Optimasi setil alkohol dan natrium lauril sulfat pada lotion tabir surya ekstrak etanol kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dengan metode desain faktorial. - USD Repository

Gratis

0
0
56
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI OPTIMASI SETIL ALKOHOL DAN NATRIUM LAURIL SULFAT PADA LOTION TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) Program Studi Farmasi oleh : Komang Ayu Trisna Geriadi NIM : 158114092 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI OPTIMASI SETIL ALKOHOL DAN NATRIUM LAURIL SULFAT PADA LOTION TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) Program Studi Farmasi oleh : Komang Ayu Trisna Geriadi NIM : 158114092 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PRAKATA Puji dan syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karuniaNya yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Optimasi Setil Alkohol dan Natrium Lauril Sulfat pada Lotion Tabir Surya Ekstrak Etanol Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dengan Metode Desain Faktorial” dengan baik. Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu pada program studi Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Terselesainya skripsi ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, sehingga penulis bermaksud menyampaikan rasa terimakasih, kepada : 1. Bapak I Nyoman Geria, S.Pd dan Ibu Gusti Ayu Suarsani, S.Pd.,M.Pd. yang selalu memberikan dukungan, doa dan motivasi kepada penulis 2. Ibu Wahyuning Setyani, M.Sc., Apt selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan memberikan banyak pengalaman kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 3. Ibu Beti Pudyastuti, M.Sc., Apt dan Ibu Dr. Rini Dwi Astuti, M.Sc., Apt selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukan untuk menjadikan skripsi ini lebih baik. 4. Bapak Christianus Heru Setiawan, Apt selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberikan arahan selama perkuliahan penulis. 5. Kakak Putu Ayu Putri Riastini, Amd.Keb dan Made Ayu Desy Geriadi, SMB., MM. yang selalu memberikan dukungan dan mendengarkan keluh kesah penulis saat menyusun skripsi ini. 6. Pak Wagiran, Pak Musrifin, Mas Agung, dan Pak Iswandi selaku laboran yang telah membantu penulis dalam menjalankan penelitian. 7. Felix Enggar Widianto dan Keza Meylina selaku teman seperjuangan yang selalu mendengarkan keluh kesah penulis, menemani penulis, dan sabar menghadapi perilaku penulis selama penelitian. Penulis sangat bersyukur memiliki teman seperti kalian. 8. Putu Diana, Sintya Dewi dan Diantari selaku teman kos penulis yang selalu penulis repotkan dalam segala hal. vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Felicita Eka P selaku teman baik penulis, teman belajar, berorganisasi dan kepanitiaan. 10. Indian, Widya, Vany, Lian, Krisna, Glenys, Galung yang telah membantu dan bersama penulis selama perkuliahan ini. 11. Seluruh Dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ilmunya selama perkuliahan. 12. Seluruh teman – teman FSM C 2015 yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. 13. Seluruh teman- teman angkatan 2015 yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu Penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini sehingga penulis berharap menerima kritik dan saran yang membangun. Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat untuk ilmu pengetahuan khususnya dibidang farmasi. Yogyakarta, 19 November 2018 Penulis vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI .......................................................... iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... iv PERNYATAAN PUBLIKASI ......................................................................... v PRAKATA ...................................................................................................... vi DAFTAR ISI .................................................................................................. viii DAFTAR TABEL ........................................................................................... x DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xii ABSTRAK ...................................................................................................... xiii ABSTRACT ..................................................................................................... xiv PENDAHULUAN ........................................................................................... 1 METODE PENELITIAN ................................................................................. 2 Alat ....................................................................................................... 2 Bahan .................................................................................................... 2 Determinasi Tanaman Rosella.............................................................. 2 Pembuatan Ekstrak Kelopak Bunga Rosella ........................................ 2 Skrining Fitokimia................................................................................ 3 Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Kelopak Bunga Rosella ................. 3 Pembuatan Sediaan Lotion Ekstrak Kelopak Bunga Rosella ............... 4 Pengujian Sifat Fisik ............................................................................ 5 Analisis Data ........................................................................................ 5 HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................ 6 Determinasi Tanaman Rosella.............................................................. 6 Skrining Fitokimia................................................................................ 6 Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Kelopak Bunga Rosella ................. 6 Penentuan Rentang Viskositas, Daya Sebar dan Daya Lekat .............. 7 Pembuatan dan Evaluasi Lotion Ekstrak Kelopak Bunga Rosella ....... 7 viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Desain Faktorial ................................................................................... 10 Uji Stabilitas Freezethaw ..................................................................... 16 KESIMPULAN ................................................................................................ 17 SARAN ............................................................................................................ 17 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 18 LAMPIRAN ..................................................................................................... 20 BIOGRAFI PENULIS ..................................................................................... 41 ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Daftar Tabel I. Skrining Fitokimia Ekstrak Kelopak Bunga Rosela.......... 3 Daftar Tabel II. Formula Lotion Ekstrak Kelopak Bunga Rosela ............... 4 Daftar Tabel III. Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Bunga Rosella.............. 6 Daftar Tabel IV. Hasil Pengujian Lotion Pasaran......................................... 8 Daftar Tabel V. Hasil Evaluasi Organoleptis Lotion .................................. 9 Daftar Tabel VI. Hasil Evaluasi Viskositas Lotion ....................................... 9 Daftar Tabel VII. Hasil Evaluasi Daya Sebar Lotion ..................................... 10 Daftar Tabel VIII. Hasil Evaluasi Daya Lekat Lotion ..................................... 11 Daftar Tabel IX. Nilai Efek Faktor terhadap Viskositas .............................. 12 Daftar Tabel X. Nilai Efek Faktor terhadap Daya Sebar ............................. 13 Daftar Tabel XI. Nilai Efek Faktor terhadap Daya Lekat ............................. 14 Daftar Tabel XII. Hasil Validasi Salah Satu Formula Optimum ................... 16 Daftar Tabel XIII. Hasil Uji Stabilitas............................................................. 17 x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Daftar Gambar 1. Grafik Hubungan Konsentrasi vs Nilai SPF ..................... 7 Daftar Gambar 2. Hubungan natrium lauril sulfat terhadap viskositas .......... 11 Daftar Gambar 3. Hubungan setil alkohol terhadap viskositas ...................... 11 Daftar Gambar 4. Hubungan setil alkohol terhadap daya sebar ..................... 13 Daftar Gambar 5. Hubungan natium lauril sulfat terhadap daya sebar ......... 13 Daftar Gambar 6. Hubungan setil alkohol terhadap daya lekat ...................... 14 Daftar Gambar 7. Hubungan natrium lauril sulfat terhadap daya lekat ......... 14 Daftar Gambar 8. Contourplot Superimposed ................................................ 15 xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Penipisan lapisan ozon akibat efek global warming saat ini, menyebabkan radiasi sinar ultraviolet (UV) tidak sulit mencapai permukaan bumi. Paparan sinar ultraviolet (UV) secara terus menerus pada kulit dapat menyebabkan eritema kulit sampai kanker kulit. Menurut literature kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi serbuk kelopak bunga rosella serta pemanfaatannya sebagai lotion tabir surya. Bentuk sediaan lotion dipilih karena lotion memiliki karakteristik yang tidak terlalu padat dan mudah diaplikasikan pada kulit. Ekstraksi dilakukan dengan metode remaserasi dan dilanjutkan dengan identifikasi senyawa flavonoid. Uji aktivitas tabir surya lotion ekstrak kelopak bunga rosella menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290 – 400 nm. Optimasi setil alkohol dan natrium lauril sulfat dilakukan dengan metode desain faktorial 2 faktor yaitu natrium lauril sulfat dan setil alkohol, 2 level yaitu level maksimum dan minimum dari natrium lauril sulfat dan setil alkohol. Data yang digunakan pada desain faktorial yaitu data viskositas, daya lekat dan daya sebar. Hasil yang didapatkan berupa ekstrak kelopak bunga rosella yang memiliki kandungan senyawa flavonoid pada konsentrasi 0,1% dengan nilai SPF sebesar 55,424. Salah satu komposisi optimum dari hasil optimasi didapatkan komposisi natrium lauril sulfat 1,3 gram dan komposisi setil alkohol 6.9 gram. Pada uji stabilitas dengan metode freezethaw terjadi penurunan nilai viskositas dan daya lekat, sedangkan nilai daya sebar meningkat. Perubahan nilai respon masih dalam rentang lotion yang terdapat di pasaran. Keyword : Optimasi, Senyawa flavonoid, Kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.), SPF, lotion. xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT The depletion of the ozone layer as a result of current global warming, has caused ultraviolet (UV) radiation not difficult to reach the surface of the earth. Exposure of ultraviolet (UV) radiation continuously caused bad effect for skin like skin erythema and even skin cancer. According to the literature, rosella flower petals (Hibiscus sabdariffa L.) contains flavonoid that has potential to become sunscreen. The aim of this study is to extraction of rosella petals and their used as sunscreen lotion. The lotion form was choosen because it has characteristic that are not too dense and easily to applied to the skin. Extraction was carried out by the remaseration method and continued with identification of the flavonoid compound. Sunscreen activity test for the extract rosella petals used spektrofotometer UV-Vis at wavelengths 290-400 nm. This study used factorial design method which have 2 factors : sodium lauryl sulfate and cetyl alcohol, 2 level : maximum and minimum. Physical properties which are being observed are viscosity, spreadability and adhesion. The result showed that there is rosella petals extract contains flavonoid compound with an SPF value 55.424. One of optimum compositions from the optimization result was found by a composition 1.3 gram of sodium lauryl sulfat and 6.9 gram of cetyl alcohol. On stability test with freezethaw method there was decrease of viscosity and adhesion, while incrase of spreadability. Changes in response values were still in the range of lotions found on the market. Keywords: Optimization, Flavonoid Compounds, Rosella Petals (Hibiscus sabdariffa L.), SPF, lotions. xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENDAHULUAN Penipisan lapisan ozon akibat efek global warming saat ini, menyebabkan radiasi sinar ultraviolet (UV) tidak sulit mencapai permukaan bumi. Di Amerika telah dilaporkan penelitian bahwa 1% penipisan lapisan ozon, akan meningkatkan resiko mortalitas akibat melanoma pada kulit sebesar 1-2%. Jenisjenis radiasi sinar UV yang dapat mencapai permukaan bumi adalah UVA dan UVB. Sedangkan UVC, yang panjang gelombangnya hanya sekitar 200-290 nm, tidak dapat mencapai permukaan bumi karena terserap langsung oleh lapisan ozon di atmosfer bumi (Brenner and Hearing, 2008). Kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang mampu mengurangi dampak dari paparan sinar matahari secara langsung. Senyawa fenolik khususnya flavonoid juga mempunyai potensi sebagai tabir surya karena memiliki gugus kromofor (ikatan rangkap tunggal terkonjugasi) yang mampu menyerap sinar UV-A maupun UV-B sehingga mengurangi intensitas pada kulit (Rahmawati, 2012). Pada penelitian ini, peneliti memformulasikan lotion tabir surya yang mengandung senyawa aktif ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Bentuk sediaan lotion dipilih karena lotion memiliki karakteristik yang tidak terlalu padat dan mudah diaplikasikan pada kulit sehingga diharapkan dapat mudah menyerap ke dalam lapisan kulit. Pada pembuatan lotion diperlukan zat tambahan yaitu stiffening agent dan emulsifying agent. Pada penelitian ini peneliti melakukan optimasi Na-lauril sulfat sebagai emulsifying agent dan setil alkohol sebagai stiffening agent. Peneliti memilih kedua bahan berdasarkan Rowe et al (2009) bahwa setil alkohol sebagai stiffening agent akan lebih stabil jika dikombinasikan dengan emulsifying agent, sehingga kombinasi ini diharapkan dapat menghasilkan lotion yang memiliki sifat fisik dan stabilitas sediaan yang baik. Optimasi formula dilakukan dengan metode desain faktorial yang bertujuan untuk melihat mengenai pengaruh kombinasi Na-lauril sulfat dan setil alkohol terhadap sifat fisik dan stabilitas lotion tabir surya ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Desain faktorial dengan 2 level dan 2 faktor yaitu 1

