PENGGUNAAN MEDIA TEKA TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA SWASTA KARANU WAIKABUBAK SUMBA BARAT PADA MATERI INVERTEBRATA SKRIPSI

Gratis

0
0
278
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGGUNAAN MEDIA TEKA TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA SWASTA KARANU WAIKABUBAK SUMBA BARAT PADA MATERI INVERTEBRATA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : SISILIA ANITA ADAN NIM : 101434002 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGGUNAAN MEDIA TEKA TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA SWASTA KARANU WAIKABUBAK SUMBA BARAT PADA MATERI INVERTEBRATA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : SISILIA ANITA ADAN NIM :101434002 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN KARYA INI KU PERSEMBAHKAN UNTUK : Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang selalu membimbing dan menolong aku dalam setiap langkah hidup ku. Papa Siprianus Adan dan Mama Getrudis Najung tercinta, yang tanpa lelah membantu, mendukung dan mendoakan aku. Ku persembahkan karya ku ini sebagai salah satu tanggung jawab ku sebagai seorang anak yang selalu ingin membuat kalian bahagia. Kedua adik ku tercinta Maria Imelda Adan dan Rupertus Trio Putra Adan, yang selalu mencintai dan mendukung aku, serta menjadikan aku panutan di dalam keluarga Sepupu, Keponakan, dan Semua Keluarga ku yang terus mendukung dan mendoakan aku Almamater tercinta Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Seseorang yang akan menjadi takdir ku, yang akan menemani ku menikmati indahnya kehidupan iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Beati sumus ut omnia quae non est amor, sed amor habemus Bahagia bukan berarti memiliki semua yang kita cintai, melainkan mencintai semua yang kita miliki v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGGUNAAN MEDIA TEKA TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA SWASTA KARANU WAIKABUBAK SUMBA BARAT PADA MATERI INVERTEBRATA Sisilia Anita Adan Universitas Sanata Dharma 2014 Rendahnya motivasi dan hasil belajar biologi di SMA Swasta Karanu Waikabubak merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di sekolah ini. Penyebabnya adalah minat baca, antusiasme, dan pemahaman siswa pada materi Biologi rendah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Invertebrata dengan menggunakan media teka-teki silang pada siswa kelas X SMA Swasta Karanu Waikabubak. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus, dengan lima tahapan pada setiap siklusnya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat yang berjumlah 26 orang. Setelah diterapkan kegiatan pembelajaran menggunakan media teka teki silang, hasil belajar dan motivasi siswa mengalami peningkatan. Persentase hasil belajar siswa yang mencapai KKM pada aspek kognitif mengalami peningkatan sebesar 6,25 %, sehingga pada siklus akhir menjadi 81,25% dengan nilai rata-rata 91,3. Pada aspek psikomotor mengalami peningkatan sebesar 15%, sehingga pada siklus akhir menjadi 100% dengan nilai rata-rata 90. Peningkatan motivasi belajar ditunjukkan dengan peningkatan motivasi siswa melalui angket dan hasil observasi. Persentase motivasi siswa melalui angket mengalami peningkatan sehingga pada siklus akhir menjadi 100% dengan nilai rata-rata 85,56.Persentase motivasi siswa melalui hasil observasi pada siklus I dan II sebesar 100 %. Peningkatan terjadi pada nilai rata-rata siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 78,75 menjadi 90,75. Berdasarkan data ini, maka disimpulkan bahwa media teka-teki silang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Karanu Waikabubak Sumba Barat pada materi Inverterbata. Kata Kunci : Motivasi, Hasil Belajar, Teka-teki silang (TTS), Invertebrata viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE USE OF MEDIA CROSSWORD FOR INCREASING MOTIVATION AND STUDENT LEARNING OUTCOMES FIRST GRADE STUDENT HIGHSCHOOL PRIVATE KARANU WAIKABUBAK WEST SUMBA ON ANY MATERIAL INVERTEBRATES Sisilia Anita Adan Sanata Dharma University 2014 The lowness of biology motivation and learning outcome at private Senior High School Karanu, Waikabubak is one of the problem that happened in this school. The cause is reading interest, antusiasm, and student comprehension is low. Therefore, implement with purpose of research to know the increase of motivation and student learning outcome on material invertebrates by using a crossword puzzle media at first grade student in private senior highschool Karanu, Waikabubak, West Sumba. This research using research action class, consisting of two cycles with five phase on each cycle. This subject of research is student from class A first grade student private senior high school Karanu, Waikabubak, West Sumba which totaled 29 people After the applied learning activities using crossword puzzle media, learning outcomes and student motivation has increased. The percentage of student learning outcomes on cognitive aspects which reach KKM has increase of 6,25% so that at the last cycle become 81,25% with an average value of 91,3, and psikomotor aspects has increase of 15% so that at the last cycle become 100% with an average value of 90. Increasing learning motivation has shown by incrased student motivation by questionnaire and observation result. The percentage of student motivation by questionnaire has increased so that at last cycle become 100% with average value 85,56. The percentage of student motivation by observation result on cycle I and II become100%. The increase occurs on student average value. The student average value has increased from 78,75 become 90,75. Based on these data, it was concluded that the crossword puzzle media can increase motivation and learning outcomes of first grade student on private senior highschool Karanu, Waikabubak, West Sumba Keywords: Motivation, Learning Outcomes, Crossword Puzzle, Invertebrate ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Segala Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria atas berkat, rahmat dan bimbingan-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan seluruh rangkaian penelitian dan penyusunan skripsi dengan judul “Penggunaan Media Teka Teki Silang (TTS) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat Pada Materi Invertebrata”. Adapun penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, di program studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma. Dalam proses penyusunan dan penyelesaian skripsi ini, penulis menyadari keterlibatan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D, selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2. Bapak Rohandi, Ph.D, selaku Dekan FKIP dan Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd, selaku Ketua Jurusan JPMIPA Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis. 3. Bapak Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For, Sc, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi yang telah memberikan motivasi dan dorongan kepada penulis selama penulis menempuh studi di Universitas Sanata Dharma. 4. Ibu Ika Yuli Listyarini, M.Pd, selaku dosen pembimbing penulis yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, masukan, dan arahan dengan sabar dan teliti kepada penulis selama penyusunan dan penyelesaian skripsi. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Segenap dosen program studi pendidikan biologi yang dengan tulus dan segenap hati membagikan ilmu dan pengalamannya kepada penulis selaku generasi muda. 6. Para karyawan dan staf sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma. 7. Ibu Paulina Esry Ninda Pandango, SE, selaku kepala SMA Swasta Karanu Waikabubak yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian di SMA Swasta Karanu Waikabubak. 8. Ibu Yulita Watil, A.Md, selaku guru biologi dan observer di SMA Swasta Karanu Waikabubak, yang telah banyak membantu dan memberikan arahan kepada penulis selama penyusunan dan pelaksanaan penelitian di SMA Karanu Waikabubak. 9. Ibu Nur Aini A. Malik, S.Pd, selaku guru fisika di SMA Swasta Karanu Waikabubak yang telah membantu penulis mengobservasi selama penulis melaksanakan kegiatan penelitian di SMA Swasta Karanu Waikabubak. 10. Segenap guru dan karyawan di SMA Swasta Karanu Waikabubak yang telah membantu penulis ketika melaksanakan penelitian sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar. 11. Siswa-siswi kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak selaku obyek dalam penelitian ini, yang telah membantu dan berpartisipasi selama pelaksanaan penelitian. 12. Siswa-siswi SMA Karanu Waikabubak 13. Kedua orang tua tercinta, papa Siprianus Adan dan mama Getrudis Najung yang selalu mendoakan penulis, memberikan cinta dan kasih sayang yang sangat berlimpah kepada penulis, serta memberikan dukungan baik secara finansial maupun moral. 14. Kedua adik tercinta, Maria Imelda Adan dan Rupertus Trio Putra Adan yang selalu mendoakan, dan memberikan dukungan kepada penulis, serta membantu penulis dalam mendokumentasikan selama pelaksanaan penelitian. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman Judul ....................................................................................................................... i Halaman Persetujuan Pembimbing .................................................................................... ii Halaman Pengesahan............................................................................................................ iii Halaman Persembahan ........................................................................................................ iv Motto ....................................................................................................................................... v Pernyataan Keaslian Karya ................................................................................................ vi Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah Untuk Kepentingan Akademis ...................................................................................................... vii Abstrak ................................................................................................................................ viii Abstract .................................................................................................................................. ix Kata Pengantar ..................................................................................................................... x Daftar Isi ............................................................................................................................. xiii Daftar Tabel ........................................................................................................................ xv Daftar Gambar ................................................................................................................... xvi Daftar Lampiran .............................................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ......................................................................................................... 4 C. Batasan Masalah ............................................................................................................ 5 D. Tujuan Penelitian ........................................................................................................... 8 E. Manfaat Penelitian ......................................................................................................... 8 BAB II DASAR TEORI A. Belajar dan Pembelajaran ............................................................................................ 10 B. Hasil Belajar ................................................................................................................ 13 C. Motivasi Belajar Siswa................................................................................................. 18 D. Metode Belajar Sambil Bermain (BSB) ...................................................................... 22 E. Media Teka Teki Silang (TTS) .................................................................................... 23 F. Pembelajaran Biologi .................................................................................................. 26 G. Pembelajaran Materi Invertebrata Dengan Menggunakan Media Teka Teki Silang .. 30 H Hubungan antara Media Teka Teki Silang, Motivasi, dan Hasil Belajar Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran .................................................................................... 32 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI I. Hasil Penelitian Yang Relevan .................................................................................... 33 J. Kerangka Berpikir ....................................................................................................... 34 K. Hipotesis ...................................................................................................................... 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ............................................................................................................ 39 B. Setting Penelitian ......................................................................................................... 39 C. Desain Penelitian ......................................................................................................... 40 D. Variabel Penelitian ...................................................................................................... 52 E. Instrumen Penelitian .................................................................................................... 52 F. Analisis Data ............................................................................................................... 57 G. Indikator Keberhasilan ................................................................................................ 64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Proses Penelitian ......................................................................................... 65 B. Hasil Penelitian dan Analisis Data .............................................................................. 93 C. Pembahasan ............................................................................................................... 105 D. Keterbatasan dan Upaya yang dilakukan Saat Penelitian .......................................... 118 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ................................................................................................................ 120 B. Saran .......................................................................................................................... 121 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 122 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 : Kisi-kisi Hasil Belajar Aspek Psikomotor ....................................................... 54 Tabel 3.2 : Kisi-kisi Angket Motivasi Siswa ..................................................................... 55 Tabel 3.3 : Kategori Skor Hasil Belajar Siswa Pada Aspek Psikomotor ........................... 58 Tabel 3.4 : Kategori Ketuntasan Individu .......................................................................... 58 Tabel 3.5 : Kategori Skor Motivasi Pada Angket .............................................................. 60 Tabel 3.6 : Kategori Motivasi Siswa Melalui Angket......................................................... 60 Tabel 3.7 : Skor Motivasi Belajar Siswa ............................................................................ 61 Tabel 3.8 : Kategori Motivasi Siswa Melalui Observasi ................................................... 62 Tabel 3.9 : Indikator Keberhasilan ..................................................................................... 64 Tabel 4.1 : Skor dan kategori permainan TTS Siklus I ...................................................... 74 Tabel 4.2 : Skor dan kategori permainan TTS Siklus II .................................................... 87 Tabel 4.3 : Hasil Analisis Nilai Pre-test Siswa .................................................................. 94 Tabel 4.4 : Hasil Analisis Nilai Post-test Siswa Siklus I ................................................... 95 Tabel 4.5 : Hasil Analisis Nilai Post-test Siswa Siklus II .................................................. 96 Tabel 4.6 : Hasil Penilaian Aspek Psikomotor Siklus I ..................................................... 98 Tabel 4.7 : Hasil Penilaian Aspek Psikomotor Siklus II .................................................... 99 Tabel 4.8 : Analisis Hasil Pengisian Angket Motivasi Siswa .......................................... 100 Tabel 4.9 : Analisis Hasil Observasi Siklus I dan Siklus II ............................................. 103 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 : Contoh hewan Mollusca .............................................................................. 29 Gambar 2.2 : Contoh hewan Arthropoda .......................................................................... 30 Gambar 2.3 : Diagram Alir Kerangka Berpikir Penelitian ............................................... 37 Gambar 3.1 : Skema Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis dan Mc Taggart ........ 41 Gambar 4.1 : Siswa mengisi angket motivasi awal ........................................................... 69 Gambar 4.2 : Siswa mengerjakan soal pre-test ................................................................. 70 Gambar 4.3 : Siswa mengerjakan LKS 1 secara berkelompok ......................................... 71 Gambar 4.4 : Setiap kelompok menjawab soal TTS 1 yang terdapat pada amplop .......... 72 Gambar 4.5 : Siswa mengerjakan soal post-test siklus I ................................................... 76 Gambar 4.6 : Observer 1 ................................................................................................... 77 Gambar 4.7 : Observer 2 ................................................................................................... 77 Gambar 4.8 : Siswa mengisi lembar angket motivasi siklus I .......................................... 78 Gambar 4.9 : Siswa mengerjakan LKS 2 secara berkelompok ......................................... 84 Gambar 4.10 : Setiap kelompok menjawab soal TTS 2 yang terdapat pada amplop ......... 86 Gambar 4.11 : Siswa mengerjakan post-test siklus II ......................................................... 89 Gambar 4.12 : Siswa mengisi lembar angket motivasi siklus II ......................................... 92 Gambar 4.13 : Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada aspek kognitif ................... 105 Gambar 4.14 : Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada aspek psikomotor ............. 109 Gambar 4.15 : Grafik Peningkatan Kategori Motivasi Siswa Berdasarkan Angket .......... 111 Gambar 4.16 : Grafik Peningkatan Motivasi Siswa dan Skor Rata-Rata Secara Klasikal 112 Gambar 4.17 : Grafik Peningkatan Kategori Motivasi Siswa Berdasarkan Observasi...... 115 Gambar 4.18 : Grafik Peningkatan Motivasi Siswa dan Skor Rata-Rata Secara Klasikal 116 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Silabus .......................................................................................................... 124 Lampiran 2 : RPP Siklus I ................................................................................................. 126 Lampiran 3 : RPP Siklus II ................................................................................................ 135 Lampiran 4 : LKS Siklus I ................................................................................................. 143 Lampiran 5 : LKS Siklus II ................................................................................................ 147 Lampiran 6 : Kunci Jawaban LKS I .................................................................................. 151 Lampiran 7 : Kunci Jawaban LKS Siklus II ...................................................................... 153 Lampiran 8 : Kisi-kisi Pre-test dan pedoman skoring ........................................................ 155 Lampiran 9 : Soal Pre-test beserta jawaban siswa ............................................................. 157 Lampiran 10 : Kunci Jawaban Soal Pre-test ....................................................................... 164 Lampiran 11 : Kisi-Kisi Soal Post-test dan Pedoman Skoring Siklus I ............................. 165 Lampiran 12 : Kisi-Kisi Soal Post-test dan Pedoman Skoring Siklus II ............................ 170 Lampiran 13 : Soal Post-test Siklus I beserta jawaban siswa ............................................. 175 Lampiran 14 : Soal Post-test Siklus II beserta jawaban siswa ............................................ 182 Lampiran 15 : Kunci Jawaban Soal Post-test Siklus I ........................................................ 189 Lampiran 16 : Kunci Jawaban Soal Post-test Siklus II ....................................................... 192 Lampiran 17 : Papan Permainan Teka Teki Silang Pada Siklus I ...................................... 195 Lampiran 18 : Papan Permainan Teka Teki Silang Pada Siklus II ..................................... 196 Lampiran 19 : Kartu Pertanyaan Permainan Teka Teki Silang Siklus I ............................. 197 Lampiran 20 : Kartu Pertanyaan Permainan Teka Teki Silang Siklus II ............................ 201 Lampiran 21 : Kartu Jawaban Permainan Teka Teki Silang Siklus I ................................. 205 Lampiran 22 : Kartu Jawaban Permainan Teka Teki Silang Siklus II ................................ 210 Lampiran 23 : Tabel Skoring dan Kategori Skor Permainan TTS Siswa Siklus I .............. 216 Lampiran 24 : Tabel Skoring dan Kategori Skor Permainan TTS Siswa Siklus II ............ 218 Lampiran 25 : Kisi-kisi Angket Motivasi Siswa.................................................................. 220 Lampiran 26 : Angket motivasi awal siswa......................................................................... 221 Lampiran 27 : Angket motivasi siswa siklus I..................................................................... 224 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 28 : Angket motivasi siswa siklus II ................................................................... 227 Lampiran 29 : Lembar observasi motivasi siswa siklus I ................................................... 230 Lampiran 30 : Lembar observasi motivasi siswa siklus II................................................... 234 Lampiran 31 : Daftar Kehadiran Siswa Siklus I dan Siklus II............................................. 238 Lampiran 32 : Analisis Hasil Pre-test Siswa ...................................................................... 240 Lampiran 33 : Analisis Hasil Post-test Siswa Siklus I ....................................................... 241 Lampiran 34 : Analisis Hasil Post-test Siswa Siklus II ...................................................... 242 Lampiran 35 : Analisis Hasil Penilaian Aspek Psikomotor Siklus I .................................. 243 Lampiran 36 : Analisis Hasil Penilaian Aspek Psikomotor Siklus II ................................. 245 Lampiran 37 : Analisis Hasil Angket Motivasi Siswa......................................................... 247 Lampiran 38 : Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus I ....................................... 249 Lampiran 39 : Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus II...................................... 252 Lampiran 40 : Surat Ijin Penelitian ..................................................................................... 255 Lampiran 41 : Surat Pernyataan Telah Menyelesaikan Penelitian ..................................... 257 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses pengembangan daya nalar, keterampilan, dan moralitas kehidupan dari potensi yang dimiliki oleh setiap manusia. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ditentukan oleh tingkat pendidikan manusia. Pendidikan dikatakan berhasil jika tercapai peningkatan kualitas pendidikan. Suatu pendidikan dikatakan berkualitas apabila proses pendidikan berlangsung secara efektif, dan meningkatnya hasil belajar siswa. Usaha dan keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya penggunaan media pembelajaran, dan motivasi belajar dari siswa sendiri. Dalam kegiatan pembelajaran, guru berperan sebagai motivator dan fasilitator. Peran guru sebagai motivator adalah memberi motivasi kepada siswa, agar melakukan kegiatan belajar dengan kehendak sendiri tanpa adanya tekanan atau paksaan, dan sesuai dengan tujuan belajar yang akan dicapai. Sedangkan peran guru sebagai fasilitator adalah memfasilitasi siswa agar dapat belajar dengan mengembangkan potensi yang dimiliki siswa. Cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk memfasilitasi siswa antara lain dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dan memberikan bimbingan pada saat kegiatan belajar. SMA Swasta Karanu Waikabubak merupakan salah satu sekolah swasta di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Secara umum SMA ini memiliki fasilitas yang cukup menunjang untuk melakukan pembelajaran, terutama dalam 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 pembelajaran Biologi. Meskipun memiliki fasilitas yang cukup menunjang seperti tersedianya LCD dan buku paket dalam setiap kegiatan pembelajaran, serta alat-alat praktikum yang memadai namun ketersediaan tenaga guru masih sangat kurang, dimana beberapa guru yang mengajar di SMA ini bukan berasal dari sarjana pendidikan. Hal ini menyebabkan guru tidak mengenal karakteristik dan kondisi siswa. Karakteristik siswa di SMA ini juga cukup buruk, hal ini terlihat dari seringnya siswa tidak hadir dalam kegiatan pembelajaran karena malas atau tanpa keterangan, sehingga beberapa kali guru harus mendatangi rumah siswa untuk meminta keterangan dari orang tua/wali maupun siswa sendiri. Dari beberapa kondisi diatas menyebabkan sebagian besar hasil belajar siswa di sekolah ini rendah. Berdasarkan hasil observasi di kelas XA, dan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran biologi, hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi rendah karena minat baca dan antusiasme siswa terhadap materi biologi rendah. Sebagian besar siswa pasif dan masih kurang berani untuk menyatakan kesulitan yang dialami pada saat proses pembelajaran berlangsung. Kemampuan akademis (kognitif) dalam kegiatan pembelajaran biologi juga menjadi penyebab hasil belajar siswa rendah, ini dilihat dari jumlah siswa yang mencapai nilai KKM dalam satu kelas hanya 2 siswa atau sekitar 6,7 % dari total 30 siswa. Selain itu, rendahnya hasil belajar biologi pada materi invertebrata juga disebabkan siswa kesulitan dalam memahami istilah-istilah. Dari hasil analisis ujian akhir semester, lebih dari 50 % hasil belajar siswa tidak mencapai KKM yang telah ditentukan sekolah sebesar 72. Hal ini menunjukkan belum berhasilnya proses pembelajaran khususnya pada materi Invertebrata.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Invertebrata merupakan salah satu pokok bahasan dalam pembelajaran biologi, yang diajarkan di kelas X SMA / MA pada semester genap. Invertebrata mempelajari hewan-hewan yang hidup di bumi tetapi tidak memiliki tulang belakang, dan tidak memiliki tali punggung (chorda dorsalis) selama pertumbuhannya dari zigot hingga menjadi dewasa. Karena sangat banyak jumlahnya, invertebrata dikelompokkan menjadi beberapa filum diantaranya filum Mollusca dan Arthropoda. Menurut Uno (2006), pemilihan strategi pembelajaran harus mempertimbangkan kesesuaian dengan situasi, kondisi, dan lingkungan yang dihadapi. Pemilihan strategi pada umumnya bersumber dari rumusan tujuan pembelajaran, analisis kebutuhan siswa, karakteristik siswa, dan materi yang diajarkan. Selanjutnya, peneliti juga melakukan wawancara terhadap kegiatan pembelajaran dan hasil belajar siswa pada materi invertebrata tahun lalu (tahun 2013). Dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran biologi, pembelajaran materi invertebrata tahun lalu menggunakan metode ceramah. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa hanya mencatat penjelasan yang disampaikan oleh guru. Selain itu, 80 % hasil belajar siswa pada materi invertebrata tahun 2013 juga tidak mencapai KKM. Salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih menarik minat siswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswa termotivasi untuk mempelajari materi invertebrata. Media Teka Teki Silang (TTS) merupakan salah satu pendekatan yang dikemas dalam bentuk permainan yang dapat merangsang daya pikir siswa dalam kegiatan pembelajaran biologi khususnya dalam mempelajari materi invertebrata. Menurut

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Sardiman (2007), sebagai media pembelajaran permainan mempunyai beberapa kelebihan yaitu permainan merupakan sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan sehingga dapat menghibur dan menarik. Melalui media permainan ini, siswa diajak untuk lebih memahami istilahistilah penting yang ada dalam pembelajaran biologi, sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan menggunakan media TTS, guru dapat menghemat waktu untuk menjelaskan secara detail bab tertentu yang perlu dijelaskan kembali secara struktural, sehingga siswa juga dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru karena siswa tidak merasa terbebani dan tidak bosan dengan pengulangan unit tertentu. Selain itu, siswa dapat lebih aktif dan tidak bosan, karena siswa diajak untuk mempelajari materi invertebrata melalui permainan. Harapannya melalui media ini, motivasi siswa dalam mempelajari materi ini menjadi lebih tinggi, sehingga pemahaman dan hasil belajar siswa semakin meningkat. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dibuat penelitian dengan judul “Penggunaan Media Teka Teki Silang (TTS) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat pada Materi Invertebrata” B. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah penggunaan media Teka Teki Silang (TTS) dalam (TTS) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi invertebrata? 2. Bagaimanakah penggunaan media Teka Teki Silang meningkatkan hasil belajar siswa pada materi invertebrata?

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 C. Batasan Masalah Untuk menghindari perbedaan penafsiran maupun persepsi dalam memahami judul penelitian ini, maka peneliti memberikan batasan dari masing-masing istilah sebagai berikut: 1. Motivasi Motivasi yang diukur dalam penelitian ini adalah minat siswa dalam bentuk perhatian, partisipasi, semangat, tanggung jawab dan kepuasan siswa selama kegiatan pembelajaran biologi berlangsung. Motivasi siswa diukur melalui hasil angket yang telah diisi oleh siswa secara individu, dan diukur melalui lembar observasi yang telah diisi para observer. Lembar observasi meliputi perhatian, partisipasi, dan tanggung jawab siswa selama kegiatan pembelajaran. Lembar angket meliputi perhatian, kepuasan, semangat, dan partisipasi siswa selama kegiatan pembelajaran. 2. Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah terjadi proses belajar mengajar. Hasil belajar yang diukur dalam penelitian ini adalah aspek kognitif dan aspek psikomotor siswa. Aspek kognitif siswa diukur melalui post-test yang akan dilakukan pada akhir pertemuan di setiap siklus. Aspek psikomotor dalam penelitian ini diukur melalui keterampilan siswa dalam menggambar, dengan beberapa indikator yaitu kreatifitas siswa dalam menggambar, kesesuaian gambar dengan materi yang diajarkan, kesesuaian gambar dengan struktur penyusunnya, kesesuaian gambar dengan ciri-ciri yang ditulis, dan partisipasi siswa dalam kelompok.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 3. Media Teka Teki Silang (TTS) Teka Teki Silang (TTS) merupakan sebuah permainan yang cara bermainnya dilakukan dengan mengisi ruang-ruang kosong yang berbentuk kotak dengan huruf-huruf, sehingga membentuk sebuah kata yang sesuai dengan petunjuk. Petunjuk yang bisa diberikan dalam TTS dibagi ke dalam kategori mendatar dan menurun, tergantung posisi kata-kata yang harus diisi (Susilaningsih, 2009). TTS dipilih sebagai media pembelajaran dalam penelitian ini dikarenakan sesuai dengan karakteristik siswa, dimana : a. Berdasarkan hasil observasi sebagian besar siswa kesulitan untuk memahami istilah-istilah. Oleh karena itu membutuhkan media yang dapat membantu siswa untuk memahami istilah-istilah. Media TTS merupakan media yang cocok karena kotak-kotak dalam TTS hanya digunakan untuk mengisi istilah-istilah atau singkatan kata. Ini dapat membantu siswa, karena untuk dapat memainkan TTS siswa ditantang untuk memahami istilah-istilah. b. Sebagian besar siswa sulit berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran. Media TTS ini sangat cocok digunakan, karena untuk menjawab soal siswa harus benar-benar fokus untuk berpikir dan memecahkan soal yang ada dalam permainan c. Sebagian besar siswa kurang teliti dalam mengerjakan tugas. Media TTS sangat cocok bagi siswa karena dalam mengisi jawaban pada kotak TTS, siswa harus benar-benar teliti. Jika dalam menjawab soal siswa salah memasukan salah satu huruf pada kota TTS maka jawaban siswa salah dan akan berpengaruh terhadap jawaban lainnya.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 d. Siswa yang sering mengantuk dan bosan dalam kegiatan pembelajaran. TTS sangat cocok karena TTS merupakan sebuah permainan yang kegiatannya dimainkan oleh siswa sendiri, sehingga ketika siswa memainkan TTS, siswa tidak akan bosan karena siswa akan terfokus untuk dapat memecahkan soal yang ada dalam permainan. Siswa juga tidak akan mengantuk karena dalam permainan TTS, kegiatannya dimainkan oleh siswa sendiri. Hal ini membuat siswa lebih banyak bergerak dan berdiskusi untuk menjawab soal TTS yang ada. 4. Materi Pembelajaran Invertebrata adalah salah satu pokok bahasan dalam pembelajaran biologi. Materi invertebrata ini diajarkan di kelas X SMA atau MA pada semester genap. Berikut uraiannya : a. Standar Kompetensi : 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati b. Kompetensi Dasar : 3.4. Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan c. Materi : Invertebrata d. Sub Materi : Mollusca dan Arthropoda Sub materi Mollusca yang dipilih dalam penelitian ini karena letak dari sekolah ini yang dekat dengan daerah pantai sehingga banyak ditemukan hewan Mollusca. Dengan demikian sangat bermanfaat bagi siswa apabila

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 mempelajari materi ini, karena siswa dapat mengetahui cirri-ciri dan manfaat dari hewan-hewan Mollusca. Pemilihan sub materi Arthropoda dalam penelitian ini karena cakupan dari materi ini sangat luas dan banyak menggunakan istilah-istilah. Selain itu, hampir 90 % siswa telah menjumpai hewan Arthropoda, akan tetapi tidak mengetahui kalau hewan tersebut termasuk dalam Arthropoda. 5. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak, Sumba Barat - NTT yang berjumlah 26 orang dimana jumlah siswa sebanyak 13 orang dan jumlah siswi sebanyak 13 orang. D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui bagaimana media TTS dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat pada materi invertebrata. 2. Mengetahui bagaimana media TTS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat pada materi invertebrata. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi siswa Dengan adanya penelitian ini dapat membantu siswa untuk :

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 a. Meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mempelajari materi biologi khususnya pada materi invertebrata b. Membantu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi biologi khususnya pada materi invertebrata c. Meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi invertebrata, terutama bagi siswa yang kesulitan dalam memahami istilah-istilah. 2. Bagi guru Dengan adanya penelitian ini dapat membantu guru untuk : a. Memberikan informasi tentang metode yang efektif dalam pembelajaran di kelas terutama bagi kelas yang sebagian besar siswanya pasif. b. Memilih metode yang sesuai dengan karakter dan kondisi kelas sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. 3. Bagi sekolah Dengan adanya penelitian ini dapat membantu sekolah untuk melihat dan mengevaluasi sejauh mana perkembangan guru dan peserta didiknya dalam proses pembelajaran biologi khususnya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. 4. Bagi peneliti Penelitian ini bertujuan sebagai sarana bagi peneliti untuk mengaplikasikan pengetahuan-pengetahuan yang telah diperoleh peneliti selama belajar dibangku perkuliahan. Selain itu, sebagai bahan evaluasi bagi peneliti untuk melihat apakah metode yang digunakan peneliti sesuai dan dapat membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi khususnya pada materi invertebrata.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II DASAR TEORI A. Belajar dan Pembelajaran 1. Pengertian Belajar Kata belajar sudah sangat dikenal secara luas, namun dalam pembahasan belajar ini, masing-masing ahli memiliki pemahaman dan arti yang berbedabeda. Menurut Siregar (2010), belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Gagne dalam Susanto (2012), mendefenisikan belajar sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalamannya. Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dua konsep ini terpadu dalam satu kegiatan dimana terjadi interaksi antara guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Bagi Gagne belajar dimaknai sebagai suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku. Sementara menurut Hilgard dalam Susanto (2012), belajar adalah suatu perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungan. Perubahan kegiatan yang dimaksud mencakup pengetahuan, kecakapan, tingkah laku, dan ini diperoleh melalui latihan (pengalaman). Hilgard menegaskan bahwa belajar merupakan 10

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 proses mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang melalui latihan, pembiasaan, dan pengalaman. Dari beberapa pengertian belajar diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan seseorang dengan sengaja dan dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang mengalami perubahan perilaku yang relatif dan tetap baik dalam berpikir, ataupun bertindak (Susanto, 2012). 2. Pengertian Pembelajaran Kata pembelajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas belajar dan mengajar. Aktivitas belajar secara metodologis cenderung lebih dominan pada siswa, sementara mengajar secara instruktusional dilakukan oleh guru. Jadi, istilah pembelajaran adalah ringkasan dari kata belajar dan mengajar. Mengajar diartikan ke dalam dua konteks yaitu dalam konteks tradisional dan modern. Dalam konteks tradisional, mengajar merupakan penyerahan kebudayaan kepada anak didik yang berupa pengalaman dan kecakapan atau usaha untuk mewariskan masyarakat kepada generasi berikutnya, sedangkan dalam konteks modern mengajar diartikan sebagai usaha mengorganisasi lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa (Slameto, 2006). Dengan mengacu pada konsep diatas, maka dapat disimpulkan bahwa mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral yang cukup besar. Dimana guru berperan dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang baik, menarik, dan berdaya guna. Dengan demikian dapat dilihat bahwa orientasi mengajar dalam konteks belajar mengajar

