Pengaruh infusa daun Tempuyung ( Sonchus arvensis L.) terhadap penurunan kadar kolesterol darah mencit (Mus musculus L.) Jantan Galur DDY - USD Repository

Gratis

0
0
139
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH INFUSA DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN GALUR DDY SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : Tiva Dyah Novitasari Margarita NIM : 101434040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH INFUSA DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN GALUR DDY SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : Tiva Dyah Novitasari Margarita NIM : 101434040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENGARUH INFUSA DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN GALUR DDY Oleh : Tiva Dyah Novitasari Margarita 101434040 Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing Luis Diana Handoyo, M. Si. ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENGARUH INFUSA DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN GALUR DDY Dipersiapkan dan ditulis oleh : Tiva Dyah Novitasari Margarita NIM : 101434040 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Skripsi pada tanggal: 13 Agustus 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Ketua Tanda Tangan : Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. ................................ Sekretaris : Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc. ................................ Anggota : Luisa Diana Handoyo, M.Si. ................................ Anggota : Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd. ................................ Anggota : Ch. Retno Herrani, S.Si M.Biotech. ................................ Yogyakarta, 13 Agustus 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN ”Tuhan tak’kan terlambat” “Juga tak’kan lebih cepat” Semuanya..... “Tuhan jadikan indah tepat pada waktunya” Penuh syukur kupersembahkan karya kecil ini pada Tuhan Yesus Kristus atas karuniaNya Ibu dan Bapak terkasih atas cinta, doa, dan bimbingannya Adikku Damar dan Rosa atas kepercayaan, semangat, dan kasihnya serta Almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Tiva Dyah Novitasari Margarita NIM : 101434040 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul: “PENGARUH INFUSA DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN GALUR DDY”. Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu minta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di : Yogyakarta Pada tanggal : 13 Agustus 2014 Yang menyatakan Tiva Dyah Novitasari Margarita vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGARUH INFUSA DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN GALUR DDY Tiva Dyah Novitasari Margarita Universitas Sanata Dharma 2014 Kolesterol bermanfaat baik bagi tubuh apabila berada pada level normal dan semakin tinggi kadar kolesterol dalam tubuh semakin besar pula bahaya yang mengancam kesehatan tubuh. Tempuyung adalah salah satu tanaman yang biasa digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap menurunan kadar kolesterol darah mencit jantan galur DDY serta untuk mengetahui dosis paling efektif dari infusa daun tempuyung yang dapat menurunkan kadar kolesterol total darah mencit jantan galur DDY. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan 25 ekor mencit jantan galur DDY yang dibagi dalam lima kelompok (kontrol positif, kontrol negatif, Dosis I, Dosis II, Dosis III). Kadar kolesterol darah mencit awal diukur kemudian diberi perlakuan hiperkolesterol selama 35 hari dan diukur kadar kolesterol dalam keadaan hiperkolesterol. Setetah itu diberikan untuk kelompok kontrol positif simvastatin dengan dosis 1,3 mg/kgBB, kelompok kontrol negatif diberi aquadest dan kelompok dosis I, dosis II, dosis III diberikan infusa daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) 10 % masingmasing dengan dosis 812,6 mg/kgBB, 1425,31 mg/kgBB, 2500 mg/kgBB. Kadar kolesterol diukur kembali setelah satu minggu. Hasil pengukuran kadar kolesterol yang diperoleh diuji statistika dengan Analysis of Variance (Anava) dengan derajat kepercayaan 95% (p<0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aquadest menurunkan kadar kolesterol sebesar 70,68 mg/dl simvastatin menurunkan kadar kolesterol sebesar 119,12 mg/dl dan infusa daun tempuyung dosis 812,6 mg/kgBB, 1425,31 mg/kgBB, 2500 mg/kgBB menurunkan kadar kolesterol masing-masing sebesar 108,72 mg/dl, 92,14 mgdl, dan 106,24 mg/dl. Berdasarkan uji ANAVA diperoleh p (0,124)>0,05 berarti tidak ada perbedaan nyata rata-rata penurunan kolesterol dari kelima perlakuan. Hal ini berarti belum ditemukan dosis infusa daun tempuyung yang efektif menurunkan kadar kolesterol darah mencit jantan Kata Kunci: Kolesterol, mencit (Mus musculus), tempuyung (Sonchus arvensis L.) vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE EFFECT OF TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) LEAF INFUSION TO DECREASE BLOOD CHOLESTEROL LEVEL OF MALE MICE (Mus musculus L. ) STRAIN DDY Tiva Dyah Novitasari Margarita Sanata Dharma University 2014 Cholesterol is beneficial both to the body when at a normal level and the higher cholesterol in the body, the greater danger that threatens the health of the body. Tempuyung is one of the plants that are commonly used to lower cholesterol levels when cholesterol levels exceed normal limits. This study aimed to determine the effect of tempuyung (Sonchus arvenchis L.) leaf infusion to decrease total blood cholesterol level of male mice model DDY and to know the most effective dose of giving tempuyung (Sonchus arvenchis L.) infusion for lowering blood cholesterol levels of male mices model DDY. This research was laboratory experimental using 25 male mices DDY were divided randomly into five groups (negatif control, positive control, dose I, dose II, dose III). First blood total cholesterol level of mices was measured then treatment with hypercholesterolemia during 35days. After hypercholesterol blood level was measured, each group teated, for negative control with aquadest, positive control with simvastatin dose 1,3 mg/kg BW, group dose I, dose II, dose III with tempuyung (Sonchus arvenchis L.) infuse 10 % each with dose 812,6 mg/kgBW, 1425,31 mg/kgBB, 2500 mg/kgBW. The total blood cholesterol level was measured after one week. cholesterol measurement results obtained with a statistical test Analysis of Variance (Anova) with a degree of confidence of 95% (P <0.05). The study showed that the aquadest lowers cholesterol by 70.68 mg/dl simvastatin lowers cholesterol by 119.12 mg/dl and infusion dose leaf tempuyung 812.6 mg/kgBW, 1425.31 mg/kgBW, 2500 mg/kgBW lower cholesterol amounting to 108.72 mg/dl, 92.14 mg/dl and 106.24 mg/dl. Based on the ANOVA test obtained p (0.124)>0.05 means that there is no real difference in the average cholesterol reduction of five groups. This means undiscovered tempuyung leaf infusion dose that effectively lower blood cholesterol levels of male mice. Keyword: Cholesterol, mice (Mus musculus), tempuyung (Sonchus arvensis L.) viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Pengaruh Infusa Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Darah Mencit (Mus Musculus L.) Jantan Galur DDY” . Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Biologi. Penulis menyadari bahwa keberhasilan yang sudah dicapai tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Yesus Kristus dan Bunda Maria atas segala karunia dan berkat-Nya 2. Luisa Diana Handoyo, M.Si. selaku dosen pembimbing yang telah berkenan meluangkan waktu dan tenaga untuk memberikan pengarahan dengan penuh kesabaran dalam menyusun skripsi. 3. Segenap dosen Program Studi Pendidikan Biologi atas segala dukungan dan bimbingannya. 4. Kedua orang tua tercinta Ibu Maria Yuliah dan Bapak FX. Munadjat terimakasih atas doa, semangat, dukungan moral dan materiil yang telah diberikan. 5. Teman seperjuangan dalam penelitian Anggi Chikitta yang selalu mendukung dan memberikan motivasi. 6. Sahabat-sahabatku Gebi, Anggi, Esther dan Kak Rosa, Ully, Nesya, Citra serta teman-teman di kos kinasih yang telah menemani dan mengajarkan indahnya kebersamaan. 7. Teman-teman Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2010 Universitas Sanata Dharma, terima kasih atas kebersamaan yang telah kita lalui bersamasama selama empat tahun serta segala kenangan indah yang telah kita lalui bersama. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Bapak Suwayah selaku teknisi LPPT 4 UGM terima kasih atas segala bantuan yang diberikan selama penulis melaksanakan penelitian di LPPT. 9. Semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian skripsi ini Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik, saran yang dapat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi banyak pihak terutama adik-adik Pendidikan Biologi selanjutnya. Yogyakarta, 13Agustus 2014 Penulis Tiva Dyah Novitasari. M x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ................... ABSTRAK ...................................................................................................... ABSTRACT ..................................................................................................... KATA PENGANTAR .................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................... DAFTAR TABEL .......................................................................................... DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ A. Latar Belakang ............................................................................ B. Perumusan Masalah .................................................................... C. Batasan Masalah ......................................................................... D. Tujuan Penelitian ........................................................................ E. Manfaat Penelitian ...................................................................... 1. Bagi Peneliti ........................................................................... 2. Bagi Guru ............................................................................... 3. Bagi Siswa .............................................................................. 4. Bagi Masyarakat..................................................................... BAB II DASAR TEORI ................................................................................ A. Lipid ............................................................................................ B. Kolesterol .................................................................................... 1. Pengertian Kolesterol ............................................................. 2. Biosintesis Kolesterol ............................................................ 3. Transportasi Kolesterol .......................................................... a. Kilomikron ........................................................................ b. VLDL (Very Low Density Lipoprotein) ........................... c. LDL (Low Density Lipoprotein)........................................ d. HDL (High Density Lipoprotein) ...................................... 4. Distribusi Kolesterol .............................................................. C. Tempuyung ................................................................................. 1. Deskripsi Tempuyung ............................................................ 2. Sistematika Tanaman Tempuyung ......................................... 3. Kandungan Kimia Tanaman Tempuyung .............................. D. Simvastatin.................................................................................. E. Penelitian yang Relevan.............................................................. F. Hipotesa ...................................................................................... BAB III METODOLOGI PENELITIAN .................................................... A. Jenis Penelitian ........................................................................... B. Variabel Penelitian ...................................................................... xi i ii iii iv v vi vii viii ix xi xiii xiv xv 1 1 3 3 4 4 4 4 5 5 6 6 7 7 8 9 9 9 10 11 11 13 13 14 15 15 16 17 18 18 18

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Variabel Bebas ....................................................................... 2. Variabel Terikat ..................................................................... 3. Variabel Kontrol..................................................................... C. Waktu dan Tempat Penelitian ..................................................... 1. Waktu Penelitian .................................................................... 2. Tempat Penelitian................................................................... D. Bahan dan Alat Penelitian........................................................... 1. Bahan Penelitian..................................................................... 2. Alat Penelitian ........................................................................ E. Rancangan Penelitian .................................................................. F. Teknik Pengumpulan Data.......................................................... 1. Pengumpulan Bahan ............................................................ 2. Identifikasi Tanaman ........................................................... 3. Tahap Pemeliharaan ............................................................. 4. Pembuatan Makanan Diet Tinggi Lemak (MDLT) ............. 5. Pemberian Makanan Diet Tinggi Lemak (MDLT) .............. 6. Pembuatan Infusa Daun Tempuyung 10 % ......................... 7. Penetapan Dosis Infusa Daun Tempuyung .......................... 8. Pembuatan Larutan Simvastatin 0,01% ............................... 9. Pengelompokan dan Perlakuan Hewan Uji ......................... 10. Pengambilan Darah .............................................................. 11. Pengukuran Kadar Kolestorol Total Darah Mencit ............. G. Analisa Data ................................................................................ BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................... A. Hasil dan Pembahasan ................................................................ 1. Determinasi Tumbuhan ....................................................... 2. Kondisi Hiperkolesterolemia pada Mencit Jantan ............... 3. Penurunan Kadar Kolesterol ................................................ B. Implementasi Penelitian dalam Pembelajaran ............................ BAB V Penutup ............................................................................................. A. Kesimpulan ................................................................................. B. Saran ........................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... LAMPIRAN xii 18 18 18 18 18 19 19 19 20 21 23 23 23 23 24 24 24 25 27 27 28 28 29 31 31 31 31 34 47 49 49 49 50

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1. Pengelompokan Hewan Uji ............................................................ Tabel 4.1. Kadar Kolesterol Darah Mencit Normal dan Hiperkolesterolemia ........................................................................ Tabel 4.2. Hasil Pengukuran Kadar Kolesterol Hiperkolesterolemia dan setelah perlakuan ...................................................................... Tabel 4.3. Hasil Uji t (Paired-samples t Tast) Kadar kolesterol pada Mencit Jantan .................................................................................. Tabel 4.4. Tes Normalitas Kadar Kolesterol Total l Darah Mencit Hiperkolesterolemia dan setelah Perlakuan ..................................... Tabel 4.5. Uji Homogenitas Kadar Kolesterol Darah Mencit Hiperkolesterolemia dan setelah Perlakuan .................................... xiii 27 32 35 37 40 41

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Struktur Kolesterol ...................................................................... 8 Gambar 2.2. Tumbuhan Tempuyung (Sonchus arvensis L .) .......................... 14 Gambar 2.3. Rumus Bangun Simvastatin ....................................................... 16 Gambar 4.1. Diagram Kadar Kolesterol Darah Mencit Normal dan Hiperkolesterolemia (mg/dL) ..................................................... 33 Gambar 4.2. Diagram Pengukuran Kadar Kolesterol Hiperkolesterolemia dan sesudah Perlakuan ....................................................................... 37 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Lampiran 2: Lampiran 3: Lampiran 4: Lampiran 5: Lampiran 6: Lampiran 7: Lampiran 8: Lampiran 9: Lampiran 10: Lampiran 11: Lampiran 12: Lampiran 13: Lampiran 14: Lampirab 15 Lampiran 16: Lampiran 17: Bagan Alur Pengerjaan Penelitian ............................................ Tabel Konversi dan Perhitungan Dosis Simvatatin .................. Volume Suspensi Simvastatin dan Infusa Daun Tempuyung Yang diberikan ......................................................................... Data Kadar Kolesterol Total selama Penelitian........................ Hasil Determinasi Tumbuhan ................................................... Analisis Statitik (Uji t) Kadar Kolesterol Total Awal dan Hiperkolesterolemia ................................................................. Analisis uji t (Paired-Samples T Tast) Kadar Kolesterol Total (Hiperkolesterol dan sesudah perlakuan) ................................. Analisis Statistik Data Penetapan Kadar Kolesterol Total pada saat Hiperkolesterolemia .................................................. Analisis Statistik Data Penetapan Kadar Kolesterol Total setelah Perlakuan ...................................................................... Analisis Statistik Data Penurunan Kadar Kolesterol Total ...... Silabus ...................................................................................... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ......................................... Surat Ijin Penelitian .................................................................. Surat Ijin Melaksanakan Determinasi Tumbuhan .................... Surat Pernyataan Selesai Melaksankan Penelitian ................... Surat Ijin Peminjaman Alat-alat Laboratorium ........................ Dokumentasi Penelitian ............................................................ xv 52 53 54 55 57 58 59 63 65 67 69 75 117 118 119 120 121

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kolesterol merupakan lemak dari golongan sterol yang beredar dalam darah. Tubuh membutuhkan kolesterol untuk membuat dan memelihara selsel saraf serta untuk mensistesis hormon di dalam tubuh. Hati mencukupi kebutuhan kolesterol tubuh. Akan tetapi apabila mengkonsumsi makanan lemak jenuh dengan kadar tinggi, hati akan memproduksi kolesterol lebih banyak lagi sehingga berakibat pada kadar kolesterol menjadi berlebihan. Kolesterol mempunyai manfaat yang baik bagi tubuh apabila berada pada level normal sebaliknya semakin tinggi kolesterol dalam tubuh semakin besar pula bahaya yang mengancam kesehatan tubuh. Tingginya kadar kolesterol dalam darah disebut dengan hiperkolesterol. Salah satu penyakit yang dapat ditimbulkan dari tingginya kadar kolesterol adalah resiko terjadinya arterosklerosis. Aterosklerosis adalah penebalan dan pengerasan dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan kolesterol. Aterosklerosis adalah langkah awal pemicu timbulnya jantung koroner. Para peneliti mulai banyak menaruh perhatian menemukan upaya untuk mencegah dan mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Karena telah dibuktikan bahwa apabila kadar kolesterol dikurangi maka peluang terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung juga menurun. Aterosklerosis dapat dicegah dengan suatu senyawa yang dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Penurunan kadar kolesterol 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 dapat dilakukan dengan obat-obatan hipolipidemia. Namun adanya gerakan back to nature dan mahalnya harga obat-obatan hipolipidemia menyebabkan penggunaan bahan alami sebagai obat banyak digunakan. Salah satu bahan alami yang banyak digunakan adalah tumbuhan. Tumbuhan merupakan sumber senyawa kimia, baik yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui jenisnya, dimana banyak di antaranya berpotensi sebagai bahan dasar obat-obatan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, kedelai (Glycine max M.) dan seledri (Apium graveolens M.) merupakan obat-obatan dari bahan alam yang telah terbukti menurunkan kadar kolesterol (Rukmana, 1995). Penggunaan obat-obatan dari alam ini mengalami peningkatan disebabkan harganya yang relatif lebih murah, mudah didapat dan juga memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat-obatan sintesis. Tumbuhan berpotensi sebagai bahan dasar obat-obatan. Selain seledri dan kedelai, bahan alam yang berpotensi sebagai obat penurun kolesterol adalah tempuyung. Bagian tempuyung yang digunakan sebagai penurun kadar kolesterol adalah daunnya. Secara empiris daun tempuyung digunakan masyarakat untuk menurunkan kadar kolesterol. Penggunakan daun tempuyung untuk menurunkan kadar kolesterol dilakukan dengan cara 3 lembar daun tempuyung dilayukan dan dimakan sebagai sayur atau lalap tiga kali sehari (Manganti, 2011). Berdasarkan penggunaan daun tempuyung sebagai penurun kadar kolesterol oleh masyarakat masih secara empiris dan mudah didapat, nurah dan memiliki efek samping yang lebih kecil dibanding obat sintetis, maka