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI setil alkohol dan natrium lauril sulfat. Masing – masing faktor diuji pada level rendah dan level tinggi sehingga dapat diketahui faktor yang dominan berpengaruh secara signifikan terhadap suatu respon. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimental murni dengan menggunakan metode desain faktorial yang bertujuan untuk melihat faktor yang mempengaruhi sifat fisik dan stabilitas sediaan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakognosi Fitokimia, Laboratorium Kimia Fisika dan Laboratorium Teknologi dan Formulasi Sediaan Farmasi Universitas Sanata Dharma. Alat dan Bahan Alat yang digunakan yaitu neraca analitik (Nagata), shaker, rotary evaporator, oven, kertas saring whatman no.1, tabung reaksi, spektrofotometri UV-Vis, labu ukur, erlemeyer, Viskometer cone and plate (Rheyosis), alat uji daya sebar, alat uji daya lekat, stopwatch, mortar, stamper, waterbath, freezer dan alat gelas lainnya. Bahan utama yang digunakan yaitu serbuk kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) diperoleh dari Merapi Farma Herbal Yogyakarta, etanol 96%, reagen Mayer, reagen Waghner, reagen Dragendrof, NaOH 10%, FeCl 3, kloroform, anhidrat asetat, H2SO4, setil alkohol, natrium lauril sulfat, minyak zaitun, trietanolamin, gliserin, asam benzoat, propil paraben dan akuades. Determinasi Tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang digunakan diperoleh dari Merapi Farma Yogyakarta. Determinasi tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dilakukan di Laboratorium Sistematika Tumbuhan, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Pembuatan Ekstrak Etanol Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Sebanyak 250 gram serbuk kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) ditimbang kemudian dilarutkan dalam 500 ml etanol 96%. Larutan kemudian di shaker selama 6 jam setelah itu direndam selama 18 jam. Tahap ini dilakukan selama 5 x 24 jam, kemudian larutan disaring dengan kertas whatman no 1 dan 2

