PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN TINGKAT NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN DENGAN MENERAPKAN METODE EKSPERIMEN SEDERHANA PADA MATERI HUKUM ARCHIMEDES Skripsi

Gratis

0
0
213
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN TINGKAT NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN DENGAN MENERAPKAN METODE EKSPERIMEN SEDERHANA PADA MATERI HUKUM ARCHIMEDES Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Disusun Oleh: Maria Dunga Rowa NIM: 141424030 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa” (Roma 12:12) Gantunglah cita-citamu setinggi langit, Bermimpilah setinggi langit, Jika terjatuh, Engkau akan jatuh di antara bintang-bintang _Bung Karno_ “do not jugde me by my successes, jugde me how many times I fell down and got back up again” -Nelson Mandela- iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Hasil karya dan perjuangan ini dipersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus Orangtua terkasih: Bapak Timotius Tara Rowa Ibu Haryati Bange Kaka Kedua kakak dan adik tersayang: Gidion Haingu Rowa Seprianus Nunu Rowa Ferdinand Rowa Dwi Putri Novita Rowa Kekasih hati: Falentinus Tolino Sahabat saya: Arni Sanit, Tian, Gege, Salven v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Maria Dunga Rowa. 2018. Peningkatan Pengetahuan Dan Tingkat Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Banguntapan Dengan Menerapkan Metode Eksperimen Sederhana Pada Materi Hukum Archimedes. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan pengetahuan siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Banguntapan pada materi Hukum Archimedes dengan penerapan metode eksperimen sederhana, dan (2) perbedaan tingkat nilai karakter siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Banguntapan pada materi Hukum Archimedes dengan penerapan metode eksperimen sederhana dan metode ceramah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 dan MIPA 3 yang berjumlah 32 orang. Kelas XI MIPA 1 dipilih sebagai kelas yang diberikan treatment dengan pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana, sedangkan kelas XI MIPA 3 dipilih sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah aktif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis (pretest dan posttest), kuesioner nilai karakter, dan obsevasi nilai karakter siswa. Hasil tes tertulis dan kuesioner siswa dianalisis secara statistik menggunakan uji-T melalui SPSS versi 17, sedangkan nilai karakter siswa dilihat melalui obsevasi selama proses pembelajaran yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Banguntapan pada materi Hukum Archimedes, (2) tidak ada perbedaan tingkat nilai karakter siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Banguntapan pada materi Hukum Archimedes dengan menerapkan metode eksperimen sederhana dan metode ceramah. Kata kunci: metode eksperimen sederhana, pengetahuan, nilai karakter, pembelajaran, Hukum Archimedes. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Rowa, M. D. 2018. Improving Knowledge and Level of Students Character Values of XI MIPA Class of SMA Negeri 1 Banguntapan by Implementing Simple Experimental Method about Archimedes Law. Thesis. Yogyakarta: Physics Education, Department of Mathematics and Sciences Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. This research aims to know the: (1) improving knowledge of students of XI MIPA class of SMA Negeri 1 Banguntapan about Archimedes Law by implementing simple experimental method, and (2) the level of character values of students of XI MIPA class of SMA 1 Banguntapan about Archimedes Law by implementation between simple experimental method and active lecture method. This type of research was quantitative and qualitative experimental. The subjects in this research were 32 students of XI MIPA 1 class and XI MIPA 3 class. XI MIPA 1 class was chosen as the class given treatment by using simple experimental method and XI MIPA 3 class was chosen as the control class using the active lecture method. The instruments used in this research were written tests (pretest and posttest), character value questionnaires, and observation of student character values. The results of written tests and student questionnaires were analyzed statistically using the T-test through SPSS version 17, while the character values of students were seen through observation during the learning process which was analyzed qualitatively. The results showed that: (1) implementing of simple experimental method can improve the knowledge of students for XI MIPA 1 class of SMA Negeri 1 Banguntapan about Archimedes Law, (2) there is no difference level of students character values of XI MIPA class of SMA Negeri 1 Banguntapan about Archimedes Law between simple experimental method and active lecture method. Keywords: simple experimental method, knowledge, character values, learning, Archimedes Law. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala kasih, karunia, berkat, dan rahmat penyertaan-Nya dari awal hingga akhir sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peningkatan Pengetahuan Dan Tingkat Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Banguntapan Dengan Menerapkan Metode Eksperimen Sederhana Pada Materi Hukum Archimedes”. Skripsi ini disusun dalam rangka menyelesaikan tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana. Skripsi ini dapat terselesaikan berkat bantuan yang diberikan berbagai pihak kepada penulis, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Romo Prof. Dr. Paul Suparno, SJ., M.S.T., selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. 2. Bapak Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S., selaku Kepala Program Studi Pendidikan Fisika yang selalu memantau perkembangan skripsi. 3. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd, M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 4. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik Pendidikan Fisika Angkata 2014 yang telah memberikan saran, semangat, serta arahan dalam penulisan skripsi. 5. Bapak Drs. Domi Severinus, M.Si., sebagai validator yang bersedia memberikan masukan dan saran kepada penulis dalam membuat instrumen soal sehingga menjadi lebih baik. 6. Segenap karyawan sekretariat JPMIPA yang telah membantu dalam melancarkan pembuatan surat perizinan penelitian. 7. Seluruh Dosen Pendidikan Fisika yang telah membimbing dan memberikan banyak ilmu dalam perkuliahan selama kurang lebih 4 tahun ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI JUDUL ................................................................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING .....Error! Bookmark not defined. HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PENGUJI ..............Error! Bookmark not defined. HALAMAN MOTTO .........................................................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...............................Error! Bookmark not defined. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ........Error! Bookmark not defined. ABSTRAK ........................................................................................................................ viii ABSTRACT..........................................................................................................................ix KATA PENGANTAR ........................................................................................................ x DAFTAR TABEL............................................................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................... xviii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ xix BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah......................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian .................................................................................................... 5 D. Manfaat Penelitian .................................................................................................. 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA .............................................................................................. 7 A. Belajar ..................................................................................................................... 7 1. Pengertian Belajar ............................................................................................... 7 2. Tujuan Belajar ..................................................................................................... 8 3. Ciri-ciri Perilaku Belajar ................................................................................... 10 4. Teori-teori Belajar ............................................................................................. 11 B. Pembelajaran ......................................................................................................... 12 1. Pengertian Pembelajaran ................................................................................... 12 2. Strategi Kegiatan Pembelajaran ........................................................................ 13 3. Pembejaran yang Efektif ................................................................................... 14 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Pengetahuan .......................................................................................................... 15 1. Pengertian Pengetahuan .................................................................................... 15 2. Tingkat Pengetahuan ......................................................................................... 16 3. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan .......................................... 18 D. Metode Eksperimen .............................................................................................. 20 1. Metode Eksperimen Sederhana ............................................................................. 21 2. Metode Eksperimen Terbimbing .......................................................................... 22 3. Tahap-Tahap Metode Eksperimen ........................................................................ 22 4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen .................................................. 23 E. Nilai Karakter........................................................................................................ 24 1. Pengertian Karakter .......................................................................................... 24 2. Pengertian Pendidikan Karakter........................................................................ 24 3. Tujuan Pendidikan Karakter ............................................................................. 25 4. Ciri-ciri Pendidikan Karakter ............................................................................ 26 5. Sumber Nilai-Nilai Pendidikan Karakter .......................................................... 27 6. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter ....................................................................... 28 7. Sumbangan Metode Eksperimen terhadap Nilai Karakter ................................ 29 F. Hukum Archimedes .............................................................................................. 30 1. Gaya Apung ...................................................................................................... 30 2. Hukum Archimedes .......................................................................................... 31 G. Beberapa Penelitian yang Ada .............................................................................. 38 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................................... 39 A. Jenis Penelitian...................................................................................................... 39 B. Desain Peneitian.................................................................................................... 40 C. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................................... 40 1. Waktu Penelitian ............................................................................................... 40 2. Tempat Penelitian ............................................................................................. 40 D. E. Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................................ 41 1. Populasi Penelitian ............................................................................................ 41 2. Sampel Penelitian.............................................................................................. 41 Variabel Penelitian ................................................................................................ 41 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Variabel Bebas .................................................................................................. 41 2. Variabel Terikat ................................................................................................ 42 F. Treatment .............................................................................................................. 42 1. Metode Eksperimen Sederhana ......................................................................... 43 2. Metode Ceramah ............................................................................................... 44 G. Instrumen Penelitian ............................................................................................. 45 1. Instrumen Pembelajaran.................................................................................... 45 2. Instrumen Pengambilan Data ............................................................................ 46 H. Validitas Instrumen ............................................................................................... 54 I. Analisa Hasil Belajar ............................................................................................ 55 1. Penskoran Hasil Tes .......................................................................................... 55 2. Pengujian Tes .................................................................................................... 59 3. Rumus Uji T ...................................................................................................... 60 J. Analisa Nilai Karakter Siswa ................................................................................ 62 1. Penskoran Kuesioner ........................................................................................ 62 2. Pengujian Kuesioner ......................................................................................... 64 3. Rumus Uji T Independen .................................................................................. 64 4. Analisis Hasil Observasi ................................................................................... 64 BAB IV DATA DAN ANALISIS .................................................................................... 65 A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian.......................................................................... 65 1. Tahap Perizinan Pelaksanaan Penelitian ........................................................... 65 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian ........................................................................... 66 B. Data dan Analisis Data.......................................................................................... 74 1. Uji Normalitas ................................................................................................... 74 2. Data dan Analisis .............................................................................................. 75 3. Nilai Karakter Peserta Didik ............................................................................. 85 C. Pembahasan........................................................................................................... 98 1. Pengetahuan Awal Peserta Didik ...................................................................... 98 2. Pengetahuan Akhir Peserta Didik ..................................................................... 99 3. Peningkatan Pengetahuan Peserta Didik ......................................................... 101 4. Tingkat Nilai Karakter .................................................................................... 103 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Keterbatasan Penelitian ....................................................................................... 105 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.......................................................................... 106 A. Kesimpulan ......................................................................................................... 106 B. Saran ................................................................................................................... 106 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 108 LAMPIRAN.................................................................................................................... 110 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest……………………...............47 Tabel 3.2 Kisi-kisi Pembuatan Angket untuk Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana…………………………………………..50 Tabel 3.3 Kisi-kisi Pembuatan Angket Nilai Karakter Kelas Kontrol ….... 52 Tabel 3.4 Rubrik Skoring Hasil Belajar……………………………………55 Tabel 3.5 Klasifikasi Tingkat Pengetahuan Hasil Belajar Siswa…………..57 Tabel 3.6 Klasifikasi Persentase Pengetahuan Peserta Didik ……………..58 Tabel 3.7 Penskoran Kuesioner…………………………………………….62 Tabel 3.8 Klasifikasi Nilai Karakter Siswa………………………………...63 Tabel 4.1 Perincian Kegiatan yang dilakukan Selama Perizinan Penelitian………………………………………………………..66 Tabel 4.2 Rincian Kegiatan Pelaksanaan Penelitian di Kelas Eksperimen Sederhana………………………………………….67 Tabel 4.3 Rincian Kegiatan Pelaksanaan Penelitian di Kelas Eksperimen Kontrol…………………………………………….71 Tabel 4.4 Hasil Statistik Uji Normalitas Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol……..………………74 Tabel 4.5 Daftar Nilai Pretest dan Posttest Peserta Didik Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol……………………..75 Tabel 4.6 Hasil Statistik Pengetahuan Peserta Didik pada Kemampuan Awal Kelas Eskperimen Sederhana dan Kelas Kontrol………..77 Tabel 4.7 Hasil Statistik Pengetahuan Peserta Didik pada Kemampuan Awal dan Akhir Kelas Eksperimen Sederhana…………………79 Tabel 4.8 Klasifikasi Pengetahuan Peserta Didik pada Kemampuan Awal dan Akhir Kelas Eksperimen Sederhana…...…………….79 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.9 Hasil Statistik Pengetahuan Peserta Didik pada Kemampuan Awal dan Akhir Kelas Kontrol……………………………….......81 Tabel 4.10 Klasifikasi Pengetahuan Peserta Didik pada Kemampuan Awal dan Akhir Kelas Kontrol…………………………………...82 Tabel 4.11 Hasil Statistik Pengetahuan Peserta Didik pada Kemampuan Akhir Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol………….83 Tabel 4.12 Hasil Statistik Uji Normalitas dan Uji Homogenitas Kuesioner Nilai Karakter…………………………………………………….85 Tabel 4.13 Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol…………………………………….86 Tabel 4.14 Hasil Statistik Kuesioner Nilai Karakter Siswa pada Kemampuan Akhir Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol……….88 Tabel 4.15 Persentase Kategori Nilai Karakter Peserta Didik Kelas Eksperimen Sederhana…………………………………………...89 Tabel 4.16 Persentase Kategori Nilai Karakter Peserta Didik Kelas Kontrol…………………………………………………………...90 Tabel 4.17 Frekuensi Setiap Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana….91 Tabel 4.18 Frekuensi Setiap Nilai Karakter Kelas Kontrol…………………..92 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Permohonan Izin Penelitian ……………………………...111 Lampiran 2. Surat Perizin Pelaksanaan Penelitian …………………………..112 Lampiran 3. Surat Keterangan Telah Melaksanaan Penelitian ………………113 Lampiran 4. RPP Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol ………...114 Lampiran 5. LKS Kelas Eksperimen Sederhana …………………………….136 Lampiran 6. Kuesioner Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol……………….143 Lampiran 7. Soal Pretest dan Posttest …………………………………...…..147 Lampiran 8. Jawaban Pretest dan Posttest ………………………………......149 Lampiran 9. Pedoman Penilaian Pretest dan Posttest …………………….....153 Lampiran 10. Lembar Validitas Soal dan Jawaban Pretest Posttest ………….155 Lampiran 11. Analisis Butir Soal Posttest Kelas Eksperimen …..……………159 Lampiran 12. Analisis Butir Soal Posttest Kelas Kontrol ………..…………...161 Lampiran 13. Analisis Kuesioner Kelas Eksperimen …..……………………..163 Lampiran 14. Analisis Kuesioner Kelas Kontrol ………..…………………….165 Lampiran 15. Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen…………..167 Lampiran 16. Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Kontrol…..…………..175 Lampiran 17. Contoh Hasil Angket Kelas Eksperimen Sederhana……………184 Lampiran 18. Contoh Hasil Angket Kelas Kontrol……………….…………...188 Lampiran 19. Dokumentasi Saat Pelaksanaan Penelitian …………………….192 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gaya Apung Suatu Benda............................................................31 Gambar 2.2 Percobaan Memahami Hukum Archimedes................................31 Gambar 2.3 Menentukan Rumus Gaya Apung................................................33 Gambar 2.4 Benda Pada Peristiwa Mengapung...............................................34 Gambar 2.5 Benda Pada Peristiwa Melayang..................................................35 Gambar 2.6 Benda Pada Peristiwa Tenggelam................................................36 Gambar A. Pretest dan Penjelasan Materi Kelas Eksperimen Sederhana pada Pertemuan I..........................................................................192 Gambar B. Penerapan Metode Eksperimen Sederhana pada Pertemuan II berdasarkan LKS 1 dan 2.........................................................192 Gambar C. Presentasi di Kelas Eksperimen Sederhana pada Pertemuan III..................................................................................................193 Gambar D. Posttest dan Foto Bersama Kelas XI MIPA 1 pada Pertemuan IV................................................................................193 Gambar E. Pretest dan Penjelasan Materi Kelas Kontrol pada Pertemuan I...................................................................................193 Gambar F. Penjelasan Materi dengan Metode Ceramah Kelas Kontrol pada Pertemuan II.........................................................................194 Gambar G. Posttest dan Foto Bersama Kelas XI MIPA 3 pada Pertemuan III................................................................................194 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fisika merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang berhubungan dengan materi dan energi, dengan hukum-hukum yang mengatur gerakan partikel dan gelombang, dengan interaksi antarpartikel, sifat-sifat molekul, atom dan inti atom, dan sistem-sistem berskala lebih besar seperti gas, zat cair, dan zat padat (Tipler, 1998: 1). Fisika juga merupakan mata pelajaran yang diajarkan di SMP maupun SMA/SMK. Pada dasarnya pelajaran fisika menjadi pelajaran yang sangat tidak disukai oleh sebagian besar siswa, sehingga banyak diantara mereka yang mengambil jurusan IPS atau Bahasa untuk menghindari pelajaran fisika. Salah satu penyebabnya adalah karena banyaknya rumus yang harus dihafal, gurunya yang cenderung “killer”, dan kurangnya motivasi siswa untuk belajar fisika. Karena hal itulah, pada era ini guru dituntut untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran di kelas agar menghilangkan kesan-kesan buruk yang tidak menyenangkan tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar fisika adalah dengan menggunakan metode eksperimen sederhana, 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 selain untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa, metode tersebut juga dapat meningkatkan pemahaman dan membentuk nilai karakter yang baik bagi siswa (Suparno, 2013: 25). Dengan penerapan motode eksperimen sederhana ini diharapkan siswa dapat menerapkan sikap tanggungjawab, disiplin, memiliki rasa keingintahuan, mampu bekerjasama dengan teman sekelompok, menghargai pendapat teman, dan mampu bersikap jujur. Metode eksperimen merupakan salah satu pendekatan pembelajaran konstruktivisme, dimana siswa dituntut agar dapat membangun pemahamannya sendiri tentang suatu hal yang berkaitan dengan materi yang dipelajarinya. Pengetahuan itu adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri yang sedang menekuninya (Suparno, 2010: 20). Metode eksperimen sederhana sedikit berbeda dengan metode eksperimen pada umumnya. Jika pada eksperimen biasanya siswa harus ke Laboratorium Fisika dan menggunakan alat-alat dan bahan yang disediakan oleh pihak Sekolah untuk materi tertentu, pada eksperimen sederhana siswa dapat melakukannya dimana saja, baik di kelas maupun di luar kelas seperti di lapangan, rumah, atau halaman sekolah pada materi tertentu dengan alat dan bahan yang lebih sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Semakin berkembangnya teknologi dan pengetahuan, maka segala sesuatu harus dibuktikan kebenarannya, salah satunya dengan

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 menggunakan eksperimen. Begitu juga dalam cara mengajar guru di kelas menggunakan teknik eksperimen sederhana. Siswa akan melakukan percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya, serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan tersebut dianalisis berdasarkan pengetahuan dan disampaikan berupa presentasi dan dievaluasi oleh guru. Penggunaaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi saat percobaan tersebut. Siswa lebih terlatih dalam berpikir ilmiah. Dengan eksperimen sederhana siswa menemukan bukti kebenaran dari suatu teori yang sedang dipelajarinya (Roestiyah, 2001: 80). Metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran tidak terlepas dari siswa yang berada dalam suatu lembaga sekolah seperti SMA, SMP, dan SD. Metode eksperimen sederhana termasuk salah satu metode yang sering digunakan saat pembelajaran. Kebanyakan sekolah dilengkapi dengan fasilitas alat-alat eksperimen di laboratorium agar dapat digunakan saat mengajar. Namun, yang sering terjadi guru jarang mengajak siswa untuk bereksperimen sehingga alat-alat di lab jarang terpakai. Begitu pula dengan SMA Negeri 1 Banguntapan. Saat dilakukan survei ternyata guru jarang menggunakan alat-alat di lab fisika, alasannya karena jarak kelas MIPA yang jauh dari laboratorium, bahkan jika sudah diberitahukan sebelumnya, tetap saja akan terlambat untuk memulai pembelajaran. Selain itu, tidak ada yang mempersiapkan alat karena petugas lab hanya 1 orang

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 untuk 3 lab sekaligus yaitu lab fisika, biologi, dan kimia. Karena hal itulah, peneliti ingin menggunakan metode eksperimen namun dilakukan di dalam atau di luar kelas tanpa harus ke laboratorium dengan alat yang lebih sederhana dan mudah didapatkan. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk menggunakan metode eksperimen sederhana dalam pembelajaran fisika untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan pengetahuan dan nilai karakter pada siswa pada materi yang akan diajarkan. Dengan demikian, peneliti mengambil judul penelitian, “Peningkatan Pengetahuan dan Tingkat Nilai Karakter Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Banguntapan dengan Menerapkan Metode Eksperimen Sederhana pada Materi Hukum Archimedes”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apakah penggunaan metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Banguntapan pada materi Hukum Archimedes? 2. Apakah ada perbedaan tingkat nilai karakter siswa kelas XI MIPA SMA N 1 Banguntapan pada saat belajar materi Hukum Archimedes dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dan metode ceramah?

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 C. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Peningkatan pengetahuan siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Banguntapan pada materi Hukum Archimedes dengan menggunakan metode eksperimen sederhana. 2. Perbedaan tingkat nilai karakter siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Banguntapan pada saat belajar materi Hukum Archimedes dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dan metode ceramah. D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, diantaranya sebagai berikut : 1. Secara teoritis a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan fisika. b. Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dan menjadi bahan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 2. Secara praktis a. Bagi siswa Pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen sederhana diharapkan dapat membantu siswa dengan lebih mudah memahami materi pelajaran dan mampu meningkatkan nilai karakter. b. Bagi guru Penggunaan metode eksperimen sederhana dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dilakukan oleh guru saat mengajar materi yang berbeda. c. Bagi sekolah Dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan masukan dalam mengevaluasi proses pembelajaran di kelas yang lebih aktif.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar 1. Pengertian Belajar Para ahli psikologi dan pendidikan mengemukakan rumusan tentang pengertian belajar yang berlainan sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing (Djamarah, 2011: 12). James O. Whittaker, misalnya merumuskan belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Cronbach berpendapat bahwa learning is shown by change in behaviour as a result of experience. Belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Howard L. Kingskey mengatakan bahwa learning is the process by which behaviour (in the broader sense) is origaneted or changed through practice or training. Belajar adalah proses di mana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Sedangkan Geoch merumuskan learning is change is performance as a result of practice. Slameto juga merumuskan pengertian tentang belajar. Menurutnya belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara 7

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dari beberapa pendapat para ahli tentang pengertian belajar di atas dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan unsur, yaitu jiwa dan raga. Artinya belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor (Djamarah, 2011: 13). 2. Tujuan Belajar Tujuan belajar yang eksplisit diusahakan untuk dicapai dengan tindakan instructional effects, yang biasanya berbentuk pengetahuan dan keterampilan (Rohmah, 2012: 177). Tujuan belajar dibagi dalam 3 jenis, yaitu: a. Untuk Mendapatkan Pengetahuan Hal ini ditandai dengan kemampuan berpikir. Pemilikan pengetahuan dan kemampuan berpikir tidak dapat dipisahkan. Dengan kata lain, tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikir tanpa bahan pengetahuan, sebaliknya kemampuan berpikir akan memperkaya pengetahuan. Dalam hal ini peranan guru sebagai pengajar lebih menonjol.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 b. Penanaman konsep dan keterampilan Penanaman konsep atau merumuskan konsep, juga memerlukan suatu keterampilan. Keterampilan memang dapat dididik, yaitu dengan banyak melatih kemampuan. Demikian juga dengan mengungkapkan perasaan melalui bahasa tulis dan lisan. c. Pembentukan sikap Pembentukan sikap mental dan perilaku anak didik, tidak akan terlepas dari soal penanaman nilai-nilai, transfer of values. Oleh karena itu, guru tidak sekedar sebagai “pengajar” yang tugasnya mentransfer ilmu tetapi betul-betul sebagai pendidik yang akan memindahkan nilai-nilai itu kepada anak didiknya melalui pemberian contoh-contoh perilaku yang baik dalam setiap pola interaksinya baik siswa, dengan sesama guru maupun dengan masyarakat luas, sehingga terjadi proses internalisasi yang dapat menumbuhkan proses penghayatan pada setiap diri siswa untuk kemudian dilakukan dalam keseharian. Jadi, tujuan belajar itu adalah ingin mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan penanaman sikap mental/nilai-nilai (Rohmah, 2012: 179).