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 (pembelajaran) diarahkan untuk pengembangan aktivitas siswa (Susanto, 2012). Pendapat juga dikemukakan oleh Donnall J. Treffing dalam Siregar (2010), yang mengemukakan bahwa hakekat pembelajaran merupakan pengembangan potensi peserta didik dengan akal, rasa, minat, dan bakat yang sudah ada untuk mendapatkan potensi yang paling optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru dan peserta didik dituntut untuk belajar kreatif. Menurut Treffing belajar kreatif adalah sebuah proses belajar yang mengupayakan kegiatan pembelajaran yang dibuat sekomunikatif mungkin sehingga situasi belajar menjadi menyenangkan. Salah satunya melalui permainan. Dengan demikian, siswa tidak semata-mata dituntut untuk belajar suatu materi saja. Dampak dari hal ini adalah siswa termotivasi untuk berkreasi, sehingga pada akhirnya siswa akan mendapatkan rasa senang, puas, dan memiliki pengalaman. Dengan belajar kreatif, diharapkan dapat : a. Membantu siswa lebih mandiri. Belajar kreatif merupakan hal yang penting dari upaya membantu siswa, agar siswa lebih mampu menangani permasalahan mereka sendiri dalam kegiatan pembelajaran. b. Menciptakan kemungkinan-kemungkinan dalam memecahkan masalah. c. Menimbulkan kepuasan dan kesenangan yang besar Venon A. Magnesen dalam Siregar (2010), menuliskan persentase dari pengalaman belajar yang diperoleh siswa : a. Dengan belajar dan membaca, maka siswa akan menyerap 10% dari materi yang dipelajari.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 b. Dengan belajar dan mendengar, maka siswa akan menyerap 20% dari materi yang dipelajari. c. Dengan belajar dan melihat, maka siswa akan menyerap 30% dari materi yang dipelajari. d. Dengan belajar, mendengar dan melihat, maka siswa akan menyerap 50% dari materi yang dipelajari. e. Dengan belajar dan mengatakan, maka siswa akan menyerap 70% dari materi yang dipelajari. f. Dengan belajar, mengatakan dan melakukan, maka siswa akan menyerap 90% dari materi yang dipelajari. B. Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Pengertian tentang hasil belajar dipertegas lagi oleh Brahin (2007), yang menyatakan bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu. Untuk mengetahui apakah hasil belajar yang dicapai telah sesuai dengan tujuan yang dikehendaki dapat diketahui melalui evaluasi. Evaluasi merupakan proses penggunaan informasi untuk membuat pertimbangan seberapa efektif suatu program telah memenuhi kebutuhan siswa. Selain itu, dengan dilakukannya evaluasi atau penilaian itu dapat mengukur tingkat penguasaan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 siswa terhadap materi atau program yang disampaikan. Kemajuan prestasi belajar siswa tidak saja diukur dari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga sikap dan keterampilan. Dengan demikian, penilaian hasil belajar siswa mencakup segala hal yang dipelajari di sekolah, baik itu menyangkut pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diberikan kepada siswa (Sudjana, 2012). 2. Macam-macam Hasil Belajar Hasil belajar meliputi pemahaman konsep (aspek kognitif), keterampilan proses (aspek psikomotor), dan sikap (aspek afektif). a. Pemahaman konsep Pemahaman menurut Bloom dalam Susanto (2012), diartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman menurut Bloom ini adalah seberapa besar kemampuan siswa mampu menerima, menyerap, dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa, atau sejauh mana siswa dapat memahami serta mengerti apa yang dibaca, yang dilihat, yang dialami, atau yang dirasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang dilakukan oleh siswa sendiri. Untuk mengukur hasil belajar siswa yang berupa pemahaman konsep, guru dapat melakukan evaluasi produk. Winkel (2007), menyatakan bahwa melalui produk dapat diselidiki apakah dan sampai berapa jauh suatu tujuan instruktusional telah tercapai; semua tujuan itu merupakan hasil belajar yang seharusnya diperoleh siswa. Berdasarkan pandangan Winkel ini, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa erat hubungannya dengan tujuan instruksional (pembelajaran) yang telah dirancang guru sebelum

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 melaksanakan proses belajar mengajar. Evaluasi produk dapat dilaksanakan dengan mengadakan berbagai macam tes, baik lisan maupun tertulis. b. Keterampilan Proses Dalam melatih keterampilan proses, secara bersamaan dikembangkan pula keterampilan dan kemampuan bertindak secara individu yang dikehendaki, seperti kreatifitas, kerja sama, bertanggung jawab, dan berdisiplin sesuai dengan penekanan bidang studi yang bersangkutan. Bloom dalam Utari (2013), mengemukakan bahwa ada tujuh keterampilan, yakni : 1) Persepsi Kemampuan menggunakan saraf sensori untuk menginterpretasikan dalam memperkirakan sesuatu 2) Kesiapan Kemampuan untuk mempersiapkan diri baik mental, fisik, dan emosi dalam menghadapi sesuatu 3) Reaksi Yang diarahkan Kemampuan untuk memulai ketrampilan yang kompleks dengan bantuan/bimbingan dengan meniru dan uji coba. 4) Reaksi Natural (Mekanisme) Kemampuan untuk melakukan kegiatan pada tingkat ketrampilan tahap yang lebih sulit. Melalui tahap ini diharapkan siswa akan terbiasa melakukan tugas rutinnya.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 5) Reaksi Yang Kompleks Kemampuan untuk melakukan kemahirannya dalam melakukan sesuatu, dimana hal ini terlihat dari kecepatan, ketepatan, efisiensi dan efektivitasnya. Semua tindakan dilakukan secara spontan, lancar, cepat, tanpa ragu. 6) Adaptasi Kemampuan mengembangkan keahlian, dan memodifikasi pola sesuai dengan yang dibutuhkan. 7) Kreatifitas Kemampuan untuk menciptakan pola baru yang sesuai dengan kondisi/situasi tertentu dan juga kemampuan mengatasi masalah dengan mengeksplorasi kreatifitas diri. Dalam penelitian ini, hasil belajar siswa pada aspek psikomotor terfokus pada kesiapan siswa, mekanisme dan kreatifitas siswa. c. Sikap Menurut Lange dalam Susanto (2012), sikap tidak hanya merupakan aspek mental semata, melainkan mencakup pula respon fisik. Jadi, sikap terbentuk apabila adanya kekompakan antara mental dan fisik secara serempak. Jika mental saja yang dimunculkan, maka belum tampak secara jelas sikap seseorang. d. Faktor-faktor yang mempengaruhi Hasil Belajar Menurut teori Gestalt dalam Susanto (2012), belajar merupakan suatu proses perkembangan, artinya bahwa secara kodrati jiwa raga anak

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 mengalami perkembangan. Perkembangan sendiri memerlukan sesuatu baik yang berasal dari diri siswa sendiri maupun pengaruh lingkungannya. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Wasliman (2007), hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Secara terperinci, uraian mengenai faktor eksternal dan internal sebagai berikut : 1) Faktor internal Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini meliputi kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan. 2) Faktor eksternal Faktor yang berasal dari luar diri peserta didik, yang mempengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keluarga yang keadaan ekonominya memprihatinkan, perhatian orang tua yang kurang kepada anaknya, dan kebiasaan berperilaku yang kurang baik dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari sangat berpengaruh dalam hasil belajar peserta didik. Wasliman (2007), mengemukakan bahwa sekolah merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan hasil belajar siswa. Semakin tinggi kemampuan belajar siswa dan kualitas pengajaran di sekolah, maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Kualitas pengajaran di sekolah sangat ditentukan oleh guru, sebagai mana dikemukakan oleh Sanjaya (2008), bahwa guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Berdasarkan pendapat ini, dapat ditegaskan bahwa salah satu faktor eksternal yang sangat berperan mempengaruhi hasil belajar siswa adalah guru. Dengan demikian, semakin jelas bahwa hasil belajar siswa merupakan hasil dari suatu proses yang didalamnya melibatkan sejumlah faktor yang saling mempengaruhinya. Tinggi rendahnya hasil belajar seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut. Selanjutnya, Sanjaya juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ke dalam sepuluh macam, yaitu: kecerdasan, kesiapan anak, bakat anak, kemauan belajar, minat anak, model penyajian materi, pribadi dan sikap guru, suasana belajar, kompetensi guru, dan kondisi masyarakat. Dari kesepuluh faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa, ada dua faktor utama yang menentukan keberhasilan siswa yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa berupa kemampuan yang dimiliki dan faktor dari luar diri siswa atau faktor lingkungan (Sanjaya, 2008). C. Motivasi Belajar Siswa 1. Motivasi secara umum Istilah motivasi berasal dari kata motif yang diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tesebut bertindak atau berbuat. Motivasi tidak dapat diamati secara langsung, tetapi

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 dapat diinterpretasikan dalam tingkah lakunya yang berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu (Isbandi, 1994). Menurut sumbernya, motivasi dibedakan menjadi dua macam yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motif yang timbulnya dari dalam diri individu sendiri yang sesuai dan sejalan dengan kebutuhannya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang ditimbulkan karena adanya rangsangan dari luar diri individu, misalnya dalam bidang pendidikan timbulnya minat positif terhadap kegiatan pendidikan karena manfaat yang diperoleh atau dilihat (Gerungan, 1996). Isbandi (1994) menyatakan bahwa motivasi intrinsik lebih kuat dari motivasi ekstrinsik. Oleh karena itu, pendidikan harus berusaha menimbulkan motivasi intrinsik, dengan cara menumbuhkan dan mengembangkan minat siswa terhadap materi yang diajarkan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan berbagai metode dalam kegiatan pembelajarannya. 2. Motivasi Belajar Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku seseorang secara relatif permanen, dan secara potensial untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik berupa hasrat dan keinginan berhasil serta dorongan kebutuhan belajar, harapan dan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsik timbul karena adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik (Sardiman, 2007).

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 3. Peranan Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran Secara umum, terdapat dua peranan penting motivasi dalam belajar. Pertama, motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar demi mencapai satu tujuan. Kedua, motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi akan memiliki energi yang besar untuk melaksanakan kegiatan belajar (Sardiman, 2007). 4. Faktor- faktor yang mempengaruhi Motivasi Imron (2006), mengemukakan enam unsur atau faktor yang mempengaruhi motivasi dalam proses pembelajaran. Keenam faktor tersebut adalah : cita-cita / aspirasi siswa, kemampuan siswa, kondisi siswa, kondisi lingkungan siswa, unsur-unsur dinamis belajar / pembelajaran, dan upaya guru dalam memberikan pengajaran kepada siswa 5. Motivasi Model Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction (ARCS) Dari berbagai teori motivasi yang berkembang, Keller (1983) dalam Siregar (2010), telah menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, yang disebut sebagai ARCS model. Model ARCS yaitu Attention (perhatian), Relevance (Relevansi), Confidence (kepercayaan diri), dan Satisfaction (kepuasan). Attention (perhatian) merupakan dorongan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu seseorang muncul karena dirangsang melalui elemen-elemen baru, aneh, kontradiktif / kompleks. Relevance (relevansi) yaitu adanya hubungan yang

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 ditunjukkan antara materi pembelajaran, kebutuhan, dan kondisi siswa. Confidence (kepercayaan diri), yaitu merasa diri kompeten atau memiliki potensi untuk mampu berinteraksi dengan lingkungan. Satisfaction (kepuasan) merupakan keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan. Siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan yang serupa. 6. Upaya-upaya memotivasi siswa dalam belajar Dalam kenyataannya, motivasi dalam belajar terkadang meningkat dengan cepat, tetapi terkadang juga menurun secara drastis. Oleh karena itu, perlu adanya upaya-upaya untuk memotivasi siswa. Imron (2006), mengemukakan beberapa upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan motivasi belajar siswa. Beberapa upaya tersebut adalah : a. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis pembelajaran b. Mengoptimalkan upaya guru saat mengajar di kelas juga menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. Jika guru tidak bersemangat dalam proses pembelajaran maka siswa cenderung tidak memiliki motivasi belajar, tetapi jika guru bersemangat dalam melaksanakan pembelajaran maka motivasi siswa dalam belajar akan lebih baik. Hal-hal yang perlu disajikan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran haruslah menarik sehingga dapat mempengaruhi tumbuhnya motivasi siswa dengan kemampuan yang dimiliki. c. Mengembangkan aspirasi, partisipasi dan kreatifitas siswa dalam proses pembelajaran.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 7. Teknik-teknik motivasi dalam pembelajaran Menurut Uno (2006), ada beberapa teknik motivasi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran, diantaranya memberikan penyataan penghargaan secara verbal, seperti “kamu pintar” atau “hebat”, menggunakan nilai ulangan dan hasil kerja yang telah dicapai dalam kegiatan pembelajaran untuk dapat memacu keberhasilan siswa, memberikan pertanyaan dan menggunakan permainan untuk dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa. D. Metode Belajar Sambil Bermain (BSB) Belajar Sambil Bermain (BSB) adalah metode belajar yang paling efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Melalui metode ini siswa menjadi lebih senang mengikuti pelajaran dan tidak mudah bosan. Ada lima alasan mengapa metode bermain sambil belajar sangat penting diterapkan di dalam kelas, yaitu : 1. Seorang siswa bisa belajar melalui proses berjalannya permainan. Dengan permainan siswa bisa belajar memahami konsep dan ide baru dalam belajar. Siswa juga bisa melihat materi yang diajarkan dari prespektif yang belum mereka ketahui sebelumnya, sehingga siswa akan mulai bereksperimen dengan kemungkinan-kemungkinan baru. 2. Permainan menjadi penghubung untuk mengikutsertakan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. 3. Melalui permainan siswa dapat mempelajari beberapa keterampilan penting, seperti berpikir kritis, ketelitian, kerja sama, dan kreatifitas. 4. Permainan dapat membantu menguatkan memori siswa. Saat bermain, tanpa disadari siswa banyak berinteraksi dengan materi yang sedang diajarkan, hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang dapat membuat siswa mudah mengingat

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 materi tersebut. Dengan membuat variasi jenis permainan, maka siswa akan menerima bermacam-macam stimulus. 5. Melalui permainan dapat menarik minat siswa dan mengikutsertakan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang aktif. Siswa sangat menyukai permainan, hal ini dapat menjadi cara yang baik untuk memusatkan perhatian siswa agar siap untuk menerima pelajaran yang baru (Anggani, 2010). E. Media Teka Teki Silang 1. Pengertian Media Teka Teki Silang Teka teki silang merupakan sebuah media permainan yang dimainkan dengan cara mengisi ruang-ruang kosong yang berbentuk kotak dengan hurufhuruf, sehingga membentuk sebuah kata sesuai dengan petunjuk yang ada. Dalam kegiatan pembelajaran biologi, media ini digunakan untuk merangsang siswa berpikir dan mencari jawaban sesuai dengan pertanyaan yang diberikan (Sriyana, 2013). Anggani (2010), menyatakan bahwa belajar dengan bermain memberikan kesempatan kepada anak untuk memanipulasi, mengulang-ulang, menemukan sendiri, bereksplorasi, mempraktikan, dan mendapatkan bermacam-macam konsep, serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya. Disinilah proses pembelajaran terjadi. Mereka mengambil keputusan, memilih, menentukan, mencipta, memasang, membongkar, mengembalikan, mencoba, mengeluarkan pendapat, memecahkan masalah, bekerja sama dengan teman, dan mengalami berbagai macam perasaan. Oleh karena itu, anak membutuhkan alat atau media permainan. Alat permainan ini berfungsi untuk mengenal lingkungan dan membimbing anak

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 untuk mengenali kekuatan maupun kelemahan dirinya. Anak didik secara aktif melakukan kegiatan permainan dan secara optimal menggunakan seluruh pancaindera secara aktif. Permainan yang menyenangkan juga akan meningkatkan aktivitas sel otak anak. 2. Peranan Guru dalam Permainan Guru berperan sebagai instruktur dan fasilitator. Sebagai instruktur, guru berperan dalam memperkenalkan cara kerja, dan fungsi suatu alat permainan. Sedangkan sebagai fasilitator guru menjembatani atau menghubungkan anak dengan media permainan yang akan digunakan. Peranan guru sebagai fasilitator tidaklah mudah untuk diterapkan. Seorang guru harus membutuhkan kepekaan rasa, dan ketajaman pengamatan bagi setiap anak didiknya. Dalam bermain pun guru diminta untuk tetap mendampingi mereka. Hal ini dikarenakan pada saat anak bermain akan terlihat perkembangan setiap anak. Selain itu, dalam memfasilitasi anak didik dengan permainan. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh guru, yaitu : a. Merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi setiap kegiatan yang dilakukan dan alokasi waktu yang digunakan. b. Mengatur penempatan semua peralatan dan perabotan yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. c. Segala kegiatan yang dipersiapkan oleh guru harus memiliki tingkat kesulitan yang berbeda sesuai dengan tingkat perkembangan anak. d. Memantau setiap kegiatan apakah kegiatan tersebut membosankan atau menyenangkan siswa (Anggani, 2010).

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 3. Kelebihan Media Teka Teki Silang a. Media Teka Teki Silang sangat efektif untuk mengulang pelajaran yang telah diberikan. Dengan demikian dapat memudahkan siswa untuk mengingat kembali materi yang telah disampaikan. b. Mudah untuk diajarkan karena sebagian besar masyarakat telah mengetahui dan pernah memainkan permainan ini. c. Dapat dibuat dengan mudah dan biayanya relatif murah. d. Melatih ketelitian dan kejelian siswa dalam menjawab pertanyaan. e. Mengasah otak siswa untuk berpikir dan memecahkan soal yang ada dalam permainan. f. Dapat dimainkan secara individu maupun berkelompok (Khikmah, 2013). 4. Kelemahan Media Teka Teki Silang a. Ada beberapa jawaban yang memiliki hubungan dengan jawaban lainnya, sehingga apabila siswa tidak dapat menjawab salah satu soal maka siswa akan merasa bingung karena akan berpengaruh pada jawaban siswa yang hurufnya masih berkaitan dengan soal sebelumnya yang tidak dapat dipecahkan oleh siswa. b. Perlu ada ketelitian dalam membuat kotak-kotak jawaban yang akan diisi oleh siswa, karena apabila salah dalam membuat jumlah kotak maka akan berpengaruh pada jawaban pada soal-soal selanjutnya. c. Materi-materi yang bersifat penjelasan atau pemaparan tidak dapat dimasukan ke dalam media ini, karena ruang-ruangnya terbatas, hanya untuk istilah-istilah atau singkatan kata (Khikmah, 2013).

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 F. Pembelajaran Biologi 1. Pembelajaran Biologi Secara Umum Pada dasarnya, pembelajaran biologi berupaya untuk membekali siswa dengan berbagai kemampuan tentang cara mengetahui dan memahami konsep tersebut ataupun fakta secara mendalam. Agar tercapai pembelajaran biologi secara efektif, maka harus diperhatikan beberapa prinsip berikut ini : a. Student Centered Learning (pembelajaran berpusat pada siswa) Siswa ditempatkan sebagai subyek belajar, artinya proses belajar dilakukan oleh siswa dengan melakukan suatu kegiatan yang telah dirancang oleh guru untuk menanamkan konsep-konsep tertentu. Dalam konteks ini yang aktif bukanlah guru, melainkan siswa sendiri. Dengan belajar secara aktif, siswa akan memperoleh hasil belajar yang maksimal. b. Learning by Doing (belajar dengan melakukan sesuatu) Proses pembelajaran biologi dilakukan dengan merancang kegiatan sederhana yang dapat menggambarkan konsep yang sedang dipelajari. Dengan demikian, siswa dapat mengalami sendiri, artinya siswa memperoleh pengetahuan tidak hanya secara teoritis saja, tetapi juga secara praktek. c. Joyful Learning (Pembelajaran yang menyenangkan) Kesempatan untuk bereksplorasi dan berinteraksi dalam kelompok akan membuat siswa merasa senang dan tidak tertekan. Memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk melakukan pengamatan. Percobaan dan diskusi merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 d. Meaningful Learning (Pembelajaran yang bermakna) Pembelajaran menjadi bermakna jika siswa dapat mengalami sendiri, dan dapat mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Lebih bermakna suatu materi, maka akan mudah untuk mengingatnya kembali. Dengan demikian siswa merasa bahwa pembelajaran biologi bermanfaat bagi kehidupannya. e. The Daily Life Problem Solving (Pemecahan masalah sehari-hari) Obyek biologi meliputi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Dengan demikian, permasalahan dalam biologi senantiasa berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa perlu dilatih untuk dapat memecahkan permasalahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari (Fithriani, 2009). 2. Pembelajaran Biologi Di SMA Biologi memiliki karakter khusus yang berbeda dengan ilmu lainnya dalam hal ini menyangkut obyek, persoalan dan metodenya. Mata pelajaran biologi di SMA dikembangkan melalui kemampuan berpikir analisis untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam dan sekitar. Mata pelajaran biologi di SMA / MA yang merupakan kelanjutan mata pelajaran IPA di SMP / MTS yang menekankan pada fenomena alam dan penerapannya yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut : a. Hakikat biologi, keanekaragaman hayati dan pengelompokkan makhluk hidup, hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi, peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. b. Organisasi seluler, struktur jaringan, struktur dan fungsi organ tumbuhan, hewan, dan manusia serta penerapannya dalam konteks salingtemas.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 c. Proses yang terjadi pada tumbuhan, proses metabolisme, hereditas, evolusi, bioteknologi, dan implikasinya pada salingtemas. Sedangkan ruang lingkup mata pelajaran biologi di SMA terbagi atas dua bagian, yaitu bekerja ilmiah dan pemahaman konsep (materi pokok). Bekerja ilmiah diajarkan dan dilatihkan pada awal tahun kelas X tetapi untuk selanjutnya terintegrasi dengan materi pada kompetensi yang telah ditetapkan (Depdikbud, 2012). 3. Materi Pembelajaran Invertebrata adalah salah satu pokok bahasan dalam pembelajaran biologi. Materi invertebrata ini diajarkan di kelas X SMA atau MA pada semester genap. Berikut uraiannya : a. Standar Kompetensi : 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati b. Kompetensi Dasar : 3.4. Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan c. Materi : Invertebrata d. Sub Materi : Mollusca dan Arthropoda 1) Mollusca Mollusca berasal dari kata latin mollis yang berarti lunak. Hewan yang termasuk filum ini memiliki tubuh yang lunak.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 a) Ciri-ciri umum Mollusca Mollusca bertubuh lunak, tidak memiliki ruas, dan tubuhnya ditutupi oleh cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat. Cangkang tersebut berguna untuk melindungi organ-organ dalam isi rongga perut, tetapi ada pula Mollusca yang tidak bercangkang. Kaki Mollusca berbentuk pipih, lebar, dan berotot. Sebagian besar Mollusca hidup di laut. Reproduksi Mollusca terjadi secara seksual, yaitu dengan fertilisasi internal. Mollusca ada yang bersifat diesis (alat kelamin jantan dan betina terpisah), dan ada pula yang bersifat monoesis (alat kelamin jantan dan betina terdapat pada satu hewan). Salah satu contoh hewan Mollusca adalah bekicot, dapat dilihat pada gambar 2.1 dibawah ini ! (a) (b) Gambar 2.1. (a) Bekicot, (b) anatomi Bekicot 2) Arthopoda Arthropoda berasal dari kata Arthron yang berarti ruas dan podos yang berarti kaki. Hampir 90 % dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 a) Ciri-ciri Umum Arthropoda Hewan yang termasuk filum ini mempunyai kaki yang beruasruas. Misalnya, udang, belalang, laba-laba dan kaki seribu.  Struktur tubuh Tubuh hewan ini simetri bilateral, beruas-ruas dan mempunyai kerangka luar (eksoskeleton) dari bahan kitin. Kerangka luar ini bersendi dan berfungsi menutupi serta melindungi alat-alat dalam dan luar. Selanjutnya, kerangka luar disekresikan oleh epidermis dan mengalami pergantian kulit (eksdisis). Hewan ini mempunyai mata majemuk (faset) atau mata tunggal (oselus). Salah satu contoh hewan Arthropoda adalah udang, dapat dilihat pada gambar 2.2 dibawah ini ! (a) (b) Gambar 2.2. (a) Udang, (b) anatomi udang G. Pembelajaran Materi Invertebrata Dengan Menggunakan Media Teka Teki Silang Pembelajaran invertebrata pada filum Mollusca dan Arthropoda menggunakan media Teka Teki Silang (TTS), dimana siswa diminta untuk mengisi soal TTS yang

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 terdiri dari soal mendatar dan menurun yang ada pada LKS dan papan permainan. TTS digunakan sebagai media untuk membantu siswa dalam mengklasifikasikan kelas-kelas yang ada pada filum Mollusca dan Arthropoda, mengidentifikasi ciriciri hewan pada filum Mollusca dan Arthropoda berdasarkan kelasnya, dan menjelaskan peranan Mollusca dan Arthropoda bagi kehidupan. Pada awalnya siswa secara berkelompok diminta untuk mengklasifikasikan kelas-kelas yang ada pada filum Mollusca dan Arthropoda dengan mengerjakan soal TTS yang ada pada LKS. Selanjutnya, siswa secara berkelompok juga diminta untuk memainkan TTS pada papan permainan, dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Permainan teka teki silang terdiri dari 60 soal, yang meliputi soal mendatar dan soal menurun 2. Guru membagi siswa ke dalam 6 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa 3. Guru menyediakan 6 buah amplop yang diberi kode A, B, C, D, E dan F. Di dalam amplop tersebut terdapat nomor soal yang akan dikerjakan kelompok tersebut beserta soal dari kelompok tersebut 4. Setiap kelompok menunjuk perwakilannya untuk maju dan mengambil undian untuk menentukan kode soal yang akan dikerjakan. 5. Selanjutnya setiap kelompok akan menjawab pertanyaan berdasarkan nomor yang diperolehnya dalam amplop, apabila jawabannya salah maka akan dilemparkan ke kelompok lain. 6. Kelompok yang berhasil menjawab pertanyaan dengan mendapatkan skor sesuai dengan yang tertera pada kartu soal. benar akan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 7. Setelah semua soal terjawab, guru bersama siswa akan menghitung jumlah skor yang diperoleh masing-masing kelompok 8. Kelompok yang menang akan mendapatkan hadiah Tujuan dari permainan ini yaitu agar siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri hewan pada filum Mollusca dan Arthropoda berdasarkan kelasnya, dan menjelaskan peranan Mollusca dan Arthropoda bagi kehidupan. Soal-soal yang digunakan sebagai soal TTS diambil dari materi tentang ciri-ciri dari filum Mollusca dan Arthropoda, klasifikasi Mollusca dan Arthropoda, serta peranan Mollusca dan Arthropoda dalam kehidupan. H. Hubungan antara Media Teka Teki Silang, Motivasi, dan Hasil Belajar Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran Dalam penelitian ini, media Teka Teki Silang, Motivasi dan Hasil Belajar memiliki memiliki kaitan satu sama lain dan saling bergantung. Media Teka Teki Silang merupakan sarana yang dapat membantu siswa dalam kegiatan pembelajaran biologi khususnya dalam mempelajari materi invertebrata. Motivasi siswa dapat meningkat apabila siswa berminat dan senang terhadap dalam kegiatan pembelajaran. Dengan adanya media teka teki silang, siswa akan merasa senang karena mereka belajar dapat materi invertebrata dengan bermain TTS. Apabila siswa sudah termotivasi, maka siswa akan lebih giat dan lebih sungguh-sungguh dalam mempelajari materi tersebut sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI I. 33 Hasil Penelitian Yang Relevan Dalam penelitian ini, peneliti mengambil beberapa hasil penelitian yang relevan untuk dijadikan sebagai salah satu acuan atau patokan, diantaranya: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Susilaningsih (2009) di SMP Islam 2 Mondokan, Sragen tahun ajaran 2008-2009, dengan judul “Efektivitas Penerapan Teka-Teki Silang Pada Hasil Belajar Siswa Materi Pokok Sistem Pencernaan Makanan Di SMP Islam 2 Mondokan” menyebutkan bahwa rata-rata hasil belajar untuk kelas eksperimen (VIII C) yaitu 77.62 dengan ketuntasan belajar 84.37 % (27 siswa), sedangkan pada kelas tanpa penerapan teka-teki silang (VIII A) yaitu sebesar 66.26 dengan ketuntasan belajar 43.75 % (14 siswa). Berdasarkan hasil uji t terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu rata-rata hasil belajar siswa dengan penerapan teka-teki silang lebih baik daripada rata-rata hasil belajar siswa tanpa penerapan teka-teki silang dalam pembelajaran biologi. Dari deskripsi diatas, dapat disimpulkan bahwa penerapan teka-teki silang pada materi pokok sistem pencernaan makanan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Teka-teki silang juga perlu dikembangkan sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran biologi. Penelitian lain juga dilakukan oleh Sriyana (2013) di SMP Negeri 17 Semarang tahun ajaran 2013-2014, dengan judul “Pengaruh Media Pembelajaran Teka Teki Silang (TTS) Dengan Model Pembelajaran Cooperative Learning Terhadap Tingkat Berpikir Pada Siswa SMP”. Dari hasil penelitian ini diperoleh analisa uji perbedaan dua rata-rata dengan menggunakan uji-t. Kesimpulannya adalah hasil tes akhir tingkat berpikir siswa menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD berbantuan media Teka Teki Silang (TTS) lebih tinggi jika

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 dibandingkan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD berbantuan latihan soal. Berdasarkan hasil penelitian dari Khikmah (2013) di SMA Negeri 1 Bumiayu pada tahun 2013, dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran CD Interaktif Materi Struktur dan Fungsi Sel dilengkapi Teka-Teki Silang Berbasis Flash”, menunjukan bahwa hasil belajar secara klasikal ≥80% siswa mencapai KKM (80), dan secara klasikal persentase penilaian aktivitas siswa ≥81% dengan kriteria aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, tanggapan siswa dan guru menunjukan CD interaktif dilengkapi teka-teki silang berbasis flash baik digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. J. Kerangka Berpikir Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi, hasil belajar siswa kelas X rendah pada materi invertebrata dikarenakan minat baca dan antusiasme siswa terhadap materi Biologi rendah. Kemampuan kognitif siswa juga rendah dimana siswa yang mencapai KKM (≥72) dalam satu kelas hanya 6,7%. Selain itu, siswa juga masih kesulitan dalam memahami istilah-istilah. Dalam kegiatan pembelajaran, sebagian besar siswa juga pasif dan masih kurang berani untuk menyatakan kesulitan yang dihadapi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Sehingga peneliti menggunakan media berupa permainan pada kegiatan pembelajaran materi invertebrata. Dari permasalahan diatas, peneliti menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik minat siswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswa lebih termotivasi. Media pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik siswa yang kesulitan untuk memahami istilah-istilah dalam pembelajaran, siswa

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 yang kesulitan untuk berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran, siswa yang kurang teliti dalam mengerjakan tugas, siswa yang suka bosan dan sering mengantuk di kelas. Untuk mengatasi permasalahan ini, media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa adalah media pembelajaran yang hanya digunakan untuk mengisi istilah-istilah atau singkatan kata, media yang dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa terfokus untuk memecahkan persoalan yang ada, media yang dapat melatih ketelitian siswa, media yang mampu melibatkan siswa dan dapat membantu siswa bekerja sama dengan siswa lain Pembelajaran menggunakan media TTS merupakan solusi dari permasalahan diatas. Media TTS merupakan salah satu pendekatan dalam bentuk permainan yang digunakan untuk mengukur motivasi dan hasil belajar siswa. Media ini berperan untuk merangsang daya pikir siswa dalam kegiatan pembelajaran biologi khususnya dalam mempelajari materi invertebrata. Melalui media permainan ini, siswa lebih mudah memahami dan mengingat istilah-istilah penting yang ada dalam pembelajaran biologi, sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dalam penelitian ini, hasil belajar siswa pada aspek kognitif diukur melalui test tertulis yaitu pre-test dan post-test. Pre-test menggunakan tes obyektif (pilihan ganda) sebanyak 25 soal, sedangkan untuk post-test menggunakan tes obyektif (pilihan ganda) sebanyak 20 soal dan tes subyektif (uraian) pada siklus I sebanyak 3 soal, siklus II sebanyak 2 soal. Hasil belajar siswa pada aspek psikomotor diukur melalui keterampilan siswa menggambar pada LKS. Diharapkan 75 % hasil belajar siswa pada aspek kognitif dan psikomotor siswa lulus KKM.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Untuk motivasi siswa diukur melalui hasil angket yang telah diisi siswa secara individu, dan lembar observasi yang telah diisi para observer. Dalam penelitian ini, diharapkan 80 % siswa memiliki motivasi belajar tinggi dan sangat tinggi. Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, dapat dituangkan dalam gambar 2.3 berikut ini.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 K. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini, yaitu : 1. Penggunaan Media Teka Teki Silang (TTS) dapat meningkatkan Motivasi Siswa Kelas X SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat Pada Materi Invertebrata. 2. Penggunaan Media Teka Teki Silang (TTS) dapat meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat Pada Materi Invertebrata.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Hopkins dalam Setyosari (2010), penelitian tindakan kelas merupakan suatu proses yang dirancang untuk memberdayakan seluruh partisipan dalam proses pendidikan dalam hal ini adalah peserta didik, guru, dan pihak-pihak lain yang terkait, dengan tujuan untuk meningkatkan praktek pendidikan atau pelajaran yang dilakukan dalam pengalaman pendidikan. Penelitian tindakan kelas terdiri dari 4 tahapan meliputi planning, acting, observing, dan reflecting yang dilakukan secara berulang hingga memenuhi target yang diinginkan (Setyosari, 2010). B. Setting Penelitian 1. Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak, Sumba Barat – NTT. 2. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak, Sumba Barat - NTT yang berjumlah 26 orang dimana jumlah siswa sebanyak 13 orang dan jumlah siswi sebanyak 13 orang. Penentuan subyek dalam penelitian ini dipilih secara purposive, yaitu teknik pengambilan 39

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 subyek dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan usulan guru bidang studi kelas X, kelas XA merupakan kelas yang cocok untuk dijadikan subyek penelitian. Hal ini dikarenakan kemampuan kognitif siswa di kelas ini lebih baik dibandingkan kelas X lainnya. 3. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Swasta Karanu Waikabubak, Sumba Barat – NTT. 4. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 - 30 Mei 2014 C. Desain Penelitian Pada penelitian ini, peneliti menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart, dimana guru dilibatkan dalam proses penelitiannya, terutama pada aspek aksi dan refleksi terhadap praktek-praktek pembelajaran di kelas (Manurung, 2008). Model Kemmis dan Mc Taggart pada hakekatnya berupa perangkat-perangkat atau uraianuraian dengan satu perangkat yang terdiri dari empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang keempatnya merupakan satu siklus (Taniredja, 2011). Desain PTK yang akan dilakukan dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut ini :

