menyebutkan dan membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. Pada soal ini diagonal sisi pada limas segiempat O.ABCD berjumlah 2 yaitu AC dan BD. Namun terlihat dari jawaban siswa menyebutkan bahwa diagonal sisinya adalah A, B, C, dan D, padahal nama tersebut adalah nama dari beberapa sudut yang terdapat pada limas segiempat O.ABCD. 3 Gambar 4. 26 Hasil Pekerjaan Siswa 8 Uraian Nomor 3 Dari jawaban siswa dapat diketahui bahwa siswa sudah memahami soal dengan baik. Siswa juga sudah dapat mencari panjang sisi yang dibutuhkan dalam menjawab soal. Namun, siswa tidak dapat menuliskan rumus luas permukaan prisma segitiga dengan benar. Namun siswa tidak melanjutkan untuk menghitungnya. Peneliti menduga bahwa siswa kesulitan menyebutkan rumus luas permukaan. Berdasarkan penjelasan tabel 4.17 dan 4.18 dapat diperoleh data terkait dugaan-dugaan kesulitan yang alami oleh Siswa 8. Siswa 8 mengalami kesulitan dalam membedakan unsur-unsur

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 bangun ruang sisi datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah, menyebutkan rumus luas permukaan kubus, menyebutkan rumus volume balok, dan menyebutkan rumus luas permukaan. 2. Remedial Peneliti melaksanakan pembelajaran remedial sebanyak 2 pertemuan, berikut hasil pembelajaran remedial yang dilakukan: a. Pertemuan Pertama Berikut adalah tabel proses pelaksanaan pembelajaran remedial pertemuan pertama: Tabel 4. 19 Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Pertemuan Pertama KEGIATAN DESKRIPSI Orientasi ALOKASI WAKTU 10 menit 1. Peneliti mengucapkan salam pembuka. 2. Peneliti mengabsen kehadiran siswa. Motivasi Pendahuluan 3. Peneliti menyiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran remedial. Apersepsi 4. Peneliti menggali pemahaman awal siswa dengan topik bangun ruang sisi datar. Inti 5. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan pertama. 1. Peneliti memberikan pengantar mengenai cara menggunakan program GeoGebra. 2. Peneliti menyuruh siswa berdiskusi dengan teman semeja untuk mengoperasikan program GeoGebra secara bergantian. 60 menit

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Eksplorasi 3. Dalam kegiatan ini, siswa diarahkan untuk: a. Membuat bangun ruang kubus, balok, prisma, dan limas. b. Menghubungkan dua titik dengan segmen garis. c. Membuat bidang dari titik-titik yang terdapat pada kubus. d. Membuat jaring-jaring yang terbentuk dari kubus. 4. Peneliti berkeliling sekaligus memantau siswa pada tiap meja, dan memberikan bimibingan apabila siswa menemui permasalahan dalam mengoperasikan program GeoGebra. Elaborasi 5. Peneliti melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai tool yang digunakan. Penutup Konfirmasi 6. Peneliti mengoreksi jawaban dari siswa. 7. Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk menambahkan atau membenarkan jawaban siswa. 1. Peneliti menyimpulkan kegiatan dengan siswa. 2. Peneliti mengingatkan kepada siswa untuk mempelajari program GeoGebra di rumah. 10 menit 3. Peneliti memberikan salam penutup. Pada saat pembelajaran remedial pertemuan pertama hanya menggunakan 4 laptop untuk digunakan siswa, hal tersebut dikarenakan tidak tersedianya komputer di sekolah. Siswa yang mengikuti remedial yang memiliki laptop juga hanya 2 siswa, sehingga peneliti harus mencarikan laptop untuk lebih menunjang pembelajaran remedial. Sehingga total laptop yang digunakan oleh 8 siswa adalah 4 laptop, dan peneliti membagi siswa untuk menggunakan 1 laptop untuk 2 siswa. Peneliti juga mengganggap hal tersebut akan membantu siswa karena siswa dapat berdiskusi dengan siswa lainnya yang semeja, terlebih lagi mengoperasikan program GeoGebra adalah hal yang baru bagi siswa. Namun, di sisi

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 lain peneliti melihat bahwa dalam beberapa kelompok hanya 1 siswa yang mengoperasikannya. Selama proses pembelajaran siswa terlihat antusias dengan banyak bertanya dengan peneliti. Selain dalam pembelajaran di kelas, siswa juga antusias di grup WhatsApp (WA) dengan bertanya atau mengirimkan hasil mengoperasikan program GeoGebra dari dalam Smartphone mereka. Gambar 4. 27 Antusias Siswa di Grup WhatsApp (WA) b. Pertemuan Kedua Berikut adalah tabel proses pelaksanaan pembelajaran remedial pertemuan kedua: Tabel 4. 20 Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Pertemuan Kedua KEGIATAN DESKRIPSI Orientasi 1. Peneliti mengucapkan salam pembuka. 2. Peneliti mengabsen kehadiran siswa. Pendahuluan Motivasi 3. Peneliti menyiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran remedial. ALOKASI WAKTU 10 menit

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Apersepsi 4. Peneliti menggali pemahaman awal siswa mengenai pertemuan sebelumnya. 5. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan kedua. 1. Peneliti menyuruh siswa berdiskusi dengan teman semeja untuk mengoperasikan program GeoGebra secara bergantian. Eksplorasi Inti 2. Dalam kegiatan ini, siswa diarahkan untuk: a. Membuat bangun ruang kubus. • Menyebutkan dan menghitung sisi dalam kubus. • Menyebutkan dan menghitung rusuk dalam kubus. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal bidang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal ruang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung bidang diagonal dengan menghubungkan empat titik menggunakan polygon. • Membuat jaring-jaring yang terbentuk dari kubus. • Menghitung masing-masing sisi yang terbentuk dari jaring-jaring untuk mencari luas permukaan kubus. b. Membuat bangun ruang balok. • Menyebutkan dan menghitung sisi dalam balok. • Menyebutkan dan menghitung rusuk dalam balok. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal bidang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal ruang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung bidang diagonal dengan menghubungkan empat titik menggunakan polygon. 60 menit

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 • Membuat jaring-jaring yang terbentuk dari kubus. • Menghitung masing-masing sisi yang terbentuk dari jaring-jaring untuk mencari luas permukaan balok. c. Membuat bangun ruang prisma segitiga. • Menyebutkan dan menghitung sisi dalam prisma segitiga. • Menyebutkan dan menghitung rusuk dalam prisma segitiga. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal bidang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal ruang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung bidang diagonal dengan menggunakan polygon. • Membuat jaring-jaring yang terbentuk dari prisma segitiga. • Menghitung masing-masing sisi yang terbentuk dari jaring-jaring untuk mencari luas permukaan prisma segitiga. d. Membuat bangun ruang limas segiempat. • Menyebutkan dan menghitung sisi dalam limas segiempat. • Menyebutkan dan menghitung rusuk dalam limas segiempat. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal bidang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal ruang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung bidang diagonal dengan menghubungkan tiga titik menggunakan polygon. • Membuat jaring-jaring yang terbentuk dari limas segiempat. • Menghitung masing-masing sisi yang terbentuk dari jaring-jaring untuk mencari luas permukaan limas segiempat. 3. Peneliti berkeliling sekaligus memantau siswa pada tiap meja, dan memberikan bimibingan apabila siswa menemui permasalahan dalam

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 mengoperasikan program GeoGebra atau memahami perintah yang diberikan. Elaborasi 4. Peneliti melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai tool yang digunakan dan hasil diskusi siswa untuk menjawab perintah yang diberikan. Konfirmasi 5. Peneliti mengoreksi jawaban dari siswa. 6. Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk menambahkan atau membenarkan jawaban siswa. 1. Peneliti menyimpulkan kegiatan dengan siswa. 2. Peneliti mengingatkan kepada siswa untuk mempelajari program GeoGebra di rumah dan akan mengadakan tes pengukuran akhir pada pertemuan selanjutnya. Penutup 10 menit 3. Peneliti memberikan salam penutup. Pada saat pembelajaran remedial pertemuan kedua tetap menggunakan 4 laptop untuk digunakan siswa. Siswa yang mengikuti remedial masih berjumlah 8 siswa. Selama proses pembelajaran siswa terlihat antusias dengan banyak bertanya dengan peneliti. Namun terdapat salah satu kelompok yang malah kebanyakan bercanda dan mengganggu siswa lainnya, sehingga peneliti meminta salah satu siswa untuk mengoperasikan laptop peneliti yang tersambung dengan proyektor. Dengan demikian siswa menjadi serius untuk mengikuti pembelajaran remedial dan kelas dapat kembali kondusif. Terdapat beberapa kelompok yang tertinggal dari kelompok lain, dikarenakan kurang memahami konsep jawaban yang diminta dan lupa menggunakan tools yang diperlukan untuk menjawab perintah. Ketika