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dikondensasi dengan rotary evaporator pada suhu ± 40oC hingga didapatkan ekstrak kental. Penimbangan bobot tetap dilakukan dengan menguapkan ekstrak pada oven. Menurut Farmakope Indonesia V (2014), jika ekstrak telah bebas dari pelarut, maka pada dua kali penimbangan berturut-turut perbedaan penimbangan tidak lebih dari 0,50 mg tiap gram zat yang digunakan. Skrining Fitokimia Skrining fitokimia dilakukan pada beberapa golongan senyawa, dapat dilihat pada tabel I : Tabel I. Skrining Fitokimia Ekstrak Kelopak Bunga Rosella Skrining Senyawa Flavonoid (Ikalinus dkk., 2015) Tanin (Vinoth et al., 2012) Saponin (Ikalinus dkk., 2015) Pereaksi NaOH 10% Reaksi positif Warna orange/ jingga FeCl3 Warna coklat kehijauan atau biru kehitaman Terbentuk busa Sampel dididihkan kemudian dikocok dan didiamkan 15 menit Terpenoid Dilarutkan dalam 0,5mL Warna merah keunguan (Vinoth et al., 2012) kloroform + 0,5 mL anhidra asetat + 2 mL H2SO4 Alkaloid Ekstrak dicampur dengan 1 Filtrat 1 : warna merah / (Depkes RI, 1995) mL HCl 2N dan 9 mL jingga. aquadest panas. Filtrat 2 : endapan putih Dibagi menjadi 2 wadah, Filtrat 1 + pereaksi dragendrorf. Filtrat 2 + pereaksi mayer. Uji aktivitas tabir surya ekstrak kelopak bunga rosella Sampel dipreparasi dengan cara membuat variasi konsentrasi (0,06%, 0,07%, 0,08%, 0,09% dan 0,1%) ekstrak etanol kelopak bunga rosella. Ekstrak dilarutkan dalam sejumlah etanol, kemudian uji aktivitas tabir surya dilakukan dengan alat spektrofotometer UV-Vis pada rentang panjang gelombang 290 nm – 400 nm sampai didapatkan serapan minimal 0,05 dengan menggunakan blanko etanol. Area di bawah kurva dapat dihitung dari jumlah serapan pada λn dan serapan λn-1 dibagi 2. Selanjutnya nilai log SPF dihitung dengan cara membagi jumlah seluruh area di bawah kurva (AUC) dengan selisih panjang gelombang 3

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI terbesar dan terkecil kemudian dikalikan 2. Selanjutnya nilai log SPF diubah menjadi nilai SPF. Nilai SPF dihitung dengan rumus: LogSPF = Pembuatan Sediaan Lotion Semua bahan yang dibutuhkan baik bahan aktif maupun bahan tambahan ditimbang. Setil alkohol dipanaskan di atas waterbath sampai cair kemudian ditambahkan minyak zaitun dan propil paraben aduk sampai homogen (campuran A). Asam benzoat, natrium lauril sulfat dilarutkan dalam air kemudian ditambahkan gliserin dan trietanolamin campur sampai homogen (campuran B). Campuran A dipindahkan kedalam mortir panas aduk lalu ditambahkan sedikit demi sedikit campuran B aduk sampai homogen. Ekstrak kelopak bunga rosella ditambahkan dan diaduk sampai homogen. Formula lotion seperti pada tabel II : Tabel II. Formula kelopak bunga rosella BAHAN KOMPOSISI (%) FI FA FB Ekstrak kelopak bunga rosella 0,1% 10 10 10 Minyak zaitun 10 10 10 Setil Alkohol 4 7 4 Natrium lauril Sulfat 0,5 0,5 2,5 Trietanolamin 3 3 3 Gliserin 15 15 15 Asam benzoate 0,5 0,5 0,5 Propil paraben 0,6 0,6 0,6 Akuades ad 100 ad 100 ad 100 Pengujian Sifat Fisik & Stabilitas Sediaan Lotion FAB 10 10 7 2,5 3 15 0,5 0,6 ad 100 Uji sifat fisik dilakukan dengan uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat. Pengukuran viskositas dilakukan dengan menggunakan viskometer cone and plate. Lotion diletakkan pada wadah yang tersedia. Spindle yang sesuai dipasang dan spindle diturunkan sampai menyentuh sampel, tombol ON ditekan. Pada pengujian daya sebar dilakukan dengan cara lotion ditimbang 0,5 gram kemudian diletakkan diantara dua lempeng kaca diberi beban 50 gram, lalu didiamkan 1 menit dan diukur diameter penyebarannya. Pengujian daya lekat dilakukan dengan mengoleskan lotion pada satu sisi kaca obyek yang pada sisi bawahnya telah dipasangkan tali untuk mengikat 4

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI beban, kemudian ditempelkan pada kaca obyek yang lain. Obyek kaca kemudian diamati waktu yang dibutuhkan beban untuk memisahkan kedua kaca tersebut. Pada uji stabilitas sediaan dilakukan dengan menyimpan sediaan lotion pada suhu 5±2oC selama 24 jam, lalu dipindahkan ke dalam oven yang bersuhu 40±2oC juga selama 24 jam. Perlakuan ini terhitung 1 siklus dan dilakukan sebanyak 3 siklus (6 hari) (Wihelmina, 2011). Selanjutnya dilakukan pengamatan organoleptik, homogenitas, viskositas, daya lekat dan daya sebar. Analisis Data Data sifat fisik berupa viskositas, daya lekat dan daya sebar dianalisis dengan Design Expert version 11 (free trial) sehingga didapatkan persamaan yang menggambarkan interaksi dari kedua faktor pada dua level untuk masing-masing respon. Setiap respon akan mendapatkan contour plot dan dilakukan analisis superimposed contour plot. Analisis data stabilitas lotion kelopak bunga rosella dilakukan menggunakan program SPSS dari Pusat Epidemiologi Klinik dan Biostatistik Universitas Gadjah Mada. Data diolah dengan Shapiro-Wilk taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui normalitas distribusi data, nilai p>0,05 menunjukkan data terdistribusi normal. Setelah itu dilanjutkan uji one way ANOVA dan Post-Hoc Turkey. Jika data tidak terdistribusi normal dilakukan uji Kruskal Wallis dan Mann-Whitney untuk melihat signifikansi kelompok data. Nilai p < 0,05 menandakan adanya perbedaan yang signifikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Tanaman rosella diperoleh dari CV Merapi Farma Herbal Yogyakarta dan dideterminasi di Fakultas Biologi Laboratorium Sistematika Tumbuhan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang menyatakan bahwa tanaman rosella yang digunakan dalam penelitian ini benar dari jenis Hibiscus sabdariffa L (lampiran 1). Ekstraksi Serbuk diekstraksi dengan metode remaserasi, kemudian dikondensasi dengan rotary evaporator. Hasil kondensasi tersebut kemudian dilakukan 5

