Pengaruh pelatihan Brain Gym terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas III Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
99
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PELATIHAN BRAIN GYM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan Untuk Mememenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh: Lucia Resti Andani 139114110 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO The way get started is to quit talking and begin doing. -Walt Disney Do what you can with all you have, wherever you are. =Theodore Roosevelt All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them. -Walt Disney What is life, without a little risk. -J.K. Rowling iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Saya persembahkan karya ini untuk: Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikan berkat bagi saya Papa, Mama, Mas Danis, serta mertua saya, Alm. Papa Alarik dan Mama Ade yang selalu membantu dan mendukung dalam menyelesaikan skripsi ini Suami saya Deep Yared Matius Parapat yang selalu memberikan semangat, dukungan. nasihat, dan saran v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PELATIHAN BRAIN GYM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Lucia Resti Andani ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan senam otak pada prestasi belajar matematika siswa kelas 3 SD. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen dengan desain Pre-Test and Post-Test Control Group Design. Desain ini memiliki kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan yang dilakukan secara random assignment. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 SD Mardi Yuana Cilegon yang terdiri dari 20 subjek di kelompok eksperimen dan 20 subjek di kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan berupa pelatihan senam otak sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Prestasi belajar matematika diukur dengan tes matematika yang berisi 26 soal dan dilaksanakan selama 60 menit. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Mann-Whitney. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam hal prestasi belajar matematika antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (z= -3402, p= 0.001, p<0.01). Artinya, pelatihan senam otak berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa kelas 3 SD. Kata kunci: brain gym, prestasi belajar matematika, siswa sekolah dasar vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI THE EFFECT OF BRAIN GYM TRAINING ON MATHEMATICS LEARNING ACHIEVEMENT IN THIRD GRADE ELEMENTARY SCHOOL Lucia Resti Andani ABSTRACT The current experimental study was aimed to investigate the effect of brain gym training on mathematics learning achievement in third grade elementary school students. The study design was pre-test and post-test control group design. This design has experimental and control group done with randomly assignment. The participants were third grade students of SD Mardi Yuana Cilegon comprised of 20 group subjects in the experimental group and 20 subjects in the control group. The experimental group received brain gym training, while the control group did not receive any treatment. Students’ mathematics learning achievement was measured by math test containing 26 item and was adjusted in 60 minutes. This study used Mann-Whitney analysis. The results showed that z= -3402, p= 0.001 (p<0.01). This shows there was a significant differences between the experimental and control group. Brain gym training has significant effect to improve mathematics learning achievement in third grade elementary school students. Keywords: brain gym, mathematics learning achievement, elementary school student viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pelatihan Brain Gym Terhadap Prestasi Belajar Matematika pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar”. Selama penulisan skripsi, peneliti tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terimakasih kepada: 1. Ibu Dr. Titik Kristiyani, M. Psi. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dan Dosen Pembimbing Skripsi yang selalu bersedia menyediakan waktu, memberikan masukan dan saran dalam proses penulisan skripsi. 2. Ibu Monica Eviandaru Madyaningrum, Ph. D. selaku Ketua Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 3. Segenap Dosen Fakultas Psikologi dan semua jajaran staf serta seluruh karyawan yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat dan bantuan selama perkuliahan sampai penulisan skripsi selesai. 4. Kepala Sekolah dan Guru Kelas 3 SD Marsudirini Kemang Pratama Bekasi yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan pilot study dan try out. 5. Kepala Sekolah dan Guru Kelas 3 SD Mardiyuana Cilegon yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan pengambilan data dan melakukan penelitian. 6. Kedua orangtua saya Yohanes Dwiyanto dan E. Sri Rejeki serta mertua saya Alm. Alarik Maruli Parapat dan Ibu Ade Maryati yang senantiasa mendukung, memberikan semangat dan motivasi serta doa yang selalu dipanjatkan selama penulisan skripsi. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Suami saya tercinta Deep Yared Matius Parapat yang selalu mendukung, menemani, memberikan motivasi dan masukan serta doa yang selalu diberikan selama penulisan skripsi. 8. Seluruh teman-teman tersayang “Geng Ular” yang selalu setia menemani dan mendukung dari awal perkuliahan sampai penulisan skripsi selesai. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih. Yogyakarta, 23 Oktober 2018 Lucia Resti Andani xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN …………………………… ii HALAMAN PENGESAHAN …………………………………….... iii HALAMAN MOTTO ………………………………………………. iv HALAMAN PERSEMBAHAN ……………………………………. v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ……………… vi ABSTRAK …………………………………………………………… vii ABSTRACT …………………………….……………………………... viii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ……………………… ix KATA PENGANTAR ………………………………………………... x DAFTAR ISI …………………………………………………………. xii DAFTAR TABEL ……………………………………………………. xiii DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………… xiv BAB I. PENDAHULUAN ………………………………………….. 1 A. Latar Belakang …………………………………………… 1 B. Rumusan Masalah ………………………………………… 7 C. Tujuan Penelitian …………………………………………. 7 D. Manfaat Penelitian ………………………………………… 7 BAB II. LANDASAN TEORI ……………………………………… 8 A. Prestasi Belajar Matematika 1. Definisi Prestasi Belajar Matematika ……………… 8 2. Cara Mengukur Prestasi Belajar Matematika ……… 8 3. Faktor-faktor yang Memengaruhi Prestasi Belajar xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Matematika ……………………………………….. 9 B. Senam Otak ………………………………………………. 12 1. Pengertian Senam Otak …………………………… 12 2. Dimensi Senam Otak ……………………………… 14 3. Manfaat Senam Otak ……………………………… 16 4. Jenis-jenis Gerakan Senam Otak …………………. 18 C. Siswa Kelas 3 SD ………………………………………… 24 D. Pengaruh Pelatihan Senam Otak Terhadap Prestasi Belajar Matematika ……………………………………………….. 25 E. Hipotesis Penelitian ………………………………………. 30 BAB III. METODE PENELITIAN ………………………………… 31 A. Jenis Penelitian ………………………………………………. 31 B. Identifikasi Variabel …………………………………………. 32 C. Definisi Operasional Variabel ………………………………. 32 D. Desain Eksperimen ………………………………………….. 34 E. Subyek Penelitian …………………………………………… 36 F. Blue Print Tes Prestasi Belajar Matematika Kelas 3 SD …… 37 G. Blue Print Tes Prestasi Belajar Matematika Kelas 3 SD Setelah Seleksi Item …………………………………………………… 38 H. Modul Senam Otak ……………………………………………. 38 I. Prosedur Penelitian ……………………………………………. 38 J. Pilot Study …………………………………………………………… 40 K. Instrumen Penelitian ………………………………………….. 40 L. Metode Analisis Data …………………………………………. 41 M. Validitas ………………………………………………………. 42 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI N. Taraf Kesulitan Item ………………………………………….. 43 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………….. 44 A. Deskripsi Subjek Penelitian ………………………………….. 44 B. Pelaksanaan Penelitian ………………………………………. 44 C. Hasil Penelitian ……………………………………………… 45 D. Pembahasan …………………………………………………. 49 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN …………………………….. 54 A. Kesimpulan ……………………………………………………. 54 B. Keterbatasan …………………………………………………… 54 C. Saran …………………………………………………………… 55 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………... 56 LAMPIRAN ………………………………………………………….. 61 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Blue Print Tes Prestasi Belajar Matematika Kelas 3 SD …. 37 Tabel 2. Blue Print Tes Prestasi Belajar Matematika Kelas 3 SD Setelah Seleksi Item ………………………………………………. 38 Tabel 3. Deskripsi Subjek Penelitian ……………………………… 44 Tabel 4. Data Deskriptif Penelitian ………………………………… 46 Tabel 5. Hasil Uji Normalitas ……………………………………….. 47 Tabel 6. Hasil Uji Homogenitas ……………………………………. 47 Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis ……………………………………….. 48 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A. Modul Senam Otak ………………………………… 61 Lampiran B. Taraf Kesulitan Item …….......................................... 65 Lampiran C. Blue Print Tes Prestasi Belajar Matematika ……….. 66 Lampiran D. Blue Print Tes Prestasi Belajar Matematika Setelah Seleksi Item ……………………. ………………………………. 67 Lampiran E. Seleski Item ……………………………………….. 68 Lampiran F. Daftar Hadir Subjek ………………………….……. 71 Lampiran G. Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Eksperimen.. 74 Lampiran H. Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Kontrol ……. 76 Lampiran I. Surat Keterangan Penelitian ………………………… 78 Lampiran J. Dokumentasi Pelatihan Senam Otak ………………… 80 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika atau berhitung sangat penting dalam kehidupan seharihari. Setiap hari, bahkan setiap menit matematika banyak digunakan. Pada saat belanja, menghitung benda, waktu, tempat, jarak dan kecepatan merupakan fungsi matematis. Pengukuran panjang, berat dan volume juga merupakan fungsi matematika, dengan kata lain matematika sangat penting bagi kehidupan kita (Suyanto, 2005). Pelajaran matematika dianggap oleh kebanyakan siswa sebagai pelajaran yang lebih sulit dibandingkan pelajaran lain. Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika di Indonesia telah lama dilaksanakan, namun keluhan tentang kesulitan belajar matematika masih saja terus dijumpai (Irmansyah, 2011). Tingkat kemampuan siswa di Indonesia dalam matematika masih mendapatkan peringkat rendah. Hasil Trends in Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun 2015 untuk bidang Matematika, Indonesia berada di urutan ke-45 dari 50 negara dengan skor 397 dari rata-rata skor 500 (Kemdikbud, 2015). Skor Indonesia turun 11 poin dari penilaian tahun 2007 (Ester Lince, 2012). Hasil survey Program for International Student Assessment (PISA) dalam kompetensi matematika sedikit meningkat dari 375 poin di tahun 2012 menjadi 386 poin di tahun 2015 (Kemdikbud, 2016). 1

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Prestasi belajar matematika merupakan perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui pengalaman-pengalaman siswa dari berbagai kegiatan pemecahan masalah, seperti kegiatan mengumpulkan data, mencari hubungan antara dua hal, menghitung, menyusun hipotesis, menggeneralisasikan dan lain-lain sehingga diperoleh konsep-konsep dari hukum-hukum matematika secara baik (Sudjana, 2013). Ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar matematika. Dalyono (1997) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar matematika menjadi dua golongan yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang ada dalam individu seperti faktor kesehatan, faktor intelegensi dan bakat, faktor minat dan motivasi, dan faktor cara belajar. Faktor eksternal yaitu faktor yang ada diluar individu seperti faktor keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sekolah merupakan tempat untuk belajar, terdapat beberapa hal yang memberi pengaruh pada belajar siswa yaitu metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disipilin sekolah, alat pelajaran dan lain sebagainnya. Berdasarkan banyak faktor yang ada, metode mengajar menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar matematika. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran matematika pada umumnya masih terpusat pada guru (teacher centered), bukan pada siswa. Pada pembelajaran, siswa sering diposisikan sebagai orang yang “tidak tahu apa-apa” yang hanya menunggu apa yang guru berikan (Munasiah, 2015).Terdapat beberapa model pembelajaran matematika antara lain RME 2