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 siswa mampu melaksanakan perintah dari peneliti, siswa dapat menyimpulkan sendiri jawaban dari perintah tersebut. Gambar 4. 28 Pembelajaran Remedial Pertemuan Kedua 3. Hasil Remedial Pada tes pengukuran akhir ini, siswa duduk sendiri dalam satu meja. Hal tersebut agar siswa mengerjakan secara mandiri dan tidak kerjasama dengan siswa lainnya. Saat mengerjakan tes pengukuran awal berlangsung, siswa tidak saling pinjam alat tulis karena sudah diingatkan oleh peneliti sebelumnya. Walaupun seluruh siswa sudah membawa alat tulis masing-masing, namun saat mengerjakan soal siswa tidak menggunakannya dengan maksimal. Misalnya siswa sudah

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 membawa penggaris, namun tidak menggunakannya untuk menggambar bangun ruang sisi datar. Ketika peneliti mendekati beberapa siswa yang sudah selesai mengerjakan, peneliti menegur siswa untuk lebih teliti lagi jika jawaban siswa salah ataupun benar agar siswa mengoreksi jawabannya kembali. Berikut adalah hasil analisisnya: a. Hasil Analisis Tes Pengukuran Akhir Nilai dari siswa yang setelah megikuti remedial dengan menggunakan program GeoGebra. Berikut tabel nilai tes pengukuran akhir siswa dan untuk beberapa pekerjaan siswa secara lengkap terdapat pada Lampiran 3: Tabel 4. 21 Hasil Tes Pengukuran Akhir No Nama Siswa Nilai Keterangan 1 Siswa 1 73,5 Belum Tuntas 2 Siswa 2 73,5 Belum Tuntas 3 Siswa 3 96 Tuntas 4 Siswa 4 74 Belum Tuntas 5 Siswa 5 94 Tuntas 6 Siswa 6 93 Tuntas 7 Siswa 7 100 Tuntas 8 Siswa 8 88 Tuntas Dari tabel 4.21 terdapat dua siswa yang nilainya masih berada di bawah KKM yang ditentukan sekolah yaitu 75. Namun jika dibandingkan dengan hasil tes pengukuran awal, nilai dari masing-masing siswa meningkat pada tes pengukuran akhir ini. Hal tersebut dapat menjadi acuan bahwa remedial menggunakan

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 program GeoGebra dapat membantu mengatasi kesulitan belajar siswa. Berikut adalah analisis keberhasilan remedial menggunakan program GeoGebra dapat membantu mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh masing-masing siswa: 1. Siswa 1 Siswa 1 yang memiliki kesulitan dalam memahami dan membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, memahami pola hitung, dan mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab secara garis besar sudah dapat teratasi kesulitannya. Berikut adalah tabel analisis keberhasilan remedial menggunakan program GeoGebra pada Siswa 1: Tabel 4. 22 Keberhasilan Remedial Siswa 1 Kode Soal PG 6 Jawaban Siswa A.Kubus U 1.B U 1.C Gambar 4. 29 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Nomor 1 Kesulitan Siswa Analisis Keberhasilan Memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat mengubah jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang sisi datar. Memahami unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah dapat memahami unsur-unsur pada bangun ruang sisi datar.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 U2 Memahami pola hitung dan mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal Gambar 4. 30 Hasil Pekerjaan Siswa 1 Nomor 2 Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah dapat mencari data yang dibutuhkan yaitu mencari luas alas prisma dengan mencari luas segitiga dan siswa juga sudah dapat menghitung dengan benar. Dari tabel 4.22 terlihat bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar. Walaupun siswa masih memiliki kesulitan dan belum tuntas, namun hasil tes pengukuran akhir siswa mengalami peningkatan dari hasil tes pengukuran awal yaitu dari 65 menjadi 73,5. 2. Siswa 2 Siswa 2 yang memiliki kesulitan dalam memahami dan membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, memahami sifat-sifat bangun datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, menyebutkan rumus luas permukaan kubus, memahami maksud soal, memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah, dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. Berikut adalah tabel analisis keberhasilan remedial menggunakan program GeoGebra pada Siswa 2:

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Tabel 4. 23 Keberhasilan Remedial Siswa 2 Kode Soal PG 6 Jawaban Siswa A.Kubus U 1.B U 1.C Gambar 4. 31 Hasil Pekerjaan Siswa 2 Nomor 1 U2 Gambar 4. 32 Hasil Pekerjaan Siswa 2 Nomor 2 Kesulitan Siswa Analisis Keberhasilan Memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat mengubah jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang sisi datar. Memahami unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah dapat memahami unsur-unsur pada bangun ruang sisi datar, walaupun dari jawaban siswa kurang lengkap dalam menyebutkannya. Memahami maksud soal dan memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah dapat memahami soal dengan benar dan memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah dengan mencari luas segitiga dan siswa juga sudah dapat menghitung dengan benar. Dari tabel 4.23 terlihat bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan unsur-unsur yang ada pada

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 bangun ruang sisi datar, memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar, menyebutkan rumus luas permukaan kubus, dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. Walaupun siswa masih memiliki kesulitan dan belum tuntas, namun hasil tes pengukuran akhir siswa mengalami peningkatan dari hasil tes pengukuran awal yaitu dari 46 menjadi 73,5. 3. Siswa 3 Siswa 3 yang memiliki kesulitan dalam memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar, membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, dan menghitung operasi aljabar. Berikut adalah tabel analisis keberhasilan remedial menggunakan program GeoGebra pada Siswa 3: Tabel 4. 24 Keberhasilan Remedial Siswa 3 Kode Soal Jawaban Siswa Kesulitan Siswa Analisis Keberhasilan PG 1 B.Kubus Memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar. PG 6 A.Kubus Memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat mengubah jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang sisi datar.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 U 1.B U 1.C U 1.D U 1.E Membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat menjawab keseluruhan soal dengan benar. Sehingga siswa dapat membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. Menghitung operasi aljabar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah dapat menghitung operasi aljabar dengan benar. Gambar 4. 33 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Nomor 2 U3 Gambar 4. 34 Hasil Pekerjaan Siswa 3 Nomor 3 Dari tabel 4.24 terlihat bahwa siswa sudah dapat mengatasi kesulitan yang dialami sebelumnya. Hal tersebut juga didukung dengan hasil tes pengukuran akhir siswa mengalami peningkatan dari hasil tes pengukuran awal yaitu dari 74 menjadi 96. 4. Siswa 4 Siswa 4 yang memiliki kesulitan dalam memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar, membedakan unsur-unsur bangun ruang sisi datar, menyebutkan rumus volume limas, menyebutkan rumus luas permukaan kubus, menyebutkan rumus volume balok, dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. Berikut adalah tabel analisis keberhasilan remedial menggunakan program GeoGebra pada Siswa 4:

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Tabel 4. 25 Keberhasilan Remedial Siswa 4 Kode Soal Jawaban Siswa Kesulitan Siswa Analisis Keberhasilan Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar. PG 4 D.Limas Segitiga Memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar PG 8 D.12 cm3 Menyebutkan Dari jawaban rumus volume siswa terlihat limas bahwa siswa dapat menyebutkan rumus volume limas dengan menjawab soal dengan benar. PG 10 A.320 cm3 Menyebutkan Dari jawaban rumus volume siswa terlihat balok bahwa siswa dapat menyebutkan rumus volume balok dengan menjawab soal dengan benar. Dari tabel 4.25 terlihat bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, menyebutkan rumus luas permukaan kubus, dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. Walaupun siswa masih memiliki kesulitan dan belum tuntas, namun hasil tes pengukuran akhir siswa mengalami peningkatan dari hasil tes pengukuran awal yaitu dari 69 menjadi 74.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 5. Siswa 5 Siswa 5 yang memiliki kesulitan dalam memahami sifat-sifat bangun datar, memahami unsur-unsur bangun ruang sisi datar, memahami maksud soal, membedakan bentuk-bentuk bangun ruang sisi datar, menyebutkan unsur-unsur bangun ruang sisi datar, menggambar jaring-jaring bangun ruang sisi datar, dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. Berikut adalah tabel analisis keberhasilan remedial menggunakan program GeoGebra pada Siswa 5: Tabel 4. 26 Keberhasilan Remedial Siswa 5 Kode Soal Jawaban Siswa Kesulitan Siswa Analisis Keberhasilan PG 4 D.Limas Segitiga Memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah memahami sifat-sifat bangun ruang sisi datar. PG 7 C.160 cm2 Menyebutkan rumus luas permukaan prisma Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat menyebutkan rumus luas permukaan prisma dengan menjawab soal dengan benar.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 U 1.A Membedakan bentuk-bentuk bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat menggambarkan sebuah kubus, sehingga siswa dapat membedakan bentuk kubus dengan bangun ruang sisi datar yang lainnya. Menyebutkan unsur-unsur bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat menjawab keseluruhan soal dengan benar. Sehingga siswa dapat menyebutkan unsur-unsur bangun ruang sisi datar. Menggambar jaring-jaring bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat menggambar jaring-jaring kubus dengan benar. Sehingga siswa sudah dapat menggambar jaring-jaring bangun ruang sisi datar. Gambar 4. 35 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Nomor 1.A U 1.B U 1.C U 1.D U 1.E Gambar 4. 36 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Nomor 1.B, 1.C, 1.D, dan 1.E U 1.F Gambar 4. 37 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Nomor 1.F

