DAFTAR ISI - PEMROGRAMAN DELPHI

Gratis

0
1
138
5 months ago
Preview
Full text

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR

i Curriculum Vitae Penulis ii Ucapan Terima Kasih iii iv

DAFTAR ISI

BAB 1 PENGANTAR DELPHI

  LATIHAN 01 : APLIKASI SEDERHANA 60 4.2. LATIHAN 03 : MENGGUNAKAN ITERASI 64 BAB 5 DATABASE DELPHI 5.1.

DAFTAR PUSTAKA

  Perangkat lunak aplikasi(application software) adalah perangkat lunak (software) yang secara khusus digunakan untuk kebutuhan pengolahan data tertentu sehingga peran dari penggunanya adalah murni sebagai seorang user. Perangkat lunak(software) yang dapat ditangani oleh perangkat lunak bahasa pemrograman (programming language software) meliputi banyak bidang misalnya aplikasi perkantoran, aplikasi perbankan, aplikasi desain grafis, aplikasi desktop, dan lain‐ lain.

1.1. Mengenal Delphi

  Versi ini dipilih karena mempunyai fitur dan fasilitas yangmencukupi, kinerja yang bagus pada spesifikasi perangkat keras (hardware) minimum, di samping itu cukup popular dan banyak digunakan oleh Software Engineer. Source completionadalah fasilitas yang disediakan oleh Delphi yang mampu digunakan untuk melengkapi kode yang dituliskan pada kode editor secara otomatis.

1.2. Produk dari Delphi

  Sebagai bahasa pemrograman yang bersifat Rapid Application Development (RAD), Delphi telah menghasilkan beberapa aplikasi sebagai berikut ini : Accounting : Intuit Lacerte, Spryka Desktop Budget . Database Management/Development : MySQL Tools (Administrator, Query Browser), TOAD, SQL  Maestro Email Marketing : Spryka Epostmailer  Engineering Software : Altium Designer/Protel (electronics design), OrcaFlex (offshore structural  analysis).

1.3. Kebutuhan Instalasi Delphi

   Jika pada sistem operasi Windows yang Anda gunakan ternyata belum memenuhi syarat aplikasi yang disebutkan, maka installer Delphi akan meng‐ instalasi‐ nya secara otomatis.  Berikut ini adalah daftar jenis sistem operasi Windows yang mendukung Delphi : Microsoft Windows 2000 (SP4 atau yang lebih tinggi).

2.1. Mengenal IDE Delphi

  Menu yang ada dalam Delphi berisi sejumlah besar perintah yang sebagian diantaranya mempunyai shortcut key yang dapat dipergunakan untuk akses cepat menggunakan keyboard. Menu dan Toolbar Toolbar yang ada dalam bahasa pemrograman Delphi berupa sekumpulan tombol untuk fungsi‐ fungsi yang sering dipergunakan oleh Software Engineer.

2.3.1. Component Palette

  Component palette berisi komponen‐ komponen Delphi (Visual/Non Visual VCL dan CLX) yang dapat digunakan untuk mendesain tampilan program dalam suatu Form. Komponen yang ada dalam komponen palette disusun dan dikelompokkan dalam page sesuai fungsinya.

2.3.2. Form Designer

  Form designer adalah form tempat untuk mengatur komponen sesuai dengan kebutuhan tampilan program yang akan dibuat. Form DesignerObjek yang sudah ada dalam form dapat diatur posisinya sesuai dengan kebutuhan cukup dengan cara click and drag pada objek tersebut.

2.3.3. Object Inspector

  Fitur‐ fitur dalam code editor yang masuk kelompok ini sebagai berikut : Code Completion, digunakan untuk mempermudah Software Engineer dalam menentukan property,  method, ataupun event dari objek tertentu yang telah diketikkan. Prinsip kerja dari code browsing mirip dengan aplikasi web browser dalam internet di mana pada saat kita tahan tombol control maka identifier yang ada di bawah mouse pointer seperti web link, sedangkan tombol browse back dan browse forward mirip tombol back dan forward dalam web browser.

