Tingkat kemampuan berpikir positif mahasiswa dan impilkasinya terhadap penyusunan topik-topik bimbingan pribadi-sosial (studi deskriptif pada mahasiswa prodi bimbingan dan konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma).

Gratis

0
1
112
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR GRAFIK

  Grafik 1 : Grafik Tingkat Kemampuan Berpikir Positif Mahasiswa Angkatan 2014 Program Studi Bimbingan danKonseling Universitas Sanata Dharma ....................................... 81 Lampiran 5: Topik-topik usulan Bimbingan ...............................................

BAB I PENDAHULUAN Bab ini membahas mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah

A. Latar Belakang Masalah

  Mahasiswa sebagai pribadi yang mulai beranjak dewasa, dituntut memiliki pola berpikir yang lebih positif dibanding mereka yang masih Mahasiswa yang berpikir positif memiliki kemampuan berpikir untuk menilai pengalaman-pengalaman dalam hidupnya sebagai bahan yangberharga untuk pengalaman selanjutnya dan menganggap semua itu sebagai proses hidup yang harus diterima. Sikap dan ungkapan negatif juga seringkali muncul seperti mengeluhkan kondisi laboratorium Bimbingan dan Konseling yang tidak memadai, berkomentar sinis terhadap kebijakankampus, banyaknya tugas rumah kadang dipahami sebagai bentuk pekerjaan berat dan ada mahasiswa yang merasa cemburu terhadap mahasiswa lain yangsering diperhatikan oleh dosen.

B. Identifikasi Masalah

  Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mahasiswa memiliki cara berpikir negatif terhadap orang lain dan lingkungan.

2. Mahasiswa belum bisa merespon secara positif berbagai pengalaman yang terjadi dalam kehidupannya

C. Pembatasan Masalah

  Fokus masalah dalam penelitian ini adalah pada tingkat kemampuan berpikir positif mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 USD. Penelitian dilakukan hanya pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling USD angkatan 2014 sehingga kesimpulan yang diperoleh hanyamenggambarkan keadaan objek yang diteliti dan tidak berlaku umum.

D. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Seberapa tinggi tingkat kemampuan berpikir positif mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling USD angkatan 2014?

E. Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui tingkat kemampuan berpikir positif mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling USD angkatan 2014.

2. Mengetahui item-item instrumen yang teridentifikasi rendah sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingan pribadi

F. Manfaat Penelitian

  Manfaat yang diharapkan dapat tercapai dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian lebihlanjut teori tentang tingkat kemampuan berpikir positif mahasiswa Bimbingan dan Konseling USD angkatan 2014.

2. Kegunaan Praktis a

  Bagi lembaga, hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi lembaga untuk mengupayakan pembinaan bagi mahasiswa ProgramStudi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dalam meningkatkan kemampuan berpikir positif. Bagi peneliti, penelitian ini berguna untuk meningkatkan pengetahuan tentang berpikir positif dan mengembangkan sikap-sikap ilmiah sebagaimahasiswa.

G. Definisi Operasional Variabel

  Kemampuan Berpikir positif adalah kemampuan seseorang melihat, memikirkan, dan mensikapi segala sesuatu dari segi positif baikterhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Dalam hal ini mahasiswa yang dimaksudadalah mereka yang sedang menjalani masa belajar pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2014.

BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan tentang pengertian kemampuan berpikir positif, aspek-

A. Berpikir Positif 1. Pengertian Kemampuan Berpikir Positif

  Menurut Abdul (2005: 39) kemampuan berpikir positif merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari tiga komponen, yaitu muatan pikiran, Sedangkan menurut Rohmayasari (2010:17) kemampuan berpikir positif adalah kemampuan melihat segala sesutau yang dihadapi/diamatidari segi positif dan membiarkan pikiran untuk berproses secara positif yang kemudian mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang menjadipositif. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir positif adalah kemampuan berpikir secaralogis yang memandang sesuatu dari segi positifnya dan menekankan pada sudut pandang dan emosi yang positif, baik terhadap diri sendiri,orang lain maupun situasi yang di hadapi.