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan fun teaching. Model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang menuntut siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan dengan kemampuannya sendiri melalui aktivitas yang dilakukannya dalam kegiatan pembelajaran. Metode fun teaching juga dapat dijadikan salah satu alternatif kegiatan belajar mengajar. Hal ini dikarenakan fun teaching mampu memberikan siswa yang mengikutinya dapat memahami materi yang diajarkan dengan secara menyeluruh. Metode fun teaching memberikan materi yang diajarkan melalui ice breaking, permainan, bercerita, sistem kelompok dengan suasana yang menyenangkan dan bergembira (Irmansyah, 2011). Peneliti mencoba memperkenalkan suatu teknik yang membantu anak sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan matematika. Berbeda dengan metode RME, teknik yang akan digunakan peneliti ini berupa gerakan motorik. Teknik yang akan digunakan peneliti menyerupai metode fun teaching. Hal ini dikarenakan anak meningkatkan kemampuan berhitung dalam suasana belajar yang menyenangkan. Suasana belajar yang menyenangkan berarti anak berada dalam keadaan yang sangat rileks, tidak ada sama sekali ketegangan yang mengancam dirinya baik fisik maupun non fisik. Dalam praktek sehari-hari, metode yang digunakan oleh pendidik masih bersifat konvensional sehingga hanya otak kiri saja yang mengalami perkembangan sedangkan fungsi otak lain sangat lambat dalam 3

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perkembangannya. Upaya untuk mengaktifkan semua dimensi otak bisa dilakukan dengan senam otak atau Brain Gym. Brain Gym dilakukan dengan cara menstimulasi gelombang otak melalui gerakan-gerakan ringan dengan permainan melalui olah tangan dan kaki seperti gerakan hooks-up (kait rileks), gerakan silang, saklar otak, titik positif, lazy 8, menguap berenergi, pengisi energi, luncuran gravitasi, tombol angkasa, dan pasang telinga dapat memberikan rangsangan atau stimulus pada otak. Hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan belajar dan pemusatan perhatian atau konsentrasi dan pemusatan perhatian atau konsentrasi anak karena seluruh bagian otak digunakan dalam proses belajar dan berkonsetrasi. Berdasarkan teori-teori yang telah dipaparkan diasumsikan Brain Gym efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada anak (Diana dkk 2017). Senam otak dikenal sebagai pendekatan unik dalam bidang pendidikan yang pertama kali diciptakan oleh Dennison (2008). Brain Gym adalah serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dengan menggunakan keseluruhan otak. Gerakangerakan ini membuat segala macampelajaran menjadi lebih mudah, dan terutama sangat bermanfaat bagi kemampuan akademik (berhitung). Brain Gym bermanfaat pula untuk melatih fungsi keseimbangan dengan merangsang beberapa bagian otak yang mengaturnya. Senam otak adalah senam yang berisi serangkaian gerakan sederhana yangdapat merangsang integrasi kerja bagian otak kanan dan kiri untuk menghasilkan koordinasi fungsi otak yang 4

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI harmonis, sehingga dapat meningkatkan kemampuan memori, kemampuan koordinasi tubuh, kemampuan motorik halusdan kasar, kemampuan penanganan stress (coping), dan peningkatan kemampuan belajar individu. Senam otak mempunyai banyak efek positif pada struktur dan fungsi otak, termasuk menambah jumlah cabang-cabang dendrit, memperbanyak sinapsis (hubungan antarsel saraf), meningkatkan jumlah sel penyokong saraf, dan memperbaiki kemampuan memori (Sumaryanti, 2010). Otak adalah bagian tubuh yang berfungsi sebagai pusat pengendali organ-organ tubuh. Otak selalu berhubungan dengan inteligensia atau kecerdasan seseorang. Otak juga merupakan pusat sistem pengendali pikiran dan sistem tubuh yang menjalanakn beberapa fungsi secara bersamaan. Otak memiliki fungsi penerima dan mengolah informasi, memberikan perintah, menjalankan tugas rutin, menyimpan informasi. Otak ialah pusat segala pikiran dan bila seseorang sehat maka segala aktivitas dapat berjalan dengan baik. Melalui senam otak bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup akan terbuka dan menandakan bahwa kegiatan belajar berlangsung dengan menggunakan seluruh otak. Senam otak dapat dilakukan oleh segala usia, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia (Diana dkk, 2017). Penelitian mengenai senam otak sudah banyak dilakukan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian tentang senam otak sebelumnya adalah dalam hal subjek penelitian. Subjek dalam penelitian-penelitian sebelumnya sebagian besar adalah anak usia dini dan usia lanjut. Pada 5

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penelitian anak usia dini, brain gym memberikan pengaruh terhadap fungsi kognitif pada anak usia dini (Astuti, 2015). Begitu juga pada penelitian usia lanjut, terjadi peningkatan fungsi kognitif pada usia lanjut setelah melakukan brain gym (Yusuf, dkk, 2010). Selain meningkatkan fungsi kognitif, brain gym juga dapat menurunkan stress pada lansia (Sari, 2015) dan dapat menurunkan tingkat demensia pada lansia (Septianti, 2016). Maka dari itu peneliti ingin melakukan penelitian serupa dengan subjek anak Sekolah Dasar Kelas 3. Hal ini dikarenakan belum ada penelitian serupa dengan subjek anak Sekolah Dasar Kelas 3. Piaget (dalam Desmita, 2009) menyatakan bahwa pemikiran anakanak sekolah dasar disebut pemikiran Operasional Konkret (Concret Operational Thought). Kemampuan berpikir mereka sudah semakin baik karena siswa mulai dapat memecahkan masalah konkrit dengan menggunakan logika. Peneliti memilih siswa kelas 3 SD sebagai subjek karena pada tahap ini, anak memiliki pemahaman yang lebih baik dalam hal hubungan spasial, kategorisasi, penalaran, dan konversi. Melalui penelitian ini, diharapkan bahwa efektivitas pembelajaran matematika dengan menggunakan metode brain gym dapat dijadikan sebagai suatu alternatif pembelajaran matematika, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan matematika melalui peningkatan aktivitas siswa dan minat siswa dalam belajar. 6

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Paparan di atas membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh senam otak (Brain Gym) terhadap prestasi belajar matematika siswa SD kelas 3. B. Rumusan Masalah Apakah ada pengaruh pelatihan senam otak (brain gym) terhadap prestasi belajar matematika siswa SD kelas 3? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan senam otak terhadap peningkatan prestasi belajar matematika siswa SD kelas 3. D. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Teoritis Hasil dari penelitian ini diharapkan menambah ilmu terutama dalam bidang pendidikan, khususnya mengenai manfaat pelatihan brain gym terhadap kemampuan matematika. 2) Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai sumber informasi bagi masyarakat, keluarga, maupun institusi pendidikan mengenai metode dan manfaat latihan senam otak (brain gym), terutama informasi tentang adatidaknya peningkatan prestasi belajar anak kelas 3 SD pada mata pelajaran matematika. 7

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Prestasi Belajar Matematika 1. Definisi Prestasi Belajar Matematika Sugihartono (2007) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah hasil pengukuran yang berwujud angka maupun pernyataan yang mencerminkan tingkat penguasaan materi pelajaran bagi para siswa. Menurut Kamus Bahasa Indonesia (2005) matematika adalah ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. James dan James (dalam Russeffendi 1995) mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang saling berhubungan satu sama lainnya, dengan jumlah yang banyaknya terbagi kedalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Berdasarkan pengertian yang dikemukakan para ahli, maka dapat dikatakan bahwa prestasi belajar matematika adalah tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran matematika yang telah diperoleh dari hasil tes belajar yang dinyatakan dalam bentuk skor. 2. Cara Mengukur Prestasi Belajar Matematika Penilaian merupakan salah satu aspek yang hakiki daripada usaha itu sendiri. Sebagai sesuatu usaha yang mempunyai tujuan atau cita-cita 8

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tertentu maka diperlukan pengukuran hasil dari proses belajar. Sugihartono (2007) menyatakan bahwa pengukuran dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk mengidentifikasikan besar-kecilnya gejala. Hasil pengukuran dapat berupa angka atau uraian tentang kenyataan yang menggambarkan derajat kualitas, kuantitas dan eksistensi keadaan yang diukur. Sugihartono (2007) menjelaskan dalam bidang pendidikan, untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dapat digunakan: a) Angka atau skor yang diperoleh kawan sekelasnya. b) Batas penguasaan kompetensi terendah yang harus dicapai untuk dapat dianggap lulus. c) Prestasi anak itu sendiri di masa lampau. d) Kemampuan dasar anak itu sendiri. Adapun cara orang melakukan penilaian yaitu bisa melalui testing, pemberian tugas, pertanyaan, dan sebagainya. Maksud penilaian hasil belajar ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana kemajuan siswa dalam belajar. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pertanyaan dalam mengukur prestasi belajar matematika siswa. 3. Faktor-faktor yang Memengaruhi Prestasi Belajar Matematika Slameto (2003) menyatakan bahwa pendidikan secara umum merupakan suatu faktor rangkaian kegiatan komunikasi antar manusia. Kegiatan tersebut dalam dunia pendidikan disebut dengan kegiatan proses 9

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI belajar-mengajar yang dipengatuhi oleh faktor yang menentukan keberhasilan siswa. Sehubungan dengan faktor yang menentukan keberhasilan siswa dalam belajar ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa untuk belajar menurut Dalyono (1997), yaitu: a) Faktor Internal, yaitu yang muncul dari dalam diri sendiri, yaitu: i. Faktor kesehatan, sehat dalam arti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya atau bebas dari penyakit. Proses belajar akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, juga mengantuk, kurang darah ataupun kelainan fungsi alat indera tubuh lainnya. ii. Faktor intelegensi dan bakat, seperti kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan kedalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui dan menggunakan konsep yang abstrak secara efektif. Intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Siswa dengan intelegensi tinggi akan lebih berhasil daripada siswa dengan intelegensi rendah. iii. Faktor minat dan motivasi, seperti dorongan yang membuat seseorang berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Saat belajar, siswa yang mempunyai motif yang baik dan kuat akan memperbesar usaha dan kegiatannya 10

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mencapai prestasi yang tinggi. Hal tersebut juga sangat berpengaruh dalam meraih prestasi belajar. iv. Faktor cara belajar, keberhasilan studi siswa dipengaruhi cara belajar siswa. Cara belajar yang efisien memungkinkan mencapai prestasi lebih tinggi dibandingkan dengan cara belajar yang tidak efisien. Cara belajar yang efisien contohnya dengan berkonsentrasi saat belajar, membaca dengan teliti bahan yang sedang dipelajari, dan mempelajari kembali bahan yang telah diterima. b) Faktor Eksternal, yaitu faktor yang muncul dari luar diri sendiri, yaitu: i. Faktor keluarga, kondisi keluarga yang harmonis dalam keluarga dapat memberi stimulus dan respon yang baik dari anak sehingga perilaku dan prestasinya menjadi baik. Sebaliknya, jika keluarga broken home akan berdampak negatif bagi siswa. Hal ini dikarenakan perilaku dan prestasi siswa cenderung terhambat dan akan muncul masalah-masalah dalam perilaku dan prestasinya. ii. Faktor sekolah, diantaranya kurikulum, metode mengajar, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung dan tugas rumah. Apabila sekolah dapat 11

