Hubungan antara persepsi mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi - USD Repository

Gratis

1
0
184
11 months ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA TERHADAP PROFESI PSIKOLOG DENGAN MOTIF BERPRESTASI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S.Psi) Program Studi Psikologi

Oleh:

  V. Anindita Wedhasmara NIM : 029114063

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2007

  Motto Tariklah napas Hembuskan Tariklah napas sekali lagi Tersenyumlah Santailah Sampailah Dimana engkau berada Bersikaplah alami Terbukalah terhadap ketidakberdayaan Untuk menjadi Dan bukan melakukan Tinggalkan segalanya Biarkan pergi Nikmati sebentar Kenikmatan meditasi yang menakjubkan ini

  Lama Surya Das Hal yang paling berbahaya di dunia ini Adalah mengira bahwa engkau memahami sesuatu

  Lao Tsu

  

Skripsi dengan Judul

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA PSIKOLOGI

TERHADAP PROFESI PSIKOLOG DENGAN MOTIF

BERPRESTASI

  

Saya  persembahkan kepada

:  

 

  

 

Bapa di Surga

Bunda Maria

Bapak B. Widjokongko

  

Ibu Sri Budiastuti

Saudaraku Budi Baskara

Dan Malaikat kecilku Thea Novena

  

Serta semua nabi, mesias, avatar, budha dan sufi

yang telah menebarkan benih-benih kasih ke seluruh

penjuru dunia ini

       

 

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  

Dengan ini, saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Hubungan

Antara Persepsi Mahasiswa Psikologi Terhadap Profesi Psikolog Dengan Motif

Berprestasi” ini tidak memuat karya atau sebagian karya orang lain kecuali yang

telah saya sebut dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya

ilmiah Yogyakarta, 15 November 2007 Penulis,

V. Anindita Wedhasmara

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama :

  V. Anindita Wedhasmara Nomor Mahasiswa : 029114063

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma Terhadap Profesi

Psikolog Dengan Motif Berprestasi beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan

demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk

menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data,

mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk

kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya

selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 28 Februari 2008 Yang menyatakan ( V. Anindita Wedhasmara )

  

ABSTRAK

V. Anindita Wedhasmara (2007). Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa

  

Psikologi Terhadap Profesi Psikolog Dengan Motif Berprestasi. Yogyakarta:

Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Persepsi adalah cara individu dalam melihat, mengerti dan menafsirkan

dunia, berdasarkan kebutuhan dan pengalamannya masing-masing. Penafsiran

atau interpretasi yang dilakukan ini, pada akhirnya akan sangat mempengaruhi

individu dalam berperilaku dan mengambil keputusan. Berpijak dari kenyataan

tersebut, peneliti ingin melihat apakah persepsi mahasiswa psikologi terhadap

profesi psikolog akan berhubungan dengan motif mahasiswa tersebut untuk

berprestasi dengan lebih baik.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi

mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasinya.

Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas

Sanata Dharma Jogjakarta, yang berjumlah 60 orang. Metode yang digunakan

untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan skala, yaitu skala

persepsi terhadap profesi psikolog dan skala motif berprestasi, yang dibuat sendiri

oleh peneliti. Uji kesahihan butir dan reliabilitas skala penelitian menghasilkan

koefisien reliabilitas sebesar 0,952 untuk skala persepsi terhadap profesi psikolog,

dan sebesar 0,914 untuk skala motif berprestasi. Dari hasil tersebut terlihat bahwa

kedua skala penelitian ini valid dan reliabel.

  Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa sebaran data yang ada normal dan

mengikuti fungsi linier, sehingga data penelitian dapat dianalisis dengan

menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson. Koefisien korelasi

yang diperoleh adalah sebesar 0,706 dengan p = 0,000 atau p < 0,01. Dengan

demikian hipotesis penelitian ini, yang menyatakan bahwa ada hubungan positif

yang signifikan antara persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog

dengan motif berprestasinya, dapat diterima.

  Kata Kunci: Motif Berprestasi, Profesi Psikolog, Persepsi Mahasiswa Psikologi

  

ABSTRACT

V. Anindita Wedhasmara (2007). The Relationship between Psychology Student Perceptions in Psychologist Profession and the Achievement Motive.

  Yogyakarta: Faculty of Psychology of The Sanata Dharma University The perception is the human individual way to see, to understand, and to

estimate world based on the needs and experience. The human explanation or

interpretation is highly influence to the human attitude mainly in decision making.

Based on those realities, researcher wants to know, the connection between

psychology student perceptions on profession with student’s motivation for better

achievement.

  The aim of this research was to found the relationship between psychology

student perceptions in psychologist profession with achievement motive. The

subject of this research were 60 students from the Faculty of Psychology, Sanata

Dharma University, Yogyakarta. The collecting data technique used two scales,

which were the perception scale for perception in psychology profession and

achievement motive scale made by the researcher. The test of validity point and

research scale reliability generated reliability coefficient as big as 0,952 for

perception scale and 0,914 for achievement motive scale, so both scales were

valid and reliable.

  The product of assumption test showed normal distribution and linier

function. Furthermore, the data can be analyzed by Pearson’s Product moment

correlation technique. The coefficient correlation was 0.706 (p = 0.000 or < 0.01).

So the hypotheses that highly positive correlation between psychology student

perceptions in psychologist profession with the achievement motive was accepted.

  Key Word: Achievement Motive, Psychologist Profession, Psychology Student Perceptions

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Bapa di surga yang telah melimpahkan berkat kasih-

Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Tanpa

bimbingan-Nya, tentulah skripsi ini tidak akan tersusun dengan baik.

  Penulisan skripsi ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi

penulis, karena lewat penulisan ini penulis mendapatkan banyak sekali pelajaran

hidup yang sangat berharga. Maka dari itu, penulis ingin mengucapkan terima

kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan waktu, informasi, dan dukungan

hingga selesainya penyusunan skripsi ini, secara khusus kepada:

  

1. Bapak P. Eddy Suhartanto, S.Psi, M.Si, selaku Dekan Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberi kesempatan dalam penyusunan skripsi ini 2. Ibu Nimas Eki Suprawati, S.Psi, Psi selaku pembimbing skripsi, yang dengan teliti memeriksa dan senantiasa memberikan masukan demi kesempurnaan skripsi ini 3. Ibu Sylvia Carolina MYM., S.Psi, M.Si dan Ibu P. Henrietta PDADS., S.Psi,

M.Si yang telah memberikan masukan saat presentasi dan proses revisi.

  4. Ibu Titik S.Psi, Bapak Carolus Adi Nugroho, S. Psi dan Ibu A. Tanti Arini, S.Psi, M.Si selaku dosen pembimbing akademik

  

5. Bapak Y Agung Santoso, S. Psi dan Bapak Heri Widodo, S. Psi., M. Psi

yang telah memberikan masukan saat proses penulisan skripsi ini

6. Seluruh karyawan Fakultas Psikologi USD Yogyakarta; Ibu MB.

  Rohaniwati, Mas Gandung Widiyantoro, Mas P. Mujiono, Mas Doni, dan

Bpk Giyono yang dengan setia senantiasa melayani kami para mahasiswa

  

7. Bapak B. Widjokongko, Ibu MTH. Sri Budiastuti serta adikku Ch. Budi

Baskara, yang senantiasa memberiku kasih dan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini

  

8. Lebih dari siapapun, untuk Thea Novena, kekasih sekaligus sahabat

terbaikku, terimakasih untuk semuanya, semoga berkat dan kasih Bapa selalu membimbing setiap langkah hidupmu

  

9. Keluarga besar Gamelan Kidul; Bapak Andreas Tuwaji, Ibu Sri Susanti,

Mbak Lia dan Dik Theo terimakasih atas dukungan doa dan kasih yang besar, sehingga penulis dapat tetap bersemangat untuk menyelesaikan skripsi ini

  

10. Keluargaku di Jogja: Om Damar, Tante Ria, Tio dan Mbak Nem,

terimakasih untuk dukungan dan perhatiannya selama ini

  

11. Semua teman psikologi yang sudah meluangkan waktunya untuk mengisi

skala penelitian ini, terimakasih banyak

  12. Ibu Etik, Mba Endah, Mbak Lia dan Mas Andri, terimakasih atas bantuannya dalam pembuatan skala penelitian, Tuhan Memberkati

  13. Mas Uki Sadewa, guru serta pembimbing spiritualku, terimakasih untuk percikan api kesadarannya

  14. Teman-teman satu perjuangan di Asta Mistika: Nope, Ajenk, Asih, Aning, Wiwin, Usman, Nanok, Budi dan tak ketinggalan Ucil, kalian semua berkat bagiku, mari bersama berjalan menuju kesadaran! 15. Teman-teman di Alamanda: Gunawan, X-sun, Andimon, Ochin, Agus, Zoe, Tusta, Mas Anggi, Mas Snuwi dan Pak Kapten, Berkah Dalem

  16. Temen-teman di Geng Banyak: Tyas, Elen, Tika, Barjo, Arba, Desta, Lisna, dan Dedy, kalian teman pertamaku di psikologi, terimakasih ya

  

17. Temen-temen psikologi ‘02: Lita, Fista, Mitha, Lia, Tanti, Ian, Sani, Dimas,

Roni, Ronald, dll, matur sembah nuwun

  

18. Galih, Fika, Cahya, Echa, serta semua anak bimbingannya bu Nimas yang

lain, maju terus!

19. Temen-temen komunitas KRK: Sinug, Puri, Ajeng, Monik, dll, hidup KRK! 20.

  Para sahabat di Solo: Somad, Bagus, Mia dan Jacob, kasih yang aku rasakan lewat kehadiran kalian begitu besar, terimakasih ya, Gusti Mberkahi

  

21. Pak Joko, Yayank Tika serta Kang Hari, terimakasih atas berbagai suntikan

informasinya

  22. de Mello, Khrisna, Robbins, Das, Nietzche, Marx, Freud, Rowling, Stroud, Brown, Dee, Utami, Ellis, Gunawan, Tallis, Goleman, Gardner, serta semua penulis yang telah membakar dunia ini dengan karyanya, terimakasih! Yogyakarta,

  15 November 2007 Hormat saya,

  V. Anindita Wedhasmara

  

DAFTAR ISI

JUDUL ....................................................................................................................i

MOTTO ................................................................................................................. ii

PERSEMBAHAN ................................................................................................. iii

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................iv

ABSTRAK …........................................................................................................ v

ABSTRACT ......................................................................................................... vi

KATA PENGANTAR ......................................................................................... vii

DAFTAR ISI ........................................................................................................ x

DAFTAR BAGAN ............................................................................................. xiv

DAFTAR TABEL ............................................................................................... xv

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xvi

  

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................................... 10 C. Tujuan Penelitian .................................................................................... 10 D. Manfaat Penelitian ................................................................................... 11

BAB II LANDASAN TEORI .............................................................................. 12

A. Motif Berprestasi ...................................................................................... 12

  1. Pengertian Motif ................................................................................ 12

  d. Syarat-Syarat Terbentuknya Persepsi .......................................... 31 2. Profesi Psikolog ................................................................................. 32

  C. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa Psikologi Terhadap Profesi Psikolog Dengan Motif Berprestasi .......................................................46 D. Hipotesis ................................................................................................ 50

  b. Persepsi Mahasiswa Psikologi Terhadap Profesi Psikolog ..........39

  Mahasiswa Psikologi ....................................................................37

  3. Persepsi Mahasiswa Psikologi Terhadap Profesi Psikolog ...............37 a.

  Pengertian Profesi Psikolog ......................................................... 35

  a. Pengertian Profesi ........................................................................ 32 b.

  c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi ............................... 29

  2. Pengertian Motif Berprestasi .............................................................14 3.

  Aspek-Aspek yang Membentuk Persepsi .................................... 26

  a. Pengertian Persepsi ...................................................................... 23 b.

  Persepsi ............................................................................................. 23

  B. Persepsi Mahasiswa Psikologi Terhadap Profesi Psikolog .................... 23 1.

  4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motif Berprestasi ..................... 20

  Ciri-Ciri Individu yang Memiliki Motif Berprestasi Tinggi ............. 16

  

BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................... 52

A. Jenis Penelitian........................................................................................ 52

B. Variabel Penelitian ................................................................................. 52

C. Definisi Operasional Variabel Penelitian ............................................... 53

  1. Persepsi Terhadap Profesi Psikolog ................................................. 53

  2. Motif Berprestasi .............................................................................. 53 D. Subyek Penelitian .................................................................................... 54

  

E. Metode dan Alat Pengumpul Data ......................................................... 55

  1. Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog....................................... 56 2.

  Skala Motif Berprestasi.................................................................... 63

  

F. Pengujian Instrumen Penelitian.............................................................. 66

1.

  Uji Coba Alat Ukur ......................................................................... 66

  2. Uji Kesahihan Item Skala ............................................................... 67

  a. Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog ................................ 67 b.

  Skala Motif Berprestasi ............................................................. 69

  3. Uji Reliabilitas ................................................................................. 70 G. Teknik Analisis Data ............................................................................. 72

  

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 73

A. Orientasi Kancah Penelitian ................................................................... 73 B. Pelaksanaan Penelitian ........................................................................... 75

C. Hasil Uji Asumsi .................................................................................... 75

1. Uji Normalitas .................................................................................. 75

  2. Uji Linearitas .................................................................................... 76 D. Hasil Penelitian ........................................................................................ 77

  1. Data Penelitian ................................................................................... 77

  2. Uji Hipotesis ...................................................................................... 80 E. Pembahasan .............................................................................................. 82

  

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................... 90

A. Kesimpulan .............................................................................................. 90 B. Saran ........................................................................................................ 91

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 93

LAMPIRAN ......................................................................................................... 97

  DAFTAR BAGAN 1.

  Bagan 1: Bagan Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa Psikologi Terhadap

Profesi Psikolog Dengan Motif Berprestasi .................................................. 51

  DAFTAR TABEL 1.

  Tabel 1: Distribusi Item Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog Sebelum Uji Coba ................................................................................... 62

  2. Tabel 2: Skor Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog Berdasarkan Kategori Jawaban ............................................................... 63

  3. Tabel 3: Distribusi Item Skala Motif Berprestasi Sebelum Uji Coba ..... 65

  

4. Tabel 4: Skor Skala Motif Berprestasi Berdasarkan Kategori Jawaban... 66

  5. Tabel 5: Distribusi Item Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog Setelah Uji Coba ...................................................................................... 68

  

6. Tabel 6: Distribusi Item Skala Motif Berprestasi Setelah Uji Coba ........ 70

  

7. Tabel 7: Data Penelitian ........................................................................... 77

8.

  Tabel 8: Norma Kategorisasi Persepsi Terhadap Profesi Psikolog Dan Motif Berprestasi .............................................................................. 78

  

9. Tabel 9: Norma Kategorisasi Persepsi Tehadap Profesi Psikolog ........... 79

  

10. Tabel 10: Norma Kategorisasi Motif Berprestasi ..................................... 80

  DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A : SKALA UJI COBA PENELITIAN ...................................97

A1 : Skala Motif Berprestasi ......................................................97

  A2 : Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog ........................103

LAMPIRAN B : SKALA PENELITIAN .....................................................110

B1 : Skala Motif Berperstasi .....................................................110 B2 : Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog .........................115

  

LAMPIRAN C : DATA UJI COBA PENELITIAN ....................................121

C1 : Data Motif Berprestasi .......................................................121 C2 : Data Persepsi Terhadap Profesi Psikolog ..........................126

LAMPIRAN D : HASIL UJI RELIABILITAS .............................................131

D1 : Reliabilitas Motif Berprestasi ............................................131 D2 : Reliabilitas Persepsi Terhadap Profesi Psikolog ...............138

  

LAMPIRAN E : DATA PENELITIAN .........................................................146

E1 : Data Motif Berprestasi ........................................................146 E2 : Data Persepsi Terhadap Profesi Psikolog ...........................154

LAMPIRAN F : HASIL UJI ASUMSI ..........................................................162

F1 : Uji Normalitas .....................................................................162 F2 : Uji Linearitas .......................................................................163

  

LAMPIRAN G : HASIL UJI HIPOTESIS ......................................................164

LAMPIRAN H : SURAT IJIN PENELITIAN

  LAMPIRAN I : PROFESIONAL JUDGEMENT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Psikologi mempunyai sejarah perkembangan yang

  

cukup panjang. Pada mulanya disiplin ini menjadi satu dengan filsafat dan tidak

menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri sampai tahun 1879, ketika Wilhelm

Wundt mendirikan laboratorium psikologi yang pertama. Sebelumnya, setiap

observasi dan wawasan yang diasosiasikan dengan psikologi adalah bagian dari

ilmu filsafat. Pada akhir abad dua puluh kedua bidang ini terpisah, psikologi

keluar dari disiplin humaniora dan lebih memilih pindah ke disiplin ilmu sosial.

  

Era psikologi behaviorisme membuat garis pemisah yang semakin jelas antara

psikologi dan filsafat. Tokoh psikologi behaviorisme seperti John Watson dan B.

  

F. Skinner membawa segala pertanyaan mereka tentang kehidupan manusia ke

dalam laboratorium, lalu melakukan percobaan atasnya. Demikianlah akhirnya

psikologi secara resmi benar-benar terpisah dari filsafat, walau sebenarnya kedua

bidang tersebut tidak bisa dipisahkan secara mutlak karena keduanya mempunyai

objek pengamatan yang sama yaitu kodrat manusia (Marinoff, 2003).

  Setelah terpisah dari filsafat, psikologi mencoba mencari

jalannya sendiri, untuk menjawab pertanyaan mendasar tentang kodrat manusia.

  

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat berdampak juga

pada perkembangan ilmu psikologi. Psikologi telah banyak melahirkan teori-teori

tentang manusia. Ada tiga mazhab besar dalam psikologi, yaitu Psikoanalisis,

  

Behaviorisme dan Humanistik, yang masing-masing mempunyai cara pandang

berbeda tentang kodrat manusia (Rakhmat, 2001). Hal ini sebenarnya

menunjukkan kompleksitas manusia sebagai objek kajian psikologi. Terlebih di

era globalisasi seperti sekarang ini, permasalahan manusia menjadi semakin

kompleks. Ilmu pengetahuan bagaikan pisau bermata dua, karena disamping

membawa perubahan yang positif, kehadirannya juga menimbulkan banyak

permasalahan. Situasi seperti inilah yang semakin memicu perkembangan ilmu

psikologi sebagai salah satu alternatif solusi bagi permasalahan hidup manusia.

  Di Indonesia, psikologi merupakan salah satu disiplin ilmu yang masih terus berkembang. Disiplin ini, berdasarkan sistem pendidikan yang diatur oleh negara (SK Mendikbud no. 18/D/O/1993), terbagi menjadi dua kelompok profesi. Yang pertama dikenal dengan sebutan ilmuwan psikologi,

yaitu mereka yang berhak memberikan jasa psikologi namun tidak berhak atau

tidak berwenang dalam melakukan praktek psikologi di Indonesia. Sedang yang kedua dikenal dengan sebutan psikolog, yaitu mereka yang berhak dan

berwenang menjalankan praktek psikologi di wilayah hukum negara Republik

Indonesia (Widyanto dan Suhartanto, 2004). Para profesional dari kedua kelompok profesi psikologi inilah yang akan menentukan arah perkembangan ilmu dan penerapan psikologi di Indonesia.

  Selain peran dari para profesional psikologi, perkembangan ilmu dan penerapan psikologi juga menjadi tugas bagi mahasiswa psikologi.

  Kondisi profesi psikologi di masa yang akan datang akan sangat tergantung dari kualitas kinerja mahasiswa psikologi karena mahasiswa psikologi

  

merupakan calon psikolog atau ilmuwan psikologi itu sendiri. Demi

terwujudnya profesi psikologi yang berkualitas, maka setiap mahasiswa

psikologi harus memiliki motif berprestasi yang tinggi dalam dirinya. Motif

berprestasi merupakan usaha yang dilakukan individu untuk meraih sukses

atau prestasi yang berkualitas (Atkinson, 1957 dalam Jung, 1978). Motif

berprestasi menjadi penting karena tanpa adanya motif berprestasi yang tinggi

maka mahasiswa psikologi akan mengalami kesulitan untuk meraih

kesuksesan, baik itu dalam bidang akademik maupun dalam berbagai bidang

kehidupan yang lain.

  Dengan motif berprestasi yang tinggi, mahasiswa akan selalu

terdorong untuk terus belajar demi mencapai hasil yang optimal. Mereka tidak

akan ragu dalam menghadapi tantangan karena setiap tantangan akan

dipandang sebagai kesempatan untuk mengembangkan kualitas pribadi

mereka menjadi lebih baik. Di samping itu mahasiswa yang mempunyai motif

berprestasi tinggi biasanya juga memiliki ketertarikan yang besar terhadap

kompetisi, baik itu kompetisi dengan dirinya sendiri maupun kompetisi

dengan orang lain (McClelland, 1986). Semangat berkompetisi ini akan

mendorong para mahasiswa untuk memunculkan kemampuan terbaiknya,

sehingga prestasi belajar mereka juga akan semakin meningkat.

  Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa motif berprestasi

memiliki peran penting dalam meningkatkan prestasi belajar atau kinerja

mahasiswa psikologi. Maka dari itu menjadi sangat penting bagi setiap

mahasiswa psikologi untuk mengembangkan motif berprestasi yang positif

  

dalam dirinya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terbentuknya motif

berprestasi adalah persepsi. Dalam konteks penelitian ini, peneliti ingin

melihat apakah ada hubungan antara persepsi mahasiswa psikologi terhadap

profesi psikolog dengan motif berprestasi mereka. Peneliti memilih untuk

memfokuskan perhatian pada persepsi terhadap profesi psikolog, dan bukan

persepsi terhadap profesi ilmuwan psikologi, karena berdasarkan wawancara

terhadap beberapa mahasiswa dan dosen terlihat bahwa saat ini minat utama

sebagian besar mahasiswa psikologi adalah pada profesi psikolog. Hal ini

disebabkan karena profesi psikolog dapat menyediakan lapangan pekerjaan

yang lebih luas bila dibandingkan dengan profesi ilmuwan psikologi, sehingga

memudahkan anggotanya untuk memperoleh penghasilan finansial yang lebih

besar.

  Namun sebelum membahas tentang persepsi mahasiswa psikologi

terhadap profesi psikolog, terlebih dahulu peneliti akan memberikan gambaran

tentang kondisi profesi psikolog di Indonesia. Hal ini penting karena kondisi

tersebut memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap terbentuknya

persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog. Profesi psikolog

merupakan profesi yang bergerak dalam berbagai bidang kehidupan

masyarakat, seperti industri, pendidkan dan kesehatan (klinis). Walaupun

setiap bidang tersebut memiliki kondisi khusus, yang mungkin berlainan satu

sama lain, namun secara umum kondisi tersebut dapat dibagi menjadi dua,

yaitu kondisi yang mendukung perkembangan profesi psikolog (aspek positif)

dan kondisi yang menghambat perkembangan profesi psikolog (aspek negatif). Pada pembahasan kali ini peneliti akan memberikan gambaran umum tentang berbagai aspek positif dan negatif yang dimiliki oleh masing-masing bidang profesi psikolog tersebut.

  Salah satu aspek positif dari profesi psikolog di bidang industri adalah sudah semakin diakuinya peran psikolog dalam menangani masalah-

masalah ketenagakerjaan. Pemerintah sudah mulai memberikan kepercayaan

pada psikolog untuk membantu para calon tenaga kerja dalam memahami

potensi dirinya serta untuk memilih bidang pelatihan yang sesuai dengan

an aspek positif yang muncul

dalam bidang pendidikan adalah semakin banyaknya orang tua yang

menyadari peran penting psikolog dalam membantu mengatasi berbagai

permasalahan belajar anak. Pemahaman psikolog tentang kepribadian serta

modalitas belajar anak akan sangat membantu anak untuk dapat mencapai

prestasi belajar yang optimal. Sementara dalam bidang kesehatan,

perkembangan profesi psikolog sangat ditunjang oleh kondisi aktual seputar

kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Saat ini masyarakat Indonesia harus

berhadapan dengan berbagai permasalahan hidup yang cukup berat, yang

dapat menjadi faktor pemicu munculnya berbagai gangguan psikologis pada

masyarakat. Disinilah peran psikolog menjadi sangat dibutuhkan untuk

menjaga kesehatan mental masyarakat (Muhdi, dalam Kompas Maret 2007).

  Di samping berbagai aspek positif di atas, ada juga berbagai kondisi yang dapat menghambat perkembangan profesi psikolog di Indonesia.

  Sebagai contohnya, dalam bidang industri sering terjadi persinggungan antara psikolog dengan pekerja profesional yang lain, seperti praktisi hukum ataupun manajemen, yang biasanya menjadi rekanan dalam satu kelompok Human Research Development (HRD). Demikian juga dalam bidang pendidikan,

persinggungan sering terjadi antara psikolog dengan guru bimbingan

konseling di sekolah-sekolah. Menurut beberapa psikolog yang peneliti

wawancarai, persinggungan terjadi karena memang batasan kewenangan dari profesi ini masih belum begitu jelas. Sementara dalam bidang kesehatan, masalah yang muncul adalah masih banyaknya ahli-ahli terapi bukan psikolog yang memberikan jasa pelayanan psikologi. Jasa pelayanan psikologi tersebut biasanya terwujud dalam bentuk terapi-terapi psikologi, seperti salah satu yang paling banyak diminati adalah hipnoterapi. Saat ini hipnoterapi sudah

menjadi sebuah bisnis yang dapat dipelajari maupun dipraktekkan dengan

mudah oleh setiap orang tanpa harus mendalami kajian keilmuan psikologi secara formal (Kompas, 10 Desember 2006). Kondisi tersebut bila tidak segera diatasi tentu akan merusak citra psikolog di mata masyarakat.

  Berbagai kondisi seputar profesi psikolog di atas sangat berperan dalam membentuk persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi ini. Persepsi

adalah suatu proses dimana individu mengorganisasikan dan

menginterpretasikan stimulus dan pola-pola yang ada di lingkungan sehingga menjadi lebih berarti bagi individu yang bersangkutan (Atkinson, 1983).

Dengan kata lain persepsi adalah cara individu dalam memandang

lingkungannya, dimana individu berperan aktif untuk menginterpretasikan

stimulus berdasarkan pengalaman dan sikap-sikap yang relevan dengan

  

stimulus tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa persepsi bersifat sangat

subjektif. Stimulus yang sama dapat dipersepsikan secara berbeda oleh

individu yang berbeda. Demikian pula halnya dengan persepsi mahasiswa

terhadap profesi psikolog. Mahasiswa yang memilih untuk memfokuskan

perhatian pada aspek positif atau berbagai potensi yang dimiliki oleh profesi

psikolog untuk berkembang, tentu akan memiliki kecenderungan untuk

mempersepsikan profesi ini secara positif. Sebaliknya mahasiswa yang hanya

memfokuskan perhatian pada aspek negatif atau kelemahan-kelemahan yang

dimiliki oleh profesi psikolog, tentu akan memiliki kecenderungan untuk

mempersepsikan profesi ini secara negatif.

  Persepsi mahasiswa psikologi yang berbeda-beda terhadap profesi

psikolog ini akan berdampak pada terbentuknya motif berprestasi mereka

masing-masing. Hubungan antara persepsi dengan motif berprestasi itu sendiri

dijelaskan oleh McClallend dan Atkinson, yang menyatakan bahwa persepsi

individu terhadap suatu hal berperan dalam membentuk motif berprestasi

individu tersebut. McClallend dan Atkinson (1953, dalam Jung 1978)

menjelaskan bahwa persepsi dapat mempengaruhi motif berprestasi individu

karena persepsi sangat berperan dalam menentukan orientasi masa depan

individu tersebut. Dalam konteks penelitian ini persepsi mahasiswa psikologi

terhadap profesi psikolog akan sangat menentukan terbentuknya orientasi

masa depan mahasiswa tersebut, yaitu sebagai psikolog atau justru bukan

sebagai psikolog. Orientasi masa depan mahasiswa inilah yang pada akhirnya

akan berpengaruh terhadap terbentuknya motif berprestasinya.

  Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa secara teoritis persepsi

mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog sangat berpengaruh terhadap

terbentuknya motif berprestasi mereka. Berpijak dari logika berpikir ini,

peneliti melakukan wawancara dengan beberapa orang mahasiswa psikologi

untuk melihat gambaran umum persepsi mereka terhadap profesi psikolog dan

pengaruh persepsi tersebut terhadap motif berprestasi mereka. Hasil yang

didapat cukup bervariasi. Sebagian mahasiswa memiliki persepsi yang positif

terhadap profesi psikolog. Menurut mereka seiring dengan semakin

meningkatnya taraf kecerdasan masyarakat, penerimaan dan penghargaan

terhadap profesi psikolog juga akan semakin meningkat. Bahkan dalam jangka

waktu 5 – 10 tahun lagi terapi psikologi dapat menjadi bagian dari gaya hidup

masyarakat Indonesia.

  Persepsi yang positif terhadap profesi psikolog ini ternyata

berpengaruh terhadap meningkatnya motif berprestasi mahasiswa. Hasil

wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa yang mempersepsikan profesi

psikolog secara positif menjadi lebih bersemangat dalam belajar maupun

dalam menyelesaikan tugas akhir mereka. Mahasiswa-mahasiswa tersebut

memiliki kemauan yang kuat untuk segera menyumbangkan ilmu yang mereka

miliki secara nyata di dunia kerja. Bahkan beberapa dari mereka sudah mulai

mencoba untuk menerapkan ilmunya dalam berbagai bidang pekerjaan yang

memang terkait dengan dunia psikologi.

