Hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan pola kelekatan dewasa pada ibu bekerja.

Gratis

1
9
198
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hipotesis dalampenelitian ini adalah 1) adanya ubungan positif antara pola kelekatan secure dengan kesejahteraan psikologis 2) adanya hubungan negatif antara pola kelekatan preocuupied dengan kesejahteraanpsikologis 3) adanya hubungan negatif antara pola kelekatan dismissing dengan kesejahteraan psikologis 4) adanya hubungan negatif antara pola kelekatan fearful dengan kesejahteraan psikologis. Hipotesis dalampenelitian ini adalah 1) adanya hubungan positif antara pola kelekatan secure dengan kesejahteraan psikologis 2) adanya hubungan negatif antara pola kelekatan preoccupied dengan kesejahteraanpsikologis 3) adanya hubungan negatif antara pola kelekatan dismissing dengan kesejahteraan psikologis 4) adanya hubungan negatif antara pola kelekatan fearful dengan kesejahteraan psikologis.

16.0. Hasil penelitian ini adalah 1) ada hubungan yang positif dan signifikan antara pola kelekatan

  The subjects in this research is a mother (working mother) in the age of 20 – 65 years old that is 80 people. The hypothesis of this research is 1)there are positive relationship between a secure attachment pattern and a psychological well-being 2) There are negative relationship between a preoccupied attachment pattern and a psychological well-being 3) there are negative relationship between a dismissing attachment pattern and a psychological well-being 4) there are negative relationship between a fearful attachment pattern and a psychologicalwell-being.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Allah Bapa yang Maha Kuasa dan Bunda Maria atas segala berkat dan rahmat Roh Kudus yang diberikan kepada penulis sehingga penulisdapat menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Hubungan Antara Kesejahteraan Psikologis dengan Pola Kelekatan Dewasa pada Ibu Bekerja”. Teman-teman Psikologi angkatan 2010 (khususnya kelas A) dan berbagai angkatan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah membantumenyebarkan kuesioner, mengisi hari-hari, memberi pengalaman yang berharga bagi penulis dan atas dinamika yang berjalan selama menempuh masapendidikan di Universitas Sanata Dharma.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kepala keluarga mempunyai tugas yang penting untuk memenuhi

  Berdasarkan hasil penelitian Helmi (1999) yang meneliti pola kelekatan dan konsep diri, mengungkapkan bahwa individu yang memilikipola kelekatan yang aman atau secure maka individu tersebut mempunyai hubungan yang hangat dengan orang lain dari figur lekat pada masa bayi dananak-anak. Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaandalam diri peneliti “Apakah ada hubungan antara kesejahteraan psikologis seorang ibu bekerja dilihat dari pola kelekatan yang dimilikinya?” Penelitianini akan lebih melihat pada kesejahteraan psikologis wanita yang mempunyai peran ganda yaitu dengan pola kelekatan yang diterima dari orangtuanya.

B. Rumusan Masalah

  Manfaat TeoritisSecara teoretis, penelitian ini bermanfaat untuk memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan kajian dan memperkaya hasilpenelitian dalam bidang psikologi perkembangan, psikologi sosial dan psikologi keluarga terutama berkaitan dengan pola kelekatan dankesejahteraan psikologis ibu bekerja. Pada suami yang memiliki pasangan yang bekerja Penelitian ini diharapkan dapat memahami mengenai pola kelekatan yang dimiliki oleh pasangannya dan dapat memberikan informasi bagisuami mengenai tingkat kesejahteraan psikologis pasangannya.

BAB II LANDASAN TEORI A. Teori kelekatan (attachment) Manusia dilahirkan dalam keadaan yang sepenuhnya tidak berdaya

  Jadi yang dimaksud dengan kelekatan dalam penelitian ini adalah ikatan yangterbentuk dari masa bayi yang menjadi dasar dalam memberikan pengaruh pada kehidupan interpersonal individu di masa dewasa yang dimanaindividu tersebut mempunyai pandangan mengenai model diri sendiri dan model orang lain. Pola ini mengindikasikan sikap saling menghindar yang ditandai dengan ketidakpercayaan terhadap satu sama lain sehingga mereka cenderung merasa tidak nyaman dalam menjalinsuatu hubungan dengan orang lain dan memilih untuk tidak bergantung dengan orang lain.

