ANALISIS PERAN PENGELOLA UNIT BISNIS DALAM PERENCANAAN STRATEGIS DAN UPAYA PENCAPAIAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA INDUSTRI ENERGI LISTRIK DI JAYAPURA DAN ABEPURA)

Gratis

0
0
24
11 months ago
Preview
Full text

ANALISIS PERAN PENGELOLA UNIT BISNIS DALAM PERENCANAAN STRATEGIS DAN UPAYA PENCAPAIAN KINERJA PERUSAHAAN

  Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah ‘Structural equation modeling’ (SEM) dimana Variabelindogen laten dalam model ini adalah intensitas perencanaan strategis dan kinerja perusahaan, dan variabel eksogen laten adalah faktor manajerial, faktor lingkungan, dan faktor organisasi. Artinya, faktor manajerial secara signifikan berpengaruh positip terhadap intensitas perencanaanstrategis, demikian pula faktor lingkungan juga secara signifikan berpengaruh positip terhadap intensitas perencanaan strategis, serta faktor organisasdi juga berpengaruh positipdan signifikan terhadap intensitas perencanaan strategis, dan akhirnya intesitas perencanaan strategis berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja perusahaan.

1. Pendahuluan

  Apakah Manajemen PT PLN (Persero) memiliki keyakinan dan keahlian yang cukup untuk mendukung terciptanya intensitas perencanaan strategis yang mampu menciptakan kinerjaperusahaan yang baik. Demikian pula faktor lingkungan yang kompleks dan berubah secara cepat, serta faktor organisasi yang dirasakan sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan,apakah diperhatikan dalam proses perencanaan strategis yang ‘intensify’.

2. Telaah Pustaka 1 Faktor manajerial

  Meskipun sebenarnya terdapat beberapa faktor penentu intensitas perencanaan strategis, namun dalam tulisan ini mengambilkesimpulan dari beberapa studi yang dapat menunjukkan bahwa keahlian perencanaan strategis dan keyakinan atas hubungan perencanaan dengan kinerja, adalah merupakan faktorpenentu utama. Dari pengamatan secara induktif, jika kualitas perencanaan tinggi menghasilkan kinerjakeuangan pada tingkat yang tinggi, hal itu akan sangat penting untuk menentukan karakteristik daripada perencanaan strategis yang menghasilkan keduanya, yaknikualitas yang tinggi dan perencanaan yang efektif.

2.2 Faktor Lingkungan

  Untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan unik mengenai kinerja perusahaan yang diteliti (dalam hal ini adalah perusahaan listrik milik negara),diambil lima ukuran yangdigunakan untuk kinerja perusahaan, yakni : ANALISIS PERAN PENGELOLA UNIT BISNIS DALAM PERENCANAAN STRATEGIS DAN UPAYA PENCAPAIAN KINERJA PERUSAHAAN(STUDI PADA INDUSTRI ENERGI LISTRIK DI JAYAPURA DAN ABEPURA) Leonard J. Hal ini dapat diketahui dengan cara membandingkan antara kWh yang diterima dari P3B dengan kWh yangterjual kepada pelanggan; dari sini diketahui bahwa kWh yang terjual kepada pelanggan pasti lebih kecil dari kWh yang diterima dari PLN P3B.

PLN P3B

  Dilihat dari ketidakterikatannya terhadap penentuan harga transfer, akan dapat diduga bahwa faktor-faktor manajerial, lingkungan, dan organisasi di PLN Unit Bisnis tidak terikat denganintensitas yang kuat terhadap pencapain kinerja keuangan perusahaan. 2 Desember 2010 : 61 - 84 Sebagai pedoman dalam tulisan ini adalah bahwa intensitas perencanaan strategis dipengaruhi oleh faktor-faktor manajerial, lingkungan, dan organisasi, dan pengaruhnyaterhadap kinerja perusahaan.

2.6. Hipotesis

  Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Hipotesis 1:Faktor-faktor manajerial, lingkungan, dan organisasi semuanya diharapkan mempunyai hubungan yang positip, berdampak langsung atas intensitas dimana perusahaan terkaitdalam proses perencanaan strategis. Hipotesis 2:Faktor-faktor organisasi dan intensitas perencanaan strategis diharapkan mempunyai hubungan positip dan berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan.

3. Metode Penelitian

  Kbarek Data kualitatif digunakan untuk menguju model penelitian, yakni data yang menilai subyektifitas responden terhadap suatu kejadian atau peristiwa; jenis data yang dikemukakanterungkap dalam dua titik ekstrim yang berbeda atau bertolak belakang. Data yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan adalah data sekunder yang telah tersedia secara periodik, antara lain : SAIDI, SAIFI, LOSSES, ROR/ROI, dan UMURPIUTANG.

1 AHLI

d1Faktor Z2

1 Manajerial

1d2 YAKIN 1 1 1 MISI e6 1 1 KOMPLSd3 TUJUe7 Intensitas Faktor Perencanaan 1 Lingkungane8 INALStrategis 1d4 UBAH 1

1 EKNAL e9

  Tingkat signifikan sebesar 0.651 hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara matriks kovarians sampel dan matrikspopulasi yang diestimasi tidak dapat ditolak dan karena itu model ini dapat diterima. Uji terhadap multivariate2 outliers dilakukan dengan 5 variabel bebas yaitu c (21;0.005)=41,4010, Maka untuk semuakasus yang mempunyai nilai mahalonobis distance yang lebih besar dari 41,4010 dari model yang diajukan dalam penelitian ini merupakan multivariate outliers.

