Pengaruh lama pemberian ekstrak etanol daun swietenia mahagoni (l.) jacq. sebagai hepatoprotektif terhadap tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository

Gratis

0
0
132
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH LAMA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN Swietenia mahagoni (L.) Jacq. SEBAGAI HEPATOPROTEKTIF TERHADAP TIKUS JANTAN TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Diajukan oleh: Sherly Damima NIM : 108114119 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH LAMA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN Swietenia mahagoni (L.) Jacq. SEBAGAI HEPATOPROTEKTIF TERHADAP TIKUS JANTAN TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi ( S.Farm.) Program Studi Farmasi Diajukan oleh: Sherly Damima NIM : 108114119 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur Filipi 4 : 6 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikian firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29 : 11 Janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Matius 6 : 34 Kupersembahkan karya tulisku ini untuk Tuhan Yesus Kristus yang menjadi tempat jawaban, tempatku berharap dan sumber penghiburku.. Semua orang yang telah membimbing dan mencintai diriku.. Mama tercinta yang selalu memberikan dukungan dan kasih sayang.. Almamaterku.. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Pengaruh lama pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. sebagai hepatoprotektif terhadap tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida“ sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi (S. Farm) pada Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Keberhasilan penulis dalam penyusunan skripsi ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, tanpa mengurangi rasa hormat, penulis hendak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2. Ibu Phebe Hendra, M.Si., Ph.D., Apt. selaku Dosen Penguji yang telah berkenan memberikan kritik serta saran kepada penulis. 3. Bapak Prof. Dr. C.J. Soegihardjo, Apt. selaku Dosen Penguji yang telah berkenan memberikan kritik serta saran kepada penulis. 4. Bapak Ipang Djunarko, M.Sc., Apt. selaku Dosen Pembimbing sekaligus dosen penguji yang telah membimbing dan memberikan masukan selama penyusunan skripsi ini. 5. Ibu Dr. Sri Hartati Yuliani, M.Si., Apt. Selaku Kepala Laboratorium Fakultas Farmasi yang telah memberikan izin untuk penggunaan semua fasilitas laboratorium untuk kepentingan dan keberhasilan selama proses skripsi tersebut. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Bapak Yohanes Dwiatmaka, M.Si., yang telah memberikan bantuan dalam determinasi daun Swietenia mahagoni Jacq. 7. Staf – staf Laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Bapak Heru, Bapak Parjiman, Bapak Kayat, Bapak Kunto, Bapak Sigit, Bapak Parlan, Bapak Bimo, dan Bapak Andri yang telah banyak membantu dan memberikan dukungan selama penelitian di laboratorium. 8. Terima kasih untuk keluarga besar Damima, Mama Nenny Damima, Papi Ardayan Tanggar dan Mami Ina Rahayu untuk dukungan, bimbingan, saran, kasih sayang dan pengertian. 9. Terima kasih untuk teman-teman skripsi Agriva Devaly Avista, Evan Gunawan dan Stefanus Indra Gamawan yang telah membantu dan kerja sama yang luar biasa selama proses pengerjaan skripsi. 10. Terima kasih untuk Anggun Indah Ciptanti, Verica Septi Permatasari, dan Henny atas persahabatan, dukungan, motivasi dan bantuan yang diberikan selama ini. 11. Terima kasih untuk Oryza Sativa Andrianto, S.T. untuk dukungan, saran, motivasi, pengertian, bantuan, doa, yang selalu setia menemani dan menjadi penyemangat hingga berhasilnya skripsi ini. 12. Terima kasih untuk teman-teman FKK B 2010 dan teman-teman Fakultas Farmasi USD 2010 atas kebersamaannya. 13. Terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu penulis dalam mewujudkan skripsi ini. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangannya mengingat keterbatasan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan oleh penulis demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Yogyakarta, 30 Mei 2014 Penulis ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .............................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................................. v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................................................................ vi PRAKATA ............................................................................................................... vii DAFTAR ISI ............................................................................................................ x DAFTAR TABEL .................................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ............................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................ xviii INTISARI ................................................................................................................. xx ABSTRACT ............................................................................................................... xxi BAB I. PENGANTAR ............................................................................................. 1 A. Latar Belakang ...................................................................................... 1 1. Rumusan masalah ........................................................................... 4 2. Keaslian penelitian ......................................................................... 4 3. Manfaat penelitian .......................................................................... 5 B. Tujuan ................................................................................................... 6 1. Tujuan umum ................................................................................... 6 2. Tujuan khusus .................................................................................. 6 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II. PENELAAHAN PUSTAKA ...................................................................... 7 A. Anatomi dan Fisiologi Hati .................................................................. 7 1. Arteria hepatikum ........................................................................... 8 2. Vena porta hepatika ........................................................................ 8 3. Vena hepatika ................................................................................. 8 4. Kanalikuli empedu .......................................................................... 9 B. Fungsi Hati ........................................................................................... 9 1. Sekresi ............................................................................................ 9 2. Metabolisme ................................................................................... 9 3. Penyimpanan .................................................................................. 10 4. Detokfikasi ...................................................................................... 10 5. Produksi panas ................................................................................ 10 6. Penyimpanan darah ......................................................................... 10 C. Kerusakan Hati ..................................................................................... 10 1. Steatosis .......................................................................................... 10 2. Sirosis hati ...................................................................................... 11 3. Kolestasis ........................................................................................ 11 4. Nekrosis hati ................................................................................... 11 D. Hepatotoksin ......................................................................................... 12 1. Tipe A ............................................................................................. 12 2. Tipe B ............................................................................................. 12 E. Alanin Aminotransferase dan Aspartat Aminotransferase ................... 12 F. Karbon Tetraklorida ............................................................................. 13 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. Ekstraksi ............................................................................................... 15 H. Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ............................................................. 16 1. Klasifikasi ....................................................................................... 16 2. Morfologi ........................................................................................ 17 3. Khasiat dan kegunaan ..................................................................... 17 I. Landasan Teori ..................................................................................... 18 J. Hipotesis ............................................................................................... 19 BAB III. METODE PENELITIAN .......................................................................... 20 A. Jenis dan Rancangan Penelitian ............................................................ 20 B. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ...................................... 20 1. Variabel utama ................................................................................ 20 2. Variabel pengacau .......................................................................... 20 3. Definisi operasional ........................................................................ 21 C. Bahan Penelitian ................................................................................... 22 D. Alat Penelitian ...................................................................................... 24 E. Tata Cara Penelitian .............................................................................. 25 1. Determinasi tanaman Swietenia mahagoni (L.) Jacq. .................... 25 2. Pengumpulan bahan uji .................................................................. 25 3. Pembuatan serbuk daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ................ 25 4. Pembuatan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ..... 26 5. Pembuatan suspensi CMC-Na 1% .................................................. 26 6. Pembuatan suspensi ekstrak ........................................................... 26 7. Pembuatan larutan CCl4 .................................................................. 26 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Uji pendahuluan .............................................................................. 26 a. Penentuan dosis karbon tetraklorida ......................................... 26 b. Penentuan waktu pencuplikan darah ........................................ 27 9. Pengelompokkan dan perlakuan hewan uji .................................... 27 10. Pembuatan serum ............................................................................ 29 11. Pengukuran aktivitas ALT dan AST .............................................. 29 12. Penetapan total dan kadar air flavonoid ……………………………30 F. Analisis Hasil ........................................................................................ 31 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................ 32 A. Hasil Teterminasi Tanaman .................................................................. 32 B. Hasil Penimbangan Ekstrak Etanol Daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ............................................................................................................... 32 C. Uji Pendahuluan ................................................................................... 34 1. Penentuan dosis hepatotoksik karbon tetraklorida ......................... 34 2. Penentuan waktu pencuplikan darah .............................................. 34 D. Efek Hepatoprotektif Jangka Waktu 1,3, dan 6 Hari Ekstrak Etanol Daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Terhadap Tikus Jantan yang Terinduksi Karbon Tetraklorida ........................................................... 38 1. Kontrol negatif (Olive oil 2 ml/Kg BB) ......................................... 43 2. Kontrol hepatotoksin (karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB) ................ 48 3. Kontrol pelarut CMC-Na 1% dosis 18 ml/Kg BB .......................... 48 4. Kontrol ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB ................................................................................ 49 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Kelompok perlakuan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB pada tikus jantan yang terinduksi karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB ..................................................... 50 E. Rangkuman Pembahasan ...................................................................... 55 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................. 56 A. Kesimpulan ........................................................................................... 56 B. Saran ..................................................................................................... 56 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 57 LAMPIRAN ............................................................................................................. 60 BIOGRAFI PENULIS ............................................................................................. 110 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel I. Reagen serum ALT ............................................................................. 23 Tabel II. Reagen serum AST ............................................................................. 24 Tabel III. Rata-rata aktivitas ALT dan AST tikus setelah terinduksi karbon tetraklorida dengan dosis 2 mg/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 (n=4) ..................................................................... 35 Tabel IV. Hasil uji Scheffe ALT tikus setelah terinduksi karbon tetraklorida dosis 2 mg/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 .. 36 Tabel V. Data hasil uji Kruskal Wallis AST tikus setelah terinduksi karbon tetraklorida dosis 2 ml/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48, dan 72 ............................................................................................ 37 Tabel VI. Pengaruh waktu protektif pemberian ekstrak etanol Swietenia mahagoni (L.) Jacq. terhadap hepatotoksisitas karbon tetraklorida dilihat dari aktivitas ALT dan AST ..................................................... 39 Tabel VII. Analisis kebermaknaan ALT antar kelompok perlakuan berdasarkan hasil uji Mann Whitney ........................................................................ 41 Tabel VIII. Analisis kebermaknaan AST antar kelompok perlakuan berdasarkan hasil uji Mann Whitney ................................................... 42 Tabel IX. Perbandingan aktivitas serum ALT dan AST kelompok kontrol olive oil pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 .......................... 44 Tabel X. Hasil uji aktivitas ALT pemberian olive oil dosis 2 ml/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 ........................................ 46 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel XI. Hasil uji aktivitas AST pemberian olive oil dosis 2 ml/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 ........................................ 47 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Gambaran struktur dasar hati .............................................................. 8 Gambar 2. Struktur molekul karbon tetraklorida .................................................. 13 Gambar 3. Mekanisme oksidasi dan biotransformasi karbon tetraklorida ............ 15 Gambar 4. Diagram batang uji pendahuluan hasil pengukuran ALT tikus setelah terinduksi karbon tetraklorida dengan dosis 2 mg/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48, dan 72 ............................... 35 Gambar 5. Diagram batang uji pendahuluan hasil pengukuran AST tikus setelah terinduksi karbon tetraklorida dengan dosis 2 mg/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48, dan 72 ....................................... 37 Gambar 6. Diagram batang aktivitas ALT rata-rata pengaruh waktu protektif pemberian ekstrak etanol daun Switenia mahagoni (L.) Jacq. terhadap hepatotoksisitas karbon tetraklorida ..................................... 40 Gambar 7. Diagram batang aktivitas AST rata-rata pengaruh waktu protektif pemberian ekstrak etanol daun Switenia mahagoni (L.) Jacq. terhadap hepatotoksisitas karbon tetraklorida ..................................... 43 Gambar 8. Diagram batang rata-rata perbandingan ALT kontrol olive oil jam ke-0, 24, 48 dan 72 .............................................................................. 45 Gambar 9. Diagram batang rata-rata perbandingan AST kontrol olive oil jam ke-0, 24, 48 dan 72 .............................................................................. 45 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Foto daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ......................................... 61 Lampiran 2. Foto ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. .................. 61 Lampiran 3. Foto larutan eksrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ....... 62 Lampiran 4. Surat determinasi tanaman Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ............... 63 Lampiran 5. Surat Ethical Clearence ..................................................................... 64 Lampiran 6. Data Analisis statistik aktivitas serum ALT dan AST pada uji pendahuluan penentuan waktu pencuplikan darah hewan uji pada karbontetraklorida dengan dosis 2 ml/Kg BB ................................... 65 Lampiran 7. Data analisis statistik ALT dan AST kelompok kontrol olive oil dosis 2 ml/Kg BB .............................................................................. 78 Lampiran 8. Hasil analisis statistik data ALT dan AST pada kelompok perlakuan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 180 mg/Kg BB pada tikus terinduksi karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB ....................... 84 Lampiran 9. Perhitungan efek hepatoprotektif ALT dan AST .............................. 103 Lampiran 10. Hasil rendemen ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 104 Lampiran 11. Hasil penimbangan ekstrak bobot penyusutan .................................. 105 Lampiran 12. Surat hasil pengujian kadar air serbuk Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ................................................................................................... 106 Lampiran 13.Surat total Flavonoid dan kadar air metode susut kering ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ....................................... 107 Lampiran 14. Surat penetapan total flavonoid ......................................................... 108 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 15. Standard table report ......................................................................... 109 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh lama pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. sebagai hepatoprotektif dan mengetahui lama paling optimum yang dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan aktivitas Alanin Aminotransferase (ALT) serum dan Aspartat Aminotransferase (AST) serum dengan pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap pola searah. Penelitian ini menggunakan 35 ekor tikus jantan galur Wistar dibagi acak 7 kelompok, yaitu kelompok I diberi karbon tetraklorida:olive oil (1:1) dosis 2 ml/kg BB secara i.p., kelompok II diberi olive oil dosis 2 ml/kg BB secara i.p., kelompok III diberi ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB secara per oral, kelompok IV suspensi CMC-Na 1% volume 18 ml/Kg BB selama 6 hari, hari ke 7 diberikan karbon tetraklorida dosis 2 ml/Kg BB, kelompok V, VI, VII dilakukan perlakuan 1,3,6 hari ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB secara per oral,hari ke-7 diberi larutan karbon tetraklorida dosis 2 ml/kg BB secara i.p., setelah 24 jam diambil darahnya melalui sinus orbitalis mata untuk penetapan aktivitas ALT dan AST. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah dengan tarif kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB selama satu, tiga, dan enam hari berpengaruh terhadap penurunan aktivitas ALT-AST terinduksi karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB dengan waktu optimum hari ke-3 setelah pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB. Kata Kunci : daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq., ekstrak etanol, ALT, AST, karbon tetraklorida xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT The aims of this study were to prove the duration’s effect of ethanolic extract of Swietenia mahagoni (L.) Jacq. leaf as a hepatoprotective and determine the most optimum duration’s to give effect to the decreased activity of alanine aminotransferase (ALT) serum and aspartate aminotransferase (AST) serum of ethanolic extract of Swietenia mahagoni (L.) Jacq. leaf in male rats induced by carbon tetrachloride. This research is purely experimental research with completely randomized direct sampling design. A total 35 male Wistar rats were randomly split into 7 groups. Group I administered solution of carbon tetrachloride:olive oil ( 1:1 ) at dose 2 mL/kgBW in intraperitonial. Group II was given olive oil dose 2 mL/kgBW in intraperitonial, Group III administered ethanolic extracts of Swietenia mahagoni (L.) Jacq. leaf dose 180 mg/kgBW consecutive 6 days orally. Group IV was given CMC-Na dose 18 mL/kgBW consecutive 6 days orally, at day 7 was given carbon tetrachloride dose 2 ml/kgBW, group V, VI, VII given 1, 3, 6 days treatment of ethanolic extract of Swietenia mahagoni (L.) Jacq. leaf dose 180 mg/kgBW orally, day 7 were given carbon tetrachloride solution dose 2 ml/kgBW in intraperitonial, after 24 hours blood drawn through the eye sinus orbitalis for determination the activity of ALT and AST. Data analyzed using one-way ANOVA and 95% confidence interval. The results of this study indicate that the duration of the ethanolic extract of Swietenia mahagoni (L.) Jacq. leaf dose of 180 mg/KgBW for one, three, and six days reduce the activity of ALT-AST induced by carbon tetrachloride 2 ml/kgBW with optimum time 3 days after administration of ethanolic extract of Swietenia mahagoni (L.) Jacq. leaf dose of 180 mg/kgBW. Keywords: Swietenia mahagoni (L.) Jacq. leaf, ethanol extract, ALT, AST, carbon tetrachloride xxi

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Dalam tubuh manusia terdapat banyak organ penting salah satunya yaitu hati. Hati merupakan organ terbesar di dalam tubuh dan letak hati dalam rongga abdomen dibawah diagfragma. Letak dari hati ini sangat cocok untuk mengubah, mengumpulkan, menimbun metabolit-metabolit dan untuk menetralkan serta menghilangkan zat-zat toksik didalam tubuh manusia (Baradero, 2008). Jika dilihat dari pernyataan yang ada maka dapat dikatakan hati memiliki fungsi yang berat dan bisa saja rentan terhadap penyakit dan mengalami kerusakan sehingga sangat perlu diberikan perhatian khusus untuk dapat menyembuhkan penyakit hati. Menurut Romadhoma (2009) kerusakan hati non alkohol merupakan penyakit hati kronik di Negara-negara berkembang dengan prevalensi 10-24% dari seluruh populasi. Prevalensi penyakit perlemakan hati di Indonesia sebesar 30,6 % (Sofia, Nurdjanah, dan Ratnasari, 2009). Karbon tetraklorida (CCl4) merupakan salah satu dari bahan-bahan kimia beracun yang dapat menyebabkan toksisitas dan kerusakan pada organ hati. Karbon tetraklorida sering digunakan dalam penelitian yang berikatan dengan hepatotositas pada organ hati yang disebabkan oleh radikal bebas, CCl4 1

