PROSPEK PERKEMBANGAN SENTRA USAHA KERAJINAN GERABAH DITINJAU DARI ASPEK MODAL USAHA, BIAYA PRODUKSI DAN OMSET PENJUALAN SENTRA KERAJINAN GERABAH DESA MELIKAN TAHUN 2007-2013

Gratis

0
0
209
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PROSPEK PERKEMBANGAN SENTRA USAHA KERAJINAN GERABAH DITINJAU DARI ASPEK MODAL USAHA, BIAYA PRODUKSI DAN OMSET PENJUALAN SENTRA KERAJINAN GERABAH DESA MELIKAN TAHUN 2007-2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Disusun Oleh : Yohanes Setya Nugroho NIM : 101324015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRI PSI PROSPEK PERKEMBANGAN SENTRA USAI I A KERAJ I NAN GERABAH DI TI NJ AU DARI ASPEK MODAL USAHA, BI AYA PRODUKSI DAN OMSET PENJ UALAN SENTRA KERAJ I NAN GERABAI I I DESA MELI KAN TAI I I UN 2007‐ 2013 Ol el l : Yohanes Set ya Nugr oLo NI M: 101324015 Telanr Disetujui Oleh : ∼ dフ \ I ndr a Dar mawan, S. E. , PI oSi . Tanggal,5 Agustus 2014 Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc. Tanggal, 11 Agustus 2014

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRI PSI PROSPEK PERKEMBANGAN SENTRA USAEA KERAJ ENAN GERABAH DI ] HNJ AU DARI ASPEK MODAL US2姐Lも BI AYA PRODUKSI DAN OMSET PENJ UALAN SENTRA KERAJ I NAN GERABAH DESA MELI KAN TAHUN 2007‐ 2013 Dipersiapkan Oleh : Yohanes Setya Nugroho NIM: 101324015 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada tanggal 21 Agustus 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Ketua Indra Darmawan, S.E.,M.Si. Sekretaris Y.M.V. Mudayen, S.Pd.,M.Sc. Anggota IndraDarmawan,S.E.,M.Si. Anggota Y.M.V.Mudayen,S.Pd.,M.Sc. Anggota Dr. C. Teguh Dalyono, M.S. l i / ぼ′響 !` .ヽ “ Yogyakart4 21 Agustus 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universias Sanata Dharma 勒 魏

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Karya Kecil Ini Aku Persembahkan Kepada: Tuhan Yesus yang selalu menyertai tiap Langkah ku Teman -Teman Pendidikan Ekonomi 2010 Keluarga Besarku Cinta Yang Akan Mendampingiku Selamanya iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “SEGALA PERKARA DAPAT KU TANGGUNG DALAM DIA YANG MEMBERIKAN KEKUATAN KEPADAKU” (FILIPI 4:13) KETEGUHAN HATI Jadilah Orang Yang TEGUH Dikala Yang Lain Runtuh Tetap TUNDUK Dikala Yang Lain Angkuh Tetap SETIA Dikala Yang Lain INGKAR Tetap TEGAR Dikala Yang Lain Terjatuh Dan tetap MENGASIHI Dikala Yang Lain Menyakiti Tetap SEMANGAT !!! Perjuangan Hidup Tidak Sampai Disini !!! Tetap Rendah Hati Dan Berdoa !!! GBU ( By: Yohanes Setya Nugroho) v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLI AN KARYA Saya menyat akan dengan sesunggJ mya bahwa skr i psi yang saya t ul i s i ni t i dak memuat kar ya at au bagi an h″ a or ang l ai n, kecual i yang t el ah di sebut kan dal al n kut i pan daf t ar pu血L sebaganana l ayaknya bり ai hi ah Yogyakar t a, 21 Agust us 2014 Penul i s Yohanes Setya Nugroho Vl

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJ UAN PUBLI KASI KARYA I LMI AH UNTUK KEPENTI NGAN AKADEMI S Yang bcr t anda t angan di bawah i ni , saya l nahasi swa Uni ver si t as Sanat a Dhama: Nama : Yohanes SetyaNugroho Nomor Mahasiswa : 101324015 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ikniah saya yang berjudul : PROSPEK PERKEMBANGAN SENTRA USAHA KERAJINAN GERABAH DITINJAU DARI ASPEK MODAL USAHA, BIAYA PRODI.JKSI DAN OMSET PENruALAN SENTRA KERAJINAN GERABAH DESA MELIKAN TAHUN 2OA7 2A1.3. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan, dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendishibusikan secara terbatas, dan memublikasikannya akademis tanpa perlu meminta di internet atau media lain untuk kepentingan iiin dari saya maupun memberikan royalti saya selama tetap mencamtumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada Tanggal: 21 Agustus?0l4 Yang menyatakan Yohanes Setya Nugroho V‖ kepada

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PROSPEK PERKEMBANGAN SENTRA USAHA KERAJINAN GERABAH DITINJAU DARI ASPEK MODAL USAHA, BIAYA PRODUKSI DAN OMSET PENJUALAN SENTRA KERAJINAN GERABAH DESA MELIKAN TAHUN 2007-2013 Yohanes Setya Nugroho Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend perkembangan modal usaha, biaya produksi, dan omset penjualan sentra usaha kerajinan gerabah di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, tahun 2007 – 2013. Selain itu untuk mengetahui prospek usaha gerabah di sentra kerajinan gerabah Desa Melikan Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan pada bulan Mei 2014. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 pengrajin gerabah. Sampel yang diteliti sebanyak 20 responden. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi, observasi dan wawancara dengan pemilik usaha kerajinan gerabah Desa Melikan. Sumber data diperoleh dari para pengrajin gerabah Desa Melikan dan BPS. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan analisis trend linier dengan metode kuadrat terkecil, dengan rumus Y’= a + bx. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Trend modal usaha sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan setiap tahun nya mengalami penurunan sebesar Rp 55.572.163. (2) Trend biaya produksi sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan setiap tahun nya mengalami penurunan sebesar Rp 36.988.235. (3) Trend omset penjualan usaha kerajinan gerabah Desa Melikan setiap tahun nya mengalami penurunan sebesar Rp 275.682.321. Prospek usaha gerabah di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan, untuk tahun yang akan datang masih membutuhkan bantuan modal usaha dari pemerintah, membutuhkan legalitas bahan baku dari pemerintah perhutani dan masih membutuhkan promosi dan pemasaran akan produk gerabah yang berbasis teknologi. Sehingga mampu meningkatkan modal usaha, biaya produksi dan omset penjualan sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan. Kata Kunci : Modal Usaha, Biaya Produksi, Omset Penjualan, Prospek Usaha Gerabah viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE PROSPECT OF DEVELOPMENT OF A POTTERY CRAFT CENTER INDUSTRY PERCEIVED FROM THE CAPITAL, THE PRODUCTION COST AND SALES TURNOVER OF A POTTERY CRAFT CENTER BUSINESS MELIKAN VILLAGE IN 2007-2013 Yohanes Setya Nugroho Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 This research aims to determine the trend of the development of capital, production costs and sales turnover of the pottery business of Melikan village, sub District Wedi, Klaten regency in 2007-2013 and to find out the prospect of a pottery craft business in village Melikan. This research is a descriptive research. The research was conducted in May, 2014 in the pottery industry Klaten regency. The Population of this research were 50 Melikan potters. Samples were 20 respondents. Samples were taken by a purposive sampling technique. Data were collected by using a documentation, observations and interviews with a business owner of Melikan pottery village. Sources of data were obtained from the village potters Melikan and BPS. The data were analyzed descriptively and continued with a linear trend analysis by the least square method with the formula Y '= a + bx. These results indicate that: (1) Trend of capital of a pottery craft center industry in Melikan village annually decreased by Rp 55,572,163. (2) Trend of business cost production of a pottery craft center industry in Melikan village annually decreased by Rp 36,988,235. (3) Trend of turnover business of a pottery craft center industry in Melikan village annually decreased by Rp 275,682,321. Prospect of a Pottery Craft business in Melikan village for the next year still needs a capital assistance from the government, legality, raw materials from forestry department, promotion, marketing of the product which based on high technology in order to increase capital, production cost and sale turnover of pottery craft center industry in Melikan village. Keywords: Capital, The Production Cost, Sales Turnover, Prospect of a Pottery Craft business. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGHANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala kasih dan Janji-Nya begitu nyata, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “PROSPEK PERKEMBANGAN SENTRA USAHA KERAJINAN GERABAH DITINJAU DARI ASPEK MODAL USAHA, BIAYA PRODUKSI DAN OMSET PENJUALAN SENTRA KERAJINAN GERABAH DESA MELIKAN TAHUN 2007-2013. Di Desa Melikan, Dukuh Pagerjurang, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten”. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi. Penulisan Skripsi ini terwujud berkat bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak yang telah berkenan membimbing, membantu, dan memotivasi penulis. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada: 1. Sumber kekuatan hidupku dan Juruselamat hidupku Tuhan Yesus Kristus atas Berkat dan Anugrah Mu serta Kesehatan dan Keselamatan yang besar di hidupku. 2. Bapak Rohandi, Ph.D. Selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi. 3. Bapak Indra Darmawan, S.E.,M.Si. selaku ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Bapak Indra Darmawan, S.E.,M.Si. selaku dosen pembimbing satu yang penuh pengertian dan ketulusan hati memberikan bimbingan, kritik, saran serta motivasi dalam penulisan skripsi ini. 5. Bapak Y.M.V. Mudayen, S.P.d.,M.Sc. selaku dosen pembimbing dua yang penuh pengertian dan ketulusan hati memberikan bimbingan, kritik, saran serta motivasi dalam penulisan skripsi ini. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. 8. Bapak Joko Wicoyo atas bantuanya dalam penyempurnaan penulisan abstrak. Bapak dan Ibu dosen serta staf seoetariat Pendidikan Ekonomi: Mbak Titin, atas bantuanya dalam mengurusi kepentingan 9. - kepentingan mahasiswa. Kedua Orang Tuaku, Bapak Budiarjo, S.Pd., dan Sugiyarti, S.Pd., terimakasih atas doa, dukungan, motivasi, perhatian, semangat yang fulus menyemangati saya. 10. Kekasih saya, Agnes Kharisma Handayani yang selau ada saat suka dan duka dalam membantu saya mengerjakan skripsi ini, terima kasih atas dukungan doa semangat dan perhatinya. ll.Keluarga besar saya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terima kasih semuanya untuk motivasi dan doa restunya. 12. Sahabatku Pendidikan Ekonomi 2010, Martinus Fuji Haryoko, Deni Wantri, Firmansyah, Jono, Rombeng, Joe Petuk, Ilham, Peot, Prism4 Jeni, Nyai Tyas, Yani Roma, dan teman teman yang lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu semangat dan FIGHT !! buat skripsinya kalian. 13. Kepala Desa Bapak Sukanta, Selaku petugas sekretariat Desa Pagerjurang yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian di Sentra Pengrajin Gerabah Pagerjurang. 14. Semua pihak yang terlibat dalam skripsi saya, yang saya tidak bisa sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungan dan motivasi dalam penyelesaian skrispi ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan membangun agar skrispi ini menjadi lebih baik. kritik dan saran yang ini bermanfaat Semoga skripsi sebagaimana mestinya. Yogyakarta, 21 Agustus 20 14 Yohanes Setya Nugroho Xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. iii HALAMAN MOTTO ............................................................................................. iv PERSEMBAHAN KARYA ILMIAH ................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .............................. vii ABSTRAK ............................................................................................................... viii ABSTRACT .............................................................................................................. ix KATA PENGHANTAR .......................................................................................... x DAFTAR ISI ............................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ................................................................................................... xvii DAFTAR GRAFIK ................................................................................................. xix DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... xx BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1 B. Batasan Masalah ........................................................................................... 13 C. Rumusan Masalah ......................................................................................... 13 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI D. Definisi Operasional...................................................................................... 14 E. Tujuan Penelitian .......................................................................................... 15 F. Manfaat Penelitian ........................................................................................ 15 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................ 17 A. Pengertian Usaha Industri Kerajinan Gerabah ............................................. 17 B. Barang-Barang Gerabah ............................................................................... 17 C. Tujuan Industri Gerabah .............................................................................. 19 D. Perkembangan Usaha Kerajinan Gerabah .................................................... 20 E. Modal Usaha ................................................................................................ 22 F. Biaya Produksi ............................................................................................. 27 1. Pengertian Biaya ...................................................................................... 27 2. Jenis Jenis Biaya ...................................................................................... 27 G. Omset Penjualan ........................................................................................... 33 1. Pengertian Omset ................................................................................... 33 2. Pengertian Penjualan .............................................................................. 34 H. Kerangka Penelitian ...................................................................................... 42 1. Prospek Perkembangan Dari Aspek Modal Usaha ................................. 42 2. Prospek Perkembangan Dari Aspek Biaya Produksi…………………... 43 3. Prospek Perkembangan Dari Aspek Omset Penjualan……………….... 44 I. Penelitian Terdahulu...................................................................................... 44 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN ........................................................................ 47 A. Jenis Penelitian ............................................................................................. 47 B. Lokasi dan Waktu Penelitian ......................................................................... 48 C. Populasi dan Sampel ..................................................................................... 48 D. Subjek dan Objek Penelitian .......................................................................... 49 E. Jenis dan Sumber Data .................................................................................. 50 F. Definisi Oprasional ........................................................................................ 50 G. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................ 51 H. Teknik Analisis Data .................................................................................... 52 BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ................................... 54 A. Letak Daerah ................................................................................................. 54 B. Lokasi Industri .............................................................................................. 55 C. Keadaan Penduduk ........................................................................................ 55 D. Struktur Organisasi ....................................................................................... 57 E. Sejarah Berdirinya Usaha Kerajinan Gerabah Melikan ................................ 58 F. Prospek Perkembangan Gerabah di Desa Melikan ....................................... 59 G. Proses Pembuatan Gerabah di Desa Melikan ............................................... 69 H. Kehidupan Masyarakat Pengrajin Gerabah di Desa Melikan ....................... 73 I. Modal Usaha, Biaya Produksi, Omset Penjualan di Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan .................................................... 75 J. Analisis Swot ................................................................................................ 80 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ............................................... 92 A. Analisis Data 1. Trend Perkembangan Modal Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 - 2013 ............................................. 92 2. Trend Perkembangan Biaya Produksi Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 ............................................. 97 3. Trend Perkembangan Omset Penjualan Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 ............................................ 102 B. Pembahasan 1. Pembahasan Trend Perkembangan Modal Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan............................................................. 107 2. Pembahasan Trend Perkembangan Biaya Produksi Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan............................................................. 117 3. Pembahasan Trend Perkembangan Omset Penjualan Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan............................................................. 126 4. Prospek usaha gerabah di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan ............................................................................................ 135 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN................................................................. 140 A. Kesimpulan ................................................................................................ 140 B. Saran ........................................................................................................... 142 C. Keterbatasan Penelitian ................................................................................ 146 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. xvi 148

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel IV.1 Komposisi Penduduk Menurut Usia Desa Melikan ....................... Tabel IV.2 Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian Desa Melikan ................................................................................. Tabel V.1 93 Trend Perkembangan Modal Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 .................................... Tabel V.3 57 Trend Perkembangan Modal Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 tanpa Y’ ..................... Taberl V.2 56 95 Trend Perkembangan Biaya Produksi Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 tanpa Y’ ........................................................................................... Tabel V.4 Trend Perkembangan Biaya Produksi Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 ................... Tabel V.5 96 98 Trend Perkembangan Omset Penjualan Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 tanpa Y’ ........................................................................................... Tabel V.6 Trend Perkembangan Omset Penjualan Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 .................. Tabel V.7 105 Trend Perkembangan Modal Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 .................................... Tabel V.8 103 107 Trend Perkembangan Biaya Produksi Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 ................... xvii 117

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel V.9 Trend Perkembangan Omset Penjualan Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 ................... xviii 126

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik V.1 Trend Perkembangan Modal Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 ................................... Grafik V.2 Trend Perkembangan Biaya Produksi Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 ................... Grafik V.3 108 Trend Perkembangan Biaya Produksi Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 ................... Grafik V.6 106 Trend Perkembangan Modal Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 .................................... Grafik V.5 101 Trend Perkembangan Omset Penjualan Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 ................... Grafik V.4 96 118 Trend Perkembangan Omset Penjualan Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 .................. xix 128

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Rekapitulasi Keuangan................................................................... 148 Lampiran II Hasil perhitungan Trend kuadarat terkecil ..................................... 152 Lampiran III Instrumen Wawancara ................................................................... 159 Lampiran IV Foto Lokasi Penelitian .................................................................. 170 Lampiran V Surat Izin Penelitian ....................................................................... 179 xx

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagian penduduk kabupaten klaten masih berkutat dengan berbagai permasalahan seperti produktivitas tenaga kerja di pedesaan rendah, lahan pertanian semakin sempit, pendapatan rumah tangga petani rendah, daya beli buruh petani lemah, dan mayoritas penduduk miskin berada di pedesaan. Kebanyakan kondisi sosial ekonomi di pedesaan masih tertinggal jauh dari masyarakat perkotaan. Sebagian masyarakat masih bekerja sebagai petani dan home industri kreaktif yang masih bersifat tradisional sehingga tidak mampu mensejahterakan kehidupan mereka. Oleh karena itu banyak masyarakat pedesaan yang beralih dari sektor pertanian ke sektor industri non pertanian. Kabupaten Klaten adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki berbagai kekayaan alam, kekayaan budaya dan pariwisata. Disamping itu Kabupaten Klaten juga memiliki potensi sumber daya usaha kecil dan menengah yang dapat dikembangkan guna mencapai kesejahteraan masyarakatnya. Salah satu usaha kecil dan menengah yang dapat dikembangkan di Kabupaten Klaten ini adalah usaha kecil dan menengah pembuatan kerajinan gerabah. 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat atau tanah lempung dalam wujud seperti priuk, belanga, tempat air, dan yang lainnya. Di desa setempat banyak berdiri berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dilakukan untuk memperluas lapangan kerja, memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional, dalam kerajinan gerabah dan keramik di beberapa desa di Kabupaten Klaten. Usaha kerajinan gerabah merupakan salah satu Industri Kreaktif yang telah mampu memberikan sumbangan kepada PDB nasional secara signifikan yaitu dengan rata rata kontribusi periode 2002 – 2006 sebesar 104,637 triliun rupiah atau dengan rata rata persentase kontribusi periode 2002 – 2006 sebesar 6,28 %. Pada tahun 2006, kontribusi PDB industri kreaktif berdasarkan harga konstan 2000 adalah sebesar 104,787 triliun rupiah yaitu 5,67 % dari total PDB Nasional. Jika dihitung dengan nilai nomial senilai 189,4 triliun rupiah (Pangestu, 2008). Salah satu subsektor industri kreaktif adalah kerajinan menyumbang sekitar 26,7 triliun rupiah atau sebesar 25,51 % (Pangestu, 2008) yang di dalamnya ada industri kerajinan grabah dan kreamik. Industri kerajinan gerabah dan keramik merupakan salah satu industri berbasis ekonomi kreaktif yang terdapat di beberapa tempat di pulau jawa diantaranya Yogyakarta dan Jawa Tengah yaitu di Kasongan Bantul dan Melikan

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Klaten. Pada umumnya industri keramik merupakan industri kecil dan menengah, mengambil bahan baku dari sekitar lokasi industri, berbeda dengan industri yang sudah mempunyai kelompok yang mengambil bahan bakunya sudah dapat diperoleh dari kecamatan lainnya. Departemen Perdagangan (2008) menyebutkan industri kreatif adalah bagian tak terpisahkan dari ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif dapat dikatakan sebagai sistem transaksi penawaran dan permintaan yang bersumber pada kegiatan ekonomi yang digerakkan oleh sektor industri yang disebut industri kreatif. Pemerintah menyadari bahwa ekonomi kreatif yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat, dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual adalah harapan bagi ekonomi Indonesia untuk bangkit, bersaing, dan meraih keunggulan dalam ekonomi global. Pengembangan ekonomi kreatif Indonesia merupakan wujud optimisme serta luapan aspirasi untuk mendukung mewujudkan visi Indonesia yaitu menjadi negara yang maju. Pemerintah pun mulai melihat bahwa berbagai subsektor dalam industri kreatif berpotensi untuk dikembangkan karena bangsa Indonesia mempunyai sumber daya insani kreatif dan warisan budaya yang kaya. Selain itu, industri kreatif juga dapat memberikan kontribusi di beberapa aspek kehidupan. Industri kreatif perlu dikembangkan karena memiliki peranan penting dalam pengembangan ekonomi negara dan daerah Departemen Perdagangan, (2008). Pertama, sektor industri kreatif

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan seperti peningkatan lapangan pekerjaan, peningkatan ekspor, dan sumbangannya terhadap PDB. Kedua, menciptakan Iklim bisnis positif yang berdampak pada sektor lain. Ketiga, membangun citra dan identitas bangsa seperti turisme, ikon Nasional, membangun budaya, warisan budaya, dan 5 nilai lokal. Keempat, berbasis kepada Sumber Daya yang terbarukan seperti ilmu pengetahuan dan peningkatan kreatifitas. Kelima, menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa. Terakhir, dapat memberikan dampak sosial yang positif seperti peningkatan kualitas hidup dan toleransi sosial. Industri kreaktif merupakan kelompok industri yang terdiri dari berbagai jenis industri yang masing-masing memiliki keterkaitan dalam proses pengeksploitasian ide atau kekayaan intelektual (intellectual property) menjadi nilai ekonomi tinggi yang dapat menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan. (Solo Kompas, 2008) industri kreatif gerabah dan keramik yang berbasis pada kultur dan budaya tradisi masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, pengusaha sering terkendala pada penguasaan menyangkut teknis bisnis. Pertumbuhan industri ekonomi kreatif Indonesia dinilai mampu mendorong untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 persen dalam RAPBN 2013, produk yang ada bukan hanya sekedar produk pabrikan tetapi memiliki nilai lebih dan daya beli masyarakat sudah semakin baik. Produk yang dihasilkan industri kecil dan menengah

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Indonesia memiliki nilai kreativitas dan inovasi yang tinggi kreatif. prospek industri ini ke depannya akan semakin baik terlebih dengan menig katnya jumlah kelas menengah di Indonesia, pemerintah sudah memberikan insentif berupa potongan harga bagi pembelian mesin untuk produksi industri tersebut, besaran potongan harganya hingga 40 persen dari harga pembelian, sehingga bisa mendorong produktifitas. Produksi industri ekonomi kreatif selain itu pemerintah hendaknya memberikan pelatihan, pendampingan dan penyediaan tenaga ahli bagi tumbuhnya industri kreatif di Indonesia. Di dalam industri kreatif, kreatif memegang peranan sentral sebagai sumber daya utama. Industri kreatif lebih banyak membutuhkan sumber daya ktearif yang berasal dari kreatifitas manusia daripada sumber daya fisik. Namun demikian, sumber daya fisik tetap diperlukan terutama dalam peranannya sebagai media kreatif dalam pembuatan gerabah yang modern dan inovatif. industri kreatif ini akan berperan penting dalam menentukan strategi pengembangan. Dengan mengetahui intensitas pemanfaatan sumber daya alam di dalam industri kreatif, maka strategi pengembangan sektor tertentu harus memperhatikan aspek kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang dibutuhkan dalam industri tersebut. Selain itu, kebijakan pemerintah dari berbagai instansi yang menyentuh empat aspek dominan yang berbeda di dalam industri kreatif tersebut (Seni dan Budaya, Media, Desain, dan Iptek) akan berdampak pula pada subsektor industri kreatif bersangkutan.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Kabupaten Klaten mempunyai warisan budaya lokal yang berpotensi bagus untuk terus dikembangkan. Adapun beberapa Industri kreaktif yang terkenal sebagai desa penghasil gerabah yaitu Dukuh Pagerjurang, Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten dan pembuatan kerajinan gerabah kabupaten klaten tersebut berpusat di desa Pagerjurang Kecamatan Bayat, di desa ini sebagian besar penduduk mengantungkan hidupnya dari usaha pembuatan kerajinan gerabah. Oleh karena itu desa tersebut ditetapkan sebagai desa wisata yang ada di Klaten. Desa ini berbatasan langsung dengan desa Bayat di bagian utara yang terkenal juga gerabah nya desa tersebut bernama Desa Pagerjurang yang berseblahan juga dengan Desa Melikan. Di desa pagerjurang dan melikan ini terdapat sekitar 50 rumahan gerabah. industri rumahan ini satu sama lain saling berseblahan dan bersebrangan dan hanya dipisahkan oleh gang ataupun pagar pekarangan rumah. Ciri Khas adalah Gerabah Bayat tak pernah dicat seperti gerabah dari Kasongan atau tempat lain. Warnanya natural dan lebih kuat karena tanahnya khusus dengan campuran pasir yang sangat sedikit. Biasanya akan dijumpai stempel simbol “Paju”, yang merupakan singkatan dari Pagerjurang, di setiap benda yang dihasilkan. Meski secara administratif masuk Kecamatan Wedi, orang lebih sering menyebut gerabah Bayat. Pembuatan kerajinan gerabah di Dukuh Pagerjurang Desa Melikan Kecamatan Bayat ini telah berlangsung selama puluhan tahun dengan

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 mengunakan peralatan yang sangat sederhana dengan bantuan tenaga manusia sebagai sumber tenaga utamanya. Secara Umum para pengrajin gerabah di Dukuh Pagerjurang Desa Melikan Kecamatan Wedi masih mengunakan metode tradisional terutama pada proses pemutarannya menggunakan tenaga manusia sebagai tenaga utama dapat dipastikan akan terjadi perbedaan pada kualitas produk kerajinan gerabah satu dengan yang lainnya. Gerabah khas Bayat memiliki ciri khas yang berbeda jika dibandingkan dengan yang berasal dari daerah lain, terutama yakni Teknik putaran miring saat pembuatannya. Gerabah khas Bayat juga memiliki warna coklat polos, dan tidak menggunakan sentuhan warna-warni lainnya. Dalam penelitian ini penulis fokus pada perkembangan usaha kerajinan gerabah pada aspek modal usaha, biaya produksi dan omset penjualan. Keberadaan usaha kerajinan gerabah yang ada di kecamatan Wedi Kabupaten Klaten, sangat banyak yang memproduksi kerajinan gerabah tersebut. Dengan adanya usaha kerajinan gerabah, masyarakat sekitar juga dapat ikut berperan aktif mengambangkan usaha dan ikut memodifikasi dalam produksi dengan cara enfluerage. (proses produksi yang memerlukan banyak waktu dan tenaga kerja). Sebagai daerah pengarajin gerabah, pagerjurang dipenuhi oleh kegiatan berkeramik setiap harinya. Seiring dengan perkembangan Era Globalisasi permasalahan perlahan muncul khusunya dalam modal usaha yang dimiliki oleh pengusaha industri yang menengah ke bawah.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Hal itu disebabkan oleh menurunya selera konsumen yang menyebabkan para pengusaha kesulitan untuk memperoleh modalnya kembali guna untuk produksi yang selanjutnya, berdasarkan alasan tersebut para pengrajin pun mulai beralih ke pekerjaan yang lain yang lebih menjanjikan. Adapun pengrajin mendapatkan modal pinjaman dari Bank Plecit atau kita kenal dengan rinternir, pengrajin sangat mengeluhkan adanya bank plecit seperti ini karena pengrajin ditutut untuk membayar pinjamannya dengan jumlah yang terlalu tinggi sesuai bunga yang ditetapkan oleh bank plecit tersebut terhadap pengrajin. Para pengrajin mulai kehilangan kepercayaan diri, sehingga meraka pun tidak dapat bersaing dengan perubahan yang ada dan gerabah Desa Melikan, Dukuh Pagerjurang pun akan tergeser keberadaanya. Dalam Proses produksi permasalahan pun sering muncul dalam penggunaan tekonlogi masih menggunakan proses tradisional yang terkenal di desa ini yaitu dengan cara pembuatan sederhananya yaitu teknik miring yang mengakibatkan terbatasnya proses produksi, alasan pengrajin tidak menggunakan perbot mesin, karena biaya perawatan yang cukup mahal dan pengrajin merasa produktivitas produk akan kurang baik. Desain gerabah pun masih cenderung sederhana. Di beberapa industri pengusaha adapun penjelasan teknik ini berawal dari para pengrajin yang sebagian besar perempuan sangat menjaga adat budaya ketimuran dengan tidak membuka kedua pahanya, Penjualan dilakukan di dalam dan di luar desa ini. Karena merupakan desa wisata,

