MENGEMBANGKAN POTENSI GURU DAN CALON GURU UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN KARAKTER YANG EFEKTIF.

Gratis

0
0
12
2 years ago
Preview
Full text

PKn Progresif, Vol. 7 No. 1 Juni 2012 85

MENGEMBANGKAN POTENSI GURU DAN CALON GURU UNTUK MEWUJUDKAN

1

PENDIDIKAN KARAKTER YANG EFEKTIF

2

Oleh: Sri Haryati

ABSTRAK

haracter education requires that each person's performance in the school environment animated by the spirit of character education, to have an effective method for the cultivation of values, has a priority value becomes the primary

C

institutional vision. For that we need a clear understanding of the difference between

character education, moral education, values education, religious education, and PKN.

This understanding is essential to the practice in the field we can keep putting myself

every moment in education as a synergy for the presence of character education in

schools.

KATA KUNCI: Potensi Guru, Pendidikan karakter

1 2 Artikel non penelitian Dosen Prodi PPKn FKIP UNS

86 Sri Haryati: Mengembangkan Potensi Guru dan Calon Guru dalam Mewujudkan...

PENDAHULUAN karena itu proses rekrutmen guru

Seiring dengan perkembangan semestinya semakin meningkatkan kehidupan politik dan ketatanegaraan RI, motivasi internal ini.(James Arthur dan peran PKN untuk menghasilkan warga Lynn Revell, 2004) Negara yang baik, digambarkan sebagai Rekrutmen guru semestinya tidak pendidikan yang menekankan Nation sekedar didasarkan pada mendesaknya

and character building merupakan suatu kebutuhan, melainkan juga

  keniscayaan. memperhatikan kualitas dan kompetensi Dalam banyak momen kita seorang individu.Kualitas ini terutama diingatkan tentang pembangunan kualitas moral seorang calon guru.Dalam karakter bangsa, karena memang masyarakat yang korup, baik kualitas demikianlah tujuan pendidikan nasional maupun kompetensi dapat dibeli dengan sesuai dengan pasal 3 UU No. 20 Tahun uang. Jika ini terjadi dalam proses 2003 tentang Sistem Pendidikan pendidikan guru, pendidikan karakter Nasional. Kita mempunyai filosifi disekolah akan mengalami kendala, Pancasila sebagai inspirasi pembangunan sebab sekolah akan diisi orang-orang nilai luhur, budaya , dan karakter yang tidak berintegritas dan tidak bangsa. Dan nilai-nilai kompeten. kebinekaansebagai sumber kekayaan Dari hasil penelitian Ryan dan potensi budaya bangsa yang plural.Tugas Bohlin (1999), meskipun sekolah telah kita sebagai guru adalah mewujudkan diisi oleh orang-orang yang berintegritas elemen-elemen itu agar tidak hanya dan sadar akan pentingnya penanaman sebagai penghias menara gading nilai, namun menunjukkan bahwa pendidikan. komitmen untuk melaksanakan

Untuk mewujudkan pendidikan pendidikan karakter bukanlah menjadi karakter yang efektif, diperlukan guru prioritas Hanya sedikit guru yang dapat yang andal.Dalam kerangka penanaman menginkorporasikan dalam pengajaran nilai di sekolah, integritas moral guru mereka tentang pentingnya pendidikan yang ditempa sebelum maupun sesudah karakter. memasuki kinerja professional Persoalan pokok yang kita hadapi merupakan prasyarat utama.Karena guru berkaitan dengan formasi guru adalah harus menjadi dan memberi teladan tentang profesionalitas. Dalam konteks pada muridnya. pendidikan karakter, profesionalitas

Sebelum para guru memulai lebih pada kemampuan sang guru untuk melaksanakan tugas profesionalnya, memberikan penanaman nilai yang paling tidak secara implisit telah obyektif, yang dapat diverifikasi lewat terdapat semacam motivasi dalam akal budi sehingga pendidikan karakter dirinya tentang satu tugas guru dimasa ini memiliki pengaruh mendalam bagi depan, yaitu memberikan penanaman siswa. Sayangnya adanya kompetensi nilai dan mempengaruhi perilaku sebagai pendidik seringkali tidak siswa.Jelaslah bahwa proses penanaman dibarengi dengan pemahaman tentang nilai dan pembentukan perilaku menjadi pentingnya pendidikan karakter.Atau salah satu bagian kinerja guru. Oleh ,kalau mereka merasakan pentingnya

PKn Progresif, Vol. 7 No. 1 Juni 2012 87

pendidikan karakter di sekolah, mereka menjadi guru yang menghayati panggilan tidak tahu bagaimana mengintegrasikan hidupnya, sekaligus memiliki kompetensi pendidikan karakter dalam mata dan kecakapan yang dibutuhkan untuk pelajaran yang diampu. menjalankan profesinya.