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 membutuhkan aktivitas metabolisme yaitu oleh enzim sitokrom P450 pada organ hati yang kemudian mengubah CCl4 menjadi menjadi radikal bebas triklorometil (CCl3) metabolit yang lebih toksik yang kemudian menyebabkan kerusakan organ hati (Tappi, 2013). Radikal bebas triklorometil dapat menghasilkan peroksidasi lipid. Peroksidasi lipid menyebabkan terjadinya akumulasi lipid di hati. Akumulasi lipid di hati ini disertai perubahan biokimia pada darah, dilihat dari perubahan ALT aktivitas (alanin aminotransferase) dan AST (aspartat aminotransferase) pada serum (Hodgson, 2010). Penanggulangan untuk mengobati penyakit hati ini memerlukan pengobatan yang efektif. Oleh sebab itu diperlukan pengobatan yang aman dan efektif untuk mengobatan pada penyakit hati ini. Sejak dahulu masyarakat meyakini bahwa pengobatan secara tradisional sangat aman dan efektif untuk pengobatan penyakit terutama untuk penyakit hati dan hingga sekarang telah banyak sekali berkembang penelitian pengobatan-pengobatan menggunakan obat herbal. Swietenia mahagoni (L.) Jacq. merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai tanaman obat, tanaman ini di India dan beberapa Negara di Afrika sering digunakan sebagai tanaman obat. Swietenia mahagoni (L.) Jacq. biasanya digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti malaria, diabetes, diare, dan antipiretik (Naveen, 2014). Swietenia mahagoni (L.) Jacq. merupakan tanaman yang besar, yang dapat tumbuh di daerah tropis seperti India, Malaysia dan Indonesia. Menurut Hajra (2011) tanaman Swietenia mahagoni (L.) Jacq. memiliki aktifitas penghambatan pembekuan darah, dan

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 aktivitas anti HIV. Menurut Bhurat (2011) biji dari tanaman ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Tanaman ini memiliki kandungan seperti alkaloid, terpenoid, antraquinon, glikosida jantung, saponin, fenol, flavonoid, minyak atsiri, phospholipid dan asam lemak tak jenuh rantai panjang. Flavonoid, saponin, phyenyl propanoids, phenolic acids, dan tannins merupakan salah satu komponen dari tanaman yang dapat melindungi hati. Menurut Kumar (2013) konsentrasi 1 – 100 µg/mL pada flavonoid mampu meningkatkan kelangsungan hidup sel hepatosit dan menghambat terjadinya pelepasan alanin aminotransferase (ALT) dan aspartat aminotransferase (AST) serum sel hepatosit yang disebabkan oleh karbon tetraklorida. Flavonoid merupakan golongan fenolik yang memiliki sifat polar. Flavonoid dapat mudah tersari oleh pelarut yang memiliki sifat kepolaran yang sama, yaitu etanol. Maka dari itu dalam penelitian ini digunakan etanol sebagai pelarut dalam pembuatan ekstrak daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Penelitian Gamawan (2014) menyatakan bahwa pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. selama enam hari dosis 180 mg/kgBB yang merupakan dosis paling efektif untuk memberikan efek hepatoprotektif terhadap aktivitas ALT (alanin aminotransferase) dan AST (aspartat aminotransferase) serum tikus terinduksi karbon tetraklorida. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui apakah pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan pemberian waktu yang singkat mampu memberikan pengaruh terhadap efek hepatoprotektif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 adanya pengaruh dari lama pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB terhadap penurunan aktivitas ALT dan AST tikus jantan yang terinduksi karbon tetraklorida, dan melakukan penentuan lama pemberian yang optimum menggunakan satu, tiga dan enam hari yang mengacu pada penelitian yang sudah ada yang dilakukan oleh Nugroho (2014) yang menunjukkan adanya efek hepatoprotektif selama satu, tiga dan enam hari terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida dengan pemberian infusa herba Mimosa pigra L.. 1. Rumusan masalah a. Apakah lama pemberian praperlakuan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB dapat memberikan pengaruh efek hepatoprotektif pada tikus jantan galur Wistar terinduksi karbon tetraklorida? b. Berapa lama optimum pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB dapat memberikan waktu yang optimum untuk menimbulkan efek hepatoprotektif? 2. Keaslian penelitian Sejauh penelusuran pustaka yang telah dilakukan penulis, penelitian tentang pengaruh lama pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. sebagai hepatoprotektif terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida belum pernah dilakukan. Penelitian serupa yang pernah dilakukan antara lain :

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 a. Daya Antibakteri Infus Biji Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq..) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang pernah dilakukan oleh Eminentia (2001). b. Esktrak air dari daun S.mahagoni memberikan efek hepatoprotektif pada tikus yang diinduksi dengan alkohol secara kronik dilakukan oleh Udem, Nwaogu, Onyejekwe (2010). c. Ekstrak etanol daun S. mahagoni memberikan efek anti-ulcer pada tikus dengan kerusakan mukosa lambung akibat diinduksi dengan etanol dilakukan oleh Radahe, et al. (2011). d. Ekstrak etanol daun S. mahagoni memiliki kandungan karbohidrat, tanin, glikosida, flavonoid, saponin dan terpenoid, selain itu pada pengujian toksisitas akut pada dosis 1500, 3000 dan 6000 mg/kg BB secara per oral tidak mengakibatkan kematian ataupun reaksi toksik pada hewan uji dilakukan oleh Matin Haque, Ahmed dan Hossain (2013). e. Gamawan (2014) melaporkan bahwa ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. selama enam hari dengan dosis 180 mg/Kg BB dapat memberikan efek hepatoprotektif secara umum pada tikus jantan yang terinduksi karbon tetraklorida. 3. Manfaat penelitian a. Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan memberikan ilmu pengetahuan khususnya untuk bidang kefarmasian terutama mengenai pengaruh pemberian ekstrak etanol daun Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) yang memiliki daya

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 hepatoprotektif dan pengaruh lama pemberian optimum dengan mekanisme penurunan serum ALT dan AST. b. Manfaat praktis Penelitian ini diharapkan dapat mampu memberikan informasi tentang lama penggunaan daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. untuk pengobatan hepatoprotektif secara umum. B. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum Untuk mengetahui pengaruh lama pemberian dari ekstrak etanol daun Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) terhadap hati tikus. 2. Tujuan khusus a. Untuk mengetahui pengaruh lama pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida dengan menurunkan aktivitas dari ALT-AST serum. b. Untuk mengetahui waktu pemberian optimum dari ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang memberikan efek hepatoprotektif optimum pada tikus jalur Wistar yang terinduksi CCl4.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Anatomi dan Fisiologi Hati Hati merupakan kelenjar yang paling besar yang ada dalam tubuh manusia dan memiliki berat 1500 gram. Bagian superior dari hati cembung dan memiliki letak berada dibawah kubah kanan diafragma. Bagian hati inferior hati cekung dan letak dibawahnya terdapat ginjal kanan, gaster, pankreas, dan usus (Baradero, 2008). Hati terbagi atas dua belahan utama, yaitu belahan kanan dan belahan kiri. Permukaan atas memiliki bentuk yang cembung dan letaknya berada di bawah diagfragma. Permukaan bawah tidak rata dan adanya lekukan, fisura transverses. Permukaannya di lintasi oleh berbagai pembuluh darah yang keluar masuk hati. Fisura longitudinal yang memisahkan antara belahan kanan dan belahan kiri dipermukaan bawah dan ligament falsiformis yang memisahkan antara belahan kanan dan belahan kiri dipermukaan atas (Pearce, 2005). Di antara lobus kanan dan lobus kiri terdapat porta hepatis, jalur masuk dan jalur keluar pembuluh darah, saraf dan duktus (Slonane, 2003). Lobus kanan memiliki bentuk yang lebih besar dibandingkan dengan lobus kirinya. Lobus kanan memiliki tiga bagian utama, yaitu lobus kanan atas, lobus kaudatus, dan lobus kuadratus. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Ruang-ruang darah 7

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 sinusoid terletak diantara lempeng-lempeng sel. Pada masing-masing saluran portal terdiri atas cabang vena portal, arteri hepatika, dan duktus empedu yang membentuk sebuah lobulus portal (Slonane,2003). Gambar 1. Gambaran struktur dasar hati (Baradero, 2008) Menurut (Baradero, 2008) hati memiliki beberapa macam saluran (Gambar 1), yaitu: 1. Arteria hepatikum yang merupakan salah satu cabang dari arteria seliaka dari aorta dan arteria ini menyuplai darah ke hati. 2. Vena porta hepatika yang membawa darah vena dari seluruh traktus gastrointestinal menuju hati dan darah ini mengandung zat makanan yang diserap oleh vili usus halus. 3. Yang membawa darah vena dari hati menuju vena inferior, yaitu vena hepatika.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 4. Kanalikuli empedu yang disebut saluran bilier dibentuk oleh kapiler empedu yang kemudian menyatu dan menyalurkan empedu dari yang telah dihasilkan oleh sel hati. Darah dalam vena porta mengandung zat makanan yang diabsorbsi oleh vili dari usus halus dan cabang dari arteria hepatica dan vena porta membawa dua macam darah ini pada sinusoid sehingga zat makanan yang tidak diperlukan dikeluarkan (Baradero, 2008). B. Fungsi Hati Menurut (Slonane, 2003) hati memiliki enam macam fungsi utama, yaitu : 1. Sebagai sekresi. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. 2. Sebagai metabolisme. Hati memetabolis protein, lemak, dan karbohidrat tercerna. a. Hati memiliki peran penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah dan menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen kemudian mengubahnya kembali jika diperlukan menjadi glukosa. b. Hati dapat mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak dan organ ini membentuk urea dari asam amino berlebih. c. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein, dan terlibat dalam penyimpanan dan pemakaian lemak. d. Hati mampu mensintesis unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein, kolesterol, dan fosfolipid)

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 e. Hati mensintesis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. Organ ini mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya ke dalam empedu. 3. Sebagai penyimpanan. Menyimpan mineral, seperti zat besi dan tembaga, serta vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), serta menyimpan toksin tertentu seperti pestisida serta obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. 4. Sebagai detokfikasi yang melakukan inaktivasi hormon dan detokfikasi toksin dan obat. Hati memfagosit critosit dan zat asing yang terdistintegrasi dalam darah. 5. Sebagai produksi panas. Banyaknya aktivitas kimia dalam hati menjadikan hati sebagai sumber panas tubuh, seperti pada saat tidur. 6. Sebagai penyimpanan darah dimana hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung dan bersama dengan limpa untuk mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. C. Kerusakan Hati Beberapa macam jenis kerusakan hati, yaitu : 1. Steatosis yaitu akumulasi lemak dalam hati yang merupakan tanda-tanda umum toksisitas hati yang mungkin diakibatkan oleh zat kimia yang toksik, termasuk alkohol. Jika tidak ada sel-sel yang mati, steatosis tidak akan mempengaruhi fungsi hati (WHO, 2002). Steatosis terjadi ketika ada konstituen normal (trigliserida) menumpuk atau terakumulasi sehingga mengakibatkan adanya peningkatan absolute lipid

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 intrasel. Perlemakan hati bersifat reversible akan tetapi jika ada perlemakan berlebih dapat menimbulkan sirosis (Mitchell and Richard, 2006). 2. Menurut (Baradero, 2008) sirosis terbagi atas empat macam, yaitu: a. Sirosis Laennec yang disebabkan oleh alkoholisme dan malnutrisi. Tahapan awal hati akan mengalami pembengkakan dan mengeras dan pada tahapan akhir hati akan mengecil dan nodular. b. Sirosis pacanekrotik yang disebabkan oleh adanya nekrosis yang berat karena hepatotoksin yang berasal dari hepatitis virus yang membuat hati mengecil dan banyak nodul dan jaringan fibrosa. c. Sirosis bilier yang merupakan penyebab dari obstruksi empedu dalam hati dan duktus koledukus komunis atau duktus sistikus. d. Sirosis jantung yang merupakan penyebab dari gagal jantung sisi kanan atau gagal jantung. 3. Kolestasis merupakan kegagalan hati untuk mengekskresikan bilirubin, yang menyebabkan ikterus bila kadar bilirubin serum melebihi 2 mg per 100 ml. Penyebab kolestasis mencakup pemecahan hemoglobin, cedera sel hati dan penyumbatan saluran empedu ektrahepatik dimana bilirubin serum merupakan tes penyaring tunggal terbaik bagi fungsi ekskresi hati dan penyumbatan saluran empedu ektrahepatik menyebabkan kenaikan bilirubin fosfatase alkali, yang melebihi perbandingan terhadap biasanya hanya peningkatan ringan kadar transminase serum (Sabiston,1992).

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 4. Nekrosis hati merupakan kematian sel-sel hati yang terjadi akibat paparan terhadap sejumlah zat kimia, antara lain aflatoksin, karbon tetraklorida, kloroform, dan asam tannat (WHO,2002). D. Hepatotoksin Menurut Forrest, 2006 (cit., Rosari, 2013) hepatotoksin dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Tipe A (yang dapat diprediksi) yang merupakan reaksi hepatik yang disebabkan oleh reaksi tipe A yang dapat membuat sebagian orang dapat menelan dan mengkonsumsi obat tersebut dalam jumlah yang cukup sehingga mampu memberikan efek toksik. Parasetamol, dan karbon tetraklorida merupakan contoh obat tipe A. 2. Tipe B (tidak dapat diprediksi) yang bergantung pada dosis dan hanya terjadi tidak hanya pada semua orang namun hanya sebagian orang. Isoniazid (INH) dan clorpromazine merupakan contoh obat tipe B. E. Alanin Aminotransferase dan Aspartat Aminotransferase Pemerikasaan fungsi hati menggunakan aspartat aminotransferase (AST/SGOT) dan alanin aminotransferase (ALT/SGPT) dimana kedua enzim ini yang sangat sensitif jika terjadi kerusakan hati dan cepat mengenali jika ada penyakit akut seperti hepatitis karena adanya peningkatan kadar dari kedua enzim hati ini yang menandakan adanya kerusakan pada hati (Sari, 2008).

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) atau sering disebut Aspartate aminotransferase (AST) dapat digunakan untuk mengukur kadar SGOT pada kerusakan pada organ hati, otot jantung, otak, ginjal dan rangka. Kadar SGOT dianggap abnormal jika nilai yang didapat 2-3 kali lebih besar dari nilai normalnya sedangkan Serum Glutamic pyruvic transaminase (SGPT) atau sering disebut Alanin aminotransferase (ALT) meningkat pada kerusakan lever kronis dan hepatitis dan nilai SGPT dianggap abnormal jika hasil pemeriksaan 2-3 kali lebih tinggi dari nilai normal (Bastiansyah, 2008). Menurut (Sari, 2008) ALT merupakan enzim yang lebih tepat dalam menentukan ada tidaknya kerusakan hati dibanding dengan AST. ALT letaknya dihati dan AST letaknya berada di hati, otot jantung, otot rangka, ginjal, pankreas, otak paru, sel darah putih dan sel darah merah, sehingga jika terjadi peningkatan AST maka tidak hanya di hati yang mengalami kerusakan namun pada sel organ lainnya juga akan mengalami kerusakan. F. Karbon tetraklorida (CCl4) Gambar 2. Struktur molekul karbon tetraklorida (Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, 1995) Karbon tetraklorida (Gambar 2) merupakan senyawa kimia yang tidak berasal dari alam karena diproduksi dalam jumlah yang besar yang dipergunakan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 disemua industri, sebagai bahan bakar, bahan baku dalam sintesis chlorofluorocarbons dan bahan kimia lain. CCl4 adalah senyawa kimia yang harus diantisipasi karena dapat menyebakan terjadinya karsinogen (Junieva, 2006). Karbon tetraklorida (Gambar 2) merupakan hidrokarbon alifatik yang tidak berwarna, mudah menguap dan berbau tajam seperti eter, kelarutannya dalam air rendah dan tidak mudah terbakar, karbon tetraklorida juga dapat merusak lapisan ozon. Karbon tetraklorida merupakan molekul yang sederhana dan jika diberikan pada semua spesies akan menyebabkan nekrosis sentrilobular hati dan perlemakan hati yang merupakan senyawa yang larut lemak sehingga memiliki efek toksis pada hati (Timbrell, 2009). Toksisitas yang disebabkan oleh karbon tetraklorida dapat meningkat apabila berinteraksi dengan alkohol, keton, dan sejumlah bahan kimia lain. Jika meminum alkohol akan mengalami kerusakan hati dan ginjal yang tinggi (Junieva, 2006). Karbon tetraklorida (CCl4) (Gambar 3) ketika masuk dalam tubuh baik secara inhalasi, ingesti dan kontak langsung dengan kulit (Junieva, 2006) akan bereaksi dengan sitokrom P450 monooksigenase dan kemudian akan menghasilkan radikal triklorometil (CCl3•) (Winarsi, 2007). Radikal triklorometil yang terbentuk berikatan secara kovalen dengan lemak mikrosomal dan protein dan bereaksi secara langsung dengan membran fosfolipid dan kolesterol yang menghasilkan reaksi radikal lipid yang mengaktifkan senyawa oksigen reaktif kemudian mengakibatkan peroksidasi lipid. Lipid dalam hati menghambat sintesis protein, sehingga transport lipid akan terhambat, sehingga menyebabkan terjadinya steatosis (Gambar 3) (Timbrell,2009). Efek toksik jangka pendek dan jangka

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 panjang akan menyebabkan kerusakan otak, hati, ginjal, paru dan bahkan dapat menyebabkan kematian pada beberapa kasus (Junieva, 2006). Gambar 3. Mekanisme oksidasi dan biotransformasi karbon tetraklorida (Timbrell, 2009) G. Ekstraksi Ekstrak merupakan sediaan yang kental yang didapat dengan cara mengekstraksi senyawa aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani yang menggunakan pelarut yang sesuai, pelarut yang digunakan kemudian diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa kemudian diperlakukan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi baku yang telah ditetapkan (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2005). Ekstrak di buat di luar pengaruh cahaya matahari langsung dan ekstrak kering harus mudah digerus sehingga menjadi serbuk (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2010). Cairan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 penyari yang digunakan sebagian, yaitu air, etanol, atau campuran etanol dan air (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2013). Tujuan dilakukan pembuatan ekstrak tumbuhan obat, yaitu untuk dapat menstandarisasi kandungannya. Standarisasi kandungan dilakukan untuk menjamin keseragaman mutu, keamanan dan khasiat produk akhir (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2005). Metode maserasi merupakan metode yang dilakukan dengan cara merendam simplisia dalam cairan penyari dengan waktu selama beberapa hari pada temperatur kamar, sambil diaduk dan terlindung dari cahaya matahari (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2010). H. Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 1. Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Magnoliophyta Kelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Meliaceae Genus : Swietenia Jacq. Species : Swietenia mahogani (L.) Jacq. (Yuzzami, Witono, dan Hidayat, 2010).