  Sementara itu beberapa mahasiswa psikologi yang lain ternyata

memiliki persepsi yang negatif terhadap profesi psikolog. Menurut mereka

  

profesi psikolog kurang mempunyai nilai jual dalam dunia kerja. Seorang

mahasiswa mengatakan bahwa saat ini psikologi sudah menjadi objek kajian

yang populer, sehingga setiap orang merasa mampu mempelajari dan

menerapkan ilmu ini dengan mudah. Mahasiswa tersebut memberikan contoh

semakin banyaknya buku-buku bertemakan psikologi yang ditulis oleh orang-

orang yang bukan psikolog, seperti motivator, ahli-ahli agama ataupun pelaku-

pelaku bisnis. Hal tersebut sebenarnya positif, namun bila tidak diimbangi

dengan munculnya penulis-penulis dari profesi psikolog itu sendiri, maka

penghargaan masyarakat terhadap profesi ini akan semakin rendah.

  Persepsi yang negatif terhadap profesi psikolog ini membuat para

mahasiswa tersebut menjadi kurang berorientasi pada keberhasilan studinya.

  

Hasil wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa yang mempersepsikan

profesi psikolog secara negatif menjadi kurang bersemangat dalam meraih

kesuksesan. Padahal semangat untuk meraih kesuksesan merupakan salah satu

ciri dari individu yang mempunyai motif berprestasi tinggi, sehingga dapat

dikatakan bahwa para mahasiswa tersebut memiliki motif berprestasi yang

rendah (Harditono dalam Harahap, 2002). Beberapa mahasiswa malah dengan

sengaja menunda-nunda proses pengerjaan skripsi karena merasa bingung

dengan masa depan mereka setelah lulus nanti.

  Berdasarkan analisis teori maupun wawancara di atas terlihat jelas

bahwa persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog sangat

berperan dalam menentukan kualitas motif berprestasi mereka. Berpijak dari

kenyataan tersebut peneliti tertarik untuk melihat dengan lebih jelas, korelasi seperti apa yang muncul antara persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi mereka.

  B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi pada mahasiswa psikologi.

  C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara persepsi terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi pada mahasiswa psikologi.

D. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoritis a.

  Menambah pengetahuan atau kepustakaan dalam bidang psikologi, khususnya yang menyangkut persepsi terhadap profesi psikolog dan hubungannya dengan motif berprestasi mahasiswa psikologi.

  2. Manfaaat Praktis

  a. Memberikan informasi atau pengetahuan bagi dosen psikologi akan pentingnya pembentukan persepsi yang positif terhadap profesi psikolog, demi meningkatkan motif berprestasi mahasiswa psikologi.

  b. Memberikan dorongan bagi dosen psikologi untuk menciptakan suatu kondisi pembelajaran yang dapat membuat persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog menjadi lebih positif.

BAB II LANDASAN TEORI A. Motif Berprestasi

1. Pengertian Motif

  Setiap individu dalam bertingkah laku akan dipengaruhi oleh faktor-faktor

tertentu yang menjadi sebab atau pendorong. Faktor pendorong inilah yang

disebut motif. Beberapa ahli memberikan pengertian yang berbeda antara motif

dan motivasi. Teevan dan Smith (1967, dalam Martaniah, 1984) menyatakan

bahwa motivasi adalah konstruksi yang mengaktifkan perilaku, sedangkan

komponen yang lebih spesifik dari motivasi yang berhubungan dengan tipe

perilaku tertentu disebutnya motif. Sedang Handoko (1992) mengartikan motif

sebagai suatu keadaan yang mengakibatkan individu bertingkah laku untuk

memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan tertentu. Sementara motivasi

merupakan motif yang telah menjadi perilaku konkret

  Sementara McClelland (1967, dalam Martaniah, 1984) menggunakan

istilah motif dan motivasi dalam arti yang sama. Menurut pendapatnya semua

motif diperoleh dari hasil belajar. Motif merupakan dorongan untuk berubah

dalam kondisi yang afektif, karena semua motif sebenarnya didasari oleh emosi.

  

McClelland berpendapat bahwa motif tidak dapat dilihat begitu saja dari perilaku,

karena motif tidak selalu seperti yang tampak, kadang-kadang malah berlawanan

dengan yang tampak.

  Menurut Martaniah (1982) motif selalu menjadi penyebab dari setiap

tingkah laku individu. Motif juga dikatakan sebagai sebuah konstruksi yang

  

potensial dan laten yang dibentuk oleh pengalaman-pengalaman yang secara

relatif dapat bertahan meskipun ada kemungkinan berubah, yang berfungsi

menggerakkan dan mengarahkan perilaku pada tujuan tertentu.

  Gerungan (1988) bependapat bahwa motif merupakan suatu pengertian

yang meliputi semua penggerak, alasan-alasan, dorongan-dorongan, hasrat,

keinginan dan tenaga penggerak lainnya yang berasal dari dalam diri individu

untuk melakukan sesuatu. Sedang McDonald (dalam Spillane dan Yudianti, 1987)

memberikan definisi tentang motif sebagai suatu perubahan tenaga di dalam diri

individu yang ditandai oleh dorongan afektif dan reaksi-reaksi dalam usaha

mencapai tujuan tertentu.

  Motif merupakan suatu alasan atau dorongan yang menyebabkan individu

melakukan tindakan tertentu (Handoko, 1992). Selanjutnya Handoko menjelaskan

bahwa berdasarkan asalnya, motif dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu:

  a. Motif Biogenetis Motif biogenetis merupakan motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan dasar organisme demi kelangsungan hidupnya secara biologis. Motif ini bersifat universal, artinya tidak terikat pada umur, jenis kelamin, suku, daerah dan lain-lain. Motif biogenetis juga tidak terikat pada lingkungan kebudayaan tempat individu hidup dan berkembang. Motif biogenetis meliputi motif lapar, haus, seks, bernafas dan istirahat. b.

  Motif Sosiogenetis Motif sosiogenetis berasal dari lingkungan kebudayaan tempat individu berada dan berkembang. Motif ini tidak tergantung pada keadaan fisiologis individu melainkan sebagai akibat dari interaksi dengan individu lain atau hasil kebudayaan. Dengan kata lain motif ini bergantung pada lingkungan. Salah satu motif yang termasuk motif sosiogenetis adalah motif berprestasi.

  Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa motif

adalah suatu keadaan atau dorongan yang berasal dari dalam individu yang

mengarahkan dan menggerakkan seseorang untuk bertingkah laku. Ada motif

yang dibawa sejak lahir seperti motif biogenetis dan ada pula motif sosiogenetis

yang adanya karena dipengaruhi oleh lingkungan yang dipelajari dan timbul

sebagai akibat dari interaksi individu dengan orang lain atau hasil kebudayaan

dimana individu tersebut berada dan berkembang.

2. Pengertian Motif Berprestasi

  McClelland (1953 dalam Martaniah, 1984) menggunakan istilah need for

achievement bagi motif berprestasi. McClelland mendefinisikan motif berprestasi

sebagai suatu usaha untuk mencapai sukses, yang bertujuan untuk berhasil dalam

kompetisi dengan suatu ukuran keunggulan. Ukuran keunggulan ini dapat berupa

prestasi yang diraihnya sendiri sebelumnya atau prestasi orang lain. Individu yang

mempunyai motif berprestasi tinggi akan mempunyai sikap yang positif terhadap

  

situasi berprestasi. Kesenangan yang didapatnya bukan berasal dari penghargaan

masyarakat melainkan dari kesuksesan yang berhasil ia raih.

  Sementara Heckhausen (1968 dalam Martaniah 1984) berpendapat bahwa

motif berprestasi merupakan usaha untuk meningkatkan atau mempertahankan

kecakapan pribadi setinggi mungkin dalam segala aktivitas dengan berpedoman

pada ukuran keunggulan atau patokan kualitas tertentu. Ukuran keunggulan

tersebut adalah kesempurnaan dalam mengerjakan tugas dan memperoleh hasil

(task oriented standard of excellend) , prestasi yang pernah dicapai di masa lalu

(self related standard of excellend) dan prestasi yang pernah dicapai orang lain

(other related standard of excellend) .

  Menurut Murray (dalam Martaniah, 1984), motif berprestasi adalah

dorongan untuk berprestasi, yaitu dorongan untuk mengatasi rintangan-rintangan

dan memelihara kualitas kerja yang tinggi, juga dalam bersaing melalui usaha-

usaha untuk melebihi prestasi yang dicapai sebelumnya dan untuk mengungguli

prestasi orang lain.

  Atkinson (1957, dalam Jung 1978) juga berpendapat bahwa motif

berprestasi merupakan salah satu aspek dari tingkah laku manusia yang berupa

usaha untuk mencapai sukses atau prestasi yang berkualitas. Motif berprestasi

adalah suatu disposisi usaha untuk sukses, dan merupakan motif dengan tendensi

untuk mendekat. Tendensi untuk mendekat tersebut disebut juga harapan akan

sukses. Individu dengan motif berprestasi tinggi, jika mempunyai tujuan, lebih

mengharapkan kesuksesan daripada kegagalan.

  Sementara menurut Usman S. Madina (1998), motif berprestasi adalah

usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan yang berupa prestasi atau

hasil yang optimal dengan patokan ukuran keunggulan tertentu, yang meliputi

kesempurnaan dalam menyelesaikan tugas, peningkatan dari prestasi yang pernah

dicapai sebelumnya dan pelampauan terhadap prestasi yang dicapai oleh orang

lain.

  Dari berbagai uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motif berprestasi

adalah suatu dorongan yang menggerakkan individu untuk mengembangkan

kualitas pribadinya setinggi mungkin, dengan cara melakukan usaha-usaha untuk

meraih kesuksesan, mengatasi rintangan, memelihara kualitas kerja yang tinggi

dan berkompetisi dengan suatu ukuran keunggulan tertentu.

3. Ciri-ciri Individu yang memiliki Motif Berprestasi Tinggi

  Bagi individu yang memiliki motif berprestasi, ada kemungkinan bahwa

individu tersebut akan lebih realistis terhadap dirinya sendiri dan terhadap prestasi

yang ingin diraihnya. Motif berprestasi tersebut membuat individu dapat

menyadari bahwa prestasi yang baik tidak dapat dicapai dalam waktu yang singkat

dan dengan cara yang mudah. Oleh karena itu secara mental individu harus lebih

berusaha dengan giat daripada mengharapkan nasib baik saja. Individu yang lebih

suka berusaha akan memiliki pikiran-pikiran yang mengarah ke masa depan dan

berpikir secara logis dibandingkan dengan individu yang kurang memiliki motif

berprestasi.

  Harditono (1979, dalam Madina 1998) menyatakan bahwa individu yang memiliki motif berprestasi tinggi mempunyai ciri-ciri : a.

  Berorientasi pada kesuksesan

  b. Lebih percaya diri dalam menghadapi tugas

  

c. Perbuatannya selalu terarah pada tujuan dan selalu berorientasi pada masa

yang akan datang d. Lebih menyukai tugas-tugas dengan tingkat kesulitannya sedang e.

  Tidak suka membuang-buang waktu

  f. Memiliki kemampuan yang lebih dari orang lain Sementara McClelland (1986), setelah menarik kesimpulan dari beberapa

teori tentang motif berprestasi, menyatakan bahwa ciri-ciri orang yang

mempunyai motif berprestasi tinggi adalah : a.

  Menjadi bersemangat sekali apabila unggul

  b. Menentukan tujuan secara realistis dan berani mengambil resiko c.

  Bertanggung jawab terhadap hasil dari pekerjaannya

  

d. Lebih memilih tugas yang menantang dan menunjukkan perilaku yang

berinisiatif e.

  

Menghendaki umpan balik yang konkrit dan cepat terhadap prestasi yang

telah dicapainya f.

  Bekerja tidak semata-mata untuk mendapatkan uang atau kekuasaan g.

  Motivasi yang penting bagi mereka :

  1. Melakukan pekerjaan yang membuat mereka puas 2.

  Mau menerima umpan balik terhadap kesuksesan maupun kegagalan

  3. Mempunyai peluang untuk tumbuh

  4. Melakukan sesuatu yang mempunyai tantangan tersendiri h. Dapat diandalkan dan sangat diperlukan dalam organisasi McClelland sendiri (1986), memberikan ciri-ciri individu yang memiliki motif berprestasi tinggi, yaitu :

  a. Memiliki tanggung jawab pribadi

  b. Inovatif c.

  Membutuhkan umpan balik terhadap hasil kerja

  d. Cenderung memilih tugas dengan tingkat kesulitan moderat McClelland juga berpendapat bahwa individu yang memiliki motif

berprestasi tinggi selalu penuh semangat dan penuh dengan kreatifitas. Mereka

selalu mencari cara untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dihadapinya dengan

lebih baik. Hal ini membuat individu yang memiliki motif berprestasi tinggi

cenderung dapat melakukan tugas-tugas yang memiliki tingkat kesulitan tinggi

dengan baik.

  Usman S. Madina (1998) mengemukakan bahwa individu dengan motif berprestasi tinggi akan mempunyai ciri-ciri, yaitu : a. Selalu berusaha mencapai sukses

  b. Memiliki pemikiran realistis c.

  Memiliki kepercayaan pada diri sendiri d.

  Selalu berusaha untuk melakukan dan menyelesaikan tugas sebaik-baiknya

  

e. Selalu berusaha untuk mengungguli prestasi yang diperoleh sendiri

sebelumnya maupun prestasi orang lain Dari berbagai pemaparan di atas dapat dilihat bahwa individu yang

memiliki motif berprestasi tinggi cenderung aktif, berani memperbaiki kesalahan

serta mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam dirinya. Untuk kepentingan

penelitian ini peneliti menggunakan kesimpulan yang dibuat Usman S. Madina,

karena dipandang mampu menggambarkan secara lebih jelas ciri-ciri individu

yang mempunyai motif berprestasi tinggi. Usman S. Madina menarik kesimpulan

berdasarkan beberapa teori tentang ciri-ciri individu dengan motif berprestasi

tinggi. Ciri-ciri individu yang memiliki motif berprestasi tinggi adalah :

a. Selalu berusaha untuk mencapai sukses, yaitu memiliki kemauan dan usaha

keras untuk mencapai kesuksesan atau menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik b.

Memiliki kepercayaan terhadap diri sendiri, yaitu perasaan berharga dan

percaya dari dalam diri individu atas kemampuannya untuk memperoleh keberhasilan c.

Memiliki antisipasi terhadap kegagalan, yaitu keinginan dan usaha untuk

mengatasi kegagalan dengan cara merencanakan tindakan dan mencari tahu tentang segala permasalahan yang akan dihadapi

  

d. Selalu berusaha untuk meningkatkan prestasi yang pernah dicapai sebelumnya, yaitu keinginan dan usaha untuk selalu mencoba memperbaiki atau mengungguli prestasi yang pernah dicapai sebelumnya e.

  

Selalu berusaha untuk mengungguli prestasi orang lain, yaitu kemauan dan

usaha untuk berkompetisi secara sehat demi mengungguli prestasi orang lain

f.

  

Mengusahakan kesempurnaan dalam penyelesaian tugas, yaitu kemauan dan

usaha untuk mengerjakan suatu tugas secara tuntas dan memuaskan

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motif Berprestasi

  McClelland dan Atkinson (1953, dalam Jung 1978) menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya motif berprestasi, seperti : a. Budaya Motif berprestasi yang dikembangkan individu tergantung pada kebudayaan tempat ia dilatih, dan pola tersebut serasi dengan nilai dan

harapan perilaku yang akan dihadapinya sebagai anggota di dalam komunitas

masyarakat tempat ia hidup.

  b. Reward dan Punishment Motif berprestasi individu dipengaruhi oleh besarnya penghargaan yang akan ia terima jika berhasil mencapai suatu standar prestasi tertentu, juga

konsekuensi yang akan ia terima jika gagal dalam mencapai standar prestasi

tersebut.

  c. Persepsi dan Orientasi masa depan Motif berprestasi dipengaruhi oleh gambaran masa depan atau cita-cita

yang ingin diwujudkan individu di masa yang akan datang. Di mana dalam hal

ini persepsi memegang peranan penting dalam mempengaruhi terbentuknya gambaran masa depan atau cita-cita dari individu tersebut.

  Sementara Heckhausen (1977, dalam Martaniah 1984) berpendapat bahwa

motif berprestasi dipengaruhi oleh harapan akan sukses atau yang sering disebut

sebagai tendensi untuk mendekat. Individu dengan motif berprestasi tinggi akan

digerakkan oleh pengharapan mereka untuk mencapai kesuksesan tertentu.

  

Sementara itu individu dengan motif berprestasi yang rendah cenderung

digerakkan oleh ketakutan mereka akan kegagalan. Mereka disebut individu

dengan tendensi untuk menjauh karena sebisa mungkin selalu berusaha untuk

menghindari kegagalan.

  McClelland (1986) juga berpendapat bahwa motif berprestasi seorang individu dipengaruhi oleh : a.

  Kemampuan Intelektual Semakin tinggi intelektualitas individu, akan semakin mudah bagi dirinya untuk menganalisa permasalahan, memberikan penilaian dan mencari pemecahan yang tepat dan efektif. Hal tersebut menyebabkan individu mempunyai keinginan untuk meraih kesuksesan, karena percaya bahwa dirinya mempunyai potensi yang besar untuk mencapainya.

  b. Pengalaman Pengalaman yang berhubungan dengan keberhasilan akan menimbulkan perasaan positif dalam diri individu, yang sangat berperan dalam membentuk kepercayaan dirinya untuk meraih keberhasilan. Sebaliknya pengalaman kegagalan akan menghambat pembentukan kepercayaan diri individu karena menimbulkan perasaan negatif dalam dirinya. c.

  Lingkungan Lingkungan, terutama keluarga, yang memberi kesempatan individu untuk mengembangkan dirinya akan sangat berperan dalam membentuk motif berprestasi individu.

  d. Situasi Latihan yang dirancang secara tepat terbukti dapat meningkatkan motif berprestasi individu yang mengikuti latihan tersebut.

  Atkinson (1964, dalam Parwitasari 2002) menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi motif berprestasi, yaitu : a. Situasional b.

  Resiko yang ditimbulkan sebagai akibat dari prestasi yang diperoleh

  c. Cita-cita yang mendasar d.

  Sikap terhadap kehidupan dan lingkungan

  e. Harga diri yang tinggi f.

  

Adanya rasa takut untuk sukses atau kecenderungan untuk menghindari

sukses g. Pengalaman yang dimiliki h.

  Kedisiplinan seseorang i. Potensi yang dimiliki Jadi sesuai dengan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa secara garis

besar motif berprestasi dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam

individu sendiri, seperti persepsi, orientasi masa depan, kemampuan intelektual,

  

kedisiplinan, dsb, serta faktor-faktor yang berasal dari luar individu tersebut,

seperti budaya, resiko, penghargaan serta latihan, dsb.

B. Persepsi Mahasiswa Psikologi Terhadap Profesi Psikolog

1. Persepsi a. Pengertian Persepsi

  Ada berbagai macam kajian tentang persepsi dalam psikologi. Menurut Walgito (1994), persepsi merupakan suatu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptor dimana stimulus yang diterima tersebut diteruskan ke otak sehingga individu menyadari apa yang diperolehnya melalui penginderaan tersebut. Persepsi penginderaan ini terjadi setiap saat, yaitu pada waktu individu menerima stimulus yang mengenai dirinya melalui alat indera. Alat indera ini merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Dengan persepsi individu dapat menyadari tentang keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya dan keadaan diri individu yang bersangkutan (Davidoff dalam Walgito, 1999).

  Rakhmat (2001) menyatakan persepsi sebagai suatu pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan cara menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Penafsiran atau interpretasi yang dilakukan selalu melibatkan faktor personal, seperti kebutuhan, pengalaman masa lalu maupun karakteristik individu yang memberikan respon. Pendapat tersebut sesuai dengan pernyataan Atkinson (1983) yang menjelaskan persepsi sebagai suatu proses dimana individu mengorganisasi

  

dan menginterpretasikan stimulus atau pola-pola dari lingkungan sekitarnya

sehingga menjadi lebih bermakna bagi individu tersebut. Dengan kata lain

persepsi adalah cara individu dalam memandang lingkungannya, dimana

individu berperan aktif untuk menginterpretasikan stimulus berdasarkan

pengalaman dan sikap-sikap yang relevan dengan stimulus tersebut. Hal ini

menjelaskan mengapa suatu stimulus yang sama dapat direspon secara

berbeda oleh masing-masing individu.

  Psikologi gestalt menjelaskan sifat subjektifitas persepsi melalui

sebuah konsep yang dikenal dengan sebutan DMZ (demilitarized zone), yaitu

suatu area kesadaran yang berisi prasangka atau prapenilaian terhadap dunia

dan orang lain. Konsep ini menjelaskan kecenderungan manusia untuk melihat

realitas bukan sebagaimana adanya tetapi hanya sebagaimana kelihatannya

(Schultz, 1991). Persepsi adalah apa yang dilihat manusia dengan mata

pikirannya, sehingga dengan mengubah persepsi maka realitas juga akan ikut

berubah, karena persepsi sebenarnya adalah realitas itu sendiri (Gunawan dan

Setyono, 2006).

  Gibson (1994) berpendapat bahwa persepsi merupakan suatu proses

kognitif yang membantu seseorang untuk menyeleksi, mengolah dan

menginterpretasikan stimulus menjadi gambaran yang bermakna dan koheren.

Dalam persepsi, stimulus dapat berasal dari luar maupun dari dalam diri

individu, dan sekalipun stimulusnya sama, jika kerangka acuannya berbeda,

maka ada kemungkinan hasil persepsi antara individu yang satu dengan yang

  

lain akan berbeda. Setiap orang akan mengartikan sendiri stimulus yang

diperolehnya.

  Sementara itu, Covey (1997) menggunakan istilah paradigma dalam

menjelaskan persepsi manusia. Paradigma adalah cara manusia dalam melihat,

mengerti dan menafsirkan dunia, yang secara sederhana dapat dianalogikan

sebagai peta. Peta ini sebenarnya adalah suatu mekanisme yang terletak pada

pikiran bawah sadar manusia, yang terbentuk dari pengalaman masa kecil dan

dipengaruhi oleh orang tua serta lingkungannya. Pada akhirnya peta tersebut,

dikenal juga dengan sebutan peta internal, akan mempengaruhi dan

menentukan kualitas hidup manusia, termasuk pikiran, perasaan serta

perilakunya (Covey, 1997, Gunawan dan Setyono, 2006).

  Fenomena persepsi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para ilmuwan

psikologi maupun bagi para pemerhati ilmu pengembangan diri sebagai objek

kajian dalam memahami perilaku manusia. Berbagai buku tentang

pengembangan diri atau yang lebih dikenal dengan sebutan self-help selalu

menempatkan persepsi sebagai kajian utama. Alasannya karena persepsi

merupakan kunci yang dapat digunakan untuk membuka gerbang perubahan

(Gunawan dan Setyono, 2006). Sebab salah satu cara yang paling cepat dan

efektif untuk mengubah perilaku individu adalah dengan mengubah persepsi

individu tersebut menjadi lebih positif terhadap diri maupun lingkungan

sekitarnya (Sobur, 2003).

  Berdasarkan pengertian mengenai persepsi di atas, maka dapat ditarik

kesimpulan bahwa persepsi adalah proses penerimaan stimulus melalui

  

pengindraan dimana stimulus yang diterima diorganisasikan, diinterpretasikan,

dan dinilai berdasarkan pengalaman subjektif individu sehingga menjadi

bermakna bagi individu yang mempersepsikannya. Penafsiran atau interpretasi

yang dilakukan itu selalu melibatkan faktor personal, seperti kebutuhan,

pengalaman masa lalu maupun karakteristik individu yang memberikan

respon. Persepsi ini pada akhirnya dapat mempengaruhi terbentuknya sikap

dan perilaku seseorang.

b. Aspek-Aspek yang Membentuk Persepsi

  Menurut Moskowitz dan Orgel (dalam Walgito, 1994), persepsi

merupakan proses yang integrated dari individu terhadap stimulus yang

diterimanya. Proses yang integrated adalah suatu proses dimana seluruh hal

yang ada dalam diri individu seperti perasaan, pengalaman, kemampuan

berfikir, kerangka acuan dan aspek-aspek lain yang ada dalam diri individu

akan ikut berpengaruh saat seseorang mempersepsi orang lain (Walgito,

1994). Jadi, dalam mempersepsi suatu stimulus, seluruh hal yang ada dalam

diri individu merupakan suatu kesatuan yang saling mempengaruhi.

  Filley, House dan Kerr (1976, dalam Spillane dan Yudianti 1987) mengidentifikasikan tiga aspek utama dalam proses persepsi, yaitu :

  1. Seleksi (screening) Seleksi adalah proses psikologis yang sangat erat hubungannya dengan pengamatan atas stimulus yang diterima dari luar. Meskipun stimulus dari luar tidak terhingga jenis dan

  

intensitasnya tetapi hanya sebagian kecil yang mencapai kesadaran

individu. Hal ini disebabkan adanya proses penyaringan oleh indera.

  2. Interpretasi Interpretasi adalah proses pengorganisasian informasi sehingga mempunyai arti bagi individu

  3. Tingkah laku

Tingkah laku adalah reaksi interpretasi dari persepsi

Menurut Peter dan Olson (1999), aspek persepsi terdiri dari :

  1. Cipta (Kognitif) Aspek kognitif mengacu pada tanggapan mental atau

pemikiran. Fungsi utama dari kognitif adalah menginterpretasikan,

memberi makna dan memahami aspek utama pengalaman pribadi

individu sehingga terbentuklah persepsi. Aspek kognitif ini meliputi : a. Pengertian Berfungsi untuk menginterpretasikan atau menetapkan arti aspek khusus dari lingkungan individu.

  b. Penilaian Berfungsi untuk menetapkan apakah suatu aspek lingkungan atau perilaku pribadi individu adalah baik atau buruk, positif atau negatif. c.

  Perencanaan Berfungsi untuk menetapkan bagaimana memecahkan suatu permasalahan atau tujuan.

  d. Penetapan Berfungsi untuk membandingkan alternatif pemecahan suatu masalah dari sudut pandang sifat yang relevan dan mencari alternatif yang terbaik.

  e.

  Berpikir Aktivitas kognitif yang muncul di sepanjang proses di atas.

  2. Rasa (Afektif) Afektif mengacu pada tanggapan perasaan. Perasaan

merupakan salah satu unsur persepsi. Hal ini dikarenakan perasaan

yang ada dalam diri individu akan menentukan persepsi yang

terbentuk. Jika individu memiliki perasaan yang positif terhadap

suatu objek maka kemungkinan dia akan memiliki persepsi yang

positif juga. Sebaliknya, jika individu memiliki perasaan yang

negatif terhadap suatu objek maka kemungkinan dia akan memiliki

persepsi yang negatif. Ada empat jenis tanggapan yang afektif,

yaitu : a.

  Emosi, misalnya cinta, gembira, marah.

b. Perasaan tertentu, misalnya kehangatan, penghargaan, kepuasan.

  c.

  Suasana hati, misalnya santai, tenang, bosan, sedih. d.

  Evaluasi, misalnya suka, tidak suka, menikmati, jelek. Dari teori-teori yang diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa

terdapat beberapa aspek yang membentuk persepsi yaitu aspek seleksi,

interpretasi dan tingkah laku, dimana dalam proses terbentuknya ketiga aspek

tersebut dipengaruhi oleh komponen kognitif maupun afektif dalam diri

individu.

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi

  Persepsi individu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Rakhmat (2001)

mengatakan bahwa persepsi ditentukan oleh dua faktor yaitu faktor fungsional

dan faktor situasional. Faktor fungsional adalah kebutuhan, pengalaman masa

lalu dan hal-hal lain yang bersifat personal, seperti kepercayaan, nilai dan

kebiasaan individu. Faktor situasional adalah segala hal yang menyangkut

objek persepsi atau informasi-informasi mengenai stimulus yang meliputi

penampilan fisik, perilaku verbal maupun perilaku non verbal.

  Dua hal penting dari faktor fungsional yang mempengaruhi persepsi

individu adalah nilai dan kepercayaan. Nilai adalah sesuatu yang dipandang

individu sebagai hal yang penting atau berharga. Nilai merupakan dasar

terbentuknya suatu kepercayaan. Sedang kepercayaan itu sendiri adalah

komponen kognitif dari faktor sosiopsikologis yang dapat bersifat rasional

atau irrasional (Hohler, 1978, dalam Rakhmat, 2001). Dengan kata lain

kepercayaan merupakan penerimaan akan kebenaran sesuatu atau penerimaan

oleh pikiran bahwa sesuatu adalah benar atau nyata, yang seringkali didasari oleh perasaan pasti yang bersifat emosional atau spiritual (Ensiklopedia Encarta, dalam Gunawan dan Setyono, 2006). Kepercayaan memberikan perspektif pada manusia dalam mempersepsi kenyataan, memberikan dasar bagi pengambilan keputusan dan menentukan sikap terhadap objek sikap (Rakhmat, 2001).

  Sementara Walgito (1994) menjelaskan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi persepsi seorang individu, yaitu:

  1. Keadaan individu sebagai perseptor Keadaan individu sebagai perseptor adalah faktor-faktor yang ada di dalam diri perseptor itu sendiri, seperti pikiran, perasaan, sudut pandang, pengalaman masa lalu, daya tangkap, taraf kecerdasan, serta harapan dan dugaan perseptor.

  2. Keadaan objek yang dipersepsi Keadaan objek yang dipersepsi adalah karakteristik-karakteristik yang

ditampilkan oleh objek baik yang bersifat fisik, psikis maupun suasana.

