Hubungan stress kerja dilihat dari sumber stres dengan somatisasi karyawan PT. Mataram Tunggal Garment Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
2
147
1 year ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN STRES KERJA DILIHAT DARI

SUMBER STRES DENGAN SOMATISASI

KARYAWAN PT. MATARAM TUNGGAL GARMENT

YOGYAKARTA

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat

memperoleh gelar sarjana Psikologi

  

Oleh :

Nama : Agustinus Santoso Budi Susilo

NIM : 989114144

  

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam segi dorongan untuk PERSEMBAHAN menyelesaikan studi ini juga dalam dukungan dana

  Skripsi ini saya persembahkan untuk

  5. Bapakku kedua tercinta : Bapak Bijono dan Mamaku tersayang yang selalu

  1. My Savior Jesus X’Tus, menyayangiku seperti thanks 4 e’thing U’ll give 2 menyayangi anak-anaknya me sendiri, juga buat adik-adik tersayang Ikrar, Adjie,

  2. Alm. Bapak, suami, sahabat Reko......... always love you kami yang tercinta Bapak all Martinus Widodo Teguh Santoso di kerajaan surga.

  6. My Beloved Lucia Nian Terima kasih untuk Pakerti, kita jalani lagi ‘tempaanmu’ kepadaku berdua proses kehidupan untuk dapat menjadi selanjutnya sayang....... generasi mandiri dan bukan generasi ‘kere’.

  7. Paulus Lidi dan Kian

  3. Ibu yang selalu mendoakan Ngabekti yang menjadi aku di Jogja agar bisa sahabat dan kakak- menjadi ‘orang’ kakakku......Selamat menempuh Hidup Baru

  4. Kakak-kakakku tercinta yang ya....nanti kita susul selalu membimbingku baik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta,

  15 Desember 2006 Agustinus Santoso BS

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Hubungan Stres Kerja yang dilihat dari sumber stres dengan Somatisasi

Karyawan PT. Mataram Tunggal Garment, Yogyakarta

Agustinus Santoso BS

  

989114144

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya hubungan

antara Stres kerja yang dilihat dari sumber stres dengan somatisasi pada karyawati

  

PT. Mataram Tunggal Garment, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan berdasarkan

latar belakang bahwa banyak muncul fenomena karyawan mengubah dirinya menjadi

sakit (perilaku sakit) untuk melarikan diri dari berbagai permasalahan stres kerja di

perusahaan. ‘Perilaku sakit’ sebagai coping dianggap karyawan sebagai suatu

pembebasan, penangguhan harapan-harapan dan tuntutan serta tanggung jawab sosial.

  Subjek dalam penelitian ini adalah karyawati usia 20-50 tahun sebanyak 80

orang. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan dua skala

psikologi yaitu skala stres kerja dan skala somatisasi. Skala dibagikan kepada

karyawati dan dikerjakan di rumah karena akan mengganggu produktivitas kerja bila

langsung dikerjakan di pabrik.

  Analisa hasil penelitian ini menggunakan teknik Korelasi Product Moment

dari Pearson. Hasil analisis penelitian memperoleh nilai koefisisen korelasi antara

stres kerja sebagai variabel bebas dengan somatisasi sebagai variabel tergantung,

sebesar r = 0,398 ( p< 0,01 ). Ini berarti bahwa ada hubungan positif antara stres

kerja dengan somatisasi. Korelasi yang positif ini menunjukkan bahwa semakin

tinggi stres kerja maka semakin tinggi somatisasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

The Correlation between a Work Stress is looked at from Stressor and

Somatization PT. Mataram Tunggal Garment, Yogyakarta Employees

Agustinus Santoso Budi Susilo

  

989114144

The purpose of research to know that there are have or doesn’t have

correlation between a Work Stress is looked at from Stressor and Somatization for

  

PT. Mataram Tunggal Garment Yogyakarta employees. The research has performed

based on the background with phenomena from employees change themselves be sick

to run away from a work stress problem in the company. The illness behavior as

coping employees as a freedom, to run away from their expectation, claim and social

responsibility.

  The subject in research were the employees 20-50 years, they were 80 people.

The technical of data collecting uses two psychology scale are a work stress and

somatization scale. The scale was given to employees and it was done at home

because would disturb the work produktivitas if it was done in the factory.

  The research result analysis uses Product Moment Correlation technical from

Pearson. The research analysis result got correlation coefficient between work stress

as free variable and somatization as hanging variable is r = 0,398 ( p<0,01 ). This

means that have positive correlation between work stress and somatization. The

positive correlation to show that the higher work stress, the higher somatization.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dengan selesainya penulisan skripsi ini, penulis memanjatkan puji syukur

kepada Tuhan atas segala karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

ini.

  Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan, bimbingan dan saran kepada:

  1. Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si. dan Bapak Y. Agung Santoso, S.Psi., selaku dosen pembimbing, yang telah merelakan waktunya untuk memberikan bimbingan.

2. Ibu Kristiana Dewayani, S.Psi., M.Si. selaku dosen penguji, saya sangat mengharap segala kritik serta saran yang membangun.

  3. PT. MTG, Bpk. Eben Ezer selaku Manager Personana & Umum, Ibu Maria Vitarina (Staf Personalia) dan seluruh karyawati yang telah membantu penelitian ini.

  4. Teman-teman Psikologi Sunu Cempe, Ardi Kebo, Den Baguse Ngarso Bram, Fajar Japra, Arie Koebis, Moa Pao, Martin Markon, Kowuk, Amek, Dili, Radix, Gendute Dea

  5. Semua Scooterist Jogja, terima kasih atas pertemanannya, always Brotherhood dan semua Pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu......Maturnuwun. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

Halaman

  

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. i

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. ii

PERSEMBAHAN ............................................................................................... iii

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. iv

ABSTRAK .......................................................................................................... v

ABSTRACT ........................................................................................................ vi

KATA PENGANTAR ........................................................................................ vii

DAFTAR ISI ....................................................................................................... viii

DAFTAR TABEL ............................................................................................... ix

DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... x

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xi

  BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang .............................................................................................

  1 B. Perumusan Masalah .....................................................................................

  7 C. Tujuan Penelitian .........................................................................................

  7 D. Manfaat Penelitian .......................................................................................

  7 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Stres Kerja ....................................................................................................

  8 1. Defenisi Stres Kerja ................................................................................

  8 2. Pengaruh Stres pada Pikiran, Emosi dan Perilaku ..................................

  9 3. Penyebab Timbulnya Stres Kerja ............................................................

  11 4. Akibat dari Stres Kerja ............................................................................

  27 5. Penghayatan Subyektif ............................................................................

  29 B. Somatisasi 1. Defenisi Somatisasi .................................................................................

  31

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Bentuk – bentuk Somatisasi ....................................................................

  34 3. Simptom – simptom Somatisasi ..............................................................

  35 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Somatisasi .......................................

  37 5. Proses Terbentuknya Somatisasi .............................................................

  42 6. Sakit Sebagai Cara Pengatasan Masalah .................................................

  46 C. Hubungan antara Stres Kerja dengan Somatisasi.........................................

  47 D. Hipotesis ......................................................................................................

  50 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Identifikasi Variabel .....................................................................................

  51 B. Definisi Operasional .....................................................................................

  51 C. Subjek Penelitian ..........................................................................................

  52 D. Teknik Pengumpulan Data ...........................................................................

  52 E. Validitas dan Reliabilitas ..............................................................................

  55 F. Metode Analisis Data ....................................................................................

  56 BAB IV. HASIL DAN ANALISIS DATA A. Persiapan Penelitian .....................................................................................

  57 B. Pelaksanaan Penelitian .................................................................................

  61 C. Deskripsi Data Penelitian .............................................................................

  61 D. Analisis Hasil Penelitian ..............................................................................

  62 E. Pembahasan ..................................................................................................

  65 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ..................................................................................................

  72 B. Saran .............................................................................................................

  72 DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................

  75

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel

  Halaman

  

1. Tabel Aspek Stres Kerja....................................................................................... 27

  

2. Sebaran Item Stres Kerja Sebelum Diujicobakan................................................. 54

  

3. Sebaran Item Somatisasi Sebelum Diujicobakan................................................. 55

  

4. Sebaran Item Stres Kerja Setelah Ujicoba............................................................ 60

  

5. Sebaran Item Somatisasi Setelah Ujicoba ........................................................... 61

  

6. Hasil Uji Normalitas............................................................................................. 63

  

7. Hasil UjiLineritas.................................................................................................. 64

  

8. Hasil Uji Korelasi Product-Moment Stres Kerja dengan Somatisasi................... 65

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman

  

1. Skema Model Stres ................................................................................... 31

  2. Skema Hubungan Stres Kerja yang dilihat dari sumber stres dengan Somatisasi................................................................................................. 74

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

  Halaman

  1. Skala Stres Kerja dan Somatisasi (Ujicoba) ............................................78

  2. Data Stres Kerja dan Somatisasi (Ujicoba)..............................................79

  3. Uji Validitas dan Reliabilitas ..................................................................80

  4. Skala Stres Kerja dan Somatisasi (Penelitian) .........................................81

  5. Data Stres Kerja dan Somatisasi (Penelitian).......................................... 82

  6. Hasil Analisis (Normalitas, Linearitas, Korelasi) ................................... 83

  7. Surat Keterangan Penelitian ....................................................................84

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

HUBUNGAN STRES KERJA DILIHAT DARI

SUMBER STRES DENGAN SOMATISASI

KARYAWAN PT MATARAM TUNGGAL GARMENT

YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Manusia seringkali dihadapkan pada masalah hidup yang mau tidak

  

mau harus dihadapi untuk dapat mencapai hidup yang lebih baik. Segala sesuatu

yang dapat menyebabkan kita menjadi stres disebut sebagai sumber stres. Berawal

dari sumber stres yang berasal dari situasi dan kondisi yang kita jumpai sehari-

hari, seperti kematian pasangan hidup, saat pertama mulai bekerja, bertengkar

dengan atasan dan sebagainya. Sumber stres kemudian dinilai oleh individu,

apakah hal itu sebagai hal yang normal-normal saja atau sebagai sesuatu yang

positif yang bisa membangkitkan semangat hidupnya atau malah dinilai individu

sebagai sesuatu yang negatif yang dapat mengancam hidupnya. Bila seseorang

menilai dirinya mampu mengatasi situasi dan kondisi tersebut, maka situasi dan

kondisi tersebut tidak dinilai sebagai stres.

  Umumnya kasus-kasus yang berkaitan dengan stres banyak dijumpai

di dalam lingkungan kerja atau organisasi (Matesson & Ivancevich,

1982;Robbins, 1993). Sebagian besar waktu yang kita miliki digunakan untuk

bekerja atau untuk kegiatan yang berhubungan dengan karir. Dalam dunia kerja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

internal maupun dari segi eksternal. Sumber stres dari segi eksternal seperti tugas-

tugas, peran karyawan di perusahaan dan di lingkungan fisik serta lingkungan

sosial yang berada di sekitar perusahaan. Sumber stres dari segi internal yaitu

seperti dari karakteristik personal individu itu sendiri seperti kepribadian, usia,

kemampuan intelektual dan gaya kognitif yang mempengaruhi cara seseorang

untuk menanggapi lingkungan kerja yang berpotensi membawa stres (Edward,

1988) dalam Cooper & Payne (1991).

  Individu atau seorang karyawan bereaksi terhadap sumber stres ketika

penilaiannya terhadap sumber stres dalam suatu perusahaan ini dianggap sebagai

sesuatu yang negatif yang dapat mengancam hidupnya. Dalam Luthans (1992)

dikatakan bahwa reaksi-reaksi stres tersebut dapat berupa reaksi fisik, reaksi

psikologi dan reaksi perilaku. Reaksi fisik misalnya, meningkatnya denyut

jantung dan tekanan darah. Reaksi psikologis misalnya, perubahaan mood dan

emosi yang lain. Reaksi perilaku seperti meningkatnya frekuensi merokok pada

perokok dan perubahan pola makan. Ketiga macam reaksi ini saling berhubungan

dan tidak jarang muncul bersamaan (Soewondo, 1993). Bila stres berkelanjutan,

individu terus menerus dalam keadaan tegang fisik dan emosional dan akan

sampai pada urutan terakhir dari model stres, yaitu energi habis terbakar dan sakit.

Seseorang bisa menjadi sakit jantung, depresi, apatis terus-menerus dan

sebagainya. Stres dapat menyebabkan timbulnya penyakit fisik, depresi dan

somatisasi. Penyakit fisik seperti sakit kepala, pusing, sakit punggung dan

sebagainya. Depresi seperti, tekanan emosi yang tidak stabil, apatis dan

sebagainya. Somatisasi menurut Botain (1993) didefenisikan sebagai sejumlah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

keluhan fisik yang menetap lama dan menyebabkan seseorang mencari

pertolongan medis tetapi tidak ada dasar fisik yang dapat ditemukan. Dalam dunia

kerja, somatisasi timbul sebagai salah satu cara yang digunakan oleh karyawan

secara tidak langsung untuk mengatasi stres kerja dengan cara menjadi sakit atau

melalui keluhan fisik. Cara ini merupakan bentuk penyesuaian diri yang sering

digunakan untuk menghindari tanggung jawab (Schneiders, 1984).

  Somatisasi disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor budaya,

kepercayaan diri, tekanan psikososial, dukungan sosial dan sakit sebagai

pengatasan masalah. Penjelasan budaya tentang keluhan sakit seseorang berkaitan

dengan perasaan sakit dan makna sakit yang berhubungan dengan norma, meliputi

beratnya simptom individu, ciri khas simptom individu dan identifikasi kondisi

sakit menurut budaya setempat. Masing-masing budaya mempunyai konsep

sendiri tentang status sakit, meskipun ada konsep universal tentang status sakit

seperti dalam DSM IV. Pada suatu budaya tertentu, individu didalamnya

menempatkan kesehatan sebagai suatu hal yang paling penting, sehingga saat

individu merasakan ada gangguan fisiologis pada tubuhnya, ia akan segera

mencari pertolongan medis untuk mendapatkan status sakit dan menghindarkan

diri dari kesulitan yang dihadapi. Pada budaya lain gangguan fisiologis yang

ringan seperti sakit kepala, pening, sakit perut, kemungkinan tidak mendapatkan

perhatian serius.

  Faktor kepercayaan diri menurut Phillips (dalam Ford, 1983), adalah

sebagai suatu perasaan yang melingkupi masalah seseorang, merupakan faktor

yang mengurangi keinginan seseorang untuk mengeluhkan sakit. Nilai ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

berhubungan dengan faktor lain seperti pendidikan dan pandangan tentang

kesehatan.

  Tekanan psikososial berkaitan dengan perubahan sosial. Perubahan

sosial mempunyai dampak yang begitu besar bagi kehidupan manusia yang

menuntut adanya penyesuaian yang cepat pada diri individu. Padahal tidak semua

orang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Individu yang

tidak dapat menyesuaikan diri akan mengalami kondisi tertekan baik fisik maupun

mental. Keadaan inilah yang disebut stres. Martianah (1991) memberikan data

mengenai jenis stresor psikososial yang dapat mempengaruhi timbulnya keluhan

sakit (somatisasi) yakni keadaan dan kondisi perumahan yang makin hari makin

sempit, kebisingan, kepadatan lalu lintas, polusi dan lingkungan yang makin

kumuh. Thurlow (dalam Ford 1983) menambahkan bahwa persepsi seseorang

tentang lingkungan berhubungan erat dengan sejumlah keluhan sakit. Misalnya

individu yang bekerja pada lingkungan yang kurang menyenangkan seperti bising,

terlalu padat, pengap, kurang ventilasi akan mudah mengartikan stresor tersebut

sebagai stress yang akan diikuti dengan munculnya keluhan sakit.

  Kualitas dukungan sosial mempengaruhi kecenderungan pilihan sakit.

Blake (dalam Ford 1983) mengatakan bahwa dukungan sosial yang rendah

mengakibatkan individu tergantung pada pertolongan medis dan merupakan hal

yang penting untuk mengunjungi dokter walaupun sebenarnya tidak ada keluhan

yang gawat.

  

Sakit sebagai cara pengatasan masalah digunakan individu yang mempunyai

pandangan yang rasional, yakni individu yang membutuhkan penjelasan sebab

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

akibat dan perbedaannya dengan keadaan normal (Cole & Lejeneu dalam Ford

1983).

  Selain hal di atas, somatisasi erat hubungannya dengan lingkungan

kerja. Sistem dan pola kerja yang tidak sesuai dengan harapan karyawan, tuntutan

pekerjaan yang berlebihan seringkali mengakibatkan munculnya berbagai keluhan

sakit pada sejumlah karyawan. Sedikitnya ada dua hal negatif yang dihasilkan

oleh stres di tempat kerja (Robbins, 1993). Pertama, stres dapat menyebabkan

seseorang menjadi sakit dan kedua, biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan

sehubungan dengan stres sangat mahal. Dalam Kompas (6 September 1995)

dikatakan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan di Amerika sehubungan

dengan stres mencapai 10% dari pendapatan nasional pertahun. Pengeluaran

tersebut digunakan untuk membiayai pos, klaim kompensasi atau asuransi

kesehatan atau perawatan medis, kemangkiran, turunnya tingkat produktivitas,

mati muda, pemecatan atau pengunduran diri.

  Perusahaan menginginkan produktivitas kerjanya dapat terus

meningkat lewat pengembangan efektivitas kerja dan tuntutan karyawan agar

dapat bekerja dengan lebih keras lagi. Kompetensi dan kemampuan penyesuaian

diri dalam dunia kerja yang kompetitif sangat dibutuhkan bagi karyawan untuk

menjawab semua tuntutan dan tekanan-tekanan yang mempengaruhi kinerja

karyawan. Hal ini penting karena karyawan adalah sumber daya manusia yang

berharga dalam menghasilkan produktivitas bagi perusahaan. Pekerjaan adalah

bagian penting dalam hidup manusia karena dengan bekerja manusia dapat

memenuhi kebutuhan hidupnya. Pekerjaan juga merupakan sumber kepuasan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

tantangan yang sangat besar. Di samping itu pekerjaan juga mengandung unsur

stres yang potensial merugikan kesehatan fisik dan mental individual (Cooper

Straw, 1995). Peneliti tertarik untuk melihat apakah ada hubungan yang signifikan

antara stres kerja yang dialami karyawan dengan somatisasi. Peneliti merasa

pentingnya penelitian ini karena menurut (Chaplin, 1968), individu yang dapat

menyesuaikan diri akan dapat mengatasi tuntutan dan tekanan kerja serta mampu

bekerja dengan maksimal. Namun individu yang tidak dapat menyesuaikan diri

akan mengalami stres yaitu suatu keadaan tertekan baik secara fisik maupun

psikologis. Menurut Martaniah (1994), stres dapat menjadi pemicu munculnya

keluhan fisik lainnya atau keluhan fisiologi individu yang berulang seperti pusing,

sakit perut, keringat dingin, jantung berdebar-debar, sesak nafas dan sejumlah

keluhan fisik lainnya. Shuval (Ford 1983) mengatakan bahwa sakit dapat

digunakan sebagai alasan untuk membolos kerja dan lain-lain.