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Nama daerah : Di Indonesia disebut dengan Maoni (Jawa), moni, mahagoni. Philipina menyebut mahogany, dan Inggris: West Indian mahogany (Soenanto, 2009). 2. Morfologi Menurut (Soenanto, 2009) Mahoni merupakan salah satu tumbuhan perdu atau tumbuhan berkayu yang biasanya tumbuh liar di hutan-hutan jati dan tempat yang lain yang dekat dengan pantai dan biasanya ditanam oleh masyarakat sebagai pohon peneduh. Pohon mahoni biasanya digunakan sebagai pembuat dan perabotan rumah tangga ini memiliki tinggi hampir mencapai 25 meter. Pohon mahoni memiliki dua jenis pohon yaitu yang berjenis daun lebar dan yang berjenis daun kecil yang dapat tumbuh besar dengan percabangan yang banyak. Batangnya bulat, bergetah, dan jika dibelah berwarna cokelat, dan keras. Memiliki daun majemuk, berhadap-hadapan, memiliki bentuk runcing, berwarna hujau segar, sangat rimbun, pada bagian ujung dan pangkalnya sedikit runcing, ramping, tulang daun samar-samar. Memiliki bunga majemuk, silindris, berwarna cokelat, dan keluar dari setiap ketiak daun. Menghasilkan buah bulat telur atau bentuk kotak, ukuran relatif besar, memiliki bentuk berlekuk lima, berwarna cokelat muda. Biji bentuk pipih memiliki warna hitam atau coklat. 3. Khasiat dan kegunaan Tumbuhan mahoni kaya akan kandungan kimia seperti saponin dan flavonoid. Tanaman ini digunakan sebagai antipiretik, antijamur, dan dapat menurunkan darah tinggi yang memiliki rasa pait dan dingin (Permadi, 2008).

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Dalam penelitian Sahgal, G., Ramanathan, S., Sasidharan, S., Mordi, M. N., Ismail, S., dan Mansor, S.M., (2009) ditemukan adanya kandungan senyawa berupa aktivitas antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas yang ada dalam tanaman Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Pada penelitian Martin, S.A., Haque, S.M., dan Hossain, H., (2013) ditemukan adanya kandungan flavonoid dalam Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang dapat larut air dan mampu menangkap radikal bebas. I. Landasan Teori Hati merupakan tempat penyimpanan glukosa yang berfungsi sebagai metabolisme. Hati menerima darah dari darah yang banyak mengandung oksigen dari arteria hepatika dan darah yang mengandung karbon dioksida dari vena porta. Namun ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kerusakan hati yaitu adanya perlemakkan hati, sirosis hati, koleastatis, dan nekrosis hati. AST dan ALT digunakan sebagai pemeriksaan fungsi hati, jika terdapat kerusakan hati maka dapat diketahui menggunakan AST dan ALT. Karbon tetraklorida (CCl4) merupakan senyawa yang tidak mudah larut dan hepatotoksin pada hati yang dapat menyebabkan nekrosis sentrilobular dan perlemakan hati (Timbrell, 2009). Penelitian ini menggunakan Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang telah diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mampu menangkap radikal bebas dan memiliki kandungan flavonoid yang dapat menangkap radikal bebas. Penelitian Gamawan (2014) menyatakan bahwa pemberian ekstrak etanol daun

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Swietenia mahagoni (L.) Jacq. selama enam hari dengan dosis 180 mg/Kg BB merupakan dosis efektif untuk memberikan efek hepatoprotektif terhadap aktivitas serum ALT dan AST, sehingga penelitian ini dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui apakah dengan pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan pemberian waktu yang singkat mampu memberikan pengaruh terhadap efek hepatoprotektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh dari lama pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB terhadap penurunan aktivitas ALT dan AST tikus jantan yang terinduksi karbon tetraklorida, dan melakukan penentuan lama pemberian yang optimum menggunakan satu, tiga dan enam hari yang mengacu pada penelitian yang sudah ada yang dilakukan oleh Nugroho (2014) yang menunjukkan adanya efek hepatoprotektif selama satu, tiga dan enam hari terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida dengan pemberian infusa herba Mimosa pigra L.. J. Hipotesis Lama pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dapat meningkatkan efek hepatoprotektif terhadap tikus yang terinduksi karbon tetraklorida.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap pola searah. B. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel utama a. Variabel bebas Variasi lama pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB pada tikus jantan galur Wistar terinduksi karbon tetraklorida. b. Variabel tergantung Kadar ALT-AST tikus jantan galur Wistar yang terinduksi karbon tetrakolrida setelah pemberian Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang ditandai dengan penurunan dari aktivitas Aspartate Transaminase (AST) dan Alanine Aminotransferase (ALT) 2. Variabel pengacau a. Variabel pengacau terkendali Variabel pengacau terkendali adalah hewan uji tikus dengan galur Wistar dengan jenis kelamin jantan, berat badan 150-250 g, berumur 2-3 bulan; jalur pemberian hepatotoksin secara intra peritoneal dan per oral; 20

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 dengan frekuensi pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq., dengan pemberian satu, tiga, dan enam hari ( masing-masing pemberian 1 x dalam sehari). b. Variabel pengacau tak terkendali Dalam penelitian ini, variabel pengacau tak dapat dikendalikan adalah kondisi patologis dan fisiologis dari hewan uji. 3. Definisi operasional a. Ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Ekstrak daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. merupakan ekstrak kental yang diperoleh dengan mengekstraksi 50,0 g serbuk kering daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dalam 250 ml etanol 70 % dengan maserasi selama 24 jam dengan menggunakan kecepatan 140 rpm, yang kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring dan diuapkan menggunakan rotary vacuum evaporator dan oven selama 24 jam dengan menggunakan suhu 550C sampai pada bobot pengeringan tetap dengan susut pengeringan sebesar 0,05%. b. Efek hepatoprotektif Efek hepatoprotekif adalah kemampuan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. pada dosis 180 mg/Kg BB dapat melindungi hati dari hepatotoksin. c. Lama optimum Lama optimum adalah waktu yang dibutuhkan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. selama tiga hari berturut-turut sebagai

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 hepatoprotektif dengan persen proteksi berdasarkan aktivitas ALT di hati yang paling mendekati 100%. C. Bahan Penelitian 1. Bahan utama a. Bahan uji menggunakan dalam penelitian ini, yaitu Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang diperoleh dari lingkungan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada 11 Oktober 2013. b. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tikus jantan galur Wistar yang berumur 2-3 bulan dengan berat badan 150-250 g yang diperoleh dari Laboratorium Imono Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Bahan kimia a. Pelarut ekstrak yang digunakan, yaitu CMC-Na yang diperoleh dari laboratoriun Biofarmasetika Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta b. Bahan hepatotoksin yang digunakan pada penelitian ini yaitu karbon tetraklorida yang diperoleh dari Laboratorium Kimia Analisis Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. c. Pelarut hepatotoksin digunakan olive oil yang diperoleh dari salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta. d. Kontrol negatif yang digunakan pada penelitian ini, yaitu olive oil yang diperoleh dari salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 e. Ekstraksi serbuk daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. pada penelitian ini menggunakan etanol 70% yang diperoleh dari Bratachem Yogyakarta yang telah dikemas oleh PT. Brataco (Cikarang, Bekasi) f. Blanko pengujian kadar ALT dan AST menggunakan aquabidestilata yang diperoleh dari Laboratorium Kimia Analisis dan Instrumental Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. g. Reagen serum ALT (GPT) dan AST (GOT) Reagen ALT menggunakan Reagen 1 dan Reagen 2 sebagai berikut. Komposisi R1 : TRIS pH Konsentrasi 7,15 140 mmol/L L-Alanie 700 mmol/L LDH (lactate dehydrogenase) ≥ 2300 U/L R2 : 2-Oxoglutarate 85 mmol/L NADH 1 mmol/L Pyridoxal-5-Phospate FS Good’s buffer Pyridoxal-5-Phospate 9,6 100 mmol/L 13 mmol/L

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Reagen AST (GOT) R1 : Komposisi pH Konsentrasi TRIS 7,65 110 mmol/L L-Aspartate 320 mmol/L MDH (malate dehydrogenase) ≥ 800 mmol/L LDH (lactate dehydrogenase) ≥ 1200 U/L R2 : 2-Oxoglutarate 65 mmol/L NADH 1 mmol/L Pyridoxal-5-Phospate FS Good’s buffer 9,6 Pyridoxal-5-Phospate 100 mmol/L 13 mmol/L D. Alat Penelitian 1. Alat pembuatan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Seperangkat alat gelas yaitu beker glass, gelas ukur, Erlenmeyer, labu ukur, cawan porselen, batang pengaduk dan pipet tetes; orbital shaker Optima®; rotary vacuum, oven Memmert® dan timbangan analitik Mettler Toledo®. 2. Alat uji hepatoprotektif Seperangkat alat gelas yaitu tabung reaksi, batang pengaduk, gelas ukur, labu ukur, beaker glass; Centurion Scientific®, vortex Genie Wilten®, spuit injeksi per oral dan syringe 3 cc Terumo®, spuit i.p. dan syringe 1 cc

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Terumo®; timbangan analitik; pipa kapiler; Microlab 200 Merck®; centrifuge; stopwatch, dan vortex. E. Tata Cara Penelitian 1. Determinasi tanaman Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Determinasi dari tanaman Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang meliputi bagian tanaman seperti daun dan buah dilakukan hingga pada tingkat species dengan cara mencocokkan ciri-ciri tanaman dengan herbarium yang diperoleh dari laboratorium Farmakognosi Fitiokimia Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang dilakukan oleh Yohanes Dwiatmaka, M.Si dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. 2. Pengumpulan bahan uji Pengumpulan bahan uji 11 Oktober 2013. Bahan uji yang digunakan adalah daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang masih segar, tidak busuk, dan masih berwarna hijau. 3. Pembuatan serbuk daun Swietenia mahagoni (L). Jacq. Daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dicuci dengan bersih dengan air mengalir dan kemudian dikeringkan. Setelah dikeringkan dilakukan pengeringan dengan ditutup menggunakan kain yang berwarna hitam agar pemanasannya merata dibawah sinar matahari dan tidak rusak akibat paparan langsung dari matahari. Kemudian dilakukan pengeringan lanjutan di LPPT (Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu) Universitas Gadjah Mada.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 4. Pembuatan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Sebanyak 50 g serbuk kering daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. diekstraksi secara maserasi yang dilarutkan dalam 250 ml pelarut etanol 70% pada suhu kamar selama 24 jam menggunakan kecepatan 140 rpm yang kemudian disaring menggunakan kertas saring dengan corong Buchner, lalu memisahkan cairan penyari dengan menggunakan rotary vacuum evaporator dengan suhu 550C dan putaran no 3. Kemudian ekstraknya dipindahkan kedalam cawan porselen dan dimasukkan dalam oven selama 24 jam menggunakan suhu 500C sampai didapatkan ekstrak dengan bobot tetap atau suhu pengeringan telah mencapai 0,05%. 5. Pembuatan suspensi CMC-Na 1% Suspesi CMC-Na 1% dibuat dengan mendispersikan lebih kurang 4 gram CMC-Na yang telah ditimbang secara seksama ke dalam aquadest sampai volume 400,0 ml kemudian mendiamkan selama 24 jam dan menggunakannya untuk melarutkan ekstrak daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 6. Pembuatan suspensi ekstrak Melarutkan 0,3 g ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. ke dalam 30 ml CMC-Na 1% hingga diperoleh suspensi ekstrak yang dapat dispuitkan kedalam spuit oral. 7. Pembuatan larutan CCl4 Membuat larutan CCl4 dalam larutan olive oil dengan melarutkan 1 bagian CCl4 dalam 1 bagian olive oil sehingga didapatkan dosis 2 ml/Kg BB tikus.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 8. Uji pendahuluan a. Penentuan dosis karbon tetraklorida Dosis karbon tetraklorida yang digunakan untuk menginduksi kerusakan hati pada tikus jantan galur Wistar adalah 2 ml/kg BB yaitu berdasarkan penelitian Janakat dan Al-Merie (2002). Dosis ini mampu merusak sel-sel hati pada tikus yang ditunjukkan melalui peningkatan kadar ALT-AST namun tidak menimbulkan kematian pada hewan uji. b. Penentuan waktu pencuplikan darah Penetapan waktu pencuplikan darah diorientasikan dengan empat kelompok perlakuan waktu, yaitu pada jam ke – 0, 24, 48, dan 72 setelah pemejanan karbon tetraklorida. Dalam penentuan waktu pencuplikan darah 5 hewan uji diambil darahnya yang dilakukan melalui pembuluh sinus orbitalis mata. Menurut Janakat dan Al-Merie (2002) Kadar ALT tikus yang terinduksi karbon tetraklorida dilarutkan dalam olive oil (1:1) dengan menggunakan dosis 2 ml/kg BB hingga mencapai kadar maksimal pada jam ke – 24 setelah pemberian dan mengalami penurunan pada jam ke – 48. 9. Pengelompokkan dan perlakuan hewan uji Hewan uji yang dibutuhkan sebanyak 35 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi secara acak dalam 7 kelompok sama banyak, masing-masing sebanyak lima ekor tikus.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 a. Kelompok I (kontrol hepatotoksin) diberikan larutan karbon tetraklorida : olive oil (1:1) dosis 2 ml/kgBB secara i.p. b. Kelompok II (kontrol negatif hepatotoksin) diberikan olive oil dosis 2 ml/kgBB secara i.p. c. Kelompok III (kontrol ekstrak) diberikan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. diberikan dosis tertinggi yaitu 180 ml/Kg BB dari perhitungan dosis selama enam hari berturut-turut secara per oral. d. Kelompok IV (kontrol negatif perlakuan) diberikan suspensi CMC-Na 1% dengan volume tertentu selama 6 hari, pada hari ke 7 diberikan karbon tetraklorida dengan dosis 2 ml/KgBB dan setelah 24 jam pemberian karbon tetraklorida darah diambil dengan diambil di daerah sinus orbitalis mata, kemudian menetapkan aktivitas ALT dan AST. e. Kelompok V (pemberian selama satu hari) diberikan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB secara per oral sekali sehari selama satu hari berturut-turut. f. Kelompok VI (pemberian selama tiga hari) diberikan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB secara per oral sekali sehari selama tiga hari berturut-turut. g. Kelompok VII (pemberian selama enam hari) diberikan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB secara per oral sekali sehari selama enam hari berturut-turut. Setelah melakukan pemberian ekstrak etanol pada hari-hari tertentu kemudian pada hari berikutnya pada kelompok perlakuan V, VI, dan VII

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 diberikan larutan karbon tetraklorida dosis 2 ml/kgBB secara intraperitonial dan setelah 24 jam diambil darahnya melalui sinus orbitalis mata untuk penetapan aktivitas ALT dan AST. 10. Pembuatan serum Darah diambil melalui sinus orbitalis mata hewan uji kemudian ditampung melalui dinding tabung eppendrof dan didiamkan kurang lebih selama 15 menit, lalu darah disentrifugasi selama 15 menit dengan kecepatan 8000 rpm, lalu dipisahkan dan diambil bagian supernatannya. 11. Pengukuran aktivitas ALT dan AST Micro vitalab 200 adalah alat yang digunakan untuk mengukur aktivitas ALT-AST pada serum hewan uji. Sebelum melakukan pengukuran sampel, dilakukan validasi alat terlebih dahulu dengan menggunakan kontrol serum Cobas. Range nilai dari ALT dan AST control serum Cobas sebesar 33,9-48,9 U/L. Dilakukan pengukuran ALT dengan mencampur sebanyak 100 μl serum dengan 1000 μl reagen I, kemudian divortex selama 5 detik, didiamkan selama 2 menit, lalu dicampur dengan 250 μl reagen II, divortex selama 5 detik dan serapannya dibaca setelah 1 menit. Pengukuran aktivitas AST dilakukan dengan mencampurkan 100 μl serum dengan 1000 μl reagen I, lalu divortex selama 5 detik, kamudian didiamkan selama 2 menit, campur dengan 250 μl reagen II, kemudian divortex selama 5 detik dan dibaca serapan setelah 1 menit.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Aktivitas dari ALT dan AST dinyatakan dalam U/L. Aktivitas enzim diukur pada panjang gelombang 340 nm, suhu 370C, dengan faktor koreksi 1745. Pengukuran aktivitas ALT dan AST ini dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 12. Penetapan total dan kadar air flavonoid Penetapan total dan kadar air flavonoid ini dilakukan di LPPT (Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan langkah kerja seperti berikut. 1. Timbang serbuk sampel dengan seksama sebanyak 50 mg ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. kemudian menambahkan 0,3 ml natrium nitrit 5%. Setelah 5 menit ditambahkan 0,6 ml alumuminium chloride 10% kemudian ditunggu 5 menit dan menambahkan 2 ml natrium hidroksida 1 M, mengaddkan aquades hingga 10 ml dengan labu takar lalu dipindahkan kedalam kuvet, tetapan serapan pada panjang gelombang 510 nm. 2. Penetapan kadar air dilakukan menggunakan metode Gravimetri dengan menimbang ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dalam cawan yang telah dipanaskan pada suhu penetapan selama 30 menit. Kemudian memasukkannya ke dalam oven dan mengeringkannya pada suhu 1050C selama 2 jam. Sampel dimasukkan dalam eksikator dan mendinginkannya di dalam eksikator. Ulangi pengeringan hingga memperoleh bobot tetap.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 F. Analisis Hasil Untuk mengetahui distribusi data tiap kelompok hewan uji, data aktivitas ALT-AST diuji menggunakan Kolmogorov-Smirnov. jika data distribusi yang diperoleh normal maka analisis untuk mengetahui perbedaan masing-masing kelompok dilanjutkan menggunakan analisis pola searah (One Way ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95%. Kemudian untuk melihat perbedaan masingmasing antar kelompok bermakna (signifikan) (p<0,05) atau tidak bermakna (tidak signifikan) (p>0,05) dilanjutkan dengan uji Scheffe. Jika data didapatkan distribusi tidak normal, digunakan dengan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui adanya perbedaan aktivitas AST dan ALT antar kelompok. Kemudian dilanjutkkan dengan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan tiap kelompok. Efek hepatoprotektif ekstrak daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. terhadap hepatotoksin karbon tetraklorida diperoleh dengan rumus (Rosari, 2013) : purata ALT kontrol KT − kontrol 𝑂𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 − (purata ALT perlakuan − kontrol 𝑂𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙) × 100% (purata ALT kontrol karbon tetraklorida − kontrol 𝑂𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙) purata AST kontrol KT − kontrol 𝑂𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 − (purata AST perlakuan − kontrol 𝑂𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙) × 100% (purata AST kontrol karbon tetraklorida − kontrol 𝑂𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙)