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Gambar 3.1 Skema Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis dan Mc Taggart (2005) Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai penyampai materi pembelajaran yang bekerja sama dengan guru mata pelajaran biologi yang bertugas sebagai observer 1, dan salah satu guru lainnya di SMA ini yang bertugas sebagai observer 2. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan beberapa kegiatan yang disebut juga sebagai pra-tindakan, diantaranya : 1. Meminta ijin kepada kepala sekolah SMA Swasta Karanu Waikabubak untuk diperbolehkan melakukan penelitian di sekolah ini. 2. Melakukan diskusi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Biologi mengenai nilai kognitif (akademik), KKM mata pelajaran biologi, motivasi belajar siswa pada mata pelajaran biologi, metode dan karakteristik siswa di kelas XA, serta informasi lainnya yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran biologi di kelas tersebut.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 3. Berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk menentukan judul penelitian. 4. Mengerjakan rancangan penelitian sambil melakukan konsultasi dengan guru mata pelajaran biologi untuk mengetahui informasi-informasi lain yang belum diketahui pada saat peneliti melakukan wawancara. 5. Melakukan bimbingan dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing, apabila peneliti merasa kebingungan. Setelah melakukan pra-tindakan, selanjutnya peneliti merancang kegiatan pembelajaran di kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus memiliki alokasi waktu sebanyak 4 Jam Pelajaran (JP), dimana setiap pertemuan terdiri dari 2 Jam Pelajaran (JP). Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan (acting), tahap observasi (observing), dan tahap refleksi (reflecting). 1. Siklus I a. Perencanaan Pada tahap ini, peneliti merancang kegiatan yang akan dilaksanakan di dalam kelas, diantaranya : 1) Penelitian berkonsultasi dengan guru untuk membagi siswa dalam kelompok. Kelompok dibagi secara heterogen, sehingga dalam setiap kelompok terdapat siswa dan siswi. 2) Peneliti menyusun Silabus dan RPP siklus I berdasarkan KTSP, dan disesuaikan dengan media teka teki silang. Pembuatan silabus untuk siklus I dan siklus II tidak dipisahkan, karena materi yang diajarkan masih sama yaitu invertebrta, sedangkan pembuatan RPP pada siklus I difokuskan pada ciri-ciri, klasifikasi, dan peranan dari filum Mollusca. a) Silabus dapat dilihat pada lampiran 1

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 b) RPP siklus I dapat dilihat pada lampiran 2 3) Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS), dan menyusun soal tes yang berupa soal tes kemampuan awal (pre-test), soal tes kemampuan akhir (post-test). a) LKS siklus I beserta hasil jawaban siswa dapat dilihat pada lampiran 4 b) Kunci jawaban LKS siklus I dapat dilihat pada lampiran 6 c) Kisi-kisi soal pre-test dan pedoman skoring dapat dilihat pada lampiran 8 d) Soal pre-test beserta hasil jawaban siswa dapat dilihat pada lampiran 9 e) Kunci jawaban soal pre-test dapat dilihat pada lampiran 10 f) Kisi-kisi soal post-test dan pedoman skoring siklus I dapat dilihat pada lampiran 11 g) Soal post-test siklus I beserta hasil jawaban siswa dapat dilihat pada lampiran 13 h) Kunci jawaban soal post-test siklus I dapat dilihat pada lampiran 15 4) Menyiapkan semua media yang dibutuhkan dalam permainan edukatif teka teki silang yaitu papan permainan teka teki silang, kartu pertanyaan, kartu jawaban, nama kelompok dan tabel skoring a) Papan permainan teka teki silang pada siklus I dapat dilihat pada lampiran 17 b) Kartu pertanyaan permainan teka teki silang siklus I dapat dilihat pada lampiran 19 c) Kartu jawaban permainan teka teki silang siklus I dapat dilihat pada lampiran 21

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 d) Tabel skoring dan kategori skor permainan TTS siswa siklus I dapat dilihat pada lampiran 23 5) Menyusun angket dan lembar observasi motivasi siswa a) Angket motivasi awal siswa dapat dilihat pada lampiran 25 b) Angket motivasi siswa siklus I dapat dilihat pada lampiran 26 c) Lembar hasil observasi motivasi siswa siklus I dapat dilihat pada lampiran 28 6) Mempersiapkan bahan ajar yang akan disampaikan pada siklus I a) Sub materi yang diajarkan pada siklus I adalah filum mollusca b. Pelaksanaan Tindakan dilaksanakan sesuai dengan yang telah dirancang. Pada kegiatan ini peneliti meminta bantuan guru mata pelajaran untuk mendampingi peneliti sekaligus sebagai observer 1 dalam kegiatan pembelajaran biologi. Selain itu, peneliti juga meminta bantuan salah satu guru di SMA Swasta Karanu Waikabubak untuk membantu peneliti sebagai observer 2 dalam kegiatan pembelajaran biologi. Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Secara umum, pelaksanaan tindakan pada siklus I, yaitu : 1) Guru memberikan pre-test untuk mengukur kemampuan awal siswa 2) Guru membagikan lembar angket kepada siswa untuk mengetahui motivasi awal siswa 3) Guru memberikan apersepsi dengan menampilkan beberapa gambar kemudian siswa disuruh untuk menyampaikan persamaan dan perbedaan dari beberapa gambar tersebut.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran pada setiap pertemuan. 5) Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok, dimana setiap kelompok berjumlah 4-5 siswa. 6) Guru membagikan LKS kepada siswa, dan siswa mengerjakan LKS sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan. 7) Guru memperkenalkan permainan teka teki silang dan memberikan petunjuk cara bermain teka teki silang serta peraturan dalam permainan ini. 8) Siswa melakukan permainan teka teki silang sesuai waktu yang ditentukan. Langkah-langkah permainan teka teki silang adalah sebagai berikut : a) Permainan teka teki silang terdiri dari 60 soal, yang meliputi soal mendatar dan soal menurun b) Permainan ini dilakukan secara berkelompok, dimana setiap kelompok mendapat 10 soal. c) Guru menyediakan 6 buah amplop yang diberi kode A, B, C, D, E dan F. Pada setiap amplop, terdapat nomor soal dan soal yang akan dikerjakan masing-masing kelompok. d) Setiap kelompok menunjuk perwakilannya agar maju dan mengambil undian untuk menentukan kode soal yang akan dikerjakan. e) Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berdiskusi dan menjawab soal yang berada di dalam amplop

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 f) Selanjutnya guru menunjuk secara acak kepada setiap kelompok untuk menjawab pertanyaan dari angka yang disebutkan misalnya “4 menurun”. g) Kelompok yang mendapat soal “4 menurun” bertugas membacakan dan menjawab pertanyaan dari soal tersebut. Apabila jawabannya salah, akan dilemparkan ke kelompok lain h) Kelompok lain yang salah menjawab pertanyaan tidak diberikan kesempatan lagi untuk menjawab pertanyaan yang sama. i) Apabila ada kelompok yang menjawab pertanyaan dengan benar, maka kelompok tersebut berhak mendapatkan skor j) Kelompok yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan skor sesuai dengan yang tertera pada kartu soal k) Observer akan mencatat siswa yang aktif menjawab pertanyaan l) Setelah semua soal terjawab, guru bersama siswa akan menghitung jumlah skor yang diperoleh masing-masing kelompok 9) Guru memberikan penjelasan apabila ada siswa yang masih bingung atau kurang mengerti tentang materi pembelajaran 10) Guru memberikan handout berupa ringkasan materi pembelajaran pada siklus I Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi untuk mengukur motivasi dan hasil belajar siswa. Evaluasi dalam pembelajaran Biologi dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : 1) Untuk mengukur pemahaman siswa (kognitif), digunakan permainan edukatif teka teki silang

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 2) Untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif, digunakan pretest dan post-test 3) Untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek psikomotor digunakan keterampilan siswa melalui gambar yang dikerjakan pada LKS dengan berpedoman pada beberapa aspek yaitu : kreatifitas siswa dalam menggambar, kesesuaian gambar dengan materi yang diajarkan, kesesuaian gambar dengan struktur penyusunnya, kesesuaian gambar dengan ciri-ciri yang ditulis, dan partisipasi siswa dalam kelompok. 4) Untuk mengukur motivasi siswa digunakan angket dan hasil observasi. c. Observasi Observasi merupakan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran di kelas yang meliputi seluruh aktivitas dan perilaku siswa di kelas, baik pada kegiatan diskusi, permainan, ataupun kegiatan lain yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran biologi. Kegiatan observasi ini dilakukan oleh guru mata pelajaran biologi sebagai observer 1, dan salah satu guru di SMA Swasta Karanu Waikabubak sebagai observer 2, dengan mengisi dan berpedoman pada lembar observasi yang telah disediakan peneliti. d. Refleksi Pada tahap ini, peneliti merefleksikan proses yang terjadi, masalahmasalah yang muncul, dan segala hal yang berkaitan dengan tindakan selama kegiatan pembelajaran siklus I, baik berupa kelebihan maupun kekurangannya. Selain itu, peneliti juga akan meminta masukan dari guru mata pelajaran biologi sebagai guru pembimbing sekaligus sebagai observer tentang kelebihan maupun kekurangan strategi pembelajaran yang

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 digunakan peneliti, sehingga kegiatan pembelajaran pada siklus II menjadi lebih baik. 2. Siklus II a. Perencanaan Pada tahap ini, kegiatan yang dirancang peneliti sebagian besar sama seperti siklus I. Akan tetapi ada sedikit perbedaannya, yaitu pada siklus ini peneliti juga mengidentifikasi masalah dan kekurangan-kekurangan selama kegiatan pembelajaran pada siklus I. Ini dapat diidentifikasi dari hasil refleksi, pre-test dan post-test siswa, lembar angket dan lembar observasi. Selanjutnya, peneliti membuat rancangan kegiatan seperti pada siklus I, yaitu membuat : 1) RPP siklus II, dapat dilihat pada lampiran 3 2) LKS siklus II beserta hasil jawaban siswa, dapat dilihat pada lampiran 5 3) Kunci jawaban LKS siklus II, dapat dilihat pada lampiran 7 4) Kisi-kisi soal post-test dan pedoman skoring siklus II, dapat dilihat pada lampiran 12 5) Soal post-test siklus II beserta hasil jawaban siswa, dapat dilihat pada lampiran 14 6) Kunci jawaban dan pedoman skoring soal post-test siklus II, dapat dilihat pada lampiran 16 7) Papan permainan teka teki silang pada siklus II, dapat dilihat pada lampiran 18 8) Kartu pertanyaan permainan teka teki silang siklus II, dapat dilihat pada lampiran 20

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 9) Kartu jawaban permainan teka teki silang siklus II, dapat dilihat pada lampiran 22 10) Tabel skoring dan kategori skor permainan TTS siswa siklus II, dapat dilihat pada lampiran 24 11) Angket motivasi siswa siklus II, dapat dilihat pada lampiran 27 12) Lembar hasil observasi motivasi siswa siklus II, dapat dilihat pada lampiran 29 13) Handout materi yang diajarkan pada siklus II. Sub materi yang diajarkan pada siklus II adalah filum Arthropoda b. Pelaksanaan Tahap ini merupakan lanjutan dari tahap pelaksanaan pada siklus I, kegiatan yang dilakukan pun sama. Akan tetapi, ada perbedaan dalam penyampaian materinya, dimana sub materi yang disampaikan bukan lagi filum Mollusca, melainkan filum Arthropoda. Secara umum, pelaksanaan tindakan pada siklus II sebagai berikut : 1) Guru memberikan apersepsi dengan menampilkan beberapa gambar, kemudian siswa disuruh untuk menyampaikan persamaan dan perbedaan dari beberapa gambar tersebut 2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran pada pertemuan hari ini 3) Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok, dimana setiap kelompok berjumlah 4-5 siswa 4) Guru membagikan LKS kepada siswa, dan siswa mengerjakan LKS sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 5) Guru memberikan petunjuk cara bermain teka teki silang serta peraturan dalam permainan ini 6) Siswa melakukan permainan teka teki silang sesuai waktu yang ditentukan. Langkah-langkah permainan teka teki silang adalah sebagai berikut : a) Permainan teka teki silang terdiri dari 60 soal, yang meliputi soal mendatar dan soal menurun b) Permainan ini dilakukan secara berkelompok, dan setiap kelompok mendapat 8 soal. c) Guru menyediakan 6 buah amplop yang diberi kode A, B, C, D, E dan F. Pada amplop tersebut terdapat nomor soal yang akan dijawab. d) Setiap kelompok menunjuk perwakilannya agar maju dan mengambil undian untuk menentukan kode soal yang akan dijawab e) Selanjutnya setiap kelompok menjawab pertanyaan berdasarkan nomor yang diperolehnya dalam amplop. Apabila jawabannya salah maka dilemparkan ke kelompok lain f) Kelompok yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan skor sesuai dengan yang tertera pada kartu soal g) Setelah semua soal dalam amplop terjawab, guru kemudian membacakan 12 nomor soal yang diperebutkan oleh semua kelompok h) Observer mencatat siswa yang aktif menjawab pertanyaan i) Setelah semua soal terjawab, guru bersama siswa akan menghitung jumlah skor yang diperoleh masing-masing kelompok

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 7) Guru memberikan penjelasan apabila ada siswa yang masih bingung atau kurang mengerti tentang materi pembelajaran 8) Guru memberikan handout berupa ringkasan materi pembelajaran pada siklus II Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi untuk mengukur motivasi dan hasil belajar siswa. Evaluasi dalam pembelajaran Biologi dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : 1) Untuk mengukur pemahaman siswa (kognitif), digunakan permainan edukatif teka teki silang 2) Untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif, digunakan pre-test dan post-test 3) Untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek psikomotor digunakan keterampilan siswa melalui gambar yang dikerjakan pada LKS dengan berpedoman pada beberapa aspek yaitu : kreatifitas siswa dalam menggambar, kesesuaian gambar dengan materi yang diajarkan, kesesuaian gambar dengan struktur penyusunnya, kesesuaian gambar dengan ciri-ciri yang ditulis, dan partisipasi siswa dalam kelompok. 4) Untuk mengukur motivasi siswa digunakan angket dan hasil observasi. c. Observasi Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini masih sama dengan kegiatan yang dilakukan pada siklus I, yaitu melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran di kelas yang meliputi seluruh aktivitas dan perilaku siswa di kelas, baik pada kegiatan diskusi, permainan, ataupun kegiatan lain yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran biologi. Kegiatan

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 observasi ini juga dilakukan oleh dua observer yang sama, dengan mengisi dan berpedoman pada lembar observasi yang telah disediakan peneliti. d. Refleksi Pada tahap ini, akan ditarik kesimpulan mengenai kegiatan yang dilakukan selama dua siklus apakah penggunaan media teka teki silang dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa memperoleh keberhasilan atau tidak, dilihat berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama siklus I dan II, lembar angket yang telah diisi siswa pada siklus I dan II, serta hasil observasi yang diperoleh dari kedua siklus. Diharapkan pada siklus II, motivasi dan hasil belajar siswa lebih meningkat dibandingkan pada siklus I. D. Variabel Penelitian Dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : 1. Variabel bebas : Penggunaan media Teka Teki Silang 2. Variabel terikat : Motivasi dan hasil belajar siswa pada materi invertebrata E. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. 1. Instrumen pembelajaran Untuk dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran biologi di kelas, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang guru, yaitu Silabus, RPP, dan LKS. Silabus merupakan garis besar kerangka pembelajaran di kelas, yang

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 menjadi pedoman dalam pembuatan RPP, sedangkan RPP merupakan penjabaran dari silabus yang didalamnya memuat kegiatan pembelajaran, dan media yang akan digunakan. LKS merupakan lembar kerja yang memuat kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh siswa selama kegiatan pembelajaran biologi di kelas. Dalam penelitian ini, peneliti juga membagikan handout yang berisi ringkasan materi pembelajaran pada siklus I maupun siklus II, dengan tujuan untuk memudahkan siswa memahami materi yang telah diajarkan. 2. Instrumen Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengumpulan data untuk mengukur motivasi dan hasil belajar siswa. a. Data Hasil Belajar Dalam mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif digunakan test baik test obyektif maupun subyektif. Dalam mengukur kemampuan awal siswa digunakan pre-test berupa test obyektif (pilihan ganda) yang terdiri dari 25 soal. Kemudian, untuk mengukur kemampuan akhir siswa pada setiap siklusnya digunakan post-test berupa test obyektif sebanyak 20 soal, dan test subyektif pada siklus I sebanyak 3 soal, siklus II sebanyak 2 soal. Selanjutnya, untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek psikomotor digunakan keterampilan siswa melalui gambar yang dikerjakan pada LKS dengan berpedoman pada beberapa aspek yaitu : kreatifitas siswa dalam menggambar, kesesuaian gambar dengan materi yang diajarkan, kesesuaian gambar dengan struktur penyusunnya, kesesuaian gambar dengan ciri-ciri

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 yang ditulis, dan partisipasi siswa dalam kelompok. Kisi-kisi hasil belajar siswa pada aspek psikomotor, dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut ini. Tabel 3.1 Kisi-kisi Hasil Belajar Aspek Psikomotor No Tingkatan Aspek Yang diamati Kategori Nomor dalam lembar observasi Kesesuaian gambar dengan 2 materi yang diajarkan 1 Mekanisme Kesesuaian antara gambar 3 dan struktur penyusunnya Kesesuaian antara gambar 4 dan ciri-ciri yang ditulis 2 3 Kesiapan Partisipasi siswa kelompok Kreatifitas Kreatifitas siswa dalam 5 siswa dalam 1 menggambar b. Data Motivasi 1) Angket Dalam penelitian ini, angket digunakan untuk mengukur motivasi siswa secara individu. Angket yang diberikan kepada siswa terdiri dari 25 butir pernyataan, dengan 4 alternatif jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Secara umum, kisi-kisi angket dapat dilihat pada tabel 3.2 dibawah ini (Kisi-kisi angket motivasi siswa secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 25).

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 3.2 Kisi-kisi angket motivasi siswa Aspek No yang Pernyataan Pernyataan Indikator positif (+) negatif (-) 4 1 2 1 diukur Memperhatikan penjelasan materi baik dari guru maupun teman 1 Perhatian Keseriusan dalam mengerjakan tugas secara individu maupun kelompok Keseriusan dalam mengerjakan tes baik pre- 1 test maupun post-test Aktif bertanya pada guru maupun teman mengenai 2 2 1 - 1 1 1 2 materi yang tidak 2 Partisipasi dipahami Ikut mengerjakan tugas yang diberikan baik tugas individu maupun kelompok Semangat dalam mengerjakan tugas 3 Semangat Semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Aspek No yang 56 Pernyataan Pernyataan Indikator positif (+) negatif (-) 5 1 1 - diukur 4 Kepuasan Kepuasan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran biologi Kepuasan dalam mengerjakan tugas baik secara individu maupun kelompok 2) Teknik Observasi Lembar observasi digunakan untuk mengukur motivasi siswa selama kegiatan pembelajaran. Ada 6 indikator yang digunakan dalam teknik ini yaitu : a) Perhatian  Perhatian dalam mengikuti pelajaran  Mampu menjawab pertanyaan yang diberikan guru b) Partisipasi :  Bertanya tentang materi yang tidak dipahami  Berdiskusi tentang materi pembelajaran  Berpartisipasi dalam mengerjakan tugas kelompok c) Semangat :  Semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran  Semangat dalam mengerjakan tugas d) Tanggung jawab  tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 e) Disiplin  Mengerjakan tugas tepat waktu f) Percaya diri  Percaya diri mengungkapkan pendapat saat berdiskusi dan bermain TTS F. Analisis Data Motivasi dan hasil belajar siswa SMA Swasta Karanu Waikabubak, Sumba Barat pada materi invertebrata menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan rumus dan analisis data kualitatif menggunakan deskripsi kata-kata. 1. Analisis Kuantitatif a. Analisis Hasil Belajar Analisis hasil belajar siswa dalam penelitian ini berguna untuk mengukur kemampuan kognitif, dan psikomotor siswa. Hasil belajar siswa pada aspek kognitif diukur melalui tes secara tertulis yang meliputi tes obyektif (soal pilihan ganda), dan tes subyektif (soal uraian). Untuk mengukur kemampuan kognitif siswa digunakan post-test pada akhir setiap siklus. Hasil belajar siswa pada aspek psikomotor diukur melalui keterampilan siswa melalui gambar yang dikerjakan pada LKS di setiap siklusnya, sesuai dengan indikator yang telah dibuat peneliti. Hasil belajar siswa pada aspek psikomotor sesuai dengan indikotor yang telah dibuat peneliti, dengan ketentuan seperti pada tabel 3.3 dibawah ini.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 3.3 Kategori Skor Hasil Belajar Siswa Pada Aspek Psikomotor No Skor Keterangan 1 1 Sangat Kurang 2 2 Kurang 3 3 Cukup 4 4 Baik 5 5 Baik Sekali Selanjutnya, untuk menghitung ketuntasan pada setiap aspek, digunakan ketuntasan siswa secara individu dan secara klasikal. Pedoman penskoran sebagai berikut : 1) Ketuntasan Individu Ketuntasan individu siswa dapat diperoleh jika siswa memperoleh nilai ≥ 72 yang merupakan nilai KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah. Kategori ketuntasan individu dapat dilihat pada tabel 3.4 dibawah ini. Tabel 3.4 Kategori Ketuntasan Individu Nilai Individu Keterangan < 72 Belum tuntas ≥72 Tuntas Nilai ketuntasan individu ditentukan dari nilai atau skor yang diperoleh dengan menggunakan rumus : Nilai siswa = Jumlah nilai Jumlah nilai maksimal x 100

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 2) Ketuntasan Klasikal Untuk menentukan ketuntasan klasikal, terlebih dahulu dihitung jumlah siswa yang mencapai KKM. Ketuntasan klasikal dikatakan telah tercapai, apabila siswa melampaui target KKM dengan target pencapaian ≥ 75% dari jumlah siswa yang berada di kelas. Untuk mengetahui ketuntasan siswa secara klasikal dihitung dengan menggunakan rumus : % Ketuntasan kelas = Jumlah siswa yang lulus KKM x 100% Jumlah seluruh siswa Untuk mengetahui nilai atau skor rata-rata kelas, dihitung dengan menggunakan rumus : Nilai Rata-Rata Kelas = ∑ skor seluruh siswa ∑Siswa yang mengikuti tes b. Analisis Motivasi Belajar Data motivasi pada penelitian ini diperoleh dari angket yang telah diisi siswa, dan lembar observasi yang diisi para observer. 1) Angket Pada penelitian ini, setiap siswa akan diberikan satu angket yang bertujuan untuk mengukur motivasi siswa secara individu. Langkahlangkah dalam pengumpulan data motivasi, yaitu : a) Angket yang diisi oleh siswa, dikategorikan dalam pernyataan positif dan negatif b) Masing-masing kategori jawaban diberikan skor dengan ketentuan seperti pada tabel 3.5 berikut.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 3.5 Kategori Skor Motivasi Pada Angket Skor Pilihan Jawaban Pernyataan Pernyataan Positif Negatif Sangat setuju 4 1 Setuju 3 2 Tidak Setuju 2 3 Sangat Tidak Setuju 1 4 c) Untuk mengetahui motivasi belajar siswa secara individu, dianalisis dengan menjumlahkan skor yang diperoleh siswa dengan menggunakan rumus : ∑Perolehan skor siswa Skor Siswa = x 100 ∑Pernyataan x skor maksimal Adapun kategori nilai atau skor yang diperoleh siswa dapat dilihat pada tabel 3.6 berikut ini. Tabel 3.6 Kategori Motivasi Siswa Melalui Angket Skor Kategori 80-100 Sangat Tinggi 60-79 Tinggi 40-59 Sedang 20-30 Rendah 0-19 Sangat Rendah

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Ketercapaian motivasi belajar siswa dapat diperoleh jika siswa memperoleh skor ≥60 yang merupakan skor target dalam penelitian ini. Siswa yang memperoleh skor < 60 dinyatakan belum termotivasi. d) Untuk menghitung rata-rata skor seluruh siswa, digunakan rumus: Skor Rata-rata kelas = ∑ Skor seluruh siswa ∑ Siswa e) Untuk mengetahui persentase motivasi siswa dalam satu kelas (motivasi klasikal), digunakan rumus : % Kelas = ∑Siswa yang mencapai target x 100 % ∑Seluruh siswa Motivasi belajar siswa secara klasikal dikatakan telah tercapai apabila ≥80 % motivasi belajar siswa termasuk dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Skor motivasi belajar untuk masing-masing siswa, dapat dibuat seperti pada tabel 3.7 berikut ini Tabel 3.7 Skor Motivasi Belajar Siswa No Kode Siswa 1 Siswa A 2 Siswa B 3 Siswa C Dst Dst Skor Motivasi Kategori

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 2) Hasil Observasi Dalam penelitian ini, hasil observasi juga digunakan untuk mengukur peningkatan motivasi siswa pada kedua siklus. Hasil observasi diperoleh melalui pengamatan observer selama kegiatan pembelajaran pada siklus I dan siklus II. Data yang diperoleh dari hasil observasi, diukur dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : a) Untuk menghitung skor setiap siswa digunakan rumus : Skor siswa = Perolehan skor siswa x 100 ∑Pertanyaan x skor maksimal Karena dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua observer yang melakukan observasi pada obyek yang sama, oleh karena itu digunakan persamaan selanjutnya, yaitu : Skor siswa = Hasil observasi observer 1 + observer 2 ∑Observer Adapun kategori nilai atau skor yang diperoleh siswa dapat dilihat pada tabel 3.8 dibawah ini Tabel 3.8 Kategori Motivasi Siswa Melalui Observasi Skor Kategori 80-100 Sangat Tinggi 60-79 Tinggi 40-59 Sedang 20-30 Rendah 0-19 Sangat Rendah

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Ketercapaian motivasi belajar siswa dapat diperoleh jika siswa memperoleh skor ≥60 yang merupakan skor target dalam penelitian ini. Siswa yang memperoleh skor < 60 dinyatakan belum termotivasi. b) Untuk menghitung rata-rata skor seluruh siswa sebagai penilaian motivasi kelas, digunakan rumus : Skor Rata-rata kelas = ∑Skor seluruh siswa ∑Seluruh siswa Karena dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua observer yang melakukan observasi pada obyek yang sama, oleh karena itu di gunakan persamaan selanjutnya, yaitu : Skor rata-rata kelas = ∑Skor observer 1 + observer 2 ∑Seluruh siswa 2. Analisis Kualitatif a. Analisis Hasil Belajar Hasil post-test (kognitif), hasil gambar LKS (psikomotor) yang telah diperoleh dalam bentuk angka kuantitatif, selanjutnya akan dideskripsikan secara kualitatif. b. Analisis Motivasi Belajar Hasil angket dan hasil observasi yang telah diperoleh dalam bentuk angka kuantitatif, selanjutnya akan dideskripsikan secara kualitatif.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 G. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan penelitian dapat dilihat uraiannya pada tabel 3.9 dibawah ini Tabel 3.9 Indikator Keberhasilan Aspek Kondisi Awal Target Pencapaian Setelah Sebelum Penelitian Penelitian Hasil belajar < 50 % siswa lulus ≥75 % siswa lulus KKM Kognitif KKM Hasil belajar Belum Terukur ≥75 % siswa lulus KKM Psikomotor 80 % motivasi belajar siswa Motivasi Belum terukur tinggi dan sangat tinggi

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Proses Penelitian 1. Pra-tindakan Sebelum melaksanakan penelitian, pada awalnya peneliti meminta ijin kepada kepala sekolah SMA Swasta Karanu Waikabubak untuk diperbolehkan melakukan penelitian di sekolah ini. Selanjutnya, peneliti melakukan diskusi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Biologi mengenai nilai kognitif (akademik), KKM mata pelajaran biologi, motivasi belajar siswa pada mata pelajaran biologi, metode dan karakteristik siswa di kelas XA, serta informasi lainnya yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran biologi di kelas tersebut. Dari hasil analisis dan data yang telah dipaparkan guru mata pelajaran Biologi Kelas X SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat, diperoleh bahwa sebagian besar siswa tidak mencapai KKM yang ditetapkan oleh sekolah (<72). Rata-rata hasil belajar yang dicapai siswa pada tahun sebelumnya adalah 53,2 dan hanya 6,7% atau sekitar 2 siswa yang mencapai KKM. Selanjutnya, peneliti berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat. 65

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 2. Pelaksanaan Siklus I a. Perencanaan Pada tahap perencanaan, peneliti melakukan studi pustaka dan menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini, yaitu : 1) Mencari sumber pustaka dari berbagai buku sebagai bahan referensi untuk mendukung kajian pustaka dalam penelitian ini. Selain itu, peneliti juga mencari penelitian terdahulu yang bersumber dari jurnal online 2) Menyusun Silabus dan RPP Siklus I berdasarkan KTSP, yang disesuaikan dengan media pembelajaran yang digunakan, yaitu media teka-teki silang dan materi pembelajaran mengenai ciri-ciri, klasifikasi dan peranan Mollusca bagi kehidupan 3) Menyusun LKS yang akan digunakan sebagai bahan diskusi dalam kelompok 4) Membuat media teka-teki silang berserta perangkatnya seperti kartu soal, kartu jawaban, nama kelompok, tabel skoring, dan nomor undian 5) Mempersiapkan bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa dalam bentuk power point, dan membuat ringkasan materi berupa handout yang akan dibagikan kepada siswa. 6) Menyusun instrumen pembelajaran yang terdiri dari soal tes, lembar angket dan lembar observasi. a) Soal test Soal test terdiri dari soal pre-test dan soal post-test. Soal pre-test terdiri atas 25 soal test obyektif (soal pilihan ganda). Pre-test hanya

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 dilakukan satu kali dalam penelitian ini, sehingga sub materi siklus I (Mollusca) dan sub materi siklus II (Arthropoda) digabungkan. Soal post-test pada siklus I terdiri dari 23 soal dimana 20 soal test obyektif (soal pilihan ganda) dan 3 soal test subyektif (soal uraian) b) Lembar angket Lembar angket yang disusun terdiri atas 25 pernyataan, yang terdiri dari 16 pernyataan positif dan 9 pernyataan negatif, dengan 4 alternatif jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Pada siklus ini dibagikan dua angket kepada setiap siswa, dimana angket pertama dibagikan pada awal pertemuan yang bertujuan untuk mengetahui motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran biologi. Angket kedua dibagikan pada akhir pertemuan siklus I, yang bertujuan untuk mengetahui motivasi siswa selama kegiatan pembelajaran pada siklus I. c) Lembar observasi Lembar observasi yang disusun terdiri dari 10 pernyataan, disesuaikan dengan indikator yang telah dibuat, yaitu: perhatian dalam mengikuti pelajaran, bertanya tentang materi yang tidak dipahami, berdiskusi tentang materi pelajaran, semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, semangat dalam mengerjakan tugas, berpartisipasi dalam mengerjakan tugas kelompok, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 b. Pelaksanaan Pada tahap ini, peneliti melaksanakan tindakan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kegiatan pembelajaran pada siklus I dilakukan sebanyak dua kali pertemuan dengan alokasi waktu sebanyak 4 jam pelajaran (4 x 45 menit). Materi yang dipelajari pada siklus ini berkaitan dengan ciri-ciri, klasifikasi dan peranan hewan Mollusca. Dalam proses pembelajaran, peneliti bertindak sebagai guru mata pelajaran biologi yang membimbing dan mengarahkan siswa agar dapat mencapai tujuan dari kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun. Kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran pada siklus I meliputi : 1) Pertemuan 1 Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Mei 2014 di ruang kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat. Kegiatan pembelajaran berlangsung selama 3 jam pelajaran (3 x 45 menit). Kegiatan yang dilaksanakan pada pertemuan pertama yaitu : a) Kegiatan Pendahuluan Pada pendahuluan, kegiatan diawali oleh peneliti dengan menyapa dan memperkenalkan diri kepada para siswa serta mengecek kehadiran siswa. Dari total 26 siswa, hanya 19 siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama, sedangkan 7 siswa lainnya berhalangan hadir dengan alasan 2 siswa sakit, 2 siswa ijin dan 3 siswa tanpa keterangan, (Daftar kehadiran siklus I dapat dilihat pada lampiran 31).

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Selanjutnya, peneliti membagikan angket untuk mengetahui motivasi awal siswa terhadap kegiatan pembelajaran biologi. Pengisian angket dilakukan selama 7 menit. Sebelum mengisi angket, peneliti mengajak siswa untuk memperhatikan petunjuk pengisian angket, dan menjelaskan dengan singkat secara klasikal kepada siswa (Gambar 4.1). Gambar 4.1 Siswa mengisi angket motivasi awal Kemudian untuk menggali pengetahuan awal siswa, peneliti memberikan apersepsi dengan menampilkan dua gambar melalui power point. Pada kegiatan ini, siswa diminta untuk menyebutkan persamaan dan perbedaan dari kedua gambar tersebut. Selanjutnya, peneliti memberikan pre-test. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai materi tersebut. Pre-test berlangsung selama 28 menit, melebihi waktu yang telah ditargetkan peneliti. Hal ini dikarenakan siswa belum pernah membaca materi yang berkaitan dengan soal tersebut, sehingga siswa sangat kesulitan dalam menjawab soal (Gambar 4.2).

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Gambar 4.2 Siswa mengerjakan soal pre-test Setelah pembelajaran kegiatan yang pre-test, akan peneliti dicapai pada menyampaikan pertemuan tujuan tersebut. Selanjutnya, peneliti menggali motivasi siswa dengan memberikan pertanyaan. Kegiatan pendahuluan berlangsung selama 40 menit. b) Kegiatan Inti Pada tahap ini, peneliti menginstruksikan siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. Peneliti membagi siswa menjadi 6 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Kelompok dibagi secara acak, dengan cara siswa menyebutkan angka 1 sampai 6. Siswa yang memiliki nomor yang sama, dikelompokkan menjadi satu kelompok. Peneliti mengorganisir jalannya diskusi, dan memberikan penjelasan apabila siswa bertanya. Kegiatan ini berlangsung selama 30 menit (Gambar 4.3).