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 untuk menarik para wisatawan datang, desa ini juga menjual gerabah yang diletakkan di showroom yang dapat terlihat di kanan kiri jalan begitu masuk gapura besar yang menandai desa sentra kerajinan ini. Pasar-pasar yang dirambah seperti pasar-pasar dalam negeri yaitu Bali, Surakarta, Sukoharjo, Semarang, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Menurut Riyanto (2013), modal adalah biaya biaya yang dikeluarkan untuk operasi perusahaan dalam satu periode (dalam jangka pendek) meliputi kas, persedian barang, dan piutang modal merupakan kunci utama dalam pendirian usaha gerabah tanpa modal yang cukup perusahaan tidak dapat berjalan dengan maksimal. Setiap pengusaha membutuhkan modal usaha dalam berproduksi, misalnya untuk pembelian bahan baku dan membayar gaji karyawan, diamana modal yang dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali masuk kedalam perusahaan dalam waktu pendek melalui hasil produknya. Permaslahan produksi juga terlihat dalam biaya bahan baku yang dimana keterbatasanya tanah liat yang ada di desa pagerjurang kecamatan bayat. Belakangan ini, Perhutani mematok lahannya dan melarang pengambilan tanah merah karena dikhawatirkan akan merusak hutan di kawasan tersebut. Satu-satunya tempat untuk mendapatkan bahan baku adalah perbukitan di wilayah Bayat. Namun, untuk menjangkau daerah itu sulit akibat tidak adanya jalan masuk. Sehingga mengharuskan para pengusaha industri gerabah mencari bahan baku tanah liat ke luar kecamatan bayat. Bahan baku merupakan bahan dasar yang digunakan

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 untuk membuat suatu barang melalui proses produksi sehingga menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi (Herjanto, 2004). Dengan adanya usaha kerajinan gerabah tentu memerlukan waktu dan tenaga kerja yang tidak sedikit oleh karena itu masyarakat dapat ikut berperan serta mengembangkan usaha kerajinan gerabah. Dalam usaha meningkatkan pemasaran pengusaha kerajinan gerabah mengalami kendala dengan banyak munculnya sentra pengrajin yang lain, sehingga menimbulkan persaingan yang ketat dalam penetapan harga usaha. Pesaing usaha kerajinan gerabah ini adalah bakul gerabah yang menjual produk gerabah pengrajin di showroom dengan tingkat harga yang lebih tinggi dibandingkan harga dari para pengrajin gerabah. Dalam pembangunan ekonomi di indonesia sektor UMKM selalu mengambil bagian pada sektor yang terpenting. Karena sebagaian besar pendudukanya berpendidikan rendah dan hidup dalam usaha kegiatan kecil baik di sektor tradisional maupun modern. Perkembangan UMKM memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan taraf hidup rakyat. Hal ini ditunjukkan oleh keberadaan UMKM yang telah mencerminkan wujud nyata kehidupan sosial dan ekonomi bagian terbesar dari rakyat Indonesia. Peran UMKM yang besar ditunjukkan oleh kontribusinya terhadap produksi nasional, jumlah unit usaha dan pengusaha, serta penyerapan tenaga kerja. Kontribusi UMKM dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2003 adalah sebesar 56,7% dari total PDB nasional, terdiri dari kontribusi usaha mikro dan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 kecil sebesar 41,1% dan skala usaha menengah sebesar 15,6%. UMKM berperan besar dalam penyediaan lapangan kerja, sehingga perlu selalu dibina, diberdayakan dan difasilitasi (RPJMN 2004 2009: 209). (Chaniago, 2002) memberikan pendapat tentang omset penjualan adalah keseluruhan jumlah pendapatan yang didapat dari hasil penjualan suatu barang dan jasa dalam kurun waktu tertentu berdasarkan pendapat tersebut pengusaha dituntut untuk meningkatkan produktivitasnya. Pengaruh globalisasi dan teknologi sekarang ini sangat kuat dan luas dirasakan oleh masyarakat hingga lapisan yang paling bawah. yang utamanya adalah di bidang ekonomi, globalisasi, teknologi dan budaya sangat kuat pengaruhnya terhadap masyarakat yang bergerak di bidang sekala kecil menengah. sebagian dari mereka ada yang bisa bertahan dan bahkan bisa mempertahankan usaha industrinya. Permasalahan yang sering muncul adalah kurang baiknya tata niaga pemasaran produk gerabah Desa Melikan, terbatasnya teknologi pemasaran dan juga kurang nya promosi yang dilakukan oleh pengrajin Desa Melikan. Tetapi ada sebagian besar dari usaha mereka yang kemendegan (usaha industri yang ditekuni tidak berkembang) bahkan ada yang sampai gulung tikar. Tetapi dengan adanya usaha kerajinan gerabah yang dilakukan oleh masyarakat desa melikan, usaha tersebut amat terpenting bagi warga masyarakat desa melikan karena merupakan mata pencaharian yang sudah turun menurun jadi apabila ada pengusaha yang kekurangan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 modal, sulitnya pemasaran dan penurunan omset penjualan merupakan resiko yang sangat kurang baik. Penelitian tentang kerajinan gerabah yang ada di Kecamatan Wedi ini penting dilakukan karena industri ini merupakan industri masyarakat yang bergerak di bidang sekala kecil menengah yang diharapakan mampu memberikan kontribusi yang positif dan mampu berkembang pesat dengan didukung aktivitas pariwisata di Klaten yang akan memberikan peluang dalam pemasaran produk bersekala kecil menengah. Dengan demikian sektor industri kecil menengah dan pariwisata diharapakan dapat berkembang secara bersamaan dalam rangka peningkatan ekonomi bagi daerah kabupaten klaten. Ada beberapa variabel dalam perkembangan usaha kerajinan gerabah ini, diantaranya aspek modal usaha, biaya produksi, omset penjualan. Variabel pertama modal usaha adalah sejumlah nilai pokok yang dimiliki dan digunakan oleh pengusaha untuk membiayai kegiatan usaha dagangnya setiap hari, baik berupa total nilai uang, barang dagangan maupun peralatan yang dapat dihitung dalam satuan rupiah. Variabel kedua Aspek biaya produksi yang dimaksud adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan meliputi biaya biaya : biaya bahan baku, bahan bakar, transportasi, tenaga kerja, listrik, dan air perawatan mesin. Variabel ketiga adalah omset penjualan yang dilihat dari segi omset penjualan, hal yang perlu diperhatikan pada omset penjualan adalah hasil penjualan gerabah selama satu tahun tertentu. Berdasarkan latar belakang

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 masalah di atas, maka penulis ingin mengadakan penelitian dengan judul “PROSPEK PERKEMBANGAN USAHA GERABAH DITINJAU DARI ASPEK MODAL USAHA ASPEK BIAYA PRODUKSI DAN OMSET PENJUALAN SETUDI KASUS : USAHA KERAJINAN GERABAH DESA MELIKAN KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN B. Batasan Masalah Permasalahan yang diteliti, penulis hanya membatasi pada aspek modal usaha, aspek biaya produksi, omset penjualan dalam usaha kerajinan gerabah Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten C. Rumusan Masalah 1. Bagaimana trend modal usaha di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013? 2. Bagaimana trend biaya produksi di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013? 3. Bagaimana trend omset penjualan di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013? 4. Bagaimana prospek usaha di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan?

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 D. Definisi Operasional Variabel 1. Modal Usaha Modal Usaha yaitu sejumlah uang dan barang yang dimiliki dan digunakan oleh pengusaha untuk membiayai kegiatan usaha dagangnya setiap hari, baik berupa total nilai uang, barang dagangan maupun peralatan yang dapat dihitung dalam satuan rupiah. Diukur dalam satuan rupiah (Rp) 2. Biaya Produksi adalah total biaya yang dikeluarkan oleh pengusaha kerajinan gerabah dalam jangka waktu 1 tahun. Adapun indikator untuk mengukur biaya produksi meliputi biaya biaya : Biaya bahan baku, biaya bahan bakar, biaya transportasi, biaya listrik, biaya air, biaya perawatan peralatan gerabah, biaya tenaga kerja, dalam rupiah 3. Omset Penjualan merupakan hasil penjualan gerabah selama satu tahun tertentu dinyatakan dalam rupiah Rumus perhitungan : Omset penjualan = Hasil Produksi Gerabah 1 tahun x harga jual gerabah

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui trend modal usaha di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013 2. Untuk mengetahui biaya produksi di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013 3. Untuk mengetahui omset penjualan di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013 4. Untuk mengetahui prospek usaha di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan F. Manfaat Penelitian Suatu penelitian yang baik diharapkan memberikan kontribusi yang positif atau manfaat yang berguna untuk pihak tertentu, maka dalam penelitian ini penulis berharap dapat membawa kontribusi yang positif untuk beberapa pihak yaitu: 1. Bagi usaha Memberikan kontribusi praktis dan masukan kepada masyarakat pelaku usaha atau pengrajin dalam upaya memecahkan berbagai masalah yang dihadapi, terutama dalam upaya modal usaha, biaya produksi, omset penjualan para pengrajin di daerah sentra industri

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 gerabah sesuai dengan ragam kendalanya, sehingga hal ini diharapkan akan dapat berpengaruh positif. 2. Bagi kalangan akademis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi serta dapat digunakan sebagai bahan pembanding untuk penelitian selanjutnya. 3. Bagi penulis Penelitian ini berguna untuk mengembangkan usaha kerajinan gerabah Desa Melikan, Dukuh Pagerjurang, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Usaha Industri Kerajinan Gerabah Usaha adalah upaya strategis yang dilakukan untuk memperoleh hasil atau keuntungan yang sebesar besarnya (Widarto, 2005: 16). Yang dimaksud usaha dalam konteks penelitian ini adalah usaha yang terkait dengan kegiatan ekonomi dan perdagangan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu. Industri kerajinan adalah industri yang menghasilkan barang sesuai dengan bahan dasarnya. Misalnya kerajinan dari bahan logam, kerajinan batik, kerajinan mebel, kerajinan keramik dan lain-lain. Usaha industri kerajinan gerabah adalah usaha industri kerajinan dengan bahan baku yang digunakan adalah tanah liat. Industri kerajinan gerabah menghasilkan berbagai macam barang, misalnya pot bunga, alat-alat dapur, genting, batu bata, aneka permainan anak dan lain-lain dan orang yang pekerjaannya membuat hasil kerajinan disebut pengrajin. B. Barang Barang Gerabah Menurut Widiarto (2005:9-10), barang-barang gerabah digolongkan menjadi dua jenis : 1. Gerabah yang mampu menyerap air, misalnya: Bata merah, genteng, celengan, tungku, kuali dan kendi 17

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 2. Gerabah yang tidak mampu menyerap air atau dikenal dengan kerajinan keramik, misalnya: tegel keramik, cangkir, piring, guci dan lain lain Kerajinan gerabah ini merupakan usaha kreaktif, maka masalah bentuk, ukuran dan ornament atau motifnya selalu muncul kreasi terbaru Untuk memproduksi kerajinan gerabah, bahan baku dan peralatan yang digunakan antara lain: a) tanah liat, b) pasir, c) air, d) cangkul, e) minyak tanah, f ) minyak bacin, g ) mesin molen h) mesin pres, I ) mesin cetak, j ) nampan, k) lempiran, l ) tungku. a. Siapkan bahan baku berupa campuran tanah liat yang telah jadi, pasir halus, dan air bersih b. Siapkan meja putar atau alat cetak c. Sediakan peralatan bantu berupa: alat penghalus bodi yang berbentuk silinder, mal atau pola d. Taburi meja putar dengan pasir halus agar tanah liat yang hendak dibentuk tidak lengket pada meja e. Letakan segenggam tanah liat yang telah diolah diatas meja putar yang telah ditaburi oleh pasir halus f. Pelan pelan meja diputar dengan tangan kiri, sementara tangan kanan mengepel sembil memukul mukul gundukan tanah liat diatas meja agar menjadi gepeng, untuk pekerjaan ini dapat menggunakan alat bantu

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 g. Setelah dasar terbentuk yang lebarnya sesuai yang diinginkan, kemudian mulai membentuk dindingnya, dengan cara menempelkan adonan tanah liat sedikit demi sedikit sambil memutar meja; h. Untuk memperhalus dan membentuk bodi atau dinding gerabah, bisa menggunakan alat bantu (papan kipas, gelang bambu, kain kasar) yang ditempelkan pada bodi sembil meja terus diputar i. Pekerjaan seperti tersebut diatas dilakukan berulang ulang, sehingga akhirnya terbentuklah gerabah simetris (silinder) j. Khusus untuk barang keramik dengan bentuk rumit (misalnya guci) yang penuh dengan lekukan lekukan dapat menggunakan bantual mal yang terbuat dari plat besi dengan ketebalan 0,3 cm, sehingga bentuk dan ukuran gerabah gerabah dapat seragam dan simetris k. Setelah bodi terbentuk sesuai yang diinginkan, selanjutnya gerabah tersebut dijemur secara alami (terkena panas alami dari matahari) selanjutnya disusun pada rak rak dalam tungku pembakar (tobong). Bahan bakar yang digunakan antara lain bisa kayu, jerami grajen (serbuk kayu), mrambut (kulit padi) lama proses pembakaran berkisar antara 6-12 jam (Widarto, 2005:3241). C. Tujuan Industri Kerajinan Gerabah Tujuan usaha pembuatan kerajinan adalah mendapatkan keuntungan melalui upaya peningkatan nilai tambah (value added) dengan pengorbanan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 sumber daya sedikit mungkin. Untuk membangun usaha kerajinan yang menguntungkan diperlukan analisis ekonomi atau analisis usaha sebagai cermin analisis untung rugi (analisis biaya manfaat). Analisis ini merupakan pedoman sekaligus pengendali operasional sehingga seluruh biaya pengeluaran dapat terukur dan terkontrol. Sejalan dengan tujuan usaha pembuatan kerajinan tersebut dan dilengkapi dengan informasi dari informan maka tujuan usaha kerajinan gerabah adalah untuk mencukupi kebutuhan hidup bagi keluarga pengrajin, untuk meningkatkan taraf hidup para pengrajin, untuk membuka lapangan kerja dan memberi kesempatan pada masyarakat usia produktif yang menganggur dan untuk menghasilkan barang-barang kerajinan (cangkir, piring, guci, hiasan rumah dan lain lain) D. Perkembangan Usaha Kerajinan Gerabah Menurut Sudrajat (2008) memberikan definisi bahwa Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya. Sedangkan Hurlock E.B. (2000:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren”. Progresif menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing mereka maju, dan bukan mundur. Teratur dan koheren menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 dan telah mendahului atau mengikutinya,ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan belajar. Perkembangan dapat pula dikatakan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan, kemasakan, dan belajar. Perkembangan industri kerajinan dapat dilihat dari perubahan yang terjadi pada omset produksi Pendapatan bersih yang diperoleh selama setahun yang dihitung pada akhir tutup buku.Pendapatan bersih yang dimaksud disini adalah pendapatan yang diperoleh industri atau pengusaha setelah dikurangi dengan biaya produksi, gaji karyawan dan lainlain. Berdasarkan definisi perkembangan tersebut diatas, yang dimaksud perkembangan industri kerajinan gerabah adalah perubahan yang berkesinambungan dalam hal tujuan, teknologi yang digunakan, hasil produksi, sistem pemasaran hasil produksi dan tingkat pendapatan bersih yang diperoleh para pengrajin sehingga tingkat kehidupan mereka lebih sejahtera. Kerajinan rakyat sebenarnya timbul atas dorongan naluri manusia untuk memiliki alat serta barang-barang yang diperlukan dalam melangsungkan dan memperjuangkan hidup dan penghidupan. Dengan adanya naluri inilah, masyarakat pedesaan berusaha untuk meningkatkan taraf hidup dan dapat mencukupi kebutuhan hidup bagi keluarganya, dengan bekerja sebagai pengrajin industri kerajinan rakyat. Selain itu, dengan menyempitnya tanah di pedesaan khususnya tanah pertanian, berakibat hasil produksi pertanian juga berkurang. Sehingga sektor

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 industri kerajinan rakyat mampu ikut andil dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan kondisi yang demikian itu, maka sangat perlu kiranya untuk melakukan program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat pada daerah daerah sentra industri di pedesaan, atau pemerintah daerah setempat memberikan perhatian khusus kepada mereka dengan membuat kebijakan yang berpihak kepada usaha industri mereka Pada perkembangannya, kerajinan gerabah bukan hanya untuk memenuhi barang-barang kebutuhan rumah tangga saja, tetapi juga untuk bahan bangunan, seperti bata merah, genteng, keramik (guci dan tegel), (Widarto, 2005:20) E. Modal Usaha Modal merupakan sejumlah dana yang menjadi dasar untuk mendirikan suatu usaha, setiap usaha menggunakan dana ini untuk membelanjai aktivitas produksi dalam menghasilkan produk barang dan jasa. Menurut Jusup (2005:313), modal menggambarkan hak pemilik atas perusahaan yang timbul sebagai akibat penanaman (investasi) yang dilakukan oleh pemilik atau para pemilik. Faktor produksi modal merupakan faktor yang penting dan mempunyai arti yang lebih menonjol dalam kegiatan usaha, karena modal usaha merupakan urat nadi bagi suatu kegiatan usaha. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (2008:453) modal didefinisikan sebagai, Sejumlah uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang dan sebagainya : harta benda

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 (uang, barang, dan sebagainya) yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan Gilarso (2002 : 97), menyatakan bahwa dalam ilmu ekonomi modal adalah sumber daya yang dihasilkan oleh manusia untuk membantu proses produksi menghasilkan barang dan jasa. Capital juga berarti dana uang yang diperlukan untuk membiayai pembelian barang barang industri. Modal juga dapat berupa Capital Goods, yakni gejala sumber daya selain kerja manusia dan pemberian alam, yang dipergunakan dalam proses produksi, atau barang hasil produksi yang dipakai sebagai sarana atau alat untuk menghasilkan barang lain. Modal adalah jumlah uang yang dinyatakan untuk sisa hak atas aktiva perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh hutang hutangnya. Modal merupakan hak atas aktiva perusahaan yang melekat pada pemilik perusahaan (Alexandri, dkk, 2011:22). Definisi modal dalam Statement Of Financial Accounting Concept No.6 (Chariri dan Ghozali, 2003) merupakan hak sisa terhadap aktiva suatu entitas setelah dikurangi hutang. Dari definisi di atas dapat dikatakan bahwa terdapat dua karakteristik modal, yaitu : 1. Ekuitas sama dengan neto, yaitu selisih antara aktiva perusahaaan dengan hutang perusahaan 2. Ekuitas dapat bertambah atau berkurang karena kenaikan atau penurunan aktiva neto baik yang berasal dari sumber pendapatan dan biaya maupun investasi oleh pemilik atau distribusi kepada pemilik

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Berdasarkan pendapat yang sudah dikemukakan diatas modal tidak hanya penting untuk memulai bisnis akan tetapi juga penting dalam melanjutkan kegiatan usaha. Pendapat mengenai modal ini sudah termasuk di dalamnya modal usaha, karena menurut pengertian modal seperti di atas pengertian dari usaha sudah terkandung di dalamnya. Priyanto (2013:19), modal merupakan ikhtisar neraca suatu perusahaan yang menggambarkan adanya modal kongkrit (setelah debet) dan modal abstrak (sebelah kredit), juga menunjukan suatu bentuk modal lain yang disebut modal aktif (debet) dan modal pasif (kredit). Jadi pengertian modal usaha dapat dikatakan merupakan ikhtisar dari neraca perusahaan yang terletak di sebelah debet dan kredit sisi debet disebut modal aktif dan sisi kredit disebut modal pasif Berdasarkan cara dan lamanya, modal aktif dibedakan sebagai berikut: 1. Modal Lancar Menurut Priyanto (2013:19), modal lancar diartikan sebagai aktiva yang habis dalam satu kali perputaran proses produksi dan proses perputaranya dalam jangka waktu pendek (umumnya kurang dari satu tahun). Selanjutnya menurut Munawir (2000:16), modal lancar diartikan sebagai kekayaan perusahaan dalam bentuk uang tunai dan komponen komponen lain yang mudah menjadi uang dalam waktu kurang dari satu tahun serta beredar dalam lingkungan perusahaan, diantaranya adalah uang tunai, simpanan di bank, piutung dagang, surat surat berharga, persediaan barang dan sebagainya.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2. Modal Tetap Priyanto (2013:19), aktiva yang tahan lama yang tidak atau yang secara berangsur-angsur habis turut serta dalam proses produksi, aktiva tetap tidak habis dalam proses produksi misalnya: tanah diamana diatasnya didirikan bangunan-bangunan pabrik. Adapun aktiva tetap yang berangur angsur habis dalam proses produksi mislanya bangunan-bangunan pabrik, kendaraankendaraan dan perlengkapan-perlengkapan lainya. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya aktiva tetap adalah aktiva yang digunakan dalam jangka panjang (lebih dari 1 tahun) dan tidak habis dalam satu kali proses produksi. Kemudian mengenai modal pasif Priyanto (2013:19), mengatakan bahwa, Modal Pasif merupakan modal yang tertera di sebelah kredit dari neraca yang menggambarkan sumber-sumber dari mana dana diperoleh. Modal pasif terbagi menjadi dua bagian, yaitu modal sendiri, modal asing atau modal badan usaha dan modal kreditur/utang. Menurut Priyanto, (2013:21). Modal sendiri adalah modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri (cadangan, laba) atau berasal dari pengambil bagian, peserta atau pemilik. Sedangkan modal asing atau sering juga disebut modal kreditur adalah modal yang berasal dari kreditur, yang ini merupakan utang bagi perusahaan yang bersangkutan. Dengan demikian secara umum modal merupakan ikhtisar dari necara perusahaan yang tertera di sebelah debet sebagai modal aktif yang menggambarkan bentuk bentuk seluruh dana yang diperoleh dan ditanamkan perusahaan sehingga dapat menunjukan struktur keuangan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 perusahaan. Sedangkan di sebelah kredit sebagai modal pasif yang menggambarkan sumber sumber dana, sehingga dapat menunjukan financial dan struktur modal perusahaan. Jadi yang dimaksud peneliti dalam modal usaha adalah sejumlah nilai pokok yang dimiliki dan digunakan oleh pengusaha untuk membiayai kegiatan usaha dagangnya setiap hari, baik berupa total nilai uang, barang dagangan maupun peralatan yang dapat dihitung dalam satuan rupiah. Diukur dalam satuan rupiah (Rp) Kembali ditegaskan lagi menurut Kartadinata (2000:8), dengan menyatakan lebih terinci bahwa: Modal aktif dibedakan menjadi aktiva lancar dan aktiva tetap. Aktiva lancar dibedakan lagi menjadi modal kerja dan alat alat lancar. Alat alat lancar terdiri dari uang kas, piutang yang dapat ditagih, dan surat surat berharga yang seketika dapat digunakan. Sementara aktiva tetap terdiri dari bangunan/gedung, mesin mesin, peralatan kantor, dan sebagainya. Kemudian Kartadinata (2000:10), menyimpulkan bahwa modal usaha adalah sejumlah nilai pokok modal aktif dan pasif yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan usahanya setiap hari, baik berupa total nilai uang, barang barang maupun peralatan peralatan yang dapat dihitung oleh satuan rupiah. Oleh karena itu tersedianya modal usaha yang cukup akan sangat mempengaruhi kelancaran usaha kerajinan gerabah. Hal ini didukung oleh pendapat Munawir (2000:114), adanya modal kerja yang cukup memungkinkan bagi perusahaan untuk beroprasi seekonomis mungkin dan perusahaan tak akan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 mengalami kesulitan karena adanya krisis keuangan. Akan tetapi adanya modal kerja yang berlebihan menunjukkan adanya dana yang tidak produktif dan hal ini menimbulkan kerugian bagi perusahaan, karena adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan telah disia siakan. Sebaliknya adanya ketidak cukupan modal kerja atau mismanajemen merupakan sebab utama gagalnya perusahaan. F. Biaya Produksi Untuk menjalankan usaha produksi diperlukan tenaga kerja, bahan baku, alat alat dan mesin, bahan bakar dan sebagainya. (Gilarso, 2003:125) 1. Pengertian Biaya Dalam Ilmu Ekonomi biaya diartikan semua pengorbanan yang dilakukan untuk suatu proses produksi, dinyatakan dalam uang menurut harga pasar yang berlaku. Menurut Sumarsono (2007) biaya produksi (production cost) adalah pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh produksi yang akan digunakan untuk menciptakan barang barang yang diproduksikan. Dalam menentukan hal hal apa saja yang harus diperhitungkan sebagai biaya. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat digolongkan sebagai berikut (Gilarso, 2003:125) : 2. Jenis Jenis Biaya a. Biaya langsung dan biaya tidak langsung

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 1) Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang secara langsung berhubungan dengan produksi suatu barang dan karena itu secara langsung dapat dibebankan suatu produk. Contohnya biaya bahan baku, biaya upah tenaga kerja langsung 2) Biaya tidak langsung (inderect cost) adalah biaya overhead pabrik (POB) yaitu biaya yang berhubungan dengan proses produksi sebagai keseluruhan. Contohnya biaya upah mandor, penyusutan mesin, biaya listrik b. Biaya tetap dan biaya variable 1) Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang jumlahnya tetap, tidak bertambah/berkurang dengan adanya peruabahan jumlah produk yang dihasilkan. Contohnya sewa bangunan atau sewa tanah tidak bertambah apabila jumlah barang yang dihasilkan lebih banyak 2) Biaya variable (variable cost) adalah biaya yang jumlahnya tidak tetap melainkan berubah ubah sesuang dengan (tergantung dari) banyak sedikitnya jumlah produk yang dihasilkan. Misalnya biaya bahan baku c. Biaya implisit dan biaya eksplisit 1) Biaya implisit adalah biaya yang secara ekonomis harus ikut diperhitungkan sebagai biaya produksi, meskipun tidak dibayar dalam bentuk uang. Contohnya upah Tenaga kerja, bunga atas modal sendiri

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 2) Biaya eksplisit adalah semua pengeluaran uang yang digunakan untuk membayar faktor produksi, bahan bahan baku, transportasi. Dalam menganalisis biaya produksi dibedakan dua jangka waktu yaitu jangka waktu pendek dan jangka waktu panjang. Biaya jangka pendek adalah jangka waktu yang terlalu pendek untuk menambah dan memperbesar modal tetap seperti bangunan pabrik, mesin mesin, areal tanah dan sebagainya yang menentukan kapasitas produksi. Ini menandakan bahwa dalam biaya jangka pendek jumlah barang yang dihasilkan hanya dapat diperbesar dengan menambah faktor faktor produksi yang lain, yaitu tenaga kerja, bahan baku, dan lain lain dengan asumsi input variable yang segera akan ditambah (Gilarso, 2003:143). Menurut Sukirno (2005), biaya jangka pendek adalah Jangka pendek adalah jangka waktu ketika sebagian produksi tidak lagi dapat ditambah jumlahnya Pada periode perencanaan jangka panjang, dalam biaya jangka panjang semua input produksi dapat ditambah dan disesuaikan artinya suatu perusahaan dapat diperluas (ekspansi) dengan menambah jumlah mesin mesin, bangunan dan areal tanah (Gilarso, 2003:110). Kalau jangka waktu cukup lama, juga dapat dibangun pabrik pabrik yang baru. Fungsi produksi dapat diperbaiki, hal mana yang mempengaruhi kombinasi sebagai perbandingan antara faktor faktor produksi. Sedangkan, menurut Sumarsono (2007) menyatakan biaya jangka panjang pada proses produksi dapat