Atas dasar itu, maka formasi guru Untuk itu potensi guru/calon guru menjadi sangat penting bagi berhasil perlu dikembangkan , khususnya terkait tidaknya program pendidikan dengan pendidikan karakter ini seorang karakter.Banyak orang yang menganggap guru/calon guru diharapkan mempunyai bahwa menjadi guru adalah panggilan pemahaman yang komprehensif tentang hidup.Namun, ada pula yang pendidikan karakter di sekolah. berpendapat bahwa menjadi guru merupakan sebuah panggilan PENDIDIKAN KARAKTER profesi.Tidak sedikit pula yang menjadi Pendidikan karakter dimaknai guru karena terpaksa menjadi guru. sebagai keseluruhan dinamika relasional

Jika menjadi guru adalah sebuah antar pribadi dengan berbagai macam panggilan hidup, mereka yang terlibat dimensi, baik dari dalam maupun dari didalamnya akan memberikan dan luar dirinya, agar pribadi itu semakin mengabdikan dirinya secara dapat meghayati kebebasannya sehingga professional. Ia terpanggil ia dapat semakin bertanggung jawab atas menyempurnakan kinerjanya sebagai pertumbuhan dirinya sendiri sebagai seorang yang profesional. pribadi dan perkembangan orang lain

  Sedangkan guru sebagai panggilan dalam hidup mereka. profesi, hanya semata-mata mengejar Kadang-kadang rancu pemahaman profesionalitas sebagai guru. Mungkin kita antara pendidikan karakter, dengan saja ia dapat memiliki kecakapan dan pendidikan nilai, pendidikan moral, kompetensi yang dibutuhkan, namun pendidikan agama, dan pendidikan kalau dari lubuk hati terdalamnya tidak kewarganegaraan. Sebenarnya kelima pernah memiliki motivasi instrinsik konsep itu berbeda, yang membedakan untuk menjadi guru, maka ia adalah materi atau isi pendidikannya. sesungguhnya ia sedang menipu dirinya Sedangkan kesamaannya semuanya sendiri. Ia tidak akan menemukan makna mengacu pada sebuah proses yaitu ,meskipun telah bekerja secara pendidikan . Lantas apa kaitannya? professional. Pendidikan karakter tidak semata-

Sementara itu guru yang menjadi mata bersifat individual, melainkan juga guru karena terpaksa, sebagai pendidik memiliki dimensi sosial-struktural, akan lebih banyak merugikan kinerja meskipun pada gilirannya yang menjadi lembaga pendidikan, karena mereka kriteria penentunya adalah nilai-nilai tidak menghayati panggilan suci atas kebebasan individual yang sifatnya tugas luhurnya sebagai pendidik. personal.

Pendidikan karakter di sekolah Pendidikan karakter yang memiliki akan menjadi semakin efektif jika dimensi individual berkaitan erat dengan formasi guru dilakukan secara integral. pendidikan nilai dan pendidikan moral Menjadi guru yang berkualitas, berarti seseorang.Sementara itu pendidikan

88 Sri Haryati: Mengembangkan Potensi Guru dan Calon Guru dalam Mewujudkan...

karakter yang berkaitan dengan dimensi apakah ia sebagai manusia itu menjadi sosial structural lebih melihat bagaimana manusia yang baik atau buruk. Dalam menciptakan sebuah system sosial yang pendidikan karakter, ruang lingkup kondusif bagi pertumbuhan individu. pengambilan keputusan terdapat dalam

  Dalam konteks inilah dapat diri individu, namun keputusan dalam meletakkan pendidikan moral dalam lembaga pendidikan melibatkan struktur kerangka pendidikan dan relasi kekuasaan.Oleh karena itu , karakter.Pendidikan moral merupakan pendidikan karakter selain bertujuan dasar bagi sebuah pendidikan menegakkan kemartabatan pribadi karakter.Moralitas terutama berbicara sebagai individu, ia juga memiliki tentang apakah aku sebagai manusia konsekuensi kelembagaan, yang merupakan manusia yang baik atau keputusannya tampil dalam kinerja dan buruk. Secara umum moralitas berbicara kebijakan lembaga pendidikan. Dalam tentang bagaimana kita memperlakukan pendidikan moral tanggung jawabnya orang atau hal-hal lain secara baik ,yang semata-mata bersifat personal, meskipun tampak dalam perilaku, terutama bagi tanggung jawab ini seringkali memiliki pribadi dan komunitas. dimensi komuniter, sedangkan dalam