  Seorang ahli yang lain, Siagiar (1989), berpendapat bahwa secara umum ada tiga faktor yang mempengaruhi persepsi individu, yaitu :

  1. Diri individu yang bersangkutan itu sendiri Apabila individu melihat sesuatu dan berusaha memberikan interpretasi tentang apa yang dilihatnya, ia dipengaruhi oleh karakteristik individual yang turut berpengaruh seperti sikap, kepentingan, minat, pengalaman dan harapannya.

  2. Sasaran persepsi tersebut Sasaran bisa berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya.

  3. Faktor situasi Persepsi harus dilihat secara kontekstual yang berarti dalam situasi di mana persepsi itu timbul perlu mendapatkan perhatian. Situasi merupakan faktor yang turut berperan dalam penumbuhan persepsi individu.

  Dari beberapa penjelasan di atas dapat dilihat bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya persepsi individu. Berbagai penjelasan tersebut pada intinya menyebutkan bahwa persepsi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal atau segala hal yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, dan faktor eksternal atau segala hal yang berasal dari luar diri individu tersebut.

d. Syarat-Syarat Terbentuknya Persepsi

  Agar individu dapat menyadari dan mengadakan persepsi, ada beberapa syarat yang perlu untuk dipenuhi (Walgito, 1994) yaitu :

  1. Ada objek yang dipersepsi Objek akan menimbulkan terbentuknya stimulus yang kemudian diterima oleh alat indera. Stimulus yang datang dari luar langsung mengenai alat indera. Sementara stimulus yang datang dari dalam

langsung mengenai syaraf penerima, yang bekerja sebagai alat indera.

  2. Alat indera atau reseptor Reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus, di samping itu harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran, dan sebagai alat respon diperlukan syaraf motoris.

  3. Perhatian Untuk menyadari atau mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian yang merupakan langkah pertama yang harus dilakukan individu sebagai suatu persiapan dalam mengadakan persepsi.

2. Profesi Psikolog

a. Pengertian Profesi

  Kata “profesional” berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian, seperti guru, dokter, hakim dan lain sebagainya. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana, 1988).

  Seorang profesional mempunyai loyalitas terhadap profesinya melebihi loyalitas terhadap individu lain, seperti rekan kerja ataupun pimpinan (Robbins, 1997). Mereka mempunyai kekuatan dan komitmen jangka panjang terhadap keahlian, pekerjaan dan profesinya. Seorang profesional juga selalu

  

meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti perkembangan pengetahuan

terbaru yang sesuai dengan keahliannya.

  Brandeis (1933, dalam Koehn 2000) memberi ciri-ciri profesi sebagai :

pekerjaan yang pada awalnya memerlukan pelatihan, sifatnya harus

intelektual, yang menyangkut pengetahuan dan sampai tahap tertentu

kesarjanaan, yang berbeda dari sekedar keahlian, sebagaimana terbedakan dari

kecakapan semata; pekerjaan itu dikerjakan sebagian besar untuk orang lain

dan bukan hanya demi diri sendiri saja; dan imbalan uang tidak diterima

sebagai ukuran keberhasilan.

  Menurut Samana (1994) ciri-ciri jabatan profesional adalah : 1. Bagi para pelakunya secara nyata (de facto) dituntut berkecakapan kerja (berkeahlian) sesuai dengan tugas-tugas khusus serta tuntutan dari jenis jabatannya.

  

2. Kecakapan atau keahlian seorang pekerja professional bukan sekedar

hasil pembiasaan atau latihan rutin yang terkondisi, tetapi perlu didasari oleh wawasan keilmuan yang mantap.

  

3. Pekerja professional dituntut berwawasan sosial yang luas, sehingga

pilihan jabatan serta kerjanya didasari oleh kerangka nilai tertentu (bukan ikut-ikutan), bersikap positif terhadap jabatan dan perannya dan bermotivasi serta berusaha untuk berkarya sebaik-baiknya.

  

4. Jabatan profesional perlu mendapatkan pengesahan dari masyarakat atau negaranya, dalam hal ini pendapat serta tolok ukur yang dikembangkan oleh organisasi profesi sepantasnyalah dijadikan acuannya.

  Suatu profesi selalu terkait dengan pekerjaan atau aktivitas kerja

tertentu. Kerja merupakan suatu usaha yang dilakukan manusia untuk

memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedang profesi dapat diartikan sebagai suatu

jenis pekerjaan yang memiliki karakteristik dan keahlian tertentu yang

membedakannya dengan jenis pekerjaan lain (Noviyanti, 2004).

  Dalam setiap profesi terkandung 4 aspek khusus dari pekerjaan

(Samana, 1994). Aspek-aspek ini akan sangat berpengaruh pada cara pandang

atau persepsi individu terhadap suatu profesi tertentu. Aspek-aspek tersebut

adalah:

  1. Aspek Sosial Merupakan aspek yang menggambarkan hubungan suatu profesi dengan masyarakat luas, serta nilai atau kedudukannya dalam masyarakat

  2. Aspek Ekonomi Merupakan aspek yang menggambarkan tingkat kesejahteraan suatu profesi dalam bentuk uang atau pendapatan materiil

  3. Aspek Profesional Merupakan aspek yang menggambarkan kualitas suatu profesi dari besarnya peran dan tanggung jawab yang dimilikinya

  4. Aspek Kondisi Kerja Merupakan aspek yang menggambarkan keadaan atau situasi dalam pekerjaan yang dialami oleh suatu profesi Secara khusus Spillane dan Yudianti (1987) menjelaskan bahwa ada

beberapa hal yang dimiliki oleh setiap profesi, yang pada akhirnya akan

mempengaruhi persepsi individu terhadap profesi tersebut. Beberapa hal

tersebut adalah: pengabdian suatu profesi pada masyarakat, pandangan

masyarakat terhadap suatu profesi, relasi sosial atau interpersonal dari suatu

profesi, tingkat penghasilan finansial dari suatu profesi, tanggung jawab suatu

profesi, tantangan kerja, pengembangan kemampuan profesional dan

kreatifitas suatu profesi, serta waktu luang yang dimiliki oleh suatu profesi

tertentu (Spillane dan Yudianti, 1987).

  Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa profesi

merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian yang khas

dari para anggotanya. Keahlian yang khas tersebut tentunya tidak dimiliki oleh

para anggota profesi lain, sebab keahlian dan ketrampilan yang dimilliki oleh

suatu profesi merupakan hasil pendidikan dan pelatihan yang terencana.

b. Pengertian Profesi Psikolog

  Menurut Kode Etik Psikologi Indonesia, psikolog adalah Sarjana

Psikologi yang telah mengikuti pendidikan tinggi psikologi strata 1 (S1)

dengan kurikulum lama (Sistem Paket Murni) Perguruan Tinggi Negeri

(PTN); atau Sistem Kredit Semester (SKS) PTN; atau Kurikulum Nasional

  

(SK Mendikbud No. 18/D/O/1993) yang meliputi pendidikan program

akademik (Sarjana Psikologi) dan program pendidikan profesi (Psikolog); atau

kurikulum lama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sudah mengikuti ujian

negara sarjana psikologi; atau pendidikan tinggi psikologi di luar negeri yang

sudah mendapat akreditasi dan disetarakan dengan psikolog Indonesia oleh

Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

(Depdikbud RI). Sarjana Psikologi dengan kriteria tersebut dikenal dengan

sebutan psikolog, serta mempunyai hak dan wewenang untuk melakukan

praktek psikologi di wilayah hukum Negara Republik Indonesia (Widyanto

dan Suhartanto, 2004).

  Praktek psikologi adalah kegiatan yang dilakukan oleh psikolog dalam

memberikan jasa atau praktek kepada masyarakat dalam pemecahan masalah

psikologis yang bersifat individual maupun kelompok dengan menerapkan

prinsip psikodiagnostik. Dalam memberikan jasa atau praktek psikologi

psikolog berkewajiban mengutamakan dasar-dasar ilmiah dan profesional.

Sikap profesional dapat diwujudkan dengan senantiasa berpijak pada

pengetahuan yang diperoleh secara ilmiah dan profesional ketika melakukan

kegiatan pendidikan dan kegiatan profesional lainnya.

  Sikap profesional seorang psikolog juga ditandai dengan perilaku

mempertahankan dan meningkatkan keahlian dan kompetensi kerjanya.

  

Psikolog yang terlibat dalam asesmen, terapi, pengajaran, penelitian,

konsultasi organisasi maupun kegiatan professional lainnya harus

mempertahankan dan meningkatkan derajat keilmuannya. Upaya tersebut bertujuan untuk memperbaharui segala informasi ilmiah dan profesional mereka agar sesuai dengan perkembangan ilmu psikologi itu sendiri (Widyanto dan Suhartanto, 2004). Kesediaan psikolog untuk mempertahankan keahliannya secara bertanggung jawab ini mencerminkan sikap profesional mereka terhadap profesinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Robbins (1997, dalam Noviyanti 2004) yang menyatakan bahwa seorang profesional mempunyai komitmen jangka panjang terhadap profesinya, sehingga sudah menjadi kewajiban mereka untuk meningkatkan pengetahuan dengan cara mengikuti perkembangan keilmuan terbaru sesuai dengan bidang keahlian mereka.

  Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa profesi psikolog adalah suatu jabatan atau pekerjaan dengan keahlian yang khas dalam bidang psikologi, dimana keahlian tersebut diperoleh melalui proses pendidikan yang berlandaskan pada wawasan keilmuan psikologi, selama jenjang periode tertentu. Seseorang yang telah memenuhi kriteria tersebut dikenal dengan sebutan psikolog, dan yang bersangkutan berhak serta berwenang untuk melakukan praktek psikologi di wilayah hukum Negara Republik Indonesia.

3. Persepsi Mahasiswa Psikologi Terhadap Profesi Psikolog a. Mahasiswa Psikologi

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi. Untuk kepentingan penelitian ini fokus

  

perhatian terbatas pada mahasiswa psikologi Strata 1 (S1), yang biasanya

mempunyai rentang usia antara 18-25 tahun. Usia tersebut termasuk dalam

tahap perkembangan dewasa dini, dimulai pada umur 18 tahun sampai kira-

kira umur 40 tahun. Masa dewasa dini merupakan periode penyesuaian diri

terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru.

Penyesuaian diri menjadikan periode ini suatu periode yang khusus dan sulit

dalam rentang kehidupan seseorang (Hurlock, 1980). Terlebih bagi

mahasiswa, penyesuaian diri terhadap harapan-harapan sosial membuat

pandangan mereka terhadap suatu hal menjadi tidak stabil. Mereka masih

sangat terbuka terhadap ide-ide atau pemikiran-pemikiran baru, yang mungkin

bertentangan dengan berbagai pandangan yang sudah baku. Kondisi ini

membuat penelitian tentang mahasiswa menjadi menarik karena pandangan

maupun perilaku mereka akan sulit untuk diprediksi.

  Secara umum pengertian dari psikologi adalah ilmu yang mempelajari

tingkah laku manusia, atau ilmu yang mempelajari gejala-gejala jiwa manusia.

  Kata psikologi pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1600-

an untuk mengacu pada pembicaraan tentang jiwa. Psikologi pada awalnya

merupakan sebuah cabang metafisika yang berhubungan dengan konsep

tentang jiwa. Karena para ahli jiwa mempunyai penekanan yang berbeda,

maka definisi yang dikemukakan juga berbeda-beda (Wilcox, 2001).

  Ahmadi (1998) mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan

yang mempelajari semua tingkah laku dan perbuatan individu, dalam mana

individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkungannya. Sementara

  

Wilcox (2001) mendefinisikan psikologi sebagai sebuah cabang ilmu

pengetahuan yang mempelajari tingkah laku, pikiran dan proses-proses mental

dalam diri manusia.

  Maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa psikologi adalah orang

yang belajar di perguruan tinggi, yang secara khusus mempelajari tingkah

laku, pikiran dan proses-proses mental manusia dalam interaksinya dengan

lingkungan sekitarnya. Mahasiswa psikologi adalah calon psikolog ataupun

ilmuwan psikologi yang nantinya diharapkan dapat mengembangkan wawasan

keilmuan maupun penerapan psikologi di Indonesia.

b. Persepsi Mahasiswa Psikologi Terhadap Profesi Psikolog

  Persepsi adalah proses menyeleksi, mengolah, menyimpan dan

menginterpretasikan stimulus sehingga menjadi suatu gambaran yang

bermakna bagi individu. Penafsiran atau interpretasi yang dilakukan ini selalu

melibatkan dua faktor, yaitu faktor personal dan faktor situasional (Rakhmat,

2001). Faktor personal merupakan berbagai bentuk kebutuhan, pengalaman

masa lalu dan karakteristik pribadi dari individu. Sedang faktor situasional

adalah karakteristik yang dimiliki oleh suatu stimulus atau objek persepsi itu

sendiri, yang mungkin tidak dimiliki oleh objek persepsi yang lain.

  Perls, dalam kajian psikologi gestalt, mengemukakan bahwa persepsi

terkait erat dengan konsep DMZ (demilitarized zone). DMZ merupakan suatu

area kesadaran yang berisi prasangka atau prapenilaian terhadap dunia dan

orang lain. Konsep ini mengemukakan tentang kecenderungan individu untuk

  

melihat realitas bukan sebagaimana adanya melainkan sebagaimana

kelihatannya. Cara pandang terhadap realitas ini pada akhirnya akan sangat

menentukan segala keputusan maupun tindakan yang dilakukan oleh individu

tersebut (Schultz, 1991).

  Dari penjelasan di atas terlihat bahwa persepsi mempunyai peran yang

penting dalam kehidupan manusia. Dalam konteks penelitian ini, peneliti

tertarik untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya persepsi mahasiswa

psikologi terhadap profesi psikolog. Persepsi mahasiswa psikologi terhadap

profesi psikolog ini tentu tidak dapat dipisahkan dari kondisi aktual seputar

profesi psikolog itu sendiri. Hal ini disebabkan karena kondisi seputar profesi

psikolog tersebut merupakan suatu bentuk karakteristik yang khas dari profesi

psikolog itu sendiri. Maka dari itu sebelum membahas lebih lanjut tentang

persepsi terhadap profesi psikolog, peneliti akan memberikan gambaran secara

umum tentang kondisi seputar profesi psikolog di Indonesia.

  Saat ini kondisi profesi psikolog di Indonesia sudah cukup baik. Ada

beberapa hal positif yang dapat mendorong perkembangan profesi ini, salah

satu diantaranya adalah semakin besarnya pengakuan pemerintah terhadap

peran psikolog. Suhartono SH, Kasubdin Penempatan Pengembangan Tenaga

Kerja Mandiri, menyatakan bahwa profesi psikolog sangat berperan dalam

mengembangkan sumber daya manusia Indonesia, termasuk para calon tenaga

kerja, untuk menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini. Psikolog dapat

membantu calon tenaga kerja untuk memahami potensi dirinya, memilih

bidang pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kemampuannya, serta

  

untuk mengembangkan bidang pekerjaan yang tepat bagi dirinya

  Di samping itu, bentuk lain dari dukungan pemerintah terhadap profesi

psikolog terlihat dari digalakkannya program psikolog masuk puskesmas.

  

Beberapa psikolog yang peneliti wawancarai menyatakan bahwa program

tersebut berpotensi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran

psikolog, sehingga stigma seputar profesi ini secara perlahan dapat diperbaiki.

Bila program ini dapat terus dijalankan, maka akan ada kemungkinan dalam

lima sampai sepuluh tahun mendatang terapi psikologi dapat menjadi bagian

dari gaya hidup masyarakat modern. Karena seiring dengan berkembangnya

modernitas, kebutuhan masyarakat terhadap psikolog juga akan semakin

meningkat. Hal ini disebabkan karena masyarakat modern adalah masyarakat

terapeutik, sehingga merupakan suatu kewajaran bila setiap orang memiliki

terapis pribadi (Marinoff, 1999).

  Selain kedua faktor di atas, hal lain yang mendukung perkembangan

profesi psikolog adalah semakin tingginya pemahaman masyarakat tentang

peran psikolog dalam dunia pendidikan. Psikolog berperan penting untuk

membantu anak-anak yang mengalami permasalahan atau hambatan dalam

belajar, untuk dapat mengembangkan dirinya menjadi lebih baik. Pemahaman

yang mendalam tentang kepribadian serta pengetahuan tentang berbagai

macam modalitas belajar, akan sangat membantu psikolog dalam

mengkondisikan situasi belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anak.

  

Melalui situasi belajar yang nyaman dan menyenangkan ini, prestasi belajar

anak akan dapat ditingkatkan secara optimal.

  Uraian di atas menunjukkan beberapa hal positif, yang dapat

mendukung perkembangan profesi psikolog di Indonesia. Namun di samping

itu terdapat juga beberapa permasalahan seputar profesi psikolog yang dapat

menghambat perkembangan profesi ini di Indonesia. Diantaranya adalah

belum jelasnya peraturan hukum yang mengatur tentang batasan kewenangan

dari profesi psikolog di Indonesia. Berdasarkan wawancara yang peneliti

lakukan terhadap beberapa psikolog, diketahui bahwa dalam dunia kerja

sering terjadi benturan antara psikolog dengan pekerja profesional yang lain.

  

Sebagai contoh di bidang industri, dalam lingkup kerja Human Research

Development (HRD), tugas yang seharusnya menjadi kewenangan seorang

psikolog dapat dikerjakan oleh orang dari profesi lain seperti hukum dan

manajemen. Alasan yang biasa dikemukakan adalah bahwa ilmu psikologi

terapan mudah untuk dipelajari, sehingga siapa saja dapat mengerjakannya

dengan mudah.

  Hal yang sama juga terjadi dalam bidang kesehatan. Seorang psikolog

yang penulis wawancarai mengatakan bahwa peran psikolog sebagai tenaga

kesehatan dianggap kurang begitu penting. Sering terjadi kerancuan antara

kewenangan psikolog dengan psikiater dalam menangani pasien. Kondisi ini

diperparah oleh kurangnya perhatian pemerintah terhadap eksistensi profesi

psikolog sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit. Berdasarkan Keputusan

Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Jabatan Fungsional bagi Tenaga

  

Kesehatan terlihat bahwa ternyata profesi psikolog tidak dimasukkan sebagai

salah satu tenaga kesehatan yang diakui oleh pemerintah (Kompas, 26 April

2007). Hal ini berarti bahwa semua psikolog yang bekerja di rumah sakit dan

bidang kesehatan lain tidak masuk dalam jabatan fungsional tenaga kesehatan.

  

Padahal apa yang dilakukan psikolog di rumah sakit sama dengan yang

dilakukan tenaga kesehatan lainnya. Tugas psikolog memberikan terapi untuk

menyembuhkan pasien tidak berbeda dengan tugas-tugas yang dilakukan

tenaga kesehatan lainnya, yang diakui sebagai tenaga fungsional (Mursid,

dalam Kompas 26 April 2007).

  Di samping itu masuknya teknik-teknik terapi psikologi baru yang

lebih populer seperti hipnoterapi dan Neuro Linguistic Programing (NLP),

juga dapat menghambat perkembangan profesi ini di bidang kesehatan.

Fenomena tersebut sebenarnya positif karena dapat memperluas wawasan

keilmuan psikologi maupun menambah jumlah alternatif terapi yang bisa

digunakan. Dampak negatif dari fenomena ini adalah hampir sebagian besar

dari praktisi ilmu terapi tersebut bukan psikolog. Kebanyakan dari mereka

mendapatkan sertifikasi dari berbagai pusat pelatihan di luar negeri. Mereka

bukan psikolog namun dapat memberikan jasa pelayanan psikologi dengan

memanfaatkan sertifikat yang mereka peroleh, walaupun sebenarnya mereka

tidak mendapatkan pengakuan secara resmi dari Himpunan Psikolog Indonesia

(HIMPSI).

  Meskipun demikian, beberapa praktisi bukan psikolog ini juga

mempunyai kompetensi yang tidak kalah dibandingkan dengan psikolog.

  

Beberapa diantara mereka merupakan penulis yang aktif dalam menuliskan

buku-buku bertemakan psikologi. Banyak juga dari mereka merupakan terapis

yang sudah teruji kehandalannya. Para praktisi ini juga menawarkan program-

program pelatihan bagi masyarakat awam untuk bisa menjadi seorang terapis,

dan karena tingkat keberhasilan mereka tinggi masyarakat banyak yang

menjadi tertarik untuk mengikuti pelatihan tersebut (Gunawan, 2006). Kondisi

ini akan berpotensi menurunkan nilai profesi psikolog di mata masyarakat,

karena dengan demikian setiap orang dapat menjadi seorang terapis dengan

cara yang relatif mudah.

  Sedang dalam bidang pendidikan, batasan kewenangan yang belum

jelas menyebabkan terjadinya persinggungan antara profesi psikolog dengan

profesi guru, dalam hal ini guru bimbingan konseling, di sekolah.

Persinggungan dapat terjadi karena kedua jenis profesi ini memang

mempelajari bidang kajian yang sama yaitu tentang penerapan ilmu psikologi

dalam pendidikan atau pengajaran di sekolah. Di samping itu, kurangnya

aturan hukum yang mengatur batasan kewenangan profesi psikolog juga

terlihat dari maraknya buku-buku tes psikologi yang dijual bebas di pasaran.

Sebagian besar dari buku-buku tersebut ditulis oleh orang-orang di luar profesi

psikologi. Hal ini sebenarnya tidak diperbolehkan karena melanggar prinsip

kerahasiaan dari alat tes tersebut, yang mana dampaknya dapat merugikan

berbagai pihak.

  Selain beberapa hal di atas, faktor lain yang dapat mempengaruhi

persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog adalah pemberitaan

  

media. Majalah Psikologi Plus edisi November 2006, secara jelas

menunjukkan pendapat bernada negatif dari beberapa tokoh motivator atau

trainer tentang hubungan antara ilmu atau terapi yang mereka terapkan dengan

psikologi. Salah satunya adalah Khrisnamurti yang menyatakan bahwa “ Kami

belajar memanfaatkan lampu yang sudah menyala, sedangkan psikologi

belajar bagaimana lampu menyala”, yang mana dapat diinterpretasikan bahwa

psikologi terlalu menekankan teori sehingga kurang memperhatikan praktek.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Tung Desem Waringin yang

menyebutkan bahwa ilmu psikologi lebih banyak mengajarkan pada

mahasiswanya hal-hal yang bersifat teori dan kurang mengajarkan praktek,

sehingga ilmunya kurang bisa diterapkan secara langsung (Psikologi Plus,

November 2006).

  Berbagai kondisi seputar profesi psikolog di atas dapat mempengaruhi

persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog. Persepsi mahasiswa

psikologi terhadap profesi psikolog merupakan suatu proses atau cara yang

dilakukan mahasiswa psikologi dalam menginterpretasikan atau memaknai

profesi psikolog berdasarkan pengalaman atau karakteristik pribadi mereka

masing-masing. Dalam penelitian ini secara khusus peneliti menggunakan

empat aspek pekerjaan untuk melihat persepsi mahasiswa psikologi terhadap

profesi psikolog. Aspek-aspek tersebut adalah aspek sosial, aspek ekonomi,

aspek profesional dan aspek kondisi kerja (Samana, 1994).

  Cara mahasiswa psikologi dalam memaknai dan menginterpretasikan

aspek-aspek tersebut tentu akan sangat terkait erat dengan fokus perhatian mereka pada berbagai kondisi seputar profesi psikolog itu sendiri. Mahasiswa yang memilih untuk memfokuskan perhatian mereka pada berbagai hal positif yang dimiliki oleh profesi psikolog, tentu akan mengembangkan persepsi yang positif terhadap profesi ini. Demikian sebaliknya, mahasiswa yang memilih untuk memfokuskan perhatian pada berbagai permasalahan seputar profesi psikolog, tentu akan mempersepsikan profesi ini secara negatif.

  

C. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa Psikologi Terhadap Profesi

Psikolog Dengan Motif Berprestasi Mahasiswa psikologi adalah calon psikolog yang diharapkan dapat

mengembangkan penerapan ilmu psikologi di Indonesia. Kualitas seorang

mahasiswa psikologi selain ditentukan oleh faktor pengajaran dan pemberian

materi perkuliahan yang tepat, juga ditentukan faktor internal dalam dirinya

sendiri yaitu motif berprestasi. Dalam terbentuknya, motif berprestasi dapat

dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah persepsi individu

(McClallend dan Atkinson, 1953 dalam Jung 1978). Melalui penelitian ini secara

khusus penulis ingin melihat apakah terdapat hubungan antara persepsi mahasiswa

psikologi terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi mereka.

  Secara teoritis hubungan antara persepsi dengan motif berprestasi itu

sendiri melibatkan beberapa faktor. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, pada

awal terbentuknya, persepsi selalu dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor

internal dan faktor eksternal (Rakhmat, 2001). Faktor internal adalah segala hal

yang bersifat personal dalam diri individu, seperti nilai dan kepercayaan. Sedang

  

faktor eksternal adalah segala hal yang menyangkut objek persepsi atau informasi-

informasi mengenai suatu stimulus tertentu. Kedua faktor ini akan berinteraksi

dalam diri individu, sehingga pada akhirnya terbentuklah persepsi terhadap suatu

objek tertentu.

  Dalam konteks persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog,

faktor eksternal yang dapat mempengaruhi terbentuknya persepsi mahasiswa

adalah pandangan masyarakat, pemberitaan media yang terkait dengan profesi

psikolog, serta interaksi langsung mahasiswa tersebut dengan profesi psikolog.

  

Faktor-faktor tersebut merupakan stimulus yang akan diolah oleh mahasiswa

sesuai dengan kondisi internal, nilai dan kepercayaan, mereka masing-masing.

  

Bila informasi yang terkandung dalam stimulus tersebut selaras dengan nilai dan

kepercayaan mereka terhadap profesi psikolog, maka nilai dan kepercayaan

tersebut akan terbentuk semakin kuat. Namun bila terjadi ketidakselarasan antara

informasi dalam stimulus dengan nilai dan kepercayaan mereka, maka akan ada

kemungkinan nilai dan kepercayaan mereka terhadap profesi psikolog menjadi

berubah.

  Mahasiswa yang memilih untuk memfokuskan perhatian mereka pada

berbagai hal positif dari profesi psikolog, seperti mulai tingginya penghargaan

masyarakat terhadap psikolog, pemberitaan-pemberitaan media yang positif, serta

berusaha untuk menjalin interaksi yang menyenangkan dengan psikolog, tentu

akan memiliki nilai-nilai dan kepercayaan yang positif terhadap profesi psikolog.

Mahasiswa tersebut akan melihat bahwa profesi psikolog memiliki peran penting

dalam masyarakat, sehingga timbul keyakinan dalam diri mereka bahwa psikolog

  

merupakan profesi yang benar-benar berharga. Nilai dan kepercayaan yang positif

terhadap profesi psikolog inilah yang pada akhirnya berpengaruh secara positif

terhadap persepsi mereka.

  Demikian sebaliknya mahasiswa yang memilih untuk memfokuskan

perhatian mereka pada berbagai kekurangan yang dimiliki oleh profesi psikolog,

seperti masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap peran psikolog,

pemberitaan-pemberitaan media yang merendahkan psikolog, serta interaksi yang

tidak menyenangkan dengan psikolog, tentu akan memiliki nilai dan kepercayaan

yang negatif berkaitan dengan profesi ini. Mahasiswa tersebut akan sulit untuk

melihat peran dan kontribusi profesi ini terhadap masyarakat. Nilai dan

kepercayaan negatif ini pada akhirnya akan membentuk persepsi mereka menjadi

negatif.

  McClallend dan Atkinson (1953, dalam Jung 1978) menyebutkan bahwa

persepsi individu terhadap suatu objek tertentu dapat berpengaruh terhadap

terbentuknya gambaran masa depan individu tersebut. Dalam konteks penelitian

ini persepsi mahasiswa yang positif terhadap profesi psikolog akan menyebabkan

timbulnya suatu gambaran masa depan atau cita-cita dalam diri mahasiswa

tersebut untuk menjadi psikolog. Mahasiswa tersebut akan menempatkan profesi

psikolog sebagai suatu tujuan yang harus dicapai di masa yang akan datang. Hal

ini tentu saja akan menimbulkan terbentuknya suatu keinginan, atau yang disebut

Heckhausen sebagai harapan akan sukses, dalam diri mereka untuk mewujudkan

cita-citanya tersebut. Harapan akan kesuksesan inilah yang pada akhirnya

  

membentuk motif berprestasi mereka menjadi positif (Heckhausen 1977, dalam

Martaniah 1984).

  Demikian sebaliknya mahasiswa yang mempunyai persepsi negatif

terhadap profesi psikolog tentu tidak akan memiliki gambaran masa depan atau

cita-cita yang kuat untuk menjadi seorang psikolog. Mahasiswa tersebut tidak

akan menempatkan profesi psikolog sebagai suatu tujuan yang harus dicapai dan

diperjuangkan secara serius. Kondisi ini tentu kurang menunjang terbentuknya

harapan akan sukses dalam diri mereka. Kurangnya harapan akan kesuksesan ini

pada akhirnya membentuk motif berprestasi mereka menjadi negatif.

  Rangkaian penjelasan di atas memperlihatkan adanya hubungan antara

persepsi dengan motif berprestasi yang bersifat positif, artinya semakin positif

persepsi terhadap suatu objek maka akan semakin tinggi motif berprestasi

individu sebagai upaya untuk menggapai objek tersebut. Mahasiswa yang

mempersepsikan profesi psikolog secara negatif, tentu tidak akan menjadikan

profesi psikolog sebagai tujuan atau cita-cita yang harus diperjuangkan. Persepsi

tersebut akan membentuk motif berprestasi mereka menjadi rendah. Sebaliknya

mahasiswa yang mempunyai persepsi positif terhadap profesi psikolog, yang

memandang profesi tersebut bernilai dan menempatkannya sebagai suatu tujuan

yang harus dicapai, tentu akan mempunyai motif berprestasi yang cenderung lebih

tinggi daripada mahasiswa yang mempersepsikan profesi psikolog secara negatif.