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh lama pemberian dan khasiat dari ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. sebagai hepatoprotektif pada tikus jantan terinduksi dengan karbon tetraklorida selama hari ke satu, tiga dan enam. Untuk mengetahui dan membuktikan hal tersebut maka dilakukan berbagai serangkaian pengujian. A. Hasil Determinasi Tanaman Tujuan determinasi tanaman dilakukan, yaitu untuk memastikan bahwa daun yang digunakan oleh peneliti adalah benar daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dan menghindari adanya kesalahan dalam pengumpulan bahan, maka peneliti melakukan determinasi tanaman. Bagian-bagian yang digunakan dalam melakukan determinasi tanaman, yaitu daun dan buah. Determinasi dilakukan oleh Bapak Yohanes Dwiatmaka, M. Si di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Dari hasil determinasi dinyatakan bahwa benar daun yang digunakan oleh peneliti merupakan daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. B. Hasil Penimbangan Ekstrak Etanol Daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Penelitian ini menggunakan daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang merupakan bahan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Pembuatan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. menggunakan metode maserasi karena proses yang dilakukan cukup sederhana 32

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 dan pengoperasian alat yang digunakan cukup mudah. Pemilihan pelarut menggunakan etanol 70% karena senyawa hipotesis memiliki kandungan flavonoid, phyenyl propanoids, phenolic acids, dan tannins yang memiliki kemampuan sebagai hepatoprotektor, dan merupakan senyawa golongan fenolik yang mampu larut dalam pelarut bersifat polar. Menurut Matin (2013) ekstrak etanol dari daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. memiliki beberapa kandungan lainnya seperti senyawa fenolik lainnya seperti phyenyl propanoids, phenolic acids, tannins selain flavonoid. Ekatrak etanol digojog menggunakan shaker dengan kecepatan yang konstan untuk dapat meratakan distribusi larutan serbuk simplisia sehingga konsentrasi dari larutan tetap merata hasil maserasi yang diperoleh, yaitu ekstrak etanol cair. Ekstrak etanol cair diuapkan kembali pada waterbath untuk memperoleh ekstrak yang kental. Ekstrak kental yang diperoleh yang kemudian dilihat bobot tetap dari ekstrak kental sehingga dapat menghitung sisa zat dengan bobot tetap setelah dilakukan pengeringan, kemudian ditimbang kembali setelah dari dalam oven untuk memastikan telah mencapai bobot penyusutan 0,05% setiap 24 jam, sehingga dapat diketahui bahwa sudah tidak ada pelarut penyari dalam ekstrak. Hasil yang didapatkan diperoleh ekstrak etanol kental yang tidak melebihi bobot penyusutan. Rata-rata rendemen yang diperoleh, yaitu 6,225 g, dengan persen rendemen 14%. Pembuataan 400 g serbuk kering daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dapat menghasilkan 56,02 g ekstrak kental. Total flavonoid yang setara dengan equivalen quersetin sebesar 0,43% dan kadar airnya sebesar 14,88%. Hasil ini terlampir.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 C. Uji Pendahuluan 1. Penentuan dosis hepatotoksik karbon tetraklorida Penelitian ini dilakukan penentuan dosis hepatotoksik karbon tetraklorida pada hewan uji, dengan tujuan untuk mengetahui dosis dari karbon tetralorida yang dapat menyebabkan hepatotoksik yang ditandai dengan pengingkatan dari serum ALT dan serum AST. Menurut (Bastiansyah, 2008) kadar ALT dan AST dianggap abnormal jika nilai yang didapat 2-3 kali lebih besar dari nilai normalnya dan jika terjadi pemejanan karbon tetraklorida,efek toksik jangka pendek dan jangka panjang akan menyebabkan kerusakan otak, hati, ginjal, paru dan bahkan dapat menyebabkan kematian pada beberapa kasus (Junieva, 2006). Dalam penelitian ini dosis hepatotoksin mengacu pada penelitian oleh Janakat dan Al-Merie (2002) dosis yang digunakan dalam menimbulkan efek hepatotoksisk kabon tetraklorida pada dosis 2 ml/kg BB. 2. Penentuan waktu pencuplikan darah Pada penelitian ini dilakukan penentuan waktu pencuplikan darah yang kemudian dilakukan tanpa menyebabkan hewan uji mati. Tujuan dilakukannya penentuan waktu pencuplikan darah untuk dapat memperoleh waktu optimal terhadap terjadinya peningkatan aktivitas dari serum ALT dan AST pada tikus jantan yang telah terinduksi karbon tetraklorida dengan dosis sebanyak 2 ml/Kg BB. Pencuplikan darah pada hewan uji dilakukan pada sinus orbitalis. Pemberian karbon tetraklorida secara intraperitonial. Kemudian setelah itu dilakukan pengukuran terhadap kadar serum AST dan serum ALT.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Berikut ini tabel dan diagram batang yang merupakan hasil penentuan dosis hepatotoksik karbon tetraklorida pada hewan uji : Tabel. III Rata-rata aktivitas ALT dan AST tikus setelah terinduksi karbon tetraklorida dengan dosis 2 mg/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 (n=4) Waktu Purata aktivitas Purata aktivitas pencuplikan ALT ± SE (U/L) AST ± SE (U/L) jam ke0 65 ± 6,5 94,4 ± 4,5 24 203,8 ± 5,8 493,4 ± 7,3 48 79,4 ± 4,3 194,2 ± 10,4 72 54 ± 2,1 103,8 ± 1,7 U/L Gambar 4. Diagram batang uji pendahuluan hasil pengukuran ALT tikus setelah terinduksi karbon tetraklorida dengan dosis 2 mg/Kg BBpada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 Dari tabel III dan gambar 4 data analisis aktivitas ALT dengan uji Kolmogorov Smirnov diperoleh data dengan signifikasi p>0,05 pada kelompok jam ke-0, yaitu 0,642, pada kelompok jam ke-24, yaitu 0,924, pada kelompok jam ke-48, yaitu 0,816 dan pada kelompok jam ke-72, yaitu 0,205. Hal ini menunjukkan distribusi dari setiap kelompok normal (p>0,05), sehingga dapat

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 melanjutkan analisis dengan One Way ANOVA. Data hasil dari analisis pola searah (One Way ANOVA) data ALT pada tikus yang telah diinduksi karbon tetraklorida dengan dosis 2 mg/Kg BB diperoleh data 0,208 (p>0,05). Dari hasil data menunjukkan variasi data homogen dan dapat dilanjutkan dengan uji Scheffe. Hasil data dengan menggunakan uji Scheffe dapat diketahui kebermaknaan perbedaan antar kelompok. Berikut data yang tersaji pada tabel IV. Tabel IV. Hasil Uji Scheffe ALT tikus setelah terinduksi karbon tetraklorida dosis 2 mg/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 Waktu pencuplikan Jam ke-0 Jam ke-24 Jam ke-48 Jam ke-72 Jam ke-0 B TB TB Jam ke-24 B B B Jam ke-48 TB B Jam ke-72 TB B B B Keterangan : B = Berbeda bermakna (p<0,05) TB = Berbeda tidak bermakna (p>0,05) Hasil data berdasarkan uji Scheffe diketahui ada perbedaan bermakna antara aktivitas ALT pada jam ke-24 dengan jam ke-0, jam ke-48 dan jam ke-72. Pada jam ke-24 aktivitas ALT mengalami kenaikkan ± tiga kali lebih besar dari aktivitas jam ke-0, yaitu 65 ± 6,5 menjadi 203,8 ± 5,8 U/L (Tabel IV). Hal ini sesuai dengan Zimmerman, 1999 (cit., Rosari, 2013) dimana peningkatan serum ALT yang mencapai tiga kali lipat dari nilai normal dapat menyebabkan steatosis terhadap kontrol. Pada jam ke-48 dan jam ke-72 terdapat perbedaan tidak bermakna bahwa pada jam ke-48 dan jam ke-72, sehingga hal ini menunjukkan bahwa aktivitas ALT pada jam ke-48 dan jam ke-72 sudah normal kembali. Pada data aktivitas AST hasil analisis menggunakan uji Kolmogorov Smirnov pada setiap kelompok jam ke-0, jam ke-24, jam ke-72 diperoleh signifikasi pada jam ke-0, yaitu 0,925, pada jam ke-24, yaitu 0,992, pada jam ke-

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 48, yaitu 0,972 dan pada jam ke-72 yaitu 0,990. Dari setiap data menunjukkan bahwa data yang diperoleh pada jam ke-0, jam ke-24, jam ke-48 dan jam ke-72 memiliki distribusi yang normal (p>0,05). Hasil data analisis pada tikus yang telah diinduksi dengan karbon tetraklorida pada dosis 2 mg/Kg BB pola searah (One Way ANOVA) diperoleh signifikasi sebesar 0,038 (p<0,05). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa data tidak homogen dan tidak dapat melanjutkan dengan uji Scheffe, sehingga dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil data dari uji Kruskal-Walli sini menunjukkan kebermaknaan perbedaan dari setiap kelompok yang tersaji pada tabel V berikut. U/L Gambar 5. Diagram batang uji pendahuluan hasil pengukuran AST tikus setelah terinduksi karbon tetraklorida dosis 2 ml/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 Tabel V. Data hasil Uji Kruskal-Wallis AST tikus setelah terinduksi karbon tetraklorida dosis 2 ml/Kg BB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 Waktu pencuplikan Jam ke-0 Jam ke-24 Jam ke-48 Jam ke-72 Jam ke-0 B B TB Jam ke-24 B B B Jam ke-48 B B B Jam ke-72 TB B B

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Data hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh perbedaan bermakna antara kelompok jam ke-24 dengan kelompok jam ke-0, jam ke-48, dan jam ke-72. Hasil aktivitas AST pada jam ke-24 mengalami kenaikkan sebesar ± lima kali lipat dari jam ke-0, yaitu 94,4 ± 4,5 menjadi sebesar 493,4 ± 7,3 U/L pada tabel III. Hal ini menurut Zimmerman, 1999 (cit., Rosari, 2013) bahwa peningkatan serum AST yang mencapai empat kali lipat terhadap kontrol mengalami steatosis. Jika dilihat dari gambar 5 rata-rata aktivitas AST paling tinggi pada saat pencuplikan darah jam ke-24. Hal ini juga ditunjukkan dengan gambar 4 dan 5 pada jam ke-24 aktivitas ALT dan AST tertinggi pada jam ke-24. Pada jam ke-48 dan jam ke-72 pada aktivitas AST menunjukkan penurunan signifikan pada gambar 5 yang menunjukkan kerusakan hati sudah kembali normal yang ditandai dengan adanya perbedaan tidak bermakna (p>0,05) terhadap aktivitas jam ke-0. Dari hasil yang didapat maka diperoleh pada jam ke-24 merupakan efek maksimal hepatotoksik karbon tetraklorida dengan dosis 2 mg/Kg BB, sehingga dapat digunakan sebagai acuan yang dapat digunakan oleh peneliti saat orientasi pencuplikan darah hewan uji. D. Efek Hepatoprotektif Jangka Waktu 1,3,6 Hari Ekstrak Etanol Daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Terhadap tikus jantan yang Terinduksi Karbon Tetraklorida Pada penelitian ini dilakukan untuk membuktikan adanya efek hepatoprotektif dari ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan jangka waktu satu, tiga, dan enam hari. Diperoleh tiga hari sebagai waktu paling efektif dari ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang mampu

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 menghasilkan efek hepatoprotektif setelah diinduksi dengan karbon tetraklorida sebanyak 2 ml/Kg BB. Perlakuan ini mengunakan dosis 180 ml/Kg BB sebagai dosis tertinggi berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gamawan (2014) dan menggunakan dosis karbon tetraklorida sebanyak 2 ml/Kg BB. Setelah diinduksi dengan karbon tetraklorida sebanyak 24 jam kemudian dilakukan pencuplikan darah. Berikut adalah tabel dan diagram batang yang merupakan hasil penelitian : Tabel VI. Pengaruh waktu protektif pemberian ekstrak etanol Swietenia mahagoni (L.) Jacq. terhadap hepatotoksisitas karbon tetraklorida dilihat dari aktivitas ALT Dan AST Efek Aktivitas hepatoprotektif (%) Kelompok Perlakuan Purata Purata ± SE (U/L) ± SE (U/L) ALT AST ALT AST I kontrol negatif olive oil 2 ml/Kg BB 56,8 ± 1,7 107,4 ± 5,5 II kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB 203,8 ± 5,9 493,4 ± 7,3 III Kontrol ekstrak 180 ml/Kg BB 62,4 ± 2,1 113 ± 3,4 IV Kontrol CMC-Na + CCl4 2 ml/Kg BB 202 ± 3,8 489,6 ± 6,0 V EEDSMJ 180 mg/Kg BB 1 hari + CCl4 2 ml/Kg BB 99,4 ± 2,9 217 ± 13,2 71,0 71,6 VI EEDSMJ 180 mg/Kg BB 3 hari + CCl4 2 ml/Kg BB 81,2 ± 1,9 201,8 ± 12,2 78,8 75,5 VII EEDSMJ 180 mg/Kg BB 6 hari + CCl4 2 ml/Kg BB 97,2 ± 2,5 225,8 ± 3,1 72,5 69,3 Keterangan : EEDSMJ : Estrak Etanol Daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Gambar 6. Diagram batang aktivitas ALT rata-rata pengaruh waktu protektif pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. terhadap hepatotoksisitas karbon tetraklorida Pada penelitian ini dosis ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang digunakan yaitu 180 mg/Kg BB. Dosis yang digunakan berdasarkan dosis yang dilakukan oleh Gamawan (2014). Pada jam ke-24 dilakukan pencuplikan darah hewan uji setelah diinduksi karbon tetraklorida dengan dosis 2 mg/Kg BB yang berdasarkan uji pendahuluan yang telah dilakukan diketahui peningkatan aktivitas tertinggi ALT dan AST pada jam ke-24. Data yang diperoleh menunjukkan hasil aktivitas ALT dan AST dari setiap kelompok perlakuan yang menggunakan uji one way ANOVA terlihat adanya perbedaan disetiap kelompok perlakuan dengan signifikasi 0,263 (p>0,05) pada aktivitas ALT, sedangkan pada aktivitas AST dengan signifikasi 0,226 (p>0,05). Setelah dilakukan one way ANOVA kemudian dilakukan pembandingan

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 kebermaknaan perbedaan dari setiap kelompok perlakuan yang tertera ditabel VII dengan uji Scheffe. Tabel VII. Analisis kebermaknaan ALT antar kelompok perlakuan berdasarkan hasil uji Scheffe Kelompok Kontrol olive oil 2 ml/Kg BB Kontrol CCl42 ml/Kg BB Kontrol ekstrak 180 mg/Kg BB Kontrol CMC-Na 1 % 18 ml/Kg BB + CCl4 2 ml/Kg BB EEDSMJ 180 mg/Kg BB 1 hari + CCl4 2 ml/Kg BB EEDSMJ 180 mg/Kg BB 3 hari + CCl4 2 ml/Kg BB EEDSMJ 180 mg/Kg BB 6 hari + CCl4 2 ml/Kg BB Kontrol olive oil 2 ml/Kg BB Kontrol CCl42 ml/Kg BB B B EEDSMJ Kontrol Kontrol 180 ekstrak CMC-Na mg/Kg BB 180 1 % 18 1 hari + mg/Kg ml/Kg BB CCl4 2 BB ml/Kg BB EEDSMJ 180 mg/Kg BB 3 hari + CCl4 2 ml/Kg BB EEDSMJ 180 mg/Kg BB 6 hari + CCl4 2 ml/Kg BB TB B B B B B TB B B B B B B B B B B B TB TB B B TB B B B B B B B B B B B B B B TB TB TB Keterangan : EEDSMJ : Estrak Etanol Daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq., B = Berbeda bermakna (p<0,05) , TB = Tidak berbeda bermakna (p>0,05)

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Kelompok Tabel VIII. Analisis kebermaknaan AST antar kelompok perlakuan berdasarkan hasil uji Scheffe EEDSMJ EEDSMJ EEDSMJ Kontrol Kontrol Kontrol Kontrol 180 180 180 mg/Kg ekstrak olive oil CCl42 CMC-Na mg/Kg BB mg/Kg BB 6 hari 180 2 ml/Kg ml/Kg 1% 18 1 hari + BB 3 hari + CCl4 2 mg/Kg BB BB ml/Kg BB CCl4 2 + CCl4 2 ml/Kg BB BB ml/Kg BB ml/Kg BB Kontrol olive oil 2 ml/Kg BB Kontrol CCl42 ml/Kg BB Kontrol ekstrak 180 mg/Kg BB Kontrol CMC-Na 1 % 18 ml/Kg BB + CCl4 2 ml/Kg BB EEDSMJ 180 mg/Kg BB 1 hari + CCl4 2 ml/Kg BB EEDSMJ 180 mg/Kg BB 3 hari + CCl4 2 ml/Kg BB EEDSMJ 180 mg/Kg BB 6 hari + CCl4 2 ml/Kg BB B B TB B B B B B TB B B B B B B B B B B TB TB TB B B TB B B B B B B B B B TB B B B B TB TB TB Keterangan : EEDSMJ : Estrak Etanol Daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq., B = Berbeda bermakna (p<0,05) , TB = Tidak berbeda bermakna (p>0,05)

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 U/L + CCl4 + CCl4 + CCl4 + CCl4 Gambar 7. Diagram batang aktivitas AST rata-rata pengaruh waktu protektif pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. terhadap hepatotoksisitas karbon tetraklorida 1. Kontrol negatif (Olive oil 2 ml/Kg BB) Olive oil pada penelitian ini juga digunakan sebagai kelompok kontrol negatif. Tujuan dilakukannya pengujian menggunakan kelompok kontrol negatif yaitu sebagai cara untuk membuktikan jika pelarut yang diberikan dan yang digunakan yaitu olive oil tidak menyebabkan meningkatnya aktivitas ALT dan AST serum pada hewan uji dalam penelitian ini melainkan peningkatan dari aktivitas ALT dan AST serum disebabkan oleh pemberian hepatotoksin dari karbon tetraklorida. Pemberian dosis olive oil yaitu 2 ml/Kg BB yang merupakan dosis yang sama dengan pemberian dosis karbon tetraklorida. Tujuan diberikannya dosis yang sama pada hewan uji dalam penelitian ini antara dosis karbon tetraklorida dengan dosis olive oil untuk dapat membuktikan apakah olive