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Gambar 4.3 Siswa mengerjakan LKS 1 secara berkelompok Setelah semua kelompok selesai mengerjakan dan mengumpulkan LKS, selanjutnya peneliti bersama siswa membahas LKS yang telah dikerjakan. Selain membahas LKS, peneliti juga menjelaskan konsepkonsep penting yang ada pada materi tersebut, dan memberikan penekanan pada konsep-konsep tersebut. Ini bertujuan agar siswa lebih memahami dan mampu mengingat penjelasan yang diberikan. Kemudian dilakukan tanya jawab guru dengan siswa. Kegiatan ini berlangsung selama 20 menit. Setelah itu, peneliti menginstruksikan siswa untuk tetap dalam kelompok. Selanjutnya, peneliti memperkenalkan permainan teka teki silang, dan memberikan petunjuk cara bermain teka teki silang, serta peraturan dalam permainan ini.Kegiatan ini berlangsung selama selama 35 menit. Langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : Awalnya peneliti meminta dua orang siswa menempel papan permainan TTS pada tembok di depan kelas. Pada papan TTS yang ditempel, tersedia 60 soal. Selanjutnya, peneliti meminta setiap kelompok untuk

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 menentukan ketuanya, dan mengambil nomor undian yang telah disediakan. Pada undian tersebut, berisi kode soal yang akan dijawab oleh setiap kelompok. Jumlah soal pada setiap kelompok sama, yaitu 10 soal dengan tingkat kesulitan dan materi yang sama. Setelah setiap kelompok memperoleh soal, peneliti memberikan waktu 10 menit untuk mendiskusikan dan menjawab soal yang diperoleh setiap kelompok (Gambar 4.4). Gambar 4.4 Setiap kelompok menjawab soal TTS 1 yang terdapat pada amplop Setelah waktu berakhir, peneliti meminta semua kelompok untuk siap menjawab soal yang telah didiskusikan. Peneliti menunjuk secara acak kelompok untuk menjawab soal dengan menyebutkan nomor soal, misalnya “4 menurun”. Kelompok yang mendapat soal “4

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 menurun” bertugas membacakan soal dan menjawab pertanyaan dari soal tersebut. Apabila jawabannya salah, maka akan dilemparkan ke kelompok lain. Kelompok yang salah menjawab pertanyaan tidak diberikan kesempatan lagi untuk menjawab pertanyaan yang sama. Apabila ada kelompok yang menjawab pertanyaan dengan benar, maka kelompok tersebut berhak mendapatkan skor sesuai dengan skor yang tertera pada kartu soal. Setelah waktu yang ditentukan berakhir, peneliti bersama siswa menghitung jumlah skor yang diperoleh masing-masing kelompok. Kelompok yang menjadi juara 1 dan 2 akan mendapatkan hadiah. Dari 60 soal yang diberikan, sebanyak 57 soal yang terjawab, dan 3 soal lainnya tidak dapat dijawab oleh siswa. Pada permainan TTS siklus I, tiga kelompok mendapatkan kategori tim baik, dan tiga kelompok mendapatkan kategori tim hebat. Kelompok yang menduduki peringkat pertama adalah kelompok 6 dengan nilai 140 dan kategori tim hebat. Kelompok yang menduduki peringkat kedua adalah kelompok 5 dengan nilai 120 dan kategori tim hebat. Hasil perolehan skor permainan TTS pada siklus I beserta kategori dari masing-masing kelompok dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini (Hasil penskoran, kategori permainan TTS dan dasar pemberian predikat setiap kelompok pada siklus I secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 23).

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Tabel 4.1 Skor dan kategori permainan TTS Siklus I No Kelompok Total Skor Kategori 1 1 70 Tim Baik 2 2 100 Tim Hebat 3 3 70 Tim Baik 4 4 70 Tim Baik 5 5 120 Tim Hebat 6 6 140 Tim Hebat Selanjutnya, peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila masih ada siswa yang merasa bingung atau kurang mengerti materi yang dibahas selama pertemuan hari ini. Sebanyak 3 siswa yang bertanya mengenai ciri-ciri dari Gastropoda dan Cephalopoda. c) Kegiatan Penutup Pada tahap ini, peneliti membimbing siswa untuk menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan ini. Selanjutnya, peneliti mengucapkan terima kasih atas partisipasi siswa pada hari ini, dan memberikan apresiasi kepada semua siswa dengan bertepuk tangan. Kemudian, peneliti meminta secara lisan kepada dua perwakilan siswa untuk memberikan tanggapan mengenai pembelajaran Mollusca dengan menggunakan media teka teki silang. Setelah itu, peneliti memberikan informasi kepada siswa untuk mempelajari materi Mollusca yang dibahas pada pertemuan ini, karena pada pertemuan selanjutnya akan diadakan Post-test. Kemudian, peneliti mengucapkan salam penutup, sekaligus meminta

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 salah satu siswa untuk memimpin doa pulang. Kegiatan penutup berlangsung selama 10 menit. 2) Pertemuan 2 Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Mei 2014 di ruang kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak, Sumba Barat. Kegiatan pembelajaran berlangsung selama 1 jam pelajaran (1 x 45 menit). Kegiatan yang dilaksanakan pada pertemuan kedua yaitu : a) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan ini diawali dengan menyapa siswa dan memeriksa kesiapan siswa dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, peneliti mengecek kehadiran siswa dengan mengabsen siswa satu per satu. Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan kedua sebanyak 23 siswa, sedangkan yang tidak hadir sebanyak 3 siswa dengan alasan 2 siswa sakit dan 1 siswa tanpa keterangan (Daftar kehadiran siklus I dapat dilihat pada lampiran 31). Setelah itu, peneliti memberikan arahan mengenai jalannya post-test. b) Kegiatan Inti Setelah siswa mendapatkan arahan, peneliti menginstruksikan siswa untuk mengerjakan soal yang telah dibagikan. Post-test dikerjakan secara individu. Setelah waktu selesai, peneliti menginstruksikan siswa untuk mengumpulkan post-test (Gambar 4.5).

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Gambar 4.5 Siswa mengerjakan soal post-test siklus I c) Kegiatan penutup Pada tahap ini, peneliti membagikan lembar angket kepada siswa untuk mengetahui motivasi siswa pada pembelajaran Mollusca dengan menggunakan media TTS. Kemudian peneliti meminta siswa untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran selama siklus I. Refleksi diwakilkan oleh 2 siswa dengan memberikan tanggapannya secara lisan. Setelah itu, peneliti menginstruksikan siswa untuk mempelajari materi Arthropoda yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya, dan mengucapkan salam penutup. c. Observasi Pada tahap observasi, dilakukan pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa selama kegiatan pembelajaran siklus I. Observasi pada siklus 1 hanya dilakukan sekali, yaitu pada hari Jumat 16 Mei 2014. Ini dikarenakan kegiatan pembelajaran pada siklus 1 hanya berlangsung pada pertemuan pertama, sedangkan pada pertemuan kedua digunakan untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran siklus 1. Observasi dilakukan oleh guru mata pelajaran biologi kelas X yang bertugas sebagai observer 1 (Gambar 4.6),

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 dan salah satu guru mata pelajaran fisika di SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat yang bertugas sebagai observer 2 (Gambar 4.7). Kedua observer ini, mengamati seluruh kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dari awal perkenalan hingga salam penutup, sesuai dengan indikator yang telah dibuat oleh peneliti. Selain sebagai observer 1, guru mata pelajaran biologi juga membantu peneliti untuk mengelola kelas. Hal ini membuat kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, karena siswa dengan mudah dapat diatasi. Gambar 4.6 Observer 1 Gambar 4.7 Observer 2 d. Evaluasi Pada tahap ini, peneliti mengadakan evaluasi berupa post-test, untuk mengetahui pemahaman dan peningkatan hasil belajar siswa pada sub materi mollusca dengan menggunakan media teka teki silang. Post-test diadakan pada hari Rabu, 21 Mei 2014 di ruang kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat, yang dihadiri 23 siswa. Post-test berlangsung selama 45 menit, dimulai dari pukul 09.15 WITA sampai pukul 10.00 WITA. Pada saat post-test berlangsung, ada beberapa siswa bertanya mengenai beberapa soal yang kurang dimengerti, sehingga peneliti menjelaskan

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 maksud dari soal tersebut dengan menggunakan perpaduan bahasa Indonesia dan bahasa daerah, sehingga siswa lebih mudah memaami. Untuk menghindari pertanyaan pada soal yang sama, peneliti menjelaskan secara klasikal apabila siswa yang bertanya. Saat post-test berlangsung, kondisi kelas tertib dan tenang, karena siswa mengerjakan soal secara individu. Post-test dikerjakan sesuai dengan waktu yang ditargetkan peneliti. Setelah post-test selesai dikerjakan, peneliti membagikan lembar angket motivasi siklus I, untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa pada siklus I. Angket dibagikan ketika siswa telah selesai mengumpulkan lembar post-test. Sebelum mengisi lembar angket, peneliti meminta siswa untuk memperhatikan petunjuk pengisian angket, dan menjelaskan kembali secara singkat. Ini bertujuan agar siswa tidak merasa kebingungan atau kesulitan dalam mengisi lembar angket (Gambar 4.8). Gambar 4.8 Siswa mengisi lembar angket motivasi siklus I

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 e. Refleksi Dari hasil penilaian observer dan tanggapan siswa, kegiatan pembelajaran pada siklus I berjalan dengan baik. Media yang digunakan sangat mendukung kegiatan pembelajaran, dan persiapan peneliti dalam melaksanakan penelitian dipersiapkan dengan baik. Pada siklus I hasil belajar siswa pada aspek kognitif dan psikomotor telah mencapai indikator keberhasilan yang telah dibuat peneliti, sedangkan motivasi siswa pada siklus ini melampaui target yang ditentukan peneliti. Dari hasil angket dan lembar observasi 100 % siswa termotivasi dalam mempelajari Mollusca dengan menggunakan media teka teki silang. Dari hasil belajar siswa pada aspek kognitif, dari hasil pre-test siswa yang mencapai KKM persentasenya adalah 0 %, sedangkan dari hasil post-test siswa yang mencapai KKM persentasenya sebesar 75 %. Selanjutnya, untuk hasil belajar siswa pada aspek psikomotor, nilai yang dicapai siswa pada siklus ini persentasenya sebesar 75 %, sama seperti persentase nilai post-test pada siklus ini. Beberapa faktor yang menyebabkan nilai pre-test siswa tidak ada yang mencapai KKM, diantaranya adalah siswa belum membaca atau mempelajari sub materi Mollusca maupun Arthropoda, sehingga dalam mengisi jawaban siswa menggunakan tebakan. Selain itu, yang menjadi bahan refleksi dari peneliti yaitu pada kegiatan pembelajaran pertemuan pertama peneliti masih belum mampu mengelola waktu, dimana peneliti kekurangan waktu 15 menit. Hal ini membuat siswa harus menunda pulang, dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tambahan waktu 15 menit. Penyebabnya karena siswa belum mengenal

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 secara dekat dengan peneliti, dan tidak terbiasa diajarkan oleh peneliti, sehingga siswa masih canggung dalam bertanya atau menanggapi. Dalam pelaksanaan pembelajaran TTS, siswa sangat antusias dalam menjawab soal yang dibagikan pada setiap kelompok. Meskipun pada awalnya siswa lambat merespon instruksi yang diberikan peneliti, seperti instruksi “setiap perwakilan maju untuk mengambil undian ” dan instruksi “kelompok yang telah disebutkan angkanya bertugas membacakan dan menjawab pertanyaan dari soal tersebut”. Hal ini menyebabkan peneliti beberapa kali mengulang instruksi yang sama. Dalam permainan TTS, dari 60 soal yang diberikan, sebanyak 57 soal yang terjawab, dan 3 soal yang tidak dapat dijawab oleh siswa. 3. Pelaksanaan Siklus II a. Perencanaan Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus I, maka untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa diadakan siklus II. Pada tahap ini, kegiatan yang dirancang peneliti sebagian besar sama seperti siklus I. Akan tetapi ada sedikit perbedaannya yaitu pada siklus ini kegiatan peneliti diawali dengan mengidentifikasi hasil yang diperoleh, masalah, dan kekurangan-kekurangan yang ada selama kegiatan pembelajaran pada siklus I, agar pada siklus II dapat diperbaiki. Ini dapat diidentifikasi dari hasil refleksi, pre-test dan post-test siswa, lembar angket dan lembar observasi. Selanjutnya, peneliti akan membuat rancangan kegiatan seperti pada siklus I, yaitu :

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 1) Menyusun RPP Siklus II berdasarkan KTSP, yang disesuaikan dengan media pembelajaran yang digunakan, yaitu media teka teki silang dan materi pembelajaran mengenai ciri-ciri, klasifikasi dan peranan Arthropoda bagi kehidupan. 2) Menyusun LKS yang akan digunakan sebagai bahan diskusi dalam kelompok. 3) Membuat media teka teki silang berserta perangkatnya seperti kartu soal, kartu jawaban, nama kelompok, tabel skoring, dan nomor undian 4) Mempersiapkan bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa dalam bentuk power point, dan membuat ringkasan materi berupa handout yang akan dibagikan kepada siswa. 5) Menyusun instrumen pembelajaran yang terdiri dari soal tes, lembar angket dan lembar observasi. a) Soal test Soal test terdiri dari soal post-test yang berjumlah 22 soal dimana 20 soal test obyektif (soal pilihan ganda) dan 2 soal test subyektif (soal uraian). b) Lembar angket Sama seperti siklus I, lembar angket yang disusun terdiri atas 25 pernyataan, yang terdiri dari 16 pernyataan positif dan 9 pernyataan negatif, dengan 4 alternatif jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Lembar angket dibagikan saat pertemuan terakhir siklus II, dengan tujuan untuk

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 mengetahui peningkatan motivasi selama kegiatan pembelajaran pada siklus II. c) Lembar observasi Lembar observasi yang disusun terdiri dari 10 pernyataan, yang disesuaikan dengan indikator yang telah dibuat, seperti : perhatian dalam mengikuti pelajaran, bertanya tentang materi yang tidak dipahami, berdiskusi tentang materi pelajaran, semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, semangat dalam mengerjakan tugas, berpartisipasi dalam mengerjakan tugas kelompok, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan b. Pelaksanaan Setelah peneliti menyusun perencanaan, penelitian dilanjutkan ke tahap pelaksanaan. Sama seperti siklus I, siklus II juga dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, dengan alokasi waktu 4 jam pelajaran (4 x 45 menit). Tetapi terdapat perbedaan dalam penyampaian materi, dimana sub materi yang dipelajari pada siklus ini berkaitan dengan ciri-ciri, klasifikasi dan peranan dari hewan Arthropoda. Kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran pada siklus II yaitu: 1) Pertemuan 1 Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Mei 2014 di ruang kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat. Kegiatan pembelajaran berlangsung selama 3 jam pelajaran (3 x 45 menit). Kegiatan yang dilaksanakan pada pertemuan pertama yaitu :

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 a) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan ini diawali dengan menyapa siswa dan memeriksa kesiapan siswa dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, peneliti mengecek kehadiran siswa dengan mengabsen siswa satu per satu. Dari total 26 siswa, jumlah siswa yang hadir pada pertemuan pertama sebanyak 23 siswa, sedangkan tiga siswa berhalangan hadir dengan alasan 2 siswa sakit, dan 1 siswa tanpa keterangan (Daftar kehadiran siklus II dapat dilihat pada lampiran 31). Kemudian untuk menggali pengetahuan awal siswa, peneliti memberikan apersepsi dengan menampilkan dua gambar melalui power point. Peneliti meminta siswa menyebutkan persamaan dan perbedaan dari gambar tersebut. Ketika peneliti hendak menampilkan gambar melalui power point terjadi pemadaman listrik. Untuk mengatasi keadaan ini, peneliti mengambil inisiatif dengan menampilkan gambar melalui I-pad. Kegiatan ini cukup efisien karena sebagian besar siswa antusias untuk menyebutkan perbedaan dan persamaan dari gambar yang ditampilkan peneliti. Kegiatan ini juga memakan waktu yang cukup banyak, dikarenakan peneliti tidak dapat menunjukkan gambar secara klasikal melainkan secara personal. Ini bertujuan agar siswa dapat melihat dengan jelas dan dapat menyebutkan persamaan dan perbedaan dari gambar tersebut. Selanjutnya, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan tersebut dan menggali motivasi siswa dengan memberikan pertanyaan. Kegiatan pendahuluan berlangsung

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 selama 15 menit, melebihi waktu yang ditargetkan peneliti. Ini dikarenakan terjadi pemadaman listrik sehingga peneliti tidak bisa menampilkan gambar melalui power point. b) Kegiatan Inti Kegiatan inti berlangsung selama 110 menit. Pada tahap ini, peneliti menginstruksikan siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. Peneliti membagi siswa menjadi 6 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Sama seperti siklus I, kelompok dibagi secara acak, dengan cara siswa menyebutkan angka 1 sampai 6. Siswa yang memiliki nomor yang sama, dikelompokkan menjadi satu kelompok. Pada pertemuan 1 siklus II, jumlah siswa yang hadir lebih banyak dari pada pertemuan 1 siklus I. Ini menyebabkan sebagian besar siswa tidak berada dalam kelompok yang sama seperti pada siklus I. Hal ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi dan kerja sama siswa dalam satu kelompok, meskipun anggota dalam setiap kelompok yang berbeda. Selanjutnya, peneliti mengorganisir jalannya diskusi, dan memberikan penjelasan apabila siswa yang bertanya (Gambar 4.9). Gambar 4.9 Siswa mengerjakan LKS 2 secara berkelompok

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Setelah semua kelompok selesai mengerjakan dan mengumpulkan LKS, selanjutnya peneliti bersama siswa membahas LKS yang telah dikerjakan. Selain membahas LKS, peneliti juga menjelaskan konsepkonsep penting yang ada pada materi tersebut dan memberikan penekanan pada konsep-konsep tersebut. Ini bertujuan agar siswa lebih memahami dan mampu mengingat penjelasan yang diberikan. Kemudian dilakukan tanya jawab guru dengan siswa. Selanjutnya, peneliti menginstruksikan siswa untuk tetap dalam kelompok, kemudian peneliti memberikan petunjuk cara bermain teka teki silang, serta peraturan dalam permainan ini. Sebagian besar langkah-langkah kegiatan yang dilakukan sama seperti siklus I, hanya ada beberapa perbedaan pada langkah-langkahnya. Langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : awalnya peneliti meminta dua orang siswa untuk menempel papan permainan TTS pada tembok di depan kelas. Pada papan TTS yang ditempel, tersedia 60 soal. Setelah itu, peneliti meminta setiap kelompok untuk menentukan ketuanya, dan mengambil nomor undian yang telah disediakan. Pada undian tersebut, berisi kode soal yang akan dijawab oleh setiap kelompok. Jumlah soal pada setiap kelompok sama yaitu 8 soal, dengan tingkat kesulitan dan materi yang sama. Setelah setiap kelompok memperoleh soal, peneliti memberikan waktu 8 menit untuk mendiskusikan dan menjawab soal yang diperoleh setiap kelompok (Gambar 4.10).

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Gambar 4.10 Setiap kelompok menjawab soal TTS 2 yang terdapat pada amplop Setelah waktu berakhir, peneliti meminta semua kelompok untuk siap menjawab soal yang telah didiskusikan. Peneliti menunjuk kelompok secara acak untuk menjawab soal dengan menyebutkan nomor soal, misalnya “7 mendatar” Kelompok yang mendapat soal “7 mendatar” bertugas membacakan soal dan menjawab pertanyaan dari soal tersebut. Apabila jawabannya salah akan dilemparkan ke kelompok lain. Kelompok yang salah menjawab pertanyaan tidak diberikan kesempatan lagi untuk menjawab pertanyaan yang sama. Apabila ada kelompok yang menjawab pertanyaan dengan benar,

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 maka kelompok tersebut berhak mendapatkan skor sesuai dengan skor yang tertera pada kartu soal. Setelah semua soal dalam amplop terjawab, peneliti membacakan 12 soal yang akan diperebutkan semua kelompok. Siswa yang berhak menjawab soal rebutan adalah perwakilan atau ketua dari setiap kelompok, sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama. Setelah waktu yang ditentukan berakhir, peneliti bersama siswa menghitung jumlah skor yang diperoleh masing-masing kelompok. Kelompok yang menjadi juara 1 dan 2 akan mendapatkan hadiah. Pada siklus ini, semua soal terjawab dengan benar dan semua kelompok mendapat kategori tim hebat. Kelompok yang menduduki peringkat pertama adalah kelompok 6 dengan perolehan nilai 162,5 sedangkan kelompok yang menduduki peringkat kedua adalah kelompok 3 dengan nilai 137,5. Hasil perolehan skor permainan TTS pada siklus II, beserta kategori dari masing-masing kelompok dapat dilihat pada tabel 4.2 dibawah ini (Hasil penskoran, kategori permainan TTS dan dasar pemberian predikat setiap kelompok pada siklus I secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 24). Tabel 4.2 Skor dan kategori permainan TTS Siklus II No Kelompok Total Skor Kategori 1 1 125 Tim Hebat 2 2 100 Tim Hebat 3 3 137.5 Tim Hebat 4 4 125 Tim Hebat

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Kelompok Total Skor Kategori 5 5 100 Tim Hebat 6 6 162.5 Tim Hebat 88 Selanjutnya, peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila masih ada siswa yang merasa bingung atau kurang mengerti materi yang dibahas selama pertemuan ini. Sebanyak 5 siswa yang bertanya mengenai karakteristik umum Arthropoda, ciri-ciri dan istilah-istilah yang terdapat pada sub filum Crustacea, Myriapoda dan Hexapoda. c) Kegiatan Penutup Pada tahap ini, peneliti membimbing siswa untuk menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan ini. Selanjutnya, peneliti mengucapkan terima kasih atas partisipasi siswa pada hari ini, dan memberikan apresiasi kepada semua siswa dengan bertepuk tangan. Kemudian, peneliti meminta secara lisan kepada empat perwakilan siswa untuk memberikan tanggapan mengenai pembelajaran Arthropoda dengan menggunakan media teka teki silang. Setelah itu, peneliti memberikan informasi untuk mempelajari materi Arthropoda yang dibahas pada pertemuan ini, karena pada pertemuan selanjutnya akan diadakan Post-test. Kemudian peneliti mengucapkan salam penutup, sekaligus meminta salah satu siswa untuk memimpin doa pulang. Kegiatan penutup berlangsung selama 10 menit.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 2) Pertemuan 2 Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Mei 2014 di ruang kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat. Kegiatan pembelajaran berlangsung selama 1 jam pelajaran (1 x 45 menit). Kegiatan yang dilaksanakan pada pertemuan kedua yaitu : a) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan ini diawali dengan menyapa siswa dan memeriksa kesiapan siswa dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, peneliti mengecek kehadiran siswa dengan mengabsen siswa satu per satu. Jumlah siswa yang hadir pada pertemuan kedua sebanyak 22 siswa, sedangkan 4 siswa berhalangan hadir dengan tanpa keterangan (Daftar kehadiran siklus II dapat dilihat pada lampiran 31). Setelah itu, peneliti memberikan arahan mengenai jalannya post-test. b) Kegiatan Inti Setelah siswa mendapatkan arahan, peneliti menginstruksikan siswa untuk mengerjakan soal yang telah dibagikan secara individu. Setelah waktu selesai, peneliti menginstruksikan siswa untuk mengumpulkan post-test (Gambar 4.11). Gambar 4.11 Siswa mengerjakan post-test siklus II

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 c) Kegiatan penutup Pada tahap ini, peneliti membagikan lembar angket kepada siswa untuk mengetahui peningkatan motivasi siswa pada pembelajaran Arthropoda dengan menggunakan media TTS. Kemudian peneliti meminta siswa untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran selama siklus I. Refleksi diwakilkan oleh beberapa siswa dengan memberikan tanggapannya secara lisan. Setelah itu, peneliti mengucapkan salam penutup. c. Observasi Pada tahap observasi, dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Sama seperti siklus I, observasi pada siklus II hanya dilakukan sekali, yaitu pada hari Jumat 23 Mei 2014. Ini dikarenakan kegiatan pembelajaran pada siklus II hanya berlangsung pada pertemuan pertama, sedangkan pada pertemuan kedua digunakan untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran siklus II. Observasi dilakukan oleh guru mata pelajaran Biologi kelas X yang bertugas sebagai observer 1, dan salah satu guru mata pelajaran fisika di SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat yang bertugas sebagai observer 2. Kedua observer ini mengamati seluruh kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, dari awal perkenalan hingga salam penutup sesuai dengan indikator yang telah dibuat oleh peneliti. Selain sebagai observer, kedua guru ini juga membantu peneliti untuk mengelola kelas, dan membantu menjelaskan beberapa petunjuk pada lembar kerja siswa yang masih kurang dipahami siswa, sehingga kegiatan

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, karena siswa dapat diatasi dengan mudah. d. Evaluasi Sama seperti pada siklus I, untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan motivasi siswa pada sub materi Arthropoda diadakan evaluasi. Evaluasi yang dilakukan melalui post-test dan hasil pengisian angket siswa. Post-test digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dari aspek kognitif, sedangkan hasil angket siswa digunakan untuk mengetahui peningkatan motivasi siswa secara individu pada siklus II. Post-test dan pengisian lembar angket dilaksanakan pada hari Jumat 30 Mei 2014, di ruang kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat, yang dihadiri 22 siswa. Post-test berlangsung selama 45 menit, dimulai dari pukul 10.15 WITA sampai pukul 11.00 WITA. Pada saat post-test berlangsung, kondisi kelas tertib dan aman, karena masing-masing siswa mengerjakan soalnya, hanya ada beberapa siswa yang bertanya mengenai beberapa soal yang kurang dimengerti, sehingga peneliti menjelaskan maksud dari soal tersebut dengan menggunakan kata-kata yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Post-test dikerjakan sesuai dengan waktu yang ditargetkan peneliti. Setelah post-test selesai dikerjakan, peneliti membagikan lembar angket motivasi siklus II, untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa pada siklus II. Angket dibagikan ketika siswa telah selesai mengumpulkan lembar post-test. Sebelum mengisi lembar angket, peneliti meminta siswa untuk memperhatikan petunjuk pengisian angket, dan menjelaskan kembali

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 secara singkat, agar siswa tidak merasa kebingungan atau kesulitan dalam mengisi lembar angket (Gambar 4.12). Gambar 4.12 Siswa mengisi lembar angket motivasi siklus II e. Refleksi Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran pada siklus II lebih baik dari pada siklus I. Pada siklus ini, peneliti tidak menemukan kesulitan yang berarti, karena antusias dan partisipasi siswa lebih baik pada siklus ini. Siswa juga telah terbiasa menggunakan media teka teki silang, dan cepat merespon ketika peneliti memberikan instruksi. Pada permainan TTS, siswa dapat menjawab semua soal yang diberikan pada setiap kelompok dengan baik dan benar. Motivasi dan hasil belajar siswa pada sikus ini melampaui indikator keberhasilan yang ditargetkan peneliti. Hasil belajar siswa pada aspek kognitif mengalami peningkatan dari 75 % menjadi 81,25 %. Hasil belajar siswa pada aspek psikomotor mengalami peningkatan dari 75 % menjadi 100 %.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan pada siklus ini. Dari hasil angket, meskipun persentasenya masih sama seperti siklus I yaitu 100 %, akan tetapi terjadi peningkatan pada kategori motivasi siswa. Siswa yang tergolong kategori motivasi sangat tinggi sebanyak 87,50 %, dan siswa yang tergolong kategori motivasi tinggi sebanyak 12,50 %. Ini diperkuat dengan hasil observasi pada siklus II. Dari hasil observasi, meskipun persentasenya sama seperti siklus I yaitu 100 %, akan tetapi terjadi peningkatan pada skor rata-rata kelas yaitu dari 78,75 menjadi 90,75. Keberhasilan prestasi belajar dan motivasi siswa pada siklus II dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya penggunaan media teka teki silang yang menarik minat siswa. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasme dan partisipasi siswa yang jauh lebih tinggi pada siklus ini. Siswa yang bertanya dan menanggapi saat kegiatan pembelajaran lebih banyak dibandingkan pada siklus I. Selain itu, penguasaan materi pada siklus ini lebih maksimal daripada siklus I. B. Hasil Penelitian dan Analisis Data 1. Hasil Belajar Siswa a. Aspek Kognitif Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pre-test yang mencakup materi pembelajaran siklus I dan siklus II untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada aspek kognitif. Peneliti ingin mengetahui apakah siswa telah mempelajari materi ini sebelumnya atau tidak, dan untuk mengetahui sejauhmana pemahaman siswa terhadap materi invertebrata. Sehingga menjadi pedoman bagi peneliti, apakah dengan menggunakan media yang

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 TTS, siswa dapat memahami materi invertebrata dan nilai siswa menjadi lebih meningkat atau tidak. Pre-test dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran siklus I dimulai. Jumlah siswa yang mengikuti pre-test sebanyak 19 siswa. Analisis nilai pretest hanya dilakukan pada 16 hasil belajar siswa, karena siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal siklus I hingga akhir siklus II hanya 16 siswa. Analisis nilai pre-test siswa dapat dilihat pada tabel 4.3 dibawah ini. Tabel 4.3 Hasil Analisis Nilai Pre-test Siswa No Data yang diamati Hasil yang diperoleh 1 Nilai tertinggi 40 2 Nilai terendah 12 3 Jumlah siswa yang tuntas ( ≥ 0 72) 4 Jumlah siswa yang tidak 16 tuntas ( ≤72) 5 Skor rata-rata kelas 29 6 % Ketuntasan kelas 0% Berdasarkan hasil pre-test tabel 4.3, tidak ada siswa yang mencapai target KKM, artinya semua siswa memperoleh nilai ≤72. Nilai tertinggi diperoleh 3 siswa dengan jumlah nilai masing-masing 40, sedangkan nilai terendah juga diperoleh 3 siswa dengan jumlah nilai masing-masing 12. Skor rata-rata kelas yang diperoleh dari hasil pre-test ini adalah 29. Dari hasil tersebut, menunjukkan bahwa masih rendahnya hasil belajar siswa pada materi invertebrata. Dari hasil pretest juga membuktikan bahwa semua siswa kelas XA belum mempelajari materi Invertebrata sehingga

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 pemahaman siswa terhadap materi tersebut sangat rendah (Hasil analisis nilai pre-test siswa selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 32). Setelah menganalisis hasil pretest siswa pada materi invertebrata, maka untuk meningkatkan hasil belajar siswa maka dilaksanakan siklus I dan siklus II. Siklus I dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan, dan pada pertemuan kedua dilakukan post-test I. Hasil belajar siswa yang dianalisis sebanyak 16 hasil belajar, hal ini dikarenakan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal siklus I hingga akhir siklus II hanya 16 siswa. Analisis nilai post-test siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.4 dibawah ini. Tabel 4.4 Hasil Analisis Nilai Post-test Siswa Siklus I No Data yang diamati Hasil yang diperoleh 1 Nilai tertinggi 96 2 Nilai terendah 66 3 Jumlah siswa yang tuntas ( ≥ 12 72) 4 Jumlah siswa yang tidak 4 tuntas ( ≤72) 5 Skor rata-rata kelas 87,40 6 % Ketuntasan kelas 75 % Dari hasil tabel 4.4, diperoleh bahwa siswa yang tuntas pada evaluasi siklus I sebesar 75 %, dengan nilai tertinggi sebesar 96, dan nilai terendah sebesar 66. Ini sesuai dengan harapan atau indikator keberhasilan yang ditargetkan peneliti. Selain itu, diperoleh juga skor rata-rata kelas sebesar

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 87,40, sehingga menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media teka-teki silang dalam kegiatan pembelajaran siklus I. Pada siklus ini, jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 4 siswa. Untuk memperbaiki nilai siswa yang tidak tuntas, peneliti mengadakan remedial melalui portofolio. Remidial dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Juni 2014 setelah pulang sekolah. Remidial siklus I dan II dilaksanakan sekaligus, dikarenakan sebagian besar siswa tinggal di rumah sanak saudaranya yang kondisi rumahnya jauh dari sekolah (Hasil analisis nilai post-test siswa siklus I selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 33). Selanjutnya, untuk dapat memperbaiki kekurangan pada siklus I dan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, maka dilaksanakan siklus II. Sama seperti siklus I, analisis nilai post-test siswa siklus II hanya dilakukan pada 16 hasil belajar siswa, karena siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal siklus I hingga akhir siklus II hanya 16 siswa. Analisis nilai post-test siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.5 dibawah ini. Tabel 4.5 Hasil Analisis Nilai Post-test Siswa Siklus II No Data yang diamati Hasil yang diperoleh 1 Nilai tertinggi 94 2 Nilai terendah 54 3 Jumlah siswa yang tuntas ( ≥ 13 72) 4 Jumlah siswa yang tidak tuntas ( ≤72) 3

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Data yang diamati 97 Hasil yang diperoleh 5 Skor rata-rata kelas 91,3 6 % Ketuntasan kelas 81,25 % Setelah melaksanakan post-test pada siklus II, peneliti menganalisis bahwa sebagian besar siswa sudah mencapai KKM bahkan melampaui target yang diharapkan peneliti, hal ini ditunjukan dengan melihat skor ratarata kelas yang diperoleh yaitu 91,3. Persentase jumlah siswa yang tuntas pada siklus II juga lebih banyak dibandingkan pada siklus I yaitu sebesar 81,25 %. Meskipun nilai tertinggi dan nilai terendah siswa pada siklus II menurun. Selain itu, jumlah siswa yang tidak tuntas pada siklus II sebanyak 3 siswa. Untuk memperbaiki nilai siswa yang tidak tuntas, peneliti mengadakan remedial melalui portofolio. Remidial dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Juni 2014 setelah pulang sekolah. Remidial siklus I dan II dilaksanakan sekaligus, dikarenakan sebagian besar siswa tinggal di rumah sanak saudaranya yang kondisi rumahnya jauh dari sekolah (Hasil analisis nilai post-test siswa siklus II selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 34). b. Aspek psikomotor Pada penelitian ini, nilai psikomotor siswa diperoleh dari keterampilan siswa melalui hasil gambar yang dikerjakan pada LKS, dengan beberapa indikator yaitu: kreatifitas dalam menggambar, kesesuaian gambar dengan materi yang diajarkan, kesesuaian gambar dengan struktur penyusunnya,

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 kesesuaian gambar dengan ciri-ciri yang ditulis dan partisipasi siswa saat mengerjakan LKS dalam kelompok. Penilaian psikomotor dilakukan sekali pada setiap siklus, karena LKS hanya digunakan pada pertemuan pertama di setiap siklus. Analisis hasil belajar siswa pada aspek psikomotor siklus I dan siklus II hanya dilakukan pada 16 hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal siklus I hingga akhir siklus II hanya 16 siswa. Penilaian aspek psikomotor pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.6 dibawah ini. Tabel 4.6 Hasil Penilaian Aspek Psikomotor Siklus I No Data yang diamati Hasil yang diperoleh 1 Nilai tertinggi 84 2 Nilai terendah 68 3 Jumlah siswa yang tuntas ( ≥ 12 72) 4 Jumlah siswa yang tidak 4 tuntas ( ≤72) 5 Skor rata-rata kelas 77,87 6 % Ketuntasan kelas 75 % Dari tabel 4.6 ditunjukkan bahwa persentase jumlah siswa yang tuntas pada siklus I sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditargetkan peneliti yaitu 75 %. Skor rata-rata kelas mencapai 77,87 dengan nilai tertinggi sebesar 84, dan nilai terendah sebesar 68. Jumlah siswa yang tuntas atau lulus KKM sebanyak 12 siswa, dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 4 siswa. Siswa yang tidak tuntas diberikan remedial melalui tugas individu.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Remidial dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Juni 2014 setelah pulang sekolah, dikarenakan sebagian besar siswa tinggal di rumah sanak saudaranya yang kondisi rumahnya jauh dari sekolah (Hasil analisis aspek psikomotor siklus I selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 35). Selanjutnya untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I, maka dilaksanakan siklus II. Hasil Penilaian Aspek Psikomotor siklus II dapat dilihat pada tabel 4.7 dibawah ini. Tabel 4.7 Hasil Penilaian Aspek Psikomotor Siklus II Data yang diamati Hasil yang diperoleh No Nilai tertinggi 100 2 Nilai terendah 76 3 Jumlah siswa yang tuntas ( ≥ 16 72) 4 Jumlah siswa yang tidak 0 tuntas ( ≤72) 5 Skor rata-rata kelas 90 6 % Ketuntasan kelas 100 % Pada tabel 4.7 diatas menunjukkan bahwa pada siklus II hasil belajar siswa pada aspek psikomotor mengalami peningkatan menjadi 100 %, dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah menjadi 76. Pada siklus ini, semua siswa telah mencapai KKM yang ditetapkan. Skor rata-rata siswa yang diperoleh pada pelaksanaan siklus II adalah 90 (Hasil analisis aspek psikomotor siklus II selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 36).

