PENERAPAN MEDIA ANIMASI PADA MATERI VIRUS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-4 SMA NEGERI 1 SIMO BOYOLALI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi

Gratis

0
0
161
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENERAPAN MEDIA ANIMASI PADA MATERI VIRUS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-4 SMA NEGERI 1 SIMO BOYOLALI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: FAJAR SETYA OMEGA NIM : 091434007 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Bapak, Ibu, Istri, Anak dan saudara-saudaraku tercinta. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. motto: Orang Terkuat Bukan Mereka Yang Selalu Menang, Melainkan Mereka Yang Tetap Tegar Ketika Mereka Jatuh iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 10 Maret 2014 Penulis, Fajar Setya Omega v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Fajar Setya Omega Nomor Mahasiswa : 091434007 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENERAPAN MEDIA ANIMASI PADA MATERI VIRUS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-4 SMA NEGERI 1 SIMO BOYOLALI Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Dibuat di : Yogyakarta Pada tanggal : 10 Maret 2014 Yang menyatakan, Fajar Setya Omega vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunia-Nya lah, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penerapan Media Animasi Pada Materi Virus Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-4 SMA Negeri 1 Simo Boyolali”. Penyusunan skipsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) di program studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama masa studi dan penyusunan skripsi ini, penulis mendapat dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Bapak R. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Drs. M. Andy Rudhito, S.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 3. Drs. A. Tri Priantoro, M.For.Sc., selaku Kepala Program Studi Pendidikan Biologi. 4. Drs. Sutardhi Sumartodwiatmodjo, M.Pd dan Lucia Wiwid Wijayanti, M.Si. sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran dan senantiasa meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan. 5. Segenap dosen Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan. 6. Segenap Dosen dan Staf Sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma. 7. Bapak Eka Legawa, S.Pd Selaku Kepala SMA N 1 Simo Boyolali yang telah memberi izin untuk melakukan penelitian. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Bapak Drs. Suharno (guru mata pelajaran biologi), staf guru, karyawan, siswa-siswi kelas X-4, serta seluruh siswa SMA N 1 Simo Boyolali yang telah bersedia membantu selama proses penelitian. 9. Bapak dan ibu serta keluarga yang memberi dukungan doa serta pengorbanan selama penulis menempuh pendidikan. 10. Sahabat-sahabatku; Widi, Yulius, Leo, Wisnu, Adit, Eran, Riris, Rio ,Wiwik, Edo, Gentili, Yeri, Ovi, Alm. Pimcan Nalsa dan teman-teman prodi Pendidikan Biologi 2009 lainnya atas kebersamaannya selama masa studi banyak suka duka yang kita alami bersama. 11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis telah berusaha menyajikan yang terbaik, namun skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan semua pihak yang berkepentingan. Penulis viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Penelitian ini, bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa tentang materi virus dengan menggunakan media animasi. Subyek dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X-4 semester gasal tahun pelajaran 2013/2014, sebanyak 30 orang siswa. Penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah Model Gabungan Sanford dan Kemmis. Model ini diawali dengan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, mengobservasi dan mengevaluasi proses hasil tindakan, dan Refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan. Data yang diperoleh berupa data hasil tes akhir (postest) setiap siklus dan hasil pengisian kuisioner motivasi oleh siswa. Pada masa sebelum tindakan skor rata-rata motivasi awal yang diisi oleh 30 orang siswa adalah 43,3% termasuk dalam kategori tinggi, dengan persentase jumlah siswa sebesar 53,3% termasuk dalam kategori sangat tinggi, dan 3,3% termasuk dalam kategori rendah, sedangkan motivasi akhir yang diisi oleh 30 orang siswa sebesar 66,7% termasuk dalam kategori tinggi, dengan persentase jumlah siswa sebesar 33,3% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Pada aspek kognitif berdasarkan hasil tes akhir siklus I persentase pencapaian KKM sebesar 70%, dengan skor rata-rata hasil belajar kognitif yang diperoleh sebesar 90,6, kemudian pada akhir siklus II persentase pencapaian KKM menurun menjadi 40%, dengan skor rata-rata hasil belajar kognitif yang diperoleh sebesar 69,56. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media animasi pada materi virus dapat meningkatkan motivasi dan belum dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-4 SMA N 1 Simo Boyolali. Kata kunci : motivasi, hasil belajar, virus, media animasi. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT . This Research aim to improve the student’s motivation and study performance on the material about virus using animation media. The subjects of this research are 30 X-4 class students of 2013/2014 academic year. This research is a classroom action research model used is the Combine Model of Sanford and Kemmis. The model is started with action preparation, action execution, observation and evaluation of action result and reflection. The research is conducted in two cycles; each cycle consists of 2 meetings. The data are gathered from the result of posttest for every cycle and from the result of motivation questionnaires filled out by the students. From the pre motivation test before the action execution, the mean motivation score from 30 students is 43,3% from the students from the students belongs to high category, 53,3% from the students belongs to very high category, and 3,3% from the students belongs to low category. After the action execution, the result shows that 66,7% from 30 students belongs to high category and 33,3% from the students belongs to very high category. Observaton result from the cognitive aspect, which seen from the final test result of cycle I, shows that Minimum Competency Formulation Criteria (KKM) accomplishment reaches 70% with the mean cognitive performance of 90,6 points. At the end of cycle II, the KKM accomplishment decreases to 40%, with the mean cognitive performance of 69,56 points. Therefore, the researcher concluded that the use of animation media on virus increased the students’ motivation in learning. However, it had not increased the students’ learning result of X-4 student’s in Senior High School 1 Simo Boyolali. Keywords: motivation, study performance, virus, animation media x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN..................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA......................................................... v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH............ vi KATA PENGANTAR.................................................................................... vii ABSTRAK ..................................................................................................... ix ABSTRACT ..................................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................. xi DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiv DAFTAR DIAGRAM.................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xvii BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ......................................................................... 4 C. Batasan Masalah ............................................................................ 5 D. Tujuan Penelitian........................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian......................................................................... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................ 7 A. Media Pembelajaran ...................................................................... 7 1. Manfaat Media ..................................................................... 7 2. Landasan Penggunaan Media............................................... 8 B. Media Animasi .............................................................................. 10 C. Motivasi Belajar ............................................................................ 11 1. Pengertian Motivasi belajar.................................................. 11 2. Faktor-faktor Motivasi Belajar............................................. 12 3. Fungsi Motivasi Belajar ...................................................... 12 4. Jenis-jenis Motivasi.............................................................. 13 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI D. Hasil Belajar .................................................................................. 14 E. Pembelajaran Virus........................................................................ 15 F. Kajian Empiris............................................................................... 16 G. Kerangka Berpikir ......................................................................... 16 H. Hipotesa ......................................................................................... 19 BAB III METODE PENELITIAN ........................................................... 20 A. Jenis Penelitian .............................................................................. 20 B. Setting Penelitian........................................................................... 20 a. Lokasi Penelitian.................................................................. 20 b. Waktu Penelitian .................................................................. 20 c. Obyek Penelitian .................................................................. 20 d. Subyek Penelitian................................................................. 20 C. Rancangan Tindakan ..................................................................... 20 1. Pra Tindakan ........................................................................ 21 2. Pelaksanaan Tindakan (2 Siklus) ......................................... 22 D. Instrumen Penelitian ...................................................................... 26 a. Instrumen Pembelajaran....................................................... 26 b. Instrumen Pengumpulan Data .............................................. 26 E. Metode Pengumpulan Data ........................................................... 27 1. Kuesioner/Angket Motivasi Belajar..................................... 27 2. Tes ........................................................................................ 28 3. Observasi.............................................................................. 28 F. Validitas......................................................................................... 29 G. Metode Analisis Data .................................................................... 29 a. Kuisioner/Angket Motivasi Belajar ..................................... 30 b. Hasil Belajar......................................................................... 33 H. Indikator Keberhasilan .................................................................. 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN........................... 36 A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian .................................................. 36 1. Siklus I ................................................................................. 37 2. Siklus II ................................................................................ 44 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Analisis Data ................................................................................. 50 1. Motivasi Belajar Siswa ........................................................ 50 2. Hasil Belajar Siswa .............................................................. 50 C. Pembahasan ................................................................................... 55 1. Motivasi Belajar ................................................................... 56 2. Hasil Belajar......................................................................... 58 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................... 64 A. Kesimpulan.................................................................................... 64 B. Saran .............................................................................................. 65 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 66 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Penetapan skor kuisioner............................................................. 30 Tabel 3.2 Penggolongan Motivasi Belajar .................................................. 31 Tabel 3.3 Skor Motivasi Belajar Awal/skor Motivasi Belajar Akhir.......... 32 Tabel 3.4 Perbedaan Motivasi Belajar Awal Dan Motivasi Belajar Akhir . 33 Tabel 3.5 Penetapan Skor Pilihan Ganda .................................................... 33 Tabel 3.6 Indikator keberhasilan penelitian ................................................ 35 Tabel 4.1 Nilai Motivasi Awal Siswa ......................................................... 37 Tabel 4.2 Hasil Belajar Ranah Afektif Siklus I........................................... 41 Tabel 4.3 Hasil Belajar Ranah Psikomotorik Siklus I................................. 42 Tabel 4.4 Data Tes Akhir (Post tes) Siklus I............................................... 43 Tabel 4.5 Hasil Belajar Ranah Afektif Siklus II ......................................... 47 Tabel 4.6 Hasil Belajar Ranah Psikomotorik Siklus II ............................... 47 Tabel 4.7 Data Tes Akhir (Post tes) Siklus II ............................................. 48 Tabel 4.8 Nilai Motivasi Akhir Siswa......................................................... 49 Tabel 4.9 Analisis Motivasi Belajar Siswa ................................................. 50 Tabel 4.10 Analisis Tes Hasil Belajar ........................................................... 51 Tabel 4.11 Analisis Hasil Belajar Ranah Afektif .......................................... 53 Tabel 4.12 Analisis Hasil Belajar Ranah Psikomotor ................................... 55 Tabel 4.13 Hasil Analisis Motivasi Belajar Siswa ........................................ 56 Tabel 4.14 Analisis Hasil Belajar Ranah Kognitif ........................................ 60 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR DIAGRAM Diagram 4.1 Hasil belajar siswa ranah kognitif .......................................... 52 Diagram 4.2 Grafik peningkatan hasil belajar siswa ranah afektif ............. 54 Diagram 4.3 Grafik peningkatan hasil belajar siswa ranah psikomotor...... 55 Diagram 4.4 Grafik rata–rata skor motivasi siswa ...................................... 57 Diagram 4.5 Grafik penurunan tes kognitif siswa....................................... 60 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 Pemutaran Animasi Dan Dilanjutkan Penjelasan Konsep Oleh Guru ................................................................................. 39 Gambar 4.2 Siswa Mengerjakan LKS ......................................................... 39 Gambar 4.3 Peneliti Memberi Penjelasan Kepada Siswa............................. 40 Gambar 4.4 Peneliti Menambahkan Konsep ............................................... 40 Gambar 4.5 Siswa Memperhatikan Animasi ................................................ 45 Gambar 4.6 Siswa Mengerjakan LKS dan Siswa Presentasi didepan Kelas 46 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus ................................................................................ 68 Lampiran 2 Rencana Program Pembelajaran (RPP) Siklus I Dan II....... 70 Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa Siklus I ............................................... 79 Lampiran 4 Hasil Pengerjaan LKS Siklus I ............................................ 80 Lampiran 5 Lembar Kerja Siswa Siklus II ............................................ 82 Lampiran 6 Hasil Pengerjaan LKS Siklus II .......................................... 84 Lampiran 7 Kisi-kisi Soal Posttest Siklus I dan Siklus II ....................... 86 Lampiran 8 Soal Posttest Siklus I ........................................................... 88 Lampiran 9 Hasil Posttest Siklus I ......................................................... 89 Lampiran 10 Soal Posttest Siklus II ......................................................... 92 Lampiran 11 Hasil Posttest Siklus II ........................................................ 95 Lampiran 12 Panduan Skoring ................................................................. 99 Lampiran 13 Lembar Observasi Siswa Siklus I ....................................... 107 Lampiran 14 Hasil Observasi Siswa Siklus I ........................................... 109 Lampiran 15 Lembar Observasi Siswa Siklus II ...................................... 111 Lampiran 16 Hasil Observasi Siswa Siklus II .......................................... 113 Lampiran 17 Kuesioner Motivasi I (Awal) .............................................. 115 Lampiran 18 Hasil Pengisian Kuesioner Motivasi I (Awal) .................... 118 Lampiran 19 Kuesioner Motivasi II (Akhir) ............................................ 122 Lampiran 20 Hasil Pengisian Kuesioner Motivasi II (Akhir) .................. 126 Lampiran 21 Daftar Skor Motivasi Awal Siswa ....................................... 130 Lampiran 22 Daftar Skor Motivasi Akhir Siswa ...................................... 131 Lampiran 23 Daftar Skor Observasi Siklus I ........................................... 132 Lampiran 24 Daftar Skor Observasi Siklus II .......................................... 133 Lampiran 25 Daftar Nilai Tes Siklus I ..................................................... 134 Lampiran 26 Daftar Nilai Tes Siklus II .................................................... 135 Lampiran 27 Scan Materi Virus ............................................................... 136 Lampiran 28 Surat Ijin Penelitian dari Universitas .................................. 143 Lampiran 29 Surat Keterangan dari Sekolah ............................................ 144 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Undang-Undang Republik Indonesia no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan). Keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada beberapa faktor, di antaranya adalah guru sebagai fasilitator dan motivator, sarana dan prasarana, keaktifaan murid dalam kegiatan pembelajaran, dan komunikasi yang baik antara guru dengan murid. Dalam pembelajaran terdapat berbagai komponen utama yaitu tujuan, bahan, metode dan alat serta penilaian yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi (Sudjana, 2005 : 30). Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, unsur-unsur dalam proses pembelajaran haruslah memberikan kontribusi maksimal pada proses pembelajar-an. Salah satu cara untuk memberikan kontribusi maksimal adalah dengan penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang disampaikan. Penggunaan media pembelajaran biologi haruslah yang bervariasi, mulai dari media dua dimensi (gambar), media tiga dimensi (bentuk torso) sampai dengan penggunaan animasi ataupun melalui tayangan film-film yang ada sangkut pautnya dengan pelajaran biologi. Dengan media yang bervariasi diharapkan dapat meningkatkan minat murid dalam proses pembelajaran. 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Faktor-faktor keberhasilan pendidikan tersebut kurang berperan maksimal di SMA Negeri 1 Simo Boyolali. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi pembelajaran di kelas X-4, diketahui bahwa proses belajar mengajar masih di dominasi dengan metode ceramah. Dampaknya murid menjadi bosan, sehingga antusias murid terhadap pelajaran menjadi berkurang dan tidak jarang murid asik sendiri, seperti mengobrol dengan teman sebangku, hingga bercanda dengan teman. Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam kegiatan belajar mengajar khususnya pada penggunaan media. Keterbatasan dalam penggunaan media disebabkan karena guru tidak mampu untuk mempersiapkannya, dan karena tugas guru dalam mempersiapkan instrumen pembelajaran dan kesibukan di luar jam pelajaran. Berdasarkan wawancara dengan guru Biologi diketahui bahwa pencapaian hasil tes kognitif masih banyak murid kelas X semester I tahun 2012/ 2013 mendapat nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 75. Materi virus merupakan salah satu materi yang ketuntasan belajarnya masih belum memenuhi KKM yaitu 75. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai hasil belajar murid kelas X-4 pada materi virus hanya 67, dengan nilai terendah 52 dan tertinggi 98. Berdasarkan tes evaluasi yang telah dilakukan terdapat 65% murid yang memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditentukan. Sementara 35% murid memperoleh nilai di bawah KKM yang ditentukan. Secara nasional pembelajaran dianggap tuntas apabila ketercapaian KKM minimal 75%. Dari data tersebut jelas bahwa hasil belajar murid kelas X-4 pada materi virus masih perlu ditingkatkan. Hal ini disebabkan motivasi siswa masih rendah karena metode pembelajaran yang dipakai oleh guru adalah ceramah, dan terkadang memberikan gambar-gambar untuk memperjelas materi yang di