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 oil dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kenaikkan aktivitas serum ALT dan AST sehingga hasil yang diberikan dapat digunakan untuk perlakuan hewan uji dalam penelitian pada satu hari, tiga hari, dan enam hari. Hasil nilai rata-rata ALT dan AST yang didapatkan berdasarkan pengujian yang dilakukan berikut tersaji pada tabel IX. Tabel IX. Perbandingan aktivitas serum ALT dan AST kelompok kontrol olive oilpada pencuplikan darah jam ke-0, ke-24, ke-48, dan ke-72 Perlakuan Purata aktivitas Purata aktivitas jam keALT ± SE (U/L) AST ± SE (U/L) 0 47,0 ± 1,7 93,8 ± 3,3 24 56,8 ± 1,7 107,4 ± 5,5 48 57,4 ± 2,9 107,2 ± 3,5 72 57,6 ± 1,9 100 ± 5,8 Keterangan, B = Berbeda bermakna (p<0,05), TB = Tidak berbeda bermakna (p>0,05) Data aktivitas serum ALT kontrol olive oil pada jam ke-0 rata-rata yang diperoleh, yaitu 47 ± 1,7(U/L), pada jam ke-24 rata-rata yang diperoleh, yaitu 56,8 ± 1,7(U/L), pada jam ke-48 rata-rata yang diperoleh 57,4 ± 2,9 (U/L), dan jam ke72, yaitu 57,5 ± 1,9 (U/L). Rata-rata nilai AST pada jam ke-0 yaitu 93,8 ± 3,3(U/L), ke-24, yaitu 107,4 ± 5,5(U/L), ke-48 rata-rata yang diperoleh 107,2 ± 3,5 (U/L), dan ke-72 rata-rata yang diperoleh 100 ± 5,8 (U/L). Hasil data analisis statistik yang dilakukan mengunakan uji t-berpasangan diketahui aktivitas ALT dan AST kelompok kontrol olive oil pada jam ke-0, ke-24, ke-48, dan ke-72 dengan signifikasi pada aktivitas ALT yaitu 0,789 (p>0,05), 0,968 (p>0,05), 0,731 (p>0,05), dan 0,323 (p>0,05) dari data ini menunjukkan data normal, data yang diperoleh ini digunakan sebagai nilai normal aktivitas ALT dan AST dan digunakan pada penelitian selanjutnya. Hasil data yang diperoleh tidak dalam rentang normal, menurut Hastuti, 2008 (cit., Adrianto, 2011) nilai aktivitas ALT

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 dan AST pada nilai normal yakni untuk ALT 19,3-68,9 U/L dan untuk AST 29,877,0. Hal ini dapat disebabkan karena enzim aspartate tidak hanya spesifik berada dihati, namun dapat berada dalam hati, otot rangka, jantung dan seluruh jaringan, sehingga data yang diperoleh belum bisa dijadikan alasan sebagai kerusakan hati. U/L Gambar 8. Diagram batang rata-rata perbandingan ALT kontrol olive oil jam ke-0, ke-24, ke-48, dan ke-72 U/L Gambar 9. Diagram batang rata-rata perbandingan AST kontrol olive oil jam ke-0, ke-24, ke-48, dan ke-72

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Setelah aktivitas ALT serum yang diuji normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dilanjutkan dengan menganalisis menggunakan analisis variansi satu arah ( One Way ANOVA) dengan melihat nilai signifikansi sebesar 0,245 (p>0,05). Data menunjukkan bahwa dari ke empat kelompok terlihat perbedaan data dan menunjukkan bahwa data yang diperoleh homogen. Kemudian melakukan uji scheffe sehingga dapat diketahui kebermaknaan perbedaan dari setiap kelompok. Hasil nilai rata-rata ALT dari uji scheffe yang didapatkan berdasarkan pengujian yang dilakukan berikut tersaji pada tabel X. Tabel X. Hasil uji Scheffe ALT pemberian olive oil dosis 2 mL/kgBB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 Perlakuan 0 24 48 72 jam ke0 B B B 24 B TB TB 48 B TB TB 72 B TB TB Keterangan : B = Berbeda bermakana (p<0,05); TB = Berbeda tidak bermakana (p>0,05) Hasil uji Scheffe terlihat adanya keberbedaan bermakna aktivitas ALT serum jam ke-0 dengan jam ke-24, ke-48 dan ke-72, keberbedaan ini karena setelah diberikannya olive oil terjadi peningkatan dari aktivitas ALT serum pada jam ke-0 aktivitas ALT, yaitu 47,0 ± 1,7 U/L, jam ke-24, yaitu 56,8 ± 1,7 U/L, jam ke-48, yaitu 57,4 ± 2,9 U/L, dan jam ke-72 yaitu 57,6 ± 1,9 U/L. Peningkatan aktivitas ALT dari jam ke-0, ke-24, ke-48, dan ke-72 setelah pemberian olive oil masih berada dalam rentang nilai normal. Menurut Hastuti, 2008 (cit., Rosari, 2013) rentang nilai normal ALT 19,3-68,9 U/L dan untuk AST 29,8-77,0 U/L. Aktivitas ALT menunjukkan signifikansi masing masing sebesar 0,943 (p>0,05) pada jam ke-0, jam ke-24 yaitu 0,862 (p>0,05), jam ke-48 yaitu 0,971

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 (p>0,05), dan jam ke-72 yaitu 0,988 (p>0,05). Data yang diperoleh normal. Hasil data aktivitas ALT serum menggunakan uji normalitas Kolmogorov Smirnov dilanjutkan dengan analisis variansi satu arah ( One Way ANOVA) dengan nilai signifikansi yaitu 0,196 (p>0,05). Hasil menunjukkan perbedaan pada ke empat kelompok dan data yang diperoleh homogen. Melanjutkan uji dengan uji scheffe untuk melihat kebermaknaan perbedaan setiap kelompok. Hasil analisis aktivitas AST dari uji Scheffe tersaji pada tabel XI. Tabel XI. Hasil uji Scheffe aktivitas AST pemberian olive oil dosis 2 mL/kgBB pada pencuplikan darah jam ke-0, 24, 48 dan 72 Perlakuan 0 24 48 72 jam ke0 TB TB TB 24 TB TB TB 48 TB TB TB 72 TB TB TB Keterangan : B = Berbeda bermakana (p<0,05); TB = Berbeda tidak bermakana (p>0,05) Hasil uji Scheffe diperoleh perbedaan tidak bermakna aktivitas AST serum jam ke-0 dengan aktivitas AST serum pada jam ke-24, jam ke-48, dan jam ke-72. Data yang diperoleh menunjukkan pemberian olive oil tidak memberikan pengaruh terhadap aktivitas AST serum. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian olive oil memberikan pengaruh hanya terhadap peningkatkan aktivitas ALT serum namun peningkatan yang terjadi masih dalam batas yang normal, sedangkan pada aktivitas AST tidak mengalami peningkatan. Hasil data yang diperoleh tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian olive oil 2 ml/kgBB tidak memberikan efek hepatotoksik.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 2. Kontrol hepatotoksin (karbon tetraklorida 2 ml/kgBB) Pada penelitian ini menggunakan kelompok kontrol hepatotoksin. Tujuan dilakukannya kontrol hepatotoksin yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh yang diberikan oleh karbon tetraklorida dengan dosis 2 ml/Kg BB pada hati hewan uji yang digunakan dalam penelitian yang terlihat dari adanya kenaikkan aktivitas serum ALT dan AST. Pada pengujian ini dilakukan pemejanan karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB yang diberikan pada hewan uji secara intraperitonial. Setelah diberikan karbon tetraklorida kemudian pada jam ke-24 dilakukan pencuplikan darah pada hewan uji, sehingga dapat digunakan untuk mengukur aktivitas serum ALT dan AST yang akan dibandingkan dengan kelompok kontrol olive oil. Hasil data pengukuran yang ada pada Tabel VI dan tabel VII. Pada tabel VI terlihat adanya peningkatan aktivitas ALT yaitu 203,8 ± 5,9 U/L, dengan memberikan perbedaan bermakna (p<0,05) terhadap kontrol olive oil (tabel VII), sedangkan pada pengukuran aktivitas AST kelompok kontrol hepatotoksin yaitu 493,4 ± 7,3 (tabel VI) dengan menunjukkan kenaikkan aktivitas AST yang memberikan perbedaan bermakna (p<0,05) terhadap kontrol olive oil (tabel VIII). Hasil dari rata-rata aktivitas ini memberikan penegasan bahwa karbon tetraklorida dengan dosis 2 ml/Kg BB memiliki efek hepatotoksik pada hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini. 3. Kontrol pelarut CMC-Na 1 % dosis 18 ml/Kg BB Penelitian ini menggunakan kelompok kontrol pelarut, yaitu CMC-Na 1% dengan dosis 18 ml/Kg BB yang diperoleh dari volum maksimum dari dosis

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 tertinggi yaitu 3,6 ml/200 g BB. Tujuan dilakukannya pengujian menggunakan kontrol pelarut ini untuk membuktikan bahwa pemberiaan pelarut CMC-Na tidak mempengaruhi kenaikkan aktivitas ALT dan AST pada hewan uji dalam penelitian. Nilai aktivitas ALT dan AST kontrol negatif CMC-Na 1 % dijadikan sebagai patokan nilai normal untuk penelitian selanjutnya. Hasil dari pengujian yang diperoleh aktivitas serum ALT sebesar 202 ± 3,8 U/L dan aktivitas serum AST sebesar 489,6 ± 6,0 U/L. Hasil data aktivitas serum ALT dan AST menunjukkan bahwa kondisi hati sudah tidak dalam keadaan normal, hal ini dapat terlihat dari angka aktivitas ALT yaitu 202 ± 3,8 U/L yang tidak masuk dalam rentang normal menurut Hastuti, 2008 (cit., Adrianto, 2011) rentang normal serum ALT tikus putih yaitu 29,8-77,0 U/L, sedangkan aktivitas AST serum tikus putih, yaitu 19,3-68,9 U/L sehingga tidak dapat menjadi patokan bahwa hati telah mengalami kerusakan sel atau nekrosis. Hal ini disebabkan sebagian besar enzim aspartate tidak spesifik di hati, namun berada dalam hati, jantung, otot rangka, dan tersebar diseluruh jaringan sehingga tidak dapat dijadikan sebagai patokan dari kerusakan hati. 4. Kontrol Ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 180 mg/kg BB Pada penelitian ini digunakan kontrol ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. yang dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh dari pemberian ekstrak terhadap aktivitas serum ALT dan AST tanpa diberikan karbon tetraklorida pada hewan uji dalam penelitian.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Aktivitas serum ALT kontrol ekstrak daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB sebesar 62,4 ± 2,11 U/L sedangkan aktivitas serum AST sebesar 113 ± 3,4 U/L, jika dibandingkan dengan aktivitas serum ALT kontrol negatif CMC-Na 1 %, yaitu sebesar 202 ± 3,8 U/L dengan aktivitas serum ALT kontrol ekstrak daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB maka terlihat adanya perbedaan aktivitas ALT kontrol ekstrak daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan kontrol negatif CMC-Na dengan memberikan perbedaan bermakna (p<0,05) (tabel VII). Sedangkan pada aktivitas AST kontrol negatif CMC-Na 1% sebesar 489,6 ± 6,0 U/L terlihat perbedaan antara perbedaan aktivitas ALT kontrol ekstrak daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan kontrol negatif CMC-Na dengan memberikan perbedaan bermakna (p<0,05). Walaupun angka aktivitas serum ALT dan AST kontrol ekstrak daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. tidak masuk dalam rentang normal, namun angka yang diperoleh dapat menjadi patokan terjadinya kerusakan sel hati tikus dalam penelitian ini. Hal ini disebabkan sebagian besar enzim aspartate tidak spesifik dihati, namun berada dalam hati, jantung, otot rangka, dan tersebar diseluruh jaringan sehingga tidak dapat dijadikan sebagai patokan dari kerusakan hati. 5. Kelompok perlakuan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB pada tikus yang diinduksi karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB Pada penelitian ini dilakukan penelitian satu, tiga, dan enam hari dengan memberikan ekstrak etanol Swietenia mahagoni (L.) Jacq. pada tikus secara oral sebelum diberikan pemejanan karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB. Pemilihan

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 waktu pada hari ke-1, ke-3, dan ke-6 sebagai suatu model lama perlakuan untuk proteksi hepatoprotektif ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. menurut Sengupta (2011) yang jika dikonversikan pada manusia 1 hari pada tikus merupakan 26,7 hari pada manusia, 3 hari pada tikus merupakan 80,1 hari pada manusia dan 6 hari pada tikus merupakan 160,2 hari pada manusia. Hasil aktivitas ALT pada kelompok hari ke-1, yaitu sebesar 99,4 ± 2,9 U/L (tabel VI). Pada analisis data secara statistik memberikan perbedaan bermakna dengan signifikasi 0,008 (p<0,05) antara kelompok perlakuan 1 hari dengan kontrol olive oil dengan menggunakan uji Scheffe. Hasil aktivitas AST kelompok hari ke-1 menunjukkan nilai sebesar 217 ± 13,2 U/L (tabel VI) dengan memberikan perbedaan bermakna dengan signifikasi 0,008 (p<0,05) antara kelompok perlakuan satu hari dengan kontrol olive oil dengan menggunakan uji Scheffe. Dari hasil signifikasi aktivitas ALT dan AST yaitu 0,008 (p<0,05) menunjukkan perbedaan bermakna dengan kontrol hepatotoksin yaitu karbon tetraklorida. Dari hasil yang diperoleh tersebut dapat dilihat bahwa ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB mampu memberikan efek hepatoprotektif pada tikus jantan yang telah diinduksi dengan karbon tetraklorida dengan dosis 2 ml/Kg BB. Pada kelompok perlakuan hari ke-1 diperoleh aktivitas ALT dengan persen efek hepatoprotektif sebesar 71,0 % dan aktivitas AST 71,6 (tabel VI). Dilakukan perbandingan antara kontrol olive oil dengan aktivitas ALT dan AST dan diperoleh berbeda bermakna dengan hasil data signifikasi (p<0,05)

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 (tabel VII dan VIII), sehingga dapat dikatakan bahwa kerusakan yang terjadi belum kembali pada keadaan yang normal. Data aktivitas ALT pada kelompok hari ke-3, yaitu sebesar 81,2 ± 1,9 U/L (tabel VI). Pada analisis data secara statistik memberikan perbedaan bermakna dengan signifikasi 0,008 (p<0,05) antara kelompok perlakuan tiga hari dengan kontrol olive oil dengan menggunakan uji Scheffe. Hasil aktivitas AST kelompok hari ke-3 menunjukkan nilai sebesar 201,8 ± 12,2 U/L (tabel VI) dengan memberikan perbedaan bermakna dengan signifikasi 0,008 (p<0,005) antara kelompok perlakuan tiga hari dengan kontrol olive oil dengan menggunakan uji Scheffe. Dari hasil signifikasi aktivitas ALT dan AST yaitu 0,008 (p<0,05) menunjukkan perbedaan bermakna dengan kontrol hepatotoksin yaitu karbon tetraklorida. Dari hasil yang diperoleh tersebut dapat dilihat bahwa ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB mampu memberikan efek hepatoprotektif pada tikus jantan yang telah diinduksi dengan karbon tetraklorida dengan dosis 2 ml/Kg BB. Pada kelompok perlakuan hari ke-3 diperoleh aktivitas ALT dengan persen efek hepatoprotektif sebesar 78,8 % dan aktivitas AST, yaitu 75,5 % (tabel VI). Dilakukan perbandingan antara kontrol olive oil dengan aktivitas ALT dan AST dan diperoleh berbeda bermakna dengan hasil data signifikasi (p<0,05) (tabel VII dan VIII), sehingga dapat dikatakan bahwa kerusakan yang terjadi belum kembali pada keadaan yang normal. Hasil aktivitas ALT pada kelompok hari ke-6 yaitu sebesar 97,2 ± 2,5 U/L (tabel VI). Pada analisis data secara statistik memberikan perbedaan bermakna

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 dengan signifikasi 0,008 (p<0,05) antara kelompok perlakuan enam hari dengan kontrol olive oil dengan menggunakan uji Scheffe. Hasil aktivitas AST kelompok hari ke-6 menunjukkan nilai sebesar 225,8 ± 3,1 U/L (tabel VI) dengan memberikan perbedaan bermakna dengan signifikasi 0,008 (p<0,005) antara kelompok perlakuan enam hari dengan kontrol olive oil dengan menggunakan uji Scheffe. Dari hasil signifikasi aktivitas ALT dan AST yaitu 0,008 (p<0,05) menunjukkan perbedaan bermakna dengan kontrol hepatotoksin yaitu karbon tetraklorida. Dari hasil yang diperoleh tersebut dapat dilihat bahwa ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB mampu memberikan efek hepatoprotektif pada tikus jantan yang telah diinduksi dengan karbon tetraklorida dengan dosis 2 ml/Kg BB. Pada kelompok perlakuan hari ke-6 diperoleh aktivitas ALT dengan persen efek hepatoprotektif sebesar 72,5 % dan aktivitas AST, yaitu 69,3 % (tabel VI). Dilakukan perbandingan antara kontrol olive oil dengan aktivitas ALT dan AST dan diperoleh berbeda bermakna dengan hasil data signifikasi (p<0,05) (tabel VII dan VIII), sehingga dapat dikatakan bahwa kerusakan yang terjadi belum kembali pada keadaan yang normal. Hasil yang diperoleh pada waktu ke-1, ke-3 dan ke-6 hari ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. mengalami kerusakan hati namun tidak kembali normal dengan dosis 180 mg/Kg BB dapat melindungi hati tikus akibat karbon tetraklorida yang diinduksi pada hati tikus dengan dosis 2 ml/Kg BB. Ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. memberikan efek hepatoprotektif dengan mekanisme antioksidan. Antioksidan ini memiliki

