Proses Pembuatan Mono-Digliserida (MDG) dari Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) Secara Gliserolisis Enzimatis

Full text

(1)

ABSTRACT

ZAKWAN. The Catalyzed Enzymatic Glycerolysis Process of Refined Bleached Deodorized Palm Oil for the Mono-diglyceride Synthesis. Supervised Elisa Julianti and Zulkifli Lubis.

Indonesia is one of the largest palm oil producing countries in the world and the production is still increasing; therefore, product diversifications should be done to obtain higher added value to Indonesia. One of the potential products is palm based emulsifier. Mono-diglyceride (MDG) is the mostly used emulsifier in food industry. Enzymatic synthesis of MDG by lipase catalyst has received much attention in recent year owing to the lower energy requirements, selectivity of the catalyst and higher product purity and quality. The aim of this research was to know the effect of time and temperature on glycerolysis process and the physicochemical properties of MDG. Esterification of glycerol and RBDPO using lipase as catalyst was used to synthesize MDG. Eight batch reactions consisting of refined bleached deodorized palm oil (RBDPO), glycerol, and commercially lipase were carried out, with two factors : reaction time and temperature. One-way Analysis of Variance (ANOVA) was applied to analyze the effect of reaction time or temperature on parameter that run using Minitab 14 program. Production yield, glyceride (MG, DG and TG) composition, Free Fatty Acid (FFA), peroxide value, iodine value, melting point, HLB value and fatty acid composition were used as parameters. MG, DG and TG composition in the product were analyzed using thin layer chromatography (TLC) and TLC Scanner. The composition of fatty acid were analyzed using gas chromatography (GC). The best conditions identified for reaction time of 24 hour and temperature of 60°C. Under this condition production yield was 78,7% with MG, DG, TG was 40,16%, 49,92%, 10% respectively. The Analysis of physicochemical properties showed that the average of Free Fatty Acid (FFA); peroxide value; iodine value; melting point; HLB value were 0,16%; 5,33 Meq/kg; 46,33; 59,83oC; 8,97 respectively. The product melting point was higher and the iodine value was lower than RBDPO i.e. respectively 53,5˚C, 53,99, free fatty acid content was 0,14%. The comparison of Fatty Acid Composition (FAC) of RBDPO and MDG showed that the enzymatic glycerolysis process of RBDPO did not considerably alter the FAC of MDG product.

The results of ANOVA showed that the reaction time and temperature had significant effect on production yield, glyceride composition, iodine value, melting point, hydrophilic lypophilic balance (HLB) value and had no significant effect on peroxide value and FFA.

Key words : RBDPO, MDG, enzymatic, glycerolysis, TG

(2)

ABSTRAK

ZAKWAN. Proses Pembuatan Mono-Digliserida (MDG) dari Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) Secara Gliserolisis Enzimatis. Dibimbing Oleh Elisa Julianti dan Zulkifli Lubis.

Indonesia adalah salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia dan produksi tersebut masih terus meningkat. Diversifikasi produk perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah bagi Indonesia. Salah satu produk yang potensial adalah emulsifier dari minyak sawit. Monodigliserida adalah emulsifier yang banyak digunakan dalam industri makanan. Sekarang ini, pembuatan MDG secara enzimatis dengan katalis lipase telah menarik perhatian karena penggunaan energi yang rendah, selektivitas katalis, kualitas dan kemurnian yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu terhadap proses gliserolisis dan sifat fisikokimia dari MDG. Esterifikasi gliserol dan RBDPO dengan katalis lipase digunakan untuk pembuatan MDG. Dilakukan delapan reaksi batch yang terdiri dari refined bleached deodorized palm oil (RBDPO), gliserol dan enzim komersil, dengan dua faktor : waktu dan suhu reaksi. Untuk menganalisis pengaruh waktu dan suhu reaksi terhadap parameter digunakan One-way Analysis of Variance (ANOVA) dalam program Minitab 14. Parameter yang digunakan adalah rendemen produk, komposisi gliserida (MG, DG dan TG), kadar asam lemak bebas (ALB), bilangan peroksida, bilangan iod, titik leleh, nilai hydrophilic lypophilic balance (HLB) dan komposisi asam lemak. Komposisi MG, DG dan TG dalam produk dianalisis menggunakan thin layer chromatography (TLC) dan TLC Scanner. Komposisi asam lemak dianalisis menggunakan gas chromatography (GC). Kondisi terbaik diidentifikasi pada waktu reaksi 24 jam dan suhu reaksi 60oC. Pada kondisi ini diperkirakan rendemen produk 78,7% dengan komposisi MG, DG, TG masing-masing 40,16%, 49,92%, 10%. Analisis sifat fisikokimia menunjukkan bahwa rata-rata asam lemak bebas (ALB); bilangan peroksida; bilangan iod; titik leleh; nilai HLB berturut-turut 0,16%; 5,33 Meq/kg; 46,33; 59,83oC; 8,97. Titik leleh produk lebih tinggi dan bilangan iod lebih rendah dari RBDPO yaitu titik leleh

53,5˚C, bilangan iod 53,99, kadar asam lemak bebas 0,14%. Perbandingan

komposisi asam lemak dari RBDPO dan MDG menunjukkan bahwa proses gliserolisis secara enzimatis dari RBDPO tidak terlalu merubah komposisi asam lemak produk MDG.

Hasil ANOVA menunjukkan bahwa waktu dan suhu berpengaruh signifikan terhadap rendemen produk, komposisi gliserida, bilangan iod, titik leleh dan nilai HLB, tidak berpengaruh signifikan terhadap bilangan peroksida dan ALB.

Kata kunci : RBDPO, MDG, enzimatis, gliserolisis, TG

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (2 pages)
Related subjects : Parameter Kadar Alb bilangan iod