Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
91
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGACU KURIKULUM 2013 SUBTEMA KEBERAGAMAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGANKU UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Endar Kristianto 101134168 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGACU KURIKULUM 2013 SUBTEMA KEBERAGAMAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGANKU UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Endar Kristianto 101134168 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGACU KURIKULUM 2013 SUBTEMA KEBERAGAMAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGANKU UNTUK SISWA KELAS T'g SEKOLAH DASAR Disusun oleh: FndarlGisiiaato i: Nff\d:,101134168 --:.t_'_ , -. t:: 'l i:l Telah disetujui oleh: :.-' _ :". -:i ] Tanggd'20 Mei 2S14 ::' Tanggal 2AMei2014 ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENGEMBANGAN BA}IAN AJAR MENGACU KURIKULUM 2013 SUBTEMA KEBERAGAMAN MAKT{LUK HIDUP DI TINGKUNGANKU UNTUK SISWA KELAS TV SEKOLAH DASAR Disusun oleh: Endar Kristianto NIM:101134168 Telah dipertahankan di depan penguji padatanggal 17 Juni 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syflat Susunan panitia penguji: Nama Lengkap Ari Nugrahant4 S.J.,S.S., BST., M.A. Ketua : G. Sekretaris :.Catur Riuniati, S,Pd.;M.A., Ed. D. Anggota I :Drs. Puji Purnomo, M.Si. Anggota2 : Galih Kusumo, SPd., M.Pd. Anggota 3 : Dra Maslichdr Asy'ari,Ivt.Pd. Yogyakarta 17 h;mi2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini penulis persembahkan kepada:  Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikan berkat dan anugerah yang melimpah.  Kedua orang tuaku, Paulus Sutrisno dan Fransiska Romana Parjinem yang tak pernah berhenti memberi dukungan dan doa.  Kakak-kakakku yang selalu memberi semangat.  Vincentia Herdika Yosi Putri yang tak pernah berhenti memberikan kasih sayang dan kesabaran.  Semua teman-teman PGSD angkatan 2010 khususnya kelas D yang telah menjadi teman yang baik selama kuliah.  Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Disiplin Adalah Kunci Sukses” *STEWA* “We must set the bar and continually raise it from time to time” *Michael Hermawan* “Tiada kerja keras tanpa hasil, tiada hasil tanpa kerja keras” v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka, sebagaimana karya ilmiah. Yogyakarta, 17 Juni 2014 Penulis, Endar Kristianto NIM: 101134168 vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Endar Kristianto NIM : 101134168 Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul: “PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGACU KURIKULUM 2013 SUBTEMA KEBERAGAMAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGANKU UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR” kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian Perpustakaan Sanata Dharma mempunyai hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis, Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 17 Juni 2014 Penulis, Endar Kristianto vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGACU KURIKULUM 2013 SUBTEMA KEBERAGAMAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGANKU UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Endar Kristianto Universitas Sanata Dharma 2014 Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kebutuhan akan bahan ajar antara kurikulum yang satu dengan kurikulum yang lain tentu saja berbeda. Ketersediaan bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 belum sepenuhnya mengakomodir kegiatan belajar yang menggunakan pendekatan saintifik dan pendekatan tematik integratif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk berupa bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013 subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan bahan ajar oleh Jerold Kemp.dan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) yang dikemukakan oleh Borg and Gall. Penelitian ini mengadaptasi kedua prosedur pengembangan tersebut menjadi penelitian yang lebih sederhana untuk dijadikan landasan penelitian. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini melalui 8 langkah yaitu: (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain Produk, (4) Validasi ahli, (5) Revisi Desain, (6) Uji coba desain, serta (7) validasi siswa, (8) Revisi desain. Langkah-langkah tersebut dilakukan hingga menghasilkan prototipe berupa bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013 subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Bahan ajar yang merupakan produk dari penelitian ini dievaluasi dari unsur 1) tujuan dan pendekatan, 2) desain dan pengorganisasian, 3) isi, 4) keterampilan berbahasa, 5) topik, dan 6) metodologi. Berdasarkan hasil validasi oleh pakar kurikulum 2013, 2 orang guru kelas IV yang telah melaksanakan kurikulum 2013, dan sembilan orang siswa kelas IV SD kanisius Kenteng, bahan ajar memperoleh skor rata-rata 4,44 dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan hasil validasi tersebut, pengembangan bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013 subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar layak untuk digunakan dalam pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013. Kata kunci: kurikulum 2013, bahan ajar, pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF TEACHING MATERIAL BASED ON CURRICULUM 2013 SUBTHEME KEBERAGAMAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGANKU FOR 4TH GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL Endar Kristianto Sanata Dharma University 2014 Curriculum 2013 is a development of the Education Unit Level Curriculum. The need for teaching materials between the curriculum with the other curriculum of course different. The availability of teaching materials that refer to the curriculum 2013 has not fully accommodate the learning activities using the scientific approach and thematic integrative approach. The main objective of this research is to produce a product in the form of teaching materials that Based on Curriculum 2013 Subtheme Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku For 4th Grade of Elementary school . This research use teaching materials development procedures by Jerold Kemp and use methods of research and development (R & D) proposed by Borg and Gall This research adapts both the development procedure becomes simpler research used as a basis for research. Research and development procedure that used in this research through 8 steps: (1) Potential and problems, (2) Data collection, (3) Product Design, (4) Expert Validation , (5) Revision Design, (6) Trial design, (7) validation of students, and (8) Revision of design. That steps are performed to produce the final product that is Learning Materials’ Development Based Curriculum 2013 Subtheme Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku for Elementary School 4th grade students. Teaching materials which are the products of this research were evaluated from element 1) the purpose and approach, 2) design and organization, 3) content, 4) language skills, 5) topics, and 6) methodology. Based on the results of the validation by curriculum specialists 2013, two 4th grade teachers who implemented the curriculum 2013, and nine 4th grade students of Canisius Kenteng, teaching materials gained an average score of 4.44 to the category "very good". Based on the results of the validation, The Development of Teaching Material Based on Curriculum 2013 Subtheme Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku For 4th Grade of Elementary school feasible to used in learning that use curriculum 2013. Keywords: curriculum 2013, teaching materials, thematic integrative approach, scientific approach. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat dan anugerah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGACU KURIKULUM 2013 SUBTEMA KEBERAGAMAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGANKU UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR” ini dengan baik. Skripsi ini disusun bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Romo Gregorius Ari Nugrahanta, S.J.,S.S., BST., M.A. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Ibu Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakil Ketua Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 4. Bapak Drs. Puji Purnomo, M.Si. dan Bapak Galih Kusumo, SPd., M.Pd., selaku dosen pembimbing I dan dosen Pembimbing II yang selalu meluangkan x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI waktu untuk memberi semangat dan memberi arahan selama peneliti menyelesaikan skripsi. 5. Bapak Rusmawan S,Pd., M.Pd., selaku validator pakar kurikulum 2013 yang telah memberi masukan yang bermanfaat bagi peneliti. 6. Bapak Sujarwo Hadi Saputro, S,Pd. dan Ibu Surini, S.Pd.SD, selaku guru kelas IV Sekolah Dasar yang telah mengimplementasikan Kurikulum 2013 yang telah bersedia memvalidasi Bahan Ajar yang peneliti kembangkan. 7. Bapak E. Sulistya Asmara S.Pd., selaku kepala sekolah SD Kanisius Kenteng yang telah member izin peneliti melakukan penelitian. 8. Seluruh siswa kelas IV SD Kanisius Kenteng yang telah membantu selama penelitian berlangsung. 9. Kedua Orang tua dan kakak-kakak yang selalu memberi dukungan. 10. Vincentia Herdika Yosi Putri, yang selalu memberikan kasih sayang dan kesabaran. 11. Sahabat dan teman-temanku yang telah membantu dan mendukung penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun akan penulis terima dengan senang hati. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya. Penulis Endar Kristianto xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii PERSEMBAHAN ........................................................................................... iv MOTTO ........................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN.................................................................. vii PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...... vii ABSTRAK .................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ...................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................. xii DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xiv DAFTAR TABEL .......................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xvi BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 4 1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................. 4 1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................ 5 1.5 Batasan Istilah ....................................................................................... 5 1.6 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan ................................................ 7 BAB 2 LANDASAN TEORI ............................................................................ 8 2.1 Kajian Pustaka ...................................................................................... 8 2.1.1 Kurikulum SD 2013 ..................................................................... 8 2.1.1.1 Rasional dan elemen perubahan kurikulum SD 2013 ...... 8 2.1.2 Pendekatan Tematik Integratif .................................................... 13 2.1.2.1 Pengertian Pembelajaran Tematik Integratif ................. 13 2.1.2.2 Tujuan Pembelajaran Tematik Integratif ....................... 15 2.1.2.3 Karakteristik Pembelajaran Tematik Integratif ............. 16 2.1.2.4 kelebihan Pembelajaran Integratif ................................ 16 2.1.3 Pendekatan Saintifik ................................................................... 17 2.1.4 Penilaian Otentik ........................................................................ 22 2.1.4.1 Pengertian Penilaian otentik ......................................... 22 2.1.4.2 Karakteristik Penilaian Otentik ..................................... 23 2.1.4.3 Jenis-jenis Penilaian Otentik ........................................ 24 2.1.4.4 kelebihan Penilaian otentik ........................................... 24 2.1.4.5 kelemahan Penilaian Otentik ........................................ 25 2.1.5 Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal .............................. 25 2.1.5.1 pengertian pendidikan karakter..................................... 25 2.1.5.2 nilai-nilai pendidikan karakter ...................................... 27 2.1.5.3 Tujuan Pendidikan Karakter ......................................... 28 2.1.6 Model Pengembangan Bahan Ajar .............................................. 28 2.2 Penelitian yang Relevan ................................................................ 33 2.3 Kerangka Berpikir ......................................................................... 35 2.4 Pertanyaan Penelitian .................................................................... 36 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 3 METODE PENELITIAN .................................................................... 38 3.1 Jenis Penelitian .............................................................................. 38 3.2 Prosedur Pengembangan ................................................................ 40 3.3 Waktu penelitian ......................................................................... 44 3.4 Uji Coba Produk............................................................................ 44 3.4.1 Desain Uji Coba .............................................................. 45 3.4.2 Subjek Uji Coba .............................................................. 45 3.4.3 Intrumen Penelitian ......................................................... 46 3.4.4 Teknik Pengumpulan Data .............................................. 46 3.4.5 Teknik Analisis Data ....................................................... 47 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................... 51 4.1 Analisis Kebutuhan ....................................................................... 51 4.2 Deskripsi Produk Awal .................................................................. 52 4.3 Data Uji Coba dan Revisi Produk .................................................. 57 4.3.1 Data Validasi Pakar Kurikulum 2013 dan Revisi Produk ........................................................... 57 4.3.2 Data Validasi Guru SD Kelas IV yang Sudah Melaksanakan Kurikulum 2013 dan Revisi Produk ......... 58 4.3.3 Data Validasi Uji Coba Lapangan dan Revisi Produk ...... 61 4.3.4 Kajian Produk Akhir ....................................................... 64 4.4 Pembahasan................................................................................... 66 BAB 5 PENUTUP .......................................................................................... 69 5.1 Kesimpulan ................................................................................... 69 5.2 Keterbatasan Penelitian ................................................................. 70 5.3 Saran ............................................................................................ 70 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 71 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Kesenjangan Kurikulum ................................................................. Tabel 2.2. Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum ......................... Tabel 2.3. Bagan Elemen Perubahan .............................................................. Tabel. 3.1. Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima ............... Tabel 3.2. Kriteria Skor Skala Lima ................................................................ Tabel 4.1. Komentar dan Revisi dari Pakar Pembelajaran Bahasa Indonesia ... Tabel 4.2.Komentar dan revisi dari guru kelas IV ........................................... Tabel 4.3. Rekapitulasi perolehan skor validasi produk .................................. xiv 10 11 12 47 49 58 59 68