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 sampaikan. Karena metode yang digunakan hampir sama terus menerus di setiap materi pembelajaran maka akan menimbulkan kejenuhan bagi siswa. Peningkatan hasil belajar dapat dilakukan dengan cara memotivasi siswa baik motivasi dari diri siswa sendiri maupun dari luar siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi adalah dengan metode pembelajaran yang bervariatif. Banyak metode yang dapat merangsang siswa agar aktif dan antusias dalam proses pembelajaran, sebagai contoh penggunaan media animasi untuk materi yang memang membutuhkan contoh nyata seperti pada materi virus. Dengan peng-gunaan media animasi pada materi virus maka guru dapat menampilkan video tentang cara hidup, replikasi, ciri-ciri dan cara pemanfaatan virus bagi kehidupan. Indikator keberhasilan belajar adalah tercapainya tujuan pembelajaran oleh murid. Sedangkan tujuan pembelajaran akan tercapai apabila mengoptimalkan kegiatan belajar murid sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh masingmasing murid. Dalam penelitian ini digunakan salah satu model pembelajaran inovatif yaitu model pembelajaran diskusi dengan menggunakan media animasi. Dalam proses pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator dan motivator. Murid dapat belajar dari buku, dan animasi yang ditayangkan. Pada awal kegiatan sugesti positif berupa kalimat-kalimat positif dan pujian diberikan pada setiap keberhasilan belajar murid. Hal ini untuk menumbuhkan motivasi dalam bentuk semangat belajar dan kepercayaan diri murid dalam proses pembelajaran. Untuk meningkatkan ketercapaian tujuan pembelajaran, maka dalam proses pembelajaran digunakan salah satu media pembelajaran yaitu media animasi. Media ini digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan perangkat komputer dan disajikan dengan proyektor. Materi yang disampaikan

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 di kemas berupa teks, audio, animasi dan video yang di kombinasikan menjadi satu kesatuan yang utuh. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini akan menggunakan media animasi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar murid. Selanjutnya penelitian ini diberi judul: ” Penerapan Media Animasi Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Pada Materi Virus Untuk Murid Kelas X-4 SMA Negeri 1 Simo Boyolali”. B. Rumusan Masalah Apakah penggunaan media pembelajaran animasi dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar murid pada materi virus kelas X-4 SMA Negeri 1 Simo Boyolali? C. Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah. 1. Motivasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah minat murid dalam mempelajari virus melalui kuesioner yang diberikan kepada murid. 2. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang diketahui melalui hasil tes tertulis dalam bentuk tes objektif, uraian, dan observasi. 3. Objek penelitian ini adalah motivasi belajar, hasil belajar, dan penerapan media animasi . 4. Subjek penelitian ini adalah murid kelas X-4 SMA Negeri 1 Simo Boyolali tahun ajaran 2013/ 2014. Kelas X-4 berjumlah 32 murid terdiri dari 12 siswa putra dan 20 siswi putri.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 5. Materi pelajaran kelas X yakni virus pada Standar Kompetensi 2. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup dan Kompetensi Dasar 2.1 mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan. D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunakan media pembelajaran animasi pada materi virus dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar murid kelas X-4 SMA Negeri 1 Simo Boyolali. E. Manfaat Penelitian : Manfaat dari penelitian tindakan kelas ini bagi murid, bagi guru, bagi sekolahan, bagi pemerintah, bagi peneliti adalah sebagai berikut. 1. Manfaat bagi murid Media animasi memacu murid dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar. 2. Manfaat bagi guru Meningkatkan motivasi untuk menerapkan media pembelajaran yang bervariasi. Semakin bervariasinya media pembelajaran, maka proses pembelajaran akan mendukung dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar murid. 3. Manfaat bagi sekolahan

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Hasil penelitian ini dapat memberikan arahan dalam melaksanakan pembelajaran sehingga motivasi dan hasil pembelajaran Biologi murid kelas X khususnya materi virus meningkat. 4. Manfaat bagi pemerintah Memberikan pengetahuan mengenai pelaksanaan pembelajaran virus yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Simo Boyolali. Diharapkan menjadi salah satu referensi dalam pelaksanaan pembelajaran virus di tempat lain. 5. Manfaat bagi peneliti Menambah pengetahuan mengenai permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan hal tersebut peneliti dapat memperoleh jawaban atas permasalahan yang ditemukan di SMA Negeri 1 Simo Boyolali.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II Tinjauan Pustaka A. Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa latin medium yang berarti perantara, atau pengantar. Dalam konteks belajar dan pembelajaran, media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan atau materi ajar dari guru sebagai komunikator kepada murid sebagai komunikan dan sebaliknya. Ada juga yang mengartikan media sebagai alat bantu mengajar atau “teaching aid.” Oleh sebab itu, sekalipun telah tersedia media pembelajaran, masih diperlukan guru, teknik, metoda, dan sarana serta prasarana lain termasuk dukungan lingkungan untuk menciptakan komunikasi untuk penyampaian pesan pembelajaran dengan berhasil sebagaimana direncanakan guru (Gintings, 2010:140). 1. Manfaat Media Manfaat media pembelajaran secara umum, menurut Sestyaningrum (2009:20) adalah memperlancar interaksi antara guru dengan murid sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus menurut Kemp and Dayton dalam Daryanto 2010:148, manfaat media pembelajaran adalah: 1. penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan, 2. proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, 3. proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, 7

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 4. efisiensi dalam waktu dan tenaga, 5. meningkatkan kualitas dan hasil belajar murid, 6. media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, 7. media dapat menumbuhkan sikap positif murid terhadap materi dan proses belajar, 8. 2. mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif. Landasan Penggunaan Media Pembelajaran Menurut Wayan (2007: 6) landasan penggunaan media pembelajaran ada 4 yaitu landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris. a. Landasan Filosofis Landasan filosofis adalah guru menganggap murid sebagai anak manusia yang memiliki kerpribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis. b. Landasan Psikologis Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar murid. Di samping itu, persepsi murid juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. c. Landasan Teknologis Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi sistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar. d. Landasan Empiris Temuan-temuan penelitan menunjukan bahwa terdapat interaksi antara media pembelajaran dan karakteristik belajar murid dalam menentukan hasil belajar murid. Artinya, murid akan mendapatkan keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru tetapi harus

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pembelajaran, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri. B. Media Animasi Media animasi merupakan kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerakan. Animasi dapat dihasilkan melalui grafik komputer tiga dimensi ataupun dua dimensi. Penggunaan animasi dengan bantuan komputer sebagai media pembelajaran memiliki banyak kelebihan. Salah satunya adalah dapat menambah kesan realisme dan merangsang murid untuk merespon dengan adanya warna, musik dan gambar (Latuheru, 1988:122). Animasi bisa berupa gerak sebuah objek dari satu tempat ke tempat yang lain, perubahan warna, atau perubahan bentuk (Sinau, 2009: 1). Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian murid jika digunakan secara tepat. Adanya animasi dalam proses penyampaian materi, membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan lebih mudah dimengerti. Media animasi pembelajaran merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di sekolah, khususnya mata pelajaran IPA (Biologi). Media animasi memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. a. Kelebihan menggunakan media animasi 1. Membawa bersama butiran informasi ke dalam satu bentuk dasar yang dipertontonkan. 2. Memberikan penekanan, karena butiran yang berubah dan bergerak dapat menarik perhatian penonton. 3. Menyediakan jembatan visual dan penarik perhatian pengguna secara tidak disadari dari topik-topik yang disediakan.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 4. Peningkatan keterampilan, kemampuan, konsisten, dan praktis. 5. Peserta didik akan lebih cepat belajar, memiliki sikap terhadap pembelajaran yang lebih baik, menghilangkan frustasi. 6. Pembelajaran interaktif dengan live-action animasi, simulasi, video, audio, grafik, umpan balik. Siswa ikut serta dalam penggunaan media animasi. 7. Peserta didik akan lebih termotivasi untuk belajar lebih banyak. b. Kelemahan media animasi 1. Pengembangannya memerlukan ahli yang profesional, tidak semua orang dapat membuatnya. 2. Pengembangannya memerlukan waktu yang cukup lama. 3. Memerlukan memori dan ruang penyimpanan yang lebih. 4. Memerlukan peralatan yang khusus untuk presentasi kualitas. 5. Memerlukan listrik dalam penyampaiannya. C. Motivasi Belajar 1. Pengertian Motivasi Belajar Menurut Gintings (2010:86) motivasi dalam belajar dapat diartikan sesuatu yang menggerakkan atau mendorong murid untuk belajar atau menguasai materi pelajaran yang sedang diikutinya. Tanpa motivasi, murid tidak akan tertarik dan serius dalam mengikuti pembelajaran.sebaliknya, dengan motivasi yang tinggi, murid akan tertarik dan terlibat aktif bahkan berinisiatif dalam proses pembelajaran. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, sehingga murid

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 merasa senang dan semangat dalam belajar. Murid yang memiliki motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. 2. Faktor-faktor Motivasi Belajar Motivasi belajar murid dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang berasal dari diri murid (faktor internal) maupun dari luar murid (faktor eksternal). Faktor internal di antaranya adalah minat, bakat, tingkat intelegensi. Sedangkan faktor eksternal di antaranya faktor metode pembelajaran dan lingkungan baik berasal dari lingkungan keluarga dan sekolah, faktor eksternal melingkupi sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar. 3. Fungsi Motivasi Belajar Menurut (Angkowo dan Kosasih, 2007:35) motivasi akan menentukan intensitas usaha murid untuk melakukan sesuatu termasuk melakukan belajar. Dalam kehidupan ini motivasi yang ada pada manusia mempunyai tiga fungsi dasar yaitu: a. mendorong manusia untuk berbuat sehingga motivasi berfungsi sebagai penggerak atau motivasi sebagai pendorong dari setiap kegiatan belajar. b. menentukan arah perbuatan, kegiatan pembelajaran yakni ke arah tujuan belajar yang hendak dicapai. c. menyeleksi kegiatan pembelajaran, yakni menentukan kegiatan-kegiatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai guna mencapai tujuan pembelajaran dengan menyeleksi kegiatan-kegiatan yang tidak menunjang bagi pencapaian tujuan tersebut.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 4. Jenis-jenis Motivasi Menurut Uno (2007:4) dari sumber yang menimbulkannya, motivasi dibedakan menjadi dua macam yaitu: a. motivasi instrinsik b. motivasi ekstrinsik 1) Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik timbulnya tidak memerlukan ransangan dari luar karena memang telah ada dalam diri individu sendiri, atau sesuai atau sejalan dengan kebutuhannya. Motivasi intrinsik dapat ditimbulkan dengan menumbuhkan dan mengembangkan minat terhadap bidang studi yang relevan. Sebagai contoh, memberitahukan sasaran yang hendak dicapai dalam bentuk tujuan instruksional pada saat pembelajaran akan dimulai yang menimbulkan motivasi keberhasilan mencapai sasaran. 2) Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik timbul karena adanya rangsangan dari luar individu, misalnya dalam bidang pendidikan terdapat minat yang positif terhadap kegiatan pendidikan yang timbul karena melihat manfaatnya. Berikut beberapa hal yang dapat menimbulkan motivasi ekstrinsik, yaitu (Uno, 2007:4) : a. anak didik Pendidik memerlukan anak didiknya, sebagai manusia yang berpribadi, menghargai pendapatnya, pikirannya, perasaannya, maupun keyakinannya.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 b. Metode Pendidik menggunakan berbagai metode dalam melaksanakan kegiatan dalam pendidikannya. c. Bimbingan Pendidik senantiasa memberikan bimbingan dan juga pengarahan kepada anak didiknya dan membantu apabila mengalami kesulitan, baik yang bersifat pribadi maupun yang akademis. d. pengetahuan yang luas Pendidik harus mempunyai pengetahuan yang luas dan penguasaan bidang studi atau materi yang diajarkan kepada peserta didiknya. e. profesionalisme guru dalam profesinya Pendidik harus mempunyai rasa cinta dan sifat pengabdian kepada profesinya sebagai pendidik. D. Hasil Belajar Hasil belajar adalah tingkat kemampuan atau prestasi murid mengolah materi pelajaran. Menurut Sudjana (2009:22), hasil belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki murid setelah ia menerima pengalaman belajarnya. 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor internal dan faktor eksternal. a. Faktor Internal (dari dalam individu yang belajar). Faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada faktor dari dalam individu yang belajar. Adapun faktor yang mempengaruhi

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 kegiatan tersebut adalah faktor psikologis, antara lain yaitu: motivasi, perhatian, pengamatan, tanggapan dan lain sebagainya. b. Faktor Eksternal (dari luar individu yang belajar). Pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan belajar yang kondusif. Hal ini akan berkaitan dengan faktor dari luar murid. Adapun faktor yang mempengaruhi adalah mendapatkan pengetahuan, penanaman konsep, keterampilan dan pembentukan sikap. Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. 1. Ranah Kognitif Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian. 2. Ranah Afektif Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai. 3. Ranah Psikomotor Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati). E. Pembelajaran Virus Pembelajaran virus adalah pembelajaran mengenai ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan. Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan Standar Kompetensi 2 yakni memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Kompetensi Dasar yang diacu untuk melakukan pembelajaran ini adalah 2.1 mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan. Indikator pembelajaran dalam kompetensi dasar ini adalah: 1. mengidentifikasi ciri-ciri virus. 2. membedakan struktur tubuh virus dengan makhluk lainnya. 3. menjelaskan cara reproduksi virus secara litik dan lisogenik. 4. mengidentifikasi virus yang menguntungkan dan merugikan. 5. menjelaskan peranan virus yang menguntungkan dan merugikan. Materi secara lengkap terdapat pada lampiran. F. Kajian Empiris Harsidi Side, (2009) dalam penelitiannya yang berjudul “Penggunaan Media Animasi dalam Model Pembelajaran Langsung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII-3 SMP Negeri 13 Makassar” dengan hasil dari penelitian adalah: penggunaan media animasi dalam pembelajaran biologi dapat meningkatkan prestasi belajar murid; sebelum implementasi tindakan terdapat 70,96% murid yang tuntas belajar, sedangkan sesudah implementasi tindakan murid yang mengalami ketuntasan belajar sebanyak 90,625% murid. G. Kerangka Berpikir Para siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan belajar biologi dikarenakan siswa merasa bosan dan kurang tertarik dalam proses belajar mengajar. Selama proses pembelajaran tersebut, guru lebih mendominasi

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 dengan menggunakan metode ceramah, dan kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran. Guru kurang variatif dalam memberikan materi pembelajaran. Berdasarkan tinjauan pustaka di atas maka perlu adanya model pembelajaran yang inovatif dan bervariatif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar murid. Sehingga yang semula motivasinya rendah dapat termotivasi untuk belajar lebih giat dan hasil belajar menjadi meningkat. Belajar biologi seharusnya menyenangkan dan atraktif. Salah satu model pembelajaran yaitu dengan penggunaan media animasi. Media tersebut menggabungkan antara teks, audio, animasi dan video yang di kombinasikan menjadi satu kesatuan yang utuh. Dari hasil identifikasi permasalahan tersebut apakah penggunaan media animasi dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kelas X-4 SMA Negeri 1 Simo Boyolali. Secara diagram alir dapat dilihat pada gambar berikut: tentang kerangka pikir penelitian.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Faktor Keberhasilan Pendidikan Kurang Berperan Maksimal di SMA N 1 Simo Boyolali Kondisi Awal 1. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru cenderung monoton 2. Murid kurang terlibat aktif dalam pembelajaran 3. Penggunaan media pembelajaran yang terbatas 4. Motivasi dan hasil belajar rendah 5. Inovasi penggunaan media animasi dalam pembelajaran Langkah pembelajaran dengan media animasi: Tindakan Kondisi Akhir 1. Menayangkan video animasi virus 2. Murid memberi tanggapan tentang video animasi 3. Diskusi kelompok 4. Murid mempresentasikan hasil diskusi 5. Murid mengulang materi dalam pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan guru 6. Guru memberi pujian kepada murid dan penghargaan untuk kelompok terbaik Motivasi dan hasil belajar murid pada materi virus meningkat Gambar 2.1. Kerangka Berpikir Penelitian

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 F. Hipotesa Berdasarkan tinjauan pustaka di atas, maka diperoleh hipotesis dari penelitian ini yaitu: “Penerapan media animasi pada materi virus dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar murid kelas X-4 SMA Negeri 1 Simo Boyolali”.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III Metodologi Penelitian A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan memakai jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yakni merupakan kajian yang dilakukan secara sistematis dan reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar, yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran menurut Wibawa dalam (Susento, 2007:1). B. Setting Penelitian : a. Lokasi Penelitian : SMA Negeri 1 Simo Boyolali. b. Waktu penelitian : 22, dan 23 Agustus 2013; 29 Agustus 2013 dan 6 September 2013. c. Objek Penelitian : motivasi dan hasil belajar pada materi virus. d. Subjek Penelitian : murid kelas X-4 SMA Negeri 1 Simo Boyolali pada semester I (ganjil) tahun ajaran 2013/ 2014 yang terdiri dari 32 murid. C. Rancangan Tindakan Rancangan tindakan ini direncanakan dengan dua siklus yang tiap-tiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan dengan beberapa tahap yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan evaluasi, dan tahap refleksi. 20