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 penulis tertarik meneliti pengaruh daun tempuyung sebagai penurun kadar kolesterol darah pada mencit (Mus musculus) galur DDY dengan menggunakan simvastatin sebagai pembanding. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: 1. Apakah infusa daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol darah mencit (Mus musculus) jantan galur DDY? 2. Berapa dosis yang paling efektif dari infusa tempuyung (Sonchus arvensis L.) yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah mencit (Mus musculus) jantan galur DDY? C. Batasan Masalah Batasan masalah diperlukan agar ruang lingkup penelitian tidak terlalu luas. Batasan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Hewan Uji Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit (Mus musculus) jantan galur DDY usia 2,5 bulan. 2. Infusa Daun Bagian tempuyung yang digunakan untuk infusa adalah bagian daunnya. Daun tempuyung yang digunakan adalah daun yang memeluk batang.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 3. Kadar Kolesterol Penurunan kadar kolesterol yang diukur adalah penurunan kadar kolesterol darah. D. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah dan batasan masalah yang dikemukakan, penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh infusa daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap kadar kolesterol darah mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDY dan untuk mengetahui dosis yang paling efektif dari infusa daun tempuyung yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol darah mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDY. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Melalui penelitian ini peneliti mendapatkan tambahan informasi bahwa daun tempuyung dapat menurunkan kadar kolesterol. 2. Bagi Guru Memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan belajar untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan materi teknologi atau obat-obatan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol khususnya pada materi teknologi atau obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan atau penyakit pada sistem peredaran darah manusia.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 3. Bagi Siswa Dengan publikasi hasil skripsi ini dalam bentuk jurnal dapat dijadikan suber informasi bagi siswa tentang obat-obatan yang dapat menurunkan kadar kolesterol khususnya pada materi teknologi atau obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan atau penyakit pada sistem peredaran darah manusia. 4. Bagi Masyarakat Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan informasi kepada masyarakat bahwa daun tempuyung dapat menurunkan kadar kolesterol darah sehingga dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk pencegahan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan jumlah kolesterol dalam tubuh. Mekanismenya adalah melalui publikasi jurnal

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II DASAR TEORI A. Lipid Lipida merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air. Senyawa ini terdapat dalam semua dan berfungsi sebagai komponen struktur sel, sebagai simpanan bahan bakar metabolik, sebagai bentuk mengangkut bahan bakar, sebagai pelindung dinding sel dan juga sebagai komponen pelindung kulit vertebrata. Beberapa senyawa lipida mempunyai aktivitas biologis yang sangat penting dalam tubuh diantaranya vitamin dan hormon. Ditinjau dari sudut nutrisi, lipid merupakan sumber kalori penting disamping berperan sebagai pelarut vitamin D (Girindra, 1990). Lipida dapat dikelompokkan menurut sifat kimia dan sifat fisiknya. Klasifikasi Lipida sebagai berikut (Almatsier, 2009): 1. Lipida sederhana Kelompok ini disebut juga homolipida yaitu suatu ester yang mengandung karbon (C), hidrogen (H), dan Oksigen (O). Jika dihidrolis, lipida yang termasuk dalam golongan ini hanya menghasilkan asam lemak dan alkohol. Lipida sederhana ini dapat dibagi atas dua kelompok: a. Lemak netral Monogliserida, digliserida, trigliserida (ester asam lemak dengan gliserol) b. Ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi 6

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 a) Malam b) Ester kolesterol c) Ester nonkolesterol d) Ester vitamin A dan ester vitamin D 2. Lipida Majemuk a. Fosfolipida b. Lipoprotein 3. Lipida Turunan a. Asam lemak b. Sterol (kolesterol dan ergosterol, hormon steroida, vitamin D, garam empedu) B. Kolesterol 1. Pengertian Kolesterol Kolesterol merupakan komponen esensial membran struktural semua sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol terdapat dalam konsentrasi tinggi dalam jaringan kelenjar dan hati di mana kolesterol disintesis dan disimpan. Kolesterol merupakan bahan antara pembentukan sejumlah steroid penting seperti asam empedu, asam folat, hormon-hormon adrenal korteks, estrogen, androgen, dan progesteron (Almatsier, 2009). Menurut Wijayanto (2013), kolesterol (C27H45OH) adalah alkohol steroid yang ditemukan dalam lemak/minyak, empedu, susu dan kuning telur. Kolesterol sebagian besar disintesis oleh hati dan sebagian kecil

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 diserap dari makanan yang dikonsumsi. Keberadaan kolesterol dalam pembuluh darah yang kadarnya tinggi akan membuat endapan/kristal lempengan yang akan mempersempit, serta menyumbat pembuluh darah. Gambar 2.1. Struktur Kolesterol Kolesterol adalah zat yang berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di setiap jaringan sel tubuh. Kolesterol yang merupakan zat berwarna putih ini memiliki manfaat yang baik dalam tubuh manusia sebagi salah satu bagian dari lemak yan diproduksi oleh organ hati. Kolesterol ini berfungsi sebagai pembentuk dinding sel, memperkuat sistem membran sel dan membuat hormon-hormon tertentu seperti hormon steroid (Yovina, 2012). 2. Biosintesis Kolesterol Menurut Murray,dkk (2003), biosintesis kolesterol sebagai berikut: a. Merubah Asetil CoA menjadi 3-hydroxy-3-methylglutaryl-CoA (HMG- CoA).

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 b. Merubah HMG-CoA menjadi mevalonate c. Mevalonate diubah menjadi molekul dasar isoprene, isopentenyl pyrophosphate (IPP), bersamaan dengan hilangnya CO 3. d. IPP diubah menjadi squalene e. Squalene diubah menjadi kolesterol. Transportasi Kolesterol Kolesterol bersifat tidak larut dalam air sehingga diperlukan suatu alat transportasi untuk beredar dalam darah yaitu apoprotein yang merupakan salah satu jenis protein. Kolesterol akan membentuk ikatan kompleks dengan apoprotein sehingga membentuk lipoprotein. Menurut Almatsier (2009) tubuh membentuk 4 jenis lipoprotein yaitu: a. Kilomikron Kilomikron adalah lipoprotein yang paling besar dan mempunyai densitas paling rendah. Kilomikron mengangkut lipida yang berasal dari makanan yang dibawa dari saluran cerna ke seluruh tubuh. Komponen utama kilomikron adalah trigliserida (80-90%) dan kolesterolnya hanya 6%. Dalam aliran darah trigliserida yang ada dalam kilomikron dipecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas oleh enzim lipoprotein. b. VLDL (Very Low Density Lipoprotein) Di dalam hati lipida dipersiapkan menjadi lipoprotein sehingga dapat diangkut melalui aliran darah. Lipoprotein yang

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 dibentuk dalam hati ini adalah VLDL (Very Low Density Lipoprotein) yaitu lipoprotein dengan densitas sangat rendah. Apabila VLDL meninggalkan hati, lipoprotein lipase kembali bekerja dengan memecah trigliserida yang ada pada VLDL. VLDL kemudian mengikat kolesterol yang ada pada lipoprotein lain dalam sikulasi darah. Dengan berkurangnya trigliserida, VLDL bertambah berat dan menjadi LDL (Low Density Lipoprotein), yaitu lipoprotein dengan densitas rendah. c. LDL (Low Density Lipoprotein) LDL terutama terdiri atas kolesterol bersirkulasi dalam tubuh dan di bawa ke sel-sel otot, lemak dan sel-sel lainnya. Trigliserida akan diperlakukan sama dengan yang terjadi pada kilomikron dan VLDL. Kolesterol dan fosfolipida akan digunakan untuk membuat membran sel, hormon-hormon atau ikatan lain atau disimpan. Reseptor LDL yang ada dalam hati akan mengeluarkan LDL dari sirkulasi. Pembentukan LDL oleh reseptor penting dalam pengontrolan kolesterol darah. Di samping itu dalam pembuluh darah terdapat sel-sel perusak yang dapat merusak LDL. Melalui jalur sel-sel perusak ini (scavenger pathway) molekul LDL dioksidasi, sehingga tidak dapat masuk kembali dalam aliran darah. Kolesterol yang banyak terdapat dalam LDL akan menumpuk dalam sel-sel perusak. Apabila keadaan ini terjadi

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 selama bertahun-tahun, kolesterol akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Plak akan bercampur dengan protein dan ditutupi oleh sel-sel otot dan kalsium. Hal inilah yang kemudian dapat berkembang menjadi ateroklerosis. Pengatur utama kadar kolesterol adalah hati karena sebagian besar (0%-75%) reseptor LDL terdapat di dalam hati. d. HDL (High Density Lipoprotein) Apabila sel-sel lemak membebaskan gliserol dan asam lemak, kemungkinan kolesterol dan fosfolipida akan dikembalikan pula ke dalam aliran darah. Hati dan usus halus akan memproduksi HDL (lipoprotein dengan densitas tinggi) yang masuk ke dalam aliran darah. HDL mengambil kolesterol dan fosfolipida yang ada di dalam aliran darah. HDL menyerahkan kolesterol ke lipoprotein lain untuk diangkut kembali ke hati guna diedarkan kembali atau dikeluarkan dari tubuh. 4. Distribusi Kolesterol Menurut Yovina (2012), pendistribusian kolesterol dalam darah dilakukan melalui 2 jalur yakni: a. Jalur Eksogen Makanan yang selesai diurai oleh tubuh menghasilkan trigliserida dan kolesterol yang dikemas lagi di dalam usus dalam

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 bentuk partikel besar lipoprotein yang disebut kilomikron. Kilomikron ini akan membawa ke dalam aliran darah. Kemudian trigliserida di dalam kilomikron tadi akan mengalami penguraian lebih lanjut oleh enzim, lipoprotein lipase, sehingga terbentuk asam lemak besar dan kilomikron remnan. Asam lemak bebas yang dihasilkan akan menembus jaringan lemak di bawah kulit dan sel-sel otot untuk diubah menjadi trigliserida kembali sebagai cadangan energi. Sedangkan kilomikron remnan akan dimetabolisme dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol bebas. Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati akan diubah menjadi asam empedu yang akan dikeluarkan ke dalam usus berfungsi sebagai pembersih dan membantu proses penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi kolesterol yang dikeluarkan melalui saluran empedu tanpa dimetabolisme lagi kemudian menjadi asam empedu yang oleh organ hati akan didistribusikan ke jaringan tubuh lain melalui jalur endogen. b. Jalur Endogen Kolesterol diabsorpsi di usus dan ditransport dalam bentuk kilomikron menuju hati. Dari hati, kolesterol dibawa oleh VLDL untuk membentuk LDL melalui perantara IDL (Intermediate Density Lipoprotein). Menurt Sucipto (2011), Intermediate Density Lipoprotein (IDL) mengandung trigliserida (30%) dan kolesterol (20%). IDL adalah

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 zat perantara yang terjadi sewaktu VLDL di katabolisme menjadi LDL. LDL akan membawa kolesterol ke seluruh jaringan perifer sesuai dengan kebutuhan. Sisa kolesterol di perifer akan berikatan dengan HDL dan dibawa kembali ke hati agar tidak terjadi penumpukan di jaringan. Kolesterol yang ada di hati akan diekskresikan menjadi asam empedu yang sebagian dikeluarkan melalui feses, sebagian asam empedu diabsorbsi oleh usus melalui vena porta hepatik yang disebut dengan siklus enterohepatik. C. Tempuyung 1. Deskripsi Tanaman Tempuyung (Sonchus arvensis L.) masuk ke dalam famili Asteraceae. Nama lain untuk tumbuhan ini, di Jawa disebut dengan galing; Sunda: rayana, jombang, jombang lalakina, lempung, lampenas; Jawa Tengah: tempuyung; China: Niu she tou; Perancis : laiton des champs; Inggris: sow thistle. Tempuyung tumbuh di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung seperti tebing-tebing, tepi saluran air atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tanaman obat. Tanaman yang berasal dari Eurasia ini ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50-1650 m dpl. Tempuyung merupakan tanaman terna tahunan, tegak, akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkat roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat kekuningan. Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 meter disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji (Manganti, 2011). Gambar 2.2: Tempuyung (Setyawan,2012) 2. Sistematika Tanaman Tempuyung Sistematika Tanaman Tempuyung sebagai berikut (Tamahatta, 2012): Kingdom : Plantae

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 3. Divisio : Magnoliophyta Classis : Magnoliopsida Sub Classis : Asteriidae Ordo : Asterales Familia : Asteraceae Genus : Sonchus Species : Sonchus arvensis Kandungan Kimia Tanaman Tempuyung Menurut Manganti (2011), secara kimia tanaman tempuyung mengandung alfa-laktuserol, beta-laktoserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid dan taraksa-sterol. Sedangkan kandungan utama daunnya adalah ion-ion mineral (silika, kalium, magnesium, dan netrium) dan senyawa organik (flavonoid, kumarin, taraksasterol, inositol, dan asam fenolat) sementara kandungan utama akarnya adalah senyawa flavonoid (apigenin 7-0 glukosida). D. Simvastatin Simvastatin (C25H38O5) merupakan obat yang menurunkan kadar kolesterol (hipolidemik) dan merupakan hasil sintesa dari hasil fermentasi Aspergillus terreus. Secara invivo simvastatin akan dihidrolisa menjadi metabolit aktif. Mekanisme kerja dari metabolit aktif tersebut adalah dengan cara menghambat kerja 3-Hidroksi-3-metilglutaril koenzim A reduktase (HMG Co-A reduktase), dimana enzim ini mengkatalisa perubahan HMG Co-

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 A menjadi asam mevalonat yang merupakan langkah awal dari sintesa kolesterol (Anonim, 2014) Gambar 2.3. Rumus Bangun Simvastatin Simvastatin (C25H38O5) adalah kelompok obat yang disebut HMG CoA (hydroxymethylglutaryl-CoA) reductase inhibitors, atau merupakan senyawa antilipemik. Simvastatin menurunkan kadar kolesterol “jahat” dalam darah (Low Density Lipoprotein atau LDL) dan triglyceride di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol “baik” (High Density Lipoprotein atau HDL). Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol dan triglyceride (sejenis lemak) di dalam darah. Simvastatin digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi jantung lain pada mereka dengan diabetes, sakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya (Septriyan, 2012) E. Penelitian yang Relevan Penelitian yang relevan dalam penelitian ini adalah: 1. Arief, dkk (2012) melakukan penelitian dengan judul Potensi Bunga Karamunting (Melastoma malabathricum L.) terhadap Kadar Kolesterol

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Total dan Trigliserida pada Tikus Putih Jantan Hiperlipidemia yang Diinduksi Propiltiourasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol bungan karamunting terhadap terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida pada tikus putih jantan hiperlipidemia yang diinduksi PTU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga karamunting memiliki efek yang sama dengan simvastatin dalam menurunkan kadar kolesterol. Kandungan dalam bunga karamunting yang dpat menurunkan kadar kolesterol adalah saponin dan flavonoid. 2. Prahastuti, dkk (2011) melakukan penelitian berjudul “Efek Infusa Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) tehadap Penurunan Kadar Kolesterol Total Darah Tikus Model Dislipidemia Galur Wistar. Hasil penelitian menunjukkan pemberian daun salam konsentrasi 5% b/v, 10% b/v, dan 20 % b/v dapat menurunkan kadar kolesterol total bermakna (p<0,05) bila dibandingkan dengan kontrol negatif. Kandungan daun salam yang menurunkan kadar kolesterol total darah tikus yang diinduksi diet tinggi lamak dan PTU disebabkan beberapa senyawa yang terkandung dalam daun salam antara lain flavonoid, saponin, dan tannin. F. Hipotesa Infusa daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) dapat menurunkan kadar kolesterol total darah mencit (Mus Musculus L.) jantan galur DDY dan Dosis infusa daun tempuyung yang efektif (Sonchus arvensis L.) dalam menurunkan kadar kolesterol darah mencit (Mus Musculus L.) adalah dosis 2500 mg/kgBB.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental laboratorium. B. Variabel Penelitian 1. Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah infusa daun tempuyung. Dosis infusa daun tempuyung adalah jumlah miligram infusa daun tempuyung tiap kg berat badan subjek uji yang bersangkutan. 2. Variabel Terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kadar kolesterol pada mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDY 3. Variabel Kontrol Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah jenis kelamin mencit , umur mencit, spesies mencit. C. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 3 April-16 Mei 2014 18

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di LPPT (Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu) 4 unit Praklinik dan Pengembangan Hewan Percobaan Universitas Gadjah Mada. D. Bahan dan Alat Penelitian 1. Bahan Penelitian a. Hewan Uji Hewan uji yang digunakan berupa Mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDY dengan umur 2,5 bulan. b. Bahan Uji Daun tempuyung diambil dari kebun biologi Universitas Sanata Dharma. Daun tempuyung yang digunakan adalah daun tempuyung yang memeluk batang atau dekat dengan akar, hal ini berhubungan dengan senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder merupakan senyawa kimia yang umumnya mempunyai kemampuan bioaktifitas dan berfungsi sebagai pelindung tumbuhan tersebut dari gangguan hama penyakit untuk tumbuhan itu sendiri atau lingkungannya. Contoh senywa metabilit sekunder adalah flavonoid (Syaputri, 2012) c. Pakan Pakan yang digunakan secara umum adalah pakan standar yang sudah biasa diberikan ke seluruh hewan percobaan. Pakan standar yang biasa digunakan adalah BR II.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 d. Pakan tinggi lemak (MDLT/Makanan Diet Tinggi Lemak) Pakan tinggi kolesterol dibuat dari campuran pakan standar (BR II), kuning telur, dan minyak babi. 2. e. Simvastatin f. Aquades Alat Penelitian a. Pemeliharaan 1) Kandang tikus 2) Botol minum b. Pengambilan Darah 1) Mikrohematokrit 2) Eppendorf c. Perlakuan MDLT dan infus 1) Pemanas 2) Panci infusa 3) Pengaduk 4) Kain flanel 5) Gelas ukur 6) Jarum suntik yang ujungnya tumpul (sonde) d. Pembuatan suspensi Simvastatin 1) Gelas ukur 2) Erlenmeyer 3) Mortar