2. Aspek-aspek Berpikir Positif

  Harapan yang positif (positive expectation) Harapan positif dapat dilakukan dengan cara melakukan sesuatudengan lebih memusatkan perhatian pada kesuksesan, optimisme, pemecahan masalah dan menjauhkan diri dari perasaan takut akankegagalan. Penyesuaian diri yang realistik (realistic adaptation) Penyesuaian diri yang realistik adalah mengakui kenyataan dansegera berusaha menyesuaikan diri dari penyesalan, frustasi dan Affirmasi diri (self affirmative) Affirmasi diri dilakukan dengan cara memusatkan perhatian padakekuatan diri, melihat diri secara positif.

3. Karakteristik Kemampuan Berpikir Positif (Positive Thinking)

  Menikmati hidupnya Pemikiran yang positif akan membuat seseorang menerimakeadaannya dengan besar hati, meski tidak berarti ia tidak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik. Karena tindakanlah yang dinilai Menggunakan bahasa positif Gunakan kata-kata yang bernadakan optimis dan mengandungmakna positif seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan", "Dia memang berbakat" dan “kamu pasti bisa”.i.

4. Manfaat Kemampuan Berpikir Positif (Positive Thinking)

  Memelihara kesehatan jasmani dan rohani Menurut Utami (2008:67-69) kebiasaan berpikir positif merupakansikap dan tindakan yang mendatangkan manfaat besar individu yang bersangkutan, yaitu berkenaan dengan: health, feeling of success,optimism, positive emotions, positive response to failures, self- confidence, positive self image, every cloud has a silver lining, creative,persistency, positive relationships. Dan ternyata keluhan dan rasa sakit tersebut tidak dirasakan lagi setelah orang yang bersangkutanmengganti isi pikirannya yang negatif dengan yang positif.

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Berpikir Positif (Positive Thinking)

  Suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuannya diri sendiri sehingga orang yang bersangkutan tidak terlalu cemasdalam tindakan, dapat merasa bebas untuk melaksanakan hal-hal yang disukai dan bertanggung jawab atas perbuatannya, hangat dansopan dalam berinteraksi dengan orang lain, dapat menerima dan mengenal kelebihan serta kekurangan. Dengan mengacu kode etik seorang konselor tersebut mahasiswa BK dituntut sejak masuk menjadi mahasiswa di semester pertama untukmelatih kepribadian untuk selalu berpikir positif terhadap orang lain dan lingkungannya, sehingga kemampuan berpikir positif ini akanmenjadi kompetensi yang tertanam dengan baik dalam dirinya.

B. Remaja Akhir 1. Mahasiswa Tingkat Awal Sebagai Remaja Akhir

  Masa remaja berlangsung dari umur 12 tahun sampai 21 tahun bagi wanita, dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi laki-laki (Ali dan Asori, Menurut Hurlock (Ali dan Asori, 2009:9), istilah remaja yang aslinya adolescence, berasal dari bahasa latin adolescere yang berarti“tumbuh untuk mencapai kematangan”. Pandangan ini didukung oleh Piaget yang mengatakanbahwa secara psikologis, remaja usia di mana individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia di mana anakmerasa bahwa dirinya tidak berada di bawah tingkat orang yang lebih tua, melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar.

2. Tugas Perkembangan Pada Masa Dewasa Awal

  Mampu membina hubungan yang baik denagn anggota kelompok yang berlainan jenisd. Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat di perlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakatg.