  Pendidikan moral dan pendidikan pendidikan karakter tanggung jawab itu karakter memiliki persamaan karena selain merupakan tanggung jawab menempatkan nilai kebebasan sebagai individual, juga memiliki dimensi sosial bagian dari kinerja individu untuk dan komunitas. Individu dalam lembaga menyempurnakan dirinya sendiri pendidikan memiliki tanggung jawab berdasarkan tata nilai moral yang untuk menciptakan sebuah lingkungan semakin mendalam dan bermutu. moral yang mendukung pertumbuhan Pendidikan karakter mengandaikan individu yang menjadi anggotanya. bahwa dalam setiap keputusan nya , Selanjutnya apa kaitan pendidikan seorang individu dapat sampai pada karakter dengan pendidikan nilai ?Dalam tahap otonomi moral , tidak perduli pendidikan nilai yang perlu diklarifikasi apakah struktur atau system adalah system nilai individu, sedangkan kekuasaannya yang melingkupinya dalam pendidikan karakter yang perlu menindas atau tidak. Oleh karena itu diklarifikasi adalah system nilai individu pendidikan moral menjadi unsur penting dan kelompok, yang biasanya tercermin bagi sebuah pendidikan karakter. dalan relasi kekuasaan yang sifatnya

Yang membedakan antara politis. Sudah barang tentu, pendidikan pendidikan moral dan pendidikan karakter juga menyertakan klarifikasi karakter adalah ruang lingkup dan nilai individu, sebab system nilai individu lingkungan yang membantu individu merupakan dasar kokoh bagi sebuah dalam mengambil keputusan.Dalam pendidikan karakter. Namun pendidikan pendidikan moral, ruang lingkupnya karakter lebih mengutamakan klarifikasi adalah kondisi batin seseorang. nilai-niai komunitas yang menjamin Keputusan berdasarkan kata hati bahwa pertumbuhan moral dan (konsiensi) inilah yang menentukan kepribadian dengan system nilai proses pendefinisian dirinya sendiri yangdimilikinya tetap dihargai.

PKn Progresif, Vol. 7 No. 1 Juni 2012 89

Nilai merupakan kualitas suatu hal Pemahaman tentang pendidikan yang menjadikan hal itu disukai, karakter, pendidikan moral, dan diinginkan, berguna , dan dihargai. Nilai pendidikan nilai tersebut membantu kita juga merupakan sesuatu yang memberi meletakkan secara lebih jernih tentang makna dalam hidup, yang memberikan pendidikan agama dalam rangka dalam hidup ini titik tolak, isi, dan tujuan pendidikan karakter. (Syarkawi, 2006). Keyakinan agama seseorang

  Jika pendidikan nilai dipahami membantunya dalam menghayati nilai- sebagai sebuah usaha untuk nilai moral. Nilai-nilai agama menanamkan nilai-nilai tertentu yang mempertegas dan memperkokoh bermakna bagi individu maupun sosial keyakinan moral seseorang.Pendidikan demi keberlangsungan pertumbuhan dan karakter mempersyaratkan adanya pemanusiaan kehidupan mereka, pendidikan moral.Pendidikan moral pendidikan nilai bisa disebut pula memiliki dasar tak tergoyahkan jika sebagai pendidikan budi pekerti dan dipahami dalam konteks keterikatan pendidikan watak luhur, sebab konsep individu atas keyakinan imannya. Oleh ini mengacu pada pemahaman yangsama. karena itu ,kultur religius sebuah bangsa Nilai-nilai yang bermakna bagi individu akan menjadi dasar yang kokoh bagi termasuk disini adalah nilai-nilai sebuah pendidikan karakter. Pendidikan keyakinan agama yang memberikan agama dan kesadaran akan nilai-nilai semacam orientasi bagi hidup seseorang. religius menjadi motivator utama Namun ,ada pula yang memahami bahwa keberhasilan pendidikan karakter. pendidikan watak luhur merupakan Dengan demikian, nilai-nilai kerohanian spesifikasi dari pendidikan nilai. Kita itu semestinya tumbuh bersama-sama mengandaikan bahwa nilai-nilai iti dengan pengembangan nilai-nilai merupakan sesuatu yang luhur dan kebangsaan yang akan merajut kesatuan bermakna, sehingga istilah pendidikan masyarakat, sebuah entitas kultural yang nilai telah mencakup berbagai macam kondusif bagi pertumbuhan individu dan nilai yang diyakini oleh individu sebagai pengembangan kehidupan sosial. baik, luhur, pantas diperjuangkan dan Dalam arti sempit, pendidikan dihidupkan dalam kehidupan mereka. karakter lebih dekat maknanya dengan

  Pendidikan karakter mau tidak mau Pendidikan Kewarganegaraan, sebab melibatkan pendidikan nilai. Dalam pendidikan karakter berurusan bukan proses ini pendidik memiliki tanggung hanya dengan pengembangan nilai-nilai jawab agar anak didik mampu melihat moral dalam diri individu, melainkan implikasi etis berbagai perubahan dalam juga memperhatikan corak relasional masyarakat, mampu mengembangkan antar individu, dalam relasinya dengan nilai-nilai dalam dirinya, mampu struktur sosial yang ada dalam mengambil keputusan berdasarkan masyarakatnya. Disini pendidikan nilai- pemahaman yang jernih tentang nilai- nilai demokratis (kesadaran hokum, nilai tersebut (value clarification). (M. tanggung jawab politik, keterbukaan, Sastrapratedja, 1993). kesediaan untuk bermufakat dan berdialog, kemampuan retoris dalam