  Ford (1984), mengemukakan bahwa somatisasi tidak dapat dilepaskan

dari peran sakit. Timbulnya perilaku sakit yang ditunjukkan individu tersebut

akan semakin meningkat apabila perilaku tersebut dapat diterima secara kultural

antara lain adanya pandangan masyarakat bahwa orang yang sakit akan

dibebaskan dari tanggung jawab sosial sehari-hari, peran sakit dapat memecahkan

masalah sosial dan pribadi, individu berada dalam kondisi stres psikososial, rasa

percaya diri kurang, kualitas dukungan sosial yang dimiliki individu rendah dan

individu kurang mampu mengatasi masalah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B. RUMUSAN MASALAH Apakah ada hubungan antara stres kerja yang dilihat dari sumber stres dengan somatisasi ?

  C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara stres kerja yang dilihat dari sumber stres dengan somatisasi

  D. MANFAAT PENELITIAN

1. Manfaat teoretis

  a. Memberikan informasi tentang dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari somatisasi (keluhan sakit) baik bagi pabrik maupun bagi karyawan

  b. Sebagai literatur dalam melaksanakan penelitian yang relevan di masa yang akan datang

  2. Manfaat praktis Memberikan masukan bagi karyawan untuk tidak menggunakan keluhan sakit fisik (somatisasi) dalam menghadapi stres kerja.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan dipaparkan berbagai teori yang menjadi landasan

  

dalam penelitian ini. Pandangan berbagai ahli diungkapkan untuk menjelaskan

variabel-variabel penelitian dan hubungan antar variabel tersebut.

A. Stres Kerja

1. Defenisi Stres Kerja

  Defenisi dari stres itu sendiri adalah suatu bentuk tanggapan seseorang,

baik secara fisik maupun mental, terhadap suatu perubahan di lingkungan yang

dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam. Seorang ahli

menyebut tanggapan tersebut dengan istilah “fight or flight response”. Jadi

sebenarnya stres adalah sesuatu yang amat alamiah (Pandji,1992,hal.108).

  Soewondo (1993) dikatakan bahwa secara awam stres sering diartikan

sebagai suatu kondisi tegang yang tidak menyenangkan. Menurut pendapat ahli,

stres terjadi akibat adanya interaksi antara individu dengan lingkungan, yang

menghasilkan pola transaksi yang khas dan problematik antara individu dengan

lingkungannya (Soewondo, 1993). Lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat,

dan lingkungan kerja yang kita temui sehari-hari, memiliki tuntutan-tuntutan yang

harus dipenuhi oleh individu. Untuk menghadapi tuntutan tersebut, individu

melakukan penilaian-penilaian. Apabila individu menilai adanya kesenjangan

(discrepancy) antara tuntutan dengan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan

itu, atau dengan kata lain, bila ia mempertanyakan apakah ia akan dapat mengatasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

atau beradaptasi tehadap tuntutan tersebut, maka munculah stres (Soewondo,

1993; Safarino, 1994). Pada dasarnya individu akan melakukan penilaian dengan

memperhatikan apakah peristiwa atau kondisi yang dialaminya mengancam

kesejahteraannya atau tidak. Bila jawaban ya, individu akan merasakan adanya

tuntutan dan berusaha untuk menghadapi atau mengatasi tuntutan tersebut

(Soewondo, 1993).

  Stres kerja merupakan kondisi psikologis yang tidak menyenangkan

yang timbul karena karyawan merasa terancam dalam bekerja. Perasaan terancam

ini disebabkan hasil persepsi dan penilaian karyawan yang menunjukkan

ketidakseimbangan antara karakteristik tuntutan pekerjaan dengan kemampuan

dan sistem kepribadian karyawan (Arsenault dan Dohan,1983).

Cirillo (1983), mengemukakan bahwa pekerjaan yang paling membuat stres

adalah yang mempunyai tuntutan kerja yang tinggi.

2. Pengaruh Stres pada Pikiran, Emosi, dan Perilaku

  Menurut Hardjana (1994,hal.39), stres yang diakibatkan oleh faktor

suhu udara yang terlalu panas atau dingin, suara bising atau tugas yang

menentukan nasib hidup seperti ujian, dapat mengganggu kerja pikiran dan

menyulitkan konsentrasinya. Ruangan kerja yang buruk, misalnya, kotor dan

panas, menghambat kerja pikiran dan produktivitas kerja.

  Pengalaman stres cenderung disertai emosi, dan orang yang mengalami

stres menggunakan emosi itu dalam menilai stres. Jadi emosi cenderung menyertai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

stres. Emosi yang biasa menyertai stres adalah takut, sedih atau depresi, dan

amarah.

  Takut adalah emosi yang biasa muncul pada waktu kita merasa, entah

nyata atau hanya dalam bayangan, berhadapan dengan hal yang berbahaya atau

ada dalam situasi bahaya. Dalam rasa takut tersangkut rasa tidak enak batin

sekaligus sikap siap-siap terhadap bahaya yang kita anggap akan menimpa kita.

  

Rasa takut bisa amat sangat sehingga menjadi fobi (phobia), atau lunak, sekedar

menjadi kecemasan (anxiety).

  Stres juga mendatangkan rasa sedih (despression). Namun rasa sedih

menjadi kekacauan atau penyakit (disorder) psikologis bila keras, kerap dan

berlangsung terus-menerus. Rasa amarah timbul terutama bila orang berhadapan

dengan keadaan dan orang yang menurunkan harga diri, nama baik, atau

merugikan dan mengecewakan. Karena tanggapan tubuh yang menyeluruh, stres

juga mempengaruhi perilaku orang yang mengalaminya. Perilaku dapat

konstruktif, membangun dan baik, dapat juga asosial dan desdruktif.

  Stres dapat mendatangkan penyakit, baik secara langsung (direct)

maupun tidak langsung (indirect). Stres dapat mengakibatkan penyakit secara

langsung, karena stres mendatangkan banyak perubahan pada sistem fisik tubuh

manusia yang dapat mengakibatkan penyakit. Contohnya, stres dan detak jantung

yang eratik, tak teratur, yang mengakibatkan kematian atau serangan jantung.

Tetapi secara tak langsung stres juga dapat menyebabkan penyakit. Contohnya,

orang terkena stres berat dan kronis. Untuk menghilangkan stres, menjadi korban

rokok, kopi dan minuman keras. Orang yang telah kecanduan akan ketiga hal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

tersebut, bisa terganggu dalam menjalankan tugas dan mudah terkena kecelakaan.

Misalnya dalam menjalankan mesin di tempat kerja dan mengendarai mobil di

jalan.

  Jadi secara tak langsung stres dapat mendatangkan penyakit karena

membuat orang mengambil tindakan yang dapat mengakibatkan sakit, atau mudah

menjadi pelaku perbuatan yang dapat membahayakan dirinya.

  Penyakit lain yang dapat diakibatkan oleh stres adalah penyakit

psikosomatis (psychosomatic illnesses) atau gangguan psikofisiologis

(psychophysiological disorder) . Penyakit ini adalah penyakit atau gejala penyakit

yang disebabkan oleh unsur atau faktor psikologis, terutama stres emosional.

  

Penyakit ini antara lain adalah bisul, radang perut, asma, kepala pusing yang

kronis, eksim, penyakit kulit, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan kanker.

  

Jadi, stres menimbulkan tanggapan pada tubuh dan mempengaruhi kerja pikiran,

emosi dan perilaku. Oleh karena itu secara langsung dan tidak langsung stres

mempengaruhi kesehatan.

3. Penyebab Timbulnya Stres Kerja

  Dua sumber utama dari stres pekerjaan adalah lingkungan dan

personal. Pertama, sebuah varietas eksternal, faktor- faktor lingkungan dapat

menyebabkan stres pekerjaan. Semua ini mencakup jadwal kerja, irama kerja,

jaminan pekerjaan, rute berangkat dan pulang kerja, jumlah dan sifat pelanggan

atau klien. Bahkan kebisingan, termasuk orang yang berbicara dan telpon yang

berdering, membantu membuat stres bagi 54 % pegawai kantor dalam sebuah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

survei terbaru yang melaporkan bahwa mereka sering muak dengan kebisingan

tersebut. Stres pekerjaan mempunyai konsekuensi yang serius bagi baik karyawan

maupun organisasi.

  Faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja menurut Mcgrath (dalam Dunnete,1976,hal.369) adalah sebagai berikut: a. Karakteristik Intrinsik Pekerjaan (Tugas) Termasuk kategori ini adalah hal-hal yang berkaitan dan ada dalam pekerjaan itu sendiri, misalnya karakteristik tugas , pelaksanaan tugas dan hubungan antara tugas satu dengan lain. Tugas maupun pelaksanaan kerja karyawan di dalam organisasi merupakan suatu prosedur sistematis yang yang harus dilakukan karyawan dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

  Karakteristik tugas yang penting dalam pengaruh timbulnya stres kerja adalah taraf kesulitan, ambiguitas dan beban kerja.

  Sejalan dengan pendapat McGrath tersebut hasil penelitian French (1980) menunjukkan bahwa ketidakmampuan karyawan memenuhi tuntutan tugas yang terlalu tinggi merupakan faktor stres kerja yang potensial. Demikian juga halnya dengan tuntutan tugas yang terlalu rendah dibandingkan dengan tingkat kemampuan dan pekerjaan yang repetitif merupakan faktor yang mempengaruhi timbulnya stres kerja.

  Tingkat ambiguitas tugas merupakan taraf penjelasan prosedur dan informasi yang berhubungan dan dibutuhkan dalam pelaksanaannya.

  Demikian juga dengan beban kerja pada tingkatan tertentu dapat menimbulkan stres kerja. Seperti ditunjukkan oleh hasil penelitian Welford dan kawan-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

kawan dimana beban kerja pada tingkat menengah atau sedang cenderung

mendorong karyawan dapat berfungsi dan bekerja optimal dibandingkan

dengan beban kerja yang terlalu berat atau ringan (Cox, 1980).

  Ada beberapa keadaan yang membuat tugas berpotensi

menimbulkan stres yaitu tugas yang terlalu berat. Tugas terlalu sulit bila

persyaratan yang diperlukan untuk mengerjakan tugas lebih tinggi dari

kemampuan individu. Berry & Houston (1993), situasi ini sebagai kelebihan

beban kerja dari segi kualitas. Tinggi rendahnya stres yang timbul ditentukan

oleh persepsi individu tentang tuntutan tugas, kemampuannya untuk

memenuhi tuntutan tugas, serta akibat yang mungkin timbul dari kegagalan

menjalankan tugas tersebut.

  Tugas juga dapat menjadi sumber stres jika individu

mempersepsikan tugas yang ia hadapi tidak cukup jelas atau membingungkan.

  

Ketidakjelasan dalam syarat atau langkah pelaksanaan tugas, hasil yang yang

diharapkan serta umpan balik tentang hasil tugas menimbulkan stres bagi

indivdu (Riggio, 1990).

  Menurut McGrath (1976), ketidakjelasan ini muncul karena

banyak tugas diberikan dalam bentuk tujuan atau keadaan ideal yang ingin

dicapai namun kurang didukung oleh prosedur pelaksaanan yang jelas.

Semakin besar ketidakjelasan dalam hubungan antara keefektifan cara

pelaksanaan tugas dengan hasil yang ingin dicapai maka stres yang timbul

akan semakin tinggi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tugas yang mencakup tanggungjawab pada manusia menimbulkan stres lebih tinggi dibandingkan dengan tugas yang mencakup tanggungjawab pada barang (Taylor, 1995).

b. Karakteristik Peran Peran merupakan hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial.

  Hal mendasar dalam perilaku interaksi yaitu informasi dan pengaruh tercakup dalam peran. Menurut Kahn (dalam McGrath, 1976), peran menjadi sumber stres jika ada ketidaksesuaian antara peran yang diharapkan, tuntutan peran yang diberikan, peran yang diterima dan perilaku peran.

  Pekerjaan atau jabatan yang disandang individu memberikan peran yang spesifik. Hal itu akan menekan penyandangnya. Peran dapat menjadi sumber stres ketika ada kekaburan peran (role ambiguitas) dan konflik peran (role conflict). Konflik peran terjadi jika harapan-harapan atau tuntutan- tuntutan yang ditujukan pada individu sulit atau tidak mungkin dipenuhi bersama-sama (Robbins, 1989; Beehr, 1995).

  Kelebihan peran juga termasuk dalam konflik peran. Kelebihan peran ini timbul karena jumlah tuntutan yang dihadapi individu jauh melebihi

jumlah yang wajar atau yang dapat ditangani individu dalam waktu tertentu.

  Ketidakjelasan peran timbul karena informasi yang diterima individu dari lingkungan tentang perilaku peran yang diharapkan kurang memadai atau tidak jelas (Beehr, 1995). Ketidakjelasan pesan peran yang disampaikan pada individu, biasanya timbul jika organisasi berukuran besar dan kompleks, sering mengalami berbagai perubahan atau jika dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  organisasi terjadi hambatan arus informasi. Beehr (1995) menambahkan hubungan formal dan informal dalam organisasi serta persepsi karyawan tentang kontrak psikologis sebagai sumber stres dalam kelompok tuntutan peran. Hubungan interpersonal yang buruk di lingkungan kerja cenderung menimbulkan stres kerja yang tinggi. Demikian pula jika karyawan mempersepsi hubungannya dengan organisasi tidak seimbang atau dengan kata lain karyawan merasa hal-hal yang ia terima dari organisasi tidak sebanding dengan hal-hal yang telah ia berikan pada organisasi.

  c. Setting Perilaku Aturan dan batasan yang ada dalam lingkup pekerjaan yang membatasi perilaku yang ditampilkan dalam melakukan suatu pekerjaan.

  d. Karakteristik Lingkungan Sosial Kerja Komposisi personalia suatu organisasi akan membentuk pola hubungan interpersonal yang potensial menimbulkan stres. Fontan (dalam Inayati, 1996), berpendapat bahwa kondisi sosial yang menjadi sumber stres tidak terbatas pada bentuk hubungan antara rekan kerja saja, tapi juga hubungan atasan-bawahan dan klien atau konsumen.

  e. Karakteristik Lingkungan Fisik Kondisi fisik lingkungan kerja mempengaruhi kinerja dan kepuasan kerja. Stres dapat terjadi karena hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan fisik kerja misalnya, polutan, kebisingan, ventilasi dan pencahayaan (Gifford, dalam Inayati, 1996). Kondisi fisik ruang kerja yang kurang memungkinkan untuk bekerja dengan aman dan nyaman, kurang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lengkapnya peralatan. Tempat kerja yang kotor, bau yang tidak sedap dan udara yang panas dan pengap juga dapat menimbulkan stres di tempat kerja (Hardjana, 1994)

  f. Karakteristik Individual Karekteristik ini menentukan bagaimana individu memandang dan menilai tuntutan lingkungan dan serta kemampuan yang ia miliki untuk memenuhinya. Perbedaan pengalaman dan pengaruh stres pada setiap individu ditentukan oleh karakteristik individu tersebut. Berbagai karakteristik individu atau aspek personal sering diteliti untuk dilihat bagaimana hubungan atau pengaruhnya pada stres yang timbul dalam diri individu.

  Menurut Beehr (1995) karekteristik individu ini mencakup sebagai ciri-ciri relatif tetap yang mempengaruhi persepsi atau penilaian reaksi individu terhadap penyebab stres. Ciri-ciri tersebut mencakup kondisi psikologis dan biologis individu. Kondisi biologis antara lain berupa sejarah penyakit dalam keluarga, pola makan dan kondisi kesehatan. Kondisi tubuh yang kurang sehat misalnya cenderung menyakitkan individu dalam mengatasi stres yang timbul karena energi yang tersedia dalam tubuh tidak mencukupi. Kondisi-kondisi biologis ini banyak diteliti dari sudut pendekatan medis.

  Kondisi psikologis memungkinkan setiap individu mempunyai interpretasi yang berbeda terhadap kondisi lingkungan. Penelitian-penelitian psikologi berusaha melihat bagaimana kondisi-kondisi psikologi individu mempengaruhi persepsi dan interpretasinya terhadap sumber stres dari lingkungan. Salah satu dari kondisi psikologis tersebut yaitu kontrol psikologi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

mempunyai pengaruh penting dalam penilaian kognitif individu terhadap stres

serta cara dan hasil penanggulangan stres yang diharapkan. Lazarus &

Folkman (dalam Prokop dkk, 1991) mendefenisikan kontrol psikologis atau

perasaan mempunyai kontrol sebagai keyakinan individu ia mampu

mengontrol sumber stres. Penelitian Glass & Singer (dalam Brehm & Kassin,

1993) menunjukkan bahwa perasaan mampu mengontrol stimulus stres fisik

mengurangi dampak negatif yang timbul dari sumber stres tersebut. Hal ini

dipertegas oleh Thompson & Spacapan yang menyimpulkan bahwa perasaan

mampu mengendalikan suatu peristiwa yang menekan berpengaruh positif

pada keseimbangan emosi, kesuksesan mengatasi situasi menekan, kesehatan

yang baik dan peningkatan performansi dalam tugas-tugas kognitif (dalam

Taylor, 1995).