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 U3 Memahami maksud soal Gambar 4. 38 Hasil Pekerjaan Siswa 5 Nomor 3 Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah dapat memahami soal dengan benar dan mampu menyeleaikan soal dengan benar. Dari tabel 4.26 terlihat bahwa siswa sudah dapat mengatasi kesulitan yang dialami sebelumnya. Hal tersebut juga didukung dengan hasil tes pengukuran akhir siswa mengalami peningkatan dari hasil tes pengukuran awal yaitu dari 40 menjadi 94. 6. Siswa 6 Siswa 6 yang memiliki kesulitan dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah, menyebutkan rumus luas permukaan kubus, menyebutkan rumus volume balok, dan menghitung operasi aljabar. Berikut adalah tabel analisis keberhasilan remedial menggunakan program GeoGebra pada Siswa 6: Tabel 4. 27 Keberhasilan Remedial Siswa 6 Kode Soal PG 6 Jawaban Siswa A.Kubus Kesulitan Siswa Analisis Keberhasilan Memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat mengubah jaring-jaring menjadi sebuah

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 bangun ruang sisi datar. PG 9 B.384 cm2 U2 Gambar 4. 39 Hasil Pekerjaan Siswa 6 Nomor 2 Menyebutkan rumus luas permukaan kubus Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat menyebutkan rumus luas permukaan kubus dengan menjawab soal dengan benar. Memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah dan menghitung operasi aljabar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah dapat memahami soal dengan benar dan memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah dengan mencari luas segitiga dan siswa juga sudah dapat menghitung dengan benar. Dari tabel 4.27 terlihat bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar dan menyebutkan rumus volume balok. Walaupun siswa masih memiliki kesulitan dan belum tuntas, namun hasil tes pengukuran akhir siswa mengalami peningkatan dari hasil tes pengukuran awal yaitu dari 65 menjadi 93. 7. Siswa 7 Siswa 7 yang memiliki kesulitan dalam memahami dan membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 datar, dan mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal. Berikut adalah tabel analisis keberhasilan remedial menggunakan program GeoGebra pada Siswa 7: Tabel 4. 28 Keberhasilan Remedial Siswa 7 Kode Soal Jawaban Siswa U 1.B U 1.C U 1.D U 1.E Gambar 4. 40 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Nomor 1.B, 1.C, 1.D, dan 1.E U2 Gambar 4. 41 Hasil Pekerjaan Siswa 7 Nomor 2 Kesulitan Siswa Analisis Keberhasilan Memahami dan membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat mengubah jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang sisi datar. Mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah dapat mencari data yang dibutuhkan yaitu mencari luas alas prisma dengan mencari luas segitiga terlebih dahulu. Dari tabel 4.28 terlihat bahwa siswa sudah dapat mengatasi kesulitan yang dialami sebelumnya. Hal tersebut juga didukung dengan hasil tes pengukuran akhir siswa mengalami peningkatan dari hasil tes pengukuran awal yaitu dari 58 menjadi 100. 8. Siswa 8 Siswa 8 yang memiliki kesulitan dalam membedakan unsurunsur bangun ruang sisi datar, memahami sifat jaring-jaring

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 bangun ruang sisi datar, memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah, menyebutkan rumus luas permukaan kubus, menyebutkan rumus volume balok, dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. Berikut adalah tabel analisis keberhasilan remedial menggunakan program GeoGebra pada Siswa 8: Tabel 4. 29 Keberhasilan Remedial Siswa 8 Kode Soal Jawaban Siswa Kesulitan Siswa Analisis Keberhasilan PG 6 A.Kubus Memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat mengubah jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang sisi datar. PG 7 C.160 cm2 Menyebutkan rumus luas permukaan prisma Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa dapat menyebutkan rumus luas permukaan prisma dengan menjawab soal dengan benar. PG 10 A.320 cm3 Menyebutkan Dari jawaban rumus volume siswa terlihat balok bahwa siswa dapat menyebutkan rumus volume balok dengan menjawab soal dengan benar.

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 U3 Memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah Gambar 4. 42 Hasil Pekerjaan Siswa 8 Nomor 3 Dari jawaban siswa terlihat bahwa siswa sudah dapat memahami soal dengan benar dan memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah dengan mencari luas dari masing-masing sisinya dan siswa juga sudah dapat menghitung dengan benar. Dari tabel 4.29 terlihat bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar dan menyebutkan rumus luas permukaan kubus. Walaupun siswa masih memiliki kesulitan dan belum tuntas, namun hasil tes pengukuran akhir siswa mengalami peningkatan dari hasil tes pengukuran awal yaitu dari 56 menjadi 88. b. Hasil Analisis Angket Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan program GeoGebra peneliti menggunakan angket terbuka. Berdasarkan hasil angket, respon dari masing-masing siswa dideskripsikan sebagai berikut dan untuk beberapa angket siswa secara lengkap terdapat pada Lampiran 4: 1. Siswa 1 Siswa pernah memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai media untuk belajar. Tanggapan siswa mengenai program

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 GeoGebra juga sangat baik. Siswa merasa puas dengan program GeoGebra, dengan grafiknya yang sangat bagus dan siswa merasa dapat menggunakan dengan baik. Siswa juga merasa ada peningkatan pengetahuan yang didapat setelah mengikuti remedial dengan memanfaatkan program GeoGebra. 2. Siswa 2 Siswa belum pernah menggunakan media atau aplikasi untuk membantunya dalam belajar dikarenakan malas. Terlebih lagi siswa juga belum mengenal program GeoGebra sebelumnya. Dalam mengikuti remedial yang dilakukan, siswa merasa senang karena dalam pembelajaran terasa santai menurutnya. Siswa merasa ada peningkatan pemahamannya dalam mempelajari materi bangun ruang sisi datar setelah mengikuti remedial. Menurut siswa, program GeoGebra juga bagus dan gampang digunakan. 3. Siswa 3 Siswa sudah memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik. Salah satu yang dimanfaatkan adalah untuk belajar matematika. Siswa pernah menggunakan aplikasi yang dapat digunakan untuk belajar matematika, misalnya: BimbelBee, Youtube, dan Photomath. Namun siswa belum pernah sebelumnya menggunakan program GeoGebra unuk membantunya. Pada saat awal menggunakan program GeoGebra siswa merasa kebinggungan, namun lama kelamaan siswa dapat menggunakannya dengan baik. Siswa merasa bahwa program GeoGebra bias

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 memudahkan dalam mempelajari materi bangun ruang sisi datar. Remedial yang telah dilaksanakan juga dapat membantu siswa dalam mengingat kembali. 4. Siswa 4 Sebelumnya menggunakan program GeoGebra siswa pernah menggunakan aplikasi lainnya untuk belajar yaitu Ruangguru dan Youtube. Siswa juga merasa senang mempelajari bangun ruang sisi datar dengan menggunakan program GeoGebra. Siswa juga sudah lebih memahami materi bangun ruang sisi datar setelah mengikuti remedial yang telah dilaksanakan. 5. Siswa 5 Setelah mengikuti program remedial, siswa merasa senang karena dapat belajar lagi mengenai bangun ruang sisi datar. Siswa merasa program GeoGebra memudahkan untuk membuat gambar bangun ruang sisi datar dan juga memudahkan dalam menentukan diagonal ruang serta diagonal sisi. Menurutnya dengan program GeoGebra tidak membuat bosan untuk belajar. Sebenarnya pemanfaatan perkembangan teknologi dalam belajar bukanlah hal yang baru bagi siswa, karena siswa sebelumnya pernah menggunakan beberapa aplikasi untuk belajar. Namun untuk menggunakan program GeoGebra adalah hal baru bagi siswa. 6. Siswa 6 Siswa pernah menggunakan Youtube dan Google untuk membantunya dalam belajar. Namun siswa belum pernah

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 menggunakan program GeoGebra sebelumnya. Menurut siswa, menggunakan program GeoGebra lebih mudah dan sangat membantu dalam memahami bangun ruang sisi datar. Siswa juga merasa senang mengikuti remedial karena menambah pengalaman siswa. 7. Siswa 7 Setelah mengikuti remedial menggunakan program GeoGebra siswa semakin paham mengenai diagonal sisi dan diagonal ruang pada bangun ruang sisi datar. Siswa juga lebih memahami materi bangun ruang sisi datar setelah mengikuti remedial. Siswa sebelumnya belum mengenal program GeoGebra, namun siswa pernah menggunakan aplikasi yang lainnya untuk membantu dalam memepelajari matematika. 8. Siswa 8 Siswa sudah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk belajar. Siswa juga belum pernah menggunakan program GeoGebra sebelumnya. Dengan program GeoGebra yang diajarkan sangat membantu siswa dalam mempelajari bangun ruang sisi datar. Siswa juga merasa senang mengikuti remedial dengan memanfaatkan program GeoGebra, karena siswa dapat melakukan dan mencoba sendiri mengoperasikan program GeoGebra.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 C. Pembahasan Selama penelitian berlangsung, peneliti menggunakan langkahlangkah sebagai berikut dan untuk proses pelaksanaan pembelajaran secara lengkap terdapat pada Lampiran 6: 1. Diagnosis Kesulitan Siswa Pada penelitian ini, peneliti mencari informasi untuk mengetahui siswa yang mengalami kesulitan belajar dan kesulitan apa saja yang dialami oleh siswa dalam mempelajari bangun ruang sisi datar dengan melakukan wawancara kepada guru dan memberikan tes pengukuran awal kepada siswa Berdasarkan dari hasil analisis wawancara dan hasil analisis tes pengukuran awal peneliti memperoleh gambaran mengenai kesulitankesulitan dan faktor penyebab terjadinya kesulitan yang dialami siswa. Berikut adalah kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa: • Membedakan bentuk-bentuk bangun ruang sisi datar • Memahami unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar • Membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar • Memahami sifat-sifat bangun datar • Memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar • Menggambar jaring-jaring bangun ruang sisi datar • Memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah • Menyebutkan rumus luas permukaan kubus • Menyebutkan rumus luas permukaan prisma • Menyebutkan rumus volume limas