90 Sri Haryati: Mengembangkan Potensi Guru dan Calon Guru dalam Mewujudkan...

menyampaikan gagasan, kebebasan NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER berpikir, sikap kritis dll) menjadi nilai Jika dilihat dari kacamata sosiologis nilai yang penting untuk diperjuangkan. dan politis, pendidikan karakter Sebab nilai-nilai inilah yang sangat terutama merupakan kepentingan urgent dipraksiskan dalam konteks Negara , sebab Negara berkepentingan kehidupan masyarakat yang plural. agar individu dapat memiliki persiapan

  Untuk menjaga agar pertumbuhan yang matang ketika harus masuk dalam pendidikan karakter sesuai dengan kehidupan politis masyarakat secara kultur individu yang ada, pendidikan normal dan wajar tanpa kesulitan. Tanpa karakter memiliki dimensi politis persiapan diri untuk menjadi warga kultural yang sangat tinggi. Dimensi ini Negara yang baik (good citizen ), ia akan mengandung arti bahwa pendidikan mengalami kesulitan, tidak mengerti hak karakter, agar dapat membantu dan kewajibannya sebagai warga Negara, mengembangkan kehidupan moral dan karena itu memiliki potensi menjadi individu, memperkokoh keyakinan pengganggu dinamika dan stabilitas agama seseorang dan untuk menciptakan masyarakat. suatu tatanan masyarakat yang stabil Disini terdapat dialektika antara ditengah kebhinekaan, memerlukan kepentingan individu untuk mengolah adanya nilai-nilai bersama yang menjadi dan mendalami nilai-nilai yang menurut dasar hidup bermasyarakat.Nilai-nilai ini mereka baik, dan kepentingan Negara merupakan nilai demokratis yang yang menginginkan agar warga membuat individu mampu terlibat aktif- negaranya memiliki semangat public kritis dalam kehidupan politik yang demi berlangsungnya kehidupan tujuan utamanya demi kesejahteraan bermasyarakat.Oleh karena itu kuatnya bewrsama.Oleh karena itu, pendidikan otoritas Negara dalam hal pendidikan karakter tidak bisa lepas dari semangat karakter mesti dibarengi oleh kesadaran untuk mendidik setiap warga Negara kritis warga terhadap nilai-nilai yang secara politis.Pendidikan ditawarkan oleh Negara. Kewarganegaraan dengan demikian Dalam hal ini bentuk kerja sama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari antara Negara dan masyarakat dalam pendidikan karakter. menciptakan sebuah kondisi dan kultur

Dari sekilas pemahaman tentang pendidikan karakter yang benar-benar berbagai macam konsep pendidikan yang berakar dari budaya sendiri, dan seringkali dikaitkan dengan pendidikan membawa berkah bagi semua orang. karakter tersebut kita melihat bahwa Untuk itulah, pendidikan karakter kejernihan pemahaman dapat membantu semestinya dibarengi dengan gerakan kita melakukan langkah-langkah kembali kepada nilai-nilai yang strategis untuk meningkatkan fungsi dan terkandung dalam Pancasila.Kesadaran efektifitas pendidikan karakter dalam bahwa Pancasila sebagai kepribadian lembaga pendidikan kita. bangsa yang mempersatukan seluruh bangsa mesti dipahami sebagai hal yang sentral dalam pendidikan karakter.

PKn Progresif, Vol. 7 No. 1 Juni 2012 91

  Yang menjadi pertanyaan, siapa itu kriteria penentuan nilai-nilai ini yang wenang menentukan nilai-nilai sangatlah dinamis, dalam arti aplikasi tertentu sebagai materi pendidikan praktisnya di dalam masyarakat akan karakter ? Semestinya yang wenang mengalami perubahan terus menerus, untuk menentukan prioritas pendidikan sedangkan jiwa dari nilai-nilai itu sendiri karakter adalah lembaga pendidikan itu tetap sama. sendiri, Namun pemerintah juga Untuk itu ada beberapa kriteria bertanggung jawab dalam memberikan nilai yang bisa menjadi bagian dalam semacam panduan bagi pendidikan kerangka pendidikan karakter yang karakter, sebab Negara berkepentingan dilaksanakan di sekolah. Nilai-nilai ini agar keutuhan bangsa dapat terjaga. diambil garis besarnya saja, sifatnya Melalui kebijakannya, Negara memberi terbuka, masih bisa ditambahkan nilai- kebebasan bagi lembaga pendidikan nilai lain yang relevan dengan situasi untuk menentukan sendiri prioritas kelembagaan pendidikan . Nilai-nilai itu pendidikan karakter dalam lingkup antara lain : nilai keutamaan, nilai sekolah mereka sesuai dengan latar keindahan, nilai kerja, nilai cinta belakang sosial budaya yang ada. tanah air, nilai demokrasi, nilai