B. Kesejahteraan Psikologis (psychological well-being)

1. Pengertian Kesejahteraan Psikologis

  Ryff dan Singer (1996) menjelaskan bahwa tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi ditandaidengan individu yang memiliki hubungan baik dengan lingkungan 33sekitarnya, memiliki kepercayaan diri yang baik, mampu membangun hubungan personal yang baik dengan orang lain dan memiliki tujuan pribadiserta tujuan dalam pekerjaannya. Individumemiliki kemampuan dalam menghadapi berbagai hal yang dapat menimbulkan permasalahan dalam kehidupannya, mampu melalui periode 35sulit dalam kehidupan dengan mengandalkan kemampuan yang ada dalam dirinya dan menjalankan fungsi psikologis positif yang ada dalam dirinyasendiri sehingga individu tersebut dapat merasakan adanya kesejahteraan batin dalam hidupnya.

2. Dimesi Kesejahteraan Psikologis

  Individu yang memiliki hubungan yang positif dengan orang lain mempunyai rasa empati dan afeksi yang kuatpada orang lain, dan mampu memiliki rasa cinta dan persahabatan yang mendalam, membina hubungan yang intim dengan orang lain sertakemampuan untuk mengarahkan atau membimbing orang lain dan juga berkonsentrasi pada kesejahteraan orang lain. Sebaliknya, individu yang kurang baik dalam aspek hubungan positif dengan orang lain ditandai dengan tingkah laku yang tertutupdalam berhubungan dengan orang lain, sulit untuk bersikap hangat, sulit peduli dan terbuka dengan orang lain, terisolasi dan merasa frustasidalam membina hubungan interpersonal dengan orang lain serta tidak memiliki keinginan untuk berkompromi dalam mempertahankanhubungan dengan orang lain.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kesejahteraan Psikologis

  Individu yang menempati kelas sosial yang tinggi memiliki perasaan yang lebih positif terhadap diri sendiri dan masa laluindividu tersebut serta memiliki rasa keterarahan dalam hidup 43dibandingkan dengan mereka yang berada di kelas sosial yang lebih rendah. Kesehatan dan fungsi fisikIndividu yang memiliki kesehatan dan fungsi fisik yang baik akan memiliki psychological well-being yang tinggi, namun sebaliknyaindividu yang mengalami gangguan kesehatan dan fungsi fisik yang tidak optimal dapat menyebabkan psychological well-being yang rendah padaindividu tersebut.

C. Ibu bekerja

1. Pengertian Ibu Bekerja

  Sedangkan kebanyakan perempuan yang bekerja di Indonesia belum mempunyai penghasilan yang tetap dan jumlahjam kerja yang tidak terbatas (Mastauli, 2007). Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud ibu rumah tangga yang bekerja adalah seorang ibu yang menguruskeperluan atau kebutuhan rumah tangga dan memiliki tanggung jawab pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan secara teratur diluar rumah, baik di 48kantor, lembaga, yayasan, usaha wiraswasta atau sudah terikat dengan pihak lain baik dalam hal penghasilan atau gaji maupun lama waktu bekerja.

2. Alasan Ibu Bekerja

  Hal ini ditandai dengan sikap individu yang positif terhadap diri sendiri, dapat menerima kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirinya dan memilikikepuasaan hubungan yang akrab dengan orang lain. Sedangkanindividu dengan dismissing attachment cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang rendah dengan orang lain dan tertutup dengan orang lain sehingga individu dengan pola kelekatan ini bertolak belakang dengan dimensi hubungan yang positif dengan orang laindari kesejahteraan psikologis.

F. Hipotesis

  Jika ibu bekerja memiliki pola kelekatan secure,maka ibu bekerja akan mengembangkan kesejahteraan psikologis yang positif. Jika ibu bekerja memiliki pola kelekatan fearful,maka ibu bekerja akan mengembangkan kesejahteraan psikologis yang negatif.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian korelasional bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel satu

  dengan variabel lainnya (Azwar, 2012). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk melihathubungan antara kesejahteraan psikologis (psychological well-being) dengan pola kelekatan (attachment) pada masa dewasa (secure, preoccupied, dismissing, fearful).

B. Variabel Penelitian

  Variabel adalah suatu atribut dari objek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti sehingga memperoleh informasi tentang haltersebut kemudian dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013). Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu:Variabel tergantung adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2013).