  Menurut Rodin (dalam Brehm & Kassin, 1993) persepsi tentang

kontrol penting bagi organisasi yang sebagian besar kehidupannya diatur oleh

orang lain. Hal ini nampak pada karyawan-karyawan di posisi tingkat

menengah kebawah. Sebagian besar pekerjaan mereka dikendalikan dan diatur

oleh atasan dan orang-orang lain sehingga mereka hanya memiliki sedikit

kontrol dalam bekerja dan cenderung merasa tertekan. Menurut Thompson &

Spacapan tekanan yang timbul karena kurangnya kontrol yang dimiliki

individu akan semakin berat jika kemungkinan individu untuk menerapkan

kontrol tersebut kecil (dalam Taylor, 1995).

  Sebaliknya individu yang merasa dapat mengontrol peristiwa-

peristiwa di lingkungannya cenderung lebih aktif dan mampu mengatasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

tekanan yang timbul. Hal ini didukung oleh pendapat Jackson (dalam Riggio,

1990) bahwa karyawan yang merasa mampu mengontrol lingkungan kerja

cenderung mempunyai stres yang rendah dan meningkat kepuasan kerjanya.

Karakteristik individu yang mempengaruhi timbulnya stres atau aspek

personal adalah karakteristik atau hal-hal yang relatif tetap dalam diri individu

yang mempengaruhi persepsi atau penilaian dan reaksinya terhadap stres.

Karakteristik tersebut mencakup kondisi-kondisi biologis dan psikologis

individu.

  Edward (dalam Cooper & Payne, 1991) serta Matteson &

Ivancevich (1982) menyebutkan faktor kepribadian, usia, pengalaman, jenis

kelamin, kemampuan intelektual, gaya kognitif, kebutuhan dan nilai

mempengaruhi cara seseorang berespon terhadap lingkungan kerja yang

potensial menimbulkan stres. Sehingga tidak semua orang yang menghadapi

sumber stres yang sama akan mengalami stres, dan tingkatan stresnya pun

berbeda-beda (Soewondo, 1993).

  Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa ada lima

aspek yang penting dalam dinamika terbentuknya stres kerja pada suatu

organisasi, yaitu :

  1. Karakteristik Peran Karakteristik peran merupakan norma-norma sosial yang harus dipatuhi seseorang dengan kedudukan tertentu dalam berhubungan dengan orang lain ( Mair, 1985 ). Aspek karakteristik peran yang dapat mengakibatkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

terjadinya stress kerja adalah ambiguitas peran dan beban tugas dalam

peran tersebut.

  a. Ambiguitas Peran Individu dalam hidupnya dapat mempunyai beberapa peran sekaligus, inilah yang disebut dengan ambiguitas peran. Misalnya seseorang laki- laki sebagai kepala keluarga sekaligus sebagai karyawan dan anggota perkumpulan organisasi yang masing-masing punya norma tersendiri dan tidak jarang saling bertentangan antara satu dengan lainnya sehingga menimbulkan konflik pada diri individu. Ambiguitas peran yang terjadi sering membuat individu kekurangan waktu untuk melakukan tanggung jawab pada salah satu peran atau lebih. Misalnya karena sering kerja lembur maka seorang ayah tidak sempat untuk mengajak keluarganya untuk rekreasi, juga tidak sempat untuk mengikuti kegiatan social yang diadakan oleh masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

  b. Beban Tugas Adalah hal-hal yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab individu yang bersangkutan. Segala sesuatu yang telah menjadi tugas harus dipenuhi. Dalam hal ini karakteristik peran yang harus dipenuhi berhubungan dengan peran individu dalam pekerjaan, bisa beban pekerjaan yang berat atau pekerjaan yang ringan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Seting Perilaku Merupakan tuntutan-tuntutan situasional pada saat perilaku akan muncul.

  

Selain menghadapkan individu pada tuntutan-tuntutan tersebut, seting

perilaku juga memberikan kesempatan untuk timbulnya perilaku. Tepat

atau tidaknya perilaku yang muncul sangat tergantung pada kemampuan

individu dalam membaca situasi serta memanfaatkan fasilitas-fasilitas

situasional yang ada.

Menurut McGarth (1976), karakteristik seting perilaku yang terpenting dan

berhubungan dengan stres kerja adalah : a. Taraf Kesulitan Kerja Tugas yang sangat sulit atau tidak mampu untuk dikerjakan akan membuat karyawan menjadi tertekan, tidak mampu berkonsentrasi atau juga membuatnya merasa rendah diri di hadapan teman kerja yang lain.

  Namun tugas yang sangat mudah atau dibawah kemampuan karyawan akan membuat karyawan merasa jenuh, memiliki kesempatan lebih banyak untuk melamun.

  b. Kekaburan Kerja Dalam hal ini yang akan membuat karyawan mengalami stres kerja adalah instruksi yang berbeda-beda dari atasan dan cara pembagian tugas yang tidak jelas antara karyawan yang satu dengan yang lain, sehingga kadang karyawan harus mengerjakan tugas yang seharusnya bukan menjadi kewajibannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Beban Kerja Beban kerja yang bisa mengakibatkan terjadinya stres kerja adalah beban kerja dilihat dari kuantitas pekerjaan yang harus dilakukan. Bisa tugas yang terlalu banyak (overload), sehingga individu akan mengalami keletihan yang sangat saat bekerja, atau juga tugas yang sangat sedikit (underload), ternyata juga akan menimbulkan masalah.

  3. Karakteristik Lingkungan Fisik Hampir semua lingkungan fisik yang bersifat ekstrim dapat mengakibatkan stres kerja, baik karena ekstrim kekurangan atau kelebihan. Seperti yang dikemukakan oleh Fleming (dalam Abdijati 2000) bahwa stres kerja tidak dapat lepas dari pengaruh langsung lingkungan fisik.

  Lingkungan fisik teknologi yang dapat mengakibatkan stres pada karyawan adalah : a. Penggunaan bahan kimia dan beracun.

  Bahan yang beracun biasanya menimbulkan resiko cacat atau bahkan kematian, sehingga penggunaannya akan membuat karyawan tidak tenang, tegang dan terlalu berhati-hati.

  b. Alat pengaman yang tidak memadai.

  Pada perusahaan yang besar sekarang ini memang mulai ada usaha untuk menggunakan alat pengaman khususnya dalam proses produksi, hal ini disebabkan oleh banyaknya persoalan yang ditimbulkan oleh penyediaan alat pengaman yang kurang baik, semisal terjadinya kebakaran dan kecelakaan kerja. Alat pengaman yang tidak memadai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  akan membuat karyawan tidak tenang dalam melakukan pekerjaannya dan mengalami ketegangan.

  c. Bekerja dalam ruangan yang terlalu penuh.

  Bekerja dalam ruangan yang terlalu penuh dengan orang, barang atau mesin, akan membuat suasana menjadi sumpek dan tidak nyaman, sehingga akhirnya dapat menimbulkan ketegangan bahkan permusuhan bagi karyawan saat bekerja.

  d. Cara pengaturan cahaya.

  Pengaturan cahaya yang kurang baik, misalnya terlalu terang atau juga kurang terang. Pencahayaan yang terlalu terang akan membuat mata silau menimbulkan resiko terhadap kecelakaan kerja dan gangguan konsentrasi. Demikian juga bila cahaya kurang terang akan membuat karyawan mengalami gangguan penglihatan dan mengalami kecelakaan kerja.

  e. Adanya suara bising saat individu bekerja.

  Suara bising bisa berasal dari suara mesin atau alat-alat produksi. Bekerja di bagian produksi tentu saja tidak dapat menghindari suara bising, akibatnya karyawan akan mengalami ketegangan bahkan masalah dalam bekerja.

  

f. Suhu udara yang panas atau terlalu dingin juga menimbulkan masalah.

  Bila bekerja dalam ruangan yang terlalu panas maka karyawan tidak akan merasa nyaman dan tidak dapat memusatkan perhatian pada apa yang dikerjakannya. Namun bekerja dalam ruangan yang bersuhu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sangat dingin bisa membuat karyawan berkali-kali ke kamar mandi untuk buang air kecil, pusing dan tidak nyaman.

  Kurangnya privasi bagi masing-masing karyawan. Hal ini akan dapat menimbulkan stres kerja karena karyawan merasa tidak punya kesempatan untuk melakukan segala sesuatu yang berkaitan dengan pribadinya karena kondisi perusahaan. Misalnya bekerja dalam ruangan yang sempit dan penuh dengan orang. 4). Karakteristik Lingkungan Sosial Karakteristik Lingkungan sosial meliputi hubungan interpersonal karyawan dengan atasan, kesuksesan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh karakteristik ini. Hasil penelitian French (dalam Shinn, 1984) menunjukkan bahwa hubungan sosial antara karyawan, atasan dan bawahan yang kurang baik akan menimbulkan kepuasan yang rendah, gejala-gejala psikologis serta gangguan somatik sebagai pertanda timbulnya stres kerja.

  Aspek lingkungan sosial yang terpenting dan berhubungan dengan stres kerja adalah :

a. Kurangnya kesempatan untuk naik ke jenjang karir yang lebih tinggi.

  Bila karyawan tidak mungkin lagi mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari yang sekarang ini diperolehnya akan membuat karyawan merasa tidak ada lagi yang harus diperjuangkan, sehingga dalam bekerja seringkali karyawan tidak lagi melakukan dengan sepenuh hati.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

b. Hubungan antara karyawan dengan atasan yang tidak harmonis.

  Adakalanya hubungan antara karyawan dan atasan seperti dibatasi tembok yang betul-betul memisahkan antara seseorang yang disebut dengan atasan yang hanya memeriksa serta memerintah dan karyawan yang harus bekerja dan diperintah. Sehingga hubungan hanya terjalin dalam masalah pekerjaan saja.

  

c. Adanya pemusatan kekuasaan. Seringkali karyawan tidak dilibatkan

dalam pembuatan kebijakan dalam perusahaan dan seakan-akan karyawan hanya wajib untuk dikenai peraturan yang sudah disusun oleh atasan dan tidak berhak untuk menolak atau memberikan masukan.

  d. Komunikasi yang kurang baik.

  Komunikasi yang tidak baik dapat terjadi antara karyawan dengan atasan, juga antara karyawan dengan rekan sekerja. Akibatnya akan membuat karyawan yang bersangkutan tidak dapat bekerja dengan baik, ada saling salah pengertian dan perbedaan pendapat.

  e. Adanya sistem pengontrolan yang tidak jelas.

  Pengontrolan seharusnya dilakukan oleh atasan kepada bawahan, akan menjadi tidak jelas misalnya antara karyawan saling melakukan pengontrolan, akibatnya muncul rasa curiga dan permusuhan. Waktu pengontrolan atau evaluasi seharusnya dilakukan dalam jangka waktu atau periode tertentu, sehingga karyawan tidak merasa dikontrol berlebihan atau merasa tidak pernah dikontrol sama sekali hasil

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kerjanya, sehingga karyawan bekerja dengan santai dan semaunya sendiri.

  5). Karakteristik Individu Merupakan aspek-aspek kepribadian tertentu yang membuat individu menjadi lebih mudah mengalami stres. Folkman (1984), mengemukakan bahwa pada situasi yang samar-samar, tidak jelas atau membingungkan bagi individu yang orientasinya pada kendali internal sehingga cenderung menilai situasi tersebut sebagai situasi yang dapat dikendalikannya, sehingga lebih sulit mengalami stres dibandingkan individu yang orientasinya pada kendali eksternal.

  Aspek karakteristik individu yang terpenting dan berhubungan dengan stres kerja adalah : a. Resistensi terhadap Kelelahan Kondisi setiap orang berbeda dalam menghadapi pekerjaan. Ada yang merasa tidak mudah lelah namun sebaliknya ada yang baru bekerja sedikit saja sudah mengalami kelelahan.

b. Pengalaman Kerja Pengalaman kerja seseorang dalam suatu perusahaan tidaklah sama.

  Ada yang sudah bekerja bertahun-tahun dalam satu perusahaan, pengalaman kerjanya cukup di satu perusahaan saja. Tetapi ada juga karyawan yang sudah memiliki pengalaman pekerjaan di perusahaan

lain sebelum akhirnya bekerja di perusahaan yang sekarang ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Tujuan atau Motivasi dalam Bekerja Dalam bekerja seseorang memiliki tujuan yang berbeda dengan orang lain dalam perusahaan yang sama. Misalnya ada yang bertujuan mendapatkan uang yang sebanyak-banyaknya dari pekerjaan yang dilakukannya, ada yang bertujuan mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya, ada yang disebabkan karena merasa tidak mempunyai pilihan pekerjaan yang lain.

  d. Keadaan Kesehatan Keadaan kesehatan antara karyawan yang satu dengan yang lain adalah tidak sama, ada yang memiliki penyakit menahun, ada yang tidak memiliki penyakit, ada yang mudah terserang penyakit dan ada yang memiliki ketahanan tubuh yang bagus sehingga tidak mudah terkena penyakit.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Terry Behr, John Newman (1978) dalam artikel yang ditulis oleh Jacinta FR (2002) membagi stres kerja dalam tiga aspek yaitu : Tabel 1. Tiga Aspek Stres Kerja Gejala Psikologis Gejala Fisik Gejala Perilaku

   Kecemasan, ketegangan  Bingung, marah, sensitif  Memendam perasaan  Komunikasi tidak efektif  Mengurung diri  Depresi  Merasa terasing & mengasingkan diri  Kebosanan  Lelah mental  Menurunnya fungsi intelektual  Kehilangan daya konsentrasi  Kehilangan semangat hidup  Menurunnya harga diri & percaya diri  Kehilangan spontanitas & kreativitas

   Meningkatnya detak jantung & tekanan darah  Meningkatkan sekresi adrenalin & nonadrenalin  Gangguan gastrointestinal, mis: gangguan lambung  Mudah terluka  Mudah lelah secara fisik  Gangguan kariovaskuler  Gangguan pernafasan  Lebih sering berkeringat  Gangguan pada kulit  Kepala pusing/ migraine  Kanker  Ketegangan otot  Problem tidur (insomnia, kebanyakan tidur)

   Menunda/ menghindari pekerjaan  Penurunan prestasi & produktivitas  Perilaku sabotase  Meningkatnya frekwensi absensi  Perilaku makan yang tidak normal

  (kebanyakan maupun kekurangan)  Penurunan berat badan secara drastis  Meningkatnya kecenderungan perilaku beresiko tinggi (ngebut, judi)  Meningkatnya agresivitas & kriminalitas  Penurunan kualitas hubungan interpersonal dengan keluarga dan teman  Kecenderungan bunuh diri

4. Akibat atau Konsekuensi dari Stres Kerja

  Konsekuensi manusia tentang stres pekerjaan mencakup kecemasan,

depresi, kemarahan, dan berbagai konsekuensi fisik seperti penyakit darah tinggi,

sakit kepala dan kecelakaan. Pandji (1992), mengatakan bahwa tanggapan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

terhadap stres menimbulkan reaksi kimiawi dalam tubuh yang menyebabkan

perubahan-perubahan antara lain meningkatnya: tekanan darah tinggi, tingkat

metabolisme, produksi kolestrol dan adrenalin. Stres juga mempunyai

konsekuensi yang serius bagi organisasi, termasuk merosotnya kuantitas dan

kualitas kinerja jabatan, meningkatnya kemangkiran dan perputaran karyawan,

dan bertambah banyaknya keluhan.

  Namun stres tidak perlu disfungsional. Beberapa orang misalnya,

bekerja baik hanya kalau agak mengalami stres dan mereka ternyata lebih

produktif begitu mendekati tenggat waktu. Yang lain menemukan bahwa stres

bisa mengakibatkan suatu pencarian yang mengarah ke pekerjaan yang lebih baik

atau ke suatu karir yang lebih berarti, mengingat kecerdasan orang itu. Satu level

stres yang sedang atau bahkan bisa menghasilkan kreativitas lebih besar jika

situasi bersaing menyebabkan munculnya gagasan baru ( Dessler, hal. 325).

  Stres pekerjaan yang begitu hebat yang melampaui batas-batas

toleransi akan berkaitan langsung dengan gangguan psikis dan ketidakmampuan

fisis. Oleh karena itu, jika banyak karyawan di perusahaan kita yang mogok kerja,

sering mangkir, atau tidak masuk kerja dengan alasan yang dicari-cari atau kalau

toh masuk, tetapi situasi kantor lesu, sering ada konflik dengan pimpinan atau

antar karyawan, maka itulah pertanda ada sesuatu yang tidak beres dalam

perusahaan. Kemungkinan besar mereka terlalu stres dalam pekerjaan.

  Menurut Fraser, stres timbul setiap kali karena adanya perubahan

dalam keseimbangan sebuah kompleksitas antara manusia-mesin dan lingkungan.

  

Karena kompleksitas itu merupakan suatu sistem interaktif, maka stres yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

dihasilkan tersebut ada di antara beberapa komponen sistem. Dilihat dari segi

operasional dan antropometrik, manusia merupakan komponen terlemah dalam

sistem itu, maka biasanya sebagian atau seluruh ketegangan yang diakibatkannya

terwujud dalam tangan manusia. Dengan demikian, stres terjadi dalam komponen-

komponen fisik.

  Pekerjaan atau lingkungan sosial pekerjaan biasanya dapat

mengakibatkan ketegangan pada manusia, baik karena sebab-sebab yang rumit

ataupun yang sederhana. Beberapa buku yang ditunjang oleh sejumlah literatur

telah menunjukkan bahwa unsur-unsur tertentu seperti suara gaduh, suhu udara

yang tinggi atau terlalu rendah dan banyak kondisi penghambat lain mempunyai

kemungkinan yang tak terelakkan sebagai penyebab stres di dalam lingkungan

kerja. Dan tak dapat disangkal lagi, bahwa dimana terdapat kondisi demikian,

stres akan muncul, dan pada gilirannya perasaan tidak puas akan sedikit banyak

mempengaruhi produktivitas dan prestasi kerja.

  Jenis pekerjaan yang sedikit banyak menimbulkan stress menurut

Fraser dikelompokkkan menjadi dua, yaitu pekerjaan yang terutama menuntut

kekuatan fisik (pekerjaan dengan otot), dan pekerjaan yang terutama menuntut

keterampilan atau kemahiran (pekerjaan dengan ketrampilan) (Pandji,

1992,h.112).

5. Penghayatan Subyektif

  Transaksi antara individu dengan lingkungannya melibatkan penghayatan

subyektif pada masing-masing individu yang menentukan apakah situasi atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

kejadian sehari-hari yang dialami adalah stress atau bukan (Soewondo, 1993).

