KONVERSI MATA ANGGARAN DHA AUSAID

 0  0  65  2018-11-05 15:50:10 Report infringing document

PETUNJUK TEKNIS KONVERSI KODE MATA ANGGARAN

  Potret anggaran tersebut bermanfaat sebagai bahan informasi dan advokasi anggaran kesehatan kepadapara pengambil kebutusan (Bupati, DPRD, Bappeda, DPPKAD, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dll) dan dapat dipergunakan untuk proses perencanaan anggaran kesehatan kabupaten/kotakedepan sehingga penganggaran kesehatan ke depan bisa mendapatkan alokasi yang lebih baik dan sesuai dengan prioritas program kesehatan. Salah satu kendala yang dirasakan dalam penyusunan DHA adalah melakukan konversi kode mata anggaran ke dalam 9 dimensi DHA yaitu: sumber biaya, pengelola anggaran, jeniskegiatan, fungsi, penyedia pelayanan/program, mata anggaran, jenis program, jenjang kegiatan dan penerima manfaat, sehingga sering terjadi kesalahan di dalam melakukan konversi kodemata anggaran ke dalam 9 dimensi DHA.

KODE MATA ANGGARAN

PENGISIAN KODE MATA ANGGARAN DHA

  Setiap data belanja/biaya kesehatan yang ditemukan harus ditelaah dan diberikan identitas menurut 9 dimensi tersebut. Di atas tabel terdapat 3 (tiga) isian data dasar yang juga harus diisi yaitu Tahun Anggaran,Jumlah Penduduk pada tahun anggaran tersebut, dan Jumlah Total APBD tahun anggaran tersebut.

1. INSTANSI SUMBER DATA

  INSTANSI SUMBER DATA diisi secara manual dengan mengisikan Instansi asal sumber data tersebut didapatkan. Biasanya Instansi adalah satuan kerja perangkat yang 1.

2. BIDANG/UNIT SUMBER DATA

  Pengisian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasiBidang atau Unit yang bertanggungjawab atas kegiatan tersebut sehingga saat akan dilakukan konversi, lebih mudah dalam melakukan konfirmasi atas kegiatan-kegiatantersebut. Apabila tidak bisa diidentifikasi bidang/unitnya, misalkan institusi diluar dinas kesehatan, institusi setingkat eselon III/IV atau institusi swasta lainnya, dapat diisidengan nama instansi sama dengan kolom sebelumnya.

3. PROGRAM/KEGIATAN

  Pengisian PROGRAM/KEGIATAN adalah programyang mengacu dalam Permendagri 13 tahun 2006 atau SPM dan diharapkan dapat menggambarkan secara jelas apakah program ini adalah program UKM atau UKP. Pengisian PROGRAM/KEGIATAN di software, mengacu kepada Program atau Kegiatan yang terdapat dalam dokumen DPA RKA atau dokumen realisasi anggaran.

4. DETIL KEGIATAN

  Di dalam dokumen DPA/RKA atau dokumen realisasianggaran, yang diisikan dalam DETIL KEGIATAN dalam software ini adalah Sub Kegiatan atau Detil Kegiatan, bukan Kegiatan, karena Kegiatan di DPA RKA/Realisasi Anggaran diinputkan dalam PROGRAM. Kegiatan yang diisi adalah kegiatan yang detil, misalnya Pelatihan kaderPosyandu, Pelatihan petugas MTBS, Penyuluhan Gizi petugas Puskesmas, pengadaan obat dan lain-lain 2.

5. RINCIAN BELANJA

  RINCIAN BELANJA diisi secara manual yaitu mengisi detil belanja. Sehingga RincianBelanja merupakan Detil belanja dari Nama Kegiatan pada kolom sebelumnya.

1. Kegiatan Pelatihan Kader Posyandu terdiri dari detil belanja:

  Maka yang diisi adalah detil belanja seperti dalam point a-f di atas. Rincian Belanja ini terkait langsung dengan dimensi ke 7 yaitu Mata Anggaran/HI(Investasi, Operasional, Pemeliharaan).

