Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas V Sekolah Dasar Kanisius Jetisdepok - USD Repository

Gratis

0
3
217
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI MENGIDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR KANISIUS JETISDEPOK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Robertine Dhita P 101134114 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI MENGIDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR KANISIUS JETISDEPOK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Robertine Dhita P NIM : 101134114 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, skripsi ini kupersembahkan untuk :  Orangtuaku : Bapak Ignatius Wagi & Ibu Yuliana Widiyati  Kakakku : Fransisca Bety P & Hadrianus Lastaryo Puji R  Adikku : Mario Aditya P  Penyemangatku : Laurentius Beny Widya Ardika  Sahabat-sahabatku : Risma & Tri iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO  Satu-satunya ukuran keberhasilan Anda yang jujur adalah apa yang sedang anda lakukan dibandingkan dengan potensi Anda yang sebenarnya (Pauk J. Meyer)  Untuk menemukan kebahagiaan bukan dengan jalan melarikan diri dari kesulitan, melainkan dengan mengatasinya (Amix Saechard)  Pekerjaan hebat tidak dilakukan dengan kekuatan, tapi dengan ketekunan dan kegigihan (Samuel Jhonson)  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu (Matius 11:28)  Bersukacilah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa (Roma 12:22)  Jangan takut gagal kalau ingin berhasil. Karena kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Keberhasilan harus diraih dengan kerja keras dan doa. v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya ataupun begian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar referensi, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 26 Agustus 2014 Penulis Robertine Dhita P NIM : 101134114 vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEGIATAN AKADEMIS Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Robertine Dhita P NIM : 101134114 Demi pengembangan pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI MENGIDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR KANISIUS JETISDEPOK” Dengan demikian saya memberitahukan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikan ke dalam internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta ijin dari saya, atau memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 26 Agustus 2014 Yang menyatakan Robertine Dhita P NIM: 101134114 vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Peningkatan Minat Dan Pretasi Belajar IPA Materi Mengidentifikasi Jenis-Jenis Tanah Dengan Pendekatan Kontekstual Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kanisius Jetisdepok Tahun Pelajaran 2013/2014. Yogyakarta. PGSD. FKIP. USD. Oleh: Robertine Dhita P NIM : 101134114 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendekatan kontekstual dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah kelas V SD Kanisius Jetisdepok. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan subyek penelitian siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok. Tindakan yang dilakukan adalah implementasi pendekatan kontekstual saat pembelajaran berlangsung. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa data awal skala minat siswa, presentase minat siswa di atas rata-rata adalah 50%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I dengan menggunakan pendekatan kontekstual, presentase minat siswa di atas rata-rata naik menjadi 55,55 %. Kemudian pada siklus II, presentase minat siswa di atas rata-rata mengalami peningkatan menjadi 66,66 %. Hasil penelitian data awal observasi minat siswa, presentase minat siswa di atas rata-rata adalah 33,33%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I dengan menggunakan pendekatan kontekstual, presentase minat siswa di atas rata-rata naik menjadi 61,11 %. Pada siklus II, presentase minat siswa di atas rata-rata mengalami peningkatan menjadi 66,66 %. Hasil penelitian prestasi belajar siswa, presentase siswa yang mencapai KKM adalah 55,55 %. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, presentase siswa yang mencapai KKM adalah 61,11. Pada siklus II presentase siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan menjadi 77,77 %. Kata kunci : Minat, Prestasi, Pendekatan Kontekstual. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Increased Interest And Achievement Learning: Science Materials Identifying Types Of Soil Class V Kanisius Jetisdepok Academic Year 2013/2014. Yogyakarta. PGSD. FKIP. USD. By : Robertine Dhita P NIM : 101134114 This study aims to determine the implementation of a contextual approach in improving student achievement and interest in science material identified soil types Kanisius Jetisdepok fifth grade elementary school. This study is a class action research, with the fifth grade students study the subject Elementary Kanisius Jetisdepok. The action taken is the implementation of a contextual approach when learning takes place. This research is a form of action research consists of two cycles, each cycle consisting of four phases: planning, action, observation and reflection. Based on the results of research preliminary data indicate that students' interest scale, the percentage interest of the students in the above average is 50%. After the action in the first cycle by using a contextual approach, the percentage of student interest in the above-average rose to 55.55%. Then do the action in the second cycle, the percentage of student interest in the above-average increased to 66.66%. The results of the study observations indicate that the initial data interests of students, the percentage interest of the students in the above average is 33.33%. After the action in the first cycle by using a contextual approach, the percentage of student interest in the above-average rose to 61.11%. Then do the action in the second cycle, the percentage of student interest in the above-average increased to 66.66%. While the results of research shows that student achievement, the percentage of students who reach the KKM (minimum achievement score) is 55.55%. After the action in the first cycle, the percentage of students who reach the KKM (minimum achievement score) is 61.11%. Then for the action on the second cycle, the percentage of students who achieve KKM (minimum achievement score) increased to 77.77%. Key words: Interest, Achievement, Contextual Approach. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan program S1 PGSD USD. Dalam menulis skripsi ini penulis banyak mendapatkan bantuan yang sangat berarti dan bermanfaat untuk penulisan ini, sehingga pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang telah membantu hingga skripsi ini dapat selesai. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada : 1. Bapak Rohandi, Pd.D, selaku Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma. 2. Rm. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A, selaku Kaprodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. 3. Bapak Drs. Antonius Tri Priantara, M. For. Sc selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing dan mendampingi penulisan proses penyusunan skripsi ini. 4. Ibu Laurensia Aptik Evanjeli., M.A selaku dosen pembimbing II yang telah membantu membimbing dan mendampingi penulisan skripsi. 5. Ibu Florentina Rusmini, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Jetisdepok, yang telah memberi izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian. 6. Bapak Y. Atik Fajar Rianto, selaku guru kelas V SD Kanisius Jetisdepok, yang berkenan membantu dan menjadi mitra penulis dalam melaksanakan penelitian. 7. Ibu Brigitta Erlita Tri. A., S.Psi., H.Psi yang telah membantu validasi perangkat pembelajaran dalam skripsi ini. 8. Kedua orang tuaku Bapak Ignatius Wagi dan Ibu Yuliana Widiyati yang sangat aku cintai dan aku sayangi, sebagai rasa sayang dan rasa baktiku. 9. Seluruh Dosen PGSD USD dan Staf Sekretariat PGSD USD, yang telah benyak memberikan bantuan pada penulis. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Seluruh siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok tahun pelajaran 2013/2014, yang menjadi subyek penelitian. 11. Teman-teman PPL Jetisdepok 2014 yang telah membantu banyak memberikan bantuan pada penulis. 12. Teman-temanku Risma, Tri, Shinta, Nafisa dan Putra yang telah senantiasa memberikan dukungan kepada penulis dalam penyusunan skripsi. 13. Kakakku Fransisca Bety P dan Hadrianus Lastaryo Puji R yang selalu memberikan dukungan. 14. Adikku Mario Aditya Primandaru yang selalu memberikan dukungan. 15. Laurentius Beny Widya Ardika yang selalu menjadi penyemangatku. 16. Seluruh pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu yang telah membantu dan memberi dukungan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga karya ini bermanfaat bagi para pembaca. Yogyakarta, 26 Agustus 2014 Penyusun Robertine Dhita P xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... ii HALAMAN LEMBAR PENGESAHAN ............................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................... vi HALAMAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........ vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT .......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ......................................................................................... x DAFTAR ISI ...................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR .................................................................................. .... xvii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ................................................................................................. 1 1.2 Pembatasan Masalah ........................................................................................ 5 1.3 Rumusan Masalah ............................................................................................ 5 1.4 Tujuan Penelitian ............................................................................................ 6 1.5 Manfaat Penelitian .......................................................................................... 6 1.6 Definisi Operasional ........................................................................................ 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................ 9 2.1 Kajian Teori .............................................................................................. 9 2.1.1 Metode Pendekatan Kontekstual ............................................................... 9 2.1.1.1 Pengertian Pendekatan Kontekstual .......................................................... 9 2.1.1.2 Prinsip-prinsip Ilmiah Pendekatan Kontekstual ...................................... 10 2.1.1.3 Komponen-komponen Pendekatan Kontekstual .................................... 12 2.1.2 Prestasi Belajar ........................................................................................ 15 2.1.2.1 Pengertian Belajar ................................................................................... 15 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2.2 Pengertian Prestasi Belajar ...................................................................... 16 2.1.2.3 Aspek Prestasi Belajar ............................................................................. 17 2.1.3 Minat Belajar ........................................................................................... 19 2.1.3.1 Pengertian Minat Belajar ........................................................................ 19 2.1.3.2 Indikator Minat Belajar ........................................................................... 20 2.1.3.3 Faktor Pendorong Minat Belajar ............................................................. 21 2.1.4 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ................................................................ 23 2.1.4.1 Pengertian IPA di Sekolah Dasar ............................................................ 23 2.1.4.2 Hakekat IPA ............................................................................................ 24 2.1.4.3 Materi IPA ............................................................................................... 26 2.2 Kerangka Berfikir..................................................................................... 32 2.3 Penelitian Yang Relevan ......................................................................... 33 2.4 Hipotesis Tindakan ................................................................................. 38 BAB III METODE PENELITIAN ...................................................................... 40 3.1 Jenis Penelitian ........................................................................................ 40 3.2 Setting Penelitian .................................................................................... 42 3.3 Rencana Tindakan ................................................................................... 43 3.3.1 Persiapan ................................................................................................. 43 3.3.2 Rencana Tindakan Setiap Siklus .............................................................. 45 3.4 Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 50 3.5 Instrumen Penelitian ............................................................................... 52 3.6 Validitas, Reliabilitas, dan Indeks Kesukaran Soal ................................. 54 3.7 Teknik Analisis Data ................................................................................ 62 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................................... 67 4.1 Hasil Penelitian ...................................................................................... 67 4.1.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas ........................................................... 67 4.1.1.1 Siklus I ................................................................................................... 67 4.1.1.2 Siklus II ................................................................................................... 73 4.1.2 Minat Siswa ............................................................................................. 78 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.2.1 Skala Minat Siswa ................................................................................... 78 4.1.2.2 Observasi Minat Belajar Siswa ............................................................... 80 4.1.2.3 Prestasi Belajar Siswa ............................................................................. 82 4.2 Pembahasan ............................................................................................. 85 4.2.1 Minat Belajar ........................................................................................... 85 4.2.2 Prestasi Belajar ....................................................................................... 90 BAB V PENUTUP .............................................................................................. 92 5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 92 5.2 Keterbatasan Penelitian ............................................................................ 94 5.3 Saran ........................................................................................................ 94 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................96 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Dan Pengambilan Data ........................ 43 Tabel 2. Blue Print Skala Minat .......................................................................... 52 Tabel 3. Blue Print Observasi Minat Belajar ...................................................... 53 Tabel 4. Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus I .................................................... 53 Tabel 5. Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus II .................................................. 54 Tabel 6. Perhitungan SPSS Skala Minat ............................................................. 56 Tabel 7. Hasil Perhitungan Validasi Perangkat Pembelajaran ............................ 58 Tabel 8. Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran ............................................ 58 Tabel 9. Hasil perhitungan SPSS tes prestasi ...................................................... 59 Tabel 10. Koefisien Reliabilitas .......................................................................... 61 Tabel 11. Kategori Tingkat Kesukaran Soal ....................................................... 62 Tabel 12. Perhitungan PAP II ............................................................................. 63 Tabel 13. Ketegori Tingkat Minat Siswa ............................................................ 64 Tabel 14. Indikator Keberhasilan Skala Minat Belajar ....................................... 64 Tabel 15. Indikator Keberhasilan Observasi Minat ............................................ 64 Tabel 16. Indikator Keberhasilan Prestasi Belajar .............................................. 64 Tabel 17. Skor Rata-Rata Skala Sikap Siswa ...................................................... 78 Tabel 18. Skor Observasi Minat Belajar Siswa .................................................. 81 Tabel 19. Skor Tes Prestasi ................................................................................. 82 Tabel 20. Hasil Skor Tes Prestasi ....................................................................... 84 Tabel 21. Peningkatan Skala Minat Belajar ........................................................ 86 Tabel 22. Peningkatan Observasi Minat ............................................................. 88 Tabel 23. Peningkatan Prestasi Siswa ................................................................. 91 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Lapisan Tanah ................................................................................... 27 Gambar 2. Tanah Berhumus ............................................................................... 30 Gambar 3. Tanah Berpasir ................................................................................. 31 Gambar 4. Tanah Liat ......................................................................................... 31 Gambar 5. Skema ................................................................................................. 38 Gambar 6. Model Penelitian Tindakan Kelas ..................................................... 41 Gambar 7. Presentase Skala Sikap ...................................................................... 80 Gambar 8. Diagram Observasi Peningkatan Minat Belajar Siswa .................... 82 Gambar 9. Diagram Peningkatan Prestasi Belajar Siswa .................................... 84 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Permohonan Ijin Penelitian ................................................ 98 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian .......................... 99 Lampiran 2 Silabus ....................................................................................... 100 RPP Siklus I Pertemuan I .......................................................... 105 RPP Siklus I Pertemuan 2 ........................................................ 111 RPP Siklus II Pertemuan 1 ......................................................... 117 RPP Siklus II Pertemuan 2 ......................................................... 122 Lampiran 3 LKS Siklus I Pertemuan 1 ......................................................... 127 LKS Siklus I Pertemuan 2 ......................................................... 128 LKS Siklus II Pertemuan 1 ....................................................... 129 LKS Siklus II Pertemuan 2 ....................................................... 131 Kunci Jawaban Siklus I Pertemuan 1 ......................................... 133 Kunci Jawaban Siklus I Pertemuan 2 ........................................ 134 Kunci Jawaban Siklus II Pertemuan 1 ....................................... 135 Kunci Jawaban Siklus II Pertemuan 2 ...................................... 137 Lampiran 4 Kisi-Kisi Soal Tes Prestasi Sebelum Uji Validitas ................... 139 Soal Tes Prestasi sebelum Uji Validitas .................................. 140 Uji Validitas Tes Prestasi .......................................................... 145 Kisi-kisi Soal Tes Prestasi Sesudah Uji Validitas ..................... 152 Soal Tes Prestasi Sesudah Uji Validitas ................................... 153 Kisi-kisi Skala Minat Sebelum Uji Validitas ............................ 157 Uji Validitas Skala Minat .......................................................... 158 Kisi-kisi Observasi Minat ......................................................... 163 Hasil Skala Minat Belajar ......................................................... 164 Hasil Observasi Minat Belajar ................................................. 173 Lampiran 5 Validasi RPP Oleh Guru ........................................................... 182 Validasi Skala Minat Oleh Dosen ............................................ 184 Lampiran 6 Contoh Lembar LKS Siklus I..................................................... 191 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Contoh Lembar LKS Siklus II .................................................. 193 Contoh Soal Tes Prestasi Siklus I ............................................ 195 Contoh Soal Tes Prestasi Siklus II ............................................ 196 Lampiran 7 Dokumen/Foto .......................................................................... 197 Riwayat Hidup .......................................................................... 198 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan kita, baik dalam kehidupan individu, bangsa maupun negara. Oleh karena itu, pendidikan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga sesuai dengan tujuan. Keberhasilan suatu bangsa terletak pada mutu pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya. Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak pernah berhenti. Berbagai terobosan baru terus dilakukan oleh pemerintah melalui Depdiknas. Upaya itu antara lain dalam pengelolaan sekolah, peningkatan sumberdaya tenaga pendidikan, pengembangan/penulisan materi ajar, serta pengembangan paradigma baru dengan metodologi pengajaran. IPA merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang fenomena-fenomena alam, sehingga IPA juga diajarkan kepada siswa SD untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu, pembaruan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional (Nurhadi, 2003: 1). Dalam mewujudkan kualitas pendidikan di sekolah dasar harus disesuaikan dengan perkembangan siswa. Siswa masih menggunakan pola 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 pikir yang konkret, maka dalam proses pembelajaran yang abstrak harus dibantu agar menjadi lebih konkrit. Hal ini berarti bahwa strategi pembelajaran IPA intelektual/perkembangan haruslah tingkat sesuai berfikir dengan anak, perkembangan sehingga diharapkan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar itu lebih efektif dan menyenangkan. Pembelajaran IPA di SD merupakan sarana yang tepat untuk mempersiapkan para siswa agar dapat memperoleh pengetahuan-pengetahuan yang baru sehingga apa yang mereka peroleh dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kenyataannya, minat dan prestasi belajar siswa dalam mempelajari konsep-konsep dalam IPA tidak sesuai dengan harapan guru. Guru yang aktif dalam pembelajaran untuk memindahkan pengetahuan yang dimilikinya seperti mesin, siswa mendengarkan, mencatat dan mengerjakan tugas yang diberikan guru, sehingga pembelajaran berpusat pada guru dan pemahaman yang dicapai siswa bersifat instrumental. Di dalam hal ini, anggapan bahwa pengetahuan itu bisa ditransfer dari pikiran seseorang kepikiran orang lain, Pembelajaran IPA pelaksanaannya diupayakan dalam kondisi pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Guru harus memberikan tahapan dan pembelajaran yang dapat menciptakan situasi yang kondusif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Siswa akan lebih mudah memahami satu konsep jika belajar menemukan sendiri dan terlibat langsung dalam pembelajaran tersebut. Terjadi suasana pembelajaran yang

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 menyenangkan dan pembelajaran yang banyak menggunakan ceramah akan cepat membosankan. Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas V pada tanggal 28 Januari 2014 di SD Kanisius Jetisdepok, dapat disimpulkan bahwa perhatian guru terhadap pentingnya pendekatan, metode dan media pembelajaran yang digunakan khususnya dalam pembelajaran IPA masih kurang. Selama pengamatan, guru mengajar hanya berpatokan pada buku pelajaran IPA. Guru menyampaikan materi pembelajaran menggunakan ceramah yang tidak mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang disampaikan guru belum kontekstual. Di samping itu, guru juga tidak menggunakan media yang mendukung proses belajar mengajar yang dapat membantu membentuk pengetahuan siswa. Hal tersebut, membuat siswa kurang konsentrasi pada pelajaran dan cenderung bermain bersama temannya. Dalam hal ini, terlihat minat siswa dalam mengikuti pembelajaran berlangsung kurang menunjukkan minat belajar terbukti ketika pembelajaran berlangsung siswa lebih banyak diam dan enggan bertanya pada guru ataupun pada siswa sehingga guru yang tampak aktif dalam pembelajaran. Dari fakta-fakta di atas, rendahnya minat belajar itulah yang diduga menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa. Dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian pada materi cahaya, data yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok Tahun Pelajaran 2013/2014 masih ada 14 siswa dari 18 siswa yang nilainya di bawah Kriteria

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai70. Peneliti ini, akan menerapkan pendekatan kontekstual pada materi tanah. Dalam hal ini peneliti, menggunakan nilai ulangan harian pada materi cahaya karena peneliti tidak mendapatkan nilai materi tanah pada tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan guru kelas V merupakan guru baru yang tidak memiliki berkas-berkas pada tahun sebelumnya. Minat siswa pada mata pelajaran IPA terlihat dari hasil observasi dengan persentase 33,33 % kategori sangat rendah yang dilakukan peneliti sebelum melakukan penelitian. Dengan patokan 3 indikator yang setiap indikator terdapat 5 deskriptor. Mengingat pentingnya IPA, usaha yang harus dilakukan yaitu dengan membenahi proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan suatu pendekatan pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Selain itu juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sendiri-sendiri. Untuk mewujudkan itu, salah satu caranya adalah dengan pendekatan kontekstual karena diharapkan dapat membantu siswa untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa, serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul Penelitian Tindakan Kelas “Peningkatan Minat Dan Pretasi Belajar IPA Materi Mengidentifikasi Jenis-Jenis Tanah Dengan Pendekatan Kontekstual Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kanisius Jetisdepok”.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 1.2 Pembatasan Masalah Memahami dan mengatasi masalah tersebut tentu saja tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, mengingat adanya keterbatasan waktu, tenaga, biaya, dan kemampuan, maka peneliti hanya membatasi penelitian ini pada : 1. Penelitian ini dilakukan hanya untuk mata pelajaran IPA khususnya pada standar kompetensi (SK) 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumberdaya alam dan kompetensi dasar (KD) 7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah. 2. Minat belajar siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok saat mengikuti pembelajaran masih rendah. 3. Prestasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok masih rendah. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1. Bagaimana proses pendekatan kontekstual pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa yang masih rendah khususnya pada materi Jenis-jenis Tanah, siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok? 2. Apakah dengan penerapan pendekatan kontekstual pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat belajar siswa khususnya pada materi Jenis-jenis Tanah, siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok?