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Siklus Pengembangan Perangkat Model Kemp ........................... 29 Gambar 3.1 Tahap-Tahap RnD Menurut Borg n Gall ...................................... 39 Gambar 3.2 Langkah-Langkah Pengembangan Bahan Ajar (R&D) ................. 41 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Hasil Analisis Kebutuhan ............................................................ 75 Lampiran 2. Webbing Bulanan ....................................................................... 78 Lampiran 3. Webbing Mingguan .................................................................... 80 Lampiran 4. Webbing Harian .......................................................................... 83 Lampiran 5. Silabus Pembelajaran .................................................................. 90 Lampiran 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ............................................ 147 Lampiran 7. Validasi Pakar Kurikulum 2013 .................................................. 256 Lampiran 8. Rekapitulasi Hasil Validasi Pakar Kurikulum2013 ..................... 261 Lampiran 9. Validasi Guru 1 ........................................................................... 265 Lampiran 10.Rekapitulasi Hasil Validasi Guru 1 yang Telah Menggunakan Kurikulum 2013 ................................ 270 Lampiran 11. Validasi Guru 2 ......................................................................... 274 Lampiran 12. Rekapitulasi Hasil Validasi Guru 1 yang Telah Menggunakan Kurikulum 2013 ................................ 279 Lampiran 13. Persepsi Siswa ......................................................................... 283 Lampiran 14. Rekapitulasi Hasil Validasi Persepsi Siswa ............................... 302 Lampiran 15. Foto penelitian .......................................................................... 305 Lampiran 16. Surat Penelitian ......................................................................... 307 Lampiran 17. Surat Ijin telah melakukan penelitian ...........................................309 Lampiran 18. Biodata Penulis .............................................................................311 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Bab 1 peneliti membahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitan, batasan istilah dan spesifikasi produk yang dikembangkan. 1.1 Latar Belakang Masalah Kurikulum dipersiapkan dan dikembangkan guna mencapai tujuan pendidikan (Hidayat, 2013: 22). Tujuan tersebut adalah mempersiapkan peserta didik agar mereka dapat hidup di masyarakat. Makna dari dapat hidup di masyarakat bukan hanya berhubungan dengan kemampuan peserta didik untuk mengaplikasikan nilai-nilai hidup di masyarakat, namun lebih daripada itu pendidikan juga harus berisi tentang pemberian pengalaman agar anak mampu mengembangkan kemampuannya sesuai bakat dan minatnya. Berdasarkan uraian tersebut, kurikulum merupakan komponen yang penting karena didalamnya bukan hanya menyangkut tujuan dan arah pendidikan saja namun pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap peserta didik. Menurut PP 19/2005 (tentang Standar Nasional Pendidikan), kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan , isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum merupakan program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis sehingga mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan peserta didik. 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Perubahan kurikulum dalam sistem pendidikan di Indonesia merupakan suatu keharusan karena perkembangan sosial-ekonomi-politik serta perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya perubahan kurikulum (Mulyasa, 2013: 63). Kurikulum di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan. Saat ini, kurikulum yang digunakan di Indonesia adalah kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP) . Kurikulum 2013 menuntut siswa lebih kreatif dan inovatif sama halnya dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pedidikan. Perbedaan yang dapat dilihat adalah dalam kurikulum 2013 semua mata pelajaran dintegrasikan ke dalam satu tema tertentu, sedangkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan tiap mata pelajaran berdiri sendiri tanpa terintegrasi dengan mata pelajaran lain. Perbedaan lain yang sangat terlihat yaitu berkaitan dengan perencanaan pembelajaran. Kegiatan pengembangan silabus dalam KTSP merupakan kewenangan satuan pendidikan, sedangkan dalam Kurikulum 2013 kegiatan pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah (Mulyasa, 2013: 62). Perubahan kurikulum yang terjadi akan berpengaruh pada kebutuhan bahan ajar yang berbeda. Masunah (2003: 152) memaparkan bahwa bagaimanapun hebatnya rumusan tujuan pendidikan tanpa didukung oleh bahan ajar yang sesuai dengan metodologi yang tepat, maka tidak akan memberikan apaapa bagi perkembangan jiwa anak. Bahan ajar sangat penting bagi terlaksanannya kurikulum. Bahan ajar dianggap sebagai sarana penunjang bagi terlaksananya suatu kurikulum. Keterkaitan antar keduanya tidak bisa terpisahkan sehingga bahan ajar baru diperlukan guna membantu terlaksananya kurikulum yang baru.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Dari wawancara yang peneliti lakukan dengan salah satu guru kelas IV Sekolah Dasar yang telah mengimplementasikan kurikulum 2013 peneliti mendapatkan data bahwa pemahaman subjek wawancara mengenai kurikulum 2013 belum menyeluruh, beliau menjelaskan bahwa beliau belum sepenuhnya memahami cara pelaksanaan pembelajaran dan penilaian menggunakan kurikulum 2013. Pendekatan sains dalam pembelajaran yang dilakukan belum maksimal karena media yang dibutuhkan belum menunjang kegiatan pembelajaran. Subjek wawancara mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian otentik karena beberapa indikator dalam Kompetensi Dasar belum ada. Menurut subjek wawancara, pendidikan karakter mudah terwujud dengan kurikulum 2013. Beliau mengatakan demikian karena dalam proses pembelajarannya pendidikan karakter dapat dikembangkan ke dalam beberapa mata pelajaran yang telah diintegrasikan. Beliau juga berpendapat bahwa buku- buku siswa yang terbatas dan pemahaman guru mengenai kurikulum 2013 yang belum maksimal mengakibatkan guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan kurikulum 2013. Subjek wawancara merasa memerlukan suplemen bahan ajar kurikulum 2013 guna menunjang kegiatan pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013. Subjek wawancara merasa bahan ajar kurikulum SD 2013 ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai dengan budaya lokal sekolah, sehingga perlu adanya bahan ajar tambahan yang kiranya sesuai dengan budaya lokal sekolah. Subjek wawancara berpendapat seharusnya lingkungan sebagai sumber belajar harus dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga bahan ajar yang dibuat juga sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti merasa 4 perlu mengembangkan bahan ajar baru yang mengacu pada kurikulum 2013 dengan tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Peneliti berharap bahan ajar yang peneliti kembangkan dapat berguna bagi siswa dan guru untuk membantu proses belajar mengajar menggunakan kurikulum 2013. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana prosedur pengembangan bahan ajar subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar? 1.2.2 Bagaimana kualitas produk bahan ajar subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Untuk memaparkan prosedur pengembangan bahan ajar subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. 1.3.2 Untuk mendeskripsikan kualitas produk bahan ajar subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.4 5 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi mahasiswa Mahasiswa memiliki pengalaman dalam membuat bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 secara khusus pada subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. 1.4.2 Bagi guru Guru dapat memiliki bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 secara khusus pada subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. 1.4.3 Bagi siswa Siswa mendapat tambahan suplemen bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 khususnya pada subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. 1.4.4 Bagi sekolah Sekolah mendapat tambahan bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 khususnya pada subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. 1.4.5 Bagi Prodi PGSD Prodi PGSD dapat menambah acuan untuk mengembangkan bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013. 1.5 Batasan Istilah 1.5.1 Pendekatan tematik integratif adalah suatu pendekatan yang memungkinkan siswa secara aktif mencari, menggali, dan menemukan

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 konsep secara holistik dan autentik melalui tema sebagai pemersatu dalam suatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali pembelajaran. 1.5.2 Pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang menonjolkan unsur mengamati, menanya, menalar, mencoba,mengolah, menyimpulkan, menyajikan, dan mengkomunikasikan. 1.5.3 Penilaian otentik adalah cara menilai yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, keterampilan mulai dari masukan (input), proses, sampai keluaran (output) pembelajaran dengan menggunakan beragam teknik penilaian. 1.5.4 Pendidikan karakter adalah usaha sadar yang dilakukan oleh guru, orang tua, sekolah dan masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kepribadian dalam diri anak agar anak memiliki sifat dan watak yang baik untuk dilaksanakan dalam lingkungan keluarga juga dalam kehidupan bermasyarakat. 1.5.5 Bahan ajar adalah bagian dari buku ajar yang dikembangkan dari setiap tema dan subtema yang terdiri dari unsur: Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Indikator, tujuan pembelajaran, uraian materi, kegiatan belajar, refleksi, aksi/tindakan siswa, rangkuman materi, penilaian, tindak lanjut, daftar kata penting (Glosarium) dan daftar pustaka.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.6 7 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan 1.6.1 Bahan ajar disusun dengan memperhatikan keutuhan perkembangan pribadi siswa (intelektual, keterampilan, dan karakter) yang nampak dalam perumusan indikator dan tujuan pembelajaran. 1.6.2 Bahan ajar disusun dengan pendekatan tematik integratif. 1.6.3 Bahan ajar disusun berbasis aktivitas siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik. 1.6.4 Bahan ajar berbasis budaya lokal. 1.6.5 Penilaian dalam bahan ajar menggunakan penilaian otentik. 1.6.6 Bahan ajar disusun sesuai dengan ketentuan EYD.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab 2 akan dijelaskan acuan dasar yang peneliti gunakan dalam penelitian ini. Acuan tersebut yaitu kajian teori mengenai kurikulum SD 2013 yang meliputi rasional dan elemen perubahan kurikulum SD 2013, pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, penilaian otentik, pendidikan karakter berbasis budaya lokal dan model pengembangan bahan ajar; penelitian yang relevan; kerangka berpikir; serta pertanyaan penelitian. 2.1 Kajian Pustaka pada kajian pustaka ini akan dibahas mengenai teori-teori yang mendukung dalam penelitian meliputi teori mengenai kurikulum 2013, pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, penilaian otentik serta pendidikan karakter berbasis budaya lokal. 2.1.1 Kurikulum SD 2013 2.1.1.1 Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum SD 2013 Kurikulum itu bersifat dinamis, sehingga harus dilakukan perubahan dan pengembangan kurikulum (Mulyasa, 2013: 60). Tujuannya agar kurikulum mampu mengikuti perkembangan dan tantangan jaman. Perubahan dan pengembangan kurikulum harus dilakukan secara sistematis dan terarah. Perubahan dan pengembangan kurikulum harus memiliki tujuan yang jelas sehingga siapapun yang akan melaksanakan kurikulum tersebut tahu mau dibawa kemana sistem pendidikan nasional dengan kurikulum yang sudah mengalami perubahan dan pengembangan tersebut. 8

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Perubahan dan pengembangan kurikulum 2013 dianggap penting karena ditemukan adanya beberapa kelemahan dalam KTSP 2006. Adapun kelemahan tersebut sebagai berikut: 1. Pesan dan isi KTSP 2006 masih terlalu padat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran banyaknya materi yang kesukaran dan keluasannya melampaui tingkat kerkembangan usia anak. 2. KTSP 2006 belum mengembangkan kompetensi secara utuh sesuai dengan visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional. 3. Kompetensi yang dikembangkan lebih didominasi oleh aspek pengetahuan, sehingga pribadi peserta didik belum sepenuhnya tergambarkan (pengetahuan, keterampilan, sikap). 4. KTSP 2006 belum mengakomodir berbagai kompetensi yang diperlukan sesuai dengan perkembangan masyarakat seperti pendidikan karakter, kesadaran lingkungan, pendekatan dan metode pembelajaran konstruktifistik, keseimbangan soft skills and hard skills, serta jiwa kewirausahaan. 5. KTSP 2006 belum peka dan tanggap terhadap berbagai perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional maupun global. 6. Standar proses pembelajaran dalam KTSP 2006 belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru. 7. Penilaian dalam KTSP 2006 belum menggunakan standar penilaian berbasis kompetensi, serta belum tegas memberikan layanan remediasi dan pengayaan secara berkala.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Perubahan dan pengembangan kurikulum juga diperlukan karena adanya beberapa kesenjangan kurikulum yang terdapat pada KTSP 2006. Adapun beberapa kesenjangan sebagai berikut : Tabel 2.1 Kesenjangan Kurikulum KONDISI SAAT INI A. KOMPETENSI LULUSAN 1. Belum sepenuhnya menekankan pendidikan karakter 2. Belum menghasilkan keterampilan sesuai kebutuhan 3. Pengetahuanpengetahuan lepas B. MATERI PEMBELAJARAN 1. Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan 2. Beban belajar terlalu berat 3. Terlalu luas, kurang mendalam C. PROSES PEMBELAJARAN 1. Berpusat pada guru 2. Proses pembelajaran berorientasi pada buku teks 3. Buku teks hanya memuat materi bahasan KONSEP IDEAL A. KOMPETENSI LULUSAN 1. Berkarakter mulia D. PENILAIAN 1. Menekankan aspek kognitif D. 1. 2. 2. Tes menjadi cara penilaian yang dominan E. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 1. Memenuhi kompetensi profesi saja 2. Fokus pada ukuran 2. Keterampilan yang relevan 3. Pengetahuan-pengetahuan terkait B. MATERI PEMBELAJARAN 1. Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan 2. Materi esensial 3. Sesuai dengan tingkat perkembangan siswa C. PROSES PEMBELAJARAN 1. Berpusat pada peserta didik 2. Sifat pembelajaran yang kontekstual 3. E. 1. 2. Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian sertakompetensi yang diharapkan PENILAIAN Menekankan aspek kogniif, psikomotor, afektif secara proporsional Penilaian tes pada portofolio saling melengkapi PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal Motivasi mengajar

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 KONDISI SAAT INI KONSEP IDEAL kinerja PTK F. PENGELOLAAN KURIKULUM F. PENGELOLAAN KURIKULUM 1. Satuan pendidikan 1. Pemerinyah pusat dan derah mempunyai pembebasan memiliki kendali kualitas dalam dalam pengelolaan pelaksanaan kurikulum di kurikulum tingkat satuan pendidikan 2. Masih terdapat 2. Satuan pendidikan mampu kecenderungan satuan menyusun kurikulum dengan pendidikan menyusun mempertimbangkan kondisi kurikulum tanpa satuan pendidikan, kebutuhan mempertimbangkan peserta didik, dan potensi daerah kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah 3. Pemerintah hanya 3. Pemerintah menyiapkan semua menyiapkan sampai komponen kurikulum sampai standar isi mata pelajaran buku teks dan pedoman Sumber: Materi Uji Publik Kurikulum 2013 Berdasarkan kondisi yang telah disebutkan di atas, maka dilakukan beberapa penyempurnaan pola pikir sebagai berikut: Tabel 2.2 Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum No. 1. 2. 3. 4. 5. KBK 2004 KTSP 2006 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, pembentuk pengetahuan Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah Kurikulum 2013 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan Standar Isi diturunkan dari standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas) Sumber: Materi Uji Publik Kurikulum 2013