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 4) Tabung reaksi e. Neraca analitik E. Rancangan Penelitian 1. Penelitian ini menggunakan sampel mencit jantan galur DDY 25 ekor. Sampel dibagi menjadi 5 macam kelompok yaitu: a. Kelompok Kontrol Negatif Kontrol negatif seringkali dimaksudkan sebagai kelompok kontrol tanpa perlakuan. Dari kelompok kontrol negatif dapat dihasilkan suatu baseline sehingga perubahan pada variabel terikat dapat terlihat Pada kelompok ini 5 ekor mencit jantan diberi Aquades. Aquades digunakan sebagai pengganti air minum. b. Kelompok Kontrol Positif Kontrol Positif adalah kelompok perlakuan yang besar kemungkinannya menghasilkan efek atau perubahan pada variabel terikat. Kelompok kontrol positif bertujuan untuk membuktikan bahwa eksperimen yang digunakan sudah tepat dan dapat menghasilkan perubahan positif pada variabel terikat. Pada kelompok ini, 5 ekor mencit jantan diberi suspensi simvastatin dengan dosis 1,3 mg/KgBB. Simvastatin adalah obat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk menurunkan kadar kolesterol.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 c. Kelompok Dosis I 5 ekor mencit jantan diperlakukan dengan infusa daun tempuyung konsentrasi 10% dengan dosis 812,60 mg/KgBB. d. Kelompok Dosis II 5 ekor mencit jantan diperlakukan dengan infusa daun tempuyung konsentrasi 10% dengan dosis 1425,31 mg/KgBB e. Kelompok Dosis III 5 ekor mencit jantan tikus diperlakukan dengan infusa daun tempuyung konsentrasi 10% dengan dosis 2500 mg/KgBB 2. Penelitian ini tidak menggunakan masa aklimatisasi sebab, mencitmencit yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari tempat yang akan digunakan untuk penelitian dengan demikian mencit-mencit tersebut sudah terbiasa dengan laboratorium yang akan digunakan. 3. Dikarenakan tidak melalui tahap aklimatitasi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perlakuan hiperkolesterolemia. Sebelum tahap perlakuan hiperkolesterol, dilakuan uji kadar kolesterol darah mencit. Hasil uji kolesterol darah mencit ini digunakan sebagai data kadar kolesterol darah mencit awal. Persiapan pakan tinggi lemak (MDLT) terdiri dari 6% kuning telur ayam, 10% minyak babi, dan 84% pakan standar. Hasil pengukuran kadar kolesterol pada hari ke-36 digunakan sebagai data kadar kolesterol darah mencit hiperkolesterolemia.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 4. Pada hari Ke-36 sampai hari ke-42 seluruh mencit (Mus musculus L.) jantan mendapat pakan standar lagi, namun ditambah dengan perlakuan infusa daun tempuyung pada kelompok 3, 4,dan 5, aquadest untuk kelompok kontrol negatif dan suspensi simvastatin untuk kelompok kontrol positif 5. Hari ke-8 setelah perlakuan atau hari ke-43 dilakukan pengukuran kadar kolesterol darah Mencit (Mus musculus L.) jantan. Bagan alur penelitian terlampir sebagai lampiran 1. F. Teknik Pengumpulan Data 1. Pengumpulan Bahan Daun tempuyung yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari kebun biologi Sanata Dharma. Daun yang digunakan adalah daun yang telah tua (warna hijau tua) dan memeluk batang atau dekat dekat dengan akar. Daun dikumpulkan dan dicuci bersih dengan air mengalir. 2. Identifikasi Tanaman Identifikasi tanaman dilakukan di Laboratorium Sistematik Tumbuhan Falkutas Biologi Universitas Gadjah Mada. 3. Tahap Pemeliharaan Sebanyak 25 tikus dipelihara dalam 5 kandang yang mempunyai ukuran, bentuk yang sama sehingga dalam satu kandang terdapat 5 mencit (Mus musculus L.) jantan.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 4. Pembuatan Makanan Diet Tinggi Lemak (MDLT) Persiapan pakan tinggi lemak terdiri dari 6% kuning telur ayam, 10% minyak babi, dan 84% pakan standar (Triana dan Nurhidayat, 2006). 5. Pemberian Makanan Diet Lemak Tinggi (MDLT) Sebelum diberikan makanan tinggi lemak semua mencit diukur kadar kolesterolnya. Hasil pengukuran digunakan sebagai data kadar kolesterol total darah mencit awal atau normal. Selanjutnya, seluruh mencit diinduksi dengan MDLT selama 35 hari dan pada hari ke-36 diukur lagi kadar kolesterolnya. Hasil pengukuran pada hari ke-36 ini digunakan sebagai data kadar kolesterol mencit hiperkolesterol. 6. Pembuatan Infus Daun Tempuyung 10 % Konsentrasi infusa yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10%. Pembuatan infusa daun tempuyung dilakukan dengan menimbang 10 g daun segar lalu dimasukkan dalam panci infus yang berisi 120 ml aguades kemudian dipanaskan sampai suhu 900. Setelah mencapai suhu 900 selama 15 menit (diusahakan suhu infus tetap 900). Setelah 15 menit infusa diangkat dari pemanas kemudian disaring. Penyaringan infusa menggunakan kain flanel putih. Apabila penyaringan belum mencapai 100 ml ditambahkan air panas melalui ampas sampai diperoleh volume keseluruhan 100 ml. Infusa daun tempuyung dibuat setiap hari.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 7. Penetapan Dosis Infusa Daun Tempuyung Pemakaian sehari-hari di masyarakat digunakan 6,25 gram daun tempuyung (Manganti, 2011). Dosis tersebut digunakan untuk manusia. Apabila akan diperlakukan untuk Mencit (Mus musculus L.) jantan, dosis tersebut dikonversikan untuk digunakan pada Mencit. Perhitungan dosis untuk mencit sebagai berikut:  Dosis masyarakat: 6,25 gram  Konversi dari manusia ke mencit sebagai berikut:   Volume maksimal yang diberikan ke tikus adalah 1 ml. Volume ini adalah volume maksimal untuk penggunaan peroral pada tikus.  Dosis maksimal Perhitungan dosis maksimal menggunakan rumus sebagai berikut: D (g/gBB) x BB (g)=V(mL) x C (g/m

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Keterangan: D= dosis BB= Berat Badan V= volume C = Konsentrasi  Menghitung faktor kelipatan FK √ √ =1,754 Setelah dosis maksimal dan faktor kelipatan diketahui maka dicari rentang dosis di bawahnya. Dosis infusa maksimal yang sudah dihitung digunakan sebagai peringkat dosis III. Dari faktor kelipatan tersebut diperoleh 2 peringkat dosis di bawah dosis maksimal. Sehingga didapat tiga peringkat dosis yang digunakan yaitu 812,60 mg/kgBB, 1425,31 mg/kgBB dan 2500 mg/kgBB.Dosis I yaitu 2500 mg/kg BB merupakan dosis maksimal, dosis 1425,31 mg/kgBB diperoleh dari kelipatan dari dosis 2500 mg/kg BB yaitu dari 2500 mg/kgBB dibagi faktor kelipatan (1,754). Dosis 812,60 mg/kgBB diperoleh dari kelipatan dosis 1425,31mg/kgBB dibagi 1,754. Volume infusa daun tempuyung dan sismvastatin yang diberikan terlampir dalam lampiran 3.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 8. Pembuatan Larutan Simvastatin 0,01 % (b/v) Konsentrasi simvastatin yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,01 % (0,01 gr/ml) (b/v) dibuat dengan cara sebagai berikut: menimbang tablet simvastatin yang setara dengan 10 mg simvastatin, gerus sampai halus, lalu tambahkan aquades sedikit demi sedikit sampai mencapai volume 100 mL. Perhitungan dosis simvastatin terlampir dalam lampiran 2 9. Pengelompokkan dan Perlakuan Hewan Uji a. Mencit jantan (Mus musculus L.) yang telah dikondisikan dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 tikus. b. Sebelum diberi infusa daun tempuyung seluruh Mencit jantan (Mus musculus L.) ditimbang terlebih dahulu berat badannya agar dosis infusa daun tempuyung yang akan diberikan tepat. c. Selama masa perlakuan yaitu pada hari ke 36-42 tikus pakan mencit kembali menjadi pakan standar tetapi ditambah dengan infusa daun tempuyung. Kecuali kontrol positif dan kontrol negatif. d. Pengelompokan hewan uji sebagai berikut: No 1 2 Tabel 3.1. Pengelompokan Hewan Uji Kelompok Uji Perlakuan Kontrol Negatif Aquades Kontrol Positif Suspensi simvastatin dengan dosis 1,3 mg/kgBB/hari 3 Perlakuan 1 4 Perlakuan 2 5 Perlakuan 3 Infusa Daun tempuyung 10 % dosis 812,60 mg/kgBB Infusa daun tempuyung 10 % dosis 1425,31 mg/kgBB Infusa daun tempuyung 10 % dosis 2500 mg/kgBB

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Pemberian infusa daun tempuyung secara per oral yaitu dilakukan dengan menggunakan jarum suntik yang ujungnya tumpul. Pada hari ke8 setelah perlakuan atau hari ke-43 seluruh tikus diukur kadar kolesterolnya. Volume infusa daun tempuyung dan sismvastatin yang diberikan terlampir dalam lampiran 3 10. Pengambilan Darah Pengambilan darah mencit dilakukan melalui mata. Langkah langkah yang dilakukan sebagai berikut: a. Mencit dipegang dan dijepit bagian tengkuk dengan jari tangan. b. Mencit dikondisikan senyaman mungkin, lalu mikrohematokrit digoreskan pada medial canthus mata di bawah bola mata ke arah foramen opticus. c. Mikrohematokrit diputar sampai melukai plexus, jika diputar 5X maka harus dikembalikan 5X. d. Darah ditampung pada eppendorf, kemudian diletakkan miring 45º dan dibiarkan mengendap pada suhu kamar, selanjutnya dilakukan sentrifugasi untuk mendapatkan serum yang dimaksud. (Permatasari, 2012). Setrifugasi dilakukan di LPPT 1 Universitas Gajdah Mada. 11. Pengukuran Kadar Kolesterol Darah Mencit Jantan Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-0, ke-36 dan hari ke-43. Masing-masing Mencit (Mus musculus L.) jantan diambil darahnya 0,5

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 ml melalui mata. Pengambilan darah dilakukan dil LPPT 4. Sampel darah dibawa ke LPPT (Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu) 1 unit Laboratorium Analisis Kimia dan Fisika Pusat UGM untuk diukur kadar kolesterolnya. Metode yang digunakan dalam mengukur kadar kolesterol adalah CHOD PAP, Fotometrik Enzimatik. Langkah kerja pengukuran kadar kolesterol adalah sebagai berikut: 1. Blanko akuades 10 ul : 1000 ul Standard 200 mg/dl 10 ul : 1000 ul 2. Sampel 10 ul : 1000 ul 3. Campur masing-masing hingga homogen 4. Inkubasi pada suhu kamar (RT) (24-300 C) selama 20 menit 5. Pengukuran: Photometer Microlab 300 6. Panjang Gelombang (λ) 546 nm 7. Metode: end point G. Analisa Data Data pengukuran kadar kolesterol mencit dianalisis secara kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji ANOVA dengan derajat kepercayaan 95% (p<0.05). Data kadar kolesterol yang dianalisis menggunakan ANOVA adalah data kadar kolestero hasil pengurangan kadar kolesterol setelah perlakuan dan kadar kolesterol hiperkolesterolemia. Uji ANOVA merupakan uji statistik yang digunakan untuk membandingkan dua atau lebih mean secara simultan. ANOVA adalah teknik analisis statistik yang dapat memberi

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 jawaban atas ada tidaknya perbedaan skor pada masing-masing kelompok. Apabila data dengan skala pengukuran numerik tetapi tidak memenuhi untuk uji parametrik (misalnya distribusi data tidak normal), maka dilakukan uji nonparametrik yang merupakan alternatif dari uji parametriknya. Alternatif uji one way anova adalah uji Kruskal-Wallis (Dahlan,2011).

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil dan Pembahasan Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian penelitian eksperimental laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan di LPPT Unit 4 Universitas Gadjah Mada selama 42 hari. Berikut ini adalah hasil dari penelitian yang telah dilakukan. 1. Determinasi Tumbuhan Tujuan dari determinasi tumbuhan agar tumbuhan yang diambil sesuai dengan tumbuhan yang akan digunakan untuk penelitian sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan bahan. Tumbuhan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tumbuhan tempuyung. Determinasi tanaman dilaksanakan di Laboratorium Sistematik Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Dari hasil determinasi yang dilakukan (lampiran 5), menunjukkan bahan yang digunakan pada penelitian ini memang benar tumbuhan tempuyung (Sonchus arvensis). Berikut ini kunci determinasi tumbuhan tempuyung. 1b - 2b - 3b - 4b - 6b - 7b - 9b - 10b - 11b - 12b - 13b - 14a -15a (109. tanaman golongan 8) 109b - 120a - 121a - 122a (121. Famili Compositae) 1b - 12b - 23b (24. Sonchus) 2. Kondisi Hiperkolesterolemia pada Mencit Jantan Penelitian yang dilaksanakan tidak melalui masa aklimatisasi karena mencit yang digunakan untuk penelitian diperoleh di laboratorium yang 31

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 digunakan untuk penelitian, sehingga mencit-mencit tersebut sudah terbiasa dengan lingkungan laboratorium. Sehingga penelitian dimulai dengan mengambil darah mencit awal yang digunakan sebagai data kadar kolesterol total darah mencit normal. Selanjutnya mencit-mencit tersebut diinduksi dengan makanan diet tinggi lemak yang terdiri dari 6 % kuning telur, 10 % minyak babi, dan 84 % pakan standar selama 35 hari dan pada hari ke-36 mencit-mencit tersebut diukur kembali kadar kolesterolnya. Hasil pengukuran kadar kolesterol pada hari ke-36 ini digunakan sebagai data kadar kolesterol total darah mencit hiperkolesterolemia. Data kadar kolesterol selama penelitian terlampir dalam lampiran 3. Kadar kolesterol darah mencit normal dan hiperkolesterolemia dapat dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4.1. Kadar Kolesterol Darah Mencit Normal dan Hiperkolesterol Kadar Kolesterol (mg/dL) ± SD Perlakuan Normal Hiperkolesterolemia Kontrol Negatif 167,68 ± 31.85 175,38 ± 29,30 Kontrol Posistif 155,02 ± 21,33 223,60 ± 37,91 Dosis I 146,60 ± 29,17 215,92 ± 22,11 Dosis II 133,48 ± 11,30 184,92 ± 32.03 Dosis III 139,98 ± 25,16 235,52 ± 59,08 Keterangan : - Kontrol Negatif = aquadest - Kontrol Positif = simvastatin - Dosis I = infusa daun tempuyung dengan dosis 812,6 mg/kgBB - Dosis II= infusa daun temuyung dengan dosis 1425,31 mg/kgBB - DosisII= infusa daun tempuyung dengan dosis 2500 mg/kgBB Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa rata-rata kadar kolesterol total darah mencit yang mendapat perlakuan hiperkolesterol menunjukkan kadar kolesterol total yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar kolesterol awal atau kadar kolesterol normal (awal). Hal ini juga sesuai

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 dengan hasil uji statististik yaitu uji t (Lampiran 6) dengan membandingkan kadar kolesterol normal dan Hiperkolesterolemia, dari hasil uji t tersebut didapat perbedaan yang nyata antara kadar kolesterol normal dan hiperkolesterolemia yaitu Phitung>Ptabel. Dengan demikian pemberian makanan tinggi lemak yang terdiri dari 6 % kuning telur, 10% minyak babi dan 86 % pakan standar dapat meningkatkan kadar kolesterol total darah mencit. Peningkatan kadar kolesterol juga dapat dilihat pada gambar 4.1. Gambar tersebut menunjukkan peningkatan kadar koleterol darah mencit hiperkolesterolemia dibandingkan dengan kadar kolesterol keadaan normal. 250 200 150 Kadar Kolesterol Normal 100 Kadar Kolesterol Hiperkolesterolemia 50 0 1 2 3 4 5 Gambar 4.1: Diagram Kadar Kolesterol Darah Mecit Normal dan Hiperkolesterolemia (mg/dL)

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Salah satu sumber penyebab kenaikan kadar kolesterol di dalam darah adalah konsumsi makanan yang mengandung kolesterol maupun lemak jenuh. Sumber kolesterol berasal dari produk hewani seperti daging, limpa, otak, ginjal, kuning telur dan udang (Almatsier, 2009). Kuning telur mengandung 220-250 mg kolesterol sehingga pemberian pakan yang mengandung kuning telur sebanyak 2,02 gram dapat menaikkan kadar kolesterol (Saragih, 2009). Kadar kolesterol darah yang meningkat memiliki pengaruh negatif terhadap jantung dan pembuluh darah dan hal ini sudah diketahui oleh masyarakat luas. Namun ada salah pengertian seolah-olah yang paling berpengaruh terhadap kenaikan kolesterol darah adalah kadar kolesterol dari makanan sehingga banyak produk makanan, bahkan minyak goreng diiklankan sebagai nonkolesterol. Faktor makanan yang paling berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah adalah lemak total, lemak jenuh dan energi total. Kolesterol dalam tubuh terutama diperoleh dari hasil sintesis di dalam hati, kolesterol makanan sebenarnya hanya sedikit meningkatkan kadar kolesterol. Jumlah kolesterol yang disintesis bergantung pada kebutuhan tubuh dan jumlah yang diperoleh dari makanan. Bahan bakunya diperoleh dari karbohidrat protein atau lemak. 3. Penurunan Kadar Kolesterol Kolesterol merupakan komponen essential membran struktural semua sel dan merupakan komponen utama sel otak dan sel saraf. Namun apabila terdapat kolesterol dalam jumlah yang banyak di dalam darah dapat

