BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori Medis 1. Persalinan a. Pengertian - Awalia Rahmawati BAB II

Gratis

0
0
58
1 month ago
Preview
Full text

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori Medis

1. Persalinan

  Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi ( janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluarkandungan melalui jalan lahir atau jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan( manuaba, 2010; h164) Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Proses ini mulai dengankontraksi persalinan sejati, yang ditandai oleh perubahan progresif pada serviks, dan diahiri dengan pelahiran plasenta (varney, 2007;h.672) Jadi persalinan adalah sebagai suatu proses pengeluaran hasil konsepsi dimulai dengan kontrkasi sejati, yang ditandai olehperubahan progresif pada serviks, dan diahiri dengan pelahiran plasenta yang keluar dari uterus ibu yang cukup bulan dan dapathidup diluar kanduangan.

b. Perubahan Fisiologis Persalinan

  Sejumlah perubahan-perubahan fisiologis yang normal akan terjadi selama persalinan, hal ini bertujuan untuk mengetahuiperubahan-perubahan yang dapat dilihat secara klinis. Penarikan serviksPada ahir kehamilan otot yang mengelilingi ostium uteri internum ditarik oleh SAR yang menyebabkan serviks menjadipendek dan menjadi bagian dari SBR.i.

c. Perubahan Psikologis pada persalinan

  Perubahan psikologis pada ibu bersalin wajar terjadi pada setiap orang, namun ibu memerlukan bimbingan dari keluarga danpenolong persalinan agar ibu dapat menerima keadaan yang terjadi selama persalinan. Beberapa keadaan dapat terjadi pada ibu dalam persalinan, terutama bagi ibu yang pertama kali melahirkan, perubahan-perubahan yang dimaksud adalah : a.

d. Mekanisme Persalinan

  Gerakan tersebut antaralain : 1) Kala satu persalinan mulai ketika telah tercapai kontraksi uterus dengan frekuensi, intensitas, dan durasi yang cukupuntuk menghasilkan pendataran dan dilatasi serviks yang progresif. Kala satu persalinan selesai ketika serviks sudahmembuka lengkap (sekitar 10 cm) sehingga memungkinkan kepala janin lewat.oleh karena itu, kala satu persalinan disebutstadium pendataran dan dilatasi serviks.2) Kala dua persalinan dimulai ketika dilatasi serviks sudang lengkap, dan berahir ketika janin sudah lahir.

2. Preeklamsia

  Preeklamsia adalah sebagai gangguan yang terjadi pada parah kehamilan dan mengalami regresi setalah pelahiran, ditandaidengan kemunculan sedikitnya dua dari tiga tanda utama, yaitu hipertensi, edema, dan proteinuria. (Manuaba, 2010: h. 335) 7) Stres, keteganggan psikososial terkait pekerjaanKehamilan dapat membawa kegembiraan dan sebaliknya merupakan peristiwa yang penuh dengan tekanana dantantangan, khususnya pada kehamilan yang pertama.

d. Patofisiologi

  Keadaan ini meningkatkan edema dan lebih lanjut menurunkan intra vaskular, mempredisposisikan pasien yang mengalami preeklamsimudah menderita edema paru. Teori ini didukung oleh peningkatan insiden preeklamsia- eklamsi pada ibu baru (pertama kali terpapar jaringan janin) dan padaibu hamil dari pasangan yang baru.

e. Tanda dan Gejala

  Sebagai tanda-tanda penyakit preeklamsia yang lainnya odema salah satunya, edema ialah penimbunan cairan secara umum danberlebihan dalam jaringan tubuh dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan, danmuka. akibatnya, terjadi penurunanvolume sirkulasi dan curah jantung, yang lebih lanjut menurunkan perfusi organ dan peningkatan hemoglobin dan hematokrit yangberkaitan dengan hasil perinatal yang lebih buruk.

f. Pemeriksaan Penunjang

  Wanita yang baru menjadi ibu atau ibu dengan pasang baru ternyata 6 sampai 8 kali lebihmudah terkena preeklamsia dari ibu multipara. Tabel 2.1 pemeriksaan darah : Tes Diagnostik PenjelasanHemoglobin dan hematokrit Peningkatan Hb dan Hmt berarti : a.

g. Penatalaksanaan Medis

  Antibiotik diberikan atas Pengobatan obstetrik yang dibagi menjadi dua yaitu menurut (Nugroho, 2010, hal;84-85) yaituPenatalaksanaaan pre-eklamsia bertujuan untuk menghindari kelanjutan menjadi eklamsia dan pertolongankebidanan dengan melahirkan janin dalam keadaan optimal dan bentuk pertolongan dengan trauma minimal. Prinsip penatalaksanaan pre-eklamisa :1) Melindungi ibu dari efek peningkatan tekanan darah2) Mencegah progestifitas penyakit menjadi eklamisa3) Mengatasi atau menurunkan resiko janin ( solusio plasenta, pertumbuhan janin terlambat )4) Melahirkan janin dengan cara yang paling aman dan cepat segera mungkin setelah matur dan imatur jika diketahuibahwa resiko janin atau ibu akan lebih berat jika persalinan ditunda lebih lama ( Anik M; h.

h. Faktor Resiko

  Faktor resiko ibu (riwayat PE sebelumnya, usia ibu tua, jarak kehamilan pendek, riwayat keluarga, ras kulit hitam, pasien yangmembutuhkan donor oosit, inaktivitas fisik, riwayat hipertensi sejak ≥4 tahun yang lalu, hipertensi pada kehamilan sebelumnya). Adanya penyakit penyerta lain yaitu hipertensi kronis dan penyakit ginjal, obesitas, resistensi insulin, berat badan ibu rendah, tubuhyang pendek (short stature), migraine, diabetes gestasional, DM tipe 1, resisten protein C aktif, defisiensi protein S, antibodyantifosfolipid, SLE, hiperhomosisteinemia, talasemia dan inkompatibilitas rhesus.

i. Komplikasi

  Penyebab kematian karena kolaps sirjulasi (hentijantung, dedema pulmo, perdarahan serebral dan gagal ginjal) b) Kejang meningkat kemungkinan kamatian, biasanya disebabkan hipokisa, dan solusio plasenta. d) Perdarahan post partum e) Luka karena kejang, berupa laserasi bibir dan lidah.