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menciptakan suasana belajar yang baik, siswa akan terdorong untuk saling berkompetisi dalam pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. iii. Faktor masyarakat, dalam hal ini adalah kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman-teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat di lingkungan keluarga dan sekolah maupun di luar dari kedua-duanya. Masyarakat yang terdiri dari orang yang tidak terpelajar akan berpengaruh buruk pada siswa. Sebaliknya, masyarakat yang terdidik dan terpelajar akan mendorong semangat siswa untuk belajar lebih giat. B. Senam Otak 1. Pengertian Senam Otak Senam otak atau Brain Gym merupakan serangkaian gerakan tubuh yang dikembangkan oleh Edu-K yaitu singkatan dari Educational Kinesiology. Kinesiologi berasal dari kata Yunani “kinesis” yang berarti gerakan, sehingga kinesiologi diartikan sebagai ilmu tentang gerakan tubuh manusia. Educational Kinesiology adalah ilmu tentang gerakan tubuh dalam pendidikan. Edu-K pertama kali dikembangkan oleh Dennison seorang pendidik dan pelopor penelitian otak berkebangsaan Amerika bersama istrinya Gail seorang mantan penari (Demuth, 2005). Lebih lanjut Demuth menjelaskan bahwa pendekatan dasar Educational Kinesiology sebagai metode belajar 12

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI adalah menarik keluar potensi belajar yang terpendam melalui gerakan tubuh. Brain Gym (Senam Otak) adalah serangkaian latihan gerakan sederhana untuk memudahkan kegiatan belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari (Muhammad, 2011). Brain Gym adalah latihan yang dirancang untuk membantu fungsi otak yang lebih baik selama proses pembelajaran. Latihan-latihan ini didasarkan pada gagasan bahwa latihan fisik sederhana membantu aliran darah ke otak dan dapat membantu meningkatkan proses belajar dengan memastikan otak tetap waspada. Siswa dapat menggunakan latihan sederhana pada mereka sendiri, dan guru dapat menggunakannya dalam kelas untuk membantu menjaga tingkat energi sampai sepanjang hari (Ryan, 2013). Brain Gym dilakukan untuk menyegarkan fisik dan pikiran siswa setelah menjalani proses pembelajaran yang mengakibatkan kelelahan dan ketegangan pada otak sehingga menurunkan konsentrasi belajar pada siswa (Denisson, 2008). Senam otak (Brain Gym) adalah serangkaian latihan gerak sederhana untuk memudahkan kegiatan belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari (Demuth, 2005). Berdasarkan pendapat di atasm, maka gerakan-gerakan senam ringan yang dilakukan dalam senam otak, seperti melalui olah tangan dan kaki yang dapat memberikan rangsangan atau stimulasi ke otak. 13

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Stimulasi itulah yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif, misalnya kewaspadaan, konsentrasi, dan kecepatan dalam proses belajar, serta memori, pemecahan masalah, ataupun kreativitas. 2. Dimensi Senam Otak Denisson (2006) membagi otak menjadi 3 dimensi. Gerakan brain gym dibuat untuk menstimulasi (dimensi lateral), meringankan (dimensi penfokusan), dan merelaksasi (dimensi pemusatan) siswa yang terlibat dalam situasi belajar tertentu. Masing-masing dimensi tersebut memiliki tugas-tugas antara lain: a. Lateralisasi - Komunikasi (Kanan-Kiri) Sisi tubuh manusia dibagi menjadi sisi kiri dan sisi kanan. Dimensi lateralitas mengintegrasi belahan otak sisi kiri dan otak sisi kanan. Otak bagian kiri aktif bila sisi kanan tubuh digerakkan, demikian juga sebaliknya. Kemampuan seseorang paling tinggi apabila kedua belahan otak bekerja sama dengan baik. Senam otak memperkenalkan keterampilan berupa gerakan yang dapat menstimulasi koordinasi kedua belahan otak dan mengintegrasikan dua sisi tubuh agar bekerja sama dengan baik. Keterampilan gerakan tersebut merupakan kemampuan dasar kesuksesan akademik (Dennison, 2006). 14

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Fokus Pemahaman (Muka-Belakang) ` Fokus adalah kemampuan untuk menyebrangi garis tengah yang memisahkan bagian belakang otak (brainsterm) dan bagian depan otak (frontal lobe). Hambatan yang terjadi pada bagian otak ini akan menyebabkan seseorang mengalami ketidakmampuan mengekspresikan diri dengan mudah.Anak yang mengalami kurang fokus akan mengalami kesulitan pemfokusan seperti kurang perhatian, kurang pengertian, dan terlambat bicara. Kadangkala perkembangan refleks antara otak bagian depan dan bagian belakang mengalami fokus yang lebih (overfocused) dan berusaha terlalu keras. Gerakangerakan yang membantu melepaskan hambatan fokus adalah dengan aktivitas integrasi depan/ belakang (Dennison, 2006). c. Pemusatan Pengaturan (Atas-Bawah) Pemusatan mengintegrasikan sistem limbis (mid brain) yang berhubungan dengan informasi emosional serta otak besar (cerebrum) untuk berpikir yang abstrak. Dimensi pemusatan menjelaskan kegiatan yang terkait dengan pengorganisasian dan pengaturan. Ketidakmampuan untuk mempertahankan pemusatan ditandai dengan ketakutan yang tidak beralasan untuk menyatakan emosi. 15

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Manfaat Senam Otak Efektivitas Brain Gym dalam meningkatkan konsentrasi Belajar Anak. Brain Gym dapat membantu anak belajar mengkoordinasikan gerakan mata, tangan, dan tubuh karena gerakan Brain Gym adalah suatu usaha alternatif alami yang sehat untuk menghadapi ketegangan dan tantangan pada diri sendiri dan orang lain (Dennison, 2006). Latihan meregangkan atau meringankan otot (gabungan dari ketiga dimensi) menyangkut konsentrasi pengertian, dan pemahaman akan mengaktifkan dimensi muka belakang yang bermanfaat, membantu kesiapan dan konsentrasi untuk menerima hal baru, serta mengekspresikan apa yang sudah diketahui. Gerakan dalam dimensi ini membantu berkonsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan dan juga menolong mengingat apa yang telah dipelajari (Sari, 2006). Senam otak atau Brain Gym merupakan serangkaian latihan yang berbasis gerakan tubuh sederhana. Gerakan-gerakan yang ada di dalamnya memang sengaja dibuat demikian untuk merangsang otak. Dalam dimensi lateralis, yang mendapat rangsangan adalah otak kiri dan kanan, sedangkan dalam dimensi pemfokusan, gerakan senam otak pun berupaya meringankan atau merileksasi otak belakang dan bagian otak depan. Sementara itu, pada dimensi pemusatan, gerakan senam otak juga merangsang sistem yang terkait dengan 16

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perasaan/emosional, yakni otak tengah (system limbic) dan otak besar (Diana dkk, 2017). Senam otak mendorong keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan sehingga diharapkan potensi kedua belahan otak akan seimbang dan kecerdasan anak pun maksimal (Muhammad, 2011). Di samping itu senam otak bisa membantu meningkatkan kecerdasan, meningkatkan kepercayaan diri, dan menangani anak yang mengalami masalah dalam proses belajar-mengajar. Senam otak juga sering digunakan untuk terapi beberapa gangguan pada anak-anak, seperti hiperaktif, gangguan pemusatan perhatian, dan emosional, serta sindrom pada bayi, ataupun gangguan kemampuan belajar. Lebih dari itu, senam otak bisa berpengaruh positif dalam menambah konsentrasi, meningkatkan fokus dan daya ingat, serta mengendalikan emosinya (Diana dkk, 2017). Manfaat kegiatan senam otak antara lain: a. Meningkatkan keseimbangan otak kanan-kiri (dimensi lateraliskomunikasi). b. Meningkatkan fungsi pemfokusan dan pemahaman. c. Mengaktifkan fungsi pemusatan dan pengaturan. d. Meningkatkan ketajaman pendengaran dan penglihatan. e. Mempertajam otak dan meningkatkan daya ingat. 17

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. Membantu pengurangan kesalahan membaca, memori dan kemampuan komprehensif serta peningkatan rangsangan visual pada penderita gangguan bahasa (Cahyo, 2011). 4. Jenis-Jenis Gerakan Senam Otak Gerakan-gerakan yang dikembangkan Dennison (2008) yaitu: a) Midline Movements 1) Gerakan Silang / Cross Crawl 2) Angka 8 Tidur / Lazy 8's 3) Coretan Ganda / Double Doodle 4) Angka 8 5) Gajah / The Elephant 6) Putaran Leher / Neck Rolls 7) Olengan Pinggul / The Rocker 8) Pernapasan Perut / Belly Breathing 9) Gerakan Silang Berbaring / Cross Crawl Sit-Ups 10) Mengisi Energi / Energizer b) Lengthening Activities 1) Burung Hantu / The Owl 2) Mengaktifkan Tangan / Arm Activation 3) Lambaian Kaki / Footlex 4) Pompa Betis / Calf Pump 5) Luncuran Gravitasi / Gravity Glider 18

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6) Pasang Kuda-Kuda / The Grounder c) Energy Exercises 1) Minum Air / Drinking Water 2) Sakelar Otak / Brain Buttons 3) Tombol Bumi / Earth Buttons 4) Tombol Imbang / Balance Buttons 5) Tombol Angkasa / Space Buttons 6) Menguap Berenergi / Energy Yawn 7) Pasang Telinga / Thinking Cap d) Deepening Attitudes 1) Kait Relaks / Hook-Ups 2) Titik Positif / Positive Points Demuth (2005) menjelaskan bahwa sebelum melakukan senam otak anak harus melakukan beberapa hal yang dikenal dengan PACE (Positif, Active, Clear dan Energetic) yaitu: a) Energetic(Minum Air) Tubuh kita terdiri dari sekitar 70% air. Air sangat diperlukan sebagai pengantar energi listrik. Semua aktifitas listrik dan kimiawi di otak dan sistem saraf pusat tergantung pada kelancaran pengaliran antara otak dan organ pancaindera. Kemampuan pengaliran ini dapat ditingkatkan dengan minum cukup air, yaitu 0,3-0,4 liter setiap 10 kg berat badan. 19