3. Kompetensi Konselor yang Berkaitan Dengan Cara Berpikir

Kompetensi konselor akan dinyatakan dalam penguasaan konsep, penghayatan dan perwujudan nilai, penampilan pribadi yang bersifat

C. Kajian Penelitian yang Relevan

  Aswendo Dwitantyanov, dkk (2010) melakukan penelitian tentang pengaruh pelatihan berpikir positif pada efikasi diri akademik mahasiswayang hasilnya menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa antara kelompok eksperimen dan kontrol sebelum diberi perlakukanmenunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan (p = 0,316 > 0,05 dan nilai t e sebesar 1,014 < t tabel sebesar 2,018, dF = 42). Penelitian-penelitian di atas sangat mendukung penelitian tentang Tingkat Kemampuan Berpikir PositifMahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2014 karena hasil penelitian menguatkan bahwa kemampuanberpikir positif sangat diperlukan bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling guna mendukung proses belajarnya dan sekaligusmengembangkan diri menjadi konselor yang ideal.

D. Kerangka Pikir

  Dengan demikian, orang yang mampuberpikir positif tentunya mempu belajar dan memaknai setiap peristiwa dalam hidupnya baik dari pengalaman-pengalaman yang menggembirakanmaupun dari pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan. Berpikir positif bagi seorang guru Bimbingan dan Konseling akan sangat membantu dalam mengenali anak lebihmendalam, menemukan potensi yang bisa dikembangkan anak guna memperkembangkan diri dan membantu dalam setiap persolan akademikdan persoalan hidup peserta didik.

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bab ini diuraikan jenis penelitian, variabel penelitian, tempat dan

A. Jenis Penelitian

  waktu penelitian, subjek penelitian dan sampel penelitian, variabel penelitian, teknik dan instrumen penelitian (instrumen pengumpulan data dan penentuanskor), validitas dan reliabilitas (uji validitas instrumen dan uji reliabilitas instrumen), dan teknik analisis data. Sifat deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaranmengenai kemampuan berpikir positif mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharmasehingga dapat ditentukan item-item instrumen mana yang teridentifikasi rendah sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingn pribadi sosial yangsesuai.

B. Tempat Dan Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan pada hari kamis, 07 Mei 2014 sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh ketua kelas masing-masing Bimbingandan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma. Variabel PenelitianDalam Penelitian ini, variabel yang akan diteliti adalah variabel tunggal yaitu kemampuan berpikir positif mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma.

E. Teknik dan Instrumen Pegumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data

  Sepadan dengan Sugiono, menurut Margono (2007:167) kuesioner merupakan suatu alat pengumpul informasi dengan cara Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner tertutup. Menurut Margono (2007:168), kuesioner tertutupberisi pertanyaan-pertanyaan yang disertai sejumlah alternative jawaban yang disediakan.

2. Instrumen Pengumpulan Data

  Kemudian bagian kedua memuat pernyataan tentang kemampuan berpikir positif mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner menggunakan model skala likert dengan menggunakan 4pilihan jawaban dengan maksud untuk membantu responden bila tidak memahami alternatif jawaban yang ditengah. Unfavorabel 1 2 3 4 Tabel 4Kisi-kisi Kuesioner Kemampuan Berpikir Positif Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma Sebelum Uji Coba Item-item∑ Aspek Indikator Fav Unfav Harapan yang positif.

a. 1, 2, 3 4, 5, 6

  25, 26, 27 28, 29, 30 Memiliki kemampuanuntuk menyesuaikandiri dengan orang lain Penyesuaian diri yang realistik adalahmenyesuaikan diri dengan baik dan benar. Dapat bersikap realistik, menghargaipengalaman yang ada, tidak menunjukankeadaan frustasi kepada orang lain dan cepatberusaha menyesuaikan diri dari penyesalana.

b. 65, 66, 67 68, 69, 70

  Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaranantara tes dan kriteria (Arikunto, 2003:65) Menurut Sugiyono (2011:173) instrumen yang valid berartialat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Skor tiap butir soal dinyatakan skor X dan skor yang dinyatakan sebagai skor Y, dengan diperolehnya indeks validitas setiap butir soal, Peneliti menggunakan validitas isi dalam penelitian ini.