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 • Menyebutkan rumus volume balok • Mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal • Memahami maksud soal • Memahami pola hitung • Menghitung operasi aljabar Sedangkan faktor penyebab kesulitan belajar siswa adalah guru tidak pernah menggunakan media berbasis teknologi dalam pembelajaran, sehingga siswa merasa bosan dan tidak tertarik terhadap pembelajaran. 2. Alternatif Tindakan Setelah memperoleh data terkait kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa. Peneliti memberikan alternatif tindakan berupa alternatif kegiatan lain yang setara dengan kegiatan pembelajaran yang sudah ditempuh dan mempunyai tujuan yang sama baiknya. Alternatif tindakan sifatnya instruksional maupun efek pengiring memanfaatkan program GeoGebra. Pemanfaatan program GeoGebra yang pembelajaran remedial adalah sebagai berikut: digunakan dalam

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 a. Sebagai media demonstrasi dan visualisasi Pada proses pembelajaran remedial, peneliti memanfaatkan program GeoGebra untuk mendemonstrasikan dan memvisualisasikan konsep-konsep yang ada pada materi bangun ruang sisi datar, antara lain: membedakan bentuk-bentuk bangun ruang sisi datar, memahami unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, dan membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar. Gambar 4. 43 Pemanfaatan GeoGebra Sebagai Media Demonstrasi dan Visualisasi

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 b. Sebagai alat bantu konstruksi Pada proses pembelajaran remedial, peneliti memanfaatkan program GeoGebra untuk menggambarkan konstruksi konsepkonsep yang ada pada materi bangun ruang sisi datar, antara lain: memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar dan menggambar jaring-jaring bangun ruang sisi datar. Gambar 4. 44 Pemanfaatan GeoGebra Sebagai Alat Bantu Konstruksi c. Sebagai alat bantu penemuan Pada proses pembelajaran remedial, peneliti memanfaatkan program GeoGebra untuk menemukan konsep-konsep yang ada pada materi bangun ruang sisi datar, antara lain: menyebutkan

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 rumus luas permukaan kubus dan menyebutkan rumus luas permukaan prisma. Gambar 4. 45 Pemanfaatan GeoGebra Sebagai Alat Bantu Penemuan 3. Evaluasi Pembelajaran Remedial Dari hasil analisis tes pengukuran awal dan tes pengukuran akhir menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa. Kesulitan yang dialami siswa secara garis besar dapat teratasi setelah mengikuti pembelajaran remedial dengan memanfaatkan program GeoGebra, karena kesulitan yang dialami masing-masing siswa berkurang. Walaupun masih terdapat 3 siswa yang belum memenuhi batas KKM yang telah ditentukan oleh sekolah. Dari hasil angket mengenai respon siswa terhadap pembelajaran remedial dengan memanfaatkan program GeoGebra menunjukkan bahwa siswa merasa sangat terbantu. Siswa merasa bahwa program GeoGebra mudah digunakan dan merupakan aplikasi yang bagus. Peneliti merasa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pembelajaran matematika pada saat ini dapat menarik perhatian siswa dan membantu siswa.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 D. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, berikut ini adalah keterbatasan penelitian tentang penggunaan program GeoGebra dalam pembelajaran remedial: 1. Keterbatasan waku penelitian yang hanya 1 bulan, sehingga peneliti harus menyusun waktu yang tepat untuk mengambil data. 2. Keterbatasan program GeoGebra yang tidak dimodifikasi oleh peneliti, sehingga program GeoGebra pada penelitian ini merupakan program GeoGebra yang bersifat umum. 3. Keterbatasan penggunaan program GeoGebra untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Terdapat beberapa kesulitan yang tidak dapat dibantu dengan GeoGebra yaitu kesulitan: mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal, memahami maksud soal, memahami pola hitung, dan menghitung operasi aljabar yang tidak dapat dibantu oleh program GeoGebra. 4. Keterbatasan dalam mencari informasi mengenai kesulitan belajar yang dialami siswa, karena tidak adanya instrumen yang mengkonfirmasi kembali kesulitan yang dialami siswa. Akibatnya kesulitan siswa tidak dapat diketahui secara pasti hanya dengan analisis kesalahan siswa. E. Refleksi Saat aku hampir lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) aku berfikir tidak akan melanjutkan studiku. Aku sangat yakin bahwa aku akan bekerja setelah aku lulus nanti. Mengingat kedua kakakku yang kuliah dan

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 menurutku hanya menghabiskan uang dan waktu pada saat itu. Seandainya aku bekerja, aku pasti akan mendapatkan uang sendiri dan tidak menyusahkan kedua orang tuaku. Namun ketika keinginanku itu aku utarakan kepada kedua orang tuaku, orang tuaku bersikeras agar aku melanjutkan studiku. Walaupun berat menurutku jika membiayai kedua anak sekaligus untuk kuliah di perguruan tinggi swasta sekelas Universitas Sanata Dharma, karena kakakku yang pertama sudah lulus saat aku kelas 3 SMA. Bagi orang tuaku pendidikan ialah hal terpenting untuk masa depan, karena menurut orang tuaku hanya pendidikanlah yang dapat mereka wariskan kepada ketiga anaknya. Disaat itu aku mulai berfikir untuk menuruti keinginan kedua orang tuaku. Kebetulan di sekolahku ada promosi dari berbagai perguruan tinggi, dan salah satunya ialah Universitas Sanata Dharma. Aku mulai tertarik dengan universitas ini, apalagi kakakku yang kedua juga kuliah di universitas ini. Aku mulai bertanya-tanya dengannya dan mencari informasi melalui internet di warnet pada saat itu. Ketika aku mulai mantap memilih Universitas Sanata Dharma, aku justru kebinggungan untuk memilih program studi yang akan kuambil. Hanya olahraga dan matematika yang memiliki nilai lumayan dalam raporku selama ini. Namun di Universitas Sanata Dharma tidak ada program studi olahraga. Hingga akhirnya aku memilih program studi pendidikan matematika, selain karena faktor nilai raporku yang lumayan baik di matematika. Faktor ayahku dan pamanku juga mempengaruhinya, karena mereka adalah guru matematika dan mampu mencukupi keluarganya

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 bahkan tidak kekurangan dalam hidupnya. Walaupun aku sudah memilih dan diterima di program studi pendidikan matematika, aku tetap belum sepenuh hati memilihnya. Hingga aku pergi ke kota istimewa ini dengan rasa sedikit bimbang akan jalan yang aku pilih. Aku tinggal dengan kakakku dari 2014 hingga tahun 2015 di kamar yang sama dengan ukuran 3 X 4 meter, selama itu pula aku merasa ada tanggung jawab yang harus aku tunjukkan kepada kedua orang tua utamanya. Melihat kakakku yang kuliah hampir 7 tahun membuatku sadar bahwa ada kedua orang tuaku yang menunggu kabar kelulusan dari anaknya. Aku pun bertekad tidak akan mengulangi hal yang sama seperti yang dilakukan oleh kakakku itu. Awal perkuliahan hingga semester 2 aku sangat rajin, selalu berangkat kuliah dengan tepat waktu dan mengerjakan tugas-tugas dari dosen dengan giat. Setiap malam aku belajar mengulangi pelajaran siang tadi. Namun aku mulai merasa usahaku sia-sia ketika salah seorang teman kuliahku yang sering membolos dan tidak pernah mengerjakan tugas malah mendapat nilai yang lebih baik dariku. Disitulah titik balikku, aku mulai malas-malasan mengikuti perkuliahan bahkan membolos. Hingga aku melupakan harapan kedua orang tuaku yang mengharapkan aku sungguhsungguh kuliah di Jogja. Semester 3 aku mulai mendapat teman-teman yang menjadi teman seperjuanganku selama kuliah. Aku mulai semangat lagi untuk kuliah karena memiliki teman-teman yang luar biasa menurutku. Dengan mereka aku mengerjakan tugas dan belajar. Namun dengan mereka pula aku