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 3. Apakah dengan penerapan pendekatan kontekstual pada pelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada materi Jenisjenis Tanah, siswakelas V SD Kanisius Jetisdepok? 1.4 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan di atas, tujuan penelitian ini adalah : 1. Mengetahui proses pendekatan kontekstual pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa yang masih rendah khususnya pada materi Jenis-jenis Tanah, siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok. 2. Mengetahui proses pendekatan kontekstual pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat belajar siswa khususnya pada materi Jenis-jenis Tanah, siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok. 3. Mengetahui proses pendekatan kontekstual pada pelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada materi Jenis-jenis Tanah, siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok. 1.5 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat baik bersifat praktis maupun teoritis. 1. Manfaat Teoritis

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 a) Hasil penelitian ini nanti secara teoritis diharapkan dapat memberikan sumbangan kepada guru secara umum pada pembelajaran IPA melalui pendekatan kontekstual. b) Secara khusus, penelitian ini memberikan kontribusi pada strategi pembelajaran berupa penggeseran dari paradigma mengajar menuju ke paradigma belajar yang mementingkan pada proses untuk mencapai hasil. 2. Manfaat Praktis a) Bagi siswa, meningkatnya kemampuan siswa sehingga dapat mengembangkan potensi diri secara optimal terutama dalam belajar IPA selanjutnya. b) Bagi guru, dapat digunakan sebagai bahan masukan bahwa pendekatan kontekstual dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam KBM IPA. c) Bagi sekolah, memberikan masukan kepada sekolah dalam usaha perbaikan proses pembelajaran, sehingga berdampak pada peningkatan mutu sekolah. 1.6 Definisi Operasional a. Minat adalah keadaan yang dimiliki seseorang yang dapat menarik perhatian dan menimbulkan perasaan senang terhadap subyek yang disenanginya. b. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh oleh seseorang setelah seseorang melakukan kegiatan belajar.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 c. Pendekatan kontekstual adalah pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari secara langsung dan menghubungkannya dengansituasi kehidupan sehari-hari.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Metode Pendekatan Kontekstual 2.1.1.1 Pengertian Pendekatan Kontekstual Nurhadi (2003: 13) menyatakan pendekatan kontekstual adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit, dan dari proses mengkontruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat. Wina (2006: 253) menyatakan bahwa pendekatan kontekstual adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada prospek keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Pengertian pendekatan kontekstual menurut Johnson adalah sistem pembelajaran yang didasarkan pada pandangan bahwa siswa belajar bila mereka melihat makna dalam materi pelajaran yang mereka ikuti, dan 9

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 mereka akan melihat makna dalam tugas-tugas yang mereka kerjakan bilamana mereka dapat menghubungkan informasi baru yang mereka terima dengan pengetahuan atau pengalaman yang mereka miliki. Teori menurut Nurhadi dan Wina mempunyai teori yang sama yaitu mengaitkan pengetahuan atau materi yang dimiliki siswa dengan dunia nyata siswa. Teori Nurhadi dan Sanjaya mempunyai perbedaan dengan teori menurut Johnson, pendekatan kontekstual adalah siswa belajar bila mereka melihat makna dalam materi pelajaran yang mereka ikuti dan mereka akan melihat makna dalam tugas-tugas yang mereka kerjakan bilamana mereka dapat menghubungkan informasi baru yang mereka terima dengan pengetahuan atau pengalaman yang mereka miliki. Berdasarkan pengertian pendekatan kontekstual tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan kontekstual merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari secara langsung dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan sehari-hari. 2.1.1.2 Prinsip Ilmiah Pendekatan Kontekstual Tiga prinsip ilmiah pendekatan kontekstual menurut para ahli fisika kuantum, para kosmolog, dan ahli biologi (Johnson, 2010: 68-89) mengatakan bahwa: 1) Prinsip kesalingbergantungan dan pendekatan kontekstual

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Prinsip ini mengajak para pendidik untuk mengenali keterkaitan antara peserta didik dengan pendidik yang lain, dengan para siswa, dengan masyarakat, dan dengan bumi. Prinsip kesalingbergantungan menghubungkan semua hal yang ada di alam semesta dengan hal lainnya yang bermakna untuk membangun pemikiran yang kritis dan kreatif. Kedua proses itu terlibat dalam mengidentifikasi hubungan yang akan menghasilkan pemahaman-pemahaman baru. 2) Prinsip diferensiasi dan pendekatan kontekstual Prinsip diferensiasi mendorong alam semesta menuju keragaman yang tak terbatas, dan hal itu menjelaskan kecenderungan entitas-entitas yang berbeda untuk bekerja sama dalam bentuk yang disebut simbiosis. Para pendidik akan melihat pentingnya prinsip diferensiasi di sekolah-sekolah dan kelas-kelas untuk meniru sasaran prinsip tersebut menuju kreativitas, keunikan, keragaman, dan kerja sama. 3) Prinsip pengaturan diri dan pendekatan kontekstual Prinsip pengaturan diri meminta para pendidik untuk mendorong setiap siswa mengeluarkan seluruh potensinya. Sasaran utama sistem pendekatan kontekstual adalah menolong para siswa mencapai keunggulan akademik, memperoleh ketrampilan karier, dan mengembangkan karakter dengan cara menghubungkan tugas sekolah dengan pengalaman serta pengetahuan pribadinya.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Berdasarkan penjelasan prinsip-prinsip ilmiah pendekatan kontekstual di atas, penulis menyimpulkan bahwa ada tiga prinsip ilmiah pendekatan kontekstual yaitu: prinsip kesalingbergantungan dan pendekatan kontekstual, prinsip diferensiasi dan pendekatan kontekstual, dan prinsip pengaturan diri dan pendekatan kontekstual. 2.1.1.3 Komponen-Komponen Pendekatan Kontekstual Pembelajaran pendekatan kontekstual menurut Sanjaya (dalam Sugiyanto, 2007: 3) melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran, yaitu: a) Kontruktivisme (Constructivisme) Kontruktivisme adalah proses membangun dan menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Pengetahuan memang berasal dari luar tetapi dikontruksi oleh dalam diri seseorang. Oleh sebab itu, pengetahuan terbentuk oleh dua faktor penting yaitu objek yang menjadi bahan pengamatan dan kemampuan Pembelajaran subjek melalui untuk menginterpretasi pendekatan kontekstual objek tersebut. pada dasarnya mendorong agar siswa bisa mengkontruksi pengetahuannya melalui proses pengamatan dan pengalaman nyata yang di bangun oleh individu si pembelajar. b) Menemukan (Inquiri) Menemukan artinya proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis. Secara umum

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 proses inkuiri dapat dilakukan melalui beberapa langkah yaitu : (1) merumuskan masalah, (2) mengajukan hipotesa, (3) mengumpulkan data, (4) menguji hipotesis, (5) membuat kesimpulan. c) Bertanya (Questioning ) Bertanya adalah bagian inti belajar dan menemukan pengetahuan. Dengan adanya keingintahuanlah, pengetahuan selalu dapat berkembang. Dalam pembelajaran pendekatan kontekstual guru tidak menyampaikan informasi begitu saja tetapi memancing siswa dengan bertanya agar siswa dapat menemukan jawabannya sendiri. Dengan demikian pengembangan keterampilan guru dalam bertanya sangat diperlukan. Hal ini penting karena pertanyaan guru menjadikan pembelajaran lebih produktif yaitu berguna untuk : (a) menggali informasi tentang kemampuan siswa dalam penguasaan pembelajaran, (b) membangkitkan motivasi siswa untuk belajar, (c) merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuatu, (d) memfokuskan siswa pada sesuatu yang diinginkan, (e) membimbing siswa untuk menemukan atau menyimpulkan sesuatu. d) Masyarakat Belajar (Learning Community) Masyarakat belajar menurut Gotsky (dalam Sugiyanto, 2007: 4), bahwa pengetahuan dan pengalaman anak banyak dibentuk oleh komunikasi dengan orang lain. Permasalahan tidak mungkin dipecahkan sendirian. Tetapi membutuhkan bantuan orang lain. Dalam pendekatan kontekstual, hasil belajar dapat diperoleh dari hasil

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 bertukar pikiran dengan orang lain, teman, antar kelompok dan bukan hanya guru. Dengan demikian, masyarakat belajar dapat diterapkan melalui belajar kelompok dan sumber-sumber lain dari luar yang dianggap tahu tentang sesuatu yang menjadi fokus pembelajaran. e) Pemodelan ( Modeling ) Pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru setiap siswa. Pemodelan dalam kegiatan pembelajaran bisa langsung dari guru, misalnya memberi contoh cara mengerjakan sesuatu atau dengan melibatkan siswa sebagai model pembelajaran. f) Refleksi ( Reflection ) Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan baru yang diterima. Misalnya ketika pelajaran berakhir, siswa mengevaluasi dan menginstropeksi diri apakah selama mengikuti proses pembelajaran tadi dapat memahami materi yang disampaikan, berpartisipasi aktif, termotivasi, dll. g) Penilaian nyata ( Authentic Assessment ) Proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. Berdasarkan ketujuh komponen yang sudah dijelaskan di atas, peneliti menyimpulkan kontruktivisme adalah proses membangun dan menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Menemukan adalah proses pembelajaran didasarkan pada

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 pencarian dan penemukan melalui proses berfikir secara sistematis. Bertanya adalah bagian inti bertanya dan menemukan pengetahuan. Masyarakat belajar adalah pengetahuan dan pengalaman yang dibentuk oleh komunikasi dengan orang lain. Pemodelan adalah pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru setiap siswa. Refleksi adalah respon/menginstropeksi diri terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan baru yang diterima. Penilaian nyata adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Di dalam hal ini, peneliti menerapkan ketujuh komponen tersebut di dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. 2.1.2 Prestasi Belajar 2.1.2.1 Pengertian Belajar Terdapat beberapa pengertian belajar menurut para ahli, yaitu Sardiman, Anni dan Rifa’i dan Mulyati. Menurut Sardiman (2007: 20), belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan lain sebagainya. Menurut Anni dan Rifa’i (2009: 82), belajar didefinisikan sebagai proses penting bagi perubahan perilaku manusia, mencakup segala sesuatu yang dipikirkan, dikerjakan, memegang peranan penting dalam

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian, bahkan persepsi manusia. Menurut Mulyati (2005: 5) belajar adalah usaha sadar individu untuk mencapai tujuan peningkatan diri atau perubahan diri melalui latihan-latihan, pengulangan-pengulangan dan perubahan yang terjadi bukan karena kebetulan. Teori menurut Sardiman, Anni dan Rifa’I dan Mulyati secara garis besar mempunyai teori yang sama bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku manusia mencakup segala sesuatu yang dipikirkan manusia untuk mencapai peningkatan diri atau perubahan perilaku. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku baik kemampuan, keterampilan maupun sikap yang dilakukan oleh individu secara aktif dalam interaksi dengan lingkungannya. 2.1.2.2 Pengertian Prestasi Belajar Terdapat beberapa pengertian prestasi belajar menurut para ahli, yaitu Purnomo dan Djamara, Winkel dan Sukadji. Pengertian prestasi belajar menurut Purnomo dan Djamara (2008: 370) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dikerjakan secara individu ataupun kelompok yang hasilnya berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Prestasi belajar menurut Winkel (1983: 162) merupakan suatu bukti keberhasilan seseorang dalam melakukan kegiatan belajar. Maka prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan usaha-usaha dalam belajar. Menurut Sukadji (2000: 20) bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam belajar. Teori prestasi menurut Purnomo dan Djamara, Winkel dan Sukadji mempunyai teori yang berbeda. Teori menurut Djamara dan Purnomo bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dikerjakan secara individu ataupun kelompok yang hasilnya dapat membuat perubahan individu sebagai hasil dari aktivis dalam belajar. Teori menurut Winkel bahwa prestasi belajar merupakan suatu bukti keberhasilan seseorang dalam melakukan kegiatan belajar. Sedangkan menurut Sukadji adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam belajar. Berdasarkan pada pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh oleh seseorang setelah seseorang melakukan kegiatan belajar. 2.1.2.3 Aspek Prestasi Belajar Menurut Muhibbin (2003: 214) ada tiga aspek dalam prestasi belajar, yaitu: a) Aspek kognitif

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Aspek kognitif adalah aspek yang berkaitan dengan kegiatan berfikir yaitu tingkat intelegensi (IQ) atau kemampuan berfikir siswa. Aspek kognitif dari dahulu selalu menjadi faktor utama dalam sistem pendidikan. Metode penilaian di sekolah terbukti menggunakan aspek kognitif dengan mengedepankan kesempurnaan aspek kognitif. b) Aspek afektif Aspek afektif adalah aspek yang berkaitan dengan nilai dan sikap yang berkaitan erat dengan kecerdasan emosi (EQ) siswa. Penilaian pada aspek afektif dapat terlihat pada tanggung jawab, kedisiplinan, sikap hormat terhadap guru, kepatuhan, dan sebagainya. c) Aspek psikomotorik Aspek psikomotorik adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan gerak fisik yang mempengaruhi sikap. Aspek psikomotorik berkaitan dengan kemampuan atau keterampilan (skill) yang dimiliki siswa setelah menerima pengetahuan. Berdasarkan aspek prestasi belajar yang sudah dijelaskan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa aspek prestasi belajar ada tiga yaitu aspek kognitif yang berkaitan dengan berpikir atau bernalar, aspek afektif berkaitan dengan nilai sikap sedangkan aspek psikomotorik berkaitan dengan ketrampilan yang dimiliki siswa untuk menerima pengetahuan. Pada hal ini, peneliti menggunakan aspek kognitif dalam penelitian, karena peneliti menilai prestasi siswa dengan menggunakan tes pilihan ganda sesuai dengan penilaian

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 prestasi SD Kanisius Jetisdepok. Di samping itu, prestasi belajar siswa kelas V di SD Kanisius Jetisdepok terutama pada mata pelajaran IPA sangatlah rendah. 2.1.3 Minat Belajar 2.1.3.1 Pengertian Minat Belajar Terdapat beberapa pengertian minat belajar menurut para ahli, yaitu Slameto, Muhibbin dan Bimo. Menurut Slameto (2003: 180) yang dimaksud dengan minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat hubungan tersebut, maka semakin besar pula minat yang dimiliki. Pengertian minat menurut Muhibbin (2003: 136) adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Bimo (2004: 38) mendefinisikan minat sebagai suatu keadaan dimana seseorang memiliki perhatian yang besar terhadap suatu objek yang disertai dengan keinginan untuk mengetahui dan mempelajari hingga akhirnya membuktikan lebih lanjut tentang objek tersebut. Teori minat belajar menurut Slameto, Muhibbin dan Bimo mempunyai teori yang berbeda. Teori minat belajar menurut Slameto bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Teori minat belajar menurut Muhibbin adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Teori minat belajar menurut Bimo suatu keadaan dimana seseorang memiliki perhatian yang besar terhadap objek tertentu disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari hingga akhirnya membuktikan lebih lanjut tentang objek tersebut. Dari beberapa pendapat di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa minat adalah keadaan yang dimiliki seseorang yang dapat menarik perhatian dan menimbulkan perasaan senang terhadap subyek yang disenanginya. 2.1.3.2 Indikator Minat Belajar Menurut Slameto (1988: 58) indikator minat belajar adalah: a) Perasaan senang Seorang siswa yang memiliki perasaan senang atau suka terhadap pelajaran misalnya pelajaran IPA, maka ia harus terus mempelajari IPA. Siswa dalam mengikuti pembelajaran sama sekali tidak ada perasaan terpaksa untuk mempelajari bidang tersebut. b) Daya tarik siswa Siswa cenderung memiliki rasa tertarik pada orang, benda, atau kegiatan yang sedang dilakukan. c) Perhatian siswa

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Perhatian merupakan konsentrasi yang dimiliki siswa terhadap kegiatan yang dilakukan dengan mengesampingkan kegiatan lain. Siswa yang memiliki minat belajar pada kegiatan tertentu maka dengan sendirinya akan memperhatikan kegiatan tersebut. Berdasarkan penjelasan dari Slameto tentang indikator minat belajar, peneliti menyimpulkan jika seseorang memiliki perasaan senang atau suka terhadap mata pelajaran tersebut maka dapat menimbulkan daya tarik siswa terhadap kegiatan belajar mengajar dan perhatian serta konsentrasi siswa penuh tertuju pada mata pelajaran yang disenanginya. 2.1.3.3 Faktor-Faktor Pendorong Minat Belajar Terdapat beberapa teori faktor pendorong minat menurut para ahli, yaitu Kartawidjaya, Sri dan Sardiman. Berikut ini penjelasan faktor- faktor pendorong minat menurut Kartawidjaya (1987: 183) mengatakan bahwa minat didorong oleh motivasi. Motivasi merupakan suatu tenaga yang mendorong setiap individu bertindak atau berbuat untuk tujuan tertentu. Minat dimanifestasikan berdasarkan komponen dorongan yang mendorongnya. Berikut adalah penjelasan faktor pendorong minat menurut Sri (2002: 365) salah satu cara untuk menarik minat selama mengikuti pembelajaran adalah menghubungkan pengalaman belajar siswa dengan minat belajar siswa. Jika seorang guru tahu apa yang diminati siswa, banyak tugas mengajar di kelas yang dapat dihubungkan dengan minat-

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 minat siswa. Minat dan motivasi berhubungan erat, dimana minat merupakan alat motivasi yang utama. Berikut ini penjelasan faktor pendorong minat menurut Sardiman (2007: 93-94) mengatakan bahwa ada beberapa cara untuk menciptakan minat, antara lain: a. Membangkitkan adanya suatu kebutuhan untuk belajar. b. Menghubungkan pengalamannya dengan persoalan atau masalah pada masa lampau. c. Menggunakan berbagai macam cara mengajar supaya siswa tidak merasa bosan. d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berlomba mendapatkan hasil yang lebih baik. Teori faktor pendorong minat menurut para ahli di atas mempunyai pengertian yang berbeda-beda. Menurut Kartawidya bahwa minat didorong oleh motivasi. Motivasi adalah suatu keinginan yang mendorong seseorang untuk bertindak atau berbuat sesuatu di dalam mencapai tujuan yang diingikan. Menurut Sri adalah menghubungkan pengalaman belajar siswa dengan minat belajar siswa. Tugas guru disini adalah mengajarkan suatu materi yang dapat dihubungkan dengan minatminat yang dimiliki seseorang. Dimana minat merupakan alat motivasi utama. Menurut Sardiman ada beberapa cara untuk menciptakan minat diantaranya membangkitkan adanya suatu kebutuhan untuk belajar, menghubungkan pengalamannya dengan persoalan pada masa lampau,

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 menggunakan berbagai macam cara mengajar agar siswa tidak bosan, mendorong siswa untuk berlomba-lomba didalam mendapatkan hasil yang lebih baik. Berdasarkan penjelasan faktor pendorong minat belajar di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa pendorong yang dapat mendorong minat belajar siswa diantara faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa dan faktor eksternal yang berasal dari luar diri siswa. Dalam penelitian ini menggunakan kedua faktor tersebut untuk melihat faktor pendorong minat belajar siswa. 2.1.4 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 2.1.4.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar Terdapat beberapa teori pengertian IPA di sekolah dasar menurut beberapa ahli, yaitu Carin, KTSP dan Srini. Pengertian IPA menurut Carin (dalam Mohamad, 1987: 4) adalah suatu kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematik, yang di dalam penggunaanya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Dalam KTSP (2006: 142) telah disebutkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian IPA menurut Srini (1996: 2) merupakan terjemahan dari Bahasa Inggris Natural science. Natural artinya alamiah, berhubungan dengan alam. Science artinya ilmu pengetahuan. Teori menurut Carin, KTSP dan Srini mempunyai teori yang berbeda. Teori menurut Carin adalah kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematik, yang di dalam penggunaanya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Dalam KTSP, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Menurut Srini adalah pengetahuan yang berhubungan dengan alam. Berdasarkan penjelasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa pengertian IPA adalah ilmu yang mempelajari tentang alam beserta isinya. Hal ini berarti IPA mempelajari semua benda yang di alam, peristiwa, dan gejala-gejala yang muncul di alam. 2.1.4.2 Hakekat Pengetahuan Alam Pada hakikatnya, IPA dipandang dari segi produk, proses, dan sikap (Sri, 2007: 9), yaitu :

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 a) IPA sebagai produk IPA sebagai produk adalah akumulasi dari upaya perintis IPA terdahulu yang telah tersusun secara lengkap dan sistematis dalam bentuk buku atau teks. Guru dituntut untuk melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan alam sebagai sumber belajar, karena lingkungan alam merupakan pembelajaran yang sangat efektif untuk peserta didik. b) IPA sebagai proses IPA disusun dan diperoleh melalui metode ilmiah, yaitu meliputi sepuluh ketrampilan proses: (1) observasi; (2) klasifikasi; (3) interpretasi; (4) prediksi; (5) hipotesis; (6) mengendalikan variabel; (7) merencanakan dan melaksanakan penelitian; (8) inferensi; (9) aplikasi; dan (10) komunikasi. c) IPA sebagai pemupukan sikap IPA dibatasi pengertiannya pada sikap ilmiah terhadap alam sekitar. Ada sembilan aspek sikap ilmiah yang dikembangkan pada anak usia SD atau MI, yaitu: (1) sikap jujur; (2) sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru; (3) sikap kerjasama; (4) sikap tidak putus asa; (5) sikap tidak berprasangka; (6) sikap mawas diri; (7) sikap bertanggung jawab; (8) sikap berpikir bebas; dan (9) sikap kedisiplinan diri. Sikap tersebut dapat dikembangkan ketika siswa melakukan diskusi, percobaan, simulasi, atau kegiatan dilapangan.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa hakekat IPA yaitu IPA sebagai produk yang tersusun secara lengkap dan sistematis dalam bentuk buku atau teks, IPA sebagai proses adalah suatu kegiatan yang dilakukan melalui tahapan-tahapan untuk memperoleh hasil di dalam mengumpulkan data melalui metode ilmiah, sedangkan IPA sebagai sikap adalah sikap ilmiah yang dapat dikembangkan pada diri siswa. 2.1.4.3 Materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Materi yang diambil untuk melakukan penelitian adalah Ilmu Pengetahuan Alam, yang diajarkan di Kelas V SD pada Tahun Pelajaran 2013/2014. STANDAR KOMPETENSI : 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam KOMPETENSI DASAR : 7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah Penulis mengambil materi dari buku Kanisius dan BSE IPA kelas V. Alasan penulis mengambil materi dari buku Kanisius dan BSE adalah karena di SD tersebut memakai buku dari Kanisius. Di samping itu, penulis juga mengambil dari BSE untuk menambah referensi. 1) Susunan tanah beserta jenis-jenisnya

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Menurut susunannya, lapisan tanah terdiri atas lapisan tanah atas, lapisan tanah bawah, dan bahan induk tanah. Tanah lapisan paling atas umumnya sangat subur. Hal ini karena lapisan tanah atas bercampur dengan humus. Tanah yang kaya dengan humus berwarna lebih hitam dibandingkan jenis tanah yang lain. Sementara itu, tanah lapisan bawah kurang subur dan mempunyai warna lebih terang. Tanah lapisan bawah mengandung sedikit humus. Gambar 1 Lapisan tanah (Muslim, Arifin dan Nurjhani, 2009: 94-96). Gambar 1. Lapisan tanah Lapisan atas, merupakan lapisan yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan dan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati. Lapisan itu merupakan tanah yang paling subur. Humus berasal dari pembusukan hewan atau tumbuhan yang telah mati. Proses pembusukan ini dibantu oleh hewan-hewan yang hidup di tanah, misalnya cacing tanah. Cacing tanah ini memakan sampah-sampah yang ada di permukaan tanah. Pembusukan itu menghasilkan bahan-

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 bahan organik. Sampah-sampah yang tidak dimakan oleh hewanhewan ini akan diuraikan oleh jamur. Lapisan tengah, terbentuk dari campuran antara hasil pelapukan batuan dan air. Lapisan tersebut terbentuk karena sebagian bahan lapisan atas terbawa oleh air dan mengendap. Lapisan ini biasa disebut tanah liat. Lapisan bawah, merupakan lapisan yang terdiri atas bongkahan-bongkahan batu. Di sela-sela bongkahan terdapat hasil pelapukan batuan. Jadi, masih ada batu yang belum melapuk secara sempurna. Lapisan tanah yang terakhir atau paling bawah yaitu bahan induk tanah. Bahan induk tanah merupakan lapisan tanah yang terdiri atas bahan-bahan asli hasil pelapukan batuan. Lapisan ini disebut lapisan tanah asli karena tidak tercampur dengan hasil pelapukan dari batuan lain. Biasanya lapisan tanah ini warnanya sama dengan warna batuan asalnya. Lapisan bawah , dilihat dari ukuran, bentuk, dan warnanya butiran tanah berbeda-beda. Ada yang butirannya terasa kasar pada jari-jari tangan dan ada yang halus. Ada yang warnanya gelap dan ada yang agak terang. Tanah yang kita tempati sekarang ini terdiri atas berbagai macam bahan padat. Bahan padat ini berasal dari serpihan-serpihan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 batuan hasil pelapukan. Bahan padat lainnya berasal dari sisa-sisa makhluk hidup atau sampah yang telah membusuk dan hancur. 2) Bahan-bahan pembentuk tanah Menurut butiran-butiran penyusunnya, tanah terdiri atas batu, kerikil, pasir, lumpur, tanah liat, serta debu. Batu kerikil merupakan penyusun tanah yang terbesar ukurannya. Butiran pasir berukuran lebih kecil daripada kerikil. Butiran lumpur lebih kecil daripada pasir dan bercampur dengan air. Butiran tanah liat lebih kecil daripada butiran lumpur. Butiran tanah yang paling kecil adalah debu. Butiran debu ini sangat halus dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin. Penyusun tanah sangat erat kaitannya dengan daya peresapan air. Tanah yang mengandung banyak debu atau butiranbutiran tanah liat sukar dilalui air. Sebaliknya, tanah yang mengandung banyak pasir mudah dilalui air. 3) Jenis-jenis tanah Bahan-bahan pembentuk tanah dapat berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat lainnya. Demikian juga dengan jenis-jenis tanah. Jenis tanah juga dapat berbeda di setiap tempat. Hal ini tergantung pada jenis batuan yang mengalami pelapukan di tempat itu. Jenis tanah dapat dibedakan menjadi tanah berhumus, tanah berpasir, dan tanah liat. a) Tanah berhumus

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Tanah berhumus berwarna gelap karena banyak mengandung humus. Humus berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mati. Tanah ini banyak mengandung unsur hara. Tanah humud juga dapat menahan air. Tanah berhumus sangat subur bila dibanding jenis tanah lain. Gambar 2 Tanah berhumus (Muslim, Arifin dan Nurjhani, 2009: 94-96). Gambar 2. Tanah berhumus b) Tanah berpasir Tanah berpasir tersusun atas banyak kerikil, pasir, sedikit lempung dan humus. Ukuran partikel tanah pasir besar, selain itu, rongga antar partikelnya besar sehingga dapat dilalui air dengan cepat. Pada umumnya tanah berpasir ini kurang subur. Lain halnya kalau di lereng gunung berapi. Tanah berpasir di lereng gunung terdapat abu vulkanik. Abu vulkanik dari gunung berapi mengandung unsur hara. Gambar 3 Tanah berpasir (Muslim, Arifin dan Nurjhani, 2009: 94-96).

