3.1 ARAHAN RENCANA TATA RUANG DAN WILAHAH KABUPATEN SOLOK (RTRW) - DOCRPIJM 4d4e57c431 BAB III3. BAB III KETERPADUAN STRATEGI PEMBANGUNAN KAB SOLOK

Gratis

0
0
169
3 months ago
Preview
Full text

KABUPATEN SOLOK

  mengembalikan fungsi lindung untuk kawasan lindung yang telah ditetapkan pada RTRWN dan RTRWP yang telah mengalami perubahan pemanfaatan non lindung, sepanjang syarat dan ketentuan sebagai kawasan lindung terpenuhi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;c. mengembangkan kawasan pariwisata diarahkan untuk pembangunan kepariwisataan dan menghasilkan nilai-nilai agama dan budaya setempatsekaligus menjadi bagian pengembangan ekonomi produktif wilayah yang dapat menstimulasi kegiatan ekonomi produktif di dalam kawasan wisatamaupun wilayah yang lebih luas; f.

BAB II I - 2

  mengembangkan kawasan pariwisata diarahkan untuk pembangunan kepariwisataan dan menghasilkan nilai-nilai agama dan budaya setempatsekaligus menjadi bagian pengembangan ekonomi produktif wilayah yang dapat menstimulasi kegiatan ekonomi produktif di dalam kawasan wisatamaupun wilayah yang lebih luas; f. mengembangkan kawasan permukiman diarahkan untuk mendukung pengembangan pusat-pusat kegiatan dan pusat pelayanan yang tersebarsebagaimana Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Solok; h.

BAB II I - 3

  menetapkan kembali kawasan hutan yang termasuk dalam kawasan budidaya di wilayah Kabupaten Solok, sebagaimana dalam RTRWP yang telah disetujuioleh Menteri Kehutanan; dan b. mewujudkan pengelolaan kawasan sebagaimana dimaksud pada huruf a sebagai kawasan yang dilepaskan statusnya dari kawasan hutan, sebesar-besarnya untuk pengembangan ekonomi produktif masyarakat berbasis pertanian, pariwisata dan industri.

3.1.2. RENCANA STRUKTUR RUANG KABUPATEN SOLOK

  Kawasan peruntukkan permukiman perkotaan di wilayah Kabupaten Solok seluas kurang lebih 1.348 Ha yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Solok khususnyapada masing – masing PKL, PKLp, dan PPK yang ada di wilayah Kabupaten Solok. Kawasan peruntukkan permukiman perdesaan di wilayah Kabupaten Solok dengan luas kurang lebih 3.690 Ha yang tersebar di masing – masing PPL di wilayahKabupaten Solok.

BAB II I - 4

  R R e e n n c c a a n n a a S S i i s s t t e e m m J J a a r r i i n n g g a a n n T T r r a a n n s s p p o o r r t t a a s s i i Rencana pengembangan sistem jaringan transportasi dimaksudkan untuk meningkatkan keterkaitan kebutuhan dan peningkatan transportasi antar wilayah danantar kawasan permukiman yang dikembangkan dalam ruang wilayah Kabupaten, serta keterkaitannya dengan sistem jaringan transportasi Provinsi. Sedangkan pembangunan jaringan jalan dilakukan pada ruas-ruas jalan yang belum terhubung,untuk mendukung pengembangan pusat-pusat kegiatan dalam sistem perkotaan di Kabupaten Solok untuk mewujudkan struktur ruang wilayah kabupaten yang optimal.

BAB II I - 6

  Pusat-pusat kegiatan adalah kawasan perkotaan yang mempunyai jangkauan pelayanan nasional, wilayah, dan lokal (2) Sistem Jaringan Jalan Sekunder Sistem jaringan jalan sekunder merupakan sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa di dalam kawasan perkotaan. Pengembangan Ruas Jalan “Triple Axis” Utama dan “Feeder” Wilayah Tengah Selatan Dalam rencana pengembangan jaringan jalan di Kabupaten Solok, juga akan dikembangkan ruas jalan yang disebut sebagai “Triple Axes” atau 3 (tiga) poros utamadan “feeder” atau ruas-ruas penghubungnya untuk menjaga aksesibilitas pada wilayah bagian tengah dan selatan di Kabupaten Solok.

BAB II I - 8

  Ke arah utara, yaitu ke arah Kota Sawahlunto dan atau Kota Solok viaSirukam dan Sungai Lasi b. Ke Arah Utara-Timur, yaitu ke Kota Solok via Muara Panas dan Koto Anau b.

BAB II I - 9

BAB II I - 10

  KABUPATEN SOLOK Gambar 3.1 Peta Rencana Jalur Evakuasi Bencana Letusan Gunung Api (Gn Talang). Tabel 3.2.

1. Bts Kota Solok - Lubuk Selasih (ruas 042) Kota Solok – Kabupaten Solok jaringan jalan arteri primer 2

  Kalaban Kota Solok – Kab Solok – Kota Sawahlunto jaringan jalan arteri primer (ruas 010)(via Kec X Koto Sungai Lasi, Kab Solok) B Jalan Kolektor Primer (Jalan Provinsi)Mengacu pada RTRW Prov Sumbar 2009-2029 1. Saiyo (KM 20 Solok) Arteri Ibu Kota Arosuka Peningkatan jaringan jalan By Pass ArosukaC Jalan Lokal Primer (Jalan Kabupaten) Menghubungkan pusat-pusat kegiatan di Kabupaten Solok 1.

BAB II I - 11

  Kota/Simpul Pusat Kegiatan yang Keterangan No Ruas JalanDihubungkan (Rencana Pengembangan) Singkarak – Tj Alai ( 12) Antara PKLp Sumani – PPL Pintu Rayo (Tj Peningkatan jaringan jalan lokal primer Sp IV Aripan – Tj Alai (98) Alai)Aripan – Tikalak (228) Singkarak – Sp Aripan (13) 3. IX Koto Sungai Lasi Sei Lasi – Bukit Bais (39) Antara PPK Sungai Lasi – PPL Bukit Bais Peningkatan jaringan jalan lokal primerSungai Lasi –Indudur (99) Antara PPK Sungai Lasi – PPL Kt Lawas Peningkatan jaringan jalan lokal primer Koto Lawas – Indudur (100)Guguk Sarai – Koto Lawas (101) 5.

9. Kec Gunung Talang

BAB II I - 12

  Kec Hiliran Gumanti Talang Babungo – Suriak Alahan Tigo (60) Antara PPK Talang Babungo-PPL SurikAlahan III Peningkatan jaringan jalan lokal primer Antara PPK Batu Bajanjang – Garabak Peningkatan jaringan jalan lokal primer Antara PPK Batu Bajanjang – PPL Sumiso Peningkatan jaringan jalan lokal primer Batu Bajanjang – Sabi Air (162)Sabi Air - Garabak (207) Sumiso – Garabak (111) 14. Kec Lembah Gumanti Jalan Kolektor Primer Alahan Panjang –Kb NanDuo-Kota Solok Salimpat – Limpet Pageh (59) Antara PPK Sp Tj Nan IV – PPL Kampuang Batu DalamPeningkatan jaringan jalan lokal primer Antara PPK Sp Tj Nan IV – PPL Paubungan Peningkatan jaringan jalan lokal primer 10.

BAB II I - 13 No Ruas Jalan Kota/Simpul Pusat Kegiatan yang Dihubungkan Keterangan

  Subalin (37)Supayang – Sp Subalin (81) Sp Supayang – Sirukam (41)Sirukam - Rangkiang Lulus (42) Rangkiang Lulus – Batu Bajanjang (57)Batu Bajanjang – Sabi Air (162) Sabi Air – Garabak (207) Kec Sei Lasi – Kec Payung Sekaki – Kec Tigo LurahPeningkatan jaringan jalan lokal primer E Jalan Penghubung (Feeder) dari “Triple Axis” Utama Wilayah Tengah Selatan I Feeder antara poros Barat dengan Poros Tengah 1. Cupak – Muara Panas Cupak – Muara Panas (27)Kec Gn Talang – Kec Bukik Sundi Peningkatan jalan lokal primer Muara Panas – Panyakalan (86)Peningkatan jalan lokal primer 2.

BAB II I - 14 No Ruas Jalan Kota/Simpul Pusat Kegiatan yang Dihubungkan Keterangan

  Pasar Surian – Sungai Abu : Belakang Pasar – Kulemban (219)Kec Pantai Cermin – Kec Hiliran Gumanti Peningkatan jalan lokal primer Kulemban – Sungai AbuPembangunan jalan lokal primer 4. Pintu Rimbo/Lolo – Sp Pinti Kayu : Lolo – Pintu Rimbo (63)Ps Lolo – Lubuk Muaro (82) Kec Pantai Cermin – Kec Hiliran Gumanti Peningkatan jalan lokal primer Lubuk Muaro – Pinti KayuPembangunan jalan lokal primer Pinti Kayu – Sp.

BAB II I - 15 No Ruas Jalan Kota/Simpul Pusat Kegiatan yang Dihubungkan Keterangan

  P P e e n n g g e e m m b b a a n n g g a a n n S S i i s s t t e e m m T T e e r r m m i i n n a a l l Rencana pengembangan terminal di wilayah Kabupaten Solok diarahkan pada pengembangan terminal penumpang regional tipe B hingga tipe C dan terminal barang. S i s t e m J a r i n g a n S u n g a i , D a n a u , d a n P e n y e b e r a n g a n Rencana pengembangan jaringan transportasi sungai, danau dan penyeberangan diKabupaten Solok diwujudkan melalui pengembangan angkutan danau untuk menunjang kegiatan pariwisata yang ada di Danau Singkarak, Danau Diatas danDanau Dibawah.