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 3. Ciri-ciri Perilaku Belajar Adapun ciri-ciri perubahan khas yang menjadi karakteristik perilaku belajar yang penting adalah: a. Perubahan intensional dalam arti pengalaman atau praktik yang dilakukan dengan sengaja dan disadari, atau dengan kata lain bukan kebetulan; b. Perubahan positif dan aktif dalam arti baik, bermanfaat, serta sesuai dengan harapan. Adapun perubahan aktif artinya tidak terjadi dengan sendirinya seperti karena proses kematangan, tetapi karena usaha siswa itu sendiri; c. Perubahan afektif dan fungsional dalam arti perubahan tersebut membawa pengaruh, makna, dan manfaat tertentu bagi siswa. Perubahan proses belajar fungsional dalam arti bahwa proses belajar relatif menetap dan setiap saat apabila dibutuhkan, perubahan tersebut dapat diproduksi dan dimanfaatkan. Dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri perubahan dalam belajar meliputi perubahan yang bersifat: (1) intensional (disengaja), (2) positif dan aktif (bermanfaat dan atas hasil usaha sendiri), dan (3) efektif dan fungsional (berpengaruh dan mendorong timbulnya perubahan yang baru) (Jihad dan Haris, 2012: 6).

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 4. Teori-teori Belajar Beberapa teori belajar yang relevan dan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang akan dikembangkan (Kosmiyah, 2012: 34) antara lain: a. Teori belajar behaviorisme, manusia sangat dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di dalam lingkungannya yang akan memberikan pengalaman-pengalaman belajar. Teori ini menekankan pada apa yang dilihat yaitu tingkah laku. b. Teori belajar kognitif, belajar adalah pengorganisasian aspekaspek kognitif dan persepsi untuk memperoleh pemahaman. Teori ini menekankan pada gagasan bahwa bagian suatu situasi saling berhubungan dalam konteks situasi secara keseluruhan. c. Teori belajar humanisme, proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia, yaitu mencapai aktualisasi diri peserta didik yang belajar secara optimal. d. Teori belajar sibernetik, belajar adalah mengolah informasi (pesan pembelajaran), proses belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi. e. Teori belajar konstruktivisme, belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengalaman konkret, aktivitas kolaborasi, refleksi serta interpretasi.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Adapun teori belajar yang melatarbelakangi dalam penelitian ini terkait dengan penggunanaan metode eksperimen sederhana adalah teori belajar konstruktivisme, dimana pengetahuan dan pengalaman yang dialami di sekitar mempengaruhi terhadap proses memperoleh suatu pengetahuan. B. Pembelajaran 1. Pengertian Pembelajaran Beberapa ahli mengemukakan pendapat tentang pembelajaran berdasarkan bidangnya masing-masing (Khodijah, 2014: 175). Gagne mendefinisikan pembelajaran sebagai serangkaian peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung beberapa proses belajar, yang bersifat internal. Menurut Miarso pembelajaran adalah suatu usaha yang disengaja, bertujuan, dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan yang relatif menetap pada diri orang lain. Smith dan Ragan menyatakan bahwa pembelajaran adalah desain dan pengembangan penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang diarahkan pada hasil belajar tertentu. Walter Dick mendefinisikan pembelajaran sebagai intervensi pendidikan yang dilaksanakan dengan tujuan tertentu, bahan atau prosedur yang ditargetkan pada pencapaian tersebut, dan pengukuran yang menentukan perubahan yang diinginkan pada perilaku.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Dari uraian di atas, pembelajaran bukan menitikberatkan pada “apa yang dipelajari”, melainkan pada “bagaimana membuat pembelajar mengalami proses belajar”, yaitu cara-cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang berkaitan dengan cara pengorganisasian materi, cara penyampaian pelajaran, dan cara mengelola pembelajaran (Khodijah, 2014: 176). 2. Strategi Kegiatan Pembelajaran Strategi kegiatan pembelajaran merupakan langkah-langkah umum dalam kegiatan belajar yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien (Suyanto dan Djihad, 2012: 92). Strategi tersebut melingkupi 4 aspek, antara lain: a. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi serta kualifikasi perubahan tingkah laku yang diharapkan. Hal ini mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi-kompetensi lain (kompetensi lintas kurikulum, kompetensi tamatan); b. Memilih cara pendekatan belajar yang tepat untuk mencapai standar kompetensi, dengan memperhatikan karakteristik siswa sebagai subyek belajar; c. Memilih dan menetapkan sejumlah prosedur, metode, dan teknik kegaiatan pembelajaran yang relevan dengan pengalaman belajar yang mesti ditempuh siswa; kebutuhan

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 d. Menetapkan norma atau kriteria keberhasilan, agar dapat menjadi pedoman dalam kegiatan pembelajaran, terutama berkenaan dengan ukuran menilai kemampuan penguasaan suatu jenis kompetensi tertentu. 3. Pembelajaran yang Efektif Menurut Roestiyah (1986), untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif diperlukan syarat-syarat sebagai berikut (Khodijah, 2014: 180): a. Guru harus mengupayakan agar siswa belajar secara aktif, baik mental maupun fisik; b. Guru harus menggunakan banyak metode pada saat mengajar; c. Penggunaaan motivasi yang tepat; d. Adanya kurikulum yang baik dan seimbang; e. Guru perlu mempertimbangkan perbedaan individual siswa; f. Guru selalu membuat perencanaan sebelum mengajar; g. Diperlukan pengaruh yang sugestif dari guru; h. Guru harus memiliki keberanian menghadapi semua persoalan yang timbul pada proses belajar mengajar; i. Guru harus mampu menciptakan suasana yang demoktratis; j. Guru harus mampu menstimulasi siswa untuk berpikir; k. Semua bahan pelajaran yang diberikan perlu diintegrasikan; l. Adanya keterkaitan antara pelajaran yang diterima dengan kehidupan nyata di masyarakat;

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 m. Guru harus memberikan kebebasan kepada anak untuk menyelidiki sendiri, mengamati sendiri, belajar sendiri, dan memecahkan masalah sendiri; n. Guru perlu menyusun pengajaran remedial bagai anak yang memerlukan. C. Pengetahuan 1. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan pada hakekatmya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu (Sudirdja, 2010: 11). Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia disamping berbagai jenis pengetahuan lainya seperti seni dan agama. Pengetahuan merupakan kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistimologi), dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Pengetahuan mencoba mengembangkan sebuah model yang sederhana mengenai dunia empiris dengan mengabstraksikan realitas menjadi beberapa variabel yang terikat dalam sebuah hubungan yang bersifat rasional (Suriasumantri, 2007: 28).

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 2. Tingkat Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007) dalam (Sudirdja, 2010: 15), pengetahuan mempunyai enam tingkatan, yaitu: a. Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. b. Memahami (Comprehension) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari. c. Aplikasi (Application) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi di sini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip, dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 d. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam satu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya. e. Sintesis (Synthesis) Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang ada.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 3. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Menurut Singgih (1998) dalam (Suriasumantri, 2007: 32), ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan, yaitu: a. Umur Bertambahnya umur dapat berpengaruh pada pertambahan pengetahuan yang diperolehnya, akan tetapi pada umur-umur tertentu atau menjelang usia lanjut kemampuan penerimaan atau mengingat suatu pengetahuan akan berkurang. b. Inteligensi Inteligensi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk belajar dan berpikir abstrak guna menyesuaikan diri secara mental dalam situasi baru. Inteligensi bagi seseorang merupakan salah satu modal untuk berpikir dan mengolah berbagai informasi secara terarah sehingga ia menguasai lingkungan. Perbedaan inteligensi dari seseorang akan berpengaruh pula terhadap tingkat pengetahuan. c. Lingkungan Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang. Lingkungan memberikan pengaruh pertama bagi seseorang, di mana seseorang dapat mempelajari hal-hal yang baik dan juga hal-hal yang buruk tergantung pada sifat kelompoknya.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 d. Sosial budaya Sosial budaya mempunyai pengaruh pada pengetahuan seseorang. Seseorang memperoleh suatu kebudayaan dalam hubungannya dengan orang lain, karena hubungan ini seseorang mengalami suatu proses belajar dan memperoleh suatu pengetahuan. e. Pendidikan Pendidikan adalah suatu kegiatan atau proses pembelajaran untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan tertentu sehingga sasaran pendidikan itu dapat berdiri sendiri. Wied Hary (1996), menyebutkan bahwa tingkat pendidikan turut pula menentukan mudah atau tidaknya seseorang menyerap dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh, pada umumnya semakin tinggi pendidikan seseorang makin baik pula pengetahuannya. f. Informasi Informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan seseorang. Meskipun seseorang memiliki pendidikan yang rendah tetapi jika ia mendapatkan informasi yang baik dari berbagai media misalnya televisi, radio atau surat kabar, maka hal itu akan dapat meningkatkan pengetahuan seseorang. Informasi tidak terlepas dari sumber informasinya. Sumber informasi ini dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu : (1) Sumber informasi dokumenter, (2) Sumber kepustakaan, (3) Sumber informasi lapangan.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 g. Pengalaman Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Pepatah tersebut dapat diartikan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan atau pengalaman itu suatu cara memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu, pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya untuk memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu. D. Metode Eksperimen Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal (Roestiyah, 2001: 1). Metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran, yang berfungsi sebagai cara untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu (Trianto, 2013: 192). Syaiful Bahri Djamarah mengatakan bahwa metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, dimana peserta didik melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari (Djamarah, 2006: 84). Adapun menurut Roestiyah (2001) metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, dimana peserta didik melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamat prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 dan dievaluasi oleh guru. Sedangkan menurut Schoenherr metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode eksperimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan kreativitas secara optimal (Trianto, 2013: 199). Berdasarkan pernyataan ahli-ahli, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen merupakan cara pembelajaran, dimana peserta didik melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreatifitas secara optimal. 1. Metode Eksperimen Sederhana Metode eksperimen sederhana merupakan metode pembelajaran dengan cara menemukan bukti kebenaran dan teori sesuatu yang sedang di pelajari dengan menggunakan alat sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan bisa dilakukan dimana saja (Trianto, 2013: 201). Percobaan yang dilakukan sudah dirancang oleh guru sebelum percobaan dilakukan oleh siswa berupa lembar kerja siswa. Metode eksperimen sederhana sedikit berbeda dengan metode eksperimen pada umumnya. Jika pada eksperimen biasanya siswa harus ke Laboratorium Fisika dan menggunakan alat-alat dan bahan yang disediakan oleh pihak Sekolah untuk materi tertentu, pada eksperimen sederhana siswa dapat melakukannya dimana saja, baik di kelas

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 maupun di luar kelas seperti di lapangan, rumah, atau halaman sekolah pada materi tertentu dengan alat dan bahan yang lebih sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. 2. Metode Eksperimen Terbimbing Metode eksperimen terbimbing merupakan metode yang seluruh jalan percobaannya sudah dirancang oleh guru sebelum percobaan dilakukan oleh siswa. Langkah-langkah yang harus dibuat siswa, peralatan yang harus digunakan, apa yang harus diamati dan diukur semuanya sudah ditentukan sejak awal. Biasanya petunjuk langkahlangkah yang harus dilaksanakan oleh siswa, ada lembar kerja siswa (Suparno, 2013: 84). 3. Tahap-Tahap Metode Eksperimen Ada beberapa tahap dalam pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen, antara lain (Trianto, 2013: 199): (1) Percobaan awal, (2) pengamatan, (3) hipotesis awal, (4) verifikasi, (5) aplikasi konsep, (6) evaluasi merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan, sebagai berikut (Rusman, 2014: 208): a. Kelebihan metode eksperimen  Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.  Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.  Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia. b. Kekurangan metode eksperimen  Jika tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan eksperimen.  Eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk pelajaran selanjutnya.  Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 E. Nilai Karakter 1. Pengertian Karakter Karakter merupakan nilai-nilai dan sikap hidup yang positif, yang dimiliki seseorang sehingga memengaruhi tingkah laku, cara berpikir dan bertindak orang itu, dan akhirnya akan menjadi tabiat hidupnya (Suparno, 2015: 29). 2. Pengertian Pendidikan Karakter Pendidikan karakter, menurut Megawati (2004) dalam (Kesuma,dkk, 2011: 5), “sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya”. Definisi lainnya dikemukakan oleh Gaffar (2010) “sebuah proses transformasi nilai-nilai kehidupan untuk ditumbuhkembangkan dalam kepribadian seseorang sehingga menjadi satu dalam perilaku orang itu”. Dalam defenisi tersebut, ada tiga ide pikiran penting, yaitu: (1) proses transformasi nilai-nilai, (2) ditumbuhkembangkan dalam kepribadian, dan 3) menjadi satu dalam perilaku. Dalam konteks kajian P3, pendidikan karakter didefinisikan dalam setting sekolah sebagai “Pembelajaran yang mengarah pada penguatan dan pengembangan perilaku anak secara utuh yang

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 didasarkan pada suatu nilai tertentu yang dirujuk oleh sekolah. Definisi ini mengandung makna (Kesuma, dkk, 2011: 6): 1) Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang terintegerasi dengan pembelajaran yang terjadi pada semua mata pelajaran; 2) Diarahkan pada penguatan dan pengembangan perilaku anak secara utuh. Asumsinya anak merupakan organisme manusia yang memiliki potensi untuk dikuatkan dan dikembangkan; 3) Penguatan dan pengembangan perilaku didasari oleh nilai yang dirujuk sekolah (lembaga). 3. Tujuan Pendidikan Karakter Pendidikan karakter dalam setting sekolah memiliki tujuan sebagai berikut (Kesuma, dkk, 2011: 9): 1) Menguatkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan kehidupan yang dianggap penting dan perlu sehingga menjadi kepribadian/kepemilikan peserta didik yang khas sebagaimana nilainilai yang dikembangkan; 2) Mengoreksi perilaku peserta didik yang tidak bersesuaian dengan nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah; 3) Membangun koneksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarakat dalam memerankan tanggung jawab pendidikan karakter secara bersama.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 4. Ciri-ciri Pendidikan Karakter Menurut Foerster dalam (Adisusilo, 2012: 78), ada empat ciri dasar pendidikan karakter, yaitu: 1) Pertama, keteraturan interior di mana setiap tindakan diukur berdasarkan seperangkat nilai. Nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan. 2) Kedua, koherensi yang memberi keberanian, yang membuat seseorang teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi. 3) Ketiga, otonomi maksudnya seseorang menginternalisasikan nilainilai dari luar sehingga menjadi nilai-nilai pribadi, menjadi sifat yang melekat, melalui keputusan bebas tanpa paksaan dari orang lain. 4) Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna mengingini apa yang dipandang baik, dan kesetian merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang dipilih.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 5. Sumber Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pendidikan karakter ini dikembangkan dari sumber-sumber (Lictona, 2013: 88) sebagai berikut: 1) Agama Bangsa Indonesia hidup dengan berdasarkan norma ketuhanan sehingga untuk menjaga tatanan masyarakat yang madani secara individu maupun bermasyarakat selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaan yang diyakini oleh setiap pemeluk ajaran beragama. Penerapan pendidikan beragama ini diwujudkan dalam bentuk peran keluarga dalam pembentukan kepribadian di rumah, hingga pembekalan pentingnya peran akhlak dalam pembentukan karakter bangsa di lingkungan sosial. 2) Pancasila Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang telah tertanam kuat sejak nenek moyang bangsa ini memulai membangun peradaban bangsa Indonesia menjadi sumber nilai pendidikan karakter yang telah teruji di berbagai tantangan zaman di masa lampau, mulai dari zaman pra aksara, zaman kerajaan, zaman penjajahan, hingga dikukuhkan menjadi dasar negara ketika memasuki kemerdekaan. 3) Budaya Nilai-nilai budaya menjadi dasar dalam memaknai suatu peristiwa, fenomena, dan kejadian yang berlangsung dalam setiap interaksi antar

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 anggota masyarakat. Budaya ini terwujud dari perilaku yang berlangsung terus-menerus hingga membentuk kebiasaan dalam masyarakat. Kebiasaan yang dinilai bagus inilah yang nantinya menjadi sumber karakter yang harus dipertahankan dalam pendidikan karakter bangsa Indonesia. Budaya juga menjadi suatu proses pembentukan karakter sejak berada di dalam kandungan hingga kita dewasa. 4) Tujuan Pendidikan Nasional Sebagai rumusan dari hasil yang harus dimiliki setiap generasi penerus bangsa ini, tujuan pendidikan nasional dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional terdiri dari berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia . Ini dilakukan agar secara nyata bisa dilaksanakan implementasi pendidikan karakter di berbagai lembaga pendidikan. 6. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Berdasarkan ke empat sumber nilai tersebut maka dihasilkan sejumlah nilai-nilai pendidikan karakter untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa (Adisusilo, 2012: 80), yaitu: 1) Kerja Sama Sikap dan tindakan yang membantu dan menyelesaikan suatu persoalan yang telah dimusyawarahkan secara bersama. Menganggap hak dan kewajiban dirinya dan orang lain dalam kedudukan yang sama.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 2) Jujur Merupakan sikap yang selalu berpegang teguh untuk menghindari keburukan dengan menjaga perkataan, perasaan dan perbuatan untuk selalu berkata dengan benar dan dapat dipercaya. 3) Disiplin Tindakan yang menjaga dan mematuhi anjuran yang baik dan menghindari dan menjauhi segala larangan yang buruk secara konsisten dan berkomitmen. 4) Rasa ingin tahu Suatu sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui apa yang dipelajarinya secara lebih mendalam dan meluas dalam berbagai aspek terkait. 5) Tanggung Jawab Menyadari bahwa segala hal yang diperbuat oleh dirinya bukan hanya merupakan tugas dan kewajiban bagi dirinya sendiri, namun juga keluarga, lingkungan, masyarakat, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa 7. Sumbangan Metode Eksperimen terhadap Nilai Karakter Menurut Suparno dalam beberapa topik, hukum, dan teori fisika ada banyak yang dapat digunakan guru untuk menanamkan nilai karakter bangsa anak didik. Suparno menekankan nilai karakter fisika dari tiga aspek, yaitu pengetahuan fisika, sikap fisika, dan sikap belajar fisika. Beberapa nilai karakter yang disumbangkan saat melakukan eksperimen

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 antara lain semangat mulitikultural, penghargaan pada diri, keadilan, kejujuran, daya tahan, dan ketaatan pada hukum. Nilai-nilai interpersonal dan intrapersonal dapat difasilitasi melalui pembelajaran atau eksperimen, siswa berlatih kerja secara cermat, teliti, kerjasama, siswa belajar mendengar dan menghargai pandangan orang lain, dan belajar berkomunikasi secara efektif (Suparno, 2012: 29). F. Hukum Archimedes 1. Gaya Apung Suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair mendapat gaya ke atas sehingga benda kehilangan sebagian beratnya (beratnya menjadi berat semu). Dapat pula dikatakan karena tekanan semakin bertambah dengan bertambahnya kedalaman, gaya pada bagian bawah benda yang berada di dalam air lebih besar daripada gaya yang bekerja pada bagian atas benda. Akibatnya, ada selisih gaya yang bekerja pada benda yang sering disebut gaya apung (Kanginan, 2010: 97). mb = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑔𝑟𝑎𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠𝑖 , dengan mb adalah massa benda, sehingga diperoleh gaya apung sebesar: Gaya Apung (Fa) = berat benda di udara (wu) – berat benda di air (wa)

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Gambar 2.1 Gaya apung suatu benda 2. Hukum Archimedes Gambar 2.2 percobaan memahami Hukum Archimedes Memahami adalah arti dari “volume air yang dipindahkan”. Jika batu dicelupkan ke dalam bejana berisi air, permukaan air akan naik (Gambar 2.1). Ini karena volume batu yang menggantikan volume air. Jika batu dicelupkan pada bejana yang penuh berisi air, maka sebagian air akan tumpah dari bejana (Gambar 2.2). Volume air tumpah yang ditampung tepat sama dengan volume batu yang menggantikan air. Jadi, suatu benda yang dicelupkan seluruhnya dalam zat cair selalu

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 menggantikan volume zat cair yang sama dengan volume benda itu sendiri. Archimedes mengaitkan antara gaya apung dengan volume zat cair yang dipindahkan benda (Kanginan, 2013: 270). Dari kedua pernyataan tersebut, Archimedes menemukan hukumnya yang berbunyi: Hukum Archimedes Gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam suatu fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut. a. Penurunan Matematis Hukum Archimedes Munculnya gaya apung adalah konsekuensi dari tekanan zat cair yang meningkat dengan kedalaman. Dengan kata lain, gaya apung terjadi karena makin dalam zat cair, makin besar tekanan hidrostatisnya. Ini menyebabkan tekanan bagian bawah lebih besar daripada tekanan bagian atasnya (Kanginan, 2013: 271).

