KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 NGAPA DALAM MENEMUKAN MASALAH UTAMA DARI BERITA YANG BERTOPIK SAMA MELALUI MEMBACA EKSTENSIF

 0  0  73  2018-10-05 14:41:57 Report infringing document

UCAPAN TERIMA KASIH

  Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa dari66orang siswa yang dijadikan sampel penelitian, terdapat57 orang siswa atau 86,36%masuk dalam kategori mampu dalam memahami masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 1Ngapasudah mampu memahami masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif karena telah mencapai kriteria kemampuan secaraklasikal yaitu minimal 85% dengan kemampuan individual minimal 75%.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Berangkat dari hal tersebut, maka dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang berkenaan dengan menemukan masalah utama dari berita yang bertopiksama melalui membaca ekstensif perlu dikembangkan dalam kurikulum untuk mengukur kemampuan siswa dalam menemukan masalah utama pada teks berita. Bahan informasi dan rujukan bagi peneliti yang berminat untuk mengadakan penelitian lanjutan yang relevan dengan penlitian in 1.5 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini kemampuan siswa kelas VIII SMPNegeri 1 Ngapa dalam menemukan masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif yang meliputi unsur 5W + 1H yaitu:d.

BAB II KAJIAN TEORI

2.1 Defenisi Membaca

  Bagi Jennings, membaca merupakan tanda-tanda dankeajaiban-keajaiban seperti yang dimiliki bulan yang selalu berubah, matahari yang tetap keadaannya dan bintang-bintang yang bergerak sepanjang malamdalam jarak yang tidak pernah bergeming. Di samping batasan atau pengertian yang telah diutarakan, maka pembacaan dapat pula diartikan sebagai suatu metode yang kitapergunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan kadang-kadang dengan orang lain, yakni mengkomunikasikan makna yang terkandung atautersirat pada lambang-lambang yang tertulis.

2.2 Tujuan Membaca

  Salah satu tujuan membaca adalah untuk mendapatkan informasi yang dimaksud di sini mencakup informasi bisa tentang fakta dan kejadian sehari-hari sampai informasi tingkat tinggi dengan teori-teori serta penemuan dan temuan ilmiah yang canggih. Bacaan yang dipilih untuk tujuan ini adalah bacaan-bacaan ringan atau sejenis bacaan yang disukainya, misalnya cerita tentang cinta, detektif, petualangan dan sebagainya.

2.3 Jenis-Jenis Membaca

  Untuk mencapai tujuan yang terkandung dalam keterampilan mekanis (mechanical skill)tersebut, maka aktivitas yang paling sesuai adalah membaca nyaring, membaca bersuara (reading alaod; oral reading). Dan untuk keterampilan pemahaman(koprehension skills), maka yang paling tepat adalah dengan membaca dalam hati(silent reading) yang dapat pula dibagi atas membaca ekstensif (extensive reading ) dan membaca intensif (intensive reading).

2.4 Membaca Ekstensif

  Membaca ekstensif bacaan atau teks menuntut untuk memahami isi 19bacaan atau teks yang penting-penting dengan cepat dan kegiatan membaca secara efektif dapat terlaksana. Dalam membaca ekstensif, teknik yang digunakan berbeda dengan teknik yang digunakan dalam kegiatan membaca intensif karena membaca ekstensifmenuntut pemahaman secara umum terhadap keseluruhan masalah atau isi dari Jadi, keterampilan dalam membaca ekstensif yaitu keterampilan membaca untuk mendapat pemahaman secara keseluruhan dari beberapa teks bacaan dalam20 waktu sesingkat mungkin.