6. RINCIAN ANGGARAN

  Rincian Anggaran diisi secara manual berdasarkan realisasi anggaran yang ada. Rincian anggaran mengikuti Rincian Kegiatan yang ada di kolom sebelumnya.

1. SUMBER PEMBIAYAAN (FS)

  Fungsi ini memilahkan antara pelayanan kuratif, pelayanan rehabilitatif, pelayanan rawat jangka panjang, layanan penunjang, alat-alat/bahan medis, pelayananpencegahan dan kesehatan masyarakat, serta tata kelola dan administrasi sistem kesehatan dan pembiayaan kesehatan. Jenis kegiatan adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh penyelenggara kesehatan yang secara umum dapat dibagi dua yaitu kegiatan tidak langsung atau kegiatanpenunjang dan kegiatan langsung.

1. Kegiatan Tidak Langsung

  Kegiatan tidak langsung adalah kegiatan yang menghasilkan output program dan tidak menjadi bagian dari pelayanan serta tidak digunakan secara langsung dalamkegiatan pelayanan kesehatan, contohnya: a. Manajerial (termasuk Gaji manajemen, gaji pegawai dinas kesehatan) b.

2. Kegiatan Langsung

Kegiatan langsung ini dibagi dua yaitu:

a. Kegiatan Program Kesehatan Masyarakat (termasuk gaji pegawai

  Belanja PemeliharaanPendidikan yang sifatnya formal seperti pendidikan personil, masuk ke dalam belanja investasi karena manfaatnya lebih dari satu tahun, sedangkan pendidikan yang sifatnyapelatihan jangka pendek, masuk ke dalam belanja pemeliharaan. Gaji pegawai Rumah Sakit apabila bisa dipisahkan mana yang manajerial dan mana yang pelayanan, maka dimasukkan gaji manajerial ke semuaumur pasti dan gaji pelayanan ke semua umur tidak pasti dengan alasan seperti tersebut di atas.

a. Prinsipnya hampir sama dengan gaji (pelayanan atau manajerial)

  b. Honor dilihat pada Nama Kegiatan, apabila nama kegiatannya mengarah pada kelompok umur tertentu misal honor pelatihan MTBS, maka honortersebut HB-nya adalah balita.

3. Kegiatan Manajerial Kantor

  Pengadaan Barang Jasa Alat Kesehatan, Obat-obatan dan barang yang terkait dengan pelayanan kesehatan (termasuk gedung RS, mobil ambulance), makamasuk ke semua umur tidak pasti karena terkait dengan pelayanan kesehatan dan dapat didistribusikan. Hal-hal yang sifatnya kesehatan masyarakat dan semua masyarakat merasakan manfaatnya, HB-nya adalah umur pasti, contoh Fogging.

4. Hindari perhitungan ganda dari data BPJS Kesehatan dan asuransi lain dan data pelayanan di Rumah Sakit (sudah dijelaskan dalam modul)

  5. Data PKH sedapat mungkin dipisahkan antara dana kesehatan dan pendidikan, apabila tidak ada datanya maka harus diproporsikan sesuai jumlah sasaran PKH yang terkaitdengan kesehatan (Bumil dan bayi/balita) Contoh-contoh konversi ada di dalam pedoman dan modul pelatihan DHA.

CONTOH KONVERSI ANGGARAN KEDALAM DIMENSI DHA

1. SUMBER BIAYA (FS)

  Adalah unit/institusi yang menyediakan biaya kesehatan. Sumber biaya tersebut bisa instansi pemerintah, swasta dan Rumah Tangga atau suatu kesatuan organisasi lainnya (misalnya biayadari sumber external).

2. PENGELOLA PEMBIAYAAN (FA)

  Adalah institusi atau unit yang menerima dan mengelola dana untuk membayar atau membeli barang dan jasa kesehatan. Pengelola anggaran tersebut bisa instansi pemerintah, swasta,BUMN, LSM, perusahaan dan rumah tangga.