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 ditingkatkan kegiatan nya dengan memperbesar produksinya dan produsen dapat merubah biaya produksi tetapan nya. Dalam biaya produksi jangka pendek dan biaya produksi jangka panjang masing masing mempunyai analisis perhitungan yang berbeda. Menurut Gilarso (2003:131-132). Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan suatu produk dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu: a. Biaya tetap 1) Biaya tetap (fixed cost, disingkat FC) adalah biaya yang jumlahnya secara keseluruhan tetap, tidak berubah, apabila ada perubahan dalam besar kecilnya jumlah produk yang dihasilkan (Sampai Batas Tertentu). Contohnya sewa tanah, atau bangunan, penyusutan dan lain lain 2) Biaya variable (variabel cost, disingkat VC) adalah biaya yang jumlahnya berubah ubah sesuai dengan (Tergantung dari) besar kecilnya jumlah produksi misalnya, biaya bahan baku, upah buruh harian 3) Biaya Total (total cost, disingkat TC) adalah jumlah biaya tetap dan biaya variable: TC = FC + VC Total cost didapat dari menjumlahkan biaya tetap dan biaya variabel. total fix cost /biaya tetap total (TFC) adalah biaya tetap yang harus dikeluarkan walaupun perusahaan tidak berproduksi. Biaya ini adalah biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 dihasilkan. total variabel cost /biaya berubah rata-rata (TVC) adalah biaya yang dikeluarkan apabila berproduksi dan besar kecilnya tergantung pada banyak sedikitnya barang yang diproduksi. Semakin banyak barang yang diproduksi biaya variabelnya semakin besar begitu juga sebaliknya. TC TVC TFC TFC 0 Jumlah Produksi Sumber : Sukirno, 2005 Berdasarkan penjelasan yang sudah diungkapkan diatas, bahwa tiga jenis biaya total dapat diturunkan fungsi biaya rata - rata yang merupakan suatu nilai tengah aritmatik bilangan (Suhartati Joesron dan M. Fathorrazi, 2011:143-144) yang terdiri dari biaya rata rata dan biaya marjinal yaitu: b. Biaya rata rata 1) Biaya tetap rata rata (avarage fixed cost, atau disingkat AFC) adalah biaya tetap per unit output, avarage fixes cost/biaya tetap rata rata (AFC) yang didapat dari biaya tetap total (TFC) dibagi dengan jumlah barang yang diproduksi (Q) AFC(q) = TFC (q) / q. Biaya

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 tetap rata rata ini mempunyai sifat semakin besar output semakin dekat dengan sumbu horizontal. 2) Biaya variable cost, atau disingkat AVC) adalah biaya variable per unit output. avarage variabel cost (AVC) yang didapat dari biaya yang dapat dihitung dengan biaya total (TC) di bagi sejumlah barang yang diproduksi (Q). 3) Biaya Marginal adalah laju perubahan di dalam biaya total sebagai akibat perubahan output. marginal cost/biaya marginal didapat dari tambahan suatu biaya yang disebabkan karena tambahan satu unit produksi. Gambar Biaya Tetap Rata Rata, Biaya berubah Rata Rata dan Biaya Total Rata Rata. Biaya Produksi AC AVC = AC - APC AFC 0 Sumber : Gilarso, 2003:13 Jumlah Produksi

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 G. Omset Penjualan 1. Pengertian Omset Kata Omzet berarti jumlah, sedang penjualan berarti kegiatan menjual barang yang yang bertujuan mancari laba atau pendapatan. Omset penjualan berarti jumlah penghasilan atau laba yang diperoleh dari hasil menjual barang atau jasa. (Chaniago,2002) memberikan pendapat tentang omzet penjualan adalah keseluruhan jumlah pendapatan yang didapat dari hasil penjulan suatu barang atau jasa dalam kurun waktu tertentu. (Swastha, 2005) memberikan pengertian omzet penjualan adalah akumulasi dari kegiatan penjualan suatu produk barang-barang dan jasa yang dihitung secara keseluruhan selama kurun waktu tertentu secara terus menerus atau dalam satu proses akuntansi. sedangkan menurut (Nafarin, 2007) Penjualan (selling) adalah proses menjual. Menjual (Sale) adalah menyerahkan sesuatu kepada pembeli dengan harga tertentu Definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa omzet penjualan adalah keseluruhan jumlah penjualan barang atau jasa dalam kurun waktu tertentu, yang dihitung berdasarkan jumlah uang yang diperoleh dan berdasarkan volume. Seorang pengelola usaha dituntut untuk selalu meningkatkan omzet penjualan dari hari kehari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun. Hal ini diperlukan kemampuan dalam mengelola modal terutama modal kerja agar kegiatan operasional perusahaan dapat terjamin kelangsungannya. Dari pendapat tersebut maka penjualan itu merupakan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 kegiatan menawarkan/memasarkan barang dan jasa kepada pembeli yang berminat yang nantinya akan dibayar jika telah terjadi kesepakatan mengenai harga barang/jasa. 2. Pengertian Penjualan Penjualan merupakan pembelian sesuatu barang atau jasa, dari suatu pihak kepada pihak lainnya dengan mendapatkan ganti uang dari pihak tersebut. Penjualan juga merupakan suatu sumber pendapatan perusahaan, semakin besar penjualan maka semakin besar pula pendapatan yang diperoleh perusahaan. (Simamora, 2002:24) menyatakan, penjualan adalah pendapatan lazim dalam perusahaan dan merupakan jumlah kotor yang dibebankan kepada pelanggan atas barang dan jasa. Penjualan adalah penjualan barang dagangan sebagai usaha pokok perusahaan yang biasanya dilakukan secara teratur (Marom, 2002: 28). Definisi tersebut dapat disimpulkan, bahwa penjualan adalah persetujuan kedua belah pihak antara penjual dan pembeli, dimana penjual menawarkan suatu produk dengan harapan pembeli dapat menyerahkan sejumlah uang sebagai alat ukur produk tersebut sebesar harga jual yang telah disepakati a. Cara Cara Penjualan Dalam praktek penjualan ada dua pihak yang berkepentingan yaitu yang menawarkan barang dan yang minta barang itu, sehingga dalam ilmu ekonomi dikatakan bahwa pasar adalah tempat terjadinya penawaran dan permintaan (Sutamto, 2003: 11-12).

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 1) Cara-cara penjualan bagi pengusaha kecil dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut, Sutamto (2003:11-12) : a) Menjual Barang di Tempat Umum Atau Pasar Dalam praktek penjualan ada dua pihak yang berkepentingan yaitu yang menaikan barang dan yang meminta barang, sehingga dapat diambil pengertian tentang pasar. Pasar merupakan tempat lokasi yang sederhana dimana keputusan-keputusan itu akan digunakan baik antara penawaran, pembelian maupun penjualan yang didasarkan sebagian besar pertimbangan harga, dengan mengamati harga orang dapat mempelajari tindakan-tindakan apa yang diambil untuk memaksimumkan pendapatannya atau meminimumkan pengeluaran dalam penjualan. Khususnya bagi pengusaha kecil dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut yaitu menjual barang di tempat umum seperti di pasar, karena saluran distribusi sangat dipengaruhi oleh pembelian konsumen, maka keadaan pasar ini merupakan faktor penentu dalam pemilihan saluran (Swastha dan Irwan, 2005: 299-300). b) Menjual Barang di Tempat yang Membutuhkan Dalam hal ini para produsen menjual barang dagangannya ditempat yang membutuhkan seperti, berkeliling membawa produknya kejalan maupun kerumah 12 warga, tujuannya adalah

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 mempromosikan maupun memperkenalkan produknya, sehingga para konsumen pada tertarik dan ingin membeli produk tersebut. c) Menjual Barang dengan Jasa Kantor Pos Para pengusaha menjual produknya tidak di pasar atau digrosir saja, tetapi apabila mereka mendapat pesanan barang dari konsumen yang jauh tempat lokasinya, biasanya mereka menggunakan jasa kantor pos untuk mengirimkan barang ketempat tujuan. Hal ini dapat menghemat waktu, tenaga, ongkos, dan merupakan cara praktis untuk pengusaha industri. Penjualan dengan jasa kantor pos biasanya langsung berhubungan dengan produksi dan distribusi bahan pos, juga biaya penelitian kedalam daftar alamat. b. Tujuan Penjualan Di atas telah diuraikan bahwa penjualan bertujuan menyampaikan barang kebutuhan bagi mereka yang memerlukan imbalan uang menurut harga yang ditentukan. Salah satu tujuan penjualan adalah memberikan data-data kepada produsen tentang keadaan permintaan dan daya beli konsumen, dan dari prakteknya nampak tujuan penjualan yang utama adalah mendapatkan keuntungan, sedangkan menurut usaha kecil baik produsen maupun pedagang eceran tujuan penjualan pada prinsipnya sama, yaitu mencari keuntungan. (Sutamto, 2003:14-15). Swastha dan Irwan

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 (2005:404) mengemukakan bahwa perusahaan pada umumnya mempunyai tiga tujuan umum dalam penjualannya, yaitu: 1) Mencapai Volume Penjualan Volume penjualan adalah suatu studi mendalam tentang masalah penjualan bersih dari laporan rugi laba perusahaan (Swastha dan Irawan, 2005: 60-61). Volume penjualan yang menguntungkan merupakan tujuan dari konsep pemasaran, artinya laba itu dapat diperoleh dengan melalui pemuasan konsumen. Dengan laba ini, perusahaan dapat memberikan tingkat kepuasan yang lebih besar pada konsumen, serta dapat memperkuat kondisi perekonomian secara keseluruhan. 2) Mendapatkan Laba Setiap perusahaan tentunya ingin mendapatkan laba dari hasil penjualannya. Laba itu diperoleh dari pengurangan pendapatan atau hasil penjualan dengan biaya produksi, jika perusahaan tidak mendapatkan laba dalam penjualannya maka akan mengalami gulung tikar, karena uang perusahaan tidak bisa berputar untuk biaya biaya produksi selanjutnya. 3) Menunjang Pertumbuhan Perusahaan Dalam hal ini perlu adanya kerjasama yang rapi di antara fungsionaris bagian keuangan yang menyediakan dananya, bagian dari personalia menyediakan tenaganya, bagian promosi

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 dan sebagainya, maupun dengan cara penyalur. Namun demikian semua ini tetap menjadi tanggung jawab dari pimpinan (Top Manager), dan dialah yang harus mengukur seberapa besar sukses atau kegagalan yang harus dihadapinya (Swastha dan Irawan, 2005: 404-405). c. Faktor Faktor yang mempengaruhi penjualan Dalam kegiatan penjualan di pengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut (Swastha dan Irawan, 2005) : a. Kondisi dan kemampuan penjual Transaksi jual-beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini penjual harus dapat menyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yakni: 1) Jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan 2) Harga produk 3) Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan, sesudah penjualan, garansi dan sebagainya

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 b. Kondisi pasar Pasar sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualanya. Adapun faktor faktor kondisi pasar yang perlu diperharikan: 1) Jenis pasarnya 2) Kelompok pembeli atau segmen pasarnya 3) Daya belinya 4) Frekuensi pembelian 5) Keinginan dan kebutuhan c. Modal Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijualtersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha, seperti: alat transport, tempat peragaan baik didalam perusahaan maupun di luar perusahaan, usaha promosi, dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjualan memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 d. Kondisi organisasi perusahaan Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang orangorang tertentu/ahli di bidang penjualan e. Faktor Lain Faktor-faktor lain, seperti: periklanan, peragaan, kampanye, pemberian hadiah, sering mempengaruhi penjualan. Namun untuk melaksanakannya, diperlukan sejumlah dana yang tidak sedikit. Bagi perusahaan yang bermodal kuat, kegiatan ini secara rutin dapat dilakukan. Sedangkan bagi perusahaan kecil yang mempunyai modal relatif kecil, kegiatan ini lebih jarang dilakukan. Ada pengusaha yang berpegangan pada suatu prinsip bahwa “paling penting membuat barang yang baik”. Bilamana prinsip tersebut dilaksanakan, maka diharapkan pembeli akan kembali membeli lagi barang yang sama. Namun, sebelum pembelian dilakukan, sering pembeli harus dirangsang daya tariknya, misalnya dengan memberikan bungkus yang menarik atau dengan cara promosi lainnya. Berdasarkan penjelasan yang sudah dijelaskan diatas seperti tujuan penjualan dan faktor faktor yang mempengaruhi penjualan, agar perusahaan tidak mengalami kerugian oleh karena terlalu banyak memproduksi barang dan jasa maka perusahaan harus memperkirakan bersarnya penjualan atau

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 dinamakan dengan ramalan jual. Ramalan jual adalah proses aktivitas memperkirakan produk yang akan dijual dimasa mendatang dalam keadaan tertentu dan dibuat data yang pernah terjadi atau mungkin akan terjadi. Teknik membuat ramalan jual dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif atau gabungan keduanya (Nafarin, 2007) Ramalan kuantitatif dapat dilakukan dengan menekankan pertimbangan dan keahlian dari para tenaga penjualan. Berdasarkan survey informal dari pelanggan utama perusahaan dilakukan oleh bagian penjualan. Menggunakan pertimbangan eksklusif tingkat atas dalam perusahaan itu, yaitu dengan meminta pendapat para pakar, orang ahli dan berpengalaman dimintai pertimbangan untuk meramalkan jualan. Survei konsumen dilakukan dengan meneliti konsumen. Ramalan kuantitatif dapat menggunakan 4 metode yaitu; 1. Analisis lini produk seperti keputusan sementara jalur produk baru yang akan diperkenalkan 2. Jalur produk lama yang akan dihapus dan inovasi baru 3. Metode distribusi probabilitas dengan cara menaksir variasi produk yang akan dijual lalu menentukan nilai probabilitas 4. Analisis trend dan regresi menggunakan metode statistik Perusahaan dalam memprediksi bahwa omzet penjualan akan seimbang apabila hasil penjualan sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk produksi atau break event point. Dapat diperoleh dimana biaya total/total cost sama

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 dengan total revenue/penerimaan total (TC= TR). Dalam keadaan ini perusahaan tidak mengalami keuntungan atau kerugian. Apabila perusahaan dalam keadaan memperoleh penjualan lebih kecil jumlahnya dari biaya yang dikeluarkan untuk produksi berarti perusahaan mengalami kerugian (TC>TR). Sedangkan bila (TC>TR) makan yang terjadi adalah perusahaan mengalami keuntungan. Kondisi seperti ini yang diinginkan perusahaan untuk mendapatkan laba yang sebesar besarnya. Gambar II.1 Untung, BEP, Rugi RP TR TC Untung (TCTR) 0Q Sumber : Gilarso, 2003 H. Kerangka Penelitian 1. Prospek perkembangan dari aspek modal usaha Modal dapat disamakan dengan dana. Modal tidak hanya penting untuk memulai bisnis akan tetapi juga membantu dalam melanjutkan kegiatan oprasi. Modal adalah semua dana yang tersedia untuk melanjutkan usaha

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 meliputi modal pemilik (modal sendiri) serta utang (Pinjaman). Dengan demikian pengertian modal bukan hanya uang, pengertian modal seharusnya dikaitkan dengan usaha atau upaya. Modal dapat berupa uang atau barang. Semakin besar modal yang ada, makin besar pula kemungkinan ukuran usaha yang dijalankan. Modal memberikan peluang yang luas bagi pengembangan usaha, oleh sebab itu terbatasnya modal/dana sering menyebabkan kesempatan untuk mengembangkan usaha akan berlalu begitu saja. Jika pengusaha memiliki modal yang cukup maka kesempatan untuk mengembangkan usaha dapat mereka dapatkan. Kita sering mendengar banyak pengusaha yang terpaksa menutup usahanya. 2. Prospek perkembangan dari aspek biaya produksi Usaha Kerajinan Gerabah merupakan usaha yang turun menurun. Usaha tersebut dimulai sejak nenek moyang mereka pada saat zaman sunan pandanaran atau sunan bayat usaha kerajinan gerbah merupakan usaha home industri adalah usaha produk atau juga perusahaan kecil menengah. Dikatan perusahaan kecil menengah dikarnakan kegiatan ekonomi dipusatkan di rumah. Usaha sentra kerajinan Gerabah yang peneliti tinjau dari aspek produksi, mempunyai tujuan guna untuk mengetahui pembuatan dari awal proses pengumpulan bahan baku hingga proses pemasaranya yang dapat dijalankan dengan baik, proses produksi yang dijalankan guna mengukur proses gerabah hingga sampai proses pemasaranya. Biaya biaya yang dikeluarkan dari setiap pengusaha meliputi: biaya transportasi, biaya Tenaga

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 kerja, biaya bahan baku, biaya bahan bakar, biaya listrik, biaya penyusutan mesin, biaya perawatan mesin. 3. Prospek perkembangan dari omset penjualan Usaha kerjanian gerabah merupakan usaha home industri, home industri adalah rumah usaha produk barang dan juga perusahaan kecil. Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis ekonomi nya dipusatkan di dalam rumah. Usaha kerjinan gerbah ditinjau dari aspek penjualan mempunyai tujuan bahwa penjualan menggambarkan hasil dari penjualan barang atau jasa kepada pembeli atau langganan satu tahun periode. I. Penelitian Terdahulu Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya adalah faktor faktor yang mempengaruhi dan strategi pemberdayaan pada masyarakat pada usaha sentra gerabah. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh (Indra Hastuti:2009) Tentang Studi Perkembangan Usaha Industri kerajinan Gerabah, Faktor Faktor yang mempengaruhi, dan Strategi pemberdayaanya pada masyarakat Desa Melikan Kecamatan Wedi Klaten. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi perkembangan industri kerajinan gerabah pada masyarakat Desa Melikan, mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha kerajinan gerabah Desa Melikan dan merumuskan strategi pemberdayaan yang bagaimana diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengarajin gerabah tersebut. Metode yang digunakan adalah metode yang

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 menekankan pada hasil pengumpulan data-data kualitatif, berupa kata kata dalam bentuk uraian sebagai analisis logis dari hasil observasi dan wawancara yang mendalam (in-depth interviewing). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung/observasi, wawancara dengan manajer perusahaan, para pedagang, para pengrajin. Dan data sekunder diperoleh dari Aparat pemerintah kabupaten, Kecamatan Dan Desa. Hasil penelitian Perkembangan Usaha Industri Kerajinan Gerabah gerabah di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten mengalami perkembangan,jumlah pengusaha tiap tahun mengalami kenaikan.jumlah produksi selalu meningkat dengan jenis dan variasi bentuk yang semakin menarik,jumlah pendapatan masyarakat dari hasil kerajinan yang selalu meningkat akan tetapi menurut peneliti tingkat perkembangan tersebut belum maksimal dilihat dari potensi hasil kerajinan gerabah dan banyaknya peminat kerajinan gerabah melalui pesanan. Sedangkan dari variabel kedua faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha kerajinan gerabah seperti: modal, alat produksi, bahan baku, organisasi kerajinan gerabah dan sumber daya manusia semua berkontribusi positif terhadap perkembangan usaha kerajinan gerabah di Desa Melikan Kecamatan Wedi. Dan variabel ketiga yaitu strategi pemberdayaan masyarakat pengrajin Gerabah Desa Melikan juga berkontribusi positif terhadap perkembangan usaha kerajinan Gerabah di Desa Melikan Kecamatan Wedi. Dari

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 analisis penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan terealisasinya pelaksanaan rencana program, memungkinkan terjadinya perkembangan industri gerabah yang semakin maju dan dengan berkembangnya industri gerabah, baik secara langsung maupun tidak langsung akan memiliki arti sangat penting dalam sendi sendi perekonomian masyarakat sehingga secara bertahap pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Melikan akan bisa diwujudkan.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang diajukan untuk memberikan gejala gejala faktor faktor atau kejadian kejadian secara sistematis dan akurat mengenai sifat sifat populasi atau daerah daerah tertentu. Dalam penelitian deskriptif ini cenderung tidak mencari atau menerangkan saling berhubungan. Menurut Sugiyono (2010:29) penelitian deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data dan deskriptif berupa kata kata lisan dari orang orang terkait dan prilaku dapat secara kasat mata diamati dengan observasi. Penelitian ini juga bersifat penelitian deskriptif, penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai 47

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 status gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan (Arikunto, 2009) B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi yang menjadi tempat penelitian adalah Kabupaten Klaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Desa Melikan, Dukuh Pagerjurang merupakan sentra industri kerajinan gerabah alasan diambilnya lokasi penelitian ini karena di desa Melikan, Pagerjurang masyarakatnya bekerja sebagai pengrajin gerabah yang merupakan salah satu ciri khas kerajinan Kota Klaten sebagai industri kreaktif peninggalan budaya masyarakat pendahulunya. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014. C. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek dan subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang diharapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan menarik kesimpulan. Dalam penelitian ini populasi sentra kerajinan gerabah salah satunya adalah Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten. Jumlah populasi yang ada di Desa Melikan, serta yang mempunyai data lengkap. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Karena peneliti mempunyai pertimbangan – pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampelnya (Sugiyono, 2001). Dasar pertimbangan adalah ketersediaan dokumen pencatatan keuangan. Teknik pengambilan sample berdasarkan ciri/ karakteristik tertentu dimana sample yang diambil mewakili/ respresentatif. Jumlah populasi pengrajin gerabah Desa Melikan, Kecamatan Wedi adalah 50 pengrajin. Jadi mengenai besarnya populasi dari 50 pengrajin gerabah desa melikan, karena keterbatasan waktu, biaya, administrasi data pengrajin yang baik dan tenaga penulis sample yang diambil dalam penelitian ini berjumlah sekitar 20 pengrajin. D. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah pihak atau lembaga yang memberikan informasi dan memfalitasi peneliti. Dalam hal ini yang menjadi subjek penelitian adalah pemilik usaha Gerabah 2. Objek Penelitian Objek penelitian adalah seseorang atau sesuatu yang ingin diteliti. Yang menjadi objek penelitian dalam penelitian ini adalah prospek perkembangan usaha sentra kerajinan gerabah yang dilihat dari aspek modal usaha, biaya produksi, omset penjualan dari tahun 2007-2013

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 E. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data yang dicari antara lain besarnya modal usaha yang dimiliki, besarnya omset penjualan per tahun, besarnya biaya produksi per tahun meliputi biaya upah tenaga kerja, biaya air dan listrik, biaya transportasi, biaya bahan baku, biaya perawatan mesin, dan biaya penyusutan mesin. Adapun data sekunder, data yang dicari dalam penelitian ini antara lain data administrasi usaha, data lingkungan fisik usaha, data jumlah pengusaha dan sejarah gerabah Desa Pagerjurang. F. Definisi Operasional Definisi operasional variabel dan pengukurannya adalah unsur penelitian dan unsur variabel yang memberitahukan bahwa caranya mengukur variabel. Dalam penelitian ini definisi operasional variabel adalah: 1. Modal Usaha adalah sejumlah nilai pokok modal aktif dan modal pasif yang dimiliki dan digunakan oleh pengusaha untuk membiayai kegiatan usaha dagangnya setiap hari, baik berupa total nilai uang, barang dagangan maupun peralatan yang dapat dihitung dalam satuan rupiah, diukur dalam satuan rupiah (Rp). 2. Biaya Produksi adalah total biaya yang dikeluarkan oleh pengusaha kerajinan gerabah dalam jangka waktu 1 tahun.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Adapun indikator untuk mengukur biaya produksi meliputi biaya biaya : Biaya bahan baku, biaya bahan bakar, biaya transportasi, biaya listrik, biaya air, biaya perawatan peralatan gerabah, biaya tenaga kerja, dalam rupiah 3. Omset Penjualan merupakan hasil penjualan gerabah selama satu tahun tertentu dinyatakan dalam rupiah Rumus perhitungan : Omset penjualan = Hasil Produksi Gerabah 1 tahun X harga jual gerabah G. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (Sugiyono,2007): 1. Wawancara Wawancara dilakukan kepada pemilik usaha, para pengrajin, dan para pekerja sentra kerajinan gerabah yang ada di Desa Pagerjurang Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Wawancara menggunakan panduan sistematis wawancara 2. Observasi Observasi yaitu peneliti melakukan pengamatan langsung sebelum penelitian dan Saat Penelitian secara langsung pada karyawan, tenaga kerja dan pemilik usaha Kerajinan Gerabah, dengan asumsi mendapatan data mengenai keadaan fisik yang sesungguhnya observasi ini disertai dengan dokumentasi terhadap data data yang dianggap penting

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 3. Dokumentasi Dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan mempelajari dan memahami data yang bersumber dari catatan dan dokumen yang tersedia dan berhubungan dengan masalah yang akan dibahas. Peneliti akan mencari data dengan berbentuk tulisan, catatan maupun gambar yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. H. Teknik Analisis Data Untuk menjawab permasalahan mengenai bagaimana pengaruh aspek modal usaha, biaya produksi dan omset penjualan terhadap prospek perkembangan usaha kerajinan gerabah, adalah menggunakan teknik analisis data sebagai berikut: Analisis Trend deret berkala yaitu dibedakan menjadi 4 macam komponen yang seakan akan independen dan disebabkan oleh beberapa hal. Analisis data menggunakan deret berkala yaitu menggunakan kuadrat kecil untuk menghitung nilai trend tahun 2007 – 2013. Alasan menggunakan deret berkala kuadrat kecil karena hasil peramalan lebih sesuai dan memberikan hasil yang mendekati kenyataan sebenarnya. Metode kuadrat minimum merupkan metode yang memuaskan bagi penggambaran garis trend linier.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rumus Y = a + bX Y : nilai trend periode tertentu a : nilai konstanta yaitu nilai Y’ pada saat X sama dengan Nol (0) b : nilai kemiringan yaitu nilai Y’ pada saat X bertambah satu satuan X : nilai periode tahun Bentuk tabel perhitungan : Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Mencari nilai a = Mencari nilai b = Y X X2 XY Nilai Trend Y’ 53

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Letak Daerah Melikan merupakan salah satu desa di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten terletak + 12 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Klaten, merupakan dataran rendah dengan ketinggian + 154 meter dari permukaan laut. Kabupaten Klaten merupakan wilayah Indonesia berada di Propinsi Jawa Tengah yang terletak pada garis lintang 700 30’ – 700 45’ Lintang Selatan dan garis bujur 1100 20’ – 1100 45’ Bujur Timur. Tanah di Kabupaten Klaten pada umumnya subur karena berada di tengah - tengah Pegunungan Merapi dan Pegunungan Seribu, dan beriklim tropis (BPS Kabupaten Klaten, 2007). Sumber : BPS Klaten Kabupaten Klaten terbagi menjadi 23 kecamatan. Desa Melikan merupakan salah satu desa di Kecamatan Wedi. Desa Melikan terdiri dari 15 pedukuhan dengan luas daerah mencapai 167, 6280 hektar. Merupakan 54

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 desa yang letaknya paling timur dari Kecamatan Wedi dan berada pada kaki Pegunungan Jabalkat dan juga Pegunungan Carakan. Batas - batas Desa Melikan adalah sebagai berikut: Sebelah Utara Desa Paseban (Kecamatan Bayat), Sebelah Timur Desa Kaligayam (Kecamatan Wedi), Sebelah Barat Desa Brangkal (Kecamatan Wedi), Sebelah Timur Desa 53 Paseban (Kecamatan Bayat). B. Lokasi Industri Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten terletak + 12 kilometer dari pusat Kota Klaten atau pusat perekonomian Kabupaten Klaten. Pusat kegiatan ekonomi atau pasar untuk Kabupaten Klaten terletak di Desa Bareng Kecamatan Klaten Utara. Untuk menuju lokasi industri karajinan gerabah Desa Melikan, Kecamatan Wedi tidak sulit karena dapat ditempuh melalui jalan darat yang sudah bagus, dari pasar Kota Klaten bisa naik kendaraan angkutan pedesaan jalur H jurusan Bayat. Dari Terminal Klaten bisa naik bus jurusan Cawas, kurang lebih 30 menit. Letak Desa Melikan sangat strategis yaitu dilalui Jalan Raya Bendo Bayat. C. Keadaan Penduduk Jumlah penduduk menurut usia berdasarkan monografi desa melikan, kecamatan wedi, kabupaten klaten tahun 2013 tercatat jumlah penduduk sebanyak 3.601 jiwa yang terdiri dari 1.776 orang laki laki dan 1.825 orang perempuan jumlah tersebut meliputi 1.053. untuk mengetahui