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 1. Pra Tindakan a. Identifikasi masalah, langkah ini diawali dengan menganalisis hasil belajar murid berdasarkan hasil ulangan harian pada materi virus dari tahun sebelumnya. b. Observasi, kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran awal tentang kegiatan belajar mengajar biologi di kelas X-4 SMA Negeri 1 Simo Boyolali. c. Analisis studi pustaka sesuai dengan permasalahan dan judul penelitian. d. Menyelesaikan rancangan penelitian dengan bimbingan dosen, hingga memperoleh persetujuan untuk melakukan penelitian dari dosen yang bersangkutan. e. Menyusun perangkat pembelajaran berupa silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja murid (LKS). f. Membuat media pembelajaran berupa media animasi. g. Menyusun soal post-test dan soal ulangan harian sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui kemampuan kognitif murid. h. Menyusun panduan kuesioner dan observasi sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui kemampuan afektif dan psikomotorik serta kegiatan pembelajaran secara keseluruhan. i. Permintaan izin untuk melakukan penelitian kepada Sekretariat Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. j. Menghubungi pihak SMA Negeri 1 Simo Boyolali, dengan menemui kepala sekolah, bagian kurikulum dan guru mata pelajaran Biologi dengan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 menyerahkan surat izin penelitian dari Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. 2. Pelaksanaan Tindakan (2 siklus) a. Siklus I 1) Perencanaan (Planning) Pada tahap ini, dilakukan penyusunan rencana tindakan berupa penyiapan pembelajaran menggunakan media animasi, yaitu: 1) peneliti mempersiapkan media yang akan digunakan untuk proses pembelajaran berupa film dan animasi mengenai materi virus. 2) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), tentang virus dengan menggunakan media animasi yang akan digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). 3) menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai instrumen pembelajaran. 4) peneliti menyusun instrumen pengumpulan data. 2) Pelaksanaan (Acting) Pada tahap ini, pembelajaran dilaksanakan menggunakan media animasi sesuai dengan rencana tindakan, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut. 1) Peneliti (mahasiswa Universitas Sanata Dharma) melakukan apersepsi dengan menyajikan materi biologi yang sudah dipelajari sebelumnya. 2) Murid dimotivasi untuk merangsang minat dan sikapnya dalam pembelajaran. 3) Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 4) Murid dibagi dalam beberapa kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 anggota/murid. Setelah itu diberi LKS untuk berdiskusi

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 sambil mengamati animasi yang ditayangkan dan selanjutnya perwakilan anggota kelompok mempresentasikan hasil diskusi diselingi tanya jawab untuk mengukur pemahaman. 5) Melaksanakan tindakan sesuai dengan RPP yang telah dirancang dengan menggunakan media animasi pada materi virus dalam proses belajar mengajar. 6) Menjaring motivasi belajar murid sesudah tindakan menggunakan lembar kuesioner setelah pembelajaran sudah berakhir. 3) Observasi dan evaluasi (Observation and evaluation) Tahap observasi, dilaksanakan bersamaan dengan tahap tindakan. Di dalam tahap ini peneliti/observer mengadakan pengamatan atas dampak dan hasil dari pelaksanaan tindakan, yaitu motivasi dan hasil belajar murid dalam proses pembelajaran. Motivasi murid dijaring menggunakan lembar kuesioner motivasi sebelum tindakan pembelajaran siklus I. Hasil belajar ranah kognitif menggunakan lembar tes tertulis, sedangkan ranah afektif dan psikomotor menggunakan lembar observasi. Pengamatan menggunakan video camcorder dan kamera foto. Peneliti dan observer mengamati, mengenali dan mendokumentasikan proses, hasil pengaruh dan masalah baru yang mungkin saja muncul selama tindakan kelas dilakukan. Data hasil kuesioner motivasi sebelum dan sesudah tindakan, hasil tes kognitif, lembar observasi ranah afektif dan ranah psikomotor ini akan dijadikan bahan analisis dan dasar refleksi terhadap tindakan yang telah dilakukan dan bagi penyusunan rencana tindakan berikutnya.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 4) Refleksi (Reflection) Tahap ini hasil yang diperoleh dari observasi selama proses belajar mengajar, kuesioner, hasil tes, dan hasil lembar observasi dibahas dan di diskusikan setelah dibahas, kemudian di identifikasi kelemahan dan kelebihan selama proses pembelajaran berlangsung dan apa saja yang belum dapat dicapai pada siklus I. Hasil refleksi dirumuskan kembali antara guru dengan peneliti untuk tindak lanjut pada siklus berikutnya yaitu pada siklus II. b. Siklus II a. Perencanaan 1) Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan hasil dan refleksi pada siklus I. 2) Peneliti dan guru menggali data hasil refleksi siklus I mengenai karakteristik murid untuk memetakan kembali kelompok baru murid, kelompok baru beranggotakan 5-6 orang, kelompok ini dibentuk secara acak atau melalui pengundian. 3) Menyiapkan seluruh instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. b. Pelaksanaan 1) Peneliti (mahasiswa Universitas Sanata Dharma) melakukan apersepsi dengan menyajikan materi biologi yang sudah dipelajari sebelumnya. 2) Menjaring motivasi belajar murid sebelum tindakan menggunakan lembar kuesioner.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 3) Murid dimotivasi untuk merangsang minat dan sikapnya dalam pembelajaran. 4) Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan 5) Murid dibagi dalam beberapa kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 anggota/murid. Setelah itu diberi LKS untuk berdiskusi sambil mengamati animasi yang ditayangkan dan selanjutnya perwakilan anggota kelompok mempresentasikan hasil diskusi diselingi tanya jawab untuk mengukur pemahaman. 6) Melaksanakan tindakan sesuai dengan RPP yang telah dirancang dengan menggunakan media animasi pada materi virus. 7) Menjaring motivasi belajar murid sesudah tindakan menggunakan lembar kuesioner setelah pembelajaran berakhir. c. Observasi dan evaluasi Tahap observasi siklus II, secara operasional masih sama seperti pada siklus I. Pada tahap ini peneliti/observer mengadakan pengamatan atas dampak dan hasil dari pelaksanaan tindakan hanya pada ranah afektif dan psikomotor menggunakan lembar observasi. Pengamatan juga menggunakan video camcorder dan kamera foto. Sedangkan pengisian kuesioner motivasi dilakukan sesudah tindakan pembelajaran akhir siklus II dan tes hasil belajar secara teknis sama seperti siklus I. d. Refleksi Tahap ini hasil yang diperoleh dari observasi selama proses belajar mengajar, kuesioner, hasil tes, dan hasil lembar observasi dibahas setelah itu

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 ditarik kesimpulan apakah tindakan berhasil atau tidak. Diharapkan pada akhir siklus ini motivasi dan hasil belajar kelas X-4 SMA Negeri 1 Simo Boyolali meningkat. D. Instrumen Penelitian Sanjaya (2009:84) menyatakan bahwa instrumen penelitian adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Tanpa instrumen yang tepat, penelitian tidak akan menghasilkan sesuatu yang diharapkan. Pada penelitian ini ada 2 macam instrumen yang digunakan, yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. a. Instrumen Pembelajaran 1. Silabus 2. RPP siklus I dan II 3. Materi belajar siklus I dan II 4. Lembar Kerja Murid 5. Scan Media Animasi b. Instrumen Pengumpulan Data 1. Kuesioner 2. Soal Tes 3. Lembar Observasi

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 E. Metode Pengumpulan Data 1. Kuesioner/Angket Motivasi Belajar Menurut Suparno (2007:61), angket/kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis untuk memperoleh informasi dari responden yang ingin diketahui. Dalam penelitian ini kuesioner digunakan untuk mengetahui motivasi murid dalam belajar materi virus menggunakan media animasi. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Pada penelitian ini kuesioner motivasi yang digunakan ada dua macam. Kuisoner yang pertama adalah kuesioner yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar awal murid sebelum diberikan tindakan dan kuesioner yang kedua adalah kuesioner yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar akhir murid setelah diberi tindakan. Masing-masing kuesioner terdiri dari 20 item. Tiap-tiap pernyataan disediakan empat alternatif jawaban, antara lain sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), setuju (S), dan sangat setuju (SS). Pernyataan-pernyataan tersebut terdiri dari item positif dan item negatif. Indikator motivasi belajar untuk kuesioner motivasi belajar awal murid sebagai berikut: (1) Keinginan belajar (2) Kesiapan (3) Ketertarikan (4) Keseriusan (5) Partisipasi

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 2. Tes Dalam penelitian ini, soal tes digunakan untuk meneliti peningkatan hasil belajar aspek kognitif pada materi virus. Tes yang digunakan adalah post-test dan ulangan harian. Post-test dilakukan pada akhir pembelajaran siklus I. Sedangkan ulangan harian dilakukan pada akhir pembelajaran siklus II. Dengan menggunakan tes ini peneliti akan dapat melihat ada tidaknya peningkatan hasil belajar aspek kognitif murid secara kuantitatif. 3. Observasi Observasi dilakukan berdasarkan hal-hal yang dapat diamati oleh pengamat. Instrumen ini disusun untuk mengetahui penguasaan ranah afektif dan psikomotorik yakni. 1. Antusiasme murid dalam mengikuti proses pembelajaran; 2. Perhatian murid pada guru dan sesama teman; 3. Sikap percaya diri dan penyampaian pendapat dalam presentasi; 4. Sikap menghargai masukan dari teman lain; 5. Menerima kritik dan masukan dengan lapang dada; 6. Kemampuan bekerja sama dengan murid lain; 7. Murid membuat ringkasan materi pembelajaran dari hasil mengerjakan LKS dan hasil presentasi dari teman. Observasi dilakukan pada setiap siklus selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Untuk dapat mendapat data dalam bentuk kuantitatif, panduan lembar observasi menggunakan model rating scale. Model ini dipilih karena menyediakan angka-angka yang akan memudahkan dalam pengolahan dan penyajian data.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 F. Validitas Validitas digunakan untuk mengukur atau menentukan apakah satu Test sungguh mengukur apa yang mau diukur yaitu apakah sesuai dengan tujuan. Validitas menunjukkan pada kesesuaian, penuh arti, bergunanya kesimpulan yang dibuat oleh peneliti berdasarkan data yang dikumpulkan. Kesimpulan valid bila sesuai dengan tujuan penelitian (Suparno, 2007:67). Dalam penelitian ini, validitas yang digunakan adalah validitas isi (content validity). Yang akan diuji dalam penelitian ini adalah keabsahannya yaitu dengan cara sebagai berikut. 1. Instrumen tes Validitas instrumen tes dilakukan dengan mempertimbangkan validitas isi. Validitas isi berkenaan dengan kesanggupan alat penilaian dalam mengukur isi yang seharusnya. Artinya, tes tersebut mampu mengungkapkan isi suatu konsep atau variabel yang hendak dibentuk (Sudjana, 1989:13) 2. Instrumen bentuk nun tes Validitas instrumen non tes yang meliputi kuesioner, dan observasi siswa. Validitas dalam hal ini yaitu dengan membuat kisi-kisi. Selanjutnya, akan meminta bantuan ahli yang berkompeten dibidangnya untuk menilai apakah instrumen yang dibuat telah memenuhi kelayakan sebagai alat pengumpul data (Sudjana, 1989:13). G. Metode Analisis Data Data yang diperoleh dikumpulkan dan diolah, sehingga hasilnya dapat disajikan sebagai bahan untuk analisis dan dalam rancangan penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peningkatan motivasi dan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 hasil belajar setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media animasi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dapat dijabarkan sebagai berikut: a. Kuesioner/Angket Motivasi Belajar Pada rancangan ini digunakan 2 jenis kuesioner yaitu kuesioner untuk mengukur motivasi belajar awal murid sebelum diberi tindakan dan kuesioner motivasi belajar akhir murid setelah diberi tindakan. Kuesioner tersebut digunakan untuk mengetahui skor motivasi belajar murid dan untuk mengetahui apakah motivasi belajar murid meningkat atau tidak setelah diberi tindakan. Data yang diperoleh dari kuesioner dianalisis dengan tahap-tahap sebagai berikut, (1) kuesioner yang telah diisi oleh murid dikategorikan dalam pernyataan positif dan pernyataan negatif, (2) kemudian masing-masing kategori jawaban tersebut diberi skor. Penetapan skor untuk pernyataan positif dan pernyataan negatif seperti pada tabel berikut: Tabel 3.1. Penetapan skor kuesioner Pilihan Jawaban Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor Pernyataan Positif Pernyataan Negatif 4 1 3 2 2 3 1 4 Skor yang diperoleh murid dalam kuesioner dijumlahkan dan skor ini digunakan sebagai skor motivasi belajar murid. Setelah penskoran, dilakukan penghitungan skor motivasi dengan rumus sebagai berikut:

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Skor Motivasi = ∑ ∑ x 100% Setelah skor diperoleh, dilakukan penggolongan skor motivasi belajar sesuai dengan kriteria motivasi belajar. Penggolongan motivasi belajar disesuaikan dengan tabel 3.2. Tabel 3.2. Penggolongan Motivasi Belajar Kelas Interval (%) Kriteria Motivasi Belajar 81-100 Sangat Tinggi 66-80 Tinggi 56-65 Cukup 46-55 Rendah 0-45 Sangat Rendah Hasil dari penghitungan skor motivasi awal maupun skor motivasi belajar akhir dan mengetahui kategori motivasi belajar murid, ditabulasikan ke dalam tabel 3.3.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Tabel 3.3. Skor motivasi belajar awal/skor motivasi belajar akhir Total Skor Skor Motivasi Kategori (%) Murid nomor pernyataan Kode Siswa 1 2 3 4 ... Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 dst. JUMLAH MURID YANG TERGOLONG DALAM KATEGORI SANGAT TINGGI JUMLAH MURID YANG TERGOLONG DALAM KATEGORI TINGGI JUMLAH MURID YANG TERGOLONG DALAM KATEGORI CUKUP JUMLAH MURID YANG TERGOLONG DALAM KATEGORI RENDAH JUMLAH MURID YANG TERGOLONG DALAM KATEGORI SANGAT RENDAH Kemudian untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar murid dalam pembelajaran Biologi pada materi virus dengan menggunakan media animasi diukur melalui tes motivasi belajar secara kuantitatif. Peneliti menghitung pencapaian motivasi belajar murid awal dan akhir berdasarkan banyaknya murid yang tergolong dalam kategori tinggi maupun sangat tinggi. = ∑ + ∑ 100% Keterangan: KM = Ketercapaian Motivasi ∑a = Jumlah murid dalam kategori tinggi

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 ∑b = Jumlah murid dalam kategori sangat tinggi n = Banyaknya sampel Untuk mengetahui adanya peningkatan motivasi belajar, data yang diperoleh di motivasi awal dibandingkan dengan motivasi akhir dan ditabulasikan ke dalam tabel 3.4. Tabel 3.4. Perbedaan Motivasi Belajar Awal Dan Motivasi Belajar Akhir Keterangan Motivasi Awal Motivasi Akhir (%) (%) Pencapaian motivasi murid b. Hasil Belajar Analisis Hasil Tes Ketuntasan Individu Setiap murid dalam proses belajar mengajar dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai ≥75 (KKM). Tes kognitif dilaksanakan setiap akhir siklus yang ditujukan untuk mengetahui hasil belajar murid. Pengukuran hasil belajar murid pada ranah kognitif menggunakan tes, yakni soal pilihan ganda dan soal uraian. Panduan skoring dapat dilihat pada tabel 3.5.. Tabel 3.5. Penetapan Skor Pilihan Ganda Skor Keterangan 1 jika jawaban benar 0 Jika jawaban salah atau tidak ada jawaban

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Setelah dilakukan penskoran soal pilihan ganda dan soal uraian dilakukan penghitungan nilai untuk menganalisis ketuntasan individu dengan rumus sebagai berikut: = ∑ ∑ 100 Keterangan: a. Ki = Ketuntasan individu x = Jumlah skor pilihan ganda dan uraian xi = Jumlah skor maksimum Analisis Rata-rata Kelas Untuk mengetahui skor rata-rata kelas menggunakan rumus sebagai berikut: − b. = ∑ ℎ ℎ ∑ Ketuntasan klasikal Ketuntasan klasikal dikatakan telah dicapai apabila murid melampaui KKM dengan target pencapaian ideal ≥75 % dari jumlah murid dalam kelas. Untuk mengetahui ketuntasan secara klasikal menggunakan rumus sebagai berikut: KK  n1 x100% n

