PRAKTEK PERKARA PRODEO DI PENGADILAN AGAMA WONOGIRI (TAHUN 2014-2017) - iainska repository

Gratis

0
0
114
2 months ago
Preview
Full text

PRAKTEK PERKARA PRODEO DI PENGADILAN AGAMA WONOGIRI (TAHUN 2014-2017)

  Kakak Katwanto dan Pitri Susilowati, serta adik Agung Tri Ardiyanto yang juga membantu mendoakan dan memberikan semangat dalamproses pengerjaan skripsi ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan penuh tekad yang kuat. Ketua PC IPNU Kabupaten Wonogiri dan patner berjuang Rekan ArifBudiman yang banyak memotivasi dan mendoakan penulis selama proses pengerjaan skripsi.

1 Departemen Agama RI

  Kakak Katwanto dan Pitri Susilowati, serta adik Agung Tri Ardiyanto yang juga membantu mendoakan dan memberikan semangat dalamproses pengerjaan skripsi ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan penuh tekad yang kuat. Ketua PC IPNU Kabupaten Wonogiri dan patner berjuang Rekan ArifBudiman yang banyak memotivasi dan mendoakan penulis selama proses pengerjaan skripsi.

6. Almamater tercinta Fakultas Syariah Hukum Keluarga Islam Islam IAIN Surakarta

PEDOMAN TRANSLITERASI

Pedoman transliterasi yang digunakan dalam penulisan skripsi di FakultasSyariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta didasarkan padaKeputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RINomor 158/1987 dan 0543 b/U/1987 tanggal 22 Januari 1988. Pedoman transliterasi tersebut adalah :

1. Konsonan

  Fonem konsonan Bahasa Arab yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf, sedangkan dalam transliterasi ini sebagiandilambangkan dengan tanda dan sebagian lagi dilambangkan dengan huruf serta tanda sekaligus. Vokal Vokal bahasa Arab seperti vokal bahasa Indonesia terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong.

a. Vokal Tunggal

  Maddah Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harakat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda sebagai berikut : Harakat dan Nama Huruf dan Nama Huruf Tanda Fathah dan alifٌ...أ Ā a dan garis di atas atau ya Kasrah dan ya i dan garis di atasٌ...أ Ī Dammah danو...أ Ū u dan garis di atas wau Contoh:No Kata Bahasa Arab Transliterasi 1. Bagi kata-kata tertentu yang penulisannya dengan huruf Arab yang sudah lazim dirangkaikan dengan kata lain karena ada huruf atau harakat yang dihilangkanmaka penulisan kata tersebut dalam transliterasinya bisa dilakukan dengan dua cara yaitu bisa dipisahkan pada setiap kata atau bisa dirangkai.

KATA PENGANTAR

  Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis telah banyak mendapatkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang telah menyumbangkan pikiran,waktu, tenaga dan sebagainya. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan oleh penulis satu persatu yang telah berjasa dan membantuku baik moril maupun spiritnya dalam penyusunanskripsi.

YULIANI NUR SARASWATI 14.21.2.1.007

  ABSTRAK Yuliani Nur Saraswati, NIM: 142121007; “PRAKTIK PERKARA PRODEO DI PENGADILAN AGAMA WONOGIRI (TAHUN 2014- 2017)” Penelitian ini membahas dua permasalahan diantaranya: 1) bagaimana hakim di Pengadilan Agama Wonogiri dalam menentukan seseorang dapatditerima atau ditolak untuk menggunakan perkara prodeo; 2) faktor apa yang mempengaruhi rendahnya praktik perkara prodeo di Pengadilan Agama Wonogiripada tahun 2014-2017. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa hakim dalam memutus seseorang yang mengajukan perkara menggunakan prodeo dengan melihat syaratyang diajukan sebagai kelengkapan administrasi dan juga melihat dana dari anggaran DIPA (Daftar Isian Pengeluaran Anggaran) yang sudah dianggarkan.