Penghayatan subyektif ini terdiri dari dua unsur utama yaitu (Cox & Ferguson

dalam Soewondo, 1993) :

a. Penilaian Primer, terjadi ketika individu menilai apa artinya kondisi baginya

dan apakah kondisi tersebut terkait dengan kesejahteraannya. Bila berkaitan, maka pertanyaan selanjutnya adalah apakah hal tersebut merupakan tantangan atau ancaman yang merugikan atau merupakan sesuatu yang aman dan bahkan berdampak positif? Bila situasi ini dipersepsikan sebagai sesuatu yang mengancam dan negatif, maka individu akan menilai situasi tersebut sebagai tuntutan yang harus dihadapi. Selanjutnya akan terjadi proses penilaian sekunder.

  

b. Penilaian sekunder, berupa pertanyaan : Bagaimana cara menghadapi dan

mengatasi tuntutan tersebut? Pada penilaian ini individu juga akan menilai kemampuan dan ketrampilan yang ada pada dirinya sendiri maupun dukungan dari lingkungannya, untuk mengatasi masalah atau tuntutan yang sedang dihadapinya. Untuk jelasnya, pada gambar di bawah ini akan disajikan suatu model stress

yang menggambarkan pendekatan psikologik, dikutip dari Soewondo (1993).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar 1. MODEL STRES

  Faktor Individu Penghayatan Subyektif

  Sumber Stres P. Primer Reaksi Penyakit

    P. Sekunder  Stres  

  Faktor Lingkungan Model stres pada gambar tersebut bermula dari adanya sumber stres.

  Sumber stres ini dapat berasal dari situasi atau kondisi yang kita jumpai sehari- hari, seperti kematian pasangan hidup, saat pertama mulai bekerja, bertengkar dengan atasan dan sebagainya. Sumber stres tersebut kemudian dinilai oleh individu melalui proses penilaian primer dan sekunder seperti yang dijelaskan sebelumnya.

  Bila seseorang menilai dirinya mampu mengatasi situasi dan kondisi tersebut, maka situasi dan kondisi tersebut tidak dinilai sebagai stres dan ada perbedaan antara tuntutan (situasi dan kondisi) dengan kemampuan yang ada pada dirinya, maka mengakibatkan munculnya adanya penyakit.

  Dalam Luthans (1992) dikatakan bahwa reaksi-reaksi stres tersebut dapat berupa reaksi fisik, psikologi dan perilaku. Reaksi fisik misalnya, meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah. Reaksi psikologik misalnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

frekuensi merokok pada perokok atau perubahan pola makan. Ketiga macam

reaksi ini saling berhubungan dan tidak jarang muncul bersamaan (Soewondo,

1993).

  Bila stres berkelanjutan, individu terus-menerus dalam keadaan tegang

fisik dan emosional dan akan sampai pada urutan terakhir dari model stress, yaitu

energi habis terbakar dan sakit. Seseorang bisa menderita sakit jantung, mendapat

serangan otak, depresi, apatis terus-menerus dan sebagainya.

  Faktor-faktor perbedaan individu dan lingkungan juga berpengaruh

pada penilaian terhadap stres tidak selalu tuntutan-tuntutan yang ada

menimbulkan stres pada seseorang. Ada orang yang tidak merasa stres saat

menghadapi suatu stressor, namun ada pula orang yang merasakan stres saat

berhadapan dengan stres yang sama pula.

  Kondisi atau peristiwa yang sama dapat menimbulkan respon atau

reaksi yang berbeda pada orang yang berlainan. Hal ini dipengaruhi oleh

karakteristik personal individu, seperti kepribadian, usia, jenis kelamin,

pengalaman, kemampuan intelektual dan gaya kognitif yang mempengaruhi cara

seseorang untuk menanggapi lingkungan kerja yang berpotensi membawa stres

(Edward, 1988) dalam Cooper & Payne (1991).

  Jadi stres kerja adalah kondisi yang muncul dari interaksi individu

dengan lingkungan pekerjaan yang dipengaruhi karakteristik individual dan proses

psikologis (persepsi) individu dan kondisi ini dirasakan mengancam dirinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Somatisasi

1. Definisi Somatisasi

  Somatisasi pertama kali dikemukakan oleh Pierre Briquet tahun 1859 sehingga gangguan ini juga sering disebut sebagai Briquets syndrome.

  Penyakit-penyakit kompleks seperti kesulitan menstruasi pada wanita nafas pendek, sakit jasmani, gangguan sensasi dalam seksual juga dapat diterangkan kemunculannya sebagai bentuk keluhan somatisasi (Comer, 1992).

  Somatisasi merupakan suatu gejala somatoform dengan ciri tidak adanya dasar organik atas sejumlah penyakit-penyakit fisik yang dikeluhkan.

  Somatisasi merupakan proses pemanfaatan tubuh atau soma untuk tujuan psikologis dan pencapaian-pencapaian pribadi (Ford,1983).

  Botain dkk (1993), mendefenisikan somatisasi sebagai sejumlah keluhan fisik yang telah menetap lama dan menyebabkan seseorang mencari pertolongan medis tetapi tidak ada dasar fisik yang dapat ditemukan. Menurut Lazarus (1976), somatisasi adalah gangguan fisik tertentu yang disebabkan oleh kesalahan dalam penyesuaian.

  Menurut kamus psikologi, somatisasi adalah gangguan kesehatan jasmaniah yang ditimbulkan atau diperburuk oleh gangguan emosional.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Bentuk-bentuk Somatisasi

  Ada dua bentuk somatisasi :

  a. Psikosomatis Meliputi gangguan fisik, yang disebabkan keadaan emosional yang terganggu. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan pengaruh proses psikologi terhadap proses biologis. Proses yang terjadi dalam psikosomatis adalah keadaan psikiologis (emosional) yang sangat terganggu, yang mempengaruhi sistem syaraf dan sistem biokemis yang pada gilirannya kemudian mempengaruhi berbagai organ seperti sistem pencernaan (misal; ulcer atau bisul pada lambung), sistem pernafasan (misal;asma), keadaan emosional yang terganggu terutama bentuk stres, misalnya akibat lingkungan yang menimbulkan frustrasi atau individu berada dalam situasi konflik (Lazarus, 1976).

  b. Hipokondriasis Berbentuk kekhawatiran yang difokuskan pada kesehatan tubuh individu. Simptom utama yang dialami adalah kecemasan, tetapi simptom organik tidak ditemukan secara medis.

  Oleh karena itu, orang yang menderita hipokondriasis menafsirkan kegelisahan dengan sangat tidak realistis sebagai tanda penyakit fisik yang serius. Dengan demikian preokupasi dengan tubuh sebenarnya merupakan

bentuk pengalihan sumber kecemasan yang sebenarnya (Lazarus, 1976).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Simptom – simptom Somatisasi

  Menurut DSM

  IV (1994), terdapat sejumlah keluhan untuk mendiagnosis gangguan somatisasi yaitu :

a. 4 simptom keluhan sakit seperti sakit kepala, sakit punggung, persendian

sakit dada, tangan dan sakit selama menstruasi

b. 2 simptom gastrointestinal seperti mual, diare, kembung, muntah (selain

masa kehamilan)

c. 1 simptom sexual seperti disfungsi ejakulasi/ereksi, menstruasi tidak teratur.

  

d. 1 simptom neurologis seperti kerusakan sistem keseimbangan, pandangan

ganda, ketulian, kesulitan bernafas dan kehilangan kesadaran Pada penderita somatisasi, seperti halnya penderita hipokondriasis

sering melaporkan adanya personal dalam bentuk kecemasan dan depresi.

  

Menurut Kendall dan Hammen ( dalam Mulyo, 1998) seseorang dengan

gangguan somatisasi cenderung mengalami konflik psikologis dan distres

dalam bentuk simptom somatisasi. Mereka menyalahartikan simptom-

simptom tersebut sebagai indikasi penyakit yang serius dan cenderung

membuat keluhan somatisasi meskipun tidak ditemukan dasarnya secara

medis.

  Stres tidak diketahui datangnya akan tetapi tampak dalam

manifestasinya dengan munculnya gangguan-gangguan fungsi tubuh. Stres

memainkan peranan penting dalam keadaan sakit dan sehat. Menurut Sarasan

dan Sarasan (1993), stres dapat mengarah pada bermacam-macam reaksi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

tubuh. Pada saat orang mengalami stres maka jantung, paru-paru, alat

pencernaan, endokrin dan sistem syaraf akan bekerja keras.

  Setiap menghadapi tekanan dalam hidupnya ia akan merasa mengalami

gangguan dalam organ tubuhnya. Somatisasi ini berupa berbagai macam

keluhan fisik yang selalu berulang dan tidak ada simptom penyebabnya secara

fisiologis menurut Rosehan dan Seligman (1989).

  Indikator-indikator dalam somatisasi antara lain :

  a. Sakit kepala atau sakit kepala sebelah

  b. Sakit dan nyeri pada punggung

  c. Sakit persendian pada tangan dan kaki

  d. Badan terasa lemah dan mudah capek

  e. Sakit perut (misalnya: tukak lambung)

  f. Sakit pada waktu menstruasi, mudah timbul rasa pedih

  g. Marah dan emosi

  h. Nyeri pada dada i. Tangan sering berkeringat j. Pinggang terasa sakit dan nyeri k. Pelipis sering sakit dan berdenyut l. Leher sering merasa tegang m. Bermasalah pada pencernaan n. Sulit tidur.

  Uraian dan indikator-indikator tersebut menunjukkan bahwa

psikosomatis maupun hipokondriasis dapat dipakai sebagai bentuk somatisasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hanya saja psikosomatis mempunyai dasar penyakit fisik, sedangkan hipokondriasis tidak ada dasar fisiknya (Ford, 1983).

  Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa somatisasi merupakan proses pemanfaatan tubuh untuk tujuan psikologis atau untuk kepentingan pribadi dan simptom yang dialami dapat mempunyai dasar penyakit fisik yang

jelas (psikosomatis) atau tidak ada dasar penyakit fisiknya (hipokondriasis).

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Somatisasi

  Faktor-faktor yang mempengaruhi somatisasi (Ford, 1983) adalah ;

  a. Usia, Jenis Kelamin dan Status Sosial Ekonomi Masing-masing orang dengan usia yang bervariasi mempunyai pandangan yang berbeda tentang peran sakit. Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan antara usia dengan munculnya keluhan sakit. Hubungan antara jenis kelamin dengan somatisasi sedikit jelas. Dikatakan bahwa wanita mempunyai kemungkinan mengalami somatisasi lebih besar daripada laki-laki karena wanita sangat rentan terhadap konflik (Mechanic dalam Foerd, 1983). Berkaitan dengan status ekonomi sosial, penyakit kronis semacam radang dinding lambung (peptic ulcer) dan darah tinggi ditemukan lebih banyak pada orang miskin (Schwan dkk dalam Ford, 1983). Hal ini mendukung pendapat dari Antonovsky (dalam Ford 1983) yang menyatakan bahwa orang-orang kelas sosial ekonomi rendah mempunyai harapan hidup pendek.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Budaya Penjelasan budaya tentang keluhan sakit seseorang berkaitan dengan perasaan sakit dan makna sakit yang berhubungan dengan norma, meliputi beratnya simptom individu, ciri khas simptom individu dan identifikasi kondisi sakit menurut budaya setempat. Nilai dalam budaya secara tidak langsung membentuk persepsi individu tentang status sakit dan sehat. Nilai dalam satu budaya belum tentu sama dengan nilai budaya lain. Masing-masing budaya mempunyai konsep sendiri tentang status sakit, meskipun ada konsep universal tentang status sakit seperti dalam DSM IV.

  Pada suatu budaya tertentu, individu didalamnya menempatkan kesehatan sebagai suatu hal yang paling penting, sehingga saat individu merasakan ada gangguan fisiologis pada tubuhnya, ia akan segera mencari pertolongan medis untuk mendapatkan status sakit dan menghindarkan diri dari kesulitan yang dihadapi. Pada budaya lain gangguan fisiologis yang ringan seperti sakit kepala, pening, sakit perut, kemungkinan tidak mendapatkan perhatian serius. Individu tetap melakukan aktivitasnya tanpa merasa terganggu oleh kondisi tersebut, karena lingkungan mengkondisikan individu untuk tidak terlalu memanjakan dirinya.

  c. Kepercayaan Diri Menurut Phillips (dalam Ford, 1983), kepercayaan diri sebagai suatu perasaan yang melingkupi masalah seseorang, merupakan faktor yang mengurangi keinginan seseorang untuk mengeluhkan sakit. Nilai ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berhubungan dengan faktor lain seperti pendidikan dan pandangan tentang kesehatan. Orang yang sering mencari pertolongan medis mempunyai kepercayaan diri yang rendah.

  d. Tekanan Psikososial Perubahan sosial yang terjadi dewasa ini mempunyai dampak yang begitu besar bagi kehidupan manusia. Perubahan tersebut menuntut adanya penyesuaian yang cepat pada diri individu. Padahal tidak semua orang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Individu yang tidak dapat menyesuaikan diri akan mengalami kondisi tertekan baik fisik maupun mental. Keadaan inilah yang disebut stres.

  Martianah dkk (1991) memberikan data mengenai jenis stresor psikososial yang dapat mempengaruhi timbulnya keluhan sakit (somatisasi) yakni keadaan dan kondisi perumahan yang makin hari makin sempit, kebisingan, kepadatan lalu lintas, polusi dan lingkungan yang makin kumuh, akan memberikan pengaruh bagi timbulnya stress. Hal ini yaitu suasana keluarga, situasi kerja, hubungan antar teman dan tetangga, krisis hidup yang dialami, masa transisi perkembangan yang dialami remaja menjadi dewasa, kehilangan orang yang dicintai/ pekerjaan, bangkrut/ sakit mendadak yang harus dirawat di rumah sakit.

  Thurlow (dalam Ford 1983) menambahkan bahwa persepsi seseorang tentang lingkungan berhubungan erat dengan sejumlah keluhan sakit. Misalnya individu yang bekerja pada lingkungan yang kurang menyenangkan seperti bising, terlalu padat, pengap, kurang ventilasi akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mudah mengartikan stresor tersebut sebagai stress yang akan diikuti dengan munculnya keluhan sakit.

  Tekanan psikososial ini erat dengan faktor budaya lain, karena lingkungan kehidupan yang berbeda, sehingga tekanan budaya yang dihadapi juga berbeda. Namun stresor ini adalah fakta kehidupan yang ada dalam setiap lingkungan masyarakat, yang dapat mencetuskan penyakit organis dan dapat pula menimbulkan penyakit jiwa (Foster & Anderson 1986).

  e. Dukungan Sosial Kualitas dukungan sosial mempengaruhi kecenderungan pilihan sakit. Blake dkk (dalam Ford 1983) mengatakan bahwa dukungan sosial yang rendah mengakibatkan individu tergantung pada pertolongan medis dan merupakan hal yang penting untuk mengunjungi dokter walaupun sebenarnya tidak ada keluhan yang gawat. Petroni (dalam Ford 1983) mengadakan penelitian tentang hubungan antara peran sakit dengan sikap pasangan. Ternyata sikap istri-istri berhubungan dengan perilaku sakit suaminya, begitu juga sebaliknya.

5. Proses Terbentuknya Somatisasi

  Proses terbentuknya somatisasi dimulai sejak kecil, khususnya dipelajari orang-orang terdekat dalam kehidupan individu (Ford 1983). Setiap orang akan menunjukkan perilaku yang berbeda dalam mempersepsi serta mengevaluasi simptom-simptom fisik yang dialami.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Liposwski (dalam Ford, 1983) mengkategorikan beberapa

kemungkinan yang dapat timbul pada diri seseorang dalam mempersepsi,

mengevaluasi sakit yang dialami terlepas dari penyakit yang sesungguhnya.

Seseorang mungkin menginterpretasikan penyakit sebagai suatu pembebasan.

Sakit yang dirasakan dapat diharapkan sebagai penangguhan harapan-harapan,

tuntutan dan tanggung jawab sosial.

  Kemungkinan lain, penyakit dapat pula dipandang sebagai suatu

strategi untuk mengatasi tuntutan hidup. Persepsi dan evaluasi ini akan

menghasilkan perilaku yang berbeda-beda yang akan mereka tampakkan

berkaitan dengan persepsi dan eveluasinya tersebut. Hal ini oleh Mechanic

(dalam Ford 1983) disebut sebagai perilaku sakit (illness behavior). Perilaku

sakit sering pula tidak dapat dipisahkan dari stres yang dialami individu.

  Gangguan somatisasi disebabkan oleh keluhan somatik yang kronik

dan terjadi berulangkali. Orang-orang dengan gangguan somatisasi percaya

bahwa mereka akan memberikan alas an yang panjang lebar untuk

meyakinkan orang lain tentang keadaan dirinya keluhan dalam gangguan

somatisasi biasanya digambarkan secara dramatis, tidak jelas dan dilebih-

lebihkan.

  Menurut Sarasan dan Sarasan (1993) orang-orang yang somatisasi

terkesan tidak matang dan sangat mudah dirangsang. Ternyata tidak sedikit

orang menggunakan somatisasi ini sebagai kebiasaan untuk menghindari

masalah-masalah dalam hidupnya, tugas dan tanggungjawab.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Perilaku sakit dimulai dari persepsi seseorang dari symptom-simptom

fisik yang dialaminya, eveluasinya tentang tingkat keparahan symptom-

simptom tersebut dan berbagai tindakan yang dialaminya sebagai suatu

strategi untuk mengatasi tuntutan hidup.

  Hal-hal yang melekat pada peran sakit antara lain:

  a. Orang sakit dibebaskan dari kewajiban-kewajiban kemasyarakatan yang berlaku pada situasi normal dan umum b. Orang sakit tidak dapat disalahkan karena kondisinya, dia tidak dapat diharapkan untuk sembuh hanya dengan kekuatan sendiri dan dia harus dirawat oleh orang lain Bagaimanapun juga peran sakit kadangkala dapat digunakan untuk

memecahkan masalah-masalah tertentu dalam kehidupan, tetapi masyarakat

tidak dapat menerima gangguan emosional atau kesulitan dalam menghadapi

masalah hidup sebagai alasan untuk memainkan peran sakit.