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Gambar 2.3 Menentukan rumus gaya apung Sebuah silinder dengan tinggi h dan luas A yang tercelup seluruhnya di dalam zat cair dengan massa jenis ρf. Fluida melakukan tekanan hidrostatis P1 = ρgh1 pada bagian atas silinder. Gaya yang berhubungan dengan tekanan ini adalah F1 = P1A = ρfgh1A berarah ke bawah. Dengan cara yang sama, fluida melakukan tekanan hidrostatis F2 = P2A = ρfgh2A berarah ke atas. Resultan kedua gaya ini adalah gaya apung (Fa). Jadi, Fapung = F2 – F1 karena F2 > F1 = P2A – P1A = ρfgh2A - ρfgh1A = ρfgA (h2 – h1) karena h2 – h1 = h = ρfgAh Dimana Ah merupakan volume silinder, sehingga :

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Fapung = ρf x Vbf x g (1) Dengan ρf adalah massa jenis fluida, dan Vbf adalah volume benda yang tercelup dalam fluida. Massa fluida yang dipindahkan adalah mf = ρfVbf, sehingga persamaannya menjadi: Fapung = mf x g (2) Dengan ρf adalah massa jenis fluida dan Vbf volume benda yang tercelup dalam fluida. b. Mengapung, Tenggelam, dan Melayang Ada tiga peristiwa yang terjadi yang berkaitan dengan hukum Archimedes, seperti terapung, tenggelam, dan melayang (Kanginan, 2013: 274). 1) Terapung Gambar 2.4 benda pada peristiwa mengapung Pada saat terapung, besar gaya apung Fapung sama dengan berat benda w = mg. Hanya sebagian volume benda yang tercelup di dalam fluida, sehingga volume fluida yang dipindahkan lebih kecil

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 daripada volume total benda yang mengapung. Syarat terapung yaitu ρfluida > ρbenda. FA = W mf. g = mb. g ρf . g . Vbf = ρb . g . Vb ρf = ρ𝑏 𝑉𝑏 𝑉𝑏𝑓 karena Vb > Vbf maka ρf > ρb Dengan ρf = massa jenis fluida, Vb = volume benda, ρb = massa jenis benda, Vbf = volume benda yang tercelup dan g adalah percepatan gravitasi. Dari persamaan tersebut diketahui bahwa syarat benda mengapung adalah massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis fluida, dikarenakan hanya sebagian volume benda yang tercelup dalam fluida. 2) Melayang Gambar 2.5 benda pada peristiwa melayang

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Pada keadaan melayang, berlaku bahwa gaya apung sama dengan berat benda, dan volume benda yang dipindahkan sama dengan volume benda yang melayang. Syarat melayang yaitu ρfluida=ρbenda. FA = W mf. g = mb. g ρf . g . Vbf = ρb . g . Vb ρf = ρ𝑏 𝑉𝑏 𝑉𝑏𝑓 karena Vb = Vbf maka ρbf = ρb Dari persamaan tersebut diketahui bahwa syarat benda melayang adalah perbandingan antara volume benda tercelup yang tidak mengenai dasar permukaan fluida sama dengan volume benda seluruhnya dan massa jenis benda sama dengan massa jenis fluida. 3) Tenggelam Gambar 2.6 benda pada peristiwa tenggelam

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Pada saat tenggelam, berlaku gaya apung (Fapung) lebih kecil daripada gaya berat benda w = mg. Karena benda tercelup seluruhnya ke dalam fluida, maka volume fluida yang dipindahkan sama dengan volume benda. Syarat tenggelam yaitu ρfluida < ρbenda. Pada keadaan setimbang berlaku: FA + N = W mf. g + N = mb. g ρf . g . Vbf + N = ρb . g . Vb ρf = ρ𝑏 𝑉𝑏 𝑉𝑏𝑓 –N karena Vb = Vbf maka ρb > ρf Dari persamaan tersebut diketahui bahwa syarat benda tenggelam adalah perbandingan volume benda tercelup yang menyentuh dasar permukaan fluida sama dengan volume benda seluruhnya dan massa jenis benda lebih besar dari massa jenis fluida.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 G. Beberapa Penelitian yang Ada Hasil penelitian terdahulu yang relevan sesuai dengan kerangka berpikir dan hasilnya antara lain (Pedha dan Maria dalam Skripsi 2017): 1) Ada peningkatan pengetahuan siswa kelas X SMA Wonogiri dengan menggunakan metode eksperimen pada materi Gaya Gesek. 2) Tidak ada peningkatan nilai pendidikan karakter siswa kelas X SMA Wonogiri dengan menggunakan metode eksperimen pada materi Gaya Gesek. 3) Ada peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Wanukaka dengan menggunakan metode praktikum pada materi Gaya Gesek. 4) Tidak ada peningkatan nilai pendidikan karakter siswa kelas VIII SMP Wanukaka dengan menggunakan metode eksperimen pada materi Gaya Gesek.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental kuantitatif dan kualitatif. Dikatakan eksperimental karena pada penelitian ini ada perlakuan pada partisipan dengan metode eksperimen sederhana (untuk kelas eksperimen) dan metode ceramah (untuk kelas kontrol), dikatakan kuantitatif karena data yang diperoleh berupa skor atau angka, kemudian menggunakan analisis statistik dan diberi penjelasan, sedangkan kualitatif karena data berupa observasi selama penelitian (Suparno, 2010: 133). Metode eksperimen sederhana untuk ingin mengetahui apakah metode ekperimen sederhana berpengaruh terhadap pengetahuan dan nilai karakter dalam penelitian ini. Penelitian ini juga menggunakan kelas kontrol sebagai kelas pembanding. Pada kelas kontrol pembelajaran menggunakan metode ceramah. 39

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 B. Desain Peneitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang termasuk dalam kelompok kuantitatif yaitu penelitian eksperimental, penelitian korelasi, penelitian komparatif kasual, penelitian survey (Suparno, 2010: 135). Pada penelitian ini, digunakan penelitian eksperimental kuantitatif dengan Design Pretest-Posttest Control Group dengan skema sebagai berikut: Treatment group O1 X1 O1 ’ Control group O2 X2 O2’ Keterangan: O1 : Pretest kelas treatment (Kelas XI MIPA 1) X1 : Pembelajaran dengan metode eksperimen (Kelas XI MIPA 1) O1’ : Post-test kelas treatment (Kelas XI MIPA 1) O2 : Pretest kelas kontrol (Kelas XI MIPA 3) X2 : Pembelajaran dengan metode ceramah (Kelas XI MIPA 3) O2’ : Post-test kelas kontrol (Kelas XI MIPA 3) C. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan SMA Negeri 1 Banguntapan Yogyakarta

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh siswa SMA Negeri 1 Banguntapan Yogyakarta 2. Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini siswa-siswi SMA Negeri 1 Banguntapan kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 3 semester genap tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 untuk XI MIPA 1 dan 32 untuk XI MIPA 3. Jumlah keseluruhan siswa XI MIPA 1 dan XI MIPA 3 adalah 64 siswa. E. Variabel Penelitian Variabel adalah suatu konsep yang mengungkapkan kelompok obyek atau hal yang nilainya berbeda-beda (Suparno, 2010. 48). Ada 2 jenis jenis variabel, yaitu: 1. Variabel Bebas Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah perlakuan yang diberikan peneliti terhadap siswa-siswi, yaitu penerapan metode eksperimen sederhana untuk kelas XI MIPA 1 (kelas treatment) dan metode ceramah untuk kelas XI MIPA 3 (kelas kontrol) pada pokok bahasan Hukum Archimedes.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 2. Variabel Terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan siswa dan nilai karakter siswa yang dicapai setelah proses pembelajaran terjadi dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dan ceramah. F. Treatment Treatment adalah perlakuan peneliti kepada subyek yang akan diteliti agar nantinya didapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2010: 51). Treatment yang digunakan dalam penelitian ini adalah penerapan metode eksperimen sederhana pada materi Hukum Archimedes. Siswa dibagi dalam kelompok kecil. Satu kelompok terdiri dari 5 hingga 6 orang. Di dalam kelompok mereka melakukan eksperimen dan mengerjakan LKS. Sebelumnya siswa mengerjakan soal pre-test. Untuk kelas kontrol materi disampaikan dengan menggunakan metode ceramah. Materi pelajaran dijelaskan secara lisan, menunjukkan gambar/video singkat, dan menuliskan bagian-bagian yang penting di papan tulis. Pengajaran dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dan ceramah dapat dilihat pada RPP (lampiran 4 halaman 114) dan LKS (lampiran 5 halaman 136).

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 1. Metode Eksperimen Sederhana Untuk metode eksperimen sederhana, kelas XI MIPA 1 digunakan sebagai sampel kelas eksperimen. Eksperimen sederhana dilakukan selama 4 kali pertemuan. Pertemuan I: a. Pengenalan; b. Pengerjaan pre-test untuk materi Hukum Archimedes. Pertemuan II: a. Percobaan Hukum Archimedes; b. Percobaan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan Hukum Archimedes (terapung, melayang, tenggelam). Pertemuan III: a. Presentasi; b. Penjelasan. Pertemuan IV: a. Pengerjaan post-test terkait eksperimen; b. Pengerjaan kuesioner;

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 2. Metode Ceramah Untuk metode ceramah, kelas XI MIPA 3 digunakan sebagai sampel kelas kontrol. Materi disampaikan dengan metode ceramah dimana siswa hanya diberi penjelasan secara lisan dan menuliskan bagian-bagian penting dari materi di papan tulis agar mudah diingat oleh siswa. Materi disampaikan sebanyak 3 kali pertemuan. Pertemuan I: a. Pengenalan; b. Pengerjaan pre-test tentang Hukum Archimedes; c. Penjelasan materi. Pertemuan II: a. Penjelasan materi; b. Latihan soal Pertemuan III: a. Pengerjaan post-test tentang Hukum Archimedes; b. Pengerjaan kuesioner;

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 G. Instrumen Penelitian Instrumentasi adalah seluruh proses untuk mengumpulkan data. Termasuk didalamnya memilih atau mendesain instrumen dan menentukan agar keadaan instrumen itu dapat digunakan atau dipraktikkan. Termasuk instrumentasi adalah persoalan tentang dimana data akan dikumpulkan, kapan data akan dikumpulkan, instrumen yang mau digunakan, dan siapa yang akan mengumpulkan data. Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Bentuknya berupa: tes tertulis, angket, wawancara, dokumentasi, dan observasi (Suparno, 2010: 55). 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran ini terdiri dari dua instrumen yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa (LKS). a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat agar pembelajaran dapat tersusun dengan baik dan merupakan agenda keseluruhan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan selama pengambilan data. RPP disusun sesuai dengan K 13 dan berdasarkan materi fluida. (Lam. 4 hal. 114). b. Lembar Kerja Siswa Lembar kerja siswa berisi tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan eksperimen sederhana serta pertanyaan-pertanyaan agar kegiatan belajar dapat berjalan lancar dan terarah, sehingga siswa dapat

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 terlibat aktif selama proses pembelajaran berlangsung. (Lampiran 5 halaman 136). c. Bahan Ajar Pokok bahasan yang diajarkan kepada siswa-siswi adalah Hukum Archimedes. Bahan ajar yang disusun disesuaikan dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang berlaku. Bahan ajar yang telah disusun lengkap dapat dilihat pada BAB II. 2. Instrumen Pengambilan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berupa data kuantitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi: Tes tertulis yang terdiri dari pre-test dan post-test, kuesioner, dan observasi untuk mengetahui peningkatan pengetahuan siswa dan perbedaan nilai karakter siswa pada pelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen sederhana pada materi Hukum Archimedes. a. Tes tertulis Tes merupakan sejumlah pertanyaan yang harus ditanggapi seseorang dengan tujuan untuk mengukur kemampuan atau mengungkapkan aspek tertentu dari orang yang dikenai tes tersebut. Umumnya tes digunakan sebagai cara untuk menentukan tingkat pemahaman siswa terhadap suatu materi

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 yang akan atau yang telah diberikan. Tingkat pemahaman yang dimaksud berupa hasil belajar kognitif. Ada dua bentuk tes : i) Pre-test Pre-test diberikan sebelum pembelajaran dimulai. Pretest bertujuan untuk mengetahui pemahaman awal peserta didik tentang konsep-konsep pada materi Hukum Archimedes. Soal pre-test sebanyak 10 butir soal yang terdiri dari aspek pengetahuan, analisis, dan penerapan. ii) Post-test Post-test diberikan setelah pembelajaran selesai. Post-test bertujuan untuk mengetahui pemahaman peserta didik tentang konsep-konsep Hukum Archimedes setelah pembelajaran. Soal post-test sebanyak 10 butir yang terdiri dari aspek pengetahuan, analisis, dan penerapan. Berikut kisi-kisi soal pretest dan posttest yang digunakan dalam penelitian: Tabel 3.1. Kisi-Kisi Soal Pre-test dan Post-test Kompetensi Dasar Aspek Kognitif Indikator Bentuk Tes tertulis No. Soal Mengidentifi kasi Hukum Archimedes, penurunan matematis Hukum Pemahaman Memahami 1. Gaya Archimedes yang bekerja pada 1, 2, Hukum sebuah benda didalam zat cair 3, 6 sebanding dengan … Archimedes 2. Syarat sebuah benda dapat melayang di dalam suatu zat cair adalah . . . . .

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Archimedes, dan peristiwa mengapung, tenggelam, dan melayang. 3. Sebuah benda dapat tenggelam dalam zat cair karena . . . . 4. Apa syarat sebuah benda untuk tenggelam, melayang dan terapung dalam suatu zat cair! Analisis Menganalisi 5. Sebuah batu memiliki berat 30 N di s hubungan udara dan 21 N di dalam air. Massa antara gaya, jenis batu tersebut adalah . . . . massa jenis 6. Sekeping mata ulang logam jika dicelupkan dalam fluida A dengan fluida, volume, dan 𝜌A = 0,8 g/cm3 menglami gaya gravitasi keatas sebesar FA dan jika dicelupkan dalam fluida B dengan 𝜌B = 0,7 g/cm3 mengalami gaya Archimedes sebesar FB. Perbandingan kedua gaya tersebut FA : FB adalah . . . 7. Buktikan bahwa ketika sebuah benda yang memiliki massa jenis 𝜌1 3 dan terapung dengan bagian 4 volumenya tercelup ke dalam fluida, 4 massa jenis fluida 𝜌2 = 𝜌1. 4, 5, 7, 8, 9 3 Penerapan 8. Berat sebuah benda diudara 50 N. Jika ditimbang dalam air, beratnya menjadi 45 N. Hitung : (a) gaya keatas yang dialami benda tersebut, (b) massa jenis benda tersebut.. 9. Sebuah balok dengan ukuran 0,2m x 0,1m x 0,3m yang digantung vertikal pada seutas kawat ringan. Tentukan gaya apung pada balok jika balok itu dicelupkan seluruhnya dalam minyak (ρ = 800 kg/m3) Menunjukk 10. Sebutkan 2 contoh peristiwa benda an peristiwa melayang dan terapung dalam mengapung, kehidupan sehari-hari. tenggelam, dan melayang 10

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 b. Kuesioner (Angket) Kuesioner/angket adalah sejumlah pernyataan tertulis untuk memperoleh informasi dari responden yang ingin diketahui (Suparno, 2010: 61). Kuesioner ini bersifat tertutup dimana responden tinggal memilih, jawaban sudah disediakan dan juga bersifat langsung dimana responden menjawab tentang dirinya serta bentuknya berupa pilihan ganda. Kuesioner diberikan sesudah pembelajaran pada kelas eksperimen sederhana dan kelas kontrol dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan nilai karakter siswa saat pembelajaran menggunakan treatment dan ceramah. Pada penelitian ini, peneliti hanya mengambil 5 nilai karakter yaitu kerja sama, tanggungjawab, disiplin, kejujuran, dan rasa ingin tahu. Nilai karakter tersebut sering menjadi acuan saat mengajar dan melakukan eksperimen di kelas. Selain itu, kelima nilai karakter tersebut menjadi pedoman untuk membentuk nilai karakter lainnya. Berikut merupakan kisi-kisi kuesioner nilai karakter yang digunakan dalam penelitian. Kisi-kisi nilai karakter siswa dapat dilihat pada tabel 3. 2 dan 3. 3 berikut:

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Tabel 3.2. Kisi-Kisi Pembuatan Angket Untuk Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana No. Nilai Karakter Indikator 1 Kerja sama a. Siswa saling berdiskusi dengan teman sekelompok saat kegiatan eksperimen sederhana dilakukan b. Siswa turut serta dalam penyimpulan hasil eksperimen sederhana c. Setiap siswa dalam kelompok mempunyai peran selama eksperimen sederhana d. Setiap siswa saling berbagi ilmu dan tugas dengan teman satu kelompok 1. Saya berdiskusi bersama teman saat melakukan eksperimen sederhana 2. Saya ikut ambil bagian dalam menyimpulkan hasil eksperimen sederhana 3. Saya turut serta dalam pelaksanaan eksperimen sederhana 4. Saya membantu teman kelompok yang tidak memahami eksperimen a. Siswa melaksanakan dan menyelesaikan eksperimen sederhana hingga selesai b. Siswa menyumbang gagasan saat melakukan eksperimen sederhana c. Siswa dalam kelompok merapikan dan membersihkan alat setelah digunakan untuk eksperimen d. Siswa berhati-hati saat menggunakan alat eksperimen 5. Saya melaksanakan, menjaga kerapian, 5, 6, 7, 8 kebersihan, dan dapat menyelesaikan eksperimen dengan baik 6. Saya ikut menyumbang gagasan pada saat melakukan eksperimen sederhana 7. Saya turut merapikan dan membersihkan alat setelah digunakan untuk eksperimen 8. Saya berhati-hati dalam menggunakan alat agar tidak rusak 2 Tanggung jawab Pernyataan No. Soal 1, 2, 3, 4

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 3 Displin a. Siswa masuk kelas tepat waktu b. Siswa memulai eksperimen sederhana tepat waktu c. Siswa dapat menyelesaikan ekperimen sederhana sesuai waktu yang diberikan guru d. Setiap siswa harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan 9. Saya masuk kelas tepat waktu 10. Saya memulai eksperimen sederhana tepat waktu 11. Saya dapat menyelesaikan eksperimen tepat waktu 12. Saya mengikuti aturan yang ditetapkan guru saat melaksanakan eksperimen 9, 10, 11, 12 4 Kejujuran a. Siswa mencatat data sesuai yang diperoleh b. Siswa menyimpulkan hasil eksperimen sederhana berdasarkan data c. Siswa sungguh terlibat mengerjakan eksperimen sederhana dalam kelompok d. Siswa tidak boleh memanipulasi data eksperimen 13. Saya mencatat semua data sesuai yang diperoleh saat 13, 14, eksperimen 14. Saya menyimpulkan hasil 15, 16 eksperimen berdasarkan hasil pengamatan 15. Saya sungguh terlibat dalam mengerjakan eksperimen sederhana di kelompok 16. Saya tidak setuju ketika ada teman kelompok meminta untuk memanipulasi data eksperimen yang diperoleh 5 Rasa ingin tahu a. Siswa bertanya pada teman atau guru b. Siswa mencari sumber lain selain apa yang dipelajari c. Siswa melakukan percobaan berkali-kali d. Siswa membaca teori dan langkah kerja sebelum eksperimen 17. Saya bertanya kepada teman atau guru 18. Saya mencari sumber lain selain apa yang saya pelajari 19. Saya melakukan percobaan berkali-kali 20. Saya membaca mengenai teori dan langkah kerja sebelum melakukan eksperimen 17, 18, 19, 20

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 3.3. Kisi-Kisi Pembuatan Angket Untuk Nilai Karakter Kelas Kontrol No. 1 Nilai Karakter Indikator Kerjasama a. Siswa saling berdiskusi dengan teman sebangku saat pembelajaran di kelas b. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan c. Siswa turut serta menyimpulkan materi yang disampaikan oleh guru d. Siswa saling membantu saat pembelajaran Pernyataan 1. Saya senang berdiskusi bersama teman sebangku saat pembelajaran 2. Saya mengerjakan tugas yang diberikan saat pembelajaran 3. Saya turut menyimpulkan materi yang disampaikan oleh guru 4. Saya membantu teman kalau ada yang bertanya (diluar tes) No. Soal 1, 2, 3, 4 2 Tanggung jawab a. Siswa melaksanakan dan menyelesaikan tugas hingga selesai b. Siswa menyumbang gagasan saat pembelajaran c. Siswa mendengarkan penjelasan dengan sungguh-sungguh d. Siswa membicarakan hal yang berkaitan dengan materi 5. Saya melaksanakan dan menyelesaikan tugas hingga selesai 6. Saya menyumbang gagasan saat pembelajaran 7. Saya mendengarkan penjelasan dengan sungguhsungguh 8. Saya tidak berbicara dengan teman diluar pembelajaran 5, 6, 7, 8 3 Disiplin a. Siswa masuk kelas tepat waktu b. Siswa memulai mengerjakan tugas tepat waktu c. Siswa dapat menyelesaikan tugas sesuai waktu yang diberikan guru d. Siswa dapat mengumpulkan tugas tepat waktu 9. Saya masuk kelas tepat waktu 10. Saya memulai mengerjakan tugas tepat waktu 11. Saya dapat menyelesaikan tugas tepat waktu 12. Saya mengumpulkan tugas tepat waktu 9, 10, 11, 12 4 Kejujuran a. Siswa mengumpulkan tugas yang 13. Saya mengumpulkan tugas di kerjakannya sendiri yang saya kerjakan sendiri b. Siswa tidak mencontek hasil 14. Saya tidak mencontek hasil pekerjaan temannya pekerjaan temannya 13, 14, 15, 16

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 c. Siswa mengerjakan sendiri tugas yang diberikan tanpa bertanya kepada teman d. Siswa berani menolak ketika teman meminta jawaban saat ujian 5 Rasa Ingin a. Siswa bertanya pada teman atau Tahu guru tentang materi pembelajaran b. Siswa mencari sumber lain selain apa yang dipelajari c. Siswa mengerjakan tugas sebanyak mungkin untuk lebih memahami materi d. Siswa membuat daftar pertanyaan untuk ditanyakan saat pembelajaran 15. Saya mengerjakan sendiri tugas yang diberikan tanpa bertanya kepada teman 16. Saya berani menolak ketika teman meminta jawaban saat ujian 17. Saya bertanya pada teman atau guru tentang materi pembelajaran 18. Saya mencari sumber lain selain apa yang dipelajari 19. Saya mengerjakan tugas sebanyak mungkin untuk lebih memahami materi 20. Saya membuat daftar pertanyaan untuk ditanyakan saat pembelajaran c. Observasi Observasi adalah pengamatan sekaligus pencatatan secara urut yang terdiri dari unsur-unsur yang bermunculan dalam suatu fenomena-fenomena dalam objek penelitian (Suparno, 2014: 50). Sedangkan menurut KBBI, observasi adalah peninjauan secara cermat, mengamati, atau mengawasi dengan teliti. Observasi digunakan untuk melihat aspek yang diteliti secara langsung. Aspek yang diteliti sesuai dengan kuesioner. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung di kelas treatment dan di kelas kontrol. Selain dipantau secara langsung selama pembelajaran, observasi juga dilakukan dengan merekam kegiatan pembelajaran dalam bentuk video 17, 18, 19, 20

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 agar lebih membantu peneliti dalam melihat situasi di kelas untuk mendukung kuesioner. H. Validitas Instrumen Validitas mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan (valid untuk). Suatu tes disebut valid bila sesuai dengan tujuan penelitian (Suparno, 2014: 65). Validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah validasi isi (content validity). Untuk melihat validan isi instrumen tes yang dibuat, dapat ditentukan dengan minimal dua cara, yaitu (Suparno, 2014: 66): 1) Dengan menggunakan kisi-kisi yang menunjukkan bahwa instrumen itu memang memuat isi yang akan diteskan, bukan hanya sebagian saja; 2) Dengan meminta penilaian dari ahli, apakah memang tes tersebut sungguh sesuai dengan isi yang mau dites. Instrumen yang perlu divalidasi adalah soal pretest-posttest. Instrumen tersebut sudah dibuat berdasarkan kisi-kisinya. Kisi-kisi kuesioner terdapat pada tabel 3. 2 dan 3. 3. Kisi-kisi pretest-posttest berada di sub bab instrumen. Instrumen sudah divalidasi oleh ahli dengan keterangan sebagai berikut: Soal pretest-posttest divalidasi oleh Drs. Domi Severinus, M.Si selaku ahli dalam bidang Mekanika.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 I. Analisa Hasil Belajar Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif. Teknik analisa data menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciens) versi 17.00. Berikut ini beberapa tahap dalam menganalisa hasil belajar peserta didik: 1. Penskoran Hasil Tes Data yang diperolah dari skor pre-test dan skor post-test kemudian dianalisis secara kuantitatif. Soal pre-test dan post-test terdiri dari masing-masing 10 butir soal dimana 5 butir soal pilihan ganda dan 5 butir soal lainnya essay. Skor maksimal untuk pilihan ganda adalah nilai 1. Sedangkan skor maksimal masing-masing soal essay disesuaikan dengan bobot soal. Rubrik penilaian skor (rubrik skoring) telah di tetapkan seperti tabel berikut: Tabel 3.4. Rubrik Skoring Hasil Belajar No. Soal 6 7 Indikator Skor  Peserta didik tidak menulis jawaban  Jika jawaban salah  Jika jawaban benar dan penjelasan proses salah  Jika jawaban salah dan penjelasan proses benar  Jika jawaban benar dan penjelasan proses kurang terinci  Jawaban jawaban benar dan penjelasan proses lengkap  Peserta didik tidak menulis jawaban  Jika jawaban salah 0 Skor Maksimal 1 2 3 4 5 0 1-2 5