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara yang luas wilayahnya dan banyak

  Masyarakat Indonesia yang jumlah penduduknya tidak sedikit dengan berbagai macam suku, ras, agama, serta latar belakangsosial budaya yang berbeda yang tentunya beragam ini tidak semua penduduk itu merata pertumbuhan ekonominya, tidak semua kemampuanekonomi di atas rata-rata, atau sebaliknya berada digaris menengah ke bawah. Akan tetapi jika terjadi demikian semua berhak mendapatpelayanan yang sama dan adil dibidang hukum.

2 Selain itu setiap orang juga berhak atas pengakuan, jaminan, kecualinya”

  Pasal 27 di atas tidak membedakan antara warga negara yang satu2 dengan yang lain, semua sama dihadapan hukum dan berhak memperoleh3 Undang-Undang Dasar 1945, pasal 27 ayat 1. Secara teoritis, melalui aturan yang telah ada baik dalam Herzein Inland Reglemen (HIR) / Reglemen Buiten Govesten (RBg)n maupun dalam literatur hukum acara telah dibuktikan bahwa peradilan di Indonesia peduli terhadap masyarakat ekonomi lemah yang juga ingin mendapatkandan merasakan perlindungan serta pengayoman, dalam memperoleh hak perdata mereka.

6 Artinya dalam penyelesaian perkara di pengadilan akan dikenakan biaya”

  Sesuai dengan amanat pasal 28 D ayat 1 UUD 1945, golongan masyarakat yang tidak mampu ini tetap berhak mendapat pengakuan,jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil, serta perlakuan atau pelayanan hukum yang sama dihadapan hukum dengan warga negaraIndonesia yang lainnya, termasuk pula dalam hal beracara didalam pengadilan. Selain dalam Undang-Undang bentuk bantuan hukum atau fasilitas yang dalam hal ini berperkara secara prodeo juga disebut dalam DitjenBadilag (Direktur Jendral Badan Peradilan Agama) yang menetapkan bentuk bantuan hukum atau fasilitas yang dalam hal ini berperkara secaraprodeo juga disebut dalam Ditjen Badilag (Direktur Jendral Badan9 Peradilan Agama) yang menetapkan justice for all pada tahun 2011.

2. Untuk mengetahui faktor atau kendala dalam praktik perkara prodeo di Pengadilan Agama Wonogiri pada tahun 2014-2017

D. Manfaat Penelitian

  Secara teoritis, diharapkan hasil penelitian ini berguna sebagai konstribusi untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnyadalam bidang hukum yang berkaitan dengan hukum acara peradilan agama berkenaan penggunaan perkara prodeo di Pengadilan AgamaWonogiri dan ditinjau dari efektivitas hukumnya. Secara praktis, bagi Pengadilan Agama Wonogiri penelitian itu bermanfaat untuk kelangsungan fasilitas berperkara prodeo, dan bagimasyarakat dengan adanya perkara prodeo dapat membantu masyarakat yang tidak mampu dalam menjalankan prosesberperkara.

E. Kerangka Teori

  Biaya ini meliputi biaya kepaniteraan dan biaya untuk panggilanpemberitahuan para pihak serta biaya materai. Bagi mereka yang tidak mampu untuk membayar biaya perkara dapat mengajukan perkara secaracuma-cuma (prodeo) dengan mendapatkan izin untuk dibebaskan dari pembayaran biaya perkara.

14 Aturan yang mengatur mengenai perkara

prodeo sebagai berikut: 1.