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b) Sakelar Otak (Brain Button-Clear) Pemijatan pada daerah sakelar otak (jaringan lunak di bawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada) dengan tujuan untuk menjernihkan otak. Daerah yang dipijat adalah titik dua jari di bawah tulang clavicula (tulang selangka) dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lainnya fungsi seperti menggosok daerah pusar. c) Active Cairan otak memiliki beberapa melindungi dari guncangan dan juga berfungsi sebagai elektris. Otak manusia memerlukan sejenis alat elektro kimiawi agar arus listrik mengalir. Jika aliran cairan otak tersendat-sendat berdampak pada ketidakseimbangan dalam aliran informasi di otak. Hal ini juga menghambat koordinasi sistem informasi antara otak dengan badan. Active merupakan gerakan silang (cross crawl) yang mampu melancarkan peredaran cairan otak sehingga gangguan tersebut dihilangkan. Suatu gerakan silang dengan menggerakkan tangan kanan bersamaan dengan kaki kiri dan sebaliknya. d) Positif Latihan energi ini menghubungkan semua lingkungan fungsi biolistrik tubuh. Kekacauan energi diatur kembali 20

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI apabila energi beredar dengan lancar dibagian tubuh yang awalnya tegang sehingga jasmani dan jiwa menjadi lega. Gerakan bisa dilakukan dengan duduk, berdiri atau berbaring, kaki disilangkan sambil tangan dijulurkan ke depan dengan jempol kearah bawah, jari dua tangan disilangkan, tangan diputar ke bawah dan ditarik sampai di muka dada. Tutup mata dan tarik nafas mendalam sambil rileks selama 1-2 menit. Pada saat menarik nafas, lidah ditempelkan di langit-langit mulut 1 cm di belakang gigi atau pada bagian yang biasanya disentuh bila diucapkan huruf “D”. Pada waktu membuang nafas panjang melalui mulut, lidah dilepaskan lagi. Gerakan Brain Gym yang digunakan dalam penelitian ini adalah gerakan yang digunakan untuk merangsang kemampuan matematika (Dennison, 2006) yaitu: i. Burung hantu (the owl) Gerakan burung hantu dilakukan dengan cara menaikan otot bahu kiri dan kanan, menarik napas saat kepala berada di posisi tengah. Kemudian menghembuskan napas ke samping atau ke otot yang tegang sambil relaks. Gerakan burung hantu dimaksudkan untuk melepaskan ketegangan tengkuk dan bahu yang timbul karena stress, khususnya ketika mengangkat buku 21

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berat atau ketika mengkoordinasikan mata untuk membaca atau kemampuan melihat dekat lainnya. ii. Pompa betis (the calf pump) Gerakan dengan memajukan badan ke depan dan buang nafas, pelan-pelan telapak kaki belakang ke lantai, kemudian angkat tumit ke atas sambil ambil nafas dalam. Gerakan ini di ulang 3 kali tiap kaki. Semakin maju, menekuk lutut depan, peregangan otot di betis belakang lebih terasa. Gerakan pompa betis dimaksudkan untuk membantu lebih semangat dalam belajar dan meningkatkan kemampuan bekerja dalam media. iii. Luncuran gravitasi (the gravity glider) Gerakan luncuran gravitasi ini berguna untuk merelaksikan daerah pinggang, pinggul, dan sekitarnya. Gerakan tersebut dapat dilakukan dengan berdiri atau dengan duduk yang nyaman. Dalam melakukan gerakan tersebut dengan menyilangkan kaki di pergelangan tangan depan, lalu meluncurkannya ke daerah kaki. iv. Coretan ganda (double doodle) Gerakan coretan ganda ini adalah kegiatan menggambar di kedua sisi tubuh yang dilakukan pada bidang tengah untuk menunjang kemampuan agar mudah mengetahui arah dan orientasi yang berhubungan dengan tubuh. Coretan 22

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ganda dalam bentuk nyata adalah seperti gerakan lingkaran, segitiga lingkaran, bintang, hati, dsb. Melakukan gerakangerakan tersebut dengan menggunakan kedua tangan. Gerakan coretan ganda dimaksudkan untuk memperbaiki penglihatan perifer, memperbaiki kemampuan olahraga dan keterampilan gerakan. v. Gajah (the elephant) Gerakan membuat belalai dengan menukuk lutut sedikit, meletakan telinga di atas bahu dan merentangkan tangan lurus ke depan. Membayangkan tangan menjadi belalai gajah yang menyatu dengan kepala. Gerakan gajah mengaktifkan bagian dalam telinga untuk kesetimbangan yang lebih baik. Selain itu gerakan gajah mampu mengintegrasikan otak untuk mendengar dengan kedua telinga, membuat relaks otot tengkuk yang tegang akibat dari terlalu banyak membaca. vi. Putaran leher (neck rolls) Gerakan dengan menundukkan kepala ke depan, pelanpelan putar leher dari satu sisi ke sisi yang lain, nafaskan keluarkan ketegangan. Ulangi dengan bahu diturunkan. Bayangkan menggambar garis lengkung di sepanjang dada. Gerakan putaran leher dimaksudkan untuk melindungi dari 23

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kemungkinan pengaruh negatif peralatan elektronik dan membuat relaks. Gerakan-gerakan tersebut berfungsi untuk mengaktifkan otak dalam meningkatkan kemampuan matematis dan dapat menunjang kemampuan bekerja dalam media yang multidimensi dan multiarah. Dennison (2006) menjelaskan bahwa kemampuan matematis lebih mudah diterima siswa yang memiliki pengertian tentang bangun, ruang, massa, jumlah dan hubungan. C. Siswa Kelas 3 SD Siswa kelas 3 SD termasuk dalam tahap operasi konkret. Tahap ini terjadi pada usia sekitar 7-12 tahun. Pemikiran operasional konkret mencakup penggunaan operasi. Penalaran logika menggantikan penalaran intuitif, tetapi hanya dalam situasi konkret. Kemampuan untuk menggolongkan sudah ada, tapi belum bisa memecahkan problem-problem abstrak (Santrock, 2007). Tahap operasi konkret ini dicirikan dengan pemikiran anak yang sudah berdasarkan logika tertentu dengan sifat reversibilitas dan kekekalan. Periode ini disebut operasi konkret sebab berpikir logiknya didasarkan atas manipulasi fisik dari objek-objek. Operasi konkret hanyalah menunjukkan kenyataan adanya hubungan dengan pengalaman empiric-konkret yang lampau dan masih mendapat kesulitan dalam mengambil kesimpulan yang logis dari pengalaman-pengalaman khusus. 24

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pengerjaan-pengerjaan logika dapat dilakukan dengan berorientasi ke objek-objek atau peristiwa-peristiwa yang dialami oleh siswa. Siswa belum memperhitungkan semua kemungkinan dan kemudian mencoba menemukan kemungkinan yang mana yang akan terjadi (Suparno, 2001). Perkembangan kognitif sering diidentikkan dengan perkembangan kecerdasan.Perkembangan kognitif merupakan dasar bagi perkembangan intelegensi pada anak. Senada dengan observasi yang telah dilakukan Piaget (1936) dalam (Yudha dan Rudyanto, 2005) menyatakan bahwa “Anak mampu mendemontrasikan berbagai pengaruh mengenai relativitas dunia sejak lahir hingga dewasa”. D. Pengaruh Pelatihan Senam Otak Terhadap Prestasi Belajar Matematika Denisson (2002) mengatakan bahwa untuk mengaktifkan sensasi dalam tubuh perlu keadaan yang rileks dan suasana yang menyenangkan. Seseorang tidak akan dapat menggunakan otak dengan maksimal karena pikiran menjadi kosong. Proses pembelajaran di sekolah terkadang membuat fungsi otak siswa mengalami penurunan. Penurunan fungsi otak siswa disebabkan oleh adanya faktor pemicu yang dapat menyebabkan siswa mengalami kelelahan dan ketegangan selama proses belajar berlangsung. Kondisi seperti inilah yang dapat menyebabkan otot-otot syaraf mengalami ketegangan dan kondisi otak akan mengalami kekurangan energi sehingga asupan oksigen dan aliran darah menuju ke otak pun tidak optimal. Kekurangan energi pada otak dapat menyebabkan penurunan konsentrasi belajar pada siswa. 25

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Universitas California menerbitkan makalah di jurnal Nature, dan mengungkapkan bahwa sel otak tidak lagi tumbuh setelah masa remaja. Kesimpulan tersebut muncul setelah para peneliti mengamati sampel jaringan hipokampus yang berhubungan dengan kekuatan mengingat dari berbagai usia. Namun, ahli neurobiology asal Universitas Columbia membantah temuan itu. Mereka berhasil membuktikan bahwa sel otak manusia tetap tumbuh meski manusia berusia di atas 70 tahun. Hasilnya, pria dan wanita yang sehat dapat terus memproduksi neuron baru sepanjang hidupnya. Meski lintas usia, ukuran rata-rata hipokampus dan jumlah sel baru yang terbentuk di otak sama (Sains Kompas, 2018). Jensen dan Kalyn (2007) mengemukakan bahwa aktivitas fisik meningkatkan pertumbuhan sel otak baru. Suatu gerakan merupakan bagian integral dari pembelajaran dan berpikir, selama gerakan, sel-sel otak menjadi lebih segar, sehingga memicu pertumbuhan sel-sel otak baru dan perkembangan sinapsis saraf (Blakemore, 2003). Suatu penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu aktivitas fisik selama belajar memberikan dampak terhadap nilai tes yang lebih tinggi dalam berhitung, membaca, menulis dan peningkatan kesehatan. Aktivitas fisik membantu anak-anak meningkatkan motor ketrampilan mungkin memiliki dampak langsung pada kinerja dalam berhitung, membaca, bahasa seni, kesadaran spasial dan perhatian (Jensen& Kalyn, 2007). Twomey (2002) melakukan penelitian eksperimen senam otak pada efek matematika. Peneliti menggunakan gerakan-gerakan yang berfungsi 26

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk mengaktifkan otak dalam meningkatkan proses belajar berhitung. Gerakan-gerakan ini mencakup gajah (the elephant), burung hantu (the owl), pompa betis (calf pump), putaran leher (neck rolls), luncuran gravitasi (gravity glider), coretan ganda (double dooble) (Dennison and Dennison, 2006). Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan perhatian dan respon yang lebih cepat serta peningkatan kemampuan untuk menangani kompleksitas aktivitas belajar. Prihastuti (2009) melakukan penelitian eksperimen pengaruh senam otak terhadap peningkatan kecakapan berhitung siswa SD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode brain gym berpengaruh terhadap peningkatan kecakapan berhitung siswa Sekolah Dasar. Hasil diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata tes kecakapan berhitung yang sangat signifikan sebelum diberi perlakuan dan setelah diberi perlakuan. Adriani (2009) juga melakukan penelitian mengenai efektivitas brain gym dalam meningkatkan kecakapan matematika pada siswa sekolah dasar. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa metode brain gym efektif dalam meningkatkan kecakapan matematika pada anak. Hal ini membuktikan bahwa gerakan-gerakan dalam brain gym meningkatkan kemampuan belajar dengan menggunakan keseluruhan otak. Gerakan senam otak dapat membuka bagianbagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat sehingga kegiatan belajar berlangsung menggunakan seluruh otak, mengurangi stress emosional, menjadikan individu lebih konsentrasi dan kreatif, meningkatkan kemampuan 27