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Pengembangan kurikulum 2013 perlu dilakukan dalam kerangka ini karena untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan masa depan yang semakin rumit dan kompleks. Tantangan masa depan tersebut antara lain berkaitan dengan globalisasi, masalah lingkungan, pesatnya kemajuan teknologi dan informasi, ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, bangkitnya industri kreatif dan budaya, dan pergeseran kekuatan ekonomi dunia (Mulyasa: 2013: 63). Guna menghadapi tantangan tersebut, kurikulum hendaknya mampu membekali peserta didik dengan berbagai kompetensi. Pengaplikasian kurikulum 2013 ini diharapkan mampu mempersiapkan peserta didik untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Penataan terhadap Standar Nasional Pendidikan diperlukan dalam pengembangan kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Penataan tersebut terutama dilakukan pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013. Elemen perubahan tersebut adalah sebagai berikut : Tabel 2.3 Elemen Perubahan ELEMEN Kompetensi Lulusan Kedudukan Mata Pelajaran (Isi) Pendekatan (Isi) Struktur Kurikulum (mata pelajaran dan alokasi waktu) Isi DESKRIPSI ELEMEN PERUBAHAN DI SEKOLAH DASAR Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan Kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi Kompetensi dikembangkan melalui tematik integratif dalam semua mata pelajaran - Holistik dan integratif berfokus pada alam, sosial dan budaya - Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan sains - Jumlah mata pelajaran 6 dari semula 10 mata

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ELEMEN - Proses pembelajaran - Penilaian - - ekstrakurikuler 2.1.2 - 13 DESKRIPSI ELEMEN PERUBAHAN DI SEKOLAH DASAR pelajaran Jumlah jam pelajaran bertambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran Standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, meyimpulkan, dan mencipta Belajar terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat, tidak hanya di dalam kelas Guru bukan satu-satunya sumber belajar Sikap diajarkan melalui sikap dan teladan, tidak hanya secara verbal Proses pembelajaran berlangsung secara tematik dan terpadu Penilaian berbasis kompetensi Pergeseran dari penilaian melalui tes mengukur kompetensi pengetahuan berdasar hasil saja) menuju penilaian otentik( mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil) Memperkuat Penilaian Acuan Patokan, yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) Penilaian tidak hanya pada leve KD, namun juga pada Kompetensi Inti dan SKL Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian Pramuka (wajib) UKS PMR B. Inggris Pendekatan Tematik Integratif 2.1.2.1 Pengertian Pembelajaran Tematik Integratif Menurut Sukandi, dkk. (2001: 03), pembelajaran tematik integratif pada dasarnya dimaksudkan sebagai kegiatan mengajar dengan memadukan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Tim pengembang PGSD (2001: 06) menambahkan bahwa pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak. Dikatakan bermakna karena dalam proses pembelajaran terpadu, anak akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami. Menurut Depdikbud dalam Trianto (2011: 3) menyatakan bahwa pembelajaran tematik terpadu pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan autentik baik itu secara individu maupun kelompok. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013 (2013: 198) mengungkapkan bahwa pembelajaran terpadu/tematik integratif menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali pembelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Majid (2013: 119), mendefinisikan pembelajaran tematik Integratif sebagai pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran tematik integratif adalah suatu pendekatan yang memungkinkan siswa secara aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep secara holistik dan autentik melalui tema sebagai pemersatu dalam suatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali pembelajaran.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 2.1.2.2 Tujuan Pembelajaran Tematik Integratif Menurut Trianto (2010: 9), pengembangan pembelajaran tematik integratif bertujuan untuk : 1) memberikan wawasan bagi guru tentang apa, mengapa, dan bagaimana pembelajaran tematik integratif pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, 2) memberi bekal keterampilan kepada guru untuk dapat menyusun rencana pembelajaran (memetakan kompetensi, menyususun silabus, dan menjabarkan silabus menjadi rencana pelaksanaan pembalajaran) dan penilaian; 3) memberikan bekal kemampuan kepada guru agar memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran terintegrasi; 4) memberikan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman bagi pihak terkait ( misalnya kepala sekolah dan pengawas) sehingga mereka dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pembelajaran terintegrasi. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013 (2013:198), tujuan pembelajaran tematik integratif antara lain: 1) agar peserta didik mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu; 2) agar peserta didik mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama; 3) agar peserta didik memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4) agar peserta didik mampu mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik; 5) agar peserta didik lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti: bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain; 6) agar peserta didik lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas; 7) guru dapat

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan; 8) Budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi. 2.1.2.3 Karakteristik Pembelajaran Tematik Integratif Tim pengembang PGSD (2001: 08) menjelaskan bahwa pembelajaran terpadu sebagai suatu proses memiliki karakteristik sebagai berikut : 1) berpusat pada anak, 2) memberikan pengalaman langsung pada anak, 3)pemisahan antar bidang studi tidak begitu jelas, 4) menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu pross pembelajaran, 5) bersifat luwes, 6) hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013 (2013: 199), tertulis enam ciri pembelajaran tematik integratif antara lain : 1) pembelajaran berpusat pada peserta didik; 2) memberikan pengalaman belajar langsung pada peserta didik; 3) Pemisahan antara mata pelajaran tidak begitu jelas (menyatu dalam satu pemahaman dalam kegiatan); 4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam satu proses pembelajaran (saling terkait antara mata pelajaran yang satu dengan lainnya); 5) Bersifat luwes (keterpaduan berbagai mata pelajaran); 6) Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak (melalui penilaian proses dan hasil belajarnya). 2.1.2.4 Kelebihan Pembelajaran Tematik Integratif Tim Pengembang PGSD (2001: 09) juga menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran terpadu memiliki kelebihan diantaranya : 1) pengalaman belajar

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 akan selalu relevan dengan perkembangan anak, 2) kegiatan yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan anak, 3) seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi anak, 4) pembelajaran terpadu menumbuhkembangkan keterampilan berpikir anak, 5) menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang seing ditemui dalam lingkungan anak, 6) menumbuhkembangkan keterampilan sosial anak seperti kerja sama, toleransi, komunikasi, dan respek terhadap gagasan orang lain. Trianto (2009: 44) menambahkan bahwa ada tiga kelebihan yang dimiliki pembelajaran tematik integratif yaitu: 1) adanya pemahaman antar bidang studi, 2) memotivasi siswa dalam belajar, 3) memberikan perhatian pada berbagai bidang yang penting dalam satu waktu, sehingga tidak memerlukan tambahan waktu untuk bekerja dengan guru lain. 2.1.3 Pendekatan Saintifik Proses pembelajaran dalam pembelajaran tematik integratif menggunaan pendekatan saintifik. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah. Tujuan lain dari pendekatan saintifik yaitu untuk memberi pemahaman pada siswa bahwa informasi mengenai pelajaran yang sedang dibahas bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi dari guru. Kondisi pembelajaran yang diharapkan adalah terciptanya pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk mencari tahu dari berbagai sumber mengenai ilmu yang mereka pelajari, bukan diberi tahu. Kondisi pembelajaran pada saat ini diharapkan diarahkan agar peserta didik mampu merumuskan masalah (dengan banyak menanya), bukan hanya menyelesaikan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI masalah 18 dengan menjawab saja. Pembelajaran diharapkan diarahkan untuk melatih berpikir analitis (peserta didik diajarkan bagaimana mengambil keputusan) bukan berpikir mekanistis (rutin dengan hanya mendengarkan dan menghapal semata) (Kemendikbud, 2013: 205). Pendekatan saintifik dalam pembelajaran meliputi langkah-langkah pokok antara lain: 1) mengamati, 2) menanya, 3) menalar, 4) mencoba, 5) mengolah, 6) menyajikan, 7) menyimpulkan dan 8) mengkomunikasikan (Kemendikbud 2013: 233). Pada pelaksanaan pembelajaran tematik intergratif, langkah-langkah pembelajaran saintifik tidak harus dilakukan secara berurutan. Pada kondisi seperti ini, proses pembelajaran tetap harus menerakan nilai-nilai ilmiah dan menghindari nilai-nilai non ilmiah (Kemendikbud: 2003: 2014). Prof Sudarwan dalam Kemendikbud (2013:205) memberikan penjelasan mengenai pendekatan saintifik bahwa Pendekatan saintifik bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Oleh sebab itu, proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan dipandu nilai-nilai, prinsip-prinsip, atau kriteria ilmiah. Proses pembelajaran disebut ilmiah jika memenuhi kriteria seperti berikut ini; 1) substansi atau materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata; 2) penjelasan guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif gurupeserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis; 3) mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 substansi atau materi pembelajaran; 4) mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari substansi atau materi pembelajaran; 5) mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi pembelajaran; 6) berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung jawabkan.; 7) tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya. Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik hampir sama dengan pendekatan keterampilan proses. Menurut Semiawan (1985: 18), dengan mengembangkan keterampilan proses, anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta serta konsep serta menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut, dengan demikian keterampilanketerampilan tersebut menjadi roda penggerak penemuan dan pengembangan fakta dan konsep serta penumbuhan sikap dan nilai. Menurut Semiawan (1985: 19), pendekatan keterampilan proses dapat membekali peserta didik dengan 13 keterampilan mendasar diantaranya: 1. Observasi atau pengamatan Pengamatan dilakukan oleh peserta didik dengan memilah mana yang penting dan mana yang tidak penting. Proses pengamatan menggunakan semua panca indera. 2. Penghitungan Keterampilan menghitungan anak biasanya dilatih dan dibina melalui pelajaran matematika, namun dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam, ilmu