  Meskipun sekolah memiliki kesatuan, nilai moral, nilai kewenangan untuk menentukan kemanusiaan. prioritas nilai-nilai bagi pendidikan Nilai keutamaan , adalah nilai yang karakter, pada akhirnya individu membawa kebaikan bagi diri sendiri dan sendirilah yang mengolah nilai-nilai itu orang lain. Nilai keutamaan tampil dalam selaras dengan pengalaman pribadinya kekuatan fisik dan moral.Kekuatan fisik sebagai individu yang beriman, dan berarti kekuatan, keuletan, dan memiliki kehendak baik untuk hidup kemurahan.Sedangkan kekuatan moral bersama dalam sebuah masyarakat yang berarti berani mengambil resiko atas plural.Dengan demikian pendidikan pilihan hidup, konsisten, dan setia.Nilai- karakter tetap memberikan tempat bagi nilai kepahlawanan, jiwa pengorbanan, kebebasan individu dalam menghayati mementingkan kesatuan bangsa nilai-nilai yang dianggapnya baik, luhur, daripada kepentingan kelompok dan layak diperjuangkan sebagai merupakan nilai keutamaan yang pedoman perilaku bagi kehidupan memiliki akar tradisi sejarah yang kuat pribadi berhadapan dengan dirinya, dalam perjalanan bangsa Indonesia. sesama, dan Tuhan. Nilai keindahan, dulu ditafsirkan

Untuk menentukan kriteria nilai- pada keindahan fisik, berupa hasil karya nilai yang relevan dengan pendidikan seni, patung, bangunan, sastra, dll.Dalam karakter, tidak dapat dilepaskan dari tataran yang lebih tinggi menyentuh situasi dan konteks historis masyarakat interioritas manusia, yang menjadi tempat pendidikan karakter itu mau penentu kulitas diri manusia, yang diterapkan. Sebab nilai-nilai tertentu memiliki rasa religiusitas yang mungkin pada masa tertentu lebih tinggi.Oleh karena itu pengembangan relevan dan dalam situasi lain mungkin nilai keindahan, bukan hanya nilai lain akan lebih cocok. Oleh karena menghasilkan obyek seni saja, tetapi

92 Sri Haryati: Mengembangkan Potensi Guru dan Calon Guru dalam Mewujudkan...

membangun kesadaran religius yang dipertahankan , jika setiap orang yang kuat. menjadi WNI tidak dapat menghormati

Nilai kerja, harus ditanamkan di perbedaan dan pluralitas yang ada dalam lembaga pendidikan.Oleh karena itu masyarakat kita. budaya menyontek, tidak jujur, mencari Nilai moral, sangatlah vital bagi bocoran soal, beli kunci jawaban ulangan pendidikan karakter. Nilai-nilai moral dll.Sangatlah tidak relevan dengan yang berguna bagi masyarakat kita akan penghargaan atas nilai kerja ini. semakin efektif jika nilai ideology bangsa

Nilai cinta tanah air, merupakan , yaitu nilai moral dalam Pancasila nilai patriotisme.Pendidikan karakter menjadi jiwa bagi setiap pendidikan yang menanamkan nilai patriotism karakter. Sebab Pancasila merupakan secara mendalam (bukan chauvinism dasar Negara kita. Tanpa penghayatan yang sempit) tetaplah relevan, mengingat nilai-nilai yang terkandung dalam ikatan batin seseorang senantiasa Pancasila, bangsa kita berada diambang terpaku pada tumpah kelahirannya, dan kehancuran, dan masyarakat kita yang ibu pertiwi yang membesarkannya. plural tidak akan merasa sebagai satu