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 membolos dan saling mencontek saat ujian. Mereka tidak hanya teman di kampus, kami pernah saling mengunjungi rumah dan bermain di objek wisata terdekat dari rumah tujuan. Membolos hanya untuk bermain game pernah kami lakukan, padahal pada saat itu kami sudah sampai kelas dan kelas akan dimulai. Sekedar melepas penat dari rutinitas perkuliahan yang semakin tinggi tingkat semesternya semakin ingin cepat menikah. Namun merekalah yang membuat semangatku kembali lagi. Hingga pada saatnya aku mencapai final pada fase ini. Skripsi merupakan pertaruhan dari segala prosesku di perkuliahan ini. Skripsi seperti hal utama yang menentukan, karena banyak mahasiswa yang proses perkuliahannya baik namun ketika sampai pada fase ini kemudian menghilang tanpa kabar dan tidak mendapatkan gelar sarjana. Aku juga berkaca dengan pengalaman kakakku yang terkendala mendapatkan gelar sarjana hanya karena malas mengerjakan skripsinya, walaupun pada akhirnya ia mendapatkan gelar tersebut. Ketika aku memilih dosen pembimbing, aku memilih dosen yang menurutku membuatku nyaman ketika konsultasi nanti. Dan benar aku mendapatkan dosen pembimbing sesuai dengan pilihanku. Dosen itu bernama Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd.. Dosen yang selalu mengingatkanku akan perkembangan skripsiku. Dosen yang santai namun serius saat membimbing. Dosen yang mengingatkanku kembali akan harapan dari kedua orang tuaku. Awal-awal bimbingan kami semua di dalam tahap yang sama. Namun ketika bimbingan dilakukan dengan cara online, aku tertinggal

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 dengan teman-teman sebimbinganku. Hingga mereka satu per satu sidang skripsi, aku tetap setia di BAB 2. Aku mulai mengerjakan kembali ketika aku melihat mereka wisuda dengan streaming lewat youtube September lalu. Aku teringat dengan mereka yang dahulu selalu bersamaku melewati perkuliahan dengan segala dinamikanya. Pada saat itu juga aku langsung membuka laptop yang sudah lama tidak aku buka, dan mengerjakan BAB 3. Hingga aku selesai mengerjakan skripsi ini, mungkin karena aku teringat kembali akan harapan orang tuaku lewat orang-orang disekitarku yang selalu mendukung skripsi ini. Perjalananku kuliah di Jogja ini memang harus segera selesai. Aku memang lulus di semester 9, lumayanlah lebih baik dari kedua kakakku itu. Dan aku bisa pulang dengan nyaman sekarang. Karena setiap aku pulang yang ditanyakan kapan lulusnya oleh kedua orang tuaku. Namun ini adalah awal dari perjalananku yang baru. Setelah lulus ini, aku akan bekerja karena aku tidak mau membebani kedua orang tuaku lagi. Ya mungkin aku bisa menjadi guru di sebuah sekolah yang dapat menghidupiku nanti, atau aku mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan dari seorang guru, atau bekerja menjadi guru dan memiliki sampingan lain. Karena semua kemungkinan itu ada. Tidak cukup rasanya menuliskan dan mencurahkan semua pengalamanku selama kuliah di sini. Dan yang terakhir ini, aku ucapkan terimakasih Universitas Sanata Dharma dengan segala kenangan dan perjuanganku di sini.

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh serta analisis data yang dilakukan dalam penelititan ini, ada beberapa kesimpulan yang diperoleh antara lain: 1. Hasil tes pengukuran awal dan wawancara menunjukan bahwa kesulitan siswa dalam mempelajari bangun ruang sisi datar terletak pada kesulitan dalam membedakan bentuk-bentuk bangun ruang sisi datar, memahami unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, membedakan unsur-unsur yang ada pada bangun ruang sisi datar, memahami sifat-sifat bangun datar, memahami sifat jaring-jaring bangun ruang sisi datar, menggambar jaring-jaring bangun ruang sisi datar, memilih rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah, menyebutkan rumus luas permukaan: kubus dan prisma, menyebutkan rumus volume: limas dan balok, mencari data yang dibutuhkan untuk menjawab soal, memahami maksud soal, memahami pola hitung, dan menghitung operasi aljabar. 2. Keberhasilan pengaruh pemanfaatan program GeoGebra dalam mengatasi kesulitan belajar ditunjukan dengan berkurangnya kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran remedial dengan memanfaatkan program GeoGebra pada hasil tes pengukuran akhir. Hasil angket respon siswa terhadap pembelajaran juga menunjukan respon positif dimana seluruh siswa 129

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 merasa terbantu dengan adanya program GeoGebra dalam pembelajaran remedial. B. Saran Berkaitan dengan hasil penelitian yang diperoleh, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut: 1. Bagi Siswa a. Diharapkan bagi siswa untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai penunjang dalam belajar. b. Diharapkan bagi siswa untuk menyesuaikan cara belajar agar dapat lebih memahami penjelasan dari guru. c. Diharapkan bagi siswa untuk tidak takut maupun ragu untuk bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan dalam memahami materi. 2. Bagi Guru a. Guru hendaknya mengikuti perkembangan teknologi agar tidak ketinggalan dengan siswa dan dapat mengaplikasikannya pada pembelajaran. b. Guru hendaknya menggunakan metode yang lebih bervariasi agar pembelajaran matematika disekolah tidak membuat siswa bosan. c. Guru diharapkan melakukan diagnosis terhadap kesulitan belajar yang dialami siswa sehingga dapat menentukan program remedial yang sesuai bagi siswa-siswanya.

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 3. Bagi Penelitian Selanjutnya a. Diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat mengembangkan media pembelajaran dengan memanfaatkan program GeoGebra menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. b. Diharapkan bagi penelitian selanjutnya untuk dapat mengajak siswa mengeksplorasi GeoGebra, sehingga dalam penggunaanya siswa mendapatkan pengalaman serta pengetahuan yang lebih baik terkait konsep-konsep matematika.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman, Mulyono. 2009. Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Afrizal. 2014. Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta: Rajawali Pers. Agus, Nuniek Avianti. 2007. Mudah Belajar Matematika 2: Untuk Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsabawiyah. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Basrowi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta. Depdiknas. 2003. Undang-undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Deviani, Ririn. 2017. Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (SESIOMADIKA). Hal 432 – 439. Entang, M. 1984. Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Gora, Winastwan. 2010. Pakematik: Strategi Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK. Jakarta: Elex Media Komputindo. Hadar, dkk. 1987. An Empirial Classification Model for Error in High Scholl Mathematics. Journal for Research in Mathematics Education, Vol. 18, No.1 (Jan, 1987), pp. 3-1. http://www.jstor.org/stable/pdf/749532.pdf. [Januari 1987].

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Hohenwater, M & Fuchs, K. 2004. Combination of Dynamic Geometry, Algebra, and Calculus in the Software System GeoGebra. Tersedia: www.GeoGebra.org/publications/pecs2004.pdf. [16 November 2010]. Irham, Muhamad. 2013. Psikologi Pendidikan: Teori dan Analisis Pengujian Laboratoriumikasi dalam Proses Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Jamaris, Martini. 2014. Kesulitan Belajar: Perspektif, Asesmen, dan Penanggulangannya bagi Anak Usia Dini dan Usia Sekolah. Bogor: Ghalia Indonesia. Latuheru, John D. 1988. Media Pembelajaran dalam Proses Belajar-Mengajar Masa Kini. Jakarta: Debdikbud Dikjendikti Proyek Pengembangan Lembaga. Miarso, Yusufhadi. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana. Mulyadi. 2010. Diagnosis Kesulitan Belajar dan Bimbingan Terhadap Kesulitan Belajar Khusus. Yogyakarta: Nuha Litera. Rusman. 2013. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru (Edisi 2). Jakarta: Raja Grafindo Persada. Soedjaji, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Depdiknas. Sugihartono. 2013. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA. Sukardi. 2008. Evaluasi Pendidikan: Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta Timur: Bumi Aksara.

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Suryabrata, Samadi. 1984. Psikologi Pendidikan. Jakarta: C.V Rajawali. Suwaji, Untung Trisna. 2008. Permasalahan Pembelajaran Geometri Ruang SMP dan Alternatif Pemecahannya. Yogyakarta: PPPPTK Matematika. Suwaji, Untung Trisna. 2009. Kapita Selekta Pembelajaran Geometri Ruang di SMP. Yogyakarta: PPPPTK Matematika. Syahbana, Ali. 2016. Belajar Menguasai GeoGebra (Program Aplikasi Pembelajaran Matematika). Palembang: NoerFikri Offset. Warsita, Bambang. 2008. Teknologi Pembelajaran: Landasan dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta. Widdiharto, Rachmadi. 2008. Diagnosis Kesulitan Belajar Matematika SMP dan Alternatif Proses Remidinya. Yogyakarta: PPPPTK Matematika. Widyoko, S. Eko Putro. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran: Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wijaya, Cece. 1996. Pendidikan Remedial: Sarana Pengembangan Mutu Sumber Daya Manusia. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 LAMPIRAN

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 Surat Melaksanakan Penelitian

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 Hasil Tes Pengukuran Awal

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 Hasil Tes Pengukuran Akhir

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 Hasil Angket Respon Siswa

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 Transkrip Wawancara Guru Keterangan :P G : Peneliti : Guru P : Namanya siapa bu? G : Nama saya Indah Raflesiana, S.Pd. P : Guru matematika untuk kelas berapa? G : Guru matematika untuk kelas VII, VIII, dan IX. P : Untuk di SMP kan ada materi bangun ruang sisi datar ya bu? G : Iya. P : Apakah dalam menjelaskan bangun ruang sisi datar itu sulit menurut ibu? G : Sulit sekali, untuk supaya anak-anak mau menerima konsep it utu sulit sekali. Karena apalagi yang berhubungan sama bangun datar yang belah ketupat, layang-layang, sama trapesium. Kalo yang lainnya, anak bisa. P : Bangun ruang sisi datar yang dimaksud di sini itu misalnya kubus, balok itu bu. G : O iya P : Materi terakhir di kelas VIII G : O iya-iya materi di kelas VIII, berarti kubus sama prisma itu P : Iya bu G : Susah, susah banget mas P : Apakah pernah menggunakan media untuk menjelaskan materi tersebut?