C. Definisi Operasional

  Kesejahteraan PsikologisKesejahteraan psikologis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu keadaan individu yang memiliki kemampuan dalam menghadapiberbagai hal yang dapat menimbulkan permasalahan dalam kehidupannya dengan mengandalkan potensi yang ada dalam dirinya dan berfungsi secarapenuh dan positif. Pola KelekatanPola kelekatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ikatan emosional yang terbentuk dari masa bayi yang menjadi dasar dalammemberikan pengaruh pada kehidupan interpersonal individu di masa dewasa.

F. Metode Pengumpulan Data

  Skala Pola KelekatanPola kelekatan diukur dengan menggunakan skala pola kelekatan yang disusun berdasarkan empat pola kelekatan menurut Bartholomew & Horowitz (1991), yaitu secure attachment, preoccupied attachment, dismissing attachment dan fearful attachment. Sebaliknya, skor untuk item-item unfavorable adalah 6 untuk pilihan jawaban Sangat Tidak Setuju (STS), 5 untuk pilihanjawaban Tidak Setuju (TS), 4 untuk pilihan jawaban Agak Tidak Setuju(ATS), 3 untuk pilihan jawaban Agak Setuju (AS), 2 untuk pilihan jawaban Setuju (S) dan 1 untuk pilihan jawaban Sangat Setuju (SS).

G. Instrumen Penelitian

  Skala terdiri dari sejumlah item pernyataan yang terbagi menjadi dua pernyataan, yaitu pernyataan yang bersifat positif atau mendukung (favorable) dan pernyataan yang bersifat negatif atau tidak mendukung (unfavorable). Skala terdiri dari sejumlah itempernyataan yang terbagi menjadi dua pernyataan, yaitu pernyataan yang bersifat positif atau mendukung (favorable) dan pernyataan yang bersifat alternatif pilihan jawaban yaitu Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju(TS), Agak Tidak Setuju (ATS), Agak Setuju (AS), Setuju (S) dan Sangat Setuju (SS).

H. Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian

  Skala-skala yang digunakan dalam penelitian ini terlebih dahulu diujicobakan pada ibu bekerja yang tersebar di daerah Yogyakarta. Pengembangan diri 77*, 83, 86, 92, 96*, 98*, 101, 18 102, 107, 108Keterangan: Item dengan tanda bintang (*) adalah item yang gugurPengujian kualitas item pada skala Kesejahteraan Psikologis menggunakan korelasi item total melalui SPSS for Windows 16.00.

1. Secure

2. Preoccupied

  Fearful 48, 51*, 60*, 62, 63, 65*, 66, 28 70*, 74, 82, 84, 107, 111*,112* Keterangan: Item dengan tanda bintang (*) adalah item yang gugurPengujian kualitas item pada skala Pola Kelekatan menggunakan korelasi item total melalui SPSS for Windows 16.00. Kemudian dilakukan seleksi untuk item-item yang mendapat nilai korelasi itemkurang dari 0,25, yaitu sebanyak 21 item.

I. Pengujian Instrumen Penelitian

  Hal tersebut sesuai dengan penelitian ini, instrumen atau alat ukur yang disusun akan dinilaioleh seseorang yang ahli, dalam hal ini yaitu dosen pembimbing. Analisis dan Seleksi ItemPengujian konsistensi antara fungsi item dengan fungsi tes secara keseluruhan merupakan cara dalam analisis dan seleksi item yang disebutjuga dengan konsistensi item-total (Azwar, 2009).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Dalam penelitian ini data diperoleh dengan cara membagikan skala Pola Kelekatan dan skala Kesejahteraan Psikologis kepada subjek penelitian. Kedua skala tersebut disajikan secara bersamaan dalam bentuk kuesioner

  yang diisi subjek sesuai dengan petunjuk yang telah tersedia dalam booklet kuesioner tersebut. Total kuesioner yang digunakan sebagai data dalam penelitian ini sebanyak 80 buah kuesioner.

B. Deskripsi Subjek Penelitian

  Subjek yang berada dalammasa dewasa awal berjumlah 40 orang dengan persentase sebesar 50% dan subjek yang berada dalam masa dewasa madya berjumlah 40 orang denganpersentase sebesar 50%. Deskripsi Data Subjek Berdasarkan Jumlah Jam Bekerja Lama bekerja (jam) Frekuensi Persentase 6 jam 3 3,75% 7 jam9 11,25% 8 jam 46 57,5% 9 jam16 20% 10 jam 5 6,25% 11 jam1 1,25% Total 80 100% Secara keseluruhan rata-rata subjek bekerja selama 8 jam dengan jumlah 46 orang dengan persentase sebesar 57,5% dan 16 orang atau 20%dari total subjek yang bekerja selama 9 jam.