  Menurut Meiwati (2002) hak-hak yang melekat pada peran sakit yaitu

dibebaskan dari kewajiban-kewajiban soial kemasyarakatan, misalnya masuk

sekolah atau bekerja dan tidak dapat disalahkan mengingat keterbatasan

kondisinya sehingga seseorang tidak diharapkan sembuh hanya dengan

kemauannya sendiri, tetapi harus mendapatkan perawatan dari orang lain.

Menurut Ford (1983) seseorang dapat mempelajari somatisasi sebagai salah

satu cara melarikan diri dari tanggung jawab dari orang-orang terdekat seperti

orang tua dan saudara-saudaranya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Disini dapat disimpulkan bahwa proses terjadinya somatisasi karena

interpretasi sakit sebagai suatu pembebasan dan strategi untuk menghindarkan

diri dari masalah tuntutan-tuntutan hidup dan tanggung jawab. Dimulai dari

persepsi seseorang atas simptom-simptom fisik yang dialaminya. Karena

orang sakit dapat terbebas dari kewajiban-kewajiban sosial dan tidak dapat

disalahkan Karena kondisinya.

  Menurut Kisker (1997) berkembangnya reaksi somatisasi secara tidak

disadari juga berkaitan dari adanya kebutuhan untuk sakit. Timbulnya

gangguan somatisasi ini karena adanya konflik yang tidak disadari dengan

menjadi sakit maka kebutuhan yang tidak disadari itu akan dapat terpuaskan.

  

Akibatnya kecenderungan semacam ini akan selalu diulang bila kebutuhan-

kebutuhan yang tidak disadari tersebut mendesak untuk dipuaskan.

  Lazarus (1976) seorang ahli stres yang menyatakan bahwa individu

yang menghadapi lingkungan baru atau lingkungan yang berubah, akan

terlibat dalam proses penilaian untuk menentukan arti dari peristiwa yang

terjadi dalam lingkungan tersebut. Peristiwa ini mungkin dilihat sebagai

sesuatu yang positif atau normal atau negatif termasuk konsekwensinya.

Peristiwa-peristiwa negatif mempunyai kemungkinan adanya bahaya

ancaman.

  Biasanya tidak semua gangguan terdapat pada seseorang, dan pada

masing-masing orang bentuk gangguannya tidak selalu sama. Biasanya

gangguan somatisasi ini menyerang bagian tubuh yang paling lemah dari

orang tersebut. Durbar (dalam Kisker 1977) menyatakan bahwa jenis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

somatisasi yang menyerang organ tubuh seseorang tergantung juga pada

kepribadian seseorang. Tidak ada batasan usia yang jelas mengenai penderita

somatisasi ini, tapi Maxwen (dalam Ford, 1983) mengatakan bahwa gangguan

somatisasi meningkat pada usia remaja akhir dan seterusnya gangguan ini

turun naik terpengaruh oleh tekanan-tekanan yang datang dari lingkungan.

  Seseorang dengan gangguan somatisasi biasanya mempunyai sejarah

panjang terhadap keluhan yang berhubungan dengan penyakit fisik yang

ringan dan dimulai sebelum berusia 30 tahun sedangkan menurut Ford (1983)

seseorang menderita somatisasi biasanya dimulainya sebelum berusia 35

tahun. Jadi somatisasi adalah keluhan fisik atau stres yang telah menetap lama

(membadan) dan menyebabkan individu merasakan sakit secara fisik.

  Ada beberapa manfaat yang diharapkan oleh orang yang melakukan

somatisasi baik secara sadar maupun tidak sadar. Menurut Ford (1983)

kegunaan psikologis dan keuntungan pribadi yang diperoleh dari somatisasi.

  Contoh kegunaan psikologis dari Somatisasi yaitu, pertama sebagai

pemindahan emosi yang tidak mengenakkan pada simptom fisik misalnya

preokupasi terhadap fungsi usus besar yang tidak berjalan lancar untuk

mengganti depresi. Kedua simptom digunakan untuk berkomunikasi melalui

cara-cara simbolik, misalnya kelumpuhan histeris untuk menyatakan perasaan

tidak berdaya. Ketiga yaitu dapat mengurangi rasa bersalah melalui

penderitaan, misalnya menderita sakit yang tidak menentu dan tidak sembuh-

sembuh setelah kematian orang yang penting dalam hidupnya. ]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Contoh keuntungan-keuntungan pribadi yang diperoleh melalui

somatisasi antara lain, adanya kemampuan untuk memanipulasi hubungan

antar pribadi, misalnya istri menolak ajakan intim suami dengan alasan sakit

kepala. Keuntungan lainnya adalah dapat menghindari tugas dan tanggung

jawab, seperti tanggung jawab pekerjaan.

  Keuntungan finansial, misalnya menerima asuransi bila sakit dan

dirawat di rumah sakit. Memperoleh perhatian dari orang lain, misalnya ketika

sakit merasa orang memperhatikannya, dengan menjenguk atau menanyakan

keadaannya.

  Menurut Cameron (1963) ada beberapa keuntungan dengan melakukan

somatisasi, yaitu dengan menjadi sakit secara fisik dirasa lebih terhormat

daripada penyakit neurotis yang kelihatan lemah dan tidak terhormat atau

sering dikatakan gila. Somatisasi memberikan hak-hak istimewa pada pasien

tanpa berhubungan dengan rendahnya harga diri. Gangguan somatisasi sering

melibatkan kecemasan yang berlebihan yang mudah ditahan daripada

kecemasan sekunder yang didasarkan pada konflik impuls masa kanak-kanak

yang tidak disadari dimana orang tidak dapat mengendalikan dan

mengenalinya. Penderita somatisasi akan menggunakan sakit fisiknya untuk

mendapatkan perhatian, perawatan dan kasih sayang yang tidak ia dapatkan

jika dalam keadaan sehat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Sakit Sebagai Cara Pengatasan Masalah

  Untuk menghadapi tuntutan-tuntutan yang mengancam dan melindungi

diri dari tekanan psikologis, individu menempuh cara tertentu yang dikatakan

sebagai strategi coping individu. Coping merupakan faktor yang menentukan

kemampuan manusia untuk melakukan penyesuaian terhadap situasi yang

menekan.

  Proses pemanfaatan tubuh untuk melindungi diri dari tekanan

psikologis merupakan salah satu bentuk strategi coping. Individu

menggunakan keluhan sakitnya sebagai cara mengatasi masalah. Sakit sebagai

cara pengatasan masalah digunakan individu yang mempunyai pandangan

yang rasional, yakni individu yang membutuhkan penjelasan sebab akibat dan

perbedaannya dengan keadaan normal (Cole & Lejeneu dalam Ford 1983).

  

Shuval dkk (Ford 1983) mengatakan bahwa sakit dapat digunakan sebagai

alasan untuk membolos kerja dan lain-lain. Berdasarkan uraian tersebut di atas

dapat disimpulkan bahwa peran sakit digunakan seseorang bila: 1) Lebih dapat diterima secara kultural

  2) Sistem dukungan sosial dirasakan tidak mencukupi 3) Individu merasa di bawah stres psikososial 4) Peran sakit memecahkan masalah pribadi 5) Individu kurang percaya diri

6) Menurunnya ketrampilan penyesuaian diri.

  Selain hal di atas, somatisasi erat hubungannya dengan lingkungan

kerja. Sistem dan pola kerja yang tidak sesuai dengan harapan karyawan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tuntutan pekerjaan yang berlebihan seringkali mengakibatkan munculnya berbagai keluhan sakit pada sejumlah karyawan.

  Sum'maur (dalam Wijaya 1990) menyatakan bahwa kesehatan jiwa merupakan syarat mutlak bagi pencapaian tingkat produktivitas yang tinggi.

  Ketidaksesuaian mental psikologis dan jasmani seorang pekerja, dapat menghambat pekerja tersebut dalam mengaktualisasikan potensi dan kemampuannya. Tidak jarang hal ini menjadi sumber rendahnya prestasi kerja, bahkan kegagalan dalam berkarya.

  

C. Hubungan Antara stres kerja yang dilihat dari sumber stres dengan

somatisasi pada karyawan Bertolak dari kajian pustaka, penulis mengemukakan hubungan antar

variabel dalam penelitian ini, hubungan antar stres kerja dengan somatisasi.

  

Lazarus (1976) seorang ahli stres yang menyatakan bahwa individu yang

menghadapi lingkungan baru atau lingkungan yang berubah, akan terlibat dalam

proses penilaian melalui proses primer dan sekunder seperti yang dijelaskan

sebelumnya, untuk menentukan arti dari peristiwa yang terjadi dalam lingkungan

tersebut.

  Peristiwa ini mungkin dilihat sebagai sesuatu yang positif atau normal atau

negatif termasuk konsekwensinya. Bila seseorang menilai dirinya mampu

mengatasi situasi dan kondisi tersebut, maka situasi dan kondisi tersebut tidak

dinilai sebagai stres dan apakah hal tersebut merupakan tantangan atau ancaman

yang merugikan atau merupakan sesuatu yang aman dan bahkan berdampak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

positif? Bila situasi ini dipersepsikan sebagai sesuatu yang mengancam dan

negatif, maka individu akan menilai situasi tersebut sebagai tuntutan yang harus

dihadapi. Ada perbedaan antara tuntutan (situasi dan kondisi) dengan kemampuan

yang ada pada dirinya, maka mengakibatkan munculnya stres.

  Di dalam dunia kerja, karyawan dalam suatu perusahaan atau pabrik

menghadapi berbagai macam masalah. Banyaknya tekanan kerja yang dirasakan

tidak seimbang dengan kemampuan karyawan juga lingkungan kerja yang

dirasakan tidak nyaman bagi karyawan.

  Tekanan kerja dapat berupa adanya tuntutan tugas yang sulit, adanya tugas

yang berat yang harus diselesaikan dalam suatu tenggat waktu tertentu, bekerja

dalam ruangan yang terlalu penuh dengan orang, barang atau dengan mesin yang

bising, tempat kerja yang tidak baik untuk kesehatan karyawan, komunikasi yang

kurang baik antara atasan dengan bawahan dan sebagainya. Hal ini menjadi

kondisi psikologis yang tidak menyenangkan dan ancaman bagi karyawan itu

sendiri dalam bekerja (stres kerja).

  Ada individu yang dapat mengatasi stressor dengan cara yang efektif

bahkan dapat memanfaatkannya menjadi hal-hal yang positif, tetapi tidak jarang

juga individu yang tidak dapat mengatasi stres dengan baik bahkan melarikan diri

dari permasalahan. Untuk menghadapi tuntutan-tuntutan yang mengancam dan

melindungi diri dari tekanan psikologis, individu menempuh cara tertentu yang

dikatakan sebagai strategi coping individu.

  Coping merupakan faktor yang menentukan kemampuan manusia untuk

melakukan penyesuaian terhadap situasi yang menekan. Proses pemanfaatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

tubuh untuk melindungi diri dari tekanan psikologis merupakan salah satu bentuk

strategi coping dengan jalan mengubah dirinya menjadi sakit. Seseorang mungkin

menginterpretasikan penyakit sebagai suatu pembebasan. Sakit yang dirasakan

dapat diharapkan sebagai penangguhan harapan-harapan, tuntutan dan tanggung

jawab sosial. Kemungkinan lain, penyakit dapat pula dipandang sebagai suatu

strategi untuk mengatasi tuntutan hidup. Persepsi dan evaluasi ini akan

menghasilkan perilaku yang berbeda-beda yang akan mereka tampakkan berkaitan

dengan persepsi dan eveluasinya tersebut. Hal ini oleh Mechanic (dalam Ford

1983) disebut sebagai perilaku sakit (illness behavior).

  Individu menggunakan keluhan sakitnya sebagai cara mengatasi masalah.

Somatisasi (hipokondriasis) adalah berbentuk kekhawatiran yang difokuskan pada

kesehatan tubuh individu. Simptom utama yang dialami adalah kecemasan, tetapi

simptom organik tidak ditemukan secara medis. Pada penderita somatisasi, seperti

halnya penderita hipokondriasis sering melaporkan adanya personal dalam bentuk

kecemasan dan depresi.

  Menurut Kendall dan Hammen ( dalam Mulyo, 1998) seseorang dengan

gangguan somatisasi cenderung mengalami konflik psikologis dan distres dalam

bentuk simptom somatisasi. Mereka menyalahartikan simptom-simptom tersebut

sebagai indikasi penyakit yang serius dan cenderung membuat keluhan somatisasi

meskipun tidak ditemukan dasarnya secara medis.

  Shuval dkk (Ford 1983) mengatakan bahwa sakit dapat digunakan sebagai

alasan untuk membolos kerja dan lain-lain. Berdasarkan uraian tersebut di atas

dapat disimpulkan bahwa peran sakit digunakan seseorang bila, lebih dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

diterima secara kultural, sistem dukungan sosial dirasakan tidak mencukupi,

individu merasa di bawah stres psikososial, peran sakit memecahkan masalah

pribadi, individu kurang percaya diri, menurunnya ketrampilan penyesuaian diri.

  Perilaku sakit dimulai dari persepsi seseorang dari simptom-simptom fisik

yang dialaminya, eveluasinya tentang tingkat keparahan simptom-simptom

tersebut dan berbagai tindakan yang dialaminya sebagai suatu strategi untuk

mengatasi tuntutan hidup. Individu yang mengalami stres kerja lebih senang

memindahkan stres kerja menjadi keluhan fisik untuk memperoleh peran sakit

karena orang sakit dapat terbebas dari kewajiban-kewajiban sosial dan tidak dapat

disalahkan karena kondisinya.

  Meiwati (2002) mengatakan bahwa kaitan erat antara kesehatan fisiologis

dan kesehatan psikologis biasanya tidak dapat dilepaskan dari stres yang dialami

individu. Hal ini disebabkan karena akumulasi pengaruh stres berakibat pada

menurunnya kesehatan psikologis dan fisiologis (somatik). Cara ini merupakan

bentuk penyesuaian yang sering digunakan untuk menghindari tanggung jawab.

  Selain hal di atas, somatisasi erat hubungannya dengan lingkungan kerja.

Sistem dan pola kerja yang tidak sesuai dengan harapan karyawan, tuntutan

pekerjaan yang berlebihan seringkali mengakibatkan munculnya berbagai keluhan

sakit pada sejumlah karyawan. Karyawan bereaksi menjadi sakit dalam

menghadapi sumber stres karena keadaan sakit secara fisik lebih nyata dan lebih

diterima daripada sakit secara psikologis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Hipotesis

  Ada hubungan postif yang signifikan antara stres kerja yang dilihat

dari sumber stres dengan somatisasi pada karyawati PT Mataram Tunggal

Garment, Yogyakarta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah:

  1. Variabel Bebas : Stres Kerja yang dilihat dari sumber stres

  2. Variabel Tergantung : Somatisasi

B. Defenisi Operasional

  1. Somatisasi Adalah sejumlah keluhan fisik yang diungkapkan secara verbal berulang-ulang seperti sakit kepala, perut, tenggorokan, punggung, dada. Letih, lemas dan pening (Ford 1983). Somatisasi akan diukur dengan skala somatisasi yang dikembangkan Prawitasari dkk (1987). Semakin tinggi skor skala somatisasi maka semakin tinggi pula tingkat somatisasi yang dialami subyek.

  2. Stres Kerja yang dilihat dari sumber stresnya Adalah kondisi psikologis yang tidak menyenangkan yang timbul karena karyawan merasa terancam dalam bekerja (Arsenault dan Dohan, 1983). Stres kerja yang dilihat dari sumber stresnya akan diukur dengan skala stres kerja yang dikembangkan Endah Baskorowati (1986). Semakin tinggi skor skala stres kerja maka semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami subyek.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Subjek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah karyawan-karyawati PT Mataram Tunggal Garment, Yogyakarta yang berusia 20 sampai dengan 50 tahun

  (sesuai dengan batasan usia seseorang menderita somatisasi menurut Maxwen dan Ford). Alasan pemilihan subyek yang ingin diteliti adalah subyek yang sesuai dengan kriteria yaitu usia tersebut adalah usia produktif yang potensial mengalami stres dalam kerjanya.

  Tempat penelitian adalah PT MTG Yogyakarta karena sesuai dengan ciri populasi yang relevan yaitu bagian produksi yang mempunyai kondisi ruang kerja yang terlalu bising dan padat.

  D. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan :

  1. Skala yaitu memberikan respon tertulis dari subyek terhadap sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang telah disusun sebelumnya. Ada dua jenis skala yaitu:

  a. Skala stres kerja yang dilihat dari sumber stres Skala yang mengukur tingkat stres kerja yang dilihat dari sumber stres yang disusun berdasarkan angket tingkat stres yang dikembangkan Endah Baskorowati (1986) sebanyak 60 item, dengan perincian item sebagai berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 2. Sebaran item stres kerja yang dilihat dari sumber stres sebelum diujicobakan Komponen Butir Favorable Butir Unfavorable Jumlah Karakteristik Peran 6,10,26,38,51,52 2,16,19,48,59,60

  12 Setting Perilaku 4,23,32,36,46,50 3,11,18,21,22,29

  12 Karakteristik Lingkungan Fisik 7,12,13,25,28,42 5,8,20,24,35,41

  12 Karakteristik Lingkungan Sosial 15,17,34,43,45,53 1,14,31,39,49,56

  12 Karekteristik Individu 30,33,37,44,55,58 9,27,40,47,54,57

  12 TOTAL

  30

  30

  60

  b. Skala Somatisasi Skala ini diambil dari skala kepribadian UGM, Yogyakarta yang dikembangkan Prawitasari dkk (1987) yang terdiri dari 41 item. Peneliti menambah beberapa item untuk uji coba dengan mengacu pada teori-etori somatisasi yang ada agar bila terjadi gugur pada butir item, masih ada item yang bisa digunakan untuk penelitian sebenarnya. Skala somatisasi pada uji coba penelitian ini terdiri dari 60 item yang berisi pernyataan-pernyataan mengenai keadaan individu saat itu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Tabel 3. Sebaran item somatisasi sebelum diujicobakan

Komponen Nomor Item Total Favorable 3,4,7,10,15,17,18,19,20,22,24,25,26,27,30,31,32,33

  30 ,35,38,44,45,47,48,49,51,52,53,57,60 Unfavorable 1,2,5,6,8,9,11,12,13,14,16,21,23,28,29,34,36,37,39,

  30 40,41,42,43,46,50,54,55,56,58,59

  60 Metode pengukuran yang digunakan dalam menyusun kedua skala ini adalah metode rating yang dijumlahkan (sumated rating) dengan 4 kategori pilihan jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Item-item dalam skala ini akan disusun atas pernyataan favourable (yang mendukung konsep) dan pernyataan yang unfavourable (yang tidak mendukung konsep). Setiap jawaban subjek di skor dengan nilai kategori jawaban, kemudian masing-masing skor tersebut dijumlahkan sehingga merupakan skor total subjek pada skala ini. Nilai jawaban diberi bobot 1 (satu) sampai dengan 4 (empat).