2.5.5. Code Explorer Dalam code explorer, daftar isi code editor ditampilkan dalam bentuk diagram pohon (tree diagram)

  Dengan code explorer navigasi terhadap kode program akan menjadi sangat mudah. Double click item dalam code explorer, maka kita akan langsung menuju tempat item tersebut dalam code editor.

2.6. Object Repository

  Bila yang ingin kita tambahkan adalah form atau data module, kita dapat menambahkannya ke object repository dengan click kanan dan pilih menu Add to Repository. Perubahan terhadap objek dalam proyek akan berpengaruh terhadap objek yang ada dalam object repository karenaobjek dalam proyek maupun dalam object repository adalah sama.

2.7. Delphi Help

  Bahasa pemrograman Delphi menyediakan context sensitive help, yaitu help yang bekerja berdasarkan konteks. Dengan menekan tombol F1, akan diperoleh help tergantung objek/Window yang aktif.

2.8. File‐ file Source Penting Delphi

  Bahasa pemrograman yang digunakan dalam Delphi adalah suatu variant dari bahasa Pascal, yang olehDelphi disebut sebagai Object Pascal karena variant ini meng‐ implementasi Object Oriented Programming (OOP). Pada bab ini, Delphi Object Pascal akan dibahas dalam dua sub bab, yaitu sub bab dengan judul Delphi Pascal yang membahas elemen bahasa Delphi yang tidak terkait dengan OOP, dan Delphi Object Pascal yang mempunyai elemen terkait dengan OOP.

3.1. Delphi Pascal

  Pada bahasa pemrograman Delphi, komentar ditandai dengan Kurungkurawal { } dan kurung biasa dan tanda bintang (* *) untuk komentar yang bisa lebih dari satu baris, serta garis miring ganda // untuk komentar yang hanya satu baris. onUntuk memeriksa exception apa yang akan ditangkap.private Untuk mendefinisikan level akses private bagi metode atau property dari objek.protected Untuk mendefinisikan level akses protected bagi metode atau property dari objek.published Untuk mendefinisikan level akses published bagi metode atau property dari objek.public Untuk mendefinisikan level akses public atau property dari objek.

3.1.4. Unit

  Dalam contoh di atas, delete File yang akan dipanggil adalah delete file yang ada di unit Windows karena unit ini disebut belakangan dalam uses. Bila yang kita inginkan adalah function DeleteFile yang ada dalam SysUtils, kita dapat menambahkan nama unit SysUtils di depan function DeleteFile sehingga kode tersebut menjadi seperti di bawah ini.uses SysUtils, Windows; procedure HapusFile(NamaFile: string);begin SysUtils.

3.1.5. Konstanta

  Assignment menggunakan operator :=, dan dengan bentuk.variabel := ekspresi Variabel bisa dengan tipe data apa pun ,sedangkan ekspresi harus kompatibel dengan variabel yang diberikan. OperatorOperator adalah semacam fungsi yang merupakan bagian dari bahasa Pascal yang peran utamanya adalah membentuk ekspresi.

3.9. Tipe Data dalam Delphi Pascal

  A 5 0000 0101 B 12 0000 1100‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ xor C 0000 1001 = 9 A := 5;B := 12;C := A shi B;A 5 0000 0101‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ shi 2C 0001 0100 = 20 shr bitwise shift right Menggeser semua bit ke kanan dari operand pertama sebanyak operand kedua. typeTSetHuruf = set of Char;var Vokal : TSetHuruf; Konsonan : TSetHuruf;Angka : TSetHuruf; Kosong : TSetHuruf; Untuk mengisi suatu set, dapat dilakukan secara langsung dengan menyebutkan tipe yang mungkin dan dibatasi oleh kurung kotak ([…]).