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI G : Pernah. P : Misalnya? G : Alat peraga, saya membawa alat peraga di dalam kelas. Jadi membawa jaringjaring prisma untuk mencari Luas Permukaan prisma, terus membawa jaring-jaring limas untuk mencari Luas Permukaannya. P : Kalau menggunakan teknologi, aplikasi atau ditampilkan youtube atau aplikasi GeoGebra itu pernah tidak bu? G : Belum, belum pernah. P : Biasanya kesulitan siswa itu yang sering ditemukan dari bangun ruang sisi datar itu apa? G : Yang biasanya susah itu di limas, kalau yang di prisma terus kubus sama balok itu beberapa anak bisa. Tapi kalau yang di limas itu anak tidak bisa membayangkan bangun ruang limas yang alasnya persegi panjang itu seperti apa mereka tidak bisa membayangkan. P : Untuk sifat-sifat apakah ada kesulitan? G : Tidak ada. P : Misalnya untuk rusuknya, terus jumlah sisinya? G : Tidak ada, semua rata-rata bisa. P : Kalau membuat jaring-jaring? G : Bisa. P : Kalau untuk KKM sendiri, disini berapa ya bu? G : Kalau kelas VIII itu 75. P : Kalau kelas IX? G : Kalau kelas IX juga 75.

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI P : Kalau materi bangun ruang sisi datar untuk kelas IX itu ada kesulitan tidak bu? Biasanya dipersiapan ujian nasional itu kan ada materinya, nah itu biasanya masih kesulitan tidak? G : Kalau untuk yang di kubus sama balok bisa. Tapi kalau sudah masuk di prisma dan lima itu, anak-anak tidak hafal rumus, tidak bisa membayangkan bangun ruang secara abstrak. P : Remidi yang pernah ibu berikan kepada siswa itu gimana bu? G : Remidinya itu misalkan, saya memberi 10 soal ulangan harian kemudian ada siswa di nomor tertentu itu nilainya kurang. Ya yang saya ulangi ya yang di nomor ini saja, supaya bagaimana caranya si siswa itu sampai tuntas. P : Diajarkan kembali ya bu? G : Iya, diajarkan kembali. P : O iya bu terimakasih untuk wawancaranya. G : Iya sama-sama.

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : IX / 1 Alokasi Waktu : 8 JP (4 x pertemuan) I. Standar Kompetensi 5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya II. Kompetensi Dasar 5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya 5.2 Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas III. Indikator 5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya 5.2 Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas IV. Tujuan Pembelajaran 5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.2 Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas V. Materi Pembelajaran Pertemuan Pertama ( 2 x 40 menit ) : Tes Pengukuran Awal Pertemuan Kedua (2 x 40 menit) : Remedial Pertemuan Ketiga (2 x 40 menit) : Remedial Pertemuan Keempat (2 x 40 menit) : Tes Pengukuran Akhir VI. Model dan Metode Pembelajaran a. Model Pembelajaran - Model Pembelajaran Inkuiri b. Metode Pembelajaran VII. Tanya jawab, diskusi, dan penemuan terbimbing. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama ( 2 x 40 menit) Indikator yang akan dikembangkan: 5.1, 5.2, dan 5.3 KEGIATAN DESKRIPSI 1. Peneliti mengucapkan salam pembuka. 2. Peneliti menanyakan kehadiran siswa. Pendahuluan Inti ALOKASI WAKTU 10 menit kabar serta memeriksa 3. Peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan penelitian. 4. Peneliti mengajak siswa untuk bersiap-siap mengikuti tes pengukuran awal. 1. Peneliti menjelaskan aturan mengikuti tes pengukuran awal kepada siswa. 2. Peneliti membagikan soal dan lembar jawab kepada siswa. 3. Peneliti mengawasi siswa saat mengerjakan tes pengukuran awal. 4. Peneliti memberikan bantuan kepada siswa, jika terdapat kebinggungan yang dialami siswa. 5. Peneliti meminta siswa untuk menggumpulkan pekerjaan mereka. 60 menit

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penutup 1. Peneliti meminta siswa untuk menceritakan pengalaman siswa saat mengerjakan tes pengukuran awal. 2. Peneliti memberikan salam penutup kepada siswa. 10 menit Pertemuan Kedua ( 2 x 40 menit) Indikator yang akan dikembangkan: 5.1, 5.2, dan 5.3 KEGIATAN DESKRIPSI Orientasi ALOKASI WAKTU 10 menit 6. Peneliti mengucapkan salam pembuka. 7. Peneliti mengabsen kehadiran siswa. Motivasi Pendahuluan 8. Peneliti menyiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran remedial. Apersepsi 9. Peneliti menggali pemahaman awal siswa dengan topik bangun ruang sisi datar. 10. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan pertama. 8. Peneliti memberikan pengantar mengenai cara menggunakan program GeoGebra. 9. Peneliti menyuruh siswa berdiskusi dengan teman semeja untuk mengoperasikan program GeoGebra secara bergantian. Eksplorasi Inti 10. Dalam kegiatan ini, siswa diarahkan untuk: a. Membuat bangun ruang kubus, balok, prisma, dan limas. b. Menghubungkan dua titik dengan segmen garis. c. Membuat bidang dari titik-titik yang terdapat pada kubus. d. Membuat jaring-jaring yang terbentuk dari kubus. 11. Peneliti berkeliling sekaligus memantau siswa pada tiap meja, dan memberikan bimibingan apabila siswa menemui permasalahan dalam mengoperasikan program GeoGebra. Elaborasi 12. Peneliti melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai tool yang digunakan. Konfirmasi 13. Peneliti mengoreksi jawaban dari siswa. 60 menit

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penutup 14. Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk menambahkan atau membenarkan jawaban siswa. 4. Peneliti menyimpulkan kegiatan dengan siswa. 5. Peneliti mengingatkan kepada siswa untuk mempelajari program GeoGebra di rumah. 10 menit 6. Peneliti memberikan salam penutup. Pertemuan Ketiga ( 2 x 40 menit) Indikator yang akan dikembangkan: 5.1, 5.2, dan 5.3 KEGIATAN DESKRIPSI Orientasi ALOKASI WAKTU 10 menit 6. Peneliti mengucapkan salam pembuka. 7. Peneliti mengabsen kehadiran siswa. Motivasi Pendahuluan 8. Peneliti menyiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran remedial. Apersepsi 9. Peneliti menggali pemahaman awal siswa mengenai pertemuan sebelumnya. 10. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan kedua. 7. Peneliti menyuruh siswa berdiskusi dengan teman semeja untuk mengoperasikan program GeoGebra secara bergantian. Eksplorasi Inti 8. Dalam kegiatan ini, siswa diarahkan untuk: a. Membuat bangun ruang kubus. • Menyebutkan dan menghitung sisi dalam kubus. • Menyebutkan dan menghitung rusuk dalam kubus. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal bidang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal ruang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung bidang diagonal dengan menghubungkan empat titik menggunakan polygon. • Membuat jaring-jaring yang terbentuk dari kubus. 60 menit

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI • Menghitung masing-masing sisi yang terbentuk dari jaring-jaring untuk mencari luas permukaan kubus. b. Membuat bangun ruang balok. • Menyebutkan dan menghitung sisi dalam balok. • Menyebutkan dan menghitung rusuk dalam balok. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal bidang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal ruang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung bidang diagonal dengan menghubungkan empat titik menggunakan polygon. • Membuat jaring-jaring yang terbentuk dari kubus. • Menghitung masing-masing sisi yang terbentuk dari jaring-jaring untuk mencari luas permukaan balok. c. Membuat bangun ruang prisma segitiga. • Menyebutkan dan menghitung sisi dalam prisma segitiga. • Menyebutkan dan menghitung rusuk dalam prisma segitiga. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal bidang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal ruang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung bidang diagonal dengan menggunakan polygon. • Membuat jaring-jaring yang terbentuk dari prisma segitiga. • Menghitung masing-masing sisi yang terbentuk dari jaring-jaring untuk mencari luas permukaan prisma segitiga. d. Membuat bangun ruang limas segiempat. • Menyebutkan dan menghitung sisi dalam limas segiempat. • Menyebutkan dan menghitung rusuk dalam limas segiempat. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal bidang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis.