BAB II I - 16

  Rencana Pengembangan sistem transportasi air di Danau Singkarak, Danau Diatas dan Danau di Bawah untuk mendukung kegiatan ekonomi wilayah dan pariwisata,dilakukan melalui: 1. R R e e n n c c a a n n a a S S i i s s t t e e m m J J a a r r i i n n g g a a n n E E n n e e r r g g i i / / K K e e l l i i s s t t r r i i k k a a n n Sampai dengan tahun 2008, penyediaan energi listrik yang bersumber dari PLNCabang Solok memiliki kapasitas terbangkitkan sebesar 94.859.860 Kwh atau sekitar94.859,86 Mwh.

BAB II I - 17

  Oleh karena itu, pengembangannya dilakukan melalui pengembangan kelistrikan yang mampu mendukung kegiatan perekonomian, pengembangan kawasanandalan, kawasan tertentu, dan kawasan tertinggal. R R e e n n c c a a n n a a S S i i s s t t e e m m J J a a r r i i n n g g a a n n T T e e l l e e k k o o m m u u n n i i k k a a s s i i Telekomunikasi merupakan prasarana penting dalam mendukung kegiatan sosial- ekonomi masyarakat, kegiatan pemerintahan serta kegiatan lainnya.

BAB II I - 18

  Mengembangkan jaringan telekomunikasi untuk mendukung pengembangan kota-kota dan kawasan strategis.3) Mengembangkan jaringan telekomunikasi secara berkesinambungan untuk pelayanan di seluruh wilayah yang terpadu dengan sistem jaringan telekomunikasinasional, baik berupa jaringan terestrial maupun jaringan satelit. Menara BTS Bersama penunjangJaringan Telekomunikasi Seluler yang mencakup seluruh wilayah kabupaten (2) Peningkatan jaringan telekomunikasi kabel terutama untuk layanan kegiatan industri pada Pusat Kegiatan Utama Kabupaten (PKL dan PKLp), yangdiimplementasikan dengan Peningkatan jaringan telekomunikasi kabel mendukung peruntukan industri di Kec.

BAB II I - 20

  R R e e n n c c a a n n a a S S i i s s t t e e m m J J a a r r i i n n g g a a n n S S u u m m b b e e r r D D a a y y a a A A i i r r 2. Konservasi dan pengelolaan secara terpadu, serta pengamanan abrasi : DanauSingkarak, dan Danau Kembar (D. Diatas dan Dibawah) c.

BAB II I - 21

  R R e e n n c c a a n n a a S S i i s s t t e e m m P P r r a a s s a a r r a a n n a a P P e e n n g g e e l l o o l l a a a a n n L L i i n n g g k k u u n n g g a a n n Sistem Prasarana lingkungan yang akan dikembangkan di Kabupaten Solok, terdiri atas : 1. Sistem penyediaan air minum perpipaan yang dikelolaoleh pemerintah melalui PDAM, bantuan pemerintah pusat melalui WSLIC, SAB,PABPLP dan oleh masyarakat (nagari), sedangkan sistem non perpipaan yang ada merupakan merupakan bantuan pemerintah pusat melalui program WSLIC dan secaraindividu oleh masyarakat yang pada umumnya tidak dilayani oleh perpipaan.

BAB II I - 22

  Meningkatkan propesional karyawan yang didukung dengan struktur yang efektif dan efisien sesuai dengan Perda Nomor: 9/2005, meningkatkanpendidikan sumber daya manusia di PDAM, SOP organisasi dan rasio karyawan terhadap pelanggan 1 : 100. Pembuatan aturan dari Pemerintah Daerah untuk pengelolaan sistem perpipaan non PDAM dan SPAM Non PerpipaanPengembangan jaringan air bersih perpipaan diprioritaskan pada daerah-daerah yang rawan air minum dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi seperti diKecamatan Junjung Sirih dan Kecamatan Kubung.

BAB II I - 23

  Sementara itu untuk pembangunan sarana dan prasarana air bersih diprioritaskan pada daerah yang terbilang rawan penyakit yang akses air bersih masihsangat kurang seperti di kecamatan Lembah Gumanti, Hiliran Gumanti, Kecamatan XKoto Singkarak, X Koto Diatas dan Kecamatan Kubung. P P r r a a s s a a r r a a n n a a P P e e n n g g e e l l o o l l a a a a n n A A i i r r L L i i m m b b a a h h Air limbah yang dimaksud adalah air limbah permukiman (municipal wasterwater) yang terdiri atas air limbah domestik (rumah tangga) yang berasal dari air sisa mandi, cuci,dapur dan tinja manusia dari lingkungan permukiman serta air limbah industri rumah tangga yang tidak mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).

BAB II I - 24

  Sistem door to door diterapkan untuk perumahan/pemukiman yaitu dengan cara sampah dibuang pada kantong plastik dan simpan pada tong/bak sampah di depan rumah dan kemudian diangkut oleh truk sampah ke TPA. Sitim komunal dilakukan untuk sampahpasar, dimana sampah yang dihasilkan saat hari pasar dari los, kios atau pedagang dikumpulkan dan diletakkan pada kontainer dan bak sampah permanen.

BAB II I - 25

  D D r r a a i i n n a a s s e e Pembangunan saluran drainase beton di Kabupaten Solok selama ini terbatas sebagian besar berada di inti kota, Ibukota Kecamatan dan kiri kanan jalan. Sementara itu drainase yang telah adap kondisinya tidak lagi memadai dan telah banyak yang rusak akibat limpasan air hujan, rembesan air tanah dan buangan airlimbah yang menyatu dan akibat sering terjadinya bencana alam.

BAB II I - 26

  Dari permasalahan yang ada pada saat ini, sesuai dengan dokumen RPIJM KabupatenSolok, untuk 5 tahun ke depan dapat diarahkan pada beberapa program utama seperti: 1. Karena selama ini drainase memangsangat kurang sekali dan bercampur dengan limbah masyarakat atau limbah rumah tangga, sehingga sering terjadi banjir dan diare.

BAB II I - 27

  Rencana Pengembangan Prasarana Kesehatan Rencana pengembangan prasarana kesehatan di Kabupaten Solok didasarkan pada perhitungan proyeksi kebutuhan dengan menggunakan pendekatan standarjumlah penduduk yang akan dilayani dari masing-masing jenis prasarana kesehatan. Pengembangan dan peningkatan pelayanan prasarana puskesmas di setiap ibukota kecamatan dan atau Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) sesuai denganapa yang telah ditetapkan dalam Rencana Struktur Ruang Kabupaten Solok d.

BAB II I - 28

  Rencana Pengembangan Prasarana Olah Raga dan Rekreasi Prasarana olah raga dan rekreasi sangat erat hubungannya, karena hal ini adanya fungsi yang sama antara kegiatan tersebut di wilayah perencanaan. Untuk skala wilayah kabupaten, perlu dikembangkan prasarana olah raga berbentuk kawasan stadion atau kawasan sport center yang dapat melayanipenduduk untuk seluruh wilayah Kabupaten Solok, dan diarahkan untuk dikembangkan di Kawasan Perkotaan Arosuka (PKL Arosuka).

5. Rencana Pengembangan prasarana Sosial Budaya

  Rencana pengembangan prasarana sosial budaya di Kabupaten Solok diarahkan pada pengembangan/pembangunan Gedung Kesenian atau Gedung Serbagunayang dapat melayani penduduk dalam skala pelayanan hingga seluruh wilayah Kabupaten Solok. Standar minimal penyediaan Gedung Serbaguna, mensyaratkan jumlah penduduk 2 pendukung adalah 30.000 jiwa, dengan luasan minimum 1.000 m .

3.1.5. RENCANA POLA RUANG KABUPATEN SOLOK

  merujuk pada rencana pola yang ditetapkan dalam RTRW Nasional, yang tertuang dalam PP No 26 Tahun 2008. mengakomodasi kebijakan pengembangan kawasan andalan nasional yang berada di wilayah kabupaten bersangkutan;d.

BAB II I - 30

  Penilaian ulang terhadap hutan lindung didasarkan pada kriteria penilaian sebagai berikut :Kawasan hutan yang memiliki faktor kelerengan, jenis tanah, dan intensitas hujan dengan jumlah hasil perkalian bobotnya ≥ 175;Kawasan hutan yang memiliki kemiringan lereng ≥ 40%; dan/atauKawasan hutan yang berada pada ketinggian ≥ 2.000 meter di atas permukaan laut. Kawasan yang Memberikan Perlindungan Terhadap Kawasan Bawahannya Beberapa tempat di Kabupaten Solok yang memiliki kemampuan untuk menyerap air tanah dengan baik, dimana lokasi tersebut sebagai hulu dari sungai-sungai yangmengalir menuju ke pantai.

BAB II I - 31

  K a w a s a n P e r l i n d u n g a n S e t e m p a t Menurut klasifikasi pola ruang wilayah kabupaten, kawasan perlindungan setempat meliputi kawasan sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau atauwaduk, kawasan sekitar mata air, dan kawasan lindung spiritual dan kearifan lokal lainnya. K K a a w w a a s s a a n n S S e e m m p p a a d d a a n n S S u u n n g g a a i i Untuk melindungi dan melestarikan fungsi sungai sebagai sumberdaya alam maka berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 32 tahun 1990 tentang PengelolaanKawasan Lindung ditetapkan bahwa kawasan sempadan sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan sungai, termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer, yangmempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai.