3.1.10. Tipe Data String

  Pendefinisian dari Short String dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu dengan Short string dan dengan string [x], di mana x adalah panjang maksimum dari string. Perhatikan contoh bawah ini.var S : ShortString; ( panjang maks 255 karakter, 256 byte) S1 : string[10 ]; ( panjang maks 10 karakter, 11 byte)Len : Integer;begin S := ‘Hello’; Len := Ord(S[ 0]);( ‘L’ n ow contains the length of S, or 5 ) end; Ansi String Ansi String atau Long String adalah string yang dialokasikan secara dinamik sesuai dengan kebutuhan.

3.1.11. Pencabangan dan Pengulangan

  if a>0 then x := 100 else x := 200; Pada contoh di atas, variabel a akan diperiksa untuk menentukan nilai yang akan diisikan pada variabel x. <expression> ofcase <casevalue> := <statement>; …<casevalue> := <statement>;else <statement>endExpression adalah suatu ekspresi yang menghasilkan nilai ordinal, sedangkan casevalue adalah nilai konstan yang akan dibandingkan dengan nilai ekspresi ordinal tersebut.

3.1.12. Array

  type<NamaTipe> = array of <Tipe Dasar>;var <Nama Variabel> : array of <Tipe Dasar>; typeTMyIntegerArray = array of Integer; TMyFloatArray = array of Double;var A : array of string; B : array of boolean;C : array of TComponent; Pada awalnya variabel array dinamis berisi nil, di mana banyaknya elemen dari array dinamis adalah 0(tidak mempunyai elemen), sehingga kita perlu memanggil procedure SetLength untuk menentukan berapa ukuran array dinamis yang diinginkan. function Array2Str(vNamaArray : string; vArray : array of integer) : string; var i : Integer;vLow : Integer;beginresult := ‘ ‘;for i := Low(vArray) to High(vArray) do beginresult := result+Format(‘%s[ %d] : %d’, [ vNamaArray, i, vArray[ i]]); result := result+#13#10;end; end; Pada contoh di atas, parameter vArray adalah array terbuka sehingga bisa dilewati oleh array statis dengan berbagai tipe indeks.

3.1.13. Record

  Record adalah kumpulan data yang setiap elemennya dapat memiliki tipe yang berbeda. Berikut ini contoh penggunaan tipe data record.type TMyRecord = record Nama : string;Alamat : string; Kota : string;KodePos : string[ 5];end; varMyRecordVar : TMyRecord;begin MyRecordVar.

3.1.14. Pointer

  Pointer mempunyai kekuatan besar dalam Dasar‐ dasar penggunaan Pointer Seperti telah dijelaskan sebelumnya, pointer adalah tipe data yang dapat menunjuk ke lokasi tertentu di memori. var p1 : ^Integer; // pointer to integerp2 : ^Real; // pointer to real number p3 : Pointer // untyped pointer Variabel p1 adalah variabel dengan tipe pointer to integer, artinya nilai yang ditunjuk oleh p1 adalah nilai bertipe integer.

3.1.15. Function dan Procedure Function dan Procedure adalah suatu blok program yang dapat dipanggil oleh bagian lain dalam program

  Deklarasi parameter dengan var dan out digunakan untuk mendefinisikan variabel yang dapat menerima hasil proses dalam function atau procedure, artinya dalam function atau procedure variabel dengan tipeini biasanya akan di‐ assign suatu nilai tertentu yang merupakan hasil proses. Berikut ini contoh dari pendefinisian variabel sebagai tipe prosedural.type TIntegerFunction = function : Integer; TProcedure = procedure;TStrProc = procedure(const S: string); TMathFunc = function (X : Double) : Double;var F : TIntegerFunction; Proc : TProcedure; SP : TStrProc; M : TMathFunc; Contoh berikut ini adalah tipe prosedural yang digunakan dalam parameter sebuah procedure.

2.2. Delphi Object Pascal

2.2.1. Object Oriented Programming

  Akhirnya program dipecah menjadi objek, di mana dalam objek terdapat subprogram dan data, yang mempunyai keterkaitan satu dengan lainnya.  Ciri‐ ciri dasar dari Object Oriented Programming (OOP) adalah : Classes (Kelas Objek) adalah definisi data dan fungsi/prosedur yang terbungkus secara abstrak.