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 komposisi penduduk menurut usia angkatan kerja dapat dilihat pada tabel I.1. Dari tabel I.1 dapat diketahui jumlah penduduk golongan usia kerja dan golongan usia lanjut berdasarkan Penggolonggan penduduk dapat dipisahkan sebagai berikut 0 – 14 tahun termasuk usia anak, umur 15 – 56 termasuk usia angkatan kerja, umur 57 keatas termasuk golongan usia lanjut. Tabel IV.1 Komposisi Penduduk Menurut Usia Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten KELOMPOK UMUR JUMLAH ( TAHUN ) 10 – 14 Tahun 3 15 – 19 Tahun 25 20 – 26 Tahun 268 27 – 40 Tahun 354 41 – 56 Tahun 162 57 – Keatas 39 851 JUMLAH Sumber : Monografi Desa Melikan 2013 Berdasarkan tabel I.1 diatas maka dapat diketahui besarnya kelompok umur yang termasuk dalam golongan bukan angkatan kerja dan golongan usia lanjut adalah sebagai berikut umu 0 – 14 tahun sebanyak 3, umur 15 – 56 sebanyak 809 dan usia 57 keatas sebanyak 39 orang merupakan usia lanjut. Batas golongan angkatan kerja adalah umur 15 – 56 tahun dimana pada industri kerajinan keramik yang ada di desa melikan batas golongan angkatan kerja antara 15 – 56 tahun. Sedangkan umur kurang dari 15 tahunan umur 57 keatas termasuk usia yang tidak produktif dalam menghasilkan barang dan jasa. Kategori Penduduk Menurut Mata

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Pencaharian penduduk desa melikan menurut mata pencaharianya bisa dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel IV.2 Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian Desa Melikan Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten 2013 Mata Pencaharian Jumlah Pegawai Negeri Sipil 38 ABRI Swasta 39 Wiraswasta/Pedagang 189 Tani 186 Pertukangan 79 Burung Tani 360 Pensuiunan 36 Nelayan Pemulung 1 Jasa 27 Jumlah 955 Sumber : Monografi Desa Melikan 2013 D. Struktur Organisasi Untuk struktur organisasi Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan jumlah perangkat desa yaitu 6 orang, yang terdiri dari sekretaris desa, kepala urusan, kepala dusun, dan staf. Dan untuk kepala Desa Melikan yaitu H Bambang Susilo. Dalam jumlah pembinaan Rt dan Rw Desa Melikan, jumlah Rt desa melikan 36 dan jumlah Rw 15. Masing masing Rt mempunyai kewajiban masing masing dalam mengelola usaha industri Grabah

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 E. Sejarah Berdirinya Usaha Kerajinan Gerabah Desa Melikan dengan persawahan mencapai kurang lebih 80 hektar (± 48% dari luas daerah) ini belum dapat dikelola dengan baik oleh warga setempat. Hal ini mengingat lokasinya yang sangat memprihatinkan yaitu di musim penghujan tergenang air, sehingga para petani yang mengerjakan sawahnya seakanakan bekerja secara spekulatif. Ditambah lagi dengan prasarana produksi pertanian yang sangat minim seperti saluran air yang tak terpelihara, jalan persawahan yang tidak menunjang, bahkan ada saluran air yang baku justru mati. Usaha usaha untuk mengatasi kekurangan tersebut senantiasa terus dilakukan, namun karena kas atau kekayaan desa yang minim maka usaha ini pun tidak jarang menemui kesulitan. Oleh sebab itu masyarakat Desa Melikan sangat mengharapkan uluran tangan dari pihak luar agar masalah masalah yang ada dapat segera diatasi dan potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain dari usaha pertanian tersebut, usaha di bidang lain seperti industri sudah ada meskipun sifatnya industri rumah tangga, yaitu indusrti kerajinan gerabah. Dengan keadaan pertanian yang kurang menguntungkan akhirnya banyak petani yang menjalankan usaha sampingan dengan membuat aneka kerajinan gerabah seperti alatalat rumah tangga (tempayan, keren, anglo, teko, cangkir, lemper, lepek, kuali dan lainlain), pot bunga, celengan, gerabah, dan lainlain, hingga sampai sekarang banyak yang beralih dari

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 petani menjadi pengusaha gerabah dan bagi yang tidak mempunyai sawah dari buruh tani beralih sebagai buruh industri kerajinan gerabah. F. Prospek Perkembangan Gerbah Di Desa Melikan Sebagian dari industri kecil yang ada di Indonesia merupakan industri tradisional. Industri kerajinan ini prosentasenya lebih kecil daripada industri modern. Populasinya lebih banyak tersebar di daerah pedesaan. Disebut tradisional karena bidang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sudah menjadi tradisi. Cara kerja UMKM cenderung menganut pola manajemen keluarga dimana pekerja adalah seluruh keluarga. Industri kerajinan gerabah di desa melikan Perkembangan UMKM memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan taraf hidup rakyat. Hal ini ditunjukkan oleh keberadaan usaha industri kerajinan gerabah yang telah mencerminkan wujud nyata kehidupan sosial dan ekonomi bagian dari masyarakat klaten. Peran UMKM yang besar ditunjukkan oleh kontribusinya terhadap produksi nasional, jumlah unit usaha dan pengusaha, serta penyerapan tenaga kerja di desa melikan. Usaha industri kerajinan gerabah di desa melikan merupakan salah satu industri ekonomi kreaktif masyarakat klaten. Prosepek perkembangan industri usaha kerajinan gerabah menunjukan bahwa untuk mengembangkan usahanya pengusaha industri kerajinan gerabah dapat menggunakan strategi pertumbuhan intensif.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Pertumbuhan intensif meruapakan peluang untuk tumbuh dalam bisnis perusahaan yang ada. Berikut merupakan peluang perusahaan agar dapat berkembang menggunakan cara : 1. Promosi Produk Promosi adalah unsur yang digunakan untuk memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk baru perusahaan, iklan, penjualan, perorangan dan promosi penjualan sebagai kegiatan utama dalam promosi. Strategi promosi memainkan peran penting dalam menempatkan posisi produk di mata dan benak pembeli. Perusahaan juga sering menggunakan teknik promosi penjualan seperti pameran dan peragaan sebagai bagian dari promotion mix untuk barang industri. 2. Pengembangan produk baru Dapat dilakukan dengan cara pengenalan teknologi baru, desain baru dan inovatif baru terhadap produk yang dihasilkan oleh pengrajin gerabah desa melikan 3. Strategi untuk menglegalitaskan Bahan Baku Legalitas bahan baku milik PERHUTANI sangat diinginkan oleh pengrajin gerabah desa melikan, karena itu semua demi prospek perkembangan usaha industri gerabah desa melikan 5 - 10 tahun kedepan, yang diprediksi apabila tidak dilegalitaskan para pengrajin sangat kesulitan untuk mendapatkan bahan baku tanah liat, dan usaha industri kerajinan gerabah ini terancam punah.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 4. Pengembangan Modal Usaha Pengembangan Modal Usaha sangat diperlukan untuk menunjang produksi pengrajin gerabah desa melikan. Mereka sangat berharap mendapat bantuan dari pemerintah berupa kredit lunak, dari informan diketahui bahwa masyarakat Desa Melikan telah memperoleh bantuan pinjaman kredit lunak dari pemerintah tetapi belum merata, ada yang sampai sekarang belum menerima sama sekali 5. Strategi pengembangan produk yang dilakukan oleh perusahaannya itu dengan penyusunan kembali produk, perbaikan kualitas, dan penambahan untuk produk. Jika pengrajin hanya fokus pada gerabah tradisional saja maka prospek kedepan pengusaha kesulitan untuk melakukan percobaan baru. Dari strategi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut hasil yang diperoleh dapat meningkatkan kembali omset penjualan menjadi tinggi, dengan melaksanakan strategi ini perusahaan mampu mengembangkan dan melebarkan usahanya. Catatan yang terpenting adalah ini semua tidak lepas dari bantuan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam melindungi usaha mikro kecil menengah. Pengusaha juga harus konsisten melakukan strategi pertumbuhan intensif agar usahanya dapat berkembang kembali dan tercapai apa yang menjadi tujuan perusahaan dalam mengembangkan produknya benar benar memperhatikan kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang yang dimiliki, pemerintah daerah selaku kepala desa selalu mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 strategi yang dilakukan, supaya strategi yang dilakukan di lapangan tepat sasaran. Departemen Perdagangan, (2008) menyebutkan industri kreatif adalah bagian tak terpisahkan dari ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif dapat dikatakan sebagai sistem transaksi penawaran dan permintaan yang bersumber pada kegiatan ekonomi yang digerakkan oleh sektor industri yang disebut industri kreatif. Pemerintah menyadari bahwa ekonomi kreatif yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat, dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual adalah harapan bagi ekonomi Indonesia untuk bangkit, bersaing, dan meraih keunggulan dalam ekonomi nasional. Akan tetapi seiring perkembangan IPTEK Ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju permintaan dan penawaraan akan barang – barang produk gerabah mulai menurun jumlah pesanannya. Hal ini terlihat pada tahun 2007, pada tahun tersebut jumlah permintaan akan produk gerabah sangat tinggi dikarnakan adanya pemesanan produk pot bunga, yang diamana pada tahun itu sedang musimnya tanaman hias bunga gelombang cinta. Setelah tahun 2007, penurunan sangat terlihat dari aspek modal usaha, biaya produksi, omset penjualan, ini semua dikarenakan krisis ekonomi global pada tahun 2008, susahnya mencari bahan baku, kesulitan mencari modal usaha, dan berkurangnya para pengrajin gerabah yang beralih profesi ke peternak burung kenari. Dengan melihat fakta yang ada sungguh sangat

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 memperhatikan, yang dimana produk gerabah bayat ini adalah merupakan ciri khas dan simbol warisan kebudayaan klaten. Dengan melihat berbagai masalah yang peneliti jelaskan, timbulah sebuah pertanyaan? bagaimana prospek kedepanya dengan usaha industri kerajinan gerabah desa melikan ini. Berdasarkan data observasi yang peneliti peroleh, terdapat faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha kerajinan gerabah yaitu 1) Modal, 2) Teknologi, 3) Pendidikan, 4) Manajemen Sumber Daya Manusia, 5) Sistem Ekonomi 6) Kebudayaan 7) Kebijakan Pemerintah, Penjelasan masing masing sebagai berikut: 1) Modal Modal merupakan salah satu sumber daya kunci yang sering disebut dengan istilah capital. Modal menunjuk pada kontribusi terhadap kegiatan produksi yang diberikan oleh investasi (uang dan saham), fisik (pabrik, kantor, mesin, peralatan), dan manusia (pendidikan dan pelatihan). 2) Teknologi Teknologi merupakan istilah yang mengacu pada mesin dan peralatan sebagai alat produksi, telekomunikasi, dan penemuan. Teknologi juga diartikan sebagai metode, proses atau penanganan masalah teknis dalam seni praktis atau industri, maupun dalam ilmu terapan . eknologi dalam proses produksi gerabah lebih ditekankan pada alat produksi, pengolahan bahan baku, dan penemuanpenemuan, yakni model atau

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 bentuk hasil produksi yang semakin meningkat dan berkualitas dari waktu ke waktu. 3) Pendidikan Pendidikan merupakan proses transformasi nilai dan kebudayaan dari generasi sekarang ke generasi berikutnya, maka proses pendidikan itu akan terkait erat dengan latar belakang budaya tempat proses pendidikan berlangsung. Oleh karena itu, dengan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia serta menghasilkan manusia terdidik yang utuh, meliputi bidang keimanan, budi pekerti, pengetahuan dan ketrampilan, kepribadian serta rasa tanggung jawab. Pendidikan berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga lingkungan pendidikan tersebut dikenal dengan istilah tri pusat pendidikan, yang secara hakiki ketiganya merupakan satu kesatuan. 4) Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Sumber daya manusia merupakan faktor sangat penting yang menentukan berhasil tidaknya implementasi strategi di lapangan dalam mencapai tujuan dan berbagai sasaran yang diinginkan. Oleh karena itu, apabila implementasi strategi di arahkan untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran, maka kemampuan sumber daya manusia mutlak perlu diperhatikan di samping konsistensi kultur terhadap strategi organisasi atau lembaga. Untuk menunjang tercapainya suatu tujuan organisasi yang diharapkan, maka keberadaan dari sumber daya

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 manusia harus dapat dioptimalkan, terutama peran dan fungsi strategisnya. 5) Sistem Ekonomi Dan Sistem Pasar Perkembangan perekonomian kelembagaan melalui pendekatan perkembangan system pasar sebagai suatu proses terjadinya perubahan besar dari masyarakat subsistem menuju masyarakat kapitalis. Pertukaran, perdagangan, dan pasar merupakan suatu sistem yang membentuk suatu keseluruhan yang tidak terpisahkan dalam memahami perkembangan sistem pasar. Dalam pasar lokal kebutuhan produksi dan distribusi diatur oleh produsen, sedangkan pasar jarak jauh berkaitan dengan prinsip perdagangan jarak jauh (ekspor -impor). 6) Kebudayaan Kebudayaan adalah komplek keseluruhan dari pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan semua kemampuan dan kebiasaan yang lain yang diperoleh seseorang sebagai anggota masyarakat.Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dipelajari dan dialami bersama secara sosial oleh para anggota suatu masyarakat 7) Kebijakan Pemerintah Dalam suatu sistem pemerintahan, kebijakan yang baik dan tepat sangat penting artinya bagi masyarakat untuk melindungi, menjamin, mendukung dan memfasilitasi segala aktivitas publik guna mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk itu diperlukan adanya kemauan baik dari pemegang otoritas yakni kekuasaan pemerintahan. Kebijakan

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 adalah suatu keputusan untuk bertindak yang dibuat atas nama suatu kelompok masyarakat, yang memiliki implikasi yang kompleks.Ada tiga karakteristik kebijakan yaitu: mencakup suatu tindakan yang diharapkan, terjadi atau termasuk pada tingkat penyusunan keputusan yang tertinggi berhubungan dengan tindakantindakan yang harus diambil, dan menggabungkan pertimbangan mengenai implikasi implikasi yang kompleks yang antisipasi dari tindakan yang diharapkan Kebijakan merupakan ranah penting dalam kehidupan bermasyarakat, karena kebijakan ini sangat berpengaruh luas dalam kehidupan masyarakat. Kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan menimbulkan kemakmuran. Namun sebaliknya, jika kebijakan ini tidak sesuai dengan kebutuhan dapat menimbulkan malapetaka bagi warganya Dengan melihat permasalahan dari aspek modal usaha, biaya produksi dan omset penjualan yang pengrajin gerabah alami dan faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha industri kerajinan gerabag peneliti menyimpulkan bahwa prospek perkembangan usaha kerajinan gerabah desa melikan untuk kedepanya adalah supaya terus berkembang usaha industri kreaktif ini dan tidak gulung tikar atau bangkrut untuk kedepanya para pengrajin mengharapkan kembali, tindakan dan respon yang cepat dan tanggap khususnya bagi pemerintah dalam bantuan berupa kredit lunak, yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan produksi, dari informan diketahui bahwa masyarakat

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 desa melikan telah memperoleh pinjaman kredit lunak akan tetapi belum merata bahkan ada pengrajin yang tidak mendapat sama sekali. Sedangkan dari aspek produksi untuk 5 tahun kedepan para pengrajin gerabah desa melikan akan mengalami krisis bahan baku yang dimana bahan baku yang masih tersedia saat ini, tidak mencukupi untuk produksi pada 5 tahun yang akan datang yang di ramalkan oleh analisis trend biaya produksi akan mengalami penurunan yang signifikan. Akan tetapi semua ini dapat tidak terjadi apabila Pemerintah PERHUTANI menglegalitaskan bahan baku berupa tanah liat yang ada di bukit bayat, tolak ukur dari pihak sekretariat desa yaitu Bapak Sukanta adalah Para Pengrajin hanya mengambil dengan sebuah cangkul dan lingis bukan dengan alat berat yang berupa telaktor pengeruk dan truck seperti industri batu bara dan lain lain. Apabila dengan cara masyarakat yang masih sederhana seperti ini, tentunya untuk jangka waktu 100 tahun kedepan tidak akan habis bahan baku tersebut. Pernyataan dari Bapak Sukanta, apabila masyarakat dianjurkan untuk reboisasi masyarakat sangat siap dan tanggap apabila hal tersebut harus diterapkan. Sehingga untuk prospek perkembangan gerabah dari aspek produksi, para pengarjin menginginkan dengan amat sangat kepada pemerintah untuk melegalitaskan bahan baku yang masih dibawah pemerintahan PERHUTANI. Sehingga ruang produksi para pengrajin dapat terus berjalan.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Untuk prospek perkembangan di aspek omset penjualan, yang dirasa para pengrajin saat ini adalah menurunnya omset penjualan dari tahun 2007 – 2013. Walaupun pemesan tetap ada tetapi jumlahnya tidak sebanyak tahun 2007, ini disebabkan pada saat 2008 adanya krisis global yang menyebabkan menurunya usaha industri kecil menengah maupun industri besar. Untuk prospek omset penjualan kedepannya para pengrajin harus meningkatkan pemasaran, kreaktifitas dan inovasi desain produk gerabah yang menarik dan dapat memikat para konsumen untuk membeli produk gerabah desa melikan, karena menurut pengamatan yang peneliti lakukan, dari segi pewarnaan dan desain dan ukiran belum terdapat inovasi sesuai dengan perkembangan IPTEK terkesan monoton produk yang dihasilkan. Terkait dengan pemasaran hal yang harus diterapkan oleh pengrajin adalah dengan menggunakan cara ; 1) meningkatkan jumlah pembeli, peningkatan jumlah pembeli dapat dilakukan dengan cara pemberian bonus produk dan diskon atas pembelian produk dengan jumlah barang yang banyak. 2) Strategi pengembangan produk yang harus dilakukan juga yaitu perbaikan kualitas produk. 3) Pengembangan produk baru yaitu dapat dilakukan dengan cara menggunakan desain dan pewarnaawan yang lebih kreaktif dan inovatif sesuai dengan perkembangan IPTEK. Secara tidak langsung dengan kemaun dan tekad yang kuat dari para pengrajin dengan menerapkan cara tersebut dapat menaikan kembali jumlah omset penjualan.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 G. Proses Pembuatan Gerabah di Desa Melikan Desa Malikan merupakan Desa yang terkenal dengan gerabahnya. Hampir disepanjang jalan di desa tersebut semua warganya adalah pengrajin gerabah. Gerabah merupakan mata pencaharian utama warga di desa tersebut. Pembuatan dapat dikatakan sulit dan juga dapat dikatakan mudah, sulit bagi pemula dan mudah bagi yang sudah berpengalaman. Proses pembuatan gerabah pada dasarnya memiliki tahapan yang sama untuk setiap pengrajin, yang membedakan adalah perbedaan alat yang dipakai dalam proses pengolahan bahan dan proses pembentukan/ perwujudan. Yang membedakan pembuatan gerabah daerah Bayat dengan daerah lain adalah alat yang digunakan untuk membentuk gerabah yang biasa disebut dengan perbot, perbot yang biasa digunakan oleh para pembuat gerabah daerah Bayat adalah perbot tegak dan perbot miring, perbot tegak biasanya digunakan oleh kaum laki-laki, sedangkan perbot mirng yang merupakan ciri khas dari alat pembuatan gerabah daerah Bayat biasanya digunakan oleh kaum perempuan, karena menurut adat daerah tersebut kaum laki-laki lebiih baik menggunakan perbot tegak. Perbedaan alat merupakan salah satu faktor penyebab perbedaan kualitas akhir yang dicapai oleh masing-masing pengrajin gerabah.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Alat yang digunakan dalam pembuatan gerabah antara lain: 1. Perbot a. Perbot Tegak b. Perbot Miring 2. Cetakan (Gipsum) Gipsum digunakan untuk mencetak gerabah yang tidak dapat dibentuk dengan perbot. Contohnya bentuk seperti bola, bentuk daun dll. Bahan yang digunakan dalam pembuatan gerabah antara lain: 1. Tanah Liat Tanah liat merupakan bahan utama pembuatan gerabah. Macammacam warna tanah yang digunakan adalah merah, coklat, abu-abu, orange, hitam, putih. Warna cerah biasanya untuk pembuatan gerbah dalam suhu tinggi, tanahnya biasanya tanah yang berasal dari batu feldspar dan kaolin. Kaolin juga sering digunakan untuk membuat keramik lantai. Sedangkan untuk membuat gerabah seperti tungku dan kali menggunakan tanah hitm karena struktur tanahnya berpori-pori besar dan mudah menyerap air. Bahan tanah liat awalnya berbentuk kasar seperti batu-batu dalam ukuran kecil. Sebelum digunakan untuk membuat gerabah, terlebih dahulu tanah tersebut digiling atau dihaluskan menggunakan alat yang sering disebut dengan mollen 2. Pasir Untuk membuat gerabah biasa, tanah liat dapat dicampur dengan pasir 10%.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Tahapan proses pembuatan gerabah : a. Tahap persiapan Dalam tahapan ini yang dilakukan karyawan adalah : 1). Mempersiapkan bahan baku tanah liat (clay) dan menjemur 2). Mempersiapkan bahan campurannya 3). Mempersiapkan alat pengolahan bahan. b. Tahap pengolahan bahan. Pada tahapan ini bahan diolah sesuai dengan alat pengolahan bahan yang dimiliki pengrajin. Hampir semua pengrajin gerabah daerah Bayat masih menggunakan alat tradisional. Walaupun begitu hasiln kerajinannya dapat diperhitungkan nilai jualnya. Pengolahan bahan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan bahan secara kering dan basah. Pada umumnya pengolahan bahan gerabah yang diterapkan pengrajin gerabah tradisional di Bayat adalah pengolahan bahan secara kering. Teknik ini dianggap lebih efektif dibandingkan dengan pengolahan bahan secara basah, karena waktu, tenaga dan biaya yang diperlukan lebih lebih sedikit. Pengolahan bahan secara kering dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1). Penumbukan bahan sampai halus. 2). Pengayakan hasil tumbukan 3). Pencampuran bahan baku utama (tanah) dengan bahan tambahan (pasir) dengan komposisi tertentu sesuai kebiasaan yang dilakukan kriyawan gerabah masing-masing. Kemudian tanah

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 yang telah tercampur ditambahkan air secukupnya dan diulek sampai rata. Selanjutnya bahan gerabah sudah siap dipergunakan untuk perwujudan badan gerabah. Pencampuran ini bertujuan untuk memperkuat badan gerabah pada saat pembentukan dan pembakaran. c. Tahap pembentukan badan gerabah. Beberapa teknik pembentukan yang dapat diterapkan, antara lain : teknik putar dan teknik cetak. Pembentukan gerabah ini juga dapat dilihat dari dua tahapan yaitu tahap pembentukan awal (badan gerabah) dan tahap pemberian dekorasi/ornamen. Ornamen tersebut misalnya tempat mengalirnya air pada kendi. Pada umumnya teknik cetak hanya digunakan jika badan gerabah tidak dapat dibentuk dengan teknik putar. d. Tahap pengeringan Proses pengeringan dapat dilakukan dengan atau tanpa panas matahari e. Tahap pembakaran Proses pembakaran (the firing process) gerabah umumnya dilakukan sekali. Gerabah tersebut dibakar disebuah alat yang masyarakat Desa Melikan sering menyebutnya dengan tungku. Tungku tersebut berbentuk lingkaran yang biasanya tersusun dari batu-bata, dibagian bawahnya terdapat celah kecilyang digunakan untuk memasukkan kayu yang digunakan untuk membakar gerabah. Tungku tersebut

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 diameternya kurang lebih 1,5 meter, tingginya dari bagian untuk mengisi kayu kurang lebih 1 meter. d. Tahap Finishing Finishing yang dimaksud disini adalah proses akhir dari gerabah setelah proses pembakaran. Proses ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara misalnya memulas dengan cat warna, melukis, menempel atau menganyam dengan bahan lain. Untuk gerabah yang menggunakan warna-warna mengkilap cat yang digunakan untuk mewarnai gerabah dapat dicampur dengan bensin atau minyak lain yang sejenis H. Kehidupan Masyarakat Pengrajin Gerabah di Desa Melikan Kehidupan sosial masyarakat Desa Melikan dengan menggunakan prinsip gotong-royong, apabila ada tetangga yang punya kerja, mereka saling membantu terselenggaranya hajatan dari proses persiapan sampai terselenggaranya hajatan, jika ada yang kesusahan, mereka saling membantu baik materiil maupun spiritual misalnya ada yang sakit mereka menjenguk, mengumpulkan dana untuk membantu meringankan beban keluarga yang sedang kesusahan. Prinsip kerukunan dan kegotongroyongan yang terutama sekali diterapkan dalam komunitas yang paling kecil, lingkungan keluarga. Di dalam sebuah keluarga pengrajin gerabah terdapat pembagian tugas antara bapak, ibu, dan anak. Sang bapak misalnya, bertugas mencari tanah liat, membakar gerabah, kemudian

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 menjualnya, sedangkan si anak membantu menjemur gerabah basah. Sementara si ibu bertugas mengolah tanah liat menjadi produk-produk gerabah. Berdasarkan pengamatan di lapangan ada beberapa kebutuhan yang sangat diharapkan dan di inginkan oleh para pengrajin gerabah di Desa Melikan, yaitu terhadap Pemerintah Daerah Klaten antara lain: 1. Penyediaan kebutuhan modal usaha dengan model pembiayaan alternatif dengan bunga lunak 2. Bantuan kredit alat - alat produksi yang vital yang tidak mungkin bisa dibeli secara kontan oleh pengrajin karena harganya mahal, seperti mesin pembakaran dan molen 3. Pembentukan wadah organisasi para pengrajin agar terjadi persatuan antar pengrajin dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha 4. Pemerintah diharapkan memfasilitasi dengan turut mempromosikan hasil produksi kerajinan gerabah serta kemitraan usaha 5. Penyediaan dukungan pengembangan usaha melalui pendekatan pemberdayaan dengan melakukan pembinaan, penyuluhan dan pelatihan yang berkelanjutan Kebutuhan- kebutuhan di atas diharapkan oleh para pengrajin bisa diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga akan segera dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pengrajin terutama para pengrajin skala kecil menengah dalam rangka memperoleh pendapatan

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 yang tetap, melalui upaya peningkatan kapasitas usaha sehingga menjadi unit usaha yang lebih mandiri, berkelanjutan dan siap untuk tumbuh dan bersaing. I. Modal Usaha, Biaya Produksi, Omset Penjualan di Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan, Dukuh Pagerjurang Menurut pengamatan peneliti dalam observasi di Industri Usaha Kerajinan Gerabah, Desa Melikan Dukuh Pagerjurang dalam memperoleh modal usaha pengrajin mendapatkan modal aktif yaitu dengan menggunakan sebagaian simpanan di bank yang didapat dari hasil penjulan. Sedangkan dalam memperoleh modal pasif pengrajin mendapatkan modal tersebut melalui pinjaman bank BRI dengan jumlah pinjaman bervariasi dari kisaran Rp 5 juta rupiah hingga Rp 25 juta rupiah. Akan tetapi banyak pengrajin yang kesulitan dalam pinjamannya karena keterbatasan surat jaminan, yang dibutuhkan untuk pinjaman di bank. Modal merupakan faktor paling penting yang harus diperhatikan, karena maju tidaknya suatu bidang usaha salah satu faktor yang menentukan adalah dimilikinya modal usaha. Modal yang digunakan dalam usaha industri kerajinan gerabah di Desa Melikan dapat dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu modal tetap dan modal lancar. Modal tetap adalah modal yang dapat dipakai lebih dari satu kali masa produksi, misalnya: alat-alat produksi seperti mesin molen, tungku dan tempat pembakaran gerabah, dan lainlain. Sedangkan modal lancar

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 adalah berupa uang dan barang hasil produksi yaitu gerabah. Modal yang dimiliki oleh para pengrajin industri kerajinan gerabah di Desa Melikan antara yang satu dengan yang lain berbeda - beda, tergantung besar kecilnya usaha yang dijalankan, semakin besar modal yang dimiliki pengusaha kerajinan gerabah semakin besar kesempatan memproduksi gerabah dalam memenuhi pesanan (sebagian besar produksi gerabah berdasarkan pesanan) dan berarti kesempatan untuk mengembangkan usaha juga semakin besar. Modal usaha yang diperoleh dari bank biasanya dilakukan oleh para pengrajin yang sudah memiliki ijin usaha. Modal yang dipinjam dari bank untuk kepentingan usaha industri kecil seperti yang dilakukan oleh pengrajin gerabah Desa Melikan, saat ini bunga pinjamannya adalah sebesar 1,4%. Per bulan Pengrajin yang tidak memiliki ijin usaha dalam memenuhi modalnya mereka meminjam ke bank dengan jaminan pinjaman berupa sertifikat rumah ataupun tanah yang mereka miliki. Mereka yang belum memiliki surat ijin usaha dan tidak memiliki barang jaminan untuk meminjam uang ke lembaga keuangan kesulitan untuk memperoleh modal. Mereka sangat berharap mendapat bantuan dari pemerintah berupa kredit lunak, dari informan diketahui bahwa masyarakat Desa Melikan telah memperoleh bantuan pinjaman kredit lunak dari pemerintah tetapi belum merata, ada yang sampai sekarang belum menerima sama sekali (Sumber: Jumadi, Pengrajin Gerabah Dusun Pager Jurang).