2.5 Macam-Macam Membaca Ekstensif

  Membaca survei adalah kegiatan membaca ekstensif yang sebelum memulai membaca, kita meneliti terlebih dahulu, mensurvei apa-apa yang akan kita telaah,mensurvei bahan bacaan yang akan kita pelajari dengan jalan: (1) memeriksa, meneliti indeks-indeks, daftar kata-kata yang terdapat dalam buku-buku, (2)melihat-lihat, memeriksa, meneliti judul-judul bab yang terdapat dalam buku yang bersangkutan, dan (3) memeriksa, meneliti bagan, skema. Tujuan dari membaca sekilas adalah untuk mendapatkan sesuatu dari kegiatan membaca yang dilakukan secara sekilas dan diharapkanmampu mendapatkan informasi yang diinginkan, (c) membaca dangkal (superficial reading).

2.6 Defenisi Berita

  Hepwood (dalam Harahap, 2006:3), berita adalah laporan pertama dari kejadian yang penting sehingga dapat Berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian faktual, penting dan menarik bagi sebagian besar pembaca/pendengar, serta menyangkutkepentingan mereka. Dari beberapa pengertian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa berita merupakan laporan yang berisi suatu peristiwa atau kejadian penting dan menarikyang berisi fakta atau sesuatu yang baru yang dipublikasikan melalui media cetak atau elektronik.

2.7 Jenis-Jenis Berita

  Berita mendalam (depth news) berita yang merupakan pengembangan dari berita yang sudah muncul, dengan pendalaman hal-hal yang ada dibawahsuatu permukaan. Pengetahuan dan pemahaman tentang klasifikasi berita sangat penting bagi setiap pemburu berita, editor, dan bahkan para perencana dan konsultan media(media planer) sebagai salah satu pijakan dasar dalam proses perencanaan(planing), peliputan (getting), penulisan (writing), dan pelaporan serta pemuatan, penyiaran, dan penayangan berita (reporting and publishing).

2.8 Kriteria Berita yang Baik

  Sebagai contoh, Mahasiswa asal Ambon yang sedang kuliah di Bandung akan lebih dulu tertarik dan lebih banyak membaca berita tentang kerusushanAmbon dari pada mahasiswa asal Surabaya yang sedang sama-sama kuliah di Bandung atau mahasiswa yang asli orang Bandung sendiri. Berita adalah apa yang terjadi hari ini, apa yang masih belum diketahui tentang apa yang akan terjadi hari ini, atau adanya opini berupa pandangan danpenilaian yang berbeda dengan opini sebelumnya sehingga opini itu mengandung Atau 22 Mei Hari Kebangkitan Nasional.

2.9 Unsur Berita Berdasarkan 5W+1H

  2.10Pembelajaran Memahami Berita di SMP Kelas VIII Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Standar kompetensi diwujudkan dalam kompetensi dasar: menemukan masalah utama dari beberapa berita yang bertopik sama melalui membacaekstensif. Teknik yang bisa dilakukan agar bisa menyimpulkan isi berita dengan baik adalah dengan menjawab sejumlahpertanyaan yang sesuai dengan konsep 5W+1H (what, where, who, why, when how ), karena jawaban dari pertanyaan itulah yang menjadi inti dari teks berita.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu memberikan gambaran secara objektif tentang kemampuan siswakelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa dalam menemukan masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif 3.2 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yakni dilakukan secara langsung di sekolah sebagai tempat penelitian dan siswa sebagai objek penelitian. 3.3 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMPNegeri 1 Ngapa yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018 yang tersebar dalam delapan kelas yakni VIII-A, VIII-B, dan VIII-C.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

  Data yang diperoleh dari hasil tulisan siswa setelah terkumpul, diolah untuk menentukan masalah utama dari berita yang bertopik sama melaluimembaca ekstensif. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1 Memberi kode pada lembara kerja siswa yang akan dijadikan sampel penelitian dengan memberi nomor urut; 2 Mengoreksi tulisan siswa, karena ada kemungkinan sebagian kata atau kalimat tidak terbaca; 3 Mengoreksi tulisan siswa dengan melihat enam aspek yang dinilai dalam memahami pokok-pokok berita.