4. FUNGSI (HC)

  Contoh: Program Upaya Kesehatan: Pencegahan kurang gizi Program Pengendalian penyakit tidak menular HC.6.5 Surveilans Epidemiologi dan Pengendalian Penyakit Menularmerupakan program kesehatan yang bertujuan mengamati kejadian dan menganalisis kecenderungan masalah kesehatan masyarakat. Contoh: Program P2PL: Peningkatan kewaspadaan dini terhadap bencana HC.7 Tata Kelola dan Administrasi Sistem Kesehatan dan Pembiayaan Kesehatanfungsi tata kelola dan administrasi sistem kesehatan dan pembiayaan merupakan fungsi pengaturan sistem kesehatan (termasuk pembiayaan) HC.7.1 Tata Kelola dan Administrasi Sistem Kesehatanfungsi ini merupakan fungsi yang diperlukan untuk pengelolaan, manajemen, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kebijakan upaya kesehatan.

5. JENIS PROGRAM (PR)

  PR.1 Program Kesehatan Masyarakatmerupakan program kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan penduduk/ masyarakat. PR.1.1 Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi dan Keluarga Berencana (KB)ruang lingkup program KIA, Gizi dan KB yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan dan pelayanan kesehatan KIA, Gizi dan KB.

PR.1.1.4 KB

  Contoh: Pelayanan konseling KBKesehatan reproduksi remajaRapat kerja KBRapat koordinasi KB tingkat kabupatenOperasi mangunggal KB KesehatanPerlindungan hak reproduksiPelayanan KB dan Alat kontrasepsi bagi keluarga miskinKIE program KB PR.1.2 Pelayanan Promosi Kesehatan dan Upaya Pencegahanruang lingkup program promosi kesehatan dan upaya pencegahan meliputi semua kegiatan dalam arti luas yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikapdan perilaku masyarakat dibidang kesehatan. Contoh: Sosialisasi keamanan dan kesehatan pekerja di kawasan industryPelayanan kesehatan kerjaSurvey daerah industry PR.1.2.3 Kesehatan Lingkunganruang lingkup program pelayanan kesehatan kerja meliputi semua kegiatan mengawasi dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

PR.1.3.3 HIV/ AIDS

  ruang lingkup program HIV/ AIDS meliputi semua kegiatan yang bertujuan untuk mencegah penularan dan menemukan serta mengobati kasus HIV/ AIDS. Contoh: Bantuan keuangan untuk pelaksanaan program HIV/AIDSPelatihan laboratorium untuk pemeriksaan CD4 Kewaspadaan universal kesehatan reproduksi dan HIV/ AIDSSosialisasi HIV AIDSPeningkatan pengetahuan HIV/ AIDS PR.1.3.4 Diareruang lingkup program diare meliputi semua kegiatan yang bertujuan untuk mencegah penularan serta mengobati kasus diare.

PR.1.3.5 DBD

  Contoh: Pemantauan tata laksana kasus DBDTL kasus DBD PR.1.3.6 ISPAruang lingkup program ISPA meliputi semua kegiatan yang bertujuan untuk mencegah penularan serta mengobati kasus ISPA. Contoh: Tindak lanjut pneumoniaPelacakan minum obat kustaPenemuan kasus kusta dan frambusiaPenemuan kasus filariasis PR.1.4 Pencegahan Penyakit Tidak Menularruang lingkup program pencegahan penyakit tidak menular meliputi semua kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan upaya pencegahanpenyakit tidak menular.

KODE AKUN DEFINISI OPERASIONAL DIMENSI-5: PROGRAM (PR) PR.1.4.1 DM

  Contoh: Bantuan transportasi penderita gagal ginjal PR.1.5 Skrining Kesehatanruang lingkup program skrining kesehatan meliputi semua kegiatan yang bertujuan melakukan skrining kesehatanContoh: Skrining IVASkrining hipotiroid PR.1.6 Kesiapan serta Penanggulangan KLB dan Bencanaruang lingkup program kesiapan derta penanggulangan KLB dan bencana meliputi semua kegiatan yang bertujuan untuk mengenali potensi bencana dan melakukanupaya penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dan wabah. HI.2.3 Barang dan Jasa yang Digunakanmerupakan pengeluaran untuk bahan/ material dan jasa yang dipakai dalam suatu kegiatan/ program/ pelayanan kesehatan yang dapatberupa barang atau jasa medis (terkait kesehatan) dan dapat juga berupa barang non medis (non kesehatan) HI.2.3.1 Belanja Pelayanan Kesehatan kepada Pihak Ketigamerupakan belanja barang atau jasa kesehatan oleh penyedia pelayanan kepada pihak ketiga, biasanya karena penyedia pelayanantidak dapat menyediakan pelayanan tersebut.