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 pengetahuan sosial dan bahkan bahasa Indonesia, keterampilan ini dapat pula dikembangkan. 3. Pengukuran Keterampilan mengukur sangat penting dalam kinerja ilmiah. Guru dapat melatih anak agar terampil mengukur. Pertama mereka diminta untuk membandingkan satu benda dengan benda yang lainnya. Selanjutnya mereka diperkenalkan dengan satuan ukuran, seperti centimeter, kilogram, dan liter. 4. Klasifikasi Keterampilan mengklasifikasi dalam kehidupan sehari-hari diperlukan guna mengenal perbedaan dan persamaan antara benda-benda. Pembuatan klasifikasi perlu memperhatikan dasar-dasar klasifikasi, misalnya menurut suatu ciri khusus, tujuan, atau kepentingan tertentu. 5. Hubungan ruang dan waktu Peserta didik mampu mengenal bentuk-bentuk seperti lingkaran, persegi empat, kubus, dan silinder. Peserta didik juga dapat berlatih untuk mengenal arah, menempatkan benda seperti rencana, dan menggabungkan benda. 6. Pembuatan hipotesis Hipotesis merupakan suatu perkiraan yang beralasan untuk menerangkan suatu kejadian tertentu. Seorang ilmuwan biasanya membuat hipotesis yang kemudian diuji melalui eksperimen. Peserta didik juga dapat melakukan penyusunan hipotesis guna menemukan berbagai hal baru. 7. Perencanaan penelitian/ eksperimen Eksperimen adalah usaha menguji melalui penyelidikan praktis.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Sering kali peserta didik menguji atau mengetes gagasan-gagasannya dengan kegiatan coba dan ralat. Pada saat melakukan kegiatan tersebut sebenarnya peserta didik sudah melakukan perencanaan penelitian. 8. Pengendalian variabel Pengendalian variabel adalah suatu aktivitas yang dipandang sulit, namun sebenarnya tidak sesulit seperti yang dibayangkan. Peserta didik dapat berlatih untuk mengontrol dan memperlakukan variabel. Contoh konkritnya misalnya siswa melakukan percobaan berkaitan dengan perbedaan pertumbuhan tanaman yang diberi pupuk dengan tanaman yang tidak diberi pupuk. Peseta didik akan menemukan sendiri jawaban mengenai perbedaan yang akan tarjadi. 9. Interpretasi data Kemampuan menginterpretasikan atau menafsirkan data adalah salah satu keterampilan penting dalam kerja ilmiah. Cara mengiterpretasikan data yang dikumpulkan melalui observasi, penghitungan, pengukuran, eksperimen atau penelitian sederhana dapat disajikan melalui berbagai bentuk seperti tabel, grafik, atau diagram. Kemampuan ini akan sangat berguna bagi peserta didik. 10. Kesimpulan sementara Kesimpulan sementara sering dilakukan oleh imuwan. Kesimpulan tersebut bukan merupakan kesimpulan akhir namun hanya merupakan kesimpulan sementara yang dapat diterima sampai pada saat itu.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 11. Peramalan Peserta didik dapat berlatih membuat peramalan kejadian-kejadian yang akan datang berdasarkan pengetahuan, pengalaman, atau data yang dikumpulkan. 12. Penerapan Peserta didik dapat menerapkan konsep yang telah dikuasai untuk memecahkan masalah tertentu, atau menjelaskan suatu peristiwa baru dengan menggunakan konsep yang telah dimiliki. 13. Komunikasi Peserta didik mampu menyampaikan hasil penemuannya kepada orang lain, misalnya dengan membuat gambar, diagram, grafik. Atau tabel yang dapat dibaca orang lain. Berdasarkan penjelasan diatas pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dan menekankan keterampilan proses sangat relevan untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013. Peserta didik dapat memperoleh pengetahuan secara holistik baik itu apek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. 2.1.4 Penilaian Otentik 2.1.4.1 Pengertian Penilaian Otentik Nurhadi (2004: 172), menjelaskan bahwa penilaian otentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang dapat menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 KemendikBud (2013: 246) menjelaskan bahwa penilaian otentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Basuki (2014: 168) mendefinisikan penilaian otentik sebagai suatu bentuk penilaian yang mengharuskan para siswa untuk melaksanakan tugas nyata yang menunjukkan penerapan dari suatu keterampilan dan pengetahuan. American Library Association dalam Majid (2014: 237), menjelaskan bahwa penilaian otentik merupakan proses evaluasi untuk mengukur kinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktivitas yang relevan dalam pembelajaran. Bedasarkan beberapa pengertian diatas, peneliti menyimpulkan bahwa penilaian otentik adalah cara menilai yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, keterampilan mulai dari masukan (input), proses, sampai keluaran (output) pembelajaran dengan menggunakan beragam teknik penilaian. 2.1.4.2 Karakteristik Penilaian Otentik Menurut Trianto (2009: 119), ada enam karakteristik penilaian otentik, yaitu: 1) dilaksanakan sebelum dan sesudah proses belajar mengajar berlangsung, 2) bisa digunakan untuk formatif dan sumatif, 3) yang diukur keterampilan dan performansi, bukan mengingat fakta, 4) berkesinambungan, 5) terintegrasi, 6) dapat digunakan sebagai umpan balik. Basuki (2014:171), menambahkan ada sepuluh karakteristik penilaian otentik, diantaranya: 1) melibatkan pengalaman nyata, 2) mencakup penilaian pribadi serta refleksi, 3) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 berlangsung, 4) yang diukur merupakan keterampilan dan performansi, bukan mengingat fakta, 5) berkesinambungan, 6) terintegrasi, 7) dapat digunakan sebagai umpan balik, 8) kriteria keberhasilan dan kegagalan diketahui siswa secara jelas, 9) menggunakan bermacam-macam instrument, pengukuran, dan metode yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar, 10) bersifat holistik dan komprehensif yang mencakup semua aspek dari tujuan belajar. 2.1.4.3 Jenis-Jenis Penilaian Otentik Nurgiyantoro (2011: 34-37) menjelaskan ada enam jenis penilaian otentik yaitu: 1) penilaian Kinerja, 2) wawancara lisan, 3) pertanyaan terbuka, 4) menceritakan kembali teks atau cerita, 5) portofolio, dan 6) proyek. Kunandar (2014: 40-41) secara spesifik menjelaskan ada 13 jenis penilaian otentik yaitu: 1) proyek atau penugasan dan pelaporan, 2) hasil tes tertulis, 3) portofolio, 4) pekerjaan rumah, 5) kuis, 6) karya peserta didik, 7) presentasi peserta didik, 8) demonstrasi, 9) laporan, 10) jurnal, 11) karya tulis, 12) kelompok diskusi, 13) wawancara. 2.1.4.4 Kelebihan Penilaian Otentik Basuki (2014: 175- 176) menjelaskan beberapa kelebihan dari penilaian otentik, diantaranya : 1) berfokus pada keterampilan analisis dan keterpaduan pengetahuan, 2) meningkatkan kreatifitas peserta didik, 3) merefleksikan keterampilan dan pengetahuan dunia nyata, 4) mendorong kerja sama antar peserta didik, 5) meningkatkan keterampilan lisan dan tertulis, 6) langsung menghubungkan kegiatan asesmen, kegiatan pengajaran, dan tujuan pembelajaran, 7) menekankan keterpaduan pembelajaran di sepanjang waktu.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2.1.4.5 Kelemahan Penilaian Otentik Menurut Basuki (2014: 175- 176), ada beberapa kelemahan penilaian otentik diantaranya: 1) memerlukan waktu yang intensif untuk mengelola, memantau, dan melakukan koordinasi, 2) sulit untuk dikoordinasikan dengan standar pendidikan yang telah ditetapkan secara legal, 3) menantang guru untuk memberikan skema penilaian yang konsisten, 4) sifat subjektif dalam pemberian nilai akan cenderung menjadi bias, 5) sifat penilaian yang unik mungkin tidak dikenali siswa, 6) bisa bersifat tidak praktis untuk kelas yang berisi banyak siswa, 7) hal yang menantang untuk mengembangkan berbagai jenis materi ajar dan berbagai kisaran tujuan pembelajaran. 2.1.5 Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal 2.1.5.1 Pengertian Pendidikan Karakter Helen G. Douglas dalam Muchlas (2012: 41) mengemukakan bahwa “ karakter tidak diwariskan, tetapi sesuatu yang dibangun secara berkesinambungan hari demi hari melalui pikiran dan perbuatan, pikiran demi pikiran, tindakan demi tindakan. Koessoma (2007: 4), menjelaskan bahwa pendidikan karakter merupakan sebuah bantuan sosial agar individu itu dapat bertumbuh dalam menghayati kebebasan dalam hidup bersama dengan orang lain dalam dunia. Muchlas (2011: 44), menjelaskan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengemban karakter mulia dari peserta didik dengan mempraktikkkan dan mengajarkan nilai-nilai moral dan pengambilan keputusan yang beradab dalam hubungannya dengan sesama manusia maupun dalam hubungannya dengan Tuhan.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Pendidikan karakter memberikan kepada siswa ilmu, pengetahuan, praktik-praktik budaya perilaku yang berorientasi pada nilai-nilai ideal kehidupan, baik yang bersumber dari budaya lokal (kearifan lokal) naupun budaya luar (Indra Tranggono dalam Simatupang,dkk 2012: 7). Winatapura (2011: 4.44) menjelaskan bahwa proses pembelajaran berbasis budaya bukan sekedar mentransfer serta menyampaikan budaya kepada siswa tetapi menggunakan budaya untuk menjadikan siswa mampu menciptakan makna, menembus batas imajinasi dan kreativitas untuk mencapai pemahaman terpadu tentang ilmu dalam konteks budaya. Berdasarkan beberapa pendapat mengenai definisi karakter dan pendidikan karakter yang telah dipaparkan diatas peneliti menarik kesimpulan bahwa karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti, nilai-nilai yang unik-baik yang terpatri dalam diri yang tidak diwariskan tetapi sesuatu yang dibangun secara berkesinambungan hari demi hari melalui pikiran dan perbuatan, pikiran demi pikiran, tindakan demi tindakan. Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai karakter kepada warga sekolah agar individu itu dapat bertumbuh dalam menghayati kebebasan dalam hubungannya dengan sesama manusia maupun dalam hubungannya dengan Tuhan. Secara khusus, peneliti mendefinisikan pendidikan karakter berbasis budaya lokal sebagai suatu sistem penanaman nilai karakter kepada warga sekolah dengan menitik beratkan pada pengembangan budaya agar individu itu dapat bertumbuh dalam menghayati kebebasan dalam hubungannya dengan sesama manusia, lingkungan sekitar maupun dalam hubungannya dengan Tuhan.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 2.1.5.2 Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Koessoema. A (2012: 208), mengungkapkan bahwa ada beberapa nilai yang relevan untuk dilaksanakan terkait dengan pendidikan karakter. Nilai-nilai tersebut antara lain: (1) nilai keutamaan, (2) nilai keindahan, (3) nilai kerja, (4) nilai cinta tanh air, (5) nilai demokrasi, (6) nilai kesatuan, (7) menghidupi nilai moral, (8) nilai-nilai kemanusiaan. Kemendiknas (2011) juga mengidentifikasi 25 butir nilai karakter sebagai prioritas penanaman karakter di sekolah yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional dalam rangka memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter dalam satuan pendidikan. Adapun ke 25 butir nilai karakter tersebut adalah: (1) Kereligiusan, (2) Kejujuran, (3) Kecerdasan, (4) Tanggung jawab, (5) Kebersihan dan kesehatan, (6) Kedisiplinan, (7) Tolong-menolong, (8) Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, (9) Kesantunan, (10) Ketangguhan, (11) Kedemokratisan, (12) Kemandirian, (13) Keberanian mengambil risiko, (14) Berorientasi pada tindakan, (15) Berjiwa kepemimpinan, (16) Kerja keras, (17) Percaya diri, (18) Keingintahuan, (19) Cinta ilmu, (20) Kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain, (21) Kepatuhan terhadap aturan-aturan sosial, (22) Menghargai karya dan prestasi orang lain, (23) Kepedulian terhadap lingkungan, (24) Nasionalisme, (25) Menghargai keberagaman. Niai-nilai yang telah disebutkan diatas dapat dikembangkan dalam pembuatan proyek pendidikan karakter di sekolah. Penjabaran dari nilai-nilai di atas tentu saja tidak merangkum semua nilai yang mendasar bagi pendidikan karakter, namun setidaknya nilai-nilai yang telah disebutkan di atas dapat

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 dipertimbangkan sebagai panduan untuk menentukan prioritas pendidikan karakter di sekolah. 2.1.5.3 Tujuan Pendidikan Karater Menurut Kesuma, dkk (2011: 9-10), ada dua tujuan pendidikan karakter, yaitu: 1) memfasilitasi pengembangan nilai-nilai tertentu sehingga terwujud dalam perilaku anak, baik ketika dalam proses pembelajaran di sekolah maupun setelah proses pembelajaran di sekolah, 2) mengkoreksi perilaku peserta didik yang tidak bersesuaian dengan nilai- nilai yang dikembangkan oleh sekolah. 2.1.6 Model Pengembangan Bahan Ajar Proses pembelajaran memerlukan beberapa sarana yang dapat menunjang terlaksananya kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan ajar merupakan salah satu komponen yang penting guna mencapai tujuan pembelajaran. Harjanto (2006: 243-244) mengungkapkan bahwa bahan ajar adalah komponen pembelajaran yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Bahan ajar hendaknya juga disusun secara sitematis sehingga peserta didik mampu menguasai kompetensi yang diharapkan. Prastowo (2012: 17) menjelaskan bahwa bahan ajar merupakan segala bahan yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Peneliti mendefinisikan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari buku ajar yang dikembangkan dari setiap kompetensi dasar (KD) yang terdiri dari unsur tema, subtema, jaring-jaring subtema dan harian, KI, KD, Indikator, tujuan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 pembelajaran, uraian materi, kegiatan belajar, refleksi, tindakan siswa, rangkuman materi, tindak lanjut, daftar kata penting (glosarium), penilaian dan daftar pustaka. Model pengembangan bahan ajar yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan menurut J. Kemp. Model pengembangan bahan ajar menurut Kemp dalam Trianto (2010: 82) merupakan pengembangan yang berkelanjutan. Desain pembelajaran Jerold E. Kemp terlihat pada gambar berikut : Evaluasi Formatif Identifikasi Masalah Pembelajaran Revisi Pelayanan Pendukung Analisis Tugas Revisi Analisis Siswa Revisi Perangkat Pembelajaran Merumuskan Indikator Pemilihan Media atau Sumber Belajar Penyusunan Instrumen Evaluasi Strategi Pembelajaran Evaluasi Sumatif Gambar 2.1 Model Desain Pembelajaran Jerold E Kemp yang sudah direvisi Di bawah ini merupakan pembelajaran menurut model Kemp: 1. Identifikasi masalah pembelajaran unsur - unsur pengembangan perangkat

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Tahapan identifikasi masalah pembelajaran bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kesenjangan antara fakta di lapangan dengan tujuan menurut kurikulum yang menyangkut model, pendekatan, metode, teknik, maupun strategi yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kesenjangan yang terjadi merupakan permasalahan yang akan diselesaikan dalam penelitian. 2. Analisis siswa Analisis siswa diperlukan untuk mengetahui tingkah laku awal dan karakteristik siswa yang meliputi ciri, kemampuan, dan pengalaman baik individu maupun kelompok. Diperlukan adanya identifikasi tingkah laku awal siswa bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan-keterampilan khusus yang dimiliki siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran, hal ini bertujuan agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan efektif serta efisien. Adapun Analisis yang dilakukan untuk karakteristik siswa bertujuan untuk mengetahui kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalamaan, keterampilan psikomotor, kemampuan bekerjasama, keterampilan sosial dan sebagainya. 3. Analisisi tugas Menurut Kemp dalam Trianto (2009 : 181), analisis tugas adalah kumpulan prosedur untuk menentukan isi suatu pengajaran. Adapun analisis tugas meliputi, (1) analisis Struktur isi, (2) analisis konsep, (3) analisis prosedural, dan (4) analisis pemrosesan . Analisis tugas sejalan dengan analisis tujuan mencakup analisis isi pelajaran, konsep, pemrosesan informasi yang digunakan untuk memudahkan pemahaman tentang tugas-tugas belajar dan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). 4. Merumuskan indikator Perumusan indikator didasarkan pada analisis pembelajaran dan identifikasi tingkah laku awal siswa, tentang pernyataan-pernyataan apa yang dapat dilakukan siswa setelah selesai melakukan pembelajaran. Indikator merupakan tujuan pembelajaran yang didapatkan dari hasil analisis tujuan. 5. Penyusunan intrumen evaluasi Penyusunan tes hasil belajar merupakan alat evaluasi untuk mengukur ketuntasan indikator dan ketuntasan penguasaan siswa setelah berlangsung proses pembelajaran.evaluasi merupakan unsur terakhir dalam proses perencanaan pembelajaran. 6. Strategi pembelajaran penyusunan strategi pembelajaran berdasarkan tujuan yang akan dicapai. Kegiatan pemilihan strategi meliputi : pemilihan model, pendekatan dan metode, pemilihan format. 7. Pemilihan media atau sumber pembelajaran Pemilihan media atau sumber belajar disesuaikan dengan tuntutan tujuan pembelajaran yang terdapat rencana pembelajaran dan lembar kerja siswa. Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada pemilihan dan penggunaan media atau sunber pembelajaran. 8. Pelayanan pendukung Selama proses pengembangan diperlukan layanan pendukung yaitu berupa kebijakan kepala sekolah, guru mitra, tata usaha, dan tenaga-tenaga terkait