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan yang disebut aterosklerosis (Almatsier, 2009). Aterosklerosis dapat dicegah dengan cara menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Dalam penelitian ini digunakan infusa daun tempuyung untuk menurunkan kadar kolesterol. Dosis infusa daun tempuyung yang digunakan adalah 812,6 mg/kgBB, 1425 mg/kgBB, dan 2500 mg/kgBB. Sebelum perlakuan infusa daun tempyung mencit kelompok kontrol positif dan dosis I, II , III ditimbang terlebih dahulu untuk menentukan volume simvasatin dan infusa daun tempuyung yang akan diberikan ke mencit. Volume simvastatin dan infusa daun tempuyung serta contoh perhitungannya terlampir dalam lampiran 3 Perlakuan infusa daun tempuyung diberikan selama 7 hari. Sebelum Pada hari ke-8 setelah perlakuan diukur kembali kadar kolesterolnya. Hasil pengukuran kadar kolesterol ini digunakan sebagai data kadar kolesterol darah mencit setelah perlakuan. Hasil Pengukuran kadar kolesterol darah mencit hiperkolesterolemia dan setelah perlakuan dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut: Tabel 4.2. Hasil Pengukuran Kadar Kolesterol Hiperkolesterolemia dan setelah Perlakuan Kelompok Kontrol Negatif Kontrol Positif Dosis I Kadar Koleterol total (mg/dL) Hiperkolesterolemia Setelah Selisih Perlakuan penurunan 175,38 104,7 70,68 223,6 104,48 119,12 215,92 107,2 108,72

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Kelompok Kadar Koleterol total (mg/dL) Hiperkolesterolemia Setelah Selisih Perlakuan penurunan 184,92 92,78 92,14 235,52 129,28 106,24 Dosis II Dosis III Keterangan : - Kontrol Negatif = aquadest - Kontrol Positif = suspensi simvastatin - Dosis I = infusa daun tenpuyung dengan dosis 812,6 mg/kgBB - Dosis II= infusa daun tenpuyung dengan dosis 1425,31 mg/kgBB - Dosis III= infusa daun tenpuyung dengan dosis 2500 mg/kgBB Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa rata-rata kolesterol pada darah mencit setelah mendapat perlakuan masing-masing, penurunan kadar kolesterol total terbesar ditunjukkan oleh kelompok kontrol positif, dengan selisih penurunan dari hiperkolesterolemia ke setelah perlakuan 119,12 mg/dL). Sedangkan penurunan kadar kolesterol terendah ditunjukkan oleh kelompok kontrol negatif dengan selisih penurunan dari hiperkolesterol ke setelah perlakuan 70,68 mg/dL. Penurunan kadar kolesterol keadaan hiperkolesterolemia dan kadar kolesterol setelah perlakuan dapat dilihat pada gambar 4.2.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 250 200 150 Kadar Kolesterol Hiperkolesterolemia 100 Kadar Kolesterol sesudah Perlakuan 50 0 1 Gambar 2 4.2. 3 4 5 Diagram Pengukuran Kadar Kolesterol Hiperkolesterolemia dan sesudah Perlakuan Gambar 4.2 menunjukkan bahwa terjadi perubahan kadar kolesterol total hiperkolesterolemia dan setelah mendapat perlakuan pada masingmasing kelompok. Untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan bermakna atau tidak terhadap perubahan kadar kolesterol pada masing-masing kelompok setelah 8 hari perlakuan dilakukan juga uji statitistik. Uji statistik yang dilakukan adalah Uji t (lampiran 7). Hasil uji t terlihat pada tabel 4.6. Tabel 4.3 Hasil Uji t (Paired-Samples T Tast) kadar Kolesterol pada Mencit Jantan Kelompok Kontrol (-) Hiperkolesterol Kontrol (+) Hiperkolesterol Dosis I Hiperkolesterol Kontrol (-) sesudah perlakuan Kontrol (+) sesudah perlakuan Dosis I sesudah perlakuan 0.002s 0,000s 0,000s Dosis II sesusah perlakuan Dosis III sesudah Perlakuan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Kelompok Kontrol (-) sesudah perlakuan Kontrol (+) sesudah perlakuan Dosis I sesudah perlakuan Dosis II sesusah perlakuan Dosis III sesudah Perlakuan Dosis II 0,008s Hiperkolesterol Dosis III 0,002s Hiperkolesterol Keterangan: Nilai sig=<0.05, rata-rata kadar kolesterol total darah mencit hiperkolesterolemia dan sesudah perlakuan (berbeda nyata) s = siginifikan Kontrol Negatif = aquadest Kontrol Positif = suspensi simvastatin Dosis I = infusa daun tempuyung dengan dosis 812,6 mg/kgBB Dosis II= infusa daun tempuyung dengan dosis 1425,31 mg/kgBB DosisII= infusa daun tempuyung dengan dosis 2500 mg/kgBB Berdasarkan tabel 4.3. hasil uji Paired-samples T test, pada kelompok kontrol negatif nilai sig. 0,002 (p<0,05), ini berarti perlakuan aquadest pada kelompok kontrol negatif, memiliki pengaruh yang signifikan dalam penurunan kadar kolesterol total darah mencit. Pada kelompok kontrol posistif yang diberi suspensi simvastatin menunjukkan bahwa simvastatin memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan kadar kolesterol total mencit. Hal ini ditunjukkan (lampiran 7b) dengan nilai signifikan 0,000 (p<0,05). Pada kelompok dosis 812,6 mg/kgBB berdasarkan uji statistik (lampiran 7c dan tabel 4.3.) memiliki nilai sig.0,000 (p<0,05) yang berarti antara kelompok dosis I hiperkolesterol dan setelah perlakuan signifikan, hal ini menunjukkan bahwa pemberian infusa daun tempuyung dengan dosis 812,6 mg/kgBB memberikan pengaruh yang signifikan dalam penurunkan kadar kolestesterol total darah mencit. Pada kelompok dosis III yaitu dosis infusa daun tempuyung 1425,31 mg/kgBB

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 berdasarkan uji statistik (lampiran 7d dan tabel 4.3.) memiliki nilai sig.0,008 (p<0,05) yang berarti antara kelompok dosis II hiperkolesterol dan setelah perlakuan signifikan, hal ini menunjukkan bahwa pemberian infusa daun tempuyung dengan dosis 1425,31 mg/kgBB memberikan pengaruh yang signifikan dalam penurunan kadar kolestesterol darah mencit. Pemberian infusa dauan tempuyung dengan dosis 2500 mg/kgBB memberikan pengaruh yang signifikan dalam penurunkan kadar kolestesterol darah mencit. Berdasarkan uji statistik (lampiran 7e dan tabel 4.3) kelompok dosis III memiliki nilai sig.0,002 (p<0,05) yang berarti antara kelompok dosis III hiperkolesterol dan setelah perlakuan signifikan. Untuk mengetahui perubahan kadar kolesterol pada masing-masing kelompok setelah 7 hari perlakuan apakah bermakna atau tidak, maka dilakukan uji statistik terhadap kadar kolesterol total darah mencit hiperkolesterolemia dan setelah perlakuan. Uji statistik yang dilakukan adalah uji ANOVA One way. Sebelum dilakukan uji ANOVA, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Apabila data yang diperoleh tidak homogen dan terdistribusi tidak normal maka uji ANOVA one Way tidak dapat dilakukan. Hasil uji normalitas dan uji homogenitas data kadar kolesterol darah mecit hiperkolesterolemia dan sesudah perlakuan adalah sebagai berikut:

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan mengetahui faktor variabel berdistribusi normal atau tidak (uji normalitas terlampir pada lampiran 8a, 9a, dan 10a). Hasil analisa statistik normalitas dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut: Tabel 4.4. Tes Normalitas Kadar Kolesterol Total Darah Mencit Hiperkolesterolemia dan setelah Perlakuan Kolmogorov-Smirnova Mean Df Sig. Hiperkolesterolemia 207.06 25 0.814 Setelah Perlakuan 107.68 25 0.813 Selisih penurunan 99.38 25 0.838 Kadar Kolesterol Berdasarkan hasil uji normalitas, diperoleh kadar kolesterol total darah mencit pada keadaan hiperkolesterolemia memiliki probabilitas kesalahan 0.814>0.05 yang berarti Ho ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data kadar kolesterol total hiperkolesterolemia berdistribusi normal. Kemudian pada kadar kolesterol total darah mencit sesudah perlakuan memiliki probalitas kesalahan 0.517>0,05 dengan demikian Ho ditolak dan uji statistik ini menunjukkan data pengukuran kadar kolesterol total setelah perlakuan berdistribusi normal. Begitu juga selisih kadar kolesterol normal dan setelah perlakuan diperoleh p=0.619 dengan demikian Ho ditolak dan uji statistik ini menunjukkan data selisih kadar kolesterol total setelah perlakuan dan pada keadaan hiperkolesterolemia berdistribusi normal.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 b. Uji Homogenitas Uji homogenitas atau test homogenity of variance digunakan untuk mengetahui apakah variabel identik atau tidak identik (uji homogenitas terlampir pada lampiran 8b, 9b dan 10b) Hasil analisa statistik uji homogenitas dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut: Tabel 4.5. Uji Homogenitas Kadar Kolesterol Total Darah Mencit Hiperkolesterolemia dan setelah Perlakuan Kadar Kolesterol Levene df1 df2 Sig Statistik Hiperkolesterolemia .990 4 20 .436 Sesudah Perlakuan .355 4 20 .837 Selisih pretest dan 1.482 4 20 .245 posttest Berdasarkan tabel 4.5. nilai levene statistik untuk kadar kolesterol total darah mencit hiperkolesterolemia adalah 0.990 dengan probalitas kesalahan (sig.) 0,436 hal ini berarti 0,436>0,05 dengan demikian data kadar kolesterol total darah mencit hiperkolesterolemia identik atau penelitian tiap ulangan adalah homogen. Untuk kadar kolesterol total darah mencit sesudah perlakuan nilai levene statistiknya sebesar 0,837 dengan probalitas kesalahan (sig) 0,507, maka ini menunjukkan bahwa data kadar kolesterol total darah mencit sesudah perlakuan identik atau penelitian tiap ulangan adalah homogen. Nilai levene statistik untuk selisih kadar kolesterol total darah mencit hiperkolesterolemia dan setelah perlakuan adalah 1,482 dengan probalitas kesalahan (sig.) 0,245 hal ini berarti 0,0,245>0,05 dengan demikian data selisih kadar

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 kolesterol total darah mencit hiperkolesterolemia dan setelah perlakuan identik atau penelitian tiap ulangan adalah homogen Berdasarkan hasil uji normalitas dan uji homogenitas diperoleh bahwa data selisih antara kadar kolesterol total mencit hiperkolesterolemia dan sesudah perlakuan terdistribusi normal dan datanya homogen atau identik. Oleh sebab itu, uji ANOVA dapat dilakukan. Untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan yang bermakna atau tidak terhadap kadar kolesterol total darah mencit setelah perlakuan, dilakukan juga uji statistik. Berdasarkan hasil uji ANOVA One Way didapat p=0,124 (p>0,05) (lampiran 10c). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata penurunan kolesterol dari kelima perlakuan. Karena uji Anova menunjukkan hasil yang tidak signifikan maka uji lanjutan untuk mengetahui kelompok mana yang memberikan beda nyata dalam penurunan kadar koelsterol tidak dapat dilakukan. Dalam penelitian ini aquadest juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah mencit. Menurut Anonim (2013), perbanyak minum air putih juga akan meningkatkan metabolisme yang juga akan melunturkan lemak dan kolesterol. Berdasarkan tabel 4.2. dari ketiga dosis infusa daun tempuyung yang paling besar menurunkan kadar kolesterolmmencit hiperkolesterolemia adalah dosis I yaitu infusa daun tempuyung dengan dosis 812,6 mg/kgBB. Dari ketiga dosis ini dosis 816,2 mg/kgBB merupakan titik optimal dari ketiga dosis yang digunakan sehingga memberikan efek penurunan yang paling besar. Apabila dosis yang

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 digunakan melebihi titik optimal dosis tersebut masih dapat menurukan kadar kolesterol namun efeknya lebih kecil. Tidak menutup kemungkinan bahwa dosis dibawah dosis I memberikan efek penurunan kadar kolesterol yang lebih besar. Oleh karena itu perlu dilakuan variasi dosis lagi. Kebanyakan obat diubah di dalam hati, kadang-kadang dalam ginjal. Kalau fungsi hati tidak baik maka obat yang biasanya diubah dalam hati tidak mengalami perubahan atau hanya sebagian yang diubah. Hal tersebut mnyebabkan efek obat berlangsung lebih lama dan obat menjadi toksik. Respon obat terhadap dosis obat yang rendah biasanya meningkat sebanding langsung dengan dosis. Namun dengan meningkatnya dosis peningkatan repon menurun. Pada akhirnya tercapailah dosis yang tidak dapat meningkatkan respon lagi (lamidi, 1995). Perlakuan infusa daun tempuyung dengan dosis 812,6 mg/kgBB mampu memberikan pengaruh penurunan paling besar terhadap penurunan kadar kolesterol darah mencit dan perlakuan infusa daun tempuyung dengan dosis II yaitu dengan dosis 1425,31 memberikan pengaruh penurunan paling rendah diantara ketiga dosis yang diberikan. Menurut Malole dalam Puti (2013), efek farmakologi suatu obat dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor antara lain: a. Pada penelitian ini rute pemberian obat diberikan secara oral. Rute pemberian oral memberikan efek sistemik dan dilakukan melalui mulut kemudian masuk saluran intestinal (lambung) dan penyerapan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 obat melalui membran mukosa pada lambung dan usus. Pemberian peroral akan memberikan onset paling lambat karena melalui saluran cerna dan perlu proses metabolisme sehingga lambat diadsorbsi oleh tubuh. Selain itu pemberian secara oral membutuhkan dosis yang paling besar diantara rute pemberiannya karena melalui metabolisme di hati. b. Bobot tubuh dan luas permukaan tubuh berpengaruh dalam hasil percobaan. Bobot dan luas permukaan tubuh yang besar akan lebih membutuhkan lebih banyak dosis dibandingkan dengan yang memiliki bobot dan luas permukaan yang kecil untuk mendapatkan data kuantitatif yang akurat pada efek farmakologis yang terjadi. c. Status kesehatan dan nutrisi berpengaruh terhadap hasil percobaan karena efek yang dihasilkan dalam dosis akan cepat diserap oleh tubuh dan berlangsung cepat efek yang dihasilkan. d. Usia hewan memiliki pengaruh yang nyata terhadap kerja obat. Hewan yang berusia lebih muda tentu saja membutuhkan dosis yang lebih sedikit dibanding yang lebih tua. e. Tingkat resistensi dari hewan percobaan yang berbeda-beda. Hewan percobaan yang lebih resisten tentu mengakibatkan onset dan durasi obat menjadi lebih cepat dari pada seharusnya atau tidak timbul efek pada hewan percobaan walaupun diberikan injeksi sesuai dosis yang telah ditentukan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 f. Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hasil percobaan antara lain pemeliharaan lingkungan fisiologik, suplai oksigen. Meningkatnya kejadian penyakit infeksi pada hewan percobaan disebabkan karena kondisi lingkungan yang jelek di mana hewan itu tinggal. Maka dengan meningkatnya penyakit infeksi dan disertai dengan keadaan nutrisi yang jelek pula akan berakibat resistensi tubuh menurun sehingga berpengaruh terhadap hasil suatu percobaan. Jadi untuk menghasilkan hasil percobaan yang baik faktor eksternal tersebut harus disesuaikan dengan karateristik hewan percobaan agar hewan tersebut tidak stress. Karena kalau stress akan menghambat percobaan. Perlakuan infusa daun tempuyung secara statistik mampu menurunkan kadar kolesterol . Tempuyung mengandung banyak senyawa kimia, seperti golongan flavonoid (kaemferol, luteolin-7-O-glukosida dan apigenin-7-Oglukosida), kumarin, taraksasterol serta asam fenolat bebas. Kandungan flavonoid total dalam daun tempuyung 0,1044%, akar tanaman 0,5% dengan jenis yang terbesar adalah apigenin-7-O-glikosida (3,4,5) (Setyawan, 2012). Kandungan kimia dalam daun tempuyung yang dapat digunakan sebagai obat penurun kadar kolesterol adalah saponin dan flavonoida. Menurut Dewangga (2009), Ekstrak etanolik daun tempuyung dapat menurunkan kadar kolesterol total serum tikus putih (Rattus Norvegicus L.) galur Wistar Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dewangga ini digunakan tiga dosis ekstrak etanolik daun tempuyung yang diberikan