  Setiap kategori diberi nilai sebagai berikut : 1). Untuk item favourable jawaban SS, S, TS, STS masing-masing diberi skor 4, 3, 2, 1 2). Untuk item unfavourable jawaban SS, S, TS, STS masing-masing

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Skor total subjek merupakan jumlah dari skor subjek pada setiap item. Makin tinggi skor jawaban yang diberikan subjek berarti semakin tinggi somatisasi yang dialami subjek.

  Alasan dalam penelitian ini digunakan SS, S, TS, STS agar kedua skala ini tidak ada jawaban tengah atau netral, hal ini dimaksudkan untuk : 1). Responden atau subjek lebih tegas dalam memilih alternatif jawaban.

  2). Menghindari jawaban tengah, sebab bisa saja subjek belum bisa memutuskan jawaban pada saat itu sehingga memilih jawaban tengah atau netral.

E. Validitas Dan Reliabilitas

  Sebelum digunakan pada penelitian yang sebenarnya yaitu pengambilan data, angket di ujicobakan terlebih dahulu pada kelompok responden yang memiliki ciri relatif sama dengan subyek penelitian untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya.

  Salah satu masalah utama dalam kegiatan penelitian sosial dan psikologi adalah cara pengumpulan data yang akurat dan objektif. Hal ini menjadi sangat penting dikarenakan suatu penelitian hanya dapat dipercaya apabila didasarkan pada informasi yang juga dapat dipercaya (Azwar, 1997).

  Oleh karena itu data yang akan dihasilkan dari suatu penelitian bergantung pada validitas dan reliabilitas alat ukur yang digunakan dalam penelitian tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Validitas berarti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Validitas tinggi apabila instrumen atau alat ukur yang digunakan dapat menjalankan fungsi ukurnya, yaitu memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dan tujuan dilakukannya pengukuran tersebut (Azwar, 1997).

  Reliabilitas berarti keandalan, keajegan, kestabilan, dan konsistensi yang menunjukkan sejauhmana hasil pengukuran dapat dipercaya atau akurat (Azwar, 1997). Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama akan diperoleh hasil yang relatif sama

F. Metode Analisis Data

  Data yang terkumpul dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis statistik korelasi Product- Moment dari Pearson. Analisis ini digunakan untuk mencari hubungan antara stres kerja yang dilihat dari sumber stres dengan somatisasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV PERSIAPAN, PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian

  1. Orientasi Kancah Subjek penelitian yang digunakan adalah karyawan-karyawati PT Mataram Tunggal Garment, Yogyakarta yang berjumlah 100 orang. Mereka ini bekerja pada bagian produksi. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu sampel yang dipilih berdasarkan ciri-ciri yang telah ditentukan dengan karakteristik : a. Karyawan yang berusia 20 sampai dengan 50 tahun. Karyawan yang berusia 20 sampai dengan 50 tahun adalah batasan usia seseorang menderita somatisasi menurut Maxwen dan Ford).

  b. Karyawan bagian produksi yang mempunyai kondisi kerja yang berbahaya serta berada di tempat kerja yang padat dan bising Angket dikerjakan di rumah karyawan masing-masing agar tidak mengganggu produktivitas pabrik. Dari jumlah 100 angket yang disebar, hanya 80 angket yang berhasil dikembalikan karena adanya angket yang hilang.

  2. Perijinan Saya sebagai mahasiswa yang ingin mengadakan uji coba dan penelitian di PT Mataram Tunggal Garment meminta surat ijin resmi dari Dekan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Psikologi Sanata Dharma dengan No: 62 b/D/USD/III/ 2003. Dengan surat ijin tersebut saya dapat mengadakan penelitian disana dengan sambutan yang baik.

  3. Pelaksanaan Uji Coba Uji coba dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2006, dengan menyebarkan angket uji coba kepada 50 orang karyawan-karyawati PT MTG Yogyakarta

  4. Hasil Uji Coba Penelitian Skala yang disebarkan untuk uji coba adalah skala stres kerja dan somatisasi. Dari 50 skala yang disebarkan semua terisi lengkap sehingga dapat digunakan untuk analisis uji coba alat. Hasil uji coba ini digunakan untuk analisis item, estimasi validitas dan reliabilitas sehingga alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini valid dan reliabel.

  a. Analisis Item Analisis item adalah memilih pernyataan-pernyataan yang baik yang akan dijadikan sebagai item skala. Analisis item dilakukan dengan melihat nilai koefisien korelasi item total (rix) yaitu konsistensi antara fungsi item dengan fungsi skala secara keseluruhan. Analisis dilakukan dengan menggunakan program SPSS for Window versi 10.0. dari hasil pengujian diperoleh skor korelasi item total yaitu bergerak antara – 0,2459 sampai dengan 0,6002 untuk skala stres kerja. Dari seleksi item berdasarkan korelasi item total (rix  0,25), maka item yang mempunyai skor korelasi item total kurang dari 0,25 , item tersebut digugurkan. Dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  56

  37 Untuk skala somatisasi, skor korelasi item total bergerak antara –0,2685 sampai dengan 0,6503. Dari seleksi item berdasarkan korelasi item total (rix  0,25), maka item yang mempunyai skor korelasi kurang dari 0,25, item tersebut digugurkan. Dari 41 item, 40 item yang lolos yaitu item dengan nilai rix antara 0,4291 sampai dengan 0,6503 dan dijadikan item skala penelitian dan 20 item gugur karena memiliki nilai korelasi item total kurang dari 0,25.

  21

  16

  6 TOTAL

  5. Karakteristik Individual 30,55,58 9,7,54

  7

  sampai dengan 0,6002 dan dijadikan item skala penelitian dan 23 item gugur karena memiliki korelasi item yang kurang dari 0,25.

  

Tabel 4. Sebaran item Stres Kerja yang dilihat dari sumber stres setelah uji

coba (penelitian)

No. Komponen Favorable Unfavorable Total

  8

  3. Karakteristik Lingkungan Fisik 7,12,13,25,42 5,24,35

  9

  2. Setting Perilaku 4,36,46,50 11,18,21,22,29

  7

  1. Karakteristik Peran 26,38,52 2,16,19,59

  4. Karakteristik Lingkungan Sosial 53 1,14,31,39,49,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 5. Sebaran item somatisasi setelah ujicoba (penelitian) Komponen Nomor Item Total Favorable 3,4,7,10,15,17,18,19,20,22,24,25,27,32,33,

  22 35,44,47,49,51,52,60 Unfavorable 1,2,5,6,8,9,11,12,13,14,16,21,23,28,37,40,

  18 50,59

  40

  b. Reliabilitas Reliabilitas yaitu konsistensi atau kepercayaan hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan pengukuran. Reliabilitas skala ini diperoleh dengan menggunakan pendekatan reliabilitas Alpha dengan menggunakan SPSS for Windows versi 10.0. Koefisien reliabilitas yang diperoleh yaitu 0,8662 untuk skala stres kerja dan 0,8903 untuk skala somatisasi.

  c. Validitas Validitas mempunyai arti tingkat ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur melakukan fungsi ukurnya. Alat ukur dikatakan valid apabila alat ukur tersebut dapat memberikan hasil pengukuran yang sesuai dengan maksud dan tujuan (Kerlinger, 1990). Validitas adalah seberapa jauh alat pengukur dapat mengungkap dengan jitu gejala-gejala yang hendak diukur dan seberapa jauh alat ukur dapat memberikan pembacaan yang teliti dan dapat menunjukkan dengan sebenarya gejala atau bagian gejala yang diukur (Hadi, 1982). Validitas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang penilaiaannya dilakukan melalui profesional jugdement yaitu dengan membandingkan isi item dengan blue print yang ditentukan.

  Penilaian ini dilakukan oleh dosen pembimbing dan beberapa orang psikolog, selain itu penilaian juga dilakukan oleh beberapa teman dari peneliti untuk memeriksa apakah item skala sudah jelas atau mudah dipahami maksudnya.

  B. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian dilakukan setelah surat ijin penelitian dari fakultas Psikologi USD, dengan nomor: 62b/ D/ Psi/ USD/ III/ 2003 oleh diterima bagian HRD PT MTG Yogyakarta dan disetujui. Data diambil dengan menyebarkan angket stres kerja dan somatisasi pada hari Kamis, tanggal 20 April 2006. Angket dikerjakan di rumah karyawan masing- masing agar tidak mengganggu produktivitas pabrik. Dari jumlah 100 angket yang disebar, hanya 80 angket yang berhasil dikembalikan karena adanya angket yang hilang. Hal ini dikarenakan banyak rumah karyawan yang roboh terkena bencana alam gempa bumi pada bulan Mei 2006 sehingga banyak angket yang hilang.

  C. Deskripsi Data Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 orang karyawan.

  Angket yang berhasil dikembalikan sebanyak 80 angket dengan pengisian angket yang telah memenuhi syarat untuk dianalisis karena angket terisi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lengkap dari segi identitas dan jawabannya. Subjek penelitian adalah 100 orang karyawati di bagian produksi yaitu baagian menjahit.

D. Analisis Hasil Penelitian

1. Uji Asumsi

  Sebelum melakukan analisis data untuk menguji hipotesis penelitian dilakukan uji asumsi untuk memeriksa apakah data yang terkumpul memenuhi syarat untuk sebuah korelasi yaitu adanya normalitas sebaran data penelitian dan lineritas hubungan anatara variabel penelitian.

  a. Uji Normalitas Sebelum melakukan analisis data, dilakukan pengujian apakah distribusi sebaran variabel bebas yaitu stres kerja dengan variabel tergantung yaitu somatisasi bersifat normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan program SPSS for Windows versi 10.0 dengan One Sample Kolmogorov – Smirnov Test. Dari uji normalitas diketahui bahwa sebaran kedua variabel adalah normal yaitu signifikan kedua variabel lebih besar dari 0.05 (p > 0.05 ).

  

Tabel 6. One Sample Kolmogorov – Smirnov Test

  tota totb N

  80

  80 Mean

  53.35

  82.73 Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  8.263 11.690 Most Extreme Differences Absolute

  .095 .127 Positive

  .095 .127 Negative

  • .053 -.087 Kolmogorov-Smirnov Z .849 1.138

  Asymp. Sig. (2-tailed) .467 .150

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pedoman pengambilan keputusan : 1). Nilai signifikansi (probabilitas) ≤ 0,05 ; distribusi data tidak normal

  2). Nilai signifikansi (probabilitas) ≥ 0,05 ; distribusi data normal Nilai probabilitas kedua variable penelitian berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov berdistribusi normal karena nilainya diatas taraf kepercayaan 0,05 yaitu pada variable somatisasi menunjukkan nilai 0,467 dan variabel stres kerja 0,150.

  b. Uji Linieritas Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui apakah skor variabel stres kerja dan variable somatisasi merupakan garis lurus atau tidak. Uji linieritas dilakukan dengan program SPSS for Windows versi 10. 0 dengan test for linearity. Dari uji linieritas diketahui bahwa hubungan antara kedua variabel adalah linier yaitu nilai p < 0, 05. Setelah dilakukan perhitungan menghasilkan F sebesar 16.707 dengan probabilitas 0, 000 ( p < 0, 05 ).

  

Tabel 7. Uji Linieritas

F Sig.

  Combined 1.761 .038 Linerity 16.707 .000 Stres kerja * Somatisasi Between Group Deviation from Linearity .1322 .190

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Uji Hipotesis

  Setelah syarat distribusi normal dan hubungan yang linier terpenuhi,

dilakukan uji hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan positif antara stres

kerja dengan somatisasi, digunakan analisis Korelasi Product – Moment dari

Pearson melalui program SPSS for Windows versi 10. 0. Hasil analisis

menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara variabel stres kerja

dengan somatisasi dengan koefisien korelasi ( r ) sebesar 0, 398 dengan p = 0, 000

( p < 0, 05 ). Taraf signifikansi diuji dengan menggunakan uji dua ekor. Arah

korelasi yang positif berarti semakin tinggi stres kerja maka semakin tinggi

somatisasi. Hasil ini menunjukan bahwa hipotesis yang menunjukan bahwa ada

hubungan positif antara stres kerja dengan somatisasi diterima.

  Koefisien determinasi ( r ) yaitu diperoleh dengan mengkuadratkan nilai r

adalah sebesar 0, 158. Hal ini berarti sumbangan efektif variabel independen yaitu

stres kerja terhadap variabel dependen yaitu somatisasi adalah sekitar 15,8 %,

sedangkan 84,2 % dipengaruhi oleh variabel lain.

  

Tabel 8. Hasil Uji Korelasi Product – Moment

Stres Kerja yang dilihat dari sumber stres Dengan Somatisasi

TOTA TOTB

  TOTA Pearson 1,000 ,398 Correlation

  Sig. (2-tailed) , ,000 N

  80

  80 TOTB Pearson ,398 1,000 Correlation

  Sig. (2-tailed) ,000 , N

  80

  80 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Variabel N R R Squared (r2) Signifikan

Stres kerja 80 0,398 0,158 p = 0,000 Somatisasi

80 E. Pembahasan

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara stres

kerja yang dilihat dari sumber stresnya dengan somatisasi pada karyawati PT.

  

MTG, Yogyakarta. Apakah benar ada hubungan atau korelasi antara stres kerja

yang dilihat dari sumber stresnya dengan somatisasi pada karyawan PT. MTG ? Hasil penghitungan dengan teknik korelasi Product – Moment dari

Pearson memperoleh nilai koefisien korelasi antara stres kerja sebagai variabel

bebas dengan somatisasi sebagai variabel tergantung, sebesar r = 0, 398 ( p < 0,

01). Koefisien tersebut memiliki makna ada hubungan positif yang signifikan

antara stres kerja yang dilihat dari sumber stresnya dengan somatisasi, yang

berarti bahwa semakin tinggi stres kerja yang dilihat dari sumber stresnya maka

semakin tinggi tingkat somatisasi yang dialami subjek penelitian. Hasil analisis

data penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan adanya hubungan

antara stres kerja dengan somatisasi pada karyawan PT. MTG, Yogyakarta

terbukti. Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan positif yang

signifikan antara stres kerja yang dilihat dari sumber stresnya dengan somatisasi

diterima.

  Dunia kerja memiliki sumber stres yang potensial dan lebih banyak

ditimbulkan oleh faktor eksternal seperti kondisi lingkungan fisik kerja yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

karyawan dengan atasan, adanya beban tugas yang memberatkan karyawan seperti

target produksi dan lain-lain. Subjek dari penelitian ini adalah karyawati pabrik

tekstil bagian produksi yaitu bagian menjahit , yang memiliki tugas yang relatif

lebih sulit dibandingkan dengan karyawan di bagian lain. Karyawan di bagian

produksi dihadapkan pada upaya pencapaian target produksi yang telah ditetapkan

oleh perusahaan, sehingga dapat dikatakan hidup matinya perusahaan juga

ditentukan oleh produktivitas karyawan bagian produksi.

  Banyaknya tekanan kerja yang dirasakan tidak seimbang dengan

kemampuan karyawan juga lingkungan kerja yang dirasakan tidak nyaman bagi

karyawan, yang menjadikan hal ini sebagai kondisi psikologis yang tidak

menyenangkan dan ancaman bagi karyawan itu sendiri dalam bekerja. Bila

seseorang menilai dirinya mampu mengatasi situasi dan kondisi tersebut, maka

situasi dan kondisi tersebut tidak dinilai sebagai stres.

  Jadi untuk menghadapi stres kerja yang berat, berupa tuntutan-tuntutan

kerja yang dinilai mengancam diri karyawan karena adanya kesenjangan

(discrepancy) antara tuntutan dengan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan

tersebut, karyawan menempuh cara strategi coping. Coping merupakan faktor

yang menentukan kemampuan manusia untuk melakukan penyesuaian terhadap

situasi yang menekan, berupa proses pemanfaatan tubuh untuk melindungi diri

dari tekanan psikologis dengan menggunakan keluhan sakit. Karyawan akan

segera mencari pertolongan medis untuk mendapatkan status sakit dan

menghindarkan diri dari kesulitan yang dihadapi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Proses terbentuknya somatisasi dimulai sejak kecil, khususnya dipelajari

orang-orang terdekat dalam kehidupan individu (Ford 1983). Setiap orang akan

menunjukkan perilaku yang berbeda dalam mempersepsi serta mengevaluasi

simptom-simptom fisik yang dialami.

  Liposwski (dalam Ford, 1983) mengkategorikan beberapa kemungkinan

yang dapat timbul pada diri seseorang dalam mempersepsi, mengevaluasi sakit

yang dialami terlepas dari penyakit yang sesungguhnya. Seseorang mungkin

menginterpretasikan penyakit sebagai suatu pembebasan. Sakit yang dirasakan

dapat diharapkan sebagai penangguhan harapan-harapan, tuntutan dan tanggung

jawab sosial.

  Kemungkinan lain, penyakit dapat pula dipandang sebagai suatu strategi

untuk mengatasi tuntutan hidup. Persepsi dan evaluasi ini akan menghasilkan

perilaku yang berbeda-beda yang akan mereka tampakkan berkaitan dengan

persepsi dan eveluasinya tersebut. Hal ini oleh Mechanic (dalam Ford 1983)

disebut sebagai perilaku sakit (illness behavior). Perilaku sakit sering pula tidak

dapat dipisahkan dari stres yang dialami individu.

  Gangguan somatisasi disebabkan oleh keluhan somatik yang kronik dan

terjadi berulangkali. Orang-orang dengan gangguan somatisasi percaya bahwa

mereka akan memberikan alas an yang panjang lebar untuk meyakinkan orang

lain tentang keadaan dirinya keluhan dalam gangguan somatisasi biasanya

digambarkan secara dramatis, tidak jelas dan dilebih-lebihkan.