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 serta layanan laboratorium dan perpustakaan. Selain itu, dibutuhkan anggaran atau dana, fasilitas, dan pelengkap. 9. Evaluasi Formatif Evaluasi formatif berguna untuk member informasi kepada pengajar atau tim pengembang untuk mengetahui seberapa baik program telah berfungsi dalam mencapai berbagai sasaran. Penilaian formatif dilakukan selama pengembangan dan ujicoba. 10. Evaluasi Sumatif Evaluasi sumatif berfungsi untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan-tujuan utama pada akhir pembelajaran. Penilaian sumatif meliputi: hasil ujian akhir unit dan ujian akhir untuk pelajaran tertentu. 11. Revisi perangkat pembelajaran Kegiatan revisi dilakukan secara berkesinambungan hingga rancangan yang dibuat memiliki kesesuaian isi dan kualitas yang baik. Kegiatan revisi dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki rancangan yang dibuat. revisi dilakukan berdasarkan kritik dan masukan yang diperoleh dari hasil validasi dan uji coba terbatas. Unsur - unsur pengembangan perangkat pembelajaran menurut model Kemp di atas sangat diperlukan dalam pengembangan bahan ajar karena akan sangat membantu peneliti untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa kelas IV SD terhadap bahan ajar. Pengembangan bahan ajar yang baik tidak hanya mengacu pada unsurunsur pengembangan perangkat pembelajaran menurut model Kempt diatas. Cunningsworth (1995: 2- 4) menjelaskan ada empat kriteria khusus yang harus

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 dimiliki bahan ajar untuk dikatakan bahan ajar yang baik. Kriteria tersebut adalah tujuan dan pendekatan, desain dan pengorganisasian, isi, topik, dan metodelogi. Kriteria-kriteria yang dikemukakan Cunningsworth tersebut digunakan sebagai acuan untuk melakukan evaluasi terhadap bahan ajar. 2.2 Penelitian yang Relevan Berikut akan dijabarkan penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan : Penelitian yang pertama adalah penelitian pengembangan bahan ajar yang dilakukan oleh Windy Ariezona (2013) dalam skripsi yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar yang Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter untuk Keterampilan Mendengarkan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas IV Semester Gasal” (skripsi tidak diterbitkan) . Peneliti menguji kelayakan bahan ajar di Kelas IV SD Negeri Daratan. Peneliti mengadaptasi prosedur pengembangan bahan ajar Jerold E Kemp dan prosedur penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall. Produk final yang dihasilkan berupa bahan ajar yang terintegrasi dengan pendidikan karakter untuk keterampilan mendengarkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SD kelas IV semester gasal. Berdasarkan validasi dari pakar pembelajaran Bahasa Indonesia, pakar pendidikan karakter, guru Bahasa Indonesia kelas IV, dan siswa kelas IV SD Negeri Daratan diperoleh skor rata-rata 4,34 dengan kategori “sangat baik”. Dari skor rata-rata yang didapat, bahan ajar yang dikembangkan sudah layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk keterampilan mendengarkan kelas IV semester gasal.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Penelitian yang kedua adalah penelitian pengembangan bahan ajar yang dilakukan oleh Margareta Erna Wijayanti (2013), dengan judul skripsi “Pengembangan Bahan Ajar yang Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter untuk Keterampilan Menulis Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas IV Semester Gasal” (skripsi tidak diterbitkan). Peneliti juga mengadaptasi prosedur pengembangan bahan ajar Jerold E Kemp dan prosedur penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall. Produk final yang dihasilkan berupa bahan ajar yang terintegrasi dengan pendidikan karakter untuk keterampilan menulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SD kelas IV semester gasal. Berdasarkan hasil validasi oleh pakar pendidikan karakter, pakar Bahasa Indonesia, 2 orang guru Bahasa Indonesia kelas IV, dan siswa kelas IV SDN Jolosutro Piyungan bahan ajar memperoleh skor rata-rata 4,15 dengan kategori “baik”. Dari skor rata-rata yang didapat, bahan ajar yang dikembangkan sudah layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk keterampilan menulis kelas IV semester gasal. Penelitian di atas menekankan pada pengembangan bahan ajar yang terintegrasi dengan pendidikan karakter dan terbatas pada mata pelajaran Bahasa. Penelitian ini mengembangkan bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013. Penelitian ini tidak hanya menekankan pada pendidikan karakter saja namun juga mengakomodir pendekatan saintifik yang berbasis aktivitas siswa dan mengakomodir pendekatan tematik integratif. Pendekatan-pendekatan yang digunakan sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Hasil dari bahan ajar yang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 2.3 Kerangka Berpikir Proses pembelajaran. pembelajaran Perangkat tidak dapat pembelajaran dipisahkan yang dengan diperlukan perangkat dalam proses pembelajaran meliputi silabus, RPP, dan juga bahan ajar. Bahan ajar merupakan komponen yang penting dalam suatu proses pembelajaran. Pergantian kurikulum dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menuju Kurikulum 2013 tentu saja akan diiringi dengan kebutuhan yang berbeda akan bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan memisahkan tiap mata pelajaran, sedangkan bahan ajar yang digunakan dalam Kurikulum 2013 mengintegrasikan beberapa muatan pelajaran ke dalam satu subtema pembelajaran. Pemerintah sendiri sudah membuat bahan ajar yang mengacu pada Kurikulum 2013, namun dari hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan salah satu guru kelas IV Sekolah Dasar yang sudah menggunakan Kurikulum 2013 peneliti mendapatkan data bahwa Pendekatan sains dalam pembelajaran yang dilakukan belum maksimal karena media yang dibutuhkan belum menunjang kegiatan pembelajaran. Subjek wawancara juga mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian otentik karena beberapa indikator dalam Kompetensi Dasar belum ada. Buku- buku siswa yang terbatas dan pemahaman guru menenai kurikulum 2013 yang belum maksimal mengakibatkan guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan kurikulum 2013. Subjek wawancara merasa memerlukan suplemen bahan ajar kurikulum 2013 guna menunjang kegiatan pembelajaran. Subjek wawancara merasa bahan ajar kurikulum 2013 ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai dengan budaya lokal sekolah.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Berdasarkan analisa dan hasil wawancara dengan guru kelas IV SD yang telah menggunakan kurikulum 2013 di atas, maka perlu adanya pengembangan bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Bahan ajar yang dikembangkan ini menggunakan pembelajaran tematik integratif dengan menggabungkan beberapa muatan pelajaran dalam satu tema pembelajaran untuk kelas IV SD dijadikan ruang lingkup penelitian. Peneliti akan mengembangkan bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 dengan memperhatikan keutuhan perkembangan pribadi siswa (intelektual, keterampilan, dan karakter) yang nampak dalam perumusan indikator dan tujuan pembelajaran menggunakan pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, pembelajaran yang berbasis budaya lokal, penilian otentik dan melakukan penyusunan bahan ajar sesuai dengan ketentuan EYD. Pelaksanaan pembelajaran tematik integratif, saintifik dan berbasis budaya lokal yang mengacu kurikulum 2013 akan dikembangkan melalui bahan ajar yang berbasis aktivitas siswa. Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku. 2.4 Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori diatas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut. 1. Bagaimana langkah-langkah penelitian pengembangan bahan ajar subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar?

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 37 Bagaimana kualitas bahan ajar subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut pakar Kurikulum 2013? 3. Bagaimana kualitas bahan ajar subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut guru kelas IV yang sudah melaksanakan Kurikulum 2013? 4. Bagaimana kualitas bahan ajar subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut hasil uji coba produk pada siswa kelas IV SD.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 3 METODE PENELITIAN Bab 3 berisi paparan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu, (1) jenis penelitian, (2) prosedur pengembangan, (3) uji coba produk yang terdiri dari, (a) desain uji coba, (b) subjek uji coba, (c) instrumen penelitian, (d) teknik pengumpulan data, dan (e) teknik analisis data. Metode penelitian tersebut akan dijelaskan pada paparan di bawah ini: 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan, atau yang biasanya lebih dikenal dengan penelitian R&D (Research and Development). R&D merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2009: 494). Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar yang akan diujicobakan di SD Kanisius Kenteng. Borg and Gall dalam Sugiyono (2012: 298-311) memaparkan 10 tahap penelitian pengembangan yaitu (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi produk, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi desain, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produk masal. 38

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Berikut pemaparan desain penelitian pengembangan dalam gambar dengan penjelasannya. Potensi dan masalah Pengumpula n data Desain produk validasi produk Uji coba pemakaian Revisi desain Uji coba produk Revisi produk Revisi produk Produksi masal Gambar 3.1 Tahap-tahap R & D menurut Borg and Gall Langkah penelitian pengembangan menurut Borg and Gall dalam Sugiyono (2012:298-311) yaitu. Langkah pertama, terdapat potensi masalah yang menjadi acuan pada proses selanjutnya. Tahap kedua, peneliti melakukan pengumpulan data yang sesuai dengan masalah. Langkah ketiga, data yang diperoleh dalam proses pengumpulan data dijadikan peneliti dalam merencanakan desain produk. Tahap keempat, setelah desain produk selesai dilakukan validasi pakar untuk menilai apakah produk sudah baik atau kurang. Langkah kelima, jika terdapat kesalahan setelah dilakukan validasi pakar saat tahap kelima dilakukan revisi produk. Langkah keenam, peneliti melakukan ujicoba produk untuk mengetahui masih adakah kekurangan pada produk. Langkah ketujuh, peneliti malakukan revisi pada produk jika masih terdapat kesalahan. Langkah kedelapan, peneliti melakukan uji coba pemakaian. Langkah kesembilan, kekurangan yang muncul saat tahap ujicoba pemakaian bisa direvisi kembali pada tahap ini yang

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 merupakan tahap akhir revisi produk. Tahap kesepuluh, setelah melakukan revisirevisi yang diperlukan pada tahap ini produk sudah bisa diproduksi secara masal. Peneliti hanya sampai tahap ke delapan karena produk yang dihasilkan hanya sampai pada produk uji coba terbatas. 3.2 Prosedur Pengembangan Peneliti akan menggunakan prosedur pengembangan bahan ajar Jerold E Kemp yang direvisi dan prosedur penelitan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall dalam pengembangan bahan ajar ini. Borg and Gall dalam Sugiyono (2011: 298) mengemukakan ada 10 prosedur penelitian yaitu 1) potensi dan masalah, 2) mengumpulkan informasi, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) perbaikan desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, 9) revisi produk, dan 10) pembuatan produk masal. Kedua prosedur pengembangan tersebut peneliti adaptasi sesuai dengan kebutuhan peneliti sebagai landasan dalam penelitian. Prosedur pengembangan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini meliputi 7 langkah yaitu 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk (prototipe), 4) validasi ahli, 5) revisi desain, 6) uji coba desain, dan, 7) revisi desain. Berdasarkan prosedur pengembangan tersebut akan menghasilkan produk final berupa bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku Untuk Kelas IV Sekolah Dasar. Prosedur pengembangan tersebut dapat dijelaskan melalui gambar di bawah ini:

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Gambar 3.2 Langkah-langkah pengembangan bahan ajar (R&D) Gambar langkah-langkah dalam penelitian dan pengembangan bahan ajar mengacu Kurikulum 2013 Subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar dijelaskan sebagai berikut: Langkah pertama, potensi masalah. Peneliti melakukan analisis kebutuhan untuk mengetahui adanya potensi dan masalah. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan wawancara kepada Guru kelas IV SD Negeri Gombang II

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Ponjong yang telah melaksanakan kurikulum 2013. Wawancara yang peneliti lakukan ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya masalah yang terjadi di Sekolah Dasar yang telah melaksanakan kurikulum 2013 berkenaan dengan ketersediaan bahan ajar yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Analisis kebutuhan ini bertujuan agar peneliti mengetahui kebutuhan guru dalam melaksanakan pembelajaran disekolah terutama kebutuhan akan bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 untuk kelas IV Sekolah Dasar. Langkah kedua adalah pengumpulan data. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara. Hasil dari wawancara tersebut dapat peneliti gunakan sebagai bahan pertimbangan untuk perencanaan produk berupa bahan ajar mengacu pada kurikulum 2013 untuk kelas IV Sekolah Dasar. Pengumpulan data untuk pembuatan bahan ajar dilakukan dengan melakukan kajian pustaka, dan mencari data dari berbagai sumber seperti buku, Buku Sekolah Elektronik, dan internet. Langkah ketiga adalah desain produk. Desain produk dimulai dengan menentukan desain awal bahan ajar. Desain awal dilakukan dengan menentukan tema yang akan digunakan, kemudian menentukan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Selanjutnya menentukan subtema lalu menentukan indikator dan tujuan yang akan dicapai. Jika indikator dan tujuan sudah ditentukan, maka selanjutnya adalah membuat silabus dan menyusun RPP. Selanjutnya menentukan isi bahan ajar yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber, menentukan strategi pembelajaran, menyusun kegiatan belajar,

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 menentukan sumber belajar, dan kemudian menentukan evaluasi untuk mengukur kompetensi dasar yang akan dicapai. Langkah keempat adalah validasi desain. Peneliti menggunakan validasi pakar sebagai evaluasi formatif terhadap desain produk pengembangan bahan ajar. Produk yang telah dikembangkan akan divalidasi oleh pakar Kurikulum 2013 dan guru kelas IV Sekolah Dasar yang telah melaksanakan Kurikulum 2013. Validasi desain ini bertujuan untuk memperoleh kritik dan saran serta penilaian dari pakar dan guru kelas IV yang telah menggunakan kurikulum 2013 terhadap desain produk yang telah dirancang oleh peneliti. Dari kritik dan saran tersebut akan diketahui kelebihan dan kekurangan desain produk yang dikembangkan serta perbaikan yang harus dilakukan oleh peneliti. Langkah kelima adalah revisi desain. Revisi desain dilakukan setelah mendapatkan kritik dan saran dari pakar dan guru kelas IV SD yang telah melaksanakan kurikulum 2013. Peneliti menggunakan masukan dan saran dari pakar dan guru kelas IV SD yang telah melaksanakan kurikulum 2013 sebagai pedoman dalam melakukan revisi. Revisi dilakukan untuk memperbaiki kesalahan/ kekurangan dari produk yang sudah divalidasi oleh pakar dan guru kelas IV SD yang telah melaksanakan kurikulum 2013. Langkah keenam adalah uji coba desain. Uji coba desain dilakukan setelah melakukan revisi. Uji coba dilakukan kepada 9 siswa kelas IV SD Kanisius Kenteng. Pemilihan siswa yang akan menguji produk dilakukan secara acak. Langkah tujuh adalah Revisi desain. Revisi desain dilakukan setelah uji coba produk. Produk akan direvisi berdasarkan masukan dari 9 siswa yang megikuti uji coba produk. Hasil dari revisi produk ini akan menjadi desain produk uji coba