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 selama 14 hari yaitu dosis 10, 20, 40 mg/kg BB/hari. Berdasarkan uji anova yang dilakukan efek terbesar ditunjukkan oleh kelompok dosis 40 mg/kgBB yang ekstrak etanolik daun tempuyung mampu menurunkan kadar kolesterol total serum tikus putih. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan Arief, dkk (2012) menunjukkan bahwa kandungan flavonoid dan Saponin dalam bunga karamunting mampu menurunkan kadar kolestrol total pada tikus yang diinduksi PTU. Flavonoid dalam tempuyung mampu mengurangi sintesis kolesterol dengan cara menghambat aktivitas enzim ACAT pada sel HepG2 yang berperan dalam penurunan esterifikasi kolesterol pada usus dan hati, serta menghambat aktivitas enzim 3-hidroksi-3-meti-glutaril-Coa yang menyebabkan penghambatan sintesis kolesterol. Flavonoid dalam daun tempuyung berperan menurunkan penyerapan kolesterol dan asam epedu pada usus halus demi menginduksi peningkatan ekskresi fekal asam empedu dan steroid. Hal ini menyebabkan hati lebih banyak merubah kolesterol dalam tubuh menjadi empedu yang akibatnya dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan aktivitas reseptor kolesterol LDL, yang mengakibatkan peningkatan laju penurunan kadar kolesterol. Setiap hari, sekitar 1 gram kolesterol dikeluarkan dari tubuh. Sekitar separuhnya diekskresikan di dalam tinja setelah mengalami konversi menjadi asam empedu. Sisanya diekskresikan sebagai kolesterol. Koprostanol adalah senyawa utama dalam tinja di mana senyawa ini dibentuk dari kolesterol oleh bakteri usus bagian bawah. Tempuyung dalam daun tempuyung juga

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, saponin mampu menurunkan konsentrasi kolesterol serum darah dengan mengikat dan mencegah absorbsi kolesterol karena interaksi saponin-kolesterol merupakan kompleks yang tidak larut. Absorbsi kolesterol yang rendah menurunkan konsentrasi kolesterol serum darah dan memaksa meningkatnya metabolisme kolesterol dalam hati. Saponin juga dapat menguras kolesterol darah dengan membatasi penyerapan kembali dan meningkatkan ekskresi (Prahastuti,dkk, 2011). Pada penelitian ini tidak dilakukan uji untuk mengetahui kandungan apa saja yang terdapat dalam daun tempuyung dan berapa kadar zat-zat tersebut serta belum terbukti zat flavoniod atau saponin yang menurunkan kadar kolesterol total darah mencit B. Implementasi Penelitian dalam Pembelajaran Berbagai pengetahuan aspek penelitian bermanfaat dalam meningkatkan termasuk dalam bidang pendidikan. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan literatur dalam proses pembelajaran di SMA kelas XI semester I pada materi sistem peredaran darah manusia khususnya subbab gangguan/penyakit yang mungkin terjadi dalam sistem peredaran darah pada manusia pada kompetensi dasar 3.6 menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dan mengaitkannya dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan mekanisme peredaran darah serta gangguan fungsi yang mungkin

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 terjadi pada sistem sirkulasi manusia melalui studi literatur, pengamatan, percobaan, dan simulasi. Pengaplikasian materi sistem peredaran darah pada manusia dilakukan dengan pendekatan scientific di mana siswa diajak untuk mengamati, menanya, mengolah menyajikan, menyimpulkan dan mencipta. Pembelajaran dilakukan dengan metode diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi dan praktikum. guru menuntun siswa untuk menentukan sistem peredaran darah pada manusia. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai jurnal yang dapat digunakan sebagai bahan literatur untuk menjawab teknologi atau obat-obatan yang dapat digunkan untuk mengobati penyakit atau ganggunan yang bekaitan dengan penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia. Hasil pembelajaran dikomunikasikan/dipresentasikan di depan kelas dan kelompok. Silabus, RPP, beserta kelengkapannya terlampir dalam lampiran 10 dan 11.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Pemberian infusa daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) 10 % dengan dosis 812,60 mg/kgBB, 1425,31 mg/kgBB dan 2500 mg/kgBB dapat menurunkan kadar kolesterol darah mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDY 2. Belum ditemukan dosis infusa daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) yang paling efektif untuk menurunkan kadar kolesterol darah mencit jantan (Mus musculus L.) galur DDY B. Saran 1. Perlu dilakukan pengujian daun tempuyung sebagai penurun kadar kolesterol yang dibuat dalam bentuk sediaan lain misalnya ekstrak. 2. Perlu dilakukan penelitian pengujian pengaruh infusa daun tempuyung terhadap penurunan kadar kolesterol darh mencit betina. 3. Perlu dilakukan variasi dosis agar dapat diketaui dosis berapa yang paling efektif dalam penurunkan kadar kolesterol. 4. Diperlukan penelitian lanjut apakah saponon atau flavonoid yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDY. 49

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Anonim. 2013. Langkah Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat. Dalam http://pengobatankolesterol.com/2013/12/langkah-menurunkan-kadarkolesterol-jahat//. Diakses 16 Agustus 2014 Anonim. 2014. Simvastatin. http://www.hexpharmjaya.com/ page/simvastatin.aspxm. Diakses Sabtu 7 Maret 2014. Arief, M. I., Novriansyah, R., Budianto, I. T., Harmaji, M. B. 2012. Potensi Bunga Karamunting (Melastoma malabathricum L.) terhadap Kadar Kolesterol Total dan Trigliserida pada Tikus Putih Jantan Hiperlipidemia yang Diinduksi Propiltiourasil. Prestasi. I (2): 2089-9122. Dahlan, M. Sopiyudin.2011. Statistik untuk Kedokteran Kesehatan. Salemba Medika: Jakarta Dewangga, Vector Stephen. 2009. Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Tempuyung (Sonchus Arvensis L.) terhadap Kadar Kolesterol Total Serum dan Gambaran Histologi Hepar Tikus Putih (Rattus Norvegicus L.) Galur Wistar. Skripsi. Universitas negeri Semarang: Semarang Girindra, Aisyah. 1990. Biokimia 1. Jakarta: Gramedia Lamidi, Sofyan. 1995. Farmakologi Umum I. EGC : Jakarta. Manganti, Irena. 2011. 40 Resep Ampuh Tanaman Obat untuk Menurunkan Kolesterol dan Mengobati Asam Urat. Yogyakarta: Pinang Merah Publisher Murray, R.K., Granner, D. K., Rodwel, V.W. 2009. Biokimia Harper Edisi 27. EGC: Jakarta Permatasari, N. 2012. Intruksi Kerja Pengambilan Darah Perlakuan dan Injeksi pada Hewan Uji Coba. Universitas Brawijaya: Malang 50

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Prahastuti, S., Tjahjani, S., Hartini, E. 2011. Efek Infusa Daun Salam (Sygium polyyanthum (Wight) Walp) terhadap penurunan Kadar Kolesterol Total Darah Tikus Model Dislipidemia Galur Wistar. Jurnal Medika Planta. I (4). Puti, Gledys Tham. 2013. Laporan Penanganan Hewan. Dalam http://www.scribd.com/doc/132203436/laporan-penanganan-hewan. Diakses 28 Juli 2014 Rukmana, R. (1995). Bertanam Seledri. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Saragih, Suparman. 2009. Pengaruh Infus Daun Seledri (Apium graviolens. L.) terhadap Kadar Kolesterol Serum Darah Marmot (Cavia cobaya). Skripsi. Universitas Sumatera Utara: Medan Septriyan. 2012. Simvastatin. Dalam http://septiriyan.wordpress.com/2012/ 10/08/simvastatin/ Diunduh Sabtu, 8 Maret 2014 Setyawan, Aditya Budi. 2012. Manfaat Tempuyung. Dalam http://herbal-sehatindonesia.blogspot.com/2012/04/manfaat-tempuyung.html. Diunduh Senin, 17 Maret 2014. Syaputri, Yolani, 2012. Identifikasi Metabolit Sekunder. http://yolanisyaputri.blogspot.com/2012/01/identifikasi-metabolitsekunder.html. Diakses 17 Agustus 2014 Dalam Sucipto, Tirto. 2011. Fungsi Lemak dan Akibat Kelebihan. Dalam http://thyrto.blogspot.com/2011/08/fungsi-lemak-dan-akibat-kelebihan.html. Diakses 17 Agustus 2014 Tamahatta, Randi S. 2012. Tanaman Tempuyung. Diakses Dalam http://djradeoelectromix.blogspot.com/2012/04/tanaman-tempuyung.html. Diakses, Sabtu, 8 Maret 2014 Triana dan Nurhidayat. 2006. Pengaruh Pemberian Beras yang Difermentasi oleh Monascus purpureus Jmba terhadap Darah Tikus Putih (Rattus Sp.) Hiperkolesterolemia. Biodiversitas. VII (4): 317-321 Wijayanto, Pandu. 2013. Pemeriksaan Kolesterol. Diakses dalam http://turnerilmu21.blogspot.com/2013/07/pemeriksaan-kolesterol.html. Diakses Selasa, 18 Maret 2014. Yovina, Santi. 2012. Kolesterol Siapa Takut: Panduan Hidup Sehat Tanpa Kolesterol. Yogyakarta: Pinang Merah Publisher

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Lampiran 1: Bagan Alur Penelitian Alur Pengerjaan Penelitian Mencit 1. Diukur kadar kolesterol Kadar kolesterol awal 2. Diberikan perlakuan MDLT selama 35 hari Diukur kadar kolesterol Kadar kolesterol Hiperkolesterolemia 3. Diberikan perlakuan dengan dan pemberian infus tempuyung dan pemberian suspensi simvastatin serta aquadest selama 7 hari Diukur kadar kolesterol pada hari ke-8 setelah perlakuan Kadar kolesterol pada hari ke-8 setelah perlakuan

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Lampiran 2: Tabel Konversi Dosis dan Perhitungan Dosis Simvatatin a. Konversi Perhitungan Dosis Antar Jenis Hewan Mencit 20 g Tikus 200 g Marmot 400 g Kelinci 1,5 kg Kera 4 kg Anjing 12 kg Manusia 70 kg Mencit 20 g 1,0 Tikus 200 g 7,0 Marmot 400 g 12,25 Kelinci 1,5 kg 27,8 Kera 4 kg 64,1 Anjing 12 kg 124,3 Manusia 70 kg 387,9 0,14 1,0 1,74 3,0 9,2 17,8 56,0 0,008 0,57 1,0 2,25 5,2 10,2 31,5 0,04 0,25 0,44 1,0 2,4 4,5 14,2 0,016 0,11 0,19 0,42 1,0 1,9 6,1 0,008 0,06 0,10 0,22 0,52 1,0 3,1 0,0026 0,018 0,031 0,07 0,16 0,32 1,0 b. Perhitungan Dosis Simvastatin  Dosis Simvastati yang Digunakan manusia adalah 10 mg  Dosis simvastatin 10 mg untuk manusia dengan berat badan 70 kg dikonversikan pada mencit 20 gram faktor konversi adalah 0,0026 

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Lampiran 3: Volume Simvastatin dan Infusa Daun Tempuyung yang diberikan Volume Suspensi Simvastatin dan Infusa Daun Tempuyung yang Diberikan No Kelompok Hewan Kontrol Positif Dosis 812,6 mg/kgBB Dosis 1425,31 mg/kgBB Dosis 2500 mg/kgBB 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Berat Badan (gram) 42,1 37 37,2 39,4 43,2 41,8 37 37,2 39,4 43,1 42,1 40,7 38,6 35,8 41,4 37 39,6 41,2 35,2 46 Volume yang Diberikan (mL) Simvastatin 0,54 0,48 0,48 0,51 0,56 Infusa Daun Tempuyung 0,34 0,3 0,302 0,32 0,35 0,6 0,58 0,55 0,51 0,59 0,92 0.99 0,103 0,88 1,15  Contoh perhitungan volume simvatatin yang diberikan 1. Misalkan berat badan mencit 37 g 2. Dosis untuk mencit 37 g = 37/1000 X 1,3 mg/kgBB= 0,048 3. Konsentrasi simvastatin 0,01% = 0,01g/100 mL= 10 mg/100mL = 0,1mg/mL 4.  Contoh perhitungan volume infusa daun tempuyung 10% yang diberikan: 1. Misalkan berat badan mencit 37 gram 2. Dosis infusa 812,6 mg/kgBB 3. Konsentrasi infusa 10% =10g/100ml = 10000 mg/100 ml = 100 mg/ml 4. =0,30 mL

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Lampiran 4: Data Kadar Kolestrol Total Mencit Data Kadar Kolestrol Total Mencit selama Penelitian Kadar Kolestrol (mg/dL) Kelompok Kontrol Negatif Hewan Awal 178,8 187,0 195,9 115,5 161,2 838,4 167,68 31,85 Hiperkolesterol 171,3 189,3 211,9 132,0 172,4 876,9 175,38 29,30 Setelah Perlakuan 112,9 113,9 117,6 90,1 89,0 523,5 104,7 13,95 1 2 3 4 5 168,9 151,5 174,7 159,7 120,3 775,1 155,02 21,33 188,6 241,5 276,3 225,7 185,9 1118 223,6 37,91 102,8 123,2 122,3 104,4 69,7 522,4 104,48 21,68 85,8 118,3 154 121,3 116,2 595,6 119,12 1 2 3 4 5 140,9 173,7 172,7 102,5 143,2 733 146,6 29,17 209,6 236,6 230,7 180,8 221,9 1079,6 215,92 22,11 104,1 132,1 103,6 77,7 118,5 536 107,2 20,25 105,5 104,5 127,1 103,1 103,4 543,6 108,72 10,32 1 2 3 4 5 130,4 125,5 150,7 138,2 122,6 667,4 133,48 11,30 202,5 153,9 205,7 215,7 146,8 924,6 184,92 32,03 81,4 97,2 107,4 103,9 74,0 463,9 92,78 14,48 121,1 56,7 98,3 111,8 72,8 1 2 3 4 5 Jumlah Rata-rata SD Kontrol Positif Jumlah Rata-rata SD Dosis 1 Jumlah Rata-rata SD Dosis 2 Jumlah Rata-rata SD Selisih Penurunan 58,4 75,4 94,3 41,9 83,4 353,4 70,68 20,74 92,14

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Dosis 3 Jumlah Rata-rata SD 1 2 3 4 5 130,2 177,4 127,4 112,9 152,0 699,9 139,98 25,16 192,6 206,2 227,5 212,5 338,8 1177,6 235,52 59,08 106,1 143,4 140,2 107,4 149,3 646,4 129,28 20,83 86,5 62,8 87,3 105,1 189,5 531,2 106,24 48,91

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Lampiran 5: Hasil Determinasi Tanaman

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Lampiran 6. Analisis Statitik (Uji t) Kadar Kolesterol Total Awal dan Hiperkolesterolemia Paired Samples Statistics Pair 1 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Kolesterol_Normal 1.4865E2 5 13.20320 5.90465 Hiperkolesterolemia 2.0707E2 5 25.76744 11.52355 Paired Samples Correlations Pair 1 Kolesterol_Normal N Correlation Sig. 5 -.322 .598 & Hiperkolesterolemia Paired Samples Test Paired Differences 95% Interval Std. Mean Pair Kolesterol_Normal 1 Hiperkolesterolemia –5.84160E1 Confidence of Sig. the t Std. Error Difference Deviation Mean Lower df (2tailed) Upper 32.51307 14.54029 -98.78631 -18.04569 4.018 4 .016

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Lampiran 7. Analisis Uji t (Paired-Samples T-Tast) Kadar Kolesterol Total (Hiperkolesterol dan sesudah perlakuan) a. Kontrol Negatif Paired Samples Statistics Pair 1 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Kdar Kol1 175.38 5 29.304 13.105 Kdar_Kol2 1.0458E2 5 13.80895 6.17555 Paired Samples Correlations Pair 1 hewan & Kdar_Kol N Correlation Sig. 5 .756 .139 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval Std. Mean Pair Kdr 1 kol1 Kdar_Kol2 - Std. Error Deviation Mean 7.08000E1 20.91471 9.35334 of the Difference Sig. (2- Lower Upper t df tailed) 44.83096 96.76904 7.569 4 .002

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 b. Kontrol Positif Paired Samples Statistics Pair 1 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Hiperkolesterol_B 2.2360E2 5 37.90910 16.95347 Setelah_Perlakuan_B 1.0448E2 5 21.68218 9.69657 Paired Samples Correlations Pair 1 Hiperkolesterol_B & Setelah_Perlakuan_B N Correlation Sig. 5 .804 .101 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval Std. Mean Std. Error Deviation Mean of the Sig. Difference Lower (2Upper t df tailed) Pair Hiperkolesterol 1 B – Setelah 1.19120E2 24.19085 10.81847 89.08310 149.15690 11.011 4 .000 Perlakuan B c. Dosis 1 Paired Samples Statistics Pair 1 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Hiperkolesterol_C 2.1592E2 5 22.10898 9.88744 Setelah_Perlakuan_C 1.0720E2 5 20.25167 9.05682

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Paired Samples Correlations Pair 1 Hiperkolesterol_C & Setelah_Perlakuan_C N Correlation Sig. 5 .885 .046 Paired Samples Test Paired Differences 95% Std. Std. Mean Pair Hiperkolesterol_C 1 d. - Setelah_Perlakuan_C Error Deviation Mean Confidence Interval of the Sig. Difference Lower (2Upper t df tailed) 1.08720E2 10.31853 4.61459 95.90786 121.53214 23.560 4 .000 Dosis II Paired Samples Statistics Pair 1 Hiperkolesterol_d Mean N Std. Deviation Std. Error Mean 1.8492E2 5 32.02986 14.32419 5 14.48385 6.47738 Setelah_Perlakuan_D 92.7800 Paired Samples Correlations Pair 1 Hiperkolesterol_d & Setelah_Perlakuan_D N Correlation Sig. 5 .552 .334

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval Std. Mean Std. Error Deviation Mean of the Sig. Difference Lower (2Upper t df tailed) Pair Hiperkolesterol_d – 1 Setelah Perlakuan 9.21400E1 26.89411 12.02741 58.74656 125.53344 7.661 4 .002 D e. Dosis III Paired Samples Statistics Pair 1 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Hiperkolesterol_e 1.8492E2 5 32.02986 14.32419 Setelah_Perlakuan_E 92.7800 5 14.48385 6.47738 Paired Samples Correlations Pair 1 Hiperkolesterol_e & Setelah_Perlakuan_E N Correlation Sig. 5 .552 .334 Paired Samples Test Paired Differences 95% Interval Std. Mean Pair Hiperkolesterol_e 1 Setelah_Perlakuan_E - Std. Error Deviation Mean Confidence of the Sig. Difference Lower (2Upper t df tailed) 9.21400E1 26.89411 12.02741 58.74656 125.53344 7.661 4 .002