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 8 9 10  Jika jawaban benar dan penjelasan proses salah  Jika jawaban salah dan penjelasan proses benar  Jika jawaban benar dan penjelasan proses kurang terinci  Jawaban jawaban benar dan penjelasan proses lengkap  Peserta didik tidak menulis jawaban  Jika jawaban salah  Jika jawaban benar dan penjelasan proses salah  Jika jawaban salah dan penjelasan proses benar  Jika jawaban benar dan penjelasan proses kurang terinci  Jawaban jawaban benar dan penjelasan proses lengkap  Peserta didik tidak menulis jawaban  Jika jawaban salah  Jika jawaban benar dan penjelasan proses salah  Jika jawaban salah dan penjelasan proses benar  Jika jawaban benar dan penjelasan proses kurang terinci  Jawaban jawaban benar dan penjelasan proses lengkap  Peserta didik tidak menulis jawaban  Jika jawaban salah  Jika jawaban benar dan penjelasan proses salah  Jika jawaban salah dan penjelasan proses benar  Jika jawaban benar dan penjelasan proses kurang terinci  Jawaban jawaban benar dan penjelasan proses lengkap Skor Total 3-4 10 5-6 7-9 10 0 1-2 3-4 10 5-6 7-9 10 0 1-2 3-5 15 6-9 10-14 15 0 1 2 5 3 4 5 45

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Skor hasil belajar siswa yaitu jumlah skor setiap siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali seratus. 𝑆𝑘𝑜𝑟 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑥 100 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 Setelah diperoleh skor dari setiap peserta didik, skor tersebut diklasifikasikan berdasarkan tingkatnya: Tabel 3.5. Klasifikasi Tingkat Pengetahuan Hasil Belajar Siswa Rata-Rata Nilai Klasifikasi 81 – 100 Sangat Baik 61 – 80 Baik 41 – 60 Cukup 21 – 40 Kurang 0 – 20 Sangat Kurang Soal pre-test dan post-test diberi skor untuk jawaban siswa atas pertanyaan yang diajukan. Penskoran pre-test dan post-test didasarkan pada tabel di atas. Soal pretest posttest terdiri dari 10 pertanyaan. a) Skor untuk setiap siswa Skor minimal :0 Skor maksimal : 100 Range : 100 – 0 = 100

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 b) Pembagian interval Range dibagi dalam 5 interval 100 : 5 = 20. Maka, lebar interval adalah 20 Skor nilai pengetahuan tiap siswa diklasifikasi berdasarkan interval seperti pada tabel berikut: Tabel 3.6. Klasifikasi Hasil Belajar Peserta Didik Nilai Karakter Siswa No. Interval f (x) Presentase (%) Keterangan 1 81 – 100 Sangat Baik 2 61 – 80 Baik 3 41 – 60 Cukup 4 21 – 40 Kurang 5 0 – 20 Sangat Kurang Keterangan : f (x) : jumlah siswa Perhitungan persentase untuk setiap nilai karakter siswa dengan menggunakan persamaan berikut: Persentase (%) = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑓(𝑥) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 x 100%

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 2. Pengujian Tes Skor yang dihasilkan dari pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan uji-T. Data dianalisis melalui beberapa tahap tujuannya untuk mengetahui apakah metode eksperimen sederhana dan metode ceramah aktif dapat meningkatkan tingkat pemahaman siswa. Uji T digunakan dengan tingkat signifikan 0,05. Berikut adalah langkah pengujian yang dilakukan: a. Uji T independen untuk membandingkan nilai pre-test kelas eksperimen sederhana (X1) dan kelas kontrol (X2). Analisa ini untuk melihat tingkat pemahaman awal dari kedua kelas tersebut. b. Uji T dependen untuk membandingkan nilai pre-test dan post-test untuk kelas eksperimen sederhana (X1). c. Uji T dependen untuk membandingkan nilai pre-test dan post-test untuk kelas kontrol (X2). d. Uji T independen untuk membandingkan nilai post-test untuk kelas eksperimen sederhana (X1) dan kelas kontrol (X2). Analisa ini untuk melihat tingkat pemahaman akhir dari kedua kelas tersebut.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 3. Rumus Uji T Skor pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan uji-T jika dihitung secara manual dapat menggunakan rumus sesuai dengan yang diinginkan. Berikut rumus uji T independen dan dependen yang dapat digunakan, yaitu: a. Uji T Independent (Independent Samples T Test) Untuk mengetahui tingkat pemahaman awal dari kedua kelas, maka pre-test kedua kelas dibandingkan menggunakan uji T independen. Independent Samples T Test digunakan untuk membandingkan dua kelompok yang independen. Dalam sebuah penelitian, lazim membandingkan dua treatment (Suparno, 2016: 82). Persamaan umum uji T kelompok independen adalah sebagai berikut: 𝑡𝑜𝑏𝑠 = (𝑥̅1 − 𝑥̅2 ) 𝑆2 𝑆2 √[ 1 + 2 ] 𝑛1 𝑛2 Keterangan: 𝑛1 = 𝑛2 = Jumlah anggota masing-masing kelompok 𝑥̅1 = nilai rata-rata kelompok 1 𝑠1 = standar deviasi kelompok 1 𝑥̅2 = nilai rata-rata kelompok 2

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 𝑠2 = standar deviasi kelompok 2 Apabila nilai p < α, maka signifikan. Dimana α = 0,05. b. Uji T Dependent (Paired Samples T Test) Untuk melihat peningkatan pemahaman (kelas eksperimen sederhana dan kelas kontrol) maka hasil pre-test dan post-test dari masing-masing kelas harus dibandingkan dengan menggunakan uji T dependen. Paired Samples T Test digunakan untuk mengetes dua kelompok dependen atau satu kelompok yang dites dua kali, yaitu pada pretest dan posttest. Kelompok dependen adalah kelompok yang saling tergantung, berkaitan, atau bahkan sama (Suparno, 2016: 87). Persamaan umum uji T kelompok dependen adalah sebagai berikut: |𝑇𝑟𝑒𝑎𝑙 | = (𝑥 ̅1 − 𝑥̅ 2 ) (𝛴𝐷)2 2 [𝛴𝐷 − √ 𝑁 ] 𝑁 (𝑁 − 1) Keterangan: 𝑥̅1 = nilai pre-test 𝑥̅2 = nilai post-test D = perbedaan nilai (𝑥̅1 − 𝑥̅2 ) N = jumlah pasangan Apabila nilai p < α, maka signifikan dengan α = 0,05 . Maka terjadi peningkatan pemahaman siswa.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 J. Analisa Nilai Karakter Siswa Skor nilai karakter yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data berupa skor dianalisis secara kuantitatif menggunakan teknik analisa data menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciens) versi 17.00. Sedangkan, hasil observasi saat pembelajaran dianalisis secara kualitatif. Berikut ini tahap dalam menganalisa hasil nilai karakter peserta didik: 1. Penskoran Kuesioner Untuk mengetahui nilai karakter siswa, peneliti menggunakan kuesioner nilai karakter. Untuk data kuesioner nilai karakter siswa dilakukan penskoran jawaban agar memudahkan pengelompokan jawaban. Adapun penskoran dilakukan sebagai berikut: Tabel 3.7. Penskoran kuesioner Skala Pengukuran Skor Sangat Setuju (SS) 4 Setuju (S) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Kuesioner berisi 20 butir pertanyaan dengan 4 (empat) pilihan jawaban untuk mengukur nilai karaktrer siswa.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 c) Skor untuk setiap siswa Skor minimal : 1 x 20 = 20 Skor maksimal : 4 x 20 = 80 Range : 80 – 20 = 60 d) Pembagian interval Range dibagi dalam 4 interval 60 : 4 = 15. Maka, lebar interval adalah 15 Skor nilai karakter tiap siswa diklasifikasi berdasarkan interval seperti pada tabel berikut: Tabel 3.8. Klasifikasi Nilai Karakter Siswa Nilai Karakter Siswa No. Interval f (x) Presentase (%) Keterangan 1 66 – 80 Sangat Berkarakter 2 51 – 65 Berkarakter 3 36 – 50 Kurang Berkarakter 4 20 – 35 Sangat Tidak Berkarakter Keterangan : f (x) : jumlah siswa Perhitungan persentase untuk setiap nilai karakter siswa dengan menggunakan persamaan berikut: Persentase (%) = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑓(𝑥) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 x 100 %

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 2. Pengujian Kuesioner Skor yang dihasilkan dari kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji-T. Data dianalisis untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat nilai karakter peserta didik antara kelas treatment dan kelas kontrol. Uji T digunakan dengan adalah uji T independent dengan tingkat signifikan 0,05. Uji T independen untuk membandingkan nilai kuesioner antara kelas eksperimen sederhana (X1) dan kelas kontrol (X2). Analisa ini untuk melihat tingkat nilai karakter dari kedua kelas tersebut. 3. Rumus Uji T Independen Untuk mengetahui perbedaan tingkat nilai karakter dari kelas eksperimen sederhana dan kelas ceramah, maka hasil kuesioner kedua kelas dibandingkan menggunakan uji T independen. Persamaan umum uji T kelompok independen adalah sebagai berikut: 𝑡𝑜𝑏𝑠 = (𝑥̅1 − 𝑥̅2 ) √[ 𝑆1 2 𝑆22 + ] 𝑛1 𝑛2 4. Analisis Hasil Observasi Selain menggunakan kuesioner, observasi juga digunakan untuk mengetahui nilai karakter siswa. Untuk data observasi nilai karakter siswa dilakukan pengamatan secara langsung yang berkaitan dengan aspek yang diteliti.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta, yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2018. Subyek penelitian ini adalah peserta didik XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 orang dan peserta didik kelas XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 32 orang. Penelitian dilakukan saat jam pelajaran fisika karena materi yang akan digunakan sebagai bahan penelitian sama dengan materi yang sedang diajarkan atau sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Ada 2 tahap yang dilakukan peneliti selama pelaksanaan penelitian, yaitu tahap perijinan dan tahap pelaksanaan penelitian. Berikut adalah kegiatan yang dilakukan selama penelitian: 1. Tahap Perizinan Pelaksanaan Penelitian Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu mengurus surat perizinan dari kampus, kesbangpol, dan dikpora. Surat-surat tersebut merupakan persyaratan yang harus dipenuhi yang ditetapkan oleh SMA Negeri 1 Banguntapan. Berikut ini rincian perizinan yang telah dilakukan: 65

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Tabel 4.1. Perincian Kegiatan yang Dilakukan Selama Perijinan Penelitian No. Hari/Tanggal Kegiatan 1. 30 Juli 2018 Mengurus surat ijin melakukan penelitian dari sekretariat JPMIPA USD. 2. 30 Juli 2018 Menemui guru mata pelajaran fisika dan Humas sekolah untuk melaksanakan penelitian. 3. 31 Juli 2018 Mengurus surat rekomendasi penelitian di KESBANGPOL DIY dengan menyertakan proposal dan surat ijin melakukan penelitian dari sekretariat JPMIPA USD yang ditujukan ke sekolah SMA Negeri 1 Banguntapan. 4. 31 Juli 2018 Setelah mendapat surat pengantar, surat tersebut di serahkan ke DIKPORA DIY agar dikeluarkan surat rekomendasi penelitian. 5. 01 Agustus 2018 Mengambil surat rekomendasi penelitian di Dikpora DIY 6. 02 Agustus 2018 Mengantar surat perijinan di sekolah dan mengatur jadwal pengambilan data dengan guru mata pelajaran. 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian Dibawah ini dijelaskan proses pembelajaran di kelas eksperimen sederhana dan kelas ceramah. Untuk kelas eksperimen sederhana pembelajaran dilakukan selama 2 minggu dengan 4 kali pertemuan. Sedangkan, untuk kelas ceramah pembelajaran dilakukan selama 2 minggu dengan 3 kali pertemuan. Berikut penjelasan proses pembelajaran pada masing-masing kelas, yaitu:

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 a. Kelas Eksperimen Sederhana (XI MIPA 1) Tabel dibawah ini menggambarkan rincian kegiatan pelaksanaan penelitian di kelas XI MIPA 1. Tabel 4.2. Rincian Kegiatan Pelaksanaan Penelitian di Kelas XI MIPA 1 Pertemuan Hari/Tanggal Waktu Kegiatan I Rabu, 03 Oktober 2018 14.00-15.30 Perkenalan dan Pretest II Kamis, 04 Oktober 2018 10.15-11.45 Pembagian kelompok eksperimen, melakukan eksperimen berdasarkan LKS 1 dan 2. III Rabu, 10 Oktober 2018 14.00-15.30 Presentasi, Tanya jawab, pengulasan materi tentang Hukum Archimedes, dan latihan soal. IV Kamis, 11 Oktober 2018 10.15-11.45 Posttest dan pengisian kuesioner. Adapun proses pelaksanaan penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertemuan pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Oktober 2018. Sebelum memulai pembelajaran, peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada peserta didik dan menyampaikan tujuan kedatangan di SMA Negeri 1 Banguntapan. Setelah selesai perkenalan, soal pretest dibagikan kepada peserta didik. Soal pretest dikerjakan selama ± 40 menit. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan penjelasan materi tentang tekanan, tekanan

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 hidrostatis, hukum pokok hidrostatistika, penerapan hukum pokok hidrostatistika dan latihan soal. Setelah semua materi disampaikan, pembelajaran diakhiri dengan doa bersama. Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Oktober 2018. Sebelum memulai pembelajaran, peneliti memberi salam, menanyakan kabar, dan mengabsen peserta didik. Aktivitas pembelajaran dikelas dimulai setelah semua peserta didik siap untuk belajar. Peserta didik dibagi dalam 6 kelompok. Selanjutnya, penjelasan tentang LKS 1 dan sekaligus menjelaskan tentang LKS 2 berdasarkan percobaannya masing-masing. Eksperimen tidak dilakukan diluar kelas, mengingat kelas lain juga sedang belajar. Peserta didik sangat antusias saat melakukan eksperimen dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Kerjasama antar kelompok juga dapat dilihat dari pembagian tugas oleh masing-masing anggota kelompok. Selain itu, peserta didik serius dalam melakukan percobaan, semua perhitungan dan pertanyaan diselesaikan tepat waktu. Eksperimen berlangsung sesuai dengan waktu yang disediakan. Secara garis besar, tidak ada kendala saat melakukan eksperimen. Setelah selesai percobaan, peserta didik langsung membereskan alat praktikumnya.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Saat pelajaran akan selesai, peneliti mengingatkan kembali untuk mempersiapkan presentasi di pertemuan selanjutnya. Setelah bel berbunyi, pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam. Pertemuan ketiga Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Oktober 2018. Sebelum memulai pembelajaran, peneliti memberi salam, menanyakan kabar, dan mengabsen peserta didik. Peserta didik diminta untuk duduk berdasarkan kelompoknya. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya dan kelompok yang lain memberi tanggapan tentang hasil yang diperoleh setiap kelompok. Banyak tanggapan dari peserta didik, ada yang bertanya dan ada yang membantu menjawab kelompok yang sedang presentasi saat ditanyakan oleh kelompok lain. Pertanyaannya berupa hal-hal yang menyebabkan perbedaan antara hasil yang diperoleh kelompok yang bersangkutan. Setelah selesai presentasi, peneliti menjelaskan tentang percobaan yang telah dilakukan seperti gaya apung, bunyi Hukum Archimedes, dan peristiwa pada Hukum Archimedes. Untuk lebih memahami, peneliti memberi latihan soal. Soal latihan dikerjakan dengan cepat karena soal latihannya mirip dengan perhitungan pada LKS. Setelah bel berbunyi, pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Pertemuan keempat Pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Oktober 2018. Soal posttest dibagikan kepada peserta didik. Pada saat posttest dua peserta didik berhalangan hadir sehingga jumlah peserta didik yang mengikuti posttest sebanyak 32 orang. Peserta didik serius dalam mengerjakan soal tersebut, tidak ada yang saling bertanya selama ujian. Soal posttest dikerjakan selama ± 60 menit. Saat peserta didik sedang mengerjakan, kuesioner dibagikan, pensil dan pulpen sebagai kenangkenangan dengan berjalan ditiap meja. Setelah selesai, soal posttest dan kuesioner dikumpulkan lagi karena soal tersebut menjadi jawaban siswa karena lembar jawaban siswa disatukan dengan soalnya. Setelah semua sudah terkumpul, peneliti berpamitan kepada kelas XI MIPA 1 dan mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan bantuannya selama penelitian. Pembelajaran hari itu diakhiri dengan doa bersama dan salam. Sebelum meninggalkan kelas, diadakan sesi foto bersama.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 b. Kelas Kontrol (XI MIPA 3) Tabel 4.3 menggambarkan rincian kegiatan pelaksanaan penelitian di kelas XI MIPA 3. Tabel 4.3. Rincian Kegiatan Pelaksanaan Penelitian di Kelas XI MIPA 3 Pertemuan Hari/Tanggal Waktu Kegiatan I Senin, 01 Oktober 2018 14.00-15.30 Perkenalan dan Pretest II Selasa, 02 Oktober 2018 14.00-15.30 Penyampaian materi Hukum Archimedes dengan menggunakan metode ceramah aktif. III Selasa, 08 Oktober 2018 14.00-15.30 Posttest dan kuesioner. pengisian Adapun proses pelaksanaan penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 1 Oktober 2018. Sebelum memulai pembelajaran, peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada peserta didik dan menyampaikan tujuan kedatangan di SMA Negeri 1 Banguntapan. Menjelaskan tujuan pembelajaran bahwa akan diadakan pretest tentang Hukum Archimedes sebelum pembelajaran dimulai sebagai pemahaman awal, lalu penyampaian materi, dan setelah itu diadakan posttest tentang Hukum Archimedes.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Setelah selesai perkenalan, soal pretest dibagikan kepada peserta didik. Pada saat pretest satu peserta didik tidak hadir. Soal pretest dikerjakan selama ± 30 menit. Kemudian kegiatan pembelajaran dilanjutkan tentang materi tekanan, tekanan hidrostatis, hukum pokok hidrostatistika dan penerapannya. Pembelajaran berlangsung dengan baik sampai bel berbunyi. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam. Pertemuan kedua Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 2 Oktober 2018. Peneliti membuka pelajaran dengan memberi salam, menanyakan kabar, dan mengabsen peserta didik. Kemudian mereview materi yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya dan memberikan kesempatan pada peserta didik yang ingin bertanya. Setelah semua sudah siap mengikuti pelajaran dilanjutkan menjelaskan materi Hukum Archimedes. Peserta didik dibagikan hand out berupa materi Hukum Archimedes. Penjelaskan dimulai dengan menjelaskan tentang gaya apung dan bunyi Hukum Archimedes berdasarkan fenomena. Kemudia menggambar benda I dengan keadaan terapung, benda II dengan keadaan melayang, dan benda III dengan keadaan tenggelam. Setelah menggambar benda, dilanjutkan dengan menjelaskan tentang

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 gaya-gaya yang bekerja dan arah gaya tersebut pada masing-masing benda. Setelah selesai menjelaskan, peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya. Latihan soal diberikan untuk dipelajari sebagai bahan postest. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam. Pertemuan ketiga Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Oktober 2018. Soal posttest dibagikan kepada peserta didik. Pada saat posttest satu peserta didik tidak hadir, sehingga jumlah siswa yang hadir sebanyak 33 orang. Soal posttest dikerjakan selama ± 60 menit. Saat peserta didik sedang mengerjakan soal, peneliti membagikan kuesioner, pensil dan pulpen sebagai kenang-kenangan dengan berjalan ditiap meja dan menjelaskan bahwa kuesioner dapat diisi setelah soal dikerjakan. Setelah selesai, soal posttest dan kuesioner dikumpulkan lagi karena soal tersebut menjadi jawaban siswa karena lembar jawaban siswa disatukan dengan soalnya. Setelah semua jawaban siswa terkumpul, peneliti berpamitan kepada kelas XI MIPA 3 dan mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan bantuannya selama penelitian. Pembelajaran hari itu diakhiri dengan doa bersama dan salam. Sebelum meninggalkan kelas, diadakan sesi foto bersama.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 B. Data dan Analisis Data Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan pengujian tes untuk data skor peserta didik dan data kuesioner. Berikut ini beberapa pengujian yang dilakukan pada data skor hasil tes: 1. Uji Normalitas Ada 2 hal yang menandai statistik parametrik yaitu: (1) data dengan skala interval atau rasio, dan (2) berdistribusi normal (Andi, 2015: 51). Data berdistribusi normal harus dilakukan dengan Uji Normalitas dari setiap data yang dianalisis. Hal tersebut merupakan persyaratan yang harus dipenuhi pada Uji Parametrik. Uji Normalitas bersifat mutlak, artinya data yang akan dianalisis menggunakan analisis Paired Samples Test dan Independent Samples T Test sudah merupakan data yang normal dimana nilai signifikan > 0,05. Berikut uji normalitas untuk data pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol: Tabel 4.4. Hasil Statistik Uji Normalitas Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol Tests of Normality Kelas Kolmogorov-Smirnova Statistic Shapiro-Wilk Sig. Df Statistic Sig. df Pre-Test Eksperimen .129 32 .188 .961 32 .294 Post-Test Eksperimen .144 32 .088 .937 32 .063 Pre-Test Kontrol .129 32 .188 .949 32 .136 Post-Test Kontrol .141 32 .107 .937 32 .064 Hasil Belajar Siswa

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Berdasarkan output SPSS, diperoleh nilai signifikan > 0,05 baik dengan menggunakan analisis Kolmogorov-Smirnova maupun ShapiroWilk untuk semua nilai pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Sehingga data tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik yaitu Paired Samples Test dan Independent Samples T Test. 2. Data dan Analisis Berikut ini merupakan data hasil tes peserta didik kelas eksperimen sederhana dan kelas ceramah berupa pretest dan posttest yang dianalisis mengguanakan uji T. a. Data Pretest dan Posttest Peserta Didik Data pretest dan posttest pengetahuan peserta didik kelas eksperimen sederhana (XI MIPA 1) dan kelas kontrol (XI MIPA 3) dapat dilihat pada tabel 4.5 dibawah ini: Tabel 4.5. Daftar Nilai Pretest dan Posttest Peserta Didik XI MIPA 1 Kode Siswa XI MIPA 3 Pre-test Post-test Pre-test Post-test 1 8 80 20 58 2 26 88 30 64 3 26 92 40 54 4 36 78 46 98 5 20 94 26 90 6 26 70 30 52

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 7 26 90 26 36 8 26 100 36 54 9 40 98 26 48 10 30 70 26 44 11 20 86 26 68 12 14 74 24 66 13 42 84 24 52 14 20 74 28 60 15 34 90 20 46 16 14 72 28 42 17 46 96 36 42 18 18 90 18 50 19 28 74 42 52 20 26 90 36 70 21 20 98 34 64 22 24 76 14 84 23 28 74 20 68 24 24 84 28 62 25 6 68 20 54 26 28 72 20 70 27 16 68 40 66 28 46 96 14 64 29 20 82 20 42 30 34 86 34 92 31 20 90 44 66

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 32 14 88 46 62 Jumlah 806 2672 922 1940 Rata-rata 25,19 83,5 28,81 60,63 b. Analisis Kemampuan Awal Pengetahuan Peserta Didik Untuk mengetahui pengetahuan peserta didik pada kemampuan awal peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka skor hasil pretest kedua kelas tersebut dibandingkan dianalisis dengan menggunakan analisis Independent Samples T Test dengan SPSS sebagai berikut: Tabel 4.6. Hasil Statistik Pengetahuan Peserta Didik Pada Kemampuan Awal Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol Group Statistics Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Pre-Test Eksperimen 32 25.19 9.407 1.663 Pre-Test Kontrol 32 28.81 9.100 1.609 Hasil Belajar Siswa