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Keterangan : KK = Ketuntasan Klasikal n1 = Jumlah murid yang memperoleh nilai ≥75 n = Jumlah murid yang ikut tes (banyaknya murid) H. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini meliputi peningkatan motivasi dan hasil belajar aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Tabel 3.6. Indikator Keberhasilan Penelitian Variabel Data Indikator ketercapaian Motivasi Kuesioner motivasi Peningkatan motivasi belajar murid sebelum tindakan dan belajar murid selama sesudah tindakan mengikuti pembelajaran ≥ 80% % Capaian Evaluasi akhir siklus I Murid mencapai nilai KKM dan akhir siklus II kriteria ketuntasan minimal ≥75 dengan sebanyak 75% murid mencapai ketuntasan minimal. Skor rata-rata kelas 67 Perolehan skor rata-rata kelas ≥80

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Penggunaan Media Pembelajaran Animasi pada Materi Virus Untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X-4 SMA N 1 Simo Boyolali” dilakukan dengan menggunakan II siklus. Penelitian siklus I dilaksanakan pada tanggal 23 dan 29 Agustus 2013, sedangkan siklus II dilaksanakan pada tanggal 30 dan 6 September 2013. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas X-4 dengan jumlah 32 orang siswa yang terdiri dari 12 siswa putra dan 20 siswi putri. Akan tetapi pada saat proses pembelajaran baik siklus I maupun siklus II masing-masing ada 1 siswa yang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran yang dikarenakan sedang sakit, sehingga dalam penelitian ini hanya ada 30 siswa yang menjadi subyek penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti memberikan perlakuan secara langsung kepada siswa yang menjadi subyek penelitian untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-4 dengan menggunakan instrumen pembelajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sedangkan guru bidang studi menjadi observer. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan langkah awal berupa observasi terhadap proses pembelajaran di kelas yang akan menjadi subyek penelitian. Kegiatan observasi dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 Agustus 36

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 2013. Selain melakukan observasi kelas, peneliti juga melakukan wawancara kepada guru bidang studi yang bersangkutan untuk mendapatkan informasi mengenai hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas X-4. Sebelum memasuki tahap siklus 1, peneliti dibantu oleh guru dalam menyebarkan kuesioner motivasi awal untuk diisi oleh siswa. Hasil dari kuesioner motivasi awal tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.1. Nilai Motivasi Awal Siswa Interval % Kategori 81 – 100 66 – 80 56 – 65 46 – 55 0 – 45 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Jumlah siswa 16 13 0 1 0 % 53,3 43,3 0 3,3 0 Tabel di atas menunjukkan tingkat motivasi awal siswa sebelum dilaksanakannya penelitian. Dari data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa persentase belajar siswa dengan kategori sangat tinggi adalah 53,3%, dan untuk presentase dengan kategori tinggi adalah 43,3%, dan untuk persentase rendah adalah 3,3%, sedangkan untuk kategori motivasi cukup, dan sangat rendah memiliki presentase 0%. 1. Siklus 1 a. Perencanaan Sebelum memulai penelitian, peneliti mempersiapkan berbagai hal yang digunakan untuk kelancaran proses penelitian. Hal yang dipersiapkan oleh peneliti seperti; media pembelajaran berupa video dan animasi virus,

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 lembar observasi siswa, instrumen pembelajaran (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Silabus, Lembar Kerja Siswa, Soal Postest), kamera digital. b. Pelaksanaan Siklus I (2 pertemuan – 3 jam pelajaran) Pelaksanaan penelitian pada siklus I dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan, yaitu pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2013 dan hari Jumat tanggal 23 Agustus 2013. Pada pertemuan pertama dan kedua jumlah siswa yang hadir sebanyak 31 orang, 1 orang siswa tidak hadir dikarenakan sedang sakit. Kegiatan dilaksanakan yaitu pada pukul 07.00 – 08.30 WIB pada hari Jumat dan jam 07.00 – 07.45 WIB pada hari Kamis. Pelaksanaan penelitian ini juga disertai dengan kegiatan observasi siswa, yang mana kegiatan observasi dilakukan oleh guru bidang studi Biologi kelas X dan kelas XII. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Penerapan media pembelajaran animasi Peneliti membuka pelajaran dengan penyampaian secara lisan garis-garis besar tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan pertama, kemudian peneliti menggali pengetahuan siswa dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa mengenai materi virus yang akan dipelajari. Setelah kegiatan pembuka, peneliti menyampaikan materi inti virus dengan menggunakan media animasi yang telah disiapkan oleh peneliti berupa video dan animasi. Kemudian peneliti menjelaskan konsep dengan menggunakan animasi sesuai dengan indikator dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari materi virus.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Gambar 4.1 Pemutaran Video Animasi Dan Dilanjutkan Dengan Penjelasan Konsep Oleh Guru 2) Pembagian kelompok diskusi Pada pertemuan kedua peneliti membagi siswa ke dalam 6 kelompok yang mana dalam satu kelompok terdiri dari 5 orang siswa yang diambil dengan cara berhitung 1-6, siswa yang mendapat nomor urut 1 berkumpul dengan siswa lainnya yang mendapatkan nomor urut serupa, dan seterusnya sampai terbentuk 6 kelompok. Kemudian setiap kelompok siswa diberi LKS untuk dikerjakan. Gambar 4.2 Siswa Mengerjakan LKS Dalam mengerjakan LKS ada 3 kelompok yang masih kesulitan untuk mengerjakan soal LKS tersebut. Hal tersebut dikarenakan siswa kurang memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh peneliti. Siswa

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 yang belum paham meminta bantuan peneliti untuk menjelaskan bagian yang masih belum dipahami oleh siswa. Gambar 4.3 Peneliti Memberi Penjelasan Kepada Siswa Setelah mengerjakan LKS, peneliti membahas LKS yang telah dikerjakan dengan menunjuk salah satu kelompok untuk menjawab soal LKS yang telah dikerjakan. Kemudian peneliti menambahkan konsep dan diakhiri dengan merangkum materi agar siswa lebih dapat memahami materi yang disampaikan pada pertemuan saat itu. Gambar 4.4 Peneliti Menambahkan Konsep c. Obervasi Pada penelitian ini guru bidang studi bertindak sebagai observer untuk melakukan observasi terhadap kegiatan siswa dengan menggunakan

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 lembar observasi. Guru melakukan observasi dibantu oleh guru bidang studi Biologi kelas XII dalam menjalankan penelitian. Berikut data hasil belajar observasi aktivitas siswa berdasarkan ranah afektif dan ranah psikomotorik yang telah dilakukan peneliti pada pelaksanaan siklus I. 1. Hasil belajar ranah afektif Hasil belajar ranah afektif diperoleh menggunakan lembar observasi. Aspek yang dilihat adalah sikap, aktivitas, proses interaksi siswa dalam kelompok, dan minat siswa dalam materi. Berikut adalah tabel hasil belajar ranah afektif. Tabel 4.2. Hasil Belajar Ranah Afektif Siklus I Presentase Yang Kriteria Pencapaian Diperoleh Prestasi 66,68 ≤q ≤100 Tinggi 100% 33,34 ≤q ≤66,67 Sedang 0% 0 ≤q ≤33,33 Rendah 0% Rata-rata Skor Afektif Siswa Siklus I 85, 93% Berdasarkan analisa data yang diperoleh seperti dalam tabel tersebut menyatakan bahwa ranah afektif pada siklus I dan siklus II memiliki kriteria yang tinggi masing-masing sebesar 100%. Sedangkan untuk kategori sedang dan rendah pada siklus I maupun pada siklus II masing-masing sebesar 0%. Dan pada rata-rata skor hasil belajar mengalami kenaikan dari siklus I ke siklus II masing-masing sebesar 85,93% naik menjadi 88,01% .

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 2. Hasil belajar ranah psikomotorik Hasil belajar ranah psikomotorik diperoleh menggunakan lembar observasi. Aspek yang dilihat adalah kemampuan visual, auditor dan motoris dalam pembelajaran yang menggunakan media animasi. Berikut adalah tabel hasil belajar ranah psikomotorik. Tabel 4.3 Hasil Belajar Ranah Psikomotorik Siklus I Presentase Yang Kriteria Pencapaian Diperoleh Prestasi 66,68 ≤q ≤100 Tinggi 100% 33,34 ≤q ≤66,67 Sedang 0% 0 ≤q ≤33,33 Rendah 0% Rata-rata Skor Afektif Siswa Siklus I 81,76% Berdasarkan analisa data yang diperoleh seperti dalam tabel tersebut menyatakan bahwa ranah afektif pada siklus I dan siklus II memiliki kriteria yang tinggi masing-masing sebesar 100% . Sedangkan untuk kategori sedang dan rendah pada siklus I maupun pada siklus II masing-masing sebesar 0%. Dan pada rata-rata skor hasil belajar mengalami kenaikan dari siklus I ke siklus II masing-masing sebesar 81,76% naik menjadi 83,85%. d. Tes Proses pembelajaran pada siklus I diakhiri dengan mengadakan tes berupa Post tes yang dilakukan pada akhir siklus I untuk Standar Kompetensi 2 yakni memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup. Dan kompetensi dasar 2.1 yakni mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan. Berikut merupakan data hasil belajar siswa dalam siklus I:

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 4.4. Data Tes Akhir ( Post tes ) Siklus I Aspek Ketercapaian Rata-rata kelas 90,6 Nilai terendah 70 Nilai tertinggi 100 Jumlah murid yang belum mencapai KKM 9 Jumlah murid yang sudah mencapai KKM 21 Ketuntasan Klasikal (%) 70 Tabel di atas menunjukkan rata – rata hasil belajar siswa adalah 90,6, sedangkan presentase pencapaian KKM yang ada sebesar 70%. Dari hasil tersebut siswa yang belum tuntas sebanyak 9 orang dan 21 orang siswa telah tuntas. e. Refleksi Berdasarkan pelaksanaan penelitian yang telah dilaksanakan pada siklus I, masih ada beberapa siswa yang masih bermain pada saat proses pembelajaran, seperti pada saat pengerjaan LKS, beberapa orang bermain dan bercanda dengan teman kelompoknya dan kurang berpartisipasi dalam kelompoknya pada saat mengerjakan LKS. Hal ini menandakan bahwa proses pembelajaran pada siklus I belum berjalan dengan baik. Dari analisis nilai tes akhir ( Post tes ) diperoleh nilai minimal siswa dari hasil tes siklus I dengan persentase ketuntasan klasikal siswa sebesar 70%. Persentase tersebut belum mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan, yaitu sebesar 75%. Dari data nilai Post tes, masih terdapat 9 orang siswa yang belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah sebesar 75. Sementara itu skor rata – rata kelas yang diperoleh dari hasil Post tes sebesar 90,6. Karena masih ada 9 siswa yang belum

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal sehingga diadakan siklus II untuk memperbaikinya. 2. Siklus II a. Perencanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilakukan dengan meninjau kembali permasalahan yang ada pada siklus sebelumnya. Pada siklus I masih ada beberapa kelompok yang kurang aktif. Hal tersebut bisa dilihat dari skor yang didapatkan oleh masing-masing kelompok. Dari data yang ada terdapat 1 kelompok yang mendapatkan skor sebesar 73, sehingga perlu diadakan perubahan struktur dari masing-masing kelompok. Pada siklus II peneliti membentuk siswa menjadi 6 kelompok yang masingmasing kelompok beranggotakan 5 orang siswa. Dengan cara yang sama seperti siklus I untuk menentukan anggota kelompoknya. b. Pelaksanaan Siklus II dilaksanakan sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 30 Agustus 2013 dan 06 September 2013. Pada pertemuan pertama peneliti membentuk kelompok diskusi dan kemudian peneliti memutarkan video pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya. Pada saat pemutaran video, siswa terlihat serius dalam memperhatikan pelajaran yang disampaikan dengan menggunakan media animasi. Setelah siswa melihat video dan mencatat hal penting yang ada dalam video, peneliti membagi siswa menjadi 6 kelompok seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Pada

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 siklus II setiap kelompok lebih antusias dan serius dalam mengerjakan LKS yang dibagikan kepada masing-masing kelompok. Gambar 4.5 Siswa memperhatikan video animasi Pada pertemuan berikutnya, peneliti meminta 2 kelompok siswa untuk presentasi di depan kelas. Pada saat presentasi di depan kelas berlangsung kelompok yang tidak presentasi begitu antusias dan serius dalam memperhatikan kelompok yang sedang presentasi. Setelah selesai, banyak siswa bertanya tentang materi yang dijelaskan oleh kelompok yang presentasi. Dengan rasa percaya diri kelompok yang maju presentasi menjawab dengan yakin pertanyaan yang diajukan ke kelompoknya tersebut. Setelah 2 kelompok yang berbeda materi maju ke depan, peneliti mengajak siswa merangkum materi yang telah dipelajari pada pertemuan tersebut. Dan kemudian, peneliti mengumumkan akan diadakan tes pada pertemuan berikutnya.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Gambar 4.6 siswa mengerjakan LKS dan diteruskan membacakan hasil diskusi di depan kelas c. Observasi Pada penelitian ini guru bidang studi bertindak sebagai observer untuk melakukan observasi dibantu oleh guru Biologi kelas XII. Observasi dilakukan dengan mengisi lembar observasi siswa yang telah disiapkan oleh peneliti. Berikut data hasil belajar observasi aktivitas siswa berdasarkan ranah afektif dan ranah psikomotorik yang telah dilakukan peneliti pada pelaksanaan siklus II. 1. Hasil belajar ranah afektif Hasil belajar ranah afektif diperoleh menggunakan lembar observasi. Aspek yang dilihat adalah sikap, aktivitas, proses interaksi siswa dalam kelompok, dan minat siswa dalam materi. Berikut adalah tabel hasil belajar ranah afektif.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Tabel 4.5. Hasil Belajar Ranah Afektif Siklus II Presentase Yang Kriteria Pencapaian Diperoleh Prestasi 66,68 ≤q ≤100 Tinggi 100% 33,34 ≤q ≤66,67 Sedang 0% 0 ≤q ≤33,33 Rendah 0% Rata-rata Skor Afektif Siswa Siklus II 88,01% Berdasarkan analisa data yang diperoleh seperti dalam tabel tersebut menyatakan bahwa ranah afektif pada siklus II memiliki kriteria yang tinggi sebesar 100%. Sedangkan untuk kategori sedang dan rendah sebesar 0%. Dan pada rata-rata skor hasil belajar ranah afektif sebesar 88,01% . 2. Hasil belajar ranah psikomotorik Hasil belajar ranah psikomotorik diperoleh menggunakan lembar observasi. Aspek yang dilihat adalah kemampuan visual, auditor dan motoris dalam pembelajaran yang menggunakan media animasi. Berikut adalah tabel hasil belajar ranah psikomotorik. Tabel 4.6 Hasil Belajar Ranah Psikomotorik Siklus II Presentase Yang Kriteria Pencapaian Diperoleh Prestasi 66,68 ≤q ≤100 Tinggi 100% 33,34 ≤q ≤66,67 Sedang 0% 0 ≤q ≤33,33 Rendah 0% Rata-rata Skor Psikomotorik Siswa Siklus II 83,85% Berdasarkan analisa data yang diperoleh seperti dalam tabel tersebut menyatakan bahwa ranah psikomotorik pada siklus II memiliki kriteria yang