D. Hipotesis

  Berdasarkan kerangka kajian teori yang ada, maka hipotesis yang

dikemukakan dalam penelitian ini adalah: ada korelasi positif antara persepsi

mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasinya.

  Mahasiswa Psikologi yang memfokuskan perhatiannya pada aspek-aspek positif dari profesi psikolog

  Mahasiswa Psikologi yang memfokuskan perhatiannya pada aspek-aspek negatif dari profesi psikolog

  Persepsi terhadap psikolog positif: menginterpretasikan atau memaknai profesi psikolog secara positif

  Persepsi terhadap psikolog negatif: menginterpretasikan atau memaknai profesi psikolog secara negatif

  Cita-cita \ orientasi masa depan sebagai psikolog, sehingga timbul harapan atau keinginan untuk menjadi psikolog

  Cita-cita \ orientasi masa depan bukan sebagai psikolog, sehingga tidak timbul harapan atau keinginan untuk menjadi psikolog

  Motif berprestasi tinggi Motif berprestasi rendah Mahasiswa psikologi mengolah stimulus berdasarkan kondisi internal, nilai dan kepercayaan, mereka masing-masing

  Lingkungan: memberikan stimulus yang terkait dengan profesi psikolog; melalui pemberitaan media, pandangan masyarakat, kondisi kerja dan situasi belajar di kampus

  

SKEMA HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA PSIKOLOGI TERHADAP

PROFESI PSIKOLOG DENGAN MOTIF BERPRESTASI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian korelasional yaitu penelitian yang

  

bertujuan untuk melihat ada tidaknya hubungan dan apabila ada, seberapa eratnya

hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu (Arikunto, 1996). Untuk

mengetahui hubungan itu digunakan teknik korelasi. Besar atau tingginya

hubungan antara masing-masing variabel dinyatakan dalam bentuk koefisien

korelasi.

  Arikunto (1996) mengemukakan bahwa koefisien korelasi menerangkan

sejauh mana dua atau lebih variabel berkorelasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk

melihat apakah ada hubungan yang positif antara dua variabel, yaitu persepsi

terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi.

B. Variabel Penelitian

  Variabel merupakan segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan

dalam sebuah penelitian (Suryabrata, 1983). Variabel menjadi faktor yang

memainkan peran penting dalam suatu penelitian. Dikatakan demikian karena

variabel merupakan fokus dari sebuah penelitian.

  Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah :

  1. Variabel bebas : Persepsi terhadap profesi psikolog

  2. Variabel tergantung : Motif berprestasi

C. Definisi Operasional

  1. Persepsi terhadap profesi psikolog.

  Persepsi terhadap profesi psikolog diungkapkan melalui skala yang disusun dari 4 aspek pekerjaan yang dimiliki oleh setiap profesi yaitu :

a. Aspek Sosial, yaitu aspek yang menggambarkan hubungan suatu profesi

dengan masyarakat luas, serta nilai atau kedudukannya dalam masyarakat

b.

  Aspek Ekonomi, yaitu aspek yang menggambarkan tingkat kesejahteraan suatu profesi dalam bentuk uang atau pendapatan materiil c.

  Aspek Profesional, yaitu aspek yang menggambarkan kualitas suatu profesi dari besarnya peran dan tanggung jawab yang dimilikinya

d. Aspek Kondisi Kerja, yaitu aspek yang menggambarkan keadaan atau

situasi dalam pekerjaan yang dialami oleh suatu profesi

  Semakin tinggi skor yang didapat berarti semakin positif persepsi terhadap

profesi psikolog. Begitu juga sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh

berarti semakin negatif persepsi terhadap profesi psikolog.

  2. Motif berprestasi.

  Motif berprestasi diungkap melalui skala yang terdiri dari 6 aspek yaitu : a. Usaha untuk sukses, yaitu kemauan dan usaha keras untuk mencapai kesuksesan atau menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik b.

  Kepercayaan pada diri sendiri, yaitu perasaan berharga dan percaya dari

dalam diri individu atas kemampuannya untuk memperoleh keberhasilan c.

  Antisipasi terhadap kegagalan, yaitu keinginan dan usaha untuk mengatasi kegagalan dengan cara merencanakan tindakan dan mencari tahu tentang segala permasalahan yang akan dihadapi

  

d. Usaha untuk meningkatkan prestasi yang pernah dicapai sebelumnya, yaitu

keinginan dan usaha untuk selalu mencoba memperbaiki atau mengungguli prestasi yang pernah dicapai sebelumnya

  

e. Kompetisi untuk mengungguli prestasi yang dicapai orang lain, yaitu

kemauan dan usaha untuk berkompetisi secara sehat demi mengungguli prestasi orang lain

  

f. Kesempurnaan dalam menyelesaikan tugas, yaitu kemauan dan usaha untuk

mengerjakan suatu tugas secara tuntas dan memuaskan Semakin tinggi skor yang didapat berarti semakin tinggi motif berprestasi

subjek. Demikian sebaliknya semakin rendah skor yang didapat berarti semakin

rendah motif berprestasi subjek.

D. Subjek Penelitian

  Subjek penelitian ini adalah mahasiswa psikologi Universitas Sanata

Dharma (USD) Yogyakarta yang paling sedikit sudah memasuki tahun ketiga

dalam menjalani perkuliahan di fakultas ini. Pemilihan mahasiswa psikologi tahun

ketiga dan seterusnya sebagai subjek penelitian karena mahasiswa dengan kriteria

tersebut seharusnya sudah memiliki pemahaman yang cukup mendalam tentang

profesi psikolog. Mahasiswa psikologi tahun ketiga dan seterusnya dipandang

sudah mampu melihat berbagai potensi yang dapat mendorong ataupun masalah-

  

masalah yang dapat menghambat perkembangan profesi psikolog dalam dunia

kerja nantinya.

  Subjek penelitian dipilih berdasarkan teknik purposive sampling, yaitu

pengambilan subjek yang didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang

dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan karakteristik populasi yang

sudah diketahui sebelumnya dan sesuai dengan kepentingan penelitian (Hadi,

2000). Purposive sampling dikenal juga dengan nama sampling pertimbangan

yang berarti suatu teknik sampling yang digunakan peneliti jika peneliti

mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan

sampelnya, atau dengan kata lain penentuan sampel berdasarkan tujuan-tujuan

tertentu.

E. Metode Pengumpulan Data

  Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

dengan menggunakan skala. Skala yang digunakan dalam penelitian ini terbagi

menjadi dua, yaitu skala persepsi terhadap profesi psikolog dan skala motif

berprestasi. Kedua skala tersebut disusun berdasarkan metode rating yang

dijumlahkan (summated rating method), yaitu metode skala penentuan sikap yang

menggunakan distribusi respon subjek sebagai dasar penentuan nilai skala

(Azwar, 1999). Supaya skala yang digunakan dapat menjalankan fungsi ukurnya

dengan baik, maka perlu dilakukan suatu usaha untuk menegakkan validitas skala

tersebut.

  Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur

dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu alat tes dikatakan mempunyai nilai ukur

yang tinggi bila instrument tersebut menjalankan fungsinya sesuai dengan maksud

dilakukannya pengukuran (Azwar, 1999). Dalam penelitian ini tipe validitas yang

akan digunakan adalah validitas isi (content validity). Validitas isi merupakan

validitas yang diukur melalui analisis rasional terhadap isi tes atau melalui

profesional judgment (Azwar, 1999). Analisis rasional akan dilakukan pada skala

persepsi terhadap profesi dan skala motif berprestasi, untuk melihat ketepatan alat

ukur ini dalam mengungkap persepsi terhadap profesi psikolog dan motif

berprestasi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Melalui

penjelasan di bawah ini peneliti akan memberikan gambaran tentang proses

pembuatan skala dan penggunaan validitas isi pada masing-masing skala

penelitian.

1. Skala Persepsi terhadap Profesi Psikolog

  Skala persepsi terhadap profesi psikolog digunakan untuk mengetahui

tinggi rendahnya tingkat persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog.

  

Penulis akan membuat sendiri skala persepsi terhadap profesi psikolog

berdasarkan 4 aspek pekerjaan yang dimiliki oleh setiap profesi. Keempat aspek

tersebut adalah; aspek ekonomi, aspek sosial, aspek status profesional dan aspek

kondisi kerja (Samana, 1994). Selanjutnya keempat aspek tersebut akan

diterjemahkan menjadi beberapa indikator yang lebih operasional.

  Peneliti menggunakan indikator yang dipakai Spillane dan Yudianti (1987)

untuk mengukur persepsi mahasiswa terhadap profesi guru. Indikator tersebut

  

dipilih karena selain dipandang cukup relevan dengan kepentingan penelitian,

indikator tersebut juga dapat digambarkan sebagai hasil operasionalisasi dari

keempat aspek profesi di atas. Untuk kepentingan penelitian ini peneliti hanya

akan menggunakan indikator-indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu

untuk mengukur persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog. Dasar

yang digunakan peneliti untuk memilih indikator-indikator tersebut adalah melalui

professional judgement dari dosen pembimbing skripsi. Selain dari dosen

pembimbing skripsi, professional judgement juga dilakukan oleh empat orang

psikolog, yang dipilih berdasarkan spesifikasi keahlian mereka dalam masing-

masing bidang psikologi. Para psikolog tersebut terdiri dari dua orang psikolog

klinis (kesehatan), satu orang psikolog industri dan satu orang psikolog

pendidikan.

  Pada awalnya aspek-aspek beserta indikator-indikatornya yang akan

digunakan untuk mengukur persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi

psikolog adalah :

a. Aspek Sosial

  

1. Pengabdian masyarakat, yaitu sejauh mana profesi psikolog memberikan

sumbangan yang berarti bagi perkembangan masyarakat

  

2. Pandangan masyarakat, yaitu sejauh mana profesi psikolog mempunyai

prestise atau kedudukan di mata masyarakat

  

3. Pergaulan / relasi interpersonal, yaitu sejauh mana profesi psikolog memberikan peluang bagi anggotanya dalam melakukan kegiatan sosial atau berinteraksi dengan masyarakat luas b. Aspek Ekonomi

  

1. Penghasilan finansial, yaitu sejauh mana profesi psikolog memberikan

jaminan bagi anggotanya untuk memperoleh pendapatan materiil yang memuaskan

  c. Aspek Profesional 1.

  Tanggung jawab, yaitu sejauh mana profesi psikolog mampu memberikan peluang bagi anggotanya dalam memiliki tanggung jawab profesional yang tinggi

  d. Aspek Kondisi Kerja

  

1. Tantangan kerja, yaitu sejauh mana profesi psikolog memberikan tantangan

kerja yang memadai bagi anggotanya untuk semakin mengembangkan keahliannya 2. Pengembangan kemampuan profesional, yaitu sejauhmana profesi psikolog memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk terus meningkatkan keahliannya di bidang psikologi

  

3. Kreatifitas, yaitu sejauh mana profesi psikolog mendukung perkembangan

kreatifitas anggotanya

  4. Waktu luang, yaitu sejauh mana profesi psikolog menyediakan waktu bagi

anggotanya untuk menjalankan hobi atau kegiatan lain di luar pekerjaan

Secara terpisah penulis mewawancarai empat orang psikolog dan meminta

mereka untuk memberikan penilaian apakah keempat aspek beserta masing-

masing indikatornya tersebut dapat digunakan untuk mengukur persepsi

mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog. Untuk aspek pekerjaan, para

  

psikolog tersebut memberikan penilaian yang positif, yang artinya keempat aspek

itu dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Mereka sependapat dengan peneliti

yang menilai bahwa setiap aspek pekerjaan tersebut memiliki bobot yang berbeda.

Berdasarkan definisi dari masing-masing aspek, terlihat bahwa setiap aspek

memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda. Sebagai contoh aspek ekonomi

dinilai sudah cukup jelas sehingga dapat dioperasionalisasikan melalui satu

indikator perilaku saja, sedang untuk aspek kondisi kerja dinilai masih terlalu

kompleks sehingga harus dioperasionalisasikan dalam bentuk indikator-indikator

perilaku dengan jumlah yang lebih banyak.

  Untuk indikator yang digunakan, para psikolog tersebut menilai bahwa ada

beberapa yang masih harus diubah karena dianggap belum terlalu baik. Sebagai

hasilnya jumlah indikator yang dipakai mengalami pengurangan, dari sembilan

menjadi tujuh indikator. Indikator yang dihilangkan adalah pengabdian pada

masyarakat dan pengembangan kemampuan profesional. Kedua indikator tersebut

dinilai mempunyai definisi yang tumpang tindih dengan indikator yang lain,

sehingga akan kurang efektif jika digunakan.

  Indikator pengabdian pada masyarakat dapat dimasukkan ke dalam

indikator tanggung jawab, karena pengabdian pada masyarakat secara otomatis

akan terlaksana apabila suatu profesi (psikolog) mampu melaksanakan tanggung

jawabnya dengan baik. Sedang indikator pengembangan kemampuan profesional

dapat digabungkan dengan indikator tantangan kerja, karena kedua indikator

tersebut sama-sama berdampak pada peningkatan keahlian atau ketrampilan kerja

anggota suatu profesi (psikolog) tertentu. Disamping itu ada juga perubahan

  

definisi dari beberapa indikator yang lain, yaitu kreatifitas dan pergaulan, sebagai

upaya untuk menambah kejelasan maksud dari indikator tersebut. Bukti adanya

penilaian dari beberapa psikolog tersebut dapat dilihat dalam form professional

judgement yang ada pada lampiran.

  Untuk lebih jelasnya beberapa indikator yang mengalami perubahan, setelah mendapatkan penilaian secara profesional, adalah sebagai berikut:

  

1. Pergaulan / relasi interpersonal, yaitu sejauh mana profesi psikolog

memberikan peluang bagi anggotanya dalam melakukan kegiatan sosial atau interaksi dengan profesi lain dan masyarakat luas

  

2. Tanggung jawab, yaitu sejauh mana profesi psikolog mampu memberikan

peluang bagi anggotanya untuk memiliki peran dan kewajiban profesional tinggi dalam memberikan jasa diagnostik, terapi, pendidikan, pelatihan, konsultasi atau jasa psikologis lainnya, sehingga dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi perkembangan masyarakat 3. Tantangan kerja, yaitu sejauh mana profesi psikolog memberikan suatu kondisi atau rangsangan kerja yang dapat mendorong anggotanya untuk bekerja lebih giat dan terus meningkatkan keahliannya di bidang psikologi 4. Kreatifitas, yaitu sejauh mana profesi psikolog mendukung perkembangan daya cipta dan kemampuan berkreasi anggotanya dengan cara memberikan peluang bagi anggotanya untuk berpikir secara imajinatif, original dan fleksibel

  Maka dari itu total jumlah indikator yang digunakan menjadi 7 buah,

sedang aspek yang dipakai tetap berjumlah 4 buah. Aspek-aspek beserta masing-

  

masing indikatornya yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Aspek status

sosial, dengan indikator pandangan masyarakat dan relasi interpersonal, 2. Aspek

status ekonomi, dengan indikator penghasilan finansial, 3. Aspek status

profesional, dengan indikator tanggung jawab, dan 4. Aspek kondisi kerja, dengan

indikator tantangan kerja, kreatifitas dan waktu luang.

  Berdasarkan keempat aspek pekerjaan tersebut dibuat 64 item yang terbagi

atas 31 item yang bersifat favorable dan 33 item yang bersifat unfavorable. Item-

item favorable adalah item yang isinya mendukung, memihak atau menunjukkan

ciri adanya atribut yang diukur. Sedangkan aitem-aitem unfavorable adalah item

yang isinya tidak mendukung atau tidak menggambarkan ciri atribut yang diukur.

Karena bobot dari setiap aspek tersebut tidak sama, maka jumlah dari masing-

masing indikatornya juga berbeda. Spesifikasi dan penyebaran setiap item dapat

dilihat pada tabel berikut:

  Tabel 1 Distribusi Item Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog Sebelum Uji Coba No Aspek Indikator Item Jumlah F UF

  1. Sosial Pandangan 1,8,29,36 15,43,57,61 8 masyarakat

Relasi 2,16,37 9,23,30,58

  7 interpersonal

2. Ekonomi Penghasilan 26,33,40,55,59 5,12,19,22,45,63 11

  3. Profesional Tanggung 7,42,47,50,53,62 14,21,28,35,51 11 jawab

  4. Kondisi Tantangan 13,20,41,52,54 6,27,34,46,49 10 Kerja kerja Kreatifitas 10,17,24,31,64 3,38,44,60 9 Waktu luang 4,25,39 11,18,32,48,56

  8 Total 31 33

  64 Skala persepsi terhadap profesi psikolog ini menggunakan model Likert yang terdiri dari empat kategori jawaban yaitu : ”Sangat Tidak Setuju” (STS), ”Tidak Setuju” (TS), ”Setuju” (S), dan ”Sangat Setuju” (SS). Peneliti tidak menggunakan kategori jawaban Netral (N) / Ragu-ragu (R), hal ini disebabkan karena dua alasan, yaitu : pertama, kategori tersebut dapat mempunyai arti ganda karena bisa diartikan belum dapat memutuskan atau tidak bisa menentukan pilihannya. Kedua, kategori tersebut akan menimbulkan kecenderungan untuk menentukan pilihan tengah (Central Tendency Effect) terutama bagi respon ragu- ragu atau bingung dalam menentukan jawabannya (Hadi, 1991). Nilai skala bergerak dari 1 sampai 4 untuk item yang favorabel dan satu sampai empat untuk aitem unfavorabel. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

  Tabel 2 Skor Berdasarkan Kategori Jawaban

Jawaban Favorable Unfavorable

  Sangat Setuju

  4

  1 Setuju 3

  2 Tidak Setuju

  2

  3 Sangat Tidak Setuju

  1

  4

2. Skala Motif Berprestasi

  Skala motif berprestasi digunakan untuk mengetahui motif berprestasi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Skala motif berprestasi ini didasari oleh aspek-aspek motif berprestasi yang merupakan kesimpulan Usman S. Madina dari beberapa teori tentang ciri-ciri individu dengan motif berprestasi tinggi, yaitu :

a. Usaha untuk sukses b.

  Kepercayaan pada diri sendiri c.

  Antisipasi terhadap kegagalan

d. Usaha untuk meningkatkan prestasi yang pernah dicapai sebelumnya e.

  Kompetisi untuk mengungguli prestasi yang pernah dicapai orang lain

  f. Kesempurnaan dalam menyelesaikan tugas Dalam proses pembuatan skala motif berprestasi ini peneliti meminta

pertimbangan dari dosen pembimbing skripsi, sebagai profesional judgement,

untuk memberikan penilaian terhadap pemilihan teori maupun penulisan item-

item skala. Penilaian cukup dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi karena

variabel yang digunakan, yaitu motif berprestasi, merupakan salah satu dari objek

kajian psikologi pendidikan yang memang menjadi bidang keahlian dosen

pembimbing skripsi. Skala motif berprestasi ini terdiri dari 58 item, yang terbagi

atas 31 item yang bersifat favorable dan 27 item yang bersifat unfavorable.

Spesifikasi dan penyebaran setiap aitem dapat dilihat pada tabel berikut:

  Tabel 3 Distribusi Item Skala Motif Berprestasi Sebelum Uji Coba

No Aspek Favorable Unfavorable Jumlah

  16,22,34,46,55 4,10,28,40,58

  10 Total 31 27

  24,42,48,53,56 6,12,18,30,36

  6 Kesempurnaan menyelesaikan tugas

  10

  23,29,41,47,52 5,11,17,35,57

  5 Kompetisi mengungguli prestasi orang lain

  10

  4 Usaha meningkatkan prestasi sendiri

  1 Usaha untuk sukses

  9

  3,9,21,33,39,51 15,27,45

  3 Antisipasi terhadap kegagalan

  9

  2,14,20,26 8,32,38,44,50

  2 Kepercayaan diri

  10

  1,7,25,43,49,54 13,19,31,37

  58 Sama dengan skala persepsi terhadap profesi psikolog di atas, skala motif berprestasi ini menggunakan model Likert dengan hanya menyediakan empat alternatif jawaban, untuk menghindari bias yang terjadi apabila peneliti memberikan lima alternatif jawaban dengan adanya pilihan tengah. Ini didasarkan pada pendapat Hadi (1991) yang mengatakan walaupun pilihan tengah dapat diartikan netral, kadang-kadang, jarang atau ragu-ragu namun ditemukan bahwa subjek memiliki kecenderungan untuk memilih jawaban yang ada ditengah

  (Central Tendency Effect) . Alternatif jawaban yang ada pada setiap item pernyataan dalam skala ini adalah Sangat Tidak Sesuai (STS), Tidak Sesuai (TS), Sesuai (S), dan Sangat Sesuai (SS). Nilai bergerak dari 1 sampai 4 untuk item yang favorabel dan 1 sampai 4 untuk item unfavorabel. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

  Tabel 4 Skor Berdasarkan Kategori Jawaban

Jawaban Favorable Unfavorable

  Sangat Sesuai

  4

  1 Sesuai 3

  2 Tidak Sesuai

  2

  3 Sangat Tidak Sesuai

  1

  4 F. Pengujian Instrumen Penelitian

1. Uji Coba Alat Ukur

  Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melaksanakan uji coba alat ukur terlebih dahulu. Uji coba alat ukur ini bertujuan untuk menguji kesahihan dan keandalan alat ukur yang akan digunakan dalam penelitian. Uji coba dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 Agustus 2007 dengan subjek para mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2002.

  Jumlah subjek pada uji coba ini sebanyak 40 orang. Subjek diberikan skala yang terdiri dari dua jenis, yaitu: Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog dan Skala Motif Berprestasi. Pembagian skala dilaksanakan di Kampus III Universitas

  

Sanata Dharma Fakultas Psikologi pada para mahasiswa psikologi angkatan 2002

yang kebetulan berada di area kampus tersebut. Dari 40 skala yang dibagikan,

semuanya memenuhi kriteria untuk dapat dianalisa lebih lanjut secara statistik.

2. Uji Kesahihan Item Skala a.

  Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog Uji kesahihan item skala persepsi terhadap profesi psikolog dilakukan

dengan menggunakan program SPSS for Windows versi 13.0. Uji kesahihan

item ini bertujuan untuk memilih item-item yang baik sehingga layak digunakan

dalam penelitian. Uji ini didasarkan pada daya beda item, di mana item-item

yang tidak memenuhi syarat kualitas tidak diikutkan menjadi bagian dari skala

pengukuran. Untuk memilih item yang baik peneliti melakukan penghitungan

korelasi antara distribusi skor setiap item dengan skor total skala (Azwar, 1999).

  

Sebagai kriteria pemilihan berdasarkan korelasi total, digunakan batasan rix

0,30. Semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya

pembedanya dianggap memuaskan.

  Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh koefisien korelasi

item total yang berkisar antara -0,85 sampai dengan 0,792. Dari hasil tersebut

diketahui bahwa terdapat 11 item yang gugur, sedang 53 item yang lain dapat

digunakan. Item-item yang gugur adalah item nomor 2, 4, 10, 14, 25, 32, 36, 43,

50, 56, 62. Namun dengan mempertimbangkan proporsionalitas masing-masing

aspek, maka peneliti memutuskan untuk menggugurkan 4 item lagi, yaitu item nomor 26, 41, 52, 59, sehingga total item yang gugur berjumlah 15 item, sedang item yang sahih berjumlah 49 item.

  Dalam skala ini tidak terdapat aspek yang hilang karena keseluruhan itemnya gugur. Pada tabel 5 berikut dapat dilihat penyebaran item Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog setelah melalui proses uji analisis.

  Tabel 5 Distribusi Item Skala Persepsi Terhadap Profesi Setelah Uji Coba No Aspek Indikator Item Jumlah F UF

  1. Sosial Pandangan 1,8,29 15,57,61 6 masyarakat Relasi 16,37 9,23,30,58 6 interpersonal

  2. Ekonomi Penghasilan 33,40,55 5,12,19,22,45,63

  9

  3. Profesional Tanggung 7,42,47,53 21,28,35,51 8 jawab

  4. Kondisi Tantangan kerja 13,20,54 6,27,34,46,49

  8 Kerja Kreatifitas 17,24,31,64 3,38,44,60 8 Waktu luang 39 11,18,48

  4 20 29

  49 Total b.

  Skala Motif Berprestasi Uji kesahihan item skala motif berprestasi dilakukan dengan menggunakan

program SPSS for Windows versi 13.0, dengan cara mengukur korelasi antara

item-item yang diuji dengan skor total subjek. Sama seperti skala persepsi di

atas, item dipilih dengan kriteria item total dengan batasan skor ≥ 0,30.

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh koefisienkorelasi item

total yang berkisar antara -0,180 sampai dengan 0,688.

  Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh 47 item yang sahih dan 11 item

yang gugur. Item-item yang gugur tersebut adalah item nomor 5, 10, 11, 18, 19,

21, 37, 46, 49, 50, 51. Dalam skala ini juga tidak didapati aspek yang hilang

akibat keseluruhan itemnya gugur. Berikut ini disajikan distribusi item-item

yang sahih pada tabel 6.

  Tabel 6 Distribusi Item Skala Motif Berprestasi Setelah Uji Coba

No Aspek Favorable Unfavorable Jumlah

  8

  Reliabilitas mempunyai berbagai nama lain seperti keterpercayaan, keterandalan, kestabilan, konsistensi dan sebagainya, namun ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya. Reliabilitas suatu alat ukur diperlukan untuk melihat sejauhmana pengukuran itu dapat memberikan hasil yang relatif sama jika dilakukan pengukuran pada subjek yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa sejauhmana

  47

  9 Total 27 20

  24,42,48,53,56 6,12,30,36

  6 Kesempurnaan menyelesaikan tugas

  8

  23,29,41,47,52 17,35,57

  5 Kompetisi mengungguli prestasi orang lain

  16,22,34,55 4,28,40,58

  1 Usaha untuk sukses

  4 Usaha meningkatkan prestasi sendiri

  7

  3,9,33,39 15,27,45

  3 Antisipasi terhadap kegagalan

  8

  2,14,20,26 8,32,38,44

  2 Kepercayaan diri

  7

  1,7,25,43,54 13,31

3. Uji Reliabilitas

  

pengukuran tetap konsisten jika dilakukan pengukuran ulang terhadap aspek dan

subjek yang sama dengan alat ukur yang sama (Azwar, 1999).

  Azwar (1999) menyatakan bahwa reliabilitas dinyatakan oleh koefisien

yang angkanya berbeda dalam rentang antara 0 sampai 1,00. Semakin tinggi

koefisien reliabilitas, mendekati angka 1,00, berarti semakin tinggi reliabilitasnya.

Sebaliknya koefisien yang semakin rendah, mendekati angka 0, berarti semakin

rendah pula reliabilitasnya. Semakin tinggi koefisien reliabilitas yang diperoleh

maka semakin tinggi tingkat kepercayaan hasil pengukuran alat tersebut bagi

kelompok subjek yang diteliti.

  Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan pendekatan

konsistensi internal dengan sekali tes melalui teknik Alpha Cronbach dari

program SPSS for Window versi 13.0. Pendekatan ini bertujuan untuk melihat

konsistensi antar item bagian dalam skala. Prosedur pendekatan ini dilakukan

hanya sebanyak satu kali, dengan pengenaan tes hanya pada sekelompok individu

yang menjadi subjek penelitian. Dengan demikian pendekatan ini mempunyai

nilai praktis dan efisiensi yang tinggi (Azwar, 1999).

  Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, pada skala persepsi terhadap

profesi psikolog diperoleh koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,952. Sedang pada

skala motif berprestasi, diperoleh koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,941. Hal ini

berarti kedua skala tersebut memiliki tingkat keajegan yang tinggi, sehingga dapat

dipercaya untuk mengungkapkan variabel-variabel yang hendak diukur dalam

penelitian ini.

G. Teknik Analisis Data Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik.

  

Analisis statistik digunakan karena dapat mewujudkan kesimpulan penelitian

dengan memperhitungkan validitas. Selain itu pertimbangan lain adalah bahwa

statistik bekerja dengan angka-angka, bersifat objektif dan universal dalam arti

digunakan hampir semua bidang penelitian (Azwar, 1999).

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis

korelasi Product Moment dari Pearson. Teknik ini digunakan untuk mengetahui

hubungan antara persepsi terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi

mahasiswa psikologi. Penggunaan teknik ini karena data yang dihasilkan dari

skala penilaian persepsi terhadap profesi psikolog dan skala motif berprestasi

diasumsikan berjenis interval yaitu angka-angka yang memiliki jarak sama.

  

Perhitungan korelasi dilakukan dengan menggunakan modul Statistical Product

and Service Solution (SPSS) versi 13,0 for Window

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. ORIENTASI KANCAH Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma (USD) didirikan pada tahun

  

1996 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor

162/DIKTI/Kep/1996 tanggal 4 Juni 1996. Fakultas Psikologi USD bertujuan

untuk mempersiapkan Sarjana Psikologi dan Psikolog yang berkualitas, dalam arti

memiliki : a. Kompetensi keilmuan dan profesi yang tinggi; b. Kepribadian yang

dewasa dan utuh, integritas moral yang tinggi, nurani keilmuan yang kokoh dan

tajam serta kepedulian dan tanggung jawab yang besar terhadap sesama dan

lingkungan; c. Kemampuan akademik yang memadai untuk berkembang secara

mandiri maupun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

  Sejak dibuka tahun 1996, lokasi Fakultas Psikologi USD selalu berpindah-

pindah. Sesudah berkantor sebentar di kompleks LPUSD di Kampus II Mrican,

Fakultas ini kemudian menempati bangunan VII di kampus I Mrican. Tanggal 18

Agustus 1999 Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dipindah ke kampus

  

III Paingan dan menempati bangunan unit VII. Mulai tanggal 10 Juli 2000,

Fakultas ini menempati lokasi tetapnya di kampus Paingan, yaitu di bangunan

Unit I, sampai sekarang (Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas

Sanata Dharma, 2002).