  Menurut Sarasan dan Sarasan (1993) orang-orang yang somatisasi

terkesan tidak matang dan sangat mudah dirangsang. Ternyata tidak sedikit orang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

menggunakan somatisasi ini sebagai kebiasaan untuk menghindari masalah-

masalah dalam hidupnya, tugas dan tanggungjawab.

  Perilaku sakit dimulai dari persepsi seseorang dari symptom-simptom fisik

yang dialaminya, eveluasinya tentang tingkat keparahan symptom-simptom

tersebut dan berbagai tindakan yang dialaminya sebagai suatu strategi untuk

mengatasi tuntutan hidup.

  Hal-hal yang melekat pada peran sakit antara lain:

  a. Orang sakit dibebaskan dari kewajiban-kewajiban kemasyarakatan yang berlaku pada situasi normal dan umum b. Orang sakit tidak dapat disalahkan karena kondisinya, dia tidak dapat diharapkan untuk sembuh hanya dengan kekuatan sendiri dan dia harus dirawat oleh orang lain Bagaimanapun juga peran sakit kadangkala dapat digunakan untuk

memecahkan masalah-masalah tertentu dalam kehidupan, tetapi masyarakat tidak

dapat menerima gangguan emosional atau kesulitan dalam menghadapi masalah

hidup sebagai alasan untuk memainkan peran sakit.

  Menurut Meiwati (2002) hak-hak yang melekat pada peran sakit yaitu

dibebaskan dari kewajiban-kewajiban soial kemasyarakatan, misalnya masuk

sekolah atau bekerja dan tidak dapat disalahkan mengingat keterbatasan

kondisinya sehingga seseorang tidak diharapkan sembuh hanya dengan

kemauannya sendiri, tetapi harus mendapatkan perawatan dari orang lain.

Menurut Ford (1983) seseorang dapat mempelajari somatisasi sebagai salah satu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

cara melarikan diri dari tanggung jawab dari orang-orang terdekat seperti orang

tua dan saudara-saudaranya.

  Disini dapat disimpulkan bahwa proses terjadinya somatisasi karena

interpretasi sakit sebagai suatu pembebasan dan strategi untuk menghindarkan diri

dari stres kerja, masalah tuntutan-tuntutan hidup dan tanggung jawab. Dimulai

dari persepsi seseorang atas simptom-simptom fisik yang dialaminya. Karena

orang sakit dapat terbebas dari kewajiban-kewajiban sosial dan tidak dapat

disalahkan karena kondisinya. Shuval dkk (Ford 1983) mengatakan bahwa sakit

dapat digunakan sebagai alasan untuk membolos kerja dan lain-lain.

  Dalam penelitian ini ditemukan bahwa r² sebesar 0,158 yang berarti bahwa

stres kerja memiliki sumbangan efektif sebesar 15, 8% terhadap somatisasi.

  

Sedangkan 84, 2% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Harga ini mungkin

tidak terlalu besar tetapi hal ini dapat menjelaskan bahwa stres kerja cukup

memiliki peranan dalam memunculkan somatisasi. Namun stres kerja bukanlah

satu-satunya faktor yang berpengaruh terhadap somatisasi.

  Variabel lain yang berpengaruh menurut Ford (1983) adalah kepribadian,

kepercayaan diri, tekanan psikososial dan lainnya. Proses pemanfaatan tubuh

untuk melindungi diri dari tekanan psikologis merupakan salah satu bentuk

strategi coping. Individu menggunakan keluhan sakitnya sebagai cara mengatasi

masalah. Sakit sebagai cara pengatasan masalah digunakan individu yang

mempunyai pandangan yang rasional, yakni individu yang membutuhkan

penjelasan sebab akibat dan perbedaannya dengan keadaan normal (Cole &

Lejeneu dalam Ford 1983). Shuval dkk (Ford 1983) mengatakan bahwa sakit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

dapat digunakan sebagai alasan untuk membolos kerja dan lain-lain. Berdasarkan

uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa peran sakit digunakan seseorang

bila: 1). Lebih dapat diterima secara kultural

  2). Sistem dukungan sosial dirasakan tidak mencukupi 3). Individu merasa di bawah stres psikososial 4). Peran sakit memecahkan masalah pribadi 5). Individu kurang percaya diri 6). Menurunnya ketrampilan penyesuaian diri. Penelitian lain tentang hubungan stres kerja dengan somatisasi adalah

penelitian Wijaya (1991) yang menunjukkan kaitan erat antara stres kerja dan

somatisasi yang dialami wartawan surat kabar dan majalah. Disana dijelaskan

bahwa pola kerja wartawan yang menggunakan pola death line untuk mencari

berita yang dapat menyebabkan wartawan menggunakan alasan sakit (somatisasi)

untuk membolos kerja atau mangkir dari tanggung jawab kerja.

  Hasil penelitian ini mendukung pendapat Thurlow (dalam Ford 1983)

bahwa persepsi seseorang tentang lingkungan berhubungan erat dengan sejumlah

keluhan sakit. Misalnya individu yang bekerja pada lingkungan yang kurang

menyenangkan seperti bising, terlalu padat, pengap, kurang ventilasi akan mudah

mengartikan stresor tersebut sebagai stres yang akan diikuti dengan munculnya

keluhan sakit. Lingkungan kerja di PT MTG ini khususnya di bagian produksi

yang memiliki ruang kerja yang terlalu padat dan bising, yang mungkin dapat

menjadi sumber stres bagi karyawan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat dibuat adalah sebagai

  berikut:

  

1. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara stres kerja dengan

somatisasi pada karyawan-karyawati. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi stres kerja maka akan semakin tinggi somatisasi yang dirasakan

  

2. Sumbangan efektif stres kerja terhadap somatisasi pada karyawan-

karyawati adalah sebesar 15,8 %, ini berarti bahwa adanya sumbangan variabel stres kerja sebesar 15,8 % menunjukkan bahwa 15,8 % somatisasi pada karyawan-karyawati PT MTG dipengaruhi oleh stres kerja dan 84,2 % lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat diberikan saran sebagai berikut :

  1. Untuk PT. MTG Yogyakarta Agar tingkat somatisasi bisa ditekan maka perusahaan disarankan agar dapat menurunkan tingkat stres kerja yang dialami karyawati. Cara-cara yang ingin disarankan peneliti disini adalah hendaknya perusahaan :

a. Menyediakan semacam tempat untuk melampiaskan stres kerja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jepang. Disana karyawan dapat melakukan hal-hal yang mungkin tidak dapat dilakukan di tempat kerja seperti marah-marah dengan berteriak ataupun memaki-maki dan sebagainya.

  

b. Menyetel slow musik di perusahaan ketika karyawan istirahat.

  c. Mengusahakan agar sedapat mungkin menekan tingkat kebisingan yang terjadi pabrik.

  2. Untuk Peneliti selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang juga mengambil topik somatisasi, diharapkan juga dapat melihat faktor –faktor lain yang dapat menimbulkan

somatisasi seperti tekanan psikososial, dukungan sosial, dan budaya.

  Juga perlu diperhatikan variabel yang dapat mempengaruhi somatisasi / variable extranous, yang tidak ikut dikendalikan sehingga dapat mempengaruhi hasil penelitian, seperti jenis kelamin. Menurut Mechanic ( dalam Ford, 1983) bahwa wanita mempunyai kemungkinan mengalami somatisasi lebih besar daripada laki-laki karena wanita sangat rentan terhadap konflik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Bukan mjd “stressor” bg

  Sumber stres, faktornya :

  karyawan

   Tugas

  Penghayatan Subjektif

   Karakteristik peranSetting perilaku

  P.Primer P. Sekunder  Karakteristik lingkungan sosialKarakteristik lingkungan fisik

  Mjd “stressor”

  Lari dari

   Karakteristik individual bg karyawan

  “stressor”

  Karyawan bereaksi menjadi sakit dalam menghadapi sumber stres. Keadaan sakit secara fisik lebih nyata dan lebih diterima daripada sakit secara psikologis

  Semakin tinggi stres kerja pada Karyawan menjadi “sakit” Somatisasi timbul pada karyawan karyawan, maka semakin tinggi untuk melarikan diri dari dengan keluhan sakit kepala, sakit pula somatisasi yang dialami tanggungjawab dan dada, sakit perut, sakit pada saat karyawan pekerjaannya yang menstruasi dan kelelahan membuat stres

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

  

Ford, CV.1983. The Somatizing Disorders; Illness as A Way of Life, New York:

Elsevier Biomedical

Botzin, RR, Acocella,RJ, Alloy, BL. 1993. Abnormal Psychology Current

  Perspective .6 th ed. New York: McGraw

Comer, RJ.1992. Abnormal Psychology. New York: WH. Freeman and Company

  Lazarus, RJ. 1976. Pattern of Adjutment. Tokyo: McGraw-Hill Kogakhusa. Ltd

Dunnete, MD.(Ed). 1976. Handbook of Industrial and Organizational

Psychology . Rand McNally College Publihing Company, Chicago

  

Baskorowati, E. 1986. Studi Perbedaan tingkat Stress Kerja, Prestasi Kerja &

Kepuasan Kerja pada Kepribadian Tipe A & B pada karyawan menengah PT.

  Perkebunan XXI-XXII & XXIV-XXV (Persero) di Surabaya . Skripsi sarjana, Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta

Prawitasari, JE, Utami, MS dan Subandi 1987. Tes Kepribadian UGM. Laporan

Penelitian. UGM

Schneiders, A. 1964. Personal Adjustment and Mental Health. New York WW

Norton and Company

Wickramesekera. I. 1989. Somatizers, The Health Care System and Collapshing

the Psychological Distance That the Somatizers Has To Travel For Help .

  Profesional Psychology: Research and Practice, 20, 105-111

Cirillo, DJ. 1983. Coping With Causes of Stress in abnormated Workplace.

  Management Review. 12,25-39

Arsenault, A and Dolan, S. 1983. The Role of Personality, Occupation in

Understanding the Relationships between Job Stress Performance and Absenteeism . JOP, 56,227-240

  

Sheridan, CL. Radmacher, SA. 1992. Health Psychology; Challenging The

Biomedical Model , Canada : John Wiley & Sons, Inc.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Schuler, RJ. 1979. Managing Stress Means Managing Times, Personel Journal,

58(2)851-854

Cooper, C, Straw, A.1995. Stress Management Yang Sukses dalam Sepekan

(Terjemahan). Jakarta: Kesaint Blanc Indah Coorp.

Inayati, A.1996. Perbedaan Tingkat Stress Kerja pada Perawat yang

berketabahan Kepribadian antara Tipe A & B. Skripsi (Tidak diterbitkan) .

  Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.

MH, Agus. 1994. Stres Tanpa Distres: Seni Mengolah Stres. Yogyakarta:

Kanisius Anaroga, Pandji. 1992. Psikologi Kerja. Jakarta: PT RINEKA CITA

Anaroga, Pandji. 1995. Psikologi Industri dan Sosial. Jakarta: PT Dunia Pustaka

  Jaya th Luthans, F.(1992) Organizational Behavior.6 Ed. Singapore: McGraw-Hill.

  

Matteson, MT & JM Ivancevich. (1982). Managing Job Stress and Health. NY:

The Free Press.

Landy, FJ & DA Trumbo.(1980) Psychology of Work Behavior. Illinois: The

Dorsey Press.

Guilford, JP & B. Fruchter (1978). Fundamental Statistic in Psychology and

th Education . (6 Ed.) Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha. th

  

Greenberg, J & R.A. Baron. (1993). Behavior in Organization. 4 Ed. USA:

Allyn & Baron.

Cooper, C.L&R. Pane (Editor). (1991). Personality and stress: Individual

Diffrences in the Stress Process . NY: John Wilen & Sons.

Quick, JC&JD. Quick.(1984). Organizational Stres and Preventive Management.

  NY:McGraw-Hill. Beehr, T.A. 1995. Psychological Stres in Workplace. London: Routledge

Robbins, S.P. 1989. Organizational Behavior; Concept, Controversive and

th Applications. (4 ed). USA: Pretince-Hall Inc.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Prokop, C.K., Bradley, L.A.,Burish, T.G., Anderson, K.O. & Fox J.E. 1991.

  Health Psychology: Clinical Methods and Research. New York: Macmillan Publishing Company.

  Taylor, S.E. 1995. Health Psychology. (3

rd

ed). Singapore: McGraw Hill Int.

  Brehm, S.S. & Kassin, S.M. 1993. Social Psychology. (2 nd ed). Boston: Houghton Mifflin Company

  

Riggio, R.E. 1990. Introduction to Industrial / Organizational Psychology.

  London: Scats Foresman Inc.

Berry, L.M. Houston. S.P. 1993. Psychology at Work. USA: WMC. Brown

Communication, Inc.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LAMPIRAN – 1

Skala Stres Kerja dan Somatisasi (Ujicoba)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8 Kalau saya terserang diare, saya tidak panik Y T

  15 Dada saya sering sakit Y T

  14 Saya tidak mudah emosi Y T

  13 Tekanan darah saya terasa normal Y T

  12 Saya mengalami menstruasi secara teratur Y T

  11 Biasanya saya dapat tidur nyenyak Y T

  10 Pinggang saya sering merasa nyeri Y T

  9 Otot-otot saya masih terasa kuat Y T

  Skala 1

Di bawah ini terdapat beberapa pernyataan. Bacalah setiap pernyataan dan

pilihlah salah satu dari 2 pilihan jawaban yang paling sesuai dengan keadaan,

perasaan dan pikiran Anda, dengan memberi tanda silang (X), pada:

  Y = Ya T = Tidak

Bila ada jawaban yang salah lingkarilah dan isi jawaban dengan jawaban yang

baru. Jika sudah selesai, periksalah kembali. Jangan ada yang terlewati. Atas

kerjasamanya, saya ucapkan terimakasih. Selamat Mengerjakan.

  6 Saya tidak mengalami kesulitan ketika tidur malam Y T

  5 Saya jarang mengalami muntah-muntah Y T

  4 Jangan-jangan saya menderita kanker Y T

  3 Saya kurang sehat rasanya Y T

  2 Nafsu makan saya baik Y T

  1 Dada saya tidak terasa nyeri Y T

  Umur : Lama bekerja di pabrik : Jawaban No Pernyataan Ya Tidak

  7 Sering timbul kekhawatiran akan tekanan darah saya Y T

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33 Saya sering pusing Y T

  45 Pundak saya sering kaku Y T

  

44 Rasanya ada yang tidak beres dalam tubuh saya Y T

  43 Bermain-main merupakan selingan yang menyenangkan dalam hidup saya Y T

  

42 Biasanya saya dapat tidur nyenyak Y T

  

41 Saya sering bangun pagi dan berolahraga Y T

  40 Saya jarang merasa sedih Y T

  39 Saya jarang sakit Y T

  

38 Saya senang memperoleh perhatian dari dokter dan suster Y T

  

37 Sulit bernafas jarang saya alami Y T

  

36 Tiap bangun pagi saya merasa segar dan penuh semangat Y T

  

35 Tangan dan kaki saya sering pegal-pegal Y T

  34 Saya senang berolahraga Y T

  17 Pelipis dekat mata saya sering sakit Y T

  18 Kaki saya sering sakit Y T

  

31 Saya sering merasa lesu dan lelah Y T

  

30 Saya sering hilang semangat Y T

  29 Saya jarang sakit kepala Y T

  28 Hidup saya penuh gairah Y T

  

27 Pelipis saya sering berdenyut-denyut Y T

  26 Leher saya sering tegang Y T

  

25 Kaki dan tangan saya sering sakit Y T

  

24 Saya sering pusing kalau berfikir keras Y T

  23 Pencernaan saya jarang sekali terganggu Y T

  

22 Teman saya nampak lebih segar bugar dibanding saya Y T

  

21 Saya senang berjalan kaki atau jogging Y T

  

20 Saya sering khawatir dengan kesehatan saya Y T

  

19 Kuping saya sering berdengung Y T

  

32 Tanpa tahu sebabnya, badan saya lemas dan lunglai Y T

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  46 Detak jantung saya normal-normal saja Y T

  

47 Sering timbul keragu-raguan akan kesehatan saya Y T

  48 Lambung saya sering sakit Y T

  

49 Tenggorokkan saya sering tersekat Y T

  

50 Selama menstruasi saya tidak pernah merasa sakit Y T

  51 Saya sering buang air besar Y T

  52 Punggung saya sering sakit Y T

  

53 Kalau saya kena flu, saya segera ke dokter Y T

  54 Saya tidak mudah capek Y T

  55 Badan saya terasa selalu fit Y T

  

56 Kesehatan saya terjaga dengan baik Y T

  57 Saya sering mengalami Migrain (Sakit kepala sebelah) Y T

  

58 Kaki saya masih terasa kuat untuk bekerja seharian Y T

  

59 Saya selalu sarapan sebelum berangkat bekerja Y T

  

60 Ujung jari tangan dan kaki saya sering sakit Y T

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Skala 2

Di bawah ini terdapat beberapa pernyataan. Bacalah setiap pernyataan dan pilihlah salah satu dari 4 pilihan jawaban yang paling sesuai dengan keadaan, perasaan dan pikiran Anda, dengan memberi tanda silang (X), pada:

  SS = Sangat Sesuai S = Sesuai TS = Tidak Sesuai STS = Sangat Tidak Sesuai Bila ada jawaban yang salah lingkarilah dan isi jawaban dengan jawaban yang baru. Jika sudah selesai, periksalah kembali. Jangan ada yang terlewati. Atas kerjasamanya, saya ucapkan terimakasih. Selamat Mengerjakan.