2.2.2. Class dan Instance

  typeMyClass = classprivate MyData1 : Integer; MyData2 : Integer;publicfunction GetMyData1 : Integer; GetMyData2 : Integer;functionfunction GetMyData3 : Integer; end; Setiap method yang didefinisikan dalam kelas harus didefinisikan implementasinya pada bagian implementation. GetMyData1;end; Dalam contoh di atas, MyClass adalah kelas, sedangkan instance‐ nya berada dalam memori yang ditunjuk oleh variabel Obj (dengan singkat dapat dikatakan bahwa Obj adalah instance dari MyClass).

2.2.3. Property dan Field

  Field adalah variabel yang dimiliki oleh objek, sedangkan property adalah atributobjek yang didefinisikan dengan kata kunci property. Ketika kita mendefinisikan property, kita dapat menentukan bagaimana data dibaca (getter) dan bagaimana data dituliskan ke dalam objek (setter).

2.2.4. Property Berindeks

  Constructor dan DestructorConstructor dan destructor adalah method khusus dari objek yang akan dipanggil untuk membangun objek (constructor) dan menghancurkan objek (destructor). TMyObject = classpublic MyAbstFunc(X: Double) : Double; virtual; abstract;function end; Class Method Bila method biasa hanya dapat dipanggil dari instance object, class method adalah method yang dapat dipanggil langsung dari tipe kelasnya (tanpa perlu create objek).

2.2.7. Encapsulation

  Bagian objek yang dapat dikenali oleh pihak luar biasanya adalah bagian publik, sedangkan bagian yang disembunyikan adalah bagian private. Setiap member yang didefinisikan sebagai protected dapat diakses oleh modul manapun bila berada di unit yang sama (serupa dengan private).

2.2.7.1. Event

  Polymorphism Secara luas, polymorphism berarti kode yang sama dapat digunakan untuk kelas atau tipe data yang berbeda dengan hasil yang berbeda sesuai dengan kelas atau data yang ada. Yang kita bahas di sini adalah polymorphism yang berkaitan dengan inheritance (subclassing), di mana sifat yang sudah terdefinisi pada nenek moyangnya dapat di‐ implementasi oleh objek turunannya dengan cara berbeda.

2.3. Exception

  Ketika sebuah error muncul, maka akan terbentuk secara otomatis sebuah objek dengan tipe exception, dan untuk menghindari kesalahan beruntun yang lebih fatal, alur program tidak akan dilanjutkan. Ide dari kelas exception ini adalah penanganan terhadap error yang sederhana dan seragam, sehingga konsentrasi dari Software Engineer tidak akan lepas dari objek dan algoritma yang telah tersusun.

2.3.1. Melindungi Alokasi Resource

  Kita dapatmendefinisikan respon terhadap munculnya exception tertentu dengan menggunakan try…except yang bentuk dasarnya adalah : try (blok program yang dilindungi) excepton ExceptionTertentu do(Statement bila ExceptionTertentu terjadi) end; Selanjutnya kode yang dilindungi dari EDivByZero dengan perincian sebagai berikut ini. Create;// variabel bertipe objek // dapat di-assign dengan instance dari objek tersebut AClassRef := TMyClass; // variabel bertipe class reference// harus di-assign dengan tipe kelas … Kita dapat memanggil class method ataupun constructor melalui variabel yang sudah kita definisikan di atas dengan contoh sebagai berikut : AnObject := AClassRef.

10. Simpan program Anda, dengan nama unit “Ulatihan03” dan nama Project “Latihan03”. Lalu jalankan

  Tidak seperti bahasa pemrograman yang lain, Delphi memberikan banyak pilihan teknologi kepada Software Engineer dalam membangun dan mengembangkan aplikasi database. Dengan banyaknya pilihan tersebut, Software Engineer dapat mengembangkan aplikasi dengan mekanisme aksesdata yang paling tepat menurut kebutuhan.