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Gambar 3. Tanah berpasir c) Tanah liat Tanah liat sebagian besar terdiri atas lempung. Penyusun batuan lainnya adalah batuan berukuran sangat kecil, dan sedikit pasir serta humus. Tanah liat memiliki pori-pori sangat rapat. Hal ini membuat tanah liat sulit dilalui air. Udara yang dikandung tanah liat pun sangat sedikit. Tanah liat juga sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan batu bata dan gerabah. Gambar 3 Tanah liat (Muslim, Arifin dan Nurjhani, 2009: 94-96). Gambar 4. Tanah liat

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 2.2 Kerangka Berpikir IPA merupakan salah satu dari banyak jenis ilmu pengetahuan, mempunyai tiga aspek yaitu sebagai proses, sebagai prosedur dan sebagai produk. Guru dalam mengajarkan pembelajaran IPA masih menggunakan metode ceramah. Siswa kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru dan kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung, sehingga siswa kurang tertarik dengan materi yang sedang dijelaskan oleh guru. IPA dianggap para siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok sebagai pelajaran yang sulit. Permasalahan tersebut mengakibatkan hasil belajar siswa di bawah KKM (70). Upaya yang dilakukan peneliti untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran. Pendekatan kontekstual membantu para siswa menemukan makna dalam pelajaran mereka dengan cara menghubungkan materi akademik dengan konteks kehidupan keseharian mereka, sehingga apa yang mereka pelajari melekat dalam ingatan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA. Menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi belajar dan hasilnya maka minat dapat mempengaruhi kwalitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang tertentu. Minat belajar yang besar cenderung menghasilkan prestasi yang tinggi, sebaliknya minat belajar yang kurang

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 akan menghasilkan prestasi yang rendah. Maka apabila seorang siswa mempunyai minat yang besar terhadap suatu bidang studi ia akan memusatkan perhatian lebih banyak dari temannya, kemudian karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk belajar lebih giat, dan akhirnya mencapai prestasi yang tinggi dalam bidang studi tersebut. Demikian pula halnya dengan minat siswa terhadap mata pelajaran IPA, apabila seorang siswa mempunyai minat yang besar terhadap mata pelajaran IPA maka siswa tersebut akan memusatkan perhatiannya terhadap mata pelajaran IPA dan lebih giat dalam mempelajari materi ini dan prestasinya pun akan memuaskan. 2.3 Penelitian Yang Relevan a) Penelitian yang relevan terkait dengan pendekatan kontekstual Penelitian yang dilakukan oleh Atik Fatimah (2009) “Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Menulis Narasi Pada Siswa Kelas V SD Negeri Gumpang 1 Kartasura Pada Tahun Pelajaran 2008/2009”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa kelas V SD Negeri Gumpang 1 Kartasura dengan menerapkan pendekatan kontekstual. Sumber data dalam penelitian ini adalah peristiwa belajar mengajar menulis narasi yang terjadi di dalam kelas, guru dan siswa kelas V SD Negeri Gumpang 1 Kartasura, dan

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan tes atau pemberian tugas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil pembelajaran dapat dilihat dari perolehan nilai siswa dalam menulis narasi yang meningkat dari siklus I, siklus II, dan siklus III. Pada siklus I, jumlah siswa yang mencapai batas ketuntasan belajar sebesar 38% (14 siswa), siklus II terjadi peningkatan sebesar 57% (21 siswa), dan siklus III sebesar 81% (30 siswa). Hal ini membuktikan bahwa pendekatan kontekstual mampu mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar dan sekaligus meningkatkan hasil belajar, yakni kemampuan menulis narasi siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Kristiana Suwandari (2012) “Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Pada Pembelajaran Bunyi Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Siswa Kelas IV SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012”. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan bunyi siswa kelas IV di SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta. peningkatan prestasi belajar siswa terlihat dari kondisi awal siswa dengan nilai rata-rata 6,5 dan sampai siklus II menjadi 8,1.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 b) Penelitian yang relevan terkait dengan minat belajar Penelitian yang dilakukan oleh Yohanes Babtista Ibnu Pranowo (2012) “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA Materi Pembentukan Tanah Dengan Menggunakan Metode Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas V Semester 2 SDK Totogan Tahun Pelajaran 2011/2012”. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Totogan, Sleman pada tahun pelajaran 2011/2012. Dengan jumlah 22 siswa, 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Objek penelitian ini adalah minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pembentukan tanah. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara, dan tes. Kondisi awal minat siswa menunjukkan bahwa nilai rata-rata minat siswa (dalam skala 1-20) adalah 10,409. Pada siklus I nilai rata-rata minat siswa adalah 14,136, sedangkan pada siklus II presentase nilai rata-rata minat siswa meningkat menjadi 16,14. Sedangkan pada kondisi awal prestasi belajar siswa menunjukkan bahwa 29, 63% (8 siswa) dari jumlah siswa telah mencapai KKM (70) dengan nilai rata-rata 70,03, sedangkan pada siklus II sebanyak 95,45% (21 siswa) mencapai KKM (70) dengan nilai rata-rata 81,19. Penelitian yang dilakukan oleh Farida Nur Azizah (2012) “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Pendekatan Kontekstual Materi Menjumlahkan dan Mengurangkan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Berbagai Bentuk Pecahan Pada Siswa Kelas VA SD N Adisucipto 1 Tahun Pelajaran 2011/2012”. Peningkatan minat dan prestasi belajar ditempuh dengan melakukan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data awal siswa sebelum dikenai tindakan pendekatan kontekstual dengan rata-rata minat siswa adalah 7,71. Setelah dikenai tindakan pada siklus I dengan menggunakan pendekatan kontekstual, rata-rata minat siswa menjadi 11,5 yang menunjukkan kriteria minat siswa cukup. Kemudian pada siklus II naik menjadi 14,38 yang menunjukkan pada kriteria tinggi. c) Penelitian yang relevan terkait dengan prestasi belajar Penelitian yang dilakukan oleh Suharni (2012) “Peningkatan Prestasi Belajar IPA Tentang Benda Dan Sifatnya Dengan Media Realia Pada Siswa Kelas I SD Bentara Wacana Muntilan Semester Gasal Tahun Pelajaran 2010/2011”. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan subyek penelitian siswa kelas I SD Bentara Wacana Muntilan yang berjumlah 37 orang yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I siswa yang memenuhi KKM mencapai 72,9%, hal ini lebih besar daripada kondisi awal yang hanya mencapai 65%. Siswa yang memenuhi KKM pada siklus II yaitu 86,48%.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Penelitian yang dilakukan oleh Muh Ardian Prasetyo Edi (2011) “Peningkatan Prestasi Belajar IPA Melalui Metode Eksperimen Materi Sifat-Sifat Cahaya Siswa Kelas V SD Negeri Bangunrejo 1 Semester 2 Tahun 2011”. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas V SD Negeri Bangunrejo 1 yang berjumlah 15 siswa. Obyek penelitian ini adalah prestasi belajar pada mata pelajaran IPA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode eksperimen pada pelajaran IPA materi mendiskripsikan sifat-sifat cahaya siswa kelas V meningkat. Pada siklus I siswa yang lulus KKM hanya 20% dengan nilai rata-rata 61,96%. Pada siklus II siswa yang lulus KKM mencapai 86,66% dengan nilai rata-rata 82,67

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Pendekatan Kontekstual Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Menulis Narasi Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Pada Pembelajaran Bunyi Melalui Pendekatan Kontekstual Minat Belajar Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA Materi Pembentukan Tanah Dengan Menggunakan Metode Penemuan Terbimbing Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Pendekatan Kontekstual Materi Menjumlahkan dan Mengurangkan Berbagai Bentuk Pecahan Prestasi Belajar Peningkatan Prestasi Belajar IPA Tentang Benda Dan Sifatnya Dengan Media Realia Peningkatan Prestasi Belajar IPA Melalui Metode Eksperimen Materi SifatSifat Cahaya Penelitian yang ingin dilakukan oleh peneliti adalah: Peningkatan Minat Dan Pretasi Belajar Ipa Materi Mengidentifikasi Jenis-Jenis Tanah Dengan Pendekatan Kontekstual Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kanisius Jetisdepok Gambar 5. Skema pendekatan kontekstual, minat belajar, dan prestasi belajar 2.4 Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah : a) Proses pendekatan kontekstual pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa khususnya pada materi Jenis-jenis Tanah, siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 dengan menerapkan ketujuh komponen pendekatan kontekstual yaitu kontruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian nyata. b) Pendekatan kontekstual pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat belajar siswa khususnya pada materi Jenis-jenis Tanah, siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok Tahun Pelajaran 2013/2014. c) Pendekatan kontekstual pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada materi Jenis-jenis Tanah, siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok Tahun Pelajaran 2013/2014.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Zainal (2009: 13), penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi dalam sebuah kelas. Menurut Kasihani (1998: 15), penelitian tindakan kelas merupakan penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan dalam kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dari kedua tokoh yang mengemukakan pendapatnya tentang penelitian tindakan kelas, menurut peneliti pendapat masing-masing tokoh saling mendukung.Bahwa penelitian tindakan kelas adalah tindakan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kelas dan bertujuan untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model penelitian dari Kemmis dan Taggart (dalam Arikunto, 2002:83) yaitu berbentuk spiral dari siklus satu ke siklus berikutnya.Setiap siklus meliputi rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan model menurut Kemmis & Mc Taggart (Arikunto, 2010: 17). 40

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Perencanaan Tindakan Pelaksanaan Refleksi Siklus 1 Tindakan Pengamatan/ Observasi Perencanaan Tindakan Refleksi Pelaksanaan Siklus 2 Tindakan Observasi Gambar 6.Model Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis & Mc Taggart Berikut ini adalah tahap-tahap di dalam melakukan penelitian tindakan kelas yaitu : 1. Perencanaan, yaitu merupakan rancangan kegiatan dalam melakukan suatu tindakan yang akan dilakukan pada setiap siklus. Perencanaan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 yang matang perlu dilakukan setelah mengetahui masalah pembelajaran. 2. Tindakan, yaitu melakukan kegiatan yang telah direncanakan. Perencanaan harus diwujudkan dengan adanya tindakan (acting) dari guru berupa solusi tindakan sebelumnya. 3. Observasi, yaitu merekam atau mengamati segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan perbaikan berlangsung dengan atau tanpa alat bantu. 4. Refleksi, yaitu menerangkan apa yang telah terjadi dan tidak terjadi, serta menjajaki alternatif-alternatif solusi yang perlu dikaji, dipilih dan dilaksanan untuk dapat mewujudkan apa yang dikehendaki, sehingga dapat menyimpulkan apa yang telah terjadi dalam kelasnya. 3.2 Setting penelitian a. Tempat penelitian Tempat penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Jetis yang terletak di Depok, Sendangsari, Minggir, Sleman, Yogyakarta pada Tahun Pelajaran 2013/2014. b. Subyek penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok yang berjumlah 18 siswa yang terdiri dari 9 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 c. Obyek penelitian Obyek penelitian ini adalah meningkatkan minat dan prestasi belajar dengan menggunakan pendekatan kontekstual siswa pada mata pelajaran IPA materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok Tahun Pelajaran 2013/2014. d. Waktu penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret. Hari dan jam disesuaikan dengan jadwal mata pelajaran IPA. Berikut adalah jadwal penelitian dan pengambilan data : Tabel 1. Jadwal pelaksanaan penelitian dan pengambilan data Hari, tanggal Pertemuan Kegiatan Senin, 3 Maret 2014 Senin, 10 Maret 2014 I Pengamatan kelas sebelum penelitian Pelaksanaan penelitian siklus I pertemuan pertama Pelaksanaan penelitian siklus I pertemuan kedua Pelaksanaan penelitian siklus II pertemuan pertama Pelaksanaan penelitian siklus II pertemuan kedua Selasa, 11 Maret 2014 Senin, 17 Maret 2014 Selasa, 18 Maret 2014 3.3 Rencana tindakan 3.3.1 Persiapan II III IV V Alokasi Waktu 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit Persiapan yang dilakukan peneliti adalah meminta ijin kepada kepala sekolah di SD Jetisdepok untuk melakukan penelitian tindakan kelas.Setelah mendapat ijin dari kepala sekolah, peneliti meminta ijin

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 kepada guru kelas V untuk melakukan observasi di kelas V pada saat pelajaran IPA.Peneliti mengamati kegiatan pembelajaran di kelas V dengan tujuan agar peneliti mengetahui kondisi awal yang berkaitan dengan masalah-masalah yang ada di dalam kelas tersebut.Indikator yang digunakan peneliti di dalam melakukan observasi yaitu perasaan senang mengikuti pembelajaran, daya tarik siswa pada pembelajaran dan perhatian siswa saat pembelajaran.Peneliti mendapatkan hasil dengan melakukan observasi yang berpatokan dengan indikator tersebut bahwa minat siswa rendah di dalam mengikuti pembelajaran.Peneliti juga melakukan wawancara dengan guru kelas dan melihat daftar nilai siswa.Nilai prestasi awal yang digunakan adalah nilai ulangan harian cahaya.Di samping itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan guru kelas agar lebih mengetahui masalah yang ada di dalam kelas tersebut secara mendalam. Setelah melihat gambaran awal, peneliti melakukan identifikasi masalah dalam pelaksanaan pengajaran IPA di kelas V SD Kanisius Jetisdepok.Peneliti menemukan masalah yang ada di kelas V yaitu berkaitan dengan rendahnya minat belajar dan prestasi belajar.Pembelajaran yang disampaikan guru membutuhkan pendekatan yang dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Peneliti mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar beserta materinya. Kemudian peneliti menyusun proposal penelitian, peneliti juga menyusun instrumen pembelajaran (silabus, RPP, LKS) dan

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 instrumen pengumpulan data (rubrik observasi minat belajar, kisi-kisi soal tes prestasi,soal tes prestasi, kisi-kisi soal evaluasi, soal evaluasi dan instrumen penilaian). Peneliti juga melakukan uji validitas agar instrumen yang digunakan benar-benar layak digunakan dalam penelitian. 3.3.2 Rencana Tindakan Setiap Siklus Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masingmasing terdiri atas 4 tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. a. Siklus I Siklus ini dilaksanakan selama dua kali pertemuan, dengan alokasi waktu 2 x 35 menit setiap pertemuan (2 JP). Langkahlangkahnya sebagai berikut : 1) Perencanaan Pada tahap perencanaan ini, peneliti merancang instrumen pembelajaran yang berupa silabus, RPP, LKS, bahan ajar, soal evaluasi dan soal tes prestasi.Selain itu, peneliti juga menyiapkan pedoman observasi untuk mengamati minat belajar. 2) Pelaksanaan tindakan a) Siklus I pertemuan 1 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Sebelum pembelajaran dimulai guru memberikan soal tes prestasi (pretes) untuk mengetahui prestasi awal siswa sebelum diberikan materi.Di samping itu, guru juga memberikan kuesioner minat belajar siswa untuk mengetahui kondisi awal minat siswa. Guru menjelaskan materi tentang mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah, menentukan lapisan-lapisan tanah dan menyebutkan jenis-jenis tanah dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Siswa dibagi dalam kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Setiap kelompok mengerjakan LKS dengan melakukan percobaan.Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang dilakukan bersama kelompok. Guru dan siswa merangkum hasil diskusi bersamasama dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya. Guru secara acak bertanya kepada siswa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Setelah itu siswa mengerjakan soal evaluasi. b) Siklus I pertemuan 2 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Guru menjelaskan materi tentang mengidentifikasi sifat-sifat tanah (tanah humus, tanah pasir, dan tanah liat) dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Siswa dibagi dalam kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Setiap

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 kelompok mengerjakan percobaan.Siswa LKS mempresentasikan dengan hasil melakukan diskusi yang dilakukan bersama kelompok. Guru dan siswa merangkum hasil diskusi bersama-sama dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya. Guru secara acak bertanya kepada siswa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Siswa mengerjakan soal tes prestasi (post tes).Di samping itu, siswa juga mengisi kuesioner minat belajar secara individu. 3) Observasi Peneliti melakukan observasi untuk mengetahui proses belajar siswa mengenai minat dan prestasi siswa pada pelajaran IPA. Peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Peneliti melakukan pengamatan atau observasi untuk mengetahui minat belajar siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan lembar pengamatan siswa yang telah disusun. 4) Refleksi Rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi yang telah dilakukan melahirkan refleksi yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Dalam kegiatan refleksi ini, peneliti melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan.Membandingkan hasil tes prestasi dari awal siklus I dan

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 akhir siklus I. Di samping itu juga berguna untuk memperbaiki di dalam melaksanaan siklus II. b. Siklus II Siklus ini dilaksanakan selama dua kali pertemuan, dengan alokasi waktu 2 x 35 menit setiap pertemuan (2 JP). Langkahlangkahnya sebagai berikut : 1) Perencanaan Pada tahap perencanaan ini, peneliti merancang instrumen pembelajaran yang berupa silabus, RPP, LKS, bahan ajar, soal evaluasi dan soal tes prestasi.Selain itu, peneliti juga menyiapkan pedoman observasi untuk mengamati minat belajar. 2) Pelaksanaan tindakan a) Siklus II pertemuan 1 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Sebelum pembelajaran dimulai guru memberikan soal tes prestasi (pretes) untuk mengetahui prestasi awal siswa sebelum diberikan materi.Di samping itu, guru juga memberikan kuesioner minat belajar siswa untuk mengetahui kondisi awal minat siswa. Guru menjelaskan materi tentang membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Siswa dibagi dalam kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Setiap

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 kelompok mengerjakan percobaan.Siswa LKS mempresentasikan dengan hasil melakukan diskusi yang dilakukan bersama kelompok. Guru dan siswa merangkum hasil diskusi bersama-sama dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya. Guru secara acak bertanya kepada siswa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Setelah itu siswa mengerjakan soal evaluasi. b) Siklus II pertemuan 2 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Guru menjelaskan materi tentang membandingkan daya resapan (tanah humus, pasir, liat) dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Siswa dibagi dalam kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Setiap kelompok mengerjakan LKS dengan melakukan percobaan.Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang dilakukan bersama kelompok. Guru dan siswa merangkum hasil diskusi bersama-sama dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya. Guru secara acak bertanya kepada siswa yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Siswa mengerjakan soal tes prestasi (post tes).Di samping itu, siswa juga mengisi kuesioner minat belajar secara individu.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 3) Observasi Peneliti melakukan observasi untuk mengetahui proses belajar siswa mengenai minat dan prestasi siswa pada pelajaran IPA. Peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Peneliti melakukan pengamatan atau observasi untuk mengetahui minat belajar siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan lembar pengamatan siswa yang telah disusun. 4) Refleksi Pada tahap ini, peneliti merefleksikan hal-hal yang dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan siklus 1 dan 2, serta observasi/pengamatan yang telah dilakukan.Peneliti mengevaluasi yang telah dilakukan mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. 3.4 Teknik Pengumpulan Data a. Skala sikap Menurut Masidjo (1995: 66-67) skala sikap adalah sebuah daftar yang memuat sejumlah pernyataan, gejala atau perilaku yang dijabarkan dalam bentuk skala atau kategori yang bermakna nilai dari yang terendah sampai yang tertinggi.Rentang nilai ini berbentuk “sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju”. Dalam hal ini, responden hanya memberi tanda cek (√) dalam kolom rentang

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 nilai yang sudah disediakan. Melalui skala sikap ini peneliti dapat mengetahui minat belajar dari diri responden. b. Pengamatan (observasi) Menurut Masidjo (1995: 59) observasi adalah suatu teknik pengamatan yang dilaksanakan secara langsung atau tidak langsung dan secara teliti terhadap suatu gejala dalam suatu situasi di suatu tempat.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan observasi ini selalu dilakukan di dalam setiap pembelajaran guna untuk melihat peningkatan minat belajar siswa. Peneliti mengamati tingkah laku siswa selama proses kegiatan berlangsung dan mencatatnya pada lembar observasi yang telah tersedia. Peneliti memberikan tanda checklist (√) pada siswa yang melakukan tindakan yang sesuai dengan indikator yang tersedia. c. Tes prestasi Menurut Masidjo (1995: 38), tes adalah suatu alat pengukur yang berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara sengaja dalam suatu situasi yang distandardisasikan, dan yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu atau kelompok. Tes yang digunakan adalah tes tertulis dengan mengerjakan soal tes prestasi yang dikerjakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II.Setiap awal siklus dan akhir siklus tes tersebut diberikan kepada siswa yang bertujuan untuk membandingkan peningkatan prestasi siswa dari awal siklus dan akhir siklus.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 3.5 Instrumen Penelitian 3.5.1 Alat untuk melakukan penelitian ini menggunakan panduan skala sikap, observasi dan tes prestasi a) Skala sikap Skala sikap belajar siswa berisi indikator yang setiap indikator mencakup deskriptor favorable yang berjumlah 5 dan unfavorable yang berjumlah 5 jadi skala sikap secara keseluruhan berjumlah 30.Kisi-kisi skala sikap (terlampir). Berikut adalah blue print skala sikap : Tabel 2.Blue Print Skala Sikap No 1 2 3 Indikator Favorable Unfavorable Total Perasaan senang 5 5 10 mengikuti pembelajaran Daya Tarik siswa 5 5 10 pada pembelajaran Perhatian siswa saat 5 5 10 pembelajaran Jumlah 15 15 30 b) Observasi Observasi minat belajar siswa berisi indikator minat dan deskriptor favorable di setiap indikator yang berjumlah 15 deskriptor.Kisi-kisi observasi (terlampir). Berikut adalah blue print dari observasi:

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Tabel 3.Blue Print Observasi Minat Belajar No Indikator 1 Perasaan senang mengikuti pembelajaran 2 Daya tarik siswa pada pembelajaran 3 Perhatian siswa saat pembelajaran Jumlah Total 5 5 5 15 c) Instrumen Prestasi Belajar Instrumen prestasi belajar yang digunakan adalah tes.Tes yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa yang dilihat dari aspek kognitif.Tes tersebut berupa tes pilihan ganda.Peneliti menyiapkan 20 butir soal tes prestasi untuk kedua siklus.Setiap siklus ada 10 butir soal.Penskoran untuk setiap soal bila jawaban benar diberi skor 1 dan bila jawaban salah atau tidak menjawab diberi skor 0. IPA Bumi dan Alam Semesta 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam 7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah Tabel 4. Kisi-kisi Soal Pilihan GandaSiklus I Indikator Mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah Menentukan lapisan-lapisan tanah Menyebutkan jenis-jenis tanah Mengidentifikasi sifat tanah humus, pasir, liat No item 3,8 13,27,40 6,20 11, 17,28 Jumlah soal 10 soal