3.6 Teknik Analisis Data

  Frekuensi dapat diketahui melalui presentase individu yang muncul dalam rentang skor tertentu Ketentuan skor yang menunjukan ketuntasan belajar siswa menguasai bahan pembelajaran, khususnya SMP Negeri 1 Ngapa mengacu pada ketuntasanbelajar individual menurut Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP). Rumus yang digunakan untuk ketuntasan belajar individual adalah: 100%Kemampuan Individu = Sedangkan rumus yang digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar klasikal:KK = 100Rumus yang digunakan untuk ketuntasan belajar klasikal adalah : Tabel 3.4 Kriteria Kategori Ketuntasan No Kategori Rentang Skor Presentase Kemampuan (%) 1.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan secara rinci hasil penelitian mengenai

  kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa dalam menemukan masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui persentase kemampuan individu dan klasikalsiswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa dalam menemukan masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif.

4.1 Data Hasil Penelitian

  Mirna 90 Mampu 9 1 2 1 2 Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dalam tabel 4.1 di atas, maka dari 66 orang siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini dapatdiuraikan secara rinci sebagai berikut: Sumber: Data Hasil Evaluasi Siswa 70 Tidak Mampu 7 1 1 2 2 1 66. Kategori tidak mampu diperoleh 9 orang siswa atau 13,63% dengan rincian: 6 orang siswa atau 9,09% diataranya mendapat skor 7 dengan persentse nilai70%, 1 orang siswa atau 1,51% mendapat skor 6 poin atau dengan persentse nilai 60% dan 2 orang siswa atau 3,03% mendapat skor 5 poin atau denganpersentse nilai 50%.

4.2.1 Analisis Aspek What (Apa)

  Tabel 4.2.1 Penyebaran Jumlah Perolehan Skor dan Nilai Pada Aspek What (Apa) No Skor Nilai Frekuensi Persentase % Kategori 1 1 100 58 87,87 Mampu 2 8 12,12 Tidak MampuJumlah 66 100 Berdasarkan table 4.2.1 di atas, maka dapat dijelaskan bahwa setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami masalahutama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek what(apa). Dengan 58 Kemampuan = 100% 66= 87,87% Berdasarkan hasil analisis di atas, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa tergolong mampu dalammenemukan masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif ditinjau dari aspek what (apa).

4.2.2 Analisis Aspek Why (Mengapa)

  Kemampuan menemukan masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek why (mengapa) yang didasarkan padapengolahan data menunjukkan skor yang diperoleh berkisar antara 0-2. Tabel 4.2.2 Pemyebaran Jumlah Perolehan Skor dan Nilai pada Aspek Why (Mengapa) No Skor Nilai Frekuensi Persentase (%) Kategori 1 2 100 47 71,21 Mampu 2 1 50 19 28,78 Tidak MampuJumlah 66 100 47 Kemampuan = 100% 66= 71,21% Berdasarkan hasil analisis di atas, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa tergolong tidak mampu dalammemahami masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif ditinjau dari aspek Why (mengapa).

4.2.3 Analaisis Aspek Who (Siapa)

  Tabel 4.2.3 Pemyebaran Jumlah Perolehan Skor dan Nilai pada Aspek Who (Siapa) No Skor Nilai Frekuensi Persentase (%) Kategori 1 2 100 57 86,36 Mampu 2 1 50 8 12,12 Tidak Mampu 3 1 1,51 Tidak MampuJumlah 66 100 Berdasarkan table 4.2.3 di atas, maka dapat dijelaskan bahwa setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami masalahutama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek who(siapa). 57 Kemampuan = 100% 66= 86,36% Berdasarkan hasil analisis di atas, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa tergolong mampu dalammemahami masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif ditinjau dari aspek who (siapa).