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Adapun pengrajin mendapatkan modal pinjaman dari Bank Plecit atau kita kenal dengan rinternir, pengrajin sangat mengeluhkan adanya bank plecit seperti ini karena pengrajin ditutut untuk membayar pinjamannya dengan jumlah yang terlalu tinggi sesuai bunga yang ditetapkan oleh bank plecit tersebut terhadap pengrajin. Bila dilihat berdasarkan hasil modal usaha per tahun usaha industri kerajinan gerabah ini mengalami penurunan yang sangat signifikan dikarenakan baban pinjaman dan minat konsumen yang berkurang. Pengrajin diwajibkan mengeluarkan biaya pinjaman yang tinggi sedangkan modal usaha yang harus dimiliki para pengrajin tidak berputar oleh karena berkurangnya minat konsumen akan produk gerabah Sejak tahun 2008 – 2013. Puncak kejayaan gerabah desa melikan dukuh pagerjurang yaitu pada tahun 2007 karena kala itu jumlah pemesanan akan produk pot bunga begitu meningkat dari tahun tahun sebelumnya, karenanya kala tahun itu sedang musim dengan tanaman hias bunga gelombang cinta. Menurut pengamatan peneliti modal usaha dalam usaha industri kerajinan gerabah ini merupakan inti dari kegiatan perusahaan gerabah karena tanpa mendapatkan modal usaha, perusahaan belum bisa mencapai tujuan utamanya yaitu melakukan kegiatan produksi dan mendapatkan omset penjualan. Adanya keberadaan informasi tentang modal usaha yang diperoleh juga sangat membantu kelangsungan usaha tersebut berjalan dengan lancar, misalnya saja adanya ketersediaan modal usaha yang

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 berupa simpanan di bank, persediaan barang yang bisa diperjual belikan, surat surat berharga semuanya ini memacu perusahaan mencari keberadaan sumber modal usaha untuk kemudian para pengrajin dapat memanfaatkanya dengan sebaik baiknya. Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Pagerjurang Secara menyeluruh bahan baku gerabah berasal dari tanah liat atau tanah lempung. Untuk Desa Pagerjurang ini tidak terdapat informasi secara sekunder yang mampu menjelaskan darimana bahan baku berasal.. Menurut pengamatan peneliti dalam observasi di usaha industri kerajinan gerabah, desa melikan semua perolehan biaya produksi diperoleh dengan cara menambahkan semua biaya pengeluaran yang terdiri dari : biaya bahan baku, biaya bahan bakar, biaya transportasi, biaya tenaga kerja, biaya listrik dan air. Apabila dilihat berdasarkan hasil biaya produksi per tahun usaha industri kerajinan gerabah ini mengalami penurunan dikarenakan sulitnya para pengrajin memperoleh konsumen dan keterbatasan akan pengambilan bahan baku untuk membuat produk gerabah. Menurut Sekretaris Desa Melikan, Bapak Sukanta, sulitnya pencarian bahan baku tersebut dikarenakan mulai tahun 2007 para pengrajin tidak lagi bisa mengambil tanah dari Pemerintah Perhutani. Belakangan ini, Pemerintah Perhutani mematok lahannya dan melarang pengambilan tanah merah karena dikhawatirkan akan merusak hutan di kawasan tersebut. Satu-satunya tempat untuk mendapatkan bahan

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 baku adalah perbukitan di wilayah Bayat. Namun, untuk menjangkau daerah itu sulit akibat tidak adanya jalan masuk. "Sebenarnya ada tanah kas desa yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku, tetapi pemerintah belum memperkenankan digali. Perajin pun mau membayar restribusi untuk pengambilan tanah yang sekarang menjadi bengkok perangkat desa. Pemilik Sanggar Gerabah Pandanaran Ceramics, Triyanto, karena kesulitan perajin mencari bahan baku sanggarnya kerap kali meliburkan karyawan karena tidak memiliki bahan baku. Dalam sepekan, Triyanto membutuhkan tidak kurang dari 3,5 kubik tanah merah. "Karena sulit dapat bahan baku, pengiriman barang juga terhambat. Seharusnya dua minggu sekali harus kirim, tetapi kami minta pengiriman menjadi 20 hari. Oleh kerana itu adanya informasi tentang sumber biaya produksi yang diperoleh juga sangat membantu kelangsungan usaha gerabah ini, ketersedian bahan baku ini memacu perusahaan untuk kemudian dimasukan dalam biaya produksi Usaha industri Kerajinan Gerabah juga melihat dari segi omset penjualan, omset penjualan berkaitan erat dengan usaha ini dikarenakan pengukuran omset penjualan dilihat dengan melihat perkembangan harga jual gerabah selama satu tahun tertentu, dengan adanya omset penjualan yang ada maka perusahaan dengan mudah menentukan target penjualan gerabah yang akan dipasarakan. Bila omset penjualan tinggi maka akan berpengaruh terhadap pencapaian keuntungan. Perusahaan merencanakan omset penjualan

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 dengan melihat : 1) menentukan waktu bisnis dan waktu jual, hal ini dimaksudkan ketika perusahaan melihat peluang minat konsumen tinggi terhadap produk gerabah berarti perusahaan berani menarget produk gerabah yang akan diperjualbelikan 2) melakukan promosi keberbagai daerah yang pangsa pasarnya menjanjikan dan memberikan bonus kepada konsumen guna membantu peningkatan produk dan penjualan greabah desa melikan, dukuh pagerjurang. J. Analisis SWOT Prosepek perkembangan industri usaha kerajinan gerabah menunjukan bahwa untuk mengembangkan usahanya, pengusaha industri kerajinan gerabah dapat melihat perkembangan dan potensi yang ada di industri kerajinan gerabah melikan menggunakan SWOT. Berdasarkan observasi serta wawancara yang peneliti lakukan SWOT Industri kerajinan gerabah terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. 1. Faktor Eksternal lingkungan eksternal adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor eksternal yang berada di luar perusahaan yang mempengaruhi kinerja perusahaan tersebut. Faktor-faktor eksternal tersebut antara lain: pesaing, bencana alam yang dimana pada tahun 2006 terdapat bencana alam gempa bumi, hal ini secara tidak langsung mempengaruhi konsumen. Analisis eksternal dilakukan dengan mengidentifikasi peluang (opportunity), yaitu bagaimana

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI perusahaan memanfaatkan peluang yang ada agar 81 dapat mempertahankan kekuatannya serta memperbaiki kelemahan serta ancaman, baik ancaman dari pesaing gerabah lainya. a. Peluang Peluang disini merupakan keseluruhan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan terutama kesempatan- kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Peluang-peluang yang terdapat pada sentra industri gerabah melikan adalah peluang pemasaran masih terbuka dan masih banyak masyarakat yang membutuhkan (Kebutuhan rumah tangga dan Seni). Strategi yang digunakan adalah dengan mengoptimalkan posisi sebagai sentra industri gerabah dengan memperluas jaraingan pemasaran untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi, mengoptimalkan SDM terampil dengan meningkatkan kualitas produksi untuk mencapai kepuasan pelanggan dan menjaring konsumen baru, mengoptimalkan lokasi mudah terjangkau dengan promosi produksi serta memperluas jaringan pemasaran. b. Ancaman Ancaman adalah segala sesuatu yang berada di luar perusahaan yang sekiranya dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan. Ancaman ini dapat berasal dari faktor alam maupun pesaing antar industri sejenis. Untuk faktor alam, yaitu ancaman

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 yang menimpa sentra industri gerabah di melikan adalah permasalahan gempa bumi pada tahun 2006. Ancaman yang terdapat di industri kerajinan gerabah Desa Melikan antara lain : Timbulnya pesaing dari luar, perubahan selera konsumen. Munculnya perabotan rumah tangga dari bahan plastik dan alumunium, barang gerabah mudah pecah adapun persoalan Ketersedian bahan baku, bahan baku kini masih diperoleh langsung dari alam yaitu sawah liat yang menjadi asset desa, bahan baku masih tergantung dari faktor alam rentan terhadap rusaknya lingkungan alam, teknologi produksi tergantung faktor alam, terbatasnya modal usaha dan yang terakhir kurangnya pengetahuan manajemen pemasaran yang baik. 2. Faktor Internal Selain memiliki peluang dan ancaman, perusahaan juga memiliki faktor-faktor internal perusahaan yang tidak kalah penting. Faktorfaktor tersebut adalah faktor kekuatan dan kelemahan perusahaan. Kekuatan yang dimaksud adalah beberapa keunggulan yang dimiliki perusahaan sehingga memiliki posisi pasar yang kuat dan kinerja yang baik. Sedangkan kelemahan disini adalah segala kekurangankekurangan yang dimiliki perusahaan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat memperlemah kinerja perusahaan dan dapat pula membuat perusahaan menjadi gulung tikar. a. Strenght (Kekuatan) Kekuatan adalah kemampuan untuk mencapai target dan segmen pasar Kemampuan perajin gerabah Desa Melikan dalam

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 mengelompokkan konsumen merupakan usaha untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas jaringan pasarnya. Dari hasil pengelompokan tersebut akan muncul sikap konsumen untuk setia terhadap produk gerabah melikan, sehingga perlahan-lahan akan menjadi pelanggan setia. Sumber daya manusia dan sumber daya alam merupakan faktor penting dalam kegiatan dan proses produksi terutama dalam pembuatan gerabah. Keahlian dan keterampilan para karyawan harus tinggi sehingga produk yang dihasilkan mempunyai kualitas bagus. Ketersediaan bahan baku juga menjadi faktor kekuatan pada sentra industri gerabah Melikan. Sehingga diperlukan bahan baku yang mempunyai kualitas bagus, agar hasil akhir dari produk gerabah Melikan mampu bersaing dengan pesaing yang ada. Pengrajin gerabah Melikan juga dituntut untuk selalu mengikuti dan mencari informasi tentang selera konsumen saat ini, agar selalu memproduksi produk gerabah yang inovatif dan tidak monoton. Tersedianya bahan baku lebih heginis, tersedianya SDM terampil dan keterampilan pembuatan gerabah mudah dipelajari, lokasi mudah terjangkau. Kemampuan membuat inovasi produk mengikuti kebutuhan konsumen, mempunyai kualitas produk yang baik. b. Weakness (Kelemahan) Kelemahan yang ada pada industri gerabah Desa Melikan adalah adanya keterbatasan teknologi untuk memenuhi permintaan pasar. Keadaan ini menghambat konsumen yang akan memesan

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 produk gerabah Melikan. Cara yang dapat ditempuh dalam mengatasi keadaan tersebut adalah dengan memakai atau menggunakan teknologi baru seperti jaringan internet. Dengan adanya jaringan internet akan lebih mempermudah pemesanan produk baik untuk konsumen lokal maupun mancanegara. Kelemahan lain adalah apabila konsumen memesan produk dan memberikan waktu pembuatan produk yang singkat. Maka untuk mengatasi hal tersebut pengrajin gerabah dapat melakukan kerjasama antar perajin, khususnya untuk pengrajin kecil dapat membantu sampai produk setengah jadi, untuk kemudian finishingnya dilakukan pengrajin besar. Dengan cara tersebut diharapkan proses produksi semakin cepat dan dapat selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan konsumen Bahan baku tergantung faktor alam,rentan terhadap rusaknya lingkungan alam, Teknologi produksi tergantung faktor alam, Kurang terjalinnya Kerjasama antarpengusaha, terbatasnya permodalan, kurangnya promosi, lokasi pengrajin gerabah yang tidak terjangkau, kekurangan modal usaha, kurangnya bahan baku yang tersedia untuk jangka waktu yang akan datang, kurangnya kemampuan tata niaga pasar. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti serta wawancara dengan pihak perajin gerabah di Desa Melikan, maka dapat dianalisis faktor-faktor yang merupakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada sentra industri gerabah di Kecamatan Wedi sebagai berikut:

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 1. Kekuatan a. Mempunyai kualitas produk yang baik b. Tersedianya SDM yang cukup terampil c. Bekerja sama dengan produsen atau pengrajin sejenis d. Kemampuan membuat inovasi produk mengikuti kebutuhan konsumen 2. Kelemahan a. Keterbatasan teknologi untuk memenuhi permintaan pasar b. Kurangnya ketersedianya bahan baku untuk 5 sampai10 tahun c. Waktu yang singkat dalam hal pemasaran produk d. Hambatan pada saat musim penghujan e. Mengandalkan pemebeli yang datang f. Kekurangan Modal g. Manajemen usaha kurang tertata h. Lokasi jauh dari keramaian kota i. Kurangnya kemampuan tata niaga pasa 3. Peluang a. Pemasaran masih terbukan masih ada masyarakat yang membutuhkan produk gerabah 4. Ancaman a. Timbulnya pesaing usaha serupa dari luar b. Munculnya perabotan rumah tangga dari bahan plastik dan almunium c. Terbatasnya bahan baku d. Perubahan selera konsumen

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Berdasarkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perajin sekaligus adanya peluang dan hambatan yang ada, kemudian dilakukan pengkombinasian antara kekuatan dengan kelemahan, kekuatan dengan peluang, kekuatan dengan ancaman, kelemahan dengan peluang, kelemahan dengan ancaman serta peluang dengan ancaman. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan Matriks SWOT berikut ini: Tabel V.10 Matrik SWOT Faktor Internal Kekuatan (Strenght)     Mempunyai kualitas produk yang baik Tersedianya SDM yang cukup terampil Bekerja sama dengan produsen atau pengrajin sejenis Kemampuan membuat inovasi produk mengikuti kebutuhan konsumen Kelemaham (Wekness )  Keterbatasan teknologi untuk memenuhi permintaan pasar  Kurangnya ketersedianya bahan baku  Waktu yang singkat dalam hal pemasaran produk  Hambatan pada saat musim penghujan  Mengandalkan pemebeli yang datang  Kekurangan Modal  Manajemen usaha kurang baik  Lokasi jauh dari keramaian kota  Kurangnya kemampuan tata niaga pasar

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Faktor Eksternal Strategi S – O 87 Strategi W – O Peluang (Opportunity)  Pemasaran masih terbukan masih ada masyarakat yang membutuhkan produk gerabah  Mengadakan pelatihan  Mencoba teknologi baru dan menambah pengembangan SDM unit usaha agar lebih berkualitas  Lebih menitikberatkan  Melegalitaskan bahan baku yang pada kerjasama masih di bawah kemitraan dengan pemerintahan produsen sejenis PERHUTANI  Memanfaatkan kebutuhan pasar yang  Memperlancar saluran distribusi belum terpenuhi dan barang  Pengguanaan mesin  mengikuti selera pengering buatan konsumen seperti mesin oven.  Perbaikan manajemen usaha  Memperluas jaringan pemasaran dengan mengembangkan permodalan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Pemasaran  Meningkatkan pengetahuan kewirausahaan dan kemampuan tata niaga pasar untuk menyusun strategi dan memperluas jaringan pemasaran

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ancaman ( Threats )  Timbulnya pesaung usaha serupa dari luar  Munculnya perabotan rumah tangga dari bahan plastik dan almunium  Barang gerabah mudah pecah  Terbatasnya bahan baku  Perubahan selera konsumen Strategi S – T 88 Strategi W – T  Mengoptimalkan  Mengupayakan posisi sebagai sentra penemuan teknologi industri gerabah yang mampu dengan tetap mempertahankan mempertahankan kualitas produksi kualitas dan kapasitas untuk kepuasan produksi konsumen  Mengoptimalkan SDM  Mengembangkan trampil dengan tetap permodalan dengan mempertahankan memanfaatkan jasa kualitas produksi. dan perbankan dalam meningkatkan meningkatkan kapasitas produksi kualitas dan kapasitas  Penghematan bahan produksi untuk baku dengan mencapai kepuasan malakukan konsumen  Meningkatkan percampuran bahan pengetahuan baku lain seperti pasir kewirausahaan dan halus tetapi teta tata niaga pasar memperhatikan untuk menyusun kualitas strategi pemasaran yang baik dan inovatif Sumber : Data Primer, Diolah 2014 Keterangan : S = Strenght, W = Weakness, O = Opprtunity, T = Threats Prospek usaha industri gerabah Desa Melikan menunjukan bahwa modal usaha untuk tahun yang akan datang mengalami penurunan sebesar Rp 55.572.163, biaya produksi untuk tahun yang akan datang akan mengalami penurunan sebesar Rp 36.988.235, omset penjualan untuk tahun yang akan datang mengalami penurunan sebesar Rp 275.682.321. langkah kongkrit yang dapat diterapkan untuk meningkatkan modal usaha, biaya produksi dan omset

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 penjualan. Pengrajin Desa Melikan dan pemerintah daerah Klaten dapat melakukan langkah kongkrit yaitu dengan: Mengadakan pelatihan pengembangan SDM agar lebih berkualitas, Lebih menitikberatkan pada kerjasama kemitraan dengan produsen sejenis, Memanfaatkan kebutuhan pasar yang belum terpenuhi dan mengikuti selera konsumen, Mengoptimalkan posisi sebagai sentra industri gerabah dengan tetap mempertahankan kualitas dan kapasitas produksi. Mengoptimalkan SDM trampil dengan tetap mempertahankan kualitas produksi dan meningkatkan kapasitas produksi Penghematan bahan baku dengan malakukan. Percampuran bahan baku lain seperti pasir halus tetapi teta memperhatikan kualitas diharapkan mampu kembali menyerap tenaga kerja dengan peningkatan produksi dan dapat membantu masyarakat ekonomi kecil. Dengan harapan Prospek perekembangan usaha gerabah desa Melikan mampu memperluas pemasaran dengan cara melakukan promosi yang berbasis teknologi, sehingga mampu bersaing dengan usaha gerabah di Desa dan Kecamatan lainya. Adapun Strategi yang harus dilakukan pengrajin Desa Melikan dan pemerintah daerah Klaten dengan melihat kekuatan kelemahan dan ancaman dari kerajinan industri gerabah melikan dapat menggunakan cara : 1. Promosi Produk Promosi adalah unsur yang digunakan untuk memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk baru perusahaan, iklan, penjualan, perorangan dan promosi penjualan sebagai kegiatan utama dalam promosi.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Strategi promosi memainkan peran penting dalam menempatkan posisi produk di mata dan benak pembeli. Perusahaan juga sering menggunakan teknik promosi penjualan seperti pameran dan peragaan sebagai bagian dari promotion mix untuk barang industri. 2. Pengembangan produk baru Dapat dilakukan dengan cara pengenalan teknologi baru, desain baru dan inovatif baru terhadap produk yang dihasilkan oleh pengrajin gerabah Desa Melikan 3. Strategi untuk menglegalitaskan Bahan Baku Legalitas bahan baku milik PERHUTANI sangat diinginkan oleh pengrajin gerabah desa melikan, karena itu semua demi prospek perkembangan usaha industri gerabah desa melikan 5 - 10 tahun kedepan, yang diprediksi apabila tidak dilegalitaskan para pengrajin sangat kesulitan untuk mendapatkan bahan baku tanah liat, dan usaha industri kerajinan gerabah ini terancam punah. 4. Pengembangan Modal Usaha Pengembangan Modal Usaha sangat diperlukan untuk menunjang produksi pengrajin gerabah desa melikan. Mereka sangat berharap mendapat bantuan dari pemerintah berupa kredit lunak, dari informan diketahui bahwa masyarakat Desa Melikan telah memperoleh bantuan pinjaman kredit lunak dari pemerintah tetapi belum merata, ada yang sampai sekarang belum menerima sama sekali

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 5. Strategi pengembangan produk yang dilakukan oleh perusahaannya itu dengan penyusunan kembali produk, perbaikan kualitas, dan penambahan untuk produk. Jika pengrajin hanya fokus pada gerabah tradisional saja maka prospek kedepan pengusaha kesulitan untuk melakukan percobaan baru. Dari strategi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut hasil yang diperoleh dapat meningkatkan kembali modal usaha, biaya produksi dan omset penjualan, dengan melaksanakan strategi ini perusahaan mampu mengembangkan dan melebarkan usahanya. Catatan yang terpenting adalah ini semua tidak lepas dari bantuan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam melindungi usaha mikro kecil menengah. Pengusaha juga harus konsisten melakukan strategi pertumbuhan intensif agar usahanya dapat berkembang kembali dan tercapai apa yang menjadi tujuan perusahaan dalam mengembangkan produknya benar benar memperhatikan kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang yang dimiliki, pemerintah daerah selaku kepala desa selalu mengadakan evaluasi kinerja di lapangan, supaya tepat sasaran.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data 1. Trend Perkembangan Modal Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 - 2013 Analisis data yang pertama digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama mengenai trend modal usaha industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013. Teknis data menggunakan trend sekuler dengan metode kuadrat terkecil, perhitungan nilai trend (Y’) dapat dirumuskan sebagai berikut : Y : nilai trend periode tertentu a : nilai konstanta yaitu nilai Y’ pada saat X sama dengan nol (0) b : nilai kemiringan yaitu nilai Y’ pada saat bertambah satu satuan X : nilai periode tertentu Sedangkan perhitungan rumus untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut : Mencari nilai a = Mencari nilai b = Perhitungan nilai trend perkembangan modal usaha industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013 dapat dilakukan dengan mencari data mengenai modal usaha industri kerajinan gerabah Desa 92

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Melikan pada tahun 2007 – 2013. Berikut ini disajikan data mengenai jumlah modal usaha industri kerajinan gerabah Desa Melikan pada tahun 2007 – 2013 dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel V.1 Trend Perkembangan Modal Usaha Pengrajin Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 (rupiah) tanpa Y1 Tahun (X) -3 -2 -1 0 1 2 3 Tahun Modal Usaha (Y) 2007 1.380.442.007 2008 997.122.008 2009 970.008.109 2010 940.304.010 2011 917.632.011 2012 905.014.012 2013 920.632.513 Sumber : Observasi, 2014 XY X2 -4.141.326.021 -1.994.244.016 -970.008.109 917.632.011 1.810.028.024 2.761.897.539 9 4 1 0 1 4 9 Y 1 Untuk mencari persamaan Y’= a +bx, adalah dengan mencari nilai a dan b. Nilai a dicari dengan rumus : a= = = 1.000.164.953 maka perlu mencari nilai Y terlebih dahulu dimana Y merupakan jumlah modal usaha industri kerajinan gerabah Desa Melikan pada tahun 20072013 sedangkan n merupakan jumlah data yang tersedia. Nilai b dicari dengan rumus: b= = = -55.572.163 Bila konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persamaan maka akan diperoleh persamaan trend linier yang memenuhi persyaratan kuadrat kecil sebagai berikut :

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Y1 = a + bx Y1 = 1.000.164.953+ (-55.572.163) (x) Keterangan Y1 = nilai trend yang ditaksir a = 1.000.164.953= nilai trend periode dasar 2007 b = -55.572.163 = penurunan per tahun secara linier x = unit tahun yang dihitung dari x = 0 Dengan demikian cara menghitung nilai trend jumlah modal usaha industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007-2013: Tahun 2007 Y1 = 1.000.164.953 + (-55.572.163.-3) = 1.166.881.442 Tahun 2008 Y1 = 1.000.164.953 + (-55.572.163.-2) = 1.111.309.279 Tahun 2009 Y1 = 1.000.164.953 + (-55.572.163.-1) = 1.055.737.116 Tahun 2010 Y1 = 1.000.164.953 + (-55.572.163.0) = 1.000.164.953 Tahun 2011 Y1 = 1.000.164.953 + (-55.572.163.1) 94

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 = 944.592.790 Tahun 2012 Y1 = 1.000.164.953 + (-55.572.163.2) = 889.020.627 Tahun 2013 Y1 = 1.000.164.953 + (-55.572.163.3) = 833.448.464 Hasil perhitungan trend jumlah modal usaha pengrajin gerabah tahun 2007- 2013 dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel V.2 Trend Perkembangan Jumlah Modal Usaha Pengrajin Gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 (rupiah) Tahun Modal Usaha Tahun (Y) (X) 2007 1.380.442.007 -3 2008 997.122.008 -2 2009 970.008.109 -1 2010 940.304.010 0 2011 917.632.011 1 2012 905.014.012 2 2013 920.632.513 3 Sumber: Hasil Observasi, 2014 XY X2 Y1 -4.141.326.021 -1.994.244.016 -970.008.109 917.632.011 1.810.028.024 2.761.897.539 9 4 1 0 1 4 9 1.166.881.442 1.111.309.279 1.055.737.116 1.000.164.953 944.592.790 889.020.627 833.448.464 Dari persamaan trend Y1 = 1.000.164.953+ (-55.572.163) (x) juga dapat dicari trend jumlah modal usaha pengrajin gerabah Desa Melikan untuk prediksi 3 tahun yang akan datang berdasarkan jumlah unit tahun yang dihitung dari periode dasar yaitu : Tahun 2014 Y1 = 1.000.164.953 + (-55.572.163.4)

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 = 777.876.301 Tahun 2015 Y1 = 1.000.164.953 + (-55.572.163.5) = 722.304.138 Tahun 2016 Y1 = 1.000.164.953 + (-55.572.163.6) = 666.731.975 Untuk merangkum hasil perhitungan trend jumlah modal usaha pengrajin gerabah tahun 2007 – 2013 juga prediksi trend 3 tahun kedepan yang akan ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai berikut : Grafik V.1 Perkembangan Modal Usaha Pengrajin Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 (rupiah) 1,600,000,000.00 1,400,000,000.00 1,200,000,000.00 1,000,000,000.00 Modal Usaha Y Trend 800,000,000.00 600,000,000.00 400,000,000.00 200,000,000.00 0.00 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber : Data Primer, Diolah 2014

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 97 Trend Perkembangan Biaya Produksi Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 - 2013 Analisis data yang pertama digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang Kedua mengenai trend biaya produksi. industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013. Teknis data menggunakan trend sekuler dengan metode kuadrat terkecil, perhitungan nilai trend (Y’) dapat dirumuskan sebagai berikut : Y : nilai trend periode tertentu a : nilai konstanta yaitu nilai Y’ pada saat X sama dengan nol (0) b : nilai kemiringan yaitu nilai Y’ pada saat bertambah satu satuan X : nilai periode tertentu Sedangkan perhitungan rumus untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut : Mencari nilai a = Mencari nilai b = Perhitungan nilai trend perkembangan biaya produksi industri kerajinan gerabah desa melikan tahun 2007 – 2013 dapat dilakukan dengan mencari data mengenai jumlah biaya produksi industri kerajinan gerabah Desa Melikan pada tahun 2007 – 2013. Berikut ini telah disajikan data mengenai jumlah biaya produksi kerajinan gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 dalam bentuk tabel di bawah ini :

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Tabel V.3 Trend Perkembangan Jumlah Biaya Produksi Di Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 (rupiah) tanpa Y1 Biaya Produksi Tahun XY (Y) (X) 2007 519.840.000 -3 -1.559.520.000 2008 297.070.000 -2 -594.140.000 2009 279.456.100 -1 -279.456.100 2010 253.452.000 0 2011 235.280.000 1 235.280.000 2012 223.662.000 2 447.324.000 2013 238.280.500 3 714.841.500 Sumber : Hasil Observasi, 2014 Tahun X2 Y1 9 4 1 0 1 4 9 Untuk mencari persamaan Y’ = b + bx, adalah dengan mencari nilai a dan b. nilai a dicari dengan rumus: a= = = 292.434.371 maka perlu dicari nilai Y terlebih dahulu dimana Y merupakan jumlah biaya produksi industri kerajinan gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 sedangkan n merupakan jumlah data dari biaya produksi yang tersedia. Dan nilai b dicari dengan rumus : b= = = -36.988.235. Bila konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persamaan maka akan diperoleh persamaan trend linier yang memenuhi persyaratan kuadrat terkecil sebagai berikut : Y1 = a + bx Y1 = 292.434.371+ (-36.988.235) (x)