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 2. Motivasi siswa Dalam penelitian ini, motivasi siswa diukur melalui angket dan hasil observasi. Angket diisi oleh siswa secara individu pada akhir I dan siklus II, sedangkan observasi dilakukan observer pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. a. Angket Pada penelitian ini, peneliti menggunakan 3 angket dimana angket pertama dibagikan pada awal pertemuan siklus I yang bertujuan untuk mengetahui motivasi awal siswa pada pembelajaran biologi. Angket kedua dan ketiga dibagikan pada akhir siklus I dan siklus II, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi siswa disetiap siklus. Analisis hasil pengisian angket motivasi siswa dari motivasi awal, motivasi siswa siklus I dan motivasi siswa siklus II dapat dilihat pada tabel 4.8 dibawah ini. Tabel 4.8 Analisis Hasil Pengisian Angket Motivasi Siswa Hasil yang diperoleh No Data yang diamati Motivasi Motivasi Siswa Motivasi Siswa awal siswa siklus I siklus II 1 Nilai tertinggi 93 98 95 2 Nilai terendah 48 74 78 3 Jumlah 6 11 14 7 5 2 3 0 0 siswa dengan kategori motivasi sangat tinggi 4 Jumlah siswa dengan kategori motivasi tinggi 5 Jumlah siswa dengan kategori motivasi cukup tinggi

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Hasil yang diperoleh No 6 Motivasi Motivasi Siswa Motivasi Siswa awal siswa siklus I siklus II 0 0 0 0 0 0 yang 13 16 16 Jumlah siswa yang belum 3 0 0 71,25 82,25 85.56 81,25 % 100 % 100 % Data yang diamati Jumlah siswa dengan kategori motivasi rendah 7 Jumlah siswa dengan kategori motivasi sangat rendah 8 Jumlah siswa termotivasi ( ≥60) 9 termotivasi (< 60) 10 Skor rata-rata kelas 11 % motivasi kelas Dari hasil tabel 4.8, menunjukkan bahwa pada motivasi awal sebanyak 81,25 % atau 13 orang siswa yang termotivasi dalam pembelajaran biologi dengan kategori motivasi sangat tinggi berjumlah 6 siswa, dan kategori motivasi tinggi berjumlah 7 siswa. Siswa yang belum termotivasi dalam pembelajaran biologi sebanyak 18,75 % atau 3 siswa. Selain itu juga, diperoleh siswa dengan skor tertinggi sebesar 93, dan skor terendah sebesar 48, dengan rata-rata kelas sebesar 71,25. Dari hasil analisis angket menunjukkan bahwa pada motivasi awal, motivasi siswa sangat tinggi dan telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditargetkan peneliti. Meskipun demikian, peneliti tetap mengukur motivasi siswa pada siklus I melalui angket kedua yang dibagikan pada akhir pertemuan siklus I. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 motivasi siswa apakah dengan menggunakan media TTS motivasi siswa mengalami peningkatan atau penurunan dari motivasi awal. Dari hasil analisis angket motivasi siswa siklus I diperoleh bahwa 100% siswa termotivasi dalam mempelajari materi invertebrata menggunakan media teka teki silang. Siswa dengan kategori motivasi sangat tinggi berjumlah 11 siswa, dan kategori motivasi tinggi berjumlah 5 siswa. Ini sesuai dengan target pencapaian peneliti. Selain itu juga, diperoleh siswa dengan skor tertinggi sebesar 98, dan skor terendah sebesar 74, dengan skor rata-rata kelas sebesar 82,25. Meskipun motivasi siswa pada siklus I telah mencapai 100 %, peneliti tetap mengukur motivasi siswa pada siklus II melalui angket ketiga yang dibagikan pada akhir pertemuan siklus II. Ini bertujuan untuk mengetahui apakah semua siswa tetap termotivasi atau tidak meskipun pada siklus ini menggunakan media yang sama seperti siklus I. Selain itu, bertujuan untuk mendapatkan data yang valid. Sebab apabila hanya dilakukan sekali, maka datanya kurang valid. Dari hasil analisis angket motivasi siswa siklus II diperoleh bahwa 100 % siswa termotivasi dalam mempelajari materi invertebrata menggunakan media teka teki silang, dengan skor rata-rata kelas sebesar 85,56. Terdapat perbedaan pada siklus II, meskipun persentasi motivasi siklus II sama seperti siklus I. Siswa yang termasuk dalam kategori motivasi sangat tinggi lebih banyak dibandingkan pada siklus I yaitu 14 orang siswa atau sekitar 87,50 % . Siswa yang termasuk dalam motivasi kategori tinggi lebih sedikit dibandingkan siklus I hanya 2 orang siswa atau sekitar 12,50%. Skor

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 tertinggi pada siklus II mengalami penurunan 2 angka dari siklus I menjadi 95, sedangkan skor terendah mengalami peningkatan 4 angka dari siklus I menjadi 78 (Analisis Hasil Pengisian Angket Motivasi Siswa selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 37). b. Hasil Observasi Dalam penelitian ini, observasi dilakukan oleh dua observer yang merupakan Guru Biologi dan Guru Fisika di SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat. Observasi dilakukan dua kali yaitu pada pertemuan pertama di setiap siklus. Analisis hasil observasi pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut ini. Tabel 4.9 Analisis Hasil Observasi Siklus I dan Siklus II Hasil yang diperoleh No Data yang diamati Hasil Observasi Hasil Observasi siklus I siklus II 1 Nilai tertinggi 88 96 2 Nilai terendah 70 88 3 Jumlah siswa dengan kategori motivasi 7 16 9 0 0 0 0 0 0 0 sangat tinggi 4 Jumlah siswa dengan kategori motivasi tinggi 5 Jumlah siswa dengan kategori motivasi cukup tinggi 6 Jumlah siswa dengan kategori motivasi rendah 7 Jumlah siswa dengan kategori motivasi sangat rendah

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Hasil yang diperoleh No Data yang diamati Hasil Observasi Hasil Observasi siklus I siklus II 8 Jumlah siswa yang termotivasi ( ≥60) 16 16 9 Jumlah siswa yang belum termotivasi 0 0 (< 60) 10 Skor rata-rata kelas 78,75 11 % motivasi kelas 100 % 90,75 100 % Berdasarkan hasil tabel 4.9, semua siswa termotivasi dalam mempelajari materi invertebrata. Ini ditunjukkan dari persentase motivasi kelas pada siklus I dan II sama-sama 100 %. Sama seperti angket, meskipun dari hasil observasi persentase motivasi siswa pada siklus I telah mencapai 100 %, peneliti tetap mengadakan observasi pada siklus II. Ini bertujuan untuk mengetahui apakah semua siswa tetap termotivasi atau tidak meskipun pada siklus ini menggunakan media yang sama seperti siklus I. Selain itu, bertujuan untuk mendapatkan data yang valid. Sebab apabila hanya dilakukan sekali, maka datanya kurang valid. Dalam penelitian ini, meskipun persentase motivasi kelas pada siklus I dan siklus II sama, namun hasil observasi pada siklus II mengalami peningkatan. Nilai tertinggi pada siklus II mengalami peningkatan 6 angka dibandingkan pada siklus I. Nilai terendah pada siklus II mengalami peningkatan 18 angka dibandingkan pada siklus I. Skor rata-rata kelas dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan, yaitu dari 78,75 menjadi 90,75. Pada siklus II semua siswa

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 kan pada siklus I tergolong dalam lam kategori motivasi sangat tinggi, sedangka ngat tinggi, dan 9 hanya 7 siswaa yyang tergolong dalam kategori motivasi sang nggi (Analisis hasil siswa lainnyaa tergolong dalam kategori motivasi tinggi apnya dapat dilihat observasi motiv otivasi siswa siklus I dan siklus II selengkapny pada lampiran ran 38 dan 39 39). C. Pembahasan 1. Hasil Belajar Siswa swa a. Aspek Kognitif tif materi invertebrata Peningkatan tan hasil belajar siswa aspek kognitif pada ma lalui perbandingan dengan mengguna ggunakan media teka teki silang diukur melalui klus I ke siklus II, nilai post-test st si siswa pada siklus I dan siklus II. Dari siklus kognitif sebesar diperoleh penin ningkatan hasil belajar siswa pada aspekk ko ntase peningkatan 6,25%, dengan gan nilai rata-rata kelas menjadi 81,25. Persenta dapat dilihat pada hasil belajar sisw siswa pada post-test siklus I dan siklus II, da gambar grafikk 4.13 dibawah ini Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif 82% 81.25% 80% Post ost-test Siklus I 78% Post ost-test Siklus II 76% 74% 75% 72% 70% ar Sisw Siswa Gambar bar 4.13 Grafik Peningkatan Hasil Belajar pada aspek kognitif

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Dari total 26 siswa hanya 16 siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran siklus I dan siklus II secara keseluruhan. Sehingga yang dianalisis adalah hasil belajar siswa yang hadir pada setiap pertemuan. Berdasarkan gambar grafik 4.13, indikator pencapaian hasil belajar yang ditargetkan peneliti telah berhasil, bahkan pada siklus II melampaui target. Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya suasana belajar yang menyenangkan. Dari respon dan ekspresi yang ditampilkan siswa dalam kegiatan pembelajaran, mereka lebih aktif untuk bertanya dan mengemukakan pendapat saat mengerjakan LKS. Selain itu, siswa juga lebih aktif saat bermain TTS. Dari tanggapan beberapa siswa, mereka sangat puas karena mendapat pengalaman baru, dimana mereka baru pertama kali belajar sambil bermain. Penjelasan ini sesuai dengan pernyataan Treffing dalam Siregar (2010) yang mengatakan bahwa melalui permainan, kegiatan pembelajaran dibuat menjadi komunikatif, sehingga situasi belajar menjadi menyenangkan. Dengan demikian, siswa tidak semata-mata dituntut untuk belajar suatu materi saja, melainkan dapat berkreasi sehingga pada akhirnya siswa akan mendapatkan rasa senang, puas, dan memiliki pengalaman. Pernyataan ini juga sesuai dengan pendapat Putra (2013), dimana dari hasil penelitiannya menggunakan media teka-teki silang pada siswa kelas VIII SMPN 12 Solok Selatan diperoleh hasil belajar biologi (post-test) siswa, melebihi nilai ratarata ulangan harian I yaitu 63,58 menjadi 74,13. Faktor kedua yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada aspek kognitif terus meningkat adalah penghargaan berupa hadiah yang diberikan

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 kepada siswa apabila ada siswa atau kelompok yang memperoleh nilai terbaik pada post-test, LKS dan memperoleh skor tertinggi dalam permainan TTS. Ini menyebabkan semua siswa berlomba-lomba untuk mendapat nilai terbaik dengan meningkatkan kemampuan belajar siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Wasliman (2007) yang menyatakan bahwa semakin tinggi kemampuan belajar siswa dan kualitas pengajaran di sekolah, maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa. Faktor ketiga yang mempengaruhi adalah insiatif siswa yang meminta untuk menambah kegiatan pembelajaran diluar jam pelajaran sekolah, dikarenakan masih banyak yang ingin mereka ketahui. Sehingga, ketika sekolah diliburkan karena pengumuman kelulusan kelas XII, siswa kelas XA melakukan kegiatan belajar bersama di luar sekolah tepatnya di taman kota. Meskipun kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak formal, tetapi mereka bersemangat dan cukup serius untuk berdiskusi dan bertanya mengenai materi yang belum jelas bagi mereka. Dari pemaparan diatas, disimpulkan bahwa kemauan dan minat anak sangat tinggi sehingga mereka berinisiatif untuk belajar di waktu libur. Hal ini sependapat dengan Sanjaya (2008) yang menyebutkan bahwa faktorfaktor yang mempengaruhi hasil belajar ada sepuluh macam, diantaranya: kecerdasan, kesiapan anak, bakat anak, kemauan belajar, minat anak, model penyajian materi, pribadi dan sikap guru, suasana belajar, kompetensi guru, dan kondisi masyarakat.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 b. Aspek Psikomotor Hasil belajar siswa pada aspek psikomotor juga mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar siswa pada materi invertebrata dengan menggunakan media teka-teki silang diukur melalui perbandingan hasil gambar siswa pada LKS siklus I dan siklus II, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Dari siklus I ke siklus II, diperoleh peningkatan hasil belajar siswa pada aspek psikomotor sebesar 15%, dengan nilai rata-rata kelas menjadi 90. Sama seperti aspek kognitif, dari total 26 siswa hanya 16 siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran siklus I dan siklus II secara keseluruhan. Oleh karena itu, yang dianalisis hanya 16 hasil belajar siswa. Sebelum diterapkan media pembelajaran dengan menggunakan media teka teki silang, siswa jarang disuruh untuk menggambar atau berkreasi, sehingga hasil belajar siswa hanya dinilai dari aspek kognitif. Setelah dilaksanakan kegiatan pembelajaran siklus I, persentase ketuntasan siswa pada aspek psikomotor mencapai target yang ditentukan peneliti, kemudian untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I, maka kegiatan dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II, persentase ketuntasan siswa pada aspek psikomotor melampaui target yang ditentukan peneliti. Peningkatan persentase hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II, dapat dilihat pada gambar grafik 4.14 dibawah ini.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Hasil Belajar Siswa Aspek Psikomotor 120% 100% 100% 80% 60% Siklus I 75% Siklus II 40% 20% 0% Gambar 4.14 Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada aspek psikomotor Berdasarkan gambar grafik 4.14 dapat dilihat bahwa ketuntasan hasil belajar siswa pada aspek psikomotor telah mencapai target baik pada siklus I maupun siklus II. Ini tidak terlepas dari beberapa faktor diantaranya kemampuan dan upaya guru untuk mengenali bakat siswa. Dari hasil pengamatan peneliti selama siswa mengerjakan LKS, sebagian besar siswa sangat antusias untuk menggambar dan memberikan ide mengenai gambar yang akan dibuat. Selain itu, ketika peneliti berkeliling untuk mengamati hasil karya siswa, beberapa siswa memberikan tanggapan bahwa mereka suka untuk menggambar, dan baru pertama kali mereka diberi kesempatan untuk menggambar pada mata pelajaran biologi. Dari hasil tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa, sangat penting bagi seorang guru untuk mengenali kemampuan dan bakat yang dimiliki oleh siswa. Sehingga, guru dapat menggali dan mengeksplor potensi yang dimiliki siswa.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Penjelasan ini sependapat dengan Sanjaya (2008) yang mengatakan bahwa kualitas pengajaran di sekolah sangat ditentukan oleh guru. Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Salah satu faktor eksternal yang sangat berperan mempengaruhi hasil belajar siswa adalah guru. Faktor kedua yang juga mempengaruhi adalah keterampilan siswa. Ketika peneliti memeriksa hasil LKS siswa, ada beberapa kelompok yang mewarnai gambarnya. Ada juga kelompok yang tidak mewarnai gambar karena kehabisan waktu untuk mengerjakan LKS. Sebagian besar siswa cukup terampil untuk menggambar, meskipun waktu pengerjaan LKS cukup singkat. Keterampilan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam kegiatan pembelajaran. Sebab melalui keterampilan, siswa dapat berkreasi dan menyalurkan potensi yang dimiliki, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Hal ini juga sesuai dengan pendapat Venon A. Magnesen dalam Siregar (2010), yang menyatakan bahwa dengan belajar mengatakan dan melakukan, maka siswa akan menyerap 90% dari materi yang dipelajari. Pernyataan ini sependapat dengan Sudjana (2012), yang menyatakan bahwa kemajuan prestasi belajar siswa tidak saja diukur dari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga sikap dan keterampilan. Dengan demikian, penilaian hasil belajar siswa mencakup segala hal yang dipelajari di sekolah, baik itu menyangkut pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diberikan kepada siswa.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Pernyataan ini dipertegas kembali oleh Cahyaningtyas (2014). Berdasarkan hasil penelitiannya untuk meningkatkan keterampilan siswa menulis huruf Jawa pada siswa kelas XI TKR 4 SMK N 2 Kebumen menggunakan media teka teki silang, diperoleh hasil tes prasiklus persentase ketuntasan dari 21,87% meningkat menjadi 50% pada siklus I. Setelah dilakukan siklus II persentase ketuntasan mencapai 93,75% dengan peningkatan sebesar 43,75% . 2. Motivasi Siswa a. Angket Peningkatan motivasi siswa secara individu diukur melalui hasil angket yang telah diisi oleh siswa pada awal pertemuan siklus I, dan pada setiap akhir siklus. Peningkatan motivasi siswa secara individu dari motivasi awal hingga motivasi akhir siklus I sebesar 18,75 %. Pada siklus II meskipun persentasenya sama seperti siklus I, akan tetapi terjadi perbedaan pada kategori motivasi siswa. Ini dapat dilihat pada gambar grafik 4.15 berikut ini. Kategori Motivasi Siswa Berdasarkan Angket JUMLAH SISWA 16 Sangat tinggi 14 12 Tinggi 10 Sedang 8 6 Rendah 4 2 Sangat Rendah 0 Awal Siklus I Siklus II Gambar 4.15 Grafik Peningkatan Kategori Motivasi Siswa Melalui Angket

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Berdasarkan kan gambar grafik 4.15, dilihat bahwa tidakk ada siswa yang tergolong dalam lam kategori motivasi rendah dan sangatt rrendah. Hal ini lam pembelajaran menunjukkann ba bahwa sebagian besar siswa termotivasi dalam persentase motivasi biologi mengguna ggunakan media teka teki silang. Meskipun perse perbedaan diantara siklus I dan sikl siklus II sama-sama 100 %, tetapi terdapat per tergolong dalam keduannya. Ini ditunjukkan dari jumlah siswa yang te ndingkan pada siklus kategori motiva ivasi sangat tinggi jauh lebih banyak dibanding I. swa secara klasikal Selanjutnya ya, peneliti melakukan analisis motivasi siswa us III. Ini diperoleh dari motivasi si aawal siklus I hingga motivasi akhir siklus dalam satu kelas. dengan menghit hitung persentase dan skor rata-rata siswa da asikal ditunjukkan Persentase moti otivasi dan skor rata-rata siswa secara klasika pada gambar gra grafik 4.16 dibawah ini. Persentase Motivasi dan Skor Rata-rata Siswa Secara Klasikal 120 100 100 85.56 82.25 81.25 80 100 71.25 60 40 20 0 Awal Siklus I % Motivasi Kelas Siklus klus II Skor rata-rata kelass Rata-Rata Gambar bar 4.16 Grafik Peningkatan Motivasi Siswa dan Skor R Secara Klasikal

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Dari gambar grafik 4.16, dilihat persentase motivasi siswa secara individu telah mencapai indikator keberhasilan yang ditargetkan peneliti. Rentangan skor rata-rata yang diperoleh siswa juga tidak terlalu jauh antara motivasi awal siswa hingga motivasi akhir siswa siklus II. Peningkatan motivasi siswa secara individu disebabkan beberapa faktor, diantaranya dengan memberikan penghargaan secara verbal seperti mengucapkan kata “semangat, kamu pasti bisa” pada siswa ketika peneliti berkeliling mengamati siswa saat mengerjakan LKS atau mencari jawaban pada saat permainan TTS, dan mengucapkan kata “kalian semua hebat” ketika peneliti menutup kegiatan pembelajaran. Melalui permainan TTS semua siswa juga berlomba-lomba untuk menjadi pemenang dalam kegiatan tersebut. Hal ini ditunjukkan dari respon siswa yang sangat antusias untuk mencari dan menemukan jawaban, serta ekspresi yang ditunjukkan ketika jawaban mereka benar atau salah. Untuk meningkatkan motivasi siswa, peneliti juga memberi tahu hasil kerja siswa baik nilai pre-test, LKS, maupun post-test siklus I dan siklus II dengan menempelkan nilai siswa di belakang kelas dan memberikan hadiah pada dua orang siswa atau kelompok yang memperoleh nilai tertinggi pada LKS, permainan akademik TTS dan post-test. Penjelasan diatas sesuai dengan pernyataan Uno (2006) yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan motivasi siswa, beberapa teknik motivasi yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, diantaranya dengan memberikan pernyataan penghargaan secara verbal, menggunakan nilai ulangan sebagai pemacu keberhasilan, menimbulkan rasa ingin tahu,

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 menggunakan simulasi dan permainan, memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai, dan memberitahukan hasil kerja yang telah dicapai. Pernyataan ini juga sependapat dengan Sardiman (2007) yang mengatakan bahwa salah satu faktor yang berperan dalam motivasi belajar siswa adalah faktor ekstrinsik. Faktor ekstrinsik timbul karena adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Melalui media teka teki silang, kegiatan belajar siswa menjadi menarik, sehingga motivasi siswa terus-menerus meningkat. Farih (2012), dari hasil penelitiannya mengenai Penerapan Teka Teki Silang Pada Stenografi Dengan Model Stad Untuk Meningkatkan Motivasi pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran 2 SMK Negeri 1 Bangsri Kabupaten Jepara tahun 2012, mengemukakan bahwa adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan teka teki silang. Dari hasil siklus I rata-rata motivasi siswa sebesar 57,35%, dan pada siklus II meningkat menjadi 79,0%. Hasil belajar secara keseluruhan pada siklus I sebesar 62,2%, dan pada siklus II meningkat menjadi 86,5%. b. Hasil Observasi Motivasi siswa tidak hanya diukur melalui angket, tetapi juga melalui hasil observasi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah motivasi yang diisi siswa pada angket sesuai dengan yang diamati para observer. Dari hasil observasi yang diperoleh, terjadi peningkatan kategori motivasi siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil observasi siklus I dan siklus II dapat dilihat pada gambar grafik 4.17 berikut ini.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Kategori Motivasi Siswa Berdasarkan Observasi JUMLAH SISWA 18 Sangat tinggi 16 14 Tinggi 12 10 Sedang 8 6 Rendah 4 2 Sangat Rendah 0 Siklus I Siklus II Gambar 4.17 Grafik Peningkatan Kategori Motivasi Siswa Melalui Hasil Observasi Berdasarkan gambar grafik 4.17, dilihat bahwa tidak ada siswa yang tergolong dalam kategori sedang, rendah dan sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa semua siswa termotivasi dalam pembelajaran biologi menggunakan media TTS. Meskipun persentase motivasi siswa pada siklus I dan II sama-sama 100 %, namun terdapat perbedaan diantara kedua siklus ini. Pada siklus II semua siswa tergolong kategori motivasi sangat tinggi, sedangkan pada siklus I hanya 7 siswa yang tergolong kategori motivasi sangat tinggi, dan 9 siswa lainnya tergolong kategori motivasi tinggi. Selanjutnya peneliti menganalisis motivasi siswa secara klasikal dengan menghitung persentase motivasi dan skor rata-rata. Persentase motivasi dan skor rata-rata siswa secara klasikal ditunjukkan pada gambar grafik 4.18 berikut ini.

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Persentase Motivasi dan Skor Rata-rata Siswa Secara Klasikal 120 100 100 100 80 90.75 78.75 60 40 20 0 Siklus I Siklus II % Motivasi Kelas Skor rata-rata kelas Rata-Rata Gambar bar 4.18 G Grafik Peningkatan Motivasi Siswa dan Skor R Secara Klasikal Sebagiann be besar observasi dilakukan observer saat siswaa berada di dalam ketika siswa mengerjakan LKS dan bermain ain TTS. Hal ini kelompok, keti bertujuan untuk mengetahui partisipasi dan kerja sama sisw siswa dalam satu kelompok. Obse bservasi juga bertujuan untuk mengetahui hui aapakah motivasi siswa yang dii diisi pada lembar angket sesuai dengan yan ang diamati para observer saat ke kegiatan pembelajaran. Berdasarka rkan gambar grafik 4.18, semua siswa melam lampaui indikator keberhasilan ya yang telah ditergetkan peneliti. Hal ini ditun ditunjukkan dengan persentase peni eningkatan skor rata-rata kelas dari 78,75 menjadi 90,75, meskipun perse rsentase motivasi siswa siklus I dan II sam ma-sama 100 %. Sebagian besar sar hasil observasi yang dilakukan observer sam sama dengan hasil angket yang dii diisi siswa. Ini membuktikan bahwa siswa sungg sungguh-sungguh termotivasi dala dalam pembelajaran invertebrata menggunakan an media teka teki silang.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Peningkatan motivasi siswa tidak terlepas dari beberapa faktor diantaranya kerja sama dan kekompakan. Dikarenakan sebagian observasi dilakukan ketika siswa berada dalam kelompok, observer melihat bahwa setiap siswa bekerja sama dan saling mengandalkan teman kelompoknya untuk mencari dan menemukan jawaban. Setiap kelompok juga berlombalomba menunjukkan kekompakan mereka dimana ketika mereka berhasil, mereka mengeskpresikan melalui gerakan tangan sesuai dengan kelompok masing-masing. Melalui permainan TTS, siswa dapat mengenal lingkungannya, dan mengenali kekuatan maupun kelemahan dirinya. Hal ini bertujuan agar siswa dapat berpartisipasi dan bekerja sama dalam kelompok. Anggani (2010) juga mengemukakan pendapat yang sama, dimana melalui permainan, siswa dapat mengenal lingkungan dan membimbing siswa untuk mengenali kekuatan maupun kelemahan dirinya. Faktor kedua yang menyebabkan adanya peningkatan motivasi kelompok adalah kreatifitas dan partisipasi siswa yang lebih menonjol ketika berada dalam kelompok, dibandingkan secara individu. Siswa lebih mudah mengeluarkan pendapat, dan kreatifitas ketika berada dalam kelompok dibandingkan secara individu. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Imron (2006), yang mengemukakan bahwa ada empat upaya yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa, salah satunya adalah dengan mengembangkan aspirasi, partisipasi dan kreatifitas siswa dalam proses pembelajaran. Melalui kelompok siswa lebih mudah mengeluarkan pendapat dan kreatifitasnya, sehingga dapat membuat suasana persaingan yang sehat diantara para siswa (Uno, 2006).

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 D. Keterbatasan atau Hambatan Saat Melaksanakan Penelitian Beberapa kendala yang dialami dan upaya yang dilakukan peneliti saat melaksanakan penelitian, diantaranya : 1. Jumlah siswa yang tidak optimal dikarenakan banyak siswa yang tidak hadir saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Dari 26 siswa, hanya 16 orang yang mengikuti kegiatan pembelajaran secara keseluruhan baik pada siklus I maupun siklus II. Hal ini membuat kegiatan yang dirancang peneliti kurang berjalan dengan optimal karena terbatasnya jumlah siswa. Untuk mengatasi keadaan ini, peneliti meminta bantuan guru wali kelas XA dan guru bagian kesiswaan untuk menangani masalah ini, sehingga dapat membuat efek jera bagi siswa yang tidak hadir tanpa keterangan. Peneliti juga melakukan upaya dengan mendatangi rumah siswa yang tidak hadir tanpa keterangan untuk menanyakan alasan ketidakhadiran mereka. 2. Siswa baru mengenal media pembelajaran menggunakan teka teki silang sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menjelaskan teknik permainan kepada siswa. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menjelaskan dengan menggunakan kata-kata yang lebih sedernana, sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa. 3. Beberapa siswa masih canggung, dan merespon agak lambat saat peneliti memberikan instruksi, sehingga kegiatan pembelajaran pada pertemuan 1 siklus I melebihi 3 jam pelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menggunakan pendekatan secara personal kepada siswa. 4. Dikarenakan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran hanya 16 orang, para observer pada awalnya agak kebingungan memberikan nilai pada

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 lembar observer, sehingga peneliti harus menerangkan kembali kepada observer disela-sela kegiatan pembelajaran. 5. Dalam kegiatan pembelajaran, terdapat beberapa kata atau kalimat yang kurang dipahami siswa seperti “kelabang” atau “undur-undur”. Hal ini dikarenakan siswa sering menggunakan istilah-istilah daerah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi masalah ini, dalam kegiatan pembelajaran peneliti memadukan bahasa daerah dan bahasa Indonesia. 6. Ada beberapa soal yang tidak terjawab pada siklus I dikarenakan sumber yang dimiliki siswa terbatas, sehingga peneliti memberitahukan jawabannya dan menjelaskan kembali kepada siswa.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa 1. Media Teka Teki Silang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat pada materi invertebrata. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil angket dan hasil observasi. Dari hasil angket motivasi awal siswa diperoleh motivasi siswa sebesar 81,25 % dengan rata-rata kelas 71,25. Selanjutnya, mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 100% dengan skor rata-rata kelas 82,25. Pada siklus II, persentase motivasi siswa sama seperti siklus I, hanya skor rata-rata kelas yang mengalami peningkatan menjadi 85,56. Dari hasil observasi, diperoleh persentase motivasi siswa pada siklus I dan II sebesar 100 %. Peningkatan terjadi pada skor rata-rata kelas. Skor rata-rata kelas mengalami peningkatan dari 78,75 menjadi 90,75. 2. Media Teka Teki Silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XA SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat pada materi invertebrata. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, dan psikomotor siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar siswa pada aspek kognitif mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 6,25 %, dengan nilai rata-rata kelas menjadi 81,25. Hasil belajar siswa pada aspek psikomotor mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 15%, dengan nilai ratarata kelas menjadi 90. 120

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 B. Saran Untuk dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu : 1. Dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, guru dapat menggunakan media teka-teki silang sebagai salah satu media pembelajaran. Materi yang akan dibahas harus dipertimbangkan dengan kondisi dan tingkat kesulitan yang dihadapi siswa. 2. Agar penelitian dapat berjalan dengan lancar, guru harus menciptakan relasi yang baik dengan siswa terutama bagi siswa yang pasif dan kurang percaya diri dalam berpendapat, sehingga siswa merasa nyaman dan tidak canggung. 3. Agar penelitian dapat berjalan dengan optimal, jumlah siswa sebaiknya ≥25 . Hal ini untuk mengantisipasi apabila ada siswa yang tidak hadir dalam kegiatan pembelajaran. 4. Dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan bahasa yang lebih sederhana atau bahasa yang sering digunakan siswa sehari-hari, sehingga lebih mudah dipahami siswa.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Anggani, S. 2010. Sumber Belajar dan Alat Pemainan. Jakarta : PT Grasindo Brahin, K.T. 2007. Evaluasi Pendidikan. Bandung : Alfabeta Cahyaningtyas, E. 2014. Peningkatan Keterampilan Menulis Huruf Jawa Dengan Media Teka-Teki Silang Pada Siswa Kelas XI TKR 4 SMK N 2 Kebumentahun Ajaran 2013/2014. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Volume 4, Nomor 5. Dalam http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/download/1128/1171 diunduh pada Senin, 28 Juli 2014 Depdikbud. 2012. Jurnal Pembelajaran Biologi Di SMA. Dalam http://zaifbio.wordpress.com/2011/12/02/pembelajaran-biologi-di-sma.pdf/ diunduh pada Selasa, 4 Maret 2014 Eka P. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan Pemberian Post-test berupa Teka–teki Silang (TTS) terhadap Hasil Belajar biologi Kelas VII Siswa SMPN 12 Solok Selatan. FKIP Biologi Education. Volume 1, Nomor 4. Dalam http://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php?journal=JFKIP&page=issue&op=view&path []=33 diunduh pada Senin, 28 Juli 2014 Farih, M. 2012. penerapan teka-teki silang pada stenografi dengan model stad untuk meningkatkan motivasi. Economic Education. Volume 1 Nomor 1. Dalam http://ejournal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj/article/download/560/601 diunduh pada Senin, 28 Juli 2014 Fithriani, N. 2009. Efektivitas Permainan Kartu Biologi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Materi Pokok Sistem Gerak Manusia Kelas VIII MTS Nu Banat Kudus. Dalam http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/89/jtptiain-gdl-nailyfithr4437-1-skripsi_-p.pdf. diunduh pada Selasa, 3 Desember 2013 Gerungan, W.A. 1996. Psikologi Sosial. Bandung : PT Erisco Hamalik, O. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara Imron, A. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Dunia Pustaka Jaya Indrawati. 2004. Keterampilan Proses Sains. Bandung : Depdikbud Irnaningtyas. 2013. Biologi Untuk SMA / MA Kelas X. Jakarta : Erlangga Isbandi, A.R. 1994. Psikologi, Pekerjaan Sosial, dan Ilmu Kesejahteraan Sosial : Dasar-dasar Pemikiran. Jakarta : Grafindo Persada Khikmah, T.Y. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran CD Interaktif Materi Struktur dan Fungsi Sel dilengkapi Teka-Teki Silang Berbasis Flash. Biologi Education. Volume 4, Nomor 1. Dalam http://biologi.fkip.uns.ac.id/wpcontent/uploads/2013/07/08.029// diunduh pada Jumat, 4 April 2014 122