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 tinggi sebesar 100% . Sedangkan untuk kategori sedang dan rendah sebesar 0%. Dan pada rata-rata skor hasil belajar ranah psikomotorik sebesar 83,85%. d. Tes Proses pembelajaran pada siklus II diakhiri dengan mengadakan tes berupa Post tes yang dilakukan pada akhir siklus II dengan waktu Post tes selama 45 menit. Post tes dilakukan di akhir pembelajaran pada pertemuan ke dua untuk Standar Kompetensi 2 yakni memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup. Dan kompetensi dasar 2.1 yakni mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan. Berikut merupakan data hasil belajar siswa dalam siklus II: Tabel 4.7.Data Tes Akhir ( Post tes ) Siklus II Aspek Ketercapaian Rata-rata kelas 69,56 Nilai terendah 38 Nilai tertinggi 86 Jumlah murid yang belum mencapai KKM 18 Jumlah murid yang sudah mencapai KKM 12 Ketuntasan Klasikal (%) 40 Tabel di atas menunjukkan rata–rata hasil belajar siswa adalah 69,56, sedangkan presentase pencapaian KKM yang ada sebesar 40%. Dari data tersebut diketahui 12 orang siswa dinyatakan tuntas dan 18 orang siswa tidak tuntas.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 e. Refleksi Setelah pelaksanaan penelitian pada siklus II, peneliti dan guru bidang studi melakukan refleksi untuk tahap siklus II tersebut. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, pelaksanaan tindakan kelas yang telah dilakukan pada siklus II telah mengalami perubahan. Proses pembelajaran yang berlangsung pada siklus II lebih berjalan dengan baik jika dibandingkan dengan siklus sebelumnya, tetapi tidak diikuti dengan peningkatan hasil belajar pada siklus II. Dari data yang ada, dapat dilihat hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 70% menurun pada siklus II menjadi 40%. Sementara skor rata – rata kelas yang diperoleh pada siklus I sebesar 90,6 meningkat pada siklus II menjadi 69,56. 3. Motivasi Akhir Setelah pelaksanaan Post tes, peneliti dibantu oleh guru dalam menyebarkan angket motivasi akhir untuk diisi oleh siswa. Hasil dari angket motivasi akhir tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.8. Nilai Motivasi Akhir Siswa Interval % 81 – 100 66 – 80 56 – 65 46 – 55 0 – 45 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Jumlah siswa 10 20 0 0 0 % 33,3% 66,7% 0 0 0 Tabel di atas menunjukkan tingkat motivasi akhir siswa setelah dilaksanakannya penelitian pada siklus II. Dari data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa persentase belajar siswa dengan kategori sangat tinggi adalah

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 33,3%, dan untuk presentase dengan kategori tinggi adalah 66,7%, sedangkan untuk kategori motivasi cukup, rendah, dan sangat rendah memiliki presentase 0%. B. Analisis Data 1. Motivasi Belajar Siswa Peningkatan motivasi belajar siswa dilihat dari hasil pengukuran motivasi melalui angket motivasi pada awal siklus I dan akhir siklus II. Dari data yang diperoleh, motivasi belajar siswa meningkat dari awal siklus hingga akhir siklus. Dengan demikian motivasi belajar siswa meningkat setelah dilakukannya pembelajaran dengan media animasi. Berikut merupakan tabel analisis data motivasi awal dan motivasi akhir. Tabel 4.9. Analisis Motivasi Belajar Siswa Kategori Sangat Tinggi Motivasi Awal 53,3 Motivasi Akhir 33,3% Tinggi 43,3 66,7% Cukup 0 0 Rendah 3,3 0 Sangat Rendah 0 0 Rata-rata 75,87% 80,75% 2. Hasil Belajar Siswa a. Hasil belajar ranah kognitif Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus di setiap akhir siklus dilakukan tes hasil belajar (ranah kognitif). Pada akhir siklus I siswa diberikan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 lembar soal tes, yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi virus yang telah diberikan oleh guru selama tindakan berlangsung. Tabel 4.10. Analisis Tes hasil belajar (ranah kognitif ) Ketercapaian Aspek Siklus I Siklus II Rata-rata kelas 90,6 69,56 Nilai terendah 70 38 Nilai tertinggi 100 86 Jumlah murid yang belum mencapai 9 18 KKM Jumlah murid yang sudah mencapai 21 12 KKM Ketuntasan Klasikal (%) 70 40 Berdasarkan analisa data, nilai yang didapatkan pada hasil belajar siklus I, sudah tinggi di mana hanya terdapat 9 orang dari total 30 orang yang mengikuti tes pada siklus I yang belum tuntas. Pada siklus I nilai tertinggi yang didapatkan sebesar 100 dan nilai terendah sebesar 70. Nilai rata-rata kelas X-4 pada siklus I sebesar 90,6. Pada siklus II diharapkan semua siswa yang mengikuti tes lulus 100%. Tetapi setelah dilakukan tes terdapat 18 orang yang belum mencapai KKM. Nilai tertinggi pada siklus II hanya sebesar 86 dan nilai terendah 38. Pada siklus II nilai rata-ratanya adalah 69,56, nilai tersebut masih di bawah nilai KKM yang telah ditentukan yaitu sebesar 75.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 100 90,6 90 80 70 69,56 70 60 40 50 40 30 20 10 0 Test Kognitif I Rata-rata Test Kognitif II ketuntasan Klasikal Diagram 4.1 Hasil belajar siswa ranah kognitif Hasil analisa data yang diperoleh untuk rata–rata hasil belajar kognitif I (siklus I) hanya sebesar 90,6 dengan nilai tertinggi yang didapatkan oleh siswa sebesar 100 dan nilai terendah hanya sebesar 70. Siswa yang tuntas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) hanya 21 orang siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 70%, hal tersebut menunjukkan bahwa siswa telah memahami konsep awal tentang materi virus kelas X-4 SMA N 1 Simo Boyolali. Hasil analisa data yang diperoleh untuk rata–rata hasil belajar kognitif II (siklus II) sebesar 69,56 dengan nilai tertinggi sebesar 86 dan nilai terendah 38. Ketuntasan minimal yang diperoleh siswa kelas X-4 mengalami penurunan dibandingkan pada siklus I, yaitu sebesar 12 siswa telah tuntas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), hal tersebut juga berpengaruh pada penurunan ketuntasan klasikal kelas sebesar 40% dibandingkan pada siklus I. Penurunan dari hasil belajar ranah kognitif II (siklus II), terhadap hasil belajar ranah

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 kognitif I (siklus I) menunjukkan kurang berperannya penggunaan media animasi terhadap hasil belajar siswa. b. Hasil belajar ranah afektif Hasil belajar ranah afektif diperoleh menggunakan lembar observasi, yang digunakan untuk melihat dan mengamati sikap dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Proses interaksi siswa dalam kelompok diskusi dan minat siswa terhadap materi, serta respon siswa merupakan beberapa indikator yang dilihat, diamati dalam pembelajaran menggunakan media animasi. Pembelajaran menggunakan media animasi merupakan salah satu variasi dalam pengajaran yang mengajak siswa untuk berpartisipasi aktif dan mudah memahami materi biologi yang dianggap membosankan. Berdasarkan analisa data diperoleh data rata–rata skor hasil belajar ranah afektif mengalami peningkatan dari 85,93 menjadi 88,01 dengan kriteria pencapaian prestasi belajar pada siklus I, untuk kategori tinggi sebesar 100% dan kategori sedang, dan rendah sebesar 0%. pada siklus II untuk kategori tinggi didapat skor sebesar 100%, kategori sedang dan rendah sebesar 0%. Tabel 4.11. Analisis hasil belajar ranah afektif Presentase Yang Kriteria Pencapaian Siklus I Siklus II Diperoleh Prestasi 66,68 ≤q ≤100 Tinggi 100% 100% 33,34 ≤q ≤66,67 Sedang 0% 0% 0 ≤q ≤33,33 Rendah 0% 0% 85, 93% 88,01% Rata-rata Skor Afektif Siswa

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Rendah Sedang Siklus I Tinggi Rata-rata Siklus II Diagram 4.2 Grafik peningkatan hasil belajar siswa ranah afektif c. Hasil Belajar ranah psikomotor Hasil belajar ranah psikomotor diperoleh menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk melihat dan mengamati kemampuan visual, auditory dan motoris dalam pembelajaran menggunakan media animasi. Berdasarkan analisa data diperoleh data rata–rata skor hasil belajar ranah psikomotor mengalami peningkatan dari 81,76 menjadi 83,85 dengan kriteria pencapaian prestasi belajar pada siklus I, untuk kategori tinggi sebesar 100% dan kategori sedang, dan rendah sebesar 0%. pada siklus II untuk kategori tinggi didapat skor sebesar 100% untuk kategori sedang dan rendah diperoleh data 0%.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 4.12 Analisis Hasil belajar ranah psikomotor Presentase Yang Kriteria Pencapaian Siklus I Siklus II Diperoleh Prestasi 66,68 ≤q ≤100 Tinggi 100% 100% 33,34 ≤q ≤66,67 Sedang 0% 0% 0 ≤q ≤33,33 Rendah 0% 0% 81,76% 83,85% Rata-rata Skor Afektif Siswa 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Rendah Sedang Series 1 Tinggi Rata-rata Series 2 Diagram 4.3 Grafik peningkatan hasil belajar siswa ranah psikomotor C. Pembahasan Dari penelitian yang telah dilaksanakan pada siswa kelas X-4 SMA N 1 Simo Boyolali, diperoleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran animasi pada materi virus telah mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi belum berperan dalam peningkatan hasil belajar siswa. Dalam hal ini peningkatan tersebut terlihat dari indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti, yaitu dari aspek afektif, aspek psikomotor,

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 dan motivasi belajar siswa. Peningkatan dan keberhasilan pencapaian indikator tersebut terlihat setelah diadakannya pelaksanaan siklus II. Berikut hasil dari pencapaian indikator keberhasilan pada penelitian ini. 1. Motivasi Belajar Data motivasi belajar siswa diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum penelitian tindakan kelas (motivasi awal) dan sesudah melaksanakan penelitian tindakan kelas (motivasi akhir). Dari data yang diperoleh, terjadi peningkatan motivasi siswa dari motivasi awal dan motivasi akhir. Berikut merupakan hasil analisis motivasi belajar siswa. Kategori Sangat Tinggi Tinggi Tabel 4.13 Hasil Analisis Motivasi Belajar Siswa Jumlah Motivasi Awal Jumlah Motivasi Akhir Siswa Siswa 16 10 53,3 33,3% 13 Cukup Rendah 1 Sangat Rendah Rata-rata 43,3 20 66,7% 0 0 3,3 0 0 0 75,87% 80,75% Dilihat dari tabel di atas, motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dari motivasi awal hingga motivasi akhir siswa. Skor yang diperoleh masingmasing siswa digolongkan ke dalam kategori motivasi belajar dengan kelas interval masing-masing kategori, sehingga diperoleh skor motivasi siswa seperti pada tabel di atas. Dari data tabel di atas dapat dibuat diagram yang menunjukkan peningkatan rata–rata motivasi siswa. Berikut merupakan diagram peningkatan rata–rata motivasi siswa.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Rata-rata 83,37 84 82 79,75 80 Rata-rata 78 76 Motivasi awal Motivasi akhir Diagram 4.4. Grafik rata – rata skor motivasi siswa Dari data tabel dan grafik di atas, dapat dilihat bahwa motivasi awal sebelum diadakannya penelitian tindakan kelas menggunakan media animasi terdapat 16 orang siswa yang termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase jumlah siswa yang ada sebesar 53,3%, 13 orang siswa termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan persentase jumlah siswa sebesar 43,3%, untuk kategori rendah ada 1 siswa dengan persentase 3,3%, sedangkan untuk kategori cukup, dan sangat rendah adalah 0%. Dari skor motivasi yang diperoleh peneliti, rata– rata motivasi awal siswa adalah 79,75 %. Kemudian untuk skor motivasi akhir terdapat 10 orang siswa termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan persentase jumlah siswa yang ada sebesar 33,3%, 20 orang siswa termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase jumlah siswa sebesar 66,7%, sedangkan skor untuk kategori cukup, rendah, sangat rendah masih sama dengan persentase pada motivasi awal, yaitu sebesar 0%. Dari data skor motivasi akhir diperoleh rata-rata skor motivasi akhir sebesar 83,37%. Dengan ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa tingkat motivasi siswa yang tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor baik secara intrinsik maupun

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 secara ekstrinsik. Salah satu sikap yang menunjukkan minat siswa adalah saat berdiskusi, tampak beberapa siswa antusias dalam mengikuti petunjuk dan kegiatan selama proses pembelajaran. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa siswa tampak termotivasi untuk dapat belajar dengan baik tanpa bermalas-malasan. Rasa ingin tahu merupakan salah satu yang mendasari kemauan siswa untuk belajar lebih. 2. Hasil Belajar a. Hasil belajar ranah kognitif Hasil belajar pada hakekatnya merupakan perubahan tingkah laku siswa pada tingkatan pengetahuan. Hasil belajar ranah kognitif mencakup 6 aspek yang meliputi aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, evaluasi. Hasil belajar ranah kognitif dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memperoleh data dengan hasil tes hasil belajar siswa pada siklus I, dan tes hasil belajar siswa pada siklus II. Tes akhir yang dilakukan biasa dikenal dengan istilah post test I, dan post test II. Pada tes hasil belajar (test kognitif I) diperoleh hasil rata–rata kelas hanya sebesar 90,6 dengan ketuntasan klasikal sebesar 70%, hanya 9 siswa yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan sebanyak 21 siswa yang telah mencapai KKM. Skor nilai tertinggi yang didapatkan siswa pada siklus I sebesar 100. Pada hasil belajar (test kognitif II) diperoleh hasil rata–rata kelas hanya mencapai 69,56 dengan ketuntasan klasikal sebesar 40%, terdapat 18 siswa yang belum mampu mencapai nilai KKM dan hanya sebanyak 12 siswa yang telah mencapai KKM.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Skor nilai tertinggi yang didapatkan siswa pada siklus II mengalami penurunan menjadi 86. Selama pelaksanaan tindakan berlangsung pada siklus I, siswa memperhatikan dengan serius materi yang diberikan karena ini merupakan pertama kalinya siswa belajar dengan menggunakan media animasi, hampir tidak ada siswa yang sibuk sendiri maupun yang bercanda dengan teman sebangku. Siswa yang belum mengerti atau yang belum jelas dengan materi yang disampaikan dengan berani bertanya kepada teman sekelas ataupun dengan guru yang mengajar. Saat diskusi berjalan siswa dengan serius mengerjakan dengan teman sekelompoknya. Dan pada saat post test dilaksanakan siswa dengan percaya diri mengerjakan soal-soal yang telah diberikan. Tidak nampak siswa yang menyontek ataupun kebingungan sewaktu mengerjakannya. Pada saat proses siklus II, guru bertugas hanya sebagai fasilitator. Karena materi pada siklus II diberikan dengan menggunakan media animasi sepenuhnya, sehingga banyak siswa yang aktif bertanya kepada guru karena kurang mengerti dengan materi yang diberikan. Setelah semua materi diberikan dengan media animasi siswa berdiskusi mengerjakan soal LKS yang telah disiapkan oleh guru. Selama proses diskusi berlangsung ada beberapa siswa yang bertanya kepada guru. Setelah diberi penjelasan yang lebih terperinci oleh guru, siswa dapat mengerjakan soal LKS. Pada saat post test berlangsung ada beberapa siswa yang kebingungan mengerjakan soal-soal ujian dan ada beberapa siswa yang mencoba untuk menyontek hasil pekerjaan teman sebangku. Pada siklus II terjadi penurunan hasil kognitif karena kurangnya

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 persiapan siswa dalam belajar dan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan dengan siklus I. Hal tersebut dikarenakan adanya jeda jadwal pelajaran Biologi selama hampir satu minggu, karena adanya kegiatan sekolah selama satu minggu sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terlaksana. Maka tes evaluasi yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 30 agustus 2013 diundur satu minggu pada tanggal 6 september 2013. Sehingga target ketuntasan klasikal yang diharapkan naik menjadi 80% yang sebelumnya hanya 70% tidak tercapai. Dan berikut adalah hasil kognitif siswa siklus I dan siklus II. Tabel 4.14. Hasil Analisis belajar ranah kognitif Ketercapaian Aspek Siklus I Siklus II Rata-rata kelas 90,6 69,56 Nilai terendah 70 38 Nilai tertinggi 100 86 Jumlah murid yang belum mencapai 9 18 KKM Jumlah murid yang sudah mencapai 21 12 KKM Ketuntasan Klasikal (%) 70 40 Hasil Kognitif Siswa 100 80 60 40 20 0 Post Test 1 Rata-rata Post Test 2 ketuntasan Klasikal Diagram 4.5 Grafik penurunan tes kognitif siswa

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 a. Hasil belajar ranah afektif Hasil belajar ranah afektif dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan lembar observasi yang dihimpun oleh observer. Hasil belajar pada ranah afektif melihat tanggapan/ rangsangan yang diterima siswa dengan penggunaan media animasi selama proses pembelajaran, serta melihat tanggapan siswa dalam menjawab setiap permasalahan yang ada selama proses pembelajaran berlangsung. Tanggapan siswa dalam kelompok diskusi merupakan salah satu poin yang dilihat dalam penelitian ini, dimulai dari pembentukan kelompok diskusi. Hasil belajar ranah afektif melihat sikap, tanggapan, minat siswa dalam pembelajaran biologi materi virus dengan menggunakan media animasi. Serta interaksi antara siswa dengan guru merupakan salah satu indikator yang diamati dalam penelitian ini. Data yang diperoleh pada hasil belajar ranah afektif melihat 8 aspek, yaitu 1) siswa memiliki perhatian terhadap setiap penjelasan yang guru berikan, 2) antusias ketika bergabung dalam kelompok diskusi, 3) siswa percaya diri mengungkapkan pendapatnya dalam kelompok diskusi, 4) siswa menghargai masukan dari teman sekelompoknya, 5) siswa menerima saran dan kritik dari teman kelompoknya dengan lapang dada, 6) dalam diskusi tercipta suasana kerja sama yang baik antar anggota, 7) siswa tertarik akan penggunaan media selama pembelajaran berlangsung, 8) siswa terlihat tertarik akan materi yang disampaikan oleh guru. Kategori tinggi adalah jika nilai dari q lebih dari 66.67 dan kurang dari atau sama dengan 100. Termasuk dalam kategori sedang jika nilai dari q