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Pada siklus I, peneliti menyiapkan soal pilihan ganda yang berjumlah 10 butir soal.Soal tersebut yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa yang dilihat dari aspek kognitif.Pada siklus I terdapat 4 indikator yang terdiri dari mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah, menentukan lapisan-lapisan tanah, menyebutkan jenis-jenis tanah, mengidentifikasi sifat tanah humus, pasir, liat. Tabel 5. Kisi-kisi Soal Pilihan GandaSiklus II Indikator No item Membandingkan tanah yang subur dengan 14,15,32,35,37,38 tanah yang tidak subur Membandingkan daya resapan (tanah 22,30,34,36 humus, pasir dan liat) Jumlah soal 10 soal Pada siklus II, peneliti menyiapkan soal pilihan ganda yang berjumlah 10 butir soal.Soal tersebut yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa yang dilihat dari aspek kognitif.Pada siklus I terdapat 2 indikator yang terdiri dari membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur dan membandingkan daya resapan (tanah humus, pasir dan liat). 3.6 Validitas, Reliabilitas, dan Indeks Kesukaran Soal 3.6.1 Validitas Instrumen Penelitian a) Pengertian Azwar (2008: 5-6) menyatakan bahwa validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksung dilakukan pengukuran tersebut. b) Validitas yang digunakan di dalam penelitian Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi.Menurut Azwar (1997: 45-53) validitas isi adalah validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau melalui expert judgment.Pertanyaan yang dicari jawabannya dalam validasi ini adalah “sejauh mana aitem-aitem dalam tes mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur” atau “sejauhmana isi tes mencerminkan ciri atribut yang hendak diukur”. Validitas isi menurut Azwar (1997: 45-53) terbagi menjadi dua tipe, yaitu validitas muka dan validitas logik. Tipe validitas tersebut adalah : 1. Validitas muka Validitas muka adalah tipe validitas yang paling rendah signifikannya karena hanya terhadapformat penampilan tes. 2. Validitas logik didasarkan pada penilaian

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Validitas logik disebut juga sebagai validitas sampling.Validitas tipe ini menunjukkan sejauhmana isi tes merupakan representasi dari ciri-ciri atribut yang hendak diukur. Validitas isi terdapat dalam instrumen tes berbentuk pilihan ganda.Dalam penelitian ini, validitas isi dapat ditempuh dengan menggunakan validitas (expert judgement) dan validitas empiris. Validitas (expert judgement)yaitu membuat instrumen penelitian sebaik mungkin dan di konsultasikan kepada yang ahli. Validitas empiris yaitu membuat instrumen penelitian sebaik mungkin dan dikonsultasikan kepada yang ahli, kemudian diujikan di lapangan. c) Validasi Instrumen Minat Penelitian ini, instrumen minat divalidasi dengan menggunakan validitas expert judgement dan empiris.Skala minat dan observasi pada penelitian ini telah divalidasi oleh dosen. Hal ini bertujuan supaya instrumen minat belajar yang dibuat peneliti, benarbenar sesuai dengan indikator sehingga penelitian ini dapat valid.Kemudian skala minat dan observasi siap diujikan di lapangan yaitu SD Kanisius Jetisdepok. Uji validitas skala sikap memperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 6. Perhitungan SPSS Skala Sikap Minat No Person Corelation Sig (2-tailed) 1 2 3 4 5 0.650” 0.461 0.179 0.555’ 0.245 0.003 0.054 0.477 0.017 0.328 Keterangan Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 0.438 0.069 Tidak Valid 0.129 0.609 Tidak Valid 0.205 0.414 Tidak Valid 0.557’ 0.016 Valid 0.468 0.50 Tidak Valid 0.583’ 0.011 Valid 0.737” 0.000 Valid 0.656” 0.003 Valid 0.321 0.195 Tidak Valid 0.528’ 0.024 Valid 0.667” 0.003 Valid 0.789” 0.000 Valid -0.073 0.773 Tidak Valid 0.613” 0.007 Valid 0.617” 0.006 Valid 0.529’ 0.024 Valid 0.578’ 0.012 Valid 0.739” 0.000 Valid 0.539’ 0.021 Valid 0.371 0.130 Tidak Valid 0.669” 0.002 Tidak Valid 0.409 0.092 Valid 0.816” 0.000 Valid 0.409 0.092 Tidak Valid 0.784” 0.000 Valid *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed) **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed) d) Validasi Instrumen Prestasi Belajar Dalam penelitian ini validitas perangkat pembelajaran menggunakan expert judgment.Perangkat pembelajaran divalidasi oleh guru kelas IV dengan menggunakan rubrik validasi perangkat pembelajaran.Kriteria perhitungan interval skor validasi perangkat pembelajaran dengan PAP tipe II. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 7. Hasil Perhitungan Validasi Perangkat Pembelajaran Perangkat Expert Pembelajaran Judgement RPP Guru Kelas V SD Kanisius Jetisdepok Komponen yang dinilai Kesesuaian antara SK, KD dan Indikator Kesesuaian antara indikator dengan tujuan pembelajaran Kesesuaian antara penilaian dengan indikator yang dirumuskan Penggunaan bahasa dan tata tulis baku Kesesuaian rubrik observasi dengan aspek perkembangan belajar siswa Kualitas rubrik penilaian Kesesuaian antara KD dengan materi Rumusan petunjuk pengerjaan LKS mudah dipahami siswa Rata-rata Skor 5 5 4 5 4 4 5 5 4,62 Tabel 8. Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran Interval skor Keterangan 4, 5 – 5 Sangat Baik 4 – 4, 49 Baik 3, 25 – 3, 99 Cukup 2, 75 – 3, 24 Tidak Baik 0 – 2, 74 Sangat Tidak Baik Dari hasil perhitungan di atas diperoleh rata-rata 4,62 dengan keterangan sangat baik, maka perangkat pembelajaran yang dibuat peneliti dapat digunakan dalam penelitian. e) Uji Validitas Instrumen Prestasi Belajar

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Validasi instrumen soal diujikan di lapangan kepada siswa kelas VI SD Kanisius Jetisdepok.Sebelum diujikan ke lapangan, peneliti berkonsultasi kepada ahli. Setelah diujikan ke lapangan dan memperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 9. Hasil perhitungan SPSS tes prestasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Pearson Correlation 0,648” 0,127 0,645” -0,076 0,648” 0,745” 0,511 0,550’ 0,406 0,287 0,645” 0,467 0,685” 0,550’ 0,550’ 0,115 0,765” 0,406 0,844” 0,645” 0,287 0,844” 0,326 0,510 0,310 0,665” 0,552’ -0,760” 0,394 0,628’ -0,134 -0,564’ 0,326 Sig. (2tailed) 0,009 0,651 0,009 0,789 0,009 0,001 0,052 0,034 0,133 0,300 0,009 0,080 0,005 0,034 0,034 0,684 0,001 0,133 0,000 0,009 0,300 0,000 0,235 0,052 0,261 0,007 0,033 0,001 0,147 0,12 0,633 0,028 0,235 Keterangan Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 34 -0,760” 0,001 Valid 35 0,804” 0,000 Valid 36 -0,564’ 0,028 Valid 37 -0,564’ 0,028 Valid 38 0,804” 0,000 Valid 39 -0,020 0,945 Tidak valid 40 0,665” 0,007 Valid **. Correlation is significant at the 0.01level (2-tailed) *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed) Setelah peneliti melakukan uji validitas tes prestasi di dapatkan hasil bahwa 24 soal yang valid dari 40 soal yang diujikan. 3.6.2 Reliabilitas Instrumen Penelitian Menurut Purwanto (1986: 138) reliabilitas adalah ketetapan atau ketelitian suatu alat evaluasi.Suatu tes atau alat evaluasi dikatakan reliable, jika tes/alat tersebut dapat dipercaya, konsisten, atau stabil dan produktif.Jadi yang dipentingkan dalam reliabilitas adalah ketelitiannya, sejauh mana tes atau alat tersebut dapat dipercaya kebenarannya. Menurut Azwar ( 1997: 4) reliabilitas adalah keajegan. Ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Menurut Masidjo (1995: 209) reliabilitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan kostitensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketetapan dan ketelitian hasil Koefisien reliabilitas dapat dinyatakan dalam suatu bilangan antara -1,00 sampai dengan 1,00. Koefisien menurut Masidjo (1995: 209) ialah sebagai berikut:

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Tabel 10. Koefisien Reliabilitas Koefisien Korelasi (Tingkat Minat Siswa) 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 negatif – 0,20 Kualifikasi (Kategori Minat) Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan rumus belah dua.Pada hasil uji reliabilitas terhadap alat ukur tersebut digunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil pengujian reliabilitas untuk minat siswa menunjukkan koefisien reliabilitas 0,74 dengan kategori tinggi. 3.6.3 Indeks Kesukaran Pada penelitian ini, soal tes prestasi pada siklus 1 dicari indeks kesukarannya.Masidjo (1995: 189) menjelaskan bahwa indeks kesukaran (IK) adalah bilangan yang merupakan hasil perbandingan antara jawaban benar yang diperoleh dengan jawaban benar yang seharusnya diperoleh dari suatu item. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung tingkat kesukaran soal: Keterangan: IK = indeks kesukaran soal B = jumlah jawaban benar yang diperoleh siswa dari suatu item N = jumlah seluruh siswa

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Skor maksimal = besarnya skor yang dituntuk oleh suatu jawaban benar dari suatu item. N x Skor maksimal = Jumlah jawaban benar yang seharusnya diperoleh siswa dari suatu item. Setelah didapat perhitungan indeks kesukaran (IK), perhitungan dari masing-masing item itrem soal tersebut dikategorikan di dalam soal mudah sekali, mudah, sedang/cukup mudah, sukar, dan sukar sekali. Gambaran kualifikasi tersebut adalah sebagai berikut (Masidjo, 1995: 192) : Tabel 11. Kategori Tingkat Kesukaran Soal Tingkat Minat Siswa 0,81 – 1,00 0,61 – 0,80 0,41 – 0,60 0,21 – 0,40 0,00 – 0,20 3.7 Kategori Minat Mudah Sekali (MS) Mudah (Md) Sedang/ Cukup (Sd-C) Sukar (Sk) Sukar Sekali (SS) Teknik Analisis Data Menurut Wina (2010: 106) analisis data merupakan suatu proses mengolah dan meninterpretasi data dengan tujuan untuk mendudukkan berbagai informasi sesuai dengan fungsinya hingga memiliki makna yang jelas sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisa kuantitatif.Analisa kuantitatif digunakan untuk hasil tes/evaluasi siswa, skala minat dan observasi minat. Adapun data yang dianalisis adalah sebagai berikut :

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 a. Analisis Data Minat Belajar Data mengenai minat belajar dihitung menggunakan lembar skala minat dan observasi minat belajar. Minat belajar siswa dapat nyatakan dalam skor hasil lembar skala sikap dan observasi minat belajar. Analisis minat belajar siswa dapat ditempuh dengan cara membandingkan antara kondisi awal dengan kondisi siklus 1. Penentuan kategori minat berdasarkan skor yang diperoleh masing-masing siswa menggunakan acuan penilaian dari Masidjo yaitu penilaian acuan patokan atau PAP II Masidjo (1995:157). Untuk memudahkan perhitungan, peneliti melakukan sedikit modifikasi untuk mencari rentangan skor yaitu dengan cara megalikan rentang persentil skor dengan skor minimal yang mungkin diperoleh siswa. Perhitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut (Masidjo, 1995:157) : Tabel 12. Perhitungan PAP II Tingkat Minat Siswa 81% x 100 = 81 66% x 100 = 66 56% x 100 = 56 46% x 100 = 46 Di bawah 46 Kategori Minat Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Dari perhitungan di atas diperoleh tabel kategori minat siswa menurut PAP II yang sudah dimodifikasi:

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Tabel 13. Kategori Tingkat Minat Siswa Rentang Presentase Skor 81% - 100% 66% - 80% 56% - 65% 46% - 55% Di bawah 46% Rentang Skor Kategori Minat 81 – 100 66 – 80 56 – 65 46 – 55 Di bawah 46 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Tabel 14. Indikator Keberhasilan Skala Sikap No 1 Indikator Rata-rata seluruh minat siswa Jumlah siswa yang terlibat Kondisi Akhir Akhir awal siklus I siklus 2 58,94 68 68 Kriteria keberhasilan skala minat siswa dikatakan berhasil apabila jumlah skala minat setiap siswa di atas rata-rata. Tabel 15. Indikator Keberhasilan Observasi Minat No 1 Indikator Rata-rata seluruh minat siswa Jumlah siswa yang terlibat Kondisi Akhir Akhir awal siklus I siklus 2 6,16 9 9 Kriteria keberhasilan observasi minat dikatakan berhasil apabila jumlah skala minat setiap siswa di atas rata-rata. Tabel 16. Indikator Keberhasilan Prestasi Belajar Variable Indikator Prestasi Belajar Nilai rata-rata KKM Prestasi yang Diharapkan Kondisi Siklus I Siklus II Awal 48,33 70 70 70 70 70

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Kriteria keberhasilan prestasi belajar dikatakan berhasil apabila jumlah skala minat setiap siswa di atas rata-rata. b. Analisis Data Prestasi Belajar Analisis menggunakan data hasil mengenai prestasi tes/evaluasi.Prestasi belajar belajar dihitung siswa dapat dinyatakan dalan skor hasil penilaian aspek kognitif. Analisis prestasi belajar siswa dapat ditempuh dengan cara membandingkan antar kondisi awal. a. Aspek kognitif 1) Melakukan penyekoran penilaian soal obyektif pilihan ganda a. Jika jawaban benar mendapatkan skor 1 b. Jika jawaban salah mendapatkan skor 0 2) Menghitung jumlah skor setiap siswa 3) Menghitung kognitif setiap siswa, dengan rumus: Nilai kognitif setiap siswa = b. Skor Akhir Prestasi 1) Menghitung nilai prestasi belajar setiap siswa Nilai prestasi belajar masing-masing siswa = 2) Menghitung nilai rata-rata kelas Nilai rata-rata kelas =

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 3) Menghitung presentase nilai siswa yang di atas KKM Nilai siswa yang diatas KKM = ∑ x 100% Rumus di atas digunakan untuk mengitung prestasi belajar siswa dari kondisi awal, siklus I dan siklus II.Setelah data diperoleh maka peneliti menghitung perbandingan kondisi awal, siklus I dan siklus II guna untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Tindakan kelas (PTK) dengan judul “Implementasi Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Minat dan Prestasi belajar IPA Materi Mengidentifikasi jenis-jenis tanah Kelas V Sekolah Dasar Kanisius Jetisdepok” Penelitian dilaksanakan di SD Kanisius Jetisdepok, Minggir, Sleman.Subjek penelitiannya adalah siswa kelas V yang berjumlah 18 siswa.Penelitian ini dimulai tanggal 10 Maret sampai 18 Maret 2014. 4.1 Hasil penelitian 4.1.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 4.1.1.1 Siklus I Siklus I dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa, 10 dan 11 Maret 2014 di ruang kelas V SD Kanisius Jetisdepok, pada pukul 09.30 – 11.00.Siklus I mempelajari materi tentang bahan-bahan pembentuk tanah, lapisan-lapisan tanah, jenis-jenis tanah dan mengidentifikasi sifatsifat tanah (tanah humus, tanah pasir, tanah liat).Pada siklus I siswa dibagi menjadi 4 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 siswa. 1) Perencanaan kegiatan Dalam perencanaan siklus I, peneliti menyusun rubrik skala sikap minat, panduan observasi kepada siswa yang sudah divalidasi untuk menilai minat siswa dalam pelajaran IPA. Peneliti juga 67

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 menyusun perangkat pembelajaran yang berupa Silabus, RPP, LKS, bahan ajar, soal evaluasi, serta soal tes prestasi yang sudah divalidasi untuk menilai prestasi belajar siswa. Peneliti juga menyiapkan perlengkapan pembelajaran antara lain macam-macam tanah. Peneliti menyusun dan menyiapkan hal-hal di atas untuk kegiatan pembelajaran pada siklus I, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2. Pada siklus ini peneliti menyampaikan materi sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).Materi yang disampaikan pada siklus I pertemuan pertama adalah bahan-bahan pembentuk tanah, lapisan-lapisan tanah, jenis-jenis tanah. 2) Pelaksanaan a) Pertemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Senin, 10 Maret 2014 dengan 2jp (2 x 35 menit).Subjek yang digunakan berjumlah 18 siswa.Pembelajaran berfokus pada materi bahan-bahan pembentuk tanah, lapisan-lapisan tanah, jenis-jenis tanah dengan mengaitkan dikehidupan sehari-hari siswa.Sebelum melaksanakan pembelajaran guru membagikan soal tes prestasi untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan yang dimiliki siswa.Guru juga membagikan skala sikap minat untuk mengetahui minat belajar IPA sebelum melakukan pembelajaran.Kegiatan awal, guru menyampaikan apersepsi yaitu guru bertanya kepada siswa “Siapa

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 yang pernah pergi ke sawah?Bagaimana tekstur tanah pada sawah tersebut?” kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti, siswa menyimak penjelasan dari guru tentang bahan-bahan pembentuk tanah, lapisan-lapisan tanah dan jenis-jenis tanah. Guru menggali pemahaman siswa dengan bertanya “sebutkan lapisan-lapisan tanah?”.Beberapa siswa dapat menjawab pertanyaan, tetapi masih banyak siswa yang masih bingung.Kemudian guru menunjukkan alat peraga yaitu lapisanlapisan tanah. Guru menjelaskan lapisan-lapisan tanah dan jenisjenis tanah. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. Siswa sangat antusias apabila mengerjakan secara berkelompok. Guru membagikan LKS setiap kelompok. Guru meminta perwakilan siswa mempraktekkan alat peraga seperti yang dipraktekkan oleh guru dan dalam kelompok mengerjakan LKS yaitu mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah. Alat peraga dipraktekkan sesuai instruksi dari LKS. Saat proses diskusi, masing-masing kelompok bekerjasama untuk melakukan percobaan. Selesai mengerjakan LKS perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok didepan kelas. Pada kegiatan akhir, guru dan siswa membahas kesimpulan pembelajaran. Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi pembelajaran yang telah diajarkan. Beberapa siswa dapat menjawab dengan tepat, tetapi banyak siswa yang masih diam saat

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 ditanya oleh guru. Guru meminta siswa menulis refleksi tentang perasaan siswa ketika mengikuti pembelajaran. b) Pertemuan 2 Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Selasa, 11 Maret 2014 dengan 2jp (2 x 35 menit).Subjek yang digunakan berjumlah 18 siswa.Dari hasil pertemuan pertama, banyak siswa yang bingung ketika menyebutkan bahan-bahan pembentuk tanah.Maka dari itu, pertemuan kedua merupakan pengulangan dan penguatan tentang bahan-bahan pembentuk tanah, lapisan-lapisan tanah, jenis-jenis tanah tetapi di samping itu juga mempelajari tentang mengidentifikasi sifat-sifat tanah (tanah humus, tanah pasir, tanah liat). Pada kegiatan inti, guru bertanya “Siapa yang pernah menanam tanaman? Tanah apa yang digunakan untuk menanam tanaman tersebut? Siswa menjawab dengan berbagai jawaban.Kemudian guru meluruskan jawaban yang telah dijawab oleh siswa.Untuk menguatkan pemahaman siswa, guru membagi empat kelompok yang setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa.Siswa mendapat tugas mengerjakan LKS mengidentifikasi sifat-sifat tanah yang dikerjakan dalam kelompok. Selesai mengerjakan LKS, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Pada kegiatan akhir, guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari. Guru membagikan soal tes prestasi kepada siswa untuk mengetahui kemampuan siswa setelah menerima materi. Guru membagikan skala sikap minat siswa setelah mengikuti pembelajaran. Siswa membuat refleksi perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran yang ditulis pada lembar refleksi, siswa juga menuliskan kesulitan yang dialami ketika mengikuti pembelajaran. 3) Observasi Saat pembelajaran siklus 1 berlangsung peneliti telah melakukan observasi selama pembelajaran berlangsung.Pada siklus 1 pertemuan 1, peneliti telah melakukan observasi terhadap minat belajar siswa. Peneliti sudah mengenal semua nama siswa dan nomor absen siswa jadi memudahkan peneliti untuk mengobservasi siswa. Dari hasil observasi guru sudah baik dalam menyampaikan materi, tetapi terlihat siswa kurang antusias menjawab pertanyaan dari guru.Suasana kelas terlihat tenang dan hanya siswa yang pintar saja yang dapat menjawab pertanyaan.Saat diskusi kelompok terlihat hanya siswa yang aktif saja yang mengerjakan dan lainnya hanya melihat. Dari observasi siklus 1 pertemuan 2, kegiatan pembelajaran sudah terlihat mulai baik.Siswa mulai antusias menjawab pertanyaan,

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 siswa yang tidak ditunjuk oleh guru berani menjawab pertanyaan.Ketika mengerjakan LKS siswa sudah mulai berdiskusi dalam kelompok, anggota dalam kelompok mulai bergantian menjawab pertanyaan dan terjalin kerjasama yang baik. 4) Refleksi Peneliti mendapat hasil refleksi yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran IPA dengan pendekatan kontekstual pada siklus ini diperoleh hambatan, diantaranya : a. Beberapa siswa masih ada yang berbicara dengan teman sebangku, siswa harus ditegur guru agar mau mengikuti pembelajaran. b. Beberapa siswa kurang aktif mengikuti pembelajaran, ketika guru bertanya siswa hanya diam dan tidak mau menjawab pertanyaan. Guru harus mengulang pertanyaan dan memancing siswa agar mau menjawab pertanyaan. c. Beberapa siswa tidak mau bekerja sama dengan kelompok, hanya siswa yang pintar saja yang mengerjakan tugas kelompok, siswa yang lain tidak diberi kesempatan menjawab pertanyaan dan hanya diam saja. d. Beberapa siswa ada yang belum dapat membuat kesimpulan dari hasil percobaan, sehingga kesimpulan hanya dibuat oleh siswa yang mampu. Guru juga membantu siswa membuat kesimpulan dari hasil percobaan.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Setelah melakukan penelitian pada siklus I, peneliti melakukan refleksi yang berguna untuk melihat hasil yang telah dilakukan pada siklus I. Peneliti melihat dari skala minat, observasi minat, dan tes prestasi menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang masih belum minat di dalam mengikuti pembelajaran sehingga nilai prestasinya juga masih rendah. Sehingga peneliti melanjutkan siklus II dengan tujuan memperbaiki tindakan penelitian sebelumnya. 4.1.1.2 Siklus II Siklus II dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa tanggal 17 - 18 Maret 2014 di ruang kelas V SD Kanisius Jetisdepok, pada jam 09.30 – 11.00. Pada siklus II mempelajari materi tentang membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur dan membandingkan daya resapan (tanah humus, tanah pasir, dan tanah liat).Pada siklus I siswa dibagi menjadi 4 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 siswa. 1) Perencanaan kegiatan Tindakan dalam siklus II terdiri dari dua kali pertemuan dengan menerapkan pendekatan kontekstual.Peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa Silabus, RPP, LKS, bahan ajar, soal evaluasi, soal tes prestasi untuk menilai prestasi belajar siswa. Peneliti juga menyiapkan perlengkapan pembelajaran antara lain: macam-macam tanah. Peneliti menyusun dan menyiapkan hal-hal di

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 atas untuk kegiatan pembelajaran pada siklus II, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2. Pada siklus ini, peneliti menyampaikan materi sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).Materi yang disampaikan pada siklus II pertemuan pertama adalah membandingkan tanah-tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur. 2) Pelaksanaan a) Pertemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Senin 17 Maret 2014 selama 2jp ( 2 x 35 menit). Subjek yang digunakan berjumlah 18 siswa. Guru menyampaikan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. Materi yang disampaikan pada pertemuan pertama yaitu membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur. Kegiatan awal, guru melakukan apersepsi dengan bertanya “Siapa yang masih ingat sifat-sifat tanah?”.Sebagian besar siswa menjawab dengan benar. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi tentang tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. Guru membagikan LKS untuk dikerjakan secara kelompok. Guru menunjuk salah satu siswa maju ke depan untuk mempraktekan alat peraga. Guru membacakan petunjuk percobaan kemudian siswa mempraktekkan. Guru meminta siswa