  Fakultas Psikologi USD memiliki iklim pembelajaran yang sangat

mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kualitas pribadi maupun keilmuan

mereka. Salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya iklim belajar yang

positif adalah tersedianya fasilitas belajar mengajar yang lengkap. Fakultas

Psikologi USD memiliki berbagai macam contoh alat tes psikologi yang akan

sangat membantu mahasiswa dalam menerapkan ilmu psikologi yang mereka

pelajari secara langsung. Disamping itu, adanya tenaga pengajar (dosen) yang

berkualitas juga merupakan salah satu hal positif yang dimiliki oleh Fakultas

Psikologi USD. Selain dari tingkat pendidikan yang tinggi, kualitas dosen di

  dedikasi dan tanggung jawab mereka

  Fakultas Psikologi USD juga terlihat dari besarnya

terhadap mahasiswa. Sebagai contohnya, untuk memberikan gambaran tentang

kondisi profesi psikolog di Indonesia, beberapa dosen sering membagikan

pengalaman kerja mereka pada mahasiswa. Beberapa dosen juga secara aktif ikut

melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan ilmiah, seperti penelitian dan

seminar. Melalui interaksi dengan para dosen inilah pengetahuan maupun minat

mahasiswa terhadap ilmu psikologi akan semakin bertambah besar.

  Faktor lain yang juga sangat berpengaruh terhadap terbentuknya iklim

belajar yang positif di Fakultas Psikologi USD adalah adanya lembaga Pusat

Pelayanan Tes dan Konsultasi Psikologi (P2TKP), yang bertempat kerja di

lingkungan Fakultas Psikologi USD. P2TKP adalah lembaga psikologi yang

bergerak dalam bidang jasa tes maupun konseling psikologi. Melalui lembaga ini

mahasiswa dapat belajar tentang penerapan ilmu psikologi dalam dunia kerja.

  

Disamping itu adanya beberapa alternatif kegiatan seperti konseling sebaya dan

  

pelatihan pengembangan pribadi, akan semakin menumbuhkan minat mahasiswa

untuk mempelajari penerapan ilmu psikologi dalam hidup keseharian mereka.

  B. PELAKSANAAN PENELITIAN Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 20, 21 dan 22

Agustus 2007 di Kampus III Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

  

Yogyakarta. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun

ketiga keatas, yaitu angkatan 2005, 2004 dan 2003. Penelitian dilakukan dengan

cara menyebarkan kedua skala pada subjek penelitian sebanyak 20 orang pada

masing-masing angkatan, sehingga jumlah total subjek adalah sebanyak 60 orang.

Peneliti membagikan skala penelitian kepada para mahasiswa psikologi yang

kebetulan sedang berada di area kampus pada saat penelitian ini dilaksanakan.

  C. HASIL UJI ASUMSI Sebelum dilakukan analisis data untuk menguji hipotesi, terlebih dahulu

perlu dilakukan uji asumsi terhadap data yang diperoleh. Uji asumsi dilakukan

untuk memenuhi syarat penggunaan analisis korelasi. Uji asumsi ini terdiri dari uji

normalitas dan uji linearitas.

1. Uji Normalitas

  Uji Normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran data dari

variabel bebas dan tergantung berdistribusi normal atau tidak. Pengujian ini

  

dapat dilakukan dengan bantuan program One Sample Kolmogorov Smirnov

Test pada SPSS for Windows versi 13.0.

  Pada penelitian ini, uji normalitas menunjukkan bahwa persepsi terhadap

profesi psikolog sebagai variabel bebas menunjukkan harga Z sebesar 0,631

dengan p = 0, 820 (Syarat p > 0,05) yang berarti skor variabel persepsi terhadap

profesi psikolog mengikuti distribusi normal. Sedangkan variabel tergantung,

yaitu motif berprestasi menunjukkan harga Z sebesar 0,946 dengan p = 0,332

(Syarat p > 0,05) yang berarti skor variabel motif berprestasi memiliki distribusi

normal.

2. Uji Linearitas

  Uji linearitas dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah

hubungan antara kedua variabel, yaitu persepsi terhadap profesi psikolog dengan

motif berprestasi, mengikuti fungsi linear atau tidak. Pengujian ini dapat

ditempuh dengan bantuan program SPSS for Windows versi 13.0. Pada

pengujian ini diperoleh nilai F sebesar 49,537 dan nilai p sebesar 0,000. Hal ini

berarti bahwa hubungan antara skor persepsi terhadap profesi psikolog dengan

motif berprestasi mengikuti fungsi garis linear karena taraf signifikansi untuk

linearitas lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05).

D. HASIL PENELITIAN

  1. Data Penelitian Tabel 7 Data Penelitian

  Variabel N Teoritis Empiris Mean SD Xmax Xmin Mean SD Xmax Xmin

  Persepsi 49 122,5 24,5 196 49 157,33 14,387 196 122 terhadap Profesi Motif 47 117,5 23,5 188 47 142,53 16,653 185 108 Berprestasi

  Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa pada kedua variabel yang diteliti rata-rata skor empiris subjek lebih tinggi daripada rata-rata skor teoritisnya. Hal ini berarti bahwa secara umum subjek penelitian sudah memiliki persepsi yang positif terhadap profesi psikolog dan juga motif berprestasi yang tinggi. Untuk melihat secara lebih jelas variasi nilai skor subjek, peneliti membuat kategorisasi skor kedua variabel tersebut. Peneliti menggunakan norma kategorisasi seperti yang disebutkan Azwar (1999) sebagai berikut:

  Tabel 8 Norma Kategorisasi Persepsi Terhadap Profesi Psikolog Dan Motif Berprestasi

Skor Kategori

µ + 1,5 Sangat Tinggi

  σ < X µ + 0,5 Tinggi σ < X ≤ µ + 1,5 σ µ - 0,5 Sedang

  σ < X ≤ µ + 0,5 σ µ - 1,5 Rendah σ < X ≤ µ - 0,5 σ

  X Sangat Rendah ≤ µ - 1,5 σ Rentang minimum dan maksimum untuk variabel persepsi terhadap profesi psikolog adalah 49 sampai dengan 196 dan luas jarak sebarannya adalah

  147. Dengan demikian setiap satuan deviasi standar bernilai σ = 147 : 6 = 24,5 dan mean teoritis µ = (196 + 49) : 2 = 122,5 sehingga setelah dimasukkan ke dalam norma diperoleh kategorisasi skor persepsi terhadap profesi psikolog sebagai berikut:

  Tabel 9 Norma Kategorisasi Persepsi Terhadap Profesi Psikolog Skor Kategori Jumlah Prosentase 159,25 < X Sangat Tinggi 23 38,3% 134,75< X

  34 56,7% ≤ 159,25 Tinggi 110,25 < X

  3 5% ≤ 134,75 Sedang 85,75 < X

  0% ≤ 110,25 Rendah

  X 0% ≤ 85,75 Sangat Rendah

  60 100% Total

  Dari tabel kategorisasi persepsi terhadap profesi di atas, terlihat bahwa dari total 60 orang subjek, sebagian besar subjek, yaitu sejumlah 34 orang atau sekitar 56,7% berada dalam kategori tinggi. Sedang untuk subjek yang masuk kategori sangat tinggi ada sejumlah 23 orang atau sekitar 38,3%. Sementara 3 orang sisanya (5%) masuk dalam kategori sedang.

  Untuk variabel motif berprestasi rentang minimum dan maksimum adalah 47 sampai dengan 188 dan luas jarak sebarannya adalah 141. Dengan demikian setiap satuan deviasi standar bernilai σ = 141 : 6 = 23,5 dan mean teoritis µ = (188

  • 47) : 2 = 117,5 sehingga setelah dimasukkan ke dalam norma diperoleh kategorisasi skor persepsi terhadap profesi psikolog sebagai berikut:

  Tabel 10 Norma Kategorisasi Motif Berprestasi Skor Kategori Jumlah Prosentase 152,75 < X Sangat Tinggi 13 21,7% 129,25 < X

  36 60% ≤ 152,75 Tinggi 105,75 < X 11 18,3% ≤ 129,25 Sedang 82,25 < X

  0% ≤ 105,75 Rendah

  X Sangat Rendah 0% ≤ 82,25 60 100%

  Total Dilihat dari tabel kategorisasi motif berprestasi di atas, diketahui bahwa sebagian besar subjek, yaitu sejumlah 36 orang atau sekitar 60% memperoleh skor yang berada dalam kategori tinggi. Sedang subjek yang berada dalam kategori sangat tinggi ada sejumlah 13 orang atau sekitar 21,7%. Sementara 11 orang yang lain (18,3%) memperoleh skor yang berada dalam kategori sedang.

2. Uji Hipotesis

  Uji hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan antara persepsi terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi pada mahasiswa psikologi. Analisis korelasi pada penelitian ini menggunakan rumus Product Moment Pearson dengan bantuan program SPSS for Windows versi 13.0.

  Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,706 dengan

signifikansi (p) = 0,000. Perhitungan dilakukan pada taraf signifikansi p < 0,01

dan memakai uji satu ekor (1-tailed). Pemakaian uji satu ekor dikarenakan

hipotesis dalam penelitian ini sudah memiliki arah, yaitu adanya hubungan yang

positif antara kedua variabel penelitian.

  Berdasarkan perhitungan diatas, terlihat bahwa nilai p hasil korelasi

(0,000) lebih kecil dari 0,01, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel

persepsi terhadap profesi psikolog berkorelasi positif dengan motif berprestasi.

Hal tersebut berarti semakin positif persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi

psikolog, dapat diasumsikan motif berprestasinya juga akan semakin tinggi.

  

Demikian sebaliknya, semakin negatif persepsi mahasiswa psikologi terhadap

profesi psikolog, maka motif berprestasinya juga akan mengalami penurunan.

  Dengan demikian hipotesis dari penelitian ini, yang menyatakan bahwa

semakin positif persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog, maka

akan semakin tinggi pula motif berprestasinya, dapat diterima.

E. PEMBAHASAN

  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara persepsi

mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasinya.

  

Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan, diperoleh nilai r sejumlah 0,706

pada taraf signifikansi 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa ada korelasi positif

yang sangat signifikan antara variabel persepsi terhadap profesi psikolog dengan

variabel motif berprestasi. Hal ini berarti bahwa semakin positif persepsi

mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog, maka akan semakin tinggi motif

berprestasi yang dimilikinya. Demikian juga sebaliknya, semakin negatif persepsi

mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog, akan semakin rendah pula motif

berprestasi mahasiswa yang bersangkutan. Sehingga bisa disimpulkan bahwa

hipotesis dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa ada hubungan yang positif

antara kedua variabel tersebut, dapat diterima.

  Diterimanya hipotesis ini menunjukkan bahwa aspek persepsi terhadap

profesi psikolog memiliki peran yang penting dalam meningkatkan motif

berprestasi mahasiswa. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, persepsi

merupakan cara manusia dalam melihat, mengerti dan menafsirkan dunia (Covey,

1997). Hal ini berarti bahwa persepsi mempengaruhi cara manusia dalam

memandang realitas kehidupannya, yang pada akhirnya akan berpengaruh

terhadap perilakunya sehari-hari. Dalam konteks penelitian ini persepsi

mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma (USD) terhadap profesi psikolog

terbukti sangat berperan dalam mempengaruhi perilakunya untuk mencapai sukses

atau prestasi yang berkualitas. Mahasiswa yang mempunyai persepsi positif

  

terhadap profesi psikolog akan memiliki motif berprestasi yang lebih tinggi

daripada mahasiswa yang mempersepsikan profesi psikolog secara negatif.

  Persepsi terhadap profesi psikolog dapat terbentuk karena pengaruh dari

berbagai faktor, yang secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor

internal dan faktor eksternal (Rakhmat, 2001). Kedua faktor ini tidak berdiri

sendiri-sendiri, namun saling berinteraksi satu sama lain dalam diri mahasiswa.

  

Faktor eksternal terwujud dalam bentuk berbagai stimulus yang terkait dengan

profesi psikolog maupun dunia psikologi itu sendiri, yang berasal dari lingkungan

sekitar mahasiswa. Berbagai stimulus tersebut sebenarnya merupakan kumpulan

dari nilai-nilai baru tentang profesi psikolog yang ditawarkan lingkungan bagi

mahasiswa. Beberapa contoh dari stimulus tersebut adalah pandangan masyarakat,

pemberitaan media, situasi aktual seputar profesi psikolog dalam dunia kerja, dan

yang tidak kalah penting adalah kondisi pembelajaran atau iklim belajar di

kampus itu sendiri.

  Khusus untuk iklim belajar di Fakultas Psikologi USD, terlihat bahwa ada

beberapa hal yang secara positif dapat mempengaruhi persepsi mahasiswa

psikologi. Di antaranya adalah adanya lembaga Pusat Pelayanan Tes dan

Konsultasi Psikologi (P2TKP), yang bergerak dalam bidang jasa tes maupun

konseling psikologi. Melalui lembaga ini mahasiswa dapat belajar tentang

penerapan ilmu psikologi dalam dunia kerja, baik secara langsung dengan bekerja

di sana, maupun secara tidak langsung dengan melakukan pengamatan terhadap

berbagai aktivitas P2TKP secara personal. Contoh yang lain adalah adanya

kegiatan konseling sebaya, di mana melalui kegiatan ini mahasiswa yang berminat

  

dapat belajar untuk menerapkan ilmu psikologi yang dimilikinya secara langsung

dengan menjadi konselor. Di samping itu adanya kegiatan pengembangan

kepribadian yang dijalani mahasiswa pada tahun kedua perkuliahannya dapat juga

menjadi salah satu tempat di mana mahasiswa dapat mempelajari penerapan ilmu

psikologi dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai kondisi tersebut merupakan

contoh dari beberapa stimulus yang dapat berpengaruh secara positif terhadap

persepsi mahasiswa.

  Berbagai stimulus tersebut akan diolah oleh masing-masing mahasiswa

sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan lama, yang merupakan faktor internal,

tentang profesi psikolog yang sudah ada dalam diri mereka. Bila stimulus tersebut

selaras dengan kepercayaan dan nilai yang selama ini diyakininya, maka persepsi

akan terbentuk semakin kuat. Namun bila ternyata bertentangan, maka benturan

nilai dapat terjadi, sehingga ada kemungkinan terjadi perubahan persepsi dalam

diri mereka.

  Pada penelitian ini, secara umum mahasiswa Psikologi USD sudah

memiliki persepsi yang positif terhadap profesi psikolog. Hal tersebut terlihat dari

hasil kategorisasi skor yang menunjukkan bahwa sebagian besar subjek penelitian,

sekitar 95%, berada dalam kategori sangat tinggi (38,3%) dan tinggi (56,7%). Di

samping itu berdasarkan tabel data penelitian di atas terlihat skor rata-rata empiris

subjek (157,33) lebih tinggi dari rata-rata skor teoritisnya (122,5). Itu berarti

berbagai stimulus dari lingkungan yang terkait dengan profesi psikolog dapat

dimaknai mahasiswa psikologi secara positif. Walaupun mungkin terjadi

perbenturan nilai dalam diri mahasiswa, yang mungkin disebabkan oleh

  

banyaknya pemberitaan media ataupun pandangan yang negatif dari masyarakat

tentang profesi psikolog, namun mahasiswa mampu mengolah berbagai stimulus

tersebut secara positif, sehingga pada akhirnya persepsinya terhadap profesi

psikolog akan tetap positif.

  Mahasiswa psikologi yang dapat mengembangkan persepsi positif

terhadap profesi psikolog kemungkinan besar akan memiliki orientasi masa depan

sebagai psikolog. Mereka mempunyai keinginan untuk menjadi psikolog karena

mereka menilai bahwa profesi tersebut memiliki banyak keunggulan, baik itu

secara sosial, ekonomi, profesional maupun dalam hal kondisi pekerjaannya. Ini

berarti bahwa secara sosial mahasiswa Psikologi USD menganggap psikolog

cukup memiliki prestise dan mendapatkan tempat dalam masyarakat. Sedang

secara ekonomi profesi ini menjanjikan pendapatan finansial yang tinggi,

sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan anggotanya sehari-hari. Secara

profesional mahasiswa menilai bahwa tanggung jawab psikolog cukup besar,

terlihat dari kontribusi yang diberikan profesi ini terhadap perkembangan

masyarakat. Dan akhirnya mereka melihat bahwa kondisi kerja psikolog cukup

menyenangkan, karena pekerjaannya memiliki banyak tantangan sehingga dapat

memicu perkembangan kreatifitas anggotanya. Di samping itu profesi ini

menyediakan cukup waktu luang bagi anggotanya untuk bersantai ataupun

menjalankan aktivitas lain di luar pekerjaan.

  Sebagaimana terlihat di atas, orientasi masa depan sebagai psikolog akan

menimbulkan keinginan dalam diri mahasiswa untuk menjadi psikolog. Keinginan

atau harapan ini akan mendorong mereka untuk berprestasi dalam perkuliahan

  

(Heckhausen, 1977, dalam Martaniah 1984). Dalam penelitian ini terlihat bahwa

motif berprestasi mahasiswa psikologi USD tergolong cukup tinggi. Hal tersebut

terlihat dari skor rata-rata empiris subjek penelitian (142,53) yang ternyata lebih

besar dari rata-rata skor teoritisnya (117,5). Selain itu hasil kategorisasi skor

menunjukkan bahwa sebagian besar subjek, sekitar 81,7%, memiliki motif

berprestasi dalam kategori sangat tinggi (21,7%) dan tinggi (60%).

  Ini menunjukkan bahwa mahasiswa psikologi USD selalu berusaha dengan

keras untuk meningkatkan prestasi mereka. Mereka akan terdorong untuk

mencapai sukses dengan cara menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan dengan baik.

Selain itu mereka juga cenderung untuk menyukai kompetisi, baik itu dengan diri

mereka sendiri ataupun dengan orang lain. Mereka selalu membuat perencanaan

yang matang dalam belajar karena mereka memiliki antisipasi yang tinggi

terhadap kegagalan. Mereka juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi, karena

selain percaya dengan kemampuan sendiri, mereka digerakkan oleh tujuan

tertentu yaitu menjadi psikolog, yang menawarkan berbagai nilai positif dalam

masa depan mereka. Dengan demikian terlihat jelas bahwa persepsi terhadap

profesi psikolog memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk motif

berprestasi mahasiswa psikologi.

  Pengaruh dari variabel persepsi terhadap profesi psikolog terhadap

terbentuknya variabel motif berprestasi itu sendiri ternyata cukup besar. Dari

interpretasi terhadap koefisien determinasi kedua variabel, terlihat bahwa variabel

persepsi terhadap profesi psikolog memiliki nilai kontribusi yang cukup besar,

yaitu 49%, bagi terbentuknya variabel motif berprestasi. Namun dari hasil tersebut

  

terlihat juga bahwa ada faktor-faktor lain, yang tidak dikontrol dalam penelitian

ini, yang turut memberikan pengaruh sebesar 51% terhadap terbentuknya motif

berprestasi mahasiswa psikologi. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah

potensi individu, pengalaman, kedisiplinan, harga diri yang tinggi, juga cita-cita

yang mendasar (Atkinson, 1964, dalam Parwitasari 2002).

  Dapat terjadi seorang mahasiswa psikologi mempunyai motif berprestasi

tinggi bukan karena persepsi positifnya terhadap profesi psikolog melainkan

karena potensi atau kapasitas intelektual yang dia miliki. Seseorang yang sadar

bahwa dirinya mempunyai potensi yang besar untuk berkembang tentu akan

memiliki keinginan untuk mewujudkan potensinya tersebut. Keinginan ini akan

mendorong mahasiswa untuk belajar giat serta mengerjakan tugas-tugas

perkuliahannya secara serius. Maka dari itu dapat diasumsikan bahwa motif

berprestasi mahasiswa tersebut juga akan semakin meningkat.

  Kedisiplinan merupakan salah satu faktor yang ikut berperan dalam

mempengaruhi motif berprestasi mahasiswa psikologi. Motif berprestasi dapat

diartikan sebagai usaha untuk memperoleh kesuksesan, dimana hal tersebut akan

sulit terwujud apabila tidak disertai dengan kedisiplinan. Seorang mahasiswa yang

mempunyai disiplin diri tinggi tentu akan menjalankan tugas-tugas maupun peran

yang harus dia mainkan secara serius dan bertanggungjawab. Hal itu berlaku juga

ketika yang bersangkutan menjalankan peran dan tugasnya sebagai seorang

mahasiswa psikologi. Terlepas dari persepsi mahasiswa tersebut terhadap profesi

psikolog, disiplin diri yang tinggi akan mendorongnya untuk mengerjakan tugas-

  

tugas perkuliahan secara serius. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa motif

berprestasi mahasiswa tersebut juga akan menjadi tinggi.

  Faktor lain yang dapat mempengaruhi motif berprestasi adalah

pengalaman. Seorang mahasiswa psikologi yang mempunyai pengalaman luas di

dunia kerja akan tetap memiliki motif berprestasi tinggi, walaupun yang

bersangkutan mempersepsikan psikolog secara negatif. Persepsi negatif dapat

terbentuk karena mungkin mahasiswa tersebut berhadapan langsung dengan

situasi kerja yang kebetulan kurang memberikan kesempatan bagi psikolog untuk

berkembang. Namun hal itu tidak menghalangi dirinya untuk belajar, karena

prestasi akademik yang baik juga akan sangat membantu dalam persaingan di

dunia kerja. Dengan demikian motif berprestasi mahasiswa tersebut bukan

dipengaruhi oleh persepsinya terhadap psikolog namun karena yang bersangkutan

dapat melihat berbagai kemungkinan kerja yang lebih baik di luar profesi

psikolog.

  Disamping ketiga faktor di atas, harga diri juga berperan cukup penting

dalam membentuk motif berprestasi mahasiswa psikologi. Harga diri dapat

diartikan sebagai cara individu dalam menilai dirinya sendiri. Mahasiswa yang

percaya bahwa dirinya berharga sehingga layak untuk mendapatkan hidup yang

lebih baik, tentu akan melakukan berbagai usaha yang positif demi meningkatkan

kualitas hidupnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan

meningkatkan prestasinya dalam perkuliahan. Sehingga walaupun mahasiswa

tersebut memiliki persepsi negatif terhadap profesi psikolog, motif berprestasinya

akan tetap tinggi.

  Disamping beberapa hal di atas, keterbatasan lain dalam penelitian ini

adalah pembuatan item-item skala persepsi terhadap profesi psikolog yang masih

terlalu condong pada bidang psikologi klinis, dan sedikit melupakan bidang

psikologi yang lain. Disamping itu hasil penelitian ini belum dapat dijadikan

sebagai gambaran umum kondisi mahasiswa psikologi secara keseluruhan karena

pengambilan subjek hanya terbatas pada satu universitas saja.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat

  diambil kesimpulan sebagai berikut:

  

1. Ada korelasi positif antara variabel persepsi terhadap profesi psikolog dan

variabel motif berprestasi pada mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma, yang ditunjukkan melalui koefisien korelasi (r) sebesar 0,706. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin positif persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog maka akan semakin tinggi pula motif berprestasinya. Demikian sebaliknya, semakin negatif persepsi mahasiswa psikologi terhadap profesi psikolog maka akan semakin rendah motif berprestasi yang dimilikinya.

  2. Berdasarkan kategorisasi skor, terlihat bahwa mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma sebagian besar memiliki persepsi yang positif terhadap profesi psikolog, sekitar 38,3% berada dalam kategori sangat tinggi dan 56,7% berada dalam kategori tinggi. Sementara untuk variabel motif berprestasi, sebagian besar subjek penelitian memiliki motif berprestasi yang tinggi, sekitar 21,7% berada dalam kategori sangat tinggi dan 60% berada dalam kategori tinggi.

B. Saran

  1. Bagi pihak Universitas Dengan melihat pentingnya faktor persepsi terhadap profesi psikolog

dalam mempengaruhi motif berprestasi mahasiswa psikologi, maka merupakan

langkah yang baik apabila fakultas mencanangkan suatu mata perkuliahan baru

yang khusus memberikan pengenalan atau pembelajaran seputar profesi

psikolog, yang menyangkut berbagai permasalahan, potensi ataupun kondisi

profesi ini dalam dunia kerja, bagi para mahasiswa.

  2. Bagi para dosen psikologi Para dosen diharapkan lebih berperan aktif dalam memberikan

pengertian atau informasi jelas mengenai profesi psikolog pada para mahasiswa.

Dosen dapat membagikan pengalamannya, baik itu pengalaman belajar maupun

kerja, sesuai dengan bidang psikologi yang mereka dalami. Dengan demikian

mahasiswa dapat memperoleh pengertian yang menyeluruh tentang berbagai

macam bidang penerapan psikologi dalam dunia kerja nanti.

  3. Bagi para mahasiswa psikologi Mahasiswa diharapkan dapat secara aktif meningkatkan wawasan dan

pengetahuannya seputar profesi psikolog ataupun dunia psikologi itu sendiri.

Dengan berkecimpung secara langsung dalam dunia psikologi, misalnya melalui

interaksi dengan para psikolog, motivator, trainer, atau praktisi psikologi

lainnya, mahasiswa akan mengembangkan minat yang lebih besar untuk benar-

benar berkarya dalam bidang psikologi. Sehingga, melalui minat tersebut,

diharapkan motif berprestasi mereka akan semakin meningkat.

  4. Bagi penelitian selanjutnya Untuk peneliti lain yang tertarik pada masalah persepsi terhadap profesi

psikolog, diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan mengambil

fokus penelitian pada persepsi masyarakat umum terhadap profesi psikolog.

  

Karena menurut peneliti, selain faktor pelaku (psikolog, mahasiswa psikologi,

dsb), eksistensi suatu profesi juga sangat ditentukan oleh faktor pengguna jasa

(klien). Di Indonesia, terapi psikologi masih menjadi kebutuhan tertier, yang

berarti kesediaan masyarakat untuk mengeluarkan uang demi kepentingan terapi

masih tergolong rendah. Dengan melihat kenyataan itu akan sangat menarik

untuk mengetahui bagaimana sebenarnya persepsi masyarakat umum mengenai

profesi psikolog. Sehingga pada akhirnya hasil dari penelitian tersebut dapat

dijadikan sarana untuk merefleksikan berbagai kekurangan yang harus

diperbaiki profesi psikolog agar dapat berkembang untuk melayani masyarakat

dengan lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

  Ahmadi, A. H. Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, S. (1996). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta Atkinson, L. R. (1987). Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga

  

Azwar, S. (2002). Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar Azwar, S. (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Covey, S. R. (1997). 7 Habbits of Highly Effective People. Jakarta: Binarupa

  Aksara Gerungan, W. A. (1980). Psikologi Sosial. Bandung: PT. Eresco

Gunawan, W. A., dan Setyono, A. (2006). Manage Your Mind For Success.

  Jakarta: Gramedia Gunawan, W. A. (2006). Hypnotherapy. Jakarta: Gramedia Hadi, S. (2000). Statistik. Yogyakarta: Andi Hadi, S. (2000). Statistik Jilid 2. Yogyakarta: Penerbit Andi Handoko, M. (1992). Motivasi Daya Penggerak Perilaku. Yogyakarta: Kanisius

Hurlock, E. B. (1991). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang

  Rentang Kehidupan (Edisi V). Jakarta: Erlangga

  

Jung, J. (1978). Understanding Human Motivation: A Cognitive Aproach.

  London: Macmillan Publisher Koehn, D. (2000). Landasan Etika Profesi. Yogyakarta: Kanisius

Kompas. Desember (2006). Hipnoterapi Sebagai Salah Satu Alternatif Terapi.

  Artikel Kompas. Maret (2007). Masyarakat yang (Makin) Sakit. Opini.

  Kompas. April (2007). Psikolog RS Berharap Profesinya Diakui. Artikel.

Madina, U. S. (1998). “Hubungan Antara Seleksi Masuk Dan Motivasi

Berprestasi Belajar Siswa Binaan Khusus SMUN I Manado. Tesis.

  Yogyakarta: Program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada Marinoff, L. (2003). Plato Not Prozac. Bandung: Teraju

Martaniah, S. M. (1984). Motif Sosial. Yogyakarta : Gadjah Mada University

Press

McClelland, D. C. (1986). Human Motivation. New York: Cambridge Univercity

Press

Oemarjoedi, A. K. (2003). Pendekatan Cognitive Behavior dalam Psikoterapi.