5.1. Tipe Database Management System

  Sistem yang digunakan untuk mengelola database biasanya disebut Database Management System Biasanya mempunyai proprietary API untuk mengakses data dan hanya optimal untuk single user. Data dari remote  Remote Database Server, yaitu DBMS yang mempunyai sistem independen yang terpisah dari Setiap Database Management System mempunyai cara tersendiri bagaimana menyimpan informasi dan bagaimana menyediakan interface ke user untuk mengaksesnya.

5.2. Tipe Database Delphi

  Jika aplikasi database juga ditempatkan di mesin yang sama dengan server yang berisi remote database server, aplikasi ini juga tetapdisebut two‐ tiered application, karena aplikasi dan database server beroperasi pada 2 (dua) system independen yang berbeda. Arsitektur ini terdiri dari remote database server, aplikasi server yang mengakses remote database server, dan aplikasi client yang mengakses aplikasi server.

5.3. Mekanisme Data Akses

   Selain mekanisme data akses yang disediakan oleh Delphi, banyak juga mekanisme data akses yang ditawarkan oleh pihak lain, baik yang bersifat komersial ataupun non komersial yang dapat Anda manfaatkan di Delphi. Dengan Kylix, Anda dapat melakukankompilasi aplikasi yang Anda buat menggunakan dbExpress di Linux, tentu saja hal ini hanya dapat Anda lakukan untuk aplikasi CLX bukan aplikasi VCL.dbExpress adalah library yang sangat ringan dan cepat untuk mengakses SQL Server.

5.4. Arsitektur Database Delphi

  Kumpulan record ini dapat berupa record‐ record dari sebuah tabel database, subset dari field atau record suatu tabel atau informasi yang berasal lebih dari satu table yang digabungkan membentuk single view. Fokus pembahasan adalah teknik membuat sebuah aplikasi yang mampu menyimpan data dalam bentuk tabel, mengubah data, menghapus data, atau menampilkan data sesuai dengan keinginan dari user.

6.1. Aplikasi MyBase

  Data Module File Data Source ClientDataSet User Interface Dengan membandingkannya dengan diagram arsitektur database Delphi, tampak bahwa dataset yang digunakan dalam MyBase adalah ClientDataSet dan koneksi ke sumber data dilakukan dengan caramengaksesnya langsung dari file. Contoh aplikasi MyBase sebagai berikut ini : Untuk memperjelas pembahasan di atas, kita akan membuat program sederhana yang akan menampilkan data dari sebuah file data packet.

6.2. Mengaktifkan Dataset

  Untuk menggerakkan pointer record aktif, dataset mempunyai beberapa method : Kita dapat mengubah record aktif dengan cara mengubah pointer record aktif sehingga menunjuk ke Navigasi Data Sekuensial Setiap dataset yang aktif mempunyai pointer yang menunjuk ke record yang aktif. Contoh : Setelah dataset aktif, kita dapat mengakses field‐ field dari record yang aktif dengan mengakses object Method FieldByName dari dataset menghasilkan object field yang diinginkan dan gunakan method  Menggunakan Method FieldByName AsDateTime, dan lain‐ lain.

6.5. Membuat File Data Packet

  Anda dapat membuat lagi beberapa field yang Anda butuhkan.  Klik kanan komponen ClientDataSet untuk menampilkan menu popup dan pilih menu Create Dataset atau dengan memanggil method CreateDataSet dari ClientDataSet saat runtime.  Anda dapat menyimpannya ke file dengan cara meng‐ klik kanan komponen ClientDataSet dan memilih salah satu dari menu berikut ini : o Save to MyBase Xml Table, untuk menyimpan file dengan format XML.o Save to MyBase Xml UTF8 Table, untuk menyimpan file dengan format XML yang menggunakan Unicode UTF8.

6.6. Data Control

  DBLookupComboBox Menampilkan list data yang berasal dari dataset yang lain yang dapat mengganti data dari field record yang aktif berbentuk combo.  Untuk menampilkan single‐ field data control (data control yang hanya menampilkan sebuah field dari  Set property Dataset dari komponen DataSource dengan komponen dataset yang akan ditampilkan datanya.