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 kemampuan melindungi sel hati dengan menangkap radikal bebas triklorometil (●CCl3) kemudian diubah menjadi produk non toksis yang tidak sampai merusak retikulum endoplasma pada sel hati, hal ini mengakibatkan rekasi selanjutnya menyebabkan kerusakan hati berupa steatosis kemudian terhenti. Jika dilihat dari perlakuan kelompok 3 hari yaitu hari ke-1, hari ke-3 dan hari ke-6 dengan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dapat diketahui dapat digunakan sebagai hepatoprotektor walaupun pada hari ke-3 memiliki persen hepatoprotektif lebih besar dati hari ke-1 dan hari ke-6 yaitu pada aktivitas ALT 78,8 % dan aktivitas AST, yaitu 75,5 %, dan senyawa penginduksi yang digunakan yaitu karbon tetraklorida yang mampu menyebabkan steatosis. Kadar flavonoid yang diperoleh dari ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. sangat kecil, sehingga semula hipotesis bahwa flavonoid yang memiliki efek hepatoprotektif paling besar sebagai efek hepatoprotektif ternyata ada komponen lain yang memiliki efek hepatoprotektif yang memiliki aktivitas antioksidan seperti flavonoid yaitu tannin dan terpenoid. Setelah melihat aktivitas ALT dan AST dapat dilanjutkan dengan melihat gambaran histopatologi untuk melihat gambaran hingga bagian struktural kerusakan hati. Perlu melakukan penelitian tambahan selama dua hari dengan pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB untuk melihat seberapa besar efek hepatoprotektif selama pemberian dua hari dengan persen hepatoprotektif yang lebih besar atau kecil dari pemberian selama tiga hari pemberian.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 E. Rangkuman Pembahasan Hasil penelitian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. pengaruh waktu hari ke-1, hari ke-3, dan hari ke-6 dengan dosis 180 mg/Kg BB, dapat menurunkan aktivitas serum ALT dan AST yang diinduksi oleh karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB. Hasil Purata ALT berturut-turut yaitu 99, 4 ± 2,9 U/L, 81,2 ± 1,9 U/L, dan 97,2 ± 2,5 U/L sedangkan hasil purata AST berturut-turut yaitu 217 ± 13,2 U/L, 201,8 ± 12,2 U/L, dan 225,8 ± 3,1 U/L. Hasil jangka waktu hari dari pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dapat memberikan efek hepatoprotektif dan hal ini sesuai dengan hipotesis bahwa ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dapat memberikan efek hepatoprotektif terhadap tikus yang terinduksi karbon tetraklorida. Hal ini berdasarkan pada perbandingan pada kelompok kontrol olive oil dengan kelompok kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida, sehingga dalam penelitian ini hari peneliti memilih pada hari ke-3 karena pada hari ke-3 merupakan waktu optimum yang mampu memberikan proteksi pada hati sebesar 78,7 % berdasarkan aktivitas ALT dan pada AST sebesar 75,5 %.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Lama praperlakuan satu, tiga, dan enam hari pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dengan dosis 180 mg/Kg BB memiliki efek hepatoprotektif yang terinduksi dengan karbon tetraklorida dengan dosis 2 ml/Kg BB pada tikus jantan berdasarkan aktivitas ALT sebesar 71,0% pada satu hari, 78,8% pada tiga hari dan 72,5% pada enam hari. 2. Waktu optimum untuk memberikan efek hepatoprotektif pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida selama tiga hari berturut-turut setelah pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB. B. Saran 1. Perlu melakukan gambaran histopatologi terhadap organ hati pada hewan uji penelitian untuk melihat apakah ada kerusakan pada organ hati meskipun ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dapat menurunkan aktivitas ALT dan AST. 2. Perlu melakukan penelitian selama dua hari dengan pemberian ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. dosis 180 mg/Kg BB untuk melihat seberapa besar efek hepatoprotektif selama pemberian dua hari dengan persen hepatoprotektif yang lebih besar atau kecil dari pemberian selama tiga hari pemberian. 56

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 DAFTAR PUSTAKA Adrianto, E.E., 2011, Efek Hepatoprotektif Ekstrak Metanol : Air Daun Macaranga tanarius (L.) Pada Tikus Jantan Terinduksi Parasetamol, Skripsi, Univesitas Sanata Dharma. Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, 2005, Standarisasi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Salah Satu Tahapan Penting dalam Pengembangan Obat Asli Indonesia, Vol (6), Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, pp.5. Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, 2010, Acuan Sediaan Herbal, 5 (1), Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, pp.6-7. Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, 2013, Pedoman Teknologi Formulasi Sediaan Berbasis Ekstrak, Vol (2) , Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, pp. 9. Baradero, M., Dayrit, W.M. dan Siswadi, Y., 2008, Klien Gangguan Hati Seri Asuhan Keperawatan, Penerbit Kedokteran EGC , Jakarta, pp. 1-3. Bastiansyah, E., 2008, Panduan Lengkap: Membaca Hasil Tes Kesehatan, Penebar Plus+, Jakarta, pp. 53. Bhurat, M.R., Bavaskar, S.R., Agrawal, A.D., dan Bagad, Y.M., 2011, Swietenia mahagoni Linn. A Phytopharmaclogical review, Asian Journal of Pharmaceutical Research, pp. 1 – 3. Direktorat Jenderal Pangawasan Obat dan Makanan, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, pp. 7. Gamawan, I.S., 2014, Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Daun Switenia mahagoni (L.) Jacq. Pada Tikus Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Karbon Tetraklorida, Skripsi, Universitas Sanata Dharma. Hajra, S., Metha, A., dan Pandey, K., 2011, Phenolic Compounds and antioxidant activity of Swietenia mahagoni seeds, International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, pp. 431. Hodgson, E., 2010, A Textbook of Modern Toxicology, 4th edition, John Wiley & Sons,Inc., New Jersey, pp. 287. Janakat, S., dan Al-Merie, H., 2002, Optimization of the dose and route of injection, and characterization of the time course of carbon tetrachlorideinduced hepatotoxicity in the rat, J. Pharm. Tox. Methods, 48, 41-44.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Junieva, N.P., 2006, Pengaruh Pemberian Ekstrak (Phyllanthus sp.) terhadap Gambaran Mikroskopik Paru Tikus Wistar yang Diinduksi Karbon Tetraklorida, http://eprints.undip.ac.id/21001/1/Pramavita.pdf, diakses tanggal 23 Maret 2014 Kumar, S., and Pandey, A., 2013, Chemistry and Biological Activites of Flavonoids: An Overview, Hindawi Publishing Corporation The Scintific World Journal, pp.1-16. Matin, S.A., Haque, S.M., dan Hossain, H., 2013, Phytochemical Investigationand Standardization of mahogani Tea Powder from Swietenia mahogani Leaves, International Journal of Pharmaceutical and Phytopharmacological Research, 2 (4), pp. 295- 301. Mitchell and Richard, et al., 2006, Buku Saku Dasar Patologis Penyakit, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 20. Naveen, Y., Rupini, G., Ahmed, D., Urooj, A., Pharmacological effects and active phytoconstituents of Swetenia mahagoni: a review, Journal of Integrative medicine, pp. 86-93. Nugroho, K., 2014, Pengaruh Lama Praperlakuan Pemberian Infusa Herba Mimosa pigra L. Dosis 2,835 mg/Kg BB Terhadap Efek Hepatoprotektif Tikus Jantan Terinduksi Karbon Tetralorida, Skripsi, Universitas Sanata Dharma Panjaitan, P.G., Handharyani, E., Chairul, Masriani, Zakiah, Z., dan Manalu, W., Pengaruh Pemberian Karbon Tetraklorida Terhadap Fungsi Hati dan Ginjal Tikus, http://journal.ui.ac.id/health/article/viewFile/217/213, diakses tanggal 23 Maret 2014 Pearce, C.E., 2005, Anatomi dan Fisiologi U.Ps, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, pp. 201. Pearce, C.E., 2009, Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, p. 247. Permadi, A., 2008, Membuat Kebun Tanaman Obat, Pustaka Bunda (Grup Puspa Swara);Anggota IKAPI, Jakarta, pp. 41. Romadhona, S., 2009, Hubungan Kadar Adiponektin Dengan Penyakit Perlemakan Hati Non Alkohol Pada Remaja Obesitas, Tesis, Universitas Diponegoro.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Rosari, A., 2013, Efek Hepatoprotektif Jangka Pendek Dekoksi biji Persea Americana Mill. Terhadap Aktivitas ALT-AST Pada Tikus Terinduksi Karbon Tetraklorida, Skripsi, Universitas Sanata Dharma. Sabiston, C,D., 1992. Buku Ajar Bedah, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 91. Sahgal, G., Ramanathan, S., Sasidharan, S., Mordi, M. N., Ismail, S., dan Mansor, S.M., 2009, In Vitro Antioxidant and Xanthine Oxidase Inhibitory Activities of Methanolic Swietenia mahogani Seed Extracts, Molecules, 14, 4476-4485. Sari, W., Indrawati, L., dan Djing, G. O, 2008, Care Yourself;Hepatitis, Penebar Plus+, Jakarta, p. 28. Sengupta, P., 2011, A Scientific Review of Age Determination for a Laboratory Rat:How Old is it in Comparison with Human Age?, Biomedicine International, 2 (2011), pp. 81-89. Slonane, E., 2003, Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 291. Soenanto, H., 2009, 100 Resep Sembuhkan Hipertensi, Asam Urat, dan Obesitas, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, pp. 66. Sofia, N. A., Nurdjanah, S., dan Ratnasari, N., 2009, Kadar Leptin pada Populasi non Diabetes dengan dan tanpa Non Alcoholic Fetty Liver (NAFL), Berkala Kesehatan Klinik, 15 (1), 49-55. Tappi, S.E., Lintong, P., dan Loho, L.L., 2013, Gambaran Histopatologi Hati Tikus Wistar yang diberikan Jus Tomat (Solanum Lycopersicum) Pasca Kerusakan Hati Wistar yang Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCl4), Skripsi, Universitas Sam Ratulangi. Timbrell, J.A., 2009, Principles of Biochemical Toxicology, Informa Healthcare USA, New York, pp. 308, 309. Yuzammi, Witono, J.R., dan Hidayat, S., 2010, Ensiklopedia Flora, PT Kharisma Ilmu, Bogor, pp. 93 -95. World Health Organization, 2002, Bahaya Bahan Kimia Pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 65-66. Winarsi, H., 2007, Antioksidan Alami dan Radikal Bebas, Penerbit Kanisius (anggota IKAPI), Yogyakarta, pp. 4,26.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 60

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 LAMPIRAN Lampiran 1. Foto daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Lampiran 2. Foto ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Lampiran 3. Foto larutan eksrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 0,3 g/ 30 ml

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Lampiran 4. Surat determinasi tanaman Swietenia mahagoni (L.) Jacq.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Lampiran 5. Surat Ethical Clearence

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Lampiran 6. Data Analisis statistik aktivitas serum ALT dan AST pada uji pendahuluan penentuan waktu pencuplikan darah hewan uji pada karbontetraklorida dengan dosis 2 ml/Kg BB. ALT NPar Tests Descriptive Statistics N Mean jam_0 5 Std. Deviation 65.0000 Minimum 14.57738 Maximum 54.00 87.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jam_0 N 5 Normal Parameters a Mean 65.0000 Std. Deviation Most Extreme Differences 1.45774E1 Absolute .332 Positive .332 Negative -.225 Kolmogorov-Smirnov Z .741 Asymp. Sig. (2-tailed) .642 a. Test distribution is Normal. Descriptive Statistics N Mean jam_24 5 Std. Deviation 2.0380E2 13.14154 Minimum Maximum 183.00 218.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jam_24 N Normal Parameters 5 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute 2.0380E2 1.31415E1 .246

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Positive .143 Negative -.246 Kolmogorov-Smirnov Z .549 Asymp. Sig. (2-tailed) .924 a. Test distribution is Normal. Descriptive Statistics N Mean jam_48 5 Std. Deviation 79.4000 9.76217 Minimum Maximum 63.00 88.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jam_48 N 5 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 79.4000 Std. Deviation 9.76217 Absolute .284 Positive .189 Negative -.284 Kolmogorov-Smirnov Z .634 Asymp. Sig. (2-tailed) .816 a. Test distribution is Normal. Descriptive Statistics N Mean jam_72 5 54.0000 Std. Deviation 4.84768 Minimum Maximum 46.00 58.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jam_72 N Normal Parameters 5 a Mean 54.0000

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Std. Deviation Most Extreme Differences 4.84768 Absolute .260 Positive .205 Negative -.260 Kolmogorov-Smirnov Z .581 Asymp. Sig. (2-tailed) .888 a. Test distribution is Normal. Oneway Descriptives ALT 95% Confidence Interval for Mean Std. N Mean Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 1 5 65.0000 14.57738 6.51920 46.8998 83.1002 54.00 87.00 2 5 2.0380E2 13.14154 5.87707 187.4826 220.1174 183.00 218.00 3 5 79.4000 9.76217 4.36578 67.2787 91.5213 63.00 88.00 4 5 54.0000 4.84768 2.16795 47.9808 60.0192 46.00 58.00 20 1.0055E2 62.70606 14.02150 71.2027 129.8973 46.00 218.00 Tota l Test of Homogeneity of Variances ALT Levene Statistic 1.697 df1 df2 3 Sig. 16 .208 ANOVA ALT Sum of Squares Between Groups Within Groups Total df Mean Square 72692.950 3 24230.983 2016.000 16 126.000 74708.950 19 F 192.309 Sig. .000

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Post Hoc Tests Multiple Comparisons ALT Scheffe (I) (J) 95% Confidence Interval kelomp kelomp Mean Difference ok ok 1 2 -138.80000 * 7.09930 .000 -160.9296 -116.6704 3 -14.40000 7.09930 .287 -36.5296 7.7296 4 11.00000 7.09930 .512 -11.1296 33.1296 1 138.80000 * 7.09930 .000 116.6704 160.9296 3 124.40000 * 7.09930 .000 102.2704 146.5296 4 149.80000 * 7.09930 .000 127.6704 171.9296 1 14.40000 7.09930 .287 -7.7296 36.5296 2 -124.40000 * 7.09930 .000 -146.5296 -102.2704 4 25.40000 * 7.09930 .022 3.2704 47.5296 1 -11.00000 7.09930 .512 -33.1296 11.1296 2 -149.80000 * 7.09930 .000 -171.9296 -127.6704 3 -25.40000 * 7.09930 .022 -47.5296 -3.2704 2 3 4 (I-J) Std. Error Sig. *. The mean difference is significant at the 0.05 level. Homogeneous Subsets ALT Scheffe Subset for alpha = 0.05 kelomp ok N 1 2 4 5 54.0000 1 5 65.0000 3 5 2 5 Sig. 3 65.0000 79.4000 2.0380E2 .512 .287 1.000 Lower Bound Upper Bound

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 ALT Scheffe Subset for alpha = 0.05 kelomp ok N 1 2 4 5 54.0000 1 5 65.0000 3 5 2 5 Sig. 3 65.0000 79.4000 2.0380E2 .512 .287 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 AST NPar Tests Descriptive Statistics N Mean jam_0 5 Std. Deviation 94.4000 Minimum 10.11435 Maximum 78.00 104.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jam_0 N 5 Normal Parameters a Mean 94.4000 Std. Deviation Most Extreme Differences 1.01143E1 Absolute .245 Positive .171 Negative -.245 Kolmogorov-Smirnov Z .548 Asymp. Sig. (2-tailed) .925 a. Test distribution is Normal. Descriptive Statistics N Mean jam_24 5 Std. Deviation 4.9340E2 16.44080 Minimum Maximum 468.00 512.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jam_24 N Normal Parameters 5 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z 4.9340E2 1.64408E1 Absolute .194 Positive .139 Negative -.194 .435

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Asymp. Sig. (2-tailed) .992 a. Test distribution is Normal. Descriptive Statistics N Mean jam_48 5 Std. Deviation 1.9420E2 23.38162 Minimum Maximum 169.00 225.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jam_48 N 5 Normal Parameters a Mean 1.9420E2 Std. Deviation Most Extreme Differences 2.33816E1 Absolute .218 Positive .218 Negative -.165 Kolmogorov-Smirnov Z .487 Asymp. Sig. (2-tailed) .972 a. Test distribution is Normal. Descriptive Statistics N Mean jam_72 5 Std. Deviation 1.0380E2 3.83406 Minimum Maximum 99.00 108.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jam_72 N Normal Parameters 5 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z 1.0380E2 3.83406 Absolute .198 Positive .167 Negative -.198 .443

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Asymp. Sig. (2-tailed) .990 a. Test distribution is Normal. Oneway Descriptives AST 95% Confidence Interval for Mean Std. N jam_0 Mean Deviation Std. Error Lower Bound 5 94.4000 10.11435 jam_24 5 jam_48 5 jam_72 5 Total 20 4.9340 E2 1.9420 E2 1.0380 E2 Upper Bound 81.8414 106.9586 78.00 104.00 7.35255 472.9860 513.8140 468.00 512.00 23.38162 10.45658 165.1679 223.2321 169.00 225.00 1.71464 99.0394 108.5606 99.00 108.00 37.24559 143.4941 299.4059 78.00 512.00 16.44080 3.83406 E2 5 Test of Homogeneity of Variances AST df1 3.550 df2 3 Sig. 16 .038 NPar Tests Descriptive Statistics N Maximum 4.52327 2.2145 166.5673 Levene Statistic Minimum Mean Std. Deviation Minimum Maximum AST 20 2.2145E2 166.56735 78.00 512.00 kelompok 20 2.5000 1.14708 1.00 4.00 Kruskal-Wallis Test

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Ranks kelompok AST N Mean Rank jam_0 5 3.80 jam_24 5 18.00 jam_48 5 13.00 jam_72 5 7.20 Total 20 Test Statistics a,b AST Chi-Square 16.923 df 3 Asymp. Sig. .001 a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: kelompok Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum AST 20 2.2145E2 166.56735 78.00 512.00 kelompok 20 2.5000 1.14708 1.00 4.00 Mann-Whitney Test Ranks kelompok AST N Mean Rank Sum of Ranks jam_0 5 3.00 15.00 jam_24 5 8.00 40.00 Total 10 b Test Statistics AST Mann-Whitney U .000