  Jakarta: Creative Media

Parwitasari, V. K. (2002). Hubungan Locus of Control Internal Dengan Motif

Berprestasi Pada Siswa Kelas 3 SMUN I Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

Peter, P. J., and Olson. (1999). Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan

Strategi Pemasaran. Jakarta: Erlangga

  

Program Studi Psikologi (2002). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas

Sanata Dharma Psikologi Plus. November (2006). Artikel Rakhmat, J. (2001). Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosdakarya Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius Samana, A. (1994). Profesionalisme Keguruan. Yogyakarta: Kanisius Siagiar, P. (1989). Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta: Bina Aksara

Spillane, J., dan Yudianti, N. (1987). Motivasi, Cita-Cita dan Harapan Mahasiswa

  IKIP Negri dan IKIP Sanata Dharma. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Sudjana, N. (1988). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru

Suryabrata, S. (1983). MP: Analisis Kuantitatif. Lembaga Pendidikan dan

  Kebudayaan Walgito, B. (1999). Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi Offset Walgito, B. (1994). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset

Widyanto, P., dan Suhartanto, E. (2004). Kode Etik Psikologi. Yogyakarta:

  Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Wilcox, L. (2001). Pesonality Psychotherapy. Yogyakarta: IRCiSoD

  

(2006). Ijin Praktek Psikolog. Http: // www. Himpsijaya. org /

penjelasan_ijin_praktek. Diakses November 2006 (2006). Profesi Psikolog. Http: // www. jatim. go. Id / news. Diakses November 2006

SKALA MOTIF BERPRESTASI UJI COBA

  IDENTITAS SUBJEK Nama : …………………………………..

  (Boleh tidak diisi/menggunakan inisial) Jenis Kelamin : L/P (Coret yang tidak perlu) Usia : ………….... Mahasiswa psikologi semester : ……………

  Petunjuk Pengisian

  1. Baca dan pahami baik-baik setiap pernyataan. Anda diminta untuk menjawab apakah pernyataan tersebut sesuai dengan diri anda, dengan cara memberi tanda silang (X) dalam kotak pada salah satu pilihan jawaban yang tersedia, yaitu :

  SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai

  

2. Setiap orang mempunyai jawaban yang berbeda dan tidak ada jawaban

yang dianggap salah, karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda. Jika sudah selesai periksalah kembali, jangan ada pernyataan yang terlewati.

  STS

NO PERNYATAAN SS S TS

  1. Saya merasa bersemangat jika menghadapi suatu tantangan dalam perkuliahan

  2. Dalam diri saya ada potensi yang besar untuk memperoleh keberhasilan

  3. Saya mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar terhindar dari kegagalan yang mungkin terjadi

  4. Tidak masalah bagi saya bila ternyata prestasi semester ini lebih buruk dari semester sebelumnya

  5. Saya tidak merasa malu walau prestasi saya berada di bawah teman-teman saya

  6. Saya senang bila tugas saya selesai dengan cepat, walaupun hasilnya tidak optimal

  7. Saya senang membaca berbagai hal yang berhubungan dengan bidang yang saya pelajari

  8. Saya merasa kurang mampu dalam mengerjakan tugas-tugas yang sulit

  9. Saya merencanakan setiap kegiatan yang saya hadapi untuk mengantisipasi kegagalan yang mungkin terjadi

  10. Saya cepat merasa puas atas prestasi yang saya capai, walaupun prestasi itu tidak sebaik yang saya harapkan

  11. Tidak masalah bila teman-teman lebih pintar dari saya

  12. Saya tidak berusaha maksimal dalam mengerjakan tugas yang diberikan dosen

  13. Saya tidak tertarik untuk mengikuti seminar atau pelatihan karena hanya akan memboroskan uang saya

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  14. Saya percaya bahwa saya mempunyai potensi besar untuk berkembang menjadi lebih baik

  15. Saya malas bila harus melakukan perhitungan terhadap segala hal yang berhubungan dengan tugas-tugas saya

  16. Saya berusaha keras untuk meningkatkan prestasi saya

  17. Saya tidak merasa kecewa walaupun tidak dapat melebihi prestasi yang telah dicapai oleh teman- teman saya

  18. Saya akan menyelesaikan tugas dengan baik, hanya bila tugas itu berkaitan dengan materi yang saya senangi

  19. Saya malas bila harus mempelajari materi perkuliahan yang tidak sesuai dengan minat saya

  20. Prestasi saya terus meningkat karena kemampuan saya yang besar

  21. Sebelum mengambil keputusan, saya berusaha mencari tahu tentang segala permasalahan yang akan saya hadapi

  22. Saya terus belajar meskipun telah memperoleh nilai-nilai yang bagus

  23. Saya merasa lebih siap dari teman-teman saya dalam menghadapi ujian semester

  24. Kesempurnaan dalam menyelesaikan tugas merupakan hal terpenting bagi saya

  25. Saya senang berdiskusi untuk memperluas wawasan saya terhadap berbagai macam hal

  26. Keberhasilan saya dalam belajar disebabkan oleh kemampuan diri saya yang baik

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  27. Saya mengerjakan tugas-tugas saya secara spontan, tanpa perencanaan sebelumnya

  28. Saya tidak perlu mempertahankan prestasi telah saya raih

  29. Saya belajar dengan lebih giat agar dapat mengungguli prestasi teman-teman saya dalam perkuliahan

  30. Saya tidak mengerjakan tugas-tugas saya secara serius

  31. Saya malas mengerjakan tugas-tugas belajar yang sulit

  32. Saya merasa ragu apakah saya mampu mewujudkan cita-cita saya

  33. Saya belajar dari pengalaman agar kegagalan yang saya alami tidak terulang lagi

  34. Saya selalu berusaha agar indeks prestasi saya lebih baik daripada semester sebelumnya

  35. Saya tidak peduli dengan prestasi teman-teman saya, walaupun prestasinya di atas saya

  36. Saya malas mengerjakan ulang tugas saya, walaupun merasa hasilnya akan kurang optimal

  37. Saya tidak suka mengikuti praktikum karena sangat menyita waktu dan tenaga

  38. Saya sulit mencapai sukses walaupun sudah berusaha sekuat tenaga

  39. Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan, saya memeriksa kembali jawaban soal- soal ujian yang saya kerjakan

  40. Saya malas memanfaatkan waktu luang untuk belajar hanya demi meningkatkan prestasi saya

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  41. Saya merasa kemampuan berprestasi saya lebih baik daripada teman-teman saya

  42. Saya mencari ide-ide baru agar dapat menyelesaikan tugas secara lebih memuaskan

  43. Saya berusaha terlibat dalam seminar ataupun pelatihan demi meningkatkan kemampuan saya

  44. Kecil kemungkinan saya untuk berhasil karena saya tidak memiliki bakat yang menonjol dalam bidang apapun

  45. Dalam mengerjakan tugas saya tidak memperhitungkan kegagalan yang mungkin terjadi

  46. Saya merasa kecewa bila tidak ada peningkatan dari prestasi saya

  47. Saya termotivasi untuk meningkatkan prestasi saya bila ada teman yang nilainya lebih baik dari saya

  48. Saya bersedia mengerjakan ulang tugas saya, bila merasa hasilnya akan kurang optimal

  49. Saya berusaha menjalin relasi dengan orang-orang dari profesi yang nanti akan saya geluti

  50. Bila selama ini prestasi saya buruk, itu karena kurangnya kemampuan saya

  51. Saya mempelajari setiap situasi yang akan saya hadapi agar dapat bertindak dengan baik dan tepat

  52. Saya selalu berusaha agar nilai ujian saya lebih baik daripada teman-teman saya

  53. Saya berusaha menyelesaikan tugas yang dibebankan pada saya dengan segenap kemampuan yang saya miliki

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  54. Saya tertarik untuk membahas hal-hal baru demi memperluas wawasan saya

  55. Saya belajar dengan rutin untuk memperbaiki prestasi saya

  56. Saya berusaha mengerjakan tugas-tugas saya dengan sempurna

  57. Saya malas bila harus bersaing dengan teman- teman saya

  58. Walaupun prestasi saya mengecewakan, saya malas bila harus menambah frekuensi belajar saya

  SKALA PERSEPSI TERHADAP PROFESI PSIKOLOG UJI COBA Petunjuk Pengisian 1.

  Baca dan pahami baik-baik setiap pernyataan. Anda diminta untuk menjawab apakah pernyataan tersebut sesuai dengan diri anda, dengan cara memberi tanda silang (X) dalam kotak pada salah satu pilihan jawaban yang tersedia, yaitu :

  SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

  

2. Setiap orang mempunyai jawaban yang berbeda dan tidak ada jawaban

yang dianggap salah, karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda. Jika sudah selesai periksalah kembali, janga n ada pernyataan yang terlewati.

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  1. Psikolog adalah sebuah profesi yang terhormat dan mendapatkan penghargaan yang tinggi dari masyarakat

  2. Menjadi psikolog akan memperluas kesempatan seseorang untuk dapat bertemu dengan banyak orang

  3. Menjadi psikolog berarti menghilangkan peluang untuk berkreasi

  4. Menjadi seorang psikolog memungkinkan seseorang untuk mengatur jam kerja pribadinya dengan bebas

  5. Penghasilan seorang psikolog hanya sedikit, sehingga tidak dapat mencukupi hidup secara layak

  6. Psikolog merupakan profesi yang kurang menantang karena sifat pekerjaannya monoton dan membosankan

  7. Psikolog mempunyai peran yang setara dengan psikiater dalam mengusahakan kesembuhan pasien

  8. Menjadi psikolog merupakan suatu kebanggaan tersendiri ditengah-tengah masyarakat

  9. Psikolog mempunyai pergaulan yang kurang sehat karena sering berinteraksi dengan orang-orang sakit jiwa

  10. Keunikan setiap klien membuat psikolog harus fleksibel dalam memberikan terapi

  11. Profesi psikolog adalah sebuah profesi yang banyak menyita perhatian, sehingga tidak ada waktu lagi bagi keluarga

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  12. Profesi psikolog kurang diminati karena gajinya kecil

  13. Psikolog dihadapkan pada suatu kondisi kerja yang akan sangat menunjang perkembangan keahliannya

  14. Psikolog hanya bertugas memberikan terapi, sedang kesembuhan merupakan hasil dari usaha klien sendiri

  15. Profesi psikolog menempati kelas kedua bila dibandingkan dengan profesi psikiater

  16. Menjadi psikolog memungkinkan seseorang untuk memiliki relasi dengan banyak orang dari berbagai macam bidang pekerjaan

  17. Psikolog diberi kebebasan untuk menciptakan paradigma baru demi memperkaya teori-teori psikologi yang sudah ada

  18. Psikolog sering tidak memiliki waktu untuk bersantai karena terkadang klien membutuhkan bantuan di luar sesi terapi formal

  19. Penghasilan yang diterima psikolog tidak sebanding dengan tanggung jawab yang dipikulnya

  20. Semakin kompleksnya permasalahan manusia mengharuskan psikolog untuk selalu mengembangkan teknik terapinya

  21. Masyarakat tidak membutuhkan psikolog karena perannya bisa digantikan oleh rohaniwan atau tokoh-tokoh agama

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  22. Pendapatan psikolog rendah karena hanya ada sedikit orang yang mau mengeluarkan uangnya untuk kepentingan terapi

  23. Lingkup pergaulan seorang psikolog sangat terbatas karena hanya berhubungan dengan orang yang itu- itu saja

  24. Psikolog dituntut untuk terus berkreasi dengan menemukan ide-ide atau pemikiran-pemikiran yang original

  25. Psikolog berhak untuk membatasi jumlah kliennya, sehingga jam kerjanya cukup fleksibel

  26. Besarnya tingkat penghasilan psikolog menarik banyak orang untuk menjadi psikolog

  27. Tidak ada banyak perkembangan dalam bidang psikologi, sehingga psikolog tidak perlu mengembangkan teknik terapinya

  28. Psikolog tidak berkompeten untuk memberikan pelatihan motivasi bagi karyawan perusahaan

  29. Penghargaan masyarakat yang tinggi terhadap profesi psikolog membuat banyak orang ingin menjadi psikolog

  30. Pergaulan seorang psikolog hanya terbatas dengan para pengguna jasa atau klien saja

  31. Psikolog dituntut untuk terus mengembangkan pemikiran-pemikiran baru demi menjaga profesionalitasnya

  32. Ketergantungan klien terhadap psikolog mengharuskan psikolog siap untuk bekerja 24 jam sehari

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  33. Secara financial, penghasilan seorang psikolog dapat membuat kelangsungan hidup keluarganya lebih terjamin

  34. Rutinitas pekerjaan psikolog kurang mendorong peningkatan kemampuan dirinya

  35. Psikolog tidak mampu memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat karena perannya dapat digantikan oleh profesi lain

  36. Masyarakat sangat menghormati profesi psikolog karena hanya mereka yang cerdas yang bisa menjadi seorang psikolog

  37. Profesi psikolog merupakan profesi yang menyenangkan, karena dapat bergaul dengan banyak orang dari berbagai macam karakter

  38. Psikolog tidak dituntut untuk menemukan pemikiran-pemikiran baru karena hanya melakukan pekerjaan yang monoton

  39. Profesi psikolog menyediakan cukup waktu bagi anggotanya untuk dapat bersantai bersama keluarga

  40. Profesi psikolog menjanjikan tingkat penghasilan yang tinggi karena lingkup kerjanya luas

  41. Kondisi kerja yang dinamis menuntut psikolog untuk terus meningkatkan pengetahuannya

  42. Psikolog mempunyai peran yang sangat besar dalam menjaga kesehatan psikologis masyarakat

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  43. Bila dibandingkan dengan psikiater, penghargaan masyarakat terhadap psikolog masih rendah

  44. Kemampuan berkreasi seseorang akan terhambat bila dia menjadi seorang psikolog

  45. Profesi psikolog adalah profesi yang kurang menjanjikan kesejahteraan bila dibandingkan dengan profesi lain

  46. Profesi psikolog kurang menantang karena mudah untuk dipelajari dan diterapkan oleh siapa saja

  47. Psikolog berperan penting dalam proses penyeleksian karyawan

  48. Sebagai helper jam kerja psikolog tidak terbatas, sehingga tidak ada lagi waktu untuk melakukan aktivitas lain

  49. Kemampuan psikolog akan sulit berkembang karena pekerjaannya kurang menantang

  50. Psikolog berkewajiban untuk mengusahakan kesembuhan klien

  51. Psikolog tidak berhak memberikan terapi tanpa persetujuan psikiater

  52. Menjadi psikolog cukup menantang karena mengharuskan seseorang untuk dapat berempati dan mendengarkan dengan baik

  53. Peran dan kewajiban profesi psikolog tidak kalah besar bila dibanding dengan profesi lain

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  54. Psikolog harus berpikiran terbuka dan berwawasan luas karena akan berhadapan dengan orang dari berbagai latar belakang yang berbeda

  55. Psikolog mempunyai penghasilan yang tinggi karena berhak menentukan jumlah tarifnya sendiri

  56. Jam kerja yang padat membuat psikolog kehilangan banyak waktu bagi dirinya sendiri

  57. Profesi psikolog kurang memiliki prestise di mata masyarakat

  58. Lingkup kerja yang sempit membatasi psikolog dalam menjalin relasi dengan berbagai profesi lain

  59. Menjadi psikolog memudahkan seseorang untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi

  60. Psikolog harus setia pada paradigma psikologi konvensional sehingga kemampuan berpikir kreatifnya akan kurang berkembang

  61. Status sebagai psikolog membuat seseorang menjadi rendah diri karena masyarakat tidak menghargainya

  62. Psikolog berperan penting dalam memberikan pelatihan psikologis demi meningkatkan kualitas tenaga kerja suatu perusahaan

  63. Lingkup kerja yang terbatas menyebabkan tingkat penghasilan psikolog menjadi rendah

  64. Seorang psikolog dituntut untuk selalu berpikir kreatif dalam menyusun materi pelatihan yang akan diberikan pada suatu perusahaan

SKALA MOTIF BERPRESTASI

  

PENELITIAN

  IDENTITAS SUBJEK Nama : …………………………………..

  (Boleh tidak diisi/menggunakan inisial) Jenis Kelamin : L/P (Coret yang tidak perlu) Usia : ………….... Mahasiswa psikologi semester : ……………

  Petunjuk Pengisian

  3. Baca dan pahami baik-baik setiap pernyataan. Anda diminta untuk menjawab apakah pernyataan tersebut sesuai dengan diri anda, dengan cara memberi tanda silang (X) dalam kotak pada salah satu pilihan jawaban yang tersedia, yaitu :

  SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai

  

4. Setiap orang mempunyai jawaban yang berbeda dan tidak ada jawaban

yang dianggap salah, karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda. Jika sudah selesai periksalah kembali, jangan ada pernyataan yang terlewati.

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  1. Saya merasa bersemangat jika menghadapi suatu tantangan dalam perkuliahan

  2. Dalam diri saya ada potensi yang besar untuk memperoleh keberhasilan

  3. Saya mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar terhindar dari kegagalan yang mungkin terjadi

  4. Tidak masalah bagi saya bila ternyata prestasi semester ini lebih buruk dari semester sebelumnya

  5. Saya senang bila tugas saya selesai dengan cepat, walaupun hasilnya tidak optimal

  6. Saya senang membaca berbagai hal yang berhubungan dengan bidang yang saya pelajari

  7. Saya merasa kurang mampu dalam mengerjakan tugas-tugas yang sulit

  8. Saya merencanakan setiap kegiatan yang saya hadapi untuk mengantisipasi kegagalan yang mungkin terjadi

  9. Saya tidak berusaha maksimal dalam mengerjakan tugas yang diberikan dosen

  10. Saya tidak tertarik untuk mengikuti seminar atau pelatihan karena hanya akan memboroskan uang saya

  11. Saya percaya bahwa saya mempunyai potensi besar untuk berkembang menjadi lebih baik

  12. Saya malas bila harus melakukan perhitungan terhadap segala hal yang berhubungan dengan tugas-tugas saya

  13. Saya berusaha keras untuk meningkatkan prestasi saya

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  14. Saya tidak merasa kecewa walaupun tidak dapat melebihi prestasi yang telah dicapai oleh teman- teman saya

  15. Prestasi saya terus meningkat karena kemampuan saya yang besar

  16. Saya terus belajar meskipun telah memperoleh nilai-nilai yang bagus

  17. Saya merasa lebih siap dari teman-teman saya dalam menghadapi ujian semester

  18. Kesempurnaan dalam menyelesaikan tugas merupakan hal terpenting bagi saya

  19. Saya senang berdiskusi untuk memperluas wawasan saya terhadap berbagai macam hal

  20. Keberhasilan saya dalam belajar disebabkan oleh kemampuan diri saya yang baik

  21. Saya mengerjakan tugas-tugas saya secara spontan, tanpa perencanaan sebelumnya

  22. Saya tidak perlu mempertahankan prestasi telah saya raih

  23. Saya belajar dengan lebih giat agar dapat mengungguli prestasi teman-teman saya dalam perkuliahan

  24. Saya tidak mengerjakan tugas-tugas saya secara serius

  25. Saya malas mengerjakan tugas-tugas belajar yang sulit

  26. Saya merasa ragu apakah saya mampu mewujudkan cita-cita saya

  27. Saya belajar dari pengalaman agar kegagalan yang saya alami tidak terulang lagi

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  28. Saya selalu berusaha agar indeks prestasi saya lebih baik daripada semester sebelumnya

  29. Saya tidak peduli dengan prestasi teman-teman saya, walaupun prestasinya di atas saya

  30. Saya malas mengerjakan ulang tugas saya, walaupun merasa hasilnya akan kurang optimal

  31. Saya sulit mencapai sukses walaupun sudah berusaha sekuat tenaga

  32. Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan, saya memeriksa kembali jawaban soal- soal ujian yang saya kerjakan

  33. Saya malas memanfaatkan waktu luang untuk belajar hanya demi meningkatkan prestasi saya

  34. Saya merasa kemampuan berprestasi saya lebih baik daripada teman-teman saya

  35. Saya mencari ide-ide baru agar dapat menyelesaikan tugas secara lebih memuaskan

  36. Saya berusaha terlibat dalam seminar ataupun pelatihan demi meningkatkan kemampuan saya

  37. Kecil kemungkinan saya untuk berhasil karena saya tidak memiliki bakat yang menonjol dalam bidang apapun

  38. Dalam mengerjakan tugas saya tidak memperhitungkan kegagalan yang mungkin terjadi

  39. Saya termotivasi untuk meningkatkan prestasi saya bila ada teman yang nilainya lebih baik dari saya

  40. Saya bersedia mengerjakan ulang tugas saya, bila merasa hasilnya akan kurang optimal

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  41. Saya selalu berusaha agar nilai ujian saya lebih baik daripada teman-teman saya

  42. Saya berusaha menyelesaikan tugas yang dibebankan pada saya dengan segenap kemampuan yang saya miliki

  43. Saya tertarik untuk membahas hal-hal baru demi memperluas wawasan saya

  44. Saya belajar dengan rutin untuk memperbaiki prestasi saya

  45. Saya berusaha mengerjakan tugas-tugas saya dengan sempurna

  46. Saya malas bila harus bersaing dengan teman- teman saya

  47. Walaupun prestasi saya mengecewakan, saya malas bila harus menambah frekuensi belajar saya

  SKALA PERSEPSI TERHADAP PROFESI PSIKOLOG PENELITIAN Petunjuk Pengisian

  

3. Baca dan pahami baik-baik setiap pernyataan. Anda diminta untuk

menjawab apakah pernyataan tersebut sesuai dengan diri anda, dengan cara memberi tanda silang (X) dalam kotak pada salah satu pilihan jawaban yang tersedia, yaitu :

  SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

  4. Setiap orang mempunyai jawaban yang berbeda dan tidak ada jawaban yang dianggap salah, karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda. Jika sudah selesai periksalah kembali, jangan ada pernyataan yang terlewati.

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  1. Psikolog adalah sebuah profesi yang terhormat dan mendapatkan penghargaan yang tinggi dari masyarakat

  2. Menjadi psikolog berarti menghilangkan peluang untuk berkreasi

  3. Penghasilan seorang psikolog hanya sedikit, sehingga tidak dapat mencukupi hidup secara layak

  4. Psikolog merupakan profesi yang kurang menantang karena sifat pekerjaannya monoton dan membosankan

  5. Psikolog mempunyai peran yang setara dengan psikiater dalam mengusahakan kesembuhan pasien

  6. Menjadi psikolog merupakan suatu kebanggaan tersendiri ditengah-tengah masyarakat

  7. Psikolog mempunyai pergaulan yang kurang sehat karena sering berinteraksi dengan orang-orang sakit jiwa

  8. Profesi psikolog adalah sebuah profesi yang banyak menyita perhatian, sehingga tidak ada waktu lagi bagi keluarga

  9. Profesi psikolog kurang diminati karena gajinya kecil

  10. Psikolog dihadapkan pada suatu kondisi kerja yang akan sangat menunjang perkembangan keahliannya

  11. Profesi psikolog menempati kelas kedua bila dibandingkan dengan profesi psikiater

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  12. Menjadi psikolog memungkinkan seseorang untuk memiliki relasi dengan banyak orang dari berbagai macam bidang pekerjaan

  13. Psikolog diberi kebebasan untuk menciptakan paradigma baru demi memperkaya teori-teori psikologi yang sudah ada

  14. Psikolog sering tidak memiliki waktu untuk bersantai karena terkadang klien membutuhkan bantuan di luar sesi terapi formal

  15. Penghasilan yang diterima psikolog tidak sebanding dengan tanggung jawab yang dipikulnya

  16. Semakin kompleksnya permasalahan manusia mengharuskan psikolog untuk selalu mengembangkan teknik terapinya

  17. Masyarakat tidak membutuhkan psikolog karena perannya bisa digantikan oleh rohaniwan atau tokoh-tokoh agama

  18. Pendapatan psikolog rendah karena hanya ada sedikit orang yang mau mengeluarkan uangnya untuk kepentingan terapi

  19. Lingkup pergaulan seorang psikolog sangat terbatas karena hanya berhubungan dengan orang yang itu- itu saja

  20. Psikolog dituntut untuk terus berkreasi dengan menemukan ide-ide atau pemikiran-pemikiran yang original

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  21. Tidak ada banyak perkembangan dalam bidang psikologi, sehingga psikolog tidak perlu mengembangkan teknik terapinya

  22. Psikolog tidak berkompeten untuk memberikan pelatihan motivasi bagi karyawan perusahaan

  23. Penghargaan masyarakat yang tinggi terhadap profesi psikolog membuat banyak orang ingin menjadi psikolog

  24. Pergaulan seorang psikolog hanya terbatas dengan para pengguna jasa atau klien saja

  25. Psikolog dituntut untuk terus mengembangkan pemikiran-pemikiran baru demi menjaga profesionalitasnya

  26. Secara financial, penghasilan seorang psikolog dapat membuat kelangsungan hidup keluarganya lebih terjamin

  27. Rutinitas pekerjaan psikolog kurang mendorong peningkatan kemampuan dirinya

  28. Psikolog tidak mampu memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat karena perannya dapat digantikan oleh profesi lain

  29. Profesi psikolog merupakan profesi yang menyenangkan, karena dapat bergaul dengan banyak orang dari berbagai macam karakter

  30. Psikolog tidak dituntut untuk menemukan pemikiran-pemikiran baru karena hanya melakukan pekerjaan yang monoton.

  31. Profesi psikolog menyediakan cukup waktu bagi anggotanya untuk dapat bersantai bersama keluarga

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  32. Profesi psikolog menjanjikan tingkat penghasilan yang tinggi karena lingkup kerjanya luas

  33. Psikolog mempunyai peran yang sangat besar dalam menjaga kesehatan psikologis masyarakat

  34. Kemampuan berkreasi seseorang akan terhambat bila dia menjadi seorang psikolog

  35. Profesi psikolog adalah profesi yang kurang menjanjikan kesejahteraan bila dibandingkan dengan profesi lain

  36. Profesi psikolog kurang menantang karena mudah untuk dipelajari dan diterapkan oleh siapa saja

  37. Psikolog berperan penting dalam proses penyeleksian karyawan

  38. Sebagai helper jam kerja psikolog tidak terbatas, sehingga tidak ada lagi waktu untuk melakukan aktivitas lain

  39. Kemampuan psikolog akan sulit berkembang karena pekerjaannya kurang menantang

  40. Psikolog tidak berhak memberikan terapi tanpa persetujuan psikiater

  41. Peran dan kewajiban profesi psikolog tidak kalah besar bila dibanding dengan profesi lain

  42. Psikolog harus berpikiran terbuka dan berwawasan luas karena akan berhadapan dengan orang dari berbagai latar belakang yang berbeda

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  43. Psikolog mempunyai penghasilan yang tinggi karena berhak menentukan jumlah tarifnya sendiri

  44. Profesi psikolog kurang memiliki prestise di mata masyarakat

  45. Lingkup kerja yang sempit membatasi psikolog dalam menjalin relasi dengan berbagai profesi lain

  46. Psikolog harus setia pada paradigma psikologi konvensional sehingga kemampuan berpikir kreatifnya akan kurang berkembang

  47. Status sebagai psikolog membuat seseorang menjadi rendah diri karena masyarakat tidak menghargainya

  48. Lingkup kerja yang terbatas menyebabkan tingkat penghasilan psikolog menjadi rendah

  49. Seorang psikolog dituntut untuk selalu berpikir kreatif dalam menyusun materi pelatihan yang akan diberikan pada suatu perusahaan

  Jangan sampai ada pernyataan yang terlewatkan ♫ Terima kasih atas partisipasi ANDA ♫

  DATA MOTIF BERPRESTASI UJI COBA Subjek it1 it2 it3 it4 it5 it6 it7 it8 it9 it10 it11 it12 it13 it14 it15

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  28

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  27

  3

  3

  2

  26

  3

  3

  3

  30

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  29

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  23

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  22

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  25

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  24

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  31

  21

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  38

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  37

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  40

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  39

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  36

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  33

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  32

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  35

  2

  4

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  34

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  8

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  4

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  7

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  10

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  9

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  6

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  5

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  18

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  17

  3

  2

  2

  16

  2

  3

  3

  20

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  19

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  11

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  13

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  12

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  15

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  14

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  3 Subjek it16 it17 it18 it19 it20 it21 it22 it23 it24 it25 it26 it27 it28

  1

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  28

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  27

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  30

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  29

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  26

  31

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  23

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  22

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  25

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  24

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  38

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  3

  37

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  1

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  40

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  39

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  36

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  33

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  32

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  35

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  34

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  21

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  8

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  7

  3

  3

  4

  6

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  10

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  9

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  5

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  11

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  18

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  17

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  20

  3

  3

  1

  2

  4

  3

  3

  3

  19

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  16

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  13

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  12

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  15

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  14

  3

  4

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  4 Subjek it29 it30 it31 it32 it33 it34 it35 it36 it37 it38 it39 it40

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  28

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  4

  4

  2

  27

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  30

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  29

  2

  3

  3

  3

  3

  26

  31

  2

  3

  3

  3

  2

  23

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  22

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  25

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  24

  2

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  38

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  37

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  40

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  39

  3

  1

  2

  4

  2

  36

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  33

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  32

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  35

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  34

  3

  3

  3

  3

  3

  21

  3

  3

  3

  3

  4

  8

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  7

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  6

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  10

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  9

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  5

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  11

  1

  2

  4

  3

  3

  3

  18

  4

  4

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  1

  17

  3

  4

  4

  1

  3

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  20

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  19

  3

  4

  3

  4

  3

  16

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  13

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  12

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  15

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  14

  3

  3

  3

  3

  2 Subjek it41 it42 it43 it44 it45 it46 it47 it48 it49 it50 it51

  1

  4

  3

  3

  3

  2

  28

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  27

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  30

  3

  4

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  29

  3

  3

  3

  3

  26

  31

  3

  3

  3

  3

  2

  23

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  22

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  25

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  24

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  38

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  37

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  40

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  39

  3

  2

  3

  2

  36

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  33

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  32

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  35

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  34

  3

  3

  3

  4

  21

  3

  3

  3

  4

  3

  8

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  7

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  6

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  10

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  9

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  5

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  11

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  18

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  17

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  20

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  19

  3

  2

  4

  3

  16

  2

  2

  3

  3

  3

  13

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  12

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  15

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  14

  3

  2

  3

  3

  3 Subjek it52 it53 it54 it55 it56 it57 it58

  1

  4

  3

  2

  28

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  27

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  30

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  29

  3

  3

  26

  31

  3

  3

  3

  23

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  22

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  25

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  24

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  38

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  37

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  40

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  39

  2

  3

  36

  3

  4

  3

  3

  33

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  32

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  35

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  34

  3

  3

  21

  3

  3

  4

  8

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  7

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  6

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  10

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  9

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  5

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  11

  2

  3

  3

  3

  18

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  17

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  20

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  19

  1

  4

  16

  3

  3

  3

  13

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  12

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  15

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  14

  3

  2

  4 DATA PERSEPSI TERHADAP PROFESI PSIKOLOG UJI COBA Subj It1 It2 It3 It4 It5 It6 It7 It8 It9 It10 It11 It12 It13 It14 It15