  Nilai demokrasi, termasuk kesatuan. didalamnya kesediaan untuk berdialog, Nilai kemanusiaan, mengandaikan berunding, bersepakat, dan mengatasi sikap keterbukaan terhadap kebudayaan permasalahan dan konflik dengan cara- lain, termasuk disini kultur agama dan cara damai, bukan dengan kekerasan, keyakinan yang berbeda. Yang menjadi melainkan melalui sebuah dialog bagi nilai bukan kepentingan kelompoknya pembentukan tata masyarakat yang lebih sendiri, melainkan kepentinagn yang baik. Oleh karena itulah, nilai-nilai menjadi kepentingan setiap orang, demokrasi menjadi agenda dasar seperti keadilan, persamaan didepan pendidikan nilai dalam kerangka hokum, kebebasan dll.Nilai-nilai pendidikan karakter.Sebab nilai-nilai kemanusiaan ini menjadi sangat relevan inilah yang mempertemukan secara diterapkan dalam pendidikan karakter dialogis berbagai macam perbedaan yang karena masyarakat kita telah menjadi ada dalam masyarakat sampai mereka masyarakat global. mampu membuat kesepakatan dan consensus atas hal-hal yang berkaitan METODE PENDIDIKAN KARAKTER dengan kehidupan bersama. Suatu Pendidikan karakter di sekolah kehidupan sosial akan menjadi lebih baik lebih banyak berurusan dengan dan beradab ketika terdapat kebebasan penanaman nilai.Untuk mencapai berpikir dan menyampaikan pendapat. pertumbuhan integral dalam pendidikan Dua hal inilah yang menimbulkan sikap karakter ,perlu dipertimbangkan kritis.Sikap kritis menjaga dinamika berbagai macam metode yang membantu masyarakat agar tetap stabil dan terarah terwujudnya pendidikan karakter yang dalam menggapai cita-cita. efektif. Metode ini bisa menjadi unsur-

Nilai kesatuan, merupakan dasar unsur yang sangat penting bagi pendirian Negara RI. Persatuan pendidikan karakter di sekolah. Paling Indonesia tidak akan dapat

PKn Progresif, Vol. 7 No. 1 Juni 2012 93

tidak ada lima unsur yang bisa perilaku standar yang menjadi prioritas dipertimbangkan, yaitu : khas lembaga pendidikan tersebut. Dan

1. MENGAJARKAN hal ini harus diketahui anak didik, orang tua ,dan masyarakat. Tanpa adanya Salah satu unsur penting dalam prioritas yang jelas, proses evaluasi atas pendidikan karakter adalah mengajarkan berhasil tidaknya pendidikan karakter nilai-nilai itu ,sehingga anak didik menjadi tidak jelas.Ketidak jelasan memiliki gagasan konseptual tentang tujuan dan evaluasi akan memandulkan nilai-nilai pemandu perilaku yang bisa program pendudikan karakter di dikembangkan dalam mengembangkan sekolah, karena tidak akan pernah karakter pribadinya.Selain itu cara lain terlihat adanya kemajuan atau yang bisa digunakan untuk kemunduran. menyebarluaskan gagasan tentang nilai

4. PRAKSIS PRIORITAS melalui proses perencanaan kurikulum, mengundang pembicara tamu dalam Unsur lain yang sangat penting bagi seminar, diskusi, publikasi, dll. pendidikan karakter adalah bukti

2. KETELADANAN dilaksanakannya prioritas pendidikan karakter tersebut. Lembaga pendidikan Keteladanan memang menjadi harus mampu membuat verifikasi sejauh salah satu hal klasik bagi berhasilnya mana karakter yang dituntutkan telah pendidikan karakter.Guru, yang dalam dapat direalisir di lapangan, misalnya bahasa jawa berarti digugu dan ditiru, bagaimana sikap sekolah terhadap sesungguhnya menjadi jiwa bagi pelanggaran kebijakan sekolah. Apakah pendidikan karakter itu sendiri. sangsi diterapkan secara adil dan

Indikasi adanya keteladanan dalam transparan, Apakah kepemimpinan pendidikan karakter adalah apakah demokratis dapat dirasakan seluruh terdapat model peran dalam diri insan kominitas sekolah, dll. pendidik. Dan apakah secara

5. REFLEKSI kelembagaan terdapat contoh-contoh dan kebijakan serta perilaku yang bisa Setelah tindakan dan praksis diteladani oleh siswa, sehingga apa yang pendidikan karakter itu terjadi, perlu mereka pahami tentang nilai-nilai itu diadakan refleksi, untuk melihat sejauh memang bukan sesuatu yang jauh dari mana lembaga pendidikan itu telah hidup mereka, melainkan dekat dengan berhasil atau gagal dalam melaksanakan mereka dan mereka menemukan pendidikan karakter. Oleh karena itu penguatan dalam bertindak sebagai perlu dilihat apakah para siswa dapat manifestasi nilai. menyampaikan refleksi pribadinya

3. MENENTUKAN PRIORITAS tentang nilai-nilai tersebut dan membagikannya dengan teman lain.

Pendidikan karakter menghimpun Apakah ada diskusi untuk memahami banyak kumpulan nilai yang dianggap nilai pendidikan karakter, yang hasilnya penting bagi pelaksanaan dan realisasi diterbitkan dalam jurnal, Koran sekolah, visi lembaga pendidikan. Oleh karena itu, dll. lembaga pendidikan harus menentukan

94 Sri Haryati: Mengembangkan Potensi Guru dan Calon Guru dalam Mewujudkan...

PRINSIP DASAR PENDIDIKAN  Menciptakan komunitas sekolah

KARAKTER yang memiliki kepedulian.