2 S x

Keterangan : 2

2 S dan S : varians skor belahan 1 dan varians

  Berikut merupakan langkah-langkah yang ditempuh penulis untuk menganalisis data penelitian tentangkemampuan berpikir positif mahasiswa program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma adalah sebagai berikut: 1. Dengan demikian, dapat diketahui jumlah dan persentase tingkat kemampuan berpikir positif mahasiswa ProgramStudi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma secara umum mulai dari yang sangat rendah sampai yangsangat tinggi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dipaparkan tentang hasil penelitian dan pembahasan. Penyajian hasil penelitian didasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. A. Hasil Penelitian 1. Tingkat Kemampuan Berpikir Positif Mahasiswa Angkatan 2014 Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian, tingkat kemampuan

berpikir positif mahasiswa angkatan 2014 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dapat dikategorikan sebagai berikut(Tabel 11). Tabel 11 Kategorisasi Tingkat Kemampuan Berpikir Positif MahasiswaAngkatan 2014 Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma Kategori Skor Freku % ensi (ƒ)Sangat Rendah 0 % ≥ 107Rendah 107 0 % 5 8,2% 35 57,4% 21 34,4%≤198 Total 61 100 Adapun secara visual persentase tingkat kemampuan berpikir 46 4057,4% 35 30 2534,4% 20 Sedang 137 15 Tinggi 168

10 Sangat Tinggi ≤1

  8, 2% 5 137 168 Grafik Tingkat Kemampuan Berpikir Positif Mahasiswa Angkatan2014 Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma Tabel 11 maupun Grafik 1 menunjukkan tidak terdapat (0%) mahasiswa angkatan 2014 Program Studi Bimbingan dan KonselingUniversitas Sanata Dharma berada pada kategori tingkat berpikir positif sangat rendah. Pada kategori tingkat berpikir positif sedang ada sebanyak 5 mahasiswa (8,2%) sedangkan ada 35 mahasiswa (57,4%)angkatan 2014 Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas 47sebanyak 21 mahasiswa (34,4%).

2. Identifikasi item tingkat kemampuan berpikir positif sebagai dasar mengusulkan topik-topik bimbingan

  Item-item dengan skor yang berada dalam kategori sedang menunjukkan bahwa sikap mahasiswa angkatan 2014 Program StudiBimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma tidak cukup baik. Oleh sebab itu, item-item yang teridentifikasi dalam kategori sedang, digunakan menjadi dasar untuk merumuskan usulan topik-topik bimbinganpribadi dan belajar untuk meningkatkan kemampuan berpikir positif agar menjadi lebih baik.

a. Memusatkan

c. Mempunyai rasa

  Saya malas mendapatkan saran dari orang lain176 8 Pernyataan yang tidakmenilai a. Saya merasa minder dengan kondisi fisik saya177 Berdasarkan Tabel 13 aspek-aspek yang dapat menjadi usulantopik pembinaan adalah meliputi aspek harapan yang positif, penyesuaian diri yang realistik, affirmasi diri dan pernyataan yang tidak menilai.

B. Pembahasan

  Hanya sebanyak 8,2% mahasiswayang memiliki kemampuan berpikir positif sedang, sedangkan sebagian besar mahasiswa yaitu sebanyak 57,4% mahasiswa ada memiliki tingkatkemampuan berpikir positif yang tinggi bahkan sebanyak 34,4% mahasiswa 50Tingginya tingkat kemampuan berpikir positif yang dimiliki oleh mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 dapat didukung olehbanyaknya aspek-aspek berpikir positif yang dihayati oleh mereka. Beberapa manfaat berpikir positif yang dapat diperoleh mahasiswa dengan memiliki kemampuan berpikir positif antara lain:membentuk kepribadian yang lebih baik (optimism, feeling of success dan 52kegiatan kreatif, menciptakan hubungan yang sehat antar manusia dan yang terakhir penting memelihara kesehatan jasmani dan rohani.