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Equal Sig. .103 T .750 -1.270 Df Sig. (2- Mean Std. 95% tailed) Differe Error Confidence nce Differenc Interval of the e Difference Lower Upper 62 .209 -2.938 2.314 -7.563 1.688 -1.270 61.931 .209 -2.938 2.314 -7.563 1.688 variances assumed Hasil Belajar Siswa Equal variances not assumed Dari hasil output SPSS diatas dapat diketahui kelas eksperimen memiliki skor rata-rata 25,19 dengan standar deviasi 9,407 dan kelas kontrol memiliki skor rata-rata 28,81 dengan standar deviasi 9,100. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh tobs = -1,270 dan nilai p = 0,209 dengan level sig α = 0,05. Karena nilai p > α, maka tidak signifikan. Artinya tidak ada perbedaan pemahaman awal peserta didik pada kelas eksperimen sederhana dan kelas kontrol.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 c. Analisis Data Pretest dan Posttest Peserta Didik Kelas Eksperimen Data pretest dan posttest diuji dengan SPSS menggunakan analisis Paired Sample T Test untuk kelompok dependen atau satu kelompok yang diuji dua kali. Uji Paired Samples T Test digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel yang berpasangan. Hasil SPSS data pretest dan posttest kelas eksperimen sederhana sebagai berikut: Tabel 4.7. Hasil Statistik Pengetahuan Peserta Didik Pada Kemampuan Awal dan Akhir Kelas Eksperimen Sederhana Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pre-Test Eksperimen 25.19 32 9.888 1.748 Post-Test Eksperimen 83.50 32 9.877 1.746 Pair 1 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Std. Error 95% Confidence Deviation Mean Interval of the Difference Lower t Df Sig. (2tailed) Upper Pre-Test Pair 1 Eksperimen Post-Test Eksperimen -58.313 12.873 2.276 -62.954 -53.671 -25.625 31 .000

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Dari tabel 4.7, dapat diketahui mean pretest 25,19 dengan standar deviasi 9,888 dan mean posttest 83,50 dengan standar deviasi 9,877. Berdasarkan hasil analisis statistik, diperoleh tobs = -25,625. dengan derajat kebebasan 32-1=31. Nilai p (sig 2 tailed) = 0,000 dengan level signifikan 0,05. Karena p < α maka signifikan. Artinya, terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan hasil belajar. Selain menggunakan uji T, data skor peserta didik diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi pengetahuan pada kemampuan awal dan akhir peserta didik untuk mengetahui jumlah siswa dan persentase yang diperoleh dalam kelas eksperimen sederhana. Berikut klasifikasi pengetahuan peserta didik berdasarkan nilai pretest dan posttest: Tabel 4.8. Klasifikasi Pengetahuan Peserta Didik Pada Kemampuan Awal dan Akhir Kelas Eksperimen Sederhana No. Interval Pre-test Persentase (%) Post-test Persentase (%) Keterangan 1 81 – 100 0 0 19 59,375 Sangat Baik 2 61 – 80 0 0 13 40,625 Baik 3 41 – 60 3 9,375 0 0 Cukup 4 21 – 40 16 50 0 0 Kurang 5 0 – 20 13 40,625 0 0 Sangat Kurang

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Dari tabel 4.8 dapat diketahui terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik kelas eksperimen berdasarkan nilai pretest dan posttest. Untuk nilai pretest, peserta didik yang mendapat nilai sangat kurang sebanyak 13 orang dengan persentase 40,625%, peserta didik yang mendapat nilai kurang sebanyak 16 orang dengan persentase 50%, dan peserta didik yang mendapat nilai cukup sebanyak 3 orang dengan persentase 9,375%. Sedangkan untuk nilai posttest, peserta didik yang mendapat nilai baik sebanyak 13 orang dengan persentase 40,625%, dan peserta didik yang mendapat nilai sangat baik sebanyak 19 orang dengan persentase 59,375%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta didik setelah diajarkan menggunakan metode eksperimen sederhana. d. Analisis Data Pretest dan Posttest Peserta Didik Kelas Kontrol Data pretest dan posttest diuji dengan SPSS menggunakan analisis Paired Sample Test untuk kelompok dependen atau satu kelompok yang diuji dua kali. Uji Paired Samples T Test digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel yang berpasangan. Hasil SPSS data pretest dan posttest kelas kontrol sebagai berikut:

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Tabel 4.9. Hasil Statistik Pengetahuan Peserta Didik Pada Kemampuan Awal dan Akhir Kelas Kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair Pre-Test Kontrol 28.81 32 9.100 1.609 1 Post-Test Kontrol 60.63 32 14.996 2.651 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Std. Error 95% Confidence Interval Deviation Mean of the Difference Lower Pair 1 Pre-Test Kontrol - -31.813 18.536 3.277 -38.495 T df Sig. (2tailed) Upper -25.130 -9.709 31 Post-Test Kontrol Dari tabel 4.9, dapat diketahui mean pretest 28,81 dengan standar deviasi 9,100 dan mean posttest 60,63 dengan standar deviasi 14,996. Berdasarkan hasil analisis statistik, diperoleh tobs = -9,709. dengan derajat kebebasan 32-1=31. Nilai p (sig 2 tailed) = 0,000 dengan level signifikan α=0,05. Karena p < α maka signifikan. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Selain menggunakan uji T, data skor peserta didik diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi pengetahuan pada kemampuan awal dan akhir peserta didik untuk mengetahui jumlah siswa dan persentase yang diperoleh dalam kelas ceramah. .000

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Tabel 4.10. Klasifikasi Pengetahuan Peserta Didik Pada Kemampuan Awal dan Akhir Kelas Kontrol No. Interval Pre-test Persentase (%) Post-test Persentase (%) Keterangan 1 81 – 100 0 0 4 12,5 Sangat Baik 2 61 – 80 0 0 12 37,5 Baik 3 41 – 60 4 12,5 15 46,875 Cukup 4 21 – 40 17 53,125 1 3,125 Kurang 5 0 – 20 11 34,375 0 0 Sangat Kurang Dari tabel 4.10 dapat diketahui terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik kelas kontrol berdasarkan nilai pretest dan posttest. Untuk nilai pretest, peserta didik yang mendapat nilai sangat kurang sebanyak 11 orang dengan persentase 34,375%, peserta didik yang mendapat nilai kurang sebanyak 17 orang dengan persentase 53,125%, dan peserta didik yang mendapat nilai cukup sebanyak 4 orang dengan persentase 12,5%. Sedangkan untuk nilai posttest, peserta didik yang mendapat nilai kurang sebanyak 1 orang dengan persentase 3,125%, peserta didik yang mendapat nilai cukup sebanyak 15 orang dengan persentase 46,875%, peserta didik yang mendapat nilai baik sebanyak 12 orang dengan persentase 37,5%, dan peserta didik yang mendapat nilai sangat baik sebanyak 4 orang dengan persentase 12,5%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta didik setelah diajarkan menggunakan metode ceramah.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 e. Analisis Kemampuan Akhir Pengetahuan Peserta Didik Untuk mengetahui pengetahuan akhir peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka skor post-test kelas eskperimen dibandingkan skor post-test kelas kontrol yang dianalisis dengan menggunakan analisis Independent Samples T Test (dua kelompok bebas) dengan SPSS sebagai berikut: Tabel 4.11. Hasil Statistik Pengetahuan Peserta Didik Pada Kemampuan Akhir Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Group Statistics Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Post-Test Eksperimen 32 83.50 9.877 1.746 Post-Test Kontrol 32 60.63 14.996 2.651 Hasil Belajar Siswa Independent Samples Test Levene's t-test for Equality of Means Test for Equality of Variances F Equal 2.505 Sig. .119 T df Sig. (2- Mean Std. 95% Confidence tailed) Differe Error Interval of the nce Differe Difference nce Lower Upper 7.206 62 .000 22.875 3.174 16.530 29.220 7.206 53.635 .000 22.875 3.174 16.510 29.240 variances Hasil assumed Belajar Equal Siswa variances not assumed

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Dari hasil output SPSS diatas, dapat diketahui kelas eksperimen memiliki skor rata-rata 83,50 dengan standar deviasi 9,877 dan kelas kontrol memiliki skor rata-rata 60,63 dengan standar deviasi 14,996. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh tobs = 7,206 dan nilai p = 0,000 dengan level sig α = 0,05. Karena nilai p < α, maka signifikan. Artinya ada perbedaan pengetahuan akhir belajar peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Merujuk pada tabel 4.8 dan 4.11, dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen sederhana dapat membuat nilai peserta didik lebih tinggi daripada dengan motode ceramah. Dari data-data yang telah dianalisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta didik setelah diajarkan menggunakan metode eksperimen sederhana. Metode eksperimen lebih meningkatkan pengetahuan dibandingkan dengan metode ceramah pada materi Hukum Archimedes. 3. Nilai Karakter Peserta Didik Skor kuesioner nilai karakter peserta didik yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil observasi dianalisis secara kualitatif, sedangkan hasil kuesioner dianalisis secara kuantitatif. Berikut ini beberapa pengujian (uji T) menggunakan analisis kuantitatif:

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 a. Analisis Uji Normalitas untuk Kuesioner Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol Seperti pada skor nilai hasil belajar, uji normalitas juga digunakan untuk menganalisis nilai karakter peserta didik, agar data yang diperoleh dapat diuji dengan uji T. Tabel dibawah ini merupakan uji normalitas untuk kuesioner nilai karakter. Tabel 4.12. Hasil Statistik Uji Normalitas Kuesioner Nilai Karakter Tests of Normality Group Kolmogorov-Smirnova Statistic Kuesioner Kelas Hasil Kuesioner Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. .115 32 .200* .964 32 .353 .120 32 .200* .974 32 .626 Eksperimen Kuesioner Kelas Kontrol Berdasarkan uji normalitas diperoleh nilai signifikan > 0,05 baik menggunakan uji Kolmogorov-Smirnova maupun Shapiro-Wilk. Artinya data tersebut dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik. Uji normalitas merupakan uji mutlak dalam uji parametrik. Uji tersebut digunakan untuk menganalisis kuesioner nilai karakter menggunakan Independent Samples T Test (dua kelompok bebas).

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 b. Data Kuesioner Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol Berikut ini merupakan data hasil kuesioner nilai karakter kelas treatment dan kelas kontrol. Tabel 4.13. Data Hasil Kuesioner Nilai Karakter Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol Kode Siswa XI MIPA 1 XI MIPA 3 1 72 72 2 61 76 3 70 60 4 62 63 5 75 70 6 52 62 7 55 56 8 64 60 9 64 56 10 66 52 11 77 59 12 71 69 13 73 72 14 54 63 15 60 59 16 50 57

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 17 56 71 18 66 57 19 54 58 20 70 61 21 72 59 22 69 60 23 59 69 24 53 58 25 60 57 26 71 64 27 61 51 28 64 66 29 58 65 30 71 66 31 68 65 32 61 50 Jumlah 2039 1983 Rata-rata 63,718 61,968 c. Analisis Kuesioner Nilai Karakter Peserta Didik dengan Uji T Untuk mengetahui hasil kuesioner peserta didik, peneliti membandingkan hasil kuesioner kelas eskperimen sederhana dan kelas kontrol dengan menggunakan analisis Independent Samples T Test (dua kelompok bebas) dengan SPSS sebagai berikut:

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Tabel 4.14. Hasil Statistik Kuesioner Nilai Karakter Peserta Didik Pada Kemampuan Akhir Kelas Eksperimen sederhana dan Kelas Kontrol Group Statistics Group N Kuesioner Kelas Hasil Kuesioner Mean Std. Deviation Std. Error Mean 32 63.72 7.393 1.307 32 61.97 6.423 1.135 Eksperimen Kuesioner Kelas Kontrol Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. T Df Sig. (2- Mean Std. 95% Confidence tailed) Differen Error Interval of the ce Differen Difference ce Equal 1.202 Lower Upper .277 1.011 62 .316 1.750 1.731 -1.711 5.211 1.011 60.813 .316 1.750 1.731 -1.712 5.212 variances Hasil assumed Kuesioner Equal variances not assumed Berdasarkan output SPSS diperoleh nilai t = 1,011 dan nilai p = 0,316 dengan level sig α = 0,05. Karena nilai p > α, maka tidak signifikan. Artinya tidak ada perbedaan hasil kuesioner nilai karakter peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hal tersebut dapat disimpulkan, nilai karakter antara kelas eksperimen sederhana dan kelas kontrol sama.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 d. Analisis Nilai Karakter Peserta Didik Berdasarkan Kategori Hasil kuesioner nilai karakter peserta didik kelas eksperimen sederhana dan kelas ceramah dikategorikan berdasarkan skor kemudian dihitung persentase jumlah peserta didik pada masing-masing kategori. Tabel 4.15 merupakan persentase kategori nilai karakter kelas eksperimen sederhana. Tabel 4.15. Persentase Kategori Nilai Karakter Peserta Didik Kelas Eksperimen No. Skor 1 66 – 80 2 Kategori Jumlah Peserta Didik Persentase (%) Sangat Berkarakter 14 43,75 51 – 65 Berkarakter 17 53,125 3 36 – 50 Kurang Berkarakter 1 3,125 4 20 – 35 Sangat Tidak Berkarakter 0 0 Dari tabel 4.15, dapat dilihat bahwa sebanyak 43,75% peserta didik sangat berkarakter, sebanyak 53,125% peserta didik berkarakter, dan sebanyak 3,125% peserta didik kurang berkarakter.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Tabel 4.16 dibawah merupakan persentase kategori nilai karakter kelas cermah. Tabel 4.16. Persentase Kategori Nilai Karakter Peserta Didik Kelas Kontrol No. Skor 1 66 – 80 2 Kategori Jumlah Peserta Didik Persentase (%) Sangat Berkarakter 9 28,125 51 – 65 Berkarakter 22 68,78 3 36 – 50 Kurang Berkarakter 1 3,125 4 20 – 35 Sangat Tidak Berkarakter 0 0 Dari tabel 4.16, dapat dilihat bahwa sebanyak 28,125% peserta didik sangat berkarakter, sebanyak 68,78% peserta didik berkarakter, dan sebanyak 3,125% peserta didik kurang berkarakter. Persentase skor peserta didik pada kategori berkarakter dengan metode ekperimen lebih rendah dibandingkan dengan metode ceramah. Sedangkan pada kategori sangat berkarakter, persentase metode eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan metode ceramah. Jumlah persentase skor kedua metode ini sama pada dua kategori ini, yaitu 96,905% dengan jumlah peserta didik 32 orang. Berdasarkan skor persentase kategori, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode eksperimen sederhana sama dengan metode ceramah.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 e. Frekuensi Nilai Karakter Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Berdasarkan skor hasil kuesioner, nilai karakter peserta didik dapat dibandingkan dengan frekuensi untuk setiap nilai karakternya. Berikut ini merupakan frekuensi nilai karakter kelas eksperimen sederhana: Tabel 4.17. Frekuensi Setiap Nilai Karakter Kelas Eksperimen No . 1. 2. 3. 4. Nilai Karakter Kerjasama Tanggung Jawab Disiplin Kejujuran No. Pertanyaan Jumlah Peserta Didik yang Memilih Pernyataan Skor SS S TS STS 1 19 13 - - 115 2 9 21 2 - 103 3 14 18 - - 110 4 9 17 6 - 99 5 13 16 3 - 106 6 16 13 3 - 109 7 11 18 3 - 104 8 13 16 3 - 106 9 14 17 1 - 109 10 6 23 3 - 99 11 5 24 3 - 98 12 15 16 1 - 110 13 13 14 5 - 104 14 1 18 13 - 84 15 5 21 6 - 95 16 5 21 6 - 95 Total 441 436 428 414

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Rasa Ingin Tahu 5. 17 6 12 14 - 88 18 3 16 13 - 86 19 4 17 11 - 89 20 14 2 16 - 94 380 Dari tabel 4.17, dapat dilihat bahwa nilai karakter yang paling besar disumbangkan melalui penerapan metode eksperimen yaitu kerjasama. Nilai kerjasama memiliki skor sebesar 441, nilai tanggung jawab sebesar 436, nilai disiplin sebesar 428, nilai kejujuran sebesar 414, dan nilai rasa ingin tahu sebesar 380. Berikut ini merupakan frekuensi nilai karakter kelas ceramah: Tabel 4.18. Frekuensi Setiap Nilai Karakter Kelas Kontrol No . 1. 2. Nilai Karakter Kerjasama Tanggung Jawab No. Pertanyaan Jumlah Peserta Didik yang Memilih Pernyataan Skor SS S TS STS 1 21 11 - - 117 2 10 21 1 - 105 3 7 25 - - 103 4 8 22 2 - 102 5 12 19 1 - 107 6 6 21 5 - 97 7 19 11 2 - 113 8 2 5 14 11 62 Total 439 390

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 3. 4. 5. Disiplin Kejujuran Rasa Ingin Tahu 9 9 22 1 - 104 10 6 24 2 - 100 11 8 22 2 - 102 12 12 19 1 - 107 13 8 19 5 - 99 14 9 20 3 - 102 15 3 13 16 - 83 16 7 19 6 - 97 17 13 18 1 - 108 18 11 19 2 - 105 19 2 18 11 1 85 20 3 15 13 1 84 Dari tabel 4.18, dapat dilihat bahwa nilai karakter yang paling besar disumbangkan melalui penerapan metode ceramah yaitu kerjasama. Nilai kerjasama memiliki skor sebesar 439, nilai tanggung jawab sebesar 390, nilai disiplin sebesar 424, nilai kejujuran sebesar 395, dan nilai rasa ingin tahu sebesar 391. Berdasarkan data-data tersebut, nilai karakter pada kelas eksperimen untuk setiap karakter lebih tinggi dibandingkan dengan nilai karakter pada kelas ceramah yang meliputi kerjasama, tanggung jawab, displin, kejujuran, dan rasa ingin tahu. 424 395 391

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 f. Analisis Hasil Observasi di kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol 1) Kelas Eksperimen Sederhana Observasi di kelas eksperimen sederhana dilaksanakan hari Kamis, 4 Oktober 2018. Observasi dilakukan untuk melihat nilai karakter berupa kerja sama selama eksperimen, tanggung jawab dalam kelompok, displin saat memulai dan mengakhiri eksperimen, kejujuran peserta didik dalam mendapatkan data, dan rasa ingin tahu tentang materi yang sedang dipelajari. Observasi dilakukan pada masing-masing kelompok. Satu kelompok mewakili jumlah peserta didik dalam kelompok tersebut. Indikator observasi disesuaikan dengan indikator angket. Peserta didik melaksanakan percobaan tidak tepat waktu, karena beberapa peserta didik masih di kantin. Percobaan dilakukan sekitar 15 menit setelah bel pelajaran dimulai. Namun, peserta didik serius dalam melakukan percobaan sehingga percobaan diselesaikan tepat waktu. Saat bel pergantian jam, peserta didik sudah menyelesaikan perhitungan, membereskan alat, menyimpan ke tempat semula, dan membereskan meja dan kursi. Saat melakukan percobaan, peserta didik pada setiap kelompok saling membantu. Misalnya, ketika teman yang lain sedang mengambil air untuk diisi digelas ukur, teman yang lain mengambil batu dan mengikatkannya pada benang dan pada neraca pegas. Kemudian bersamasama melihat apa yang terjadi sambil berdiskusi. Setelah itu, peserta didik membagi tugas untuk mengisi tabel, dan menyelesaian perhitungan.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Data yang diperoleh peserta didik tidak dimanipulasi, karena setiap akan menuliskan hasil percobaan peserta didik selalu bertanya kepada peneliti atau kepada teman kelompoknya agar data yang diperoleh benar. Jika datanya salah, peserta didik langsung mengulang percobaannya. Setelah semua data sudah dipastikan benar, lalu peserta didik melanjutkan ke perhitungan. Dalam melaksanakan percobaan, peserta didik jarang bertanya. Jika tidak mengerti, peserta didik hanya berdiskusi tanpa mencari tahu kebenarannya di buku atau di internet. Bahkan materi yang ada didalam LKS tidak dibaca. Dari hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana pada materi Hukum Archimedes, dapat menunjukkan nilai karakter siswa seperti kerja sama, tanggung jawab, dan kejujuran. Sedangkan, nilai karakter lainnya seperti disiplin dan rasa ingin tahu tidak ditunjukkan oleh peserta didik. 2) Kelas Ceramah Aktif Observasi di kelas ceramah dilaksanakan hari Selasa, 2 Oktober 2018. Peneliti melakukan observasi untuk melihat nilai karakter berupa kerja sam, tanggung jawab, displin saat memulai dan mengakhiri, kejujuran, dan rasa ingin tahu tentang materi yang sedang dipelajari saat pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan pada masing-masing

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 kelompok saat diskusi. Satu kelompok mewakili jumlah peserta didik dalam kelompok tersebut. Indikator observasi disesuaikan dengan indikator angket. Peserta didik tidak melaksanakan pembelajaran dan diskusi tepat waktu, karena beberapa peserta didik masih di luar kelas. Pembelajaran dilakukan sekitar 15 menit dan diskusi dimulai 25 menit setelah bel pelajaran dimulai. Dalam berdiskusi, peserta didik tidak serius dalam melakukan mengerjakan soal latihan, sehingga saat bel pergantian jam banyak kelompok yang belum menyelesaikan soal latihannya. Akibatnya, soal latihan di selesaikan diluar jam pelajaran fisika. Saat mengerjakan soal latihan, peserta didik pada setiap kelompok saling membantu. Misalnya, peserta didik berdiskusi secara bersamasama, dan saling memberikan pendapat. Peserta didik juga membagi tugas dalam mengerjakan soal latihan agar pekerjaan cepat terselesaikan. Peserta didik jarang bertanya. Jika tidak mengerti, peserta didik hanya berdiskusi dan sesekali mencari tahu kebenarannya di buku atau di internet. Dari hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode eksperimen sederhana pada materi Hukum Archimedes, dapat menunjukkan nilai karakter siswa seperti kerja sama, kejujuran. Sedangkan, nilai karakter lainnya seperti disiplin, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab tidak ditunjukkan oleh peserta didik.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 C. Pembahasan 1. Pengetahuan Awal Peserta Didik Pengetahuan awal peserta didik diukur menggunakan soal pretest. Berdasarkan hasil yang diperoleh, diketahui pengetahuan peserta didik tentang materi yang akan diajarkan sangat rendah. Hasil analisis pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa mean dari kelas eksperimen sederhana dan kelas kontrol kurang dari 30. Untuk kelas eskperimen sederhana diperoleh mean 25,19 dengan standar deviasi 9,407. Sedangkan, untuk kelas kontrol diperoleh mean 28,81 dengan standar deviasi 9,100. Jumlah peserta didik kelas eksperimen sederhana dan kelas kontrol sama yaitu 32 orang. Dari tabel 4.8, persentase peserta didik yang mendapat nilai sangat kurang baik sebanyak 40,625%, kurang baik sebanyak 50%, dan cukup sebanyak 9,375%. Sedangkan, pada tabel 4.10, persentase peserta didik yang mendapat nilai sangat kurang baik sebanyak 34,375%, kurang baik sebanyak 53,125%, dan cukup sebanyak 12,5%. Dari data tersebut, diketahui mean kelas kontrol lebih tinggi dibandingkan mean kelas eksperimen sederhana. Namun, berdasarkan tabel klasifikasi nilai mean dan persentase keduanya tidak berbeda. Artinya, pengetahuan awal kelas eksperimen sederhana dan kelas kontrol tergolong kurang baik atau rendah.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Berdasarkan teori pada Bab II yang dikemukan oleh Singgih (1998) dalam Suriasumantri (2007), mengatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah intelegensi. Peserta didik dalam hal ini tidak mempunyai kemampuan untuk belajar dan berpikir abstrak guna menyesuaikan diri secara mental dalam situasi baru. Akibatnya, nilai yang diperoleh peserta didik kurang baik. Selain itu, hal lain yang berkaitan dengan pengetahuan adalah teori konstruktivisme yang dikemukan oleh Kosmiyah (2012). Pengetahuan dibentuk berdasarkan pengalaman konkret yang dialami dan akan terjadi secara terus-menerus, maka perlu adanya pengalaman belajar agar pengetahuan dapat dikonstrusksi dengan baik. Dari pernyataan para ahli tentang pengetahuan, dapat dikatakan bahwa hal-hal tersebut (seperti yang telah dijelaskan) yang menyebabkan pemahaman awal peserta didik tergolong kurang. 2. Pengetahuan Akhir Peserta Didik Pengetahuan akhir peserta didik diukur menggunakan soal posttest. Berdasarkan tabel 4.7, diketahui mean kelas eksperimen sederhana adalah 83,50 dengan standar deviasi 9,877. Nilai rata-rata yang diperoleh tersebut tergolong sangat baik. Berdasarkan tabel 4.8, diketahui persentase peserta didik yang mendapat nilai sangat baik sebesar 59,375% dengan jumlah 19 orang,