Ada beberapa prinsip yang bisa  Memberi kesempatan kepada dijadikan pedoman bagi pendidikan siswa untuk menunjukkan karakter di sekolah, yaitu : perilaku yang baik

• Karaktermu ditentukan oleh apa  Memiliki cakupan terhadap

yang kamu lakukan, bukan apa kurikulum yang bermakna dan yang kamu katakana atau kamu menantang yang menghargai yakini semua siswa, membangun

• Setiap keputusan yang kamu ambil karakter mereka dan membantu

menentukan akan menjadi orang mereka untuk sukses macam apa dirimu  Mengusahakan tumbuhnya

• Karakter yang baik mengandaikan motivasi diri dari para siswa

bahwa hal yang baik itu dilakukan  Memfungsikan seluruh staf dengan cara-cara yang baik, bahkan sekolah sebagai komunitas moral seandainyapun kamu harus yang berbagi tanggung jawab membayarnya secara mahal, sebab untuk pendidikan karakter dan mengandung resiko. setia kepada nilai dasar yang sama

• Jangan pernah mengambil perilaku  Adanya kepemimpinan moral dan

buruk yang dilakukan oleh orang dukungan luas dalam lain sebagai patokan bagi dirimu. membangun inisiatif pendidikan Kamu dapat memilih patokan yang karakter lebih baik dari mereka.  Menmfungsikan keluarga dan

• Bayaran bagi mereka yang memiliki anggota masyarakat sebagai

karakter baik adalah bahwa kamu mitra dalam usaha membangun menjadi pribadi yang lebih baik, karakter dan ini akan membuat dunia  Mengevaluasi karakter sekolah, menjadi tempat yang lebih baik fungsi staf sekolah sebagai guru- untuk dihuni (Doni Koesoema A., guru karakter, dan manifestasi 2010) karate positif dalam kehidupan siswa.(Ahmad Husen dkk, 2010)

Sementara itu Character Education

Quality Standards merekomendasikan 11 Sedangkan menurut ketentuan

prinsip untuk mewujudkan pendidikan yang ada dalam naskah pedoman karakter yang efektif, yakni : pendidikan budaya dan karakter bangsa,

  • Mempromosikan nilai-nilai dasar prinsip-prinsip yang digunakan dalam etika sebagai basis karakter pendidikan karakter adalah : (1)
  • Mengindentifikasi karakter secara Berkelanjutan, (2) Melalui semua mata komprehensif supaya mencakup pelajaran, pengembangan diri, dan pemikiran, perasaan, dan perilaku budaya sekolah, (3) Nilai tidak diajarkan
  • Menggunakan pendekatan yang tetapi dikembangkan, (4) Proses tajam, proaktif dan efektif untuk pendidikan dilakukan peserta didik membangun karakter secara aktif dan menyenangkan.(Puskur,

2010)

PKn Progresif, Vol. 7 No. 1 Juni 2012 95

Berkelanjutan, mengandung makna perhatian pada siswa, jujur, menjaga bahwa proses pengembangan nilai-nilai kebersihan., (4) Pengkondisian, sekolah karakter merupakan sebuah proses harus dikondisikan yang menunjang panjang, dimulai dari awal peserta didik pendidikan karakter, misalnya toilet masuk sampai selesai dari suatu satuan selalu bersih, bak sampah ada diberbagai pendidikan tempat dan selalu dibersihkan, sekolah

Melalui semua mata pelajaran, terlihat rapi, alat belajar ditempatkan artinya proses pengembangan nilai-nilai teratur. karakter dilakukan melalui setiap mata Budaya sekolah, adalah suasana pelajaran, dan terintegrasi dalam setiap kehidupan sekolah tempat peserta didik Kompetensi Dasar dari setiap mata berinteraksi dengan sesamanya, guru pelajaran. Nilai-nilai tersebut dengan guru, konselor dengan dicantumkan dalam Silabus dan Rencana sesamanya, pegawai administrasi dengan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). sesamanya, dan antar anggota kelompok