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 lebih 33.34 dan kurang dari 66.67. Termasuk dalam kategori rendah jika mulai dari q lebih dari 0 dan kurang dari 33.34. Pada hasil siklus I semua kelompok masuk ke dalam kategori tinggi dengan nilai terendah 84.37 dan tertinggi 87.5. dan rata-rata 85.93 dan pencapaian prestasi belajar siswa ranah afektif sebesar 100% untuk kategori tinggi, dan 0% untuk kategori sedang dan rendah. Pada siklus II semua kelompok masuk kategori tinggi dan terdapat satu kelompok yang mendapatkan skor 78.12, walaupun masuk kategori tinggi kelompok ini mendapatkan nilai terendah daripada kelompok yang lain yang bisa mendapatkan nilai lebih dari 84, dengan rata – rata 88.01 dan pencapaian prestasi belajar siswa pada ranah afektif sebesar 100% untuk kategori tinggi dan 0% untuk kategori sedang, dan kategori rendah. Hasil belajar ranah afektif pada siklus II mengalami peningkatan yaitu pada siklus I nilai tertinggi hanya 87.5 menjadi 96.87 pada siklus II, dan diimbangi dengan kenaikan rata-rata yang semula 85.93 menjadi 88.01. b. Hasil belajar ranah psikomotor Hasil belajar ranah psikomotor yaitu melihat bentuk keterampilan (skill), kemampuan bertindak secara individu maupun berkelompok dalam menjawab pertanyaan dengan tepat. Perolehan data hasil belajar ranah psikomotor dihimpun dengan menggunakan lembar observasi dibantu oleh observer. Hasil belajar ranah psikomotor dalam penelitian ini melihat kemampuan gerakan dasar dan gerak refleks siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta kemampuan perseptual siswa dalam visual, auditory,

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 gerakan terampil siswa selama pembelajaran berlangsung, kemampuan fisik siswa dan kemampuan motoris siswa. Data yang diperoleh pada hasil belajar ranah psikomotor melihat 5 aspek. Skor kriteria penilaian hasil belajar ranah psikomotor terdiri dari beberapa kategori yaitu, kategori tinggi adalah jika nilai dari q lebih dari 66.67 dan kurang dari atau sama dengan 100. Sedangkan dalam kategori sedang jika nilai dari q lebih dari atau sama dengan 33.34 dan kurang dari 66.67. Sedangkan dalam kategori rendah jika nilai dari q lebih dari 0 dan kurang dari 33.33. Pada hasil siklus I semua kelompok masuk ke dalam kategori tinggi dengan nilai terendah 75 dan tertinggi 87.5. dan rata-rata 81.76 dan pencapaian prestasi belajar siswa ranah psikomotorik sebesar 100% untuk kategori tinggi, dan 0% untuk kategori sedang dan rendah. Pada siklus II semua kelompok masuk kategori tinggi dan terdapat dua kelompok yang mendapatkan skor 78.12, walaupun masuk kategori tinggi kelompok ini mendapatkan nilai terendah daripada kelompok yang lain yang bisa mendapatkan nilai lebih dari 84 dengan nilai tertinggi 90.62, dengan rata– rata 83.85 dan pencapaian prestasi belajar siswa pada ranah afektif sebesar 100% untuk kategori tinggi dan 0% untuk kategori sedang, dan kategori rendah. Hasil belajar ranah afektif pada siklus II mengalami peningkatan yaitu pada siklus I nilai tertinggi hanya 87.5 menjadi 90.62 pada siklus II, dan diimbangi dengan kenaikan rata-rata yang semula 81.76 menjadi 83.85.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di kelas X-4 SMA N 1 Simo Boyolali, diperoleh hasil skor rata-rata kelas pada siklus I sebesar 90.6 dengan ketuntasan kelas sebesar 70% menurun pada siklus II menjadi sebesar 69.56 dengan ketuntasan klasikal sebesar 40%. Ketuntasan klasikal dan skor rata-rata kelas diperoleh dari 30 orang siswa yang mengikuti tes akhir ( post tes ). Dari 21 orang siswa yang tuntas pada siklus I mengalami penurunan menjadi 12 orang pada siklus II. Hasil dari analisis tes evaluasi tersebut dapat dinyatakan bahwa telah belum memenuhi target yang ditentukan. Sementara itu perolehan rata-rata skor dari kuesioner motivasi awal adalah 79,75 dengan perolehan skor motivasi untuk kategori sangat tinggi sebesar 53.3%, sedangkan perolehan rata-rata skor dari kuesioner motivasi akhir adalah 83,37 dengan perolehan skor motivasi untuk kategori sangat tinggi sebesar 33.3%. Walaupun skor motivasi dengan kategori sangat tinggi pada siklus I menurun pada siklus II dengan skor 33.3%, tetapi ada peningkatan yang sebelumnya pada siklus I ada satu siswa di kategori rendah, pada siklus II tidak ada siswa yang masuk ke dalam kategori rendah dan telah mencapai indikator keberhasilan. Penurunan hasil belajar dari siklus I ke siklus II terjadi karena adanya perbedaan perlakuan, yaitu pada siklus I tes evaluasi dilakukan tepat sehari setelah proses pembelajaran terakhir siklus I. Tetapi pada siklus II tes evaluasi dilakukan seminggu setelah proses pembelajaran terakhir. Dari data di 64

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 atas, dan motivasi siswa telah memenuhi ketercapaian target. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran animasi pada materi virus dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan belum mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-4 SMA N 1 Simo Boyolali. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian, adapun saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut: 1. Bagi sekolah, walaupun sudah ada LCD/viewer sebaiknya menambah sarana dan prasarana sekolah seperti kain penutup jendela untuk keperluan penggunaan media animasi agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik lagi dan pengoptimalan penggunaan media pembelajaran tersebut. 2. Bagi peneliti, media animasi dapat dijadikan alternatif untuk pembelajaran Biologi karena penggunaan media ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Dan sebaiknya di adakan siklus III untuk mengukur hasil belajar agar lebih valid dalam memperoleh hasil penelitian. 3. Bagi peneliti lain, penggunaan media animasi agar lebih di sesuaikan dengan materi yang akan diajarkan sehingga mampu meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa. 4. Di dalam pembelajaran, guru sebaiknya mulai menerapkan media pembelajaran yang lain, sebagai contoh untuk materi virus menggunakan media pembelajaran animasi yang interaktif yaitu siswa ikut serta dalam penggunaan media animasi.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Daftar Pustaka Agina, A.M. 2002/ 2003. Keuntungan dan Kerugian dari Teknologi Animasi dalam Pendidikan dan Pelatihan. Enschede-The Netherland: University of Twente. Angkowo, R dan A. Kosasih. 2007. Optimalisasi Media Pembelajaran. Jakarta: Grasindo Gintings, Abdorrakhman. 2010. Esensi Praktis Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Humaniora. Hopkins, D. 2008. A Teacher’s Guide to Classroom Research 4rth ed. Open University Press. London Santyasa, I Wayan. 2007. Landasan Konseptual Media Pembelajaran. Disajikan dalam Workshop Media Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar Angkan Pada tanggal 10 Januari 2007di Banjar Angkan Klungkung Latuheru, J.D. 1988. Media Pembelajaran dalam Pembelajaran Masa Kini. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan DIRJEN Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Miarso, Yusufhadi. 2005. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media. Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Kencana Prenada Media Group. Sestyaningrum, L. 2009. Penggunaan Media Internet Guna Meningkatkan Motivasi, Partisipasi dan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi untuk Mendukung Pelaksanaan KTSP di SMA Negeri 6 Yogyakarta Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi: USD. Side, Harsidi. 2009. Penggunaan Media Animasi dalam Model Pembelajaran Langsung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII3 SMP Negeri 13 Makassar. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar. Sinau. 2009. Tutorial Flash untuk Media Pembelajaran. http://sinauflash.blogspot.com, diakses tanggal 30 Oktober 2012. Sudjana, N. 2009. Penilaian Proses Hasil Belajar Mengajar. Bandung: Rosda Karya.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Suharsimi, A. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Suparno, Paul. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Taniredja, T., Irma Pujiati, & Nyata. 2011. Penelitian Tindakan Kelas untuk Pengembangan Profesi Guru Praktik, Praktis, dan Mudah. Bandung: Alfabeta, cv. Uno, Hamzah. 2007. Profesi Kependidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Sumber Animasi Andre, 2011, Biologi http://megaswf.com/serve/1185676, diakses tanggal 25 Juli 2013

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Program Semester/ Th. Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskrips ikan ciri-ciri, replikasi dan peran virus dalam kehidupan Materi Pelajaran 1. Ciri-ciri virus, 2. struktur virus, : SMA Negeri 1 Simo Boyolali : Biologi :X : Gasal / 2013-2014 : 2. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (TM) Mengamati gambar struktur virus T dari LKS 1. Mengidentifikasi struktur virus dan fungsinya dari literatur. Tugas Terstruktur (TT) Siswa merangkum materi mengenai ciri-ciri virus dan struktur tubuh virus. 3. cara replikasi virus Tatap Muka(TM) Mengamati gambar replikasi virus dari LKS 2. Mendiskusikan soal dalam LKS 2. Indikator Pencapaian Kompetensi • Mengidentifikasi ciri-ciri virus. • Membedakan struktur virus dengan makhluk lainnya. • Menjelaskan cara reproduksi virus secara litik dan lisis. Karakter Rasa ingin tahu, kerja keras, jujur, menghargai keberagaman, kerjasama, tanggung jawab Penilaian Bentuk penilaian: - Penugasan - Tes tertulis Bentuk Instrumen: - Produk - Presentasi - Pengamatan sikap Alokasi Waktu 6 x 45 menit Sumber/ Bahan/ Alat Sumber: Buku paket Sulistyorini, Ari. 2009. Biologi 1. Jakarta: PT. Balai Pustaka. Bahan: LKS, bahan presentasi, gambar struktur tubuh virus T, replikasi virus, artikel mengenai virus LAMPIRAN 1

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tugas Terstruktur (TT) Merangkum cara reproduksi virus. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Menggali informasi mengenai peranan virus 4. virus yang berbahaya dan merugikan, 5. peranan virus yang menguntu ngkan dan merugikan • Mengidentifikasi Tatap Muka (TM) virus yang Siswa mendiskusikan hasil menguntungkan penggalian informasi dan merugikan. mengenai peranan virus dalam • Menjelaskan peran kehidupan dengan bantuan virus yang LKS menguntungkan dan merugikan Siswa mendiskusikan hasil penggalian informasi mengenai peranan virus dalam kehidupan dengan bantuan pertanyaan yang ada di LKS. Mengetahui Kepala Sekolah Sleman, Agustus 2013 Guru Mata Pelajaran Fajar Setya Omega Drs. Suharno LAMPIRAN 1

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA N 1 Simo Boyolali Mata Pelajaran : Biologi Kelas/ Program : X / umum Semester/ Th. Pelajaran : Gasal / 2013-2014 Pertemuan : 4 x pertemuan Alokasi Waktu : 6 x 45 menit Standar Kompetensi : 2. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : 2.1 Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan Indikator • Mengidentifikasi ciri-ciri virus. • Membedakan struktur tubuh virus dengan makhluk lainnya. • Menjelaskan cara reproduksi virus secara litik dan lisogenik. • Mengidentifikasi virus yang menguntungkan dan merugikan. • Menjelaskan peranan virus yang menguntungkan dan merugikan A. Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan pengamatan, diskusi, tanya jawab, peserta didik dapat: 1. Mengidentifikasi ciri-ciri virus. LAMPIRAN 2

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 2. Membedakan struktur tubuh virus dengan makhluk lainnya (bakteri). 3. Menjelaskan fungsi setiap bagian struktur tubuh virus T. 4. Menyebutkan cara replikasi virus 5. Menjelaskan tahap-tahap replikasi lisis. 6. Menjelaskan replikasi lisogenik 7. Membedakan replikasi lisis dengan lisogenik 8. Mengidentifikasi virus yang menguntungkan dan merugikan. 9. Menjelaskan peranan virus yang menguntungkan dan merugikan. 10. Menjelaskan beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh virus B. Metode Pembelajaran Pengamatan, diskusi, studi literatur, tanya jawab C. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I No Kegiatan Pembelajaran . 1. Pendahuluan Alokasi Keterang Waktu an 10 menit Tatap Apresepsi : Guru menanyakan kepada siswa Muka “Siapakah yang sedang flu hari ini? (TM) Mengapa seseorang bisa terkena flu?” Motivasi : Guru memberikan pertanyaan “Bagaimana menghindari penyakit tersebut? Apa penyebabnya?” LAMPIRAN 2

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Tujuan : 1. Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri struktur tubuh virus T. 2. Siswa dapat membedakan struktur tubuh virus T dengan organisme lainnya (bakteri) 3. Siswa dapat menjelaskan fungsi setiap bagian struktur tubuh virus T. 2. Kegiatan Inti 65 menit Tatap Eksplorasi : guru membagikan LKS kepada Muka siswa kemudian menjelaskan cara (TM) mengerjakan. Elaborasi : 1. Siswa melihat video animasi, 2. Siswa mendiskusikan hasil pengamatan dan menjawab pertanyaan yang TT terdapat di LKS 1. 3. Guru membimbing siswa dalam pengamatan dan diskusi. 4. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi secara acak. 5. Siswa membuat rangkuman hasil diskusi LAMPIRAN 2

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Konfirmasi : 1. Guru membimbing siswa untuk membuat hasil diskusi yang benar. 2. Guru memberikan penegasan hasil diskusi yang benar. 3. Guru memberikan penguatan kepada siswa yang telah menjawab pertanyaan secara maksimal. 3. Penutup 15 menit Kesimpulan : guru bersama siswa menarik kesimpulan dan merangkum butir-butir pembelajaran Refleksi : siswa mencari perbedaan virus dengan makhluk hidup lain (bakteri) Tindak lanjut : TT 1. Guru memberikan post-test kepada siswa 2. Guru memberi tugas siswa untuk mencari mengenai reproduksi virus. 3. Guru meminta siswa untuk membaca mengenai replikasi virus. LAMPIRAN 2

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Pertemuan II 1. Pendahuluan 5 menit Tatap Apresepsi : Guru bertanya kepada siswa Muka “sudahkah anda membaca replikasi virus?” (TM) Motivasi : Apakah kesulitannya? Tujuan : 1. Siswa dapat menyebutkan cara replikasi virus 2. Siswa dapat menjelaskan tahap-tahap replikasi lisis. 3. Siswa dapat menjelaskan replikasi lisogenik 4. Siswa dapat membedakan replikasi lisis dengan lisogenik 2. Kegiatan Inti 75 menit Eksplorasi : guru membagikan LKS kepada siswa Elaborasi : TM 1. Siswa melihat video animasi replikasi virus. 2. Siswa mendiskusikan hasil pengamatan TT dan menjawab pertanyaan yang terdapat di LKS 2. 3. Siswa mempresentasikan hasil diskusi. LAMPIRAN 2

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Konfirmasi : 1. Guru membimbing siswa untuk membuat hasil diskusi yang benar. 2. Guru memberikan penegasan hasil diskusi yang benar. 3. Guru memberikan penguatan kepada siswa yang telah menjawab pertanyaan secara maksimal. 3. Penutup 10 menit Kesimpulan : Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dan merangkum butir-butir pembelajaran KMTT Tindak lanjut : - Guru memberikan tugas untuk menggali informasi mengenai peranan virus. Pertemuan III 1. Pendahuluan 3 menit Tatap Apresepsi : Guru bertanya kepada siswa Muka “sudahkah anda membaca mengenai peranan (TM) virus?” Motivasi : “Adakah kesulitannya? Apakah kesulitannya?” Tujuan : LAMPIRAN 2