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 terbatas yaitu bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 untuk kelas IV Sekolah Dasar. 3.3 Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan jangka waktu sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 3.4 Juli Juni Mei April Maret Februari Januari Desember November Kegiatan Oktober No September Bulan Bimbingan dengan dosen pembimbing Analisis Kebutuhan Pengumpulan data Penyusunan bahan ajar dan proposal skripsi Validasi bahan ajar oleh pakar kurikulum 2013 Analisis data dan revisi produk Bimbingan dengan dosen pembimbing Validasi bahan ajar dengan guru kelas IV Analisis data dan revisi produk Uji Coba Lapangan dan validasi siswa Analisis data dan revisi produk Bimbingan dengan dosen pembimbing Ujian Skripsi Revisi Skripsi dan Bahan ajar Pembuatan jurnal Uji Coba Produk Uji coba produk dilakukan untuk mengumpulkan data dalam menentukan kualitas bahan ajar. Data yang diperoleh berasal dari validasi produk yang dillakukan oleh pakar Kurikulum 2013 dan guru kelas IV Sekolah Dasar yang telah melaksanakan kurikulum 2013. Hasil dari validasi tersebut digunakan untuk

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 memperbaiki dan menyempurnakan produk bahan ajar. Produk direvisi sesuai saran dan kritik setelah divalidasi oleh pakar Kurikulum 2013 dan guru kelas IV Sekolah Dasar yang telah melaksanakan kurikulum 2013,. Hasil revisi produk kemudian diujicobakan kepada 9 siswa kelas IV SD Kanisius Kenteng yang dalam pemilihannya dilakukan secara acak. Uji coba produk tersebut bertujuan untuk mengetahui kelayakan kualitas produk yang telah dikembangkan peneliti. 3.4.1 Desain Uji Coba Desain uji coba merupakan bagian yang terpenting karena bertujuan agar bahan ajar yang dihasilkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Pada tahap uji coba ini, bahan ajar akan divalidasi melalui beberapa tahap agar benar-benar valid untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Tahap pertama yaitu validasi oleh pakar Kurikulum 2013 dan guru kelas IV SD yang telah melaksanakan kurikulum 2013. Berdasarkan kritik dan saran yang didapat, kemudian produk direvisi. Hasil revisi produk tersebut kemudian dialakukan validasi lapangan oleh 9 siswa kelas IV SD Kanisus yang dalam pemilihannya dilakukan secara acak. Produk yang akan dihasilkan dalam penelitian ini yaitu berupa bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. 3.4.2 Subjek Uji Coba Subjek uji coba dalam penelitian pengembangan bahan ajar ini adalah 9 siswa kelas IV SD Kanisius Kenteng tahun ajaran 2013/2014 sebagai sampel dalam uji coba produk.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.4.3 46 Instrumen Penelitian Pada penelitian pengembangan bahan ajar ini peneliti menggunakan instrumen berupa daftar pertanyaan wawancara dan kuisioner. Daftar pertanyaan wawancara digunakan untuk menganalisis kebutuhan terhadap bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013 untuk kelas IV Sekolah Dasar . Wawancara tersebut dilakukan dengan Guru kelas IV SDN Gombang II Ponjong. Lembar kuisioner berisi pernyataan yang disusun berdasarkan indikator yang dikembangkan dari teori Cunningsworth tentang unsur-unsur yang digunakan untuk mengevaluasi bahan ajar yang baik. Peneliti membagikan lembar kuisioner tersebut untuk kemudian diisi oleh pakar Kurikulum 2013, guru kelas IV Sekolah Dasar yang telah melaksanakan kurikulum 2013 dan 9 siswa kelas IV. Hasil validasi melalui kuisioner dapat digunakan sebagai masukan untuk melakukan revisi atas bahan ajar yang dibuat supaya menjadi lebih baik dan berkualitas. 3.4.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data akan dilakukan melalui dua tahap. Pada tahap pertama, data validasi diperoleh dari hasil kuesioner yang telah diisi oleh pakar Kurikulum 2013 dan guru kelas IV Sekolah Dasar yang telah melaksanakan kurikulum 2013. Tahap kedua, data validasi lapangan diperoleh dari hasil kuesioner yang telah diisi oleh 9 siswa kelas IV SD Kanisius Kenteng setelah uji coba lapangan.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.4.5 47 Teknik Analisis Data Data penelitian didapatkan dengan menganalisis secara kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui kualitas produk pengembangan bahan ajar. 1) Data kualitatif Data Kualitatif merupakan komentar yang dikemukakan oleh pakar Kurikulum 2013, guru kelas IV Sekolah Dasar yang telah melaksanakan kurikulum 2013, dan 9 siswa kelas IV Sekolah Dasar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sebagai dasar untuk memperbaiki dan mengetahui kelayakan produk yang telah dibuat. 2) Data kuantitatif Data kuantitatif berupa skor dari komentar pakar Kurikulum 2013, guru kelas IV Sekolah Dasar yang telah melaksanakan kurikulum 2013, dan 9 siswa kelas IV Sekolah Dasar. Data dianalisis sebagai dasar dari kuesioner kemudian diubah menjadi data interval. Adapun skala penilaian terhadap bahan ajar yang dikembangkan yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), sangat kurang baik (1). Skor yang sudah didapat kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima dengan acuan menurut Sukardjo (2008:101) seperti pada tabel berikut ini: Tabel 3.1 Konverensi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima Interval Skor X > i + 1,80 Sbi i + 0,60 SBi< X ≤ i – 0,60 SBi < X ≤ i – 1,80 SBi < X ≤ X ≤ i – 1,80Sbi + 1, 80Sbi i + 0,60Sbi i – 0,60Sbi i Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Keterangan: Rerata ideal ( i) : (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) Simpangan baku ideal (SBi) : X (skor maksimal ideal - skor minimal ideal) : Skor aktual Berdasarkan rumus konversi di atas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data-data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Adapun penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut. Diketahui: Skor maksimal ideal :5 Skor minimal ideal :1 Rerata ideal ( i) : Simpangan baku ideal (SBi) : (5+1) = 3 (5-1) = 0,67 Ditanyakan: Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan sangat kurang baik. Jawaban: Kategori sangat baik =X> i + 1,80 SBi = X > 3 + (1,80 . 0,67) = X > 3 + (1,21) = X > 4,21 Kategori baik = i + 0,60SBi < X ≤ i + 1,80SBi = 3 + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 . 0,67) = 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,21)

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 = 3,40 < X ≤ 4,21 Kategori cukup baik = i - 0,60SBi < X≤ i + 0,60SBi = 3 - (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (0,60 . 0,67) = 3 – (0,40) < X≤ 3 + (0,40) = 2,60 < X≤ 3,40 Kategori kurang baik = i - 1,80SBi < X≤ i - 0,60SBi = 3 - (1,80 . 0,67) < X ≤ 3 - (0,60 . 0,67) = 3 - (1,21) < X ≤ 3 - (0,40) = 1,79 < X ≤ 2,60 Kategori sangat kurang baik = ≤ i – 1,80SBi = X ≤ 3 - (1,80 . 0,67) = X ≤ 3 - (1,21) = X ≤ 1,79 Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima yaitu sebagai berikut. Tabel 3.2 Kriteria Skor Skala Lima Interval Skor X > 4,21 3,4 - 4,21 2,61- 3,40 1,80 - 2,60 1- 1,79 Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Berdasarkan hasil pengitungan validasi dari pakar kurikulum 2013, guru kelas IV SD, Siswa kelas IV SD kemudian dilihat hasil kualifikasinya berdasarkan tabel kriteria skor skala lima. Jika skor yang diperoleh lebih dari 4,21 kategori

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 “sangat baik”. Skor diperoleh lebih dari 3,40 kurang dari sama dengan 4,21 kategori “baik”. Skor diperoleh lebih dari 2,60 kurang dari sama dengan 3,40 kategori “cukup”. Skor diperoleh lebih dari 1,79 kurang dari sama dengan 2,60 kategori “kurang”. Skor yang kurang dari sama dengan 1,79 kategori “sangat kurang”.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab 4 ini berisikan mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Dalam bab ini akan dipaparkan hasil analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku, deskripsi produk awal, data ujicoba dan revisi produk, kajian produk akhir dan pembahasan. Hasil penelitian dan pembahasannya akan dipaparkan sebagai berikut: 4.1 Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan yang dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kebutuhan suplemen bahan ajar mengacu pada kurikulum 2013 subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan wawancara. Wawancara dilakukan dengan Guru Kelas IV SD Negeri Gombang II pada tanggal 22 Oktober 2013. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh informasi bahwa pemahaman subjek wawancara mengenai kurikulum 2013 belum menyeluruh. Pendekatan sains dalam pembelajaran yang dilakukan belum maksimal karena media yang dibutuhkan belum menunjang kegiatan pembelajaran. Subjek wawancara mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian otentik karena beberapa indikator dalam Kompetensi Dasar belum ada. Menurut subjek wawancara, pendidikan karakter mudah terwujud dengan kurikulum 2013. Buku- buku siswa yang terbatas dan pemahaman guru menenai kurikulum 2013 yang belum maksimal mengakibatkan guru mengalami kesulitan 51

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 dalam melaksanakan kurikulum 2013. Subjek wawancara merasa memerlukan suplemen bahan ajar kurikulum 2013 guna menunjang kegiatan pembelajaran. Subjek wawancara merasa bahan ajar kurikulum 2013 ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai dengan budaya lokal sekolah. Subjek wawancara berpendapat seharusnya lingkungan sebagai sumber belajar harus dapat dimanfaatkan secara maksimal. Berdasarkan hasil wawancara analisisa kebutuhan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa siswa membutuhkan suplemen bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013 subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. 4.2 Deskripsi Produk Awal Penelitian dan pengembangan ini diawali dengan menentukan tema pembelajaran, subtema pembelajaran, muatan pelajaran, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, melakukan pemetaan Kompetensi Inti dan Kompetensi dasar, serta menentukan ruang lingkup pembelajaran. Muatan pelajaran yang terdapat dalam penelitian ini adalah PPKn, IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Muatan pelajaran tersebut kemudian akan diintegrasikan ke dalam satu subtema pembelajaran. Proses selanjutnya yaitu membuat desain silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Langkah selanjutnya membuat kerangka bahan ajar untuk kemudian ditindak lanjuti dengan pembuatan bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponenkomponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004: 123). Silabus digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran yang dituangkan ke dalam produk yang akan dikembangkan. Silabus berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan. Komponen yang terdapat dalam silabus ini adalah 1) identitas silabus, 2) Kompetensi Inti, 3) kompetensi dasar, 4) materi pembelajaran, 5) kegiatan pembelajaran, 6) indikator pencapaian kompetensi, 7) penilaian, 8) alokasi waktu, dan 9) sumber belajar. Silabus disusun secara sistematis sesuai dengan kurikulum 2013. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah langkah-langkah kegiatan belajar yang menggambarkan kegiatan selama pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Komponen yang terdapat dalam RPP tersebut adalah 1) identitas RPP, 2) Kompetensi Inti, 3) kompetensi dasar, 4) indikator, 5) tujuan pembelajaran, 6) materi pembelajaran, 7) pendekatan dan metode pembelajaran, 8) kegiatan pembelajaran, 9) sumber belajar, dan 10) penilaian. Bahan ajar yang dikembangkan menggunakan program Microsoft Word 2007 dan Corel Draw X3. Kelebihan dari program Microsoft Word 2007 adalah mampu menggabungkan background dengan gambar, memiliki berbagai variasi font serta mampu memotong gambar tanpa menggunakan program Corel Draw X3. Kelebihan dari Corel Draw X3 terletak pada pembuatan dan penggabungan gambar. Pengembangan bahan ajar ini secara lebih spesifik menggunakan jenis font diantaranya Times New Roman, Brush Script MT, dan microssoft tai le