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penimbangan bobot tetap sampai didapatkan selisih 0,50 mg pada setiap penimbangan. Setelah didapatkan ekstrak kental, dilakukan skrining fitokimia dengan uji tabung. Skrining Fitokimia Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol kelopak bunga rosella positif mengandung senyawa flavonoid dan negatif pada pengujian senyawa lainnya. Hal ini sesuai dengan penelitain Marpaung dkk (2015) dengan hasil positif hanya pada uji flavonoid dan negative pada uji lainnya. Perubahan warna pada uji flavonoid disebabkan terjadinya hidrolisis flavonoid glikosida menjadi aglikon flavonoid dengan penambahan asam kuat yang selanjutnya akan membentuk kompleks dengan serbuk magnesium dan menghasilkan perubahan warna menjadi merah atau jingga (Tanaya, Retnowati, and Suratmo, 2015). Hasil skrining fitokimia dapat dilihat pada tabel III (lampiran 5) : Tabel III. Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Kelopak Bunga Rosella Skrining Senyawa Flavonoid NaOH 10% Tanin FeCl3 Saponin Sampel dididihkan kemudian dikocok dan didiamkan 15 menit Dilarutkan dalam 0,5mL kloroform + 0,5 mL anhidra asetat + 2 mL H2SO4 Terpenoid Alkaloid Pereaksi Reaksi positif Hasil Warna orange/ jingga Warna coklat kehijauan atau biru kehitaman Terbentuk busa Warna jingga (+) Warna jingga (-) Warna merah keunguan dan terbentuk cincin merah Filtrat 1 : warna merah / jingga. Filtrat 2 : endapan putih Ekstrak dicampur dengan 1 mL HCl 2N dan 9 mL aquadest panas. Dibagi menjadi 2 wadah, Filtrat 1 + pereaksi dragendrorf. Filtrat 2 + pereaksi mayer. 6 Tidak terbentuk busa (-) Warna coklat (-) Warna coklat kehitaman dan tidak terdapat endapan (-)

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Kelopak Bunga Rosella Ekstrak dibuat dalam konsentrasi bervariasi yaitu konsentrasi 0,06%; 0,07%; 0,08%; 0,09 dan 0,1% dengan pelarut etanol 96% dan diukur serapannya dengan spektofotometer UV-Vis pada rentang panjang gelombang 290 – 400 nm. Nilai SPF dihitung dengan rumus: LogSPF = Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosella maka semakin tinggi pula nilai SPF nya (Gambar 1). Kriteria nilai SPF yang didapatkan rata-rata termasuk dalam proteksi ultra (SPF > 15) (Draelos dan Thaman, 2006). Proteksi ultra ini berasal dari kandungan senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid yang terdapat dalam ekstrak kelopak bunga rosella dapat menyerap sinar UV. Senyawa flavonoid juga memiliki sifat antioksidan. Sifat yang dapat menyerap sinar UV dan antioksidan dari senyawa Nilai SPF flavonoid potensial diformulasikan dalam sediaan tabir surya (Filho et al., 2016). 100 0 55.424 32.658 12.367 17.571 26.181 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1 Konsentrasi Ekstrak (%) Gambar 1. Grafik Nilai SPF vs Konsentrasi Penentuan Rentang Viskositas, Daya Sebar dan Daya Lekat Penentuan rentang viskositas, daya sebar dan daya lekat didapatkan dari pengujian 3 produk yang telah beredar di pasaran dengan tujuan untuk melihat sediaan lotion ekstrak kelopak bunga rosella yang dibuat dapat diterima oleh masyarakat dari segi viskositas, daya sebar dan daya lekat. Hasil pengujian sediaan lotion di pasaran dapat dilihat pada tabel IV. 7

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel IV. Hasil pengujian produk pasaran Produk Viskositas (Pa.S) Daya Sebar (cm) ± SD Daya Lekat (detik) ± SD ± SD A 0,832 ±0,025 5,3 ±0,26 1,167 ±0,289 B 1,96 ± 0,04 5,8 ± 0,4 1,067 ± 0,115 C 2,784 ± 0,1407 5,8 ± 0,5 2,83 ±1,258 Pembuatan dan Evaluasi Lotion Tabir Surya Konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosella 0,1% dipilih sebagai konsentrasi yang diformulasikan dalam sediaan lotion. Hal ini dikarenakan pada konsentrasi ekstrak 0,1% telah memiliki nilai SPF dengan proteksi ultra. Setil alkohol dipanaskan di atas waterbath sampai cair kemudian ditambahkan minyak zaitun dan propil paraben aduk sampai homogen (campuran A). Asam benzoat, natrium lauril sulfat dilarutkan dalam air kemudian ditambahkan gliserin dan trietanolamin campur sampai homogen (campuran B). Campuran A dipindahkan ke dalam mortir panas aduk lalu ditambahkan sedikit demi sedikit campuran B aduk sampai homogen. Ekstrak kelopak bunga rosella ditambahkan dan diaduk sampai homogen. Keempat formula lotion dibuat sesuai formula kemudian diuji sifat fisik dari masing-masing sediaan yang nantinya akan menjadi respon pada desain faktorial. Hasil evaluasi sifat fisik sediaan lotion antara lain : a. Organoleptis Uji ini meliputi bentuk, bau, dan warna. Keempat formula memiliki organoleptis yang sama. Hasil pengamatan organoleptis dari 4 formula disajikan pada tabel V : Tabel V. Organoleptis lotion ekstrak kelopak bunga rosella Organoleptis F1 FA FB FAB Bentuk Semisolid Semisolid Semisolid Semisolid Bau Tidak Tidak Tidak Tidak berbau berbau berbau berbau Putih Putih Putih Putih Warna 8

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Viskositas Uji ini bertujuan untuk mengetahui kekentalan dari sediaan lotion. Uji viskositas menggunakan Viskometer cone and plate. Pengujian dilakukan pada kecepatan 10 rpm. Hasil viskositas lotion dapat dilihat pada tabel VI (lampiran 7) : Tabel VI. Viskositas lotion ekstrak kelopak bunga rosella Formula 1 A B AB Data ditampilkan dalam bentuk Viskositas (Pa.S) ± SD 1,783 ± 0,104 2,32 ± 0,308 0,66 ± 0,078 1,816 ± 0,436 ± SD, n replikasi = 3 Hasil diatas menunjukkan bahwa formula B tidak masuk dalam rentang viskositas pasaran yaitu 0,832 Pa.S – 2,784 Pa.S. Sediaan lotion pada formula B memiliki viskositas yang lebih rendah dibandingkan formula lainnya. Pada formula B natrium lauril sulfat level tinggi dan setil alkohol level rendah. Natrium lauril sulfat merupakan emulsifying agent yang dapat menurunkan viskositas jika dikombinasikan dengan setil alkohol level rendah. c. Daya Sebar Uji daya sebar bertujuan untuk melihat keefektifan pelepasan suatu zat aktif dari sediaan. Uji daya sebar menggunakan alat ekstensometer dengan penambahan beban 50 gram dan didiamkan selama 1 menit (lampiran 7). Tabel VII. Daya sebar lotion ekstrak kelopak bunga rosella Formula 1 A B AB Data ditampilkan dalam bentuk Daya Sebar (cm) ± SD 5,2 ± 0,1 5,83 ± 0,057 6,83 ± 0,152 5,5 ± 0,1 ± SD, n replikasi = 3 9