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Keterangan : Y1 = nilai trend yang ditaksir a = 292.434.371 = nilai trend periode dasar 2007 b = -36.988.235 = penurunan per tahun secara linier x = unit tahun yang dihitung dari x = 0 Dengan demikian cara menghitung nilai trend biaya produksi industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013: Tahun 2007 Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235. -3) = 403.399.076 Tahun 2008 Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235. -2) = 366.410.841 Tahun 2009 Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235. -1) = 329.422.606 Tahun 2010 Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235. 0) = 292.434.371 Tahun 2011 Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235. 1) = 255.446.136 99

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Tahun 2012 Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235. 2) = 218.457.901 Tahun 2013 Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235. 3) = 181.469.666 Hasil perhitungan trend jumlah biaya produksi pengrajin gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel V.4 Trend Perkembangan Jumlah Biaya Produksi Di Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 (rupiah) Tahun Biaya Produksi Tahun XY (Y) (X) 2007 519.840.000 -3 -1.559.520.000 2008 297.070.000 -2 -594.140.000 2009 279.456.100 -1 -279.456.100 2010 253.452.000 0 2011 235.280.000 1 235.280.000 2012 223.662.000 2 447.324.000 2013 238.280.500 3 714.841.500 Sumber : Hasil Observasi, 2014 X2 9 4 1 0 1 4 9 Y1 403.399.076 366.410.841 329.422.606 292.434.371 255.446.136 218.457.901 181.469.666 Dari persamaan Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235) (x) juga dapat dicari trend jumlah biaya produksi pengrajin Melikan untuk prediksi 3 tahun yang akan datang berdasarkan jumlah unit tahun yang dihitung dari periode dasar, yaitu Tahun 2014 Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235. 4) = 144.481.431

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Tahun 2015 Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235. 5) = 107.493.196 Tahun 2016 Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235. 6) = 70.504.961 Untuk merangkum hasil perhitungan trend jumlah biaya produksi pengrajin tahun 2007 – 2013 juga prediksi trend 3 tahun kedepan yang akan ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai berikut : Grafik V.2 Perkembangan Biaya Produksi Pengrajin Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 (rupiah) Rp600,000,000.00 Rp500,000,000.00 Rp400,000,000.00 Rp300,000,000.00 Biaya Produksi Rp200,000,000.00 Trend Rp100,000,000.00 Rp2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber : Data Diolah, 2014

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 102 Trend Perkembangan Omset Penjualan Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 - 2013 Analisis data yang pertama digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama mengenai trend omset penjualan industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013. Teknis data menggunakan trend sekuler dengan metode kuadrat terkecil, perhitungan nilai trend (Y’) dapat dirumuskan sebagai berikut : Y : nilai trend periode tertentu a : nilai konstanta yaitu nilai Y’ pada saat X sama dengan nol (0) b : nilai kemiringan yaitu nilai Y’ pada saat bertambah satu satuan X : nilai periode tertentu Sedangkan perhitungan rumus untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut : Mencari nilai a = Mencari nilai b = Perhitungan nilai trend perkembangan jumlah omset penjualan industri kerajianan gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 dapat dilakukan dengan mencari data mengenai jumlah omset penjualan industri kerajinan gerabah Desa Melikan pada tahun 2007 – 2013. Berikut ini telah disajikan data mengenai jumlah omset penjualan industri kerajinan gerabah di Desa Melikan pada tahun 2007 – 2013 dalam bentuk tabel di bawah ini :

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Tabel V.5 Trend Perkembangan Jumlah Omset Penjualan Pengrajin Gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 (rupiah) tanpa Y1 Omset Penjualan (Y) Tahun (X) 3.209.420.000 2007 -3 2008 1.696.970.000 -2 2009 1.341.260.000 -1 2010 1.169.755.000 0 2011 1.272.800.000 1 2012 913.160.000 2 2013 1.181.745.000 3 Sumber : Data Dioalah, 2014 Tahun XY X2 -9.628.260.000 -3.393.940.000 -1.341.260.000 0 1.272.800.000 1.826.320.000 3.545.235.000 9 4 1 0 1 4 9 Y1 Untuk mencari persamaan Y’ = a +bX, adalah dengan mecari nilai a dan b. nilai a dicari dengan rumus : a= = = 1.540.730.000 maka perlu dicari nilai Y terlebih dahulu dimana Y merupakan jumlah omset industry kerajinan gerabah di Desa Melikan pada tahun 2007 – 2013 sedangkan n merupakan jumlah data tersedia. Nilai b dicari dengan rumus b= = = - 275.682.321 Bila konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persamaan maka akan diperoleh persamaan trend linier yang memenuhi persyaratan kuadrat terkecil sebagai berikut : Y1 = a + bx Y1 = 1.540.730.000+ (- 275.682.321) (x)

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Keterangan : Y1 = nilai trend yang ditaksir a = 1.540.730.000 = nilai trend periode dasar 2007 b = - 275.682.321 = penurunan per tahun secara linier x = unit tahun yang dihitung dari x = 0 Dengan demikian cara menghitung nilai trend biaya produksi industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013: Tahun 2007 Y1 =1.540.730.000 + (- 275.682.321. – 3) = 2.367.776.963 Tahun 2008 Y1 =1.540.730.000 + (-275.682.321. – 2) = 2.092.094.642 Tahun 2009 Y1 =1.540.730.000 + (-275.682.321. – 1) = 1.816.412.321 Tahun 2010 Y1 =1.540.730.000 + (-275.682.321. 0) = 1.540.730.000 Tahun 2011 Y1 =1.540.730.000 + (-275.682.321. 1) = 1.265.047.679 104

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Tahun 2012 Y1 =1.540.730.000 + (-275.682.321. 2) = 989.365.358 Tahun 2013 Y1 =1.540.730.000 + (-275.682.321. 3) = 713.683.037 Hasil perhitungan trend jumlah biaya produksi pengrajin gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel V.6 Trend Perkembangan Jumlah Omset Penjualan Pengrajin Gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 (rupiah) Tahun (X) 3.209.420.000 2007 -3 2008 1.696.970.000 -2 2009 1.341.260.000 -1 2010 1.169.755.000 0 2011 1.272.800.000 1 2012 913.160.000 2 2013 1.181.745.000 3 Sumber : Data Dioalah, 2014 Tahun Omset Penjualan (Y) XY X2 Y1 9.628.260.000 3.393.940.000 1.341.260.000 0 1.272.800.000 1.826.320.000 3.545.235.000 9 4 1 0 1 4 9 2.367.776.963 2.092.094.642 1.816.412.321 1.540.730.000 1.265.047.679 989.365.358 713.683.037 Dari persamaan Y1 = 1.540.730.000+ (- 275.682.321) (x) juga dapat dicari trend jumlah biaya produksi pengrajin gerabah untuk prediksi 3 tahun yang akan datang berdasarkan jumlah unit tahun yang dihitung dari periode dasar, yaitu Tahun 2014 Y1 =1.540.730.000 + (- 275.682.321. 4) = 438.000.716

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Tahun 2015 Y1 =1.540.730.000 + (- 275.682.321. 5) = 162.318.395 Tahun 2016 Y1 =1.540.730.000 + (- 275.682.321. 6) = 113.363.926 Untuk merangkum hasil perhitungan trend jumlah biaya produksi pengrajin tahun 2007 – 2013 juga prediksi trend 3 tahun kedepan yang akan ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai berikut : Grafik V.3 Perkembangan Omset Penjualan Pengrajin Gerabah Desa Pagerjurang Tahun 2007 – 2013 (rupiah) Rp3,500,000,000.00 Rp3,000,000,000.00 Rp2,500,000,000.00 Rp2,000,000,000.00 Omset Penjualan Y Rp1,500,000,000.00 Rp1,000,000,000.00 Trend Rp500,000,000.00 Rp2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber : Data Primer Diolah, 2014

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 B. Pembahasan 1. Pembahasan Trend Jumlah Modal Usaha Industri Kerajinan Gerabah Di Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 Modal usaha yaitu sejumlah nilai pokok yang dimiliki dan digunakan oleh pengusaha untuk membiayai kegiatan usaha dagangnya setiap hari, baik berupa total nilai uang, barang dagangan maupun peralatan yang dapat dihitung dalam satuan rupiah. Berikut hasil perkembangan modal usaha industri kerajinan grebah tahun 2007 – 2013 dari perhitungan trend yang dilakukan. Tabel V.7 Trend Perkembangan Jumlah Modal Usaha Industri Kerajinan Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 Tahun Modal Usaha (Y) 2007 1.380.442.007 2008 997.122.008 2009 970.008.109 2010 940.304.010 2011 917.632.011 2012 905.014.012 2013 920.632.513 Sumber : Data Diolah, 2014 Trend 1.166.881.442 1.111.309.279 1.055.737.116 1.000.164.953 944.592.790 889.020.627 833.448.464 Berdasarkan hasil perhitungan dan grafik di bawah dapat diketahui bahwa setiap tahun modal usaha yang diperoleh dari tahun 2007 sampai 2013 mengalami penurunan, hal ini disebabkan oleh berkurangnya minat konsumen dan pengrajin mengalami kesulitan dalam memperoleh modal usaha, Modal usaha yang diperoleh dari bank biasanya dilakukan oleh para pengrajin yang sudah memiliki ijin usaha.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Tabel V.4 Perkembangan Modal Usaha Pengrajin Gerabah Desa MelikanTahun 2007 – 2013 (rupiah) 1,600,000,000.00 1,400,000,000.00 1,200,000,000.00 1,000,000,000.00 800,000,000.00 600,000,000.00 Modal Usaha Y 400,000,000.00 200,000,000.00 Trend 0.00 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber: Data Diolah 2014 Pengrajin yang mendapatkan pinjaman dari bank sebanyak 18 pengrajin, dikarenakan ada 2 pengrajin yang usahanya masih sekala kecil, yang berdasarkan observasi peneliti mereka belum membutuhkan pinjaman karena mereka takut tidak dapat mencicil pinjaman dari bank. Modal yang dipinjam dari bank untuk kepentingan usaha industri kecil seperti yang dilakukan oleh pengrajin gerabah Desa Melikan, saat ini bunga pinjamannya adalah sebesar 1,4% per bulan. Pengrajin yang tidak memiliki ijin usaha dalam memenuhi modalnya mereka meminjam ke bank dengan jaminan pinjaman berupa sertifikat rumah ataupun tanah yang mereka miliki. Mereka yang belum memiliki surat ijin usaha dan tidak memiliki barang jaminan untuk meminjam uang ke lembaga keuangan kesulitan untuk memperoleh modal. Mereka

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 sangat berharap mendapat bantuan dari pemerintah berupa kredit lunak, dari informan masyarakat Desa Melikan mengharapkan bantuan pinjaman kredit lunak, berupa barang – barang alat produksi yaitu putaran miring, putaran tegak, dan molen. Ini semua demi kemajuan prospek gerabah melikan. (Sumber: Jumadi, Pengrajin Gerabah Dusun Pager Jurang). Industri kreatif akan berperan penting dalam menentukan strategi pengembangan modal industri kreaktif di indonesia. Dengan mengetahui intensitas pemanfaatan modal usaha di dalam industri kreatif, maka strategi pengembangan sektor tertentu harus memperhatikan aspek kebijakan pengelolaan modal usaha yang dibutuhkan dalam industri tersebut. Selain itu, kebijakan pemerintah dari berbagai instansi yang menyentuh empat aspek dominan yang berbeda di dalam industri kreatif tersebut (Seni dan Budaya, Media, Desain, dan Iptek) akan berdampak pula pada subsektor industri kreatif bersangkutan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah terhadap pengembangan industri kreatif akan bersifat lintas sektoral dan membutuhkan koordinasi antar instansi khususnya dalam pengembangan modal usaha industri kreaktif Modal yang digunakan dalam usaha industri kerajinan gerabah di Desa Melikan dapat dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu modal tetap dan modal lancar. Modal tetap adalah modal yang dapat dipakai lebih dari satu kali masa produksi, misalnya: alat-alat produksi seperti mesin molen, tungku dan tempat pembakaran gerabah, dan lainlain.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Sedangkan modal lancar adalah berupa uang dan barang hasil produksi yaitu gerabah. Modal yang dimiliki oleh para pengrajin industri kerajinan gerabah di Desa Melikan antara yang satu dengan yang lain berbeda - beda, tergantung besar kecilnya usaha yang dijalankan, semakin besar modal yang dimiliki pengusaha kerajinan gerabah semakin besar kesempatan memproduksi gerabah dalam memenuhi pesanan (sebagian besar produksi gerabah berdasarkan pesanan) dan berarti kesempatan untuk mengembangkan usaha juga semakin besar. Jumlah hitung nyata menunjukan modal usaha diperoleh pengrajin gerabah desa melikan pada tahun 2007 – 2013 menunjukan adanya peningkatan maupun penurunan atau fluktuasi. Dengan demikian, garis trend menunjukan adanya suatu trend penurunan negatif, hal tersebut ditunjukan dengan persamaan Y1 = 1.000.164.953+ (-55.572.163) (x) tahun 2007 – 2013, garis trend menunjukan adanya kenaikan yang cukup drastis pada tahun 2007 hampir dua kali lipatnya Sedangkan pada tahun 2008 perlahan mengalami penurunan yang signifikan, Pada tahun 2008 selisih persentase penurunan modal usaha dari tahun 2007 adalah sebesar -2.60 %, ini semua disebabkan oleh faktor minat konsumen dan sulitnya memperoleh modal usaha guna untuk memproduksi gerabah serta memperoleh bahan baku, Sehingga pengrajin kesulitan dalam memutar modal kerjanya. Pada tahun 2007 pengrajin

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 mengalami puncak kejayaanya karena pada tahun tersebut pengrajin dibanjiri oleh pemesanan pot bunga yang begitu banyak. Dari 20 pengrajin masing masing memproduksi kurang lebih 200 produk yang berbeda, dengan berbagai jenis produk, seperti celengan, padasan, guchi, pochi, pot bunga, wajan, set – setan dengan harga dasar sebesar Rp 15.000,00 sampai dengan Rp 1.500.000,00 per item. dan khusunya pada produk pot bunga pengrajin memproduksi lebih sekitaran 300 sampai dengan 1000 per bulan dengan kisaran ukuran dan harga yang berbeda, untuk ukuran kecil sekitar Rp 5000,00 dan yang besar Rp150.000,00. Sehingga dalam memperoleh modal usaha pengrajin mengandalkan uang dibayar dimuka dan pinjaman dari bank. Dalam grafik tersebut dapat dilihat bahwa kenaikan cukup besar terjadi pada tahun 2007, dan pada tahun 2008 hingga 2013 mengalami penurunan yang signifikan dalam perkembangan modal usaha. Pada tahun 2007 trend jumlah modal usaha sebesar Rp 1.166.881.442,00 kemudian pada tahun 2008 mengalami penuruan sebesar Rp 1.111.309.279, tahun 2009 modal usaha yang diperoleh modal lancar + modal tetap sebesar Rp 970.008.109,00, selisih persentase pada tahun 2009 penurunan modal usaha dari tahun 2008 adalah sebesar -35,8 %. Tahun 2010 modal usaha yang diperoleh modal lancar + modal tetap sebesar Rp 940.304.010,00, selisih persentase pada tahun 2010 penurunan modal usaha dari tahun 2009 adalah sebesar -31,7 %. Tahun

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 2011 modal usaha yang diperoleh modal lancar + modal tetap sebesar Rp917.632.011,00, selisih persentase pada tahun 2011 penurunan modal usaha dari tahun 2010 adalah sebesar -40,5 %. Tahun 2012 modal usaha yang diperoleh modal lancar + modal tetap sebesar Rp 905.014.012,00, selisih persentase pada tahun 2012 penurunan modal usaha dari tahun 2011 adalah sebesar -71,7 %. Tahun 2013 modal usaha yang diperoleh modal lancar + modal tetap sebesar Rp920.632.513,00, selisih persentase pada tahun 2013 kenaikan modal usaha dari tahun 2012 adalah sebesar 58,9 %. Dari hasil perhitingan analisis trend, menunjukan bahwa trend bersifat negatif karena mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh oleh sulitnya mendapatkan pinjaman kredit dari bank oleh karena keterbatasan asset berupa surat tanah dan barang berharga lainya, yang dimiliki pengrajin sebagai jaminan peminjaman. berkurangnya minat konsumen dan berkurangnnya simpanan uang yang dimiliki oleh pengrajin dan pengrajin mempunyai hutang kepada bank untuk menutupi modal kerja yang dikeluarkan. UMKM Gerabah di desa melikan secara garis besar mengalami fluktuasi dalam perkembanganya. Menurut pengrajin hal ini disebabkan oleh menurunya minat konsumen dalam membeli produk gerabah sehingga omset yang di dapat oleh pengrajin mengalami penurunan, sehingga perputaran modal kerja yang di dapatkan pengrajin cukup kecil, sehingga garis trend menyatakan adanya penurunan perolehan modal usaha di rentang tahun 2007 – 2013.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Pada tahun 2007 dapat dilihat bahwa modal usaha para pengrajin meningkat, peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya pesanan konsumen dalam pot bunga, karena kala itu sedang musimnya tanaman HIAS bunga gelombang cinta, sehingga para pengrajin berlomba lomba membuat pot bunga yang dari ukurang sedang hingga besar. Pada saat itu modal usaha yang diperoleh pengrajin cukup seimbang dan garis trend tidak menunjukan adanya peningkatan dalam jumlah modal usaha. Setelah itu perkembangan modal usaha cenderung naik turun, ini dipengaruhi oleh kondisi keadaan ekonomi global kala itu pada tahun 2008, karena kala itu konsumen pengarjin gerabah desa pagerjurang adalah masyarakat luar negri. Dengan melihat keseluruhan jumlah modal usaha dan garis trend perkembangan modal usaha penurunan perkembangan modal usaha disebabkan oleh berkurangnya minat konsumen dalam memesan produk gerabah desa melikan dan dalam penetapan harga produk, sehingga pengrajin kesulitan memutar modal kerjanya. Dengan melihat prediksi trend untuk jumlah modal usaha pada tahun 2014, 2015, 2016 dapat diketahui bahwa selama 3 tahun trend tersebut mengalami penurunan yang signifikan. Dimana pada tahun 2014 jumlah modal usaha adalah sebesar Rp 777.876.301,00. Kemudian pada tahun 2015 menurun sebesar Rp 722.304.138,00 sedangkan pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar Rp 666.731.975,00 tentunya hal ini

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 merupakan hal yang perlu dikhawatirkan, karena jumlah modal usaha akan semakin menurun setiap tahunya. Dari kacamata ekonomi, sebenarnya di Indonesia telah banyak tersedia lembaga pemodalan, termasuk untuk membangun industri. Selain lembaga perbankan yang sudah sangat banyak, terdapat lembaga pemodalan lain seperti lembaga Pemodalan Nasional Madani (PNM). Hal penting yang diperlukan dalam masalah ini adalah aturan yang memudahkan bagi pengucuran modal khususnya untuk mendukung industri kreatif. Aturan setiap lembaga pemodalan (termasuk bank) kan mengacu pada atauran pusat karena itu pemerintah pusat menjadi kunci perubahan dalam peraturan yang akomodatif dalam pengembangan industri kreatif. Meskipun lembaga pemodalan memegang peran penting, namun banyak industri kreatif yang dapat dimulai dengan modal kecil yang tidak tergantung pada lembaga pemodalan. Banyak contoh industri kreatif yang sukses berkembang dari sumber pemodalan tabungan dan aset pribadi dalam jumlah terbatas. Salah satu bidang misalnya industri kerajinan tangan yang dimulai dari industri rumahan (home industry). Banyak industri pakaian jadi, bordir, sablon, batik, dan lainnya bermula dari modal pribadi dalam jumlah terbatas. Karena itu dapat disimpulkan bahwa bila aturan pengucuran modal dari lembaga pemodalan dinilai belum cukup akomodatif, industri kreatif tetap dapat dimulai dengan modal terbatas. Kuncinya terletak pada

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 kreatifitas dan keuletan calon industriawannya. Peran pemerintah yang diharapkan adalah sisi pemasaran produk hasil industri kreatif termasuk pemasaran ke luar negeri. Hal ini membuat pengrajin mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya karena pendapatan yang didapat sebagian besar untuk membayar bunga dan jika mereka ingin meningkatkan harga justru mereka akan mengalami kesulitan karena pembeli cenderung mencari barang dengan harga yang murah. Maka dalam hal ini bantuan pemerintah terkait dengan modal usaha sangat amatlah penting terutama untuk mengembangkan industri kerajinan gerabah di desa melikan. Jumlah modal usaha yang diperoleh para pengrajin gerabah mengalami peningkatan pada tahun 2007. Karena pada tahun itu jumlah permintaan akan kerajinan gerabah sangat tinggi yaitu pada produk pot bunga. Permintaan datang dari kota jawa tengah hingga sampai luar kota jawa tengah seperti pulau Sumatra dan Kalimantan. Akan tetapi petengahan bulan 2008 perlahan mengalami penurunan yang disebabkan kurangnya minat konsumen pot bunga tanaman hias dan sulitnya bahan baku tanah liat atau dapat juga disebabkan oleh adanya kerugian yang muncul akibat pehitungan yang kurang matang dari pengrajin itu sendiri Dalam hal ini perhitungan yang kurang matang dapat dilihat dari bentuk laporan keuangan yang ada. Dari hasil penelitian yang dilakukan, selama ini para pengrajin tidak memiliki bentuk laporan keuangan yang baik. Hanya sebagian kecil pengrajin yang baik. Dengan adanya laporan

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 keuangan yang kurang baik mengenai perkembangan usaha mereka selama ini. Dimana ada kalanya menurut hitungan kotor dapat diketahui bahwa mereka sudah mendapatkan laba tanpa menghitung pengeluaran dan biaya biaya yang tidak terlihat. Sehingga para pengrajin tidak dapat melihat bahwa jumlah modal usaha yang diperoleh tidak sebesar yang mereka duga atau bahkan sampai muncul kerugian akibat dari perhitungan yang kurang matang. Seperti misalnya saja pengeluaran untuk bahan baku dan transportasi, dalam hal ini bahan baku digunakan kebutuhan produksi kerajinan gerabah dengan berbagai hal yang berhubungan dengan usaha mereka demikian pula dengan transportasi. Anggaran yang keluar untuk kedua hal tersebut bisa mencapai ratusan ribu dan hal ini tidak termasuk dalam laporan keuangan. Namun semua itu harus membutuhkan perhitungan yang matang, jika sampai salah perhitungan bisa – bisa para pengrajin mengalami kerugian. Tidak jarang hal ini terjadi pada pengrajin sehingga mereka mengalami kerugian. Dalam memproduksi gerabah dengan berbagai produk, besarnya modal yang dibutuhkan tergantung dari jenis kerajinan yang dihasilkan apabila membuat pot bunga dengan berbagai ukurang sedang maupun besar dan membuat guchi modal yang dibutuhkan sekitar Rp 1.500.000,00 untuk bahan baku berupa tanah liat dan pasir. Sedangkan untuk membuat coek, celengan, pochi dibutuhkan modal sekitar Rp 500.000,00.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Untuk alat kerja pembuatan gerabah alat alat yang digunakan adalah putarang mirin, putaran tegak, tungku pembakaran dan mesin oven pengeringan yang dipakai dikala cuaca sedang musim hujan Tentunya hal ini sangat disayangkan sekali karena dengan demikian para pengrajin tidak bisa mendapatkan laporan keuangan yang benar benar mendekati real. Maka dari itu perlulah para pengrajin memiliki laporan keuangan yang baik dan lebih teliti sehingga perkembangan usaha kerajinan gerabah yang mereka miliki benar benar terpantau dengan baik. 2. Pembahasan Trend Jumlah Biaya Produksi Industri Kerajinan Gerabah Di Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 Biaya produksi merupakan perhitungan keseluruhan biaya yang digunakan untuk proses produksi dalam hal ini diperhitungkan adalah biaya bahan baku, biaya transportasi, biaya listrik dan air, biaya bahan bakar, dan biaya upah tenaga kerja. Tabel V.8 Trend Perkembangan Jumlah Biaya Produksi Di Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 (rupiah) Tahun Biaya Produksi (Y) 2007 519.840.000 2008 297.070.000 2009 279.456.100 2010 253.452.000 2011 235.280.000 2012 223.662.000 2013 238.280.500 Sumber : Data Diolah 2014 Trend 403.399.076 366.410.841 329.422.606 292.434.371 255.446.136 218.457.901 181.469.666

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Dengan melihat perhitungan dan grafik yang sudah di paparkan dapat diketahui bahwa biaya produksi kerajinan gerabah dari tahun ke tahun mengalami penurunan hal ini dapat dilihat berdasarkan harga bahan baku dan sulitnya mencari bahan baku Berdasarkan tabel diatas untuk perkembangan biaya produksi dilihat dari tahun ke tahun mengalami penurunan, dapat dilihat pada tabel V.8 perhitungan menggunakan metode kuadrat terkecil. Grafik V.5 Perkembangan Biaya Produksi Pengrajin Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 (rupiah) Rp600,000,000.00 Rp500,000,000.00 Rp400,000,000.00 Rp300,000,000.00 Biaya Produksi Rp200,000,000.00 Trend Rp100,000,000.00 Rp2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber : Data Diolah 2014 Adapun jumlah produksi gerabah Desa Melikan per tahun 2007 – 2013, jumlah ini merupakan rekapitulasi dari jumlah produksi yang diproduksi oleh 20 pengrajin gerbah Desa Melikan yang bersekala besar dan kecil. Pada tahun 2007 jumlah produksi gerabah sejumlah 122.060 item, pada tahun 2007 jumlah produksi yang banyak adalah pot bunga

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 tanaman hias, selisih persentase pada tahun 2008 penurunan biaya produksi dari tahun 2007 adalah sebesar -13,4 %. sedangkan pada tahun 2008 jumlah produksi sebesar 8.6941item, selisih persentase pada tahun 2009 penurunan biaya produksi dari tahun 2008 adalah sebesar -15,6 %. Jelas terlihat mengalami penurunan. Hal ini desebabkan oleh berkurangnya minat konsumen akan pot bunga tanaman hias dikarenakan glombang cinta tidak cukup lama eksistensinya, sulitnya bahan baku dan banyaknya pot yang berbahan plastik yang jauh lebih murah dan tidak mudah pecah, dan tahun 2009 jumlah produksi sejumlah 72.988 item, selisih persentase pada tahun 2010 penurunan biaya produksi dari tahun 2009 adalah sebesar -9,7 %. tahun 2010 jumlah produksi 62.377 item, selisih persentase pada tahun 2011 trend penurunan biaya produksi dari tahun 2010 adalah sebesar 12,9 %. Rentang penurunan pada tahun 2009 dan 2010 hampir sama dengan permasalahan saat turunya di tahun 2008. Memperhatikan kondisi geografis Kabupaten Klaten, dapat dilihat bahwa bahan baku dari sumber daya alam lokal yang tersedia untuk mengembangkan industri akan datang dari kegiatan pertanian, perkebunan dan industri kreaktif dll. Menilik potensinya bahan baku dari industri kreatif tampaknya tidak terlalu menyolok, meskipun di masa yang akan datang tetap berpeluang dapat dikembangkan. Misalnya pada industri kreatif berbasis bahan baku kehutanan. Meskipun tidak ada wilayah bahan baku tanah liat yang luas di Kabupaten Klaten, namun

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 usaha-usaha penghijauan dengan menanam tanaman, dapat mendukung industri kreatif seperti kerajinan gerabah (crafts). Sementara itu bahan baku seperti kapur dan tanah liat juga dapat digunakan sebagai bahan baku pada pengembangan industri kreatif kerajinan. Produksi industri ekonomi kreatif selain itu pemerintah hendaknya memberikan pelatihan, pendampingan dan penyediaan tenaga ahli bagi tumbuhnya industri kreatif di Desa Melikan. Di dalam industri kreatif, kreatif memegang peranan sentral sebagai sumber daya utama. Industri kreatif lebih banyak membutuhkan sumber daya ktearif yang berasal dari kreatifitas manusia daripada sumber daya fisik. Namun demikian, sumber daya fisik tetap diperlukan terutama dalam peranannya sebagai media kreatif dalam pembuatan gerabah yang modern dan inovatif. industri kreatif ini akan berperan penting dalam menentukan strategi pengembangan. Akan tetapi kala itu peran serta dari pemerintah belum signifikan, sehingga perngrajin berusaha mandiri untuk meningkatkan kembali produksi gerabah di desa melikan dengan cara berperan serta mempromosikan produk di acara ekspo sehingga pada tahun 2011 jumlah produksi mengalami kenaikan sejumlah 65.510 item. Menurut pendapat bapak seketaris desa yaitu Bapak Sukanta UMKM dinyatakan wajar apabila dalam aspek biaya produksi mengalami fluktuasi dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhinya seperti modal usaha, bahan baku,