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 untuk bekerjasama dan terlihat siswa dalam kelompok bekerjasama, semua siswa mendapat giliran mengerjakan tugas. Setelah siswa selesai mengerjakan tugas guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasilnya di depan, masih terlihat siswa masih terlihat malu-malu untuk mempresentasikan di depan kelas. Selesai presentasi guru dan siswa bersama-sama membahas hasil percobaan, semua siswa menjawab dengan benar. Pada kegiatan akhir, guru dan siswa bersama-sama membahas materi yang telah dipelajari dengan melakukan tanya jawab, siswa yang ditunjuk guru terlihat dapat menjawab pertanyaan, dan kadang ada siswa yang tidak ditunjuk menjawab pertanyaan. Guru membagikan lembar evaluasi yang dikerjakan secara individu. Guru membagikan lembar refleksi yang berisi perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran dan kesulitan yang dialami siswa selama mengikuti pembelajaran. b) Pertemuan 2 Pertemuan 2 dilaksanakan hari Selasa, 18 Maret 2014 selama 2jp (2 x 35 menit).Subjek yang digunakan berjumlah 18 siswa.Pada kegiatan awal, guru membahas materi pada pertemuan sebelumnya materi tentang tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur. Guru bertanya “Siapa yang belum paham tentang tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur?”, sebagian besar siswa sudah paham tentang materi tanah yang subur dengan tanah yang

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 tidak subur. Setelah itu guru juga memberikan materi baru tentang daya resapan pada tanah (tanah humus, tanah pasir dan tanah liat).Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu daya resapan pada tanah (tanah humus, tanah pasir dan tanah liat). Dalam kegiatan inti, guru menjelaskan tentang daya resapan tanah. Guru membentuk siswa menjadi 4 kelompok dalam setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa. Setiap kelompok mendapat LKS tentang membandingkan daya resapan (tanah humus, pasir dan liat).Semua anggota terlibat berdiskusi kelompok, siswa yang sudah bisa mengajari teman yang belum bisa dalam kelompok.Setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Guru dan siswa menyimpulkan hasil diskusi kelompok. Pada kegiatan akhir, guru dan siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran, siswa diberi kesempatan bertanya pada materi yang belum dipahami. Guru membagikan tes prestasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran. Guru membagikan skala minat untuk mengetahui minat belajar IPA setelah mengikuti pembelajaran. Guru membagikan lembar refleksi, kemudian menuliskan perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran dan menuliskan kesulitan siswa selama mengikuti pembelajaran.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 c) Observasi Pada saat pembelajaran siklus II berlangsung, peneliti telah melakukan observasi terhadap jalannya pembelajaran pada pertemuan 1 dan pertemuan 2.Observasi pada siklus II prtemuan 1 terlihat guru telah menyampaikan materi dengan baik.Kondisi kelas lebih kondusif daripada siklus I, siswa lebih aktif mengikuti pembelajaran dengan siswa mau menjawab pertanyaan dari guru. Ketika melakukan tugas kelompok, masih ada anggota kelompok yang kebingungan mengerjakan tugas dan bertanya pada anggota kelompok yang lain. Ketika mempresentasikan hasil diskusi terlihat siswa lebih antusias dan lebih percaya diri.Siswa mampu mengikuti pembelajaran dari awal pelajaran hingga akhir pelajaran. Dari hasil observasi siklus II pertemuan 2 yang dilakukan oleh guru, kegiatan pembelajaran sangat kondusif, siswa mampu mengikuti pembelajaran dari awal hingga akhir pelajaran.Semua kelompok mengerjakan tugas kelompok tepat waktu. d) Refleksi Pada siklus II, peneliti mendapat hasil refleksi yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran IPA dengan pendekatan kontekstual pada siklus ini diperoleh hambatan, diantaranya: 1. Ada salah satu siswa yang ribut sehingga membuat siswa yang lain tidak nyaman dalam belajar.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 2. Siswa masih kurang percaya diri dengan jawabannya sendiri terlihat ketika ditunjuk menjawab oleh guru masih malu-malu. Setelah peneliti melakukan penelitian pada siklus II permasalahan yang berkaitan dengan minat siswa dan prestasi belajarsiswa hasilnya sudah memuaskan terbukti dengan nilai minat siswa dan prestasi belajar siswa yang selalu meningkat dari siklus I sampai siklus II.Maka tidak perlu dilanjutkan dengan siklus selanjutnya. 4.1.2 Minat Siswa 4.1.2.1 Skala Minat Belajar Siswa Minat siswa diperoleh dari skala sikap yang dibagikan ke siswa sebanyak tiga kali.Skala sikap dibagikan sebelum siklus I dilaksanakan, selanjutnya skala sikap dibagikan setiap akhir siklus I dan siklus II untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa. Berikut adalah tabel skala minat kelas V SD Kanisius Jetisdepok : Tabel 17. Skor Rata-Rata Skala Sikap Siswa No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kondisi awal 56 55 58 53 56 59 59 63 60 55 Skor Minat Siklus I 68 71 68 68 67 68 66 67 65 68 Siklus II 67 71 71 70 70 70 69 71 68 70

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 11 12 13 14 15 16 17 18 Total Ratarata IK 63 59 63 58 67 69 54 54 1061 58,94 (rendah) 58,94 64 70 65 68 70 72 65 67 1217 67,61 (rendah) 68 70 71 67 70 72 72 67 68 1254 69,66 (tinggi) 68 Keterangan: warna merah = skor di bawah rata-rata warna hitam = skor di atas rata-rata Persentase siklus awal = Persentase siklus I = Persentase siklus II = x 100% = 50 % x 100% = 55,55 % x 100% = 66,66 % Berdasarkan data skor rata-rata minat siswa di atas, kondisi awal siswa diperoleh rata-rata minat siswa adalah 58,94 dengan siswa yang di atas rata-rata berjumlah 9 atau 50 % dengan kategori rendah. Setelah dikenai tindakan pada siklus I dengan hasil rata-rata seluruh minat siswa 67,61 dengan siswa yang di atas rata-rata berjumlah 10 atau 55,55 % dengan kategori rendah. Pada hasil perhitungan minat siswa siklus II diperoleh rata-rata 69,66 dengan siswa yang di atas rata-rata berjumlah 12 atau 66,66 % dengan kategori tinggi. Dari data tersebut, minat siswa meningkat dari awal siklus ke siklus I dengan presentase sebanyak 5,55 % dan minat siswa meningkat dari siklus I ke siklus II dengan presentase sebanyak 11,11 %. Kaitannya dengan hasil skala sikap

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 minat siswa dengan indikator keberhasilan yang telah dibuat pada siklus I belum melampaui nilai rata-rata yang diharapkan sedangkan pada siklus II sudah melampaui nilai rata-rata yang diharapkan. Peneliti membuat nilai rata-rata pada siklusI yaitu 68 hasilnya masih 67,61 dan pada siklus II rata-rata yang dibuat yaitu 68 dan hasilnya meningkat menjadi 69,66. Lebih jelasnya dapat dilihat peningkatan skala minat siswa pada grafik berikut ini : Peningkatan Skala Sikap 70% 60% 50% 40% 66,66% 30% 50% 55,55% Peningkatan Skala Sikap 20% 10% 0% Kondisi awal Siklus I Siklus II Gambar 7. Presentase Skala Sikap 4.1.2.2 Observasi Minat Belajar Siswa Observasi minat belajar siswa dilaksanakan sebanyak tiga kali.Kondisi awal dilaksanakan ketika peneliti mengobservasi keadaan kelas sebelum melaksanakan penelitian.Observasi selanjutnya dilaksanakan setiap akhir siklus I dan akhir siklus II dimana peneliti melakukan observasi langsung di kelas.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Tabel 18.Skor observasi minat belajar siswa Skor observasi minat Kondisi awal Siklus I Siklus II 1 5 5 7 2 5 9 8 3 3 9 11 4 6 6 10 5 8 9 10 6 5 9 10 7 6 7 10 8 8 10 12 9 8 12 12 10 4 8 10 11 5 8 8 12 7 10 10 13 5 8 9 14 5 9 10 15 11 11 13 16 10 11 13 17 6 6 8 18 4 9 9 Jumlah 111 156 180 Rata6,16 (sangat 8,66 10 (tinggi) rata rendah) (cukup) Keterangan: Warna merah = Skor di bawah rata-rata No Warna hitam = skor di atas rata-rata Persentase kondisi awal Persentase siklus I = Persentase siklus II = x 100% = 33,33 % x 100% = 61,11 % x 100% = 66,66 % Berdasarkan data skor rata-rata observasi minat siswa di atas, kondisi awal siswa diperoleh rata-rata minat siswa adalah 6,16 dengan jumlah siswa di atas rata-rata sebanyak 6 siswa atau 33,33 % dengan kategori sangat rendah. Setelah dikenai tindakan pada siklus I dengan hasil rata-rata seluruh minat siswa menjadi 8,66 dengan jumlah siswa di

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 atas rata-rata berjumlah 11 siswa atau 61,11 % dengan kategori cukup. Pada hasil perhitungan minat siswa siklus II diperoleh rata-rata 10 dengan jumlah siswa di atas rata-rata sebanyak 12 siswa atau 66,66 % dengan kategori tinggi. Berikut adalah tabel hasil observasi siswa : Observasi peningkatan minat belajar siswa 70% 60% 50% 40% 30% 61.11% 20% 66,66% Peningkatan Skala Sikap 33.33% 10% 0% Kondisi awal Siklus I Siklus II Gambar 8. Diagram observasi peningkatan minat belajar siswa 4.1.2.3 Prestasi Belajar Siswa Prestasi belajar siswa dilaksanakan sebanyak tiga kali.Kondisi awal prestasi belajar siswa diperoleh dari tes prestasi yang dibagikan sebelum melaksanakan siklus I dan sebelum siswa memperoleh pembelajaran mengidentifikasi jenis-jenis tanah.Prestasi belajar siswa selanjutnya dilaksanakan setiap akhir siklus I dan setiap akhir siklus II. Berikut adalah data prestasi siwa dari kondisi awal sampai siklus II : Tabel 19.Skor tes prestasi No 1 Skor tes prestasi Kondisi awal Siklus I 50 60 Siklus II 70

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Jumlah Ratarata 70 40 50 60 50 30 70 40 30 70 40 60 30 70 60 20 30 870 80 80 80 100 60 70 80 80 80 80 80 70 60 80 80 70 60 1350 80 80 80 100 60 80 80 90 80 80 80 80 80 90 100 60 70 1440 48,33 75 80 Keterangan: Warna merah = skor di bawah rata-rata Warna hitam= skor di atas rata-rata Persentase siklus awal = x 100% = 55,55 % Persentase siklus I = x 100% = 61,11 % Persentase siklus II = x 100% = 77,77 % Berdasarkan data nilai IPA kelas V didapat hasil perhitungan presentase skor tes prestasi diperoleh kondisi awal prestasi belajar siswa dengan rata-rata yaitu 48,33 dengan presentase siswa yang mencapai rata-rata ada 55,55 % dansiswa yang mencapai nilai di atas rata-rata ada 10 siswa. Setelah pemberian tindakan menggunakan pendekatan kontekstual pada siklus I, rata-rata prestasi belajar siswa meningkat yaitu 75. Siswa yang mencapai nilai rata-rata ada 11 siswa atau 61,11 %.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Sedangkan pada hasil perhitungan belajar di siklus II diperoleh rata-rata yaitu 80. Siswa yang mencapai nilai rata-rata ada 14 siswa atau 77,77 %. Untuk mempermudah di dalam membaca, peneliti menggambarkan di dalam bentuk diagram seperti berikut ini : Peningkatan Prestasi Belajar Siswa 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 77,77% 55,55% 61.11% Peningkatan Skala Sikap 20% 10% 0% Kondisi awal Siklus I Siklus II Gambar 9. Diagram peningkatan prestasi belajar siswa Di dalam hal ini, peneliti juga membuat tabel keterangan siswa yang mencapai nilai KKM dengan nilai 70. Tabel 20. Hasil Skor Tes Prestasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kondisi awal 50 70 40 50 60 50 30 70 40 30 70 40 Keterangan Belum Lulus Lulus Belum Lulus Belum Lulus Belum Lulus Belum Lulus Belum Lulus Lulus Belum Lulus Belum Lulus Lulus Belum Lulus Skor tes prestasi Siklus Keterangan I 60 Belum Lulus 80 Lulus 80 Lulus 80 Lulus 100 Lulus 60 Belum Lulus 70 Lulus 80 Lulus 80 Lulus 80 Lulus 80 Lulus 80 Lulus Siklus II 70 80 80 80 100 60 80 80 90 80 80 80 Keterangan Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Belum Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 13 14 15 16 17 18 KKM 60 30 70 60 20 30 70 Belum Lulus Belum Lulus Lulus Belum Lulus Belum Lulus Belum Lulus 70 60 80 80 70 60 70 Persentase siklus awal = Lulus Belum Lulus Lulus Lulus Lulus Belum Lulus 80 80 90 100 60 70 70 Lulus Lulus Lulus Lulus Belum Lulus Lulus x 100% = 22,22 % Persentase siklus I = x 100% = 77,77 % Persentase siklus II = x 100% = 88,88 % Berdasarkan data di atas kondisi awal tes prestasi siswa dapat dilihat yang lulus 4 siswa dengan KKM 70 dengan persentase 22,22 %. Melihat kondisi itu, peneliti menerapkan pendekatan kontekstual pada siklus I yang mengalami peningkatan.Pada siklus I mengalami peningkatan 55,55% yang hasilnya siswa di atas KKM mencapai 77,77% dan yang lulus ada 14 siswa. Siklus II mengalami peningkatan 11,11% yang hasilnya di atas KKM mencapai 88,88 % dan yang lulus ada 16 siswa dari 18 siswa. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kondisi awal, siklus I ke siklus II selalu mengalami peningkatan. 4.2 Pembahasan 4.2.1 Minat Belajar Penelitian ini, peneliti membagikan skala sikap minat belajar kepada setiap siswa pada kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, siklus I dan siklus II. Skala minat pada kondisi awal dibagikan sebelum

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 siklus I dilaksanakan, kemudian skala sikap siklus I dan siklus II dibagikan disetiap akhir siklus setelah pembelajaran IPA berlangsung.Kondisi awal siswa ketika siswa mengisi skala sikap diperoleh hasil bahwa banyak siswa yang mempunyai jumlah skala sikap di bawah rata-rata.Hal itu dikarenakan pembelajaran belum menggunakan pendekatan kontekstual. Kemudian setelah peneliti menerapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual didapat bawah hasil perhitungan skala sikap minat pada siklus I sudah meningkat dari kondisi awal. Sebagian besar siswa terlibat dalam proses pembelajaran. Sebagian besar siswa sudah terlihat lebih aktif dan antusias dalam proses pembelajaran. Hasil perhitungan pada siklus II lebih meningkat dari siklus I. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Slameto (2003: 180) yang dimaksud dengan minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat hubungan tersebut, maka semakin besar pula minat yang dimiliki.Hal ini terlihat pada hasil yang diperoleh oleh peneliti. Peningkatan hasil perhitungan skala sikap dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II adalah: Tabel 21. Peningkatan skala minat belajar Data Jumlah siswa Nilai Jumlah Rata- Ketuntasan Jumlah siswa Presentase jumlah Kategori

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 skor Kondisi awal Siklus I Siklus II rata kelas tuntas di atas rata-rata 18 1061 58,94 9 siswa di atas ratarata 50 % 18 18 1217 1254 67,61 69,66 10 12 55,55 % 66,66 % rendah rendah tinggi Dapat disimpulkan bahwa rata-rata peningkatan minat dari kondisi awal ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II selalu mengalami peningkatan. Dari kondisi awal rata-rata kelas adalah 59,94 dan setelah diberikan tindakan dengan pendekatan kontekstual meningkat menjadi 69,66. Penelitian melakukan pengamatan terhadap minat siswa pada kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, siklus I, dan siklus II.Ketiga pengamatan minat tersebut dilakukan selama pembelajaran IPA berlangsung.Kondisi awal, saat pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok diam saja dan melamun mendengarkan ceramah guru tanpa ada rasa ketertarikan dan semangat untuk mengikuti pembelajaran IPA. Hal tersebut terjadi karena pembelajaran yang selalu menggunakan metode ceramah dan tanya jawab saja. Hasil pengamatan pada siklus I minat belajar siswa sudah meningkat dari kondisi awal. Pembelajaran siklus I pertemuan I, guru sudah baik dalam menyampaikan materikarena guru terlihat menguasai materi yang akan diajarkan, dari pengamatan siswa sudah mulai aktif dalam berdiskusi dan dengan kegiatan pengamatan yang dilakukan.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Pembelajaran pertemuan kedua, siswa sudah aktif dalam mengikuti pembelajaran dan siswa sudah tenang, dari pengamatan siswa sudah mulai nyaman dengan metode yang diterapkan oleh guru, terbukti dengan keadaan kelas yang telah tenang. Hasil pengamatan siklus II minat belajar siswa lebih meningkat dari siklus I. Seluruh siswa terlibat dalam proses pembelajaran, seluruh siswa terlibat dalam berdiskusi kelompok, dan siswa mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Pembelajaran pertemuan I mengulang materi pada siklus I, guru melakukan tanya jawab dan siswa dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Pembelajaran pertemuan II siswa sangat antusias karena mempelajari materi selanjutnya. Guru terlihat sangat menguasai materi dan terjadi interaksi yang baik antara guru dengan siswa. Peningkatan observasi minat belajar dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II adalah : Tabel 22. Peningkatan observasi minat Nilai Ketuntasan Jumlah Jumlah Rata- siswa Data Jumlah siswa rata tuntas di skor kelas atas ratarata Kondisi 18 111 6,16 6 awal Siklus I 18 156 8,66 11 Siklus 18 180 10 12 II Presentase jumlah siswa di Kategori atas ratarata 33,33 % 61,11 % 66,66 sangat rendah cukup tinggi

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Dapat disimpulkan bahwa rata-rata peningkatan minat dari kondisi awal ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II selalu mengalami peningkatan. Dari kondisi awal rata-rata kelas adalah 6,16 dan setelah diberikan tindakan dengan pendekatan kontekstual meningkat menjadi 10. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang telah dilakukan oleh Yohanes Babtista Ibnu Pranowo, Farida Nur Azizah. Penelitian peningkatan minat didukung penelitian yang relevan oleh Yohanes Babtista Ibnu Pranowo dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA Materi Pembentukan Tanah Dengan Menggunakan Metode Penemuan Terbimbing” dan penelitian oleh Farida Nur Azizah dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual Materi Menjumlahkan dan Mengurangkan Berbagai Bentuk Pecahan”. Peningkatan minat belajar dari dua peneliti meningkat dari siklus I ke siklus II dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dan dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Pada penelitian ini, peneliti menemukan hal yang khas dari penelitian yang telah dilakukan yaitu adanya dua tujuan sekaligus yang ingin dicapai, yaitu peningkatan dan pelibatan.Peningkatan tersebut meliputi tiga area yaitu peningkatan dalam hal praktek, pemahaman tentang praktek oleh praktisi dan situasi yang menjadi konteks terjadinya praktek.Pelibatan yang bersifat kolaboratif antara peneliti dan praktisi

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 bertujuan untuk menghasilkan peningkatan pada ketiga bidang tersebut.oleh karenanya pelibatan praktisi harus dilakukan dalam semua tahap dari penelitian tindakan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. 4.2.2 Prestasi Belajar Prestasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok tahun pelajaran 2013/2014 sebagai hasil kondisi awal memiliki rata-rata yaitu 48,33 dengan presentase yang mencapai KKM yaitu 55,55 %. Berdasarkan pengamatan kondisi awal yang telah dilakukan peneliti, pembelajaran IPA dilakukan dengan metode ceramah yang membuat siswa tidak berminat serta kurangnya pemanfaatan media untuk mendorong proses belajar mengajar. Di dalam hal ini, pembelajaran yang digunakan untuk memahami materi yang sedang dipelajari siswa dikaitkan dengan konteks kehidupan siswa. Sesuai dengan pendapat Nurhadi (2003: 13) yang menyatakan Pendekatan kontekstual adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit, dan dari proses mengkontruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Siklus I peneliti menggunakan pendekatan kontekstual dengan melakukan pengamatan terhadap tes siklus (aspek kognitif) dengan memberikan soal tes prestasi pilihan ganda sejumlah 20 soal pada siklus I dan siklus II. Tabel 23. Peningkatan prestasi siswa Nilai Data Kondisi awal Siklus I Siklus II Ketuntasan Persentase Jumlah Jumlah Ratasiswa yang yang lulus Jumlah siswa rata KKM mencapai skor kelas KKM 18 870 48,33 10 55,55 % 18 18 1350 1440 75 80 11 14 61,11 % 77,77 % Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan prestasi didukung penelitian yang relevan oleh Suharni dan Muh Ardian Prasetyo Edi.Peningkatan prestasi belajar dari dua peneliti meningkat dari siklus I ke siklus II.Pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual didukung penelitian yang relevan menurut Atikah Fatimah dan Kristiana Suwandari di dalam peningkatan prestasi siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Bahwa dengan menggunakan pendekatan kontekstual yang diterapkan dalam pembelajaran yang akan disampaikan dapat meningkatkan prestasi siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian yang khas dari penelitianini adanya refleksi setiap akhir pembelajaran sehingga dapat mengetahui perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran berlangsung.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA pada materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah pada siswa kelas V SD Kanisius Jetisdepok Tahun Pelajaran 2013/2014, diantaranya : 1. Penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah kelas V SD Kanisius Jetisdepok Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan menerapkan ketujuh komponen yang terdapat dalam pendekatan kontekstual yaitu kontruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian nyata. 2. Penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah kelas V SD Kanisius Jetisdepok Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini dapat dilihat dari hasil presentase skala minat awal termasuk dalam kategori sangat rendah. Setelah dikenai tindakan menggunakan pendekatan kontekstual pada siklus I maka presentase meningkat menjadi 55,55% dengan kategori rendah. Setelah siklus I kemudian dilanjutkan ke siklus II dengan menggunakan pendekatan 92 kontekstual yang semakin

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 meningkat dengan presentase 66,66 % dengan kategori tinggi. Hasil observasi minat belajar kondisi awal diperoleh hasil presentase minat belajar 33,33 % dengan kategori sangat rendah. Setelah dikenai tindakan menggunakan pendekatan kontekstual pada siklus I maka presentase meningkat menjadi 61,11% dengan kategori cukup. Dilanjutkan ke siklus II presentase meningkat menjadi 66,66 % dengan kategori tinggi. 3. Penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah kelas V SD Kanisius Jetisdepok Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata kondisi awal 48,33 dengan presentase siswa 55,55%. Siswa yang mencapai rata-rata berjumlah 10 siswa. Setelah dikenai tindakan pada siklus I menggunakan pendekatan kontekstual, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 75 dan presentase siswa mencapai 61,11 %. Siswa yang mencapai rata-rata berjumlah 11 siswa. Peningkatan rata-rata siswa dari kondisi awal ke siklus I meningkat sebesar 5,56 %. Kemudian diberi tindakan pada siklus II dengan menggunakan pendekatan kontekstual, rata-rata kelas meningkat menjadi 80 dengan presentase siswa 72,77 %. Siswa yang mencapai rata-rata berjumlah 14 siswa. Peningkatan rata-rata siswa pada siklus I ke siklus II meningkat sebesar 16,66 %.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 5.2 KeterbatasanPenelitian Dalam penelitian ini terdapat keterbatasan penelitian adalah sebagai berikut: a. Peneliti kurang memperhatikan waktu ketika siswa melakukan penelitian dan berdiskusi dalam kelompok, sehingga pembelajaran kurang sesuai dengan alokasi waktu di RPP. b. Keterbatasan dalam alokasi waktu. Proses diskusi pada pertemuan pertama yang kurang terarah menyebabkan waktu tidak efisien. 5.3 Saran Berdasarkan hasil penelitian mengenai Implementasi Pendekatan Kontekstual pada kelas V SD Kanisius Jetisdepok Tahun Pelajaran 2013/2014, maka saran-saran yang diberikan sebagai sumbangan pemikiran untuk meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya dan meningkatkan kompetensi peserta didik SD Kanisius Jetisdepok pada khususnya sebagai berikut : 1. Guru diharapkan mengajar materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah dengan menggunakan pendekatan kontekstual karena dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. 2. Guru sebaiknya memberi kesempatan kepada siswa untuk terjun langsung ke lapangan, siswa mengamati, meneliti dan melakukan beberapa percobaan tentang materi terkait karena siswa akan lebih paham.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 3. Mempertimbangkan waktu di dalam melakukan pembelajaran dan disesuaikan dengan alokasi waktu dalam RPP agar waktu yang digunakan lebih efisien.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Anni dan Rifa’i. 2009. Psikologi Pendidikan. Semarang: Unnes Press. Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto. 2010. Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Aditya Media. Azwar. 1997. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Azwar. 2008. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset. Choiril,Wigati dan Rohana. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Departemen PendidikanNasional. Dodo.2009. Ayo Belajar Ilmu Pentahuan Alam. Yogyakarta: Kanisius. Iskandar. 1996. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Johnson. 2010. Contextual Teaching and Learning. Bandung. Mizan Media Utama. Kartawidjaya. 1987. Pengukuran Hasil Evaluasi Belajar. Bandung: Sinar Baru. Kasihani. (1998). Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Malang:Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. KTSP. 2006. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan PendidikanDasar SD/MI. Jakarta; BP Cipta Jaya. Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mohamad. 1987. Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan Menggunakan Metode “Discovery” dan “Inquiry”. Jakarta: Depdikbud. Muhibbin. 2003. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mulyati. 2005. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Andi. 96