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 dengan ukuran 12. Bahan ajar ini dicetak dalam ukuran kertas A4. Sampul halaman depan dan halaman belakang dicetak dengan kertas ivory 210, untuk isi bahan ajar dicetak dengan kertas A4 80gr. Bahan ajar yang dikembangkan memiliki komponen-komponen sebagai berikut 1) sampul bahan ajar, 2) isi, 3) penilaian dan kunci jawaban, 4) glosarium, dan 5) daftar pustaka. Berikut ini uraian penjelasan komponen-komponen yang terdapat dalam bahan ajar: 1) Sampul Halaman Depan Sampul halaman depan bahan ajar menggunakan background anakanak yang sedang asik merawat tumbuhan dan memberi makan binatang yang ada di sekitar mereka. Gambar tersebut sengaja diambil karena mencerminkan subtema yang akan di bahas dalam bahan ajar ini yaitu keberagaman makhluk hidup di lingkunganku. Terdapat keterangan buku tematik terpadu kurikulum 2013 karena dalam bahan ajar ini berisi beberapa muatan pelajaran yang diintegrasikan dalam satu subtema. Bahan ajar ini ditujukan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Nama penyusun dalam bahan ajar ini juga dicantumkan pada bagian bawah bahan ajar. 2) Isi Bahan ajar ini berisi 121 halaman dimana tiap isinya disusun dengan memperhatikan keutuhan perkembangan pribadi siswa yang nampak dalam perumusan indikator dan tujuan pembelajaran. Bahan ajar juga disusun dengan pendekatan tematik integratif, dimana dalam setiap pembelajaran terdapat beberapa muatan pelajaran yang dipadukan.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Pendekatan saintifik juga , terdapat dalam kegiatan pembelajaran tercermin dalam setiap kegiatan pembelajaran siswa belajar melalui proses kerja ilmiah. Adapun pendekatan saintifik yang tercermin dalam bahan ajar adalah sebagai berikut: 1) apersepsi, dalam bahan ajar terdapat pengantar semisal tahukah kamu?. Pengantar tersebut berguna sebagai sarana untuk menghantarkan siswa masuk ke dalam materi yang akan dipelajari, 2) mengamati, dalam bahan ajar, perintah yang digunakan diantaranya ayo mengamati!. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengaktifkan siswa agar dapat menemukan antara obyek yang diamati siswa dengan materi yang sedang dipelajari, 3) menanya, perintah yang digunakan diantaranya ayo diskusikan! Kegiatan diskusi menuntut siswa untuk melakukan tanya jawab dengan temannya, 4) kegiatan menalar, perintah yang digunakan misalnya ayo bandingkan! Kegiatan ini menuntut siswa untuk berfikir tingkat tinggi dimana siswa diminta membandingkan antara satu obyek dengan obyek yang lain, 5) mencoba, dalam bahan ajar ini perintah yang digunakan antara lain : ayo mencoba!, ayo lakukan!, perintah ini bertujuan agar siswa mampu menemukan sendiri pengetahuannya melalui kegiatan mencoba, 6) kegiatan mengolah, diantaranya menyimpulkan dan menyajikan mengunakan perintah ayo berdiskusi!, kegiatan ini menuntut siswa untuk bekerjasama dengan kelompok mengenai kegiatan yang sudah dilakukan selama percobaan dengan menarik sebuah kesimpulan dari percobaan tersebut kemudian mengerjakan tugas secara berkelompok dan disajikan dalam bentuk laporan tertulis.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Bahan berbasis budaya lokal, terlihat dari nama tokoh yang digunakan dalam bahan ajar, nama tempat, beberapa hasil sumber daya alam yang terdapat di Indonesia, dan permainan tradisional. Penilaian yang digunakan dalam bahan ajar menggunakan penilaian otentik. Penialian otentik digunakan untuk menilai setiap kegiatan belajar siswa tidak hanya penilaian pengetahuan, namun juga penilaian sikap, dan keterampilan. Isi dari bahan ajar juga disusun dengan memperhatikan ketentuan EYD. Di dalam bahan ajar terdapat enam pembelajaran. Pemetaan Kompetensi Dasar, ruang lingkup pembelajaran, pemetaan indikator pembelajaran dan tujuan pembelajaran dituliskan sebelum masuk ke pembelajaran. Pada tiap pembelajaran selalu ada apersepsi kemudian dilanjutkan masuk ke kegiatan belajar 1, kegiatan belajar 2, kegiatan belajar 3, refleksi, tindakan siswa, rangkuman, soal evaluasi, dan kerjasama dengan orang tua. 3) Penilaian dan Kunci Jawaban Penilaian dalam bahan ajar ini menggunakan penilaian otentik yang terdiri dari penilaian pengetahuan, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual. Kunci jawaban terdapat di lembar penilaian pengetahuan yang merupakan jawaban dari soal-soal evaluasi. 4) Glosarium Glosarium berisi daftar istilah atau kata sukar dalam bahan ajar yang dilengkapi dengan definisinya.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 5) Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi uraian sumber yang digunakan dalam penyusunan bahan ajar. Langkah selanjutnya adalah mengemas produk yang siap divalidasi ke dalam bentuk buku. Buku yang sudah jadi selanjutnya diberikan kepada kepada pakar kurikulum 2013 dan dua orang guru kelas IV SD yang sudah menggunakan kurikulum 2013. 4.3 Data Uji Coba dan Revisi Produk Produk awal yang telah dikemas dalam bentuk bahan ajar kemudian diberikan kepada pakar kurikulum 2013 dan dua orang guru kelas IV yang telah menggunakan kurikulum 2013 untuk divalidasi. Validasi dilakukan untuk mengetahui kualitas bahan ajar yang telah dikembangkan. Validasi ini menggunakan pedoman penyekoran skala lima. 4.3.1 Data Validasi Pakar Kurikulum 2013 dan Revisi Produk Pakar pembelajaran kurikulum 2013 yang ditunjuk sebagai validator untuk bahan ajar ini adalah Bapak Rusmawan S,Pd., M.Pd. Validasi produk dilakukan pada bulan Februari 2014. Aspek yang dinilai dalam bahan ajar adalah 1) tujuan dan pendekatan, 2) desain dan pengorganisasian, 3) isi, 4) keterampilan berbahasa, 5) topik, dan 6) metodologi. Hasil validasi dari keenam unsur tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar termasuk dalam kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,23 namun ada beberapa hal yang perlu direvisi. Dari hasil validasi, pakar kurikulum 2013 menyatakan bahwa produk yang berupa bahan ajar layak digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Peneliti merevisi produk

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 sesuai dengan komentar dan saran dari pakar kurikulum 2013 supaya produk menjadi lebih baik dan layak untuk digunakan. Tabel 4.1 Komentar dan Revisi dari Pakar Pembelajaran Bahasa Indonesia No. 4.3.2 Komentar pakar kurikulum 2013 1. Cek Indikator Kompetensi Dasar 2. Bahan ajar terlalu singkat Revisi dan Mengecek dan memperbaiki kesalahan penulisan dalam indikator dan Kompetensi Dasar Menambahkan bahan ajar materi dalam Data Validasi Guru SD Kelas IV yang Sudah Melaksanakan Kurikulum SD 2013 dan Revisi Produk. Produk divalidasi oleh dua guru kelas IV SD yang sudah menggunakan kurikulum 2013. Guru yang menjadi validator produk ini adalah Bapak Sujarwo Hadi Saputro, S,Pd. dan Ibu Surini, S.Pd.SD. Validasi oleh masing-masing guru dilakukan sebanyak satu kali. Validasi dengan Bapak Sujarwo Hadi Saputro, S,Pd. dilakukan pada tanggal 20 Maret 2014, sedangkan validasi dengan Ibu Surini, S.Pd.SD dilakukan pada tanggal 23 Maret 2014. Aspek yang dinilai dalam bahan ajar adalah 1) tujuan dan pendekatan, 2) desain dan pengorganisasian, 3) isi, 4) topik, dan 5) metodologi. Hasil validasi dari dua guru Kelas IV yang telah menggunakan kurikulum 2013 terhadap keenam aspek tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar termasuk dalam kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,64 . Bapak Sujarwo Hadi

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Saputro, S,Pd memberikan skor rata-rata 4,78 karena bahan ajar akan lebih mengaktifkan siswa dan membuat siswa kreatif dalam proses pembelajaran. Ibu Surini, S.Pd.SD memberikan skor rata-rata 4,50 karena tampilan fisik dari bahan ajar menarik dan sangat sesuai dengan perkembangan anak. Ibu Surini, S.Pd.SD memberikan komentar dan saran agar dilakukan pengurangan materi karena ruang lingkup waktu pembelajaran sangat panjang. Beliau juga mengomentari bahwa kerjasama dan kegiatan diskusi dengan teman atau orangtua belum tampak. Beliau juga memberi saran agar rubrik penilaian disederhanakan sebab dalam satu pembelajaran tidak setiap Kompetensi Inti perlu ada penilaian. Berdasarkan hasil validasi, kedua guru kelas IV yang sudah melaksanakan kurikulum 2013 menyatakan bahwa produk layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Peneliti akan melakukan revisi produk pada aspek yang disarankan oleh kedua guru kelas IV yang sudah menggunakan kurikulum 2013. Revisi dilakukan pada materi pembelajaran, menampakkan kerjasama dan kegiatan diskusi, dan rubrik penilaian. Komentar dan revisi dari guru kelas IV yang sudah melaksanakan kurikulum 2013 akan dijelaskan pada tabel berikut. Tabel 4.2 Komentar dan revisi dari guru kelas IV yang sudah menggunakan kurikulum 2013 No. 1. Nama Guru Sujarwo Hadi Saputro, S,Pd. Pernyataan Komentar revisi Tujuan dan Pendekatan Sudah sesuai dengan kurikulum 2013 Tidak ada revisi Siswa akan lebih Tidak ada

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. Nama Guru Pernyataan Komentar revisi banyak kreatifnya dan selalu aktif revisi Sudah lengkap untuk pembelajaran Tidak ada revisi Bahan ajar sudah sistematis Tidak ada revisi Saling terkait untuk materi ini Tidak ada revisi Sudah dapat untuk acuan KDM Tidak ada revisi Bahan ajar memfasilitasi siswa untuk mempraktikkan karakter yang baik Tidak ada revisi Bahan ajar sudah sesuai dengan karakter siswa Tidak ada revisi Topik Topik sudah sesuai untuk membantu siswa dalam KBM Tidak ada revisi Metodologi Bahan ajar membuat siswa aktif Tidak ada revisi Desain dan pengorganisasia n isi 60

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. Nama Guru Pernyataan 2. Desain dan pengorganisasia n Ibu Surini, S.Pd.SD Isi 4.3.3 61 Komentar revisi Tampilan fisik sangat menarik dan sangat sesuai dengan perkembangan anak Tidak ada revisi Ruang lingkup waktu pembelajaran sangat panjang sehingga perlu pengurangan materi Mengurangi materi pembelajaran Rubrik penilaian perlu disederhanakan, sebab dalam 1 pembelajaran tidak setiap KI perlu ada penilaian Tidak ada revisi Data Validasi Uji Coba Lapangan dan Revisi Produk Validasi lapangan dilakukan setelah produk bahan ajar direvisi oleh pakar kurikulum 2013 dan dua orang guru kelas IV Sekolah Dasar yang telah menggunakan kurikulum 2013. Validasi lapangan bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa berkenaan dengan kualitas bahan ajar yang dikembangkan. Kegiatan validasi lapangan dilakukan di kelas IV SD Kanisius Kenteng. Responden yang mengikuti validasi sebanyak Sembilan siswa. Pemilihan resonden dilakukan secara acak tanpa ada kriteria khusus. Uji coba dilakukan dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan pada hari Selasa tanggal 23

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 April 2014 dan pertemuan dua dilakukan pada hari Rabu tanggal 24 April 2014 Validasi lapangan dilakukan setelah siswa pulang sekolah. Uji coba dilakukan dengan membagikan tiga bahan ajar yang telah direvisi kepada siswa. Siswa terlihat antusias mencermati bahan ajar yang telah dibagikan. Peneliti mempersingkat penyampaian materi karena keterbatasan waktu yang dimiliki. Berikut penjelasan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada setiap pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan pada hari Selasa, 23 April 2014 pada pukul 13.30-14.30 WIB. Pada pertemuan ini pembelajaran 1 sampai pembelajaran 3 dipadatkan. Penyampain materi dipersingkat mengingat keterbatasan waktu yang dimiliki, namun kegiatan belajar inti tetap disampaikan kepada siswa. Pembelajaran diawali dengan kegiatan apersepsi dengan menyanyikan lagu “siapa yang suka hati”. Kegiatan selanjutnya langsung masuk ke kegiatan belajar 1 pembelajaran 1 dimana siswa menuliskan tentang sikap peduli terhadap lingkungan sekolah. Siswa selanjutnya berkelompok menjadi tiga kelompok untuk mendiskusikan mengenai daur hidup hewan. Kegiatan berikutnya siswa meletakkan jentik nyamuk yang mereka bawa di meja belakang untuk mereka amati tiap hari. Pada kegiatan terakhir di pembelajaran 1 siswa mempelajari materi mengenai pecahan berpenyebut sama. Siswa selanjutnya merefleksikan apa yang sudah dipelajari pada pembelajaran 1. Pembelajaran 2 dan pembelajaran 3 langsung dilakukan setelah pembelajaran 1 selesai. Kegiatan dilanjutkan dengan mempelajari daur hidup tumbuhan setelah itu mempelajari pecahan berpenyebut berbeda. Kegiatan selanjutnya siswa menggambar buah apel kemudian mewarnainya. Untuk menutup pembelajaran 2 siswa dan peneliti merefleksikan