Pasal 23 7 HIR (Herzein Inslandsch Reglement) Pada pasal tentang izin untuk berperkara dengan tak berbiaya, yaitu Orang-orang yang demikian, yang sebagai penggugat, atau sebagai

  Penjelasan: pasal 237 sampai dengan pasal 245 mengatur tentang kemungkinan untuk berperkara dengan tidak membayar biaya bagiorang yang tidak mampu, syarat-syarat dan cara-caranya berperkara itu. Apabila yang meminta izin itu penggugat, maka permohonan itu harus diajukan pada waktu ia memasukkan surat gugatannya atau padawaktu ia mengajukan gugatannya dengan lisan, sedangkan apabila yang memohon untuk diperkenankan berperkara dengan cuma-cumaitu orang yang digugat, maka permintaan itu harus diajukan pada 15 waktu ia menjawab gugatan itu.

3. Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2014

  Layanan pembebasan biaya perkara adalah negara menanggung proses biaya berperkara di Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, danMahkamah Agung, sehingga setiap orang atau sekelompok orang yang tidak mampu secara ekonomi dapat berperkara secara cuma-cuma. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan olehKepala Desa/Lurah/Kepala Wilayah setempat; b.

16 Rechtreglement voor de Buitengewesten, pasal 274

  c. Surat keterangan tidak mampu yang dibuat dan ditandatangani 17 pemohon diketahui oleh ketua pengadilan.

F. Tinjauan Pustaka

  Muchamad Arifinmenuliskan penyebab dan kendala penggunaan perkara prodeo di JakartaBarat, sedangkan keadaan masyarakat yang berbeda dengan mayoritas mereka lebih mampu dalam perekonomiannya dibanding denganmasyarakarat Wonogiri. Oleh karena itu dari ketiga skripsi yang mengenai tentang perkara prodeo karena permasalahan yang diangkat berbeda maka penulismengambil permasalahan tersebut untuk dijadikan sebuah penelitian.

G. Metodologi Penelitian 1

  Peneliti melakukan penelitian di Pengadilan Agama Wonogiri karena peneliti ingin mengetahui tentang perkara prodeo dari anggaran DIPAuntuk setiap tahunnya dari tahun 2014-2017. Metode PendekatanPenelitian ini dilakukan dan ditunjukan pada praktik pelaksanaan hukum (law in action) terhadap peraturan perundang-undangan tertulisserta praktiknya dan dokumen-dokumen hukum yang ada di Indonesia(law in the books), maka metode pendekatannya dengan mendeskripsikan peristiwa yang menjadi titik fokus penelitian.

18 Soerjono Soekamto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: UI, 1986), hlm

  Data PrimerSumber data primer adalah sumber data yang diperoleh secara langsung dari keterangan dan penjelasan dari pihak yang berwenang diobyek penelitian, yaitu: ketua pengadilan dan wakil ketua pengadilan yang menangani proses perkara prodeo di Pengadilan Agama Wonogiriyang menjadi lokasi penelitian. Teknik Pengumpulan DataBerdasarkan sumber data di atas, maka metode pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara (Interview) yakni dengan teknik ini penelitimenggunakan tanya jawab secara lisan dan berpedoman pada daftar Selain dengan wawancara, penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data melalui studi kepustakaan.

6. Teknik Analisa Data

  Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Dalam menganalisis data, penulismenggunakan analisis data kualitatif yang bersifat induktif, yaitu suatu analisis data dimana penulis menjabarkan data-data yang diperoleh darihasil penelitian.

H. Sistematika Pembahasan

  Pertamagambaran umum tentang Pengadilan Agama Wonogiri tentang keadaan geografis, wilayah hukum, sejarah Pengadilan agama Wonogiri, visi dan misi,struktur organisasi Pengadilan Agama Wonogiri, prosedur pelaksanaan sidang, dan proses pelaksanaan sidang di Pengadilan Agama Wonogiri. Bab kelima, merupakan penutup berupa kesimpulan hasil penelitian atau jawaban dari pokok masalah yang ada dalam bab pertama dan saran-saran yangdiharapkan untuk memberikan kontribusi dalam penyelesaian perkara prodeo.