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI daya ingat (Adriani, 2009). Mayasari (2017) menyatakan bahwa konsentrasi belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Kemampuan daya ingat juga berpengaruh terhadap hasil belajar matematika (Ardika, 2017) Uraian hasil eksperimen di atas menyimpulkan bahwa Brain Gym sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan akademik. Brain Gym dirancang khusus untuk membantu dalam mengaktifkan semua dimensi otak dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan akademik yang kita inginkan dalam waktu singkat. Berdasarkan penjelasan di atas, maka pengaruh pelatihan senam otak terhadap prestasi belajar matematika dapat digambarkan seperti skema di bawah ini. 28

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Proses belajar di sekolah    Senam otak (Brain Gym) Kelelahan dan ketegangan otak siswa Penurunan fungsi otak  Penurunan konsentrasi belajar  Daya ingat dan kreativitas menurun  Dimensi Literisasikomunikasi  Dimensi fokus pemusatan  Dimensi pemusatan penguatan Penurunan prestasi belajar matematika Pelatihan senam otak  Oksigen dan darah mengalir lancar ke otak  Otak menjadi rileks   Peningkatan konsentrasi belajar  Daya ingat dan kreativitas meningkat Peningkatan prestasi belajar matematika Gambar 2.1 Pengaruh Pelatihan Senam Otak terhadap Prestasi Belajar Matematika 29

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian ini adalah dengan mengikuti pelatihan senam otak (brain gym) maka prestasi belajar matematika anak SD kelas 3 akan meningkat. 30

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian ini adalah Pre-Test and Post-Test Control Group Design yaitu eksperimen yang dilakukan pada dua kelompok dimana kelompok pertama diberi perlakuan dan kelompok kedua tidak diberi perlakuan. Teknis pemilihan kelas sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara berkonsultasi dengan kepala sekolah SD Mardiyuana Cilegon. KE • O1 > x > O2 KK • O1 > Y > O2 Keterangan: KE= Kelompok Eksperimen KK= Kelompok Kontrol O1=pre-test O2= post-test X= treatment Y= no treatment 31

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Identifikasi Variabel Variabel Bebas : Pelatihan Senam Otak (Brain Gym) Variabel Terikat : Prestasi Belajar Matematika Variabel pengganggu : Internal (kesehatan, intelegensi dan bakat, minat dan motivasi, serta cara belajar) dan eksternal (keluarga, sekolah, dan masyarakat) C. Definisi Operasional Variabel 1. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang memengaruhi variabel lain, atau disebut variabel independent (Arikunto, 2006). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah latihan senam otak dengan frekuensi 10 kali latihan dalam seminggu yang berdurasi 10-15 menit. Senam otak (Brain Gym) adalah serangkaian latihan gerak sederhana untuk memudahkan kegiatan belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari (Demuth, 2005). Brain Gym dilakukan untuk menyegarkan fisik dan pikiran siswa setelah menjalani proses pembelajaran yang mengakibatkan kelelahan dan ketegangan pada otak sehingga menurunkan konsentrasi belajar pada siswa (Denisson, 2008). Gerakan senam otak yang digunakan dalam penelitian ini mencakup burung hantu (the owl), pompa betis (the calf 32

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pump), luncuran gravitasi (the gravity glider), coretan ganda (double doodle), gajah (the elephant), putaran leher (neck rolls) (Dennison, 2008). Gerakan-gerakan tersebut berfungsi untuk mengaktifkan otak dalam meningkatkan kemampuan matematis dan dapat menunjang kemampuan bekerja dalam media yang multidimensi dan multiarah. 2. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi variabel lain, atau disebut variabel dependent (Arikunto, 2006). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar matematika. Prestasi belajar matematika adalah hasil pengukuran yang berwujud angka maupun pernyataan yang mencerminkan tingkat penguasaan materi pelajaran bagi para siswa yang diperoleh dari hasil tes belajar dan dinyatakan dalam bentuk skor. 3. Variabel Penggangu Variabel pengganggu adalah variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel bebas (latihan senam otak) terhadap variabel terikat (prestasi belajar matematika). Pada penelitian ini variabel pengganggu meliputi variabel yang berasal dari dalam diri siswa seperti: kesehatan, 33

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI intelegensi dan bakat, minat dan motivasi, serta cara belajar; Variabel yang berada di luar diri siswa seperti: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dari beberapa variabel pengganggu tersebut, hanya satu yang dapat dikendalikan pada penelitian ini, yaitu faktor sekolah. Hal ini karena siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berada pada sekolah yang sama, sehingga pelaksanaan kurikulum, metode mengajar, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung dan tugas rumah, yang diberikan kepada siswa relatif sama. Sedangkan untuk variabel pengganggu yang lain tidak dikendalikan karena variabel tersebut tidak diteliti dan berada di luar jangkauan penelitian. Kesehatan, intelegensi dan bakat, minat dan motivasi, serta cara belajar antara siswa satu dengan siswa yang lain dapat berbeda. Selain itu, kondisi keluarga dan lingkungan masyarakat antara siswa satu dengan siswa yang lainnya juga berbeda. D. Desain Eksperimen Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah randomized control group pretest-posttest. Kelompok subyek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan 34

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelompok eksperimen. Metode ini merupakan desain eksperimen yang dilakukan dengan pengukuran sebagai pre-test (O1), sebelum perlakuan (X) diberikan, dan post-test (O2) sesudahnya pada kelompok eksperimen. Pengukuran yang sama diberikan pada kelompok kontrol tanpa perlakuan (Y). Kelompok Kontrol Pre-Test Pelatihan Senam Otak PostTest Partisipan Kelompok Eksperimen Pre-Test Tidak melakukan pelatihan senam otak PostTest a) Waktu Pelaksanaan Pelatihan senam otak dilaksanakan setiap hari selama sepuluh hari. Waktu pelaksanaan tersebut merupakan waktu minimal untuk mempertahankan intensitas pelatihan dan melakukan evaluasi atas pelatihan yang telah dilakukan (Dennison, 2008). Pelatihan senam otak dilakukan pada pagi 35

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI hari, sebelum pelajaran pertama. Hal ini dilakukan karena kondisi anak masih segar. b) Tempat Pelaksanaan Pelatihan senam otak dilakukan di ruangan kelas dan memiliki ruang gerak yang cukup. c) Pemilihan Instruktur Instruktur pelatihan senam otak adalah orang yang sudah terlatih melakukan senam otak. Instruktur pelatihan senam otak adalah saudara dari peneliti sendiri. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalahan yang dilakukan dalam melakukan senam otak. d) Jenis Instrumen Eksperimen Instrumen yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar matematika adalah tes matematika. Instrumen ini dibuat dengan bantuan guru matematika yang mengajar subjek. Tes matematika ini telah disesuaikan dengan materi pelajaran matematika yang telah dipelajari subjek. E. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah siswa kelas 3 sekolah dasar. Siswasiswi dalam dua kelas akan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 36

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Blue Print Tes Prestasi Belajar Matematika Kelas 3 SD Tabel 1. Blue Print Tes Prestasi Belajar Matematika Kelas 3 SD No 1 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Jumlah Soal 1) Operasi penjumlahan tanpa menyimpan dan dengan menyimpan 11 2) Operasi pengurangan tanpa meminjam dan dengan meminjam 11 1) Operasi hitung perkalian 11 Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan Operasi hitung perkalian dan pembagian 2) Operasi hitung pembagian (Blue print secara detail dapat dilihat pada lampiran B) 11 37

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI G. Blue Print Tes Prestasi Belajar Matematika Kelas 3 SD Setelah Seleksi Item Tabel 2. Blue Print Tes Prestasi Belajar Matematika 3 SD Setelah Seleksi Item No 1 2 Standar Kompetensi Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan Operasi hitung perkalian dan pembagian Kompetensi Dasar 1) Operasi penjumlahan tanpa menyimpan dan dengan menyimpan Jumlah Soal 1 2) Operasi pengurangan tanpa meminjam dan dengan meminjam 3 1) Operasi hitung perkalian 11 2) Operasi hitung pembagian 11 (Blue print secara detail dapat dilihat pada lampiran C) H. Modul Senam Otak (dapat dilihat pada lampiran A) I. Prosedur Penelitian Penelitian dilakukan selama sepuluh hari sebelum pelajaran pertama dimulai. Prosedur dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 38

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Menyampaikan surat permohonan izin penelitian dari Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma kepada Kepala Sekolah. b. Setelah disetujui untuk melakukan penelitian, peneliti berkonsultasi mengenai soal tes matematika dengan guru matematika yang mengajar subjek penelitian. c. Peneliti melakukan rapport kepada subjek penelitian. d. Peneliti memberikan tes kemampuan matematika sebagai pre-test kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. e. Peneliti memberikan pelatihan senam otak selama 10 hari kepada kelompok eksperimen yang terdiri dari: 1) Gerakan PACE yaitu Positif (kait relaks), Aktif (gerakan silang), Clear (saklar otak) dan Energetis (minum air). 2) Gerakan Gajah (The Elephant) 3) Gerakan Burung Hantu (The Owl) 4) Gerakan Pompa Betis (The Calf Pump) 5) Gerakan Putaran Leher (Neck Rolls) 6) Gerakan Luncuran Gravitasi (The Gravity Glider) 7) Gerakan Coretan Ganda (Double Doodle) 39

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. Peneliti memberikan tes kemampuan matematika sebagai post-test kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. J. Pilot Study Pilot study merupakan uji coba penelitian dalam skala kecil yang dilakukan sebelum penelitian sebenarnya dilaksanakan. Pilot study dilaksanakan di SD Mardiyuana Kemang Pratama. Pilot study dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesalahan yang akan terjadi dalam pelaksanaan penelitian serta agar rencana penelitian berjalan dengan baik dan lancar. Pilot study dilaksanakan pada tanggal 3 April 2018 saat mengerjakan soal tes dan 13 April 2018 untuk pelatihan senam otak. K. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini adalah tes kemampuan matematika yang terdiri dari 44 soal sebelum melakukan tahap seleksi item. Instrumen tes ini berbentuk tes pilihan ganda. Tes prestasi belajar matematika dibuat oleh peneliti berdasarkan materi yang telah dipelajari oleh subjek dan dengan bantuan guru kelas 3 SD. Peneliti melakukan uji coba instrumen penelitian pada kelompok pilot study. Proses diskriminasi item tes dilakukan untuk menentukan soal tes mana yang baik dan mana yang tidak baik. Item dapat dikatakan memiliki daya beda yang memuaskan, jika koefisien korelasi 40