BAB II I - 32

  IX Koto Sei Lasi Sungai Lasi Sungai Lasi Batang Pamo PiangguBatang Lawas Lembah Gumanti dan Payung Sekaki Penetapan kawasan lindung sekitar danau atau waduk dilakukan untuk melindungi danau atau waduk dari kegiatan manusia yang mengganggu dan merusak kualitas airdanau/waduk, kondisi fisik pinggir dan dasar danau/waduk serta pengamanan dari kegiatan budidaya dan permukiman. Kawasan Suaka Alam dan Pelestarian Alam di Kabupaten Solok Mengacu pada penetapan Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya dalam rencana pola ruang RTRW Provinsi Sumatera Barat, terdapat beberapakawasan di wilayah Kabupaten Solok yang termasuk dalam klasifikasi kawasan lindung tersebut, seperti pada tabel berikut ini 2 Kawasan Sekitar Danau Danau Singkarak (Kec. X Koto Singkarak dan Junjung Sirih) Danau Diatas (Kec.

1 Cagar Alam Barisan

  Solok Keputusan Mentan TalangNo.623/Kpts/Um/8/1982 Sumber: RTRW Provinsi Sumbar 2009-2029, dan Hasil Rencana,2010 Sedangkan untuk arahan penetapan hutan suaka alam di Kabupaten Solok memiliki luasan 59.372 Ha sesuai SK Menhut 442 Tahun 1999, namun terdapat usulanperubahan luas menjadi 56.028 Ha dalam RTRW Provinsi. Usulan perubahan/pengurangan luas hutan suaka alam dan wisata di Kabupaten Soloktersebut, yang paling besar perubahannya dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Sumatera Barat.

BAB II I - 35

  K K a a w w a a s s a a n n s s e e k k i i t t a a r r M M a a t t a a A A i i r r ( ( S S e e m m p p a a d d a a n n M M a a t t a a A A i i r r ) ) Dari kondisi alam yang terdapat di Kabupaten Solok banyak dijumpai mata air yang berasal dari lembah atau kaki perbukitan. K K a a w w a a s s a a n n S S u u a a k k a a A A l l a a m m , , P P e e l l e e s s t t a a r r i i a a n n A A l l a a m m d d a a n n C C a a g g a a r r B B u u d d a a y y a a Mengacu pada penetapan Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya dalam rencana pola ruang RTRW Provinsi Sumatera Barat, terdapat beberapakawasan di wilayah Kabupaten Solok yang termasuk dalam klasifikasi kawasan lindung tersebut, seperti pada tabel berikut ini Tabel 3.10.

1 Cagar Alam Barisan 74.82 Kota Padang, Kab. Keputusan Mentan

  Solok Keputusan Mentan TalangNo.623/Kpts/Um/8/1982 Sumber: RTRW Provinsi Sumbar 2009-2029, dan Hasil Rencana,2010 Sedangkan untuk arahan penetapan hutan suaka alam di Kabupaten Solok memiliki luasan 59.372 Ha sesuai SK Menhut 442 Tahun 1999, namun terdapat usulanperubahan luas menjadi 56.028 Ha dalam RTRW Provinsi. Usulan perubahan/pengurangan luas hutan suaka alam dan wisata di Kabupaten Soloktersebut, yang paling besar perubahannya dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Sumatera Barat.

BAB II I - 36

  Rencana Luas dan Perubahan Luas Hutan Suaka Alam dan Wisata Provinsi Sumatera Barat Hingga Tahun 2029 Dirinci per Kabupaten/KotaLuas Hutan Suaka Rencana Perubahan Luas Alam dan Wisata Luas No Kabupaten/Kota (Ha) Sk. K a w a s a n R a w a n B e n c a n a A l a m Salah satu klasifikasi kawasan rawan bencana alam yang teridentifikasi di KabupatenSolok adalah bencana tanah longsor yang dapat dilihat berdasarkan potensi gerakan tanah dan bencana banjir seperti uraian berikut.

BAB II I - 37

  BAB III - 38 Hasil pengamatan di lapangan daerah yang cukup banyak dijumpai gerakan tanah adalah pada daerah yang dibentuk oleh batuan Anggota Filit dan serpih FormasiTuhur (PCks) dan batuan volkanik tak terpisahkan (Qtau). Gerakan tanah di wilayah Kabupaten Solok dapat dikelompokkan berdasarkan dominasi sebaran batuan utamanya, sehingga sebaran batuan yang luasnya kecildan mempunyai topografi hampir sama akan disatukan dengan dominasi batuan utamanya, sedangkan metode yang digunakan untuk menentukan tingkatkerentanan gerakan tanah digunakan metode kualitatif.

3 Rendah Kelompok Batuan Anggota Gelinciran – Penyebaran zona ini

  Bencana BanjirKawasan Rawan Banjir di Kabupaten Solok terdapat pada kawasan-kawasan yang bercirikan : daerah berlereng landai, pertemuan dua sungai besar, banyak terdapatmeander sungai, adanya perubahan kelerengan yang tiba-tiba, dan daerah hilir sungai yang berhulu pada kawasan berhutan gundul. Wilayah Kabupaten Solok mempunyai struktur geologi yang rawan terhadap terjadinya bencana alam geologi, yang dibedakan atas: Kabupaten Solok mempunyai satu gunung api yaitu Gunung Talang, yang sampai sekarang masih aktif.

BAB II I - 39 No Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kelompok Batuan Utamanya Jenis Gerakan Tanah Sebaran Batugamping Formasi Kuantan, Formasi Tuhur

1. Kawasan Rawan Letusan Gunung Api

  Letusan yang terjadisebelumnya, baik yang terjadi pada Pleistosen maupun Holosen telah megeluarkan BAB III - 40 lahar dan material lainnya (Qyu, Qatg, Qou) yang cukup luas di KecamatanGunung Talang dan Kecamatan Lembang Jaya. Jantan) yang terletak sekitar radius 4,5 km dari pusat kegiatan, terutama dari bahayabom gunungapi dan bahan padat yang dimuntahkan langsung dari pusat letusan.

2. Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi akibat Pergeseran patahan Sumatera

  Potensi bahaya gempa di Bagian Tengah Kabupaten Solok sangat besar, hal ini mengingat daerah bagian tengah khususnya jalur patahanpatahan aktif diKabupaten Solok yang melintasi mulai dari Kecamatan Pantai Cermin terus keUtara melewati Kecamatan Lembah Gumanti, Danau Diatas – Danau DibawahKecamatan Lembang Jaya, Kecamatan Bukit Sundi, Kecamatan X Koto Singkarak terus ke Danau Singkarak sangat rentan terjadinya pergerakan. Jika terjadi pergerakan cukup besar dimana lempeng Samudera Hindia yang bergerak ke utara menunjam secara menyerong terhadap lempeng Benua Eurasiayang bergerak ke Selatan, dapat mengakibatkan terjadinya pelepasan energi baik di jalur penunjaman maupun di jalur patahan aktif dan menimbulkan goncanganatau gempa bumi.

6. Kawasan Budidaya A . K a w a s a n P e r u n t u k a n H u t a n P r o d u k s i A . K a w a s a n P e r u n t u k a n H u t a n P r o d u k s i

  Kawasan peruntukan hutan produksi dimaksudkan untuk menyediakan komoditas hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan untuk keperluan industri, sekaligus untuk melindungikawasan hutan yang ditetapkan sebagai hutan lindung dan hutan konservasi dari kerusakan akibat pengambilan hasil hutan yang tidak terkendali. DEFINISI KRITERIA KAWASAN 1 Kawasan Hutan Kawasan yang Kawasan hutan dengan faktor-faktor lereng Produksi dipergunakan bagi hutan lapang, jenis tanah, curah hujan yangTerbatas (HPT) produksi terbatas, dimana mempunyai nilai skor 125-174 di luar hutan eksploitasinya hanya dapat suaka alam, hutan wisata dan hutan konversidengan tebang pilih dan lainnya (SK Mentan No.

BAB II I - 42

  K K a a w w a a s s a a n n P P e e r r u u n n t t u u k k a a n n P P e e r r t t a a n n i i a a n n Pada dasarnya kawasan peruntukan pertanian mencakup kawasan pertanian lahan basah, pertanian lahan kering dan holtikultura. DEFINISI KRITERIA KAWASAN 1 Kawasan Kawasan yang Ketinggian <1000 m dpl kecuali lahan yang sudah Pertanian Lahan diperuntukan bagi ditanami tanaman tahunan dan tidak menggangguBasah tanaman pangan kelestarian tanah dan air lahan basah Mempunyai sistem dan atau potensidimana pengembangan pengairan dan drainase pengairannya Kemiringan tanah <30 % kecuali jenis tanahdapat diperoleh regosol, litosol, rezina, dan organosol dengan secara alamiahkemiringan <15 % maupun teknis.

BAB II I - 45

  Dari rencana pengembangan tersebut, dapat dilihat bahwa alokasi peruntukan untuk kawasan pertanian yang cukup besar ada di Kecamatan Payung Sekaki dengan luasmencapai 19.742,77 Ha atau sekitar 15,23%, diikuti oleh Kecamatan Lembah Gumanti dengan luas mencapai 19.022,65 Ha atau sekitar 14,67 % dari total luas rencana lahanpertanian yang akan dikembangkan hingga tahun 2030 di Kabupaten Solok. K a w a s a n P e r t a n i a n L a h a n B a s a h Sebaran pengembangan kawasan pertanian lahan basah di Kabupaten Solok mencakup seluruh wilayah kecamatan dengan luas rencana mencapai 30.518,39 Ha.