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Lampiran 8: Analisis Statistik Data Penetapan Kadar Kolesterol Total pada saat Hiperkolesterolemia a. Uji normalitas Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Kelompok 25 3.100 1.4434 1.1 5.1 Kadar_Kolesterol 25 2.0707E2 42.07341 132.00 338.80 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kelompok Kadar_Kolesterol 25 25 Mean 3.100 207.0680 Std. Deviation 1.4434 42.07341 Absolute .156 .127 Positive .156 .127 Negative -.156 -.078 Kolmogorov-Smirnov Z .779 .636 Asymp. Sig. (2-tailed) .579 .814 N Normal Parameters a Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 b. Uji Homogenitas Descriptives Kadar Kolesterol Hiperkolesterol 95% N Kontrol(-) Mean Std. Deviation Confidence Interval for Mean Std. Error Minimum Maximum Lower Upper Bound Bound 5 1.7538E2 29.30370 13.10501 138.9946 211.7654 132.00 211.90 Kontrol (+) 5 2.2360E2 37.90910 16.95347 176.5296 270.6704 185.90 276.30 Dosis I 5 2.1592E2 22.10898 9.88744 188.4681 243.3719 180.80 236.60 Dosis II 5 1.8492E2 32.02986 14.32419 145.1497 224.6903 146.80 215.70 Dosis III 5 2.3552E2 59.08212 26.42233 162.1599 308.8801 192.60 338.80 Total 25 2.0707E2 42.07341 8.41468 338.80 189.7010 224.4350 132.00 Test of Homogeneity of Variances Kadar_Kolesterol Levene Statistic df1 df2 Sig. .990 20 .436 4

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Lampiran 9: Analisis Statistik Data Penetapan Kadar Kolesterol Total setelah Perlakuan a. Uji Normalitas Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Kelompok2 50 3.150 1.4295 1.1 5.2 Kolesterol 25 1.0769E2 20.82979 69.70 149.30 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kelompok N Kadar Kolesterol 50 25 Mean 3.150 107.6880 Std. Deviation 1.4295 20.82979 Absolute .147 .127 Positive .147 .106 Negative -.147 -.127 Kolmogorov-Smirnov Z 1.038 .636 Asymp. Sig. (2-tailed) .231 .813 Normal Parameters a Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 b. Uji Homogenitas Descriptives Kolesterol 95% N Mean Std. Std. Deviation Error Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 1.1 5 1.0470E2 13.94579 6.23675 87.3840 122.0160 89.00 117.60 2.1 5 1.0448E2 21.68218 9.69657 77.5580 131.4020 69.70 123.20 3.1 5 1.0720E2 20.25167 9.05682 82.0542 132.3458 77.70 132.10 4.1 5 92.7800 6.47738 74.7959 110.7641 74.00 107.40 5.1 5 1.2928E2 20.82947 9.31522 103.4168 155.1432 106.10 149.30 4.16596 99.0899 116.2861 69.70 149.30 14.48385 Total 25 1.0769E2 20.82979 Test of Homogeneity of Variances Kolesterol Levene Statistic df1 df2 Sig. .355 20 .837 4

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Lampiran 10: Analisis Statistik Data Penurunan Kadar Kolesterol Total a. Uji Normalitas Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Kolesterol3 50 3.150 1.4295 1.1 5.2 Kdr_Kolestero 25 99.3800 31.58996 41.90 189.50 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kolesterol3 Kdr_Kolestero 50 25 Mean 3.150 99.3800 Std. Deviation 1.4295 31.58996 Absolute .147 .124 Positive .147 .124 Negative -.147 -.067 Kolmogorov-Smirnov Z 1.038 .619 Asymp. Sig. (2-tailed) .231 .838 N Normal Parameters a Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 b. Uji Homogenitas Descriptives Kelompok 95% Confidence Interval for Std. Std. N Mean Deviation Error 1.1 5 70.6800 20.74288 2.1 5 3.1 Mean Upper Bound Minimum Maximum 9.27650 44.9243 96.4357 41.90 94.30 1.1912E2 24.19085 10.81847 89.0831 149.1569 85.80 154.00 5 1.0872E2 10.31853 4.61459 95.9079 121.5321 103.10 127.10 4.1 5 92.1400 26.89411 12.02741 58.7466 125.5334 56.70 121.10 5.1 5 1.0624E2 48.91051 21.87345 45.5096 166.9704 62.80 189.50 6.31799 86.3403 112.4197 41.90 189.50 Total 25 99.3800 31.58996 Lower Bound Test of Homogeneity of Variances Kdr_Kolestero Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.482 20 .245 4 c. Uji Anova Penurunan kadar Kolesterol ANOVA Kdr_Kolesterol Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups 7000.352 4 1750.088 2.065 .124 Within Groups 16949.868 20 847.493 Total 23950.220 24

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Lampiran 11: Silabus SILABUS PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA Satuan Pendidikan : SMA Kelas : XI KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentangilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN PENILAIAN POKOK ALOKASI SUMBER WAKTU BELAJAR 12x45 menit  Buku siswa Struktur dan fungsi sel penyusun jaringan pada sistem sirkulasi  Nilai LKS 1.1 Mengagumi keteraturan Struktur dan Mengamati . dan kompleksitas ciptaan Fungsi sistem  Mengamati gambar jaringan Observasi Tuhan tentang struktur Peredaran dan fungsi sel, jaringan, darah organ penyusun sistem  Bagiandan terjadi hidup. bioproses pada yang bagian mahluk darah: - Sel-sel Darah. - Plasma Darah.  Golongan Darah.  Pembekuan darah.  Alat-alat  Kerja darah  Mengamati gambar jantung dan pembuluh darah sikap ilmiah  Mengamati gambar pembuluh darah yang mengalami dan keselamatan kerja kelainan. Portofolio Menanyakan dan  Laporan  Apa komponen darah tertulis hasil fungsinya?  Bagaimana ilmiah, darah dapat disirkulasikan ke seluruh tubuh kegiatan praktikum. dan melakukan fungsinya?  Apa sajakah penyakit yang Tes berhubungan dengan sistem  Buku biologi Campbell  Sumbersumber lain yang relevan  LKS  lancet, Anti-A, anti-B.  Tensimeter.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Peredaran peredaran darah. diakibatkan  Proses darah yang oleh kadar kolesterol yang tinggi dalam peredaran tubuh manusia dan bagaimana darah. cara mengatasinya.  Kelainan- Mengumpulkan Data kelainan (Eksperimen/Eksplorasi) yang  Mengkaji literatur tentang mungkin struktur, dan fungsi sel darah, terjadi pada golongan darah, plasma darah, system dan proses pembekuan darah peredaran dari darah. melalui diskusi kelompok. berbagai  Melakukan sumber studi dan literatur tentang struktur dan fungsi jantung dan pembuluh darah melalui diskusi  Melakukan bagaimana studi darah literatur dapat disirkulasikan ke seluruh tubuh.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72  Menentukan golongan darah sendiri atau orang lain dengan mengamati reaksi antara darah dan anti-A, anti-B.  Melakukan penghitungan denyut jantung dalam beberapa kondisi, istirahat, lari di tempat  Mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter.  Melakukan studi literatur mengenai ciri-ciri, gejala, penyebab dan penggunaan teknologi dalam membantu gangguan sistem peredaran darah manusia. Mengasosiasikan  Menganalisis dan membuat kesimpulan dari hasil studi literatur tentang struktur, fungsi sel-sel darah, plasma darah,

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 golongan darah, struktur dan fungsi jantung dan hal-hal yang mempengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah.  Menyimpulkan hasil eksperimen dikaitkan dengan konsep hasil kajian literatur.  Mengaitkan struktur dan fungsi sel darah dengan berbagai kelainan pada peredaran darah.  Menganalisis dan membuat kesimpulan dari hasil studi literatur tentang ciri-ciri, gejala, penyebab, dan penyakit yang pengobatan berhubungan dengan sistem peredaran darah manusia. Mengkomunikasikan  Menyampaikan laporan secara lisan tentang pemahamannya

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 tentang jaringan fungsi pembuluh darah dalam dan sirkulasi, darah dan komponennya, sirkulasi darah, penyakit yang berkaitan dengan peredaran darah, dan teknologi yang mengatasi digunakan kelainan dalam dan penyakit pada sistem sirkulasi melalui presentasi. Yogyakarta, 21 Juli 2014 Mengetahui Kepala Sekolah (Sulastri, M.Pd.) Guru Mata Pelajaran (Tiva Dyah Novitasari)

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Lampiran 12: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Kelas/Semester : XI / I Mata Pelajaran : Biologi Materi Pokok : Sistem Peredaran Darah Manusia Alokasi Waktu : 12x45 menit A. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 B. Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar Indikator 1.1 Mengagumi keteraturan dan 1.1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang tentang struktur dan fungsi sel, fungsi, proses dan kelainan sistem jaringan, peredaran darah pada manusia organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada makhluk hidup. 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, 2.1.1. Mengembangkan kedisiplinan, tekun, jujur terhadap data dan kejujuran, kerja sama, kepedulian fakta, disiplin, dan tanggung jawab. jawab, dan observasi berani peduli dan dan tanggung dalam eksperimen, santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, lingkungan, 2.1.2. Membangun sikap berani menyampaikan menanggapi pendapat, pendapat dan mempertahankan argumentasi. peduli gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium. 3.6 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dan mengaitkannya dengan 3.6.1. Menjelaskan berbagai hubungan komponen darah antara dan fungsinya 3.6.2. Menjelaskan proses pembekuan

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan mekanisme peredaran darah serta gangguan fungsi yang darah 3.6.3. Menguji golongan darah 3.6.4. Menjelaskan hubungan bagian- bagian jantung dan fungsinya mungkin terjadi pada sistem 3.6.5. Menjelaskan sistole dan distole sirkulasi manusia melalui studi 3.6.6. Menjelaskan literatur, pengamatan, percobaan, dan simulasi. hubungan stuktur pembuluh darah dan fungsinya 3.6.7. Menjelaskan peredaran darah pada manusia 3.6.8. Mendeskripsikan gangguan/penyakit pada sistem yang terjadi peredaran darah Mengkomunikasikan hasil manusia 4.6 Menyajikan hasil analisis 4.6.1 tentang kelainan pada struktur percobaan dan diskusi melalui presentasi dan fungsi darah, jantung dan pembuluh darah darah sistematis yang menyebabkan gangguan sistem peredaran 4.6.2. Membuat laporan praktikum secara 4.6.3. Melakukan kegiatan praktikum manusia melalui berbagi bentuk media presentasi. C. Tujuan Pembelajaran 1.1.1.1. melalui kegiatan pembelajaran siswa dapat mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang fungsi, proses dan kelainan sistem ekskresi pada manusia 2.1.1.1. Melalui kegiatan praktikum siswa dapat mengembangkan kedisiplinan, kejujuran, kerja sama, kepedulian dan tanggung jawab. 2.1.2.1. Melalui kegiatan diskusi siswa mampu berani mengajukan pertanyaan, dan mempertahankan argumentasi. 3.6.1.1. Melalui kegiatan diskusi kelompok siswa mampu menjelaskan hubungan antara berbagai komponen darah dan fungsinya.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 3.6.2.1. Melalui kegiatan diskusi kelompok siswa mampu menjelaskan proses pembekuan darah. 3.6.3.1. Melalui kegiatan praktikum siswa mampu menjelaskan golongan darah 3.6.4.1. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat menjelaskan hubungan bagianbagian jantung dan fungsinya. 3.6.5.1. Melaui kegiatan praktikum siswa dapat menjesakan sistole dan distole. 3.6.6.1. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat menjelaskan hubungan stuktur pembuluh darah dan fungsinya. 3.6.7.1. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat menjelaskan peredaran darah pada manusia 3.6.8.1. Melalui kegiatan praktikum siswa dapat menjelaskan gangguan/penyakit yang terjadi pada sistem peredaran dan bagaimana cara mengatasinya 4.6.1.1. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil percobaan dan diskusi melalui presentasi 4.6.2.1. Siswa dapat melakukan kegiatan praktikum sesuai prosedur yang digunakan. 4.6.3.1. Setelah melakukan kegiatan praktikum siswa dapat membuat laporan praktikum dengan sistematis. D. Materi Ajar 1. Darah a. Plasma darah b. Sel-sel darah c. Proses pembekuan darah d. Penentuan golongan darah 2. Jantung a. Struktur dan fungsi jantung b. Tekanan Darah 3. Pembuluh darah a. Arteri b. Vena 4. Penyakit yang Berhubungan dengan Sistem Peredaran Darah

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 E. Metode Pembelajaran Pendekatan : Scientific Model : Pembelajaran Kooperatif Metode :Diskusi, tanya jawab, pengamatan, ekspereimen/praktikum, ceramah. F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (2X45) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu  Guru menyampaikan salam pembuka  Guru menyampaikan apersepsi 10 menit Pendahuluan  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Mengamati  Siswa mengamati gambar-gambar sel darah. Menanya  Guru menanyakan jaringan darah terdiri dari sel darah apa saja dan apa fungsi dari masing-masing sel darah tersebut?  Guru menanyakan bagaimana seseorang yang terluka darahnya bisa membeku Inti Mengumpulkan data  Siswa melakukan studi literatur 70 menit ataupun internet mengenai ciri, struktur dan fungsi masing-masing sel darah tersebut secara berkelompok  Mendiskusikan tahapan proses pembekuan darah dengan bantuan buku literatur ataupun internet  Siswa melakukan studi literatur ataupun internet bagaimana prinsip penggolongan darah.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Kegiatan Penutup Alokasi Waktu Deskripsi Kegiatan Mengasosiasi  Mengolah dan mengorganisasi data/informasi yang dimiliki, dengan mengkaitkan terhadap permasalahan yang akan dipecahkan sehingga menjadi informasi yang utuh.  Menjelaskan struktur dan fungsi sel darah, prinsip penggolongan darah dan proses pembekuan darah Mengkomunikasikan  Kelompok mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas, sementara kelompok lain menanggapi dan menyempurnakan  Guru membantu peserta didik membuat simpulan pelajaran yang 10 menit telah dilaksanakan  Refleksi  Salam penutup Pertemuan Kedua (2X45 menit) Kegiatan Deskrisi Kegiatan Alokasi Waktu  Guru menyampaikan salam pembuka  Guru menyampaikan apersepsi 10 menit Pendahuluan  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Mengamati  Siswa mengamati gambar jantung dan pembuluh darah. Menanya  Apakah fungsi jantung dan pembuluh darah  Guru menanyakan bagaimana darah dapat disirkulasikan ke seluruh tubuh. 70 menit Inti Mengumpulkan data  Siswa mengkaji literatur tentang struktur, dan fungsi jantung dan pembuluh darah dari berbagai sumber dan melalui diskusi kelompok.  Siswa mengkaji literatur tentang sistem peredaran pada manusia dari berbagai sumber dan melalui diskusi

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Kegiatan Penutup Deskrisi Kegiatan Alokasi Waktu kelompok. Mengasosiasi  Menganalisis dan membuat kesimpulan dari studi literatur dan diskusi tentang struktur dan fungsi jantung dan pembuluh darah serta Mengkomunikasikan  Menyampaikan hasil diskusi kelompok secara lisan tentang pemahaman struktur, fungsi jantung dan pembuluh darah serta sirkulasi darah,  Guru membantu peserta didik membuat simpulan pelajaran yang telah dilaksanakan 10 menit  Refleksi  Salam penutup Pertemuan ketiga (2x45 menit) Kegiatan Deskrisi Kegiatan  Guru menyampaikan salam pembuka  Guru menyampaikan apersepsi Pendahuluan  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Mengamati  Siswa mengamati gambar jantung dan pembuluh darah Menanya  Apakah fungsi jantung dan pembuluh darah? Mengumpulkan data  Melakukan perhitungan denyut jantung dalam beberapa kondisi istirahat dan lari ditempat Inti Mengasosiasi  Menganalisis hasil pengamatan dan eksperimen fungsi jantung dan pembuluh darah dan hal-hal yang mempengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah.  Menyimpulkan hasil eksperimen dikaitkan dengan kajian literatur. Mengkomunikasikan  Menyampaikan hasil percobaab secara lisan tentang fungsi jantung Alokasi Waktu

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Kegiatan Penutup Deskrisi Kegiatan Alokasi Waktu dan pembuluh darah serta hal-hal yang mempengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah  Guru membantu peserta didik membuat simpulan pelajaran yang telah dilaksanakan  Refleksi  Salam penutup Pertemuan keempat (2x45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan  Guru menyampaikan salam pembuka  Guru menyampaikan apersepsi Pendahuluan  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Mengamati  Siswa mengamati gambar sel darah Menanya  Apakah sel-sel darah? Mengumpulkan data  Siswa menentukan golongan darah sendiri atau orang lain dengan mengamati reaksi antara darah dan antiserum melalui praktikum Inti Mengasosiasi  Menganalisis hasil pengamatan dan eksperimen tentang penggolongan darah.  Menyimpulkan hasil eksperimen dikaitkan dengan kajian literatur. Mengkomunikasikan  Menyampaikan hasil percobaan secara lisan tentang golongan darah.  Guru membantu peserta didik membuat simpulan pelajaran yang telah dilaksanakan Penutup  Refleksi  Salam penutup Alokasi Waktu 10 menit 70 menit 10 menit Pertemuan Kelima (2x45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan  Guru menyampaikan salam pembuka Alokasi Waktu 10 menit

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Kegiatan Inti Penutup Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu  Guru menyampaikan apersepsi  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Mengamati  Siswa mengamati gambar jantung Menanya  Apakah fungsi jantung dan pembuluh darah? Mengumpulkan data  Melakukan pengukuran tekanan darah (sistole dan diastole) Mengasosiasi  Menganalisis hasil pengamatan dan eksperimen fungsi jantung (tekanan 70 menit darah), pembulu darah dan hal-hal yang mempengaruhi kerja jantung serta pembuluh darah.  Menyimpulkan hasil eksperimen dikaitkan dengan kajian literatur. Mengkomunikasikan  Menyampaikan hasil percobaan secara lisan tentang fungsi jantung dan pembuluh darah dan hal-hal yang mempengaruhi kerja jantung serta pembuluh darah.  Guru membantu peserta didik membuat simpulan pelajaran yang telah dilaksanakan 10 menit  Refleksi  Salam penutup Pertemua Keenam (2x45 menit) Kegiatan Deskrisi Kegiatan Alokasi Waktu  Guru menyampaikan salam pembuka  Guru menyampaikan apersepsi 10 menit Pendahuluan  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Mengamati  Siswa mengamati gambar pembuluh darah yang mengalami kelainan. Menanya Inti  Apa sajakah penyakit yang 70 menit berhubungan dengan sistem peredaran darah yang diakibatkan oleh kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh manusia?