B. TINJAUAN ASUHAN KEBIDANAN

  Manajemen Asuhan Kebidanan Menurut VarneyManajemen kebidanan merupakan proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dantindakan dengan urutan logis dan menguntungkan, menguraikan perilaku yang diharapkan dari pemberi asuhan yang berdasarkan teori ilmiah,penemuan, ketrampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien. Data dasar inimeliputi pengkajian riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik dan panggul sesuai dengan indiksai, meninjau kembali proses perkembangan asuhankebidanan saat ini atau catatan rumah sakit sebelumnya, dan meninjau kembali data hasil laboratorium dan laporan penelitian terkait, data dasaryang diperlukan adalah semua data yang berasal dari sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ibu dan bayi baru lahir.

I. PENGKAJIAN

  Dengan adanya dukungan dari suami dan keluarga secara langsung dapatmenciptakan situasi serta kondisi yang nyaman dan tenang untuk ibu, dan ibu tersebut akan merasakan aman, sertanyaman juga akan lebih semangat dalam memenuhi gizi untuk kehamilannya yang akan berakibat baik padapertumbuhan dan perkembangan janin. HidungUntuk menilai bentuk hidung, apakah pernafasan cuping hidung, dan menilai apakah ibumengalaminafas cepat dan pendek, hal ini menandai adanya Inspeksi ukuran, bentuk,warna, dan untuk mengetahui apakah simetris dan terdapat serumen atau tidak.

II. INTERPRETASI DATA

  Diagnosa kebidananDiagnosa kebidanan dibuat berdasarkan dengan analisis data yang telah dikaji dan yang telah dibuat berdasarkan denganmasalh yang dihadapi oleh pasien. Data ObjektifData objektif pada ibu yaitu dari hasil pemantauan tanda vital seperti peningkatan tekanan darah, respirasi ibu kurang dari16 kali permenit, dan pemeriksaan fisik pada ibu seperti adanya odema pada wajah, tangan ataupun pada kaki,oliguria (Prawirohardjo, 2008, hal;545).

III. DIAGNOSE POTENSIAL

  Komplikasi yang mengacu pada timbulnya preeklamsia bisa berakibat pada ibu dan bayinya:1) Pada ibu bisa mengakibatkan : Preeklamsia berat bisa mengacau pada gejalanya eklamsi dan perdarahan otak ini merupakan salah satu komplikasi adanyaeklamsi dan salah atu penyebab kematian maternal.(manuaba,2010; h. Identifikasi Kebutuhan akan Tindakan Seger atau Kolaborasi dan Konsultasi Sesuai dengan diagnosa potensial tindakan segera yang dilakukan yaitu dengan memberikan oxygenasi untuk mencegah danmenghentikan kejang, memperbaiki keadaan umum penderita.

V. Perencanaan

  Untuk mengukur volume urin yang keluar guna menilai fungsi gijal dan keseimbangan pemasukan danpengeluran cairan tubuh (Saefudin, 2006.h; 212) dan Sarwono(2008. Dukungan emosional pada ibu dan keluarga agar ibu dan keluarga tidak cemas dan mengurangi ketakutan dalam menghadapipersalinan.8) Anjurkan ibu untuk makan dan minum.

VI. Pelaksanaan

  2) Memasangkan DC (dower cateter) untuk mengukur volume urin yang keluar guna menilai ginjal dan keseimbangan pemasukandan pengeluaran cairan tubuh dan untuk memperlancar kemajuan persalinan. 5) Memberikan suntikkan epidosin secara bertahap setiap 1 jam sekali selama 3 kali secara IM, berganti-gantian bokong kanandan bokong kiri untuk mematangkan serviks.6) Memasng O2 4-6 liter/menit.7) Memberikan dukungan emosional pada ibu dan keluarga agar ibu dan keluarga tidak cemas dan mengurangi ketakutan dalammenghadapi persalinan.8) Menganjurkan ibu untuk makan dan minum yang dibantu keluarga untuk menambah tenaga ibu agar tidak dehidrasi.

VII. Evaluasi

  Langkah terakhir evaluasi merupakan tindakan untuk memeriksa apakah rencana perawatan yang dilakukan benar 2) Jika serviks matang, lakukan pemecahan ketuban, lalu induksi persalinan dengan oksitosin atau prostlagandin. 3) Jika persalinan pervaginam tidak dapat diharapkan dalam 12 jam (pada eklamsia) dan dalam 24 jam (pada preeklamsia berat).

C. Landasan Hukum

  Tujuannya adalah mempermudah bidan untuk memahami dan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan sertamemberikan kejelasan batas-batas wewenang bidan dalam menjalankan citra Peraturan perundang-undangan untuk bidan dan tenaga kesehatan sebagai berikut:Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No1464/MENKESH/PER/X/2010 BAB III PENYELENGGARAAN PRAKTIK Pasal 9 Bidan dalam menjalankan praktik, berwenang untuk memberikan pelayanan yang meliputi : a. Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana (1) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a diberikan pada masa pra hamil, kehamilan, masa persalinan, masa nifas,masa menyusui dan masa antara dua kehamilan.(2) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (58 Halaman)
Gratis

Tags