  1

  4

  3

  2

  4

  1

  3

  3

  4

  2

  3

  28

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  27

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  30

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  1

  2

  29

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  26

  31

  1

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  23

  2

  2

  3

  1

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  1

  4

  22

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  25

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  24

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  38

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  1

  2

  1

  2

  37

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  40

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  39

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  36

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  33

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  32

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  35

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  34

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  21

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  8

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  7

  3

  3

  4

  6

  3

  2

  3

  10

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  1

  9

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  5

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  1

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  11

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  18

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  17

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  20

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  19

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  16

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  13

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  12

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  15

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  14

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2 Subj It16 It17 It18 It19 It20 It21 It22 It23 It24 It25 It26 It27 It28 1 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 2 3 3 3 27 4 3 2 3 2

  4

  3

  4

  4 3 2 3 4 28 4 3 3 3 3

  3

  4

  3 3 2 3 3 29 3 3 3 2 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 3 30 4 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4 1 2 4 4 22 4 3 3 3 4

  3

  4

  3

  4 3 3 3 3 23 4 2 4 4 4

  3

  3

  3 3 1 4 4 24 3 3 2 1 3

  4 3 2 3 4 26 3 2 2 3 3

  3

  2

  3

  3 3 2 3 4 25 4 3 2 1 3

  4

  2

  4

  3 3 2 4 4 31 3 2 3 3 3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3 3 3 4

  3 38 4 3 3 3 3

  3

  3

  4 3 2 2 3 39 2 2 3 2 3

  2

  1

  2

  3

  2 3 2 2 3 40 2 3 3 1 3

  1

  2

  1

  3 3 1 2 3 37 4 3 2 3 4

  1

  4

  3

  3 2 3 3 3 32 3 3 3 2 3

  4

  3

  3

  3 3 3 3 3 33 3 3 3 3 3

  3

  2

  3 3 2 3 3 34 3 2 2 1 4

  1

  3

  1

  3

  3 4 2 3 3 35 4 3 3 1 3

  4

  3

  4

  4 3 2 3 4 36 2 3 3 1 3

  4

  4

  3

  3

  3

  3 3 3 3 3 7 3 3 3 2 3

  3

  3

  3

  3 2 2 3 3 8 4 3 3 3 4

  4

  4

  3

  4 3 4 3 3 9 3 3 2 2 3

  3

  2

  3

  3 3 2 4 3 10 4 3 3 3 4

  3

  3

  3

  3 2 2 3 3 6 3 3 2 3 3

  3 3 3 3 4 11 3 3 3 2 3

  3

  3

  3 2 2 3 4 2 4 3 3 2 4

  3

  3

  4

  4 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3

  3

  3

  3

  2 4 2 4 4 4 4 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 4 5 3 3 3 2 4

  3

  3

  3

  3

  3 3 2 3 3 21 4 3 4 2 4

  4

  4 4 3 4 4 17 4 4 2 2 4

  4

  3

  3

  4 4 2 3 4 18 4 3 3 4 4

  3

  3

  3 4 1 3 3 19 3 3 3 3 3

  4

  3

  3

  3

  3 3 3 3 3 20 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  3 3 2 3 3 12 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3 3 2 3 4 13 3 3 3 3 3

  3

  3

  3 3 2 3 3 16 4 4 3 2 4

  3 3 3 3 3 14 4 4 4 4 4

  4

  4

  4

  4 4 4 4 4 15 3 3 3 2 3

  3

  2

  3

  2 4 2 3 3 Subj It29 It30 It31 It32 It33 It34 It35 It36 It37 It38 It39 It40 1 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3 3 2 3 27 3 3 3 2

  3

  3

  3

  1

  3 3 2 4 28 3 3 3 3

  3

  3

  2

  3

  4 4 3 3 29 2 3 3 3

  4

  3

  3

  2

  3 3 3 3 30 2 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  4 4 3 2 22 4 3 3 2

  3

  3

  4

  2

  3 3 3 3 23 3 4 4 3

  3

  4

  1

  4 3 2 3 26 3 3 3 2

  4 4 3 2 24 2 3 3 3

  3

  3

  3

  2

  3 3 2 3 25 3 4 4 3

  3

  3

  4

  3

  4 3 3 3 31 3 3 3 2

  3

  4

  3

  2

  3 3 3 2 37 4 3 4 2

  3

  4

  4

  4

  4 4 3 3 38 3 4 3 3

  3

  3

  3

  2

  4 3 4 3 39 2 2 3 3

  3

  2

  2

  2

  3 3 3 2 40 1 2 3 4

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3 3 3 3 32 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 2 3 33 3 3 3 3

  3

  3

  2

  4 4 3 2 36 2 2 3 4

  3 3 3 3 34 2 4 4 3

  2

  3

  4

  2

  4 3 3 3 35 2 2 4 3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3 3 2 3 7 3 3 3 3

  3

  3

  2

  3

  3 3 2 3 8 4 4 4 2

  3

  3

  3

  4

  4 3 3 4 9 3 4 4 4

  2

  3

  4

  2

  3 3 2 2 10 3 3 4 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 6 3 3 3 2

  3 3 3 3 11 3 3 4 3

  2

  3

  3

  4 3 2 3 2 3 3 4 3

  3

  3

  3

  3

  4 3 3 3 3 2 3 3 3

  2

  2

  2

  3

  3 2 3 2 4 3 4 3 3

  3

  3

  3

  2

  4 3 3 3 5 3 3 3 2

  3

  3

  3

  2

  2

  3 3 3 3 21 3 4 4 4

  3

  2

  4 4 3 3 17 3 3 4 3

  2

  4

  4

  2

  4 4 3 3 18 3 3 4 4

  3

  2

  4

  4

  3 3 3 3 19 2 3 3 3

  3

  3

  4

  2

  4 3 3 4 20 3 3 3 3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3 3 3 2 12 3 3 3 3

  3

  3

  4

  2

  4 3 3 3 13 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3 3 3 2 16 3 3 4 4

  3 3 3 3 14 4 4 4 4

  4

  4

  4

  1

  4 4 4 4 15 3 3 3 3

  2

  3

  3

  2

  3 3 3 2 Subj It41 It42 It43 It44 It45 It46 It47 It48 It49 It50 It51 It52 1 3 3 2 3

  2

  3

  3

  3 3 2 3 27 4 4 2 4

  4

  4

  1

  2

  3 4 3 3 28 3 3 3 4

  3

  4

  3

  3

  3 3 3 3 29 3 3 3 3

  3

  3

  2

  3

  3 2 3 4 30 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4 4 4 4 22 4 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 2 3 3 23 4 4 3 4

  4

  4

  3

  3 3 3 4 26 3 3 2 3

  4 3 3 3 24 3 3 3 4

  3

  3

  3

  2

  3 3 3 3 25 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 31 3 3 3 3

  3

  4

  3

  3

  3 1 3 3 37 3 4 4 4

  4

  3

  4

  2

  4 3 4 3 38 3 4 3 4

  3

  4

  3

  2

  3 3 4 4 39 3 3 2 3

  2

  2

  3

  3

  2 2 3 3 40 4 3 1 3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3 2 3 3 32 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 4 3 3 33 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3 2 4 4 36 3 3 2 2

  3 3 3 3 34 3 4 1 3

  2

  2

  3

  3

  3 3 3 4 35 3 3 2 3

  2

  3

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3 3 3 3 7 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 8 4 4 2 4

  3

  3

  3

  4

  3 4 4 4 9 3 3 3 3

  3

  3

  3

  2

  3 2 3 3 10 3 3 3 4

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 4 6 3 3 3 3

  3 3 3 3 11 3 2 2 3

  3

  3

  3

  3 3 2 3 2 3 4 3 4

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 4 3 4 2 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 2 2 4 4 4 3 3 3

  3

  3

  4

  4

  3 3 3 3 5 3 3 2 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 21 4 4 2 4

  4

  3

  3 2 3 3 17 3 3 2 3

  4

  3

  3

  3

  3 3 3 4 18 3 4 2 3

  4

  3

  3

  4

  2 1 3 4 19 3 3 2 3

  3

  3

  3

  2

  3 3 3 3 20 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3 3 2 4 12 3 3 3 3

  3

  3

  3

  4

  2 3 3 3 13 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 16 3 3 2 3

  3 2 2 4 14 4 4 2 4

  4

  4

  4

  4

  4 1 4 4 15 3 3 2 3

  3

  3

  3

  3

  3 2 2 3 Subj It53 It54 It55 It56 It57 It58 It59 It60 It61 It62 It63 It64 1 3 4 3 4

  3

  3

  3

  3 3 3 3 27 3 4 3 3

  3

  3

  3

  2

  3 4 3 4 28 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 29 3 3 4 3

  2

  4

  3

  3

  3 3 3 3 30 3 3 3 3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4 4 3 4 22 4 4 3 3

  4

  3

  3

  4

  4 3 3 3 23 4 4 3 3

  4

  4

  4

  3 3 3 3 26 3 3 3 2

  3 4 4 4 24 3 3 3 2

  3

  4

  3

  3

  3 3 1 3 25 3 3 3 2

  3

  4

  3

  3

  3 3 3 4 31 3 3 3 4

  4

  4

  4

  2

  1 3 2 3 37 4 4 4 3

  4

  4

  3

  4

  3 4 3 3 38 4 4 3 3

  4

  4

  3

  2

  4 3 4 4 39 3 3 2 3

  2

  2

  3

  2

  3 3 3 3 40 2 3 1 3

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4 3 3 3 32 3 3 2 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 33 3 3 3 3

  3

  3

  3

  4 3 3 3 36 3 3 1 3

  3 3 3 3 34 3 3 2 2

  2

  3

  2

  2

  3 3 3 3 35 3 4 2 3

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3 3 4 3 7 3 3 3 4

  3

  3

  4

  2

  3 3 3 3 8 4 4 4 4

  4

  4

  3

  3

  4 4 4 4 9 3 3 3 2

  3

  2

  2

  4

  3 3 2 3 10 3 3 3 4

  3

  3

  3

  3

  3 4 4 4 6 3 3 3 3

  3 3 4 3 11 4 3 2 3

  4

  3

  3

  4 4 4 4 2 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  4 3 3 3 3 4 4 3 3

  4

  4

  3

  4

  3 3 4 3 4 3 4 3 3

  3

  3

  3

  3

  4 3 3 3 5 4 4 3 4

  3

  3

  3

  3

  3

  4 3 3 3 21 4 4 2 3

  4

  3

  3 3 3 3 17 4 3 3 3

  4

  4

  2

  3

  3 3 3 3 18 3 3 4 2

  3

  4

  2

  4

  4 4 3 3 19 3 3 3 3

  3

  4

  3

  3

  3 3 3 3 20 4 4 3 3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3 3 2 4 12 3 3 4 4

  3

  4

  3

  3

  3 4 3 3 13 4 3 3 3

  4

  2

  3

  3 3 2 3 16 4 4 3 3

  3 4 3 3 14 4 4 4 4

  4

  4

  4

  4

  4 4 4 4 15 3 3 3 3

  4

  4

  3

  3

  2 4 2 3 Reliabilitas Skala Motif Berprestasi

  

Warnings

The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  40 Aitem9 2.98 .530

  40 Aitem20 2.70 .564

  40 Aitem19 2.65 .580

  40 Aitem18 2.53 .716

  40 Aitem17 2.35 .580

  40 Aitem16 3.15 .533

  40 Aitem15 2.88 .563

  40 Aitem14 3.30 .516

  40 Aitem13 2.95 .597

  40 Aitem12 3.08 .526

  40 Aitem11 2.30 .516

  40 Aitem10 2.80 .564

  40 Aitem8 2.78 .530

  Case Processing Summary N % Valid

  40 Aitem7 3.18 .594

  40 Aitem6 2.70 .516

  40 Aitem5 2.53 .716

  40 Aitem4 2.80 .608

  40 Aitem3 3.15 .533

  40 Aitem2 3.25 .494

  58 Item Statistics Mean Std. Deviation N Aitem1 3.05 .639

  .927

   Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  Cases Total 40 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  40 100.0 Excluded( a) .0

  40 Aitem21 3.20 .464

  40 Aitem22 2.85 .580

  40 Aitem50 2.63 .667

  40 Aitem44 3.23 .530

  40 Aitem45 3.00 .392

  40 Aitem46 3.03 .620

  40 Aitem47 3.08 .572

  40 Aitem48 2.80 .608

  40 Aitem49 3.25 .588

  40 Aitem51 3.15 .427

  40 Aitem42 3.10 .545

  40 Aitem52 3.00 .453

  40 Aitem53 3.18 .385

  40 Aitem54 3.38 .490

  40 Aitem55 2.63 .586

  40 Aitem56 3.05 .450

  40 Aitem57 2.80 .564

  40 Aitem58 2.88 .686

  40 Aitem43 2.88 .648

  40 Aitem41 2.55 .504

  40 Aitem23 2.30 .564

  40 Aitem31 2.88 .648

  40 Aitem24 2.85 .662

  40 Aitem25 3.35 .622

  40 Aitem26 3.00 .392

  40 Aitem27 2.65 .580

  40 Aitem28 3.20 .516

  40 Aitem29 2.70 .648

  40 Aitem30 3.03 .480

  40 Aitem32 2.88 .686

  40 Aitem40 2.60 .744

  40 Aitem33 3.55 .504

  40 Aitem34 3.40 .545

  40 Aitem35 2.43 .675

  40 Aitem36 2.65 .533

  40 Aitem37 3.18 .594

  40 Aitem38 3.10 .545

  40 Aitem39 3.33 .694

  40

  

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted Aitem1 166.70 201.754 .587 .924 Aitem2 166.50 204.256 .589 .925 Aitem3 166.60 208.144 .285 .927 Aitem4 166.95 206.151 .360 .926 Aitem5 167.23 212.384 -.004 .930 Aitem6 167.05 205.895 .448 .926 Aitem7 166.58 206.097 .373 .926 Aitem8 166.98 205.307 .475 .925 Aitem9 166.78 206.076 .423 .926 Aitem10 166.95 209.997 .153 .928 Aitem11 167.45 209.228 .222 .927 Aitem12 166.68 202.943 .640 .924 Aitem13 166.80 202.831 .566 .925 Aitem14 166.45 204.254 .561 .925 Aitem15 166.88 203.856 .537 .925 Aitem16 166.60 202.092 .688 .924 Aitem17 167.40 206.195 .377 .926 Aitem18 167.23 216.076 -.180 .931 Aitem19 167.10 208.810 .219 .927 Aitem20 167.05 205.331 .443 .926 Aitem21 166.55 209.177 .254 .927 Aitem22 166.90 202.759 .588 .924 Aitem23 167.45 204.049 .524 .925 Aitem24 166.90 204.195 .432 .926 Aitem25 166.40 203.938 .477 .925 Aitem26 166.75 206.295 .564 .925 Aitem27 167.10 207.015 .327 .926 Aitem28 166.55 203.792 .593 .925 Aitem29 167.05 200.972 .621 .924 Aitem30 166.73 206.563 .436 .926 Aitem31 166.88 204.010 .453 .925 Aitem32 166.88 201.753 .543 .925 Aitem33 166.20 207.292 .363 .926 Aitem34 166.35 206.028 .414 .926 Aitem35 167.33 202.225 .527 .925 Aitem36 167.10 203.118 .618 .924 Aitem37 166.58 210.046 .140 .928 Aitem38 166.65 205.054 .477 .925 Aitem39 166.43 206.097 .313 .927 Aitem40 167.15 203.003 .436 .926 Aitem41 167.20 205.190 .510 .925 Aitem42 166.65 203.003 .612 .924 Aitem43 166.88 202.471 .538 .925 Aitem44 166.53 204.717 .514 .925 Aitem45 166.75 209.013 .321 .926 Aitem46 166.73 211.948 .026 .929 Aitem47 166.68 203.866 .527 .925 Aitem48 166.95 205.638 .390 .926 Aitem49 166.50 208.564 .229 .927 Aitem50 167.13 213.292 -.048 .930 Aitem51 166.60 210.041 .209 .927 Aitem52 166.75 205.526 .545 .925 Aitem53 166.58 208.456 .378 .926 Aitem54 166.38 207.010 .394 .926 Aitem55 167.13 203.804 .518 .925 Aitem56 166.70 204.882 .599 .925 Aitem57 166.95 202.305 .635 .924 Aitem58 166.88 201.394 .562 .924

   Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 169.75 212.808 14.588

  58 Reliabilitas Skala Motif Berprestasi Setelah Pengujian

  

Warnings

The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  40 Aitem14 3.30 .516

  40 Aitem29 2.70 .648

  40 Aitem28 3.20 .516

  40 Aitem27 2.65 .580

  40 Aitem26 3.00 .392

  40 Aitem25 3.35 .622

  40 Aitem24 2.85 .662

  40 Aitem23 2.30 .564

  40 Aitem22 2.85 .580

  40 Aitem20 2.70 .564

  40 Aitem17 2.35 .580

  40 Aitem16 3.15 .533

  40 Aitem15 2.88 .563

  40 Aitem13 2.95 .597

  Case Processing Summary N % Valid

  40 Aitem12 3.08 .526

  40 Aitem9 2.98 .530

  40 Aitem8 2.78 .530

  40 Aitem7 3.18 .594

  40 Aitem6 2.70 .516

  40 Aitem4 2.80 .608

  40 Aitem2 3.25 .494

  46 Item Statistics Mean Std. Deviation N Aitem1 3.05 .639

  .941

   Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  Cases Total 40 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  40 100.0 Excluded( a) .0

  40 Aitem30 3.03 .480

  40 Aitem31 2.88 .648

  40 Aitem47 3.08 .572

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  40 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  40 Aitem58 2.88 .686

  40 Aitem57 2.80 .564

  40 Aitem56 3.05 .450

  40 Aitem55 2.63 .586

  40 Aitem54 3.38 .490

  40 Aitem53 3.18 .385

  40 Aitem52 3.00 .453

  40 Aitem48 2.80 .608

  40 Aitem45 3.00 .392

  40 Aitem32 2.88 .686

  40 Aitem44 3.23 .530

  40 Aitem43 2.88 .648

  40 Aitem42 3.10 .545

  40 Aitem41 2.55 .504

  40 Aitem40 2.60 .744

  40 Aitem39 3.33 .694

  40 Aitem38 3.10 .545

  40 Aitem36 2.65 .533

  40 Aitem35 2.43 .675

  40 Aitem34 3.40 .545

  40 Aitem33 3.55 .504

  Aitem1 132.33 176.481 .569 .939 Aitem2 132.13 178.676 .578 .939 Aitem4 132.58 180.866 .325 .941 Aitem6 132.68 180.174 .441 .940 Aitem7 132.20 180.164 .378 .941 Aitem8 132.60 179.426 .481 .940 Aitem9 132.40 179.579 .470 .940 Aitem12 132.30 177.292 .642 .939 Aitem13 132.43 177.533 .544 .940 Aitem14 132.08 178.635 .554 .940 Aitem15 132.50 178.205 .534 .940 Aitem16 132.23 176.640 .679 .939 Aitem17 133.03 180.846 .344 .941 Aitem20 132.68 179.251 .462 .940 Aitem22 132.53 176.769 .613 .939 Aitem23 133.08 178.225 .532 .940

  Aitem24 132.53 178.512 .429 .940 Aitem25 132.03 177.769 .506 .940 Aitem26 132.38 180.446 .565 .940 Aitem27 132.73 181.179 .323 .941 Aitem28 132.18 178.251 .582 .939 Aitem29 132.68 175.199 .637 .939 Aitem30 132.35 180.490 .452 .940 Aitem31 132.50 178.205 .458 .940 Aitem32 132.50 176.154 .545 .940 Aitem33 131.83 181.328 .366 .941 Aitem34 131.98 180.025 .425 .940 Aitem35 132.95 177.177 .496 .940 Aitem36 132.73 177.179 .640 .939 Aitem38 132.28 179.538 .459 .940 Aitem39 132.05 179.997 .326 .941 Aitem40 132.78 176.692 .470 .940 Aitem41 132.83 179.481 .505 .940 Aitem42 132.28 177.076 .632 .939 Aitem43 132.50 176.923 .534 .940 Aitem44 132.15 178.849 .523 .940 Aitem45 132.38 182.856 .334 .941 Aitem47 132.30 178.318 .517 .940 Aitem48 132.58 179.328 .421 .940 Aitem52 132.38 179.471 .566 .940 Aitem53 132.20 182.318 .393 .941 Aitem54 132.00 181.282 .381 .941 Aitem55 132.75 177.936 .529 .940 Aitem56 132.33 179.199 .593 .939 Aitem57 132.58 177.122 .607 .939 Aitem58 132.50 175.846 .562 .939

   Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 135.38 186.548 13.658

  46 Reliabilitas Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog

  

Warnings

The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  Case Processing Summary N % Valid

  39

97.5 Excluded(

  1

  39 Aitem11 3.15 .540

  39

  39 Aitem20 3.28 .510

  39 Aitem19 2.46 .854

  39 Aitem18 2.87 .522

  39 Aitem17 2.97 .486

  39 Aitem16 3.36 .628

  39 Aitem15 2.95 .647

  39 Aitem14 2.08 .807

  39 Aitem13 3.08 .532

  39 Aitem12 2.92 .664

  39 Aitem10 3.33 .621

  

2.5

Cases Total 40 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  39 Aitem9 3.51 .601

  a)

  39 Aitem7 3.10 .552 Aitem21 3.05 .724

  39 Aitem6 3.33 .577

  39 Aitem5 3.05 .560

  39 Aitem4 2.67 .662

  39 Aitem3 3.31 .521

  39 Aitem2 3.31 .521

  64 Item Statistics Mean Std. Deviation N Aitem1 2.97 .628

  .939

   Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  39 Aitem8 3.21 .615

  39 Aitem22 2.72 .759

  39 Aitem55 2.87 .695

  39 Aitem47 3.03 .537

  39 Aitem48 2.97 .537

  39 Aitem49 3.00 .397

  39 Aitem50 2.69 .766

  39 Aitem51 2.97 .537

  39 Aitem52 3.38 .493

  39 Aitem53 3.31 .521

  39 Aitem54 3.36 .486

  39 Aitem56 3.05 .605

  39 Aitem45 3.00 .562

  39 Aitem57 3.08 .703

  39 Aitem58 3.31 .694

  39 Aitem59 3.08 .623

  39 Aitem60 3.05 .605

  39 Aitem61 3.23 .627

  39 Aitem62 3.28 .456

  39 Aitem63 3.05 .686

  39 Aitem64 3.26 .442

  39 Aitem46 3.13 .522

  39 Aitem44 3.23 .485

  39 Aitem23 3.21 .615

  39 Aitem32 3.00 .607

  39 Aitem24 3.21 .570

  39 Aitem25 3.00 .649

  39 Aitem26 2.31 .694

  39 Aitem27 3.13 .522

  39 Aitem28 3.38 .493

  39 Aitem29 2.79 .615

  39 Aitem30 3.13 .570

  39 Aitem31 3.36 .486

  39 Aitem33 2.82 .506

  39 Aitem43 2.49 .601

  39 Aitem34 2.95 .560

  39 Aitem35 3.18 .644

  39 Aitem36 2.31 .800

  39 Aitem37 3.44 .502

  39 Aitem38 3.15 .432

  39 Aitem39 2.82 .506

  39 Aitem40 2.85 .587

  39 Aitem41 3.23 .427

  39 Aitem42 3.18 .506

  39

  

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted Aitem1 191.97 289.341 .384 .939 Aitem2 191.64 292.447 .293 .939 Aitem3 191.64 288.341 .528 .938 Aitem4 192.28 297.997 -.021 .941 Aitem5 191.90 286.937 .564 .938 Aitem6 191.62 287.453 .519 .938 Aitem7 191.85 287.765 .527 .938 Aitem8 191.74 285.985 .557 .938 Aitem9 191.44 285.305 .604 .937 Aitem10 191.62 292.559 .235 .939 Aitem11 191.79 287.273 .567 .938 Aitem12 192.03 281.868 .701 .937 Aitem13 191.87 288.062 .531 .938 Aitem14 192.87 298.694 -.050 .942 Aitem15 192.00 290.632 .313 .939 Aitem16 191.59 280.880 .792 .936 Aitem17 191.97 291.447 .377 .939 Aitem18 192.08 291.494 .347 .939 Aitem19 192.49 282.414 .516 .938 Aitem20 191.67 289.228 .487 .938 Aitem21 191.90 279.937 .722 .937 Aitem22 192.23 281.182 .636 .937 Aitem23 191.74 283.143 .697 .937 Aitem24 191.74 285.722 .617 .937 Aitem25 191.95 297.471 .002 .941 Aitem26 192.64 288.710 .371 .939 Aitem27 191.82 288.625 .510 .938 Aitem28 191.56 290.884 .406 .939 Aitem29 192.15 284.291 .640 .937 Aitem30 191.82 286.151 .594 .938 Aitem31 191.59 291.143 .396 .939 Aitem32 191.95 299.366 -.085 .941 Aitem33 192.13 290.378 .424 .938 Aitem34 192.00 284.947 .671 .937 Aitem35 191.77 285.182 .568 .938 Aitem36 192.64 297.394 -.003 .942 Aitem37 191.51 288.835 .519 .938 Aitem38 191.79 291.378 .433 .938 Aitem39 192.13 292.167 .319 .939 Aitem40 192.10 288.884 .437 .938 Aitem41 191.72 293.313 .304 .939 Aitem42 191.77 290.761 .401 .939 Aitem43 192.46 293.781 .184 .940 Aitem44 191.72 288.892 .535 .938 Aitem45 191.95 288.734 .466 .938 Aitem46 191.82 288.888 .495 .938 Aitem47 191.92 291.020 .362 .939 Aitem48 191.97 291.499 .335 .939 Aitem49 191.95 292.471 .391 .939 Aitem50 192.26 294.933 .092 .941 Aitem51 191.97 288.499 .502 .938 Aitem52 191.56 292.042 .336 .939 Aitem53 191.64 287.236 .591 .938 Aitem54 191.59 288.775 .541 .938 Aitem55 192.08 282.389 .645 .937 Aitem56 191.90 292.358 .252 .939 Aitem57 191.87 282.641 .627 .937 Aitem58 191.64 284.131 .570 .938 Aitem59 191.87 289.167 .396 .939 Aitem60 191.90 287.884 .472 .938 Aitem61 191.72 283.208 .680 .937 Aitem62 191.67 293.807 .251 .939 Aitem63 191.90 284.831 .546 .938 Aitem64 191.69 291.850 .390 .939

   Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 194.95 297.945 17.261

  64 Reliabilitas Skala Persepsi Terhadap Profesi Psikolog Setelah Pengujian

  

Warnings

The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  Case Processing Summary N % Valid

  39

97.5 Excluded(

  1

  39 Aitem15 2.95 .647

  39

  39 Aitem24 3.21 .570

  39 Aitem23 3.21 .615

  39 Aitem22 2.72 .759

  39 Aitem21 3.05 .724

  39 Aitem20 3.28 .510

  39 Aitem19 2.46 .854

  39 Aitem18 2.87 .522

  39 Aitem17 2.97 .486

  39 Aitem16 3.36 .628

  39 Aitem13 3.08 .532

  

2.5

Cases Total 40 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  39 Aitem12 2.92 .664

  a)

  39 Aitem9 3.51 .601 Aitem26 2.31 .694

  39 Aitem8 3.21 .615

  39 Aitem7 3.10 .552

  39 Aitem6 3.33 .577

  39 Aitem5 3.05 .560

  39 Aitem3 3.31 .521

  53 Item Statistics Mean Std. Deviation N Aitem1 2.97 .628

  .952

   Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  39 Aitem11 3.15 .540

  39 Aitem27 3.13 .522

  39 Aitem47 3.03 .537

  39 Aitem64 3.26 .442

  39 Aitem63 3.05 .686

  39 Aitem61 3.23 .627

  39 Aitem60 3.05 .605

  39 Aitem59 3.08 .623

  39 Aitem58 3.31 .694

  39 Aitem57 3.08 .703

  39 Aitem55 2.87 .695

  39 Aitem54 3.36 .486

  39 Aitem53 3.31 .521

  39 Aitem52 3.38 .493

  39 Aitem51 2.97 .537

  39 Aitem49 3.00 .397

  39 Aitem48 2.97 .537

  39 Aitem46 3.13 .522

  39 Aitem28 3.38 .493

  39 Aitem45 3.00 .562

  39 Aitem44 3.23 .485

  39 Aitem42 3.18 .506

  39 Aitem41 3.23 .427

  39 Aitem40 2.85 .587

  39 Aitem39 2.82 .506

  39 Aitem38 3.15 .432

  39 Aitem37 3.44 .502

  39 Aitem35 3.18 .644

  39 Aitem34 2.95 .560

  39 Aitem33 2.82 .506

  39 Aitem31 3.36 .486

  39 Aitem30 3.13 .570

  39 Aitem29 2.79 .615

  39

  