BAB II PRAKTIK PERKARA PRODEO DAN PERTIMBANGAN HAKIM A. PERKARA PRODEO

  3)Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang di bentuk dan berada di setiap pengadilan tingkat pertama untuk memberikan bantuan hukum bagimasyarakat pencari keadian berupa pemberian layanan informasi, konsultasi, serta dalam membuat dokumen hukum yang diperlukansesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur. Herzien Inlandsch Reglement (HIR), yang diberlakukan untuk Jawa danMadura terdapat pada pasal 237-242 yang bunyinya sebagai berikut : Pasal 237, orang-orang yang demikian, yang sebagai penggugat, atau tergugat hendak berperkara akan tetapi tidak mampu membayar biayaperkara, dapat di berikan izin untuk berperkara dengan tak berbiaya.

24 Mohammad Sholihin Mertosono, “Kajian Yuridis Bantuan Hukum Cuma-Cuma

  Pasal 240, Balai harta peninggalan dapat diizinkan juga dengan cara serupa di atas untuk berperkara dengan tak berbiaya, baik sebagaipenggugat, maupun sebagai tergugat, dengan tidak usah menunjukkan surat tidak mampu, jika harta benda yang dipertahankannya itu atau hartabenda orang yang di wakilinya itu pada waktu berperkara tidak mencukupi akan membayar biaya perkara, yang ditaksir dan akan dibayar itu. Ayat (6), layanan pembebasan biaya perkara adalah negara menanggung biaya proses berperkara di Sesuai SEMA pasal 1 ayat 12 yang berbunyi “anggaran bantuan hukum adalah alokasi anggaran negara yang berada dilingkupPeradilan Umum yang dibiayai oleh Mahkamah Agung melalui DIPABantuan Hukum Direktorat enderal Badan Peradilan Umum yang 25 Sesuai dengan anggarannya pada dialokasikan kepada pengadilan.”DIPA maka prodeo dibagi menjadi dua macam, yaitu : 1.

2. Prodeo murni

25 Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 10 Tahun 2010

  Prodeo murni adalah biaya perkara dari pemohon tetap gratis dan tidak ada anggaran dari negara karena kuota prodeo telahhabis, sehingga untuk pelaksaan prodeo murni dilaksanakan suka rela oleh pegawai yang bertugas di pengadilan. 26 Bahkan untuk surat panggilan yang menjadi tugas juru sita atau juru sita pengganti tidak mendapat bayaran.

B. SYARAT-SYARAT PRODEO

  Perkara prodeo adalah bentuk bantuan hukum dari pemerintah dari anggaran DIPA yang digunakan untuk masyarakat yang tidak mampu secaraekonomis dalam berperkara diperadilan. Surat gugatan/permohonan memuat posita dan dalam posita tersebut dimuat apa yang menjadi landasan atau alasan dari suratgugatan/permohonan termasuk menjelaskan penggugat atau pemohon porang yang tidak mampu membayar biaya perkara (miskin secaraekonomi).26 M.

3. Mengisi formulir permohonan pembebasan biaya perkara

  Berkas diteruskan pada ketua pengadilan melalui panitera, dan panitera sebelum meneruskannya kepada ketua pengadilan meneliti terlebih dahulukelengkapan berkas dan ketersediaan anggaran dengan berkoordinasi dengan sekretaris pengadilan sebagai KPA (Kuasa Pengguna Anggaran)pengadilan agama, selanjutnya panitera membuat surat pertimbangan mengenai layak atau tidaknya pemohon untuk di bebaskan dari biayaperkara. Surat penetapan ketua tersebut harus sudah dikeluarkan pada hari dan tanggal yang sama saat yang bersangkutan mengajukan permohonanpembebasan biaya perkara, bila pada hari dan tanggal tersebut ketua tidak berada di tempat maka penetapan tersebut dapat dikeluarkan oleh wakilketua atau hakim yang ditunjuk.