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mencapai angka minimal 0.30 (Azwar, 2015). Dalam penelitian ini, uji diskriminasi item dilakukan sebanyak 1 putaran. Daya diskriminasi item bergerak antara 0.309-0.656. Peneliti menemukan terdapat 18 item soal yang tidak baik dan harus dihilangkan. Allen dan Yen (1979) menyatakan bahwa secara umum untuk bisa mendapatkan diskriminasi maksimum pada berbagai taraf pemilikan atribut yang sedang diukur di antara testi sebaiknya item-item tes memiliki taraf kesukaran dalam kisaran 0.30-0.70 (Supratiknya, 2014). Namun, dalam penelitian ini taraf kesukaran item tergolong sangat mudah. Hal ini dikarenakan hanya ada 7 item yang ada dalam kisaran 0.30-0.70. L. Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode analisis data independent sample t-test untuk gain score. Data gain score adalah hasil post-test dikurangi hasil pre-test setiap subjek. Skor yang diperoleh merupakan peningkatan atau penurunan kemampuan matematika tergantung akibat dari perlakuan yang diberikan. Sebelum melakukan uji hipotesis, dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data penelitian berasal dari populasi yang sebarannya normal atau tidak (Santoso, 2010). Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah varian kelompok data sama atau berbeda (Priyatno, 2012). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 23. 41

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI M. Validitas Pengertian validitas secara umum menyangkut dua hal, yaitu validitas alat ukur dan validitas penelitian. Validitas alat ukur berkaitan dengan seberapa besar suatu alat ukur mampu mengukur, sedangkan validitas penelitian berkaitan dengan hubungan sebab akibat yang dihasilkan. Berbeda dengan validitas alat ukur, validitas penelitian tidak berkaitan dengan perhitungan statistik seperti pada validitas alat ukur, melainkan berkaitan dengan kontrol terhadap variabel sekunder (Seniati, 2015). Pada penelitian ini validitas instrumen dilakukan dengan cara (Sugiyono, 2013): 1. Validitas konstrak (construct validity) Instrumen penelitian disusun berdasarkan teori, dan selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli (judgment experts) yaitu dosen pembimbing dan guru kelas 3 SD. 2. Validitas isi (content validity) Isi instrumen dibandingkan dengan materi pelajaran matematika yang diajarkan di sekolah, dan dibuat kisi-kisi instrumen. Setelah instrumen dikonsultasikan dengan ahli, selanjutnya diujicobakan pada pada kelompok pilot study pada siswa kelas 3 di SD Mardiyuana Kemang Pratama. 42

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Validitas eksternal/empiris Validitas eksternal dilakukan dengan cara membandingkan antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta-fakta empiris yang terjadi di lapangan. Dari hasil ujicoba diketahui daya diskriminasi item bergerak antara 0.309-0.656. Peneliti menemukan terdapat 18 item soal yang tidak baik dan harus dihilangkan. Dengan demikian, setelah 18 soal tersebut dihilangkan, maka instrumen memiliki validitas yang tinggi sebagai alat pengumpulan data, karena dapat diterapkan pada sampel lain, yaitu siswa kelas 3 SD Mardiyuana Cilegon. N. Taraf Kesulitan Item (dapat dilihat pada lampiran B) 43

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 di SD Mardi Yuana Cilegon. Subjek penelitian berjumlah 40 orang yang terdiri dari kelas C sebagai kelompok eksperimen dan kelas D sebagai kelompok kontrol. Tabel 3. Deskripsi Subjek Penelitian Laki-laki Perempuan Kelompok 11 9 Eksperimen Kelompok Kontrol 12 Jumlah 8 20 20 B. Pelaksanaan Penelitian 1. Pre-Test Pre-test pada kelompok eksperimen dan kontrol dilaksanakan pada hari Senin 28 Mei 2018 pada pukul 07.15 – 08.15 WIB di ruang kelas tiga SD Mardi Yuana Cilegon. Pengerjaan tes matematika berlangsung selama 60 menit. 2. Pelatihan Senam Otak Pelatihan senam otak berlangsung dari tanggal 28 Mei 2018 dan berakhir pada 7 Juni 2018. Instruktur pelatihan senam otak 44

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI adalah orang yang sudah terlatih untuk menjadi instruktur senam otak. Peneliti hanya mengobservasi keadaan kelas pada saat dilakukan senam otak. Pelatihan senam otak meliputi 10 gerakan yang terdiri dari 4 gerakan PACE dan 6 gerakan yang telah dipilih untuk meningkatkan kemampuan matematika. Pelatihan senam otak berjalan dengan baik dari awal sampai akhir. 3. Post-Test Post-test pada kelompok eksperimen dan control dilaksanakan pada hari Kamis 7 Juni 2018 pada pukul 08.00 – 09.00 WIB di ruang kelas tiga SD Mardi Yuana Cilegon. Pengerjaan tes matematika dilakukan setelah kelompok eksperimen mengikuti pelatihan senam otak sedangkan kelompok kontrol setelah kegiatan olahraga dilapangan. Post-test berlangsung selama 60 menit. C. Hasil Penelitian 1. Data Deskriptif Penelitian Nilai rata-rata (mean) dan jumlah subjek (N) pada masingmasing kelompok penelitian ditunjukkan dengan tabel berikut ini: 45

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4. Data Deskriptif Penelitian No 1 2 Keterangan Tes Matematika (Pre-test) Tes Matematika (Post-test) 3 Gain Score Kelompok Subjek N Mean Standard Deviasi Kelompok Eksperimen 20 21.9 4.7228 Kelompok Kontrol 20 21.4 4.9778 Kelompok Eksperimen 20 24.9 2.0749 Kelompok Kontrol 20 21.3 5.3829 Kelompok Eksperimen 20 3 2.772 Kelompok Kontrol 20 -0.05 3.4713 2. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini meliputi: I. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan teknik Saphiro-Wilk. Uji ini digunakan karena jumlah sampel penelitian untuk kelompok eksperimen dan kontrol adalah kecil, masingmasing 20 siswa. 46

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Kontrol 0.885 20 0.022 Eksperimen 0.868 20 0.011 Berdasarkan tabel diatas dapat terlihat bahwa kedua kelompok memiliki nilai sig < 0.05, maka kedua kelompok penelitian tidak memiliki data berdistribusi secara normal. a. Uji Homogenitas Uji homogenitas bertujuan untuk mencari tahu apakah dari beberapa kelompok data penelitian memiliki varians yang sama atau tidak. Tabel 6. Hasil Uji Homogenitas Levene's Test for Equality of Variances F Sig. 0.002 0.967 Hasil pengujian menghasilkan nilai F = 0,987 dengan signifikansi 0.002 <0,05. Dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok dapat dikatakan memiliki varians data yang homogen. 47

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Uji Hipotesis Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan Mann Whitney Test pada kelompok eksperimen dan control dengan menggunakan gain score. Peneliti menggunakan Mann Whitney dikarenakan data yang tidak normal. Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis Kelompok N Kontrol 20 Eksperimen 20 Total 40 Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp.Sig. (2tailed) Exact Sig. [2*(1tailed Sig.)] Mean Rank 14.3 26.7 Sum of Ranks 286 534 Nilai 76 286 -3.402 0.001 0.001 Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. sebesar 0.001 (sig<0.05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok control. Hasil tersebut menjelaskan bahwa pelatihan senam otak 48

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa kelas 3 SD. D. Pembahasan Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan senam otak terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas 3 SD. Hasil analisis uji beda dengan menggunakan Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (sig= 0.001<0.05). Berdasarkan hasil penelitian diatas, diketahui bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar matematika pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol sesudah pelatihan senam otak. Peningkatan prestasi belajar matematika pada siswa kelompok eksperimen dapat terjadi karena siswa diberikan perlakuan atau treatment berupa braingym. Braingym akan meningkatkan kemampuan konsentrasi secara kognitif pada siswa, selain itu braingym juga meningkatkan daya ingat siswa yang berhubungan secara langsung terhadap peningkatan prestasi belajar. Hal ini karena braingym dirancang khusus untuk membantu mengaktifkan semua dimensi padaotak, sehingga siswa mengalami peningkatan dalam prestasi akademik matematika. Namun sebaliknya, siswa dalam kelompok kontrol yang tidak diberikan treatmeant atau perlakuan tidak mengalami peningkatan prestasi matematika karena tidak 49

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengembangkan kemampuan konsentrasi, dan daya ingat pada diri mereka melalui braingym. Dalam penelitian ini menggunakan gerakan PACE dan gerakan-gerakan yang berfungsi untuk mengaktifkan otak dalam meningkatkan proses belajar berhitung. Gerakan-gerakan ini mencakup gajah (the elephant) yang berfungsi untuk meningkatkan daya ingat berupa pendengaran dan gerakan seluruh tubuh, burung hantu (the owl) yang berfungsi untuk meningkatkan fokus, daya ingat, dan perhatian.Gerakan pompa betis (calf pump) yang berfungsi untuk meningkatkan pemahaman dalam membaca, menulis kreatif, dan kemampuan dalam menuntaskan semua tugas.Gerakan putaran leher (neck rolls) berfungsi untuk memicu fungsi saraf agar menjadi rileks. Gerakan luncuran gravitasi (gravity glider) berfungsi untuk menunjang kemampuan akademik untuk pemikiran abstrak dan berhitung. Sedangkan gerakan coretan ganda (double dooble)berfungsi untuk meningkatkan kemampuan menulis dan mengeja (Dennison and Dennison, 2005). Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Astuti (2015) dimana subjek penelitian merupakan anak usia dini dan usia lanjutmenunjukkan hasil yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa braingym berpengaruh terhadap perkembangan kognitif pada anak usia dini. 50

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pada penelitian sebelumnya menggunakan senam otak atau braingym untuk meningkatkan perkembangan kognitif pada anak usia dini dan usia lanjut untuk meningkatkan fungsi kognitif. Dalam penelitian ini, peniti bermaksud untuk memperluas penelitian sebelumnya dengan menggunakan subjek anak yang berada pada tahap operasional konkrit yaitu anak tingkat kelas 3 SD. Selain itu, dalam penelitian ini ingin melihat peningkatan prestasi matematika. Menurut Kusumoputro (2005) otak memerlukan stimulasi tertentu untuk mempertahankan fungsinya. Stimulasi yang diberikan akan melatih otak dengan kegiatan belajar dan aktivitas. Braingym merupakan stimulasi yang tepat digunakan untuk mempertahankan fungsi otak. Braingym akan melatih konsentrasi atau perhatian dengan meningkatkan orientasi dan memori visual. Sehingga berbagai aspek yang terkandung dalam fungsi kognitif dapat ditingkatkan dengan braingym. Brain gym memiliki serangkaian gerakan yang dapat mengkoordinasikan seluruh dimensi otak dengan baik. Selain itu yang tidak kalah penting ketika memberikan perlakuan dengan braingym yaitu, suasana nyaman dan gembira yang diterapkan selama pelaksanaan braingym. Hal ini dikarenakan suasana yang nyaman dan gembira akan memberikan pengaruh langsung terhadap perbaikan kondisi psikologis siswa. 51