BAB II I - 46

  Luas Rencana Kawasan Pertanian Lahan Kering dan Hortikultura Menurut Kecamatan di Kabupaten Solok Tahun 2030 Untuk pengembangan pertanian lahan kering, sebaran lahannya meliputi seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Solok, dengan luasan mencapai 99.115,10 Ha. K K a a w w a a s s a a n n P P e e r r t t a a n n i i a a n n L L a a h h a a n n K K e e r r i i n n g g Berdasarkan tabel tersebut, rencana pengembangan kawasan pertanian lahan basah yang relatif besar luasannya meliputi Kecamatan Bukik Sundi (7.070,41 Ha) , diikutioleh Kecamatan Gunung Talang dan Kecamatan Kubung, masing-masing seluas 3.775,20 Ha dan 3.321,65 Ha.

BAB II I - 47 No KECAMATAN Luas (Ha) %

  Kecamatan yang merupakan sentraproduksi markisa dan alpokat adalah Kecamatan Payung Sekaki, Lembang Jaya,Gunung Talang, Danau Kembar, Lembah Gumanti dan Pantai CerminBerdasarkan potensi pengembangannya, kawasan peruntukan hortikultura akan diarahkan untuk dikembangkan di sekitar daerah Sungai Nanam (Kecamatan LembahGumanti) yang sekaligus juga sebagai sentra agropolitan sebagai salah satu kawasan strategis Kabupaten dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi. K K a a w w a a s s a a n n P P e e r r u u n n t t u u k k a a n n P P e e r r k k e e b b u u n n a a n n Kawasan perkebunan di Kabupaten Solok dikembangkan berdasarkan fungsi kawasan dan potensi yang ada pada daerah masing-masing memiliki prospek ekonomi cepattumbuh.

BAB II I - 48

  K K a a w w a a s s a a n n P P e e r r u u n n t t u u k k a a n n P P e e r r t t a a m m b b a a n n g g a a n n Pengembangan sektor pertambangan di Kabupaten Solok dihadapkan pada kenyataan bahwa di satu sisi keberadaan akan sumberdaya tambang seperti emas, perak,batubara, bijih besi cukup melimpah guna meningkatkan pendapatan daerah, namun pada sisi lain keberadaan sumberdaya tambang tersebut pada kawasan hutan lindungmaupun hutan produksi. Potensi sumberdaya mineral di Kabupaten Solok tercatat tidak kurang dari 104 bahan galian, yang mencakup bahan galian golongan b dan c dengan besaran potensi darimulai terindikasi hingga terukur, akan tetapi mayoritas data yang ada hingga sekarang adalah hanya teridikasi saja.

BAB II I - 50

  Disamping itu bagian wilayah Kabupaten Solok juga termasuk dalam rencana wilayah pertambangan minyak dan gas bumi blok Bukit Barisan Barat Daya (Blok Singkarak),serta Panas Bumi (geothermal). meningkatkan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya;c.

BAB II I - 51

BAB II I - 52

  Peta Potensi Sebaran Tambang Kabupaten Solok Kawasan peruntukan permukiman harus dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan, serta tempat kerja yang memberikan pelayanan dan kesempatan kerjaterbatas untuk mendukung perikehidupan dan penghidupan sehingga fungsi permukiman tersebut dapat berdaya guna dan berhasil guna. K K a a w w a a s s a a n n P P e e r r u u n n t t u u k k a a n n P P e e r r m m u u k k i i m m a a n n Kawasan permukiman merupakan kawasan di luar kawasan lindung yang digunakan sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian masyarakat yang berada diwilayah perkotaan dan perdesaan, dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan diupayakan tidak melakukan peralihan fungsi terhadap lahan pertanian teknis.

BAB II I - 54

  5 X Koto Diatas Sulit Air PPK Permukiman Perkotaan LaingGando PPL Permukiman Perdesaan Secara keseluruhan luas lahan untuk pengembangan kawasan permukiman diKabupaten Solok sebesar 7.038, 40 Ha, yang terdiri atas Kawasan permukiman perdesaan dengan luas 3.690, 04 Ha dan Kawasan permukiman perkotaan seluas1.348,40 Ha. Luas Rencana Kawasan Permukiman di Kabupaten Solok hingga tahun 2030 Sumber: RTRW Kabupaten Solok Tahun 2012-2031 6 Kec.

BAB II I - 55 No Kecamatan Pusat Kegiatan Fungsi/Peran Klasifikasi permukiman

  K K a a w w a a s s a a n n P P e e r r u u n n t t u u k k a a n n P P a a r r i i w w i i s s a a t t a a Kawasan peruntukan pariwisata adalah kawasan yang didominasi oleh fungsi kepariwisataan dapat mencakup sebagian areal dalam kawasan lindung atau kawasanbudi daya lainnya di mana terdapat konsentrasi daya tarik dan fasilitas penunjang pariwisata. Kabupaten Solok sangat beruntung memiliki pesona alam yang tidak dimiliki daerah lain seperti pesona danau Diatas dan danau Dibawah, danau Singkarak dan hamparanhijau kebun teh di kawasan Kecamatan Gunung Talang serta banyak lainnya.

BAB II I - 56

BAB II I - 57

  K K a a w w a a s s a a n n P P a a r r i i w w i i s s a a t t a a A A l l a a m m Kabupaten Solok yang beriklim tropis dan sejuk mempunyai objek wisata alam yang indah dan menarik bagi wisatawan. Wisata alam yang indah dan menjadi andalan Kabupaten Solok didukung oleh keberadaan 4 (empat) buah danau yaitu, Danau Diatas, Danau Dibawah, DanauTalang dan Danau Singkarak.

BAB II I - 58

  Pengembangan Kawasan Wisata di sekitar kawasan Arosuka(1) Kec Gunung Talang: Air Hangat Sunsang dan Garara Cupak, Kolam Renang Sei Janiah, dan Tabek Panjang Guguak, Sari manggis Resort, Rest Area Bukit Subang.(2) Kec. K K a a w w a a s s a a n n P P a a r r i i w w i i s s a a t t a a B B u u d d a a y y a a Pengembangan kawasan pariwisata budaya di Kabupaten Solok menurut lokasi kecamatan, diantaranya meliputi:(1) Kecamatan X Koto Singkarak, yang memiliki wisata budaya: Makam Keramat Aripan (Santua), Rumah Gadang Pusako Tuo, Balai adat Singkarak danSumani, Makam Dalam Musholla Sei.

BAB II I - 59

  K K a a w w a a s s a a n n P P e e r r u u n n t t u u k k a a n n I I n n d d u u s s t t r r i i Pengembangan kawasan peruntukan industri di Kabupaten Solok, diarahkan untuk industri pengelolaan potensi sumber daya alam untuk peningkatan nilai tambah danproduktifitas wilayah secara berkelanjutan. Sebaran pengembangan kawasan industri pengelolaan sumber daya alam diarahkan pada kawasan sekitar pusat-pusat kegiatan utama Kabupaten, seperti pengembanganindustri pengelolaan hasil pertanian di Kawasan Agropolitan Lembah Gumanti, serta pengembangan industri kecil dan kerajinan di Kecamatan Kubung dan KecamatanGunung Talang.

BAB II I - 60

  Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Solok hingga Tahun 2030Hutan Lindung 7 Kec. Kubung 2.606 6.430 9.035 95 984 500 5.322 2.374 417 129 344 10.165 19.200 TOTALKAWASAN BUDIDAYA KAWASAN LINDUNGSumber: Hasil Rencana, 2010 dan Perhitungan pada Peta Skala 1: 50.000 14 Kec.

3.1.6. Peraturan Zonasi Pemanfaatan Ruang Kabupaten Solok

  1 Kawasan Hutan Lindung kawasan hutan yang memiliki sifat khasBoleh dilakukan kegiatan lain yang bersifat komplementer terhadap fungsi hutan yang mampu memberikan perlindunganlindung sebagaimana ditetapkan dalam KepmenHut Nomor 50 tahun 2006.kepada kawasan sekitar maupun 2. 2 Kawasan Lindung yang Memberikan Perlindungan Kawasan Bawahannya kawasan resapan air kawasan yang mempunyai kemampuantinggi untuk meresapkan air hujan dan sebagai pengontrol tata air permukaan.

1. Kawasan suaka alam & cagar alam:

  tidak diperkenankan dilakukan kegiatan budidaya yang mengakibatkan menurunnya fungsi kawasan suaka alam. boleh/diperkenankan dilakukan kegiatan penelitian, wisata alam dan kegiatan berburu yang tidak mengakibatkan penurunan fungsi kawasan.

2. Taman nasional: a

  Untuk kawasan yang termasuk ke dalam kawasan rawan bencana letusan gunung 6 Kawasan Lindung Geologi merupakan kawasan yang memiliki keunikan baik dari jenis bebatuan,bentang alam, proses geologi maupun kawasan imbuhan air tanah, yangterdiri dari kawasan cagar alam geologi, kawasan rawan bencana alam geologi,dan kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah. Kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi dapat dialihfungsikan untuk produksi yang dapat dikonversikegiatan lain di luar kehutanan setelah potensi hutan tersebut dimanfaatkan dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

6. Diperbolehkan dibangun prasarana untuk kepentingan pemanfaatan hasil hutan dan pencegahan serta penanggulangan bencana

  yang dimungkinkan untuk berlokasi pada peruntukan lahan kawasan perkebunan, dan atau kawasan pertanian lahan basah dan kawasan pertanian lahan keringdan holtikultura. Pemanfatan lahan di kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan hutan rakyat 2 Kawasan Hutan Rakyat Kawasan hutan rakyat adalah hutan yang tumbuh di atas tanah yangdibebani hak milik atau ulayat (adat) baik secara perseorangan/kelompokatau badan hukum sehingga secara keseluruhan merupakan persekutuanhidup hayati beserta lingkungannya.