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil diatas menunjukkan bahwa formula B tidak masuk dalam rentang daya sebar pasaran yaitu 5,3 cm – 5,8 cm. Sediaan lotion pada formula B memiliki daya sebar yang paling luas. Hal ini disebabkan karena viskositas lotion formula B rendah sehingga menghasilkan daya sebar yang luas. d. Daya Lekat Uji daya lekat bertujuan untuk mengetahui kemampuan sediaan krim melekat pada kulit karena semakin lama daya lekat semakin optimal pula aktivitas ekstrak yang ditimbulkan ( lampiran 7). Tabel VIII. Daya lekat lotion ekstrak kelopak bunga rosella Formula 1 A B AB Data ditampilkan dalam bentuk Daya Lekat (s) ± SD 1,267±0,057 1,2 ± 0,1 1,03 ± 0,057 1,267 ±0,057 ± SD, n replikasi = 3 Hasil diatas menunjukkan bahwa formula B tidak masuk dalam rentang daya lekat pasaran yaitu 1,067 detik – 2,83detik. Sediaan lotion pada formula B memiliki daya lekat lebih rendah dari sediaan pasaran karena komposisi natrium lauril sulfat pada level tinggi sehingga dapat menyebabkan penurunan daya lekat. Desain Faktorial Jika dilihat dari hasil yang diperoleh, formula 1, A dan AB masuk dalam rentang spesifikasi viskositas, daya sebar dan daya lekat yang di tetapkan, sedangkan formula B dibawah viskositas, daya sebar dan daya lekat sediaan yang di tetapkan. Adanya perbedaan level dari tiap formula menyebabkan perbedaan dari respon fisik yang dihasilkan. Efek perbedaan komposisi natrium lauril sulfat dan setil alkohol menyebabkan adanya interaksi dan dapat dilihat menggunakan Design Expert Version 11 (free trial). Uji ANOVA factorial ini dengan tingkat kepercayaan 95%. 10

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Respon Viskositas Respon viskositas dihasilkan dari dua faktor yaitu setil alkohol dan natrium lauril sulfat, serta interaksinya terhadap respon viskositas diuji menggunakan software Design Expert 11 (free trial). Persamaan desain faktorial untuk viskositas adalah Y = 1,64 + 0,4223(X1) - 0,4055(X2) + 0,1573(X1)(X2) ….. (1) Dengan X1 sebagai setil alkohol dan X2 sebagai natrium lauril sulfat dan X1X2 sebagai respon keduanya. Dilihat dari persamaan diatas, setil alkohol dapat meningkatkan respon viskositas, sedangkan natrium lauril sulfat dapat menurunkan viskositas. Interaksi dari kedua bahan dapat meningkatkan viskositas. Efek adalah perubahan respon yang disebabkan karena adanya variasi dari level faktor dari setil alkohol dan natrium lauril sulfat. Nilai efek setil alkohol, natrium lauril sulfat dan kombinasinya dalam menentukan respon viskositas dapat dilihat pada tabel IX (lampiran 8). Tabel IX. Nilai Efek setil alkohol, natrium lauril sulfat, dan Interaksinya terhadap viskositas Faktor p-value Efek p-value persamaan 0,0005 Setil alkohol 0,84 0,0007 Natrium lauril sulfat -0,81 0,0009 Kombinasi 0,31 0,0813 Setil alkohol dan kombinasi setil alkohol dan natrium lauril sulfat memiliki efek dengan nilai positif yang menunjukan bahwa setil alkohol dan kombinasinya dapat meningkatkan viskositas sediaan lotion. Natrium lauril sulfat memiliki efek dengan nilai negatif yang menunjukkan bahwa natrium lauril sulfat dapat menurunkan viskositas sediaan lotion ekstrak kelopak bunga rosella. Setil alkohol, natrium lauril sulfat dan kombinasinya memiliki efek signifikan terhadap respon viskositas dilihat dari p value 0,0005. 11

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 2. Hubungan antara natrium lauril sulfat dengan viskositas Pada gambar 2 menunjukkan bahwa natrium lauril sulfat dapat menurunkan viskositas setil alkohol pada level rendah maupun level tinggi. Level rendah setil alkohol ditunjukkan dengan garis hitam dan level tinggi ditunjukkan dengan garis merah. Natrium lauril sulfat memiliki kontribusi sebesar 39,39% terhadap penurunan viskositas Gambar 3. Hubungan setil alkohol dengan viskositas Pada gambar 3 menunjukkan bahwa setil alkohol dapat meningkatkan viskositas natrium lauril sulfat pada level rendah dan tinggi. Pada konsentrasi tinggi setil alkohol dapat meningkatkan viskositas lebih tinggi, dilihat dari garis berwarna merah lebih curam daripada garis warna hitam. Hal ini sesuai dengan Rowe et al (2009) bahwa setil alkohol memiliki sifat dapat meningkatkan viskositas sediaan. Kontribusi setil alkohol dalam meningkatkan viskositas sebesar 92,62%. 2. Respon Daya Sebar Persamaan daya sebar yang didapatkan yaitu Y = 5,99 - 0,0083 (X1) + 0,2417 (X2) + 0,175 (X1)(X2)…………….(2) 12

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dengan X1 sebagai setil alkohol dan X2 sebagai natrium lauril sulfat dan X1X2 sebagai respon keduanya. Jika dilihat dari persamaan diatas, setil alkohol dapat menurunkan daya sebar, natrium lauril sulfat dapat meningkatkan daya sebar dan interaksi keduanya dapat meningkatkan daya sebar. Nilai efek setil alkohol, natrium lauril sulfat dan kombinasinya dalam menentukan respon daya sebar dapat dilihat pada tabel X (lampiran 8). Tabel X. Nilai Efek setil alkohol, natrium lauril sulfat, dan Interaksinya terhadap daya sebar Faktor p-value Efek p-value persamaan Setil alkohol 0,02 0,8327 Natrium lauril sulfat 0,48 0,0002 Kombinasi 0,35 0,0018 0,0004 Setil alkohol, natrium lauril sulfat, kombinasinya memiliki efek dengan nilai positif yang menunjukan setil alkohol, natrium lauril sulfat dan kombinasinya dapat meningkatkan daya sebar lotion. Setil alkohol memiliki nilai efek yang lebih kecil daripada natrium lauril sulfat. Hal ini menunjukkan bahwa natrium lauril sulfat lebih berpengaruh terhadap peningkatan daya sebar. Setil alkohol, natrium lauril sulfat dan kombinasinya memiliki efek signifikan terhadap respon daya sebar dilihat dari p value 0,0004. Gambar 4. Hubungan setil alkohol dengan daya sebar Gambar 4 menunjukkan bahwa setil alkohol dapat menurunkan daya sebar pada natrium lauril sulfat level rendah dan dapat meningkatkan daya 13