4.2.4 Analaisis Aspek When (Kapan)

  Kemampuan memahami masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek when (kapan) yang didasarkan padapengolahan data menunjukkan skor yang diperoleh berkisar antara 0-2. Tabel 4.2.4 Penyebaran Jumlah Perolehan Skor dan Nilai Pada Aspek When (Kapan) No Skor Nilai Frekuensi Persentase (%) Kategori 1 2 100 54 81,81 Mampu 2 1 50 12 18,18 Tidak MampuJumlah 66 100 54 Kemampuan = 100% 66= 81,81% Berdasarkan hasil analisis di atas, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa tergolong tidak mampu dalammemahami masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek when (kapan).

4.2.5 Analisis Aspek Where (Dimana)

  Tabel 4.2.5 Penyebaran Jumlah Perolehan Skor dan Nilai Pada Aspek Where (Dimana) No Skor Nilai Frekuensi Persentase (%) Kategori 1 1 100 54 84,4 Mampu 2 12 15,6 Tidak MampuJumlah 66 100 Berdasarkan table 4.2.5 di atas, maka dapat dijelaskan bahwa setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami masalah utamadari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek where(dimana). Kemampuan = 100% = 81,81% Berdasarkan hasil analisis di atas, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa tergolong tidak mampu dalammemahami masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek where (dimana).

4.2.6 Analisis Aspek How (Bagaimana)

  Tabel 4.2.6 Pemyebaran Jumlah Perolehan Skor dan Nilai pada Aspek How (Bagaimana) No Skor Nilai Frekuensi Persentase (%) Kategori 1 2 100 23 34,84 Mampu 2 1 50 39 59,09 Tidak Mampu 3 4 6,04 Tidak MampuJumlah 66 100 Berdasarkan table 4.2.6 di atas, maka dapat dijelaskan bahwa setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami masalah utamadari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek how(bagaimana). 23 Kemampuan = 100% 66= 34,84% Berdasarkan hasil persentase kemampuan tersebut, dapat dikatakan bahwa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa tergolong tidak mampu dalam memahamimasalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek how (bagaimana).

4.3 Analisis Keseluruhan Aspek Penilaian

  Kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa dalam memahai masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek why (mengapa) secara klasikal dikategorikan tidak mampu karena berdasarkan nilai yang diperoleh, kemampuan siswa hanya mencapai 71,21% dan belum mencapai kriteria kemampuan secara klasikal yaitu minimal 85%dengan kemampuan individual minimal 75% 3. Kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa dalam memahai masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif pada aspek where (dimana) secara klasikal dikategorikan tidak mampu karena berdasarkan nilai yang diperoleh, kemampuan siswa hanya mencapai 81,81% dan belum mencapai kriteria kemampuan secara klasikal yaitu minimal 85%dengan kemampuan individual minimal 75% 6.

4.4 Interpretasi Hasil Penelitian

  Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan memahami masalah utama dari berita yangbertopik sama melalui membaca ekstensif siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa memperoleh kategori mampu. Jika dilihat dari berbagai aspek penilaian, maka aspek What (apa) Aspek How (bagaimana) merupakan aspek yang paling rendah dalam memahami masalah utama dari berita yang bertopik sama melalui membacaekstensif siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngapa dengan persentasi nilai hanya berkisar 34,84%.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

  5.1 Simpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa dari 66 orang siswa yang dijadikan sampelpenelitian, terdapat 57 orang siswa atau 86,36% masuk dalam kategori mampu dalam memahami masalah utama dari berita yang bertopik sama melaluimembaca ekstensif. Siswa hendaknya melakukan banyak latihan dalam menjawab soal-soal yang berkaitan dengan masalah-masalah utama dalam berita yang bertopiksama melalui membaca ekstensif terutama yang berkaitan erat dengan aspek 5W + 1 H untuk meningkatkan kemampuan memahami teks berita.

INSTRUMEN SOAL

  Mengapa harus UNASMAN yang ditunjuk oleh YAPINUS sebagai sebagai lembaga yang diajak kerja sama? Pendidikan yang pernah di tempuh di mulai dari SDN 1 majapahit lulusan tahun 2008.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-10-05

Dokumen yang terkait
Tags

KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 NGAPA..

Gratis

Feedback