2. Kawasan Pertanian Lahan Kering a

b. Diperbolehkan pemanfaatan untuk permukiman, peternakan, dan industri

e. Dapat dimanfaatkan untuk fungsi perkebunan rakyat

  Pengembangan kawasan perkebunan diarahkan dengan pemanfaatan potensilahan yang memiliki kesesuaian untuk perkebunan, berada pada kawasanbudidaya, dan menghindarkan timbulnya konflik pemanfaatan lahandengan kawasan lindung, kawasan hutan produksi tetap dan produksiterbatas, kawasan industri, dan kawasan permukiman 4 Kawasan PeruntukkanPerkebunan Pengembangan sarana dan prasarana industri agro. Diperbolehkan pengembangan kawasan permukiman baru pada kawasan peruntukan industri, dengan pembatasan hanya untuk permukiman yang menunjang kegiatan industri dan kegiatan buffer zone yang mampu meminimkandampak bagi warga di kawasan permukiman dari kecelakaan industri.

8. Khusus untuk kawasan permukiman di Kawasan Perkotaan Arosuka (termasuk pusat pemerintahan Arosuka) ditetapkan KDB maksimum 40%

  Bangunan di sepanjang kawasan sekitar sistem jaringan jalan nasional, provinsi dan kabupaten harus memilki sempadan bangunan yang sesuai dengan ketentuan setengah masing – masing jalan sesuai fungsi dan penetapansempadannya. Pada kawasan sekitar sistem prasarana jalan Nasional dan Provinsi tidak diperbolehkan melakukan kegiatan isidential yang dapat menggangu kelancaran arus lalu lintas regional kecuali untuk kepentingan pembangunan jalan ataupunpembangunan prasarana umum lainnya dengan izin sesuai ketentuan yang berlaku.

3.2. ARAHAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) 1

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN

  Visi Kabupaten Solok Tahun 2016-2021, yaitu:“ TERWUJUDNYA MASYARAKAT KABUPATEN SOLOK YANG MAJU DANMANDIRI MENUJU KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG MADANI DALAMNUANSA ADAT BASANDI SYARA’, SYARA’ BASANDI KITABULLAH”Penjabaran dari Visi tersebut adalah sebagai berikut : Kabupaten Solok : Meliputi wilayah dan seluruh isinya, artinya KabupatenSolok dengan seluruh masyarakatnya yang berada dalam batas-batas yang telah ditetapkan. Rumusan misi disusun dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan strategis, baik eksternal dan internal yang mempengaruhi serta kekuatan,kelemahan, peluang, dan tantangan yang ada dalam pembangunan daerah.

NO MISI TUJUAN SASARAN

1 Mensukseskan Program Mewujudkan pendidikan Pemenuhan pendidikan PraWajib Belajar (Wajar) 12 Sekolah di setiap JenjangTahun PendidikanPemenuhan pendidikan penduduk kelompok usia 7- 15 Tahun yang berkualitasPeningkatan Sekolah yang menerapkan SPM pendidikanMeningkatkan kurikulum pendidikan karakter danrevolusi mental sesuai ABSSBK − − Meningkatkan fasilitasi pendidikan menengahMewujudkan prestasi kepemudaan dan olahraga Meningkatkan prestasi pemuda dan olah raga 2 Meningkatkan DerajatKesehatan Masyarakat,Pembudayaan HidupBersih dan LingkunganSehat Mewujudkantaraf kesehatan dan kualitasHidup masyarakat Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukanyang berkualitas serta upaya pencegahan dan promosikesehatanMeningkatkan kesadaran individu, keluarga danmasyarakat dalam lingkungan sehatMeningkatkan pengendalian jumlah penduduk sesuai dayadukung dan daya tampung lingkunganMeningkatkan penanggulangan PMKS Mewujudkan kualitas lingkungan hidup yanglestari Meningkatkan kualitas lingkungan hidup berbasis tataruang Mewujudkan kuantitas dan kualitas Perumahandan Permukiman yang sehat Meningkatkan pemenuhan sarana dan prasaranaperumahan dan permukiman yang layak 3 Meningkatkan Peluang dan Akses EkonomiMasyarakat yang LebihLuas, didukung olehSarana dan PrasaranaInfrastruktur yangMemadai Memperkuat kedaulatan panganTerjaganya ketersediaan panganPeningkatan diversifikasi panganMeningkatkan keamanan pangan segar Mewujudkan pembangunanpertanian dan perikanan berbasiskawasan dengan fokus komoditas unggulandan andalan Meningkatkan kesejahteraan petani dan pembudidaya ikanMewujudkan pembangunankepariwisataan Meningkatkan daya saing pariwisata daerahMewujudkan produktifitas koperasi Meningkatkan produksiUMKM, IKM, Koperasi, − dan UMKM Lembaga Keuangan Nagari dan Ekonomi Kreatif yangmandiri dan Profesional Mewujudkan infrastruktur daerahdalam rangka menunjangpembangunan ekonomi Meningkatkan infrastruktur dasar daerahMeningkatkan infrastruktur penunjang ekonomi daerah Mendorong investasi dan PerluasanKesempatan Kerja Meningkatkan realisasi investasi pada sektor ekonomiunggulanMeningkatkan tenaga kerja yang profesional dan berdayasaing, serta memperluas kesempatan kerja 4 Membangun karakter masyarakat sesuaifilosofi “Adat BasandiSyara’, Syara’ BasandiKitabullah, didukung olehPemerintahan Nagari(Nagari Adat) Kuat dengan meningkatkanperan Tungku TigoSajarangan (NinikMamak, Alim Ulama danCerdik Pandai) dan lembaga sosialkemasyarakatan lainnya. Mewujudkan implementasi ABS-SBKditengah-tengah masyarakat danaparatur pemerintah daerah Meningkatkan implementasi masyarakat dan aparaturpemerintah yang madani, berbudaya serta berkaraktersesuai dengan ABS-SBK Memperkuat kelembagaan adat danPeran Pemangku Adat Penguatan kelembagaan adat dan pemangku adat 5. MemantapkanPenyelenggaraanPemerintahan yang baik dan bersih Mewujudkan birokrasi yang baik dan bersih,profesional serta pro rakyat Meningkatkan pelayanan publik yang prima di tingkatnagari, kecamatan dan kabupatenMeningkatkan pendayagunaan aparaturpemerintah daerah yang profesionalPeningkatan kinerja pengelolaan keuangan danaset daerah didukung oleh aparatur yang profesionalMeningkatkan kinerja pengawasan penyelenggaranpemerintah daerah yang profesional − Meningkatkan sistem perencanaan danpenganggaran yang efisien dan efektifMeningkatkan pembangunan e-goverment yang didukungoleh saranba dan prasarana yang memadai serta SDMyang profesional Mewujudkan perlindungan,pelayanan dan pemberdayaanmasyarakat dengan mengedepankanpengarusutamaan gender dan hak-hakanak Meningkatkan TRANTIBMAS(Ketentraman dan KetertibanMasyarakat) danPenyelengaraan perlindunganMasyarakatPeningkatan perlindungan terhadap perempuan dananak Mewujudkan penyelenggaraanpemerintahan nagari dan kelembagaannagari Meningkatkan fasilitasi terhadap pemerintahan nagaridan kelembagaan nagari Mewujudkan kesiapsiagaan danpenanggulangan bencana Menjadikan Kabupaten Solok yang siaga bencanaBerdasarkan keterkaitan antara visi, Misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan diatas, maka dapat ditetapkan indikator sasaran yang akan dicapaisetiap tahunnya.

3.2.2. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

  Pemisahan Rencana Strategis dan Operasional Disamping Strategi, hal yang penting lainnya adalah menentukan arah kebijakan yang merupakan pedoman untuk mengarahkan rumusan strategi yang dipilih agar lebih terarahdalam mencapai tujuan dan sasaran dari waktu ke waktu selama 5 (lima) tahun. NO SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN 1 2 3 4 Tujuan 1 : Meningkatkan Meningkatkan fungsi Peningkatan kegiatanMewujudkan implementasi dan aktivitas mesjid keagamaan Implementasi ABS-masyarakat yang SBK ditengah-madani, berbudayatengah masyarakatserta berkarakterdan aparatursesuai dengan ABS- 86− SBKpemerintah daerah Penguatan Meningkatkan fungsi Memperkuat kelembagaan kelembagaan adat dan kelembagaan adat dan KAN sebagai pendukungpemangku adat pemangku adat utama Nagari Adat Tabel 3.31.

3.3. ARAHAN PERDA BANGUNAN GEDUNG

3.3.1. TUJUAN DAN KEGUNAAN

  Mewujudkan bangunan yang fungsional dan sesuai dengan tata bangunan yang serasi dan selaras dengan lingkungannya;c. Menjadi pedoman bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Solok untuk berperan dalam perencanaan, dan pengawasan atas penyelenggaraan bangunan gedung, menurutwewenang, tugas dan tanggungjawabnya.

3.3.2. PENGATURAN DIDALAM PERDA BANGUNAN GEDUNG

1. FUNGSI DAN KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG

  Penetapan Fungsi Bangunan Fungsi bangunan gedung diusulkan oleh calon pemilik bangunan gedung dalam bentuk rencana teknis bangunan gedung sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam RTRWKabupaten atau RTBL dan persyaratan yang diwajibkan sesuai dengan fungsi bangunan gedung. bangunan gedung khusus yaitu bangunan gedung yang memiliki penggunaan dan persyaratan khusus yang dalam perencanaan dan pelaksanaannya memerlukanpenyelesaian dan/atau teknologi khusus.