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sebar pada natrium lauril sulfat level tinggi. Kontribusi setil alkohol pada respon daya sebar sebesar 0,06% menurunkan daya sebar. Gambar 5. Hubungan Na-lauril sulfat dengan daya sebar Gambar 5 menunjukkan bahwa natrium lauril sulfat dapat meningkatkan daya sebar setil alkohol pada level rendah dan level tinggi. Kontribusi natrium lauril sulfat pada daya sebar sebesar 57,96% meningkatkan daya sebar. 3. Respon Daya Lekat Persamaan daya sebar yang didapatkan yaitu Y = 1,73 + 0,416 (X1) – 0,45 (X2) - 0,3 (X1)(X2)……………….(3) Dengan X1 sebagai setil alkohol dan X2 sebagai natrium lauril sulfat dan X1X2 sebagai respon keduanya. Jika dilihat dari persamaan diatas, setil alkohol dapat meningkatkan daya lekat, natrium lauril sulfat dapat menurunkan daya lekat dan interaksi keduanya dapat menurunkan daya lekat. . Nilai efek setil alkohol, natrium lauril sulfat dan kombinasinya dalam menentukan respon daya sebar dapat dilihat pada tabel XI (lampiran 8). Tabel XI. Nilai Efek setil alkohol, natrium lauril sulfat, dan Interaksinya terhadap daya lekat Faktor p-value Efek p-value persamaan 0,0003 Setil alkohol 0,83 0,0012 Natrium lauril sulfat -0,90 0,0007 Kombinasi -0,60 0,0077 Setil alkohol memiliki efek dengan nilai positif yang menunjukan setil alkohol dapat meningkatkan daya lekat 14 lotion. Natrium lauril dan

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kombinasinya memiliki efek dengan nilai negatif yang menunjukkan bahwa natrium lauril sulfat dan kombinasinya dapat menurunkan daya lekat. Setil alkohol, natrium lauril sulfat dan kombinasinya memiliki efek signifikan terhadap respon daya sebar dilihat dari p value 0,0003. Gambar 6. Hubungan setil alkohol dengan daya lekat. Gambar 6 menunjukkan bahwa setil alkohol dapat meningkatkan daya lekat pada natrium lauril sulfat level rendah dan level tinggi. Kontribusi setil alkohol dalam peningkatan daya lekat sebesar 33,14%. Gambar 7. Hubungan Na-lauril sulfat dengan daya lekat Gambar 7 menunjukkan bahwa natrium lauril sulfat dapat menurunkan daya lekat pada setil alkohol pada level tinggi dan menurunkan daya lekat pada setil alkohol level rendah. Kontribusi natrium lauril sulfat pada meningkatkan respon daya lekat sebesar 38,65%. 4. Contourplot superimposed Contour plot superimposed didapatkan dari gabungan contourplot antara viskositas, daya sebar dan daya lekat untuk mendapatkan area viskositas , daya sebar dan daya lekat yang optimum. Daerah berwarna kuning merupakan area 15

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI komposisi optimum sedangkan daerah berwarna abu-abu tidak termasuk dalam area komposisi yang optimum. Setelah mendapat area komposisi optimum, diambil satu titik dari area komposisi optimum untuk diuji validitasnya. Titik yang diambil adalah titik dimana komposisi natrium lauril sulfat 1,3 gram dan setil alkohol 6,9 gram. Hasil validasi kemudian dianalisis dengan independent sample T-test untuk diuji validitasnya antara hasil teoritis dan hasil penelitian sehingga akan didapatkan p-value. Jika p-value > 0,05 berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara teoritis dengan hasil penelitian. Gambar 8. Contourplot superimposed Tabel XII. Hasil validasi salah satu komposisi optimum Hasil validasi P value (±) 2,0325 2,0236 0,873 Viskositas (Pa.S) 6,029 6,0 0,820 Daya Sebar (cm) 2,062 2,03 0,887 Daya Lekat (detik) Pada tabel XII dapat dilihat bahwa p value yang didapatkan dari ketiga Respon Teoritis respon > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan signifikan antara nilai teoritis dan nilai hasil validasi (lampiran 9). Persamaan desain faktorial yang didapatkan pada penelitian ini valid untuk memprediksi area komposisi optimum lotion tabir surya ekstrak etanol kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) 16

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Uji Stabilitas Freezethaw Uji stabilitas sediaan dilakukan dengan menyimpan salah satu formula optimum lotion pada suhu 5±2oC selama 24 jam, lalu dipindahkan ke dalam oven yang bersuhu 40±2oC juga selama 24 jam. Perlakuan ini terhitung 1 siklus dan dilakukan sebanyak 3 siklus (6 hari) (Wihelmina, 2011). Selanjutnya dilakukan pengamatan organoleptik, homogenitas, viskositas, daya lekat dan daya sebar. Hasil yang didapatkan dari uji stabilitas disajikan dalam tabel XIII (lampiran 10). Tabel XIII. Hasil uji stabilitas Respon Siklus 0 Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3 Viskositas (Pa.S) 2,031 2,007 1,950 1,945 Daya Sebar (cm) 5,9 5,9 6,0 6,0 Daya Lekat (s) 2,1 2,0 1,9 1,9 Berdasarkan data pada tabel XII. Dapat dilihat bahwa terjadi penurunan viskositas dan daya lekat, sedangkan pada respon daya sebar terjadi peningkatan. Data yang didapatkan diuji dengan oneway ANOVA dan didapatkan hasil penurunan viskositas dengan p value 0,106 yang menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan. Peningkatan daya sebar memiliki p value 0,44 yang berarti bahwa peningkatan daya sebar tidak ada perbedaan signifikan. Penurunan daya lekat memiliki p value 0,112 yang berarti tidak ada perbedaan signifikan pada penurunan daya lekat. Penurunan dan peningkatan respon sediaan lotion ini masih dalam rentang lotion di pasaran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil yang didapatkan diatas, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kelopak bunga rosella mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai tabir surya. Hal itu didukung oleh data nilai SPF yang didapatkan berdasarkan metode spektrofotometri yaitu bahwa pada konsentrasi 0,1% ekstrak nilai SPF yang dihasilkan yaitu 55,424. Salah satu komposisi optimum dari hasil optimasi yang didapatkan pada pembuatan lotion SPF ekstrak kelopak bunga rosella yaitu komposisi natrium lauril sulfat 1,3 gram dan komposisi setil alkohol 6.9 gram. Faktor yang berpengaruh secara dominan yaitu natrium lauril sulfat 17

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pada respon daya sebar. Natrium lauril sulfat dapat meningkatkan respon daya sebar pada komposisi setil alkohol level rendah maupun level tinggi. Pada respon viskositas dan daya lekat tidak ditemukan faktor dominan karena p value masingmasing faktor lebih besar dibandingkan p value persamaan. SARAN Pada validasi komposisi formula optimum sebaiknya dilakukan pada formula optimum yang komposisinya paling rendah, hal ini terkait efisiensi bahan yang digunakan. Perlu dilakukan uji aktivitas lotion ekstrak kelopak bunga rosella untuk mengetahui apakah lotion yang digunakan mampu menghambat paparan sinar matahari pada kulit. Perlu ditambahkan fragrance agar baunya lebih menarik. 18