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 pemasaran, dan kualitas produk, sehingga para pengrajin dituntut untuk terus meningkatkan produktivitasnya. Pada tahun 2012 jumlah produksi mengalami penurunan kembali sejumlah 47.927, selisih persentase pada tahun 2012 penurunan biaya produksi dari tahun 2011 adalah sebesar -19,25 %. dikarenakan pengrajin kesulitan mendapatkan bahan baku, karena bahan baku belum dilegalitaskan oleh Pemerintah PERHUTANI, cukup lama pegrajin mencari alternative bahan baku karena bahan baku yang tersedia sudah mulai menipis, tidak cukup untuk 2 tahun yang akan datang sehingga para pengrajin mengurangi produksi gerabahnya. Akan tetapi awal tahun 2013 pengrajin mulai mendapatkan titik terang pengrajin mencari alternative bahan baku dengan membeli bahan baku di desa sebelah yaitu bayat yang berupa sawah liat yang masih bebas di eksplorasi, tentunya hal ini memberikan kontribusi yang baik kepada pengrajin untuk dapat meningkatkan jumlah produksi, sehingga pada tahun 2013 jumlah produksi yang dihasilkan sejumlah 82.026 item, selisih persentase pada tahun 2013 kenaikan biaya produksi dari tahun 2012 adalah sebesar 16,29 %. Konsumen pun mulai memesan barang berupa cobek, wajan dan panci gudeg dikarenakan perkembangan kuliner yang sekrang menggunakan konsep tradisional. Biaya produksi industri kerajinan gerabah tahun 2007 – 2013 dihitung menggunakan persamaan Y1 = 292.434.371 + (-36.988.235) (x) diperoleh nilai a = 292.434.371 dan nilai

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 b = -36.988.235 dimana dengan melihat grafik di atas dapat dilihat bahwa kerajinan gerabah desa melikan mengalami trend yang menurun. Hal ini dapat dilihat berdasarkan harga bahan baku tahun mengalami kenaikan dan dirasa pengrajin sangat sulit untuk memperolehnya, dan menurunya jumlah pekerja yang memproduksi gerabah. Berdasarkan tabal diatas untuk perkembangan biaya produksi dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Dapat dilihat pada tabel V.13 perhitungan menggunakan metode kuadrat terkecil, total biaya produksi gerabah tahun 2007 adalah sebesar Rp 519.840.000,00. dengan hasil Y’ sebesar Rp 403.399.076.Total biaya produksi (Y) tahun 2008 Rp 297.070.000,00. dengan hasil Y’ adalah sebesar Rp 366.410.841,00. Total biaya produksi (Y) tahun 2009 adalah sebesar Rp 279.456.100 dengan hasil Y’ sebesar Rp 329.422.606,00. Total biaya produksi (Y) tahun 2010 Rp 253.452.000,00. dengan hasil Y’ sebesar Rp 292.434.371. Total biaya produksi gerabah (Y) tahun 2011 Rp 235.280.000,00. dengan hasil Y’ sebesar Rp 255.446.136,00. Total biaya produksi (Y) tahun 2012 Rp 223.662.000,00. dengan hasil Y’ sebesar Rp 218.457.901. Total biaya produksi (Y) tahun 2013 Rp 238.280.500 dengan hasil Y’ adalah sebesar Rp 181.469.666,00. Besar kecilnya biaya produksi yang dikeluarkan para pengrajin dipengaruhi oleh jumlah pesanan kerajinan gerabah. Dan banyak tidaknya bahan baku yang digunakan, pada tahun 2007 begitu banyak bahan baku yang digunakan, hal ini dapat dilihat dari grafik trend yang

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 mengalami peningkatan yang signifikan. Meskipun bahan baku kala itu sulit dicari tetapi pengrajin berani membayar mahal oleh karena jumlah pemesanan gerabah yang banyak, Semakin banyak jumlah pesanan yang masuk maka akan semakin besar pula biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan pesanan tersebut. Dalam hal ini semakin tinggi biaya yang dikeluarkan oleh para pengrajin maka akan semakin besar pun omset penjualan yang didapat oleh para pengrajin. Menurut grafik diatas kenaikan dan penurunan yang sangat drastis diawali pada tahun 2007 dan 2008. Perkembangan kenaikan biaya produksi pada tahun 2007 merupakan kenaikan tertinggi sepanjang tahun 2007 – 2013, pada tahun 2007 para pengrajin kewalahan dalam pesanan pot bunga dari berbagai ukuran besar dan kecil. Dari 20 pengrajin masing masing memproduksi kurang lebih 200 produk yang berbeda, dengan berbagai jenis produk, seperti celengan, padasan, guchi, pochi, pot bunga, wajan, set – setan dengan harga dasar sebesar Rp 15.000,00 sampai dengan Rp 1.500.000,00 per item. dan khusunya pada produk pot bunga pengrajin memproduksi lebih sekitaran 300 sampai dengan 1000 per bulan dengan kisaran ukuran dan harga yang berbeda, untuk ukuran kecil sekitar Rp 5000,00 dan yang besar adalah Rp 150.000,00 Tentunya biaya produksi yang dikeluarkan pengrajin begitu besar sehingga pada tahun tersebut dalam memperoleh modal usaha pengrajin tidak mengalami kesulitan. Karena modal kerja berputar dan dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan produksi.

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Pada tahun 2007 biaya produksi yang dikeluarkan pengrajin adalah sebesar Rp 519.840.000,00 sedangkan pada tahun 2008 adalah sebesar Rp 297.070.000,00 begitu cepat dan signifikan mengalami penurunan dalam biaya produksi, hal ini disebabkan oleh berkurangnya minat konsumen dan pesanan akan pot bunga begitu juga pengrajin kini mengalami kesulitan akan bahan baku, karena aset bahan baku yang dimiliki oleh desa pagerjurang sudah mulai menipis. Menurut Sekretaris Desa Melikan, Bapak Sukanta, sulitnya pencarian bahan baku tersebut dikarenakan mulai tahun 2007 para pengrajin tidak lagi bisa mengambil tanah dari Pemerintah Perhutani. Belakangan ini, Perhutani mematok lahannya dan melarang pengambilan tanah merah karena dikhawatirkan akan merusak hutan di kawasan tersebut. Satu-satunya tempat untuk mendapatkan bahan baku adalah perbukitan di wilayah Bayat. Namun, untuk menjangkau daerah itu sulit akibat tidak adanya jalan masuk. "Sebenarnya ada tanah kas desa yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku, tetapi pemerintah belum memperkenankan digali. Perajin pun mau membayar restribusi untuk pengambilan tanah yang sekarang menjadi bengkok perangkat desa. Pemilik Sanggar Gerabah Pandanaran Ceramics, Triyanto, karena kesulitan perajin mencari bahan baku sanggarnya kerap kali meliburkan karyawan karena tidak memiliki bahan baku. Dalam sepekan, Triyanto membutuhkan tidak kurang dari 3,5 kubik tanah merah. "Karena sulit dapat bahan baku, pengiriman

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 barang juga terhambat. Seharusnya dua minggu sekali harus kirim, tetapi kami minta pengiriman menjadi 20 hari. Oleh kerana itu adanya informasi tentang sumber biaya produksi yang diperoleh juga sangat membantu kelangsungan usaha gerabah ini, ketersedian bahan baku ini memacu perusahaan untuk kemudian dimasukan dalam biaya produksi Hal ini menjadi masalah pokok bagi intansi pemerintahan daerah setempat khususnya bagi para pengrajin. Bahan baku kini yang tersedia dan belum di eksplorasi hanya sebuah gundukan bukit yang dimana bukit tersebut dimiliki oleh intansi pemerintah perhutani. Berbagai cara sudah dilakukan yaitu dengan rapat kordinasi antar pemerintah pusat dan daerah dengan permasalahan bahan baku ini, tetapi hingga saat ini belum ada kebijakan yang pasti mengenai bahan baku ini. Para pengrajin dan masyarakat sekitar selalu siap apabila mereka dituntut untuk penghijauan atau reboisasi bukit. Tentunya ini tanggung jawab semua pihak bukan hanya pemerintah terkait. Dari grafik di tahun 2009 para pengrajin terus mengalami penurunan dalam jumlah biaya produksi hingga tahun 2013 tetapi pada tahun 2013 sedikit mengalami kenaikan biaya produksi yaitu adalah sebesar Rp 238.280.500,00 dibandikan dengan tahun 2012 yaitu sebesar Rp 223.662.000,00 ini mengindikasi bahwa pesanan kerajinan gerabah perlahan sudah mulai mengalami peningkatan. Tentunya dalam UMKM tidak heran apabila usaha dinnyatakan dengan fluktuasi harga yang naik turun. Tentunya ini semua dipengaruhi

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 akan permintaan dan panawaran yang terjadi di pasar nasional maupun internasional. Dengan jumlah hitung nyata yang demikian, trend perkembangan biaya produksi menunjukan trend yang negative. Dapat diramalakan bahwa pada tahun 2014 – 2016 jumlah biaya produksi kerajinan Gerabah di desa melikan akan mengalami penurunan. Dengan melihat prediksi trend untuk jumlah biaya produksi pada tahun 2014, 2015, 2016 dapat diketahui bahwa selama 3 tahun trend tersebut mengalami penurunan. Pada tahun 2014 jumlah biaya produksi adalah sebesar Rp 144.481.431,00 Kemudian pada tahun 2015 menurun sebesar Rp 107.493.196,00 sedangkan pada tahun 2016 kembali mengalami penurunan sebesar Rp 70.504.961,00 tentunya hal ini merupakan masalah yang harus diselesaikan dengan cara bertahap karena jumlah biaya produksi akan semakin menurun setiap tahunya. 3. Pembahasaan Trend Jumlah Omset Penjualan Industri Kerajinan Gerabah Di Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 Omset Penjualan merupakan hasil penjualan gerabah selama satu tahun tertentu dinyatakan dalam rupiah. Tabel V.9 Trend Perkembangan Jumlah Omset Penjualan Pengrajin Gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 (rupiah) Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 Omset Penjualan (Y) 3.209.420.000 1.696.970.000 1.341.260.000 1.169.755.000 1.272.800.000 Trend 2.367.776.963 2.092.094.642 1.816.412.321 1.540.730.000 1.265.047.679

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2012 913.160.000 2013 1.181.745.000 Sumber : Data Dioalah, 2014 127 989.365.358 713.683.037 Peran Pemerintah di dalam Industri kreatif akan berperan penting dalam menentukan strategi pemasaran. Dengan mengetahui intensitas pemanfaatan teknologi di dalam industri kreatif, maka strategi pengembangan sektor pemasaran tertentu harus memperhatikan aspek kebijakan pengelolaan pemasaran yang dibutuhkan dalam industri tersebut. Selain itu, kebijakan pemerintah dari berbagai instansi yang menyentuh empat aspek dominan yang berbeda di dalam industri kreatif tersebut (Seni dan Budaya, Media, Desain, dan Iptek) akan berdampak pula pada subsektor industri kreatif bersangkutan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah terhadap pengembangan industri kreatif akan bersifat lintas sektoral dan membutuhkan koordinasi pemerintah daerah setempat. Pengertian omset adalah total pendapatan kotor. Jumlah dihitung nyata menunjukan omset yang diperoleh pengrajin gerabah di desa melikan pada tahun 2007 – 2013 menunjukan adanya penurunan yang signifikan.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Grafik V.6 Perkembangan Omset Penjualan Pengrajin Gerabah Desa MelikanTahun 2007 – 2013 (rupiah) Rp3,500,000,000.00 Rp3,000,000,000.00 Rp2,500,000,000.00 Rp2,000,000,000.00 Omset Penjualan Y Trend Rp1,500,000,000.00 Rp1,000,000,000.00 Rp500,000,000.00 Rp2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber : Data Diolah, 2014 Sedangkan berdasarkan tahun 2008, 2009, 2010, 2012 bertahap mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh persaingan dalam penetapan harga dan berkurangnya kosumen akan produk gerabah, kurangnya promosi dan pengrajin merasa sulit dalam memasarkan produk yang berbasis teknologi. Sehingga para pengrajin mengalami penurunan dalam omset penjualan. Pemerintah hendaknya memberikan pelatihan, pendampingan dan penyediaan tenaga ahli bagi tumbuhnya industri kreatif di Desa Melikan, sehingga dapat memberikan pengetahuan baru tentang bagaimana strategi penjuala yang baik. Di dalam industri kreatif, kreatif memegang peranan sentral sebagai sumber daya utama. Industri kreatif lebih banyak membutuhkan sumber daya kreatif yang berasal dari

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 kreatifitas pengrajin di Desa Melikan daripada sumber daya fisik. Namun demikian, sumber daya fisik tetap diperlukan terutama dalam peranannya sebagai media kreatif dalam pembuatan gerabah yang modern dan inovatif. industri kreatif ini akan berperan penting dalam menentukan strategi pengembangan Dalam grafik terebut dapat dilihat bahwa kenaikan yang cukup besar terjadi di tahun 2007 yang dimana omset penjualan meningkat sebesar Rp 3.209.420.000,00 selisih persentase pada tahun 2008 penurunan omset penjualan dari tahun 2007 adalah sebesar -112,2 %. sedangkan pada tahun 2008 mengalami penurunan omset yang drastis yaitu adalah sebesar Rp 1.696.970.000,00 selisih persentase pada tahun 2009 penurunan omset penjualan dari tahun 2008 adalah sebesar -33,7 %. kemudian pada tahun 2009 mengalami penurunan omset penjualan sebesar Rp 1.341.260.000,00 selisih persentase pada tahun 2010 penurunan omset penjualan dari tahun 2009 adalah sebesar -68,2 %. Pada tahun 2010 penghasilan mengalami penurunan kembali sebesar Rp 1.169.755.000,00 selisih persentase pada tahun 2011 kenaikan omset penjualan dari tahun 2010 adalah sebesar 123,5 %. Kemudian pada tahun 2011 mengalami peningkatan omset penjualan sebesar Rp 1.272.800.000,00 selisih persentase pada tahun 2012 penurunan omset penjualan dari tahun 2011 adalah sebesar -25,3%. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan terhadap kerajinan gerabah dan produk yang dinikmati oleh pasar pada saat itu adalah wajan, alat alat rumah

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 tangga seperti piring, anglo, dan wadah dawet. Setelah itu omset penjualan pengrajin gerabah cenderung naik turun. Kemudian pada tahun 2012 mengalami penurunan omset penjualan sebesar Rp 913.160.000,00 akan tetapi tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp 1.181.745.000,00 selisih persentase pada tahun 2013 kenaikan omset penjualan dari tahun 2012 adalah sebesar 43,9 %. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2013 mengalami peningkatan pemesanan gerabah di desa melikan, produk yang kala itu di pesan meliputi alat alat rumah tangga seperti wajan, anglo, piring, pochi kendi. Untuk pemesanan pot bunga tetap ada akan tetapi tidak sebanyak pada saat tahun 2007. Pengrajin merasa industri gerabah melikan dalam pemesanan perhalan sudah mulai bertambah. Setelah itu omset penjualan pengrajin dari rentang 2009 – 2013 mengalami fluktuasi yaitu naik turun. Jumlah omset penjualan pengrajin desa melikan dukuh pagerjurang dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya keadaan ekonomi dalam negeri yang dirasa pengrajin cepat sekali mengalami perubahan. Hal ini menjadikan omset pengrajin gerabah ikut melemah. Dengan melihat data yang ada secara keseluruhan peningkatan omset para pengrajin gerabah disebabkan oleh meningkatnya jumlah pemesanan akan produk gerabah. Dalam analisis data diatas juga menggambarkan mengenai prediksi trend untuk omset para pengrajin gerabah untuk 3 tahun berikutnya yaitu tahun 2014, 2015, 2016. Dengan melihat prediksi trend untuk jumlah

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 omset penjualan pada tahun 2014, 2015, 2016 dapat diketahui bahwa selama 3 tahun trend tersebut mengalami penurunan. Dimana pada tahun 2014 jumlah omset penjualan adalah sebesar Rp 438.000.716,00 Kemudian pada tahun 2015 menurun sebesar Rp 162.318.395,00 Sedangkan pada tahun 2016 mengalami trend penurunan adalah sebesar Rp 113.363.926,00 Selama ini pemerintah kurang memperhatikan perkembangan kerajinan ini, misalnya saja dari segi pemasaran. Selama ini beberapa pengrajin mengalami kesulitan dalam memasarkannya. Yang dimana pada tahun 2007 pemerintah sering mengadakan pameran – pameran dan expo kerajinan industri kraktif, yang jangka waktunya 1 tahun dapat 4 kali pameran. Karena pada tahun 2007 sedang musimnya tanaman hias, gelombang cinta. Namun setalah tahun 2007 pemrintah mengurangi pameran dan expo industri kerajinan kreaktif menjadi 1 tahun 2 kali pameran dan bahkan pernah tidak ada lagi pameran industri kreaktif tersebut dikarenakan semakin menurunya jumlah konsumen yang berminat menggunakan barang gerabah dikarenakan banyak alat alat rumah tangga yang sekarang sudah modern. Banyak diantara para pengrajin yang memperoleh pinjaman dari renternir dengan bunga yang tinggi. Hal ini membuat para pengarjin kesulitan untuk berkembang karena laba yang didapat sebagian besar untuk membayar bunga dan jika mereka ingin meningkatkan harga justru mereka akan mengalami kesulitan Karena para pembeli cenderung

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 mencari barang dengan harga yang murah. Maka dalam hal ini bantuan terkait dengan modal usaha sangat penting terutama untuk mengembangkan usaha kerajinan gerabah. Pemasaran merupakan faktor paling penting yang harus diperhatikan, karena maju tidaknya suatu bidang usaha, salah satu faktor yang menentukan adalah pemasaranya. Pengrajin gerabah pun mengeluhkan pemasaran yang kurang baik, dikarenakan keterbatasan yang dimiliki pengrajin yaitu dalam penggunaan teknologi, sehingga para pengrajin mengalami kesulitan dalam membuat pemasaran yang berbasis web komputerisasi. Pengrajin hanya mengandalkan pemasaran melalui orang ke orang yang sudah berlangganan gerabah di desa melikan, permasalahan selanjutnya yang mengakibatkan mengapa menurunya trend omset penjualan adalah pengrajin tidak mempromosikan hasil produk gerabah yang di produksinya. Promosi adalah unsur yang digunakan untuk memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk baru perusahaan, iklan, penjualan, perorangan dan promosi penjualan sebagai kegiatan utama dalam promosi. Strategi promosi memainkan peran penting dalam menempatkan posisi produk di mata dan benak pembeli. Perusahaan juga sering menggunakan teknik promosi penjualan seperti pameran dan peragaan sebagai bagian dari promotion mix untuk barang industri. promosi yang selama ini dilakukan perajin gerabah melikan ini adalah

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 dengan menggunakan penjualan langsung. Dimana konsumen langsung mendatangi produsen di lokasi penjualan. Adapun daerah pemasaran gerabah melikan Produk gerabah di Desa Melikan dipasarkan di berbagai daerah. Di daerah (di sekitar Desa Melikan) seperti Bayat, merupakan daerah pemasaran yang sangat tepat karena terdapat objek wisata Makam Sunan Pandanaran yang ada di Bayat. Gerabah ini dijadikan sebagai ciri khas daerah dan sebagai kenangkenangan. Selain daerah Bayat, daerah pemasaran lain yang masih di dalam satu kabupaten adalah: Wedi, Trucuk, Delanggu, Cawas dan Kota Klaten. Penjualan dilakukan di dalam dan di luar desa ini. Karena merupakan desa wisata, untuk menarik para wisatawan datang, desa ini juga menjual gerabah yang diletakkan di showroom yang dapat terlihat di kanan kiri jalan begitu masuk gapura besar yang menandai desa sentra kerajinan ini. Pemasaran di luar daerah (dalam hal ini di luar Kabupaten Klaten) meliputi : Yogyakarta, Surakarta, Magelang, Purwokerto dan Jakarta. Cara cara distribusi yang dilakukan pengrajin gerabah desa melikan dengan melakukan cara sebagai berikut : 1. Didatangi oleh pedagang setempat yaitu didatangi oleh orang setempat yang akan menjual ke dalam daerah maupun keluar daerah 2. Didatangi oleh pedagang dari luar daerah, yaitu pedagang tersebut merupakan orang dari luar daerah untuk membeli produk dari para pengrajin untuk dijual lagi

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 3. Para pengrajin gerabah menjual sendiri ke pasar terdekat 4. Pengrajin menjual keluar daerah, baik sebagai penjual menetap maupun sebagai penjual keliling. 5. Mengirim pesanan sesuai pesanan setelah sebelumnya ada kesepakatan jenis gerabah, jumlah yang dipesan dan harga. Salama ini para pengrajin berusaha untuk lebih meningkatkan omset mereka dengan cara meningkatkan pemasaran produk kerajinan gerabah. Pada awalnya kerajinan gerabah dipasarkan di daerah sekitar Desa. Melihat minat masyarakat yang tinggi kala itu, para pengrajin memperluas daerah pemasaran. Pada awalnya omset para pengrajin hanya terbatas dari tingkat konsumsi masyarakat sekitar saja. Namun setelah para pengrajin memperluas pemasaran sampai ke daerah lain omset mengalami kenaikan pada tahun 2007 dan melemah lagi pada tahun 2008 dan menaik lagi pada tahun 2011. Dan masyarakat sekitar pun ikut memperjuangkan dengan membuat mitra usaha dengan membuat showroom di pinggir jalan, menjual produk produk gerabah hasil desa melikan. Tentunya hal ini sangat membantu para pengrajin dalam memasarkan produk produk kerajinan gerabah. Pada tahun 2007 peningkatan omset penjualan sangat terlihat jelas mengalami kenaikan para pengarajin memperoleh pesanan pot bunga yang begitu banyak, bahkan tidak jarang jumlah pesanannya hingga ribuan. Dengan semakin

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 besarnya biaya produksi yang digunakan maka semakin besar pula laba yang diterima. Namun semua itu juga harus membutuhkan perhitungan dan strategi yang matang. 4. Prospek usaha gerabah di sentra usaha kerajinan gerabah Desa Melikan. Industri kreatif kerajinan gerabah di desa melikan, dalam perkembangan UMKM memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan taraf hidup rakyat. Hal ini ditunjukkan oleh keberadaan usaha industri kerajinan gerabah yang telah mencerminkan wujud nyata kehidupan sosial dan ekonomi bagian dari masyarakat klaten. Peran UMKM yang besar ditunjukkan oleh kontribusinya terhadap produksi nasional, jumlah unit usaha dan pengusaha, serta penyerapan tenaga kerja di desa melikan. Usaha industri kerajinan gerabah di desa melikan merupakan salah satu industri ekonomi kreaktif masyarakat klaten. Salah satu subsektor industri kreaktif adalah kerajinan menyumbang sekitar 26,7 triliun rupiah atau sebesar 25,51 % (Pangestu, 2008) yang di dalamnya ada industri kerajinan grabah dan kreamik. Industri kerajinan gerabah dan keramik merupakan salah satu industri berbasis ekonomi kreaktif yang terdapat di beberapa tempat di pulau jawa diantaranya Yogyakarta dan Jawa Tengah yaitu di Kasongan Bantul dan Melikan Klaten. Pada umumnya industri keramik merupakan industri kecil dan menengah, mengambil bahan baku dari sekitar lokasi industri, berbeda

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 dengan industri yang sudah mempunyai kelompok yang mengambil bahan bakunya sudah dapat diperoleh dari kecamatan lainnya. Departemen Perdagangan (2008) menyebutkan industri kreatif adalah bagian tak terpisahkan dari ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif dapat dikatakan sebagai sistem transaksi penawaran dan permintaan yang bersumber pada kegiatan ekonomi yang digerakkan oleh sektor industri yang disebut industri kreatif. Pemerintah menyadari bahwa ekonomi kreatif yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat, dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual adalah harapan bagi ekonomi Indonesia untuk bangkit, bersaing, dan meraih keunggulan dalam ekonomi global. Pengembangan ekonomi kreatif Indonesia merupakan wujud optimisme serta luapan aspirasi untuk mendukung mewujudkan visi Indonesia yaitu menjadi negara yang maju. Prospek usaha industri gerabah Desa Melikan menunjukan bahwa modal usaha untuk tahun yang akan datang berikutnya mengalami penurunan sebesar Rp 55.572.163,00 biaya produksi untuk tahun yang akan datang berikutnya akan mengalami penurunan yang signifikan sebesar Rp 36.988.235,00 omset penjualan untuk tahun yang akan datang berikutnya mengalami penurunan sebesar Rp 275.682.321,00 langkah kongkrit yang dapat diterapkan untuk meningkatkan modal usaha, biaya produksi dan omset penjualan pengusaha industri kerajinan gerabah dapat melakukan strategi usaha dan potensi yang ada di industri kerajinan

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 gerabah Melikan, industri kerajinan gerabah dapat menggunakan strategi pertumbuhan intensif. Pertumbuhan intensif meruapakan cara untuk pertumbuhan yang terstruktur dan sistematis dalam bisnis perusahaan gerabah Desa Melikan. Berikut merupakan strategi perusahaan agar dapat berkembang menggunakan cara : 1. Promosi Produk Promosi adalah unsur yang digunakan untuk memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk baru perusahaan, iklan, penjualan, perorangan dan promosi penjualan sebagai kegiatan utama dalam promosi. Strategi promosi memainkan peran penting dalam menempatkan posisi produk di mata dan benak pembeli. Perusahaan juga sering menggunakan teknik promosi penjualan seperti pameran dan peragaan sebagai bagian dari promotion mix untuk barang industri. 2. Pengembangan produk baru Dapat dilakukan dengan cara pengenalan teknologi baru, desain baru dan inovatif baru terhadap produk yang dihasilkan oleh pengrajin gerabah desa melikan 3. Strategi untuk menglegalitaskan Bahan Baku Legalitas bahan baku milik pemerintah PERHUTANI sangat diharapkan oleh pengrajin gerabah desa melikan, karena itu semua demi prospek produksi perkembangan usaha industri gerabah desa melikan 5 - 10 tahun kedepan, yang diprediksi apabila tidak

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 dilegalitaskan para pengrajin sangat kesulitan untuk mendapatkan bahan baku tanah liat, dan usaha industri kerajinan gerabah ini terancam mandeg. 4. Pengembangan Modal Usaha Pengembangan Modal Usaha sangat diperlukan untuk menunjang produksi pengrajin gerabah desa melikan. Mereka sangat berharap mendapat bantuan dari pemerintah berupa kredit lunak berupa perbot tegak dan miring dan mesin pengering gerabah, dari informan diketahui bahwa masyarakat Desa Melikan telah memperoleh bantuan pinjaman kredit lunak dari pemerintah tetapi belum merata, ada yang sampai sekarang belum menerima sama sekali 5. Strategi pengembangan produk yang dilakukan oleh perusahaannya itu dengan penyusunan kembali produk, perbaikan kualitas, dan penambahan untuk produk. Jika pengrajin hanya fokus pada gerabah tradisional saja maka prospek kedepan pengusaha kesulitan untuk melakukan percobaan baru. Dari strategi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut hasil yang diperoleh niscaya akan dapat meningkatkan kembali modal usaha, biaya produksi dan omset penjualan, dengan melaksanakan strategi ini perusahaan mampu mengembangkan dan melebarkan usahanya. Catatan yang terpenting adalah ini semua tidak lepas dari bantuan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam melindungi usaha mikro kecil menengah. Pengusaha juga harus konsisten melakukan strategi

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 pertumbuhan intensif agar usahanya dapat berkembang kembali dan tercapai apa yang menjadi tujuan perusahaan dalam mengembangkan produknya benar - benar memperhatikan kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang yang dimiliki, pemerintah daerah selaku kepala desa selalu mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan strategi yang dilakukan, supaya strategi yang dilakukan di lapangan tepat sasaran. Pemerintah daerah Klaten juga hendaknya selalu memberikan pengawasan dan langkah kongkrit, yaitu Mengadakan pelatihan pengembangan SDM agar lebih berkualitas, Lebih menitikberatkan pada kerjasama kemitraan dengan produsen sejenis, Memanfaatkan kebutuhan pasar yang belum terpenuhi dan mengikuti selera konsumen, Mengoptimalkan posisi sebagai sentra industri gerabah dengan tetap mempertahankan kualitas dan kapasitas produksi, Mengoptimalkan SDM trampil dengan tetap mempertahankan kualitas produksi dan meningkatkan kapasitas produksi Penghematan bahan baku dengan malakukan. Percampuran bahan baku lain seperti pasir halus tetapi teta memperhatikan kualitas diharapkan mampu kembali menyerap tenaga kerja dengan peningkatan produksi dan dapat membantu masyarakat ekonomi kecil. Dengan harapan Prospek usaha dalam modal usaha, biaya produksi dan omset penjualan dapat meningkat.