3.4. ARAHAN RISPAM

3.4.1. Kondisi Eksisting Air Minum Kabupaten Solok

  Jaringan perpipaan saat ini dilayani melalui sistem perpipaanPDAM Kabupaten Solok dan oleh lembaga yang dikelola masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan WSLIC dan program lanjutannya PAMSIMAS. Tingkat pelayanan SPAM melaluijaringan perpipaan berdasarkan total penduduk Kabupaten Solok baru mencapai 33,37% yang mana 17,36% dilayani Jaringan Perpipaan PDAM dan 16,01% dilayani Jaringan Perpipaan NonPDAM dan melalui bukan jaringan perpipaan sebesar 67.23%.

3.4.2. Rencana Pengembangan SPAM

  Berdasarkan keadaan existing dan permasalahan yang ada, maka beberapa rumusan programPemerintah Kabupaten Solok untuk rencana pengembangan SPAM dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana air bersih antara lain: 1. Meningkatkan propesional karyawan yang didukung dengan struktur yang efektif dan efisien sesuai dengan Perda Nomor: 9/2005, meningkatkan pendidikan sumber dayamanusia di PDAM, SOP organisasi dan rasio karyawan terhadap pelanggan 1 : 100.

1. Rencana jangka pendek

  Pada perencanaan ini akan dilakukan kegiatan keterpaduan dengan prasarana dansarana sanitasi dan rencana pembiayaan dan pola investasi pengembangan spam serta rencana pengembangan kelembagaan penyelenggaraan SPAM. Pada perencanaan ini akan dilakukan kegiatan keterpaduandengan prasarana dan sarana sanitasi dan rencana pembiayaan dan pola investasi pengembangan SPAM.

3.4.3. Rencana Pengembangan Sistem Perpipaan PDAM

  Penambahan tingkat cakupan pelayanan PDAM menjadi 62,86% cakupan pelayanan perpipaan PDAM yang dapat menjangkau semua penduduk terutama yang berada di unitkerja PDAM Kabupaten Solok di tahun 2019 hingga 2035 dengan rencana pengembangan yang meliputi:a. Peningkatan wilayah pelayanan 9 unit pelayanan PDAM Kabupaten Solok dan Pengaktifan kembali Unit PDAM Kabupaten Solok yang rusak dan tidak terpakai, serta penambahanUnit PDAM baru di 7 (tujuh) buah IKK yang belum terlayani PDAM Kabupaten Solok; 5.

3.4.4. Rencana Pengembangan Kegiatan Optimalisasi SPAM Jaringan Perpipaan PDAM

  Rencana pengembangan kegiatan optimalisasi SPAM jaringan perpipaan PDAM berupa pemanfaatan idle capacity dan program penurunan tingkat kehilangan air pada 9 (sembilan)Unit-unit PDAM Eksisting yaitu Unit Guguak-Kayu Aro, Unit Alahan Panjang, Unit Surian, UnitMuara Panas, Unit Talang, Unit Cupak, Unit Singkarak, Unit Pusat dan Unit Sulit Air yang mengacu pada permasalahan ada. Pengadaan dan pergantian pipa transmisi dan distribusi serta pergantian Water meter SR 100 UnitRencana Pelaksanaan Zona Kecamatan Program Kegiatan PDAM 2016 2017 2018 2019 2020 6.

3.4.5. Rencana Pengembangan Kegiatan Ekspansi SPAM Jaringan Perpipaan PDAM

  Rencana pengembangan kegiatan ekspansi SPAM jaringan perpipaan PDAM berupa pembangunan baru (peningkatan produksi dan perluasan sistem) unitPDAM pada 7 (tujuh) Kecamatan yang belum menjadi area pelayanan PDAM yaitu Kecamatan Junjung Sirih, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kecamatan PayungSekaki, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kecamatan Tigo Lurah, KecamatanLembang Jaya dan Kecamatan Danau Kembar. Rencana pelaksanaan kegiatan ekspansi jaringan perpipaan PDAM Kabupaten Solok dapat dilihat pada Tabel3.34.

7 Payung

  Payung Sekaki, Kab Solok (Kap. PaketSekaki 30 ltr/dtk) 1 a. Pengawasan Pembangunan 1 Fisik Jaringan Perpipaan Paket 1 g.

1 SPAM di Kawasan Kumuh Panjang Paket

Sumber: Analisis, Hasil Survey dan Perhitungan Konsultan, 2015

3.5. ARAHAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN (SSK)

3.5.1. VISI DAN MISI PEMBANGUNAN SANITASI

  Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sanitasi di Kabupaten Solok, telah dirumuskan visi dan misi sanitasi yang bertujuan untuk mendukung upaya pencapaianvisi dan misi yang tertuang dalam RPJMD. Visi Pembangunan Sanitasi Kabupaten Solok adalah: “Terwujudnya Kabupaten Solok Sehat Dengan Peningkatan Akses Layanan Sanitasi Yang Berwawasan Lingkungan Tahun 2017” Misi Pembangunan Sanitasi Kabupaten Solok adalah: Kata ehat dalam formula Visi di atas merupakan suatu harapan serta tujuan yang akan dicapai dimasa datang dengan segala kemampuan yang dimiliki di dalam pengelolaanserta pemanfaatan sarana dan prasarana Sanitasi dan Air Minum yang ada.

3.5.2. TUJUAN, SASARAN DAN STRATEGI SANITASI

A. Sub Sektor Persampahan

  Tujuan, sasarana dan strategi Sanitasi Kabupaten Solok Sub Sektor Persampahan atau tidak memperoleh layanan sanitasi dan air minum yang sehat dan proporsi penduduk yang tidak memiliki akses pada sanitasi dasar pada tahun 2013. Strategi untuk keberlanjutan layanan sanitasi di Kabupaten Solok dalam hal aspek teknis dijelaskan dalam subsektor dan satu aspek sebagaimana berikut ini, yangmeliputi penjelasan tujuan dan sasaran sub-sektor yang akan dicapai hingga tahun 2017 beserta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasarantersebut.

1. Teknis dan Akses

  mungkin dari sumbernya infeksius persampahan secara terencana kualitas sistem pengelolaan dan sarana persampahan masyarakat akan upaya 3R dan pengamanan sampah B3 rumahtangga Solok dengan Kab. Solok danKab.

B. Sub Sektor Drainase Lingkungan

Dalam subsektor drainase lingkungan, terdapat satu tujuan yang ingin dicapai hingga tahun 2021 yaitu: Tabel 3.36. Tujuan, sasarana dan strategi Sanitasi Kabupaten Solok Sub Sektor Drainase Lingkungan Tujuan Sasaran Strategi

a. Tersedianya sistem

drainase lingkungan drainase pada tahun 2014 drainase yang terpadu antarayang terintegrasi sistem drainase utama, lokaldengan drainase dengan pengaturan danKota/Kabupaten pengelolaan sungaisehingga tidak ada Tersedianya informasi untuk Pengembangan sistem drainase • •lagi genangan yang penyusunan regulasi yang berwawasan lingkunganterjadi pada tahun drainase pada tahun 2014 (Konservasi Air)2017 Tersedianya sistem drainase Pengembangan kapasitas dan lingkungan di 10 (sepuluh) pemeliharaan sarana dankawasan prasarana drainase terbangun Meningkatnya akses Mengoptimalkan sistem yang ada • •masyarakat terhadap sarana drainase lingkungan dari57% (jalan lingkungan, jalan Kabupaten, Pasar danPerumahan/permukiman) menjadi 75% pada tahun2017

C. Sub Sektor Air Limbah

  Menyediakan master • • Tersedianya master plan Menyusun master plan pengelolaan plan air limbahair limbah domestik pada limbah domestik Tujuan Sasaran Strategidomestik pada akhir akhir tahun 2014 Penyediaan • pelayanan dantahun 2014 Tersedianya informasi • peningkatan kualitas sistem airuntuk penyusunan limbah domestik untuk mencapai regulasi air limbah target Standar Pelayanan Minimumdomestik pada tahun (SPM) (Kemen PU no. Sub Sektor Air Minum/Air Bersih Dalam sub sektor Air Minum/Air Bersih, terdapat tujuan yang ingin dicapai hingga tahun 2019 (sesuai dengan RAD AMPL Kabupaten Solok Tahun 2016-2019).

3.5.3. STRATEGI ASPEK NON TEKNIS

A. Kebijakan Daerah dan Kelembagaan

Dengan mempertimbangkan tujuan pembangunan sanitasi Kabupaten Solok tahun2017, dan berbagai isu strategis serta tantangan yang dihadapi Kabupaten saat ini, maka dirumuskan serangkaian strategi dalam aspek kebijakan daerah dankelembagaan yang diarahkan pada tingkatan sistem, organisasi dan individu. StrategiTingkat Sistem • Melakukan peningkatan penguatan kebijakan sanitasi dan penegakkannya di Kabupaten Solok Strategi Tingkatan Organisasi • Memisahkan antara organisasi operator dan regulator Tingkatan Individu • Peningkatan kesadaran dan tanggungjawab dari masyarakat sebagai pelaku utama dari kegiatan sanitasi Diharapkan Pemerintah Kabupaten Solok dapat mengupayakan penguatan kelembagaan yang dilaksanakan dalam 3 strategi sebagai berikut:

B. Keuangan

Strategi penguatan aspek keuangan yang diarahkan untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan sub sektor sanitasi adalah sebagai berikut : Sub Sektor StrategiPersampahan • Mendorong peningkatan pemulihan biaya persampahan Air Limbah • Mendorong peningkatan alternatif sumber pembiayaan yang murah dan berkelanjutan Sub Sektor Strategiswasta Air Minum/Air Bersih • Meningkatkan komitmen semua pihak terkait dalampenyediaan sarana dan prasarana air minum dalam pengalokasian anggaran baik dari APBN, APBD Provinsi danAPBD Kabupaten. PHBS • Memprioritaskan pencanangan Kabupaten sehat dengan peningkatan alokasi APBD II dengan menjadikan PHBSmenjadi salah satu program prioritas dalam KUA dan PPAS, dan selanjutnya dalam RKA.