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Bolton, 2010. Pharmaceutical Statistic Practical and Clinical Applications, 3rd Ed., Marcel Dekker Inc., New York, pp.610-619. Brenner M., and Hearing V.J. 2008. Photochemistry and Photobiolgy : The Protective Role of Melanin against UV Damage in Human Skin. American Society of Photobiology. Draelos, Z. D. dan Thaman, L. A. 2006. Cosmetic formulation of skin care products. New York : Taylor and Francis Group. Departemen Kesehatan RI, 1995. Farmakope Indonesia, Ed 4, Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan RI Departemen Kesehatan RI, 2014. Farmakope Indonesia, Ed 5, Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan RI. 1038. Filho, J.M.T., Sampaio P.A., Pereira E.C.V., Junior R.G.O., Silva F.S., Almeida J.R.G., Rolim L.A., Nunes, X.P., Araujo, E.C. 2016. Flavonoids as photoprotective agents: A systematic review. Journal of Medicinal Plants Research. Vol. 10(47), pp. 848-864, 20 December, 2016. Foumeron, J.D., 1999. Sur la measure in vitro de la protection solaire de cremes cosmetiques. C.R.Acad.Sci.II. Paris. 2: 421-427. Ikalinus, R., Widyastuti, S. K., dan Setiasih N. L. E., 2015. Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera). Indonesia Medicus Veterinus. 4(1). 73-74. Mardiah, Rahayu,A., Ashadi, R.W. dan Sawarni. 2009. Budidaya dan Pengolahan Rosella Si Merah Segudang Manfaat. Agromedia Pustaka. Jakarta. Rahmawati, R. 2012. Budidaya Rosella. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Rowe, R.C. 2009. Handbook Of Pharmaceutical Excipients, 6th Ed, The Pharmaceutical Press, London. Tanaya, V., Retnowati, R., and Suratmo, Fraksi Semipolar dari Daun Mangga Katsuri. 2015. Kimia Student Journal. Vol 1(1):778-784. Vinoth, B., Manivasagaperumal, R., dan Balamurugan, S., 2012. Phytochemical Analysis And Antibacterial Activity Of Moringa Oleifera Lam.. International Journal of Research in Biological Science. 2(3). 99-100. 19

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Widyanto,P.S., dan Nelistya, A., 2008, Rosella, Aneka Olahan, Khasiat dan Ramuan, Penebar Swadaya, Jakarta Wihelmina, C., 2011, Pembuatan dan Penentuan Nilai SPF Nanoemulsi Tabir Surya Menggunakan Minyak Kencur (Kaempferia galanga L.) Sebagai Fase Minyak, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia. 20

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1. Surat Determinasi Tanaman 21

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2. Surat Penggunaan Program SPSS 22

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3. Dokumentasi Pembuatan Ekstrak Proses penggojokan selama 6 jam kemudian didiamkan selama 18 jam. Hasil penggojokan dikondensasi kemudian dengan rotary evaporator. Hasil kondensasi evaporator siuapkan dari rotary kemmudian dilakukan penimbangan bobot tetap 23

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4. Data Penimbangan Bobot Tetap Cawan 1 Jam Bobot Selisih 09.20 43,470 - 14.30 31,004 12,466 15.30 30,974 0,03 09.30 30,935 0,039 10.34 30,920 0,015 11.30 30,913 0,007 12.30 30,901 0,012 13.35 30,888 0,013 14.35 30,883 0,005 Jam Bobot Selisih 09.20 54,250 - 14.30 36,324 17,926 15.30 36,266 0,058 09.30 36,193 0,073 10.34 36,180 0,013 11.30 36,163 0,017 12.30 36,148 0,015 13.35 36,134 0,014 14.35 36,129 0,005 Jam Bobot Selisih 09.20 46,260 - 14.30 37,003 9,257 15.30 36,988 0,015 Cawan 2 Cawan 3 24

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 09.30 36,973 0,015 10.34 36,964 0,009 11.30 36,954 0,01 12.30 36,951 0,003 Jam Bobot Selisih 09.20 54,130 - 14.30 36,846 17,284 15.30 36,750 0,096 09.30 36,646 0,104 10.34 36,611 0,035 11.30 36,593 0,018 12.30 36,580 0,013 13.35 36,560 0,020 14.35 36,552 0,008 15.40 36,541 0,011 16.30 36,538 0,003 Bobot Selisih 09.20 51,411 - 14.30 33,492 17,919 15.30 33,392 0,100 09.30 33,301 0,091 10.34 33,280 0,021 11.30 33,267 0,013 12.30 33,252 0,015 13.35 33,242 0,010 14.35 33,237 0,005 Cawan 4 Cawan 5 Jam 25

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5. Skrining Fitokimia Ekstrak Kelopak Bunga Rosella Golongan Pereaksi Senyawa Hasil Hasil Penelitian Positif Gambar Keterangan (Pustaka) Flavonoid NaOH 10% Jingga Positif Tanin Warna Negatif FeCl3 biru / kehitaman Saponin Dididihkan + Terdapat dikocok buih Terpenoid Kloroform + 0,5 Terbentuk ml Anhidra cincin asetat + 2 ml merah Negatif Negatif H2SO4 Alkaloid Reagen Wagner, Terdapat Reagen Mayer, endapan Reagen Dragendorff 26 Negatif

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6. Uji Aktivitas Tabir Surya 27

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Grafik nilai SPF vs Konsentrasi Nilai SPF 60 55.424 40 26.181 20 12.367 32.658 17.571 0 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1 Konsentrasi (%) Lampiran 7. Hasil Uji Viskositas, Uji Daya Sebar dan Uji Daya Lekat 1. Viskositas (Pa.S) F1 FA FB FAB Replikasi 1 1,90 2,09 0,71 2,27 Replikasi 2 1,75 2,20 0,70 1,78 Replikasi 3 1,70 2,67 0,57 1,40 1,78 ± 0,104 2,32±0,308 0,66±0,078 1,82±0,436 FA FB FAB ± SD 2. Daya Sebar (cm) F1 Replikasi 1 5,3 5,8 7,0 5,5 Replikasi 2 5,1 5,8 6,8 5,4 Replikasi 3 5,2 5,9 6,7 5,6 5,2 ± 0,1 5,83±0,057 6,83±0,152 5,5±0,1 FA FB FAB ± SD 3. Daya Lekat (detik) F1 Replikasi 1 1,2 1,2 1,1 1,2 Replikasi 2 1,3 1,3 1,0 1,3 Replikasi 3 1,3 1,1 1,0 1,3 1,27±0,057 1,20 ± 0,1 1,03±0,057 1,27±0,057 ± SD 32

