Pengaruh Pendidikan Matematika Realistik Terhadap penyelesaian Masalah pecahan

Gratis

2
4
40
6 months ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN A. Judul

B. Latar Belakang Masalah

  Seperti yang tercantum dalam fungsi dan tujuan nasional yang berbunyi: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalamrangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yangberiman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab. Menurut Wotruba dan Wright (Hamzah B. Uno, 2011: 174) ada tujuh indikator yang menunjukkan pembelajaran efektif, yaitupengorganisasian materi yang baik, komunikasi yang efektif, penguasaan dan antusiasme terhadap materi pelajaran, sikap positif terhadap siswa, pemberiannilai yang adil, keluwesan dalam pendekatan pembelajaran, dan hasil belajar siswa yang baik.

C. Identifikasi Masalah

  2) Penelitian ini dapat menghapus anggapan pada diri siswa bahwa matematika sulit untuk dipelajari dan menakutkan, tetapi matematikaadalah pelajaran yang mudah dan menyenangkan.3) Siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Di mana guru dapat memilih model atau pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi serta karakter siswa.2) Penelitian ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi guru untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yangtelah dipelajari.3) Untuk meningkatkan kinerja guru sebagai guru yang profesional.

H. Definisi Operasional

  Kemampuan memecahkan masalah matematikaKemampuan memecahkan masalah matematika merupakan kemampuan siswa yang ditunjukkan dalam memahami masalah, menerapkanberbagai strategi, untuk memecahkan masalah, menyelesaikan masalah, menafsirkan hasil penyelesaian dan mengoreksi kembali jawaban yangdiperoleh melalui langkah-langkah yang sudah dikerjakan. Pendidikan Matematika RealistikPendidikan Matematika Realistik merupakan pendekatan pembelajaran yang dilakukan dengan mengawali kegiatan pembelajaran menggunakanrealita atau konteks nyata di sekitar siswa yang didukung dengan media pembelajaran real/nyata seperti pita, botol minuman, gambar cokelat, gambarpizza/kue, gambar ubin, gambar mentega, model bak penampungan, papan pecahan dan batang pecahan.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama

  Matematika sebagai alat berkomunikasiImplikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran adalah 1) mendorong siswa mengenal sifat matematika, 2) mendorong siswa membuat contohsifat matematika, 3) membantu siswa menjelaskan sifat matematika, 4) mendorong siswa memberikan alasan seperlunya kegiatan matematika, 5)mendorong siswa membicarakan persoalan matematika, 6) mendorong siswa membaca dan menulis matematika, dan 7) menghargai bahasa ibusiswa dalam membicarakan matematika. Dalam mempelajari matematika, siswa perlu menghubungkan Penekanan pada hubungan ini sangat diperlukan untuk kesatuan dan kontinuitas konsep dalam matematika sekolah sehingga siswa dapat dengansegera menyadari bahwa suatu konsep yang mereka pelajari memiliki persamaan atau perbedaan dengan konsep yang sudah pernah mereka pelajari.

B. Pendidikan Matematika Realistik

  Masalahkontekstual dalam PMR memiliki empat fungsi yaitu: 1) untuk membantu siswa menggunakan konsep matematika, 2) untuk membentuk model dasarmatematika dalam mendukung pola pikir siswa bermatematika, 3) untuk memanfaatkan realitas sebagai sumber aplikasi matematika, dan 4) untukmelatih kemampuan siswa, khususnya dalam menerapkan matematika pada situasi nyata (realita). Penggunaan Model (Use of Models, Bridging by Vertical Instruments)Konsep atau ide matematika direkonstruksikan oleh siswa melalui model- model instrumen vertikal, yang bergerak dari prosedur informal ke bentukformal, dan juga digunakan sebagai jembatan antara level pemahaman yang satu ke level pemahaman yang lain.

C. Kemampuan Memecahkan Masalah

1. Pengertian kemampuan

  Penyelesaian masalah yang meliputi metode, prosedur dan strategi merupakan proses inti dan utama dalam kurikulum matematika, berartipembelajaran memecahkan masalah lebih mengutamakan proses dan strategi yang dilakukan siswa dalam menyelesaikannya daripada hanyasekedar hasil. Variasi strategi yang diharapkan muncul dalam Walaupun kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan yang tidak mudah dicapai, akan tetapi oleh karena kepentingan dankegunaannya maka kemampuan memecahkan masalah ini hendaknya diajarkan kepada siswa pada semua tingkatan.

D. Tinjauan tentang Pecahan

  Sukayati (2003: 1) menyatakan bahwaPecahan merupakan bagian dari bilangan rasional yang dapat ditulis dalam bentuk dengan a dan b merupakan bilangan bulat dan b tidak sama dengannol. Kemampuan yang diperlukan untuk menyelesaikan soalcerita tidak hanya kemampuan keterampilan (skill) dan mungkin algoritma tertentu saja melainkan kemampuan lainnya yaitu kemampuan menyusunrencana dan strategi yang akan digunakan dalam mencapai penyelesaian.