Program pengembangan diri, masyarakat sekolah. Interaksi internal dilakukan melalui pengintegrasian kelompok dan antar kelompok terikat kedalam kegiatan sehari-hari sekolah, oleh bebagai aturan,norma, moral, serta yaitu melalui (1) Kegiatan rutin etika bersama yang berlaku di sekolah

sekolah, misalnya Upacara hari besar tersebut. Kepemimpinan, keteladanan,

  kenegaraan/hari senin, pemeriksaan keramahan, toleransi, kerja keras, kebersihan badan (kuku, telinga, rambut disiplin, kepedulian sosial, kepedulian dll.), sholat bersama setiap dhuhur bagi lingkungan, rasa kebangsaan, tanggung yang beragama Islam, berdoa waktu jawab, merupakan nilai-nilai yang mulai dan selesai pelajaran, mengucap dikembangkan dalam budaya salam ketika ketemu guru/karyawan sekolah.Pengembangan nilai-nilai sekolah/teman, (2) Kegiatan spontan, karakter bangsa dalam budaya sekolah yakni jika peserta didik melakukan hal mencakup kegiatan-kegiatan yang yang kurang baik maka pada saat itu juga dilakukan Kepala Sekolah, Guru, ditegur, misalnya membuang sampah Konselor, Tenaga Administrasi ketika tidak pada tempatnya, berteriak-teriak berkomunikasi engan peserta didik dan sehingga mengganggu pihak lain, menggunakan fasilitas sekolah. berkelahi, memalak, berlaku tidak sopan, Nilai tidak diajarkan tetapi mencuri, berpakaian tidak senonoh. dikembangkan, artinya materi nilai Sebaliknya bagi yang berperilaku baik karakter bukanlah bahan ajar biasa, perlu dipuji, misalnya memperoleh nilai maka nilai-nilai itu tidak dijadikan pokok tinggi, menolong orang lain, berprestasi bahasan seperti kalau kita mengajarkan di olah raga atau kesenian, berani konsep, teori, prosedur ataupun fakta mengkoreksi perilaku teman yang tidak dalam mata pelajaran.Justru materi baik. (3) Keteladanan, adalah contoh pelajaran itu yang digunakan sebagai baik dari para guru dan tenaga bahan atau media untuk kependidikan, misalnya berpakaian rapi, mengembangkan nilai-nilai karakter. datang tepat waktu/disiplin, bekerja Konsekuensi dari prinsip ini, maka nilai- keras, bertutur kata sopan, kasih saying, nilai karakter tidak ditanyakan dalam

96 Sri Haryati: Mengembangkan Potensi Guru dan Calon Guru dalam Mewujudkan...

ulangan atau ujian. Meskipun demikian, pendidikan sebagai sebuah sinergi bagi peserta didik perlu mengetahui kehadiran pendidikan karakter di pengertian dari suatu nilai yang sedang sekolah. mereka tumbuhkan dalam diri mereka.Mereka tidak boleh berada

DAFTAR PUSTAKA

dalam posisi tidak tahu dan tidak paham makna nilai itu.

Achmad Husen dkk .2010, Model Proses pendidikan dilakukan

Pendidikan Karakter,

peserta didik secara aktif dan Yogyakarta: Rizqita Publishing & menyenangkan, hal ini mengandung Printing makna proses pendidikan nilai karakter

Doni Koesoema A, 2010, Pendidikan dilakukan oleh peserta didik bukan oleh

Karakter (Strategi mendidik anak di zaman global), Jakarta: Grasindo

guru. Guru hanya tut wuri handayani James Arthur and Lynn Revell, 2004, dalam setiap perilaku yang ditunjukkan

Character formation in schools and

oleh peserta didik. Dan proses

the education of teacher,

pendidikan dilakukan dalam suasana Canterbury Christ Church belajar yang menyenangkan dan tidak University College and indoktrinatif. Diawali dengan perkenalan

Esmee Fairbairn Fondation. terhadap pengertian nilai yang

M. Sastrapratedja, 1993, Pendidikan nilai dikembangkan, maka guru menuntun memasuki tahun 2000, Jakarta: Grasindo peserta didik agar aktif.Hal ini dilakukan

Puskur Kemendiknas, 2010, guru melalui perencanaan kegiatan

Pengembangan Pendidikan Budaya

belajar mengajar yang mengaktifkan

dan Karakter Bangsa, Jakarta:

peserta didik (menggunakan metode Balitbang Puskur pembelajaran PAIKEM yakni

Ryan K and Bohlin KE, 1999, Building Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif,

Character in Schools, San Fransisco:

Efektif, dan Menyenangkan). Jossey- Bass Publisher Syarkawi, 2006, Pembentukan

kepribadian anak, peran moral,

PENUTUP

intelektual, emosional dan sosial

Pendidikan karakter

sebagai wujud integritas

mempersyaratkan bahwa setiap kinerja

membangun jati diri, Jakarta: Bumi

seseorang di lingkungan sekolah dijiwai Aksara oleh semangat pendidikan karakter, memiliki metode yang efektif untuk penanaman nilai, memiliki prioritas nilai yang menjadi visi utama kelembagaan.

Untuk itu perlu pemahaman yang jernih tentang perbedaan antar pendidikan karakter, pendidikan moral, pendidikan nilai, pendidikan agama, dan PKN. Pemahaman ini penting agar dalam praksis di lapangan kita bisa tetap menempatkan diri setiap moment dalam

Dokumen baru