C. PROSEDUR PENGAJUAN

  Apabila syarat-syarat sudah terpenuhi untuk mengajukan perkara prodeo, maka langkah-langkah selanjutnya yang harus dilakukan untuk mengajukanperkara dengan prodeo sebagai berikut : 1. Proses Perkara Prodeo Pada Tingkat Pertama Pada tingkat pertama di pengadilan ada beberapa tahapan, antara lain : a.

29 Rp. 0,00 (nol rupiah)

b. Beracara Bagi Tergugat dengan Perkara Prodeo

Untuk pihak tergugat yang akan mengajukan perkara dengan prodeo, langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut :1) Di dalam persidangan, tergugat yang menggunakan perkara dengan prodeo maka dengan menyampaikan jawaban bersamaan denganmenjawab gugatan penggugat/pemohon.

29 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung, Prosedur dan Proses Berperkara di Pengadilan Agama, 2017

  3)Biaya perkara dibebankan kepada negara dengan cara menyerahkan salinan amar putusan oleh majelis hakim kepada kuasa penggunaanggaran dan diteruskan kepada kasir. 4)Kasir mengembalikan sejumlah uang yang disetor penggugat/pemohon kepadanya dan menerima uang yang disetor oleh KPA sebagai 30 gantinya, dan dicatatkan semua dalam buku keuangan.

2. Proses Perkara Prodeo Di Tingkat Banding

  Hasil pemeriksaan akan dicantumkan dalam berita acara persidangan yang ditanda tangani oleh ketua majelis hakim dan panitera yang mengikuti 3130 persidangan. Apabila pemohonan dikabulkan dengan perkara menggunakan prodeo maka salinan amar putusan penetapan PTA diserahkan kepada KPA PTAuntuk diteruskan kepada bendahara dengan mengeluarkan sejumlah uang guna pembayaran panjar perkara di pengadilan.i.

31 Abdul Manan, Penerapan Hukum Acara Perdata Di Lingkungan Peradilan Agama, (Jakarta: Pranada Media, 2005), hlm. 64

  Perbedaan sebelum adanya PERMA Nomor 1 Tahun 2014, yakni adanya persidangan yang memutuskan mengenai ditolak atau dikabulkannyapermohonan perkara dengan prodeo, dan jika permohonan prodeo dikabulkan maka dilanjutkan dengan sidang kedua, proses jalannya sidang kedua ini samaseperti proses jalannya perkara biasa. Pihak penggugat/pemohon yang hendak mengajukan perkara dengan prodeo, maka harus mengajukan permohonan perkara prodeo kepadamajelis hakim dengan ketentuan : a.

D. PERTIMBANGAN HAKIM

  Dalam memutuskan seseorang yang mengajukan permohonan perkara dengan prodeo, majelis hakim memiliki tiga aspek pertimbangan majelis hakimyang harus diterapkan secara proposional, yaitu : 1. Dasar Pertimbangan YuridisAspek yuridis merupakan aspek yang pertama dan utama dengan berpatokan dengan undang-undang yang berlaku.

2. Dasar Pertimbangan Sosiologis

  Dalam aspek sosiologis mempertimbangkan tata nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat, penerapannya sangat membutuhkan pengalaman danpengetahuan yang luas serta kebijaksanaan yang mampu mengikuti nilai-nilai 34 dalam masyarakat. Jadi yang menjadi bahan pertimbangan sosiologis majelis hakim terkait perkara secara prodeo, yakni dengan melihat kondisi ekonomipara pihak yang mengajukan prodeo dan beranggapan orang miskin itu lemah untuk mendapatkan keadilan dan prodeo inilah sebagai aksesnya.

3. Dasar Pertimbangan Filosofis

  Untuk mempertimbangkan dalam perkara prodeo telah memenuhi kepastian hukum, yaitu telah menggunakan peraturan-peraturan yang ada,yaitu HIR, RBg, dan PERMA bahwa orang yang tidak mampu membayar biaya perkara tetap bisa berperkara tanpa biaya atau secara cuma-cuma. Dalam perkara prodeo ini majelis hakim sudah mencerminkan asas kemanfaatan, yaitu dengan cara menbebaskan biaya perkara untukmnyelesaikan perkara tanpa membayar dan itu sangat bermanfaat dan efektif bagi mereka yang kurang mampu.