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8. Desain Faktorial 1. Viskositas a. Efek setil alkohol dan natrium lauril sulfat terhadap viskositas b. Uji anova dan persamaan respon c. Interaksi setil alkohol terhadap natrium lauril sulfat 33

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Interaksi natrium lauril sulfat terhadap setil alkohol 2. Daya Sebar a. Efek setil alkohol dan natrium lauril sulfat terhadap daya sebar b. Uji anova dan persamaan respon 34

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Interaksi setil alkohol terhadap natrium lauril sulfat d. Interaksi natrium lauril sulfat terhadap setil alkohol 3. Daya Lekat a. Efek setil alkohol dan natrium lauril sulfat terhadap daya lekat 35

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Uji anova dan persamaan respon c. Interaksi setil alkohol terhadap natrium lauril sulfat d. Interaksi natrium lauril sulfat terhadap setil alkohol 36

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9. Validasi formula optimal 1. Viskositas (Pa.S) Teoritis 2,0325 Replikasi 1 2,051 Replikasi 2 1,999 Replikasi 3 2,021 ± SD P value 2. Daya Sebar Teoritis 2,0236 ± 0,026 0,873 6,0299 Replikasi 1 5,9 Replikasi 2 6,0 Replikasi 3 6,1 ± SD P value 6,0 ± 0,1 0,820 37

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Daya Lekat Teoritis 2,0616 Replikasi 1 1,9 Replikasi 2 2,0 Replikasi 3 2,2 ± SD P value 2,03 ± 0,152 0,887 38

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10. Uji Stabilitas 1. Viskositas (Pa.S) Siklus 0 Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3 Replikasi 1 2,033 2,026 1,999 1,969 Replikasi 2 2,050 1,995 1,976 1,988 Replikasi 3 2,010 2,000 1,875 1,890 2,031± 0,02 2,007±0,017 1,950±0,066 1,945±0,052 ± SD 39

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Daya Sebar (cm) Siklus 0 Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3 Replikasi 1 5,9 5,9 6,1 6,1 Replikasi 2 6,0 5,8 6,0 5,9 Replikasi 3 5,8 6,0 5,9 6,0 5,9 ± 0,1 5,9 ± 0,1 6,0 ± 0,1 6,0 ± 0,1 3. Daya Lekat (detik) Siklus 0 Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3 Replikasi 1 2,2 2,1 1,8 1,8 Replikasi 2 2,0 2,2 2,0 1,9 Replikasi 3 2,1 2,0 1,9 2,0 2,1 2,0 1,9 1,9 ± SD ± SD 40

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11. Dokumentasi Uji daya sebar tanpa beban Sediaan sebelum di evaluasi Uji daya sebar dengan beban 50 g Sediaan sebelum uji stabilitas 41

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BIOGRAFI PENULIS Penulis skripsi dengan judul “Optimasi Setil Alkohol dan Natrium Lauril Sulfat pada Lotion Tabir Surya Ekstrak Etanol Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dengan Metode Desain Faktorial” bernama lengkap Komang Ayu Trisna Geriadi lahir di Gianyar, 22 September 1997, merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan I Nyoman Geria dan Gusti Ayu Suarsani. Penulis menempuh pendidikan formal di TK Widya Craya (2001-2003), SD Negeri 4 Peliatan (20032009), SMP Negeri 1 Gianyar (2009-2012) dan SMA Negeri 4 Denpasar (20122015). Penulis melanjutkan pendidikan sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma pada tahun 2015. Selama masa perkuliahan, penulis aktif mengikuti organisasi dan kegiatan kemahasiswaan. Organisasi yang diikuti penulis yaitu Dewan Perwakilan Mahasiswa Farmasi (DPMF) dengan jabatan anggota komisi quality control (2016-2017) dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Farmasi (2017-2018). Penulis juga mengikuti organisasi tingkat universitas yaitu KMHD Swastika Taruna dengan jabatan humas eksternal (20162017). Kegiatan kemahasiswaan yang pernah diikui penulis seperti Dana dan Usaha Pharmacy Performance Road to School (2016), Bendahara Pharmacy Performance (2017). Kegiatan pengabdian masyarakat yang pernah diikuti penulis seperti sie perlengkapan pada Desa Mitra 3 (2017). Penulis juga pernah menjadi Asisten Dosen Farmasetika Dasar pada tahun 2016 dan 2017, Asisten Dosen Farmasi Fisika pada tahun 2016 dan 2017, Asisten Dosen Formulasi Teknologi Sediaan Farmasi pada tahun 2018. 42

(57)

Dokumen baru

Download (56 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Uji efek ekstrak etanol bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus putih jantan
7
53
98
Pengaruh penyimpanan terhadap stabilitas ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dalam sediaan Multiemulsi A/M/A dan suspensi liposom.
0
6
136
Perbandingan kemampuan penetrasi Multiemulsi A/M/A dan suspensi liposom yang mengandung ekstrak metanol kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.).
2
11
133
Pengaruh lama praperlakuan infusa kelopak bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Dosis 1,25 g/kg BB sebagai analgetika pada mencit betina Galur Swiss.
0
6
92
Optimasi natrium alginat dan Na-CMC sebagai Gelling Agent pada sediaan gelantiinflamasi ekstrak daun petai cina ( Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) dengan aplikasi desain faktorial.
1
6
93
Optimasi komposisi asam tartrat dan natrium bikarbonat dalam tablet effervescent ekstrak herba pegagan (centellae asiaticae herba) dan ekstrak daun singkong (manihotis folium) : aplikasi metode desain faktorial.
1
0
9
Optimasi natrium bikarbonat dan campuran asam tartrat-asam fumarat sebagai eksipien dalam pembuatan granul effervescent ekstrak rimpang temulawak [Curcuma xanthorrhizaroxb.] secara granulasi basah dengan metode desain faktorial.
1
5
125
Optimasi formula tablet salut enterik ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
16
Optimasi formula tablet salut enterik ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
45
Optimasi campuran natrium sitrat-asam fumarat dan natrium bikarbonat sebagai eksipien dalam pembuatan granul effervescent ekstrak rimpang temulawak [Curcuma xanthorrhiza Roxb.] secara granulasi basah dengan metode desain faktorial - USD Repository
0
0
124
Optimasi asam tartrat dan natrium karbonat dalam pembuatan granul effervescent ekstrak sambiloto (andrographis paniculata ness) secara granulasi basah dengan metode desain faktorial - USD Repository
0
0
93
Optimasi asam tartrat dan natrium bikarbonat dalam formula granul effervescent ekstrak herba pegagan (centellae asiaticae herba) dengan metode desain faktoral - USD Repository
0
0
106
Perbandingan pengaruh penambahan logam Zn dan Mg terhadap daya antioksidan seduhan kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) menggunakan metode DPPH - USD Repository
0
0
62
Optimasi proses pencampuran hand lotion dengan kajian kecepatan putar mixer, suhu dan waktu pencampuran menggunakan metode desain faktorial - USD Repository
0
0
110
Optimasi asam stearat dan trietanolamin pada krim tabir surya ekstrak etanol kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dengan metode desain faktorial. - USD Repository
0
0
57
Show more