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 1. Siswa dapat mengidentifikasi virus yang berbahaya dan merugikan. 2. Siswa dapat menjelaskan beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh virus. 3. Siswa dapat menjelaskan peran virus yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan. 2. Kegiatan Inti 35 menit Tatap Eksplorasi : Guru membagikan LKS dan Muka bertanya kepada siswa mengenai peranan (TM) virus Elaborasi : 1. Siswa mendiskusikan hasil penggalian informasi mengenai peranan virus TT dalam kehidupan dengan bantuan LKS 2. Siswa mendiskusikan hasil penggalian informasi mengenai peranan virus dalam kehidupan dengan bantuan pertanyaan yang ada di LKS. Konfirmasi : 1. Guru membimbing siswa untuk membuat hasil diskusi yang benar. LAMPIRAN 2

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 2. Guru memberikan penegasan hasil diskusi yang benar. 3. Guru memberikan penguatan kepada siswa yang telah menjawab pertanyaan secara maksimal. 3. Penutup 7 menit Kesimpulan : guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan dan merangkum butir-butir pembelajaran KMTT Tindak lanjut : 1. Guru memberikan pengumuman bahwa pertemuan selanjutnya akan ada ulangan mengenai virus. Pertemuan IV 1. Pendahuluan 2 menit Tatap Apresepsi : Guru bertanya kepada siswa Muka “sudah belajar belum?” (TM) Motivasi : “Adakah kesulitan?” Tujuan : Penyampaian tata tertip saat ulangan berlangsung oleh guru. 2. Kegiatan Inti Eksplorasi : guru membagikan soal ulangan 40 menit Tatap Muka LAMPIRAN 2

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI harian kepada siswa. 78 (TM) Elaborasi : Siswa mengerjakan soal-soal yang diberikan 3. 3 menit Penutup Guru mengambil lembar soal ulangan harian mengenai virus. Tindak lanjut : guru meminta siswa untuk KMTT mempelajari materi selanjutnya (archaebacteria dan eubacteria). D. Sumber Belajar 1. Buku : Sulistyorini, Ari. 2009. Biologi 1. Jakarta: PT. Balai Pustaka. 2. LKS 1-3 E. Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik Penilaian a. Tes b. Non tes 2. Bentuk Instrumen a. LKS 1-3 Mengetahui Sleman, Agustus 2013 Praktikan Guru Mata Pelajaran Fajar Setya Omega Drs. Suharno LAMPIRAN 2

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 LKS Siklus I Struktur Tubuh Virus T SK : Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup KD : Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan 1. Tujuan a. Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri virus T. b. Siswa mampu membedakan struktur tubuh virus T dengan makhluk hidup lain (bakteri). c. Siswa dapat menjelaskan fungsi setiap bagian struktur tubuh virus T. 2. Alat dan bahan Buku biologi, LKS 3. Kegiatan a. Amati gambar mengenai struktur virus T di bawah. b. Tulislah keterangan pada setiap nomor beserta fungsinya pada gambar. 4. Bahan pengamatan Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 5. Bahan diskusi (Tugas Terstruktur – TT) a. b. c. d. e. f. Sebutkan ciri-ciri virus T! Bagaimana struktur tubuh virus dilihat dari bentuk dan ukurannya? Apakah perbedaan virus dengan makhluk hidup lain (bakteri)? Ilmu apakah yang mempelajari tentang virus? Apakah fungsi dari setiap bagian dari struktur virus T tersebut? Dimanakah tempat hidup virus? LAMPIRAN 3

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 LAMPIRAN 4

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 LAMPIRAN 4

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 LKS Siklus II Cara Reproduksi Virus SK : Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup KD : Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan 1. Tujuan a. Siswa dapat menyebutkan cara replikasi virus b. Siswa dapat menjelaskan tahap-tahap replikasi lisis. c. Siswa dapat menjelaskan replikasi lisogenik d. Siswa dapat membedakan replikasi lisis dengan lisogenik 2. Alat dan bahan Buku biologi 3. Kegiatan a. Amatilah gambar mengenai cara replikasi virus. b. Tulislah keterangan mengenai replikasi virus. c. Presentasikan hasilnya bersama teman 1 kelompok. 4. Bahan pengamatan 1 2 3 5 4 5. Bahan diskusi (Tugas Terstruktur – TT) a. b. c. d. Bagaimanakah virus bereproduksi? Termasuk daur apakah gambar diatas? Jelaskan tahapan dalam replikasi virus tersebut! Dimana proses tersebut berlangsung? LAMPIRAN 5

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 LKS Siklus II Cara Reproduksi Virus SK : Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup KD : Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan 1. Tujuan a. Siswa dapat menyebutkan cara replikasi virus b. Siswa dapat menjelaskan tahap-tahap replikasi lisis. c. Siswa dapat menjelaskan replikasi lisogenik a. Siswa dapat membedakan replikasi lisis dengan lisogenik 2. Alat dan bahan Buku biologi 3. Kegiatan a. Amatilah gambar mengenai cara replikasi virus. b. Tulislah keterangan mengenai replikasi virus. c. Presentasikan hasilnya bersama teman 1 kelompok. 4. Bahan pengamatan 2 1 4 3 5 5. Bahan diskusi (Tugas Terstruktur – TT) a. b. c. d. Bagaimanakah virus bereproduksi? Termasuk daur apakah gambar diatas? Jelaskan tahapan dalam replikasi virus tersebut! Dimana proses tersebut berlangsung? LAMPIRAN 5

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 LAMPIRAN 6

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 LAMPIRAN 6

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 KISI-KISI SOAL POSTTEST/EVALUASI SIKLUS I Nama Sekolah : SMA N 1 SIMO BOYOLALI Kurikulum : KTSP Kelas/Semester : X-4 / I Bentuk Soal : Uraian Mata Pelajaran : IPA Biologi Penyusun : Peneliti Aspek C1 C2 C3 C4 C5 Ingatan (pengetahuan) Pemahaman Penerapan (aplikasi) Analisis Sintesis Indikator Mengidentifikasi ciri-ciri virus A5 A1, Membedakan struktur tubuh virus dengan makhluk lainnya A2 A3 A4 Keterangan: A = Soal Uraian LAMPIRAN 7

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Nama Sekolah KISI-KISI SOAL SIKLUS II : SMA N 1 SIMO BOYOLALI Kurikulum : KTSP Kelas/Semester : X-4 / I Bentuk Soal : Pilihan Ganda dan Uraian Mata Pelajaran :Biologi Penyusun : Peneliti SOAL POSTTEST/EVALUASI Aspek C1 C2 C3 C4 C5 Ingatan (pengetahuan) Pemahaman Penerapan (aplikasi) Analisis Sintesis Indikator Mengidentifikasi ciri-ciri virus A1 Membedakan struktur A3, B1 tubuh virus dengan makhluk lainnya Menjelaskan cara reproduksi virus secara litik dan lisogenik A4, A5 A6, B2 A7, B3, B5 Mengidentifikasi virus yang menguntungkan dan merugikan A8 A2, A9 Menjelaskan peranan virus B4 yang menguntungkan dan merugikan Keterangan: A = Pilihan Ganda B = Soal Uraian A10 LAMPIRAN 7

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 SOAL POSTEST SIKLUS I 1. Sebutkan ciri-ciri virus! (8 poin) 2. Gambarkan virus T dan virus berselubung dan berikan keterangannya serta fungsi dari bagian-bagian tersebut! (18 poin) 3. Virus dapat dibedakan menjadi 3. Sebut dan jelaskan! (9 poin) 4. Virus merupakan peralihan mahkluk hidup dan benda mati. Mengapa demikian? (5 poin) 5. Jelaskan percobaan yang dilakukan oleh A. Mayer dan Dimitri Ivanowsky! (10 poin) LAMPIRAN 8

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 LAMPIRAN 9

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 LAMPIRAN 9

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 LAMPIRAN 9

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 SOAL ULANGAN HARIAN Nama : No. Absen : Mata Pelajaran Kelas/Semester Program : Biologi : X-4/1 : IPA Hari, Tanggal : Jumat, 6-09-2013 Waktu : 45 Menit Tahun Pelajaran : 2013/2014 I. Pilihan Ganda Pilihlah satu jawaban a, b, c, d dan e yang paling benar! 1. Virus disebut juga makhluk “metaorganisme”, karena... a. memiliki ciri makhluk mati dan makhluk hidup b. dapat memperbanyak diri pada sel hidup c. dapat mengkristal d. dapat menyebabkan penyakit e. mengandung asam nukleat 2. Bagian darah manusia yang akan diinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah... a. monosit b. basofil c. limfosit d. leukosit e. eritrosit 3. Contoh virus ARN adalah .... a. virus herpes b. bakteriofag c. virus cacar d. HIV e. virus hepatitis B 4. Materi genetik yang terkandung dalam virus dapat berupa... a. gen b. kromosom c. DNA d. RNA e. DNA atau RNA 5. Berikut gambar struktur virus. Pada gambar struktur virus di samping, berturut-turut yang ditunjuk nomor 1, 2, 3 adalah ... a. DNA – kapsid – selubung b. DNA – selubung – kapsid c. kapsid – selubung- DNA d. kapsid – DNA – selubung e. selubung – kapsid – DNA LAMPIRAN 10

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 6. Berikut adalah tahap- tahap replikasi virus: 1) Eklipase 2) Penetrasi 3) Adsorpsi 4) Replikasi 5) Morfogenesis Urutan replikasi virus yang benar adalah.... a. 1 – 2 – 3 – 4 – 5 b. 2 – 3 – 1 – 4 – 5 c. 3 – 2 – 1 – 4 – 5 d. 3 – 2 – 4 – 1 – 5 e. 3 – 1 – 2 – 4 – 5 7. Tubuh tidak mengalami sakit pada saat virus berada pada tahap lisogenik karena .... a. virus belum cukup matang b. virus tidak dapat masuk ke fase litik c. virus tersebut tidak bersifat parasit d. virus dapat merusak sistem kekebalan e. virus di dalam sel sehingga tidak ada benda asing yang terdeteksi sistem kekebalan 8. Dari sekelompok penyakit di bawah ini, yang disebabkan oleh virus adalah .... a. cacar, trakom dan tifus b. cacar, influenza dan TBC c. influenza, cacar dan malaria d. cacar, AIDS dan kolera e. trakom, radang paru-paru dan radang hidung 9. Virus flu menyerang sel-sel saluran pernafasan atas dan tidak menyerang sel-sel yang lain karena.... a. virus lebih mudah untuk keluar tubuh lewat saluran pernafasan b. virus lebih mudah masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan c. hanya saluran pernafasan yang mempunyai komponen-komponen yang diperlukan untuk replikasi virus d. sel lain tidak mempunyai reseptor untuk virus flu e. sel lain memiliki kekebalan yang lebih tinggi dibandingkan sel saluran pernafasan 10. virus tidak semuanya merugikan tetapi ada yang menguntungkan. Bahan dalam tubuh virus di bawah ini dapat dijadikan vaksin terhadap flu, kecuali.... a. virus yang mematikan b. protein hemaglutinin c. RNA virus d. Peptida yang merupakan bagian dari neuroaminidase e. protein pada permukaan virus LAMPIRAN 10

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 II. SOAL URAIAN Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan tepat! 1. Gambarkan struktur tubuh virus kompleks dan jelaskan bagian-bagiannya! 2. Jelaskan tentang : a) bakteriofage b) profage c) virions 3. Sebutkan dan jelaskan tahap-tahap daur litik! 4. Sebutkan 4 penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh virus! 5. Jelaskan perbedaan antara daur litik dan daur lisogenik! ********SELAMAT MENGERJAKAN, TUHAN MEMBERKATI******** LAMPIRAN 10

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 LAMPIRAN 11

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 LAMPIRAN 11

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 LAMPIRAN 11

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 LAMPIRAN 11

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 KUNCI JAWABAN dan PANDUAN SKORING SOAL POSTTEST SIKLUS I A. URAIAN No. Soal dan Kriteria Jawaban Rentang Skor Soal 1 0-8 Sebutkan ciri-ciri virus! • Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai Dapat menyebutkan ciriciri virus dengan tepat sel) • Virus berukuran amat kecil , jauh lebih mendapatkan skor 8, jika kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 tidak mµ - 300mµ (1 mikron = 1000 dengan milimikron) • menjawab tepat maka mendapatkan skor sesuai Virus hanya memiliki salah satu macam jumlah asam nukleat (RNA atau DNA) • dapat ciri-ciri yang disebutkan Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan "kepala" oval dan "ekor" silindris LAMPIRAN 12

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit • (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor Virus memiliki lapisan protein yang • disebut kapsid Virus hanya dapat berkembang biak di sel • hidup lainnya. Seperti sel hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia Virus tidak dapat membelah diri • 2 0-18 Gambarkan virus T dan virus berselubung dan berikan keterangan serta fungsi dari Jika menggambar bagian-bagian tersebut! Virus T Kapsid 1 2 kepala siswa Leher 4 dan memberikan keterangan serta fungsinya dengan DNA 3 dapat benar dan tepat mendapat Selubung ekor skor 18, jika tidak dapat ekor 5 6 Serabut ekor Papan dasar 7 Jarum penusuk Virus Beselubung Reseptor Virus Materi Genetik (DNA / RNA) Selubung Protein (Kapsid) Kapsul virus • menggambar serta memberi keterangan dan fungsi mendapat dengan dengan tepat skor sesuai jawabannya dengan skor 1/4, 2/4, dan Kapsid berfungsi sebagai pelindung isi 3/4 kepala virus yang berupa DNA atau RNA LAMPIRAN 12

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 • 3 DNA atau RNA berfungsi sebagai pembawa sifat genetik virus • Leher berfungsi sebagai penopang kepala virus dengan tubuh virus • Selubung ekor virus berfungsi sebagai jalan perantara masuknya DNA ke sel inang • Serabut ekor berfungsi sebagai menempelnya virus ke sel inang • Papan dasar berfungsi sebagai tempat menempelnya serabut ekor, selubung ekor dan jarum penusuk • Jarum penusuk berfungsi sebagai alat menusuk sel inang sehingga DNA masuk ke dalam sel inang • Reseptor virus berfungsi sama seperti ekor virus • Kapsul virus berfungsi untuk melindungi materi genetik virus Virus dapat dibedakan menjadi 3. Sebut dan 0-9 Jika jelaskan! siswa 1. Virus tanaman, virus yang menginfeksi menyebutkan dapat dan tanaman yang disebarkan oleh serangga menjelaskan dengan tepat mendapat-kan skor 9, jika dan organisme lain 2. Virus hewan, virus yang menginfeksi kurang tepat mendapat hewan dari protozoa sampai manusia skor 2/3 dan kalau tidak 3. Virus bakteri, virus yang menginfeksi dapat 0-5 Virus merupakan peralihan makhluk hidup dan benda mati. Mengapa demikian? • tidak mendapat skor bakteri 4 menjawab Jika siswa dapat Memiliki ciri-ciri benda mati seperti tidak menjawab dengan tepat memiliki protoplasma dan dapat mendapat skor 5, jika dikristalkan LAMPIRAN 12

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 • Mempunyai ciri-ciri makhluk hidup, tidak misalnya mempunyai DNA dapat menjawab (asam tidak mendapat skor deoksiribonukleat) dan dapat berkembang biak pada sel hidup 5 0-10 Jelaskan percobaan yang dilakukan oleh A. Mayer dan Dimitri Ivanowsky! Jika Percobaan A. Mayer menjelaskan • Tembakau yang berpenyakit percobaan dengan tepat • Daunnya dihaluskan mendapat skor 10, jika • Ekstrak daun hanya dapat menjelaskan • Ekstrak daun tembakau yang berpenyakit satu percobaan mendapat • Tanaman tembakau sehat skor 5, dan jika tidak • Tanaman tembakau menjadi sakit dapat Daun tembakau yang dapat kedua menjelaskan keduanya tidak mendapat Percobaan Dimitri Ivanowsky • siswa berpenyakit skor dihaluskan • Penyaringan ekstrak daun tembakau yang berpenyakit • Filtrat daun Tembakau yang berpenyakit • Disemprotkan ke tanaman tembakau yang sehat • Tanaman tembakau menjadi sakit LAMPIRAN 12

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 KUNCI JAWABAN dan PANDUAN SKORING SOAL POSTTEST SIKLUS II A. Pilihan Ganda 1. A 2. D 3. D 4. E 5. A 6. C 7. E 8. B 9. C 10. D Keterangan: setiap jawaban yang benar diberi skor 1 dan jika salah 0. LAMPIRAN 12