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 sedangkan persentase peserta didik yang mendapat nilai baik sebesar 40,625% dengan jumlah 13 orang. Artinya, tidak semua peserta didik mendapatkan nilai sangat baik, karena pemahaman setiap peserta didik berbeda untuk materi yang sama. Nilai yang diperoleh peserta didik merupakan hasil dari pembelajaran yang diberi treatment. Peserta didik mampu meningkatkan hasil belajar setelah diberi treatment. Selisih antara pretest dan posttest sebesar 58,31 dengan persentase 70%, yang artinya terjadi peningkatan yang cukup tinggi. Hal ini sesuai dengan teori yang kemukakan oleh para ahli, bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku, yakni ditandai adanya perubahan pada diri seseorang, entah itu berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, ataupun kecakapakan. Dalam penelitian ini, peserta didik menunjukkan perubahan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kecakapan dari hasil belajar yang diperoleh dengan menggunakan metode eksperimen sederhana. Artinya, ada peningkatan yang cukup tinggi setelah peserta didik belajar dengan metode eksperimen sederhana.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 3. Peningkatan Pengetahuan Peserta Didik Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan antara kelas eksperimen sederhana dan kelas kontrol dilakukan uji Independent Samples T Test. Berdasarkan tabel 4.11, menyatakan bahwa nilai p < α, yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan peserta didik antara kelas eksperimen sederhana dan kelas kontrol. Dari tabel 4.7 diketahui bahwa rata-rata pretest sebesar 25,19 dan rata-rata posttest sebesar 83,50, dengan p < α. Dalam hal ini, terjadi peningkatan pengetahuan yang tinggi di kelas treatment. Untuk klafisikasi pengetahuan, peserta didik yang mendapatkan nilai sangat tinggi sebanyak 19 orang dengan persentase sebesar 59,375%, dan tinggi sebanyak 13 orang dengan presentase 40,625%. Sedangkan, pada tabel 4.9 diketahui bahwa rata-rata pretest sebesar 28,81 dan rata-rata posttest sebesar 60,63 dengan p < α. Sehingga dapat pula dikatakan terjadi peningkatan pengetahuan yang cukup tinggi di kelas kontrol. Untuk klafisikasi pengetahuan, peserta didik yang mendapatkan nilai sangat tinggi sebanyak 4 orang dengan persentase sebesar 12,5%, tinggi sebanyak 13 orang dengan persentase 37,5%, cukup sebanyak 15 orang dengan persentase 46,875%, dan kurang sebanyak 1 orang dengan persentase 3,125%. Dari data-data tersebut, dapat dibandingkan nilai yang diperoleh antara kelas treatment dan kelas kontrol. Dilihat berdasarkan uji

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 statistik, nilai yang diperoleh signifikan. Artinya, bahwa terjadi peningkatan pengetahuan baik kelas yang menggunakan metode eksperimen maupun kelas yang menggunakan metode ceramah. Namun, jika dilihat dari klasifikasi dan mean dari masing-masing kelas, diketahui peningkatan pengetahuan di kelas treatment lebih tinggi dari pada di kelas kontrol. Selisih nilai akhir peserta didik adalah 22,87 dengan persentase sebesar 27%. Selisih tersebut diperoleh karena adanya perbedaan penerapan metode pembelajaran pada kedua kelas. Berdasarkan teori para ahli pada Bab II yang mengatakan bahwa proses belajar akan mengalami peningkatan jika menggunakan model dan metode pembelajaran yang tepat. Metode pembelajaran merupakan cara mengajar atau cara menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik yang sedang belajar. Akibatnya, pendidik dituntut untuk menerapkan metode pembelajaran yang tepat sesuai materi yang diajarkan. Metode eksperimen sederhana dapat diterapkan saat pembelajaran karena dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik dan peningkatannya cukup tinggi.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 4. Tingkat Nilai Karakter Untuk mengetahui tingkat nilai karakter dilakukan analisa statistik menggunakan uji Independent Samples T Test. Berdasarkan tabel 4.14, diketahui p > α, artinya tidak ada perbedaan tingkat nilai karakter antara kelas treatment dan kelas kontrol. Dari tabel 4.15, dapat dilihat persentase nilai karakter peserta didik yang sangat berkarakter sebesar 43,75%, peserta didik yang berkarakter sebesar 53,125%, dan peserta didik yang kurang berkarakter sebesar 3,125%. Sedangkan pada kelas ceramah, persentase nilai kuesioner peserta didik yang sangat berkarakter sebesar 28,125%, peserta didik yang berkarakter sebesar 68,78%, dan peserta didik yang kurang berkarakter sebesar 3,125%. Dari data-data tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat nilai karakter peserta didik pada kelas yang menggunakan metode eksperimen sederhana dengan kelas yang menggunakan metode ceramah. Selain itu, berdasarkan observasi yang dilakukan tidak terlihat perbedaan tingkat nilai karakter yang ditunjukkan oleh masing-masing kelas. Nilai karakter yang paling sering ditunjukkan oleh peserta didik adalah kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Namun, nilai karakter yang paling menonjol untuk kedua kelas adalah kerjasama. Untuk kelas eksperimen dapat dilihat melalui pembagian tugas dan pengerjaan

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 analisis data yang dikerjakan secara bersama-sama. Sedangkan untuk kelas kontrol dapat dilihat dari pengerjaan latihan soal dan diskusi selama pembelajaran. Nilai karakter yang lainnya yang ditunjukkan oleh peserta didik adalah tanggung jawab dan disiplin. Untuk kelas eksperimen peserta didik memulai percobaan tepat waktu, melakukan percobaan dengan benar dan rapi, membereskan alat-alat praktikum, dan menyelesaikan perhitungan tepat waktu. Berdasarkan teori pada Bab II tentang sumber-sumber nilai karakter yang meliputi agama, pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional, maka hal-hal tersebut juga menjadi salah satu sumber nilai karakter pada peserta didik. Dalam hal ini, budaya sekolah menuntut peserta didik agar ketika belajar di sekolah, tidak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan tetapi juga dapat membentuk sikap, perilaku, dan nilai karakter. Nilai karakter sudah diterapkan pada peserta didik berdasarkan tujuan sekolah, sehingga peserta didik sudah terbiasa untuk disiplin, bekerja sama, saling membantu, bertanggung jawab, saling jujur, dan mempunyai sikap rasa ingin tahu yang tinggi untuk bersaing dengan teman-temannya dalam hal akademis. Sehingga, antara kelas treatment dan kelas kelas kontrol tidak terdapat perbedaan tingkat nilai karakter secara signifikan.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 D. Keterbatasan Penelitian Selama melakukan penelitian terdapat beberapa keterbatasan yang ditemui oleh peneliti, antara lain: 1. Observasi yang dilakukan selama pembelajaran masih manual, hanya berdasarkan keadaan yang dilihat saat pembelajaran berlangsung. Peneliti tidak menggunakan kamera selama proses pembelajaran karena sulit untuk mendapatkan alat tersebut, akibatnya pengamatan terhadap nilai karakter belum mampu mencakup aspek-aspek yang diinginkan. 2. Peneliti tidak membuat instrumen observasi, namun hanya merujuk pada angket, sehingga kesulitan ketika mengobservasi peserta didik.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada peserta didik kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Banguntapan tahun ajaran 2018/2019 dengan menerapkan metode eksperimen sederhana, maka dapat disimpulkan: 1. Penerapan metode eksperimen sederhana pada materi Hukum Archimedes dapat meningkatkan kemampuan peserta didik. Peningkatannya lebih tinggi dibandingkan kelas caramah. 2. Tidak terdapat perbedaan tingkat nilai karakter antara kelas yang menggunakan metode eksperimen sederhana dan kelas yang menggunakan metode ceramah pada materi Hukum Archimedes. B. Saran 1. Bagi Sekolah Metode eksperimen sederhana dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik, oleh karena itu sekolah dapat memberi masukan kepada guru untuk menerapkan metode eksperimen sederhana pada beberapa materi fisika saat mengevaluasi pembelajaran di kelas. 2. Bagi Guru Fisika Untuk beberapa materi yang berkaitan langsung dengan lingkungan sekitar sebaiknya pembelajaran dilakukan dengan menerapkan metode 106

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 eksperimen sederhana, karena dapat membuat pengetahuan peserta didik semakin meningkat. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Sebaiknya menyiapkan kebutuhan penelitian seperti kamera dan instrumen observasi. Kamera dapat digunakan untuk merekam proses pembelajaran di kelas. Selain itu, ketika mengajar peneliti akan kesulitan membagi waktu untuk mengobservasi apalagi jika tidak mempunyai instrumen observasi. Penggunaan kamera untuk merekam pembelajaran yang berlangsung dapat membantu proses observasi, dimana hasil rekaman bisa diputar kembali jika ingin melihat kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 DAFTAR PUSTAKA Adisusilo,Sutarjo. 2012. Pembelajaran Nilai-Nilai Karakter, Konstruktivisme dan VCT Sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Jakarta: Raja Grafindo Persada Andi. 2015. Belajar Cepat Analsisis Statistik Parametrik Dan Non Parametrik Dengan SPSS. Wahana Komputer: Semarang Djamarah, Syaiful. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta Djamarah, Syaiful. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Jihad dan Haris. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo Kanginan Marthen, 2013. Fisika Untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta. Erlangga Kanginan Marthen, 2010. Physics 2B For Senior High School Grade XI 2nd Semester. Jakarta. Erlangga Kesuma,dkk. 2011. Pendidikan Karakter Kajian Teori Dan Praktik Di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya Khodijah, Nyayu. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada Kosmiyah, Indah. 2012. Belajar Dan Pembelajaran. Yogyakarta: Teras Lictona, Thomas. 2013. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media Pedha, Maria. Skripsi 2017. Penerapan Metode Praktikum Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Nilai Karakter Peserta Didik Pada Materi Pokok Gaya Kelas VIII SMP Negeri 1 Wanukaka. Yogyakarta. USD Rohmah, Noer. 2012. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Teras Rusman. 2014. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru Edisi Kedua. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Roestiyah, NK. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Sudirdja, E. R. 2010. Rangkuman Buku Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Bandung: Fakultas Hukum Universitas Pasundan

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika (Buku Kuliah Mahasiswa). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2012. Sumbangan Pendidikan Fisika terhadap Pembangunan Karakter Bangsa. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2013. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik dan Menyenangkan Edisi Revisi. Yogyakarta: USD Suparno, Paul. 2013. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2014. Metode Penelitian Pendidikan IPA. Yogyakarta: USD Suparno, Paul. 2015. Pendidikan Karakter Di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Suparno, Paul. 2016. Pengantar Statistik Untuk Pendidikan Dan Psikologi Edisi Revisi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suriasumantri, S.J. 2007. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan Suyanto dan Djihad. 2012. Bagaimana Menjadi Calon Guru dan Guru Prosefional. Yogyakarta: Multi Pressindo Tipler. 1998. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga Trianto. 2013. Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Widiasrumana, Helena. Skripsi 2017. Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar, Nilai Karakter, dan Pengetahuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Wonogiri Pada Materi Gaya Gesek. Yogyakarta. USD --Gambar dari www.Google.com

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 LAMPIRAN

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Lampiran 1. Surat Permohonan Izin Penelitian

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Lampiran 2. Surat Perizin Pelaksanaan Penelitian

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Lampiran 3. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lampiran 4. RPP Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol Untuk Kelas Eksperimen Sederhana Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SMA Negeri 1 Banguntapan Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XI MIPA/I Materi Pelajaran : Hukum Archimedes Alokasi waktu : 2 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI-1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI-2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI-3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI-4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3 1.3 Mengidentifikasi Hukum Archimedes, penurunan matematis Hukum Archimedes, dan peristiwa mengapung, tenggelam, dan melayang. 3.3.1. Memahami Hukum Archimedes melalui percobaan sederhana 3.3.2. Menganalisis hubungan antara gaya, massa jenis fluida, volume, dan gravitasi 3.3.3. Menunjukkan peristiwa mengapung, tenggelam, dan melayang melalui percobaan sederhana 4 2.1 Menyajikan hasil pengukuran untuk membuktikan Hukum Archimedes 2.2 Mengolah data hasil percobaan tentang gaya apung suatu benda dalam zat cair 4.7 Merencanakan pelaksanaan percobaan untuk mengetahui pengaruh massa jenis terhadap posisi suatu benda dalam zat cair. 1.1.1 Melakukan percobaan untuk membuktikan Hukum Archimedes 2.2.1 Melakukan percobaan tentang besar gaya benda dalam zat cair yang dipengaruhi oleh massa jenis benda dan air. 1.7.1 Melakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh massa jenis benda terhadap posisinya dalam zat cair

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 C. Tujuan Pembelajaran Setelah pembelajaran diharapkan peserta didik dapat : 1. Menjelaskan gaya apung dan Hukum Archimedes berdasarkan percobaan yang dilakukan 2. Mengetahui hubungan antara gaya, massa jenis fluida, dan gravitasi 3. Melakukan percobaan sederhana untuk menyelidiki peristiwa mengapung, tenggelam, dan melayang. 4. Melakukan percobaan untuk membuktikan Hukum Archimedes 5. Melakukan percobaan tentang bagaimana posisi benda dalam zat cair yang dipengaruhi oleh massa jenis benda dan air. D. Materi Pembelajaran 1. Materi Reguler a. Pertemuan 1-3 (9 JP) 1) Konsep Tekanan 2) Hukum Archimedes 3) Peristiwa pada Hukum Archimedes E. Metode, Model, Pendekatan Pembelajaran Pendekatan : Scientific Model : Cooperative Learning Metode : Eksperimen Sedehana F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I No. 1 Kegiatan Pembelajaran oleh Guru Kegiatan Pendahuluan : 1. Membuka pelajaran salam Alokasi Waktu 10 menit

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 2 3 2. Menunjuk siswa untuk membuka pelajaran dengan doa 3. Perkenalan 4. Melakukan absensi 5. Membangun relasi dengan siswa dalam situasi yang nyaman Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 6. Menyampaikan apersepsi 7. Memotivasi siswa 8. Menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai 100 menit Kegiatan Inti : Fase 2 : Menyajikan informasi Memberi penjelasan dan pengantar berupa : Mengamati 1. Menjelaskan pentingnya belajar fisika 2. Memberikan motivasi dengan mengkaitkan pembelajaran fisika dalam kehidupan seharihari Menanya Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. Mengerjakan soal pre-test : 1. Membagikan soal pre-test kepada siswa 2. Menunggu sampai semua siswa selesai mengerjakan soal pre-test 3. Melanjutkan materi yang dipelajari tentang Hukum Archimdes dan latihan soal sebagai bahan post-test. 10 menit Kegiatan Penutup : 1. Memberitahukan kegiatan untuk pertemuan selanjutnya 2. Menutup pelajaran dengan salam 120 menit Total

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Pertemuan II No. 1 2 Kegiatan Pembelajaran oleh Guru Alokasi Waktu 5 menit Kegiatan Pendahuluan : 1. Membuka pelajaran salam 2. Melakukan absebsi 3. Membangun relasi dengan siswa dalam situasi yang nyaman Fase 1 : Menyampaikan Tujuan dan Memotivasi Siswa 4. Menyampaikan apersepsi 5. Memotivasi siswa 6. Menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai Kegiatan Inti : 100 menit Fase 2 : Menyajikan informasi Memberi penjelasan dan pengantar berupa : Mengamati 1. Menyampaikan sub materi yang akan dipelajari 2. Memberikan motivasi dengan mengkaitkan pembelajaran fisika dalam kehidupan seharihari Menanya 3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. Fase 3 : Mengorganisasi Siswa ke dalam Kelompok-Kelompok Belajar 4. Melanjutkan materi yang dipelajari tentang Hukum Archimdes 5. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 6. Guru mengarahkan siswa untuk melakukan kegiatan seperti pada LKS 1 dan LKS 2. Fase 4 : Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar Metode Eksperimen : 7. Siswa dikelompokkan berdasarkan sesuai kelompoknya masing-masing. 8. Memberikan LKS Hukum Archimedes dan Peristiwa mengapung, tenggelam dan melayang sesuai kelompoknya sekaligus. 9. Menjelaskan langkah kerja pada kedua percobaan sekaligus 10. Membimbing siswa/siswi untuk melakukan kedua percobaan 11. Menjawab setiap pertanyaan siswa-siswi. 12. Membantu siswa mengerjakan perhitungan dan pertanyaan. Fase 5 : Evaluasi 13. Menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan percobaan 10 menit Kegiatan Penutup : 1. Memberitahukan kegiatan untuk pertemuan selanjutnya 2. Menutup pelajaran dengan salam 3. Doa bersama 3 120 menit Total Pertemuan III No. 1 Kegiatan Pembelajaran oleh Guru Alokasi Waktu 10 menit Kegiatan Pendahuluan : 1. Membuka pelajaran salam 2. Melakukan absebsi 3. Membangun relasi dengan siswa dalam situasi yang nyaman

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 2 Fase 1 : Menyampaikan Tujuan dan Memotivasi Siswa 4. Menyampaikan apersepsi 5. Memotivasi siswa 6. Menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai Kegiatan Inti : 100 menit Fase 2 : Menyajikan informasi Memberi penjelasan dan pengantar berupa : Mengamati 1. Melanjutkan penjelasan jika materi belum selesai Mengumpulkan Informasi 1. Siswa mencari tahu apa saja yang berkaitan dengan percobaan dan materi. 2. Siswa saling bertanya atau bertukar pendapat untuk mendapatkan informasi Mengasosiasi 3. Siswa membaca hasil pengamatannya didalam kelompoknya masing-masing. 4. Siswa lain mendengarkan dan menganggapi yang di presentasikan oleh kelompok lain. 5. Siswa menjawab pertanyaan yang ajukan baik oleh kelompok yang bersangkutan maupun kelompok lainnya. 6. Semua kelompok diberi kesempatan untuk presentasi dengan metode yang sama. 7. Laporan diberikan kepada siswa sebagai bahan Mengomonikasikan 8. Siswa melakukan presentasi dan diskusi tentang hasil pengamatan 9. Berdiskusi dengan teman satu kelompok maupun kelas

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 10. Guru menjelaskan hal-hal penting yang berkaitan dengan percobaan yang dilakukan. 11. Guru memberikan soal latihan. Fase 5 : Evaluasi 1. Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan tentang pengamatan yang telah dilakukan. Menanya 5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. 3 Kegiatan Penutup : 10 menit Fase 6 : Memberikan Penghargaan. 1. Guru mengevaluasi semua materi yang telah dipelajari pada pertemuan kali ini dan bersama-sama membimbing siswa untuk menyimpulkan. 2. Guru memberikan penghargaan bagi setiap kelompok dengan menyebutkan kelompok luar biasa,istemewa, terbaik, sangat baik, baik 3. Menutup pelajaran dengan salam 2. Doa bersama Total 120 menit Pertemuan IV No. 1 Kegiatan Pembelajaran oleh Guru Alokasi Waktu 10 menit Kegiatan Pendahuluan : 1. Membuka pelajaran salam 2. Menunjuk siswa untuk membuka pelajaran dengan doa 3. Melakukan absebsi 4. Membangun relasi dengan siswa dalam situasi yang nyaman

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 2 Fase 1 : Menyampaikan Tujuan dan Memotivasi Siswa 5. Memotivasi siswa 6. Menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai Kegiatan Inti : 100 menit Fase 2 : Menyajikan informasi Memberi penjelasan dan pengantar berupa : Mengamati 3 1. Memberi soal latihan tambahan. Mengerjakan soal post-test dan kuesioner : 2. Membagikan soal post-test kepada siswa 3. Menunggu sampai semua siswa selesai mengerjakan soal post-test 4. Membagikan kuesioner kepada siswa 10 menit Kegiatan Penutup : 3. Menutup pelajaran dengan salam 4. Mengucapkan terima kasih 5. Memberikan kenang-kenangan kepada siswa berupa pulpen dan pensil sebagai ungkapan terima kasih 6. Doa bersama 120 menit Total G. Media, Alat, Sumber Belajar Media : Alat praktikum, Papan tulis, dan LKS Alat dan bahan : (terlampir pada masing-masing LKS) Sumber Belajar : buku Physics for Senior High School 2nd Semester Grade XI, Fisika Terpadu untuk SMA/Ma kelas X semester 2 Kurikulum 2013, lingkungan sekitar, dan Internet

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 H. Materi Pembelajaran Fluida statis terdiri beberapa bagian : 1. Tekanan dalam Fluida Tekanan didefinisikan sebagai gaya normal (tegak lurus) yang bekerja pada suatu bidang dibagi dengan luas bidang tersebut. Secara matematis, definisikan tekanan p dari sebuah benda yang dikenai gaya F pada suatu permukaan yang luasnya A adalah p = F/A (1) Sedikit berbeda dengan tekanan zat padat, tekanan yang dihasilkan fluida menyebar ke segala arah. Sementara pada zat padat, tekanan yang dihasilkan hanya ke bawah (jika pada zat padat tidak diberikan gaya luar lain, pada zat padat hanya bekerja gaya gravitasi). Biasanya, tekanan yang dihasilkan oleh fluida ini disebut tekanan hidrostatis. Ada dua sifat tekanan hidrostatis. Pertama, tekanan menyebar ke segala arah. Kedua, semakin dalam ke bawah fluida, semakin besar tekanannya. Hukum pokok hidrostatistika, berbunyi “semua titik yang terletak pada suatu bidang datar di dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan yang sama”. Jadi tekanan hidrostatis zat cair (Ph) dengan massa jenis ρ pada kedalaman h dirumuskan dengan Ph = ρ x g x h atau Ph = ρgh (2) Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi. Pada setiap bagian atmosfer bekerja gaya Tarik gravitasi. Makin ke bawah, makin berat lapisan udara yang di atasnya. Oleh karena itu, makin