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung diagonal ruang dengan menghubungkan dua titik menggunakan segmen garis. • Menggambar, menyebutkan, dan menghitung bidang diagonal dengan menghubungkan tiga titik menggunakan polygon. • Membuat jaring-jaring yang terbentuk dari limas segiempat. • Menghitung masing-masing sisi yang terbentuk dari jaring-jaring untuk mencari luas permukaan limas segiempat. 9. Peneliti berkeliling sekaligus memantau siswa pada tiap meja, dan memberikan bimibingan apabila siswa menemui permasalahan dalam mengoperasikan program GeoGebra atau memahami perintah yang diberikan. Elaborasi 10. Peneliti melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai tool yang digunakan dan hasil diskusi siswa untuk menjawab perintah yang diberikan. Penutup Konfirmasi 11. Peneliti mengoreksi jawaban dari siswa. 12. Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk menambahkan atau membenarkan jawaban siswa. 4. Peneliti menyimpulkan kegiatan dengan siswa. 5. Peneliti mengingatkan kepada siswa untuk mempelajari program GeoGebra di rumah dan akan mengadakan tes pengukuran akhir pada pertemuan selanjutnya. 10 menit 6. Peneliti memberikan salam penutup. Pertemuan Keempat ( 2 x 40 menit) Indikator yang akan dikembangkan : 5.1, 5.2, dan 5.3 KEGIATAN ALOKASI WAKTU DESKRIPSI 1. Peneliti mengucapkan salam pembuka. Pendahuluan Inti 2. Peneliti menanyakan kehadiran siswa. kabar serta 10 menit memeriksa 3. Peneliti mengajak siswa untuk bersiap-siap mengikuti tes pengukuran akhir. 1. Peneliti menjelaskan aturan mengikuti tes pengukuran awal kepada siswa. 2. Peneliti membagikan soal, lembar jawab, dan angket kepada siswa. 3. Peneliti mengawasi siswa saat mengerjakan tes pengukuran akhir. 60 menit

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penutup VIII. 4. Peneliti memberikan bantuan kepada siswa, jika terdapat kebinggungan yang dialami siswa. 5. Peneliti meminta siswa untuk menggumpulkan pekerjaan dan angket mereka. 1. Peneliti meminta siswa untuk menceritakan pengalaman siswa saat mengerjakan tes pengukuran akhir dan pembelajaran remedial. 2. Peneliti memberikan salam penutup kepada siswa. 10 menit Media Pembelajaran 1. Media dan Alat : Laptop. Proyektor, Papan tulis, dan Spidol 2. Sumber : Agus, Nuniek Avianti. 2007. Mudah Belajar Matematika 2 : Untuk Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsabawiyah. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN Soal Tes Pengukuran Awal Pilihlah salah satu jawaban a, b, c, atau d yang benar! 1. 2. 3. 4. 5. Aku adalah sebuah bangun ruang yang memiliki 5 buah sisi dan 6 buah titik sudut, selain itu aku memiliki 9 rusuk. Aku adalah . . . a. Balok c. Prisma Segitiga b. Kubus d. Limas Segitiga Jumlah sudut pada sebuah Kubus adalah . . . a. 12 c. 6 b. 8 d. 4 Jumlah sisi pada sebuah Balok adalah . . . a. 4 c. 8 b. 6 d. 12 Bangun ruang yang tidak memiliki diagonal ruang adalah . . . a. Balok c. Prisma Segienam b. Kubus d. Limas Segitiga Jumlah diagonal bidang pada sebuah Limas Segiempat adalah . . . a. 1 c. 8 b. 2 d. 5 6. 7. 8. 9. Pada gambar diatas merupakan jaring-jaring dari bangun ruang . . . a. Prisma Segitiga c. Kubus b. Limas Segitiga d. Balok Sebuah Prisma tegak, alasnya berbentuk segitiga siku-siku dengan panjang sisi siku-sikunya 16 cm dan 12 cm. Tinggi prisma adalah 25 cm. Luas permukaan prisma adalah . . . a. 192 cm2 c. 892 cm2 b. 520 cm2 d. 1392 cm2 Sebuah Limas Segiempat yang alasnya adalah 120 cm2 dan memiliki tinggi 90 cm. Volume Limas tersebut adalah . . . a. 3600 cm3 c. 10800 cm3 b. 3200 cm3 d. 1800 cm3 2 Sebuah Kubus memiliki luas alas 25 cm . Luas permukaan Kubus tersebut adalah . . .

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. 50 cm2 c. 150 cm2 b. 100 cm2 d. 200 cm2 10. Sebuah Balok memiliki panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 15 cm. Volume Balok tersebut adalah . . . a. 3000 cm3 c. 750 cm3 b. 1500 cm3 d. 325 cm3 Kerjakan soal dibawah ini dengan cara yang jelas dan benar! 1. a. Gambarlah sebuah Limas Segiempat O.ABCD! b. Tentukan jumlah dan semua Sisi pada Limas tersebut! c. Tentukan jumlah dan semua Rusuk pada Limas tersebut! d. Tentukan jumlah dan semua Diagonal Ruang pada Limas tersebut! e. Tentukan jumlah dan semua Diagonal Sisi pada Limas tersebut! f. Gambarlah salah satu jaring-jaring dari Limas tersebut! 2. Perhatikan gambar berikut! Tentukan Volume dari Balok diatas! 3. Perhatikan gambar berikut! Tentukan Luas Permukaan dari Prisma Segitiga diatas!

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban Tes Pengukuran Awal Pilihan Ganda NO Jawaban Skor 1 C 2 2 B 2 3 B 2 4 D 2 5 B 2 6 A 2 7 D 2 8 A 2 9 C 2 10 A 2 Total Skor Pilihan Ganda 20 Uraian NO Jawaban 1.a Skor 3 1.b 5 (OAB, OBC, OCD, ODA, ABCD) 1 1.c 8 (AB, BC, CD, DA, OA, OB, OC, OD) 1 1.d 0 (Tidak ada) 1 1.e 2 (AC, BD) 1

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.f 2 3 3 𝑡 = √102 − 82 = 6 𝑉 = 8 × 5 × 6 = 40 × 6 = 240 𝑆𝑖𝑠𝑖 𝑀𝑖𝑟𝑖𝑛𝑔 = √202 + 102 = 10√5 10 10 2 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 = √10√5 − 252 = 5√5 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑃𝑒𝑟𝑚𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 = 200 + 250 + 100√5 + 50√5 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑃𝑒𝑟𝑚𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 = 200 + 250 + 150√5 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑃𝑒𝑟𝑚𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 = 450 + 150√5 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑃𝑒𝑟𝑚𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 = 150 (3 + √5) Total Skor Uraian 30 𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 = (𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑷𝒊𝒍𝒊𝒉𝒂𝒏 𝑮𝒂𝒏𝒅𝒂 + 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑼𝒓𝒂𝒊𝒂𝒏) × 𝟐

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Soal Tes Pengukuran Akhir Pilihlah salah satu jawaban a, b, c, atau d yang benar! 1. Aku adalah sebuah bangun ruang yang memiliki 6 buah sisi dan 8 buah titik sudut. Selain itu, aku memiliki 12 rusuk yang berukuran sama panjang. Aku adalah .... a. Balok c. Prisma Segitiga b. Kubus d. Limas Segitiga 2. Jumlah sisi pada sebuah Balok adalah . . . a. 12 c. 6 b. 8 d. 4 Jumlah sudut pada sebuah Prisma Segitiga adalah . . . a. 4 c. 8 b. 6 d. 12 Bangun ruang yang tidak memiliki diagonal ruang adalah . . . a. Balok c. Prisma Segienam b. Kubus d. Limas Segitiga Jumlah diagonal bidang pada sebuah Kubus adalah . . . a. 12 c. 6 b. 8 d. 4 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pada gambar diatas merupakan jaring-jaring dari bangun ruang . . . a. Kubus c. Limas Segiempat b. Balok d. Prisma Segitiga Sebuah Prisma tegak, alasnya berbentuk persegi dengan sisi 4 cm. Jika tinggi prisma adalah 8 cm. Luas permukaan Prisma tersebut adalah. . . a. 64 cm2 c. 160cm2 b. 120 cm2 d. 280 cm2 Sebuah Limas Segiempat yang luas alasnya adalah 12 cm2 dan memiliki tinggi 3 cm. Volume Limas tersebut adalah . . . a. 36 cm3 c. 6 cm3 b. 4 cm3 d. 12 cm3

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Sebuah Kubus memiliki luas alas 64 cm2. Luas permukaan Kubus tersebut adalah . . . a. 128 cm2 c. 512 cm2 b. 384 cm2 d. 646 cm2 10. Sebuah Balok memiliki tinggi 8 cm, panjang 10 cm, dan lebar 4 cm. Volume Balok tersebut adalah . . . a. 320 cm3 c. 80 cm3 3 b. 160 cm d. 40 cm3 Kerjakan soal dibawah ini dengan jelas dan benar! 1. 2. a. Gambarlah sebuah Kubus ABCD.EFGH! b. Tentukan jumlah dan semua Sisi pada Kubus tersebut! c. Tentukan jumlah dan semua Rusuk pada Kubus tersebut! d. Tentukan jumlah dan semua Diagonal Ruang pada Kubus tersebut! e. Tentukan jumlah dan semua Diagonal Sisi pada Kubus tersebut! f. Gambarlah salah satu jaring-jaring dari Kubus tersebut! Perhatikan gambar berikut! 3. Tentukan volume dari Prisma diatas! Perhatikan gambar berikut! Tentukan luas permukaan dari Balok diatas!