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pembelajaran RME dan metode fun teaching dapat dijadikan sebagai metode alternative pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan suasana belajar yang menyenangkan membuat siswa berada dalam keadaan rileks. Dennison & Dennison (2008) menyatakan brain gym adalah serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak denganmenggunakan keseluruhan otak. Gerakan-gerakan ini membuat segala macampelajaran menjadi lebih mudah, dan terutama sangat bermanfaat bagi kemampuan akademik (berhitung). Namum demikian, peningkatan prestasi matematika siswa pada peniltian ini tidak seluruhnya dipengaruhi oleh pelatihan senam otak yang diberikan, karena banyak faktor yang dapat memengaruhi prestasi belajar siswa. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Dalyono (1997) bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa untuk belajar yaitu: Pertama, faktor internal yaitu yang muncul dari dalam diri sendiri, yaitu: (a) faktor kesehatan, karena proses belajar akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu; (b) faktor intelegensi dan bakat, karena siswa dengan intelegensi tinggi akan lebih berhasil daripada siswa dengan intelegensi rendah; (c) faktor minat dan motivasi, karena siswa yang mempunyai motif yang baik dan kuat akan memperbesar usaha dan kegiatannya mencapai prestasi yang tinggi; (d) faktor cara belajar, karena cara belajar yang efisien 52

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI memungkinkan mencapai prestasi lebih tinggi dibandingkan dengan cara belajar yang tidak efisien. Kedua, faktor eksternal yaitu faktor yang muncul dari luar diri sendiri, seperti: (a) faktor keluarga, yaitu kondisi keluarga apakah harmonis atau tidak karena dapat memengaruhi perilaku anak; (b) faktor sekolah, seperti kurikulum, metode mengajar, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung dan tugas rumah; (c) faktor masyarakat, yaitu kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman-teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat di lingkungan keluarga dan sekolah maupun di luar dari kedua-duanya. 53

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hasil penelitian di atas menjelaskan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara peningkatan prestasi belajar matematika kelompok eksperimen yang mendapatkan pelatihan senam otak dengan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan pelatihan senam otak. Hasil penelitian tersebut menunjukan adanya pengaruh pelatihan senam otak terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas 3 SD yang dilihat melalui uji beda Mann-Whitney. B. Keterbatasan Kekurangan penelitian ini adalah tidak dilakukan prosedur manipulation check (cek manipulasi) untuk memastikan treatment sudah dilakukan sesuai rencana. Peneliti juga tidak melakukan kontrol terhadap variabel-variabel lain yang berpengaruh pada prestasi belajar matematika. Instruktur pelatihan senam otak pada penelitian ini adalah saudara dari peneliti yang sudah terlatih, namun instruktur mengetahui tujuan dari riset ini sehingga dapat menimbulkan bias penelitian. Taraf kesulitan item soal juga cenderung sangat mudah, sehingga akan susah dibedakan prestasi belajar matematika meningkat karena soal yang cenderung sangat mudah atau dikarenakan pelatihan senam otak. 54

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Saran 1. Ilmuwan Peneliti selanjutnya hendaknya mencari cara agar para siswa tidak bosan pada saat pelatihan senam otak dilakukan. Misalnya, dengan melakukan games diawal dan diakhir pelatihan senam otak agar siswa tetap bersemangat. Peneliti juga harus melakukan cek manipulasi dan melakukan kontrol terhadap variable lainnya. 2. Praktis Guru dan orangtua murid dapat menerapkan senam otak pada anak-anak sebelum proses belajar mengajar baik dirumah maupun disekolah. Hal ini dikarenakan senam otak dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. 55

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Adriani, E. (2009). Efektivitas brain gym dalam meningkatkan kecakapan matematika pada siswa sekolah dasar. Jurnal Kesehatan, Vol. 2, No. 2, 125130 Astuti, N. M. A. (2015). Kegiatan senam otak dalam meningkatkan perkembangan kognitif pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, Volume IV, Edisi 2 Ardika, Y ., & Sardjana A. (2016). Efektivitas metode mnemonik ditinjau dari daya ingat dan hasil belajar matematika siswa SMK kelas X. Jurnal Matematika Kreatif – Inovatif: 66-73 Arikunto. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta. nd Azwar, S. (2015). Penyusunan skala psikologi (2 ed). Yogyakarta : Pustaka Belajar Blakemore, C.L. (2003). Movement is essential to learning. Journal of Physical Education Recreation and Dance (74) 9. 22-27. Cahyo, A.N., (2011_. Latihan Otak & Daya Ingat dengan Menggunakan Ragam Media Audio Visual. Pertama ed. Jogjakarta: Diva Press. Dalyono. (1997). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta Demuth, E. (2005). Meningkatkan potensi belajar melalui gerakan dan sentuhan: Sebuah pengantar dan pedoman dasar “Edu-k” dan “Brain-Gym”. Jakarta : INT. Dennison, P. E., & Dennison, G.E. (2002). Brain gym. Jakarta: PT. Grasindo. Dennison, P. E., & Dennison, G.E. (2006). Brain gym : Buku Panduan Lengkap. Jakarta : PT. Grasindo. Dennison, P.E., & Dennison, G.E. (2008). Brain gym 101: Balance for Daily Life. Ventura, CA : Edu-Kinesthetics, Inc. Desmita. (2009). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Diana, S., F. Adiesty, dan E. Mafticha (2017). Brain Gym (Stimulasi Perkembangan Anak PAUD I). Surakarta: Penerbit CV Kekata Group. 56

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hafez, R.(2017). Effect of brain gym on manipulating skills and balance for beginners in rhythmic gymnastics. Science, Movement and Health, Vol. XVII, No. 1 Hasan, A., dkk. (2005). Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka. Irmansyah, A. (2011). Efektifitas pembelajaran matematika melalui model pembelajaran relistic matematic education (RME) terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika siswa SD. Jurnal PendidikanVolume 20, Nomor 1, 33-40 Jensen, E, & Kalyn, B. (2007). The effect of small space physical activity on school performance. Airlington Saskatoon, Canada Kemdikbud. (2015). Mengenai TIMSS. Di akses pada 22 Oktober 2018 dari https://puspendik.kemdikbud.go.id/seminar/upload/Hasil%20Seminar%20Pus pendik%202016/TIMSS%20infographic.pdf Kemdikbud. (2016). Peringkat dan capaian PISA Indonesia mengalami peningkatan. Di akses pada 22 Oktober 2018 dari https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/12/peringkat-dan-capaian-pisaindonesia-mengalami-peningkatan Kusumoputro, S. (2003). Memori anda setelah usia 50. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia; p. 41-5. Latipun. (2010). Psikologi konseling. Malang: UMM Press. Lince, E. (2012). Prestasi sains dan matematika menurun https://olahraga.kompas.com/read/2012/12/14/09005434/prestasi.sains.dan.ma tematika.in donesia.menurun Mayasari, F.D. (2017). Pengaruh konsentrasi belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa di SMK negeri 1 Ngabang. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, Vol. 6 No. 6 Mononen, R. (2014). A review of early numeracy interventions for children at risk in mathematics. International Journal of Early Childhood Special Education, Vol. 6 (1), Hlm. 25-54. Muhammad A. (2013). Tutorial Senam Otak untuk Umum. Yogyakarta: Flashbook. 57

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Munasiah. (2015). Pengaruh kecemasan belajar dan pemahaman konsep matematika siswa terhadap kemampuan penalaran matematika. Jurnal Formatif 5(3): 220-232 Nasution, & Nazarudin. (2012). Analisis kemampuan prasyarat matematika dan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa pada pembelajaran menggunakan model problem based learning. Jurnal Pendidikan Fisika Pascasarjana Universitas Negeri Medan, 1 (2), 9-10. Nisa, K. (2015).Brain gym effects on the change of cognitive function and insomnia to improve quality of life in elderly in panti tresna werda natar lampung selatan. Journal of Science and Technology VI Nugent, P. M.S. (2013). Mathematical ability, in PsychologyDictionary.org https://psychologydictionary.org/mathematicalability/ Nurmaini. (2012). Peningkatan kemampuan berhitung anak melalui permainan dadu angka diTK Dharmawanita. Jurnal Pesona PowerVol. 1 No. 1 Pirjo, A. (2010).Predicting children's mathematical performance in grade one by early numeracy. Learning and Individual Differences 20, 427-435 Prihastuti.(2009). Pengaruh senam otak terhadap peningkatan kecakapan berhitung siswa sekolah dasar. Surabaya: Skripsi Fakultas Psikologi UNAIR Priyatno, D. (2012). Belajar Praktis Analisis Parametrik dan Non Parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Gava Media. Putri, G.S (2018). Tak Usah Didebatkan Lagi, Sel Otak Tetap Tumbuh Selagi Manusia Hidup. https://sains.kompas.com/read/2018/04/06/170100523/ tak-usahdidebatkan-lagi-sel-otak-tetap-tumbuh-selagi-manusia-hidup Putri, N. (2015). Meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini melalui permainan kartu angka modifikatif. Volume 3 No.1 Jecinth, R. B. J. (2017).The effect of brain gym exercises on self-esteem and sensory processing speed on high school hearing impaired students. The International Journal of Indian Psychology Vol 4, No. 93 58

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ruseffendi. (1995).Pengantar kepada guru membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung : Tarsito Santoso, A. (2010). Statistik untuk Psikologi dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma. Santrock, J.W. (2007). Perkembangan anak. Jilid 1 edisi kesebelas. Jakarta : PT. Erlangga. Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, N. (2013). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. Sugiyono (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Sukri, A. (2016). Meningkatkan hasil belajar siswa melalui brain gym. Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 1 No. 1 Sumaryanti, K.W., &Ambardhini, L. (2010). Jurnal kependidikan pengembangan model pembelajaran jasmani adaptif untuk optimalisasi otak anak tuna grahita. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Suparno, A.S. (2001). Membangun kompetensi belajar. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Supratiknya, A. (2014). Pengukuran psikologis. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma Supratiknya, A. (2015). Metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam psikologi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma Suyanto. (2005). Konsep dasar anak usia dini : Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. Twomey, L.J. (2002). A study on brain gym and its effects on mathematics: Creating a win-win situation in a Canadian grade school. Brain Gym Journal, Vol XVI, No. 3 59

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Watson, A., & Ginger L. K. (2014).The effect of brain gym on academic engagement for children with developmental disabilities. International Journal of Special Education Vol. 29, No.2 Yudha, M.S., & Rudyanto. (2005). Pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keterampilan anak TK. Jakarta:DepDiknas, Dikti, Direktorat P2TK2PT. Yusuf, A., & Indarwati R. (2010). Senam otak meningkatkan fungsi kognitif lansia. Jurnal Ners, Vol. 5, No. 1, 79-86 60