C. Komunikasi

Strategi penguatan aspek komunikasi yang diarahkan untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan sub sektor sanitasi adalah sebagai berikut : Sub Sektor StrategiPersampahan • Advokasi dalam rangka penyamaan persepsi kepada pengambil keputusan untuk meningkatkan prioritas pendanaandalam pengelolaan Sub Sektor Strategiteknis, pendanaan dan kebijakan PHBS • Mengoptimalkan pelibatan sektor swasta dalam hal dukungan teknis, pendanaan dan kebijakan

D. Keterlibatan Pelaku Bisnis

Strategi penguatan aspek keterlibatan pelaku bisnis yang diarahkan untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan sub sektor sanitasi adalah sebagai berikut: Sub Sektor StrategiPersampahan • Mengoptimalkan pelibatan sektor swasta dalam hal dukungan teknis, pendanaan dan kebijakan

E. Pemberdayaan Masyarakat, Aspek Jender dan Kemiskinan

Strategi penguatan aspek pemberdayaan masyarakat, aspek jender dan kemiskinan yang diarahkan untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan sub sektor sanitasiadalah sebagai berikut : Sub Sektor StrategiPersampahan • Meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah sejak dini melalui pendidikan anak usia sekolah dan kepadamasyarakat

3.6. ARAHAN RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

3.6.1. RTBL ALAHAN PANJANG

  Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan yang sudah disusun di Kabupaten Solok adalah Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan di Jalan Teuku Umar KawasanAlahan Panjang. Kawasan Alahan Panjang merupakan kawasan strategis diKabupaten Solok dan juga telah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal Promosi(PKLP) sesuai dengan RTRW Kabupaten Solok Tahun 2012-2031, serta juga telah ditetapkan sebagai Kawasan Agropolitan.

3.7. ARAHAN STRATEGI PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN DAERAH (RP4D)

  Kabupaten Solok sampai sekarang masih belum memiliki dokumen SPPIP, untuk itu rencana pengembangan permukiman di Kabupaten Solok merujuk kepada dokumen Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Daerah (RP4D). Maka untuk itu perlu dirumuskan kebijakan strategis pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman kedalam suatu dokumenperencanaan yang matang yang dapat di jadikan sebagai acuan dalam mengambil kebijakan guna mengalokasikan ruang untuk sektor perumahan dan pemukiman diKabupaten Solok.

3.7.1. TUJUAN BIDANG PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR

  Pembangunan permukiman yang sesuai dengan dengan kepadatan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan,tinggi dan dan berkelanjutan dan kelestarian alam untuk memenuhi permukiman prinsip penataan ruang; daya dukung dan dayakepadatan sedang tampung serta kesesuaian lahan serta kerawanan dan kepadatan terhadap bencanarendah (sub urban); b. Melakukan peremajaan permukiman tidak layak perumahan dan huni dengan membangun prasarana dan saranafasilitasnya sesuai lingkungan perumahan dan kawasan permukiman dengan jumlah baru yang lebih layak dan sesuai dengan rencanapenduduk kabupaten tata ruang wilayah; sampai akhir tahun 3.

3.7.2. STRATEGI PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR

1. Strategi Sinkronisasi dengan Rencana Tata Ruang

  Strategi Pengembangan Peraturan Perundang-undangan dan Pemantapan Kelembagaan Perumahan dan Permukiman yang MenyelenggarakanPembangunan Perumahan Pengembangan Peraturan Perundang-undangan di bidang perumahan dan permukiman itu meliputi penyusunan berbagai macam peraturan perundang-undangandalam penyelenggaraan perumahan dan permukiman. Kelembagaan perumahan dan permukiman yang dapat melibatkan secara sinergi seluruh pelaku pembangunan harus diselenggarakan dengan berprinsip pada tatapemerintahan yang baik dan pembangunan partisipatif yang berbasis pada upaya menumbuh kembangkan keswadayaan masyarakat di dalam penyelenggaraanperumahan dan permukiman.

1. Strategi Penyediaan Perumahan dan Permukiman

  Adapun jenis bantuan yang dapat diakses adalah advisplanning yang berkaitan dengan lokasi dan rencana tapak, advis planning yang berkitan dengan konstruksi dan tata cara membangun rumah, dan advis administrasiyang berkaitan dengan sewa menyewa, kontrak alih kepemilikan dan lain-lain. Strategi Pengembangan Tata Cara Pengawasan dan Pengendalian Pengembangan tata cara pengawasan dan pengendalian pembangunan perumahan dan permukiman di Kabupaten Solok akan dilakukan berdasarkan ketentuanperundangan yang berlaku di daerah.

b. Strategi Penanganan Permukiman Tidak Layak Huni

  Pengembangan kawasan perumahan khususnya perumahan kapling kecil diharuskan membangun dengantype 36 dan luas lahan minimal 90 m² Bagi pengembang diwajibkan untuk membangun prasarana dasar berupa jalan dan drainase pada setiap kawasan perumahan yang di bangunnya. Untuk lebihjelasnya luas dan lokasi yang diperuntukkan untuk perumahan dan pengembangan perumahan di Kabupaten Solok dapat dilihat pada tabel 3.28.

3.7.4. RENCANA AKSI PROGRAM PENANGANAN DAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN

  Indikasi waktu pelaksanaan program dibagi menjadi jangka pendek(tahapan pertama atau 5 tahun pertama) dan jangka panjang (tahapan kedua dan seterusnya. Walaupun indikasi program ini disusun hingga akhir tahun rencana dalamkerangka waktu jangka pendek dan jangka panjang, namun dalam pelaksanaannya sewaktu-waktu masih dapat dilakukan penyesuaian pelaksanaan program selamamasih sejalan dengan rencana kawasan.

BAB II I-132

I NO. STRATEGI PROGRAM SUB PROGRAM PROGRAM/ PEMBIAYAAN 1 2 3 4 5 Rekonstruksi dan renovasi Dinas PU, BPBD APBN, APBDbangunan-bangunan publik pada PROVINSI, APBD pusat-pusat permukiman untuk KAB X X Xdifungsigandakan sebagai escape buildingSosialisasi mitigasi bencana dan BPBD, Dinas PU APBD KAB kesiapsiagaan dalam menghadapi X X X X X X X Xbencana Pelatihan kepada aparat yang BPBD APBD KABmencakup pemahaman mengenai X X X Xkebijakan yang mengatur tentang pengelolaan kebencanaan Pencegahan Dini dan Pengadaan tempat penampungan Dinas PU, BPBD APBD PROVINSI, Penanggulangan sementara dan evakuasi penduduk APBD KAB X X X Korban Bencana dari ancaman/ korban bencana alamPeningkatan Penyiapan infrastruktur pencegahan Dinas Pemadam APBN, APBD Kesiagaan dan dan penanggulangan bahaya Kebakaran, PDAM PROVINSI, APBD X X X Pencegahan Bahaya kebakaran KABKebakaran Penyusunan rencana induk sistem Dinas Pemadam APBD KABproteksi kebakaran Kebakaran, Dinas X X X PUPengembangan Penyusunan dan analisis data BAPPEDA APBD KAB data/informasi informasi perencanaan X Xpembangunan kawasan permukiman rawan bencana 3 Mengendalikan Pengendalian Pengawasan dan pengendalian Dinas PU, BPBD APBD KAB perkembangan Pemanfaatan Ruang pemanfaatan ruang permukimanpermukiman pada pada kawasan rawan (banjir, X X X X X X X Xkawasan rawan bencana gerakan tanag/longsor, letusan gunung api dan patahan)(banjir, gerakan

BAB II I-133

  1 X XPenyusunan kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang permukimanpada kawasan konservasi dan kawasan lindung X X X XSosialisasi kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang permukimanpada kawasan konservasi dan kawasan lindung Dinas PU, Dinas Perkebunan danKehutanan, Bag. Hukum Setda 2 X XPenataan Permukiman di DalamKawasan Lindung Penataan permukiman kepadatanrendah di sekitar kawasan konservasi dan kawasan lindung BPN, Dinas Dinas PU, DinasPerkebunan dan Kehutanan, BPDAS.

BAB II I-134 NO. STRATEGI PROGRAM SUB PROGRAM PENANGGUNG JAWAB PROGRAM/ PELAKU SUMBER PEMBIAYAAN PERIODE LIMA TAHUNAN 2013-2031 I II III IV

  X Xpada kawasan sempadan sungai Hukum Setda dan danau/waduk Pemberdayaan Pemberdayaan masyarakat di Dinas PU, APBD KAB Komunitas sempadan sungai dan sempadan BAPPEDA, Bag. X X Xdanau/waduk dalam pengelolaan Hukum Setda lingkunganKoordinasi dan peningkatan BAPPEDA, Dinas APBD KAB kerjasama lintas sektor dalam PU, BPN, Bag.pengendalian pemanfaatan ruang Hukum Setda, Bag.

BAB II I-135

  I NO. STRATEGI PROGRAM SUB PROGRAM PROGRAM/ PEMBIAYAAN 1 2 3 4 5 Penataan Pengembalian penguasaan lahan BPN, Satpol PP, APBD KABpenguasaan, dan peruntukan fungsi sempadan Bag.