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Muslim, Arifin dan Nurjhani. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Nurhadi. 2003. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL) dan Penerapannya dalam KBK. Malang:Universitas Negeri Malang (UMPRESS). Purwanto. 1986. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Purnomo dan Djamara. 2008. Menjadi Ilmuwan yang Guru dan Guru yang Ilmuwan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar – Mengajar. Jakarta: PTRajagrafindo Persada. Slameto. 1988. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sri. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo. Sri. 2007. Model Pembelajaran IPA Sekolah Dasar dan Penerapannya dalam KTSP. Yogyakarta: Global Pustaka Ilmu. Sugiyanto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13. Sukadji. 2000. Psikologi Pendidikan dan Sekolah. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Pendidikan.Bandung: Kencana Press. Wina. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana. Standar Proses Winkel. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia. Zainal. 2009. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Bandung: CV. YramaWidya.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 LAMPIRAN 1 SURAT PERMOHONAN IJIN PENELITIAN

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN PENELITIAN

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 LAMPIRAN 2 SILABUS Nama Sekolah : SD Kansius Jetisdepok Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V /2 Standar Kompetensi : Bumi dan Alam Semesta 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Sumber Dasar Pokok waktu 7.2 Mengidentifi kasi jenisjenis tanah bahanbahan pembentuk tanah dan lapisanlapisan tanah - - - - Siklus I pertemuan 1 Menggali informasi kepada siswa jenis-jenis tanah (konstruktivisme) Menjelaskan materi tentang mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah, lapisan-lapisan tanah, jenis-jenis tanah Siswa mempraktekkan percobaan (pemodelan) Kelompok lain mengamati dan menggambar hasil percobaan (masyarakat belajar dan menemukan) Guru memberikan soal yang dikerjakan secara individu (penilaian yang sebenarnya) - - Competence Teknik: 2 x 35 Choiril, dkk (2009). Mengidentifikasi bahan- tes dan menit Ilmu Pengetahuan bahan pembentuk tanah. non tes (2jp) Alam. Jakarta: Menentukan lapisandepartemen lapisan tanah. Pendidikan Menyebutkan jenis-jenis Nasional. tanah. Conscience Membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri Muslim, dkk (2009). dengan mengungkapkan Ilmu Pengetahuan pendapatnya di depan Alam. Jakarta: kelas. Departemen Compassion Bekerja sama dengan Pendidikan Nasional baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang Hermana, diberikan oleh guru.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 - - sifat-sifat tanah - - - - - Guru dan siswa melakukan tanya jawab (bertanya) Guru mengajak siswa merefleksikan hasil pembelajaran (refleksi) Siklus I pertemuan 2 Melakukan tanya jawab mengenai materi sebelumnya (bertanya) Secara berkelompok, siswa mempraktikan percobaan mengidentifikasi bahanbahan pembentuk tanah (pemodelan) Anggota lain mengamati dan menulis hasil diskusi kelompok dari melakukan percobaan (masyarakat belajar, menemukan) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas (penilaian yang sebenarnya) Guru memberikan soal evaluasi ke setiap dodo(2009). Ayo Belajar Ilmu Pentahuan Alam. Yogyakarta: Kanisius. - - Conscience Teknik: 2 x 35 Mengidentifikasi sifat tes dan menit tanah humus. non tes (2jp) Mengidentifikasi sifat tanah pasir. Mengidentifikasi sifat tanah liat. Consience Membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya di depan kelas. Compassion Bekerja sama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 - - membandin gkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur - - - - individu Guru dan siswa melakukan tanya jawab (bertanya) Guru mengajak siswa merefleksikan hasil kegiatan (refleksi) Siklus II pertemuan 1 Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang pelajaran sebelumnya (kontruktivisme) Secara berkelompok, siswa mempraktikan percobaan membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur (pemodelan) Anggota lain mengamati dan menulis hasil diskusi kelompok dari melakukan percobaan (masyarakat belajar, menemukan) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas (penilaian - - - Competence Teknik: 2 x 35 Membandingkan tanah tes dan menit yang subur dengan non tes (2jp) tanah yang tidak subur minimal dua perbandingan dengan tepat. Consience Membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya di depan kelas. Compassion Bekerja sama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 - - - membandin gkan daya resapan - - - - yang sebenarnya) Guru memberikan soal evaluasi ke setiap individu Guru dan siswa melakukan tanya jawab (bertanya) Guru mengajak siswa merefleksikan hasil kegiatan (refleksi) Siklus II pertemuan 2 Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang pelajaran sebelumnya (kontruktivisme) Secara berkelompok, siswa mempraktikan percobaan membandingkan tanah daya resapan tanah (pemodelan) Anggota lain mengamati dan menulis hasil diskusi kelompok dari melakukan percobaan (masyarakat belajar, menemukan) Setiap kelompok mempresentasikan hasil - - - Competence Teknik: 2 x 35 Membandingkan daya tes dan menit resapan (tanah humus, non tes (2jp) pasir, liat) Consience Membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya di depan kelas. Compassion Bekerja sama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 - - - Guru Pamong ( Y. Atik Fajar Rianto ) diskusi kelompok di depan kelas (penilaian yang sebenarnya) Guru memberikan soal evaluasi ke setiap individu Guru dan siswa melakukan tanya jawab (bertanya) Guru mengajak siswa merefleksikan hasil kegiatan (refleksi) Yogyakarta,...Maret 2014 Mahasiswa ( Robertine Dhita P)

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK KELAS V Siklus I Pertemuan Pertama Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas / Semester : V / II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I. Standar Kompetensi Bumi dan Alam Semesta 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam II. Kompetensi Dasar 7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah III. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Competence - Mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah. - Menentukan lapisan-lapisan tanah. - Menyebutkan jenis-jenis tanah. 2. Conscience - Membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya di depan kelas. 3. Compassion - Bekerjasama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 IV. Tujuan Pembelajaran 1. Competence - Siswa mampu mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah minimal tiga bahan-bahan pembentuk tanah dengan tepat. - Siswa mampu menentukan lapisan-lapisan tanah minimal menyebutkan dua lapisan dengan tepat. - Siswa mampu menyebutkan jenis-jenis tanah minimal menyebutkan dua jenis tanah dengan tepat. 2. Conscience - Siswa mampu membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya minimal satu jawaban di depan kelas dengan tepat. 3. Compassion - Siswa mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru dengan penuh semangat. V. VI. Materi Pembelajaran - Bahan-bahan pembentuk tanah - Lapisan-lapisan tanah Pendekatan dan Metode Pendekatan : Pendekatan kontekstual Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi dan penugasan VII. Nilai Kemanusiaan 1. Ulet, tekun, teliti 2. Kreatif

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 VIII. Kegiatan pembelajaran Kegiatan Deskripsi Pendahuluan Konteks - Kegiatan Inti - - - - - Evaluasi Kegiatan akhir Refleksi - - Alokasi Waktu Peserta didik menjawab salam dari guru. 5 menit Guru menyuruh siswa untuk memimpin doa. Guru melakukan presensi. Apersepsi : Guru bertanya “pernahkah kalian pergi ke sawah? Kemudian bagaimana terkstur dari tanah yang berada di sawah? (Kontruktivisme) Guru menjelaskan tujuan dari pembelajaran. Guru menjelaskan materi tentang 55 menit mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah, lapisan-lapisan tanah, jenis-jenis tanah. Guru menggali pemahaman siswa dengan bertanya “sebutkan lapisan-lapisan tanah?” Guru mempraktikkan percobaan untuk mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah. Siswa mengikuti peragaan guru dengan seksama. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. Secara berkelompok, siswa mempraktikan percobaan mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah (pemodelan) Anggota lain mengamati dan menulis hasil diskusi kelompok dari melakukan percobaan (masyarakat belajar, menemukan) Guru meminta setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa jika ada materi yang belum jelas Guru memberikan soal evaluasi kemudian meminta siswa mengerjakan secara individu (penilaian yang sebenarnya) Guru bertanya kepada siswa secara acak 10 menit tentang materi yang telah disampaikan (bertanya) Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil kegiatan hari ini (refleksi) Doa penutup Salam penutup

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 IX. Aksi Menanam tanaman/bunga dari tanah humus X. Refleksi 1. Competence - Apakah siswa mampu mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah dengan tepat? - Apakah siswa mampu menentukan lapisan-lapisan tanah dengan tepat? - Apakah siswa mampu menyebutkan jenis-jenis tanah dengan tepat? 2. Conscience - Apakah siswa mampu membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya? 3. Compassion - Apakah siswa mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru? XI. Alat dan Sumber Belajar - Alat dan Bahan : Papan tulis, kapur, botol plastik dengan tutup, tanah kering, air. - Sumber Belajar : Amin Choirul. (2009). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan. Muslim. (2009). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan. XII. Penilaian Proses dan Hasil Belajar Teknik : Tes dan Non tes Bentuk : Tes Non tes  Lembar kerja siswa dan evaluasi (terlampir)  Observasi XIII. Materi Pembelajaran 1. Susunan tanah beserta jenis-jenisnya

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Menurut susunannya, lapisan tanah terdiri atas lapisan tanah atas, lapisan tanah bawah, dan bahan induk tanah. Tanah lapisan paling atas umumnya sangat subur. Hal ini karena lapisan tanah atas bercampur dengan humus. Tanah yang kaya dengan humus berwarna lebih hitam dibandingkan jenis tanah yang lain. Sementara itu, tanah lapisan bawah kurang subur dan mempunyai warna lebih terang. Tanah lapisan bawah mengandung sedikit humus. Lapisan atas, merupakan lapisan yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan dan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati. Lapisan itu merupakan tanah yang paling subur. Humus berasal dari pembusukan hewan atau tumbuhan yang telah mati. Proses pembusukan ini dibantu oleh hewan-hewan yang hidup di tanah, misalnya cacing tanah. Cacing tanah ini memakan sampah-sampah yang ada di permukaan tanah. Pembusukan itu menghasilkan bahanbahan organik. Sampah-sampah yang tidak dimakan oleh hewanhewan ini, akan diuraikan oleh jamur. Lapisan tengah, terbentuk dari campuran antara hasil pelapukan batuan dan air. Lapisan tersebut terbentuk karena sebagian bahan lapisan atas terbawa oleh air dan mengendap. Lapisan ini biasa disebut tanah liat. Lapisan bawah, merupakan lapisan yang terdiri atas bongkahan-bongkahan batu. Di sela-sela bongkahan terdapat hasil pelapukan batuan. Jadi, masih ada batu yang belum melapuk secara sempurna. Lapisan tanah yang terakhir atau paling bawah yaitu bahan induk tanah. Bahan induk tanah merupakan lapisan tanah yang terdiri atas bahan-bahan asli hasil pelapukan batuan. Lapisan ini disebut lapisan tanah asli karena tidak tercampur dengan hasil pelapukan dari batuan lain. Biasanya lapisan tanah ini warnanya sama dengan warna batuan asalnya.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 2. Bahan-bahan pembentuk tanah Menurut butiran-butiran penyusunnya, tanah terdiri atas batu, kerikil, pasir, lumpur, tanah liat, serta debu. Batu kerikil merupakan penyusun tanah yang terbesar ukurannya. Butiran pasir berukuran lebih kecil daripada kerikil. Butiran lumpur lebih kecil daripada pasir dan bercampur dengan air. Butiran tanah liat lebih kecil daripada butiran lumpur. Butiran tanah yang paling kecil adalah debu. Butiran debu ini sangat halus dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin. 3. Jenis-jenis tanah Jenis tanah dapat dibedakan menjadi tanah berhumus, tanah berpasir, dan tanah liat. Yogyakarta, …. Maret 2014 Mengetahui Guru Pamong ( Y. Atik Fajar Rianto ) Mahasiswa (Robertine Dhita P)

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK KELAS V Siklus I Pertemuan Kedua Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas / Semester : V / II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I. Standar Kompetensi Bumi dan Alam Semesta 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam II. Kompetensi Dasar 7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah III. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Competence - Mengidentifikasi sifat tanah humus. - Mengidentifikasi sifat tanah pasir. - Mengidentifikasi sifat tanah liat. 2. Conscience - Membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya di depan kelas. 3. Compassion - Bekerjasama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 IV. Tujuan Pembelajaran 1. Competence - Siswa mampu mengidentifikasi sifat tanah humus minimal dua dengan tepat. - Siswa mampu mengidentifikasi sifat tanah pasir minimal liat minimal menyebutkan dua lapisan dengan tepat. - Siswa mampu mengidentifikasi sifat tanah menyebutkan dua jenis tanah dengan tepat. 2. Conscience - Siswa mampu membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya minimal satu jawaban di depan kelas dengan tepat. 3. Compassion - Siswa mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru dengan penuh semangat. V. Materi Pembelajaran Sifat-sifat tanah VI. Pendekatan dan Metode Pendekatan : Pendekatan kontekstual Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi dan penugasan VII. Nilai Kemanusiaan 3. Ulet, tekun, teliti 4. Kreatif

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 VIII. Kegiatan pembelajaran Kegiatan Deskripsi Pendahuluan Konteks - Peserta didik menjawab salam dari guru 5 menit - Guru menyuruh siswa untuk memimpin doa - Guru melakukan presensi - Apersepsi : Guru bertanya “siapa yang pernah menanam tanaman? Tanah apa yang digunakan untuk menanam tanaman tersebut? (Kontruktivisme) - Guru menjelaskan tujuan dari pembelajaran - Guru menjelaskan materi tentang 55 menit mengidentifikasi sifat-sifat tanah humus, pasir dan liat - Guru menggali pemahaman siswa dengan bertanya “sebutkan sifat-sifat tanah?” - Guru mempraktikkan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat tanah (tanah humus, tanah pasir dan tanah liat) - Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. - Secara berkelompok, siswa mempraktikan percobaan mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah (pemodelan) - Anggota lain mengamati dan menulis hasil diskusi kelompok dari melakukan percobaan (masyarakat belajar, menemukan) - Guru meminta setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok - Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa jika ada materi yang belum jelas - Guru memberikan soal evaluasi kemudian meminta siswa mengerjakan secara individu (penilaian yang sebenarnya) - Guru bertanya kepada siswa materi apa 10 menit yang telah disampaikan (bertanya) - Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil kegiatan hari ini (refleksi) - Doa penutup - Salam penutup Kegiatan Inti Evaluasi Kegiatan akhir Refleksi Alokasi Waktu

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 IX. Aksi Menanam tanaman/bunga dari tanah humus X. Refleksi 1. Competence - Apakah siswa mampu mengidentifikasi sifat tanah humus dengan tepat? - Apakah siswa mampu mengidentifikasi sifat tanah pasir dengan tepat? - Apakah siswa mampu mengidentifikasi sifat tanah liat dengan tepat? 2. Conscience - Apakah siswa mampu membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya? 3. Compassion - Apakah siswa mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru? XI. Alat dan Sumber Belajar - Alat dan Bahan : Papan tulis, kapur, botol plastik, tanah liat, tanah pasir dan tanah humus. - Sumber Belajar : Muslim. (2009). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan. Amin Chairul. (2009). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan. XII. Penilaian Proses dan Hasil Belajar Teknik : Tes dan Non tes Bentuk : Tes Non tes  Lembar kerja siswa dan evaluasi (terlampir)  Observasi

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 XIII. Materi Pembelajaran Jenis-jenis tanah Bahan-bahan pembentuk tanah dapat berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat lainnya. Demikian juga dengan jenis-jenis tanah. Jenis tanah juga dapat berbeda di setiap tempat. Hal ini tergantung pada jenis batuan yang mengalami pelapukan di tempat itu. Jenis tanah dapat dibedakan menjadi tanah berhumus, tanah berpasir, dan tanah liat. a) Tanah berhumus Tanah berhumus berwarna gelap karena banyak mengandung humus. Humus berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mati. Tanah ini banyak mengandung unsur hara. Juga dapat menahan air. Tanah berhumus sangat subur bila dibanding jenis tanah lain. Tanah berhumus b) Tanah berpasir Tanah berpasir tersusun atas banyak kerikil, pasir, sedikit lempung dan humus. Ukuran partikel tanah pasir besar, selain itu, rongga antar partikelnya besar sehingga dapat dilalui air dengan cepat. Pada umumnya tanah berpasir ini kurang subur. Lain halnya kalau dilereng gunung berapi. Tanah berpasir di lereng gunung terdapat abu vulkanik. Abu vulkanik dari gunung berapi mengandung unsur hara.

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Tanah berpasir c) Tanah liat Tanah liat sebagian besar terdiri atas lempung. Penyusun batuan lainnya adalah batuan berukuran sangat kecil, dan sedikit pasir serta humus. Tanah liat memiliki pori-pori sangat rapat. Hal ini membuat tanah liat sulit dilalui air. Udara yang dikandung tanah liat pun sangat sedikit. Tanah liat juga sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan batu bata dan gerabah. Tanah liat Yogyakarta, …. Maret 2014 Mengetahui Guru Pamong ( Y. Atik Fajar Rianto ) Mahasiswa (Robertine Dhita P)

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK KELAS V Siklus II Pertemuan Pertama Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas / Semester : V / II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I. Standar Kompetensi Bumi dan Alam Semesta 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam II. Kompetensi Dasar 7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah III. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Competence - Membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur 2. Conscience - Membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya di depan kelas. 3. Compassion - Bekerjasama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 IV. Tujuan Pembelajaran 1. Competence - Siswa mampu membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur minimal dua perbandingan dengan tepat. 2. Conscience - Siswa mampu membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya minimal satu jawaban di depan kelas dengan tepat. 3. Compassion - Siswa mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru dengan penuh semangat. V. Materi Pembelajaran Membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur VI. Pendekatan dan Metode Pendekatan : Pendekatan kontekstual Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi dan penugasan VII. Nilai Kemanusiaan 1. Ulet, tekun, teliti 2. Kreatif VIII. Kegiatan pembelajaran Kegiatan Deskripsi Pendahuluan Konteks - Alokasi Waktu Peserta didik menjawab salam dari guru 5 menit Guru menyuruh siswa untuk memimpin doa Guru melakukan presensi Apersepsi : Guru bertanya “siapa yang masih ingat dengan sifat-sifat tanah? (Kontruktivisme) - Guru menjelaskan tujuan dari pembelajaran

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Kegiatan Inti Evaluasi Kegiatan akhir Refleksi IX. - Guru menjelaskan materi tentang tanah-tanah 55 menit yang subur dengan tanah yang tidak subur. - Guru menggali pemahaman siswa dengan bertanya “sebutkan sifat-sifat tanah?” - Guru mempraktikkan percobaan untuk membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur. - Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. - Secara berkelompok, siswa mempraktikan percobaan untuk membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur (pemodelan) - Anggota lain mengamati dan menulis hasil diskusi kelompok dari melakukan percobaan (masyarakat belajar, menemukan) - Guru meminta setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok - Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa jika ada materi yang belum jelas - Guru memberikan soal evaluasi kemudian meminta siswa mengerjakan secara individu (penilaian yang sebenarnya) - Guru bertanya kepada siswa materi apa yang 10 menit telah disampaikan (bertanya) - Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil kegiatan hari ini (refleksi) - Doa penutup - Salam penutup Aksi Menanam tanaman/bunga dari tanah humus X. Refleksi 1. Competence - Apakah siswa mampu membandingkan tanah yang subur dengan tepat? 2. Conscience - Apakah siswa mampu membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya?

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 3. Compassion - Apakah siswa mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru? XI. Alat dan Sumber Belajar - Alat dan Bahan : Papan tulis, kapur, botol plastik, tanah liat, tanah pasir dan tanah humus. - Sumber Belajar : Amin Chairul. (2009). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan. Muslim. (2009). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan. XII. Penilaian Proses dan Hasil Belajar Teknik : Tes dan Non tes Bentuk : Tes Non tes  Lembar kerja siswa dan evaluasi (terlampir)  Observasi XIII. Materi Pembelajaran Jenis tanah yang dibentuk dari hasil pelapukan batuan tentunya berbeda antara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya. Hal ini sangat dipengaruhi oleh jenis batuan yang membentuknya. Berdasarkan komposisi penyusunnya, tanah dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tanah berpasir, tanah berhumus, dan tanah liat. a. Tanah berpasir Tanah berpasir merupakan jenis tanah yang gembur dan mudah dilalui oleh air. Tanah jenis ini mengandung sedikit bahan organik yang berasal dari makhluk hidup. Hal inilah yang menyebabkan tanah berpasir tidak begitu subur. b. Tanah berhumus Humus berasal dari sisa-sisa tumbuhan. Tanah yang mengandung banyak humus merupakan jenis tanah yang memiliki kesuburan yang

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 sangat baik. Tanah jenis ini dapat menahan air dan merupakan tanah yang paling subur dibandingkan dengan jenis tanah lainnya. c. Tanah liat Jenis tanah ini banyak digunakan untuk pembuatan keramik dan kerajinan lainnya. Dalam keadaan basah tanah ini lengket dan sangat elastis. Tanah jenis ini sulit dilalui oleh air dan tidak banyak mengandung bahan organik. Yogyakarta, …. Maret 2014 Mengetahui Guru Pamong ( Y. Atik Fajar Rianto ) Mahasiswa (Robertine Dhita P)

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK KELAS V Siklus II Pertemuan kedua Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas / Semester : V / II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I. Standar Kompetensi Bumi dan Alam Semesta 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam II. Kompetensi Dasar 7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah III. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Competence - Membandingkan daya resapan (tanah humus, pasir, liat) 2. Conscience - Membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya di depan kelas. 3. Compassion - Bekerjasama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru. IV. Tujuan Pembelajaran 1. Competence - Siswa mampu membandingkan daya resapan (tanah humus, pasir, liat) minimal dua daya resapan dengan tepat.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 2. Conscience - Siswa mampu membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya minimal dua jawaban di depan kelas dengan tepat. 3. Compassion - Siswa mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok minimal mengerjakan satu tugas yang diberikan oleh guru dengan penuh semangat. V. Materi Pembelajaran Membandingkan daya resapan (tanah humus, tanah pasir dan tanah liat) VI. Pendekatan dan Metode Pendekatan : Pendekatan kontekstual Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi dan penugasan VII. Nilai Kemanusiaan 1. Ulet, tekun, teliti 2. Kreatif VIII. Kegiatan pembelajaran Kegiatan Deskripsi Pendahuluan Konteks - Peserta didik menjawab salam dari guru 5 menit - Guru menyuruh siswa untuk memimpin doa - Guru melakukan presensi - Apersepsi : Guru bertanya “Siapa yang belum paham tentang tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur? (Kontruktivisme) - Guru menjelaskan tujuan dari pembelajaran - Guru menjelaskan materi tentang 55 menit Membandingkan daya resapan (tanah humus, pasir, liat) - Guru mempraktikkan percobaan untuk Kegiatan Inti Alokasi Waktu

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 - - - Evaluasi Kegiatan akhir Refleksi - IX. membandingkan daya resapan (tanah humus, pasir, liat). Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. Secara berkelompok, siswa mempraktikan percobaan untuk membandingkan daya resapan tanah (pemodelan) Anggota lain mengamati dan menulis hasil diskusi kelompok dari melakukan percobaan (masyarakat belajar, menemukan) Guru meminta setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa jika ada materi yang belum jelas Guru memberikan soal evaluasi kemudian meminta siswa mengerjakan secara individu (penilaian yang sebenarnya) Guru bertanya kepada siswa materi apa 10 menit yang telah disampaikan (bertanya) Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil kegiatan hari ini (refleksi) Doa penutup Salam penutup Aksi Menanam tanaman/bunga dari tanah humus X. Refleksi 1. Competence - Apakah siswa mampu membandingkan tanah yang subur dengan tepat? 2. Conscience - Apakah siswa mampu membiasakan menjadi pribadi yang percaya diri dengan mengungkapkan pendapatnya? 3. Compassion - Apakah siswa mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru?