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN A MODUL SENAM OTAK 61

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Modul Senam Otak No Materi Senam Otak Tujuan Materi Detail Kegiatan Waktu Indikator Pencapaian Tujuan Tujuan Umum Membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat sehingga kegiatan belajar atau bekerja berlangsung menggunakan seluruh otak (whole brain) 1 Memasokan air ke otak sehingga sel-sel dalam otak aktif dan Minum berkembang. Air Meminum air (Energetic) juga meningkatkan konsentrasi dan mencegah memory loss Minum cukup air 3 menit Mengantarkan energi listrik. Semua aktifitas listrik dan kimiawi di otak dan sistem saraf pusat tergantung pada kelancaran pengaliran antara otak dan organ panca indera. 2 Meningkatkan kinerja otak sehingga otak dapat berpikir secara lebih tajam dan jernih. Memijat dua titik/ lekukan dibawah tulang selangka dan tangan lainnya letakkan di daerah pusar. 3 menit Menjernihkan otak. Mengurangi stress emosional Meningkatkan kecerdasaan. Menyentuh lutut kiri dengan tangan kanan, kemudian lutut kanan dengan tangan kiri secara bergantian. 3 menit Melancarkan peredaran cairan otak sehingga cairan otak tidak tersendat dan keseimbangan aliran informasi di otak baik. Membuat pikiran lebih jernih 3 Sakelar Otak (Brain Button) Gerakan Silang (Cross CrawlActive) 62

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 5 6 7 Gerakan Kait Relaks (Hookups) Burung Hantu (The Owl) Pompa Betis (The Calf Pump) Luncuran Gravitasi (The Gravity Glider) Merangsang penginderaan dan pikiran agar lebih meningkat. Menyilangkan kaki sambil tangan dijulurkan ke depan dengan jempol kearah bawah. Mengurangi stress sehingga suasana belajar lebih rileks dan menyenangkan. Menaikan otot bahu kiri dan kanan. Menarik napas saat kepala berada di posisi tengah. Menghembuskan napas ke samping atau ke otot yang tegang dan relaks. Meningkatkan semangat dalam belajar. Memajukan badan ke depan dan buang nafas. Telak kaki belakang kelantai, kemudian angkat tumit ke atas sambil ambil nafas dalam. Membuat individu lebih relaks sehingga suasana belajar menyenangkan. Menyilangkan kaki di pergelangan, lalu meluncurkan tangan ke daerah kaki. 3 menit Menghubungkan semua fungsi biolistrik tubuh. Menjadikan individu lebih bersemangat, konsentrasi, kreatif dan efisien 5-7 menit Melepaskan ketegangan tengkuk dan bahu yang timbul karena stress. Meningkatkan kemampuan berbahasa 5-7 menit Memberi semangat dalam belajar dan meningkatkan kemampuan bekerja dalam media. Meningkatkan kemampuan daya mengingat Merelaksasi daerah pinggang, pinggul dan sekitarnya. Membuat hubungan antar manusia lebih menyenangkan, membuat suasana belajar lebih rileks dan menyenangkan 5-7 menit 63

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Meningkatkan konsentrasi dan lebih fokus dalam belajar dan mengingat. Menggambar dengan menggunakan kedua tangan dalam bentuk nyata seperti gerakan lingkaran. 9 Gajah (The Elephant) Menyeimbangkan penginderaan dan merelaksasi otot yang tegang. Membuat belalai dengan menekuk lutut sedikit, meletakan telinga di atas bahu dan merentangkan tangan lurus ke depan. Membayangkan tangan menjadi belalai gajah yang menyatu dengan kepala 10 Putaran Leher (Neck Rolls) Meningkatkan penalaran induktif dan meningkatkan daya ingat. Menundukkan kepala ke depan, pelan-pelan putar leher dari satu sisi ke sisi yang lain. 8 Coretan Ganda (Double Doodle) 5-7 menit Memperbaiki penglihatan, memperbaiki kemampuan olahraga dan keterampilan gerakan. 5-7 menit Mengaktifkan bagian dalam telinga untuk keseimbangan yang lebih baik. Mengintegrasikan otak untuk mendengar dengan kedua telinga. Membuat relaks otot tengkuk yang tegang akibat terlalu banyak membaca. 5-7 menit Melindungi dari kemungkinan pengaruh negatif peralatan elektronik dan membuat relaks. 64

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN B TARAF KESULITAN ITEM 65

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN C BLUE PRINT TES PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA 66

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN D BLUE PRINT TES PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SETELAH SELEKSI ITEM 67

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN E SELEKSI ITEM 68

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Item-Total Statistics S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 Scale Mean if Item Deleted 38.1500 38.1571 38.1500 38.1714 38.1929 38.1429 38.1786 38.2500 38.1571 38.1929 38.1500 38.1500 38.1500 38.1500 38.1786 38.1643 38.1857 38.2000 38.2214 38.2143 38.2143 38.2071 38.1929 38.2143 38.1857 38.1786 38.2214 38.1857 38.2214 38.2071 Scale Variance if Corrected Cronbach's Item Item-Total Alpha if Item Deleted Correlation Deleted 22.560 -.033 .879 22.407 .106 .878 22.459 .093 .878 22.028 .309 .876 22.445 .023 .880 22.541 .000 .879 22.306 .114 .879 22.174 .092 .881 22.364 .145 .878 22.588 -.046 .881 22.531 .003 .879 22.344 .237 .878 22.589 -.069 .879 22.531 .003 .879 22.522 -.009 .880 22.297 .162 .878 22.483 .008 .880 21.945 .248 .877 21.483 .393 .875 21.594 .366 .875 21.666 .336 .876 21.460 .447 .874 21.437 .521 .873 21.364 .465 .874 21.462 .551 .873 21.630 .506 .874 21.483 .393 .875 21.562 .496 .874 21.310 .464 .874 21.460 .447 .874 69

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI S31 38.1857 21.620 .465 .874 S32 S33 S34 S35 S36 S37 S38 S39 S40 S41 S42 S43 S44 38.3571 38.2714 38.2643 38.2714 39.1429 38.4643 38.3929 38.2929 38.3500 38.3429 38.4214 38.3857 38.4643 20.490 20.746 20.944 20.775 22.541 20.423 20.327 20.295 20.013 20.213 20.059 20.267 20.164 .504 .550 .496 .540 .000 .448 .517 .656 .649 .600 .566 .539 .512 .873 .872 .873 .872 .879 .875 .872 .869 .869 .870 .871 .872 .873 70

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN F DAFTAR HADIR SUBJEK 71

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Hadir Siswa Kelompok Eksperimen Kelas IIIC SD Mardi Yuana Cilegon N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa Chrissel Sekar Magci Christianus Yuri Valent Fulviano Cahya Gabriel Valentino I. Gisella Meiliana Isai David Sitohang Jocelyn Yu Johanes Ray S. Johann Nathanael Josh Ignacio Hansen Maria Yosi Praptemutien Nathaniel Deryl S. Orlando Rahel Wijaya Ramah Theresia Lumban Renatali Revlin Sandy Aprilia S. Sherly Jenifer Vernando Matin Lauwis Welly Pedrosa Pretest 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 Posttest ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ 72

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Hadir Siswa Kelompok Kontrol Kelas IIID SD Mardi Yuana Cilegon No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa Angel Aprillia Bernadeta Lidya Bobby Hartanto Christian Renandi Evelyn Nicolelay Gabriel Jonathan H. Haniel Kurniawan Jason Sergio Jesica Carolina Jonathan Adi Julio A.F Sinaga Julia A.F Sinaga Marhea Hikari Galuh Nathanael Esa Abadi Nicholas Bestsia Owen Ronald Halim Rafael Kevin Rihanna Sahrini Saul Mahesa Dwi Sekar Nikita Sinaga Pre-test ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ Post-test ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ 73

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN G SKOR PRE-TEST DAN POSTTEST KELOMPOK EKSPERIMEN 74

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Nilai Siswa Kelompok Eksperimen Kelas IIIC SD Mardi Yuana Cilegon No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Chrissel Sekar Magci Christianus Yuri Valent Fulviano Cahya Gabriel Valentino I. Gisella Meiliana Isai David Sitohang Jocelyn Yu Johanes Ray S. Johann Nathanael Josh Ignacio Hansen Maria Yosi Praptemutien Nathaniel Deryl S. Orlando Rahel Wijaya Ramah Theresia Lumban Renatali Revlin Sandy Aprilia S. Sherly Jenifer Vernando Matin Lauwis Welly Pedrosa 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Pretest 11 25 24 23 23 22 17 25 25 26 Posttest 20 26 26 26 26 26 22 26 26 26 Gain Score 9 1 2 3 3 4 5 1 1 0 15 22 7 26 23 20 26 26 25 0 3 5 26 26 0 25 24 11 26 26 20 1 2 9 22 25 3 25 26 1 75

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN H SKOR PRE-TEST DAN POSTTEST KELOMPOK KONTROL 76

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Nilai Siswa Kelompok Eksperimen Kelas IIIC SD Mardi Yuana Cilegon No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa Angel Aprillia Bernadeta Lidya Bobby Hartanto Christian Renandi Evelyn Nicolelay Gabriel Jonathan H. Haniel Kurniawan Jason Sergio Jesica Carolina Jonathan Adi Julio A.F Sinaga Julia A.F Sinaga Marhea Hikari Galuh Nathanael Esa Abadi Nicholas Bestsia Owen Ronald Halim Rafael Kevin Rihanna Sahrini Saul Mahesa Dwi Sekar Nikita Sinaga Pre-test 24 21 10 26 26 23 23 9 26 18 24 26 24 18 26 23 24 18 21 18 Post-test 26 17 10 26 26 19 23 15 26 26 24 25 25 16 25 23 25 9 21 20 Gain Score 2 -4 0 0 0 -4 0 6 0 8 0 -1 1 -2 -1 0 1 -9 0 2 77

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN I SURAT KETERANGAN PENELITIAN 78

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN J DOKUMENTASI PELATIHAN SENAM OTAK 80

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83

(100)

Dokumen baru

Download (99 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh pendidikan taman kanak-kanak terhadap prestasi belajar matematika siswa
0
4
82
Pengaruh teknik trachetenberg (stenografi metematika) terhadap kecemasan belajar matematika siswa kelas III
0
9
102
Pengaruh kecerdasan interpersonal dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII
0
0
9
Pengaruh Persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru fisika terhadap prestasi belajar siswa - USD Repository
0
0
97
Hubungan pola asuh orang tua demokratis terhadap prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Kanisius Demangan Baru tahun pelajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
199
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Banyubiru II tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
146
Hubungan pola asuh orang tua demokratis terhadap prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Babarsari tahun 2011/2012 - USD Repository
0
0
172
Hubungan pola asuh orang tua demokratis terhadap prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Babarsari tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
180
Pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika pada pokok bahasan segitiga siswa kelas VII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
140
Korelasi antara sikap terhadap interaksi sosial dalam pembelajaran matematika dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Ponjong - USD Repository
0
0
169
Korelasi antara motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
166
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
206
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
258
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
215
Perbedaan prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
273
Show more