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Wilcoxon W 15.000 Z -2.611 Asymp. Sig. (2-tailed) .009 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .008 a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: kelompok Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum AST 20 2.2145E2 166.56735 78.00 512.00 kelompok 20 2.5000 1.14708 1.00 4.00 Mann-Whitney Test Ranks kelompok AST N Mean Rank Sum of Ranks jam_0 5 3.00 15.00 jam_48 5 8.00 40.00 Total 10 b Test Statistics AST Mann-Whitney U .000 Wilcoxon W 15.000 Z -2.611 Asymp. Sig. (2-tailed) .009 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .008 a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: kelompok Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 AST 20 2.2145E2 166.56735 78.00 512.00 kelompok 20 2.5000 1.14708 1.00 4.00 Ranks kelompok AST N Mean Rank Sum of Ranks jam_0 5 3.80 19.00 jam_72 5 7.20 36.00 Total 10 b Test Statistics AST Mann-Whitney U 4.000 Wilcoxon W 19.000 Z -1.786 Asymp. Sig. (2-tailed) .074 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .095 a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: kelompok Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum AST 20 2.2145E2 166.56735 78.00 512.00 kelompok 20 2.5000 1.14708 1.00 4.00 Ranks kelompok AST N Mean Rank Sum of Ranks jam_24 5 8.00 40.00 jam_48 5 3.00 15.00 Total 10 b Test Statistics AST Mann-Whitney U .000

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Wilcoxon W 15.000 Z -2.611 Asymp. Sig. (2-tailed) .009 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .008 a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: kelompok Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum AST 20 2.2145E2 166.56735 78.00 512.00 kelompok 20 2.5000 1.14708 1.00 4.00 Ranks kelompok AST N Mean Rank Sum of Ranks jam_24 5 8.00 40.00 jam_72 5 3.00 15.00 Total 10 b Test Statistics AST Mann-Whitney U .000 Wilcoxon W 15.000 Z -2.611 Asymp. Sig. (2-tailed) .009 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .008 a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: kelompok Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum AST 20 2.2145E2 166.56735 78.00 512.00 kelompok 20 2.5000 1.14708 1.00 4.00

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Ranks kelompok AST N Mean Rank Sum of Ranks jam_48 5 8.00 40.00 jam_72 5 3.00 15.00 Total 10 b Test Statistics AST Mann-Whitney U .000 Wilcoxon W 15.000 Z -2.611 Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: kelompok .009 .008 a

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Lampiran 7. Data analisis statistik ALT dan AST kelompok kontrol olive oil dosis 2 ml/Kg BB ALT NPar Test Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum ALT_Olive_oil_jam_0 5 47.0000 4.00000 43.00 53.00 ALT_Olive_oil_jam_24 5 56.8000 3.89872 51.00 61.00 ALT_Olive_oil_jam_48 5 57.4000 6.58027 48.00 63.00 ALT_Olive_oil_jam_72 5 57.6000 4.33590 50.00 61.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ALT_Olive_oil ALT_Olive_oil ALT_Olive_oil ALT_Olive_oil _jam_0 N _jam_24 _jam_48 _jam_72 5 5 5 5 47.0000 56.8000 57.4000 57.6000 4.00000 3.89872 6.58027 4.33590 Absolute .291 .221 .308 .427 Positive .291 .141 .197 .216 Negative -.159 -.221 -.308 -.427 Kolmogorov-Smirnov Z .652 .494 .688 .954 Asymp. Sig. (2-tailed) .789 .968 .731 .323 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal. Oneway Descriptives ALT

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 95% Confidence Interval for N Mean Olive oil Std. Deviation Error Mean Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 5 47.0000 4.00000 1.78885 42.0333 51.9667 43.00 53.00 5 56.8000 3.89872 1.74356 51.9591 61.6409 51.00 61.00 5 57.4000 6.58027 2.94279 49.2295 65.5705 48.00 63.00 5 57.6000 4.33590 1.93907 52.2163 62.9837 50.00 61.00 20 54.7000 6.36685 1.42367 51.7202 57.6798 43.00 63.00 Mean Square F jam 0 Olive oil jam 24 Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 Total Std. Test of Homogeneity of Variances ALT Levene Statistic df1 1.531 df2 3 Sig. 16 .245 ANOVA ALT Sum of Squares df Between Groups 397.000 3 132.333 Within Groups 373.200 16 23.325 Total 770.200 19 5.673 Sig. .008 Post Hoc Tests Multiple Comparisons ALT Scheffe 95% Confidence Interval Mean Difference (I) Jam_ke (J) Jam_ke (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Olive oil jam 0 Olive oil jam 24 Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 * 3.05450 .042 -19.3213 -.2787 -10.40000 * 3.05450 .030 -19.9213 -.8787 -10.60000 * 3.05450 .026 -20.1213 -1.0787 * 3.05450 .042 .2787 19.3213 Olive oil jam 48 -.60000 3.05450 .998 -10.1213 8.9213 Olive oil jam 72 -.80000 3.05450 .995 -10.3213 8.7213 * 3.05450 .030 .8787 19.9213 Olive oil jam 24 .60000 3.05450 .998 -8.9213 10.1213 Olive oil jam 72 -.20000 3.05450 1.000 -9.7213 9.3213 * 3.05450 .026 1.0787 20.1213 Olive oil jam 24 .80000 3.05450 .995 -8.7213 10.3213 Olive oil jam 48 .20000 3.05450 1.000 -9.3213 9.7213 Olive oil jam 24 -9.80000 Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 Olive oil jam 0 9.80000 Olive oil jam 0 10.40000 Olive oil jam 0 10.60000 *. The mean difference is significant at the 0.05 level. Homogeneous Subsets ALT Scheffe Subset for alpha = 0.05 Jam_ke N 1 2 Olive oil jam 0 5 Olive oil jam 24 5 56.8000 Olive oil jam 48 5 57.4000 Olive oil jam 72 5 57.6000 Sig. 47.0000 1.000 .995 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 AST NPar Tests Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum AST_Olive_oil_jam_0 5 93.8000 7.46324 87.00 106.00 AST_Olive_oil_jam_24 5 1.0740E2 12.34099 95.00 123.00 AST_Olive_oil_jam_48 5 1.0720E2 7.91833 98.00 116.00 AST_Olive_oil_jam_72 5 1.0000E2 13.05756 82.00 113.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test AST_Olive_oil AST_Olive_oil AST_Olive_oil AST_Olive_oil _jam_0 N Normal Parameters a Most Extreme Differences _jam_24 _jam_48 _jam_72 5 5 5 5 Mean 93.8000 107.4000 107.2000 100.0000 Std. Deviation 7.46324 12.34099 7.91833 13.05756 Absolute .236 .269 .218 .200 Positive .236 .269 .218 .160 Negative -.181 -.205 -.190 -.200

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Kolmogorov-Smirnov Z .528 .602 .488 .448 Asymp. Sig. (2-tailed) .943 .862 .971 .988 a. Test distribution is Normal. Oneway Descriptives AST N Olive oil jam 0 Olive oil jam 24 Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 Total Mean Std. Std. Deviation Error 5 93.8000 5 5 5 20 1.0740E 2 1.0210E 2 Upper Bound Minimum 103.0668 87.00 106.00 12.34099 5.51906 92.0766 122.7234 95.00 123.00 7.91833 3.54119 97.3681 117.0319 98.00 116.00 13.05756 5.83952 83.7869 116.2131 82.00 113.00 11.24324 2.51407 96.8380 107.3620 82.00 123.00 Test of Homogeneity of Variances AST Levene Statistic 1.755 Maximum 84.5332 2 2 Lower Bound 7.46324 3.33766 1.0720E 1.0000E 95% Confidence Interval for Mean df1 df2 3 Sig. 16 .196 ANOVA AST Sum of Squares df Mean Square F Sig.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Between Groups 637.000 3 212.333 Within Groups 1764.800 16 110.300 Total 2401.800 19 1.925 .166 Post Hoc Tests Multiple Comparisons AST Scheffe 95% Confidence Interval Mean Difference (I) Jam_ke (J) Jam_ke (I-J) Olive oil jam 0 Olive oil jam 24 -13.60000 6.64229 .280 -34.3050 7.1050 Olive oil jam 48 -13.40000 6.64229 .292 -34.1050 7.3050 Olive oil jam 72 -6.20000 6.64229 .832 -26.9050 14.5050 Olive oil jam 0 13.60000 6.64229 .280 -7.1050 34.3050 Olive oil jam 48 .20000 6.64229 1.000 -20.5050 20.9050 Olive oil jam 72 7.40000 6.64229 .745 -13.3050 28.1050 Olive oil jam 0 13.40000 6.64229 .292 -7.3050 34.1050 Olive oil jam 24 -.20000 6.64229 1.000 -20.9050 20.5050 Olive oil jam 72 7.20000 6.64229 .761 -13.5050 27.9050 Olive oil jam 0 6.20000 6.64229 .832 -14.5050 26.9050 Olive oil jam 24 -7.40000 6.64229 .745 -28.1050 13.3050 Olive oil jam 48 -7.20000 6.64229 .761 -27.9050 13.5050 Olive oil jam 24 Olive oil jam 48 Olive oil jam 72 Homogeneous Subsets AST Scheffe Subset for alpha = 0.05 Jam_ke N 1 Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Olive oil jam 0 5 93.8000 Olive oil jam 72 5 100.0000 Olive oil jam 48 5 107.2000 Olive oil jam 24 5 107.4000 Sig. .280 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. Lampiran 8. Hasil analisis statistik data ALT dan AST pada kelompok perlakuan ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 180 mg/Kg BB pada tikus terinduksi karbon tetraklorida 2 ml/Kg BB. ALT NPar Tests Descriptive Statistics N kontrol_olive_oil Mean 5 56.8000 Std. Deviation 3.89872 Minimum 51.00 Maximum 61.00

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test kontrol_olive_oil N 5 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 56.8000 Std. Deviation 3.89872 Absolute .221 Positive .141 Negative -.221 Kolmogorov-Smirnov Z .494 Asymp. Sig. (2-tailed) .968 a. Test distribution is Normal. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 2 kontrol_olive_oil N 5 Uniform Parameters a Most Extreme Differences Minimum 51.00 Maximum 61.00 Absolute .300 Positive .200 Negative -.300 Kolmogorov-Smirnov Z .671 Asymp. Sig. (2-tailed) .759 a. Test distribution is Uniform. Descriptive Statistics N kontrol_CCl4 Mean 5 2.0380E2 Std. Deviation Minimum 13.14154 Maximum 183.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test kontrol_CCl4 N 5 218.00

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 203.8000 Std. Deviation 13.14154 Absolute .246 Positive .143 Negative -.246 Kolmogorov-Smirnov Z .549 Asymp. Sig. (2-tailed) .924 a. Test distribution is Normal. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 2 kontrol_CCl4 N 5 Uniform Parameters a Most Extreme Differences Minimum 183.00 Maximum 218.00 Absolute .343 Positive .200 Negative -.343 Kolmogorov-Smirnov Z .767 Asymp. Sig. (2-tailed) .599 a. Test distribution is Uniform. Descriptive Statistics N kontrol_ekstrak Mean 5 62.4000 Std. Deviation 4.72229 Minimum Maximum 58.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test kontrol_ekstrak N Normal Parameters 5 a Most Extreme Differences Mean 62.4000 Std. Deviation 4.72229 Absolute .224 Positive .224 69.00

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Negative -.176 Kolmogorov-Smirnov Z .501 Asymp. Sig. (2-tailed) .963 a. Test distribution is Normal. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 2 kontrol_ekstrak N 5 Uniform Parameters a Most Extreme Differences Minimum 58.00 Maximum 69.00 Absolute .400 Positive .400 Negative -.200 Kolmogorov-Smirnov Z .894 Asymp. Sig. (2-tailed) .400 a. Test distribution is Uniform. Descriptive Statistics N kontrol_CMC Mean 5 Std. Deviation 2.0200E2 Minimum 8.57321 Maximum 189.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test kontrol_CMC N Normal Parameters 5 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 202.0000 8.57321 Absolute .237 Positive .175 Negative -.237 Kolmogorov-Smirnov Z .530 Asymp. Sig. (2-tailed) .942 a. Test distribution is Normal. 210.00

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test kontrol_CMC N 5 Normal Parameters a Mean 202.0000 Std. Deviation Most Extreme Differences 8.57321 Absolute .237 Positive .175 Negative -.237 Kolmogorov-Smirnov Z .530 Asymp. Sig. (2-tailed) .942 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 2 kontrol_CMC N 5 Uniform Parameters a Most Extreme Differences Minimum 189.00 Maximum 210.00 Absolute .362 Positive .200 Negative -.362 Kolmogorov-Smirnov Z .809 Asymp. Sig. (2-tailed) .529 a. Test distribution is Uniform. Descriptive Statistics N waktu_protektif_1_hari Mean 5 Std. Deviation 99.4000 Minimum 6.65582 93.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test waktu_protektif_ 1_hari N Normal Parameters 5 a Mean 99.4000 Maximum 109.00

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Std. Deviation Most Extreme Differences 6.65582 Absolute .191 Positive .191 Negative -.168 Kolmogorov-Smirnov Z .428 Asymp. Sig. (2-tailed) .993 a. Test distribution is Normal. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 2 waktu_protektif_ 1_hari N 5 Uniform Parameters a Most Extreme Differences Minimum 93.00 Maximum 109.00 Absolute .338 Positive .338 Negative -.200 Kolmogorov-Smirnov Z .755 Asymp. Sig. (2-tailed) .619 a. Test distribution is Uniform. Descriptive Statistics N waktu_protektif_3_hari Mean 5 Std. Deviation 81.2000 Minimum 4.43847 76.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test waktu_protektif_ 3_hari N Normal Parameters 5 a Mean 81.2000 Std. Deviation 4.43847 Maximum 86.00

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Most Extreme Differences Absolute .257 Positive .228 Negative -.257 Kolmogorov-Smirnov Z .576 Asymp. Sig. (2-tailed) .895 a. Test distribution is Normal. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 2 waktu_protektif_ 3_hari N 5 Uniform Parameters a Most Extreme Differences Minimum 76.00 Maximum 86.00 Absolute .300 Positive .300 Negative -.300 Kolmogorov-Smirnov Z .671 Asymp. Sig. (2-tailed) .759 a. Test distribution is Uniform. Descriptive Statistics N waktu_protektif_6_hari Mean 5 Std. Deviation 97.2000 Minimum 5.80517 88.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test waktu_protektif_ 6_hari N Normal Parameters 5 a Most Extreme Differences Mean 97.2000 Std. Deviation 5.80517 Absolute .285 Positive .204 Maximum 102.00

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Negative -.285 Kolmogorov-Smirnov Z .638 Asymp. Sig. (2-tailed) .811 a. Test distribution is Normal. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 2 waktu_protektif_ 6_hari N 5 Uniform Parameters a Most Extreme Differences Minimum 88.00 Maximum 102.00 Absolute .457 Positive .200 Negative -.457 Kolmogorov-Smirnov Z 1.022 Asymp. Sig. (2-tailed) .247 a. Test distribution is Uniform. Oneway Test of Homogeneity of Variances ALT Levene Statistic 1.364 df1 df2 6 Sig. 28 .263 ANOVA ALT Sum of Squares Between Groups Within Groups df Mean Square 116551.943 6 19425.324 1525.600 28 54.486 F 356.521 Sig. .000

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 ANOVA ALT Sum of Squares Between Groups Within Groups Total df Mean Square 116551.943 6 19425.324 1525.600 28 54.486 118077.543 34 F Sig. 356.521 .000 Post Hoc Tests Multiple Comparisons ALT Scheffe 95% Confidence Interval Mean Difference (I) kelompok (J) kelompok (I-J) kontrol_olive_oil kontrol_CCl4 -147.00000 Sig. Lower Bound Bound 4.66844 .000 -5.60000 4.66844 .959 -145.20000 * 4.66844 .000 -42.60000 * 4.66844 .000 -60.4817 -24.7183 -24.40000 * 4.66844 .002 -42.2817 -6.5183 -40.40000 * 4.66844 .000 -58.2817 -22.5183 kontrol_olive_oil 147.00000 * 4.66844 .000 129.1183 164.8817 kontrol_ekstrak 141.40000 * 4.66844 .000 123.5183 159.2817 1.80000 4.66844 1.000 -16.0817 19.6817 104.40000 * 4.66844 .000 86.5183 122.2817 122.60000 * 4.66844 .000 104.7183 140.4817 106.60000 * 4.66844 .000 88.7183 124.4817 5.60000 4.66844 .959 -12.2817 23.4817 kontrol_CMC waktu_protektif_ 1_hari waktu_protektif_ 3_hari waktu_protektif_ 6_hari kontrol_CMC waktu_protektif_ 1_hari waktu_protektif_ 3_hari waktu_protektif_ 6_hari kontrol_ekstrak Std. Error * kontrol_ekstrak kontrol_CCl4 Upper kontrol_olive_oil -164.8817 -129.1183 -23.4817 12.2817 -163.0817 -127.3183

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 kontrol_CCl4 -141.40000 * 4.66844 .000 -159.2817 -123.5183 kontrol_CMC -139.60000 * 4.66844 .000 -157.4817 -121.7183 -37.00000 * 4.66844 .000 -54.8817 -19.1183 -18.80000 * 4.66844 .034 -36.6817 -.9183 -34.80000 * 4.66844 .000 -52.6817 -16.9183 145.20000 * 4.66844 .000 127.3183 163.0817 -1.80000 4.66844 1.000 -19.6817 16.0817 139.60000 * 4.66844 .000 121.7183 157.4817 102.60000 * 4.66844 .000 84.7183 120.4817 120.80000 * 4.66844 .000 102.9183 138.6817 104.80000 * 4.66844 .000 86.9183 122.6817 42.60000 * 4.66844 .000 24.7183 60.4817 -104.40000 * 4.66844 .000 -122.2817 -86.5183 37.00000 * 4.66844 .000 19.1183 54.8817 -102.60000 * 4.66844 .000 -120.4817 -84.7183 18.20000 * 4.66844 .044 .3183 36.0817 2.20000 4.66844 1.000 -15.6817 20.0817 24.40000 * 4.66844 .002 6.5183 42.2817 -122.60000 * 4.66844 .000 18.80000 * 4.66844 .034 -120.80000 * 4.66844 .000 -18.20000 * 4.66844 .044 -36.0817 -.3183 -16.00000 4.66844 .106 -33.8817 1.8817 * 4.66844 .000 22.5183 58.2817 waktu_protektif_ 1_hari waktu_protektif_ 3_hari waktu_protektif_ 6_hari kontrol_CMC kontrol_olive_oil kontrol_CCl4 kontrol_ekstrak waktu_protektif_ 1_hari waktu_protektif_ 3_hari waktu_protektif_ 6_hari waktu_protektif_1_hari kontrol_olive_oil kontrol_CCl4 kontrol_ekstrak kontrol_CMC waktu_protektif_ 3_hari waktu_protektif_ 6_hari waktu_protektif_3_hari kontrol_olive_oil kontrol_CCl4 kontrol_ekstrak kontrol_CMC waktu_protektif_ 1_hari waktu_protektif_ 6_hari waktu_protektif_6_hari kontrol_olive_oil 40.40000 -140.4817 -104.7183 .9183 36.6817 -138.6817 -102.9183