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted Aitem1 160.77 261.761 .388 .952 Aitem3 160.44 260.621 .544 .951 Aitem5 160.69 259.798 .550 .951 Aitem6 160.41 260.143 .513 .951 Aitem7 160.64 259.973 .548 .951 Aitem8 160.54 258.623 .558 .951 Aitem9 160.23 257.709 .620 .951 Aitem11 160.59 259.617 .582 .951 Aitem12 160.82 255.046 .686 .950 Aitem13 160.67 260.386 .545 .951 Aitem15 160.79 262.957 .318 .952 Aitem16 160.38 253.769 .794 .950 Aitem17 160.77 264.340 .346 .952 Aitem18 160.87 263.904 .346 .952 Aitem19 161.28 255.155 .519 .952 Aitem20 160.46 261.781 .484 .951 Aitem21 160.69 253.219 .708 .950 Aitem22 161.03 254.289 .627 .951 Aitem23 160.54 255.939 .698 .950 Aitem24 160.54 258.308 .622 .951 Aitem26 161.44 261.305 .368 .952 Aitem27 160.62 261.348 .499 .951 Aitem28 160.36 263.341 .403 .952 Aitem29 160.95 257.050 .640 .951 Aitem30 160.62 258.717 .599 .951 Aitem31 160.38 263.506 .399 .952 Aitem33 160.92 263.073 .408 .952 Aitem34 160.79 257.378 .688 .951 Aitem35 160.56 257.621 .581 .951 Aitem37 160.31 261.429 .514 .951 Aitem38 160.59 263.406 .460 .952 Aitem39 160.92 264.283 .334 .952 Aitem40 160.90 261.884 .411 .952 Aitem41 160.51 265.151 .338 .952 Aitem42 160.56 263.147 .404 .952 Aitem44 160.51 261.256 .546 .951 Aitem45 160.74 261.354 .461 .952 Aitem46 160.62 261.190 .508 .951 Aitem47 160.72 263.524 .357 .952 Aitem48 160.77 264.077 .325 .952 Aitem49 160.74 264.406 .424 .952 Aitem51 160.77 260.972 .506 .951 Aitem52 160.36 264.552 .327 .952 Aitem53 160.44 259.516 .611 .951 Aitem54 160.38 260.927 .565 .951 Aitem55 160.87 255.694 .624 .951 Aitem57 160.67 255.333 .633 .951 Aitem58 160.44 256.884 .570 .951 Aitem59 160.67 261.965 .381 .952 Aitem60 160.69 260.113 .490 .951 Aitem61 160.51 256.046 .678 .950 Aitem63 160.69 257.692 .539 .951 Aitem64 160.49 264.204 .392 .952

   Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 163.74 270.038 16.433

  53 DATA PENELITIAN MOTIF BERPRESTASI Subj It1 It2 It3 It4 It5 It6 It7 It8 It9 It10 It11 It12 It13 It14 It15 1 3 3 3 3 2 3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2 3 2 3 30 3 4 4 4 3 4

  3

  4

  3

  3

  4

  3 4 3 4 31 3 4 4 2 3 3

  2

  3

  3

  2

  4

  3 4 2 3 32 3 4 2 2 2 2

  3

  2

  2

  4

  4

  2 4 2 3 33 3 4 4 2 3 3

  3

  4

  3

  3

  4

  3 3 3 3 29 3 4 3 2 3 3

  4

  3

  3

  2

  4

  2 4 3 3 24 2 2 3 2 2 2

  1

  3

  3

  2

  2

  2 3 2 2 25 2 2 3 2 3 3

  2

  3

  2

  2

  2 3 2 2 26 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 27 3 4 3 3 3 3

  3

  2

  3

  3

  4

  3 3 2 2 28 3 3 3 3 3 4

  3

  3

  3 4 2 4 34 3 3 4 4 4 3

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3 4 2 3 41 3 3 3 3 2 3

  3

  3

  3

  4

  3

  3 4 3 3 42 2 3 3 3 3 3

  1

  2

  3

  3

  3

  2 4 2 2 43 3 3 3 4 2 3

  4

  3

  2

  3

  3

  3 3 4 3 44 3 3 3 2 2 3

  2

  2

  3

  3

  3

  3 3 2 2 40 3 3 3 4 2 3

  2

  4

  4

  4

  4

  3 4 3 2 35 4 4 3 4 3 4

  4

  3

  3

  3

  4

  3 4 3 3 36 4 4 4 3 4 4

  2

  4

  3

  4

  2 3 2 2 37 3 3 4 3 3 3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  2 3 3 3 38 3 3 3 4 3 2

  2

  3

  3

  3

  4

  2 4 3 3 39 3 3 3 2 3 2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4 4 3 3 7 3 4 4 1 2 3

  3

  4

  4

  3

  3

  4 3 3 3 8 3 3 3 3 2 2

  3

  3

  3

  2

  3

  2 3 3 2 9 4 4 3 3 3 3

  3

  4

  4

  4

  3

  3 4 3 3 10 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  4 3 2 2 11 3 3 3 2 3 3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3 3 1 1 12 3 3 3 3 2 3

  4

  3

  3

  3

  3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 4

  4

  3

  3

  3

  3

  4 4 2 2 3 3 3 3 4 2 3

  3

  3

  2

  4

  3

  3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3

  2

  3

  2

  3

  3

  2 3 3 3 5 3 3 3 3 2 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 6 3 4 3 3 3 3

  4

  4

  3

  4 4 4 4 23 3 4 3 3 2 3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3 3 2 3 19 3 4 4 2 2 4

  3

  4

  2

  4

  4

  4 4 2 4 20 4 3 3 2 2 3

  3

  2

  4

  3

  3

  2 3 2 3 21 4 4 4 2 3 4

  4

  4

  4

  3

  4

  3 4 1 4 22 4 4 4 4 1 4

  4

  4

  4

  4

  4

  4 4 2 3 18 3 4 3 2 2 3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 2 13 4 4 4 4 4 4

  4

  4

  4

  4

  4

  4 4 4 3 14 4 3 3 3 2 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 2 3 15 3 3 4 3 3 4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3 3 2 3 16 3 3 3 3 3 4

  2

  3

  2

  3

  3

  2 3 2 2 17 4 4 4 2 2 4

  3

  4

  2 4 2 2

  45 3 3 3 3 3 3

  3

  4

  4

  4

  3

  3 4 4 4 56 4 4 4 3 4 4

  4

  4

  3

  4

  2 3 2 3 55 3 4 4 4 3 4

  4 4 3 4 57 4 3 4 2 2 4

  4

  3

  3

  3

  3

  2 3 3 2 54 3 3 2 4 2 4

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3 3 3 3 60 3 3 3 3 3 4

  3

  4

  3

  2

  3

  3 3 2 2 59 3 3 3 3 2 4

  4

  4

  3

  3

  2

  4 4 2 3 58 3 4 3 3 2 3

  4

  3

  3

  3

  3 4 2 3 53 3 3 3 3 2 3

  3

  3 3 3 3 47 2 3 3 1 3 3

  3

  3

  3

  2 4 2 3 48 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3 3 3 2 46 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 49 3 4 3 2 3 4

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  3 4 2 3 52 4 4 3 3 3 4

  4

  3

  3

  3

  4 4 2 4 51 3 3 3 2 3 3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3 3 3 3 50 4 4 4 1 3 4

  4

  3

  4

  3

  3 3 3 3 Subj It16 It17 It18 It19 It20 It21 It22 It23 It24 It25 It26 It27

  1 3 2 3 3

  3

  4 3 4 4

  31 3 2 3 3

  3

  3

  4

  4

  3 2 2 4

  32 2 3 2 4

  2

  1

  4

  2

  2 3 4 4

  33 3 3 4 3

  3

  4

  4 3 3 4

  3 3 3 4

  4

  4

  3

  4

  35 3 3 4 4

  4

  3

  4

  3

  3

  34 3 2 4 4

  3 3 4 3

  3

  3

  2

  2

  2

  25 3 2 3 4

  2

  2

  3

  2

  2 2 2 3

  26 3 3 3 3

  3

  2

  3

  3

  2 3 2 3

  27 3 2 3 3

  3

  3

  2

  29 3 2 3 4

  30 4 2 2 3

  3 4 4 3

  3

  3

  2

  3

  4 3 3 4

  3

  3

  3

  3

  3

  28 3 2 3 3

  3 3 4 3

  36 4 3 2 4

  3

  2

  45 3 2 3 3

  2

  3 1 1 3

  43 3 3 2 3

  3

  2

  3

  3

  2 3 3 3

  44 3 2 2 2

  2

  2

  3

  3

  3 2 3 4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  47 3 2 3 3

  3 3 2 3

  3

  3

  3

  3

  46 3 2 3 3

  3 3 3 3

  3

  3

  3

  1

  2

  3 2 2 3

  4 4 2 4

  3

  3

  2

  3

  38 3 2 3 3

  3

  3

  3

  2

  3

  37 3 2 3 3

  4 3 3 4

  1

  39 3 2 3 3

  3

  42 2 2 2 2

  2 2 1 4

  3 3 4 3

  3

  4

  3

  3

  41 3 3 3 2

  2

  2

  4

  2

  3

  40 3 2 2 3

  3 3 3 3

  3

  3 2 1 3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3 3 2 4

  8 2 2 3 2

  2

  3

  3

  3

  3 3 3 3

  9 3 2 3 4

  3

  3

  4

  3 2 2 4

  7 3 3 4 4

  2

  3

  4

  12 3 2 3 4

  4 4 3 3

  2

  3

  3

  10 2 2 3 2

  11 3 2 3 3

  3 2 3 3

  3

  3

  3

  2

  3

  4 4 3 4

  2

  4

  4

  4

  4

  3 3 4 3 4

  4 4 4 4

  3

  2

  4 4 3 3

  4

  2 3 2 3 4

  3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  4 3 3 4 3

  3

  3

  4

  4

  2

  6 3 3 4 3

  3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  5 3 3 3 3

  3 2 2 3

  3

  3

  3

  4

  3 3 3 4

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  4 4 4 4

  20 3 3 3 3

  3

  2

  3

  3

  3 2 3 3

  21 4 4 4 4

  4

  3

  3

  4 3 4 4

  4

  2

  24 3 1 3 2

  3 3 4 3

  3

  4

  1

  23 3 3 2 2

  4 4 4 4

  4 4 4 4

  4

  4

  4

  4

  22 4 4 4 4

  19 4 4 4 4

  2

  13 4 3 4 4

  2

  3

  3

  15 3 2 3 3

  3 2 2 3

  2

  3

  3

  2

  14 2 2 3 3

  4 4 4 4

  4

  4

  4

  4

  3

  3 2 3 4

  4

  3

  3

  3

  18 4 2 3 4

  3 3 4 4

  4

  4

  3

  16 3 2 3 4

  17 4 3 4 4

  2 3 2 4

  2

  3

  3

  3

  4 4 4 4

  48 3 3 4 3

  3

  2

  3

  57 4 3 4 4

  4 4 4 4

  3

  4

  4

  4

  56 3 3 4 4

  4 4 4 4

  3

  3

  4

  4

  55 3 3 4 4

  3

  3 3 3 4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  60 3 2 3 4

  3 2 2 3

  3

  3

  58 2 2 2 3

  3

  59 3 2 3 3

  3 3 3 3

  2

  3

  3

  3

  3 2 2 3

  3

  3

  2

  4 4 4 4

  4

  4

  3

  4

  50 3 4 3 4

  3 3 3 4

  4

  4

  3

  3

  49 4 2 3 4

  3 3 4 3

  3

  3

  3

  51 3 3 3 3

  3

  2

  53 3 2 3 2

  3

  54 2 1 3 4

  3 3 3 3

  2

  3

  3

  3

  3 3 3 4

  3

  3

  4

  2

  2

  52 3 2 3 4

  3 3 3 3

  3

  4 3 3 3 Subj It28 It29 It30 It31 It32 It33 It34 It35 It36 It37 It38 It39

  1 3 3 3 3 3 3

  2

  31 4 1 2 2 3 2

  4

  3

  4

  3

  3

  30 4 1 2 3 3 3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  29 3 1 3 3 3 2

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  33 4 2 3 3 3 3

  1

  4

  4

  4

  4

  3

  32 2 1 2 3 2 2

  4

  3

  3

  3

  34 4 4 4 3 4 3

  2

  2

  3

  2

  25 3 2 2 2 3 2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  24 3 2 2 1 3 2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  4

  3

  3

  2

  28 3 3 3 3 3 3

  4

  3

  4

  3

  2

  26 3 3 2 3 3 2

  27 3 2 3 4 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  42 3 2 2 3 4 2

  3

  3

  3

  3

  3

  41 3 2 3 3 3 3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  40 4 2 2 3 3 3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  44 4 1 2 3 3 2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  43 3 3 2 3 2 3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  36 3 1 2 3 4 4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  35 4 3 3 3 4 3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  39 4 2 2 2 3 2

  3

  3

  3

  3

  2

  37 3 2 2 2 3 2

  38 3 3 3 2 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  23 4 2 3 3 3 3

  2

  8 3 2 3 3 3 2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  7 3 3 3 3 3 2

  3

  9 4 2 3 4 4 3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  11 4 1 3 3 4 3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  10 3 2 2 3 2 2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3 4 3 3 4 4 4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  2 4 2 3 4 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  6 4 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  5 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4 3 3 2 3 3 3

  3

  12 3 2 3 4 4 2

  4

  19 4 1 3 4 4 4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  18 3 2 3 3 3 3

  4

  20 3 2 2 3 3 2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  22 4 4 4 4 4 4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  21 4 1 4 4 1 4

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  14 3 2 2 2 3 2

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  13 4 4 4 4 4 4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  17 4 3 3 3 4 4

  3

  3

  3

  3

  3

  16 4 5 3 3 3 2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  15 3 3 3 3 3 2

  3

  45 3 2 3 3 3 3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  56 4 3 3 4 4 4

  4

  3

  4

  4

  4

  55 3 4 4 3 4 3

  57 4 3 2 3 4 3

  3

  4

  4

  2

  3

  1

  54 4 2 3 2 4 2

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  60 4 3 3 3 3 3

  3

  3

  2

  4

  3

  59 2 2 2 4 3 3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  58 3 2 2 3 3 3

  4

  3

  3

  3

  3

  53 3 2 2 2 3 2

  2

  47 4 1 3 4 3 3

  3

  3

  3

  3

  48 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  46 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  49 3 3 2 3 3 3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  52 4 2 2 3 2 3

  3

  3

  3

  3

  3

  51 4 2 3 3 3 3

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  50 4 3 3 4 3 4

  3

  3

  4

  3

  3

  4 Subj It40 It41 It42 It43 It44 It45 It46 It47

  1

  3

  3

  4

  3

  34

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  33

  2

  1

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  32

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  37

  4

  1

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  36

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  35

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  28

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  27

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  26

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  31

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  30

  3

  2

  1

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  29

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  46

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  45

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  47

  44

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  49

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  48

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  40

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  39

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  38

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  43

  3

  2

  2

  2

  3

  41

  3

  2

  42

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  9

  3

  3

  2

  10

  3

  3

  3

  3

  8

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  12

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  11

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  7

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  6

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  5

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  13

  4

  3

  21

  4

  22

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  20

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  24

  3

  3

  25

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  23

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  16

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  15

  2

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  14

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  19

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  18

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  17

  3

  3

  3

  3

  3

  50

  57

  58

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  56

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  60

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  59

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  52

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  51

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  4

  4

  55

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  54

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  53

  3 DATA PENELITIAN PERSEPSI TERHADAP PROFESI PSIKOLOG Subj It1 It2 It3 It4 It5 It6 It7 It8 It9 It10 It11 It12 It13 It14 It15 1 3 3 3 3 2 3

  3

  4

  3 29 3 4 3 4 3 4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3 28 3 4 3 4 3 4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  2 27 3 3 3 3 3 3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2 31 3 3 4 4 3 3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3 30 4 4 3 4 4 3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4 23 3 3 3 3 2 3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4 22 4 4 4 4 4 4

  4

  3 24 2 3 2 2 2 2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2 26 3 3 2 3 2 3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2 25 3 3 3 3 3 2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3 39 3 3 3 3 1 3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  2 38 3 3 4 4 2 3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3 41 3 3 4 4 3 4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3 40 2 3 3 3 3 2

  3

  3

  4 37 2 3 2 3 3 3

  3 32 2 3 4 3 4 1

  3

  4

  3 34 3 4 4 4 4 4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3 33 3 3 3 3 3 3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  3 36 2 4 4 4 3 3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3 35 4 3 3 3 4 4

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3 8 3 3 4 3 4 3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4 7 3 4 3 3 2 3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3 11 1 4 3 4 3 2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2 10 3 2 3 4 3 3

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3 9 3 1 4 4 3 4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2 3 4 4 2 4 2 4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3 2 3 3 3 3 4 3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3 6 4 4 4 4 3 4

  2 5 3 3 3 3 3 3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1 4 3 3 3 3 3 3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3 18 3 4 3 4 3 4

  3

  3 19 4 4 4 4 4 4

  4

  1

  3

  3

  3

  4

  3 17 3 3 3 3 4 4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  1 21 4 4 4 4 4 4

  3

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  3

  4 20 3 3 1 3 3 3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4 13 4 4 4 4 4 4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3 12 2 3 3 4 3 2

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3 16 3 4 3 3 3 3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4 14 3 2 3 3 2 3

  2 15 4 3 3 4 3 4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  42 3 3 3 3 2 3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  2 55 4 3 4 3 4 3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  1 56 4 4 4 4 4 4

  4

  2

  3 54 3 4 3 4 3 4

  3

  3

  3

  2 52 4 4 3 3 3 3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3 53 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  2 60 3 3 3 4 3 3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2 59 2 4 3 3 3 2

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3 57 3 4 4 4 2 4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3 58 3 3 2 3 3 4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2 45 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3 46 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3 43 3 3 3 3 3 3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 44 3 3 3 3 3 3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  2

  2 50 4 4 3 4 1 4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3 51 3 4 3 4 4 4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  2

  2 47 3 4 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3 48 3 3 3 3 3 3

  2 49 3 4 3 4 4 4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3 Subj It16 It17 It18 It19 It20 It21 It22 It23 It24 It25 It26 1 3 3 3 3

  3

  2

  3

  4

  4

  3 32 2 2 3 4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3 31 4 3 4 3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3 30 4 1 3 3

  4

  4

  4

  3 35 4 4 4 4

  3

  4

  4

  3

  4

  4 33 4 3 3 3

  3 34 4 2 4 4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3 26 3 2 3 3

  3

  3

  2 27 3 2 3 4

  2

  3

  3

  2 25 2 3 3 3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3 29 4 3 4 4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3 28 3 3 4 3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4 43 3 3 3 3

  3 44 4 3 4 4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3 42 3 3 4 3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 46 3 3 3 3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3 45 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 38 4 3 3 3

  2

  3

  3

  2

  3

  1 37 3 2 3 3

  3

  2

  4

  4

  2

  4

  4

  4 36 4 3 4 4

  3

  3

  3

  3

  3

  3 41 3 3 3 3

  3

  3

  3

  2

  3

  2 40 2 2 3 3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3 39 3 4 3 3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3 9 3 3 3 4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3 8 3 3 4 3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3 7 3 2 3 4

  3

  4

  4

  3 12 3 3 4 3

  3

  3

  3

  4

  3

  3 10 3 3 3 3

  4 11 4 2 4 4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3 3 4 2 4 4

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3 2 3 2 3 3

  3

  3

  3

  3

  4

  1 4 3 2 3 3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3 6 4 3 3 3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2 5 3 3 3 3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3 24 2 2 2 3

  4 20 2 1 3 3

  3 21 4 4 4 4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4 19 4 4 4 4

  3

  4

  4

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4 23 4 3 3 3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4 22 4 1 4 4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2 15 3 3 3 3

  2

  4

  3

  3

  3

  4 14 3 3 3 3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4 13 4 4 4 4

  3

  4

  3

  3

  4

  3 18 3 3 3 3

  3

  4

  4

  4

  3

  3 17 4 4 4 4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 16 3 3 3 3

  3

  3

  47 3 3 3 3

  3 56 4 3 3 3

  4

  3

  2 57 3 3 3 4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4 55 3 4 4 3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3 60 3 3 4 3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  2 59 4 2 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 58 3 2 3 3

  4

  3 54 4 2 4 4

  3

  3

  4

  3 50 4 2 3 3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3 49 4 4 4 4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 48 3 3 4 3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4 53 3 3 3 3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4 52 4 3 3 3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3 51 4 2 4 4

  3

  3 Subj It27 It28 It29 It30 It31 It32 It33 It34 It35 It36 It37 It38 1 3 3 3 3

  3

  4

  3

  3

  3 3 4 3 31 3 4 4 3

  3

  3

  4

  3

  3 4 3 3 32 4 2 3 4

  3

  4

  3

  4 2 2 4 33 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 34 3 4 3 4

  2

  3

  4

  4

  3 4 3 3 35 4 4 4 4

  3

  3

  3 4 3 3 30 3 4 4 3

  4

  2 3 3 2 27 3 3 4 4

  3

  2 2 3 3 25 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 2 3 3 26 2 3 3 3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 28 3 3 4 4

  2

  3

  3

  4

  4 3 3 3 29 3 4 4 3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3 3 3 3 42 4 4 4 4

  3

  3

  4

  4

  3 3 4 3 43 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 44 3 4 3 3

  3

  4

  3

  3

  3 4 4 3 45 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 46 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 4 4 3 36 1 3 4 4

  3

  4

  3

  3

  4

  3 3 4 4 37 3 3 3 3

  2

  3

  3

  3

  3 3 3 3 38 3 3 4 4

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 39 2 4 3 3

  3

  3

  4

  4

  3 3 3 3 40 3 2 3 3

  3

  3

  3

  3

  2 1 4 2 41 3 3 4 3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3 3 3 3 8 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 2 9 3 4 4 4

  3

  3

  3

  3 3 4 3 7 3 1 3 4

  4 4 3 3 10 4 3 4 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 2 11 3 3 3 3

  2

  4

  4

  3

  4 4 2 3 12 4 4 4 4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  3 3 3 2 2 3 3 4 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 4 3 3 1 4 4 4

  1

  3

  4

  4 4 3 4 4 2 3 3 2

  4

  2

  2

  3

  3

  3 3 3 2 5 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 6 3 4 4 4

  3

  3

  2

  4

  4 3 4 2 24 2 2 3 3

  4

  3 3 3 3 19 4 4 4 4

  2

  4

  4

  4

  4 4 4 4 20 3 3 3 4

  3

  2

  3

  4

  3 2 3 3 21 4 4 4 4

  4

  3

  4

  4

  4 4 4 4 22 4 4 4 4

  4

  4

  4

  4

  4 4 4 4 23 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4 4 3 3 13 4 4 4 4

  3

  4

  4

  4

  4

  4 4 4 4 14 2 3 3 3

  3

  2

  2

  3

  3 3 3 3 15 3 3 4 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 4 3 16 3 3 4 4

  3

  3

  3

  4

  3 4 3 3 17 3 3 4 3

  3

  4

  4

  4

  3 3 3 4 18 4 3 3 3

  3 3 3 3

  47 3 3 3 3

  3 4 4 2 56 2 4 4 3

  3

  3 3 4 3 57 3 3 4 4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2 4 4 4 55 3 3 4 3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2 3 3 3 60 3 3 4 4

  4

  3

  3 3 4 3 58 2 3 3 3

  3

  3 3 3 3 59 3 4 4 3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 54 4 3 4 4

  3

  3

  3 3 3 3 50 3 3 3 3

  3

  4

  3

  3

  3 4 3 3 49 3 4 4 3

  4

  3

  3

  3

  3 3 3 3 48 3 4 4 3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 53 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 3 52 4 4 4 3

  3

  3

  3

  3

  3 4 3 3 51 4 4 4 4

  3 3 3 4 Subj It39 It40 It41 It42 It43 It44 It45 It46 It47 It48 It49 1 3 3 3 3

  3

  3 32 4 4 4 4

  4 33 3 3 3 3

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4 31 3 3 3 4

  4

  3

  3

  3

  4 35 3 3 4 4

  4 36 4 3 4 4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3 34 4 4 4 4

  3

  3

  4

  2

  1

  2

  2

  3 27 3 3 3 4

  3

  3

  2

  2

  3

  3 26 3 3 3 3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3 25 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  4 30 3 3 4 3

  3

  4

  3

  4

  3

  3 29 3 4 3 4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3 28 4 2 3 4

  3

  1

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3 44 3 3 3 4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3 43 3 3 3 3

  3

  4

  3 45 3 3 3 3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 47 3 3 3 2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 46 3 3 3 3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3 38 3 2 3 3

  3 39 4 4 3 3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4 37 3 3 3 3

  4

  4

  3

  4

  2

  4 41 3 3 3 3

  4 42 4 2 4 4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3 40 2 3 3 4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3 9 3 3 4 4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3 8 3 3 3 3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3 7 4 4 4 4

  3

  4

  2

  3

  4 12 4 3 4 4

  3

  3

  3

  3

  3 10 3 4 3 3

  3

  3 11 3 3 3 4

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  1

  4

  3 3 4 4 4 4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3 2 3 3 3 4

  3

  3

  3

  3

  3

  4 4 3 3 3 3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3 6 4 3 3 3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3 5 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3 21 4 2 4 4

  2

  3

  4

  3

  2

  4

  4 20 3 4 3 3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  3 24 2 3 3 3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4 23 3 3 4 3

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4 22 4 4 4 4

  4 19 4 4 4 4

  4

  3 13 4 4 4 4

  3

  3

  3

  3

  4 15 3 3 3 4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4 14 3 2 4 3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4 18 4 3 3 3

  3

  4

  4

  4

  3 16 3 3 3 3

  4

  3 17 3 4 4 4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  48 3 4 4 4

  3

  4

  3

  3

  3

  4 57 4 3 3 4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4 56 4 4 4 4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4 55 3 1 3 4

  3

  4 58 3 4 4 3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4 60 4 2 3 4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3 59 3 4 3 3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4 50 3 4 4 4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3 49 3 3 4 4

  3

  3

  3

  4

  3

  3 51 3 4 4 4

  2

  4

  4 53 3 3 3 3

  3

  2

  3 54 4 4 4 4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4 52 3 3 3 4

  4

  3

  3

  3

  NORMALITAS MOTIF BERPRESTASI One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Motif N

  60 Mean 142.53 Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  16.653 Absolute .122 Positive .122 Most Extreme

  Differences Negative

  • .058 Kolmogorov-Smirnov Z .946 Asymp. Sig. (2-tailed) .332 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  NORMALITAS PERSEPSI TERHADAP PROFESI PSIKOLOG One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Persepsi N

  60 Mean 157.33 Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  14.387 Absolute .082 Positive .082 Most Extreme

  Differences Negative

  • .049 Kolmogorov-Smirnov Z .631 Asymp. Sig. (2-tailed) .820 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  

ANOVA Table

(LINEARITAS)

Sum of Squares df

  Mean Square F Sig. Motif * Persepsi Between Groups

  (Combined) 12745.400 37 344.470 2.095 .035 Linearity

  8145.497 1 8145.497 49.537 .000 Deviation from Linearity 4599.903 36 127.775 .777 .755 Within Groups 3617.533 22 164.433 Total

  16362.933

  59

  Correlations(a) Motif Persepsi Motif Pearson Correlation

  1 .706(**) Sig. (1-tailed) .000 Persepsi Pearson Correlation

  .706(**)

  1 Sig. (1-tailed) .000

  • Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). a Listwise N=60

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan persepsi terhadap merek aqua dengan keputusan membeli pada mahasiswa semester akhir Fakultas Psikolofi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakartaw
0
28
75
Hubungan antara penerimaan orangtua dan konsep diri dengan motivasi berprestasi remaja pernyandang Tunadaksa
1
3
114
Hubungan antara persepsi tentang dampak merokok terhadap kesehatan dengan tipe perilaku merokok mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
1
7
88
Hubungan antara pemilihan jurusan dengan profesi yang diinginkan oleh mahasiswa fakultas syariah IAIN syarif hidayatulah jakarta.
0
14
83
Hubungan persepsi pengemabangan karir dengan motivasi berprestasi mahasiswa kelas karyawan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomii Ahmad Dahlan Jakarta
1
18
89
Hubungan antara persepsi terhadap wanita berjilbab dengan motivasi untuk mengunakan jilbab pada remaja
4
9
158
Hubungan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan transaksional dengan keterlibatan kerja karyawan PT.Ramayana Lestari Santosa TBK ciputat
0
3
137
Hubungan antara persepsi terhadap kualitas attachment (keterikatan emosi) dengan self-esteem anak usia sekolah
1
6
126
Hubungan antara persepsi tentang musibah dengan perilaku prososial pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang pernah menjadi relawan
1
6
89
Perbedaan motif berprestasi motif bersahabat dan motif berkuasan antara siswa SMU Pesantren dan non pesantren : studi kuantitatif pada SMA 55 Jakarta dan SMA al-Muchlisin Parung Bogor
0
5
100
Hubungan antara persepsi dengan interaksi sosial siswa reguler terhadap siswa autis di sekolah iniklusi
0
5
182
Hubungan antara motif rasional dan motif emosional dengan keputusan membeli pulsa handphone pada mahasiswa
0
5
154
Pengaruh persepsi kualitas layanan akademik terhadap kepuasan mahasiswa fakultas psikologi UIN Jakarta
1
6
116
Hubungan antara persepsi konsumen wanita terhadap osteoporosis dengan pengambilan keputusan membeli produk susu berkalsium tinggi di Surabaya. Repository - UNAIR REPOSITORY
0
1
132
Hubungan antara Kualitas Komunikasi Orangtua terhadap Anak dengan Happiness Remaja - Universitas Negeri Padang Repository
0
0
10
Show more