E. Karakteristik Anak Usia Sekolah Menengah Pertama

  Sedangkan menurut IR Poedjawijatna mengemukakan karakter atauwatak adalah seluruh aku yang ternyata dalam tindakannya (insani). Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa karakteristik siswa adalah merupakan semua watak yang nyata dan timbul dalam suatu tindakansiswa dalam kehidupannya.

F. Kerangka Pikir

  Kemampuan memecahkan masalah inisangat penting bagi siswa sebab dapat membantu siswa dalam memecahkan persoalan baik dalam pelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak pada usia tersebut anak SMP berada pada tahap Operasional Konkret yang dapat digambarkansebagai ciri positif dan negatif, anak sudah berkurang sifat egosentrisnya, anak juga telah mampu melihat dari satu dimensi sekaligus mampu menghubungkandimensi-dimensi tertentu hanya dalam situasi-situasi konkrit.

H. Hipotesis

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang akan dilakukan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas

  Uno (2011: 41) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnyasendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, danhasil belajar siswa meningkat. Kedudukan peneliti dan gurusetara, masing-masing mempunyai peran dan tanggung jawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan Kolaborasi peneliti dan guru sangat penting dalam menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi.

D. Desain Penelitian

1. Rancangan Penelitian

  Pada tahapini peneliti dan kolaborator merencanakan apa saja yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada di sekolah berdasarkan hasil pengamatan awal. Digabungkannya kedua komponen tersebutdisebabkan oleh adanya kenyataan bahwa antara implementasi pelaksanaan tindakan dan observasi merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkandan dilakukan dalam waktu yang sama, ketika suatu tindakan dilaksanakan maka saat itu pula pengamatan juga harus dilaksanakan.

2. Rancangan Tindakan Penelitian akan dilaksanakan dengan alur sebagai berikut

  Perencanaan (planning)Penyusunan rencana merupakan tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Setelah melihat kondisi siswa dan permasalahan yang ada di kelas, peneliti bersama guru memutuskan untuk menggunakan Pendidikan MatematikaRealistik (PMR) untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pendalian IV Koto.

E. Teknik Pengumpulan Data

  Menurut Sanfiah Faisal(Sugiyono, 2012: 310) kegiatan observasi ini dapat diklasifikasikan menjadi observasi berpartisipasi (participant observation), observasi yang secaraterang-terangan dan tersamar (overt observation and covert observation), dan observasi yang tak berstruktur (unstructured observation). Observasi ini digunakan untuk mengumpulkan data proses pembelajaran yaitu untuk mengamati proses pembelajaran yang sedang berlangsung danaktivitas siswa.

F. Instrumen Penelitian

  Lembar ObservasiDalam penelitian ini observasi digunakan untuk memperoleh data tentang aktivitas guru dalam penerapan PMR dan aktivitas siswa dalam prosespembelajaran sehingga instrumen yang digunakan terdiri dari dua lembar pedoman observasi. Lembar observasi Aktivitas guru mengenai penerapan PMRLembar observasi ini disusun berdasarkan karakteristik PMR yang diamati terhadap pelaksana tindakan meliputi: penggunaan konteks nyata (masalahkontekstual), penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan cara formal/rumus, menghargai ragamjawaban dan kontribusi siswa, penggunaan metode interaktif dalam belajar matematika, dan mengaitkan sesama topik dalam matematika.

G. Teknik Analisis Data Penelitian

  Data hasil observasi aktivitas guru dan siswa dalam penerapanPMR dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data hasil tes kemampuan siswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan penyajian tabel dan persentase. Analisis Data Observasi Aktivitas Guru dalam PenerapanPMRLembar observasi aktivitas guru dalam menerapkan PMR terdiri dari 8 butir dengan menggunakan skala Likert dengan 5 pilihanjawaban, yaitu 5= memuaskan, 4 = sangat baik, 3= baik, 2 =cukup, dan 1 = kurang.

DAFTAR PUSTAKA

  Landasan Pembelajaran (Teori dan Praktek). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (40 Halaman)
Gratis

Tags

Pendidikan Matematika Realistik Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik Masalah Penamaan Dalam Matematika Realistik Pendekatan Matematika Realistik Pendekatan Matematika Realistik Penelitian 2007 Pendidikan Matematika Realistik Pembelajaran Matematika Realistik Pembelajaran Matematika Realistik Matematika Realistik Jurnal Pembelajaran Matematika Realistik Realistik Model Pendidikan Matematika Realistik Indonesia Pmri Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Melaluipendekatan Matematika Realistik
Show more