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 XI. Alat dan Sumber Belajar - Alat dan Bahan : Papan tulis, kapur, botol plastik, tanah liat, tanah pasir dan tanah humus. - Sumber Belajar : Amin Chairul. (2009). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan. Muslim. (2009). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan. XII. Penilaian Proses dan Hasil Belajar Teknik : Tes dan Non tes Bentuk : Tes Non tes  Lembar kerja siswa dan evaluasi (terlampir)  Observasi XIII. Materi Pembelajaran Berikut, akan dijelaskan jenis-jenis tanah yang dapat kamu temukan di sekitarmu. 1. Tanah Humus Tanah humus merupakan tanah yang berasal dari pelapukan sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk, berwarna kehitaman, sangat baik untuk lahan pertanian, kemampuan menyerap airnya sangat tinggi, serta dapat menggemburkan tanah. 2. Tanah Liat Tanah liat merupakan tanah yang butiran-butiran tanahnya halus, setiapbutiran saling melekat satu sama lain sehingga jika basah akan lengket, sukarmenyerap air sehingga pada saat kering tanah akan retakretak tetapi saat hujantanah akan menggenang. Jenis tanah ini sering dimanfaatkan untuk membuatkeramik dan kerajinan, seperti pot bunga, topeng, dan mangkuk. Dalampenggunanya, tanah liat yang telah dibentuk dipanaskan supaya kering dan kuat,tumbuhan sulit tumbuh di tanah liat.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 3. Tanah Berpasir Tanah berpasir biasanya digunakan untuk bahan membangun rumah. Tanahini dicampur dengan semen untuk memasang batu bata. Tanah berpasirmerupakan tanah yang butiran pasirnya sangat banyak, mudah menyerap air danudara, pori-pori lebih besar, ringan sehingga mudah diolah, kandungan unsur harasedikit, dan tidak subur. Yogyakarta, …. Maret 2014 Mengetahui Guru Pamong ( Y. Atik Fajar Rianto ) Mahasiswa (Robertine Dhita P)

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 LAMPIRAN 3 Nama Kelompok: 1 . ……………………………. 4 ……………………………. 2 .……………………………. 5 …………………………… 3 .……………………………. LEMBAR KERJA SISWA Siklus I Pertemuan I Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Materi Pokok : Tanah Kelas / Semester : V / II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I. Indikator Hasil Belajar - Mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah. II. Petunjuk (Untuk Siswa) a. Tuangkan air ke dalam botol aqua hingga ketinggian tiga perempatnya! b. Masukkan beberapa genggam tanah kebun ke dalam botol aqua! c. Aduklah tanah tersebut hingga bercampur dengan air! d. Diamkan selama 10 menit, kemudian amatilah! III. Kegiatan Belajar No 1. Hal-hal yang perlu kamu amati Bahan yang terdapat di permukaan air 2. Bahan yang terdapat di dasar botol aqua 3. Warna air 4. Kesimpulan

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Nama Kelompok : 1 . ……………………… 4 ……………………… 2 .……………………… 5 ……………………… 3 .……………………… LEMBAR KERJA SISWA Siklus I Pertemuan II Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Materi Pokok : Tanah Kelas / Semester : V / II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I. Indikator Hasil Belajar - Mengidentifikasi sifat tanah humus. - Mengidentifikasi sifat tanah pasir. - Mengidentifikasi sifat tanah liat. II. Petunjuk (Untuk Siswa) 1. Perhatikanlah perbedaan tanh liat, tanah pasir, dan tanah humus. 2. Lihatlah perbedaan warna, tekstur, pori-pori, dan bentuk tanah tersebut. No Nama tanah warna tekstur pori-pori bentuk tanah 3. Kesimpulan …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Nama Kelompok : 1. _____________________ 4. ______________________ 2. _____________________ 5. ______________________ 3. _____________________ LEMBAR KERJA SISWA Siklus 2 Pertemuan 1 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Hari/Tanggal : Pertemuan ke : 1 (satu) Kelas/Semester : V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) A. Tujuan Pembelajaran - Membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur B. Petunjuk 1. Ambillah tanah dari tiga tempat yang berbeda, misalnya tanah A dari sawah, tanah B dari halaman sekolah, dan tanah C dari pinggir jalan! 2. Masukkan setiap tanah dalam botol yang berbeda! 3. Isilah botol-botol itu dengan air! 4. Aduklah tanah hingga tercampur air, kemudian diamkan 10 menit! 5. Amati dan tuliskan bahan penyusun setiap tanah dalam tabel berikut!

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 C. Kegiatan belajar Bahan penyusun tanah Tanah A 1. Tanah B Tanah C Di antara tanah dari ketiga tempat di atas, tanah mana yang mengandung banyak sampah? ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ 2. Menurutmu, apakah tanah yang paling banyak kandungan sampahnya adalah tanah yang paling subur? Mengapa? ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ 3. Berdasarkan data-data yang telah kalian peroleh apa yang bisa kalian simpulkan dari percobaan yang telah dilakukan bersama kelompok? ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________  GOOD LUCK 

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Nama Kelompok : 1. ________________________ 4. ________________________ 2. ________________________ 5. ________________________ 3. ________________________ LEMBAR KERJA SISWA Siklus 2 Pertemuan 2 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Hari/Tanggal : Pertemuan ke : 2 (dua) Kelas/Semester : V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) A. Tujuan Pembelajaran - Membandingkan daya resapan (tanah humus, pasir, liat) B. Petunjuk 1. Siapkan tanah humus, pasir dan liat 2. Siapkan air 3. Siapkan 3 gelas aqua yang dasarnya sudah diberi lubang 4. Masukkan tanah humus, pasir dan liat kedalam 3 gelas aqua kira-kira setengah bagian dari gelas aqua 5. Kemudian diberi dengan air sedikit demi sedikit! 6. Lalu amatilah yang terjadi dan catatlah!

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 C. Kegiatan belajar No 1 Hal yang diamati Hasil Pengamatan Resapan air ke dalam tanah humus dan tetesan air yang keluar dari dasar botol yang dilubangi 2 Resapan air ke dalam tanah berpasir dan tetesan air yang keluar dari dasar botol yang dilubangi 3 Resapan air ke dalam tanah liat dan tetesan air yang keluar dari dasar botol yang dilubangi Berdasarkan data-data yang telah kalian peroleh apa yang bisa kalian simpulkan dari percobaan yang telah dilakukan bersama kelompok? _____________________________________________________________ _____________________________________________________________ _____________________________________________________________ _____________________________________________________________ ____________________________________________________________  GOOD LUCK 

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Nama Kelompok : 1 . ………………………… 4 ………………………… 2 .…………………………. 5 ………………………… 3 .………………………… LEMBAR KERJA SISWA Siklus I Pertemuan I Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Materi Pokok : Tanah Kelas / Semester : V / II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I. Indikator Hasil Belajar - Mengidentifikasi bahan-bahan pembentuk tanah. II. Petunjuk (Untuk Siswa) a. Tuangkan air ke dalam botol aqua hingga ketinggian tiga perempatnya! b. Masukkan beberapa genggam tanah kebun ke dalam botol aqua! c. Aduklah tanah tersebut hingga bercampur dengan air! d. Diamkan selama 10 menit, kemudian amatilah! III. Kegiatan Belajar No Hal-hal yang perlu kamu amati 1. Bahan yang terdapat di Sisa-sisa makhluk hidup (tumbuhan dan hewan) permukaan air 2. Bahan yang terdapat di Batu, kerikil, pasir, humus, tanah halus. dasar botol aqua 3. Warna air Cokelat kegelapan 4. Kesimpulan Dapat disimpulkan dari percobaan tersebut bahwa tanah kebun termasuk tanah yang subur karena terdapat sisa-sisa makhluk hidup dan bahan-bahan pembentuk tanah adalah batu, kerikil, pasir, humus dan tanah halus.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Nama Kelompok : 1 . ……………………… 4………………………… 2 .………………………. 5 ……………………….. 3 .………………………. LEMBAR KERJA SISWA Siklus I Pertemuan II Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Materi Pokok : Tanah Kelas / Semester : V / II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 jp) I. Indikator Hasil Belajar - Mengidentifikasi sifat tanah humus, tanah pasir, dan tanah liat. II. Petunjuk 1. Perhatikanlah perbedaan tanah liat, tanah pasir, dan tanah humus. 2. Lihatlah perbedaan warna, tekstur, pori-pori, dan bentuk tanah tersebut. No Nama tanah warna tekstur poripori 1 humus halus 2 pasir hitam gembur/membentuk kecoklatan/gelap gumpalan hitam butir-butir tanah tidak melekat satu sama lain 3 liat hitam kemerahan sangat lengket banyak rongga rongga antar partikel besar butir-butir tanah sangat melekat satu sama rapat lain/ lembek bentuk tanah kasar 3. Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara warna, tekstur, pori-pori dan bentuk tanah dari macam-macam jenis tanah. Tanah humus warnanya gelap, tanah pasir warnanya hitam sedangkan tanah liat warnanya hitam kemerahan. Dilihat dari bentuknya tanah humus halus, tanah pasir kasar sedangkan tanah liat sangat lengket. Kalau dilihat dari pori-porinya tanah humus memiliki banyak rongga dan tanah liat pori-porinya sangat rapat.

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Nama Kelompok : 1. ________________________ 4. ________________________ 2. ________________________ 5. ________________________ 3. ________________________ LEMBAR KERJA SISWA Siklus 2 Pertemuan 1 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Pertemuan ke : 1 (satu) Kelas/Semester : V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) A. Tujuan Pembelajaran - Membandingkan tanah yang subur dengan tanah yang tidak subur B. Petunjuk 1. Ambillah tanah dari tiga tempat yang berbeda, misalnya tanah A dari sawah, tanah B dari halaman sekolah, dan tanah C dari pinggir jalan! 2. Masukkan setiap tanah dalam botol yang berbeda! 3. Isilah botol-botol itu dengan air! 4. Aduklah tanah hingga tercampur air, kemudian diamkan 10 menit! 5. Amati dan tuliskan bahan penyusun setiap tanah dalam tabel berikut!

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 C. Kegiatan belajar Bahan penyusun tanah Tanah A (tanah sawah) Tanah B (tanah halaman Tanah C sekolah) (pinggir jalan) banyak sisa-sisa makhluk sedikit sisa-sisa makhluk sampah hidup (tumbuhan dan hidup (tumbuhan dan hewan) hewan) kerikil kerikil pasir 1. Di antara tanah dari ketiga tempat di atas, tanah mana yang mengandung banyak sampah? Dari ketiga tempat tersebut tanah yang banyak mengandung banyak sampah adalah tanah C atau diambil dari pinggir jalan. 2. Menurutmu, apakah tanah yang paling banyak kandungan sampahnya adalah tanah yang paling subur? Mengapa? Tidak karena tidak ada kandungan organiknya. 3. Berdasarkan data-data yang telah kalian peroleh apa yang bisa kalian simpulkan dari percobaan yang telah dilakukan bersama kelompok? Dapat disimpulkan bahwa tanah yang paling subur adalah tanah yang berasal dari sawah karena banyak mengandung sisa-sisa makhluk hidup sedangkan tanah yang kurang subur bila ditanami tanaman adalah tanah yang banyak mengandung sampah.  GOOD LUCK 

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Nama Kelompok : 1. ________________________ 4. ________________________ 2. ________________________ 5. ________________________ 3. ________________________ LEMBAR KERJA SISWA Siklus 2 Pertemuan 2 Satuan Pendidikan : SD Kanisius Jetisdepok Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Hari/Tanggal : Pertemuan ke : 2 (dua) Kelas/Semester : V/2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) A. Tujuan Pembelajaran - Membandingkan daya resapan (tanah humus, pasir, liat) B. Petunjuk 1. Siapkan tanah humus, pasir dan liat 2. Siapkan air 3. Siapkan 3 gelas aqua yang dasarnya sudah diberi lubang 4. Masukkan tanah humus, pasir dan liat kedalam 3 gelas aqua kirakira setengah bagian dari gelas aqua 5. Kemudian diberi dengan air sedikit demi sedikit! 6. Lalu amatilah yang terjadi dan catatlah!

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 C. Kegiatan belajar No 1 Hal yang diamati Hasil Pengamatan Resapan air ke dalam tanah humus sedikit demi sedikit/dapat dan tetesan air yang keluar dari dasar menahan air botol yang dilubangi 2 Resapan air ke dalam tanah berpasir deras/mudah dilalui air dan tetesan air yang keluar dari dasar botol yang dilubangi 3 Resapan air ke dalam tanah liat dan sangat sulit dilalui air tetesan air yang keluar dari dasar botol yang dilubangi Berdasarkan data-data yang telah kalian peroleh apa yang bisa kalian simpulkan dari percobaan yang telah dilakukan bersama kelompok? Dapat disimpulkan bahwa tanah humus adalah tanah yang dapat menahan air dan termasuk tanah yang sangat subur, tanah berpasir mudah sekali dilalui air dan termasuk tanah yang tidak begitu subur, sedangkan pada tanah liat air yang keluar sangatlah sulit.  GOOD LUCK 

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 LAMPIRAN 4 KISI-KISI SOAL TES PRESTASI SEBELUM UJI VALIDITAS IPA Bumi dan Alam Semesta 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam 7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah Indikator No item - Mengidentifikasibahan-bahan 2,3,8,33 pembentuk tanah - Menentukan lapisan-lapisan tanah 13,25,27,40 - Menyebutkan jenis-jenis tanah 6,16,18,20,21,24 - Mengidentifikasi sifat tanah humus, 1,5,10,11,12,17,19,23,26, pasir, liat - Membandingkan tanah yang subur 28,29 4,9,14,15,32,35,37,38,29 - Membandingkan daya resapan (tanah 7,22,30,31,34,36 humus, pasir, liat) Jumlah soal 40 soal

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 TES PRESTASI Nama : Kelas : VI (Enam) Pilihlah jawaban yang benar! 1. Tanah termasuk sumber daya alam ... a. buatan b. dapat diperbaharui c. tidak dapat diperbaharui d. biotik 2. Tanah di daerah pegunungan banyak mengandung .... a. pasir c. logam b. humus d. batu 3. Tanah merupakan hasil pelapukan dari .... a. tanah liat b. pasir c. batuan d. tebing 4. Tanah yang mengandung sedikit bahan organik yang berasal dari makhluk hidup dan merupakan jenis tanah yang tidak begitu subur disebut .... a. tanah berpasir b. tanah berhumus c. tanah liat d. tanah berkapur 5. Salah satu ciri tanah berhumus adalah mengandung banyak .... a. pasir c. kapur b. humus d. air 6. Tanah liat banyak digunakan dalam pembuatan kerajinan berupa .... a. mainan c. kaca b. alat musik d. keramik 7. Jenis tanah yang paling sukar dilalui air yaitu . . . . a. tanah berpasir b. tanah berhumus c. tanah berkapur d. tanah liat 8. Bahan-bahan penyusun tanah yang berupa butiran-butiran sangat halus yaitu . . . . a. pasir c. kerikil b. debu c. batu 9. Tanah yang sangat baik ditanami tanaman pangan adalah …. a. tanah lempung b. tanah kapur c. tanah berpasir

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. d. tanah humus Tanah yang mengandung humus berwarna …. a. terang b. kehitam-hitaman c. gelap d. keabu-abuan Tanah yang memiliki pori-pori rapat adalah tanah …. a. pasir b. kerikil c. humus d. liat Tanah yang memiliki rongga untuk menyimpan udara dan air adalah tanah …. a. liat b. humus c. lempung d. pasir Lapisan dasar tanah terdiri atas …. a. humus b. batuan c. kerikil d. pasir Tanah pasir kurang baik untuk pertanian karena …. a. tersedia banyak air b. kekurangan air c. banyak udara d. kekurangan udara Tanah yang cocok untuk pertanian adalah …. a. tanah pasir b. tanah lempung c. tanah liat d. tanah humus Pak Gatot adalah pengrajin gerabah. Ia menggunakan ... untuk membuat pot, kendi, dan keramik. a. tanah liat b. tanah humus c. tanah pasir d. bunga tanah Tanah yang banyak mengandung unsur hara adalah tanah …. a. humus b. lempung c. liat

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. d. berpasir Urutan tanah berdasarkan komposisinya adalah …. a. tanah berpasir, tanah humus, tanah lempung, tanah liat b. tanah humus, tanah berpasir, tanah liat, tanah lempung c. tanah berpasir, tanah lempung, tanah liat, tanah humus d. tanah lempung, tanah liat, tanah berpasir, tanah humus Perhatikan ciri-ciri tanah berikut. 1) Tidak licin 2) Tidak kasar 3) Melekat di jari 4) Mudah dibentuk Hal-hal di atas merupakan ciri-ciri tanah …. a. humus c. lempung b. liat d. berpasir Tanah humus adalah tanah yang .... a. sukar menyerap air b. kurang baik untuk lahan pertanian c. butiran tanahnya halus d. berasal dari pelapukan sisa hewan atau tumbuhan Jenis tanah yang banyak menyusun daerah pantai adalah .... a. tanah lempung b. tanah liat c. tanah pasir d. tanah sawah Tanah yang kadar humusnya sangat kurang akibat pengikisan air disebut .... a. tanah gersang b. tanah liat c. tanah humus d. tanah pasir Tanah kebun banyak mengandung .... a. humus b. pasir c. lempung d. sisa-sisa tumbuhan Jenis tanah yang banyak terdapat di daerah rawa adalah …. a. pasir c. kapur b. humus d. gambut Berikut ini, yang tidak termasuk lapisan tanah adalah …. a. lapisan atas

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. b. lapisan tengah c. lapisan batuan induk d. tebing Salah satu ciri tanah liat adalah …. a. sulit dilalui air b. subur c. berwarna gelap d. mengandung unsur hara yang sangat banyak Batuan akan berubah menjadi tanah setelah mengalami proses …. a. pengeringan b. pelapukan c. pembekuan d. pemanasan Tanah berasal dari sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk adalah …. a. tanah humus b. tanah liat c. tanah pasir d. tanah vulkanik Suatu wilayah memiliki tanah dengan ciri-ciri sebagai berikut. 1) Berwarna hitam 2) Bertekstur basah dan lunak 3) Bersifat asam Berdasarkan ciri-ciri yang ditunjukkan, wilayah tersebut memiliki jenis tanah… a. gambut c. pasir b. vulkanik d. kapur Jenis tanah berpasir merupakan …. air. a. mudah menyerap air b. sukar menyerap air c. kemampuan menyerap air sangat tinggi d. sedang di dalam menyerap air Tanah humus merupakan tanah yang …. a. mudah menyerap air b. sukar menyerap air c. kemampuan menyerap air sangat tinggi d. sedang di dalam menyerap air Tanah yang sulit ditumbuhi tumbuhan adalah …. a. liat b. pasir c. humus d. kapur

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. Tanah berpasir mempunyai ciri khas yang berbeda dengan tanah yang lain. Ciri yang paling menonjol dari tanah berpasir adalah …. a. butiran-butirannya kasar b. teksturnya halus c. sulit menyerap air d. berwarna hitam karena mengandung humus Tanah kapur merupakan tanah yang …. a. mudah menyerap air b. sukar menyerap air c. kemampuan menyerap air sangat tinggi d. sedang di dalam menyerap air Hasil pelapukan dan pembusukan tumbuhan yang dapat menyuburkan tanah disebut .... a. gambut c. endapan b. humus d. lumut tanah yang paling mudah menyerap air adalah …. a. tanah kapur b. tanah humus c. tanah liat d. tanah pasir Tanah gambut adalah jenis tanah yang …. a. kurang subur b. subur c. tidak subur d. sangat subur tanah kapur adalah jenis tanah yang …. a. kurang subur b. subur c. tidak subur d. sangat subur Tanah berkapur mengandung …. Humus. a. banyak b. sedikit c. tidak d. semua benar Merupakan lapisan yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan dan sisasisa makhlukhidup yang telah mati adalah …. a. lapisan atas b. lapisan tengah c. lapisan bawah d. lapisan batuan induk  Good Luck 

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 HASIL SPSS TES PRESTASI

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Validitas tes prestasi yang diujikan pada siswa kelas VI SD Kanisius Jetisdepok No. Res pon No item To tal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 24 2 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 16 3 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 14 4 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 14 5 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 32 6 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 26 7 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 21 8 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 32 9 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 21 10 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 23 11 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 26 12 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 32 13 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 17 14 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 31 15 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 12 Keterangan : : Soal tes yang valid

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Kisi-Kisi Soal Tes Prestasi Siklus I dan II Sesudah Uji Validitas Siklus I IPA Bumi dan Alam Semesta 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam 7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah Indikator No item - Mengidentifikasi bahan-bahan 3,8 pembentuk tanah - Menentukan lapisan-lapisan tanah 13,27,40 - Menyebutkan jenis-jenis tanah 6,20 - Mengidentifikasi sifat tanah humus, 11, 17,28 pasir, liat Jumlah soal 10 soal Siklus II IPA Bumi dan Alam Semesta 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam 7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah Indikator No item - Membandingkan tanah yang subur - Membandingkan daya (tanah humus, pasir, liat) Jumlah soal 14,15,32,35,37,38 resapan 22,30,34,36 10 soal

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 Nama : ________________________________ Absen : _________ Soal Tes Prestasi Siklus 1 Pilihlah jawaban yang benar! 1. Tanah merupakan hasil pelapukan dari .... e. tanah liat f. pasir g. batuan h. tebing 2. Tanah liat banyak digunakan dalam pembuatan kerajinan berupa .... c. mainan d. alat musik e. kaca f. keramik 3. Bahan-bahan penyusun tanah yang berupa butiran-butiran sangat halus yaitu . . . . c. pasir 4. b. kerikil c. humus d. liat b. batuan c. kerikil d. pasir Tanah yang banyak mengandung unsur hara adalah tanah …. e. humus 7. d. batu Lapisan dasar tanah terdiri atas …. e. humus 6. c. kerikil Tanah yang memiliki pori-pori rapat adalah tanah …. e. pasir 5. b. debu b. lempung c. liat d. berpasir Tanah humus adalah tanah yang .... e. sukar menyerap air f. kurang baik untuk lahan pertanian g. butiran tanahnya halus h. berasal dari pelapukan sisa hewan atau tumbuhan 8. Batuan akan berubah menjadi tanah setelah mengalami proses …. a. pengeringan b. pelapukan