BAB II I-136

1 X Rehabilitasi/peningkatan/pembangunan PS air limbah setempat dan komunal X X X X X PenyehatanLingkungan Permukiman:Infrastruktur Air Limbah Rehabilitasi/peningkatan/pembangu nan PS air limbah terpusat skalakota Dinas PU APBN, APBD PROVINSI, APBD KAB X X X X Dinas PU APBN, APBD PROVINSI, APBDKAB PROVINSI, APBD KAB X X X XPenyehatan LingkunganPermukiman: Perencanaan teknis tempatpengelolaan sampah terpadu/3R berbasis masyarakat DKP, Dinas PU APBN, APBD PROVINSI, APBDKAB X X X X X X X X X X XPengembangan dan pengelolaan jaringanirigasi, rawa dan jaringan pengairanlainnya Rehabilitasi/pemeliharaan jaringanirigasi teknis Dinas PU, DKP APBN, APBD 2 X X 3 4 5 7 Memenuhi penyediaan infrastruktur yang layakbagi kawasan permukiman Pembangunan Jalandan Jembatan Pembangunan jalan kawasanpermukiman Dinas PU APBN, APBD PROVINSI, APBD KAB X X X X X Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan X X Rehabilitasi/pemeliharaan jalan kawasan permukimanDinas PU APBN, APBD PROVINSI, APBD KAB X X X X X XPenyehatan LingkunganPermukiman: Infrastruktur DrainasePerkotaan Rehabilitasi/peningkatan/pembangunan PS drainase permukiman perkotaan Dinas PU APBN, APBD PROVINSI, APBDKAB X X

BAB II I-137 NO. STRATEGI PROGRAM SUB PROGRAM PENANGGUNG JAWAB PROGRAM/ PELAKU SUMBER PEMBIAYAAN PERIODE LIMA TAHUNAN 2013-2031 I II III IV

1 Dinas PU APBD KAB X X X X X Rehabilitasi/pemeliharaan saranadan prasarana air minum Dinas PU, PDAM APBN, APBD PROVINSI, APBD KAB X X X X X X X XPenyehatan LingkunganPermukiman Penyuluhan dan pengawasankualitas lingkungan sehat perumahan dan permukiman X X Dinas PU, BAPPEDAAPBN, APBD PROVINSI, APBDKAB X PemberdayaanKomunitas Koordinasi dan peningkatankerjasama lintas sektor dalam penyediaan infrastrukturpermukiman yang layak BAPPEDA, Dinas PU APBD KAB X X X X X X X Penguatan dan pembinaan BadanKeswadayaan Masyarakat (BKM) dalam pengelolaan permukiman daninfrastruktur pendukung Dinas PU, Dinas Kesosnaker APBD KAB X X X X X X X Penyediaan prasarana dan saranaair minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah 2 X X 3 4 5 InfrastrukturPersampahan Peningkatan/pembangunan TPST/3R DKP, Dinas PU APBN, APBDPROVINSI, APBD KAB X X X X X X X XPengendali Banjir Pembangunan reservoir pengendalibanjir Dinas PU APBN, APBD PROVINSI, APBD KAB X XPengelolaan Air Minum X X Pengembangan SPAM di IKK dan Kawasan MBRDinas PU, PDAM APBN, APBD PROVINSI, APBD KAB X X X X X X X Pengembangan air minum dansanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) Dinas PU, BAPPEDAAPBN, APBD PROVINSI, APBDKAB X X X X

BAB II I-138 NO. STRATEGI PROGRAM SUB PROGRAM PENANGGUNG JAWAB PROGRAM/ PELAKU SUMBER PEMBIAYAAN PERIODE LIMA TAHUNAN 2013-2031 I II III IV

  STRATEGI PROGRAM SUB PROGRAM PENANGGUNG JAWAB PROGRAM/ PELAKU SUMBER PEMBIAYAAN PERIODE LIMA TAHUNAN 2013-2031 I II III IV X X BAPPEDA, BPN, Dinas PUAPBD KAB X X X X X X X XPengendalian alih fungsi lahan pada kawasan irigasi teknis Dinas Perkebunan dan Kehutanan,BPN, Dinas PU APBD KAB X X X X X XPengembangan Permukiman 9 Mengembangkan permukiman sesuaidengan peruntukkan pada rencana tata ruang Penyediaan dan pengelolaan lahan untuk Fasum FasosBag. Pertanahan Setda APBN, APBDPROVINSI, APBD KAB, DANMASYARAKAT X X X X X X X XPenyelesaian Konflik- konflik Pertanahan Penyusunan sistem informasi pertanahan yang handalBPN, Bag.

BAB II I-141

  ARAHAN RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN DI KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN SOLOK Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan yang sudah disusun di Kabupaten Solok adalah Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan di Jalan Teuku Umar KawasanAlahan Panjang. Kawasan Alahan Panjang merupakan kawasan strategis diKabupaten Solok dan juga telah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal Promosi(PKLP) sesuai dengan RTRW Kabupaten Solok Tahun 2012-2031, serta juga telah ditetapkan sebagai Kawasan Agropolitan.

3.8.1. TUJUAN, SASARAN DAN KEBIJAKAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KAWASAN ALAHAN PANJANG

Berdasarkan uraian visi misi, strategi dan sasaran yang akan dicapai dalam pembangunan Kawasan Alahan Panjang khususnya di koridor Jalan Teuku Umardisusun lah indikasi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas bangunan dan lingkungan yang ada di kawasan tersebutsebagai berikut:

3.9. INTEGRASI STRATEGI PEMBANGUNAN KABUPATEN

  Keterpaduan dokumen perencanaan kawasan yang ada diKabupaten Solok berdasarkan fungsi kawasan dan arahan pengembangan termasukKawasan Strategis Kabupaten yang diidentifikasi dari RTRW Kabupaten Solok selengkapnya dijabarkan pada Tabe:3.39. mengembangkan satu pusat kegiatan kabupaten yang aman, ruang wilayah kabupaten utama wilayah kabupaten (PKL) sesuainyaman, produktif dan yang efisien melalui susunan arahan RTRWP dan mempromosikanberkelanjutan dengan pusat kegiatan yang pusat utama lainnya sesuai denganpengembangan struktur ruang berhirarki dan mencakup potensinya;efisien yang mengintegrasikan seluruh ruang wilayah b.

BAB II I-147

  mengembangkan jalan multi akses dari dan memberikan layanan dan ke pusat kegiatan yangbagi sebesar-besarnya mengintegrasikan seluruh wilayahpermukiman yang ada pada kabupaten;wilayah kabupaten c. mengembangkan sistem transportasi air di Danau Singkarak, Danau Diatas dan Danau di Bawah untuk mendukungkegiatan ekonomi wilayah dan pariwisata; e.

BAB II I-148

  mengembangkan sistem jaringan air baku untuk memenuhi kebutuhan air minum pada pusat kegiatan utamakabupaten (PKL dan PKLp) dan untuk wilayah-wilayah yang sulit air, sertamengembangkan jaringan irigasi kabupaten (primer-Sekunder-tersier)pada kawasan potensi pertanian lahan basah; h. mengembangkan prasarana ekonomi pada pusat kegiatan dan pusat pelayanan sesuai dengan tingkatan danwilayah layanannya; mengembangkan prasarana sosial j.

BAB II I-149

  mempertahankan kawasan lindung lindung di wilayah Kabupaten yang telah ada dan sesuai RTRWN dan Solok yang telah ditetapkan RTRWP;dalam RTRWN dan RTRW b. mengusahakan terjaganya kawasan hutan minimal 30% dari setiap DAS dalam keseluruhan wilayah Kabupaten.

BAB II I-150

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (169 Halaman)
Gratis

Tags

Docrpijm 1Ad673B4D5 Bab Vbab 5 Keterpaduan Strategi Sibolga

Dokumen yang terkait

AKUNTABILTAS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PESAWARAN DALAM PENATAAN TATA RUANG KOTA
0
38
92
AKUNTABILTAS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PESAWARAN DALAM PENATAAN TATA RUANG KOTA
0
9
12
36 BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN 3.1 Analisa
1
1
42
PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PERBANKAN SYARIAH DI KECAMATAN SUNGAI PAGU KABUPATEN SOLOK SELATAN
0
0
46
ESTETIKA TARI PIRING DALAM SALUANG DANGDUT DI NAGARI KUNCIR KABUPATEN SOLOK
0
0
10
EVALUASI KONDISI DAN KEBUTUHAN PERALATAN PROYEK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN PADA UPTD PERALATAN DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SOLOK
0
0
14
PELAKSANAAN TATA RUANG KABUPATEN PRINGSEWU DALAM MENANGGULANGI BAHAYA BANJIR BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN PRINGSEWU
0
0
15
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penilitian - BAB III
0
0
22
KAJIAN PERKEMBANGAN PERUMAHAN TERHADAP KESESUAIAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2009-2011
0
0
10
TUGAS AKHIR KINERJA RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DALAM PEMANFAATAN RUANG DI KOTA SURAKARTA
0
0
159
KARAKTERISASI DAN EVALUASI BEBERAPA GENOTIPE SORGUM (Sorghum bicolor L) DI SUKARAMI KABUPATEN SOLOK
0
0
5
EVALUASI RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTAMOBAGU TAHUN 2014 - 2034
0
0
10
BAB III ARAHAN KEBIJAKAN DAN RENCANA STRATEGIS INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA - DOCRPIJM 1ff9df7763 BAB IIIBAB III
0
1
37
BAB IX ASPEK PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN BIDANG CIPTA KARYA DI KABUPATEN MESUJI - DOCRPIJM 4a9975dab3 BAB IXBAB 9
0
0
18
BAB VII RENCANA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR CIPTA KARYA - DOCRPIJM 4bc7c44a14 BAB VIIBAB 7 lapkir ok
0
0
49
Show more