1) Pengujian Terhadap Nilai Residual

  Sedangkan standard residual data penelitian ini yang diolah dengan menggunakan program AMOS dapat dilihat pada tabel 4.8 ANALISIS PERAN PENGELOLA UNIT BISNIS DALAM PERENCANAAN STRATEGIS DAN UPAYA PENCAPAIAN KINERJA PERUSAHAAN(STUDI PADA INDUSTRI ENERGI LISTRIK DI JAYAPURA DAN ABEPURA) Leonard J. 3) Evaluasi atas Regression Weights untuk Uji Kualitas Untuk menguji hipotesa mengenai kualitas yang dikembangkan dalam model ini, perlu di uji hipotesa nol yang menyatakan bahwa koefisien regresi adalah sama dengan nol melaluiuji t yang lazim dalam model-model regresi.

4) Uji Reliabilitas

  Dengan demikian H1 yang menyatakan Faktor manajerial, diharapkan mempunyai hubungan yang positip, berdampak langsung atas intensitas dimana perusahaan terkait dalam proses perencanaan strategis terbukti. Dengan demikian H2 yang menyatakan Faktor lingkungan, diharapkan mempunyai hubungan yang positip, berdampak langsung atas intensitas dimana perusahaan terkait dalam proses perencanaan strategis terbukti.

e) Pengujian hipotesis V

  Hipotesis kelima (H5) adalah; Faktor intensitas perencanaan strategis, diharapkan mempunyai hubungan positip dan berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian H5 yang menyatakan Faktor intensitas perencanaan strategis, diharapkan mempunyai hubungan positip dan berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan terbukti.

5. Simpulan dan Saran

  Artinya, faktor manajerial secara signifikan berpengaruh positip terhadap intensitas perencanaan strategis, demikian pula faktor lingkunganjuga secara signifikan berpengaruh positip terhadap intensitas perencanaan strategis, serta faktor organisasdi juga berpengaruh positip dan signifikan terhadap intensitasperencanaan strategis, dan akhirnya intesitas perencanaan strategis berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Pertama, untuk konstruk faktor manajerial, berdasarkankoefisien estimasi yang ada pada konstruk ini, maka indikator yang menjadfi prioritas kebijakannya dimulai dari keahlian manajer, disusul keyakinan manajer dan terakhirprofesionalitas staff.

Dokumen baru

Tags

Analisis Industri Dan Perusahaan Pada Perencanaan Strategis Perusahaan Pada Tesis Analisis Kinerja Ruas Jalan Raya Abepura Kota Jayapura Unit Bisnis Strategis Ti Bisnis Listrik Dan Energi Listrik Peran Strategis Scm Di Industri Migas Peran Energi Listrik Dalam Kehidupan Seh Studi Distribusi Energi Listrik Di Pabri 6 1 Kesimpulan Analisis Kinerja Ruas Jalan Raya Abepura Kota Jayapura Manajemen Strategis Perusahaan Dan
Show more

Dokumen yang terkait

PERBANDINGAN PERSEPSI AUDITOR INTERNAL, AKUNTAN PUBLIK, DAN AUDITOR PEMERINTAH TERHADAP PENUGASAN FRAUD AUDIT DAN PROFIL FRAUD AUDITOR
0
0
14
PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA
0
0
16
ANALISIS PERATAAN LABA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA ( The Analysis of Factors Influencing The Income Smoothing Practice of
0
0
18
PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN METODE ANALISA CASH FLOW RATIO (Performance Measurement Company’s finance with Method Cash flow Ratio Analysis)
0
0
14
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI (The Influences Emotional Intelligence at Leadership And Organization)
0
0
6
PENGARUH SUKU BUNGA DEPOSITO, KURS RUPIAH-USD, TINGKAT INFLASI, IHSG DAN VOLUME TRANSAKSI TERHADAP HARGA OBLIGASI PEMERINTAH RI (SUN) (The Influence of Deposit Rates, Rupiah Exchange, Inflation Level, Jakarta Composite Index and The Volume of Transactions
0
0
15
PENGARUH TEKANAN ANGGARAN WAKTU DAN RESIKO KESALAHAN TERHADAP PENURUNAN KUALITAS AUDIT (The Influence of Time Budget Pressure and Risk of Error to Reduced Audit Quality) Asna Manullang)
0
0
14
LINGKUNGAN BISNIS DAN PERSAINGAN BISNIS RITEL (The Business Environment and the Competition of Retail Business) Tri Joko Utomo)
0
0
11
PENGARUH HARGA, PROMOSI DAN MEREK TERHADAP PENJUALAN BARANG PHARMASI DI PT. ANUGRAH PHARMINDO LESTARI
0
0
15
PENGARUH KONFLIK TERHADAP KINERJA ORGANISASI PERUSAHAAN (The impact of a conflict on the organization or company performance) Lies Indriyatni )
0
0
7
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PENJUALAN KREDIT STUDI KASUS PADA PT. “Y” SEMARANG (Internal system evaluation operation of credit sales Case study at PT “Y” Semarang ) Endang Kurniawati )
0
1
11
EFEKTIFITAS PEMUNGUTAN PAJAK REKLAME DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH DI KOTA BANDUNG (Effectiveness of Advertisement Tax Withholding and contributions to the Local Tax Revenue in Bandung) Arvian Triantoro )
0
0
24
PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERBANKAN NASIONAL
0
0
25
PERBEDAAN PERSEPSI ANTARA MAHASISWA SENIOR DAN JUNIOR MENGENAI PROFESI AKUNTAN PADA PROGRAM S-1 REGULER DAN STRANSFER PTS “X
0
0
9
ADAKAH PERILAKU OPORTUNISTIK DALAM APLIKASI AGENCY THEORY DI SEKTOR PUBLIK?
0
0
10
Show more