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 9. 10. c. pembekuan d. pemanasan Tanah berasal dari sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk adalah …. a. tanah humus c. tanah pasir b. tanah liat d. tanah vulkanik Merupakan lapisan yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan dan sisasisa makhlukhidup yang telah mati adalah …. a. lapisan atas b. lapisan tengah c. lapisan bawah d. lapisan batuan induk  GOOD LUCK 

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 Nama : ________________________________ Absen : _________ Tes Prestasi Siklus 2 Pilihlah jawaban yang benar! 1. 2. Tanah pasir kurang baik untuk pertanian karena …. e. tersedia banyak air c. banyak udara f. kekurangan air d. kekurangan udara Tanah yang cocok untuk pertanian adalah …. e. tanah pasir f. tanah lempung g. tanah liat h. tanah humus 3. Tanah yang kadar humusnya sangat kurang akibat pengikisan air disebut .... e. tanah gersang f. tanah liat g. tanah humus h. tanah pasir 4. Jenis tanah berpasir merupakan …. air. a. mudah menyerap air b. sukar menyerap air c. kemampuan menyerap air sangat tinggi d. sedang di dalam menyerap air 5. Tanah yang sulit ditumbuhi tumbuhan adalah …. a. liat b. pasir c. humus d. kapur 6. Tanah kapur merupakan tanah yang …. a. mudah menyerap air b. sukar menyerap air

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 c. kemampuan menyerap air sangat tinggi d. sedang di dalam menyerap air 7. Hasil pelapukan dan pembusukan tumbuhan yang dapat menyuburkan tanah disebut ... a. gambut b. humus c. endapan d. lumut 8. Tanah yang paling mudah menyerap air adalah …. a. tanah kapur b. tanah humus c. tanah liat d. tanah pasir 9. 10. Tanah gambut adalah jenis tanah yang …. a. kurang subur c. tidak subur b. subur d. sangat subur Tanah kapur adalah jenis tanah yang …. a. kurang subur b. subur c. tidak subur d. sangat subur  GOOD LUCK 

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 KISI-KISI PANDUAN SKALA MINAT BELAJAR Deskriptor No Indikator Favorable 1. 2. 3. Perasaan senang mengikuti pembelaja ran Saya senang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Saya senang membantu teman saya yang meminta bantuan. Saya senang mendengarkan guru ketika menjelaskan materi. Saya senang membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. Saya merasa senang apabila mendapat tugas yang diberikan guru. Daya Saya mengerjakan tugas tepat Tarik waktu siswa pada Saya dapat menjawab pertanyaan pembelaja guru dengan tepat ran Saya antusias jika disuruh membacakan materi pembelajaran Saya selalu bertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami Saya aktif berdiskusi kelompok di dalam kelas Perhatian Saya fokus mengikuti kegiatan siswa saat pembelajaran dari awal sampai pembelaja akhir pembelajaran ran Saya menjawab pertanyaan dari guru Saya mendengarkan penjelasan dari guru Saya mengikuti intruksi dari guru ketika diminta mengerjakan tugas Saya antusias mengikuti semua kegiatan pembelajaran Unfavorable Saya malas menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Saya malas membantu teman saya yang meminta bantuan. Saya merasa malas mengikuti pembelajaran. Saya malas membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. Saya merasa malas apabila mendapat tugas yang diberikan guru. Saya malas mengerjakan tugas tepat waktu Saya malas menjawab pertanyaan dari guru Saya malas membaca buku pelajaran Saya malu bertanya kepada guru Saya mengabaikan diskusi kelompok Saya memperhatikan kegiatan tertentu saja Saya mengabaikan pertanyaan dari guru Saya sulit konsentrasi saat guru memberi penjelasan Saya kesulitan mengikuti instruksi dari guru Saya mengobrol dengan teman saat kegiatan pembelajaran berlangsung

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 HASIL SPSS SKALA MINAT

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Validitas Skala Minat No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama 1 Revo 4 Ardha 4 Adit 3 Ardi 3 Sherly 3 Devi 3 Lisa 3 Rolan 3 Laras 3 Mario 3 Mayang 3 Nico 3 Robert 4 Dila 4 Vita 4 Tata 4 Yunita 4 Riko 4 Keterangan : 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 : Soal valid 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 2 4 5 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 6 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 7 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 4 8 4 4 3 3 4 3 2 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 9 10 11 12 13 14 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 2 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 1 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 Nomer Item 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Total 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 102 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 1 4 107 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 100 3 3 2 4 1 3 3 1 1 2 2 3 2 2 2 3 84 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 103 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 1 3 3 3 3 86 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 96 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 89 3 4 4 3 3 3 3 3 3 1 4 3 4 2 3 3 95 4 4 4 2 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 110 3 3 3 2 3 1 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 85 3 4 4 2 2 4 1 4 4 4 2 4 4 4 4 3 99 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 107 4 4 4 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 112 4 4 4 2 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 112 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 2 4 3 4 108 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 95 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 114

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 Kisi-kisi observasi minat No Indikator Deskriptor Saya senang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Saya senang membantu teman saya yang meminta bantuan. 1. Perasaan senang Saya senang mendengarkan guru ketika mengikuti pembelajaran menjelaskan materi. Saya senang membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. Saya merasa senang apabila mendapat tugas yang diberikan guru. Saya mengerjakan tugas tepat waktu Saya dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat. Saya antusias jika disuruh membacakan materi pembelajaran 2. Daya Tarik siswa pada pembelajaran Saya selalu bertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami Saya aktif berdiskusi kelompok di dalam kelas Saya fokus mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran Saya menjawab pertanyaan dari guru 3. Perhatian siswa saat pembelajaran Saya mendengarkan penjelasan dari guru Saya mengikuti intruksi dari guru ketika diminta mengerjakan tugas Saya antusias mengikuti semua kegiatan pembelajaran

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 AWAL SIKLUS N O KETERANGAN Nomor Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 Saya senang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 2 Saya malas menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 Saya menjawab pertanyaan dari guru. 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 Saya malas membantu teman saya yang meminta bantuan. 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 5 Saya malas menjawab pertanyaan dari guru. 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 6 Saya mengabaikan pertanyaan dari guru. 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 7 Saya senang mendengarkan guru ketika menjelaskan materi. 2 3 3 2 2 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 8 Saya merasa malas mengikuti pembelajaran. 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 9 Saya malas membaca buku pelajaran. 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 10 Saya senang membaca buku pelajaran sebelumpembelajaran dimulai. 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 11 Saya sering bertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami. 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 3 4 4 3 4 4 3 3 12 Saya malas membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 13 Saya malu bertanya kepada guru. 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 2 4 3 4 4 3 2 14 Saya kesulitan mengikuti instruksi 3 dari guru. 3 2 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 2 3 15 Saya aktif berdiskusi kelompok di dalam kelas. 3 3 2 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 16 Saya antusias mengikuti semua 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 kegiatan pembelajaran. 17 Saya merasa malas apabila mendapat tugas yang diberikan guru. 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 18 Saya mengobrol dengan teman saat kegiatan pembelajaran berlangsung 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 4 3 4 2 3 4 3 3 56 55 58 53 56 59 59 63 60 55 63 59 63 58 67 69 54 54 Total

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 SIKLUS I N O KETERANGAN Nomor Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 Saya senang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 2 Saya malas menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 Saya menjawab pertanyaan dari guru. 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Saya malas membantu teman saya yang meminta bantuan. 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 5 Saya malas menjawab pertanyaan dari guru. 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 6 Saya mengabaikan pertanyaan dari guru. 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 7 Saya senang mendengarkan guru ketika menjelaskan materi. 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 8 Saya merasa malas mengikuti pembelajaran. 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 9 Saya malas membaca buku pelajaran. 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 10 Saya senang membaca buku pelajaran sebelumpembelajaran dimulai. 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 11 Saya sering bertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami. 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 12 Saya malas membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 13 Saya malu bertanya kepada guru. 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 14 Saya kesulitan mengikuti instruksi 3 dari guru. 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 15 Saya aktif berdiskusi kelompok di dalam kelas. 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 16 Saya antusias mengikuti semua 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 kegiatan pembelajaran. 17 Saya merasa malas apabila mendapat tugas yang diberikan guru. 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 18 Saya mengobrol dengan teman saat kegiatan pembelajaran berlangsung 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 68 71 68 68 67 68 66 67 65 68 64 70 65 68 70 72 65 67 Total

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 SIKLUS II N O KETERANGAN Nomor Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 Saya senang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 Saya malas menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 Saya menjawab pertanyaan dari guru. 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Saya malas membantu teman saya yang meminta bantuan. 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 Saya malas menjawab pertanyaan dari guru. 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 6 Saya mengabaikan pertanyaan dari guru. 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 7 Saya senang mendengarkan guru ketika menjelaskan materi. 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 8 Saya merasa malas mengikuti pembelajaran. 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 9 Saya malas membaca buku pelajaran. 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 10 Saya senang membaca buku pelajaran sebelumpembelajaran dimulai. 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 11 Saya sering bertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami. 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 12 Saya malas membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 13 Saya malu bertanya kepada guru. 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 14 Saya kesulitan mengikuti instruksi 3 dari guru. 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 15 Saya aktif berdiskusi kelompok di dalam kelas. 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 16 Saya antusias mengikuti semua 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 kegiatan pembelajaran. 17 Saya merasa malas apabila mendapat tugas yang diberikan guru. 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 18 Saya mengobrol dengan teman saat kegiatan pembelajaran berlangsung 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 67 71 71 70 70 70 69 71 68 70 70 71 67 70 72 72 67 68 Total Keterangan nilai Favorable Skor= 4 3 2 1 Unfavorable

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Lembar Observasi Minat Awal Siswa Observer : Robertine Dhita P Hari / tanggal : Senin, 3 Maret 2014 Waktu : 09.30 – 11.00 Petunjuk : Berilah tanda centang (√) apabila siswa menunjukkan aktivitas sesuai deskriptor. Nomor Absen Siswa Indikator Deskriptor 1 1. Perasaan senang mengikuti pembelaja ran 1. Siswa senang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 2. Siswa senang membantu temannya yang meminta bantuan. 3. Siswa senang mendengarkan guru ketika menjelaskan materi. 4. Siswa senang membaca buku pelajaran sebelum 2 3 4 √ √ √ 6 7 √ √ √ 5 √ √ √ 8 √ √ 9 10 √ 11 12 13 √ √ 14 15 16 17 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 18 √ √

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 pembelajaran dimulai. 5. Siswa merasa senang apabila mendapat tugas yang diberikan guru. 2. Daya 1. Siswa mengerjakan Tarik tugas tepat waktu siswa pada 2. Siswa dapat menjawab pembelaja pertanyaan guru dengan ran tepat 3. Perhatian siswa saat pembelaja ran 3. Siswa antusias jika disuruh membacakan materi pembelajaran 4. Siswa selalu bertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami 5. Siswa aktif berdiskusi kelompok di dalam kelas 1. Siswa fokus mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran 2. Siswa menjawab pertanyaan dari guru √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 √ 3. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru 4. Siswa mengikuti intruksi dari guru ketika diminta mengerjakan tugas 5. Siswa antusias mengikuti semua kegiatan pembelajaran Total √ √ √ 5 3 √ 6 8 √ √ √ √ 5 √ 5 6 √ 8 √ √ √ √ 4 5 7 5 √ √ √ 8 √ 5 √ √ 11 10 √ 6 4

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Lembar Observasi Minat Siswa Siklus I Observer : Robertine Dhita P Hari / tanggal : Selasa, 11 Maret 2014 Waktu : 09.30 – 11.00 Petunjuk : Berilah tanda centang (√) apabila siswa menunjukkan aktivitas sesuai deskriptor. Nomor Absen Siswa Indikator Deskriptor 1 1. Siswa senang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 2. Siswa senang membantu temannya yang meminta bantuan. 1. Perasaan senang mengikut i 3. Siswa senang pembelaj mendengarkan guru aran ketika menjelaskan materi. 4. Siswa senang membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. 2 √ 3 4 √ √ 6 √ √ √ √ 5 √ √ √ √ √ 7 8 √ √ √ √ √ √ 9 √ √ 10 11 √ √ 12 √ √ √ √ √ √ √ 13 14 15 16 17 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 18 √ √ √ √

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 5. Siswa merasa senang apabila mendapat tugas yang diberikan guru. 2. Daya 1. Siswa mengerjakan tugas Tarik tepat waktu siswa 2. Siswa dapat menjawab pada pertanyaan guru dengan pembelaj tepat aran 3. Siswa antusias jika disuruh membacakan materi pembelajaran 4. Siswa selalu bertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami 5. Siswa aktif berdiskusi kelompok di dalam kelas 1. Siswa fokus mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran 3. Perhatian 2. Siswa menjawab siswa pertanyaan dari guru saat pembelaj 3. Siswa mendengarkan aran penjelasan dari guru 4. Siswa mengikuti intruksi dari guru ketika diminta mengerjakan tugas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 5. Siswa antusias mengikuti semua kegiatan pembelajaran Total √ 5 9 9 6 9 9 7 √ 10 12 8 8 √ 10 8 9 11 11 6 9

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 Lembar Observasi Minat Siswa Siklus II Observer : Robertine Dhita P Hari / tanggal : Selasa, 18 Maret 2014 Waktu : 09.30 – 11.00 Nomor Absen Siswa Indikator Deskriptor 1 1. Siswa senang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 2. Siswa senang membantu temannya yang meminta 1. Perasaan bantuan. senang mengiku ti 3. Siswa senang pembelaj mendengarkan guru aran ketika menjelaskan materi. 4. Siswa senang membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. √ 2 3 √ √ √ √ √ √ √ 4 5 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 7 √ 8 9 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 10 11 √ √ 12 √ √ √ √ √ √ √ 13 14 15 16 17 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 18 √ √ √ √

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 5. Siswa merasa senang apabila mendapat tugas yang diberikan guru. 2. Daya 1. Siswa mengerjakan tugas Tarik tepat waktu siswa 2. Siswa dapat menjawab pada pertanyaan guru dengan pembelaj tepat aran 3. Siswa antusias jika disuruh membacakan materi pembelajaran 4. Siswa selalu bertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami 5. Siswa aktif berdiskusi kelompok di dalam kelas 1. Siswa fokus mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran 3. Perhatia 2. Siswa menjawab n siswa pertanyaan dari guru saat pembelaj 3. Siswa mendengarkan aran penjelasan dari guru 4. Siswa mengikuti intruksi dari guru ketika diminta mengerjakan tugas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 5. Total Siswa antusias mengikuti semua kegiatan pembelajaran √ 7 Petunjuk 8 11 √ 10 10 10 10 √ 12 12 10 √ 8 : Berilah tanda centang (√) apabila siswa menunjukkan aktivitas sesuai deskriptor. 10 9 10 13 13 8 9

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 LAMPIRAN 5 Validasi RPP oleh Guru

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Validasi Skala Minat Oleh Dosen 1. Judul : Implementasi Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA kelas IV SD 2. Variabel yang akan diteliti - Minat belajar 3. Definisi Minat Muhibbin Syah (2008:151) mengartikan minat adalah keinginan atau kecenderungan terhadap sesuatu yang dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang studi tertentu. Menurut Slameto (1988: 58) pengertian minat adalah kecenderungan yang tetap dimiliki siswa untuk memperhatikan dan mengingat kegiatan. Kegiatan yang diminati tentunya diperhatikan secara terus menerus dan akan menimbulkan perasaan senang. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian minat adalah keadaan yang dimiliki seseorang yang dapat menarik perhatian dan menimbulkan perasaan senang terhadap subyek yang disenanginya.

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 BLUE PRINT No 1. 2. 3. Indikator Perasaan senang mengikuti pembelajaran Daya Tarik siswa pada pembelajaran Perhatian siswa saat pembelajaran Favorable 1, 7, 13, 19, 25 Item Unfavorable 4, 10, 16, 22, 28 2, 8, 14, 20, 26 3, 9, 15, 21, 27 5, 11, 17, 23, 29 6, 12, 18, 24, 30 TOTAL Total item 10 10 10 30 KISI-KISI PANDUAN SKALA MINAT BELAJAR Deskriptor No Indikator Favorable 1. 2. Perasaan senang mengikuti pembelajaran Unfavorable Saya senang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Saya malas menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Saya senang membantu teman saya yang meminta bantuan. Saya malas membantu teman saya yang meminta bantuan. Saya senang mendengarkan guru ketika menjelaskan materi. Saya merasa malas mengikuti pembelajaran. Saya senang membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. Saya malas membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. Saya merasa senang apabila mendapat tugas yang diberikan guru. Saya merasa malas apabila mendapat tugas yang diberikan guru. Daya Tarik siswa Saya mengerjakan tugas pada tepat waktu pembelajaran Saya dapat menjawab pertanyaan guru dengan Saya malas mengerjakan tugas tepat waktu Saya malas menjawab

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 3. tepat pertanyaan dari guru Saya antusias jika disuruh membacakan materi pembelajaran Saya malas membaca buku pelajaran Saya selalubertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami Saya malu bertanya kepada guru Saya aktif berdiskusi kelompok di dalam kelas Saya mengabaikan diskusi kelompok Perhatian siswa Saya fokus mengikuti saat pembelajaran kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran Saya memperhatikan kegiatan tertentu saja Saya menjawab pertanyaan dari guru Saya mengabaikan pertanyaan dari guru Saya mendengarkan penjelasan dari guru Saya sulit konsentrasi saat guru memberi penjelasan Saya mengikuti intruksi dari guru ketika diminta mengerjakan tugas Saya kesulitan mengikuti instruksi dari guru Saya antusias mengikuti semua kegiatan pembelajaran Saya mengobrol dengan teman saat kegiatan pembelajaran berlangsung

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 Nama : No. Absen : SKALA SIKAP MINAT Petunjuk : 1. Tulislah identitas Anda pada sudut kiri atas! 2. Bacalah setiap pernyataan dalam skala sikap ini dengan teliti dan jawablah setiap pernyataan tersebut! 3. Berilah tanda centang (√) pada satu pilihan Anda ke dalam kolom yang tersedia! 4. Ralat jawaban dapat dilakukan dengan memberikan tanda samadengan (=) pada jawaban yang dibatalkan dan memberi tanda centang pada jawaban lain/baru yang dipilih! Keterangan Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) NO KETERANGAN SKOR STS 1 Saya senang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 2 Saya mengerjakan tugas tepat waktu. 3 Saya fokus mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran. TS S SS

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 4 Saya malas menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 5 Saya malas mengerjakan tugas tepat waktu. 6 Saya memperhatikan kegiatan tertentu saja. 7 Saya senang membantu teman saya yang meminta bantuan. 8 Saya dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat. 9 Saya menjawab pertanyaan dari guru. 10 Saya malas membantu teman saya yang meminta bantuan. 11 Saya malas menjawab pertanyaan dari guru. 12 Saya mengabaikan pertanyaan dari guru. 13 Saya senang mendengarkan guru ketika menjelaskan materi. 14 Saya antusias jika disuruh membacakan materi pembelajaran. 15 Saya mendengarkan penjelasan dari guru. 16 Saya merasa malas mengikuti pembelajaran. 17 Saya malas membaca buku pelajaran. 18 Saya sulit konsentrasi saat guru memberi penjelasan. 19 Saya senang membaca buku pelajaran sebelum. pembelajaran dimulai. 20 Saya sering bertanya kepada guru jika ada materi yang sulit dipahami. 21 Saya mengikuti intruksi dari guru ketika diminta

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 mengerjakan tugas. 22 Saya malas membaca buku pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. 23 Saya malu bertanya kepada guru. 24 Saya kesulitan mengikuti instruksi dari guru. 25 Saya merasa senang apabila mendapat tugas yang diberikan guru. 26 Saya aktif berdiskusi kelompok di dalam kelas. 27 Saya antusias mengikuti semua kegiatan pembelajaran. 28 Saya merasa malas apabila mendapat tugas yang diberikan guru. 29 Saya mengabaikan diskusi kelompok. 30 Saya mengobrol dengan teman saat kegiatan pembelajaran berlangsung

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 LAMPIRAN 6 LKS SIKLUS I

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 LKS SIKLUS II

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 TES PRESTASI SIKLUS I

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 TES PRESTASI SIKLUS II

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 LAMPIRAN 7 FOTO PENELITIAN Gambar 1. Guru sedang menjelaskan mengenai jenis-jenis tanah Gambar 2. Siswa antusias di dalam menjawab pertanyaan dari guru Gambar 3. Guru dan siswa sedang melakukan percobaan mengenai bahan-bahan pembentuk tanah Gambar 4. Siswa saling bekerjasama melakukan percobaan mengidentifikasi sifat-sifat tanah Gambar 5. Siswa sedang melakukan percobaan untuk membandingkan tanah yang subur dan tidak subur Gambar 6. Siswa sedang melakukan percobaan untuk membandingkan membandingkan daya resapan tanah

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 RIWAYAT HIDUP Robertine Dhita P dilahirkan di Sleman pada tanggal 17 September 1991, merupakan anak kandung dari pasangan Bpk Ign Wagi dan Yuliana Widiyati sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Robertine Dhita P tinggal bersama kedua orangtua dan saudarasaudaranya dalam lingkungan keluarga yang sederhana tepatnya di Desa Sejati Dukuh RT 04 RW 22, Sumberarum, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Dia menamatkan Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2004 di SD Kanisius Minggir kemudian melanjutkan ke SMP Pangudi Luhur Moyudan yang lulus pada tahun 2007. Pada tahun 2007-2008 dia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA Pangudi Luhur Sedayu kemudian lulus pada tahun 2010, karena terdorong dari kedua orangtua maka saya melanjutkan ke jenjang S1 PGSD Universitas Sanata Dharma pada tahun 2014. Berkat doa restu orang-orang tercinta dan atas izin yang kuasa, pada tahun 2014 dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Implementasi Pendekatan Kontektual untuk Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar IPA Kelas V SDK Jetisdepok, untuk dibawa ke sidang ujian sebagai syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Sanata Dharma.

(218)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan prestasi belajar IPA melalui pendekatan kontekstual pada siswa kelas VI
0
2
48
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA menggunakan pendekatan SCL model PBL pada siswa kelas IV SD Kanisius Nglinggi.
0
1
337
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Kalasan menggunakan metode kontekstual
0
1
229
Peningkatan minat dan prestasi belajar matematika materi pecahan menggunakan pendekatan CTL pada kelas IVA SD Kanisius Ganjuran semester 2 tahun 2011/2012 - USD Repository
0
0
359
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA materi pembentukan tanah dengan metode penemuan terbimbing pada siswa kelas V semester 2 SDK Totogan tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
6
200
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan pendekatan kontekstual pada materi pecahan siswa kelas IV SD Kanisius Sorowajan semester II tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
2
204
Peningkatan minat dan prestasi belajar matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas V semester genap SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
210
Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa menggunakan pendekatan kontekstual materi menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan pada siswa kelas VA SD N Adisucipto I tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
249
Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Kanisius Kintelan Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan PMRI - USD Repository
0
4
234
Peningkatan prestasi belajar IPA tentang proses pembentukan tanah karena pelapukan menggunakan pendekatan kontekstual bagi siswa kelas V SDN Tamanagung 3 Muntilan - USD Repository
0
1
112
Penerapan pendekatan student centered learning dengan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Nglinggi - USD Repository
0
1
440
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA materi fase-fase bulan kelas IV Sekolah Dasar Kanisius Jetisdepok dengan pendekatan kontekstual - USD Repository
0
3
240
Peningkatan minat dan prestasi belajar dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas IV SD Kanisius Jetis Depok tahun pelajaran 2013/2014 - USD Repository
0
1
277
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru 1 menggunakan pendekatan kontekstual - USD Repository
0
0
406
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Gamping menggunakan pendekatan kontekstual - USD Repository
0
0
411
Show more