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Manurung , M. 2008. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta : PT Grasindo Margono, S. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan : komponen MKDK. Jakarta: Rineka Cipta Pratiwi, D.A. 2012. Biologi Untuk SMA / MA kelas X. Jakarta : Erlangga Sanjaya, W.H. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta : Kencana Prenada Media Group Sardiman, 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Grasindo Persada Setyosari, 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta : Kencana Media Group Siregar, E. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Ghalia Indonesia Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta Sriyana. 2013. Pengaruh Media Pembelajaran Teka Teki Silang (TTS) Dengan Model Pembelajaran Cooperative Learning Terhadap Tingkat Berpikir Pada Siswa SMP. Ikip Biologi Education. Volume 4, Nomor 6. Dalam http://library.ikippgrismg.ac.id/docfiles/fulltext/2e54ae12af4fe320.pdf. diunduh pada Jumat, 4 April 2014 Sudjana, N. 2012. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandubg : PT Remaja Rosdakarya Susanto, A. 2012. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta : Kencana Prenada Media Group Susilaningsih, E. 2009. Efektivitas Penerapan Teka-Teki Silang Pada Hasil Belajar Siswa Materi Pokok Sistem Pencernaan makanan Di SMP Islam 2 Mondokan. Biologi Education. Volume 1, Nomor 5. Dalam http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bioedu/article/view/396. diunduh pada Jumat, 4 April 2014 Tukiran, H.T. 2011. Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Profesi Guru. Bandung : Alfabeta Uno, B. 2006. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Gorontalo : PT Bumi Aksara Utari, Retno. 2013. Taksonomi Bloom. Dalam http://www.bpk.depkeu.go.id/webpkn/attachments/766_1Taksonomi%20Bloom%20%20Retno-ok-mima.pdf. Diunduh pada Selasa, 6 Mei 2014 Wasliman, I. 2007. Problematika Pendidikan Dasar. Bandung : Angkasa Winkel, W.S. 2007. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIR LAMPIRAN AN

(144) Lampiran 1 : Silabus PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SILABUS Sekolah : SMA Swasta Karanu Waikabubak, Sumba Barat Kelas / Program :X/- MataPelajaran : Biologi Semester : II Standar Kompetensi : 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati Alokasi waktu Kompetensi Dasar : 56 x 45 menit Indikator Kegiatan Pembelajaran Materi Pokok 3.4. Mendeskripsikan ciri-ciri 1. Mendeskripsikan ciri-ciri 1. Siswa membaca buku panduan 1. Ciri-ciri filum dalam dunia hewan umum dan dan Arthropoda peranannya kehidupan bagi filum Mollusca 2. Mengklasifikasikan anggota-anggota tentang ciri-ciri umum filum Mollusca Mollusca dan Arthropoda Arthropoda 2. Siswa mengerjakan tentang klasifikasi anggota- Mollusca Mollusca dan Arthropoda anggota kelas Mollusca dan Arthropoda hewan pada filum 1. Tes tertulis dan 1. pilihan (pre-test dan ganda dan posttest) uraian LKS 2. Klasifikasi kelas 3. Mengidentifikasi ciri-ciri Penilaian Alokasi Bentuk Waktu Teknik instrumen Arthropoda dan 2. Tes kinerja an diskusi Mollusca a. Biologi Untuk SMA / MA 8 x 45 kelas X, menit pengarang D.A Pratiwi, dan Erlangga b. Biologi Untuk Mollusca dan Arthropoda (TTS) untuk mengidentifikasi berdasarkan kelasnya ciri-ciri hewan pada filum SMA / MA Mollusca kelas X, 4. Menjelaskan peranan dan Arthropoda Arthropoda 1. Buku paket Penerbit: 3. Peranan filum 3. Siswa bermain teka teki silang 2. Pengamat Sumber belajar 124

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Mollusca dan Arthropoda bagi kehidupan 5. berdasarkan kelasnya 4. Siswa bermain teka teki silang Membuat gambar tentang (TTS) salah peranan satu pengarang hewan Mollusca dan Arthropoda untuk menjelaskan Mollusca dan Arthropoda bagi kehidupan 5. Siswa tentang membuat salah satu gambar hewan Mollusca dan Arthropoda pada LKS yang diberikan Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga 2. LKS klasifikasi Mollusca dan Arthropoda 3. Permainan teki teka silang dan perangkatnya 4. Handout materi Mollusca dan Arthropoda 125

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 : RPP Siklus I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat Kelas / semester : X / II Mata Pelajaran : Biologi Alokasi waktu : 4 x 45 menit (4 JP) A. Standar Kompetensi 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati B. Kompetensi Dasar 3.4. Mendeskripsikan ciri-ciri filum dan peranannya bagi kehidupan C. Indikator 1. Kognitif proses a. Mendeskripsikan ciri-ciri umum filum Mollusca b. Mengklasifikasikan kelas-kelas pada filum Mollusca c. Mengidentifikasi ciri-ciri hewan pada filum Mollusca berdasarkan kelasnya d. Menjelaskan peranan Mollusca bagi kehidupan 2. Kognitif produk a. Menyebutkan ciri-ciri umum filum Mollusca b. Mengkategorikan hewan-hewan yang ada pada filum Mollusca c. Menjelaskan ciri-ciri hewan pada filum Mollusca berdasarkan kelasnya d. Memberikan contoh peranan Mollusca bagi kehidupan 3. Psikomotor a. Membuat gambar tentang salah satu hewan Mollusca b. Memainkan permainan teka teki silang 126

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Lampiran 2 : RPP Siklus I D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif proses a. Setelah membaca buku panduan dan melihat gambar yang ada pada PPT, siswa dapat mendeskripsikan ciri-ciri umum filum Mollusca b. Dengan mengerjakan LKS, siswa dapat mengklasifikasikan kelaskelas pada filum Mollusca c. Melalui permainan akademik Teka Teki Silang (TTS), siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri hewan pada filum Mollusca berdasarkan kelasnya d. Melalui permainan akademik Teka Teki Silang (TTS), siswa dapat menjelaskan peranan Mollusca bagi kehidupan 2. Kognitif produk a. Setelah membaca buku panduan dan melihat gambar yang ada pada PPT, siswa dapat menyebutkan ciri-ciri umum filum Mollusca b. Setelah mengerjakan LKS, siswa dapat mengkategorikan hewanhewan yang ada pada filum Mollusca c. Dengan bermain Teka Teki Silang (TTS), siswa mampu menjelaskan ciri-ciri hewan pada filum Mollusca berdasarkan kelasnya d. Dengan bermain Teka Teki Silang (TTS), siswa dapat memberikan contoh peranan Mollusca bagi kehidupan 3. Psikomotor a. Melalui LKS, siswa dapat membuat gambar tentang salah satu hewan pada filum Mollusca dan menyebutkan ciri morfologi dari hewan tersebut. b. Melalui media teka teki silang yang dibuat, siswa dapat memainkan permainan teka-teki silang

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Lampiran 2 : RPP Siklus I E. Materi Pembelajaran 1. Ciri-ciri filum Mollusca 2. Klasifikasi Mollusca 3. Peranan Mollusca F. Alokasi Waktu 1. 2 x pertemuan = 4 JP (4 x 45 menit) a. Pertemuan 1 = 3 JP (3 x 45 menit) Pemberian dan pembahasan materi tentang ciri-ciri, klasifikasi, dan peranan Mollusca bagi kehidupan b. Pertemuan 2 = 1 JP (1 x 45 menit) Evaluasi pembelajaran materi Mollusca G. Model dan Media pembelajaran 1. Model pembelajaran : Belajar Sambil Bermain 2. Media pembelajaran : Teka Teki Silang (TTS) H. Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan 1 No Alokasi Kegiatan waktu Pendahuluan Salam pembuka : 1 a. Guru mengucapkan salam pembuka dan memeriksa kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran b. Guru membagikan angket untuk mengetahui motivasi awal siswa 20 menit Keterangan

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 : RPP Siklus I Apersepsi : Coba perhatikan kedua gambar ini? Apa persamaan dan perbedaan dari gambar ini? Pre-test : Guru memberikan pre-test kepada siswa Motivasi : Apakah semua filum dalam invertebrata memiliki ciri yang sama? Apa yang menjadi karakteristik dari filum ini? Tujuan Pembelajaran : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini Kegiatan Inti a. Guru membagi siswa dalam kelompok dan membagikan LKS b. Siswa mengerjakan LKS c. Guru membimbing jalannya diskusi kelompok dan mengorganisir siswa untuk mengumpulkan LKS 2 d. Guru menjelaskan materi Mollusca, kemudian tanya jawab guru dengan siswa e. Guru memperkenalkan permainan teka teki silang, dan memberikan petunjuk cara bermain teka teki silang serta peraturan dalam permainan ini. f. Siswa melakukan permainan teka teki silang sesuai waktu yang ditentukan. Langkah-langkah permainan teka teki silang adalah sebagai berikut : 105 menit 129

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 : RPP Siklus I  Permainan teka teki silang terdiri dari 60 soal  Permainan ini berkelompok, dilakukan dan setiap secara kelompok mendapat 10 soal.  Guru menyediakan 6 buah amplop yang diberi kode A, B, C, D, E dan F. Pada amplop terdapat nomor soal beserta soal yang akan dikerjakan kelompok tersebut  Setiap kelompok menunjuk perwakilannya agar maju dan mengambil undian untuk menentukan kode soal yang akan dikerjakan.  Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berdiskusi dan menjawab soal yang berada didalam amplop  Selanjutnya guru menunjuk secara acak kepada setiap kelompok untuk menjawab pertanyaan dari angka yang disebut misalnya “4 menurun”.  Kelompok yang mendapat soal “4 menurun” bertugas membacakan soal dan menjawab pertanyaan dari soal tersebut. Apabila jawabannya salah akan dilemparkan ke kelompok lain.  Kelompok lain yang salah menjawab pertanyaan tidak diberikan kesempatan lagi untuk menjawab pertanyaan yang sama.  Apabila ada kelompok yang menjawab 130

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 : RPP Siklus I pertanyaan dengan benar maka kelompok tersebut berhak mendapatkan skor.  Kelompok pertanyaan yang berhasil dengan menjawab benar akan mendapatkan skor sesuai dengan yang tertera pada kartu soal.  Setelah waktu yang ditentukan berakhir, guru bersama siswa akan menghitung jumlah skor yang diperoleh masingmasing kelompok  Kelompok yang menjadi juara 1 dan 2 akan mendapatkan hadiah. g. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya h. Guru memberikan penjelasan apabila ada siswa yang masih bingung atau kurang mengerti tentang materi pembelajaran. Penutup Kesimpulan : Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dan merangkum materi pembelajaran hari ini Refleksi : 3 Guru meminta tanggapan siswa mengenai materi Mollusca dengan menggunakan media TTS Arahan : Guru memberikan arahan bahwa pada pertemuan selanjutnya akan diadakan post-test 1 untuk materi Mollusca. Salam penutup : Guru mengucapkan salam penutup 10 menit 131

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Lampiran 2 : RPP Siklus I 2. Pertemuan 2 No Alokasi Kegiatan waktu Pendahuluan Salam pembuka : 1 a. Guru mengucapkan salam pembuka dan 5 menit memeriksa kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran b. Guru memberikan arahan mengenai jalannya post-test Kegiatan Inti a. Guru mengorganisir siswa untuk mengerjakan 2 30 menit soal post-test dan mengumpulkan hasil post-test yang telah dikerjakan Penutup 3 a. Guru memberikan motivasi b. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang berlangsung selama siklus 1 c. Guru mengajak siswa untuk mengisi lembar angket untuk mengetahui motivasi akhir siswa selama siklus ini d. Guru menginstruksikan siswa untuk mempelajari materi Arthropoda yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya e. Guru mengucapkan salam penutup 10 menit Keterangan

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Lampiran 2 : RPP Siklus I I. Penilaian 1. Teknis penilaian a. Tes (pre-test dan post-test) b. Non tes 2. Jenis instrument a. Pilihan Ganda dan Uraian b. Penilaian kinerja 3. Instrument a. Kisi-kisi soal pre-test b. Soal pre-test c. Jawaban soal pre-test d. Kisi-kisi soal post-test 1 e. Jawaban soal post-test 1 f. Pedoman skoring pre-test dan post-test 1 J. Sumber Belajar 1. Buku Paket : a. Biologi Untuk SMA / MA kelas X, pengarang D.A Pratiwi, Penerbit : Erlangga b. Biologi Untuk SMA / MA kelas X, pengarang Irnaningtyas, Penerbit: Erlangga 2. LKS klasifikasi Mollusca 3. Permainan teka teki silang beserta perangkatnya 4. Handout materi Mollusca K. Alat dan Bahan 1. LKS klasifikasi Mollusca 2. PPT materi Mollusca 3. Papan tulis

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 : RPP Siklus I 4. Amplop 5. Kertas soal 6. Multimedia kelas 7. Papan permainan teka teki silang beserta perangkatnya 134

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 : RPP Siklus II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Swasta Karanu Waikabubak Sumba Barat Kelas / semester : X / II Mata Pelajaran : Biologi Alokasi waktu : 4 x 45 menit (4 JP) A. Standar Kompetensi 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati B. Kompetensi Dasar 3.4. Mendeskripsikan ciri-ciri filum dan peranannya bagi kehidupan C. Indikator 1. Kognitif proses a. Mendeskripsikan ciri-ciri umum filum Arthropoda b. Mengklasifikasikan kelas-kelas pada filum Arthropoda c. Mengidentifikasi ciri-ciri hewan pada filum Arthropoda berdasarkan kelasnya d. Menjelaskan peranan Arthropoda bagi kehidupan 2. Kognitif produk a. Menyebutkan ciri-ciri umum filum Arthropoda b. Mengkategorikan hewan-hewan yang ada pada filum Arthropoda c. Menjelaskan ciri-ciri hewan pada filum Arthropoda berdasarkan kelasnya d. Memberikan contoh peranan Arthropoda bagi kehidupan 3. Psikomotor a. Memainkan permainan teka teki silang b. Membuat gambar tentang salah satu hewan Arthropoda 135

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Lampiran 3 : RPP Siklus II D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif proses a. Setelah membaca buku panduan dan melihat gambar yang ada pada PPT, siswa dapat mendeskripsikan ciri-ciri umum filum Arthropoda b. Dengan mengerjakan LKS, siswa dapat mengklasifikasikan kelaskelas pada filum Arthropoda c. Melalui permainan edukatif Teka Teki Silang (TTS), siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri hewan pada filum Arthropoda berdasarkan kelasnya d. Melalui permainan edukatif Teka Teki Silang (TTS), siswa dapat menjelaskan peranan Arthropoda bagi kehidupan 2. Kognitif produk a. Setelah membaca buku panduan dan melihat gambar yang ada pada PPT, siswa dapat menyebutkan ciri-ciri umum filum Arthropoda b. Setelah mengerjakan LKS, siswa dapat mengkategorikan hewanhewan yang ada pada filum Arthropoda c. Dengan bermain Teka Teki Silang (TTS), siswa mampu menjelaskan ciri-ciri hewan pada filum Arthropoda berdasarkan kelasnya d. Dengan bermain Teka Teki Silang (TTS), siswa dapat memberikan contoh peranan Arthropoda bagi kehidupan 3. Psikomotor a. Melalui LKS, siswa dapat membuat gambar tentang salah satu hewan pada filum Arthropoda b. Melalui media teka teki silang yang dibuat, siswa dapat memainkan permainan teka-teki silang E. Materi Pembelajaran 1. Ciri-ciri filum Arthropoda 2. Klasifikasi Arthropoda 3. Peranan Arthropoda

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Lampiran 3 : RPP Siklus II F. Alokasi Waktu 1. 2 x pertemuan = 4 JP (4 x 45 menit) a. Pertemuan 1 = 3 JP (3 x 45 menit) Pemberian dan pembahasan materi tentang ciri-ciri, klasifikasi, dan peranan Arthropoda bagi kehidupan b. Pertemuan 2 = 1 JP (1 x 45 menit) Evaluasi pembelajaran materi Arthropoda G. Model dan Media pembelajaran 1. Model pembelajaran : Belajar Sambil Bermain 2. Media pembelajaran : Teka Teki Silang (TTS) H. Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan 1 No Alokasi Kegiatan waktu Pendahuluan Salam pembuka : a. Guru mengucapkan salam pembuka dan memeriksa kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran 1 Apersepsi : Coba perhatikan kedua gambar ini? Apa persamaan dan perbedaan dari hewan ini? Motivasi : Apakah yang menjadi ciri khas dari hewan yang ditunjukkan pada PPT? Tujuan Pembelajaran : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini 10 menit Keterangan

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 : RPP Siklus II Kegiatan Inti a. Guru membagi siswa dalam kelompok dan membagikan LKS b. Siswa mengerjakan LKS c. Guru membimbing jalannya diskusi kelompok dan mengorganisir siswa untuk mengumpulkan 105 LKS d. Guru menjelaskan materi Arthropoda, kemudian tanya jawab guru dengan siswa e. Guru memberikan petunjuk cara bermain teka teki silang serta peraturan dalam permainan ini. f. Siswa melakukan permainan teka teki silang sesuai dengan waktu yang ditentukan. Langkah2 langkah permainan teka teki silang adalah sebagai berikut :  Permainan teka teki silang terdiri dari 60 soal  Permainan ini berkelompok, dan dilakukan setiap secara kelompok mendapat 8 soal  Guru menyediakan 6 buah amplop yang diberi kode A, B, C, D, E dan F. Pada amplop terdapat nomor soal beserta soal yang akan dijawab  Setiap kelompok menunjuk perwakilannya agar maju dan mengambil undian untuk menentukan kode soal yang akan dijawab  Selanjutnya setiap kelompok akan menjawab pertanyaan berdasarkan nomor yang diperolehnya dalam amplop. Apabila menit 138

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 : RPP Siklus II jawabannya salah maka akan dilemparkan ke kelompok lain  Kelompok yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan skor sesuai dengan yang tertera pada kartu soal  Setelah semua soal dalam amplop terjawab, guru kemudian membacakan 12 nomor soal yang akan diperebutkan oleh semua kelompok  Setelah waktu yang ditentukan berakhir, guru bersama siswa akan menghitung jumlah skor yang diperoleh masing-masing kelompok  Kelompok yang menjadi juara 1 dan 2 akan mendapatkan hadiah g. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya h. Guru memberikan penjelasan apabila siswa masih bingung atau kurang mengerti tentang materi pembelajaran. Penutup Kesimpulan : Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dan merangkum materi pembelajaran hari ini Refleksi : 3 Guru meminta tanggapan siswa mengenai materi Arthropoda dengan menggunakan media TTS Arahan : Guru memberikan arahan bahwa pada pertemuan selanjutnya akan diadakan post-test 2 untuk materi 10 menit 139

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Lampiran 3 : RPP Siklus II Arthropoda. Salam penutup : Guru mengucapkan salam penutup 2. Pertemuan 2 No Alokasi Kegiatan waktu Pendahuluan Salam pembuka : 1 a. Guru mengucapkan salam pembuka, dan 5 menit memeriksa kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran b. Guru memberikan arahan mengenai jalannya post-test 2 Kegiatan Inti 2 a. Guru mengorganisir siswa untuk mengerjakan soal post-test dan mengumpulkan hasil post-test 35 menit yang telah dikerjakan Penutup a. Guru memberikan motivasi kepada siswa b. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang berlangsung selama 3 siklus 2 c. Guru mengajak siswa untuk mengisi lembar angket untuk mengetahui motivasi akhir siswa selama siklus ini d. Guru mengucapkan salam penutup 5 menit Keterangan

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Lampiran 3 : RPP Siklus II I. Penilaian 1. Teknis penilaian a. Tes (pre-test dan post-test) b. Non tes 2. Jenis instrument a. Pilihan Ganda dan Uraian b. Penilaian kinerja 3. Instrument a. Kisi-kisi soal pre-test b. Soal pre-test c. Jawaban soal pre-test d. Kisi-kisi soal post-test 2 e. Jawaban soal post-test 2 f. Pedoman skoring pre-test dan post-test 2 J. Sumber Belajar 1. Buku Paket : a. Biologi Untuk SMA / MA kelas X, pengarang D.A Pratiwi, Penerbit : Erlangga b. Biologi Untuk SMA / MA kelas X, pengarang Irnaningtyas, Penerbit: Erlangga 2. LKS klasifikasi Arthropoda 3. Permainan teka teki silang beserta perangkatnya 4. Handout materi Arthropoda K. Alat dan Bahan 1. LKS klasifikasi Arthropoda 2. PPT materi Arthropoda 3. Papan tulis

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 : RPP Siklus II 4. Amplop 5. Kertas soal 6. Multimedia kelas 7. Papan permainan teka teki silang beserta perangkatnya 142

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 : Lembar Kerja Siswa TINDAKAN (LKS) Siklus I beserta jawaban siswa HASIL LKS SIKLUS I 143

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 : Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus I beserta jawaban siswa 144

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 : Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus I beserta jawaban siswa 145

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 : Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus I beserta jawaban siswa Vertikal / Menurun 1. Lapisan yang membentuk 4. kerang Nama yang terdapat diantara epitel mantel mutiara 2. Cairan dan nakreas lain Polyplacophora dari 6. Kelas mollusca yang berjalan dengan perut 146

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 : Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus II beserta jawaban siswa HASIL LKS SIKLUS II 147

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Lampiran 5 : Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus II beserta jawaban siswa Across / Mendatar terdapat sistem kasta dimana ada raja, 2. Kantong tempat penyimpanan ratu, tentara dan pekerja. Teman ku spermatozoid pada serangga 3. adalah capung. Siapakah aku? Sebutan untuk serangga yang tidak 9. mengalami metamorfosis 5. Aku memiliki seribu kaki, dan memiliki tubuh bulat panjang. Di setiap segmen Acarina tubuh terdapat dua pasang kaki. Aku merupakan ordo yang termasuk dalam hidup di tempat-tempat lembap dan kelas? gelap, makanan ku berupa ini berupa Araneae, Scorpiones dan sayur-mayur, vegetasi yang sudah mati, 7. 8. Selain semut, hewan lain yang memiliki dan lumut. Bila aku dalam bahaya, aku sifat polimorfisme akan menggulung diri seperti cakram atau bola bulat. Dari kelas manakah aku Aku berasal dari kelas insecta, tubuh ku berasal? memiliki dua pasang sayap yang tipis dan berukuran sama. Pada bangsa ku 10. Ostracoda hidup di laut sebagai ...... Down / Menurun 1. Alat ekskresi dari Crustacea 4. Aku Salah satu bangsa ku adalah Kepiting. Termasuk dalam sub filum manakah adalah salah satu hewan aku? bercangkang, habitatku sebagian besar di air. Bagian tubuh ku yaitu kepala dan dada menjadi satu. Selain itu, aku juga memiliki perut. 6. Kepiting merupakan hewan kelas Malacostraca yang berasal dari ordo?

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Lampiran 5 : Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus II beserta jawaban siswa

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 : Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus II beserta jawaban siswa 150

(171) PLAGIAT MERUPAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 : Kunci jawaban Lembar Kerja Siswa TINDAKAN (LKS) siklus I TIDAK Name: Mollusca Isilah kolom-kolom dibawah ini dengan benar 1 N 2 C H A K I R 3 4 A E S T O E H N T K E A S S S T 5 B R A C H Y S T O M A 6 G A 7 P O L Y P L A C O P H O R A A S L T 8 N A U T I A L U S E L E C Y R O 9 P P O D A C A P O 10 S 151 P H O P O D A A

(172) PLAGIAT MERUPAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Lampiran 6 : Kunci jawaban Lembar Kerja Siswa TINDAKAN (LKS) siklus I TIDAK Horizontal / Mendatar AESTHETES → Alat indra pada Polyplacophora yang dapat dijulurkan untuk mendeteksi 3. adanya makanan 5. BRACHYSTOMA → Gastropoda yang hidup sebagai ektoparasit 7. POLYPLACOPHORA → Anggota mollusca yang tidak memiliki mata dan tentakel 8. NAUTILUS → Hewan pada cephalopoda yang memiliki cangkang luar 9. PELECYPODA → Kelas mollusca yang menghasilkan mutiara 10. SCAPHOPODA → Siput taring merupakan hewan dari kelas Vertikal / Menurun 1. NAKREAS → Lapisan yang membentuk kerang mutiara 2. CHITON → Nama lain dari Polyplacophora 4. EKSTRAPALIAL → Cairan yang terdapat diantara epitel mantel dan nakreas 6. GASTROPODA → Kelas mollusca yang berjalan dengan perut

(173) MERUPAKAN TIDAK TERPUJI MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran PLAGIAT 7PLAGIAT : Kunci jawaban Lembar KerjaTINDAKAN Siswa (LKS) siklus II ARTHROPODA Across / Mendatar 2. SPERMATEKA—Kantong tempat penyimpanan spermatozoid pada serangga 3. AMETABOLA—Sebutan untuk serangga yang tidak mengalami metamorfosis 5. ARACHNIDA—Araneae, Scorpiones dan Acarina merupakan ordo yang termasuk dalam kelas? 7. LEBAH—Selain semut, hewan lain yang memiliki sifat polimorfisme 8. RAYAP—Aku berasal dari kelas insecta, tubuh ku memiliki dua pasang sayap yang tipis dan berukuran sama. Pada bangsa ku terdapat sistem kasta dimana ada raja, ratu, tentara dan pekerja. Teman ku adalah capung. Siapakah aku? 9. DIPLOPODA—Aku memiliki seribu kaki, dan memiliki tubuh bulat panjang. Di setiap segmen tubuh terdapat dua pasang kaki. Aku hidup di tempat-tempat lembap dan gelap, makanan ku berupa ini berupa sayur-mayur, vegetasi yang sudah mati, dan lumut. Bila aku dalam bahaya, aku akan menggulung diri seperti cakram atau bola bulat. Dari kelas manakah aku berasal? 10. ZOOPLANKTON—Ostracoda hidup di laut sebagai Down / Menurun 1. KELENJARHIJAU—Alat ekskresi dari Crustacea 4. CRUSTACEA—Aku adalah salah satu hewan bercangkang, habitatku sebagian besar di air. Bagian tubuh ku yaitu kepala dan dada menjadi satu. Selain itu, aku juga memiliki perut. Salah satu bangsa ku adalah Kepiting. Termasuk dalam sub filum manakah aku? 6. DECAPODA—Kepiting merupakan hewan kelas Malacostraca yang berasal dari ordo? 153

(174) MERUPAKAN TIDAK TERPUJI MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 Lampiran PLAGIAT 7PLAGIAT : Kunci jawaban Lembar KerjaTINDAKAN Siswa (LKS) siklus II

(175) TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI LampiranPLAGIAT 8 : Kisi-kisi MERUPAKAN soal pre-test dan pedoman skoring TIDAK KISI-KISI SOAL PRE-TEST A. Standar Kompetensi : 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati B. Kompetensi Dasar : 3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri filum dan peranannya bagi kehidupan C. Sub KD : Mendeskripsikan ciri-ciri filum Mollusca dan Arthropoda, serta peranannya bagi kehidupan D. Materi : Invertebrata E. Sub Materi : Filum Mollusca dan Filum Arthropoda F. Jenis Tes : Tes Obyektif (Pilihan Ganda) G. Jumlah Soal : 25 soal Uraian kisi-kisi soal dapat dilihat pada tabel 2.1 dibawah ini ! Tabel 2.1 Kisi-kisi Soal Pre-test No Indikator Nomor Soal Tipe Soal Kunci Jawaban 3 C1 E 14 C1 C 4 C2 C 5 C2 B kelas- 11 C2 E kelas pada filum mollusca 12 C4 A dan Arhropoda 13 C2 B 17 C2 D 19 C2 B 23 C2 E 1 C3 D ciri-ciri 6 C2 C hewan pada filum Mollusca 7 C2 D dan Arhropoda berdasarkan 8 C3 D kelasnya 9 C3 A 10 C2 D Mendeskripsikan 1 umum mollusca ciri-ciri dan Arhropoda Mengklasifikasikan 2 Mengidentifikasi 3 155

(176) TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI LampiranPLAGIAT 8 : Kisi-kisi MERUPAKAN soal pre-test dan pedoman skoring TIDAK Menjelaskan 4 peranan Mollusca dan Arhropoda bagi 15 C3 D 18 C2 E 20 C3 A 21 C3 C 22 C2 D 24 C3 A 25 C4 B 2 C1 B 16 C1 E kehidupan PEDOMAN SKORING PRE-TEST 1. Skor Total = 50 2. Skor tiap nomor = 2 Nilai = Jumlah jawaban benar x 100 Skor Total 156

(177) PLAGIAT MERUPAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 : Soal Pre-test besertaTINDAKAN jawaban siswa TIDAK HASIL PRE-TEST SISWA 157

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 : Soal Pre-test beserta jawaban siswa 158

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 : Soal Pre-test beserta jawaban siswa 159

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 : Soal Pre-test beserta jawaban siswa 160

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 : Soal Pre-test beserta jawaban siswa 161

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 : Soal Pre-test beserta jawaban siswa 162

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 : Soal Pre-test beserta jawaban siswa 163

(184) MERUPAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LampiranPLAGIAT 10 : Kunci jawaban soal pre-testTINDAKAN KUNCI JAWABAN ULANGAN BIOLOGI (PRE-TEST) KELAS X A 1. D 10. D 19. B 2. B 11. E 20. A 3. E 12. A 21. C 4. C 13. B 22. D 5. B 14. C 23. E 6. C 15. D 24. A 7. D 16. E 25. B 8. D 17. D 9. A 18. E 164

(185) TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LampiranPLAGIAT 11 : Kisi-kisiMERUPAKAN Pre-test dan Pedoman Skoring Siklus I KISI-KISI SOAL POST-TEST SIKLUS I A. Standar Kompetensi : 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati B. Kompetensi Dasar : 3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri filum dan peranannya bagi kehidupan C. Sub KD : Mendeskripsikan ciri-ciri filum Mollusca dan Arthropoda, serta peranannya bagi kehidupan D. Materi : Invertebrata E. Sub Materi : Filum Mollusca F. Jenis Tes : Tes obyektif (Pilihan Ganda) dan tes subyektif (Uraian) G. Jumlah Soal : 23 soal I. Pilihan Ganda Uraian kisi-kisi soal tes obyektif (pilihan ganda) dapat dilihat pada tabel 2.2 dibawah ini ! Tabel 2.2 Kisi-kisi Soal Tes Obyektif (Pilihan Ganda) No Indikator Mendeskripsikan 1 2 ciri-ciri umum Mollusca Mengklasifikasikan kelas- kelas pada filum Mollusca Mengidentifikasi 3 ciri-ciri hewan pada filum Mollusca Nomor Soal Tipe Soal Kunci Jawaban 1 C1 D 2 C2 B 6 C1 E 7 C1 C 8 C2 A 4 C2 D 10 C2 D 11 C2 E 14 C4 D 15 C2 D 3 C2 B 5 C3 E 9 C2 B 165

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Lampiran 11 : Kisi-kisi Pre-test dan Pedoman Skoring Siklus I No Indikator Nomor Soal Tipe Soal Kunci jawaban 13 C4 E 16 C3 C 17 C3 D 18 C3 A 12 C1 C 19 C3 C 20 C3 B berdasarkan kelasnya Menjelaskan 4 peranan Mollusca bagi kehidupan II. Kisi-kisi Soal Tes Subyektif (Uraian) A. Soal nomor 1, uraiannya : 1. Indikator : Mengklasifikasikan kelas-kelas pada filum Mollusca 2. Tipe soal : C2 3. Kunci jawaban : 5 kelas pada Mollusca a. Polyplacophora Ciri-cirinya : 1) Bentuk tubuhnya bulat telur, pipih dan simetris bilateral 2) Mulut tidak berkembang dengan baik 3) Tidak memiliki tentakel dan mata b. Scaphopoda Ciri-cirinya : 1) Cangkang berbentuk kerucut atau tanduk 2) Kaki terdapat di daerah mulut 3) Tubuhnya diselubungi mantel yang berfungsi untuk membantu bernapas c. Gastropoda Ciri-cirinya : 1) Berjalan dengan perut 2) Cangkang terdiri atas 4 lapisan yaitu Periostrakum, prismatik, lamela dan Nakre