  Umur : Lama bekerja di pabrik : No Pernyataan Jawaban SS S TS STS

  

1 Saya sangat bersemangat dalam bekerja karena adanya SS S TS STS

kesempatan untuk naik pangkat (ke jenjang karir) yang lebih tinggi

  

2 Saya merasa cemas karena peran saya yang tidak jelas di SS S TS STS

pabrik ini

3 Fasilitas yang saya peroleh dari perusahaan cukup memadai SS S TS STS

  

4 Saya merasa letih karena pekerjaan saya yang terlalu banyak SS S TS STS

di pabrik ini

  

5 Saya betah kerja lama karena ruang kerja di pabrik ini sangat SS S TS STS

menyenangkan

  

6 Saling menjatuhkan dalam menjalankan peran masing- SS S TS STS

masing sering terjadi antar karyawan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

7 Saya merasa tegang dalam bekerja karena suara mesin yang SS S TS STS

bising

  8 Saya tetap merasa nyaman bekerja di ruangan pabrik yang SS S TS STS sempit dan penuh dengan orang

  

9 Saya merasa dapat berkembang di pabrik ini karena saya SS S TS STS

ingin menerapkan ilmu yang saya miliki

  

10 Saya jarang ikut kegiatan di RT saya karena pada hari SS S TS STS

minggu pun saya lembur di pabrik

  

11 Saya tidak merasa jenuh ketika saya mendapatkan tugas SS S TS STS

yang sangat mudah

  

12 Saya cepat lelah karena ruang kerja saya yang sumpek SS S TS STS

  

13 Saya tidak merasa jenuh ketika saya mendapatkan tugas SS S TS STS

yang sangat mudah

  

14 Kekuasaan dan wewenang saya di pabrik tidak seimbang SS S TS STS

dengan tanggung jawab yang saya pikul

  

15 Saya merasa dikucilkan oleh teman sekerja SS S TS STS

  

16 Tanggung jawab yang harus saya pikul di pabrik ini saya SS S TS STS

rasa cukup memadai

  

17 Saya malas berhubungan dengan atasan karena sikapnya SS S TS STS

yang sombong terhadap karyawan

  

18 Walaupun tugas saya banyak namun saya tetap bisa SS S TS STS

berkonsentrasi

  

19 Saya rajin bekerja karena tanggung jawab kerja yang saya SS S TS STS

pikul jelas

  

20 Ruang kerja di pabrik memberi privasi yang layak seperti SS S TS STS

halnya saya bekerja di rumah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

21 Batas usia pensiun yang ditawarkan perusahaan tidak SS S TS STS

membebani kinerja saya

  22 Pengurangan fasilitas dan tunjangan kesejahteraan SS S TS STS karyawan tidak menggangu kinerja saya di kantor

  

23 Saya merasa gelisah ketika pabrik sedang dalam tahap SS S TS STS

kemerosotan

  

24 Sarana dan prasarana di kantor ini sangat kurang SS S TS STS

  25 Saya cepat merasa bosan dengan desain ruang kerja saya di SS S TS STS pabrik

  

26 Karena sering bekerja lembur, saya sebagai seorang ibu SS S TS STS

tidak sempat untuk mengajak anak-anak/ keluarga berekreasi

  

27 Walaupun saya mudah terserang penyakit, saya akan tetap SS S TS STS

bersemangat bekerja di pabrik ini

  

28 Saya merasa silau dengan cahaya lampu yang terlalu terang SS S TS STS

di pabrik

  

29 Batas usia pensiun yang ditawarkan perusahaan tidak SS S TS STS

membebani kinerja saya

  

30 Dikarenakan tidak sabar, saya sering dihadapkan pada SS S TS STS

masalah-masalah yang pelik dalam bekerja

  31 Semangat kerja saya meningkat karena ada hubungan yang SS S TS STS baik dengan teman kerja

  32 Saya tidak mampu berkonsentrasi karena pekerjaan saya SS S TS STS yang sangat sulit

  33 Saya merasa lebih cemas mengerjakan tugas saya, SS S TS STS dibandingkan dengan teman sekerja

  

34 Ruang kerja di pabrik memberi privasi yang layak seperti SS S TS STS

halnya saya bekerja di rumah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

35 Saya menjadi semangat bekerja karena ruang kerja pabrik SS S TS STS

yang apik

  36 Saya menjadi cemas karena dengan adanya rotasi pekerjaan SS S TS STS di pabrik

  

37 Saya sering melakukan kesalahan yang membuat pekerjaan SS S TS STS

saya tidak selesai pada waktunya

  

38 Peran yang saya terima di pabrik ini sering bertentangan satu SS S TS STS

sama lain sehingga membingungkan

  

39 Saya merasa senang atasan meminta pertimbangan saya SS S TS STS

dalam mengambil keputusan suatu tindakan

  

40 Saya merasa puas dengan posisi yang saya peroleh sekarang SS S TS STS

  

41 Saya tetap merasa tenang ketika bekerja dalam ruangan yang SS S TS STS

terlalu panas

  

42 Sirkulasi udara yang kurang sempurna membuat ruang kerja SS S TS STS

saya terasa panas

  

43 Saya merasa bingung dengan penilaian atasan terhadap hasil SS S TS STS

kerja saya

  

44 Saya merasa malas bekerja di pabrik ini karena saya tidak SS S TS STS

mempunyai pilihan pekerjaan lain

  

45 Kekuasaan dan wewenang saya di pabrik tidak seimbang SS S TS STS

dengan tanggung jawab yang saya pikul

  

46 Saya merasa malu dengan teman sekerja karena saya merasa SS S TS STS

tidak mampu mengerjakan tugas saya

  

47 Saya akan tetap semangat bekerja bila teringat gaji yang SS S TS STS

kecil

  48 Ada suasana kekeluargaan antara atasan dan bawahan di SS S TS STS perusahaan ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

49 Interaksi antar teman sekerja memperlihatkan semangat SS S TS STS

kerjasama yang baik

  50 PHK di pabrik menyebabkan munculnya stres pada diri saya SS S TS STS

  

51 Saya merasa tidak mempunyai peranan dalam setiap SS S TS STS

keputusan atasan yang menyangkut perusahaan

  

52 Saya merasa hubungan dengan atasan kurang terjalin SS S TS STS

kerjasama yang baik

  53 Kekuasaan dan wewenang saya di pabrik tidak seimbang SS S TS STS dengan tanggung jawab yang saya pikul

  

54 Saya ingin mencapai kemajuan dalam kerja saya SS S TS STS

  

55 Saya mudah kesal bila menghadapi pekerjaan yang sulit bagi SS S TS STS

saya

  56 Saya dapat bekerja dengan baik karena adanya dukungan SS S TS STS dari atasan

  

57 Masalah pribadi harus diabaikan selama bekerja di kantor SS S TS STS

  

58 Jika melihat keberhasilan orang lain, saya menemukan SS S TS STS

kekurangan pada diri saya

  59 Di pabrik ini ada hubungan yang baik antara pimpinan dan SS S TS STS bawahan

  

60 Tanggung jawab yang diberikan pabrik pada saya tidak SS S TS STS

memberatkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LAMPIRAN – 2

Data Stres Kerja & Somatisasi (Ujicoba)

  Data Stres Kerja b1 b2 b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 b11 b12 b13 b14 b15 b16 b17 b18 b19

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  28

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  27

  2

  2

  2

  3

  26

  2

  1

  4

  4

  30

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  1

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  29

  2

  4

  4

  4

  4

  1

  2

  2

  4

  4

  4

  1

  3

  4

  4

  4

  2

  1

  4

  4

  2

  4

  3

  1

  2

  1

  4

  4

  4

  23

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  22

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  25

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  24

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  31

  21

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  38

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  1

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  1

  4

  4

  37

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  40

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  39

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  1

  36

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  1

  3

  4

  3

  33

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  32

  3

  3

  1

  1

  4

  2

  3

  3

  35

  4

  1

  3

  3

  4

  1

  1

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  1

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  1

  4

  4

  4

  34

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  8

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  4

  7

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  10

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  1

  3

  4

  4

  2

  4

  2

  1

  3

  1

  4

  2

  9

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  4

  4

  6

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  5

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  4

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  2

  3

  1

  2

  3

  18

  2

  2

  3

  4

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  17

  3

  2

  2

  4

  16

  3

  2

  3

  3

  20

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  19

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  11

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  1

  4

  3

  13

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  4

  1

  4

  4

  12

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  15

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  14

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Stres Kerja b20 b21 b22 b23 b24 b25 b26 b27 b28 b29 b30 b31 b32 b33 b34 b35 b36 b37 b38

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  28

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  27

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  30

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  29

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  26

  31

  2

  4

  2

  4

  2

  4

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  23

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  22

  4

  4

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  25

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  24

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  38

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  2

  4

  4

  2

  4

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  37

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  40

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  39

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  36

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  33

  1

  1

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  32

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  35

  4

  4

  1

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  34

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  21

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  8

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  7

  3

  2

  3

  3

  6

  2

  3

  2

  3

  10

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  1

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  9

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  4

  3

  1

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  5

  3

  2

  1

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  4

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  11

  1

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  4

  3

  1

  3

  2

  18

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  17

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  20

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  19

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  16

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  13

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  12

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  15

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  14

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Stres Kerja b39 b40 b41 b42 b43 b44 b45 b46 b47 b48 b49 b50 b51 b52 b53 b54 b55 b56 b57

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  28

  4

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  27

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  1

  30

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  29

  4

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  4

  4

  2

  1

  2

  26

  31

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  4

  23

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  22

  3

  3

  1

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  25

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  24

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  38

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  37

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  40

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  39

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  36

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  33

  3

  3

  1

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  32

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  4

  3

  35

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  34

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  21

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  8

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  7

  3

  3

  3

  3

  6

  2

  3

  4

  3

  10

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  9

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  5

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  11

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  18

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  17

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  20

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  19

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  16

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  13

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  1

  4

  3

  1

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  12

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  15

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  14

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  3

  30

  4 3 159

  1

  29

  4 3 171

  4

  28

  3 3 164

  3

  27

  3 3 166

  26

  31

  4 3 174

  2

  25

  4 3 176

  2

  24

  3 3 175

  3

  23

  3 2 172

  4

  22

  2 3 158

  3

  3

  3 3 171

  1 3 143

  3

  40

  1 3 146

  3

  39

  3 3 180

  3

  38

  2 3 175

  3

  37

  3

  2 3 171

  36

  3 3 167

  3

  35

  2 3 176

  3

  34

  3 3 176

  4

  33

  3 3 173

  4

  32

  3 3 159

  Data Stres Kerja b58 b59 b60 totalb

  1

  6

  10

  4 3 172

  4

  9

  3 3 165

  3

  8

  3 3 154

  3

  7

  3 3 163

  3

  2 3 143

  4 3 178

  3

  5

  2 3 128

  1

  4

  2 2 132

  1

  3

  3 3 154

  3

  2

  3 3 184

  4

  4

  11

  3 3 149

  3

  3

  20

  3 3 165

  3

  19

  3 3 157

  3

  18

  2 4 147

  1

  17

  2 3 151

  16

  4

  3 3 167

  3

  15

  3 3 167

  3

  14

  3 3 161

  3

  13

  4 4 175

  2

  12

  4 3 179

  21

  Data Stres Kerja b1 b2 b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 b11 b12 b13 b14 b15 b16 b17 b18 b19

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  48

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  47

  2

  2

  2

  4

  46

  3

  3

  3

  50

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  49

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  41

  2

  2

  3

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  43

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  1

  3

  3

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  42

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  45

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  44

  3

  3

  4

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Stres Kerja b20 b21 b22 b23 b24 b25 b26 b27 b28 b29 b30 b31 b32 b33 b34 b35 b36 b37 b38

  41

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  48

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  47

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  50

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  49

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  46

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  43

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  1

  1

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  3

  42

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  45

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  44

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Stres Kerja b39 b40 b41 b42 b43 b44 b45 b46 b47 b48 b49 b50 b51 b52 b53 b54 b55 b56 b57

  41

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  48

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  47

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  50

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  49

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  46

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  43

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  1

  1

  3

  1

  3

  3

  42

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  45

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  44

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  3 3 166

  3

  50

  3 3 165

  3

  49

  3 3 158

  2

  48

  3 3 153

  3

  47

  2 3 157

  Data Stres Kerja b58 b59 b60 totalb

  41

  3 3 158

  2

  45

  3 3 158

  3

  44

  3 3 174

  3

  43

  3 3 169

  3

  42

  3 3 133

  3

  46

  Data Somatisasi

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  28

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  27

  1

  1

  1

  2

  26

  1

  1

  1

  2

  30

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  29

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  23

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  22

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  25

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  24

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  31

  21

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  38

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  37

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  40

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  39

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  36

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  33

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  32

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  35

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  34

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  a1 a2 a3 a4 a5 a6 a7 a8 a9 a10 a11 a12 a13 a14 a15 a16 a17 a18 a19

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  8

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  7

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  10

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  9

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  6

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  5

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  4

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  18

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  17

  2

  1

  2

  1

  16

  1

  2

  2

  2

  20

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  19

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  11

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  13

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  12

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  15

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  14

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Somatisasi

  a20 a21 a22 a23 a24 a25 a26 a27 a28 a29 a30 a31 a32 a33 a34 a35 a36 a37 a38

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  28

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  27

  1

  2

  1

  2

  26

  2

  1

  1

  1

  30

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  29

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  23

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  22

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  25

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  24

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  31

  21

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  38

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  37

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  40

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  39

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  36

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  33

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  32

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  35

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  34

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  8

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  7

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  10

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  9

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  6

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  5

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  4

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  18

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  17

  1

  2

  1

  2

  16

  2

  2

  1

  1

  20

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  19

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  11

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  13

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  12

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  15

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  14

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Somatisasi

  a39 a40 a41 a42 a43 a44 a45 a46 a47 a48 a49 a50 a51 a52 a53 a54 a55 a56 a57

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  28

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  27

  2

  2

  1

  1

  26

  2

  1

  1

  2

  30

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  29

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  23

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  22

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  25

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  24

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  31

  21

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  38

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  37

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  40

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  39

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  36

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  33

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  32

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  35

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  34

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  8

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  7

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  10

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  9

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  6

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  5

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  18

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  17

  2

  1

  1

  1

  16

  2

  2

  2

  1

  20

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  19

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  11

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  13

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  12

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  15

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  14

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Somatisasi

  a58 a59 a60 totala

  1

  1

  82

  28

  1

  1

  2

  83

  29

  1

  2

  2

  83

  30

  1

  1

  2

  83

  31

  2

  1

  27

  2

  1

  87

  23

  1

  1

  2

  88

  24

  2

  1

  72

  97

  25

  1

  1

  2

  88

  26

  1

  2

  2

  2

  98

  1

  2

  37

  1

  1

  2

  99

  38

  1

  1

  98

  2

  39

  1

  1

  1

  83

  40

  1

  1

  2

  82

  1

  32

  34

  2

  2

  1

  85

  33

  2

  1

  1

  81

  1

  1

  1

  2

  96

  35

  1

  1

  2

  76

  36

  2

  1

  1

  1

  1

  2 2 106

  8

  1

  1

  1

  72

  9

  1

  74

  1

  81

  10

  1

  2 2 103

  11

  1

  1

  1

  7

  1

  12

  87

  2

  2 2 105

  2

  1

  2 2 107

  3

  1

  1

  2

  4

  1

  1

  2 2 104

  5

  1

  1

  1

  76

  6

  1

  73

  1

  22

  88

  2

  2

  1

  87

  19

  2

  2

  1

  20

  87

  1

  2

  2

  99

  21

  1

  1

  2

  85

  18

  1

  1

  85

  2

  76

  13

  1

  2 2 102

  14

  1

  1

  2

  15

  1

  2

  2

  1

  89

  16

  1

  2 2 103

  17

  1

  84 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Data Somatisasi

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  48

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  47

  1

  1

  2

  1

  46

  1

  1

  1

  50

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  49

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  a1 a2 a3 a4 a5 a6 a7 a8 a9 a10 a11 a12 a13 a14 a15 a16 a17 a18 a19

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  43

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  41

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  42

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  45

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  44

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Somatisasi

  a20 a21 a22 a23 a24 a25 a26 a27 a28 a29 a30 a31 a32 a33 a34 a35 a36 a37 a38

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  48

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  47

  1

  2

  1

  2

  46

  2

  1

  1

  50

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  49

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  41

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  43

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  42

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  45

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  44

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Somatisasi

  a39 a40 a41 a42 a43 a44 a45 a46 a47 a48 a49 a50 a51 a52 a53 a54 a55 a56 a57

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  48

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  47

  2

  1

  1

  1

  46

  1

  1

  1

  50

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  49

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  41

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  43

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  42

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  45

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  44

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Somatisasi

  a58 a59 a60 totala

  1

  47

  1

  1

  2

  87

  48

  2

  2

  92

  1

  49

  1

  1

  1

  70

  50

  2

  2

  1

  2 2 102

  46

  41

  1

  1

  1 2 102

  42

  1

  1

  2

  84

  43

  2 2 103

  77

  44

  1

  1

  2

  88

  45

  1

  1

  2

  91 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan komunikasi persuasif pemimpin dengan efektivitas kerja karyawan Dinas Support pada PT. Telkom Kandatel Jember
0
3
113
Hubungan motivasi kerja dengan prestasi kerja karyawan bagian produksi pada PT. East West Seed Indonesia di Jember
0
3
82
Pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT.Sinar Antjol Tangerang
1
36
109
Hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja karyawan PT. Sampoerna Printpack, Cakung, Jakarta Timur
1
18
125
Hubungan antara sikap karyawan terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan produktivitas karyawan PT Toyotetsu Corporation
4
20
131
Hubungan persepsi keselamatan kerja dengan kecemasan terhadap bahaya kecelakaan dalam bekerja pada karyawan lapangan PT. Odira Energy Persada
0
3
173
Hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada atlet sepak bola profesional di klub persija
1
10
132
Hubungan antara masa kerja dan kebosanan dengan produktivitas kerja karyawan PT.TOA-Galva Industries
1
12
174
Hubungan stres kerja dan gaya kepemimpinan transaksional dengan kinerja karyawan Pt. XL Axiata Tbk
0
19
93
Hubungan antara tingkat keberagaman dengan produktivitas kerja karyawan PT. Metiska Farma
2
21
116
Hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan produksi PT.Cypress Adimulia
1
5
114
Pengaruh konflik dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT.Bayer Indonesia-Bayer Cropscience area Jawa Barat
0
15
1
Sistem pengolahan gaji karyawan di PT. Best Jeans Garment Industri : laporan hasil kerja praktek
0
10
50
Sistem pengolahan data gaji karyawan di PT. Best Jeans Garment Industri : laporan hasil kerja praktek
0
4
51
Hubungan antara stres kerja dan etos kerja dengan perilaku cyberloafing pada karyawan p.t. pln (persero) area Surakarta
3
3
19
Show more