PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LINGKARAN SISWA KELAS VIII SEMESTER 2 MTsN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016 - Institutional Rep

Gratis

0
0
52
2 years ago
Preview
Full text

BAB II LANDASAN TEORI A. Model Pembelajaran 1. Definisi Model Pembelajaran Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan

  Joyce dan Weil berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentukkurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang1 lain. Dari berbagai definisi ahli diatas, penulis mendefinisikan model pembelajaran sebagai suatu prosedur sistematisdalam mengolah pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman pengelolaan kelas untukmerealisasikan pembelajaran yg efektif dan efisien 2.

3. Ciri-ciri Model Pembelajaran

  Areds dalam Trianto dan pakar model pembelajaran yang lain berpendapat bahwa tidak ada satu model pembelajaran yang paling baikdiantara yang lainnya, karena masing-masing model pembelajaran dapat dirasakan baik apabila telah diuji cobakan untuk mengajarkan materipelajaran tertentu. Oleh karena itu dari beberapa model pembelajaran yang ada perlu kiranya diseleksi model pembelajaran yang mana yang 9 paling baik untuk mengajarkan suatu materi tertentu.

B. Pembelajaran Kooperatif 1. Definisi Pembelajaran Kooperatif

  Menurut Davidson dan Kroll dalam Nur Asma, pembelajaran kooperatif adalah kegiatan yang berlangsung di lingkungan belajarpeserta didik dalam kelompok kecil yang saling berbagi ide-ide dan11 bekerja secara kolaboratif untuk memecahkan masalah-masalah yang ada12 Nur Asma, Model Pembelajaran Kooperatif…, hal. Merujuk beberapa pengertian pembelajaran kooperatif oleh para ahli di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatifmerupakan model pembelajaran cukup sederhana dimana konsep dari pembelajaran kooperatif ini menggunakan sistem belajar kelompok dalamsuatu kelas yang dibagi oleh guru secara heterogen menjadi kelompok- kelompok kecil dan saling bekerja sama dalam memecahkan topikpembelajaran atau masalah-masalah pembelajaran.

2. Unsur-unsur Pembelajaran Kooperatif

  Tujuan Pembelajaran Kooperatif Adapun tujuan utama dalam penerapan model belajar mengajar cooperative learning adalah agar siswa dapat belajar secara berkelompok bersama teman-temannya dengan cara saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakangagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara 21 berkelompok. Penerimaan terhadap perbedaan individuPembelajaran kooperatif memberikan peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuk bekerja salingbergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama, dan melalui penggunaan struktur penghargaan kooperatif, serta belajar untukmenghargai satu sama lain.

5. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif

  Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif memilii kelebihan dan kekurangan, diantaranya adalah sebagai berikut: 24 a. Kekurangan pembelajaran kooperatif, yaitu: a) Dalam menyelesaikan suatu materi pelajaran dengan pembelajarankooperatif membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, b) Materi tidak dapat disesuaikan dengan kurikulum apabila guru belumberpengalaman, c) Siswa berprestasi rendah menjadi kurang dan siswa yang memiliki prestasi tinggi akan mengarah kepadakekecewaan, d) Siswa yang berkemampuan tinggi merasakan23 Martinis Yamin dan Bansu I.

7. Tipe-tipe Model Pembelajaran Kooperatif

  TGT merupakan model pembelajaran kooperatif yangmenggunakan turnamen sebagai pengganti kuis, dimana siswa mewakili kelompok asalnya untuk berkompetisi dalam turnamendengan anggota kelompok lain yang mempunyai kemampuan yang homogen. Salah satu faktor yang menjadi penyebab kurang maksimalnya hasil belajar siswa adalah proses transfer ilmupengetahuan yang dilakukan oleh guru selama ini yang masih bersifat konvensional, sehingga kegiatan yang dilakukan peserta didik di dalamproses belajar mengajar hanya sekedar mendengar dan mencatat apa yang diceramahkan guru saja.

2. Komponen Utama STAD (Student Team Achievement Divisions)

  TimTim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin,ras dan etnisitas. Skor KemajuanMaksud dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan tiap siswa tujuan kinerja yang dapat dicapai apabilamereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik dari pada sebelumnya.

3. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  (Student Team Achievement Divisions) Model pembelajaran yang mengelompokkan siswa secara heterogen, kemudian siswa yang pandai menjelaskan pada anggota lainsampai mengerti. Tahap 5 : Siswa mengerjakan soal-soal tes secara individualPada tahap ini setiap siswa harus memperhatikan kemampuannya dan menunjukkan apa yang diperoleh pada kegiatankelompok dengan cara menjawab soal tes sesuai dengan kemampuannya.

D. Materi Lingkaran

  = � 2 2 − 2 Persamaan lingkaran berjari-jari r yang berpusat di (a, b) dirumuskan: = � 2 Juring atau sektor Lingkaran adalah daerah di dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua jari-jari lingkaran dan busur lingkaran dihadapansudut pusat yang dibentuk oleh kedua jari-jarinya. JuringJuring lingkaran adalah luas daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari lingkaran dan sebuah busur yangdiapit oleh kedua jari-jari lingkaran tersebut.

E. Hasil Belajar 1

  Belajar merupakan kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelengaraan setiap jenis dan jenjangpendidikan. Ngalim Purwanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan, mengemukakan bahwa:Belajar adalah tingkah laku yang mengalami perubahan yang relatif mantap melalui latihan atau pengalaman karena belajarmenyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti: perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah atauberpikir, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, ataupun sikap.

