ARCHIVE FOR THE KUMPULAN MAKALAH PENDIDI

 0  0  51  2018-09-16 23:17:25 Report infringing document

ARCHIVE FOR THE ‘KUMPULAN MAKALAH PENDIDIKAN’ CATEGORY

  Pen laku kognitif yang tampak pada kita antara lain:(1) kemampuan berpikir hipotetis-deduktif (hypothetico-deductive thinking);(2) kemampuan mengembangkan suatu kemungkinan berdasarkan dua atau lebih kemungkinan yang ada (a combinational analysis);(3) kemampuan mengembangkan suatu proporsi atau dasar proporsi-proporsi yang diketahui (proportional thinking); (4) kemampuan menarik generalisasi dan inferensasi dan berbagai kategori objek yang beragam. Namun, untuk mewujudkan potensi tersebut ia harus berada dalam interaksi dengan lingkungan manusia-manusia lain(ingat kisah Singh Zingh di India dan Itard di Perancis, bayi yang disusui dan dibesarkan binatang tidak dapat dididik kembali untuk menjadi manusia biasa).1) Proses sosialisasi dan perkembangan sosialSecepat individu menyadari bahwa di luar dirinya itu ada orang lain, maka mulailah pula menyadari bahwa ia harus belajar apa yang seyogianya ia perbuat seperti yang diharapkan orang lain.

BAB II I PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasan makalah ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa dalam pembelajaran ditemukan adanya dua

DAFTAR PUSTAKA

  Pembelajaran ber-CBSA baik berciri (i) pembelajaran berpusat pada siswa, (ii) guru bertindak sebagai pembimbing pengalaman belajar, (iii) orientasi tujuan padaperkembangan kemampuan siswa secara utuh dan seimbang, (iv) pengelolaan pembelajaran menekankan pada kreativitas siswa, dan (v) optimalisasi kadar CBSA tersebut dapat diprogramkan dalam desain instruksional (persiapanmengajar) guru. Belajar dan Pembelajaran.

5 BAB I

  Adapun mengapa media pembelajaran yang tepat dapat membawa keberhasilan belajar dan mengajar di kelas, menurut Levie dan Lentz (1982), itu karena media pembelajaran khususnya media visual memiliki empat fungsi yaitu: Alasan-alasan mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa yaitu: a. Model adalah tiruan 3 dimensional dari beberapa objek nyata yang terlalu besar, terlalu jauh, terlalu kecil, terlalu mahal, terlalu jarang, terlalu ruwet untuk dibawa ke kelas, dan dipelajari siswa dalam wujud aslinya.1) Jenis model dan penggunaannya a) Model padat (solid model), yaitu memperlihatkan bagian permukaan luar dari pada objek dan sering kali membuang bagian-bagian yang membingungkan gagasan-gagasan utamanya dari bentuk, warna dan susunannya.

TAKSONOMI BLOOM

  Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalamranah kognitif, untuk mencapai “pemahaman” yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan “pengetahuan” yang ada pada tingkatan pertama. Analisis (Analysis) Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampumengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit.

BAB I PENDAHULUAN

  Media pendidikan memiliki pengertian nonfsik (software) atau perangkat lunak, yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa. Media pendidikan dapat digunakan secara missal (radio, TV), kelompok besar dan kecil (flm, slide, video, OHP), atau perorangan (modul, computer, radio, tape,/kaset, video recorder)Jadi kesimpulannya, media pendidikan adalah perantara yang membawa informasi atau pesan-pesan sebagai sumber belajar, baik berupa software dan hardware.

a. Alasan yang pertama yaitu berkenaan dengan menfaat media pengajaran itu sendiri, antara lain: 1. Pengajaran lebih menarik perhatian siswa, sehingga menumbuhkan motivasi belajar

  Dimulai dari taraf berfkir konkret menuju abstrak, dimulai dari yang sederhana menuju berfkir yang kompleks. Sebab dengan adanya media pengajaran hal-hal yang abstrakdapat dikonkretkan, dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan.

C. Perbedaan Media dua dimensi dan tiga dimensi

  Poster Yaitu kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan makna dan pesan dengan maksud untuk menangkapperhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya. Komik Yaitu suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat 2.

1) Jenis model dan penggunaannya

  a) Model padat (solid model), yaitu memperlihatkan bagian permukaan luar dari pada objek dan sering kali membuang bagian-bagian yang membingungkan gagasan-gagasan utamanya dari bentuk, warna dan susunannya. Guru menggunakan mock-up untuk memperlihatkan bentuk berbagai objek nyata seperti kondensator-kondensator, lampu-lampu tabung,serta pengeras suara, lambing-lambang yang berbeda dengan apa yang tertera di dalam diagram.

2) Jenis boneka dan penggunaannya Contohnya boneka tangan, dan wayang yang dapat digunakan agar siswa menjadi lebih tertarik untuk belajar

  Kelebihan media Audio Visual, yaitu: o Pada televisi; televisi bersifat langsung, dapat membawa dunia nyata ke rumah dan ke kelas-kelas, seperti orang,tempat-tempat, dan peristiwa-peristiwa, melalui penyiaran langsung/rekaman.o Menghemat waktu guru dan siswa.o Televisi bersifat langsung dan nyata, sehingga siswa dapat dengan jelas melihat program apa yang lagi ditayangkan dan dapat memaksimalkan fungsi inderanya yaitu mata dan telinga. o Pelajaran lebih bervariasi dan berkesan o Jangkauannya luasKelemahan media audio visual adalah: o Keanekaragaman siaran di TV menyulitkan guru untuk memilih siaran mana yang baik dan sesuai dengan pelajaran.o Alat dan dana yang tidak memungkinkan.o Menyita waktu guru, karena harus menjelaskan lagi setiap peristiwa yang ada.o Tidak setiap guru mampu menjelaskan peristiwa yang ada secara gambling.

C. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian, sumber, dan penggolongan motivasi perilaku manusia

a. Para ahli mendefnisikannya dengan cara dan gaya yang berbeda, namun esensinya menuju kepada maksud yang sama, ialah bahwa motivasi itu merupakan:

b. Motivasi tersebut timbul dan tumbuh berkembang dengan jalan

  Motif skunder Menunjukkan kepada motif yang berkembang dalam diri individu karena pengalaman, dan dipelajari kedalamgolongan sebagai berikut : (a) Takut yang dipelajari (learned fears)(b) Motif social (ingin diterima, ingin dihargai, konformitas, afliasi dll) (c) Motif – motif obyektif (eksplorasi, manipulasi, dan minat) (d) Maksud (purpose) dan aspirasi (e) Motif berprestasi (achievement motive)B. Satisfed conditions Dengan dicapai tujuan yang dapat memenuhi kebutuhan yang terasa, maka dalam kesimbangan dari dalam organismpulih kembali dengan terpeliharanya, homostetis, kondisi demikian dihayati sebagai rasa nikmat dan puas atau lega.(b) Terjadinya metabolism dan penggunaan atau pelepasan kalori, perangsangan kembali, dan sebagainya, kepuasan itu hanya bersifat temporal (sementara).

D. Proses membuat pilihan dan keputusan, konfik dan frustasi, serta bentuk prilaku penyesuaiaannya

1. Dalam rangkaian proses pemenuhan felts needs individu pada umumnya dihadapkan pada sejumlah alternatif baik dalam aspek maupun dalam tahapan

2. Individu harus menentukan pilihan diantara alternative yang ada factor – faktornya :

  Oleh karena itu, reaksinyapun akan bersifat emocional pula dengan demikian, meskipun iaberusaha mencapai penyelesaian pencapaian tujuannya, kemungkinan besar akan selalu kandas bahkan mungkin mendapatkan hasil dan mengalami situasi yang lebih buruk dari apa yang diharapkan. Merupakan kewajibanmoral pula untuk memberikan bantuan dan bimbingan secara positif terhadap siswa yang mungkin tak terelakkan mengalaminya.  BAB III PENUTUP Kesimpulan Kegiatan belajar tidak selalu dilakukan di dalam ruangan kelas berdasarkan rancangan tertentu tetapi ada kegiatan belajar yang dilakukan di luar ruang kelas tanpa mengikuti rancangan tertentu.

BAB II PEMBAHASAN

1. PERANAN, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU

  Pendidikan dalam arti luas Pendidikan dalam arti luas mencakupseluruh proses dan segenap bentuk interaksi individu dengan lingkungannya,baik secara formal, informal maupun non formal dalam rangka mewujudkan dirinya seseuai dengan tahap perkembangannya secara optimal sehingga ia mampu mencapai taraf kedewasaan tertentu. Menurut pendapat Gage dan Berliner Berdasarkan kurikulum 1975 dan 1994, perlu ditambahkan (post and during teaching problems) tugas guru sebagaipengubah perilaku (behavioral change) peserta didik.

e. Ada dua kelompok komponen yang penting dalam tiap individu yang mempengaruhi keefektivan mekanisme proses prilaku, ialah receptor efector dan sebagai pelaksana gerak

  Dalam pola urutan (sequence) dari mekanisme perilaku dalam konteks ini dapat digambarkan Pola mekanisme ini tentu pula digambarkan secara siklus (melingkar, yang berate bila kebutuhan yang serupa terasakembali maka pola mekanisme itu akan di ulang kembali (stereotype behavior) Kompetensi Profesionalisme GuruBarlow berpendapat bahwa kompetensi professional guru adalah kemampuan dan kewewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya. Yangdituntun dari kemampuan kognitif adalah feksibilitas kognitif, yang ditandai dengan adanya keterbukaan guru dalam berpikir dan beradaptasi.

3. Kompetensi Psikomotor Guru

  Menurut Ki HajarDewantara istilah tersebut diartikan cipta, rasa, karsa dan dewasa ini orang sering menggunakan penalaran, penghayatan dan pengalaman yang mungkin memiliki maksud yang serupa. Norma – norma ini merupakan seperangkat pengatahuan, fakta, system nilai, procedure dan teknik sikap – sikap etis, estetis, social,ilmiah, religius serta ketrampilan dan kemahiran gerakan tindakan pembicaraan dsb yang ruang lingkup dan urutan disusun berdasarkan tahapan perkembangan sesuai dengan konteks, jenis lingkungan pendidikan yang bersangkutandan sekaligus pula merupakan perangkat kriteria keberhasilannya.

Dokumen baru
Dokumen yang terkait
Tags

Makalah Pengertian Supervisi Pendidi Kan

Revisi Makalah Sejarah Pemikiran Pendidi

Making The Most Of The Archive Commerci

Makalah Radiokimia Program Studi Pendidi

Makalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidi

Makalah Lengkap Dasar2 Manajemen Pendidi

Makalah Hakikat Bahasa Indonesia Pendidi

Makalah Pendidi Kan Agama Islam

Makalah Pendidi Kan Kewargane Garaan

Makalah Filsaf At Pendidi Kan

ARCHIVE FOR THE KUMPULAN MAKALAH PENDIDI

Gratis

Feedback