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Kegiatan Penutup Deskrisi Kegiatan Alokasi Waktu  Bagaimanakah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengomati penyakit yang berkaitan dengan sistem peredaran darah manusia? Mengumpulkan data  Siswa melakukan studi literatur mengenai ciri-ciri, gejala, penyebab dan pengobatan mengenai penyakit atau gangguan pada sistem peredaran darah manusia berdasarkan handout yang diberikan oleh guru. Mengasosiasi  Menganalisis dan membuat kesimpulan dari studi literatur dan diskusi tentang ciri-ciri, gejala, penyebab dan cara mengatasi gangguan atau penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah manusia melalui diskusi kelompok. Mengkomunikasikan  Menyampaikan hasil diskusi kelompok secara lisan tentang ciriciri, gejala, penyebab dan cara mengatasi gangguan atau penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah manusia.  Guru membantu peserta didik membuat simpulan pelajaran yang telah dilaksanakan 10 menit  Refleksi  Salam penutup G. Alat dan Sumber Belajar 1. Alat Pembelajaran  LKS  Alat Praktikum  Viewer  Laptop 2. Sumber Belajar Pratiwi, D. A., Maryati, S. 2007. Biologi Untuk SMA kelas XI A. Jakarta: Erlangga.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Aryulina, Dyah. 2007. Biologi 2 Untuk Kelas XI. Jakarta: Esis. Internet Handout Materi (ringkasan penelitian) H. Penilaian Hasil Belajar Jenis Penilaian: 1. Tugas  Jawaban pada LKS  Laporan Praktikum 2. Observasi Penilaian saat diskusi kelompok, praktikum, dan presentasi 3. Tes Yogyakarta, 21 Juli 2014 Mengetahui : Kepala Sekolah ( Sulastri, M. Pd. ) Guru Mata Pelajaran (Tiva Dyah Novitasari)

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 HANDOUT MATERI Kolesterol mempunyai manfaat yang baik bagi tubuh apabila berada pada level normal sebaliknya semakin tinggi kolesterol dalam tubuh semakin besar pula bahaya yang mengancam kesehatan tubuh. Hati mencukupi kebutuhan kolesterol tubuh. Akan tetapi apabila mengkonsumsi makanan lemak jenuh dengan kadar tinggi, hati akan memproduksi kolesterol lebih banyak lagi sehingga berakibat pada kadar kolesterol menjadi berlebihan. Tingginya kadar kolesterol dalam darah disebut dengan hiperkolesterol. Salah satu penyakit yang dapat ditimbulkan dari tingginya kadar kolesterol adalah resiko terjadinya arterosklerosis. Aterosklerosis adalah penebalan dan pengerasan dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan kolesterol. Aterosklerosis adalah langkah awal pemicu timbulnya jantung koroner. Aterosklerosis dapat dicegah dengan suatu senyawa yang dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Penurunan kadar kolesterol dapat dilakukan dengan obat-obatan hipolipidemia. Namun adanya gerakan back to nature dan mahalnya harga obat-obatan hipolipidemia menyebabkan penggunaan bahan alami sebagai obat banyak digunakan. Salah satu bahan alami yang banyak digunakan adalah tumbuhan. Tumbuhan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk pengobatab adalah tempuyung. Tempuyung banyak digunakan karena murah, mudah diperoleh dan memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat-obatan sintesis. Secara empiris daun tempyung sudah digunakan oleh masyarakat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Dan ntuk membuktikan apakah daun tempyung dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol maka dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh infusa daun tempyung terhadap penurunan kadar kolesterol darah mecit galur DDY. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi ke dalam kelompok. tahap pertama penelitian mencit diinduksi pakan tinggi lemak selama 35 hari. Dan pada hari ke-36 diukur kadar kolesterolnya sebagai kadar kolesesterol keadaan hiperkolesterolemia. Kemudian pada hari ke-36 sampai

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 hari ke 42 diberikan aquades untuk kontrol negatif, larutan simvastatin untuk kontrol positif dan infusa daun tempuyung untuk kelompok dosis I, dosis II, dosis III masing-masing dengan dosis 812,6mg/kgBB, 1425,31 mg/kgBB dan 2500 mg/kbB kemudian pada hari ke-43 diukur kembali kadar kolesterol sebagai kadar kolesterol setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aquades menurunkan kadar kolesterol sebesar 70,68 mg/dl simvastatin menurunkan kadar kolesterol sebesar 119,12 mg/dl dan infusa daun tempuyung dosis 812,6 mg/kgBB, 1425,31 mg/kgBB, 2500 mg/kgBB menurunkan kadar kolesterol masing-masing sebesar 108,72 mg/dl, 92,14 mgdl, dan 106,24 mg/dl. Berdasarkan uji ANAVA diperoleh p (0,124)>0,05 berarti tidak ada perbedaan nyata rata-rata penurunan kolesterol dari kelima perlakuan. Hal ini berarti belum ditemukan dosis infusa daun tempuyung yang efektif menurunkan kadar kolesterol darah mencit jantan. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa infusa daun tempuyung dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kandungan dalam tempyung yang dapat menurunkan kadar kolesterol adalah saponin dan flavonoid. Flavonoid dapat menghambat enzim HMG-CoA reduktase sehingga sintesis kolesterol menurun mengakibatkan kadar kolesterol dalam darah menurun dan saponin menghambat peyerapan kolesterol di dalam usus dengan membentuk ikatam kompleks yang tidak larut dengan kolesterol, berikatan dengan asam empedu membentuk micelles dan pengikatan oleh serat.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Observasi Sikap Spiritual Indikator 1.1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang fungsi, proses dan kelainan sistem peredaran darah pada manusia Nama Peserta Didik : …………………. Kelas : …………………. Tanggal Pengamatan : ………………….. Materi Pokok : ………………….. Skor No Aspek Pengamatan 1 2 3 4 1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi Jumlah Skor 3 Pedoman Penskoran Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut : 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3= sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan Pedoman Penilaian

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP MELAKUKAN PRAKTIKUM Indikator: 2.1.1. Mengembangkan kedisiplinan, kejujuran, kerja sama, kepedulian dan tanggung jawab. Materi : Kelas/Semester : Hari/Tanggal : Aspek yang Dinilai No Nama Disiplin Kerjasama Kejujuran Kepedulian Tanggung Jumlah jawab Skor Rubrik Penilaian      Skor 1 = jika peserta didik sangat kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator Skor 2 =jika peserta didik kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator, tetapi belum konsisten Skor 3 = jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator Skor 4 = jika peserta didik konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator Skor 5 = jika peserta didik selalu konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator FORMAT PENILAIAN Nilai

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 INSTRUMEN PENILAIAN SOSIAL Indikator: 2.1.2. Membangun sikap berani menyampaikan pendapat, menanggapi pendapat dan mempertahankan argumentasi. Topik……………………………... Tanggal:………………………….. Jumlah Siswa : ……………. orang. No Nama siswa Menyampaikan pendapat 1 2 3 Menanggapi 1 2 3 Mempertahankan argumentasi 1 2 Jumlah Skor Nilai 3 Rubrik Penilaian 1. 2. 3. Menyampaikan pendapat  Skor 1, bila pendapat yang disampaikan tidak sesuai masalah  Skor 2, bila pendapat yang disampaikan sesuai dengan masalah, tapi belum benar  Skor 3, bila pendapat yang disampaikan sesuai dengan masalah dan benar Menanggapi pendapat  Skor 1, bila langsung setuju atau menyanggah tanpa alasan  Skor 2, bila setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar  Skor 3, Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung reeferensi Mempertahankan pendapat  Skor 1, bila tidak dapat mempertahankan pendapat  Skor 2, bila mampu mempertahankan pendapat, alasan benar tidak didukung referensi  Skor 3, bila mampu mempertahankan pendapat, alasan benar didukung referensi Pedoman Penilaian

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Penilaian Presentasi Indikator: 4.6.1. Mengkomunikasikan hasil percobaan dan diskusi melalui presentasi No Nama Siswa 1 2 3 4 5 Kriteria Skor  4 = Baik sekali  3 = Baik  2 = Cukup  1 = Kurang Aspek yang Dinilai Sistematika Kepercayaan Komunikasi Keberanian Penyampaian diri Gesture dan Penampilan Jumlah Skor Nilai

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Lembar Penilaian Laporan Kelompok Indikator: 4.6.3. Setelah melakukan kegiatan praktikum siswa dapat membuat laporan praktikum dengan sistematis. Kelompok : Kelas : Tugas : Tanggal No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. : Skor Maksimal Aspek yang dinilai Sistematika laporan Kelengkapan laporan Kejelasan dan keruntutan penulisan Kebenaran konsep ide yang dipaparkan Ketepatan pemilihan kosakata Kemampuan siswa menjelaskan isi laporan Usaha siswa dalam menyusun laporan Presentasi laporan percobaan Skor yang diperoleh 4 4 4 4 4 4 4 4 RUBRIK PENILAIAN LAPORAN KELOMPOK 1. 2. Sistematika laporan 4 = laporan dibuat sesuai sistematika penulisan, jelas dan benar 3 = laporan dibuat dengan benar tetapi kurang jelas 2 = laporan dibuat kurang benar dan kurang jelas 1 = laporan dibuat dengan sistematika yang salah Kelengkapan laporan 4 = laporan dibuat secara lengkap sesuai petunjuk pembuatan laporan 3 = laporan dibuat tanpa kesimpulan 2 = laporan dibuat tanpa diskusi, kesimpulan, daftar pustaka 1 = laporan dibuat tidak lengkap (mencakup 3 unsur saja)

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kejelasan laporan 4 = laporan jelas, dapat dipahami, ditulis secara runtut 3 = laporan jelas, tetapi penulisan kurang runtut 2 = laporan kurang jelas, kurang sesuai dengan keruntutan penulisan 1 = laporan tidak jelas, tidak sesuai dengan keruntutan penulisan Kebenaran konsep 4 = konsep/ide yang dipaparkan tepat, benar, dan sesuai dengan teori 3 = konsep/ide yang dipaparkan sesuai dengan teori tetapi kurang jelas 2 = konsep/ide yang dipaparkan kurang tepat 1 = konsep/ide yang dipaparkan tidak tepat Ketepatan pemilihan kosakata 4 = menggunakan kata-kata yang tepat, menggunakan kalimat aktif 3 = menggunakan kata-kata yang kurang tepat, menggunakan kalimat aktif 2 = menggunakan kata-kata yang kurang tepat, tidak menggua\nakan kalimat aktif 1 = menggunakan kosakata yang salah Kemampuan siswa menjelaskan isi laporan 4 = menguasai latar belakang, metode, diskusi, kesimpulan 3 = menguasai latar belakang, metode, dan diskusi 2 = menguasai latar belakang dan metode 1 = menguasai latar belakang saja Usaha siswa dalam menyusun laporan 4= berusaha melengkapi isi laporan dengan sungguh-sungguh, berusaha memperbaiki isi, tulisan rapi, mudah dibaca. 3= sesuai aspek yang tercantum pada nomor 1, kecuali ada 1 aspek yang tidak dilakukan 2= sesuai aspek yang tercantum pada nomor 1, kecuali ada 2 aspek yang tidak dilakukan 1= tidak berusaha melengkapi dan memperbaiki isi laporan. Presentasi laporan percobaan 4= semua anggota kelompok aktif dan berusaha menjawab pertanyaan dengan benar. 3= semua anggota kelompok aktif akan tetapi kurang berusaha menjawab pertanyaan dengan benar. 2= beberapa anggota saja yang aktif (dominasi) namun ada usaha untuk menjawab pertanyaan dengan benar. 1= beberapa anggota saja yang aktif (dominan namun kurang berusaha untuk menjawab pertanyaan dengan benar

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 LEMBAR KERJA SISWA 1 A. Judul: Struktur dan Fungsi Darah B. Tujuan 1. Siswa dapat menjelaskan struktur dan fungsi darah. 2. Siswa dapat menjelaskan proses pembekuan darah C. Cara Kerja 1. Baca dan pelajari LKS secara seksama sebelum diisi 2. Isilah LKS ini secara berkelompok 3. LKS Dikumpulkan D. Pertanyaan 1. Lengkapilah bagan dibawah ini dengan tepat 2. Tuliskan Ciri- ciri dan fungsi dari sel darah merah, sel darah putih dan keping darah dan plasma darah pada tabel berikut ini, kemudian buatlah gambar struktur sel darah merah tersebut ! Sel darah/plasma darah Ciri-ciri fungsi

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 3. Perhatikan gambar macam-macam sel darah putih di bawah ini! A C B D E Berdasarkan gambar tersebut isilah tabel di bawah ini! Gambar Jenis Leukosit Ciri-ciri Granulosit/ Agranulosit A B C D E 4. Lengkapilah bagan di bawah ini dengan jawaban yang tepat dan jelaskan! Proses Pembekuan Darah E. Kesimpulan

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Lembar Kerja Siswa 2 A. Judul Struktur dan fungsi Jantung dan Pembuluh Darah B. Tujuan  Siswa dapat menjelaskan hubungan bagian-bagian jantung dan fungsinya.  Menjelaskan sistole dan diastole  siswa dapat menjelaskan hubungan stuktur pembuluh darah dan fungsinya. C. Alat dan Bahan LKS, Lembar Jawab, Bolpen D. Pertanyaan 1. Perhatikan gambar anatomi jantung di bawah ini! Kemudian isilah tabel yang telah disediakan dengan pilihan jawaban yang benar! No 1 2 3 4 Jawaban

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 5 6 7 8 2. Lengkapilah paragraf mengenai tekanan darah dibawah ini dengan pilihan jawaban yang tepat! Tekanan darah menggambarkan kekuatan jantung kita ketika memompa darah. Tekanan darah pada saat jantung mengembang dan darah mengalir ke dalam jantung disebut…(a)……………., sebaliknya tekanan darah saat jantung berkontraksi, sehingga jantung mengempis dan darah dipompa keluar dari jantung disebut………(b)……......, tekanan darah dapat diukur dengan menggunakan………(c)……. Atau…………(d)…….. , tekanan darah pada orang normal antara……(e)……….. pada sistol dan ……………… pada diastol. Pilihan Jawaban :  Sistol  Diastol  120 mm Hg  Sphygmanometer  80 mm Hg  Tensimeter 3. Perhatikan gambar di bawah ini! Jelaskan proses yang terjadi pada setiap nomor yang ada pada gambar di atas secara berurutan, tuliskan jawaban kalian pada tabel yang telah disediakan!