DIMENSI 8: JENJANG KEGIATAN (HL)

HL.1 Pusat HL.2 ProvinsiHL.3 Kabupaten HL.4 Kecamatan/PuskesmasHL.5 Desa/Kelurahan/masyarakat KODE AKUN DEFINISI OPERASIONAL DIMENSI-8: JENJANG KEGIATAN (HL) Jenjang kegiatan adalah tingkatan atau level administratif dimana HLkegiatan program kesehatan dilaksanakan (HL.1 sd HL.5) HL.1 PusatBelanja kesehatan yang dipergunakan untuk membiayai Kegiatan/program kesehatan yang dilaksanakan ditingkat PusatContoh: Konsultasi program/ kegiatan ke KemenkesPertemuan koordinasi di Jakarta (Kementerian Kesehatan)Konsultasi penyusunan Renstra ke KemenkesKegiatan penyusunan anggaran DAK di Bali oleh KemenkesKegiatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Surabaya KODE AKUN DEFINISI OPERASIONAL DIMENSI-8: JENJANG KEGIATAN (HL) HL.2 ProvinsiBelanja kesehatan yang dipergunakan untuk membiayai Kegiatan/program kesehatan yang dilaksanakan ditingkat PropinsiContoh: Rapat evaluasi pelaksanaan JKN tingkat kabupaten di ProvinsiRapat persiapan gerakan Gema Mapan melalui UKS & PKPR tingkat Provinsi penyusunan renstra dinkes provinsi HL.3 Kabupaten/KotaBelanja kesehatan yang dipergunakan untuk membiayai Kegiatan/ program kesehatan yang dilaksanakan ditingkat Kabupaten/KotaContoh: Pelatihan APN untuk petugas Puskesmas di Kabupaten monitoring dan evaluasi program KIA ke kab/kotafasilitasi akreditasi persalinan di 5 kab/kota HL.4 Kecamatan/PuskesmasBelanja kesehatan yang dipergunakan untuk membiayai Kegiatan/program kesehatan yang dilaksanakan ditingkat Kecamatan/PuskesmasContoh: Pengobatan di PuskesmasPenemuan Kasus di kecamatan oleh PuskesmasAsistensi penyusunan microplanning di Puskesmas HL.5 Desa/ Kelurahan/ MasyarakatBelanja kesehatan yang dipergunakan untuk membiayai Kegiatan/program kesehatan yang dilaksanakan ditingkat Desa/Kelurahan/MasyarakatContoh: Fogging nyamuk malaria di perumahan pendudukPenyuluhan masyarakat penyuluhan kesehatan reproduksi di sekolah

9. PENERIMA MANFAAT (HB) DIMENSI 9: PENERIMA MANFAAT (HB)

  Contoh: Pelayanan Rawat jalan PuskesmasPelayanan Rawat Inap Puskesmas Pelayanan Rawat jalan RSPelayanan Rawat inap RS Contoh-contoh kegiatan Dimensi 9 Penerima Manfaat (HB)HB.1 0 < 1 tahun (Bayi)Jenis belanja kesehatan dengan kelompok penerima manfaat bayi berasal dari program/kegiatan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan status kesehatan bayi. 2 1-5 tahun (Balita)Jenis belanja kesehatan dengan kelompok penerima manfaat balita berasal dari program/kegiatan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan status kesehatan balita  Pelatihan MTBS Pelaksanaan Kegiatan Gizi di bulan Vit A tingkat Posyandu Monev dan Pelaporan Program KIA Operasional Posyandu Pemantauan Gizi  Pembangunan Posyandu Peningkatan kemampuan MTBS di Tk.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-11-05

Dokumen yang terkait

KONVERSI MATA ANGGARAN DHA AUSAID

Gratis

Feedback