50 Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya,(Jakarta: Rineka Cipta

  Witherington, dalam buku Educational Psychology mengemukakan"Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yangberupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu 52 pengertian". Menurut Good dan Brophy; yang dimaksud dengan belajar bukan tingkah laku yang nampak, tetapi terutama adalah prosesnya yang terjadisecara internal didalam diri individu didalam usahanya memperoleh 54 hubungan baru (new association).

2. Hasil Belajar

  Winkel dalam Purwanto mengemukakan hasil belajar adalah perubahan yang 58 mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Hasil belajar adalah terbentuknya konsep yaitu kategori yang kita berikan kepada stimulus yang ada dilingkungan, yang menyediakanskema yang terorganisasi untuk mengasimilasi stimulus-stimulus baru 59 dan menentukan di dalam dan di antara kategori-kategori.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

  Kondisi jasmani yang tidakmendukung kegiatan belajar, seperti gangguan kesehatan, cacat tubuh, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran dan lainsebagainya sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikandi kelas.2) Aspek psikologis (yang bersifat rohaniah)Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas perolehanpembelajaran siswa. a)Intelegensi Tingkat kecerdasan atau intelegensi merupakan wadah bagi kemungkinan tercapainya hasil belajar yang b)Sikap Sikap adalah gejala internal yang berdimensi efektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespondengancara yang relatif tepat terhadap objek manusia, barang dan sebagainya baik berupa positif maupun 61 negatif.

62 Dengan demikian, sebetulnya setiap orang

  Adapun faktor eksternal yang dapatmempengaruhi hasil belajar siswa adalah:1) Lingkungan KeluargaKeluarga merupakan salah satu lembaga pendidikan yang amat penting dalam menentukan pembentukan kepribadianseseorang siswa, karena dalam keluarga inilah seorang siswa akan menerima pendidikan dan pengajaran serta mendapatkanmotivasi dan dorongan dari kedua orang tuanya. Lingkungan sekolah yang esensial yang mempengaruhi pembelajaran dan pengajaran, yaitu; metode mengajar,kurikulum, relasi guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, disiplin sekolah, waktu sekolah, keadaan gedung, metode belajar 67 dan tugas rumah.

F. Pengertian Matematika

  Kata “matematika” berasal dari kata mathema dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai “sains, ilmu pengetahuan, atau belajar“, juga mathematikos yang diartikan sebagai “suka belajar”. 74 73 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa matematika merupakan ilmu pengetahuan yang memiliki pola pikir deduktif serta mempelajaristruktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada di dalamnya.

G. Hasil Belajar Matematika

  Menurut Gagne (dalam Muhammad Zainal Abidin, 8:2011) bahwa hasil belajar matematika adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswasetelah ia menerima pengalaman belajar matematikanya atau dapat dikatakan bahwa hasil belajar matematika adalah perubahan tingkah laku dalam dirisiswa, yang diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan, 75 tingkah laku, sikap dan keterampilan setelah mempelajari matematika. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika adalah suatu pencapaian peserta didik dalam penguasaanpengetahuan tentang konsep, prinsip-prinsip, operasi atau relasi, simbol- simbol dan keterampilan matematika yang didapat melalui prosespembelajaran matematika.

H. Kajian Penelitian Terdahulu

Adapun hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilaksanakan oleh Ana Rifatun Nikmah dengan judul

  Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Ana Rifatun Nikmah ini dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu sama-sama menggunakan modelpembelajaran kooperatif tipe STAD. Dari data tersebut terlihat bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipeSTAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi pecahan siswa kelas IV MI Muhammadiyah Plus Suwaru Bandung Tulungagung 76 tahun ajaran 2013/2014.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Suci Handayani yang berjudul

  Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Suci Handayani ini dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah sama-sama menerapkanmodel pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Dalam pembelajaran dengan penalaran yang cukup tinggi seperti matematika, tentu banyak siswa yang Penulis berinisiatif untuk memberikan solusi pembelajaran matematika yang kreatif dan inovatif yakni melakukan proses pembelajaranmenggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) pada kelas eksperimen.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Perbedaan hasil belajar biologi siswa antara pembelajaran kooperatif tipe stad dengan metode ekspositori pada konsep ekosistem terintegrasi nilai: penelitian quasi eksperimen di SMA at-Taqwa Tangerang
0
10
192
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Konsep Jaringan Tumbuhan (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas XI IPA MA Jamiyyah Islamiyah Pondok Aren Tangerang Tahun Ajaran 2012-2013)
1
6
287
Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan teknik Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar fiqih di MTs Nurul Hikmah Jakarta
0
7
145
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe (Student Team Achievement Divisions) STAD Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD
1
5
165
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI SDN PERUM SURADITA CISAUK
0
5
161
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar akidah akhlak: penelitian tindakan kelas di MA Nihayatul Amal Karawang
0
10
156
Peningkatan hasil belajar PKN siswa kelas IV MI Attaqwa Bekasi Utara melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions)
0
5
152
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LINGKARAN SISWA KELAS VIII SEMESTER 2 MTsN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016 - Institutional Rep
0
0
6
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LINGKARAN SISWA KELAS VIII SEMESTER 2 MTsN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016 - Institutional Rep
0
0
3
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LINGKARAN SISWA KELAS VIII SEMESTER 2 MTsN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016 - Institutional Rep
0
0
5
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LINGKARAN SISWA KELAS VIII SEMESTER 2 MTsN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016 - Institutional Rep
0
0
19
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LINGKARAN SISWA KELAS VIII SEMESTER 2 MTsN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016 - Institutional Rep
0
0
24
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LINGKARAN SISWA KELAS VIII SEMESTER 2 MTsN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016 - Institutional Rep
0
0
16
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LINGKARAN SISWA KELAS VIII SEMESTER 2 MTsN TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016 - Institutional Rep
0
0
3
Show more