C. Usulan Program-program Bimbingan Berdasarkan Item-item dalam Kuesioner yang Teridentifikasi Rendah dan Sangat Rendah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi uraian mengenai (1) Kesimpulan. (2) Keterbatasan, dan (3) Saran untuk berbagai pihak. Bagian kesimpulan memuat kesimpulan dari hasil penelitian. Bagian keterbatasan memuat kelemahan dalam melakukan penelitian. Bagian saran memuat saran untuk berbagai pihak. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian berkaitan dengan Deskripsi Tingkat Kemampuan Berpikir Positif Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma, penulis menarik

  Tingkat kemampuan berpikir positif yang tinggi tersebutantara lain dalam hal: 1) memusatkan perhatian pada kesuksesan, 2) memiliki optimisme yang baik, 3) memiliki rasa optimism untuk mencarijalan keluar dari berbagai masalah yang dihadapi, 4) memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan orang lain, 5) memilikikemampuan untuk berusaha menyesuaikan diri dari penyesalan, 6) selalu 2. Pihak Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma hendaknya menjadikan penelitian ini sebagaipertimbangan dalam memberikan pembinaan kepada mahasiswa angkatan 2014 Program Studi Bimbingan dan KonselingUniversitas Sanata Dharma agar mahasiswa menyadari pentingnya meningkatkan kemampuan berpikir positif, maka dari itumahasiswa memiliki kwalitas hidup yang sangat baik.

2. Penelitian lain a

  Bagi peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian serupa dapat melakukan penelitian pada tingkatan usia yang berbeda misalnyaanak sekolah, siswa SMP dan siswa SMA untuk melihat apakah ada perbedaan tingkat kemampuan berpikir positif pada tiap usiaseseorang. Petunjuk PengisianDi bawah ini ada sejumlah pernyataan tentang tingkat kemampuan berpikir positif mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma.

3. Berilah tanda centang pada salah satu kolom yang telah disediakan!

  Saya akan menjauh ketika melihat teman yang mengajak saya membolos kuliah 6. Dalam mengerjakan tugas kuliah, saya sangat terbantu dengan mencontoh tugas yang sudah dikerjakan olehteman 15.

17. Saya yakin mampu dengan cepat menyesuaikan diri

  Saya yakin dan percaya akan kemampuan yang saya miliki 35. Saya berpikir saya adalah orang yang beruntung dengan segala keadaan diri saya saat ini 56.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Opini Mahasiswa Terhadap Figur Obama Dalam Iklan Wafer Tango (studi deskriptif terhadap mahasiswa Universitas Sumatera Utara).
1
55
148
Pengaruh bimbingan dan konseling terhadap motivasi belajar siswa SMP Babus Salam Cimone-Tangerang
0
16
79
Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di MAN 2 Bogor
4
17
90
Kontribusi kepala sekolah sebagai supervisor terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di MTs.Pembangunan UIN Jakarta
0
3
130
Penerapan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa
1
3
6
Hubungan antara persepsi siswa terhadap bimbingan konseling dan intensitas pemanfaatan layanan bimbingan konseling di SMA PGRI 109 Tangerang
2
14
105
Penyelengaraan bimbingan dan konseling di MAN 2 Kota Bogor
3
18
103
Penerapan manajemen bimbingan dan konseling di sma negeri 68
0
4
92
Pengaruh pemahaman fiqh muamalat mahasiswa terhadap keputusan membeli produk fashion palsu (study pada mahasiswa angkatan 2011 & 2012 prodi muamalat fakultas syariah dan hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
0
22
0
Pengaruh pemahaman fiqh muamalat mahasiswa terhadap keputusan membeli produk fashion palsu : study pada mahasiswa angkatan 2011 & 2012 prodi muamalat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
7
103
pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap tingkatnadopsi E-book sebagai sumber informasi (study pada mahasiswa S1 FISIP Universitas Lampung angkatan 2010-2011)
4
14
86
PERILAKU HIDUP SEHAT (Studi pada mahasiswa FISIP Universitas Lampung angkatan 2011)
4
17
71
Efektivitas penggunaan model pembelajaran problem posing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa
2
3
8
Pengembangan CAI-kontekstual untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematik dan karakter mahasiswa
0
1
12
Pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap kemampuan berpikir kritis matematik mahasiswa
0
1
8
Show more