4. Visi dan Misi Pengadilan Agama Wonogiri

5. Struktur Organisasi Pengadilan Agama Wonogiri

  Pengadilan Agama Kelas IB Wonogiri dipimpin oleh seorang ketua dan dibantu oleh seorang wakil ketua serta hakim-hakim yang melakukanpengawasan dan bertugas serta bertanggung jawab atas terselenggaranya peradilan dengan baik dan menjaga terpeliharanya citra dan wibawa pengadilanyang didukung oleh keamanan dan kehendak baik dari pimpinan struktural dan pejabat peradilan lainnya. b)Tugas non yusticial; (1) Memberikan penyuluhan hukum;(2) Melayani riset untuk penyuluhan hukum;(3) Melaksanakan hisab rukyat dan mengadakan kesaksian hilal; c)Tugas hakim dalam memeriksa dan mengadili perkara; (1) Konstatiring, yaitu yang dituangkan dalam berita acara persidangan dan dalam duduk perkara pada putusan hakim;(2) Kulifisir, yaitu yang dikuasakan dalam pertimbangan hukum di dalam surat putusan;(3) Dituangkan dalam putusan amar.

7. Proses Persidangan a

  Setelah itu berkas perkaradiserahkan pada Ketua PA melalui panitera/wakilnya; 4)Berkas perkara yang telah diterima ketua PA dipelajari, kemudian Ketua PA membuat Penetapan Majelis Hakim;5) Panitera membuat penetapan panitera pengganti dan menyerahkan berkas pada Majelis Hakim; 6)Majelis hakim yang ditunjuk untuk memeriksa dan mengadili perkara menentukan hari sidang, kemudian memerintahkan pada jurusita untuk memanggil pihak-pihak yang berperkara. c) Petitum (hal-hal yang dituntut berdasarkan posita).4) KeempatPerkara dengan prodeo diajukan bersama berkas pengajuan pokok perkara dengan putusannya melalui putusan sela, yakni sebelum masukpada pemeriksaan pokok perkara diputus dahulu oleh hakim pemohon tersebut dikabulkan atau ditolak untuk menggunakan prodeo.

B. Perkara Prodeo Di Pengadilan Agama Wonogiri

  Data Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian memperoleh data dan wawancara yang dilakukan di Pengadilan Agama Wonogiri dapat dipaparkan sebagai berikut :Saat penelitian hal dilakukan di Pengadilan Agama Wonogiri adalah mengurus izin penelitian, izin wawancara, dan izin memperoleh data. Persayaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon prodeo yaitu membawa Surat Keterangan TidakMampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh kepala desa/lurah dan diketahui oleh camat setempat serta membawa satu kartu tunjangan sosial lainnya sepertiJAMKESMAS, BLT dan sejenisnya.

4. Majelis hakim menetapkan hari sidang dan memerintahkan juru sita untuk memanggil penggugat/pemohon dan tergugat/termohon

  Ag, beliau mengatakan untuk perkara prodeo di Pengadilan Agama Wonogiri sendiri tidak setiap tahunnyadigunakan karena selain melihat dana anggaran dari DIPA juga masyarakat 36 yang mengajukan perkara jarang menggunakan prodeo. H “dana untuk perkara prodeodisediakan dan di PA Wonogiri tidak menentukan syarat khusus sehingga hakim dalam mengabulkan permohonan prodeo hanya mengacu pada aturanhukum yang sudah ada.