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 materi yang sudah di pelajari di pembelajaran 2. Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan memulai pembelajaran 3. Siswa membaca teks mengenai pengalaman tentang lingkungan. Siswa selanjutnya menjawab pertanyaan kemudian menukarkannya dengan teman. Pembelajaran dilanjutkan dengan mempelajari materi mengenai kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Siswa selanjutnya membuat karya seni kolase dari bahan bekas. Pada akhir pembelajaran siswa merefleksikan materi yang sudah dipelajari lalu mengerjakan soal evaluasi yang terkait dengan materi yang sudah dipelajari. Pertemuan kedua, dilakukan pada hari Rabu tanggal 24 April 2014 pada pukul 13.30-14.30 WIB. Pada pertemuan ini pembelajaran 4 sampai pembelajaran 6 juga dipadatkan mengingat waktu yang dimiliki terbatas. Penyampain materi juga dipersingkat, namun kegiatan belajar inti tetap disampaikan sama seperti pembelajaran 1, pembelajaran 2, dan pembelajaran 3. Pembelajaran diawali dengan langsung memulai pelajaran menuju kegiatan belajar 2 yaitu mempelajari manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan sosial. Kegiatan belajar 1 dalam pembelajaran ini tidak dilaksanakan karena muatan pelajaran yang dipelajari adalah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Muatan pelajaran tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan karena keterbatasan waktu yang dimiliki. Kegiatan belajar dilanjutkan dengan mempelajari hak sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Siswa selanjutnya merefleksikan pelajaran yang sudah dipelajari. Pembelajaran 5 dan pembelajaran 6 juga dilanjutkan di pertemuan ini. Pembelajaran 5 diawali dengan melaporkan jumlah jentik nyamuk yang sudah menjadi nyamuk. Kendala yang dihadapi disini jentik nyamuk yang disimpan

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 pada pembelajaan 1 belum dapat terlihat perkembangannya karena pembelajaran yang seharusnya dilakukan selama 6 hari hanya dilakukan selama 2 hari, sehingga jentik nyamuk belum berkembang biak. Kegiatan belajar selanjutnya dilanjutkan dengan membuat karya seni madding dari bahan bekas. Kegiatan belajar dilanjutkan dengan membaca teks mengenai pengolahan sampah. Siswa selanjutnya diminta menceritakan kembali mengenai cerita pengolahan sampah menggunakan kalimat mereka sendiri. Pada akhir pembelajaran siswa melakukan refleksi lalu mengerjakan soal evaluasi. Siswa kemudian mengisi lembar kuisioner yang sudah diberikan. Peneliti sebelumnya member penjelasan mengenai cara mengisi kuisioner yang sudah diberikan. Kuisioner yang diberikan berisikan 20 pernyataan yang berkaitan dengan persepsi siswa terhadap kualitas bahan ajar yang telah digunakan selama pembelajaran berlangsung. Hasil validasi lapangan yang sudah dilakukan di kelas IV SD Kanisius Kenteng dengan jumlah responden sebanyak 9 siswa mengenai persepsi siswa terhadap kualitas bahan ajar mendapat skor rata-rata 4,41 dengan kategori sangat baik. 4.3.4 Kajian produk akhir Peneliti menyusun produk tersebut menggunakan Microsoft Word 2007 dan Corel Draw X3. Peneliti akan memaparkan kajian produk akhir dari bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013 subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar sebagai berikut:

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1) 65 Sampul Halaman Depan Sampul halaman depan bahan ajar tidak mengalami perubahan. Sampul halaman depan tetap menggunakan background anak-anak yang sedang asik merawat tumbuhan dan memberi makan binatang yang ada di sekitar mereka. Terdapat keterangan buku tematik terpadu kurikulum 2013 karena dalam bahan ajar ini berisi beberapa muatan pelajaran yang diintegrasikan dalam satu subtema. Bahan ajar ini ditujukan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Nama penyusun dalam bahan ajar ini juga dicantumkan pada bagian bawah bahan ajar. 2) Isi Pada bagian isi ada beberapa perubahan. Perubahan disesuai dengan komentar dari validator. Perubahan yang dilakukan antara lain dengan menambahkan materi pembelajaran, menambahkan umpan balik kepada siswa dan mengkoreksi penomoran pada Kompetensi Dasar. 3) Penilaian dan Kunci Jawaban Penilaian dalam bahan ajar ini menggunakan penilaian otentik yang terdiri dari penilaian pengetahuan, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual. Kunci jawaban terdapat di lembar penilaian pengetahuan yang merupakan jawaban dari soal-soal evaluasi. 4) Glosarium Glosarium berisi daftar istilah atau kata sukar dalam bahan ajar yang dilengkapi dengan definisinya. Glosarium disusun berdasarkan pengertian yang diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 5) Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi uraian sumber yang digunakan dalam penyusunan bahan ajar. Daftar pustaka ini memuat urutan buku-buku yang digunakan peneliti dalam menyusun bahan ajar. 4.4 Pembahasan Pelaksanaan pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 tidaklah sama dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan KTSP meskipun Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari KTSP. Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan tematik integratif dimana kegiatan belajar memadukan materi beberapa muatan pelajaran dalam satu tema (Sukandi, dkk. ,2001: 03), sedangkan dalam pembelajaran menggunakan KTSP setiap mata pelajaran berdiri sendiri. Kurikulum 2013 menuntut adanya penilaian otentik sehingga semua muatan pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. KemendikBud (2013: 246) menjelaskan bahwa penilaian otentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Di dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik yang dimaksud ialah siswa mampu mengembangkan sendiri fakta serta konsep dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut,dengan berfikir secara ilmiah (semiawan, 1985: 18). Pendidikan karakter berbasis budaya lokal juga termuat dalam kurikulum2013. Winatapura (2011: 4.44) menjelaskan bahwa proses

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 pembelajaran berbasis budaya bukan sekedar mentransfer serta menyampaikan budaya kepada siswa tetapi menggunakan budaya untuk menjadikan siswa mampu menciptakan makna, menembus batas imajinasi dan kreativitas untuk mencapai pemahaman terpadu tentang ilmu dalam konteks budaya. Di sekolah, pelaksanaan pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 belumlah terlaksana secara optimal. Guru belum sepenuhnya memahami pelaksanaan pembelajaran tematik integratif dan penilaian menggunakan penilaian otentik. Bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 terbatas, sehingga dibutuhkan suplemen bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013 guna menunjang terlaksananya pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013. Oleh sebab itu peneliti mengembangkan bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 mendapat respon yang baik dari guru dan siswa. Siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran menggunakan bahan ajar yang dikembangkan. Guru merasa bahan ajar yang mengacu kurikulum 2013 ini akan membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013. Berdasarkan hasil validasi pakar kurikulum 2013, dua orang guru kelas IV yang telah mengimplementasikan kurikulum 2013 dan validasi lapangan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki kriteria kelayakan sangat baik untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013 untuk kelas IV Sekolah Dasar.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Berikut ini perolehan skor hasil validasi : Tabel 4.3 Rekapitulasi perolehan skor validasi produk No. 1. 2. 3. 4. Penilaian Pakar kurikulum 2013 Guru kelas IV SD N Tlacap Guru kelas IV SD N Gombang 2 Siswa kelas IV SD Skor rata-rata Kategori Skor 4,23 4,78 Bahan Ajar Kategori “sangat baik” “sangat baik” 4,50 “sangat baik” “sangat baik” 4,44 “sangat baik” 4,23 Hasil validasi produk oleh pakar kurikulum 2013 mendapatkan skor ratarata 4,23 dengan kategori sangat baik. Guru kelas IV SD N Tlacap memberikan skor rata-rata 4,78 dengan kategori “sangat baik”. Guru kelas IV SD N Gombang 2 memberikan skor 4,5 dengan kategori “sangat baik”. Pada validasi lapangan dengan responden 9 siswa kelas IV SD Kanisius Kenteng diperoleh skor rata-rata 4,23 Dari semua hasil validasi tersebut kemudian diolah dan didapatkan hasil ratarata 4,44 dengan kategori “sangat baik”. Hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan dapat dikatan memiliki kualitas sangat baik sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013 untuk kelas IV Sekolah Dasar.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut. 5.1.1 Bahan ajar subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar dikembangkan dengan prosedur penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari model pemgembangan Borg and Gall dan model pengembangan Kemp meliputi 7 langkah, yaitu: (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain Produk, (4) Validasi ahli, (5) Revisi Desain, (6) Uji coba desain, (7) Revisi desain hingga menghasilkan produk berupa bahan ajar subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. 5.1.2 Bahan ajar subtema Keberagaman Makhluk Hidup di Lingkunganku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar dikembangkan dengan kualitas sangat baik sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas IV Sekolah Dasar yang menggunakan kurikulum 2013. Berdasarkan hasil validasi pakar kurikulum 2013, dua orang guru kelas IV SD yang telah mengunakan kurikulum 2013, dan 9 siswa kelas IV SD Kanisius Kenteng di peroleh skor rata-rata produk 4,44 dengan kategori “ sangat baik” ditinjau dari aspek (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, (3) isi, (4) topik, dan (5) metodologi. 69

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5.2 70 Keterbatasan Penelitian Produk yang dikembangkan ini mempunyai beberapa keterbatasan, diantaranya : 5.2.1 Survey analisis kebutuhan hanya dilakukan melalui wawancara dengan guru kelas IV yang sudah menggunakan kurikulum 2013 saja dikarenakan guru sebagai pelaksana kurikulum 2013. 5.2.2 Uji coba belum mengacu pada efektifitas bahan ajar. 5.2.3 Waktu dan ijin yang diberikan dari pihak sekolah terbatas maka terjadi pemadatan materi, dari yang seharusnya enam hari menjadi dua hari dengan tiga kali pertemuan disetiap harinya, akan tetapi produk sudah diujicobakan semua. 5.3 Saran 5.3.1 Analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan tidak hanya kepada guru kelas IV SD yang sudah menggunakan kurikulum 2013, namun juga mengumpulkan data dan informasi dari pihak-pihak lain seperti kepala sekolah dan siswa. 5.3.2 Uji coba sebaiknya mengacu pada efektifitas bahan ajar. 5.3.3 Pihak sekolah memberikan waktu yang lebih banyak, sehingga tidak perlu terjadi pemadatan materi.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Daftar pustaka Ariezona, Windy. (2013). Pengembangan Bahan Ajar yang Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter untuk Keterampilan Menulis Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas IV Semester Gasal.(skripsi tidak diterbitkan). Program Studi Pendidikan Bahasa, sastra Indonesia, dan daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2011). Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.Bandung:Pakar Raya Basuki, Ismet.( 2014). Asesmen Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cunningswort, Alan. (1995). Chossing Your Coursebook. Oxford: Macmillan Publishers Limited. Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Strategi Pembelajaran yang Mengaktifkan siswa. Jakarta: Depdiknas Erna Margareta. (2013). Pengembangan Bahan Ajar yang Terintegerasi dengan Pendidikan Karakter untuk Keterampilan Mendengarkan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas IV Semester Gasal. (Skripsi tidak diterbitkan).Program Studi Pendidikan Bahasa, sastra Indonesia, dan daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Hidayat, Sholeh.2013).Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya. Kemendikbud.(2013). Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Dinas Pendidikan Nasional. Kemendiknas. 2011. Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter di SMP. Jakarta: Dinas Pendidikan Nasional Kesuma dharma, dkk. (2011). Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Koesoma, Doni ( 2007). Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Koessoema, Doni. (2012). Pendidikan Karakter Utuh dan Menyeluruh. Yogyakarta: Kanisius. Kunandar. (2013). Penilaian Otentik ( Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013) Suatu Pendekatan Praktis Disertai dengan Contoh. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kunandar. (2014). Penilaian Autentik: Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013: Suatu Pendekatan Praktis (Edisi Revisi). Jakarta: Rajawali Pers. Majid, Abdul. (2009). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Majid, Abdul. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Majid, Abdul. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Masunah, Juju dan Tati Narawati. (2003). Seni dan Pendidikan Seni: Sebuah Bunga Rampai. Bandung: P4ST UPI. Muchlas, Samani. (2011). Pendidikan karakter. Bandung: Rosda karya. Mulyasa, H. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya Nurgiyantoro, Burhan.(2011). Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Nurhadi. (2004). Kurikulum 2004. Jakarta: PT Gramedia Widyasarana Indonesia. Peraturan Pemerintah. tth. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005tentang Standar Nasional Pendidkan.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 PGSD, Tim Pengembang (2001). Pembelajaran Terpadu D-II dan S 2 Pendidikan Dasar. Bandung : CV. Maulana. Samani, Muchlas.(2011). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya. Semiawan, Conny, dkk. (1985). Pendekatan Ketrampilan Proses: Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar?. Jakarta: PT. Gramedia. Simatupang, Lono Lastoro, dkk. (2012). Pembentukan Karakter Berbasis Pendidikan Seni Budaya di Kota Surakarta. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif,dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukandi, Ujang.(2001). Belajar aktif dan terpadu:Apa, mengapa, dan bagaimana? Jakarta: The British Council. Sukardjo.( 2008). Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Prodi Teknologi Pembelajaran, Pps UNY. Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasiya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara. Winataputra, Udin S. dkk. (2011). Pembaruan Dalam Pembelajaran di SD. Jakarta:Universitas terbuka.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Yulaelawati, Ella. (2004). Kurikulum dan Pembelajaran: Filosofi, Teori dan Aplikasi.

(92)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan media pembelajaran berbasis ICT mengacu kurikulum SD 2013 subtema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kalasan 1.
0
2
325
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV SD.
1
6
269
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema kegigihan usahaku meraih cita-cita untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
8
249
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema meneladani sikap pahlawan bangsaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
236
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema bahan-bahan makanan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
2
287
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema jenis-jenis makanan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
6
255
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema keanekaragaman energi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
1
279
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema keberagaman di Indonesia untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
313
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema jenis-jenis pekerjaan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
314
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema cita-citaku dengan lingkungan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
11
309
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema gaya dan gerak untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
4
268
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema bersatu dalam keberagaman untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
7
372
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema energi bermanfaat dalam kehidupan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
329
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema pekerjaan orang tuaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
2
277
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema mengenal pahlawan bangsaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
2
239
Show more