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 kontrol_CCl4 -106.60000 * 4.66844 .000 -124.4817 -88.7183 34.80000 * 4.66844 .000 16.9183 52.6817 -104.80000 * 4.66844 .000 -122.6817 -86.9183 -2.20000 4.66844 1.000 -20.0817 15.6817 16.00000 4.66844 .106 -1.8817 33.8817 kontrol_ekstrak kontrol_CMC waktu_protektif_ 1_hari waktu_protektif_ 3_hari *. The mean difference is significant at the 0.05 level. Homogeneous Subsets ALT Scheffe Subset for alpha = 0.05 kelompok N 1 2 3 4 kontrol_olive_oil 5 56.8000 kontrol_ekstrak 5 62.4000 waktu_protektif_3_hari 5 81.2000 waktu_protektif_6_hari 5 97.2000 waktu_protektif_1_hari 5 kontrol_CMC 5 2.0200E2 kontrol_CCl4 5 2.0380E2 Sig. 97.2000 99.4000 .959 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. .106 1.000 1.000

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 AST NPar Tests Descriptive Statistics N kontrol_olive_oil Mean 5 1.0740E2 Std. Deviation 12.34099 Minimum 95.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test kontrol_olive_oil N Normal Parameters 5 a Most Extreme Differences Mean 107.4000 Std. Deviation 12.34099 Absolute .269 Positive .269 Negative -.205 Kolmogorov-Smirnov Z .602 Asymp. Sig. (2-tailed) .862 a. Test distribution is Normal. Maximum 123.00

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Descriptive Statistics N Mean kontrol_CCl4 5 Std. Deviation 4.9340E2 Minimum 16.44080 Maximum 468.00 512.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test kontrol_CCl4 N 5 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 493.4000 Std. Deviation 16.44080 Absolute .194 Positive .139 Negative -.194 Kolmogorov-Smirnov Z .435 Asymp. Sig. (2-tailed) .992 a. Test distribution is Normal. Descriptive Statistics N kontrol_ekstrak Mean 5 1.1300E2 Std. Deviation 7.74597 Minimum Maximum 103.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test kontrol_ekstrak N Normal Parameters 5 a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 113.0000 7.74597 Absolute .202 Positive .181 Negative -.202 Kolmogorov-Smirnov Z .451 Asymp. Sig. (2-tailed) .987 a. Test distribution is Normal. 121.00

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Descriptive Statistics N kontrol_CMC Mean 5 Std. Deviation 4.8960E2 Minimum 13.55729 Maximum 471.00 509.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test kontrol_CMC N 5 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 489.6000 Std. Deviation 13.55729 Absolute .230 Positive .230 Negative -.224 Kolmogorov-Smirnov Z .514 Asymp. Sig. (2-tailed) .954 a. Test distribution is Normal. Descriptive Statistics N waktu_protektif_1_hari Mean 5 Std. Deviation 2.1700E2 Minimum 29.63950 170.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test waktu_protektif_ 1_hari N Normal Parameters 5 a Most Extreme Differences Mean 217.0000 Std. Deviation 29.63950 Absolute .300 Positive .194 Negative -.300 Kolmogorov-Smirnov Z .671 Asymp. Sig. (2-tailed) .759 a. Test distribution is Normal. Maximum 252.00

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test waktu_protektif_ 1_hari N 5 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 217.0000 Std. Deviation 29.63950 Absolute .300 Positive .194 Negative -.300 Kolmogorov-Smirnov Z .671 Asymp. Sig. (2-tailed) .759 Descriptive Statistics N waktu_protektif_3_hari Mean 5 Std. Deviation 2.0180E2 Minimum 27.38065 175.00 Maximum 245.00 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test waktu_protektif_ 3_hari N Normal Parameters 5 a Most Extreme Differences Mean 201.8000 Std. Deviation 27.38065 Absolute .267 Positive .267 Negative -.164 Kolmogorov-Smirnov Z .596 Asymp. Sig. (2-tailed) .869 a. Test distribution is Normal. Descriptive Statistics N waktu_protektif_6_hari Mean 5 2.2580E2 Std. Deviation 6.90652 Minimum 217.00 Maximum 235.00

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test waktu_protektif_ 6_hari N 5 Normal Parameters a Mean 225.8000 Std. Deviation Most Extreme Differences 6.90652 Absolute .203 Positive .203 Negative -.143 Kolmogorov-Smirnov Z .453 Asymp. Sig. (2-tailed) .986 a. Test distribution is Normal. Oneway Test of Homogeneity of Variances AST Levene Statistic df1 1.467 df2 6 Sig. 28 .226 ANOVA AST Sum of Squares Between Groups Within Groups Total df Mean Square 791906.800 6 131984.467 9369.200 28 334.614 801276.000 34 F Sig. 394.438 Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum AST 35 2.6400E2 153.51528 95.00 512.00 kelompok 35 4.0000 2.02920 1.00 7.00 .000

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Post Hoc Tests Multiple Comparisons AST Scheffe 95% Confidence Interval Mean (I) kelompok (J) kelompok Difference (I-J) kontrol_olive_oil kontrol_CCl4 -386.00000 Sig. Bound Upper Bound 11.56917 .000 -430.3139 -341.6861 -5.60000 11.56917 1.000 -49.9139 38.7139 -382.20000 * 11.56917 .000 -426.5139 -337.8861 -109.60000 * 11.56917 .000 -153.9139 -65.2861 -94.40000 * 11.56917 .000 -138.7139 -50.0861 -118.40000 * 11.56917 .000 -162.7139 -74.0861 kontrol_olive_oil 386.00000 * 11.56917 .000 341.6861 430.3139 kontrol_ekstrak 380.40000 * 11.56917 .000 336.0861 424.7139 3.80000 11.56917 1.000 -40.5139 48.1139 276.40000 * 11.56917 .000 232.0861 320.7139 291.60000 * 11.56917 .000 247.2861 335.9139 267.60000 * 11.56917 .000 223.2861 311.9139 5.60000 11.56917 1.000 -38.7139 49.9139 kontrol_CMC waktu_protektif_1 _hari waktu_protektif_3 _hari waktu_protektif_6 _hari kontrol_CMC waktu_protektif_1 _hari waktu_protektif_3 _hari waktu_protektif_6 _hari kontrol_ekstrak Std. Error * kontrol_ekstrak kontrol_CCl4 Lower kontrol_olive_oil kontrol_CCl4 -380.40000 * 11.56917 .000 -424.7139 -336.0861 kontrol_CMC -376.60000 * 11.56917 .000 -420.9139 -332.2861 -104.00000 * 11.56917 .000 -148.3139 -59.6861 waktu_protektif_1 _hari

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 waktu_protektif_3 _hari waktu_protektif_6 _hari kontrol_CMC kontrol_olive_oil kontrol_CCl4 kontrol_ekstrak waktu_protektif_1 _hari waktu_protektif_3 _hari waktu_protektif_6 _hari waktu_protektif_1_hari kontrol_olive_oil kontrol_CCl4 kontrol_ekstrak kontrol_CMC waktu_protektif_3 _hari waktu_protektif_6 _hari waktu_protektif_3_hari kontrol_olive_oil kontrol_CCl4 kontrol_ekstrak kontrol_CMC waktu_protektif_1 _hari waktu_protektif_6 _hari waktu_protektif_6_hari kontrol_olive_oil kontrol_CCl4 kontrol_ekstrak kontrol_CMC -88.80000 * 11.56917 .000 -133.1139 -44.4861 -112.80000 * 11.56917 .000 -157.1139 -68.4861 382.20000 * 11.56917 .000 337.8861 426.5139 -3.80000 11.56917 1.000 -48.1139 40.5139 376.60000 * 11.56917 .000 332.2861 420.9139 272.60000 * 11.56917 .000 228.2861 316.9139 287.80000 * 11.56917 .000 243.4861 332.1139 263.80000 * 11.56917 .000 219.4861 308.1139 109.60000 * 11.56917 .000 65.2861 153.9139 -276.40000 * 11.56917 .000 -320.7139 -232.0861 104.00000 * 11.56917 .000 59.6861 148.3139 -272.60000 * 11.56917 .000 -316.9139 -228.2861 15.20000 11.56917 .938 -29.1139 59.5139 -8.80000 11.56917 .996 -53.1139 35.5139 94.40000 * 11.56917 .000 50.0861 138.7139 -291.60000 * 11.56917 .000 -335.9139 -247.2861 88.80000 * 11.56917 .000 44.4861 133.1139 -287.80000 * 11.56917 .000 -332.1139 -243.4861 -15.20000 11.56917 .938 -59.5139 29.1139 -24.00000 11.56917 .639 -68.3139 20.3139 118.40000 * 11.56917 .000 74.0861 162.7139 -267.60000 * 11.56917 .000 -311.9139 -223.2861 112.80000 * 11.56917 .000 68.4861 157.1139 -263.80000 * 11.56917 .000 -308.1139 -219.4861

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 waktu_protektif_1 _hari waktu_protektif_3 _hari 8.80000 11.56917 .996 -35.5139 53.1139 24.00000 11.56917 .639 -20.3139 68.3139 *. The mean difference is significant at the 0.05 level. Homogeneous Subsets AST Scheffe Subset for alpha = 0.05 kelompok N 1 2 3 kontrol_olive_oil 5 1.0740E2 kontrol_ekstrak 5 1.1300E2 waktu_protektif_3_hari 5 2.0180E2 waktu_protektif_1_hari 5 2.1700E2 waktu_protektif_6_hari 5 2.2580E2 kontrol_CMC 5 4.8960E2 kontrol_CCl4 5 4.9340E2 Sig. 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. .639 1.000

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Lampiran 9. Perhitungan efek hepatoprotektif ALT dan AST Rumus perhitungan efek hepatoprotektif ALT 𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝐶𝐶𝑙4−𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝑜𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 −(𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝑝𝑒𝑟𝑙𝑎𝑘𝑢𝑎𝑛 −𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝑜𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 ) (𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝐶𝐶𝑙4−𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝐿𝑇 𝑜𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 ) 1. Kelompok ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 1 hari + karbon tetraklorida 2 mg/Kg BB : 203,8−56,4 −(99,4−56,4) x 100% = 71,0 % 203,8−56,4 −(81,2−56,4) x 100% = 78,8 % 203,8−56,4 −(97,2−56,4) x 100% = 72,5 % (203,8−56,4) 2. Kelompok ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 3 hari + karbon tetraklorida 2 mg/Kg BB: (203,8−56,4) 3. 𝑥100% Kelompok ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 6 hari + karbon tetraklorida 2 mg/Kg BB: (203,8−56,4)

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Rumus perhitungan efek hepatoprotektif AST 𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝑆𝑇 𝐶𝐶𝑙4−𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝑆𝑇 𝑜𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 −(𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝑆𝑇 𝑝𝑒𝑟𝑙𝑎𝑘𝑢𝑎𝑛 −𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝑆𝑇 𝑜𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 ) (𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝑆𝑇 𝐶𝐶𝑙4−𝑝𝑢𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝑆𝑇 𝑜𝑙𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 ) 1. Kelompok ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 1 hari + karbon tetraklorida 2 mg/Kg BB: 493,4−107,4 −(217−107,4) (203,8−56,4) 2. x 100% = 71,6 % Kelompok ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 3 hari + karbon tetraklorida 2 mg/Kg BB: 493,4−107,4 −(201,8−107,4) x 100% = 75,5 % 493,4−107,4 −(225,8−107,4) x 100% = 69,3 % (203,8−56,4) 3. 𝑥 100% Kelompok ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. 6 hari + karbon tetraklorida 2 mg/Kg BB: (203,8−56,4) Lampiran 10. Hasil rendemen ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Keterangan (gram) Cawan Kosong Cawan kosong + ekstrak Rendemen Cawan 1 59,643 5 66,837 5 Cawan 2 59,723 8 63,224 7 Cawan 3 60,627 8 71,582 1 Cawan 4 55,743 1 61,543 9 Cawan 5 59,632 5 64,321 0 Cawan 6 59,843 1 66,452 1 Cawan 7 59,442 3 63,380 7 Cawan 8 60,278 1 71,602 1 Cawan 9 59,832 1 61,847 5 7,194 3,5009 10,954 3 5,8008 4,6885 6,609 3,9384 11,324 2,0154 Rata-rata rendemen = rep 1+rep 2+rep 3+rep 4+rep 5+rep 6+rep 7+rep 8+rep 9 9 = 56,0325 9 = 6, 2258 g % rendemen ekstrak kental = 56,0325 g 400 g = 14,0081%

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Hasil menunjukan bahwa dengan menggunakan 400 g serbuk Swietenia mahagoni (L.) Jacq. menghasilkan 9 cawan ekstrak kental. Rata-rata rendemen setiap cawan yaitu 6,2258 g ekstrak etanol kental dengan % rendemen 14,0081%. Lampiran 11. Hasil penimbangan ekstrak bobot penyusutan Keterangan (gram) Cawan 1 Cawan 2 Cawan 3 Cawan 4 Cawan 5 Keterangan (gram) Cawan 1 Cawan 2 Cawan 3 Cawan 4 Tanggal 29 Januari 2014 66,8530 63,2358 71,5969 61,5546 64,3246 Tanggal 3 Februari 2014 66,4648 63,3876 71,6266 61,8539 Tanggal 30 Januari 2014 66,8375 63,2247 71, 5821 61,5439 64,3210 % Penyusutan 0,0231 0,0175 0,0207 0,0174 0,0000 Tanggal 4 Februari 2014 66,4521 63,3807 71,6021 61,8475 % Penyusutan 0,0191 0,0109 0,0342 0,0103 Dari hasil % bobot penyusutan dari kesembilan cawan tidak ada yang melebihi bobot penyusutan 0,05%.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Lampiran 12. Surat hasil pengujian kadar air serbuk Swietenia mahagoni (L.) Jacq.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Lampiran 13. Surat total Flavonoid dan kadar air metode susut kering ekstrak etanol daun Swietenia mahagoni (L.) Jacq.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Lampiran 14. Surat penetapan total flavonoid

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Lampiran 15. Standard table report

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 BIOGRAFI PENULIS Penulis Skripsi dengan Judul “Pengaruh Lama Pemberian Estrak Etanol Daun Swietenia Mahagoni (L.) Jacq. Sebagai Hepatoprotektif Terhadap Tikus Jantan Terinduksi Karbon Tetraklorida” dengan nama lengkap Sherly Damima, merupakan putri tunggal dari pasangan Jacob Damima dan Neni Damima. Penulis dilahirkan di Togasa, pada tanggal 24 April 1992. Pendidikan formal yang telah ditempuh penulis, yaitu TK Gonzalo Velozo Tobelo (1996-1998), tingkat Sekolah Dasar di SD Katolik Santo Don Bosco Palangkaraya (1998-2004), tingkat Sekolah Menengah Pertama di SMP Katolik Santo Paulus Palangkaraya (2004-2007), tingkat Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Palangkaraya (2007-2010). Pada tahun 2010, penulis melanjutkan pendidikan sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Semasa menempuh pendidikan sarjana, penulis aktif dalam kegiatan kepanitiaan seperti Kegiatan Temu Alumni Akbar Fakultas Farmasi 2012 sebagai Sie. Kesekretariatan, Pelepasan Wisuda 2012 sebagai MC, Panitia Pelantikan Apoteker Baru Angkatan XXIII Fakultas Farmasi 2012, Pelaksanaan Aksi Hari Kesehatan dan Lingkungan Hidup yang Diselenggarakan di SD Pangundi Luhur Yogyakrata 2012 sebagai Volunteer, Penyuluhan Sikat Gigi dan Cuci Tangan yang Baik 2012 sebagai Volunteer, dan Kegiatan Mahasiswa Seni Tari Periode 2011/2012 Fakultas Farmasi sebagai Manager.

(133)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Efek hepatoprotektif ekstrak etanol 50% daun jarong (Stachytarpheta indica (l.) vahl.) terhadap aktivitas alanin aminotransferase dan aspartate aminotransferase pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
3
106
Efek hepatoprotektif jangka waktu enam jam ekstrak etanol daun macaranga tanarius L. terhadap ALT-AST pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida.
0
2
111
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak etanol 70% biji atung (Parinarium glaberimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida
0
0
47
Efek hepatoprotektif jangka waktu enam jam ekstrak etanol daun macaranga tanarius L. terhadap ALT AST pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida
0
1
109
Efek hepatoprotektif ekstrak metanol:air (50:50) daun macaranga tanarius L. terhadap kadar ALT-AST serum pada tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
121
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak metanol-air daun macaranga tanarius L. terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
104
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida : kajian terhadap praperlakuan jangka pendek - USD Repository
0
0
109
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak metanol biji persea americana mill. terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
128
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida : kajian terhadap praperlakuan jangka panjang - USD Repository
0
0
107
Efek hepatoprotektif infusa daun macaranga tanarius L. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
106
Efek hepatoprotektif pemberian jangka panjang ekstrak etanol biji persea americana mill. terhadap aktivitas alt dan ast serum pada tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
115
Efek hepatoprotektif jangka panjang ekstrak etanol kulit Persea americana Mill. terhadap aktivitas ALT-AST pada tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
121
Efek hepatoprotektif pemberian infusa herba mimosa pigra l. selama enam hari pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
136
Pengaruh lama pemberian infusa daun swietenia mahagoni (l.) jacq. sebagai hepatoprotektif terhadap tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
120
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun swietenia mahagoni (l.) jacq. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
112
Show more