36 Kusnan, Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Wonogiri, Wawancara Pribadi, 21 Agustus 2018, Pukul 10.00-11.30 WIB

  Dalam wawancara yang diutarakan olehDra Ibu Nu r Habibah “sebenarnya untuk prodeo yang dari anggaran DIPAjustru banyak sisanya untuk setiap tahunnya apabila dicek dalam laporan akhir37 Miftahul Huda, Hakim Pengadilan Agama Wonogiri, Wawancara Pribadi, 5 Oktober 2018, Pukul 14.30-15.40 WIB.38 Kusnan, Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Wonogiri, Wawancara Pribadi, 21 Agustus 2018, Pukul 10.00-11.30 WIB. Kurangnya penggunaan fasilitas prodeo bagi masyarakat yang kurang mampu disebabkan karena faktor masyarakat yang mempunyai rasa khawatirapabila menggunakan prodeo menjadikan tidak mampu secara seutuhnya.39 Nur Habibah, Hakim Pengadilan Agama Wonogiri, Wawancara Pribadi, 5 Oktober 2018, Pukul 13.20-14.10 WIB.

BAB IV ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN PERKARA DENGAN PRODEO A. Pertimbangan Hakim Dalam menentukan Dikabulkan atau ditolaknya Perkara Secara Prodeo Pada dasarnya beracara di pengadilan dalam hal gugatan perdata akan

  Sebelum adanya PERMA No 1 tahun 2014, untuk menentukan perkara dengan prodeo perlu adanya sidang insidentil, dimana hakim mempertanyakanpara pihak seperti apa kondisi ekonomi mulai dari tempat tinggal, pekerjaan, dan penghasilannya apakah memang benar tidak menunjukkan orang tidakmampu yang diperkuat dengan bukti dan keterangan para saksi. Hakim tidak Dalam pasal-pasal yang tercantum dalam HIR, RBg, maupun PERMA, tidak disebutkan kriteria orang miskin itu seperti apa tidak dijelaskan secararinci, dan orang yang akan mengajukan prodeo cukup dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari kepala desa.

40 Miftahul Huda)

  Bisa jadi yang mampu membayar menjadi ikut mengajukan permohonan dengan prodeo kalaupun anggaran tidak ada 42 maka hakim tidak bisa mem41 berikan keadilan.” Nur Habibah, Pengadilan Agama Wonogiri, Wawancara Pribadi, 5 Oktober 2018, Pukul 13.20-14.10 WIB.42 Nur Habibah, Hakim Pengadilan Agama Wonogiri, Wawancara Pribadi, 5 Oktober 2018, Pukul 13.20-14.10 WIB. Menurut analisis penulis Pengajuan perkara prodeo merupakan hak dari masyarakat miskin yang secara normatif dikabulkan atau tidaknya ditentukanoleh pekerjaan dan penghasilan dari pemohon, dan hakim haruslah bertindak secara normatif sehingga menjadikan alasan ekonomi sebagai satu satunyapertimbangan.

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkara Prodeo

  Faktor penyebab tinggi rendahnya perkara prodeo di Pengadilan AgamaWonogiri disebabkan karena adanya keterangan khusus yang mengatur dalam pasal 237 HIR dan 273 RBg yang berbunyi: penggugat atau tergugat yang tidak mampu membayar biaya perkara dapat diijinkan untuk berperkara tanpa biaya. Pengadilan sudah mengemas sedemikian rupa untuk memberikan layanan bantuan hukum berupa prodeo untuk bisa digunakan mencari keadilan bagiyang kurang mampu, tetapi dengan kurangnya informasi yang sampai ke masyarakat menjadikan masyarakat tidak tahu dan berpikiran bahwamenggunakan prodeo adalah orang yang miskin.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah penulis menyelesaikan pembahasan dalam bentuk skripsi dengan

  Syarat yang digunakan di Pengadilan Agama Wonogiri untuk mengajukan permohonan perkara dengan prodeo mengacu padaPERMA No 1 tahun 2014 tentang pemberian bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu dalam berperkara di pengadilan. Dengan melihat sejumlah dana DIPA yang dianggarkan untuk perkara prodeo apabila masih ada anggarannya dan apabila syarat-syarat permohonan perkara dengan prodeo sudah terpenuhi maka hakim dapat mengabulkan permohonan tersebut.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Rendahnya Perkara Prodeo

  Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap fasilitas bantuan hukum bagi masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi dalam halberacara perkara perdata. Karena faktor masyarakat sendiri yang tidak mau menggunakan fasilitas bantuan hukum tersebut disebabkan masyarakat tidak maudisebut kurang mampu/miskin meskipun dalam secara ekonomi, menjadikan masyarakat apabila sedang berperkara di pengadilanmereka memilih membayar biaya perkara sendiri meski pada kenyataannya masih banyak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cara berhutang.

B. Saran 1

  HakimLebih mempertimbangkan lagi dalam menentukan dikabulkan atau ditolaknya permohonan perkara dengan prodeo, apabila ada permohonanperkara secara cuma-cuma tidak disalahgunakan oleh masyarakat yang sebenarkan tidak membutuhkan. Pengadilan AgamaDalam perkara dengan prodeo untuk lebih memberikan ketentuan/kebijakan khusus mengenai syarat-suyarat yang harus diajukanuntuk permohonan perkara prodeo, supaya tidak terjadi penyalahgunaan dan ada sinkronisasi antara masyarakat yang mengajukan permohonan tersebutdengan keadaan pemohon.

DAFTAR PUSTAKA

  Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung, Prosedur dan Proses Berperkara di Pengadilan Agama, 2017. Farij, Alaina, “Pertimbangan Majelis Hakim Dalam Mnerima atau Menolak Prodeo Di Pengadilan Agama Kab.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (114 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

DASAR PERTIMBANGAN PENGADILAN AGAMA JEMBER UNTUK MENGABULKAN PERMOHONAN POLIGAMI ( KASUS PERKARA NO.3499/Pdt.G/1999/PA.Jr)
0
3
52
KAJIAN YURIDIS ACARA PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN JENIS LI’AN DI PENGADILAN AGAMA JEMBER
0
4
17
KAJIAN YURIDIS COUNCORSUS (PERBARENGAN) PERKARA ISBATH NIKAH DENGAN CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA JEMBER
0
4
16
EFEKTIVITAS MEDIASI DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA JAMBI
0
0
12
PENGGUNAAN MEDIASI DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SUKOHARJO
0
0
15
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERANAN ADVOKAT DALAM MENDAMPINGI KLIEN DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KOTA PEKANBARU
0
0
22
Standard Operating Procedures PENERIMAAN PERKARA DI PENGADILAN AGAMA TABANAN
0
0
16
PROSEDUR TATA CARA PENGAJUAN PERKARA DI PENGADILAN AGAMA
0
0
11
SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KUDUS Nomor : W11-A16833KU.04.2III2018 TENTANG PANJAR BIAYA PERKARA PADA PENGADILAN AGAMA KUDUS
0
0
20
KEDUDUKAN HUKUM LPKSM SEBAGAI PENGGUGAT DALAM PERKARA EKONOMI SYARIAH DI PENGADILAN AGAMA TESIS
0
0
15
RASIO KEUANGAN, CORPORATE GOVERNANCE, STRUKTUR SUKUK DAN PERINGKAT SUKUK (Studi pada Perusahaan Penerbit Sukuk yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2017) - iainska repository
0
0
136
MEKANISME PENYALURAN DANA ZAKAT, INFAQ DAN SHADAQAH OLEH BANK SYARIAH MANDIRI WONOGIRI KEPADA MASYARAKAT - iainska repository
0
1
124
POTENSI WAKAF WASIAT POLIS ASURANSI SYARIAH DI KOTA SURAKARTA - iainska repository
0
0
162
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MEMBENTUK SIKAP SOSIAL SISWA DI SMA NEGERI 3 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2018/2019 - iainska repository
0
0
175
PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB WONOGIRI TAHUN 2018 - iainska repository
0
0
144
Show more