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban Tes Pengukuran Akhir Pilihan Ganda NO Jawaban Skor 1 B 2 2 C 2 3 B 2 4 D 2 5 A 2 6 A 2 7 C 2 8 D 2 9 B 2 10 A 2 Total Skor Pilihan Ganda 20 Uraian NO Jawaban 1.a 1.b 1.c 1.d Skor 3 6 (ABCD, ABFE, BCGF, CDHG, DAEH, EFGH) 12 (AB, BC, CD, DA, AE, EF, FB, FG, GC, GH, HD, EH) 4 (AG, BH, EC, DF) 1 1 1

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.e 12 (AC, BD, AF, BE, BG, CF, AH, DE, DG, CH, FH, EG) 1.f 2 3 1 3 1 × 20 × 35 = 350 2 𝑉 = 350 × 28 = 9800 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑃𝑒𝑟𝑚𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 = (9 × 4 × 2) + (9 × 6 × 2) + (4 × 6 × 2) 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑃𝑒𝑟𝑚𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 = 72 + 108 + 48 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑃𝑒𝑟𝑚𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 = 228 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝐴𝑙𝑎𝑠 = Total Skor Uraian 10 10 30 𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 = (𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑷𝒊𝒍𝒊𝒉𝒂𝒏 𝑮𝒂𝒏𝒅𝒂 + 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑼𝒓𝒂𝒊𝒂𝒏) × 𝟐

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 Revisi Soal Tes Soal Tes Pengukuran Awal Pilihlah salah satu jawaban a, b, c, atau d yang benar! 1. 2. 3. 4. 5. Aku adalah sebuah bangun ruang yang memiliki 5 buah sisi dan 6 buah titik sudut, selain itu aku memiliki 9 rusuk. Aku adalah . . . a. Balok c. Prisma Segitiga b. Kubus d. Limas Segitiga Banyak titik sudut pada sebuah Kubus adalah . . . a. 12 c. 6 b. 8 d. 4 Banyak sisi pada sebuah Balok adalah . . . a. 4 c. 8 b. 6 d. 12 Bangun ruang yang tidak memiliki diagonal ruang adalah . . . a. Balok c. Prisma Segienam b. Kubus d. Limas Segitiga Jumlah diagonal bidang pada sebuah Limas Segiempat adalah . . . a. 1 c. 8 b. 2 d. 5 6. 7. 8. Pada gambar diatas merupakan jaring-jaring dari bangun ruang . . . a. Prisma Segitiga c. Kubus b. Limas Segitiga d. Balok Sebuah Prisma tegak, alasnya berbentuk segitiga siku-siku dengan panjang sisi siku-sikunya 16 cm dan 12 cm. Tinggi prisma adalah 25 cm. Luas permukaan prisma adalah . . . a. 192 cm2 c. 892 cm2 b. 520 cm2 d. 1392 cm2 Sebuah Limas Segiempat yang alasnya adalah 120 cm2 dan memiliki tinggi 90 cm. Volume Limas tersebut adalah . . . a. 3600 cm3 c. 10800 cm3 3 b. 3200 cm d. 1800 cm3

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sebuah Kubus memiliki luas alas 25 cm2. Luas permukaan Kubus tersebut adalah . . . a. 50 cm2 c. 150 cm2 b. 100 cm2 d. 200 cm2 10. Sebuah Balok memiliki panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 15 cm. Volume Balok tersebut adalah . . . a. 3000 cm3 c. 750 cm3 3 b. 1500 cm d. 325 cm3 9. Kerjakan soal dibawah ini dengan cara yang jelas dan benar! 1. a. Gambarlah sebuah Limas Segiempat O.ABCD! b. Tentukan banyaknya dan semua Sisi pada Limas tersebut! c. Tentukan banyaknya dan semua Rusuk pada Limas tersebut! d. Tentukan banyaknya dan semua Diagonal Ruang pada Limas tersebut! e. Tentukan banyaknya dan semua Diagonal Sisi pada Limas tersebut! f. Gambarlah salah satu jaring-jaring dari Limas tersebut! 2. Perhatikan gambar berikut! Keterangan: semua ukuran ruas garis dalam satuan cm. Tentukan Volume dari Balok diatas! 3. Perhatikan gambar berikut! Keterangan: semua ukuran ruas garis dalam satuan cm. Tentukan Luas Permukaan dari Prisma Segitiga diatas!

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Soal Tes Pengukuran Akhir Pilihlah salah satu jawaban a, b, c, atau d yang benar! 1. Aku adalah sebuah bangun ruang yang memiliki 6 buah sisi dan 8 buah titik sudut. Selain itu, aku memiliki 12 rusuk yang berukuran sama panjang. Aku adalah .... a. Balok c. Prisma Segitiga b. Kubus d. Limas Segitiga 2. Jumlah sisi pada sebuah Balok adalah . . . a. 12 c. 6 b. 8 d. 4 Jumlah sudut pada sebuah Prisma Segitiga adalah . . . a. 4 c. 8 b. 6 d. 12 Bangun ruang yang tidak memiliki diagonal ruang adalah . . . a. Balok c. Prisma Segienam b. Kubus d. Limas Segitiga Jumlah diagonal bidang pada sebuah Kubus adalah . . . a. 12 c. 6 b. 8 d. 4 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pada gambar diatas merupakan jaring-jaring dari bangun ruang . . . a. Kubus c. Limas Segiempat b. Balok d. Prisma Segitiga Sebuah Prisma tegak, alasnya berbentuk persegi dengan sisi 4 cm. Jika tinggi prisma adalah 8 cm. Luas permukaan Prisma tersebut adalah. . . a. 64 cm2 c. 160cm2 b. 120 cm2 d. 280 cm2 Sebuah Limas Segiempat yang luas alasnya adalah 12 cm2 dan memiliki tinggi 3 cm. Volume Limas tersebut adalah . . . a. 36 cm3 c. 6 cm3 b. 4 cm3 d. 12 cm3

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Sebuah Kubus memiliki luas alas 64 cm2. Luas permukaan Kubus tersebut adalah . . . a. 128 cm2 c. 512 cm2 b. 384 cm2 d. 646 cm2 10. Sebuah Balok memiliki tinggi 8 cm, panjang 10 cm, dan lebar 4 cm. Volume Balok tersebut adalah . . . a. 320 cm3 c. 80 cm3 3 b. 160 cm d. 40 cm3 Kerjakan soal dibawah ini dengan jelas dan benar! 1. 2. a. Gambarlah sebuah Kubus ABCD.EFGH! b. Tentukan banyaknya dan semua Sisi pada Kubus tersebut! c. Tentukan banyaknya dan semua Rusuk pada Kubus tersebut! d. Tentukan banyaknya dan semua Diagonal Ruang pada Kubus tersebut! e. Tentukan banyaknya dan semua Diagonal Sisi pada Kubus tersebut! f. Gambarlah salah satu jaring-jaring dari Kubus tersebut! Perhatikan gambar berikut! 3. Keterangan: semua ukuran ruas garis dalam satuan cm. Tentukan volume dari Prisma diatas! Perhatikan gambar berikut! Keterangan: semua ukuran ruas garis dalam satuan cm. Tentukan luas permukaan dari Balok diatas!

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(187)

Dokumen baru

Download (186 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

matematika kelas 6 bab 3 bangun datar dan bangun ruang
0
14
2
matematika kelas 6 bab 3 bangun datar dan bangun ruang
0
8
2
Pengembangan media pembelajaran matematika berbasis Adobe Flash Professional Cs 5 pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII.
0
0
284
Hubungan antara kemampuan keruangan dan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014.
0
0
109
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan mendiagnosis kesalahan dan pembelajaran remedial Kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta pada materi bangun ruang sisi datar
0
0
260
Penerapan model pembelajaran Mind Map (peta pikiran) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten.
0
4
322
Pengaruh pembelajaran matematika di luar kelas (out door study) terhadap minat dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem tahun ajaran 2012/2013.
1
1
303
Penggunaan media powerpoint dalam pembelajaran remedial pada materi bangun ruang sisi datar siswa kelas VIII D SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
0
12
237
Hubungan antara kemampuan keruangan dan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun ajaran 2013 2014
0
0
107
Tingkat kemampuan penalaran dan komunikasi matematika siswa dengan strategi Think-Talk-Write pada materi bangun datar di kelas VII SMP Kanisius Muntilan - USD Repository
0
0
280
Upaya mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta pada pokok bahasan segitiga dengan memanfaatkan program geogebra dalam proses pembelajaran remedial - USD Repository
0
0
235
Pengaruh pembelajaran matematika di luar kelas (out door study) terhadap minat dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP Kanisius Pakem tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
301
Penerapan model pembelajaran Mind Map (peta pikiran) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten - USD Repository
0
0
320
Pemanfaatan program geogebra dalam membantu kesulitan siswa kelas III di SLB Dharma Rena Ring Putra II Yogyakarta dalam memahami bentuk-bentuk bangun datar : studi kasus siswa tunagrahita ringan - USD Repository
0
0
189
Efektifitas pembelajaran matematika pada materi bangun ruang kelas VIII SMP Home Schooling Kak Seto tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
189
Show more