C. Deskripsi Hasil Penelitian

  Berdasarkan hasil analisis deskriptif dari data yang diperoleh, maka dapat diketahui nilai mean teoritik dan mean empirik. Mean teoritikmerupakan rata-rata yang dihasilkan dari skala, sedangkan mean empirik merupakan rata-rata dari data yang diperoleh.

D. Analisis Data Penelitian

  Uji NormalitasUji normalitas adalah pengujian yang dilakukan untuk mengecek data penelitian yang berasal dari populasi yangsebarannya normal atau tidak (Santoso, 2010). Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson product moment, dapat diketahui bahwa koefisien korelasi (r) antara pola kelekatan preoccupied dengan kesejahteraan psikologis sebesar -0,342 dengan nilai signifikansi atau probabilitas 0,001 yang berarti lebih kecil dari0,05 (p < 0,05).

E. Pembahasan

  Hal ini dapatdisebabkan karena individu dengan pola kelekatan secure didasari oleh rasa cinta dan kepercayaan yang diberikan oleh orang tuanya sehinggaakan membentuk individu yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, memiliki kemampuan untuk mempercayai orang lain serta memilikikemampuan untuk mengembangkan hubungan yang matang (Mercer danClayton, 2012). Individu yang memiliki kemampuan untuk membangun rasa kepercayaan terhadap diri sendiri dan orang lain, mampu membangunhubungan personal yang baik dengan orang lain, memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya, dan memiliki tujuan pribadi serta tujuan dalam pekerjaannya dapat dikatakan bahwa individu tersebutmempunyai tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi (Ryff dan Singer,1996).

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan

  Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pola kelekatan secure dengan kesejahteraan psikologis pada ibu bekerja. Terdapat hubungan yang signifikan dan negatif antara pola kelekatan preoccupied dengan kesejahteraan psikologis pada ibu bekerja.

B. Saran

  Dengan pandangan tersebut, ibu-ibu bekerja akan lebihmudah untuk menerima diri apa adanya, memiliki sikap mandiri, membina hubungan yang hangat dengan orang lain, mampu mengelola lingkungan,memiliki tujuan dan arah hidup serta menyadari dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat meneliti hal lain yang mungkin terkait dengan pola kelekatan dan kesejahteraan psikologis,misalnya suasana di tempat kerja dan faktor kepribadian sebagai faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis, kedekatan orang tua dengananak sebagai faktor yang membentuk pola kelekatan individu.

3. Bagi Pembaca

  Individu diharapkan dapat mengetahui pola kelekatan yang dimilikinya dan pengaruhnya terhadap hubungan interpersonal dengan orang lain. Hal ini diharapkan menjadi bekalbagi individu dalam membesarkan bayinya dengan memberikan kasih sayang secukupnya sehingga anak akan memiliki kelekatan yang aman (secure).

DAFTAR PUSTAKA

  Pernyataan STS TS ATS AS S SS Masalah yang saya hadapi, saya 1.selalu ceritakan pada pasangan sayaSaya tidak merasa khawatir apabila 2.saya mendapat tugas ke luar kota Kepercayaan saya pada pasangan saya 3.rendah Ketika saya tidak bersama dengan 4.pasangan, saya tidak merasa khawatir Ketika pasangan saya memperhatikan 5.saya, saya merasa terancam Ketika saya memiliki masalah, saya 6. menghargai saya seperti sayamenghargainya Tidak bergantung pada teman 89.merupakan hal yang penting Dalam menyelesaikan masalah, saya 90.selalu menyelesaikannya sendiriKetika berada dekat dengan 91.pasangan, saya merasa memiliki banyak kekurangan dalam diri sayaJika saya mendapat tugas ke luar 92.kota, saya merasa cemas Saya bercerita tentang masa lalu 93.saya pada teman-teman Saya memiliki kepercayaan yang 94.rendah pada pasangan saya Dalam menjalin hubungan akrab 95.