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasaan masing - masing masalah penelitian yang telah diuraikan pada bab V, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Trend modal usaha industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013 menunjukan bahwa trend jumlah modal usaha industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013 mengalami trend penurunan sebesar Rp 55.572.163. Dikarenakan adanya pengrajin yang belum memiliki ijin usaha sehingga pengrajin kesulitan memperoleh modal usaha dari pinjaman lembaga keuangan dan juga faktor berkurangnya minat konsumen akan barang gerabah. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam perkembangannya setiap tahun jumlah modal usaha industri kerajinan gerabah desa melikan mengalami penurunan sebesar Rp 55.572.163. 2. Trend biaya produksi industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013 menunjukan bahwa trend jumlah biaya produksi industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013 mengalami trend penurunan sebesar Rp 36.988.235. Dikarenakan pengrajin kesulitan mendapatkan bahan baku, karena bahan baku belum dilegalitaskan oleh pemerintah PERHUTANI sehingga prospek biaya produksi 5 tahun yang 140

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 akan datang akan terus menurun. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam perkembangannya setiap tahun jumlah biaya produksi industri kerajinan gerabah desa melikan mengalami penurunan sebesar Rp 36.988.235. 3. Trend omset penjualan industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013 menunjukan bahwa trend jumlah omset penjualan industri kerajinan gerabah Desa Melikan tahun 2007 – 2013 mengalami trend penurunan sebesar Rp 275.682.321. Dikarenakan kurangnya minat konsumen, hal ini disebabkan oleh karena kurangnya promosi dan pemasaran produk gerabah yang berbasis teknologi. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam perkembangannya setiap tahun jumlah omset penjualan industri kerajinan gerabah desa melikan mengalami penurunan sebesar Rp 275.682.321. 4. Prospek usaha industri gerabah Desa Melikan menunjukan bahwa modal usaha untuk tahun yang akan datang mengalami penurunan sebesar Rp 55.572.163, biaya produksi untuk tahun yang akan datang akan mengalami penurunan sebesar Rp 36.988.235, omset penjualan untuk tahun yang akan datang mengalami penurunan sebesar Rp 275.682.321. langkah kongkrit yang dapat diterapkan untuk meningkatkan modal usaha, biaya produksi dan omset penjualan adalah dengan pengembangan modal usaha dari pemerintah, legalitas bahan baku Pemerintah Perhutani dan manajemen pemasaran dengan melakukan strategi promosi yang baik.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 B. Saran 1. Bagi Pegusaha Kerajinan Gerabah Desa Melikan a. Para pengusaha kerajinan gerabah seharusnya semakin siap dalam menghadapi persaringan yang semakin ketat, hal ini perlu dilakukan melihat perkembangan jumlah pengrajin yang semakin berkurang dan beralih ke pekerjaan yang lainya seperti ternak burung kenari. Maka dari itu para pengrajin harus terus meningkatkan mutu, kualitas inovasi dan kreaktifitas usaha mereka suapaya tidak kalah saing dengan industri industri baru maupun yang sudah lama berdiri. Peningkatan mutu dan kualitas dapat dilakukan dengan berbagai cari seperti mengadakan pelatihan, ikut serta dalam pameran kesenian baik nasional maupun internasional, melakukan pemasaran yang berlandaskan teknologi, dan lebih mengutamakan produk yang saat ini sedang laku di pasaran b. Dengan melihat modal usaha, biaya produksi dan omset penjualan yang mengalami penuruan yang semakin signifikan setiap tahunya, maka usaha kerajian gerabah harus terus dikembangkan, para pengrajin harus selalu berusaha melalukan promosi, manajemen pemasaran yang baik, inovasi dan kreaktifitas yang baru, selain itu para pengrajin gerabah juga harus terus meningkatkan mutu dan kualitas berbagai hal yang berhubungan dengan usaha mereka sehingga semakin lama industri ini terus berkembang dan tidak mengalami gulung tikar.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. 143 Para pengusaha kerajinan gerabah selama ini tidak memilki pencatatan keuangan yang baik, sehingga hal ini menyebabkan para pengrajin gerabah kurang bisa melihat secara global dengan baik usaha yang mereka rintis. Misalnya melihat berapa besar omset. Penjualan yang meraka dapatkan, berapa modal usaha yang mereka perlukan, berapa biaya produksi yang telah dipergunakan. Maka dari itu seyogyanya para pengarajin gerabah harus berlalih manajemen yang tadinya merupakan menajeman keluarga menjadi manajemen usaha yang baik. Sehingga para pengrajin dapat memilki dokumen keuangan yang lengkap dan baik, yang tujuanya untuk memudahkan para pengrajin melihat secara gelobal penerimaan dan pengeluaran keuangan mereka. Dengan demikian akan terpantau dengan jelas biaya produksi, modal usaha, omset penjualan atau mungkin ada kerugian para pengusaha kerajinan gerabah, sehingga apabila mengalami kerugian para pengusaha gerabah dapat melakukan pembaharuan sehingga usaha mereka dapat menjadi lebih baik. Selain itu para pengusaha kerajinan gerabah dapat memantau bagaimana perkembangan usaha mereka setiap tahunnya. Dengan memiliki laporan keuangan yang baik akan membantu para pengrajin dalam mengambil berbagai kebijakan kebijakan yang berhubungan dengan perkembangan usaha mereka.

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 144 Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya diharapkan meneliti kembali dengan menambahkan responden pengrajin gerabah di kecamatan wedi dan bayat agar mendapatkan data yang akurat. Diharapkan peneliti dapat meneliti dengan mengambil variabel yang sesuai dengan pokok permasalahan di desa melikan selain variabel modal usaha, biaya produksi, omset penjualan. Sebagai contoh peneliti dapat menggunakan variabel manajemen usaha, lokasi usaha, laba usaha, Strategi Pemasaran. Diharapkan peneliti juga menambahkan variabel jiwa kewirausahaan dan tingkat pendidikan. 3. Bagi Pemerintah Kabupaten Klaten Selama ini sebagian besar pengrajin mengalami kesulitan dalam permodalan dan bahan baku, sehingga menyebabkan para pengrajin mengalami kesulitan dalam mengembangkan usaha mereka supaya menjadi lebih maju lagi. Adapaun bahan baku yang menjadi permasalahan untuk 5 atau 10 tahun yang akan datang, menurut sekretariat Desa Melikan diperkirakan untuk 5 sampai 10 tahun yang akan datang bahan baku akan habis, sehingga menyebabkan para pengrajin pun akan mengalami kesulitan dalam proses produksi pada era yang akan datang. Permasalahanya warga Desa Melikan sudah mendapatkan solusinya yaitu berupan gundukan tanah liat yang ada di bukit Bayat, yang dimana bukit tersebut dimilki dan masih legalitas PERHUTANI sehingga masyarakat pun belum berani untuk

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 memanfaatkan bahan baku tersebut. Harapaan yang teramat dalam dari warga bagi pemerintah, supaya menglegalitaskan bahan baku dari bukit tersebut, Sehingga Kekhawatiran akan 5 sampai 10 tahun yang akan datang tidak terjadi. Adapun juga harapan dari masyarakat Desa Melikan tidak hanya mengenai permodalan dan bahan baku, akan tetapi para pengrajin menginginkan adanya bantuan pemerintah berupa pengadaan showroom atau etalasa gerabah pada setiap tempat tinggal pengrajin sehingga apabila ada masyarakat luar kota maupun luar negeri yang berkunjung, dapat menarik minat untuk membeli. Ini semua tentunya harapan dan pesan yang ditujukan langsung kepada pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Oleh karena itu pemerintah sebaiknya menyadari akan usaha kerajinan gerabah ini memilki prospek yang baik untuk kedepanya. Usaha kerajinan gerbah ini menyumbang pendapatan bagi pemerintah daerah Pemerintah harus tanggap langsung terhadap masa depan para pengarjin yang notabenya mencari nafkah hanya dengan sebongkah tanah liat yang dimanfaatkan mereka menjadi suatu produk yang mempunyai nilai seni dan harga jual. Pemerintah harus terjun langsung ke lapangan melihat realita permasalahan para pengrajin seperti masalah permodalan, pemasaran, bahan baku. Pemerintah harus membantu para pengusaha kerajinan untuk lebih mudah dalam mencari permodalan misalnya saja dengan menyediakan pinjaman lunak bagi para pengrajin. Selain itu

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 pemerintah juga membantu para pengarjin untuk memasarkan hasil kerajinan mereka sehingga pangsa pasar para pengrajin akan lebih luas lagi. C. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini, penulis merasa masih banyak menemukan kekurangan, kelemahan, dan hambatan, yaitu antara lain: 1. Dalam hal ini peneliti hanya mampu menyajikan mengenai analisis trend industri kerajinan gerabah di desa pagerjurang tahun 2007 – 2013. Teknik analisis data deret berkala dengan trend garis lurus dapat diukur dengan berbagai macam metode. Namun dalam penelitian ini penulis hanya menggunakan metode kuadrat terkecil. Karena hasil peramalan lebih sesuai dan memberikan hasil yang mendekati kenyataan sebenarnya. 2. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah pengrajin gerabah di desa melikan dukuh pagerjurang saja sebanyak 20 pengrajin, sehingga belum dapat menggambarkan keadaan mengenai industri kerajinan gerabah di kabupaten klaten secara keseluruhan. 3. Dalam penelitian ini, keterbatasan peneliti juga terdapat pada masalah biaya, waktu dan kemampuan berinteraksi dengan para pengrajin sehingga peneliti hanya menggunakan variabel modal usaha, biaya produksi, omset penjualan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Keterbatasan selanjutnya peneliti disini

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 tidak menggunakan questioner dikarenakan para pengrajin merasa tergganggu akan pekerjaanya membuat gerabah, pengrajin merasa kurang percaya diri terhadap jawabanya. 4. Dalam penelitian ini, keterbatasan peneliti juga terdapat pada pengambilan data dikarenakan administrasi data pengrajin yang tidak lengkap pembukuanya dan juga pengrajin gerabah desa melikan merasa takut untuk memberikan data yang berkaitan dengan data keuangan. 5. Dalam penelitian ini hanya menggambarkan trend dan belum sampai pada hubungan dan kontribusi antara berbagai variabel dalam penelitian ini misalnnya : pengaruh antara modal usaha, manajeman usaha, lokasi usaha terhadap omset penjualan pengrajin gerabah dan pengaruh biaya produksi, modal usaha, harga jual dan lokasi usaha terhadap omset penjualan pengrajin gerabah desa pagerjurang. Berbagai hal tersebut tentunya menjadi keterbatasan peneliti, yang tentu dapat menjadi saran peneliti selanjutnya yang akan meneliti hal yang sama di desa melikan kabupaten klaten.

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Alexandri, Benny.dkk.Dasar Dasar Akuntansi.Bandung: Widya Padjajaran Arikunto, Suharsini.2009. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta BPS Kabupaten Klaten, 2007. Klaten Budiasih, Yanti. Statistika Deskriptif Untuk Ekonomi dan Bisnis. Tanggrang: Jelajah Nusa Chaniago. 2002. Strategi Memajukan Usaha Kecil Menengah. Jakarta: Pustaka Chariri, A dan Ghozali, I.2003. Teori Akuntansi.Semarang: Badan Penerbit Edisi kelima. Jakarta: Erlangga Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2008. Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025, Departemen Perdagangan RI, Jakarta. Gilarso, T.2002.Pengantar ilmu Ekonomi Makro.Yogakarta: kanisius Gilarso, T.2003. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro edisi revisi. Yogyakarta: Kanisius Graha ilmu Hastuti, Indra. 2008. Tentang Studi Perkembangan Usaha Industri kerajinan Gerabah, Faktor Faktor yang mempengaruhi, dan Strategi pemberdayaanya pada masyarakat Desa Melikan Kecamatan Wedi Klaten: Klaten Herjanto, Eddy. 2004. Manajemen Produksi dan Oprasi. Edisi kedua. Jakarta:Grasindo Hurlock, E.B. (2000). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Industri Kreaktif. 2008. Industri Kreatif Gerabah Dan Keramik Yang Berbasis Pada Kultur Dan Budaya Tradisi Masih Memiliki Peluang Besar Untuk Dikembangkan. Solo: Kompas Gramedia Jumadi. 2008. Pengrajin Gerabah Desa Melikan, Dusun Pagerjurang. Klaten Jusup, Haryono. 2007. Dasar Dasar Akuntansi. Yogyakarta: STIE YKPN

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kartadinata, Abas, 2000, Pembelanjaan Pengantar Manajemen Keuangan, Edisi Ketiga, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta. Kreaktif Indonesia. (2008 – 2015) Departemen Perdagangan Republik Indonesia : Jakarta Mahanani, Maria. Analisis Trend Perkembangan Industri Kerajinan Batu Di Desa Keji Kabupaten Muntilan, (Skripsi). Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma Marom, Chairul. 2002. Sistem Akuntansi Perusahaan Dagang. Jakarta: Erlangga Munawir. 2000. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberti Nafarin, M.2007. Penganggaran Perusahaan Edisi Ketiga. Jakarta: Salemba empat Nugraheni, Lastia Agustina. 2004. Hubungan Modal Usaha, Tingkat Pendidikan, Dan Pengalaman Kerja, dengan Laba Usaha Pedagang Kaki Lima di Malioboro (Skripsi). Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Pangestu, M.E., 2008, Pengembangan Industri Kreaktif Menuju Visi Ekonomi Kreaktif Indonesia 2025: Rencana Pengemabangan 14 Subsektor Industri Kreaktif Indonesia (2009 – 2015) Departemen Perdagangan Republik Indonesia Purwadi, Eko. 2013. Buku Monografi Desa Melikan Kecamatan Wedi Semester II : Klaten Riyanto, Bambang. 2013. Dasar Dasar Pembelajaran Perusahaan. Yogyakarta: Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada Saparudi dan Iskandar. 2004. Petunjuk Cara Memiliki Usaha Sendiri. Jakarta: Diktoriat Pendidikan Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional RI Simamora, Henry.2002. Akuntansi Basis Pengambilan Bisnis. Jakarta:Salemba empat Sudrajat, Akhmad. 2008, Perkembangan Individu. Jakarta Sugiyono, 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sukirno, Sadono.2005. Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: Raja Grafindo Persada Sumarsono, Sony.2007. Ekonomi Mikro Teori dan Soal Latihan. Yogyakarta: Sutamto. 2003. Teknik Menjual Barang. Jakarta: Balai Aksara Krisnarini. 2008. Industri Kreatif Terkendala Teknis Bisnis. Solo: Kompas Swastha, Basu dan Irawan. 2005. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta: Liberty Universitas Diponegoro Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Teknologi Tepat Guna Kerajinan Enceng Gondok, Yokyakarta: Universitas Wangsa Manggala. Tuti, Sundari. 2007. Analisis Strategi Pemasaran Sentra Industri Kerajinan Gerabah Pasca Gempa Bumi Di Kecamatan Pundong Bantul Tahun 2006 (Skripsi). Solo: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Tim Reality. 2008. Kamus Terbaru Bahasa Indonesia. Surabaya: Reality Publisher Veronica, Anita. Prospek Perkembangan Usaha Penyulingan Minyak Atsiri Ditinjau Dari Aspek Biaya Produksi Omset Penjualan dan Laba Usaha Tahun 2007 2011 Desa Pingit Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung (Skripsi) Widarto, L. 2005. Teknologi Tepat Guna Membuat Gerabah. Yogyakarta: Kanisius. Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 REKAPITULASI KEUANGAN 148

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 LAMPIRAN II HASIL PERHITUNGAN TREND

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 Perhitungan Trend Prospek Perkembangan Modal Usaha Sentra Kerajinan Gerabah Desa Melikan, Dukuh Pagerjurang Kecamatan Wedi Tahun 2007 – 2013 Rumus Y = a + bX Y : nilai trend periode tertentu a : nilai konstanta yaitu nilai Y’ pada saat X sama dengan Nol (0) b : nilai kemiringan yaitu nilai Y’ pada saat X bertambah satu satuan X : nilai periode tahun Trend Perkembangan Jumlah Modal Usaha Pengrajin Gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 (rupiah) Tahun Modal Usaha (Y) Tahun (X) XY X2 Y1 2007 1.380.442.007 -3 -4.141.326.021 9 1.166.881.442 2008 997.122.008 -2 -1.994.244.016 4 1.111.309.279 2009 970.008.109 -1 -970.008.109 1 1.055.737.116 2010 940.304.010 0 - 0 1.000.164.953 2011 917.632.011 1 917.632.011 1 944.592.790 2012 905.014.012 2 1.810.028.024 4 889.020.627 2013 920.632.513 3 2.761.897.539 9 833.448.464 Sumber: Data Diolah, 2014

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 Grafik perkembangan Modal Usaha Pengrajin Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 (rupiah) 1,600,000,000.00 1,400,000,000.00 1,200,000,000.00 1,000,000,000.00 Modal Usaha Y 800,000,000.00 Trend 600,000,000.00 400,000,000.00 200,000,000.00 0.00 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber : Data Primer Diolah, 2014

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 Perhitungan Trend Prospek Perkembangan Biaya Produksi Sentra Kerajinan Gerabah Desa Melikan, Dukuh Pagerjurang Kecamatan Wedi Tahun 2007 – 2013 Rumus Y = a + bX Y : nilai trend periode tertentu a : nilai konstanta yaitu nilai Y’ pada saat X sama dengan Nol (0) b : nilai kemiringan yaitu nilai Y’ pada saat X bertambah satu satuan X : nilai periode tahun Trend Perkembangan Jumlah Biaya Produksi Di Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 (rupiah) Tahun 2007 Biaya Produksi (Y) 519.840.000 Tahun XY (X) -3 -1.559.520.000 2008 297.070.000 -2 2009 279.456.100 2010 X2 Y1 9 403.399.076 -594.140.000 4 366.410.841 -1 -279.456.100 1 329.422.606 253.452.000 0 - 0 292.434.371 2011 235.280.000 1 235.280.000 1 255.446.136 2012 223.662.000 2 447.324.000 4 218.457.901 2013 238.280.500 3 714.841.500 9 181.469.666 Sumber : Hasil Observasi, 2014

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Grafik perkembangan Biaya Produksi Pengrajin Gerabah Desa Melikan Tahun 2007 – 2013 (rupiah) Rp600,000,000.00 Rp500,000,000.00 Rp400,000,000.00 Biaya Produksi Rp300,000,000.00 Trend Rp200,000,000.00 Rp100,000,000.00 Rp2007 2008 2009 Sumber : Data Primer Diolah, 2014 2010 2011 2012 2013

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Perhitungan Trend Prospek Perkembangan Omset Penjualan Sentra Kerajinan Gerabah Desa Melikan, Dukuh Pagerjurang Kecamatan Wedi Tahun 2007 – 2013 Rumus Y = a + bX Y : nilai trend periode tertentu a : nilai konstanta yaitu nilai Y’ pada saat X sama dengan Nol (0) b : nilai kemiringan yaitu nilai Y’ pada saat X bertambah satu satuan X : nilai periode tahun Trend Perkembangan Jumlah Omset Penjualan Pengrajin Gerabah di Desa Melikan tahun 2007 – 2013 (rupiah) Tahun Omset Penjualan (Y) XY X2 Y1 3.209.420.000 Tahun (X) -3 2007 9.628.260.000 9 2.367.776.963 2008 1.696.970.000 -2 3.393.940.000 4 2.092.094.642 2009 1.341.260.000 -1 1.341.260.000 1 1.816.412.321 2010 1.169.755.000 0 0 0 1.540.730.000 2011 1.272.800.000 1 1.272.800.000 1 1.265.047.679 2012 913.160.000 2 1.826.320.000 4 989.365.358 2013 1.181.745.000 3 3.545.235.000 9 713.683.037 Sumber: Data Diolah, 2014

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Grafik perkembangan Omset Penjualan Pengrajin Gerabah Desa Pagerjurang Tahun 2007 – 2013 (rupiah) Rp3,500,000,000.00 Rp3,000,000,000.00 Rp2,500,000,000.00 Rp2,000,000,000.00 Omset Penjualan Y Rp1,500,000,000.00 Trend Rp1,000,000,000.00 Rp500,000,000.00 Rp2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber : Data Primer Diolah, 2014

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN III INSTRUMEN WAWANCARA 159

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 PEDOMAN WAWANCARA A. Identitas Responden 1. Nama perusahaan : 2. Nama pemilik : 3. Alamat perusahaan : 4. Lama berusaha adalah 5. Tahun mulai usaha Tahun : 6. Usaha yang dilakukan sebagai pekerjaan a. Pokok b. Sampingan 7. Awal mula usaha a. Warisan orang tua b. Binaan sendiri dari awal 8. Modal awal B. Modal Usaha 1. Sejak kapan bapak/ibu memulai usaha kerajinan ini? Usaha ini dirintis sendiri atau usaha turun menurun? 2. Awal berdirinya usaha ini darimana modal usaha pertama kali? Berapa besarnya modal tersebut? 3. Berapa modal awal yang bapak/ibu miliki selama usaha dari tahun 2007-2013? 4. Berapa besarnya modal yang bapak/ibu keluarkan untuk membiayai upah tenaga kerja, transportasi, air listrik, bahan baku, dan perawatan mesin selama usaha dari tahun 2007-2013 ? 5. Berapa nilai asset/kekayaan usaha yang dimiliki bapak/ibu berupa uang tunai, simpanan di bank, piutang dagang, surat surat berharga,

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 persedian barang, dan alat alat yang menunjang produksi perusahaan selama usaha dari tahun 2007-2013? 6. Apakah bapak/ibu memperoleh modal pinjaman dari pihak lain (misalnya bank)? 7. Jika ya berapa jumlahnya mencapai berapa persen dari model sendiri? 8. Berapa pengeluaran untuk membeli barang/alat penunjang penjualan? 9. Apakah ada pihak pihak lain yang ikut berperan dalam perkembangan industri kerajinan gerabah ini? 10. Apabila ada, siapakah yang ikut berperan dalam perkembangan industri kerajinan gerabah tersebut? Dan dalam bentuk apakah peran tersebut? (Bantuan, Sumbangan atau pelatihan) 11. Hambatan/kendala seperti apa yang dihadapi bapak/ibu sebagai pengusaha kerajinan gerabah dalam memperoleh modal usaha? 12. Bagaimana mengatasi hambatan/ kendala tersebut? 13. Bagaimana harapan kedepan bapak/ibu sebagai pemilik industri kerajinan gerabah untuk mengembangkan industri kerajinan gerabah

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PERTANYAAN OMSET PENJUALAN PER TAHUN 2007 - 2013 Tahun Jenis Harga (P) Jumlah Penerimaan Produk dalam Rp Produksi Total Jenis Harga (P) Jumlah Penerimaan Produk dalam Rp Produksi Total Pot Bunga Guchi Pochi 2007 Gentong Piring Kendi Celengan Tahun Pot Bunga Guchi Pochi 2008 Gentong Piring Kendi Celengan 166

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tahun Jenis Harga (P) Jumlah Penerimaan Produk dalam Rp Produksi Total Jenis Harga (P) Jumlah Penerimaan Produk dalam Rp Produksi Total Pot Bunga Guchi Pochi 2009 Gentong Piring Kendi Celengan Tahun Pot Bunga Guchi Pochi 2010 Gentong Piring Kendi Celengan 167

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tahun Jenis Harga (P) Jumlah Penerimaan Produk dalam Rp Produksi Total Jenis Harga (P) Jumlah Penerimaan Produk dalam Rp Produksi Total Pot Bunga Guchi Pochi 2011 Gentong Piring Kendi Celengan Tahun Pot Bunga Guchi Pochi 2012 Gentong Piring Kendi Celengan 168

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tahun Jenis Harga (P) Jumlah Penerimaan Produk dalam Rp Produksi Total 169 Pot Bunga Guchi Pochi 2013 Gentong Piring Kendi Celengan 1. Apabila omset penjualan mengalami penurunan, bagaimana tindakan bapak/ibu dalam mengatasinya? 2. Apabila omset penjualan mengalami kenaikan, bagaimana tindakan bapak/ibu dalam mengelolanya? 3. Digunakan untuk apa sajakah omset penjualan yang diperoleh ? 4. Siapa pesaing menurut Bapak/ibu ? 5. Bagaimana cara menghadapi persaingan antar industri kerajinan gerabah tersebut? 6. Bagaimana strategi bapak/ibu untuk menarik para konsumen dalam situasi banyak pesaing? 7. Bagaimana pemasaran produk gerabah di tampat bapak/ibu? 8. Apakah produk produk ini hanya dipasarkan di daerah sini atau di kirim ke daerah lain?

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN IV FOTO LOKASI PENELITIAN 170

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN Produk Sentra Gerabah Pagerjurang 171

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kampung Melikan, Dukuh Pagerjurang 175

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Teknik Pembutan Gerabah Khas Klaten Desa Melikan , Dukuh Pagerjurang 176

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Wawancara Dan Observasi Pengrajin Gerabah Desa Melikan 177

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 Persediaan Bahan Baku Gerabah di Desa Melikan, Dukuh Pagerjurang

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAM V SURAT IZIN PENELITIAN 179

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(210)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS HAMBATAN DAN PERKEMBANGAN USAHA HOME INDUSTRI KERAJINAN KERAMIK DAN GERABAH DI DUSUN PAGERJURANG, KLATEN, JAWA TENGAH
0
16
6
ANALISIS HAMBATAN DAN PERKEMBANGAN USAHA HOME INDUSTRI KERAJINAN KERAMIK DAN GERABAH DI DUSUN PAGERJURANG, KLATEN, JAWA TENGAH
0
18
6
PENGARUH ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENINGKATAN KINERJA PADA SENTRA INDUSTRI KECIL KERAJINAN GERABAH KABUPATEN BANTUL
0
2
58
JARINGAN SOSIAL DAN KEBERLANGSUNGAN USAHA DALAM SENTRA INDUSTRI KERAJINAN MAINAN ANAK ANAK
2
6
204
IDENTIFIKASI VARIABEL MODEL KESUKSESAN GABLE DI UMKM KERAJINAN GERABAH KASONGAN IDENTIFIKASI VARIABEL MODEL KESUKSESAN GABLE DI UMKM KERAJINAN GERABAH KASONGAN YOGYAKARTA.
0
4
12
PENDAHULUAN PENGEMBANGAN KAWASAN KERAJINAN GERABAH DI KASONGAN.
0
4
6
II‐1 PENGEMBANGAN KAWASAN KERAJINAN GERABAH DI KASONGAN.
0
9
36
V‐1 PENGEMBANGAN KAWASAN KERAJINAN GERABAH DI KASONGAN.
0
6
37
SENTRA PENJUALAN KERAJINAN GAMELAN BALI DI DESA TIHINGAN KLUNGKUNG, BALI.
0
0
14
TRANSFORMASI INDUSTRI KERAJINAN GERABAH DUKUH DOLON, DESA PASEBAN, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN.
0
1
15
DINAMIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PENGRAJIN GERABAH DI DESA MELIKAN TAHUN 1980-2006.
0
2
18
ANALISIS FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGUSAHA KERAJINAN GERABAH DI DESA MELIKAN KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN.
0
0
16
STUDI SENTRA INDUSTRI KERAJINAN KULIT DI DESA SELOSARI KECAMATAN MAGETAN TAHUN 2011
0
0
135
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP IZIN USAHA DAGANG BAGI PENGUSAHA KERAJINAN GERABAH - Repository UNRAM
0
0
18
TREND PERKEMBANGAN SENTRA BATIK DI DESA JARUM, BAYAT, KLATEN DITINJAU DARI UPAH, OMSET PENJUALAN, LUAS PASAR, JUMLAH TENAGA KERJA, DAN LABA USAHA TAHUN 2009-2013 SKRIPSI
1
2
157
Show more