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 Lampiran 11 : Kisi-kisi Pre-test dan Pedoman Skoring Siklus I 3) Memiliki sepasang tentakel panjang yang berfungsi sebagai alat penglihatan, dan sepasang tentakel pendek yang berfungsi sebagai alat pembau d. Cephalopoda Ciri-cirinya : 1) Kaki terletak di kepala 2) Tidak memiliki cangkang kecuali Nautilus 3) Memiliki kantong tinta kecuali Nautilus e. Pelecypoda Ciri-cirinya : 1) Memiliki insang yang berlapis-lapis yang disebut Lamellibranchiata 2) Sebagian besar adalah kelompok Bivalvia 3) Beberapa hewan dapat membentuk mutiara B. Soal nomor 2, uraiannya : 1. Indikator : Mengidentifikasi ciri-ciri hewan pada filum Mollusca berdasarkan kelasnya 2. Tipe soal : C2 3. Kunci jawaban : Pembentukan mutiara pada Bivalvia (Pelecypoda) adalah proses yang terjadi karena aktivitas cangkang, yaitu sebagai berikut : Jika ada benda asing, misalnya butiran pasir atau suatu parasit yang secara tidak sengaja masuk ke dalam cangkang, maka benda asing tersebut akan disimpan dalam suatu kantong kecil dalam mantel. Pada mantel banyak disekresikan nakreas oleh lapisan epithelium kantong tersebut. Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, partikel dan lapisan nakreas itu telah menjadi mutiara. C. Soal nomor 3, uraiannya : 1. Indikator : Mengidentifikasi ciri-ciri hewan pada filum Mollusca berdasarkan kelasnya 2. Tipe soal : C3

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Lampiran 11 : Kisi-kisi Pre-test dan Pedoman Skoring Siklus I 3. Kunci jawaban : Nama Hewan Kelas Cumi-cumi Cephalopoda a. Memiliki tentakel yang pendek b. Tentakelnya dapat berkerut dengan cepat Ciri-ciri ( 5 ciri) c. Dapat memancarkan cahaya untuk memudahkan dalam mencari makan di malam hari d. Memiliki tinta untuk melindungi diri dari musuh e. Memiliki banyak pola warna tubuh yang dapat berganti sesuai dengan kehendaknya Habitat Air laut a. Peranan menguntungkan 1) Sumber protein hewani Peranan 2) Pertumbuhan kerangka tulang menguntungkan 3) Pembentukan sel darah merah dan merugikan 4) Obat kanker (masing-masing 2 ciri) 5) Menghilangkan bekas cacar b. Peranan merugikan 1) Kolesterol tinggi apabila mengkonsumsinya 2) Tinta cumi-cumi apabila terkena mata, karena akan berbahaya bagi penglihatan

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 11 : Kisi-kisi Pre-test dan Pedoman Skoring Siklus I PEDOMAN SKORING POST-TEST SIKLUS I I. II. Pilihan Ganda 1. Skor Total = 40 2. Skor tiap nomor = 2 Uraian 1. Skor Total = 60 2. Skor tiap nomor = Disesuaikan dengan skor yang ada pada setiap soal Nilai = Jumlah Skor I (Pilihan Ganda) + Jumlah Skor II (Uraian) 169

(190) TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LampiranPLAGIAT 12 : Kisi-kisiMERUPAKAN soal dan pedoman skoring post-test TIDAK Siklus II TERPUJI KISI-KISI SOAL POST-TEST SIKLUS II A. Standar Kompetensi : 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati B. Kompetensi Dasar : 3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri filum dan peranannya bagi kehidupan C. Sub KD : Mendeskripsikan ciri-ciri filum Mollusca dan Arthropoda, serta peranannya bagi kehidupan D. Materi : Invertebrata E. Sub Materi : Filum Arthropoda F. Jenis Tes : Tes obyektif (Pilihan Ganda) dan tes subyektif (Uraian) G. Jumlah Soal : 23 soal I. Pilihan Ganda Uraian kisi-kisi soal tes obyektif (pilihan ganda) dapat dilihat pada tabel 2.3 dibawah ini ! Tabel 2.3 Kisi-kisi Soal Tes Obyektif (Pilihan Ganda) No 1 Indikator Mendeskripsikan ciri-ciri umum Arthropoda Mengklasifikasikan kelas- 2 kelas pada filum Arthropoda Mengidentifikasi 170irri-ciri 3 hewan pada filum Arthropoda berdasarkan kelasnya Nomor Soal Tipe Soal Kunci Jawaban 7 C1 E 8 C1 D 1 C2 E 3 C2 C 6 C3 D 10 C2 A 11 C3 B 2 C2 C 4 C3 B 5 C2 E 9 C3 B 13 C3 E 14 C2 C 15 C2 B 170

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 Lampiran 12 : Kisi-kisi soal dan pedoman skoring post-test Siklus II No 4 Indikator Menjelaskan Nomor Soal Tipe Soal Kunci Jawaban 16 C4 A 17 C3 D 18 C3 C 19 C4 A 20 C3 B 12 C1 D peranan Arthropoda bagi kehidupan II. Kisi-kisi Soal Tes Subyektif (Uraian) A. Soal nomor 1, uraiannya : 1. Indikator : Mengklasifikasikan kelas-kelas pada filum Arthropoda 2. Tipe soal : C2 3. Kunci jawaban : Faktor Bagian tubuh Chelicerata Myriapoda Crustacea Hexapoda Sefalotoraks, Kaput Sefalotoraks, Kaput dan abdomen (kepala), dan abdomen (perut) (kepala), (perut) abdomen toraks (dada), (perut) dan abdomen (perut) Sepasang antena Antena Tidak ada Sepasang pendek, Sepasang sepasang antena panjang Mata Beberapa pasang mata tunggal (oseli) Alat mulut Sepasang mata Sepasang mata dari sekumpulan majemuk (faset) oseli yang bertangkai mata faset dan mata oseli Kalisera (alat Sepasang sengat) dan mandibula, dua mandibula, dua mandibula, pedipalpus pasang maksila pasang maksila palpus, (alat capit) Sepasang Sepasang Maksila, labrum, labium dan

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Lampiran 12 : Kisi-kisi soal dan pedoman skoring post-test Siklus II Faktor Alat respirasi Chelicerata Myriapoda Crustacea Hexapoda Paru-paru Sistem trakea, Insang, Sistem trakea, buku spirakel permukaan spirakel tubuh Reproduksi Alat ekskresi Seksual, diesis Seksual, diesis Tubulus Tubulus Malpighi Malpighi Seksual, diesis, Seksual, diesis, partenogenesis partenogenesis Kelenjar hijau Tubulus Malpighi Ada, sepasang Sayap Tidak ada Tidak ada Tidak ada atau dua pasang Beberapa pasang, sepasang keliped Banyak, sepasang atau Jumlah kaki Empat pasang lebih pada (kaki capit) dan maksiliped, empat pasang Tiga pasang setiap segmen pereiopod (kaki tubuh jalan), sepasang pleopod (kaki renang) pada setiap segmen Sebagian besar Terutama di di darat, hanya darat, beberapa Habitat sedikit yang spesies hidup di air ditemukan di air Darat, Air Darat, Air

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Lampiran 12 : Kisi-kisi soal dan pedoman skoring post-test Siklus II B. Soal nomor 2, uraiannya : 1. Indikator : Menjelaskan peranan Arthropoda bagi kehidupan 2. Tipe soal : C2 3. Kunci jawaban : a. Peranan Menguntungkan 1) Sumber makanan yang mengandung protein tinggi, contohnya udang, kepiting, lobster 2) Penghasil madu, contohnya lebah madu 3) Bahan kain sutera, contohnya Bombyx mori 4) pemecah bahan-bahan organik untuk membentuk humus, contohnya kelompok Myriapoda 5) Membantu proses penyerbukan berbagai macam tumbuhan contohnya kupu-kupu, kumbang, dan lebah b. Peranan merugikan 1) Perusak tanaman, contohnya ulat pemakan daun, wereng dan belalang 2) Vektor (pembawa) penyakit, misalnya nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit DBD, nyamuk Anopheles sebagai vektor penyakit malaria. 3) Parasit pada manusia, contohnya caplak penyebab penyakit kudis, nyamuk, dan kutu kepala 4) Merusak kayu bangunan, contohnya rayap 5) Pengebor kayu galangan kapal atau perahu, contohnya anggota Crustacea kelompok Isopoda (Limnoria lignorum)

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 12 : Kisi-kisi soal dan pedoman skoring post-test Siklus II PEDOMAN SKORING POST-TEST SIKLUS II I. II. Pilihan Ganda 1. Skor Total = 40 2. Skor tiap nomor = 2 Uraian 1. Skor Total = 60 2. Skor tiap nomor = Disesuaikan dengan skor yang ada pada setiap soal Nilai = Jumlah Skor I (Pilihan Ganda) + Jumlah Skor II (Uraian) 174

(195) PLAGIAT TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 :MERUPAKAN Soal Post-test SiklusTINDAKAN I beserta jawaban siswa TERPUJI HASIL POST-TEST SISWA SIKLUS I 175

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13 : Soal Post-test Siklus I beserta jawaban siswa 176

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13 : Soal Post-test Siklus I beserta jawaban siswa 177

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13 : Soal Post-test Siklus I beserta jawaban siswa 178

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13 : Soal Post-test Siklus I beserta jawaban siswa 179

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13 : Soal Post-test Siklus I beserta jawaban siswa 180

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13 : Soal Post-test Siklus I beserta jawaban siswa 181

(202) PLAGIAT TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14 :MERUPAKAN Soal Post-test SiklusTINDAKAN II beserta jawaban siswa TERPUJI HASIL POST-TEST SISWA SIKLUS II 182

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14 : Soal Post-test Siklus II beserta jawaban siswa 183

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14 : Soal Post-test Siklus II beserta jawaban siswa 184

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14 : Soal Post-test Siklus II beserta jawaban siswa 185

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14 : Soal Post-test Siklus II beserta jawaban siswa 186

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14 : Soal Post-test Siklus II beserta jawaban siswa 187

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14 : Soal Post-test Siklus II beserta jawaban siswa 188

(209) MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI LampiranPLAGIAT 15 : Kunci jawaban post-test siklus I KUNCI JAWABAN ULANGAN BIOLOGI (POST-TEST) KELAS X A FILUM MOLLUSCA I. II. Pilihan Ganda 1. D 8. A 15. D 2. B 9. B 16. C 3. B 10. D 17. D 4. D 11. E 18. A 5. E 12. C 19. C 6. E 13. E 20. B 7. C 14. D Uraian 1. 5 kelas pada Mollusca a. Polyplacophora Ciri-cirinya : 1) Bentuk tubuhnya bulat telur, pipih dan simetris bilateral 2) Mulut tidak berkembang dengan baik 3) Tidak memiliki tentakel dan mata b. Scaphopoda Ciri-cirinya : 1) Cangkang berbentuk kerucut atau tanduk 2) Kaki terdapat di daerah mulut 3) Tubuhnya diselubungi mantel yang berfungsi untuk membantu bernapas c. Gastropoda Ciri-cirinya : 1) Berjalan dengan perut 189

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 Lampiran 15 : Kunci jawaban post-test siklus I 2) Cangkang terdiri atas 4 lapisan yaitu Periostrakum, prismatik, lamela dan Nakre 3) Memiliki sepasang tentakel panjang yang berfungsi sebagai alat penglihatan, dan sepasang tentakel pendek yang berfungsi sebagai alat pembau d. Cephalopoda Ciri-cirinya : 1) Kaki terletak di kepala 2) Tidak memiliki cangkang kecuali Nautilus 3) Memiliki kantong tinta kecuali Nautilus e. Pelecypoda Ciri-cirinya : 1) Memiliki insang yang berlapis-lapis yang disebut Lamellibranchiata 2) Sebagian besar adalah kelompok Bivalvia 3) Beberapa hewan dapat membentuk mutiara 2. Pembentukan mutiara pada Bivalvia (Pelecypoda) adalah proses yang terjadi karena aktivitas cangkang, yaitu sebagai berikut : Jika ada benda asing, misalnya butiran pasir atau suatu parasit yang secara tidak sengaja masuk ke dalam cangkang, maka benda asing tersebut akan disimpan dalam suatu kantong kecil dalam mantel. Pada mantel banyak disekresikan nakreas oleh lapisan epithelium kantong tersebut. Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, partikel dan lapisan nakreas itu telah menjadi mutiara.

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 Lampiran 15 : Kunci jawaban post-test siklus I 3. Pilih salah satu hewan Mollusca yang anda ketahui, dan deskripsikan ciri-cirinya pada tabel dibawah ini! Nama Hewan Kelas Cumi-cumi Cephalopoda a. Memiliki tentakel yang pendek b. Tentakelnya dapat berkerut dengan cepat Ciri-ciri ( 5 ciri) c. Dapat memancarkan cahaya untuk memudahkan dalam mencari makan di malam hari d. Memiliki tinta untuk melindungi diri dari musuh e. Memiliki banyak pola warna tubuh yang dapat berganti sesuai dengan kehendaknya Habitat Air laut a. Peranan menguntungkan 1) Sumber protein hewani Peranan 2) Pertumbuhan kerangka tulang menguntungkan 3) Pembentukan sel darah merah dan merugikan 4) Obat kanker (masing-masing 2 ciri) 5) Menghilangkan bekas cacar b. Peranan merugikan 1) Kolesterol tinggi apabila mengkonsumsinya 2) Tinta cumi-cumi apabila terkena mata, karena akan berbahaya bagi penglihatan

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 16 : Kunci jawaban post-test siklusTINDAKAN II KUNCI JAWABAN ULANGAN BIOLOGI (POST-TEST) KELAS X A FILUM ARTHROPODA I. Pilihan Ganda Silangkan (X) jawaban yang paling tepat. II. 1. E 8. D 15. B 2. C 9. B 16. A 3. C 10. A 17. D 4. B 11. B 18. C 5. E 12. D 19. A 6. D 13. E 20. B 7. E 14. C Uraian 1. Ciri-ciri dari keempat Sub filum Arthropoda (Skor = 40) Faktor Bagian tubuh Chelicerata Myriapoda Crustacea Hexapoda Sefalotoraks, Kaput Sefalotoraks, Kaput dan abdomen (kepala), dan abdomen (perut) (kepala), (perut) abdomen toraks (dada), (perut) dan abdomen (perut) Sepasang antena Antena Tidak ada Sepasang pendek, Sepasang sepasang antena panjang Mata Beberapa pasang Sepasang mata Sepasang mata mata dari sekumpulan majemuk (faset) tunggal (oseli) oseli 192 yang bertangkai Sepasang mata faset dan mata oseli

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 Lampiran 16 : Kunci jawaban post-test siklus II Faktor Alat mulut Chelicerata Myriapoda Crustacea Sepasang Hexapoda Kalisera (alat Sepasang sengat) dan mandibula, dua mandibula, dua mandibula, pedipalpus pasang maksila pasang maksila palpus, (alat capit) Maksila, labrum, dan labium Alat respirasi Paru-paru Sistem trakea, Insang, Sistem trakea, spirakel permukaan spirakel tubuh buku Reproduksi Alat ekskresi Seksual, diesis Seksual, diesis Tubulus Tubulus Malpighi Malpighi Seksual, diesis, Seksual, diesis, partenogenesis partenogenesis Kelenjar hijau Tubulus Malpighi Ada, sepasang Sayap Tidak ada Tidak ada Tidak ada atau dua pasang Beberapa pasang, sepasang keliped Banyak, sepasang atau Jumlah kaki Empat pasang lebih pada (kaki capit) dan maksiliped, empat pasang Tiga pasang setiap segmen pereiopod (kaki tubuh jalan), sepasang pleopod (kaki renang) pada setiap segmen Habitat Sebagian besar Terutama di di darat, hanya darat, beberapa sedikit yang spesies hidup di air ditemukan di air Darat, air Darat, air

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 Lampiran 16 : Kunci jawaban post-test siklus II 2. Peranan Arthropoda yang mengutungkan dan merugikan disertai dengan contoh hewannya disetiap peranannya! (Skor = 20) a. Peranan Menguntungkan 1) Sumber makanan yang mengandung protein tinggi, contohnya udang, kepiting, lobster 2) Penghasil madu, contohnya lebah madu 3) Bahan kain sutera, contohnya Bombyx mori 4) pemecah bahan-bahan organik untuk membentuk humus, contohnya kelompok Myriapoda 5) Membantu proses penyerbukan berbagai macam tumbuhan contohnya kupukupu, kumbang, dan lebah b. Peranan merugikan 1) Perusak tanaman, contohnya ulat pemakan daun, wereng dan belalang 2) Vektor (pembawa) penyakit, misalnya nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit DBD, nyamuk Anopheles sebagai vektor penyakit malaria. 3) Parasit pada manusia, contohnya caplak penyebab penyakit kudis, nyamuk, dan kutu kepala 4) Merusak kayu bangunan, contohnya rayap 5) Pengebor kayu galangan kapal atau perahu, contohnya anggota Crustacea kelompok Isopoda (Limnoria lignorum)

(215) TINDAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI LampiranPLAGIAT 17 : Papan MERUPAKAN permainan TTS Siklus I MOLLUSCA 195

(216) TINDAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI LampiranPLAGIAT 18 : Papan MERUPAKAN permainan TTS Siklus II ARTHROPODA 196

(217) TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran PLAGIAT 19 : Kartu MERUPAKAN pertanyaan permainan TTS Siklus I TIDAK MOLLUSCA Across / Mendatar 2. Jumlah tentakel (lengan) pada cumi-cumi 4. Alat pernapasan pada Mollusca yang hidup di air 6. Kelas Mollusca dibawah ini yang tidak mempunyai radula (lidah parut) 8. Arti kata Mollis pada Mollusca 9. Sebutan untuk organ kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang sama 11. Pada struktur tubuh chepalopoda, otot yang berada di dekat sifon berfungsi untuk ......... cangkang 13. Nama lokal (Indonesia) dari Mytilus viridis 14. Jumlah ordo pada Chepalopoda 18. Nautilus adalah hewan yang termasuk dalam kelas 20. Nama lokal (Indonesia) dari Loligo indica 23. Jumlah cangkang pada Bivalvia 24. Anggota kelas Cephalopoda yang tubuhnya memiliki cangkang luar 28. Sebutan untuk lembaran insang yang berlapis-lapis pada Pelecypoda 29. Sperma pada Cephalopoda yang terbungkus oleh kapsul 31. Arti lamella pada kata Lamellibranchiata pada hewan Pelecypoda 32. Cara reproduksi Gastropoda 34. Kelas terbesar dalam Mollusca 197

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 Lampiran 19 : Kartu pertanyaan permainan TTS Siklus I 35. Nama lokal (Indonesia) dari Octopus sp. 36. Kelas Mollusca yang mempunyai alat ekskresi berupa ginjal 37. Kerang hijau berperan sebagai sumber 38. Nama lokal (Indonesia) dari Achatina fulica 41. Sebutan untuk organ kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda 42. Sebutan untuk tulang muda pada radula 43. Nama lain dari hermafrodit 44. Mollusca memiliki habitat dimana-mana, sehinggga sering disebut 47. Jaringan yang menghubungkan cangkang pada Bivalvia 48. Ordo dari Nautilus pompilus 53. Sebutan untuk sel telur pada Bivalvia yang telah dibuahi tumbuh di bagian insang 54. Kumpulan organ-organ internal seperti organ pencernaan, reproduksi dan ekskresi pada mollusca disebut 57. Penyebab kulit pada hewan Chepalopoda dapat berubah warna karena …… 58. Sepasang tentakel panjang pada Gastropoda berfungsi sebagai indra ......

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 19 : Kartu pertanyaan permainan TTS Siklus I Down / Menurun 1. Alat indra pada Mollusca yang berfungsi sebagai kemoreseptor 3. Sepasang tentakel pendek pada Gastropoda berfungsi sebagai indra ........ 5. Bentuk tubuh Cephalopoda 7. Hewan mollusca yang memiliki kantung tinta masuk dalam kelas 10. Kelas hewan Dentalium vulgare 12. Alat ekskresi pada kelas Scphopoda 13. Pada kelas Cephalopoda kaki terletak pada 15. Scaphopoda merupakan kelas Mollusca paling ...... diantara kelas lainnya 16. Hewan mollusca yang berfungsi sebagai perantara cacing Fasciola hepatica 17. Habitat mollusca pada umumnya 19. Ordo dari Sepia officinalis 21. Sebutan untuk anggota Pelecypoda yang memiliki dua cangkang setangkup 22. Sebutan untuk corong pada Mollusca 25. Cangkang bivalvia yang tersusun atas CaCO3 26. Lapisan terdalam pada cangkang bivalvia 27. Nama lokal (Indonesia) dari Sepia officinalis 30. Lapisan cangkang bivalvia yang terdiri dari zat tanduk 32. Alat keseimbangan saraf pada Bivalvia 33. Sebutan puncak cangkang pada Pelecypoda 199

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 Lampiran 19 : Kartu pertanyaan permainan TTS Siklus I 39. Fertilisasi Mollusca 40. Periostrakum merupakan lapisan pada cangkang Pelecypoda yang terletak di ......... mantel 45. Lapisan kalsium karbonat tengah pada kelas Gastropoda yang mengandung aragonit 46. Otot yang digunakan untuk menutup cangkang pada Bivalvia 49. Sebutan untuk lidah parut pada Mollusca 50. Sebutan larva pada Bivalvia yang memiliki dua keping cangkang 51. Sistem saraf Mollusca 52. Bekicot sangat merugikan manusia, karena sebagai ....... pada tanaman 55. Bentuk cangkang dari kelas Scaphopoda 56. Jumlah kelas pada Mollusca

(221) TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran PLAGIAT 20 : Kartu MERUPAKAN pertanyaan permainan TTS Siklus II TIDAK ARTHROPODA Across / Mendatar 1. Alat capit pada Chelicerata 3. Sebutan kaki capit pada Crustacea 9. Kelas Insecta yang berperan sebagai detritivor pada tanah 11. Sub filum pada Arthropoda yang memiliki sayap 12. Sifat yang terdapat pada lebah dan semut 16. Alat sengat pada Chelicerata 18. Hama wereng disebabkan oleh serangga yang termasuk dalam ordo ....... 19. Spesies ini berasal dari ordo 20. Spesies yang menyebabkan penyakit tifus 22. Sub filum Arthropoda yang tidak memiliki antena 24. Kelas dari Lipan (kelabang) 25. Organ pada beberapa Insecta yang dapat mengeluarkan suara 27. Jumlah kaki pada Hexapoda 29. Lapisan kutikula yang tebal dan keras pada serangga 30. Alat peraba pada Arthropoda 201

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 Lampiran 20 : Kartu pertanyaan permainan TTS Siklus II 31. Arti Gnatha pada kata Entognatha 33. Spesies kelas Insecta yang memiliki sistem kasta dalam kehidupannya 34. Sebutan kaki renang pada Crustacea 35. Sebutan sefalotoraks pada Scorpiones 37. Habitat dari kelas Entognatha 41. Alat pernapasan pada larva nyamuk yang hidup di dekat permukaan air 44. Pada hewan Arthropoda, salah satu organ sensori berupa reseptor olfaktori yang berperan sebagai ....... 45. Sub filum Arthropoda yang tidak memiliki dada 47. Alat indra khusus untuk keseimbangan tubuh pada spesies Diptera 49. Kelas dari Luing atau kaki seribu 51. Nama lain Insecta 52. Sebutan untuk mata tunggal pada Arthropoda 53. Zat yang membentuk kerangka luar (eksoskeleton) pada hewan Arthropoda 54. Cypris sp. merupakan spesies dari kelas ..... pada sub filum Crustacea 56. Sepasang antena yang panjang pada Crustacea 57. Organ perasa pada Insecta 58. Kepiting merupakan spesies dari kelas ...... pada sub filum Crustacea

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 Lampiran 20 : Kartu pertanyaan permainan TTS Siklus II Down / Menurun 2. Salah satu hewan Diplopoda yang melindungi diri dengan cara menggulung diri seperti cakram atau bola bulat 4. Serangga bersayap dua, tipe mulut penghisap, metamorfosis sempurna, dan menjadi vektor demam berdarah termasuk dalam ordo 5. Organ pada laba-laba yang menghasilkan benang (sutera) 6. Nyamuk yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia 7. Arti arthros pada kata Arthropoda 8. Cairan darah pada Arthropoda 10. Sebutan untuk serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna 13. Kelas kelompok Crustacea yang hidup sebagai zooplankton di air laut dan air tawar 14. Kelas dari kepiting dan laba-laba 15. Jangkrik dan kecoa merupakan hewan Insecta dari ordo ..... 17. Sebutan untuk mata majemuk pada Arthropoda 21. Ordo pada kelas insecta yang paling primitif 23. Sebutan untuk spesies ordo Lepidoptera yang mencari makan di malam hari 24. Arti crusta pada Crustacea

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 Lampiran 20 : Kartu pertanyaan permainan TTS Siklus II 26. Spesies ini termasuk dalam ordo 28. Sub filum Arthropoda yang memiliki alat eksresi berupa kelenjar hijau 32. Sebutan untuk perubahan bentuk tubuh pada Insecta 36. Spesies dari kelas Arachnida yang menyebabkan gatal atau kudis pada manusia 38. Sebutan untuk serangga yang mengalami metamorfosis sempurna 39. Kelas Crustacea yang semua anggotanya hidup parasit 40. Sebutan kaki jalan pada Crustacea 42. Salah satu spesies dari ordo Lepidoptera yang berperan dalam industri pembuatan kain sutera 43. Sebutan untuk spesies ordo Lepidoptera yang mencari makan di malam hari 46. Ordo Isoptera yang tidak bersayap 48. Sebutan untuk spesies ordo Lepidoptera yang mencari makan di siang hari 50. Jumlah kaki pada laba-laba 53. Sebutan untuk kepala pada kelompok Myriapoda 55. Lalat yang membawa (vektor) penyakit tidur

(225) TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran PLAGIAT 21 : Kartu MERUPAKAN jawaban permainan TINDAKAN TTS Siklus I MOLLUSCA Across / Mendatar 2. SEPULUH—Jumlah tentakel (lengan) pada cumi-cumi 4. INSANG—Alat pernapasan pada Mollusca yang hidup di air 6. PELECYPODA—Kelas Mollusca dibawah ini yang tidak mempunyai radula (lidah parut) 8. LUNAK—Arti kata Mollis pada Mollusca 9. MONOESIS—Sebutan untuk organ kelamin jantan dan betina yang terdapat pada satu individu 11. MENUTUP—Pada struktur tubuh chepalopoda, otot yang berada di dekat sifon berfungsi untuk ......... cangkang 13. KERANGHIJAU—Nama lokal (Indonesia) dari Mytilus viridis 14. DUA—Jumlah ordo pada Chepalopoda 18. CHEPALOPODA—Nautilus adalah salah satu hewan Mollusca yang termasuk dalam kelas 20. CUMICUMI—Nama lokal (Indonesia) dari Loligo indica 23. TIGA—Jumlah cangkang pada Bivalvia 24. NAUTILUS—Anggota kelas Cephalopoda yang tubuhnya memiliki cangkang luar 28. LAMELLIBRANCHIATA—Sebutan untuk lembaran insang yang berlapis-lapis pada Pelecypoda 205

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 Lampiran 21 : Kartu jawaban permainan TTS Siklus I 29. SPERMATOFOR—Sperma pada Cephalopoda yang terbungkus oleh kapsul 31. LEMBARAN—Arti lamella pada kata Lamellibranchiata pada hewan Pelecypoda 32. SEKSUAL—Cara reproduksi Gastropoda 34. GASTROPODA—Kelas terbesar dalam Mollusca 35. GURITA—Nama lokal (Indonesia) dari Octopus sp. 36. POLYPLACOPHORA—Kelas Mollusca yang mempunyai alat ekskresi berupa ginjal 37. PROTEIN—Kerang hijau berperan sebagai sumber ....... 38. BEKICOT—Nama lokal (Indonesia) dari Achatina fulica 41. DIESIS—Sebutan untuk organ kelamin jantan dan betina yang terpisah terdapat pada individu yang berbeda 42. ODONTOPHORE—Sebutan untuk tulang muda pada radula 43. GONOKORIS—Nama lain dari hermafrodit 44. KOSMOPOLIT—Mollusca memiliki habitat dimana-mana, sehinggga sering disebut 47. IKAT—Jaringan yang menghubungkan cangkang pada Bivalvia 48. TETRABRANCHIATA—Ordo dari Nautilus pompilus 53. MARSUPIUM—Sebutan untuk sel telur pada Bivalvia yang telah dibuahi dan tumbuh di bagian insang 54. MASSAVISERA—Kumpulan organ-organ internal seperti organ pencernaan, reproduksi dan ekskresi pada mollusca disebut 57. KROMATOFORA—Penyebab kulit pada hewan Chepalopoda dapat berubah warna 58. PENGLIHATAN—Sepasang tentakel panjang pada Gastropoda berfungsi sebagai

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 Lampiran 21 : Kartu jawaban permainan TTS Siklus I indra ...... Down / Menurun 1. OSFRADIUM—Alat indra pada Mollusca yang berfungsi sebagai kemoreseptor 3. PEMBAU—Sepasang tentakel pendek pada Gastropoda berfungsi sebagai indra ........ 5. GELENDONG—Bentuk tubuh Cephalopoda 7. CEPHALOPODA—Hewan mollusca yang memiliki kantung tinta termasuk dalam kelas ....... 10. SCAPHOPODA—Kelas hewan Dentalium vulgare 12. NEFRIDIUM—Alat ekskresi pada kelas Scphopoda 13. KEPALA—Pada kelas Cephalopoda kaki terletak pada 15. KECIL—Scaphopoda merupakan kelas Mollusca paling ...... diantara kelas lainnya 16. SIPUTAIR—Hewan mollusca (nama Indonesia) yang berfungsi sebagai perantara cacing Fasciola hepatica 17. AIRLAUT—Habitat mollusca pada umumnya 19. DIBRANCHIATA—Ordo dari Sepia officinalis 21. BIVALVIA—Sebutan untuk anggota Pelecypoda yang memiliki dua cangkang setangkup 22. SIFON—Sebutan untuk corong pada Mollusca 25. PRISMATIK— Lapisan pada cangkang bivalvia yang tersusun atas CaCO3

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208 Lampiran 21 : Kartu jawaban permainan TTS Siklus I 26. NAKREAS—Lapisan terdalam pada cangkang bivalvia 27. IKANSOTONG—Nama lokal (Indonesia) dari Sepia officinalis 30. PERIOSTRAKUM—Lapisan cangkang bivalvia yang terdiri dari zat tanduk 32. STATOSISTA—Alat keseimbangan saraf pada Bivalvia 33. UMBO—Sebutan puncak cangkang pada Pelecypoda 39. INTERNAL—Fertilisasi Mollusca terjadi secara ....... 40. TEPI—Periostrakum merupakan lapisan pada cangkang Pelecypoda yang terletak di ......... mantel 45. LAMELA—Lapisan kalsium karbonat tengah pada cangkang Gastropoda yang mengandung aragonit 46. TRANSVERSAL—Otot yang digunakan untuk menutup cangkang pada Bivalvia 49. RADULA—Sebutan untuk lidah parut pada Mollusca 50. GLOSIDIUM—Sebutan larva pada Bivalvia yang memiliki dua keping cangkang 51. GANGLION—Sistem saraf Mollusca 52. HAMA—Bekicot sangat merugikan manusia, karena sebagai ....... pada tanaman 55. KERUCUT—Bentuk cangkang dari kelas Scaphopoda 56. LIMA—Jumlah kelas pada filum Mollusca

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 21 : Kartu jawaban permainan TTS Siklus I 209

(230) MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran PLAGIAT 22 : Kartu jawaban permainan TTS Siklus II ARTHROPODA Across / Mendatar 1. PEDIPALPUS—Alat capit pada Chelicerata 3. KELIPED—Sebutan kaki capit pada Crustacea 9. ENTOGNATHA—Kelas Insecta yang berperan sebagai detritivor pada tanah 11. HEXAPODA—Sub filum pada Arthropoda yang memiliki sayap 12. POLIMORFISME—Sifat yang terdapat pada lebah dan semut 16. KALISERA—Alat sengat pada Chelicerata 18. HEMIPTERA—Hama wereng disebabkan oleh serangga yang termasuk dalam ordo ....... 19. COLEOPTERA—Spesies ini berasal dari ordo 20. LALATRUMAH—Spesies yang menyebabkan penyakit tifus pada manusia 22. CHELICERATA—Sub filum Arthropoda yang tidak memiliki antena 24. CHILOPODA—Kelas dari Lipan (kelabang) 210

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 Lampiran 22 : Kartu jawaban permainan TTS Siklus II 25. TIMPANUM—Organ pada beberapa Insecta yang dapat mengeluarkan suara 27. ENAM—Jumlah kaki pada Hexapoda 29. SKLERIT—Lapisan kutikula yang tebal dan keras pada serangga 30. ANTENA—Alat peraba pada Arthropoda 31. RAHANG—Arti Gnatha pada kata Entognatha 33. RAYAP—Spesies kelas Insecta yang memiliki sistem kasta dalam kehidupannya 34. PLEOPOD—Sebutan kaki renang pada Crustacea 35. PROSOMA—Sebutan sefalotoraks pada Scorpiones 37. TANAH—Habitat dari kelas Entognatha 41. SPIRAKEL—Alat pernapasan pada larva nyamuk yang hidup di dekat permukaan air 44. PENCIUMAN—Pada hewan Arthropoda, salah satu organ sensori berupa reseptor olfaktori yang berperan sebagai indra ....... 45. MYRIAPODA—Sub filum Arthropoda yang tidak memiliki dada 47. HALTER—Alat indra khusus untuk keseimbangan tubuh pada spesies Diptera 49. DIPLOPODA—Kelas dari Luing atau kaki seribu 51. SERANGGA—Nama lain Insecta 52. OSELUS—Sebutan untuk mata tunggal pada Arthropoda 53. KITIN—Zat yang membentuk kerangka luar (eksoskeleton) pada hewan Arthropoda 54. OSTRACODA—Cypris sp. merupakan spesies dari kelas ..... pada sub filum