A. Skala Kesejahteraan Psikologis

  Tahap ICase Processing Summary N % Cases Valid40 100.0 Excludeda .0 Total 40 100.0 Reliability StatisticsCronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based onStandardized Items N of Items .935 .942 108Item-Total Statistics Scale Mean if Item DeletedScale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total CorrelationSquared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if ItemDeleted a1 481.83 1662.969 .486 . .934 138 Tahap IIReliability Statistics Cronbach's AlphaCronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items.949 .952 100 Item-Total StatisticsScale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item DeletedCorrected Item- Total Correlation Squared Multiple CorrelationCronbach's Alpha if Item Deleted a1 453.85 1824.387 .498 .

B. Skala Pola Kelekatan

  Setiap orang memiliki jawaban yang berbeda untuk setiap pernyataan, oleh sebab itu pilihlahjawaban yang paling sesuai dengan keadaan diri Anda terhadap pernyataan yang disajikan. Saya adalah orang yang menyukai X keramaian Ketika Anda keliru dalam memilih jawaban dan memberi tanda silang (X), maka Anda dapat mengganti jawaban dengan cara memberi tanda sama dengan padajawaban yang keliru.

46. Ketika pasangan saya

  Saya tidak mudah untuk bercerita masalah saya dengan teman 63. Ketika saya memiliki masalah, saya merasa mudah untuk bercerita padateman saya 66.

67. Saya merasa senang menceritakan

  Setiap orang memiliki jawaban yang berbeda untuk setiap pernyataan, oleh sebab itu pilihlahjawaban yang paling sesuai dengan keadaan diri Anda terhadap pernyataan yang disajikan. Saya adalah orang yang menyukai X keramaian Ketika Anda keliru dalam memilih jawaban dan memberi tanda silang (X), maka Anda dapat mengganti jawaban dengan cara memberi tanda sama dengan padajawaban yang keliru.

11. Ada pengalaman hidup yang sampai

  Saya menilai diri berdasarkan apa yang saya anggap penting, bukanberdasarkan nilai-nilai yang orang lain anggap penting 18. Saya mudah dalam mempertahankan hubungan yang akrab dengan teman-teman 28.

29. Saya merasa senang menjalin

  Dalam mempertahankan hubungan yang akrab dengan orang lain, sayamengalami kesulitan dan membuat saya frustasi 32. Ketika saya memikirkan apa yang telah saya lakukan di masa lalu danapa yang saya harapkan terjadi di masa depan, saya merasa tidak puas 68.

A. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  KA KP PWB N 80 80 80 Normal Mean 112.02 a 97.95 378.16 ParametersStd. Deviation 8.068 8.923 29.376 Most Extreme Absolute .079 .077 .086 Differences Positive .079 .046 .086Negative -.068 -.077 -.080 Kolmogorov-Smirnov Z .703 .691 .773 Asymp.

B. Uji Linearitas

  Uji Linearitas Pola Kelekatan secure dengan Kesejahteraan PsikologisANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. Uji Linearitas Pola Kelekatan preoccupied dengan Kesejahteraan PsikologisANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Hubungan Antara Modal Psikologis Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Salesperson
12
120
112
HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN
1
12
9
Hubungan Antara Stres Akademis dengan Kesejahteraan Psikologis Remaja
0
3
7
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN HARDINESS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA WANITA BEKERJA Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Hardiness dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Wanita Bekerja.
0
14
10
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN HARDINESS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA WANITA BEKERJA Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Hardiness dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Wanita Bekerja.
0
3
18
PENDAHULUAN Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Hardiness dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Wanita Bekerja.
1
7
6
HUBUNGAN ANTARA KEKHUSYUKAN SHALAT DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA Hubungan Antara Kekhusyukan Shalat Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa UMS Surakarta.
0
1
16
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.
0
2
16
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA LANSIA MUSLIM Hubungan Antara Religiusitas Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Lansia Muslim.
0
0
16
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA LANSIA MUSLIM Hubungan Antara Religiusitas Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Lansia Muslim.
2
13
14
Psikologis pendidikan psikologis psikologis psikologis
0
0
6
Hubungan Antara Modal Psikologis Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Salesperson
0
0
21
HUBUNGAN ANTARA MODAL PSIKOLOGIS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA SALESPERSON
0
0
14
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN THE BIG FIVE DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PARANORMAL DEWASA MADYA DI KOTA SEMARANG
0
1
17
HUBUNGAN ANTARA GAYA KELEKATAN DEWASA DENGAN KONFORMITAS PADA REMAJA Skripsi
0
1
142
Show more