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 No 1 2 3 4 5 6 7 Jawaban

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 8 9 10 11 4. Perhatikan gambar di bawah ini! Kemudian isilah tabel yang disediakan dengan pilihan jawaban yang tepat! Pilihan Jawaban Pembuluh Kapiler Tunika Media Tunika Intima Vena Aorta Katup Vena Katup arteri Tunika Adventia Arteri Lumen Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Jawaban

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 5. Legkapilah tabel perbedaan arteri dan vena di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat! Objek Perbedaan Dinding Aliran Darah Kandungan O2 Letak Katup E. Kesimpulan Arteri Vena

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 SISWA LEMBAR KERJA 3 A. Judul Menghitung denyut nadi B. Tujuan Siswa dapat menghitung denyut nadi C. Alat dan Bahan 1. Sop watch 2. Alat tulis menulis D. Cara Kerja 1. Duduklah secara berpasangan dengan temanmu. 2. Periksalah denyut nadi temanmu dengan cara meletakkan jari telunjuk dan jari tengah pada pergelangan tangannya 3. Hitunglah selama 1 menit dan catat pada table 4. Mintalah temanmu untuk berlari selama1 menit dan periksa kembali denyut nadinya selama 1 menit 5. Catat hasilnya pada tabel percobaan 6. Hasil pengamatan E. Hasil Tabel Hasil Percobaan No Nama F. Kesimpulan Jenis kelamin Usia Jumlah Denyut Nadi Sebelum berlari Setelah berlari

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Lembar Kerja Siswa 4 A. Judul Uji Golongan Darah B. Tujuan 1. Mengetahui tata cara dan bisa menguji golongan darah sistem ABO B. Alat dan Bahan 1. Gelas benda 2. Lanset 3. Kapas 4. Tusuk gigi 5. Alkohol 70% 6. Serum anti-A dan serum anti-B C. Cara Kerja 1. Uji Golongan Darah a. Bersihkan ujung jari tengah dengan menggunakan kapas yang telah diberi alkohol . Tusukkan lanset pada ujung jari tengah, kemudian teteskan pada gelas benda bagian kiri dan bagian kanan. b. Berilah setetes serum anti-A pada bagian kiri, dan serum anti-B pada darah bagian kanan. c. Aduk darah yang telah diberi antiserum dengan menggunakan tusuk gigi. Tusuk gigi yang sudah digunakan untuk mengaduk darah sebelah kiri jangan digunakan lagi untuk mengaduk darah di sebelah kanan. d. Amati apakah terjadi penggumpalan? e. Isilah Tabel Hasil Uji Golongan darah di bawah! Tabel Hasil Percobaan No Nama Serum Anti- Serum Anti- Kesimpulan Golongan A B Darah 1 2 3 4 Keterangan :(+) = terjadi penggumpalan D. Kesimpulan ( - ) = tidak terjadi penggumpalan

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Lembar Kerja Siswa 5 A. Judul Mengukur Tekanan Darah B. Tujuan 1. Mengetahui tata cara dan bisa mengukur tekanan darah C. Alat dan Bahan 1. Sphigmomanometer 2. Stetoskop 3. LKS E. Cara Kerja 1. Bebatlah lengan kiri teman anda menggunakan bebat pada Sphigmomanometer. 2. Carilah posisi pembuluh darah arteria branchialis, lalu bletakkan stetoskop di pembuluh tersebut 3. Pompalah udara ke dalam pembebat hingga air raksa menunjukkan angka 170 mmHg. Setelah itu keluarkan udara sedikit demi sedikit dan catat bunyi pertama saat udara dikeluarkan. Bunyi ini sebagai desakan sistol. Lalu catat pula bunyi terakhir saat denyut melemah. Bunyi ini sebagai desakan diastol. 4. Catat hasil pengukuran tekanan darah dalam tabel berikut: Tabel Hasil Percobaan No Nama Siswa Jenis Kelamin Berat Badan Tekanan Sistol Tekanan Diastol 1 2 3 4 5. Secara bergantian lakukan kegiatan berikut, lalu langsung ukur tekanan darahnya: a. Jongkok berdiri sebanyak 20 kali b. Berlari mengelilingi lapang parkir sebanyak 5 keliling c. Berbaring selama 10 menit d. Catat hasil nya pada tabel berikut

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Tabel Hasil percobaan No Nama Tekanan Sistol/Diastol Setelah melakukan kegiatan Jongkok berdiri (10X) 1 2 3 4 F. Kesimpulan Berlari (3 menit) Berbaring (5 menit)

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 LEMBAR KERJA SISWA 6 A. Judul Gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia. B. Tujuan Melalui kegiatan praktikum siswa dapat menjelaskan gangguan/penyakit yang terjadi pada sistem peredaran dan bagaimana cara mengatasinya C. Alat dan Bahan : LKS, Kertas, Pencil, Bolpoint D. Langkah kerja 1. Kelas dibagi menjadi 5 kelompok. Tiap kelompok dapat terdiri atas lima sampai enam anak . Masing-masing kelompok melakukan kegiatan berikut : 2. Setiap kelompok mencari jurnal atau artikel mengenai satu penyakit atau gangguan yang berhubungan dengan sistem peredaran darah manusia dan pengobatan/teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan atau penyakit tersebut. 3. Jurnal atau artikel yang dicari oleh lebih dari satu dan nama penyakit antar kelompok tidak boleh sama. E. Pertanyaan Berdasarkan Jurnal atau artikel yang diperoleh, carilah ciri, gejala, penyebab dan cara pengobatan atau pencegahan dari penyakit yng berhubungan dengan peredaran darah! F. Kesimpulan darah sistem

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 KISI KISI SOAL Indikator C1 Ingatan 3.6.1. Menjelaskan berbagai hubungan komponen antara darah dan A1, A9, C2 C3 Pemahaman Penerapan C4 C5 C6 Analisis Mencipta Evaluasi A2, A3, A19 fungsinya 3.6.2. Menjelaskan proses pembekuan A4, A8 darah 3.6.3. Menguji golongan darah 3.6.4. Menjelaskan hubungan A10, A11 bagian- bagian jantung dan fungsinya A5, A15, B3 A6 A18 3.6.5. Menjelaskan sistole dan distole 3.6.6. Menjelaskan hubungan stuktur A7, A16, pembuluh darah dan fungsinya A17, A20 3.6.7. Menjelaskan peredaran darah pada A13, A14 manusia 3.6.8. Mendeskripsikan gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia A12 B5 B1, B2 B4 Total

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 SOAL EVALUASI A. Soal Pilihan Ganda 1. Berikut ini yang bukan merupakan jenis sel-sel darah putih, adalah........ a. Neutrophil b. Eosinophil c. Monosit d. Fagosit e. Limfosit 2. Bagian plasma darah yang memiliki fungsi sama dengan keping darah adalah…. a. Fibrinogen b. Albumin c. Thrombin d. Limfa e. Protrombin 3. Dibawah ini adalah ciri-ciri sel darah : 1) Bentuk bikonkaf 2) Setiap 1 mm3 mengandung 200.000 – 400.000 sel 3) Mengandung hemoglobin 4) Bergerak secara ameboid 5) Tidak berinti Yang merupakan ciri-ciri sel darah merah adalah…. a. 1-2-4 b. 1-3-5 c. 1-4-5 d. 2-3-4 e. 2-4-5

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 4. Pada bagan proses pembekuan darah, fibrin dan tromboplastin ditunjukkan pada nomor…. a. 1 dan 2 b. 2 dan 3 c. 3 dan 4 d. 4 dan 5 e. 2 dan 5 Untuk menjawab soal nomor 5-7 perhatikan gambar berikut ! 5. Darah yang miskin CO2 dari paru-paru akan masuk ke bagian jantung yang bernomor….. a. 1 b. 2

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 c. 3 d. 4 e. 5 6. Bagian yang berfungsi untuk menahan agar darah tidak kembali ke ruang serambi saat bilik memompa darah keseluruh tubuh adalah nomor…..(C2 pemahaman) a. 3 b. 4 c. 5 d. 6 e. 7 7. Pembuluh darah pada nomor 8 berfungsi mengalirkan darah dari….. a. Jantung ke paru-paru b. Paru-paru ke jantung c. Jantung ke seluruh tubuh d. Seluruh tubuh ke jantung e. Jantung ke bagian atas tubuh saja 8. Tekanan Sistole adalah............... a. Periode saat otot bilik jantung mengembang sementara otot serambi mengempis sehingga darah masuk ke bilik b. Periode kontaksi jantung yaitu pada saat otot bilik mengempis dan darah di dalam bilik dipompa ke pembuluh vena paru-paru atau ke aorta c. Periode kontaksi jantung yaitu pada saat otot bilik mengempis dan darah di dalam bilik dipompa ke pembuluh arteri paru-paru

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 d. Periode saat otot bilik jantung mengempis sementara otot serambi mengembang sehingga darah masuk ke bilik e. Periode kontaksi jantung yaitu pada saat otot bilik mengembang dan darah di dalam bilik dipompa ke pembuluh vena paru-paru atau ke aorta 9. Komponen darah yang berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida adalah….. a. Limfosit b. Trombosit c. Eritrosit d. Leukosit e. Limfa 10. Seseorang memiliki golongan darah B jika....... a. Eritrositnya mengandung aglutinogen-A dan aglutinin-β dalam plasma darah b. Eritrositnya mengandung aglutinogen-B dan aglutinin-α dalam plasma darah c. Eritrositnya mengandung aglutinogen-B dan agglutinin-β dalam plasma darah d. Eritrositnya mengandung aglutinogen-A dan B, dan tidak ada aglutinin dalam plasma darahB e. Eritrositnya tidak mengandung aglutinogen dan plasma darah mengandung aglutinin-α dan β 11. Golongan darah golongan.......... a. A b. B c. AB d. O yang tidak mempunyai aglutinin adalah

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 e. A ber Rh12. Salah satu teknologi yang menggunakan detector sinar gamma untuk mendeteksi suatu penyakit jantung pada tubuh seseorang disebut teknologi................ a. ECG b. Pemindaian dengan bahan radioaktif c. Angioplasti d. Operasi bypass jantung e. Ekokardiograf 13. Alat-alat peredaran darah berikut yang berisi darah banyak mengandung O2 adalah.............. a. Pembuluh balik paru-paru b. Pembuluh darah dari usus ke hati c. Bilik kanan d. Serambi kanan e. Pembuluh nadi paru-paru 14. Sistem peredaran darah yang berasal dari jantung kemudian menuju paru-paru dan kembali lagi ke jantung dianamakan….dan sistem peredaran darah yang berasal dari jantung kemudian keseluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung dinamakan…. a. Peredaran darah pulmonalis, peredaran darah sistemik b. Peredaran darah tunggal, peredaran darah ganda c. Peredaran darah sistemik, peredaran darah pulmonalis d. Peredaran darah tertutup, peredaran darah terbuka e. Peredaran darah besar, peredaran darah kecil 15. Jantung manusia berfungsi untuk….. a. Memompa darah dan juga sebagai alat pencernaan

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 b. Menyerap oksigen c. Memompa darah keseluruh tubuh d. Menyaring sisa metabolism dari darah e. Menghasilkan eritrosit 16. Sifat dari pembuluh vena adalah… a. Dinding tipis, elastis, dekat ke permukaan tubuh b. Dinding tebal, elastis, jauh dari permukaan tubuh c. Dinding tebal, tidak elastis, dekat kepermukaan tubuh d. Dinding tipis, tidak elastis, dekat ke permukaan tubuh e. Dinding tipis, tidak elastis, jauh dari permukaan tubuh 17. Yang bukan merupakan perbedaan arteri dan vena adalah….. a. Arteri lebih tebal dan vena lebih tipis b. Klep arteri hanya satu, klep vena banyak c. Arteri mengandung banyak O2vena mengandung CO2 d. Pembuluh vena kurang elastis daripada arteri e. Letak vena tidak terlihat dari lapisan luar tubuh, arteri terlihat jelas dipermukaan tubuh 18. Valvula trikuspidalis terletak diantara….. a. Serambi kanan dan kiri b. Bilik kanan dan bilik kiri c. Bilik dan aorta d. Serambi kanan dan bilik kanan e. Serambi kiri dan bilik kiri 19. Komponen sel darah yang jumlahnya paling banyak adalah….. a. Trombosit b. Leukosit

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 c. Limfosit d. Monosit e. Eritrosit 20. Bagian dari pembuluh nadi dan pembuluh vena yang berhubungan langsung dengan kapiler adalah….. a. Arteri dan vena cava b. Aorta dan venula c. Arteriol dan venula d. Arteri dan venula e. Arteriol dan vena cava B. Soal Essay 1. Tindakan preventif apa yang perlu dilakukan seseorang agar terhindar dari hipertensi! 2. Jika seseorang mengalami kecelakaan dan menderita luka terbuka, pertolongan pertama apakah yang seharusnya dilakukan? Jelaskan jawaban anda disertai alasan yang tepat! 3. Menurut anda, benarkah slogan ”setetes darah anda menyelamatkan nyawa orang lain”. Jelaskan pendapat tersebut sesuai dengan teori yang telah dipelajari! 4. Sekarang ini banyak dijumpai orang yang menderita hipertensi. Penyakit ini dapat menyebabkan sesorang terserang stroke. Mengapa hipertensi dapat memicu timbulnya stroke. 5. Apa yang dimasksud dengan sklerosis? Sklerosis dibedakan menjadi 2, sebutkan dan jelaskan!

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 KUNCI JAWABAN DAN PEDOMAN PENILAIAN A. Kunci Jawaban   Pilihan Ganda 1. d 6. c 11. c 16. d 2. a 7. a 12. b 17. e 3. b 8. b 13. e 18. d 4. d 9. c 14. a 19. e 5. d 10. b 15. c 20. c Essay 1. Tindakan Preventif  Menurunkan bobot badan merupakan strategi sangat efektif dalam mengatur pola hidup untuk menormalkan tekanan darah.  Menjadi aktif secara fisik merupakan salah satu langkah yang paling penting yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi atau mengontrol tekanan darah tinggi.  Berhenti Merokok 2. Pertolongan Pertama  Bagian tubuh yang mengalami luka terbuka harus tampak oleh penolong, jika masih terhalangi oleh pakaian maka harus dibuka.  Membersihkan luka ini sangat penting untuk menghindari luka terkontaminasi dan membuang kotoran yang menempel pada luka tersebut. 3. Yang dimaksud dengan setetes darah anda adalah dengan setetes darah kita dapat mengetahui golongan darah kita. Apabila kita mengetahui golongan darah kita, kita dapat mendonorkan darah kita pada orang lain yang membutuhkan. Apabila kita mendonorkan darah kita, dan ternyata golongan darah kita berbeda dapat terjadi penggumpalan. arah kita bisa mengandung antigen A, antigen B, keduanya, atau bahkan tidak mengandung keduanya. Antigen inilah yang menjadi penentu utama jenis golongan darah seseorang dan

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 yang membuat golongan darah berbeda tidak bisa masuk. Adapula aglutinin yang terkandung di dalam darah. Aglutinin bertindak sebagai antibodi terhadap antigen A dan B. Aglutinin a akan menolak keberadaan antigen A dalam darah, begitu juga dengan aglutinin b akan menolak keberadaan antigen B dalam darah. Penolakan tersebut ditandai dengan penggumpalan aglutinin. Inilah dampak yang akan terjadi bila donor darah tidak sesuai dengan golongan darah pasien. 4. Hipertensi dapat memicu timbulnya stroke Hipertensi yang merupakan gangguan dimana tekanan darah atau tekanan pompa jantung yang tinggi akan mendorong darah lebih kuat, sedangkan otak merupan organ yang mendapat suplai darah terbesar dibanding organ lainnya melalui banyak pembuluh darah akan mendapat efek negatif dari tingginya tekanan ini. Pembuluh dara di otak banyak yang tergolong pembuluh darah mikro berukuran kecil, walaupun kecil tapi pembuluh darah otak sebenarnya masih bisa mengkompensasi jika terjadi peningkatan tekanan darah tetapi jika ini terjadi terlalu lama pembuluh darah akan pecah. Jika pembuluh darah otak sudah pecah itu akan mengganggu suplai oksigen dan nutrisi pada otak, sel otak akan mengalami penurunan fungsi kekurangan energi sehingga bisa mengakibatkan kematian sel saraf otak. Selain itu, darah yang keluar dari pembuluh darah bisa menekan jaringan di sekitarnya dan merusaknya 5. Sklerosis adalah penyakit yang diakibatkan oleh pengerasan atau penebalan pembuluh nadi. Pengerasan nadi menimbulkan gangguan kelancaran aliran darah. Sklerosis dapat terjadi karena terbentuknya endapan lemak yang disebut aterosklerosis. Sedangkan penebalan pembuluh darah oleh pengkapuran disebut dengan arteriosklerosis.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 B. Pedoman Penilaian  Pilihan Ganda Setiap no skor 1 (skor maksimal=25)  Essay No 1 skor maksimal = 10 No 2 skor maksimal = 15 No 3 skor maksimal = 25 No 4 skor maksimal = 20 No 5 skor maksimal = 5 Nilai = jumlah skor pilihan ganda + jumlah skor essay

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Lampiran 13: Surat Ijin Penelitian

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Lampiran 14: Surat Ijin Melaksanakan Determinasi Tumbuhan

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Lampiran 15: Surat Pernyataan Selesai Melaksanakan Penelitian

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Lampiran 16: Surat Ijin Peminjaman Alat-alat Laboratorium

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Lampiran 16: Dokumentasi penelitian Pengelompokan hewan uji Penimbangan tempuyung Penimbangan Simvastatin Kandang Pemeliharan Tempuyung Pembuatan Infusa Daun Tempuyung

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Proses penyaringan Pemberian infusa daun tempuyung Infusa daun tempuyung Pengambilan darah lewat vena mata Larutan Simvastatin Sample darah mencit

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Ketamin Mikrohematokrit Jarum Sonde

(140)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh pemberian ampas kunyit (Curcuma ransum) dalam ransum terhadap performa produksi, respon imun dan kadar kolesterol plasma darah mencit putih (Mus musculus)
0
5
58
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Mencit (Mus musculus L.) Jantan Hiperurisemia
0
9
52
Pengaruh pemberian infusa daun sirsak (Annona muricata L.) secara subkronis terhadap kadar glukosa darah tikus jantan dan betina.
0
1
118
Pengaruh pemberian infusa daun sirsak (Annona muricata L.) secara subkronis terhadap kadar glukosa darah tikus jantan dan betina
0
3
116
Pengaruh Spirulina sp terhadap kadar kolesterol dalam darah
0
0
2
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Mencit (Mus musculus L.) Jantan Hiperurisemia
0
0
13
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Mencit (Mus musculus L.) Jantan Hiperurisemia
0
0
2
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Mencit (Mus musculus L.) Jantan Hiperurisemia
0
0
6
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Mencit (Mus musculus L.) Jantan Hiperurisemia
0
0
12
Pengaruh ekstrak daun tempuyung terhadap perubahan kadar trigliserida, kolesterol dan fraksi kolesterol total dalam serum darah tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
16
Pengaruh ekstrak daun tempuyung terhadap perubahan kadar trigliserida, kolesterol dan fraksi kolesterol total dalam serum darah tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
43
Pengaruh pemberian ekstrak metanol-air daun Macaranga Tanarius L. Terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus yang terbebani glukosa - USD Repository
0
0
6
Pengaruh pemberian jamu penurun lemak darah merek ``X`` terhadap kadar kolesterol total tikus putih jantan hiperlipidemia - USD Repository
0
0
92
Uji toksisitas subkronis infusa daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap gambaran histologis testis dan ovarium tikus - USD Repository
0
0
120
Pengaruh pemberian infusa daun sirsak (Annona muricata L.) secara subkronis terhadap gambaran histologis lambung dan usus tikus - USD Repository
0
0
132
Show more