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 B. Uraian No. Soal dan Kriteria Jawaban Rentang Skor Gambarkan struktur tubuh virus komplek 0-10 Soal 1 dan jelaskan bagian-baginanya! Jika siswa menjawab benar • • • • • • • Kapsid berfungsi sebagai pelindung isi kepala virus yang berupa DNA atau RNA DNA atau RNA berfungsi sebagai pembawa sifat genetik virus Leher berfungsi sebagai penopang kepala virus dengan tubuh virus Selubung ekor virus berfungsi sebagai jalan perantara masuknya DNA ke sel inang Serabut ekor berfungsi sebagai menempelnya virus ke sel inang Papan dasar berfungsi sebagai tempat menempelnya serabut ekor, selubung ekor dan jarum penusuk Jarum penusuk berfungsi sebagai alat menusuk sel inang sehingga DNA masuk ke dalam sel inang dapat dengan dan tepat mendapat skor 10, jika siswa kurang tepat dalam menjawab mendapat skor 2/5, jika hanya dapat menggambar dan memberi keterangan mendapat skor 4/5, jika tidak bisa menjawab tidak mendapat skor 2 0-5 Jelaskan tentang:a. Bakteriofage, b. Profage, c. Virions! Jika siswa dapat a. Bakteriofage adalah virus yang menyerang menjelaskan bakteri dengan b. profage adalah DNA virus yang menempel semuanya pada DNA bakteri dan tidak aktif. c. Virions adalah isi tubuh virus LAMPIRAN 12

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 benar dan tepat mendapat skor 5, jika kurang tepat mendapat nilai 1/2 dari total skor, dan jika tidak bisa menjawab tidak mendapat skor 3 Sebutkan dan jelaskan tahap-tahap daur itik! 0-15 jika 4 a. fase Adsorbsi fase ini ditandai dengan menempelnya virus (Bakteriofage) pada permukaan luar dinding bakteri ( misal : bakteri Escherichia coli) b. fase Injeksi (penetrasi) Virus mensekresikan enzim hidrolase yang meluluhkan dinding sel bakteri, sehingga terbentuk lubang, dan memasukkan DNA ke dalam sitoplasma bakteri. c. fase Eklifase DNA virus mengambil alih kendali sel bakteri, kemudian menghancurkan DNA bakteri menjadi komponen-komponen dasar pembentuk sel. d. fase Sintesis / Replikasi Pada fase ini, DNA bakteri yang dihancurkan dibentuk komponen-komponen penyusun tubuh virus dalam sel bakteri. e. fase Perakitan / Assembling Komponenkomponen virus tersebut dirakit menjadi calon-calon virus baru. f. fase lisis/litik Setelah terbentuk virus2 baru dinding sel bakteri pecah dan keluarlah ribuan virus yang siap menginfeksi bakteri yang lain. Sebutkan 4 penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh virus! Jika a. TMV (Tobacco Mozaik Virus) b. Citrus vein floem degeneration virus menjawab siswa menjawab benar dapat dengan dan tepat mendapat skor 15, jika hanya bisa menyebutkan dan/atau mendapat skor 1/2, jika kurang tepat mendapat skor 4/5, jika tidak bisa menjawab tidak mendapat skor 0-4 siswa dapat dengan LAMPIRAN 12

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 c. Tungro d. Virus Yellows benar dan tepat mendapatkan skor 4, jika kurang tepat 1/2, jika tidak bisa menjawab tidak mendapat skor 5 0-6 Jelaskan perbedaan antara daur itik dan Jika daur lisogenik! No . 1 2 3 4 Variabel Pembeda Kondisi awal bakteri (sel inang) Jumlah tahapan Siklus Litik Non virulen Siklus Lisogenik Virulen 5 tahap : 4 tahap : adsorbsi, adsorbsi, penetrasi, penetrasi, sintesis, penggabun pematanga gan dan n dan lisis pembelahan Kelanjuta Terhenti, Dapat n siklus karena sel dilanjutkan inang rusak dengan siklus litik jika virulensi bakteri hilang Kondisi Mengalami Tidak akhir lisis (mati) mengalami bakteri lisis (tidak (sel mati) inang) siswa menjawab benar dapat dengan dan tepat mendapat skor 6, jika kurang tepat mendapat skor 1/2, jika tidak menjawab bisa tidak mendapat skor LAMPIRAN 12

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 LEMBAR OBSERVASI SISWA SMA NEGERI 1 SIMO BOYOLALI SIKLUS I Hari, tanggal : Observer : Kelompok : PETUNJUK : 1. Amatilah kegiatan kelompok siswa di kelas dalam melaksanakan pembelajaran! 2. Lingkarilah (O) pada skor yang sesuai dengan keadaan yang anda amati! NO ASPEK YANG DIAMATI A. ASPEK AFEKTIF 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Siswa antusias dalam pengumpulan tugas, LKS, dan lembar jawaban tes. Siswa mau mendengar pendapat teman yang lain selama diskusi kelompok. Siswa menolong teman yang mengalami kesusahan dalam menerima materi selama pembelajaran. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas dengan percaya diri. Siswa mampu menyatukan pendapat teman untuk mendapatkan kesimpulan diskusi. Siswa memperhatikan pembelajaran dengan media animasi. Siswa menyanggah pendapat teman maupun guru untuk menambah informasi. Siswa antusias dalam mempersiapkan pembelajaran. SKOR 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 LAMPIRAN 13

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 8 ASPEK PSIKOMOTOR Siswa mampu menunjukan permasalahan yang kontekstual. Siswa menerjakan LKS dengan cermat. Siswa berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Siswa menggunakan bermacam-macam sumber belajar untuk menambah informasi materi belajar. Siswa mencatat hasil diskusi dan informasi tambahan yang disampaikan oleh guru. Siswa menyampaikan hasil diskusi dengan bahasa yang komunikatif. Siswa membahas permasalahan aktual selama melaksanakan diskusi. Siswa menunjukan perilaku positif selama proses pembelajaran. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 LAMPIRAN 13

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 LAMPIRAN 14

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 LAMPIRAN 14

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 LEMBAR OBSERVASI SISWA SMA NEGERI 1 SIMO BOYOLALI SIKLUS II Hari, tanggal : Observer : Kelompok : PETUNJUK : 1. Amatilah kegiatan kelompok siswa di kelas dalam melaksanakan pembelajaran! 2. Lingkarilah (O) pada skor yang sesuai dengan keadaan yang anda amati! NO ASPEK YANG DIAMATI A. ASPEK AFEKTIF 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Siswa antusias dalam pengumpulan tugas, LKS, dan lembar jawaban tes. Siswa mau mendengar pendapat teman yang lain selama diskusi kelompok. Siswa menolong teman yang mengalami kesusahan dalam menerima materi selama pembelajaran. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas dengan percaya diri. Siswa mampu menyatukan pendapat teman untuk mendapatkan kesimpulan diskusi. Siswa memperhatikan pembelajaran dengan media animasi. Siswa menyanggah pendapat teman maupun guru untuk menambah informasi. Siswa antusias dalam mempersiapkan pembelajaran. SKOR 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 LAMPIRAN 15

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. ASPEK PSIKOMOTOR Siswa mampu menunjukan permasalahan yang kontekstual. Siswa menerjakan LKS dengan cermat. Siswa berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Siswa menggunakan bermacam-macam sumber belajar untuk menambah informasi materi belajar. Siswa mencatat hasil diskusi dan informasi tambahan yang disampaikan oleh guru. Siswa menyampaikan hasil diskusi dengan bahasa yang komunikatif. Siswa membahas permasalahan aktual selama melaksanakan diskusi. Siswa menunjukan perilaku positif selama proses pembelajaran. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 LAMPIRAN 15

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 LAMPIRAN 16

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 LAMPIRAN 16

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 No. Absen :_______ Kelas :_______ KUISIONER MOTIVASI I Petunjuk : 1. Bacalah setiap pernyataan baik-baik sebelum kamu memberikan jawaban. 2. Angket ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajarmu dalam mata pelajaran biologi. 3. Angket ini tidak berpengaruh terhadap penilaian akademikmu. Oleh karena itu, jawablah sesuai keadaan yang sebenarnya. 4. Beri tanda (√) pada jawaban yang sesuai dengan keadaanmu pada kolom yang disediakan dengan ketentuan sebagai berikut: STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju SS : Sangat Setuju 5. Selamat mengerjakan. LAMPIRAN 17

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 No. 1. Pernyataan Materi pelajaran biologi STS tidak TS S SS menarik perhatian 2. Saya belajar biologi karena keinginan saya sendiri, bukan karena disuruh orang tua 3. Saya bertanya kepada teman atau guru bila saya belum memahami materi pelajaran biologi yang dijelaskan. 4. Saya malas bertanya apabila materi biologi susah dimengerti 5. Berhasil menyelesaikan tugas biologi sangat penting bagi saya 6. Saya berusaha mencari informasi dari sumber lain selain buku diktat ketika belajar biologi. 7. Saya malas mempelajari materi apabila akan diadakan ulangan harian 8. Saya menanggapi materi yang disampaikan oleh guru. 9. Saya membentuk kelompok belajar untuk belajar biologi. 10. Saya selalu bekerjasama ketika belajar kelompok LALMPIRAN 17

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 11. Saya selalu mengunpulkan tugas tepat waktu. 12. Jika saya memperoleh nilai biologi yang tinggi, maka akan memacu semangat belajar saya. 13. Saya selalu mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru. 14. Saya merasa bahagia berhasil menyelesaikan tugas/ulangan. 15. Bila nilai ulangan biologi saya buruk dan tidak sesuai harapan, saya menambahkan waktu belajar agar dapat memperbaikinya. 16. Saya selalu mempelajari materi dari buku diktat sebelum ulangan harian 17. Saya tidak pernah memperhatikan materi yang disampaikan guru. 18. Saya sering tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. 19. Saya belajar biologi hanya jika ada ulangan 20. Saya mudah menyerah jika menemukan kesulitan pada saat mengerjakan tugas maupun menyelesaikan soal-soal biologi. LALMPIRAN 17

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 LAMPIRAN 18

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 LAMPIRAN 18

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 LAMPIRAN 18

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 LAMPIRAN 18

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 No. Absen :______ Kelas :______ KUISIONER MOTIVASI II Petunjuk : 1. Bacalah setiap pernyataan baik-baik sebelum kamu memberikan jawaban. 2. Angket ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajarmu dalam mata pelajaran biologi menggunakan media animasi. 3. Angket ini tidak berpengaruh terhadap penilaian akademikmu. Oleh karena itu, jawablah sesuai keadaan yang sebenarnya. 4. Beri tanda (√) pada jawaban yang sesuai dengan keadaanmu pada kolom yang disediakan dengan ketentuan sebagai berikut: STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju SS : Sangat Setuju 5. Selamat mengerjakan. LAMPIRAN 19

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 No. Pernyataan 1. STS TS S SS Dalam belajar biologi menggunakan media animasi saya selalu berusaha menguasai materinya secara mendalam. 2. Sebelum kegiatan pembelajaran menggunakan media animasi saya terlebih dahulu membaca topik atau bahan yang akan ditayangkan dalam media animasi. 3. Saya merasa malas belajar biologi bila menggunakan madia animasi karena harus mengamati lama. 4. Saya membuat catatan kecil yang saya anggap penting ketika mengamati animasi. 5. Saya mengamati animasi dengan sungguh-sungguh. 6. Saya kurang memperhatikan penjelasan guru tentang konsep awal yang digunakan dalam animasi. 7. Jika ada hal yang kurang jelas berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang menggunakan animasi saya menanyakannya kepada guru atau teman. 8. Dalam pembelajaran biologi menggunakan media animasi saya berusaha menemukan konsep biologi sendiri. 9. Saya kurang tertarik jika guru biologi mengajar LAMPIRAN 19

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 dengan menggunakan media animasi. 10. Dalam pembelajaran biologi menggunakan media animasi saya mengungkapkan gagasan/ide saya yang berkaitan dengan topik yang dibicarakan. 11. Bila ada hambatan dalam menemukan konsep, saya sudah tidak mempunyai rasa semangat lagi untuk menemukannya. 12. Pelajaran biologi akan terasa membosankan bila diajarkan menggunakan media animasi. 13. Belajar menggunakan media animasi tidak mempengaruhi motivasi saya untuk lebih giat belajar biologi. 14. Bila belajar biologi dengan menggunakan media animasi saya merasa tidak ada pengaruhnya dalam nilai biologi saya. 15. Karena kegiatan dilakukan secara berkelompok, saya tidak perlu melakukan kegiatan, biar teman kelompok saya yang menemukan konsepnya. 16. Setelah menerima pembelajaran biologi menggunakan media animasi saya berminat untuk LAMPIRAN 19

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 mempelajarinya kembali pokok bahasan yang telah disampaikan. 17. Pada saat pembelajaran dengan animasi berlangsung saya mengikuti langkah demi langkah proses pembelajarannya. 18. Sesudah menerima pembelajaran biologi melalui media animasi, saya tidak pernah mengingat materi yang diajarkan apalagi mempelajarinya kembali. 19. Sebelum belajar dengan animasi, malam sebelumnya saya sudah mempelajari materi yang akan dibahas. 20. Saya tidak mencatat hasil pengamatan melalui media animasi. LAMPIRAN 19

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 LAMPIRAN 20

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 LAMPIRAN 20

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 LAMPIRAN 20

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 LAMPIRAN 20

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 DAFTAR SKOR MOTIVASI AWAL SISWA No Kode Siswa 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 28 27 29 28 30 29 31 30 32 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Rata-rata Skor 55 67 64 66 70 70 65 60 72 59 67 64 63 41 67 60 56 69 73 69 66 60 73 59 67 64 56 69 67 58 16 13 0 1 0 Nilai Skor % 62,5 83,75 65 82,5 87,5 87,5 81,25 63,75 90 65 83,75 70 70 51,25 81,25 63,75 70 81,25 90 83,75 82,5 72,5 91,25 65 83,75 75 65 82,5 81,25 63,75 53,3 43,3 0 3,3 0 75,87 Kategori Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi LAMPIRAN 21

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 DAFTAR SKOR MOTIVASI AKHIR SISWA No Kode Siswa 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 27 27 29 28 30 29 31 30 32 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Rata-rata Skor 57 62 61 65 65 66 65 58 72 54 62 61 62 63 61 58 57 72 70 63 69 65 58 56 63 64 54 63 67 59 10 20 0 0 0 Nilai Skor % 78,75 77,5 76,25 90 81,25 82,5 90 80 90 80 77,5 80 77,5 78,75 76,25 80 71,25 90 87,5 78,75 86,25 81,25 80 70 78,75 80 80 78,75 83,75 80 33,3 66,7 0 0 0 80,75 Kategori Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi LAMPIRAN 22

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Hasil Analisis Lembar Observasi Siklus I kelompok 1 2 3 4 5 6 rata-rata ranah afektif siklus I 84,37 87,5 84,37 87,5 87,5 84,37 85,935 ranah psikomotorik siklus I 81,25 87,5 84,37 84,37 75 78,12 81,76833333 LAMPIRAN 23

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Daftar Skor Observasi Siklus II kelompok 1 2 3 4 5 6 rata-rata ranah afektif siklus II 87,5 78,12 84,37 90,62 96,87 90,62 88,01666667 ranah psikomotor siklus II 84,37 78,12 78,12 84,37 90,62 87,5 83,85 LAMPIRAN 24

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Daftar Nilai Tes Siklus I No. Kode Siswa 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 28 27 29 28 30 29 31 30 32 Rata-rata kelas Nilai Terendah Nilai Tertinggi Jumlah murid yang belum mencapai KKM Jumlah murid yang sudah mencapai KKM Ketuntasan Klasikal Nilai Postest siklus I 92 76 74 94 96 90 92 98 82 90 78 90 100 90 94 96 96 96 92 90 82 86 86 94 90 88 92 98 100 96 90,6 70 100 9 21 70% LAMPIRAN 25

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Daftar Nilai Tes Siklus II No. Nama 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 28 27 29 28 30 29 31 30 32 Rata-rata kelas Nilai Terendah Nilai Tertinggi Jumlah murid yang belum mencapai KKM Jumlah murid yang sudah mencapai KKM Ketuntasan Klasikal Ulangan Harian 43 52 52 84 68 76 66 72 68 70 66 78 66 82 78 74 64 74 82 68 66 54 64 86 82 84 76 76 78 38 69,56 38 86 18 12 40% LAMPIRAN 26

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 SCAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI SIKLUS I Pengertian dan Sejarah Virus LAMPIRAN 27

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Struktur Tubuh Virus LAMPIRAN 27

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Ciri-ciri Virus LAMPIRAN 27

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 SCAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI SIKLUS II DAUR LITIK LAMPIRAN 27

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 DAUR LISOGENIK LAMPIRAN 27

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Peran Virus Dalam Kehidupan LAMPIRAN 27

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 LAMPIRAN 27

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 LAMPIRAN 28

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 LAMPIRAN 29

(162)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
147
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
114
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
205
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
217
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
90
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
130
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
135
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
273
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
218
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
237
Show more