6.7. Field

6.7.1 Persistent Field

  EditMask, menentukan batasan‐ batasan nilai yang dapat diisikan ke data control yang terhubung ke  field yang bersangkutan, termasuk karakter khusus yang digunakan untuk entri data.  Delphi secara otomatis memberikan nama untuk setiap object persistent field yang dibuat, biasanya adalah gabungan nama dataset dan nama field.

6.7.2. Calculated Field

  Calculated field adalah field tambahan pada dataset yang didefinisikan oleh user yang nilainya dikalkulasi secara on‐ the‐ fly. Isi Component dengan nama komponen field, biasanya Delphi akan memberikan nama secara otomatis yang merupakan gabungan dari nama dataset dan nama field.

6.7.3. Lookup Field

  Isi Component dengan nama komponen field, biasanya Delphi akan memberikan nama secara otomatis yang merupakan gabungan dari nama dataset dan nama field. Isi result field dengan field pada dataset lookup yang akan ditampilkan sebagai isi dari field lookup yang Anda buat.

6.8. Modifikasi Data

  Menuliskan Perubahan Data Seperti yang telah diuraikan di atas, setelah melakukan Insert, Append, atau Edit Data, Anda harus menuliskan modifikasi atau data baru yang telah Anda buat dengan memanggil method Post ataumemanggil method Cancel untuk membatalkannya. Membatalkan Perubahan Data Karena semua perubahan data yang terjadi tercatat, Anda dapat membatalkan perubahan yang telahAnda buat terakhir kali dengan menggunakan method UndoLastChange.

6.8.3. Editing Data Lewat Data Control

  Ketika kita mengubah nilai dari data yang ditampilkan oleh sebuah data control, misalnya DBEdit, maka apabila dataset yang bersangkutan masih dalam state dsBrowse maka secara otomatis state‐ nya berubahmenjadi dsEdit.  Form Utama Letakkan sebuah komponen ClientDataSet dari Component Palette Data Access pada MainForm  dengan file Employee.xml lengkap dengan path‐ nya, terletak di directory contoh data dari Delphi, biasanya ada di folder C:\Program Files\Common Files\Borland Shared\Data.

6.9. Validasi Data Data yang dituliskan ke database harus tunduk terhadap aturan‐ aturan tertentu yang telah ditetapkan

  Setiap field data mempunyai range nilai tertentu yang dapat diberikan kepadanya atau aturan khusus yang harus dipenuhi. Untuk itu, Anda harus melakukan validasi untuk setiap data yang dituliskan ke dataset.

6.9.1. Constraint Level Record

  Setiap constraint mempunyai property CustomConstraint untuk menuliskan ekspresi pengecekan dan property ErrorMessage yang berisi pesan kesalahan yang akan ditampilkan oleh aplikasi bila constraint dilanggar. Constraint Level FieldField mempunyai property CustomConstraint yang dapat Anda gunakan untuk memberikan batasan nilai yang dapat dimasukkan ke dalam sebuah field.

6.10. Indeks

  Operasi Locate pada data yang sangat besar akan lebih cepat  dengan menggunakan indeks. DEFAULT_ORDER digunakan untukmengurutkan data secara default tanpa indeks sedangkan CHANGEINDEX digunakan untuk mengurutkan data seolah‐ olah semua perubahan data yang ada pada ClientDataSet telah di apply‐ updates.

6.11. Filter dan Range

  Filter dan range digunakan untuk membatasi data yang ditampilkan oleh dataset berdasarkan kriteria tertentu. Filter dan range tidak mengurangi jumlah record data yang ditampung oleh dataset di memory.

6.11.1. Range Range berguna jika data yang akan di filter sudah terurut secara sekuensial sepert contoh di bawah ini

  Jika Anda menginginkan seluruh karyawan yang lahir antara tahun 1960 dan 1970, Anda dapat membuat range pada dataset dengan cara sebagai berikut ini :ClientDataSet1. SetRange([‘01/01/1960’], [‘31/12/1970’]); Range bersifat inclusive, yang berarti nilai awal dan nilai akhir dari range termasuk dalam range.