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 Lampiran 22 : Kartu jawaban permainan TTS Siklus II Crustacea 56. SUNGUT—Sepasang antena yang panjang pada Crustacea 57. PALPUS—Organ perasa pada Insecta 58. MALACOSTRACA—Kepiting merupakan spesies dari kelas ...... pada sub filum Crustacea Down / Menurun 2. LUING—Salah satu hewan Diplopoda yang melindungi diri dengan cara menggulung diri seperti cakram atau bola bulat 4. DIPTERA—Serangga bersayap dua, tipe mulut penghisap, metamorfosis sempurna, dan menjadi vektor demam berdarah termasuk dalam ordo 5. SPINERET—Organ pada laba-laba yang menghasilkan benang (sutera) 6. ANOPHELES—Nyamuk yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia 7. KAKI—Arti arthros pada kata Arthropoda 8. HEMOLIMFA—Cairan darah pada Arthropoda 10. HEMIMETABOLA—Sebutan untuk serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna 13. BRACHIOPODA—Kelas kelompok Crustacea yang hidup sebagai zooplankton di air laut dan air tawar 14. ARACHNIDA—Kelas dari kepiting dan laba-laba

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 Lampiran 22 : Kartu jawaban permainan TTS Siklus II 15. ORTHOPTERA—Jangkrik dan kecoa merupakan hewan Insecta dari ordo ..... 17. FASET—Sebutan untuk mata majemuk pada Arthropoda 21. THYSANURA—Ordo pada kelas insecta yang paling primitif 23. NOCTURNAL—Sebutan untuk spesies ordo Lepidoptera yang mencari makan di malam hari 24. CANGKANG—Arti crusta pada Crustacea 26. NEUROPTERA—Spesies ini termasuk dalam ordo 28. CRUSTACEA—Sub filum Arthropoda yang memiliki alat eksresi berupa kelenjar hijau 32. METAMORFOSIS—Sebutan untuk perubahan bentuk tubuh pada Insecta 36. CAPLAK—Spesies dari kelas Arachnida yang menyebabkan gatal atau kudis pada manusia 38. HOLOMETABOLA—Sebutan untuk serangga yang mengalami metamorfosis sempurna 39. COPEPODA—Kelas Crustacea yang semua anggotanya hidup parasit 40. PEREIOPOD—Sebutan kaki jalan pada Crustacea 42. BOMBYXMORI—Salah satu spesies dari ordo Lepidoptera yang berperan dalam

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 Lampiran 22 : Kartu jawaban permainan TTS Siklus II industri pembuatan kain sutera 43. TIGA— Jumlah ordo pada Entognatha 46. SEMUT—Ordo Isoptera yang tidak bersayap 48. DIURNAL—Sebutan untuk spesies ordo Lepidoptera yang mencari makan di siang hari 50. DELAPAN—Jumlah kaki pada laba-laba 53. KAPUT—Sebutan untuk kepala pada kelompok Myriapoda 55. TSETSE—Lalat yang membawa (vektor) penyakit tidur

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 22 : Kartu jawaban permainan TTS Siklus II 215

(236) MERUPAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LampiranPLAGIAT 23 : Tabel skoring dan kategori TINDAKAN skor permainan TTS siswaTERPUJI siklus I Tabel Skor Permainan Teka Teki Silang Siklus I No Kelompok Anggota Kelompok Skor Total Skor Kategori 7 70 Tim Baik 10 100 Tim Hebat 7 70 Tim Baik 7 70 Tim Baik 12 120 Tim Hebat 14 140 Tim Hebat Siswa E Siswa L 1 I Siswa N Siswa P Siswa B Siswa I 2 II Siswa K Siswa R Siswa F 3 III Siswa J Siswa Q Siswa S 4 IV Siswa O Siswa D Siswa H 5 V Siswa M Siswa A Siswa E 6 VI Siswa G 216

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 Lampiran 23 : Tabel skoring dan kategori skor permainan TTS siswa siklus I Skor permainan TTS siklus I pada setiap kelompok dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Skor Permainan TTS = x Skor Kelompok X Skor Tiap Soal Jumlah soal Maksimal Tiap Kelompok X Skor Tiap Soal Skor Permainan TTS = Skor Kelompok X 5 10 X 5 Kategori Skor Permainan TTS siswa siklus I Skor ≥100 Kategori Tim Hebat 80-100 Tim Sangat Baik 60-79 Tim Baik 40-59 Tim Cukup Baik 20-30 Tim Buruk 0-19 Tim Sangat Buruk x 100 100

(238) MERUPAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LampiranPLAGIAT 24 : Tabel skoring dan kategori TINDAKAN skor permainan TTS siswaTERPUJI siklus II Tabel Skor Permainan Teka Teki Silang Siklus II No Kelompok Anggota Kelompok Skor Total Skor Kategori 10 125 Tim Hebat 8 100 Tim Hebat 11 137.5 Tim Hebat 10 125 Tim Hebat 8 100 Tim Hebat 13 162.5 Tim Hebat Siswa A Siswa D 1 I Siswa F Siswa H Siswa B Siswa S 2 II Siswa J Siswa N Siswa Q Siswa C 3 III Siswa O Siswa X Siswa I Siswa K 4 IV Siswa L Siswa W Siswa T Siswa U 5 V Siswa V Siswa P Siswa E Siswa G 6 VI Siswa M 218

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 Lampiran 24 : Tabel skoring dan kategori skor permainan TTS siswa siklus II Skor permainan TTS siklus II pada setiap kelompok dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Skor Permainan TTS = Skor Kelompok X Skor Tiap Soal x 100 Jumlah soal Maksimal Tiap Kelompok X Skor Tiap Soal Skor Permainan TTS = Skor Kelompok X 5 8 X 5 Kategori Skor Permainan TTS siswa siklus II Skor ≥100 Kategori Tim Hebat 80-100 Tim Sangat Baik 60-79 Tim Baik 40-59 Tim Cukup Baik 20-30 Tim Buruk 0-19 Tim Sangat Buruk x 100

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Aspek No Bentuk Pernyataan Yang Indikator diukur Memperhatikan penjelasan materi baik dari guru maupun teman 1 Motivasi Awal Motivasi Siklus I Jumlah Motivasi Siklus II Pernya Positif Negatif Positif Negatif Positif Negatif taan 1,2,3,16, 6 1,2,3,11 22 1,2,3,11 22 16 12,13 14 5,6 - 5,6 - 6 - 15 - 8 - 8 3 7,9 8,10 7,10 12 7,10 12 11 11 - - 13 - 13 3 18 4 17 - 17 - 4 - 17,19 14,19 15,16 14,19 15,16 10 20,21,22, 5 4,9,20, 21 4,9,20, 21 19 - 3 25 Perhatian Keseriusan dalam mengerjakan tugas secara individu maupun kelompok Keseriusan dalam mengerjakan tes baik pre-test maupun post-test Aktif bertanya pada guru maupun teman mengenai materi yang tidak 2 Lampiran 25 : Kisi-kisi Angket Motivasi KISI-KISI ANGKET MOTIVASI SISWA Partisipasi dipahami Ikut mengerjakan tugas yang diberikan baik tugas individu maupun kelompok 3 Semangat Semangat dalam mengerjakan tugas Semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 4 Kepuasan Kepuasan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran biologi 23 Kepuasan dalam mengerjakan tugas baik secara individu maupun 24 23,24,18 - 25 23,24,18 - 25 kelompok 220

(241) PLAGIAT TINDAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 26 :MERUPAKAN Angket Motivasi Awal Siswa HASIL PENGISIAN ANGKET MOTIVASI AWAL SISWA 221

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 26 : Angket Motivasi Awal Siswa 222

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 26 : Angket Motivasi Awal Siswa 223

(244) PLAGIAT TINDAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 27 :MERUPAKAN Angket Motivasi Siswa Siklus I HASIL PENGISIAN ANGKET MOTIVASI SISWA SIKLUS I 224

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 27 : Angket Motivasi Siswa Siklus I 225

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 27 : Angket Motivasi Siswa Siklus I 226

(247) PLAGIAT TINDAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 28 : MERUPAKAN Angket Motivasi Siswa Siklus II HASIL PENGISIAN ANGKET MOTIVASI SISWA SIKLUS II 227

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 28 : Angket Motivasi Siswa Siklus II 228

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 28 : Angket Motivasi Siswa Siklus II 229

(250) PLAGIAT TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 29 :MERUPAKAN Lembar Hasil Observasi Siklus I TIDAK HASIL OBSERVASI SIKLUS I A. Observer 1 230

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 29 : Lembar Hasil Observasi Siklus I 231

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 29 : Lembar Hasil Observasi Siklus I B. Observer 2 232

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 29 : Lembar Hasil Observasi Siklus I 233

(254) PLAGIAT TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 30 :MERUPAKAN Lembar Hasil Observasi Siklus II TIDAK HASIL OBSERVASI SIKLUS II A. Observer 1 234

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 30 : Lembar Hasil Observasi Siklus II 235

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 30 : Lembar Hasil Observasi Siklus II B. Observer 2 236

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 30 : Lembar Hasil Observasi Siklus II 237

(258) PLAGIAT TINDAKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 31 :MERUPAKAN Daftar Kehadiran Siswa Siklus I danTIDAK Siklus II TERPUJI DAFTAR KEHADIRAN SISWA SIKLUS I No Kehadiran Nama Siswa 16 Mei 2014 21 Mei 2014 1 Siswa A 2 Siswa B 3 Siswa C 4 Siswa D 5 Siswa E 6 Siswa F 7 Siswa G 8 Siswa H 9 Siswa I 10 Siswa J 11 Siswa K 12 Siswa L 13 Siswa M 14 Siswa N 15 Siswa O 16 Siswa P 17 Siswa Q 18 Siswa R 19 Siswa S 20 Siswa T I 21 Siswa U S 22 Siswa V I 23 Siswa W S 24 Siswa X A 25 Siswa Y A S 26 Siswa Z A A S 238

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 Lampiran 31 : Daftar Kehadiran Siswa Siklus I dan Siklus II DAFTAR KEHADIRAN SISWA SIKLUS II No Kehadiran Nama Siswa 23 Mei 2014 30 Mei 2014 1 Siswa A 2 Siswa B 3 Siswa C 6 Siswa D 7 Siswa E 8 Siswa F 9 Siswa G 10 Siswa H 11 Siswa I 12 Siswa J 14 Siswa K 15 Siswa L 16 Siswa M 17 Siswa N 18 Siswa O 19 Siswa P 20 Siswa Q 21 Siswa R 22 Siswa S 23 Siswa T 24 Siswa U 25 Siswa V 26 Siswa W 27 Siswa X 28 Siswa Y S A 33 Siswa Z A A A S A

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LampiranPLAGIAT 32 : AnalisisMERUPAKAN Hasil Pre-test SiswaTINDAKAN ANALISIS HASIL PRE-TEST SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode Siswa Pre-test 28 Siswa A 16 Siswa B 32 Siswa C 16 Siswa D 40 Siswa E 20 Siswa F 36 Siswa G 12 Siswa H 40 Siswa I 12 Siswa J 24 Siswa K 28 Siswa L 40 Siswa M 12 Siswa N 20 Siswa O 24 Siswa P Total skor 464 Jumlah siswa yang tuntas 0 Jumlah siswa yang belum tuntas 16 Rata-rata kelas 29 % Ketuntasan kelas 0% 240

(261) TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI LampiranPLAGIAT 33 : Analisis MERUPAKAN Hasil Post-test SiswaTINDAKAN Siklus I ANALISIS HASIL POST-TEST SISWA SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode Siswa Post-test Siklus I 74 Siswa A 66 Siswa B 72 Siswa C 84 Siswa D 96 Siswa E 69 Siswa F 72,5 Siswa G 67 Siswa H 92,5 Siswa I 72,5 Siswa J 90 Siswa K 73 Siswa L 74,5 Siswa M 74 Siswa N 70 Siswa O 81,5 Siswa P Total skor 1397,5 Jumlah siswa yang tuntas 12 Jumlah siswa yang belum tuntas 4 Rata-rata kelas 87,4 % Ketuntasan kelas 75% 241

(262) TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI LampiranPLAGIAT 34 : Analisis MERUPAKAN Hasil Post-test SiswaTINDAKAN Siklus II ANALISIS HASIL POST-TEST SISWA SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Nama Siswa Post-test Siklus II 72 Siswa A 54 Siswa B 74,5 Siswa C 89 Siswa D 94 Siswa E 72 Siswa F 73 Siswa G 56 Siswa H 72,5 Siswa I 74,5 Siswa J 88 Siswa K 75 Siswa L 75 Siswa M 55,5 Siswa N 87 Siswa O 90,5 Siswa P Total skor 1462 Jumlah siswa yang tuntas 13 Jumlah siswa yang belum tuntas 3 Rata-rata kelas 91,3 % Ketuntasan kelas 81,25 % 242

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Aspek yang di nilai *) Skor No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kode Siswa Siswa A Siswa B Siswa C Siswa D Siswa E Siswa F Siswa G Siswa H Siswa I Siswa J Kreatifitas Kesesuaian Kesesuaian Kesesuaian Partisipasi siswa dalam gambar dengan antara gambar antara gambar siswa menggambar materi yang dan struktur dan ciri-ciri dalam diajarkan penyusunnya yang di tulis kelompok Total siswa 6 5 5 1 5 5 21 84 2 2 5 1 4 5 17 68 1 5 5 1 5 4 20 80 5 4 5 1 5 5 20 80 6 5 5 1 5 5 21 84 3 4 5 1 5 4 19 78 6 5 5 1 5 5 21 84 5 4 5 1 5 4 19 78 2 2 5 1 4 5 17 68 3 4 5 1 5 4 19 78 2 2 5 1 4 5 17 68 243 Siswa K Kelompok Lampiran 35 : Analisis Hasil Penilaian Aspek Psikomotor Siklus I HASIL PENILAIAN ASPEK PSIKOMOTOR SIKLUS I

(264) 13 14 15 16 Siswa L Siswa M Siswa N Siswa O Siswa P 1 5 5 1 5 5 21 84 5 4 5 1 5 5 20 80 1 5 5 1 5 4 20 80 4 2 1 4 5 5 17 68 1 5 5 1 5 5 21 84 Total skor 1246 Jumlah siswa yang tuntas 12 Jumlah siswa yang belum tuntas 4 Rata-rata kelas 77,87 % Ketuntasan kelas 75 % Lampiran 35 : Analisis Hasil Penilaian Aspek Psikomotor Siklus I PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 244

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Aspek yang di nilai *) Skor No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kelompok Kesesuaian Kesesuaian Kesesuaian Partisipasi siswa dalam gambar dengan antara gambar antara gambar siswa menggambar materi yang dan struktur dan ciri-ciri dalam diajarkan penyusunnya yang di tulis kelompok Total Siswa A 1 3 5 5 5 5 23 Siswa B 2 4 4 1 5 5 44 Siswa C 3 5 5 5 5 5 25 Siswa D 1 3 5 5 5 5 23 Siswa E 6 4 5 5 5 5 24 Siswa F 1 3 5 5 5 5 23 Siswa G 6 4 5 5 5 3 22 Siswa H 1 3 5 5 5 4 22 Siswa I 4 4 5 5 5 5 24 Siswa J 2 4 4 1 5 5 19 Siswa K 4 4 5 5 5 5 24 siswa 92 76 100 92 96 92 88 88 96 76 96 245 11 Kode Siswa Kreatifitas Lampiran 36 : Analisis Hasil Penilaian Aspek Psikomotor Siklus II HASIL PENILAIAN ASPEK PSIKOMOTOR SIKLUS II

(266) 13 14 15 16 Siswa L 4 4 5 5 5 5 24 Siswa M 6 4 5 5 5 4 23 Siswa N 2 4 4 1 5 5 19 Siswa O 3 5 5 5 5 5 25 Siswa P 5 4 5 2 5 5 21 Lampiran 36 : Analisis Hasil Penilaian Aspek Psikomotor Siklus II PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 96 92 76 100 84 Total skor 1440 Jumlah siswa yang tuntas 16 Jumlah siswa yang belum tuntas 0 Rata-rata kelas 90 % Ketuntasan kelas 100 % 246

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Motivasi awal No Motivasi sisklus I Motivasi Siklus II Kode Siswa Skor siswa Kategori Skor siswa Kategori Skor siswa Kategori 1 Siswa A 64 Tinggi 77 Tinggi 82 Tinggi sekali 2 Siswa B 48 Sedang 75 Tinggi 78 Tinggi 3 Siswa C 61 Tinggi 80 Tinggi sekali 83 Tinggi sekali 4 Siswa D 80 Tinggi sekali 86 Tinggi sekali 93 Tinggi sekali 5 Siswa E 90 Tinggi sekali 94 Tinggi sekali 95 Tinggi sekali 6 Siswa F 56 Sedang 78 Tinggi 81 Tinggi sekali 7 Siswa G 81 Tinggi sekali 83 Tinggi sekali 86 Tinggi sekali 8 Siswa H 53 Sedang 74 Tinggi 79 Tinggi 9 Siswa I 73 Tinggi 80 Tinggi sekali 82 Tinggi sekali 10 Siswa J 75 Tinggi 79 Tinggi 83 Tinggi sekali 11 Siswa K 93 Tinggi sekali 98 Tinggi sekali 94 Tinggi sekali 12 Siswa L 62 Tinggi 80 Tinggi 82 Tinggi sekali 13 Siswa M 83 Tinggi sekali 86 Tinggi sekali 87 Tinggi sekali 14 Siswa N 70 Tinggi 81 Tinggi 84 Tinggi sekali 15 Siswa O 70 Tinggi 80 Tinggi sekali 87 Tinggi sekali 16 Siswa P 81 Tinggi sekali 85 Tinggi sekali 93 Tinggi sekali 1140 1316 1369 Rata-rata Kelas 71.25 82.25 85.56 % Motivasi kelas 81.25% 100% 100% 247 Total skor Lampiran 37 : Analisis Hasil Angket Motivasi Siswa ANALISIS HASIL ANGKET MOTIVASI SISWA

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 0% 0% 0% % Motivasi Rendah 0% 0% 0% % Motivasi sedang 18.75% 0% 0% % Motivasi tinggi 43.75% 31.25% 12.50% % Motivasi sangat tinggi 37.50% 68.75% 87.50% Lampiran 37 : Analisis Hasil Angket Motivasi Siswa % Motivasi Sangat Rendah 248

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Observer 1 (A) No Kode Siswa Aspek Yang diamati Indikator A B C D E F G H I J K L M N O P Perhatian Partisipasi Partisipasi Semangat Semangat 4 2 4 4 5 4 2 4 4 4 5 3 5 5 4 5 3 5 5 5 4 2 4 4 5 5 2 5 5 5 4 2 4 4 5 4 2 4 4 4 5 2 5 5 5 4 2 4 4 4 5 3 5 5 4 5 3 5 5 5 5 3 5 5 4 5 3 5 5 5 5 3 5 5 4 Partisipasi 4 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 Tanggung jawab 4 Perhatian 3 Disiplin 2 4 3 2 5 3 3 5 3 3 4 3 2 5 3 3 4 5 4 5 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 5 3 3 5 3 3 5 3 3 5 3 3 5 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 1 Siswa memperhatikan penjelasan guru 2 Siswa bertanya materi yang tidak dipahami 3 Siswa aktif berdiskusi saat mengerjakan LKS dan bermain permainan T 4 Siswa semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 5 Siswa semangat dalam mengerjakan tugas 6 Siswa berpartisipasi dalam mengerjakan LKS dan menjawab pertanyaan pada permainan TTS 7 Siswa bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan 8 Siswa mampu menjawab pertanyaan yang diajukan guru 9 Siswa mengerjakan tugas dengan disiplin dan tepat waktu 10 Siswa percaya diri mengungkapkan pendapat saat berdiskusi dan bermain permainan TTS TOTAL Jumlah siswa yang termotivasi Jumlah siswa yang belum termotivasi Rata-rata kelas % Motivasi Kelas % Motivasi Sangat Rendah % Motivasi Rendah % Motivasi Sedang % Motivasi Tinggi % Motivasi Sangat Tinggi Percaya diri 5 3 5 5 5 70 68 84 86 70 84 70 86 68 84 68 84 86 84 86 84 Lampiran 38 : Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus I ANALISIS HASIL OBSERVASI MOTIVASI SISWA SIKLUS I 16 0 78,87 100% 0% 0% 0% 37,5% 62,5% 249

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Kode Siswa Aspek Yang diamati Indikator A B C D E F G H I J K L M N O P Perhatian Partisipasi Partisipasi Semangat Semangat 4 2 5 3 4 5 2 4 4 4 5 4 5 5 5 5 3 4 4 4 4 2 5 3 4 5 3 4 3 4 4 2 5 3 4 5 3 4 4 4 5 2 4 4 4 5 3 4 3 4 5 2 4 4 4 5 4 5 5 5 5 3 4 4 4 5 4 5 5 5 5 3 3 3 3 5 4 5 5 5 Partisipasi 2 3 5 3 2 2 2 3 3 2 3 5 3 5 1 5 Tanggung jawab 5 Perhatian 5 Disiplin 4 4 4 3 5 4 3 4 4 3 5 5 4 4 3 3 5 5 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 5 4 3 4 4 3 5 4 3 3 3 3 5 4 3 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 1 Siswa memperhatikan penjelasan guru 2 Siswa bertanya materi yang tidak dipahami 3 Siswa aktif berdiskusi saat mengerjakan LKS dan bermain permainan T 4 Siswa semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 5 Siswa semangat dalam mengerjakan tugas 6 Siswa berpartisipasi dalam mengerjakan LKS dan menjawab pertanyaan pada permainan TTS 7 Siswa bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan 8 Siswa mampu menjawab pertanyaan yang diajukan guru 9 Siswa mengerjakan tugas dengan disiplin dan tepat waktu 10 Siswa percaya diri mengungkapkan pendapat saat berdiskusi dan bermain permainan TTS TOTAL Jumlah siswa yang termotivasi Jumlah siswa yang belum termotivasi Rata-rata kelas % Motivasi Kelas % Motivasi Sangat Rendah % Motivasi Rendah % Motivasi Sedang % Motivasi Tinggi % Motivasi Sangat Tinggi Percaya diri 78 74 90 76 78 70 78 76 74 70 74 90 76 90 60 90 16 0 77,75 100% 0% 0% 0% 75% 25% Lampiran 38 : Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus I b. Observer 2 (B) 250

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Kode Siswa Aspek Yang diamati 1 Siswa memperhatikan penjelasan guru 2 Siswa bertanya materi yang tidak dipahami 3 Siswa aktif berdiskusi saat mengerjakan LKS dan bermain permainan T 4 Siswa semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 5 Siswa semangat dalam mengerjakan tugas 6 Siswa berpartisipasi dalam mengerjakan LKS dan menjawab pertanyaan pada permainan TTS 7 Siswa bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan 8 Siswa mampu menjawab pertanyaan yang diajukan guru 9 Siswa mengerjakan tugas dengan disiplin dan tepat waktu 10 Siswa percaya diri mengungkapkan pendapat saat berdiskusi dan bermain permainan TTS TOTAL Jumlah siswa yang termotivasi Jumlah siswa yang belum termotivasi Rata-rata kelas % Motivasi Kelas % Motivasi Sangat Rendah % Motivasi Rendah % Motivasi Sedang % Motivasi Tinggi % Motivasi Sangat Tinggi Indikator A B Perhatian Partisipasi Partisipasi Semangat Semangat 4 2 4.5 3.5 4.5 4.5 2 4 4 4 Partisipasi C 5 3.5 5 5 4.5 D 5 3 4.5 4.5 4.5 3 3.5 5 4 E 4 2 4.5 3.5 4.5 F 5 3 4.5 4 4.5 G 4 2 4.5 3.5 4.5 3 3.5 3 H 5 3 4.5 4.5 4.5 I L 5 3.5 5 5 4.5 M 5 3 4.5 4.5 4.5 N 5 3.5 5 5 4.5 O 5 3 4 4 4 P 5 3.5 5 5 4.5 4 3.5 3.5 3.5 5 4 5 3 5 4.5 2 4 4 4 J 5 3 4.5 4 4.5 K 4.5 2 4 4 4 Tanggung jawab 4.5 4 5 4.5 4.5 4.5 4.5 4.5 4 4.5 4 5 4.5 5 4 5 Perhatian 4 3 3.5 3.5 4 3 4 3.5 3.5 3 3.5 3.5 3.5 3.5 3 3.5 Disiplin 3 2.5 3 3 3 3 3 3 2.5 3 2.5 3 3 3 3 3 Percaya diri 4 3.5 4 4 4 4 4 4 3.5 4 3.5 4 4 4 3.5 4 74 70 88 82 74 78 74 82 70 78 70 88 82 88 74 88 16 0 78,75 100% 0% 0% 0% 56,25% 43,75% Lampiran 38 : Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus I c. Observer 1 (A) + Observer 2 (B) 251

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Observer 1 (A) No Kode Siswa Aspek Yang diamati Indikator A B C D E F G H I J K L M N O P Perhatian Partisipasi Partisipasi Semangat Semangat 5 3 5 4 4 5 2 4 4 4 5 2 4 4 4 5 3 5 4 4 5 4 5 5 5 5 3 5 4 4 5 4 5 5 5 5 3 4 3 4 5 2 4 4 4 5 3 4 3 4 5 3 4 3 4 5 4 5 5 5 5 2 4 4 4 5 2 4 4 4 5 2 4 4 4 Partisipasi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Tanggung jawab 4 Perhatian 4 Disiplin 5 4 3 5 4 3 5 4 4 5 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 3 3 3 5 5 5 5 5 4 3 5 5 4 5 4 3 5 4 3 5 4 3 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 1 Siswa memperhatikan penjelasan guru 2 Siswa bertanya materi yang tidak dipahami 3 Siswa aktif berdiskusi saat mengerjakan LKS dan bermain permainan T 4 Siswa semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 5 Siswa semangat dalam mengerjakan tugas 6 Siswa berpartisipasi dalam mengerjakan LKS dan menjawab pertanyaan pada permainan TTS 7 Siswa bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan 8 Siswa mampu menjawab pertanyaan yang diajukan guru 9 Siswa mengerjakan tugas dengan disiplin dan tepat waktu 10 Siswa percaya diri mengungkapkan pendapat saat berdiskusi dan bermain permainan TTS TOTAL Jumlah siswa yang termotivasi Jumlah siswa yang belum termotivasi Rata-rata kelas % Motivasi Kelas % Motivasi Sangat Rendah % Motivasi Rendah % Motivasi Sedang % Motivasi Tinggi % Motivasi Sangat Tinggi Percaya diri 5 3 5 4 4 Lampiran 39 : Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus II ANALISIS HASIL OBSERVASI MOTIVASI SISWA SIKLUS II 86 80 80 86 96 86 96 86 80 80 80 80 96 80 80 80 16 0 84,5 100% 0% 0% 0% 0% 100% 252

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Kode Siswa Aspek Yang diamati Indikator A B C D E F G H I J K L M N O P Perhatian Partisipasi Partisipasi Semangat Semangat 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Partisipasi 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 Tanggung jawab 5 Perhatian 5 Disiplin 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 1 Siswa memperhatikan penjelasan guru 2 Siswa bertanya materi yang tidak dipahami 3 Siswa aktif berdiskusi saat mengerjakan LKS dan bermain permainan T 4 Siswa semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 5 Siswa semangat dalam mengerjakan tugas 6 Siswa berpartisipasi dalam mengerjakan LKS dan menjawab pertanyaan pada permainan TTS 7 Siswa bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan 8 Siswa mampu menjawab pertanyaan yang diajukan guru 9 Siswa mengerjakan tugas dengan disiplin dan tepat waktu 10 Siswa percaya diri mengungkapkan pendapat saat berdiskusi dan bermain permainan TTS TOTAL Jumlah siswa yang termotivasi Jumlah siswa yang belum termotivasi Rata-rata kelas % Motivasi Kelas % Motivasi Sangat Rendah % Motivasi Rendah % Motivasi Sedang % Motivasi Tinggi % Motivasi Sangat Tinggi Percaya diri 100 96 96 100 96 100 96 100 90 96 90 90 96 96 96 100 16 0 96,12 100% 0% 0% 0% 0% 100% Lampiran 39 : Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus II b. Observer 2 (B) 253

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Kode Siswa Aspek Yang diamati 1 Siswa memperhatikan penjelasan guru 2 Siswa bertanya materi yang tidak dipahami 3 Siswa aktif berdiskusi saat mengerjakan LKS dan bermain permainan T 4 Siswa semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 5 Siswa semangat dalam mengerjakan tugas 6 Siswa berpartisipasi dalam mengerjakan LKS dan menjawab pertanyaan pada permainan TTS 7 Siswa bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan 8 Siswa mampu menjawab pertanyaan yang diajukan guru 9 Siswa mengerjakan tugas dengan disiplin dan tepat waktu 10 Siswa percaya diri mengungkapkan pendapat saat berdiskusi dan bermain permainan TTS TOTAL Jumlah siswa yang termotivasi Jumlah siswa yang belum termotivasi Rata-rata kelas % Motivasi Kelas % Motivasi Sangat Rendah % Motivasi Rendah % Motivasi Sedang % Motivasi Tinggi % Motivasi Sangat Tinggi Indikator A Perhatian Partisipasi Partisipasi Semangat Semangat 5 5 5 5 5 5 4.5 5 4 3.5 3.5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4.5 4.5 5 5 5 5 5 4 5 4 4.5 4.5 4.5 4.5 5 4.5 5 4.5 3.5 5 3.5 4.5 4.5 4.5 4.5 5 4.5 5 4.5 4 5 4 Partisipasi 5 B C D E 5 5 5 5 F 5 G 5 H I J K L M N O P 5 5 5 5 4.5 5 5 5 4.5 4 4 3.5 3.5 5 4.5 4.5 3.5 5 4.5 4.5 4 5 4.5 4.5 5 4.5 5 4.5 4.5 5 Tanggung jawab 4.5 4.5 4.5 4.5 5 4.5 5 4.5 4 5 4 Perhatian 4.5 3.5 3.5 4.5 5 4.5 4.5 4.5 4 4 4 Disiplin 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Percaya diri 4 4 5 5 3.5 4.5 4.5 4.5 5 4 5 4.5 4.5 4.5 4 4.5 3.5 3.5 4 5 5 5 5 5 4 4.5 5 4.5 5 4.5 4.5 4 4.5 4.5 5 4 4 4.5 94 88 88 94 96 94 96 94 86 88 86 86 96 88 88 90 Lampiran 39 : Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus II c. Observer 1 (A) + Observer 2 (B) 16 0 90,75 100% 0% 0% 0% 0% 100% 254

(275) PLAGIAT PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 40 : MERUPAKAN Surat Ijin PenelitianTINDAKAN SURAT IJIN PENELITIAN A. Dari Universitas Ke Sekolah 255

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 40 : Surat Ijin Penelitian B. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Ke Sekolah 256

(277) PLAGIAT TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 41 : MERUPAKAN Surat Pernyataan Telah Menyelesaikan Penelitian SURAT PERNYATAAN TELAH MENYELESAIKAN PENELITIAN A. Dari Sekolah Ke Universitas 257

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 40 : Surat Pernyataan Telah Menyelesaikan Penelitian B. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Ke Universitas 258

(279)

Dokumen baru

Download (278 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X SMA NEGERI 9 BANDAR LAMPUNG
2
10
121
PERBEDAAN HASIL BELAJAR DAN KERJASAMA SISWA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TPS (THINK-PAIR-SHARE) DENGAN MEDIA POWER POINT DAN TEKA TEKI SILANG (TTS) PADA POKOK BAHASAN IKATAN KIMIA.
1
4
24
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MOLYMOD BERBASIS BUAH-BUAHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI HIDROKARBON.
2
14
16
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA TEKA – TEKI SILANG (TTS) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR ZAT ADITIF MAKANAN PADA SISWA KELAS VIII.
0
3
16
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TUGETHER (NHT) DAN MEDIA TEKA TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IS 2 SMA YAYASAN PERGURUAN INDONESIA MEMBANGUN MEDAN T.A 2012/2013.
0
0
22
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS TEKA TEKI SILANG (TTS) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA PADA MATERI POKOK GERAK LURUS KELAS VII DI SMP NEGERI 2 HUTABAYURAJA T.A 2011/2012.
0
4
19
(ABSTRAK) PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM HASIL BELAJAR YANG MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATERI STRUKTUR SOSIAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IS SMA N 1
0
0
3
PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM HASIL BELAJAR YANG MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATERI STRUKTUR SOSIAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IS SMA N 1 KECAMATAN
0
17
182
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) DISERTAI VIDEO COMPACT DISK (VCD) DAN TEKA TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI KONSEP MATERI DAN PERUBAHANNYA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH 2 SRAGEN TAHUN
0
0
18
STUDI KOMPARASI METODE TEAMS GAMES TOURNAMEN (TGT) YANG DILENGKAPI MEDIA TEKA TEKI SILANG (TTS) DAN RODA IMPIAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK STRUKTUR ATOM KELAS X SEMESTER 1 SMA N 1 KARANGANOM TAHUN AJARAN 2011/2012.
0
1
1
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) DISERTAI VIDEO COMPACT DISK (VCD) DAN TEKA TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI KONSEP MATERI DAN PERUBAHANNYA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH 2 SRAGEN | Dewi
0
0
5
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL MAKE A MATCHBERBANTU MEDIA GAMBAR ILUSTRASI DAN TEKA TEKI SILANG MATERI PROKLAMASI KEMERDEKAAN PADA SISWA KELAS V SDN 1 JONGSO
0
0
24
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG (TTS) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOLOID KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 PONTIANAK SKRIPSI
0
0
17
PEMBELAJARAN IPS EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI TEKA – TEKI SILANG (TTS) DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X SMA YADIKA KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon
0
0
16
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA TEKA - TEKI SILANG TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 NARMADA TAHUN AJARAN 2014/2015 - Repository UNRAM
0
0
11
Show more