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 rendah suatu tempat, makin tinggi tekanan atmosfernya. Di permukaan laut, tekanan atmosfer bernilai kira-kira 1 atm atau 1,01 x 105 Pa. tekanan di suatu titik fluida yang sebenarnya disebut tekanan absolut atau tekanan mutlak, yang dirumuskan menjadi : p = patm + ρgh (3) dengan patm merupakan tekanan atmosfer atau tekanan udara luar. 2. Hukum Archimedes Suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair mendapat gaya ke atas sehingga benda kehilangan sebagian beratnya (beratnya menjadi berat semu). Dapat pula dikatakan karena tekanan semakin bertambah dengan bertambahnya kedalaman, gaya pada bagian bawah benda yang berada di dalam air lebih besar daripada gaya yang bekerja pada bagian atas benda. Akibatnya, ada selisih gaya yang bekerja pada benda yang sering disebut gaya apung. Munculnya gaya apung adalah konsekuensi dari tekanan zat cair yang meningkat dengan kedalaman. Fapung = F2 – F1 = p2A – p1A = (patm + ρgh2)A - (patm + ρgh2)A = ρgA (h2 – h1) Dimana A(h2 – h1) merupakan volume silinder, sehingga : Fapung = ρf x Vbf x g (1) Dengan ρf adalah massa jenis fluida, dan Vbf adalah volume benda yang tercelup dalam fluida. Massa fluida yng dipindahkan adalah m = ρV, sehingga persamaannya menjadi : Fapung = mf x g (2) Berdasarkan penjelasan gaya apung tersebut, maka dapat dituliskan Hukum Archimedes berbunyi : “Gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 dicelupkan sebagian atau seluruhnya kedalam suatu fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut”. Ada tiga peristiwa yang terjadi yang berkaitan dengan hukum Archimedes, seperti terapung, tenggelam, dan melayang. 1) Terapung Pada saat terapung, besar gaya apung Fapung sama dengan berat benda w = mg. Hanya sebagian volume benda yang tercelup di dalam fluida, sehingga volume fluida yang dipindahkan lebih kecil daripada volume total benda yang mengapung. Syarat terapung yaitu ρfluida > ρbenda. 2) Tenggelam Pada saat tenggelam, berlaku gaya apung Fapung lebih kecil daripada gaya berat benda w = mg. Karena benda tercelup seluruhnya ke dalam fluida, maka volume fluida yang dipindahkan sama dengan volume benda. Syarat tenggelam yaitu ρfluida < ρbenda . 3) Melayang Pada keadaan melayang, berlaku bahwa gaya apung sama dengan berat benda, dan volume benda yang dipindahkan sama dengan volume benda yang melayang. Syarat melayang yaitu ρfluida = ρbenda. I. Penilaian 1. Lembar penilaian (terlampir) Ranah yang dinilai : Kognitif Jenis penilaian : Tes Tertulis Bentuk Instrument : Pilihan Ganda dan essay untuk pretest dan posttest 2. Kuesioner Nilai Karakter (terlampir)

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Untuk Kelas Kontrol Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SMA Negeri 1 Banguntapan Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XI MIPA 1/I Materi Pelajaran : Hukum Archimedes Alokasi waktu : 2 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI-1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI-2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI-3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI-4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3 1.3 Mengidentifikasi Hukum Archimedes, penurunan matematis Hukum Archimedes, dan peristiwa mengapung, tenggelam, dan melayang. 1.3.1. Memahami Hukum Archimedes 1.3.2. Menganalisis hubungan antara gaya, massa jenis fluida, volume, dan gravitasi 1.3.3. Menunjukkan peristiwa mengapung, tenggelam, dan melayang C. Tujuan Pembelajaran Setelah pembelajaran diharapkan peserta didik dapat : 1. Menjelaskan Hukum Archimedes 2. Mengetahui hubungan antara gaya, massa jenis fluida, dan gravitasi 3. Menyelidiki peristiwa mengapung, tenggelam, dan melayang. D. Materi Pembelajaran 2. Materi Reguler a. Pertemuan 1 dan 2 (6 JP) 1) Konsep Tekanan 2) Hukum Archimedes

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 3) Peristiwa pada Hukum Archimedes 3. Materi pengayaan 4. Materi Remidial - E. Metode, Model, Pendekatan Pembelajaran Pendekatan : Scientific Model : Discovery Learning Metode : Ceramah F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I No. 1 2 Kegiatan Pembelajaran oleh Guru Alokasi Waktu 10 menit Kegiatan Pendahuluan : 1. Membuka pelajaran salam 2. Menunjuk siswa untuk membuka pelajaran dengan doa 3. Perkenalan 4. Melakukan absensi 5. Membangun relasi dengan siswa dalam situasi yang nyaman Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 6. Menyampaikan apersepsi 7. Memotivasi siswa 8. Menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Kegiatan Inti : 100 menit Fase 2 Menyajikan informasi Memberi penjelasan dan pengantar berupa :

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Mengamati 3. Menjelaskan pentingnya belajar fisika 4. Memberikan motivasi dengan mengkaitkan pembelajaran fisika dalam kehidupan seharihari Menanya Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. Mengerjakan soal pre-test : 4. Membagikan soal pre-test kepada siswa 5. Menunggu sampai semua siswa selesai mengerjakan soal pre-test 6. Melanjutkan materi yang dipelajari tentang Hukum Archimdes dan latihan soal sebagai bahan post-test. 10 menit Kegiatan Penutup : 3. Memberitahukan kegiatan untuk pertemuan selanjutnya 4. Menutup pelajaran dengan salam 3 120 menit Total Pertemuan II No. 1 Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 10 menit Kegiatan pendahuluan : 1. Membuka pelajaran salam 2. Melakukan absebsi 3. Membangun relasi dengan siswa dalam situasi yang nyaman Fase 1 : Menyampaikan Tujuan dan Memotivasi Siswa 4. Menyampaikan apersepsi 5. Memotivasi siswa 6. Menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 2 Kegiatan Inti : 3 Fase 2 : Menyajikan informasi Mengamati 1. Memberikan contoh terkait dengan Hukum Archimedes 2. Mengajak siswa menemukan maksud dari contoh yang diberikan 3. Menjelaskan tentang Hukum Archimedes Fase 3 : Mengorganisasi Siswa ke dalam Kelompok-Kelompok Belajar 4. Menjelaskan tentang peristiwa melayang, mengapung, dan tenggelam, 5. Memberikan beberapa soal untuk dikerjakan baik berupa analisis maupun hitungan Fase 4 : Membimbing Kelompok Belajar 6. Membahas soal bersama-sama Mengumpulkan Informasi 7. Siswa melakukan kegiatan tentang hukum archimedes dengan mengerjakan soal latihan Mengasosiasi 8. Siswa berdiskusi dengan teman satu sebangkunya Mengomonikasikan 9. Siswa mengerjakan soal yang diberikan di papan tulis. Kegiatan Penutup : 10 menit Fase 5 : Evaluasi 1. Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan tentang yang dilakukan hari ini 2. Melakukan umpan balik dengan bertanya kepada beberapa siswa 3. Meminta siswa untuk menyebutkan kembali tentang Hukum Archimedes dan peristiwa melayang, tenggelam, dan terapung. Fase 6 : Memberikan penghargaan 4. Guru memberikan penghargaan bagi setiap kelompok dengan menyebutkan kelompok 100 menit

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 luar biasa, istemewa, terbaik, sangat baik, baik 5. Memberitahukan kegiatan untuk pertemuan berikutnya bahwa akan diadakan posttest. 6. Menutup pelajaran dengan salam dan doa bersama. 120 menit Total Pertemuan III No. 1 2 Kegiatan Pembelajaran oleh Guru Alokasi Waktu 10 menit Kegiatan Pendahuluan : 1. Membuka pelajaran salam 2. Menunjuk siswa untuk membuka pelajaran dengan doa 3. Melakukan absebsi sekaligus perkenalan 4. Membangun relasi dengan siswa dalam situasi yang nyaman Fase 1 : Menyampaikan Tujuan dan Memotivasi Siswa 5. Memotivasi siswa 6. Menyampaikan topik yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Kegiatan Inti : 100 menit Fase 2 : Menyajikan informasi Memberi penjelasan dan pengantar berupa : Mengamati 1. Memberi soal latihan tambahan. Mengerjakan soal post-test dan kuesioner : 3. Membagikan soal post-test kepada siswa 4. Menunggu sampai semua siswa selesai mengerjakan soal post-test 5. Membagikan kuesioner kepada siswa

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Menanya 6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. 10 menit Kegiatan Penutup : 7. Menutup pelajaran dengan salam 8. Mengucapkan terima kasih 9. Memberikan kenang-kenangan kepada siswa berupa pulpen dan pensil sebagai ungkapan terima kasih 120 menit Total 3 G. Media, Alat, dan Sumber Belajar Media : Papan tulis, ppt Alat dan bahan :- Sumber Belajar : Buku Physics for Senior High School 2nd Semester Grade XI, Buku Fisika Untuk SMA Kelas X Kurikulum 2013, dan Internet H. Materi Pembelajaran Fluida statis terdiri beberapa bagian : 1. Tekanan dalam Fluida Tekanan didefinisikan sebagai gaya normal (tegak lurus) yang bekerja pada suatu bidang dibagi dengan luas bidang tersebut. Secara matematis, definisikan tekanan p dari sebuah benda yang dikenai gaya F pada suatu permukaan yang luasnya A adalah p = F/A (1) Sedikit berbeda dengan tekanan zat padat, tekanan yang dihasilkan fluida menyebar ke segala arah. Sementara pada zat padat, tekanan yang dihasilkan hanya ke bawah (jika pada zat padat tidak diberikan gaya luar lain, pada zat padat hanya bekerja gaya gravitasi). Biasanya, tekanan yang dihasilkan oleh fluida ini disebut tekanan hidrostatis. Ada dua sifat tekanan hidrostatis. Pertama, tekanan menyebar ke segala

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 arah. Kedua, semakin dalam ke bawah fluida, semakin besar tekanannya. Hukum pokok hidrostatistika, berbunyi “semua titik yang terletak pada suatu bidang datar di dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan yang sama”. Jadi tekanan hidrostatis zat cair (Ph) dengan massa jenis ρ pada kedalaman h dirumuskan dengan Ph = ρ x g x h atau Ph = ρgh (2) Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi. Pada setiap bagian atmosfer bekerja gaya Tarik gravitasi. Makin ke bawah, makin berat lapisan udara yang di atasnya. Oleh karena itu, makin rendah suatu tempat, makin tinggi tekanan atmosfernya. Di permukaan laut, tekanan atmosfer bernilai kira-kira 1 atm atau 1,01 x 105 Pa. tekanan di suatu titik fluida yang sebenarnya disebut tekanan absolut atau tekanan mutlak, yang dirumuskan menjadi : p = patm + ρgh (3) dengan patm merupakan tekanan atmosfer atau tekanan udara luar. 2. Hukum Archimedes Suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair mendapat gaya ke atas sehingga benda kehilangan sebagian beratnya (beratnya menjadi berat semu). Dapat pula dikatakan karena tekanan semakin bertambah dengan bertambahnya kedalaman, gaya pada bagian bawah benda yang berada di dalam air lebih besar daripada gaya yang bekerja pada bagian atas benda. Akibatnya, ada selisih gaya yang bekerja pada benda yang sering disebut gaya apung. Munculnya gaya apung adalah konsekuensi dari tekanan zat cair yang meningkat dengan kedalaman. Fapung = F2 – F1

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 = p2A – p1A = (patm + ρgh2)A - (patm + ρgh2)A = ρgA (h2 – h1) Dimana A(h2 – h1) merupakan volume silinder, sehingga : Fapung = ρf x Vbf x g (1) Dengan ρf adalah massa jenis fluida, dan Vbf adalah volume benda yang tercelup dalam fluida. Massa fluida yng dipindahkan adalah m = ρV, sehingga persamaannya menjadi : Fapung = mf x g (2) Berdasarkan penjelasan gaya apung tersebut, maka dapat dituliskan Hukum Archimedes berbunyi : “Gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya kedalam suatu fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut”. Ada tiga peristiwa yang terjadi yang berkaitan dengan hukum Archimedes, seperti terapung, tenggelam, dan melayang. 1) Terapung Pada saat terapung, besar gaya apung Fapung sama dengan berat benda w = mg. Hanya sebagian volume benda yang tercelup di dalam fluida, sehingga volume fluida yang dipindahkan lebih kecil daripada volume total benda yang mengapung. Syarat terapung yaitu ρfluida > ρbenda. 2) Tenggelam Pada saat tenggelam, berlaku gaya apung Fapung lebih kecil daripada gaya berat benda w = mg. Karena benda tercelup seluruhnya ke dalam fluida, maka volume fluida yang dipindahkan sama dengan volume benda. Syarat tenggelam yaitu ρfluida < ρbenda . 3) Melayang Pada keadaan melayang, berlaku bahwa gaya apung sama dengan berat benda, dan volume benda yang dipindahkan sama dengan volume benda yang melayang. Syarat melayang yaitu ρfluida = ρbenda.

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 I. Penilaian 1. Lembar Penilaian (terlampir) Ranah yang dinilai : Kognitif Jenis penilaian : Tes Tertulis Bentuk Instrument : Pilihan Ganda dan essay untuk pretest dan posttest 2. Kuesioner Nilai Karakter (terlampir)

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Lampiran 5. LKS Kelas Eksperimen Sederhana Lembar Kerja Siswa (LKS) 1 Hukum Archimedes Kelas : XI MIPA 1 Kelompok : Nama anggota : ………………………… ……………………… ………………………… ……………………… ………………………… ……………………… A. Tujuan 1. Memahami Hukum Archimedes melalui percobaan sederhana B. Alat dan bahan 1. Gelas ukur 1 buah; 2. 3 buah batu berukuran kecil yang memiliki berat berbeda; 3. Neraca pegas; 4. Tali; 5. Air; C. Dasar Teori Suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair mendapat gaya ke atas sehingga benda kehilangan sebagian beratnya (beratnya menjadi berat semu). Gaya ke atas ini disebut sebagai gaya apung, yaitu suatu gaya ke atas yang dikerjakan oleh zat cair pada benda. Munculnya gaya apung adalah konsekuensi dari tekanan zat cair yang meningkat dengan kedalaman.

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Dengan demikian berlaku : gaya apung = berat benda di udara – berat benda dalam zat cair. Dalam Hukum Archimedes sering dikatakan volume air yang dipindahkan. Jika kita celupkan batu kedalam sebuah bejana berisi air, permukaan air akan naik. Ini karena batu menggantikan volume air. Jika batu dicelupkan pada bejana yang penuh berisi air, sebagian air akan tumpah dari bejana. Volume air tumpah yang ditampung tetap sama dengan volume batu yang menggantikan air. Jadi, suatu benda yang dicelupkan seluruhnya dalam zat cair selalu menggantikan volume zat cair yang sama dengan volume benda itu sendiri. D. Langkah Percobaan 2. Siapkan alat dan bahan 3. Masukkan batu kedalam wadah yang berisi air 4. Amati yang tejadi dengan mengisi tabel 1 5. Lakukan percobaan dengan berat batu yang berbeda E. Data Praktikum Tabel 1. Gaya Apung Suatu Benda Benda nomor Berat benda (Kg) Di udara (Wu) Gaya apung (N) Berat air yang dipindahkan (Kg) Di dalam air (Wa) 1 2 3 Pertanyaan : 1. Apa yang terjadi pada air didalam wadah setelah di isi dengan batu?

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 2. Apakah massa air yang tertumpah sama dengan massa batu tersebut? Jelaskan 3. Apakah ukuran batu yang berbeda mempengaruhi massa air yang tertumpah? Mengapa? 4. Hitung gaya apung yang bekerja pada masing-masing batu. F. Pembahasan 1. ………………………………………………………………………… ………………….……………………………………………………… ………………………………………………………………………… 2. ………………………………………………………………………… ………………….……………………………………………………… ………………………………………………………………………… 3. ………………………………………………………………………… ………………….……………………………………………………… …………………………………………………………………………. 4. ………………………………………………………………………… ………………….……………………………………………………… …………………………………………………………………………. G. Kesimpulan ……………………………………………………………………………… …………….……………………………………………………………… ………………………………………………………………….

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 2 Peristiwa pada Hukum Archimedes Kelompok : Kelas : Hari/Tanggal : Nama anggota : …………………............... ……………………………… …………………………… ……………………………… …………………………… ……………………………… A. Tujuan 1. Membuktikan bahwa benda yang massa jenis benda mempengaruhi benda tenggelam, terapung, dan melayang 2. Menentukan massa jenis benda berdasarkan hukum Archimedes 3. Menganalisis hubungan antara gaya, massa jenis fluida, volume, dan gravitasi B. Alat/Bahan Alat 1. Neraca Pegas 1 buah 2. Gelas Ukur 1 buah 3. Penggaris 4. Tali 3 m 5. Batu 1 buah 6. Bola Bekel 1 buah 7. Sterofom 1 buah Bahan 1. Air 300 ml C. Hipotesis Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Benda tenggelam : W benda > Fa ρb Vb g > ρf Vbf g, atau ρb > ρf Benda terapung : W benda tercelup < Fa ρb Vb g < ρf Vbf g, maka diperoleh : ρb < ρf Benda melayang : W benda = Fa ρb Vb g = ρf Vbf g D. Prosedur Percobaan Langkah Kerja : 1. Siapkan gelas ukur yang sudah di isi air, catat volume air (V0) 2. Timbang benda aluminium di udara (Wu) dengan neraca pegas, kemudian catat hasil pada tabel pengamatan.. 3. Timbang benda aluminium di dalam air dengan neraca pegas, nyatakan sebagai berat benda dalam air (Wa), catat hasilnya pada tabel pengamatan. 4. Catat volume air sesudah benda di masukan dalam air sebagai volume akhir (V1). 5. Ulangi langkah 2 – 4 dengan benda yang berbeda . Tabel Hasil Pengamatan No 1 Nama benda Logam 2 Kayu 3 Bola Pingpong Wu Wa V0 V1 Vb Fa mb 𝝆𝒂 𝝆𝒃

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Perhitungan 1. Batu Diketahui : Wu, Wa, V0 , V1 Ditanya : mb , Fa, Vb, ρb Penyelesaian : a.mb 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 b. Fa Fa d. ρb = = c. Vb = 𝑔 𝜌air g 2. Bola Bekel Diketahui : Wu, Wa, V0 , V1 Ditanya : mb , Fa, Vb, ρb = Wu - Wa 𝑚𝑏 𝑉𝑏 Penyelesaian : a.mb = c. Vb = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 b. Fa Fa d. ρb = 𝑔 𝜌air g = Wu - Wa 𝑚𝑏 𝑉𝑏 3. Sterofom Diketahui : Wu, Wa, V0 , V1 Ditanya : mb , Fa, Vb, ρb Penyelesaian : a.mb = c. Vb = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 b. Fa Fa d. ρb = 𝑔 𝜌air g = Wu - Wa 𝑚𝑏 𝑉𝑏

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 E. Evaluasi 1. Setelah kamu amati, berada dalam keadaan apakah benda-benda tersebut! mengapa demikian? 2. Adakah pengaruh gaya keatas terhadap berat benda! Jika ada jelaskan mengapa demikian? 3. Bagaimanakah pengaruh massa jenis terhadap benda ? Jelaskan! 4. Samakah hipotesis anda dengan hasil percobaan yang dilakukan ? Jelaskan! 5. Bagimanakah kesimpulan anda terhadap pengamatan tersebut ?

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Lampiran 6. Kuesioner Kelas Eksperimen Sederhana dan Kelas Kontrol Untuk kelas Eksperimen Sederhana KUISIONER NILAI KARAKTER KELAS EKSPERIMEN Nama : Kelas/No. absen : Hari/Tanggal : Materi : Hukum Archimedes Petunjuk Pengisian: 1. Bacalah pernyataan tentang nilai karakter yang ada di bawah ini dengan seksama! 2. Berilah tanda centang (√) pada salah satu kolom untuk setiap pernyataan yang disediakan menurut kriteria berikut: Kolom 1 : Sangat Setuju (SS) Kolom 2 : Setuju (S) Kolom 3 : Tidak Setuju (TS) Kolom 4 : Sangat Tidak Setuju (STS) 3. Berikan jawaban yang paling sesuai dengan nilai karakter belajar Anda sekarang (pengisian pernyataan tentang nilai karakter ini tidak akan mempengaruhi nilai-nilai mata pelajaran fisika Anda) No. Pernyataan 1. Saya terlibat dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen. 2. Saya membantu teman kelompok ketika tidak memahami eksperimen. 3. Saya berbagi tugas dengan teman satu kelompok. 4. Saya ikut andil dalam merumuskan dan menyimpulkan hasil eksperimen. 5. Saya melaksanakan eksperimen yang diberikan guru sampai tuntas. 6. Saya berhati-hati dalam menggunakan alat agar tidak rusak. 7. Saya ikut menyumbangkan gagasan saat melakukan eksperimen. (SS) (S) (TS) (STS)

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 8. Saya membereskan alat-alat praktikum dan menyimpan kembali ke tempatnya ketika selesai praktikum. 9. Saya datang tepat waktu ke kelas. 10. Saya menyelesaikan tugas yang diberikan guru tepat waktu. 11. Saya memulai dan menyelesaikan eksperimen tepat waktu. 12. Saya mengikuti aturan yang ditetapkan guru saat melaksanakn eksperimen. 13. Saya mencatat data eksperimen sesuai dengan apa yang saya amati. 14. Saya melaporkan hasil eksperimen sesuai dengan apa yang terjadi di dalam kelompok. 15. Saya tidak setuju ketika ada teman kelompok meminta untuk memanipulasi data eksperimen yang diperoleh. 16. Saya menyampaikan apa yang sedang saya pikirkan mengenai eksperimen kepada teman kelompok 17. Saya mencoba berulang-ulang dalam melakukan eksperimen untuk mendapatkan data yang sesuai. 18. Saya membaca mengenai teori hukum Archimedes dan langkah kerja sebelum melakukan eksperimen. 19. Saya mencari sumber lain selain apa yang dipelajari dari internet atau sumber relevan lainnya. 20. Saya bertanya kepada guru atau teman jika ada yang kurang saya pahami dalam melakukan eksperimen.

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Untuk Kelas Kontrol KUISIONER NILAI KARAKTER KELAS CERAMAH Nama : Kelas/No. absen : Hari/Tanggal : Materi : Hukum Archimedes Petunjuk Pengisian: 1. Bacalah pernyataan tentang nilai karakter yang ada di bawah ini dengan seksama! 2. Berilah tanda centang (√) pada salah satu kolom untuk setiap pernyataan yang disediakan menurut kriteria berikut: Kolom 1 : Sangat Setuju (SS) Kolom 2 : Setuju (S) Kolom 3 : Tidak Setuju (TS) Kolom 4 : Sangat Tidak Setuju (STS) 3. Berikan jawaban yang paling sesuai dengan nilai karakter belajar Anda sekarang (pengisian pernyataan tentang nilai karakter ini tidak akan mempengaruhi nilai-nilai mata pelajaran fisika Anda) No. 1. Pernyataan 2. Saya senang berdiskusi bersama teman sebangku saat pembelajaran. Saya mengerjakan tugas yang diberikan saat pembelajaran. 3. Saya turut menyimpulkan materi yang disampaikan oleh guru. 4. Saya membantu teman kalau ada yang bertanya (diluar tes). 5. Saya melaksanakan dan menyelesaikan tugas hingga selesai. 6. Saya menyumbang gagasan saat pembelajaran. 7. Saya mendengarkan penjelasan dengan sungguh-sungguh. 8. Saya tidak berbicara dengan teman diluar pembelajaran. 9. Saya masuk kelas tepat waktu. 10. Saya memulai mengerjakan tugas tepat waktu. (SS) (S) (TS) (STS)

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 11. Saya dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. 12. Saya mengumpulkan tugas tepat waktu. 13. Saya mengumpulkan tugas yang saya kerjakan sendiri. 14. Saya tidak mencontek hasil pekerjaan temannya. 15. Saya mengerjakan sendiri tugas yang diberikan tanpa bertanya kepada teman. Saya berani menolak ketika teman meminta jawaban saat ujian. 16. 17. Saya bertanya pada teman atau guru tentang materi pembelajaran. 18. Saya mencari sumber lain selain apa yang dipelajari. 19. Saya mengerjakan tugas sebanyak mungkin untuk lebih memahami materi. Saya membuat daftar pertanyaan untuk ditanyakan saat pembelajaran. 20.