6.11.2. Filter

  Untuk mem‐ filter suatu dataset, set nilai property Filter dengan kalimat ekspresi filter dan set nilai property Filtered menjadi True. Berikut ini adalah ekspresi filter yang diperkenankan pada ClientDataSet, ekspresi ini dikelompokkan berdasarkan kepada jenisoperatornya.

6.12. Pencarian Data

  Method Locate mengembalikan nilai True bila ada record yang sesuai dengan kriteria dan mengembailkan nilai False jika tak ada record yang sesuai dengan kriteria. Method Lookup didefinisikan sebagai berikut : function Lookup(const KeyFields : string; const KeyValue :Variant;const ResultFields : string) : Variant; override; KeyFields dan KeyValue berisi nama field dan nilai yang akan dicari.

6.13. Aggregate

  ClientDataSet dapat menghasilkan nilai yang dikalkulasi dari sekumpulan record di ClientDataSet. Aggregate biasanya digunakan untuk mengetahui informasi tentang jumlahdari field tertentu di ClientDataSet, atau misalnya nilai terbesar, nilai terkecil, nilai rata‐ rata dari nilai field tertentu dan lain‐ lain.

6.13.1. Membuat Aggregate

   Anda dapat menggunakan beberapa operator untuk membuat ekspresi aggregate, yaitu : Sum, untuk menghitung total nilai dari suatu field numeric atau ekspresi.  Count, untuk menghitung jumlah record yang mempunyai nilai tidak blank dari suatu field atau  ekspresi.

6.13.2. Membuat Aggregate Field

  Isi component dengan nama komponen field, biasanya Delphi akan memberikan nama secara otomatis merupakan gabungan dari nama dataset dan nama field. Yang pertama adalah bagian back‐ end atau aplikasi server penyedia data, dan yang kedua adalah front‐ end atau media antarmuka yang berhubungan langsung dengan user.

7.1. Aplikasi Database Langkah #1 Buat Datanya Dulu!

  Tujuan kita kali ini adalah membuat sebuah aplikasi yang mengakses data barang dari basis data yang telah dibuat sebelumnya. Maka hasilnya akan seperti berikut : Sampai di sini, Anda telah berhasil membuat sebuah aplikasi basis data yang paling sederhana, namun sebenarnya adalah bagian yang paling pokok dari pembangunan aplikasi database itu sendiri !!!

7.2. Aksesoris Umum Aplikasi Database

  Sekarang kita akan mengatur property komponen‐ komponen pada form pencarian ini dengan mengikuti tabel berikut : Komponen Property ValueForm1 Name F_Pencarian Caption Pencarian Data Barang DBGrid1 DataSource DMLatih.dsBarang Edit1 Name edCariBitbtn1 Name btnCari Caption Cari… Bitbtn2 Name btnTutup Caption TutupSehingga akan tampak sebagai berikut : 9. Report dapat terdiri dari beragam jenis, dari yang berbentuk sederhana sampai yang berbentuk master detail.

9.1. Menggunakan Rave Report

  Tetapi untuk pekerjaan yang melibatkan database yang besar, mengandalkan komponen tabel ini akan menyebabkan aplikasi yang Anda bangun menjadi lambat. SQL ada yang dikembangkan untuk PC dan ada juga yang dikembangkan untuk mengakomodasi database yang sangat besar.

9.3. Implementasi SQL dalam bahasa pemrograman Delphi Untuk menampilkan data dari database, sebaiknya menggunakan Query untuk mempercepat akses

  Apalagi jika Anda ingin menampilkan data transaksi yang melibatkan beberapa tabel sekaligus dalam satu informasi. Lakukan penyimpanan unit dengan menggunakan menu File ‐ > Save As atau langsung saja dengan menekan Ctrl + S.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (138 Halaman)
Gratis