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 Lampiran 7. Soal Pretest dan Posttest Soal pre-test dan post-test Hukum Archimedes A. PILIHAN GANDA 1. Gaya Archimedes yang bekerja pada sebuah benda didalam zat cair sebanding dengan . . . . . a. Berat zat cair b. Berat zat cair dan volume benda c. Berat dan massa jenis zat cair d. Volume benda dan massa jenis zat cair e. Volume benda, berat zat cair, dan maassa jenis zat cair 2. Syarat sebuah benda dapat melayang di dalam suatu zat cair adalah . . . . . a. Berat benda lebih besar daripada gaya Archimedes b. Massa jenis benda kurang dari massa jenis zat cair c. Massa jenis air sama dengan massa jenis benda d. Gaya Archimedes lebih besar daripada berat benda e. Massa jenis zat cair lebih besar daripada massa jenis benda 3. Sebuah benda dapat tenggelam dalam zat cair karena . . . . . a. Berat benda lebih besar daripada gaya Archimedes b. Massa jenis benda kurang dari massa jenis zat cair c. Massa jenis air sama dengan massa jenis benda d. Gaya Archimedes lebih besar dariapada berat benda e. Massa jenis zat cair lebih besar daripada massa jenis benda 4. Sebuah batu memiliki berat 30 N di udara dan 21 N di dalam air. Massa jenis batu tersebut adalah . . . . . a. 9 g/cm3 b. 7,8 g/cm3 c. 3,33 g/cm3 d. 1,43 g/cm3 e. 0,3 g/cm3 5. Sekeping mata ulang logam jika dicelupkan dalam fluida A dengan 𝜌A = 0,8 g/cm3 menglami gaya keatas sebesar FA dan jika dicelupkan dalam fluida B dengan 𝜌B = 0,7 g/cm3 mengalami gaya Archimedes sebesar FB. Perbandingan kedua gaya tersebut FA : FB adalah . . . . . a. 8 : 14 b. 4 : 7 c. 7 : 6 d. 7 : 8 e. 8 : 7

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 B. ESSAY 6. Apa syarat sebuah benda untuk tenggelam, melayang dan terapung dalam suatu zat cair! 7. Sebuah balok dengan ukuran 0,2 m x 0,1 m x 0,3 m yang digantung vertikal pada seutas kawat ringan. Tentukan gaya apung pada balok jika balok itu dicelupkan seluruhnya dalam minyak (𝜌 = 800 kg/m3)! 8. Buktikan bahwa ketika sebuah benda yang memiliki massa jenis 𝜌1dan 3 terapung dengan 4 bagian volumenya tercelup ke dalam fluida, massa jenis 4 fluida 𝜌2 = 3 𝜌1 9. Berat sebuah benda diudara 50 N. Jika ditimbang dalam air, beratnya menjadi 45 N. Hitung : (a) gaaya keatas yang dialami benda tersebut, (b) massa jenis benda tersebut. 10. Sebutkan dua contoh peristiwa benda melayang dan terapung dalam kehidupan sehari-hari!

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Lampiran 8. Jawaban Pretest dan Posttest Soal dan Jawaban pre-test dan post-test A. PILIHAN GANDA 1. Gaya Archimedes yang bekerja pada sebuah benda didalam zat cair sebanding dengan . . . . . a. Berat zat cair b. Berat zat cair dan volume benda c. Berat dan massa jenis zat cair d. Volume benda dan massa jenis zat cair e. Volume benda, berat zat cair, dan maassa jenis zat cair Jawaban : Volume benda dan massa jenis zat cair (d) Penjelasan : F apung = 𝜌gV 2. Syarat benda dapat melayang di dalam sutau zat cair jika . . . . . a. Berat zat cair yang dipindahkan sana dengan gaya archimedes b. Berat benda sama dengan gaya keatas c. Volume zat cair yang dipindahkan sama dengan volume benda d. Massa jenis benda kurang dari massa jenis zat cair e. Besar gaya archimedes sama dengan gaya keatas Jawaban : Berat benda sama dengan gaya keatas (b) Penjelasan : F apung = W benda 3. Sebuah benda dapat tenggelam dalam zat cair karena . . . . . a. Berat benda lebih besar daripada gaya Archimedes b. Massa jenis benda kurang dari massa jenis zat cair c. Volume benda sama dengan volume zat cair yang didesak d. Massa jenis air sama dengan massa jenis benda e. Massa jenis zat cair lebih besar daripada massa jenis benda Jawaban : Berat benda lebih besar daripada gaya Archimedes (a) Penjelasan : F apung ˂ W benda 4. Sebuah batu memiliki berat 30 N di udara dan 21 N di dalam air. Massa jenis batu tersebut adalah . . . . . f. 9 g/cm3 g. 7,8 g/cm3 h. 3,33 g/cm3 i. 1,43 g/cm3 j. 0,3 g/cm3 Jawaban : 3,33 g/cm3 (b) Penjelasan :

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Dik : Wu = 30 N Wa = 21 N 𝜌air = 1.000 kg/m3 g = 10 m/s2 Dit : massa jenis 𝜌 benda? Gaya ke atas Fa = Wu – Wa = (30 – 21) N =9N - Volume Fa = 𝜌𝑔𝑉 9 kgm/s2 = (1.000 kg/m3 )(10 m/s2)(V) V = (9/10.000) m3 = 0,0009 m3 - Massa Benda m benda = Wu/g = 30 N /10 m/s2 = 3 Kg - Massa jenis benda ρ benda = m benda/ V = 3 Kg/ 0,0009 = 3333,3 kg/m3 = 3,3 g/cm3 5. Sekeping mata ulang logam jika dicelupkan dalam fluida A dengan 𝜌A = 0,8 g/cm3 menglami gaya keatas sebesar FA dan jika dicelupkan dalam fluida B dengan 𝜌B = 0,7 g/cm3 mengalami gaya Archimedes sebesar FB. Perbandingan kedua gaya tersebut FA : FB adalah . . . . . f. 8 : 14 g. 4 : 7 h. 7 : 6 i. 7 : 8 j. 8 : 7 - Jawaban : 8 : 7 (e) Penjelasan : FA 𝜌A FA FB = FB 𝜌B 𝜌A = 𝜌B 0,8 = 0,7 =8:7

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 B. ESSAY 6. Apa syarat sebuah benda untuk tenggelam, melayang dan terapung dalam suatu zat cair. Jawaban : Syarat: 1) Tenggelam adalah massa jenis benda lebih besar dibandingkan massa jenis zat cair 2) Melayang adalah massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair 3) Terapung adalah massa jenis benda lebih kecil dibandingkan massa jenis zat cair 7. Sebuah balok dengan ukuran 0,2 m x 0,1 m x 0,3 m yang digantung vertikal pada seutas kawat ringan. Tentukan gaya apung pada balok jika balok itu dicelupkan seluruhnya dalam minyak (𝜌 = 800 kg/m3)!. Jawaban : Dik : V = 0,2 m x 0,1 m x 0,3 m 𝜌 = 800 kg/m3 Dit : F apung ? Penyelesaian: Fa = 𝜌f . Vbf . g = 800 kg/m3 . 0,006 m3 . 9,8 m/s2 = 47,04 kgm/s2 = 47,04 N 8. Buktikan bahwa ketika sebuah benda yang memiliki massa jenis 𝜌1dan terapung 3 4 dengan bagian volumenya tercelup ke dalam fluida, massa jenis fluida 𝜌2= 𝜌1 4 3 Jawaban : Benda diam maka, ∑𝐹= 0 Berat benda = Gaya apung mg = 𝜌fVfg 𝜌bVbg = 𝜌fVf g 𝜌f = 𝜌f = 𝜌f = Vb 𝜌b 𝑉𝑓 Vb 3 𝑉𝑏 4 4 3 𝜌b 𝜌b

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 9. Berat sebuah benda diudara 50 N. Jika ditimbang dalam air, beratnya menjadi 45 N. Hitung : (a) gaaya keatas yang dialami benda tersebut, (b) massa jenis benda tersebut. Jawaban : Dik : Wu = 50 N Wa = 45 N 𝜌 air = 1.000 kg/m3 g = 10 m/s2 Dit : Fa dan 𝜌 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 ? Penyelesaian : a. Gaya ke atas Fa = Wu – Wa =(50-45)N =5N b. Massa jenis benda  Volume air Fa = 𝜌 air. V air. G = 1.000 kg/m3 . V air. 10 m/s2 5 V air = 𝑚3 10.000 V air = 0,0005 𝑚3  Massa benda 𝑊𝑢 m benda = 𝑔 50 𝑁 = 10 m/s2 = 5 kg 𝜌benda = = m benda 𝑉 5 0,0005 = 10.000 kg / m3 10. Sebutkan dua contoh peristiwa benda melayang dan terapung dalam kehidupan sehari-hari! Jawaban : - Tenggelam : koin dalam sebuah gelas berisi air, gula dalam air, dll - Terapung : bandul alat pancing, gabus , dll.

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Lampiran 9. Pedoman Penilaian Pretest dan Posttestt: a. Teknik penskoran untuk soal nomor 6 pretest dan posttest: No. 1. Indikator yang dinilai Menyebutkan syarat benda terapung, melayang dan tenggelam dengan lengkap Skor 5 2. Hanya menyebutkan 2 syarat 4 3. Hanya menyebutkan 1 syarat 2 4. Memberikan jawaban salah 1 5. Tidak menjawab soal 0 Skor Total 5 b. Teknik penskoran untuk hitungan soal nomor 7 dan 8 pretest dan posttest: Menuliskan No. Indikator yang dinilai Skor 1. Siswa dapat menuliskan yang diketahui dengan benar 1 2. Siswa dapat menuliskan rumus dengan benar 2 Skor Total 3 Penyelesaian No. Indikator yang dinilai Skor 1. Siswa dapat menyelesaikan perhitungan dengan benar 5 2. 3 3. Siswa dapat menyelesaikan perhitungan dengan rumus namun ada kesalahan perhitungan Siswa dapat menuliskan hasil akhir dengan benar beserta satuannya 4. Siswa dapat menuliskan hasil akhir dengan benar tanpa satuan 1 5. Siswa menuliskan hasil akhir yang salah 1 6. Siswa tidak menuliskan jawaban 0 Skor Total 2 7

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 c. Teknik penskoran untuk hitungan soal nomor 9 pretest dan posttest: Menuliskan Skor No. 1. Indikator yang dinilai Siswa dapat menuliskan yang diketahui dengan benar 2. Siswa dapat menuliskan rumus dengan benar 2 Skor Total 3 1 Penyelesaian No. 1. 2. Indikator yang dinilai Siswa dapat menyelesaikan perhitungan dengan benar Skor 8 3 3. Siswa dapat menyelesaikan perhitungan dengan rumus namun ada kesalahan perhitungan Siswa dapat menuliskan hasil akhir dengan benar beserta satuannya 4. Siswa dapat menuliskan hasil akhir dengan benar tanpa satuan 2 5. Siswa menuliskan hasil akhir yang salah 1 6. Siswa tidak menuliskan jawaban 0 Skor Total 4 12 d. Teknik penskoran untuk hitungan soal nomor 10 pretest dan posttest: No. Indikator yang dinilai Skor 1. Menyebutkan contoh penerapan dengan lengkap 5 2. Hanya menyebutkan 3 contoh penerapan 4 3 Hanya menyebutkan 2 contoh penerapan 3 4 Hanya menyebutkan 1 contoh penerapan 2 3. Memberikan jawaban salah 1 4. Tidak menjawab soal 0 Skor Total 5

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Lampiran 10. Lembar Validitas Soal dan Jawaban Pretest dan Posttest

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 Lampiran 11. Analisis Butir Soal Posttest Kelas Eksperimen Sederhana NO. SOAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JML SKOR BOBOT 1 1 1 1 1 5 10 10 15 5 50 1 1 1 1 1 1 5 10 0 15 5 40 2 1 1 1 1 0 5 10 8 12 5 44 3 1 1 1 0 1 5 10 10 12 5 46 4 1 1 1 1 0 5 10 10 5 5 39 5 1 1 1 1 0 5 10 8 15 5 47 6 1 1 1 1 1 5 2 10 8 5 35 7 1 0 1 1 1 5 10 8 13 5 45 8 1 1 1 1 1 5 10 10 15 5 50 9 1 1 1 0 1 5 10 10 15 5 49 10 1 1 1 1 1 5 2 10 8 5 35 11 1 1 1 1 0 5 10 8 11 5 43 12 1 1 1 1 1 5 9 2 11 5 37 13 1 1 1 1 1 5 10 10 7 5 42 14 1 1 1 1 1 5 9 2 11 5 37 15 1 0 1 1 1 5 10 8 13 5 45 16 1 1 1 1 1 5 8 2 11 5 36 17 1 1 1 1 1 5 10 8 15 5 48 18 1 0 1 1 1 5 10 8 13 5 45 19 1 1 1 1 1 5 9 2 11 5 37 20 1 0 1 1 1 5 10 8 13 5 45 21 1 1 1 0 1 5 10 10 15 5 49 22 1 1 1 1 1 5 6 2 15 5 38 NO. ABSEN NILAI 80 88 92 78 94 70 90 100 98 70 86 74 84 74 90 72 96 90 74 90 98 76

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 74 23 1 1 1 1 1 5 10 4 9 4 37 24 1 1 1 1 1 5 10 2 15 5 42 25 1 1 1 1 0 5 2 10 8 5 34 26 1 1 1 1 1 5 10 2 9 5 36 27 1 1 1 1 1 5 10 0 9 5 34 28 1 1 1 1 1 5 10 8 15 5 48 29 1 1 1 1 1 5 9 3 14 5 41 30 1 1 1 1 1 5 10 3 15 5 43 31 1 0 1 1 1 5 10 8 13 5 45 32 1 1 1 1 0 5 10 8 12 5 44 1336 84 68 72 68 96 82 86 90 88 Jml Skor 32 Jml Skor Max persentase skor tercapai persentase kelulusan 32 27 32 29 26 160 286 202 383 159 32 32 32 32 165 330 330 495 165 100 90 100 90,62 81,25 96,96 86,66 61,21 77,37 96,36 100 90 100 90,62 81,25 96,96 86,66 61,21 77,37 96,36 2672

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 Lampiran 12. Analisis Butir Soal Posttest Kelas Kontrol NO. SOAL NO. ABSEN BOBOT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JML SKOR NILAI 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 5 5 10 8 10 1 15 9 5 2 50 29 58 0 0 1 0 1 5 7 1 12 5 32 64 0 0 1 0 0 5 10 1 7 3 27 54 1 0 1 1 1 5 10 10 15 5 49 98 1 1 1 1 1 5 7 10 13 5 45 90 0 0 1 1 1 5 8 1 5 4 26 52 0 0 1 1 1 5 7 1 11 5 32 64 0 1 1 1 1 5 5 0 8 5 27 54 0 0 1 1 1 5 6 2 4 4 24 48 1 0 1 0 1 5 6 0 5 3 22 44 1 0 1 1 1 5 7 1 12 5 34 68 1 0 1 1 1 5 7 1 11 5 33 66 0 0 1 1 1 5 8 1 5 4 26 52 0 1 1 0 1 5 9 7 1 5 30 60 0 0 1 1 1 5 6 1 4 4 23 46 0 1 1 1 1 5 1 1 8 2 21 42 0 1 1 1 1 5 1 1 6 4 21 42 0 1 1 1 1 5 6 2 4 4 25 50 0 1 1 1 1 5 5 1 9 2 26 52 1 0 1 1 1 5 7 1 13 5 35 70 0 0 1 1 1 5 7 1 11 5 32 64 1 0 1 1 1 5 6 10 14 3 42 84 1 0 1 1 1 5 7 1 12 5 34 68 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 0 0 1 1 1 5 10 0 9 4 31 62 0 1 1 1 1 5 6 1 6 5 27 54 1 0 1 1 1 5 7 1 13 5 35 70 1 0 1 1 1 5 7 1 11 5 33 66 1 0 1 1 1 5 6 0 3 0 18 36 0 0 1 1 1 3 6 1 5 3 21 42 1 0 1 1 1 5 10 7 15 5 46 92 1 0 1 1 1 5 7 0 14 3 33 66 0 0 1 1 1 5 10 0 9 4 31 62 158 220 284 128 24 25 26 27 28 29 30 31 32 9 Jml Skor Jml Skor Max persentase skor tercapai persentase kelulusan 13 32 32 28 31 67 32 32 32 32 165 330 330 495 165 40,62 28,12 100 87,5 96,87 95,75 66,66 20,30 57,37 77,57 40,62 28,12 100 87,5 96,87 95,75 66,66 20,30 57,37 77,57 970 1940

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 Lampiran 13. Analisis Kuesioner Kelas Eksperimen Kode Peser ta Didik Distribusi Skor Pernyataan Kerjasama Tanggung Jawab Disiplin Kejujuran Skor Total Rasa Ingin Tahu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 E1 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 72 E2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 61 E3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 70 E4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 2 2 3 62 E5 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 75 E6 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 52 E7 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 55 E8 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 2 2 2 3 64 E9 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 2 3 3 4 64 E10 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 66 E11 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 77 E12 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 2 2 3 4 71 E13 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 2 73 E14 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 54 E15 3 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 2 2 2 3 4 60 E16 3 2 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 50 E17 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 56 E18 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 66 E19 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 54 E20 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 2 3 70

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 E21 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 72 E22 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 69 E23 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 2 2 3 4 3 2 2 4 3 3 59 E24 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 1 1 3 53 E25 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 60 E26 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 2 4 4 2 3 4 71 E27 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 61 E28 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 2 2 3 4 64 E29 4 4 4 4 3 3 3 2 4 2 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 58 E30 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 2 4 2 4 71 E31 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 68 E32 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 2 3 4 61 jmlh 1 1 5 1 0 3 1 1 0 1 0 1 1 0 7 1 0 7 10 4 1 0 6 1 0 9 98 11 0 10 4 10 8 87 10 8 99 95 96 88 84

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 Lampiran 14. Analisis Kuesioner Kelas Kontrol Kode Peserta Didik Distribusi Skor Pernyataan Kerjasama Tanggung Jawab Disiplin Kejujuran Rasa Ingin Tahu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Skor Total C1 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 4 4 3 2 3 4 4 4 4 72 C2 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 76 C3 4 3 3 3 3 3 4 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 60 C4 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 63 C5 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 70 C6 4 3 3 3 3 3 1 4 3 3 3 4 3 3 2 3 4 4 3 3 62 C7 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 56 C8 4 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 2 2 60 C9 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 56 C10 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 52 C11 3 4 3 3 3 3 4 1 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 59 C12 4 4 3 4 4 4 4 1 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 2 69 C13 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 72 C14 4 4 3 2 4 2 4 1 4 3 3 3 4 4 2 2 4 4 2 4 63 C15 4 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 59 C16 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 57 C17 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 71 C18 4 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 57

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 C19 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 58 C20 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 2 61 C21 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 2 3 2 3 4 3 2 2 59 C22 4 3 3 3 3 3 4 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 C23 3 4 3 3 4 3 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 69 C24 4 3 3 3 3 3 4 2 4 3 3 4 2 2 2 2 4 3 2 2 58 C25 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 57 C26 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 64 C27 4 3 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 1 2 51 C28 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 2 3 3 3 3 1 66 C29 3 3 3 4 4 4 4 1 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 65 C30 4 4 3 3 4 3 4 1 4 4 4 4 4 3 2 3 4 4 2 2 66 C31 4 3 3 3 3 3 4 1 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 65 C32 3 2 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 50 1 1 7 1 0 5 1 0 3 1 1 1 0 0 9 1 2 7 7 2 6 2 1 0 4 107 10 1 10 2 97 10 8 10 5 85 84 0 100 102 83

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 Lampiran 15. Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 Lampiran 16. Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Kontrol

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 Lampiran 17. Contoh Hasil Angket Kelas Eksperimen Sederhana

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 Lampiran 18. Contoh Hasil Angket Kelas Kontrol

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 Lampiran 19. Foto Saat Pelaksanaan Penelitian Gambar A. Pretest dan Penjelasan Materi Kelas Eksperimen Sederhana Pada Pertemuan I Gambar B. Penerapan Metode Eksperimen Sederhana Pada Pertemuan II berdasarkan LKS 1 dan 2.

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 Gambar C. Presentasi di Kelas Eksperimen Sederhana Pada Pertemuan III Gambar D. Posttest dan Foto Bersama Kelas XI MIPA 1 Pada Pertemuan IV Gambar E Pretest dan Penjelasan Materi Kelas Kontrol Pada Pertemuan I

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 Gambar F. Penjelasan Materi dengan Metode Ceramah Kelas Kontrol Pada Pertemuan II Gambar G. Posttest dan Foto Bersama Kelas XI MIPA 3 Pada Pertemuan III

(214)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH 4 SIDAYU GRESIK DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN METODE EKSPERIMEN
0
25
1
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 JEMBRANA
0
11
40
PENINGKATAN HASIL BELAJAR CETAK SABLON DENGAN MENERAPKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KUALA KABUPATEN LANGKAT TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.
0
3
23
PENERAPAN PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER PADA MATA PELAJARAN PKN DALAM MENINGKATKAN NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI SMA NEGERI I HAMPARAN PERAK.
0
1
25
ANALISIS KESULITAN PEMAHAMAN MATERI LARUTAN PENYANGGA PADA SISWA KELAS XI REGULER DAN KELAS XI RSBI SMA NEGERI 1 KUDUS.
0
1
1
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL CTL MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI ILMIAH SISWA PADA MATERI FLUIDA KELAS XI SMA NEGERI KEBAKKRAMAT.
0
0
18
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI ASAM BASA TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 MUNTILAN.
3
7
62
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 ABUNG SELATAN LAMPUNG UTARA PADA MATERI GERAK MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
0
1
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 AMBUNTEN DENGAN MENERAPKAN METODE KREATIVITAS
0
2
12
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN SIKAP SEKS PRANIKAH PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN
0
0
11
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI MENERAPKAN SIFAT-SIFAT CAHAYA PADA KEGIATAN MEMBUAT SUATU KARYA MELALUI METODE EKSPERIMEN DI KELAS V SD NEGERI KEDONDONG
0
0
15
PEMAHAMAN, MISKONSEPSI DAN CARA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA KELAS XI TEKNIK KOMPUTER JARINGAN SMK NEGERI 2 KLATEN TENTANG HUKUM ARCHIMEDES DENGAN METODE DEMONSTRASI
0
0
158
MOTIVASI PENGGUNAAN FACEBOOK PADA SISWA SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN
0
0
115
PENGARUH PENERAPAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP, MINAT BELAJAR, DAN NILAI KARAKTER SISWA SMA NEGERI JUMAPOLO KELAS X.1 PADA MATERI POKOK ALAT UKUR LISTRIK SKRIPSI
0
0
134
DAMPAK PEMBELAJARAN EKSPERIMEN SEDERHANA TENTANG SUHU DAN PEMUAIAN GAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN NILAI KARAKTER SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI MAGEPANDA
0
0
140
Show more